Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

33 comments:

  1. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan demokrasi merupakan ideologi yang paling ideal untuk diterapkan, karena pada hakekatnya pendidikan membantuk pribadi yang bermartabak bukan pribadi yang mementingkan diri sendiri

    ReplyDelete
  2. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada kenyataannya pendidikan formal sekarang hanyalah sebuah formalitas untuk mendapatkan ijazah, maka untuk mendapat nilai yang baik dilakukan dengan cara yang tidak baik. Hal itu lh yang membentuk kepribadian dan moral bangsa ini semakin menurun

    ReplyDelete
  3. Nama : Alfiramita Hertanti
    kelas : S2- PMA 2017
    NIM : 17709251008

    Mohon maaf, pak. ada satu yang mengganjal di pikiran saya terkait pemetaan diatas. pada kolom pendidikan sosialisme di bagian ideologi, bapak membedakan 3 bentuk ideologi yaitu : 1. sosialisme, 2. komunisme, 3. komunis. dalam kajian Marxisme, komunisme disebut sosialisme ilmiah, sehingga pertanyaan saya adalah "apa perbedaan sosialisme pada point satu dan komunisme pada point dua. dan istilah komunis pada point tiga saya rasa tidak perlu dimasukkan dalam bagian ideologi sebab setahu saya komunis adalah istilah untuk menyebut subjek yang menganut komunisme. mohon pencerahannya, pak.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kesimpulan saya pendidikan di Indonesia:
    Berdasarkan filosofis merupakan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme dan Pendidikan Demokrasi
    Berdasarkan Ideologi merupakan Pendidikan Kapitalisme dan Pendidikan Saintisme
    Berdasarkan Politik lebih dekat dengan Pendidikan Kapitalisme
    Berdasarkan Moral sepertinya belum mengarah ke pendidikan mana pun yang ada pada daftar
    Berdasarkan Budaya/Karakter merupakan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme dan Pendidikan Demokrasi
    Berdasarkan Ilmu lebih dekat dengan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan epistimologi pendidikan merupakan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, dan Pendidikan Spriritualisme
    Berdasarkan kurikulum pendidikan Indonesia berbeda dari kelima Pendidikan yang lain
    Berdasarkan Teori Belajar merupakan Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan peran guru merupakan Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan kedudukan siswa Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme dan Pendidikan Spiritualisme
    Berdasarkan Teori Evalusasi lebih dekat dengan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan Sumber Belajar pendidikan Indonesia berbeda dari kelima Pendidikan yang lain
    Sehingga Berdasarkan umum Pendidikan di Indonesia pada dasarnya berbeda dengan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme, Pendidikan Spiritualisme dan Pendidikan Demokrasi. Akan tetapi Pendidikan Indonesia terpengaruh oleh kelima pendidikan tersebut, dan pengaruh paling dominan menurut kami (saya) adalah pengaruh dari Pendidikan Kapitalisme dan Pendidikan Saintisme.

    Terima kasih Pak.

    ReplyDelete
  5. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan, saya tertarik untuk mencermati aspek peran guru dan kedudukan siswa. Dari peta tersebut terlihat bahwa pendidikan demokrasi lebih unggul dibandingkan dengan pendidikan lainnya seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, bahkan pendidikan di Indonesia sendiri, khususnya dalam aspek peran guru dan kedudukan siswa dalam pendidikan. Peran guru pada pendidikan demokrasi adalah sebagai fasilitator dan kedudukan siswa adalah sebagai aktor belajar. Jadi terlihat bagaimana interaksi antara guru dan siswa dan bisa diprediksi bahwa pembelajaran dikelas berorientasi kepada siswa. Dengan demikian, guru sebagai fasilitator akan memberi ruang gerak kepada siswa sehingga siswa mampu mengeksplor dirinya, berkreasi, dan menggali potensi yang ada dalam dirinya.

