Nov 8, 2014

Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 2).

Catatan: Tiga kolom sebalah kiri, mengimplementasikan Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimlementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism.

35 comments:

  1. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang berpusat pada siswa bisa dikatakan sebagai bentuk penyempurnaan dari pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Bukan berarti metode yang terdahulu memiliki dampak yang buruk terhadap perkembangan pada diri siswa. Nyatanya dengan perlakuan seperti itu pun mampu menelurkan generasi yang tanggap akan keadaan sehingga melakukan perbaikan pembelajaran. Justru kita harus berterimakasih dengan masa lalu karena telah memberikan pengalaman yang berharga kepada pendidikan di negara kita.

    ReplyDelete
  2. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan diberlakukannya pembelajaran yang berpusat pada siswa, menjadikan generasi 5 tahun ke depan memiliki sebuah tantangan yang berat. Pengetahuan yang ada pada diri siswa ditekankan. Setiap siswa untuk membangun pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, serta dibangun berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan.

    ReplyDelete
  3. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari tabel di atas adalah bahwa pendidikan kita sejauh yang saya pahami dari yang saya dengar dari guru-guru yang pernah saya temui. Berdasarkan tabel yang kedua ini dari seisi Theory of Society dan Theory Students’ Ability pendidikan kita sangat dekat dengan Industrial Trainer, Technological Pragmatis dan Old Humanis. Akan tetapi untuk dari sisi Genesis of Student, saya merasa sudah ada arah pergeseran ke kanan walaupun belum terlalu banyak, pendidikan kita saat ini arahnya dekat dengan Old Humanis dan Progressive Educator.

    ReplyDelete
  4. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan peta pendidikan dunia bagian kedua ini terlihat bagaimana posisi pendidikan di Indonesia dan perbandingannya dengan pendidikan dunia. Perbedaan tersebut terlihat dari posisi siswa dimana pada masyarakat industrial trainer dan technological pragmantist posisi siswa dianggap sebagai “empty vessel” atau tong kosong. Keduanya ini mencirikan pembelajaran yang masih berorientasi kepada guru dan bersifat tradisional. Sedangkan pada old humanist, menganggap siswa mampu membangun karakternya sendiri. Pada progressive ecuator lebih menitikberatkan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dan pada public ecuator lebih menekankan pada perkembangan siswa dalam proses pembelajaran. Untuk kedua masyarakat terakhir ini terlihat menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa dan inovatif.

    ReplyDelete
  5. Junianto
    17709251065
    PM C

    Student Centered, menjadi salah satu yang sering diperbincangkan saat ini. Metode pembelajaran ceramah dan terpusat pada guru dinilai sudah tidak relevan dengan dunia sekarang. Sudah saatnya kita menjadikan siswa sebagai subjek bukan objek belajar. Belajar matematika adalah aktifitas, jadi kalau siswa hanya sekedar mendengarkan penjelasan guru berarti mereka pasif. Dengan ini, materi pun akan sulit diingat siswa. Berbeda halnya jika guru memberikan LKS, kemudian berbagai alat peraga dan meminta siswa untuk mencari sendiri konsepnya sambil guru mengamati dan membantu. Hal ini tentu akan membuat siswa aktif dan menemukan konsep belajar mereka. Guru hanya sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber belajar.

    ReplyDelete
  6. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Sistem pendidikan di Indonesia tengah berusaha mengubah paradigma dari teacher centered menuju paradigma constructivisme. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam paradigma Constructivisme dan Realisticism, kemampuan siswa dipandang sebagai kebutuhan dan aspek budaya, dan juga relatif. Pembelajaran terpusat pada siswa dan memandang siswa seperti tanaman yang dapat tumbuh. Maksudnya siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan fasilitas yang diberikan oleh guru. Siswa memiliki potensi yang besar untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya.

