Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

12 comments:

  1. Junianto
    17709251065
    PM C

    Cerita ini sebenarnya analog dengan yang terjadi di negara kita saat ini. Kita sudah dimanjakan dengan berbagai hal dari dunia barat yang menggerus nilai-nilai budaya bangsa. Nilai-nilai negatif begitu mudah masuk tanpa adanya filter yang bisa menyaring itu semua. Jadi, sebenarnya inilah penjajah yang terbesar dan kita belum merdeka dari hal ini. Bukan senjata modern yang secara langsung dan nyata hasilny, tetapi lebih dari sekedar itu. Hasilnya jauh lebih dahsyat dan berefek jangka panjang.

    ReplyDelete
  2. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi ini benar-benar menggambarkan kehidupan kita saat ini. Kehidupan dunia selatan, kehidupan Bangsa kita, negri ini. Yang ketika setelah membacanya lagi-lagi menyadarkan akan banyak hal.
    Menyadarkan bahwa kehidupan kita saat ini, telah dikuasai oleh sang powernow yang bentuknya beraneka ragam, mulai negara, paham, ideologi dll yang sangat buruk niatnya.
    Sebagai penduduk dunia selatan elegi ini mengingatkan kita untuk senantiasa jangan terpengaruh akan ideologi mereka. Kuatkan dan pertajam apa yang melekat yang ada pada diri kita utama dan khususnya yaitu Agama Percaya akan Zat Maha Esa Ar-Rahim, etika, sopan santun, adat yang harus senantiasa kita pegang erat, walau ruang dan waktu selalu berubah.
    Moderen itu tidak dapat dipungkiri, teknologi HP, Komputer, Pemerintahan, Pendidikan. NAMUN, Teknologi, modernisasi, perkembangan dunia dan segala bidang ini adalah alat yang kita gunakan untuk memegang erat Ideologi beragama, bersosial kita; untuk menjadikan alat semakin mendekatkan diri kepada Sang Rabbi, sebagai alat untuk berbuat KEBAIKAN kepada sesama.

    ReplyDelete
  3. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Dunia selatan ini dapat dianalogikan sebagai Negara kita. Negara ini telah banyak mendapat pengaruh sang power now. Secara tidak sadar kita telah ditipu daya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara yang halus. Mereka tidak lagi menggunakan cara-cara fisik dengan perang atau yang lainnya, melainkan dengan akal seperti tipu daya melalui adu domba, menyediakan hiburan, kemajuan teknologi, gaya hidup hedonis, dan lain sebagainya. Padahal semua itu hanyalah kesenangan semu, kita dibuat sibuk dengan hal-hal tersebut sehingga kita terlena, malas, hingga melupakan kehidupan spiritual yang seharusnya menjadi patokan utama dalam menjalani kehidupan ini. Cara yang paling utama untuk menghadapinya adalah dengan membentengi diri dengan selalu menempatkan kehidupan spiritual di atas kehidupan yang lain.

    ReplyDelete
  4. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebuah sarkasme yang hampir nyata terjadi di negara kita saat ini, dengan begitu gampangnya kita diadu domba dan dipengaruhi berbagai doktrin sehingga dunia semakin memandang kecil bangsa kita. Sang powernow dalam elegi ini menggambarkan ketakutan-ketakutan kita menghadapi persaingan di zaman modern dan smakin lama bangsa kita akan kehilangan jati diri demi upaya mensejajarkan diri dengan yang lain. Padahal, kita punya pilar-pilar agama yang kuat. Kita punya dasar-dasar budaya yang sangat unik dan beragam. Namun ketidakwaspadaan kitalah yang akan menghancurkan bangsa sendiri nantinya.

    ReplyDelete
  5. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Bacaan yang ringan namun memiliki bobot yang sangat berat. Senyum sendiri hal yang saya lakukan ketika membaca elegy ini. Seperti orang gila memang, namun begitulah adanya. Hati, fikiran, dan fisik tiba-tiba menjadi menyatu dalam membaca elegy ini. Siapa peduli orang lain memandang maupun berpendapat tentang apa yang sedang kita lakukan. Namun, kesadaran karena hal ini membuat saya semakin berfikir dan berfikir bahwa hal ini bisa dikatakan rasional untuk diterima di kalangan masyarakat. Sifat-sifat kita yang semakin lama semakin jauh dari ajaran Nabi kita. Sifat yang semakin lama semakin jauh dari perintah dan larangan Tuhan kita. Maka tidak lama lagi “ramalan” dari nabi kita nabi Muhammad SAW yang menyatakan akan datang hari dimana orang islam jauh dari ajaran islam, orang islam asing dengan kata Alloh, orang islam mengatahan bahwa Alloh adalah Tuhan nenek moyang mereka tiba dalam kehidupan kita saat ini sedikit demi sedikit namun pasti. Saya hanya berdoa semoga seluruh keluarga kita semua senantiasa selalu dilindungi Alloh dan semoga selalu ditetapkan hati kita kepada ajaran Alloh yang benar dan yang Maha Benar sebenar-benarnya sesuatu yang benar. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  6. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Eligi sang matadara berusaha menaklukkan raja-raja lokal dunia selatan ini benar-benar menggambarkan situasi dan kondisi negara kita saat ini. Dengan membaca eligi ini, seakan menjadi sebuah peringatan keras sekaligus menyadarkan kita semua, agar tidak tidak takluk terhadap “power now”.
    Memang cara yang digunakan begitu halus dengan melengahkankan kita semua akan identitas asli sebagai penduduk dunia selatan. Mereka datang dengan dengan mengacaukan dan melemahkan sistem lokal yang ada, kemudian menggantinya dengan standar yang baru. Mereka datang dengan menciptakan ketrgantungan dengan budaya hedonisme dan budaya instan. Mereka datang dengan menghilangkan nilai-nilai kebaikan melalui narkoba dan miras. Dan yang terutama, mereka datang untuk menghilangkan mereka yang masih teguh dengan spiritualis dan pendidikannya.
    Untuk itu, satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar tidak takluk terhadap “power now” adalah dengan membentengi diri melalui aspek spiritual. Yaitu, dengan senantiasa belajar dan terus belajar memperkokoh keimanan agar tidak mudah tergerus oleh perkembangan dunia yang hanya sesaat.

