Nov 8, 2014

Teori Pengetahuan Menurut Immanuel Kant

Ass Wr Wb


Terdapat banyak Teori Pengetahuan; jumlahnya adalah sebanyak para Filsuf yang membuatnya.Kita dapat memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Saya menemukan bahwa pada prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing. Itulah juga sebuah tantangan bagi kita semua untuk memelajarinya.
Yang berikut adalah saya telah berhasil membuat peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant. Tiadalah ada di tempat atau sumber lain diagram seperti itu yang ada, karena diagram tersebut memang semata-mata sayalah yang membuat berdasar sumber "the Critic of Pure Reason" nya Immanuel Kant.
Selamat menyimak.
Wss Wr Wb

                       Diagram dibuat oleh Marsigit berdasar Teori Pengetahuan Immanuel Kant

55 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Pada diagram yang dibuat oleh Pak Marsigit berdasarkan Teori Pengetahuan Immanuel Kant, dapat kita lihat bahwa terdapat a priori dan a posteori. Kant membagi pengetahuan berdasarkan sesuatu pernyataan yang bersifat analitik, jika predikat dari subjek termuat dalam subjek.
    Kemudian untuk sesuatu pernyataan yang bersifat tidak analitik adalah jika pernyataan tersebut menambahkan sesuatu yang baru tentang subjek. Pernyataan tersebut kemudian disebut
    tidak murni dan disebut sebagai pernyataan sintetik. Suatu pernyataan disebut benar secara a priori, jika kebenarannya ditentukan sebelum pengalaman atau tanpa referensi pada pengalaman. Suatu pernyataan disebut benar secara a posteriori, jika pernyataan tersebut ditentukan kebenarannya melalui referensi pada pengalaman. Artinya kebenarannya hanya dapat ditentukan melalui acuan bukti empiris. Seluruh pernyataan analitik bersifat a priori dengan alasan, bahwa kebenaran logika pernyataan tersebut terlepas dari pengalaman yang kita alami. Pernyataan ini tidak membutuhkan bukti empris untuk penilaian kebenarannya. Seluruh pernyataan a posteriori dengan sendirinya pasti bersifat sintetik, karena terdapat informasi tambahan pada subjek yang didapatkan melalui pengalaman. Oleh karena itu dapat kita lihat bagamana letak a priori dan letak a posteriori pada diagram diatas.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Pemikiran Immanuel Kant menghasilkan beberapa teori pengetahuan seperti a priori dan a posteori. A priori merupakan pengetahuan yang tidak bersumber dari pengalaman langsung. Sedangkan a posteriori merupakan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman langsung. A priori diperoleh sebelum kita melihatnya sedangkan a posteriori diperoleh setelah kita melihat dan jelas mengetahuinya. Selain itu, menurut Kant obyek pengetahuan ada dua yaitu Noumena dan Fenomena. Noumena merupakan sesuatu yang ada di dalam diri dan difikirkan oleh akal seperti Tuhan, kebebasan, dan lain sebagainya yang terus dipikirkan. Sedangkan Fenomena merupakan eksistensi indrawi yang menjadi obyek pengalaman dan bukan sesuatu yang ada di dalam dirinya. Fenomena merupakan hal yang mungkin ada dan terjadi. Pengetahuan bisa diperoleh melalui indra dan pemahaman. Setelah kita melihat sesuatu akan membuat kita mengetahui suatu itu. Walaupun kita tidak dapat melihat, masih adanya indra yang lainnya seperti indra pendengaran, indra pengecap, indra peraba, maupun indra penciuman. Semua indra yag ada dalam tubuh kita bermanfaat untuk memberikan pengetahuan yang baru. Namun hal ini juga tidak akan cukup tanpa adanya pemahaman karena tanpa adanya pemahaman tidak akan ada obyek yang dipikirkan. Sehingga tidak akan ada manfaatnya jika kita hanya melihat tanpa memikirkan tentang apa yang kita lihat. Hal ini tidak akan bisa menjadi pengetahuan. Sehingga menurut Kant memperoleh pengetahuan itu harus melibatkan indera dan pemahaman.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Berdasarkan gambar tersebut, menurut saya terjadi perbedaan pendapat antar aliran filsafat yang ada. Antar aliran tersebut mengunggulkan pemikirannya, tetapi pada dasarnya anatar aliran tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Sehingga muncullah teori pengetahuan menurut Immanuel Kant yang pada dasarnya tidak memimahak antar aliran tersebut tetapi membuat pemikiran bahwa penggabungan antar aliran tersebut. Di situm Immanuel Kant bersifat netral.

