Nov 20, 2014

Hasil Observasi dan Refleksi Pembelajaran Matematika pada kegiatan Lesson Study di Kec. Bantul (20 Nopember 2014)

Oleh Marsigit



Berikut saya sampaikan hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika di sebuah smp swasta model di Kabupaten Bantul, yang saya rekam pada hari Kamis, 20 Nopember 2014. Saya, disamping sebagai Koordinator Lesson Study FMIPA untuk sekolah-sekolah di Bantul, tetapi juga sebagai Pendamping Lesson Studi di SMP Kecamatan Bantul. Untuk menjaga privasi, maka saya tidak menyebut nama sekolah, tidak menyebut nama Koordinator MGMP, dan tidak menyebut nama Guru Model; kecuali hanya nama simbolik saja.

Kegiatan Lesson Studi yang saya observasi adalah kegiatan pada fase Do dan See; yaitu fase menyelenggarakan pbm atau open-class, dan kegiatan refleksi. Kebetulah hari ini karena tg 20, maka ada yang unik dari para guru karena mereka semuanya mengenakan Baju Kebaya dan Sorjan (tradisional Jawa).

Sebelum Observasi (pk 09.00 sd 09.50)

Ramah Tamah:
Sebelum observasi ada kegiatan ramah-tamah dan sedikit komunikasi tentang persiapan yang telah dibuat oleh guru Model. Acara ramah tamah dihadiri oleh Kepala Sekolah, Ketua MGMP, Guru Model, dan dosen Pendamping (saya). Jumlah guru yang hadir sebanyak 20 guru SMP Negeri/Swasta dari Kec Bantul. Yang menjadi Guru Model adalah seorang guru muda (yayasan), lulusan LPTK th 2011. Guru Model belum memunyai pengalaman sebelumnya sebagai guru model (ini adalah pertama kali untuk menjadi guru model pada sebuah kegiatan DO Lesson Study).

Hasil wawancara tak langsung (wawancara informal) dengan Guru Model diperoleh bahwa Guru Model mengindikasikan sebagai berikut:

1. Bahwa Guru Model memunyai pengalaman mengajar selama 2 (dua) tahun. Selama mengajar dia
merasa sudah menerapkan metode inovatif, yaitu selalu mengadakan diskusi kelompok bagi siswa dan menggunakan berbagai alat bantu, termasuk komputer.

2. Untuk kali ini Guru Model akan mengajar berdasar Kurikulum 2013, terutama sumber atau buku teksnya. Kurikulum dan Silabus berdasar Kurikulum 2013 sudah tersedia. Tetapi hingga sekarang sekolah belum mendapatkan Buku Teks dari pemerintah. Maka solusinya adalah dengan mengunduh (down load) dari E-book yang berupa file buku Teks pelajaran Matematika berbasis Kurikulum 2013.

3. Setiap siswa sudah memunyai Laptop sehingga cara menggunakan buku adalah dengan menghidupkan Laptop dan membuka file buku.

4. Guru Model bersama-sama tim pada kegiatan PLAN sudah membuat RPP dan LKS

Identitas PBM:

Sekolah                : SMP
Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas/Semester     : VII (tujuh)/ I (satu)
Materi Pokok       : Garis dan Sudut
Alokasi Waktu      : 1 pertemuan (2 x 40 menit)
Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Pembelajaran , dan Penilaian terekam dalam dokumen RPP.

Pendamping menemukan secara khusus metode yang tertulis di RPP adalah : "Model Pembelajaran Discovery Learning"; tetapi Sintak pada Langkah-langkah Pembelajaran meliputi : Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Data, Mengasosiasi, dan Mengomunikasi (Metode Saintifik). Sintak juga tidak tercantum di LKS, artinya LKS belum memuat langkah-langkah seperti yang ditulis di RPP.

Kegiatan Do dan Observasi PBM: (pk 09.50 sd pk 11.10)

Berikut beberapa aktivitas yang terekam:


(Photo by Aslan)

Kegiatan SEE (Refleksi) (Pk 11.10 sd 12.30):

Kegiatan SEE atau Refleksi di pimpin oleh Ketua MGMP, didampingi Kepala Sekolah, Guru Model dan Dosen Pendamping.

Acara Pertama : Pembukaan oleh Ketua MGMP

Acara Kedua     : Sambutan Kepala Sekolah

Acara Ketiga    : Refleksi dari Guru Model

Berikut adalah Refleksi yang tercatat oleh Pendamping:
1. Guru Model mengucapka terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan LS
2. Guru mengakui masih banyak kekurangan terutama: a. dalam mengatur waktu, b. lupa tidak menginformasikan tentang tujuan pembelajaran
3. Guru Model menyadari terdapat beberapa siswa yang belum terampil dalam bekerjasama di dalam kelompok
4. Guru model menemukan ada siswa yang belum dapat mengukur besar sudut dengan alat bantu
5. Guru Model mengaku terlalu lama dalam kegiatan Apersepsi
6. Guru Model mengaku dikarenakan waktu yang terbatas, maka presentasi siswa kurang dan sebagian presentasi dilakukan oleh Guru Model

Acara Keempat:
Ketua MGMP memimpin kegiatan diskusi meliputi tanggapan dan saran dari guru observer yang lain dengan semangat bukan untuk menghakimi Guru Model, tetapi untuk mencari solusi bersama meningkatkan kualitas pembelajaran.

1. Guru L: Ada kelompok yang semua anggotanya menghidupkan Laptop sehingga diskusinya kurang efektif, bagaimana solusinya?
Solusi yang muncul: 1. Agar yang menghidupkan Laptop 2 siswa saja, tetapi menggunakan Laptop penting untuk melihat buku electronik sebagai sumber belajar; 2. Perlu penyesuaian tata letak meja dan kursi untuk berdiskusi; 3. Ketua MGMP menyerahkan kepada guru masing-masing untuk menentukan solusinya berdasar konteks dan pengalamannya.

2.  Guru M: Kenapa untuk menemukan sudut-sudut dalam sepihak dan luar berseberangan, guru menyarankan agar siswa menggunakan Busur Derajat. Menurut Guru M, Busur Derajat tidak diperlukan karena sudut-sudut yang ditemukan tidak secara spesifik menunjuk kepada besar sudut. Untuk itu guru M menyarankan agar digunakan alternatif alat bantu/media misalnya menggunakan "mal" sudut yang sudah dipotong-potong.

3. Guru S: Sebetulnya bagaimana menentukan anggota kelompok? Apakah ditentukan sebelum pbm atau pada saat pbm sudah mulai?
Tanggapan Guru W: Penentuan anggota kelompok seyogyanya sejak awal; agar siswa dapat diskemakan sebelum pbm.
Tanggapan Guru I: Saya menemukan ada kecanggungan komunikasi atau komunikasi yang tidak lancar karena di dalam kelompok terdapat perbedaan gender. Apakah tidak sebaiknya, anggota kelompok laki-laki semua atau perempuan semua.
Tanggapan Guru W: Perbedaan gender dalam kelompok tidak masalah; justru jika terdapat berbeda-beda kemampuan dalam kelompok hasilnya akan lebih baik.
Tanggapan Ketua MGMP: Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa anggota kelompok hendaknya heterogen agar dapat saling membelajaran.

4. Ketua MGMP: Bagaimana tentang penggunaan Busur Derajat, kenapa tidak ada alternatif lain?
Jawaban Guru I: Dalam kegiatan PLAN sebetulnya kelompok guru tim model sudah mendiskusikan, tetapi Guru Model sudah membuat RPP dan LKS secara lengkap dan baik, sehingga akhirnya kami pun ingin menyobanya seperti apa?
Tanggapan Ketua MGMP: Itulah pentingnya kegiatan Penelitian, untuk meneliti dengan metode yang bagaima untuk mengajar Garis dan Sudut, khususnya untuk menemukan sudut-sudut dalam sepihak dan sudut luar berseberangan; agar kita dapat memeroleh berbagai alternatif metode pbm.

5. Guru I: Bagaimana memfasilitasi bermacam-macam kemampuan yang ada pada kelompok; karena saya melihat ada anggota kelompok yang pandai tetapi malah dianggap mengganggu oleh anggota yang lain? (untuk pertanyaan ini tidak ada yang menjawabnya)

6. Guru W: Bagaimana tentang jumlah LKS? Apakah setiap anak perlu mendapat LKS masing-masing, atau satu kelompok hanya mendapat dua LKS atau bahkan satu saja?
Jawaban Guru I: Setiap kelompok dapat memeroleh banyak LKS secara fleksibel bergantung kondisinya, bisa 1, 2, 3 atau 4 LKS.

7. Guru W: Bagaimana tentang pencapaian Kurikulum? Jika terlalau banyak memberi kesempatan kepada siswa, maka Kurikulumnya tidak selesai?

8. Ketua MGMP: Bagaimana cara meningkatkan kemamuan Menjelaskan /Menerangkan bagi para siswa; karena sebagian siswa mengalami kesulita ketika disuruh Menerangkan matematika?
Tanggapan Guru I: Siswa diberi kesempatan maju ke depan kelas untuk menerangkan matematika.

Acara kelima:
Ketua MGMP menyilahkan Guru Model untuk menanggapi segala macam pertanyaan dan tanggapan.
Guru Model: sementara cukup dulu, karena perlu mendengarkan tanggapan dari Dosen Pendamping

Acara keenam:

Tanggapan Dosen Pendamping (Marsigit)

Sebelum menanggapi semua persoalan yang muncul termasuk mendeskripsikan apa yang terjadi di kelas, Dosen Pendamping terlebih dulu memberikan pengalaman mengamati sebuah kelas pembelajaran matematika di Inggris beberapa tahun yang lalu, tentang bagaimana seorang guru mampu mengelola kelas untuk melayani kebutuhan siswa untuk belajar matematika.

Kesimpulan dari uraian tersebut adalah agar guru mampu mencari solusi dari semua persoalan tersebut di atas, intinya guru perlu melakukan overhauled atau perubahan persepsi atau perubahan paradigma, yaitu dengan cara memromosikan: Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research, dst.

Secara spesifik guru diminta membaca atau membuka posting :

http://powermathematics.blogspot.com/search?q=menentukan+kurikulum

Sebagai referensi atau gambaran, berikut saya cuplikan dari konten di atas, yang menggambarkan apa yang terjadi jauh di sana yaitu disebuah sekolah di tenggara kota London (sekitar 15 tahun yang lalu):

"Saya melanjutkan pertanyaan "Bagaimana mungkin guru bisa melaksanakan berbagai permintaan atau tuntutan siswa dalam pbm matematika?". Serta merta guru meminta saya agar minggu depan datang lagi ke sekolah untuk melihat bagaimana guru mampu melayani berbagai kebutuhan belajar para siswanya. Hasil observasi saya minggu berikutnya, pada Kelas II, adalah sebagai berikut: Pertama, guru secara klasikal menjelaskan tentang kompetensi apa saja yang akan siswa peroleh dalam pbm, kemudian guru memberi petunjuk bagaimana nantinya para siswa bekerja secara kelompok. Kedua, darisejumlah 32 siswa yang ada, kemudian guru membagi kelas menjadi 2 Kelompok Besar, masing-masing terdiri dari 16 siswa. Dari 16 siswa kelompok kedua di bagi menjadi 4 kelompok. Satu dari empat kelompok di split lagi menjadi 2 kelompokmasing-masing berangotakan 2 siswa. Jadi secara keseluruhan terdapat 6 (enam) Kelompok. Kelompok Besar terdiri dari 16 siswa. Tiga Kelompok berangotakan 4 (empat) siswa. Dan Dua Kelompok beranggotakan masing-masing 2 siswa. Ketiga, setelah saya cermati, ternyata yang terjadi adalah Satu kelompok pertama terdiri dari 2 (dua) siswa yang prestasinya the Best. Satu kelompok kedua terdiri dari 2 (dua) siswa yang prestasinya the Lowest. Tiga Kelompok masing-masing terdiri dari 4 (empat) siswa denganprestasi rata-rata. Sedangkan satu Kelompok Besar yang terdiri dari 16 siswa dengan kemampuan campuran. Keempat, di tiap meja pada Kelompok Kecil terdiri dari 4 siswa atau 2 siswa, masing-masing sudah diletakan LKS yang berbeda dengan Warna Kertas yang berbeda. Dan mereka mulai berdiskusi di dalam kelompoknya. Sementara itu Guru bergabung dengan Kelompok Besar (16 siswa) untuk memulai aktivitasnya. Kelima, pada Kelompok Besar (16 siswa) suasana belajar di setting dengan Duduk Melingkar di Lantai, kemudian dituangkan dari dalam Keranjang barbagai macam Bangun Datar Geometri terbuat dari kayu, bermacam-macam Segitiga, Persegi, Persegi Panjang, Lingkaran, Trapesium. Dengan variasi bermacam warna yang kontras. Keenam, ternyata Kompetensi yang ingin dicapai pada masing-masing Kelompok berbeda-beda. Pada Kelompok besar kompetensinya adalah Pengenalan Bangun Geometri. Kelompok the Best kompetensi dan LKS nya berbeda dengan Kelompok the Lowest. Demikian sehingga pada saat yang sama guru menyediakan 5 (lima) macam LKS. Ketujuh, ketika Guru sedang asyik beraktivitas di Kelompok Besar, datanglah seorang siswa dari Kelompok the Best melaporkan bahwa dia telah menyelesaikan LKS nya. Guru kemudian menyuruh untuk melanjutkan berdiskusi dan mengerjakan LKS yang lainnya (lanjutannya) yang khusus diperuntukan untuk Kelompok the Best,dengan warna Kertas yang sama tadi. Kedelapan, Ternyata guru juga menyediakan stok/persediaan  LKS untuk tiap-tiap Kelompok Diskusi.
Pada Kelompok Besar, guru memulai membuat contoh aktivitas dengan kalimat "I spy the Red Small Circle". Artinya "Saya ingin mengambil Lingkaran Kecil berwarna Merah". Kemudian guru mengambilnya, kemudian menunjukkan kepada para siswa, dan menyuruhnya untuk mengamati bangun Lingkaran itu.  Kemudian  Guru melemparkan kembali benda itu ketumpukan di tengah kerumunan. Demikian seterusnya guru menyuruh secara bergantian agar siswa-siswa melakukan kegiatan yang sama, dengan cara siswa yang sudah melakukan kegiatan kemudian menunjuk siswa yang lain secara acak, sampai selesai.
Setelah kembali ke University of London, saya konsultasikan dan tanyakan kepada Pembimbing, mengapa guru bisa melakukan hal demikian, maka jawabnya adalah "Pbm matematika di sini, menganut paradigma : pada waktu yang berbeda, berbeda-beda siswa, mempelajari matematika yang berbeda, dengan kecepatan dan kemampuan yang berbeda, dengan hasil yang boleh berbeda pula". Saya lanjutkan pertanyaan saya "Lalu bagaimana mengorganisasikannya".Jawaban Pembimbing "Itulah pentingnya LKS dan Portfolio". LKS sangat penting untuk melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Sedangkan setiap siswa perlu dilengkapi dengan Dokumen yang disebut Portfolio Siswa atau Record Keeping. Record Keeping Siswa berisi segala Dokumen yang berkaitan dengan Aktivitas dan Prestasi Siswa mengalir dari tahun ke tahun. Setelah kembali ke Indonesia, saya menemukan bahwa Pembelajaran Matematika di Indonesia bersifat "Untuk waktu yang sama, berbeda-beda siswa, dituntut mempelajari matematika yang sama, dengan hasil yang harus sama, yaitu sama dengan yang dipikirkan oleh gurunya"

Referensi di atas mengajarkan kepada kita bahwa untuk dapat melayani kebutuhan siswa dengan aneka perbedaan kemampuan, maka seorang guru matematika perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Menggunakan matematika yang tepat untuk siswa smp yaitu Matematika Sekolah, seperti yang diberikan oleh Ebbutt dan Straker (1995) bahwa hakikat Matematika Sekolah adalah sebagai aktivitas atau kegiatan: a. mencari pola atau hubungan, b. menyelesaikan masalah, c. melakukan investigasi, d. komunikasi.

