Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

48 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Melalui peta filsafat dan ideologi pendidikan, dapat dilihat dengan jelas bagaimana jenis-jenis pendidikan yang ada dengan berbagai macam indikator seperti filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya, ilmmu, epistemologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber/alat belajar. Dari beberapa indikator tersebut, yang menarik perhatian saya adalah peran guru sebagai pelaksana dalam pendidikan saintifisme. Peranan guru sebagai pelaksana disini cenderung sebagai pelaksana pendidikan. Setelah guru merencanakan pembelajaran, tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas sehingga guru bisa menguasai kelas dengan baik. Selain itu, tugas-tugas guru sebagai pelaksana adalah sebagai berikut
    1. Mengembangkan rencana yang disusun dan diperhatikan kejadian atau peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari pada saat pembelajaran
    2. Melaksanakan penilaian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema yang dibahas dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil kerja anak.
    3. Membantu anak untuk memahami tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran.
    4. Melakukan percakapan dengan anak tentang hal-hal yang berkaitan dengan tema yang dibahas sehingga guru dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak tentang tema yang dipelajari.
    5. Membantu dan mendorong anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dengan cara menjawab pertanyaannya atau memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan menemukan jawaban melalui kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya.
    6. Mengadakan kerjasama dengan orang tua atau keluarga secara timbal balik mengenai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, informasikan tema kepada pihak oang tua atau keluarga sehingga orang tua ikut serta mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018

    Peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas menggambarkan bagaimana sistem dan pola serta penerapan pembelajaran dalam dunia pendidikan termasuk pendidikan yang berkembang di Indonesia. Melihat gambaran ini maka yang paling cocok untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini adalah pendidikan demokrasi. Hal ini disebabkan untuk setiap komponen yang ada mulai dari filsafat, ideologi, moral, sosial, tujuan, teori mengajar dan teori belajar, peran guru dan siswa sampai kepada sumber alat/bahan pendidikan demokrasi mampu memberikan suatu praktik pendidikan yang mengarah kepada pembelajaran yang ideal yang diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari tabel tersebut menggambarkan jenis-jenis pendidikan yang berkembang di dunia yang dianalisis berdasarkan filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya/karakter, ilmu. epistemologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber belajar. Dari lima jenis tersebut pendidikan yang paling ideal adalah pendidikan demokrasi. Namun, pendidikan di Indonesia ini masih jauh dari pendidikan demokrasi. Contohnya pada aspek kurikulum Indonesia masih menggunakan instrument artinya kurikulum yang digunakan berdasarkan kebijakan pusat. Guru tidak andil dalam pembuatannya. Kurikulum yang ada kadang tidak sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Andaikan pendidikan di Indonesia dapat menerapkan seutuhnya pendidikan demokrasi maka pendidikan akan lebih berkualitas.

    ReplyDelete
  4. Samsul Arifin / 18701261007 / S3 PEP 2018

    Peta Filsafat dan Ideologi pendidikan diatas menggambarkan perkembangan filsafat dan ideologi pendidikan yang telah terbangun di dunia ini. Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi didunia pada saat jaman kotemporer saat ini sudah banyak terpengaruhi oleh paham-paham yang digunakan oleh negara lain..Tak terkecuali pada dunia pendidikan, Indonesia dalam merumuskan dan menjalankan pendidikan sudah mengalami disorientasi karena tidak pahamnya visi pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia. Teori belajar, budaya karakter, tujuan pendidikan dll semuanya banyak dipengaruhi oleh negara lain. Pendidikan kontemporer di Indonesia sudah tidak mampu lagi menjaga spiritual.

    ReplyDelete
  5. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Dalam peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas yang dapat saya simpulkan adalah dalam dunia pendidikan banyak sekali kita temui sistem dan pola serta penerapan pembelajaran dalam dunia pendidikan. Jika dipandang dari segi filsafat, pendidikan kapitalisme, saintisisme, sosialisme, demokrasi dan pendidikan kontemporer Indonesia di pandang sama. Satu bagian pendidikan yang dipandang berbeda dalam filsafat, yaitu pendidikan spiritualisme yang bersifat absolut.

    ReplyDelete
  6. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Teori mengajar pada kolom demokrasi adalah konstruktivis dan interaktif. Artinya, seorang guru diwajibkan untuk membimbing siswa dalam mengkonstruk ilmu pengetahuan. Selain itu, guru juga harus interaktif sehingga dapat menampung kesulitan siswa untuk dapat diperbaiki.

