Nov 9, 2014

Kutarunggu Menjunjung Langit

Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Cantraka, sudah lamakah engkau duduk disitu. Engkau menunggu siapa.

Cantraka:
Bagindha Bagawat yang bijaksana pembawa cerah. Ampunilah diriku karena mungkin aku telah mengusik ketenanganmu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi dengan engkau.

Bagawat:
Wahai Cantraka, bukankah aku masih ingat bahwa engkau adalah salah satu dari sekian banyak murid-muridku. Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini? Konon mereka semua pergi karena mereka ingin menguji ilmu yang diperoleh di Kutarunggu ini. Aku juga mendengar bahwa mereka akan mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Cantraka:
Maafkan diriku sang Bagawat. Maafkan pula jika diriku adalah muridmu yang paling bodhoh dari semua murid-muridmu. Sebetulnya saya juga telah pergi meninggalkanmu, pergi meninggalkan Kutarunggu ini, tetapi di tengah perjalanan saya mempunyai persoalan-persoalan sehingga saya terpaksa kembali ke sini dan ingin berkonsultasi kembali kepadamu. Maka jika engkau masih berkenan aku masih ingin bertanya banyak hal kepadamu. Tetapi disamping aku ingin bertanya, perkenankanlah aku ingin menyampaikan pengalaman perjalananku mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Bagawat:
Oh baik, bukankah engkau tahu bahwa selama ini aku selalu menyediakan waktuku selama 30 jam perhari untuk bisa melayani pertanyaan-pertanyaan para murid-muridku. Lantas, engkau masih ingin bertanya tentang apa saja. Tentu aku akan sangat senang mendengar ceritamu bagaimana pengalamanmu mengikuti perlombaan menjunjung langit. Coba ceritakan bagaimana asal muasal sampai ada acara perlombaan menjunjung langit, siapa yang mengadakan perlombaan, bagaimana cara mengikutinya dan apa hadiahnya serta siapa saja peserta perlombaannya?

Cantraka:
Itulah justru yang ingin aku tanyakan kepada guru. Dari cerita para peserta lomba, konon yang mengadakan lomba menjunjung langit adalah Orang Tua Berambut Putih, tetapi menurut beritanya Orang Tua Berambut Putih itu sudah meninggal dunia, tetapi tidak diketahui di mana dia meninggal dan di mana dia dimakamkan. Tetapi tentang perlombaan, tata cara perlombaan, kriteria pesertanya serta hadiahnya selalu dapat didengarkan jika dalam keadaan sepi dan tenang, yaitu pada saat setelah tengah malam dan menjelang subuh. Suara itu terdengar begitu jelasnya seakan turun dari langit tetapi tidak diketahui dari mana asalnya. Konon hanya orang-orang yang berhati bersih dan dan berpikiran kritislah yang bisa mendengar suara itu. Aku pernah berusaha membersihkan hati dan berusaha berpikir kritis, dan ternyata aku juga bisa mendengar suara itu. Konon perlombaan itu akan diselenggarakan di suatu tempat yang dikenal sebagai tanpa batas. Oleh karena itu, wahai guruku, sebelum aku mengikuti perlombaan itu, aku merasa masih ingin berkonsultasi kepadamu perihal kejadian-kejadian aneh yang aku alami, sekalian aku masih memohon doa restumu.


Bagawat:
Wahai Cantraka, ketahuilah bahwa langitpun bisa menangis jikalau terlalu lama tidak menemukan buminya. Ketika engkau datang kepadaku dan bercerita banyak tentang perlombaan menjunjung langit, aku pun telah menangis dalam hatiku. Ketahuilah bahwa sebetulnya tangisanku itu bukanlah karena langit tidak menemukan buminya, tetapi sebaliknya karena langit telah menemukan buminya. Wahai Cantraka, coba ceritakan kepadaku siapa sajakah yang engkau lihat dalam perjalanan mengikuti perlombaan itu? Ciri-cirinya serta jalan-jalan yang dilalui serta kejadian-kejadiannya?

Cantraka:
Ampunilah guruku, aku sungguh tidak mengetahui kata-kata guruku. Aku juga bingung apa maksud guru menangis, aku juga bingung apa yang dimaksud guru dengan langit ketemu bumi. Tetapi baiklah guruku, aku akan ceritakan semua pengalamanku ketika aku bersama mereka. Orang-orang yang berangkat mengikuti perlombaan itu beraneka ragam, semua jenis manusia ada di sana, laki-laki, perempuan, tua, muda, mahasiswa, pedagang, politisi, pejabat, mahasiswa, dosen, presiden, gubernur, rektor, orang sakit, guru, murid, orang sombong, orang alim, pandai cendekia, bahkan ada bayi, bahkan ada orang yang sedang sekaratul maut, anehnya ada orang seperti Orang Tua Berambut putih juga tampak di sana, aku juga melihat ada orang mirip wajahmu. Semua orang yang pernah aku lihat di dunia ini ada di sama ditambah semua orang yang belum pernah aku lihat. Tetapi semuanya adalah manusia. Aku tidak menemukan seekor binatangpun di sana. Anehnya aku juga melihat ada orang yang persis diriku juga ada di sana.

Bagawat:
Hemmm...luar biasa keadaannya. Coba ceritakan bagaimana kejadian-kejadiannya.

Cantraka:
Wahai guruku, ternyata aku menyaksikan bahwa di sana ada berbagai macam kejadian. Kejadian itu ada yang baik, ada yang buruk, ada yang indah, ada yang mengerikan, ada yang sopan, ada yang kejam, ada yang terpencil, ada yang ramai, ada yang sepi, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang logis, ada yang tidak logis, ada yang tetap, ada cepat berubah. Singkat kata aku telah menyaksiakan semua kejadian yang pernah aku saksikan, aku dengarkan di dunia ini, bahkan yang hanya aku pikirkan, semuanya ada di sana. Bahkan lebih dari itu, ada pula kejadian-kejadian yang semula hanya aku pikirkan ternyata di sana tampak jelas terjadi di sana.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Coba ceritakan apa yang paling mengesankan dari orang-orang itu dan kejadiannya, dan apa perbedaannya antara dirimu dengan mereka?

Cantraka:
Wahai guruku, ini bukanlah suatu tentang yang mengesankan bagiku, tetapi sesuatu yang aku merasa aneh. Anehnya, suatu ketika aku mengalami kejadian di mana aku tidak tahu mengapa dan bagaimana kejadian itu terjadi. Kejadian itu adalah bahwa aku bisa bertanya kepada semua orang yang ada di sana. Pertanyaanku cuma satu saja, yaitu dimanakah Orang Tua Berambut Putih. Ternyata sebagian besar dari mereka menjawab bahwa Orang Tua Berambut putih telah meninggal dunia. Yang lebih aneh lagi adalah orang yang persis Orang Tua Berambut putih juga mengatakan bahwa Orang Tua Berambut putih itu telah meningal dunia. Hanya dirikulah yang sedikit ragu apa betul Orang Tua Berambut Putih telah meninggal dunia. Oleh karena itu aku datang kepadamu untuk menyampaikan keraguanku.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Untuk yang kedua kalinya aku ingin meneteskan air mataku.

Cantraka:
Kenapa guru meneteskan air mata?

Bagawat:
Rasa bangga terkadang bisa meneteskan air mata. Itulah kebanggaan seorang guru melihat kecerdasan murid-muridnya? Teruskan ceritamu.

Cantraka:
Ada seorang merasa telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, tetapi kemudian mati ditengah-tengah perlombaan ketika berusaha menjunjung langit. Dia ternyata tidak kuat menjunjung langit, terjatuh kemudian mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya orang yang sombong. Seorang berilmu tidaklah seharusnya merasa dirinya telah purna menguasai ilmu. Maka kematiannya disebabkan karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seseorang merasa mempunyai keberanian luar biasa, kemudian menjoca menjunjung langit, tidak kuat kemudian juga mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya sombong. Seseorang pemberani mestinya harus melengkapi ilmunya. Maka kematiannya disebabkan karena kurang berilmu.

Cantraka:
Ada seseorang yang merasa telah mempunyai ilmu dunia. Dia mengaku walaupun ilmunya baru sedikit, tetapi sudah cukup untuk menghidupinya. Kemudian dia berusaha mengangkat langit, dia terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga termasuk sombong karena tidak berusaha menambah ilmunya. Maka kematiannya adalah karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada orang yang berilmu. Dia mengaku telah purna ilmunya baik ilmu dunia maupun akhirat. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata juga telah berlaku sombong karena pengakuannya merasa telah berilmu.

Cantraka:
Ada orang penampilannya luar biasa, kelihatannya dia seorang Raja. Banyak pengikutnya. Dia kemudian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata telah berlaku sombong. Untuk mengangkat langit itu harus ikhlas. Kedudukannya sebagai seorang Raja itulah yang menjadikan dia berlaku sombong karena merasa selalu bisa mengatur dunia. Maka kematiannya adalah juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang ksatria. Dia juga seorang pertapa. Dia tidak mengaku-aku mempunyai ilmu, tetapi orang lain bisa melihatnya bahwa dia adalah orang berilmu. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang mengaku sebagai Orang Berambut Putih. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang guru matematika. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang bingung. Dia dipaksa oleh teman-temannya untuk mencoba mengangkat langit. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Orang yang bingung itu merugi dalam 2 (dua) hal. Pertama, dia merugi dalam pikirannya, tetapi juga merugi dalam hatinya. Maka kematiannya dikarenakan kurang ilmunya, baik ilmu dunia maupun ilmu hati.

Cantraka:
Ada seorang jenderal lengkap dengan prajuritnya. Dia mengerahkan segenap prajuritnya untuk mengangkat langit. Mereka kemuadian berusaha mengangkat langit, mereka juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Mengangkat langit itu tidak menggunakan kekuatan fisik belaka. Maka kematiannya adalah karena kesombongan dan salah perhitungan.

Cantraka:
Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia terbesit rasa sombong juga karena membiarakan orang lain telah mengagumi kecantikannya. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya. Kadang-kadang dia bertindak melampaui batas, seakan ingin mengajari gurunya juga. Dia juga berlaku determinis kepada siapapun dan kepada apapun, termasuk kepada gurunya. Kelihatannya dia tidak konsisten, karena dia rajin ikut kegiatan tetapi tidak mau terlibat secara ikhlas. Saya ragu apakah dia hanya ingin memeroleh penialain semu. Di satu sisi kelihatan memerlukan program itu, tetapi di sisi yang lain dia menghujat habis-habisan. Pada akhirnya dia berusaha juga untuk mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Berarti dia sudah pernah bergaul dengan para Dewa Transenden Barat dan Utara. Berarti dia mengikuti program tidak ikhlas karena sudah memunyai Motif dan Tujuan lain. Saya ragu apakah Spiritualitasnya konsisten dan komitmen atau tidak, karena sebenar-benar Spiritual itu adalah konsisten dan komitmen. Jangan-jangan dia prajuritnya Power Now. Waspadalah karena sebenar-benar Power Now itu adalah Penebar Kemunafikan. Ilmunya para Motivist adalah bersifat manipulatif, karena dia akan memberikan fatamorgana kebenaran, yaitu kebenaran palsu. Dia abai dan bermaksud memanipulasi ruang dan waktu. Sebenar-benar dia adalah si pemangsa Ruang dan Waktu itu sendiri. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.


Cantraka:
Ada seseorang yang ragu-ragu kemudian pulang untuk bertanya kepada gurunya. Dia belum berani mengangkat langit, maka dia bertanya kepada gurunya. Dia adalah aku. Maka bagaimana petunjukmu guru?


Bagawat:
Wahai muridku yang cerdas. Diantara sekian banyak muridku maka yang paling cerdas adalah engkau. Engkau telah mengetahui dan menyadari dimana ada ruang dan waktu tertentu di situ. Maka ketahuilah Cantraka. Sebenar-benar orang yang membuat perlombaan mengangkat langit adalah Orang Tua Berambut Putih. Ketahuilah bahwa sebetu-betulnya Orang Tua Berambut putih itu adalah diriku juga. Maka Bagawat itu adalah Orang Tua Berambut Putih. Dan Orang Tua Berambut Putih itu adalah Bagawat. Ketahuilah bahwa tiadalah kematian bagi Orang Tua Berambut Putih atau Bagawat, mereka itu adalah sebenar-benar ilmu. Maka sebenar-benar langit yang aku sayembarakan itu tidak lain tidak bukan adalah ilmu itu sendiri. Jadi Bagawat, Orang Tua Berambut Putih itu adalah langit itu sendiri. Dia adalah juga ilmumu. Maka ilmumu itu pula adalah diriku yaitu Bagawat. Sedangkan bumi itu adalah bicaraku dan juga bicaramu. Maka kemanapun engkau pergi, bumi dan langit menyertaimu. Maka sayembara mengangkat langit itu sebetulnya sayembara mencari ilmu. Maka hanyalah mereka yang berhati bersih dan berpikiran kritislah yang berhasil menjunjung langit. Maka hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Itulah sebenar-benar sayembara dari diriku terhadap para murid-muridku semua. Diantara para muridku semua, maka pada dirimulah aku menemukan keikhlasan. Maka jika engkau teruskan mencari keilklassanmu dan pikiran kritismu maka niscaya engkau akan peroleh ilmu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah tiadalah orang sebenar-benar memperoleh ilmu. Karena sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT semata. Barang siapa berusaha menggapai dunia dan langit tanpa menggapai Ridhlo Nya maka dia akan terancam kematian. Hendaklah jangan salah paham. Kematian yang aku maksud di sini adalah dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti salah, mati bisa berarti tidak tahu, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka.

