Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

105 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Peta filsafat di atas sangat membantu dalam belajar matematika dan membuat semakin paham cabang-cabang ilmu filsafat yang saling berpengaruh satu dengan yang lainnya. Peta dimulai dari dasar dari sebuah pendidikan yaitu filsafat, ideologi dan politik. Moral dan sosial juga sangat berpengaruh karena guru akan menggunakan metode dengan mengembangkan moral dan sosial siswa agar tidak hanya pada akademisnya yang bagus tetapi sosial atau dengan sesamanya juga akan terjalin dengan baik. Teori evaluasi yang dilakukan mulai dari eskternal sampai pada ujian nasional, yang sekarang ujian nasional tidak sebagai syarat kelulusan siswa tetapi tetap menjadi evaluasi bagi guru dan siswa. Sumber atau alat peraga yang digunakan tidak hanya pada satu buku atau satu referensi saja tetapi lebih banyak referensi maka pembelajaran semakin berkualitas.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiada alasan bagi guru modern sekarang untuk tidak menggunakan strategi mengajar yang menarik. Hal ini karena sudah banyak pilihan teori yang dapat diimplikasikan langsung di kelas. Namun semua kembali pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai, apa kebutuhan siswa dalam pembelajaran, bagaimana karakteristik siswa setempat dan berbagai faktor lainnya.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ideologi yang mengarahkan dan menggerakkan tindakan-tindakan dalam pendidikan dipandang sebagai sistem nilai atau keyakinan yang mengarah dan menggerakkan suatu tindakan sosial. Pendidikan Kritis untuk keadilan ekonomi dan sosial atau pendidikan sosialis adalah di mana guru dan pendidik mencoba untuk bertindak sebagai intelektual transformatif.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari penggolongan yang telah dipaparkan oleh pak Marsigit, saya melihat masing-masing penggolongan memiliki nilai positif masing-masing. Namun saya lebih cenderung kepada Pendidikan Spiritualisme dan Demokratisme. Memang dari kedua bagian tersebut ada yang kontras, seperti dimensi sosial, budaya, kurikulum, tujuan, dan beberapa yang dapat dilihat pada tabel di atas. Namun, saya melihat dalam pendidikan perlu adanya keseimbangan. Absolutisme perlu diseimbangkan dengan Fallibilisme, Instrumen perlu diseimbangkan dengan Kebutuhan. Klasik dan Modern perlu berhermeneutika. Karena jika kita hanya berfokus pada satu jenis pandangan pendidikan saja, misalnya pendidikan demokratisme, lama-lama landasan budaya akan menjadi semakin jauh dari nilai-nilai bangsa, karena pandangan budaya nya adalah modern-pos modern. Sehingga perlu ada juga pendidikan spritualisme yang memiliki pandangan budaya dan karakter yang tradisional dan klasik. Ada nilai pelajaran yang baik yang bisa diambil dari negara Jepang. Jepang menghasilkan inovasi teknologi yang sungguh mengagumkan, namun ternyata negara Jepang tidak banyak menggunakan hasil inovasi yang ditemukannya tersebut. Dapat dilihat bahwa anak-anak di Jepang pergi ke sekolah dengan berjalan kaki ada pula yang menaiki bus sekolah, jika dibandingkan dengan negara kita yang anak-anaknya berangkat ke sekolah menggunakan motor Yamaha dan Honda. Mungkin ini yang menyebabkan karakter bangsa Indonesia menjadi lemah dan kurang memiliki karakter budaya klasik. Padahal paham orang jaman dahulu, dapat mengusir penjajah dari Indonesia. Dapat dilihat betapa kuatnya karakter budaya Indonesia saat itu.

    ReplyDelete
  5. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Banyak sekali jenis pendidikan di dunia ini. Kita tidak bisa menyebut salah satu jenis pendidikan merupakan jenis pendidikan yang paling benar, karena jenis pendidikan terlihat benar tergantung dari ruang dan waktunya, tergantung darimana kita memandang, dan tergantung kondisi seperti apa peserta didik kita. Dari sini pemerintah/pihak sekolah/guru bisa menentukan jenis pendidikan apa yang cocok untuk diterapkan di negara ini.

    ReplyDelete
  6. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari berbagai jenis pendidikan pada tabel tersebut, menurut saya pendidikan demokrasi adalah ideologi pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan pendidikan demokrasi menekankan pada pendekatan konstruktivistik yang memfasilitasi akan timbulnya kreativitas, interaksi, dan motivasi siwa. Selain itu, pendidikan demokrasi menempatkan siswa sebagai aktor belajar. Sedangkan kedudukan guru sebagai fasilitator dan pengembang pembelajaran.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ideologi utilitarisme dalam pendidikan perlu dikritisi karena beberapa kelemahan sebagai berikut: a) Manfaat sebagai konsep kunci dalam utilitarisme merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. b) Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya. c) Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang. d) Etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

    ReplyDelete
  8. Jika melihat pendidikan kontemporer Indonesia memang pada kenyataannya terjadi krisis multidimensi dalam moral dan mulai meninggalkan sisi spiritual. Ideologi yang digunakan yaitu capitalism, pragmatism, utilitarianism, hedonism, materialism dan liberalism sebagai dampak pengaruh ajaran positivisme Auguste Comte yang mengagung-agungkan kehendak bebas sebagai aktivitas manusia. Kemudian dari segi kesuksesan yang diukur dari materi atau uang semata telah menggeser pendidikan Indonesia. Pertempuran antara spiritual dan non spiritual akan terus terjadi. Semoga Indonesia dan manusia Indonesia bisa mendapat solusi atau pencerahan untuk dapat keluar dari krisis. Tetap terselengggara pendidikan berkualitas yang berdasarkan pada sisi spiritual.

    ReplyDelete
  9. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari peta filsafat diatas kita bisa mengambil manfaat. Kita bisa menetukan pendidikan apa yang bagus yang sesuai dengan siswa. Kita juga bisa menyesuaiakan segala sesuatunya agar pas atau tidak berlebihan atau kekurangan. Kita bisa belajar menempatkan sesuatu dengan pas sehingga pembelajaran yang dihasilkan baik atau sukses sesuai harapannya.

    ReplyDelete
  10. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Apa yang disajikan pada tabel di atas atau pemetaan mengenai pendidikan dan ideologi pendidikan memberikan gambaran seperti apa ideologi yang digunakan berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Pendidikan di Indonesia, seperti halnya yang telah dipaparkan pada peta di atas, masih butuh banyak perbaikan untuk mengembangkan sistem pendidikan itu sendiri. terlihat bahwa di lapangan masih mencampurkan beberapa pandangan ideologi pendidikan pada beberapa unsur. dan terkadang ada yang tidak sesuai dengan ideologi manapun. kita sebagai orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan hendaknya selalu memperbaiki dan mengevaluasi diri dan kinerja kita, agar tercapai pendidikan yang baik, harmonis, dan dinamis.

    ReplyDelete
  11. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Pendidikan Indonesia dibandingkan filsafat pendidikan menurut Ernest.
    Filsafat : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme, sosialisme dan demokrasi
    Ideologi : sejalan dengan kapitalisme dan saintisisme
    Politik : sejalan dengan kapitalisme
    Moral : (tidak jelas)
    Sosial : (kriminalitas)
    Budaya : sejalan dengan kapitalisme dan saintisisme
    Ilmu : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme dan sosialisme
    Epilogi pendidikan: sejalan dengan kapitalisme, saintisisme, sosialisme dan spiritualisme
    Kurikulum : instrumen egosentris
    Tujuan pendidikan: sejalan dengan kapitalisme dan egosentris.
    Peran Guru : sejalan dengan kapitalisme dan sosialisme
    Siswa : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme, sosialisme dan spiritualisme
    Teori evaluasi : sejalan dengan kapitalisme, saintisisme dan sosialisme dan egosentris.
    Sumber belajar : mono.
    Berdasarkan pejelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Indonesia bermuara pada kapitalisme. Hal ini sangat bertentangan dengan ideologi yang di anut bangsa ini yaitu Demokrasi. Sehingga terjadi kontradiksi pada tubuh pemerintah. Hal ini sangat disayangkan, karena pemimpin kita saja mengalami kontradiksi bagaimana dengan rakyatnya? Alangkah baiknya kembali dilakukan evaluasi mendalam. Bukan hanya saja mengikuti trend, tetapi dikaji dari sisi filsaftanya. Karena hal tersebut dapat menentukan identitas bangsa.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari tabel yang diberikan, saya merefleksi bahwa pendidikan di Indonesia masih berbeda antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diharapkan. Pendidikan di Indonesia masih binggung paham mana yang akan dipegang teguh. Perlu satu kata sepakat dari semua pelaku pendidikan agar pendidikan Indonesia memiliki ideologi yang sama serta terwujud antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diinginkan.

