Nov 8, 2014

Peta 3 - Peta Pendidikan Dunia _ dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 3).

Catatan: Tiga kolom sebelah kiri, mengimplementasikan Pendidikan dengan sangat Formal; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimplementasikan Pendidikan meliputi Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media

107 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sistem pendidikan industrial trainer, technological pragmatis, dan old humanis sangat formal dimana proses menyalurkan ilmu hanya satu arah yaitu berpusat pada guru sedangkan sistem pendidikan progressive educator dan public educator guru sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2016 diwajibkan untuk dapat mengembangkan macam-macam metode dalam pembelajaran, guru harus dapat menjaga interaksi antara siswa dengan guru pada saat belajar mandiri ataupun diskusi, serta guru harus dapat mengembangkan media pembelajaran agar siswa tidak hanya terpaku pada pembelajaran melalui buku saja, tetapi dapat melalui internet, CD interaktif, games dan melalui smartphone.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah, berjenjang dari pendidikan dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan tambahan yang bisa dilaksanakan di mana saja. Pendidikan informal tidak berjenjang dan tidak memiliki materi yang harus disajikan secara fomal. Namun ada juga pendidikan yang disebut sebagai pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal bukanlah pendidikan informal. Meskipun sama-sama bukan pendidikan formal. Pendidikan nonformal memiliki materi yang formal dan terprogram. Sehingga lebih ketat dibandingkan dengan pendidikan informal, namun tidak seketat pendidikan formal.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Adanya sertifikasi yang harus dilewati oleh sebagian dari aspek pendidikan yang berlaku di Indonesia adalah suatu hal yang formal yang juga masih dalam kuasa normatif. Dalam lingkup pendidikan yang bersertifikasi seperti misalnya guru yang sejak beberapa tahun lalu sudah mengenal yang namanya sertfifikasi guru atau guru yang dalam tingkatannya sudah di atas guru biasa. Jika dilihat dari sisi yang lain menjamurnya berbagai bentuk lembaga pendidikan informal merupakan tanda berkurangnya tingkat kepercayaan terhadap pendidikan formal. Bukan berarti pendidikan formal tidak mampu memberikan apa yang diinginkan bagi para peserta didik, namun lebih kepada kurang maksimalnya segala sesuatu yang didapatkan lewat pendidikan formal sehingga membuat para peserta didik juga banyak yang memutuskan untuk menempuh pendidikan informal.

    ReplyDelete
  4. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pendidikan yang baik yaitu pendidikan yang terdiri dari pendidikan formal dan informal, karena pendidikan tersebut mengembangkan variasi metode, interaksi dan media. Dengan adanya variasi ini guru akan terbiasa kreatif dan inovatif di dalam pembelajarannya. Siswa pun juga akan merasa senang dan tidak akan merasa bosan dengan pembelajaran yang di dilakukan.

    ReplyDelete
  5. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pengembangan variasi metode, variasi interaksi dan variasi media sangatlah penting dilakukan didalam pendidikan. Dalam proses pembelajaran yang monoton akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Penerapakan kurikulum 2013 juga merupakan salah satu pengembangannya karena banyak perbedaan dengan kurikulum KTSP dari metode, interaksi dan media. Jika pembelajaran memiliki variasi yang sesuai dengan masa pekembangan siswa maka siswa lebih berminat dan memiliki motovasi yang lebih banyak didalam mengikuti pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Peta pendidikan pendapat Paul Ernest bisa dilihat dan bisa dikatakan baik jika diterapkan, baik dalam dunia pendidikan. Jika dilihat dari tujuan belajar matematika adalah untuk bisa digunakan dalam mengemabngkan matematika itu sendiri, disiplin ilmu lain atau suatu produk dalam tatanan kemajuan. pembelajaran dikelas atau teori belajar alangkah baiknya jika siswa atau mahasiswa bisa diskusi dan mandiri untuk memperoleh suatu ilmu. Pendidikan di Indonesia dapat menuju ke arah yang lebih baik, jika guru dapat menggunakan variasi metode, variasi media, ataupun interaksi selama proses pembelajaran. Hal ini dapat memberi motivasi tersendiri bagi anak didik, sehingga mereka tidak merasa jenuh. Guru tidak hanya menerapkan metode pembelajaran tradisional, dimana kemampuan menghafal siswa sangat ditekankan. Tapi dalam hal ini, guru bisa berpikir kreatif bagaimana caranya agar anak tidak hanya bisa menghafal tapi bisa menemukannya sendiri rumusnya, dan dengan sendirinya mereka akan terus mengingatnya.

    ReplyDelete
  7. Masing-masing pendidikan mempunyai tujuan yang berbeda. Masing-masing sistem pendidikan dapat diselenggarakan. Karena sekolah vokasi akan mempunyai model dan sistem pembelajarannya sendiri. sekolah umum akan mempunyai sistem dan model pembelajarannya sendiri. mungkin metode pembelajarannya mempunyai akar yang sama tetapi variasinya bisa berbeda. Pada vokasi selain sistem praktek yang lebih besar dan drill dapat diterapkan pembelajaran pemecahan masalah, penemuan, atau kooperatif.

    ReplyDelete
  8. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada peta 3 ini dijelaskan peta pendidikan dunia berdasarkan pembelajaran formal maupun informal. Ternyata pendidikan Indonesia sedang menuju ke 2 kolom paling kanan. Bisa dilihat dari implementasi kurikulum 2013 yang menekankan kepada pembelajaran formal dan informal sesuai tingkat pendidikannya. Karena memang pada jenjang tertentu pembelajaran dapat dilaksanakan

    ReplyDelete
  9. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tidak jauh berbeda dengan peta pendidikan sebelumnya, pada peta 3 ini, menekankan pada inovasi-inovasi yang perlu dilakukan oleh guru guna mendukung proses pembelajaran di kelas. Posisi di Indonesia pun masih berproses dari 3 kolom sebelah kanan menuju 2 kolom sebelah kiri. Dari pembelajaran yang bersifat formal menuju implementasi pendidikan yang bersifat formal dan informal dengan mengembangkkan variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media, seperti yang sudah mulai diterapkan oleh beberapa guru di Indonesia saat ini. Dengan penerapan berbagai variasi tersebut diharapkan lebih menjadikan siswa tertarik dan tidak cepat merasa jenuh pada pembelajaran di kelas dimana pemelajaran memang dipusatkan pada siswa, dan tugas guru ialah memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  10. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Berdasarkan tabel di atas, pendidikan di Indonesia berusaha mencapai suatu pendidikan yang formal dan informal, pendekatan saintifik yang diberlakukan pemerintah pada kurikulum 2013 termasuk pembelajaran yang inovatif, dimana dalam pembelajarannya mengembangkan variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media. Dengan pengembangan tersebut pembelajaran akan bermakna sehingga materi yang disampaikan guru akan lebih mudah dipahami bagi siswa.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Idealnya, pendidikan untuk zaman modern seperti saat ini hendaknya lebih inovatif dan kreatif dengan mengembangkan variasi metode, media dan interaksi. Jika di lihat bagaimana kondisi pembelajaran di Indonesia sebagian telah menuju ke arah yang semakin baik. Berangkat dari kreatifitas siswa, maka diharapkan siswa dapat mengkontruksikan pengetahuannya sendiri. Proses membangun pengetahuan ini tentu tidak serta merta dapat terjadi begitu saja. Siswa sudah memiliki pengetahuan awal atau dasar yang membekali mereka dalam mengeksplorasi pengetahuan lain guna melengkapi kekurangan yang ada untuk membangun pengetahuan barunya.