    ReplyDelete
  4. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018
    Imannuel Kant adalah seorang filsuf yang menyatukan paham rasionalism dan empirism yang dikemukakan oleh Descrates dan David Hume. Descrates berpendapat bahwa sebenar-benarnya ilmu itu adalah berasal dari rasio, sedangkan David Hume mengemukakan bahwa sebenar-benarnya ilmu itu berasal dari pengalaman. Imannuel Kant menggabungkan kedua pemahaman ini dan mengemukakan bahwa sebenar-benarnya ilmu itu adalah rasional dan empiris bersifat analitik a priori dan sintetik a posteriori.

    ReplyDelete
  5. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan karena memiliki logika, metode dan sistem. Hal itu membuat filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak disamping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Seperti menurut Imannuel Kant, Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan yaitu metafisika, etika agama dan antropologi. Yaitu,
    Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
    Apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab oleh etika)
    Sampai dimanakah pengharapan kita? (dijawab oleh agama)
    Apakah yang dinamakan manusia? (dijawab oleh anthroposlogi)

    ReplyDelete
  6. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Teori Immanuel Kant meruapakn teori yang mendamaikan perdebatan yang terjadi antara aliran empirisme dan rasionalisme. Dimana tokoh dari aliran rasionalisme adalah Rene Descartes yang menyatakan bahwa tiadalah ilmu tanpa pengetahuan, dan tokoh dari aliran empirisme adalah David Hume yang berkata tiadalah ilmu jika tidak berdasarkan pengalaman. unsur dari pada pikiran yaitu analitik a priori, dan unsur daripada pengalman adalah sintetik a posteriori. Dari sinilah Immanuel kant kemudian memadukan kedua aliran tersebut, dari pengalaman diambil sintetiknya dan dari pikiran diambil a priorinya sehingga jadilah sintetik a priori yang artinya dipikirkan dan dicoba.

    ReplyDelete
  7. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Melihat dari diagram yang disajikan di atas bahwa dalam Teori Pengetahuannya Imanuel Kant membagi atas dua bagian yakni (A priori) dan ( A posteriori). Dimana a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari "Aturan umum" yang "dipinjam" dari pengalaman. Misalnya setiap peristiwa tertentu ada penyebabnya.Sedangkan pengetahuan a posteriori adalah pengetahuan yang berasal dari pengalaman. Pemikiran-pemikiran Immanuel Kant kemudian juga melahirkan filsafat kritik atau biasa dikenal dengan kritisisme.

    ReplyDelete
  8. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Salah satu teori pengetahuan yang dijelaskan oleh Immanuel Kant berdasarkan pada pengalaman (experience). Teori pengetahuan bisa diperoleh melalui pengalaman ketika bersosialisasi, pengalaman mememcahkan masalah, dan pengalaman lainnya. Maka, terdapat pepatah bahwa experience is the best teacher.

    ReplyDelete
  9. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Gambar tersebut mengungkapkan teori pengetahuan menurut Kant. Menurut Immanuel Kant, pemahaman atau pengetahuan dapat dibentuk melalui pengalaman yang digeneralisasikan dengan melibatkan intuisi. Kita merasakan objek melalui penginderaan, seperti indera penerima kita. Kemudian dengan menggunakan intuisi, kita dapat menterjemahkan pengalaman ke dalam pikiran dengan pemahaman. Aktivitas ini yang disebut sebagai penginderaan pemahaman. Menurut Kant, penginderaan pemahaman memiliki kategori-kategori untuk memudahkan kita dalam mempersepsi. Kategori tersebut terdiri dari 12 item yang menjadi syarat a priori, yaitu kuantitas (universal, particular, singular), kualitas (affirmative, negative, infinitive), relasi (categorical, hypothetical, disjunctive) dan modalitas (problematical, assertorical, apotidical).

