Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

8 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Furintasari yaitu “Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?”, menurut saya untuk menyeimbangkan antara adat dan agama tetap bisa dilakukan dalam dunia modern ini. Menurut saya jika adat itu adalah sesuatu yang sudah turun temurun dilakukan dan merupakan kebiasaan yang susah untuk dihilangkan, selain itu adat juga termasuk dalam kebudayaan yang memang layak untuk dilestarikan. Semua adat dapat dilakukan dengan tetap pada koridor agama yang dianut masing-masing dalam agama, bukan karena kita percaya akan takhayul atau sebagainya. Misalnya saja dalam agama saya Katolik, dalam agama saya tidak ada peringatan kematian 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 2 tahun bahkan 1000 hari. Namun karena memang adat itu ada dalam masyarakat yang memiliki tujuan baik, yaitu untuk memperingati kematian seseorang yang kita sayangi, maka dalam agama Katolik tetap melakukan peringatan itu namun dengan mendoakan menggunakan doa-doa dalam Katolik.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pertanyaan Samsul Feri Apriyadi yaitu, “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”

    Memang dalam kehidupan ini hanyalah Tuhan yang mengerti akan semua, yang mengerti akan rahasia dalam kehidupan ini. Kita sebagai manusia hanya bisa merencakan, namun semua tetap kembali pada Tuhan, hal tersebut bisa terjadi atau tidak. Menurut saya, sebagai manusia kita tetap harus berjuang, berusaha, dan tetap berdoa dalam menghadapi kehidupan yang penuh kitidakpastian ini. Sama layaknya sebuah kegagalan, kegagalan yang menghampiri bukan merupakan sesuatu yang buruk, namun merupakan pelajaran yang bisa membuat kita bangkit dari kegagalan itu dan mempelajari apa yang tidak tepat dalam perjuangan kita itu sehingga kegagalan yang datang menghampiri. Sehingga jika kegagalan datang menghampiri tidak sebaiknya kita terpuruk, namun cepatah bangkit dan mulailah berusaha, berusaha, dan berdoa.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Menerapkan filsafat secara bijaksana adalah bertindak sesuai dengan ruang dan waktunya. Kita dapat menjadi orang yang bijaksana jika dapat memahami konsep ruang dan waktu, begitu pula dalam menerapkan filsafat akan lebih bijaksana jika disesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Kehidupan memang penuh dengan ketidakpastian. Sebagai manusia kita hanya dapat berusaha dengan sebaik-baiknya, konsisten dan giat, berdoa, ikhlas dan bersyukur apapun hasilnya, karena pada akhirnya yang menentukan bagaimana hasilnya adalah Allah SWT. Oleh karena itu, jika kegagalan yang kita alami. Janganlah menyerah, jadikan itu sebagai pengalaman dan cambuk untuk mulai berusaha lagi dan mendapatkan kesuksesan.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ketidakpastian seperti memang tidak pernah dapat diduga, tak terkirakan. dan kalau sudah begini, memang percaya tidak percaya, apa saja bisa berubah di luar bayangan sebelumnya. Kehidupan itu bisa berubah dari waktu kewaktu & dari hari kehari, yang semua ini kita tidak pernah tahu kapan. Karena manusia tidak dapat memahami bagian-bagian temporal dalam hidupnya secara keseluruhan. Dari apa yang terjadi hari ini kita tidak bisa memahami kehidupan kita di kemudian hari.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam menyeimbangkan antara adat dan agama. Mungkin sedikit susuah-susah gampang, karena kita tahu bahwa adat sangat kental dengan warisan para leluhur, misalnya masih aja yang menggunakan sesajen. Keren memang dulu isalam masuk ke indonesia dnegan cara mengikuti tradisi adat, yang mana itu di paraktika oleh sunana kalijaga sampai sekrang yaitu berwayang. Sunan kali jaga menyebarkan agama islama di pukau jawa melalui adat. Yang mana kebiasaan adata yang memang zaman dahulu itu pake ritual di ganti menjadi baca-baca alquran, atau shalwata kepada nama, sehingga dalam menyeimbangkan anata adat dan agama dengan melalui pendekatan langsung kepada masayarakat.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Untuk pertanyaan bagaimana menggunakan filsafat secara bijaksana. Bijaksana adalah bersikap dengan tepat. Orang bijaksana mampu memutuskan hal yang tepat sesuai dengan keadaan saat tertentu. Sikap yang mampu memandang hidup itu adalah linier itu juga bijaksana. Ada orang yang selalu bergerak maju dan berkembang. Sifat ini mencerminkan sifat bijaksana. Contoh bijaksana lainnya yaitu sifat orang yang tetap melanjutkan kuliah walaupun umurnya sudah cukup tua. Namun berbeda dengan orang Timur, ketika mereka tetap melanjutkan kuliah pada umur yang cukup tua maka mereka akan merasa malu dengan anak cucu karena berpikiran tentang apa yang akan diberikan atau diwariskan kepada anak cucunya.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Secara filsafat, pertanyaan kelima dari saudara Maryana menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran dalam memahami karakteristik siswa. Guru perlu memahami bahwa setiap yang ada dan mungkin ada tidaklah ada yang sama, termasuk karakteristik siswa. Everyone has their own characteristic and abilities, baik itu nasib, cara berpikir, karya, penampilan, aktivitas, berpakaian, bahkan perasaannya. Oleh karena nya, perlakuan yang diberikan juga sepatutnya berbeda sesuai dengan kebutuhan siswa. Secara filsafat, proses pengada yang mengada juga berlaku dalam pembelajaran, tetapi tidaklah tepat jika guru sebagai subyek dan siswa menjadi obyek nya, yaitu guru menguasai siswa.

    ReplyDelete