Nov 8, 2014

Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 2).

Catatan: Tiga kolom sebalah kiri, mengimplementasikan Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimlementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism.

115 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sistem Pendidikan Indonesia saat ini sebenarnya suda merujuk pada Student Centered, sebab pemerintah telah memberikan warna baru dalam dunia pendidikan dengan mengubah kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Idealnya, K13 dibuat agar memberikan dampak Student Centered dalam proses pembelajaran. Namun sayangnya, dalam proses pelaksanaannya K13 belum berjalan sebagaimana diharapkan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, yang diantaranya adalah kesiapan guru dan siswa dalam menjalankan kurikulum 2013 ini.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Di Indonesia sistem pendidikannya industrial trainer, technological pragmatis, dan old humanis yang bercirikan pembelajaran bersumber pada guru dan guru sebagai satu-satunya sumber belajar dengan demikian pembelajaran yang dilakukan oleh siswa kurang bermakna dan proses pembelajaran hanya sebagai media untuk menstransfer atau menyalurkan ilmu yang dipunyai guru ke siswa tanpa analisis yang dilakukan siswa. Sedangkan progressive educator dan public educator ini yang diterapkan dalam kurikulum 2013 dimana pembelajaran berpusat pada siswa dengan pemberian masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan siswa membangun pengetahuannya melalui media yang disediakan oleh guru, dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Perlu dilakukan upaya yang keras untuk mengubah pandangan pendidikan indonesia menjadi mengarah kepada Student Centered. Karena selama ini pendidik juga merasa dilema. Jika dilakukan student centered, peserta didik malah tidak belajar. Padahal sudah diarahkan untuk belajar. Jika terlalu diarahkan malah bukan lagi student centered. Sehingga itu yang menyebabkan perubahan pandangan menjadi student centered itu sulit. Namun saat ini sudah banyak dan beragam upaya yang dilakukan pemerintah, pemerhati pendidikan dan juga peneliti di bidang pendidikan untuk mengubah pandangan pendidikan menjadi student centered. Dapat dilihat jelas dari penggunaan Kurikulum 2013 dan metode pembelajaran saintifik dan penilaian autentik yang sedang trend saat ini.

    ReplyDelete
  4. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Di Indonesia masih banyak guru yang menggunakan teacher centered. Yang terjadi dalam teacher centered adalah komunikasi hanya satu arah dan ilmu yang ada di guru hanya ditransfer ke siswanya, siswa tidak mengkonstruksi sama sekali pengetahuan yang ia peroleh sehingga ilmu yang ia dapat mudah untuk dilupakan oleh siswa. Sebaliknya dengan student centered, siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran akan bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  5. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari tabel diatas dijelaskan bahwa pendidikan dibagi menjadi dua yaitu Teacher Centered (berpusat pada guru) dan Student Centered (Berpusat pada siswa). Diindonesi sendiri saat ini mencoba mengubah dari yang dulu teacher centered menjadi student centered melalui kurikulum 2013 dengan pendektan saintifik. Dengan menggunakan sistem student centered membuat pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa karena siswa membangun sendiri pengetahuannya dan guru menjadi fasilitator.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam dan pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa. Peran guru dalam pembelajaran berpusat pada siswa adalah sebagai fasilitator yang dalam hal ini, guru memfasilitasi proses pembelajaran di kelas. Fasilitator adalah orang yang memberikan fasilitasi sehingga guru hanya memfasilitasi siswanya dalam proses kegiatan belajar mengajar.Pembelajaran yang inovatif dengan metode yang berpusat pada siswa memiliki keragaman model/metode pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif dari siswa.Disamping itu, Saat ini terdapat beragam inovasi baru di dalam dunia pendidikan terutama pada proses pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut adalah konstruktivisme. Pemilihan pendekatan ini lebih dikarenakan agar pembelajaran membuat siswa antusias terhadap persoalan yang ada sehingga mereka mau mencoba memecahkan persoalannya.

    ReplyDelete
  7. Dunia pendidikan kaum industrialis, pendidikan hanya bertumpu pada keuntungan yang terlihat nyata dan dikerahkan untuk kepentingan industri. Dunia pendidikan kaum old humanis yang berpusat pada diri manusia dan aspek spiritual ditiadakan. Dunia pendidikan kaum progresif yang berorientasi kepada siswa, hasil pendidikan diperoleh melalui portofolio. Setiap pendidikan mempunyai tujuannya masing masing. Pendidikan disesuaikan dengan pandangan politik suatu negara atau diselenggarakannya pendidikan tersebut. Pendidikan merupakan kebebasan untuk memilih sistem yang digunakan. Jangan memaksakan pendidikan.

    ReplyDelete
  8. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan pak Prof diatas disampaikan bagan ke 2 keadaan pendidikan di dunia. Sistem pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengarah ke student centered, atau pada tabel diatas berada di 2 kolom paling kanan. Diharapkan usaha-usaha para pelaksana pendidikan saat ini mampu menempatkan keadaan pendidikan Indonesia di tempat yang tepat, dan dilihat atau dipandang baik oleh dunia

    ReplyDelete
  9. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan di Indonesia saat ini sedang berproses dari implementasi pendidikan berciri teacher centered (tiga kolom sebelah kiri) menuju student centered (dua kolom sebelah kanan). Dimana guru tidak seharusnya melakukan transfer of thinking kepada siswa, melainkan guru perlu memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pengetahunnya sendiri, sehingga siswa dapat berkembang. Guru juga perlu memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar sehingga siswa dapat berperan secara aktif di kelas.

    ReplyDelete
  10. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pendidikan yang student-center akan meningkatkan tingkat kreatifitas, kritis dan pemahaman siswa akan suatu materi bertahan lama, karena siswa berusaha mengkonstruk sendiri pengetahuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Genesis of Student yang diharapkan dapat berjalan secara merata di setiap sekolah khususnya di Indonesia adalah Student Orientation. Dalam hal ini sebaiknya dapat dibentuk suatu pembelajaran yang "menguntungkan" siswa. Artinya bahwa pembelajaran diharapkan dapat sepenuhnya bermanfaat bagi siswa. Siswalah yang harus banyak belajar dalam mencari tahu dan membangun pengetahuannya sendiri dari hasil pengamatan dan analisis mereka. Guru dalam hal ini tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Guru hanya menjadi fasilitator yang membantu siswa jika dibutuhkan. Siswa secara luwes dapat memeroleh pengetahuan dari sumber lain yang sekarang sangat terbuka untuk dieksplorasi.

    ReplyDelete
  12. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    saat ini, kebanyakan pendidikan di Indonesia masih mengutamakan pembelajaran dengan sistem teacher centered, atau berfokus pada guru. meski telah disosialisasikan macam-macam pembelajaran dengan sistem student center, namun teacher center tetap menjadi yang paling banyak digunakan. Kebutuhan dan karakteristik murid terkadang terlupakan karena beberapa faktor atau masalah yang harus dihadapi guru, salah satunya mungkin faktor waktu. Oleh karena itu, sebisa mungkin, kita dapat mampu menjadi guru yang menjadikan muridnya sebagai acuan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada peta 2 pendidikan di atas kembali mengklasifikasikan pendidikan menjadi beberapa jenis, yaitu industrial trainer, technologicaal pragmatist, old humanist, progressive educator, dan public educator.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya tertarik pada jenis progressive educator yang mana proses pembelajaran mengacu pada student center. Dalam kata lain siswalah yang menjadi subjek pembelajaran. Menurut saya jenis progressive ini dapat dijadikan sumber inspirasi untuk meningkatkan pembelajaran yang mengarah pada pembudidayaan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  15. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Peta pendidikan dunia 2 menjelaskan tentang teori sosial, hakikat siswa dan teori kemampuan siswa menurut tiap kaum. Pertama, progressive educator
    a. Theory of society
    Teori masyarakat di progressive educator yaitu masyarakat yang sejahtera. Idealnya, masyarakat dilihat sebagai sesuatu yang mendukung dan memelihara lingkungan. Jadi, teori masyarakatnya sudah sedikit maju dibandingkan di industrial trainer, pragmatist, dan old humanist.
    b. Genesis of student
    Hakekat siswa di progressive educator ini adalah berorientasi pada siswa (students centered). Pada kaum ini, siswa merupakan subjek yang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa tidak hanya menerima semua pengetahuan dari guru, tetapi mereka mencoba mencarinya sendiri. Namun, hal ini tidak berarti bahwa siswa diizinkan untuk mengikuti semua keinginannya, karena mereka belum cukup matang untuk menentukan tujuan yang memadai. Siswa memang banyak berbuat dalam menentukan proses belajar, namun ia bukan penentu akhir. Siswa membutuhkan bimbingan dan arahan dari guru dalam melaksanakan aktivitasnya. Jadi, dengan kata lain kerjasama antara guru dan siswa serta siswa dan siswa belum terlihat.
    c. Theory of student ability
    Teori kemampuan siswa di progressive educator adalah hal yang dibutuhkan. Maksudnya adalah siswa belajar dan tumbuh melalui pengalaman secara fisik dan dunia sosial. siswa membutuhkan pengasuhan, perlindungan, dan pengalaman untuk mengembangkan potensi mereka. Mereka belajar dan tumbuh melalui pengalaman secara fisik dan dunia sosial. Nilai-nilai yang terhubung merupakan sumber jiwa yang melindungi dan membantu perkembangan kreativitas dan pengalaman pribadi.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Sedangkan, yang kedua yakni public educator,
    a. Theory of society
    Teori sosial dari public educator menyatakan bahwa perlu suatu reformasi atau pembaharuan untuk suatu ketidakadilan. Public educator mewakili pembaharuan tradisi secara radikal, berfokus pada demokrasi dan keadilan sosial. Bagi public educator, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Tujuan mereka adalah 'pendidikan untuk semua' dan pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi negara yang demokratis. Bila dikaitkan dengan peta pendidikan dunia Paul Ernest mengenai teori sosial dari public educator, maka telah sesuai antara landasan yuridis dengan peta pendidikan dunia yang dikemukakan.
    b. Genesis of student
    Hakekat siswa menurut public educator adalah siswa bukan merupakan kertas kosong putih bersih yang siap menerima coretan-coretan dari gurunya. Menurut pandangan kaum sosial ini, guru menganggap siswa sebagai benih tanaman yang apabila tanaman tersebut dipupuk dan disiram secara teratur, maka tanaman tersebut akan tumbuh, berkembang, dan berbuah.
    c. Theory of student ability
    Teori kemampuan siswa menurut kelompok sosial public educator adalah berdasarkan aspek budaya dan relatif pada diri siswa. Kemampuan berdasarkan aspek budaya dan relatif maksudnya adalah kemampuan yang dimiliki seorang siswa berbeda satu sama lain, sesuai dengan bakat yang dimiliki dipengaruhi budaya dan kondisi lingkungan sekitar. Bisa jadi, seseorang pintar matematika, sementara orang lain pintar menari. Karena itu, dalam pembelajaran guru perlu memperhatikan perbedaan individu tersebut dan berperan sebagai fasilitator, menyediakan sesuatu yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya.
    Yang dibutuhkan untuk pendidikan saat ini, yaitu student centered. Jika berdasarkan penjabaran diatas, saya setuju bahwa progresive educator dan public educator mengarah pada student centered. Mari sebagai calon pengajar baiknya berikhtiar menuju ideologi tersebut demi terciptanya pendidikan yang dicita-citakan.
    Referensi:
    http://anisyaseptiana20.blogspot.com/2014/01/implementasi-filsafat-dalam-kurikulum.html
    http://trysagustyamanda.blogspot.com/2014/01/implementasi-filsafat-dalam-pendidikan.html

    ReplyDelete
  17. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan dengan pendekatan saintifik mulai dilaksanakan di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kurikulum 2013 yang mana dalam kurikulum tersebut bercirikan Student Centered atau pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Hal ini tentu akan meningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sehingga mampu bersaing di masa mendatang.

    ReplyDelete
  18. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15790251004)

    Dalam pengembangan teori sosial, teori hakikat siswa dan teori kemampuan siswa idealnya sebuah pendidikan di sekolah hendaknya berorientasi pada siswa demi pembentukan karakter siswa sehingga siswa mampu untuk mengembangkan pengetahuan dari pengetahuan awal yang dimiliki, menemukan konsep sendiri dari berbagai contoh kehidupan nyata yang dialami.

    ReplyDelete
  19. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. seperti yang telah Prof. Marsigit informasikan pada postingan sebelumnya bahwa Indonesia masih melihat matematika sebagai body of knowledge, science of truth, structure of truth. Sehingga bisa dilihat bahwa Indonesia masih menganut paradigma transfer of thinking dengan guru sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Paradigma ini perlu dirubah agar pendidikan matematika di Indonesia dapat maju dan bersaing dengan bangsa lain.

    ReplyDelete
  20. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pada peta pendidikan dunia yang kedua ini, tampak bahwa pendidikan bercirikan dengan konstruktivisme. Pendidikan yang berpusat pada siswa (student centered) dimana siswa aktif membangun pengetahuan mereka sendiri bukan lagi menerima pengetahuan dari guru atau berpusat pada guru (teacher centered). Proses pembelajaran dipengaruhi oleh pengalaman siswa, tekanan dalam proses belajar lebih pada proses, bukan hasil dan guru adalah fasilitator.

    ReplyDelete
  21. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    berdasarkan tabel di atas, kita dapat menentukan hubungan antara pelatih Industri, Pragmatisme teknologi, humanis Old, Progressive Educator dengan public educator, kejadian mahasiswa dan Teori kemampuan mahasiswa. Tampak jelas bahwa progressive educator dan public educator adalah yang terbaik karena mengembangkan konstruktivisme dan realistikisme yang terletak pada 2 kolom di kanan.

    ReplyDelete
  22. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan kolom Progressive Educator pada genesis of student, maka kita tahu bahwa pembelajaran yang baik adlah yang berorientasi pada siswa. Hal ini sesuai dengan kurikulum 2013 yang mempunyai tujuan agar siswa menjadi lebih aktif.

    ReplyDelete
  23. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Peta 2 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes, kita mengetahui bahwa tiga kolom sebalah kiri, mengimplementasikan Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking. Hal ini adalah pendidikan yang masih konvensional.

    ReplyDelete
  24. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Peta 2 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes, kita mengetahui ua kolom sebelah kanan mengimlementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism.. Hal ini adalah pendidikan yang sesuai dengan kurikulum 2013.

    ReplyDelete

  25. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang kontruktivisme dapat membuat siswa bisa membangun konsep pengetahuannya secara mandiri walaupun tetap diarahkan oleh guru. Sesuai dengan pohon yang berbuah maka biji dari buah akan bisa tumbuh berkembang secara baik dan bisa melebihin pohon induknya.

    ReplyDelete

  26. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Peta 2 Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit dari Paul Ernes, yang palinbg membuat saya tertarik adalah bagian student orientation dan character building. Student orientation sudah mulai dilakukan di Indonesia dengan adanya kurikulum 2013. Sedangkan character building diterapkan dalam pendidikan karakter yang mulai dipelopori oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Sedikit demi sedikit pendidikan Indonesia akan menjadi lebih maju dan bersaing dengan negara hebat lainnya.

    ReplyDelete
  27. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang berpusat pada siswa bisa dikatakan sebagai bentuk penyempurnaan dari pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Bukan berarti metode yang terdahulu memiliki dampak yang buruk terhadap perkembangan pada diri siswa. Nyatanya dengan perlakuan seperti itu pun mampu menelurkan generasi yang tanggap akan keadaan sehingga melakukan perbaikan pembelajaran. Justru kita harus berterimakasih dengan masa lalu karena telah memberikan pengalaman yang berharga kepada pendidikan di negara kita.

    ReplyDelete
  28. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan diberlakukannya pembelajaran yang berpusat pada siswa, menjadikan generasi 5 tahun ke depan memiliki sebuah tantangan yang berat. Pengetahuan yang ada pada diri siswa ditekankan. Setiap siswa untuk membangun pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing, serta dibangun berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Hal yang kami (saya) pelajari dari tabel di atas adalah bahwa pendidikan kita sejauh yang saya pahami dari yang saya dengar dari guru-guru yang pernah saya temui. Berdasarkan tabel yang kedua ini dari seisi Theory of Society dan Theory Students’ Ability pendidikan kita sangat dekat dengan Industrial Trainer, Technological Pragmatis dan Old Humanis. Akan tetapi untuk dari sisi Genesis of Student, saya merasa sudah ada arah pergeseran ke kanan walaupun belum terlalu banyak, pendidikan kita saat ini arahnya dekat dengan Old Humanis dan Progressive Educator.

    ReplyDelete
  30. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan peta pendidikan dunia bagian kedua ini terlihat bagaimana posisi pendidikan di Indonesia dan perbandingannya dengan pendidikan dunia. Perbedaan tersebut terlihat dari posisi siswa dimana pada masyarakat industrial trainer dan technological pragmantist posisi siswa dianggap sebagai “empty vessel” atau tong kosong. Keduanya ini mencirikan pembelajaran yang masih berorientasi kepada guru dan bersifat tradisional. Sedangkan pada old humanist, menganggap siswa mampu membangun karakternya sendiri. Pada progressive ecuator lebih menitikberatkan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dan pada public ecuator lebih menekankan pada perkembangan siswa dalam proses pembelajaran. Untuk kedua masyarakat terakhir ini terlihat menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa dan inovatif.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    17709251065
    PM C

    Student Centered, menjadi salah satu yang sering diperbincangkan saat ini. Metode pembelajaran ceramah dan terpusat pada guru dinilai sudah tidak relevan dengan dunia sekarang. Sudah saatnya kita menjadikan siswa sebagai subjek bukan objek belajar. Belajar matematika adalah aktifitas, jadi kalau siswa hanya sekedar mendengarkan penjelasan guru berarti mereka pasif. Dengan ini, materi pun akan sulit diingat siswa. Berbeda halnya jika guru memberikan LKS, kemudian berbagai alat peraga dan meminta siswa untuk mencari sendiri konsepnya sambil guru mengamati dan membantu. Hal ini tentu akan membuat siswa aktif dan menemukan konsep belajar mereka. Guru hanya sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber belajar.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Sistem pendidikan di Indonesia tengah berusaha mengubah paradigma dari teacher centered menuju paradigma constructivisme. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam paradigma Constructivisme dan Realisticism, kemampuan siswa dipandang sebagai kebutuhan dan aspek budaya, dan juga relatif. Pembelajaran terpusat pada siswa dan memandang siswa seperti tanaman yang dapat tumbuh. Maksudnya siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan fasilitas yang diberikan oleh guru. Siswa memiliki potensi yang besar untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya.

    ReplyDelete
  33. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berbagai teori yang menetapkan guru sebagai fasilitator sebenarnya sudah mulai digalakkan, khususnya guru-guru muda Indonesia pasti sudah memahami hal tersebut. Pada saat penerapan di kelas, seringkali teori tersebut bagai terbang menghilang karena situasi yang tidak memungkinkan untuk mengaktifkan siswa yang cenderung pasif selama belajar. Terlebih matematika, siswa lebih senang diberikan penjelasan, mencatat, dan diberi latihan. Guru pun lebih aman begitu karena lebih mudah mengatur waktu dan keadaan di kelas. Istilahnya, "cari aman". Paradigma begitu mendasar sehingga student centered juga masih sulit.

    ReplyDelete
  34. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Menurut pandangan saya setelah banyak membaca, mengamati, bahkan mengalami sendiri suasana dunia pendidikan di Indonesia, saya berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia secara umum sudah meninggalkan dua kolom paling kiri. Sekarang Indonesia sedang dalam tahap yang terjadi di kolom ketiga dan keempat dari kiri. Pendidikan sudah mulai mementingkan pembangunan karakter atau character building. Hal ini tertuang dalam dokumen kurikulum 2013. Ada 18 nilai yang disebutkan dalam rangka pendidikan karakter di kurikulum 2013, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa telah ada usaha dari pemerintah Indonesia yang menempati kursi yang berwenang terhadap sistem pendidikan untuk mendidik karakter anak bangsa sesuai dengan nilai-nilai baik yang diharapkan. Selain itu, Indonesia juga sudah mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, karena memang dalam kurikulum 2013 begitulah ketentuannya. Guru sebagai fasilitator bagi siswa yang berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  35. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    pendidikan di Indoensia mulai memasuki pembentukan karakter (character building), dalam pembelajaran berlangsung dalam dunia pendidikan diindonesia sudah mulai bergerak kearah pembengunan karakter, ini dapat ditunjukkan dengan kurikulum baru di Indonesia yang munggunakan kurikulum 2013 dengan mengembangkan beberapa karakter dalam siswa. Tidak hanya karakter yang di bangun tetapu juga pembelajaran di Indonesia mulai bergerak pada pembelajaran yang berpusat pada siswa yang sebelumnya teacher center, sehingga dengan berpusat pada siswa diharapkan siswa lebih aktif dan lebih kreatif dalam pembeljaran, dengan fasilitator dari guru dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran di Indonesia lebih hidup dan aktif untuk menggali pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  36. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Peta 2 ini adalah lanjutan dari peta 1. Bila sebelumnya, kita dapat meninjau setiap era dari segi politik, matematika, dan nilai moral yang dianut, sekarang kita akan meninjau setiap era dari teori sosial, pandangan awal tentang siswa, dan teori kemampuan siswa. Pada era public educator, seharusnya kita memandang sebuah ketidakadilan masyarakat sebagai sesuatu yang harus diperbaiki atau direformasi. Selain itu, kita juga harus memandang siswa seperti sebuah biji tanaman yang harus ditumbuhkan atau dikembangkan. Kita juga harus menyadari bahwa kemampuan siswa itu berbeda-beda (relative). Siswa atau peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal dapat terjadi jika seorang guru dapat menggunakan model, metode atau cara yang tepat dalam setiap materi yang diberikan sehingga akan menimbulkan pembaljaran yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  37. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Keadaan yang terjadi dalam pembelajaran yang menciptakan siswa-siswi pada masa sekarang adalah pembelajaran yang bersifat teacher centered dimana pembelajaran ini menganalogikan bahwa peserta didik merupakan gelas kosong yang hanya perlu dituangi sesuatu agar memiliki isi. Namun, hal tersebut membuat kemandirian dari peserta didik tidak terbentuk. Akrena segala hal dilakukan oleh guru dan peserta didik hanya menerima saja apa yang guru berikan tanpa mencaritahui informasi apakah konsep itu benar ataupun salah.
    Dalam mewujudkan siswa yang mandiri, upaya yang dilakukan salah satunya pembelajaran dirubah menjadi student centered dimana siswa dianalogikan sebagai lilin yang hanya butuh dinyalakan oleh orang lain. Setelah itu biarkan mereka berjaln dengan sendirinya namun tetap dipantau. Seperti filosofi Ki Hajar Dewantara “Ing Madya Mangun Karsa” yaitu selalu berada di sisi peserta didik agar ketika mereka mengalami kesulitan ada yang dapat sedikit membantu dalam memperoleh ilmu yang hakiki.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  38. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Student center merupakan sistem pembelajaran yang diharapkan di dalam Permendiknas No 20 Tahun 2007. Student center sangat efektif dalam membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa karena dengan pendekatan tersebut siswa diberikan kesempatan untuk mengesksplor diri agar lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat mereka sehingga pembelajaran yang dilaksanakan bisa dikatakan sebagai pembelajaran yang bersifat demokrasi.

    ReplyDelete
  39. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran student center memang digadang-gadang merupakan pembelajaran yang diproyeksikan sebagai pembelajaran di Indonesia demi mencapai tujuan pendidikan yang dicanangkan oleh negara dan tujuan pembelajaran di kelas pada khususnya. Pembelajaran student center memandang siswa sebagai wadah kosong yang dapat diisi semau gurunya, namun lambat laun semakin disadari bahwa pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan yang harus dibidik oleh semua proses pembelajaran. Student center mengakui adanya talenta yang melekat pada setiap siswa, dan pendidikan bertugas untuk memaksimalkan talenta tersebut. pembelajaran student center menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, sehingga meminimalisir peran guru dalam proses pembelajaran. Hal ini ditujukan agar siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran siswa menjadi lebih bermakna. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  40. Pembelajaran teacher center merupakan paradigma pembelajaran lama yang dinilai telah usang dan tidak lagi relevan bagi kehidupan pendidikan saat ini. Berdasarkan tabel tersebut, dalam salah satu kelompok yang menganut teacher center memamndang masyarakat sebagai un-justice dan mengharuskan suatu reformasi demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Pembelajaran ini telah mendarah daging terlebih pad guru-guru yang terhitung tak lagi muda. Seiring majunya kehidupan, banyaknya kemudahan dan akses apapun atau kemanapun maka paradigma kehidupn pun ikut berubah, termasuk paradigma pembelajaran. Namun tidak terelakkan bahwa beberapa orang mengakui pembelajarannya dulu saat menggunakan paradigma teacher center pun tetap berhasil

    ReplyDelete
  41. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Terimakasih banyak pak karena telah memberikan gambaran berupa peta pendidikan dunia.Dimana memiliki dua bagian yaitu teacher centered dan student centered. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered )tidak terlepas dari kemampuan guru untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif didalam proses pembelajaran. Untuk dapat mengembangkan model pembelajaran yang efektif maka setiap guru harus memiliki pengetahuan yang memadai berkenaan dengan konsep dan cara-cara pengimplementasian model-model tersebut dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang efektif memiliki keterkaiatan dengan tingkat pemahaman guru terhadap perkembangan dan kondisi siswa-siswa di kelas. Demikian juga pentingnya pemahaman guru terhadap sarana dan fasilitas sekolah yang tersedia, kondisi kelas dan beberapa faktor lain yang terkait dengan pembelajaran.Pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered) guru berperan sebagai fasilitator yang harus mampu membangkitkan ketertarikan siswa terhadap suatu materi belajar dan menyediakan beraneka pendekatan cara belajar sehingga siswa (yang berbeda-beda tersebut) memperoleh metode belajar yang paling sesuai baginya. Untuk itu guru perlu menyediakan wahana, media dan pendekatan cara belajar yang bervariasi pada pembelajaran kooperatif atau kerja kelompok.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  42. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Wa'alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Melalui peta ini saya menjadi lebih tahu posisi pendidikan di Indonesia dimana lebih berfokus pada teacher centered dengan paradigma transfer of thinking. Hal ini saya ketahui dari peta pertama yang sudah saya baca sebelumnya. Saya pribadi menganggap bahwa peserta didik di Indonesia sudah mulai dapat belajar secara mandiri dan kreatif saat berada pada jenjang sekolah menengah lanjutan. Tidak ada salahnya untuk memulai gaya belajar yang berfokus pada student centered. Student centered sangat memberdayakan potensi dari peserta didik dan mampu memberikan ruang pada siswa untuk berkreasi saat proses belajar berlangsung.

