Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

77 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci tentang bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya, agar setiap hari merasa penuh semangat dan manfaat adalah senantiasa bersyukur dan mengawali hari dengan bismllah sebelum menjalani segala sesuatu. Mandi di pagi hari dan mejalankan sholat di pagi hari juga sangat penting untuk menyegarkan badan dan memfokuskan otak. Sarapan juga jangan sampai terlewatkan agar memiliki energi untuk menyambut hari baru. Agar hidup penuh dengan manfaat maka jangan sia-siakan setiap detiknya hanya untuk melakukan hal yang tidak berguna. Sejak awal bisa melakukan planning kegiatan yang bisa dilakukan dalam satu hari sehingga hari-hari bisa digunakan secara optimal dan lebih produktif.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Filsafat merupakan olah pikir. Jadi kita harus berpikir untuk mengetahui bagaimana cara memahami karakteristik siswa. Sebagai calon pendidik kita harus tahu berbagai macam karakteristik siswa karena hal ini akan berpengaruh dengan perlakuan apa yang harus diberikan guru sehingga dapat membuat siswa paham dengan apa yang sedang dipelajari. Cara memahami karakteristik siswa bisa dilihat dari bagaimana sikap dia selama proses belajar mengajar, apakah ia merasa senang, apakah merasa cemas, apakah merasa sedih, apakah merasa terbebani, dan lain sebagainya. Hal ini tentu tidak begitu saja diketahui, perlu adanya interaksi yang baik antara siswa dan guru. Dengan melalui interaksi yang dilakukan secara terus menerus dapat membuat guru lebih dekat dengan siswa dan sebaliknya. Hal ini akan membuat guru lebih mudah dalam memahami karakteristik dari siswa-siswanya. Jika interaksi tersebut tidak terjadi dengan baik maka guru akan kesulitan dalam memahami karakteristik siswanya. Tentu kegiatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Oleh karena itu, teruslah berusaha untuk menjadi yang terbaik dan dapat menularkan kebaikan tersebut untuk orang lain juga seperti murid-muridnya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Menurut saya, adat dan agama adalah dua kata yang saling dipertenatngkan dalam masyarakat. Padahal, agama adalah pandangan bagaimana pemahaman manusia mengenai hidup, sedangkan adat adalah sebuah warisan nenek moyang. Karena agama dan adat adalah hal yang penting, maka kita harus menyeimbangkannya. Manusia berperilaku yang terus menerus akan menjadi adat, tradisi, kebudayaan, maka agama yang menjadi pedoman agar perilaku sesuai dengan pedoman sehingga perilaku yang terus menerus tersebut akan menjadi peradaban.

    ReplyDelete
  4. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat, menurut saya untuk menumbuhkan semangat harus diawali dengan niat dalam pikiran kemudian naik ke hati. Jika hati dan pikiran seimbang untuk melakukannya maka akan tumbuh semangat. Dan agar semangat menjadi manfaat juga harus diniati dan melakukannya dengan ikhlas. Apapun yang kita lakukan dan kita amalkan insyaAllah menjadi manfaat. Karena kita hidup jika sesuai dengan ruang dan waktunya. Jadi, jika hatimu tidak ingin melakukan, maka jangan lakukan. Karena melakukan dengan setengah hati itu tidak akan maksimal dan tidak akan bermanfaat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  5. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Menurut saya, bagaiman filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian adalah diniati dalam hati, dan setinggi-tingginya niat karena Allah SWT. Kemudian kita berikhtiar dengan perbuatan lalu kita yang berikhtiar mempunyai pengalaman dan ketrampilan untuk mengerti kehidupan di dunia yang tidakpasti. Karena yang pasti hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Adat merupakan tradisi masyarakat yang sudah dilaksankan secara turun temurun olehsuatu masyarakat tertentu. Adat termasuk dalam budaya yang terdapat dalam suatu masyarakat. Adat bersumber dari manusia yang digunakan untuk mengatur kehidupan social dalam masyarakat tersebut. Sedangkan agama adalah hal-hal yang mengatur keimanan seseorang terhadap Tuhannya. Agama berasal dari Tuhan yang berarti adat dan agama tidak berhubungan. Dalam agama terdapat aturan-aturan mutlak yang tidak bisa diubah oleh manusia, sedangkan adat istiadat merupakan aturan-aturan yang diciptakan oleh manusia dan dapat berubah atau bergeser fungsinya. Beragama berarti harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan, melaksanakan apa yang diperintahkan dan menghindari apa yang dilarang. Sedangkan adat tidak terdapat aturan-aturan mutlak meskipun dalam suatu masyarakat adat mempunyai aturan yang harus disepakati oleh masyarakatnya. Contoh adat istiadat yang ada di masyarakat yaitu terdapat beberapa proses pernikahan yang harus dilakukan oleh suatu suku masyarakat. Hal tersebut sudah dilakukan secara turun temurun dari leluhurnya sehingga menjadi tradisi yang membudaya. Akan tetapi disisi lain jika seseorang ingin melakukan tanpa pernikahan pun diperbolehkan.
    Adat dan agama merupakan dua hal yang berbeda. Sebagai orang yang beragama, adat bisa dilakukan jika tidak menyalahi aturan dalam agama yang telah ditetapkan. Menyeimbangkan adat dan agama menurut saya bukanlah pertanyaan yang pas, karena agama tidak berkaitan dengan adat. Melaksanakan perintah agama adalah wajib sedangkan melaksankan adat istiadat merupakan hal yang tidak wajib tergantung kepercayaan social. Jika tradisi yang ada tidak sesuai dengan aturan agama seyogyanya tradisi tersebut harus dihilangkan. Namun jika tradisi yang membudaya tidak menyalahi aturan agama, sah saja jika dilakukan. Yang harus digaris bawahi adalah bukan kata menyeimbangkan, namun bagaimana adat tidak mempengaruhi aturan beragama. Semoga kita sebagai orang berilmu dapat menyikapi tradisi social dalam mesyarakat dengan cerdas dan bijak.

    ReplyDelete
  7. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama? Adat dan agama merupakan dua aspek yang berjalan berdampingan dalam kehidupan manusia. Menurut saya untuk menyeimbangkan keduanya dapat dijalankan dengan bersamaan. Namun, adat yang harus disesuaikan dengan agama. Maksudnya ketika ada aspek adat yang tidak sejalan dengan urusan aqidah dalam agama maka adat dapat ditinggalkan. Seperti pada ritual-ritual yang ditakutkan justru akan menyekutukan Alloh maka adat sudah seharusnya ditinggalkan. Ada juga adat yang dicampuri agama karena pada dasarnya para wali menyebarkan agama islam melalui adat atau budaya. Contohnya adat orang meninggal biasanya dilaksanakan kenduren, namun dengan datangnya islam kenduren tetap dilaksanakan dengan diisi doa-doa, membaca surat yassin dan tahlil.

