Nov 9, 2014

Kutarunggu Menjunjung Langit

Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Cantraka, sudah lamakah engkau duduk disitu. Engkau menunggu siapa.

Cantraka:
Bagindha Bagawat yang bijaksana pembawa cerah. Ampunilah diriku karena mungkin aku telah mengusik ketenanganmu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi dengan engkau.

Bagawat:
Wahai Cantraka, bukankah aku masih ingat bahwa engkau adalah salah satu dari sekian banyak murid-muridku. Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini? Konon mereka semua pergi karena mereka ingin menguji ilmu yang diperoleh di Kutarunggu ini. Aku juga mendengar bahwa mereka akan mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Cantraka:
Maafkan diriku sang Bagawat. Maafkan pula jika diriku adalah muridmu yang paling bodhoh dari semua murid-muridmu. Sebetulnya saya juga telah pergi meninggalkanmu, pergi meninggalkan Kutarunggu ini, tetapi di tengah perjalanan saya mempunyai persoalan-persoalan sehingga saya terpaksa kembali ke sini dan ingin berkonsultasi kembali kepadamu. Maka jika engkau masih berkenan aku masih ingin bertanya banyak hal kepadamu. Tetapi disamping aku ingin bertanya, perkenankanlah aku ingin menyampaikan pengalaman perjalananku mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Bagawat:
Oh baik, bukankah engkau tahu bahwa selama ini aku selalu menyediakan waktuku selama 30 jam perhari untuk bisa melayani pertanyaan-pertanyaan para murid-muridku. Lantas, engkau masih ingin bertanya tentang apa saja. Tentu aku akan sangat senang mendengar ceritamu bagaimana pengalamanmu mengikuti perlombaan menjunjung langit. Coba ceritakan bagaimana asal muasal sampai ada acara perlombaan menjunjung langit, siapa yang mengadakan perlombaan, bagaimana cara mengikutinya dan apa hadiahnya serta siapa saja peserta perlombaannya?

Cantraka:
Itulah justru yang ingin aku tanyakan kepada guru. Dari cerita para peserta lomba, konon yang mengadakan lomba menjunjung langit adalah Orang Tua Berambut Putih, tetapi menurut beritanya Orang Tua Berambut Putih itu sudah meninggal dunia, tetapi tidak diketahui di mana dia meninggal dan di mana dia dimakamkan. Tetapi tentang perlombaan, tata cara perlombaan, kriteria pesertanya serta hadiahnya selalu dapat didengarkan jika dalam keadaan sepi dan tenang, yaitu pada saat setelah tengah malam dan menjelang subuh. Suara itu terdengar begitu jelasnya seakan turun dari langit tetapi tidak diketahui dari mana asalnya. Konon hanya orang-orang yang berhati bersih dan dan berpikiran kritislah yang bisa mendengar suara itu. Aku pernah berusaha membersihkan hati dan berusaha berpikir kritis, dan ternyata aku juga bisa mendengar suara itu. Konon perlombaan itu akan diselenggarakan di suatu tempat yang dikenal sebagai tanpa batas. Oleh karena itu, wahai guruku, sebelum aku mengikuti perlombaan itu, aku merasa masih ingin berkonsultasi kepadamu perihal kejadian-kejadian aneh yang aku alami, sekalian aku masih memohon doa restumu.


Bagawat:
Wahai Cantraka, ketahuilah bahwa langitpun bisa menangis jikalau terlalu lama tidak menemukan buminya. Ketika engkau datang kepadaku dan bercerita banyak tentang perlombaan menjunjung langit, aku pun telah menangis dalam hatiku. Ketahuilah bahwa sebetulnya tangisanku itu bukanlah karena langit tidak menemukan buminya, tetapi sebaliknya karena langit telah menemukan buminya. Wahai Cantraka, coba ceritakan kepadaku siapa sajakah yang engkau lihat dalam perjalanan mengikuti perlombaan itu? Ciri-cirinya serta jalan-jalan yang dilalui serta kejadian-kejadiannya?

Cantraka:
Ampunilah guruku, aku sungguh tidak mengetahui kata-kata guruku. Aku juga bingung apa maksud guru menangis, aku juga bingung apa yang dimaksud guru dengan langit ketemu bumi. Tetapi baiklah guruku, aku akan ceritakan semua pengalamanku ketika aku bersama mereka. Orang-orang yang berangkat mengikuti perlombaan itu beraneka ragam, semua jenis manusia ada di sana, laki-laki, perempuan, tua, muda, mahasiswa, pedagang, politisi, pejabat, mahasiswa, dosen, presiden, gubernur, rektor, orang sakit, guru, murid, orang sombong, orang alim, pandai cendekia, bahkan ada bayi, bahkan ada orang yang sedang sekaratul maut, anehnya ada orang seperti Orang Tua Berambut putih juga tampak di sana, aku juga melihat ada orang mirip wajahmu. Semua orang yang pernah aku lihat di dunia ini ada di sama ditambah semua orang yang belum pernah aku lihat. Tetapi semuanya adalah manusia. Aku tidak menemukan seekor binatangpun di sana. Anehnya aku juga melihat ada orang yang persis diriku juga ada di sana.

Bagawat:
Hemmm...luar biasa keadaannya. Coba ceritakan bagaimana kejadian-kejadiannya.

Cantraka:
Wahai guruku, ternyata aku menyaksikan bahwa di sana ada berbagai macam kejadian. Kejadian itu ada yang baik, ada yang buruk, ada yang indah, ada yang mengerikan, ada yang sopan, ada yang kejam, ada yang terpencil, ada yang ramai, ada yang sepi, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang logis, ada yang tidak logis, ada yang tetap, ada cepat berubah. Singkat kata aku telah menyaksiakan semua kejadian yang pernah aku saksikan, aku dengarkan di dunia ini, bahkan yang hanya aku pikirkan, semuanya ada di sana. Bahkan lebih dari itu, ada pula kejadian-kejadian yang semula hanya aku pikirkan ternyata di sana tampak jelas terjadi di sana.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Coba ceritakan apa yang paling mengesankan dari orang-orang itu dan kejadiannya, dan apa perbedaannya antara dirimu dengan mereka?