    ReplyDelete
  43. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam dunia pendidikan, inovasi-inovasi baru semakin banyak ditemukan, baik itu tentang metode atau sarana prasarana dalam menunjang proses belajar mengajar. Proses pembelajaran dulunya menjadikan guru seebagai sentral dalam pendidikan, guru menjadi pusat ataupun tonggak utama dalam pelaksanaan pembelajaran, namun kini sudah bergeser menjadi student center, dimana proses pembelajaran berpusat pada siswa.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  44. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Keadaan pendidikan Indonesia masih tertinggal dengan pendidikan dunia. Sebagian masih menerapkan guru sebagai pusat pembelajaran. Guru yang memberikan seluruh materi kepada siswa. Guru yang mengatur semua kegiatan siswa tanpa memberi kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan ide. Sehingga perlu adanya kesadaran dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Indonesia agar tidak semakin tertinggal dengan pendidikan dunia yang mengalami perkembangan begitu pesatnya.

    ReplyDelete
  45. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pendidikan modal utama kemajuan sebuah bangsa. Karena dengan pendidikan generasi penerus ditempa untuk menjadi sosok yang kuat dalam menghadapi masa depan. Dunia pendidikan di Indonesia identik dengan metode pembelajaran konvensional, seperti Teacher Center . Namun, Teacher Center dianggap kurang memberikan pengalaman pada siswa sehinggga sekarang ini pendidikan lebih sering menerapkan metode Student Center.
    Pada dasarnya pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Untuk mencapai tujuan pendidikan dibutuhkan metode pengajaran yang inovatif, yaitu metode pengajaran yang selalu berubah sesuai dengan materi yang diajarkan dan kondisi siswa.

    ReplyDelete
  46. Junianto
    PM C
    17709251065

    25. Siswa pada hakikatnya adalah subjek belajar bukan objek belajar. Dua hal yang sangat berbeda dan bertolak belakang namun sering kali di campur adukkan. Sebagai subjek belajar, maka siswalah seharusnya yang aktif dalam belajar dan menemukan konsep belajarnya sendiri buka sebaliknya. Di lingkungan kita saat ini masih kita jumpai guru yang menjadikan siswa sebagai objek belajar sehingga siswa terus diberikan materi sesuai keinginan guru. Hal ini sebenarnya dapat mematikan kreatifitas siswa dan mereka juga menjadi pasif dalam belajar.

    ReplyDelete
  47. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Para pelaku pendidikan di Indonesia masih terus berusaha terlepas dari pengaruh pendidikan kolonial dengan merancang pendidikan karakter yang berpusat pada siswa (student centered) dimulai dengan penyusunan kurikulum terbaru (K13) yang berfokus pada Pendidikan berbasis karakter dengan harapan pendidikan dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang terdidik dan berkarakter.

    ReplyDelete
  48. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran teacher centered untuk saat ini memang dinilai sudah kurang relevan dengan kebutuhan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan dengan tujuan pendidikan nasional. Perlu adanya pembelajaran yang terinovasi agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Akan tetapi saat ini masih banyak sekolah yang menggunakan metode konvensional karena banyak terdapat faktor yang menyebabkannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi oleh seluruh elemen pendidikan agar semua lini berjalan dengan baik sesuai dengan tuntutan perubahan jaman.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran student centered saat ini sudah banyak dikembangkan oleh peneliti-peneliti di Indonesia. Hal itu sangat berguna sebagai sumber yang relevan untuk belajar bagaimana agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang tepat bagi para guru maupun calon guru yang kelak akan menjadi pendidik juga dan tentunya lebih banyak tantangan yang akan dihadapi.

    ReplyDelete
  50. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana
    hh
    Dari tahun ketahun perkembangan pendidikan mengalami perubahan dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak tertinggal dengan negara-negara berkembang dan negara-negara maju lainnya. Salah satunya dengan menerapkan kegitan belajar mengajar yang berpusat pada siswa. Saya sempat merasakan kegiatan teacher centered dan saya juga pernah merasakan student centered sebagai siswa. Pada teacher centered memang memperoleh pengetahuan beserta dengan langkah-langkah dalam membangun pengetahuan itu sudah jelas karena mengikuti arahan dan langkah yang dilakukan oleh guru, dan menurut saya hal tersebut baik untuk siswa yang berada di sekolah dasar karena siswa sekolah dasar itu belum memiliki landasan mau kemana arah yang harus dia kerjakan. Sedangkan student centered tidak masalah diberlakukan pada siswa tingkat sekolah menengah karena mereka telah memiliki bekal pengetahuan dasar serta pengalaman belajar sebelumnya untuk mengarahkan bagaimana dan kemana langkah mereka dalam melakukan pembelajaran.

    ReplyDelete
  51. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca bagan yang kedua ini saya berani berpendapat bahwa sistem pendidikan di negara kita telah berusaha melakukan perubahan menuju pendidikan yang ideal seperti dua kolom kanan. Mengingat dari pengalaman saya selama perkuliahan pendidikan, kami diajak untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran, meyakinkan kami bahwa guru bukan sekedar menyampaikan rumus, namun memfasilitasi bagaimana siswa mampu berkembang dan membangun pengerahuan melalui berbagai fasilitas yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  52. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B 2017

    Guru berperan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pendidikan dibagi menjadi dua ciri yaitu Pendidikan berciri Teacher Centered dan Pendidikan bercirikan Student Centered. Pada zaman dulu pendidikan di Indonesia menerapkan Pendidikan berciri Teacher Centered, oleh karena itu siswa cenderung hanya menghafal dan dan meniru apa yang guru berikan kepada mereka. Walaupun memang hasil belajarnya baik, namun mereka tidak memiliki kreativitas dalam memecahkan suatu masalah. Saat ini, Indonesia menuntut untuk Sistem Satuan Pendidikan bercirikan Student Centered sebab dengan sistem yang seperti ini, guru hanya sebagai fasilitator di dalam pembelajaran, sehingga siswa dituntut memiliki inovasi dalam pemecahan masalah. Hal ini sangat baik, karena pada dasarnya manusia hidup tidak hanya dihadapkan dengan teori saja, namun juga pengalaman. Pendidikan bercirikan Student Centered lebih menekankan pemahaman siswa akan sebuah konsep. Ketika siswa dapat memahami sebuah konsep, maka akan selalu teringat dan akan bermanfaat di kemudian hari sebab konsep-konsep selalu berkaitan satu dengan yang lain. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Student centered sangat bagus untuk melatih siswa berpikir kritis. Guru sebagai fasilitator dan bisa sekaligus menjadi motivator. Kalau dulu guru berperan dengan mentransfer ilmu ke siswa, walau menurut sudut pandang siswa ini merupakan metode yang nyaman, karena siswa dituntut tidak terlalu aktif berpikir atau mengungkapkan ide. Meski demikian, dua metode tersebut bisa saja dikolaborasikan (student centered dan teacher centered), artinya siswa tidak langsung berpikir mandiri, namun adakalanya guru menjelaskan materi secara mendalam, kemudian pada pertemuan berikutnya siswa mulai diajak berdiskusi dsb.

    ReplyDelete
  54. Terimakasih bapak, dari tabel di atas saya bisa memahami mengenai theory of society, genemis of students, theory of students’ ability berdasarkan kategori teacher center pada 3 kolom di sebelah kiri dan 2 kolom di sebelah kanan yang berparadigma student center di sebelah kanan. Menurut saya tidak semua hal dalam paradigm “teacher center” adalah hal yang jelek, ada hal-hal baik yang dapat kita terapkan, misalnya siswa yang mudah untuk diatur, dalam “student center” pun juga terdapat kelemahan seperti tidak semua siswa mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  55. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih Prof atas pemaparan ideologi pendidikan yang sangat menarik dikemas ke dalam tabel. Saya melihat kesenjangan yang begitu jauh antara Industrial Trainer dan Public Education. Industrial Trainer lebih mengarahkan pendidikan atas dasar tujuan pasar yang materialistik dan dekat dengan agenda besar kapital sehingga pembelajarannya lebih menekankan pada penanaman potensi kepada siswa. Sedangkan Public Education lebih humanis dan menghargai potensi tiap individu disesuaikan dengan lingkungannya, sehingga model pembelajarannya lebih menekankan pada penumbuhan potensi siswa.

    ReplyDelete
  56. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dengan melihat tabel di atas, saya dapat menentukan hubungan antara pelatih Industri, Pragmatisme teknologi, humanis Old, Progressive Educator dengan public educator, Kejadian Mahasiswa, dan Teori kemampuan Mahasiswa. Benar sekali dan tampak jelas bahwa 2 kolom di kanan yaitu progressive educator dan public educator adalah yang terbaik karena mengembangkan konvstruktivisme dan realistikisme

    ReplyDelete
  57. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada peta ke 2 yang dibuat oleh Pak Marsigit yang diadopsi dari Paul Ernest ini, saya setuju dengan catatn yang dibuat Bapak jika tiga kolom yang sebelah kiri pembelajarannya lebih berpusat pada guru dan cara pembelajarannya transfer pikiran bukan membangun intuisi siswa, sedangkan dua kolom sebelah kanan prose pembelajarannya berpusat pada siswa dengan proses pembalajarannya menekankan keaktifan siswa dalam membangun pemahaman mereka masing-masing dan guru hanyalah sebagai fasilitator untuk mengarahkan interaksi sosial siswa, sehingga siswa dapat merepresentasikan hasil belajarnya.