    ReplyDelete
  7. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berbagai teori yang menetapkan guru sebagai fasilitator sebenarnya sudah mulai digalakkan, khususnya guru-guru muda Indonesia pasti sudah memahami hal tersebut. Pada saat penerapan di kelas, seringkali teori tersebut bagai terbang menghilang karena situasi yang tidak memungkinkan untuk mengaktifkan siswa yang cenderung pasif selama belajar. Terlebih matematika, siswa lebih senang diberikan penjelasan, mencatat, dan diberi latihan. Guru pun lebih aman begitu karena lebih mudah mengatur waktu dan keadaan di kelas. Istilahnya, "cari aman". Paradigma begitu mendasar sehingga student centered juga masih sulit.

    ReplyDelete
  8. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Menurut pandangan saya setelah banyak membaca, mengamati, bahkan mengalami sendiri suasana dunia pendidikan di Indonesia, saya berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia secara umum sudah meninggalkan dua kolom paling kiri. Sekarang Indonesia sedang dalam tahap yang terjadi di kolom ketiga dan keempat dari kiri. Pendidikan sudah mulai mementingkan pembangunan karakter atau character building. Hal ini tertuang dalam dokumen kurikulum 2013. Ada 18 nilai yang disebutkan dalam rangka pendidikan karakter di kurikulum 2013, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa telah ada usaha dari pemerintah Indonesia yang menempati kursi yang berwenang terhadap sistem pendidikan untuk mendidik karakter anak bangsa sesuai dengan nilai-nilai baik yang diharapkan. Selain itu, Indonesia juga sudah mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, karena memang dalam kurikulum 2013 begitulah ketentuannya. Guru sebagai fasilitator bagi siswa yang berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  9. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    pendidikan di Indoensia mulai memasuki pembentukan karakter (character building), dalam pembelajaran berlangsung dalam dunia pendidikan diindonesia sudah mulai bergerak kearah pembengunan karakter, ini dapat ditunjukkan dengan kurikulum baru di Indonesia yang munggunakan kurikulum 2013 dengan mengembangkan beberapa karakter dalam siswa. Tidak hanya karakter yang di bangun tetapu juga pembelajaran di Indonesia mulai bergerak pada pembelajaran yang berpusat pada siswa yang sebelumnya teacher center, sehingga dengan berpusat pada siswa diharapkan siswa lebih aktif dan lebih kreatif dalam pembeljaran, dengan fasilitator dari guru dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran di Indonesia lebih hidup dan aktif untuk menggali pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  10. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Peta 2 ini adalah lanjutan dari peta 1. Bila sebelumnya, kita dapat meninjau setiap era dari segi politik, matematika, dan nilai moral yang dianut, sekarang kita akan meninjau setiap era dari teori sosial, pandangan awal tentang siswa, dan teori kemampuan siswa. Pada era public educator, seharusnya kita memandang sebuah ketidakadilan masyarakat sebagai sesuatu yang harus diperbaiki atau direformasi. Selain itu, kita juga harus memandang siswa seperti sebuah biji tanaman yang harus ditumbuhkan atau dikembangkan. Kita juga harus menyadari bahwa kemampuan siswa itu berbeda-beda (relative). Siswa atau peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal dapat terjadi jika seorang guru dapat menggunakan model, metode atau cara yang tepat dalam setiap materi yang diberikan sehingga akan menimbulkan pembaljaran yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  11. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Keadaan yang terjadi dalam pembelajaran yang menciptakan siswa-siswi pada masa sekarang adalah pembelajaran yang bersifat teacher centered dimana pembelajaran ini menganalogikan bahwa peserta didik merupakan gelas kosong yang hanya perlu dituangi sesuatu agar memiliki isi. Namun, hal tersebut membuat kemandirian dari peserta didik tidak terbentuk. Akrena segala hal dilakukan oleh guru dan peserta didik hanya menerima saja apa yang guru berikan tanpa mencaritahui informasi apakah konsep itu benar ataupun salah.
    Dalam mewujudkan siswa yang mandiri, upaya yang dilakukan salah satunya pembelajaran dirubah menjadi student centered dimana siswa dianalogikan sebagai lilin yang hanya butuh dinyalakan oleh orang lain. Setelah itu biarkan mereka berjaln dengan sendirinya namun tetap dipantau. Seperti filosofi Ki Hajar Dewantara “Ing Madya Mangun Karsa” yaitu selalu berada di sisi peserta didik agar ketika mereka mengalami kesulitan ada yang dapat sedikit membantu dalam memperoleh ilmu yang hakiki.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  12. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Student center merupakan sistem pembelajaran yang diharapkan di dalam Permendiknas No 20 Tahun 2007. Student center sangat efektif dalam membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa karena dengan pendekatan tersebut siswa diberikan kesempatan untuk mengesksplor diri agar lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat mereka sehingga pembelajaran yang dilaksanakan bisa dikatakan sebagai pembelajaran yang bersifat demokrasi.