Cantraka:
Wahai guruku, ini bukanlah suatu tentang yang mengesankan bagiku, tetapi sesuatu yang aku merasa aneh. Anehnya, suatu ketika aku mengalami kejadian di mana aku tidak tahu mengapa dan bagaimana kejadian itu terjadi. Kejadian itu adalah bahwa aku bisa bertanya kepada semua orang yang ada di sana. Pertanyaanku cuma satu saja, yaitu dimanakah Orang Tua Berambut Putih. Ternyata sebagian besar dari mereka menjawab bahwa Orang Tua Berambut putih telah meninggal dunia. Yang lebih aneh lagi adalah orang yang persis Orang Tua Berambut putih juga mengatakan bahwa Orang Tua Berambut putih itu telah meningal dunia. Hanya dirikulah yang sedikit ragu apa betul Orang Tua Berambut Putih telah meninggal dunia. Oleh karena itu aku datang kepadamu untuk menyampaikan keraguanku.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Untuk yang kedua kalinya aku ingin meneteskan air mataku.

Cantraka:
Kenapa guru meneteskan air mata?

Bagawat:
Rasa bangga terkadang bisa meneteskan air mata. Itulah kebanggaan seorang guru melihat kecerdasan murid-muridnya? Teruskan ceritamu.

Cantraka:
Ada seorang merasa telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, tetapi kemudian mati ditengah-tengah perlombaan ketika berusaha menjunjung langit. Dia ternyata tidak kuat menjunjung langit, terjatuh kemudian mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya orang yang sombong. Seorang berilmu tidaklah seharusnya merasa dirinya telah purna menguasai ilmu. Maka kematiannya disebabkan karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seseorang merasa mempunyai keberanian luar biasa, kemudian menjoca menjunjung langit, tidak kuat kemudian juga mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya sombong. Seseorang pemberani mestinya harus melengkapi ilmunya. Maka kematiannya disebabkan karena kurang berilmu.

Cantraka:
Ada seseorang yang merasa telah mempunyai ilmu dunia. Dia mengaku walaupun ilmunya baru sedikit, tetapi sudah cukup untuk menghidupinya. Kemudian dia berusaha mengangkat langit, dia terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga termasuk sombong karena tidak berusaha menambah ilmunya. Maka kematiannya adalah karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada orang yang berilmu. Dia mengaku telah purna ilmunya baik ilmu dunia maupun akhirat. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata juga telah berlaku sombong karena pengakuannya merasa telah berilmu.

Cantraka:
Ada orang penampilannya luar biasa, kelihatannya dia seorang Raja. Banyak pengikutnya. Dia kemudian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata telah berlaku sombong. Untuk mengangkat langit itu harus ikhlas. Kedudukannya sebagai seorang Raja itulah yang menjadikan dia berlaku sombong karena merasa selalu bisa mengatur dunia. Maka kematiannya adalah juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang ksatria. Dia juga seorang pertapa. Dia tidak mengaku-aku mempunyai ilmu, tetapi orang lain bisa melihatnya bahwa dia adalah orang berilmu. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang mengaku sebagai Orang Berambut Putih. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang guru matematika. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang bingung. Dia dipaksa oleh teman-temannya untuk mencoba mengangkat langit. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Orang yang bingung itu merugi dalam 2 (dua) hal. Pertama, dia merugi dalam pikirannya, tetapi juga merugi dalam hatinya. Maka kematiannya dikarenakan kurang ilmunya, baik ilmu dunia maupun ilmu hati.

Cantraka:
Ada seorang jenderal lengkap dengan prajuritnya. Dia mengerahkan segenap prajuritnya untuk mengangkat langit. Mereka kemuadian berusaha mengangkat langit, mereka juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Mengangkat langit itu tidak menggunakan kekuatan fisik belaka. Maka kematiannya adalah karena kesombongan dan salah perhitungan.

Cantraka:
Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia terbesit rasa sombong juga karena membiarakan orang lain telah mengagumi kecantikannya. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya. Kadang-kadang dia bertindak melampaui batas, seakan ingin mengajari gurunya juga. Dia juga berlaku determinis kepada siapapun dan kepada apapun, termasuk kepada gurunya. Kelihatannya dia tidak konsisten, karena dia rajin ikut kegiatan tetapi tidak mau terlibat secara ikhlas. Saya ragu apakah dia hanya ingin memeroleh penialain semu. Di satu sisi kelihatan memerlukan program itu, tetapi di sisi yang lain dia menghujat habis-habisan. Pada akhirnya dia berusaha juga untuk mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Berarti dia sudah pernah bergaul dengan para Dewa Transenden Barat dan Utara. Berarti dia mengikuti program tidak ikhlas karena sudah memunyai Motif dan Tujuan lain. Saya ragu apakah Spiritualitasnya konsisten dan komitmen atau tidak, karena sebenar-benar Spiritual itu adalah konsisten dan komitmen. Jangan-jangan dia prajuritnya Power Now. Waspadalah karena sebenar-benar Power Now itu adalah Penebar Kemunafikan. Ilmunya para Motivist adalah bersifat manipulatif, karena dia akan memberikan fatamorgana kebenaran, yaitu kebenaran palsu. Dia abai dan bermaksud memanipulasi ruang dan waktu. Sebenar-benar dia adalah si pemangsa Ruang dan Waktu itu sendiri. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.


Cantraka:
Ada seseorang yang ragu-ragu kemudian pulang untuk bertanya kepada gurunya. Dia belum berani mengangkat langit, maka dia bertanya kepada gurunya. Dia adalah aku. Maka bagaimana petunjukmu guru?


