Nov 7, 2014

Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam Pikiran kita, ketika kita sedang berpikir?

Ass Wr Wb.



Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C di R 201 A Pasca Lama pk 07.30 sd 09.10, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya akan mengangkat tema tentang Teori Berpikir menurut kacamata filsafat. Untuk itu saya memberi pertanyaan yang sama kepada semua mahasiswa untuk dapat menjawab pertanyaan sesuai pendapat masing-masing secara spontan. Adapun secara spesifik pertanyaannya adalah :"Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir?".

Sebelum saya memberi kesempatan para mahasiswa untuk brainstrorming pendapat mereka, saya akan memberi pengantar terlebih dulu. Seperti yang telah saya sebut, bahwa pertanyaan saya itu termasuk dalam ranah Filsafat Ilmu yaitu tentang Teori Berpikir. Sementara kita juga menyadari bahwa untuk hal tersebut, juga terdapat kajian secara psikologis. Teori Berpikir secara filsafati merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran; sehingga dapat dimengerti bahwa sejak jaman kuno, sudah terdapat beberapa filsuf yang sebetulnya teori-teori yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai Teori Berpikir; beberapa diantara yang penting misalnya Teori Berpikir dari Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Socrates, Immanuel Kant, dst sampai era kontemporer.

Ternyata saya mendapati bahwa Teori Berpikir yang dimaksud di atas, tidak lain tidak bukan adalah metode filsafat untuk mengungkap sumber, pembenaran dan macam-macam ilmu. Dengan demikian saya dapat menyimpulkan bahwa Teori Berpikir yang dimaksud tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah Filsafat Ilmu itu sendiri atau boleh saya sebut sebagai Epistemologi.

Standar atau kriteria kebenaran berpikir filsafat adalah pikiran para filsuf itu sendiri. Sesuai dengan sifat, ketersediaan, jangkauan, kedalaman, dan keluasannya maka saya menemukan bahwa untuk menjawab pertanyaan di atas, kita dapat menggunakan Teori Berpikir dari Immanuel Kant. Untuk dapat melihat Teori Berpikir Immanuel Kant, silahkan akses ke:

http://powermathematics.blogspot.com/2014/11/teori-pengetahuan-menurut-immanuel-kant.html#links

Marilah kita mencoba mengetahui seberapa jauh dan mendalam apa yang dipikirkan oleh para mahasiswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa saya berusaha secara langsung menampung pendapat mereka dengan cara memberi kesempatan untuk menyampaikan secara lisan dari apa yang telah mereka siapkan secara tertulis, kemudian saya berusaha menuliskan kembali di kolom ini.

Para mahasiswa menjawab sebagai berikut:

"Dalam proses berpikir terdapat proses sintesis untuk menemukan jawaban dari yang mungkin ada menjadi ada; dalam proses berpikir terjadi kegiatan mengolah pola pikir; proses berpikir adalah memikirkan sesuatu yang dapat bersifat positif atau negatif; dalam proses berpikir terjadi proses pengolahan secara logis dan kritis yang dapat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan pengetahuan; dalam proses berpikir kita membayangkan objek pikir, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi; proses berpikir kita dipengaruhi oleh lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman; proses berpikir adalah proses mencari tahu hal-hal yang pernah dialami dan yang mungkin dialami; proses berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk menjawab subuah pertanyaan dengan melakukan sisntesis antara yang ada dan yang mungkin ada; proses berpikir adalah penggabungan antara pengetahuan atau pengalaman yang sudah kita peroleh dengan pengetahuan yang baru untuk memeroleh jawaban atau solusi dari suatu permasalahan sehingga diperoleh suatu keputusan; proses berpikir merupakan proses interaksi antara pengetahuan yang ada dengan pengetahuan yang baru atau dengan pengetahuan yang mungkin ada sehingga menghasilkan beberapa kemungkinan kesimpulan; proses berpikir adalah kegiatan mengolah informasi yang diperoleh melalui pancaindera dengan cara menganalisis dan mensintesis di dalam konteks lingkungannya; proses berpikir adalah kegiatan memeroleh kebenaran; proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki; proses berpikir terkait dengan pengalaman-pengalaman sehingga memeroleh intuisi-intuisi untuk dapat memeroleh kebanaran; proses berpikir adalah proses penalaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi; proses berpikir bermanfaat untuk memeroleh logos dan memerangi mitos sesuai ruang dan waktunya "sesampai-sampai akal dan pikiran"

Demikianlah hypothetical analyses dari para mahasiswa S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C. Namun perlu diketahui bahwa hypothetical analyses adalah suatu pendapat awal atau tesis-tesis awal yang kemudian perlu dicarikan anti-tesis anti-tesisnya. Untuk itulah perlunya kita merujuk atau merefer pendapat para filsuf.