    ReplyDelete
  6. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari postingan artikel yang Bapak sampaikan, filsafat ternyata mencakup berbagai macam hal. Bahkan semua elemen pendidikan membutuhkan filsafat. Berbagai macam fenomena dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bisa dilihat dan dikaji dengan sudut pandang filsafat. Eksperimen-eksperimen dalam filsafat juga memberikan gambaran dalam memcahkan masalah dan memberikan solusi. Meskipun dalam artikel ini, masih banyak hal yang belum saya pahami namun sedikit yang bisa saya ambil dari artikel tersebut sudah mampu memberikan gambaran yang cukup.

    ReplyDelete
  7. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Saya tertarik dengan pendiidkan demokrasi yang menempatkan siswa sebagai aktor pembelajaran dan sumber belajar adalah kreativitas guru. Pada jenis ini guru merancang segala sesuatunya sendiri berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa. Guru berlaku sebagai pengarah atau director dan siswa sebagai actor pembelajaran. Guru melayani dan menyediakan serta memebrikan pengarahan dan scaffolding bagi siswa melalui LKS dan sumber belajar yang dirancang sendiri. Pada jenis ini peran guru amatlah penting untuk memimpin pembelajaran di kelas yang bersifat bebas dan demokratis.
    Pendidikan yang menjadi trend saat ini adalah pendidikan saintisme yang diimplementasikan pada kurikulum 2013. Penerapan kurikulum 2013 mengalami banyak kendala. kendala utama dari penerapan kurikulum 2013 adalah kesiapan guru dan siswa serta sarana prasarana sekkolah. Banyak guru yang merasa kesulitan dengan model penilaian kurikulum 2013 karena yang dinilai tidak hanya aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan ketrampilan. Selain siswa siswa juga belum siap dengan bayaknya tugasan yang diberikan guru, karena pada kurikulum 2103 siswa cenderung berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Yang terakhir adalah sarana prasarana sekolah yang belum memadai karena untuk pelaksanaan kurikulum 2013 diperlukan variasi media pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum dan selamat malam prof.
    Dalam praktek di lapangan terjadi beberapa kesenjangan dalam pendidikan kontemporer Indonesia. Ideologi yang dianut bangsa Indonesia ialah ideologi Pancasila. Makna ideologi Pancasila ialah sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia yang secara normative perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, dalam kenyataannya, dalam praktik pendidikan di Indonesia tidak berdasarkan Pancasila. Ideologi yang terjadi di Indonesia justru Kapitalisme, Liberalisme, Pragmatisme, Utilitarianisme, dan Materialisme. Pendidikan yang terjadi di Indonesia juga belum memiliki kejelasan, apakah menuju masyarakat Industrial Trainer, Technological Pragmatis, Old Humanist, Progressive Educator, ataukah Public Educator. Keadaan ini menyebabkan Indonesia sulit untuk mencapai pendidikan yang ideal.

    ReplyDelete
  9. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kenyataan bahwa teori mengajar ekspositori masih menjadi andalan sebagian besar guru di Indonesia salah satunya dikarenakan tuntutan kurikulum yang banyak dengat waktu sangat terbatas. Sekolah menuntut guru menyelesaikan seluruh KD sesuai waktu, guru menuntut siswa memahami materi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Hal inilah yang akan terus terjadi karena kita menggunakan kurikulum "paket dari pemerintah". Pendidikan kita, masih sangat jauh dari pendidikan demokrasi. Kita hanya terjebak di dalam pendidikan kontemporer Indonesia yang seperti ini.

