Nov 8, 2014

Teori Pengetahuan Menurut Immanuel Kant

Ass Wr Wb


Terdapat banyak Teori Pengetahuan; jumlahnya adalah sebanyak para Filsuf yang membuatnya.Kita dapat memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Saya menemukan bahwa pada prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing. Itulah juga sebuah tantangan bagi kita semua untuk memelajarinya.
Yang berikut adalah saya telah berhasil membuat peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant. Tiadalah ada di tempat atau sumber lain diagram seperti itu yang ada, karena diagram tersebut memang semata-mata sayalah yang membuat berdasar sumber "the Critic of Pure Reason" nya Immanuel Kant.
Selamat menyimak.
Wss Wr Wb

                       Diagram dibuat oleh Marsigit berdasar Teori Pengetahuan Immanuel Kant

48 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saya sulit memahami peta di atas, namun ada beberapa hal yang tidak asing, yaitu a priori dan a posteriori, dimana pengertian a priori adalah pengetahuan yang ada sebelum bertemu dengan pengalaman sedangkan a posteriori adalah pengetahuan yang ada sesudah bertemu pengalaman. Baik a priori maupun a posteriori adalah sebuah pengetahuan yang bagaimana kita mendapatkannya. Bahkan ada beberapa orang yang menganut paham a priori, ada pula yang menganut paham a posteriori.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pengetahuan menurut Immanuel kant merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas untuk menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera.
    Hal inilah yang kemudian memicu Kant bersikap kritis untuk menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia, yang kemudian melahirkan filsafat kritisisme, atau ada juga yang menyebutnya dengan Kanteisme. Dari sikap kritis Kant itulah muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya:
    1. Apa yang dapat saya ketahui?
    2. Apa yang harus saya lakukan?
    3. Apa yang boleh saya harapkan?
    Dari pertanyaan-pertanyaan kritis dalam benak Immanuel Kant seperti yang telah disebutkan di atas, ia menjawabnya sebagai berikut:
    1. Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indra. Lain daripada itu merupakan “ilusi” (noumena) saja,
    2. Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”.
    3. Yang bisa diharapkan manusia, ditentukan oleh akal budinya.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari beberapa pemikiran Immanuel Kant di atas, dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain: Teori a priori dan a posteriori, Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung. Kriteria pengetahuan a priori ada dua:
    (1)Idea of necessity (keharusan)
    (2)Strict-absolute (benar-benar absolut)
    Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.
    Analitik dan Sintetik, Pengetahuan diformulasikan dalam bentuk putusan (judgement), ada dua bentuk:
    (1)Putusan analitik adalah putusan dimana predikatnya ada di dalam subyek.
    (2)Putusan sintetik adalah putusan dimana predikatnya di luar subyek
    Obyek pengetahuan
    Menurut Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu:
    (1)Nomena, adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible existence.
    (2)Fenomena, adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence), bukan sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri.
    Sumber pengetahuan
    (1)Indera (sense).
    (2)Pemahaman (understanding)

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Teori pengetahuan dalam suatu pendidikan itu berbemacam-maca, ada teori pengetahuan menurut Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Menurut immanuel kant, analitik apriori bukan ilmu, dan sintetik aposteriori juga bukan merupakan ilmu. Mereka hanya merupakan separuh ilmu, agar menjadi ilmu yang utuh maka analitik apriori diturunkan sedikit, sedangkan sintesis a posteriori dinaikkan, sehingga ilmu yang utuh itu adalah sintesis apriori. Sintesis apriori menurut kant pengetahuan harus permanen dan sifatnya universal. Ia permanen tetapi tidak memberikan pengetahuan baru. Pengetahuan adalah yang diambil dari pengalaman pribadi yang partikular tapi saat yang sama bentuknya harus bisa di universalkan. Sebagai contoh orang kalo dihina pasti tersinggung, dihina berbeda dengan tersinggung sintesis), tetapi itu sifatnya universal, karena jika seseorang dihina pasti tersinggung.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pengetahuan menurut Immanuel Kant terbagi atas pengetahuan sebagai a priori (akal/pikiran) dan a postriori (pengalaman). A postriori menyebabkan berlakunya analitik dan a postriori pada sintetik. Kemudian konsep terbagi atas konsep murni dan konsep empiris yang berangkat dari pengalaman. Berbicara tentang dua hal ini berarti bicara tentang ranah abstrak dan ranah konkret.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori Immanuel Kant terkenal dengan pengetahuan dengan cara intuisi. Intuisi merupakan keadaan dimana kita memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba dan tidak mengetahui dasar atau dari mana datangnya pengetahuan tersebut. Intuisi telah sering digunakan Immanuel Kant untuk membuktikan beragam konsep matematika.

