Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



53 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mengomontari bahwa dalam filsafat sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan semuanya mengecu pada pikiran-pikiran para filsuf sejak jaman yunani kuno hingga jaman sekarang. Oleh karena itu, filsafat merupakan suatu ilmu yang telah dikembangkan oleh pemikiran-pemikiran para filsuf sejak jaman dahulu. Perbedaaan pemikiran tentu saja terjadi, sehingga dapat menghasilkan berbagai macam aliran filsafat.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Ada kaitannya mengenai filsafat dari yang ada dan yang mungkin ada, saya memperoleh bahwa ""Wahyu"" merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita. Dalam memperoleh ilmu atau wahyu perlu ada asal muasal dari mana ilmu itu di dapat. Kita bisa sebut itu adalah sumber pengetahuan. Pada konteks sekolahan misalnya , sumber ilmu atau pengetahuan tidak hanya dari guru selaku pemberi materi di kelas. Namun kita dapat memanfaatkan fasilitas internet dan perpustakaan untuk menambah referensi ilmu. Siswa akan aktif mencari dimana ilmu itu dan tidak hanya pasif menerima ilmu. Sejatinya ilmu itu bermacam macam jenisnya, ada yang baik dan ada yang buruk tergantung kita memilihnya. Apabila imu itu baik dari awal, dengan terkonsep sehingga konsep konsep sesudahnya akan saling terkait.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    Pps Pendidikan Matematika C 2016

    Maka sebenar-benarnya filsafat itu ada lah diriku sendiri, berlaku filsafat mengenai sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. mengenai pengetahuan, pengetahuan tak hanya di dapat dari pembelajaran di kelas, tetapi dengan banyak membaca dan pengalaman pun sesungguhnya itulah sebenar-benar sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berbicara tenatng sumber pengetahuan maka sumber penetahuan itu adanya dalam pikiran kita karena jika kita berpikir maka pengetahuan itu ada dan kita ada. Dan apabila sumber penetahuan dalam filsafat aka para pemikir filsafat yang menjadi sumbernya seperti, Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell adalah para pemikir filsafat dari mereka lah sumber pengetahuan filsafat itu ada. Dengan adanya mereka kita bisa mengkaji filsafat. Setiap pengetahuan satu dengan pengatahuan ayang lain saling berhubungan satu dengan lainnya, apalagi pembelajaran matematika selalau ada hubungannya dengan semua aspek pengetahuan.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pemikiran atau pendapat orang lain yang sudah terbukti benar dan logis dapat kita gunakan sebagai referensi dalam mencari pengetahuan. Pemikiran ahli dari suatu bidang ilmu sudah dengan pasti bisa menjadi sumber kita mencari pengetahuan. Untuk belajar filsafat kita bisa mempelajari serta memahami pemikiran para ahlinya yaitu para filsuf. Banyak sekali ahli filsuf yang memiliki teori masing-masing. Kita bisa mendapatkannya dan menggunakan paham dari filsuf manapun yang relevan dengan kebutuhan kita. Dari berbagai teori dan paham tersebut mungkin saja ada yang tidak sepaham dengan kita. Walaupun demikian tidak ada salahnya tetap mempelajari pemikiran mereka.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika berbicara mengenai sumber pengetahuan, perjalanannya berubah dan berkembang sesuatu perubahan ruang dan waktu atau perkembangan zaman kuno ke kontemporer. Jika Plato mengatakan bahwa sumber pengetahuan adalah yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya, Aristoteles berpendapat kalau sumber ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain hal nya dengan Imanuel Kant yang mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh melalui sintetik a priori. Begitu juga dengan pembenaran pengetahuan, pengetahuan dikatakan benar jika koheren. Ada pula yang beranggapan jika dalpat diterapkan secara praktis maka benar.