    ReplyDelete
  7. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dalam praktek di lapangan terjadi beberapa kesenjangan dalam pendidikan kontemporer Indonesia. Ideologi yang dianut bangsa Indonesia ialah ideologi Pancasila. Makna ideologi Pancasila ialah sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, keyakinan dan nilai bangsa Indonesia yang secara normative perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, dalam kenyataannya, dalam praktik pendidikan di Indonesia tidak berdasarkan Pancasila. Ideologi yang terjadi di Indonesia justru Kapitalisme, Liberalisme, Pragmatisme, Utilitarianisme, dan Materialisme. Pendidikan yang terjadi di Indonesia juga belum memiliki kejelasan, apakah menuju masyarakat Industrial Trainer, Technological Pragmatis, Old Humanist, Progressive Educator, ataukah Public Educator. Keadaan ini menyebabkan Indonesia sulit untuk mencapai pendidikan yang ideal

    ReplyDelete
  8. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat malam Prof.
    Peta filsafat dan ideologi pendidikan memiliki karakteristik setiap jenisnya. Dalam perkembangan pendidikan khususnya di Indonesia sudah seharusnya pendidik memahami peta filsafat dan ideologi pendidikan ini. Mengapa demikian? Dunia terus berputar. Artinya kita tidak pernah tahu sampai kapan kondisi yang kita miliki saat ini berlangsung. Hal ini berarti kita harus memahami secara garis besar apa yang diperlukan dalam peta filsafat dan ideologi pendidikan ini. Artinya kita menyimpan pemahaman dalam pikiran sehingga pada akhirnya dapat melahirkan bekal sebagai pengalaman dalam menjalani pendidikan di Indonesia. Terima kasih.

    ReplyDelete
  9. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dari peta filsafat dan ideologi pendidikan diatas, terlihat jelas bahwa jenis-jenis pendidikan yang ada mempunyai ciri khas masing-masing yang tercermin dalam beberapa bagian yaitu filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya, ilmmu, epistemologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber/alat belajar. Setiap jenis pendidikan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti yang tertera diatas, saat ini jenis pendidikan di Indonesia adalah pendidikan kontemporer. Apabila semua lini pendidikan serius untuk dalam menangani dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia maka kekurangan-kekurangan pendidikan kontemporer dapat diperbaiki dengan melihat kelebihan jenis-jenis pendidikan lainnya.

    ReplyDelete
  10. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Saya sangat tertarik dengan elemen-elemen yang mengisi pendidikan demokrasi. Sesuai dengan asas yang berlaku di Indonesia yaitu demokrasi, maka segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi. Pendidikan untuk semua kalangan dan tujuannya berdasarkan kebutuhan. Teori belajar dan mengajarnya menggunakan teori konstruktivisme.

    ReplyDelete
  11. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Kedudukan disiplin dalam pemenuhan kebutuhan ilmu menjadi sebauh hal yang wajib dan utama untuk dipenuhi. Dalam segala macam pendidikan, baik kapitalisme, saintisisme, sosialisme, spiritualisme, demokrasi dan kontemporer. Disiplin tidak akan pernah lepas dari perjalanan pencapaian sebuah ilmu. Disiplin akan menjadi kesatuan yang dominan dalam pemenuhan ilmu. Disiplin hanya akan dibersamai oleh aktivitas sosial dan kreatifitas dalam pendidikan demokrasi. Namun untuk pendidikan lain, disiplin menjadi satu hal yang sangat penting dalam pemenuhan tatanan ilmu.

    ReplyDelete
  12. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Peta filsafat yang dituliskan di atas memberikan penjelasan mengenai filsafat dan ideology pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Ideology pendidikan memiliki berbagai macam indikator dalam filsafat yaitu politik yang bersifat demokratis, moral yang berhubungan dengan moral dan spiritual, budaya yang berkaitan dengan perubahan zaman dan lain sebagainya. Peta filsafat tersebut perlu di pahami dan diterapkan sesuai dengan kelompok masyarakatnya agar ideology pendidikan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Muh. Fachrullah Amal
    1709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan pemetaan pada artikel di atas, terdapat kesamaan secara umum antara pendidikan kapitalisme dan pendidikan saintisme. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan dari perspektif filsafat, ideologi, politik, moral, sosial, budaya, ilmu, epistimologi pendidikan, kurikulum, tujuan pendidikan, teori mengajar, teori belajar, peran guru, kedudukan siswa, teori evaluasi, dan sumber/alat belajar bahwa secara umum perbandingan keduanya hampir sama.

    ReplyDelete
  14. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Jika ditinjau dari pendidikan kontemporer Indonesia bahwa pendidikan yang diharapkan berkembang dan berkemajuan pada kenyataannya jauh daripada apa yang diharapkan. Justru peristiwa-peristiwa yang terdapat di lapangan membuat menurunnya martabat pendidikan di Indonesia, hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Maka perlunya pembaharuan konsep pendidikan Indonesia yang ideal untuk diterapkan sebelum sistem pendidikannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umi Arismawati
      18709251037
      S2 Pendidikan Matematika B 2018

      Assalamu'alaikum, wr, wb.
      Saya sangat setuju dengan pendapat saudara Fachrullah bahwa ditinjau dari pendidikan kontemporer Indonesia bahwa pendidikan yang diharapkan berkembang dan berkemajuan pada kenyataannya jauh daripada apa yang diharapkan. Untuk itu perlunya perbaikan pembaruan dan pengawasan yang lebih ketat dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia

      Delete
  15. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Jika dilihat dari bagan tersebut, Indonesia yang merupakan negara demokrasi dalam prakteknya berbeda dengan pendidikan demokrasi. Jika dilihat dari aspek teori mengajar, pendidik di Indonesia berupa Trans of know, Ekspositori, Behaviorisme sedangkan pendidikan demokrasi dimana menekankan pada teori konstruktivisme dan pembelajaran interaktif. Memang dulu pembelajaran di Indonesia memang seperti itu. Akan tetapi setelah diterapkannya kurikulum 2013 kini pembelajaran lebih condong ke pendidikan demokrasi yaitu menerapkan teori konstruktivisme. Hal ini sangat bagus karena teori konstruktivisme lebih dapat memberikan pembelajaran yang bermakna kepada siswa.

    ReplyDelete
  16. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Indonesia adalah negara yang menjunjung demokrasi pancasila. Oleh karena itu sudah selayaknya semua bidang berupaya mengarah ke sana. Begitu pula dalam bidang pendidikan. Pendidikan demokrasi merupakan pendidikan yang ideal dan sesuai dengan jati diri bangsa. Akan tetapi, jika kita amati dari peta filsafat dan ideology pendidikan tersebut, tampak bahwa pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari pendidikan demokrasi. Oleh karena itu, peru kerja keras dan komitmen yang besar bagi setiap elemen pendidikan untuk mampu merubah dan menuju pendidikan demokrasi.

    ReplyDelete
  17. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Pada peta filsafat dan ideologi pendidikan ini, saya tertarik dengan poin kurikulum dan tujuan pendidikan. Kurikulum dipandang sebagai instrumen negara yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan. Namun hingga saat ini kurikulum belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan guru, siswa, dan berbagai elemen pendidikan. Sebuah pertanyaan hadir dibenak saya, mengapa masih saja terjadi hal demikian? Kesulitan apa yang membuat negara kesulitan menyusun instrumen kebutuhan pendidikan? Apa yang harusnya diperbaiki? Sehingga kurikulum dapat sejalan dengan tujuan pendidikan sebagai investasi dan juga memenuhi kebutuhan. Terimakasih

    ReplyDelete
  18. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Ada banyak mungkin yang tidak menyadari bahwa saat sekarang yang dimaksud dalam elegi ini sudah terjadi sejak munculnya era globalisasi. Teknologi dimunculkan dengan tujuan lain yang menghanyutkan anak negeri menjadi pribadi-pribadi yang tidak diinginkan. Nilai spritualisme menjadi terganggu utamanya pada anak-anak negeri yang tidak mendapatkan pendidikan dengan baik dari lingkungan keluarga maupun sekolah. Hasilnya negeri ini menjadi peringkat terbesar penyalahgunaan narkotika. Pencucian otak berlatar spritualisme marak terjadi dan dampaknya merusak negeri ini. Korupsi dimana-dimana, bahkan menjadi hal yang biasa terjadi. Kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kecendrungan hidup instan, lebih memilih untuk tampil seperti orang luar dan meninggalkan budaya negeri yang santun.

    ReplyDelete
  19. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Sudah jelas dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-IV disebutkan bahwa tujuan nasional bangsa Indonesia salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan masyarakat yang cerdas maka tujuan nasional lainnya seperti melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial, akan terwujud.

