Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



32 comments:

  1. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B


    Buku, ebook, modul, blog, adalah sumber dan bentuk pengetahuan secara material, sedangkan sebenar-benar sumber dan pembenar pengetahuan itu sendiri adalah hasil pemikiran para filsuf baik dari zaman Yunani kuno maupun yang sekarang ini. Karena saya sekarang sedang mangampu mata kulaih filsafat ilmu dan dosennya adalah Pak Marsigit, saya bisa mengatakan bahwa sumber-sumber belajar yang saya ketahui dari pemikiran Pak Marsigit sebagai filsuf adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Itu baru menurut filsuf zaman sekarang. Jika menurut filsuf zaman Yunani kuno ada Hegel dengan alirannya idealisme, ada Karl Marx dengan alirannya materialisme, Plato dengan alirannya dualisme, dsb. Semuanya memiliki pendapatnya sendiri-sendiri sesuai dengan ruang dan wakunya masing-masing pada zamannya.

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi postingan ini berdasarkan pemahaman saya mengacu pada perkuliahan bersama Pak Marsigit mengenai perkembangan Filsafat. Bahwa sumber filsafat yaitu pemikiran para filsuf yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Perkembangan filsafat diawali pada zaman Yunani kuno. Filsafat yang berkembang adalah filsafat alam. Kemudian berkembang Logisism oleh Plato yaitu menjunjung tinggi logika. Dilanjutkan dengan filsafat menurut Aristoteles yang mengagung-agungkan kenyataan atau pengalaman. Di tengah perberkembang dan pertentangan keduanya, muncul penengah yaitu Imanuel Khant yang mengangap bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah sintetik apriori.
    Selanjutnya lahirlah fenomena Auguste Comte yang memandang bahwa ilmu pengetahuan didapat dari fakta-fakta yang teramati. Fenomena Auguste Comte inilah yang saat ini membawa kehidupan kontemporer. Da agar tidak tenggelam dalam pengaruh dunia kontemporer maka yang sebenar-benar harus kita lakukan adalah memperdalam pengetahuan dan menjadikan spiritualism sebagai filter.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Untuk memperoleh ilmu yang baik maka ikutilah orang-orang baik yang telah sukses. Untuk memperoleh ilmu filsafat maka kita perlu mencontoh dan menjadikan para filsuf sebagai pedoman dan acuan kita dalam berfilsafat. Semakin banyak pernyataan-pernyataan yang kita adopsi dari para filsuf semakin baiklah kita dalam berfilsafat. Jika kita hanya berpedoman pada pengetahuan kita semata tanpa berpedoman pada para filsuf maka itu hanyalah sebatas pendapat yang sifatnya hipotesis.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa pada dasarnya sumber pengetahuan itu bermacam-macam dan beraneka ragam. Akan tetapi pada dasarnya semua pnegetahuan itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang telah yang menganugerahkan pikiran kepada manusia, pikiran manusia itu yang pada akhirnya menghasilkan pemikiran-pemikiran filsuf jaman dahulu, begitu pula pemikiran orang saat ini yang dikembangkan dari pemikiran filsuf jaman dahulu sehingga menjadikan sumber-sumber ilmu yang bisa kami pelajari saat ini.

    ReplyDelete
  5. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sumber belajar ialah segala sesuatu yang dapat kita gunakan sebagai acuan atau rujukan dalam pembelajaran. seiring dengan semakin majunya perkembangan iptek, maka sumber belajar semakin beragam dam semakin accessable. Namun jika kembali lagi pada filsafat seperti yang telah diuraikan secara singkat oleh Prof. /marsigit, maka sumber belajar merujuk pada pikiran atau hasil pemikiran para filsof. Para filsof telah melewati serangkaian proses berpikir dan menemukan suatu konsep kehidupan yang dapat kita terapkan dan diadopsi dalam kehidupan kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika ditinjau dari sisi spiritualitas, maka sumber belajar dapat berasal dari firman Tuhan maupun sabda nabi, atau ajara-ajaran yang ditilaskan oleh para shahabat, para generasi setelahnya dan orang-orang yang berilmu (ulama). Bahkan dikatakan bahwa sumber belajar dari Tuhan dapat berupa firman-Nya secara leksikal atau kontekstual maupun ayat-ayat kealaman. Ayat-ayat kealaman yang dimaksud ialah segala sesuatu yang ada di muka bumi yang dapat dicari manfaatnya dan dijadikan pelajaran bagi yang mampu berpikir dan menemukan hikmah di baliknya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat umum. Sehingga kegiatan ilmu – ilmu itu dapat dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing disinilah akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat ilmu. Pengetahuan filsafat adalah segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh rasio manusia yang alami (bersifat alam) dan nisbi sedangkan batasnya ialah batas alam. Objek-objek yang dipikirkan secara mendalam sampai pada hakikatnya.