Bagawat:
Wahai cantraka aku tahu engkau terdiam karena engkau sedang berusaha mengerti apa yang aku katakan. Maka aku telah mengetahui semua apa yang engkau rasakan, pikirkan dan kerjakan. Maka teruskanlah perjuanganmu. Tidaklah perlu engkau ragu-ragu, maka berangkatlah mencari ilmumu dan gunakan ilmumu sebaik-baiknya.Untuk sementara, diantara sekian banyak yang berusaha mengikuti lomba ini, maka kepada dirimulah aku menentukan pemenangnya. Tetapi ingat ini hanyalah bersifat sementara, maka jagalah prestasimu itu dengan keikhlasanmu. Amiin

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah.

Cantraka:
???

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah. Cantraka, diajak bicara kok diam saja. Apa engkau kelihatannya malah menitikkan air mata ya? Masih ada persoalan apa?

Cantraka:
Maaf guru, karena sepulang dari mengikuti lomba menjunjung langit saya sempat tertidur.

Bagawat:
Lha kalau cuma tertidur, apa masalahnya?

Cantraka:
Tetapi saya tidak berani menyampaikan kepada Guru, karena ini menyangkut diri Guru sendiri.

Bagawat;
Sebagai seorang Bagawat, mestinya saya harus sudah ikhlas lahir bathin apapun yang menimpa kepada apa yang ada dan yang mungkin ada, termasuk diriku. Silahkan.

Cantraka:
Tetapi maaf sebelumnya.

Bagawat:
Ra po po. Kok kelihatannya serius amat nih.

Cantraka:
Saya bermimpi bahwa Bagawat itu juga mengikuti lomba menjunjung langit.

Bagawat:
Lha..apa? Trus..apa yang terjadi.

Cantraka:
Itulah maka saya merasa sedih.

Bagawat:
Trus..

Cantraka:
Ternyata Bagawat sang guruku, juga terjatuh lalu mati...maaf lalu meninggal dunia.

Bagawat:
Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab.


Cantraka:
Amin. Maaf guru. Terimakasih atas semua nasehatmu. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT. Mohon doa restumu.

Bagawat:
Amin. Silahkan Cantraka. Amin.

149 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini mengisahkan Cantraka yang melakukan pengalaman perjalanan mengikuti perlombaan menjunjung langit. Cantraka bercerita bahwa yang menjunjung langit ialah yang ada dan yang mungkin ada kecuali binatang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa apa yang ceritakan Cantraka ialah yang dilakukan manusia selama ini, yang masih ada dalam pikiran kita ternyata di dunia nyata jika kita dapat melihat semuanya ada. Manusia yang menginginkan segala sesuatu mulai dari jabatan, kebahagiaan, kepuasan dan masih banyak lagi yang mereka inginkan. Dan manusia selalu berlomba-lomba untuk memperolehnya dengan penuh kesombongan. Semoga kita dijauhkan dari segala macam godaan seperti demikian dan kita selalu didekatkan dengan Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sungguh sangat menarik sekali. Saya dapat mengambil kesimpulan bahwa janganlah menjadi seseorang yang sombong karena merasa sudah cukup ilmu, ketahuilah bahwa ilmu yang dirasa dimiliki tersebut ternyata masih kurang, sangat kurang. Karena kita ketahui bahwa diatas langit masih ada langit. Pesan yang saya tangkap yaitu janganlah sombong dengan ilmu yang dimiliki karena sejatinya kita hanyalah kecil, masih banyak yang harus dipelajari dan digali lebih banyak. Jangan langsung puas dengan apa yang telah dicapai.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bahwasanya ilmu itu tidak pernah habis, sehingga jangan pernah berhenti untuk menggapai ilmu yang sebenar- benarnya. Dan yang perlu diingat, ketika kita sudah mempunya ilmu, akan lebih baik jika bermanfaat bagi oranglain, artinya yaitu kita bisa mentransfer ilmu kita kepada orang lain dan tidak sombong atas ilmu yang kita miliki. Dalam menggapai ilmu harus ikhlas hati dan pikiran, agar dengan mudahnya ilmu yang kita terima kita pahamkan.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya mengambil kesimpulan, bahwa murid yang cerdas dalam pandangan pak Marsigit adalah murid yang ketika dia bingung dia bertanya kepada gurunya, bukan malah pergi meninggalkan gurunya dan tetap berada dalam kebingungan. Ilmu sebetulnya terikat kepada pengajarnya. Namun tidak selamanya seperti itu, ada kalanya ilmu juga bisa didapatkan berdasarkan perenungan atau pengamatan atau keduanya. Namun dengan adanya guru sebagai tempat berkonsultasi dan tempat berdiskusi, yang tentunya telah memiliki pengalaman yang lebih, dapat membuat proses mempelajari ilmu menjadi lebih efektif. Mungkin karena itu pak Marsigit menyebut murid yang seperti ini adalah murid yang cerdas.

    ReplyDelete
  5. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Setiap manusia wajib berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba-lomba menjunjung langit. Namun, harus dilandasi oleh rasa yang ikhlas. Seseorang yang berilmu tidak seharusnya merasa sombong karena dirinya telah menguasai ilmu. Ilmu dunia saja belum cukup, orang juga harus mempelajari dan mengamalkan ilmu akhirat. Orang yang berilmu adalah orang yang selalu meningkatkan dimensi keilmuannya dan tentu saja harus dilandasi oleh hati yang ikhlas. Hanya mereka yang berhati yang akan memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  6. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjunjung langit atau mencari ilmu memerlukan keikhlasan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa diri kita penuh dengan ketidaktahuan. Musuh dari seseorang yang tengah berjuang mencari ilmu adalah kesombongan. Kesombongan dapat hadir melalui diri yang merasa telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, melalui diri yang merasa luar biasa berani, melalui diri yang enggan menambah ilmunya, melalui diri yang tidak ikhlas, atau melalui diri yang merasa bisa mengangkat langit. Kesombongan bisa mengantarkan kita pada kematian. Kematian bisa berarti gagal, salah, tidak tahu, tidak tepat, salah ruang dan waktu, hingga mati akibat jatuh dalam dosa. Agar tidak berakhir pada berbagai kematian ketika mencari ilmu, kita harus selalu mawas diri dan introspeksi. Kita perlu menyadari bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah milik Tuhan. Hanya orang-orang yang menyenangkan Tuhan saja yang bisa meraih ilmu. Oleh sebab itu, kita harus memiliki hati yang bersih, pikiran yang kritis, diri yang tidak sombong agar mampu menjujung langit dalam ruang dan waktu yang benar.

    ReplyDelete
  7. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, elegi ini sangat menarik sekali. Setelah saya membaca semuanya sampai selesai, elegi ini menyadarkan saya bahwa ketika menggapai atau mencari ilmu janganlah berpuas diri. Karena ilmu itu sangat banyak, bahkan sangat luas seperti layaknya langit yang tidak berbatas. Sehingga ketika akan menambah ilmu, tentu kita memerlukan ilmu yang pernah kita dapatakan untuk memeroleh ilmu yang baru. Itu sebabnya ilmu yang terdahulu akan selalu terhubung dengan ilmu-ilmu baru, dan seterusnya sehingga tak terbatas. Sehingga ilmu itu tidak ada batasnya, dan kita jangan pernah berpuas diri.

    ReplyDelete
  8. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kehidupan manusia pada dasarnya terus mencari ilmu selama masih hidup dan janganlah puas dengan ilmu yang telah dimiliki saat ini karena diatas langit masih ada langit. Ilmu yang dimiliki manusia sejatinya tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan ilmu hanya milik Allah SWT. Dalam mencari ilmu hendaknya kita kosongkan pikiran kita agar kita dapat menerima ilmu tersebut lebih mudah.

    ReplyDelete
  9. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari tulisan ini saya belajar bahwa selayaknya guru juga menjadi pembimbing yang baik. Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa begawat mendengarkan keluh kesah centraka muridnya. Begawat memang guru dilambangkan langit tapi ia berusaha bersilaturahim dengan bumi yang dibuktikan dengan kesabarannya mendengar cerita sang murid. Semoga dapat meneladaninya.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari oleh setiap manusia adalah sikap sombong. Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain. (Bahjatun Nadzirin, I/664, Syaikh Salim al Hilali, cet. Daar Ibnu Jauzi). Sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Orang-orang yang pandai dalam urusan dunia maupun akhirat akan kalah karena kesombongannya sendiri. Sesungguhnya setinggi apapun ilmu yang kita punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas, artinya kita harus belajar lagi dan lagi sampai akhir hayat.

    ReplyDelete
  11. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sebagai seorang manusia yang tidak sempurna, kita tidak boleh sombong apalagi dalam hal tingkatan ilmu yang dimiliki. Sampai kapanpun ilmu yang kita miliki tidak akan pernah sempurna, ada orang lain yang lebih berilmu dari kita, dan adapula yang kurang berilmu dibandingkan kita. Kita sebagai manusia yang hidup di bumi hanya bisa berusaha untuk mencapai dan meuju kesempurnaan ilmu itu, tapi kita tidak akan pernah bisa mencapainya. Karena itulah anugerah keterbatasan yang Tuhan berikan kepada Kita.
    Belajar memang harus lepas dari rasa sombong. Hal ini berlaku tidak hanya untuk belajar tetapi juga dalam hal mengajar. Keseombongan haruslah dihilangkan dari pikiran kita. Agar semua materi yang seharusnya diperoleh dapat digunakan dan dapat diterima dengan baik

    ReplyDelete
  12. Pengetahuan di dunia ini banyaknya tak terbatas sedangkan manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna. Hal-hal yang kita ketahui di dunia ini barulah sebagian kecil dari bermilyar-milyar pangkat bermilyar hal. Jadi sebenarnya kita belum mengetahui apapun tentang kehidupan ini. Tak layak dan tak pantas jika kita menyombongkan pengetahuan kita yang hanya sedikit itu. Mensyukuri apa yang kita punya adalah lebih pantas bagi kita. Hanya milik Allah segala yang ada dan mungkin ada. Pun demikian kita harus mengagumi ciptaanNya dengan cara mempelajari dan menjaga segala ciptaannya. Manusia perlu belajar dan belajar untuk mengetahui segala penciptaanNya.

    ReplyDelete
  13. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika


    tetaplah menjadi orang yang haus ilmu, karena ketahuilah ilmu yang kita dapat sekarang itu sejatinya masih kurang, maka terus lah menimba ilmu.karena ilmu itu sangat luas, bagai luas nya langit diangkasa. jadi janganlah menjadi orang yang sombong akan ilmu yang dimiliki sekarang, tetaplah menjadi sesorang yang haus akan ilmu.

    ReplyDelete
  14. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai manusia menuntut ilmu itu tidak ada batas ruang dan waktu tetapi seharusnya menuntut ilmu itu disertai dengan keikhlasan, kejujuran, kerendahan hati,pantang menyerah serta diringi dengan doa yang slalu dipanjat kepada Allah SWT agar ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain serta akan dijauhkan dari sifat-sifat buruk salah satunya kesombongan.

    ReplyDelete
  15. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Ilmu yang ada di dunia ini sangat luas dan kaya. Seruan untuk berlomba-lomba menuntut ilmu harus dipahami, namun tidak lupa juga untuk diparingi dengan berdoa. Ada suatu istilah the power of mind. Doa merupakan kekuatan pikiran yang dahsyat, karena saat berdoa kita berbisik kepada bumi, namun doa kita terdengar hingga ke langit.

    ReplyDelete
  16. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menganalogikan menjunjung langit pada tulisan tersebut dengan menuntut ilmu. Dikisahkan bahwa cantraka melihat banyak orang yang mati dalam perlombaan menjunjung langit, dimaksudkan bahwa banyak orang yang gagal dalam hal menuntut ilmu, hal ini disebabkan karena sifat sombong yang dimiliki orang tersebut. Bahkan seorang begawat (guru) nya sendiripun ikut terjatuh.
    Perlu kembali membersihkan niat, jangan lupa senantiasa menyertakan Allah dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Semoga kita dapat terhindar dari sikap sombong dan selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  17. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, orang yang berilmu saja tidak akan cukup dalam menjalani kehidupannya. Perlu adanya iman yang kuat di dalam hatinya. Hal ini akan menyebabkan seseorang menjadi tidak sombong atau bisa juga disebut rendah hati. Kesombongan seseorang akan meruntuhkan pengetahuan yang telah ia susun dari ilmu-ilmu yang ia dapatkan.

