Nov 8, 2014

Peta 3 - Peta Pendidikan Dunia _ dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 3).

Catatan: Tiga kolom sebelah kiri, mengimplementasikan Pendidikan dengan sangat Formal; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimplementasikan Pendidikan meliputi Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media

29 comments:

  1. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dari kelima peta pendidikan yang dibuat Paul Ernest tersebut, yang paling sesuai menurut saya adalah Progressive Educator. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan Indonesia lebih mementingkan kreatifitas. Selain itu dalam belajar Indonesia juga lebih ke Explorasi. Meskipun metode diskusi sering diterapkan dalam K13, nmun tak sepenuhnya berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari tabel di atas adalah bahwa pendidikan kita sejauh yang saya pahami dari yang saya dengar dari guru-guru yang pernah saya temui. Berdasarkan tabel yang ketiga ini dari sisi Aim of Matematics Education, Theory of Learning dan Theory of Teaching, Pendidikan matematika di negara kita berada dalam kategori Technological Pragmatism, Old Humanist dan Progressive Teacher, karena di sini guru masih memegang peranan dominan dalam prakteknya, dan siswa dituntut untuk mencapai kriteria tertentu (nilai KKM) untuk bisa dinyatakan berhasil dalam belajarnya, walau demikian dengan digunakannya pendekatan saintifik siswa sudah mulai diajak untuk berkreatifitas, mengeksplorasi dan mengkonstruksi pemahamannya sendiri.

    ReplyDelete
  3. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan peta pendidikan dunia bagian ketiga ini terlihat bagaimana posisi pendidikan di Indonesia dan perbandingannya dengan pendidikan dunia. Dari tabel tersebut, terlihat pendidikan di Indonesia berada pada industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist. Disini menunjukkan bahwa sebagian besar guru menganggap pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang berorientasi kepada guru, lebih menekankan kepada tugas dan latihan yang banyak untuk melihat tingkat keberhasilan siswa. Meskipun demikian, pendidikan di Indonesia telah berusaha untuk memperbaiki kualitas pendidikannya melalui berbagai pendekatan yang mulai digencarkan belakangan ini.

    ReplyDelete
  4. Junianto
    17709251065
    PM C

    Variasi metode, variasi interaksi, variasi media dalam pembelajaran tentu sangat dibutuhkan. Segala sesuatu yang monoton akan membuat siswa bosan dalam menerima pembelajaran. Dengan variasi ini akan membuat siswa menjadi senang dan terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa adalah subjek belajar. Tidak hanya itu, pembelajaran yang berpusat pada siswa juga akan memancing dan mengeksplore kreativitas siswa. Misalny, dengan soal yang sama kemudian siswa diminta mngerjakan, akan memunculkan banyak ide dalam penyelesaian. Berbeda dengan guru menjelaskan cara mengerjakannya terlebih dahulu yang akan membuat siswa terpaku pada satu cara.

    ReplyDelete
  5. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Dalam paradigma constructivisme, teori belajar yang digunakan ialah konstruktivisme dan pengembangan, diskusi dan investigasi. Pembelajaran yang dilakukan lebih aktif dengan melibatkan siswa secara aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri melalui kolaborasi dan penyelidikan. Namun dalam keyataannya, kebanyakan praktik di lapangan masih cenderung menerapkan teori belajar transfer pengetahuan, motivasi belajar eksternal, dan pembelajaran ekspositori.

    ReplyDelete
  6. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berkembangnya media pembelajaran serta metode mengajar sebenarnya memberikan keleluasaan bagi guru dan siswa untuk mengatur pembelajaran agar lebih fleksibel. Untuk siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda, guru diharapkan dapat mengembangkan media dan menerapkan berbagai metode yang membuat siswa tertarik dan menambah minat siswa. Ekspositori memang tidak salah, namun paradigma pendidikan di Indonesia harus diubah. Siswa tidak datang ke skolah hanya untuk duduk dan mendengarkan (dan mencatat), namun siswa harus belajar membangun pengetahuan dan belajar bagaimana cara belajar bermakna.