2. Mendefinisikan "belajar" sebagai "membangun konsep/teori/hidup", yaitu menggunakan pendekatan konstruktivisme, di mana siswa sendirilah yang pada hakikatnya melakukan kegiatan belajar.

3. Mendefinisikan "mengajar" sebagai "melayani kebutuhan siswa untuk belajar matematika". Agar mampu melayani kebutuhan belajar siswa maka guru perlu secara terus menerus melakukan kegiatan riset tentang kegiatan pembelajarannya. Maka pada tahap selanjutnya kita harus menuju atau bisa mendefinisikan bahwa sebenar-benar mengajar adalah kegiatan riset; atau "to teach is to research".

Berdasarkan uraian yang sudah saya buat, maka berikut ini saya akan menanggapi kegiatan Guru Model dan juga pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh guru observer lainnya, dengan semangat bukan untuk menghakimi, tetapi sebagai sarana silaturakhim bidang pendidikan matematika dengan semangat saling asah, sih dan asuh, sebagai berikut:

Secara umum, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi dan salut kepada Guru Model, yang menjadi guru masih relatif muda tetapi sudah menunjukkan usaha yang keras dan hebat untuk menjadi guru yang inovatif.

Namun saya ingin memberi catatan dan komen agar usaha mencapai guru inovatif dapat diwujudkan sebaik-baiknya, sebagai berikut:

1. RPP sudah cukup bagus; hanya metode saintifik perlu disebutkan secara eksplisit.

2. LKS disamping perlu memuat identitas sekolah, nama mapel, standard kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, dst; tetapi juga perlu memuat Informasi tentang bagaimana para siswa bekerja menggunakan LKS dan bekerja di dalam kelompoknya. LKS perlu disusun berdasarkan Sintak atau langkah-langkah sesuai dengan yang disebutkan di RPP (metode saintifik). Fungsi LKS adalah untuk membantu atau melayani kebutuhan belajar matematika agar siswa mampu membangun/menemukan konsep matematika. LKS bukanlah hanya kumpulan soal. Oleh karena itu yng sebenarnya berhak membuat LKS adalah guru itu sendiri.

3. Apersepsi sudah cukup baik yaitu dengan cara mengingatkan para siswa tentang apa yang sudah dipelajari; namun Apersepsi masih dilakukan secara Klasikal dan Teacher centered. Ingat bahwa Apersepsi adalah kesiapan siswa, jadi dia milik siswa, dan tidak hanya seorang siswa tetapi semua siswa. Sehingga Apersepsi hendaknya berlaku untuk semuanya sesuai dengan prinsip "Education is for all". Jadi Apersepsi bukan hanya untuk siswa yang di depan saja. Untuk itu guru perlu mencari alternatif kegiatan untuk Apersepsi misalnya dengan membuat soal kecil yang harus dikerjakan oleh semua siswa tanpa kecuali.

4. Diskusi Kelompok sudah berjalan dengan baik, tetapi secara Akademik masih mempunyai problem mendasar, karena LKS hanya dibuat 1 (satu) macam untk semua siswa; sehingga berpotensi menimbulkan kebosanan bagi mereka yang sudah selesai atau bagi siswa yang relatif pandai (karena mereka harus menunggu yang lain).

5. Metode mengajar guru didominasi dengan Expektasi yang sangat tinggi untuk mengarahkan semua pendapat siswa agar sama dengan satu pendapat guru. Artinya, guru menerapkan paradigma hidup "walaupun", artinya walaupun terdapat banyak siswa, tetapi guru menggunakan matematika yang tunggal. Ke depan, perlu dicoba agar guru perlu memromosikan paradigma "karena", yaitu karena siswanya bermacam-macam, maka siswa dapat memelajari bermacam-macam matematika pula. Matematika yang tunggal adalah matematika yang ada di dalam pikiran/matematika formal/matematika/aksiomatik/matematika yang diandaikan/matematika murni/matematika perguruan tinggi/matematika untuk orang dewasa. Sedangkan Matematika yang tidak tunggal adalah matematika yang banyak/matematika yang konkret/matematika dunia nyata/matematika dalam kehidupan sehari-hari/matematika untuk anak kecil/matematika intuitif/matematika sekolah.

6. Akibat guru memunyai Ekspektasi yang sangat tinggi untuk bermatematika tunggal; maka mangakibatkan munculnya fenomena misalnya guru sangat berusaha keras (semi berteriak-teriak) untuk memeroleh perhatian siswa; guru menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar dan sumber kebenaran (walaupun pernah terjadi guru melakukan kesalahan-artinya ini adalah potensi untuk menjadi tidak konsisten); fenomena yang lain adalah guru mengharapkan jawaban Choir dan jawaban pendek untuk setiap pertanyaannya; fenmena yang lain adalah guru menjadi sangat tergesa-gesa untuk menyelesaikan target kurikulum; guru mengimplementasikan very strong guided teaching; guru merasa tidak memunyai waktu yang cukup untuk memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan presentasi di muka kelas sehingga posisi murid cenderung untuk mengamini pendapat guru.

7. Untuk pertanyaan dan tanggapan guru tentang pembentukan kelompok, banyaknya LKS dan kemampuan memahami matematika, dengan sendirinya terjawab dari kasus yang saya angkat dari pbm di London. Untuk memfasilitasi kebutuhan siswa, maka bentuk dan anggota kelompok dapat beragam; demikian juga konten dari LKS. Seperti yang terjadi di Inggris, dalam satu kelas pembelajaran matematika, terdapat 6 Kelompok Belajar terdiri 2 kelompok beranggotakan 2 siswa, 3 kelompok beranggotakan 4 siswa, dan 1 kelompok besar beranggotakan 16 yang selanjutnya akan bekerja bersama-sama dengan guru. Untuk setiap kelompok disediakan sejumlah LKS berseri LKS1, 2, 3..dst. Jadi guru memunyai stok LKS. Dengan beragam kelompok dan beragam LKS maka tidak akan ada lagi siswa yang pandai (the Quicker) harus menunggu siswa yang lambat (the Slower).

8. Untuk pertanyaan guru tentang bagaimana cara menyelesaikan target Kurikulum padahal waktunya terbatas? Jawaban saya adalah "sebesar-besar dua gunung ilmu yang kita bawa di atas pundak kita untuk kita berikan kepada siswa, maka itu semua akan mubazir, jika siswa lari menjauh atau melarikan diri dari kita; tetapi sedikit saja saya memberikan ilmu kepada siswa, maka akan sangat efektif dan berguna jika siswa berjalan mendekati atau menuju saya, bahkan mereka akan mencari sendiri ilmu yang lebih banyak lagi"

9. Agar guru tidak dihantui dan merasa dikejar-kejar waktu untuk penilaian, maka guru perlu mencari alternatif penilaian atau mengubah paradigma menuju ke Penilaian Authentic dengan Portfolio Siswa dan Keeping Record. Tepatnya terminologi yang menunjang adalah lebih baik Asesmen dari pada sekedar Evaluation.

8. Secara spesifik saya sangat memuji dan menilai tinggi kemampuan para guru untuk melakukan observasi serta mengungkap fenomena pedagogik yang terjadi di kelas, sehingga terjadi dialog saling asah, asih dan asuh yang sangat baik. Mungkin hal ini disebabkan karena sudah berpengalaman melakukan kegiatan Lesson Study beberapa tahun, sementara saya sendiri baru kali ini mendampinginya. Atmosphere ini adalah harta karun yang tak ternilai harganya, dan saya mempunyai ekpektasi bahwa untuk waktu-waktu mendatang, para guru yang terlibat dalam Lesson Study seperti di Kabupaten Bantul ini akan leading atau memimpin guru-guru dari tempat lai dalam hal melakukan inovasi pendidikan. Semoga. Amin.

9. Ketahuilah bahwa guru-guru di Dunia Barat, untuk satu atau dua kali mengajar, mereka kemudian sudah mampu membuat Karya Ilmiah/Makalah/Artikel yang dapat di Seminarkan atau/kemudian dikirim ke jurnal/atau membuat buku, kenapa? Sekali lagi karena mereka menerapkan paradigma "to teach is to research". Maka dalam setiap pembelajaran, dokumentasi segala macam aktivitas menjadi sangat penting misalnya foto dan video atau arsiprsip. 

10. Secara spesifik, saya sangat menghargai peran Ketua MGMP yang telah mampu memotivasi dan menggali problematika pedagogik dan berusaha mengomunikasikan untuk mencari solusinya.

11. Secara khusus, saya juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah Unggulan Bantul dan segenap guru dan karyawan. Sebagian guru matematika di sekolah tersebut dan juga Guru Modelnya adalah mantan murid-murid saya ketika di S1 Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

Demikian, selamat berjuang para guru. Amin

Marsigit
Dosen Pendamping, FMIPA UNY




157 comments:

  1. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan postingan Bapak tentang observasi dan refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan lesson study memberikan banyak pengetahuan kepada saya tentang lesson study. Lesson study sangat bermanfaat bagi guru untuk saling bertukar informasi dan pengalaman guna memperbaiki proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Lesson study ini sangatlah penting untuk dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan kualitas seorang guru dalam proses inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    LKS sementara ini dianggap sebagai teknologi atau alat yang sangat strategis. Namun jangan salah paham, LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan LKS adalah wahana bagi siswa untuk beraktivitas untuk menemukan. Dimana terdapat informasinya, ada tahap-tahapannya, proses berpikir, proses menemukan. Maka seorang guru harus mengembangkan sendiri LKSnya, karena tidak ada orang lain yang mengetahui apa yang dibutuhkan anak didiknya selain gurunya sendiri.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setelah membaca hasil observasi ini saya mendapatkan bahwa dengan Lesson Study, baik guru model maupun guru yang lain dan pendamping dapat menghasilkan solusi-solusi atas masalah yang terjadi dan yang mungkin terjadi nanti. Sehingga proses pembelajaran ke depannya dapat dipersiapkan dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik pula. Proses evaluasi sebaiknya adalah proses untuk mencari solusi dan membangun pengetahuan yang mengikuti dan melakukan proses evaluasi maupun yang membaca hasil laporan evaluasi. Sehingga tidak perlu berniat untuk menjatuhkan atau menekan orang lain yang melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  4. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca tulisan pak Prof diatas, saya menjadi tahu tentang tujuan diadakannya Lesson Study. Kegiatan ini sangat membantu para guru muda dalam mengevaluasi cara mengajar matematika pada khususnya. Setiap aspek dapat diberi masukan dan dapat meminta tanggapan seperti apa baiknya dan sebagainya. Apalagi bagi guru yang masih berorientasi mengejar waktu untuk menyelesaikan materi. Ternyata tidak ada gunanya saat kita mendesak siswa untuk cepat-cepat menyelesaikan materi disaat siswa belum memahami beberapa materi sebelumnya. Hal lain yang menurut saya menarik adalah paradigma to teach is to research. Benar juga bahwa saat kita telah memiliki bekal atau telah menemukan suatu hasil penelitian, hal tersebut akan sangat memudahkan kita dalam menentukan metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa

    ReplyDelete
  5. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebelum melakukan pembelajaran di kelas banyak hal yang perlu dilakukan oleh guru antara lain mempersiapkan RPP, LKS dan juga media pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Dengan adanya lesson study dapat membantu guru untuk lebih inovatif dalam pembelajaran matmatika sehingga kegiatan pembelajaran di dalam kelas berlangsung efektif.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Lesson study bisa menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru di dalam kegiatan pembelajaran. Guru-guru secara kolaboratif mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus. Lesson study dapat membuat guru mengetahui cara mengajar mana yang tepat dan kurang tepat untuk siswanya.

    ReplyDelete
  7. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Terimakasih pak atas artikel yang dibuat mengenai lesson study, saya menjadi tau manfaat lesson study untuk mengevaluasi pengajaran matematika disekolah, sehingga kedepan pembelajaran akan lebih baik lagi. guru guru bersama sama mengembangkan perangkat pembelajaran secara bersiklus dan terus menerus.

    ReplyDelete
  8. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perbedaan individu menuntut guru untuk mampu melayani kebutuhan siswa yang beragam. Untuk dapat melayani beraneka macam perbedaan kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu mendefinisikan kegiatan belajar sebagai kegiatan membangun teori atau konsep. Artinya, guru perlu menerapkan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme di mana siswa sendirilah yang melakukan kegiatan belajar. Akan tetapi, pembelajaran matematika selama ini masih cenderung bersifat teacher centered daripada student centered. Seperti guru model tersebut yang masih melakukan apersepsi secara klasikal. Alangkah lebih baik apabila apersepsi dapat menjangkau seluruh siswa. Salah satu caranya adalah dengan pemberian soal atau kuis yang wajib dikerjakan oleh semua siswa.
    Selain itu, guru perlu mendefinisikan kegiatan mengajar sebagai kegiatan pelayanan kebutuan siswa dalam belajar matematika. Agar dapat melaayani kebutuhan belajar siswa, guru perlu melakukan riset tentang kegiatan pembelajarannya. Sepengetahuan saya, guru-guru di Indonesia masih kurang berminat dalam melakukan riset atau menulis jurnal ilmiah. Padahal riset berguna untuk mengenali masalah dalam pembelajaran serta mencari solusinya. Inilah yang menjadi tugas kita, baik sebagai calon guru maupun sebagai guru untuk tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi guna meningkatkan mutu pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  9. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel Prof.Marsigit, dapat dikatakan bahwa guru di Bantul sebetulnya memiliki keinginan, motivasi, dan usaha yang gigih untuk memberika pembelajaran yang inovatif. Selain hal itu, guru-guru di Bantul juga memiliki kompetensi untuk membuat RPP yang berkualitas meskipun dalam pelaksanaannya dan implementasinya dalam LKS terdapat beberapa yang hal belum sesuai dan terdapat beberapa kekurangan. Saya meyakini bahwa dengan adanya bimbingan dan pendampingan dari para ahli pendidikan seperti Prof.Marsigit dapat membantu dan meningkat kualitas kemampuan guru baik dalam mengajar, mengelola kelas, membuat RPP, dan membuat LKS yang memfasilitasi berbagai kemampuan siswa yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika, ada beberapa hal yang saya peroleh yaitu : (1) Guru hendaknya membuat perangkat pembelajaran agar proses belajar mengajar di kelas lebih terarah sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran yang maksimal. (2) Guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi, dan jangan terfokus hanya satu metode saja, karena akan mengakibatkan siswa jenuh dan membuat pembelajaran tidak menyenangkan. (3). Gunakan media pembelajaran apabila dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait dengan materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  11. Lesson study mempunyai hambatan di Indonesia karena guru Indonesia (mungkin saya) tidak suka dinilai atau merasa dikritisi ketika ada orang lain dalam pembelajarannya. Padahal lesson study berusaha untuk menemukan pembelajaran yang terbaik yang sesuai dengan karakter siswa Indonesia. Mungkin pertama, guru harus mempunyai pandangan yang baik tentang lesson study dan menyingkirkan prasangka tentang kritik dan penilaian. Lesson study dapa dilakukan dengan setiap pembelajaran dilakukan dokumentasi. segala macam aktivitas menjadi sangat penting, misalnya melalui foto, video dan catatan. Hal baik ini bisa kita terapkan dalam pembelajaran di kelas dan juga sebagai sebagai bahan refleksi guru di setiap pembelajaran.