    ReplyDelete
  8. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Hidup adalah misteri. Maksudnya kita tidak akan tahu takdir apa yang telah ditetapkan untuk kita. Maka benar bahwa hidup itu ketidakpastian. Lalu apa yang harus dilakukan? Seperti yang sering dijelaskan dalam filsafat bahwa sebenar-benar hidup adalah berpikir. Maksudnya adalah berusaha. Manusia hidup di dunia ini yang dilakukan adalah usaha. Namun, tidak cukup hanya berusaha. Karena kita punya Alloh sang Maha Memberi Kepastian maka berdoalah meminta yang terbaik. Setelah itu pasrahkan semua kepada Alloh. Hasilnya adala takdir yang harus kita terima dengan penuh keikhlasan. Demikianlah prosesnya yang akan terus berulang.

    ReplyDelete
  9. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Menurut Saya untuk mengahadapi kehidupan kontemporer yang negatif dalam sudut pandang filsafat adalah dengan berfikir. Pengaruh negatif adalah godaan, para mitos-mitos dan kesalahan berfikir. Lalu untuk mengatasinya adalah dengan berfikir kritis untuk setiap perkembangan yang terjadi. Kemudian memfilter hal mana yang perlu dan tidak perlu untuk diikuti. Agar terhindar dari godaan adalah dengan beribadah. Mantapkan hati untuk selalu beriman dan isi hati dengan selalu dzikir agar hati selalu ada Alloh. Karena pada dasarnya godaan yang membawa adalah syetan. Maka dengan berpikir dan hati yang jernih adalah hal yang tepat untuk menghadapi kehidupan kontemporer yang negatif.

    ReplyDelete
  10. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Dari beberapa pertanyaan di atas saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. Seperti yang kita ketahui, adat dan agama merupakan dua nilai yang tidak lepas dari kehidupan bermasyarakat. Nilai adat dinilai paling orisinal karena bersumber dari dalam diri masyarakat pribumi bangsa Indonesia. sedangkan nilai agama berasal dari Ketuhanan sesuai dengan keyakinan yang dianut umat-Nya. Dengan demikian nilai agama bukan bagian dari nilai adat, begitupun sebaliknya. Namun hal tersebut tidak berarti kedua sumber nilai tersebut dua hal yang terpisah melainkan berhubungan erat satu sama lain. Untuk itu dalam praktik kehidupan bermasyarakat, kita menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaan namun harus tetap berlandaskan nilai keagamaan.

    ReplyDelete
  11. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat adalah dengan memulai sesuatu dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Jika segala aktivitas-aktivitas yang kita jalani berasal dari hati dan pikiran yang ikhlas, mka akan membuat kita menjadi pribadi yang selalu berhusnudzon dan berpostive thinking. Sehingga apabila seseorang mengalami maslah dalam hidupnya, pribadi tersebut akan memandang setiap permasalahan sebagai suatu tantangan baginya yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran, , tidak berputus asa, dan selalu mengambil hikmah dari setiap masalah. Dengan berawal dari niat yang ikhlas, maka apapun keadaan hidup kita selalu disyukuri, dengan begitu setiap harinya akan kita jalani dengan semangat dan bermanfaat

    ReplyDelete
  12. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bagaimana memandang hidup yang penuh ketidakpastian? Sebagai manusia kita tidakan akan pernah mengetahui secara pasti bagaimana takdir yang telah ditetapkan Tuhan kepada kita. Bagaimana kehidupan kita kedepannya ada ditangan-Nya, sehingga kita hidup dengan ketidakpastian tersebut. Namun ketidakpastian tersebut, mengajarkan kita bahwa hidup yang kita jalani harus dengan ikhtiar yang diiringi dengan doa dan didasari dengan hati yang ikhlas. Dengan begitu, apapun jalan yang diberikan Tuhan selalu disyukuri dan dierima dengan ikhlas. ingatlah Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  13. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana? Melalui pemikiran filsafat maka memungkinkan manusia untuk melihat kebenaran tentang sesuatu diantara kebenaran-kebenaran yang lain. Manusia yang mampu mengadakan pilihan-pilihan yang tepat terhadap masalah-masalah yang dihadapi adalah orang-orang yang mampu menerapkan filsafat secara bijaksana. Untuk menerakan filsafat tentunya diperlukan orang-orang yang bijaksana, yang mampu mengambil keputusan-keputusan tepat yang disesuaikan dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  14. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Menyeimbangkan antara adat dan agama sebenarnya bisa saja. Selama adat tidak mengganggu syariat agama, maka, bisa saja dilakukan.

    ReplyDelete
  15. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    mengenai pertnyaan dari Ainun Fitriani:
    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat ditingkatkan dengan banyak bacaan dan penerapan yang dilakukan secara tidak sengaja. Hal itu pun sudah termasuk menerapkan filsafat, untuk ke arah bijaksana mungkin lebih masuk ke dalam pikiran dan hatimu bagaimana cara menjalani filsafat dengan lebih bijaksana, karena yang mengetahui bagaimana pelaksanaan filsafat secara bijaksana adalah diri sendiri dan caranya bagaimana bisa digali di dalam pikiran karena semua sudah tersedia di dalam pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  16. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci:
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Dimulai dari hati dan pikiran yang harus disegarkan dulu, distimulasi dengan hal-hal menyenangkan, selalu mengucapkan terima kasih kepada organ-organ tubuh karena sudah bekerja keras menuruti segala kemauan pikiran dan hati ini, refresh pikiran ini akan membuat semangat dengan sendirinya karena berpikiran positif dan membuat penasaran akan hal baru dan itu dengan sendirinya akan membuat kemanfaatn bagi diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  17. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    berkaitan dengan pertanyaan dari Samsul Feri Apriyadi:
    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Yang menganggap hidip tidak pasti adaalah diri sendiri, maka benahi dulu cara berpikir di dalam pikiran dan libatkan hati juga. Karena mereka saling mendukung untuk menyimpulkan suatu hal yang bisa jadi berkenaan dengan pandangan hidup manusia. Bila ketidakpastian membuat seseorang lemah dan malah memilih mundur, dinamakan menyerah sebelum perang karena pikiran dan hatinya lemah untuk diajak berkompromi dan dibujuk untuk menjadi kuat bersama.