Bagawat:
Wahai muridku yang cerdas. Diantara sekian banyak muridku maka yang paling cerdas adalah engkau. Engkau telah mengetahui dan menyadari dimana ada ruang dan waktu tertentu di situ. Maka ketahuilah Cantraka. Sebenar-benar orang yang membuat perlombaan mengangkat langit adalah Orang Tua Berambut Putih. Ketahuilah bahwa sebetu-betulnya Orang Tua Berambut putih itu adalah diriku juga. Maka Bagawat itu adalah Orang Tua Berambut Putih. Dan Orang Tua Berambut Putih itu adalah Bagawat. Ketahuilah bahwa tiadalah kematian bagi Orang Tua Berambut Putih atau Bagawat, mereka itu adalah sebenar-benar ilmu. Maka sebenar-benar langit yang aku sayembarakan itu tidak lain tidak bukan adalah ilmu itu sendiri. Jadi Bagawat, Orang Tua Berambut Putih itu adalah langit itu sendiri. Dia adalah juga ilmumu. Maka ilmumu itu pula adalah diriku yaitu Bagawat. Sedangkan bumi itu adalah bicaraku dan juga bicaramu. Maka kemanapun engkau pergi, bumi dan langit menyertaimu. Maka sayembara mengangkat langit itu sebetulnya sayembara mencari ilmu. Maka hanyalah mereka yang berhati bersih dan berpikiran kritislah yang berhasil menjunjung langit. Maka hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Itulah sebenar-benar sayembara dari diriku terhadap para murid-muridku semua. Diantara para muridku semua, maka pada dirimulah aku menemukan keikhlasan. Maka jika engkau teruskan mencari keilklassanmu dan pikiran kritismu maka niscaya engkau akan peroleh ilmu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah tiadalah orang sebenar-benar memperoleh ilmu. Karena sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT semata. Barang siapa berusaha menggapai dunia dan langit tanpa menggapai Ridhlo Nya maka dia akan terancam kematian. Hendaklah jangan salah paham. Kematian yang aku maksud di sini adalah dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti salah, mati bisa berarti tidak tahu, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka.

Bagawat:
Wahai cantraka aku tahu engkau terdiam karena engkau sedang berusaha mengerti apa yang aku katakan. Maka aku telah mengetahui semua apa yang engkau rasakan, pikirkan dan kerjakan. Maka teruskanlah perjuanganmu. Tidaklah perlu engkau ragu-ragu, maka berangkatlah mencari ilmumu dan gunakan ilmumu sebaik-baiknya.Untuk sementara, diantara sekian banyak yang berusaha mengikuti lomba ini, maka kepada dirimulah aku menentukan pemenangnya. Tetapi ingat ini hanyalah bersifat sementara, maka jagalah prestasimu itu dengan keikhlasanmu. Amiin

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah.

Cantraka:
???

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah. Cantraka, diajak bicara kok diam saja. Apa engkau kelihatannya malah menitikkan air mata ya? Masih ada persoalan apa?

Cantraka:
Maaf guru, karena sepulang dari mengikuti lomba menjunjung langit saya sempat tertidur.

Bagawat:
Lha kalau cuma tertidur, apa masalahnya?

Cantraka:
Tetapi saya tidak berani menyampaikan kepada Guru, karena ini menyangkut diri Guru sendiri.

Bagawat;
Sebagai seorang Bagawat, mestinya saya harus sudah ikhlas lahir bathin apapun yang menimpa kepada apa yang ada dan yang mungkin ada, termasuk diriku. Silahkan.

Cantraka:
Tetapi maaf sebelumnya.

Bagawat:
Ra po po. Kok kelihatannya serius amat nih.

Cantraka:
Saya bermimpi bahwa Bagawat itu juga mengikuti lomba menjunjung langit.

Bagawat:
Lha..apa? Trus..apa yang terjadi.

Cantraka:
Itulah maka saya merasa sedih.

Bagawat:
Trus..

Cantraka:
Ternyata Bagawat sang guruku, juga terjatuh lalu mati...maaf lalu meninggal dunia.

Bagawat:
Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab.


Cantraka:
Amin. Maaf guru. Terimakasih atas semua nasehatmu. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT. Mohon doa restumu.

Bagawat:
Amin. Silahkan Cantraka. Amin.

47 comments:

  1. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati.” Sesungguhnya pujian adalah setinggi-tingginya hinaan untuk kita hadapi karena jika kita terlalu menyombongkan diri dengan pujian maka kita bisa merasa paling sempurna dan itu malah bisa menjatuhkan kita sendiri.

    ReplyDelete

  2. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya.” Inilah hal yang sulita dalam melakukan suatu hal. Keikhlasan adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Walaupun kita melakukan banyak hal tapi tanpa dilandasi rasa ikhlas maka akan sia-sia dan tidak menemui manfaat apa pun.

    ReplyDelete
  3. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu memang tidak bisa dibeli hanya bias dipelajari. Orang yang ingin menuntut ilmu karena bersungguh-sungguh ingin menjadi tahu maka akan mendapatkan apa yang dia inginkan

    ReplyDelete
  4. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan harus dilenyapkan dari hati ketika kita ingin mendapatkan ilmu dan ingin mempunyai yang bermanfaat

    ReplyDelete
  5. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Orang yang cepat berpuas diri maka prestasinya tidak akan cepat naik, hanya akan berhenti ditempat. Untuk itu rasa puas harus cepat dihilangkan ketika sudah melampaui satu target, cepat buat target baru setelah satu target tercapai

    ReplyDelete
  6. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam postingan ini nampak kedekatan antara guru dan muridnya. Hal ini perlu diteladani oleh para guru untuk mencoba menjadi pendamping permasalahan muridnya. Dengan kedekatan antara guru dengan murid tersebut diharapkan mampu menimbulkan hubungan dan kesan yang baik sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal.