Selanjutnya agar diperoleh wawasan pengetahuan yang lebih intensif dan ekstensif, saya persilahkan para pembaca yang budiman juga dapat memberi kontribusinya melalui kolom Comment. 

Demikian selamat berjuang. Semoga diperoleh kecerdasan hati dan pikir. Amin

Wss Wr Wb

Dosen ybs,

Marsigit








54 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Ketika berbicara dalam konteks filsafat, kita baru berbicara mengenai pendapat kita masing-masing, dan tidak ada yang sama dengan pemikiran masing-masing orang. Yang terjadi dalam pikiran kita saat kita sedang berpikir adalah mencoba untuk menemukan jawaban dari yang kita pikirkan, pikiran kita berusaha untuk menggali skema-skema yang telah tersusun dari pengalaman-pengalaman yang dialami selama ini.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Obyek pikir yang telah diucapkan ataupun ditulis berlaku sifat kontradiksi. Sehingga wajar saja jika adanya perbedaan pemikiran dan pendapat. Setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing.

    Dalam proses berpikir terdapat proses sintesis untuk menemukan jawaban dari suatu masalah yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah kita miliki.
    Seseorang yang berilmu, banyak membaca dan pengalamannya luas tentu berpikirnya lebih luas dan mendalam serta memiliki pola pikir yang lebih positif. Tujuan dari proses berpikir adalah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Proses berpikir trjadi apabila kita memeikirkan sesuatu, kita berpikir makanya kita ada, kita ada karena kita berpikir, jadi jika kita tidak berpikir maka kita taidak ada, dan kita tidak berada di ruang dan waktu yang sama, antara aku sama pikiranku. proses berpikir kita dipengaruhi oleh lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman; proses berpikir adalah proses mencari tahu hal-hal yang pernah dialami dan yang mungkin dialami; proses berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk menjawab subuah pertanyaan dengan melakukan sisntesis antara yang ada dan yang mungkin ada juga bagian dari berpikir itu.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ciri manusia yang masih hidup adalah berfikir. Berfikir dapat didefinisikan dalam banyak versi. Berfikir merupakan proses penggabungan antara pengalaman dan ilmu pengetahuan. Berfikir merupakan suatu proses untuk memecahkan masalah. Berfikir merupakan proses untuk memecahkan mitos, menggunakan logos. Berfikir ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berfikir positif dan negatif.
    Pemikiran seseorang dipengaruhi oleh banyak hal, terutama pengalaman. Orang yang pengalamannya luas tentu berfikirnya pun luas. Selain itu, pengetahuan, kebudayaan, lingkungan, serta iklim mempengaruhi cara orang berfikir pula. Contohnya, orang yang ada di lingkungan miskin, kebanyakan berfikir pendidikan tidaklah penting, yang terpenting adalah bekerja untuk menyambung hidup.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Berpikir adalah membuat sintesis antara tesis dan anti tesis. Sehingga dengan berpikir manusia mampu menemukan pengetahuan baru bagi dirinya. Ketika berpikir berarti ada elemen pada diri kita yang bekerja. Berpikir itu menggunakan otak untuk berlogika. Manusia memiliki kelebihan dengan mampu berpikir maka sudah kewajiban bagi diri kita untuk melakukannya. Kita mampu memikirkan berbagai masalah rumit sekalipun kalau ada usaha. Sangat disayangkan sekali manusia yang tidak mau menggunakan pemikirannya dalam menjalani hidup ini. Karena berpikir merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan hidup, jika sesorang malas berpikir maka ia akan dapat terjebak dalam mitos. Maka para filsuf adalah para pemikir yang hebat. Mereka mampu memikirkan segala sesuatu yang ada di kehidupan dengan usaha dan kekuatan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya juga ingin mengungkapkan bahwa dalam proses berpikir, terdapat penggabungan antara apa yang terjadi berupa pengalaman dengan logika manusia. Dalam perjalanannya, kombinasi keduanya terkadang memunculkan kontradiksi-kontradiksi yang memantik proses berpikir kritis dan kreatif manusia. Berpikir juga merupakan proses pembentukan tesis dan antitesis yang berhemenitika, artinya berlangsung dan berkembang sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  7. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Setelah membaca postingan ini saya menjadi mengerti bahwa setiap orang mengalami proses berfikir. Tidak hanya seorang filsuf saja yang bisa melakukan proses berfikir. Masing-masing orang berfikir dengan versi dirinya sendiri. Hal ini yang menyebabkan bahwa pendapat atau pemikiran orang yang satu dengan yang lain itu bisa berbeda-beda. Karena pada dasarnya, saat orang berfikir itu dia berusaha menemukan jawaban sesuai dirinya sendiri (bisa dari pengalaman, pengetahuan, lingkungan, waktu, dsb) tentang apa yang sedang di pikirkan.

