Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

8 comments:

  1. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Disini saya tertarik dengan pertanyaan dari bapak Samsul Feri Apriyadi “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”. Hidup itu memang penuh dengan ketidakpastian, akan tetapi ada sesuatu yang pasti yaitu “Bapak Samsul menanyakan Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian” adalah suatu kepastian, dan “saya (angga) tertarik dengan pertanyaan ini adalah suatu kepastian” mirip dengan filsafat dasar dari Rene Descartes bahwa dia meragukan semua hal, dan dia hanya meyakini satu kepastian yaitu dirinya yang meragukan kesemua hal. Lalu untuk mengenai kehidupan berikut ada beberapa tips dari Immanuel Kant untuk kebahagiaan hidup (Hardiman, 2007:153):
    1) Tak seorang pun dapat memaksaku untuk bahagia menurut caranya
    2) Kebahagiaan tak terdapat di manapun di dunia ini. Yang dapat dimenangkan oleh manusia hanyalah kehormatan untuk berbahagia
    3) Orang mengenyangkan hasrat tidak lewat cinta, melainkan lewat perkawinan
    4) Pria itu mudah untuk diteliti, tetapi wanita tidak menyikap rahasianya
    5) Barang siapa tidak bekerja akan menderita kebosanan dan paling-paling dibius hal yang menyenangkan dan lelah, tetapi tak akan pernah sekalipun merasa segar dan puas
    6) Kemiskinan tidak boleh dibuat menjadi alat mata pencaharian bagi orang-orang malas.

    Terimaksih banyak Pak.

    ReplyDelete
  2. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Mengenai pertanyaan pertama, yaitu 'Bagaimana menyeimbangkan agama dan adat?'. Menurut saya tidak perlu bagi kita untuk menyeimbangkan agama dengan adat. Agama telah sempurna diciptakan Tuhan, sesempurna penciptaan manusia sendiri sehingga agama tidak perlu tambahan dari luar, baik dari adat, kebiasaan, budaya maupun tradisi setempat. Justru adat lah yang harus menyesuaikan standar agama. Selayaknya hanya kebiasaan adat yang tidak bertentangan dengan agama saja yang diikuti.

    ReplyDelete
  3. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 dari Furintasari "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama" sesuai dengan sudut pandang saya miliki.

    Adat sangat lekat dengan tradisi. Apalagi saya berasal dari Jawa yang pasti berhubungan dengan tradisi jawa. Dimana di dalam tradisi tersebut pasti terdapat Uborampe (sesajen) disetiap kegiatan keagaaman. katakanlah bunga setaman dan pisang raja pasti saya dapati di setiap acara keagamaan. Sehingga penting bagi kita menyadari keberagaman yang ada. Di sisi lain, manusia juga harus melestarikan adat dan budaya yang berkembang, namun tetap tidak meninggalkan ke-Islaman.
    Haruslah memiliki batasan-batasan dalam berpikir dan bertindak sehingga aqidah tidak goyah.

    ReplyDelete
  4. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3 "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? " Saya akan berpendapat dengan sudut pandang saya. Menurut saya agar seseorang bersemangat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari maka harus selalu bersyukur atas nikmat hari-hari yang sudah di dapat. Dan selalu menjalani hari hari dengan ikhlas. Insya Allah jikalau kita ikhlas mengerjakannya, maka kita akan selalu semangat dalam menjalani kehidupan ini. Lalu bagaimana agar dalam menjalani kehidupan selalu bermanfaat. Intinya jika kita mendekatkan diri kepada Allah maka, diri kita akan ingin berbuat yang baik-baik. Yang bermanfaat untuk orang lain. Ketika kita menjadi sesuatu yang bermanfaat maka, Allah akan membalas berkali lipat kepada kita atas kebaikan yang bermanfaat tadi.

    ReplyDelete
  5. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Saya tertarik menanggapi pertanyaan bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif menurut sudut pandang Filsafat. Kehidupan kontemporer yang menyuguhkan berbagai teknologi canggih, budaya serba instan, dan juga hiburan tidak bisa kita hindari. Padahal hal-hal tersebut banyak memberikan pengaruh yang negatif kepada kita. Terlebih jika kita tidak mampu untuk mengendalikan diri. Namun, kita bisa meminimalisir dampak negatif dari kehidupan kontemporer ini. Misalnya dengan menggunakan teknologi secara bijak, jangan sampai hal tersebut membuat kita lupa akan kehidupan spiritualitas kita. Kita bisa manfaatkan kelebihannya, menggunakan sesuai dengan fungsinya secara maksimal untuk hal-hal yang positif. Akan lebih baik lagi bila segala kecanggihan yang ditawarkan bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Maka mohon pertolongan Allah agar kita senantiasa ditunjukkan jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba memberi tanggapan untuk pertanyaan nomor 1. Adat dan agama menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan di negara kita. Berbagai macam suku dan budaya menjadi salah satu dominan sehingga kita harus bisa menyeimbangkan antara adat dan agama. Menurut saya, cara menyeimbangkan kedua hal itu adalah dengan melakukan keduanya sesuai dengan proporsinya, jangan mencampur adukkan hal yang tidak semestinya dan menghargai perbedaan baik adat amupun agama. Banyak orang berpikiran bahwa adata dan agama itu saling bertentangan, namun menurut saya hal ini tidak sepenuhnya benar jika kita cerdas dalam menhyikapinya. Jadi, kita harus berusahan melakukan adat yang tidak bertentangan dengan agama, jangan sebaliknya membenturkan adat dan agama.

    ReplyDelete
  7. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci, “Bagaimanakah kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh semangat dan manfaat?”
    kiat-kiat agar seseorang hari-hari nya penuh semangat menurut versi saya yaitu mulai dari bangun tidur dipagi hari kita meniatkan semua hal yang akan kita lakukan hari ini, memotivasi diri dengan mengingat kedua orang tua kemudian menjalani segala sesuatunya dengan hati yang ikhlas dan selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Assalamu'alaikum
    Terima kasih Pak atas sharing seputar tanya jawab filsafat. Saya tertarik dengan pertanyaan nomor 1 "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama". Islam datang sebagai agama yang menetapkan boleh tidaknya adat diamalkan karena dalam Islam sudah jelas mana yang halal dan haram. Jika adat merupakan kebiasaan buruk dan bertentangan dengan Islam maka harus dibuang, sementara jika adat yang baik dan tidak bertentangan dengan Islam maka masih boleh diamalkan/dijalankan.
    Jika agama ini berdasarkan adat maka sungguh tidak akan ada lagi yang tersisa dari agama, karena adat merupakan tradisi yg diciptakan atau kreasi manusia, sedangkan agama adalah ciptaan Allah swt, sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.

    ReplyDelete