Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

22 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan perbandingan pada tabel di atas, saya lebih setuju dengan pendidikan demokrasi daripada pendidikan kontemporer yang diterapkan di Indonesia saat ini. Dalam pendidikan demokrasi, tujuan dari pendidikan adalah pembebasan, kebutuhan, dan reformasi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belajar di sekolah memang karena siswa sadar bahwa dia perlu dan butuh akan pendidikan, perlu belajar, perlu mengetahui ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak didapatkan di luar bangku sekolah. Selain itu, teori mengajar dan belajar yang digunakan adalah kontruktivis yang berarti membangun. Dalam hal ini, siswa aktif dalam pembelajaran dan mengalami sendiri kegiatan-kegiatan untuk menemukan dan membangun intuisi dan pengetahuannya. Pendidikan demokrasi memiliki pandangan yang paling berbeda mengenai kedudukan seorang siswa. Jika pendidikan yang lain menganggap siswa sebagai empty vessel yang harus disuapi ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) secara terus menerus, pendidikan demokrasi memandang siswa sebagai aktor belajar. Dalam hal ini, siswalah yang menjadi peran utama, bukan guru. Siswa sendirilah yang membangun pengetahuannya sendiri, sehingga intuisinya pun akan terbangun dan pembelajaran menjadi bermakna. Dalam pembelajaran, peran guru adalah sebagai fasilitator yang memfasilitasi dan membimbing siswa untuk membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran dan mencapai kualitas pendidikan yang maksimal sangat sulit dilakukan oleh seorang guru apabila ia tidak siap menerima perubahan dalam tradisinya. Seperti yang biasa dilakukan guru saat ini bahwa mengajar merupakan kegiatan rutinitas yang tidak perlu diganggu oleh pihak luar maupun perubahan yang menghampirinya. Pada saat kita mengunjugi sekolah-sekolah khususnya di daerah pinggiran kota kebanyakan dari mereka masih menerapkan metode pembelajaran yang bersifat konvensional. Hal ini disebabkan mereka sangat sulit menerima perubahan karena berbagai alasan yang menyebabkan mereka tidak dapat menjalankannya bahwa dengan banyaknya administrasi kelas yang mereka harus selesaikan akan menyita banyak waktu untuk menyelesaikannya sehingga kebanyakan mereka mengajar materi yang sejak lama mereka kemas dan diperuntukkan untuk pembelajaran secara berkelanjutan dengan kebiasaan inilah pendidikan di Indonesia masih saja sulit mencapai standar pendidikan dunia karena kurangnya inovatif dalam pembelajaran sehingga siswa kurang ditantang untuk menemukan masalah dan dapat memecahkannya. Strategi pembelajaran yang sangat menarik kondisi kelas yang menyenangkan media pembelajaran yang memadai akan memotivasi siswa untuk mengikuti proses pemeblajaran serta siswa mampu menyelesaikan masalah yang ada disekitar mereka. Siswa dapat mengkonstruksi pemahamannya berdasarkan masalah yang diberikan.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam peta filsafat dan ideologi pendidikan ini dapat dilihat, bahwa banyak macam pendidikan. Sebagai seorang pendidik, kita pun harus melihat pendidikan mana yang baik untuk anak didik kita, dan mau kita olah seperti apa dengan semua aspek yang bisa mempengaruhinya. Luas-sempit, dalam-dangkal, serta tinggi-pendeknya suatu pendidikan tergantung kita sebagai pendidik yang berperan