    ReplyDelete
  7. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pengetahuan menurut Immanuel Kant dalam bagan tersebut dimulai dari tahap representasi fenomena-fenomena, noumena dan tentang sensibilitas. Memang ada kolaborasi dalam teori Kant, yaitu antara a priori dan a posteriori, pura logika dan empirik. Intuisi juga sangat berperan dalam pembentukan pengetahuan. Teori pengetahuan Kant memang terkenal dengan sintetik a priori yang merupakan kolaborasi yang sangat tepat.

    ReplyDelete
  8. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sejujurnya, diagram teori pengetahuan dari Immanuel Kant tersebut agak sulit saya pahami. Namun, ada beberapa kata yang terdengar cukup familiar seperti apriori serta aposteriori. Pada perkuliahan etnomatematika, Prof Marsigit beberapa kali telah menyinggung dua hal tersebut.
    Tulisan Prof Marsigit kali ini juga telah membuat saya bertanya-tanya siapakah sebenarnya sosok Immanuel Kant. Sebelumnya, ketika saya membaca postingan Prof Marsigit yang lain, yaitu Elegi Wawancara dengan Prof Marsigit, Prof Marsigit menyebutkan bahwa salah satu tokoh yang paling berpengaruh terhadap Prof Marsigit adalah Immanuel Kant. Dan akhirnya setelah saya mencoba mencari tahu, ternyata Immanuel Kant merupakan filsuf modern Jerman. Saya juga menemukan quote dari Immanuel Kant yang berbunyi demikian: “Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” Quote tersebut memberitahukan pada kita agar pengetahuan, pikiran, serta intuisi harus seimbang dan tak boleh berat sebelah agar kita tidak menjadi buta.

    ReplyDelete
  9. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Karena belum paham hanya dengan mengamati diagram tersebut saya mencari referensi lain untuk membantu memahami teori pengetahuan menurut Immanuel Kant. Dan yang saya dapatkan yaitu
    Sumber pengetahuan menurut Kant adalah
    (1) Indera (sense), inilah yang menyerahkan obyek kepada kita. Tanpa kemampuan indrawi tidak akan ada obyek yang diberikat kepada kita.
    (2) Pemahaman (understanding), inilah yang memberi kita pemikiran. Tanpa pemahaman tidak akan ada obyek yang dipikirkan.

    Teori a priori dan a posteriori
    Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung. Kriteria pengetahuan a priori ada dua:
    (1) Idea of necessity (keharusan)
    (2) Strict-absolute (benar-benar absolut)
    Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.
    Menurut Kant, ciri pengetahuan adalah bersifat umum, mutlak dan memberi pengertian baru.

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Terdapat banyak pandangan dalam teori pengetahuan tersebut. Banyaknya pandangan tersebut berdasarkan para ahli filsuf yang menemukannya. Dari banyaknya pandangan di dalam pemikiran Immanuel Kant dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain adalah a priori dan a posteriori. Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman.. Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.

