Nov 9, 2014

Kutarunggu Menjunjung Langit

Oleh Marsigit



Bagawat:
Wahai Cantraka, sudah lamakah engkau duduk disitu. Engkau menunggu siapa.

Cantraka:
Bagindha Bagawat yang bijaksana pembawa cerah. Ampunilah diriku karena mungkin aku telah mengusik ketenanganmu. Aku sengaja menunggu di sini agar bisa berkonsultasi dengan engkau.

Bagawat:
Wahai Cantraka, bukankah aku masih ingat bahwa engkau adalah salah satu dari sekian banyak murid-muridku. Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini? Konon mereka semua pergi karena mereka ingin menguji ilmu yang diperoleh di Kutarunggu ini. Aku juga mendengar bahwa mereka akan mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Cantraka:
Maafkan diriku sang Bagawat. Maafkan pula jika diriku adalah muridmu yang paling bodhoh dari semua murid-muridmu. Sebetulnya saya juga telah pergi meninggalkanmu, pergi meninggalkan Kutarunggu ini, tetapi di tengah perjalanan saya mempunyai persoalan-persoalan sehingga saya terpaksa kembali ke sini dan ingin berkonsultasi kembali kepadamu. Maka jika engkau masih berkenan aku masih ingin bertanya banyak hal kepadamu. Tetapi disamping aku ingin bertanya, perkenankanlah aku ingin menyampaikan pengalaman perjalananku mengikuti perlombaan menjunjung langit.

Bagawat:
Oh baik, bukankah engkau tahu bahwa selama ini aku selalu menyediakan waktuku selama 30 jam perhari untuk bisa melayani pertanyaan-pertanyaan para murid-muridku. Lantas, engkau masih ingin bertanya tentang apa saja. Tentu aku akan sangat senang mendengar ceritamu bagaimana pengalamanmu mengikuti perlombaan menjunjung langit. Coba ceritakan bagaimana asal muasal sampai ada acara perlombaan menjunjung langit, siapa yang mengadakan perlombaan, bagaimana cara mengikutinya dan apa hadiahnya serta siapa saja peserta perlombaannya?

Cantraka:
Itulah justru yang ingin aku tanyakan kepada guru. Dari cerita para peserta lomba, konon yang mengadakan lomba menjunjung langit adalah Orang Tua Berambut Putih, tetapi menurut beritanya Orang Tua Berambut Putih itu sudah meninggal dunia, tetapi tidak diketahui di mana dia meninggal dan di mana dia dimakamkan. Tetapi tentang perlombaan, tata cara perlombaan, kriteria pesertanya serta hadiahnya selalu dapat didengarkan jika dalam keadaan sepi dan tenang, yaitu pada saat setelah tengah malam dan menjelang subuh. Suara itu terdengar begitu jelasnya seakan turun dari langit tetapi tidak diketahui dari mana asalnya. Konon hanya orang-orang yang berhati bersih dan dan berpikiran kritislah yang bisa mendengar suara itu. Aku pernah berusaha membersihkan hati dan berusaha berpikir kritis, dan ternyata aku juga bisa mendengar suara itu. Konon perlombaan itu akan diselenggarakan di suatu tempat yang dikenal sebagai tanpa batas. Oleh karena itu, wahai guruku, sebelum aku mengikuti perlombaan itu, aku merasa masih ingin berkonsultasi kepadamu perihal kejadian-kejadian aneh yang aku alami, sekalian aku masih memohon doa restumu.


Bagawat:
Wahai Cantraka, ketahuilah bahwa langitpun bisa menangis jikalau terlalu lama tidak menemukan buminya. Ketika engkau datang kepadaku dan bercerita banyak tentang perlombaan menjunjung langit, aku pun telah menangis dalam hatiku. Ketahuilah bahwa sebetulnya tangisanku itu bukanlah karena langit tidak menemukan buminya, tetapi sebaliknya karena langit telah menemukan buminya. Wahai Cantraka, coba ceritakan kepadaku siapa sajakah yang engkau lihat dalam perjalanan mengikuti perlombaan itu? Ciri-cirinya serta jalan-jalan yang dilalui serta kejadian-kejadiannya?

Cantraka:
Ampunilah guruku, aku sungguh tidak mengetahui kata-kata guruku. Aku juga bingung apa maksud guru menangis, aku juga bingung apa yang dimaksud guru dengan langit ketemu bumi. Tetapi baiklah guruku, aku akan ceritakan semua pengalamanku ketika aku bersama mereka. Orang-orang yang berangkat mengikuti perlombaan itu beraneka ragam, semua jenis manusia ada di sana, laki-laki, perempuan, tua, muda, mahasiswa, pedagang, politisi, pejabat, mahasiswa, dosen, presiden, gubernur, rektor, orang sakit, guru, murid, orang sombong, orang alim, pandai cendekia, bahkan ada bayi, bahkan ada orang yang sedang sekaratul maut, anehnya ada orang seperti Orang Tua Berambut putih juga tampak di sana, aku juga melihat ada orang mirip wajahmu. Semua orang yang pernah aku lihat di dunia ini ada di sama ditambah semua orang yang belum pernah aku lihat. Tetapi semuanya adalah manusia. Aku tidak menemukan seekor binatangpun di sana. Anehnya aku juga melihat ada orang yang persis diriku juga ada di sana.

Bagawat:
Hemmm...luar biasa keadaannya. Coba ceritakan bagaimana kejadian-kejadiannya.

Cantraka:
Wahai guruku, ternyata aku menyaksikan bahwa di sana ada berbagai macam kejadian. Kejadian itu ada yang baik, ada yang buruk, ada yang indah, ada yang mengerikan, ada yang sopan, ada yang kejam, ada yang terpencil, ada yang ramai, ada yang sepi, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang logis, ada yang tidak logis, ada yang tetap, ada cepat berubah. Singkat kata aku telah menyaksiakan semua kejadian yang pernah aku saksikan, aku dengarkan di dunia ini, bahkan yang hanya aku pikirkan, semuanya ada di sana. Bahkan lebih dari itu, ada pula kejadian-kejadian yang semula hanya aku pikirkan ternyata di sana tampak jelas terjadi di sana.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Coba ceritakan apa yang paling mengesankan dari orang-orang itu dan kejadiannya, dan apa perbedaannya antara dirimu dengan mereka?

Cantraka:
Wahai guruku, ini bukanlah suatu tentang yang mengesankan bagiku, tetapi sesuatu yang aku merasa aneh. Anehnya, suatu ketika aku mengalami kejadian di mana aku tidak tahu mengapa dan bagaimana kejadian itu terjadi. Kejadian itu adalah bahwa aku bisa bertanya kepada semua orang yang ada di sana. Pertanyaanku cuma satu saja, yaitu dimanakah Orang Tua Berambut Putih. Ternyata sebagian besar dari mereka menjawab bahwa Orang Tua Berambut putih telah meninggal dunia. Yang lebih aneh lagi adalah orang yang persis Orang Tua Berambut putih juga mengatakan bahwa Orang Tua Berambut putih itu telah meningal dunia. Hanya dirikulah yang sedikit ragu apa betul Orang Tua Berambut Putih telah meninggal dunia. Oleh karena itu aku datang kepadamu untuk menyampaikan keraguanku.

Bagawat:
Hemmm..luar biasa kejadiannya. Untuk yang kedua kalinya aku ingin meneteskan air mataku.

Cantraka:
Kenapa guru meneteskan air mata?

Bagawat:
Rasa bangga terkadang bisa meneteskan air mata. Itulah kebanggaan seorang guru melihat kecerdasan murid-muridnya? Teruskan ceritamu.

Cantraka:
Ada seorang merasa telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, tetapi kemudian mati ditengah-tengah perlombaan ketika berusaha menjunjung langit. Dia ternyata tidak kuat menjunjung langit, terjatuh kemudian mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya orang yang sombong. Seorang berilmu tidaklah seharusnya merasa dirinya telah purna menguasai ilmu. Maka kematiannya disebabkan karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seseorang merasa mempunyai keberanian luar biasa, kemudian menjoca menjunjung langit, tidak kuat kemudian juga mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia sebetulnya sombong. Seseorang pemberani mestinya harus melengkapi ilmunya. Maka kematiannya disebabkan karena kurang berilmu.