    ReplyDelete
  12. Sebuah bahan refleksi bagi kita bahwa dalam pembelajaran matematika, guru perlu melakukan perubahan persepsi atau perubahan paradigma, bahwa matematika sekolah adalah sebagai aktivitas dengan mencari pola atau hubungan, menyelesaikan masalah, melakukan investigasi, dan komunikasi. Hal yang jarang ditemukan dalam pendidikan di Indonesia adalah guru melakukan penelitian. Kegiatan lesson study dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian tentang kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa atau guru dalam proses pembelajaran kemudian ditulis saran-saran atau solusinya. Jika ini ditulis atau dibuatkan laporannya maka aka menjadi hasil karya ilmiah yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kegiatan Lesson Study sangat berguna untuk perkembangan pendidikan di Indonesia. Karena kualitas pembelajaran dapat meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas para pendidik dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat apabila dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan sehingga para guru dapat memperoleh banyak ilmu dan pengetahuan bagaimana cara untuk membelajarkan siswa selama di kelas. Lesson study merupakan kegiatan kolaborasi para guru yang di dalamnya terdapat beberapa tahap yaitu, perencanaan, tindakan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, antara lain guru, kepal sekolah, dosen, dan lain-lain sehingga semua pendidik berkumpul menjadi satu untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang terjadi di lapangan dan diharapkan dapat memecahkan/ menentukan solusi untuk memecahkan masalah-masalah yang dijumpai pada saat proses pembelajaran di kelas sehingga kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  14. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari hasil lesson study diatas, saran-saran yang diberikan pak Prof juga dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua bagaimana menjadi pendidik yang inovatif, yaitu menerapkan variasi metode, LKS, strategi, dan contoh. Sehingga siswa tidak bosan dengan (seperti contoh diatas adalah LKS) yang diberikan guru agar tercapai pembelajaran yang aktif, berkelanjutan, dan bermakna bagi siswa itu sendiri

    ReplyDelete
  15. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Lesson study yang dilakukan di kecamatan Bantul memperlihatkan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik, guru telah mempersiapkan RPP dan LKS sebagai acuan pembelajaran, guru memberikan apresepsi kepada siswa, dan proses pembelajaran yang berlangsung juga mengedepankan pemahaman siswa, siswa diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. pembelajaran yang inovatif perlu dilakukan agar siswa tidak bosan dengan pola pembelajaran guru.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Lesson Study memang sangat penting dilakukan, karena dengan adanya Lesson Study ini maka kita akan bisa mengetahui akan kekurangan kita dalam mengajar. Begitu juga dengan Lesson Study akan menambah wawasan kita dalam memberikan materi kepada peserta didik. Dan sudah seyogyanya kita guru-guru di Indonesia harus bangkit dan terus menambah wawasan, baik dengan Lesson Study maupun dengan melaksanakan penelitian.

    ReplyDelete
  17. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Lesson study merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini. Salah satunya yang dilaksanakan di Bantul. Guru-guru yang berperan sebagai guru model memperoleh ilmu serta pengalaman baru dalam mengajar dengan pendekatan Saintifik. Mereka juga diberi kesempatan untuk berdiskusi untuk menemukan solusi dalam suatu permasalahan di kelas. Sehingga hasilnya nanti dapat menjadi acuan dalam pembelajaran di kelas sesuai kurikulum 2013 secara tepat.

    ReplyDelete
  18. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari postingan Bapak, sangat menambah wawasan saya mengenai lesson study, apa hakikat belajar dan mengajar.
    Salah satu kalimat yang memotivasi saya agar menciptakan model pembelajaran yang inovatif yaitu "Pbm matematika di sini, menganut paradigma : pada waktu yang berbeda, berbeda-beda siswa, mempelajari matematika yang berbeda, dengan kecepatan dan kemampuan yang berbeda, dengan hasil yang boleh berbeda pula"
    Hal ini beda dengan Indonesia yang pbm matematika masih menganut paradigma bahwa dalan waktu yang sama, dengan kemampuan siswa yang berbeda akan mencapai hasil yang sama dengan yang guru harapkan.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kelas harus bisa di selesaikan oleh guru. Seorang guru harus bisa membaca situasi dengan pengalaman yang dimiliki dan teori yang pernah dipelajari. Seringkali banyak masalah yang ditimbulkan siswa dalam kelas. Dengan masalah itu guru akan berkembang dan mendapatkan kemampuan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  20. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perlu diperbanyak kegiatan-kegiatan Lesson Study seperti di Kec. Bantul. Kegiatan ini sangnat bermanfaat bagi guru-guru di sekolah untuk memecahkan masalah di kelas. Mencari cara pembelajran yang tepat sesuai kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  21. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran di kelas untuk menemui titik terbaik memerlukan juga yang namanya solusi berdasar konteks dan pengalaman. Pengalaman dan kondisi konteks yang dihadapi menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan solusi dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sependapat dengan Ketua MGMP: “Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa anggota kelompok hendaknya heterogen agar dapat saling membelajaran.” Perbedaan membuat mereka bisa saling mengisi pemikiran yang lebih terbuka dan solutif.

    ReplyDelete
  23. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Belajar adalah membangun atau menkonstruksi”. Pernyataan tersebut adalah sangat tepat. Belajar memberikan kesempatan siswan untuk membangun konsepnya dengan leluasa dan nyaman. Siswa berhak mengeluarkan ide pemikirannya dalam mneyimpulkan pembelajaran tanpa adanya paksaan dari guru.

    ReplyDelete
  24. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pada tulisan di atas, dapat kita lihat bahwa lesson study dapat memberikan feedback yang bagus bagi guru sebagai acuan untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Hal tersbeut dapat diperoleh pada saat tahap refleksi, dimana terjadi diskusi aktif antara observer, guru, dan dosen pamong. Sehingga dari diskusi tersebut akan diperoleh beberapa point yang dapat digunakan untuk memperbaiki permaslahan-permasalahan yang ada pada saat proses pembelajaran yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  25. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel di atas, kita dapat mengetahui adanya matematika tunggal dan tidak tunggal. Matematika tunggal adalah matematika untuk orang dewasa/perguruan tinggi sedangkan matematika tidak tunggal adalah matematika untuk anak kecil/matematika sekolah

    ReplyDelete
  26. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Salah satu hal yang bisa kita ambil ialah sebanyak-banyaknya ilmu yang kita berikan kedapa siswa, hal itu akan sia-sia jika siswa menjauhi kita. Akan tetapi sedikit demi sedikit kita memberikan ilmu kepada siswa bisa sangat efektif jika siswa berjalan mendekati kita tanpa ada paksaan.

    ReplyDelete
  27. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Paradigma "to teach is to research" sangatlah penting bagi guru. Hal ini ditandai dengan dokumentasi segala macam aktivitas misalnya foto dan video atau arsip dalam setiap pembelajaran. Kemampuan guru dalam membuat karya ilmiah sudah menjadi sesuatu hal lumrah di dunia barat.

    ReplyDelete
  28. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi solusi dari pertanyaan guru L tentang penggunaan laptop, saya sependapat dengan solusi yang didapat bahwa yang membuka buku referensi yang berada di laptop mungkin hanya 1-2 anak saja, karena fokus yang diinginkan oleh pendidik adalah siswa dapat mengkonstruksi berdasarkan hasil diskusi dengan memperhatikan referensi. referensi yang ada tidak selalu dilihat, tetapi hanya sebagai bantuan informasi ketika siswa mengalami kesulitan. mengkin hal tersebut bisa diantisipasi dengan peran guru sebagai fasilitator untuk memberikan pertanyaan pancingan agar siswa dapat mengerjakan LKS yang disediakan.

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Proses pembelajaran yang menarik. Dari berbagai pembahasan diatas, banyak pengalaman dan penjelasan pembelajaran yang saya dapatkan sebagai bekal jika menjadi guru kelak. Pembahasan yang mendapat perhatian dari saya adalah mengenai manajemen waktu. Hal ini karena kejadian yang sama yang saya rasakan ketika melaksanakan PPL. Mohon penjelasan lebihnya. Hal ini karena tidak mudah meminta siswa untuk belajar sendiri di rumah. Siswa pernah berkeluh jika PR yang mereka terima bukan hanya pelajaran Matematika. Selain itu PR dari mata pelajaran lain pun tidak terhitung sedikit, sehingga para siswa sulit memanajemen waktu. Ditambah lagi kegiatan siswa di luar sekolah pun tidak terbilang sedikit.

    ReplyDelete
  30. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tulisan di atas menjelaskan tentang kegiatan Lesson Study yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul. Menurut saya, kegiatan semacam ini sangat baik dilaksanakan karena dapat mengasah kemampuan dari guru matematika, bukan hanya untuk guru model tetapi juga untuk guru yang lainnya. Guru model dapat merasakan langsung dan mendapatkan banyak masukan, sedangkan guru-guru yang lain juga dapat belajar melalui masukan-masukan, dapat merefleksi diri sendiri melalui orang lain, ketika terdapat guru yang memberikan masukan kepada guru model, bisa jadi itu juga dapat dijadikan masukan untuk guru-guru yang lain.

    ReplyDelete
  31. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Melalui kegiatan Lesson Study yang juga dihadiri oleh Dosen Pendamping yaitu Prof Marsigit, guru midel dan guru-guru yang lain dapat mengambil banyak ilmu dari Prof Marsigit yang memiliki pengalaman melakukan observasi pembelajaran di London. Pembelajaran di London ini pernah dijelaskan oleh Prof Marsigit pada saat kuliah Etnomatematika, pembelajarannya sangat menarik tetapi sangat berbeda dengan di Indonesia, sehingga sangat sulit untuk dilaksanakan di Indonesia. Akan tetapi, dapat diadaptasi oleh guru di Indonesia dengan cara guru memfasilitasi siswa dengan membuat beragam LKS sesuai kebutuhan siswa dan penilaian dapat dilakukan melalui Portfolio.

    ReplyDelete
  32. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    RPP, LKS dan perangkat pembelajaran lainnya adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan guru secara matang agar dapat melakukan pembelajaran dikelas sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, RPP bukanlah sesuatu yang mudah untuk dibuat khususnya bagian apersepsi. Oleh karena itu pembuatan RPP membutuhkan keahlian dan juga jam terbang yang tinggi. Bagian apersepsi menjadi sulit dikarenakan untuk dapat membuatnya guru harus memahami rangkaian pembelajaran sebelum materi yang akan diajarkan guru diberikan kepada siswa.

    ReplyDelete
  33. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika Sekolah mampu mengarahkan guru agar dapat merencanakan pembelajaran secara inovatif. Dengan penerapan matematika sekolah yang baik mampu menunjukkan tingkat keprofesionalitasan guru dalam mengajar dikelas. Matematika yang diajarkan disekolah dapat memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari siswa. Matematika yang diberikan disekolah memiliki fungsi sebagai media dan juga sarana siswa dalam mencapai kompetensi dan juga pengetahuan serta ilmu berhitung.

    ReplyDelete
  34. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, dengan dilakukannya kegiatan Lesson Study seperti yang telah dipaparkan oleh Prof. Marsigit, M.A sangat membantu guru dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan di kelas. Selain itu, dengan adanya tanggapan-tanggapan yang telah diberikan dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi guru dan juga calon guru agar lebih memperhatikan hal-hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan secara matang sebelum melakukan proses pembelajaran di kelas dan juga pelaksanaan lesson study dapat menambah wawasan guru sehingga dapat melakukan inovasi di bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  35. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Lesson study sangat bermanfaat bagi guru terutama untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dalam mengajar sehingga dapat dilakukan perbaikan. Dengan lesson study pula guru dapat menyebarkan inovasi-inovasi yang dilakukan. Menarik sekali membaca bagaimana lesson study dilakukan dan bagaimana cara melakukan refleksi terhadap lesson study.

    ReplyDelete
  36. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Dengan adanya kegiatan lesson study yang rutin sangat membantu guru untuk senantiasa memperbaiki segala hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Termasuk LKS yang merupakan komponen utama dalam pembelajaran. LKS yang memfasilitasi berbagai kebutuhan peserta didik perlu untuk diperbaiki karena LKS merupakan hak bagi peserta didik. Selain itu, metode mengajar Expektasi dapat diluruskan dan diberikan pengarahan dari pembimbing lesson study agar paradigma “walaupun” menjadi paradigma “karena” sehingga guru adalah fasilitator yang benar-benar memahami berbagai macam karakter dan potensi yang dimiliki siswa.

    ReplyDelete
  37. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang bagaimana cara melakukan pembelajaran dengan baik agar fungsi guru sebagai fasilitator dapat terpenuhi dan siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri seperti yang telah Bapak jelaskan dalam posting ini.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Lesson study memberikan manfaat bagi para pendidik, sehingga guru dapat mengevaluasi pembelajaran di kelas dengan guru yang lainnya. Dengan adanya lesson study, guru mengajar di depan tidak sepenuhnya dapat mengkontrol kelas secara keseluruhan, namun dengan bantuan guru lain, sehingga dapat mengontrol siswa yang lain sehingga saling melengkapi dalam menilai pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kolaborasi antar pendidik ini mencerminkan bahwa setiap pendidik memiliki keinginan untuk meningkatkan kompetensinya dalam mengajar. Menentukan metode yang tepat untuk materi yang diajarkan. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

    ReplyDelete
  40. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam Lesson study guru bisa menilai bagimana RPP atau LKS yang baik atau efektif dalam pembeljaaran. Evaluasinya ketika RPP yang digunakan tidak efektif, maka pendidik bersama-bersama membuat RPP yang lebih baik.

    ReplyDelete
  41. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Penerapan lesson study yang menjadikan siswa lebih aktif dengan pembelajaran student center. Dengan begitu kita menjadi tahu kendala di lapangan dan solusi yang mungkin untuk dilaksanakan jika kita akan menerapkan lesson study.