    ReplyDelete
  13. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran student center memang digadang-gadang merupakan pembelajaran yang diproyeksikan sebagai pembelajaran di Indonesia demi mencapai tujuan pendidikan yang dicanangkan oleh negara dan tujuan pembelajaran di kelas pada khususnya. Pembelajaran student center memandang siswa sebagai wadah kosong yang dapat diisi semau gurunya, namun lambat laun semakin disadari bahwa pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan yang harus dibidik oleh semua proses pembelajaran. Student center mengakui adanya talenta yang melekat pada setiap siswa, dan pendidikan bertugas untuk memaksimalkan talenta tersebut. pembelajaran student center menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, sehingga meminimalisir peran guru dalam proses pembelajaran. Hal ini ditujukan agar siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran siswa menjadi lebih bermakna. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  14. Pembelajaran teacher center merupakan paradigma pembelajaran lama yang dinilai telah usang dan tidak lagi relevan bagi kehidupan pendidikan saat ini. Berdasarkan tabel tersebut, dalam salah satu kelompok yang menganut teacher center memamndang masyarakat sebagai un-justice dan mengharuskan suatu reformasi demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Pembelajaran ini telah mendarah daging terlebih pad guru-guru yang terhitung tak lagi muda. Seiring majunya kehidupan, banyaknya kemudahan dan akses apapun atau kemanapun maka paradigma kehidupn pun ikut berubah, termasuk paradigma pembelajaran. Namun tidak terelakkan bahwa beberapa orang mengakui pembelajarannya dulu saat menggunakan paradigma teacher center pun tetap berhasil

    ReplyDelete
  15. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimakasih banyak pak karena telah memberikan gambaran berupa peta pendidikan dunia.Dimana memiliki dua bagian yaitu teacher centered dan student centered. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered )tidak terlepas dari kemampuan guru untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif didalam proses pembelajaran. Untuk dapat mengembangkan model pembelajaran yang efektif maka setiap guru harus memiliki pengetahuan yang memadai berkenaan dengan konsep dan cara-cara pengimplementasian model-model tersebut dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang efektif memiliki keterkaiatan dengan tingkat pemahaman guru terhadap perkembangan dan kondisi siswa-siswa di kelas. Demikian juga pentingnya pemahaman guru terhadap sarana dan fasilitas sekolah yang tersedia, kondisi kelas dan beberapa faktor lain yang terkait dengan pembelajaran.Pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered) guru berperan sebagai fasilitator yang harus mampu membangkitkan ketertarikan siswa terhadap suatu materi belajar dan menyediakan beraneka pendekatan cara belajar sehingga siswa (yang berbeda-beda tersebut) memperoleh metode belajar yang paling sesuai baginya. Untuk itu guru perlu menyediakan wahana, media dan pendekatan cara belajar yang bervariasi pada pembelajaran kooperatif atau kerja kelompok.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Melalui peta ini saya menjadi lebih tahu posisi pendidikan di Indonesia dimana lebih berfokus pada teacher centered dengan paradigma transfer of thinking. Hal ini saya ketahui dari peta pertama yang sudah saya baca sebelumnya. Saya pribadi menganggap bahwa peserta didik di Indonesia sudah mulai dapat belajar secara mandiri dan kreatif saat berada pada jenjang sekolah menengah lanjutan. Tidak ada salahnya untuk memulai gaya belajar yang berfokus pada student centered. Student centered sangat memberdayakan potensi dari peserta didik dan mampu memberikan ruang pada siswa untuk berkreasi saat proses belajar berlangsung.

