Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



88 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat pasti berhubungan dengan filsuf. Untuk menjaga nilai ilmiah dari pembelajaran filsafat, tentu kita harus menyertakan pemikiran para filsuf. Paham apa dan siapa filsunya, kita bebas memilih yang mana yang relevan dengan kebutuhan kita. Namun meski kadang kita tidak sepaham dengan pemikiran beberapa filsuf, kita tak ada salahnya tetap mempelajari pemikiran mereka. Karena pada hakekatnya memahami ilmu tidak ada yang sia-sia.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Realism merujuk pada kepatuhan akan adanya fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Penganut paham realism menyatakan bahwa tidak akan menjauhkan diri dari fakta yang nyata. Hal ini nampak bahwaa kaum realism begitu memegang teguh pendiriannya pada sesuatu yang dapat diamati oleh panca indera. Kebanyakan kaum realism menghormati sains dan menekankan hubungan yang erat dengan sains karena sains merupakan ilmu alam yang dapat diamati dan dikembangkan secara nyata.

    ReplyDelete
  3. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dalam filsafat sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan semuanya mengacu pada pikiran-pikiran para filsuf yang terdahulu. Oleh karena itu, filsafat merupakan suatu ilmu yang telah dikembangkan oleh pemikiran-pemikiran para filsuf sejak jaman dahulu. Perbedaaan pemikiran tentu saja terjadi, sehingga dapat menghasilkan berbagai macam aliran filsafat. Dari pemikiran-pemikiran tersebut dapat dilakukan pembenaran pengetahuan seperti apriori, aposteriori, tesis, antitesis dan yang lainnya. Secara keseluruhan dari pemikiran-pemikiran itu pasti mengandung irisan dari pemikiran-pemikiran sebelumnya.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Seperti apa yang telah kita ketahui bersama bahwa filsafat merupakan sebuah olah pikir, Olah pikir oleh siapa? Oleh para filsuf sebagai awal mula munculnya sebuah filsafat. Filsafat diperoleh berdasarkan pemikiran-pemikiran para filsuf sehingga itu merupakan sumber dari pengetahuan mengenai filsafat. Filsafat dari mulai awal hingga akhir zaman merupakan olah pikir, ketika di awal filsafat merupakan olah pikir para filsuf maka filsafat saat ini adalah olah pikir kita yang didasari atas pemikiran para filsuf tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber pengetahuan, macam pengetahuan, dan justifikasi pengetahuan dalam filsafat merupakan pemikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  5. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Beberapa pendapat saya mengenai pengetahuan, yaitu:
    Sumber-sumber pengetahuan adalah:
    - Rasionalisme: memperoleh pengetahuan mendasarkan diri dengan rasio. Dikembangkannya metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Mengandalkan ide atau akal.
    - Empirisme: mendapatkan pengetahuan mendasarkan diri pada pengalaman. Mengandalkan alat indra.
    - Intuisiionisme: berupa intuisi atau ilham atau inspirasi pengetahuan ynag tiba-tiba muncul atau hadirr dalam kesadaran, tanpa melalui proses penalaran jelas, non analitis dan tidak selalu logis.
    Macam-macam pengetahuan adalah:
    - Sains (pengetahuan ilmuah): ilmu alam (natural sciences)
    - Humaniora: ilmu sosial (social sciences)
    Aspek pengetahuan:
    - Ontologi: pembahasan tentang hakekat pengetahuan. Mengenai apa saja yang dibahas pada pengetahuan tersebut.
    - Epistemologi: pembahasan mengenai metode ynag digunakan untuk mendapatkan pengetahuan.
    - Aksiologi : pembahasan mengenai nilai moral pengetahuan tersebut. Seperti kegunaan, tujuan, cara menggunakan, kaidah moral dsb.

    ReplyDelete
  6. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari tulisan di atas, dapat saya pahami bahwa untuk dapat mengetahui segala sesuatu terkait filsafat, maka harus bersumber dari pikiran para filsuf agar tidak terjadi salah kaprah dalam mempelajari suatu pengetahuan baru. Sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya, semua itu dapat kita pelajari dari pikiran para filsuf. Selain itu, jika bersumber dari pikiran para filsuf maka pikiran kita akan menjadi lebih terbuka.

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dalam filsafat terdapat beberapa aliran yang merupakan hasil pemikiran dari para filsuf. Para filsuf memikirkan tentang hakekat ilmu, kegunaannya dan bagaiman cara untuk memperoleh ilmu tersebut. Dari hasil pemikiran para filsuf tersebut muncullah pengetahuan-pengetahuan yang kemudia didiskusikan antar filsuf sendiri untuk mengecek kebenaran dari pengetahuan itu. Kemudian pengetahuan yang telah dirasa benar disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan oleh khalayak ramai.

    ReplyDelete
  8. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan mengetahui sumber-sumber pengetahuan, macam-macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan serta hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya, kita dapat terhindar dari plagiarisme. Perilaku plagiat ini dapat mematikan karya orang lain maupun karya kita sendiri. Kita harus senantiasa menghargai karya orang lain dengan tidak melakukan perilaku plagiat.

    ReplyDelete
  9. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Diperlukan keterbukaan hati dan keikhlasan jiwa untuk mencari sumber-sumber pengetahuan yang biasanya digagas oleh para filsuf, dalam filsafat kita akan memandang suatu permasalahan dengan berbeda-beda penafsiran, namun sebagai pengkaji diharapkan berusaha untuk sesuai dengan pola pikir filsuf itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jika kita membicarakan masalah ilmu atau pengetahuan, maka keduanya sama sekali tidak dapat dipisahkan dari kata belajar. Belajar adalah proses pencapaian dari yang tidak tau menjadi tau, dari yang tidak paham menjadi paham, dan dari yang tidak dimengerti menjadi dimengerti. Pengetahuanmu adalah kekuatanmu, Jadi ketika kita menerima secara tidak langsung fikiran dari para filsuf, maka perlu dicari pembenarannya. Sedangkan sumber adalah yang memancar atau yang berasal. Jelas kaitanya dengan pengetahuan kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sumber pengetahuan adalah asal pengetahuan yang menyuplai pengetahuan atau yang membuat kita memiliki pengetahuan.

    ReplyDelete
  11. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu sumber pengetahuan adalah pengalaman. Pengalaman merupakan sumber pengetahuan yang baik karena melalui pengalaman siswa mengalami sendiri kejadian tersebut sehingga ia tidak sekedar menghafal, tetapi benar-benar memahami apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  12. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Ketika belajar tentang filsafat maka harus mengacu pada pengetahuan filsafat yang bersumber dari pemikiran para filsuf. Untuk itu diperlukan kegiatan membaca sampai kita tahu pemikiran para filsuf. Agar kita pandai filsafat harus dengan membaca. Kesimpulannya adalah jika kita ingin menguasai sesuatu maka membacalah. Tiadalah filsafat tanpa membaca. Terima kasih.