    ReplyDelete
  7. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebelum belajar untuk mencari ilmu, seseorang harus dalam keadaan siap agar dalam proses belajarnya menjadi berkah, bukan bencana. Agar siap untuk belajar, maka orang tersebut harus memiliki keikhlasan, kerendahan hati, dan pikiran yang terbuka. Kemudian, setelah memperoleh ilmu, orang tersebut tidak boleh sombong karena ilmu itu sangat luas dan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Oleh karena itu, dalam mencari ilmu, harus senantiasa meminta ridho dari Allah agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  8. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Terima kasih kepada bapak Marsigit, saya mendapat ilmu dari artikel ini. Pertama adalah kita sebagai manusia seharusnya rendah hati atau tidak berbuat sombong meskipun sudah merasa memiliki ilmu, harta, jabatan, kekuasaan, kekuatan, dan sebagainya. justru seharusnya kita menjadi lebih sadar bahwa kita tidak berarti apa - apa dihadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Kedua adalah dalam melakukan sesuatu kegiatan hendaknya didasari dengan hati yang ikhlas dan tulus agar aktivitas yang dilakukan mendapat manfaat dan berkah dari Allah SWT. Banyak orang yang melakukan aktivitas dikarenakan motif - motif terselubung sehingga menjadikan aktivitasnya menjadi tidak barokah. Semga kita termasuk gologongan orang yang rendah hati dan ikhlas.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari elegi ini adalah tentang kebijaksanaan dalam menuntut Ilmu. Pada saat mencari atau menggapai Ilmu hendaknya kita berusaha untuk menjauhkan diri dari kesombongan, karena kesombongan pada akhirnya hanya akan membawa keburukan. Cantraka merupakan gambaran orang yang semakin banyak mendapat Ilmu akan “merasa” hanya sedikit memahami Ilmu karenanya dia akan senantiasa belajar terus untuk menyempurnakan pemahamannya, walaupun sadar bahwa pemahamannya tidak pernah akan sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    Terima kasih Pak, Elegi ini sangat menginspirasi.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sangat menyentuh sekali, bagaimana sifat sombong dalam diri manusia dapat mematikannya. Sebagaimana sudah digariskan bahwa sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah, namun saat ini sifat sombong dengan merasa sempurna menjadikan manusia lalai, dalam menambah ilmunya, lalai dalam berbuat kebaikan dan sebagainya. Semakin berisi padi semakin merunduk, seharusnya orang yang berilmu semakin rendah hati karena semakin seseorang berilmu, seseorang akan semakin sadar akan banyak hal yang tidak dia ketahui, marilah menjadi sosok yang rendah hati dan terus belajar dan terus berusaha menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Manusia di bumi ini sesungguhnya kurang ilmu, tetapi merasa dirinyalah yang paling banyak memiliki ilmu sehingga munculah sifat sombong. Sudah sombong sedikit pula ilmunya. Perlombaan menjunjung langit di sini sebenarnya adalah menggapai langit yang tidak lain adalah menggapai ilmu. Dikatakan bahwa manusia berpikir ilmu itu telah mati atau tidak perlu menggapai ilmu ketika sifat sombong telah datang pada dirinya. Sedangkan sesungguhnya ilmu itu amatlah luas tak terhingga ruang dan waktu. Hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperolah ilmu.
    Tetapi sesungguhnya tiada orang yang memperoleh ilmu karena ilmu itu sangatlah luas, kita hanya mencoba menggapai ilmu karena ilmu hanya milik Allah SWT. Ilmu yang dimiliki manusia hanya bagian yang sangat kecildari keseluruhan ilmu yang ada. Manusia memang tidak akan mampu memiliki semua ilmu, tetapi kita diwajibkan untuk selalu menuntut dan menggapai ilmu selama hidup, baik ilmu dunia maupu akhirat. Tetapi jangan sampai kita sibuk menialai orang lain sampai lupa melihat ke arah diri kita sendiri. Jangan sampai kita berperilaku sombong atau bahkan tidak sadar kalau kita itu sombong. Karena sombong adalah dosa pertama dan amat berat siksaannya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Banyak hal yang membuat manusia sombong. Tetapi kesombongan itu justru akan menghancurkan manusia, karena sombong bukanlah hak manusia.
    Hal yang dapat saya pelajari setelah membaca postingan tersebut adalah menuntut ilmu harus penuh dengan keikhlasan, tanpa kesombongan, dan yang terpenting adalah selalu mengharap ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Refleksi kembali. Sebaik-baiknya ilmu adalah yang terus dicari. Sebaik-baiknya orang berilmu adalah yang terus mencari. Ahhh sepertinya saya terlalu berani menyimpulkan. Apakah itu kesombongan? Astafirulloh

    Postingan ini benar-benar mengingatkan saya akan fungsi "hati" dalam kehidupan. "Redah hati" dalam menuntut ilmu

    ReplyDelete
  15. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Ada banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah diatas salah satunya adalah sikap sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Orang-orang yang pandai baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat akhirnya mati atau kalah karena kesombongannya sendiri. Itu menjadi pesan kepada kita semua betapapun tinggi ilmu yang kita sudah punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas. Kita harus belajar lagi, dan terus sampai hayat yang menghentikan kita

    ReplyDelete
  16. Junianto
    17709251065
    PM C

    Berdasarkan cerita di atas, saya dapat mengambil intisari bahwa kesombongan dapat menenggelamkan seseorang dengan kecerdasasan mereka sendiri. Sehebat dan secerdas apapun seseorang, kalau dia merasa sombong maka dengan kesombongannya itu ia akan jatuh. Jadi, sebenarnya sukses atau tidakny seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Rasa sombong harus segera dihilangkan dan diganti dengan rasa ikhlas, rela sehingga akan mendapatkan apa yang dia cita-citakan.