    ReplyDelete
  12. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa secara umum di Indonesia masih mengutamakan pendidikan dengan cara yang formal, tidak menghiraukan fleksibilitas yang ada, cenderung kaku. Hal ini sering terjadi berkaitan dengan proses pembelajaran yang begitu-begitu saja tanpa inovasi. Maka kita sebagai guru masa sekaran dan masa depan hendaknya untuk terus berinovasi dan berkreasi untuk memajukan sistem pendidikan yang ada, minimal untuk berbuat benar dalam memposisikan guru dan siswa di dalam kelas (berlatih untuk student center)

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tabel di atas kembali menjelaskan peta pendidikan yang diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajaran, teori belajar, dan metode pembelajarannya. Dari hasil pengklasifikasian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada pendidikan jenis industrial trainer memiliki tujuan pembelajaran matematika yaitu kembali ke dasar matematika (arithmatics). Pada jenis ini, proses pembelajaran siswa harus kerja keras, latihan, dan menggunakan metode menghafal. Selain itu pada proses pembelajaran, guru menerapkan metode transfer pengetahuan.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada pendidikan technological pragmatics memiliki tujuan pembelajaran yaitu mengejar sertifikasi. Pada proses pembelajarannya, mereka menggunakan pemikiran dan metode praktik. Dalam hal ini guru menggunakan metode pemberian motivasi kepada siswa.

    Pada pendidikan old humanist memiliki tujuan pembelajaran yaitu transfer of knowledge. Proses pembelajarannya menekankan pada usaha pemahaman dan aplikasi yaitu dengan menerapkan metode ekspositori.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada pendidikan progressive educator memiliki tujuan pembelajaran yaitu mengarah pada usaha kreativitas siswa dan guru. Dalam hal ini guru memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk selalu bereksplorasi, sehingga siswa cenderung aktif dan kreatif.

    Pada pendidikan public educator memiliki tujuan pembelajaran yaitu menumbuhkembangkan kreativitas siswa. Pada proses pembelajaran, guru menerapkan metode diskusi dan investigasi.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan jenis-jenis pendidikan tersebut saya tertarik pada pendidikan progressive educator dan public educator di mana dalam proses pembelajarannya sudah mengarah pada pembelajaran inovatif, yang ditandai dengan adanya kesempatan yang luas kepada siswa untuk bereksplorasi, berinvestigasi, dan penerapan metode diskusi. Akan tetapi, jenis-jenis pendidikan tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    ReplyDelete
  17. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Peta pendidikan dunia 3 menjelaskan tentang tujuan pendidikan matematika, teori belajar, dan teori mengajar. Yang pertama progressive educator, dijelaskan sebagai berikut
    a. Aim of mathematics education
    Berdasarkan ideologi tersebut, tujuan pendidikan matematika menuntut kreativitas siswa dan dalam pembelajaran melibatkan keatifan siswa.
    b. Theory of learning
    Teori pembelajarannya adalah eksplorasi. Mengeksplor pengetahuan siswa agar siswa terbiasa mandiri, dan membangun pengetahuan mereka sendiri.
    c. Theory of teaching
    Teori pengajarannya adalah konstruktivis atau membangun dan mengembangkan pengetahuannya siswa. Karena dengan system pembelajaran seperti itu, akan mendorong siswa untuk lebih kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Sedangkan yang kedua, yakni public educator, sebagia berikut,
    a. Aim of mathematics education
    Pendidikan didapat saat anak terlibat aktif dan menyatu dengan semua kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungannya. Orang tua tidak mengisolasi anak-anaknya di dalam sekolah. Maksud dari public educator ini adalah masyarakat turut berperan sebagai mentor dan guru bagi si anak.
    b. Theory of learning
    Teori pembelajarannya adalah diskusi sehingga siswa diberi kebebasan sesuai dengan kemampuannya. Tetapi siswa belum bisa untuk menentukan pilihan sendiri.
    c. Theory of teaching
    Teori pengajarannya adalah diskusi dan investigasi. Metode seperti ini jelas terdapat berbagai model yang digunakan, interaksi bermacam-macam bukan hanya guru-siswa atau siswa-siswa tetapi siswa-lingkungan sekitar (benda maupun oranglain), dan yang terakhir digunakan berbagai macam media yang menarik.
    Referensi:
    http://anisyaseptiana20.blogspot.com/2014/01/implementasi-filsafat-dalam-kurikulum.html
    http://trysagustyamanda.blogspot.com/2014/01/implementasi-filsafat-dalam-pendidikan.html

    ReplyDelete
  19. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam Bagan yang disajikan oleh Pak Marsigit, mengacu pada pendapat Paul Ernest, bahwa dua kolom sebelah kanan mengimplementasikan Pendidikan meliputi formal dan informal dengan pengembangan variasi-variasi dalam pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas, kemandirian, dan kepercayaan diri peserta didik. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Keadaan pendidikan di Indonesia saat ini, tujuan pembelajaran matematika, teori belajar dan teori mengajar tercermin dalam hubungan progressive edukator dan public educator di mana tujuan pembelajaran matematika lebih menekankan pada kreativitas dan bagaimana mengembangkan kemampuan matematika siswa. Teori belajar dan mengajar lebih mengarah pada siswa di mana siswa bukan hanya sebagai obyek dalam pembelajaran saja tetapi dapat mengkonstruksi dan mengembangkan pengetahuan sendiri dengan berdiskusi memecahkan masalah dalam kelompok dengan menggunakan metode mengajar dari guru yang eksploratif dan bervariasi.

    ReplyDelete
  21. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. jika Indonesia ingin maju maka seharusnya pendidikan di Indonesia melihat matematika sebagai process of thinking dan social activities. Pendidikan Indonesia harus bersifat formal dan informal secara bersamaan. Pendidikan matematika hendaknya menggunakan berbagai macam metode mengajar, variasi intekasi anatara guru, murid, lingkungan, dan sumber belajar, serta variasi media pembelajaran yang digunakan.

    ReplyDelete
  22. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pendidikan tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal tetapi juga diperoleh melalui pendidikan informal. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan dimulai mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Jadi kedua pendidikan tersebut penting karena bisa saling mendukung.

    ReplyDelete
  23. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu tujuan matematika yaitu membuat siswa menjadi lebih kreatif dalam berpikir. Hal ini sesuai dengan Peta 3 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes bagian kolom keempat. Pendidikan yang baik ialah pendidkan yang bisa mengasah pola piker siswa menjadi berkembang secara positif.

    ReplyDelete

  24. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Peta 3 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes, kita mengetahui bahwa tiga kolom sebalah kiri, mengimplementasikan Pendidikan yang berciri sangat Formal yaitu industrial trainer, technological pragmatis, dan old humanis.

    ReplyDelete
  25. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Peta 3 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes, kita mengetahui bahwa dua kolom sebalah kanan, mengimplementasikan Pendidikan yang berciri Pendidikan meliputi Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media yaitu progressive educator dan public educator.

    ReplyDelete
  26. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesuai dengan kolom keempat, diskusi adalah suatu hal penting dalam pembelajaran matematika. Siswa bisa saling tukar ide dengan yang lainnya. Diskusi untuk memecahkan masalah akan mengembangkan pola piker siswa. Diskusi harus banyak diterapkan

    ReplyDelete

  27. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Peta 3 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes, yang paling membuat saya tertarik adalah bagian creativity dan discussion. Creativiy di sini akan menumbuhkembangkan kreativitas anak dalam pembelajaran. Sedangkan dengan metode discussion maka akan bisa bekerja sama antar teman dalam memecahkan permasalahan.

    ReplyDelete
  28. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dari kelima peta pendidikan yang dibuat Paul Ernest tersebut, yang paling sesuai menurut saya adalah Progressive Educator. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan Indonesia lebih mementingkan kreatifitas. Selain itu dalam belajar Indonesia juga lebih ke Explorasi. Meskipun metode diskusi sering diterapkan dalam K13, nmun tak sepenuhnya berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari tabel di atas adalah bahwa pendidikan kita sejauh yang saya pahami dari yang saya dengar dari guru-guru yang pernah saya temui. Berdasarkan tabel yang ketiga ini dari sisi Aim of Matematics Education, Theory of Learning dan Theory of Teaching, Pendidikan matematika di negara kita berada dalam kategori Technological Pragmatism, Old Humanist dan Progressive Teacher, karena di sini guru masih memegang peranan dominan dalam prakteknya, dan siswa dituntut untuk mencapai kriteria tertentu (nilai KKM) untuk bisa dinyatakan berhasil dalam belajarnya, walau demikian dengan digunakannya pendekatan saintifik siswa sudah mulai diajak untuk berkreatifitas, mengeksplorasi dan mengkonstruksi pemahamannya sendiri.

