Nov 6, 2014

Tanya Jawab Filsafat




Dialog berikut merupakan kegiatan Tanya Jawab Filsafat dimana para Mahasiswa membuat pertanyaan dan saya (Marsigit) berusaha menjawabnya, pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7.

117 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Fitratul Wulan Fatmasuci:
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

    Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan agar selalu bersemangat setiap harinya, dan setiap orang punya caranya masing- masing. Tetapi secara garis besar yang dapat dilakukan yaitu “kejar target”. Artinya yaitu kita harus bisa merubah fokus kita ketika kita mulai tidak bersemangat. Seperti contoh mengubah dari hal yang menjadikan kita terpuruk menjadi semangat yang berapi- api. Dan untuk bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, mulailah untuk selalu melakukan hal yang positif. Insha Allah.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Bersemangatlah dalam Perkara yang Bermanfaat Bagimu Inilah wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Wasiat beliau ini adalah perintah untuk bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat. Lawan dari hal ini adalah melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya (dhoror), juga melakukan hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat atau pun bahaya.
    Diantara kiat-kiat yang dapat menimbulkan semangat adalah:
    (1) Niatkan kegiatan yang akan kita lakukan ikhlas dan untuk akhirat. Sehingga kita merasa diawasi, dijaga, dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT
    (2) Prioritaskan hal yang memiliki manfaat dan nilai ibadah yang lebih besar
    (3) Meminta pertolongan Allah agar diberikan kemudahan dan keringanan mengerjakannya.
    (4) Lakukan hingga selesai. Istirahat boleh tapi jangan berhenti ditengah-tengah jalan.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Filsafat ilmu mencakup semua yang ada di dunia ini. Mulai dari awal zaman sampai akhir jaman. Menyeimbangkan antara adat dan agama bukan sesuatu yang mudah karena agama merupakan pedoman manusia untuk hidup, sedangkan hidup manusia selalu diiringi oleh adanya tradisi atau adat dan budaya. Sehingga antara adat dan agama haruslah saling berjalan beriringan dan saling melengkapi. Sedangkan pertanyaan yang menarik saya ialah memahami karakteristik siswa dalam PBM matematika menurut sudut pandang filsafat, dimana filsafat merupakan landasan dasar dalam PBM matematika. Dimana dalam ilmu filsafat untuk pembelajaran matematika terdapat epistemologi, aksiologi dan ontologi untuk dapat memahami karakteristik siswa.

    ReplyDelete
  4. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Berbicara tentang ketidakpastian maka kita akan berbicara tentang kemungkinan. Kemungkinan berhasil dan kemungkinan gagal. Manusia adalah makhluk yang sempurna namun terbatas kemampuannya. Manusia tidak akan mampu memastikan semua yang belum pasti. Suatu hal bersifat pasti jika dia ada di dalam pikiran atau kalau sudah sampai di akhirat.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kunci dalam membangun hidup adalah ikhlas dan bersyukur. Pada dasarnya, tidak ada manusia yang merasa puas dengan kondisi pada dirinya sendiri. Manusia selalu ingin menjadi lebih, lebih, dan lebih. Hal ini tak jarang kemudian disalahgunakan. Manusia merasa bahwa manusia yang lain selalu mendapat yang lebih baik dari dirinya. Jika hal ini terus dibiarkan berkembang dalam diri, hidup menjadi kurang bermakna dan tanpa kontrol. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani hidup ini dan bersyukur dengan apa yang kita dapat. Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Dalam setiap tindakan, yang paling penting adalah diawali dengan niat yang kuat. Agar hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat juga harus diawali dengan niat. Karena dengan niat yang kuat, usaha kita menjadi terasa dan bermakna. Setelah tertanam kuat niat dalam diri, kita bisa melakukan beberapa hal berikut: Bersyukur setiap hari dan jalani hidup dengan optimis bahwa Tuhan selalu menyertai

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan Ainun Fitriani: Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat adalah 1) Keheranan; 2) Kesangsian; 3) Kesadaran akan keterbatasan karena merasa dirinya sangat kecil, sering menderita, dan sering mengalami kegagalan. Hal ini mendorong pemikiran bahwa di luar manusia yang terbatas, pasti ada sesuatu yang tidak terbatas. Dalam kehidupan, adakalanya kita dapat menggolongkan manusia kedalam beberapa jenis berdasarkan pengetahuannya, yaitu:
    • Orang yang mengetahui tentang apa yang diketahuinya;
    • Orang yang mengetahui tentang apa yang tidak diketahuinya;
    • Orang yang tidak mengetahui tentang apa yang diketahuinya;
    • Orang yang tidak mengetahui tentang apa yang tidak diketahuinya.
    Orang dapat memperoleh pengetahuan yang benar apabila orang tersebut termasuk golongan 1) dan sekaligus 2) yaitu Orang yang mengetahui tentang apa yang diketahuinya sekaligus Orang yang mengetahui apa yang tidak diketahuinya. Dengan demikian maka filsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita ketahui dan apa yang belum kita ketahui. Pengetahuan diperoleh dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dari kedua-duanya. Tidak semua orang mampu berfilsafat, orang yang akan mampu berfilsafat apabila memiliki sifat rendah hati, karena memahami bahwa tidak semuanya akan dapat diketahui dan merasa dirinya kecil dibandingkan dengan kebesaran alam semesta.

    ReplyDelete
  7. Hidup yang tidak bersemangat adalah hidup yang seolah-olah tiada harapan. Padahal harapan selalu ada di dalam Tuhan. Beragam persoalan mungkin membuat kita tidak bersemangat. Persoalan bisa menimpa siapa saja. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda. Kita tidak boleh menyerah. Sebab cobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita. Agar hidup kita penuh semangat dan manfaat maka haruslah kita memiliki iman yang teguh, sukacita dan senantiasa bersyukur menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya tertarik pada pertanyaan Fitratul Wulan Fatmasuci:
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Kiat-kiat agar hari hari penuh dan bersemangat adalah pikiran kita harus jernih. Denggan pikiran jernih syaitan tdak akan pernah bisa merayu manusia karena kita sibuk dengan pikiran-pikiran jernih kita

    ReplyDelete
  9. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    saya tertarik dengan pertanyaan pertama, yaitu bagaimana penyeimbang antara adat dan agama? sebagai makhluk Tuhan, setiap manusia haruslah beragama. dan sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat, pastilah ada adat yang mengatur kehidupannya. agama dan adat adalah dua hal yang melekat pada diri manusia. dilihat dari urgensinya, maka agama tetap harus didahulukan, karena ini menyangkut kehidupan sekarang dan masa mendatang. penyeimbangan antara agama dan adat dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan satu sama lain. adat yang tidak sesuai dengan agama harus ditinggalkan. dan agama (praktek-praktek agama) yang dapat dimodifikasikan dengan adat hendaknya perlu dilestarikan.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Pertanyaan pertama terkait bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. Menurut saya adat dan agama merupakan dua hal yang berbeda. Kita tidak boleh mencampur adukkan keduanya. Karena dalam hal agama segala sesuatu itu di larang kecuali jika memang diperintahkan untuk melakukan. Namun semikian, keduanya harus senantiasa berjalan beriringan. Untuk menyeimbangkannya memang cukup sulit karena kebanyakan adat istiadat kita telah bercampur dengan budaya. Hal ini merupakan salah satu cara agar Islam di terima di masyarakat. Sebagai warga negara yang baik, kita juga wajib melestarikan adat istiadat asalhkan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Mungki hal pertama yang perlu dilakukan adalah kita membuat batasan yang jelas tentang apa itu adat dan apa itu ajaran agama. Selanjutnya tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana, tentunya kita menerapkannya sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Terkait dengan pertanyaan tentang bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya setiap orang harus memiliki tujuan hidup. Tujuan tidak hanya satu tetapi dapat banyak tak hingga, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya tujuan tersebut kita akan selalu termotivasi dan bisajadi hal itu mempengaruhi semangat hidup kita dan tentunya hidup kita akan bermanfaat. Selanjutnya tentang bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian. Sebenarnya saya kurang setuju bahwa kehidupan itu penuh ketidakpastian. Menurut saya kehidupan itu pasti karena Allah yang mengaturnya. Yang ada adalah pilihan. Apa yang kita pilih itu akan menentukan langkah kita selanjutnya. Dan apa yang kita pilih pasti akan kita tuai hasilnya.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana kiat-kiat agar sehari-hari penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya agar tiap hari selalu bersemangat hendaknya seseorang selalu ikhlas dalam menjalankan aktifitasnya dan selalu merasa penasaran dengan hari esok. Dengan ikhlas menjalankan aktivitas maka segal hal yang dilakukan setiap hari pasti akan membawa manfaat walaupun hanya kecil saja. Dengan membawa rasa bermanfaat bagi lingkungan maka seseorang akan merasa bahagia dan senantiasa menantikan hari esok yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  13. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Ketika sesorang menginginkan kehidupannya penuh semangat dan manfaat adalah lakukan hal-hal yang positif, jangan menjadikan pribadi yang banyak mengeluh, slau berfikir bahwa berbuat baik tidak ada ruginya dan kunci utama adalah slalu mensyukuri atas apa yang diberikan Allah SWT setiap detiknya.

    ReplyDelete
  14. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Kita harus senantiasa bersyukur akan sesuatu. Memiliki semangat untuk maju adalah hal terpenting untuk dapat meraih kesuksesan dalam hidup. Motivasi sukses seringkali menjadi kunci meraih keberhasilan. Sejarah berbicara, baik pengusaha, negarawan, akademisi, dan bintang-bintang dunia mengakui bahwa bahwa dorongan motivasi inilah yang membuat orang mau menapaki setiap jalan setapak menuju kesuksesan. Agar kita bermanfaat untuk orang lain, selayaknya kita ikhlas akan sesuatu. Kita tidak boleh merasa diri paling benar dan manfaat. Karena yang berlebih-lebihan itu tidak baik.