    ReplyDelete
  18. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat? Berpikir kritis merupakan sebuah cara untuk dapat memahami karakteristik siswa dalam proses belajar mengajar di kelas. Proses berpikir yang kita lakukan menjadi sebuah bekal kita dalam merancang atau mempersiapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Namun proses berpikir yang kita lakukan terkadang cenderung masih idealis yaitu masih memikirkan bagaimana kita mengajar, bukan bagaimana siswa belajar. Maka dari itu, proses berpikir yang kita lakukan harus dibarengi dengan hati. Karena dengan dibarengi hati akan membuat kita merasakan apa yang siswa rasakan pada saat pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Ketidakpastian dalam kehidupan merupakan suatu akibat bahwa dalam kehidupan ini kita tidak bisa dipisahkan dari ruang dan waktu. Ketidakpastian sendiri muncul karena kita tidak berpikir. Maka dari itu, kita harus selalu berpikir dalam menjalani kehidupan agar terhindar dari ketidakpastian tersebut. Proses berpikir yang dilakukan akan membuat kita dapat menyesuaikan sesuatu tepat pada ruang dan waktunya. Namun tidak cukup dengan berpikir untuk memandang ketidakpastian tersebut, kita harus selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT agar selalu berada pada jalan yang diridhoiNya.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Fendrik
    18706261001
    S3 Dikdas 2018
    Assalamu'alaikum Wr Wb.
    Dari dialog tanya jawab filsafat di atas saya mencoba untuk belajar menjawab atau mengomentari pertanyaan dari Mas Samsul Feri Apriyadi yang bertanya tentang: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Menurut hemat saya, di dalam kehidupan ini tidak ada yang namanya kepastian, semuanya bersifat kemungkinan atau relatif. Berdasarkan pemahaman yang saya peroleh dari mata kuliah Filsafat Pendidikan yang diampu Prof Marsigit bahwa hidup ini berasal dari Langit berupa Takdir dan Bumi berupa Ikhtiar yang kita jalani. Takdir adalah pilihan yang berarti kita dipilih untuk menjalani hidup dan Ikhtiar adalah suatu usaha untuk memilih sesuatu yang kita pikirkan itu lebih baik dari yang lainnya. Sehingga kita harus selalu berdoa dan bekerja sesuai dengan Takdir dan Ikhtiar kita masing-masing. Doakan selalu apa yang kita kerjakan dan kerjakanlah selalu apa yang kita doakan.
    Allah yang Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi beserta isinya.

    ReplyDelete
  21. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari- harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Menurut pendapat saya agar hari kita penuh dengan semangat dan manfaat adalah dengan selalu melihat keadaaan lingkungan sekitar kita. bukan sekedar melihat, namun menelaah kehidupan dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, mengingat kembali dan bersyukur seberuntung ini kita hingga saat ini, mengingat kembali tujuan hidup yang sesungguhnya. Seseorang akan merasa dirinya lebih berarti ketika dapat memberikan arti bagi orang lain pula dengan memberi manfaat. Sekecil apapun manfaat yang kita berikan akan menambah rasa bahagia dan syukur dalam diri kita. Tetaplah berbuat baik dalam segala keadaan, berpikir positif, hati yang ttulus dan ikhlas dan doa yang terus menerus dipanjatkan akan menambah semangat dalam diri untuk dapat bermanfaat lebih

    ReplyDelete
  22. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Berdasarkan pertanyaan saudari Maryana:
    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?
    Siswa mempunyai banyak sekalia karakter yang guru bisa ingat hanya yang paling khas dari masing-masing siswa. Sekali-kali guru hendaknya berdiskusi dengan siswa agar mengetahui secara langsung bagaimana karakter siswa, dan bagaiman bisa siswa mempunyai karakter seperti itu. Pengumpulan hasil diskusi atau lebih tepatnya wawancara kepada siswa merupakan salah satu bahan pribadi untuk lebih menyiapkan hal yang baru setiap pembelajaran. Karakter siswa yang tidak sesuai dengan apa yang tampak pada siswa patut dicari tahu penyebabnya, sehingga di sini pendalaman secara psikis diperlukan.

    ReplyDelete
  23. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Mengenai pertanyaan saudara Samsul Feri Apriyadi:
    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Pasti tidak pasti yang menjalani dan meniatinya adalah diri sendiri, kondisi yang mendukung pasti juga dari diri sendiri, begitu juga dengan ketidakpastian. Sehingga bila kehidupan ini dianggap tidak pasti, coba selami lagi di dalam pikiranmu ada apa saja penyebabnya. Bila kehidupan ini dianggap pasti, selami lagi pikiranmu apa penyebabnya hingga menjadi pasti. Sehingga, pernyataan akhir ketidakpastian dalam kehidupan ini memang berasal dari pikiran yang terrsap dalam hati dan hanya bisa pasrah atau memang tidak ada usaha untuk membuatnya pasti. Perlu dorongan dari diri sendiri, mantapkan dalam hati, pikiran agar selalu berpikiran positif.

    ReplyDelete
  24. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1
    "1. Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?"
    Agama dan Kebudayaan adalah dua hal yang sangat berbeda. Agama selalu dikatakan bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, Penguasa Alam Semesta beserta segala isinya, sedangkan kebudayaan adalah produk manusia. Penggabungan kata agama dan kebudayaan, akan melahirkan agama kebudayaan dan kebudayaan agama. Keduanya sangat berbeda.

    ReplyDelete
  25. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Kebudayaan terbentuk dari akal budi yang berada dalam jiwa manusia. Karena itu bentuk kebudayaan selalu ditentukan oleh nilai-nilai kehidupan yang diyakini dan dirasakan oleh pembentuk kebudayaan tersebut yaitu manusia. Kebudayaan atau peradaban yang berdasar pada nilai-nilai ajaran suatu agama(misal:islam) disebut kebudayaan islam. Dalam pandangan ajaran islam, aktivitas kebudayaan manusia harus memperoleh bimbingan agama yang diwahyukan oleh Allah melalui para nabi dan rasulnya.

    ReplyDelete
  26. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Manusia pada dasarnya tidak mungkin dapat mengetahui seluruh kebenaran, bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menentukan semua kebaikan dan keburukan. Hal ini bisa dibuktikan dengan perbedaan tata nilai yang beraneka ragam dalam kehidupan di dunia. Suatu hal yang dianggap baik dan terpuji oleh masyarakat dalam negara tertentu, sebaliknya hal itu dianggap sesuatu yang buruk dan tercela di negara lain. Akal dan fikiran manusia tidak mampu menentukan semua kebaikan atau keburukan, karena itu banyak hal yang dianggap baik oleh akal fikiran ternyata buruk menurut agama. Banyak hal yang dianggap buruk oleh akal pikiran manusia, justru dianggap sesuatu yang terpuji menurut agama.