    ReplyDelete
  30. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan peta pendidikan dunia bagian ketiga ini terlihat bagaimana posisi pendidikan di Indonesia dan perbandingannya dengan pendidikan dunia. Dari tabel tersebut, terlihat pendidikan di Indonesia berada pada industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist. Disini menunjukkan bahwa sebagian besar guru menganggap pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang berorientasi kepada guru, lebih menekankan kepada tugas dan latihan yang banyak untuk melihat tingkat keberhasilan siswa. Meskipun demikian, pendidikan di Indonesia telah berusaha untuk memperbaiki kualitas pendidikannya melalui berbagai pendekatan yang mulai digencarkan belakangan ini.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    17709251065
    PM C

    Variasi metode, variasi interaksi, variasi media dalam pembelajaran tentu sangat dibutuhkan. Segala sesuatu yang monoton akan membuat siswa bosan dalam menerima pembelajaran. Dengan variasi ini akan membuat siswa menjadi senang dan terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa adalah subjek belajar. Tidak hanya itu, pembelajaran yang berpusat pada siswa juga akan memancing dan mengeksplore kreativitas siswa. Misalny, dengan soal yang sama kemudian siswa diminta mngerjakan, akan memunculkan banyak ide dalam penyelesaian. Berbeda dengan guru menjelaskan cara mengerjakannya terlebih dahulu yang akan membuat siswa terpaku pada satu cara.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Dalam paradigma constructivisme, teori belajar yang digunakan ialah konstruktivisme dan pengembangan, diskusi dan investigasi. Pembelajaran yang dilakukan lebih aktif dengan melibatkan siswa secara aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri melalui kolaborasi dan penyelidikan. Namun dalam keyataannya, kebanyakan praktik di lapangan masih cenderung menerapkan teori belajar transfer pengetahuan, motivasi belajar eksternal, dan pembelajaran ekspositori.

    ReplyDelete
  33. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berkembangnya media pembelajaran serta metode mengajar sebenarnya memberikan keleluasaan bagi guru dan siswa untuk mengatur pembelajaran agar lebih fleksibel. Untuk siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda, guru diharapkan dapat mengembangkan media dan menerapkan berbagai metode yang membuat siswa tertarik dan menambah minat siswa. Ekspositori memang tidak salah, namun paradigma pendidikan di Indonesia harus diubah. Siswa tidak datang ke skolah hanya untuk duduk dan mendengarkan (dan mencatat), namun siswa harus belajar membangun pengetahuan dan belajar bagaimana cara belajar bermakna.

    ReplyDelete
  34. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Indonesia memiliki wilayah yang luas. Ratusan ribu sekolah berdiri di daerah kota yang maju maupun desa yang tertinggal. Keadaan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah pun berbeda, sehingga jika di sekolah A yang berada di kota dapat diterapkan pembelajaran yang bersifat eksploratif, di sekolah B yang berada di ujung pulau mungkin masih menerapkan pembelajaran menghafal dan transfer ilmu yang biasa disebut sebagai teacher-centered learning. Oleh karena itu, menurut saya, pendidikan di Indonesia sedang dalam masa peralihan dari teacher-centered menuju ke student-centered. Masa peralihan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat sulitnya menjangkau daerah-daerah yang masih minim sarana, prasarana dan tenaga pendidik. Di sisi lain, sekolah-sekolah di kota/kabupaten yang cukup maju sudah dapat menerapkan pembelajaran yang eksploratif, kreatif, dan konstruktif.

    ReplyDelete
  35. anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Peta 3 ini adalah lanjutan dari peta 2. Sekarang kita akan meninjau setiap era dari tujuan pendidikan matematika, teori belajar, dan teori mengajarnya. Pada era public educator, seharusnya paradigma kita tentang tujuan pendidikan matematika adalah untuk mengembangkan siswa secara komprehensif melalui matematika dan membangun sikap ilmiah siswa untuk berfikir sebagai pemecahan masalah. Yang untuk mengembangkan siswa tersebut dapat dilakukan dengan gaya belajar siswa masing-masing, mulai dari diskusi, belajar sendiri, dan refleksi. Selain itu, guru sebaik mengedepankan aspek diskusi dan investigasi pada pembelajaran yang dapat memacu siswa mengembangkan diri melalui matematika, karena pola piker matematika merupakan pola pikir secara terstruktur atau pola pikir yang kontruktif sehingga siswa dapat membangun sikap ilmiah darai sana. Pola sikapilmiah siswa inilah yang juga menjadi dasar oenting kehidupan generasi muda untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan mengembangkan potensi dalam negeri untuk menjadikan pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dari sebelumnya, sehingga setiap orang harus mempunyai sikap untuk memperbaiki pendidikan dimulai dari perbaikan diri sendiri.

    ReplyDelete
  36. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Keadaan siswa dan guru yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda ini memberikan artian bahwa dalam pembelajaran tidak bisa ditentukan untuk melakukan seperti apa yang diinginkan oleh satu kebijakan tertentu. Konten memang perlu diberikan acuan yang sama guna menyeragamkan apa yang dipelajari pada suatu kelompok besar. Namun tidak dengan proses yang akan digunakan, karena manusia tidak bisa disamakan dengan benda yang memiliki jenis yang sama. Karena pada dasarnya manusia itu unik jadi biarkanlah mereka mengembangkan pembelajaran mereka sesuai dengan keunikan mereka masing-masing.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  37. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan formal maupun informal masing-masing mempunyai peranan penting disetiap sudut kehidupan baik bagi guru maupun bagi siswa itu sendiri. Dalam proses pembelajaran sangat dituntut variatif baik dari segi metode, pendekatan, maupun dari sistem penilaian. Selain dari hal-hal tersebut media pembelajaran sangat diperlukan baik yang berbasis pembelajaran seperti silabus, RPP, LKS, dll maupun yang berbasis teknologi digital dan komputerisasi. Karena semua jenis media tersebut sangat berpengaruh dalam membangkitkan motivasi siswa yang berujung pada hasil belajar siswa.

    ReplyDelete
  38. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb. Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, bertingkat atau berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya, termasuk di dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan professional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media massa.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  39. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan formal ataupun pendidikan non-formal atau informal mempunyai ranah dan peranannya masing-masing. Pendidikan formal yang berjenjang mengarah pembelajaran yang bertingkat dan sistematis, sedang pendidikan non-formal mengarah pada sistem pendidikan yang berjalan sesuai arus dan kebutuhan, tanpa menjadikan pola tingkatan yang berkesinambungan. Namun saat ini pendidikan non-formal mulai digencarkan guna memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi kalangan yang kurang beruntung dan bagi yang ingin mendapatkan pengetahuan tambahan khususnya dalam bidang tertentu, yang tidak didapatkan disekolah formal.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  40. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pendidikan formal dan informal keduanya punya peran yang sama pentingnya. Dengan pendidikan formal dan informal yang selaras diharapkan anak mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Sehingga mungkin tujuan pendidikan akan lebih tercapai. Selain itu, peta diatas merupakan sejarah perkembangan pendidikan. Pertama dengan sertifikat, yang kedua berfikir dan latihan dan yang ketiga motivasi dari luar. Dalam hal ini motivasi dati diri sendiri yang menjadi paling penting. JIka motivasi dari diri belum ada maka sudah menjadi tugas dari guru untuk selalu memotivasi siswanya agar motivasi siswa dapat timbul dari diri sendiri. Nah disinilah pentingnya guru.