    ReplyDelete
  11. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam peta atau diagram Teori Pengetahuan Immanuel Kant tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu a priori dan a posteriori. Tingkat pengetahuan menurut Immanuel Kant sendiri dibagi menjadi 3 tahap yaitu tingkat pencerapan indrawi, tingkat akal budi, dan tingkat intelek/ rasio

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Teori pengetahuan dimulai ketika Kant tertantang untuk menemukan unsur objektif dan nilai etis dari pengetahuan kita, [dua pertanyaan penting yang dijawab Kant adalah (1) what can I know? yang berhubungan dengan teori pengetahuan dan (2) what should I do? yang berhubungan dengan masalah etika]. Dalam usahanya menawarkan sebuah solusi yang konklusif, Kant menulis karya Critiques (disebut demikian karena dimaksudkan untuk mengkritik dalam pengertian mendiskusikan dan menimbang). Demikianlah, seluruh karya Immanuel Kant dapat sebut sebagai usaha serius menguji secara saksama rasionalisme dan empirisme, tentu bukan untuk memberangus sama sekali keduanya, tetapi untuk menemukan kelemahan-kelemahan mereka seraya tetap mempertahankan hal-hal esensial dari keduanya.
    Menurut Kant, rasionalisme termasuk jenis “putusan analitis. Disebut demikian karena jenis putusan ini mengkonstruksi sebuah sistem pengetahuan yang dilengkapi dengan aspek atau dimensi universalitas dan keniscayaan, tetapi bagi Kant, jenis pengetahuan semacam ini bersifat tautologis. Jenis pengetahuan ini tidak mampu membantu kita memahami realitas. Pengetahuan jenis ini tentu tidak andal, karena itu pengetahuan harus maju selangkah lagi, dan menurut Kant, pengetahuan harus bersifat “sintetis”. Yang dimaksud adalah jenis pengetahuan yang predikatnya memperluas pengetahuan kita mengenai subjek. Empirisme tentu bukanlah jenis putusan “sintetis”, tetapi lebih merupakan putusan a posteriori, di mana predikatnya tidak lebih dari fakta pengalaman, dan tentu saja mengakibatkan putusan ini kehilangan unsur universalitas dan keniscayaannya. Jenis putusan apapun yang tidak memiliki unsur universalitas dan keniscayaan tentu bukanlah jenis pengetahuan filosofis yang cukup meyakinkan.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Jika saya mendeskripsikan diagram yang dibuat Bapak mengenai teori pengetahuan Immanuel Kant, pengetahuan yang diperoleh manusia berdasarkan phenomena yang merupakan anggota dari transcendental asthetic yang direpresentasikan kemudian seseorang mempunyai persepsi mengenai phenomena tersebut yang merupakan proses analytic kemuadian muncullah pengetahuan sebagai objek dan sesnsasi sebagai objek berdasarkan apriori dan kognisi seseorang. Pengetahuan dan sensasi melingkupi konsep dan intuisi seseorang kemudian menjadi pengetahuan murni dan empiris yang akhirnya akan menjadi ide yang dicetuskan seseorang.

    ReplyDelete
  14. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Teori pengetahuan menurut Immanuel Kant, dimana transendental aesthetic berhubungan dengan sensibilitas . Bagian Aesthetic berkaitan dengan sensibilitas (kemampuan memperoleh pengalaman inderawi melalui intuisi, atau pengetahuan langsung), matematika, dan dengan geometri. Bagian ini mencakup pula analisis Kant tentang ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Buku Critique of Pure Reason karangan Immanuel Kant yang diterbitkan oleh Cambrige University tebalnya 801 halaman. Untuk membacanya tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Sehingga saya memilih percaya saja dengan diagram pak Marsigit. Namun diagram ini sulit untuk saya jabarkan. Maka selain melihat diagram ini, saya mencoba mencari literatur lain. Dari hasil bacaan, saya dapatkan bahwa Kant memandang pengetahuan menjadi dua unsur, yaitu unsur materi dan bentuk pengetahuan. Materi pengetahuan adalah sensasi-sensasi yang diterjemahkan oleh indera kita dari alam fenomena. Sedangkan bentuk pengetahuan adalah ikatan-ikatan pemikiran yang memberikan otoritas bagi pembentukan sensasi-sensasi sekaligus membuat penilaian.

