Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

44 comments:

  1. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan dari Mbak Ainun Fitriani dengan pertanyaannya bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana? Menurut hemat saya, menerapkan filsafat dengan dijaksana adalah sesuai dengan ruang dan waktunya dan mampu terjemah dan menterjemahkan. Segala hal yang dipelajari dalam filsafat secara tidak kita sadari itu adalah filsafat, tetapi setelah kita belajar filsafat dan kita tahu bahasa filsafatnya seperti apa dan bagaimana, tidaklantas kita terapkan bahasa analog kepada orang awam, kita harus mampu menerapkan filsafat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam sekalipun. Menerapkan filsafat dengan bijak tidak luput dengan landasan spiritual, maka ketika sedang berfilsafat hendaklah hati selalu berdzikir dan meminta perlindungan Allah supaya selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan postingan ini, saya mencoba menanggapi pertanyaan no 3. Sari Fitratul. Semangat bisa lahir dari dalam diri atau dari luar diri, namun kunci utama dari semangat adalah diri kita sendiri. Tiadalah artinya jika seseorang mendorong, menyemangati kita sedangkan kita tidak memiliki semangat dan pikiran postif dari dalam diri sendiri. Maka sebenar-benar semangat adalah bersumber dari dirimu dan pikiran positifmu. Agar semangat kita membara, kita harus mempunyai target dan mimpi. Hidup tanpa target dan tanpa mimpi bak sayur tanpa garam. Di samping itu, dalam kehidupan kita tidak hanya harus bersemangat namun juga harus bermanfaat. Karena sebenar-benar arti kehidupan akan kita rasakan apabila kita mampu menebar manfaat untuk lingkungan. Maka kita harus menjadi pribadi yang peka akan lingkungan sekitar, saling berkasih sayang dengan orang lain.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba berpendapat untuk pertanyaan no 4, bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian.
    Hidup merentang dari pasti hingga tidak pasti maka itulah kuasa Illlahi. Tiadalah kita mampu menjamin kepastian sesuatu sebelum Tuhan menghendaki terjadinya sesuatu tersebut. Manusia diberi dua potensi yaitu potensi takdir dan ikhtiar. Maka sebenar-benar yang harus kita lakukan dalam menghadapi ketidakpastian adalah senantiasa selalu berikhtiar dan memohon petunjuk dari Nya.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan lainnya yaitu dari Aris Kartikasari. Menurut saya tiadalah cara yang paling ampuh dalam menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif selain memperluas pengetahuan dan mem-filter segala perubahan dan kemajuan yang ada, serta senantiasa memohon perlindungan dari sang Mahakuasa. Dunia kontemporer akan selalu berusaha mempengaruhi kita melalui perkembangan teknologi. Tawaran-tawaran kehidupan yang instan akan terus menjadi ancaman seseorang kehilangan jati dirinya. Seseorang yang termakan tipu daya dunia kontemporer akan tenggelam dalam permainan teknologi, ia akan mengabaikan jati diri bangsa dan mengenyampingkan urusan spiritual. Maka perluaslah pengetahuan dan perdalamlah spiritual dalam menghadapi dunia kontemporer.

