Nov 7, 2014

Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam Pikiran kita, ketika kita sedang berpikir?

Ass Wr Wb.



Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C di R 201 A Pasca Lama pk 07.30 sd 09.10, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya akan mengangkat tema tentang Teori Berpikir menurut kacamata filsafat. Untuk itu saya memberi pertanyaan yang sama kepada semua mahasiswa untuk dapat menjawab pertanyaan sesuai pendapat masing-masing secara spontan. Adapun secara spesifik pertanyaannya adalah :"Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir?".

Sebelum saya memberi kesempatan para mahasiswa untuk brainstrorming pendapat mereka, saya akan memberi pengantar terlebih dulu. Seperti yang telah saya sebut, bahwa pertanyaan saya itu termasuk dalam ranah Filsafat Ilmu yaitu tentang Teori Berpikir. Sementara kita juga menyadari bahwa untuk hal tersebut, juga terdapat kajian secara psikologis. Teori Berpikir secara filsafati merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran; sehingga dapat dimengerti bahwa sejak jaman kuno, sudah terdapat beberapa filsuf yang sebetulnya teori-teori yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai Teori Berpikir; beberapa diantara yang penting misalnya Teori Berpikir dari Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Socrates, Immanuel Kant, dst sampai era kontemporer.

Ternyata saya mendapati bahwa Teori Berpikir yang dimaksud di atas, tidak lain tidak bukan adalah metode filsafat untuk mengungkap sumber, pembenaran dan macam-macam ilmu. Dengan demikian saya dapat menyimpulkan bahwa Teori Berpikir yang dimaksud tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah Filsafat Ilmu itu sendiri atau boleh saya sebut sebagai Epistemologi.

Standar atau kriteria kebenaran berpikir filsafat adalah pikiran para filsuf itu sendiri. Sesuai dengan sifat, ketersediaan, jangkauan, kedalaman, dan keluasannya maka saya menemukan bahwa untuk menjawab pertanyaan di atas, kita dapat menggunakan Teori Berpikir dari Immanuel Kant. Untuk dapat melihat Teori Berpikir Immanuel Kant, silahkan akses ke:

http://powermathematics.blogspot.com/2014/11/teori-pengetahuan-menurut-immanuel-kant.html#links

Marilah kita mencoba mengetahui seberapa jauh dan mendalam apa yang dipikirkan oleh para mahasiswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa saya berusaha secara langsung menampung pendapat mereka dengan cara memberi kesempatan untuk menyampaikan secara lisan dari apa yang telah mereka siapkan secara tertulis, kemudian saya berusaha menuliskan kembali di kolom ini.

Para mahasiswa menjawab sebagai berikut:

"Dalam proses berpikir terdapat proses sintesis untuk menemukan jawaban dari yang mungkin ada menjadi ada; dalam proses berpikir terjadi kegiatan mengolah pola pikir; proses berpikir adalah memikirkan sesuatu yang dapat bersifat positif atau negatif; dalam proses berpikir terjadi proses pengolahan secara logis dan kritis yang dapat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan pengetahuan; dalam proses berpikir kita membayangkan objek pikir, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi; proses berpikir kita dipengaruhi oleh lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman; proses berpikir adalah proses mencari tahu hal-hal yang pernah dialami dan yang mungkin dialami; proses berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk menjawab subuah pertanyaan dengan melakukan sisntesis antara yang ada dan yang mungkin ada; proses berpikir adalah penggabungan antara pengetahuan atau pengalaman yang sudah kita peroleh dengan pengetahuan yang baru untuk memeroleh jawaban atau solusi dari suatu permasalahan sehingga diperoleh suatu keputusan; proses berpikir merupakan proses interaksi antara pengetahuan yang ada dengan pengetahuan yang baru atau dengan pengetahuan yang mungkin ada sehingga menghasilkan beberapa kemungkinan kesimpulan; proses berpikir adalah kegiatan mengolah informasi yang diperoleh melalui pancaindera dengan cara menganalisis dan mensintesis di dalam konteks lingkungannya; proses berpikir adalah kegiatan memeroleh kebenaran; proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki; proses berpikir terkait dengan pengalaman-pengalaman sehingga memeroleh intuisi-intuisi untuk dapat memeroleh kebanaran; proses berpikir adalah proses penalaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi; proses berpikir bermanfaat untuk memeroleh logos dan memerangi mitos sesuai ruang dan waktunya "sesampai-sampai akal dan pikiran"

Demikianlah hypothetical analyses dari para mahasiswa S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C. Namun perlu diketahui bahwa hypothetical analyses adalah suatu pendapat awal atau tesis-tesis awal yang kemudian perlu dicarikan anti-tesis anti-tesisnya. Untuk itulah perlunya kita merujuk atau merefer pendapat para filsuf.