    ReplyDelete
  16. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Berdasarkan diagram teori pengetahuan oleh Imanuel Kant yang dibuat oleh Prof. Marsigit, terdapat istilah yang tidak asing lagi bagi saya, yaitu Teori a priori dan a posteriori, analitik dan sintetik, serta nomena dan fenomena. a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, sedangkan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman. analitik adalah putusan dimana predikatnya ada di dalam subyek, misalnya semua lingkaran adalah bulat, sedangkan sintetik adalah putusan dimana predikatnya di luar subyek, misalnya semua benda memiliki berat. Nomena adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible existence), sedangkan Fenomena adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence).

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kant membangun teori pengetahuan baru untuk menjembatani perbedaan pandangan antara rasionalisme dan empirisme yang dikenal dengan sintetik apriori. Menurut Kant matematika merupakan suatu penalaran yang berifat mengkonstruksi konsep-konsep secara sintetik apriori dalam konsep ruang dan waktu. Kant berpendapat bahwa matematika dibangun di atas intuisi murni yaitu intuisi ruang dan waktu dimana konsep-konsep matematika dapat dikonstruksi secara sintetis. Menurut Kant matematika sebagai ilmu adalah mungkin jika kita mampu menemukan intuisi murni sebagai landasannya dan matematika yang telah dikonstruksinya bersifat sintetik a priori.

    ReplyDelete
  18. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Immanuel Kant (1781) memberi solusi bahwa konsep matematika pertama-tama diperoleh secara a priori dari pengalaman dengan intuisi penginderaan, tetapi konsep yang diperoleh tidaklah bersifat empiris melainkan bersifat murni. Proses demikian merupakan langkah pertama yang harus ada dalam penalaran matematika, jika tidak maka tidaklah akan ada penalaran matematika itu. Proses berikutnya adalah proses sintetik dalam intuisi akal “Verstand” yang memungkinkan dikonstruksikannya konsep matematika yang bersifat “sintetik” dalam ruang dan waktu. Sebelum diambil putusan-putusan dengan intuisi budi “Vernuft” terlebih dulu objek-objek matematika dalam bentuk “Form” disintesiskan kedalam “kategori” sebagai suatu innate-ideas, yaitu “kuantitas”, “kualitas”, “relasi” dan “modalitas”. Dengan demikian maka intuisi murni menjadi landasan bagi matematika dan kebenaran matematika yang bersifat “apodiktik”.

    ReplyDelete
  19. Menurut Imanuel Kant, konsep matematika sebagai ilmu dibangun berdasarkan intiusi dalam ruang dan waktu. Intuisi ini akan menghasilkan matematika sebagai ilmu yang bersifat sintetik apriori. pengetahuan sintetik didasarkan pada bukti secara empiris. Pengetahuan apriori diperoleh dengan cara analitik mempunyai kebenaran yang bersifat koheren. Pengetahuan dengan demikian mempunyai kebenaran koheren dan korespondensi. Pengetahuan diperoleh secara empiris yang diteruskan dengan melakukan analisis atau suatu analisis yang dicari bukti empirisnya.

    ReplyDelete
  20. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Immanuel Kant mengatakan bahwa pikiran manusia membentuk pengalaman, sehingga manusia memiliki asas sebab dan akibat dari setiap pengalaman yang terjadi. Dari pengalaman-pengalaman yang terjadi inilah terbentuk pengetahuan.

