Jul 14, 2014

Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia


Yth Pembaca yang budiman

Ass Wr Wb,

Bacaan menarik dari artikel saya terbaru berjudul:

"Refleksi Pendidikan Kontemporer Indonesia: Sebuah Tinjauan Filsafat, Politik dan Ideologi Pendidikan"

dapat dibaca di Link berikut:


https://www.academia.edu/7444798/Refleksi_Pendidikan_Kontemporer_Indonesia_Sebuah_Tinjauan_Filsafat_Politik_dan_Ideologi_Pendidikan

Demikian semoga bermanfaat

Wss Wr Wb

Yogyakarta, 14 Juli 2014

Marsigit

Mar 12, 2014

When you teach kids to ask questions, what if they ask silly ones?



When you teach kids to ask questions, what if they ask silly ones?

Blogger Jay Corrigan writes in... 

Mar 4, 2014

If a fourth grader does not know the times tables flawlessly, is it acceptable to transfer him/her to the next grade?










This re-posting discussion from LinkedIn is in the purpose of only to facilitate learning the aspect of mathematics education; and does not mean as business. (Marsigit)


LinkedIn



Science Math Primary/Secondary Education




Victor Guskov teacher of mathematics

Oct 11, 2013

Elegi Menggapai Hati Kesatu

Oleh Marsigit

Logos Muda:
Wahai Logos Tua, aku ingin memberitakan kepadamu bahwa aku baru saja mengikuti pemberontakan para logos. Kemudian aku ingin bertanya kepada dirimu. Bagaimanakah komentarmu tentang Elegi Pemberontakan Para Logos. Apakah engkau juga ikut memberontak?
Apa pula sebenarnya yang dimaksud dengan pemberontakan para logos itu?

Oct 8, 2013

Hasil Diskusi dengan Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk Dewasa dan Anak


Dear all,

Berikut adalah kesimpulan sementara hasil diskusi dengan beberapa Guru Matematika Internasional tentang Perbedaan Matematika untuk orang dewasa dan anak kecil:

Marsigit Dr MA, Lecturer at Yogyakarta State University, concludes the following:

"I am sad to find that most of math teachers around the world are unable to differentiate between adults and young math. That's why from time to time, at every educational context, there are always bad news of math teaching practices in term of students' participation and motivation.

Hereby I wish to blame the currently educational systems including recruitment system of math teachers and the system they are prepared to be a math teachers.In the big countries or in the West, this circumstances is very significant.

Therefore, I wish also to blame the currently state that Pure Math and Pure Sciences have been too deep and too far intervening Math Teaching; because significantly, they do not able to perform their accountability in their involvement in Math teaching.

Further, I may label the Pure Math and Pure Science as a Golden Kids of contemporary Power Now; in which not only big countries but also the small ones are now in the state of emergency, confusing, hegemonic, and not in a healthy interaction each other.

The only victim of this situation are the younger learner. They are the victim of adult ambitions (Pure Math, Pure Science through their system and the teachers inside) in the name of technology and contemporary life. That's why we then found that there are more and more unpredictable phenomena reflecting the students' under pressure by their adults.

I wish to call Math teachers who still have their empathy to their young generation to think critically and to do anything to change the situation.

Math teachers should stand beside their young learner and to protect them from inappropriate adults behavior in which their thinking are full of motive and ambitions."

Diskusi selengkapnya masih dapat diakses pada link berikut:

http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&discussionID=276248584&gid=33207&commentID=167136771&trk=view_disc&fromEmail=&ut=2uA5P9sed83RY1

Terimakasih

Marsigit, UNY

Oct 6, 2013

Elegi Menggapai Menilai Normatif

Oleh Marsigit

Formal:
Wahai normatif, dikarenakan alasan formal, maka aku perlu penilaian sifat diriku oleh dirimu?

Why do you think people's basic math skills are weak? a


LinkedIn Groups

Group: Math, Math Education, Math Culture

Why do you think people's basic math skills are weak?


LinkedIn Groups

Group: Math, Math Education, Math Culture

Sep 20, 2013

Referensi Sejarah Perkembangan Filsafat Matematika

Ass,
Referensi bisa ditelusuri pada History of Philosophy Timeline seperti yang dapat di akses pada website berikut:

Elegi Menggapai Hakekat

Oleh: Marsigit

Subyek penanya:
Wahai hakekat, siapakah sebenarnya dirimu itu? Dimana tempat tinggalmu? Bagaimana aku mengenalmu? Seperti apa ciri-cirimu?

Elegi Menggapai Dasar Gunung Es

Oleh: Marsigit

Pelaut:
Dengan perahuku ini, aku sedang mengarungi laut. Anehnya, laut serasa tidak bertepi. Aku juga tidak melihat cakrawala. Aku tidak melihat pulau-pulau. Aku juga tidak melihat perahu lainnya. Tetapi di sana-sini aku melihat banyak puncak gunung es. Semakin aku cermati, semakin tampak banyak gunung-gunung es itu di laut. Aku penasaran. Maka aku ambil kaca pembesar. Subhanallah, ternyata di luar kesadaranku. Aku telah dikepung oleh gunung-gunung es tersebut, yang banyaknya tidak dapat aku hitung. Apa maknanya ini semua?

Elegi Memahami Elegi

Oleh Marsigit

Mahasiswa:
Aku jengkel, aku marah, aku tak peduli, aku tersinggung...

Dosen:
Sebentar apa masalahnya? Mengapa anda bersikap demikian?

Elegi Menggapai Penampakkan

Oleh Marsigit

Penampakkan benda-benda:
Besar, kecil, panjang, pendek, ......

Elegi Menggapai Ada

Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Elegi Jebakan Filsafat

Oleh Marsigit

Subyek:
Wahai sesuatu. Aku sedikit merasakan ada sesuatu di hadapanku. Siapakah dirimu itu.

Elegi Wawancara Orang Tua Berambut Putih

Oleh Marsigit

Wartawan:
Apa yang engkau maksud elegi?

Elegi Wancara dengan Dr Marsigit, MA bidang Pendidikan


by Marsigit 

EDUCATION

What subjects do you teach? What types of students do you have?
Mathematics Education
Philosophy of Mathematics Education

Elegi Pemberontakan Para Logos

Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Elegi Seorang Guru Menggapai Kesempatan

Oleh: Marsigit
Guru menggapai kesempatan berada di persimpangan jalan:

Di persimpangan jalan inilah aku mempunyai kesempatan, tetapi ketika datang kesempatan itu ternyata dia bersifat jamak. Ada kesempataku berbelok ke kiri, ke kanan, serong kiri, serong kanan, berbalik tetapi juga bisa terus jalan lurus. Anehnya, ada pula kesempatanku untuk ragu-ragu bahkan diam doing nothing. Maka satu-satunya kepastian adalah bahwa aku mempunyai kesempatan memilih. Itulah harga yang selama ini aku cari dan aku perjuangkan. Tetapi ingin aku katakan bahwa tidak memilih pun merupakan kesempatanku. Aku sangat gembira dengan kesempatan ini. Tetapi di tengah euporia ku maka aku mulai bertanya apakah sebenar-benar kesempatan itu? Untuk itulah maka aku ingin bertanya. Tetapi bertanya kepada siapakah aku ini?