    ReplyDelete
  7. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Indonesia memiliki wilayah yang luas. Ratusan ribu sekolah berdiri di daerah kota yang maju maupun desa yang tertinggal. Keadaan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah pun berbeda, sehingga jika di sekolah A yang berada di kota dapat diterapkan pembelajaran yang bersifat eksploratif, di sekolah B yang berada di ujung pulau mungkin masih menerapkan pembelajaran menghafal dan transfer ilmu yang biasa disebut sebagai teacher-centered learning. Oleh karena itu, menurut saya, pendidikan di Indonesia sedang dalam masa peralihan dari teacher-centered menuju ke student-centered. Masa peralihan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat sulitnya menjangkau daerah-daerah yang masih minim sarana, prasarana dan tenaga pendidik. Di sisi lain, sekolah-sekolah di kota/kabupaten yang cukup maju sudah dapat menerapkan pembelajaran yang eksploratif, kreatif, dan konstruktif.

    ReplyDelete
  8. anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Peta 3 ini adalah lanjutan dari peta 2. Sekarang kita akan meninjau setiap era dari tujuan pendidikan matematika, teori belajar, dan teori mengajarnya. Pada era public educator, seharusnya paradigma kita tentang tujuan pendidikan matematika adalah untuk mengembangkan siswa secara komprehensif melalui matematika dan membangun sikap ilmiah siswa untuk berfikir sebagai pemecahan masalah. Yang untuk mengembangkan siswa tersebut dapat dilakukan dengan gaya belajar siswa masing-masing, mulai dari diskusi, belajar sendiri, dan refleksi. Selain itu, guru sebaik mengedepankan aspek diskusi dan investigasi pada pembelajaran yang dapat memacu siswa mengembangkan diri melalui matematika, karena pola piker matematika merupakan pola pikir secara terstruktur atau pola pikir yang kontruktif sehingga siswa dapat membangun sikap ilmiah darai sana. Pola sikapilmiah siswa inilah yang juga menjadi dasar oenting kehidupan generasi muda untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan mengembangkan potensi dalam negeri untuk menjadikan pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dari sebelumnya, sehingga setiap orang harus mempunyai sikap untuk memperbaiki pendidikan dimulai dari perbaikan diri sendiri.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Keadaan siswa dan guru yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda ini memberikan artian bahwa dalam pembelajaran tidak bisa ditentukan untuk melakukan seperti apa yang diinginkan oleh satu kebijakan tertentu. Konten memang perlu diberikan acuan yang sama guna menyeragamkan apa yang dipelajari pada suatu kelompok besar. Namun tidak dengan proses yang akan digunakan, karena manusia tidak bisa disamakan dengan benda yang memiliki jenis yang sama. Karena pada dasarnya manusia itu unik jadi biarkanlah mereka mengembangkan pembelajaran mereka sesuai dengan keunikan mereka masing-masing.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan formal maupun informal masing-masing mempunyai peranan penting disetiap sudut kehidupan baik bagi guru maupun bagi siswa itu sendiri. Dalam proses pembelajaran sangat dituntut variatif baik dari segi metode, pendekatan, maupun dari sistem penilaian. Selain dari hal-hal tersebut media pembelajaran sangat diperlukan baik yang berbasis pembelajaran seperti silabus, RPP, LKS, dll maupun yang berbasis teknologi digital dan komputerisasi. Karena semua jenis media tersebut sangat berpengaruh dalam membangkitkan motivasi siswa yang berujung pada hasil belajar siswa.