    ReplyDelete
  13. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Negara kita adalah negara demokrasi, maka elemen-elemen yang mengisi pendidikan juga demokrasi sehingga segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi. Pendidikan untuk semua kalangan dan tujuannya berdasarkan kebutuhan. Teori belajar dan mengajarnya menggunakan teori konstruktivisme. Namun, dalam fakta pelaksanaannya pendidikan di Indonesia, dalam beberapa aspek jika dibandingkan dengan pendidikan lainnya, Indonesia terpengaruh oleh pendidikan negara lain yang pada hasilnya justru tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Maka sudah seharusnya, pendidikan di Indonesia dibenahi agar berjalan sesuai jalur ideologinya yaitu pendidikan demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  14. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas menggambarkan bagaimana sistem dan pola serta penerapan pembelajaran dalam dunia pendidikan di Indonesia. Menurut pendapat saya yang paling cocok untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini, dari keenam pendidikan yang ada dalam tabel di atas adalah pendidikan demokrasi. Hal ini disebabkan untuk setiap komponen yang ada mulai dari filsafat sampai kepada sumber alat/bahan pendidikan demokrasi mampu memberikan suatu praktik pendidikan yang mengarah kepada pembelajaran yang ideal sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ideology seseorang mempengaruhi caranya bertindak, berpikir dan berkata-kata. Dari peta filsafat dan ideology pendidikan diatas terlihat bahwa yang dipraktekkan Indonesia berbeda dengan yang diharapkan. Yang diharapkan Indonesia memiliki ideology demokrasi, namun kenyataannya memiliki ideology yang sama dengan pendidikan kapitalisme. Itulah sebabnya pendidikan Indonesia terpengaruh dengan power now sehingga pendidikan Indonesia yang seharusnya baik menjadi ajang egosentrisme.

    ReplyDelete
  16. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan demokrasi merupakan ideologi yang paling ideal untuk diterapkan, karena pada hakekatnya pendidikan membantuk pribadi yang bermartabak bukan pribadi yang mementingkan diri sendiri

    ReplyDelete
  17. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada kenyataannya pendidikan formal sekarang hanyalah sebuah formalitas untuk mendapatkan ijazah, maka untuk mendapat nilai yang baik dilakukan dengan cara yang tidak baik. Hal itu lh yang membentuk kepribadian dan moral bangsa ini semakin menurun

    ReplyDelete
  18. Nama : Alfiramita Hertanti
    kelas : S2- PMA 2017
    NIM : 17709251008

    Mohon maaf, pak. ada satu yang mengganjal di pikiran saya terkait pemetaan diatas. pada kolom pendidikan sosialisme di bagian ideologi, bapak membedakan 3 bentuk ideologi yaitu : 1. sosialisme, 2. komunisme, 3. komunis. dalam kajian Marxisme, komunisme disebut sosialisme ilmiah, sehingga pertanyaan saya adalah "apa perbedaan sosialisme pada point satu dan komunisme pada point dua. dan istilah komunis pada point tiga saya rasa tidak perlu dimasukkan dalam bagian ideologi sebab setahu saya komunis adalah istilah untuk menyebut subjek yang menganut komunisme. mohon pencerahannya, pak.

    ReplyDelete
  19. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kesimpulan saya pendidikan di Indonesia:
    Berdasarkan filosofis merupakan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme dan Pendidikan Demokrasi
    Berdasarkan Ideologi merupakan Pendidikan Kapitalisme dan Pendidikan Saintisme
    Berdasarkan Politik lebih dekat dengan Pendidikan Kapitalisme
    Berdasarkan Moral sepertinya belum mengarah ke pendidikan mana pun yang ada pada daftar
    Berdasarkan Budaya/Karakter merupakan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme dan Pendidikan Demokrasi
    Berdasarkan Ilmu lebih dekat dengan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan epistimologi pendidikan merupakan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, dan Pendidikan Spriritualisme
    Berdasarkan kurikulum pendidikan Indonesia berbeda dari kelima Pendidikan yang lain
    Berdasarkan Teori Belajar merupakan Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan peran guru merupakan Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan kedudukan siswa Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme dan Pendidikan Spiritualisme
    Berdasarkan Teori Evalusasi lebih dekat dengan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme
    Berdasarkan Sumber Belajar pendidikan Indonesia berbeda dari kelima Pendidikan yang lain
    Sehingga Berdasarkan umum Pendidikan di Indonesia pada dasarnya berbeda dengan Pendidikan Kapitalisme, Pendidikan Saintisme, Pendidikan Sosialisme, Pendidikan Spiritualisme dan Pendidikan Demokrasi. Akan tetapi Pendidikan Indonesia terpengaruh oleh kelima pendidikan tersebut, dan pengaruh paling dominan menurut kami (saya) adalah pengaruh dari Pendidikan Kapitalisme dan Pendidikan Saintisme.

    Terima kasih Pak.

    ReplyDelete
  20. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan, saya tertarik untuk mencermati aspek peran guru dan kedudukan siswa. Dari peta tersebut terlihat bahwa pendidikan demokrasi lebih unggul dibandingkan dengan pendidikan lainnya seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, bahkan pendidikan di Indonesia sendiri, khususnya dalam aspek peran guru dan kedudukan siswa dalam pendidikan. Peran guru pada pendidikan demokrasi adalah sebagai fasilitator dan kedudukan siswa adalah sebagai aktor belajar. Jadi terlihat bagaimana interaksi antara guru dan siswa dan bisa diprediksi bahwa pembelajaran dikelas berorientasi kepada siswa. Dengan demikian, guru sebagai fasilitator akan memberi ruang gerak kepada siswa sehingga siswa mampu mengeksplor dirinya, berkreasi, dan menggali potensi yang ada dalam dirinya.

    ReplyDelete
  21. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari postingan artikel yang Bapak sampaikan, filsafat ternyata mencakup berbagai macam hal. Bahkan semua elemen pendidikan membutuhkan filsafat. Berbagai macam fenomena dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bisa dilihat dan dikaji dengan sudut pandang filsafat. Eksperimen-eksperimen dalam filsafat juga memberikan gambaran dalam memcahkan masalah dan memberikan solusi. Meskipun dalam artikel ini, masih banyak hal yang belum saya pahami namun sedikit yang bisa saya ambil dari artikel tersebut sudah mampu memberikan gambaran yang cukup.

    ReplyDelete
  22. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Saya tertarik dengan pendiidkan demokrasi yang menempatkan siswa sebagai aktor pembelajaran dan sumber belajar adalah kreativitas guru. Pada jenis ini guru merancang segala sesuatunya sendiri berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa. Guru berlaku sebagai pengarah atau director dan siswa sebagai actor pembelajaran. Guru melayani dan menyediakan serta memebrikan pengarahan dan scaffolding bagi siswa melalui LKS dan sumber belajar yang dirancang sendiri. Pada jenis ini peran guru amatlah penting untuk memimpin pembelajaran di kelas yang bersifat bebas dan demokratis.
    Pendidikan yang menjadi trend saat ini adalah pendidikan saintisme yang diimplementasikan pada kurikulum 2013. Penerapan kurikulum 2013 mengalami banyak kendala. kendala utama dari penerapan kurikulum 2013 adalah kesiapan guru dan siswa serta sarana prasarana sekkolah. Banyak guru yang merasa kesulitan dengan model penilaian kurikulum 2013 karena yang dinilai tidak hanya aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan ketrampilan. Selain siswa siswa juga belum siap dengan bayaknya tugasan yang diberikan guru, karena pada kurikulum 2103 siswa cenderung berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Yang terakhir adalah sarana prasarana sekolah yang belum memadai karena untuk pelaksanaan kurikulum 2013 diperlukan variasi media pembelajaran.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum dan selamat malam prof.
    Dalam praktek di lapangan terjadi beberapa kesenjangan dalam pendidikan kontemporer Indonesia. Ideologi yang dianut bangsa Indonesia ialah ideologi Pancasila. Makna ideologi Pancasila ialah sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia yang secara normative perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, dalam kenyataannya, dalam praktik pendidikan di Indonesia tidak berdasarkan Pancasila. Ideologi yang terjadi di Indonesia justru Kapitalisme, Liberalisme, Pragmatisme, Utilitarianisme, dan Materialisme. Pendidikan yang terjadi di Indonesia juga belum memiliki kejelasan, apakah menuju masyarakat Industrial Trainer, Technological Pragmatis, Old Humanist, Progressive Educator, ataukah Public Educator. Keadaan ini menyebabkan Indonesia sulit untuk mencapai pendidikan yang ideal.

    ReplyDelete
  24. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kenyataan bahwa teori mengajar ekspositori masih menjadi andalan sebagian besar guru di Indonesia salah satunya dikarenakan tuntutan kurikulum yang banyak dengat waktu sangat terbatas. Sekolah menuntut guru menyelesaikan seluruh KD sesuai waktu, guru menuntut siswa memahami materi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Hal inilah yang akan terus terjadi karena kita menggunakan kurikulum "paket dari pemerintah". Pendidikan kita, masih sangat jauh dari pendidikan demokrasi. Kita hanya terjebak di dalam pendidikan kontemporer Indonesia yang seperti ini.