    ReplyDelete
  13. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan postingan ini dan sering dikatakan oleh Prof. Marsigit bahwa sebenar-benar filsafat adalah diriku sendiri. Dan sebenar-benar diriku adalah berbeda dengan kamu. Begitu pula ketika berbicara mengenai sumber pengetahuan menurut filsafat. Yaitu berdasarkan pemikiran para Filsuf. Dan dari pemikiran para Filsuf tersebut lahirlah aliran-aliran filsafat sampai saat ini. Kita dapat mempelajari aliran A maka secara tidak sadar kita terpengaruh oleh A, dan seterusnya. Oleh karena itu adalah suatu keharusan untuk mempelajarai berbagai macam sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam filsafat, sumber-sumber pengetahuan adalah pikiran para filsuf, yang dimaksud ilmuadalah sesuai dengan apa yang dipikirkan para filsuf, macam-macam ilmu adalah juga pikiran para filsuf, maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar filsafat, jika tidak berdasarkan pikiran para filsuf. Tentu saja jika saya ingin mencoba menjelaskan tentang sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya menurut filsafat maka saya harus mengacu pada beberapa pemikiran filsuf. Saya mengatakan beberapa karena kita tidak bisa hanya mengacu pada pemikiran seorang fisuf saja tanpa mengaju pada pemikiran filsuf yang lain.
    Pemikiran-pemikiran filsuf dari zaman kuno hingga zaman kontemporer saling berhubungan. Sehingga kita tidak dapat mengambil sumber pengetahuan hanya dari pemikiran seorang filsuf saja. Kita tidak dapat mengidentifikasi macam-macam pengetahuan hanya dengan mengacu pada pemikiran seorang filsuf saja. Kita tidak dapat membenarkan suatu pengetahuan hanya berdasarkan pemikiran seorang filsuf saja. Kita juga tidak akan bisa menemukan hubungan pengetahuan satu dengan yang lainnya jika mengacu pada satu pemikiran filsuf saja. Oleh karena itu perlunya mempelajari beberapa pemikiran para filsuf agar kita tidak terpaut pada satu paham saja tetapi dapat menyikapi dengan bijaksana dengan membandingkan paham-paham dari beberapa filsuf.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Disini saya mencoba untuk menjabarkan pemahaman saya terkait Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya. Menurut saya pengetahuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah segala sesuatu yang sudah ada dalam dipikiran kita, yaitu ide/idea. F. Budi Hardiman (2007 : 291) menyatakan bahwa idea adalah suatu gambaran yang ada di dalam kepala kita yang belum diwujudkan ke luar. Untuk mendapatkan pengetahuan akan kenyataan Hegel menyatakan bahwa hal itu didapat melalui “proses dialektis” (Hardiman, 2007:181) yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertama adalah munculnya tesis, lalu memunculkan tahap kedua yaitu antitesis lalu keduanya didamaikan melalui tahap ketiga yaitu sintesis. Dalam sintesis tidak hanya terjadi peniadaan, pembatalan dari kedua oposisi, karena dengan munculnya sintesis membuat keduanya (tesis dan anti tesis) menjadi tidak berlaku, melainkan juga kedua aspek dari oposisi tersebut disimpan dan dipertahankan dalam sintesis tersebut.

    Terimaksih banyak Pak.

    ReplyDelete
  16. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Berdasarkan artikel di atas, saya memperoleh informasi bahwa untuk memperoleh ilmu yang baik maka ikutilah orang-orang baik yang telah sukses. Untuk memperoleh ilmu filsafat maka kita perlu mencontoh dan menjadikan para filsuf sebagai pedoman dan acuan kita dalam berfilsafat. Semakin banyak pernyataan-pernyataan yang kita adopsi dari para filsuf semakin baiklah kita dalam berfilsafat. Jika kita hanya berpedoman pada pengetahuan kita semata tanpa berpedoman pada para filsuf maka itu hanyalah sebatas pendapat yang sifatnya hipotesis

    ReplyDelete
  17. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Sumber-sumber pengetahuan filsafat ialah pikiran para filsuf. Maka yang dimaksud dengan ilmu ialah juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Macam-macam pengetahuan hingga pembenarannya pun juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Padahal pikiran para filsuf ada sejak jaman Yunani Kuno hingga sekarang, dan pemikiran tersebut terus berkembang. Maka bila kita belajar filsafat, kita seharusnya merujuk dari pendapat-pendapat para filsuf dan berbagai macam aliran filsafat. Aliran-aliran filsafat yang ada dari jaman Yunani hingga sekarang diantaranya ialah seperti yang ada di dalam blog ini, diantaranya perfeksionisme, uniformitarianism, theism, stoicism, dst.

    ReplyDelete
  18. Junianto
    PM C
    17709251065

    Ilmu adalah pikiran para filsuf sejak Yunani kuno hingga sekarang. Kebenaran ilmu juga berbeda-beda menurut para filsuf sehingga tercetusnya berbagai aliran filsafat yang mempunyai pandangan berbeda-beda. Karena ilmu dan kebenaran itu adalah para filsuf itu sendiri.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Sumber-sumber pengetahuan berasal dari pemikiran para filsuf sehingga macam-macam pengetahuan ada banyak. Pengetahuan berasal dari akal dan pembenarannya juga oleh akal. Pengetahuan yang bersumber dari banyak pemikiran para filsuf tadi menciptakan aliran-aliran yang banyak pula. Aliran-aliran dalam filsafat dari zaman Yunani kuno sampai sekarang itu banyak, seperti Rasionalism, Perfeksionisme, Theism, Fallibism, Uniformitarianism, dll. Hubungan antar aliran yang satu dengan yang lainnya bisa terkait berdasarkan sifatnya ataupun objek pikirnya.

    ReplyDelete
  20. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sumber-sumber pengetahuan mnurut para filsuf sangat beragam. Penganut paham rasionalisme yang meyakini bahwa ilmu pengetahuan hanya dapat diraih berdasarkan suatu prinsip yang dapat diterima oleh akal (rasional). Berbeda dengan empirisme, orang yang menganut paham empirisme meyakini bahwa ilmu bisa diserap berdasarkan pengalaman yang terjadi, yaitu tampak dan dapat diamati oleh panca indera, bukan dari hasil pemikiran yang abstrak. Dari dua dasar pemikiran ini dapat melahirkan paham-paham yang lain. Pada tingkat spiritual, pengetahuan bersumber dari wahyu, yang kebenarannya berasal dari Tuhan. Bagi orang-orang yang mempercayai adanya Tuhan dan mempercayai ajarannya, maka wahyu yang diterima Nabi sebagai perantara akan diakui sebagai sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  21. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Pengetahuan jika dimaknai secara luas mempunyai sumber yang sangat banyak. Pengetahuan tersebut bisa dipelajari dari alam, seluas alam membentang seluas itulah sumber pengetahuan yang bisa pelajari. Seperti pepatah Minangkabau mengatakan, “alam takambang jadi guru”, yang bermakna bahwa alam dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi manusia.
    Selanjutnya, seperti yang Pak Prof. sampaikan pada postingan diatas bahwa sumber pengetahuan secara filsafati berasal dari pikiran para filsuf. Sehingga ilmu yang dihasilkan juga sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh para filsuf. Dari pikiran-pikiran para filsuf inilah lahirnya berbagai macam aliran filsafat, yang terjadi dalam rentang waktu zaman Yunani kuno hingga jaman sekarang (kontemporer) seperti yang kita temui saat ini. Dan tentunya masing-masing dari aliran filsafat ini mempunyai hubungan antara satu dengan yang lainnya berdasarkan objek dan sifat pikirnya.