    ReplyDelete
  8. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Tiada hidup tanpa berpikir, Manusia sepanjang hidupnya akan melakukan proses berpikir. Manusia berpikir karena memperoleh permasalahan dan ingin mencari tahu kebenaran terhadap suatu permasalahan tersebut. Jadi, apabila saya kaitkan dalam proses belajar mengajar. Apabila siswa diberikan suatu permasalahan dan siswa tersebut tidak ingin tahu kebenarannya maka siswa tersebut tidak melakukan proses berpikir.
    Manusia berpikir mengenai hal yang sudah terjadi dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi (belum terjadi), baik pemikiran positif maupun negatif. Perbedaan hasil pemikiran terjadi karena pengetahuan sebelumnya atau pengelaman-pengalaman yang diperoleh juga berbeda.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam proses berpikir dimana kita sedang mensintesiskan apa yang kita inginkan. Hal tersebut diperoleh dari pengalaman yang telah dialami, sedang dialami bahkan mungkin dialami. Tidak hanya itu wawasan atau pengetahuan juga oenting dan ikut terlibat di mensintesiskan. Oleh karena itu perbanyak wawasan dengan membaca. Baik itu dari media cetak maupun media elektronik seperti blog Prof ini.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berdasarkan artikel diatas saya akan mencoba memberikan pandangan sacara secara filsafat proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki sebelumnya, dimana terjadi gejolak didalam pikiran apakah informasi tersebut dapat diterima atau tidak, jika pikiran mengatakan diterima dan hati tidak maka akan terjadi kegonjangan, kadangkala hati kalah dengan pikiran dan bisa juga sebaliknya. Oleh karena itu hati perlu dukungan kuat agar selalu teguh pada pendirian selalu diarah yang bena. Selain itu yang terjadi dalam pikiran ketika berpikir juga sebuah proses berpikir terkait dengan pengalaman-pengalaman sehingga memeroleh intuisi-intuisi untuk dapat memeroleh kebanaran; intuisi dapat menolong pikiran dan hati dalam memutuskan informasi apa yang diterima dari kontradiksi yang ada.

    ReplyDelete
  11. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Teori berpikir yang dimaksudkan dalam wacana di atas merupakan metode untuk mengungkap sumber, pembenaran mengani sumber tersebut dan macam-macam ilmu. Epistemologi yang dimaksudkan sebagai filsafat ilmu. Proses berpikir seseorang mengenai suatu phenomena dilakukan untuk menyelidiki suatu objek dalam kehidupan manusia yang ada dan yang mungkin ada. Proses berpikir yang terjadi dengan menggabungkan antara pengalaman dan ilmu yang dipunyai oleh seseorang. Semakin banyak pengalaman dan ilmu maka hasil dari proses berpikirnya juga semakin mendalam.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Mengkaji apa yang terjadi pada pikiran ketika kita berpikir adalah pekerjaan yang tidak mudah. Karena pada saat yang sama kita memikirkan apa yang sedang terjadi ketika kita memikirkan apa yang akan terjadi ketika kita berpikir. Kemudian, sebelum saya mengenal filsafat seperti setelah mengikuti mata kuliah dengan pak Marsigit, saya telah mempelajari psikologis berpikir yang dijelaskan oleh Richard Skemp dari mata kuliah psikologi belajar matematika. Oleh karena itu, jika ingin membahas secara filsafat, kita harus membedakan dulu, beda kajian filsafat dan psikologis itu apa. Istilah psikologi sendiri telah dikenalkan pada zaman Aristoteles. Kemudian berkembang menjadi ilmu yang mempelajari atau yang mencari tahu sensasi apa yang terjadi ketika kita berpikir. Sehingga dalam bingkai filsafat, yang terjadi pada pikiran kita adalah menyusun informasi dari hasil tangkapan indera menjadi sebuah konsep yang disimpan, yang suatu ketika bisa dipanggil, dan bisa diubah. Proses memanggil konsep disebut dengan mengingat, proses mengubah konsep disebut dengan sintesis.