    ReplyDelete
  42. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Setelah membaca elegi diatas, saya berpendapat bahwa ekspektasi terhadap bermatematika tunggal tinggi akan memunculkan fenomena yang akhirnya mengakibatkan proses pembelajaran yang cenderung teacher centered karena guru menganggap bahwa sumber pembelajaran matematika hanya bersumber pada dirinya sendiri. Keberhasilan guru dalam mengajar merupakan kunci utama keberhasilan pembelajaran. Salah satunya menyusun strategi pembelajaran agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Salah satu strategi pembelajaran yang sangat penting untuk dilakukan guru adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Dengan persiapan baik materi ataupun kesiapan guru dalam mengajar menurut saya kunci utama PBM. Guru tidak menguasai materi ataupun melakukan persiapan dan perencanaan pembelajaran yang baik, sudah dapat dipastikan pembelajaran yang dilakukan tidak akan berhasil secara optimal.

    ReplyDelete
  43. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran kooperatif, pembentukan kelompok sebaiknya dilakukan sejak awal pembelajaran. Pembentukan kelompok ini dibuat seheterogen mungkin sehingga pembelajaran lebih efektif. Yang sudah bisa mengajari yang belum bisa, yang aktif bisa membantu yang pasif, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  44. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam diskusi kelompok seharusnya dilakukan dengan anggota dipilih secara heterogen. Agar pembelajaran berjalan efektif, seharusnya guru bisa mengatur pembagian kelompok dari awal dengan telah mempersiapkannya terlebih dahulu

    ReplyDelete
  45. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Guru juga harus membimbing agar di dalam kelompok bisa berkomunikasi degan baik, tidak hanya siswa pandai yang aktif dan membiarkan yang lain pasif, hal itu yg biasa menyebabkan dianggap mengganggu karena terlalu mendominasi

    ReplyDelete
  46. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Guru semestinya bisa menentukan atau menciptakan pembelajaran yang inovatif, sehingga muridnya bisa tertarik dalam mengikuti pembelajaran. jangan sampai murid bosan atau tidak tertarik sama sekali, hal itu menyebabkan tujuan pembelajaran tidak bisa tercapai

    ReplyDelete
  47. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sangat setuju dengan beberapa solusi, terutama tentang apersepsi. Sebagaimana masih sering terjadi, bahwa apersepsi biasanya masih teacher centered. Padahal seharusnya pada bagian ini seharusnya kita menguji kesiapan siswa, perlunya pencanangan apersepsi yang sesuai dengan tujuannya agar pencapaian dari pembelajaran bisa dicapai. Perlunya pemahaman guru dan siswa akan apersepsi ini diharapkan agar bisa melaksanakan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  48. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Lesson study adalah upaya untuk meningkatkan kualitas mengajar seorang guru agar pembelajaran berjalan dengan efektif. Baik itu dalam penyampaian materi, pengelolaan kelas maupun dalam penilaian. Lesson study di universitas adalah hal yang sangat familiar khususnya universitas di bidang pendidikan. Dalam mata kuliah misalnya, kegiatan lesson study dilakukan oleh mahasiswa sebagai guru model dan mahasiswa lain yang berperan sebagai siswa. Guru model mempersiapkan lesson study mulai dari instrumen pembelajaran, mengajar, hingga assessment atau penilaian. Selama proses berlangsung mahasiswa yang lain serta dosen memperhatikan sekaligus menilai kelebihan dan kekuranannya. Kemudian mahasiswa yang lain serta dosen memberi masukan kepada guru model dan dilakukan diskusi atau tukar pikiran tentang bagaimana proses pembelajaran yang baik.
    Lesson study yang sangat terkenal adalah lesson study dari Jepang. Negara Jepang memang dikenal sebagai negara yang aktif mempublikasikan lesson study mereka. Proses pembelajaran di Jepang menggunakan sistem pembelajaran berpusat pada siswa atau student center. Tidak seperti di iIndonesia yang mayoritas gurunya menggunakan model pembelajaran ceramah atau techer center. Pembelajaran dengan sistem student center akan membuat siswa aktif berpikir dan mengembangkan kekreatifitasan mereka. Sehingga siswa mampu memahami tanpa merasa terbebani. Selain itu kegiatan diskusi di dalamnya menjadikan siswa mampu berinteraksi dengan teman-temannya sehingga menumbuhkankemampuan komunikasi siswa. Hal inilah yang menjadikan model pembelajaran student center dianjurkan dalam pembelajaran. Oleh karena itu banyak lesson study tentang model pembelajaran ini.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  49. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Metode Lesson Study bagi saya sangat menarik dikarenakan mengkombinasikan dengan berbagai metode dari mulai bahan ajar, metode guru, asesmen pada siswa dan sebagainya. Menurut saya pendekatan lesson study tidak hanya berfokus pada pengembangan aspek kognitif siswa, namun ada pula upaya peningkatan keahlian pada guru. Selamat pada guru di SMP Kec. Bantul yang telah berhasil mendampingi siswa dalam kegiatan Lesson Study. Saya memiliki suatu pandangan bahwa kegiatan Lesson Study saat guru mendidik dan mengajar suatu mata pelajaran dengan level kesulitan tertentu, siswa tidak hanya dituntut untuk mengembangkan aspek kognitif. Namun guru juga dituntut dapat memahami dan menghargai kemampuan masing-masing siswa pada mata pelajaran tersebut. Semoga ini menjadi langkah awal untuk mengatasi masalah kesulitan belajar pada siswa dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  50. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih Prof. Marsigit atas postingannya. Sebagai seseorang yang pernah mengajarkan matematika di sekolah, saya dan teman-teman saya yang lain sering menghadapi masalah seperti yang Profesor jelaskan pada poin 8 (tangapan terhadap guru) yakni kesulitan menyelesaikan target kurikulum dalam waktu yang terbatas. Di sekolah sering kali terjadi hal seperti ini. Ternyata, solusi dari Prof. Marsigit ialah sampaikanlah ilmu walaupun sedikit tetapi efektif yang membuat siswa tertarik untuk mempelajari ilmu tersebut. Jika siswa tertarik, maka ia akan menuju kepada kita, bahkan akan merasa butuh akan ilmu tersebut dan akan mencari sendiri ilmu yang lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
  51. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    RPP adalah rancangan pembelajaran yang memuat langkah-langkah dalam pembelajaran agar kita dapat mengajar secara runtut dan sistemastis. Namun saat ini, RPP hanya dijadikan formalitas belaka. RPP akan dibuat selengkap-lengkapanya, sebagus-bagusnya, dan seruntut-runtutnya, menjelang penilaian/asessment dari kepala sekolah atau pengawas. Setelah itu RPP hanya menumpuk pada loker-loker, tidak disentuh, dan menjadi sampah.
    Sesungguhnya dalam RPP memuat hal-hal yang sangat penting seperti standar kompetensi yang harus dicapai, apersepsi, penilaian, bahan ajar, dan lainnya. Apersepsi mengarahkan guru untuk dapat memulai pembelajaran dengan baik. Saya setuju dengan apersepsi yang dikatakan oleh Bapak Marsigit, bahwa apresepsi harus berlaku untuk semua siswa. Pemberian kuis-kuis kecil atau soal-soal singkat mengenai materi pada pertemuan sebelumnya akan melibatkan semua siswa tanpa terkecuali. Dalam penilaian juga akan lebih baik menggunakan penilaian autentic dengan portofolio. Dengan begitu, progress para siswa dapat terlihat dan terkontrol dengan baik. Siswa yang tidak berprogress atau malah mengalami kemunduran akan mendapat perhatian yang lebih dari guru.

    ReplyDelete
  52. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Terima kasih Prof atas informasi yang diberikan. Hemat saya tentunya masing-masing guru memiliki cara yang berbeda-beda untuk membelajarkan siswanya. Dalam lesson study ini, para guru bisa saling sharing tentang metode yang mereka gunakan dan diharapkan dapat menemukan metode mana yang paling cocok untuk menanamkan konsep matematika di kelas masin-masing. Tentunya tidak ada guru yang sempurna, namu semangat untuk memerpabaiki kualitas diri sebagai seorang pendidik harus terus ditingkatkan sehingga nantinya bia menjadi guru yang profesional di bidang masing-masing.

    ReplyDelete
  53. Junianto
    17709251065
    PM C

    Lesson Study sangatlah penting diterapkan di Indonesia. Dengan cara ini guru akan mengetahui kemampuan mereka mengajar dengan adanya evaluasi dari guru lain. Dengan demikian, guru dituntut untuk terus melakukan perbaikan setelah mendapatkan saran dan masukan setelah melakukan pembeljaran di kelas. Inovasi dalam pembelajaran, baik dari segi metode, media maupun fasilitas yang lain sangat dibutuhkan untuk membuat iswa tertarik dan tidak bosan dengan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  54. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Bismillah.
    Postingan bapak kali ini, menggambarkan proses pembelajaran Lesson Study. Disini kita dapat mengetahui kira kira hasil dari Lesson Study itu seperti apa. Dan pada postingan ini ada refleksi dan langkah-langkah Lesson Study, ini juga akan menjadi pengetahuan tambahan buat saya, ketika nantinya saya ingin menerapkan Lesson Study. Selain itu referensi di atas mengajarkan kepada kita bahwa untuk dapat melayani kebutuhan siswa dengan aneka perbedaan kemampuan, maka seorang guru matematika perlu melakukan banyak hal. Misalnya mendefinisikan "belajar" sebagai "membangun konsep/teori/hidup", yaitu menggunakan pendekatan konstruktivisme, di mana siswa sendirilah yang pada hakikatnya melakukan kegiatan belajar. Dan mendefinisikan "mengajar" sebagai "melayani kebutuhan siswa untuk belajar matematika".

    ReplyDelete
  55. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dari ulasan Bapak pada postingan kali ini menggambarkan masih banyak aspek-aspek tak terlihat yang seringkali tidak menjadi prioritas. Disaat guru akan dinilai atau dievaluasi, katakanlah oleh Kepala Sekolah misalnya, seringkali hanya perangkat yang dipersiapkan. Terkhusus untuk penggunaan laptop, saya pribadi sering mengalami kesulitan mengontrol penggunaan laptop setiap siswa pada saat PBM berlangsung. Beberapa siswa malah fokus ke laptop sendiri dan mengabaikan diskusi kelompok. Saya setuju dengan solusi yang diberikan, hanya satu laptop yang dipakai bersama dalam satu kelompok.

    ReplyDelete
  56. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Berdasarkan postingan bapak mengenai hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan lesson study yang mengulas bagaimana keadaan kondisi jalannya proses pembelajaran yang terjadi, apa saja yang masih menjadi kelemahannya serta bagaimana tanggapan serta saran yang diberikan sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi.
    Catatan dan komen diakhir ulasan tentang beberapa usaha agar mencapai guru inovatif dapat diwujudkan sebaik-baiknya mulai dari perangkat mengajar, metode yang diterapkan, bagaimana menentukan kelompok, dan semua yang mendukung proses belajar mengajar agar terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  57. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Berdasarkan hasil obsservasi dan refleksi lesson study di salah satu SMP unggulan di Bantul, didapat beberapa poin yang harus menjadi perhatian bagi guru maupun calon guru. Yang pertama adalah hakikat matematika sekolah bawa siswa adalah subjek utama pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Ebbutt dan Straker (1995) bahwa hakikat Matematika Sekolah adalah sebagai aktivitas atau kegiatan: a. mencari pola atau hubungan, b. menyelesaikan masalah, c. melakukan investigasi, d. komunikasi. Poin selanjutnya bahwa guru mampu mendefinisikan belajar sebagai kegiatan siswa dalam membangun konsep dan mengajar sebagai bentuk pelayanan dan penyediaan fasilitas bagi siswa.

    ReplyDelete
  58. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kegiatan pembelajaran seringkali atau bahkan selalu ditemukan permasalahan. Sebaik apapun persiapan yang dilakukan oleh seorang guru pasti ada sesuatu yang perlu dievaluasi. Hal ini menyangkut keterbatasan seorang guru sebagai manusia yang terbatas. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas guru maupun kualitas pembelajaran diperlukan evaluasi pembelajaran secara bersama-sama dengan cara berdiskusi. Hal ini dapat dilakukan dengan pengamatan terhadap proses pembelajaran, kemudian dilakukan refleksi secara bersama untuk menemukan solusi pada setiap permasalahan. Kegiatan ini dapat disebut sebagai lesson study dimana setiap guru dapat melakukan refleksi terhadap pembelajaran, saling memberi masukan berdasarkan pengalamannya masing-masing, sehingga dapat ditemukan solusi yang sesuai untuk setiap permasalahan

    ReplyDelete
  59. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Terkait dengan Lesson Study, kebanyakan guru di Indonesia masih kerap sekali menganggap bahwa lesson study tidak terlalu dipentingkan dalam pengajaran di kelas. Padahal, jika kita lihat, lesson study sangatlah membantu kegiatan belajar siswa di kelas. Selain itu juga membantu guru dalam memberikan permasalahan yang ada dengan waktu yang relatif sedikit dibandingkan tanpa adanya lesson study. Adanya lesson study disini dapat membantu guru untuk menarik perhatian siswa dalam belajar, karena jika guru tidak menyiapkan lesson study, kebanyakan dari mereka hanya menyampaikan apa saja yang dipikiran saat itu juga sehingga pembelajaran bisa dikatakan akan lebih membosankan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  60. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, guru akan menemukan berbagai masalah yang akan terjadi berkaitan dengan siswa dan pembelajaran. Lesson study berfungsi untuk memecahkan masalah dan mencari solusi untuk masalah tersebut. Pada postingan ini disebut-sebut kata “ekspektasi”. Ketika memasuki ruang kelas, guru seharusnya tidak memiliki ekspektasi apa pun terhadap murid. Hal itu tidak diperkenankan dalam pembelajaran, karena secara mental akan memengaruhi proses belajar mengajar. Dengan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswa, akan menyebabkan guru berusaha agar siswa memiliki persepsi atau pendapat yang sama dengan guru. Hal ini akan berakibat pada dominasi guru di kelas, yang tentunya akan membatasi ruang gerak siswa dalam mengambil tindakan ataupun berpikir

    ReplyDelete
  61. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    saya setuju bahwa untuk memahami konsep sudut-sudut dalam sepihak, sudut-sudut berseberangan dan sudut-sudut lain yang terbentuk dari hasil perpotongan sebuah garis dan 2 buah garis sejajar, sebenarnya tidak memerlukan busur.

    ReplyDelete
  62. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan memahami pembelajaran yang dilakukan oleh guru dari salah satu kota yang ada dilondon tersebut, saya berfikir ternyata dalam pembelajaran kita tidak selalu harus terfokus kepada satu tujuan saja untuk semua siswa karena pada dasarnya setiap siswa memiliki kemampuan pemahaman dan daya tangkap yang berbeda-beda. Jadi kita harus membungkus materi dan tujuan pembelajaran tersebut sesuai dengan kebutuhan setiap karakter siswa.