    ReplyDelete
  8. Insan A N/PPs PmC 2017
    Sumber pengetahuan berdasarkan pada filsuf, filsuf berpikir juga tentunya mempunyai landasan berpikir, bisa bersifat intuitif maupun reflektif terhadap pengalaman. Maka untuk mengethui sumber pengetahuan, kita harus berpikir, membaca, dan menelaah baik yang bersifat intuitif maupun reflektif. Untuk menguji kebenaran pengetahuan kita, bisa dicocokkan dengan berbagai fikiran filsuf yang sudah ada

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sumber-sumber pengetahuan bisa datang dari mana saja, seperti dalam filsafat yang berasal dari pikiran para Filsuf. Hingga saat ini, selama proses olah pikirnya, manusia pasti mempunyai pedoman atau acuannya masing-masing yang dapat mempengaruhi pemikirannya. Macam pengetahuan juga berbagai macam bentuknya, sesuai dengan ruang dan waktunya. Pembenaran pengetahuan dapat dilakukan apabila kita dapat membuktkannya, karena pengetahuan memerlukan validasi agar dapat diakui.

    ReplyDelete
  10. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel diatas dikatakan bahwa “sumber pengetahuan secara filsafati adlaah pikiran para filsuf”. Hal ini merupakan sumber terpercaya, dan untuk mengapai sumber tersebut diperlukan media yang relevan. Media tersebut diantaranya adalah melalui internet, buku cetak, atau artikel-artikel yang berkaitan dengan pemikiran para filsuf. Meid atersebut akan sangat membantu kita unutk mengadakan objek pemikiran kita.

    ReplyDelete
  11. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang kita bangun sediri. Seperti dalam perkuliahan, Pak Marsigit mengatakan bahwa nilai tes jawab singkat yang diberikan pada saat perkuliahan menunjukkan seberapa besar bangunan pengetahuan kita, seberapa banyak kita telah membaca ilmu, pemikiran-permikiran bapak yang telah tertuang dalam bentuk elegi-elegi yang ada dalam blog ini. Saat ini pengetahuan seharusnya bukan lagi sebatas transfer pengetahuan melainkan harus bersifat kontruktivis oleh pelajar sendiri, maka pelajar sendiri lah yang harus berusaha dengan ikhlas membangun pengetahuannya dengan membaca dan berpikir sehingga pengetahuan yang diperoleh pun akan lebih bermakna dan berguna dalam jangka panjang. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  12. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sumber dari pengetahuan pada awalnya dimulai dari pola piker mitosentris, yaitu cara berpikir yang mengedepankan mitos untuk dapat memahami fenomena-fenomena alam. Pada zaman dahulu, gejala-gejala alam seringkali dikaitkan dengan Dewa Bumi yang sedang menggoyangkan kepalanya. Selanjutnya, munculah filsuf yang mulai memikirkan alam yang bernama Thales. Thales dianggap sebagai pemikir karena Thales pernah menukur ketinggian pyramid dengan mengukur bayangannya secara tepat pada waktu tertentu. Selain itu, Thales juga dapat meramalkan secara tepat terjadinya gerhana matahari.
    Selanjutnya adalah Scorates, filsuf yang lahir skitar 470 - 399 SM juga dikenal sebagai filsuf yang memiliki pengaruh besar di dunia. Scorates dikenal sebagai fulsuf sekaligus guru yang baik hati, ia tidak pernah menarik bayaran kepada murid-muridnya dan ia pun tidak ingin merasa menggurui orang, justru ia yang belajar dari orang-orang yang ditemui kemudian diajak untuk berdialog.
    Setelah scorates mati karena dipaksa untuk meminum racun yang merupakan akibat dari tuduhan mengajarkan ajaran sesat yang bertentangan dari keyakinan Negara Athena pada saat itu, munculah pemuda berusia dua puluh Sembilan tahun yang bernama Plato. Plato merupakan murid dari scorates. Plato mengatakan bahwa pengetahuan dapat diperoleh berdasarkan rasionalisme yaitu menggunakan akal. Sedangkan muridnya, Aristoteles menganut paham empirisme yaitu lebih kepada pengalaman. Selanjutnya, Imanuel Kant memunculkan gagasan bahwa pengetahuan diperoleh dengan pengalaman-pengalaman empiris disamping pemikiran akal rasionalisme