    ReplyDelete
  13. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Berpikir merupakan aktivitas yang penting sebagai manusia untuk menjadi manusia, karena pikiran memberi manusia pengetahuan yang dapat dipakainya sebagai pedoman dalam perbuatannya. Bila seseorang mengatakan bahwa dia sedang berpikir tentang sesuatu, ini mungkin berarti bahwa dia sedang membentuk gagasan umum tentang sesuatu, atau sedang menentukan sesuatu, atau sedang mempertimbangkan (mencari argumentasi) berkaitan dengan sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  14. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap manusia pasti mengalami proses berpikir. Namun, cara berpikir manusia itu berbeda-beda sesuai dengan ruang, waktu, pemahaman, pengetahuan, dan pengalamannya sendiri. Berpikir itu menurut saya adalah proses menemukan suatu penyelesaian berdasarkan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman manusia.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Di dalam pikiran kita, kita memikirkan semua hal yang ada dan mungkin ada. Dalam berpikir kita pasti melakukan identifikasi tesis dan anti tesis, lalu pikiran kita akan secara otomatis mensintesis antara tesis dan anti tesisnya. Kita akan menggabungkan pengalaman yang kita dapat dengan ilmu pengetahuan yang kita punya, sehingga kita bisa mensintesis antara pengalaman dan ilmu pengetahuan. Dan hal seperti itu terjadi secara terus menerus tanpa kita sadari. Baik itu tentang kehidupan di dunia sampai ke langit/spiritual.

    ReplyDelete
  16. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Yang terjadi di dalam pikiran kita ketika sedang berpikir secara filsafat adalah berpikir itu sendiri. Setiap manusia diciptakan dengan keunikan tertentu antara satu dengan yang lain. Tak heran bila masing-masing manusia memiliki pemikiran yang berbeda. Dan bukan masalah jika ada perbedaan dari pemikiran-pemikiran tersebut. Karena secara filsafat tak ada pemikiran yang dapat dikatakan salah.

    ReplyDelete
  17. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap manusia pasti mengalami kejadian atau disebut pengalaman. Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu manusia berpikir yaitu memikirkan pengalamannya. Ia berusaha mempertemukan antara berbagai teori yang ada dengan temuan yang dialami. Itulah berpikir menurut spontan yang saya pelajari dari kuliah etnomatematika.

    ReplyDelete
  18. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika seseorang sedang berpikir positif maupun berpikir negatif yang sedang dilakukannya adalah menggabungkan antara pengetahuan yang telah ia miliki sebelumnya dan juga pengalaman yang berkaitan dengan apa yang sedang dipikirkannya. Pengetahuan dan pengalaman tersebut saling dikaitkan untuk mendapatkan sebuah pemikiran. Pemikiran setiap orang berbeda-beda itu terjadi karena pengalaman dan pengetahuan setiap orang itu berbeda maka pikiran yang dihasilkan juga pasti akan berbeda.

    ReplyDelete
  19. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Setiap manusia lahir dengan segala potensi yang dimiliki, termasuk potensi pikiran. Namun, pada praktik pembelajaran, penggunaannya masih jauh dari optimal. Hal ini tercermin dari berbagai kesulitan yang muncul pada pembelajaran, seperti kesulitan dalam memusatkan perhatian atau mengingat, yang berujung pada rendahnya hasil pembelajaran. Dalam praktik pembelajaran di sekolah, kondisi ini masih diperburuk oleh praktik pembelajaran yang keliru, seperti pemberian tambahan pembelajaran baik di dalam maupun di luar sekolah. Padahal proses tersebut, hanya dapat bermakna repetisi dari proses pembelajaran sebelumnya dan tidak memberi nilai tambah bagi pemahaman siswa. Pembelajaran tidak hanya terbatas pada membaca buku atau mendengar pengajaran yang tidak memberi pemahaman. Pembelajaran melibatkan pemikiran yang bekerja yang bekerja secara asosiatif, sehingga dalam setiap pembelajaran terjadi penghubungan antar satu informasi dengan informasi yang lain. Pembelajaran sangat erat kaitannya dengan penggunaan otak sebagai pusat aktivitas mental mulai dari pengambilan, pemrosesan, hingga penyimpulan informasi. Dengan demikian, pembelajaran merupakan proses sinergisme antara otak, pikiran dan pemikiran untuk menghasilkan daya guna yang optimal.

