Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

52 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan perbandingan pada tabel di atas, saya lebih setuju dengan pendidikan demokrasi daripada pendidikan kontemporer yang diterapkan di Indonesia saat ini. Dalam pendidikan demokrasi, tujuan dari pendidikan adalah pembebasan, kebutuhan, dan reformasi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belajar di sekolah memang karena siswa sadar bahwa dia perlu dan butuh akan pendidikan, perlu belajar, perlu mengetahui ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak didapatkan di luar bangku sekolah. Selain itu, teori mengajar dan belajar yang digunakan adalah kontruktivis yang berarti membangun. Dalam hal ini, siswa aktif dalam pembelajaran dan mengalami sendiri kegiatan-kegiatan untuk menemukan dan membangun intuisi dan pengetahuannya. Pendidikan demokrasi memiliki pandangan yang paling berbeda mengenai kedudukan seorang siswa. Jika pendidikan yang lain menganggap siswa sebagai empty vessel yang harus disuapi ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) secara terus menerus, pendidikan demokrasi memandang siswa sebagai aktor belajar. Dalam hal ini, siswalah yang menjadi peran utama, bukan guru. Siswa sendirilah yang membangun pengetahuannya sendiri, sehingga intuisinya pun akan terbangun dan pembelajaran menjadi bermakna. Dalam pembelajaran, peran guru adalah sebagai fasilitator yang memfasilitasi dan membimbing siswa untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran dan mencapai kualitas pendidikan yang maksimal sangat sulit dilakukan oleh seorang guru apabila ia tidak siap menerima perubahan dalam tradisinya. Seperti yang biasa dilakukan guru saat ini bahwa mengajar merupakan kegiatan rutinitas yang tidak perlu diganggu oleh pihak luar maupun perubahan yang menghampirinya. Pada saat kita mengunjugi sekolah-sekolah khususnya di daerah pinggiran kota kebanyakan dari mereka masih menerapkan metode pembelajaran yang bersifat konvensional. Hal ini disebabkan mereka sangat sulit menerima perubahan karena berbagai alasan yang menyebabkan mereka tidak dapat menjalankannya bahwa dengan banyaknya administrasi kelas yang mereka harus selesaikan akan menyita banyak waktu untuk menyelesaikannya sehingga kebanyakan mereka mengajar materi yang sejak lama mereka kemas dan diperuntukkan untuk pembelajaran secara berkelanjutan dengan kebiasaan inilah pendidikan di Indonesia masih saja sulit mencapai standar pendidikan dunia karena kurangnya inovatif dalam pembelajaran sehingga siswa kurang ditantang untuk menemukan masalah dan dapat memecahkannya. Strategi pembelajaran yang sangat menarik kondisi kelas yang menyenangkan media pembelajaran yang memadai akan memotivasi siswa untuk mengikuti proses pemeblajaran serta siswa mampu menyelesaikan masalah yang ada disekitar mereka. Siswa dapat mengkonstruksi pemahamannya berdasarkan masalah yang diberikan.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam peta filsafat dan ideologi pendidikan ini dapat dilihat, bahwa banyak macam pendidikan. Sebagai seorang pendidik, kita pun harus melihat pendidikan mana yang baik untuk anak didik kita, dan mau kita olah seperti apa dengan semua aspek yang bisa mempengaruhinya. Luas-sempit, dalam-dangkal, serta tinggi-pendeknya suatu pendidikan tergantung kita sebagai pendidik yang berperan