    ReplyDelete
  13. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Dari perkuliahan selama ini, saya menyadari bahwa keinginan untuk mencari sumber belajar ada pada diri saya sendiri. Sumber belajar itupun akan lebih bermakna jika saya yang mencari sendiri. Belajar tak hanya di ruang kelas. Belajar terjadi di mana saja. Saya yang masih duduk di ataa kasur dan belum mandi ini ketika mengetik komen ini ya juga sedang belajar. Penyadaran ini benar-benar membuat saya melihat dunia lebih luas, tak hanya sekecil ruang kelas.

    ReplyDelete
  14. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Sumber pengetahuan, terkadang diistilahkan dengan epistemologi. Louis O. Kattsof mengatakan bahwa sumber pengetahuan manusia itu ada lima macam, yaitu: (1) Empiris yang melahirkan aliran empirisme; (2) Rasio yang melahirkan aliran Rasionalisme; (3) Fenomena yang melahirkan aliran fenomenologi; (4) Intuisi yang melahirkan aliran intusionisme; dan (5). Metode ilmiah yang menggabungkan antara aliran rasionalisme dan empirisme. Metode ilmiah inilah yang kemudian mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di seluruh universitas kehidupan dunia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  15. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pengetahuan sangat beragam macamnya. Ada mengklasifikasikannya ke dalam dua macam, yaitu Sumargono (1983) yang mengklasifikasikan pengetahuan menjadi pengetahuan ilmiah dan pengetahuan non ilmiah. Selain itu ada juga Plato yang membagi pengetahuan menjadi empat macam, yaitu pengetahuan Eikasia (khayalan), yaitu pengetahuan yang obyekna berupa bayangan atau gambaran; pengetahuan Pistis (substansial), yaitu pengetahuan mengenal hal-hal yang tampak dalam dunia kenyataan atau hal-hal yang dapat diindra secara langsung; pengetahuan Dianota (matematika), yaitu pengetahuan yang banyak berhubungan dengan masalah matematik atau kuantitas; dan yang terakhir pengetahuan Noesis (filsafat), yaitu pengetahuan yang obyeknya adalah arche (prinsip utama yang mencakup epistemologik dan metafisik.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  16. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Tiadalah pengetahuan yang tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan yang lainnya. Apalagi jika kita semakin dalam mendalami ilmu pengetahuan, maka pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lain semakin sulit atau tidak bisa menemukan batas antara dua atau lebih ilmu pengetahuan tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sumber pengetahuan pada dasarnya memang diperoleh dari apa yang mereka alami dan apa yang mereka pikirkan. Kita mengetahui bahwa kita hidup di dunia ini pastilah memiliki pengalaman dan menggunakan otak atau logika untuk mendambah pengetahuan yang dimiliki. Pengalaman untuk memperkuat penegtahuan yang diperoleh, sedangkan pikiran untuk memilah informasi yang diperoleh.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMatC

    jika belajar filsafat maka harus berdasarkan pemikiran para filsuf. sangat sulit bagi saya untuk berusaha masuk kedalam pikiran mereka (para filsuf). sumber pengetahuan bisa dari mana saja, dari pengalaman, buku, informasi, ataupun pemikiran para penemu-penemu. belajar tidak hanya melalui pendidikan formal yang kita duduk dikelas, berdiskusi, mendengarkan, dll. diluar sekolah pun kita juga belajar, pengalaman merupakan guru terbaik yang didapatkan diluar sekolah.