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Berdasarkan perbandingan pada tabel di atas, saya lebih setuju dengan pendidikan demokrasi dibandingkan dengan pendidikan kontemporer yang diterapkan di Indonesia saat ini. Pada pendidikan kontemporer, secara moral pendidikan di Indonesia mengalami krisis multidimensi, secara sosial masih terdapat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, dan teori mengajar yang digunakan juga masih menggunakan transfer of knowledge, Ekspositori, dan behaviorisme. Teori mengajar tersebut menempatkan siswa hanya sebagai penerima pengetahuan, siswa belum diberikan kesempatan untuk mencari sendiri pengetahuan dan berpendapat tentang pengetahuan tersebut. Tapi, dengan pendidikan demokrasi, siswa adalah aktor belajar, guru adalah fasilitator. Artinya, siswa harus membangun sendiri pengetahuannya masing-masing dengan fasilitasi dari guru. Selain itu, sumber belajar bukanlah hanya paket pemerintah. Tapi guru harus kreatif menyediakan sumber belajar. Belajar dari budaya, belajar dari masalah sehari-hari, menggunakan alat peraga, ICT, mengembangkan LKS, dsb.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elemen-elemen yang mengisi pendidikan demokrasi sesuai dengan asas yang berlaku di Indonesia yaitu demokrasi, maka segala aspek yang ditinjau juga mengarah pada asas demokrasi. Pendidikan untuk semua kalangan dan tujuannya berdasarkan kebutuhan. Teori belajar dan mengajarnya menggunakan teori konstruktivisme.

    ReplyDelete
  6. Budiharti
    16703261068
    IP Kons PSD

    dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, memanang politiknya belum sepenuhnya politik demokrasi tetapi demokrasi transaksional, karena ada berbagai kepentingan yang kadang masih diperjuangkan. jika menggunakan politik demokrasi maka seharusnya sumber atau alat belajar sesuai kreativitas guru, namun pada kenyataannya sumber belajar masih disiapkan oleh pemerintah, guru tinggal menggunakan. meskipun, ketika pemerintah menyiapkan sumber belajar, harapannya sumber belajar tersebut dapat dikembangkan oleh guru, namun kenyataannya masih banyak guru yang langsung menggunakan sumber tersebut apa adanya.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Dalam peta filsafat dan ideologi diatas saya tertarik dengan teori mengajar dan teori belajar yang mana keduanya berbeda. Sekarang ini yang harus kita lakukan adalah sebagai saran saya kita harus benar menerapkan teori mengajar dari pada teori belajar karena kita mengajar kita menyampaikan dan memberikan penjelasan kepada siswa agar siswa itu mengerti dan paham. Teori belajar juga kalau saya baca dan saya pahami ada kemiripan dengan lesson study yang mana kemiripan itu adalah sama-sama berbasis riset. Sebaiknya kita sakarang ini lebih mengetumakan teori mengajar. Terima kasih