    ReplyDelete
  25. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    When we teaching on class, we not only need one education ideology but also more than one. We need it to collaborate each education ideology because for each ideology has plus or minus. So that we need to compare it and than collaborate it to make our learning more meaningfull than use one education ideology. But I advice all teacher to use spiritual education ideology more than another ideology because it will direct student to have a good character and morality. Because now in Indonesia most students don’t have a good character also morality.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Mengamati peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas membuat saya merasa miris terhadap pendidikan di Indonesia sekarang ini, meskipun di sisi lain, saya tahu bahwa para cendekiawan berhati nurani yang peduli dengan pendidikan sedang berusaha keras untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia, dengan caranya masing-masing. Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang melakukan korupsi terbanyak se-Asia Tenggara. Saya yakin, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme juga terjadi di ranah pendidikan. Negara ini adalah negara yang memiliki kebudayaannya sendiri, namun juga terbuka terhadap budaya luar. Anak-anak sekolah pun tidak terlepas dari budaya luar. KKN yang terjadi di Indonesia dan budaya-budaya luar yang diterima oleh anak-anak (siswa) (seperti misalnya budaya konsumtif, hedonis, individualis) akan semakin merusak moral bangsa. Bukannya siswa tidak bisa mempraktikkan KKN. Mereka bisa memulainya dari hal-hal terkecil, misalnya menyontek teman saat ulangan. Mengapa fenomena ini bisa terjadi, tentunya sudah diketahui jawabannya. Adalah karena siswa ingin melampaui batas nilai minimum, namun tidak memahami pelajaran yang telah dilakukan. Maka jalan pintas menyonteklah solusi bagi mereka. Mengapa mereka tidak memahami pelajaran, ada beberapa faktor yang mungkin, yang tidak dapat saya jelaskan satu per satu di sini. Jadi, kesimpulan saya adalah peta filsafat dan ideologi pendidikan yang dibuat oleh Prof Marsigit ini saling berkaitan antara satu dimensi dengan yang lainnya. Seperti yang saya sebutkan bahwa pendidikan berkaitan dengan budaya dan politik. Cara guru mengajar berkaitan dengan kedudukan siswa.

    ReplyDelete
  27. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    assalamu'alaikum
    pada pendidikan saintisme, sumber/alat belajar nya adalah ICT. tetapi mungkin juga masih banyak yang menggunakan alat peraga manual. atau bisa jadi untuk sebagian kasus atau sebagian tema ada yang lebih efektif jika digunakan alat peraga .

    ReplyDelete
  28. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Melihat postingan artikel bapak di atas memberikan saya sebuah gambaran bahwa filsafat itu dapat dinilai dari berbagai macam aspek, tinggal kita mengambil setiap intisari dari berbagai macam sudut pandang terhadap penilaian dari sebuah filsafat. Namun masih banyak hal yang tidak saya mengerti dari bahasa filsafat itu sendiri, mudah-mudahan dengan semakin seringnya saya membaca postingan-postingan dari bapak secara perlahan-lahan dapat membuka cakrawala saya terhadap filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Saya ingin menanggapi praktik pendidikan kontemporer yang ada di Indonesia. Hingga saat ini pendidikan di Indonesia melihat siswa sebagai empty vessel, atau sebuah wadah yang kosong. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, walau sudah ada paradigma lain yang melihat siswa sebagai subjek belajar aktif atau bahkan konstruktivis.Dengan anggapan ini, diharapkan guru dapat dengan bijak mengisi wadah tersbut, bukan hanya mengisi dengan ego atau sekehendak hati guru, namun mengisi dan menanamkan karakter kanabian (profetik) yang saat ini tengah digencarkan demi terciptanya Indonesia yang maju bukan hanya dalam pendidikan, namun maju dan unggul dalam karakter positif.Selain itu, teori mengajar yang dipakai masih transfer of knowledge atau behaviorisme. Sedangkan kita semua tahu bahwa paham behaviorisme tidak mampu menjawab beberapa kejadian dalam pembelajaran yang kemudian disempurnakan oleh paham konstruktivisme. Alangkah baiknya jika kita mulai beranjak sedikit demi sedikit menujupaham konstruktivisme sehingga pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan efektif, serta siswa dapat memperoleh pengetahuannya secara bermakna. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Belajar mengajar membutuhkan pengalaman dari guru dan membutuhkan beberapa teori belajar mengajar sebagai inspirasi dalam menentukan gaya pembelajaran yang akan dipakai. Oleh karena itu menarik kiranya menelaah teori mengajar yang dipaparkan di postingan tersebut, berdasarkan fakta yang ada di Indonesia, teori mengajar yang dipakai meliputi behaviorisme, transfer of knowledge ini mungkin memang sudah membudaya, jika kita melirik pada kelompik demokrasi, mereka mengajar secara konstruktivis dan interaktif. Teori ini dapat diadopsi sedikit demi sedikit dan diadaptasi dalam pembelajaran di kelas. pembelajaran interaktif secara teori sangat positif, walau pelaksanaannya memang tidak mudak, begitu juga pembelajaran konstruktivis yang saat ini tengah digencarkan untuk dilaksanakan, secara teoritis merupakan pembelajaran yang memberikan hasil positif. Jika kita menilik pembelajaran pada kelompok kapitalis, pembelajaran yang dilakukan berbasis riset. Pembelajaran ini sebenarnya menantng, walaupun jika diaplikasikan memakan waktu, namun siswa tentunya akan lebih memahami materi karena mereka terlibat langsung dalam penemuan kembali konsep yang dipelajari. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  31. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas gambaran peta filsafat dan ideologi pendidikan yang diberikan pada postingan diatas. Istilah-istilah baru dalam tabulasi diatas menambah pengetahuan dasar yang saya miliki. Satu hal yang menarik yang mampu saya tangkap dari membaca tabel diatas dimana peran guru dalam pendidikan spiritualisme adalah sebagai model pelaksana terkendali. Secara umum, guru-guru di jaman sekarang belum mampu mencerminkan sosok model spiritualisme yang menjadi harapan. Jika dilihat secara lebih detail dan terjurus, guru-guru spiritualisme yang secara khusus memberikan pengajaran dan pendidikan agama, sebagian besar sudah cukup mampu menjadi model pelaksana dan teladan yang baik dalam mengamalkan nilai-nilai kebaikan sesuai tata peraturan yang diperintahkan oleh agama. Jika kita berharap pada kesempurnaan manusia, tidaklah akan ada habisnya karena manusia diciptakan tidak mungkin sempurna, dan yang paling sempurna hanyalah Sang Penciptanya dan lagi setiap guru memiliki sifat, sikap, watak, dan karakteristik, serta filsafat diri masing-masing. Namun demikian, tidak serta merta seluruhnya mampu mengimplementasikan ajaran agama dengan ikhlas, baik dan benar. Padahal, secara langsung maupun tidak, siswa akan mengimitasi dari apa yang menjadi kebiasaan guru, dan tetap berusaha menerapkan apa yang diajarkan guru meski kadang tidak sesuai dengan keinginan karena mereka lebih terpengaruh oleh labilnya emosi dan nafsu yang besar pada masa-masa seusianya daripada menyadari dan mengingat akan pentingnya Tuhan dan campurtanganNya dalam mengatur hidupnya. Spiritualitas siswa akan terbangun dan terbentuk secara perlahan dan kontinu selama ia menyerap apa yang diajarkan dan apa yang ia lihat. Sehingga, amat disayangkan apabila guru berperan tidak sesuai pada tempatnya khususnya dalam pendidikan spiritualisme.

    ReplyDelete
  32. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari peta filsafat dan ideologi pendidikan ini banyak hal yang bisa kita cermati dan pelajari. Namun saya sedikit lebih tertarik pada aspek peran guru dan kedudukan siswa dalam pendidikan. Dari peta tersebut kita bisa memahami bahwa pendidikan demokrasi bisa dikatakan yang paling unggul di antara pendidikan lainnya. Pendidikan demokrasi menempatkan siswa sebagai aktor belajar dan guru lebih sebagai fasilitator. Artinya pada pendidikan demokrasi seperti ini bisa diprediksi bahwa pembelajaran di kelas akan lebih berpusat pada siswa, dengan demikian siswa akan lebih aktif dan mampu menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Semoga pendidikan demokrasi ini dapat segera terlaksana dengan baik di Indonesia. Aamiin.

    ReplyDelete
  33. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimakasih banyak pak prof untuk peta filsafat dan ideology pendidikan menjadi sebuah gambaran bahwa filsafat mewadahi berbagi jenis kultur pendidikan.Kesemua pendidikan seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme ,pendidikan spiritualisme,pendidikan demokrasi, pendidikan kontemporer indonesia (praktek dan fakta di lapangan) mempunyai daya tariknya masing-masing.Dan saya ingin lebih tahu perbedaan kesemua pendidikan tersebut serta bagian-bagiannya dalam ranah filsafat.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  34. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setelah mencermati peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas. Saya memahami bahwa ada yang tidak sesuai dengan berjalannya praktek pendidikan kontemporer di Indonesia. Pendidikan kontemporer Indonesia pada dasarnya menganut ideologi demokratis yang didukung dengan peran guru sebagai fasilitator dan pengembang sehingga membuat pendidikan demokrasi menjadi yang terbaik, namun pada prakteknya pendidikan Indonesia menganut ideologi kapitalisme, liberalisme, pragtisme, utilitariamisme, dan juga materialisme. Ketidaksesuaian tersebutlah yang pada akhirnya menghasilkan hal – hal negatif , seperti terjadinya krisis moral.

    ReplyDelete
  35. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    secara garis besar saya melihat ideologi kapitalisme bertolak belakang dengan sosialisme. Namun, selama ini saya memahami bahwa secara ideologis pendidikan kapitalisme erat dengan ideologi liberal dan sosialisme erat dengan ideologi pendidikan kritis. Yang menarik bagi saya adalah pendidikan demokrasi, dari sistem penilaiannya Penilaian-Berbasis Kelas, PortoFolio dan Otentik-Asesment.

