Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



36 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Melalui sumber yang saya dapatkan dari https://www.academia.edu/29202135/Critique_of_Pure_Reason_Sebuah_Pengantar yang merupakan terjemahan dari buku The Critique of Pure Reason oleh Immanuel Kant. Pada buku tersebut terdapat berbagai macam pandangan tentang pengetahuan yang terdiri dari berikut ini
    1. Secara konsep estetika, revolusi Copernicus, sifat dasar pengetahuan, pernyataan a priori sintetik, dan fenomena serta noumena dijabarkan dengan komprehensif.
    2. Terdapat setidaknya tiga gagasan utama yang ditawarkan oleh Kant, yaitu gagasan filsafatnya tentang proses pengetahuan; filsafat moral Kantian dan moralitas Kant dalam kaitan dengan eksistensi Tuhan.
    3. Dogmatisme menganggap pengetahuan objektif sebagai hal yang terjadi dengan sendirinya. dogmatisme percaya sepenuhnya pada kemampuan nalar dan mendasarkan pandangannya pada kaidah – kaidah a priori tanpa bertanya apakah nalar memahami hakikatnya sendiri, yakni jangkauan dan batas – batas kemampuannya.
    4. Immanuel Kant menganalisis tentang pengetahuan dengan didasarkan pada pemahaman umum. Kant tidak pernah meragukan pengamatan umum yang dilakukan oleh banyak orang.
    Kemudian macam pengetahuan menurut Immanuel Kant adalah sebagai berikut
    Kant membagi pengetahuan kita menjadi sebagai berikut:
    1. Suatu pernyataan bersifat analitik, jika predikat dari subjek termuat dalam subjek. Sebagai contoh, tautologi “Bola itu bulat”. Pernyataan ini benar karena predikat ‘bulat’ terkandung dalam subjek ‘bola’.
    2. Suatu pernyataan bersifat tidak analitik, jika pernyataan tersebut menambahkan sesuatu yang baru tentang subjek. Pernyataan ini kemudian disebut tidak murni dan disebut sebagai pernyataan sintetik. Sebagai contoh, “Bola itu berwarna merah”.
    3. Suatu pernyataan disebut benar secara a priori, jika kebenarannya ditentukan sebelum pengalaman, atau tanpa referensi pada pengalaman.
    4. Suatu pernyataan disebut benar secara a posteriori, jika pernyataan tersebut ditentukan kebenarannya melalui referensi pada pengalaman. Artinya kebenarannya hanya dapat ditentukan melalui acuan bukti empiris
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Sesungguhnya pengetahuan dalam filsafat semua berdasarkan pada pemikiran para filsuf. Menurut Kant pengetahuan bersumber dari indera dan pemahaman. Pengetahuan ada berdasarkan pengalamannya baik pengalaman langsung maupun tidak langsung. Pengalaman tidak langsung hanya berdasarkan apa yang yang telah dia dengar dari orang lain, namun biasanya hal ini kurang membekas dalam pikiran manusia. Berbeda dengan pengalaman langsung yang biasanya lebih berkesan sehingga lebih membekas dalam pikiran. Selain itu, Pengetahuan yang satu dengan yang lainnya akan saling berhubungan. Misalnya pengetahuan matematika yang bisa diterapkan dalam pembelajaran fisika, kimia, akuntansi, dan yang lainnya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  3. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari artikel tersebut, saya dapat menangkap sedikit tentang sumber pengetahuan yang berasal dari pengalaman. Pengalaman sendiri adalah ruang dan waktu. Dengan pengalaman tersebut kita dapat pengetahuan yang sebagai sumber atau asal intuisi. Pengetahuan yang mencedasakan dapat menjadi sebuah peradaban jika dijadikan kebiasaan oleh sekelompok masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dita Aldila Krisma
      18709251012
      PPs Pendidikan Matematika A 2018

      Berdasarkan pemikiran Immanuel Kant, pengetahuan manusia merupakan sintesis a priori yaotu terdiri dari unsur akal dan pengalaman. Pengetahuan difomulasikan dalam bentuk judgement yaitu analitis dan sintesis. Objek pengetahuan terdiri dari fenomena dan noumena. Sumber pengetahuan dari sense dan understanding. Jadi, untuk membangun pengetahuan, sebaiknya ada keterkaitan antara pengalaman dan pemikiran yang saling berkesinambungan dan kontinu untuk mengokohkan dasar keilmuan kita.

