Nov 7, 2014

Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam Pikiran kita, ketika kita sedang berpikir?

Ass Wr Wb.



Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C di R 201 A Pasca Lama pk 07.30 sd 09.10, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya akan mengangkat tema tentang Teori Berpikir menurut kacamata filsafat. Untuk itu saya memberi pertanyaan yang sama kepada semua mahasiswa untuk dapat menjawab pertanyaan sesuai pendapat masing-masing secara spontan. Adapun secara spesifik pertanyaannya adalah :"Secara filsafat, apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir?".

Sebelum saya memberi kesempatan para mahasiswa untuk brainstrorming pendapat mereka, saya akan memberi pengantar terlebih dulu. Seperti yang telah saya sebut, bahwa pertanyaan saya itu termasuk dalam ranah Filsafat Ilmu yaitu tentang Teori Berpikir. Sementara kita juga menyadari bahwa untuk hal tersebut, juga terdapat kajian secara psikologis. Teori Berpikir secara filsafati merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran; sehingga dapat dimengerti bahwa sejak jaman kuno, sudah terdapat beberapa filsuf yang sebetulnya teori-teori yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai Teori Berpikir; beberapa diantara yang penting misalnya Teori Berpikir dari Rene Descartes, David Hume, Aristoteles, Plato, Socrates, Immanuel Kant, dst sampai era kontemporer.

Ternyata saya mendapati bahwa Teori Berpikir yang dimaksud di atas, tidak lain tidak bukan adalah metode filsafat untuk mengungkap sumber, pembenaran dan macam-macam ilmu. Dengan demikian saya dapat menyimpulkan bahwa Teori Berpikir yang dimaksud tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah Filsafat Ilmu itu sendiri atau boleh saya sebut sebagai Epistemologi.

Standar atau kriteria kebenaran berpikir filsafat adalah pikiran para filsuf itu sendiri. Sesuai dengan sifat, ketersediaan, jangkauan, kedalaman, dan keluasannya maka saya menemukan bahwa untuk menjawab pertanyaan di atas, kita dapat menggunakan Teori Berpikir dari Immanuel Kant. Untuk dapat melihat Teori Berpikir Immanuel Kant, silahkan akses ke:

http://powermathematics.blogspot.com/2014/11/teori-pengetahuan-menurut-immanuel-kant.html#links

Marilah kita mencoba mengetahui seberapa jauh dan mendalam apa yang dipikirkan oleh para mahasiswa untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa saya berusaha secara langsung menampung pendapat mereka dengan cara memberi kesempatan untuk menyampaikan secara lisan dari apa yang telah mereka siapkan secara tertulis, kemudian saya berusaha menuliskan kembali di kolom ini.

Para mahasiswa menjawab sebagai berikut:

"Dalam proses berpikir terdapat proses sintesis untuk menemukan jawaban dari yang mungkin ada menjadi ada; dalam proses berpikir terjadi kegiatan mengolah pola pikir; proses berpikir adalah memikirkan sesuatu yang dapat bersifat positif atau negatif; dalam proses berpikir terjadi proses pengolahan secara logis dan kritis yang dapat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan pengetahuan; dalam proses berpikir kita membayangkan objek pikir, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi; proses berpikir kita dipengaruhi oleh lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman; proses berpikir adalah proses mencari tahu hal-hal yang pernah dialami dan yang mungkin dialami; proses berpikir adalah kegiatan menggabungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang kita peroleh untuk menjawab subuah pertanyaan dengan melakukan sisntesis antara yang ada dan yang mungkin ada; proses berpikir adalah penggabungan antara pengetahuan atau pengalaman yang sudah kita peroleh dengan pengetahuan yang baru untuk memeroleh jawaban atau solusi dari suatu permasalahan sehingga diperoleh suatu keputusan; proses berpikir merupakan proses interaksi antara pengetahuan yang ada dengan pengetahuan yang baru atau dengan pengetahuan yang mungkin ada sehingga menghasilkan beberapa kemungkinan kesimpulan; proses berpikir adalah kegiatan mengolah informasi yang diperoleh melalui pancaindera dengan cara menganalisis dan mensintesis di dalam konteks lingkungannya; proses berpikir adalah kegiatan memeroleh kebenaran; proses berpikir adalah proses terjadinya kontradiksi atau konsistensi antara informasi yang baru dan informasi yang telah dimiliki; proses berpikir terkait dengan pengalaman-pengalaman sehingga memeroleh intuisi-intuisi untuk dapat memeroleh kebanaran; proses berpikir adalah proses penalaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi; proses berpikir bermanfaat untuk memeroleh logos dan memerangi mitos sesuai ruang dan waktunya "sesampai-sampai akal dan pikiran"