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sumber pengetahuan yang dipahami oleh para filsuf ada dua yaitu bersifat apriori dimana pengetahuan diperoleh dari dalam diri manusia atau dalam fikiran manusia. Ahli filsafat yang meyakini bahwa pengetahuan manusia bersifat apripri adalah Imanuel Kant. I Kant mengatakan bahwa pengetahuan itu tidak mutlak berasal dari pengalaman namun sudah berada dalam diri manusia sebelum memperoleh pengalaman. Jadi, pengetahuan berasal dari dalam diri manusia atau dari fikiran manusia.
    Sumber pengetahuan yang lain menurut filosof lainnya adalah bahwa pengetahuan manusia didasarkan pada pengalaman yang diperoleh manusia. Disini, beranggapan bahwa pengalamanlah satu-satunya sumber yang bisa mengarahkan manusia untuk memperoleh pengetahuan. Jadi pengetahuan bersumber dari pengalaman.
    Source: www.wikipedia.com dan www.pengertianmenurutparaahli.com
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Sumber-sumber pengetahuan filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang berasal dari para filsuf yang dilandasi dengan kajian-kajian filsafat itu sendiri. Umumnya pemikiran itu timbul dan tercipta dari cara padang setiap para pakar filsuf dalam manyikapi dan melihat suatu permasalahan yang dihadapi apakah sebagai objek kongkret maupun objek abstrak. Pada hakikatnya ada dua cara yang mendasar bagi manusia dalam mendapatkan pengetahuan yang benar pertama rasionalisme yaitu premis yang digunakan dalam penalarannya diperoleh dari ide-ide yang menurut pemikirannya jelas dan dapat diterima. Ide-ide ini menurut mereka bukanlah ciptaan pemikiran manusia. Prinsip itu sendiri jauh sudah ada sebalum manusia memikirkannya. Akhirnya paham semacam ini kita kenal sebagai paham Idealisme.

    ReplyDelete
  24. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.Dalam pengembangan ilmu menggunakan rasionalitas dan empiris, termasuk eksperimentasi.Dan mebutuh membutuhkan epstemologi yang kuat.Epistemmologi yaitu cabang filsfat ilmu yang membangun teori dengan cara mencari realitas untuk diangkat menjadi kebenaran.Logika menjadi penting sebagai instrumentasi untuk pembuktian kebenaran di dalam pengembangan ilmu pengetahuan.Dari skeptis, ke rasionalis.Yang membedakan epistemologi dengan fakta adalah bahwa epistemologi mempertanyakan bagaimana konsep ilmu mengenai fakta.Sikap skeptis para sufis Yunani menjadi awal berkembangnya epistemologi.”Apakah yang kita ketahui itu penegetahuan atau suatu yang dikonsepkan?.Para rasionalis membuktikan bahwa truth itu merupakan kumpulan pengetahuan yang berhubungan dengan truth yang lain.Para rasionalis menyajikan premis bahwa pengetahuan membutuhkan absolute certainty.Para rasionalis mencari true belief, sehingga muncullah aksioma, teorema, dan seterusnya,muncullah aksioma Euclides sebagai pangkal kebenaran yang self evident.Dan pangkal dari semua ilmu adalah adanya kehendak sadar manusia untuk mengenal objek-objek di sekitarnya dan dalam dirinya.Pengenalan beragam objek diserap lewat indra, akal rasio, akal budi, dan intuisi serta keimanan kita.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari artikel diatas kita dapat memahami bahwa dalam mencari ilmu kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos. Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  26. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berkaitan dengan sumber-sumber pengetahuan, bahwa pengetahuan harus mengacu pada sumber yang kredibel, karena harus dapat dibuktikan dan diterima oleh khalayak ramai dengan pembuktian yang benar. Dalam filsafat, sebenar-benarnya filsafat adalah pemikiran para filsuf, dan sebenar-benarnya pengetahuan filsafat juga berdasarkan pemikiran para filsuf. Oleh karena itu untuk mengetahui filsafat secara benar perlu untuk mengkaji dan memahami bagaimana pemikiran para filsuf.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  27. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Belajar tentu bisa dimana saja, kapan saja, dan dari mana saja. Namun untuk dapat belajar secara baik, maka jita harus belajar dari yang baik, yakni yang ahli di bidangnya. Misalnya jika kita ingin belajar menjahit tentu yang paling baik adalah belajar dari para penjahit, jika kita ingin belajar melukis tentu yang paling baik adalah kita belajar dari yang ahli melukis. Begitu pula dengan filsafat. Jika ingin belajar filsafat dengan baik maka harus belajar dari para filsuf, yakni tentang pikiran-pikirannya. Caranya bagaimana, salah satu caranya adalah dengan banyak membaca, membaca, dan membaca. Kemudian mencoba menerapkan bagaimana emikiran para filsuf tersebut dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dari materi kuliah yaitu Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya menurut saya semuai itu bertujuan untuk membangun pengetahuan seseorang menjadi sesuatu pengetahuan yang utuh yang memiliki manfaat bagi subjek belajar tersebut. Pengetahuan dapat diperoleh dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Salah satunya sumber pengetahuan dapat diperoleh dari pandangan-pandangan atau pemikiran-pemikiran para filsuf. Dari sumber yang diperoleh itu maka dapat diketahui macam-macam pengetahuan itu apa saja dan kebermanfaatannya bagaimana. Pembenaran suatu pengetahuan itu dapat diperoleh dengan cara menerapkan pengetahuan tersebut dengan bijak sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Dengan begitu kita tahu hubungan antar pengetahuan itu seperti apa.

    ReplyDelete
  30. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab. Sumber-sumber pengetahuan adalah pengalaman maupun usaha untuk mencari dan membaca pengetahuan. Seperti halnya filsafat, filsafat adalah pengalaman kita sendiri. Membangun pengalaman dapat berupa ilmu dari bacaan yang telah dibaca. Apabila kurang membaca, maka kuranglah suatu pengetahuan tersebut. Macam pengetahuan bersumber dari pendapat. Pendapat diperoleh ketika kita mendapat suatu pengetahuan baru yang masih baru buat kita maupun yang membuat kita bertanya-tanya. Pembenaran pengetahuan itu melalui pikiran dan pembuktian. Suatu pengetahuan dapat dikatan benar apabila banyak orang yang berpikir sama dengan suatu alasan tertentu dan dapat membuktikannya secara teoritis. Hubungan pengetahuan yang satu dengan yang lainnya adalah suatu hal yang erat. Dari pengetahuan satu, dapat tercipta pengetahuan yang lainnya. Dari tidak tahu, menjadi tahu bahkan dapat menggali suatu pengetahuan baru yang dapat diterima secara luas.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pembenaran Pengetahuan dari kacamata filsafat adalah kebenaran yang diterima secara umum setelah melalui proses penemuan pengetahuan menurut para filsuf, menurut salah seorang filsuf dari timur, imam Al-Gazali ada tiga sumber kebenaran yang dapat doliterima, yaitu kebenaran dengan bukti empirik (indra), yaitu kebenaran yang bisa ditangkap oleh panca indra secara langsung, yang kedua kebenaran dengan bukti rasional (akal), yaitu kebenaran yang dapat diterima dengan pemikiran-pemikiran yang Logis, dan yang ketiga kebenaran Aksioma, yaitu kebenaran dengan definisi-definisi.