Selanjutnya agar diperoleh wawasan pengetahuan yang lebih intensif dan ekstensif, saya persilahkan para pembaca yang budiman juga dapat memberi kontribusinya melalui kolom Comment. 

Demikian selamat berjuang. Semoga diperoleh kecerdasan hati dan pikir. Amin

Wss Wr Wb

Dosen ybs,

Marsigit








25 comments:

  1. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Filsafat artinya olah pikir. Maka semua perkataanmu, perbuatanmu, tulisanmu adalah bayangan dari pikiranmu. Berpikir artinya proses mensintesis yaitu dengan cara menemukan anti tesis. Tesis dan anti tesis tergantung dari apa yang kita pikirkan. Berpikir juga berarti menyatukan antara logika dan pengalaman. Maka saat kita berpikir berarti kita secara sadar mengkritisi kenyataan yang ada berdasarkan hasil olah pikir yang kita lakukan. Berpikir juga berarti kita mencari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada serta menyatukan dengan ruang dan waktu yang tepat. Di samping itu, ketika kita berpikir juga berarti kita sedang berusaha menemukan kontradiksi untuk membangun pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  2. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Manusia hanya berhenti berpikir ketika tidur dan mati. Sehingga, apapun yang dilihat, didengar, dirasa, diraba, dan dicium akan menjadi obyek dalam pikirannya. Maka, semua itu akan berputar-putar didalam pikiran dan saling saut-menyaut satu dengan yang lainnya. Di dalam pikiran manusia terdapat kategori-kategori yang diperoleh dari pengalamannya, ketika terdapat hal baru yang ditemukan, hal baru tersebut akan bergabung bersama dengan kategori-kategori yang sudah ada sebelumnya. Oleh sebab itu, setiap saat dan setiap waktu pikiran kita selalu bekerja dan bekerja sesuai dengan dewanya, yaitu kita sendiri.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Apa yang sedang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir?
    Yang dilakukan pikiran kita ketika sedang berpikir adalah yang pertama, pikiran kita berhasil mendapatkan tesis-tesis yang akan diproses. Kemudian setelah tesis-tesis tersebut ditemukan maka pikran kita akan mencaoba mencari anti tesisnya dan pikiran akan berusaha bersintesis. Karena berpikir sesungguhnya merupakan sarana untuk mengungkap kebenaran.

    ReplyDelete
  4. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Menurut Immanuel Kant di dalam kerangka berfikir manusia terdapat dua jenis pemahaman yaitu pemahaman Apriori dan Aposteriori. Secara etimologis apriori berarti “dari hal yang lebih dulu” dan aposteriori adalah “dari hal yang kemudian”. Kant menganggap pembedaan antara aposteriori dan apriori sebagai pembedaan antara apa yang berasal dari pengalaman dan apa yang tidak berasal dari pengalaman, atau apakah suatu konsep dapat dibuktikan kebenarannya dengan memberikan alasan atau tidak. Pembedaan tersebut selanjutnya berkembang menjadi pembedaan antara pengetahuan empiris dan pengetahuan yang bukan empiris.

    ReplyDelete
  5. Latifah Fitriasari/17709251055

    Faktor-faktor pendorong timbulnya filsafat dan ilmu setiap kejadian atau peristiwa pada dasarnya tidak dapat lepas dari peristiwa-peristiwa lain. Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. Belajar filsafat adalah sarana latihan untuk berpikir sendiri, memberikan dasar-dasar untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya. Dengan kata lain, konteks filsafat ilmu sebagai ilmu tentang konsep kehidupan manusia akan lebih disempitkan atau dibatasi pada kerangka berpikir pembentukan manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  6. Insan A N/PPs PmC 2017
    Proses berpikir secara filsafat berarti memanggil kembali hasil-hasil olah piker yang telah dilakukan untuk kemudian di cocokkan, di analisis, di sintesis menjadi hasil pikiran baru. Pikiran mencari pola-pola, aturan, sinergi yang cocok untuk kemudian mampu melakukan kegiatan berpikir.