    ReplyDelete
  27. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan demikian, agar kebudayaan terlepas dari jalan yang sesat dan sebaliknya mengikuti jalan yang benar dan terpuji, maka harus dilandasi oleh ajaran agama. Inilah cara menyeimbangkan antara budaya dan agama.

    ReplyDelete
  28. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    "2. Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?"
    Tidak semua orang mampu berfilsafat, orang yang akan mampu berfilsafat apabila memiliki sifat rendah hati, karena memahami bahwa tidak semuanya akan dapat diketahui dan merasa dirinya kecil dibandingkan dengan kebesaran alam semesta.

    ReplyDelete
  29. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Seorang yang bodoh akan merasa sudah memiliki ilmu yang sangat tinggi dan memandang orang lain lebih rendah, atau meremehkan pengetahuan orang lain, bahkan meremehkan moral, agama, dan estetika. Orang yang berfilsafat seolah-olah memandang langit sekaligus merenungkan bahwa betapa kecil dirinya dibandingkan seisi alam semesta, bahwa betapa diatas langit masih ada langit, dan akhirnya dia menyadari kekerdilan dan kebodohannya.

    ReplyDelete
  30. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut:
    “Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama”
    Merurut pendapat saya, adat adalah sesuatu yang sudah berkembang di masyarakat dari waktu ke waktu. Adat merupakan warisan dari para leluhur yang harus terus dilestarikan. Sementara agama merupakan keyakinan. Agama berisi ajaran-ajaran atau aturan yang bersumber dari Tuhan. Agama mutlak harus diyakini dan diamalkan tanpa boleh di tawar-tawar. Menurut pendapat saya, cara menyeimbangkan keduanya adalah dengan patuh dan taat terhadap ajaran agama namun tetap melestarikan dan menjaga adat-adat yang ada, asal adat-adat tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut.

    ReplyDelete
  31. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut:
    “Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?”
    Filsafat adalah olah piker. Objek filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Metode yang digunakan dalam filsafat meliputi menterjemahkan dan diterjemahkan. Domain filsafat itu ada di pikiran. Sehingga, menurut pendapat saya, jika kita menggunakan pikiran kita sesuai dengan ruang dan waktunya, sudah bisa dikatakan bahwa kita telah menggunakan filsafat secara bijaksana. Artinya, pikirkan apa yang memang bisa kita pikirkan. Yakini apa yang memang sudah selayaknya kita yakini. Sopanlah atau sesuaikanlah dengan ruang dan waktunya. Hal itu sudah termasuk menerapkan filsafat secara bijaksana. Terima kasih.

    ReplyDelete
  32. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut:
    “Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?”
    Menurut pendapat saya, kiat-kiat agar hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat adalah: perbaiki niat, tetapkan target-target atau pencapaian-pencapaian tertentu, dan selalu bersyukur. Memperbaiki niat artinya pastikan bahwa segala sesuatu yang akan kita perbuat dilandasi dengan niat yang benar, yakni untuk beribadah kepada Allah. Jika kita niatkan segala sesuatu untuk beribadah kepada Allah, kita tidak akan lagi peduli dengan komentar-komentar dari orang-orang sekitar. Tidak akan gila pujian, tidak pula terpuruk karena hujatan. Karena apa yang kita lakukan semata-mata hanya mengharap ridho dari Allah saja. Yang kedua adalah menetapkan target-target atau pencapaian-pencapaian tertentu. Menurut pendapat saya, hari-hari akan jauh lebih produktif jika kita punya target yang ingin kita capai. Dengan memiliki target, kita akan terpacu untuk menggapainya dan menghindarkan diri dari tindakan yang sia-sia. Kemudian yang terakhir adalah senantiasa bersyukur. Syukur akan membuat hati kita menjadi damai dan tentram. Yakini bahwa apa yang terjadi merupakan ketetapan yang terbaik dari Allah. Hal tersebut akan menambah semangat kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Terima kasih.

    ReplyDelete
  33. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut:
    “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”
    Menurut pendapat saya, dunia itu memang sifatnya tidak pasti, atau dengan kata lain dunia itu relative. Sementara yang bersifat pasti atau absolut adalah kuasa Allah. Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan yang penuh ketidakpastian, manusia memang hanya mampu berusaha atau berikhtiar. Sementara mengenai hasilnya, semua ada di tangan Allah. Senantiasa berdoa memohon rahmat, karunia, dan hidayah dari Allah adalah salah satu kunci dalam menjalani kehidupan yang penuh ketidakpastian. Karena sekeras apapun usaha kita, belum menjamin akan menjamin hasil yang maksimal pula. Bisa jadi apa yang begitu keras kita usahakan, ternyata bukanlah yang terbaik bagi kita menurut Allah. Bisa jadi justru kesuksesan kita ada di tempat lain. Oleh karena itu, sudah semestinya kita senantiasa memohon petunjuk dan perlindungan Allah dalam segala kondisi dan situasi. Dan jangan lupa, sebagai manusia yang beriman, kita harus senantiasa menyiapkan bekal untuk pulang ke kehidupan selanjutnya, yang sudah pasti bahwa kita akan menuju ke sana. Terima kasih.

    ReplyDelete
  34. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut:
    “Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?”
    Menurut pendapat saya, siswa di dalam suatu kelas pasti memiliki karakteristik yang beragam. Masing-masing dari mereka mempunyai karakteristik yang berbeda. Tidak mungkin mereka mempunyai karakteristik yang sama persis. Untuk itu, guru tidak boleh menganggap mereka semua sama, tidak boleh terus-terusan memberikan pembelajaran yang sama atau dengan cara/ metode yang sama terus-terusan, dan tidak boleh mengharapkan siswa-siswanya mencapai hasil yang sama pula. Guru harus mampu memfasilitasi siswa dengan cara merancang pengalaman belajar yang beragam bagi siswa. Gunakan pengetahuan atau pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki siswa sebagai modal untuk merancang aktivitas pembelajaran. Dengan terus berinteraksi dengan siswa, guru akan belajar untuk dapat menggapai atau memahami karakteristik dari siswa. Terima kasih.