    ReplyDelete
  5. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan pertama, "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?" saya ingi flashback pada era walisongo saat menyebarkan agama Islam, Beliau-beliau tidak lantas menyebarkan Islam dengan menghilangkan unsur kebudayaan setempat atau adat yang berlaku di daerah tersebut, melainkan dengan memadukan Islam dan adat. Ambil contoh pada zaman dahulu ada adat untuk memberikan sesajen, masuknya Islam selanjutnya mengubah adat sesajen tersebut dengan memberikan "sedekah" kepada kerabat atau tetangga diiringi tahlil dan puji-pujian kepada ALlah SWT. ada pula Sunan Kalijaga yang berdakwah (menyebarkan Islam) dengan media wayang. Hal ini sangat menarik, mengingat wayang merupakan kesenian yang dapat menarik minat masyarakat untuk berkumpul, sedangkan muatan atau cerita wayangnya digubah sedemikian ruap sehingga memuat ajaran agama Islam.
    Sehingga antara adat dan agama dapat berpadu, jadi tidak lantas berdiri sendiri-sendiri, sehingga Islam dapat berjaya di Nusantara tanpa meninggalkan adat yang ada. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Selanjutnya saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan ketiga, "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    Semangat berkaitan erat dengan kondisi mental atau mood seseorang utuk melakukan sesuatu. sedangkan manfaat berkaitan dengan hubungan seseorang dengan selain dirinya, baik lingkungannya, orang lain, hewan, tumbuhan dan sebagainya.Untuk menjaga semangat, maka seseorang perlu mengenadlaikan dirinya sendiri, seperti senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, berpikir positif dsb. Dengan bersyukur, seseorang akan menyadari bahwa eksistensinya di dunia ini ialah karena berkat dan rahmat Allah SWT, sehingga orang tersebut akan terdorong untuk menggunakan berkah tersebut sebaik-baiknya. Sedangkan berpikiran positif akan menyebabkan seseorang senantiasa memandang dirinya sebagai seorang yang beruntung.Logikanya seseorang yang beruntung akan bersemangat melakukan apapun, bahkan sesuatu yang sebenarnya tidak disukainya. Sedangkan kiat agara menjadi seseorang yang bermanfaat ialah dengan memposisikan diri sendiri di posisi orang yang sedang dihadapi. Ambil contoh saat teman kita mengalami kesulitan, dengan memposisikan diri kita pada posisi teman tersebut maka akan mendorong kita untuk dapat melakukan sesuatu yang mampu membantunya, hal yang demikian tersebut mengindikasikan kebermanfaatan kita minimal bagi orang-orang terdekat. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Saya tertarik pula untuk menanggapi pertanyaan "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?". Jika di kaitkan dengan filsafat, seperti yang sering Prof. Marsigit sampaikan, hal ini dapat dipandang dari kaca mata "takdir-ikhtiar". Allah menciptakan alam semesta ini dengan menciptakan pula takdir untuk setiap hamba-Nya. Biarpun demikian, ada takdir yang masih bisa berubah seiring dengan usaha yang kita lakukan. Oleh karena itu, memandang ketidakpastian di dunia ini hendaklah kita meyakini bahwa Allah SWT telah menggariskan segalanya, di samping itu, Allah yang maha pemurah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berusaha dan mencapai derajat yang lebih baik lagi, tentu saja sesuai kadar ikhtiar dan doa yang kita lakukan. Wallau a'lam

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya mencoba menjawab, bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang filsafat? Menurut saya, seiring perkembangan zaman yang sangat maju dan pesat seperti pada masa sekarang ini, sangatlah mudah pengaruh-pengaruh negatif masuk atau tertanam dalam kehidupan masyarakat. Untuk menghindari pengaruh yang kurang baik, maka sebaiknya kita harus memikirkan baik dan buruknya, untung dan rugi terlebih dahulu sebelum bertindak dan melangkah maju, karena sebenar-benarnya membangun hidup adalah berfikir. Kemudian kita harus menganalisis hal baru dengan pengetahuan yang sebelumnya, dan menganalisis hal baru dengan budaya yang ada di negara ini, jika berlawanan sebaiknya kita mencegah dan menghindarinya agar dapat menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif.

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari / 17709251055

    Antara Agama dan Adat atau Kebudayaan tidak relevan jika keduanya di pertentangkan karena tidak dalam posisi sederajat atau sebanding. Pertentangan yang tidak sebanding itu kemudian melahirkan konflik horizontal yang sampai saat ini terjadi. Bahkan akhir-akhir ini semakin meruncing kearah dekadensi kesatuan dan persatuan bangsa dan negara kita.

    ReplyDelete
  10. Latifah Fitria / 17709251055

    Kita tidak bisa mempertentangkan adat dan agama. Sebab agama adalah pemahaman mengenai bagamana dan seperti apa kehidupan yg baik, benar, adil dan bahkan hakiki bagi manusia. Sedangkan pelaksanaannya (amaliah) adalah kebiasaan yang jika dilakukan akan menjadi adat, yang pada tahapnya yang paling tinggi akan mewujudkan suatu peradaban.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017
    Kiat agar hidup selalu semangat, secara filsafat dalam hidup kita harus berpikir. Dengan berhenti berpikir maka sebenarnya kita telah mati. Memikirkan hal yang ada dan mungkin ada akan memberikan rasa ingintahu, mencari tahu, dan selalu tahu. Hal ini akan membuat hidup kita bersemangat. Memikirkan tentang target hidup, rencana kegiatan, rencana masa depan, dsb. Maka jangan berhenti berpikir agar hidupmu selalu semangat

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari enam pertanyaan yang dicantumkan dalam postingan kali ini, saya tertarik dan akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 6 tentang "Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?". Menurut pendapat saya, pengaruh kontemporer negatif seperti perilaku hedonisme, terlalu mengagung-agungkan teknologi, pragmatisme, dan seterusnya, dapat kita tanggulangi apabila kita memiliki pedoman yang benar dan kuat. Kontemporer-kontemporer negatif itu merupakan mitos yang harus kita lawan. Caranya adalah dengan memfilter apa yang masuk ke dalam pikiran dan menggunakan hati serta pikiran yang ikhlas dalam setiap tindakan.

