Nov 8, 2014

Peta 2 - Peta Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 2).

Catatan: Tiga kolom sebalah kiri, mengimplementasikan Pendidikan berciri Teacher Centered dengan paradigma Transfer of Thinking; sedangkan dua kolom sebelah kanan mengimlementasikan Pendidikan bercirikan Student Centered dengan paradigma Constructivisme dan Realisticism.

8 comments:

  1. Junianto
    17709251065
    PM C

    Student Centered, menjadi salah satu yang sering diperbincangkan saat ini. Metode pembelajaran ceramah dan terpusat pada guru dinilai sudah tidak relevan dengan dunia sekarang. Sudah saatnya kita menjadikan siswa sebagai subjek bukan objek belajar. Belajar matematika adalah aktifitas, jadi kalau siswa hanya sekedar mendengarkan penjelasan guru berarti mereka pasif. Dengan ini, materi pun akan sulit diingat siswa. Berbeda halnya jika guru memberikan LKS, kemudian berbagai alat peraga dan meminta siswa untuk mencari sendiri konsepnya sambil guru mengamati dan membantu. Hal ini tentu akan membuat siswa aktif dan menemukan konsep belajar mereka. Guru hanya sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber belajar.

    ReplyDelete
  2. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Sistem pendidikan di Indonesia tengah berusaha mengubah paradigma dari teacher centered menuju paradigma constructivisme. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dalam paradigma Constructivisme dan Realisticism, kemampuan siswa dipandang sebagai kebutuhan dan aspek budaya, dan juga relatif. Pembelajaran terpusat pada siswa dan memandang siswa seperti tanaman yang dapat tumbuh. Maksudnya siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan fasilitas yang diberikan oleh guru. Siswa memiliki potensi yang besar untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya.

    ReplyDelete
  3. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berbagai teori yang menetapkan guru sebagai fasilitator sebenarnya sudah mulai digalakkan, khususnya guru-guru muda Indonesia pasti sudah memahami hal tersebut. Pada saat penerapan di kelas, seringkali teori tersebut bagai terbang menghilang karena situasi yang tidak memungkinkan untuk mengaktifkan siswa yang cenderung pasif selama belajar. Terlebih matematika, siswa lebih senang diberikan penjelasan, mencatat, dan diberi latihan. Guru pun lebih aman begitu karena lebih mudah mengatur waktu dan keadaan di kelas. Istilahnya, "cari aman". Paradigma begitu mendasar sehingga student centered juga masih sulit.

    ReplyDelete
  4. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Menurut pandangan saya setelah banyak membaca, mengamati, bahkan mengalami sendiri suasana dunia pendidikan di Indonesia, saya berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia secara umum sudah meninggalkan dua kolom paling kiri. Sekarang Indonesia sedang dalam tahap yang terjadi di kolom ketiga dan keempat dari kiri. Pendidikan sudah mulai mementingkan pembangunan karakter atau character building. Hal ini tertuang dalam dokumen kurikulum 2013. Ada 18 nilai yang disebutkan dalam rangka pendidikan karakter di kurikulum 2013, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa telah ada usaha dari pemerintah Indonesia yang menempati kursi yang berwenang terhadap sistem pendidikan untuk mendidik karakter anak bangsa sesuai dengan nilai-nilai baik yang diharapkan. Selain itu, Indonesia juga sudah mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, karena memang dalam kurikulum 2013 begitulah ketentuannya. Guru sebagai fasilitator bagi siswa yang berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    pendidikan di Indoensia mulai memasuki pembentukan karakter (character building), dalam pembelajaran berlangsung dalam dunia pendidikan diindonesia sudah mulai bergerak kearah pembengunan karakter, ini dapat ditunjukkan dengan kurikulum baru di Indonesia yang munggunakan kurikulum 2013 dengan mengembangkan beberapa karakter dalam siswa. Tidak hanya karakter yang di bangun tetapu juga pembelajaran di Indonesia mulai bergerak pada pembelajaran yang berpusat pada siswa yang sebelumnya teacher center, sehingga dengan berpusat pada siswa diharapkan siswa lebih aktif dan lebih kreatif dalam pembeljaran, dengan fasilitator dari guru dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran di Indonesia lebih hidup dan aktif untuk menggali pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  6. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Peta 2 ini adalah lanjutan dari peta 1. Bila sebelumnya, kita dapat meninjau setiap era dari segi politik, matematika, dan nilai moral yang dianut, sekarang kita akan meninjau setiap era dari teori sosial, pandangan awal tentang siswa, dan teori kemampuan siswa. Pada era public educator, seharusnya kita memandang sebuah ketidakadilan masyarakat sebagai sesuatu yang harus diperbaiki atau direformasi. Selain itu, kita juga harus memandang siswa seperti sebuah biji tanaman yang harus ditumbuhkan atau dikembangkan. Kita juga harus menyadari bahwa kemampuan siswa itu berbeda-beda (relative). Siswa atau peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal dapat terjadi jika seorang guru dapat menggunakan model, metode atau cara yang tepat dalam setiap materi yang diberikan sehingga akan menimbulkan pembaljaran yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  7. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Keadaan yang terjadi dalam pembelajaran yang menciptakan siswa-siswi pada masa sekarang adalah pembelajaran yang bersifat teacher centered dimana pembelajaran ini menganalogikan bahwa peserta didik merupakan gelas kosong yang hanya perlu dituangi sesuatu agar memiliki isi. Namun, hal tersebut membuat kemandirian dari peserta didik tidak terbentuk. Akrena segala hal dilakukan oleh guru dan peserta didik hanya menerima saja apa yang guru berikan tanpa mencaritahui informasi apakah konsep itu benar ataupun salah.
    Dalam mewujudkan siswa yang mandiri, upaya yang dilakukan salah satunya pembelajaran dirubah menjadi student centered dimana siswa dianalogikan sebagai lilin yang hanya butuh dinyalakan oleh orang lain. Setelah itu biarkan mereka berjaln dengan sendirinya namun tetap dipantau. Seperti filosofi Ki Hajar Dewantara “Ing Madya Mangun Karsa” yaitu selalu berada di sisi peserta didik agar ketika mereka mengalami kesulitan ada yang dapat sedikit membantu dalam memperoleh ilmu yang hakiki.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  8. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Student center merupakan sistem pembelajaran yang diharapkan di dalam Permendiknas No 20 Tahun 2007. Student center sangat efektif dalam membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa karena dengan pendekatan tersebut siswa diberikan kesempatan untuk mengesksplor diri agar lebih leluasa dalam menyampaikan pendapat mereka sehingga pembelajaran yang dilaksanakan bisa dikatakan sebagai pembelajaran yang bersifat demokrasi.

    ReplyDelete