    ReplyDelete
  41. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam pendidikan, formal dan informal keduanya diperlukan. Banyak saya jumpai di sekolah yang segala sesuatunya masih disamakan misalnya dalam suatu kelas semua siswa memperoleh materi yang sama, dengan guru yang sama, kecepatan belajar sama, metode belajar sama, penilaian belajar sama, mengacu pada standar yang sama. Bahkan metode belajar yang digunakan sama dari awal belajar di kelas sampai naik kelas. Padahal siswa dengan berbagai macam karakter pastilah memiliki banyak perbedaan baik dari cara belajar, kemampuan dalam mata pelajaran tertentu, kecepatan dalam menerima pembelajaran. Apabila dalam pembelajaran dapat memperhatikan keinginan siswa dan dengan metode yang bervariasi pasti anak-anak akan merasa lebih semangat untuk belajar. Meskipun formal itu juga diperlukan. Jadi antara formal dan informal keduanya dibutuhkan dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  42. Junianto
    17709251065
    PM C

    Seperti yang telah Prof sering sampaikan bahwa metode yang paling baik untuk kegiatan pembelajaran adalah berganti-ganti metode. Segala inovasi metode pembelajaran sudah sangat banyak dikembangkan oleh para ahli tinggal bagaimana kita sebagai tenaga pendidik memanfaatkan dan menerapkannya dengan tepat. Variasi metode akan membuat siswa tidak mudah bosan dalam belajar dan akan memancing kreatifitas siswa.

    ReplyDelete
  43. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pendidikan di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem pendidikan formal, yang terstruktur dan sistematis. Ini dikarenakan pendidikan Indonesia belum bisa sepenuhnya "move on" dari Pendidikan yang diterapkan oleh kolonial yang hanya bertujuan untuk menghasilkan "pekerja" yang dapat diatur dan dibayar murah. Pendidikan formal memang sangat diperlukan namun bukan berarti kita hanya menjalankan sistem pendidikan secara formal saja, karena pendidikan informal dengan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Medianya juga di perlukan, sehingga yang dihasilkan bukan hanya pekerja tetapi juga pemimpin, entrepreneur, ilmuan dan pemuda-pemuda yang berkarakter.

    ReplyDelete
  44. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dari peta perkembangan pendidikan di bidang tujuan pembelajaran matematika, teori belajar dan teori mengajar di atas dapat dilihat bahwa semakin ke sekarang pendidikan khususnya pendidikan matematika dituntut untuk lebih komunikasi, kreatif dan penemuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Kemampuan-kemampuan tersebut tidak selalu ditujukan kepada siswa, namun gurupun juga harus memiliki kemampuan tersebut sehingga tujuan matematika tidak sekedar transfer dan terima ilmu namun lebih dari itu yaitu untuk membentuk siswa menjadi kreatif dan mampu untuk menemukan solusi dari permasalahan. Guru harus kreatif dalam menuntun atau memfasilitasi siswa agar mampu menumbuhkan kemampuan-kemampuannya baik dalam mengeksploarasi maupun dalam kemampuan kreatifitas dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  45. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Variasi metode dan variasi media merupakan hal yang sangat mempengaruhi berjalannya proses pembelajaran. Dalam memilih dan menerapkan metode dan media, guru harus mampu melihat metode mana dan media mana yang cocok dengan materi yang akan disampaikan. Karena setiap materi pembelajaran memiliki karakterisitik, beban kognitif dan tingkat kesulitan masing-masing, maka setiap materi akan memiliki media efektifnya masing-masing. Selain media, saat pemilihan metode pembelajaran tentunya guru harus mengidentifikasi karakterisitk siswa dan materi serta media sehingga metode yang diterapkan dapat berjalan dengan efektif.

    ReplyDelete
  46. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Tugas kita sebagai calon pendidik adalah mengubah pola pikir anak bangsa untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan dunia luar. Namun, harus tetap menjunjung tinggi ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Hal ini disebabkan, kecerdasan seorang itu dari bawaan dan lingkungan. Sekolah merupakan salah satu yang berhubungan dengan lingkungan. Di sekolah terdapat seorang pendidik, sehingga kecerdasaan anak tergantung bagaimana cara pendidik memberikan konsep kepada anak dan bagaimana pendidikan memberikan motivasi dalam pemebelajaran dan etika yang baik.
    Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Inovasi dalam metode pengajaran mutlak diperlukan, namun hal itu tidak lantas mengesampingkan metode-metode terdahulu. Karena metode lama pun ada baiknya juga. Sebagai contoh metode ceramah yang sering disebut metode konvensional, masih relevan untuk beberapa materi pelajaran. Menurut saya adalah mengkolaborasikan metode lama dengan baru sangat baik sehingga bisa saling melengkapi.

    ReplyDelete
  48. Dari tabel tersebut menjelaskan berdasarkan kategori aim of mathematiecs education, theory of learning, dan theory of teaching pada 3 kolom sebelah kiri yang hanya menekannkan pada pendidikan formal saja, padahal sesungguhnya pendidikan itu memiliki bidang yang luas, dalam kehidupan yang kita pelajari tidak semuanya ada dalam pendidikan formal, seperti keahlian bertanam, memasak, menjahit, dan lain-lain yang erat kaitannya dengan kehidupannya, maka pada 2 kolom di sebelah kanan yang menerapkan system pendidikan formal dan informal, saya rasa lebih baik untuk manusia.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  49. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pendidikan Formal dan Informal merupakan wujud dari nilai substansif dalam pendidikan karena lebih bervariasi. Variasi-variasi dalam pendidikan seperti metode pembelajaran, interaksi dan media sangat diperlukan dalam proses pendidikan. hal ini dikarenakan proses pendidikan dapat berjalan secara alamiah tanpa menghilangkan kreativitas guru dan kemampuan anak. Sedangkan pada pendidikan formal lebih ke arah non-substantif dan terlalu mekanis.

    ReplyDelete
  50. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Tabel di atas menggambarkan efek ketika pendidik memenuhi teori pendidikan. sementara pelatih industri bertemu dengan teori pengajaran yang dibuat adalah transfer pengetahuan. ketika pendidik progresif memenuhi teori mapan mengajar adalah pembangunan dan pengembangan.Dengan demikian, kita bisa memilih opsi yang metode akan digunakan kemudian sebagai calon pendidik. Pilihan yang terbaik ada pada 2 kolom kanan yang meliputi pendidikan Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media.

    ReplyDelete
  51. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Lagi-lagi saya menyetujui apa yang menjadi catatan Pak Marsigit terkait peta pendidikan yang dibuat oleh Bapak dari Paul Ernest. Dan lagi-lagi dua kolom yang paling kanan menjadi implementasi pendidikan yang paling baik diantara kelima kolom yang ada. Pada dua kolom paling kanan mengimplementasikan pendidikan formal dan informal dengan mengembangkan variasi metode pembelajarannya, variasi interaksi baik guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun siswa antar kelompok, dan juga variasi media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Variasi metode pembelajaran perlu dilakukan dengan disesuaikan dengan materi yang akan menjadi topik pembahasan, karena setiap materi matematika biasanya membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan kecocokannya. Dan variasi media tentunya untuk membantu siswa dalam membangun intuisinya.

    ReplyDelete
  52. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    dari tabel tersebut saya sangat tertarik dengan 2 kolom sebelah kanan. kapan pendidikan kita bisa concern ke 2 kolom itu ya? tapi menjadi guru yang kreatif tidak harus menunggu instruksi. mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang, mari membelajarkan siswa dengan sepenuh hati. ibarat seorang dokter(guru) dan pasien (siswa), maka dokter harus memberikan resep sesuai dengn kebutuhan pasiennya, begitu juga yang seharusnya dilakukan oleh guru ke siswanya.terimakasih banyak untuk ilmu-ilmunya pak.