    ReplyDelete
  36. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berdasarkan tabel peta konsep diatas, terlihat jelas bahwa dalam filsafat pendidikan spiritual bersifat absolutisme, hal ini berarti kepercayaan serta keberadaan tuhan merupakan satu kepastian yang fundamental. Selain itu, yang paling menarik bahwa dalam ilmu, sebagian besar dari ideologi yang dikandungnya adalah kedisiplinan. Maka terlihat bahwa ilmu merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dijauhkan dari kedisiplinan. Sehingga karena berlandaskan kedisiplinan maka untuk menuntut ilmu juga harus disiplin, agar dapat mencapai hasil yang maksimal.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  37. Junianto
    17709251065
    PM C

    15. Dari artikel ini, bisa saya pahami bahwa sebenarnya filsafat itu menyangkut berbagai hal dalam kehidupan. Bahkan pada hakikatnya kita hidup di dunia ini tidak terlepas dari filsafat. Maka dari itu, sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri. Semua elemen pendidikan juga membutuhkan filsafat. Berbagai macam fenomena dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bisa dilihat dan dikaji dengan sudut pandang filsafat. Eksperimen-eksperimen dalam filsafat juga memberikan gambaran dalam memcahkan masalah dan memberikan solusi. Meskipun dalam artikel ini, masih banyak hal yang belum saya pahami namun sedikit yang bisa saya ambil dari artikel tersebut sudah mampu memberikan gambaran yang cukup.

    ReplyDelete
  38. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr. Wb

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menganggapi bahwa dari 6 macam pendidikan yakni pendidikan kapitalis, saintifisme, sosialisme, spiritualisme dan kontenpores Indonesia bahwa kelima-limanya memandang bahwa siswa adalah Empety Wassel , yakni wadah yang kosong yang harus di isi melalui pembelajaran, sebenarnya memposisikan siswa sebagai Empety Wassel tidak merta salah pula tidak serta-merta benar karena masih-masih sudut pandnag harus di imbangai dengan kaida-kaidah yang telah di susun secara baik. Terima kasih Prof. Berdasarkan tabel pemetaan diatas bahwa dalam hidup terdapat berbagai macam pilihan, tinggal kita memilih yang mana , yang sesuai untuk konteks yang kita perlukan.
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  39. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Melihat dari tabel peta filsafat dan ideologi pendidikan di ats, liberalisme, kaptaslisme, dan materialisme mendominasi pendidikan di Indonesia pada kenyataannya, padahal ideologi pendidikan Indonesia sudah dirancang dengan baik menggunakan landasan dasar yang memperhatikan perbedaan dan keberagaman etnis, budaya, bahasa, agama dan lain sebagainya. Akan tetapi di lapangan berlainan dengan apa yang diharapkan, hal ini dipengaruhi oleh kemajuan zaman atau powernow yang telah mampu mencemari ideologi dasar yang dianggap ketinggalan zaman dan dapat tertinggal dengan negara-negara lain. Akhirnya penyimpangan-penyimpangan mulai terjadi dimana-mana. Baik di kehidupan sekolah, perkantoran, pemerintahan, hingga ke masyarakat luas. Untuk itu agar mengurangi penyimpangan-penyimpangan akibat pengaruh powernow, bangsa ini harus mampu dalam memilih dan memilah serta mempertahankan ideologi yang sesuai dengan identitas bangsa.

    ReplyDelete
  40. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Melihat dari tabel peta filsafat dan idelogi pendidikan di atas menyatakan bahwa filsafat ada pada beberapa aspek pendidikan. Saya tertarik dengan teori evaluasi. Pada pendidikan kontemporer Indonesia (praktek dan fakta di lapangan) untuk teori evaluasi salah satunya melihat ujian nasional. Nah, ini menyebabkan banyak orang memilih jalan pintas untuk menyelesaikan ujian nasional. Orang hanya berfikir bagaimana bisa mengerjakan ujian nasional, sehingga timbul sikap negatif. Salah satu contohnya yaitu, membeli jawaban ujian nasional. Ini adalah tindakan yang salah, karena sebenar-benarnya ilmu itu adalah proses sehingga kita memiliki pengalaman yang cukup. Bukan hanyak pengalaman dalam materi, namun juga pengalam dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan.
    Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  41. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendidikan spritualisme akan selalu bersifat konservatif di tengah –tengah perubahan jaman yang semakin berkembang, karena bersifat absolut dan fundamental, tidak ada yang memiliki hak untuk mengubahnya. Semua yang ada di dalamnya merupakan hal yang paling mendasar dari seluruh aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  42. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik mencermati tulisan diatas. Pada poin evaluasi belajar, ternyata mayoritas masih menggunakan ujian nasional. Hanya pendidikan spiritualisme dan demokrasi yang tidak menggunakan ujian nasional. Beberapa tahun yang lalu di Indonesia terjadi perubahan aturan terkait ujian nasional SMA yaitu bahwa ujian nasional tidak menjadi satu-satunya syarat kelulusan. Artinya ujian nasional untuk jenjang SMA bertujuan untuk mengukur dan mengetahui pemerataan pendidikan di Indonesia secara nasional. Menurut saya ini bagus, karena UN sudah tidak menjadi momok bagi siswa yang sudah belajar 3 tahun namun kelulusannya hanya ditentukan beberapa hari. Meski demikian siswa tidak boleh berleha-leha karena peta persaingan masuk PTN semakin ketat, maka siswa tetap harus belajar giat.

    ReplyDelete
  43. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pemetaan yang sangat apik, terimakasih banyak Pak sudah membuat peta filsfat dan ideologi pendidikan ini dengan begitu ringkas dan jelas. Dari peta tersebut pada bagian pendidikan demokrasi lebih menonjol dan lebih sesuai dengan demokrasi pancasila bangsa Indonesia. Selain itu juga aspek-aspek yang lain mulai dari pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, dan pendidikan kontemporer Indonesia hampir memiliki dimensi yang sama sedangkan pada pendidikan demokrasi beda daripada yang lainnya. Pada bagian kedudukan siswa dengan pendidikan demokrasi, siswa berperan sebagai aktor belajar dan peran guru sebagai fasilitator dan pengembang. Hal ini memiliki arti bahwa proses pembelajaran akan berpusat pada siswa, bukan berpusat pada guru. Sehingga dengan pendidikan demokrasi ini potensi siswa lebih dapat dikembangkan lagi.

    ReplyDelete
  44. Jika kita lihat berdasarkan tabel yang bapak buat antara filsafat dan ideology pendidikan, maka ideology pendidikan demokrasi yang sebenarnya menjadi tujuan dari Negara Indonesia yang kita cintai ini belum dapat sepenuhnya terlaksana dalam aspek kehidupan, dalam setiap bagian bidang, kita masih terombang-ambing diantara peradapan dari dunia luar, kita belum mampu sepenuhnya menerapkan apa yang Negara kita sebenarnya inginkan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  45. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih pak, atas pengetahuan yang memberikan saya pemahaman dan pengalaman baru. Melalaui tabel peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas saya tertarik dengan konsep evaluasi. Teori evaluasi yang menari bagi saya adalah milik pendidikan spiritualisme dan demokrasi. Selama ini pendidikan kita memiliki disoreintasi terkait evaluasi. Evaluasi yang dimaknai dalam pendidikan kita lebih memiliki titik berat pada Ujian Nasional. Padahal Ujian Nasional tidak dapat 100% menggambarkan situasi pendidikan kita. Selain itu tipe standardized-test yang terdapat pada UN cenderung mengekang perbedaan individu dalam kemampuan belajar. Bagi saya standarisasi sama sekali tidak dapat dilakukan kepada siswa, standarisasi hanya dapat dilakukan pada benda-benda fisik atau pelaksanaan program seperti gedung sekolah dan sarana prasarana sekolah.

    ReplyDelete
  46. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Dari peta di atas dapat dilihat bahwa realitias pendidikan di Indonesia tidak berideologi Pancasila, tetapi berideologi kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, dan materialisme. Selain itu, peran guru di realitas pendidikan Indonesia adalah sebagai think tank dan pelaksana-terkendali bukan sebagai fasilitasor dan pengembang pendidikan. Saya melihat bahwa pendidikan demokratis lebih baik dari pada pendidikan kontemporer Indonesia. Mungkin Indonesia dapat mengadaptasi pendidikan demokratis berideologi pancasila sehigga tetap menjunjung aspek religius sebagai fundamental pendidikannya sehingga dunia pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju.

    ReplyDelete
  47. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Jika merujuk pada multikultural dan budaya kolektif di Indonesia, maka sangatlah cocok diterapkan sistem pendidikan demokrasi. Tujuan pendidikannya juga berfokus pada pembebasan, reformasi dan kebutuhan. Dengan tujuan ketiga ini dapat memunculkan ciri khas pada bangsa ini. Proses belajar juga bergantung pada kreativitas guru. Perlu sekali untuk menciptakan siswa yang dapat berpikir kreatif. Dengan pemikiran kreatif tersebut, siswa mampu menciptakan sesuatu. Ini dapat meminimalisir budaya konsumtif dan memunculkan budaya yang kreatif. Setidaknya siswa dapat belajar bagaimana cara mengelola dan merancang sesuatu.

    ReplyDelete
  48. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    jujur saja saya merindukan/mengidamkan pendidkan indonesia yang menganut sistem demokrasi seperti yang bapak gambarkan di atas. mungkin pendidikan kita akan sangat maju jika saja tidak mnegambil sistem yang tidak cocok dengan karakter bangsa kita.