Demikianlah hypothetical analyses dari para mahasiswa S2 Pendidikan Matematika Kelas PM C. Namun perlu diketahui bahwa hypothetical analyses adalah suatu pendapat awal atau tesis-tesis awal yang kemudian perlu dicarikan anti-tesis anti-tesisnya. Untuk itulah perlunya kita merujuk atau merefer pendapat para filsuf.

Selanjutnya agar diperoleh wawasan pengetahuan yang lebih intensif dan ekstensif, saya persilahkan para pembaca yang budiman juga dapat memberi kontribusinya melalui kolom Comment. 

Demikian selamat berjuang. Semoga diperoleh kecerdasan hati dan pikir. Amin

Wss Wr Wb

Dosen ybs,

Marsigit








39 comments:

  1. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Partap Sing Mehra memberikan definisi berfikir (pemikiran) yaitu mencari sesuatu yang belum diketahui berdasarkan sesuatu yang sudah diketahui. Definisi ini mengindikasikan bahwa suatu kegiatan berfikir baru mungkin terjadi jika akal/pikiran seseorang telah mengetahui sesuatu, kemudian sesuatu itu dipergunakan untuk mengetahui sesuatu yang lain, sesuatu yang diketahui itu bisa merupakan data, konsep atau sebuah idea, dan hal ini kemudian berkembang atau dikembangkan sehingga diperoleh suatu yang kemudian diketahui atau bisa juga disebut kesimpulan. Dengan demikian kedua definisi yang dikemukakan akhli tersebut pada dasarnya bersifat saling melengkapi. Berfikir merupakan upaya untuk memperoleh pengetahuan dan dengan pengetahuan tersebut proses berfikir dapat terus berlanjut guna memperoleh pengetahuan yang baru, dan proses itu tidak berhenti selama upaya pencarian pengetahuan terus dilakukan.

    ReplyDelete
  2. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berpikir dalam kacamata filsafat adalah proses pemikiran setiap individu itu sendiri. Tidak ada patokan benar dan salah karena memang setiap orang meiliki pemikirannya sendiri yang berbeda-beda. Sesuai dengan sifat, pengalaman, logika, ruang, waktu dan sebagainya, untuk menemukan suatu jawaban.

    ReplyDelete
  3. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seseorang berpikir untuk menemukan jawaban atau kebenaran atas suatu hal. Pada saat berpikir itu juga pastilah terjadi interaksi antara teori dan pengalaman seseorang untuk menemukan jawaban yang sesuai dengan dirinya. Hal inilah yang menjadikan jawaban atau pendapat setiap orang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  4. Nama: Ilma Rizki Nur Afifah
    NIM: 17709251020
    Kelas: S2 Pendidikan Matematika A

    Berpikir adalah proses mengolah apa yang yang sudah dialami, akan dialami, dan mungkin dialami oleh seseorang. Menurut saya, berpikir juga bisa dikatakan dengan proses menggabungkan semua pengalaman seseorang dengan pengetahuan yang ia peroleh untuk menyimpulkan suatu hal yang pernah dialami atau mungkin yang akan ia hadapi kelak.