    ReplyDelete
  7. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebenar-benarnya sumber pengetahuan adalah pikiran manusia. Sesuatu yang awalnya tidak ada, jika dipikirkan dapat menjadi mungkin ada. Sesuatu yang awalnya mungkin ada, jika dipikirkan dapat menjadi ada. Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini sebagai pengetahuan bagi manusia. Tapi kembali lagi bagaimana usaha manusia untuk selalu belajar dan belajar untuk modal hidup di dunia dan akhirat, berpikir kritis secara intensif dan ekstensif akan suatu hal, belajar dari pengalaman dan mengembangkan ide-ide/strategi penyelesaian suatu masalah. Itu sesungguhnya sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sumber pengatahuan memang beraneka ragam dan bermacam-macam. Sumber pengetahuan yang berawal dari Tuhan yang telah memberian pikiran kepada manusia, pikiran yang menghasilkan pemikiran-pemikiran para filsuf jaman dahulu, yang saat ini menjadi salah satu pengetahuan yang dipelajari. Sehingga pemikiran orang-orang jaman sekarang yang merupakan pengembangan dari pemikiran para filsuf jaman dahulu dan menimbulkan hal-hal baru.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Ilmu filsafat merupakan pengetahuan yang kita bangun dengan sendirinya. Aliran yang menurut kita benar itulah sebenar – benarnya ilmu. Namun hal tersebut menyesuaikan ruang dan waktu yang ada. Oleh karena itu komenan yang sedang kita lakukan menceeminkan hingga di level mana ilmu kita berada.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada hakikatnya ada 2 cara yang mendasar bagi manusia dalam mendapatkan pengetahuan yang benar. Pertama, dengan mendasarkan diri kepada rasio. Kedua, dengan mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri. Kaum rasionalis mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal dengan rasionalisme. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri, mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal sebagai empirisme

    Macam Pengetahuan : (1) Pengetahuan immediate adalah pengetahuan langsung yang hadir dalam jiwa tanpa melalui proses penafsiran dan pikiran. Kaum realis (penganut paham Realisme) mendefinisikan pengetahuan seperti itu. (2) Pengetahuan mediated adalah hasil dari pengaruh interpretasi dan proses berpikir serta pengalaman-pengalaman yang lalu. (3) pengetahuan indrawi adalah sesuatu yang dicapai dan diraih melalui indra-indra lahiriah. (4) Pengetahuan konseptual juga tidak terpisah dari pengetahuan indrawi. (5) Pengetahuan partikular berkaitan dengan satu individu, objek-objek tertentu, atau realitas-realitas khusus. (6) Pengetahuan universal mencakup individu-individu yang berbeda.

    Pembenaran pengetahuan dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya berupa pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang hadir dan terwujud dalam jiwa dan pikiran seseorang dikarenakan adanya reaksi, persentuhan, dan hubungan dengan lingkungan dan alam sekitarnya. Pengetahuan ini meliputi emosi, tradisi, keterampilan, informasi, akidah, dan pikiran-pikiran. Pengetahuan adalah suatu keadaan yang hadir dikarenakan persentuhan kita dengan suatu perkara. Keluasan dan kedalaman kehadiran kondisi-kondisi ini dalam pikiran dan jiwa kita sangat bergantung pada sejauh mana reaksi, pertemuan, persentuhan, dan hubungan kita dengan objek-objek eksternal.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ilmu pengetahuan pada awalnya merupakan sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengetahui keadaan lingkungan disekitanya. Selain itu, ilmu pengetahuan juga diciptakan untuk dapat membantu kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Zaman Pertengahan, Zaman Renaissans, Zaman Modern, Zaman Kontemporer itulah sebenarnya sumber, macam, pembenaran dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Berdasarkan pengantar dari bapak dalam tulisan ini, untuk sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan harus disandarkan kepada pikiran para filsuf. Sedangkan para filsuf dan sekolah aliran-aliran filsafat juga ada banyak. Oleh karena itu, untuk sumber-sumber pengetahuan, macam-macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan, akan menjadi relatif berdasarkan pandangan filsuf yang dijadikan panutan. Misalnya, Plato mengatakan sumber pengetahuan adalah pikiran, sedangkan Aristoteles mengatakan sumber pengetahuan adalah yang berada di luar pikiran. Kedua pandangan ini saja sudah bertentangan, padahal Plato-Aristoteles adalah Guru-Murid. Sehingga untuk pandangan yang lain juga akan banyak pertentangan. Menurut saya sendiri, sumber pengetahuan adalah rahmat Allah SWT. Maka sumber pengetahuan itu luas sekali, bisa dari pikiran, bisa dari luar pikiran, bisa dari pikiran dan pengalaman orang lain, bahkan bisa dari yang belum terpikirkan.

    ReplyDelete
  14. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berbicara soal sumber pengetahuan adalah bicara soal pemikiran saya dan yang memberikan saya pikiran. banyak filsuf yang telah menuturkan tentang sumber dan teori pengetahuan. filsafat adalah tentang diriku sendiri atau sesuatu yang dibangun dengan sendirinya. oleh karena itu sumber belajar adalah seberapa banyak yang telah saya pelajari sehingga dapat saya jadikan sebagai sumber pengetahuan tanpa menyimpang dari apa yang sudah ditetapkan oleh-Nya.

    ReplyDelete
  15. Elli Susilawati
    16709251073

    Entah kenapa menurut saya belajar filsafat itu sulit tetapi menarik dan menantang. banyak hal yang tidak saya mengerti tetapi semua ini berarti dan benar. Para filsuf sangat jeli dalam menganalisis semua hal, sehingga banyak yang harus dipelajari dari para filsuf untuk dapat memahami lebih jauh tentang filsafat.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Mata kuliah model matematika juga berlandaskan pada filsafat yang bersumber pada pemikiran para filsuf. Salah satu dasar memperoleh ilmu yaitu para filsuf berpikiran untuk membuat sekolah-sekolah Logicism yang menganggap bahwa matematika murni sebagai bagian dari logika, formalisme yaitu aliran yang menterjemahkan matematika ke dalam sistem formal yang didukung oleh absolutism, dan kontruktivisme yang merupakan aliran dengan merekontruksi pengetahuan matematika agar tidak kehilangan makna dari beberapa kontradiksi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sumber pengetahuan ada dari berbagai macam sumber, karena di dalam filsafat banyak sekali filsuf yang mendefinisikan bagaimana kita mendapatkan pengetahuan. Hal ini berakibat munculnya macam-macam pengetahuan, seperti apriori, aposteriori, sintetik apriori, dll. Pembenaran pengetahuan ini tidak benar juga tidak salah, tergantung dari mana kita memandang, kelas mana yang kita ikuti, filsuf mana yang kita ikuti pemikirannya. Pengetahuan dinilai benar juga dari ruang dan waktunya. Pengetahuan selalu berkaitan antara yang satu dengan yang lain. Ilmuwan matematika yang menemukan teori baru pasti mengacu atau berangkat dari teori lama yang ditemukan oleh ilmuwan matematika sebelumnya.

    ReplyDelete
  18. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pada hakikatnya ada 2 cara yang mendasar bagi manusia dalam mendapatkan pengetahuan yang benar. Pertama, dengan mendasarkan diri kepada rasio (αναλογία). Kedua, dengan mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri (εμπειρικά). Kaum rasionalis mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal dengan Rasionalisme. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri, mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal sebagai Empirisme.

    Rasionalisme (ορθολογισμός)
    Dalam menyusun pengetahuannya, kaum rasionalis menggunakan metode deduktif. Premis yang dipakai dalam penalarannya, didapatkan dari ide-ide yang menurut anggapannya jelas dan dapat diterima. Ide-ide ini menurut mereka bukanlah ciptaan pemikiran manusia. Prinsip itu sendiri jauh sudah ada sebalum manusia memikirkannya. Akhirnya paham semacam ini kita kenal sebagai paham Idealisme.

    Empirisme (αισθησιαρχία)
    Berbeda dengan kaum rasionalis, kaum empiris menggunakan metode induktif dalam menyusun pengetahuannya. Mereka berpendapat bahwa pengetahuan manusia itu bukan didapatkan lewat penalaran rasional yang bersifat abstrak, tetapi lewat fakta/pengalaman yang konkrit. Gejala-gejala alamiah menurut kaum empiris ini, adalah bersifat konkrit dan dapat dinyatakan lewat tangkapan panca-indera manusia.

    ReplyDelete
  19. Pengetahuan dapat diperoleh dari hasil pengamatan (empiris), hasil pemikiran (rasio) dan wahyu atau ilham dari Allah SWT. Sumber ilmu pengetahuan yang paling tinggi adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan adalah Sang Pemilik atas segala sesuatu di bumi ini. Karena kebaikan Tuhan kita dianugerahi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dikaruniakan Tuhan sejak awal mula manusia diciptakan yang pada akhirnya berkembang dan semakin berkembang.

    ReplyDelete
  20. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ilmu dapat diperoleh dari berbagai sumber, setiap ilmu atau pengetahuan tidak ada yang salah tidak ada yang benar, semua saling melengkapi satu sama lain. seperti kata pepatah "berdirilah diatas pundak raksasa" bahwa teori atau pengembangan ilmu dilakukan dengan berdasarkan teori terdahulu, jadi agar tidak kehilangan arah tetaplah berlandaskan teori dan kesepakatan para ahli terdahulu.

    ReplyDelete
  21. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sumber-sumber pengetahuan dapat kita peroleh dimanapun kapanpun dan dengan siapapun. Sehingga, menurut saya sebenar-benar pengetahuan adalah apa yang kita lakukan atau yang kita alami sendiri. DEngan mengambil intisari dari pengalaman diri sendiri, maka kecil kemungkinan adanya plagiarisme, karena walaupun kita berpegang/berpedoman pada teori-teori para filsuf akan tetapi pengalaman tiap orang pasti akan berbeda, dan tentunya akan diasumsikan berbeda pula.

    ReplyDelete
  22. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat pasti berhubungan dengan filsuf. Untuk menjaga nilai ilmiah dari pembelajaran filsafat, tentu kita harus menyertakan pemikiran para filsuf. Paham apa dan siapa filsunya, kita bebas memilih yang mana yang relevan dengan kebutuhan kita. Namun meski kadang kita tidak sepaham dengan pemikiran beberapa filsuf, kita tak ada salahnya tetap mempelajari pemikiran mereka. Karena pada hakekatnya memahami ilmu tidak ada yang sia-sia.

    ReplyDelete
  23. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Realism merujuk pada kepatuhan akan adanya fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Penganut paham realism menyatakan bahwa tidak akan menjauhkan diri dari fakta yang nyata. Hal ini nampak bahwaa kaum realism begitu memegang teguh pendiriannya pada sesuatu yang dapat diamati oleh panca indera. Kebanyakan kaum realism menghormati sains dan menekankan hubungan yang erat dengan sains karena sains merupakan ilmu alam yang dapat diamati dan dikembangkan secara nyata.

