Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

30 comments:

  1. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jika dilihat dari aspek teori mengajar, pendidik di Indonesia hendaknya dapat benar-benar menerapkan prinsip pendidikan demokrasi dimana mereka menekankan pada teori konstruktivisme dan pembelajaran interaktif. Teori belajar ini tentunya memiliki berbagai kelebihan dibanding dengan apa yang kebanyakan diterapkan di Indonesia selama ini, yakni teori transfer of knowladge dan ekspositori. Transfer of Knowladge memang tidak sepenuhnya tidak baik, ada beberapa hal yang memang masih sangat relevan untuk diterapkan dari teori ini. Namun ketika kegiatan pembelajaran dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, maka siswa akan mendapatkan pengalaman dan proses belajar yang bermakna.

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Terima kasih pak, atas pengetahuan yang memberikan saya pemahaman dan pengalaman baru. Melalaui tabel peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas saya tertarik dengan konsep evaluasi. Teori evaluasi yang menari bagi saya adalah milik pendidikan spiritualisme dan demokrasi. Selama ini pendidikan kita memiliki disoreintasi terkait evaluasi. Evaluasi yang dimaknai dalam pendidikan kita lebih memiliki titik berat pada Ujian Nasional. Padahal Ujian Nasional tidak dapat 100% menggambarkan situasi pendidikan kita. Selain itu tipe standardized-test yang terdapat pada UN cenderung mengekang perbedaan individu dalam kemampuan belajar. Bagi saya standarisasi sama sekali tidak dapat dilakukan kepada siswa, standarisasi hanya dapat dilakukan pada benda-benda fisik atau pelaksanaan program seperti gedung sekolah dan sarana prasarana sekolah.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan yang bapak berikan, saya melihat dari berbagai sudut bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan Indonesia adalah sistem pendidikan demokrasi. Teori mengajar yang melahirkan pengetahuan yang bermakna dan tahan lama adalah konstruktivis dan interaktif sebagaimana yang diterapkan pada pendidikan demokrasi. Untuk mendukung keberhasilan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan, guru berperan sebagai fasilitator dan pengembang. Begitu pula sumber belajar yang digunakan adalah sebenar-benar sumber belajar yaitu kreativitas guru. Dengan kreativitasnya, guru mengembangkan bahan ajar sesuai dengan karakteristik siswanya sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, sistem pendidikan yang dianut Indonesia saat ini butuh evaluasi agar generasi bangsa tumbuh menjadi pribadi yang bermoral, cerdas, dan kritis.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari tabel yang disajikan ini, kami merasa bahwa pendidikan yang ada di Indonesia saat ini berada pada fase yang cukup memprihatinkan. Kami juga melihat bahwa pada kenyataannya banyak anak yang lebih suka hedonisme, kurang memahami moral. Kami merasa bahwa seharusnya mata pelajaran pendidikan moral dan pancasila kembali diajarkan di sekolah seperti pada masa yang lalu tentunya dengan penyesuaian dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat ini.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Satu-satunya aspek dalam pendidikan yang berfilsafat secara absolut dari tabel diatas adalah pendidikan spiritualisme. Spiritualisme sendiri di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah aliran filsafat yang mengutamakan kerohanian, yang secara umum merupakan hubungan antara manusia dengan Penciptanya yang disetiap agama berbeda-beda penyebutannya. Sehingga Pendidikan Spiritualisme adalah pendidikan yang berhubungan dengan masalah kerohanian dan bersifat absolut karena Setiap Agama memiliki aturannya sendiri-sendiri dan aturan tersebut bersifat mutlak bagi penganutnya