    ReplyDelete
  18. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam dunia pendidikan, inovasi-inovasi baru semakin banyak ditemukan, baik itu tentang metode atau sarana prasarana dalam menunjang proses belajar mengajar. Proses pembelajaran dulunya menjadikan guru seebagai sentral dalam pendidikan, guru menjadi pusat ataupun tonggak utama dalam pelaksanaan pembelajaran, namun kini sudah bergeser menjadi student center, dimana proses pembelajaran berpusat pada siswa.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  19. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Keadaan pendidikan Indonesia masih tertinggal dengan pendidikan dunia. Sebagian masih menerapkan guru sebagai pusat pembelajaran. Guru yang memberikan seluruh materi kepada siswa. Guru yang mengatur semua kegiatan siswa tanpa memberi kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan ide. Sehingga perlu adanya kesadaran dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Indonesia agar tidak semakin tertinggal dengan pendidikan dunia yang mengalami perkembangan begitu pesatnya.

    ReplyDelete
  20. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pendidikan modal utama kemajuan sebuah bangsa. Karena dengan pendidikan generasi penerus ditempa untuk menjadi sosok yang kuat dalam menghadapi masa depan. Dunia pendidikan di Indonesia identik dengan metode pembelajaran konvensional, seperti Teacher Center . Namun, Teacher Center dianggap kurang memberikan pengalaman pada siswa sehinggga sekarang ini pendidikan lebih sering menerapkan metode Student Center.
    Pada dasarnya pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Untuk mencapai tujuan pendidikan dibutuhkan metode pengajaran yang inovatif, yaitu metode pengajaran yang selalu berubah sesuai dengan materi yang diajarkan dan kondisi siswa.

    ReplyDelete
  21. Junianto
    PM C
    17709251065

    25. Siswa pada hakikatnya adalah subjek belajar bukan objek belajar. Dua hal yang sangat berbeda dan bertolak belakang namun sering kali di campur adukkan. Sebagai subjek belajar, maka siswalah seharusnya yang aktif dalam belajar dan menemukan konsep belajarnya sendiri buka sebaliknya. Di lingkungan kita saat ini masih kita jumpai guru yang menjadikan siswa sebagai objek belajar sehingga siswa terus diberikan materi sesuai keinginan guru. Hal ini sebenarnya dapat mematikan kreatifitas siswa dan mereka juga menjadi pasif dalam belajar.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Para pelaku pendidikan di Indonesia masih terus berusaha terlepas dari pengaruh pendidikan kolonial dengan merancang pendidikan karakter yang berpusat pada siswa (student centered) dimulai dengan penyusunan kurikulum terbaru (K13) yang berfokus pada Pendidikan berbasis karakter dengan harapan pendidikan dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang terdidik dan berkarakter.

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran teacher centered untuk saat ini memang dinilai sudah kurang relevan dengan kebutuhan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan dengan tujuan pendidikan nasional. Perlu adanya pembelajaran yang terinovasi agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Akan tetapi saat ini masih banyak sekolah yang menggunakan metode konvensional karena banyak terdapat faktor yang menyebabkannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi oleh seluruh elemen pendidikan agar semua lini berjalan dengan baik sesuai dengan tuntutan perubahan jaman.

    ReplyDelete
  24. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran student centered saat ini sudah banyak dikembangkan oleh peneliti-peneliti di Indonesia. Hal itu sangat berguna sebagai sumber yang relevan untuk belajar bagaimana agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang tepat bagi para guru maupun calon guru yang kelak akan menjadi pendidik juga dan tentunya lebih banyak tantangan yang akan dihadapi.