Cantraka:
Ada seseorang yang merasa telah mempunyai ilmu dunia. Dia mengaku walaupun ilmunya baru sedikit, tetapi sudah cukup untuk menghidupinya. Kemudian dia berusaha mengangkat langit, dia terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga termasuk sombong karena tidak berusaha menambah ilmunya. Maka kematiannya adalah karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada orang yang berilmu. Dia mengaku telah purna ilmunya baik ilmu dunia maupun akhirat. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata juga telah berlaku sombong karena pengakuannya merasa telah berilmu.

Cantraka:
Ada orang penampilannya luar biasa, kelihatannya dia seorang Raja. Banyak pengikutnya. Dia kemudian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia ternyata telah berlaku sombong. Untuk mengangkat langit itu harus ikhlas. Kedudukannya sebagai seorang Raja itulah yang menjadikan dia berlaku sombong karena merasa selalu bisa mengatur dunia. Maka kematiannya adalah juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang ksatria. Dia juga seorang pertapa. Dia tidak mengaku-aku mempunyai ilmu, tetapi orang lain bisa melihatnya bahwa dia adalah orang berilmu. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang mengaku sebagai Orang Berambut Putih. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang guru matematika. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia juga telah berlaku sombong karena merasa bisa mengangkat langit. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang yang bingung. Dia dipaksa oleh teman-temannya untuk mencoba mengangkat langit. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Orang yang bingung itu merugi dalam 2 (dua) hal. Pertama, dia merugi dalam pikirannya, tetapi juga merugi dalam hatinya. Maka kematiannya dikarenakan kurang ilmunya, baik ilmu dunia maupun ilmu hati.

Cantraka:
Ada seorang jenderal lengkap dengan prajuritnya. Dia mengerahkan segenap prajuritnya untuk mengangkat langit. Mereka kemuadian berusaha mengangkat langit, mereka juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Mengangkat langit itu tidak menggunakan kekuatan fisik belaka. Maka kematiannya adalah karena kesombongan dan salah perhitungan.

Cantraka:
Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Dia terbesit rasa sombong juga karena membiarakan orang lain telah mengagumi kecantikannya. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.

Cantraka:
Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya. Kadang-kadang dia bertindak melampaui batas, seakan ingin mengajari gurunya juga. Dia juga berlaku determinis kepada siapapun dan kepada apapun, termasuk kepada gurunya. Kelihatannya dia tidak konsisten, karena dia rajin ikut kegiatan tetapi tidak mau terlibat secara ikhlas. Saya ragu apakah dia hanya ingin memeroleh penialain semu. Di satu sisi kelihatan memerlukan program itu, tetapi di sisi yang lain dia menghujat habis-habisan. Pada akhirnya dia berusaha juga untuk mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati. Apa maknanya guru?

Bagawat:
Berarti dia sudah pernah bergaul dengan para Dewa Transenden Barat dan Utara. Berarti dia mengikuti program tidak ikhlas karena sudah memunyai Motif dan Tujuan lain. Saya ragu apakah Spiritualitasnya konsisten dan komitmen atau tidak, karena sebenar-benar Spiritual itu adalah konsisten dan komitmen. Jangan-jangan dia prajuritnya Power Now. Waspadalah karena sebenar-benar Power Now itu adalah Penebar Kemunafikan. Ilmunya para Motivist adalah bersifat manipulatif, karena dia akan memberikan fatamorgana kebenaran, yaitu kebenaran palsu. Dia abai dan bermaksud memanipulasi ruang dan waktu. Sebenar-benar dia adalah si pemangsa Ruang dan Waktu itu sendiri. Maka kematiannya juga karena kesombongannya.


Cantraka:
Ada seseorang yang ragu-ragu kemudian pulang untuk bertanya kepada gurunya. Dia belum berani mengangkat langit, maka dia bertanya kepada gurunya. Dia adalah aku. Maka bagaimana petunjukmu guru?


Bagawat:
Wahai muridku yang cerdas. Diantara sekian banyak muridku maka yang paling cerdas adalah engkau. Engkau telah mengetahui dan menyadari dimana ada ruang dan waktu tertentu di situ. Maka ketahuilah Cantraka. Sebenar-benar orang yang membuat perlombaan mengangkat langit adalah Orang Tua Berambut Putih. Ketahuilah bahwa sebetu-betulnya Orang Tua Berambut putih itu adalah diriku juga. Maka Bagawat itu adalah Orang Tua Berambut Putih. Dan Orang Tua Berambut Putih itu adalah Bagawat. Ketahuilah bahwa tiadalah kematian bagi Orang Tua Berambut Putih atau Bagawat, mereka itu adalah sebenar-benar ilmu. Maka sebenar-benar langit yang aku sayembarakan itu tidak lain tidak bukan adalah ilmu itu sendiri. Jadi Bagawat, Orang Tua Berambut Putih itu adalah langit itu sendiri. Dia adalah juga ilmumu. Maka ilmumu itu pula adalah diriku yaitu Bagawat. Sedangkan bumi itu adalah bicaraku dan juga bicaramu. Maka kemanapun engkau pergi, bumi dan langit menyertaimu. Maka sayembara mengangkat langit itu sebetulnya sayembara mencari ilmu. Maka hanyalah mereka yang berhati bersih dan berpikiran kritislah yang berhasil menjunjung langit. Maka hanya mereka yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Itulah sebenar-benar sayembara dari diriku terhadap para murid-muridku semua. Diantara para muridku semua, maka pada dirimulah aku menemukan keikhlasan. Maka jika engkau teruskan mencari keilklassanmu dan pikiran kritismu maka niscaya engkau akan peroleh ilmu. Ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah tiadalah orang sebenar-benar memperoleh ilmu. Karena sebenar-benar ilmu itu hanyalah milik Alloh SWT semata. Barang siapa berusaha menggapai dunia dan langit tanpa menggapai Ridhlo Nya maka dia akan terancam kematian. Hendaklah jangan salah paham. Kematian yang aku maksud di sini adalah dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti salah, mati bisa berarti tidak tahu, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka.

Bagawat:
Wahai cantraka aku tahu engkau terdiam karena engkau sedang berusaha mengerti apa yang aku katakan. Maka aku telah mengetahui semua apa yang engkau rasakan, pikirkan dan kerjakan. Maka teruskanlah perjuanganmu. Tidaklah perlu engkau ragu-ragu, maka berangkatlah mencari ilmumu dan gunakan ilmumu sebaik-baiknya.Untuk sementara, diantara sekian banyak yang berusaha mengikuti lomba ini, maka kepada dirimulah aku menentukan pemenangnya. Tetapi ingat ini hanyalah bersifat sementara, maka jagalah prestasimu itu dengan keikhlasanmu. Amiin

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah.

Cantraka:
???

Bagawat:
Silahkan Cantraka istirahatlah. Cantraka, diajak bicara kok diam saja. Apa engkau kelihatannya malah menitikkan air mata ya? Masih ada persoalan apa?

Cantraka:
Maaf guru, karena sepulang dari mengikuti lomba menjunjung langit saya sempat tertidur.

Bagawat:
Lha kalau cuma tertidur, apa masalahnya?

Cantraka:
Tetapi saya tidak berani menyampaikan kepada Guru, karena ini menyangkut diri Guru sendiri.

Bagawat;
Sebagai seorang Bagawat, mestinya saya harus sudah ikhlas lahir bathin apapun yang menimpa kepada apa yang ada dan yang mungkin ada, termasuk diriku. Silahkan.

Cantraka:
Tetapi maaf sebelumnya.

Bagawat:
Ra po po. Kok kelihatannya serius amat nih.

Cantraka:
Saya bermimpi bahwa Bagawat itu juga mengikuti lomba menjunjung langit.

Bagawat:
Lha..apa? Trus..apa yang terjadi.

Cantraka:
Itulah maka saya merasa sedih.

Bagawat:
Trus..

Cantraka:
Ternyata Bagawat sang guruku, juga terjatuh lalu mati...maaf lalu meninggal dunia.