    ReplyDelete
  18. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia yang merasa bisa pun dapat disebut sombong jika ia tidak berusaha menambah ilmunya. Karena sesungguhnya ilmu yang ada di dunia ini tidak terbatas jumlahnyn. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat digapai melainkan dengan berikhtiar dalam doa.

    ReplyDelete
  19. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam konteks pembelajaran matematika pun guru sebaiknya tidak hanya memberikan ilmu dengan metode ceramah. Hal ini pun termasuk dalam kesombongan. Karena guru hanya memenangkan egonya. Guru tidak memberi kesempatan siswa untuk mencari ilmu secara mandiri dalam artian siswa tidak diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Oleh karena itu, guru sebaiknya memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Apa yang saya tangkap dan saya pahami tentang tulisan di atas adalah tentang kesombongan. Bahwa kesombongan itu mampu membuat kita jatuh dan mampu membuat kita mati, mati dalam arti gagal. Ketika kita menginginkan sesuatu untuk kita capai, maka kita akan berusaha sekuat tenaga, mengupayakan sebisa mungkin agar itu terwujud. namun perlu juga disadari bahwa 'diatas langit masih ada langit'. artinya, jika semua keinginan dan upaya kita telah terwujud, maka janganlah langsung bersombong diri. karena masih ada yang lebih dari pada itu semua. maka kita hendaknya selalu rendah hati dan ikhlas dalam berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  21. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Berdasarkan penjelasan Bagawat tersebut rasanya sangat sulit mencapai ilmu. Bahwasanya sifat sombong itu pasti ada disetiap diri manusia. Bahkan Bagawat sendiri pemilik ilmu pun mengalami hal tersebut. Saya sebagai muslim pun pernah mendengar bahwa Allah pun tak menyukai orang yang sombong. Pepatah yang sering kita dengar adalah bagai ilmu padi, makin tua makin merunduk. Maknanya adalah ketika ilmu kita bertambah atau semakin banyak ilmu yang kita miliki, maka seharusnya kita merasa semakin rendah atau semakin sedikit ilmu kita. jika kita sombong, justru itu yang menyebabkan ilmu kita sangatlah sedikit, karena ilmu lain yang akan masuk ke dalam diri kita terhalang oleh sifat sombong tersebut. merasa bahwa dirinya yang paling pintar dan paling benar. Oleh karenanya, ikutilah kata pepeatah yang sering kita dengar sejak kita duduk di bangku sekolah dasar tersebut.

    ReplyDelete
  22. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mujahid Rahimahullah berkata, "orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu". Orang yang merasa berilmu akan bersikap sombong dan enggan untuk memperdalam ilmunya. Oleh karena itu, marilah kita berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan sombong, karena kesombongan tersebut dapat menjadi penghalang untuk mencapai surga-Nya.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa jangan pernah sombong akan suatu hal telah dilakukan dan ikhlaslah dalam melakukan segala yang direncanakan. Pengetahuan didapatkan secara bertahap, tidak dalam waktu singkat yang instan. Nikmati waktu untuk belajar agar hasil yang didapatkan sesuai yang diinginkan.

    ReplyDelete
  24. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Wahai Cantraka, bukankah aku masih ingat bahwa engkau adalah salah satu dari sekian banyak murid-muridku. Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini?” Guru telah memberikan berbagai ilmunya kepada murid-muridnya. Di kala muridnya sudah mendapatkan ilmu dari gurunya, mereka akan pergi untuk menjalal kemapuan mereka.

    ReplyDelete
  25. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini?” Guru bagaikan orang tua sendiri yang mengasisi murid-muridnya sebagai anak-anaknya sendiri. Guru akan tetap mencintai murid-muridnya sepanjang masa.

    ReplyDelete
  26. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “…tetapi di tengah perjalanan saya mempunyai persoalan-persoalan sehingga saya terpaksa kembali ke sini dan ingin berkonsultasi kembali kepadamu.” Setinggi-setingginya ilmu yang dikejar oleh seorang murid, akan tetapi guru akan tetap dibutuhkan. Guru akan memberikan petuah dan nasihatnya kepada muridnya dengan segala pengalaman hidup yang telah ditempuh sang guru.

    ReplyDelete
  27. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Oh baik, bukankah engkau tahu bahwa selama ini aku selalu menyediakan waktuku selama 30 jam perhari untuk bisa melayani pertanyaan-pertanyaan para murid-muridku.” Guru memberikan ilmunya secara ikhlas kepada anak didiknya. Segala waktunya adalah untuk keberhasilan muridnya. Apa pun tentang kebahagian si murid adalah kebahagian ia juga.

    ReplyDelete
  28. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang tidak baik yaitu guru yang sombong dengan memberikan pembelajaran hanya metode ceramah saja. Ia tidak membiarkan anak didiknya membangun pengetahuannya sendiri. Guru yang seperti ini akan mengakibatkan anak didiknya menjadi tidak bisa berkembang.

    ReplyDelete

  29. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Orang yang merasa sudah puas akan ilmu yang ia dapat adalah orang yang sombong. Tiada ilmu yang cukup untuk kita raih. Ibarat mencari ilmu sampai ke negeri Cina. Ilmu yang kita bisa raih tiada batas dan tiada pernah cukup untuk mencari dan terus mencari ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete

  30. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sangat benar ilmu adalah hal yang harus terus dicari. Maka benar adanya semakin banyak ilmu yang diraih maka semakin tinggi derajatnya di dunia. Akan tetapi jika tidak didampingi dengan kepercayaan adanya Tuhan maka ilmu pengetahuan yang ada di dunia bisa menjadikan orang menjadi gila.

    ReplyDelete
  31. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan bisa menjadikan seseorang jatuh sedalam-dalamnya jurang. Walaupun ia piker bahwa ia telah mencapai langit yang tinggi, tetapi ia lupa bahwa di atas langit masih ada langit. Sepandai-pandainya ia masih banyak orang pandai. Harus tetap rendah hati untuk mencari sebanyak-banyaknya pengetahuan.

    ReplyDelete

  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sepandai-pandainya kita untuk meminimalisir kesombongan, akan tetapi sifat kesombongan akan ada pada setiap manusia. Tak terkecuali begawat sendiri. Walaupun ia berusaha keras untuk membuang jauh sifat kesombongan akan tetapi tanpa sadar ia melakukan hal tersebut. Memang tidak mudah menjauhkan sifat kesombongan ini, akan tetapi jika kita tidak cepat sadar maka akan lebih bisa berbahaya.

    ReplyDelete

  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Tetapi tentang perlombaan, tata cara perlombaan, kriteria pesertanya serta hadiahnya selalu dapat didengarkan jika dalam keadaan sepi dan tenang, yaitu pada saat setelah tengah malam dan menjelang subuh.” Orang-orang yang bisa bangun pada waktu ini dan meminta pertolongan Allah maka beruntunglah ia. Waktu yang sangat bagus untuk bisa berpikir jernih dan mencari sebuah kebenaran dari banyak permasalahan.

    ReplyDelete
  34. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ketahuilah bahwa sebetulnya tangisanku itu bukanlah karena langit tidak menemukan buminya, tetapi sebaliknya karena langit telah menemukan buminya.” Langit bagaikan guru dan bumi bagaikan muridnya. Guru akan sangat senang bila bisa bertemu kepada muridnya yang telah mau menemuainya setelah ia meraih kesuksesan.

    ReplyDelete

  35. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cantraka sebagai murid mencurahkan keluh kesahnya kepada gurunya yaitu begawat. Walapun begawat adalah sosok langit akan tetapi ia sangat menghargai apa yang dilakukan oleh cantraka. Semoga kita bisa meneladani sifat-sifat baik mereka.

    ReplyDelete
  36. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Wahai guruku, ternyata aku menyaksikan bahwa di sana ada berbagai macam kejadian. Kejadian itu ada yang baik, ada yang buruk, ada yang indah, ada yang mengerikan, ada yang sopan,…” Mencari ilmu pengetahuan memang banyak rintangnannya. Ada banyak gangguan untuk meraihnya. Akan tetapi tetap ada banyak orang-orang baik yang ikhlas membantu kita juga.

    ReplyDelete

  37. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Rasa bangga terkadang bisa meneteskan air mata. Itulah kebanggaan seorang guru melihat kecerdasan murid-muridnya”Guru akan merasa berhasil jika muridnya bisa menjadi lebih dari gurunya. Keberhasilan murid adalah kesuksesan sejati seorang guru.

    ReplyDelete
  38. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak orang yang mengaku ia sudah berilmu dan ia mengaku lebih baik dari orang lain. Pengakuan menjadi yang paling benar dan paling hebat adalah sebuah kesombongan. Semoga kita bisa terhindar dari kesombongan-kesombongan ini.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati.” Sesungguhnya pujian adalah setinggi-tingginya hinaan untuk kita hadapi karena jika kita terlalu menyombongkan diri dengan pujian maka kita bisa merasa paling sempurna dan itu malah bisa menjatuhkan kita sendiri.

    ReplyDelete

  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya.” Inilah hal yang sulita dalam melakukan suatu hal. Keikhlasan adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Walaupun kita melakukan banyak hal tapi tanpa dilandasi rasa ikhlas maka akan sia-sia dan tidak menemui manfaat apa pun.

    ReplyDelete
  41. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu memang tidak bisa dibeli hanya bias dipelajari. Orang yang ingin menuntut ilmu karena bersungguh-sungguh ingin menjadi tahu maka akan mendapatkan apa yang dia inginkan

    ReplyDelete
  42. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan harus dilenyapkan dari hati ketika kita ingin mendapatkan ilmu dan ingin mempunyai yang bermanfaat

    ReplyDelete
  43. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Orang yang cepat berpuas diri maka prestasinya tidak akan cepat naik, hanya akan berhenti ditempat. Untuk itu rasa puas harus cepat dihilangkan ketika sudah melampaui satu target, cepat buat target baru setelah satu target tercapai

    ReplyDelete
  44. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam postingan ini nampak kedekatan antara guru dan muridnya. Hal ini perlu diteladani oleh para guru untuk mencoba menjadi pendamping permasalahan muridnya. Dengan kedekatan antara guru dengan murid tersebut diharapkan mampu menimbulkan hubungan dan kesan yang baik sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal.

    ReplyDelete
  45. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebelum belajar untuk mencari ilmu, seseorang harus dalam keadaan siap agar dalam proses belajarnya menjadi berkah, bukan bencana. Agar siap untuk belajar, maka orang tersebut harus memiliki keikhlasan, kerendahan hati, dan pikiran yang terbuka. Kemudian, setelah memperoleh ilmu, orang tersebut tidak boleh sombong karena ilmu itu sangat luas dan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Oleh karena itu, dalam mencari ilmu, harus senantiasa meminta ridho dari Allah agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  46. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Terima kasih kepada bapak Marsigit, saya mendapat ilmu dari artikel ini. Pertama adalah kita sebagai manusia seharusnya rendah hati atau tidak berbuat sombong meskipun sudah merasa memiliki ilmu, harta, jabatan, kekuasaan, kekuatan, dan sebagainya. justru seharusnya kita menjadi lebih sadar bahwa kita tidak berarti apa - apa dihadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Kedua adalah dalam melakukan sesuatu kegiatan hendaknya didasari dengan hati yang ikhlas dan tulus agar aktivitas yang dilakukan mendapat manfaat dan berkah dari Allah SWT. Banyak orang yang melakukan aktivitas dikarenakan motif - motif terselubung sehingga menjadikan aktivitasnya menjadi tidak barokah. Semga kita termasuk gologongan orang yang rendah hati dan ikhlas.