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berdasarkan perbandingan pada tabel di atas, saya lebih setuju dengan pendidikan demokrasi dibandingkan dengan pendidikan kontemporer yang diterapkan di Indonesia saat ini. Pada pendidikan kontemporer, secara moral pendidikan di Indonesia mengalami krisis multidimensi, secara sosial masih terdapat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, dan teori mengajar yang digunakan juga masih menggunakan transfer of knowledge, Ekspositori, dan behaviorisme. Teori mengajar tersebut menempatkan siswa hanya sebagai penerima pengetahuan, siswa belum diberikan kesempatan untuk mencari sendiri pengetahuan dan berpendapat tentang pengetahuan tersebut. Tapi, dengan pendidikan demokrasi, siswa adalah aktor belajar, guru adalah fasilitator. Artinya, siswa harus membangun sendiri pengetahuannya masing-masing dengan fasilitasi dari guru. Selain itu, sumber belajar bukanlah hanya paket pemerintah. Tapi guru harus kreatif menyediakan sumber belajar. Belajar dari budaya, belajar dari masalah sehari-hari, menggunakan alat peraga, ICT, mengembangkan LKS, dsb.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elemen-elemen yang mengisi pendidikan demokrasi sesuai dengan asas yang berlaku di Indonesia yaitu demokrasi, maka segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi. Pendidikan untuk semua kalangan dan tujuannya berdasarkan kebutuhan. Teori belajar dan mengajarnya menggunakan teori konstruktivisme.

    ReplyDelete
  6. Budiharti
    16703261068
    IP Kons PSD

    dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, memanang politiknya belum sepenuhnya politik demokrasi tetapi demokrasi transaksional, karena ada berbagai kepentingan yang kadang masih diperjuangkan. jika menggunakan politik demokrasi maka seharusnya sumber atau alat belajar sesuai kreativitas guru, namun pada kenyataannya sumber belajar masih disiapkan oleh pemerintah, guru tinggal menggunakan. meskipun, ketika pemerintah menyiapkan sumber belajar, harapannya sumber belajar tersebut dapat dikembangkan oleh guru, namun kenyataannya masih banyak guru yang langsung menggunakan sumber tersebut apa adanya.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Dalam peta filsafat dan ideologi diatas saya tertarik dengan teori mengajar dan teori belajar yang mana keduanya berbeda. Sekarang ini yang harus kita lakukan adalah sebagai saran saya kita harus benar menerapkan teori mengajar dari pada teori belajar karena kita mengajar kita menyampaikan dan memberikan penjelasan kepada siswa agar siswa itu mengerti dan paham. Teori belajar juga kalau saya baca dan saya pahami ada kemiripan dengan lesson study yang mana kemiripan itu adalah sama-sama berbasis riset. Sebaiknya kita sakarang ini lebih mengetumakan teori mengajar. Terima kasih

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Peta ini menunjukkan filsafat dan ideologi pendidikan yang ada dan pengalami perubahan hingga seperti pendidikan masa kini. Perubahan tersebut tentunya menuju pada pendidikan yang lebih baik. Secara teori dasar pendidikan memang sudah sangat baik namun permasahannya terletak pada praktek yang dilakukan guru-guru belum sesuai dan terdapat kekeliruan. Pada tabel tersebut telah dijelaskan filsafat dan ideologi pendidikan demokrasi dan kontemporer. Secara teori sudah bagus tergantung kita sebagai guru dan calon guru dalam penerapannya. Kita bisa mengetahui pendidikan demokrasi didasarkan pada esensialisme, realisme, dan esistensialisme. Dijelaskan juga bagaimana seharusnya guru dan siswa dalam pembelajaran. Kontemporer pun sama didasarkan pada esensialisme, realisme, dan esistensialisme.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pada awal yang perlu kita perhatikan dalam hal pendidikan adalah peserta didik sebagai manusia. Sebagaimana manusia itu adalah makhluk yang paling sempurna yang memiliki potensi kefitrahan dan setiap diri manusia itu telah memiliki potensi kebenaran, kecerdasan intelektual dalam kepribadian secara menyeluruh sehingga peserta didik itu perlu digali melalui pendidikan dalam pengenalan terhadap tuhannya, untuk itu dalam pendidikan perlunya pengetahuan tentang pendidikan Agama sebagai pondasi yang sangat dasar dimana ia perpijak disamping itu perlu adanya lingkungan yang sangat mendukung berbagai sarana dan prasarana yang terkait dan didukung peralatan yang sesuai dengan kondisi yang ada juga dengan system kurikulum pendidikan aspiratif yang dibutuhkan sesuai kebutuhan masyarakat.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pendidikan moral sangatlah perlu bagi manusia, karena melalui pendidikan perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik , serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri. Di Indonesia pendidikan moral telah ada dalam setiap jenjang pendidikan. Di Sekolah Dasar perkembangan pendidikan moral tak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur yang ada dalam tatanan moral bangsa Indonesia yang termaktub jelas dalam Pancasila sebagai dasar Negara. Pendidikan Moral Pancasila, yang sejak dari pendidikan dasar telah diajarkan tentu memiliki tujuan yang sangat mulia, tiada lain untuk membentuk anak negeri sebagai individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan, tenggang rasa demi persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah untuk kerakyatan serta berkeadilan hakiki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap aspek politik dan pendidikan yang berkaitan memiliki kelebihan dan kelemahan. Jika kita meninjau dari aspek teori mengajar pada pendidikan spiritualisme dan pendidikan demokratis sangatlah bertolakbelakang. Pada pendidikan spiritualisme teori mengajar lebih condong ke ekspositori sedangkan pendidikan demokratis lebih menekankan pada konstruktivisme. Setiap cell perlu dianalisis dan dipahami lebih lanjut untuk mengaitkan antara politik dan ideologi pendidikan.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemetaan di atas pendidikan demokrasi menjadi pendidikan yang harusnya lebih dipilih pada hal tertentu. Hal ini dikarenakan epistemologinya berdasarkan pendidikan untuk semua (equity) dan fenomenologi yaitu menerjemahkan berdasarkan fenomena-fenomena. Selain itu siswa dipandang sebagai subjek dalam pembelajaran sehingga peranannya akan lebih sentral. Bila melihat pendidikan kontemporer di Indonesia yang belum demikian maka perlu diadakan koreksi yang saat ini sedang diupayakan oleh pengembang kurikulum. Hal ini pertanda baik untuk pendidikan di Indonesia yang semoga kedepannya akan semakin baik.