    ReplyDelete
  10. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    When we teaching on class, we not only need one education ideology but also more than one. We need it to collaborate each education ideology because for each ideology has plus or minus. So that we need to compare it and than collaborate it to make our learning more meaningfull than use one education ideology. But I advice all teacher to use spiritual education ideology more than another ideology because it will direct student to have a good character and morality. Because now in Indonesia most students don’t have a good character also morality.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  11. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Mengamati peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas membuat saya merasa miris terhadap pendidikan di Indonesia sekarang ini, meskipun di sisi lain, saya tahu bahwa para cendekiawan berhati nurani yang peduli dengan pendidikan sedang berusaha keras untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia, dengan caranya masing-masing. Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang melakukan korupsi terbanyak se-Asia Tenggara. Saya yakin, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme juga terjadi di ranah pendidikan. Negara ini adalah negara yang memiliki kebudayaannya sendiri, namun juga terbuka terhadap budaya luar. Anak-anak sekolah pun tidak terlepas dari budaya luar. KKN yang terjadi di Indonesia dan budaya-budaya luar yang diterima oleh anak-anak (siswa) (seperti misalnya budaya konsumtif, hedonis, individualis) akan semakin merusak moral bangsa. Bukannya siswa tidak bisa mempraktikkan KKN. Mereka bisa memulainya dari hal-hal terkecil, misalnya menyontek teman saat ulangan. Mengapa fenomena ini bisa terjadi, tentunya sudah diketahui jawabannya. Adalah karena siswa ingin melampaui batas nilai minimum, namun tidak memahami pelajaran yang telah dilakukan. Maka jalan pintas menyonteklah solusi bagi mereka. Mengapa mereka tidak memahami pelajaran, ada beberapa faktor yang mungkin, yang tidak dapat saya jelaskan satu per satu di sini. Jadi, kesimpulan saya adalah peta filsafat dan ideologi pendidikan yang dibuat oleh Prof Marsigit ini saling berkaitan antara satu dimensi dengan yang lainnya. Seperti yang saya sebutkan bahwa pendidikan berkaitan dengan budaya dan politik. Cara guru mengajar berkaitan dengan kedudukan siswa.

    ReplyDelete
  12. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    assalamu'alaikum
    pada pendidikan saintisme, sumber/alat belajar nya adalah ICT. tetapi mungkin juga masih banyak yang menggunakan alat peraga manual. atau bisa jadi untuk sebagian kasus atau sebagian tema ada yang lebih efektif jika digunakan alat peraga .