Elegi Meratapi Sang Ilmuwan Plagiat dan Guru Pemalsu PAK

Oleh Marsigit

Paralogos:
Heem...tertegun aku menyaksikan kelakuan sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih. Dia tidak menyadari bahwa Paramitos selalu berusaha mencelakakannya. Apa haknya Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih sok mengatur dunia dan pemberi ilmu. Inilah buktinya sekarang telah tertangkap ada seorang Ilmuwan Plagiat dan tertangkap banyak Guru Pemalsu PAK. Pilu hatiku menyaksikan kejadian-kejadian itu. Saking pilunya hatiku maka hampir-hampir aku tak kuasa bicara apalagi menulis komen-komen pada Elegi-elegi. Pikiranku belum bisa menggapai batas hatiku, bagaimana seorang Ilmuwan tega melakukan plagiat dan seorang guru bisa memalsukan PAK untuk naik jabatan atau memperoleh sertifikasi guru. Wahai Antinomi, coba ceritakan apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan gonjang-ganjing ini?

Elegi Memahami Sang Kanopi

Oleh Marsigit

Precil:

Wah untung ada selembar daun padi ini. Jika tidak ada daun ini, pasti saya sudah ditelan oleh si Ular Kecil itu. Dia tidak mengetahui bahwa saya ada di sebalik daun padi. Hemm..jadi..selembar daun padi ini telah menyelamatkan nyawaku.

Elegi Purusa Arkitektonia

Oleh Marsigit

Ampara:
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kini aku Ampara memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Maka akulah setinggi-tinggi kuasa di Purusa Arkitektonia ini. Atau aku dapat mengatakan bahwa diriku itulah sebenar-benar subyek di sini. Tetapi keperluanku tidak hanya berada saja; aku juga perlu mengada.

Elegi Menggapai Sastra

Oleh Marsigit

Petunjuk:
Salah satu cara memahami Elegi Menggapai Sastra ini adalah janganlah dipaksakan untuk memahami jikalau dirasakan sulit, karena tujuan dari elegi ini memang bukan untuk memperoleh pemahaman pembaca tentang elegi ini, sampai saatnya dibuka misterinya oleh penulisnya. 

Elegi Kerajaan Stigma

Oleh Marsigit

Stigmaraja:
We ha ha he he... aku adalah si raja stigma. Hemmm...aku telah menyebar prajurit-prajurit stigma untuk mengembara ke seluruh dunia. Hanya satu tujuanku yaitu menguasai dunia ini. Siapapun yang menjadi penghalang diriku maka dia aku anggap musuh. Maka dengan segenap cara, cara baik, cara buruk, cara licik, adu domba, peperangan, fitnah, apapun akan aku tempuh demi mewujudkan cita-citaku. Tidaklah boleh ada yang lain yang lebih dari diriku. Maka siang maupun malam, prajurit-prajuriku yang terpilih akan aku utus membujuk, merayu kalau perlu menghancurkan kerajaan-kerajaan lain yang tidak mendukung dan menjadi pesaingku.

Filsafat atau Sastra?

Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan sebuah pertanyaan dari Sdr Ahmad Mujahid;

Elegi Pemberontakan Stigma

Oleh Marsigit

Rakata:
Wah gawat benar situasinya. Aku tidak suka keadaan yang demikian. Terlalu benar perilaku si Ahilu. Semua orang memperbincangkannya. Masa tega-teganya dia ... bersikap anohi. Dia juga berpikir asonga. Dia juga bertindak arisa. Dia juga berbuat asopi. Dia juga berkata acongaet. Dia juga sedang antari. Dia sekarang bersama ajodi. Dia belum adatinga. Dia cenderung asoal. Lebih dari itu Dia itu ternyata antadiri. Padahal selama ini aku telah menjamakannya, aku telah memberikan semua fasalutasnya. Ah kalau begitu aku sedang melihat pemberontakan yang dilakukan oleh Ahilu. Hemmm...wahai Pampilu apa saranmu tenang keadaan yang demikian.

Jargon Pertengkaran Standar dan Proses

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah, standar itu proses dan proses itu standar,...dst. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia.

Elegi Membongkar Mitos Teori Kemampuan Otak

Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...aku ingin bertanya apa pendapatmu tentang teori kemampuan otak. Otak Kiri, otak Kanan, dan Otak Tengah?

Elegi Jejaring Stigma

Oleh Marsigit

Awama:
Haha..hehe..haha..hehe. Ternyata nikmat itu tidak harus karena makan, minum atau uang.

Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif

Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos.

Jargon Kebaikan dan Keburukan

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos.

Jargon Para Obyek

Oleh Marsigit

Jargon:
Wahai para obyek, apa yang engkau ingin katakan kepadaku? Kenapa engkau datang berbondong-bondong kepadaku? Siapa sajakah engkau itu?

Jargon Para Subyek

Oleh Marsigit

Jargon:
Wahai para subyek, apa yang engkau ingin katakan kepadaku? Kenapa engkau datang berbondong-bondong kepadaku? Siapa sajakah engkau itu?

Jargon Pertengkaran antara Subyek dan Obyek

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos.

Elegi Seorang Guru Menggapai Siswa

Oleh: Marsigit

BERANGKAT KE SEKOLAH

Guru menggapai siswa:

Ketika aku akan berangkat ke Sekolah, tidak seperti biasanya hari ini. Kenapa tiba-tiba di depan rumahku telah ada beberapa jalan baru, ada jalan yang lurus dan lebar, ada jalan yang sempit dan berkelok-kelok, ada jalan yang kelihatannya licin, ada jalan yang berbatu-batu.

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat

Berikut saya tampilkan sebuah jargon pengakuan Meina Berlianti, seorang subyek belajar filsafat. Semoga contoh ini akan membuka wacana kita mengungkap jargon.

Elegi Pemberontakan Patung Filsafat

Oleh Marsigit

Pengikut Patung Filsafat:
Wahai logos, ketahuilah bahwa kami semua adalah pengikut Patung Filsafat.

Elegi Seorang Hamba Menggapai Wajah

Oleh: Marsigit

Hamba menggapai wajah memulai perjalanannya:
Aku di sini akan dan sedang memulai perjalananku. Dalam mimpiku, perjalananku itu akan sangat jauh dan sangat melelahkan. Tetapi konon sangat menjanjikan dan berpengharapan. Walaupun sangat berbahaya dan menakutkan.

Elegi Menggapai Diri

Oleh Marsigit

Monolog diriku:
Setelah membaca banyak elegi, aku menjadi tidak yakin terhadap diriku sendiri, siapakah diriku itu sebenarnya?

Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika

Oleh Marsigit

Guru Matematika:


Wahai muridku, engkau kelihatan berbeda dan kelihatan cerdas. Sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi Guru Matematika di kelasmu maka apakah permintaan-permintaanmu kepadaku?

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Elegi ini dibuat sebagai Sintesis terhadap dua Elegi sebelumnya yaitu: Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos, dan Elegi Pemberontakan Para Mitos.

Elegi Pemberontakan Para Etik dan Estetika

Oleh Marsigit

Etik dan Estetika:
Hemmm...diam saja, tidak tahan. Mau bicara, maka banyak orang yang akan mempertanyakanku. Terlalu banyak bicara nanti saya dikira tidak Etik dan tidak punya Estetika. Gimana ya...?

Elegi Pemberontakan Para Sombong



Elegi ini merupakan sintesis yang lain dari 3 (tesis) terdahulu.


Elegi Pemberontakan Para Sombong


Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai Sombong aku sedang melihat Kontradiksi dalam dirimu.

Elegi Pemberontakan Para Mitos



Elegi ini  saya buat sebagai Anti-Tesis dari Elegi Mengubah Mitos menjadi Logos
 

Elegi Pemberontakan Para Mitos



Oleh Marsigit


Jul 8, 2013

Pbm Mat S1 PGSD Wates Go Internasional


Dear all,

Pembelajaran matematika S1 PGSD Wates, FIP UNY diapresiasi dan ditayangkan pada Internasional Kayes Symposium Melbourne 8 Juli 2013
oleh Dr Wanty dari Deakin University.