    ReplyDelete
  20. Lumaurridlo
    18701261010
    S3-PEP 2018


    ketika berbicara tentang sekelompok masyarakat tentulah tidak dapat lepas dari kebudayaan yang ada di dalamnya. Kebudayaan dalam perspektif klasik pernah didefinisikan oleh Koentjaraningrat sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan identitas diri manusia yang diperoleh dengan cara belajar. oleh sebab itu maka landasan filsafat yang dijadikan ideologi, yang digunakan juga akan berbeda antara kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain. hai ini tentu sesuai dengan keseluruhan sisitem gagasan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. sehingga apabila satu gagasan dalam satu masyarakat di berlakukan pada masyarakat yang lain belum tentu akan dapat diterima. inilah romantisme dalam peradaban membangun dunia.

    ReplyDelete
  21. hendra b.
    18701261008
    PEP S3 2018

    pada tpeta ini saya melihat pendidikan demokrasia akan ditinjau dari ideologi maka akan menghasilkan demokrasi, yang merupakan suatu cita-cita bangsa indonesia.

    ReplyDelete
  22. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    Terima kasih Bapak atas informasi mengenai peta filsafat dan ideologi pendidikan yang telah Bapak sahre kepada kami. Sejujurnya saya masih awam mengenai filsafat dan ideologi pendidikan. namun dari beberapa postingan Bapak sebelum-sebelumnya, Bapak sudah membahas mengenai ilmu filsafat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan filsafat. Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan yang bapak berikan, saya melihat dari berbagai sudut bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan Indonesia adalah sistem pendidikan demokrasi. Teori mengajar yang melahirkan pengetahuan yang bermakna dan tahan lama adalah konstruktivis dan interaktif sebagaimana yang diterapkan pada pendidikan demokrasi. Untuk mendukung keberhasilan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan, guru berperan sebagai fasilitator dan pengembang. Begitu pula sumber belajar yang digunakan adalah sebenar-benar sumber belajar yaitu kreativitas guru. Dengan kreativitasnya, guru mengembangkan bahan ajar sesuai dengan karakteristik siswanya sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, sistem pendidikan yang dianut Indonesia saat ini butuh evaluasi agar generasi bangsa tumbuh menjadi pribadi yang bermoral, cerdas, dan kritis.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Jewish Van Septriwanto
    19709251077
    S2 pendidikan Matematika D 2019
    Sekali lagi terima kasih Pak atas publikasi tulisan ini, sehingga saya dapat memahami perbandingan filsafat dan ideologi praktik pendidikan baik makro ataupun mikro yang dianut kelompok masyarakat dari 6 sudut pandang termasuk yang relevan di Indonesia yaitu pendidikan demokrasi. Dalam tulisan ini, saya sangat tertarik melihat perbandingan filsafat itu dari sudut pandang kedudukan siswa. Kenapa? karena kedudukan siswa dalam pembelajaran kapitalisme, saintisisme, sosialisme, spiritualisme, kontemporer sama adalah sebagai empty vessel. Siswa dipandang sebagai wadah yang kosong (empty vessel), dan jika pengetahuan tidak berhasil ditransferkan masalahnya cenderung dilihat sebagai kesalahan siswa.Kemudian guru mencari cara bagaimana untuk mengisi otak kosong tersebut seefektif mungkin sedangkan berbeda kedudukan siswa dalam pembelajaran demokrasi yaitu sebagai aktor belajar. Ciri-ciri pembelajarannya yaitu berpusat pada siswa, melibatkan keterampilan proses saintifik dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip, melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa,juga dapat mengembangkan karakter siswa. Dimana antara guru dan siswa bekerja sama dalam proses pembelajaran. Guru sebagai fasilitator yang kreatif akan selalu berupaya mencari metode belajar mengajar siswa yang sesuai dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, serta guru harus dinamis dalam mencari dan memanfaatkan sumber informasi dari berbagai media dan menghubungkannya dengan materi pembelajaran yang sedang diajarkan.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Syajili
    19709251066
    S2 PM D 2019

    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan, saya tertarik untuk mencermati aspek peran guru dan kedudukan siswa. Dari peta tersebut terlihat bahwa pendidikan demokrasi lebih unggul dibandingkan dengan pendidikan lainnya seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, bahkan pendidikan di Indonesia sendiri, khususnya dalam aspek peran guru dan kedudukan siswa dalam pendidikan. Peran guru pada pendidikan demokrasi adalah sebagai fasilitator dan kedudukan siswa adalah sebagai aktor belajar. Jadi terlihat bagaimana interaksi antara guru dan siswa dan bisa diprediksi bahwa pembelajaran dikelas berorientasi kepada siswa. Dengan demikian, guru sebagai fasilitator akan memberi ruang gerak kepada siswa sehingga siswa mampu mengeksplor dirinya, berkreasi, dan menggali potensi yang ada dalam dirinya.