    ReplyDelete
  53. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Setiap negara memiliki kurikulum dan pelaksanaan pendidikan yang berbeda. Hal tersebut akan disesuaikan dengan potensi negara, warga dan perkembangan global dunia. Pendidikan di Indonesia terus berkembang dahulu mungkin orangtua kita tidak mengenal yang namanya kurikulum 2013, namun pendidikan yang mereka jalani lebih ke teacher center. Dahulu guru juga bebas dalam memberikan hukuman pada siswanya seperti memukul atau menjewer namun pendidikan di Indonesia yang semakin maju ini menyadari bahwa hukuman tersebut akan memberikan pengaruh buruk bagi psikologi siswa.

    ReplyDelete
  54. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya memiliki pandangan bahwa pendidikan di Indonesia saat ini berusaha untuk mengkolaborasikan antara yang formal dan yang informal. Dalam pendidikan juga memerlukan sistematika saat pelaksanaannya, seperti struktur pengelola pendidikan, penentuan visi dan misi, peraturan dan mekanisme pelaksanaannya. Pada pendidikan informal dibutuhkan bagaimana penetapan metode atau cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Kemudian, pendidikan informal berperan untuk sarana pengembangan bagi pendidik dan peserta didiknya. Pendidikan informal saat ini yang mulai berkembang adalah sekolah montessori dan sekolah alam.

    ReplyDelete
  55. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran dengan teknik, metode yang digambarkan oleh tiga kolom paling kiri ialah suasana pembelajaran dulu saat saya masih berada di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah. Matematika dipandang sebagai transfer pengetahuan serta teori pembelajaran yang diilhami dalam pembelajaran meliputi latihan, sistem drill, menghafal menjadikan pembelajaran yang berlangsung kurang maksimal. Ada faktoe kecocokan antara guru dan siswa, sehingga saat siswa merasa cocok dengan gurunya,seperti apapun cara mengajarnya siswa akan berusaha dengan maksimal, sedangkan siswa yang tidak cocok dengan gurunya akan bersikap tak acuh terhadap pembelajaran sehingga tujuan pendidikan tidak tercapai, terlebih pembelajaran yang membosankan membuat siswa jenuh. Sehingga saat ini metode dan pendekatan pembelajaran diganti dengan metode saintifik dengan harapan dapat membawa angin segar bagi pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  56. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran di sekolah saat ini diproyeksikan sebagai pembelajaran dengan pendekatan saintifik, yang lebih mengarah pada dua kolom paling kanan. Tujuan pembelajaran matematika ialah mengejar kreatifitas siswa dan untuk membangun pemahaman siswa yang bersifat komprehensif dengan metode pembelajaran eksploratif memalui diskusi dan penemuan-penemuan dan menganggap siswa ialah makhluk yang telah memiliki potensi sehingga tugas guru ialah memaksimalkan potensi tersebut melalui kontruksi pengetahuan yang tepat sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Namun dibalik itu, tetap saja tidak ada sesuatu yang luput dari kekurangan, sehingga sistema pendidikan akan terus berkembang dan akan terus diperbaiki demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  57. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Pendidikan Formal dan Informal merupakan wujud dari nilai substansif dalam pendidikan karena lebih bervariasi. Variasi-variasi dalam pendidikan seperti metode pembelajaran, interaksi dan media sangat diperlukan dalam proses pendidikan. hal ini dikarenakan proses pendidikan dapat berjalan secara alamiah tanpa menghilangkan kreativitas guru dan kemampuan anak. Sedangkan pada pendidikan formal lebih ke arah non-substantif dan terlalu mekanis.

    ReplyDelete
  58. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pada bagian 1, disebutkan jika pendidikan di Indonesia cenderung pada 3 kolom sebelah kiri (industrial trainer, technological pragmatis, dan old humanis). Kemudian ketiga kecenderungan itu menghadapkan kita pada kondisi pendidikan saat ini yang ternyata masih berada pada titik teacher center. Ternyata, belum berhenti di situ. Tiga kecenderungan tersebut juga membawa kita pada bentuk pendidikan yang formal. Pendidikan formal tentunya kontradiktif dengan pendidikan formal.
    Indonesia sedang berada dalam bentuk yang diwakilkan oleh tiga kolom di sebelah kiri, bahwa Indonesia sedang berada dalam posisi pendidikan formal. Sedangkan pada kolom sebelah kanan, ialah pendidikan formal dan informal, di dalamnya terdapat variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media.
    Maka sudah sedikit demi sedikit terlihat sedang seperti apa bentuk pendidikan di Indonesia saat ini?

    ReplyDelete
  59. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seiring perkembangan zaman, kemampuan individu dituntut untuk terus berkembang. Begitu pula dalam dunia pendidikan. Kemampuan yang dibutuhkan abad 21 adalah 4c yaitu communication, collaborative, critical thinking, dan creativity. Oleh karena itu pendidikan yang berlangsung haruslah bermuara pada tuntutan kemampuan saat ini. Maka berdasarkan peta di atas, progressive educator merupakan bentuk pendidikan yang mendukung lahirnya generasi bangsa dengan kemampuan yang sesuai tuntutan zaman. Pendidikan formal dan informal ini menghindari berlangsungnya pendidikan yang menoton yaitu dengan cara menggunakan variasi metode belajar sesuai dengan karakteristik siswa dan materi serta didukung dengan sumber belajar yang dihasilkan dari kreativitas guru.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Teori mengajar pada dua kolom sebelah kanan adalah suatu bentuk pengajaran yang inovatif dengan menggunakan kegiatan diskusi dan investigasi menggunakan filsafat konstruktifisme, sehingga dengan ini pembelajaran berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator pembelajaran dimana intervensinya hanya terbatas pada memberikan arahan belajar dan bukan menjadi sumber belajar utama dan satu-satunya.

    ReplyDelete
  61. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Peta 3 ini adalah lanjutan dari peta 2. Sekarang kita akan meninjau setiap era dari tujuan pendidikan matematika, teori belajar, dan teori mengajarnya. Pada era public educator, seharusnya paradigma kita tentang tujuan pendidikan matematika adalah untuk mengembangkan siswa secara komprehensif melalui matematika dan membangun sikap ilmiah siswa untuk berfikir sebagai pemecahan masalah. Yang untuk mengembangkan siswa tersebut dapat dilakukan dengan gaya belajar siswa masing-masing, mulai dari diskusi, belajar sendiri, dan refleksi. Selain itu, guru sebaik mengedepankan aspek diskusi dan investigasi pada pembelajaran yang dapat memacu siswa mengembangkan diri melalui matematika, karena pola piker matematika merupakan pola pikir secara terstruktur atau pola pikir yang kontruktif sehingga siswa dapat membangun sikap ilmiah darai sana. Pola sikapilmiah siswa inilah yang juga menjadi dasar oenting kehidupan generasi muda untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan mengembangkan potensi dalam negeri untuk menjadikan pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dari sebelumnya, sehingga setiap orang harus mempunyai sikap untuk memperbaiki pendidikan dimulai dari perbaikan diri sendiri.

    ReplyDelete
  62. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Teori pembelajaran dari Progressive Educator adalah eksplorasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksplorasi adalah kegiatan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru dari situasi yang baru. Dalam kegiatan eksplorasi, guru melibatkan peserta didik dalam mencari dan menghimpun informasi, menggunakan media untuk memperkaya pengalaman mengelola informasi, memfasilitasi peserta didik berinteraksi sehingga peserta didik aktif, medorong peserta didik mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda yang membedakan dengan gejala pada peristiwa lain, mengamati objek di lapangan maupun labolatorium

    ReplyDelete
  63. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Menarik untuk menyimak pada baris aim of mathematics education, saya rasa pendidikan di Indonesia masih berada di Old Humanism. Pada prosesnya, pendidikan di Indonesia belum mampu mencapai level kreativitas dan hanya mampu berada pada transfer of knowledge. Kita harus dapat meningkatkannya pada kreativitas karena dengan berpikir kreatif, siswa sudah bisa berpikir pada level yang tinggi dan dapat memecahkan masalah dengan baik.