    ReplyDelete
  20. Filsafat berarti mencari kebijaksanaan. Filsafat diperoleh dengan menggunakan cara berpikir yang benar. Saat berfilsafat berarti kita berpikir, tapi dalam berpikir itu tidak berarti berfilsafat. Hal ini disebabkan oleh berfilsafat berarti berpikir maksudnya bahwa dengan berfilsafat itu ada manfaat, makna, dan tujuannya, sehingga mudah untuk diwujudkan dari berpikir itu karena sudah ada panduan dan tujuan yang pasti. Tapi berpikir tidak berarti berfilsafat, karena isi dari berpikir itu belum tentu bermakna atau mempunyai tujuan yang pasti. Dalam berpikir yang berarti tidak berfilsafat, bisa saja yang kita pikirkan hanyalah khayalan. Berpikir filsafat untuk mencari kejelasan tentang suatu hal.

    ReplyDelete
  21. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    setiap orang itu bisa berpikir, dan setiap orang memiliki pola pemikiran yang berbeda beda. setiap orang memiliki keunikan masing masing dalam berpikir sehingga hasil pemikirannya pun berbeda beda dari orang yang satu dengan orang yang lain, ini namanya keberagaman, tidak masalah berbeda pola pemikiran karna setiap orang memiliki kebebasan untuk bepikir.

    ReplyDelete
  22. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Berpikir merupakan hal yang dilakukan semua orang didunia ini, untuk melakukan seesuatu pasti setiap orang itu berpikir dan mensintesiskan apa yang ia inginkan, melalui pengalaman yang dimiliki sehingga hasil pemikiran setiap orang dapat berbeda beda karena pengalaman yang dimiliki tentunya berbeda setiap orang.

    ReplyDelete
  23. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika kita sedang berfikir artinya kita sedang mencoba menyelesiakan suatu permasalahan, untuk itu dalam pikiran kita akan terdapa bagaimana solusi dalam memecahkan suatu permasalahan yang ada. Ketika manusia tidak berfikir , manusia akan menghadapai kehidupan yang penuh dengan permasalahan yang bertumpuk-tumpuk, untuk itu permasalahan harus diselesaikan dengan cara berfikir, berfikir dan dihadapi.

    ReplyDelete

  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016


    Saya membayangkan bahwa ketika kita sedang berpikir maka ada aktifitas elemen interactivity dalam otak kita. Semakin rumit hal yang kita pikirkan maka semakin tinggi elem interaktivty nya. Proses transpormasi pesan dari luar maupun dari hal yang sudah tersimpan dalam memori otak kita dilakukan melaui saraf. Berpikir meruapakan salah satu upaya untuk menghidupkan hidup, jika sesorang malas berpikir maka sesungguhnya ia akan terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  25. Elli Susilawati
    16709251073
    PmatD

    Manusia adalah makhluk sempurna yang dikaruniai kemampuan berpikir yang baik. Semua hal dapat terjadi dalam pikiran kita, kita dapat melakukan apapun dalam pikiran kita. Proses berpikir seperti yang disampaikan Prof adalah proses penalaran untuk memecahkan masalah, dengan berpikir kita dapat mencari solusi yang logis tentunya dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  26. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Proses berpikir terjadi setiap kali kita mendapatkan informasi baru. Berpikir merupakan salah satu ciri khas untuk seorang manusia. setiap manusia pasti berpikir, sebenar-benar manusia adalah mereka yang bepikir. Ketika kita berpikir atau melakukan olah pikir maka otak kita akan memproses nya, saraf yang ada di otak kita akan saling berhubungan untuk membentuk koneksi yang utuh. Oleh karena itu, proses berpikir merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan oleh manusia dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  27. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sering disinggung teori berpikir terkait teori kebenaran. Yang mencakup teori kebenaran adalah sebagaiberikut:
    - Korespondensi: sebuah pertanyaan dikatakan benar bila sesuai dengan faka atau kenyataan. Digunakan logika induksi.
    - Koherensi: sebuah pertanyaan dikatakan benar bila konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Digunakan logika induksi.
    - Pragmatik: sebuah pertanyaan dikatakan benar bila berguna (fungsional) dalam situasi praktis. Pragmatik ini bisa digunakan sebagi titik temu antara korespondensi dan koherensi.
    Sehingga sebenar-benarnya pemikiran seseorang adalah apa yang ia anggap benar.