    ReplyDelete
  5. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Pendapat saya, yang terjadi di dalam Pikiran kita, ketika kita sedang berpikir adalah proses berpikir itu sendiri. Di dalamnya terdapat berbagai aktifitas. Misalkan saja ketika kita akan memutuskan untuk menyelesaikan tugas kuliah, maka di dalam pikiran kita terdapat aktifitas untuk memutuskan tugas mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu, bagian mana saja yang akan dikerjakan, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seperti pada postingan “Bagaimana konsep membangun hidup menurut kacamata filsafat”, dalam postingan ini pendapat mahasiswa S2 tentang apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir merupakan pendapat yang diperoleh selama mengikuti kuliah filsafat. Menurut pengalaman saya, sebagian besar aspek di atas adalah pengalaman yang diperoleh dari postingan-postingan blog ini. Mahasiswa tersebut mencoba merangkum pengalaman membacanya sebagai gambaran tentang apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir.
    Ketika seseorang menjelaskan secara filsafat apa itu berpikir dan apa yang ada di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir, secar tidak langsung maka orang tersebut telah melakukan kegiatan berpikir dan mencoba menuangkan apa yang terjadi di dalam pikirannya ketika ia sedang berpikir. Begitu pula dengan saya saat mengetik komentar ini. komentar ini tercipta karena saya sedang berpikir dan sedang menuangkan apa yang ada di dalam pikiran saya ketika saya sedang berpikir. Tetapi tentu saja tidak akan sama dengan benda yang sesungguhnya. Benda yang saya maksud adalah apa yang ada dalam pikiran saya ketika saya sedang berpikir. Dengan kata lain tidak ada identitas di dunia nyata. Karena ketika saya mulai mengetik benda tersebut selalu berubah sebelum saya selesai menuangkannya dalam tulisan atau ketikan. Bahkan akan terus berubah dan tidak aka pernah sama sekalipun saya menambah kecepatan mengetik saya. Sungguh saya jadi tersenyum-senyum sendiri saat memikirkan hal ini.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Berpikir adalah proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang merupakan hasil dari pengalaman yang telah, sedang atau akan dilalui. Berpikir mencakup banyak aktivitas mental, misalnya meragukan dan memastikan, merancang, menghitung, mengukur, mengevaluasi, membandingkan, menggolongkan, memilah-milah atau membedakan, menghubungkan, menafsirkan, membuat analisis, menarik kesimpulan, menimbang, dan memutuskan.

    ReplyDelete
  8. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya sangat tertarik dengan judul postingan kali ini yaitu mengenai apa yang terjadi di dalam pikiran kita, ketika kita sedang berpikir. Tentunya telah banyak pendapat-pendapat para filsuf mengenai teori berpikir ini, seperti Rene Descartes, David Hume, hingga Immanuel Kant. Akan tetapi, seperti yang Pak Prof. sebutkan bahwa teori berpikir itu tidak lain dan tidak bukan adalah filsafat ilmu itu sendiri, yang disebut juga epistemologi.
    Menurut saya, hanya ada segelintir orang yang memikirkan apa yang terjadi di dalam pikirannya ketika dia sedang berpikir. Namun, tanpa disadari sesungguhnya proses berpikir itulah yang sedang ia pikirkan.