    ReplyDelete
  35. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut:
    “Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?”
    Dunia ini penuh dengan sifat, ada yang positif ada pula yang negative. Manusia bebas memilih, memilih yang positif atau yang negative. Akan tetapi semua memiliki konsekuensi yang harus ditanggung. Memilih yang positif tentu ada konsekuensinya, apalagi memilih yang negative, tentu ada pula konsekuensinya. Hal yang negative memang biasanya terlihat jauh lebih menarik dan menggiurkan. Jika iman tidak kuat, bisa jadi manusia akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negative. Oleh karena itu, menurut pendapat saya, cara menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negative adalah dengan senantiasa berdoa, memohon perlindungan kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi. Serta dengan terus mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  36. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    "3. Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"

    Lengkapi diri dengan pengetahuan. Pelajari keterampilan yang diinginkan, atau membangun pemahaman seputar hal yang sulit. Dalam kegiatan yang bermanfaat ini, kita bisa menggunakan teknologi untuk membaca sumber sumber ilmu pengetahuan. Jadi, kita menggunakan smartphone ada manfaatnya.

    ReplyDelete
  37. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    "4. Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?"
    Objek dalam filsafat, adalah yang ada dan mungkin ada. Segala sesuatu yang belum pasti adalah karena belum ada di pikiran kita. Oleh karena itu ketidakpastian dalam filsafat adalah semua yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  38. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  39. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    "5. Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam PBM matematika?"
    Adapun karakteristik tersebut adalah :
    1). Siswa akan melaksanakan proses belajar mengajar matematika jika mereka mempunyai motivasi/tertarik dalam mempelajari matematika. Sikap guru : Guru memberi kegiatan yang menyenangkan, menantang, yang memberi harapan, yang dihargai keberhasilannya.

    ReplyDelete
  40. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    "6. Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?"
    Saat ini banyak dampak dari kontemporer itu sendiri diberbagai bidang, ada dampak positif dan juga dampak yang negatif. Namun yang lebih nampak adalah dampak negatif dari kontemporer. Misalnya saja pada bidang sosial yakni berkembangnya budaya barat yang negatif melalui televisi dan internet, memudarnya nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat, berkurangnya kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap budaya daerah dan nasional. Lahirnya gaya hidup individualistis (mementingkan diri sendiri), pragmatis (keuntungan diri), hedonis (kenikmatan), serta permisif (membolehkan hal yang dilarang), dan konsumtif.

    ReplyDelete
  41. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Lalu bagaimana menanggulanginya? filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus terus ber-ikhtiar untuk tidak berlaku hedonisme, pragmatisme, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  42. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Mengenai pertanyaan Furintasari yaitu tentang bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. Menurut saya adat dan agama adalah dua hal yang sangat berbeda tetapi juga masih ada beberapa kesamaan apabila kita melihat dari sisi positifnya. Adat bersifat relatif sedangkan agama bersifat mutlak. Tentang bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama, manusia sudah dianugerahi dengan berbagai kelebihan oleh Allah saitu pikiran yang sempurna dan hati yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Maka jadilah manusia yang cerdas. Artinya, jangan terlalu membenci atau mengatakan sepenuhnya bahwa adat menyimpang dari agama karena apabila kita berpikir kritis dengan mencari makna dan sisi positif dari adat tersebut. Setelah itu kaitkan dengan agama, apakah hal tesrsebut menyimpang atau tidak. Apabila tidak menyimpang dari agama, saya rasa kita bisa mengambil sisi positif dari adat tersebut.

    ReplyDelete
  43. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Mengenai pertanyaan Ainun Fitriani yang bertanya tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Sebenar-benarnya orang yang berfilsafat adalah yang mengguakan akal pikiran dan hatinya. Filsafat itu dimulai dari kata ‘mengapa/kenapa?’. Dan ketika menerapkan filsafat ia harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Saya teringat dengan perkataan Prof pada saat kuliah yang mengatakan bahwa berfilsafat boleh saja tetapi kita harus melihat ruang dan waktu. Contohnya kepada anak kecil yang hendak makan, kita tidak bisa seenaknya berfilsafat dengan menanyakan ‘kenapa kamu makan? kenapa kamu makan menggunakan tangan?, dsb. Mengapa? Karena anak kecil tahap berpikrinya belum sampai pada tahap tersebut. Untuk itu, ketika berfilsafat lihatlah siapa dan dimana serta bagaimana kondisinya.

    ReplyDelete
  44. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Mengenai pertanyaan Fitratul Wulan Fatmasuci tentang bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Kuncinya hanya satu yaitu fokuskan pikiran dan niatkan dengan sungguh-sungguh dalam hati. Ketika hendak melakukan sesuatu agar semangat pastinya kita harus mempunyai motivasi tertentu. Motivasi tersebut akan timbul ketika kita mampu memfokuskan pikiran pada tujuan utama kita. Dan juga agar dapat bermanfaat, bagikanlah segala sesuatu yang kita miliki dalam rangka kebajikan kepada sesama dengan ikhlas. Sekecil apapun amalan yang kita lakukan akan ada balasannya suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  45. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Mengenai pertanyaan Samsul Feri Apriyadi tentang bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian. Bagi manusia, kehidupan itu penuh dengan ketidakpastian. Mengapa? Karena masa depan manusia tidak ada yang tahu kecuali Allah. Karena ketidakpastian ini, manusia diperintahkan untuk senantiasa berusaha dengan usaha terbaiknya dan berikhtiar. Usaha terbaik, doa, dan kepasrahan kita terhadap Allah merupakan kunci utamanya.

    ReplyDelete
  46. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Mengenai pertanyaan Maryana tentang bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat. Matematika anak-anak dan orang dewasa tidaklah sama. Bagaimana cara belajar dan proses berpikirnya pun berbeda. Anak-anak belajar melalui intuisinya. Intuisi didapat melalui pengalaman-pengalaman sebelumnya. Cara berpikir anak-anak masih berpikir konkret, artinya ia belajar melalui sesuai yang real atau dekat dengan kehidupannya. Kemaampuan dan karakter setiap siswa berbeda. Proses pembelajaran yang diberikan oleh guru sebenarnya juga dapat memunculkan bagaimana karakter siswanya. Tetapi untuk dapat memahaminya, guru harus menyesuaikan dengan proses berpikir siswa tersebut. Dan yang paling penting adalah niat. Ketika tidak ada niat maka guru tidak akan mampu memahami karakter siswanya.

    ReplyDelete
  47. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Mengenai pertanyaan Aris Kartikasari tentang bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang filsafat. Kunci utamanya adalah senantiasa berpikir kritis dan mempunyai hati yang bersih. Tidak dapat dipungkiri, seiring berjalannya waktu, berjalannya kehidupan, dan berkembangnya jaman, kita tidak mungkin menghindar dari yang namanya pengaruh negatif. Tetapi ketika kita mampu berpikir kritis dan mempunyai hati yang bersih, kita dapat memfilter mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah sehingga kita dapat menentukan pilihan untuk tidak terjerumus dalam pengaruh negatif tersebut.