Silahkan lihat presentasinya di:

http://uny.academia.edu/MarsigitHrd

Demikian semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

Jul 5, 2013

Metode Pembelajaran yan COCOK unttuk Kurikulum 2013

Dear all,
Dapat disimak tentang Metode Pembelajaran yang COCOK untuk Kurikulum 2013. Klik berikut:
http://uny.academia.edu/MarsigitHrd
Thank's
Marsigit

Jul 2, 2013

Foto Pembelajaran Matematika SD

Dear all,

Ass Wr Wb.

Bisa dilihat foto-foto pembelajaran matematika di SD, pada Mata Kuliah yang saya ampu yaitu
Matematika SD 2 pada Program PGSD Semester 2/IIF Kampus UNY Wates Kulon Progo pada Hari Senin 24 Juni 2013.

Kegiatan adalah Simulasi Pembelajaran Pecahan untuk SD Kelas II, oleh Kelompok V.

Kebetulan kegiatan juga diobservasi oleh seorang kerabat profesional Prof. Dr. Kaye Stacey dari Melbourne University.

Untuk melihat foto silahkan akses di:

http://www.flickr.com/photos/98353251@N08/


Selamat menyimak, semoga bermanfaat. Amin

Yogyakarta, 1 Juli 2013

Prof. Dr. Marsigit, M.A
Jurusan Pendidikan Matematika
FMIPA UNY

Jun 17, 2013

Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013


Dear all,

Ass Wr Wb

Boleh dibaca Makalah saya terbaru berjudul "Tantangan dan Harapan Kurikulum 2013", yang saya presentasikan pada
Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), pada
Hari Selasa, 18 Juni 2013, dengan akses ke:

http://uny.academia.edu/MarsigitHrd

Demikian semoga bermanfaat.

Wss Wr Wb

Marsigit
__._,_.___

Jun 16, 2013

SURAT TERBUKA IMAGINER UNTUK PRESIDEN IMEGINER

Yogyakarta, 6 Oktober 2013

Kepada
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer
cc:
1, Bp Menteri Pendidikan Imaginer
2. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Imaginer

May 31, 2013

Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter

Dear all,

Ass, boleh dibaca makalah saya terbaru berjudul "Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Pendidikan Karakter" yang saya presentasikan di Universitas Panca Budi Medan pada Hari Sabtu, 1 Juni 2013, dengan akses berikut:

http://uny.academia.edu/MarsigitHrd

Demikian semoga bermanfaat.

Wss

Marsigit

Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal

Oleh Marsigit

Cantraka:

Alhamdulillah...saya ucapkan selamat datang kembali kepada guru saya Sang Bagawat Selatan yang telah mendapat nama baru menjadi Muhammad Nurikhlas. Juga saya mengucapkan kepada isteri beliau Sang Dewi Sawitri yang telah mendapat nama baru Siti Nurikhlas. Mohonpetunjukmu bagaimana sebaiknya saya dapat memanggilmu?

Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass.Wr.Wb...hadirin yang dimuliakan Allah, kami sampaikan bahwa untuk beberapa waktu ini kami memfasilitasi hadirin semua bagi yang ingin melaksanakan Ritual Ikhlas di sini. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberi kesempatan kepada para hadirin semua untuk mempelajari bagaimana melaksanakan ibadat yang benar, sesuai dengan tuntunan yang ada. Sedangkan tuntunan yang ada meliputi tuntunan yang terdapat pada Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar. Mengingat banyaknya peserta yang akan ikut Ritual Ikhlas, dan demi untuk menjamin kelancaran dan kekhusyukan beribadat, maka kami membuat ketentuan atau peraturan umum dan khusus. Ketentuan umum meliputi ketentuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran ibadat; sedangkan ketentuan khusus meliputi tata cara beribadat yang benar sesuai dengan sumber-sumber yang telah saya sebutkan. Kami mempunyai beberapa petugas yang akan melayani dan membantu menyediakan beberapa kebutuhan peserta, sehingga peserta akan lebih fokus kepada kegiatan ibadahnya.

Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..Bapak Ibu dan hadirin semua yang dimuliakan Allah, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita berkumpul kembali di sini. Dengan memohon keridaan Allah dengan ini kami sampaikan bahwa sebentar lagi kita akan mengadakan Ritual Ikhlas III. Seperti biasa kami sebagai fasilitator berusaha melayani dan membantu kebutuhan Bapak Ibu semua. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman Ritual Ikhlas terdahulu kami ingin mengingatkan kembali bahwa dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya. Demikianlah apakah masih ada hal yang ingin ditanyakan?

Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas

Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Waha sini saudaraku, Cantraka Awam, bagaimana khabarnya? Engkau dari mana kok bisa sampai kesini untuk mengikuti Ritual Ikhlas? BerZikir ya berZikir, tetapi ngobrol itu ya penting.

Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass. Wr.Wb. para hadirin semua..kami membuka kembali kesempatan kepada hadirin semua...untuk melakukan kegiatan Ritual Ikhlas ke dua. Berdasarkan pengalaman Pelaksanaan Ritual Ikhlas I beberapa waktu yang lalu, maka kami ingin mengingatkan disini bahwa tujuan Ritual Ikhlas adalah betul-betul semata-mata memperoleh keridaan Allah SWT, yaitu dengan cara membetulkan tata-cara beribadat. Kami telah mempunyai Santri-santri yang berpengalaman untuk membimbing semua peserta Ritual Ikhlas. Buanglah jauh-jauh semua pikiran selain dari memperoleh Rida Allah SWT. Sekiranya masih ada pertanyaan silahkan.

Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.

Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Wahai Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya apa yang menyebabkan engkau diijinkan mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya? Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?

Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi wahdah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa ‘azza jundahu wa ‘azama wahdah. Wash-sholatu was salamu ‘alaa rasulillaah Sayyidina wa habibina wa qurrotu a’yuna Muhammadin bin ‘abdillah wa alaa alihi wa ashhabihi wa dzawil nufusil muthmainnah. Amma ba’dah. Faqola ta’ala fiy kitabihil kariem a’udzu billaahi minasy syaithonir rojiem; “Qod aflaha man tazakkay. wa dzakarasma Robbihi fasholla. Bal tuktsirunal hayatad dunya. Wal akhiroti khoirun wa abqoy. Inna hadza shuhufil ulay. Shuhufi Ibarohima wa Musa.” Shodaqollohul ‘adhiem. Wa qola Ta’ala fiy hadtsil qudsy qolan Nabiyyu shollallohu ‘alaihi wa salam; “Ana ‘inda dzonni abdi biy idza dzakaroniy. Idza dzakaroniy fiy nafsihi dzakartuhu fiy nafsiy wa idza dzakaroniy fiy mala’in dzakartuhu fiy mala’in khoirin minhu.” Wa qola An-nabiyyu sholallohu ‘alaihi wa salam; “Laa taqumus sa’ata hatta laa yabqoy ‘alaa wajhil ardli man yaqulu Allohu Allohu.” Shodaqollohu wa shodaqon Nabiyyul kariem wa nahnu minasy syahidien.
Hadlrotal kirom wal mukarromin wa nakhushshu hushushon ilaa hadlroti Sirrulloh rohimahulloh. Amin. Hadirin semua, Muhammad Nurikhlas ingin menyampaikan pengalamannya tentang keutamaan dzikir. Silahkan Muhammad Nurikhlas..sampaikan pengalamanmu.

Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita akan mengadakan Tanya Jawab seputar Implementasi Program Menghuni Syurga, meliputi Ikhlas, Hati, Taubat, Do’a, dst. Nara Sumber kita adalah Ustad Muhammad Alaika Salamulloh. Jika diantara peserta ada pertanyaan langsung saja disampaikan, supaya langsung juga dijawab:

Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass Wr Wb...Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III pertama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah mengijinkan dan meridhai kita semua untuk mengikuti Ritual Ikhlas III ini. Salam dan salawat semoga dicurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarganya. Amin. Marilah acara pada sore hari ini kita buka dengan dengan berdoa. Illa hadlratin nabiyyil mushthafaa shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa shahbihi ajama’iina syai-un lillaahi lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alahamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdluubi ‘alaihim walazhzhaaliin. Amin.

Elegi Ritual IKhlas 10: Bermunajat Kepada Allah SWT

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Asslamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillaah. Alhamdulillaahi wahdah shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa ‘azza jundahu wa ‘azama wahdah. Wash-sholatu was salamu ‘alaa rasulillaah Sayyidina wa habibina wa qurrotu a’yuna Muhammadin bin ‘abdillah wa alaa alihi wa ashhabihi wa dzawil nufusil muthmainnah. Amma ba’dah.


Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.

Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Elegi Ritual Ikhlas 12: Wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka : Meretas Sejarah Peradaban Manusia

Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..wr.wb..segenap peserta Ritual Ikhlas III, sampailah kita pada acara lain-lain. Pada acara lain-lain ini akan diisi penyampaian wasiat kepada para Cantraka oleh Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas sebagai tanda berakhirnya perkuliahan filsafat semester ini. Silahkan.

Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah

Oleh Marsigit

Hari ke 1:
Marsigit

Elegi ini baru dalam rencana. Walaupun baru dalam rencana tetapi si penulis telah merasa bergetar hati dan seluruh tubuhnya. Air matapun tak kuasa aku bendung. Penulis belum tahu apakah mampu menuliskannya atau tidak. Jika terpaksa tidak mampu menuliskannya maka elegi ini pun urung dibuatnya. Demikian sekedar info..........

Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas

Oleh Marsigit

Mohammad Nurikhlas:

Ass..ayahku Bagawat Rama dan ibuku Dewi Umaya yang selalu aku taati, yang selalu aku mohon restu, dan selalu aku doakan, terimalah silaturakhim dan dharma bhaktiku sebagai anakmu. Dimanapun aku berada maka aku selalu merasa bahagia jika mendengar dan menyaksikan Bapak dan Ibuku selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat tak kurang satu apapun. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rakhmat dan Hidayah-Nya kepada bapak dan ibu sekalian.

Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu

Oleh Marsigit

Cantraka:

Wahai Sang Bagawat Gugah, busana, tampilan dan bicaramu tidak seperti biasanya, walaupun aku masih melihat bahwa engkau adalah Sang bagawat Selatan guruku itu. Aku melihat sekarang engkau lebih percaya diri, lebih bijaksana dan lebih banyak pengetahuanmu.

Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Tiadalah semua urusan dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal apa yang aku sampaikan kepada logos belumlah seberapa. Walau demikian, tak terasa aku sendiri telah merasa berkurang tingkat kebasahanku. Artinya ada bagian-bagian tertentu dari diriku sudah mulai mengering. Mengapa? Mungkin karena selama ini aku terlalu sibuk bermain-main dengan jargon-jargonku. Diantara jargon-jargon besar para muridku, maka diriku itulah jargon paling besar. Sebetulnya aku enggan mengatakannya, tetapi setidaknya aku ingin tinggalkan jargon-jargon. Aku sudah merasa haus, aku juga ingin memperdalam elegi-elegi seraya menggapai keikhlasan. Aku ingin bermujahadah.

Elegi Ritual Ikhlas 17 : Para Bagawat Berlomba Menjunjung Langit

Oleh Marsigit

Paralogos:

Wahai Transenden...tiada yang lebih asyik dari pada melihat kiprah para Bagawat. Kenapa para Bagawat itu menempati kedudukan istimewa. Kenapa sumua orang sangat menaruh perhatian kepada kiprahnya para Bagawat?

Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih

Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan Sdr Dyah Wahyuningsih:

Ass.wrwb,

Bapak yang terhormat,dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.


Wass.wrwb

Elegi Ritual Ikhlas 19: Tak Mampu Memikirkan Kapan Datangnya Kiamat

Oleh Marsigit

Pikiran:

Misal waktu A adalah sekarang dan waktu B adalah Kiamat

Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat

Oleh Marsigit

Ass karena pentingnya isi dan pesan dari elegi berjudul Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat, maka berikut saya tayangkan kembali dan saya beri judul baru seperti di atas. Selamat membaca, semoga menambah pencerahan baru. Amin



Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai

Oleh Marsigit

Suara1:
Aku adalah suara1. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kampung bahkan mendengar suaraku, karena aku menggunakan pengeras suara. Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kampungku. Tetapi aku merasa bahwa suaraku tidak dapat menggapai kecamatanku. Kecamatanku terlalu luas untuk mendengar suaraku, bahkan ketika aku telah menggunakan pengeras suara sekalipun. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wah gawat situasinya. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada perkelahian antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Perkelahian kelihatannya sangat seru. Masing-masing menggunakan dan menyerang dengan jargon-jargonnya.

Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi

Oleh Marsigit

Cantraka:

Wahai ...bagawat...

Bagawat Gugah:
Sebentar...Cantraka. Mari kita berdoa dulu sebelum memulai segala sesuatu. Ilaa Hadlratin Nabiyyil Musthafaa Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallama wa Shahbihi Ajma’iina syai-un Lillaahi Lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Amin. Baiklah Cantraka mau tanya apa?

Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar

Oleh Marsigit

Cantraka:
Untuk kali ini aku sangat serius Bagawat. Tolong bantulah aku kenapa permohonanku belum dikabulkan? Padahal aku sudah berdoa. Dan doa ku itu banyak sekali.

Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri

Oeh Marsigit

Jika kita ingin melihat dunia maka tengoklah ke dalam pikiran kita, karena dunia itu persis seperti apa yang kita pikirkan.

Jika kita pikir dunia itu baik, maka baiklah dunia itu.

Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit

Oleh Marsigit

Bagawat:
Wahai Cantraka, sudah lamakah engkau duduk disitu. Engkau menunggu siapa?

Cantraka:
Baginda Bagawat yang bijaksana pembawa cerah. Ampunilah diriku karena mungkin aku telah mengusik ketenanganmu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi dengan engkau.


Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas

Oleh Marsigit

Bagawat:

Yhuwang Bawana Langgeng...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...Oo..oo..o..fenomena apa ini. Sesuai hukumnya bagi orang-orang yang memikirkannya...segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri. Apakah makna dibalik fenomena ini?

Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga)

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai isteriku, anak-anakku dan menantuku, saya berniat mengadakan Tasyakuran Spiritual sebagai salah satu cara untuk menyatakan rasa syukur kita kepada Allah SWT, dengan cara mengadakan Pengajian Akbar dan dihadhliri oleh para kerabat, dan tetangga. Untuk itu aku akan mengundang seorang Ulama dari Jawa Barat yang bernama Ustad Jalaludin Rakhmat. Saya minta agar beliau dapat menguraikan perihal Proyek atau Program Menghuni Syurga. Untuk menghemat waktu marilah kita dengarkan bersama-sama.

Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh, selamat datang Ustad Jalaludin Rakhmat...silahkan duduk dulu sambil minum teh ala kadarnya. Alhamdulillah pada hari ini pesertanya bertambah banyak karena murid-muridku juga pada datang.

Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)

Oleh Marsigit

Cantraka:

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hadirin yang dimuliakan Allah, perkenankanlah saya menyampaikan bahwa untuk kali ini saya diberi tugas oleh Sang Bagawat Selatan untuk memandu Acara pada sore hari ini.

Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian


Oleh: Marsigit

Kemenangan yang datang:

Terang teranglah sudah. Puas puaslah sudah. Akhirnyanya kesampaian juga harapanku. Inilah yang selamanya aku cari. Telah aku korbankan segalanya untuk menemukan kedamaian. Damai damailah sudah. Kini saatnyalah aku perlu bereuporia dalam kedamaianku. Dalam damaiku ini aku akan lebih banyak berafirmatif daripada berinterogated. Karena selama berafirmatif itulah aku terbebas dari keraguanku. Aku terbebas dari pertanyaanku. Inilah kepastian yang selama ini aku cari. Maka dalam kedamaianku maka pasti dan pastilah aku. Tiada keraguan lagi bagiku. Maka selesailah perjuanganku. Selesai dan selesai. Maka menanglah diriku. Menang dan menang. Maka merdekalah aku dalam kedamaian dan merdekalah aku dalam kemenangan

Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat, sekalian saya ingin bertanya tentang Wujud Allah itu seperti apa?

Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa

Oleh Marsigit

Kebiasaanku:
Bekerja, istirahat, beribadah, makan, minum, tidur, nonton tv, kuliah, naik motor, belanja, arisan, piknik, merapikan kamar tidur, mandi, ... itu kebiasanku. Tetapi aku ingin masih mencari kebiasaanku yang lain. Membaca buku, membaca koran, ngobrol dengan teman, membaca kitab, nginternet, ... itu juga kebiasaanku. Kayaknya masih ada. Membantu orang tua, kerjabakti, tidur..eh sudah, kuliah..eh sudah. Apa lagi ya kebiasaanku? Oh iya sekarang aku punya kebiasaan yaitu berfilsafat.

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh

Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 

Elegi Ritual Ikhlas 35: Cendekia yang ber Nurani

Oleh Marsigit

Bagawat:

Waha..semakin banyak saja peserta lomba Menjunjung Langit. Walaupun aku telah melihat banyak di antara mereka berjatuhan. Tetapi sebagaian besar mampu juga bangun kembali dan melanjutkan perlombaan. Itulah hebatnya manusia. Tuhan telah memberi dan melimpahkan karunia kepadanya, sehingga mereka selalu diberi kekuatan untuk selalu berikhtiar. Iba rasa hatiku. Tetapi ada sesuatu yang ternyata menjadi pemikiran buat diriku, yaitu bagaimana aku bisa menjelaskan kepada peserta lomba perihal pencapaian-pencapaiannya. Mengingat di antara mereka yang banyak itu, mereka mempunyai persepsi, pikiran dan perasaan yang berbeda-beda. Wahai Sang Rakata, kelihatannya ada sesuatu yang ingin engkau tanyakan?

Elegi Ritual Ikhlas 36: Menggapai Tidak Risau

Oleh Marsigit

Subyek:
Wahai para risau, aku sebetulnya enggan melihatmu, tetapi engkau selalu mengikutiku. Engkau seperti fatamorgana, kadang jelas kadang menghilang. Tetapi yang aku tidak suka denganmu, karena kedatanganmu dan kepergianmu selalu saja tidak seijin denganku. Sehingga aku merasa kewalahan mengendalikan dirimu. Kadang-kadang aku bahkan menjadi bulan-bulananmu. Dari pada aku bersikap memusuhimu, maka sekarang aku ingin berkoalisi denganmu. Aku ijinkan engkau semua untuk mengajukan proposalmu. Jika itu mungkin, maka aku akan menindaklanjuti proposalmu itu. Tetapi untuk menanggapi proposalmu semua aku telah mengangkat dewan pertimbangan, tidak lain tidak bukan adalah si orang tua berambut putih.

Elegi Ritual Ikhlas 37: Ketika Pikiranku Tak Berdaya

Oleh Marsigit

Pikiranku:
Oh...hoh... kalau tidak salah itu yang namanya Fatamorgana. Hem...sekali lagi dia berusaha menggodaku. Jelas-jelas dia memang bermaksud menguji pikiranku. Wahai Fatamorgana...agar aku mampu memecahkan misterimu...maka bersedialah engkau berkomunikasi denganku?

Elegi Ritual Ikhlas 38 : Menggapai Pikiran Ikhlas

Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan dari Sdr Nurfita Handayani:

Ass.. dalam artikel bpk menuliskan setinggi-tingginya dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. untuk menujukan adanya keikhlasan dalam hati kita masing-masing, maka bagaimanakah kita menunjukan rasa ikhlas dalam ilmu filsafat?

Elegi Ritual Ikhlas 39: Menggapai Sepi

Oleh Marsigit

Ramai:
Aku adalah suaraku. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu.

Elegi Ritual Ikhlas 40: Berguru Kepada Imam Al-Ghazali untuk Meningkatkan Kualitas Spiritual (Islam)

Ass, karena pentingnya Elegi ini dari sudut Spiritual (Islam) maka saya tayangkan kembali. Judul semula adalah Elegi Menggapai Sholat yang Khusyuk dan Membersihkan hati. Wss

Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatulahi Wabarakatuh. Ustad Jalaludin Rakhmat, menurutmu bagaimana cara kita dapat menjalankan Salat yang khusyuk? Membersihkan penyakit hati?

Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan

Menurut saya Elegi yang satu ini tidak kalah pentingnya untuk dibaca, untuk mengimbangi penjelajahan filsafat kita. Untuk itu sengaja saya postingkan lagi di bagian teratas. Selamat membaca.

Oleh Marsigit

Syaitan:
Hemmm...jangan dikira aku lari dan pergi ...berarti aku sudah kalah dan menyerah. Inilah kesempatan yang aku tunggu-tunggu. Kelihatannya sang Matematikawan akan menjalankan ibadah. Tau rasa lho. Wahai Matematikawan yang telah berhasil mengusirku. Jangan panggil aku Syaitan jika aku tidak bisa selalu menggodamu. Disaat engkau akan beribadah inilah aku akan buktikan kemampuanku bahwa aku bisa menyusupi dirimu. Aku tidak hanya bisa menyusupi badanmu tetapi aku akan menyusup hingga pikiranmu.

Elegi Ritual Ikhlas 42: Mengubah Mitos menjadi Logos

Elegi singkat ini saya buat sebagai jawaban atas pertanyaan Sdri Ninda Argafani tentang bagaimana mengubah Mitos menjadi Logos. 

Elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1

Oleh Marsigit

Transenden Lokal Negatif Diraja:
Wuhhehh..bojleng bliss lanat...sudah empat abad lamanya aku terdampar di Batu Keramat ini. Semakin banyak orang datang ke Batu Keramat ini...tentu semakin baik.

Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2

Oleh Marsigit

Ankala:
Ah..jam 12 malam seperti ini baiknya mikir apa ya? Eheh...kalau aku berlaku wajar saja tentu aku tidak bisa hidup wajar seperti orang lain. Itulah kerugianku dan mengapa Tuhan telah mentakdirkan hidupku yang demikian. Hidup kok susah amat...mau naik sepeda motor bagus tak bisa, makan enak tak bisa, piknik tak bisa. Sementara isteri dan anak selalu nguber-nguber minta uang dan kebutuhan yang lainya.

Apr 16, 2013

Glossary of Kant's Technical Terms_By Palmquist




Glossary of Kant's Technical Terms[*]
By Palmquist, S.P

 a posteriori: a way of gaining knowledge by appealing to some particular experience(s). This method is used to establish empirical and hypothetical truths.

Apr 8, 2013

Apr 6, 2013

Dialog Internasional 7 Pendidikan Matematika


LinkedIn Groups
Math, Math Education, Math Culture
The current issue for "Focus on Mathematics and Pedagogy" is now online. Please see http://distance-ed.math.tamu.edu/newsletter/newsletters_new.htm#current_issue Thanks. don

G Donald Allen:

Marsigit, Sorry to disagree, but pure mathematics and pure mathematicians have very little influence on math education, formal or informal. Of course mathematicians, not research mathematicians, often serve on curriculum revision and re-design committees, at both the state and federal levels. What they mostly recommend is an adherence to rigor and correctness in mathematics instruction. The curriculum is mostly fixed. What is changed from time-to-time is the set of priorities, the order and grade level for new topics, and the scope of the testing.

Apr 5, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 8: Architectonic Mathematics (1)

Oleh Marsigit

Pada Axiomatic Mathematics di Perguruan Tinggi, yang bercirikan sebagai formal abstrak, maka Architectonic Mathematics sebagai suatu produk, tampak sangat jelas pada Struktur Matematika.

Peta 1 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest

Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest

Peta 3 - Peta Pendidikan Dunia _ dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest

Peta 4- Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest

Hermeneutika Hidup_oleh Marsigit

Elegi Menggapai "Kant's Analogies of Experience"

By Marsigit

Kant elaborates that, in analogy, experience is possible only through the representation of a necessary connection of perceptions.

Elegi Menggapai "Foundation of Mathematics Education: The Guru of Ernest"

By Marsigit
Yogyakarta State University

The foundation of mathematics searches the status and the basis of mathematics education. Paul Ernest (1994) delivered various questions related to the foundation of mathematics education as follows:
“What is the basis of mathematics education as a field of knowledge? Is mathematics education a 

ElegiMenggapai "Axiology of Mathematics"

By Marsigit
Yogyakarta State University


In the contemporary times, the mathematical backbone of its value has been extensively investigated and proven over the past ten years.

Elegi Menggapai "Intuitionism as the Epistemological Foundation of Mathematics"

By Marsigit
Yogyakarta State University


The intuitionist school originated about 1908 with the Dutch mathematician L. C. J. Brouwer.

The intuitίonist thesis 1 is that mathematics is to be built solely by finite constructive methods οn the intuitively given sequence of natural numbers.

Elegi Menggapai "Ontological Foundation of Mathematics"

By Marsigit
Yogyakarta State University

Relating to ontological foundation of mathematics, Litlang (2002) views that in mathematical realism, sometimes called Platonism, the existence of a world of mathematical objects independent of humans is postulated; not our axioms, but the very real world of mathematical objects forms the foundation.

Elegi Menggapai "Ideology of Mathematics Education: What are they thinking?"

By Marsigit
Yogyakarta State University

Ideologies of mathematics education cover the belief systems to which the way mathematics education is implemented. They cover radical, conservative, liberal, and democracy. The differences of the ideology of

Elegi Menggapai "Kant's Discovery of all Pure Concepts of the Understanding"

By Marsigit

In the Critique of Pure Reason, Kant, claims that pure understanding is the source of all principles, rules in respect of that which happens, and principles according to everything that can be presented to us as an object must conform to rules. Accordingly, Mathematics is made up of pure a priori principles that we may not ascribe to the pure understanding which is the faculty of concepts. Kant1 claims that not every kind of knowledge a priori should be called transcendental ; only that by which we know that certain representations can be employed or are possible a priori; and space is the knowledge that the representations are not empirical. Kant2 notes that the distinction between transcendental and empirical belongs only to the critique of knowledge, not to the relation of that knowledge to its objects.

Elegi Menggapai "Kant's Transcendental Logic in the Critique of Pure Reason"

By Marsigit

Kant elaborates the idea of transcendental logic in the Second Part of “Transcendental Doctrine of The Elements” of the “Critique of Pure Reason”.

Mar 25, 2013

Philosophy: How to Understand the Fourth Dimension



HOW TO UNDERSTAND THE FOURTH DIMENSION
By Marsigit, Yogyakarta State University, Indonesia
Email: marsigitina@yahoo.com

Dialog Internasional 1 Pendidikan Matematika


LinkedIn Groups

Group: Math, Math Education, Math Culture
Discussion: Why do you think people's basic math skills are weak?
 
Marsigit Dr MA Outside perception is sometime not good to the students, because they tend to judge rather than to facilitate. 

Dialog Internasional 2 Pendidikan Matematika


LinkedIn Groups
Group: Math, Math Education, Math Culture
Discussion: Why do you think people's basic math skills are weak?

Guckin, Alice Mae :

I agree with David Elm. We need to have mathematics taught by competent
elementary teachers who like mathematics and have much more mathematics
content background than is usually required in an elementary education
curriculum.

If all elementary teachers are not required to have the sufficient
mathematics content, than we need to have the mathematics taught only by
those who do have the sufficient mathematics knowledge as well as the
pedagogical skills needed.

Dialog Internasional 3 Pendidikan Matematika

LinkedIn Groups
Group: Math, Math Education, Math Culture
Discussion: Why do you think people's basic math skills are weak?

Art DiVito:
@Marsigit. Thanks, Marsigit!
Of course, from a pedagogical perspective, one must relate the level at
which one teaches to ones philosophy of teaching. I was fortunate to teach
college-level courses. I feel it is important to explain why concepts are
"important" (i.e., significant) as well as the skills and techniques
associated with the concepts. Skills and techniques are more dominate at
the lower levels of education; the understanding of significance becomes
more extensive at higher levels. In general, movement should be from the
specific to the general; from the concrete to the abstract. I had likely
mentioned earlier that I opened this site as an educational reform, for
K-8, to help motivate students in mathematics: www.mathlabsforschools.com.
I would love to hear your comments if you check it out.

Dialog Internasional 4 Pendidikan Matematika


LinkedIn Groups
Group: Math, Math Education, Math Culture


The current issue for "Focus on Mathematics and Pedagogy" is now online. Please see http://distance-ed.math.tamu.edu/newsletter/newsletters_new.htm#current_issue

Marsigit Dr MA:

@Donald: I have searched the newsletter you indicated. I found one interesting topic you have written in the Volume 4, Number 2, April 2012 i.e. Why Study Math when I Have Technology? I want to hear directly from you, may it is in brief sentences, the most basic reason why study math when we have technology? Thank

Dialog Internasional 5 Pendidikan Matematika



LinkedIn Groups
Math, Math Education, Math Culture

Five Guiding Principles of Mathematics Education
It's high time we put grand ideas back into mathematics curricula.
Article link:
http://www.eimacs.com/blog/2012/08/algebra-is-not-the-problem-part-2/.

Zor Shekhtman:
@Marsigit: I'd like to suggest an approach to young students that might justify their efforts to study math. What if we suggest to them that math is gymnastics for their minds as much as pulling weights exercises their muscles? The concept of exercising is very much familiar to them. They also understand that real exercises might not be fun, but rather hard work. People in a gym don't usually have fun, they work hard on strengthening their muscles. Working hard solving math problem will strengthen their mind or, simply speaking, will make them smarter. I try to convey this idea in some introductory lectures on my Web site, but, obviously, have no idea whether this approach works or not.

Dialog Internasional 6 Pendidikan Matematika


LinkedIn Groups
Math, Math Education, Math Culture

Follow G Donald
The current issue for "Focus on Mathematics and Pedagogy" is now online.


Zor Shekhtman:
Marsigit, you are right. Students must be actors in the process of learning. The best I can do using Internet as a tool without personal contact with students is (1) present a lot of problems without solutions as notes to video lectures, (2) present solutions in my video that corresponds to notes, asking students to try to solve the problems themselves before and after watching the video and (3) had students to take exams for each topic scoring their answers. If there is any better way to get students involved via Internet, I'd appreciate any suggestion. Meanwhile, encouraging students to solve problems themselves before and after the corresponding lecture seems as a good idea and exams for registered students do force them to be actors.  I'd like to mention that Unizor was designed with a supervised study in mind. A parent in an environment of homeschooling or a teacher in a flipped classroom environment should supervise the process enforcing what I just said - solving problems before and after each lecture, where solutions are explained, and taking exams with comparing the score with theoretical maximum.