      Delete
  4. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Saya mendapatkan sumber bacaan dari https://www.academia.edu/18636846/Filsafat_Pendidikan yang membahas tentang filsafat pendidikan. Kata filsafat berasal dari bahawa yunani kuno, yaitu kata Philos dan Shopia. Philos artinya cinta yang mendalam, dan shopia artinya kearifan atau kebijakan. Jadi arti filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadap kearian atau kebijakan. Filsafat dapat diartikan sebagai suatu pendidirian hidup (individu) dan dapat juga disebut pandangan hidup (masyarakat). Harold Tisus mengemukakan makna filsafat yaitu :
    1. Filsafat adalah suatu sikap tentnag hidup dan alam semesta
    2. Filsafat adalah suatu metode berpikir reflektif dan penelitian penalaran
    3. Filsafat adalah suatu perangkat masalah-masalah
    4. Filsafat adalah seperangkat teori dan system berpikir
    Subjek filsafat adalah seseorang yang berfikir atau memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam. Sedangkan objek filsafat dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri. Contohnya, si aku berfikir tentnag diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. Objek fisafat dibedakan atas 2 hal yaitu :
    1. Objek material, yaitu segala sesuatu atau realita, ada yang harus ada da nada yang tidak harus ada.
    2. Objek formal, yaitu bersifat mengasaskan atau berprinsip dan oleh karena mengasas, maka fislsafat itu mengkonstatis prinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran.
    Pentingnya belajar berfikir filsafat yaitu supaya manusia dapat mengatas permasalahan-permasalahan hidup karena tidak semua permasalahan dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan teknis saja.

    ReplyDelete
  5. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Sumber pengetahuan dalam filsafat adalah pikiran para filsuf. Filsafat adalah olah pikir. Bacaan yang saya baca dari https://www.academia.edu/11464155/Persoalan_Filsafat_Ilmu menjelaskan bahwa dalamKamus Besar Bahasa Indonesia, kata filsafat menunjukkan pengertian yaitu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikatsegala yang ada, sebab asal dan hukumnya. Manusia filosofis adalah manusia yangmemiliki kesadaran diri dan akal sebagaimana ia juga memiliki jiwa yang independen dan bersifat spiritual. Ketika kita berfilsafat berarti kita sedang melakukan olah pikir kita, kita mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kita. Objek filsafat itu sendiri adalah mencakup yang ada dan yang mungkin ada. Sumber pengetahuan itu begitu luas, dan bervariasi, akan tetapi pikiran kita terbatas oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Rosi anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Berikut tanggapan yang saya anggap menarik bersumber dari materi yang bapak sampaikan sebelumnya di perkuliahan yang mengatakan bahwa : Belajar filsafat adalah membongkar sesuatu yang sudah jelas di dalam pikiran manusia. Terjadi goncangan di dalam pikiran itu tidaklah begitu masalah, tapi janganlah terjadi goncangan di dalam hati. Sedikit saja ada goncangan di dalam hati itu datangnya dari syaiton/setan. Filsafat apabila ditingkatkan adalah spiritual. Semuanya itu adalah spiritual, padahal filsafat itu ya semuanya, termasuk filsafat spiritual. Filsafat spiritual itu adalah memikirkan perasaan. Spiritual itu adalah perasaan, hati, doa, kuasa Tuhan, tidak cukup hanya dengan pikiran. Tetapi kita perlu ilmu dan berpikir untuk mengisi spiritual. Prinsip-prinsip spiritualitas sebagian juga berlaku di dalam filsafat, misalnya dalam kehidupan sehari-hari bahwa mausia itu tidak boleh sombong. Sombong itu adalah godaan setan, dimana sombong itu tertutup dan merasa bisa. Simbol dari kesombongan itu adalah aku dan keakuan, maka Tuhan itu sangat benci pada kesombongan. Sombong itu bisa sadar dan tidak sadar, karena bisa saja karena sudah terbiasa dan memang tabiatnya.