    ReplyDelete
  58. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    Kurikulum pendidikan kita saat ini menekankan student-centered, namun pada praktiknya masih banyak guru yang nyaman dengan metode konvensional cermah yang berarti kembali ke teacher centered. dari pengamatan saya sejauh ini siswa juga sudah terbiasa menerima apa saja yang diberikan gurunya, guru dianggap selalu benar dan siswa malas berpikir. menurut saya jika kita ingin menerapkan student centered kita harus benar-benar mengubah mindset siswa dan guru terhadap pembelajaran. jangan sampai hal lama terlalu mengakar sehingga sulit untuk menerapkan hal baru.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Berdasarkan kurikulum 2013, pendidikan dalam proses pembelajaran bercirikan student center oleh karena itu kolom yang paling tepat adalah progressive educator dan public educator, karena dalam progresif educator seorang guru akan berpikir maju dan mau mengembangkan pemikirannhya dengan cara menggunakan berbagai macam srategi, model, dan pendekatan, sedangkan siswa berperan sebagai tokoh utama yang dapat mengembangkan secara mandiri pengetahuannya, dengan cara menemukan dan memaknai langsung pengetahuan untuk dikonfirmasi secara bersama-sama dengan gurunya.

    ReplyDelete
  60. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan nasional abad ke-21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki pribadi untuk bersikaf mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut maka guru di kelas harus merubah oriented pembelajaran menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan melakukan hal tersebut guru memberikan siswa kesempatan untuk bersikaf lebih mandiri yang dapat memberikan impact untuk kehidupan di masa yang akan mendatang, masa di mana mereka harus bersaing dalam dunia kerja.

    ReplyDelete
  61. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Student centered adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran. Student centered dinilai lebih efektif dibandingkan teacher centered. Pada umumnya pendidikan di Indonesia masih berada dalam metode teacher centered. Padahal teacher centered cenderung menghasilkan peserta didik yang tidak kreatif, takut berpendapat, dan pasif. Sudah seharusnya para pendidik berbenah dengan tantangan zaman yang menuntut siswa tidak hanya pintar tetapi juga kreatif dan mandiri. Menjadi guru bukan berarti berhenti belajar, menjadi guru seharusnya terus menerus belajar karena zaman dan ilmu pengetahuan selalu berkembang.

    ReplyDelete
  62. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Terima kasih Prof atas pemaparan ideologi pendidikan yang sangat menarik dikemas ke dalam tabel. Saya melihat kesenjangan yang begitu jauh antara Industrial Trainer dan Public Education. Industrial Trainer lebih mengarahkan pendidikan atas dasar tujuan pasar yang materialistik dan dekat dengan agenda besar kapital sehingga pembelajarannya lebih menekankan pada penanaman potensi kepada siswa. Sedangkan Public Education lebih humanis dan menghargai potensi tiap individu disesuaikan dengan lingkungannya, sehingga model pembelajarannya lebih menekankan pada penumbuhan potensi siswa.

    ReplyDelete
  63. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pada postingan sebelumnya, peta pendidikan 1, saya memperoleh pengetahuan jika bentuk dari sistem pendidikan di Indonesia mengarah kepada pada Industrial Trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis. Kemudian pada postingan ini dipertajam jika ketiga bentuk tersebut merupakan bentuk implementasi dari pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking. Bertambah bulat sudah gambaran gambaran pendidikan di Indonesia yang masih samar sama ini. Banyak pihak mengatakan jika pendidikan di Indonesia saat ini belumlah total masuk kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Nyatanya, memang masih banyak kita jumpai sistem pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan di negeri ini yang masih nyaman menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Hasilnya pembelajaran tersebut tidaklah seimbang, karena hanya terjadi transfer of thinking saja.

    ReplyDelete
  64. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Indonesia harus melakukan evaluasi dan perbaikan atas paradigma dan praktek yang telah berjalan. Paradigma teacher centered yang belum ditinggalkan akan melemahkan semua kemampuan yang harusnya berpotensi untuk berkembang. Kurangnya waktu dan persiapan selalu menjadi alasan bagi guru untuk tetap setia dengan Transfer of Thinking. Sudah saatnya pendidikan Indonesia bergerak melakukan perubahan. Maka aktor kunci dalam pembelajaran adalah guru. Guru diharapkan menyadari kedudukannya yang sesungguhnya yaitu sebagai fasilitator siswa-siswanya dalam mengkonstruksi pengetahuan.

    ReplyDelete
  65. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Tujuan pendidikan matematika pada dua kolom sebelah kanan adalah berorientasi pada mengembangkan kemampuan hidup dalam dunia nyata, ketrampilan tersebut dapat berupa ketrampilan berfikir maupun ketrampilan psikomotorik. Tujuan tersebut berbeda dengan tujuan yang berada pada tiga kolom sebelah kiri yang justru berosientasi pada transfer pengetahuan dan tidak ada upaya untuk menggunakan ilmu yang didapat dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  66. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest
    Peta 2 ini adalah lanjutan dari peta 1. Bila sebelumnya, kita dapat meninjau setiap era dari segi politik, matematika, dan nilai moral yang dianut, sekarang kita akan meninjau setiap era dari teori sosial, pandangan awal tentang siswa, dan teori kemampuan siswa. Pada era public educator, seharusnya kita memandang sebuah ketidakadilan masyarakat sebagai sesuatu yang harus diperbaiki atau direformasi. Selain itu, kita juga harus memandang siswa seperti sebuah biji tanaman yang harus ditumbuhkan atau dikembangkan. Kita juga harus menyadari bahwa kemampuan siswa itu berbeda-beda (relative). Siswa atau peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal dapat terjadi jika seorang guru dapat menggunakan model, metode atau cara yang tepat dalam setiap materi yang diberikan sehingga akan menimbulkan pembaljaran yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  67. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Artikel diatas yang berjudulPeta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest merupakan lanjutan dari peta 1. Jika dilihat dari pendidikan berdasarkan Progresiff educator dan ditinjau berdasarkan theory of student ability maka diperoleh hubungan nee, yang berarti butuh atau membutuhkan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam progressive educator pembelajaran bersifat student centre sehingga siswa memiliki mindset bahwa mereka lah yang membutuhkan ilmu, sehingga mereka akan aktif dalam aspek kognitif, afektif dan ketrampilan untuk memperoleh ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  68. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari peta yang Prof. paparkan di atas, kita dapat melihat perbedaan-perbedaan berbagai paradigma pendidikan. Pendidikan di negara kita masih belum mampu mencapai Progressive Educator. Pembelajaran yang dilakukan seringkali masih berpusat pada guru, siswa hanya sebagai empty vessel yang dapat dianalogikan tong kosong yang hanya menerima apa yang dimasukkan di dalamnya. Ini membuat kemampuan dan penalaran siswa sulit untuk berkembang. Sebagai calon pendidik, kita harus memikirkan cara agar pembelajaran yang dilakukan dapat melatih penalaran serta menggali potensi dan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  69. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Teacher centered yang memiliki paradigma guru sebagai pentransfer ilmu sudah kurang relevan untuk zaman sekarang. Hal itu karena di abad ke 21 ini siswa dituntut untuk aktif sehingga dapat memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, komunikatif, kritis dan mampu bekerja sama. Untuk itu, student centered lebih relevan untuk menggembangkan kemampuan pada abad 21 ini. Student centered memiliki paradigma konstruktivisme, dimana siswa sebagai pusat pembelajaran. Namun disini peran guru bukannya berkurang melainkan semakin kompleks, karena disini peran guru adalah sebagai fasilitator dan motivator. Hal tersebut tentunya bukanlah hal yang mudah. Terimakasih

    ReplyDelete
  70. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Di dalam dunia pendidikan, kebutuhan peserta didik satu dengan yang lainnya tentu berbeda-beda, ada yang membutuhkan lebih atau kurang. Selain itu, pemenuhan masing-masing kebutuhan tersebut pun pastinya beragam jua, setiap kebutuhan berbeda-beda cara pemenuhan antara satu dan yang lainnya. Dengan adanya peta ini diharapkan di masa depan kita dapat memahami lebih jauh tentang keberagaman tersebut dan melengkapi kebutuhan setiap siswa dengan sebaik-baiknya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  71. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Paradigma pendidikan Teacher Centered pada system pendidikan Indonesia sebenarnya sudah mulai diubah kepada Student Centered. Hal ini ditandai dengan pemerintah mengubah kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013. Pada kurikulum 13, lebih merujuk kepada paradigm constructivisme dan realisticism. Constructivism, dimana siswa diharapkan dapat membangun (mengkonstruk) pengetahuannya sendiri melalui proses pembelajaran. Sedangkan realisticism, dimana pembelajaran didasarkan pada keadaan dunia nyata. Artinya agar tercapainya pendidikan Student Centered tadi, maka walaupun guru tidak lagi sebagai pusat pembelajaran, namun guru sebagai fasilitator dalam menciptakan pembelajaran yang realistic sesuai keadaan nyata siswa, sehingga siswa dapat membangun pengetahuan mereka melalui pengalamannya.