    ReplyDelete
  14. Berdasarkan peta perbandingan filsafat dan ideologi pendidikan di atas, indonesia masih terikat dengan pemerintah. Dengan kata lain sistem pendidikan masih bergantung sekali terhadap sistem yang masih cenderung pada politik hati dan perasaan. belum mengedepankan profesionalisme dan kompetensi yang dimiliki. merajalelanya korupsi kolusi dan nepotisme di Indonesia seakan sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Demokratisasi belum sepenuhnya dijalankan secara profesional.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari peta di atas kita akan melihat ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia, yang menjadi perbandingan yang sata telisik adalah pendidikan kapitalisme dan pendidikan spritual. Di dalamnya dijelaskan bahwa pendidikan spritual masih dalam kategori tradisional dibandingkan kapitalisme yang kontemporer, padahal menurut hemat saya pendidikan spritual lebih penting dibandingkan dengan pendidikan spritual sehingga perlu sumber belajar yang lebih baik.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Peta filsafat di atas sangat membantu dalam belajar matematika dan membuat semakin paham cabang-cabang ilmu filsafat yang saling berpengaruh satu dengan yang lainnya. Peta dimulai dari dasar dari sebuah pendidikan yaitu filsafat, ideologi dan politik. Moral dan sosial juga sangat berpengaruh karena guru akan menggunakan metode dengan mengembangkan moral dan sosial siswa agar tidak hanya pada akademisnya yang bagus tetapi sosial atau dengan sesamanya juga akan terjalin dengan baik. Teori evaluasi yang dilakukan mulai dari eskternal sampai pada ujian nasional, yang sekarang ujian nasional tidak sebagai syarat kelulusan siswa tetapi tetap menjadi evaluasi bagi guru dan siswa. Sumber atau alat peraga yang digunakan tidak hanya pada satu buku atau satu referensi saja tetapi lebih banyak referensi maka pembelajaran semakin berkualitas.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiada alasan bagi guru modern sekarang untuk tidak menggunakan strategi mengajar yang menarik. Hal ini karena sudah banyak pilihan teori yang dapat diimplikasikan langsung di kelas. Namun semua kembali pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai, apa kebutuhan siswa dalam pembelajaran, bagaimana karakteristik siswa setempat dan berbagai faktor lainnya.