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidikan sosialisme secara filsafat mengutamakan adanya nilai-nilai kebudayaan yang ada, kenyataan atau pengalaman, dan kedudukannya. Pendidikan dirasa penting bagi seluruh warga negara namun hanya sebatas dalam rangka untuk kepentingan sosialisasi dan transformasi nilai-nilai ajaran komunisme. Masyarakat yang ada berkarakter heterogen, artinya ada yang bersifat modern dan ada yang bersifat klasik.
    Pembelajaran yang dilakukan dengan teacher centered. Guru hanya sekadar “transfer of knowledge” kepada siswa dan berusaha untuk mengubah perilaku siswanya (behavioristik). Guru mempunyai kekuasaan penuh untuk mengontrol pembelajaran. Siswa dianggap sebagai tong kosong yang belum mempunyai ilmu apapun sehingga guru akan mengguyur materi kepada siswa untuk mengisi pemahamannya. Guru dapat menggunakan media atau alat peraga sebagai sumber belajar untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran. Kemudian siswa belajar juga berdasarkan contoh yang diberikan oleh guru dan pengaruh dari orang lain. Terkait penilaian, dilakukan melalui penilaian tertulis dan Ujian Nasional (UN).

    ReplyDelete
  8. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sesuai dengan asas yang berlaku di Indonesia yaitu demokrasi, maka segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi, tak terkecuali pendidikannya. Dari peta tersebut saya tertarik tentang pendidikan demokrasi, yang berepistemologikan pendidikan untuk semua sesuai dengan tujuannya. Pada pendidikan demokrasi kedudukan siswa adalah sebagai aktor belajar dan guru lebih sebagai fasilitator. Ini menunjukkan bahwa belajar berpusat pada siswa sehingga siswa dapat mengeksplorasi kemampuannya untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Benar bahwa semua hal memiliki filsafat termasuk ideologi pendidikan dengan analisis filsafat seperti ini, setiap ideologi dapat dievaluasi dan dapat meningkatkan hal yang sudah bagus setelah dianalisis dengan filsafat. Dengan pembagian seperti di atas, dapat diketahui karakteristik dari masing-masing pendidikan, sehingga pendidik bisa menggunakannya sebagai acuan dalam melakukan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat bermakna untuk peserta didik.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Melihat ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia, pendidikan demokrasi dinilai bisa dianggap sebagai ideolgi pendidikan Indonesia dalam pendidikan demokrasi, guru berperan sebagai fasiliator dan innovator dalam mengembangkan pembelajaran yang menumbuhkan pengoptimalan pendidikan bagi bangsa Indonesia ini. Ditambah sekarang sedang hangatnya pendidikan karakter yang ditanamkan kepada para peserta didik, guru sebagai aktor penting dalam arus pendidikan bangsa agar dapat membiasakan pendidikan karakter kepada siswanya.

    ReplyDelete
  11. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setelah mencermati dan menelaah peta filsafat tersebut, saya tertarik dengan sumber atau alat belajar yang ada di pendidikan di Indonesia. Di tabel tertulis bahwa sumber atau alat belajar di Indonesia ialah paket pemerintah. Memang tida semua menerapkan hal tersebut, tetapi saya akui sebagian besar guru dan sekolah yang saya temui masih sepenuhnya bergantung pada pemerintah dalam hal sumber atau alat belajar. Salah satu contohnya buku paket masih sepenuhnya bergantung pada buku dari pemerintah. Memang tidak salah apalagi bagi sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang keluarga siswa yang kurang mampu. Namun hal tersebut kurang bijaksana diterapkan di sekolah-sekolah mampu bahkan perkotaan.

    Alasannya, guru di sekolah besar seharusnya mampu memfasilitasi siwanya sehingga dapat memberkan variasi sumber dan bahan ajar. Selain itu, sumber belajar dari pemerintah berupa buku paket kurikulum 2013 dinilai masih banyak terdapat kekurangan. Baik itu kesalahan pengetikan, konten, maupun keefektifan metode pembelajaran yang ada di dalamnya. Sekaligus sebagai masukan untuk pemerintah agar dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih berkualitas lagi serta memberikan kebijakan kepada guru agar membuat sendiri sumber dan bahan belajar yang sesuai dengan karekteristik siswanya masing-masing.