    ReplyDelete
  63. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi "Penyusunan LKS masih belum memunculkan sintak pembelajaran saintifik" saya ingin berbagi pengalaman dalam menyusun bahan ajar sebagai syarat riset desain saya sewaktu s1. Menyusun bahan ajar, modul, LKS dan sebagainya memang sulit. Terlebih jika harus memunculkan suatu pendekatan penyusunan atau metode mengajar yang nantinya akan dipakai. Butuh beberapa instrumen yang mendasari penyusunan seperti indikator pendekatan pengembangan yang dipakai, ataupun indikator metode pembelajaran yang dipakai. Dalam menuangkan materi, permasalahan matematis, serta latihan dan pengayaan bagi siswa sesuai dengan pendekatan dan metode yang dipakai, bisa jadi guru mengira bahwa beliau telah melakukan yang terbaik dan merasa bahwa semua indikator sudah muncul atau sintak pembelajaran sudah muncul di bahan ajar, modul atau LKS yang disusun. Oleh karena itu, perlu adanya validasi produk kepada para ahli untuk dapat memunculkan sintak pembelajaran serta indikator metode dan pendekatan pengembangan di produk yang dihasilkan. Sebagi tambahan, sebenarnya dalam menyusun modul, bahan ajar maupun LKS kita dapat menonjolkan kemampuan tertentu yang perlu diasah dari siswa, misalnya pemecahan masalah, kita memperkaya masalah matematis dalam produk yang dikembangkan. atau bahkan kita juga dapat memasukkan kecondongan belajar siswa ke dalam produk yang akan dibuat. Dan semua itu tentunya memerlukan keterampilan dan ketelatenan yang tidak mudah. Mari belajar menjadi yang lebih baik demi pendidikan Indonesia yang makin maju

    ReplyDelete
  64. Benar bahwa semangat riset para guru di Indonesia perlu suntikan yang ekstra. Keanekaragaman baik hayati, hewani, karakter siswa sebenarnya merupakan objek penelitian yang dapat dieksplor sedalam-dalamnya. Memang mengajar sambil meneliti butuh ketelatenan dari guru yang bersangkutan, namun seperti yang telah dipaparkan oleh Pak Marsigit, hal ini dapat diantisipasi dengan merekam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan memfokuskan pembelajaran terhadap metode dan fenomena yang terjadi di kelas untuk selanjutnya dicari solusinya dan diterapkan selama beberapa kali sampai ada hasil yang lebih stagnan. Jika guru-guru di Indonesia memiliki semangat yang tinggi, tentu masalah dalam pembelajaran berangsur-angsur dapat dicari solusinya berdasarkan pengelaman riset yang dilakukan, bukan hanya mengajar dengan asal mengobati gejala pembelajaran saat itu saja. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  65. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Cukup menarik postingan Bapak kali ini yaitu mengenai hasil observasi dan refleksi pembelajaran Matematika pada kegiatan lesson study di salah satu SMP swasta model di Kabupaten Bantul. Dalam kegiatan belajar mengajar, memang tidak dapat dipungkiri bahwa proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas seringkali menemui kendala dan permasalahan. Meskipun guru telah mempunyai pengalaman mengajar yang cukup lama dan berbagai persiapan telah dilakukan seperti menyusun RPP dan LKS. Namun, masih saja terdapat kendala-kendala saat melaksanakan proses belajar mengajar.
    Untuk itu, memang diperlukan suatu kegiatan untuk mengobservasi, merefleksi dan berdiskusi secara bersama-sama terhadap evaluasi proses belajar mengajar dengan tujuan untuk perbaikan pembelajaran kedepannya. Dan kegiatan lesson study ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencapai peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan saling bertukar pikiran dan bertukar pengalaman, diharapkan guru mampu mencari solusi dari semua persoalan yang ditemui saat proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  66. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap maksud dalam materi akademis yang mereka terima, mampu mengkaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya serta mampu mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata. Kemampuan dari masing-masing siswa beraneka ragam sehingga dibutuhkan LKS untuk menentukan tolok ukur kemampuan siswa. Menurut postingan di atas juga siswa harus dilengkapi dengan Dokumen yang disebut Portfolio Siswa atau Record Keeping yang sangat bermanfaat sekali. Record Keeping Siswa berisi segala Dokumen yang berkaitan dengan Aktivitas dan Prestasi Siswa yang mengalir dari tahun ke tahun, sehingga guru dapat melakukan evaluasi terhadap masing-masing siswanya dengan terstruktur.

    ReplyDelete
  67. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb. Saya sangat mengaparesiasi ketika seorang guru mengakui dirinya mempunyai kekurangan ketika mengajar.Hal ini membuat seorang guru untuk lebih giat mencari apa yang kurang .Lesson study sangat menarik karena dapat memberi peluang kepada guru untuk mengembangkan pengetahuan pedagogis secara optimal. Hal ini disebabkan karena melalui LS guru secara terus menerus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menerjemahkan kurikulum. Guru dapat secara terus menerus memikirkan bagaimana kualitas pertanyaan yang mampu dipecahkan oleh siswa dalam pembelajaran. Pertanyaan tersebut diharapkan dapat memotivasi siswa untuk mempertahankan minat belajarnya secara konsisten. Guru juga memikirkan bagaimana menggunakan debat agar mampu memaksimalkan partisipasi siswa dalam diskusi dan bagaimana mendorong siswa untuk dapat membuat catatan yang baik dan melakukan refleksi diri.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  68. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Lesson study bukanlah metode pembelajaran, Lesson study adalah kegiatan yang dilakukan seorang guru atau sekelompok guru untuk merencanakan, mengajar, mengobservasi, meninjau kembali dan melaporkan hasilnya pada aplikasi dalam pengajaran individu. Lesson study memberikan banyak sekali manfaat, seperti membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya, memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan urutan materi dalam kurikulum, dan membantu guru memfokuskan bantuannya pada pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  69. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kegiatan Lesson study merupakan salah satu upaya konkrit yang dapat dilakukan ole guru, guna melihat sejauh mana keefektifitasan pembelajaran yang telah dilakukan guru. Sehingga nantinya guru dapat melakukan berbagai perubahan dalam metode ajarnya. Selain itu Lesson study juga melatih guru, agar legowo menerima kritik dari orang lain, demi pembelajaran yang lebih baik kedepannya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  70. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    lesson study merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja guru secara kolaboratif. Permasalahan salah satu permasalahan guru dalam pembelajaran adalah minimnya kesadaran untuk mengetahui perbedaan kemampuan dan gaya belajar siswa. Guru kerap kali terjebak ke dalam pembelajaran yang menyamakan kemampuan dan gaya belajar siswa. Solusi yang sangat menarik jika menggunakan LKS dan Portofolio sebagai alat yang memberi guru ruang untuk mengatasi perbedaan siswa.

    ReplyDelete
  71. Melalui postingan ini, saya dapat mengambil makna bagaimana seorang guru dalam melayani kebutuhan siswa dengan aneka perbedaan
    kemampuan, bagaimana usaha seorang guru untuk mencapai predikat guru yang inovatif, semoga saya bisa terus semangat mengubah diri ini menjadi guru yang ideal tersebut. Terima kasih bapak atas postingannya yang meninspirasi saya dan calon guru bijak lainnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  72. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari hasil observasi dan refleksi yang disampaikan oleh Prof. Marsigit dalam postingan ini. Salah satu poin penting yang menurut saya sangat menarik adalah bahwa seharusnya guru tidak berekspektasi berlebihan kepada siswa dengan mengharapkan siswa mendapatkan pengetahuan yang sama atau tunggal sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Hal ini menyebabkan siswa tidak akan dapat mengembangkan potensi yang ia miliki secara maksimal. Pasalnya guru masih menerapkan paradigma "walaupun", yakni walaupun siswanya beragam namun pengetahuan yang diperoleh harus tunggal. Paradigma seperti ini seharusnya sudah mulai ditinggalkan oleh guru dan di ganti dengan paradigma "Karena", yakni karena siswanya beragam, maka pengetahuan yang diperolehpun juga dapat beragam. Dengan paradigma ini siswa akan lebih optimal dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  73. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Penggunaan laptop dalam suatu kelompok sebaiknya hanya satu atau dua buah saja saya rasa sudah cukup, karena jika semua anggota kelompok menghidupkan laptop maka proses diskusi akan terhambat karena masing-masing anggota kelompok tidak dapat berdiskusi secara maksimal.

    ReplyDelete
  74. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Bagaimana memfasilitasi bermacam-macam kemampuan yang ada pada kelompok; karena saya melihat ada anggota kelompok yang pandai tetapi malah dianggap mengganggu oleh anggota yang lain? Karena kelompok yang dibentuk memang harus heterogen, maka anggota kelompok yang bisa saja terdiri dari berbagai tingkat akademis baik yang tinggi maupun rendah harus diberi perhatian lebih oleh guru pada jalannya proses diskusi agar tidak ada dominasi dari salah satu siswa.

    ReplyDelete
  75. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Secara keseluruhan kegiatan ini seyogyanya dapat membantu sekali dalam hal tenaga pengajar. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah dimana sebelumnya harus ada pemberitahuan tujuan kegiatan dan jika menggunakan basis kelompok, kelompok tersebut harus dibentuk terlebih dahulu. dengan harapan diskusi dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  76. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Secara keseluruhan, masalah-masalah yang ditemukan pada artikel di atas adalah masalah yang sering ditemui beberapa guru ketika di lapangan. Bagaimana menyusun RPP yang baik, bagaimana memfasilitasi siswa agar berkembang, bagaimana menghidupkan kegiatan diskusi yang baik, baik dari segi pembentukan kelompok, penyajian LKS, pendekatan pembelajaran dan memimpin diskusi. Hal ini merupakan tantangan bagi guru agar menjadi guru yang inovatif. Seperti yang telah dijabarkan Bapak, salah satu cara agar kita mampu terus melakukan inovasi adalah dengan pemahaman bahwa mengajar itu juga menjadi sebagian dari penelitian sehingga kita akan terus berinovasi untuk menemukan hal-hal yang baru.

    ReplyDelete
  77. Junianto
    17709251065
    PM C

    Lesson study sangat perlu diterapkan di Indonesia. Dengan metode ini, guru akan lebih mengetahui tentang kemampuan dirinya dalam mengajar dan sejauh mana ia bisa mengantarkan siswa dalam memahami materi. Dengan demikian, observer akan memberikan evaluasi dan saran guna peningkatan kualitas guru dalam mengajar. Guru juga dituntut untuk terus melakukan perbaikan setelah mendapatkan saran dan masukan setelah melakukan pembeljaran di kelas. Inovasi dalam pembelajaran, baik dari segi metode, media maupun fasilitas yang lain sangat dibutuhkan untuk membuat iswa tertarik dan tidak bosan dengan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  78. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Lesson study merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan profesionalisme guru melalui evaluasi yang dilakukan bersama. Ketika S1 dulu saya dan teman2 juga pernah melakukan lesson study, namun karena masih belajar dan guru modelnya juga belum banyak pengalaman mengajar jadi masih banyak kekurangan dalam kegiatan tersebut, saya sangat berterima kasih kepada Prof. Dr. Marsigit,M.A. Atas artikel yang dibagikan diatas, saya mendapatkan apa yang belum saya dapat di lesson study saya ketika S1. Kemudian mengenai pengalaman Bp. Ketika di London juga sangat menginspirasi, bisa menjadi tambahan referensi metode mengajar bagi guru-guru di Indonesia. Seperti teknik pengelompokan siswa, bentuk LKS, dan sistem penilaian yang mereka gunakan sangat efektif untuk membangun atau mengembangkan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  79. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Refleksi memang sangat diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar. Refleksi dapat dijadikan dasar dalam memperbaiki kegiantan belajar mengajar. Seperti pada uraian refleksi dari kegiatan Lesson Study yang sudah dilakukan. Ternyata setelah direfleksi terdapat beberapa point yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar pembelajaran di kelas menjadi lebih baik, siswanyapun tidak mengalami kejenuhan dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan mengajar di sekolah dengan siswa yang memiliki keberagaman kemampuan adalah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Karena setiap siswa harus memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pengetahuan. Inovasi guru dalam mengajar sangat diperlukan. Guru yang memiliki inovasi tentunya tidak diperoleh dengan sendirinya. Namun ada kegiatan mengamati , membaca dan mengimplementasikan apa yang telah diabaca dan diamati. Untuk dapat menjadi guru yang inovatif, saya setuju dengan pak Marsigit yaitu dengan menjadikan kegiatan mengajar itu sebagai media penelitian. Dengan meneliti artinya ada kegiatan untuk memperbaiki atau mengembangkan yang sudah ada menjadi sebuah produk yang lebih baik dan berguna bagi keseluruhan.

    ReplyDelete
  80. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya tertarik dengan artikel yang dikutip pada postingan ini. Model belajar kelompok yang dilakukan di kota London ini sangat menarik. Dan setelah saya ingat kembali ternyata ketika di SMA guru saya pernah menerapkan kegiatan yang hampir sama dengan ini, namun yang membedakannya hanya pada pembentukkan kelompokya. Ketika itu pembentukkan kelomponya yaitu setiap kelompok memiliki anggota yang berjumlah sama, namun pada kegiatan diskusi itu guru menyediakan banyak LKS untuk dikerjakan. LKS tersebut tidak diberikan secara bersamaan namun, kelompok yang sudah selesai mengerjakan LKS 1 baru kemudian bisa dan diperbolehkan untuk mengerjakan LKS selanjutnya. Menurut saya dan teman-teman pada saat itu kami sangat antusias dalam kegiatan itu. Dan, keinginan untuk dapat melanjutkan ke LKS selanjutlah sangatlah tinggi, sehingga setiap anggota kelompok melakukan kerjasama yang baik agar bisa melanjutkan LKS.
    Sebagai calon guru sudah sepantasnya untuk kita melatih inovasi diri dalam melakukan kegiatan belajar pembelajaran di kelas, salah satu tujuannya agar siswa termotivasi untuk belajar matematika.

    ReplyDelete
  81. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Pendekatan Saintifik sudah lama digunakan dalam pembelajaran. Namun, belum terealisasikan dengan baik dan benar. Menjadi seorang guru matematika harus bisa terbuka kepada siswanya, maksudnya guru harus bisa menampung jawaban dari siswa, seperti yang tertulis di atas bukan "walaupun" tetapi "karena" sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Guru juga tidak perlu berteriak-teriak dan marah-marah di kelas karena siswa tidak fokus pada materi yang di ajarkan. Pada intinya guru harus bisa memahami keadaan siswa dan apa yang dibutuhkan siswa. Jadi guru harus menurunkan pikirannya dan setara dengan pikiran siswa, maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  82. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Lesson study sangat bagus untuk belajar bersama dalam mengajar di kelas, baik guru model maupun tim lesson study sama-sama bisa mendapatkan ilmu baru dengan mengamati maupun refleksi yang dilakukan setelah pembelajaran. Menarik cerita bapak saat mengamati pembelajaran di Inggris, bahwa disana target belajar siswa dalam satu kelas berbeda-beda mengingat keragaman kecerdasan yang dimiliki siswa berbeda-beda.