Bagawat:
Astaghfirullah al adzimu...ya Allah ampunilah semua dosa-dosaku, ampunilah semua dosa baik yang aku sadari maupun yang tidak aku sadari, baik yang aku sengaja maupun yang tidak aku sengaja. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat aku gapai melainkan hanyalah aku berihtiar dalam doa. Segala puja dan puji ialah milik Mu ya Rab.


Cantraka:
Amin. Maaf guru. Terimakasih atas semua nasehatmu. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT. Mohon doa restumu.

Bagawat:
Amin. Silahkan Cantraka. Amin.

89 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Kutarunggu Menjunjung Langit ini mengingatkan saya pada penjelasan tentang ilmu yang bersifat ekstensif dan intensif. Ilmu yang kita anggap luas dan dalam ternyata dapat diperdalam dan diperluas lagi oleh orang lain atau pun oleh diri kita sendiri pada waktu yang lain. Oleh karena itu, janganlah kita merasa puas, bangga dan bersikap sombong akan ilmu yang telah kita miliki saat ini sebab mungkin saja ada orang lain yang mempunyai ilmu dengan kedudukan lebih tinggi dari kita. Ingatlah “Diatas langit masih ada langit”. Keikhlasan pun diperlukan oleh setiap orang yang menjalani kehidupan di dunia pana ini.
    Kutarunggu menjunjung langit ini memberikan pelajaran, bahwa untuk mencapai tingkatan berfikir spiritual, seseorang tidak dipandang dari pangkat, jabatan, kaya, miskin, tua, muda, cantik, tampan bahkan presiden dan raja sekalipun. Namun untuk menggapai langit, haruslah dengan ikhlas hati dan ikhlas pikiran yang tuntun oleh ilmu yang berkah yang di ridhoi oleh Allah swt. Kesombongan akan membuat kita terjerumus ke jalan yang sesat, bahkan dapat berakibat kematian sekalipun. Sebagaimana Sesuai dengan yang dikisahkan dalam kutarunggu di atas. Semoga kita termasuk orang yang bisa menahan diri dari sifat sombong dan takabbur.. amiin

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan beberapa hal yang penting dan tidak semua orang dapat melihatnya dengan langsung. Mereka yang dengan sungguh-sungguh ingin mendapatkan ilmu akan menjaga ketulusan, kejujuran, kerendahan hati, kerja keras, dan doa yang selalu dipanjatkan kepada Allah. Selain itu, kita juga harus memiliki kemauan untuk menjaga hubungan baik dengan guru kita. Semua itu akan menjadi bekal kita dalam memperoleh pengetahuan. Dalam mencari pengetahuan, hanya orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan pemikiran kritis yang akan berhasil mendapatkan pengetahuan. Ketahuilah bahwa tidak ada yang bisa mendapatkan pengetahuan yang benar jika mereka hanya mencoba untuk mencapai itu, karena ilmu itu sebenarnya hanya milik Allah SWT. Siapa pun yang mencoba untuk mencapai dunia dan akhirat tanpa meraih ridha Allah maka dia akan terancam kematian. Dan kematian yang dimaksud adalah kematian dalam arti yang luas dan mendalam. Kematian bisa berarti gagal, kematian bisa berarti kesalahan, kematian bisa berarti tidak tahu, kematian bisa berarti sadar, kematian bisa berarti tidak tepat, kematian bisa berarti kesalahan ruang, kematian bisa berarti kesalahan waktu, kematian bisa berarti dosa, kematian bisa berarti panas dari api neraka.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kesombongan bisa membuat kita mati, mati yang memiliki banyak arti, mati yang berarti kegagalan, mati yang berarti salah ruang, mati yang berarti salah, dll. Sebagai seorang yang memiliki ilmu tidaklah baik untuk menyombongkan apa yang dimiliki. Ilmu yang sebaiknya kita gunakan untuk membantu sesama, bukan untuk disombongkan. Ilmu yang kaya adalah ilmu yang dapat kita tularkan agar orang itu bisa mendapatkan manfaat dari ilmu itu sendiri. Selama ini kita selalu mengejar ilmu, bahkan tanpa kita kejar sekalipun ilmu sudah Tuhan berikan kepada kita secara percuma, tinggal kita yang mau memperkaya ilmu kita untuk berbagi atau tidak

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga liang lahat. Dua kalimat tersebut memiliki arti yang dalam. Bahwa sesungguhnya ilmu itu luas, maka carilah ilmu hingga kemanapun karena ilmu tak akan habis. Ilmu itu luas, sehingga selama kita bernafas, teruslah mencari ilmu. Karena "Jika kita menginginkan dunia, tuntutlah ilmu. Jika kita menginginkan akhirat, tuntutlah ilmu. Dan jika kita menginginkan keduanya maka tuntutlah ilmu."
    "semakin berisi semakin merunduk". Orang-orang yang memiliki banyak ilmu, dia akan semakin merasa bahwa apa yang dia ketahui belumlah seberapa, sehingga sebenar-benarnya orang yang berilmu dia tidak akan sombong. Tapi, orang yang merasa ilmunya banyak dan kemudian dia berlaku sombong maka sangatlah jelas bahwa ilmunya sangat sedikit, sehingga dia akan mati (dalam banyak arti) dengan ilmu yang sedikit dan kesombongannya tersebut.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Belajar memang harus lepas dari rasa sombong. Hal ini berlaku tidak hanya untuk belajar tetapi juga dalam hal mengajar. Keseombongan haruslah dihilangkan dari pikiran kita. Agar semua materi yang seharusnya diperoleh dapat digunakan dan dapat diterima dengan baik.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Segala sesuatu yang kita lakukan pasti ada ilmunya. Kita harus terus mencari ilmu dimanapun, kapanpun. Hendaknya jangan merasa bosan untuk mencari ilmu. Namun, Setinggi apapun ilmu jika diliputi oleh kesombongan maka akan padamlah ilmu yang telah kita miliki itu. Tak akan berarti jika ilmu itu diliputi dengan kesombongan. Semoga kita dilindungi dari sifat sombong.aamiin.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Manusia itu ada batasnya. Setiap manusia pasti memiliki keterbatasan yang di milikinya. Cerita diatas menceritakan bahwa seorang murid yang haus akan ilmu yaitu cantraka, yang ingin selalu dan akan selalu tahu. Walaupun teman-temannya sudah bepergi meninggalkan dia dan ingin mengujikan ilmunya kepada orang lain catraka masih setia berada di sana, karena dia masih belum puas akan ilmu nya. Hidup di dunia seperti itu apalagi kita sbegai pendidikan dan bergelut dengan dunia pendidkan, selalu haus akan ilmu.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya mendapatkan pelajaran bahwa dalam menuntut ilmu tidak ada batasnya. Secara filsafat juga disebutkan sebagai pengetahuan yang sedalam-dalamnya (instensif) dan seluas-luasnya (ekstensif). Bidang ilmu yang ada sangat banyak dan beragam, sehingga hanya mau saja kita dapat mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Dengan kata lain kita bebas mencari ilmu setinggi-tingginya. Pada elegi ini kalimat menjunjung langit itu diibaratkan untuk menjunjung ilmu dan mencari ilmu tinggi langit. Karena ilmu kita bisa menjadi manusia lebih berarti. Sehingga seorang pengajar itu tugasnya sangat mulia. Agama kita-pun meninggikan derajat orang yang berilmu dan ilmu yang bermanfaat pun menjadi salah satu amalan yang tidak terputus walaupun manusianya telah tidak ada lagi di dunia ini.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Terkadang, kita memandang dan merasa apa yang kita punya jauh lebih baik, lebih bagus, lebih tinggi dari orang lain. Begitupun dengan ilmu, dapat membuat orang menjadi sombong dan merasa paling pintar dari yang lain. Maka satu hal yang paling penting dalam memeroleh ilmu yaitu janganlah sombong. Pepatah menyatakan bahwa berlakulah seperti padi semakin berisi semakin menunduk. Pepatah ini mengajarkan untuk kita bahwa semakin kita berilmu maka sepatutnya kita semakin tawaduk. Karena bentuk kesombongan ini banyak menjerumuskan orang berilmu kedalam ketamakan. Merasa telah cukup berilmu pun ternyata dikatakan sombong karena tidak berusaha melengkapi ilmunya. Sehingga wajar kiranya, semakin berilmu seseorang maka semakin santun ucapan dan perilakunya (tidak sombong) dan terus berusaha menambah ilmunya karena belajar adalah tugas setiap insan di muka bumi ini. Manusia adalah khalifah di muka bumi ini. Selain itu kita para penuntut ilmu dalam mencari dan menuntut ilmu diibaratkan seperti layang-layang yang diterbangkan dengan seutas tali. Layang-layang bebas mau menuju langit bagian manapun tetapi tetap terikat pada tali itu karena ketika putus talinya maka layang-layang tidak tahu arah kembali dan jatuh. Tali itu adalah aturan agama maupun hukum yang berlaku.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ilmu Tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Lumpuh. Ilmu dan agama merupakan dua instrumen penting bagi manusia untuk menata diri, berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, bernegara serta bagaimana manusia memaknai hidup dan kehidupan. Keduanya diperlukan dalam mendorong manusia untuk hidup secara benar. Sebagai makhluk berakal, manusia sangat menyadari kebutuhannya untuk memperoleh kepastian, baik pada tataran ilmiah maupun ideologi. Melalui sains, manusia berhubungan dengan realitas dalam memahami keberadaan diri dan lingkungannya. Sedangkan agama menyadarkan manusia akan hubungan keragaman realitas tersebut, untuk memperoleh derajat kepastian mutlak, yakni kesadaran akan kehadiran Tuhan