    ReplyDelete
  64. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Inovasi dan variansi dalam metode dan interaksi pembelajaran sangatlah diperlukan. Hal itu akan menjadikan siswa tidak bosan dalam proses pembelajaran. Dengan inovasi yang dilakukan diharapkan metode pembelajaran mampu mengakomodasi berbagai karakteristik kemampuan siswa. Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin dibutuhkannya pendidikan. Sistem pendidikan yang kini tidak hanya sekedar pendidikan formal di sekolah, namun semakin maraknya pendidikan informal yang diambil oleh para siswa. hal ini ditandai dengan maraknya berbagai bentuk lembaga pendidikan informal misalnya tempat bimbingan belajar. Banyaknya siswa yang menambah jam belajarnya di luar jam belajar pendidikan formal mereka, menandakan semakin pentingnya akan kebutuhan pendidikan. Bukan berarti pendidikan formal yang diterima tidak mampu menjawab kekurangan para peserta didik, namun boleh jadi kurang maksimalnya apa yang ingin mereka dapatkan pada pendidikan formal, sehingga mendorong mereka untuk mengambil pendidikan informal. Baik pendidikan formal maupun informal, diharapkan dapat memberikan metode, interaksi, dan media pembelajaran yang dapat mendukung keberlangsungan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  66. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seperti pada peta pendidikan sebelumnya, saya akan menyampaikan sedikit pendapat saya mengenai sebagian dari konsep pendidikan yang ada pada peta 3 ini. Pada tiga kolom di sebelah kiri merupakan pendidikan dengan sangat formal, sedangkan dua kolom di kanannya merupakan pendidikan secara formal maupun informal. Sebagai siswa di jenjang perguruan tinggi, saya lebih sering mengalami pendidikan secara formal bahkan sangat formal. Yaitu pembelajaran tentang ilmu murni dan berorientasi pada bagaimana menjadi seorang tenaga pendidik secara professional.

    Namun, hal tersebut tidka tepat apabila diterapkan pada anak sekolah. Pada usia anak sekolah sebaiknya pendidikan yang diberikan ialah pendidikan secara formal semi informal. Formal dalam artian kelembagaan dan sistemnya sedangkan informal dalam variasi kegiatan pembelajarannya. Guru sebaiknya melakukan kegiatan pembelajaran yang berfariasi baik itu metode, interaksi, maupun media. Variasi metode bertujuan untuk menerapkan kegiatan pembelajaran yangs esuai dengan materi dan karakteristik siswa. Variasi interaksi dilaukan dengan tujuan agar siswa memperhatikan guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Dan variasi media bertujuan agar apa yang dipelajari siswa tida monoton berdasarkan satu sumber saja.

    ReplyDelete
  67. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari catatandiatas diperoleh bahwa terdapat dua jenis pendidikan yang telah diterapkan yaitu pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal merupakan pendidika yang diselenggarakan di sekolah sekolah umum dan memiliki jenjeng pendidikan yang jelas, mulai dari dasar, menegah dan tinggi. Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilaksakan secara terstruktur dan berjenjang dengan mengembangkan variasi metode dan interaksi dan media.

    ReplyDelete
  68. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan Indonesia seharusnya adalah pendidikan dengan menggunakan pembelajaran yang inovatif, pembelajaran yang menggunakan beragam variasi pembelajaran baik itu variasi metode, media, maupun perangkat pembalajaran atau LKS, hal ini karena pembelajaran yang diberikan harus mampu membuat semua siswa baik itu quick learner maupun slow learner sama-sama mampu membangun pengetahuannya sendiri. Pendidikan tidak boleh hanya sebatas back to basic, hanya sebatas calistung (baca, tulis, dan hitung), dan hanya sebatas tranfer pengetahuan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  69. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    terimakasih pak untuk ilmunya
    lagi-lagi saya semakin tertarik untuk belajar bagaimana pendidikan khususnya di Indonesia
    saya, belum bisa memberikan tanggapan berdasarkan artikel diatas, karena masih kurangnya ilmu saya pak
    maaf sebelumnya dan terimakasih untuk ilmu baru yang menjadi referensi untuk saya

    ReplyDelete
  70. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Walah kalau sekarang banyak guru yang sudah bangga dengan "transfer of knowledge"nya yang berhasil, itu mah jaman old ya ternyata. Masih sedikit guru yang mengembangkan kreativitas siswanya, bahkan mengembangkan kemampuan siswa menurut kebutuhan siswa sendiri. Sulit memang.. tapi belum dicoba kan? Kalau banyak yang mencoba saja tak mau,bagaimana mau maju?

    ReplyDelete
  71. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  72. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berdasarkan Peta Pendidikan Dunia di atas, Tiga kolom sebelah kiri tersebut mengimplementasikan Pendidikan dengan sangat Formal; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimplementasikan Pendidikan meliputi Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media. Pendidikan di Indonesia saat ini sedang diupayakan menggunkan variasi metode pembeajaran yang tentinya disesuaikan dengan kharakteristik siswa. Mulai dari menggunakan LKS dengan berbagai model pendekatan hingga pemanfaatan teknologi.

    ReplyDelete
  73. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Tabel diatas mengilustrasikan efek atau dampak ketika pendidikan bertemu dengan teori pendidikan. Dari hal hal tersebut kita dapat memilih pilihan metode yang mana yang akan digunakan saat akan menjadi seorang calon pendidik yang baik dan memiliki pemahaman yang lebih bagus.

    ReplyDelete
  74. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam tabel di atas dapat kita lihat bahwa hubungan antara theory of learning dengan technological pragmatist adalah thinking and practice. Hal tersebut merupakan sistem yang terjadi di Indonesia. Setelah melalui pembelajaran teori maka selanjutnya dilakukan latihan-latihan. Hal tersebut bertujuan agar siswa benar-benar dapat memahami apa teori yang dipelajari sebelumnya.

    ReplyDelete
  75. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Mengamati tiap kolom dari pete ketiga ini, antara pendidika formal saja dan pendidikan formal tetapi dengan berbagai variasi metode dan juga memanfaatkan media pembelajaran, tentu akan lebih menyenangkan kalau menggunakan patokan dua kolom sebelah kanan. Dengan pendidikan formal tiga kolom sebelah kiri, proses pembelajaran akan terasa kaku. Selain itu anak juga akan lebih cepat bosan karena pembelajarannya itu-itu saja. Dua kolom sebelah kanan tentu juga menjadi harapan penerapan proses pendidikan di Indonesia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  76. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seperti yang saya paparkan pada beberapa komen sebelumnya, memang seharusnya pendidikan itu jangan hanya terfokus pada kebutuhan politik saja, namun lebih pada kebutuhan masyarakat itu apa. Karena jika hanya menonjolkan politik dalam pendidikan saja, maka pendidikan itu tidak akan berkembang dengan baik dan tidak akan memberikan dampak yang lama terhadap perkembangan peserta didik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  77. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Tujuan dari suatu pembelajaran matematika adalah untuk mengembangkan kreativitas dan tingkat berpikir siswa. Untuk mencapai hal tersebut, perlu digunakan strategi yang tepat. Strategi tersebut harus mengandung variasi metode, interaksi, maupun media. Untuk itu, lagi-lagi, guru sangat dituntut untuk kreatif dan inovatif dlam membuat desain pembelajaran. Diskusi, investigasi, dan eksplorasi adalah cara atau metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu siswa dalam mengembangkan dan mengkonstrusi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  78. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan peta 3 pendidikan dunia tersebut kita dapat mengetahui bahwa pada masyarakat industrial trainer, teori pembelajaran yang digunakan adalah bekerja keras, latihan, drill, dan menghafal. Pada masyarakat technological pragmatis, teori pembelajaran yang digunakan adalah berpikir dan praktek. Pada masyarakat old humanis, teori pembelajaran yang digunakan adalah memahami dan mengaplikasikan. Pada masyarakat progressive educator, teori pembelajaran yang digunakan adalah eksplorasi.sedangkan pada masyarakat public educator, teori pembelajaran yang digunakan adalah diskusi

    ReplyDelete
  79. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    di Indonesia sempat diterapkan pendidikan formal yang sampai jam 5 sore, menurut saya itu tidak efektif, karena bukannya siswa mendapatkan banyak ilmu sebaliknya mereka akan merasa bosan sehingga ilmu yang didapatkan hanya bersifat sekedar lewat dan tidak tersimpan dalam memori.
    pembelajaran dengan praktik dan realita menurut saya akan lebih mudah untuk di ingat, diserap dan selanjutnya disimpan ke dalam memori otak.