    ReplyDelete
  83. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Cerita Bapak tentang pembelajaran matematika di sebulah sekolah di Inggris sangat menginspirasi saya untuk terus belajar menjadi pendidik yang ideal dan profesional. Saya akui hal yang sulit ketika mengajar di kelas adalah memfasilitasi dan melayani semua peserta didik dengan berbagai potensi dan karakter belajar yang berbeda. Berbeda dengan Inggris, di Indonesia siswa dituntut untuk mencapai nilai kkm dalam semua mata pelajaran sehingga guru cenderung memaksa siswa yang memiliki potensi belajar berbeda-beda untuk mendapat hasil yang sama.

    ReplyDelete
  84. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan/model pembelajaran tertentu, digunanakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dan merubah pembelajaran yang dulunya bersifat konvensional menjadi inovatif. Perubahan yang terjadi dapat menimbulkan beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Hal ini merupakan akibat yang dapat ditemui dalam proses pembelajaran. Belajar adalah belajar itu sendiri, berawal dari sesuatu yang baru, ada penyesuaian, kemudian sampai pada yang disebut bermakna dan dapat diterima.

    ReplyDelete
  85. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya sangat mengapresiasikan sekali perjuangan guru model pada kegiatan lesson study tersebut. Sangat inovatif dan kreatif, patut menjadi contoh dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika yang perannya sebagai fasilitator siswa, sedangkan siswa-siswanya membangun konsep dan pengetahuannya masing-masing dengan cara berkelompok. Meskipun masih ada beberapa kekurangan-kekurang yang telah diajukan oleh tim observer, khususnya paparan yang disampaikan oleh Pak Marsigit, tetapi itu semua sifatnya untuk memberikan saran untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi, dan lebih berkembang serta inovatif daripada sebelumnya.

    ReplyDelete
  86. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    Masya allah luar biasa pengalaman yang Bapak share. saya jadi terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi seorang guru yang bisa melayani siswa sesuai dengan kebutuhannya. penglaman bapak yang mengobservasi guru di Londor tersebut membuka wawasan saya akan fenomena yang selama ini terjadi. memang seperti itulah seharusnya guru mengajar di kelas, harus inovatif dan kreatif, memanfaatkan LKS sebagai guiding siswa. rasanya saya masih harus banyak belajar. saya sangat terinspirasi dengan cerita bapak yang menyebutkan bahwa guru di Barat berprinsip to teach is to research. semoga saya juga mampu demikian, menciptakan pembelajaran yang asik bagi guru dan siswa.

    ReplyDelete
  87. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pelaksanaan K13 memang masih belum sesuai harapan, saya masih menemukan beberapa sekolah masih belum menerapkan prinsip utama K13 seperti diskusi dan student center, ada juga sekolah yang belum mendapat buku teks pelajaran K13, selain itu LKS yang digunakan masih sekedar latihan soal, dan buku teks matematika wajib terutama kelas X walaupun tulisannya revisi 2016 namun urutan materi tidak sesuai dengan permendikbud yang terbaru. Hal tersebut mengidentifikasikan bahwa belum adanya kesatuan pemahaman baik dari guru, sekolah dan pemerintah. Sehingga evauasi memang diperlukan agar tujuan K13 dapat tercapai saat semuanya sudah dievaluasi.

    ReplyDelete
  88. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Prof
    Postingan yang sangat menarik dan menginspirasi. Membaca postingan tersebut saya menyadari bahwa tanggung jawab besar menjadi seorang guru. Pembelajaran harus disiapkan secara matang dengan segala macam instrumen yang dapat menunjang pembelajaran. Selain itu, guru juga harus mampu memfasilitasi agar semua siswa memperoleh layanan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Banyak hal yang harus digapai oleh guru. Akan tetapi menurut saya semua itu jangan sampai dianggap sebagai beban, namun sebagai tantangan agar dapat selalu menjadi yang lebih baik dan lebih baik. Jadi tantangan guru adalah selalu berusaha untuk mewujudkan inovasi pembelajaran yang dapat memotivasi dan melayani siswa belajar.

    ReplyDelete
  89. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaa elegi ini, saya menyimpulkan bahwa observasi dalam proses pembelajaran itu sangat diperlukan bukan untuk menjelek-jelekan proses pembelajaran yang dilakukan dikelas namun untuk mengadakan perbaikan dari proses pembelajaran yang dilakukan. Dengan observasi proses pembelajaran, guru model dapat mengoreksi apa saja yang kurang saat dia membersamai siswa saat pembelajaran. Seperti yang telah diungkapkan melalui observasi ini dapat dilakukan perbaikan dalam apersepsi, media pembelajaran, metode pembelajaran dan hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaranlainnya. Oleh karena itu, saya belajar bahwasanya bukan siswa saja yang harus belajar untuk meningkatkan kompetensinya. Namun guru juga harus selalu belajar dan berinovasi menigkatkan kompetensinya agar mampu menjadi guru yang dapat memfasilitasi semua kebutuhan belajar siswa. Terimakasih

    ReplyDelete
  90. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Lesson study merupakan hal yang penting untuk dilakukan guru. Sebagai manusia seringkali kita kesulitan mengevaluasi diri kita sendiri. Dengan adanya lesson study seorang guru model akan dibantu untuk mengevaluasi pembelajaran di kelas. Guru-guru lain pun akan belajar dari kekurangan-kekurangan guru model. Guru-guru juga dapat saling berdiskusi dan bertukar pikiran terkait solusi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Hal-hal tersebut merupakan hal-hal penting yang diperlukan bagi seorang guru untuk terus meningkatkan kompetensinya.

    ReplyDelete
  91. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berkaca dari pengalaman saya mengajar di sekolah, sepertinya guru-guru di negeri kita butuh usaha keras menuju guru yang inovatif (termasuk saya). Dua langkah menuju guru inovatif masih sangat jauh dari kata membudaya di lingkungan guru kita yaitu menyusun sendiri LKS dan guru sebagai peneliti. Tidak sedikit guru yang tidak memahami paradigma ini. Kurangnya waktu selalu menjadi alasan para guru ‘membeli’ LKS sebagai bahan ajar padahal sejatinya sumber belajar yang sesungguhnya disusun oleh guru berdasarkan karakteristik siswa. Di samping itu, tidak sedikit pula guru yang tidak memahami cara melaksanakan PTK padahal sejatinya penelitian tindakan adalah diri guru sendiri dan tiadalah alasan bagi guru untuk tidak melaksanakan penelitian selain rasa malas. Dengan demikian perlu perubahan paradigma agar pendidikan di negeri kita mengalami kemajuan serta diperlukan dukungan pemerintah seperti peningkatan pelatihan bagi guru untuk menuju guru yang inovatif.

    ReplyDelete
  92. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Hasil observasi ini merupakan terobosan baru dalam mengajarkan ilmu matematika terhadap siswa dengan menggunakan metode yang menyenangkan dan mengajak siswa untuk berpartisipasi lebih sehingga meningkatkan motivasi siswa untuk menambah daya tarik dan ingat matematika siswa. Siswa akan menilai bahwa mata pelajaran matematika bukan lagi pelajaran yang mengerikan.

    ReplyDelete
  93. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dari dokumentasi pada observasi mengenai pembelajaran dengan lesson study yang diselenggarakan di salah satu SMP di kecamatan bantul tersebut, terlihat banyak sekali observer yang berada didalam kelas. Banyaknya observer yang ada dikelas tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan hawtrone effect pada diri siswa sebagai subjek penelitian. hawtrone effect sendiri secara garis besar adalah kecenderungan siswa untuk bekelakuan tidak sesuai dengan kebiasaannya karena adanya orang asing yang mengawasi dirinya.

    ReplyDelete
  94. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan/model pembelajaran tertentu, digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran yang dulunya bersifat konvensional menjadi inovatif. Perubahan yang terjadi dapat menimbulkan beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Hal ini merupakan akibat yang dapat ditemui dalam proses pembelajaran. Belajar adalah belajar itu sendiri, berawal dari sesuatu yang baru, ada penyesuaian, kemudian sampai pada apa yang disebut bermakna dan dapat diterima.

    ReplyDelete
  95. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan Lesson Study di Kec. Bantul dapat kita ambil hikmah utnuk menjadi guru yang inovatif tidak bisa dilakukan dengan cara yang instan. Diperlukan usaha dan latihan serta meningkatkan pemahaman terhadap pembelajaran yang diperlukan oleh siswa. melalui lesson study, guru dapat menerapkan pendekatan saintifik ke dalam RPP maupun LKS yang akan digunakan dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  96. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sebagai pendidik, guru memang sebaiknya berusaha untuk terus mengembangkan berbagai macam metode atau model-model pembelajaran yang bervariasi dan inoatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Memang tidak ada model atau metode pembelajaran yang benar-benar sempurna, namun, dengan keberagaman variasi pembelajaran yang diberikan, diharapkan siswa dapat memahami materi dengan lebih baik dan mereka termotivasi untuk belajar. Hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan Lesson Study di Kec. Bantul pada artikel ini memberikan wawasan baru tentang pelaksanaan pembelajaran yang dapat dipilih atau diimplementasikan oleh guru.

    ReplyDelete
  97. Latifah Fitriasari
    PM C

    Ternyata Banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran. Kegiatan lesson study ini sangat menarik dan mampu memberi pengertian pada guru bagaimana menjadi guru yang baik. Penerapan lesson study yang tidak kalah menarik juga. Kita menjadi tahu kendala di lapangan dan solusi yang mungkin untuk dilaksanakan jika kita akan menerapkan lesson study. Sehingga begitulah pentingnya Lesson study pada pembelajaran matematika. Masing-masing guru memiliki cara yang berbeda-beda untuk membelajarkan siswanya.

    ReplyDelete
  98. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Terkadang guru melakukan apresepsi dengan cara menanyakan kepada keseluruhan siswa namun biasanya untuk mempersingkat waktu, guru hanya melihat siswa yang paling depan unutk menjawab pertanyaan apresepsi. Hal ini tidak menyeluruh unutk siswa, sehingga tidak banyak siswa yang terkena kegiatan apresepsi oleh guru.

    ReplyDelete
  99. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih atas ulasan yang sangat bermanfaat ini. Melalui artikel di atas, saya merasa bahwa saya pun sedang berada dalam forum tersebut. Semua yang dikupas sangatlah menarik, salah satunya yaitu masih munculnya permasalahan bahwa guru seakan akan ingin mengimplementasikan "matematika tunggal" atau pengetahuan lainnya yang sifatnya tunggal. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan guru bukanlah seorang fasilitator. Sudah seharusnya guru siap dengan multikulturalitas kemampuan siswa, termasuk di dalamnya ialah kemampuan kognitif yang berkaitan dengan bermacam macamnya sudut pandang siswa terhadap suatu objek kajian. Dari sinilah saya semakin menyadari jika siswa ialah subjek pembelajaran yang hidup dan menghidupkan.

    ReplyDelete
  100. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013


    berdasarkan artikel hasil observasi diatas menjadikan motivasi untuk saya bagaimana menjadi seorang guru yang memiliki inovativ dalam pengajaran, banyak hal yang masih harus dibenahi. setidaknya dalam bertambah pengetahuan, bertambah juga rasa ingin menjadi lebih mencari tahu
    sebagaimana melihat apa yang ada dan proses yang terjadi dalam pengembangan kognitif pada anak
    terimakasih pak

    ReplyDelete
  101. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Artikel ini memberikan banyak pengetahuan baru mengenai lesson study dan praktik pembelajaran di kelas. Apersepsi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran. Tujuan apersepi adalah mengetahui kesiapan siswa untuk pembelajaran saat ini serta mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan materi pembelajaran saat ini. Fokus utama apersepsi adalah siswa sehingga apersepsi bukan dilakukan oleh guru, melainkan oleh siswa dengan bantuan guru. Seperti yang bapak ungkapkan di atas, apersepsi bisa dilakukan dengan membuat soal kecil. Soal yang diberikan secara klasikal ini akan mau tidak mau akan mengarahkan siswa untuk mengingat materi yang ada di soal, sehingga saat itulah siswa telah melakukan apersepsi dengan sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  102. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui hasil observasi ini banyak ilmu yang dapat kita dapatkan terutama mengenai bagaimana pembelajaran matematika yang seharusnya guru. Selama ini kita hanya masih terpaku pada 1 LKS yang sama untuk setiap kelompok, walau kelompok sudah dibuat dengan heterogen namun berdasarkan pengalaman saya yang masih sedikit ini diperoleh bahwa siswa dalam kesulitan kerjasama melaksanakan diskusi kelompok dan cenderung hanya siswa yang pandai yang mengerjakannya sedangkan anggota lainnya terutama siswa yang tidak pandai hanya bersantai. Karakteristik setiap siswa dalam satu kelas berbeda sehingga pembelajaran dan LKS yang kita buat pun harus mmefasilitasi siswa-siswa yang berbeda tersebut agar mampu belajar sesuai potensinya, LKS tidak dibuat 1 saja namun bisa dibuat beragam sesuai dengan karakteristik siswanya. Ilmu yang sangat bermanfaat sekali dan patut untuk dicoba di kelas. Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  103. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari hasil observasi dan refleksi ini ada beberapa hal yang dapat saya pelajari yaitu tentang peran penting lesson study ini, karena secara bersama-sama bersinergi dengan beberapa pihak kemudian untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Kemudian dari refleksi guru model dan tanggapan dari bapak Marsigit dimana secara garis besar yaitu agar guru mampu mencari solusi dari semua persoalan melakukan perubahan persepsi atau perubahan paradigma, yaitu dengan cara memromosikan Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research, dst.

    ReplyDelete
  104. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Kemudian dari bacaan ini juga kita sebagai calon guru mendapat informasi bagaimana membuat RPP yang sesuai dan LKS yang sesuai kurikulum 2013. Diantaranya disampaikan bahwa LKS perlu disusun berdasarkan Sintak atau langkah-langkah sesuai dengan yang disebutkan di RPP (metode saintifik). Fungsi LKS adalah untuk membantu atau melayani kebutuhan belajar matematika agar siswa mampu membangun/menemukan konsep matematika. LKS bukanlah hanya kumpulan soal. Oleh karena itu yng sebenarnya berhak membuat LKS adalah guru itu sendiri. Untuk memfasilitasi kebutuhan siswa, maka bentuk dan anggota kelompok dapat beragam; demikian juga konten dari LKS. Kemudian dalam RPP perlu di sebutkan secara eksplisit sintak saintifik.

    ReplyDelete
  105. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Melihat hasil observasi di atas, saya merasa bersyukur menemukan artikel ini. Pertama, selama ini kendala yang sangat sangat sering dialami adalah seperti apa yang telah diungkapkan hasil observasi di atas. Dimana guru-guru di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam waktu pembelajaran yang dilakukan sama.

    ReplyDelete
  106. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Menurut saya hasil observasi sekolah di London seperti yang digambarkan di atas bisa dijadikan penelitian grounded teori. Dimana terdapat kesamaan kondisi antara pendidikan di London dan Indonesia yaitu kemampuan anak dalam 1 kelas bersifat heterogen dan jumlah rata-rata siswa di kelas dalam pendidikan kita sekitar 32-35 orang. Terima kasih banyak Prof atas referensinya, hal ini bisa saya jadikan referensi dan pertimbangan dalam penelitian tesis selanjutnya.