    ReplyDelete
  25. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana
    hh
    Dari tahun ketahun perkembangan pendidikan mengalami perubahan dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak tertinggal dengan negara-negara berkembang dan negara-negara maju lainnya. Salah satunya dengan menerapkan kegitan belajar mengajar yang berpusat pada siswa. Saya sempat merasakan kegiatan teacher centered dan saya juga pernah merasakan student centered sebagai siswa. Pada teacher centered memang memperoleh pengetahuan beserta dengan langkah-langkah dalam membangun pengetahuan itu sudah jelas karena mengikuti arahan dan langkah yang dilakukan oleh guru, dan menurut saya hal tersebut baik untuk siswa yang berada di sekolah dasar karena siswa sekolah dasar itu belum memiliki landasan mau kemana arah yang harus dia kerjakan. Sedangkan student centered tidak masalah diberlakukan pada siswa tingkat sekolah menengah karena mereka telah memiliki bekal pengetahuan dasar serta pengalaman belajar sebelumnya untuk mengarahkan bagaimana dan kemana langkah mereka dalam melakukan pembelajaran.

    ReplyDelete
  26. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca bagan yang kedua ini saya berani berpendapat bahwa sistem pendidikan di negara kita telah berusaha melakukan perubahan menuju pendidikan yang ideal seperti dua kolom kanan. Mengingat dari pengalaman saya selama perkuliahan pendidikan, kami diajak untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran, meyakinkan kami bahwa guru bukan sekedar menyampaikan rumus, namun memfasilitasi bagaimana siswa mampu berkembang dan membangun pengerahuan melalui berbagai fasilitas yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  27. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B 2017

    Guru berperan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pendidikan dibagi menjadi dua ciri yaitu Pendidikan berciri Teacher Centered dan Pendidikan bercirikan Student Centered. Pada zaman dulu pendidikan di Indonesia menerapkan Pendidikan berciri Teacher Centered, oleh karena itu siswa cenderung hanya menghafal dan dan meniru apa yang guru berikan kepada mereka. Walaupun memang hasil belajarnya baik, namun mereka tidak memiliki kreativitas dalam memecahkan suatu masalah. Saat ini, Indonesia menuntut untuk Sistem Satuan Pendidikan bercirikan Student Centered sebab dengan sistem yang seperti ini, guru hanya sebagai fasilitator di dalam pembelajaran, sehingga siswa dituntut memiliki inovasi dalam pemecahan masalah. Hal ini sangat baik, karena pada dasarnya manusia hidup tidak hanya dihadapkan dengan teori saja, namun juga pengalaman. Pendidikan bercirikan Student Centered lebih menekankan pemahaman siswa akan sebuah konsep. Ketika siswa dapat memahami sebuah konsep, maka akan selalu teringat dan akan bermanfaat di kemudian hari sebab konsep-konsep selalu berkaitan satu dengan yang lain. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  28. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Student centered sangat bagus untuk melatih siswa berpikir kritis. Guru sebagai fasilitator dan bisa sekaligus menjadi motivator. Kalau dulu guru berperan dengan mentransfer ilmu ke siswa, walau menurut sudut pandang siswa ini merupakan metode yang nyaman, karena siswa dituntut tidak terlalu aktif berpikir atau mengungkapkan ide. Meski demikian, dua metode tersebut bisa saja dikolaborasikan (student centered dan teacher centered), artinya siswa tidak langsung berpikir mandiri, namun adakalanya guru menjelaskan materi secara mendalam, kemudian pada pertemuan berikutnya siswa mulai diajak berdiskusi dsb.