    ReplyDelete
  11. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb. Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, bertingkat atau berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya, termasuk di dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan professional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media massa.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  12. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan formal ataupun pendidikan non-formal atau informal mempunyai ranah dan peranannya masing-masing. Pendidikan formal yang berjenjang mengarah pembelajaran yang bertingkat dan sistematis, sedang pendidikan non-formal mengarah pada sistem pendidikan yang berjalan sesuai arus dan kebutuhan, tanpa menjadikan pola tingkatan yang berkesinambungan. Namun saat ini pendidikan non-formal mulai digencarkan guna memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi kalangan yang kurang beruntung dan bagi yang ingin mendapatkan pengetahuan tambahan khususnya dalam bidang tertentu, yang tidak didapatkan disekolah formal.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  13. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pendidikan formal dan informal keduanya punya peran yang sama pentingnya. Dengan pendidikan formal dan informal yang selaras diharapkan anak mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Sehingga mungkin tujuan pendidikan akan lebih tercapai. Selain itu, peta diatas merupakan sejarah perkembangan pendidikan. Pertama dengan sertifikat, yang kedua berfikir dan latihan dan yang ketiga motivasi dari luar. Dalam hal ini motivasi dati diri sendiri yang menjadi paling penting. JIka motivasi dari diri belum ada maka sudah menjadi tugas dari guru untuk selalu memotivasi siswanya agar motivasi siswa dapat timbul dari diri sendiri. Nah disinilah pentingnya guru.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam pendidikan, formal dan informal keduanya diperlukan. Banyak saya jumpai di sekolah yang segala sesuatunya masih disamakan misalnya dalam suatu kelas semua siswa memperoleh materi yang sama, dengan guru yang sama, kecepatan belajar sama, metode belajar sama, penilaian belajar sama, mengacu pada standar yang sama. Bahkan metode belajar yang digunakan sama dari awal belajar di kelas sampai naik kelas. Padahal siswa dengan berbagai macam karakter pastilah memiliki banyak perbedaan baik dari cara belajar, kemampuan dalam mata pelajaran tertentu, kecepatan dalam menerima pembelajaran. Apabila dalam pembelajaran dapat memperhatikan keinginan siswa dan dengan metode yang bervariasi pasti anak-anak akan merasa lebih semangat untuk belajar. Meskipun formal itu juga diperlukan. Jadi antara formal dan informal keduanya dibutuhkan dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  15. Junianto
    17709251065
    PM C

    Seperti yang telah Prof sering sampaikan bahwa metode yang paling baik untuk kegiatan pembelajaran adalah berganti-ganti metode. Segala inovasi metode pembelajaran sudah sangat banyak dikembangkan oleh para ahli tinggal bagaimana kita sebagai tenaga pendidik memanfaatkan dan menerapkannya dengan tepat. Variasi metode akan membuat siswa tidak mudah bosan dalam belajar dan akan memancing kreatifitas siswa.

    ReplyDelete
  16. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pendidikan di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem pendidikan formal, yang terstruktur dan sistematis. Ini dikarenakan pendidikan Indonesia belum bisa sepenuhnya "move on" dari Pendidikan yang diterapkan oleh kolonial yang hanya bertujuan untuk menghasilkan "pekerja" yang dapat diatur dan dibayar murah. Pendidikan formal memang sangat diperlukan namun bukan berarti kita hanya menjalankan sistem pendidikan secara formal saja, karena pendidikan informal dengan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Medianya juga di perlukan, sehingga yang dihasilkan bukan hanya pekerja tetapi juga pemimpin, entrepreneur, ilmuan dan pemuda-pemuda yang berkarakter.

    ReplyDelete
  17. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dari peta perkembangan pendidikan di bidang tujuan pembelajaran matematika, teori belajar dan teori mengajar di atas dapat dilihat bahwa semakin ke sekarang pendidikan khususnya pendidikan matematika dituntut untuk lebih komunikasi, kreatif dan penemuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Kemampuan-kemampuan tersebut tidak selalu ditujukan kepada siswa, namun gurupun juga harus memiliki kemampuan tersebut sehingga tujuan matematika tidak sekedar transfer dan terima ilmu namun lebih dari itu yaitu untuk membentuk siswa menjadi kreatif dan mampu untuk menemukan solusi dari permasalahan. Guru harus kreatif dalam menuntun atau memfasilitasi siswa agar mampu menumbuhkan kemampuan-kemampuannya baik dalam mengeksploarasi maupun dalam kemampuan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Variasi metode dan variasi media merupakan hal yang sangat mempengaruhi berjalannya proses pembelajaran. Dalam memilih dan menerapkan metode dan media, guru harus mampu melihat metode mana dan media mana yang cocok dengan materi yang akan disampaikan. Karena setiap materi pembelajaran memiliki karakterisitik, beban kognitif dan tingkat kesulitan masing-masing, maka setiap materi akan memiliki media efektifnya masing-masing. Selain media, saat pemilihan metode pembelajaran tentunya guru harus mengidentifikasi karakterisitk siswa dan materi serta media sehingga metode yang diterapkan dapat berjalan dengan efektif.