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Melihat postingan artikel bapak di atas memberikan saya sebuah gambaran bahwa filsafat itu dapat dinilai dari berbagai macam aspek, tinggal kita mengambil setiap intisari dari berbagai macam sudut pandang terhadap penilaian dari sebuah filsafat. Namun masih banyak hal yang tidak saya mengerti dari bahasa filsafat itu sendiri, mudah-mudahan dengan semakin seringnya saya membaca postingan-postingan dari bapak secara perlahan-lahan dapat membuka cakrawala saya terhadap filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Saya ingin menanggapi praktik pendidikan kontemporer yang ada di Indonesia. Hingga saat ini pendidikan di Indonesia melihat siswa sebagai empty vessel, atau sebuah wadah yang kosong. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, walau sudah ada paradigma lain yang melihat siswa sebagai subjek belajar aktif atau bahkan konstruktivis.Dengan anggapan ini, diharapkan guru dapat dengan bijak mengisi wadah tersbut, bukan hanya mengisi dengan ego atau sekehendak hati guru, namun mengisi dan menanamkan karakter kanabian (profetik) yang saat ini tengah digencarkan demi terciptanya Indonesia yang maju bukan hanya dalam pendidikan, namun maju dan unggul dalam karakter positif.Selain itu, teori mengajar yang dipakai masih transfer of knowledge atau behaviorisme. Sedangkan kita semua tahu bahwa paham behaviorisme tidak mampu menjawab beberapa kejadian dalam pembelajaran yang kemudian disempurnakan oleh paham konstruktivisme. Alangkah baiknya jika kita mulai beranjak sedikit demi sedikit menujupaham konstruktivisme sehingga pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan efektif, serta siswa dapat memperoleh pengetahuannya secara bermakna. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  15. Belajar mengajar membutuhkan pengalaman dari guru dan membutuhkan beberapa teori belajar mengajar sebagai inspirasi dalam menentukan gaya pembelajaran yang akan dipakai. Oleh karena itu menarik kiranya menelaah teori mengajar yang dipaparkan di postingan tersebut, berdasarkan fakta yang ada di Indonesia, teori mengajar yang dipakai meliputi behaviorisme, transfer of knowledge ini mungkin memang sudah membudaya, jika kita melirik pada kelompik demokrasi, mereka mengajar secara konstruktivis dan interaktif. Teori ini dapat diadopsi sedikit demi sedikit dan diadaptasi dalam pembelajaran di kelas. pembelajaran interaktif secara teori sangat positif, walau pelaksanaannya memang tidak mudak, begitu juga pembelajaran konstruktivis yang saat ini tengah digencarkan untuk dilaksanakan, secara teoritis merupakan pembelajaran yang memberikan hasil positif. Jika kita menilik pembelajaran pada kelompok kapitalis, pembelajaran yang dilakukan berbasis riset. Pembelajaran ini sebenarnya menantng, walaupun jika diaplikasikan memakan waktu, namun siswa tentunya akan lebih memahami materi karena mereka terlibat langsung dalam penemuan kembali konsep yang dipelajari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  16. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas gambaran peta filsafat dan ideologi pendidikan yang diberikan pada postingan diatas. Istilah-istilah baru dalam tabulasi diatas menambah pengetahuan dasar yang saya miliki. Satu hal yang menarik yang mampu saya tangkap dari membaca tabel diatas dimana peran guru dalam pendidikan spiritualisme adalah sebagai model pelaksana terkendali. Secara umum, guru-guru di jaman sekarang belum mampu mencerminkan sosok model spiritualisme yang menjadi harapan. Jika dilihat secara lebih detail dan terjurus, guru-guru spiritualisme yang secara khusus memberikan pengajaran dan pendidikan agama, sebagian besar sudah cukup mampu menjadi model pelaksana dan teladan yang baik dalam mengamalkan nilai-nilai kebaikan sesuai tata peraturan yang diperintahkan oleh agama. Jika kita berharap pada kesempurnaan manusia, tidaklah akan ada habisnya karena manusia diciptakan tidak mungkin sempurna, dan yang paling sempurna hanyalah Sang Penciptanya dan lagi setiap guru memiliki sifat, sikap, watak, dan karakteristik, serta filsafat diri masing-masing. Namun demikian, tidak serta merta seluruhnya mampu mengimplementasikan ajaran agama dengan ikhlas, baik dan benar. Padahal, secara langsung maupun tidak, siswa akan mengimitasi dari apa yang menjadi kebiasaan guru, dan tetap berusaha menerapkan apa yang diajarkan guru meski kadang tidak sesuai dengan keinginan karena mereka lebih terpengaruh oleh labilnya emosi dan nafsu yang besar pada masa-masa seusianya daripada menyadari dan mengingat akan pentingnya Tuhan dan campurtanganNya dalam mengatur hidupnya. Spiritualitas siswa akan terbangun dan terbentuk secara perlahan dan kontinu selama ia menyerap apa yang diajarkan dan apa yang ia lihat. Sehingga, amat disayangkan apabila guru berperan tidak sesuai pada tempatnya khususnya dalam pendidikan spiritualisme.