    ReplyDelete
  48. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat? Menanggulangi pengaruh kehidupan yang bersifat negatif dapat kita lakukan dengan selalu berpikir secara kritis. Berpikir kritis akan mampu mengolah suatu informasi yang akan masuk kedalam pikiran kita baik positif maupun negatif. Dalam kegiatan berpikir tersebut tentunya harus dibarengi dengan hati yang ikhlas, karena dengan hati yang ikhlas akan menjauhkan diri kita dari sifat-sifat buruk.

    ReplyDelete
  49. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan pertanyaan dari saudari Furintasari mengenai bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama? Adat dan agama adalah dua hal yang ada dalam masyarakat atau kehidupan kita. Sudah seharusnya adat dan agama bersama-sama menciptakan masyarakat yang tentram dan damai. Adat merupakan warisan dari nenek moyang yang harus kita jaga, sedangkan agama merupakan keyakinan diri kita kepada Allah SWT. Menurut saya adat dan agama dapat selalu berdampingan atau seimbang selama apa yang berada dalam adat tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Karena jika sebuah adat sudah bertentangan dari nilai-nilai agama maka yang akan terjadi kita akan menyukutukan Alah SWT.

    ReplyDelete
  50. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama?
    Adat merupakan tradisi yang sudah biasa dilakukan secara turun temurun. Terkadang ada yang lebih mementingkan adanya dibanding dengan agama. Padahal dalam adat tersebut ada yang tidak diperbolehkan dalam agama. Cara menyeimbangkannya bisa dengan melihat apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Apa yang bertentangan dan apa yang tidak bertentangan. Setelah mengetahui apa yang tidak diperbolehkan dalam agama, alangkah lebih baik jika adat tersebut dikembangkan dengan melihat kesesuaiannya terhadap agama karena agama merupakan fondasi dalam melakukan suatu perbuatan.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  51. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana?
    Dalam menerapkan filsafat kita harus menyesuaikan dengan siapa kita bicara. Jika berbicara dengananak kecil, usahakan janga menggunakan filsafat, karena mereka tidak akan mengerti dan yang ada malah akan membuat mereka bingung sehingga percakapan diantara keduanya tidak akan nyambung. Untuk itu, menerapkan filsafat secara bijaksana dapat melihat dari kesesuaian antara ruang dan waktunya, jika hal tersebut bisa terpenuhi maka filsafat bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  52. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Dalam hal ini seseorang harus sadar bahwa waktu tidak akan bisa diulang dan kejadian yang sama tidak akan bisa terjadi lagi, sehingga apapun yang sudah terjadi tidak akan bisa terulang lagi. Jika seorang pencari ilmu, maka waktu adalah ilmu. jika seorang pencari uang, maka waktu adalah uang. Jika seorang pecari kebaikan, maka waktu adalah kesempatan yang bisa digunakan untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan. Jika seseorang sadar akan pentingnya waktu, maka hal ini bisa membuatnya menjadi semangat dan berusaha untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sehingga tidak menimbulkan penyesalan.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  53. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Kehidupan yang penuh ketidakpastian merupakan salah satu dampak dari keterbatasan manusia. semua manusia tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya, manusia hanya bisa berusaha untuk dapat memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya. Namun, semua hanyalah Allah yang Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. manusia hanya bisa berpikir sesuai dengan yang ia ketahui berdasarkan tanda-tandanya. Mereka berpikir bahwa orang yang selalu bekerja keras siang dan malam akan menjadi kaya raya, namun nyatanya tidak. Seseorang yang selalu belajar dengan giat pasti akan mendapat juara satu di kelas, namun nayatanya juga tidak. Itulah keterbatasan manusia yang hanya bisa memperkirakan apa yang akan terjadi, tapi tidak bisa menentukan apa yang akan terjadi. sehingga hidup ini penuh dengan ketidakpastian dan penuh dengan teka-teki. oleh karena itu, kita harus bijaksana dalam menanggapi hal tersebut, berpikir positif dengan segala keputusan-Nya, dan berusaha mendekatkan diri dengan-Nya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  54. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut padnag filsafat?
    Filsafat merupakan olah pikir. Sehingga dalam pembelajaran kita perhatikan satu persatu dari siswanya, apa yang sedang terjadi, bagaimana ekspresinya, bagaimana tanggapannya, apa yang mereka butuhkan, dan lain sebagainya. Dari hasil pengamatan dan olah pikir yang dilakuakan maka akan mendapatkan sebuah jawaban yaitu mengenai karakteristik dari siswanya. Jika guru cuek dan tidak peduli dengan siswanya, maka sampai kapanpun guru tersebut tidak akan bisa memahami karakteristik siswanya. Untuk itu, perlu adanya rasa kepedulian guru terhadap siswanya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  55. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Aris Kartikasari tentang Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat.
    Kehidupan kontemporer atau dewasa ini dipengaruhi oleh Powernow yang menginkan bangsa Indonesia kehilangan jati diri nya baik sebagai rakyat Indonesia, sebagai hamba yang ber Tuhan, atau sebagai masyarakan yang berkehidupan sosial. Begitu gencarnya Powenow menyebarkan virus nya, mulai dari kemajuan teknologi hingga cara-cara halus yang tak pernah terfikirkan seperti diberikannya beasiswa-beasiswa yang memiliki motif lain dibalik tameng kemurahan hatinya. Salah satu dan satu-satu nya cara untuk melawan pengaruh kehidupan kontemporer yang cenderung negatif adalah dengan kembali pada hakikat sebenarnya, yaitu hamba yang ber Tuhan. Mohon ampunlah dan mohon perlindungan dari Sang Maha Segala-galanya. Karena Powernow sendiri ada juga karena atas izin dari Allah, dan tentunya hanya Allah pula yang mampu melawannya. Cara mudah agar selalu dekat dengan Allah adalah dengan senantiasa membiasakan diri menyebut nama Allah baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Terlihat sepele memang, namun diperlukan ucapkan dengan sepenuh hati yang benar-benar datang dari hati.