    ReplyDelete
  19. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Tugas kita sebagai calon pendidik adalah mengubah pola pikir anak bangsa untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan dunia luar. Namun, harus tetap menjunjung tinggi ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Hal ini disebabkan, kecerdasan seorang itu dari bawaan dan lingkungan. Sekolah merupakan salah satu yang berhubungan dengan lingkungan. Di sekolah terdapat seorang pendidik, sehingga kecerdasaan anak tergantung bagaimana cara pendidik memberikan konsep kepada anak dan bagaimana pendidikan memberikan motivasi dalam pemebelajaran dan etika yang baik.
    Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  20. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Inovasi dalam metode pengajaran mutlak diperlukan, namun hal itu tidak lantas mengesampingkan metode-metode terdahulu. Karena metode lama pun ada baiknya juga. Sebagai contoh metode ceramah yang sering disebut metode konvensional, masih relevan untuk beberapa materi pelajaran. Menurut saya adalah mengkolaborasikan metode lama dengan baru sangat baik sehingga bisa saling melengkapi.

    ReplyDelete
  21. Dari tabel tersebut menjelaskan berdasarkan kategori aim of mathematiecs education, theory of learning, dan theory of teaching pada 3 kolom sebelah kiri yang hanya menekannkan pada pendidikan formal saja, padahal sesungguhnya pendidikan itu memiliki bidang yang luas, dalam kehidupan yang kita pelajari tidak semuanya ada dalam pendidikan formal, seperti keahlian bertanam, memasak, menjahit, dan lain-lain yang erat kaitannya dengan kehidupannya, maka pada 2 kolom di sebelah kanan yang menerapkan system pendidikan formal dan informal, saya rasa lebih baik untuk manusia.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  22. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pendidikan Formal dan Informal merupakan wujud dari nilai substansif dalam pendidikan karena lebih bervariasi. Variasi-variasi dalam pendidikan seperti metode pembelajaran, interaksi dan media sangat diperlukan dalam proses pendidikan. hal ini dikarenakan proses pendidikan dapat berjalan secara alamiah tanpa menghilangkan kreativitas guru dan kemampuan anak. Sedangkan pada pendidikan formal lebih ke arah non-substantif dan terlalu mekanis.

    ReplyDelete
  23. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Tabel di atas menggambarkan efek ketika pendidik memenuhi teori pendidikan. sementara pelatih industri bertemu dengan teori pengajaran yang dibuat adalah transfer pengetahuan. ketika pendidik progresif memenuhi teori mapan mengajar adalah pembangunan dan pengembangan.Dengan demikian, kita bisa memilih opsi yang metode akan digunakan kemudian sebagai calon pendidik. Pilihan yang terbaik ada pada 2 kolom kanan yang meliputi pendidikan Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Lagi-lagi saya menyetujui apa yang menjadi catatan Pak Marsigit terkait peta pendidikan yang dibuat oleh Bapak dari Paul Ernest. Dan lagi-lagi dua kolom yang paling kanan menjadi implementasi pendidikan yang paling baik diantara kelima kolom yang ada. Pada dua kolom paling kanan mengimplementasikan pendidikan formal dan informal dengan mengembangkan variasi metode pembelajarannya, variasi interaksi baik guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun siswa antar kelompok, dan juga variasi media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Variasi metode pembelajaran perlu dilakukan dengan disesuaikan dengan materi yang akan menjadi topik pembahasan, karena setiap materi matematika biasanya membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan kecocokannya. Dan variasi media tentunya untuk membantu siswa dalam membangun intuisinya.