    ReplyDelete
  17. Assalamualaikum. Wr.Wb

    Arina Husna Zaini
    17701251024
    PEP B (S2)

    sebelumnya terima kasih prof atas percakapan cerita di atas. sangat menarik , berisi plus humor yg tentunya tetap berkualitas.

    dari percakapan sang guru dengan muridnya, beberapa hikmah dan ilmu yg dapat diambil bahwasanya kesombongan yang merupakan sikap tercela dapat kapan saja hinggap dan dilakukan manusia meskipun tidak mereka sadari.. seseorang yg mengaku ikhlas dalam melakukan kebaikan tidak lepas dr kesombongan. justru pengakuan ikhlasnya merupakan kesombongan.oleh karena itu agar kita sebagai manusia tetap istiqomah dalam bertindak dalam menjalankan kehidupan dan terhindar dari sikap sombong hendaknya selalu mengingat Nya dan senantiaza berdoa akan dihindarkan dari sifat sombong, riya', khibir dan lainnya.

    ReplyDelete
  18. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih postingannya pak, pada postingan ini banyak nasehat yang dapat saya ambil. Salah satunya janganlah kita bersikap sombong akan segala hal, jika sombong maka akan tiba waktunya dimana kita akan gagal. Jadi saya sendiri tidak boleh punya rasa sombong mengharapkan sesuatu yang lebih. Maka teruskan mencari keilkhlassan dan berfikir kritis maka sesungguhnya kita akan memperoleh ilmu. Karena sebenarnya ilmu yang kita punya belum seberapa, dan sebenarnya ilmu tiadalah orang sebenar-benar memperoleh ilmu. Karena sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT semata. Jangan ragu-ragu dalam mencari dan menuntut ilmu, carilah ilmu dan gunakan ilmu sebaik baiknya. Tetapi ingat ini hanyalah bersifat sementara, maka jagalah prestasi itu dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  19. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Perlombaan menjunjung langit merupakan usaha dalam mendapatkan ilmu. Bagi orang-orang yang berlaku sombong dan merasa sudah mendapatkan cukup ilmu di dalam menuntut ilmu maka mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena seperti yang ditulis dalam elegi ini bahwa sebenar-benar yang terjadi ialah tiadalah orang-orang sebenar-benar menggapai ilmu, yang benar adalah mereka hanya berusaha menggapainya. Maka tiadalah orang berhenti dalam menuntut ilmu. Selain itu, maka dalam mencari ilmu harus dengan meluruhkan kesombongan, rendah hati, ikhlas, dan juga berpikir kritis.

    ReplyDelete
  20. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hal mendasar yang harus diketahui setiap orang adalah suatu hari kita akan mati. Tak peduli betapa cantiknya paras, kuat fisik, tingginya ilmu, panjangnya gelar akademik, hingga tebalnya piagam penghargaan, jika Tuhan menarik hidupnya maka ia akan terjatuh. Kesombongan adalah hal paling fatal yang bersanding dengan kesuksesan, karena ia akan menjadi boomerang. Istilah diatas langit masih ada langit memang benar, janganlah merasa paling berkuasa atas segalanya di muka bumi karena diri kita pun ada karena Sang Pencipta. Hiduplah dengan mencari ilmu dibarengi keikhlasan dan bekal akhirat, agar pada saat 'terjatuh' tidak ada yang disesali.

    ReplyDelete
  21. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih Pak Prof. atas eligi yang sangat menginspirasi ini dan banyak hikmah yang tersirat didalamnya. Eligi ini bercerita tentang perlombaan menjunjung langit atau yang berarti sebuah usaha dalam mencari ilmu. Dalam menuntut ilmu, yang dibutuhkan hanyalah hati yang ikhlas dan berpikir kritis. Maka, hanya orang-orang yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Karena, ilmu itu sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT. Jadi jika dalam usaha mencari ilmu telah terbesit ikhlas di dalam hati, maka Allah SWT juga akan meridhoinya.
    Namun, jika sedikit saja terbesit dalam hati rasa sombong, maka sehebat apapun dia, secerdas apapun dia, sekuat apapun dia, maka bukan kelancaran dalam menuntut ilmu yang akan didapat, tapi kegagalanlah yang akan dirasakan.

    ReplyDelete
  22. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    dalam postingan ini benar-benar banyak hikmah yang kita ambil, terutama kita yang berprofesi sebagai guru, harus berhati-hati dengan kesombongan akan ilmu yang kita miliki. Terima kasih banyak pak

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam keadaan yang bimbang seringkali orang juga celaka karena pada dasarnya mereka tidak memiliki ilmu yang cukup untuk meyakinkan dirinya dalam melakukan sesuatu yang baik. Kenapa saya mengatakan melakukan sesuatu yang baik, karena pada dasarnya melakukan sesuatu yang buruk merupakan keyakinan yang dibisikkan oleh syaitan dikarenakan memiliki ilmu yang sedikit. Jadi, jika kita tidak memiliki pondasi yang kuat guna memutuskan sesuatu yang haq maupun bathil, maka tunggulah saatnya kita terperosok ke dalam hal yang bathil. Karena mereka yang memiliki ilmu sedikitlah yang sesungguhnya akan jatuh pada hal yang bathil. Namun, hal tersebut lantas akan membuat orang yang memiliki ilmu dan pondasi yang kuat merasa diri mereka juga aman dalam melakukan sesuatu pasti mengaah pada yang haq. Untuk mereka yang memiliki ilmu dan pondasi yang kuat juga akan terperosok ke dalam hal yang bathil jika tidak mampu mengontrol nafsunya untuk tidak bersifat takabbur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi Nikmat. Karena pada dasarnya kita seharusnya selalu menyertakan Alloh dalam diri kita. Syaitan tidak hanya mengganggu mereka yang memiliki ilmu dan pondasi lemah, namun mereka juga mengganggu para pemilik ilmu yang tinggi dengan pondasi yang kuat pula. Maka dari itu selalu beristighfar, karenahal tersebut yang selalu mengingatkan kita bahwa ada Alloh yang memberikan sekgala ilmu dan memberikan maaf atas dosa yang tidak kita sadari di dunia ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dzat yang maha kuasa melarang setiap umatnya untuk berlaku sombong meskipun ada sekecil buah zahra. Manusia yang cepat merasa puas adalah manusia sombong, kenapa ? karena di dalam hatinya sudah terdecik adanya rasa memiliki ilmu pengatahuan baik dunia maupun akhirat yang sudah terasa mapan. Padahal Nabi telah bersabda untuk selalu memperdalam keimanan maupun ilmu pengetahuan dengan begitu allah akan mengangkat derajat suatu kaum tersebut. Karena Allah berfirman, "Aku tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubah".