    ReplyDelete
  12. Latifah Fitriasari
    PM C

    Pendidikan bisa dibilang menjadi masalah praktek atau pelaksanaan dalam proses inkulturasi. sedangkan filsafat pendidikan merupakan bagian dari ilmu filsafat, pendidikan juga bearti membincangkan masalah diri manusia sebagai makhluk tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi dalam kerangka mengabdi kepada Tuhan, maka dalam mempelajari filsafat pendidikan perlu memahami terlebih dahulu tentang pengertian filsafat terutama dalam kaitannya dengan filsafat pendidikan. Sehingga masalah ideologi berarti juga membicarakan masalah konsep yang tersistem secara rapi atau boleh dikatakan ideologi itu sebuah teori. Karena implikasi penggunaan ideologi dalam pendidikan adalah keharusan adanya konsep cita-cita dan nilai-nilai yang secara eksplisit dirumuskan, dipercayai dan diperjuangkan.

    ReplyDelete
  13. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan bagan diatas, teori mengajar yang digunakan di Indonesia adalah a) teori transfer of knowledge, yang mana ini akan merupakan cara mengajar mentransferkan segala engetahuan yang guru miliki ke siswa. Sehingga siswa memiliki pengetahuna yang sama dengan gurunya; b) ekspositori yaitu pemaparan materi oleh guru kepada siswa dan c) behavioerisme yaitu proses belajar yang menekan kan kepada perubahan perilaku.

    ReplyDelete
  14. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    artikel ini serupa dengan https://uny.academia.edu/MarsigitHrd yang bapak sudah jelaskan didalam kelas kami
    dan saya tertarik pada bagian moral, didalam pendidikan demokrasi yaitu moral deontologi
    karena berdasarkan apa yang saya ketahui banyak sekali yang terjadi dengan rekan-rekan saya tentang moral deontologi
    sebagimana banyaknya tuntutan yang harus dilakukan, berdasarkan apa yang menjadi "kewajiban" atas apa yang diinginkan oleh orang tua mereka.bahwa mereka harus menjadi yang baik, yang terbaik dan yang lebih baik
    sedangkan dalam kompetisi jelas ada yang menang dan ada yang kalah
    tetapi yang kalah bukan berarti ia bodoh, hanya karena perbedaan score yang 0,000.... bisa menentukan yang beih baik
    banyak sekali kewajiban dalam pendidikan demokratis namun banyak pula yang terabaikan oleh pendidikan itu sendiri

    ReplyDelete
  15. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Indonesia adalah negara Demokrasi akan tetapi pendidikan yang selama ini telah terlaksana dan terjadi di lapangan ternyata jauh berbeda dengan ideologinya pendidikan demokrasi. Perbedaan inilah yang mungkin menyebabkan mutu pendidikan kita saat ini belum meningkat dan kita masih termasuk dalam negara dengan mutu pendidikan yang rendah (Hasil PISA dan TIMSS 2015). Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  16. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terkait tentang judul artikel di atas yaitu filsafat dan ideologi pendidikan. Di Indonesia menganut lima agama. Dari dulu telah kita ketahui, banyak sekolah yang berbasis agama atau komunitas agama atau yayasan yang visinya adalah agama. Menurut Bapak, dengan adanya sistem pendidikan sekolah seperti ini, apakah ideologi Pendidikan Indonesia dapat dikatakan ideologi pendidikan demokrasi atau pendidikan spiritualisme?

    ReplyDelete
  17. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berdasarkan tabel diatas, kita mengetahui bahwasannya pendidikan kontemporer di Indonesia sebenarnya menggunakan sistem pendidikan demokrasi. Teori mengajar yang diterapkan menganut trans of know. Pembelajaran masih menggunakan sistem ekspositori dan menekankan pada pembelajaran bermakna (behaviorisme). Berbagai cara dilakukan agar pembelajaran yang terjadi dapat bermakna untuk siswa. Pembelajaran ini sebaiknya didukung dengan sumber belajar. Guru harus mampu memberikan sumber belajar yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pada peta tersebut menggambarkan bahwa epistimologi pendidikan pada negara demokrasi merupakan pendidikan untuk semua warga negara. Namun realita yang terjadi di negara Indonesia adalah pendidikan hanya untuk orang terpilih dan mampu saja. Karena adanya beberapa syarat untuk memperoleh pendiikan haruslah membayar ini, itu dan sebagainya. Sehingga konsep tersebut hanya sebatas wacana bagi saya. Padahal setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, setiap anak memiliki tanggung jawab untuk membangun negeri ini, toh kenapa yang di didik hanya orang tertentu saja. Marilah kita memperbaiki persepsi ini agar negara kita dapat berkembang.

    ReplyDelete
  19. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jika saya amati dari tabel tersebut, baik dala bidang filsafat, ideologi, politik, budaya, dan yang alin sebagainya, kebanyakan yang terjadi di Indonesia adalah pendidikan Kapitalis. Padahal kita tau bagaimana kapitalis bekerja. Rela mengabaikan segalanya untuk mewujudkan tujuannya. Apakah seperti itu yang kita harapkan? Seperti itukah yang kita mau? Mungkin kita perlu merenungkan apakah ini yang benar-benar kita inginkan. Jika tidak apa yang harus kita lakukan. Pendidikan yang mana yang sesuai untuk Indonesia? Atau kombinasi antara beberapa konsep pendidikan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  20. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apapun konsep pendidikan yang terpraktikkan saat ini, pendidik sebaiknya ikhlas dalam melaksakan proses pendidikan. Ikhlas memberikan ilmu manfaat yang kita punya. Ikhlas mendidik demi kemajuan bangsa. Ikhlas demi kecerdasan bangsa kita, bangsa Indonesia. Tak hanya bidang pelajaran, tapi moral juga tetap harus diperjuangkan. Zaman kontemporer saat ini banyak orang cerdas otak, tetapi tidak memiliki kecerdasan hati. Semoga kelak Indonesia akan menjadi bangsa yang cerdas, baik cerdas pikiran maupun perasaan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ideologi pendidikan yang dianut oleh Indonesia seharusnya lebih menitikberatkan pada multikultur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Karena jika ideologi pendidikan yang Indonesia anut memberikan pendidikan berdasarkan multikultural, maka hal ini akan mengembangkan potensi dari budaya dan lingkungan yang berada di sekitar siswa. Hal ini akan memaksimalkan pengembangan budaya dan lingkungan mereka sehingga membuat kemiskinan yang ada di Indoesia ini akan terbantu karena dapat mengolahnya siswa apa yang ada di sekitar mereka dan pengetahuan mendalam mereka dari daerah mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    mungkin jika peta tersebut benar-benar dijalankan oleh semua orang dengan kesdaran diri sendiri, Indonesia akan jauh lebih berkembang dari sekarang. pembodohan yang ada di Indonesia salah satunya adalah dalam ujian tertentu, terdapat pihak-pihak yang mau disuap untuk meloloskan seseorang dalam ujian tersebut. itu merupakan pembodohan yang sangat nyata, sehingga banyak orang-orang yang tidak bekerja dengan maksimal karena mereka sebenarnya tidak benar-benar menguasai bidang yang mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  23. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    peta konsep yang diatas, jika ditelaah lebih lanjut, maka akan terlihat bahwa ada beberapa item yang sama antara keduanya. Meskipun beberapa diantara berbeda, baik dari konsepnya ataupun jumlah konsep yang dimilki. Karena perbedaan konsep inilah nantinya akan mengarah kepada tujuan yang berbeda, atau dalam kata lain jalan yang ditempuh akan berbeda. Sehingga tidak mengherankan menimbulkan perbedaan paradigma yang berbeda.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  24. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari tabel yang diberikan, saya merefleksi bahwa pendidikan di Indonesia masih berbeda antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diharapkan. Pendidikan di Indonesia masih binggung paham mana yang akan dipegang teguh. Perlu satu kata sepakat dari semua pelaku pendidikan agar pendidikan Indonesia memiliki ideologi yang sama serta terwujud antara fakta di lapangan dan ekspektasi yang diinginkan.