    ReplyDelete
  32. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    bismillahirrahmanirrahim..
    disini saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan dari prof Marsigit, memang benar kita harus melihat pikiran para filsuf untuk mencari ilmu namun tidak juga kita lupakan bahwa filsafat kita ialah diri kita sendiri jadi kita bebas berfilsafat dan dengan mencari ilmu melalui membaca, membaca, membaca, maka kata-kata yang paling saya ingat dari perkuliahan Prof Marsigit ialah "silahkan kacaukan pikiranmu namun jangan sekali-kali kau kacaukan hati mu".

    ReplyDelete
  33. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari artikel ini saya memperoleh pengetahuan bahwa dalam ilmu filsafat yang menjadi sumber ilmu adalah pikiran para filsuf dan ilmu pengetahuan adalah yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Karena filsafat sudah ada sejak jaman dulu maka pengetahuan tentang ilmu filsafat dikatakan merentang dari jaman yunani kuno dan sampai jaman sekarang ini kontemporer. Sesuai aliran waktu banyak bermuculan para filsuf dengan masing-masing pemikirannya sehingga aliran filsafat pun menjadi bermacam-macam. Sesuai dengan apa yang saya ingat dalam perkuliahan. Aliran filsafat bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu yang ada di langit atau yang ada dipikiran dan yang ada dikenyataan. Tokoh dari ilmu yang ada dipikiran adalah Plato sehingga sesuatu dikatakan sebagai ilmu apabila dapat di analisis dan logis sehingga muncul berbagai aliran yang ada di langit seperti rasionalisme, monoisme, identitas, absolutisme, analitik, a priori dan lain-lain. Sedangkan bagian yang kedua yaitu yang mengatakan bahwa ilmu itu adalah yang dialami di kenyataan dan tokohnya adalah Aristoteles, kemudian muncullah aliran pluralisme, realisme, sintetis, a posteriori dan lain-lain. Karena adanya kedua aliran tersebut Emmanuel Kant menggabungkan keduanya sehingga mengatakan bahwa ilmu pengetahuan itu dalah yang bersifat sintetik apriori.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ilmu dapat bersumber dari mana saja. Sebaik-baiknya ilmu adalah pengalaman diri sendiri yang didapat melalui lingkungan sekitar. Dalam filsafat, pengetahuan atau ilmu yang bersumber dari tokoh-tokoh filsuf terdahulu menjadi hal yang fundalism untuk membangun ilmu-ilmu filsafat agar semakin berkembang.

    ReplyDelete
  35. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sebagai pembelajar yang sekarang ini banyak sekali sumber-sumber pengetahuan selain buku, maka harus cermat dalam menentukan apakah sumber tersebut layak dijadikan referensi atau tidak, karena banyak sekali sumber yang kurang kredibel yang beredar terutama di internet karena siapapu bisa memposting apapun di internet. Selain itu, pensitasian harus jelas agar ada apresisasi untuk penulisnya dan tidak terkena kasus plagiarisme yang merupakan salah satu pelanggaran hak cipta.

    ReplyDelete
  36. Junianto
    PM C
    17709251065

    47. Kebenaran suatu ilmu sebenarnya adalah benar menurut pandangan masing-masing orang. Terutama ilmu yang berasal dari pemikiran manusia. Ilmu yang berdasar penemuan ilmiah pun terkadang masih mengandung pertanyaan yang belum bisa dijawab. Para Filsuf Yunani pun melahirkan beberapa teori kebenaran dan tentu mempunyai aliran kebenaran masing-masing. maka dari itu, kebenaran yang mutlak hanyalah yang bersumber dari Tuhan bukan dari pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  37. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  38. Riandika Ratnasari
    17709351043
    PPs PM B

    Sumber-sumber pengetahuan sebenarnya ada dimana saja, tergantung kita memposisikan diri kita dan akan mengetahui tentang apa. Namun, kita juga harus bisa membatasi diri agar tidak terjerumus dalam hal yang salah. Kita harus pintar memilih-milih sumber yang kredibel. Pengalaman merupakan salah satu sumber pengetahuan. Kita bisa belajar dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

    ReplyDelete
  39. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Awal dari pengetahuan itu adalah dari yang ada dan mungkin ada. Pengetahuan bersifat filsafati berarti sesuai dengan yang pernah dipikirkan para filsuf. Diantara filsuf itu sendiri bisa saling berbeda pemikiran sehingga memunculkan banyak pengetahuan juga. Dari banyaknya pengetahuan itu pun kita bisa menyusun pengetahuan kita sendiri. Kita juga mengkritisi pemikiran mereka, karena berfilsafat itu ber olah pikir, semua orang bisa.

    ReplyDelete
  40. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dari pembelajaran selama ini, terlalu banyak hal yang didapat sebagai sumber. Pengalaman juga salah satu sumber belajar. Sumber belajar dari pengalaman adalah perbaikan dari kesalahan yang pernah terjadi ketika pengalaman itu berlangsung. Kemudian dari baca blog dan tulisan serta buku, karena dengan membaca akan banyak ilmu yang didapat. Lingkungan juga bisa diperoleh ilmu atau sumber ilmu. Karena lingkungan juga banyak memberikan kontribusi dalam pembenaran terhadap sebuah pengetahuan.

    Setiap Ilmu pengetahuan pada dasarnya saling terkait dan berhubungan. karena ilmu yang sebenar-benarnya adalah ilmu Allah, karena Allah adalah pemilik segala ilmu. Hubungan antar ilmu tersebut bisa didalami dengan mempelajari filsafat ilmu.

    ReplyDelete
  41. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Pembahasan tentang aliran filsafat yang merentang dari awal hingga akhir zaman telah diberikan bapak saat perkuliahan filsafat pertemuan ke empat. terdapat banyak aliran filsafat yakni idealisme, materialisme, monisme, dan pluralisme. ada filsuf yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuan dibentuk berdasarkan rasio (R. Descartes), sedangkan D.hume beranggapan bahwa ilmu berasal dari pengalaman. pertentangan itu selanjutnya diambil jalan tengahnya oleh immanueal kant yang mengatakan bahwa ilmu dibentuk berdasarkan rasio dan pengalaman (sintetik apriori).

    ReplyDelete
  42. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Sumber pengetahuan dapat dari sumber primer, sumber sekunder, dan lainnya. Dalam belajar filsafat sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder serta sumber-sumber yang lain. Sumber-sumber primer dalam belajar filsafat adalah pemikiran para filsuf. Pengetahuan dapat diperoleh dari bermacam-mcam sumber. Antara pengetahuan yang satu dan pengetahuan yang lain memiliki hubungan. Dari hubungan antara pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lain tersebut juga terdapat ilmu. Jadi dalam belajar tidak hanya terpaku pada satu pengetahuan dan satu sumber saja tetapi bagaimana agar dapat memperoleh pengetahuan dari berbagai macam sumber, berbagai macam pengetahuan serta mencari tahu pula tentang hubungan pengetahuan yang satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  43. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya mengingat pada salah satu pertemuan perkuliahan bahwa kita bisa saja memiliki pemikiran sendiri maksudnya tidak menggunakan sumber dari ahli atau menentang sumber ahli filsuf apabila kita telah mempelajari semua teori-teori filsuf yang telah ada, menganalisanya dan membuktikan bahwa sumber tersebut itu salah. Apabila ilmu kita masih sedikit dan tidak memiliki dasar sama sekali dalam menyalahkan ilmu terdahulu. Hal ini berarti akan menjadi mitos bagi dirinya sendiri. Sehingga apabila kita belum mampu untuk membuat suatu teori janganlah menjadi orang yang membantah teori yang ada dikarenakan dia tidak menyukai pandangan teori tersebut tanpa membuktikan bahwa teori tersebut salah.