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Peta ini menunjukkan filsafat dan ideologi pendidikan yang ada dan pengalami perubahan hingga seperti pendidikan masa kini. Perubahan tersebut tentunya menuju pada pendidikan yang lebih baik. Secara teori dasar pendidikan memang sudah sangat baik namun permasahannya terletak pada praktek yang dilakukan guru-guru belum sesuai dan terdapat kekeliruan. Pada tabel tersebut telah dijelaskan filsafat dan ideologi pendidikan demokrasi dan kontemporer. Secara teori sudah bagus tergantung kita sebagai guru dan calon guru dalam penerapannya. Kita bisa mengetahui pendidikan demokrasi didasarkan pada esensialisme, realisme, dan esistensialisme. Dijelaskan juga bagaimana seharusnya guru dan siswa dalam pembelajaran. Kontemporer pun sama didasarkan pada esensialisme, realisme, dan esistensialisme.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pada awal yang perlu kita perhatikan dalam hal pendidikan adalah peserta didik sebagai manusia. Sebagaimana manusia itu adalah makhluk yang paling sempurna yang memiliki potensi kefitrahan dan setiap diri manusia itu telah memiliki potensi kebenaran, kecerdasan intelektual dalam kepribadian secara menyeluruh sehingga peserta didik itu perlu digali melalui pendidikan dalam pengenalan terhadap tuhannya, untuk itu dalam pendidikan perlunya pengetahuan tentang pendidikan Agama sebagai pondasi yang sangat dasar dimana ia perpijak disamping itu perlu adanya lingkungan yang sangat mendukung berbagai sarana dan prasarana yang terkait dan didukung peralatan yang sesuai dengan kondisi yang ada juga dengan system kurikulum pendidikan aspiratif yang dibutuhkan sesuai kebutuhan masyarakat.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pendidikan moral sangatlah perlu bagi manusia, karena melalui pendidikan perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik , serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri. Di Indonesia pendidikan moral telah ada dalam setiap jenjang pendidikan. Di Sekolah Dasar perkembangan pendidikan moral tak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur yang ada dalam tatanan moral bangsa Indonesia yang termaktub jelas dalam Pancasila sebagai dasar Negara. Pendidikan Moral Pancasila, yang sejak dari pendidikan dasar telah diajarkan tentu memiliki tujuan yang sangat mulia, tiada lain untuk membentuk anak negeri sebagai individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan, tenggang rasa demi persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah untuk kerakyatan serta berkeadilan hakiki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap aspek politik dan pendidikan yang berkaitan memiliki kelebihan dan kelemahan. Jika kita meninjau dari aspek teori mengajar pada pendidikan spiritualisme dan pendidikan demokratis sangatlah bertolakbelakang. Pada pendidikan spiritualisme teori mengajar lebih condong ke ekspositori sedangkan pendidikan demokratis lebih menekankan pada konstruktivisme. Setiap cell perlu dianalisis dan dipahami lebih lanjut untuk mengaitkan antara politik dan ideologi pendidikan.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemetaan di atas pendidikan demokrasi menjadi pendidikan yang harusnya lebih dipilih pada hal tertentu. Hal ini dikarenakan epistemologinya berdasarkan pendidikan untuk semua (equity) dan fenomenologi yaitu menerjemahkan berdasarkan fenomena-fenomena. Selain itu siswa dipandang sebagai subjek dalam pembelajaran sehingga peranannya akan lebih sentral. Bila melihat pendidikan kontemporer di Indonesia yang belum demikian maka perlu diadakan koreksi yang saat ini sedang diupayakan oleh pengembang kurikulum. Hal ini pertanda baik untuk pendidikan di Indonesia yang semoga kedepannya akan semakin baik.

    ReplyDelete
  14. Berdasarkan peta perbandingan filsafat dan ideologi pendidikan di atas, indonesia masih terikat dengan pemerintah. Dengan kata lain sistem pendidikan masih bergantung sekali terhadap sistem yang masih cenderung pada politik hati dan perasaan. belum mengedepankan profesionalisme dan kompetensi yang dimiliki. merajalelanya korupsi kolusi dan nepotisme di Indonesia seakan sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Demokratisasi belum sepenuhnya dijalankan secara profesional.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari peta di atas kita akan melihat ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia, yang menjadi perbandingan yang sata telisik adalah pendidikan kapitalisme dan pendidikan spritual. Di dalamnya dijelaskan bahwa pendidikan spritual masih dalam kategori tradisional dibandingkan kapitalisme yang kontemporer, padahal menurut hemat saya pendidikan spritual lebih penting dibandingkan dengan pendidikan spritual sehingga perlu sumber belajar yang lebih baik.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Peta filsafat di atas sangat membantu dalam belajar matematika dan membuat semakin paham cabang-cabang ilmu filsafat yang saling berpengaruh satu dengan yang lainnya. Peta dimulai dari dasar dari sebuah pendidikan yaitu filsafat, ideologi dan politik. Moral dan sosial juga sangat berpengaruh karena guru akan menggunakan metode dengan mengembangkan moral dan sosial siswa agar tidak hanya pada akademisnya yang bagus tetapi sosial atau dengan sesamanya juga akan terjalin dengan baik. Teori evaluasi yang dilakukan mulai dari eskternal sampai pada ujian nasional, yang sekarang ujian nasional tidak sebagai syarat kelulusan siswa tetapi tetap menjadi evaluasi bagi guru dan siswa. Sumber atau alat peraga yang digunakan tidak hanya pada satu buku atau satu referensi saja tetapi lebih banyak referensi maka pembelajaran semakin berkualitas.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiada alasan bagi guru modern sekarang untuk tidak menggunakan strategi mengajar yang menarik. Hal ini karena sudah banyak pilihan teori yang dapat diimplikasikan langsung di kelas. Namun semua kembali pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai, apa kebutuhan siswa dalam pembelajaran, bagaimana karakteristik siswa setempat dan berbagai faktor lainnya.