    ReplyDelete
  10. Muhammad Fendrik
    18706261001
    S3 Dikdas 2018
    Assalamu'alaikum Wr Wb.
    Dari diagram teori pengetahuan menurut Immanuel Kant di atas, dari sumber bacaan yang telah saya baca bahwa Kant adalah tokoh kaum Transedentalis yang menganggap bahwa pengetahuan adalah sintetik a priori. Sintetik pengetahuan diperoleh dari pengalaman, dan a priori pengetahuan diperoleh dari oleh pikir. Maka kaum Transendentalis telah menggabungkan kekuatan rasional (Rene Descartes) dan kekuatan empiris (David Hume) untuk membangun pengetahuan. Maka untuk mempelajari pengetahuan, anak haruslah menggabungkan antara teori dan praktik yang telah diperolehnya. Diagram tersebut juga pernah Prof Marsigit gambarkan di papan tulis beserta penjelasannya di kelas. Secara a priori konsep pengetahuan yang diperoleh tidaklah bersifat empiris melainkan bersifat murni untuk dapat memberikan penalaran pada suatu pengetahuan. Sedangkan secara sintetik melalui intuisi akal yang memungkinkan mengkontruksi konsep pengetahuan sehingga intuisi murni dapat menjadi landasan dan kebenaran yang bersifat apodiktik.

    ReplyDelete
  11. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Menurut kant, sebenar benarnya sebuah ilmu pengetahuan merupakan sintetik apriori. Yang dimaksud dengan sintetik apriori yaitu ilmu mengandung unsur sintetik dan unsur apriori. Unsur sintetik berdasarkan pengalaman dan unsur apriori berdasarkan rasio. Maka ilmu pengetahuan menurut Immanuel kant mengandung unsur rasio dan unsur pengalaman. Matematika bisa saja belum termasuk dalam ilmu ketika matematika belum dipraktekkan dengan pengalaman dan dirasionalkan berdasarkan kenyataan tersebut

    ReplyDelete
  12. Darmanto Minggele
    18701264006-S3 PEP 2018

    Usaha besar dari Kant adalah mendamaikan 'rasionalisme' yang beranggapan bahwa pengetahuan (pengenalan) dicapai secara apriori (lepas dari pengalaman) dan empirisisme (yang menekankan pada aposteriori)

    ReplyDelete
  13. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Pada dasarnya, seiring dengan semakin banyaknya pemikir-pemikir filsafat serta tokoh-tokoh filsafat pada perkembangannya kemudian melahirkan bermacam-macam aliran filsafat, antara lain aliran rasionalisme, kemudian muncul juga aliran empirisme. Kedua aliran ini, rasionalisme dan empirisme, mempunyai pandangan yang bertolak belakang.

    ReplyDelete
  14. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan latar belakang fenomena perbedaan aliran pemikiran inilah seorang filsuf bernama Immanuel Kant mencoba mengkritik kedua aliran tersebut, bahwa sebenarnya masing-masing dari kedua aliran tersebut tidaklah seratus persen benar ataupun seratus persen salah. Masing-masing aliran tersebut mempunyai aspek yang menurut Kant benar, namun ada juga yang salah, sehingga beliau berusaha untuk menemukan titik tengahnya, mendamaikan dan memadukan kedua aliran pemikiran tersebut.

    ReplyDelete
  15. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Immanuel Kant adalah filsuf yang hidup pada puncak perkembangan abad ‘pencerahan’, yaitu suatu masa dimana corak pemikiran yang menekankan kedalaman unsur rasionalitas berkembang dengan pesatnya. Pada masa itu lahir berbagai temuan dan paradigma baru dibidang ilmu.

    ReplyDelete
  16. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Pada awalnya Immanuel Kant memandang rasionalisme dan empirisme tidak setimbang dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Rasionalisme berpendirian bahwa rasio merupakan sumber pengetahuan. Rasionalisme mengira telah menemukan kunci bagi pembukaan realitas pada diri subyeknya atau lepas dari pengalaman. Sedangkan empirisme berpendirian bahwa pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Empirisme mengira telah memperoleh pengetahuan dari pengalaman saja.

    ReplyDelete
  17. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Menurut Kant, pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas, menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera

    ReplyDelete
  18. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Setiap aliran dalam filsafat mempunyai teori menganai pengetahuan sesuai dengan alirannya masing-masing. Pada diagram yang dibuat oleh Bapak mengenai teori pengetahuan menurut Immanuel Kant di atas bahwa sebuah pengetahuan ada yang bersumber dari a priori maupun a posteori. Dimana a priori sendiri merupakan sebuah pengetahuan yang bersumber bukan dari pengalaman secara langsung, melainkan hanya bersumber dari pemikiran-pemikiran yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan a posteori merupakan sebuah pengetahuan berasal dari pengelaman-pengalaman yang kita lakukan secara langsung dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Kant membagi tingkatan pengetahuan manusia salah satunya yaitu A priori dan A posteriori dalam ruang dan waktu tertentu, dimana pemikiran manusialah yang mampu menjelaskannya. A Priori menjelaskan mengenai pengetahuan yang tidak kita peroleh dari pengalaman dan percobaan tetapi bersumber dari akal itu sendiri. Sedangkan a posteriori adalah kebalikan dari priori, yang bersumber dari pengalaman dan pengamatan indrawi. Setiap pengetahuan di hadapkan dengan nomena dan fenomena yang ada pada ruang dan waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Dalam gambar tersebut banyak sekali golongan pengetahuan yang terbagi menjadi apriori dan a posteriori. A Priori adalah pengetahuan yang diperoleh tanpa pengalaman sedangkan A Posteriori adalah pengetahuan yang diperoleh berdasarkan pengalaman.

    ReplyDelete
  22. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Dalam diagram yang telah berhasil membuat oleh Bapak Marsigit tentang Teori Pengetahuannya Immanuel Kant dibagi menjad apriori dan aposteriori. Dalam A priori terdapat logika, kognitif, persepsi dan masih banyak lagi. Sedang dalam a posteriori terdapat pengalaman, kenyataan, intuisi dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  23. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Kant adalah seorang Kopernikan dalam bidang filsafat. Sebelum Kant, filsafat hampir selalu memandang bahwa orang (subjek) yang mengamati objek, tertuju pada objek, penelitian objek dan sebagainya. Kant memberikan arah yang sama sekali baru, merupakan kebalikan dari filsafat sebelumnya yaitu bahwa objeklah yang harus mengarahkan diri kepada subjek. Kant dapat dikatakan sebagai seorang revolusioner karena dalam ranah Filsafat Immanuel Kant pengetahuan ia tidak memulai pengetahuan dari objek yang ada tetapi dari yang lebih dekat terlebih dahulu yaitu si pengamat objek (subjek).

    ReplyDelete
  24. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Sebenarnya peta yang sebenarnya saya belum pahami betul. Akan tetapi saya ingin tetap merefleksikan sesuai kemampuan saya. Menurut saya, ada aspek-aspek yang ingin ditonjolkan yaitu yang berada pada lingkaran terdalam dimana berpikir kritis ada di dalamnya ditemani dengan intuisi, empiris, logika, ide, pure reason, sintetiks, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  25. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dalam Critique of Pure Reason, Kant berargumen, penalaran saja atau pengindraan saja tidak akan memberikan kita pengetahuan apapun. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pengetahuan manusia pada dasarnya di kondisikan (dibatasi) oleh kategori-kategori tentang pemahaman kita (yang antara lain: konsep sebab akibat) dan ketidak mampuan kita untuk mengalami apapun di luar kondisi ruang dan waktu tertentu. Dengan demikian, pengetahuan adalah produk dari konsep-konsep (kategori pemahaman) dan pengalaman di perantarai ruang–waktu yang keduanya datang secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  26. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Menurut imanuel kant pengetahuan yang rasionalis adalah klaim pengetahuan dapat dengan pasti didasarkan pada rasio atau penalaran, mungkin dalam bentuk ide-ide bawaan yang melekat dalam kemanusiaan atau bahkan dikirim langsung dari Tuhan. Dilain sisi, secara tradisi “empiris” kant berpendapat bahwa klaim terhadap pengetahuan harus di dasarkan pada pengalaman indrawi (apa kita bisa mendengar, melihat, menyentuh, dan sebagainya) daripada sekedar dengan rasio. Kant berpendapat bahwa pengetahuan tentang keterbatasan manusia. Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Sedangkan tentang moral kant berpendapat bahwa untuk bertindak secara moral bukan sekedar melakukan hal yang benar, tetapi untuk melakukan hal yang benar demi melakukan hal yang benar itu sendiri—bukan melakukan itu demi hal itu cocok dengan kita atau tidak. menurut Kant, kapasitas moral yang sama-sama dimiliki oelh setiap orang adalah yang membedakan manusia dengan binatang sehingga membuat manusia secara khusus layak di hormati. Terimakasih

    ReplyDelete
  28. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Pemikiran politik Kant telah di ambil oleh teoretisi liberal Hubungan Internasional sebagai pernyataan awal bagi teori kontemporer bahwa negara-negara liberal cenderung pasif dalam hubungan dengan satu sama lain. Akan tetapi, hal itu juga mengilhami pemikir kritis, misalnya: Habermas, dalam hal Visinya tentang negara republik dan teorinya tentang perkembangan sejarah progresif. Dalam banyak hal, Kant menetakan agenda bagi perdebatan yang masih berlangsung dalam teori kritis tentang sifat dari hubungan antara moralitas dan politik, dan apakah (bagaimana) kemajuan politik bisa dimungkinkan. Terimakasih