    ReplyDelete
  21. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    setelah saya mengamati gambar diatas, mungkin awal dari pengetahuan yang dicetuskan oleh I.Kant adalah persepsi. kemudian berkembang menjadi banyak istilah dengan berbagai cakupan dalam menggapai suatu pengetahuan. dari sumber lain yang saya baca, syarat dasar bagi segala ilmu pengetahuan adalah :
    1. bersifat umum dan mutlak
    2. memberi pengetahuan yang baru

    ReplyDelete
  22. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sesungguhnya ilmu pengetahuan adalah apa yang kita pikirkan. Dan apa yang ada dipikiran adalah ada dan yang mungkin ada. Ada dan yang mungkin ada ini terkait filsafat identitas dan kontradiksi. Dimana identitas dan kontradiksi sangat sensitif akan ruang dan waktu. Selama kita masih ada di dunia maka kita tidak akan lepas dari ruang dan waktu. Tetapi jika dikaitkan dengan pengetahuan murni, maka mulai terlepas dari dunia, sehingga terlepas dari ruang dan waktu sehingga berlaku identitas, namun disini terdapat kontradiksi. Subhanallah kekuatan berpikir seorang manuisa. Ia adalah makhluk sempurna dengan ketidak sempurnaannya, tetapi tak pernah berhenti untuk terus berikhtiar.

    ReplyDelete
  23. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Saya mencoba memahami diagram tersebut kemudian saya mencari sumber lain untuk memastikan apa yang saya pahami, yang saya peroleh setelah membaca diagram dan sumber lain adalah Kant mencoba untuk menghubungkankan antara rasionalisme dan empirisme. Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh tidak hanya dari satu unsur saja melainkan dari dua unsur yaitu pengalaman inderawi dan akal budi.

    ReplyDelete
  24. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dari beberapa pemikiran Immanuel Kant di atas, dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain teori a priori dan a posteriori. Pengetahuan diformulasikan dalam bentuk putusan (judgement), ada dua bentuk, putusan analitik dan putusan sintetik. Menurut Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu: nomena dan fenomena. Sumber pengetahuan menurut Kant ialah indera (sense) dan pemahaman (understanding).

    ReplyDelete
  25. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dalam Critique of Pure Reason, Kant terkenal karena memiliki lebih dari dua pilihan di atas. Kant berargumen penalaran saja atau pengindraan saja tidak akan memberikan kita pengetahuan apapun. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pengetahuan manusia pada dasarnya di kondisikan (dibatasi) oleh kategori-kategori tentang pemahaman kita (yang antara lain: konsep sebab akibat) dan ketidak mampuan kita untuk mengalami apapun di luar kondisi ruang dan waktu tertentu. Dengan demikian, pengetahuan adalah produk dari konsep-konsep (kategori pemahaman) dan pengalaman di perantarai ruang–waktu yang keduanya datang secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  26. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan gambar di atas, terdapat dua daerah yang berbeda, yaitu paham rasonalisme dan paham empirisme. teori pengetahuan immanuel kant ini membangun pengetahuan untuk menjembatani atau menghubungkan paham rasionalisme dan paham empirisme.

    ReplyDelete

  27. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak pengetahuan yang disampaikan oleh filsuf-filsuf terkenal. Beberapa antara lain yaitu Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Kita bisa membaca tulisan-tulisan mereka untuk mendapatkan pengetahuan yang bisa diterapkan di kehidupan sekarang.

    ReplyDelete

  28. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant yang dibuat oleh Prof. Marsigit, beberapa hal yang saya ketahui yaitu tentang a priori dan a posteriori. Pengetahuan apriori bersumber dari sebelum pengalaman, sedangkan pengetahuan aposteriori sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi/percobaan.

    ReplyDelete
  29. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dalam Critique of Pure Reason, Immanuel Kant menjelaskan mengenai hubungan antara alasan dan pengalaman manusia. Ia mengatakan bahwa pikiran manusia membentuk pengalaman, sehingga manusia memiliki asas sebab dan akibat dari setiap pengalaman yang terjadi. Selain itu, Immanuel Kant juga menambahkan bahwa teori ruang dan waktu berada di setiap pengalaman manusia, sama seperti teori sebab-akibat. Ruang dan waktu membentuk pemikiran manusia, sehingga setiap pengalaman manusia mampu dirasakan indera manusia.