    ReplyDelete
  80. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. jika Indonesia ingin maju maka seharusnya pendidikan di Indonesia melihat matematika sebagai process of thinking dan social activities. Pendidikan Indonesia harus bersifat formal dan informal secara bersamaan. Pendidikan matematika hendaknya menggunakan berbagai macam metode mengajar, variasi intekasi anatara guru, murid, lingkungan, dan sumber belajar, serta variasi media pembelajaran yang digunakan.

    ReplyDelete
  81. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setiap negara memiliki kurikulum dan pelaksanaan pendidikan yang berbeda. Hal tersebut akan disesuaikan dengan potensi negara, warga dan perkembangan global dunia.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  82. Tabel di atas menggambarkan efek ketika pendidik memenuhi teori pendidikan.
    Sementara pelatih industri bertemu dengan teori pengajaran yang dibuat adalah transfer pengetahuan. ketika pendidik progresif memenuhi teori mapan mengajar adalah pembangunan dan pengembangan.
    Dengan demikian, kita bisa memilih opsi yang metode akan digunakan kemudian sebagai calon pendidik. Pilihan yang terbaik ada pada 2 kolom kanan yang meliputi pendidikan Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media

    ReplyDelete
  83. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berdasarkan pemahaman saya terhadap tabel di atas, tujuan pelatih industri kelompok pada pendidikan matematika adalah kembali ke dasar matematika atau kita dapat memanggil kembali arithmatika, dalam proses belajar mereka, mereka menggunakan cara kerja keras, latihan, latihan, dan metode menghafal. . Pada proses mengajar mereka, mereka menerapkan metode transfer pengetahuan. Dan kemudian, tujuan pragmatis teknologi kelompok pada pendidikan matematika adalah sertifikasi kemampuan matematika, pada proses belajar mereka, mereka menggunakan metode berpikir dan praktik, dalam proses pengajaran mereka, mereka menerapkan metode motivasi eksternal. Tujuan kelompok tua humanis pada pendidikan matematika adalah transfer pengetahuan, pada proses belajar mereka, mereka menggunakan metode pemahaman dan penerapan, dalam proses pengajaran mereka, mereka menerapkan metode ekspositori. Ke depan, tujuan pendidik progresif tentang pendidikan matematika adalah kreativitas matematika, proses belajar mereka, metode eksplorasi, pada proses mengajar mereka, mereka menerapkan metode konstruksi dan pengembangan. Yang terakhir adalah kelompok pendidik masyarakat, kelompok ini bertujuan untuk mengembangkan manusia secara komprehensif melalui matematika. Kemudian mereka menerapkan metode diskusi pada proses belajar mengajar mereka.

    ReplyDelete
  84. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Ini merupakan pertanyaan yang sama yang saya lontarkan pada peta 1 dan peta 2. Mengingat Pancasila adalah salah-satu ideologi yang unik di dunia yang menurut beberapa pandang mencakup dan toleransi pada odeologi-ideologi humanis lainnya, sehingga memunculkan pertanyaan dari saya, “di antara yang tercakup dalam peta pendidikan di atas, manakah bagian yang mengarah pada ideologi pancasila? Dan bagaimana posisi pancasila dalam khazanah pengetahuan ideologi pendidikan di dunia?

    ReplyDelete
  85. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Sesuai elegi sebelumnya bahwa 3 kolom sebelah kiri lebih mengarah pada model pendidikan teacher Center dan transfer knowladge. Hal ini tentunya identik dengan sekolah sekolah atau bisa kita sebut sekolahan. Sementara 2 kolom sebelah kanan identik dengan pendidikan alam, pendidikan praktik, kerja lapangan karena yang dibangun adalah karakter. Tidak hanya membangun knowladge sepeti yang di sekolah lakukan. Secara tidak langsung d Sekolah pun sudah ada pendidikan untuk 2 kolom sebelah kanan hanya durasinya yang sangat singkat dan tidak diprogram dengan baik.

    ReplyDelete
  86. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    menurut pendapat saya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memadukan antara formal dan informal, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. jadi yang terbaik adalah mengambil hal-hal yang positif dari pendidikan formal dan yang informal seperti misalnya bekerja keras, kreatif, dsb.

    ReplyDelete
  87. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bagi saya, baik pendidikan formal, informaal, atau nonformal sekalipun, tidak bisa saling terpisahkan dan tidak bisa berdiri sendiri. Ketiganya bahkan menjadi sumber utama seseorang dalam mendapatkan atau mengenyam pendidikan. Pendidikan formal bukan satu-satunya yang mampu mensukseskan anak dan membawanya kepada masa depan yang cerah. Pendidikan informal seperti bimbingan belajar tambahan, les, kursus,menjadi suplemen tambahan agar anak semakin mantap dengan ilmu yang telah ia peroleh di sekolah. Sedangkan pendidikan nonformal yang ia rasakan di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi pengalaman hidup yang membimbing dan memberi pelajaran secara tidak langsung, sehingga akan memperluas wawasan dan memperkuat karakternya.

    ReplyDelete
  88. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya sangat setuju jika dikatakan pendidikan formal dan informal adalah dua hal yang bisa disandingkan. Dalam era mordern seperti saat ini, pembelajaran di sekolah sudah bertransformasi dari sekadar transfer ilmu menjadi kegiatan yang lebih luas dan beragam. Dalam pembelajaran siswa selain mendapatkan pengetahuannya baik yang dikonstruksi sendiri dengan bantuan guru atau yang ditransfer langsung oleh guru, siswa juga mendapatkan banyak kesempatan untuk mengembangkan dirinya diranah yang lebih luas. Seperti kepribadian, lifeskillnya, dan banyak lagi. Sehingga selain memiliki kemampuan yang baik secara akademik, siswa juga memiliki kemampuan diberbagai bidang lainnya.

    ReplyDelete
  89. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dahulu, arah pendidikan dikampanyekan secara massif agar berubah dari sekedar transfer of knowledge menjadi membentuk sikap, akhlak, perilaku siswa. Namun seiring perkembangan zaman, kampanye tersebut mulai diganti lagi dengan jargon memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensinya masing-masing. sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, dan pembentukan karakter, namun berkembang lagi menjadi memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensinya masing-masing. dengan demikian peran guru dalam pembelajaran adalah menjadi fasilitator bagi siswa

    ReplyDelete
  90. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Jika di lihat bagaimana kondisi pembelajaran di Indonesia sebagian telah menuju ke arah yang semakin baik. Beangkat dari kreatifitas siswa, maka diharapkan siswa dapat mengkontruksikan pengetahuannya sendiri. Proses membangun pengetahuan ini tentu tidak serta merta dapat terjadi begitu saja. Siswa sudah memiliki pengetahuan awal atau dasar yang membekali mereka dalam mengeksplorasi pengetahuan lain guna melengkapi kekurangan yang ada untuk membangun pengetahuan barunya.

    ReplyDelete
  91. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Tabel di atas menggambarkan efek ketika pendidik memenuhi teori pendidikan. sementara pelatih industri bertemu dengan teori pengajaran yang dibuat adalah transfer pengetahuan. ketika pendidik progresif memenuhi teori mapan mengajar adalah pembangunan dan pengembangan.Dengan demikian, kita bisa memilih opsi yang metode akan digunakan kemudian sebagai calon pendidik. Pilihan yang terbaik ada pada 2 kolom kanan yang meliputi pendidikan Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media.