    ReplyDelete
  29. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika

    Dari diagram diatas terlihat bahwa ilmu pegethuan dibagi menjadi Apriori dan aposteriori. apriori terlihat bahwaa logical analisys dll maka dapat disimpulkan bahwa apriori penggetahuan tidak berdasarkan pengalaman. Sedangkan Aposteriori adlaah persepsi, intuisi, dll maka dapat kita simpulkan bahwa aposteriori itu berdasarkan pengalaman

    terimakasih

    ReplyDelete
  30. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Immanuel Kant merupakan seorang filsuf terkenal asal jerman pada abad ke 18. Banyak karya-karya Immanuel Kant yang sangat berpengaruh pada ilmu pengetahuan. Menurut Immanuel Kant sendiri, syarat dasar bagi segala ilmu pengetahuan adalah bersifat umum dan mutlak kemudian memberi pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  31. Jewish Van Septriwanto
    19709251077
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Terima kasih Prof atas ilmunya dalam tulisan ini, saya dapat melihat dan mencoba memahami gambaran peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant yang dibuat oleh bapak. Kant merupakan filsuf besar yang membangun teori pengetahuan baru untuk menjembatani perbedaan pandangan antara rasionalisme dan empirisme. Teori pengetahuan Kant berawal dari pertanyaan: “Bagaimana pengetahuan terjadi?” Dalam bukunya yang berjudul Kritik der reinen Vernunft,Kant mengurai proses pengetahuan manusia atas tiga tingkatan. Tingkat pertama disebut pemahaman inderawi(Sinneswahrnehmung),tingkat kedua disebut akal budi(verstand), tingkat terakhir disebut budi atau intelektual (vernunft). Dalam peta atau diagram diatas, saya dapat dengan mudah mengetahui bagaimana proses pengetahuan manusia menurut Kant terbangun seperti jembatan ilmu yang dikatalogkan dalam tingkatan pengetahuan yang diperoleh manusia.

    ReplyDelete
  32. sintha fardu anggraeni
    19709251071
    S2 pendidikan matematika/ D

    teori pengetahuan jumlahnya banyak sekali karena setiap aturan filsafat mempunyai teori pengetahuannya. Teori pengetahuan Immanual Kant tidak terdapat disumber lain. apakah sebabnya ? apakah kelebihan dan kekurangannya dibanding teori pengetahuan yang lain? Aris toteles, plato misalnya.

    ReplyDelete
  33. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Immanuel Kant, adalah salah seorang filsuf yang hendak mendamaikan antara paham rasionalisme dan empirisme. Immanuel Kant memandang rasionalisme dan empirisme senantiasa berat sebelah dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Kant mengatakan bahwa pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur apriori dan unsur-unsur aposteriori. Kant menunjukkan bahwa akal murni adalah terbatas, bukan menentangnya.

    Terimakasih Prof...

    ReplyDelete
  34. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Immanuel Kant mengarahkan pada pengenalan taraf akal. Kant membedakan akal (verstand) dari budi (vernuft) dan rasio. Tugas akal yaitu mengatur data-data indrawi, adalah dengan mengemukakan putusan-putusan. Ketika melihat sesuatu, kemudian ditransmisikan ke dalam akal pikiran, tahap selanjutnya dari akal adalah memberi kesan. Pengenalan dari taraf akal merupakan sintesis antara wujud dan materi. Dimana materi adalah data-data indrawi sedangkan wujud atau bentuk adalah pengertian-pengertian apriori yang ada di dalam akal.

    Terimakasih Prof...

    ReplyDelete
  35. Jewish Van Septriwanto
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    19709251077
    Terima Kasih atas tulisan prpf., Yang dapat saya pahami dari diagram teori pengetahuan immanuel kant seperti lapisan bawang. Lapisan terluar dari pengetahuan adalah adanya fenomena, lalu di presentasikan kemudian didapatkan persepsi dan adanya sensasi. Setelah didapatkan persepsi, maka menghasilkan konsep, intuisi dan empiris.