    ReplyDelete
  49. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya akan mencoba menanggapi pada tabel bagian kurikulum, berdasarkan tabel di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kurikulum pada pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, kurikulum dipandang hanya sebagai instrumen negara namun berbeda dengan pendidikan demokrasi yang menyatakan bahwa kurikulum sebagai kebutuhan. Sedangkan pada pendidikan kontemporer Indonesia kurikulum sebagai instrumen egosentris. Sehingga dari berbagai jenis pendidikan tersebut saya paling setuju dengan kurikulum sebagai kebutuhan. Hal ini mengindikasi bahwa kurikulum yang bertujuan untuk merancang pelajaran kepad peserta didik dalam periode pendidikan memang merupakan suatu kebutuhann yang harus dipersiapkan dengan baik agar terjadinya pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas.

    ReplyDelete
  50. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pendidikan kontemporer Indonesia saat ini menurut saya kurang sesuai dengan ideologi yang dianut bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pendidikan saat ini dipandang sebagai suatu investasi. Padahal seharusnya pendidikan merupakan suatu kebutuhan bagi setiap individu. Pendidikan saat ini juga serasa sangat kaku dimana segala hal diatur oleh pemerintah. Padahal setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi alam, budaya, ekonomi. Apabila dipandang sebagai sebuah kebutuhan pendidikan di daerah pegunungan berbeda dengan pendidikan di daerah tepi pantai karena yang dibutuhkan oleh siswa, yang ditemukan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka pastilah berbeda.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jika dilihat dari aspek teori mengajar, pendidik di Indonesia hendaknya dapat benar-benar menerapkan prinsip pendidikan demokrasi dimana mereka menekankan pada teori konstruktivisme dan pembelajaran interaktif. Teori belajar ini tentunya memiliki berbagai kelebihan dibanding dengan apa yang kebanyakan diterapkan di Indonesia selama ini, yakni teori transfer of knowladge dan ekspositori. Transfer of Knowladge memang tidak sepenuhnya tidak baik, ada beberapa hal yang memang masih sangat relevan untuk diterapkan dari teori ini. Namun ketika kegiatan pembelajaran dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, maka siswa akan mendapatkan pengalaman dan proses belajar yang bermakna.

    ReplyDelete
  52. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Terima kasih pak, atas pengetahuan yang memberikan saya pemahaman dan pengalaman baru. Melalaui tabel peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas saya tertarik dengan konsep evaluasi. Teori evaluasi yang menari bagi saya adalah milik pendidikan spiritualisme dan demokrasi. Selama ini pendidikan kita memiliki disoreintasi terkait evaluasi. Evaluasi yang dimaknai dalam pendidikan kita lebih memiliki titik berat pada Ujian Nasional. Padahal Ujian Nasional tidak dapat 100% menggambarkan situasi pendidikan kita. Selain itu tipe standardized-test yang terdapat pada UN cenderung mengekang perbedaan individu dalam kemampuan belajar. Bagi saya standarisasi sama sekali tidak dapat dilakukan kepada siswa, standarisasi hanya dapat dilakukan pada benda-benda fisik atau pelaksanaan program seperti gedung sekolah dan sarana prasarana sekolah.

    ReplyDelete
  53. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan yang bapak berikan, saya melihat dari berbagai sudut bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan Indonesia adalah sistem pendidikan demokrasi. Teori mengajar yang melahirkan pengetahuan yang bermakna dan tahan lama adalah konstruktivis dan interaktif sebagaimana yang diterapkan pada pendidikan demokrasi. Untuk mendukung keberhasilan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan, guru berperan sebagai fasilitator dan pengembang. Begitu pula sumber belajar yang digunakan adalah sebenar-benar sumber belajar yaitu kreativitas guru. Dengan kreativitasnya, guru mengembangkan bahan ajar sesuai dengan karakteristik siswanya sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, sistem pendidikan yang dianut Indonesia saat ini butuh evaluasi agar generasi bangsa tumbuh menjadi pribadi yang bermoral, cerdas, dan kritis.

    ReplyDelete
  54. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  55. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari tabel yang disajikan ini, kami merasa bahwa pendidikan yang ada di Indonesia saat ini berada pada fase yang cukup memprihatinkan. Kami juga melihat bahwa pada kenyataannya banyak anak yang lebih suka hedonisme, kurang memahami moral. Kami merasa bahwa seharusnya mata pelajaran pendidikan moral dan pancasila kembali diajarkan di sekolah seperti pada masa yang lalu tentunya dengan penyesuaian dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat ini.

    ReplyDelete
  56. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Satu-satunya aspek dalam pendidikan yang berfilsafat secara absolut dari tabel diatas adalah pendidikan spiritualisme. Spiritualisme sendiri di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah aliran filsafat yang mengutamakan kerohanian, yang secara umum merupakan hubungan antara manusia dengan Penciptanya yang disetiap agama berbeda-beda penyebutannya. Sehingga Pendidikan Spiritualisme adalah pendidikan yang berhubungan dengan masalah kerohanian dan bersifat absolut karena Setiap Agama memiliki aturannya sendiri-sendiri dan aturan tersebut bersifat mutlak bagi penganutnya

    ReplyDelete
  57. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidikan sosialisme secara filsafat mengutamakan adanya nilai-nilai kebudayaan yang ada, kenyataan atau pengalaman, dan kedudukannya. Pendidikan dirasa penting bagi seluruh warga negara namun hanya sebatas dalam rangka untuk kepentingan sosialisasi dan transformasi nilai-nilai ajaran komunisme. Masyarakat yang ada berkarakter heterogen, artinya ada yang bersifat modern dan ada yang bersifat klasik.
    Pembelajaran yang dilakukan dengan teacher centered. Guru hanya sekadar “transfer of knowledge” kepada siswa dan berusaha untuk mengubah perilaku siswanya (behavioristik). Guru mempunyai kekuasaan penuh untuk mengontrol pembelajaran. Siswa dianggap sebagai tong kosong yang belum mempunyai ilmu apapun sehingga guru akan mengguyur materi kepada siswa untuk mengisi pemahamannya. Guru dapat menggunakan media atau alat peraga sebagai sumber belajar untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran. Kemudian siswa belajar juga berdasarkan contoh yang diberikan oleh guru dan pengaruh dari orang lain. Terkait penilaian, dilakukan melalui penilaian tertulis dan Ujian Nasional (UN).

    ReplyDelete
  58. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sesuai dengan asas yang berlaku di Indonesia yaitu demokrasi, maka segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi, tak terkecuali pendidikannya. Dari peta tersebut saya tertarik tentang pendidikan demokrasi, yang berepistemologikan pendidikan untuk semua sesuai dengan tujuannya. Pada pendidikan demokrasi kedudukan siswa adalah sebagai aktor belajar dan guru lebih sebagai fasilitator. Ini menunjukkan bahwa belajar berpusat pada siswa sehingga siswa dapat mengeksplorasi kemampuannya untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  59. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Benar bahwa semua hal memiliki filsafat termasuk ideologi pendidikan dengan analisis filsafat seperti ini, setiap ideologi dapat dievaluasi dan dapat meningkatkan hal yang sudah bagus setelah dianalisis dengan filsafat. Dengan pembagian seperti di atas, dapat diketahui karakteristik dari masing-masing pendidikan, sehingga pendidik bisa menggunakannya sebagai acuan dalam melakukan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat bermakna untuk peserta didik.

    ReplyDelete
  60. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Melihat ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia, pendidikan demokrasi dinilai bisa dianggap sebagai ideolgi pendidikan Indonesia dalam pendidikan demokrasi, guru berperan sebagai fasiliator dan innovator dalam mengembangkan pembelajaran yang menumbuhkan pengoptimalan pendidikan bagi bangsa Indonesia ini. Ditambah sekarang sedang hangatnya pendidikan karakter yang ditanamkan kepada para peserta didik, guru sebagai aktor penting dalam arus pendidikan bangsa agar dapat membiasakan pendidikan karakter kepada siswanya.

    ReplyDelete
  61. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setelah mencermati dan menelaah peta filsafat tersebut, saya tertarik dengan sumber atau alat belajar yang ada di pendidikan di Indonesia. Di tabel tertulis bahwa sumber atau alat belajar di Indonesia ialah paket pemerintah. Memang tida semua menerapkan hal tersebut, tetapi saya akui sebagian besar guru dan sekolah yang saya temui masih sepenuhnya bergantung pada pemerintah dalam hal sumber atau alat belajar. Salah satu contohnya buku paket masih sepenuhnya bergantung pada buku dari pemerintah. Memang tidak salah apalagi bagi sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang keluarga siswa yang kurang mampu. Namun hal tersebut kurang bijaksana diterapkan di sekolah-sekolah mampu bahkan perkotaan.

    Alasannya, guru di sekolah besar seharusnya mampu memfasilitasi siwanya sehingga dapat memberkan variasi sumber dan bahan ajar. Selain itu, sumber belajar dari pemerintah berupa buku paket kurikulum 2013 dinilai masih banyak terdapat kekurangan. Baik itu kesalahan pengetikan, konten, maupun keefektifan metode pembelajaran yang ada di dalamnya. Sekaligus sebagai masukan untuk pemerintah agar dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih berkualitas lagi serta memberikan kebijakan kepada guru agar membuat sendiri sumber dan bahan belajar yang sesuai dengan karekteristik siswanya masing-masing.