    ReplyDelete
  7. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ketika kita sedang berpikir, yang terjadi dalam pikiran kita adalah mereka mengolah segala sesuatu yang ada dalam otak, membentuk skema, pola, gambaran agar menghasilkan interpretasi-interpretasi yang akan membentuk tindakan. Ketika berpikir, pikiran akan senantiasa mencari keterkaitan atau mencari hubungan dari semua memori yang dimiliki. Proes berpikir akan dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah pengalaman, pengetahuan dan lingkungan.

    ReplyDelete
  8. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel tersebut diketahui bahwa ketika sedang berpikir maka yang terjadi dalampikiran kita adalah sedang berfilsafat. Karena teori berpikir tidak lain tidak bukan adalah merupakan filsafat ilmu sendiri maka berpikir adalah prose mengada. Proses mengada dari yang mungkin ada menjadi ada. Karena dengan berpikir maka kita mampu mengadakan kebutuhan kita sehari hari.

    ReplyDelete
  9. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ketika sedang berpikir, pikiran kita sedang menelisik, mengidentifikasi, menyadari apa yang selama ini kita pahami, apa yang belum kita pahami, dan apa yang baru saja kita pahami dan kemudian menginteraksikan kesemuanya sehingga membangun sebuah pengetahuan. Akan tetapi ketika kita memutuskan untuk “menyerah” atau “berhenti berpikir” maka pengetahuan yang diperoleh hanya akan sekedar mitos dan tidak ada pengetahuan yang akan diperoleh. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  10. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Makna dari proses berpikir yang dapat saya tangkap dari penjelasan diatas ialah bahwa proses berikir merupakan proses untuk menggunakan semua pengalaman dan berbagai ilmu yang telah kita punya untuk menghadapi berbagai masalah dan mencari solusi guna mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari proses berpikir ialah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berpikir merupakan proses bekerjanya otak mengolah dan menterjemahkan informasi (stimulus) yang masuk melalui panca indra. Sedangkan filsafat sendiri memiliki makna sebagai olah pikir. Sehingga saat kita sedang berpikir sejatinya bahwa kita sedang berfilsafat. Berpikir artinya proses mensintesis yaitu dengan cara menemukan anti tesis. Tesis dan anti tesis berhubungan dengan apa yang kita pikirkan. Berpikir juga berarti menyatukan antara logika dan pengalaman.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Menyambung komentar saya sebelumnya. Berfilsafat berarti berpikir. Namun demikian, tidak semua aktivitas berpikir dapat disebut berfilsafat. Oleh karena itu, butuh ciri dan butuh karakter tertentu dalam berpikir filsafat. Berpikir menurut filsafat memiliki empat ciri yaitu:
    1. Radikal,berpikir sampai ke akar-akar persoalan
    2. Sistematik,berpikir logis,yang bergerak selangkah demi selangkah (step by step),penuh kesadaran,berurutan dan penuh rasa tanggung jawab
    3. Universal,artinya berpikir menyeluruh,tidak terbatas
    4. Spekulatif mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang di hadapi
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  13. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika kita sedang melakukan sebuah pekerjadaan dalam pikiran kita, maka hal tersebut akan meberikan dampak juga terhadap apa yang akan dilakukan. Pada dasarnya, jika pikiran bekerja, maka perbuatan juga akan selaras sesuai dengan apa yang dipikirkan. Begitujuga dengan mala. Ketika pikiran bekerja memproses pemikiran malas, maka perbuatan untuk malas juga akan dilakukan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  14. Eka Luthfiana LAthifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Pikiran adalah bentuk energi paling kuat di alam semesta. Kekuatan dari pikiran dapat membuat hidup menjadi beragam. filsafat merupakan apa yang kita fikirkan. jadi jika kita sedang berpikir maka kita sedang berfilsafat. proses berpikir merupakan suatu proses membuat pola, skema untuk menghadapi sesuatu yang akan atau sedang terjadi dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  15. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kekuatan pikiran sangat besar. pikiran dapat mempengaruhi tingkah laku kita. dalam berpikir kita juga harus memperhatikan kemampuan kita, jika sampai overload nanti bisa stres, karena tidak mampu menahan pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  16. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Ketika kita sedang berpikir maka terjadi penggabungan dari berbagai elemen dalam pikiran kita, yakni pengetahuan, subyektifitas, permasalahan di berbagai hal, pengalaman, sudut pandang dan keyakinan. Ketika kita sedang berpikir kita juga akan memprioritaskan satu elemen. Terkadang kita berpikir tentang hal yang sama namun dengan subyektifitas yang berbeda, akan menciptakan pemikiran yang berbeda juga

    ReplyDelete
  17. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. ketika berfikir, maka otak akan mengeluarkan ilmu-ilmu dan pengetahuan yang telah didapat sebelumnya. Pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada itu terjalin untuk memikirkan pengetahuan yang baru yang sedang di pikirkan. Berpikir itu untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang sedang dipikirkan.