    ReplyDelete
  26. sintha fardu anggraeni
    19709251071
    S2 pendidikan matematika /D

    terimaksih bapak prof marsigit.
    dengan peta filsafat tersebut dapat mempelajari secara makro perbandingan gambaran filsafat dan ideologi pendidikan. kita dapat membatasi pembicaraan atau dapat mengkombinasikan pembicaraan karena mengerti batas batasnya kita dapat memilih strategi dalam pembelajaran yang sesuai dengan tujuan.

    ReplyDelete
  27. Assalamu'alaikum wr. wb
    Novi Indriyani Kones
    PEP S2 A 2019
    19701251002

    Terimakasih Prof telah menjabarkan filsafat dengan ideologi pendidikan dengan tampilan tabel sehingga membacanya lebih mudah dan menjadi pengetahuan lebih untuk diri saya mengenai filsafat pada ideologi pendidikan.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  28. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Jika ditinjau dari peran guru dalam pendidikan demokratis, maka terlihat bahwa pendidikan demokratis satu-satunya pendidikan yang menempatkan guru sebagai fasilitator. Oleh sebab itu, siswa yang menjadi subjek belajar selama pembelajaran. Berbeda dengan pendidikan lain yang menempatkan guru sebagai pusat pembelajaran. Jikalau guru berperan sebagai fasilitator, maka sudah sepatutnya dalam pembelajaran terdapat ruang untuk siswa melakukan diskusi dan penemuan pengetahuan. Meskipun tidak menutup kemungkinan gurulah yang memberikan pengetahuan tersebut untuk kasus-kasus tertentu dan keterkaitan antar materi yang kompleks.

    ReplyDelete
  29. Choirul Amri
    (19709251078 S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2019)

    Bismillah, dari table yang Bapak sajikan menggambarkan berbagai pola dan paham pendidikan yang berkembang karena uraian kemajuan dalam filsafat. Berbagai negara menerapkan system Pendidikan yang berbeda-beda diantara yang disajikan sesuai paham masing-masing. Di Indonesia sendiri menurut paham yang diuraikan menganut system Pendidikan demokrasi. Namun dalam realitasnya masih belum sampai kepada idealitas Pendidikan Indonesia. Maka tugas kita adalah memahami aspek-aspek yang diuraikan diantaranya adalah filsafat, ideologi, politik, moral, social, budaya dan lain-lain yang telah diuraikan dalam table diatas. Terimakasih.

    ReplyDelete
  30. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Berdasarkan penjabaran Bapak di atas, ideology dari pendidikan demokrasi adalah demokrasi dan filsafat dari pendidikan demokrasi adalah esensialisme, realism, serta esistensialisme. Hal tersebut sejalan dengan penjabaran berikut. Pendidikan demokrasi merupakan tuntutan untuk terwujudnya masyarakat madani. Oleh karena itu prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan politik, kebebasan intelektual dan kebebasan untuk berbeda pendapat merupakan prinsip yang harus dilaksanakan pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain itu, pendidikan demokrasi tidak dapat begitu saja meniru dari masyarakat lain, akan tetapi harus benar-benar digali dari budaya masyarakat itu sendiri.

    ReplyDelete
  31. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D
    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan artikel di atas, pedidikan kontemporer Indonesia dalam praktek dan fakta di lapangan masih menempatkan siswa sebagai empty vessel. Kedudukan siswa di dalamkelas masih sebagai bejana kosong dan guru bertugas sebagai orang yang berkewajiban untuk memenuhi bejana tersebut dengan air. Padahal siswa bukan lah bejana kosong, siswa memiliki kemampuan dan pengetahuan yang telah meeka miliki dengan tingkat yang berbeda-beda tugas guru adalah memberdayakan siswa untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki siswa

    ReplyDelete
  32. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Ideologi sebagai sebuah konsep, para ahli menjabarkan definisi tentang ideologi dari berbagai perspektif. Ideologi memperoleh makna tertentu melalui wacana dan konteks. Ia bisa bermakna sebagai sesuatu yang positif, netral yang bersumber dari ide-ide tertentu, namun juga ia bisa dimaknai sebagaiyang neggatif. Sinomin dengan tipu daya dan kefanatikan. David Mclellan member pengantar untuk topic ideologi dimulai dengan menyatakan: Ideologi adalah suatu konsep yang paling sukar di pahami dalam ilmu sosial secara keseluruan.