    ReplyDelete
  13. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Filsafat terkandung dalam segala aspek kehidupan. Karena semua aspek kehidupan termuat dalam filsafat maka tidak terkecuali mengenai adat maupun agama. Dengan mengetaui bagaimana filsafat itu sendiri maka diri ini akan terbawa ke perbatasan. Di tempat perbatasan inilah, kita akan mengetahui antara tahu dan tidak tahu. Karena dengan berpikir maka kita akan mengada sesuatu yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  14. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba untuk menanggapi pertanyaan “Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?”
    Manusia adalah potensi, begitupula dengan siswa. Karakteristik siswa merupakan bentuk dari potensi tersebut. Siswa sebagai manusia secara kodratnya telah terpilih dan dipilih oleh Tuhan berbeda-beda. Sehingga dalam kegiatan pbm maka wajar saja jika karakteristik siswa- siswanya berbeda, namun perbedaan tersebut tidak boleh diabaikan karena nantinya akan menimbulkan masalah pembelajaran. PBM matematika harus mampu memfasilitasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda tersebut. Seperti yang telah bapak sampaikan pada elegi mengenai lesson study bahwa PBM matematika harus menganut paradigma “karena” karena karakteristik siswanya beragam, maka siswa dapat mempelajari beragam matematika pula. PBM tidak terpaku pada 1 LKS saja, dan satu hasil yang sama saja, boleh saja menggunakan LKS yang beragam sesuai dengan karakteritik siswanya sehingga siswa yang quick learner dapat belajar tanpa menunggu slow learner, dan slow learner mampu membangun pengetahuan yang bermakna secara mandiri. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  15. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menjawab pertanyaan no. 3 menurut saya agar hidup penuh semangat maka kita harus memiliki tujuan yang pasti. Tujuan hidup hendaknya ditulis agar kita semangat, misalkan saja tujuan untuk bisa sekolah S3 di luar negeri, maka kita akan belajar giat mencari beasiswa atau bahkan mencari uang sendiri untuk biaya kuliah apabila tidak bisa mendapatkan beasiswa. Karena hidup kita sudah semangat, maka hidup kitapun akan bermanfaat. Manfaat pertama yaitu ada pada diri sendiri, karena kita mampu mengatur waktu untuk cita-cita kita.

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Wah sungguh pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Sayang ada pertanyaan yang sepertinya terpotong.
    Saya merenungkan pertanyaan:
    "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    Pertanyaan ini sangat berhubungan dengan diri saya. Saya juga merenungkannya,bagaimana ya? Oh, saya mendapat 1 kata: bersyukur. Dengan syukur kita bisa melihat dunia menjadi indah,menjadi lebih bersemangat. Memandang semuanya lebih positif. Bersyukur atas segala yang diberikan Tuhan, bersyukur atas semua pilihan yang telah kita jalani. Tak mudah memang, tapi dengan bersyukur kita dapat lebih memaknai hidup dengan lebih baik..

    ReplyDelete
  17. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Menurut saya, penerapan filsafat secara bijaksana yaitu penerapan filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya. Kita harus pandai-pandai menerapkan filsafat sesuai dengan keadaannya. Belum tentu filsafat matematika dapat dengan tepat diterapkan pada disiplin ilmu yang lain. Banyak orang yang salah mempersepsikan filsafat karena tidak tepat dalam penerapannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam mempelajari filsafat, karena filsafat itu harus sesuai dengan hati nurani kita masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk menerapkan filsafat secara bijaksana, salah satunya adalah menempatkan semua sesuai ruang dan waktu. Saat kita berhadapan dengan seorang siswa, kita tidak seharusnya menyampaikan filsafat secara mentah terhadapnya. Kita boleh menggunakan filsafat, namun dengan penyampaian sesuai dengan apa yang dapat diolah siswa. Kita juga dapat menggunakan filsafat dengan bijaksana dengan mengambil hikmah-hikmah atau pelajaran dalam mengkaji filsafat untuk membantu menghadapi kehidupan sehari-hari.