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menuntut ilmu tentu tidak ada batasnya. Bahkan dalah sebuah pepatah arab dikatakan "Tuntlah ilmu sampai ke negeri Cina" atau "Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat". Bahkan sampai kita mati pun masih harus menuntut ilmu. ilmu bisa kita dapatkan dimana saja, darimana saja, dan dari siapa saja. Oleh karena itu, dalam menuntut ilmu hendaknya kita menerapkan ilmu padi yaitu semakin berisi semakin merunduk. Yang artinya bahwa kita tidak boleh sombong apabila telah diberikan allah ilmu, semestinya ilmu kita haruslah bermanfaat bagi orang banyak. Agar keberkahan di dunia dan di akhirat kita dapati

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sangat jelas firman Allah SWT bahwa Dia akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu. Maka sudah sepatutnya kita sebagai hamba-Nya untuk selalu menggapai ilmu, dan menghindari logos. Namun, ilmu yang kita dapatkan tidak untuk kita sombongkan apalagi kita salah gunakan. Hukum ini sangat jelas berlaku, bahwa ilmu yang tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan sia-sia.

    ReplyDelete
  13. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan membaca postingan ini "Kutarunggu Menjunjung Langit" saya memahami beberapa poin penting dalam hidup. Bahwa dalam hidup, ilmu itu tak terbatas jumlahnya. Seberapapun kita merasa sudah menguasai ilmu, itu tetap tak akan seberapa. Seperti kata pepatah bahwa selalu ada langit di atas langit. Dalam tulisan di atas diceritakan bahwa semua orang, mati dalam kesombonganya. Mati dalam artian, tidak tau, kalah, gagal, jatuh dll. Bahkan ternyata sang begawat pun, yang menyampaikan ilmu itu juga mati, dia tak menyadari kesombongannya itu. Maka marilah kita memohon ampun, atas khilaf, dan dosa yang mungkin tidak kita sadari. Tetaplah menuntut ilmu, karena ilmu kita tak akan pernah sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Menuntut ilmu tidak hanya di bangku sekolah dan perkuliahan, namun dapat dimana saja. Bahkan dengan orang yang kekurangan sekalipun kita dapat mengambil hikmah dari segala kejadian dan menjadikan ilmu kehidupan untuk bekal kehidupan ke depan. Oleh karena itu tiadalah pantas jika memiliki kesombongan hati dan pikiran. Karena kita semakin berilmu seharusnya semakin merunduk (rendah diri). Jika ia kaya ilmu namun angkuh makan tiada berilmulah ia.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Setinggi - tingginya langit masih ada yang lebih tinggi. Sepintar - pintarnya seseorang masih ada yang lebih pintar. Maka janganlah kamu menjunjung tinggi kesombongan. Sesungguhnya kesombongan mendekatkan dirimu pada keburukan. Terlebih di dalam dunia pendidikan. Ilmu terlalu luas, tak berhingga banyaknya. Maka teruslah belajar, dan menjauhi segala kesombongan.

    ReplyDelete
  16. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi yang sangat menarik untuk dikaji karena dari elegi diatas mengajarkan kita bahwa kesombongan dapat membaca kemurkaan bagi kita. Tiadalah ilmu itu bisa didapatkan dari kesombongan, ia hanya bisa di dapatkan dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis. Mendapatkan hari yang ikhlas dan cara berpikir yang kritis hanya dengan selalu berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terus berdoa agar menjadi pribadi yang jauh dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini mengisahkan Cantraka yang melakukan pengalaman perjalanan mengikuti perlombaan menjunjung langit. Cantraka bercerita bahwa yang menjunjung langit ialah yang ada dan yang mungkin ada kecuali binatang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa apa yang ceritakan Cantraka ialah yang dilakukan manusia selama ini, yang masih ada dalam pikiran kita ternyata di dunia nyata jika kita dapat melihat semuanya ada. Manusia yang menginginkan segala sesuatu mulai dari jabatan, kebahagiaan, kepuasan dan masih banyak lagi yang mereka inginkan. Dan manusia selalu berlomba-lomba untuk memperolehnya dengan penuh kesombongan. Semoga kita dijauhkan dari segala macam godaan seperti demikian dan kita selalu didekatkan dengan Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sungguh sangat menarik sekali. Saya dapat mengambil kesimpulan bahwa janganlah menjadi seseorang yang sombong karena merasa sudah cukup ilmu, ketahuilah bahwa ilmu yang dirasa dimiliki tersebut ternyata masih kurang, sangat kurang. Karena kita ketahui bahwa diatas langit masih ada langit. Pesan yang saya tangkap yaitu janganlah sombong dengan ilmu yang dimiliki karena sejatinya kita hanyalah kecil, masih banyak yang harus dipelajari dan digali lebih banyak. Jangan langsung puas dengan apa yang telah dicapai.

    ReplyDelete
  19. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bahwasanya ilmu itu tidak pernah habis, sehingga jangan pernah berhenti untuk menggapai ilmu yang sebenar- benarnya. Dan yang perlu diingat, ketika kita sudah mempunya ilmu, akan lebih baik jika bermanfaat bagi oranglain, artinya yaitu kita bisa mentransfer ilmu kita kepada orang lain dan tidak sombong atas ilmu yang kita miliki. Dalam menggapai ilmu harus ikhlas hati dan pikiran, agar dengan mudahnya ilmu yang kita terima kita pahamkan.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari elegi ini saya mengambil kesimpulan, bahwa murid yang cerdas dalam pandangan pak Marsigit adalah murid yang ketika dia bingung dia bertanya kepada gurunya, bukan malah pergi meninggalkan gurunya dan tetap berada dalam kebingungan. Ilmu sebetulnya terikat kepada pengajarnya. Namun tidak selamanya seperti itu, ada kalanya ilmu juga bisa didapatkan berdasarkan perenungan atau pengamatan atau keduanya. Namun dengan adanya guru sebagai tempat berkonsultasi dan tempat berdiskusi, yang tentunya telah memiliki pengalaman yang lebih, dapat membuat proses mempelajari ilmu menjadi lebih efektif. Mungkin karena itu pak Marsigit menyebut murid yang seperti ini adalah murid yang cerdas.