    Persoalan ideologi dalam pendidikan, memang merupakan masalah yang rumit, karena terkait dengan sistem nilai atau pola gagasan yang menjadi keyakinan seseorang atau kelompok bahkan menurut O Neill, upaya untuk mengetahui ideologi pendidikan seseorang biasanya tidak cukup untuk membuat kita tahu apa yang paling mungkin untuk dilakukan dalam penjelasan lebih lanjut, O Neill menggunakan struktur fundamental yang menghubungkan antara sistem nilai dengan kebijakan-kebijakan pendidikan.

    ReplyDelete
  33. Rifki Rinaldo
    19709251070
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Berdasarkan tabel diatas, pendidikan di Indonesia seharusnya merupakan pendidikan yang menganut paham demokrasi. dari teori belajar konstruktivisme dan peran guru sebagai fasilitator sudah digunakan. Namun jika dilihat sampai ke evaluasi pembelajaran indonesia masih menggunakan Ujian Nasiona untuk menentukan kelulusan pembelajaran. sedangkan dalam paham demokrasi seharunya menggunakan penilaian berbasis kelas atau portofolio. Dalam ideologi pendidikan akan dipengaruhi ideologi politik negara sehingga hal ini juga menjadi kajian utama para pakar pendidikan yang tidak bisa berkerja sendiri, melainkan harus dibantukan oleh orang-orang yang mengerti ideologi bangsa/negara. Sehingga suatu negara mempunyai pendidikan yang berkarakter sesuai dengan budaya dan sejarah negara itu berdiri. Hal ini yang akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

    ReplyDelete
  34. Tiara Wahyu Anggraini
    19709251065
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sesungguhnya sistem pendidikan yang dibutuhkan Indonesia yaitu sistem pendidikan demokrasi. Namun, keadaan sesungguhnya menunjukkan bahwa praktik sistem pendidikan demokrasi di Indonesia belum sesuai. Teori mengajar pada sistem pendidikan demokrasi lebih ditekankan pada teori kontruktivisme dan pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, untuk mendukung sistem pembelajaran tersebut guru tidak hanya berperan untuk menyampaikan prosedur-prosedur pembelajaran namun perannya berkembang yaitu menciptakan berbagai pengalaman pembelajaran yang berfokus pada pemahaman siswa.

    ReplyDelete
  35. Fitria Restu Astuti
    19709251069
    S-2 Pendidikan Matematika D 2019

    Setelah mengamati filsafat Pendidikan yang sudah dibagikan Prof. Marsigit saya memperoleh ilformasi tentang perbedaan pandangan pendidikan demokrasi dengan pendidikan lainnya dalam memandang kedudukan siswa. Dalam pendidikan demokrasi siswa dianggap sebagai actor belajar yang dalam sepengetahuan saya diartikan sebagai seseorang yang melakukan proses pembelajaran. Sedangkan dalam pendidikan yang lain seperti pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme dan pendidikan kontemporer Indonesia menyatakan kedudukan siswa adalah seperti empty vessel atau dalam bahsa Indonesia diartikan sebagai bejana kosong. Jelas ini suatu hal yang berbeda. Menurut saya ketika siswa dipandang sebagai bejana yang kosong maka orientasi utama guru yaitu mengisi bejana yang koskng itu agar terisi penuh sedangkan ketika siswa dipandang sebagai actor belajar maka siswa dituntut utnuk melakukan kegiatan pembelajaran sehingga siswa mendapatkan ilmu dari pengalaman-pengalaman belajarnya.

    ReplyDelete
  36. Syaiful Syamsuddin
    19701261002
    S3 PEP 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.