    ReplyDelete
  72. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tiga kolom sebela kiri merupakan implementasi pendidikan yang berpusat pada guru yaitu siswa hanya sebagai subjek pendidikan. Sedangkan dua kolom di kanannya ialah implementasi pendidikan yang berorientasi pada siswa yaitu siswa sebagai subjek pendidikan. Dalam hal ini saya lenih menyetujui apabila pendidikan dilakukan dengan cara berpusat pada siswa bukan sebaliknya. Karena siswa lah subjek dari tujuan pendidikan yang kita lakukan.

    Saya memilih pendidikan berpusat pada siswa karena dengan demikian siswa itu sendiri yang membangaun dan mengembangkan pengetahuannya, gurur hanta bertugas sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Guru bukan sebagai sumber utama belajar dan hanya memberikan materi terus menerus tanpa memberi kesempatan siswa melakukan kegiatan belajarnya sendiri. Namun, beberapa kasus penerapan student centre mengalami salah kaprah. Contohnya beberapa guru di sekolah dasar yang saya ketahui bahwa mereka melepaskan peserta didik untuk belajar sendiri di kelas tanpa didampingi. Tengu hal iu kurang tepat menginga usia anak SD yang belum cukup memiliki kemandirian belajar dan dikhawatirkan justru mereka tidak melakukan pembelajaran sama sekali. Sebaiknya guru tetap mendampingi dan mengarahkan sesuai dengan tujuan pendidikan tanpa mengekang kegiatan berpikir dan perkembangan siswa.

    ReplyDelete
  73. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Peta diatas menunjukkan pendidikan yang bercirikan teacher centered denga paradigm transfer thinking. Hal ini menjunjukkan bahwa siswa tidak dituntut untuk secara aktif berpartisipasi, namun juga ada siswa aktif maka itu merupakan keinginan siswa sendiri. Terdapat pendidikan yang bercirikan student centered dengan paradigman constructivime dan realisticsm. Pada paradigm ini, siswa dituntut untuk aktif dan guru diposisikan sebagai pendamping atau fasilitator. Paradigma konstuktifisme ini menuntut siswa unutk membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  74. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Peta Pendidikan Dunia yang kedua ini memberikan gambaran bagaimana pendidikan Indonesia yang sebenarnya diharapkan dan bagaimana yang sesungguhnya terjadi dilapangan. Pendidikan Indonesia yang diharapkan adalah pendidikan yang berorientasi pada siswa, ilmu bagaikan bibit tanaman yang perlu dikembangkan atau ditanam sendiri oleh siswa namun pada kenyataannya pendidikan Indonesia masih bersifat transfer pengetahuan dari guru ke siswa, siswa masih dinggap sebagai tong kosong yang hanya akan menerima ilmu dari guru saja Selain itu Pendidikan yang seharusnya demi kesejahteraan dan mereformasi ketidakadilan namun yang terjadi Pendidikan malah menjadi alat industry/pasar, Pendidikan menjadi sarana pemasaran bagi para petinggi, para pemegang jabatan, para penguasa. Sekian dan Terima Kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  75. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    terimakasih pak untuk ilmunya
    lagi-lagi saya semakin tertarik untuk belajar bagaimana pendidikan khususnya di Indonesia
    saya, belum bisa memberikan tanggapan berdasarkan artikel diatas, karena masih kurangnya ilmu saya pak
    maaf sebelumnya dan terimakasih untuk ilmu baru yang menjadi referensi untuk saya

    ReplyDelete
  76. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Kembali saya merenungkan dan mengevaluasi secara kecil-kecilan. Iya juga ya. Yang paling kelihatan mah di Indonesia siswa itu kayak "empty vessel". Cuma celeng eh celengan yang diisi sama gurunya. Ya dari jaman saya SD dulu itu pemikiran sudah mau dihapuskan sih. Katanya juga kurikulum yang baru bisa membuat anak berpikir lebih kreatif dan konstruktivis. Eh eh eh jangan senang dulu. Coba dilihat apakah benar? Wah itu mah cuma katanya saja. Yang terjadi masih banyak tuh guru yang malas mengubah apa yang sudah ia lakukan sejak jaman ia mengajar sebelum ada yang namanya "kids zaman now". Walah-walah ini namanya tak mau keluar dari zona nyaman memang...

    ReplyDelete
  77. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017


    Berdasarkan Peta Pendidikan Dunia di atas, Indonesia sedang dalam proses bertransformasi dari tiga kolom sebelah kiri (Industrial Trainer, Technological Pragmatist, Old Humanism) menjadi 2 kolom sebelah kanan (Proggresive Educator, Public Educator). Terlihat dari mulai digunakannya kurikulum 2013 yang bersifat student centered dengan lebih banyak aktivitas oleh siswa. Namun, masih banyak sekolah-sekolah yang belum mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan benar, RPP sudah berbasis K13 akan tetapi saat mpembelajaran masih transfer of thinking.

    ReplyDelete
  78. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Paul Ernest mengatakan bahwa ada 5 ideologi yang mendasari dunia pendidikan, antara lain : industrial trainer, technological pragmatist, old humanist, progressive educator dan public educator. Secara garis besar, pembelajaran matematika pada 3 ideologi atau aliran pertama (industrial trainer, technological pragmatist, dan old humanist) lebih berpusat kepada guru dan cenderung mengutamakan hasil, dibanding proses. Sedangkan, pembelajaran pada 2 ideologi selanjutnya (progressive educator dan public educator) lebih berpusat pada siswa dan cenderung memperhatikan proses juga, selain memperhatikan hasil.

    ReplyDelete
  79. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan peta 2 pendidikan dunia ini Indonesia sedang menjalani pendidikan dua kolom sebelah kanan. Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of thinking telah dijalani oleh pendidikan di Indonesia melalui kurikulum KTSP. Dua kolom sebelah kanan, mengimplementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism sedang dijalani oleh pendidikan Indonesia terlihat dari diberlakukannya Kurikulum 2013 yang bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism.

    ReplyDelete
  80. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hubungan antara genesis of students dengan old humanis adalah character building. Character building merupakan hal yang sangat penting. Bangsa yang berkarakter tentunya tidak akan mudah terbawa arus power now. Sehingga kurikulum berkarakter itu sangatlah bagus untuk diterapkan. Dalam hal ini dibutuhkan peran pemerintah secara komprehensif untuk dapat diterapkan di kurikulum. Character building juga sangat penting untuk membela tanah air.

    ReplyDelete
  81. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berusaha mengubah paradigma teacher center menjadi student center. Upaya tersebut masih terus dan terus dilakukan sampai saat ini. Hal itu juga dimaksudkan untuk mengikuti perkembangan zaman dunia global, dimana siswa diharapkan lebih berperan aktif untuk mengkonstruksi pemahamannya mengenai suatu materi. Namun demikian, dalam praktiknya tidak semudah yang dibayangkan.Apalagi perubahan itu dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia yang memiliki karakter guru maupun siswa yang sangat beragam.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  82. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Meskipun tidak mudah, bukan berarti kita terus menyerah begitu saja. Usaha serta doa tetap dilakukan dan diperjuangkan. Berusaha mengubah bentuk, posisi, dan keadaan tiga kolom sebelah kiri dari peta 2, Peta Pendidikan Dunia yang dibuat oleh Prof. Marsigit, M.A., ke arah dua kolom sebelah kanannya. Baik perubahan tersebut dalam bidang Theory of Society, Genesis of Student, maupun Theory of Student Ability. Dalam proses perubanhan, ketiganya harus berjalan saring beriringan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  83. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam pembelajaran yang diajarkan oleh Ki Hjaar Dewantara memberikan makna bahwa hukuman memang penting bagi siswa, namun hukuman disini bukan hukuman yang berupa hukuman fisik maupun mnetal, namun pada hukuman untuk mengembangkan kemampuan mereka. Pembelajarnan yang terkenal adalah sistim among. Diperkenalkannya Sistem Among disini guna memberikan kesadaran kepada guru bahwa siswa itu harus di emong atau dididik, bukan untuk diajari berdasarkan keinginan guru, namun lebih pada diajari sesuai dengan kebutuhan mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  84. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    paradigma pendidikan di Indonesia sudah mulai mengalami perubahan, yang dulunya dengan menggunakan Teacher Center, sekarang sedang digalakkan pendekatan saintifik yang merupakan Student Center. meskipun dalam mengaplikasikannya tergolong lebih sulit dibandingkan dengan Theacher center, namun guru di Indonesia harus berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pembelajaran dengan student center karena dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis siswa.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dua kolom sebelah kanan mengimplementasikan pendidikan Student Centered dengan paradigma konstruktivisme dan realistisme. Dari peta tersebut terlihat bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah pembelajaran yang melihat perbedaan antar siswa. Siswa berbeda dalam hal kebutuhan, lingkungan, dan tingkat berpikir. Sehingga guru tidak dapat menggeneralisasikan cara yang sama untuk semua siswa. Guru harus dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk memfasilitasi keberagaman siswa.
    Selain itu, siswa bagaikan tunas yang sedang tumbuh, tugas guru adalah mendampingi atau memberi scaffolding bagi siswa agar proses perkembangan pengetahuannya optimal.