    ReplyDelete
  62. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pendidikan bisa dibilang menjadi masalah praktek atau pelaksanaan dalam proses inkulturasi. sedangkan filsafat pendidikan merupakan bagian dari ilmu filsafat, pendidikan juga bearti membincangkan masalah diri manusia sebagai makhluk tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi dalam kerangka mengabdi kepada Tuhan, maka dalam mempelajari filsafat pendidikan perlu memahami terlebih dahulu tentang pengertian filsafat terutama dalam kaitannya dengan filsafat pendidikan. Sehingga masalah ideologi berarti juga membicarakan masalah konsep yang tersistem secara rapi atau boleh dikatakan ideologi itu sebuah teori. Karena implikasi penggunaan ideologi dalam pendidikan adalah keharusan adanya konsep cita-cita dan nilai-nilai yang secara eksplisit dirumuskan, dipercayai dan diperjuangkan.

    ReplyDelete
  63. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan bagan diatas, teori mengajar yang digunakan di Indonesia adalah a) teori transfer of knowledge, yang mana ini akan merupakan cara mengajar mentransferkan segala engetahuan yang guru miliki ke siswa. Sehingga siswa memiliki pengetahuna yang sama dengan gurunya; b) ekspositori yaitu pemaparan materi oleh guru kepada siswa dan c) behavioerisme yaitu proses belajar yang menekan kan kepada perubahan perilaku.

    ReplyDelete
  64. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    artikel ini serupa dengan https://uny.academia.edu/MarsigitHrd yang bapak sudah jelaskan didalam kelas kami
    dan saya tertarik pada bagian moral, didalam pendidikan demokrasi yaitu moral deontologi
    karena berdasarkan apa yang saya ketahui banyak sekali yang terjadi dengan rekan-rekan saya tentang moral deontologi
    sebagimana banyaknya tuntutan yang harus dilakukan, berdasarkan apa yang menjadi "kewajiban" atas apa yang diinginkan oleh orang tua mereka.bahwa mereka harus menjadi yang baik, yang terbaik dan yang lebih baik
    sedangkan dalam kompetisi jelas ada yang menang dan ada yang kalah
    tetapi yang kalah bukan berarti ia bodoh, hanya karena perbedaan score yang 0,000.... bisa menentukan yang beih baik
    banyak sekali kewajiban dalam pendidikan demokratis namun banyak pula yang terabaikan oleh pendidikan itu sendiri

    ReplyDelete
  65. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Indonesia adalah negara Demokrasi akan tetapi pendidikan yang selama ini telah terlaksana dan terjadi di lapangan ternyata jauh berbeda dengan ideologinya pendidikan demokrasi. Perbedaan inilah yang mungkin menyebabkan mutu pendidikan kita saat ini belum meningkat dan kita masih termasuk dalam negara dengan mutu pendidikan yang rendah (Hasil PISA dan TIMSS 2015). Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  66. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terkait tentang judul artikel di atas yaitu filsafat dan ideologi pendidikan. Di Indonesia menganut lima agama. Dari dulu telah kita ketahui, banyak sekolah yang berbasis agama atau komunitas agama atau yayasan yang visinya adalah agama. Menurut Bapak, dengan adanya sistem pendidikan sekolah seperti ini, apakah ideologi Pendidikan Indonesia dapat dikatakan ideologi pendidikan demokrasi atau pendidikan spiritualisme?

    ReplyDelete
  67. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berdasarkan tabel diatas, kita mengetahui bahwasannya pendidikan kontemporer di Indonesia sebenarnya menggunakan sistem pendidikan demokrasi. Teori mengajar yang diterapkan menganut trans of know. Pembelajaran masih menggunakan sistem ekspositori dan menekankan pada pembelajaran bermakna (behaviorisme). Berbagai cara dilakukan agar pembelajaran yang terjadi dapat bermakna untuk siswa. Pembelajaran ini sebaiknya didukung dengan sumber belajar. Guru harus mampu memberikan sumber belajar yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  68. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pada peta tersebut menggambarkan bahwa epistimologi pendidikan pada negara demokrasi merupakan pendidikan untuk semua warga negara. Namun realita yang terjadi di negara Indonesia adalah pendidikan hanya untuk orang terpilih dan mampu saja. Karena adanya beberapa syarat untuk memperoleh pendiikan haruslah membayar ini, itu dan sebagainya. Sehingga konsep tersebut hanya sebatas wacana bagi saya. Padahal setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, setiap anak memiliki tanggung jawab untuk membangun negeri ini, toh kenapa yang di didik hanya orang tertentu saja. Marilah kita memperbaiki persepsi ini agar negara kita dapat berkembang.

    ReplyDelete
  69. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jika saya amati dari tabel tersebut, baik dala bidang filsafat, ideologi, politik, budaya, dan yang alin sebagainya, kebanyakan yang terjadi di Indonesia adalah pendidikan Kapitalis. Padahal kita tau bagaimana kapitalis bekerja. Rela mengabaikan segalanya untuk mewujudkan tujuannya. Apakah seperti itu yang kita harapkan? Seperti itukah yang kita mau? Mungkin kita perlu merenungkan apakah ini yang benar-benar kita inginkan. Jika tidak apa yang harus kita lakukan. Pendidikan yang mana yang sesuai untuk Indonesia? Atau kombinasi antara beberapa konsep pendidikan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  70. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apapun konsep pendidikan yang terpraktikkan saat ini, pendidik sebaiknya ikhlas dalam melaksakan proses pendidikan. Ikhlas memberikan ilmu manfaat yang kita punya. Ikhlas mendidik demi kemajuan bangsa. Ikhlas demi kecerdasan bangsa kita, bangsa Indonesia. Tak hanya bidang pelajaran, tapi moral juga tetap harus diperjuangkan. Zaman kontemporer saat ini banyak orang cerdas otak, tetapi tidak memiliki kecerdasan hati. Semoga kelak Indonesia akan menjadi bangsa yang cerdas, baik cerdas pikiran maupun perasaan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  71. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ideologi pendidikan yang dianut oleh Indonesia seharusnya lebih menitikberatkan pada multikultur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Karena jika ideologi pendidikan yang Indonesia anut memberikan pendidikan berdasarkan multikultural, maka hal ini akan mengembangkan potensi dari budaya dan lingkungan yang berada di sekitar siswa. Hal ini akan memaksimalkan pengembangan budaya dan lingkungan mereka sehingga membuat kemiskinan yang ada di Indoesia ini akan terbantu karena dapat mengolahnya siswa apa yang ada di sekitar mereka dan pengetahuan mendalam mereka dari daerah mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  72. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    mungkin jika peta tersebut benar-benar dijalankan oleh semua orang dengan kesdaran diri sendiri, Indonesia akan jauh lebih berkembang dari sekarang. pembodohan yang ada di Indonesia salah satunya adalah dalam ujian tertentu, terdapat pihak-pihak yang mau disuap untuk meloloskan seseorang dalam ujian tersebut. itu merupakan pembodohan yang sangat nyata, sehingga banyak orang-orang yang tidak bekerja dengan maksimal karena mereka sebenarnya tidak benar-benar menguasai bidang yang mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  73. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    peta konsep yang diatas, jika ditelaah lebih lanjut, maka akan terlihat bahwa ada beberapa item yang sama antara keduanya. Meskipun beberapa diantara berbeda, baik dari konsepnya ataupun jumlah konsep yang dimilki. Karena perbedaan konsep inilah nantinya akan mengarah kepada tujuan yang berbeda, atau dalam kata lain jalan yang ditempuh akan berbeda. Sehingga tidak mengherankan menimbulkan perbedaan paradigma yang berbeda.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  74. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari tabel yang diberikan, saya merefleksi bahwa pendidikan di Indonesia masih berbeda antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diharapkan. Pendidikan di Indonesia masih binggung paham mana yang akan dipegang teguh. Perlu satu kata sepakat dari semua pelaku pendidikan agar pendidikan Indonesia memiliki ideologi yang sama serta terwujud antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diinginkan.

    ReplyDelete
  75. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari segi ideologinya, pendidikan kontemporer di Indonesia, menggunakan ideologi kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, dan materialisme yang menurut saya memiliki lebih banyak sisis negatif dari pada sisi positif, karena semua ideologi tersebut lebih fokus kepada kepentingan individu atau golongan, kesejahteraan individu atau golongan. Sehingga dalam pendidikan malah dijadikan sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi dan pemanfaatan objek. Padahal seharusnya ideologi pendidikan di Indonesia adalah demokrasi, sesuai dengan ideologi pendidikan bangsa Indonesia. Ideologi demokrasi memungkinkan siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembelajaran serta dalam kebijakan sekolah seperti menentukan materi yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  76. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ditinju daru sumber/alat belajarnya, pendidikan di Indonesia masih menggunakan sumber belajar dari paket pemerintah yang mana isinya sama untuk semua siswa di Indonesia. Padahal setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda, siswa memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga sumber belajar yang berasal dari paket pemerintah ini belum dapat memenuhi kebutuhan siswa dengan baik. Sebaiknya sumber belajar dikembangkan sendiri oleh guru. gurulah yang paling memahami karakteristik siswanya, sehingga gurulah yang seharusnya mengembangkan sumber belajar. Prinsip penggunaan sumber belajar yang dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran ini merupakan prinsip dari pendidikan demokrasi.