    ReplyDelete
  9. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof,menurut saya yang terjadi dipikiran kita ketika kita sedang berpikir adalah penggabungan dari berbagai elemen, yakni pengetahuan, subyektifitas, permasalahan di berbagai hal, pengalaman, sudut pandang dan keyakinan kita terhadap sesuatu. Ketika kita sedang berpikir kita juga memprioritaskan satu elemen. Manakah yang lebih kita prioritaskan, terkadang berpikir tentang hal yang sama namun dengan subyektifitas yang berbeda, akan menciptakan pemikiran yang berbeda juga.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Bersama ini kami (saya) mencoba berkomentar tentang “berpikir”. Berpikir pada dasarnya terjadi saat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita, atau kita berada dalam suatu kondisi kita harus memilih atau membuat suatu keputusan. Hal ini sesuai dengan pemikiran Friedrich Hegel (1770-1831) bahwa tujuan dasariah filsafat adalah mengatasi oposisi-oposisi. (Hardiman,2007 : 176). Dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menangkap kemajemukan, pertentangan, kontradiksi, dan lain-lain. Hal-hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan dalam pikiran dan menurut Hegel kepentingan dasar dari pikiran (rasio) adalah mengusahakan keutuhan dari oposisi-oposisi tersebut.

    Terimaksih banyak Pak.

    ReplyDelete
  11. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Assalammualaikum Wr.Wb. Terimakasih pak atas postingannya sehingga saya diberikan kesempatan untuk berkontribusi mengemukakan pendapat saya.
    Saya akan mencoba berpendapat mengenai apa yang terjadi di dalam pikiran kita ketika kita sedang berpikir. Berpikir yaitu suatu cara yang melibatkan otak. Biasanya berpikir timbul dikarenakan adanya sesuatu hal yang di serap oleh otak kita, hingga terjadilah proses berpikir. Yang ada di dalam pikiran ketika sedang berpikir yaitu bayangan, anganan, mengenai sesuatu yang dikirimkan ke otak kita. Biasanya prosesnya yang membayangi lebih dalam akan membuat kita semakin berpikir keras. Ini menurut elegi saya.
    Terimakasih pak
    Wassalammualaikum,Wr.Wb

    ReplyDelete
  12. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Teori Berpikir secara filsafat merupakan usaha para filsuf sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran. Teori Berpikir yang dimaksud dalam pertanyaan tersebut adalah metode filsafat untuk mengungkap sumber, pembenaran dan macam-macam ilmu. Berdasarkan pengalaman saya dan juga berdasarkan sumber-sumber bacaan yang pernah saya baca, proses berpikir adalah ativitas yang menghubungkan pengalaman yang kita miliki dengan ilmu pengetahuan yang telah kita peroleh untuk membangun pemahaman yang baru dengan melakukan sisntesis. Maka dalam proses berpikir ini melibatkan panca indera untuk mempersepsi, perhatian, pemikiran, pemaknaan, pengetahuan sebelumnya, dan juga pengalaman hidup.

    ReplyDelete
  13. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Diantara hipothetical analysis mahasiswa-mahasiswa tersebut mengenai konsep berfikir, saya lebih tertarik dengan proses berpikir adalah proses penalaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Dengan kata lain, berfikir dimulai dari adanya masalah-masalah, lalu mencari metode dan jalan keluar dari masalah tersebut dengan pengetahuan yang ada dan pengetahuan yang baru. Secara umum yang saya ketahui bahwa metode berfikir dibedakan menjadi dua yaitu metode berfikir induktif dan deduktif. Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu lalu dihubungkan dalam komponen yang lebih khusus.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C
    17709251065