    ReplyDelete
  18. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ideologi yang mengarahkan dan menggerakkan tindakan-tindakan dalam pendidikan dipandang sebagai sistem nilai atau keyakinan yang mengarah dan menggerakkan suatu tindakan sosial. Pendidikan Kritis untuk keadilan ekonomi dan sosial atau pendidikan sosialis adalah di mana guru dan pendidik mencoba untuk bertindak sebagai intelektual transformatif.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari penggolongan yang telah dipaparkan oleh pak Marsigit, saya melihat masing-masing penggolongan memiliki nilai positif masing-masing. Namun saya lebih cenderung kepada Pendidikan Spiritualisme dan Demokratisme. Memang dari kedua bagian tersebut ada yang kontras, seperti dimensi sosial, budaya, kurikulum, tujuan, dan beberapa yang dapat dilihat pada tabel di atas. Namun, saya melihat dalam pendidikan perlu adanya keseimbangan. Absolutisme perlu diseimbangkan dengan Fallibilisme, Instrumen perlu diseimbangkan dengan Kebutuhan. Klasik dan Modern perlu berhermeneutika. Karena jika kita hanya berfokus pada satu jenis pandangan pendidikan saja, misalnya pendidikan demokratisme, lama-lama landasan budaya akan menjadi semakin jauh dari nilai-nilai bangsa, karena pandangan budaya nya adalah modern-pos modern. Sehingga perlu ada juga pendidikan spritualisme yang memiliki pandangan budaya dan karakter yang tradisional dan klasik. Ada nilai pelajaran yang baik yang bisa diambil dari negara Jepang. Jepang menghasilkan inovasi teknologi yang sungguh mengagumkan, namun ternyata negara Jepang tidak banyak menggunakan hasil inovasi yang ditemukannya tersebut. Dapat dilihat bahwa anak-anak di Jepang pergi ke sekolah dengan berjalan kaki ada pula yang menaiki bus sekolah, jika dibandingkan dengan negara kita yang anak-anaknya berangkat ke sekolah menggunakan motor Yamaha dan Honda. Mungkin ini yang menyebabkan karakter bangsa Indonesia menjadi lemah dan kurang memiliki karakter budaya klasik. Padahal paham orang jaman dahulu, dapat mengusir penjajah dari Indonesia. Dapat dilihat betapa kuatnya karakter budaya Indonesia saat itu.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Banyak sekali jenis pendidikan di dunia ini. Kita tidak bisa menyebut salah satu jenis pendidikan merupakan jenis pendidikan yang paling benar, karena jenis pendidikan terlihat benar tergantung dari ruang dan waktunya, tergantung darimana kita memandang, dan tergantung kondisi seperti apa peserta didik kita. Dari sini pemerintah/pihak sekolah/guru bisa menentukan jenis pendidikan apa yang cocok untuk diterapkan di negara ini.

    ReplyDelete
  21. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari berbagai jenis pendidikan pada tabel tersebut, menurut saya pendidikan demokrasi adalah ideologi pendidikan yang seharusnya diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan pendidikan demokrasi menekankan pada pendekatan konstruktivistik yang memfasilitasi akan timbulnya kreativitas, interaksi, dan motivasi siwa. Selain itu, pendidikan demokrasi menempatkan siswa sebagai aktor belajar. Sedangkan kedudukan guru sebagai fasilitator dan pengembang pembelajaran.

    ReplyDelete