    ReplyDelete
  25. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya menyadari bahwa seseorang terkadang mudah untuk tergoda dengan jubah kesombongan baik itu secara sadar maupun tidak sadar. Ini karena salah satu sifat lemahnya manusia. Semoga kita semua dapat membumi saat telah menguasai suatu ilmu pengetahuan. Layaknya padi semakin berisi maka akan semakin merunduk. Perlu disadari bahwa kecerdasan dan pengetahuan yang kita miliki juga berkat keridhoan Tuhan membuka hati dan pikiran kita. Namun, ketika secara tidak sadar kita merasa sombong dengan apa yang dimiliki maka yang dapat dilakukan manusia hanyalah mohon ampun pada Allah SWT. Sungguh Maha Besar Allah yang mana selalu membukakan pintu maaf bagi para hamba-Nya.

    ReplyDelete
  26. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Cerita yang sangat menginspirasi, terima kasih Prof.
    Cerita tersebut dipaparkan dengan sangat baik tanpa meninggalkan humornya. cerita tersebut mengisahkan seorang yang tengah menimba ilmu beserta keraguan-keraguan yang dialaminya. dengan alibi mengikuti perlombaan menjunjung langit, Prof Marsigit memaparkan dengan sangat baik sifat dan sikap yang tidak boleh dipelihara saatr tengah mencari ilmu. Banyak di antara orng-orang yang mengikuti perlombaan menjunjung langit pada akhirnya jatuh dan mati. Di antaranya orang yang sombong, orang yang mengira dan menilai dirinya sendiri telah memiliki segalanya, orang yang cantik dan mengagungkan kecantikannya pada akhirnya binasa dalam perlombaan tersebut. Dapat ditarik hikmah bahwa mencari ilmu tidak mensyaratkan kecantikan, tidak mengharuskan memiliki banyak harta, namun mencari ilmu harus memiliki kesabaran dan senantiasa rendah hati

    ReplyDelete
  27. "Wa Fauqo Kulli Dzi 'Ilmin 'alim" menyatakan bahwa di atas langit masih ada langit, sepandai-pandainya seseorang masih ada yang lebih pandai lagi. Walaupun terhadap manusia yang paling pandai di dunia ini, Allah lah yang terpandai, ilmu Allah jika dituliskan dengan tinta berupa air laut dan samudra di dunia ini, niscaya semua air itu telah habis sebelum habisnya ilmu Allah untuk ditulis. Sifat sombong (Keagungan) hanyalah milik Allah semata, sehingga ciptaan tidak berhak menyandangnya, terlebih bagi seorang yang masih dalam perjalanan mencari ilmu. Sifat rendah hati dan merasa belum memiliki apapun penting untuk dilestarikan, karenanya dengan sifat tersebut seseorang akan terus belajar dan terus belajar untuk mengatasi kehausannya akan ilmu pengetahuan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  28. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menuntut ilmu itu sebagai ibadah dan merupakan suatu perintah Allah SWT. Jangan menyombongkan diri terhadap Allah dengan tidak melaksanakan ibadah atau perintah-Nya. Jangan pula merasa puas dengan ilmu yang kita peroleh sangat ini, karena ilmu yang kita peroleh saat ini mungkin hanya sebutir dari hamparan pasir yang luas. Sedangkan menuntut ilmu itu harus ikhlas. Al-Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya suatu amalan tanpa keikhlasan dan tanpa mencontohi Nabi SAW adalah seperti seorang musafir yang memenuhi begnya dengan pasir. Memberatkannya tetapi tidak bermanfaat baginya.”
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  29. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikm wr wb.Termakasih banyak pak.Rasannya cerita ini, sangat mengharukan.Ada makna tersirat yang bermain dalam cerita ini.Kebanggaan memang semestinya tidak semata-mata dituangkan dalam rasa gembira, tapi juga menangis adalah sebuah ekspresi kebahagiaan.Dan menurut saya, menangis adalahsebuah ungkapan kebahagiaan yang indah.Orang yang berilmu tidak akan menganggap dirinya berilmu,sebab karena dia merasa masih ada orang yang berilmu di atasnya.Orang yang berilmu pastinya memiliki sifat rendah hati.Umpamanya padi” semakin bersisi semakin merunduk”.Dan orang yang berilmu, tidak akan pernah lupa terhadap Allah.Orang yang berilmu tidak akan pernah lupa berusaha dan berdoa.Karena kalau ada orang yang hanya berusaha tapi tidak berdoa kepada Allah,itulah yang disebut sombong.Kalau ada orang yang hanya berdoa tapi tak pernah berusaha itu disebut pemalas.Sebaik-baiknya orang yang berilmu yaitu orang yang mengharapkan rodho Allah Subhana huwata ala.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  30. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Pelajaran menarik dari elegi Kutarungu Menjunjung Langit ini, saya dapat memahami bahwa sebaik - baik orang menuntut ilmu adalah mereka yang senantiasa berusaha untuk ikhlas, rendah hati, dan berpikir kritis. Mereka tidak sedikitpun memiliki sifat sombong, sekalipun ilmu yang mereka miliki sudah sangat banyak atau tinggi. Kesombongan akan ilmu yang dimiliki hanyalah akan menjerumuskan mereka ke dalam lingkaran keburukan yang sesat. Sebaik - baik orang yang berilmu adalah mereka yang mau mengajarkannya dan mengamalkannya untuk kebaikan dan kebermanfaatan bagi sekelilingnya. Dengan demikian, kunci dalam sukses mencari ilmu adalah dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir, mau berpikir kritis, serta menjauhkan diri dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  31. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terimakasih atas tulisannya pak, dari sini saya memahami bahwa tidak ada gunanya kesombongan itu. Bahwa kesombongan merupakan perusak segalanya. Dengan kesombongan akan mematikan perasaan seseorang, bahkan ilmupun akan mati karenanya. Menuntut ilmu adalah kewajiban tiap orang. Dengan ilmu kita dapat mengetahui apa sesungguhnya ilmu itu dan untuk apa ilmu itu. Dalam proses menuntut ilmu sangat diperlukan iklas dan rendah hati. Karena dengan iklas dan rendah hati seseorang akan terhindar dari kesombongan. Semoga kedapannya saya dapat terhindar dari kesombongan.