    ReplyDelete
  7. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Berfilsafat adalah berfikir. Filsafat adalah suatu tindakan, suatu aktivitas. filsafat adalah aktivitas untuk berfikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis dan sistematis. Dan seperti yang Pak Marsigit katakan sebenar-benarnya belajar filsafat adalah belajar pemikiran para filsuf. Karena memang benar adanya, ketika belajar filsafat kita akan berjumpa dengan pemikiran para filsuf besar sepanjang sejarah. Seperti Plato, Aristoteles, Immanuel Kant, dll. Dikatakan Ade Hidayat dalam artilnya yang berjudul Persoalan Filsafat Ilmu bahwa utuk memulai belajar filsafat mulailah dengan pertanyaan yang membuat anda bingung. Sebab, melalui pertanyaan yang kita buat akan menentukan arah kita belajar filsafat selanjutnya.

    ReplyDelete
  8. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Sumber ilmu pengetahuan bisa berdasarkan pengetahuan dan juga sumber dari para filsuf. Pengetahuan bisa diperoleh dari kita membaca referensi buku, dan juga sumber sumber lainnya.

    ReplyDelete
  9. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Dalam artikel di atas, saya mencoba mengeksplorasi tokoh aliran filsafat dari timeline western philosophiers yang menyatakan bahwa aliran filsafat Rasionalisme mempunyai tokoh Socrates, aliran filsafat Empirisme mempunyai tokoh David Hume, aliran filsafat Idealisme mempunyai tokoh Plato, aliran filsafat Positivisme mempunyai tokoh Auguste Comte, aliran filsafat Pragmatisme yang dipelopori oleh salah satunya John Dewey. Munculnya aliran filsafat tersebut dikarenakan pemikiran pemikiran filsuf yang sangat luas. Dalam setiap aliran filsafat sebenarnya semuanya saling terkait dalam membentuk suatu pengetahuan baru yang akan kita sintesiskan untuk mencari pembenaran pengetahuan

    ReplyDelete
  10. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat siang Prof.
    Belajar filsafat artinya mencoba memahami apa yang dipikirkan oleh para filsuf. Para filsuf memiliki pandangan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Artinya kita mencoba memahami semua pandangan filsuf yang berbeda-beda tersebut mengenai filsafat, memilih pandangan yang sesuai dengan kehidupan yang kita alami, atau mengabaikan semua pandangan tersebut karena idealis yang kita miliki sendiri. Pengetahuan mengenai filsafat lahir dari pikiran filsuf itu sendiri. Oleh sebab itu, pikiran filsuf menjadi landasan kita dalam berfilsafat. Memahami pandangan yang berbeda-beda dari semua pemikiran filsuf artinya kita membuka diri untuk mempelajari filsafat secara keseluruhan. Artinya kita belum menemukan jati diri yang sesungguhnya sehingga masih perlu menggali lebih dalam lagi mengenai diri dan filsafat itu sendiri. Memilih dan mendalami pandangan filsuf yang sesuai dengan kehidupan kita. Hal ini berarti kita menemukan keselarasan antara apa yang menjadi buah pemikiran filsuf dan sejalan dengan apa yang kita lakukan. Mengabaikan semua pandangan berarti kita belum menemukan keistimewaan dari apa yang dimiliki oleh filsuf itu sendiri. Dalam konteks ini, kita juga terlalu egois terhadap diri kita. Artinya kita belum bisa membuka diri dan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  11. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan pengalaman saya dalam mengikutim kuliah filsafat ilmu dengan Prof, ada banyak sekali hal menarik yang baru saya dapati setelah mengikuti perkuliahan ini. Diantaranya yaitu:
    1. Ketika berfilsafat jangan hanya menggunakan pikiran saja tetapi gunakan juga hati. Memang benar filsafat adalah olah pikir tetapi pikiran manusia juga ada batasannya. Untuk itu, manusia perlu menyakini dalam hati tentang sesuatu yang tidak mampu dipikirkan.
    2. Manfaat dari belajar filsafat yang sebenar-benarnya adalah mampu merefleksikan diri.
    3. Kunci dari belajar filsafat adalah baca, baca, dan bacalah. Mengapa? Karena bahsa yang digunakan dalam filsafat adalah bahasa analog yang maknanya tersirat. Ketika sudah terbiasa membaca, maka kemampuan berpikir manusia juga akan meningkat sehingga dapat memahami dan memaknai apa yang ada dalam bahasa analog tersebut.