    ReplyDelete
  15. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sedikitnya ada tiga aliran besar dalam filsafat matematika (sugiman, 2009), yaitu Platonisme,
    Formalisme, dan Intuisionisme. Para penganut Platonisme menganggap bilangan
    adalah abstrak, memerlukan eksistensi objek, dan bebas dari akal budi manusia.
    Menurut aliran Formalisme, matematika adalah tidak lebih dan tidak kurang dari
    bahasa matematika (mathematical language). Sedangkan menurut paham
    Intuisionisme, matematika adalah suatu kreasi dari akal budi manusia (Anglin, 1994: p.
    218-219)

    ReplyDelete
  16. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Menjawab pertanyaan tenatang bagaimana kiat-kiat agar hari-hari seseorang penuh semanagt dan manfaat?
    caranya adalah dengan selalu mengawali setiap apa yang kita lakukan dengan berdoa terlebih dahulu, melakukan dengan sebaik mungkin, kemudian belajar ikhlas, dan belajar bersyukur dengan setiap hasil yang kita tunai selagi kita sudah berusaha sebaik mungkin

    ReplyDelete
  17. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Agar hari-hari kita penuh dengan semangat dan manfaat menurut saya adalah kembali kepada tujuan hidup kita. Sebagai manusia hakekat hidup kita adalah beribadah kepada Allah. Maka dari itu dalam menjalani kehidupan hendaknya kita senantiasa mengingat dan memohon ridha dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Afiramita Hertanti
    S2- PMA 2017
    NIM. 17709251008

    mohon maaf, pak. pada judul tertulis "tanya jawab filsafat". namun tulisan hanya berisi 6 list pertanyaan tanpa jawaban dari bapak. nah, jujur, saya sangat penasaran apa jawaban bapak dari ke enam pertanyaan tersebut. saya akan sangat senang jika bapak dapat menuliskan jawabannya disini.

    ReplyDelete
  19. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Mohon maaf sebelumnya saya ingin mencoba menjawab, sesuai dengan pengalaman saya, pertanyaan dari saudari Ainun Fitriani tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Menurut saya dalam berfilsafat kita harus memahami ruang dan waktu. Dalam berfilsafat harus sesuai ruang dan waktu. Jika tidak sesuai ruang dan waktu maka hanya akan menjadi omong kosong belaka. Contoh yang pertama yaituharus sesuai umur. Berfilsafatlah dengan orang dewasa yang sudah mengenal filsafat bukan dengan anak kecil atau malah balita. Contoh yang kedua adalah lokasi tang tepat. Berfilsafatlah di dalam mata kuliah filsafat jangan di mata kuliah yang serius seperti kalkulus. Contoh ketiga perhatikan kemampuan orang yang kita ajak berfilsafat. Berfilsafatlah dengan orang yang mengenal ilmu filsafat bukan dengan tukang sayur di kampung atau penjual pecel di pasar.
    Selanjutnya saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.4 dari saudara Samsul Feri Apriyadi tentang bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Sesungguhnya filsafat itu adalah olah pikir, dengan kata lain adalah hal yang ada di pikiran kita begitu pula dengan sesuatu yang pasti hanya ada di dalam pikiran kita atau hanya yang telah terjadi atau takdir. Dengan kata lain menurut filsafat jika kehidupan di dunia nyata penuh dengan ketidakpastian itu hal yang wajar. Karena kita hanya dapat menciptakan kepastian di dalam pikiran kita atau kita hanya dapat menemi kepastian itu setelah hal itu terjadi alias sudah takdir.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  20. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Mohon maaf sebelumnya Pak, saya ingin mencoba menyampaikan pendapat saya mengenai pertanyaan point 1 yaitu mengenai bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. Dan dalam hal ini saya memandang dari sudut pandang adat Minangkabau.
    Menurut saya, jika memperbincangkan adat berarti kita telah dihadapkan kedalam suatu lingkaran yang luas dan kompleks, karena adat itu sendiri telah mencakup semua aspek kehidupan dalam masyarakat (Minangkabau). Falsafah adat Minangkabau itu sendiri adalah “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah”, atau “adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah”.
    Jika diartikan kata per kata, “adat” bermakna peraturan, “sandi/sendi” bermakna landasan, “syara’” bermakna kumpulan buku-buku Islam, dan “kitabullah” bermakna kitab Allah SWT yang diturunkan kepada rasul-Nya. Jadi dari falsafah adat Minangkabau ini dapat kita lihat hubungan antara adat dengan agama, bahwa aturan-aturan yang terdapat dalam adat minangkabau berada dibawah syariat Islam.
    Dengan kata lain, jika masyarakat Minangkabau telah benar-benar menerapkan dan mengamalkan “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah”, maka berjalanlah syariat Islam ditengah-tengah masyarakat Minangkabau.

    ReplyDelete
  21. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini sya akan mencoba berpendapat mengenai pertanyaan no 1, bagaimana memnyeimbangkan adat dan agama. Menurut saya, agama adalah urusan manusia dengan Tuhan dan adat adalah urusan manusia dengan manusia. Kita harus menyeimbangkan keduanya, namun dalam hal ini tentu saja berbeda antara seseorang dan orang lainnya, hal ini disebabkan prioritas satu orang dan orang lain terhadap agama dan adat berbeda. Karena itu, penyeimbangan yang bisa dilakukan adalah menyelaraskan hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan manusia, jika menitik beratkan pada satu sisi, maka akan tidak seimbang. Namun, menurut saya kadang kita bisa hidup dalam ketidakseimbangan, karena sesuai dengan prioritas hidup kita yang lebih memilih pada satu komponen saja.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Disini saya tertarik dengan pertanyaan dari bapak Samsul Feri Apriyadi “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”. Hidup itu memang penuh dengan ketidakpastian, akan tetapi ada sesuatu yang pasti yaitu “Bapak Samsul menanyakan Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian” adalah suatu kepastian, dan “saya (angga) tertarik dengan pertanyaan ini adalah suatu kepastian” mirip dengan filsafat dasar dari Rene Descartes bahwa dia meragukan semua hal, dan dia hanya meyakini satu kepastian yaitu dirinya yang meragukan kesemua hal. Lalu untuk mengenai kehidupan berikut ada beberapa tips dari Immanuel Kant untuk kebahagiaan hidup (Hardiman, 2007:153):
    1) Tak seorang pun dapat memaksaku untuk bahagia menurut caranya
    2) Kebahagiaan tak terdapat di manapun di dunia ini. Yang dapat dimenangkan oleh manusia hanyalah kehormatan untuk berbahagia
    3) Orang mengenyangkan hasrat tidak lewat cinta, melainkan lewat perkawinan
    4) Pria itu mudah untuk diteliti, tetapi wanita tidak menyikap rahasianya
    5) Barang siapa tidak bekerja akan menderita kebosanan dan paling-paling dibius hal yang menyenangkan dan lelah, tetapi tak akan pernah sekalipun merasa segar dan puas
    6) Kemiskinan tidak boleh dibuat menjadi alat mata pencaharian bagi orang-orang malas.

    Terimaksih banyak Pak.

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Mengenai pertanyaan pertama, yaitu 'Bagaimana menyeimbangkan agama dan adat?'. Menurut saya tidak perlu bagi kita untuk menyeimbangkan agama dengan adat. Agama telah sempurna diciptakan Tuhan, sesempurna penciptaan manusia sendiri sehingga agama tidak perlu tambahan dari luar, baik dari adat, kebiasaan, budaya maupun tradisi setempat. Justru adat lah yang harus menyesuaikan standar agama. Selayaknya hanya kebiasaan adat yang tidak bertentangan dengan agama saja yang diikuti.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 dari Furintasari "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama" sesuai dengan sudut pandang saya miliki.

    Adat sangat lekat dengan tradisi. Apalagi saya berasal dari Jawa yang pasti berhubungan dengan tradisi jawa. Dimana di dalam tradisi tersebut pasti terdapat Uborampe (sesajen) disetiap kegiatan keagaaman. katakanlah bunga setaman dan pisang raja pasti saya dapati di setiap acara keagamaan. Sehingga penting bagi kita menyadari keberagaman yang ada. Di sisi lain, manusia juga harus melestarikan adat dan budaya yang berkembang, namun tetap tidak meninggalkan ke-Islaman.
    Haruslah memiliki batasan-batasan dalam berpikir dan bertindak sehingga aqidah tidak goyah.