    ReplyDelete
  48. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari elegi ini adalah tentang kebijaksanaan dalam menuntut Ilmu. Pada saat mencari atau menggapai Ilmu hendaknya kita berusaha untuk menjauhkan diri dari kesombongan, karena kesombongan pada akhirnya hanya akan membawa keburukan. Cantraka merupakan gambaran orang yang semakin banyak mendapat Ilmu akan “merasa” hanya sedikit memahami Ilmu karenanya dia akan senantiasa belajar terus untuk menyempurnakan pemahamannya, walaupun sadar bahwa pemahamannya tidak pernah akan sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    Terima kasih Pak, Elegi ini sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  49. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sangat menyentuh sekali, bagaimana sifat sombong dalam diri manusia dapat mematikannya. Sebagaimana sudah digariskan bahwa sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah, namun saat ini sifat sombong dengan merasa sempurna menjadikan manusia lalai, dalam menambah ilmunya, lalai dalam berbuat kebaikan dan sebagainya. Semakin berisi padi semakin merunduk, seharusnya orang yang berilmu semakin rendah hati karena semakin seseorang berilmu, seseorang akan semakin sadar akan banyak hal yang tidak dia ketahui, marilah menjadi sosok yang rendah hati dan terus belajar dan terus berusaha menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  50. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Manusia di bumi ini sesungguhnya kurang ilmu, tetapi merasa dirinyalah yang paling banyak memiliki ilmu sehingga munculah sifat sombong. Sudah sombong sedikit pula ilmunya. Perlombaan menjunjung langit di sini sebenarnya adalah menggapai langit yang tidak lain adalah menggapai ilmu. Dikatakan bahwa manusia berpikir ilmu itu telah mati atau tidak perlu menggapai ilmu ketika sifat sombong telah datang pada dirinya. Sedangkan sesungguhnya ilmu itu amatlah luas tak terhingga ruang dan waktu. Hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperolah ilmu.
    Tetapi sesungguhnya tiada orang yang memperoleh ilmu karena ilmu itu sangatlah luas, kita hanya mencoba menggapai ilmu karena ilmu hanya milik Allah SWT. Ilmu yang dimiliki manusia hanya bagian yang sangat kecildari keseluruhan ilmu yang ada. Manusia memang tidak akan mampu memiliki semua ilmu, tetapi kita diwajibkan untuk selalu menuntut dan menggapai ilmu selama hidup, baik ilmu dunia maupu akhirat. Tetapi jangan sampai kita sibuk menialai orang lain sampai lupa melihat ke arah diri kita sendiri. Jangan sampai kita berperilaku sombong atau bahkan tidak sadar kalau kita itu sombong. Karena sombong adalah dosa pertama dan amat berat siksaannya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  51. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Banyak hal yang membuat manusia sombong. Tetapi kesombongan itu justru akan menghancurkan manusia, karena sombong bukanlah hak manusia.
    Hal yang dapat saya pelajari setelah membaca postingan tersebut adalah menuntut ilmu harus penuh dengan keikhlasan, tanpa kesombongan, dan yang terpenting adalah selalu mengharap ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  52. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Refleksi kembali. Sebaik-baiknya ilmu adalah yang terus dicari. Sebaik-baiknya orang berilmu adalah yang terus mencari. Ahhh sepertinya saya terlalu berani menyimpulkan. Apakah itu kesombongan? Astafirulloh

    Postingan ini benar-benar mengingatkan saya akan fungsi "hati" dalam kehidupan. "Redah hati" dalam menuntut ilmu

    ReplyDelete
  53. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Ada banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah diatas salah satunya adalah sikap sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Orang-orang yang pandai baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat akhirnya mati atau kalah karena kesombongannya sendiri. Itu menjadi pesan kepada kita semua betapapun tinggi ilmu yang kita sudah punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas. Kita harus belajar lagi, dan terus sampai hayat yang menghentikan kita

    ReplyDelete
  54. Junianto
    17709251065
    PM C

    Berdasarkan cerita di atas, saya dapat mengambil intisari bahwa kesombongan dapat menenggelamkan seseorang dengan kecerdasasan mereka sendiri. Sehebat dan secerdas apapun seseorang, kalau dia merasa sombong maka dengan kesombongannya itu ia akan jatuh. Jadi, sebenarnya sukses atau tidakny seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Rasa sombong harus segera dihilangkan dan diganti dengan rasa ikhlas, rela sehingga akan mendapatkan apa yang dia cita-citakan.

    ReplyDelete
  55. Assalamualaikum. Wr.Wb

    Arina Husna Zaini
    17701251024
    PEP B (S2)

    sebelumnya terima kasih prof atas percakapan cerita di atas. sangat menarik , berisi plus humor yg tentunya tetap berkualitas.

    dari percakapan sang guru dengan muridnya, beberapa hikmah dan ilmu yg dapat diambil bahwasanya kesombongan yang merupakan sikap tercela dapat kapan saja hinggap dan dilakukan manusia meskipun tidak mereka sadari.. seseorang yg mengaku ikhlas dalam melakukan kebaikan tidak lepas dr kesombongan. justru pengakuan ikhlasnya merupakan kesombongan.oleh karena itu agar kita sebagai manusia tetap istiqomah dalam bertindak dalam menjalankan kehidupan dan terhindar dari sikap sombong hendaknya selalu mengingat Nya dan senantiaza berdoa akan dihindarkan dari sifat sombong, riya', khibir dan lainnya.

    ReplyDelete
  56. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih postingannya pak, pada postingan ini banyak nasehat yang dapat saya ambil. Salah satunya janganlah kita bersikap sombong akan segala hal, jika sombong maka akan tiba waktunya dimana kita akan gagal. Jadi saya sendiri tidak boleh punya rasa sombong mengharapkan sesuatu yang lebih. Maka teruskan mencari keilkhlassan dan berfikir kritis maka sesungguhnya kita akan memperoleh ilmu. Karena sebenarnya ilmu yang kita punya belum seberapa, dan sebenarnya ilmu tiadalah orang sebenar-benar memperoleh ilmu. Karena sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT semata. Jangan ragu-ragu dalam mencari dan menuntut ilmu, carilah ilmu dan gunakan ilmu sebaik baiknya. Tetapi ingat ini hanyalah bersifat sementara, maka jagalah prestasi itu dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  57. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Perlombaan menjunjung langit merupakan usaha dalam mendapatkan ilmu. Bagi orang-orang yang berlaku sombong dan merasa sudah mendapatkan cukup ilmu di dalam menuntut ilmu maka mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena seperti yang ditulis dalam elegi ini bahwa sebenar-benar yang terjadi ialah tiadalah orang-orang sebenar-benar menggapai ilmu, yang benar adalah mereka hanya berusaha menggapainya. Maka tiadalah orang berhenti dalam menuntut ilmu. Selain itu, maka dalam mencari ilmu harus dengan meluruhkan kesombongan, rendah hati, ikhlas, dan juga berpikir kritis.

    ReplyDelete
  58. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hal mendasar yang harus diketahui setiap orang adalah suatu hari kita akan mati. Tak peduli betapa cantiknya paras, kuat fisik, tingginya ilmu, panjangnya gelar akademik, hingga tebalnya piagam penghargaan, jika Tuhan menarik hidupnya maka ia akan terjatuh. Kesombongan adalah hal paling fatal yang bersanding dengan kesuksesan, karena ia akan menjadi boomerang. Istilah diatas langit masih ada langit memang benar, janganlah merasa paling berkuasa atas segalanya di muka bumi karena diri kita pun ada karena Sang Pencipta. Hiduplah dengan mencari ilmu dibarengi keikhlasan dan bekal akhirat, agar pada saat 'terjatuh' tidak ada yang disesali.

    ReplyDelete
  59. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih Pak Prof. atas eligi yang sangat menginspirasi ini dan banyak hikmah yang tersirat didalamnya. Eligi ini bercerita tentang perlombaan menjunjung langit atau yang berarti sebuah usaha dalam mencari ilmu. Dalam menuntut ilmu, yang dibutuhkan hanyalah hati yang ikhlas dan berpikir kritis. Maka, hanya orang-orang yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Karena, ilmu itu sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT. Jadi jika dalam usaha mencari ilmu telah terbesit ikhlas di dalam hati, maka Allah SWT juga akan meridhoinya.
    Namun, jika sedikit saja terbesit dalam hati rasa sombong, maka sehebat apapun dia, secerdas apapun dia, sekuat apapun dia, maka bukan kelancaran dalam menuntut ilmu yang akan didapat, tapi kegagalanlah yang akan dirasakan.

    ReplyDelete
  60. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    dalam postingan ini benar-benar banyak hikmah yang kita ambil, terutama kita yang berprofesi sebagai guru, harus berhati-hati dengan kesombongan akan ilmu yang kita miliki. Terima kasih banyak pak

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam keadaan yang bimbang seringkali orang juga celaka karena pada dasarnya mereka tidak memiliki ilmu yang cukup untuk meyakinkan dirinya dalam melakukan sesuatu yang baik. Kenapa saya mengatakan melakukan sesuatu yang baik, karena pada dasarnya melakukan sesuatu yang buruk merupakan keyakinan yang dibisikkan oleh syaitan dikarenakan memiliki ilmu yang sedikit. Jadi, jika kita tidak memiliki pondasi yang kuat guna memutuskan sesuatu yang haq maupun bathil, maka tunggulah saatnya kita terperosok ke dalam hal yang bathil. Karena mereka yang memiliki ilmu sedikitlah yang sesungguhnya akan jatuh pada hal yang bathil. Namun, hal tersebut lantas akan membuat orang yang memiliki ilmu dan pondasi yang kuat merasa diri mereka juga aman dalam melakukan sesuatu pasti mengaah pada yang haq. Untuk mereka yang memiliki ilmu dan pondasi yang kuat juga akan terperosok ke dalam hal yang bathil jika tidak mampu mengontrol nafsunya untuk tidak bersifat takabbur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi Nikmat. Karena pada dasarnya kita seharusnya selalu menyertakan Alloh dalam diri kita. Syaitan tidak hanya mengganggu mereka yang memiliki ilmu dan pondasi lemah, namun mereka juga mengganggu para pemilik ilmu yang tinggi dengan pondasi yang kuat pula. Maka dari itu selalu beristighfar, karenahal tersebut yang selalu mengingatkan kita bahwa ada Alloh yang memberikan sekgala ilmu dan memberikan maaf atas dosa yang tidak kita sadari di dunia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dzat yang maha kuasa melarang setiap umatnya untuk berlaku sombong meskipun ada sekecil buah zahra. Manusia yang cepat merasa puas adalah manusia sombong, kenapa ? karena di dalam hatinya sudah terdecik adanya rasa memiliki ilmu pengatahuan baik dunia maupun akhirat yang sudah terasa mapan. Padahal Nabi telah bersabda untuk selalu memperdalam keimanan maupun ilmu pengetahuan dengan begitu allah akan mengangkat derajat suatu kaum tersebut. Karena Allah berfirman, "Aku tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubah".

    ReplyDelete
  63. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya menyadari bahwa seseorang terkadang mudah untuk tergoda dengan jubah kesombongan baik itu secara sadar maupun tidak sadar. Ini karena salah satu sifat lemahnya manusia. Semoga kita semua dapat membumi saat telah menguasai suatu ilmu pengetahuan. Layaknya padi semakin berisi maka akan semakin merunduk. Perlu disadari bahwa kecerdasan dan pengetahuan yang kita miliki juga berkat keridhoan Tuhan membuka hati dan pikiran kita. Namun, ketika secara tidak sadar kita merasa sombong dengan apa yang dimiliki maka yang dapat dilakukan manusia hanyalah mohon ampun pada Allah SWT. Sungguh Maha Besar Allah yang mana selalu membukakan pintu maaf bagi para hamba-Nya.

    ReplyDelete
  64. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Cerita yang sangat menginspirasi, terima kasih Prof.
    Cerita tersebut dipaparkan dengan sangat baik tanpa meninggalkan humornya. cerita tersebut mengisahkan seorang yang tengah menimba ilmu beserta keraguan-keraguan yang dialaminya. dengan alibi mengikuti perlombaan menjunjung langit, Prof Marsigit memaparkan dengan sangat baik sifat dan sikap yang tidak boleh dipelihara saatr tengah mencari ilmu. Banyak di antara orng-orang yang mengikuti perlombaan menjunjung langit pada akhirnya jatuh dan mati. Di antaranya orang yang sombong, orang yang mengira dan menilai dirinya sendiri telah memiliki segalanya, orang yang cantik dan mengagungkan kecantikannya pada akhirnya binasa dalam perlombaan tersebut. Dapat ditarik hikmah bahwa mencari ilmu tidak mensyaratkan kecantikan, tidak mengharuskan memiliki banyak harta, namun mencari ilmu harus memiliki kesabaran dan senantiasa rendah hati