    ReplyDelete
  12. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A

    Sumber pengetahuan filsafat berasal dari pemikiran para filsuf dan olah pikir para filsuf. Ketika kita belajar filsafat, maka kita belajar mempelajari pemikiran para filsuf dengan menggunakan olah pikir kita. secara tidak langsung ketika kita berpikir mengenai sesuatu kita juga telah tertimpa menggunakan pikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  13. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Dari sudut pandang filsafat, segala pengetahuan semua tidak jauh-jauh dari pemikiran para filsuf. Benar ataupun salah bisa dilihat dari sudut pandang para filsuf. sehingga untuk mempelajari filsafat ataupun hubungannya dengan ilmu yang lainnya perlu belajar lebih mendalam mengetahui pemikiran dari para filsuf. kita akan bisa mengetahui apa hubungan yang satu dengan yang lainnya dengan cara membaca dan memahami segala aliran dalam filsafat dan pemikiran para filsufnya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  14. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Belajar tentang filsafat harus mengacu pada pengetahuan filsafat yang bersumber dari pemikiran para filsuf. Untuk itu diperlukan kegiatan membaca sampai kita tahu pemikiran para filsuf. Agar kita pandai filsafat harus dengan membaca. Kesimpulannya adalah jika kita ingin menguasai sesuatu maka membacalah. Tiadalah filsafat tanpa membaca. Terima kasih.

    ReplyDelete
  15. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Pada postingan diatas dikatakan bahwa sumber pengetahuan secara filsafati adalah pikiran dari para filsuf, dimana pikiran tersebutlah yang kemudian melahirkan ilmu. Ada begitu banyak filsuf yang ada didunia ini, dan masing-masing dari mereka memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai pengetahuan. Oleh karenanya ada berbagai macam pengetahuan berdasarkan aliran-aliran filasafat para filsuf. Menurut wikipedia, sumber pengetahuan yang dimiliki seseoarang berasal dari: kepercayaan yang didasarkan dari tradisi, kebiasaan-kebiasaan dan agama, pencaindra/pengalaman, akal pikiran dan intuisi individual. Jadi, kepercayaan yang diyakini seseorang membuatnya melakukan keiasaan-kebiasaan hingga kebiasaan-kebiasaan yang berdasarkan keyakinan tersebut terbentuk menjadi rangkaian pengalaman, dimana keyakinan tersebut telah melalui proses pemikiran dan berdasarkan intuisi yng dimiliki seseorang.

    ReplyDelete
  16. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lainnya tentu memiliki hubungan satu sama lain, karena terkadang ilmu pengetahuan lahir akibat dari pengetahuan lain. Bisa mungkin akibat dari penentangan atau mungkin persetujuan seseorang terhadap pengetahuan yang telah lahir sebelumnya. Seperti aliran-aliran filsafat yang berbeda dari setiap filsuf, namun tidak menutup kemungkinan seorang filsul tergerak untuk menentang sebuah aliran filsuf lain hingga menghasilkan pengetahuan baru versi filsuf kedua. Namun ada pula seorang filsuf yang muncul akibat dari penemuan terbarunya yang mendukung sebuah teori dari filsuf lain hingga menimbulkan pengetahuan baru. Dan ada pula sebuah pengetahuan yang muncul dari hasil menggabungkan dua pengetahuan yang saling bertentangan.

    ReplyDelete
  17. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Pengetahuan yang diperoleh manusia sejak lahir merupakan awal di mana manusia diberikan pengalaman memperoleh ilmu dari bantuan orang di sekitar, benda di sekitar, suasana di sekitar, dll. Tidak hanya pengetahuan berupa bilangan, tetapi bisa belajar membaca, bernyanyi, berjalan, berlari sehingga sudah berbagai macam pengetahuan yang diterima manusia sejak lahir. Selanjutnya dikembangkanlah pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh dan digabungkan dengan pengetahuan yang baru diterima sehingga diperoleh pengetahuan baru lagi. Sehingga bisa dikatakan berbagai macam pengetahuan yang didapat sejak lahir hingga saat ini merupakan pengetahuan yang saling terhubung satu sama lain dan menjadi lebih luas lagi karena selalu berkembang setiap harinya.