    Berfikir adalah suatu aktivitas yang selalu dilakukan setiap orang. Sebelum melakukan tindakan, pasti diawali dengan berfikir dahulu. Begitu juga dengan belajar. Kebenaran berfikir itu sendiri ditentukan oleh yang memikirkan itu sendiri, karena yang tahu pikirannya adalah dia sendiri.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sebelumnya, Terima kasih Bapak atas kesempatan yang di berikan. Suatu hal yang membedakan manusia dengan makhluk lain cipataan Allah SWT yaitu diberikannya kemampuan untuk berpikir. sehingga Berpikir adalah suatu anugerah istimewa yang diberikan Sang Pencipta yang berupa suatu proses untuk membangun sesuatu yang tidak ada untuk menjadi ada dalam benak atau pikiran. Suatu proses aktif bukan pasif.Berpikir pun mengandung banyak makna yaitu berpikir untuk memahami dan membangun pengetahuan. Berpikir menurut filsafat berarti proses menemukan jawaban yang tadinya mungkin ada maka menjadi ada.
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  16. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebenarnya apa yang terjadi di dalam pikiran kita, ketika kita sedang berpikir? Di dunia ini hal terbagi menjadi yang ada dan yang mungkin ada. Seperti batu dan alien. Batu tentu saja ada, sudah ada bukti otentiknya. Namun bagaimana dengan alien? Dari sumber sejarah masa lalu banyak ditemukan catatan dan gambar tentang makhluk dengan mata dan kepala yang besar, seperti alien yang dibayangkan pada masa sekarang. Namun belum ada orang zaman sekarang yang pernah berinteraksi langsung dengan alien. Alien hanya spekulasi, dugaan. Dengan demikian, alien adalah hal yang mungkin ada. Yang terjadi dalam pikiran ketika kita berpikir adalah semacam menjadikan hal yang mungkin ada menjadi ada atau tidak mungkin ada. Seperti membuktikan rumus matematika menggunakan kontradiksi.

    ReplyDelete
  17. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Selama ini saya memahami bahwa ketika berpikir, ya saya berpikir saja. Saya tidak pernah memikirkan sesungguhnya apa yang terjadi disaat kita sedang berpikir. Proses berpikir tentunya berjalan sesuai dengan tujuan, yaitu apa yang hendak kita peroleh dari berpikir tersebut. Apakah untuk menganalisis, membandingkan, mengambil kesimpulan, memecahkan masalah, mendapatkan konsep, mengingat sesuatu, dll. Selama proses berpikir tentu kita memiliki ilmu paling tidak mengenai dasar tentang apa yang kita pikirkan. Misalnya jika kita berpikir Mengapa handphone saya tidak dapat hidup, kita harus memiliki konsep bagaimana keadaan handphone saat menyala. Jawaban salah satu mahasiswa yang menyatakan bahwa proses berpikir kita dipengaruhi oleh lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman sangatlah benar, karena orang yang memiliki pengalaman lebih terhadap sesuatu pasti akan berpikir lebih jauh dibandingkan dengan orang yang baru pertama kali menghadapi persoalan tersebut. Begitu pula dengan orang yang memang memiliki pengetahuan atau ahli di bidangnya, pasti akan memiliki proses berpikir yang berbeda dengan orang awam.

    ReplyDelete
  18. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Menurut saya ketika seseorang tengah berfikir, berarti ia tengah melakukan suatu pengorganisasian dan pengolahan informasi - informasi yang ia peroleh dari berbagai kondisi dan situasi yang ia alami (pengalaman) yang kemudian memunculkan hal baru dari proses tersebut. Dalam proses ini, pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya tentu menjadi sangat penting dan menjadi penentu bagaimana proses tersebut berlangsung dan hasilnya. Sebagai contoh, bagaimana cara berpikir orang dewasa, pada umumnya, tentu akan berbeda dengan cara berpikir remaja atau anak yang disebabkan oleh perbedaan tingkat kekayaan pengalaman dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  19. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Aamiin. Semoga kita selalu diberikan kecerdasan dalam fikiran maupun hati. Dari pemaparan beberapa pendapat yang diberikan mahasiswa di atas, bagi saya masih belum bisa menggambarkan teori Imanuel Kant secara utuh dan menyeluruh. Beberapa pendapat di atas masih terfokus pada beberapa aspek saja. Karena konsep yang dicetuskan I Kant sangatlah luas, sehingga bagi mahasiswa yang baru membaca tabel itupun sangat membutuhkan waktu yang cukup lama jika diberikan waktu untuk memahami apa isi dari tabel tersebut. Karena pada hakikatnya tabel tersebut merupakan rangkuman dari sumber bacaan yang tidak sedikit.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  20. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Ketika berfikir otak akan merespon dan mengakumulasikan berbagai macam hal yang berbentuk pengalaman, baik yang bersifat ada maupun bersifat yang mungkin ada. Fikiran akan menstimulus agar hal apa yang di olah di dalam otak bisa di lakukan dengan tindakan di dalam dunia nyata. Fikiran akan berdampak positif jika diri bisa mengontrol pikiran ke arah positif begitu juga sebaliknya. Maka dari itu berusalah melakukan action dari segala macam hal yang telah direncanakan di dalam pikiran ketika kita berfikir.