    ReplyDelete
  17. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari peta filsafat dan ideologi pendidikan ini banyak hal yang bisa kita cermati dan pelajari. Namun saya sedikit lebih tertarik pada aspek peran guru dan kedudukan siswa dalam pendidikan. Dari peta tersebut kita bisa memahami bahwa pendidikan demokrasi bisa dikatakan yang paling unggul di antara pendidikan lainnya. Pendidikan demokrasi menempatkan siswa sebagai aktor belajar dan guru lebih sebagai fasilitator. Artinya pada pendidikan demokrasi seperti ini bisa diprediksi bahwa pembelajaran di kelas akan lebih berpusat pada siswa, dengan demikian siswa akan lebih aktif dan mampu menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Semoga pendidikan demokrasi ini dapat segera terlaksana dengan baik di Indonesia. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimakasih banyak pak prof untuk peta filsafat dan ideology pendidikan menjadi sebuah gambaran bahwa filsafat mewadahi berbagi jenis kultur pendidikan.Kesemua pendidikan seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme ,pendidikan spiritualisme,pendidikan demokrasi, pendidikan kontemporer indonesia (praktek dan fakta di lapangan) mempunyai daya tariknya masing-masing.Dan saya ingin lebih tahu perbedaan kesemua pendidikan tersebut serta bagian-bagiannya dalam ranah filsafat.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  19. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setelah mencermati peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas. Saya memahami bahwa ada yang tidak sesuai dengan berjalannya praktek pendidikan kontemporer di Indonesia. Pendidikan kontemporer Indonesia pada dasarnya menganut ideologi demokratis yang didukung dengan peran guru sebagai fasilitator dan pengembang sehingga membuat pendidikan demokrasi menjadi yang terbaik, namun pada prakteknya pendidikan Indonesia menganut ideologi kapitalisme, liberalisme, pragtisme, utilitariamisme, dan juga materialisme. Ketidaksesuaian tersebutlah yang pada akhirnya menghasilkan hal – hal negatif , seperti terjadinya krisis moral.

    ReplyDelete
  20. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    secara garis besar saya melihat ideologi kapitalisme bertolak belakang dengan sosialisme. Namun, selama ini saya memahami bahwa secara ideologis pendidikan kapitalisme erat dengan ideologi liberal dan sosialisme erat dengan ideologi pendidikan kritis. Yang menarik bagi saya adalah pendidikan demokrasi, dari sistem penilaiannya Penilaian-Berbasis Kelas, PortoFolio dan Otentik-Asesment.

    ReplyDelete
  21. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berdasarkan tabel peta konsep diatas, terlihat jelas bahwa dalam filsafat pendidikan spiritual bersifat absolutisme, hal ini berarti kepercayaan serta keberadaan tuhan merupakan satu kepastian yang fundamental. Selain itu, yang paling menarik bahwa dalam ilmu, sebagian besar dari ideologi yang dikandungnya adalah kedisiplinan. Maka terlihat bahwa ilmu merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dijauhkan dari kedisiplinan. Sehingga karena berlandaskan kedisiplinan maka untuk menuntut ilmu juga harus disiplin, agar dapat mencapai hasil yang maksimal.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  22. Junianto
    17709251065
    PM C

    15. Dari artikel ini, bisa saya pahami bahwa sebenarnya filsafat itu menyangkut berbagai hal dalam kehidupan. Bahkan pada hakikatnya kita hidup di dunia ini tidak terlepas dari filsafat. Maka dari itu, sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri. Semua elemen pendidikan juga membutuhkan filsafat. Berbagai macam fenomena dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bisa dilihat dan dikaji dengan sudut pandang filsafat. Eksperimen-eksperimen dalam filsafat juga memberikan gambaran dalam memcahkan masalah dan memberikan solusi. Meskipun dalam artikel ini, masih banyak hal yang belum saya pahami namun sedikit yang bisa saya ambil dari artikel tersebut sudah mampu memberikan gambaran yang cukup.