      Delete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan nomor 2 yaitu " Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?". Tujuan dari filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika , etika, maupun metafisika. Oleh karena itu, dengan berfilsafat, seseorang akan melakukan perenungan dan menganalisa permasalahan di kehidupan dunia sehingga dapat menyikapinya secara bijaksana.

    ReplyDelete
  19. Saya mau mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?". Menurut filsafat saja, kepastian itu mitos apalagi ketidakpastian itu sendiri. Tidak ada yang pasti di dunia ini, karena semua bergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Mencoba menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kiat seseoeang agar harinya penuh semangat dan manfaat. Yaitu dengan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Orang bersyukur makan akan ditambahkan nikmat kepadanya, sesuai janji Allah SWT. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Maka dengan beribadah dengan landasan ikhlas juga merupakan salah satu cara agar hidup lebih bermanfaat

    ReplyDelete
  21. Mencoba menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kiat seseoeang agar harinya penuh semangat dan manfaat. Yaitu dengan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Orang bersyukur makan akan ditambahkan nikmat kepadanya, sesuai janji Allah SWT. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Maka dengan beribadah dengan landasan ikhlas juga merupakan salah satu cara agar hidup lebih bermanfaat

    ReplyDelete
  22. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana? Filsafat adalah ruang dan waktu. Sehingga tak semua tempat dapat diterapkan filsafat, tak semua waktu filsafat dapat digunakan. Salah satu kunci bijaksana adalah sabar. Selain itu juga harus menerapkan konsep empati bukan simpati. Setiap keputusan yang ingin kita ambil harus mempertimbangkan baik buruknya. Jangan sampai merugikan orang lain. Jika perlu andaikan kita sebagai dia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  23. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hidup akan selalu berubah dan penuh dengan suatu ketidakpastian. Demikian pula antara suatu kepastian dalam hidup hanyalah sebuah ketidakpastian. Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Tidak ada sesuatu pun yang pasti selain ketidakpastian itu. Lebih menarik lagi bila kita sedikit mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: sesuatu yang pasti akan hari esok adalah bahwa hari esok itu tidak pasti. Dengan ketidakpastian ini kita menjadi ingin menyiapkan diri menghadapinya. Karena manusia hidup diantara ketidakpastian. Jika segalanya sesuatunya sudah pasti maka kemanusiaan kehilangan arti.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  24. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan nomor dua oleh Ainun Fitriani tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijak. Menurut yang saya pernah peroleh dari penjelasan prof di kelas ketika beliau menanggapi pertanyaan serupa. Sederhana saja, seseorang dikatakan bijak dalam menerapkan filsafat yaitu bila sesuai ruang dan waktunya. Jawaban ini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan tersebut saja namun bisa melingkupi pertanyaan apapun yang berhubungan dengan “bijak” baik itu dalam bertindak/berbuat/berkata/bertutur dan lain sebagainya. Sebab, konsep dari bijak itu sendiri yaitu tentang bagaimana menempatkan diri maka kuncinya adalah satu yaitu “ sesuai/ tepat ruang dan waktunya”.

    ReplyDelete
  25. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan ke empat dari Samsul Feri Apriyadi tentang bagaimana memandang kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian, menurut saya segala sesuatu dalam hidup ini memang tidak ada yang pasti namun bila ada yang pasti kita tidak tau kapan hal tu terjadi. Misalnya: kapan seseorang akan mati, kapan kiamat terjadi, kapan seseorang dilahirkan bahkan walau bisa diperkirakan namun tak pernah benar-benar tepat waktu terjadinya, segala sesuatu pertanyaan berhubungan dengan kapan dan hal itu belum terjadi semuanya adalah hal yang tidak pasti. Namun, bagaiamana kita menanggapi ketidakpastian tersebut jalannya hanyalah berikhtiar, berdoa, dan bertawkkal. Meskipun segala sesuatunya belum pasti seperti sukses/gagal, kaya/miskin, dan infinite regress. Kita sebagai manusia jangan hanya pasrah menghadapi atau menanti terjadinya ketidakpastian yang belum hadir itu, semua memang kembali ke takdir Allah SWT, namun ada juga takdir yang kita gapai melalui usaha. Cheer up!