    ReplyDelete
  21. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Berpikir adalah proses menemukan suatu kebenaran.Saya berbicara tentang mengenai kriteri dan definisi kebenaran.Satu- satunya untuk menentukan kriteria tersebut adalah meneliti berbagai macam pengetahuan dan kepercayaan kita yang sudah terbukti kebenarannya , apa kriteria yang meyakinkan kita akan kebenaran hal-hal tersebut.Tidak ada cara untuk membuktikan secara a priori apa kriteria yang seharunya selain dengan investigasi atas sesuatu yang secara actual pasti kita yakini pada kasus-kasus yang umum.Kita juga bisa menyebut “korespondensi sebagai kriteria kebenaran dalam kasus-kasus pengalaman indrawi secara langsung atau introspeksi.Kemudian kita bisa mengamati scara langsung fakta yang tengah dicari tersebut dan melihat apakah penilaian kita sesuai (berkorespondensi).Tetapi, bagaimana akan kita temukan nanti, sangatlah sulit untuk memperthankan bahwa kita pernah secara lansung memahami objek-objek fisik eksternal.Dalam kasus apapun, kebanyakan penilaian kita mengenai objek-objek tersebut sudah tentu lebih dari sekedar apapun yang kita alami langsung.Lalu apa kriteia kebenaran itu?Mungkin bisa dinyatakan bahwa satu kata yang paling tepat untuk menggambarkannya adalah “koherensi”Tentu saja, sesuatu yang mungkin kita gambarkan sebagai suatu uji koherensi diperlukan untuk menentukan satu di antara berbagai teori ilmiah tandingan atau bahkan untuk membedakan ilusi persepsi.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dengan membaca artikel diatas kita bisa memahami makna dari proses berpikir. Yang dapat saya pahami adalah bahwa proses berpikir adalah proses untuk menggunakan semua pengalaman dan ilmu-ilmu yang telah kita miliki untuk digunakan dalam menghadapi masalah-masalah dan mencari solusinya untuk mengatasi masalah tersebut.Tujuan dari proses berpikir adalah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu

    ReplyDelete
  23. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    berpikir bagi saya adalah proses dialektis antara intuisi, pengalaman dengan realita. Proses dialektis tersebut merekam berbagai realitas, intuisi dan pengalaman menjadi konsep-konsep abstrak. konsep-konsep abstrak tersebut bertemu dengan konsep-konsep abstrak lain, kemudian munculah dialketis antar konsep-konsep abstrak. setelah konsep abstrak tersebut dianggap matang, munculah dalil-dalil. Hingga kemudian dalil-dalil tersebut bertemu dengan pertentangan-pertentangan untuk mengkonstruk kembali ke dalam dialektis-dialektis baru.

    ReplyDelete
  24. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Berpikir adalah proses penyesuaian diri dari pengetahuan baru dengan pengetahuan lama yang dimiliki, dalam berpikir seseorang berusaha membuat koneksi agar di dalam pikirannya terhubung antara pengalaman atau pengetahuan yang baru diketahui dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Jadi menurut saya yang terjadi di dalam pikiran adalah terjadi penambahan struktur pengetahuan baru yang dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Semakin banyak orang berpikir maka struktur pengetahuan yang dimiliki akan semakin luas dan kompleks.