    ReplyDelete
  18. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Belajar dari filsuf, Immanuel Kant. Kant adalah seorang filsuf modern dari Jerman yang sangat berpengaruh. pokok pemikiran Kant yaitu 1) panca indera, akal, dan rasio; 2) mensinergikan emipirisme dan rasionalisme; 3) objek mengarahkan kepada subjek. Pemikiran Kant juga berusaha menjelaskan bahwa pengalaman manusia merupakan perpaduan antara sintesis unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur aposteriori yang menjadi dasar bahwa pengetahuan yang menjadi acuan adalah sintesis a priori.

    ReplyDelete
  19. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos.

    ReplyDelete
  20. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Setelah membaca tulisan di atas, saya tertarik dengan sumber-sumber pengetahuan. Karena saya belum paham, saya pun mencari sumber bacaan, namun yang saya dapatkan adalah sebagai berikut: Pada dasarnya ada 2 cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, yakni dengan mendasarkan diri kepada rasio (rasionalisme) dan mendasarkan diri kepada pengalaman/fakta/empiri (empirisme). Seorang filsuf yang dikenal sebagai "bapak filsafat moderen", yakni Cartesius alias RENE DESCRATES (1596-1650), pernah mengatakan : "De omnibus dubitandum !" (Segala sesuatu itu harus diragukan). Namun segala yang ada dalam hidup ini, biasanya dimulai dengan meragukan sesuatu.

    ReplyDelete
  21. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Pada hakikatnya ada 2 cara yang mendasar bagi manusia dalam mendapatkan pengetahuan yang benar.Pertama, dengan mendasarkan diri kepada rasio (αναλογία). Kedua, dengan mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri (εμπειρικά). Kaum rasionalis mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal dengan Rasionalisme. Sedangkan mereka yang mendasarkan diri kepada pengalaman/empiri, mengembangkan paham (aliran) apa yang kita kenal sebagai Empirisme.

    ReplyDelete
  22. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Sumber-sumber pengetahuan adalah segal hal yang kita temukan dalam perjalanan kehidupan ini. Dimulai dari perjalanan seorang manusia yang dilahirkan dari kandungan seorang ibu sebuah pancaran pengetahuan sudah dikirimkan Sang Pencipta untuk kita pelajari. Seorang bayi mendapatkan sumber pengetahuan dari ibunya, suara-suara disekitarnya. Ketika mulai beranjak remaja seorang pribadi mulai mengenal dan mendapatkan pengetahuan dari rekan bermainnya, dari bangku sekolahnya. Ketika mulai beranjak dewasa seseorang menemukan sumber belajar yang lebih luas dimana ia dapat mengkolaborasikan apa yang pernah ia temui dalam perjalanan kehidupannya. Jadi apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan adalah sumber pengetahuan bagi kita.

