Nov 8, 2014

Peta 4- Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 4).


Catatan: Tiga kolom sebelah kiri meliputi: Industrial trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis, penerapan Pendidikan bersifat Tradisional/Conventional, dan menerapkan sistem Evaluasi bersifat Exernal (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS), dan dengan demikian lebih menyukai sistem sentralisasi. Sedangkan dua kolom sebelah kanan menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi Portfolio, penilaian proses dan sikap; sementara memandang masyarakat sebagai Pluralitas (heterogonomous) dan menghargai nilai-nilai budaya lokal/etnik, dan demikian lebih menyukai bersistem Desentralisasi.Di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik, itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan, itulah sebabnya setiap kebijakan pendidikan berskala nasional selalu kurang mempunyai justifikasi yang kuat, bersifat parsial, temporer/sementara/jangka pendek; sehingga menjadikannya bersifat Tumpul ketika berjuang di tataran Dunia.

2 comments:

  1. Memang meski di Indonesia secara nasional cenderung mengarah pada sentralisasi, akan tetapi tak bisa dinihilkan juga keberadaan model desentralisasi pada beberapa model pendidikan, terutama pada pendidikan informal. Ada juga model pendidikan yang menggunakan desentralisasi akan tetapi ijazahnya misalnya masih diakui atau disamakan dengan model pendidikan yang meggunakan sistem sentralisasi.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  2. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Perkembangan zaman yang lebih maju dan modern menuntut bidang pendidikan terus memperbaiki diri. Perbaikan bisa dari pelaksanaan dan penilaian dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan inovatif sangat diperlukan untuk diterapkan pada keadaan di Indonesia saat ini. Untuk melihat keefektifan dari pendidikan inovatif, maka dilihat dengan menggunakan penilaian yang inovatif pula. Saya setuju jika digunakan penilaian autentik yang menilai semua aspek seluruh siswa dari afektif, psikomotor, dan kognitif.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.