    ReplyDelete
  36. Choirul Amri
    (19709251078 S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2019)

    Bismillah, terimakasih atas bagan yang bapak berikan memudahkan kita semua dalam memahami teori Immanuel Kant tentang pengetahuan. Izinkan saya menambahkan informasi untuk pembaca dalam bagian ini. Immanuel Kant adalah seorang filsuf besar yang pernah tampil dalam pentas pemikiran filosofis zaman Aufklarung jerman menjelang abad ke-18. Pada awalnya Immanuel Kant memandang rasionalisme dan empirisme senantiasa berat sebelah dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Rasionalisme berpendirian bahwa rasio merupakan sumber pengenalan atau pengetahuan. Rasionalisme mengira telah menemukan kunci bagi pembukaan realitas pada diri subyeknya, lepas dari pengalaman. Sedangkan empirisme berpendirian bahwa pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Empirisme mengira telah memperoleh pengetahuan dari pengalaman saja. Terimakasih

    ReplyDelete
  37. Choirul Amri
    (19709251078 S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2019)

    Bismillah, saya juga ingin menambahkan bahwa Immanuel Kant mendefinisikan pengetahuan menurutnya. Bahwa Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indra. Lain daripada itu merupakan “ilusi” (noumenon) saja. Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh: orang sebaiknya jangan mencuri, sebab apabila hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang mencuri, masyarakat tidak akan jalan.Yang bisa diharapkan manusia, ditentukan oleh akal budinya. Menurut Kant, syarat dasar bagi segala ilmu pengetahuan adalah bersifat umum dan mutlak memberi pengetahuan yang baru. Terimakasih.

    ReplyDelete
  38. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Perkembangan ilmu Immanuel Kant mencoba untuk menjebatani pandangan Rasionalisme dan Empirisisme. Kant bersikap kritis untuk menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia, yang kemudian melahirkan filsafat kritisisme, atau ada juga yang menyebutnya dengan Kanteisme. Dari sikap kritis Kant itulah muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya: (1) Apa yang dapat saya ketahui? (2) Apa yang harus saya lakukan? (3) Apa yang boleh saya harapkan?

    ReplyDelete
  39. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Immanuel Kant menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai berikut: (1) apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indra. Lain daripada itu merupakan “ilusi” (noumenon) saja, (2) semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh: orang sebaiknya jangan mencuri, sebab apabila hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang mencuri, masyarakat tidak akan jalan,dan (3) yang bisa diharapkan manusia, ditentukan oleh akal budinya.

    ReplyDelete
  40. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Menurut Kant, syarat dasar bagi segala ilmu pengetahuan adalah bersifat umum dan mutlak serta memberi pengetahuan yang baru. Selain itu terdapat tiga tingkatan pengetahuan manusia, yaitu Tingkat Pencerapan Indrawi (Sinneswahrnehmung), Tingkat Akal Budi (Verstand), dan Tingkat intelek / Rasio (Versnunft). Ada juga beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain Teori a prioridan a posteriori, Idea of necessity(keharusan), Strict-absolute(benar-benar absolut), Analitik dan Sintetik. Menurut Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu Nomena dan Fenomena. Sedangkan sumber pengetahuan ada Indera (sense), Pemahaman (understanding).

    ReplyDelete
  41. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman. Menurut Kant, kriteria pengetahuan a priori ada dua: (1) Idea of necessity (keharusan), misalnya setiap peristiwa tentu ada penyebabnya. (2) Strict-absolute (benar-benar absolut), misalnya semua benda memiliki berat. Menurut Kant, ada jenis pengetahuan yang bersumber dari dunia empirik yang bisa mencapai tingkat absolut karena kebenarannya mencapai tingkat kepastian. Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.

    ReplyDelete
  42. Fitria Restu Astuti
    19709251069
    S-2 Pendidikan Matematika D 2019

    Dari diagram yang telah Prof. Marsigit bagikan sejujurnya saya belum dapat memahami secara menyeluruh. Yang dapat saya tangkap dari diagram Teori Pengetahuan Immanuel Kant tersebut adalah seseorang dapat menimbulkan ide atau dugaan setelah melalui proses yang diawali dari merepresentasikan kemudian timbul presepsi dilanjutkan adanya knowledge dan sensasi kemudian timbul konsep dan intuisi baru terbentuk suatu ide ataupun dugaan. Mohon maaf jika saya salah mengartikan prof. mohon bimbingannya dalam memahami teori pengetahuan yang disampaikan oleh Immanuel Kant ini.