    ReplyDelete
  44. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Bila membicarakan ilmu pengetahuan, kita akan menghubungkannya dengan istilah epistimologi, yaitu pengetahuan/ teori tentang ilmu pengetahuan. Epistimologi merupakan cabang filsafat yang berfokus pada sifat dan ruang lingkup pengetahuan, misalnya berkaitan dengan pertanyaan bagaimana kita mengetahuan apa yang kita ketahui ataupun pertanyaan tentang bagaimanakah kita memperoleh ilmu, dan tentunya berasal dari sumber-sumber pengetahuan.
    Berikut ini beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan (Soyomukti, 2011: 156-164):
    1.Empirisme yaitu bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengalaman empiris,
    2.Rasionalisme yaitu bahwa akal (reason) merupakan dasar kepastian dan kebenaran pengetahuan walaupun belum didukung oleh fakta empiris,
    3.Intuisi yaitu bahwa dengan intuisi manusia memperoleh pengetahuan secara tiba-tiba tanpa melalui proses penalaran tertentu,
    4.Wahyu yaitu adalah pengetahuan yang bersumber dari Tuhan melalui hambanya yang terpilih untuk menyampaikanya (nabi dan rasul),
    5.Otoritas yaitu adalah pengetahuan yang diterima kebenarannya karena telah dijamin oleh otoritas (suatu sumber yang berwibawa, memiliki wewenang, berhak) di lapangan.

    ReplyDelete
  45. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B


    Buku, ebook, modul, blog, adalah sumber dan bentuk pengetahuan secara material, sedangkan sebenar-benar sumber dan pembenar pengetahuan itu sendiri adalah hasil pemikiran para filsuf baik dari zaman Yunani kuno maupun yang sekarang ini. Karena saya sekarang sedang mangampu mata kulaih filsafat ilmu dan dosennya adalah Pak Marsigit, saya bisa mengatakan bahwa sumber-sumber belajar yang saya ketahui dari pemikiran Pak Marsigit sebagai filsuf adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Itu baru menurut filsuf zaman sekarang. Jika menurut filsuf zaman Yunani kuno ada Hegel dengan alirannya idealisme, ada Karl Marx dengan alirannya materialisme, Plato dengan alirannya dualisme, dsb. Semuanya memiliki pendapatnya sendiri-sendiri sesuai dengan ruang dan wakunya masing-masing pada zamannya.

    ReplyDelete
  46. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi postingan ini berdasarkan pemahaman saya mengacu pada perkuliahan bersama Pak Marsigit mengenai perkembangan Filsafat. Bahwa sumber filsafat yaitu pemikiran para filsuf yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Perkembangan filsafat diawali pada zaman Yunani kuno. Filsafat yang berkembang adalah filsafat alam. Kemudian berkembang Logisism oleh Plato yaitu menjunjung tinggi logika. Dilanjutkan dengan filsafat menurut Aristoteles yang mengagung-agungkan kenyataan atau pengalaman. Di tengah perberkembang dan pertentangan keduanya, muncul penengah yaitu Imanuel Khant yang mengangap bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah sintetik apriori.
    Selanjutnya lahirlah fenomena Auguste Comte yang memandang bahwa ilmu pengetahuan didapat dari fakta-fakta yang teramati. Fenomena Auguste Comte inilah yang saat ini membawa kehidupan kontemporer. Da agar tidak tenggelam dalam pengaruh dunia kontemporer maka yang sebenar-benar harus kita lakukan adalah memperdalam pengetahuan dan menjadikan spiritualism sebagai filter.

    ReplyDelete
  47. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Untuk memperoleh ilmu yang baik maka ikutilah orang-orang baik yang telah sukses. Untuk memperoleh ilmu filsafat maka kita perlu mencontoh dan menjadikan para filsuf sebagai pedoman dan acuan kita dalam berfilsafat. Semakin banyak pernyataan-pernyataan yang kita adopsi dari para filsuf semakin baiklah kita dalam berfilsafat. Jika kita hanya berpedoman pada pengetahuan kita semata tanpa berpedoman pada para filsuf maka itu hanyalah sebatas pendapat yang sifatnya hipotesis.

    ReplyDelete
  48. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa pada dasarnya sumber pengetahuan itu bermacam-macam dan beraneka ragam. Akan tetapi pada dasarnya semua pnegetahuan itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang telah yang menganugerahkan pikiran kepada manusia, pikiran manusia itu yang pada akhirnya menghasilkan pemikiran-pemikiran filsuf jaman dahulu, begitu pula pemikiran orang saat ini yang dikembangkan dari pemikiran filsuf jaman dahulu sehingga menjadikan sumber-sumber ilmu yang bisa kami pelajari saat ini.

    ReplyDelete
  49. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sumber belajar ialah segala sesuatu yang dapat kita gunakan sebagai acuan atau rujukan dalam pembelajaran. seiring dengan semakin majunya perkembangan iptek, maka sumber belajar semakin beragam dam semakin accessable. Namun jika kembali lagi pada filsafat seperti yang telah diuraikan secara singkat oleh Prof. /marsigit, maka sumber belajar merujuk pada pikiran atau hasil pemikiran para filsof. Para filsof telah melewati serangkaian proses berpikir dan menemukan suatu konsep kehidupan yang dapat kita terapkan dan diadopsi dalam kehidupan kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  50. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika ditinjau dari sisi spiritualitas, maka sumber belajar dapat berasal dari firman Tuhan maupun sabda nabi, atau ajara-ajaran yang ditilaskan oleh para shahabat, para generasi setelahnya dan orang-orang yang berilmu (ulama). Bahkan dikatakan bahwa sumber belajar dari Tuhan dapat berupa firman-Nya secara leksikal atau kontekstual maupun ayat-ayat kealaman. Ayat-ayat kealaman yang dimaksud ialah segala sesuatu yang ada di muka bumi yang dapat dicari manfaatnya dan dijadikan pelajaran bagi yang mampu berpikir dan menemukan hikmah di baliknya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  51. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat umum. Sehingga kegiatan ilmu – ilmu itu dapat dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing disinilah akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat ilmu. Pengetahuan filsafat adalah segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh rasio manusia yang alami (bersifat alam) dan nisbi sedangkan batasnya ialah batas alam. Objek-objek yang dipikirkan secara mendalam sampai pada hakikatnya.