    ReplyDelete
  30. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebenarnya saya sedikit kesulitan dalam membaca dan memahami diagram yang berdasar teori pengetahuan Immanuel Kant tersebut. Namun, saya ingin mencoba memahaminya. Dari apa yang saya lihat, terdapat beberapa kata yang familiar, seperti fenomena, nomena, a priori, a posteriori.
    >> Fenomena merupakan suatu keadaan yang menjadi objek pengalaman
    yang ada di dalam diri manusia itu sendiri, sedangkan nomena merupakan suatu keadaan yang dinalar oleh akal manusia.
    >> a priori merupakan pengetahuan yang sumbernya bukan dari pengalaman langsung, sedangkan a posteriori merupakan pengetahuan yang sumbernya dari pengalaman langsung.
    Jadi, seseorang yang memiliki a priori akan langsung paham terhadap sesuatu keadaan walaupun dia sendiri belum mengalami yang seperti keadaan tersebut. Sedangkan seseorang yang memiliki a posteriori akan paham terhadap sesuatu keadaan hanya setelah dia mengalami sendiri keadaan yang seperti itu.

    ReplyDelete
  31. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Teori pengetahuan Immanuel Kant yang dapat daya tangkat dari diagram tersebut yaitu sebagai berikut.
    Ilmu pengetahuan yang paling dasar berasal dari fenomena. Kemudian, dari fenomena tersebut akan direpresentasi menjadi bentuk persepsi. Persepsi ini terdiri dari pengetahuan dan sensasi. Setelah persepsi dapat diterima oleh akal, akan muncul konsep.Konsep ini terdiri dari konsep murni dan juga empiri. Konsep yang murni ini terdiri dari ide, penilaian, dan notasi yang berada dalam kategori dapat dimengerti.
    Di dalam fenomena, persepsi, dan konsep ini terdapat hierarki ilmu mulai dari yang dapat dinalar sampai yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia, yaitu yang bersifat spiritual.

    ReplyDelete
  32. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan diagram tersebut, terlihat adanya bentuk lingkaran, mulai dari lingkaran yang kecil sampai ke yang lebih besar. Lingkaran tersebut merepresentasikan fenomena yang cyclic atau berputar. Artinya, fenomena itu bersifat sustain dan akuntabel. Fenomena tersebut yang menjadi objek dalam membangun pengetahuan yang terdiri dari representasi fenomena, persepsi dan kemudian konsep. Dari fenomena tersebut akan diperoleh konsep terkecil dari pengetahuan. Konsep terkecil dari pengetahuan tersebut akan diperoleh dengan adanya ruang dan waktu yang berbeda. Dalam diagram tersebut, waktu digambarkan oleh kurva putus-putus. Jadi, fenomena yang cyclic tersebut ditarik oleh waktu secara linear dari jaman lampau sampai ke akhir jaman dan kemudian nantinya akan membentuk spiral atau yang menggambarkan bumi.

    ReplyDelete
  33. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Immanuel Kant yang dibangunkan dari tidur dogmatiknya setelah membaca buah pikiran Hume. Kant kemudian membangun teori pengetahuan untuk menjembatani perbedaan pandangan antara rasionalisme dan empirisme. Bagi Kant, pengenalan segala sesuatu, termasuk pengetahuan berpusat pada subjek, bukan pada objek. Bagi Kant, yang terutama adalah subjek pengetahuan yaitu manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  34. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut Kant belajar berpusat pada subjek yaitu manusia itu sendiri bukan objeknya. Untuk kemudian proses pengetahuannya dibagi menjafi 3 tingkatan yakni pemahaman indrawi, akal budi dan intelektual. Hal ini linear dengan pendekatan saintifik dimana ada proses mengamati menggunakan indra (pemahaman indrawi) kemudian munculah hipotesis terhadap objek yang diamati (akal budi) lalu setelah diolah dengan teori akan menghasilkan suatu pengetahuan baru (intelektual)