    ReplyDelete
  107. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hal ini menggelitik saya:
    "Setiap siswa sudah memunyai Laptop sehingga cara menggunakan buku adalah dengan menghidupkan Laptop dan membuka file buku."
    Waaah kalau semua siswa diwajibkan mempunyai laptop maka akan sulit menjangkau pembelajaran. Menyadari kemungkinan bahwa tak semua siswa berasal dari kehidupan yang berkecukupan, saya rasa meminta semua siswa menggunakan laptop cukup berlebihan. Kecuali sekolah menyediakan semua laptop untuk siswa..

    ReplyDelete
  108. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Tentunya ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari hasil observasi dan refleksi pembelajaran dengan Leson Study yang disampaikan. Disini saya semakin tersadar bahwa memang seharusnya seorang guru tidak memaksakan pendapat atau hasil yang sama pada setiap siswanya karena memang kemampuan dan yang ada dalam pikiran siswa itu berbeda-beda. Maka dari itu, dalam melaksanakan pembelajaranpun guru harus kreatif dan inovatif, serta mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, kita memang harus belajar lagi untuk terus memajukan pendidikan di Indonesia. Dan kegiatan Lesson Study ini dapat dilakukan untuk mengevaluasi cara kita mengajar di dalam kelas. Semoga kegiatan Lesson Study ini selalu bermanfaat dan dapat diterapkan di daerah-daerah yang lain.

    ReplyDelete
  109. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dari hasil observasi dan refleksi tentang kegiatan Lesson Study di salah satu SMP Swasta Bantul di atas, kita dapat belajar dari hasil refleksi tersebut. Hal-hal yang dapat dipelajari adalah :
    1. Penyusunan RPP
    Dalam penyusunan RPP harus disesuaikan antara metode pembelajaran yang digunakan dengan sintaks yang terdapat pada RPP. Apabila menggunakan metode saintifik, sebaiknya lebih eksplisit jadi dapat dibedakan mana bagian Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan

    ReplyDelete
  110. 2. Penyusunan LKS
    Dalam penyusunan LKS juga sebaiknya sesuai dengan sintaks metode pembelajaran yang digunakan. LKS juga sebaiknya memuat langkah pengerjaan, dan LKS yang baik adalah LKS yang membantu siswa menemukan konsep. Sebaiknya Untuk setiap kelompok disediakan sejumlah LKS berseri. Dengan LKS yang beragam maka siswa yang pandai tidak akan merasa bosan karena harus menunggu siswa yang lambat.
    3. Pentingnya Apersepsi
    Untuk memulai pembelajaran, apersepsi sangat penting. Seperti yang sering Prof. Marsigit katakan bahwa apersepsi itu bukan hanya untuk seorang ataupun sekelompok siswa, jadi usahakan menghindari apersepsi secara klasikal yaitu dengan menunjuk siswa menjawab pertanyaan. Prof. Marsigit selalu mengingatkan pada Mata Kuliah Microteaching bahwa apersepsi sebaiknya yang dapat dikerjakan oleh seluruh siswa karna "Education is for all"

    ReplyDelete
  111. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research, dan lain sebagainya, merupakan stigma yang memang perlu dipromosikan kepada guru-guru ataupun pendidik pada umumnya. Karena semala ini yang terpraktikkan di sekolah-sekolah adalah matematika orang dewasa. Matematika orang dewasa. Ambisi orang dewasa. Sehingga anak-anak juga mengalami kesulitan untuk mewujudakan ambisi orang dewasa tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  112. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Siswa akan cenderung tertarik dengan kegiatan pembelajaran yang disajikan oleh guru jika kegiatan pembelajaran yang disajikan direncanakan dan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa. Karena jika apa yang dibutuhkan oleh siswa disediakan, maka akan mebuat anggapan siswa mengenai pentingnya
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  113. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    terdapat banyak manfaat dari observasi dan refleksi tersebut, diantaranya guru merasa kesusahan dalam melakukan apersepsi, penyusunan RPP dan LKS harus sesuai dengan model atau metode pembelajaran yang akan dilakukan. dalam memilih model atau metode pembelajara, guru diharapkan memperhatikan sudut pandang siswa, pembelajaran seperti apa yang dibutuhkan dan diinginkan siswa, sehingga proses belajar-mengajar akan berjalan dengan maksimal dan efisien.

    ReplyDelete
  114. Ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Mengadakan sebuah proses pembelajaran di kelas membutuhkan persiapan yang sangat matang. Seorang guru harus cermat dalam menyusun setiap langkah pembelajaran. Pemilihan metode, media, hingga penyusunan RPP dan LKS harus sesuai dengan materi yang akan dibawakan. Lesson study merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi guru. Dengan Lesson study, guru akan mendapatkan banyak masukan untuk perbaikan proses pembelajaran di kelas nantinya. Manfaat dari lesson study tidak hanya akan dirasakan oleh guru model saja tetapi juga guru-guru lain yang mengobservasi

    ReplyDelete
  115. ilania Eka Andari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Dari hasil observasi di atas dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sintax pada RPP dan LKS harus jelas ditulis secara eksplisit. Kemudian pembagian kelompok secara heterogen serta variasi LKS yang akan diterima siswa. Apersepsi sebaiknya tidak hanya tanya jawab secara klasikal tetapi siswa dapat diberi kuis secara mandiri.

    ReplyDelete
  116. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sebagai tambahan komentar saya di atas,
    Lesson study adalah upaya peningkatan kemampuan guru dalam menyelenggarakan PBM dengan cara meneliti dan merefleksikan secara sistematis PBM tersebut. Tujuan Lesson Study adalah untuk meningkatkan pelayanan guru terhadap kebutuhan belajar siswa. Sehingga lesson study memang merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.
    Dari uraian hasil lesson study diatas, saya mendapatkan beberapa hal penting. Salah satunya adalah hal pembuatan LKS. LKS seharusnya dibuat oleh guru itu sendiri, LKS bukan sekedar kumpulan soal. LKS juga penting dibuat bervariasi agar siswa tidak akan merasa bosan, khususnya siswa-siswa yang kemampuannya lebih baik dibanding siswa lain.

    ReplyDelete
  117. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagaimana masih sering terjadi, bahwa apersepsi biasanya masih teacher centered. Padahal seharusnya pada bagian ini seharusnya kita menguji kesiapan siswa, dan juga menguji pemahaman siswa mengenai materi yang menjadi materi prasyarat dalam materi yang diajarkan. Perlunya apersepsi yang sesuai dengan tujuannya agar pencapaian dari pembelajaran bisa dicapai. Perlunya pemahaman guru dan siswa akan apersepsi ini diharapkan agar bisa melaksanakan pembelajaran yang baik.

    ReplyDelete
  118. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Ada hal menarik dari elegi diatas, yaitu keterbukaan guru, serta kesediaan guru untuk di beri masukan atas pembelajaran yang telah beliau lakukan. Karena sejatinya menerima kritik dan saran dari orang lain tidaklah mudah, walaupun dari beberapa sisi orang yang memberikan kritikan adalah orang yang lebih paham dari kita. Hal ini bisa terjadi, karena manusia memiliki ego yang besar, sehingga terkadang menganggap diri sudah benar, sehingga jika dikritik akan menimbulkan kekecewaan dalam dirinya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  119. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Dari hasil refleksi di atas, sangat bermanfaat bagi guru atau calon guru untuk memperbaiki metode dan gaya mengajar. memang benar bahwa hal tersebut bukanlah hal yang gampang. diperlukan usaha keras, dan yang terpenting adalah niat yang ikhlas untuk terus belajar memperbaiki cara pengajaran yang selama ini diterapkan.

    ReplyDelete
  120. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Lesson study sangat bermanfaat bagi guru terutama untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dalam mengajar sehingga dapat dilakukan perbaikan. Dengan lesson study pula guru dapat menyebarkan inovasi-inovasi yang dilakukan. Menarik sekali membaca bagaimana lesson study dilakukan dan bagaimana cara melakukan refleksi terhadap lesson study.

    ReplyDelete
  121. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pelaksanaan K13 memang masih belum sesuai harapan, saat saya mengajar di salah satu sekolah, sekolah tersebut belum mendapat buku teks pelajaran K13, padahal sekolah tersebut merupakan sekolah ternama di Jogja, selain itu LKS yang digunakan masih sekedar latihan soal.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  122. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    LKS yang digunakan masih sekedar latihan soal. Hal tersebut mengidentifikasikan bahwa belum adanya kesatuan pemahaman baik dari guru, sekolah dan pemerintah. Sehingga evaluasi memang diperlukan agar tujuan K13 dapat tercapai saat semuanya sudah dievaluasi.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  123. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam kegiatan tersebut, guru lupa menyampaikan tujuan pembelajaran. Hal ini harusnya menjadi poin penting dalam KBM karena hal tersebut berhubungan dengan waktu dan penjelasan materi yang akan disampaikan. Nilai penting kenapa tujuan pembelajaran harus disampaikan supaya siswa tidak bingung dan bisa fokus belajar sesuai dengan arahan guru. Pembelajaran pun juga didukung dengan penggunaan media pembelajaran atau alat peraga yang digunakan dalam kelas. sehingga penggunaan alat peraga menjadi salah satu fokus sekolah untuk menjadi fasilitas yang mendukung siswa dalam memahami dam mengerti pengetahuan yang diberikan.

    ReplyDelete
  124. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Hasil observasi dan refleksi ini menjadi motivasi dan pelajaran bagi guru-guru kita. Banyak sekali permasalahan dari masalah RPP, LKS, hingga mengatur siswa dengan latar belakang dan karakterisitik yang beragam masih belum dapat sepenuhnya terselesaikan. Bagaimana dengan kebiasaan guru-guru di Dunia Barat yang hanya pada satu atau dua kali mengajar, mereka kemudian sudah mampu membuat Karya Ilmiah/Makalah/Artikel yang dapat di Seminarkan atau/kemudian dikirim ke jurnal/atau membuat buku. Luar biasa sekali kan. Guru-guru kita kurang diberikkan arahan dan langkah yang tepat dalam menjalani proses pembelajaran. Mereka fokus dengan keformalan PBM tanpa terkadang kurang peduli dengan masalah nyata di kelasnya. Meskipun berbagai pelatihan mungkin sudah diadakan dan bukan wacana semata, namun agaknya perlu penekanan dan dorongan motivasi yang kuat untuk menggapai lesson study yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  125. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dalam dokumentasi yang dilampirkan pada blog ini, saya melihat banyak sekali para observer yang mengobservasi kegiatan pembelajaran. Banyaknya observer ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek pada siswa, dimana siswa menunjukkan perilaku atau aktivitas yang tidak natural atau tidak biasanya dilakukan. Siswa yang biasanya tidak memperhatikan pembelajaran menjadi sangat antusias dalam pembelajaran bukan karena metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru, melainkan karena adanya banyak sosok asing bagi siswa tersebut sehingga ia memodifikasi perilakunya selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Bila memang hal ini terjadi, maka penelitian atau lesson study menjadi kurang bermakna, karena adanya factor lain yang membuat situasi pembelajaran berubah.

    ReplyDelete
  126. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Lesson study menjadi salah satu alternatif dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja seorang guru. Seorang guru yang baik, adalah guru yang siap untuk dinilai guna mengetahui seberapa kemampuan yang ia telah mampu sampaikan kepada siswa-siswanya. Kegiatan Lesson Study di Kecamatan Bantul ini menjadi salah satu bentuk nyata penilaian yang membangun. Adanya masukan dari banyak pihak tentu diharapkan akan memperbaiki atau bahkan meningkatkan kinerja guru model. Lesson study juga menjadi media diskusi antara sesama guru, baik guru model atau guru yang mengamati. Tidak hanya guru model saja yang mendapat masukan, namun lebih dari itu guru pengamat pun dapat meniru cara mengajar guru model atau bahkan menghindari cara mengajar guru model jika dirasa kurang baik.

    ReplyDelete
  127. Endar Chrisdiyanto
    Pmat A 2015
    Assalamualikum.wr.wb
    observasi ini menjdikan motivasi bagi saya kedepannya didalam mengajar nantinya. lesson studi ini membuat pembelajaran matematika menjadi pembelajaran bermakna dibenak siswa dan juga mampu meningkatkan kualitas guru. Dengan lesson study ini diharapkan guru dengan 2-3 pertemuan bisa mengikuti lkti maupun jurnal sehingga atmosfer untuk pengembangan pembelajaran matematika menjadi semakin meningkat dan kualitas dari pene;ian semakin tinggi.

    ReplyDelete
  128. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Berdasarkan postingan terkait dengan pelaksanaan lesson study tersebut, saya mengetahui bahwa pelaksanaan lesson study terdiri atas 3 tahap, yaitu plan--mempersiapkan open class, do--pelaksanaan open class, dan see--refleksi terhadap tahap plan dan do. Lebih lanjut, melalui lesson studi tersebut guru- guru memeroleh kesempatan untuk dapat mengamati perilaku siswa saat belajar dan cara guru dalam memfasilitasi siswa untuk belajar berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun. Melalui postingan tersebut, saya memahami bahwa pada tahap "see", guru-guru dapat melakukan refeleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung yang dapat guru-guru gunakan sebagai referensi dalam melaksanakan kegiatan mengajar di kelasnya masing-masing.

    Dari postingan tersebut terlihat bahwa lesson study sangat berpotensi dalam meningkatkan profesionalitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  129. Almaida alvi zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan matematika A 2015
    Terimakasih atas artikelnya Pak, dari lesson study tersebut saya yang masih belajar menjadi guru mendapat gambaran bagaimana saat terjun di lapangan nanti. Di semester ini, saya mendapat mata kuliah micro teaching, pada praktek di kelas kecil tersebutpun saya masih mengalami kesulitan untuk mengestimasi waktu, menentukan metode dan media dan tepat serta keseuaian tingkat kesulitan materi pada jenjang kelas tertentu. Artikel ini membuat saya lebih semangat belajar menjadi guru yang baik karena saya sadar pada praktek di sekolah yang sesungguhnya akan lebih sulit karena guru dihadapkan dengan berbagai jenis kepribadian siswa.

    ReplyDelete
  130. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas informasi mengenai hasil observasi dan refleksi yang sudah Bapak share kepada kami. walaupun saya belum mengajar, tapi sebagai calon pendidik informasi tersebut sangatlah berguna untuk saya. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan/model pembelajaran tertentu, digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran yang dulunya bersifat konvensional menjadi inovatif. Perubahan yang terjadi dapat menimbulkan beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Hal ini merupakan akibat yang dapat ditemui dalam proses pembelajaran. Belajar adalah belajar itu sendiri, berawal dari sesuatu yang baru, ada penyesuaian, kemudian sampai pada apa yang disebut bermakna dan dapat diterima.