    ReplyDelete
  25. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Proses berpikir yaitu menghubungkan setiap pengalaman yang telah dilalui. Berpikir dengan melakukan sintesis untuk menemukan tesis dan anti-tesis. Berpikir juga sebuah proses untuk menemukan jawaban terhadap yang dipikirkan. Berpikir merupakan sebuah proses dalam mengaitkan informasi yang diperoleh dari luar dengan informasi yang sudah ada. Berpikir juga merupakan proses dalam penalaran terhadap untuk menarik sebuah kesimpulan. Sehingga berpikir merupakan sebuah proses yang terjadi dalam pikiran terhadap sebuah ilmu (informasi) yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Jawaban yang diberikan oleh mahasiswa S2 P. MAT. C. 2014 diatas cukup kompleks dan beragam, sedangkan menurut saya pribadi berpendapat, yang terjadi dalam pikiran kita kita ketika kita berpikir adalah kebingungan,
    Bingung karena apa yang kita pikirkan adalah sesuatu yang baru,
    Bingung karena sesuatu yang kita pikirkan tidak sesuai dengan pengetahuan kita sebelumnya
    Bingung karena apa yang kita pikirkan tidak Logis. Dan kebingungan-kebingungan lainnya, karena ketika kita tidak bingung berarti kita tidak dalam keadaan berpikir.

    ReplyDelete
  27. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dari jawaban mahasiswa diatas terlihat variasi jawaban yang mencerminkan keberagaman cara perfikir mahasiswanya. Namun lebih dari itu semua, setiap cara pandang itu benar. Karena filsafat tentang dirimu sendiri. Secara singkat proses berfikir adalah proses menemukan yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian dihubungkan dengan pengalaman dan pengindraan, sehingga mendapatkan pengetahuan yang baru.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  28. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillahirrohmanirrohim.
    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas postingannya, terimakasih pula telah memberikan kesempatan berpendapat tentang proses berfikir dalam filsafat. Meski cara pandang kami belum bisa mencapai pada ranah filsafat, setidaknya kami diberi kesempatan untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran kami. Menurut saya, proses berpikir adalah aktivitas pengkorelasian pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki untuk diolah secara logis dan bermakna guna menjawab sebuah pertanyaan atau mengambil keputusan dan kesimpulan dengan melakukan sintesis antara yang ada dan yang mungkin ada, sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Ketika sedang berpikir, banyak sekali potensi yang dimiliki, diantaranya potensi untuk memikirkan 1 hal, 2 hal, 3 hal sekaligus, atau sesekali bisa kosong kalau sedang tiba-tiba terganggu atau dikagetkan oranglain. Namun demikian, benar sekali bahwa sesaat sebelum membaca paragraf ke tiga saya sudah sedikit menebak dan mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud Teori Berpikir itu tidak lain dan tidak bukan sebenarnya adalah filsafat ilmu itu sendiri. Namun kenyataannya, saya sendiri belum mampu untuk berpikir sampai pada ranah itu. Jadi, baru dapat mengutarakan cara pandang saya dengan menggabungkan pengetahuan intuitif saya dengan sedikit ilmu filsafat dari bapak. Terimakasih.

    ReplyDelete
  29. Junianto
    17709251065
    PM C

    Manusia dikaruniai pikiran yang luar biasa oleh Tuhan. Tinggal bagaimana kita mengasah dan memanfaatkan pikiran tersebut dengan semestinya atau malah sebaliknya. Berpikir sebelum melakukan sesuatu hal harus dilakukan secara matang. Perlu dipertimbangkan pula manfaat dan resikonya. Ketika kita sedang belajar juga harus enggunakan pikiran secara benar dan logis. Ilmu pengetahuan membutuhkan penalaran yang logis dalam mempelajarinya. Kebenaran berpikir menjadi rahasia masing-masing individu dan bisa menjadi kebenaran umum jika diungkapkan kepada publik.