    ReplyDelete
  77. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas postingan yang bermanfaat di atas, pak. Saya piker tentunya sangat penting kita untuk memahami peta filsafat dan ideologi pendidikan. Hal itu penting bukan hanya untuk memperkaya khazanah ilmu-ilmu pendidikan tetapi juga untuk menegaskan keberpihakan kita pada ranah praksis, terutama dalam menentukan arah perjuangan pendidikan kita. Dengan kata lain, konsisten pada satu ideologi pendidikan dan menjadikannya sebagai landasan perjuangan adalah salah-satu ciri intelektual sejati.

    ReplyDelete
  78. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas peta pembanding filsafat dengan ideologi pendidikan dalam berbagai aspek. Kalau dilihat dari budaya dan karakter pada pendidikan kontemporer Indonesia saat ini, fakta dilapangan adalah saat ini masyarakat indonesia telah mencapai titik pos modern. Artinya segala yang berkaitan dengan budaya dan karakter telah banyak terpengaruh dari dunia barat dan mengadopsi dari kebiasaan-kebiasaan mereka. Lebih parah lagi teori evaluasi, yang semakin bersifat egosentris dan mementingkan Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan dari pada yang lain. Selain sebagai syarat kelulusan, UN juga menjadi syarat masuk sekolah ke jenjang berikutnya. Hal ini membuat kita terpaku pada keberhasilan UN saja, tanpa menghargai proses bagaimana siswa belajar selama ini. Dengan kata lain, para pemegang kekuasaan, penanggung jawab pendidikan, dan penentu kebijakan hendaknya terus mengevaluasi dan merevisi segala konsep dan teori pendidikan yang berkembang di Indonesia, agar tujuan pendidikan benar-benar tercapai.

    ReplyDelete
  79. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  80. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Bila kita melihat tabel yang disajikan di atas, bisa kita terka bahwa arah pendidikan Indonesia lebih condong ke arah demokrasi pendidikan. Namun demokrasi pendidikan ini masih sebatas menjadi cita-cita dibandingkan menjadi kenyataan. Hal ini bisa kita lihat bahwa dalam beberapa point atau indicator, pendidikan kita belum menjangkau atau belum memenuhi indicator tersebut. sehingga demokrasi pendidikan ini masih menjadi target yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  81. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas informasi mengenai peta filsafat dan ideologi pendidikan yang telah Bapak sahre kepada kami. Sejujurnya saya masih awam mengenai filsafat dan ideologi pendidikan. namun dari beberapa postingan Bapak sebelum-sebelumnya, Bapak sudah membahas mengenai ilmu filsafat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan filsafat. Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan yang bapak berikan, saya melihat dari berbagai sudut bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan Indonesia adalah sistem pendidikan demokrasi. Teori mengajar yang melahirkan pengetahuan yang bermakna dan tahan lama adalah konstruktivis dan interaktif sebagaimana yang diterapkan pada pendidikan demokrasi. Untuk mendukung keberhasilan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan, guru berperan sebagai fasilitator dan pengembang. Begitu pula sumber belajar yang digunakan adalah sebenar-benar sumber belajar yaitu kreativitas guru. Dengan kreativitasnya, guru mengembangkan bahan ajar sesuai dengan karakteristik siswanya sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, sistem pendidikan yang dianut Indonesia saat ini butuh evaluasi agar generasi bangsa tumbuh menjadi pribadi yang bermoral, cerdas, dan kritis.

    ReplyDelete
  82. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimkasih Pak Marsigit. Menurut saya dari tabel yang disajikan diatas sistem pendidikan yang sesuai dengan pendidikan di Indonesia yaitu sistem pendidikan demokrasi. Sistem pendidikan demokrasi ini dari segi filsafat, politik , moral, sosial dan budaya sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan ideologi Pancasila dan juga kondisi dari bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  83. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Terima kasih atas peta filsafat dan ideologi pendidikannya, Prof. Dari apa yang saya baca dari tabel, saya menyadari bahwa ada kesenjangan yang nyata antara cita-cita pendidikan Indonesia (pendidikan demokrasi) dengan fakta yang terjadi di lapangan (Pendidikan Kotemporer). Dari segi teori mengajar, dalam pendidikan kotemporer hanya terjadi transfer of knowledge sehingga pengetahuan siswa bergantung pada pengetahuan guru, padahal seharusnya siswa bisa mengembangkan pengetahuannya sendiri dari berbagai sumber. Kemudian, dari segi peran guru, masih banyak guru yang berperan sebagai penggendali (teacher centered), padahal seharusnya guru hanya berperan sebagai fasilitator agar siswa bisa mengonstruk pengetahuannya sendiri. Semoga saja pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa mencapai apa yang dicita-citakannya.

    ReplyDelete
  84. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Indonesia seharusnya menerapkan pendidikan demokrasi dengan baik, dengan menempatkan siswa sebagai aktor dalam pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Selain itu kreativitas guru sangatlah dibutuhkan untuk mengembangkan sumber/alat belajar agar dapat memfasilitasi proses pembelajaran dengan baik.

    ReplyDelete
  85. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terimakasih Prof, atas pengetahuan yang telah disampaikan. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sesungguhnya sistem pendidikan yang dibutuhkan Indonesia yaitu sistem pendidikan demokrasi. Namun, keadaan sesungguhnya menunjukkan bahwa praktik sistem pendidikan demokrasi di Indonesia belum sesuai. Teori mengajar pada sistem pendidikan demokrasi lebih ditekankan pada teori kontruktivisme dan pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, untuk mendukung sistem pembelajaran tersebut guru tidak hanya berperan untuk menyampaikan prosedur-prosedur pembelajaran namun perannya berkembang yaitu menciptakan berbagai pengalama pembelajaran yang berfokus pada pemahaman siswa.

    ReplyDelete
  86. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Terimaksih Prof untuk pengetahua yang dduberikan melali tabel filsafat dan Ideologi Pendidikan yangberlaku di masyarakat termasuk Pendidikan Indonesia masa kini. Indinesia merupakana neegara demokrasi yang berarti bahwa pendidikan di Indonesia seharusnya mencerminkan pendidikan demokrasi, namun pendidikan ddi indonesia saat ini9kontemporer) sangan jauh dari kriteria pendidikandemokrasi, seperti teori evaluasi Indonesia sampai saat ini masih menggunakan evaluasi eksternal (UN/USBN). 2013 yang digunakan saat ini , guru berperan sebagai fasilitator walaupun pada pratiknya belum sepenuhnya guru menjadi fasilitator tetapi meenjadi transfering of knowlwdge.

    ReplyDelete
  87. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Menurut saya seiring berkembangnya zaman, dan kebebasan mengemukakan pendapat bagi setiap warga negara merupakan hal terpenting untuk saling memahami dan melakukan perbaikan diri serta bertukar pendapat maupun pemikiran yang bermanfaat. Termasuk dalam demokrasi di dunia pendidikan, sudah seharusnya fasilitas dan ruang untuk dapat berpikir secara lebih terbuka dan bebas dalam konteks yang positif merupakan hal yang dibutuhkan. Dalam tercetusnya Kurikulum 2013 merupakan salah satu pintu gerbang menuju kedemokratisan tersebut mengingat ruang untuk student centered lebih terfasilitasi hitam di atas putih dari pada teacher centered. Namun demikian, realisasi dari hitam di atas tersebut haruslah ada.

    ReplyDelete
  88. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Setelah mengamati filsafat Pendidikan yang sudah dibagikan Prof. Marsigit saya memperoleh ilformasi tentang perbedaan pandangan pendidikan demokrasi dengan pendidikan lainnya dalam memandang kedudukan siswa. Dalam pendidikan demokrasi siswa dianggap sebagai actor belajar yang dalam sepengetahuan saya diartikan sebagai seseorang yang melakukan proses pembelajaran. Sedangkan dalam pendidikan yang lain seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme dan pendidikan kontemporer Indonesia menyatakan kedudukan siswa adalah seperti empty vessel atau dalam bahsa Indonesia diartikan sebagai bejana kosong. Jelas ini suatu hal yang berbeda. Menurut saya ketika siswa dipandang sebagai bejana yang kosong maka orientasi utama guru yaitu mengisi bejana yang koskng itu agar terisi penuh sedangkan ketika siswa dipandang sebagai actor belajar maka siswa dituntut utnuk melakukan kegiatan pembelajaran sehingga siswa mendapatkan ilmu dari pengalaman-pengalaman belajarnya.

    ReplyDelete
  89. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih pak atas ilmu yang sudah bapak berikan mengenai peta filsafat dan ideologi pendidikan. secara teoritis, tidak ada pendidikan yang efektif untuk setiap situasi. sehingga dalam mencapai pendidikan yang tepat setiap saat, guru harus menyiapkan berbagai variasi agar pembelajaran lebih efektif dan dengan mengetahui kelebihan dan kekurangnya dari pendidikan tersebut maka diharakan guru dapat mengetahui situasi yang cocok untuk menerapkan tipe pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  90. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Dari artikel diatas mengenai Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan, dapat diketahui bahwa pendidikan yang cocok dengan di Indonesia adalah Pendidikan Demokrasi. Peran guru sebagai fasilitator dan pengembang, peran siswa sebagai aktor. Hal ini sesuai seperti pada kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  91. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terimakasih Prof atas ilmu yang sudah diberikan, dari table di atas jika di lihat dari kedudukan siswa dalam pembelajaran, pada pendidikan demokrasi, siswa berkedudukan sebagai aktor belajar. Dimana seorang actor yaitu aktif berperan selama pembelajaran. Pendidikan demokrasi ini sudah semestinya di terapkan pada pembelajaran di Indonesia. Bukan guru sebagai actor yang slalu aktif dalam pembelajaran lalu siswa cenderung pasif. Namun siswa sebagai actor dan terus aktif selama proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  92. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Artikel ini memberikan pengetahuan akan pemetaan pendidikan dari sisi filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya/karakteristik, ilmu, epistemologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber/alat belajar. Jika dilihat dari beberapa aspek sisi, pendidikan di Indonesia sudah benar dan sangat baik. Namun dilihat dari semua sisi, pendidikan di Indonesia pasti dibuat agar pendidikan di Indonesia semakin baik.
    Terimakasih Prof atas postingan peta pendidikan. Hal tersebut memberikan gambaran berbagai pendidikan, termasuk Indonesia.