    ReplyDelete
  56. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Maryana tentang bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang filsafat.
    Menurut saya ada beberapa hal yang harus disadari oleh seorang guru saat meelakukan proses belajar mengajar. Yang pertama guru harus menyadari bahwa siswa merupakan pribadi yang berbeda-beda, baik dari segi kemampuan kognitif maupun mental. Atas dasar perbedaan tersebut hendaknya para guru tidak menggunakan paradigma “walau” yang artinya walaupun siswa nya banyak cara mengajar, LKS, metode tetap satu atau pembelajaran tunggal tetapi gunakanlah paradigma “karena” yang artinya karena siswanya bermacam-macam maka siswa dapat mempelajari bermacam-macam matematika pula dengan berbagai macam metode, cara belajar, LKS, dll. Yang kedua, guru harus menyadari bahwa siswa merupakan subjek belajar dan guru hanyalah fasilitator. Biarkan siswamengalami sendiri pengalamannya memperoleh ilmu pengetahuan, karena sebuah pengalaman akan berbekas jika dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  57. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan berusaha menjawab pertanyaan dari saudara Samsul Feri Apriyadi tentang bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian.
    Hidup memang tidak pasti, karena kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya, bahkan satu menit yang akan datang kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi. Satu menit kemudia tidak ada yang tau apakah kita masih bernafas atau tidak, apakah masih bisa menghirup udara atau tidak, apakah masih bisa melihat atau tidak hingga akan jadi apakah atau jadi seperti apakah kelak sungguh tidak akan ada yang tahu. Oleh karena itu, manusia diciptakan lengkap dengan kodratnya yaitu harus senantiasa berusaha dan berdoa. Usaha dan doa adalah wujud kehambaan kita atas kesadaran akan kelemahan yang dimiliki. Maka, diperlukannya usaha karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi kelak dan tak lupa disertai doa hingga Allah memantaskan kita untuk menerima kepastian seperti apa yang kita usahakan.

    ReplyDelete
  58. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat diterapkan oleh manusia sejak dulu tanpa disadari, sehingga bisa dikatakan ketika manusia bersikap malu-malu maka sudah termasuk menerapkan filsafat secara malu-malu. Begitupun juga bila manusia bersikap malas maka sudah termasuk menerapkan filsafat tipe malas. Jadi bisa dikatakan bila manusia bersikap bijaksana, adil dalam melaksanakan segala aktifitas sehari-hari maka manusai tersebut sudah menerapkan filsafat secara bijaksana. Karena filsafat kembali ke diri masing-masing bagaimana mereka bersikap dalam menjalani segala kegiatan.

    ReplyDelete
  59. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Manusia merupakan makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Peran manusia lain ini bisa sebagai pendorong, penyemangat bagi manusia lainnya agar tidak merasa sendiri dan berpikir sendirian. Memang segala sesuatu berpikir sendiri tetapi tidak selamanya bisa sendiri bila mengalami kendala di tengah jalan dan membutuhkan bantuan pemikiran orang lain untuk mempertimbangkan tindakan yang akan diambil. Sehingga, dorongan dari dalam diri sendiri juga harus dilakukan agar tidak terpengaruh oleh orang lain karena tidak semua orang itu baik bahkan bisa jadi menjerumuskan ke hal lain.

    ReplyDelete
  60. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?
    Manusia A mencintai manusia B belum tentu manusia B mencintai manusia A. Sama halnya dengan kejadian lainnya yang belum tentu akan bertimbal balik sesuai harapan atau bisa disebut dengan tidak pasti. Kadang menjadi tidak pasti itu menguntungkan karena bisa saja menghindari masalah yang sebenarnya sudah mnunggu di ujung kepastian. Kadang menjadi buruk juga bila ragu-ragu dalam mengambil keputusan misalnya dokter yang ragu-ragu dalam mengobati pasiennya, akan membuang banyak waktu dan malah akan menyebabkan bahaya pada pasien. Sehingga,, nikmati saja keraguan dalam diri karena itu tanda bahwa manusia berpikit dulu sebelum bertindak, tetapi beda cerita jika mengalami hal yang darurat dan sudah menjadi pekerjaannya.

    ReplyDelete
  61. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Saya mempunyai pandangan jawaban terhadap pertanyaan nomor 1. Pada dasarnya adat dan agama adalah tentang sebuah keyakinan dalam diri pribadi seseorang. Adat tercipta dari sebuah kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus dan turun-temurun dari kehidupan masyarakat, sementara agama adalah keyakinan yang timbul dari dalam diri pribadi seseorang yang menjadi sebuah pegangan kehidupannya. Maka untuk menyeimbangkan keduanya seseorang ketika melakukan sesuatu hal berdasarkan adat maka ia juga harus memandang dari sisi agama yang ia percayai. Dengan begitu tidak akan terjadi konflik keyakinan dalam dirinya.

    ReplyDelete
  62. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Dalam setiap tindakan, yang paling penting adalah diawali dengan niat yang kuat. Agar hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat juga harus diawali dengan niat. Karena dengan niat yang kuat, usaha kita menjadi terasa dan bermakna. Setelah tertanam kuat niat dalam diri, kita bisa melakukan beberapa hal berikut:
    1. Berterimakasih kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan kepada kita
    2. Meminta rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan kita lalui
    3. Menanam optimisme dalam hidup

    ReplyDelete
  63. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat?
    Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  64. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Saya tertarik menanggapi pertanyaan bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif menurut sudut pandang Filsafat. Kehidupan kontemporer yang menyuguhkan berbagai teknologi canggih, budaya serba instan, dan juga hiburan tidak bisa kita hindari. Padahal hal-hal tersebut banyak memberikan pengaruh yang negatif kepada kita. Terlebih jika kita tidak mampu untuk mengendalikan diri. Namun, kita bisa meminimalisir dampak negatif dari kehidupan kontemporer ini. Misalnya dengan menggunakan teknologi secara bijak, jangan sampai hal tersebut membuat kita lupa akan kehidupan spiritualitas kita. Kita bisa manfaatkan kelebihannya, menggunakan sesuai dengan fungsinya secara maksimal untuk hal-hal yang positif. Akan lebih baik lagi bila segala kecanggihan yang ditawarkan bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Maka mohon pertolongan Allah agar kita senantiasa ditunjukkan jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  65. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Saya akan mencoba pertanyaan dari saudari Ainun Fitriani mengenai bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana? Menerapkan filsafat secara bijaksana akan terwujud jika kita dapat menyesuaikan sesuatu tepat pada ruang dan waktunya. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut kita harus berpikir. Karena dengan berpikir akan menghindarkan diri kita untuk tersesat dalam ruang dan waktu yang salah. Oleh karena itu, kita harus selalu berpikir dalam menjalankan kehidupan yang kita jalani.