    ReplyDelete
  65. "Wa Fauqo Kulli Dzi 'Ilmin 'alim" menyatakan bahwa di atas langit masih ada langit, sepandai-pandainya seseorang masih ada yang lebih pandai lagi. Walaupun terhadap manusia yang paling pandai di dunia ini, Allah lah yang terpandai, ilmu Allah jika dituliskan dengan tinta berupa air laut dan samudra di dunia ini, niscaya semua air itu telah habis sebelum habisnya ilmu Allah untuk ditulis. Sifat sombong (Keagungan) hanyalah milik Allah semata, sehingga ciptaan tidak berhak menyandangnya, terlebih bagi seorang yang masih dalam perjalanan mencari ilmu. Sifat rendah hati dan merasa belum memiliki apapun penting untuk dilestarikan, karenanya dengan sifat tersebut seseorang akan terus belajar dan terus belajar untuk mengatasi kehausannya akan ilmu pengetahuan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  66. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menuntut ilmu itu sebagai ibadah dan merupakan suatu perintah Allah SWT. Jangan menyombongkan diri terhadap Allah dengan tidak melaksanakan ibadah atau perintah-Nya. Jangan pula merasa puas dengan ilmu yang kita peroleh sangat ini, karena ilmu yang kita peroleh saat ini mungkin hanya sebutir dari hamparan pasir yang luas. Sedangkan menuntut ilmu itu harus ikhlas. Al-Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya suatu amalan tanpa keikhlasan dan tanpa mencontohi Nabi SAW adalah seperti seorang musafir yang memenuhi begnya dengan pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat baginya.”
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  67. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikm wr wb.Termakasih banyak pak.Rasannya cerita ini, sangat mengharukan.Ada makna tersirat yang bermain dalam cerita ini.Kebanggaan memang semestinya tidak semata-mata dituangkan dalam rasa gembira, tapi juga menangis adalah sebuah ekspresi kebahagiaan.Dan menurut saya, menangis adalahsebuah ungkapan kebahagiaan yang indah.Orang yang berilmu tidak akan menganggap dirinya berilmu,sebab karena dia merasa masih ada orang yang berilmu di atasnya.Orang yang berilmu pastinya memiliki sifat rendah hati.Umpamanya padi” semakin bersisi semakin merunduk”.Dan orang yang berilmu, tidak akan pernah lupa terhadap Allah.Orang yang berilmu tidak akan pernah lupa berusaha dan berdoa.Karena kalau ada orang yang hanya berusaha tapi tidak berdoa kepada Allah,itulah yang disebut sombong.Kalau ada orang yang hanya berdoa tapi tak pernah berusaha itu disebut pemalas.Sebaik-baiknya orang yang berilmu yaitu orang yang mengharapkan rodho Allah Subhana huwata ala.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Pelajaran menarik dari elegi Kutarungu Menjunjung Langit ini, saya dapat memahami bahwa sebaik - baik orang menuntut ilmu adalah mereka yang senantiasa berusaha untuk ikhlas, rendah hati, dan berpikir kritis. Mereka tidak sedikitpun memiliki sifat sombong, sekalipun ilmu yang mereka miliki sudah sangat banyak atau tinggi. Kesombongan akan ilmu yang dimiliki hanyalah akan menjerumuskan mereka ke dalam lingkaran keburukan yang sesat. Sebaik - baik orang yang berilmu adalah mereka yang mau mengajarkannya dan mengamalkannya untuk kebaikan dan kebermanfaatan bagi sekelilingnya. Dengan demikian, kunci dalam sukses mencari ilmu adalah dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir, mau berpikir kritis, serta menjauhkan diri dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  69. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terimakasih atas tulisannya pak, dari sini saya memahami bahwa tidak ada gunanya kesombongan itu. Bahwa kesombongan merupakan perusak segalanya. Dengan kesombongan akan mematikan perasaan seseorang, bahkan ilmupun akan mati karenanya. Menuntut ilmu adalah kewajiban tiap orang. Dengan ilmu kita dapat mengetahui apa sesungguhnya ilmu itu dan untuk apa ilmu itu. Dalam proses menuntut ilmu sangat diperlukan iklas dan rendah hati. Karena dengan iklas dan rendah hati seseorang akan terhindar dari kesombongan. Semoga kedapannya saya dapat terhindar dari kesombongan.

    ReplyDelete
  70. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Kesombongan adalah musuh dari pengetahuan, sementara untuk mendapatkan ilmu yang Purna harus melalui proses kematian. Tentu tidak ada manusia yang sempurna dalam menggali ilmu. Keterbatasan yang dimiliki manusia itulah yang harus disadari dalam menuntut ilmu. Mungkin tidak ada satupun manusia yang dapat memperoleh ilmu secara sempurna. Hal yang menjadi landasan manusia untuk berilmu adalah kerendahan hati untuk menolong sesama.

    ReplyDelete
  71. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Hal yang paling merusak dan sangat buruk adalah kesombongan. banyak hal yang tidak akan berarti karena didasari oleh kesombongan. Bahkan orang berilmu jika memiliki sifat sombong juga akan terjatuh ketika memanjat langit. Maka sebenarnya apa yang bisa disombongkan pada diri ini, karena sebenar-benar yang kita miliki sekarang adalah tidak memiliki apapun. Semua yang kita anggap milik kita hanyalah titipan Tuhan yang akan diambil kembali, bukankah kita sejatinya milik Tuhan juga.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  72. Sifat sombong dapat membuat seseorang terperosok ke jurang kegelapann. Seseorang yang merasa sudah mempunyai banyak ilmu, seseorang pemberani tanpa ilmu, seseorang yang memiliki sedikit ilmu tetapi tidak berusaha menambah ilmu, seseorang yang merasa memiliki ilmu dunia dan akhirat, seseorang karena kedudukan di dunia merasa mampu mengatur segalanya, seseorang yang dilihat orang lain merasa mampu melakukan segalanya. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia dalam menggapai sesutau tujuan haruslah dengan ikhlas, jauhilah sombong dengan kesadaran dalam hati untuk rendah hati, selalulah merasa bahwasanya diri kita ini masih kurang dalam ilmu dunia dan akhirat, selalulah berdoa meminta pengampunan atas tindakan kita yang disadari ataupun tidak sikap khilaf kita yang mungkin juga terkadang ada setitik rasa sombong di dalamnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  73. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari elegi di atas, saya dapat mengambil simpulan bahwa kesombonganlah sebenarnya yang menjadi penghambat pahala kebaikan. Kesombongan juga bisa menghilangkan segala apa yang seharusnya ada. Maka dari itu, sebagai manusia harus senantiasa belajar ikhlas dalam segala hal untuk menghilangkan kesombongan. Selain itu, kita juga harus selalu yakin bahwa tidak ada daya kekuatan yang lebih besar selain Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  74. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Banyak pesan tersirat dalam cerita dalam artikel ini, terutama untuk selalu mengedepankan sifat rendah hati meskipun apa yang kita miliki lebih dibandingkan orang lain, karena masih ada banyak yang lebih dari kita. Di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  75. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sifat rendah hati sangat diperlukan dalam kehidupan bersosial sehari-hari. Kesombongan akan menghancurkan segalanya, bahkan sepintar-pintarnya dan sekaya-kayanya manusia di bumi tidak ada yang bisa memangku langit. Manusia hanya bagaikan titik kecil dibandingkan jagat raya dan seisinya, tidak ada apa-apanya di hadapan Allah swt. Ilmu dan kekayaan tidak untuk disombongkan dengan maksud mendapat apresiasi dari sesama manusia, tetapi untuk dibagikan dan diturunkan. Dengan membagikan ilmu maka orang lain pun akan mengapresiasinya tanpa harus dengan kesombongan.

    ReplyDelete
  76. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih prof untuk tulisannya. Tulisan ini benar-benar menjadi pengingat bagi kami agar menjauhi sifat dan perilaku sombong. Terkadang status seseorang seperti jabatan atau mungkin hanya status mahasiswa pascasarjana bias menjadi celah masuknya rasa sombong. Padahal Allah sudah memberi tahu pada manusia bahwa iblis dikeluarkan dari surge salah satunya Karena sifat sombong yang dimilikinya. Ia yang terbuat dari api merasa lebih baik dari Adam yang diciptakan dari Tanah. Sehingga berprofesi sebagai apapun, kita harus menjauhi dan menutup pintu masuknya rasa sombong. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan menjauhkan kita dari rasa sombong. Aamiin

    ReplyDelete
  77. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dalam menjunjung langit, bumi adalah adalah sebagai juru bicaranya. Kemudian saya artinya sebagai ilmu pengetahuan yang ada dipikiran kita yaitu yang ada di langit maka seharusnya kita kaitka juga dengan yang ada dibumi, karena kenyataan adalah perwujudan dari pikiran kita dan yang kita lihat di kenyataan akan kita pikirkan. Namun dalam menggapai ilmu tersebut kita sebaiknya bersifat ikhlas dan berpikir kritis agar ilmu yang kita pikirkan tidak menjadi sia-sia. Selain itu, dalam menggapai ilmu, salah satu sifat yang perlu kita hindari adalah sifat sombong, sifat sombong ini bisa dalam artian merasa sudah memiliki ilmu sehingga tidak ingin belajar lagi. Oleh karena itu peserta lomba dikatakan mati, dalam konteks ini mati bisa berarti salah atau gagal, dll. Bahkan dalam elegi di atas Sang Begawat pun juga dikatakan mati, dari hal ini kita perlu menyadari bahwa dalam menggapai ilmu semua manusia sama yaitu sama-sama teracam mitos, baik bayi, anak-anak, orang dewasa bahwa Begawat sekalipun. Oleh karena itu, bersikap merendah hati terhadap ilmu akan menghidarkan kita terhadap sifat sombong dan membantu kita menumbuhkan rasa ikhlas baik pikir maupun hati serta kemampuan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  78. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit karena telah memberikan pengibaratan yang amat panjang dan bermakna hanya untuk mendeskripsikan dan memaparkan betapa ruginya memiliki sifat sombong. Ketika manusia sudah merasa tinggi hati dengan apa yang dia punya dan dia telah merasa memiliki segala nya, maka itulah sebenar-benar hati yang mati. Dalam ranah spiritualisme, sombong termasuk salah satu penyakit hati yang amat sangat tidak disukai oleh Allah dan tanpa disadari kita sebagai umatnya juga sulit menghindari hal itu meskipun hanya sebesar biji sawi. Cerita sang Cantraka benar-benar memberikan hikmah yang begitu besar bagaimana disaat ia melakukan perlombaan menjunjung langit, ia melihat banyak sekali yang terjatuh karena tidak kuat dan akhirnya mereka mati, termasuk gurunya, sang Bagawat. Maka sebanyak dan sebesar apapun ilmu, paras, materi, dan apapun yang telah kita miliki dan telah kita capai dalam hidup, kuatlah dan jauhkanlah diri kita dari rasa sombong, jangan sampai kita merasa takabur dan merasa telah memiliki segalanya daripada orang lain. Ingatlah, di atas langit masih ada langit. Sehebat-hebat kita masih ada yang lebih hebat. Sebaik-baik Dzat yang pantas dan boleh bersombong adalah Sang Pencipta alam dunia ini. terimakasih Cantraka dan Bagaawat, semoga pesan ini sampai dihati para pembaca yang lainnya. Amin.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  79. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana


    Postingan Kutarunggu menjunjung langit ini menguraikan kepada pembaca bahwa sebenar-benarnya belajar itu adalah ketika kita ikhlas dan selalu merasa masih kurang dalam pengetahuan. Karena sifat sombong atau merasa sudah yang paling tahu mengenai suatu hal maka tidak jarang akan ada penolakan-penolakan yang terjadi dalam diri ketika sedang belajar. Jika ada penolakan dalam diri maka ilmu yang disampaikan atau yang dipelajari itu tidak dapat diambil maknanya. Ini merupakan teguran kepada kita dan peringatan kepada kita. Kita ini bukanlah sosok yang sempurna, akan tetapi sesosok yang penuh dengan kekurangan, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT. Allah SWT yang memiliki yang ada dan yang mungkin ada dalam diri kita. Sudah seharusnya kita meminta kepada sang Pemilik dan menggapai ridhoNya. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang ingin belajar karena ketidak tahuan dan kebutuhan, semoga kita termasuk orang-orang yang diridhoi-Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  80. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik sekali cerita diatas, tentang kesombongan dan keikhlasan. Orang yang tidak mau menambah ilmu ternyata merupakan orang yang sombong karena dia merasa ilmunya sudah cukup. Pun orang yang merasa punya ilmu yang sempurna juga merupakan orang sombong, karena sebenar-benar yang berilmu adalah Allah SWT. Oleh karena itu dalam mencari ilmu kita harus hati-hati supaya tidak termasuk orang yang sombong, caranya dengan selalu ikhlas dan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  81. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Itulah yang dapat saya tangkap dari kisah di atas. Orang-orang yang pandai baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat akhirnya mati atau kalah karena kesombongannya sendiri. Itu menjadi pesan kepada kita semua betapapun tinggi ilmu yang kita sudah punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas. Kita harus belajar lagi, belajar lagi, dan belajar terus sampai hayat yang menghentikan kita

    ReplyDelete
  82. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pengalaman yang sangat mengesankan. Bukankah pengalaman juga ilmu? Bahkan bisa dikatakan ilmu yang sangat berharga bukan? Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda, kecil ataupun besar, si kaya ataupun si miskin, guru ataupun siswa, dosen ataupun mahasiswa, dst. Tidak hanya sebatas mencari ilmu, tapi bagaimana ilmu itu bisa diterapkan, bagimana ilmu itu bisa diamalkan, bagaimana ilmu itu bermanfaat bagi dirinya maupun orang banyak, bagaimana ilmu itu merendahkan hatinya, bagaimana ilmu itu tidak membuat merasa puas. Dan bagimana selalu menjalin silaturahmi dengan seorang guru yang telah mengajarkan kita banyak ilmu. Kenapa silaturahmi dengan guru penting? Selain kita membutuhkan ilmu dari seorang guru, kita juga membutuhkan doa restu beliau, supaya ilmu kita manfaat.

    ReplyDelete
  83. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pendidikan tidak terbatas dengan umur, janganlah menjadi orang yang puas diri walaupun kita telah memiliki gelar yang banyak karena pendidikan sepanjang hayat. Cara untuk mencapai pendidikan tersebut adalah dengan belajar dengan proses meraih ilmu secara terus menerus diiringi rasa ikhlas. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kita meyakini bahwa masih terdapat orang yang memiliki ilmu yang lebih tinggi dan ilmu selalu hidup dan berkembang. Sehingga apabila kita sudah puas diri maka hal itu menjadi ketertinggalan bagi diri kita.