    ReplyDelete
  18. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ideologi yang mengarahkan dan menggerakkan tindakan-tindakan dalam pendidikan dipandang sebagai sistem nilai atau keyakinan yang mengarah dan menggerakkan suatu tindakan sosial. Pendidikan Kritis untuk keadilan ekonomi dan sosial atau pendidikan sosialis adalah di mana guru dan pendidik mencoba untuk bertindak sebagai intelektual transformatif.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari penggolongan yang telah dipaparkan oleh pak Marsigit, saya melihat masing-masing penggolongan memiliki nilai positif masing-masing. Namun saya lebih cenderung kepada Pendidikan Spiritualisme dan Demokratisme. Memang dari kedua bagian tersebut ada yang kontras, seperti dimensi sosial, budaya, kurikulum, tujuan, dan beberapa yang dapat dilihat pada tabel di atas. Namun, saya melihat dalam pendidikan perlu adanya keseimbangan. Absolutisme perlu diseimbangkan dengan Fallibilisme, Instrumen perlu diseimbangkan dengan Kebutuhan. Klasik dan Modern perlu berhermeneutika. Karena jika kita hanya berfokus pada satu jenis pandangan pendidikan saja, misalnya pendidikan demokratisme, lama-lama landasan budaya akan menjadi semakin jauh dari nilai-nilai bangsa, karena pandangan budaya nya adalah modern-pos modern. Sehingga perlu ada juga pendidikan spritualisme yang memiliki pandangan budaya dan karakter yang tradisional dan klasik. Ada nilai pelajaran yang baik yang bisa diambil dari negara Jepang. Jepang menghasilkan inovasi teknologi yang sungguh mengagumkan, namun ternyata negara Jepang tidak banyak menggunakan hasil inovasi yang ditemukannya tersebut. Dapat dilihat bahwa anak-anak di Jepang pergi ke sekolah dengan berjalan kaki ada pula yang menaiki bus sekolah, jika dibandingkan dengan negara kita yang anak-anaknya berangkat ke sekolah menggunakan motor Yamaha dan Honda. Mungkin ini yang menyebabkan karakter bangsa Indonesia menjadi lemah dan kurang memiliki karakter budaya klasik. Padahal paham orang jaman dahulu, dapat mengusir penjajah dari Indonesia. Dapat dilihat betapa kuatnya karakter budaya Indonesia saat itu.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Banyak sekali jenis pendidikan di dunia ini. Kita tidak bisa menyebut salah satu jenis pendidikan merupakan jenis pendidikan yang paling benar, karena jenis pendidikan terlihat benar tergantung dari ruang dan waktunya, tergantung darimana kita memandang, dan tergantung kondisi seperti apa peserta didik kita. Dari sini pemerintah/pihak sekolah/guru bisa menentukan jenis pendidikan apa yang cocok untuk diterapkan di negara ini.

    ReplyDelete
  21. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari berbagai jenis pendidikan pada tabel tersebut, menurut saya pendidikan demokrasi adalah ideologi pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan pendidikan demokrasi menekankan pada pendekatan konstruktivistik yang memfasilitasi akan timbulnya kreativitas, interaksi, dan motivasi siwa. Selain itu, pendidikan demokrasi menempatkan siswa sebagai aktor belajar. Sedangkan kedudukan guru sebagai fasilitator dan pengembang pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ideologi utilitarisme dalam pendidikan perlu dikritisi karena beberapa kelemahan sebagai berikut: a) Manfaat sebagai konsep kunci dalam utilitarisme merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. b) Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya. c) Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang. d) Etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