    ReplyDelete
  19. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dalam filsafat terdapat beberapa aliran yang merupakan hasil pemikiran dari para filsuf. Para filsuf memikirkan tentang hakekat ilmu, kegunaannya dan bagaiman cara untuk memperoleh ilmu tersebut. Dari hasil pemikiran para filsuf tersebut muncullah pengetahuan-pengetahuan yang kemudia didiskusikan antar filsuf sendiri untuk mengecek kebenaran dari pengetahuan itu. Kemudian pengetahuan yang telah dirasa benar disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan oleh khalayak ramai.

    ReplyDelete
  20. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos.

    ReplyDelete
  21. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Saya ingat bahwa aliran filsafat itu sesuai dengan tokoh-tokohnya. maka untuk memahami aliran suatu filsafat, diperlukan pemahaman tentang cara berfikir tokoh-tokohnya. dari hasil mempelajari berbagai macam aliran filsafat, maka kita kemudian juga mulai menggunakan pemikiran kita untuk menyaring, mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran di negara kita, dan yang sesuai dengan agama kita. yang baik kita ambil, yang kurang baik kita tinggalkan.

    ReplyDelete
  22. Terimakasih bapak telah mengajarkan kamu filsafat. Bahkan kami diberikan semacam apersepsi agar kami lebih memahami filsafat yang sesungguhnya bersumber dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia itu sendiri. Semoga dengan belajar filsafat, bisa membuat diri ini menjadi manusia yang lebih baik lagi.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  23. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Sebenar-benar sumber pengetahuan dalam filsafat adalah pikiran para filsuf. Filsafat adalah olah pikir, maka yang menjadi referensi utama dalam filsafat adalah hasil pemikiran para filsuf. Sementara buku, ebook, web, blog adalah referensi material. Para penulis menambahkan, menterjemahkan pemikiran para filsuf lalu terbitlah sebuah buku, tulisan di web dan sejenisnya. Sedangkan sumber utamanya sama-sama mengacu pada pikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sumber-sumber belajar menurut filsafat adalah pikiran filsuf. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar/ memperoleh informasi atau pengetahuan baru, yang kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki atau memperbaharui informasi atau pengetahuan yang telah ada. Untuk belajar tidak ada batasannya ingin menggunakan sumber apapun, dengan kata lain bebas memilih sumber belajar yang diinginkan. Jika sumber belajar menurut filsafat adalah pikiran filsuf, maka dari itu kita sudah selayaknya memahami pikiran filsuf dengan cara membaca karya-karyanya, kemudian merefleksikan pengetahuan yang telah kita dapat dari membaca bacaan tersebut.

    ReplyDelete
  25. Selanjutnya, macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Hal ini berarti tiap filsuf mungkin memiliki pendapatnya sendiri mengenai macam-macam ilmu. Bisa jadi filsuf 1 mengkategorikan macam-macam ilmu sebagai a,b,c,d,e. Sementara filsuf yang lain mengkategorikan macam-macam ilmu menjadi a,b,c,d,e,f,g. Untuk memahaminya kita udah selayaknya memahami pikiran filsuf dengan cara membaca karya-karyanya, kemudian merefleksikan pengetahuan yang telah kita dapat dari membaca bacaan tersebut. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Hal ini berarti para filsuf juga berproses/ berubah seiring berjalannya waktu. Sudah pasti akan ada perubahan-perubahan pemikiran, tergantung situasi dan kondisi. Perubahan-perubahan inilah yang menyebabkan munculnya aliran-aliran filsafat.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Memperhatikan artikel ini dengan mengaitkannya dengan perkuliahan Prof Marsigit diberbagai kesempatan perkuliahan filsafat, belajar filsafat adalah belajar pemikiran para filsuf. Untuk memahami pikiran para filsuf, maka kita harus banyak membaca, membaca, dan membaca. Pikiran filsuf berkembang dari waktu kewaktu, maka dari itu kitapun juga harus memiliki kepekaan terhadap hal itu. Ada banyak pikiran para filsuf, mana yang akan kita rujuk dan kita ambil, padahal setiap pemikiran mereka mengandung kebenarannya masing-masing. Dalam hal ini kemampuan kita untuk melihat konsisi sekarang apa yang kita butuhkan akan sangat penting. Kekuatan dari keikhlasan hati dan pikiran, serta doa yang terus kita lany=tunkan akan juga sangat penting untuk mengarahkan kita pada pemahaman yang benar dan diberkahi.