    ReplyDelete
  25. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3 "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? " Saya akan berpendapat dengan sudut pandang saya. Menurut saya agar seseorang bersemangat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari maka harus selalu bersyukur atas nikmat hari-hari yang sudah di dapat. Dan selalu menjalani hari hari dengan ikhlas. Insya Allah jikalau kita ikhlas mengerjakannya, maka kita akan selalu semangat dalam menjalani kehidupan ini. Lalu bagaimana agar dalam menjalani kehidupan selalu bermanfaat. Intinya jika kita mendekatkan diri kepada Allah maka, diri kita akan ingin berbuat yang baik-baik. Yang bermanfaat untuk orang lain. Ketika kita menjadi sesuatu yang bermanfaat maka, Allah akan membalas berkali lipat kepada kita atas kebaikan yang bermanfaat tadi.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Saya tertarik menanggapi pertanyaan bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif menurut sudut pandang Filsafat. Kehidupan kontemporer yang menyuguhkan berbagai teknologi canggih, budaya serba instan, dan juga hiburan tidak bisa kita hindari. Padahal hal-hal tersebut banyak memberikan pengaruh yang negatif kepada kita. Terlebih jika kita tidak mampu untuk mengendalikan diri. Namun, kita bisa meminimalisir dampak negatif dari kehidupan kontemporer ini. Misalnya dengan menggunakan teknologi secara bijak, jangan sampai hal tersebut membuat kita lupa akan kehidupan spiritualitas kita. Kita bisa manfaatkan kelebihannya, menggunakan sesuai dengan fungsinya secara maksimal untuk hal-hal yang positif. Akan lebih baik lagi bila segala kecanggihan yang ditawarkan bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Maka mohon pertolongan Allah agar kita senantiasa ditunjukkan jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba memberi tanggapan untuk pertanyaan nomor 1. Adat dan agama menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan di negara kita. Berbagai macam suku dan budaya menjadi salah satu dominan sehingga kita harus bisa menyeimbangkan antara adat dan agama. Menurut saya, cara menyeimbangkan kedua hal itu adalah dengan melakukan keduanya sesuai dengan proporsinya, jangan mencampur adukkan hal yang tidak semestinya dan menghargai perbedaan baik adat amupun agama. Banyak orang berpikiran bahwa adata dan agama itu saling bertentangan, namun menurut saya hal ini tidak sepenuhnya benar jika kita cerdas dalam menhyikapinya. Jadi, kita harus berusahan melakukan adat yang tidak bertentangan dengan agama, jangan sebaliknya membenturkan adat dan agama.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci, “Bagaimanakah kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh semangat dan manfaat?”
    kiat-kiat agar seseorang hari-hari nya penuh semangat menurut versi saya yaitu mulai dari bangun tidur dipagi hari kita meniatkan semua hal yang akan kita lakukan hari ini, memotivasi diri dengan mengingat kedua orang tua kemudian menjalani segala sesuatunya dengan hati yang ikhlas dan selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  29. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Assalamu'alaikum
    Terima kasih Pak atas sharing seputar tanya jawab filsafat. Saya tertarik dengan pertanyaan nomor 1 "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama". Islam datang sebagai agama yang menetapkan boleh tidaknya adat diamalkan karena dalam Islam sudah jelas mana yang halal dan haram. Jika adat merupakan kebiasaan buruk dan bertentangan dengan Islam maka harus dibuang, sementara jika adat yang baik dan tidak bertentangan dengan Islam maka masih boleh diamalkan/dijalankan.
    Jika agama ini berdasarkan adat maka sungguh tidak akan ada lagi yang tersisa dari agama, karena adat merupakan tradisi yg diciptakan atau kreasi manusia, sedangkan agama adalah ciptaan Allah swt, sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pertanyaan nomor 4 sangat menarik, yaitu bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian. Secara umum saya merasa tidak ada hal yang pasti di dunia ini, kecuali telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun untuk mengetahui apa bentuk ketetapanNya pun kita sebagai manusia tidak berhak. Saya memandang hidup yang penuh dengan ketidakpastian sebagai tantangan yang akan menuntun kita pada suatu kepastian, yang akan kita dapatkan setelah melalui suatu proses. Bukankah hidup adalah upaya memperoleh apa yang menjadi tujuan hidup kita? Jika memahami tujuan dan usaha yang kita lalui maka seharusnya ketidakpastian tersebut bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Ya, hidup memang tidak pasti, untuk itulah muslim selalu mengucapkan Inshaallah pada setiap hal yang akan dilakukan, karena tidak ada yang bisa menjamin sesuatu dapat terjadi sesuai kehendak kita. Dalam bahasa yang sederhana, tidak ada yang pasti. Maka ketidakpastian, adalah bagian dari hidup yang satu persatu akan kita lalui seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  31. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    1. Menurut saya, antara adat dan agama itu bisa saling berkesinambungan. Namun, antara adat dan agama menurut saya adatlah yang ada dahulu baru disusul agama (yang memiliki aturan dari sang kholiq). Namun, antara adat dan agama bisa saling berhubungan dengan yang lainnya, yaitu seperti yang dilakukan oleh para wali sanga dengan memasukan unsur agama dalam adat yang biasa mereka lakukan. Secara perlahan adat yang dibumbui unsur agama akan diterima oleh masyarakat karena tidak menghilangkan adat mereka dan menghargai adat mereka.
    2. Menerapkan filsafat secara bijaksana menurut saya untuk kalangan saya seabagai mahasiswa masih terlalu rumit. Karena, masih belajar filsafat, jadi ke egoan dan ke subyetivitasan kita masih tinggi. Oleh karena itu, hilangkan segala hal yang menyangkut ke egoan kita agar bisa menerapkan filsafat secara bijaksana.
    3. Selalu bersyukur dan semangat menuju Ridho Alloh SWT. Karena menurut saya, hal yang membuat kita semangat menjalani hidup adalah kita memiliki acuan atau target yang ingin kita peroleh.
    4. Kehidupan aslinya memiliki kepastian. Namun, karena kita yang tidak mengetahuinya kita beranggapan sesuatu tersebut tidak pasti. Seperti takdir misalnya, kita diberikan takdir dan kita disuruh memilik. Jika kita memilih jalan ini pasti takdir ke sini, jika memilih takdir yang itu maka takdir ke situ, dan seterusnya. Jadi, hidup itu pasti namun kita saja yang berfikir bahwa hidup itu bukan sesuatu yang pasti.
    5. Guru adalah dewanya siswa, sehingga guru merupakan paralogosnya siswa. Oleh karena itu, agar memahami siswa, kita harus berfikir sesuai dengan logika siswa serta memperhatikan metafisik siswa tersebut.
    6. Jangan selalu mengandalkan fikiran kita dalam mengikuti sesuatu, selain diimbangi dengan hati namun juga dengan doa yang ikhlas.

    ReplyDelete
  32. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Maaf sebelumnya pak Prof, saya akan sedikit mencoba menjawab pertanyaan no 1 diatas, Bagaimana cara menyeimbangkan antara adat dan agama? Memang pada dasarnya antara adat dan agama mempunyai hubungan yang sangat erat, namun pembiasaan dalam adat juga harus di landasi oleh agama, karena jika adat tidak dikorelasikan dengan agama bisa membentuk manusia yang salah dalam hidup beragama. Adat adalah suatu perlakuan yang timbul akibat kebiasaan yang dilakukan secara turun menurun dari kepercayaan nenek moyang yang mengandung nilai moral dan budaya. Yang terkadang membentuk pola mitos yang harus dibuktikan dulu kebenarannya, sehingga disinilah pentingnya peranan konsep agama untuk menjadi batas diri dalam menafsirkan setiap kebiasaan yang dilakukan. Agar apa yang dilakukan tidak bertentangan dan berdampak negatif jika ditinjau dari sudut pandang keagamaan.

    ReplyDelete
  33. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pertanyaan ini,

    "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama" (Furnitasari)

    Bingung juga menjawabnya. Mari kita berdiskusi. Adat dan agama, bagaimana menyeimbangkannya? Menurut saya yang harus diseimbangkan bukan adatnya atau agamanya, bukan adat dan agamanya. Tapi yang harus mawas diri dan seimbang adalah kita, manusianya. Menyusun kehidupan yang seimbang, dimulai dari diri sendiri. Kenapa harus manusianya yang seimbang? Karena manusia dibekali akal pikir dan nurani. Saya rasa, dengan bekal tersebut manusia mapu menempatkan diri pada adat dan agama yang dijalaninya.

    ReplyDelete
  34. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Saya tertarik dengan pertannyaaan bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana.Berawal dari pengertian filsafat.Filsafat berasal dari dua patah kata bahasa Yunani, yaitu “philos” dan “sopia”.Secara etimologis. Philos berarti cinta (loving) dalam bahasa inggris, sedangkan shopia berarti kebijaksanaan (wisdom dalam bahasa inggris), atau kepahaman yang mendalam.Jadi pengertian filsafat menurut bahasa aslinya adalah “ cinta pada kebijaksnaan”Sebagaiman yang seringkali dipaparkan sebelumnya bahwa sebanar-benar filsafat adalah dirimu sendiri.Filsafat adalah proses berpikir.Dan landasan pikiran adalah hati.Jika pikiran kacau tidak mengapa yang penting hati tidak kacau.Jangan sampai lepas landas.Dan jangan lupa beriktiar dan berdo’a untuk mendapatkan ridho dari Allah.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saya tertarik untuk menanggapai pertanyaan “bagaimana menyeimbangkan agama dan budaya”. Seperti yang kita ketahi bahwa budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi sedangkan agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Sangat penting untuk menjaga budaya yang “baik” namun adalah pula budaya yang menuju ke arah negatif. Dsinilah agama memberikan petunjuk bagia manusia untuk menilai yang baik dan yang buruk. Jangan sampai budaya memanifestasi agama karena agama adalah kepercayaan yang berasal dari yang Kuasa.

    ReplyDelete
  36. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Dengan keterbatasan yang saya miliki, sebelumnya izinkan saya untuk menjawab pertanyaan dari saudara Samsul Feri Apriyadi tentang Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian.
    Bagi saya, filsafat bukanlah persoalan memikirkan kehidupan, filsafat bukanlah bagaimana cara membaca buku filsafat, bagi saya filsafat adalah tentang menghidupkan pikiran. Ketidakpastian atau kepastian bukanlah akhir dari temuan berfilsafat. Hanya dengan mempertanyakan dan berani untuk menghidupkan pikiran maka itulah yang dikatakan filsafat. Bagi saya, filsafat berbeda dengan cabang ilmu lain yang mencari titik ideal atau kebenaran dari cabang ilmu tersebut. Filsafat adalah soal mempertentangkan dalil-dalil filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  37. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sangat menarik menyimak beberapa pertanyaan filsafat ini, saya tertarik untuk menyampaikan pendapat mengenai bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Menurut pemikiran saya, menjadi bermanfaat adalah ketika kita mampu memberikan sesuatu yang positif kepada orang lain maupun lingkungan disekitar kita. Tentu tidak harus selalu dengan sesuatu yang besar, bisa dengan hal-hal kecil sesuai dengan kemampuan kita. Memberikan nasihat yang baik, memberikan senyum yang tulus ikhlas, memberikan semangat atau motivasi, berkomunikasi dengan baik dan menyenangkan, termasuk bagian dari proses kita menjadi bermanfaat. Nah untuk dapat melakukannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kita harus mengatur dalam benak kita bahwa apa yang kita miliki saat ini, apa yang membuat kita bahagia, adalah hasil pemberian. Dengan demikian, apakah kita akan terus menjadi penerima? Tentu menjadi pemberi akan jauh lebih mulia. Kedua kita harus selalu ikhlas hati dan pikir. Dengan keikhlasan tersebut, tentu saja kita akan menjadi lebih bersemangat untuk terus bermanfaat.

    ReplyDelete
  38. BUlan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Saya tertarik untuk mencoba menyampaikan pandangan saya tentang persoalan bagaimana agar kehidupan yang kita jalani bermanfaat dan penuh semangat. Sebenarnya kesemua hal yang kita ingin temukan jawabannya, jawaban itu sendiri telah ada dalam diri kita. namun kita menolak untuk menerimanya karena kita merasa jawaban hati kita tersebut bukan hal yang benar atau dalam kata lain kita masih memiliki keraguan atas diri kita sendiri. Padahal segala sesuatu berangkat dari dalam diri, maka percayalah pada kemampuan diri sendiri. Karena meskipun banyak motivasi atau dorongan yang kita peroleh, kalau hati enggan menerimanya maka itu semua tidak berarti.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika
    Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat?
    Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  40. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama?
    Menurut saya hakikat yang tertinggi dalam hidup ini adalah agama. Karena agama berasal dari sang pencipta, sedangkan adat adalah kebiasaan yang dibuat oleh manusia. Maka yang perlu diutamakan adalah agama terlebih dahulu. Adat yang menyimpang dari ajaran agama lebih baik tidak perlu diikuti.

    ReplyDelete
  41. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Agar hari-hari penuh semangat maka seseorang itu harus menetapkan tujuan hidup, terutama apa target-target yang ingin dicapai pada hari ini. Agar hari penuh manfaat maka setiap kegiatan yang dilaksanakan setiap harinya harus positif. Kerjakan yang bisa dikerjakan sekarang, karena jika ditunda-tunda maka akan bertumpuk-tumpuk dengan pekerjaan yang akan datang.

    ReplyDelete
  42. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana? Menerapkan filsafat secara bijaksana adalah dengan menyadari bahwa filsafat adalah dirimu sendiri. Apa yang kamu pikirkan adalah siapa dirimu sebenarnya. Untuk itu jadilah diri sendiri yang selalu berada pada pedoman-pedoman agama dalam berfilsafat maupun melakukan kegiatan lainnya.

    ReplyDelete
  43. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Filsafat itu cara berpikir. Filsafat itu mengenai yang ada dan yang mungkin ada. Filsaat itu mengenai tesis dan antitesis kemudian disintesa apakan menjadi baik atau menjadi buruk atau bukan baik atau bukan buruk. Filsafat menuntun untuk berpikiran luas dari semua sudut. Filsat mengajarkan adil untuk berpikir. Sehingga, menerapkan filsafat dengan bijaksana itu dengan cara ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  44. Junianto
    17709251065
    PM C

    44. Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 3 tentang bagaimana kiat-kiat agar hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat. Setiap manusia tentu punya arah dan tujuan dalam hidupnya. Manusia mempunyai cita-cita yang berusaha dicapai dimasa mendatang. Inilah yang akan menjadi pemicu semangat dalam hidup. Selain itu, manusia adalah makhluk sosial dan perlu diyakini bahwa apa yang kita dapatkan akan berbanding lurus dengan apa yang kita berikan. Maka dari itu, jika hidup kita ingin dipenuhi dengan manfaat maka kita harus selalu menebar kebermanfaatan di dunia. Jika manusia mampu memberikan manfaat bagi orang lain, maka manfaat itu sejatinya akan kembali kepadanya pula.

    ReplyDelete
  45. Saya mencoba memberikan tanggapan pertanyaan nomor 2 berkaitan dengan bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Tentu saya menanggapinya dengan pemahaman yang saya ketahui. Filsafat adalah meliputi segala hal dalam kehidupan, sehingga kebijaksanaan dalam penerapannya pun meliputi berbagai aspek kehidupan. Menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya masing-masing dan melakukan amanah/ tugas sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku bisa dijadikan sebagai salah satu cara melaksanakan filsafat dengan bijaksana. Maka dari itu, menurut saya bersikap proposrsinal dan tidak berlebihan dalam segala hal merupakan salah satu cara menerapkan filsafat secara bijaksana.

    ReplyDelete
  46. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Mohon izin untuk berbagi pendapat prof
    2. Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Dengan bersyukur, mengingat setiap kenikmatan, kebaikan dan kesempatan yang tidak Allah berikan pada selain kita akan membuat kita semangat dalam menjalani hidup. Dengan menyelesaikan setiap urusan kita dengan Allah (beribadah) juga akan memberikan energy bagi kita dalam menjalani hidup. Dengan membaca firman-firman Allah dalam kitab-Nya juga akan memberikan energy bagi kita, sebagaimana kata seorang ulama Mesir bahwa dalam Al-Quran mengalir ruh-ruh perjuangan

    ReplyDelete
  47. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Mohon izin untuk berbagi pendapat prof
    2. Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Menerapkan filsafat secara bijaksana adalah dengan tidak memaksakan filsafat kita kepada orang lain. karena sebenar-benar filsafat adalah filsafatmu sendiri.

    ReplyDelete
  48. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Mohon izin untuk berbagi pendapat prof
    1. Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?
    Menurut saya, menyeimbangkan antara adat dan agama adalah dengan tidak mempertarungkannya dan dengan mencari titik temunya. adat adalah kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun, sehingga ia pasti memiliki sejarah. sejarah berlakunya sebuah adat inilah yang perlu kita pelajari, karena beberapa adat merupakan sebuah cara memasukkan agama ke dalam kehidupan masyarakat. hanya terkadang proses tersebut belum selesai karena ditengah jalan ulama/wali meninggal dunia terlebih dahulu

    ReplyDelete
  49. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya mencoba menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”. Semua di dunia ini itu tidak pasti. Hanya Allah yang mengetahui kehidupan ini secara pasti. Sebagai manusia, memiliki pikiran yang positif itu sangat perlu. Berhusnudzon kepada Allah itu wajib hukumnya. Apapun yang dikehendaki Allah, itu adalah yang terbaik versi Allah. karena Allah Maha Tahu dan Bijaksana. Musibah, Kebahagiaan, ataupun yang lain itu adalah cobaan yang diberikan kepada manusia. Sebagai manusia, kita hanya berusaha dan berdoa. Menurut kita tidak baik, menurut Allah itu baik untuk kita. Hanya saja kita harus memandang apapun keadaan itu dengan sudut pandang yang positif.

    ReplyDelete
  50. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan dari Furintasari yang bertanya :Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama? Menurut saya antara adat dan Agama bisa seimbang bahkan saling mendukung. Salah Seorang wali kita (senan Kalijaga) telah membuktikan itu, beliau menyebarkan agama dengan kesenian pemasangan, dan dari segi penampilan (berdasarkan cerita dan film) beliau selalu menggunakan pakaian adat jawa. Namun jika kita lihat kondisi saat ini banyak sekali adat yang tidak seimbang dengan agama (dalam hal ini agama islam), ini terjadi karena beberapa sebab salah satunya karena adat kita sudah dipengaruhi oleh budaya barat, seperti contohnya adat nyongkolan di Lombok, yang dulunya masih seimbang dengan agama sekarang sudah mulai kebarat-baratan baik dari segi pakaian maupun tarian ya.

    ReplyDelete
  51. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Untuk pertanyaan kedua, bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana, salah satu yang mungkin adalah dengan mengingat metafisik. Melihat apa yang Ada di balik segala yang Ada dan yang mungkin ada. Pak Marsigit telah membekali Kita dengan pengalaman nolisasi, yang saya refleksikan sebagai peringatan sepanjang hidup, agar Kita tidak merasa paling hebat, paling tahu, benar, day. Di atas langit masih ada langit. Dan cobalah melihat apa yang ada di balik sesuatu pengalaman atau apa yang Kita lihat. Dengan demikian kita tidak serta merta membuat penilaian tentang sesuatu hal. Berhati-hati dalam menginterpretasi-berhermenetika dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  52. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya mencoba memberikan pendapat saya mengenai pertanyaan nomor 2 yaitu tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Berfilsafat artinya melakukan yang dipikirkan dan memikirkan yang dilakukan. Orang yang belajar filsafat artinya memandang yang ada secara berhirarki mulai dari material, formal, normatif dan spiritual. Cara pandang tersebut tentunya akan disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Oleh karena itu menurut saya berfilsafat dengan bijaksana adalah kita mampu membaca ruang dan waktu sehingga tahu memandang sesuatu dari dimensi yang mana.

    ReplyDelete
  53. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillahirrohmanirrohim, Saya akan mencoba menjawab pertanyaan “bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang filsafat?”
    Jawab:
    Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah potensi. Manusia adalah potensi. Potensi yang satu menghasilkan potensi yang lain. Ketika potensi itu mampu dikendalikan sesuai ruang dan waktunya, pengaruh dari luar pun dapat terkendali dan perlahan jargon keburukan pun dapat dikalahkan sedikit demi sedikit. Maka, hendaklah manusia itu mampu berhermeneutika, terutama hermeneutika hidup. Ketika manusia sudah mampu mengenali dan menafsirkan untuk apa hidupnya dan apa yang hars dia lakukan dalam hidupnya, maka jargon kebaikan pun akan menguasai dirinya. Ada dan hidup di jaman kontemporer/ masa kini memang tidak lah mudah. Karena mengada adalah hakikat hidup, maka setiap saat kita adalah pengada. Sekarang kita diminta memilih. Memilih untuk sebagai pengada yang buruk atau yang baik, memilih hidup dalam dunia kegelapan tanpa keberkahan, atau sebaliknya. Memang, sejak kecil intuisilah yang menjadikan kita berpengetahuan dasar. Namun, seiring berjalannya waktu akan ada banyak hal yang mampu kita korelasikan dari abstrak dan nyata, terutama pada perilaku dan tindakan sehari-hari. Semoga kita mampu menahan nafsu buruk selama kita hidup di jaman kontemporer ini agar kita terhindar dari pengaruh yang dapat menjerumuskan dan menyia-nyiakan hidup kita. Amin.

    ReplyDelete
  54. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Bismillahirrahmanirrahim..
    saya tertarik menjawab pertanyaan dari saudari Fitratul Wulan Fatmasuci tentang Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?. orang akan bersemangat menjalani apapun ketika ia memiliki tujuan, tujuan hidup, target mimpi-mimpi. karena dengan begitu manusia akan tau arah kemana ia melangkah. dan jika ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain gunakan lah kelebihan mu untuk membantu teman teman yang ada disekitarmu. misalnya kamu jago dalam menulis maka tulislah hal-hal yang bermanfaat bagi sang pembaca. kamu jago dalam hal pelajaran maka bantulah teman temanmu dalam menyelesaikan kesulitannya pada pembelajaran tersebut.
    demikianlah jika ada kata-kata yang salah saya mohon maaf. allahu'alam..

    ReplyDelete
  55. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat? Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  56. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menanggapi soal no 2, belajar filsafat sangat erat kaitannya dengan kebijaksanaan. Belajar filsafat bisa membantu seseorang untuk cekatan dalam mengatasi masalah kehidupan, karena di filsafat dituntut selalu berpikir kritis. Dengan berfilsafat maka akan membantu kemampuan kita dalam memahami sesuatu atau pandangan orang lain, sehingga kita menjadi bijak dalam memandang sudut pandang yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  57. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B
    Menanggapi pertanyaan yang pertama, bagaimana menyeimbangkan antara dan agama? Negara Indonesia memiliki banyak pulau dan setiap pulau pasti memiliki adat yang beragam. Jangankan setiap pulau, setiap provinsi di Indonesia memiliki adat yang sangat beragam. Di Indonesia juga mengakui lima agama. Setiap agama pasti mengajarkan untuk berhubungan baik dengan Tuhan dan sesama manusia (manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia). Setiap individu harus bisa menyikapi adanya beragam agama dan adat dengan cara mengedepankan toleransi. Sebab setiap individu memiliki kepercayaan masing-masing kepada Tuhan dan menjunjung tinggi adat istiadat daerahnya sebab agama dan adat harus berjalan beriringan. Hal ini dikarenakan, manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  58. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya akan mencoba mejawab pertanyaan nomor 5, yaitu bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang filsafat. Filsafat adalah dasarnya ilmu, sehingga setiap guru yang mempunyai ilmu dalam memahami karakteristik siswa yang bervariasi dan bisa mengolah kelas pbm matematika dengan baik, maka guru itu bisa dianggap bisa berfilsafat. Dalam memahami karakteristik siswa, guru atau pengajar harus memahami dulu dunia dan pemikiran siswa. Untuk lebih mengetahui karakteristik siswa, maka guru harus mengawasi dan memperhatikan siswa kegiatan pbm.

    ReplyDelete
  59. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan "Bagaimana menerapkan filsafat secara bijakasana?". Dari hasil yang saya dapatkan saat kuliah dgn prof marsigit, saya tau bahwa ketika bersilfat hendaknya kita memperhatikan ruang dan waktunya. Jangan sampai kita berbicara dengan orang yang tidak mengerti filsafat, karena cara berpikir filsafat berbeda dengan orang awam. Misalnya ketika berhadapan dengan anak SD jangan kita menjelaskan bahwa 2 tidak sama dengan 2, atau ketika ada orang asing yang bertanya jam berapa, maka jangan dijawab dengan jam berjalan, jika tidak mau dicap sebagai orang aneh.

    ReplyDelete
  60. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Mbak Maryana yaitu
    “Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?”. Menurut saya jawaban dari pertanyaan itu adalah setiap siswa memiliki karakter dan pola pikir masing-masing yang semua itu telah dipengaruhi oleh pengalaman, dan skema pikir yang telah ada dalam pikirannya. Sedangkan filsafat adalah mengenai tentang olah pikir. Oleh karena itu dalam memahami karakter siswa dalam proses belajar mengajr yaitu guru sebaiknya membebaskan siswa untuk berpikir sesuai dengan pengalaman dan pengetahuannya. Caranya dengan menerapkan student center di mana siswa memiliki kebebasan dalam mengungkapkan pendapatnya dan komunikasi dua arah antara siswa dengan siswa, dan guru dengan siswa.

    ReplyDelete
  61. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pada diskusi filsafat ini, saya akan mencoba berpendapat mengenai pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci:
    “Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?” Menurut saya kunci agar hari-hari kita penuh semangat dan manfaat adalah dengan menjalani aktifitas secara ikhlas dan niatkan semuanya karena Allah. Insyaallah ketika kita menjalani semua aktifitas dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah, maka hari-hari kita akan terasa lebih mudah dan ringan. Namun adakalanya kita harus menjalani aktifitas dengan tidak semangat, misalnya ketika kita diminta untuk tidur saat jam pelajaran kita harus tidak semangat untuk menjalankannya karena itu bukanlah hal yang baik. Semangat itu harus dikobarkan di ruang dan waktu yang tepat. Terimakasih

    ReplyDelete
  62. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan dari Mbak Ainun Fitriani dengan pertanyaannya bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana? Menurut hemat saya, menerapkan filsafat dengan dijaksana adalah sesuai dengan ruang dan waktunya dan mampu terjemah dan menterjemahkan. Segala hal yang dipelajari dalam filsafat secara tidak kita sadari itu adalah filsafat, tetapi setelah kita belajar filsafat dan kita tahu bahasa filsafatnya seperti apa dan bagaimana, tidaklantas kita terapkan bahasa analog kepada orang awam, kita harus mampu menerapkan filsafat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam sekalipun. Menerapkan filsafat dengan bijak tidak luput dengan landasan spiritual, maka ketika sedang berfilsafat hendaklah hati selalu berdzikir dan meminta perlindungan Allah supaya selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  63. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan postingan ini, saya mencoba menanggapi pertanyaan no 3. Sari Fitratul. Semangat bisa lahir dari dalam diri atau dari luar diri, namun kunci utama dari semangat adalah diri kita sendiri. Tiadalah artinya jika seseorang mendorong, menyemangati kita sedangkan kita tidak memiliki semangat dan pikiran postif dari dalam diri sendiri. Maka sebenar-benar semangat adalah bersumber dari dirimu dan pikiran positifmu. Agar semangat kita membara, kita harus mempunyai target dan mimpi. Hidup tanpa target dan tanpa mimpi bak sayur tanpa garam. Di samping itu, dalam kehidupan kita tidak hanya harus bersemangat namun juga harus bermanfaat. Karena sebenar-benar arti kehidupan akan kita rasakan apabila kita mampu menebar manfaat untuk lingkungan. Maka kita harus menjadi pribadi yang peka akan lingkungan sekitar, saling berkasih sayang dengan orang lain.

    ReplyDelete
  64. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba berpendapat untuk pertanyaan no 4, bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian.
    Hidup merentang dari pasti hingga tidak pasti maka itulah kuasa Illlahi. Tiadalah kita mampu menjamin kepastian sesuatu sebelum Tuhan menghendaki terjadinya sesuatu tersebut. Manusia diberi dua potensi yaitu potensi takdir dan ikhtiar. Maka sebenar-benar yang harus kita lakukan dalam menghadapi ketidakpastian adalah senantiasa selalu berikhtiar dan memohon petunjuk dari Nya.

    ReplyDelete
  65. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan lainnya yaitu dari Aris Kartikasari. Menurut saya tiadalah cara yang paling ampuh dalam menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif selain memperluas pengetahuan dan mem-filter segala perubahan dan kemajuan yang ada, serta senantiasa memohon perlindungan dari sang Mahakuasa. Dunia kontemporer akan selalu berusaha mempengaruhi kita melalui perkembangan teknologi. Tawaran-tawaran kehidupan yang instan akan terus menjadi ancaman seseorang kehilangan jati dirinya. Seseorang yang termakan tipu daya dunia kontemporer akan tenggelam dalam permainan teknologi, ia akan mengabaikan jati diri bangsa dan mengenyampingkan urusan spiritual. Maka perluaslah pengetahuan dan perdalamlah spiritual dalam menghadapi dunia kontemporer.

    ReplyDelete
  66. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan pertama, "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?" saya ingi flashback pada era walisongo saat menyebarkan agama Islam, Beliau-beliau tidak lantas menyebarkan Islam dengan menghilangkan unsur kebudayaan setempat atau adat yang berlaku di daerah tersebut, melainkan dengan memadukan Islam dan adat. Ambil contoh pada zaman dahulu ada adat untuk memberikan sesajen, masuknya Islam selanjutnya mengubah adat sesajen tersebut dengan memberikan "sedekah" kepada kerabat atau tetangga diiringi tahlil dan puji-pujian kepada ALlah SWT. ada pula Sunan Kalijaga yang berdakwah (menyebarkan Islam) dengan media wayang. Hal ini sangat menarik, mengingat wayang merupakan kesenian yang dapat menarik minat masyarakat untuk berkumpul, sedangkan muatan atau cerita wayangnya digubah sedemikian ruap sehingga memuat ajaran agama Islam.
    Sehingga antara adat dan agama dapat berpadu, jadi tidak lantas berdiri sendiri-sendiri, sehingga Islam dapat berjaya di Nusantara tanpa meninggalkan adat yang ada. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  67. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Selanjutnya saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan ketiga, "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    Semangat berkaitan erat dengan kondisi mental atau mood seseorang utuk melakukan sesuatu. sedangkan manfaat berkaitan dengan hubungan seseorang dengan selain dirinya, baik lingkungannya, orang lain, hewan, tumbuhan dan sebagainya.Untuk menjaga semangat, maka seseorang perlu mengenadlaikan dirinya sendiri, seperti senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, berpikir positif dsb. Dengan bersyukur, seseorang akan menyadari bahwa eksistensinya di dunia ini ialah karena berkat dan rahmat Allah SWT, sehingga orang tersebut akan terdorong untuk menggunakan berkah tersebut sebaik-baiknya. Sedangkan berpikiran positif akan menyebabkan seseorang senantiasa memandang dirinya sebagai seorang yang beruntung.Logikanya seseorang yang beruntung akan bersemangat melakukan apapun, bahkan sesuatu yang sebenarnya tidak disukainya. Sedangkan kiat agara menjadi seseorang yang bermanfaat ialah dengan memposisikan diri sendiri di posisi orang yang sedang dihadapi. Ambil contoh saat teman kita mengalami kesulitan, dengan memposisikan diri kita pada posisi teman tersebut maka akan mendorong kita untuk dapat melakukan sesuatu yang mampu membantunya, hal yang demikian tersebut mengindikasikan kebermanfaatan kita minimal bagi orang-orang terdekat. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  68. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Saya tertarik pula untuk menanggapi pertanyaan "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?". Jika di kaitkan dengan filsafat, seperti yang sering Prof. Marsigit sampaikan, hal ini dapat dipandang dari kaca mata "takdir-ikhtiar". Allah menciptakan alam semesta ini dengan menciptakan pula takdir untuk setiap hamba-Nya. Biarpun demikian, ada takdir yang masih bisa berubah seiring dengan usaha yang kita lakukan. Oleh karena itu, memandang ketidakpastian di dunia ini hendaklah kita meyakini bahwa Allah SWT telah menggariskan segalanya, di samping itu, Allah yang maha pemurah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berusaha dan mencapai derajat yang lebih baik lagi, tentu saja sesuai kadar ikhtiar dan doa yang kita lakukan. Wallau a'lam

    ReplyDelete
  69. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya mencoba menjawab, bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang filsafat? Menurut saya, seiring perkembangan zaman yang sangat maju dan pesat seperti pada masa sekarang ini, sangatlah mudah pengaruh-pengaruh negatif masuk atau tertanam dalam kehidupan masyarakat. Untuk menghindari pengaruh yang kurang baik, maka sebaiknya kita harus memikirkan baik dan buruknya, untung dan rugi terlebih dahulu sebelum bertindak dan melangkah maju, karena sebenar-benarnya membangun hidup adalah berfikir. Kemudian kita harus menganalisis hal baru dengan pengetahuan yang sebelumnya, dan menganalisis hal baru dengan budaya yang ada di negara ini, jika berlawanan sebaiknya kita mencegah dan menghindarinya agar dapat menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif.

    ReplyDelete
  70. Latifah Fitriasari / 17709251055

    Antara Agama dan Adat atau Kebudayaan tidak relevan jika keduanya di pertentangkan karena tidak dalam posisi sederajat atau sebanding. Pertentangan yang tidak sebanding itu kemudian melahirkan konflik horizontal yang sampai saat ini terjadi. Bahkan akhir-akhir ini semakin meruncing kearah dekadensi kesatuan dan persatuan bangsa dan negara kita.

    ReplyDelete
  71. Latifah Fitria / 17709251055

    Kita tidak bisa mempertentangkan adat dan agama. Sebab agama adalah pemahaman mengenai bagamana dan seperti apa kehidupan yg baik, benar, adil dan bahkan hakiki bagi manusia. Sedangkan pelaksanaannya (amaliah) adalah kebiasaan yang jika dilakukan akan menjadi adat, yang pada tahapnya yang paling tinggi akan mewujudkan suatu peradaban.

    ReplyDelete
  72. Insan A N/PPs PmC 2017
    Kiat agar hidup selalu semangat, secara filsafat dalam hidup kita harus berpikir. Dengan berhenti berpikir maka sebenarnya kita telah mati. Memikirkan hal yang ada dan mungkin ada akan memberikan rasa ingintahu, mencari tahu, dan selalu tahu. Hal ini akan membuat hidup kita bersemangat. Memikirkan tentang target hidup, rencana kegiatan, rencana masa depan, dsb. Maka jangan berhenti berpikir agar hidupmu selalu semangat

    ReplyDelete
  73. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari enam pertanyaan yang dicantumkan dalam postingan kali ini, saya tertarik dan akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 6 tentang "Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?". Menurut pendapat saya, pengaruh kontemporer negatif seperti perilaku hedonisme, terlalu mengagung-agungkan teknologi, pragmatisme, dan seterusnya, dapat kita tanggulangi apabila kita memiliki pedoman yang benar dan kuat. Kontemporer-kontemporer negatif itu merupakan mitos yang harus kita lawan. Caranya adalah dengan memfilter apa yang masuk ke dalam pikiran dan menggunakan hati serta pikiran yang ikhlas dalam setiap tindakan.

    ReplyDelete
  74. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Filsafat terkandung dalam segala aspek kehidupan. Karena semua aspek kehidupan termuat dalam filsafat maka tidak terkecuali mengenai adat maupun agama. Dengan mengetaui bagaimana filsafat itu sendiri maka diri ini akan terbawa ke perbatasan. Di tempat perbatasan inilah, kita akan mengetahui antara tahu dan tidak tahu. Karena dengan berpikir maka kita akan mengada sesuatu yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  75. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba untuk menanggapi pertanyaan “Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?”
    Manusia adalah potensi, begitupula dengan siswa. Karakteristik siswa merupakan bentuk dari potensi tersebut. Siswa sebagai manusia secara kodratnya telah terpilih dan dipilih oleh Tuhan berbeda-beda. Sehingga dalam kegiatan pbm maka wajar saja jika karakteristik siswa- siswanya berbeda, namun perbedaan tersebut tidak boleh diabaikan karena nantinya akan menimbulkan masalah pembelajaran. PBM matematika harus mampu memfasilitasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda tersebut. Seperti yang telah bapak sampaikan pada elegi mengenai lesson study bahwa PBM matematika harus menganut paradigma “karena” karena karakteristik siswanya beragam, maka siswa dapat mempelajari beragam matematika pula. PBM tidak terpaku pada 1 LKS saja, dan satu hasil yang sama saja, boleh saja menggunakan LKS yang beragam sesuai dengan karakteritik siswanya sehingga siswa yang quick learner dapat belajar tanpa menunggu slow learner, dan slow learner mampu membangun pengetahuan yang bermakna secara mandiri. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  76. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menjawab pertanyaan no. 3 menurut saya agar hidup penuh semangat maka kita harus memiliki tujuan yang pasti. Tujuan hidup hendaknya ditulis agar kita semangat, misalkan saja tujuan untuk bisa sekolah S3 di luar negeri, maka kita akan belajar giat mencari beasiswa atau bahkan mencari uang sendiri untuk biaya kuliah apabila tidak bisa mendapatkan beasiswa. Karena hidup kita sudah semangat, maka hidup kitapun akan bermanfaat. Manfaat pertama yaitu ada pada diri sendiri, karena kita mampu mengatur waktu untuk cita-cita kita.

    ReplyDelete
  77. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Wah sungguh pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Sayang ada pertanyaan yang sepertinya terpotong.
    Saya merenungkan pertanyaan:
    "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    Pertanyaan ini sangat berhubungan dengan diri saya. Saya juga merenungkannya,bagaimana ya? Oh, saya mendapat 1 kata: bersyukur. Dengan syukur kita bisa melihat dunia menjadi indah,menjadi lebih bersemangat. Memandang semuanya lebih positif. Bersyukur atas segala yang diberikan Tuhan, bersyukur atas semua pilihan yang telah kita jalani. Tak mudah memang, tapi dengan bersyukur kita dapat lebih memaknai hidup dengan lebih baik..

    ReplyDelete
  78. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Menurut saya, penerapan filsafat secara bijaksana yaitu penerapan filsafat sesuai dengan ruang dan waktunya. Kita harus pandai-pandai menerapkan filsafat sesuai dengan keadaannya. Belum tentu filsafat matematika dapat dengan tepat diterapkan pada disiplin ilmu yang lain. Banyak orang yang salah mempersepsikan filsafat karena tidak tepat dalam penerapannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam mempelajari filsafat, karena filsafat itu harus sesuai dengan hati nurani kita masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk menerapkan filsafat secara bijaksana, salah satunya adalah menempatkan semua sesuai ruang dan waktu. Saat kita berhadapan dengan seorang siswa, kita tidak seharusnya menyampaikan filsafat secara mentah terhadapnya. Kita boleh menggunakan filsafat, namun dengan penyampaian sesuai dengan apa yang dapat diolah siswa. Kita juga dapat menggunakan filsafat dengan bijaksana dengan mengambil hikmah-hikmah atau pelajaran dalam mengkaji filsafat untuk membantu menghadapi kehidupan sehari-hari.

      Delete
  79. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan nomor 2 yaitu " Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?". Tujuan dari filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika , etika, maupun metafisika. Oleh karena itu, dengan berfilsafat, seseorang akan melakukan perenungan dan menganalisa permasalahan di kehidupan dunia sehingga dapat menyikapinya secara bijaksana.

    ReplyDelete
  80. Saya mau mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?". Menurut filsafat saja, kepastian itu mitos apalagi ketidakpastian itu sendiri. Tidak ada yang pasti di dunia ini, karena semua bergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  81. Mencoba menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kiat seseoeang agar harinya penuh semangat dan manfaat. Yaitu dengan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Orang bersyukur makan akan ditambahkan nikmat kepadanya, sesuai janji Allah SWT. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Maka dengan beribadah dengan landasan ikhlas juga merupakan salah satu cara agar hidup lebih bermanfaat

    ReplyDelete
  82. Mencoba menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kiat seseoeang agar harinya penuh semangat dan manfaat. Yaitu dengan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Orang bersyukur makan akan ditambahkan nikmat kepadanya, sesuai janji Allah SWT. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Maka dengan beribadah dengan landasan ikhlas juga merupakan salah satu cara agar hidup lebih bermanfaat

    ReplyDelete
  83. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana? Filsafat adalah ruang dan waktu. Sehingga tak semua tempat dapat diterapkan filsafat, tak semua waktu filsafat dapat digunakan. Salah satu kunci bijaksana adalah sabar. Selain itu juga harus menerapkan konsep empati bukan simpati. Setiap keputusan yang ingin kita ambil harus mempertimbangkan baik buruknya. Jangan sampai merugikan orang lain. Jika perlu andaikan kita sebagai dia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  84. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hidup akan selalu berubah dan penuh dengan suatu ketidakpastian. Demikian pula antara suatu kepastian dalam hidup hanyalah sebuah ketidakpastian. Sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Tidak ada sesuatu pun yang pasti selain ketidakpastian itu. Lebih menarik lagi bila kita sedikit mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya: sesuatu yang pasti akan hari esok adalah bahwa hari esok itu tidak pasti. Dengan ketidakpastian ini kita menjadi ingin menyiapkan diri menghadapinya. Karena manusia hidup diantara ketidakpastian. Jika segalanya sesuatunya sudah pasti maka kemanusiaan kehilangan arti.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  85. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan nomor dua oleh Ainun Fitriani tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijak. Menurut yang saya pernah peroleh dari penjelasan prof di kelas ketika beliau menanggapi pertanyaan serupa. Sederhana saja, seseorang dikatakan bijak dalam menerapkan filsafat yaitu bila sesuai ruang dan waktunya. Jawaban ini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan tersebut saja namun bisa melingkupi pertanyaan apapun yang berhubungan dengan “bijak” baik itu dalam bertindak/berbuat/berkata/bertutur dan lain sebagainya. Sebab, konsep dari bijak itu sendiri yaitu tentang bagaimana menempatkan diri maka kuncinya adalah satu yaitu “ sesuai/ tepat ruang dan waktunya”.

    ReplyDelete
  86. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan ke empat dari Samsul Feri Apriyadi tentang bagaimana memandang kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian, menurut saya segala sesuatu dalam hidup ini memang tidak ada yang pasti namun bila ada yang pasti kita tidak tau kapan hal tu terjadi. Misalnya: kapan seseorang akan mati, kapan kiamat terjadi, kapan seseorang dilahirkan bahkan walau bisa diperkirakan namun tak pernah benar-benar tepat waktu terjadinya, segala sesuatu pertanyaan berhubungan dengan kapan dan hal itu belum terjadi semuanya adalah hal yang tidak pasti. Namun, bagaiamana kita menanggapi ketidakpastian tersebut jalannya hanyalah berikhtiar, berdoa, dan bertawkkal. Meskipun segala sesuatunya belum pasti seperti sukses/gagal, kaya/miskin, dan infinite regress. Kita sebagai manusia jangan hanya pasrah menghadapi atau menanti terjadinya ketidakpastian yang belum hadir itu, semua memang kembali ke takdir Allah SWT, namun ada juga takdir yang kita gapai melalui usaha. Cheer up!

    ReplyDelete
  87. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    1. Keserasian antara adat dan agama memang perlu dipertahankan. Karena pada dasarnya agama tidak bisa masuk ke dalam sebuah individu tanpa adanya budaya yang memebrikan jalan masuk terhadap suatu golongan.
    2. Filsafat jika diterpakan secara bijak maka halini seharusnya menghubungkan antara apa yang ada di dalam fikiran dan juga yang ada di dalam hati. Karena jika mengutamakan fikiran saja, maka kebijakan dalam filsafat akan hilang karena hari tidak diikutsertakan dalam memberikan pandangan dalam filsafat

    ReplyDelete
  88. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Menjawab pertanyaan bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat, menurut saya yang dibutuhkan adalah motivasi yang kuat. Motivasi terkuat berasal dari diri sendiri. Untuk memotivasi diri sendiri, dibutuhkan tekad yang kuat untuk mencapai apa yang ingin diraih. Kemudian selalu fokus dengan apa yang benar-benar diinginkan dan kenali kemana arah tujuan hidup diri sendiri. Selain itu, yang membuat diri lebih bersemangat adalah adanya rasa syukur di dalam hati, selalu bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dapat membantu mengusir penyebab diri tidak semangat.

    ReplyDelete
  89. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci: "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    menurut saya, kiat-kiat agar hari-harinya menjadi menyenangkan adalah dengan cara kita mensyukuri dengan apa saja nikmat yang Allah berikan, tidak mengeluh jika ada masalah, nikmati saja, berdo'a dan berikhtiar semoga diberikan jalan keluarnya. solusi agar bermanfaat, maka jika kita melakukan suatu hal, jangan hanya memikirkan manfaat dan kerugian bagi diri kita sendiri, mellainkan kita memikirkan bagaimana dalam sudut pandang orang lain, apakah memberikan keuntungan atau malah merugikan orang lain"

    ReplyDelete
  90. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    disini saya juga akan mencoba menanggapi pertanyaan dari maryana tentang bagaimana memahamikarakteristik siswa dalam pbm matematika.
    kalau kita memahami karakteristik siswa satu-satu, maka kita akan kerepotan, karena antara siswa yang satu dan siswa lainnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. jadi diambil saja generalisasinya, kebanyakan siswa menganggap matematika itu merupakan momok yang mengerikan, menyeramkan. nah berangkat dari situ, kita ubah mindset mereka yang awalnya sangat tidak suka dengan matematika, dengan cara memberikan peembelajaran matematika yang menyenangkan, tidak membosankan dan mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  91. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba memberi pendapat terkait pertanyaan no 1, bagaimana menyeimbangkan adat dan agama. Menurut saya, agama adalah masalah manusia dengan Tuhan dan adat adalah masalah antar manusia. Harus diseimbangkan keduanya, namun dalam hal ini tentu saja berbeda antara seseorang dan orang lainnya, hal ini disebabkan prioritas satu orang dan orang lain terhadap agama dan adat berbeda. Karena itu, penyeimbangan yang bisa dilakukan adalah menyelaraskan hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan manusia, jika menitik beratkan pada satu sisi, maka akan tidak seimbang. Menurut saya kadang kita bisa hidup dalam ketidakseimbangan, karena dalam ketidakseimbangan itu biasanya kita memberi prioritas lebih pada salah satu aspek.

    ReplyDelete
  92. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana kiat-kiat agar sehari-hari penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya agar tiap hari selalu bersemangat hendaknya seseorang selalu ikhlas dalam menjalankan aktifitasnya dan selalu merasa penasaran dengan hari esok. Dengan ikhlas menjalankan aktivitas maka segal hal yang dilakukan setiap hari pasti akan membawa manfaat walaupun hanya kecil saja. Dengan membawa rasa bermanfaat bagi lingkungan maka seseorang akan merasa bahagia dan senantiasa menantikan hari esok yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  93. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Menurut saya agar hari-hari kita penuh dengan semangat dan manfaat maka isi hari kita dengan semua perbuatan yang di awali dengan niat yang ikhlas. Setiap perbuatan yang diawali dengan niat yang baik maka balasan yang baik pula yang akan kita peroleh. Bahkan dalam menutut ilmu pun jika tidak didasari dengan niat yang ikhlas maka ilmunya pun menjadi tidak berkah, tidak ada manfaat.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  94. Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?
    Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat?
    Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  95. Shelly LUbis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya tertarik dengan pertanyaan tentang bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama. adat itu mungkin hampir sama dengan tradisi (jika saya tidak keliru). saya pernah mendengar seorang ustadz berkata bahwa Islam yang harus di tradisikan, bukan tradisi yang diislam kan. dengan kata lain, jika tradisi nenek moyang kita sesuai dengan ajaran agama, maka patut kita jaga. namun jika tradisi nya tidak sesuai dengan islam, maka jangan dipaksakan agar islam yang menyesuaikan tradisi tersebut.

    ReplyDelete
  96. Dalam filsafat sesungguhnya banyak bidang ilmu lain yang dibahas. Termasuk dalam bidang pendidikan. Karena sesunguhnya filsafat itu adalah ilmu mengenai pikiran manusia dan kehidupannya. Pendidikan pun termasuk dalam hasil dari sebuah pemikiran manusia dan tidak bisa terpisahkan dalam nilai kehidupan manusia.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  97. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya ingin menanggapi pertanyaan no 3 dari Mb Fitratul Wulan Fatmasuci tentang Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Menurut saya, hal ini bisa berkaitan dengan spiritual kita yang baik. Dengan dekat pada Allah SWT hati kita akan tenang, tentram dan semangat yang membara. Segala sesuatu jika diniatkan untuk mendapat ridlo Allah SWT, kita akan menjalaninya dengan penuh semangat dan manfaat. Selain itu, kita juga sebaiknya membuat planning, karena tanpa rencana kita akan mengalami disorientasi arah.

    ReplyDelete
  98. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 4 milik pak Syamsul. Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Kehidupan ini pada hakikatnya ada dua yang pasti dan tidak ada yang pasti. Karena itu sudah kehendak NYA. Kehidupan yang pasti letaknya ada di dalam pikiran manusia. Sepertia dalam matematika bahwa 2 + 2 adalah 4. Namun dikehidupan nyta hal ini kadang tidak berlaku. Bagaimana falsafat meninjau hal ini. Para filsuf telah menghasilkan teori-teori yang sangat luar biasa untuk bekal generasi selanjutnya. Mereka menemukan konsep-konsep akan kehidupan ini. Mereka juga berusaha menemukan konsep-konsep kebenaran dalam kehidupan. Peranya filsafat adalah sebagai batasan kita agar senantiasa tawadu dan rendah hati akan hal hal yang belum terjadi. Tidak merasa sombong akan calon kita dan selalu berbagi dengan sesama.

    ReplyDelete
  99. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Jika ditanya cara menyeimbangkan adat dan agama. Maka jawabannya cukup sulit, secara telaah mendalam nbagi saya. Namun menurut saya, kedua aspek tersebut memiliki landasan yang berbeda, namun ada aturan-aturan dalam agama yang juga berupa hasil pemikiran. Jika filsafat menggunakan olah pikir dan refleksi, maka agama sesuatu yang absolute, dia tidak akan berubah sampai kapanpun. Namun terdapat juga dalam hal kehidupan, terdapai sentuhan saat ini, namuan tetap berpedoman pada al-quran dan ia merupakan hasil ijma' ulama. maka keduanya saling terkait. jika ditanya menyeimbangkan, maka jawaban saya, tergantung cara kita memposisikan mana yang utama.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  100. Menurut saya dalam blog ini juga telah banyak disampaikan hal-hal yang menjadi pengaruh komtemporer yang negatif, misalnya hedonisme dan pragmatisme. Lalu bagaimana sudut pandang filsafat? Menurut saya filsafat memandangnya sebagai mitos-mitos yang harus kita lawan dengan hati dan pikiran yang ikhlas dalam meraih logos yang sesungguhnya. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untukk tidak berlaku hedonisme dan pragmatisme.

    ReplyDelete
  101. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Yang dapat saya tangkap adalah bahwa proses berpikir adalah proses untuk menggunakan semua pengalaman dan ilmu-ilmu yang telah kita miliki untuk digunakan dalam menghadapi masalah-masalah dan mencari solusinya untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari proses berpikir adalah untuk mencari logos dan memerangi mitos dalam ruang dan waktu

    ReplyDelete
  102. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Hermenetika mencakup spiritual, normatif, formal, dan material yang saling menerjemahkan dan diterjemahkan. Keempat komponen ada dalam kehidupan ini dengan lintasan spiral yang melambangkan bahwa semua bersifat divergen. Hal ini untuk menuju keseimbangan dalam hidup

    ReplyDelete
  103. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Agar menghadapi hari-hari dengan semangat, kita perlu niat yang tulus dan sungguh-sungguh. Mencoba menjalani segala kehidupan sesuai dengan ruang dan waktunya dengan dilandasi niat ibadah. Agar hidup lebih bermanfaat, hiasilah hidup dengan banyak berbagi dan membantu orang lain. Jangan isi hidup ini dengan perbuatan yang tidak baik, seperti menyakiti orang lain, mengghibah, mengejek, atau merugikan orang lain. Fokus saja pada cita-cita dan mimpi-mimpi kita masing-masing.

    ReplyDelete
  104. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Bagaimana cara menjawab suatu pertanyaan secara filsafat?

    ReplyDelete
  105. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Mencoba menanggapi pertanyaan no 4 tentang bagaimana filsafat memandang kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian. Hidup itu adalah proses, proses menuju kearah yang baik atau buruk. Akan tetapi baik atau buruknnya sebuah kehidupan itu tergantung dari proses yang dilakukan dan usaha yang dilakukan serta bagaimana menjalani sebuah proses tersebut menuju kebaikan atau keburukan maka hidup itu penuh dengan ketidakpastian. Cara terbaik untuk menghadapi ketidakpastian adalah berihtiar sampai batas kemampuan lalu bertwakal padanya dan bersyukur atas hasil yang didapatkannya adalah cara terbaik untuk menghadapi ketidakpastian karena Allah satu-satunya tempat untuk bergantung.

    ReplyDelete
  106. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan ketiga, “bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?” Menurut saya, kiat-kiat yang perlu dilakukan adalah selalu melakukan yang terbaik dalam setiap hal serta selalu berusaha memberikan kebermanfaat untuk orang lain, dengan cara rutin melakukan kebaikan sekecil apapun. Jika hal itu dilakukan, maka kita akan menjalani hidup dengan penuh semangat dan manfaat. Selain itu, jangan lupa untuk selalu meminta kekuatan dan berdo’a padaNya.

    ReplyDelete
  107. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Kurang lebih pertanyaan di atas juga mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya. Terutama bagaimana melaksanakan pbm materi matematika berlandaskan filsafat.

    ReplyDelete
  108. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dengan sedikit ilmu yang saya miliki perkenankan saya menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh Mbak Ainun Fitriani. Menurut pendapat saya seseorang yang bijaksana harus memiliki ilmu. Imu dalam filsafat diperoleh ketika seseorang dapat ikhlas dan mau berpikir kritis. Oleh karena itu orang yang bijaksana menurut saya adalah orang yang mampu menerapkan ilmu ikhlas dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  109. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    bagaimana Prof. menanggapi/menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya sendiri juga ingin mengetahui jawaban tersebut.

    ReplyDelete
  110. Nur’aini Habibah Sa’diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga menjadi pertanyaan yang ingin saya ajukan. Saya ingin berpendapat tentang pertanyaan Furintasari terkait menyeimbangkan adat dan agama. Dapat dilihat bahwa tidak semua agama dan adat dapat saling berhubungan secara positif seperti pada norma. Di Indonesia terdapat berbagai norma antara lain norma agama dan norma adat. Terdapat beberapa adat yang sangat bertolak belakang dengan agama. Misalnya saja adat pada wilayah timur dan agama Islam. Pernah mendengar ada adat potong jari ketika sanak family meninggal atau upacara penguburan mayat dengan hanya meletakkan pada goa. Di Islam adat seperti itu tidak ada. Maka keduanya tidak dapat diseimbangkan. Namun terdapat beberapa adat yang dapat diseimbangkan dengan agama. Misalnya saja dijaman sekarang pakaian adat sedikit dimodifikasi agar tidak bertentangan dengan agama, artinya pakaian adat dapat digunakan oleh siapapun. Berdasarkan hal itu, menyeimbangkan adat dan agama dilakukan dengan melihat keduanya. Namun agama dan adat tidak selalu bisa dipertentangkan, karena keduanya berbeda.
    Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, mohon koreksi atau masukannya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  111. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang diusulkan oleh Maryana, mengenai bagaimana memahami karakteristik siswa dalam proses belajar mengajar matematika menurut sudut pandang filsafat. Karena pada kenyataannya didalam kelas terdpat banyak siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sehingga diperlukan suatu cara agar bisa mengelola kelas dengan baik sesuai karakter siswa dikelas agar tujuan dari proses belajar dapat tercapai. Bisa menggunakan sistem kelompok atau juga dengan memberikan LKS yang berbeda untuk masing-masing individu.

    ReplyDelete
  112. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Saya ingin menanggapi mengenai bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat.
    Menurut saya semangat hidup akan timbul ketika seseorang memiliki niatan yang kuat untuk menjadi orang yang sukses, baik di dunia maupun di akhirat. Kesuksesan tentunya diperoleh dari adanya proses dan doa yang harus dilakukan setiap manusia. Ketika manusia ingin sukses di dunia, ia harus memiliki semangat dengan membuat target-target untuk menggapai kesuksesan tersebut. Dan ketika manusia ingin sukses di akhirat, maka ia harus berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya serta senantiasa beribadah kepada Allah. Semangat juga dapat timbul ketika seseorang berpikir bahwa dunia itu akan terus berjalan dan waktu tidak dapat terulang kembali.

    ReplyDelete
  113. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Saya ingin sedikit menjawab pertanyaan nomor 3 tentang bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat. Biasanya kita akan semangat jika melakukan hal-hal yang kita sukai, atau biasanya kita akan semangat jika mood kita sedang baik. Setiap orang memiliki keadaan yang berbeda-beda. Menurut saya agar kita bersemangat maka harus dimulai dari diri sendiri, harus menumbuhkan motivasi dari dalam diri, dan dari lingkungan sekitar, kita harus mencari lingkungan yang dapat menumbuhkan semangat kita. agar hari-hari kita bermanfaat, maka yang harus dilakukan pertama adalah niat, setelah itu lakukan yang terbaik, Allah akan selalu memberi jalan untuk hambanya yang ingin berbuat baik.

    ReplyDelete
  114. Agnes Teresa Panjaitan
    s2 pendidikan matematika A 2018
    18709251013

    saya tertarik dengan pertanyaan ketiga yang saya akan coba jawab menurut versi saya. Setiap manusia pasti mengalami perubahan dalam kehidupanya, termasuk perubahan dala,m semangat.saya teringat dengan apa yang pernah Bapak tulis sebelumnya yaitu tentang perubahan dalam hidup manusia. dan hal tersebut tidaklah salah. terkadang, kita tidak bisa terus mengalami semangat yang konstan tapi, saya pribadi mengusahakan agar semangat saya tidak jatuh pada titik terendah, dengan beryukur. Ketika saya harus mengerjakan dua kali lebih banyak dari yang lain, artinya saya juga diberi kemampuan oleh Tuhan untuk melakukannya.

    ReplyDelete
  115. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Menurut saya kiat-kiat agar seseorang penuh semangat dan manfaat dalam melakukan aktivitas sehari-harinya yaitu: pertama dengan cara membuat target-target yang ingin kita peroleh dalam setiap harinya, karena dengan adanya target tersebut, aktivitas yang akan dilaksanakan akan lebih terstruktur. Kedua, kita harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakan aktivitas yang akan kita lakukan, karena aktivitas yang dilakukan secara sungguh-sungguh akan menghasilkan hasil yang optimal. Kemudian ketiga selalu awali aktivitas apapun dengan berdoa dan niatkan untuk beribadah dijalanNya.

    ReplyDelete
  116. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari beberapa pertanyaan di atas Saya akan menjawab pertanyaan ketiga menurut versi Saya yaitu bagaimana kiat-kiat sehari-hari agar selalu semangat dan bermanfaat bagi orang lain. Setiap orang akan merasa bersemangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan cara yang berbeda. Namun versi Saya yaitu membuat hati dan pikiran tenang dengan selalu mengawali hari dengan berdoa dan berdzikir kepada Alloh SWT, membuat target-target yang harus dilakukan setiap harinya, dan berbuat serta bersikap baik kepada sesama dengan ikhlas dan diniatkan ibadah. Kemudian paling penting adalah kita harus komitmen dan konsisten dengan apa yang menjadi target kita sehingga apa yang kita kerjakan dapat mencapai hasil yang optimal

    ReplyDelete