    ReplyDelete
  23. Jika melihat pendidikan kontemporer Indonesia memang pada kenyataannya terjadi krisis multidimensi dalam moral dan mulai meninggalkan sisi spiritual. Ideologi yang digunakan yaitu capitalism, pragmatism, utilitarianism, hedonism, materialism dan liberalism sebagai dampak pengaruh ajaran positivisme Auguste Comte yang mengagung-agungkan kehendak bebas sebagai aktivitas manusia. Kemudian dari segi kesuksesan yang diukur dari materi atau uang semata telah menggeser pendidikan Indonesia. Pertempuran antara spiritual dan non spiritual akan terus terjadi. Semoga Indonesia dan manusia Indonesia bisa mendapat solusi atau pencerahan untuk dapat keluar dari krisis. Tetap terselengggara pendidikan berkualitas yang berdasarkan pada sisi spiritual.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari peta filsafat diatas kita bisa mengambil manfaat. Kita bisa menetukan pendidikan apa yang bagus yang sesuai dengan siswa. Kita juga bisa menyesuaiakan segala sesuatunya agar pas atau tidak berlebihan atau kekurangan. Kita bisa belajar menempatkan sesuatu dengan pas sehingga pembelajaran yang dihasilkan baik atau sukses sesuai harapannya.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Apa yang disajikan pada tabel di atas atau pemetaan mengenai pendidikan dan ideologi pendidikan memberikan gambaran seperti apa ideologi yang digunakan berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Pendidikan di Indonesia, seperti halnya yang telah dipaparkan pada peta di atas, masih butuh banyak perbaikan untuk mengembangkan sistem pendidikan itu sendiri. terlihat bahwa di lapangan masih mencampurkan beberapa pandangan ideologi pendidikan pada beberapa unsur. dan terkadang ada yang tidak sesuai dengan ideologi manapun. kita sebagai orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan hendaknya selalu memperbaiki dan mengevaluasi diri dan kinerja kita, agar tercapai pendidikan yang baik, harmonis, dan dinamis.

    ReplyDelete
  26. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Pendidikan Indonesia dibandingkan filsafat pendidikan menurut Ernest.
    Filsafat : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme, sosialisme dan demokrasi
    Ideologi : sejalan dengan kapitalisme dan saintisisme
    Politik : sejalan dengan kapitalisme
    Moral : (tidak jelas)
    Sosial : (kriminalitas)
    Budaya : sejalan dengan kapitalisme dan saintisisme
    Ilmu : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme dan sosialisme
    Epilogi pendidikan: sejalan dengan kapitalisme, saintisisme, sosialisme dan spiritualisme
    Kurikulum : instrumen egosentris
    Tujuan pendidikan: sejalan dengan kapitalisme dan egosentris.
    Peran Guru : sejalan dengan kapitalisme dan sosialisme
    Siswa : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme, sosialisme dan spiritualisme
    Teori evaluasi : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme dan sosialisme dan egosentris.
    Sumber belajar : mono.
    Berdasarkan pejelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Indonesia bermuara pada kapitalisme. Hal ini sangat bertentangan dengan ideologi yang di anut bangsa ini yaitu Demokrasi. Sehingga terjadi kontradiksi pada tubuh pemerintah. Hal ini sangat disayangkan, karena pemimpin kita saja mengalami kontradiksi bagaimana dengan rakyatnya? Alangkah baiknya kembali dilakukan evaluasi mendalam. Bukan hanya saja mengikuti trend, tetapi dikaji dari sisi filsaftanya. Karena hal tersebut dapat menentukan identitas bangsa.

    ReplyDelete
  27. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari tabel yang diberikan, saya merefleksi bahwa pendidikan di Indonesia masih berbeda antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diharapkan. Pendidikan di Indonesia masih binggung paham mana yang akan dipegang teguh. Perlu satu kata sepakat dari semua pelaku pendidikan agar pendidikan Indonesia memiliki ideologi yang sama serta terwujud antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diinginkan.