    ReplyDelete
  84. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    dari percakapan antara Centraka dan Begawat tersebut saya dapat mengambil hikmah bahwa kesomobongan bisa membinasakan. kita harus berhati-hati jangan sampai ada kesombongan sedikitpun di dalam hati. orang yang berilmu, bukan yang pandai hanya menggunakan akalnya namun juga pandai mengelola hatinya, pandai memposisikan diri (rendah hati), kemudian dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas jangan memiliki motif yang terselubung atau hanya pencitraan agar dianggap baik oleh gurunya. terimakasih banyak untuk nasehatnya ini prof :')

    ReplyDelete
  85. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs P.Matematika C

    Dalam menuntut ilmu, seseorang secara tidak langsung harus keluar dari tempat tinggalnya guna mencari tempat untuk menimba ilmu, maka pasti dalam perjalanan akan mendapati pelajaran dan pengalaman yang tidak akan didapatkan apabila hanya berdiam diri di rumah. Jika seseorang menempuhm perjalanan dengan niat menuntut ilmu karena mencari ridho dari Allah, Insya Allah akan selalu dalam rahmad serta hidayahNya.

    ReplyDelete
  86. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas menurut pandangan saya analogi yang digunakan pada perlombaan menjunjung langit yaitu semua kegiatan, semua aktifitas kita sehari-hari ini yang mana penyelenggaranya adalah Allah SWT. Dan insyaAllah yang sukses adalah orang-orang yang bersih hatinya dan iklas menjalankannya. Perlombaan ini sejatinya adalah perlombaan menggapai Allah, memenuhi tugasnya sebagai manusia. Dan yang dilakukan pun bermacam-macam meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga kegiatannya, sikap dan perilakunya pun macam-macam. Ada orang yang sombong tidak mau mencari ilmu, maka dia dikatakan mati. Sehingga pesan mendalam yang ingin disampaikan elegi ini yaitu bahaimana kita agar tidak sombong, haruslah ikhlas dalam menjalani kehidupan. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan agar selalu berada di bawah naungannya agar kita semua berhasil dalam melakukan lomba menjunjung langit ini, maknanya agar kita sukses dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  87. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diingunkan, kita sebaiknya menuntut ilmu harus dilandasi dengan hati yang ikhlas. Karena orang yang ikhlas dalam menuntut ilmu akan menggunakan ilmunya untuk hal-hal positif. Maka itulah sebenar-benarnya menuntut ilmu. Sedangkan orang yang menyombongkan diri dan angkuh dalam menuntut ilmu, dia akan membawa bencana pada dirinya sendiri. Oleh karena itu kita harus selalu rendah hati dan ikhlas dalam menuntut ilmu karena semakin kita menuntut ilmu ternyata masih banyak yang belum kita ketahui di dunia ini, jadi tidak sepantasnya kita menyombongkan diri.

    ReplyDelete
  88. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Elegi ini mengandung banyak nilai kehidupan. Banyak orang yang menuntut ilmu tidak disertai dengan keikhlasan. Mereka lebih mempersoalkan urusan dunia yaitu bagaimana terlihat sempurna di mata orang lain. Golongan orang ini lebih mementingkan kepentingan pribadi serta mudah merasa puas atas pencapaiannya sehingga membuat dirinya hanyut dalam kesombongan. Dengan demikian, pelajaran bagi kita semua bahwa bak langit yang tidak perlu menjelaskan jika tinggi maka manusia juga tidak perlu menjelaskan dan memamerkan akan kelebihan diri karena sesungguhnya waktulah yang akan membuktikan semuanya pada ruang yang tepat. Dan tiadalah waktu bagi manusia untuk berhenti menuntut ilmu selain ajal yang sudah menjemput. Di samping itu pelajaran lain yang bisa kita petik bahwa manusia tidak pernah luput dari salah dan dosa maka mohonlah selalu petunjuk dari-Nya.

    ReplyDelete
  89. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Dalam kutarunggu Menjunjung langit dimaknai sebagai proses dimana manusia menjunjung Allah sebagai junjungannya. Ketika manusia semakin ingat mengenai dosa. Manusia mulai menggapai kebenaran dan memahami mengenai apa yang harus dan yang tidak seharusnya terjadi.

    ReplyDelete
  90. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dari penggalan cerita diatas terdapat seorang raja yang penampilannya luar biasa, dan memiliki banyak pengikut. Raja tersebut berusaha mengangkat langit dan dia terjatuh lalu mati. Menurut sang guru, raja tersebut berperilaku terlalu sombong karena kedudukannya sebagai raja yang memiliki kuasa untuk meengatur dunia dan sang guru berkata kematiannya itu karena kesombongannya sendiri. Kesombongan merupakan penyakit hati yang dimiliki oleh setiap manusia. Kesombongan sendiri dapat timbul dari berbagai alas an, yaitu harta, tahta, rupa dan bahkan kesombongan juga dapat berasal dari ilmu. Manusia yang memiliki ilmu yang lebih dari manusia-manusia lain, jika dirinya tidak dapat menjaga kerendahan hatinya maka akan munculah kesombongan dalam dirinya dan membuat keilmuan yang dimilikinya tidak akan bermanfaat bagi sekitarnya

    ReplyDelete
  91. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari postingan bapak tentang "Kutarunggu Menjunjung Langit", saya mendapatkan hikmah bahwa kita tidak boleh sombong. Sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Orang-orang yang pandai baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat akhirnya mati atau kalah karena kesombongannya sendiri. Setinggi-tingginya ilmu seseorang, akan menjadi tidak bermanfaat dan menjadi musibah apabila ia sombong. Sebagai manusia, hendaknya kita selalu ikhlas dan rendah hati. Kita tidak boleh sombong dan cepat puas. Kita harus banyak membaca dan terus-terus belajar sampai akhir hayat.

    ReplyDelete
  92. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Segala sesuatu yang kita lakukan pasti ada ilmunya. Kita harus terus mencari ilmu dimanapun, kapanpun. Hendaknya jangan merasa bosan untuk mencari ilmu. Namun, Setinggi apapun ilmu jika diliputi oleh kesombongan maka akan padamlah ilmu yang telah kita miliki itu. Tak akan berarti jika ilmu itu diliputi dengan kesombongan. Semoga kita dilindungi dari sifat sombong.aamiin

    ReplyDelete
  93. Latifah Fitriasari
    PM C

    Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Hal itu tak hanya buruk bagi siapapun, namun juga dapat membuat seseorang berperilaku tercela. Karena sifat tersebut salah satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT dan juga dibenci oleh manusia. Jika kita terlalu sombong maka kesombongan itulah yang akan menghancurkan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  94. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari dialog kutarungu menjunjung langit diatas, diperoleh bahwa jika kita terlalu menggebu gebu dalam menggapai dunia tanpa berusaha menggapai ridhonya, maka akan terancam oleh kematian. Kematian yang dimaksud ini adalah kegagalan, kesalahan, ketidaktahuan, hingga berarti panasnya api neraka. Sehingga selagi kita mampu untuk mencari ilmu, maka jangan lupa untuk mencari ridhonya kapan pun dan dimanapun kita berada.

    ReplyDelete
  95. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi ini memberikan pembelajaran kehidupan bagi kita bahwa sesungguhnya ilmu hanya milik Allah SWT. Ilmu yang kita miliki tidaklah sempurna oleh karenanya janganlah bersikap sombong atas ilmu yang terbatas tersebut. Setinggi-tingginya ilmu akan kalah dengan motif/niat. Jika dalam memperoleh ilmu tidak diawali dengan niat yang baik dan ikhlas maka ilmu yang diperoleh pun akan menjadi tidak bermakna dan hanya kesombongan lah yang akan diperoleh. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  96. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    astagfirullah halazim
    semoga selalu dalam lindungan Allah swt, aamiin ya allah
    berdasarkan artikel diatas mengingatkan saya bahwa tak ada yang tak mungkin untuk "mati" sebesar apa ilmu yang dimiliki, tinggi apa jabatan yang disinggahi, secantik apa paras yang dikaruniai dan sebagi apa seorang guru. mereka tetap hambah yang memerlukan pertolongan dari Allah, karena hanya manusia yang ga luput dari kesalahan. bahkan diri saya sendiri dan mungkin pengkritik yang lainnya.
    terimakasih pak untuk ilmunya, menjadikan saya belajar untuk lebih bersyukur dan tidak sombong. serta memaklumi kesalahan orang lain, karena saya sendiri jauh dari baik

    ReplyDelete
  97. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Elegi ini memberikan pesan bahwa sebanyak-banyaknya ilmu yang kita miliki, kita tidak boleh sombong dan merasa jika hanya kita lah yang memiliki ilmu paling tinggi. Orang-orang yang berpikir demikian, pasti akan mendapat balasan yang setimpal. Dalam elegi ini digambarkan jika seseorang merasa paling pintar, kemudian dia merasa bisa menjunjung langit, maka dia akan terjatuh dan meninggal. Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa sombong dan berpikir dia lah yang paling kuat yang dapat memenangkan sayembara menjunjung langit, sehingga dia mendapat balasan atas kesombongannya tersebut

    ReplyDelete
  98. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Takabbur atau sifat sombong hanyalah Milih Tuhan semata. Walaupun memang dalam diri manusia terdapat semua sifat Tuhan, namun sifat takabbur disuahakan jangan pernah ditampakkan sama sekali. Karena yang Maha Besar adalah Tuhan. Jika seseorang lupa akan kuasa Tuhan yang begitu besar maka akan menerima balasan yang tidak pernah disangka-sangka. Dalam filsafat, jika seseorang lebih pada sifat sombong mereka, maka apa yang menjadi pengetahuan mereka akan condong pada mengutamakan logika dibandingkan dengan hati. Hal ini akan membahayakan bagi dirinya dan juga bagi mereka yang mengikuti pemahamannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  99. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    tidaklah ada yang pantas untuk disombongkan. sekalipun orang tersebut sangat cerdas, menemukan sesuatu yang baru, dia tidak boleh merasa puas sehingga tidak menggali ilmunya lagi. sifat itu dapat membunuh diri sendiri dan yang pasti membuat seseorang itu merugi.

    ReplyDelete
  100. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Bagaimana sifat sombong dalam diri manusia dapat mematikannya. Padahal sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Tuhan, namun saat ini sifat sombong dengan merasa sempurna menjadikan manusia lalai menggali ilmunya, lalai berbuat kebaikan dan sebagainya. Padi semakin berisi semakin merunduk, seharusnya orang yang berilmu semakin rendah hati.

    ReplyDelete
  101. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs pM B 2017

    sebuah kalimat diatas, mampu memberi sedikit gambaran terkait tentang esensi mengangkat lagi. Kalimatnya sebagai berikut "Maka sayembara mengangkat langit itu sebetulnya sayembara mencari ilmu". Dari kalimat tersebut menjelaskan apa sebenarnya esensinya adalah ilmu. Dalam mencari ilmu seseorang tidak akan mendapatkan suatu ilmu yang berkah jika, didalam hatinya memiliki niat yang buruk dengan ilmu tersebut. Bahkan tidak jarang ilmu yang dimiliki digunakan dalam jalan yang salah, serta disertai dengan kesombongan. Maka ia tidak akan pernah menjunjung langit.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  102. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa jangan pernah sombong akan suatu hal telah dilakukan dan ikhlaslah dalam melakukan segala yang direncanakan. Pengetahuan didapatkan secara bertahap, tidak dalam waktu singkat yang instan. Nikmati waktu untuk belajar agar hasil yang didapatkan sesuai yang diinginkan.

    ReplyDelete
  103. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Pendidikan tidak terbatas dengan umur, pendidikan sepanjang hayat. Salah satu mencapai pendidikan adalah dengan belajar. Belajar adalah proses meraih ilmu secara terus menerus diiringi rasa ikhlas. Setinggi-tinggi ilmu, masih terdapat ilmu yang lebih tinggi. Oleh karena itu, mencari ilmu tidak akan pernah habisnya karena ilmu selalu hidup dan berkembang.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  104. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi ini sangat menyentuh hati. Berdasarkan elegi ini ada beberapa poin yang dapat saya tangkap yaitu:
    1. Sebenar-benar ilmu adalah milik Allah SWT.
    2. Kunci memperoleh ilmu adalah keikhlasan dan berpikir kritis.
    3. Dalam menggapai atau memahami ilmu kita membutuhkan Ridho Allah SWT, karena jika tidak dpat mengancam kematian. Kematian disini berarti gagal, tidak tahu, tidak sadar, salah ruang , salah waktu, dosa dll.
    4. Kita selayaknya menggunakan ilmu sebaik-baiknya dan jangan lupa berbagi ilmu.
    5. Mempertahankan prestasi yang diraih dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  105. Menjunjung langit berarti memperoleh ilmu. Jika kita mampu menjunjung langit artinya kita mampu memperoleh imu. Hanya yang memiliki keikhlasan dan mau berpikir kritislah yang bisa memperoleh ilmu. Tidak bisa jika hanya Ikhlas atau berpikir kritis saja namun harus meliputi keduanya. Kesombongan dapat menghambat kita memperoleh ilmu entah karena sombong telahmemiliki ilmu atau merasa kuat atau punya wewenang, dll. Pasrah juga dapat menghambat menuntut ilmu oleh karena itu keikhlasan dan mau berpikir merupakan kunci memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  106. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Mendapatkan ilmu, sebagaimana mendapatkan suatu hal lain, memerlukan perjuangan. Tidak dapat serta merta kita mendapatkan ilmu tanpa usaha, minimal berusaha untuk berpikir dan menyadari keilmuan tersebut. Tidak semua orang dapat mendapatkan ilmu dalam tingkatan kebaikan, ilmu yang diberkahi.Mereka adalah yang dengan sungguh-sungguh ingin mendapatkan ilmu, dan melakukan usaha untuk mendapatkan ilmu tersebut dengan jalan yang baik. Mereka memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam hati dan pikirannya. Setiap iktiarnya senantiasa diliputi dengan doa-doa. Semua itu akan sesungguhnya sebaik-baik bekal kita dalam mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan, karena hanya orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan pemikiran kritis yang akan berhasil mendapatkan pengetahuan dan keberkahannya.