    ReplyDelete
  23. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Filsafat merupakan sebuah ilmu olah pikir. Jika filsafat adalah pikiran, dan setiap orang pasti berpikir maka dapat dikatakan filsafat adalah dirimu. Setiap pengetahuan berasal atau berdasarkan dari pikiran manusia, maka filsafat mancakup semua yang ada dalam pikiran manusia, termasuk pengetahuan. Oleh karenanya, setiap pengetahuan mempunyai filsafat, filsafatnya matematika disebut filsafat matematika, filsafatnya ilmu disebut filsafat ilmu dan seterusnya. Maka tentulah terdapat hubungan antara satu pengetahuan dengan pengetahuan lain. Dimana setiap pengetahuan pasti memiliki filsafat. dan filsafatlah yang menghubungkan setiap pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  24. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Sumber pengetahuan manusia itu ada lima macam, yaitu: empiris, rasio, fenomena, intuisi dan metode ilmiah. Dimana empiris kemudian melahirkan aliran empirisme; rasio yang melahirkan aliran Rasionalisme; fenomena yang melahirkan aliran fenomenologi; intuisi yang melahirkan aliran intusionisme; dan metode ilmiah yang menggabungkan antara aliran rasionalisme dan empirisme.
    http://www.referensimakalah.com/2012/12/sumber-sumber-pengetahuan.html
    setiap aliran-aliran diatas memiliki pendapatnya masing-masing mengenai sumber-sumber yang dapat digunakan sebagai sarana diperolehnya ilmu pengetahuan. Terlepas dari berbagai macam perbedaan sumber-sumber pengetahuan nyatanya, ada begitu banyak yang dapat dijadikan sebagai sumber dari sebuah pengetahuan. Semua yang dapat dilihat dan dirasakan dapat dijadikan sebagai sumber diperolehnya pengetahuan. Seseorang yang memiliki kepekaan dan sensitifitas yang tinggi dapat melihat segala sesuatu sebagai sumber dari pengetahuan.

    ReplyDelete
  25. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Seorang empirisme menganggap bahwa pengetahuan dapat diperoleh dari sebuah pengalaman, mereka menganggap tanpa adanya sebuah pengalaman seseorang tidak akan memperoleh sebuah pengetahuan. Berbeda dengan seorang empirisme, seorang rasionalisme menganggap bahwa ilmu pengetahuan adalah bersumber dari atau terletak pada akal. Walaupun menganggap sumber dari pengetahuan adalah akal, kaum rasionalisme tidak serta merta menentang kaum empirisme yang menganggap sumber pengetahuan adalah pengalaman. Hanya saja, kaum rasionalisme menganggap pengalaman hanya sebagai perangsang dan selebihnya pikiranlah yang bekerja memperoleh pengetahuan. Fenomenalisme lahir dari seorang filsuf Jerman yang bernama Immanuel Kant yang melakukan pendekatan kembali pada empirisme dan rasionalisme setelah memperhatikan kritik-kritik yang dilakukan David Hume terhadap kaum empirisme dan rasionalisme.

    ReplyDelete
  26. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Akibat dari kritik-kritik yang diberikan David Hume kepada kaum empirisme dan rasionalisme menyebabkan Immanuel Kant melakukan kajian ulang terhadap empirisme dan rasionalisme. Namun, kajian ulang atau pendekatan kembali yang dilakukan oleh Immanuel Kant tidak membuat orang-orang merasa puas terhadap penyelesaikan atau kesimpulan yang diperoleh Immanuel Kant, karena penyelesaian tersebut mengatakan bahwa pada babak terakhir manusia hanya mengetahui modifikasi barang sesuatu dan bukannya barang sesuatu itu sendiri dalam keadaannya yang senyatanya. Oleh karenanya, kaum intuisionisme menganggap bahwa intuisi merupakan perbuatan yang mengalami dan merupakan kemampuan untuk memperoleh pengetahuan.
    Perkembangan ilmu-ilmu alam yang ada merupakan hasil dari sebuah kesengajaan yang dilakukan dengan menggabungkan pengalaman dengan akal sebagai pendekatan yang berjalan bersama melalui pengamatan-pengamatan yang dilakukan berulang. Pengamatan-pengamatan yang menimbulkan masalah tersebut dihubungkan secara sistematis satu sama lain dan dengan fakta-fakta lain yang sudah diamati. Bila ada suatu masalah sudah diajukan suatu penyelesaian yang dimungkinkan, maka penyelesaian yang diusulkan itu dinamakan hipotesis. Metode-metode yang dilakukan tersebut yang pada masa kini disebut dengan Metode Ilmiah.

    ReplyDelete
  27. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Sumber-sumber pengetahuan filsafat ialah pikiran para filsuf. Maka yang dimaksud dengan ilmu ialah juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Macam-macam pengetahuan hingga pembenarannya pun juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Padahal pikiran para filsuf ada sejak jaman Yunani Kuno hingga sekarang, dan pemikiran tersebut terus berkembang. Maka bila kita belajar filsafat, kita seharusnya merujuk dari pendapat-pendapat para filsuf dan berbagai macam aliran filsafat. Aliran-aliran filsafat yang ada dari jaman Yunani hingga sekarang diantaranya ialah seperti yang ada di dalam blog ini, diantaranya perfeksionisme, uniformitarianism, theism, stoicism, dst.