    ReplyDelete
  25. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    dari tabel tersebut saya sangat tertarik dengan 2 kolom sebelah kanan. kapan pendidikan kita bisa concern ke 2 kolom itu ya? tapi menjadi guru yang kreatif tidak harus menunggu instruksi. mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang, mari membelajarkan siswa dengan sepenuh hati. ibarat seorang dokter(guru) dan pasien (siswa), maka dokter harus memberikan resep sesuai dengn kebutuhan pasiennya, begitu juga yang seharusnya dilakukan oleh guru ke siswanya.terimakasih banyak untuk ilmu-ilmunya pak.

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Setiap negara memiliki kurikulum dan pelaksanaan pendidikan yang berbeda. Hal tersebut akan disesuaikan dengan potensi negara, warga dan perkembangan global dunia. Pendidikan di Indonesia terus berkembang dahulu mungkin orangtua kita tidak mengenal yang namanya kurikulum 2013, namun pendidikan yang mereka jalani lebih ke teacher center. Dahulu guru juga bebas dalam memberikan hukuman pada siswanya seperti memukul atau menjewer namun pendidikan di Indonesia yang semakin maju ini menyadari bahwa hukuman tersebut akan memberikan pengaruh buruk bagi psikologi siswa.

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya memiliki pandangan bahwa pendidikan di Indonesia saat ini berusaha untuk mengkolaborasikan antara yang formal dan yang informal. Dalam pendidikan juga memerlukan sistematika saat pelaksanaannya, seperti struktur pengelola pendidikan, penentuan visi dan misi, peraturan dan mekanisme pelaksanaannya. Pada pendidikan informal dibutuhkan bagaimana penetapan metode atau cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Kemudian, pendidikan informal berperan untuk sarana pengembangan bagi pendidik dan peserta didiknya. Pendidikan informal saat ini yang mulai berkembang adalah sekolah montessori dan sekolah alam.

    ReplyDelete
  28. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran dengan teknik, metode yang digambarkan oleh tiga kolom paling kiri ialah suasana pembelajaran dulu saat saya masih berada di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah. Matematika dipandang sebagai transfer pengetahuan serta teori pembelajaran yang diilhami dalam pembelajaran meliputi latihan, sistem drill, menghafal menjadikan pembelajaran yang berlangsung kurang maksimal. Ada faktoe kecocokan antara guru dan siswa, sehingga saat siswa merasa cocok dengan gurunya,seperti apapun cara mengajarnya siswa akan berusaha dengan maksimal, sedangkan siswa yang tidak cocok dengan gurunya akan bersikap tak acuh terhadap pembelajaran sehingga tujuan pendidikan tidak tercapai, terlebih pembelajaran yang membosankan membuat siswa jenuh. Sehingga saat ini metode dan pendekatan pembelajaran diganti dengan metode saintifik dengan harapan dapat membawa angin segar bagi pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran di sekolah saat ini diproyeksikan sebagai pembelajaran dengan pendekatan saintifik, yang lebih mengarah pada dua kolom paling kanan. Tujuan pembelajaran matematika ialah mengejar kreatifitas siswa dan untuk membangun pemahaman siswa yang bersifat komprehensif dengan metode pembelajaran eksploratif memalui diskusi dan penemuan-penemuan dan menganggap siswa ialah makhluk yang telah memiliki potensi sehingga tugas guru ialah memaksimalkan potensi tersebut melalui kontruksi pengetahuan yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Namun dibalik itu, tetap saja tidak ada sesuatu yang luput dari kekurangan, sehingga sistema pendidikan akan terus berkembang dan akan terus diperbaiki demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Wallahu a'lam

    ReplyDelete