Nov 2, 2014

Bagimana Meningkatkan Dimensi Notion Kita?

Oleh Marsigit



Kita dapat mengukur atau memosisikan seberapa kualitas Notion kita.



Notion adalah segala ungkapan yang berkait langsung dengan pikiran kita. Jika kita menekankan pada bentuk Verbalnya, maka kita memeroleh apa yang disebut Utterances atau Ucapan.

Segala ungkapan, pernyataan atau kalimat kita dalam dialog baik secara lisan maupun tertulis, memunyai Dimensi.

Dimensi yang sering saya pikirkan adalah : Spiritual, Normatif, Formal, dan Material.

Tetapi itu sangat bersifat sederhana. Kita bisa menambah misalnya : Spiritual, Legal, Normatif, Formal, dan Material.

 Tetapi kita juga bisa menambah misalnya: Spiritual, Politik, Legal, Normatif, Formal dan Material.


Jika kita berfilsafat dengan tidak merujuk Pikiran para Filssuf, maka kualitas Notion kita belum mempunyai kriteria Normatif. Tetapi hanya baru bersifat hypothetical.


Hyphotetical merupakan tahap pertama metode berpikir dan biasanya dilakukan secara Common Sense (orang awam).

Untuk meningkatka kualitas Comment dan Notion anda dalam dialog/diskusi Filsafat anda dapat mencoba merefer Pikiran para Filsuf dengan cara merefer pendapat-pendapatnya.

Selamat meningkatkan kualitas Notion-notion.

Diagram berikut dapat dikembangkan secara kreatif sehingga dapat menuntun kita meningkatkan dimensi Notion kita.


Para Mahasiswa boleh membuat alternatif Dimensi sehingga kita semua dapat memeroleh khasanah pengetahuan yang lebih luas.

Peningkatan Dimensi Notion harus disertai usaha agar terhindar dari Plagiarisme. Karena Plagiarisme akan membakar habis semua krya-karya kita.

Notion yang terlalu singkat terancam untuk cenderung menjadi Reduksionisme; sedangkan Notion yang terlalu panjang tetapi kurang bermakna akan teramcam menjadi Rubish/Sampah.  Notion menuju Singkat berarti menuju Monisme; Notion menuju panjang berarti menuju Pluralime. Melalui Pluralisme/Dunia kita berusaha memaknai Spiritualisme/Monisme.

Diskusi bisa kita lanjutkan di dalam kelas Perkuliahan.


Add caption

8 comments:

  1. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Terimakasih banyak Pak, dari tulisan Bapak yang kami pelajari adalah dalam berfilsafat seyogyanya kita harus berhipotesis dulu, lalu kita mencari referensi baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung (anti tesis) yang merupakan hasil pemikiran filsuf sebelumnya, tentunya dari sumber yang valid dan dengan melakukan citasi yang tepat agar terhindar dari plagiatisme. Setelah itu dilakukan sintesis dari segala apa yang telah didapat.

    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  2. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya merasa sampai saat ini saya masih pada tahapan hypothetical, karena sampai saat ini pemikiran saya masih sebagaimana orang awam berpikir atau Common Sense, untuk itu saya perlu belajar lebih lagi atau merujuk pemikiran para filsuf agar bisa meningkatkan kriteria saya.

    ReplyDelete
  3. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Meningkatkan kualitas notion dapat dilakukan dengan menggunakan pemikiran para filsuf seperti Imanuel Kant, Descartes, Al Farabi, dan para filsuf lainnya. Saya menyadari pendapat yang muncul dari pemikiran saya hanyalah sebatas hipotesis. Hipotesis itu membutuhkan dukungan pemikiran-pemikiran filsuf terdahulu agar mengarah pada pemikiran yang normatif. Namun bisa saja notion kita terjebak pada reduksionisme, atau malah menjadi sampah karena terlalu panjang dan tidak bermakna. Seni mengkolaborasikan antara pendapat pribadi dengan pendapat para ahli harus selalu digali untuk meningkatkan dimensi notion kita.

    ReplyDelete
  4. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Terima kasih Pak, dari tulisan ini saya menyadari bahwa dimensi notion saya baru bersifat hypothetical seperti orang awam pada umumnya. Untuk meningkatkan kualitas notion-notion tersebut dapat dilakukan dengan cara merefer pendapat-pendapat para filsuf, dan menghindari adanya plagiasi sesuai dengan pemaparan Bapak. Oleh karena itu saya berusaha lebih baik agar dapat meningkatkan kualitas saya.

    ReplyDelete
  5. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya Pak. Dari artikel di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa selama kita belum menemukan referensi yang kuat dari para ahli, selayaknya kita tidak sembarang berbicara (uttarance). Karena pendapat kita itu masih sebatas berdimensi hipotetikal. Sudah selayaknya kita banyak membaca dan mengkaji pendapat para ahli sehingga dimensi notion kita naik tingkat menjadi formatif.

    ReplyDelete
  6. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.WB
    Terimakasih pak postingannya. Postingan ini menggambarkan bahwa ketika kita berfilsafat namun pemikirannya belum seperti filsuf, berarti notion kita masih seperti orang awam. Dalam artian masih berpendapat seadanya. Untuk meningkatkan notion kita maka kita harus merefer pemikiran filsuf, atau merefer pendapat-pendapatnya. Dengan sering kita menelaah pemikiran dan pendapat filsuf maka pikiran kita akan terbuka dan notion kita semakin luas dan berkualitas.

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Notion merupakan segala ungkapan yang berkait langsung dengan pikiran. Dapat dikatakan bahwa notion adalah hasil dari buah pikir manusia. Untuk meningkatkan notion setidaknya kita harus meningkatkan dimensi pikiran kita. Untuk meningkatkan hal tersebut, kita harus banyak-banyak membaca pikiran para filsuf, yaitu dengan membaca hasil-hasil karyanya. Namun, kita juga harus ingat, dalam meningkatkan notion, kita harus memahami tata cara merefer pikiran orang lain, jangan sampai kita melakukan plagiat. Selain itu notion juga tidak boleh terlalu singkat dan juga terlalu panjang.

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C
    17709251065

    Notion adalah segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan pikiran, dan ketika kita menekankan pada verbal maka disebut Ucapan. Setiap orang pasti ingin berubah ke arah ang lebih baik. Begitu juga dengan notion tiap individu. Pasti mereka ingin meningkatkan notion, sehingga kemampuan pun menjadi bertamabah. Beberapa jenis dimensi dapat dijadikan bahan pemikiran, misalnya Spiritual, Politik, Legal, Normatif, Formal dan Material.

    ReplyDelete