    ReplyDelete
  86. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan peta 2 pendidikan dunia tersebut kita dapat mengetahui bahwa pada masyarakat industrial trainer, teori kemampuan siswa yang digunakan adalah talenta dan usaha yang berarti setiap siswa pada dasarnya memiliki talenta yang selanjutnya dapat dikembangkan atau diubah dengan usaha. Pada masyarakat technological pragmatis, teori kemampuan siswa yang digunakan adalah talenta yang berarti setiap siswa mempunyai talenta dan itu tidak dapat diubah sehingga siswa yang tidak bertalenta di bidang matematika tidak dapat menguasai matematika samapai kapanpun. Pada masyarakat old humanis, teori kemampuan siswa yang digunakan adalah perkembangan talenta yang berarti kemampuan siswa dikembangkan berdasarkan talentanya. Pada masyarakat progressive educator, teori kemampuan siswa yang digunakan adalah kebutuhan yang berarti kemampuan siswa dikembangkan berdasarkan kebutuhan yang ada. Sedangkan pada masyarakat public educator, teori kemampuan siswa yang digunakan adalah aspek kebudayaan dan hubungan.

    ReplyDelete
  87. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. seperti yang telah Prof. Marsigit informasikan pada postingan sebelumnya bahwa Indonesia masih melihat matematika sebagai body of knowledge, science of truth, structure of truth. Sehingga bisa dilihat bahwa Indonesia masih menganut paradigma transfer of thinking dengan guru sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Paradigma ini perlu dirubah agar pendidikan matematika di Indonesia dapat maju dan bersaing dengan bangsa lain.

    ReplyDelete
  88. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Student center tentu sangat bermanfaat bagi pembelajaran matematika atau sains, dibandingkan metode teacher center. mungkin juga untuk beberapa mata pelajaran lainnya. tetapi apakah benar lebih baik untuk semua mata pelajaran? atau untuk semua mata kuliah di perguruan tinggi? saya masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini. misalnya saja kuliah tentang tafsir Al Qur'an,jika menggunakan metode student center, bukankah akan berakibat siswa menerjemahkan sesuak hati mereka dan akan sangat berbahaya.

    ReplyDelete
  89. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Paul Ernest mengklasifikasikan pendidikan dunia menjadi theory of society, genesis of students, dan theory of student'sability. Berdasarkan kurikulum 2013, pendidikan dalam proses pembelajaran Bercirikan student center oleh karena itu kolom yang paling tepat adalah progressive educator dan public educator.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  90. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dengan melihat tabel di atas, saya dapat menentukan hubungan antara pelatih Industri, Pragmatisme teknologi, humanis Old, Progressive Educator dengan public educator, Kejadian Mahasiswa, dan Teori kemampuan Mahasiswa.
    Benar sekali dan tampak jelas bahwa 2 kolom di kanan yaitu progressive educator dan public educator adalah yang terbaik karena mengembangkan konvstruktivisme dan realistikisme

    ReplyDelete
  91. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Ini merupakan pertanyaan yang sama yang saya lontarkan pada peta 1. Mengingat Pancasila adalah salah-satu ideologi yang unik di dunia yang menurut beberapa pandang mencakup dan toleransi pada odeologi-ideologi humanis lainnya, sehingga memunculkan pertanyaan dari saya, “di antara yang tercakup dalam peta pendidikan di atas, manakah bagian yang mengarah pada ideologi pancasila? Dan bagaimana posisi pancasila dalam khazanah pengetahuan ideologi pendidikan di dunia?

    ReplyDelete
  92. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Dua pilihan yang dapat ditentukan bersama. Saat kita masih berkutat pada 3 kolom sebelah kiri yang menekankan teacher center dan transfer knowladge. Namun tidak menutup kemungkinan kita mampu meraih 5 kolom sesuai peta dunia. Hanya perlu meningkatkan kualitas pendidikan. Kurikulum 2013 sudah layak untuk menunjang tercapainya 2 kolom sebelah kanan. Dimana pendidikan bersumber pada siswa dan konstruktivisme serta realisme sudah tercover pada sintaks pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Kini yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas guru dalam hal pembuatan media, LKS dan bahan belajar sehingga pembelajaran di kelas dapat menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  93. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Konsep pendidikan yang diimplementasikan diIndonesia, masih belum mampu konsisten dengan student centered sehingga dalam materi-materi tertentu masih mengandalkan teacher centered. Usaha untuk menjadikan semua satuan pendidikan menggunakan sistem student centered tercermin dalam kurikulum 2013 yang terus mengalami perevisian hingga saat ini. Berpusatnya pembelajaran pada siswa tentu akan lebih menguntungkan pada masa depan nya. Konstruktivisme dan realistik menjadi hal pendekatan yang terus digencarkan oleh pemerintah sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya teori namun juga praktik nya.

    ReplyDelete
  94. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya tertarik untuk menanggapai perihal pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan pendekatan konstruktivis dan matematik realistik. Dalam hal ini, guru harus mampu menyelami keberagaman siswa, baik dari karakter, pengetahuan, kebutuhan, hingga potensi dalam rangka membantu sisswa mencapai prestasi optimalnya. Maka dari itu penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, mursi menjadi sebuah keharusan. Dalam hal ini konstruktivis dengan mendorong sisa aktif dalam belajar menurut saya memang menjadi sebuah solusi apik. Dengan melakukan berbagai aktivitas siswa dapat mengeksplore potensi yang ada dalam dirinya, dan membangun pengetahuannya dengan lebih ‘enjoy’ di dalam pembelajaran. Tugas guru disini adalah memfasilitasi siswa dengan strategi pembelajaran yang tepat, beragam, dan mewadahi keberagaman.

    ReplyDelete
  95. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih Prof atas table perbandingan antar kondisi pendidikan yang ada di dunia ini. Pendidikan Indonesia mulai diarahkan pada pembelajaran dengan student centered learning setelah dahulu menganut teacher centered learning. Namun perubahan ini masih belum selesai, masih ada banyak guru yang menganut teacher centered learning. Rata-rata yang demikian karena guru tersebut tidak mau membuka diri untuk menerima masukan sehingga minim akan inovasi.

    ReplyDelete
  96. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Perkembangan sebuah bangsa memang ditentukan oleh bagaimana mereka memandang, atau disesuaikan dengan ideologi yang berkembang disana. Pendidikan menurut industrial trainer, bangsawan/Aristocrat, dan old humanist hampir sama, ketiganya bersifat kapitalism, industrialism, hedonism, utilitarian, dan pragmatis. Sedangkan pendidikan menurut menurut kaum progresif dan kaum sosio kunstrukstivis bersifat humaniora. Bagi sebuah bangsa pasti menganggap pandangan tentang pendidikan yang mereka anut itulah yang terbaik, karena jelas disesuaikan dengan ideologi mereka. Industrialism, kapitalism, hedonism jelas kelihtannya tidak tepat jika diterapkan pada Indonesia karena bertentangan dengan ideologi bangsa. Maka yang berkembang adalah demokrasi atau lebih kearah sosial.

    ReplyDelete
  97. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Menanggapi bentuk peta konsep dari Old Humanist dimana ada Character Building yang secara gamblang menginginkan pembentukan karakter dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini saya sependapat jika pembentukan karakter ini dilakukan oleh guru atau pihak sekolah. Namun tetap diingat bahwa pembentukan karakter ini harus menuju ke arah yang lebih baik. Perlu disadari lagi bahwa setiap siswa memilik karakter masing-masing yang dibawa secara genetik. Karakter ini akan dapat berubah jika dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Guru sebagai fasilitator hendaknya telah memahami karakteristik setiap siswanya sehingga kedepannya dapat memberikan bantuan, perlakuan atau perhatian secara tepat. Guru juga sewajarnya mampu mengamati jenis karakteristik siswanya, jika ada yang dirasa kurang baik maka guru berkewajiban menuntun siswa tersebut menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  98. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Dengan melihat tabel di atas, saya dapat menentukan hubungan antara pelatih Industri, Pragmatisme teknologi, humanis Old, Progressive Educator dengan public educator, Kejadian Mahasiswa, dan Teori kemampuan Mahasiswa. Benar sekali dan tampak jelas bahwa 2 kolom di kanan yaitu progressive educator dan public educator adalah yang terbaik karena mengembangkan konvstruktivisme dan realistikisme

    ReplyDelete
  99. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dari tabel sistem pendidikan diatas terdappat dua sistem pembelajaran yaitu student centre dan teacher center. Teacher center yaitu industrial, technological dan old human. Sedangkan untuk student center ada 2 sistem yaitu public educator dan progressive educator. Kedua sistem ini memiliki memiliki perbedaan yaitu pada subjek yang menjadi pusat dari proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  100. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Mengingat peta-1 yang menyatakan pendidikan di Indonesia berada pada posisi tiga kolom sebelah kiri, berarti saat ini pendidikan di Indonesia masih mengimplementasikan Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking, walaupun saat ini sudah mulai bergerak ke dua kolom sebelah kanan yang mana mengimlementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism. Hal ini terlihat pada perubahan kurikulum, yang dijiwai pendekatan saintifik, dimana pendekatan tersebut juga bercirikan student center dengan paradigma constructivisme dan realisticsm.

