Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

2 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci tentang bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya, agar setiap hari merasa penuh semangat dan manfaat adalah senantiasa bersyukur dan mengawali hari dengan bismllah sebelum menjalani segala sesuatu. Mandi di pagi hari dan mejalankan sholat di pagi hari juga sangat penting untuk menyegarkan badan dan memfokuskan otak. Sarapan juga jangan sampai terlewatkan agar memiliki energi untuk menyambut hari baru. Agar hidup penuh dengan manfaat maka jangan sia-siakan setiap detiknya hanya untuk melakukan hal yang tidak berguna. Sejak awal bisa melakukan planning kegiatan yang bisa dilakukan dalam satu hari sehingga hari-hari bisa digunakan secara optimal dan lebih produktif.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Filsafat merupakan olah pikir. Jadi kita harus berpikir untuk mengetahui bagaimana cara memahami karakteristik siswa. Sebagai calon pendidik kita harus tahu berbagai macam karakteristik siswa karena hal ini akan berpengaruh dengan perlakuan apa yang harus diberikan guru sehingga dapat membuat siswa paham dengan apa yang sedang dipelajari. Cara memahami karakteristik siswa bisa dilihat dari bagaimana sikap dia selama proses belajar mengajar, apakah ia merasa senang, apakah merasa cemas, apakah merasa sedih, apakah merasa terbebani, dan lain sebagainya. Hal ini tentu tidak begitu saja diketahui, perlu adanya interaksi yang baik antara siswa dan guru. Dengan melalui interaksi yang dilakukan secara terus menerus dapat membuat guru lebih dekat dengan siswa dan sebaliknya. Hal ini akan membuat guru lebih mudah dalam memahami karakteristik dari siswa-siswanya. Jika interaksi tersebut tidak terjadi dengan baik maka guru akan kesulitan dalam memahami karakteristik siswanya. Tentu kegiatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Oleh karena itu, teruslah berusaha untuk menjadi yang terbaik dan dapat menularkan kebaikan tersebut untuk orang lain juga seperti murid-muridnya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete