Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



31 comments:

  1. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu sumber pengetahuan adalah pengalaman. Pengalaman merupakan sumber pengetahuan yang baik karena melalui pengalaman siswa mengalami sendiri kejadian tersebut sehingga ia tidak sekedar menghafal, tetapi benar-benar memahami apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  2. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Ketika belajar tentang filsafat maka harus mengacu pada pengetahuan filsafat yang bersumber dari pemikiran para filsuf. Untuk itu diperlukan kegiatan membaca sampai kita tahu pemikiran para filsuf. Agar kita pandai filsafat harus dengan membaca. Kesimpulannya adalah jika kita ingin menguasai sesuatu maka membacalah. Tiadalah filsafat tanpa membaca. Terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan postingan ini dan sering dikatakan oleh Prof. Marsigit bahwa sebenar-benar filsafat adalah diriku sendiri. Dan sebenar-benar diriku adalah berbeda dengan kamu. Begitu pula ketika berbicara mengenai sumber pengetahuan menurut filsafat. Yaitu berdasarkan pemikiran para Filsuf. Dan dari pemikiran para Filsuf tersebut lahirlah aliran-aliran filsafat sampai saat ini. Kita dapat mempelajari aliran A maka secara tidak sadar kita terpengaruh oleh A, dan seterusnya. Oleh karena itu adalah suatu keharusan untuk mempelajarai berbagai macam sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam filsafat, sumber-sumber pengetahuan adalah pikiran para filsuf, yang dimaksud ilmuadalah sesuai dengan apa yang dipikirkan para filsuf, macam-macam ilmu adalah juga pikiran para filsuf, maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar filsafat, jika tidak berdasarkan pikiran para filsuf. Tentu saja jika saya ingin mencoba menjelaskan tentang sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya menurut filsafat maka saya harus mengacu pada beberapa pemikiran filsuf. Saya mengatakan beberapa karena kita tidak bisa hanya mengacu pada pemikiran seorang fisuf saja tanpa mengaju pada pemikiran filsuf yang lain.
    Pemikiran-pemikiran filsuf dari zaman kuno hingga zaman kontemporer saling berhubungan. Sehingga kita tidak dapat mengambil sumber pengetahuan hanya dari pemikiran seorang filsuf saja. Kita tidak dapat mengidentifikasi macam-macam pengetahuan hanya dengan mengacu pada pemikiran seorang filsuf saja. Kita tidak dapat membenarkan suatu pengetahuan hanya berdasarkan pemikiran seorang filsuf saja. Kita juga tidak akan bisa menemukan hubungan pengetahuan satu dengan yang lainnya jika mengacu pada satu pemikiran filsuf saja. Oleh karena itu perlunya mempelajari beberapa pemikiran para filsuf agar kita tidak terpaut pada satu paham saja tetapi dapat menyikapi dengan bijaksana dengan membandingkan paham-paham dari beberapa filsuf.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Disini saya mencoba untuk menjabarkan pemahaman saya terkait Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya. Menurut saya pengetahuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah segala sesuatu yang sudah ada dalam dipikiran kita, yaitu ide/idea. F. Budi Hardiman (2007 : 291) menyatakan bahwa idea adalah suatu gambaran yang ada di dalam kepala kita yang belum diwujudkan ke luar. Untuk mendapatkan pengetahuan akan kenyataan Hegel menyatakan bahwa hal itu didapat melalui “proses dialektis” (Hardiman, 2007:181) yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertama adalah munculnya tesis, lalu memunculkan tahap kedua yaitu antitesis lalu keduanya didamaikan melalui tahap ketiga yaitu sintesis. Dalam sintesis tidak hanya terjadi peniadaan, pembatalan dari kedua oposisi, karena dengan munculnya sintesis membuat keduanya (tesis dan anti tesis) menjadi tidak berlaku, melainkan juga kedua aspek dari oposisi tersebut disimpan dan dipertahankan dalam sintesis tersebut.

    Terimaksih banyak Pak.

    ReplyDelete
  6. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Berdasarkan artikel di atas, saya memperoleh informasi bahwa untuk memperoleh ilmu yang baik maka ikutilah orang-orang baik yang telah sukses. Untuk memperoleh ilmu filsafat maka kita perlu mencontoh dan menjadikan para filsuf sebagai pedoman dan acuan kita dalam berfilsafat. Semakin banyak pernyataan-pernyataan yang kita adopsi dari para filsuf semakin baiklah kita dalam berfilsafat. Jika kita hanya berpedoman pada pengetahuan kita semata tanpa berpedoman pada para filsuf maka itu hanyalah sebatas pendapat yang sifatnya hipotesis

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Sumber-sumber pengetahuan filsafat ialah pikiran para filsuf. Maka yang dimaksud dengan ilmu ialah juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Macam-macam pengetahuan hingga pembenarannya pun juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Padahal pikiran para filsuf ada sejak jaman Yunani Kuno hingga sekarang, dan pemikiran tersebut terus berkembang. Maka bila kita belajar filsafat, kita seharusnya merujuk dari pendapat-pendapat para filsuf dan berbagai macam aliran filsafat. Aliran-aliran filsafat yang ada dari jaman Yunani hingga sekarang diantaranya ialah seperti yang ada di dalam blog ini, diantaranya perfeksionisme, uniformitarianism, theism, stoicism, dst.

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C
    17709251065

    Ilmu adalah pikiran para filsuf sejak Yunani kuno hingga sekarang. Kebenaran ilmu juga berbeda-beda menurut para filsuf sehingga tercetusnya berbagai aliran filsafat yang mempunyai pandangan berbeda-beda. Karena ilmu dan kebenaran itu adalah para filsuf itu sendiri.

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Sumber-sumber pengetahuan berasal dari pemikiran para filsuf sehingga macam-macam pengetahuan ada banyak. Pengetahuan berasal dari akal dan pembenarannya juga oleh akal. Pengetahuan yang bersumber dari banyak pemikiran para filsuf tadi menciptakan aliran-aliran yang banyak pula. Aliran-aliran dalam filsafat dari zaman Yunani kuno sampai sekarang itu banyak, seperti Rasionalism, Perfeksionisme, Theism, Fallibism, Uniformitarianism, dll. Hubungan antar aliran yang satu dengan yang lainnya bisa terkait berdasarkan sifatnya ataupun objek pikirnya.

    ReplyDelete
  10. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sumber-sumber pengetahuan mnurut para filsuf sangat beragam. Penganut paham rasionalisme yang meyakini bahwa ilmu pengetahuan hanya dapat diraih berdasarkan suatu prinsip yang dapat diterima oleh akal (rasional). Berbeda dengan empirisme, orang yang menganut paham empirisme meyakini bahwa ilmu bisa diserap berdasarkan pengalaman yang terjadi, yaitu tampak dan dapat diamati oleh panca indera, bukan dari hasil pemikiran yang abstrak. Dari dua dasar pemikiran ini dapat melahirkan paham-paham yang lain. Pada tingkat spiritual, pengetahuan bersumber dari wahyu, yang kebenarannya berasal dari Tuhan. Bagi orang-orang yang mempercayai adanya Tuhan dan mempercayai ajarannya, maka wahyu yang diterima Nabi sebagai perantara akan diakui sebagai sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  11. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Pengetahuan jika dimaknai secara luas mempunyai sumber yang sangat banyak. Pengetahuan tersebut bisa dipelajari dari alam, seluas alam membentang seluas itulah sumber pengetahuan yang bisa pelajari. Seperti pepatah Minangkabau mengatakan, “alam takambang jadi guru”, yang bermakna bahwa alam dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi manusia.
    Selanjutnya, seperti yang Pak Prof. sampaikan pada postingan diatas bahwa sumber pengetahuan secara filsafati berasal dari pikiran para filsuf. Sehingga ilmu yang dihasilkan juga sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh para filsuf. Dari pikiran-pikiran para filsuf inilah lahirnya berbagai macam aliran filsafat, yang terjadi dalam rentang waktu zaman Yunani kuno hingga jaman sekarang (kontemporer) seperti yang kita temui saat ini. Dan tentunya masing-masing dari aliran filsafat ini mempunyai hubungan antara satu dengan yang lainnya berdasarkan objek dan sifat pikirnya.

    ReplyDelete
  12. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sumber pengetahuan yang dipahami oleh para filsuf ada dua yaitu bersifat apriori dimana pengetahuan diperoleh dari dalam diri manusia atau dalam fikiran manusia. Ahli filsafat yang meyakini bahwa pengetahuan manusia bersifat apripri adalah Imanuel Kant. I Kant mengatakan bahwa pengetahuan itu tidak mutlak berasal dari pengalaman namun sudah berada dalam diri manusia sebelum memperoleh pengalaman. Jadi, pengetahuan berasal dari dalam diri manusia atau dari fikiran manusia.
    Sumber pengetahuan yang lain menurut filosof lainnya adalah bahwa pengetahuan manusia didasarkan pada pengalaman yang diperoleh manusia. Disini, beranggapan bahwa pengalamanlah satu-satunya sumber yang bisa mengarahkan manusia untuk memperoleh pengetahuan. Jadi pengetahuan bersumber dari pengalaman.
    Source: www.wikipedia.com dan www.pengertianmenurutparaahli.com
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  13. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Sumber-sumber pengetahuan filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang berasal dari para filsuf yang dilandasi dengan kajian-kajian filsafat itu sendiri. Umumnya pemikiran itu timbul dan tercipta dari cara padang setiap para pakar filsuf dalam manyikapi dan melihat suatu permasalahan yang dihadapi apakah sebagai objek kongkret maupun objek abstrak. Pada hakikatnya ada dua cara yang mendasar bagi manusia dalam mendapatkan pengetahuan yang benar pertama rasionalisme yaitu premis yang digunakan dalam penalarannya diperoleh dari ide-ide yang menurut pemikirannya jelas dan dapat diterima. Ide-ide ini menurut mereka bukanlah ciptaan pemikiran manusia. Prinsip itu sendiri jauh sudah ada sebalum manusia memikirkannya. Akhirnya paham semacam ini kita kenal sebagai paham Idealisme.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.Dalam pengembangan ilmu menggunakan rasionalitas dan empiris, termasuk eksperimentasi.Dan mebutuh membutuhkan epstemologi yang kuat.Epistemmologi yaitu cabang filsfat ilmu yang membangun teori dengan cara mencari realitas untuk diangkat menjadi kebenaran.Logika menjadi penting sebagai instrumentasi untuk pembuktian kebenaran di dalam pengembangan ilmu pengetahuan.Dari skeptis, ke rasionalis.Yang membedakan epistemologi dengan fakta adalah bahwa epistemologi mempertanyakan bagaimana konsep ilmu mengenai fakta.Sikap skeptis para sufis Yunani menjadi awal berkembangnya epistemologi.”Apakah yang kita ketahui itu penegetahuan atau suatu yang dikonsepkan?.Para rasionalis membuktikan bahwa truth itu merupakan kumpulan pengetahuan yang berhubungan dengan truth yang lain.Para rasionalis menyajikan premis bahwa pengetahuan membutuhkan absolute certainty.Para rasionalis mencari true belief, sehingga muncullah aksioma, teorema, dan seterusnya,muncullah aksioma Euclides sebagai pangkal kebenaran yang self evident.Dan pangkal dari semua ilmu adalah adanya kehendak sadar manusia untuk mengenal objek-objek di sekitarnya dan dalam dirinya.Pengenalan beragam objek diserap lewat indra, akal rasio, akal budi, dan intuisi serta keimanan kita.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  15. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari artikel diatas kita dapat memahami bahwa dalam mencari ilmu kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos. Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  16. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Berkaitan dengan sumber-sumber pengetahuan, bahwa pengetahuan harus mengacu pada sumber yang kredibel, karena harus dapat dibuktikan dan diterima oleh khalayak ramai dengan pembuktian yang benar. Dalam filsafat, sebenar-benarnya filsafat adalah pemikiran para filsuf, dan sebenar-benarnya pengetahuan filsafat juga berdasarkan pemikiran para filsuf. Oleh karena itu untuk mengetahui filsafat secara benar perlu untuk mengkaji dan memahami bagaimana pemikiran para filsuf.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  17. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  18. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Belajar tentu bisa dimana saja, kapan saja, dan dari mana saja. Namun untuk dapat belajar secara baik, maka jita harus belajar dari yang baik, yakni yang ahli di bidangnya. Misalnya jika kita ingin belajar menjahit tentu yang paling baik adalah belajar dari para penjahit, jika kita ingin belajar melukis tentu yang paling baik adalah kita belajar dari yang ahli melukis. Begitu pula dengan filsafat. Jika ingin belajar filsafat dengan baik maka harus belajar dari para filsuf, yakni tentang pikiran-pikirannya. Caranya bagaimana, salah satu caranya adalah dengan banyak membaca, membaca, dan membaca. Kemudian mencoba menerapkan bagaimana emikiran para filsuf tersebut dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dari materi kuliah yaitu Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya menurut saya semuai itu bertujuan untuk membangun pengetahuan seseorang menjadi sesuatu pengetahuan yang utuh yang memiliki manfaat bagi subjek belajar tersebut. Pengetahuan dapat diperoleh dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Salah satunya sumber pengetahuan dapat diperoleh dari pandangan-pandangan atau pemikiran-pemikiran para filsuf. Dari sumber yang diperoleh itu maka dapat diketahui macam-macam pengetahuan itu apa saja dan kebermanfaatannya bagaimana. Pembenaran suatu pengetahuan itu dapat diperoleh dengan cara menerapkan pengetahuan tersebut dengan bijak sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Dengan begitu kita tahu hubungan antar pengetahuan itu seperti apa.

    ReplyDelete
  20. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab. Sumber-sumber pengetahuan adalah pengalaman maupun usaha untuk mencari dan membaca pengetahuan. Seperti halnya filsafat, filsafat adalah pengalaman kita sendiri. Membangun pengalaman dapat berupa ilmu dari bacaan yang telah dibaca. Apabila kurang membaca, maka kuranglah suatu pengetahuan tersebut. Macam pengetahuan bersumber dari pendapat. Pendapat diperoleh ketika kita mendapat suatu pengetahuan baru yang masih baru buat kita maupun yang membuat kita bertanya-tanya. Pembenaran pengetahuan itu melalui pikiran dan pembuktian. Suatu pengetahuan dapat dikatan benar apabila banyak orang yang berpikir sama dengan suatu alasan tertentu dan dapat membuktikannya secara teoritis. Hubungan pengetahuan yang satu dengan yang lainnya adalah suatu hal yang erat. Dari pengetahuan satu, dapat tercipta pengetahuan yang lainnya. Dari tidak tahu, menjadi tahu bahkan dapat menggali suatu pengetahuan baru yang dapat diterima secara luas.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pembenaran Pengetahuan dari kacamata filsafat adalah kebenaran yang diterima secara umum setelah melalui proses penemuan pengetahuan menurut para filsuf, menurut salah seorang filsuf dari timur, imam Al-Gazali ada tiga sumber kebenaran yang dapat doliterima, yaitu kebenaran dengan bukti empirik (indra), yaitu kebenaran yang bisa ditangkap oleh panca indra secara langsung, yang kedua kebenaran dengan bukti rasional (akal), yaitu kebenaran yang dapat diterima dengan pemikiran-pemikiran yang Logis, dan yang ketiga kebenaran Aksioma, yaitu kebenaran dengan definisi-definisi.

    ReplyDelete
  22. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    bismillahirrahmanirrahim..
    disini saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan dari prof Marsigit, memang benar kita harus melihat pikiran para filsuf untuk mencari ilmu namun tidak juga kita lupakan bahwa filsafat kita ialah diri kita sendiri jadi kita bebas berfilsafat dan dengan mencari ilmu melalui membaca, membaca, membaca, maka kata-kata yang paling saya ingat dari perkuliahan Prof Marsigit ialah "silahkan kacaukan pikiranmu namun jangan sekali-kali kau kacaukan hati mu".

    ReplyDelete
  23. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari artikel ini saya memperoleh pengetahuan bahwa dalam ilmu filsafat yang menjadi sumber ilmu adalah pikiran para filsuf dan ilmu pengetahuan adalah yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Karena filsafat sudah ada sejak jaman dulu maka pengetahuan tentang ilmu filsafat dikatakan merentang dari jaman yunani kuno dan sampai jaman sekarang ini kontemporer. Sesuai aliran waktu banyak bermuculan para filsuf dengan masing-masing pemikirannya sehingga aliran filsafat pun menjadi bermacam-macam. Sesuai dengan apa yang saya ingat dalam perkuliahan. Aliran filsafat bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu yang ada di langit atau yang ada dipikiran dan yang ada dikenyataan. Tokoh dari ilmu yang ada dipikiran adalah Plato sehingga sesuatu dikatakan sebagai ilmu apabila dapat di analisis dan logis sehingga muncul berbagai aliran yang ada di langit seperti rasionalisme, monoisme, identitas, absolutisme, analitik, a priori dan lain-lain. Sedangkan bagian yang kedua yaitu yang mengatakan bahwa ilmu itu adalah yang dialami di kenyataan dan tokohnya adalah Aristoteles, kemudian muncullah aliran pluralisme, realisme, sintetis, a posteriori dan lain-lain. Karena adanya kedua aliran tersebut Emmanuel Kant menggabungkan keduanya sehingga mengatakan bahwa ilmu pengetahuan itu dalah yang bersifat sintetik apriori.

    ReplyDelete
  24. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ilmu dapat bersumber dari mana saja. Sebaik-baiknya ilmu adalah pengalaman diri sendiri yang didapat melalui lingkungan sekitar. Dalam filsafat, pengetahuan atau ilmu yang bersumber dari tokoh-tokoh filsuf terdahulu menjadi hal yang fundalism untuk membangun ilmu-ilmu filsafat agar semakin berkembang.

    ReplyDelete
  25. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sebagai pembelajar yang sekarang ini banyak sekali sumber-sumber pengetahuan selain buku, maka harus cermat dalam menentukan apakah sumber tersebut layak dijadikan referensi atau tidak, karena banyak sekali sumber yang kurang kredibel yang beredar terutama di internet karena siapapu bisa memposting apapun di internet. Selain itu, pensitasian harus jelas agar ada apresisasi untuk penulisnya dan tidak terkena kasus plagiarisme yang merupakan salah satu pelanggaran hak cipta.

    ReplyDelete
  26. Junianto
    PM C
    17709251065

    47. Kebenaran suatu ilmu sebenarnya adalah benar menurut pandangan masing-masing orang. Terutama ilmu yang berasal dari pemikiran manusia. Ilmu yang berdasar penemuan ilmiah pun terkadang masih mengandung pertanyaan yang belum bisa dijawab. Para Filsuf Yunani pun melahirkan beberapa teori kebenaran dan tentu mempunyai aliran kebenaran masing-masing. maka dari itu, kebenaran yang mutlak hanyalah yang bersumber dari Tuhan bukan dari pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  27. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete
  28. Riandika Ratnasari
    17709351043
    PPs PM B

    Sumber-sumber pengetahuan sebenarnya ada dimana saja, tergantung kita memposisikan diri kita dan akan mengetahui tentang apa. Namun, kita juga harus bisa membatasi diri agar tidak terjerumus dalam hal yang salah. Kita harus pintar memilih-milih sumber yang kredibel. Pengalaman merupakan salah satu sumber pengetahuan. Kita bisa belajar dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

    ReplyDelete
  29. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Awal dari pengetahuan itu adalah dari yang ada dan mungkin ada. Pengetahuan bersifat filsafati berarti sesuai dengan yang pernah dipikirkan para filsuf. Diantara filsuf itu sendiri bisa saling berbeda pemikiran sehingga memunculkan banyak pengetahuan juga. Dari banyaknya pengetahuan itu pun kita bisa menyusun pengetahuan kita sendiri. Kita juga mengkritisi pemikiran mereka, karena berfilsafat itu ber olah pikir, semua orang bisa.

    ReplyDelete
  30. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dari pembelajaran selama ini, terlalu banyak hal yang didapat sebagai sumber. Pengalaman juga salah satu sumber belajar. Sumber belajar dari pengalaman adalah perbaikan dari kesalahan yang pernah terjadi ketika pengalaman itu berlangsung. Kemudian dari baca blog dan tulisan serta buku, karena dengan membaca akan banyak ilmu yang didapat. Lingkungan juga bisa diperoleh ilmu atau sumber ilmu. Karena lingkungan juga banyak memberikan kontribusi dalam pembenaran terhadap sebuah pengetahuan.

    Setiap Ilmu pengetahuan pada dasarnya saling terkait dan berhubungan. karena ilmu yang sebenar-benarnya adalah ilmu Allah, karena Allah adalah pemilik segala ilmu. Hubungan antar ilmu tersebut bisa didalami dengan mempelajari filsafat ilmu.

    ReplyDelete
  31. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Pembahasan tentang aliran filsafat yang merentang dari awal hingga akhir zaman telah diberikan bapak saat perkuliahan filsafat pertemuan ke empat. terdapat banyak aliran filsafat yakni idealisme, materialisme, monisme, dan pluralisme. ada filsuf yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuan dibentuk berdasarkan rasio (R. Descartes), sedangkan D.hume beranggapan bahwa ilmu berasal dari pengalaman. pertentangan itu selanjutnya diambil jalan tengahnya oleh immanueal kant yang mengatakan bahwa ilmu dibentuk berdasarkan rasio dan pengalaman (sintetik apriori).

    ReplyDelete