    ReplyDelete
  28. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Negara kita adalah negara demokrasi, maka elemen-elemen yang mengisi pendidikan juga demokrasi sehingga segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi. Pendidikan untuk semua kalangan dan tujuannya berdasarkan kebutuhan. Teori belajar dan mengajarnya menggunakan teori konstruktivisme. Namun, dalam fakta pelaksanaannya pendidikan di Indonesia, dalam beberapa aspek jika dibandingkan dengan pendidikan lainnya, Indonesia terpengaruh oleh pendidikan negara lain yang pada hasilnya justru tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Maka sudah seharusnya, pendidikan di Indonesia dibenahi agar berjalan sesuai jalur ideologinya yaitu pendidikan demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  29. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas menggambarkan bagaimana sistem dan pola serta penerapan pembelajaran dalam dunia pendidikan di Indonesia. Menurut pendapat saya yang paling cocok untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini, dari keenam pendidikan yang ada dalam tabel di atas adalah pendidikan demokrasi. Hal ini disebabkan untuk setiap komponen yang ada mulai dari filsafat sampai kepada sumber alat/bahan pendidikan demokrasi mampu memberikan suatu praktik pendidikan yang mengarah kepada pembelajaran yang ideal sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ideology seseorang mempengaruhi caranya bertindak, berpikir dan berkata-kata. Dari peta filsafat dan ideology pendidikan diatas terlihat bahwa yang dipraktekkan Indonesia berbeda dengan yang diharapkan. Yang diharapkan Indonesia memiliki ideology demokrasi, namun kenyataannya memiliki ideology yang sama dengan pendidikan kapitalisme. Itulah sebabnya pendidikan Indonesia terpengaruh dengan power now sehingga pendidikan Indonesia yang seharusnya baik menjadi ajang egosentrisme.

    ReplyDelete
  31. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014
    Berdasar pada table diatas, saya setuju dengan pendidikan demokrasi karena pendidikan demokrasi dapat lebih membuat siswa berkembang, pada pendidikan yang menganut prinsip demokrasi siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, sehingga siswa akan lebih paham mengenai materi yang diajarkan. Jika pembelajaran dilakukan dengan kontemporer maka siswa cenderung pasif dan pemikirannya belum dapat berkembang dan siswa cenderung kurang kreatif dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  32. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan tabel dari peta filsafat dan ideologi Pendidikan diatas Pendidikan dibagi menjadi lima yaitu, Pendidikan kapitalisme, Pendidikan saintisme, Pendidikan sosialisme, Pendidikan spiritualisme, Pendidikan demokrasi, dan Pendidikan kontemporer Indonesia. Dimana untuk masing-masing Pendidikan memiliki ciri-ciri yang berbeda beda. Ciri-ciri tersebut dapat dilihat secara filsafat, bentuk ideologi yang diterapkan, politik yang digunakan, nilai moral, nilai sosial, budaya/karakter dari masing-masing Pendidikan, ilmu yang dijunjung tinggi, epistemology Pendidikan, kurikulum yang digunakan, tujuan Pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru dan kedudukan siswa dalam masing-masing Pendidikan, teori evaluasi yang dianut dan sumber/alat belajar yang digunakan.

    ReplyDelete
  33. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya berdasarkan dari tabel mengenai peta filsafat dan ideologi Pendidikan di atas Pendidikan demokrasi adalah tipe Pendidikan yang paling ideal untuk diterapkan. Hal ini dikarenakan dalam Pendidikan yang demokrasi menerapkan sistem-sistem yang modern, dimana pembelajaran yang berlangsung merupakan pembelajaran interaktif, yang kreatif dan merupakan aktivitas sosial. Aktivitas sosial yang diterapakan akan menyebabkan tingkat keaktifan siswa semakin bertambah. Pendidikan demokrasi memandang Pendidikan sebagai hak dari semua orang, yang berarti setiap orang yang hidup di dunia ini berhak untuk mencari dan memperoleh Pendidikan serta pengetahuan yang diinginkannya. Dalam Pendidikan demokrasi peran guru dikelas hanya sebagai fasilitator dan juga pengembang pengetahuan yang dimiliki siswa. Oleh karena itulah pengetahuan yang ingin diperoleh siswa dapat dilakukan dengan cara siswa sendiri, sehingga siswa dapat membangun pengetahuannya berdasarkan pengalaman serta sumber-sumber relevan yang diperolehnya. Dalam Pendidikan demokrasi tingkat kreativitas guru sangat diperlukan, hal ini dikarenakan peran siswa sebagai pusat pembelajaran serta kemampuan siswa yang heterogen.