    ReplyDelete
  28. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Macam-macam pengetahuan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pengetahuan Sains (Scientific Knowledge), pengetahuan Filsafat, dan pengetahuan Mistik.
    http://daracempakadwipuspa.blogspot.com/2016/12/macam-macam-pengetahuan-manusia.html
    Ketiga macam pengetahuan tersebut memiliki paradigma dan pembuktian kebenaran yang berbeda-beda. Pengetahuan sains adalah pengetahuan yang logis dan didukung oleh bukti empiris. Jika sebuah pengetahuan telah mampu dibuktikan secara logis dan empiris maka dikatakan bukan pengetahuan ilmiah atau sains. Contohnya adalah jika kita ingin membuktikan bahwa pohon jeruk akan berbuah jeruk, kemudian setelah ditanam pohon tersebut ternyata benar berbuah jeruk. Kebenaran tersebut telah dibuktikan secara empiris dan logis maka dapat dikatan yang tersebut adalah pengetahuan sains. Namun, ada pula sesuatu yang dapat dibuktikan secara empiris namun tidak logis. Contohnya, agar gerhana berhenti maka harus memukul kentongan, yang demikian tersebut mungkin telah dibuktikan kebenarannya secara empiris bahwa setelah kentongan berbunyi gerhana akan hilang. Namun secara logika hal tersebut tidaklah masuk akal, karena tidak ada penelitian yang membuktikan apa hubungan antara gerhana dan kentongan. Maka yang demikian tersebut tidak dapat dikatakan pengetahuan ilmiah. Paradigma yang digunakan dalam pengetahuan ini adalah paradigma positivistik.
    Macam, pembenarannya belum

    ReplyDelete
  29. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Filsafat adalah ilmu tentang pikiran, objek kajian filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat adalah tentang terjemah dan diterjemahkan, filsafat adalah tentang melihat tidak secara parsial. Filsafat adalah melihat metafisik dibalik fisik, melihat yang tidak terlihat namun sebenarnya ada. Jika ingin mengetahui sebuah penyebab dari yang tidak terlihat itu adalah ciri-ciri dari pengetahuan filsafat. Misalnya, seseorang ingin mengetahui mengapa sebuah pohon jambu dapat berbuah jambu, hal tersebut adalah awal dari pengetahuan filsafat. hal tersebut tidak dapat dibuktikan secara empiris karena objek yang ingin diketahui tidaklah empiris. Namun, setelah dipikirkan kembali, ternyata pohon jambu dapat berbuah jambu karena ada hukum yang mengaturnya. Hukum tersebut memang tidak empiris, namun akal pikiran dapat menerima kebenaran tersebut. Yang tersebut disebut dengan pengetahuan filsafat. Paradigmanya adalah paradigma logis, kebenarannya hanya dapat dipertanggungjawabkan secara logis.

    ReplyDelete
  30. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Macam-macam pengetahuan yang terakhir yaitu pengetahuan mistik. Jika pengetahuan sains adalah pengetahuan yang kebenarannya dapat dibuktikan dengan logis dan empiris, sedangkan pengetahuan filsafat hanya dapat dibuktikan dengan logis tanpa empiris. Pengetahuan mistis berbeda dari pengetahuan sebelumnya, jenis pengetahuan ini adalah jenis pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan baik secaraempiris maupun secara logis. Secara bahasa mistik berarti hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia. contohnya adalah saat ada seseorang yang mungkit berniat ingin mengetahui siapa Tuhan, bahkan mungkin ingin melihatnya. Hal tersebut tidak masuk kedalam akan pikiran manusia, bukankan sebagai manusia yang beiman kita hanya perlu menyakini keberadaan dan kekuasaan Tuhan tanpa mancari tau atau bahkan ingin membuktikan keberadaan Tuhan. Hal-hal seperti itu adalah hal-hal yang tidak dapat dibuktikan secara empiris dan logis, yang demikian itulah dikatakan sebagai pengetahuan mistik.