    ReplyDelete
  93. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    berdasarkan tabel diatas, Indonesia membutuhkan sistem pendidikan demokrasi yang siswa berperan sebagai center. hal ini akan membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. guru akan menvariasi model pembelajaran yang akan membantu siswa untuk memahami materi. pendidikan demokrasi sudah mulai diberlakukan pada kurikulum 2013 walaupun masih banyak kendala

    ReplyDelete
  94. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  95. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof atas ilmu yang diberikan dari tabel diatas mengenai peta filsafat dan ideologi pendidikan. Sesungguhnya, tidak ada pendidikan yang efektif untuk situasi suatu negara. Untuk itu guru harus menyiapkan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan situasi yang sesuai. Misalnya pendidikan yang cocok untuk Indonesia adalah yang memberikan peran lebih banyak untuk siswa aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut perlu diperbaiki lagi agar guru di Indonesia mampu menempatkan siswa agar mereka aktof dalam mengelola pembelajaran.

    ReplyDelete
  96. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Berdasarkan peta di atas, dapat diketahui bahwa terdapat kesenjangan antara harapan pendidikan Indonesia dengan sistem pendidikan yang ada sekarang. Walaupun pendekatan saintifik sudah diterapkan diberbagai sekolah, namun kenyataannya peran siswa masih terbatas pada materi materi yang 'mudah' sedangkan peran guru masih cenderung besar pada materi yang 'susah'. Hal ini dikarenakan banyak siswa yang kesulitan dalam memahami pelajaran matematika. Menurut saya, sistem pendidikan di Indonesia haruslah terus dievaluasi mengikkuti dengan kebutuhan dan keadaan zaman.

    ReplyDelete
  97. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Pada postingan yang berjudul "Peta filsafat dan ideologi pendidikan" ini saya memperoleh pemahaman bahwa setiap ideologi pendidikan meliliki landasan filsafat masing-masing. Yang menjadi perhatian saya pada postingan tersebut adalah mengenai perbadingan antara pendidikan demokrasi dan pendidikan kontemporer Indonesia, khususnya pada bagian teori mengajar, kedudukan siswa dan kedudukan guru. Pada pendidikan kontemporer Indonesia terlihat bahwa siswa dipandang sebagai "empty vessel" yang siap untuk menerima semua "transferan" pengetahuan dari guru sebagai pengendali penuh pembelajaran. Akan tetapi, jika melihat pada pendidikan demokrasi, siswa adalah subjek yang seharusnya difasilitasi oleh guru (sebagai fasilitator) untuk melakukan kegiatan belajar dan siswa sendirilah yang membangun pengetahuan. Tentunya, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat menjadi pendidikan demokrasi.

    ReplyDelete
  98. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Terima kasih pak atas informasinya. Semua pihak pasti menginginkan untuk pendidikan di Indonesia bisa menjadi lebih baik. Pemerintah pun sedang gencar-gencarnya memperbaiki sistem pendidikan untuk menuju Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain. Akan tetapi, kenyataan yang ada di lapangan banyak sekali perbedaan dari apa yang diharapkan. Dari peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas, saya memandang bahwa Pendidikan Demokrasi sangat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Bangsa Indonesia. Beberapa aspek yang saya lihat, bahwa siswa atau eserta didik di posisikan sebagai aktor belajar, sehingga siswa bisa aktif dalam proses belajar dan mengajar dan berperan aktif dalam mengkonstruk konsep-konsep pengetahuannya, bukan sebagai suatu bejana yang kosong sehingga berupaya agar pendidik mengusahakan untuk mengisi bejana tersebut. Selain itu, saya sangat sepakat bahwa sumber dan alat belajar adalah kreativitas dari pendidik, karena situasi lapangan di suatu tempat dengan tempat yang lain berbeda, sehingga kreativitas dari pendidik dalam menyiapkan alat belajar bisa lebih efektif dan efisien daripada semua dipukul rata menggunakan paket dari pemerintah dimana bisa jadi paket tersebut sesuai pada daerah tertentu tapi sangat tidak sesuai pada daerah yang lain.

    ReplyDelete
  99. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Ilmu saya mengenai Filsafat dan ideologi bisa dibilang masing sangat "cethek", namun sebagai seorang calon pendidik saya sadar bahwa penting untuk mempelajari filsafat dan ideologi pendidikan ini untuk memperluas ilmu dan wawasan mengenai pendidikan. karena untuk berilmu, kita perlu berbekal ilmu. Terimakasih Bapak untuk ilmunya.

    ReplyDelete
  100. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel yang berjudul “Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan” ini, saya tertarik dengan kedudukan siswa dalam pendidikan demokrasi serta pendidikan kontemporer di Indonesia ini. Dalam pendidikan kontemporer, siswa lebih digambarkan sebagai empty vessels atau tong kosong yang hanya menerima pengetahuan dari guru. Hal tersebut sangat berbeda dari pendidikan demokrasi dimana siswa berperan sebagai aktor yang berperan aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan materi yang saya peroleh dari kuliah Psikologi Pendidikan dikatakan bahwa pengetahuan dapat lebih bertahan lama dalam ingatan seseorang ketika orang tersebut mengalami sendiri/memperolehnya dari pengalaman belajar dibandingkan hanya membaca (melihat) atau mendengar. Oleh karena itu saya berharap semoga kedepannya praktik pendidikan di Indonesia dapat lebih mempertimbangkan kebutuhan siswa dengan mengadopsi hal-hal positif dalam pendidikan demokrasi.

    ReplyDelete
  101. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Setelah mencermati tabel, saya melihat bahwa di Indonesia masih menerapkan pendidikan kontemporer pada prakteknya dan belum menerapkan pendidikan demokratis. Selain itu teori mengajar yang digunakan masih bergantung pada guru yaitu Transfer of knows, ekspositori dan behavioris, hal ini perlu ditinggalkan dan perlu menggunakan teori konstruktivis dan interaktif, agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar yang digunakan merupakan paket pemerintah, padahal seharusnya sumber belajar atau LKS harus dibuat oleh guru sendiri, dan tidak hanya memuat soal-soal saja.

    ReplyDelete
  102. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari peta tersebut, saya terfokus pada teori evaluasi atau penilaian yang ada. Di sana tertulis bahwa pada pendidikan demokrasi, teori evaluasi yang digunakan adalah penilaian berbasis kelas portofolio, otentik dan assessment. Sedangkan di negara kita, Indonesia, yang di dalam peta tersebut disebut Pendidikan Kontemporer Indonesia masih menganut teori evaluasi egosentris-eksternal atau ujian nasional. Hal ini yang sering menjadi perdebatan di Indonesia, bahwa sesungguhnya penilaian eksternal dengan sentralisasi seperti ujian nasional tidak dapat menggambarkan situasi pendidikan di Indonesia secara keseluruhan. Sehingga diperlukan penilaian selama proses pembelajaran yang berbasis portofolio yang sudah mulai dicanangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Semoga pendidikan di Indonesia terus berjalan ke arah yang lebih baik. Aamiin..

    ReplyDelete
  103. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Dari sekian jenis pendidikan mulai dari pendidikan kapitalis, pendidikan saintis, pendidikan sosialis, dan seterusnya sampai kesimpulan peta pendidikan kontemporer di Indonesia. Hati naluri saya lebih cenderung memihak atau memilih pendidikan demokrasi dibanding jenis pendidikan yang lain. dilihat dari beberapa aspek yang dijabarkan dan sebagainya. Tapi tentu saja, pendidikan demokrasi belum tentu tidak memiliki kekurangan, sehingga perlu kolaborasi antar jenis pendidikan berdasarkan konteksnya.

    ReplyDelete
  104. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Bercermin dengan kondisi pendidikan ala Indonesia, saya merasa prihatin karena ideologi, moral, sosial, terori mengajar, teori belajar dll belum mencerminkan nilai luhur bangsa dan belum mengarah kepada inovasi pendidikan. Oleh karena itu, ini menjadi PR yang sangat penting dan besar untuk merubah paradigma pendidikan di Indonesia melalui kebijakan, kurikulum dst.

    ReplyDelete
  105. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Sebelumnya terimakasih pak, tentang tulusan di atas saya jadi lebih banyak tau hubungan antara filsafat dan teori belajar atau dari segi-segi lainnya. Tentunyaa teori belajar yang menarik perlu diterapkan di dalam kelas dalam proses pembelajaran agar siswa menjadi aktif. Namun melihat pendidikan di indonesia sekarang cukup memprihatinkan di samping kualitas guru yang rendah serta moralitas penerus bangsa yang sangat perlu menjadi perhatian. Semoga kedepannya pendidikan di indonesia bisa menjadi lebih baik.

    ReplyDelete