    ReplyDelete
  24. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dalam filsafat sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan semuanya mengacu pada pikiran-pikiran para filsuf yang terdahulu. Oleh karena itu, filsafat merupakan suatu ilmu yang telah dikembangkan oleh pemikiran-pemikiran para filsuf sejak jaman dahulu. Perbedaaan pemikiran tentu saja terjadi, sehingga dapat menghasilkan berbagai macam aliran filsafat. Dari pemikiran-pemikiran tersebut dapat dilakukan pembenaran pengetahuan seperti apriori, aposteriori, tesis, antitesis dan yang lainnya. Secara keseluruhan dari pemikiran-pemikiran itu pasti mengandung irisan dari pemikiran-pemikiran sebelumnya.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Seperti apa yang telah kita ketahui bersama bahwa filsafat merupakan sebuah olah pikir, Olah pikir oleh siapa? Oleh para filsuf sebagai awal mula munculnya sebuah filsafat. Filsafat diperoleh berdasarkan pemikiran-pemikiran para filsuf sehingga itu merupakan sumber dari pengetahuan mengenai filsafat. Filsafat dari mulai awal hingga akhir zaman merupakan olah pikir, ketika di awal filsafat merupakan olah pikir para filsuf maka filsafat saat ini adalah olah pikir kita yang didasari atas pemikiran para filsuf tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber pengetahuan, macam pengetahuan, dan justifikasi pengetahuan dalam filsafat merupakan pemikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  26. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Beberapa pendapat saya mengenai pengetahuan, yaitu:
    Sumber-sumber pengetahuan adalah:
    - Rasionalisme: memperoleh pengetahuan mendasarkan diri dengan rasio. Dikembangkannya metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Mengandalkan ide atau akal.
    - Empirisme: mendapatkan pengetahuan mendasarkan diri pada pengalaman. Mengandalkan alat indra.
    - Intuisiionisme: berupa intuisi atau ilham atau inspirasi pengetahuan ynag tiba-tiba muncul atau hadirr dalam kesadaran, tanpa melalui proses penalaran jelas, non analitis dan tidak selalu logis.
    Macam-macam pengetahuan adalah:
    - Sains (pengetahuan ilmuah): ilmu alam (natural sciences)
    - Humaniora: ilmu sosial (social sciences)
    Aspek pengetahuan:
    - Ontologi: pembahasan tentang hakekat pengetahuan. Mengenai apa saja yang dibahas pada pengetahuan tersebut.
    - Epistemologi: pembahasan mengenai metode ynag digunakan untuk mendapatkan pengetahuan.
    - Aksiologi : pembahasan mengenai nilai moral pengetahuan tersebut. Seperti kegunaan, tujuan, cara menggunakan, kaidah moral dsb.

    ReplyDelete
  27. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari tulisan di atas, dapat saya pahami bahwa untuk dapat mengetahui segala sesuatu terkait filsafat, maka harus bersumber dari pikiran para filsuf agar tidak terjadi salah kaprah dalam mempelajari suatu pengetahuan baru. Sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya, semua itu dapat kita pelajari dari pikiran para filsuf. Selain itu, jika bersumber dari pikiran para filsuf maka pikiran kita akan menjadi lebih terbuka.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dalam filsafat terdapat beberapa aliran yang merupakan hasil pemikiran dari para filsuf. Para filsuf memikirkan tentang hakekat ilmu, kegunaannya dan bagaiman cara untuk memperoleh ilmu tersebut. Dari hasil pemikiran para filsuf tersebut muncullah pengetahuan-pengetahuan yang kemudia didiskusikan antar filsuf sendiri untuk mengecek kebenaran dari pengetahuan itu. Kemudian pengetahuan yang telah dirasa benar disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan oleh khalayak ramai.

    ReplyDelete
  29. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan mengetahui sumber-sumber pengetahuan, macam-macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan serta hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya, kita dapat terhindar dari plagiarisme. Perilaku plagiat ini dapat mematikan karya orang lain maupun karya kita sendiri. Kita harus senantiasa menghargai karya orang lain dengan tidak melakukan perilaku plagiat.

    ReplyDelete
  30. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Diperlukan keterbukaan hati dan keikhlasan jiwa untuk mencari sumber-sumber pengetahuan yang biasanya digagas oleh para filsuf, dalam filsafat kita akan memandang suatu permasalahan dengan berbeda-beda penafsiran, namun sebagai pengkaji diharapkan berusaha untuk sesuai dengan pola pikir filsuf itu sendiri.