    ReplyDelete
  28. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika kita berpikir, yang terjadi dalam pikiran kita adalah proses berpikir. Dari artikel di atas, menyebutkan bahwa proses berpikir adalah proses penggabungan antara pengetahuan atau pengalaman yang sudah ada dengan pengetahuan baru. Maka dari itu, hasil pemikiran setiap orang berbeda-beda karena pengalaman yang sudah ada atau sudah pernah dialami setiap orang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  29. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan pengalaman itu penting, keduanya saling melengkapi. Sudah seharusnya kita semangat dalam mencari ilmu dan pengalaman. Ketika keduanya berjalan beriringan, proses berpikir kita juga akan lebih baik sehingga kita dapat mencapai kehidupan terbaik.

    ReplyDelete
  30. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam belajar filsafat berarti melatih olah pikir. Berfikir merupakan mengkombinasikan antara pengetahuan yang dimiliki dengan segala sesuatu yang pernah dilakukan (pengalaman). Mengenai apa yang terjadi di dalam pikiran ketika sedang berpikir adalah menentukan hal mana yang akan digunakan/ diterapkan untuk segala sesuatunya dengan segala akibatnya. Sehingga orang yang mempunyai wawasan dan pengalaman yang luas, maka akan dapat berpikir dengan luas juga.

    ReplyDelete
  31. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. ketika berfikir, maka otak akan mengeluarkan ilmu-ilmu dan pengetahuan yang telah didapat sebelumnya. Pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada itu terjalin untuk memikirkan pengetahuan yang baru yang sedang di pikirkan. Berpikir itu untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang sedang dipikirkan.

    ReplyDelete
  32. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Proses berpikir merupakan proses interaksi antara pengetahuan yang ada dengan pengetahuan yang baru atau dengan pengetahuan yang mungkin ada sehingga menghasilkan beberapa kemungkinan kesimpulan.
    Proses berpikir adalah kegiatan mengolah informasi yang diperoleh melalui pancaindera dengan cara menganalisis dan mensintesis di dalam konteks lingkungannya.
    Proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki.
    proses berpikir terkait dengan pengalaman-pengalaman sehingga memeroleh intuisi-intuisi untuk dapat memperoleh kebenaran.

    ReplyDelete
  33. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara filsafat berpikir dijelaskan dalam tulisan ini merupakan suatu proses mencari pembenaran. Proses berpikir setiap orang berbeda-beda tergantung bidang, kedalaman pengetahuan, lingkungan serta pengalaman seseorang itu sendiri. Misal saja untuk objek candi Borobudur bagi seorang arkeolog memandang candi berbeda dengan seorang seniman begitu juga dengan pendidik.

    ReplyDelete
  34. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam tulisan ini dinyaatakan bahwa berpikir merupakan suatu proses sinkronisasi antara ilmu yang telah kita pelajari dengan pengalaman baik yang bertujuan untuk menarik simpulan, memecahkan masalah ataupun mencari pembenaran terhadap segala sesuatu yang menjadi pertanyaan dalam diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  35. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika kita berlebihan memikirkan sesuatu akan membuat akibat yang kurang bermanfaat antara lain
    1. Membuat Anda tidak bahagia
    2. Kontra Produktif
    3. Tidak menyelesaikan masalah
    4. Masalah kecil jadi besar
    5. Timbul rasa pesimis
    6. Stress
    7. Mengganggu kesehatan

    ReplyDelete
  36. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia diciptakan dengan kelebihan dari makhluk makhluk lainnya yaitu akal dan pikiran. Dengan adanya akal dan pikiran tersebut Allah sesungguhnya menghendaki kita untuk slalu berfikir, salah satunya dengan menuntut ilmu karena menuntut ilmu termasuk salah satu cara kita beriman kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah SWT telah memberikan akal dan pikiran, hendaknya kita sebagai manusia memanfaatkan yang telah diberikan Allah SWT tersebut sebaik-baiknya dengan cara slalu berfikir. Berfikir untuk menyelesikan masalah-masalah yang ada agar tercipta kehidupan yang tentram, tanpa kita berfikir untuk menemukan solusi hidup akan mengalami keterpurukan. Masalah akan terus menerus bertambah dan akhirnya kejiwaan dapat terganggu.