    ReplyDelete
  35. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Teori pengetahuan Kant berawal dari pertanyaan: “Bagaimana pengetahuan terjadi?” Dalam bukunya yang berjudul Kritik der reinen Vernunft, Kant mengurai proses pengetahuan manusia atas tiga tingkatan. Tingkat pertama disebut pemahaman inderawi (Sinneswahrnehmung). Tingkat kedua disebut akal budi (verstand). Tingkat terakhir disebut budi atau intelektual (vernunft).

    ReplyDelete
  36. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sejujurnya saya kesulitan untuk memahami peta pendidikan yang dibuat oleh Bapak Marsigit berdasarkan teori pengetahuan dari Immanuel Kant. Akan tetapi ada beberapa kata yang tidak asing bagi saya karena sering saya temui istilah tersebut di postingan yang lain, yaitu a priori dan a posteriori. Dan terdapat tanda panah ke kanan yaitu dari a priori menuju ke a posteriori. Ini berarti membangun pengetahuan itu dimulai dari a priori yaitu paham dengan melihat benda konkrit hingga akhirnya mencapai a posteriori yaitu paham walaupun tidak melihat benda konkrit.

    ReplyDelete
  37. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam gambar yang disajikan diatas tentng Kants theory of knowledge cukup sulit dipahami oleh saya. Mungkin karena a priori dan a postrion yang masih belum sempurna terhadap pengetahuan ini. Namun dari yang saya amati dalam gambar ini. Pengetahuan itu seoerti wadah da nisi saling berhubungan dan bersifat hirarki. Dimana dalam menuju langit manusia harus menginjakan ilmunya terlebih dahulu di bumi. Namun jika manusia dengan ilmunya yang sedikit langsung menuju langist maka sebenar-benarnya dia adalah mitos.

    ReplyDelete
  38. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam teori ini langit itu bagaikan logika dan bumi itu bagaikan kenyataan. Semua logika itu resep/prinsip, sedangkan bumi itu bayangannya, pelaksanaanya, atau wujudnya. Maka agar bisa bertemu satu sama lain diperlukan perantara seperti microteaching untuk mempertemukan antara bumi dan langit.

    ReplyDelete
  39. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Teori pengetahuan menurut Immanuel Kant bahwa apa yang bisa diketahui manusia hanyalah apa yang dapat dipersepsikan oleh panca indra. Lain dari pada itu adalah ilusi (noumenon) saja. Semua yang harus dilakukan manusia dapat diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperative kategoris”, dana pa yang dapat diharapkan manusia ditentukan oleh akal budinya. Menurut Immanuel Kant syarat ilmu pengetahuan adalah bersifat umum dan mutlak serta dapat memberikan pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  40. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Menurut sumber yang saya baca, Immanuel Kant seorang filsuf termasyhur dari Jerman memiliki tiga pokok pemikiran yang harus diketahui terlebih dahulu, dikarenakan pemikirannya begitu original dan terlihat berbeda dari pemikiran para filsuf sebelumnya terutama berangkat dari filsuf Inggris bernama David Hume. Berikut ini pokok pemikirnnya:
    1. Panca indera, akal budi dan rasio. Kita sudah tahu tentang arti empirisme yang mementingkan pengalaman inderawi dalam memperoleh pengetahuan dan rasionalisme yang mengedepankan penggunaan rasio dalam memperoleh pengetahuan, tetapi rasio yang kita ketahui adalah sama dengan akal dan logis, namun Kant memberi definisi berbeda. Pada Kant istilah rasio memiliki arti yang baru, bukan lagi sebagai langsung kepada pemikiran, tetapi sebagai sesuatu yang ada “di belakang” akal budidan pengalaman inderawi. Dari sini dapat dipilah bahwa ada tiga unsur yaitu akal budi (Verstand), rasio (Vernunft) dan pengalaman inderawi.