    ReplyDelete
  101. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan matematika A 2015

    Terimakasih Prof untuk peta atau tabel pendidikan dunia ini. Menambah wawasan kepada saya mengenai bagai mana pendidikan yang berlaku di indonesia dan dunia. Dari Peta 1- Peta Pendidikan Dunia dipaparkan bahwa pendidikan yang ada di Indoesia berkemistri pada tiga kolom di sebelah kiri yaitu Industrial Trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis yang berarti bahwa pendidikan di Indonesia masih mengimplementasikan pendidikan yang bercirikan teacher centered dengan paradigma transfer of thinking, padahal seharusnya dengan penerapkan kurikulum 2013 ini pendidikan harus bercirikan student centered dimana siswa membangun pengetahuannya dengan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  102. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas tabelnya, Prof. Saat ini Indonesia sedang berusaha berganti paradigma ke 2 kolom sebelah kanan, meskipun mengganti paradigma pembelajaran memang bukanlah hal yang mudah, namun saya yakin dengan kerja sama semua pihak, hal itu bukanlah hal yang mustahil. Semoga saja kurikulum 2013, yang sudah mengalami berbagai revisi, bisa membawa pendidikan Indonesia ke 2 tabel sebelah kanan. Aamiin.

    ReplyDelete
  103. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Peta 2 ini menggambarkan keadaan pendidikan di Indonesia yang mulanya berciri teacher center dengan paradigma Transfer of Thinking yang sekarang menuju kearah student centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism. Namun jika kita amati keadaan pendidikan sekarang di Indonesia belum sepenuhnya berpusat pada siswa. Masih banyak kita jumpai sistem pembelajaran di Indonesia yang masih menggunkana metode teacher center. Metode teacher center ini tidaklah seimbang, karena pembelajaran yang terbentuk berupa transfer of thinking. Guru memiliki peran penting dalam pembelajaran, oleh karena itu hendaknya guru memiliki kesadaran terhadap perannya yaitu tidak hanya sebagai fasilitator namun berperan juga mengembangkan pembelajaran yang sifatnya pada pemahaman bukan pada pengingatan.

    ReplyDelete
  104. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Berganti sistem pendidikan salah satunya berupa perubahan kurikulum merupakan salah satu perubahan paradigma yang berarti di dunia pendidikan. Segala bentuk perubahan ini akan terasa dan terlaksana jika para stakeholder dunia pendidikannya saling bersinergi. Transformasi dari student centered ke arah teacher centered merupakan salah satu upaya mentransformasikan dari thinking transfer ke arah paradigm constructivism dan realistic yangmana hal tersebut selaras dengan hakikat diciptakannya Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  105. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof sudah menyempaikan ilmu dengan sangat menarik. Disebutkan bahwa terdapat berbedaan yang sangat jelas antara tiga kolom sebalah kiri dengan dua kolom sebelah kanan. Tiga kolom sebelah kiri mengimplementasikan Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimlementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism. Indonesia mungkin masih dilemma diantara pembelajaran berciri teacher centered dengan pembelajaran berciri student centered. Namun yang diharapkan sekarang ini adalah guru-guru mampu menciptakan suatu seni belajar yang bercirikan student centered. Dengan adanya kurikulum 2013 diharapkan pendidikan di Indonesia akan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  106. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada postingan Peta Pendidikan Dunia bagian 1, pendidikan Indonesia menuju pada tabel atau kolom paling kanan dilihat dari Politics, Mathematics, dan Moral Value. Pada postingan kali ini (peta bagian 2), pendidikan Indonesia dengan bercirikan Student Centered berada pada dua kolom sebelah kanan dengan pendekatan atau paradigma constructivistik dan realistik. Pada peta bagian 2 ini dilihat melalui Theory of Society, Genesis of Students, dan Theory of Students Ability. Terlihat jelas pada peta karena Indonesia menggunakan Student Centered dan pengajaran dengan mengkaitkan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  107. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terimakasih Prof, uraian yang sangat menarik. Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia menginginkan agar pembelajaran berpusat pada siswa. Dimana siswa diharapkan dapat membangun dan mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Namun, pada prakteknya pembelajaran masih berpusat pada guru. Semoga, kedepennya kurikulum 2013 ini benar-benar dapat mengubah sistem pendidikan di Indonesia agar pembelajaran berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  108. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pendidikan di Indonesia sebelum diberlakukannya Kurikulum 2013 berpusat kepada guru. Pembelajaran konvensional membuat aktivitas guru lebih dominan membuat siswa tidak aktif berpikir, hanya mengandalkan penjelasan dari guru.

    ReplyDelete
  109. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof, atas artikelnya. Seperti yang diketahui dari Peta pendidikan 1, maka peta pendidikan 2 juga menegaskan hal yang sama bahwa pendidikan di Indonesia berada pada tiga kolom dari kiri tabel diatas. Dimana ketiga kolom dari kirai tersebt mengimplementasikan Pendidikan yang memiliki ciri Teacher Centerd dengan paradigma Transfer of Thinking. Sehingga dengan dilaksanakannya pendidikan di Indonesia yang seperti itu, maka keaktifan siswa menjadi kurang terasah, karena mereka dalam melakukan proses belajar hanya terpaku untyuk menunggu ilmu yang dituangkan oelh guru. Sedangngkan dua kolom disebelah kanan mengimplementasikan bahwa pendidikan berlangsung dengan student centered dengan paradigma constructivisme dan realisticism. Untuk itu perlu adanya perubahan pendidikan yang menuju ke hal tersebut agar siswa menjadi kreatif dan aktif dalam mencari pengetahuan.

    ReplyDelete
  110. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih Bapak atas peta pendidikannya. dalam peta pendidikan kedua ini, menurut saya pendidikan di Indonesia sedang dalam proses pengoptimalan kolom keempat dari kiri yaitu student centered. Dengan kurikulum 2013 yang menjadikan guru sebagai fasilitator ini, diharapkan posisi pendidikan di Indonesia dapat segera mencapai kolom paling kanan.

    ReplyDelete
  111. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Sistem pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah mulai beralih ke student center. Namun dalam praktiknya masih ada guru yang mengimplementasikan pendidikan yang berpusat pada guru. Maka dari itu, diharapkan kedepannya guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dalam belajar, sehingga dapat meningatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis siwa, dan pemahaman siswa pada setiap materi yang diberikan guru karena siswa dilatih untuk mengkonstruksi pengetahuaanya sendiri berdasarkan pengalaman nyata yang diberikan.

    ReplyDelete
  112. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof untuk peta mengenai pendidikan. Indonesia pernah menggunakan pendekatan teachers centered dalam pembelajarannya. Namun hal tersebut membuat siswa menjadi pasif. Oleh karena itu ada pergantian kurikulum yaitu kurikulum 2013 yang lebih menekankan pendekatan students centered. Student centerd salah satu cirinya dapat berupa constructivisme. Semoga dengan pergantian kurikulum ini, tujuan pendidikan di Indonesia dapat tecapai

    ReplyDelete
  113. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pada postingan sebelumnya, yaitu peta 1 dijelaskan bahwa pendidikan di Indonesia masih mengarah kepada Industrial Traineer, Technoligal Pragmatis, dan Old Humanist. Nah dalam postingan ini, dijelaskan bahwa Industrial Traineer, Technoligal Pragmatis, dan Old Humanist merupakan implementasi dari pendidikan yang berciri teacher centered dengan paradigma Transfer of Thinking. Hal ini berarti, walaupun dalam kurikulum 2013 sudah mencanangkan adanya perubahan dari teacher centered ke student centered, akan tetapi pada faktanya di lapangan masih banyak lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia yang masih merasa nyaman dalam menerapkan metode pembelajaran yang konvensional berciri khas teacher centered dengan paradigma Transfer of Thinking. Hasilnya, pembelajaran bisa dikatakan tidak efektif karena siswa hanya menerima, bukan membangun sendiri ilmu pengetahuannya.
    Oleh karena itu, sebagai calon pendidik hendaknya kita menerapkan metode pembelajaran yang inovatif yang selalu berorientasi pada student centered dengan paradigma Contructivism dan Realisticism.

    ReplyDelete