    ReplyDelete
  21. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Setiap manusia wajib berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba-lomba menjunjung langit. Namun, harus dilandasi oleh rasa yang ikhlas. Seseorang yang berilmu tidak seharusnya merasa sombong karena dirinya telah menguasai ilmu. Ilmu dunia saja belum cukup, orang juga harus mempelajari dan mengamalkan ilmu akhirat. Orang yang berilmu adalah orang yang selalu meningkatkan dimensi keilmuannya dan tentu saja harus dilandasi oleh hati yang ikhlas. Hanya mereka yang berhati yang akan memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  22. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjunjung langit atau mencari ilmu memerlukan keikhlasan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa diri kita penuh dengan ketidaktahuan. Musuh dari seseorang yang tengah berjuang mencari ilmu adalah kesombongan. Kesombongan dapat hadir melalui diri yang merasa telah menguasai ilmu dunia secara sempurna, melalui diri yang merasa luar biasa berani, melalui diri yang enggan menambah ilmunya, melalui diri yang tidak ikhlas, atau melalui diri yang merasa bisa mengangkat langit. Kesombongan bisa mengantarkan kita pada kematian. Kematian bisa berarti gagal, salah, tidak tahu, tidak tepat, salah ruang dan waktu, hingga mati akibat jatuh dalam dosa. Agar tidak berakhir pada berbagai kematian ketika mencari ilmu, kita harus selalu mawas diri dan introspeksi. Kita perlu menyadari bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah milik Tuhan. Hanya orang-orang yang menyenangkan Tuhan saja yang bisa meraih ilmu. Oleh sebab itu, kita harus memiliki hati yang bersih, pikiran yang kritis, diri yang tidak sombong agar mampu menjujung langit dalam ruang dan waktu yang benar.

    ReplyDelete
  23. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, elegi ini sangat menarik sekali. Setelah saya membaca semuanya sampai selesai, elegi ini menyadarkan saya bahwa ketika menggapai atau mencari ilmu janganlah berpuas diri. Karena ilmu itu sangat banyak, bahkan sangat luas seperti layaknya langit yang tidak berbatas. Sehingga ketika akan menambah ilmu, tentu kita memerlukan ilmu yang pernah kita dapatakan untuk memeroleh ilmu yang baru. Itu sebabnya ilmu yang terdahulu akan selalu terhubung dengan ilmu-ilmu baru, dan seterusnya sehingga tak terbatas. Sehingga ilmu itu tidak ada batasnya, dan kita jangan pernah berpuas diri.

    ReplyDelete
  24. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kehidupan manusia pada dasarnya terus mencari ilmu selama masih hidup dan janganlah puas dengan ilmu yang telah dimiliki saat ini karena diatas langit masih ada langit. Ilmu yang dimiliki manusia sejatinya tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan ilmu hanya milik Allah SWT. Dalam mencari ilmu hendaknya kita kosongkan pikiran kita agar kita dapat menerima ilmu tersebut lebih mudah.

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari tulisan ini saya belajar bahwa selayaknya guru juga menjadi pembimbing yang baik. Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa begawat mendengarkan keluh kesah centraka muridnya. Begawat memang guru dilambangkan langit tapi ia berusaha bersilaturahim dengan bumi yang dibuktikan dengan kesabarannya mendengar cerita sang murid. Semoga dapat meneladaninya.

    ReplyDelete
  27. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari oleh setiap manusia adalah sikap sombong. Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain. (Bahjatun Nadzirin, I/664, Syaikh Salim al Hilali, cet. Daar Ibnu Jauzi). Sombong dapat mengalahkan semua hal yang baik. Orang-orang yang pandai dalam urusan dunia maupun akhirat akan kalah karena kesombongannya sendiri. Sesungguhnya setinggi apapun ilmu yang kita punya, kita tidak boleh sombong dan cepat puas, artinya kita harus belajar lagi dan lagi sampai akhir hayat.

    ReplyDelete
  28. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sebagai seorang manusia yang tidak sempurna, kita tidak boleh sombong apalagi dalam hal tingkatan ilmu yang dimiliki. Sampai kapanpun ilmu yang kita miliki tidak akan pernah sempurna, ada orang lain yang lebih berilmu dari kita, dan adapula yang kurang berilmu dibandingkan kita. Kita sebagai manusia yang hidup di bumi hanya bisa berusaha untuk mencapai dan meuju kesempurnaan ilmu itu, tapi kita tidak akan pernah bisa mencapainya. Karena itulah anugerah keterbatasan yang Tuhan berikan kepada Kita.
    Belajar memang harus lepas dari rasa sombong. Hal ini berlaku tidak hanya untuk belajar tetapi juga dalam hal mengajar. Keseombongan haruslah dihilangkan dari pikiran kita. Agar semua materi yang seharusnya diperoleh dapat digunakan dan dapat diterima dengan baik

    ReplyDelete
  29. Pengetahuan di dunia ini banyaknya tak terbatas sedangkan manusia sifatnya terbatas dan tidak sempurna. Hal-hal yang kita ketahui di dunia ini barulah sebagian kecil dari bermilyar-milyar pangkat bermilyar hal. Jadi sebenarnya kita belum mengetahui apapun tentang kehidupan ini. Tak layak dan tak pantas jika kita menyombongkan pengetahuan kita yang hanya sedikit itu. Mensyukuri apa yang kita punya adalah lebih pantas bagi kita. Hanya milik Allah segala yang ada dan mungkin ada. Pun demikian kita harus mengagumi ciptaanNya dengan cara mempelajari dan menjaga segala ciptaannya. Manusia perlu belajar dan belajar untuk mengetahui segala penciptaanNya.

    ReplyDelete
  30. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika


    tetaplah menjadi orang yang haus ilmu, karena ketahuilah ilmu yang kita dapat sekarang itu sejatinya masih kurang, maka terus lah menimba ilmu.karena ilmu itu sangat luas, bagai luas nya langit diangkasa. jadi janganlah menjadi orang yang sombong akan ilmu yang dimiliki sekarang, tetaplah menjadi sesorang yang haus akan ilmu.

    ReplyDelete
  31. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai manusia menuntut ilmu itu tidak ada batas ruang dan waktu tetapi seharusnya menuntut ilmu itu disertai dengan keikhlasan, kejujuran, kerendahan hati,pantang menyerah serta diringi dengan doa yang slalu dipanjat kepada Allah SWT agar ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain serta akan dijauhkan dari sifat-sifat buruk salah satunya kesombongan.

    ReplyDelete
  32. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Ilmu yang ada di dunia ini sangat luas dan kaya. Seruan untuk berlomba-lomba menuntut ilmu harus dipahami, namun tidak lupa juga untuk diparingi dengan berdoa. Ada suatu istilah the power of mind. Doa merupakan kekuatan pikiran yang dahsyat, karena saat berdoa kita berbisik kepada bumi, namun doa kita terdengar hingga ke langit.

    ReplyDelete
  33. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menganalogikan menjunjung langit pada tulisan tersebut dengan menuntut ilmu. Dikisahkan bahwa cantraka melihat banyak orang yang mati dalam perlombaan menjunjung langit, dimaksudkan bahwa banyak orang yang gagal dalam hal menuntut ilmu, hal ini disebabkan karena sifat sombong yang dimiliki orang tersebut. Bahkan seorang begawat (guru) nya sendiripun ikut terjatuh.
    Perlu kembali membersihkan niat, jangan lupa senantiasa menyertakan Allah dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Semoga kita dapat terhindar dari sikap sombong dan selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  34. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, orang yang berilmu saja tidak akan cukup dalam menjalani kehidupannya. Perlu adanya iman yang kuat di dalam hatinya. Hal ini akan menyebabkan seseorang menjadi tidak sombong atau bisa juga disebut rendah hati. Kesombongan seseorang akan meruntuhkan pengetahuan yang telah ia susun dari ilmu-ilmu yang ia dapatkan.

    ReplyDelete
  35. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia yang merasa bisa pun dapat disebut sombong jika ia tidak berusaha menambah ilmunya. Karena sesungguhnya ilmu yang ada di dunia ini tidak terbatas jumlahnyn. Tiadalah sebenar-benar kebaikan dan kebenaran dapat digapai melainkan dengan berikhtiar dalam doa.