    ReplyDelete
  66. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Saudari Fitratul Wulan Fatmasuci yang bertanya mengenai bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Cara agar hari-harimu penuh semangat dan manfaat itu kembali lagi kepada dirimu sendiri. Tinggalkan apa saja yang membuatmu tertekan, lakukan apa yang membuatmu bahagia. Bahagia itu kita sendiri yang ciptakan, bukan orang lain. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  67. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Samsul Feri Apriyadi mengenai bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Filsafat itu meliputi semua yang ada dan mungkin ada. Mengenai ketidakpastian hidup, hanya Allah yang Mengetahui. Hidup itu akan selalu berubah dan penuh dengan suatu ketidakpastian, demikian pula antara suatu kepastian dalam hidup hanyalah sebuah ketidakpastian. Wallahu’alam. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  68. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Maryana mengenai bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang filsafat? Memahami berarti mengerti. Memahami berarti menelusuri lebih dalam. Ketika engkau ingin memahami, pahami dengan pendekatan. Karakteristik siswa itu berbeda-beda. Ada yang belajarnya cepat, ada yang sebaliknya. Ada yang dengan bantuan, bahkan ada yang tanpa bantuan. Tinggal bagaimana guru dapat memahami keseluruhannya menjadikan pembelajaran menjadi suatu inovasi yang dapat mengerti dan memahami bagaimana siswa belajar. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  69. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Aris Kartikasari mengenai bagaimana bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif menurut sudut pandang filsafat? Sekarang saya tanya, pernahkah Anda memperhatikan sebuah pohon yang berdiri di pinggir jalan? Bagaimana pohon itu tetap berdiri disitu? Sedangkan banyak suara bising melaluinya, sedangkan selalu ada hujan yang membasahinya, sedangkan selalu ada angin yang berhembus padanya, bahkan ada badai yang pernah menerjangnya. Lalu bagaimana dengan pohon itu? Apakah dia roboh atau justru tetap berdiri kokoh. Mari lihat akarnya. Jika akarnya kokoh, maka dia akan kokoh. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  70. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Aris Kartikasari mengenai bagaimana bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif menurut sudut pandang filsafat? Sekarang saya tanya, pernahkah Anda memperhatikan sebuah pohon yang berdiri di pinggir jalan? Bagaimana pohon itu tetap berdiri disitu? Sedangkan banyak suara bising melaluinya, sedangkan selalu ada hujan yang membasahinya, sedangkan selalu ada angin yang berhembus padanya, bahkan ada badai yang pernah menerjangnya. Lalu bagaimana dengan pohon itu? Apakah dia roboh atau justru tetap berdiri kokoh. Mari lihat akarnya. Jika akarnya kokoh, maka dia akan kokoh. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  71. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    agar hari-hari menjadi penuh semangat dan manfaat mengutip perkataan pak prof pada saat perkuliahan: doakan yang dipikirkan, pikirkan yang didoakan. Doakan yang akan kita lakukan, lakukakan yang kita doakan. Dengan melakukan hal kemudian syukuri apa yang diperoleh. Dengan melakukan hal tersebut akan membuat kita menjadi penuh semangat dan manfaat setiap harinya. Terimakasih

    ReplyDelete
  72. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Barangkali, setiap orang menginginkan dirinya terlihat bijaksana, terlebih para pemimpin. Bijaksana menurut saya merujuk pada charisma sesorang dalam mempengaruhi orang lain dan pandai dalam mengambil keputusan. Sementara filsuf yang mengajarkan kebijakasanaan adalah Socrates. Pernyataan Socrates yang terkenal adalah “Orang yang paling bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dia tidak tahu.”

    ReplyDelete
  73. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Kaitannya kebijaskanaa dengan guru adalah bahwa guru hasrunya mampu menunjukkan kebijaksanaan. Guru yang mengetahui tentang kebijaksanaan akan mengajarkan muridnya apa yang ia ketahui saja. Hal ini dikarenakan guru berkaca bahwa dirinya bukan yangpaling tahu dan paling pintar sehingga menutup kemampuan siswa, akan sehingga guru akan mengajak berdiskusi dengan muridnya, mereka sama-sama belajar dan saling mendapat pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  74. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Pertanyaan bagaimana memandang hidup yang penuh ketidakpastian menarik untuk dijawab. Sebagai manusia biasa kita tidak dapat mengetahui secara pasti bagaimana takdir yang telah dipersiapkan Tuhan kepada kita. Entah itu kesehatan, rejeki, jodoh, dan kematian. Semua menjadi rahasia Tuhan, ketidakpastian. Sepatutnya kita menghadapi semua itu dengan pikiran positif kepada Tuhan. Yakin bahwa apapun takdir, garis hidup yang akan diberikan Tuhan nantinya merupak jalan terbaik untuk kita. Tentu saja dengan selalu berusaha yang terbaik dan senantiasa berdoa diberikan yang terbaik.

    ReplyDelete
  75. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    saya mencoba menanggapi dari pertanyaan saudari Fitratul Wulan Fatmasuci mengenai kiat-kiat seseorang agar harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan. Selalu mengingat Allah dalam rutinitas kita sehari-hari. Mengingat kembali harapan dan impian kita dimasa lalu, tidak perlu iri dengan rezeki orang lain karena rezeki telah ditetapkan namun tetap ikhtiyar maksimal. dan selalu membagikan setiap ilmu kita kepada orang lain, karena kita yakin bahwa ilmu yang kita bagikan pasti akan bertambah dan menajdi amal sholeh dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  76. hendra B
    18701261008
    PEP S3 2018

    berfilsafat seperti yang dikatakan oleh prof. mersigit adalah bertanya dan menjelaskan. Saya tertarik pada pertanyaan nomor 4 Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia adalah ketidakpastian karena di dalam filsafat tidak yang pasti dan benar yang ada alaha mendekati kebenaran karena sesungguhnya kebenraran yang disampaikan oleh setiapa otang adalah kebenran yang sesuai dengan hasil pemikirannya sendiri sehingga menghasilkan kesimpulan tentang kebenaran dan kepastian itu sendiri. karena kebenaran yang hakiki itu ditarik ke spiritual yang nantinya akan menghasilakna kebernaran yang monoiesme.

    ReplyDelete
  77. Lumaurridlo
    18701261010
    S3-PEP 2018


    manusia dibekali dengan akal, pikiran dan budi. masing-masing memiliki peran yang selalu bekerja hampir selalu bersamaan. sedangkan kebudayaan adalah produk dari ketiganya itu. sedangkan agama adalah spiritual dari kepercayaan pada suatu peradaban manusia. pada dasarnya tingkat spiritual manusia itu akan dengan sendirinya membentuk sebuah kebudayaan dalam peradaban itu. ketika dalam suatu kelompok masyarakat memiliki sebuah kebudayan kemudian datang kebudayaan baru, ketika itu dapat diterima maka muncullah akulturasi dua budaya yang kemudian berlaku untuk suatu masyaratt tersebut.

    ReplyDelete