    ReplyDelete
  52. Insan A N/PPs PmC 2017
    Sumber pengetahuan berdasarkan pada filsuf, filsuf berpikir juga tentunya mempunyai landasan berpikir, bisa bersifat intuitif maupun reflektif terhadap pengalaman. Maka untuk mengethui sumber pengetahuan, kita harus berpikir, membaca, dan menelaah baik yang bersifat intuitif maupun reflektif. Untuk menguji kebenaran pengetahuan kita, bisa dicocokkan dengan berbagai fikiran filsuf yang sudah ada

    ReplyDelete
  53. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sumber-sumber pengetahuan bisa datang dari mana saja, seperti dalam filsafat yang berasal dari pikiran para Filsuf. Hingga saat ini, selama proses olah pikirnya, manusia pasti mempunyai pedoman atau acuannya masing-masing yang dapat mempengaruhi pemikirannya. Macam pengetahuan juga berbagai macam bentuknya, sesuai dengan ruang dan waktunya. Pembenaran pengetahuan dapat dilakukan apabila kita dapat membuktkannya, karena pengetahuan memerlukan validasi agar dapat diakui.

    ReplyDelete
  54. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel diatas dikatakan bahwa “sumber pengetahuan secara filsafati adlaah pikiran para filsuf”. Hal ini merupakan sumber terpercaya, dan untuk mengapai sumber tersebut diperlukan media yang relevan. Media tersebut diantaranya adalah melalui internet, buku cetak, atau artikel-artikel yang berkaitan dengan pemikiran para filsuf. Meid atersebut akan sangat membantu kita unutk mengadakan objek pemikiran kita.

    ReplyDelete
  55. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang kita bangun sediri. Seperti dalam perkuliahan, Pak Marsigit mengatakan bahwa nilai tes jawab singkat yang diberikan pada saat perkuliahan menunjukkan seberapa besar bangunan pengetahuan kita, seberapa banyak kita telah membaca ilmu, pemikiran-permikiran bapak yang telah tertuang dalam bentuk elegi-elegi yang ada dalam blog ini. Saat ini pengetahuan seharusnya bukan lagi sebatas transfer pengetahuan melainkan harus bersifat kontruktivis oleh pelajar sendiri, maka pelajar sendiri lah yang harus berusaha dengan ikhlas membangun pengetahuannya dengan membaca dan berpikir sehingga pengetahuan yang diperoleh pun akan lebih bermakna dan berguna dalam jangka panjang. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  56. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sumber dari pengetahuan pada awalnya dimulai dari pola piker mitosentris, yaitu cara berpikir yang mengedepankan mitos untuk dapat memahami fenomena-fenomena alam. Pada zaman dahulu, gejala-gejala alam seringkali dikaitkan dengan Dewa Bumi yang sedang menggoyangkan kepalanya. Selanjutnya, munculah filsuf yang mulai memikirkan alam yang bernama Thales. Thales dianggap sebagai pemikir karena Thales pernah menukur ketinggian pyramid dengan mengukur bayangannya secara tepat pada waktu tertentu. Selain itu, Thales juga dapat meramalkan secara tepat terjadinya gerhana matahari.
    Selanjutnya adalah Scorates, filsuf yang lahir skitar 470 - 399 SM juga dikenal sebagai filsuf yang memiliki pengaruh besar di dunia. Scorates dikenal sebagai fulsuf sekaligus guru yang baik hati, ia tidak pernah menarik bayaran kepada murid-muridnya dan ia pun tidak ingin merasa menggurui orang, justru ia yang belajar dari orang-orang yang ditemui kemudian diajak untuk berdialog.
    Setelah scorates mati karena dipaksa untuk meminum racun yang merupakan akibat dari tuduhan mengajarkan ajaran sesat yang bertentangan dari keyakinan Negara Athena pada saat itu, munculah pemuda berusia dua puluh Sembilan tahun yang bernama Plato. Plato merupakan murid dari scorates. Plato mengatakan bahwa pengetahuan dapat diperoleh berdasarkan rasionalisme yaitu menggunakan akal. Sedangkan muridnya, Aristoteles menganut paham empirisme yaitu lebih kepada pengalaman. Selanjutnya, Imanuel Kant memunculkan gagasan bahwa pengetahuan diperoleh dengan pengalaman-pengalaman empiris disamping pemikiran akal rasionalisme

    ReplyDelete
  57. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Dari perkuliahan selama ini, saya menyadari bahwa keinginan untuk mencari sumber belajar ada pada diri saya sendiri. Sumber belajar itupun akan lebih bermakna jika saya yang mencari sendiri. Belajar tak hanya di ruang kelas. Belajar terjadi di mana saja. Saya yang masih duduk di ataa kasur dan belum mandi ini ketika mengetik komen ini ya juga sedang belajar. Penyadaran ini benar-benar membuat saya melihat dunia lebih luas, tak hanya sekecil ruang kelas.

    ReplyDelete
  58. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sumber pengetahuan, terkadang diistilahkan dengan epistemologi. Louis O. Kattsof mengatakan bahwa sumber pengetahuan manusia itu ada lima macam, yaitu: (1) Empiris yang melahirkan aliran empirisme; (2) Rasio yang melahirkan aliran Rasionalisme; (3) Fenomena yang melahirkan aliran fenomenologi; (4) Intuisi yang melahirkan aliran intusionisme; dan (5). Metode ilmiah yang menggabungkan antara aliran rasionalisme dan empirisme. Metode ilmiah inilah yang kemudian mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di seluruh universitas kehidupan dunia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  59. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pengetahuan sangat beragam macamnya. Ada mengklasifikasikannya ke dalam dua macam, yaitu Sumargono (1983) yang mengklasifikasikan pengetahuan menjadi pengetahuan ilmiah dan pengetahuan non ilmiah. Selain itu ada juga Plato yang membagi pengetahuan menjadi empat macam, yaitu pengetahuan Eikasia (khayalan), yaitu pengetahuan yang obyekna berupa bayangan atau gambaran; pengetahuan Pistis (substansial), yaitu pengetahuan mengenal hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindra secara langsung; pengetahuan Dianota (matematika), yaitu pengetahuan yang banyak berhubungan dengan masalah matematik atau kuantitas; dan yang terakhir pengetahuan Noesis (filsafat), yaitu pengetahuan yang obyeknya adalah arche (prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  60. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Tiadalah pengetahuan yang tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan yang lainnya. Apalagi jika kita semakin dalam mendalami ilmu pengetahuan, maka pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lain semakin sulit atau tidak bisa menemukan batas antara dua atau lebih ilmu pengetahuan tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sumber pengetahuan pada dasarnya memang diperoleh dari apa yang mereka alami dan apa yang mereka pikirkan. Kita mengetahui bahwa kita hidup di dunia ini pastilah memiliki pengalaman dan menggunakan otak atau logika untuk mendambah pengetahuan yang dimiliki. Pengalaman untuk memperkuat penegtahuan yang diperoleh, sedangkan pikiran untuk memilah informasi yang diperoleh.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMatC

    jika belajar filsafat maka harus berdasarkan pemikiran para filsuf. sangat sulit bagi saya untuk berusaha masuk kedalam pikiran mereka (para filsuf). sumber pengetahuan bisa dari mana saja, dari pengalaman, buku, informasi, ataupun pemikiran para penemu-penemu. belajar tidak hanya melalui pendidikan formal yang kita duduk dikelas, berdiskusi, mendengarkan, dll. diluar sekolah pun kita juga belajar, pengalaman merupakan guru terbaik yang didapatkan diluar sekolah.