    ReplyDelete
  92. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu pendidikan formal dan informal, kedua pendidikan ini dikembangkan dengan media, variasi dan juga interaksi. Dari ketiga cara tersebut nantinya akan digunakan untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  93. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Seperti pada pernyataan yang ada pada peta-3 bahwa posisi pendidikan Indonesia berada pada 3 kolom sbelah kiri. Berarti saat ini pendidikannya sangat formal, yang mana tujuannya yaitu pada kolom sebelah kanan, yaitu pendidikan yang formal dan informal, dimana terdapat variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media. Karna pendidikan sangat formal, tujuan pembelajaran matematikanya pun masih sebatas transfer ilmu, belum bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa. Ini pula yang menyebabkan kemampuan berfikir kreatif siswa Indonesia masih rendah dibandingkan kemampuan berfikir kreatif siswa di negara-negara lain.

    ReplyDelete
  94. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas tabelnya, Prof . Menurut saya, variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media ini sangat diperlukan dalam pembelajaran agar siswa tidak mudah bosan dan pembelajaran bisa berjalan optimal. Selain itu dengan adanya variasi ini pembelajaran pun menjadi lebih bermakna karena siswa akan lebih aktif dan antusias sehingga materi yang diajarkan pun akan lebih mudah dipahami.

    ReplyDelete
  95. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Peta 3 menggambarkan bentuk pendidikan di Indonesia. Pada kolom sebelah kiri menunjukkan bahwa posisi pendidikan formal, sedangkan pada kolom sebelah kanan bentuk pendidikannya yaitu formal dan non formal dimana dalam pembelajaran tersebut terdapat variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media. Adanya pendidikan formal dan informal tersebut memberikan variasi belajar siswa yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi serta dukungan sumber belajar yang dihasilkan dari kreativitas guru.

    ReplyDelete
  96. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Seperti pada peta 1 dan 2 posisi pendidikan di Indonesia mencerminkan 3 kolom sebelah kiri dimana masih bersifat teacher center yang berarti dengan peta 3 ini pendidikan di Inonesia masih bersifat sangat formal. Variasi metode, variasi media, variasi interaksi sangat diperlukan dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika sehingga siswa tidak mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran dan pembeleajaran akan lebih bermakna karena siswa enjoy dengan pembelajaran yang ada dan pembelajaran tidak terkesan sangat formal lagi.

    ReplyDelete
  97. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya belajar bahwa setiap jenjang maupun jalur pendidikan mempunyai karakteristiknya sendiri disesuaikan dengan kebutuhan peserta didiknya. Ketiga jalur pendiidkan yang ada di Indonesia baik itu formal, non formal, dan informal. Ketiganya memiliki variasi, metode, dan sintaknya sendiri-sendiri yang unik dalam memfasilitasi kebutuhan peserta didiknya.

    ReplyDelete
  98. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Peta 3 - peta pendidikan dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernest ini menyoroti tentang ada tidaknya variasi metode yang dilakukan dalam pembelajaran. Disebutkan bahwa tiga kolom sebelah kiri, mengimplementasikan Pendidikan dengan sangat Formal; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimplementasikan Pendidikan meliputi Formal dan Informal dengan mengembangkan Variasi Metode, Variasi Interaksi, dan variasi Media. Tentu jika dibandingkan antara tiga kolom sebelah kiri dengan dua kolom sebelah kanan kita akan lebih memilih dua kolom sebelah kanan yaitu progressive educator dan public educator. Tentunya Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mengarah ke arah progressive educator dan atau public educator.

    ReplyDelete
  99. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada postingan peta bagian 1 dan 2 pendidikan Indonesia berada pada dua kolom paling kanan. Begitu pula pada postingan peta bagian 3 ini. Pendidikan Indonesia berada pada dua kolom paling kanan dilihat melalui Aim of Mathematics Education, Theory of Learning, dan Theory of Teaching. Indonesia menggunakan metode mengesplorsi dan mengkontruksi pemikiran siswa melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Selain itu, Indonesia menggunakan beberapa variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media dalam kegiatan proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  100. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Karena sistem pendidikan di Indonesia cenderung berada pada 3 kolom sebelah kiri, maka proses pembelajaran yang berlangsung di kelas cenderung monoton. Guru menjelaskan dengan menggunakan metode ekspositori, siswa mendengarkan dan mencatat penjelasan guru. Variasi metode, interaksi, media yang digunakan di dalam kelas masih sangat kurang. Semoga, kedepannya metode, interaksi dan media yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran semakin bervaraisi. Sehingga pembelajaran di kelas dapat berlangsung menyenangkan tetapi juga mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  101. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pendidikan formal dan informal menurut peta Pendidikan di atas memiliki karakteristik yang berbeda. Pendidikan formal lebih terfokus pada transfer pengetahuan, menghafal, latihan dimana pendidikan yang seperti ini bisajadi tidak menghasilkan pemahaman yang mendalam. Sedangkan pendidikan pada dua kolom kanan lebih mengutamakan pada pengembangan kreativitas, berdiskusi untuk menemukan suatu konsep, dan tidak hanya transfer knowledge. Pendidikan seperti 2 kolom ke kanan ini akan lebih menghasilkan Pemahaman yang kebih mantap karena siswa memperoleh pengetahuan dari penemuan yang mereka lakukan sendiri.

    ReplyDelete
  102. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof, atas artikelnya. Seperti yang diketahui dari tabel diatas, bahwa peta pendidikan pada tiga kolom dari kiri mengimplementasikan penddikan dengan formal, sedangkan yang lain mengimplementasikan pendidikan meliputi formal dan informal dengan mengembangkan variasi metode, variasi interaksi dan variasi media. Sehingga untuk menajdi guru yang baik kelak harus dapat mengembangkan variasi metode, interaksi dan media menjadi lebih baik, agar pembelajaran tidak monoton. Banyak sekali contoh variasi tersbeut yang telah Prof praktikkan di kelas hendaknya dapat untuk dicontoh di masa depan agar Pendidikan Indonesia menjadi semakin baik.

    ReplyDelete
  103. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Keadaan siswa yang berbeda-beda, baik tingkat pemahaman maupun prior knowledge nya menuntut kita sebagai calon guru untuk senantiasa berkreasi dan inovatif dalam merencanakan pembelajaran baik metode, interaksi, maupun media yang digunakan. Ada satu kalimat yang selalu saya ingat; Mengajar adalah seni, seni karena dibutuhkan inovasi untuk setiap pembelajarannya. Dan mengajar butuh jam terbang yang tinggi agar ahli.

    ReplyDelete
  104. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Sistem pendidikan di Indonesia sudah mengarah pada pendidikan formal dan informal yaitu dengan mengembangkan variasi metode, variasi interaksi dan variasi media. Hal ini terlihat dari begitu banyaknya metode mengajar yang ada. Dengan variasi yang ada, guru menjadi lebih inovatif dan kreatif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  105. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof untuk peta mengenai pendidikan. Dari peta tersebut, jika dikaitkan dengan pendidikan di Indonesia, maka terlihat bahwa pendidikan di Indonesia sedang menuju ke dua kolom bagian kanan. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya kurikulum 2013 yang berorientasi pada siswa dan saat ini digunakan di Indonesia.

    ReplyDelete
  106. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sejalan dengan dua postingan sebelumnya, pendidikan di Indonesia di katakan mengarah kepada Industrial Traineer, Technoligal Pragmatis, dan Old Humanist yang berorientasi pada teacher centered dengan paradigma Transfer of Thinking. Rupanya pendidikan yang seperti itu merupakan pendidikan formal. Indonesia sekarang mulai beranjak menuju pendidikan yang mengarah pada Progressiv Educator dan Public Educator, yaiut pendidikan formal dan informal dengan mengembangkan variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media. Hal ini ditunjukkan dengan variatifnya metode yang digunakan dalam pembelajaran seperti problem based learning, project based learning, discovery learning, inquiry learning, dan masih banyak lagi. Hal tersebut juga didukung dengan digunakannya LKS untuk memfasilitasi siswa dalam belajar dan membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete