Nov 8, 2014

Peta 4- Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 4).


Catatan: Tiga kolom sebelah kiri meliputi: Industrial trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis, penerapan Pendidikan bersifat Tradisional/Conventional, dan menerapkan sistem Evaluasi bersifat Exernal (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS), dan dengan demikian lebih menyukai sistem sentralisasi. Sedangkan dua kolom sebelah kanan menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi Portfolio, penilaian proses dan sikap; sementara memandang masyarakat sebagai Pluralitas (heterogonomous) dan menghargai nilai-nilai budaya lokal/etnik, dan demikian lebih menyukai bersistem Desentralisasi.Di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik, itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan, itulah sebabnya setiap kebijakan pendidikan berskala nasional selalu kurang mempunyai justifikasi yang kuat, bersifat parsial, temporer/sementara/jangka pendek; sehingga menjadikannya bersifat Tumpul ketika berjuang di tataran Dunia.

50 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Dari postingan yang di unggah tahun 2014 dan saya membaca di tahun 2018 ini, hrapannya pendidikan Indonesia sudah lebih baik lagi. Sejauh ini revisi yang dilakukan untuk Kurikulum 2013 sudah cukup baik untuk membentuk karakteristik siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran. Guru-guru juga sudah mulai menerapkan beberapa macam metode belajar terkait dengan metode saintifik sehingga kelas bisa lebih bervariasi lagi. Tidak melulu hanya mendengarkan guru mengajar lalu latihan soal. Siswa juga bisa berperan aktif dalam menemukan konsep.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Peta pendidikan diatas dibuat untuk mengkritisi system pendidikan yang ada saat ini. Indonesia belum mampu menghadirkan identitas pendidikan bangsa sehingga system pendidikan yang ada saat ini banyak menganut dari system pendidikan negara selatan. Kepentingan politik sering mempengaruhi perubahan system pendidikan yang mana hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Di Indonesia masih berlaku Tarik ulur sentralisasi-desentralisasi sehingga para pemangku kebijakan belum mampu sepenuhnya memberikan kebebasan kepada pendidik untuk mekreasikan cara mengajarnya. Bagan Industrial Trainer, Technilogical Pragmatis, dan Old Humanist menggambarkan system sentralisasi yaitu kewenangan sepenuhnya ditangan pemerintah. Sedangkan Progressive Educator dan Public Educator menggambarkan system Desentralisasi yaitu pemerintah memberikan kewenangan terhadap otonom untuk mengelola rumah tangganya sendiri. Dalam sekolah system Desentralisasi ini memberikan kewenangan kepada pendidik dan tenaga pendidik untuk mengatur dan mengolah rumah tangganya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
    Dengan adanya perubahan-perubahan system pendidikan yang sering terjadi, semoga negara Indonesia suatu saat dapat menemukan Indentitas pendidikan bangsa yang sesuai dengan lingkungan, budaya, dan ruh bangsa.

    ReplyDelete
  3. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018

    Dalam dunia pendidikan sumber, penilaian dan keberagaman merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran. Sumber pembelajaran ada dimana saja dan guru dianggap sebagai saah satu sumber. Penilaian untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa dalam pembelajaran dan tentunya tidak hanya dilihat dari hasilnya saja tetapi dari setiap proses yang dijalani dalam pembelajaran. Keberagaman dalam pembelajaran meliputi berbagai solusi yang diberikan dalam menunjang kegiatan belajar seperti penggunaaan alat peraga dan keberagaman penenrapan metode pembelajaran yang tidak monoton.

    ReplyDelete
  4. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Seperti pada keterangan di bawah tabel yang sudah bapak sampaikan, sistem pendidikan di Indonesia tentunya diharapkan mengalami banyak pembaharuan ke arah yang lebih baik. Dari mulai penerapan pendidikan yang bersifat tradisional/konvensional hingga penerapan pendidikan modern dengan pembelajaran inovatif. Tentu saja hal tersebut diharapkan agar sistem pendidikan di Indonesia tidak hanya melihat hasil akhirnya saja/ nilai namun juga memperhatikan bagaimana proses yang terjadi dalam suatu pembelajaran .

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari peta pendidikan dunia ke 4 ini menggambarkan pendidikan dari segi sistem evaluasi. Sistem evaluasi pendidikan di Indonesia masih bersifat eksternal yaitu dengan UN. Dimana penilaian hasil belajar dilakukan oleh pemerintah pusat atau sistem sentralisasi. Maka tidak heran pelaksanaan UN di Indonesia selalu menjadi permasalahan pendidikan. Karena pendidikan yang ideal yaitu menggunakan sistem evaluasi berupa Authentic Assesment. Sistem Authentic Assesment ini guru yang menilai siswanya sendiri melalui portofolio, penilalian proses dan sikap dan sebagainya. Karena guru yang lebih mengetahui kemampuan siswanya sendiri, dengan penilain ini memandang masyarakat sebagai pluralitas sehingga menilai berdasarkan kemampuan masing-masing siswa. Namun, di Indonesia penerapan penilaian dengan sistem authentic assement ini belum dapat dilaksanakan karena pendidikan di Indonesia masih menganut sistem sentralisasi dimana pemerintah pusat yang berhak menentukan segala kebijakan pendidikan. Sehingga pendidikan di Indonesia dengan wilayah yang luas dan penduduk yang beragam akan sulit dibawa ke arah pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  7. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Evaluasi sangat penting sebagai hasil atau capaian proses pembelajaran. Di Indonesia sampai sekarang ini Ujian nasional sebagai salah satu sistem evaluasi masih banyak diperdebatkan. Dai satu pihak, guru-guru memberi masukan bahwa Ujian Nasional tidak bisa dijadikan sebagai faktor penentu kelulusan siswa, karena yang sebenar-benar mengenal dan memahami siswa itu adalah gurunya yang mengajarkan mereka elama bertahun, selain itu di satu sisi UN menjadi beban bagi banya siswa. Di pihak lain perlunya evaluasi yang tersentralisasi sebagai hasil dari pencapaian siswa di Indonesia secara umum. Seharusnya proses evaluasi dalam pemebelajaran mencakup semua aspek yang sudah siswa pelajari dan tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif (tertulis) saja, namun perlunya memperhatikan aspek-aspek lain. karena hasil belajar merupakan proses membangun pengetahuan yang tidak bisa hanya dinilai dari satu sudut pandang saja.

    ReplyDelete
  8. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Sistem evaluasi perlu diadakan di setiap pembelajaran di kelas. Evaluasi pada siswa ketika guru selesai melaksanakan pembelajaran di kelas untuk melihat sejauh mana siswa dapat mengerti materi yang diajarkan, bentuk evaluasi bisa mulai dari ujian tulis, ujian lisan yang bersifay wawancata supaya bisa lebih mendalam disamping guru juga perlu memahami dan mengenal karakteristik siswa untuk bisa melihat slow dan fast learner. Hal ini penting dalam proses pembelajaran di kelas, contoh lain bisa diadakan lesson study bagi guru untuk melihat kinerja pendidik dan mengevaluasinya. Sistem evaluasi adalah sebagai bentuk untuk memajukan pendidikan bangsa indonesia.

    ReplyDelete
  9. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Seperti yang disebutkan di atas bahwa di Indonesia masih sering terjadi tarik ulur antara kutup sentralisasi dan desentralisasi. Hal ini juga yang menyebabkan banyak kebijakan pendidikan Indonesia akhirnya bersifat parsial dan jangka pendek. Evaluasi menjadi hal yang penting untuk setiap pembelajaran yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh siswa memahami apa yang mereka pelajari.Dan yang sama-sama kita ketahui bahwa sistem evaluasi yang masih dan selalu mnejadi perdebatan di dunia pendidikan Indonesia adalah UN. Sebagian menganggap UN tidak dapat menjadi tolak ukur untuk penilaian siswa. Disisi lain ada yang menganggap perlunya sistem yang bisa digunakan untuk sistem evaluasi yang berlaku nasional. Menjadi hal yang masih sangat penting untuk dikaji lagi bagaimana sistem evaluasi yang baik untuk pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  10. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan peta pendidikan dunia bagian 4 ini bahwa, pendidikan di Indonesia belum memiliki suatu identitas yang jelas. Ketidakjelasan identitas tersebut diakibatkan oleh adanya kepentingan politik. Begitupun dengan sistem evaluasi pendidikan yang ada di Indonesia masih cenderung berdasarkan nilai akhirnya saja berupa nilai UN. Sedangkan sistem evaluasi yang tepat untuk sistem pembelajaran yang inovatif bukan hanya dari nilai UN saja, melainkan juga harus meliputi portofolio, penilaian proses dan sikap. Hal tersebut tentunya bertujuan agar evaluasi terhadap pendidikan tidak hanya berdasarkan nilai akhirnya saja melainkan harus memperhatikan proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.

    ReplyDelete
  11. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Sistem pendidikan di Indonesia menginginkan perubahan paradigma pembelajaran inovatif dengan berdasarkan konstruktivisme. Namun, sistem tersebut belum secara utuh untuk mengarah ke perubahan. Mestinya jika memang menginginkan pembelajaran yang inovatif, kita perlu mengubah penilaian berupa asesmen autentik. Bukan hanya hasil akhir tetapi juga menilai proses dan sikap. Hal ini membuat adanya ketidakjelasan identitas pendidikan kita, dan juga ketidakjelasan mau dibawa kemana pendidikan kita. Namun, ini memang bukan persoalan yang mudah karena kita tengah mengalami krisis multidimensi yang disebabkan oleh kehidupan kontemporer.

    ReplyDelete
  12. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Pada kolom resources, progressive teacher menggunakan berbagai sumber dalam proses pembelajaran. Jika dulu proses pembelajaran hanya terpaku pada buku teks, maka saat ini sudah jauh berbeda. Siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan dari buku teks saja tetapi bisa juga dari lingkungan sekitar. Contohnya, ketika siswa akan belajar mengenai penjumlahan, guru bisa menggunakan benda sekitar sebagai contoh.

    ReplyDelete
  13. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Dari gambaran di atas dalam peta pendidikan bersumber dari Paul Ernest lebih cenderung membahas mengenai sumber belajar, evalusi dan keberagaman. Pada pendidikan Indonesia saat ini kita ketahui bahwa terkait sumber belajar, kita memiliki banyak sekali material yang dapat dijadikan sumber belajar. Dalam matematika, banyak materi materi yang dapat dipelajari dengan permasalahan permasalahan di kehidupan nyata dan lingkungan sekitar kita. untuk evaluasi pun sudah beragam, dari tugas harian hingga portofolio yang sudah mulai diberikan pada siswa untuk menjadi indikator perkembangan kognitif siswa

    ReplyDelete
  14. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat pagi Prof.
    Pendidikan di Indonesia dalam tahap pengembangan dan perkembangan. Artinya saat ini Indonesia sedang berusaha mencapai pendidikan yang memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan negara lainnya. Budaya pendidikan di Indonesia beranekaragam. Saat ini Indonesia sedang mengimplementasikan kurikulum 2013. Walaupun pada kenyataannya kurikulum 2013 ini belum diimplementasikan secara menyeluruh di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa sistem sentralisasi dan desentralisasi di Indonesia belum bersinergi satu sama lain. Mungkinkah hal ini terjadi? Jawabannya adalah sangat mungkin. Ketika dua sistem ini dapat diterapkan dengan baik maka Indonesia dapat menciptakan identitas pendidikan yang baik pula. Terima kasih.

    ReplyDelete
  15. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menyambung dari peta 3, memang terlihat jelas perubahan yang terjadi dari Industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist ke progressive educator dan public educator yang terwujud dalam perubahan kurikulum di Indonesia. Di Indonesia perkembangan dan isu-isu politik sangat berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan termasuk pendidikan. Contoh isu yang beberapa waktu lalu adalah perubahan kebijakan kurikulum setiap pergantian menteri. Hal ini jelas sangat berpengaruh bagi dunia pendidikan. Pemberian keleluasan bagi pendidik sering kali tarik ulur, antara iya dan tidak.

    ReplyDelete
  16. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Di Indonesia selalu terjadi tarik ulur antara dua kutub yaitu sentralisasi dan desentralisasi di atas kepentingan politik. Dimana sentralisasi lebih menyukai dan menerapkan sistem evaluasi bersifat External seperti UN. Sedangkan desentralisasi yang menerapkan sistem penilaian berupa Authentik Assesment meliputi portofolio, penilaian proses dan sikap. Para pemangku kebijakan kurikulum di Indonesia hendaknya seseorang yang benar-benar dari pendidikan, yang benar-benar mengerti bagaimana siswa dan kepentingan serta hak-hak siswa. Bukan justru orang-orang yang berorientasi pada politik, janganlah menggabung-gabungkan antara politik dan pendidikan, karena ada begitu banyak anak bangsa yang menjadi taruhannya.

    ReplyDelete
  17. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Memang benar bahwa di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik, itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan. Misalkan saja dalam pelaksanaan ujian sekolah beberapa persen soal berasal dari pusat dan sisanya diserahkan kepada daerahnya masing-masing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dita Aldila Krisma
      18709251012
      PPs Pendidikan Matematika A 2018

      Usaha memperbaiki mutu pendidikan dilakukan dari tahun ke tahu. Mengingat adanya persentase pembagian pembuatan soal, untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK, 25 persen soal disiapkan oleh pusat dan 75 persen soal disiapkan oleh guru dan dikonsolidasikan di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pada jenjang SMPLB dan SMALB, 100 persen soal dibuat oleh sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional. Hal seperti ini diharapkan dapat memudahkan siswa karena guru lebih paham dengan kapasitas atau standar siswanya masing-masing.

      Delete
  18. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Evaluasi pendidikan di Indonesia yang memang dibutuhkan, hingga sampai saat ini pendidikan Indonesia masih menjadi perdebatan. Pendidikan di Indonesia yang kita lihat masih berada di bawah kekuasaan politik pemerintahan, segala kepentingan pendidikan harus menunggu keputusan pemerintah. Kebijakan yang dibuat juga didasarkan atas kepentingan politik. Identitas pendidikan Indonesia belum muncul karena masih banyak hal-hal terkait pendidikan baik itu tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, dan siswa yang berjalan apa adanya.

    ReplyDelete
  19. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dari tabel peta 4 pendidikan dunia yang dibuat Bapak Marsigit dari Paul Esnest, dapat diketahui bahwa dalam dunia pendidikan ada lima perbedaan yang menekankan pada resource (sumber), evaluation (penilaian) dan diversity (keberagaman). Dalam hal ini evaluasi dalam pembelajaran merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembelajaran. Evaluasi yang dimaksudkan disini ialah evaluasi dengan menggunakan portofolio. Dengan dilakukannya portofolio dapat diketahui sejauh mana perkembangan peserta didik dalam pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  20. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Tiga kolom di kiri menggambarkan pendidikan dengan sentralisme. Sedangkan dua kolom sebelah kanan menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi Portfolio, penilaian proses dan sikap; sementara memandang masyarakat sebagai Pluralitas (heterogonomous) dan menghargai nilai-nilai budaya lokal/etnik, dan demikian lebih menyukai bersistem Desentralisasi. Indonesia adalah negara yang pluralisme dengan bermacam-macam budaya. Oleh karena itu, sangat baik dan bijaksana jika pendidikan dikembangkan dengan memanfaatkan pluralnya Indonesia dimana keberagamannya heterogen.

    ReplyDelete
  21. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik, itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan, itulah sebabnya setiap kebijakan pendidikan berskala nasional selalu kurang mempunyai justifikasi yang kuat, bersifat parsial, temporer/sementara/jangka pendek; sehingga menjadikannya bersifat Tumpul ketika berjuang di tataran Dunia. Memang benar, dalam pemerintahan tak akan pernah bisa lepas dari kepentingan politik. Namun, seharusnya kepentingan politik itu bisa diminimalisir dalam keikutsertaan dalam penentuan kebijakan. Tentunya untuk perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  22. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Pada tabel di atas menunjukkan bahwa pendidikan terdiri dari beberapa ideologi diantaranya industrial trainer, technological pragmatist, old humanist, progressive educator, dan public educator. Evaluasi pada industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist yaitu menggunakan external text sedangkan evaluasi pada ideologi progressive educator dan public educator ialah berupa portopolio, di mana portopolio tersebut berisi dokumen berupa aktivitas siswa, sehingga guru akan lebih mudah mengetahui perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Selain itu, pembelajaran pada ideologi progressive educator dan public educator lebih berbasis pada lingkungan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  23. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dari tabel pemetaan pendidikan tersebut, juga dapat diketahui berbagai metode yang diterapkan di dunia pendidikan. Dan untuk mengevaluasi pembelajarannya tentulah berbeda. Evaluasi pada industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist yaitu menggunakan external text sedangkan evaluasi pada ideologi progressive educator dan public educator ialah berupa portopolio dari aktivitas-aktivitas siswa selama proses belajar.

    ReplyDelete
  24. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Evaluasi berbasis portofolio dilakukan dengan menggunakan bukti-bukti hasil belajar yang relevan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari. Membaca dari suatu sumber bahwa portofolio menyajikan informasi tentang segi perkembangan siswa dalam belajarnya, cara berpikirnya, pemahamannya terhadap pembelajaran, kemampuannya mengungkapkan gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  25. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Berdasarkan peta pendidikan dunin, penjelasan dari Prof Marsigit, dan realita yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini, Indonesia memang terkesan belum mempunyai pijakan yang kuat dan tujuan yang jelas dalam penyelenggaraan pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih terpengaruh oleh dunia luar dan kepentingan-kepentingan politik tertentu. Hal ini berdampak pada penyelenggaraan pendidikan yang menjadi kurang terarah.
    Selain itu, dari tabel tersebut terlihat bahwa penyelenggaraan pendidikan di dunia mengarah pada dua kutub yang berlawanan, yakni tiga kolom sebelah kiri dan dua kolom sebelah kanan. Tiga kolom sebelah kiri memandang bahwa guru merupakan satu-satunya sumber belajar, sehingga media pembelajaran hanyalah menggunakan kapur, spidol, kalkulator, kurang bervariasi, sementara dua kolom sebelah kanan menekankan pada penggunaan variasi media dan sumber belajar. Penilaian juga mengarah pada dua kutub yang berlawanan, yakni penilaian dari luar dan penilaian berbasis authentic assessment dan portofolio.

    ReplyDelete
  26. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Untuk menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa dibutuhkan sumber belajar yang beragam dan variatif sesuai dengan lingkungan siswa. Penilaian proses belajar yang berpusat pada siswa menggunakan portofolio dengan begitu guru dapat mengertahui progres perkembangan usaha dan prestasi belajar siswa dengan lebih rinci. Tentunya dengan menerapkan teori belajar konstruktivisme sehingga diharapkan siswa mampu membangun pemahan konsep terkait materi yang dipelajari melalui pengalaman belajarnya. Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Dari kacamata saya, Pendidikan di Indonesia masih belum konsisten. Setiap pergantian menteri maka sistem pendidikan berubah. Seperti hal yang baru terjadi akhir-akhir ini, berita akan diselenggarakannya full day school di Indonesia oleh mendikbud baru. Padahal kurikulum 2013 saja belum maksimal dijalankan. Masih belum jelas, masih banyak guru yang belum benar-benar mengaplikasikan kurikulum tersebut dalam pembelajaran di kelas. Lalu bagaimana kalau akan dibentuk sistem belajar yang baru.

    ReplyDelete
  28. Lumaurridlo
    18701261010
    S3-PEP 2018


    kepentingan politik, inilah kunci dari segalanya. saya teringat dengan tulisan prof. Marsigit dengan judul "Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan". dimana ada tokoh power now dan mata dara yang akan menghancurkan "Dunia Selatan". saya mencurigai bahwa kita sudah menjadi belalang di ladang kita sendiri. para pemimpin tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu.mohon maaf tidak sedang menyinggung siapapun hanya mencoba untuk merefleksi diri melalui tulisan prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  29. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Peta 4 ini adalah lanjutan dari peta 3. Sekarang kita akan meninjau era pendidikan dunia dari segi sumber belajar, evaluasi pembelajaran, dan keanekaragaman. Pada era public educator seperti sekarang ini, sebaiknya kita berpandangan bahwa sumber belajar itu adalah lingkungan sosial. Kita harusnya bisa mengajak siswa untuk melihat dan menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan. Sedangkan untuk masalah evaluasi, sebaiknya evaluasi dilakukan dengan portofolio dan konteks sosial. Selain itu perlu disadari juga akan keanekaragaman yang ada, baik pada diri peserta didik, lingkungan pembelajaran, dsb. Pada bebrapatugas berbentuk portopolio yang dapat digunakan siswa untuk projek untuk memaju pemecahan masalah dari siswa.

    ReplyDelete
  30. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A 2019

    Idealnya, pendidikan bermuara pada aplikasi hasil belajar dalam masyarakat sosial sebagai entitas yang plural. Demikian, dalam paradigma pendidikan inovatif, tahap evaluasi idealnya menggunakan penilaian autentik misalnya portofolio yang akan lebih maksimal jika diimplementasikan dengan sistem desentralisasi karena sangat dekat kaitannya dengan kemampuan siswa mengintegrasikan konsep ke dalam konteks lingkungan sekitarnya. Di sinilah proses perubahan paradigma pendidikan Indonesia dalam peta pendidikan dunia terhambat. Kebijakan pendidikan Indonesia saat ini masih terjebak antara sentralisasi dan desentralisasi dan bisa dikatakan belum solid sebagai kebijakan skala nasional karena mudah berubah mengikuti dinamika politik nasional. Jika Indonesia benar-benar ingin mengubah paradigma pendidikan nasionalnya dari tradisional menjadi inovatif, hendaknya dimulai dengan menentukan pola kebijakan yang sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan politik para pemangku kebijakan.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Syajili
    19709251066
    S2 PM D 2019

    Berdasarkan peta pendidikan dunia bagian keempat ini terlihat bagaimana posisi pendidikan di Indonesia dan perbandingannya dengan pendidikan dunia. Dari tabel tersebut terlihat pendidikan indonesia berada pada industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist. Dari segi resources, pendidikan di Indonesia memang didominasi penggunaan papan tulis dan kapur atau spidol, belum memanfaatkan teknologi dan media dengan optimal. Dari segi evaluation, pendidikan di Indonesia menerapkan sistem external test dengan pelaksanaan ujian nasional (UN). Dengan demikian, diharapkan pendidikan di Indonesia bisa berkembang lebih jauh lagi, terutama dalam pemanfaatan media dan teknologi.

    ReplyDelete
  32. sintha fardu anggraeni
    19709251071
    S2 pendidikan matematika /D

    terimakasih Bapak Prof Marsigit.
    Industrial trainer, Technological Progmatis, dan Old Humans dalam penerapan pendidikan bersifat tradisional atau conventional dan menerapkan sistem evaluation bersifat external (UNAS, EBTANAS, UN, atau UNAS) maka dengan sistem sentralisasi pada pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi portofolio, penilaian proses dan sikap.

    ReplyDelete
  33. Jewish Van Septriwanto
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    19709251077

    terimakasih Bapak Prof Marsigit.
    Yang dapat saya simpulkan dari tulisan diatas adalah sistem pendidikan di Indonesia belum memiliki suatu acuan yang jelas. Disatu sisi menerapkan sistem sentralisasi namun terjadi penerapan sistem desentralisasi. Kegamangan dalam menentukan sistem pendidikan juga dipengaruhi oleh sistem politik yang berubah-rubah. Suatu sistem mengadakan perubahan karna pada sistem tersebut perlu diperbaharui atau disesuaikan dengan kebermanfaatan sistem tersebut. Dan diharapkan dalam dunia pendidikan sebaiknya sistem tersebut berubah untuk memenuhi tantangan dalam dunia pendidikan. Bukan karena adanya perubahan penanggung jawab sistem tersebut.

    ReplyDelete
  34. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Kebijakan politik, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dan keagamaan berbasis monokultur sering menyebabkan warga kehilangan kecerdasan dan kearifan otentiknya. Pendidikan monokultur dengan mengabaikan keunikan dan pluralitas akan memasung pertumbuhan pribadi kritis dan kreatif. Akibatnya, warga hanya memiliki jalan tunggal menjalani hidup hingga gagal mengatasi problem kehidupan yang kompleks dan terus berkembang. Persoalan sederhana mudah berkembang lebih kompleks akibat ditangani tidak proporsional.

    ReplyDelete
  35. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Heteronomous merupakan tahap pertama perkembangan moral menurut teori Piaget yang terjadi kira-kira pada usia 4-7 tahun. Keadilan dan aturan-aturan dibayangkan sebagai sifat-sifat dunia yang tidak boleh berubah, yang lepas dari kendali manusia. Pemikir Heteronomous menilai kebenaran atau kebaikan perilaku dengan mempertimbangkan akibat dari perilaku itu, bukan maksud dari pelaku. Pemikir Heteronomous yakin bahwa aturan tidak boleh berubah dan digugurkan oleh semua otoritas yang berkuasa.

    ReplyDelete
  36. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Secara umum desentralisai pendidikan adalah pelimpahan wewenang (autority) dan tanggung jawab (responsibility) dari institusi pendidikan tingkat pusat kepada institusi pendidikan di tingkat daerah hingga pada tingkat sekolah. Desentralisasi mengandung arti pelimpahan kekuasaan oleh pusat kepada aparat pengelola pendidikan yang ada di daerah pada tingkat propinsi maupun lokal, sebagai perpanjangan aparat pusat untuk meningkatkan efisiensi kerja dalam pengelolaan pendidikan di daerah. Tujuan utama desentralisasi adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan utnuk mengurangi beban kerja pemerintah pusat dalam upaya mensejahterakan masyarakat yang ada di daerah. Dengan kata lain tujuan desentralisasi adalah untuk merangsang kepekaan elit lokal terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat daerah.

    ReplyDelete
  37. Tiara Wahyu Anggraini
    19709251065
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Memang benar, sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih terjadi tarik ulur. Namun, jika kita amati pendidikan di Indonesia yang mulanya masih condong pada sistem sentralistik, hal tersebut dibuktikan dengan adanya UN sebagai tolak ukur utama kelulusan, sekarang berubah yaitu adanya tolak ukur penilaian afektif dan psikomotorik. Sesungguhnya, suatu pembelajaran tidak cukup dilihat dari satu aspek saja, namun harus memenuhi tiga aspek yaitu ranah kognitif, psikomotorik dan afektif.

    ReplyDelete
  38. Fitria Restu Astuti
    19709251069
    S-2 Pendidikan Matematika D 2019

    Peta 4 - peta pendidikan dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernest ini menyoroti tentang pendekatan pembelajaran yang digunakan. Disebutkan bahwa tiga kolom sebelah kiri meliputi: Industrial trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis, menerapkan pendekatan Tradisional/Conventional dalam pebelajaran dengan sistem Evaluasi bersifat Exernal sehingga mengarah pada sistem sentralisasi. Sedangkan dua kolom sebelah kanan menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi Portfolio yang menilai proses dan sikap. Meskipun di Indonesia belum jelas bentuk pendidikannya akan tetapi diharapkan pendidikan di Indonesia akan mengarah pada pendidikan student centered dengan berbagai macam variasi metode pembelajaran yang dalam peta pendidikan dunia disebutkan sebagai progressive educator dan atau public educator.

    ReplyDelete
  39. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Konsep sentralisasi pendidikan
    Indonesia sebagai negara berkembang dengan berbagai kesamaan ciri sosial budayanya, juga mengikuti sistem sentralistik yang telah lama dikembangkan pada negara berkembang. Konsekuensinya penyelenggaraan pendidikan di Indonesia serba seragam, serba keputusan dari atas, seperti kurikulum yang seragam tanpa melihat tingkat relevansinya bagi kehidupan anak dan lingkungannya.

    Konsekuensinya, posisi dan peran siswa cenderung dijadikan sebagai objek agar yang memiliki peluang untuk mengembangkan kreatifitas dan minatnya sesuai dengan talenta yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  40. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Konsep Desentralisasi Pendidikan
    Pendidikan termasuk bidang yang didesentralisasikan ke pemerintah kota/kabupaten. Melalui desentralisasi pendidikan diharapkan permasalahan pokok pendidikan yaitu masalah mutu, pemerataan, relevansi, efisiensi dan manajemen, dapat terpecahkan. Desentralisasi pendidikan untuk mencapai otonomi pendidikan yang sesungguhnya harus sampai pada tingkat sekolah secara individual.

    Implikasi desentralisasi manajemen pendidikan adalah kewenangan yang lebih besar diberikan kepada kabupaten dan kota untuk mengelola pendidikan sesuia dengan potensi dan kebutuhan daerahnya; perubahan kelembagaan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas dalam perencanaan dan pelaksanaan pada unit-unit kerja di daerah.

    ReplyDelete
  41. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Postingan ini saya baca di tahun 2019 dimana sedang hangatnya isu tentang pergantian atau perubahan metode UN. Pemerintah sedang gencar memperbaiki sistem pendidikan dengan merubah sistem UN. Hal ini memicu pro kontra, diantaranya yang mendukung pergantian sistem UN Pendidikan yang disesuaikan dengan minat dan bakat akan membuat siswa lebih bersemangat belajar dan mengejar kesuksesan di bidangnya masing-masing. Bisa dibayangkan bahwa para siswa memiliki kemampuan yang beragam, tak semua ahli matematika, Sains, seni dan sebagainya. Mereka punya kelebihan yang harus diasah sesuai kemampuan kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Pemaksaan atau menjejalkan beragam ilmu yang tak dikuasainya akan menyebabkan siswa malas belajar, gurupun kalang kabut mengejar materi pelajaran. Sedangkan yang menolak pergantian sistem UN memiliki alasan ada UN saja para siswa tidak punya greget belajar, apalagi kalau UN ditiadakan. Memang selama ini para siswa bersemangat belajar karena pada akhir tahun di tiap jenjang pendidikan ada UN.

    ReplyDelete
  42. Assalamu'alaykum wr wb
    Dwi Kawuryani
    19709251061
    Pendidikan Matematika S2 D
    Dalam peta tersebut, Indonesia belum memiliki identitas pendidikannya sendiri. Namun kurikulum yang berlaku saat ini sudah mampu mengarahkan guru untuk membuat pembelajaran yang lebih aktif bagi siswa. Namun hal itu tentu tidak membuat kita puas diri dengan terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Dari peta pendidikan dunia ke 4 ini menggambarkan pendidikan dari segi sistem evaluasi. Evaluasi sangat penting sebagai hasil atau capaian proses pembelajaran. Tahun ini (2019), di Indonesia masih menggunakan sistem penilaian dengan Ujian Nasional. Namun sesuai dengan peraturan terbaru bahwa mulai tahun 2021, Ujian Nasional sudah tidak lagi diadakan sebagai evaluasi pendidikan. Semoga kedepannya sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih baik lagi dan lagi.
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  43. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    Bismillah, tulisan ini ditulis pada tahun 2014, dan sekarang sudah 2019, begitu banyak perubahan sepanjang perjalanan, saat ini menteri baru sudah membuat canangan terbaru untuk 2021 UN akan diganti dengan dengan assesmen kompetensi, bukan berarti UN dihapus namun diganti formatnya, dimana Asesmen Kompetensi Minimum yang mirip seperti Programme for International Student Assessment (PISA) yaitu literasi, numerasi, plus ada satu Survei Karakter. Dimana PISA yang di publikasikan 3 desember 2019 menuntukkan penurunan pada Indonesia untuk semua kategori

    ReplyDelete
  44. Yufida Afkarina Nizar Isyam
    19709251073
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Pada kelompok progressive educator sumber pembelajarannya dapat menggunakan apa saja, seperti buku, LKS, modul, ataupun dari lingkungan. Ini nantinya akan menuntut siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam melaksanakan pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penilaian yang dapat dilakukan pada pembelajaran ini yaitu portofolio. Berdasarkan Kurikulum 2013, penilaian ini dianggap lebih reliable dan valid daripada penilaian pada umumnya. Karena, portofolio dipandang sebagai proses penilaian yang tidak mengutamakan hasil saja, melainkan prosesnya juga dilihat.

    ReplyDelete
  45. Yufida Afkarina Nizar Isyam
    19709251073
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Secara garis besar, pembelajaran matematika pada 3 ideologi atau aliran pertama (industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist) lebih berpusat kepada guru dan cenderung mengutamakan hasil, dibanding proses. Jika dikaitkan dengan kurikulum 2013, pembelajaran ini belum sesuai dengan pembelajaran yang dituntut pada kurikulum 2013. Sedangkan, pembelajaran pada 2 ideologi selanjutnya (progressive educator dan public educator) lebih berpusat pada siswa dan cenderung memperhatikan proses juga, selain memperhatikan hasil.

    ReplyDelete
  46. Vera Yuli Erviana
    NIM 19706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya ucapkan terimakasih banyak untuk berbagai referensinya, bahwa dalam dunia pendidikan, penilaian dan keberagamannya merupakan aspek yang harus diperhatikan juga. Dimana ada guru yang dianggap sebagai salah satu sumber. Penilaian ini digunakan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa dalam pembelajaran dan ternyata tidak terpaku pada hasil, tapi juga setiap proses yang dijalaninya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  47. Latifa Krisna Ayu
    19709251060
    S2 Pendidikan Matematika D

    Pendidikan di Indonesia masih menghomogenkan siswa, sehingga UN dianggap hal yang masih perlu dipertahankan. Namun kenyataannya dalam satu kelas yang berisi 40 siswa maka akan ada 40 siswa yang berbeda. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang terdiri dari banyak sekolah di berbagai provinsi? tentunya akan semakin banyak heterogenitas yang ada. Oleh karena itu, pendidikan di Indonseia sebaiknya merubah sudut pandangnya dan lebih menghargai perbedaan siswa.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  48. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D
    Berbicara tentang sistem evaluasi bersifat External (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS) yang mana di Indonesia telah menerapkan jenis evalusi tersebut. Yang menjadi pertanyaan disini yaitu apakah mutu pendidikan dapat diukur dengan memberikan ujian nasional? Apalagi bila dihadapkan mutu pendidikan dari aspek sikap dan perilaku siswa, apakah bisa diukur melalui UN. Selain itu mutu pendidikan tidak mungkin diukur dengan hanya memberikan tes pada beberapa mata pelajaran ‘penting’ saja. Mutu pendidikan terkait dengan semua mata pelajaran dan pembiasaan yang dipelajari dan ditanamkan di sekolah, bukan hanya pengetahuan kognitif saja. UN tidak akan dapat menjawab pertanyaan seberapa jauh perkembangan anak didik dalam mengenal seni, olah raga, dan menyanyi. UN tidak akan mampu melihat mutu pendidikan dari sisi percaya diri dan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan bersikap demokratis. Dengan kata lain, UN tidak akan mampu menyediakan informasi yang cukup mengenai mutu pendidikan. Artinya tujuan yang diinginkan masih terlalu jauh untuk dicapai hanya dengan penyelenggaraan UN.

    ReplyDelete
  49. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D
    Jika UN dihubungkan dengan kurikulum, maka UN juga tidak sejalan dengan salah satu prinsip yang dianut dalam pengembangan kurikulum yaitu diversifikasi kurikulum. Artinya bahwa pelaksanaan kurikulum disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing. Kondisi sekolah di Jakarta dan kota-kota besar tidak bisa disamakan dengan kondisi sekolah-sekolah di daerah perkampungan, apalagi di daerah terpencil. Kondisi yang jauh berbeda mengakibatkan proses belajar mengajar juga berbeda. Sekolah di lingkungan kota relatif lebih baik karena sarana dan prasana lebih lengkap. Tetapi di daerah-daerah pelosok keberadaan sarana dan prasarana serba terbatas, bahkan kadang jumlah guru pun kurang dan yang ada pun tidak kualified akibat ketiadaan. Kebijakan penerapan UN dengan standar yang sama untuk semua sekolah di Indonesia telah melanggar prinsip tersebut dan mengakibatkan ketidakadilan bagi peserta didik yang tentu saja hasilnya akan jauh berbeda, sedangkan kebijakan yang diambil adalah menyamakan mereka.

    ReplyDelete