    ReplyDelete
  107. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Sebagai seorang manusia kita seharusnya menyadari bahwa diatas langit masih ada langit. Maka kita tidak boleh memiliki kesombongan dalam diri kita. Seharusnya dengan memiliki ilmu kita menyadari bahwa ilmu yang kita miliki itu hanyalah sebagian kecil dari ilmu yang ada. Kita harus memahami bahwa sebenarnya diri kita belumlah paham. Dengan begitu kita akan terus belajar dengan keikhlasan dan menghilangkan kesombongan karena setiap yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  108. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menyatakan, Tidaklah boleh berlaku sombong. Ilmu yang dimilik manusia masih sangat sedikit daripada Ilmu Yang Dimiliki oleh Allah. Maka manusia tidak boleh berlaku sombong. Di atas langit masih ada langit yang lain. semua yang ada pada diri manusia adalah titipan, termasuk potensi yang ada pada diri manusia, karena ini hanya titipan, maka kembangkan potensi yang telah diberikan dan terus belajar dengan ikhlas, serta belajar ikhlas juga diperlukan. seperti Langit yang mempunyai tingkatan, tetapi langit tidak melupakan bumi.

    ReplyDelete
  109. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Menuntut ilmu itu diperlukan keikhlasan. Kita harus ikhlat hati dan ikhlas pikir. Karena dengan adanya keikhlasan dan kesungguhan maka kita dapat menguasai ilmu. Keikhlasan ini akan meleburkan rasa sombong dalam diri kita dan menimbulkan rasa rendah hati. Sehingga kita akan selalu haus akan ilmu, yang menjadikan kita selalu mengejar ilmu. Terimakasih

    ReplyDelete
  110. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dari elegi ini bisa diambil hikmahnya, bahwa hanya mereka yang memiliki hati bersih dan pikiran yang kritis yang dapat memeroleh ilmu. Walaupun ilmu adalah milik Allah, usaha yang telah dilakukan bagi mereka yang mau berusaha ini akan membuahkan hasil yaitu diperolehnya ilmu pengetahuan. Namun perlu diingat bahwa ilmu pengetahuan yang telah diperoleh ini semestinya digunakan untuk tujuan yang baik, ilmu yang diperoleh ini haruslah dibarengi juga dengan keadaan hati yang tulus ikhlas. Satu hal yang paling penting dalam memeroleh ilmu yaitu janganlah sombong. Bentuk kesombongan ini banyak menjerumuskan orang yang justru telah memeroleh ilmu. Kesombongan karena menganggap telah berilmu dapat menjerumuskan kedalam ketamakan. Merasa telah cukup berilmu pun ternyata dikatakan sombong karena tidak berusaha melengkapi ilmunya. Sehingga wajar kiranya, semakin berilmu seseorang maka semakin santun ucapan dan perilakunya (tidak sombong) dan terus berusaha memperbaiki/menambah ilmunya karena belajar adalah tugas setiap insan di muka bumi ini.

    ReplyDelete
  111. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Itulah yang dapat saya tangkap dari kisah di atas. Orang-orang yang pandai baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat akhirnya mati atau kalah karena kesombongannya sendiri. Itu menjadi pesan kepada kita semua betapapun tinggi ilmu yang kita sudah punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas. Kita harus belajar lagi, belajar lagi, dan belajar terus sampai hayat yang menghentikan kita

    ReplyDelete
  112. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Ilmu itu dapat memberikan manfaat. Namun, ilmu juga dapat memberikan dampak negative atau malapetaka, jika si pemilik ilmu sombong akan ilmu yang ia miliki. Padahal semakin tinggi ilmu kita seharusnya semakin membuat kita semakin rendah hati bukannya sombong. Ibaratkan padi, semakin berisi semakin merunduk, maka manusia yang berilmu harus semakin rendah hati. Karena orang yang terus belajar dan mencari ilmu akan semakin merasa kecil dihadapan sang pemilik ilmu. Bukan malah sombong, jika orang berilmu sombong, maka kesombongan itu yang akan memusnahkannya.

    ReplyDelete
  113. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dari elegi ini saya memahami bahwa jangan berhenti untuk mencari ilmu dan jika sudah memiliki ilmu jangan sombong dan selalu rendah hati karena sebenar-bennarnya ilmu dari Allah SWT. Untuk mencari ilmu harus dengan ikhas dalam hati untuk mencarinya dan berprikir kritis. Dengan ikhlas dan berpikir kritis akan dimudahkan dalam mencari ilmu. Selalu menyertakan Allah dalam mencari ilmu agar ilmu yang dicari mendapat ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  114. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Keseimbangan dalam menggapai dunia dan akhirat adalah kunci kesuksesan. Jika hanya menggapai dunia maka yang ada adalah lupa akan akhirat dan sesorang pasti hanya akan mementingkan dan memikirkan urusan duniawi, sehingga timbullah rasa sombong dalam diri seseorang karena dia tak ingat akan akhiratnya, tidak ingat akan Tuhannya.

    ReplyDelete
  115. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas eleginya, Prof. Dari elegi ini saya mendapatkan banyak pelajaran hidup. Memang benar bahwa sebagai manusia kita tidak boleh sombong walaupun telah memiliki banyak ilmu, karena sesungguhnya ilmu Allah itu sangat luas dan kita mungkin hanya memiliki sedikit di antaranya. Kemudian, saya juga setuju bahwa kita diwajibkan untuk terus mencari ilmu, seperti kata pepatah, “Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Kemudian, dengan ilmu itu, kita juga harus memberikan kebermanfaatan untuk orang lain.

    ReplyDelete
  116. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Elegi diatas mengandung pelajaran hidup yang dapat kita petik. Memang benar, dalam mencari ilmu janganlah cepat puas atau merasa dirinya sudah menguasai semua ilmu. Sesungguhnya ilmu itu tidak terbatas, apalgi ilmu yang Allah miliki sesuai dengan pepatah, di atas langit masih ada langit. Oleh karena itu orang yang berilmu haruslah selalu berusaha untuk menambah ilmunya. Dan kita harus ingat, sebagai manusia kita harulah menyeimbangkan antara ilmu dina dengan ilmu akhirat.

    ReplyDelete
  117. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari percakapan antara Cantraka dan Bagawat dapat dilihat bahwa orang-orang sombong mengalami kematian. somong merasa telah memiliki ilmu dunia, pemberani, menguasa ilmu, dll. Pembelajaran bagi kita bahwa jangan sombong dengan ilmu yang kita miliki, kaena sebenarnya apa yang kita miliki masih terbatas. Kembangkan ilmu dengan tetap memegang prinsip seperti padi, semakin berisi semakin merunduk, ingat dan tetap melibatkan Tuhan dalam menjalani kehidupan di dunia.

    ReplyDelete
  118. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  119. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya belajar bahwa sudah seharusnya sebagai manusia kita menimba ilmu yang bermanfaat sampai manapun dan kapanpun selagi masih diberi waktu dan kesempatan. Segala peluang harus dicoba dan diperjuangkan. Tiada seorang pun di dunia ini yang menguasai semua ilmu. Maka dari itu kita tidak boleh merasa puas dan bertinggi hati.

    ReplyDelete
  120. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih Prof atas eleginya. Setelah membaca elegi tersebut, yang saya dapat ambil dari elegi tersebut adalah bahwa kita tidak boleh mempunyai sifat sombong sedikitpun, karena sifat sombong dapat membawa celaka. Seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salllam bersabda : “Tidak akan masuk surga seseorng yang di dalam atinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi ..”(H.R Muslim no. 91).

    ReplyDelete
  121. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ma syaa Allah, elegi yang sangat bagus dan menarik prof. sebenar-benarnya orang yang mencari ilmu adalah orang yang ikhlas dan mau berpikir kritis. Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut. Ketika kita tidak serta merta menerima pembelajaran dari orang lain maka dalam pikiran kita telah terjadi proses menelaah sehingga kita akan memperoleh ilmu baru. Terimakasih prof telah membagikan tulisan yang sangat memotivasi.

    ReplyDelete
  122. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof atas ceritanya yang sangat menakjubkan dan menyentuh. Sebenar-benarnya orang yang mencari ilmu adalah orang yang ikhlas dan mau berpikir kritis. dari cerita tersebut, juga dikatakan bahwa sebenar benarnya ilmu adalah milik Allah SWT. oleh karena itu, kita sebagai manusia harus terus mencari ilmu, dan saat kita terus mencari ilmu, maka kita akan tau bahwa banyak hal yang kita belum tau. carilah ilmu dengan ikhlas dan jangan pernah sombong terhadap apa yang sudah didapatkan.

    ReplyDelete
  123. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terimakasih prof atas elegi yang luar biasa. Sebagai manusia tentunya kita semua berkewajiban menuntut ilmu, seperti pepatah yang sudah sangat familiar “tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri cina” dari situ terlihat betapa pentingnya menuntut ilmu. Namun dalam menuntut ilmu penting adanya sikap kritis terhadap ilmu yang di dapatkan. Tidak menerima dengan mentah-mentah namun juga menelaah setiap pengetahuan yang diterima. Pada saat itulah ada proses berpikir kritis.

    Apabila manusia sudah mendapatkan ilmu yang banyak sepantasnya lah ilmu itu harus bermanfaat sehingga manusia tidak akan sombong dengan ilmu yang dimilikinya. Karena sombong adalah jalan menuju kecelakaan.

    ReplyDelete
  124. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menjunjung langit disini merupakan memperoleh ilmu. Berdasarkan artikel ini, saya memperoleh pengajaran apabila telah memperoleh ilmu, janganlah bersikap sombong. Seperti halnya tumbuhan padi, semakin berisi semakin merunduk. Sebagai manusia yang telah memperoleh ilmu, bersikaplah rendah hati. Teruslah mencari ilmu dan tebarkan kebaikan dengan ilmu yang didapat.

    ReplyDelete
  125. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    dari elegi diatas yang dapat saya tangkap adalah kesombongan menjadi lawan yang akan selalu mengintai. dalam menuntut ilmu haruslah rendah hati, semakin banyak ilmu yang kita peroleh maka semakin rendah hati. kesombongan akan muncul jika kita sudah merasa paling hebat dan hal tersebut akan memberikan kerugian terhadap dirinya sendiri

    ReplyDelete
  126. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Uraian di atas mengandung banyak sekali nilai kehidupan. Salah satunya adalah sifat rendah hati terutama dalam menuntut ilmu. Hal ini sesuai dengan Imam Bukhari R.A “Bahwa barang siapa yang sombong dalam mencari ilmu, ia tidak akan mendapatkan ilmu”. Dalam menuntut ilmu senantiasa disertai dengan kerendahan hati, karena orang yang rendah diri dalam belajar yang paling banyak ilmunya. Sebagaimana tempat yang rendah adalah tempat yang paling banyak airnya.

    ReplyDelete
  127. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof, atas artikelnya yang berjudul Kutarunggu Menjungjung Langit yang sangat luar biasa. Disana disebutkan bahwa ada seseorang yang mengikuti pertandingan, dan orang tersebut telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, dan pada akhirnya ia mati tidak kuat menjunjung langit lalu terjatuh. Maka sesungguhnya ia adalah orang yang sombong. Seharusnya menjadi orang yang sudah berlimu maka tidak seharusnya merasa dirinya telah purna menuasai ilmu. Bahkan harus tetap mencari ilmu. Orang yang telah sombong tersebut matinya disebabkan karena kesombongannya.

    ReplyDelete
  128. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi diatas mengajarkan kita bahwa kesombongan hanya akan membawa kita pada keburukan dan kesengsaraan. Selain itu, Orang yang kurang ilmu pun juga tidak akan mampu mengangkat langit, karena ilmu itu penting. Sungguh merugi orang yang tidak berilmu. Namun harus kita sadari bahwa berilmu saja tidak cukup, kita harus memiliki iman sebagai pondasi kita, agar kesombongan tidak hadir dalam diri kita.