    ReplyDelete
  41. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    2. Dalam filsafatnya Kant mencoba untuk mensinergikan antara rasionalisme dan empirisme. Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh tidak hanya dari satu unsur saja melainkan dari dua unsur yaitu pengalaman inderawi dan akal budi. Pengetahuan a-priori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, seperti misalnya pengetahuan akan bahaya, sedankan a-posteriori sebaliknya yaitu dialami dulu baru mengerti misalnya dalam menyelesaikan Rubix Cube. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna bahkan bisa berlawanan. Filsafat Kant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.

    ReplyDelete
  42. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dari sini timbullah bahwa Kant adalah seorang Kopernikan dalam bidang filsafat. Sebelum Kant, filsafat hampir selalu memandang bahwa orang (subjek) yang mengamati objek, tertuju pada objek, penelitian objek dan sebagainya. Kant memberikan arah yang sama sekali baru, merupakan kebalikan dari filsafat sebelumnya yaitu bahwa objeklah yang harus mengarahkan diri kepada subjek. Kant dapat dikatakan sebagai seorang revolusioner karena dalam ranah Filsafat Immanuel Kant pengetahuan ia tidak memulai pengetahuan dari objek yang ada tetapi dari yang lebih dekat terlebih dahulu yaitu si pengamat objek (subjek). Dengan ini tambah lagi salah satu fungsi filsafat yaitu membongkar pemikiran yang sudah dianggap mapan dan merekonstruksikannya kembali menjadi satu yang fresh, logis, dan berpengaruh.

    ReplyDelete
  43. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam teori pengetahuan Kant menyiratkan bahwa pengajaran matematika seharusnya tidak hanya terdiri dalam menanamkan formula abstrak dan melakukan pertimbangan formal; Kita tidak dapat belajar matematika tanpa pemahaman yang menyeluruh sehingga dalam proses pengajaran matematika, kita harus mempertimbangkan baik sejarah dan filsafat (dengan metodologi) matematika yaitu teori pengetahuan dan landasan epistemologis matematika, karena mengabaikannya membuat pemahaman matematika bersifat dangkal dan tidak lengkap.

    ReplyDelete
  44. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Immanuela Kant, filsuf barat mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pokok dan pengetahuan segala pengetahuan yang mencakup 4 hal yakni apa yang dapat diketahui, dijawab oleh metafisika.Apa yang boleh dikerjakan dijawab oleh etika. Apa yang dinamakan manusia, dijawab oleh antropologi . Dan sampai dimana harapan kita, dijawab oleh agama.

    ReplyDelete
  45. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Didalam teori pengetahuan Immanuel Kant yang dibuat diagram oleh Bapak, saya melihat ada istilah a Priori dan a Posteriori dalam teori tersebut.

    ReplyDelete
  46. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    A Priori adalah pengetahuan yang diperoleh tanpa pengalaman, sebagai contoh pengetahuan tentang luar angkasa, meskipun belum pernah mendapatkan pengalaman pergi ke luar angkasa, tetapi pengetahuan tersebut dapat dipelajari.

    ReplyDelete
  47. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    A Posteriori adalah pengetahuan yang diperoleh berdasarkan pengalaman, contohnya ketika seseorang sudah pernah pernah mendaki, maka dia bisa mendeskripsikan pengetahuan tentang gunung yang telah didaki melalui pengalamannya.

    ReplyDelete
  48. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada peta teori pengetahuan menurut Immanuel Kant tersebut ada dua hal yang cukup familiar dan sering di singgung oleh Prof. Marsigit dalam perkuliahannya, yaitu a priori dan a posteriori. Letak a priori ada di atas, maksudnya adalah sesuatu yang digapai oleh akal pikiran atau bersifat abstrak, sedangkan a posteriori yang terletak dibawah maksudnya adalah pengalaman yang mampu digapai oleh hal-hal bersifat konkret.

    ReplyDelete