    ReplyDelete
  32. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Kesombongan adalah musuh dari pengetahuan, sementara untuk mendapatkan ilmu yang Purna harus melalui proses kematian. Tentu tidak ada manusia yang sempurna dalam menggali ilmu. Keterbatasan yang dimiliki manusia itulah yang harus disadari dalam menuntut ilmu. Mungkin tidak ada satupun manusia yang dapat memperoleh ilmu secara sempurna. Hal yang menjadi landasan manusia untuk berilmu adalah kerendahan hati untuk menolong sesama.

    ReplyDelete
  33. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Hal yang paling merusak dan sangat buruk adalah kesombongan. banyak hal yang tidak akan berarti karena didasari oleh kesombongan. Bahkan orang berilmu jika memiliki sifat sombong juga akan terjatuh ketika memanjat langit. Maka sebenarnya apa yang bisa disombongkan pada diri ini, karena sebenar-benar yang kita miliki sekarang adalah tidak memiliki apapun. Semua yang kita anggap milik kita hanyalah titipan Tuhan yang akan diambil kembali, bukankah kita sejatinya milik Tuhan juga.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  34. Sifat sombong dapat membuat seseorang terperosok ke jurang kegelapann. Seseorang yang merasa sudah mempunyai banyak ilmu, seseorang pemberani tanpa ilmu, seseorang yang memiliki sedikit ilmu tetapi tidak berusaha menambah ilmu, seseorang yang merasa memiliki ilmu dunia dan akhirat, seseorang karena kedudukan di dunia merasa mampu mengatur segalanya, seseorang yang dilihat orang lain merasa mampu melakukan segalanya. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia dalam menggapai sesutau tujuan haruslah dengan ikhlas, jauhilah sombong dengan kesadaran dalam hati untuk rendah hati, selalulah merasa bahwasanya diri kita ini masih kurang dalam ilmu dunia dan akhirat, selalulah berdoa meminta pengampunan atas tindakan kita yang disadari ataupun tidak sikap khilaf kita yang mungkin juga terkadang ada setitik rasa sombong di dalamnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  35. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari elegi di atas, saya dapat mengambil simpulan bahwa kesombonganlah sebenarnya yang menjadi penghambat pahala kebaikan. Kesombongan juga bisa menghilangkan segala apa yang seharusnya ada. Maka dari itu, sebagai manusia harus senantiasa belajar ikhlas dalam segala hal untuk menghilangkan kesombongan. Selain itu, kita juga harus selalu yakin bahwa tidak ada daya kekuatan yang lebih besar selain Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  36. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Banyak pesan tersirat dalam cerita dalam artikel ini, terutama untuk selalu mengedepankan sifat rendah hati meskipun apa yang kita miliki lebih dibandingkan orang lain, karena masih ada banyak yang lebih dari kita. Di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  37. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sifat rendah hati sangat diperlukan dalam kehidupan bersosial sehari-hari. Kesombongan akan menghancurkan segalanya, bahkan sepintar-pintarnya dan sekaya-kayanya manusia di bumi tidak ada yang bisa memangku langit. Manusia hanya bagaikan titik kecil dibandingkan jagat raya dan seisinya, tidak ada apa-apanya di hadapan Allah swt. Ilmu dan kekayaan tidak untuk disombongkan dengan maksud mendapat apresiasi dari sesama manusia, tetapi untuk dibagikan dan diturunkan. Dengan membagikan ilmu maka orang lain pun akan mengapresiasinya tanpa harus dengan kesombongan.

    ReplyDelete
  38. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih prof untuk tulisannya. Tulisan ini benar-benar menjadi pengingat bagi kami agar menjauhi sifat dan perilaku sombong. Terkadang status seseorang seperti jabatan atau mungkin hanya status mahasiswa pascasarjana bias menjadi celah masuknya rasa sombong. Padahal Allah sudah memberi tahu pada manusia bahwa iblis dikeluarkan dari surge salah satunya Karena sifat sombong yang dimilikinya. Ia yang terbuat dari api merasa lebih baik dari Adam yang diciptakan dari Tanah. Sehingga berprofesi sebagai apapun, kita harus menjauhi dan menutup pintu masuknya rasa sombong. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan menjauhkan kita dari rasa sombong. Aamiin

