Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



4 comments:

  1. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Disini saya mencoba untuk menjabarkan pemahaman saya terkait Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya. Menurut saya pengetahuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah segala sesuatu yang sudah ada dalam dipikiran kita, yaitu ide/idea. F. Budi Hardiman (2007 : 291) menyatakan bahwa idea adalah suatu gambaran yang ada di dalam kepala kita yang belum diwujudkan ke luar. Untuk mendapatkan pengetahuan akan kenyataan Hegel menyatakan bahwa hal itu didapat melalui “proses dialektis” (Hardiman, 2007:181) yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertama adalah munculnya tesis, lalu memunculkan tahap kedua yaitu antitesis lalu keduanya didamaikan melalui tahap ketiga yaitu sintesis. Dalam sintesis tidak hanya terjadi peniadaan, pembatalan dari kedua oposisi, karena dengan munculnya sintesis membuat keduanya (tesis dan anti tesis) menjadi tidak berlaku, melainkan juga kedua aspek dari oposisi tersebut disimpan dan dipertahankan dalam sintesis tersebut.

    Terimaksih banyak Pak.

    ReplyDelete
  2. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Berdasarkan artikel di atas, saya memperoleh informasi bahwa untuk memperoleh ilmu yang baik maka ikutilah orang-orang baik yang telah sukses. Untuk memperoleh ilmu filsafat maka kita perlu mencontoh dan menjadikan para filsuf sebagai pedoman dan acuan kita dalam berfilsafat. Semakin banyak pernyataan-pernyataan yang kita adopsi dari para filsuf semakin baiklah kita dalam berfilsafat. Jika kita hanya berpedoman pada pengetahuan kita semata tanpa berpedoman pada para filsuf maka itu hanyalah sebatas pendapat yang sifatnya hipotesis

    ReplyDelete
  3. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Sumber-sumber pengetahuan filsafat ialah pikiran para filsuf. Maka yang dimaksud dengan ilmu ialah juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Macam-macam pengetahuan hingga pembenarannya pun juga yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Padahal pikiran para filsuf ada sejak jaman Yunani Kuno hingga sekarang, dan pemikiran tersebut terus berkembang. Maka bila kita belajar filsafat, kita seharusnya merujuk dari pendapat-pendapat para filsuf dan berbagai macam aliran filsafat. Aliran-aliran filsafat yang ada dari jaman Yunani hingga sekarang diantaranya ialah seperti yang ada di dalam blog ini, diantaranya perfeksionisme, uniformitarianism, theism, stoicism, dst.

    ReplyDelete
  4. Junianto
    PM C
    17709251065

    Ilmu adalah pikiran para filsuf sejak Yunani kuno hingga sekarang. Kebenaran ilmu juga berbeda-beda menurut para filsuf sehingga tercetusnya berbagai aliran filsafat yang mempunyai pandangan berbeda-beda. Karena ilmu dan kebenaran itu adalah para filsuf itu sendiri.

    ReplyDelete