    ReplyDelete
  23. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr. Wb

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menganggapi bahwa dari 6 macam pendidikan yakni pendidikan kapitalis, saintifisme, sosialisme, spiritualisme dan kontenpores Indonesia bahwa kelima-limanya memandang bahwa siswa adalah Empety Wassel , yakni wadah yang kosong yang harus di isi melalui pembelajaran, sebenarnya memposisikan siswa sebagai Empety Wassel tidak merta salah pula tidak serta-merta benar karena masih-masih sudut pandnag harus di imbangai dengan kaida-kaidah yang telah di susun secara baik. Terima kasih Prof. Berdasarkan tabel pemetaan diatas bahwa dalam hidup terdapat berbagai macam pilihan, tinggal kita memilih yang mana , yang sesuai untuk konteks yang kita perlukan.
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  24. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Melihat dari tabel peta filsafat dan ideologi pendidikan di ats, liberalisme, kaptaslisme, dan materialisme mendominasi pendidikan di Indonesia pada kenyataannya, padahal ideologi pendidikan Indonesia sudah dirancang dengan baik menggunakan landasan dasar yang memperhatikan perbedaan dan keberagaman etnis, budaya, bahasa, agama dan lain sebagainya. Akan tetapi di lapangan berlainan dengan apa yang diharapkan, hal ini dipengaruhi oleh kemajuan zaman atau powernow yang telah mampu mencemari ideologi dasar yang dianggap ketinggalan zaman dan dapat tertinggal dengan negara-negara lain. Akhirnya penyimpangan-penyimpangan mulai terjadi dimana-mana. Baik di kehidupan sekolah, perkantoran, pemerintahan, hingga ke masyarakat luas. Untuk itu agar mengurangi penyimpangan-penyimpangan akibat pengaruh powernow, bangsa ini harus mampu dalam memilih dan memilah serta mempertahankan ideologi yang sesuai dengan identitas bangsa.

    ReplyDelete
  25. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Melihat dari tabel peta filsafat dan idelogi pendidikan di atas menyatakan bahwa filsafat ada pada beberapa aspek pendidikan. Saya tertarik dengan teori evaluasi. Pada pendidikan kontemporer Indonesia (praktek dan fakta di lapangan) untuk teori evaluasi salah satunya melihat ujian nasional. Nah, ini menyebabkan banyak orang memilih jalan pintas untuk menyelesaikan ujian nasional. Orang hanya berfikir bagaimana bisa mengerjakan ujian nasional, sehingga timbul sikap negatif. Salah satu contohnya yaitu, membeli jawaban ujian nasional. Ini adalah tindakan yang salah, karena sebenar-benarnya ilmu itu adalah proses sehingga kita memiliki pengalaman yang cukup. Bukan hanyak pengalaman dalam materi, namun juga pengalam dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan.
    Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  26. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendidikan spritualisme akan selalu bersifat konservatif di tengah –tengah perubahan jaman yang semakin berkembang, karena bersifat absolut dan fundamental, tidak ada yang memiliki hak untuk mengubahnya. Semua yang ada di dalamnya merupakan hal yang paling mendasar dari seluruh aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  27. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik mencermati tulisan diatas. Pada poin evaluasi belajar, ternyata mayoritas masih menggunakan ujian nasional. Hanya pendidikan spiritualisme dan demokrasi yang tidak menggunakan ujian nasional. Beberapa tahun yang lalu di Indonesia terjadi perubahan aturan terkait ujian nasional SMA yaitu bahwa ujian nasional tidak menjadi satu-satunya syarat kelulusan. Artinya ujian nasional untuk jenjang SMA bertujuan untuk mengukur dan mengetahui pemerataan pendidikan di Indonesia secara nasional. Menurut saya ini bagus, karena UN sudah tidak menjadi momok bagi siswa yang sudah belajar 3 tahun namun kelulusannya hanya ditentukan beberapa hari. Meski demikian siswa tidak boleh berleha-leha karena peta persaingan masuk PTN semakin ketat, maka siswa tetap harus belajar giat.