    ReplyDelete
  36. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam konteks pembelajaran matematika pun guru sebaiknya tidak hanya memberikan ilmu dengan metode ceramah. Hal ini pun termasuk dalam kesombongan. Karena guru hanya memenangkan egonya. Guru tidak memberi kesempatan siswa untuk mencari ilmu secara mandiri dalam artian siswa tidak diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Oleh karena itu, guru sebaiknya memberi kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Apa yang saya tangkap dan saya pahami tentang tulisan di atas adalah tentang kesombongan. Bahwa kesombongan itu mampu membuat kita jatuh dan mampu membuat kita mati, mati dalam arti gagal. Ketika kita menginginkan sesuatu untuk kita capai, maka kita akan berusaha sekuat tenaga, mengupayakan sebisa mungkin agar itu terwujud. namun perlu juga disadari bahwa 'diatas langit masih ada langit'. artinya, jika semua keinginan dan upaya kita telah terwujud, maka janganlah langsung bersombong diri. karena masih ada yang lebih dari pada itu semua. maka kita hendaknya selalu rendah hati dan ikhlas dalam berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  38. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Berdasarkan penjelasan Bagawat tersebut rasanya sangat sulit mencapai ilmu. Bahwasanya sifat sombong itu pasti ada disetiap diri manusia. Bahkan Bagawat sendiri pemilik ilmu pun mengalami hal tersebut. Saya sebagai muslim pun pernah mendengar bahwa Allah pun tak menyukai orang yang sombong. Pepatah yang sering kita dengar adalah bagai ilmu padi, makin tua makin merunduk. Maknanya adalah ketika ilmu kita bertambah atau semakin banyak ilmu yang kita miliki, maka seharusnya kita merasa semakin rendah atau semakin sedikit ilmu kita. jika kita sombong, justru itu yang menyebabkan ilmu kita sangatlah sedikit, karena ilmu lain yang akan masuk ke dalam diri kita terhalang oleh sifat sombong tersebut. merasa bahwa dirinya yang paling pintar dan paling benar. Oleh karenanya, ikutilah kata pepeatah yang sering kita dengar sejak kita duduk di bangku sekolah dasar tersebut.

    ReplyDelete
  39. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mujahid Rahimahullah berkata, "orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu". Orang yang merasa berilmu akan bersikap sombong dan enggan untuk memperdalam ilmunya. Oleh karena itu, marilah kita berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan sombong, karena kesombongan tersebut dapat menjadi penghalang untuk mencapai surga-Nya.

    ReplyDelete
  40. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa jangan pernah sombong akan suatu hal telah dilakukan dan ikhlaslah dalam melakukan segala yang direncanakan. Pengetahuan didapatkan secara bertahap, tidak dalam waktu singkat yang instan. Nikmati waktu untuk belajar agar hasil yang didapatkan sesuai yang diinginkan.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Wahai Cantraka, bukankah aku masih ingat bahwa engkau adalah salah satu dari sekian banyak murid-muridku. Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini?” Guru telah memberikan berbagai ilmunya kepada murid-muridnya. Di kala muridnya sudah mendapatkan ilmu dari gurunya, mereka akan pergi untuk menjalal kemapuan mereka.

    ReplyDelete
  42. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Tetapi kenapa? Sementara murid-muridku yang lain semuanya sudah pergi meninggalkan Kutarunggu, tetapi engkau masih saja di sini?” Guru bagaikan orang tua sendiri yang mengasisi murid-muridnya sebagai anak-anaknya sendiri. Guru akan tetap mencintai murid-muridnya sepanjang masa.

    ReplyDelete
  43. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “…tetapi di tengah perjalanan saya mempunyai persoalan-persoalan sehingga saya terpaksa kembali ke sini dan ingin berkonsultasi kembali kepadamu.” Setinggi-setingginya ilmu yang dikejar oleh seorang murid, akan tetapi guru akan tetap dibutuhkan. Guru akan memberikan petuah dan nasihatnya kepada muridnya dengan segala pengalaman hidup yang telah ditempuh sang guru.

    ReplyDelete
  44. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Oh baik, bukankah engkau tahu bahwa selama ini aku selalu menyediakan waktuku selama 30 jam perhari untuk bisa melayani pertanyaan-pertanyaan para murid-muridku.” Guru memberikan ilmunya secara ikhlas kepada anak didiknya. Segala waktunya adalah untuk keberhasilan muridnya. Apa pun tentang kebahagian si murid adalah kebahagian ia juga.

    ReplyDelete
  45. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru yang tidak baik yaitu guru yang sombong dengan memberikan pembelajaran hanya metode ceramah saja. Ia tidak membiarkan anak didiknya membangun pengetahuannya sendiri. Guru yang seperti ini akan mengakibatkan anak didiknya menjadi tidak bisa berkembang.

    ReplyDelete

  46. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Orang yang merasa sudah puas akan ilmu yang ia dapat adalah orang yang sombong. Tiada ilmu yang cukup untuk kita raih. Ibarat mencari ilmu sampai ke negeri Cina. Ilmu yang kita bisa raih tiada batas dan tiada pernah cukup untuk mencari dan terus mencari ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete

  47. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sangat benar ilmu adalah hal yang harus terus dicari. Maka benar adanya semakin banyak ilmu yang diraih maka semakin tinggi derajatnya di dunia. Akan tetapi jika tidak didampingi dengan kepercayaan adanya Tuhan maka ilmu pengetahuan yang ada di dunia bisa menjadikan orang menjadi gila.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan bisa menjadikan seseorang jatuh sedalam-dalamnya jurang. Walaupun ia piker bahwa ia telah mencapai langit yang tinggi, tetapi ia lupa bahwa di atas langit masih ada langit. Sepandai-pandainya ia masih banyak orang pandai. Harus tetap rendah hati untuk mencari sebanyak-banyaknya pengetahuan.

    ReplyDelete

  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sepandai-pandainya kita untuk meminimalisir kesombongan, akan tetapi sifat kesombongan akan ada pada setiap manusia. Tak terkecuali begawat sendiri. Walaupun ia berusaha keras untuk membuang jauh sifat kesombongan akan tetapi tanpa sadar ia melakukan hal tersebut. Memang tidak mudah menjauhkan sifat kesombongan ini, akan tetapi jika kita tidak cepat sadar maka akan lebih bisa berbahaya.

    ReplyDelete

  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Tetapi tentang perlombaan, tata cara perlombaan, kriteria pesertanya serta hadiahnya selalu dapat didengarkan jika dalam keadaan sepi dan tenang, yaitu pada saat setelah tengah malam dan menjelang subuh.” Orang-orang yang bisa bangun pada waktu ini dan meminta pertolongan Allah maka beruntunglah ia. Waktu yang sangat bagus untuk bisa berpikir jernih dan mencari sebuah kebenaran dari banyak permasalahan.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ketahuilah bahwa sebetulnya tangisanku itu bukanlah karena langit tidak menemukan buminya, tetapi sebaliknya karena langit telah menemukan buminya.” Langit bagaikan guru dan bumi bagaikan muridnya. Guru akan sangat senang bila bisa bertemu kepada muridnya yang telah mau menemuainya setelah ia meraih kesuksesan.

    ReplyDelete

  52. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cantraka sebagai murid mencurahkan keluh kesahnya kepada gurunya yaitu begawat. Walapun begawat adalah sosok langit akan tetapi ia sangat menghargai apa yang dilakukan oleh cantraka. Semoga kita bisa meneladani sifat-sifat baik mereka.

    ReplyDelete
  53. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Wahai guruku, ternyata aku menyaksikan bahwa di sana ada berbagai macam kejadian. Kejadian itu ada yang baik, ada yang buruk, ada yang indah, ada yang mengerikan, ada yang sopan,…” Mencari ilmu pengetahuan memang banyak rintangnannya. Ada banyak gangguan untuk meraihnya. Akan tetapi tetap ada banyak orang-orang baik yang ikhlas membantu kita juga.

    ReplyDelete

  54. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Rasa bangga terkadang bisa meneteskan air mata. Itulah kebanggaan seorang guru melihat kecerdasan murid-muridnya”Guru akan merasa berhasil jika muridnya bisa menjadi lebih dari gurunya. Keberhasilan murid adalah kesuksesan sejati seorang guru.

    ReplyDelete
  55. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak orang yang mengaku ia sudah berilmu dan ia mengaku lebih baik dari orang lain. Pengakuan menjadi yang paling benar dan paling hebat adalah sebuah kesombongan. Semoga kita bisa terhindar dari kesombongan-kesombongan ini.

    ReplyDelete
  56. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika kita memperdalam ilmu, kita tidak boleh berputus asa. Harus berjuang terus menerus. Ketika menemukan permasalahan pun tidak boleh berputus asa, harus berjuang sampai bisa menemukan solusinya.