    ReplyDelete
  29. Terimakasih bapak, dari tabel di atas saya bisa memahami mengenai theory of society, genemis of students, theory of students’ ability berdasarkan kategori teacher center pada 3 kolom di sebelah kiri dan 2 kolom di sebelah kanan yang berparadigma student center di sebelah kanan. Menurut saya tidak semua hal dalam paradigm “teacher center” adalah hal yang jelek, ada hal-hal baik yang dapat kita terapkan, misalnya siswa yang mudah untuk diatur, dalam “student center” pun juga terdapat kelemahan seperti tidak semua siswa mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih Prof atas pemaparan ideologi pendidikan yang sangat menarik dikemas ke dalam tabel. Saya melihat kesenjangan yang begitu jauh antara Industrial Trainer dan Public Education. Industrial Trainer lebih mengarahkan pendidikan atas dasar tujuan pasar yang materialistik dan dekat dengan agenda besar kapital sehingga pembelajarannya lebih menekankan pada penanaman potensi kepada siswa. Sedangkan Public Education lebih humanis dan menghargai potensi tiap individu disesuaikan dengan lingkungannya, sehingga model pembelajarannya lebih menekankan pada penumbuhan potensi siswa.

    ReplyDelete
  31. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dengan melihat tabel di atas, saya dapat menentukan hubungan antara pelatih Industri, Pragmatisme teknologi, humanis Old, Progressive Educator dengan public educator, Kejadian Mahasiswa, dan Teori kemampuan Mahasiswa. Benar sekali dan tampak jelas bahwa 2 kolom di kanan yaitu progressive educator dan public educator adalah yang terbaik karena mengembangkan konvstruktivisme dan realistikisme

    ReplyDelete
  32. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada peta ke 2 yang dibuat oleh Pak Marsigit yang diadopsi dari Paul Ernest ini, saya setuju dengan catatn yang dibuat Bapak jika tiga kolom yang sebelah kiri pembelajarannya lebih berpusat pada guru dan cara pembelajarannya transfer pikiran bukan membangun intuisi siswa, sedangkan dua kolom sebelah kanan prose pembelajarannya berpusat pada siswa dengan proses pembalajarannya menekankan keaktifan siswa dalam membangun pemahaman mereka masing-masing dan guru hanyalah sebagai fasilitator untuk mengarahkan interaksi sosial siswa, sehingga siswa dapat merepresentasikan hasil belajarnya.

    ReplyDelete
  33. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    Kurikulum pendidikan kita saat ini menekankan student-centered, namun pada praktiknya masih banyak guru yang nyaman dengan metode konvensional cermah yang berarti kembali ke teacher centered. dari pengamatan saya sejauh ini siswa juga sudah terbiasa menerima apa saja yang diberikan gurunya, guru dianggap selalu benar dan siswa malas berpikir. menurut saya jika kita ingin menerapkan student centered kita harus benar-benar mengubah mindset siswa dan guru terhadap pembelajaran. jangan sampai hal lama terlalu mengakar sehingga sulit untuk menerapkan hal baru.

    ReplyDelete
  34. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Berdasarkan kurikulum 2013, pendidikan dalam proses pembelajaran bercirikan student center oleh karena itu kolom yang paling tepat adalah progressive educator dan public educator, karena dalam progresif educator seorang guru akan berpikir maju dan mau mengembangkan pemikirannhya dengan cara menggunakan berbagai macam srategi, model, dan pendekatan, sedangkan siswa berperan sebagai tokoh utama yang dapat mengembangkan secara mandiri pengetahuannya, dengan cara menemukan dan memaknai langsung pengetahuan untuk dikonfirmasi secara bersama-sama dengan gurunya.

    ReplyDelete
  35. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan nasional abad ke-21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki pribadi untuk bersikaf mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut maka guru di kelas harus merubah oriented pembelajaran menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan melakukan hal tersebut guru memberikan siswa kesempatan untuk bersikaf lebih mandiri yang dapat memberikan impact untuk kehidupan di masa yang akan mendatang, masa di mana mereka harus bersaing dalam dunia kerja.

    ReplyDelete