    ReplyDelete
  18. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Ketika berfikir otak melakukan suatu usaha untuk mengolah segala informasi yang diperoleh, sehingga nantinya menemukan suatu kesimpulan. Olah pikir terjadi untuk mencari sumber mendasar dari suatu pemikiran, sehingga timbul suatu pengertian. Pikiran itu akan berusaha mengsinkronkan atau mencari hubungan antara informasi yang baru, dengan pengalaman ataupun pengetahuan sebelumnya. Sehingga disini terlihat olah pikir merupakan sebuah hubungan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dari penjelasan di atas saya dapat menangkap makna dari proses berpikir. Yang dapat saya tangkap adalah bahwa proses berpikir adalah proses untuk menggunakan semua pengalaman dan ilmu-ilmu yang telah kita miliki untuk digunakan dalam menghadapi masalah-masalah dan mencari solusinya untuk mengatasi masalah tersebut.
    Tujuan dari proses berpikir adalah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Dalam ilmu filsafat yang terpenting adalah unsur pemikiran itu sendiri. Manusia akan selalu berfikir, dari proses berfikir akan menimbulkan hasil berfikir berupa filsadat. Karena pikiran manusia adalah sumber dari filsafat itu sendiri. Hasil filsafat adalah hasil dari ekstrak pemikiran.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  21. Shelly LUbis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Sebenar-benar berpikir adalah tidak pernah selesai. Sebelum kita selesai berpikir tentang sesuatu, kita harus menyelesaikan setengah bagian dari berpikir. sebelum sampai pada setengah bagian dari berpikir, kita harus melewati setengah dari setengah bagian berpikir itu, dan begitu seterusnya. dengan demikian berpikir tidak akan pernah selesai.

    ReplyDelete
  22. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Beberapa pendapat para tokoh mengenai berpikir. Menurut Neiser berpikir adalah kegiatan manusia untuk mengetahui , memperoleh, mengorganisasikan dan menggunakan pengetahuan. Sedangkan menurut Anderson, berpikir adalah memahami mekanisme dalam berfikir manusia. Berpikir adalah hal yang selalu dilakukan setiap saat dan juga wajib. Tanpa berpikir kita manusia tidak dapat melakukan hal apapaun. Karena sumber dari tindakan kita tidak lain adalah dari berpikir. Jika manusia tidak berpikir manusia itu bisa saja dikatakan lumpuh karena ia tidak dapat memanfaatkan fungsi otak kita untuk berpikir.

    ReplyDelete
  23. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Apakah kita berfikir saat kita sedang berfikir? Berfikir adalah olah akal dan logos untuk menemukan suatu jawaban. Berfikir ada dua macam yaitu berfikir maju dan berfikir masa lalu. Ketika kita berfikir masa lalu maka kita me-recall apa yang sudah kita ketahui sebelumnya. Dan ketika kita berfikir masa depan kita melakukan analisis atas apa yang kita telah lakukan. Tapi Prof. Marsigit mengatakan bahwa kita jangan nggege mongso, atau mendahului kehendak Allah SWT dengan melakukan justifikasi kepada suatu objek.

    ReplyDelete
  24. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Proses berpikir berarti mengadakan yang mungkin ada menjadi ada. Proses mengadakan yang mungkin ada menjadi ada melibatkan logika dan pengalaman. Ketika kita berpikir kita mencocokkan antara pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lain, antara pengetahuan dengan pengalaman uang kita miliki. Semakin banyak pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki, maka semakin kompleks pula pikiran kita karena semakin banyak jalinan-jalinan informasi yang ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Bentuk keistimewaan dari manusia dibandingkan makhluk lainnya adalah kemampuannya dalam berpikir. Tidak dapat diragukan lagi bahwa berpikir merupakan cara manusia dalam bertahan hidup. Hidup yang dimaksud tentu dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Apa dan bagaimana proses berpikir manusia ini dapat menentukan kualitas seorang manusia. Karena derajat seorang manusia selain dinilai dari keimanannya juga dinilai dari pemikirannya.

    ReplyDelete