    ReplyDelete
  57. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Sesungguhnya ilmu itu luas dan tak terbatas, jadi jangan pernah merasa bahwa ilmu kita sudah banyak, karena diatas langit masih ada langit , sehingga jangan cepat puas terhadap apa yang telah kita kerjakan dan apa yang telah kita dapatkan, sesungguhnya kesomobongan itu yang akan mematika kita, istighfar kepada Allah, agar ilmu kita bermanfaat dan dosa dosa kita diampuni oleh-Nya

    ReplyDelete
  58. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mencari ilmu itu tidak terbatas pada ruang dan waktu. Namun dalam mencari ilmu harus didasari dengan hati yang bersih, jujur, terbuka, ikhlas, dan rendah hati. Selain itu, dalam mencari ilmu harus sungguh-sungguh, tidak mudah putus asa dan senantiasa berpikir yang kritis. Sehingga, ilmu yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik.

    ReplyDelete
  59. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    Pendidikan Matematika A 2014

    Ilmu itu luas dan tak terbatas. Ilmu yang telah kita miliki hanya seberapa kecil dari seluruh ilmu yang ada di dunia ini, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Oleh karena itu, kita tidak boleh cepat berpuas diri dan menjadi sombong dengan ilmu yang telah kita miliki. Hanya Allah lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

    ReplyDelete
  60. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sebagai manusia kita seharusnya rajin belajar dan menutut ilmu. Dalam menuntut ilmu tidak ada kata berehenti karena ilmu itu tidak akan habis. Agar seseorang berhasil dalam menuntut ilmu, hendaknya mempunyai sifat atau etika, antara lain ikhlas, senantiasa berdoa, bersungguh-sungguh, dan mengamalkan atau menyebarkan ilmu. Untuk itu, hendaknya manusia tidak boleh sombong atas ilmu yang telah ia peroleh, karena apa yang menurut ia sudah luas ternyata masih bisa diperluas orang lain dan apa yang menurut ia dalam ternyata masih bisa diperdalam orang lain. Dengan demikian, hakikat ilmu bukan sekadar pengetahuan atau kepandaian yang dapat dipakai untuk memperoleh sesuatu, tetapi dapat dijadikan sebagai penerang jiwa untuk berbuat dan bertingkah laku yang baik.

    ReplyDelete
  61. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Rajin belajar dapat memelihara kemampuan dasar akal yang bersifat potensial dari pengaruh luar (lingkungan) yang memungkinkan potensi akal tadi ke arah kesesatan; turut menjaga dan mengurusnya serta meluruskan potensi akal dalam mengkaji objek pikirnya.

    ReplyDelete
  62. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Logika yang memuat prinsip-prinsip berpikir benar, baik, dan tepat, kerangka pikir benar, baik, dan tepat, serta rancang bangun (sitematika) berpikir, dengan sendirinya, melatih orang berpikir sehingga suatu ketika orang tersebut berketerampilan mengapliksikan prinsip, rangka, dam sistematika berpikir dalam mengkaji objek pikir; lantas setelah begitu itu orang tersebut terbiasa berpikir teoritis dan praktis: aplikasi - praktris - mekanistik.

    ReplyDelete
  63. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada orang penampilannya luar biasa, kelihatannya dia seorang Raja. Banyak pengikutnya. Dia kemudian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati.” Setinggi-tingginya tahta kedudukan di dunia, ia tak akan bisa menjadi yang palinbg sempurna. Jika merasa jadi yang paling mulia di dunia berarti malah sebaliknya.

    ReplyDelete


  64. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada orang yang berilmu. Dia mengaku telah purna ilmunya baik ilmu dunia maupun akhirat.” Semakin merasa paling berilmu, paling suci maka itu akan menjadikan kita serendah-rendahnya manusia. Sifat kesombongan yang harus kita hindari pada diri kita ini.

    ReplyDelete
  65. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seseorang untuk menggapai suatu pengetahuan haruslah terlebih dahulu muncul rasa ingin tahu yang diiringi dengan kesadaran, kemudian dilanjut menanya, sebagai hasil berpikir. Dalam filsafat, terdapat dua metode berpikir yaitu: intensif dan ekstensif. Intensif merupakan metode berpikir filsafat ke dalam (radix) sedangkan ekstensif adalah metode berpikir yang membutuhkan referensi, misalnya berdasarkan hasil pengamatannya terhadap benda-benda di sekitarnya. Sumber belajar filsafat ada yang dekat dan ada pula yang jauh. Sumber yang dekat berupa materi sedangkan sumber yang jauh adalah spiritual.

    ReplyDelete
  66. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang jenderal lengkap dengan prajuritnya. Dia mengerahkan segenap prajuritnya untuk mengangkat langit. Mereka kemuadian berusaha mengangkat langit, mereka juga terjatuh lalu mati.”
    Walaupun seseorang mempunyai kekuasaan, mempunyai kekuatan secara fisik. Akan tetapi tak akan pernah cukup untuk bisa merasa jadi yang sempurna. Harus terus berbenah dan selalu rendah hati.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pemndidikan Matematika C 2013

    Dalam tradisi menuntut ilmu, orang yang sukses dalam menuntut ilmu tak hanya di ukur dari banyaknya ilmu yang diperoleh dan ceoatnya penguasaan terhadap ilmu itu sendiri, akan tetapi sukses yang sejatinya manakala ilmu tersebut dapat mengantarkan ketakutan kepada Alllah ta'ala, dan cara untuk mencapai kepada titik tersebut adalah keikhlasan. secara singkat, seorang tak hanya cukup memperhatikan hasil yang nampak semata namun juga perlu memperhatikan masalah hati.

    ReplyDelete
  68. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cerita di atas yang berjudul kutarunggu menjunjung langit dapat diartikan sebagai manusia yang berusaha menggapai ilmu, jadi menjunjung langit yang dimaksudkan adalah menggapai ilmu. Banyak orang yang ingin menggapai ilmu, berusaha menggapai ilmu dengan caranya, tetapi banyak yang tidak berhasil karena kesombongannya, dan pemenang dari perlombaan menjunjung langit adalah seseorang yang rendah hati dan tetap terus belajar dan bertanya kepada gurunya, itulah sebenar-benar orang yang dapat menggapai ilmu terbaik.

    ReplyDelete
  69. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam cerita di atas, orang yang mati saat perlombaan menjunjung langit atau orang yang gagal dalam menggapai ilmu, adalah orang-orang yang sombong, yang memiliki ciri-ciri merasa telah menguasai ilmu pengetahuan; memiliki keberanian tetapi sebenarnya sedikit ilmu; merasa hebat karena kedudukan, kelebihan paras, dan sebagainya; guru yang merasa lebih baik dari muridnya; mengandalkan fisiknya; selain itu juga ada yang gagal karena bingung, sebenarnya orang yang bingung itu merugi dalam pikiran maupun hatinya. Dari ciri-ciri di atas, semoga kita tidak termasuk salah satunya, semoga kita seperti Cantraka yang tidak cepat puas dengan ilmunya dan tidak sombong atas ilmu yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  70. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal yang menarik bagi saya dari cerita di atas adalah pada bagian akhir cerita. Diceritakan bahwa sang Cantraka sempat tertidur dalam perjalanan menemui Bagawat dan bermimpi bahwa Sang Bagawat juga mengikuti perlombaan menjunjung langit dan mati di tengah perlombaan. Itu berarti Sang Guru juga berusaha menggapai ilmu dan gagal di perjalanannya, setelah mengetahui hal itu, Sang Guru cepat-cepat memohon ampun dan petunjuk. Dalam kehidupan nyata, mungkin saja guru juga mengalami kegagalan dalam menggapai ilmu dikarenakan muridnya telah lebih dulu menggapai ilmu, jika hal itu yang terjadi, seorang guru akan bangga karena muridnya lebih mampu dari dirinya. Akan tetapi, jika penyebab kegagalan guru adalah kesombongan, maka guru harus segera memohon ampun dan petunjuk.