    ReplyDelete
  31. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jika kita membicarakan masalah ilmu atau pengetahuan, maka keduanya sama sekali tidak dapat dipisahkan dari kata belajar. Belajar adalah proses pencapaian dari yang tidak tau menjadi tau, dari yang tidak paham menjadi paham, dan dari yang tidak dimengerti menjadi dimengerti. Pengetahuanmu adalah kekuatanmu, Jadi ketika kita menerima secara tidak langsung fikiran dari para filsuf, maka perlu dicari pembenarannya. Sedangkan sumber adalah yang memancar atau yang berasal. Jelas kaitanya dengan pengetahuan kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sumber pengetahuan adalah asal pengetahuan yang menyuplai pengetahuan atau yang membuat kita memiliki pengetahuan.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Membuat karya baru akan memerlukan pengetahuan ataupun karya-karya sebelumnya. Pemikiran-pemikiran saintis yang telah membuat karya pada saat sebelumnya perlu dipertimbangkan. Akan tetapi sebagai penulis kita perlu menghormati pendapat-pendapat para penulis sebelumnya dengan cara tidak melakukaj plagiarisme.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Referensi-referensi pengetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Sedangkan pembuatan karya tulis yang berhubungan dengan filsafat maka harus berdasarkan pemikiran para filsuf karena yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf dan justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf.

    ReplyDelete
  34. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembuatan tulisan baru harus dilandasi referensi-referensi yang valid. Referensi yang valid dalam pandangan filsafat maka harus berdasarkan pendapat para filsuf. Untuk mencegah plagiarism maka dari teori-teori filsuf kita kembangkan sendiri agar bisa membuat karya baru misalnya pembelajaran inovatif matematika.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Aristoteles membagi ilmu pengetahuan kedalam tiga kelas atau tiga kelompok. Pertama, filsafat spekulatif atau filsafat teorites, yang bersifat objektif dan bertujuan pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri, kelompok ini terdiri dari fisika, metafisika, biopsikologi dan teologia. Kedua, filsafat praktika, yang memberi pedoman bagi tingkah laku manusia. kelompok ini terdiri atas etika dan politik. Ketiga, filsafat produktif, yang membimbing manusia menjadi produktif lewat ketrampilan khusus. Kelompok ini terdiri atas kritik sastra, retorika dan estetika.

    ReplyDelete
  36. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Aguste Comte membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok. Pertama, ilmu pengetahuan positif yang terdiri dari logika atau matematika murni dan ilmu pengetahuan empiris terdiri atas astronomi, fisika, kima, fisiologi, sosiologi fisik, dan lain-lain. Yang kedua adalah filsafat metafisika dan filsafat ilmu pengetahuan yang terdiri umum dan khusus.

    ReplyDelete
  37. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Seorang filsuf yang dikenal sebagai "bapak filsafat moderen", yakni Cartesius alias RENE DESCRATES, pernah mengatakan : "De omnibus dubitandum !" (Segala sesuatu itu harus diragukan). Namun segala yang ada dalam hidup ini, biasanya dimulai dengan meragukan sesuatu. Jadi, sumber dari pengetahuan yakni keraguan akan sesuatu.

    ReplyDelete
  38. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca postingan ini saya memahami bahwa sumber-sumber pengetauan dapat kita peroleh dari mana saja dan kapan saja, namun sumber-sumber pengetahuan secara filsafati adalah pikiran para filsuf. Jadi jika kita ingin mendapatkan ilmu pengetahuan maka kita harus mempelajari pikiran-pikiran para filsuf itu sendiri. Tidak masalah jika kita memiliki pikiran sendiri yang berbeda dari pikiran para filsuf, tapi tidak ada salahnya jika kita mempelajari pikiran para filsuf itu. Karena kunci dari belajar yaitu hati yang terbuka dan ikhlas.

    ReplyDelete
  39. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pada hakikatnya ada 2 cara yang mendasar bagi manusia dalam mendapatkan pengetahuan yang benar. Pertama, dengan mendasarkan diri kepada rasio. Kedua, dengan mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri. Kaum rasionalis mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal dengan Rasionalisme. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri, mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal sebagai Empirisme.