    ReplyDelete
  25. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari segi ideologinya, pendidikan kontemporer di Indonesia, menggunakan ideologi kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, dan materialisme yang menurut saya memiliki lebih banyak sisis negatif dari pada sisi positif, karena semua ideologi tersebut lebih fokus kepada kepentingan individu atau golongan, kesejahteraan individu atau golongan. Sehingga dalam pendidikan malah dijadikan sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi dan pemanfaatan objek. Padahal seharusnya ideologi pendidikan di Indonesia adalah demokrasi, sesuai dengan ideologi pendidikan bangsa Indonesia. Ideologi demokrasi memungkinkan siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembelajaran serta dalam kebijakan sekolah seperti menentukan materi yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  26. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ditinju daru sumber/alat belajarnya, pendidikan di Indonesia masih menggunakan sumber belajar dari paket pemerintah yang mana isinya sama untuk semua siswa di Indonesia. Padahal setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda, siswa memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga sumber belajar yang berasal dari paket pemerintah ini belum dapat memenuhi kebutuhan siswa dengan baik. Sebaiknya sumber belajar dikembangkan sendiri oleh guru. gurulah yang paling memahami karakteristik siswanya, sehingga gurulah yang seharusnya mengembangkan sumber belajar. Prinsip penggunaan sumber belajar yang dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran ini merupakan prinsip dari pendidikan demokrasi.

    ReplyDelete
  27. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas postingan yang bermanfaat di atas, pak. Saya piker tentunya sangat penting kita untuk memahami peta filsafat dan ideologi pendidikan. Hal itu penting bukan hanya untuk memperkaya khazanah ilmu-ilmu pendidikan tetapi juga untuk menegaskan keberpihakan kita pada ranah praksis, terutama dalam menentukan arah perjuangan pendidikan kita. Dengan kata lain, konsisten pada satu ideologi pendidikan dan menjadikannya sebagai landasan perjuangan adalah salah-satu ciri intelektual sejati.

    ReplyDelete
  28. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas peta pembanding filsafat dengan ideologi pendidikan dalam berbagai aspek. Kalau dilihat dari budaya dan karakter pada pendidikan kontemporer Indonesia saat ini, fakta dilapangan adalah saat ini masyarakat indonesia telah mencapai titik pos modern. Artinya segala yang berkaitan dengan budaya dan karakter telah banyak terpengaruh dari dunia barat dan mengadopsi dari kebiasaan-kebiasaan mereka. Lebih parah lagi teori evaluasi, yang semakin bersifat egosentris dan mementingkan Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan dari pada yang lain. Selain sebagai syarat kelulusan, UN juga menjadi syarat masuk sekolah ke jenjang berikutnya. Hal ini membuat kita terpaku pada keberhasilan UN saja, tanpa menghargai proses bagaimana siswa belajar selama ini. Dengan kata lain, para pemegang kekuasaan, penanggung jawab pendidikan, dan penentu kebijakan hendaknya terus mengevaluasi dan merevisi segala konsep dan teori pendidikan yang berkembang di Indonesia, agar tujuan pendidikan benar-benar tercapai.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Bila kita melihat tabel yang disajikan di atas, bisa kita terka bahwa arah pendidikan Indonesia lebih condong ke arah demokrasi pendidikan. Namun demokrasi pendidikan ini masih sebatas menjadi cita-cita dibandingkan menjadi kenyataan. Hal ini bisa kita lihat bahwa dalam beberapa point atau indicator, pendidikan kita belum menjangkau atau belum memenuhi indicator tersebut. sehingga demokrasi pendidikan ini masih menjadi target yang ingin dicapai.

    ReplyDelete