    ReplyDelete
  31. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Fondasionalisme adalah teori pembenaran yang didasarkan pada anggapan dasar bahwa klaim kebenaran terhadap sesuatu perlu didasarkan pada fondasi atau basis yang kokoh, dan jelas dengan sendirinya sehingga tidak membutuhkan koreksi lebih lanjut. https://www.academia.edu/36272999/TEORI_PEMBENARAN_FONDASIONALISME
    Pondasi yang dimaksud oleh para penganut teori pembenaran ini biasanya berbentuk intuisi akal budi atau persepsi. Tanpa sadar teori pembenaran ini adalah teori pembenaran yang paling lazim dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kata-kata “menurut pendapan/ perasaan/ penglihatan saya ….” adalah pernyataan pembenaran yang menganut teori fondasionalisme. Menurut paham teori ini, tugas para filsuf adalah mengesahkan pernyataan ilmiah dari disiplin-disiplin ilmu yang ada dengan cara menemukan fondasi atau dasar utamanya. Jika dasar dari sebuah ilmu sudah kokoh dan jelas maka dikatakan bahwa pengetahuan tersebut benar adanya. Setiap argumen pembenaran harus dikembalikan kepada kepercayaan dasarnya. Jika sebuah kepercayaan dasar sudah jelas, kokoh dan yakin maka kesimpulannya akan benar pula. Teori ini mengajarkan bahwa diperlukan sebuah dasar keyakinan yang benar-benar kuat sebelum melaksanakan atau memutuskan setiap keputusan yang dibuat.

    ReplyDelete
  32. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Manusia hidup dengan lingkungan yang bisa dibilang strategis berada pada daerah di mana makhluk lainnya hidup, ada fasilitas, ada objek lain yang bisa menjadi sumber pengetahuan guna menambah ilmu. Tidak hanya sekedar objek, objek yang beragam bentuknya di sekitar manusia menjadi awal mula terbentuknya pengetahuan tipe baru, atau aliran ilmu baru. Tidak sekedar menemukan lalu mengklaim sudah fix itu sumbernya, tetapi harus dilakukan penilaian yang ketat guna tidak mempersesat ilmu dan bisa digunakan khalayak umum. Dalam penilaian yang dilakukan saat menyaring ilmu baru digunakanlah ilmu yang sebelumnya sudah ada dan bisa untuk membantu sebagai sumber pendukung atas penemuan ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  33. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Seperti halnya anak kecil yang memperoleh pengetahuan dari benda sekitar maupun dari orangtua, mereka mengembangkan ilmu yang diperolehnya dan mulai mencari pembenaran dengan menanyakannya kepada guru atau orangtua mereka. Setalah mendapat klarifikasi atas jawaban mereka. Anak-anak akan mencari tau lainnya lagi dan menanyakannya lagi kepada orang-orang di sekitar mereka , dari hal-hal yang telah mereka ketahui, lalu akan dihubungkan dengan ilmu sebelumnya kemudian akan memperoleh ilmu baru dan akan menggunakannya sebagai dasar mereka untuk menemukan hal lain yang tidak diketahui.

    ReplyDelete
  34. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    inti dari elegi ini adalah bahwa mempelajari berbagai macam aliran filsafat berarti mempelajari beragam pikiran para filsuf dari berbagai masa (timeline). Untuk mempelajari pikiran para filsuf maka keharusan bagi yang ingin mempelajarinya adalah dengan membaca berbagai macam pikiran filsuf yang telah dituangkan dalam bentuk tulisan atau buku atau sumber lain yang jelas artinya sumber yang dapat dipercaya. Semua yang ada dalam filsafat itu adalah hasil pikiran para filsuf. Terimakasih

    ReplyDelete
  35. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Intuisi adalah salah satu sumber pengetahuan. Intuisi didapatkan oleh seseorang secara tiba-tiba muncul dibenaknya, saat seseorang tersebut dihadapkan pada suatu masalah. Namun intuisi tidak dapat diandalkan sepenuhnya untuk menyusun pengetahuan secara teratur.

    ReplyDelete