    ReplyDelete
  40. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terdapat berbagai macam aliran Filsafat dalam pendidikan, aliran filsafat tertua adalah Aliran Idealisme yang tokohnya adalah Plato. Aliran filsafat Idealisme menekankan moral dan realitas spiritual sebagai sumber-sumber utama di alam ini. Idealis diambil dari “idea” yaitu sesuatu yang hadir dalam pikiran kita, berupa ide, gagasan, pemikiran, dan lain-lain. Jadi, pendidikan lahir karena adanya ide, gagasan, dan pemikiran dari setiap orang.

    ReplyDelete
  41. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terdapat Aliran Filsafat Perenialisme dalam aliran filsafat pendidikan. Perennialisme berasal dari kata perennial yang dapat diartikan abadi atau kekal. Itu berarti perenialisme adalah segala sesuatu yang ada sepanjang sejarah, tetap ada atau abadi di dunia ini. Maka dari itu, para penganut aliran filsafat Perennial ini selalu berpegang pada nilai-nilai atau norma-norma yang bersifat abadi. Nilai-nilai dan norma-norma yang dianggap baik sejak dahulu kala seperti nilai kejujuran, nilai kesopanan, dan lain-lain haruslah bersifat abadi di dunia ini. Jadi, walaupun sistem pendidikan telah berganti-ganti diharapkan nilai-nilai baik tersebut tetap ada dan tidak tergantikan.

    ReplyDelete
  42. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Aliran Filsafat Esensialisme adalah aliran filsafat dalam pendidikan yang muncul karena adanya pemikiran filsafat dari Plato (Idealisme) dan dari Aristoteles (Realisme). Karena aliran ini kombinasi dari dua aliran yaitu idealisme dan realisme, maka bersifat idealis obyektif di satu sisi dan realis obyektif di sisi lainnya. Aliran filsafat Esensialisme ini menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama karena sebenarnya dalam kebudayaan lama terkandung banyak kebaikan untuk manusia.

    ReplyDelete
  43. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Aliran filsafat dalam pendidikan yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat disebut Aliran FIlsafat Progresivisme. Aliran ini beranggapan bahwa kemampuan intelejensi manusia sebagai alat untuk hidup, untuk mengembangkan kepribadian manusia. Menurut aliran ini, pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan tetapi menekankan pada peningkatan kemampuan berpikir dan kemampuan kreativitas.
    Lebih lengkap, kunjungi http://padamu.net/aliran-filsafat-pendidikan

    ReplyDelete
  44. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Aliran Filsafat Pragmatisme. Pragmatisme adalah suatu aliran modern yang mengajarkan bahwa sesuatu yang benar adalah apa yang telah dibuktikan benar. Dasar dari aliran pragmatisme ini adalah manfaat bagi hidup praktis. Pragmatis adalah satu aliran yang lebih mementingkan orientasi kepada pandangan anti posentris (berpusat kepada manusia) kemampuan kreativitas dan pertumbuhan manusia kearah hal-hal yang bersifat praktis, kemampuan kecerdasan dan individual serta perbuatan dalam masyarakat. Tokoh aliran pragmatisme ini adalah William James, John Dewey, F.c Schiller.

    ReplyDelete
  45. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sumber pengetahuan menurut para ahli terdiri dari rasionalisme, empirisme, fenomenalisme dan intuisionisme. Rasionalisme yang menganggap pengetahuan berasal dari akal pikiran. Empirisme yang memandang bahwa asal muasal pengetahuan yaitu dari pengalaman yang dialami oleh seseorang. Fenomenalisme yang menganggap bahwa pengetahuan berasal dari fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar serta intuisionisme yang menganggap bahwa pengetahuan berasal dari intuisi seseorang yang sifatnya berbeda-beda setiap orang serta diperoleh secara tiba-tiba tanpa sadar.