    ReplyDelete
  27. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mempelajari filsafat berarti mempelajari pikiran para filsuf, maka untuk mengenal filsafat lebih jauh, kenallah para filsuf, melalui karya-karyanya yang bahkan memberi pengaruh besar dalam kehidupan manusia ini. karena pada dasarnya semua teori ataupun pemikiran yang dihasilkan merupakan hasil buah pikir menuju kebaikan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  28. Luthfi Nur Azizah
    177009251002
    PPs P.Mat A

    Dari ulasan Prof. Marsigit yang di maksud sumber pengetahuan secara filsafat adalah pemikiran para filsuf dan ilmu adalah segala sesuatu yang dipikirkan oleh para filsuf. Secara hakikat sumber ilmu berasal dari Allah SWT yang diturunkan melalui Wahyu Nya dan tindakan rosululloh. Pemikiran para filsuf memang sangat luar biasa, berusaha menguak apa yang ada dan yang mungkin ada di muka bumi. Bahkan pemikiran para filsuf ribuan tahun yang lalu masih digunakan hingga saat ini. Jika melihat fenomena tersebut maka perkembangan sumber pengetahuan sangatlah sedikit. Sebagai generasi yang menggunakan ilmu kita harus senantiasa menghargai pemikiran para filsuf bisa dengan meneladani, senantiasa rendah hati walaupun sudah pandai karena yang disinggung pandai adalah para filsuf.

    ReplyDelete
  29. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Pengetahuan dalam konteks filsafat adalah sumber acuan kita dalam berpikir. Oleh karena itu, sebagai seseorang yang masih pemula dan masih belajar sebaiknya kita mempelajari pikiran-pikiran pada filsuf. Pikiran para filsuf ini tentu saja tidak hadir secara tiba-tiba di dalam pikiran. Memang secara kebetulan mungkin kita memiliki pandangan yang sama dengan beberapa filsuf, namun tidaklah mungkin kita memiliki pemikiran yang sama dengan ahli-ahli olah pikir tersebut. Jika kau ingin menjadi A, belajarlah kau kepada orang yang sudah A, jika kau ingin jadi B, maka belajarlah kau kepada orang yang sudah B, sehingga jika kau ingin menjadi ahli dalam olah pikir, belajarlah kepada mereka yang sudah ahli dalam olah pikir, yaitu para filsuf.

    ReplyDelete
  30. "Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos.
    Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos"

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pengetahuan merupakan hasil konstruksi sendiri, ini merupakan konsep dari salah satu aliran filsafat yaitu constructivism. Sebagai aliran filsafat, constructivism banyak mempengaruhi konsep ilmu pengetahuan, teori belajar dan pembelajaran. Paham ini juga menawarkan paradigma baru dalam dunia pembelajaran. Constructivism menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, pengembagan siswa untuk belajar mandiri, dan perlunya siswa memiliki kemampuan mengembangkan pengetahuannya sendiri. Dengan mengedepankan paham ini, akan membentuk pribadi yang mampu mengolah ide kreatif inovatif.

    ReplyDelete
  32. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Dalam mencari ilmu memang kita harus memahami sumber-sumber mana yang dapat kita jadikan referensi. Kita tidak boleh sebarang dalam mencari ilmu agar terhindar dari mitos-mitos. Sumber-sumber ilmu menurut filsafat adalah berdasar pada pemikiran-pemikiran filsuf. Yang perlu kita tiru adalah bagaimana para filsuf tersebut menggunakan pikiran-pikiran dan pengalaman-penagalaman mereka untuk meraih logos dan melawan mitos

    ReplyDelete