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dalam filsafat terdapat beberapa aliran yang merupakan hasil pemikiran dari para filsuf. Para filsuf memikirkan tentang hakekat ilmu, kegunaannya dan bagaiman cara untuk memperoleh ilmu tersebut. Dari hasil pemikiran para filsuf tersebut muncullah pengetahuan-pengetahuan yang kemudia didiskusikan antar filsuf sendiri untuk mengecek kebenaran dari pengetahuan itu. Kemudian pengetahuan yang telah dirasa benar disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan oleh khalayak ramai.

    ReplyDelete
  64. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos.

    ReplyDelete
  65. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya ingat bahwa aliran filsafat itu sesuai dengan tokoh-tokohnya. maka untuk memahami aliran suatu filsafat, diperlukan pemahaman tentang cara berfikir tokoh-tokohnya. dari hasil mempelajari berbagai macam aliran filsafat, maka kita kemudian juga mulai menggunakan pemikiran kita untuk menyaring, mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran di negara kita, dan yang sesuai dengan agama kita. yang baik kita ambil, yang kurang baik kita tinggalkan.

    ReplyDelete
  66. Terimakasih bapak telah mengajarkan kamu filsafat. Bahkan kami diberikan semacam apersepsi agar kami lebih memahami filsafat yang sesungguhnya bersumber dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia itu sendiri. Semoga dengan belajar filsafat, bisa membuat diri ini menjadi manusia yang lebih baik lagi.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  67. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Sebenar-benar sumber pengetahuan dalam filsafat adalah pikiran para filsuf. Filsafat adalah olah pikir, maka yang menjadi referensi utama dalam filsafat adalah hasil pemikiran para filsuf. Sementara buku, ebook, web, blog adalah referensi material. Para penulis menambahkan, menterjemahkan pemikiran para filsuf lalu terbitlah sebuah buku, tulisan di web dan sejenisnya. Sedangkan sumber utamanya sama-sama mengacu pada pikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  68. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sumber-sumber belajar menurut filsafat adalah pikiran filsuf. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar/ memperoleh informasi atau pengetahuan baru, yang kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki atau memperbaharui informasi atau pengetahuan yang telah ada. Untuk belajar tidak ada batasannya ingin menggunakan sumber apapun, dengan kata lain bebas memilih sumber belajar yang diinginkan. Jika sumber belajar menurut filsafat adalah pikiran filsuf, maka dari itu kita sudah selayaknya memahami pikiran filsuf dengan cara membaca karya-karyanya, kemudian merefleksikan pengetahuan yang telah kita dapat dari membaca bacaan tersebut.

    ReplyDelete
  69. Selanjutnya, macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Hal ini berarti tiap filsuf mungkin memiliki pendapatnya sendiri mengenai macam-macam ilmu. Bisa jadi filsuf 1 mengkategorikan macam-macam ilmu sebagai a,b,c,d,e. Sementara filsuf yang lain mengkategorikan macam-macam ilmu menjadi a,b,c,d,e,f,g. Untuk memahaminya kita udah selayaknya memahami pikiran filsuf dengan cara membaca karya-karyanya, kemudian merefleksikan pengetahuan yang telah kita dapat dari membaca bacaan tersebut. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Hal ini berarti para filsuf juga berproses/ berubah seiring berjalannya waktu. Sudah pasti akan ada perubahan-perubahan pemikiran, tergantung situasi dan kondisi. Perubahan-perubahan inilah yang menyebabkan munculnya aliran-aliran filsafat.

    ReplyDelete
  70. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Memperhatikan artikel ini dengan mengaitkannya dengan perkuliahan Prof Marsigit diberbagai kesempatan perkuliahan filsafat, belajar filsafat adalah belajar pemikiran para filsuf. Untuk memahami pikiran para filsuf, maka kita harus banyak membaca, membaca, dan membaca. Pikiran filsuf berkembang dari waktu kewaktu, maka dari itu kitapun juga harus memiliki kepekaan terhadap hal itu. Ada banyak pikiran para filsuf, mana yang akan kita rujuk dan kita ambil, padahal setiap pemikiran mereka mengandung kebenarannya masing-masing. Dalam hal ini kemampuan kita untuk melihat konsisi sekarang apa yang kita butuhkan akan sangat penting. Kekuatan dari keikhlasan hati dan pikiran, serta doa yang terus kita lany=tunkan akan juga sangat penting untuk mengarahkan kita pada pemahaman yang benar dan diberkahi.

    ReplyDelete
  71. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mempelajari filsafat berarti mempelajari pikiran para filsuf, maka untuk mengenal filsafat lebih jauh, kenallah para filsuf, melalui karya-karyanya yang bahkan memberi pengaruh besar dalam kehidupan manusia ini. karena pada dasarnya semua teori ataupun pemikiran yang dihasilkan merupakan hasil buah pikir menuju kebaikan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  72. Luthfi Nur Azizah
    177009251002
    PPs P.Mat A

    Dari ulasan Prof. Marsigit yang di maksud sumber pengetahuan secara filsafat adalah pemikiran para filsuf dan ilmu adalah segala sesuatu yang dipikirkan oleh para filsuf. Secara hakikat sumber ilmu berasal dari Allah SWT yang diturunkan melalui Wahyu Nya dan tindakan rosululloh. Pemikiran para filsuf memang sangat luar biasa, berusaha menguak apa yang ada dan yang mungkin ada di muka bumi. Bahkan pemikiran para filsuf ribuan tahun yang lalu masih digunakan hingga saat ini. Jika melihat fenomena tersebut maka perkembangan sumber pengetahuan sangatlah sedikit. Sebagai generasi yang menggunakan ilmu kita harus senantiasa menghargai pemikiran para filsuf bisa dengan meneladani, senantiasa rendah hati walaupun sudah pandai karena yang disinggung pandai adalah para filsuf.

    ReplyDelete
  73. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Pengetahuan dalam konteks filsafat adalah sumber acuan kita dalam berpikir. Oleh karena itu, sebagai seseorang yang masih pemula dan masih belajar sebaiknya kita mempelajari pikiran-pikiran pada filsuf. Pikiran para filsuf ini tentu saja tidak hadir secara tiba-tiba di dalam pikiran. Memang secara kebetulan mungkin kita memiliki pandangan yang sama dengan beberapa filsuf, namun tidaklah mungkin kita memiliki pemikiran yang sama dengan ahli-ahli olah pikir tersebut. Jika kau ingin menjadi A, belajarlah kau kepada orang yang sudah A, jika kau ingin jadi B, maka belajarlah kau kepada orang yang sudah B, sehingga jika kau ingin menjadi ahli dalam olah pikir, belajarlah kepada mereka yang sudah ahli dalam olah pikir, yaitu para filsuf.

    ReplyDelete
  74. "Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos"

    ReplyDelete
  75. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pengetahuan merupakan hasil konstruksi sendiri, ini merupakan konsep dari salah satu aliran filsafat yaitu constructivism. Sebagai aliran filsafat, constructivism banyak mempengaruhi konsep ilmu pengetahuan, teori belajar dan pembelajaran. Paham ini juga menawarkan paradigma baru dalam dunia pembelajaran. Constructivism menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, pengembagan siswa untuk belajar mandiri, dan perlunya siswa memiliki kemampuan mengembangkan pengetahuannya sendiri. Dengan mengedepankan paham ini, akan membentuk pribadi yang mampu mengolah ide kreatif inovatif.