    ReplyDelete
  46. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sumber-sumber pengetahuan adalah pemikiran ahli filsuf. Menurut ahli fisuf salah satu sumber pengetahuan adalah rasionalisme yang menganggap bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal pikiran dan memandang pengalaman hanya sebatas perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme meyakini bahwa kebenaran dan kesesatan terletak dalam ide dan jika kebenaran yang mengandung makna sesuai dengan kenyataan maka kebenaran hanya ada di pikiran kita yang diperoleh melalui akal budi.

    ReplyDelete
  47. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca postingan di atas saya mengetahui bahwa sumber-sumber pengetahuan itu berasal dari pikiran para filsuf. Selain sumber-sumber pengetahuan, macam-macam ilmu juga berasal dari pikiran para filsuf. Maka sebenar-benar ilmu adalah hasil pemikiran seseorang maka akan dihasilkan sesuatu yang original dan bukan merupakan plagiarisme. Karena ilmu akan semakin berkembang maka pemikiran manusia juga perlu berkembang dan dikembangkan.

    ReplyDelete
  48. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu dapat didapatkan dari mana saja dan kapan saja. Namun dalam filsafat, sumber ilmu untuk berfilsafat itu berasal dari para filsuf karena pikiran mereka sudah berpikir menembus dimensi. Namun dalam mambaca sumber-sumber pengetahuan itu harus dipikirkan dengan kritis dan dipengangi dengan doa-doa. Jangan sampai kesurupan atas sumber pengetahuan tersebut sehingga dirimu hanya berpatokan dengan satu pikiran dan menyebabkan hal tersebut menjadi penuntun ke juran para mitos

    ReplyDelete
  49. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terdapat keterkaitan antara pengetahuan dengan filsafat. Baik pengetahuan jika dipandang dari segi filsafat, maupun filsafat menurut pengetahuan. Berdasarkan filsafat, pendidikan berkepentingan membangun filsafat hidup agar dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi terhadap pengetahuan , filsafat memberikan sumbangan berupa kesadaran mengenai asal mula dan juga tujuan kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  50. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adapun sumber pengetahuan, setidaknya bersumber dari 3 unsur yaitu akal, hati, dan intuisi. Akal pikiran manusia mampu untuk melengkapi kekurangan yang ada pada indera. Pengetahuan yang diperoleh dengan akal bersifat rasional dan juga logis. Pandangan seperti ini dikenal sebagai aliran rasionalisme.

    ReplyDelete
  51. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu sumber pengetahuan adalah pengalaman. Pengalaman merupakan sumber pengetahuan yang baik karena melalui pengalaman siswa mengalami sendiri kejadian tersebut sehingga ia tidak sekedar menghafal, tetapi benar-benar memahami apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  52. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Ketika belajar tentang filsafat maka harus mengacu pada pengetahuan filsafat yang bersumber dari pemikiran para filsuf. Untuk itu diperlukan kegiatan membaca sampai kita tahu pemikiran para filsuf. Agar kita pandai filsafat harus dengan membaca. Kesimpulannya adalah jika kita ingin menguasai sesuatu maka membacalah. Tiadalah filsafat tanpa membaca. Terima kasih.

    ReplyDelete
  53. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan postingan ini dan sering dikatakan oleh Prof. Marsigit bahwa sebenar-benar filsafat adalah diriku sendiri. Dan sebenar-benar diriku adalah berbeda dengan kamu. Begitu pula ketika berbicara mengenai sumber pengetahuan menurut filsafat. Yaitu berdasarkan pemikiran para Filsuf. Dan dari pemikiran para Filsuf tersebut lahirlah aliran-aliran filsafat sampai saat ini. Kita dapat mempelajari aliran A maka secara tidak sadar kita terpengaruh oleh A, dan seterusnya. Oleh karena itu adalah suatu keharusan untuk mempelajarai berbagai macam sumber pengetahuan.

    ReplyDelete