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pemetaan yang sangat apik, terimakasih banyak Pak sudah membuat peta filsfat dan ideologi pendidikan ini dengan begitu ringkas dan jelas. Dari peta tersebut pada bagian pendidikan demokrasi lebih menonjol dan lebih sesuai dengan demokrasi pancasila bangsa Indonesia. Selain itu juga aspek-aspek yang lain mulai dari pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, dan pendidikan kontemporer Indonesia hampir memiliki dimensi yang sama sedangkan pada pendidikan demokrasi beda daripada yang lainnya. Pada bagian kedudukan siswa dengan pendidikan demokrasi, siswa berperan sebagai aktor belajar dan peran guru sebagai fasilitator dan pengembang. Hal ini memiliki arti bahwa proses pembelajaran akan berpusat pada siswa, bukan berpusat pada guru. Sehingga dengan pendidikan demokrasi ini potensi siswa lebih dapat dikembangkan lagi.

    ReplyDelete
  29. Jika kita lihat berdasarkan tabel yang bapak buat antara filsafat dan ideology pendidikan, maka ideology pendidikan demokrasi yang sebenarnya menjadi tujuan dari Negara Indonesia yang kita cintai ini belum dapat sepenuhnya terlaksana dalam aspek kehidupan, dalam setiap bagian bidang, kita masih terombang-ambing diantara peradapan dari dunia luar, kita belum mampu sepenuhnya menerapkan apa yang Negara kita sebenarnya inginkan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih pak, atas pengetahuan yang memberikan saya pemahaman dan pengalaman baru. Melalaui tabel peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas saya tertarik dengan konsep evaluasi. Teori evaluasi yang menari bagi saya adalah milik pendidikan spiritualisme dan demokrasi. Selama ini pendidikan kita memiliki disoreintasi terkait evaluasi. Evaluasi yang dimaknai dalam pendidikan kita lebih memiliki titik berat pada Ujian Nasional. Padahal Ujian Nasional tidak dapat 100% menggambarkan situasi pendidikan kita. Selain itu tipe standardized-test yang terdapat pada UN cenderung mengekang perbedaan individu dalam kemampuan belajar. Bagi saya standarisasi sama sekali tidak dapat dilakukan kepada siswa, standarisasi hanya dapat dilakukan pada benda-benda fisik atau pelaksanaan program seperti gedung sekolah dan sarana prasarana sekolah.

    ReplyDelete
  31. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Dari peta di atas dapat dilihat bahwa realitias pendidikan di Indonesia tidak berideologi Pancasila, tetapi berideologi kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, dan materialisme. Selain itu, peran guru di realitas pendidikan Indonesia adalah sebagai think tank dan pelaksana-terkendali bukan sebagai fasilitasor dan pengembang pendidikan. Saya melihat bahwa pendidikan demokratis lebih baik dari pada pendidikan kontemporer Indonesia. Mungkin Indonesia dapat mengadaptasi pendidikan demokratis berideologi pancasila sehigga tetap menjunjung aspek religius sebagai fundamental pendidikannya sehingga dunia pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju.

    ReplyDelete
  32. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Jika merujuk pada multikultural dan budaya kolektif di Indonesia, maka sangatlah cocok diterapkan sistem pendidikan demokrasi. Tujuan pendidikannya juga berfokus pada pembebasan, reformasi dan kebutuhan. Dengan tujuan ketiga ini dapat memunculkan ciri khas pada bangsa ini. Proses belajar juga bergantung pada kreativitas guru. Perlu sekali untuk menciptakan siswa yang dapat berpikir kreatif. Dengan pemikiran kreatif tersebut, siswa mampu menciptakan sesuatu. Ini dapat meminimalisir budaya konsumtif dan memunculkan budaya yang kreatif. Setidaknya siswa dapat belajar bagaimana cara mengelola dan merancang sesuatu.

    ReplyDelete
  33. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    jujur saja saya merindukan/mengidamkan pendidkan indonesia yang menganut sistem demokrasi seperti yang bapak gambarkan di atas. mungkin pendidikan kita akan sangat maju jika saja tidak mnegambil sistem yang tidak cocok dengan karakter bangsa kita.

    ReplyDelete