Mar 22, 2013

Mathematics and Language 13



 Irene: I have a hypothesis -- just barely a hypothesis -- about "scientific" and "mathematical" language -- really, about any unfamiliar vocabulary. Maybe it's relevant to your case.

Mar 20, 2013

METAPHYSICS_By Marsigit



METAPHYSICS
By Marsigit, Yogyakarta State University, Indonesia
Email: marsigitina@yahoo.com

Mathematics and Language 12

Mathematics and Language 11



For those who may be puzzled by some of this discussion, let me say this:

Mathematics and Language 10



@Marsigit: I perceive a contradiction.
(a) In your note to me, you mentioned that IT is a useful tool in helping the students to learn. [I am in wholehearted agreement with that, and regret that most education systems are forced by limited budgets to be anachronistic in this regard.]
(b) In your note to Marty, you state that "any kind of model of math/communication produce(d) by adults can only be a trap for the younger." The IT systems that you advocate are produced by adults.
(a) & (b): Contradiction.
Clarification? 

Mathematics and Language 9



@David - Just time enough now to thank you for the reply and mention that a venture ("Anthrobotics") built working robotics software demonstrating that the underpinnings of my model, as applied to AI, were indeed workable in simulating human cognitive behavior. And I've not been "rebuffed" (Dozens of Darpa scientists reviewed my software demo, liked it, and recommended that Darpa contractors looking for help in my areas contact me), etc., etc.) , just more like "avoided". More later. 

Mathematics and Language 8



Wow - this exchange is very heavy! My comments are on a very simple level: I am very good in math, I use it a lot, but when I look at the index of a first- or second- year algebra text I have no idea what the terms mean in the chapter headings; I can do it all once I read the problem, but the categorization is beyond me. If I were a kid learning this stuff I would be really put off - there is too much totally unnecessary vocabulary. 

Mar 16, 2013

News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013

Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

Petisi oleh  
Jakarta Selatan, Indonesia 

Mathematics and Language 6

Marty Stoneman :

 I have read this thread, at least the later portions of the posts by Doug, David, and Dr. Marsigit, and I have the following comments to offer, not as a pure mathematician but as a widely interdisciplinary modeler of human cognitive behavior.

Mar 12, 2013

The FOURTH DIMENSION _ By Marsigit



HOW TO UNDERSTAND THE FOURTH DIMENSION
By Marsigit, Yogyakarta State University, Indonesia
Email: marsigitina@yahoo.com

Mar 10, 2013

Mathematics and Language 5

Mathematics and Language 4

Mar 9, 2013

Mathematics and Language 3

Edited by Marsigit
From Linked In


Doug Hainline:

Teachers who are themselves poor at mathematics will be poor teachers of mathematics. The best teachers of mathematics are confident about their mathematical abilities (with good reason), and enjoy mathematics.

Mar 6, 2013

Mathematics and Language 2



Doug Hainline :
@ Marsigit: Teachers who are themselves poor at mathematics will be poor teachers of mathematics. The best teachers of mathematics are confident about their mathematical abilities (with good reason), and enjoy mathematics.

Feb 20, 2013

Resources for Developing Mathematics Education

Sumber-sumber Pengembangan Pembelajaran Matematika
Dikumpulkan Oleh: Marsigit
A. Sumber Pengembangan Pendidikan Matematika

1. Math Forum Internet Mathematics Library : http://mathforum.org/

More Link to Mathematics Teaching Resources

Dikumpulkan oleh Marsigit

http://hrd.apecwiki.org/index.php/Main_Page

Feb 12, 2013

Problem Utama Inovasi Pembelajaran (Matematka) pada PLPG dan Sertifikasi Guru

Problem utama yang dihadapi guru dalam kegiatan PLPG dan Pendidikan Profesi Guru (Matematika) adalah Bagaimana Mengaplikasikan Perubahan Paradigma dari Pembelajaran Berpusat pada guru ke Pembelajaran Berpusat pada Siswa.

Lesson Study dan Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar Matematika (Telah dimuat di Bernas, 26 Agustus 2008)

Oleh: Marsigit

Kita perlu mengucapkan selamat kepada Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta yang akan menyelenggarakan Workshop dan Simposium Internasional, 23 -25 Agustus 2008.

Pembelajaran Matematika Seperti Apa yang Kita Harapkan di SD?

Jika dikaitkan dengan pandangan tokoh Pendidikan Matematika Realistik (Realistic mathematics Education), Matematika merupakan kegiatan manusia (Freudenthal, 1977).

Problematika Pembelajaran Matematika di SD

Identifikasi Problematika Pembelajaran Matematika di SD

To Develop Lesson Plan for Secondary Mathematics Teaching (Mengembangkan RPP Untuk PBM Matematika di SMP)

Salah satu mata kuliah Program Sertifikasi Guru melalui jalur pendidikan adalah Persiapan Pembelajaran Matematika.

Metodologi Pendidikan

Identifikasi Persoalan-persoalan Pendidikan, Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika di Sekolah.
Oleh: Mahasiswa S2 Matematika UGM kerjasama Depag RI Angkatan 2007

IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Oleh: Mahasiswa S1 Reguler Pendidikan Matematika Angkatan 2007, 2o Nopember 2008

IDENTIFICATION PSYCHOLOGICAL PROBLEMS IN THE TEACHING LEARNING OF MATHEMATICS

IDENTIFICATION PSYCHOLOGICAL PROBLEMS IN THE TEACHING LEARNING OF MATHEMATICS.
By: S1 Students of Pre-Service Teacher Training Program of Secondary Mathematics Education. Thursday, November 20, 2008

Peran Intuisi Dalam Pembelajaran Matematika

Peran “intuisi” di dalam matematika dapat dikaji dalam lingkup ontologi maupun epistemologi. Peran ontologis dari “intuisi” di dalam matematika menyangkut kedudukan obyek, konsep dan struktur matematika. Sedangkan peran epistemologis “intuisi” meliputi sumber-sumber pengetahuan matematika, metode dan pengambilan keputusan matematika.

Perencanaan Pembelajaran Matematika

Uraian berikut sengaja disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para guru yang sedang mengikuti Program Sertifikasi Jalur Pendidikan di Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY Yogyakarta, September-Desember 2008.
Dosen: Marsigit


Peran Penelitian dalam Pengembangan Pendidikan Matematika

Penelitian merupakan kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan yang disebut sebagai ilmu, dilakukan dengan prosedur tertentu yang bersifat sistematis dan didukung oleh suatu metodologi yang merupakan suatu pengkajian dari aturan-aturan dalam metodenya.