    ReplyDelete
  129. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Perilaku yang harus kita contoh sebagai seorang guru yaitu, meskipun beliau berilmu dan dihormati banyak orang beliau tetap rendah hati dan tidak sombong hal ini dikarenakan beliau memiliki keimananan yang kuat terhadap kuasa Allah. Terlihat dari kalimatya berikut ini,
    "Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab."

    ReplyDelete
  130. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi di atas menceritakan tentang perlombaan menjunjunh langit, atau perlomban dalam mencari ilmu. Dari elegi tersebut, pelajaran yang dapat diambil adalah dalam perjalanan mencari ilmu, kita harus selalu ikhlas dan berpikir kritis. Pencarian ilmu yang kita lakukan harus dilandasi dengan niat karena Allah. Jangan sampai saat kita mencari ilmu, yang kita kejar hanyalah dunia saja tanpa mengejar Ridho-Nya, karena hal yang demikian dapat membuat kita 'mati'.

    ReplyDelete
  131. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Terimakasih prof atas artikelnya, dari sini saya dapat belajar bahwa ilmu itu tidak akan pernah mati, ilmu itu akan tetap ada. Mereka yang berhati ikhlas dan mampu berpikir kritislah yang dapat memperoleh ilmu. Ilmu itu berasal dari Allah SWT, maka dari itu dalam mencari ilmu harus didasarkan pada ridho Allah semata. Dalam menuntut ilmu kita juga harus menghilangkan kesombongan dan merasa paling cerdas karena hal ini dapat mematikan ilmu.

    ReplyDelete
  132. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Asatghfirullahaladziim...
    Sebenar-benarnya orang yang berilmu adalah orang yang merasa ilmunya masih sedikit jika dibandingkan dengan ilmu Allah SWT. Dari elegi tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa berilmu saja tidak cukup, berilmu harus disertai keikhlasan, bukan malah kesombongan. Dan orang berilmu tidak akan pernah merasa cukup dengan ilmunya, oleh karena itu ia harus terus belajar dan mencari ilmu dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  133. Agnes Teresa Panjaitan
    s2 pendidikan matematika A 2018
    18709251013

    ketika membaca tulisan ataupun ilustrasi ini saya langsung tersadar tentang ilmu padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Semakin berilmu semakin menyadari bahwa ia kekurangan ilmu sehingga menjadi orang yang rendah hati. Tetapi pada kenyataannya, banyak yang tidak menerapkan hal tersebut. Merasa bangga dan merasa diri sudah hebat dan sempurna. Semoga dengan membaca tulisan ini, para pembaca, termasuk saya dapat merefleksikan pesan-pesan yang terkandung dalam tulisan ini.

    ReplyDelete
  134. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Dengan hati yang bersih dan pikiran yang kritis, ilmu akan engkau dapatkan. Namun janganlah engkau sombong setelah engkau mendapatkan itu. Kesombongan lambat laun akan menjatuhkan seseorang. Hendaknya dengan ilmu yang telah kita dapatkan menjadikan kita manusia yang senantiasa rendah hati. Yang paling utama adalah amalkan dan kembangkan ilmu yang telah engkau dapatkan dengan hati yang ikhlas. Karena sejatinya hidup adalah tentang kebermanfaatan.

    ReplyDelete
  135. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    PPS Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dari cerita tersebut memiliki pesan bahwa sombong menjadikan segalanya tidak berharga. Orang berilmu tidak seharusnya semakin congkak. Orang berilmu hendaknya seperti padi semakin berisi semakin merunduk. Begitu juga orang bingung, seperti yang telah dijelaskan pada cerita bahwa orang bingung merugi dalam dua hal yaitu merugi dalam hati dan pikirannya. Maka menjadi manusia itu harus berilmu namun tetap rendah hati. Manusia juga kadang sering tidak sadar bahwa dirinya telah berlaku sombong. Oleh karena itu, hendaklah selalu minta ampun kepada Alloh SWT atas perbuatan kita baik yang disadari ataupun bukan dan berdoa untuk selalu dalam jalan yang diridhoi Alloh SWT.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  136. Samsul Arifin
    18701261007
    S3 PEP 2018

    Ilmu selalu berkembang dan tidak pernah habis, di atas langit ada langit. Semakin banyak ilmu, semakin banyak tahu maka seseorang semakin tahu akan kekurangan dan kekerdilannya. Sikap yang rendah hati, tidak sombong akan memudahkan jalan untuk mendapatkan ilmu yang baru. Memperoleh ilmu tidak mengaenal batasan ruang dan waktu..mendapatkan ilmu bisa dari mana saja dan kapan saja, bahkan dari sesuatu yang tidak di kehendakipun..Bukankah kita diperintahkan untuk menuntuk ilmu sampai ke negeri China sekalipun dan sampai akhir hayat..

    ReplyDelete
  137. Aji Joko Budi Pramono
    PEP-S3-2018
    18701261003

    Setiap manusia wajib mengembangkan ilmu bahkan harus saling berlomba-lomba. hal ini juga merupakan perintah yang ada dalam agama, namun pengembangan ilmu yang sesuai dengan norma agama, semakin banyak ilmu tentunya sebagai manusia yang mempunyai rasa prasojo akan berlaku tidak sombong jusrtidak akan menggunakan keilmuanya sebagai alat untuk menjatuhkan orang lain. justru dengan keilmuanya kita harus membanuesulitan orang lain,, ada pepatah semakin banyak ilmu maka semakin merunduk semakin pohon berbuah lebat maka pohon tersebut akan merunduk kebawah

    ReplyDelete
  138. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018

    Seorang yang berilmu akan seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Orang yang sombong karena berilmu sebenarnya bukan orang yang berilmu. Dengan niat dan ikhlas untuk mencari ilmu akan lancar mendapatkan ilmunya tetapi karena keterpaksaan dan kesombongan mereka tidak akan mendapatkan ilmu. Seorang yang berilmu akan selalu membagikan ilmunya kepada siapa saja karena tahu bahwa ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah berkurang dan merupan salah satu bekal hidup di kehidupan selanjutnya.

    ReplyDelete
  139. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Terimakasih Prof, sungguh dialog yang membuat saya semakin penasaran apa makna di balik kutarunggu menjujung langit. Ternyata lagi dan lagi bapak selalu menanamkan kebaikan dan mengingatkan kami untuk tidak menjadi orang yang sombong di muka bumi ini. Setiap manusia wajib menuntut ilmu untuk bekal masa depan di dunia maupun di akhirat. ilmu yang kita dapat tak perlu di sombongkan kepada sesama manusia, karena sejatinya sang penguasa ilmu adalah Allah SWT yang Maha Mengetahui dari seluruh ilmu di bumi dan di langit.

    ReplyDelete
  140. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B

    Sebaik-baiknya orang adalah orang yang pintar menata hati dan pikirannya. Ketika kita mencari dan mendapat ilmu setinggi-tingginya maka amalkan lah. Tetapi ketika sudah mendapat ilmu yang tinggi, janganlah sekali-kali sombong. Ketika kita mengamalkan ilmu yang kita punya, maka ikhlaslah. Dengan ikhlas semua yang kita dapat dan lakukan akan semakin bermakna.

    ReplyDelete
  141. Aji Joko Budi Pramono
    PEP-S3-2018
    18701261003

    Murid yang cerdas adalah murid yang kreatif, inovatif., di sat dia belum memahami materi maka dia langsung bisa menanyakan kepada gurunya, murid bertanya berarti dia dalam proses berfikir dan alam fikiranya belum menemukan jawabanya maka biasanya anak cerdas langsung menanyakan kepada gurunya. Memang proses pembelajaran bisa dengan berfikir sendiri, merenung dsb, namun akan lebih baik apabila di dampingi oleh guru. Karena guru pastilah lebih banyak pengalaman terhadap materi tersebut

    ReplyDelete
  142. Desi Nurwidawati
    S3 PEP 18701261009

    Guru adalah bukanlah seorang yang serba tahu atau paling segalanya dibandingkan murid. Murid juga bisa sebagi sumber belajar bagi guru. Pertanyaan dan penyataan dari murid bisa jadi merupakan sumber belajar bagi guru. Guru akan terus belajar mencari jawaban dari pertanyaan muridnya yang kritis. Begitu juga murid yang pandai sekalipun tidak harus sombong. Seorang yang merasa berilmu tinggi pun bisa jadi masih ada orang yang mempunyai ilmu lebih tinggi lagi. Ada istilah di atas langit masih ada langit, artinya kita tidak boleh sombong meskipun kita merasa sudah mencapai kesuksesan, karena masih akan ada orang yang lebih sukses daripada kita.

    ReplyDelete
  143. Jefri Mailool
    PPs S3 PEP 18701261002

    Cantraka adalah tipe manusia yang bersikap ragu-ragu untuk mengikuti sayembara menjinjing langit dalam dialog di atas. Sikap ragu-ragu yang ada padanya merepresentasikan bahwa ia masih berpikir kritis tidak cepat menentukan langkahnya sebelum diyakininya. Untuk mendapatkan pengetahuan (ilmu dunia) maka segala sesuatu perlu diragukan. Hal itulah yang pernah dilakukan oleh seorang Descartes. Ia meragukan segala yang ada diluar dirinya bahkan di dalam dirinya sendiri untuk memperoleh kebenaran/pengetahuan yang sebenar-benarnya.Namun satu hal yang tidak dapat diragukannya adalah fakta bahwa dia sedang ragu-ragu. Descartes menemukan fakta bahwa dia sedang ragu-ragu adalah fakta yang tidak dapat dibantah oleh siapapun atau apapun juga. Jika dia sedang ragu-ragu, maka hal itu berarti membuktikan bahwa dia sedang berpikir. Untuk memperoleh ilmu dunia, manusia boleh meragukan segala sesuatu. itulah hal yang menunjukkan sikap berpikir kritis kita. Tetapi ada hal yang tidak boleh (jangan pernah)kita ragukan yaitu kebenaran absolut. Manusia tidak akan pernah mampu menjangkau kebenaran absolut dengan pikiran manusia yang terbatas. Melainkan dengan hati yang bersih dan tunduk pada kehendak-Nya. Karena kebenaran absolut hanyalah milik Allah.

    ReplyDelete
  144. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Percakapan yang sangat menarik. Bisa saya peroleh ilmu bahwa janganlah kita sebagai manusia bersikap sombong atas apa yang kita miliki. Tertutama dalam menuntut ilmu, seharusnya orang yang berilmu semakin rendah hati dan merasa bahwa ia akan selalu mencari ilmu-ilmu lain yang belum diketahuinya serta mengamalkan ilmu yang sudah dimiliki. Karena menuntut ilmu itu tidak ada batasannya. Dan rasa sombong dan merasa sempurna akan menjatuhkan diri sendiri.

    ReplyDelete
  145. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Ilmu adalah banyak dan dari tingkatan paling rendah sampai tinggi tak terbatas. Di langit masih ada langit. Orang yang mengerti ilmu, maka semakin merasa banyak ilmu yang belum diketahui atau semakin merasa bodoh. Semakin banyak ilmu yang dikuasai maka tidak mudah sombong. Suatu petikan dari Imam Asy-Syafi’i yaitu “Setiap bertambah ilmuku, maka semakin bertambah aku tahu akan kebodohanku.” Perlu kita renungi bersama dan kita bandingkan dengan diri kita. Seringkali kita ketika mempunyai ilmu baru, kita merasa semakin pintar dan sombong. Berusaha menunjukkan kepintaran kita di hadapan orang lain, bahkan tidak jarang digunakan untuk mendebat orang-orang yang belum tahu. Dalam menggapai ilmu perlu pikiran jernih dan hati ikhlas.

    ReplyDelete
  146. Ilmu, bisa membuat kita merunduk malu karena kebodohan kita bisa juga membuah kita menegakkan kepala kalau kita lupa batas-batasnya. Ada orang yang memiliki 10 ilmu merasa kurang karena tahu bahwa batas ilmu itu tidak ada batasnya, tapi kemampuan manusia itu ada batasnya. Dalam matematika semua bilangan riil yang dibagi dengan tak hingga adalah nol, itulah kita saat dibandingkan dengan ilmu Alam. Bisa juga membuat kita sombong jika kita lupa batas-batasnya, kita merasa 10 adalah hebat.
    Berhati-hatilah dengan muatan ilmu dipikiranmu.

    ReplyDelete
  147. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Setelah saya membaca tulisan ini saya mengingat penjelasan Bapak bahwa ilmu itu tidak terbatas, pemahaman ilmu kembali oleh orang yang sama akan menghasilkan pemahaman yang lebih dalam dan lebih luas atau disebut juga ilmu bersifat ekstensif dan intensif. Selain diri kita, ada orang lain juga yang sedang memahami ilmu dan boleh saja dia pun memiloki pemahaman yang lebih luas dan lebih dalam. Ini menandakan bahwa diatas langit masih ada langit sehingga ilmu yang kita punyai membuat kita sadar bahwa masih ada ilmu yang lebih luas dan lebih dalam. Karena itu kita harus selalu belajar dan tidak sombong dengan ilmu yang telah ada.

    ReplyDelete