    ReplyDelete
  71. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu” (Hadits Riwayat Turmudzi). Hadist tersebut menjelaskan pentingnya menuntut ilmu. Ilmu dapat kita peroleh dimana dan kapan saja. Dalam bacaan di atas, usaha dalam mencari ilmu diibaratkan dengan usaha dalam menjunjung langit, bahwa mencari ilmu itu tidaklah mudah. Oleh karena itu, perlu adanya keikhlasan dan selalu memohon petunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  72. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya peroleh setelah membaca Kutarunggu Menjunjung Langit yaitu jauhkanlah sifat kesombongan dari kita. Dalam surat Al-Isra’ ayat 37 yang artinya “janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” Seperti di dalam ayat ini, bersikap sombong di muka bumi tidak disukai oleh Allah dan orang lain. Diri kita hanya terbatas dan lemah, tak sepantasnya kita bersikap sombong. Dalam Kutarunggu Menjunjung Langit, kesombongan itu seperti Seorang yang tidak berusaha menambah ilmunya atau seseorang yang merasa sudah purna menguasai ilmu. Oleh karena itu besikap tawadhulah, jangan takabur/sombong.

    ReplyDelete
  73. Listia Palupi Wisnu Aji
    1430241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menuntut ilmu itu sebagai ibadah dan merupakan suatu perintah Allah SWT. Jangan menyombongkan diri terhadap Allah dengan tidak melaksanakan ibadah atau perintah-Nya. Jangan pula merasa puas dengan ilmu yang kita peroleh sangat ini, karena ilmu yang kita peroleh saat ini mungkin hanya sebutir dari hamparan pasir yang luas. Sedangkan menuntut ilmu itu harus ikhlas. Al-Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya suatu amalan tanpa keikhlasan dan tanpa mencontohi Nabi SAW adalah seperti seorang musafir yang memenuhi begnya dengan pasir.”

    ReplyDelete
  74. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kata sombong merupakan kata kunci yang sangat ditekankan pada elegi ini. Dengan memiliki kesombongan yang tertanam dalam diri seseorang, tentulah hanya kejelekan yang akan mendatangi. Dengan mampu mengalahkan kesombongan, Insya Allah seseorang akan memperoleh ketentraman dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  75. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selain itu terdapat kalimat yang harus digarisbawahi, yakni kesombongan dalam berilmu. Jika seseorang yang berilmu kemudian mengagungkan keilmuannya tersebut, maka tiadalah berharga ilmu yang ia punyai. Seharusnya, ketika seseorang diberkahi ilmu pengetahuan, kekuasaan, kesempatan, maka dia wajib untuk berlaku ikhlas untuk tidak menyombongkan diri akan apa yang ia punyai.

    ReplyDelete
  76. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perlombaan menjunjung langit merupakan kata kiasan yang dapat diartikan secara jamak, tergantung dari sudut pandang yang terikat oleh ruang dan waktu. Salah satu yang dapat saya utarakan adalah sebenar-benarnya perlombaan menjunjung langit adalah sebuah upaya untuk mencapai tujuan hidup yakni menggapai kehidupan yang hakiki.

    ReplyDelete
  77. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam mencapai tujuan hidup, diperlukan sebuah keikhlasan untuk menghadapi setiap rintangan yang ada, serta mengumpulkan sebanyak mungkin bekal yang nantinya akan berguna. Dan tidak lupa bahwa dengan semakin banyak bekal yang telah kita persiapkan, tidak diperbolehkan untuk mengagung-agungkan bekal tersebut.

    ReplyDelete
  78. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bumi sebagai tempat berpijak, merupakan kiasan dari tempat dimana setiap manusia diberikan kesempatan untuk merangkai bekal yang berharga. Disana terbentang luas tempat untuk mencari ilmu yang seluas-luasnya. Dengan segala potensi sumber daya yang telah disediakan, dapat diartikan bahwa akan terdapat tak terhingga sarana serta fasilitas pendukung yang nantinya membantu setiap individu pembelajar dalam mencapai bekal mereka.

    ReplyDelete
  79. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua kejadian di muka bumi ini adalah kejadian ada dan yang mungkin ada. Hal ini erat kaitannya dengan filsafat yang merupakan olah pikir manusia. Manusia yang memiliki oleh pikir yang baik atau yang sering kita sebut jenius yaitu orang yang berilmu dalam dunia ini tidak sedikit yang ingin ditonjolkan . Banyak dari mereka yang sombong tentang keilmuan yang mereka miliki, mereka tidak menyadari bahwa akan ada orang yang lebih berilmu dari mereka, Selain itu ilmu yang mereka miliki bukanlah smata-mata milik mereka, itu milih Allah sebagai satu-satunya Tuhan pencipta alam ini. Oleh karena itu, sebagai manusia yang dikaruniai ilmu pengetahuan hendaknya kita bersyukur, tidak perlu menyombongkan apa yang kita miliki dan selalu menyadari bahwa akan ada orang yang lebih dari kita.

    ReplyDelete
  80. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Diatas langit masih ada langit. Kita tak boleh merasa diri paling hebat dalam melakukan sesuatu. Kita harus terus melakukan refleksi. Kita tidak boleh sombong akan kemampuan kita. Karena diatas langit masih ada langit.
    Didalam postingan ini, orang digambarkan mati terjatuh dai langit. Hal ini melambangkan kesombongan dan kegagalan dalam mencari ilmu.

    ReplyDelete
  81. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang wanita. Parasnya sangat cantik. Dia kemuadian berusaha mengangkat langit, dia juga terjatuh lalu mati.” Sesungguhnya pujian adalah setinggi-tingginya hinaan untuk kita hadapi karena jika kita terlalu menyombongkan diri dengan pujian maka kita bisa merasa paling sempurna dan itu malah bisa menjatuhkan kita sendiri.

    ReplyDelete

  82. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Ada seorang Spiritualis Idealis. Dia rajin mengikuti program-program yang diberikan oleh gurunya. Namun kelihatannya dia mengambil jarak dan tidak mau terlibat sepenuh hati melaksanakan kegiatannya.” Inilah hal yang sulita dalam melakukan suatu hal. Keikhlasan adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Walaupun kita melakukan banyak hal tapi tanpa dilandasi rasa ikhlas maka akan sia-sia dan tidak menemui manfaat apa pun.

    ReplyDelete
  83. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu memang tidak bisa dibeli hanya bias dipelajari. Orang yang ingin menuntut ilmu karena bersungguh-sungguh ingin menjadi tahu maka akan mendapatkan apa yang dia inginkan

    ReplyDelete
  84. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan harus dilenyapkan dari hati ketika kita ingin mendapatkan ilmu dan ingin mempunyai yang bermanfaat

    ReplyDelete
  85. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Orang yang cepat berpuas diri maka prestasinya tidak akan cepat naik, hanya akan berhenti ditempat. Untuk itu rasa puas harus cepat dihilangkan ketika sudah melampaui satu target, cepat buat target baru setelah satu target tercapai

    ReplyDelete
  86. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam postingan ini nampak kedekatan antara guru dan muridnya. Hal ini perlu diteladani oleh para guru untuk mencoba menjadi pendamping permasalahan muridnya. Dengan kedekatan antara guru dengan murid tersebut diharapkan mampu menimbulkan hubungan dan kesan yang baik sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal.

    ReplyDelete
  87. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebelum belajar untuk mencari ilmu, seseorang harus dalam keadaan siap agar dalam proses belajarnya menjadi berkah, bukan bencana. Agar siap untuk belajar, maka orang tersebut harus memiliki keikhlasan, kerendahan hati, dan pikiran yang terbuka. Kemudian, setelah memperoleh ilmu, orang tersebut tidak boleh sombong karena ilmu itu sangat luas dan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Oleh karena itu, dalam mencari ilmu, harus senantiasa meminta ridho dari Allah agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  88. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Terima kasih kepada bapak Marsigit, saya mendapat ilmu dari artikel ini. Pertama adalah kita sebagai manusia seharusnya rendah hati atau tidak berbuat sombong meskipun sudah merasa memiliki ilmu, harta, jabatan, kekuasaan, kekuatan, dan sebagainya. justru seharusnya kita menjadi lebih sadar bahwa kita tidak berarti apa - apa dihadapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  89. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Kedua adalah dalam melakukan sesuatu kegiatan hendaknya didasari dengan hati yang ikhlas dan tulus agar aktivitas yang dilakukan mendapat manfaat dan berkah dari Allah SWT. Banyak orang yang melakukan aktivitas dikarenakan motif - motif terselubung sehingga menjadikan aktivitasnya menjadi tidak barokah. Semga kita termasuk gologongan orang yang rendah hati dan ikhlas.

    ReplyDelete