    ReplyDelete
  131. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Kegiatan lesson study seperti ini sangat bermanfaat bagi perbaikan proses pembelajaran, khususnya perbaikan kompetensi guru. Sebaiknya kegiatan lesson study ini dibuat senatural mungkin, agar siswa memberikan respon yang natural, agar guru dapat mengetahui bagaimana respon siswa terhadap pebelajaran yang dilakukan. Dari ulasan artikel di atas, sepertinya kebanyakan guru juga merasakan hal-hal yang serupa. Dari mulai memilih model pembelajaran, kesulitan menuangkan sintaks model pembelajaran dalam RPP dan LKS, memilih media yang tepat untuk membantu pembelajaran, pengondisian siswa, serta kesulitan mengatur waktu (khususnya saat dilakukan pembelajaran berkelompok). Selain itu, kadang juga terjadi kesulitan lain yaitu ketika dilaksanakan discovery learning, dan harus menemuakan konsep tertentu, guru harus mengorganisasikan pembelajaran dan alur berpikir anak secara baik, agar siswa dapat menemukan konsep yang diinginkan. Untuk itu, guru harus tau betul bagaimana karakteristik siswa.

    ReplyDelete
  132. Endar Chrisdiyanto
    Pmat A 2015
    Assalamualikum.wr.wb
    observasi ini menjadikan motivasi bagi saya kedepannya didalam mengajar nantinya. lesson studi ini membuat pembelajaran matematika menjadi pembelajaran bermakna dibenak siswa dan juga mampu meningkatkan kualitas guru. Dengan lesson study ini diharapkan guru dengan 2-3 pertemuan bisa mengikuti lkti maupun jurnal sehingga atmosfer untuk pengembangan pembelajaran matematika menjadi semakin meningkat dan kualitas dari pene;ian semakin tinggi.

    ReplyDelete
  133. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Terima kasih atas artikelnya, Prof. Kegiatan seperti ini saya rasa sangat bermanfaat baik bagi guru model maupun orang lain sebagai evaluasi dalam pembelajaran. Seperti kata pepatah, “Semut di ujung sana terlihat sedangkan gajah di pelupuk mata tak terlihat”, artinya terkadang kita tidak menyadari bahwa telah melakukan kesalahan sehingga memang memerlukan orang lain untuk mengingatkan dan memberikan saran-saran yang membangun.
    .
    Dalam artikel juga mengatakan bahwa seperangkat RPP seharusnya dibuat oleh guru itu sendiri, saya setuju dengan pernyataan ini karena memang harus disesuaikan dengan karakteristik siswa sehingga pembelajaran akan berjalan lebih baik. Memang bukan hal yang mudah untuk menjadi guru inovatif dan mengubah paradigma teacher centered menjadi teacher centered, namun hal itu bukanlah hal yang mustahil jika kita terus bekerja keras dan latihan.

    ReplyDelete
  134. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih banyak Pak atas ilmunya. Dari artikel ini saya memperoleh banyak sekali manfaat yang diharapkan dapat saya praktikkan ketika mengajar di sekolah nantinya. Beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah mengenai mengajar sebagai kegiatan riset (to teach is to research), dimana dengan menerapkan prinsip tersebut kita sebisa mungkin belajar agar dapat peka terhadap fenomena yang terjadi pada kegiatan pembelajaran sehingga diharapkan dari setiap pembelajaran dapat diperoleh sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi pembelajaran selanjutnya. Hal lain yang menarik bagi saya adalah mengenai pembelajaran yang memfasilitasi siswa dengan berbagai kemampuan yang berbeda-beda. Hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat menantang bagi guru, mengingat di Indonesia sendiri sangat jarang saya temui pembelajaran yang serupa dan tentunya guru juga harus melakukan usaha ekstra agar semua siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda dapat terfasilitasi. Dari artikel ini juga dapat dilihat bahwa melalui lesson study dapat dideteksi kesulitan-kesulitan yang dialami dari pembelajaran serta dirumuskan alternatif solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kedepannya.

    ReplyDelete
  135. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Setelah membaca hasil "Hasil Observasi dan Refleksi Pembelajaran Matematika pada kegiatan Lesson Study di Kec. Bantul", saya jadi memiliki bayangan bagaimana mengajar di kelas sungguhan dengan karakter peserta didik yang beragam pastinya. Selain itu, artikel di atas juga memberikan saya motivasi dan pelajaran bagaimana ketika menghadapi permasalahan yang dihadapi ketika mengajar peserta didik sungguhan. Selain itu, lesson study ini menurut saya penting untuk dilakukan oleh guru-guru, karena dengan lesson study guru dapat belajar serta saling bertukar pikiran mengenai masalah pelaksanaan pembelajaran yang dihadapi oleh seorang guru serta merefleksikan pembelajaran sebagai langkah penyempurnaan rencana pembeljaran selanjutnya.

    ReplyDelete
  136. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan matematika A 2015

    Terimakasih Prof untuk artikel hasil observasi dan refleksi pembelajaran yang sangat bermanfaat ini. Kegiatan Lesson Study sangat bermanfaat untuk koreksi dari kegiatan pembelajaran yang ada sehingga di kemudian hari menjadi lebih baik. Dari sini saya belajar bahwa dalam pembelajaran perlu adanya pembelajaan yang inovatif, guru perlu mempersiapkan RPP dan LKS yang sesuai dengan karakteristik siswa yang ada dan bisa juga dengan LKS yang bermacam-macam sehingga tidak menimbulkan kebosanan bagi siswa pada level pengetahuan yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  137. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  138. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Menurut saya RPP yang akan dilaksanakan di kelas merupakan scenario yang secara matang harus dipersiapkan oleh pendidik bagi peserta didiknya. Jika guru yang menjalankan RPP tersebut, maka seharusnya juga guru lah yang memegang peranan penting sebagai pencipta RPP tersebut.

    ReplyDelete
  139. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015-S1

    Terimakasih Prof atas hasil dan refleksi pembelajaran di atas. Sangat bermanfaat bagi kami calon pendidik. Setelah saya membaca asrtikel di atas saya mengetahui bahwa bahwa pelaksanaan lesson study terdiri atas 3 tahap, yaitu plan--mempersiapkan open class, do--pelaksanaan open class, dan see--refleksi terhadap tahap plan dan do. Lesson study mampu mempermudah guru menganalisis kesulitan siswa.

    ReplyDelete
  140. Okta Islamiati
    15301241019
    SI Pendidikan Matematika 2015

    Setelah membaca artikel di atas, pengetahuan saya menjadi bertambah. Artikel tersebut dapat menjadi referensi bagi saya dan yang lainnya ketika mengajar nanti. Saya tertarik dengan kalimat "to teach is to research". Kebanyakan guru di Indonesia memang belum menerapkan hal tersebut, sehingga masih minim dalam menulis tulisan ilmiah. Padahal, jika guru mau menuliskan pengalaman-pengalaman mereka ke dalam jurnal maupun artikel ilmiah, saya rasa manfaatnya sangat besar bagi pendidik dan calon pendidik. Kita bisa belajar banyak hal dari sebuah tulisan terutama cara mengatasi siswa di dalam kelas.

    ReplyDelete
  141. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015
    Dari hasil observasi ini, saya sangat setuju dengan tanggapan Prof nomor 6. Siswa cenderung meng’iya’kan pendapat guru karena guru sering kali masih mengiplementasikan very strong guided teaching. Guru masih menganggap dirinyalah satu-satunya sumber belajar dan sumber kebenaran. Padahal tidak jarang guru juga masih melakukan kesalahan-kesalahan yang nantinya dapat menimbulkan miss-konsepsi pada siswa. Disebutkan pula fenomena lain yaitu guru mengharapkan jawaban serempak dan jawaban pendek dari siswa untuk setiap pertanyaan. Terkadang hal ini masih saya alami saat melakukan micro-teaching. Saya masih terkadang merasa bahwa ketika siswa menjawab secara serempak pertanyaan yang saya ajukan, itu tandanya siswa sudah mengerti. Padahal tidak demikian.
    Oleh karena itu, hasil observasi ini sangat bermanfaat sekali untuk saya, saya jadikan refleksi diri agar kedepannya saya dapat mengembangkan pembelajaran yang inovatif.
    Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  142. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof telah membagikan hasil observasi dan refleksi pembelajaran pada kegiatan lesson study di kecamatan Bantul yang telah terlaksana pada tanggal 20 Nivember 2014. Setelah membaca postingan Prof. Marsigit ini saya menjadi terbayang-bayang hari di mana saya akan menjadi guru yang sesungguhnya di kelas. Sebelum pembelajaran harus menyiapkan bekal RPP dan LKS. Di kelas menghadapi siswa dengan berbagai macam keunikannya kemudian adanya kebahagiaan setelah siswa memahami apa yang saya sampaikan dalam pembelajaran. Kegiatan lesson study ini menurut saya sangat bermanfaat bagi guru-guru di sekolah karena dari kegiatan ini guru dapat mengembangkan kemampuan dalam hal teknis mengajar serta memberikan kesan tersendiri bagi guru-guru model yang mengikuti. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan di setiap daerah di Indonesia.

    ReplyDelete
  143. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 1:56 PM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof telah membagikan refleksi dari hasil observasi proses pembelajaran dengan metode saintifik pada kegiatan lesson study di kecamatan Bantul, hal ini dapat menjadi refleksi juga bagi kita khususnya calon pendidik. Dari refleksi ini saya dapat belajar bahwa seorang guru harus inovatif dan inovatif tidak dapat diperoleh secara instan yang harus didukung oleh kemauan dan usaha dari guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  144. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih pak, hasil observasi tersebut menambah ilmu kami untuk mengajar nanti. Dengan adanya Lesson study, guru dapat merefleksikan kegiatan belajar mengajar dikelas dan mendapatkan masukan yang berguna untuk pembelajaran berikutnya agar menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  145. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Refleksi merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru agar guru kedepannya menjadi lebih baik. Tentu saja agar lebih baik, guru harus menjadi kreatif dan inovatif dibarengi dengan usaha keras dan pantang menyerah dalam membuat perencaan pembelajaran yang unik, asyik, dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  146. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Pada poin Guru inovatif nomor 6“Akibat guru memunyai Ekspektasi yang sangat tinggi untuk bermatematika tunggal; maka mangakibatkan munculnya fenomena misalnya guru sangat berusaha keras (semi berteriak-teriak) untuk memeroleh perhatian siswa; guru menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar dan sumber kebenaran (walaupun pernah terjadi guru melakukan kesalahan-artinya ini adalah potensi untuk menjadi tidak konsisten)” dengan gaya pembelajaran seperti itu atau dengan kata lain adalah teacher center, bukanlah termasuk guru inovatif. Karena guru yang seperti itu masih termasuk guru konvensional, tradisional, atau kolot.
    Dan pembelajaran seperti diatas bukanlah pembelajaran yang sehat atau standar.

    ReplyDelete
  147. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Hasil observasi dan refleksi kegiatan lesson study di salah satu SMP di kecamatan bantul memberikan pengetahuan baru terhadap bagaimana cara mengajar yang baik. Beberapa terobosan yang disajikan memberikan pengetahuan untuk nantinya guru dapat menerapkan terobosan-terobosan tersebut pada kelas yang diampu sesuai dengan kondisi/karakteristik siswa tersebut.
    Terimakasih Prof atas hasil observasi dan refleksi yang dishare.

    ReplyDelete
  148. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih Prof atas hasil dan refleksi dari pembelajaran yang dibagikan diatas. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi kami calon pendidik. Menurut saya RPP merupakan suatu alur yang digunakan untuk membuat kegiatan belajar menjadi terlaksana dengan baik. Untuk membuat tujuan belajar tercapai, maka pembuatan RPP harus dipersiapkan dengan baik oeh para pendidik. Sehingga guru harus memiliki kemampuan untuk membuat dan mengolah RPP dengan baik.

    ReplyDelete
  149. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Selain itu, hal lain yang menarik perhatian saya adalah mengenai perangkat pembelajaran harus dibuat sendiri oleh guru. Saya sangat setuju dengan hal tersebut, mengingat karakteristik siswa di berbagai tempat tentunya berbeda-beda dan guru dianggap sebagai sosok yang paling mengerti akan karakteristik siswa-siswanya. Sehingga tentunya agar dapat memperoleh kualitas yang maksimal dari pembelajaran, perangkat pembelajaran yang digunakan haruslah dikembangkan sendiri oleh guru yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  150. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hal yang menarik dari artikel ini, bagi saya yaitu pendapat ketua MGMP bahwa anggota kelompok hendaknya heterogen agar dapat saling membelajaran. Kenapa menurut saya menarik? karena terkadang banyak guru yang lupa akan hal sederhana namun sangat berpengaruh bagi pembelajaran siswa ini. Untuk kedepannya, sebagai pendidik kita harus memperhatikan keheterogenan kelompok agar tidak ada siswa yang minder atau mungkin tidak bisa mengikuti proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  151. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih atas refleksi yang dipost, Pak. Saya jadi belajar berkat refleksi-refleksi yang telah dipaparkan. Salah satunya, dalam menyusun perangkat pembelajaran, LKS dan RPP harus selaras. Jika RPP menggunakan sintak dari pendekatan saintifik, juga harus dibuat demikian. Terkait dengan LKS, disitu terdapat pertanyaan mengenai berapa jumlah LKS yang harus diberikan kepada kelompok dan jawabannya adalah fleksibel. Sewaktu saya Microteaching, penggunaan satu LKS dalam kelompok bisa terkadang membuat ada siswa yang tidak aktif dan LKS hanya dikerjakan oleh seorang saja. Akan tetapi jika diberikan 2, pengerjaan LKS dilakukan secara individual, diskusi kurang berjalan. Apakah hal itu juga terjadi di kelas yang sesungguhnya? Lalu, berapa jumlah yang harus diberikan untuk satu kelompok jika kondisi kelas seperti ilustrasi tersebut? Terima kasih.

    ReplyDelete
  152. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Terimakasih Prof atas artikel yang diberikan. Kegiatan observasi seperti ini sangat baik dilaksanakan, karena dapat menjadi evaluasi bagi gur-guru untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Seorang guru harus mampu menjadi guru yang inovatif, yaitu membuat LKS dan RPP sendiri, karena yang mengetahui alur dan kebutuhan siswa ya guru itu sendiri.

    ReplyDelete
  153. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan tulisan Prof tentang observasi dan hasil refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan lesson study memberikan banyak pengetahuan kepada saya tentang lesson study. Lesson study sangat bermanfaat bagi guru untuk saling bertukar informasi dan pengalaman guna memperbaiki proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Lesson study ini sangatlah penting untuk dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan kualitas seorang guru dalam proses inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  154. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih atas ilmunya, Pak. Ada banyak sekali hal yang dapat saya ambil untuk bekal mengajar di sekolah kelak.
    Kegiatan lesson study di atas dapat menggambarkan bagaimana suasana di kelas dan dalam lesson study dapat terlihat berbagai kendala guru yang sangat sering dihadapi, seperti estimasi waktu, menentukan metode, media dll.
    Selain itu, dari tulisan di atas saya tertarik dengan cerita bapak mengenai adanya perbedaan perlakuan yang disesuaikan dengan kemampuan para peserta didik. Hal tersebut sangat bagus jika dapat diterapkan. Namun seperti yang kita ketahui, sepertinya hal tersebut jarang dilakukan di Indonesia.
    Hal terakhir yang cukup menarik bagi saya adalah pernyataan terkait to teach is to research, hal ini mendorong guru agar dapat selalu menemukan hal-hal baru dalam proses pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran selanjutnya.

    ReplyDelete