    ReplyDelete
  34. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Terdapat beberapa mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan salah satunya yaitu Esensialisme. Esensialisme merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya.

    ReplyDelete
  35. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Mazhab esensialisme mulai lebih dominan di eropa sejak adanya semacam pertentagan diantara para pendidik sehingga mulai timbul permasalahan antara pelajaran-pelajaran teoretik (liberal art) yang mendekatkan akal dengan pelajaran-pelajaran praktek (practical art). Menurut mazhab esensialisme, yang termasuk the liberal art, yaitu : Penguasaan bahasa termasuk retorika, Gramatika, Filsafat, Ilmu kealaman, Matematika, Sejarah, dan Seni keindahan (fine art).

    ReplyDelete
  36. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Dari segi ideologinya, pendidikan kontemporer di Indonesia, menggunakan ideologi kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, dan materialisme yang menurut saya memiliki lebih banyak sisis negatif dari pada sisi positif, karena semua ideologi tersebut lebih fokus kepada kepentingan individu atau golongan, kesejahteraan individu atau golongan. Sehingga dalam pendidikan malah dijadikan sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi dan pemanfaatan objek. Padahal seharusnya ideologi pendidikan di Indonesia adalah demokrasi, sesuai dengan ideologi pendidikan bangsa Indonesia. Ideologi demokrasi memungkinkan siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembelajaran serta dalam kebijakan sekolah seperti menentukan materi yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  37. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ditinjau dari segi epistimologi pendidikan, saat ini Indonesia masih menggunakan prinsip pendidikan laskar dan indoktrinasi. Menurut saya, epistimologi pendidikan yang baik adalah pendidikan untuk semua dan fenomenologi yang merupakan epistimologi pendidikan demokrasi. Pendidikan bukanlah laskar yang dipersiapkan untuk maju ke medan perang. Pendidikan merupakan hak setiap manusia. Terlebih di Indonesia, hal ini termuat pada pasal 31 UUD 1945 yang berbunyi “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”

    ReplyDelete
  38. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ditnjau dari teori mengajar yang digunakan, pendidikan di Indonesia saat ini menggunakan prinsip ransfer of knowledge, ekspositori, dan behaviorisme. Transfer of knowledge berarti bahwa guru berperan sebagai pusat, guru menyampaikan materi pembelajaran, sedangkan siswa hanya menerima. Teori behaviorisme atau teori tingkah laku berarti bahwa perilaku yang diulang-ulang akan membuat perilaku tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Pada pendidikan demokrasi, teori mengajar yang digunakan adalah teori konstruktivisme dan interaksi. Konstruktivisme berarti siswa membangun pengetahuannya sendiri. Sedangkan interaksi di sini berarti bahwa perlu adanya komunikasi dua arah/interaksi antara guru dan siswa. guru bukanlah pusat pebelajaran yang selalu menguasai siswa.

    ReplyDelete
  39. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ditinjau dari peran guru dalam proses pembelajaran, pendidikan di indonesia menganggap bahwa guru berperan sebagai Think Tank serta pelaksana terkendali. Think Tank berarti bahwa guru adalah satu-satunya sumber belajar atau satu-satunya pembuat keputusan. Guru merupakan penguasa di kelas, orang yang mengendalikan kelas sehingga kelas selalu berada dalam genggamannya. Pada pendidikan demokrasi, peran guru adalah sebagai fasilitator dan pengembang. Fasilitator berarti guru tidak mendikte para siswa, melainkan guru memfasilitasi kebutuhan para siswa serta memberikan kesempatann kepada siswa.

    ReplyDelete
  40. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ditinju daru sumber/alat belajarnya, pendidikan di Indonesia masih menggunakan sumber belajar dari paket pemerintah yang mana isinya sama untuk semua siswa di Indonesia. Padahal setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda, siswa memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga sumber belajar yang berasal dari paket pemerintah ini belum dapat memenuhi kebutuhan siswa dengan baik. Sebaiknya sumber belajar dikembangkan sendiri oleh guru. gurulah yang paling memahami karakteristik siswanya, sehingga gurulah yang seharusnya mengembangkan sumber belajar. Prinsip penggunaan sumber belajar yang dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran ini merupakan prinsip dari pendidikan demokrasi.