    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan yang disampaikan di atas, salah satu hal yang menarik dibahas adalah pendidikan demokrasi. Pendidikan demokrasi sangat sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yaitu demokrasi. Dari peta pendidikan demokrasi memang sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia mulai dari segi filsafat sampai dengan sumber/alat belajarnya. Guru dalam pendidikan demokrasi berperan sebagai fasilitator artinya guru berkewajiban memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran, seperti menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan, media belajar yang memadai, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menmbangun sendiri pengetahuannya berdasarkan masalah yang diajukan,dan sebagainya sehingga dengan demikian siswa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  37. Heriansyah
    19701261017
    S3 PEP 2019

    Terima kasih prof atas pemetaan idiologinya sehingga memudahkan kami membaca praktek diologi pendidikan di Indonesia...Disatu sisi, hal ini positif karena mampu mengakomodasi dari nilai-nilai filosofis yang baik dari masing-masing idiologi pendidikan sekaligus menunjukan karaktersitik masyarakat Indonesai yang heterogen. Tetapi disisi lain, timbul pertanyaan: apa Ideologi Pendidikan di Indonesia? Apakah pendidikan kita berpedoman pada saintisme, sosialisme, kapitalisme atau spiritualisme? atau kita masih mengimport ideologi pendidikan? Ideologi pendidikan Indonesia harusnya menjadi pedoman yang diterjemahkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, peraturan perundang-undangan pendidikan, kurikulum pendidikan, metodologi pendidikan, bahkan pedoman bagi tenaga pendidik dan peserta didik dalam praktek pendidikan. Dengan demikian, dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan mengenai pendidikan harus ada relevansi dengan peningkatan mutu pendidikan nasional yang berpedoman pada ideologi Pendidikan. Pancasila yang merupakan finalisasi dari ideologi bangsa harusnya bersemayam dalam ideologi pendidikan kita. Sebagai landasan, Pancasila merupakan rujukan, acuan, dan sekaligus tujuan dalam pembangunan karakter bangsa. Problem praktek pendidikan Indonesia saat ini adalah ketidak konsistenan pendidikan kita sendiri dalam bidang ideologi. Pancasila sebagai ideologi dalam pendidikan bukan hanya mengandung aspek-aspek rasional tetapi juga mengandung aspek-aspek emosional yang berarti mengembangkan intelegensi spiritual dan intelegensi emosional dari siswa.

    ReplyDelete
  38. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Dalam kajian filsafat, berfilsafat berarti munculnya kesadaran jika belum tahu, menyadari dan mengetahui mengenai ketidaktahuan, menyadari kapan mulai mengetahui, serta menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Filsafat adalah pemahaman yang sederhana di dalam kompleksitas, namun filsafat juga pemahaman yang kompleks di dalam kesederhanaan. Filsafat terdiri dari paradigma (asumsi dasar) dan ideologi (landasan). Sehingga menurut saya, filsafat membantu untuk memahami makna kehidupan termasuk makna ilmu pengetahuan dan cara belajar yang sebenarnya.

    Terimakasih Prof...

    ReplyDelete
  39. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Saya akan mencoba membahas tentang pendidikan demokrasi ditinjau dari kedudukan siswa. Di saat pendidikan kapitalis, saintisisme, sosialisme, spiritualisme dan pendidikan kotemporer Indonesia menganggap bahwa kedudukan siswa seperti empty vessel yaitu siswa adalh kapal kosong yang bisa diisi muatan-muatan apapun tergantung gurunya, sedangakan menurut pendidikan demokrasi, kedudukan siswa adalah sebagai aktor belajar, maksudnya adalah siswa sebagai subjek bukan objek dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Inilah pembeda pendidikan demokrasi dengan pendidikan lainnya. Dalam pendidikan demokrasi, ilmu diperoleh dengan cara kreatif, interaktif, dan aktivitas sosial. Dengan demikian, demokrasi memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan, mempelajari, dan mengaplikasikan pengetahuannya. Demokrasi tidak memaksa siswa untuk serta merta mengikuti perintah guru tanpa membuka kesempatan bagi siswa untuk berargumen ataupun mencoba sesuai dengan batas kemampuannya. Jika ditinjau peran guru dalam pendidikan demokratis, maka terlihat bahwa pendidikan demokratis satu-satunya pendidikan yang menempatkan guru sebagai fasilitator. Dengan demikian, yang menjadi subjek belajar selama pembelajaran adalah siswa bukan gurunya.

