Nov 8, 2014

Teori Pengetahuan Menurut Immanuel Kant

Ass Wr Wb


Terdapat banyak Teori Pengetahuan; jumlahnya adalah sebanyak para Filsuf yang membuatnya.Kita dapat memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Saya menemukan bahwa pada prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing. Itulah juga sebuah tantangan bagi kita semua untuk memelajarinya.
Yang berikut adalah saya telah berhasil membuat peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant. Tiadalah ada di tempat atau sumber lain diagram seperti itu yang ada, karena diagram tersebut memang semata-mata sayalah yang membuat berdasar sumber "the Critic of Pure Reason" nya Immanuel Kant.
Selamat menyimak.
Wss Wr Wb

                       Diagram dibuat oleh Marsigit berdasar Teori Pengetahuan Immanuel Kant

9 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saya sulit memahami peta di atas, namun ada beberapa hal yang tidak asing, yaitu a priori dan a posteriori, dimana pengertian a priori adalah pengetahuan yang ada sebelum bertemu dengan pengalaman sedangkan a posteriori adalah pengetahuan yang ada sesudah bertemu pengalaman. Baik a priori maupun a posteriori adalah sebuah pengetahuan yang bagaimana kita mendapatkannya. Bahkan ada beberapa orang yang menganut paham a priori, ada pula yang menganut paham a posteriori.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pengetahuan menurut Immanuel kant merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas untuk menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera.
    Hal inilah yang kemudian memicu Kant bersikap kritis untuk menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia, yang kemudian melahirkan filsafat kritisisme, atau ada juga yang menyebutnya dengan Kanteisme. Dari sikap kritis Kant itulah muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya:
    1. Apa yang dapat saya ketahui?
    2. Apa yang harus saya lakukan?
    3. Apa yang boleh saya harapkan?
    Dari pertanyaan-pertanyaan kritis dalam benak Immanuel Kant seperti yang telah disebutkan di atas, ia menjawabnya sebagai berikut:
    1. Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indra. Lain daripada itu merupakan “ilusi” (noumena) saja,
    2. Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”.
    3. Yang bisa diharapkan manusia, ditentukan oleh akal budinya.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari beberapa pemikiran Immanuel Kant di atas, dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain: Teori a priori dan a posteriori, Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung. Kriteria pengetahuan a priori ada dua:
    (1)Idea of necessity (keharusan)
    (2)Strict-absolute (benar-benar absolut)
    Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.
    Analitik dan Sintetik, Pengetahuan diformulasikan dalam bentuk putusan (judgement), ada dua bentuk:
    (1)Putusan analitik adalah putusan dimana predikatnya ada di dalam subyek.
    (2)Putusan sintetik adalah putusan dimana predikatnya di luar subyek
    Obyek pengetahuan
    Menurut Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu:
    (1)Nomena, adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible existence.
    (2)Fenomena, adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence), bukan sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri.
    Sumber pengetahuan
    (1)Indera (sense).
    (2)Pemahaman (understanding)

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Teori pengetahuan dalam suatu pendidikan itu berbemacam-maca, ada teori pengetahuan menurut Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Menurut immanuel kant, analitik apriori bukan ilmu, dan sintetik aposteriori juga bukan merupakan ilmu. Mereka hanya merupakan separuh ilmu, agar menjadi ilmu yang utuh maka analitik apriori diturunkan sedikit, sedangkan sintesis a posteriori dinaikkan, sehingga ilmu yang utuh itu adalah sintesis apriori. Sintesis apriori menurut kant pengetahuan harus permanen dan sifatnya universal. Ia permanen tetapi tidak memberikan pengetahuan baru. Pengetahuan adalah yang diambil dari pengalaman pribadi yang partikular tapi saat yang sama bentuknya harus bisa di universalkan. Sebagai contoh orang kalo dihina pasti tersinggung, dihina berbeda dengan tersinggung sintesis), tetapi itu sifatnya universal, karena jika seseorang dihina pasti tersinggung.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pengetahuan menurut Immanuel Kant terbagi atas pengetahuan sebagai a priori (akal/pikiran) dan a postriori (pengalaman). A postriori menyebabkan berlakunya analitik dan a postriori pada sintetik. Kemudian konsep terbagi atas konsep murni dan konsep empiris yang berangkat dari pengalaman. Berbicara tentang dua hal ini berarti bicara tentang ranah abstrak dan ranah konkret.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori Immanuel Kant terkenal dengan pengetahuan dengan cara intuisi. Intuisi merupakan keadaan dimana kita memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba dan tidak mengetahui dasar atau dari mana datangnya pengetahuan tersebut. Intuisi telah sering digunakan Immanuel Kant untuk membuktikan beragam konsep matematika.

    ReplyDelete
  7. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pengetahuan menurut Immanuel Kant dalam bagan tersebut dimulai dari tahap representasi fenomena-fenomena, noumena dan tentang sensibilitas. Memang ada kolaborasi dalam teori Kant, yaitu antara a priori dan a posteriori, pura logika dan empirik. Intuisi juga sangat berperan dalam pembentukan pengetahuan. Teori pengetahuan Kant memang terkenal dengan sintetik a priori yang merupakan kolaborasi yang sangat tepat.

    ReplyDelete
  8. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sejujurnya, diagram teori pengetahuan dari Immanuel Kant tersebut agak sulit saya pahami. Namun, ada beberapa kata yang terdengar cukup familiar seperti apriori serta aposteriori. Pada perkuliahan etnomatematika, Prof Marsigit beberapa kali telah menyinggung dua hal tersebut.
    Tulisan Prof Marsigit kali ini juga telah membuat saya bertanya-tanya siapakah sebenarnya sosok Immanuel Kant. Sebelumnya, ketika saya membaca postingan Prof Marsigit yang lain, yaitu Elegi Wawancara dengan Prof Marsigit, Prof Marsigit menyebutkan bahwa salah satu tokoh yang paling berpengaruh terhadap Prof Marsigit adalah Immanuel Kant. Dan akhirnya setelah saya mencoba mencari tahu, ternyata Immanuel Kant merupakan filsuf modern Jerman. Saya juga menemukan quote dari Immanuel Kant yang berbunyi demikian: “Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” Quote tersebut memberitahukan pada kita agar pengetahuan, pikiran, serta intuisi harus seimbang dan tak boleh berat sebelah agar kita tidak menjadi buta.

    ReplyDelete
  9. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Karena belum paham hanya dengan mengamati diagram tersebut saya mencari referensi lain untuk membantu memahami teori pengetahuan menurut Immanuel Kant. Dan yang saya dapatkan yaitu
    Sumber pengetahuan menurut Kant adalah
    (1) Indera (sense), inilah yang menyerahkan obyek kepada kita. Tanpa kemampuan indrawi tidak akan ada obyek yang diberikat kepada kita.
    (2) Pemahaman (understanding), inilah yang memberi kita pemikiran. Tanpa pemahaman tidak akan ada obyek yang dipikirkan.

    Teori a priori dan a posteriori
    Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung. Kriteria pengetahuan a priori ada dua:
    (1) Idea of necessity (keharusan)
    (2) Strict-absolute (benar-benar absolut)
    Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.
    Menurut Kant, ciri pengetahuan adalah bersifat umum, mutlak dan memberi pengertian baru.

    ReplyDelete