Peer Teaching of Secondary Mathematics in Bilingual for Teachers of The Candidate of International School

Venue: Hotel Sahid Yogyakarta
Day/Data: Saturday, 22 November 2008
Participants: 22 Secondary Mathematics Teachers (Central Jawa 6, West kalimantan 1, South Kalimantan 2, East Kalimantan 2, Lampung 1, Maluku 1, Aceh 6, North Sulawesi 2)
Supervisor: Marsigit

Identification the Problems on The Effort to Improve Teaching Learning Practice

Followings are problems identified by the Participants of Technical Guidance to Prepare International Class for Secondary Mathematics, National Department of Education, Indonesia.
Venue: Hotel Sahid, Yogyakarta, Indonesia, Day/date: Sunday November 23, 2008

Peer-teaching as one of The Activities of In-service Mathematics Junior High School Teacher Training

Peer-teaching as one of The Activities of In-service Mathematics Junior High School Teacher Training, Period 11 (Sunday, 19-28 November 2008)
Venue : P4TK Yogyakarta , Supervisor 1: Marsigit , Supervisor 2: Sahid
Number of Participants: 10 Teachers

The anxiety of Mathematics Teachers and Their Problems

By Marsigit
The respondent teachers indicated that their anxieties were related closely to their problems of teaching. Furthermore, the teachers expressed that the following reflects their difficulties and expected problems in conducting teaching learning of mathematics at secondary school:
1. Some teachers do not expect to produce the text book by themselves. From the available text-books the teachers want to have criteria how to choose them appropriately.
2. Some teachers have questioned about the effectiveness of the component of innovative teaching e.g. they expressed their experiences that group discussion has not contributed quickly to the achievement on national examination.
3. There was a teacher wish to in-depth study on how to develop Lesson Plan for Team Teaching. However, some teachers acknowledged that they had not a clear the picture of the implementation of the team teaching yet.
4. Some teachers acknowledged that their styles of mathematics teaching were much influenced by their obligation to prepare their students to get high achievement on national examination.
5. Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics.
6. There are more teachers expected to be able to develop more practical and more effective students’ worksheet. How about their structure, their form, and the minimum requirement should be put on them.
.....to be continued........

The Scene of Primary Mathematics Teaching

In this scene we expose a qualitative research of mathematics teaching learning process by the students of Pre-service Mathematics Teacher Training.
Title: How to improve the competencies mathematical problems solving through cooperative teaching learning model type Student Thinks Achievement Division (STAD) for the Primary Student of SDN Ngabean Yogyakarta, Indonesia. By. Enny Widiyanti, Mathematics Education Department, Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State University, Indonesia. Supervisor: Edi Prajitno and Murdanu, Examiner: Marsigit and Atmini Dh

The Simple Logic of The Need to Reform of Mathematics Education in Indonesia

By. Marsigit
Mixing from value beliefs and empirical evidences, there are currently demands in Indonesia, that any educational reform should handle the issues of: (a) how to promote interactive curriculum rather than instrumental curriculum, (b) how to promote student centered approach rather than teacher centered approach, (c) how to promote students’ initiation rather than teacher’s domination, and (d) how to promote simple and flexible curriculum rather than crowded and tight-structured curriculum. While in term of observable good practice, there were demands that teachers need to have a chance to reflect their teaching in such a way that they may move from older paradigm of teaching to the new one. Teachers may move from emphasizing the “teaching” to emphasizing the “learning”; they may move from the act of “transferring teacher’s knowledge” to “constructing students’ knowledge”.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 1: Intuisi dalam Matematika

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 1:

Intuisi dalam Matematika

Oleh Marsigit


Saya nukilkan pendapat Thompson bagaimana peran intuisi dalam matematika berikut ini:

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)

Oleh Marsigit

Thompson (1993) menyimpulkan bahwa intuisi matematika akan muncul setelah tahap olah pengalaman (experience) matematika. Bagi matematikawan, mathematical experiences adalah proses dan hasil-hasil riset matematika.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition

Oleh Marsigit

Masih melanjutkan pentingnya membudayakan matematika.Thompson, P.,1993, mengatakan bahwa:

" if intuition in mathematics is properly characterized as a living growing element of our intellect, an intellectual versatility with our present concepts about abstract structures and the relations between these structures, we must recognize that its content is variable and subject to cultural forces in much the same way as any other cultural element. Even the symbols designed for the expression and development of mathematics have variable meanings, it must therefore remain an important strategy to aim to develop an increasingly versatile and expressive medium for the representation of familiar ideas"


Jadi intuisi matematika itu adalah subject to cultural forces (budaya bermatematika); dan intuisi matematika sangat penting untuk menghasilkan ide-ide/gagasan matematika. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa membudayakan matematika itu merupakan tanggungjawab semua pihak, sekolah, guru, dan masyarakat (orang tua).


Referensi:
Thompson, P.,1993, The Nature And Role Of Intuition In Mathematical Epistemology, University College, Oxford University, U.K.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 4: Kompetensi Matematika juga Menghasilkan Mathematical Intuition

Oleh Marsigit

Sekalian saya sampaikan masih menurut Thompson, secara timbal balik maka kompetensi matematika ternyata juga menghasilkan mathematical intuition, seperti dikatakan berikut ini:

"With increasingly abstract material, it seems that the ability to reason formally, which requires the explicit formulation of ideas, together with the ability to show ideas to be logically derivable from other and more generally accepted ideas, are great assets in broadening the scope and range of the schemas which become second nature to us, and are instrumental in extending the familiar territory of our intuition"

Demikianlah maka sebetulnya masih banyak hal tentang before dan after the competences of mathematics yang dapat dipikirkan pada pembelajaran matematika di sekolah. Selamat berjuang guru matematika Indonesia. Semoga sukses. Amin.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 5: Peran Intuisi dalam Mathematical Research

Oleh Marsigit

Seperti apa tepatnya peran Intuisi dalam Riset Matematika? Thompson menggambarkan sebagai berikut:

"During all but a vanishingly small proportion of the time spent in investigative mathematics, we seem to be somewhere between having no evidence at all for our conclusions, and actually knowing them; second, that during this time, intuition often comes to the forefront, both as a source of conjecture, and of epistemic support; third, that our intuitive judgments in these situations are often biased, but in a predictable manner"

Demikian terimakasih

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 7: Structuralism Mathematics

Oleh Marsigit

Structuralism mathematics
merupakan filsafat matematika yang memandang matematika lebih sebagai suatu struktur. Kita tidak asing dengan structuralism mathematics ini karena dia di support oleh logicism mathematics dan formalism mathematics.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6: Apakah Matematika itu Ilmu?

Oleh Marsigit

Berikut masih sangat terkait dengan Intuisi. Pertanyaan yang sangat terkenal diajukan oleh Immanuel Kant (1781) "Apakah matematika itu ilmu?". Dia menguaraikan jawabannya dalam bukunya yang berjudul "Critic of Pure Reason".

Menurut Kant, matematika bisa menjadi Ilmu tetapi bisa tidak. Matematika akan menjadi Ilmu jika dia dibangun di atas INTUISI. Menurut Kant, hakekat Intuisi tidak lain tidak bukan adalah Ruang dan Waktu.Jadi Matematika akan menjadi Ilmu jika dibangun di dalam kerangka Ruang dan Waktu.

Oleh karena Matematika sebagai Ilmu harus dibangun di dalam Intuisi Ruang dan Waktu maka pada akhirnya Kant menyimpulkan bahwa "Matematika akan menjadi Ilmu jika dia bersifat SINTETIK A PRIORI".

Pure Logic dipandang baru sebagai A Priori saja dan belum Sintetik, karena Pure Logic memang bersifat Analitik.

Dengan demikian menurut Kant, Pure Logic belumlah merupakan Ilmu. Karena Pure Logic bukan sebagai Ilmu maka dia tidak memberikan informasi apapun kecuali tentang KONSISTENSI yang ada pada dirinya.

Demikian terimakasih.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics

Oleh Marsigit

Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan SCHOOL MATHEMATICS, yang kemudian disebut saja sebagai Hakekat Matematika Sekolah sebagai berikut:
1. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan
2. Matematika adalah kegiatan problem solving
3. Matematika adalah kegiatan investigasi
4. Matematika adalah komunikasi


Itulah hakekat matematika yang selama ini di pandang sebagai alternatif agar matematika di sekolah tampak lebih ramah dan menyenangkan bagi diri siswa.