    ReplyDelete
  38. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan tulisin di atas, yang terjadi dalam proses berpikir yaitu mengaitkan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh di masa lalu. Kemudian dengan pengalaman yang dimiliki dapat memperoleh intuisi-intuisi untuk dapat memeroleh kebanaran

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Proses berpikir merupakan untuk berusaha menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan ini. Dengan permasalahan yang dihadapi di kehidupan sehari-sehari, semakin matang seseorang dan tingkat kemampuannya tinggi maka akan cepat proses berpikirnya.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika kita sedang berpikir berarti kita menggabungkan pengetahuan yang ada dengan pengetahuan yang mungkin ada sehingga melahirkan analisis-analisis baru untuk membuat kesimpulan. Kesimpulan-kesimpulan ini digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan kita sehari-hari denag bijak.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia merasa mampu memikirkan segalanya. Akan tetapi, pemikiran manusia itu terbatas dan tidak bisa mengatahui segala hal tentang di dunia ini. Jika manusia merasa tahu segalanya maka itu sifat sombong. Manusia bersifat terbatas, hanya Allah Maha Tahu segalanya.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Dalam proses menjawab dari pertanyaan yang diajukan pikiran kita akan berusaha memanggil skema skeman yang telah ada dalm pikiran, sehingga satu sama lain pemikiran orang itu akan berbeda, hal tersebut adalah keunikan dari manusai itu sendiri.dan proses berpikir ini akan selalui kita lakukan, semua manusai akan berikir untuk menjalanimkehidupan.

    ReplyDelete
  43. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Orang yang berpikir filsafat paling tidak harus mengindahkan ciri-ciri berpikir sebagai berikut antara lain Berpikir filsafat Radikal, yaitu berpikir sampai keakar-akarnya, sampai pada hakekat atau sustansi, esensi yang dipikirkan. Sifat filsafat adalah radikal atau mendasar, bukan sekedar mengetahui mengapa sesuatu menjadi demikian, melainkan apa sebenarnya sesuatu itu, apa maknanya. Dan selanjutnya yaitu Berpikir filsafat Universal, yaitu berpikir kefilsafatan sebagaimana pengalaman umumnya.

    ReplyDelete
  44. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Contoh dari berpikir filsafat universal yaitu misalnya melakukan penalaran dengan menggunakan rasio atau empirisnya, bukan menggunakan intuisinya. Sebab, orang yang dapat memperoleh kebenaran dengan menggunakan intuisinya tidaklah umum di dunia ini. Hanya orang tertentu saja.

    ReplyDelete
  45. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jangan pernah menyalahkan pemikiran seseorang, karena berdasarkan tulisan di atas, berpikir itu menggabungkan antara pengetahuan yang sudah ada dan pengalaman yang pernah dialami, jadi akan menghasilkan pemikiran yang berbeda-beda pula. Bahkan filsafat saja memiliki berbagai macam aliran filsafat dengan pemikiran filsuf yang berbeda-beda, bahkan saling bertentangan. Sebagai contohnya, Rene Descartes memiliki aliran Rasionalisme yaitu mengagungkan logika, dan David Hume yang memiliki aloran Empiricism yaitu mengagungkan pengalaman. Walaupun bertentangan, bukan berarti salah satunya salah, keduanya benar, karena pemikiran keduanya berdasarkan pengetahuan yang sudah ada dan pengalaman yang pernah dilalui.

    ReplyDelete
  46. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yang terjadi dalam pikiran kita ketika kita melakukan proses berpikir adalah otak kita akan menggabung-gabungkan pengetahuan-pengetahuan yang telah tersimpan di dalam otak yang telah dimiliki manusia dan juga pengalaman-pengalaman yang dialami oleh manusi. Yang pada akhirnya manusia menarik kesimpulan atas gabungan dari pengetahuan dan juga pengalaman sebagai jawaban atas apa yang dipikirkannya.