    ReplyDelete
  26. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    1. Keserasian antara adat dan agama memang perlu dipertahankan. Karena pada dasarnya agama tidak bisa masuk ke dalam sebuah individu tanpa adanya budaya yang memebrikan jalan masuk terhadap suatu golongan.
    2. Filsafat jika diterpakan secara bijak maka halini seharusnya menghubungkan antara apa yang ada di dalam fikiran dan juga yang ada di dalam hati. Karena jika mengutamakan fikiran saja, maka kebijakan dalam filsafat akan hilang karena hari tidak diikutsertakan dalam memberikan pandangan dalam filsafat

    ReplyDelete
  27. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Menjawab pertanyaan bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat, menurut saya yang dibutuhkan adalah motivasi yang kuat. Motivasi terkuat berasal dari diri sendiri. Untuk memotivasi diri sendiri, dibutuhkan tekad yang kuat untuk mencapai apa yang ingin diraih. Kemudian selalu fokus dengan apa yang benar-benar diinginkan dan kenali kemana arah tujuan hidup diri sendiri. Selain itu, yang membuat diri lebih bersemangat adalah adanya rasa syukur di dalam hati, selalu bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dapat membantu mengusir penyebab diri tidak semangat.

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci: "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    menurut saya, kiat-kiat agar hari-harinya menjadi menyenangkan adalah dengan cara kita mensyukuri dengan apa saja nikmat yang Allah berikan, tidak mengeluh jika ada masalah, nikmati saja, berdo'a dan berikhtiar semoga diberikan jalan keluarnya. solusi agar bermanfaat, maka jika kita melakukan suatu hal, jangan hanya memikirkan manfaat dan kerugian bagi diri kita sendiri, mellainkan kita memikirkan bagaimana dalam sudut pandang orang lain, apakah memberikan keuntungan atau malah merugikan orang lain"

    ReplyDelete
  29. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    disini saya juga akan mencoba menanggapi pertanyaan dari maryana tentang bagaimana memahamikarakteristik siswa dalam pbm matematika.
    kalau kita memahami karakteristik siswa satu-satu, maka kita akan kerepotan, karena antara siswa yang satu dan siswa lainnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. jadi diambil saja generalisasinya, kebanyakan siswa menganggap matematika itu merupakan momok yang mengerikan, menyeramkan. nah berangkat dari situ, kita ubah mindset mereka yang awalnya sangat tidak suka dengan matematika, dengan cara memberikan peembelajaran matematika yang menyenangkan, tidak membosankan dan mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  30. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba memberi pendapat terkait pertanyaan no 1, bagaimana menyeimbangkan adat dan agama. Menurut saya, agama adalah masalah manusia dengan Tuhan dan adat adalah masalah antar manusia. Harus diseimbangkan keduanya, namun dalam hal ini tentu saja berbeda antara seseorang dan orang lainnya, hal ini disebabkan prioritas satu orang dan orang lain terhadap agama dan adat berbeda. Karena itu, penyeimbangan yang bisa dilakukan adalah menyelaraskan hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan manusia, jika menitik beratkan pada satu sisi, maka akan tidak seimbang. Menurut saya kadang kita bisa hidup dalam ketidakseimbangan, karena dalam ketidakseimbangan itu biasanya kita memberi prioritas lebih pada salah satu aspek.

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana kiat-kiat agar sehari-hari penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya agar tiap hari selalu bersemangat hendaknya seseorang selalu ikhlas dalam menjalankan aktifitasnya dan selalu merasa penasaran dengan hari esok. Dengan ikhlas menjalankan aktivitas maka segal hal yang dilakukan setiap hari pasti akan membawa manfaat walaupun hanya kecil saja. Dengan membawa rasa bermanfaat bagi lingkungan maka seseorang akan merasa bahagia dan senantiasa menantikan hari esok yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  32. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Menurut saya agar hari-hari kita penuh dengan semangat dan manfaat maka isi hari kita dengan semua perbuatan yang di awali dengan niat yang ikhlas. Setiap perbuatan yang diawali dengan niat yang baik maka balasan yang baik pula yang akan kita peroleh. Bahkan dalam menutut ilmu pun jika tidak didasari dengan niat yang ikhlas maka ilmunya pun menjadi tidak berkah, tidak ada manfaat.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  33. Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat?
    Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  34. Shelly LUbis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya tertarik dengan pertanyaan tentang bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. adat itu mungkin hampir sama dengan tradisi (jika saya tidak keliru). saya pernah mendengar seorang ustadz berkata bahwa Islam yang harus di tradisikan, bukan tradisi yang diislam kan. dengan kata lain, jika tradisi nenek moyang kita sesuai dengan ajaran agama, maka patut kita jaga. namun jika tradisi nya tidak sesuai dengan islam, maka jangan dipaksakan agar islam yang menyesuaikan tradisi tersebut.