    ReplyDelete
  30. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Yang terjadi di dalam pikiran kita ketika sedang berpikir adalah mengasosiasikan teori,pengetahuan baik yang bersifat a priori ataupun a posteori sehingga kita menjadi mengatahui hubungan yang terdapat dari pengetahuan-pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  31. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih atas ulasan yang Prof Marsigit tulis mengenai definisi proses berpikir dalam ulasan di atas. Saya sepakat dengan setiap definisi proses berfikir yang ada dalam tulisan tersebut. Dan mohon izin Prof untuk menyampaikan pendapat saya. Menurut saya, proses berfikir adalah proses menggabungkan, mencari hubungan atas fakta-fakta atau pengalaman-pengalaman yang ada untuk kemudian kita membuat hipotesis atau tebakan mengenai kejadian apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi.

    ReplyDelete
  32. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Berpikir artinya adalah usaha mengadakan yang mungkin ada. Dalam berpikir melalui analisis mencari hubungan antara logika-logika yang ada sehingga di dapatkan sebuah kesimpulan. Selain itu dalam berpikir juga memperhatikan hubungan antara teori dengan kejadian nyatanya. Selain memperoleh ada yang baru juga akan terbangun intuisi.

    ReplyDelete
  33. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ketika seseorang berpikir maka pikiran yang dihasilkan adalah berdasar pada apa yang menjadi persepsi dan paradigma orang tersebut. setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap suatu hal atau objek yang dipikirkan. Karena pada dasarnya manusia itu majemuk. Untuk menghasilkan pemikiran yang baik, maka harus sering menggali pengetahuan dan terus belajar dan memperbanyak pengalaman. Dari hal tersebut maka akan mendapat banyak sekali ilmu yang dapat merubah pola pikir seseorang agar lebih bijaksana.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam proses berpikir ada kaitannya dengan menalar, yaitu membangun suatu pengetahuan baru dengan pengetahuan-pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Pikiran merupakan anugerah dari yang maha kuasa yang diberikan kepada manusia yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun peradaban.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Berpikir berarti berusaha mencari kebenaran akan suatu hal. Orang yang tidak bisa berpikir kritis maka bisa dianggap mati dan terkena mitos. Yang ada didalam pikiran adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dalam kaitannya dengan persoalan hidup, tidak ssemua persoalan hidup bisa diselesaikan dengan pikiran, karena pikiran manusia ada batasnya.

    ReplyDelete
  36. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Berfikir berguna untuk mencari tahu tentang apa yang belum kita ketahui, berfikir dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan. Proses berfikir seseorang juga sangat di pengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Ketika mereka berada di lingkungan orang-orang yang malas untuk berfikir, maka dia juga akan terpengaruh hal tersebut. Pada dasarnya semua manusia yang berada di dunia ini tidak ada yang bodoh, mereka hanya belum bisa menggunakan pikirannya dengan baik dan benar. Di dalam proses berfikir, manusia juga membutuhkan seseorang untuk meluruskan dan mempertegas apa yang dia pikirkan. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  37. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Yang dapat saya tangkap adalah bahwa proses berpikir adalah proses untuk menggunakan semua pengalaman dan ilmu-ilmu yang telah kita miliki untuk digunakan dalam menghadapi masalah-masalah dan mencari solusinya untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari proses berpikir adalah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu

    ReplyDelete
  38. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia merupakan makhluk ciptaan tuhan yang paling baik karena diberikan akal atau otak untuk berpikir. Bepikir untuk memilih dan menerjemahkan apa yang terjadi dalam hidupnya, sedangkan arti berpikir sendiri adalah sebuah proses menerjemahkan serta mengelola informasi yang manusia dapatkan secara langsung melalui inderanya, kemudian menghubungkan informasi tersebut dengan apa yang telah diketahuinya/diingatnya sebelumnya, sehingga selanjutnya dapat memecahkan masalah yang memicu kegiatan berpikir tersebut. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  39. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Menurut Khodijah dalam buku Psikologi Belajar, secara sederhana, berfikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berfikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berfikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item.

    ReplyDelete