    ReplyDelete
  43. Rifki Rinaldo
    19709251070
    S2 Pendidikan Matematika 2019 D

    Immanuel Kant mengkritik rasionalisme dan empirisme dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Rasionalisme berpendirian bahwa rasio/akal merupakan sumber pengenalan atau pengetahuan. Rasionalisme mengira telah menemukan kunci bagi pembukaan realitas pada diri subyeknya, lepas dari pengalaman. Sedangkan empirisme berpendirian bahwa pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Empirisme mengira telah memperoleh pengetahuan dari pengalaman saja. Pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas, menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera.

    ReplyDelete
  44. Assalamu'alaikum wr.wb
    Novi Indriyani Kones
    19701251002
    S2 PEP A 2019

    Dari diagram tentang pengetahuan Immanuel Kant yang digambarkan oleh Prof marsigit berisi tentang pengetahuan yang dibagi menjadi apriori dan aposteriori. Apriori dan aposteriori memiliki ontologi, epistemologi, dan aksiologinya masing-masing. Apriori dibangun berdasarkan analitik sementara aposteriori berdasarkan sintetik. Jika dihubungkan dengan pengetahuan maka apriori itu pengetahuan didapatkan dari pikiran dan aposteriori itu pengetahuan didapatkan dari pengalaman. Apriori dan aposteriori jika digabungkan daj dipadupadankan maka menjadi sebuah pengetahuan yang sempurna karena menggabungkan antara pikiran dan pengalaman.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  45. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dalam filsafat modern, wacana tentang batas pengetahuan telah berkembang, terutama ketika positivisme telah menjadi paradigma yang dominan. Bahkan akar dari masalah epistemologisnya dapat ditemukan di Teori pengetahuan Immanuel Kant. Pandangan Kant tentang kondisi kemungkinan Pikiran manusia akhirnya mengarah pada dogma bahwa apa yang dapat diselidiki adalah hanya fenomena. Dogma ini telah menjadi dasar positivisme menetapkan batas pengetahuan.

    ReplyDelete
  46. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    Bismillah, Dalam diagram yang dibuat oleh prof. berdasarkan Teori Pengetahuan Immanuel Kant, dapat kita lihat bahwa terdapat a priori dan a posteori. Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman,yang berupa Idea of necessity dan Strict-absolut. Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman yang terdiri dari analitik dan sintetik, putusan dan objek pengetahuan, sehingga dari sini Immanuel Kan menyimpulkan bahwa menganggap bahwa obyek pengenalan itu berpusat pada subyek dan bukan pada obyek; menegaskan keterbatasan kemampuan rasio manusia untuk mengetahui realitas atau hakikat sesuatu; rasio hanyalah mampu menjangkau gejalanya atau fenomenanya saja; menjelaskan bahwa pengenalan manusia atas sesuatu itu diperoleh atas perpaduan antara peranan unsur Anaximenes priori yang berasal dari rasio serta berupa ruang dan waktu, dan peranan unsur aposteriori yang berasal dari pengalaman yang berupa materi.