    ReplyDelete
  35. Dalam filsafat sesungguhnya banyak bidang ilmu lain yang dibahas. Termasuk dalam bidang pendidikan. Karena sesunguhnya filsafat itu adalah ilmu mengenai pikiran manusia dan kehidupannya. Pendidikan pun termasuk dalam hasil dari sebuah pemikiran manusia dan tidak bisa terpisahkan dalam nilai kehidupan manusia.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya ingin menanggapi pertanyaan no 3 dari Mb Fitratul Wulan Fatmasuci tentang Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya, hal ini bisa berkaitan dengan spiritual kita yang baik. Dengan dekat pada Allah SWT hati kita akan tenang, tentram dan semangat yang membara. Segala sesuatu jika diniatkan untuk mendapat ridlo Allah SWT, kita akan menjalaninya dengan penuh semangat dan manfaat. Selain itu, kita juga sebaiknya membuat planning, karena tanpa rencana kita akan mengalami disorientasi arah.

    ReplyDelete
  37. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 4 milik pak Syamsul. Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Kehidupan ini pada hakikatnya ada dua yang pasti dan tidak ada yang pasti. Karena itu sudah kehendak NYA. Kehidupan yang pasti letaknya ada di dalam pikiran manusia. Sepertia dalam matematika bahwa 2 + 2 adalah 4. Namun dikehidupan nyta hal ini kadang tidak berlaku. Bagaimana falsafat meninjau hal ini. Para filsuf telah menghasilkan teori-teori yang sangat luar biasa untuk bekal generasi selanjutnya. Mereka menemukan konsep-konsep akan kehidupan ini. Mereka juga berusaha menemukan konsep-konsep kebenaran dalam kehidupan. Peranya filsafat adalah sebagai batasan kita agar senantiasa tawadu dan rendah hati akan hal hal yang belum terjadi. Tidak merasa sombong akan calon kita dan selalu berbagi dengan sesama.

    ReplyDelete
  38. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Jika ditanya cara menyeimbangkan adat dan agama. Maka jawabannya cukup sulit, secara telaah mendalam nbagi saya. Namun menurut saya, kedua aspek tersebut memiliki landasan yang berbeda, namun ada aturan-aturan dalam agama yang juga berupa hasil pemikiran. Jika filsafat menggunakan olah pikir dan refleksi, maka agama sesuatu yang absolute, dia tidak akan berubah sampai kapanpun. Namun terdapat juga dalam hal kehidupan, terdapai sentuhan saat ini, namuan tetap berpedoman pada al-quran dan ia merupakan hasil ijma' ulama. maka keduanya saling terkait. jika ditanya menyeimbangkan, maka jawaban saya, tergantung cara kita memposisikan mana yang utama.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat? Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  40. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Yang dapat saya tangkap adalah bahwa proses berpikir adalah proses untuk menggunakan semua pengalaman dan ilmu-ilmu yang telah kita miliki untuk digunakan dalam menghadapi masalah-masalah dan mencari solusinya untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari proses berpikir adalah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu

    ReplyDelete
  41. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Hermenetika mencakup spiritual, normatif, formal, dan material yang saling menerjemahkan dan diterjemahkan. Keempat komponen ada dalam kehidupan ini dengan lintasan spiral yang melambangkan bahwa semua bersifat divergen. Hal ini untuk menuju keseimbangan dalam hidup

    ReplyDelete
  42. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Agar menghadapi hari-hari dengan semangat, kita perlu niat yang tulus dan sungguh-sungguh. Mencoba menjalani segala kehidupan sesuai dengan ruang dan waktunya dengan dilandasi niat ibadah. Agar hidup lebih bermanfaat, hiasilah hidup dengan banyak berbagi dan membantu orang lain. Jangan isi hidup ini dengan perbuatan yang tidak baik, seperti menyakiti orang lain, mengghibah, mengejek, atau merugikan orang lain. Fokus saja pada cita-cita dan mimpi-mimpi kita masing-masing.

    ReplyDelete
  43. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Bagaimana cara menjawab suatu pertanyaan secara filsafat?

    ReplyDelete