    ReplyDelete
  39. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dalam menjunjung langit, bumi adalah adalah sebagai juru bicaranya. Kemudian saya artinya sebagai ilmu pengetahuan yang ada dipikiran kita yaitu yang ada di langit maka seharusnya kita kaitka juga dengan yang ada dibumi, karena kenyataan adalah perwujudan dari pikiran kita dan yang kita lihat di kenyataan akan kita pikirkan. Namun dalam menggapai ilmu tersebut kita sebaiknya bersifat ikhlas dan berpikir kritis agar ilmu yang kita pikirkan tidak menjadi sia-sia. Selain itu, dalam menggapai ilmu, salah satu sifat yang perlu kita hindari adalah sifat sombong, sifat sombong ini bisa dalam artian merasa sudah memiliki ilmu sehingga tidak ingin belajar lagi. Oleh karena itu peserta lomba dikatakan mati, dalam konteks ini mati bisa berarti salah atau gagal, dll. Bahkan dalam elegi di atas Sang Begawat pun juga dikatakan mati, dari hal ini kita perlu menyadari bahwa dalam menggapai ilmu semua manusia sama yaitu sama-sama teracam mitos, baik bayi, anak-anak, orang dewasa bahwa Begawat sekalipun. Oleh karena itu, bersikap merendah hati terhadap ilmu akan menghidarkan kita terhadap sifat sombong dan membantu kita menumbuhkan rasa ikhlas baik pikir maupun hati serta kemampuan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  40. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit karena telah memberikan pengibaratan yang amat panjang dan bermakna hanya untuk mendeskripsikan dan memaparkan betapa ruginya memiliki sifat sombong. Ketika manusia sudah merasa tinggi hati dengan apa yang dia punya dan dia telah merasa memiliki segala nya, maka itulah sebenar-benar hati yang mati. Dalam ranah spiritualisme, sombong termasuk salah satu penyakit hati yang amat sangat tidak disukai oleh Allah dan tanpa disadari kita sebagai umatnya juga sulit menghindari hal itu meskipun hanya sebesar biji sawi. Cerita sang Cantraka benar-benar memberikan hikmah yang begitu besar bagaimana disaat ia melakukan perlombaan menjunjung langit, ia melihat banyak sekali yang terjatuh karena tidak kuat dan akhirnya mereka mati, termasuk gurunya, sang Bagawat. Maka sebanyak dan sebesar apapun ilmu, paras, materi, dan apapun yang telah kita miliki dan telah kita capai dalam hidup, kuatlah dan jauhkanlah diri kita dari rasa sombong, jangan sampai kita merasa takabur dan merasa telah memiliki segalanya daripada orang lain. Ingatlah, di atas langit masih ada langit. Sehebat-hebat kita masih ada yang lebih hebat. Sebaik-baik Dzat yang pantas dan boleh bersombong adalah Sang Pencipta alam dunia ini. terimakasih Cantraka dan Bagaawat, semoga pesan ini sampai dihati para pembaca yang lainnya. Amin.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  41. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana


    Postingan Kutarunggu menjunjung langit ini menguraikan kepada pembaca bahwa sebenar-benarnya belajar itu adalah ketika kita ikhlas dan selalu merasa masih kurang dalam pengetahuan. Karena sifat sombong atau merasa sudah yang paling tahu mengenai suatu hal maka tidak jarang akan ada penolakan-penolakan yang terjadi dalam diri ketika sedang belajar. Jika ada penolakan dalam diri maka ilmu yang disampaikan atau yang dipelajari itu tidak dapat diambil maknanya. Ini merupakan teguran kepada kita dan peringatan kepada kita. Kita ini bukanlah sosok yang sempurna, akan tetapi sesosok yang penuh dengan kekurangan, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT. Allah SWT yang memiliki yang ada dan yang mungkin ada dalam diri kita. Sudah seharusnya kita meminta kepada sang Pemilik dan menggapai ridhoNya. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang ingin belajar karena ketidak tahuan dan kebutuhan, semoga kita termasuk orang-orang yang diridhoi-Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  42. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik sekali cerita diatas, tentang kesombongan dan keikhlasan. Orang yang tidak mau menambah ilmu ternyata merupakan orang yang sombong karena dia merasa ilmunya sudah cukup. Pun orang yang merasa punya ilmu yang sempurna juga merupakan orang sombong, karena sebenar-benar yang berilmu adalah Allah SWT. Oleh karena itu dalam mencari ilmu kita harus hati-hati supaya tidak termasuk orang yang sombong, caranya dengan selalu ikhlas dan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  43. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Itulah yang dapat saya tangkap dari kisah di atas. Orang-orang yang pandai baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat akhirnya mati atau kalah karena kesombongannya sendiri. Itu menjadi pesan kepada kita semua betapapun tinggi ilmu yang kita sudah punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas. Kita harus belajar lagi, belajar lagi, dan belajar terus sampai hayat yang menghentikan kita

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pengalaman yang sangat mengesankan. Bukankah pengalaman juga ilmu? Bahkan bisa dikatakan ilmu yang sangat berharga bukan? Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda, kecil ataupun besar, si kaya ataupun si miskin, guru ataupun siswa, dosen ataupun mahasiswa, dst. Tidak hanya sebatas mencari ilmu, tapi bagaimana ilmu itu bisa diterapkan, bagimana ilmu itu bisa diamalkan, bagaimana ilmu itu bermanfaat bagi dirinya maupun orang banyak, bagaimana ilmu itu merendahkan hatinya, bagaimana ilmu itu tidak membuat merasa puas. Dan bagimana selalu menjalin silaturahmi dengan seorang guru yang telah mengajarkan kita banyak ilmu. Kenapa silaturahmi dengan guru penting? Selain kita membutuhkan ilmu dari seorang guru, kita juga membutuhkan doa restu beliau, supaya ilmu kita manfaat.

    ReplyDelete
  45. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pendidikan tidak terbatas dengan umur, janganlah menjadi orang yang puas diri walaupun kita telah memiliki gelar yang banyak karena pendidikan sepanjang hayat. Cara untuk mencapai pendidikan tersebut adalah dengan belajar dengan proses meraih ilmu secara terus menerus diiringi rasa ikhlas. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kita meyakini bahwa masih terdapat orang yang memiliki ilmu yang lebih tinggi dan ilmu selalu hidup dan berkembang. Sehingga apabila kita sudah puas diri maka hal itu menjadi ketertinggalan bagi diri kita.

    ReplyDelete
  46. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    dari percakapan antara Centraka dan Begawat tersebut saya dapat mengambil hikmah bahwa kesomobongan bisa membinasakan. kita harus berhati-hati jangan sampai ada kesombongan sedikitpun di dalam hati. orang yang berilmu, bukan yang pandai hanya menggunakan akalnya namun juga pandai mengelola hatinya, pandai memposisikan diri (rendah hati), kemudian dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas jangan memiliki motif yang terselubung atau hanya pencitraan agar dianggap baik oleh gurunya. terimakasih banyak untuk nasehatnya ini prof :')

    ReplyDelete