    ReplyDelete
  76. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos. Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  77. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Menurut saya sumber pengetahuan filsafat didapatkan dari pendapat para filsuf karena filsafat merupakan olah pikir dan juga proses berpikir yang natinya akan menghasilkan sebuah pemikiran yang akan dijadikan reference bagi yang lainnya contohnya filsuf Imanuel Kant yang menjadi tokoh filsuf yang terkenal yang pendapatnya banyak dijadikan referensi dari filsuf lainnya .

    ReplyDelete
  78. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Dalam artikel disebutkan bahwa “yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat.” Saya setuju dengan pendapat ini, memang para filsuf berkontribusi besar pada ilmu pengetahuan. Saya sendiri kagum dengan para filsuf yang bisa berpikir demikian pada masanya, padahal sarana prasarana yang ada masih sangat terbatas, misalkan Thales yang bisa meramal terjadinya gerhana matahari kemudian menghitung tinggi pyramid di mesir menggunakan bayangan tongkat.
    .
    Generasi sekarang seharusnya membaca karya-karya para filsuf, kemudian merefleksikannya, sehingga lebih bisa memahami pikiran dan mengambil banyak pelajaran darinya.

    ReplyDelete
  79. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Sumber pengetahuan bisa datang dari mana saja. Seperti sumber-sumber pengetahuan dalam filsafat berasal dari pikiran para Filsuf. Yang dimaksud ilmu juga sesuai apa yang dipikirkan oleh para Filsuf. Sehingga kita dikatakan benar-benar belajar filsafat apabila berdasarkan pikiran para Filsuf. Ketika kita ingin mempelajari filsafat maka kita harus mempelajari pikiran para filsuf, sehingga untuk dapat mengenal filsafat lebih jauh kenalilah para filsuf melalui karya nya yang telah memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  80. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1 Pendidikan matematika A 2015

    Untuk saat ini pengetahuan dapat kita peroleh melalui buku, media cetak, eboo, journal, maupun media onnline. Itu merupakan sumber pengetahuan atau belajar. Sedangkan yang merupakan sumber pengetahuan secara filsafati, ilmu, justifikasi macam-macam ilmu adalah pemikiran filsuf. Sehingga pada dasarnya belajar filsafat adalah mempelajari pemikiran para filsuf. Untuk itu seperti yang selalu dtekankan oleh Prof Marsigit bahwa baca, baca, dan baca merpakan hal yang wajib dilakukan sehingga dapat menjawab pertanyaan topik-topik yang berkaitan dangan filsafat.

    ReplyDelete
  81. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Menurut saya sudah seharusnya kita mempelajari karya para filsuf. Namun, di lain sisi saya berpikir bahwa ilmu pengetahuan sebenarnya bersifat relatif. Dalam artian orang yang hebat mau berpikir berhasil membuat suatu penemuan baik secara teori maupun non teori. Dan mencoba membagikannya dengan khalayak ramai serta berusaha membuktikannya lalu berhasil ditangkap pemikirannya dan dianggap rasional bagi banyak orang pada ruang dan waktu tertentu. Namun, ada saat dimana pemikiran yang dipercayai tersebut terbukti dimana kekurangannya sehingga dianggap salah teorinya. Seperti misalnya, salah satunya yaitu dalam pembuktian bahwa apakah bumi itu datar atau bulat.

    ReplyDelete
  82. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pengetahuan dapat diperoleh dari mana saja dan di mana saja. Disebutkan bahwa sumber-sumber filsafat berasal dari pikiran para filsuf. Untuk orang-orang yang menempuh pendidikan sumber-suumber pengetahuan dapat diperoleh melalui buku, jurnal, ebook, dan lain sebagainya akan tetapi sumber pengetahuan yang paling bermakna adalah pengalaman yang sudah dilalui dalam kehidupan masing-masing individu. Namun sumber yang paling fundamental adalah sumber yang berasal dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  83. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Dengan berkembangan teknologi, mencari sumber-sumber pengetahuan akan lebih mudah. Tentu saja pengetahuan bisa didapat dari mana saja kan, berarti dari internet juga bisa. Dengan cari mencari ebook, journal, dan sebagainya. Hal ini memudahkan kita dalam mendapatkan pengetahuan dari pikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  84. Nur’aini Habibah Sa’diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai sumber. Berkembangnya teknologi juga menjadikan mencari sumber-sumber pengetahuan mudah dilakukan. Pengetahuan atau ilmu dapat diperoleh melalui berbagai buku, media cetak, e-book, jurnal/artikel, dan media-media lainnya. Telah beberapa disebutkan sumber pengetahuan filsafat diperoleh dari pemikiran-pemikiran para filsuf. Untuk memahami dan mengetahui keterkaitannya dilakukan dengan cara membaca dan membaca.

    ReplyDelete
  85. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Karena sumber belajar filsafat adalah pikiran para filsuf, maka untuk belajar filsafat kita dapat membaca karya-karya para filsuf tersebut.Dengan belajar karya-karya para filsuf tersebut sekaligus kita dapat menghargai karya-karya mereka.

    ReplyDelete
  86. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Sumber pengetahuan bias berasal dari mana saja, karena menuntut ilmu untuk mendapatkan pengatahuan sifatnya sangat luas. Artinya, pengetahuan tidak hanya di dapatkan dari sekolah saja. Namun dimanapun kita berada disanalah sumber pengetahuan. Ditambah lagi dewasa kini kemajuan iptek sangatlah maju. Pengetahuan-pengatahuan dapat dengan mudah di dapat dari internet, seperti e-book, journal, dan media online lainnya.
    Selain itu lebih khususnya untuk sumber pemgetahuan dalam filsafat berasal dari para Filsuf.

    ReplyDelete
  87. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Ilmu dapat kita peroleh dari mana saja. Apalagi dewasa ini dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin pesat, membuat kita semakin mudah untuk mengakses ilmu pengetahuan yang kita perlukan. Saat ini, adanya internet sangat membantu kita dalam mengakses apapun dimanapun dan kapanpun, termasuk jurnal, buku, maupun artikel-artikel yang berkaitan. Namun mudahnya akses untuk mencari informasi juga sejalan dengan mudahnya akses untuk mengunggah informasi pula. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam memilih referensi yang kita gunakan. Begitu pula untuk mempelajari mengenai sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya, kita dapat mempelajarinya melalui jurnal-jurnal maupun buku-buku yang menuangkan hasil pemikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  88. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Terima kasih pak atas informasinya. Suatu hal yang benar bahwa sumber-sumber pengetahuan secara filsafat adalah hasil pikiran dari para filsuf. hasil pikiran tersebut bukanlah suatu hal yang secara tiba-tiba didapatkan begitu saja. Ilmu bisa berasal dari arah mana saja, tergantung bagaimana kepekaan kita terhadap ilmu tersbut. Hasil berpikir dari para filsuf tersebut juga pastinya diperoleh dari suatu pengalaman mereka dan dipadukan dengan proses berpikir mereka sehingga dapat menciptakan suatu ilmu yang lebih menyeluruh.

    ReplyDelete