    ReplyDelete
  7. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan budaya kesopanan. Selain itu, Indonesi memiliki berbagai macam budaya, suku, dan bahasa. Namun dengan adanya power now, budaya ketimuran (kesopanan) mulai bergeser. Dapat dilihat di sekeliling kita, semakin banyak orang yang hidup hedonisme dan konsumtif, serta cenderung instan. Media, gadget, dan teknologi lainnya telah merubah budaya yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  8. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi ini sepertinya merupakan hal yang sekarang sedang terjadi dengan Negara Indonesia. banyaknya tayangan yang mengeluelukan budaya luar merupakan salah satu cara untuk mengikis budaya adi luhung yang telah lama dianut oleh bangsa Indonesia. banyaknya tayangn yang tidak mendidik juga dapat mengkerdilkan generasi penerus. Banyak rakyat yang diimingiming dengan hal hal yang menggiurkan. Banyak pemimpin yang kurang amanah serta terjadi adu domba disekitarannya. Banyak hal tersebut merupakan tantangan untuk generasi sekarang, dimana harus mempunyai jawaban untuk pertanyanan bagaimana cara untuk dapat menangkal atau setidaknya mengurangi dampak dampak negative yang diakibatkan oleh terbukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

    ReplyDelete
  9. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Konsep “matikan tuhannya” merupakan konsep yang ampuh untuk mengikir spiritual manusia. Manusia yang mudah tergoda akan hal hal yang menyenangkan dirinya, terlena akan kenikmatan semu merupakan alat yang ampuh sejenak melupakan tuhannya. Setelah kenikmatan semu itu hilang, manusia akan teringat akan janji tuhannya, dan akan mulai menyesali tindakannya. Namun rata rata penyesalan itu datangnya terlambat. Sehingga sebelum ada penyesalan, alangkah baiknya untuk memikirkan matang matang keinginan yang ingin dicapai, apakah bertentangan kehendak tuhan atau tidak. Maka dari itu diperlukan penanaman spiritual pada generasi sekarang ini. Tidak hanya pada tataran sebagai mata pelajaran namun juga sebagai pembentukan karakter. Semoga tuhan selalu menuntun kita dijalanNya sehingga tidak tersesatkan oleh godaan setan.

    ReplyDelete
  10. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Ya Allah saya merinding baca tulisan diatas, ditulis tahun 2014 dan benar-benar terjadi sekarang di negara kita. saya terpaku sesaat tidak tau mau menulis apa di kolom komentar ini. isi kepala serasa seketika penuh dengan pikiran-pikiran akan hal-hal yang terjadi saat ini. dan saya sedikit tersentak ketika nama seorang astronom dan ahli fisika penemu teori yang berhubungan dengan Black Hole itu disebut oleh bapak. saya mengidolakan dia sejak sekitar tahun 2007. dan ketika interviewer dari LPDP menanyai saya siapa orang yang kamu idolakan, saya menyebutkan nama dia. tapi baru-baru ini sekitar 2 bulan sebelum saya membaca postingan ini, saya telah melemparkan nama nya jauh-jauh dari kepala saya dan mencoret nama nya dari daftar orang yang saya idolakan. yang tersisa hanya sprit nya yang tidak rontok walaupun lumpuh, yang tetap saya jadikan inspirasi bagi saya untuk mengejar cita-cita.
    saya berusaha dan bertekad tidak akan menjadi mangsa si power now

    ReplyDelete
  11. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat elegi di atas hal tersebut menggambarkan kondisi negara indonesia saat ini, terlalu miris dalam mengelola keamanan dan kenyamanan negara. Sehingga orientasi untuk membentuk masyarakat madani sangat terlalu jauh ekspetasinya. Maka dari itu kami sebagai generasi bangsa harus sungguh-sungguh membentengi diri dengan keyakinan agama dan sunguh-sunguh dalam mempersiapkan diri untuk mengisi indonesia yang lebih baik lagi. Agar tidak tersisihkan oleh bangsa asing maupun bangsa pribumi yang ingin menguasai negara ini demi kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
  12. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Sebuah kritik halus yang tersirat dalam bentuk percakapan antara matadara dan powernow yang menggambarkan kondisi yang nyatanya sudah mulai terjadi di negara kita, arus modernisasi benar-benar memberi pengaruh terhadap perilaku kehidupan. Pengaruh negatif yang mengakibatkan disorientasi diberbagai aspek kehidupan, semoga kita tidak terbawa arus negatif dari perkembangan zaman. Kemajuan teknologi memang perlu diikuti untuk menyesuaikan diri kita dalam menghadapi era modern namun penggunaannya harus disikapi dengan bijak. Perkuat iman dan jaga diri, sebisa mungkin menghindari sesuatu yang membawa pengaruh buruk bagi kita.

    ReplyDelete