    ReplyDelete
  41. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bapak Marsigit telah menyusun peta filsafat dan ideologi pendidikan, yang didalamnya mengklasifikasikan pendidikan dalam 5 macam yaitu pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, pendidikan demokrasi, dan pendidikan kontemporer Indonesia. Jika dicermati pada tabel pada kolom pendidikan kontemporer Indonesia, seringkali dituliskan “egosentris” seperti pada baris kurikulum dan tujuan pendidikan, itu berarti masih adanya ego dalam penyusunan kurikulum dan tujuan pendidikan di Indonesia berbeda dengan kurikulum dan tujuan pendidikan di kolom yang lain yang kebanyakan bersifat relatif absolut. Dan masih adanya ekspositori pada teori mengajar yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  42. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan dapt didekati dari berbagai aspek sehingga memunculkan berbagai tipe pendidikan. Salah enamnya telah dituliskan dan dibandingkan satu sama lainnya. Secara teoritis bahwa tidak ada pendidikan yang eektif untuk setiap situasi. Sehingga dalam menggapai pendidikan yang benar sitiap saat maka guru harus menyiapkan berbagai variasi agar pembelajaran lebih efektif dan dengan mengetahui kelebihan dan kekurangnya dari pendidikan tersebut maka diharakan guru dapat mengetahui situasi yang cocok untuk menerapkan tipe pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  43. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan formal dinilai hanya untuk mendapatkan ijazah sebagai fomalitas dalam mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga banyak lembaga pendidikan yang tidak sadar terhadap fungsi pendidikan.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mengatasi kemerosotan pendidikan dan tidak berkualitasnya pendidikan, diperlukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Standarisasi pendidikan masih berkutat pada nilai akhir sehingga aspek proses dan ketrampilan seakan tidak dihargai.

    ReplyDelete
  46. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mengatasi kurang tepatnya standarisasi pendidikan, pemerintah harusnya melakukan standarisasi berdasarkan proses dan pendidikan kaakter.

    ReplyDelete
  47. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan pemerataan pendidikan merupakan masalah klasik yang belum tuntas. Banyak masyarakat yang belum merasakan sekolah samoai batas standar yang digalakkan oleh pemerintah.

    ReplyDelete
  48. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat dan pendidikan adalah dua hal yang saling berhubungan erat. Berdasarkan tabel diatas pendididkan di bagi menjadi Pendidikan kapitasime, Pendidikan sintisisme, Pendidikan spiritualisme, Pendidikan demokrasi dan Pendidikan kontemporer Indonesia (praktek dan fakta di lapangan). Drai pendidika tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda dilihat dari segi filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya/karakter, ilmu, epistemology Pendidikan, kurikulum, tujuan Pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi dan sumber/alat belajar yang digunakan.

    ReplyDelete
  49. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dari berbagai filsafat pendidikan, saya paling tertarik dengan Pendidikan Demokrasi dibandingkan dengan pendidikan kontemporer saat ini. Hal ini dikarenakan secara sosial Pendidikan Kontemporer Indonesia masih diliputi dengan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme di aspek sosialnya. Peran siswa juga hanya sebagai Empty Vessel, berbeda dengan peran siswa dalam pendidikan demokrasi yang berperan sebagai aktor belajar. Sumber belajar yang digunakan pada Pendidikan Kontemporer juga berupa paket dari pemerintah yang biasanya kurang sesuai dengan keadaan di lapangan.

    ReplyDelete
  50. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan demokrasi merupakan ideologi yang paling ideal untuk diterapkan, karena pada hakekatnya pendidikan membantuk pribadi yang bermartabak bukan pribadi yang mementingkan diri sendiri

    ReplyDelete
  51. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada kenyataannya pendidikan formal sekarang hanyalah sebuah formalitas untuk mendapatkan ijazah, maka untuk mendapat nilai yang baik dilakukan dengan cara yang tidak baik. Hal itu lh yang membentuk kepribadian dan moral bangsa ini semakin menurun

    ReplyDelete