    ReplyDelete
  47. Vera Yuli Erviana
    NIM 19706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Teori Pengetahuan ini dapat digunakan sebagai referensi utama dalam kajian teori tentang pengetahuan, sebab teori yang telah dipaparkan sebelumnya memang belum pernah ditemukan di berbagai referensi buku yang banyak dijumpai. Sehingga, teori ini dapat menjadi sumber acuan utama untuk menambah wawasan dan penulisan artikel ilmiah terkait bagaimana membagi tingkatan pengetahuan manusia, salah satunya A Priori dan A posteriori.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  48. Latifa Krisna Ayu
    19709251060
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kant mengurai proses pengetahuan manusia atas tiga tingkatan. Tingkat pertama disebut pemahaman inderawi (Sinneswahrnehmung). Tingkat kedua disebut akal budi (verstand). Tingkat terakhir disebut budi atau intelektual (vernunft).Pada tahap pemahaman inderawi (Sinneswahrnehmung), tiap manusia telah memiliki ruang dan waktu (Raum und Zeit) sebagai unsur apriori yang mendahului pengalaman. Menggunakan ruang dan waktu manusia memahami gejala (fenomena) atau penampakan (eksistensi) dari segala sesuatu. Pada tahap akal budi (verstand) terjadi pengolahan spontan atas input yang berasal dari pengalaman. Pengolahan spontan ini mungkin terjadi karena adanya kategori-kategori (kategorien). Kategori-kategori ini adalah konsep-konsep fundamental yang membantu manusia menyusun pengetahuannya.Pada tahap budi atau intelektual (vernunft), pengetahuan manusia dirangkum. Intelektual hanya mampu merangkum pengetahuan selama ia dipimpin oleh pandangan jiwa, dunia, dan pandangan Allah. Pandangan-pandangan ini memberikan semacam orientasi atau petunjuk agar intelektualitas dapat menata pengetahuan. Pandangan jiwa (psikologi) membantu intelektual menata gejala batiniah. Pandangan dunia (kosmologi) membantu menata gejala lahiriah. Sedangkan pandangan Allah (teologi) adalah gagasan yang mendasari baik pandangan jiwa maupun dunia.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  49. Assalamu'alaykum wr wb
    Dwi Kawuryani
    19709251061
    Pendidikan Matematika S2 D
    Menurut Kant, terdapat tiga tingkatan dalam proses pengetahuan manusia. Tingkat pertama dan terendah adalah pencerapan inderawi. Tingkat berikutnya atau kedua adalah tingkat rasio. Terakhir atau ketiga adalah tingkat tertinggi dalam proses pengetahuan, yaitu adalah tingkat akal-budi atau intelek. Namun demikian, penekanan Kant atas “subjek” dan “fenomena” membawa implikasi yang lebih jauh lagi pada corak paradigma ilmu pengetahuan modern. Dalam filsafat Kant, ilmu-ilmu alam menjadi asumsi normative walaupun Kant masih mengakui keberadaan bentuk ilmu lain, seperti etika dan estetika. Namun perlu ditegaskan di sini, bahwa Kant secara implisit mencoba meletakkan ilmu-ilmu alam sebagai norma dan penelitian ilmiah sebagai kegiatan pengetahuan yang sahih.
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  50. Heriansyah
    19701261017
    PEP S3 2019

    Teori pengetahuan Kant berawal dari pertanyaan: “Bagaimana pengetahuan terjadi?” Kant mengurai proses pengetahuan manusia atas tiga tingkatan. Tingkat pertama disebut pemahaman inderawi. Tingkat kedua disebut akal budi dan tingkat terakhir sekaligus tertinggi adalah intelektual (vernunft). Pada tahap pemahaman inderawi . Pengetahuan merupakan sintesis dari unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur yang ada sebelum pengalaman, yakni unsur-unsur aposteriori . Tiap manusia telah memiliki ruang dan waktu sebagai unsur apriori yang mendahului pengalaman. Pada tahap akal budi terjadi pengolahan spontan atas input yang berasal dari pengalaman. Pada tahap budi atau intelektual, pengetahuan manusia dirangkum. Intelektual hanya mampu merangkum pengetahuan selama ia dipimpin oleh pandangan jiwa, dunia, dan pandangan Tuhan. Pandangan-pandangan ini memberikan orientasi agar intelektualitas dapat menata pengetahuan. Pandangan jiwa membantu intelektual mengatur gejala batin. Pandangan dunia membantu mengatur gejala lahiriah. Pandangan Tuhan (teologi) adalah gagasan yang mendasari baik pandangan jiwa maupun dunia.
    (Catatan yang saya pahami dari kuliah Prof Marsigit tentang Teori Pengetahuan Kant). Terima kasih Prof...

    ReplyDelete
  51. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  52. WIWIN MISTIANI
    PEP S3 2019
    Dari beberapa pemikiran Immanuel Kant di atas, dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain : Teori a prioridan a posteriori; Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman. Menurut Kant, kriteria pengetahuan a priori ada dua: Idea of necessity(keharusan), misalnya setiap peristiwa tentu ada penyebabnya.ٍ Strict-absolute(benar-benar absolut), misalnya semua benda memiliki berat. Menurut Kant, ada jenis pengetahuan yang bersumber dari dunia empirik yang bisa mencapai tingkat absolut karena kebenarannya mencapai tingkat kepastian. Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman

    ReplyDelete
  53. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Menurut Kant bahwa baik kategori dan ruang serta waktu, yang dia sebut adalah bentuk-bentuk intuisi, dikenalkan terhadap pengalaman fenomenal oleh pikiran manusia agar dapat memahaminya, yang mana ide ini disebut Revolusi Copernican.
    Kant telah memecahlkan masalah bagaimana pikiran memperoleh pemikiran dan pengalaman degan berpendapat bahwa pikiran mengenakan prinsip-prinsip pada pengalaman untuk melahirkan pengetahuan

    ReplyDelete