    ReplyDelete
  47. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia berfikir atas dasar pengetahuan dan pengalaman yang dialaminya dalam kehidupan seharinya masing-masing dengan hal tersebut manusia melakukan proses pengabungan yang nantinya menjadi sebuah kesimpulan atas apa yang dipikirkannya.

    ReplyDelete
  48. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam pikiran terdapat proses membangun atau mengkonstruk ilmu atau ilmu pengetahuan yang lalu sehingga membentuk suatu ilmu atau ilmu pengetahuan yang baru. Berpikir bukan merupakan hal yang mudah. Berpikir akan menghasilkan suatu pemikiran yang berkualitas pada ruang dan waktu yang tepat

    ReplyDelete
  49. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia merupakan makhluk sempurna di dalam ketidaksempurnaan. Karena ketidaksempurnaan ini, kita hanya dapat berpikir mengenai satu hal. Pikiran kita tidak bisa berpikir multitasking. Oleh karena itu, jika kita melakukan sesuatu harus dengan sungguh-sungguh supaya hasil yang kita peroleh maksimal

    ReplyDelete
  50. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berpikir adalah proses berkelanjutan tentang bagaimana menggali kebenaran dengan menggabungkan informasi-informasi yang telah ada berkaitan dengan kelima panca indera kita sehingga terbentuklah suatu informasi baru yang relevan terhadap suatu permasalahan. Informasi baru yang terbentuk ini nantinya akan berperan sebagai input dalam proses berpikir yang berkelanjutan. Semakin relevan suatu informasi yang kota dapatkan, maka akan semakin dekat kita terhadap kebenaran itu sendiri yang merupakan esensi dari berpikir.

    ReplyDelete
  51. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pengetahuan itu diataskan a priori dan a postrion yang masih belum sempurna terhadap pengetahuan saya ini. Namun dari yang saya amati dalam gambar ini dalam link tersebut. Pengetahuan itu seperti wadah da nisi saling berhubungan dan bersifat hirarki. Dimana dalam menuju langit manusia harus menginjakan ilmunya terlebih dahulu di bumi. Namun jika manusia dengan ilmunya yang sedikit langsung menuju langist maka sebenar-benarnya dia adalah mitos. Sehingga dalam berpikir otak manusia secara parallel mimikirkan segala kemungkinan yang ada dan yang munkin ada dan hanya secara seri yang terproses itu diucapkan.

    ReplyDelete
  52. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Partap Sing Mehra memberikan definisi berfikir (pemikiran) yaitu mencari sesuatu yang belum diketahui berdasarkan sesuatu yang sudah diketahui. Definisi ini mengindikasikan bahwa suatu kegiatan berfikir baru mungkin terjadi jika akal/pikiran seseorang telah mengetahui sesuatu, kemudian sesuatu itu dipergunakan untuk mengetahui sesuatu yang lain, sesuatu yang diketahui itu bisa merupakan data, konsep atau sebuah idea, dan hal ini kemudian berkembang atau dikembangkan sehingga diperoleh suatu yang kemudian diketahui atau bisa juga disebut kesimpulan. Dengan demikian kedua definisi yang dikemukakan akhli tersebut pada dasarnya bersifat saling melengkapi. Berfikir merupakan upaya untuk memperoleh pengetahuan dan dengan pengetahuan tersebut proses berfikir dapat terus berlanjut guna memperoleh pengetahuan yang baru, dan proses itu tidak berhenti selama upaya pencarian pengetahuan terus dilakukan.

    ReplyDelete
  53. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berpikir dalam kacamata filsafat adalah proses pemikiran setiap individu itu sendiri. Tidak ada patokan benar dan salah karena memang setiap orang meiliki pemikirannya sendiri yang berbeda-beda. Sesuai dengan sifat, pengalaman, logika, ruang, waktu dan sebagainya, untuk menemukan suatu jawaban.

    ReplyDelete
  54. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seseorang berpikir untuk menemukan jawaban atau kebenaran atas suatu hal. Pada saat berpikir itu juga pastilah terjadi interaksi antara teori dan pengalaman seseorang untuk menemukan jawaban yang sesuai dengan dirinya. Hal inilah yang menjadikan jawaban atau pendapat setiap orang berbeda-beda.

    ReplyDelete