    ReplyDelete
  41. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    Dari peta filsafat dan ideologi pendidikan tersebut pada tulisan ini saya menyoroti bagian Pendidikan Demokrasi yang menunjukkan bahwa Kurikulum sebagai kebutuhan.
    Mengapa demikian? Karena salah satu pembelajarn yang efektif adalah di sekolah. Dengan kurikulum yang bagus, kerjasama antara peserta didik dan guru yang kompak dan ditunjang fasilitas yang memadai maka akan menghasilkan peserta didik dengan kualitas yang tinggi.
    Sehingga kebutuhan subyek didik pun dapat terpenuhi dengan adanya kurikulum yang bagus. Peserta didik dapat mendapatkan pengajaran sesuai dengan perkembangan jaman. Oleh karena itu, kurikulum harus selalu diubah sesuai dengan perubahan jaman. Untuk mendapatkan kurikulum yamg cocok dengan perkembangan jaman maka pemerintah harusnya menyesuaikan dengan situasi peserta didik dengan terjun secara langsung di sekolah-sekolah. Masyarakat pun diminta untuk memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan kerja.

    ReplyDelete
  42. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Setelah mencermati tabel, saya melihat bahwa di Indonesia masih menerapkan pendidikan kontemporer pada prakteknya dan belum menerapkan pendidikan demokratis. Selain itu teori mengajar yang digunakan masih bergantung pada guru yaitu Transfer of knows, ekspositori dan behavioris, hal ini perlu ditinggalkan dan perlu menggunakan teori konstruktivis dan interaktif, agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar yang digunakan merupakan paket pemerintah, padahal seharusnya sumber belajar atau LKS harus dibuat oleh guru sendiri, dan tidak hanya memuat soal-soal saja.

    ReplyDelete
  43. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    Bismillah, Jika dilihat dari deskrisps tabel tersebut bahwa Indonesia masih menganut pendidikan kontemporer, jika ditinjau dari pendidikan kontemporer Indonesia bahwa pendidikan yang diharapkan berkembang dan berkemajuan pada kenyataannya jauh daripada apa yang diharapkan. Sehingga ada hal yangperlu diperhatikan dalam mengembangkan kualitas pendidikan kontemporer yaitu dalam mengembangkan kualitas pendidikan kontemporer, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Pertama, pendidikan semakin dituntut untuk tampil sebagai kuncul dalam pengembangan kualiatas sumberdaya manusia (output of education). Kedua, dalam perspektif dunia kerja, orientasi kepada kemampuan nyata (what one can do) yang dapat ditampilkan oleh lulusan pendidikan yang amat kuat. Ketiga, sebagai dampak globalisasi, maka mutu pendidikan suatu komunitas atau kelompok masyarakat, tidak hanya diukur berdasarkan kriteria dalam internal mereka melainkan juga harus dibandingkan dengan kualitas pendidikan komunitas lain.

    ReplyDelete
  44. Latifa Krisna Ayu
    19709251060
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hal yang sangat terlihat dalam praktik pendidikan Indonesia adalah minimnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran. Guru cenderung menggunakan alat peraga yang disediakan pemerintah atau sekolah, begitu pula dengan sumber ajar yang digunakan guru. Guru lebih terpaku pada buku ajar yang ditetapkan pemerintah dan kurang mencari sumber lain untuk digunakan dalam pembelajaran. Terkait minimnya penggunaan alat peraga, saya rasa salah satu penyebabnya karena terlalu banyaknya beban yang diberikan kepada guru terkait hal administratif. Padahal kenyataannya guru juga memiliki kehidupan di luar sekolah yang harus ia lakukan, dan jika waktu yang ia miliki di sekolah habis untuk mengurusi hal-hal administratif maka guru cenderung memakai alat peraga yang ada dan tidak membawakan alat peraga yang terbaru yang mungkin akan lebih mendorong kegiatan pembelaharan.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  45. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    Berbagai negara menerapkan system Pendidikan yang berbeda-beda diantara yang disajikan sesuai paham masing-masing. Di Indonesia sendiri menurut paham yang diuraikan menganut system Pendidikan demokrasi. Pendidikan demokrasi dimana menekankan pada teori konstruktivisme dan pembelajaran interaktif. Oleh sebab itu menjadi PR buat kita calon pendidik untuk berupaya merealisasikan pendidikan demokrasi secara utuh.

    ReplyDelete
  46. Galih istiningsih
    19706261009
    Pendidikan Dasar S3

    Assalamualaykum. terimakasih prof.pemetaan ideology dari makro menuju mikro sangat menarik untuk wawasan ilmu saya sebagai pendidik. pendidikan demokrasi yang seutuhnya adalah pendidikan yang berbasis multikultur dan inklusi.Dalam pembelajaran guru mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa, sehingga bakat dan minat siswa terwujud, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat.

    ReplyDelete