Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

51 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, turut mengiringi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Jaman yang semakin canggih namun perkembangan teknologi tidak dibarengi dengan budaya-budaya asing positif yang masuk. Budaya asing masuk ke negeri kita secara bebas tanpa ada filterisasi.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Indonesia. Masyarakat Indonesia sekarang ini seakan tidak menghiraukan lagi norma-norma yang ditetapkan. Terbukti dengan banyaknya penyimpangan prilaku yang dilakukan oleh banyak orang, seperti perbuatan korupsi, mencuri, menistakan agama, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  3. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini dapat dijadikan cerminan saat ini bangsa Indonesia sudah ada do posisi mana dalam kaitannya berhadapan dengan powernow. Kita harus tetap menjadi bangsa selatan yang tetap berlandaskan religiusitas. Kita harus tetap meneladani warisan leluhur yang arif dan meninggalkan segala keburukan isme-isme dan neo-isme yang disebutkan di atas. Untuk menjadi bangsa yang sesuai dengan fitrahnya

    ReplyDelete
  4. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas sangat menarik untuk dibaca. Dari percakapan antara powernow dan matadara, tergambar kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Hal-hal yang diberitahukan oleh powernow merupakan tantangan di era globalisasi saat ini yang semestinya harus dapat dihadapi oleh bangsa Indonesia. Banyak pengaruh negatif dari masuknya era globalisasi yanh tidak sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus selalu berpegang teguh pada Pancasila, UUD, dan Bhineka Tunggal Ika agar tidak terjerumus pada tantangan era global tersbut.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Elegi yang sangat mengena Pak. Jika spiritualitas dan filsafat dimatikan maka keseimbangan mungkin akan terganggu. Seperti yang Bapak sampaikan di kelas, bahwa berpikirlah hanya sebatas sampai dipikiran jangan sampai menggoyahkan ketetapan hati.

    Terima kasih Pak, Elegi ini bisa menjadi bahan refleksi, intropeksi dan pengingat diri.

    ReplyDelete
  6. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Elegi ini sangat tepat dijadikan bahan introspeksi bagi kita bersama, bagaimana kita yang sadar-tidak sadar lebih condong menganut ideologi-ideologi yang bertentangan dengan ideologi kita. Bagaimana kemajuan jaman membuat pemikiran kita menjadi semakin mundur. Keinginan untuk mendapat semua hal secara instan menjadikan kita memiliki pemikiran-pemikiran yang tidak baik untuk kepentingan bersama. Bagaimana spiritualitas kita semakin lama semakin digerogoti oleh nilai-nilai lain. Menjadi mawas diri dan memiliki keteguhan hati, tidak hanya menjadikan kita sosok yang baik, namun juga sosok yang kuat dari hantaman ombak "kemerosotan".

    ReplyDelete
  7. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Inilah yang menjadi ancama bagi bangsa Indonesia. Budaya barat yang mulai masuk dan meracuni budaya lokal Indonesi dan merusak karekter bangsa. Menjadikan manusia bersifat seperti binatang. Manusia yang pintar dalam pikiran saja tapi rendah akhlaknya. Kita harus menyadari bahwa Indonesia terancam tertulat budaya-budaya barat yang negatif. Yaitu kapitalisme, liberalisme, hedonisme, pragmatisme, utilitarisme, materialisme, positivisme, budaya instan, dan seterusnya. Tanpa kita sadari budaya barat tersebut masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita melalui informasi, teknologi, tontonan, hiburan, bahkan makanan yang sering kita jupai di zaman modern ini. Jika tidak waspada, maka kita juga akan tertular gaya hidup kebarat-baratan yang dapat merusak bangsa kita. merusak perilaku pemimpin-pemimpin kita, pembuatan kebijakan di negara kita, guru-guru kita, lingkungan masyarakat kita, penegak hukum kita, bahkan tokoh spiritual kita. marilah kita selektif dalam menerima budaya barat, ambil yang bermanfaat saja dalam artian yang sesuai dengan aturanagama dan kemanusiaan, serta buang jauh-jauh yang merugikan dan dapat merusak akhlak.
    Dari beberapa paham di dalam powernow di atas, saya akan mengulas tentang hedonisme sesuai dengan pengalaman saya. Hedonisme menurut pengalaman saya adalah sikap manusia yang ingin hidup mewah dengan cara berfoya-foya. Betapa banyaknya masyarakat indonesia yang kini terjangkit hedonisme. Mulai dari yang tua, muda, remaja, anak-anak, bahkan balita. Hal ini didukung dengan semakin pesatnya pembangunan pusat perbelanjaan atau yang umum disebut mall. Di wilayah Jogja sendiri sudah tidak terhitung lagi banyaknya jumlah mall. Setiap hari mulai dibukanya mall hingga ditutup orang-orang berbondong-bondong membelanjakan uang mereka dengan barang-barang yang bahkan tidak mereka perlukan. Hal tersebut dilakukan hanya untuk memenuhi nafsu belanja saja. Bahkan tidak ada hari libur bag mall. Setiap hari mall beroperasi, bahkan ketika hari libur nasional atau hari khusus terdapat promo atau discount yang smakin menarik minat masyarakat untuk berperilaku hedon. Sungguh miris jika melihatkeadaan seperti ini di tengah masyarakat yang berada di negara berkembang. Karena bisa jadi pengeluaran yang mereka lakukan untuk hedon lebih banyak dari penghasilan yang mereka peroleh.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  8. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingan eleginya pak. Memang benar jika banyak yang bilang dulu sebelum bangsa kita merdeka para pahlawan memerangi bengisnya para penjajah yang dipersenjatai lengkap secara militer, setelah merdeka kita para penerus bangsa juga menghadapi penjajahan dari pihak luar yang sedikit demi sedikit mengikis nilai moral kita melalui teknologi canggih yang mereka punya. Jika pahlawan kita dulu berhasil memukul mundur para penjajah dari negeri kita, maka kita juga harus mencegah bangsa lain merusak tatanan kehidupan beragama dan bermoral kita.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca, saya memperoleh informasi tentang cara suatu bangsa menghancurkan bangsa lain. Pada saat ini, menghancurkan suatu bangsa tidak lagi dengan senjata. Suatu bangsa dapat dihancurkan dengan cara menjauhkan setiap orang pada bangsa itu dari spiritualnya. Agar terhindar dari kehancuran tersebut, hendaknya tetap berpegang teguh pada spiritual kita.

    ReplyDelete
  10. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Mungkin kita bisa menjadikan elegi sebagai pelajaran ini bagi kita semua sebagai warga negara Indonesia. Elegy merupakan cerminan pemerintahan Indonesia yang semakin berantakan. Banyak pemimpin seperti kacang lupa kulit mereka, melupakan janjinya saat mencalonkan diri untuk pejabat Negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk bermain dan mengambil hukum hak asasi manusia dengan korupsi. Mereka berfikir bahwa semuanya bisa dibeli dengan uang dan orang kecil hanya bisa diintimidasi dan dibodohi dengan sewenang-wenang. Ini adalah pekerjaan rumah atau tugas yang bagus untuk semua warga negara Indonesia, terutama generasi muda sebagai generasi penerus.

    ReplyDelete
  11. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Tajam. Hingga pada satu proses refleksi tanpa saya sadari, saya bertanya pada diri saya sendiri yang sedang bertanya pada dirinya yang lainnya. Apakah saya masuk ke dalam korban mereka? Apakah saya berpotensi menjadi calon parajurit mereka? Hidup yang penuh dengan kepalsuan, buka? Hedonisme dan yang lain-lain, sudah begitu terasa.
    Selain hal yang saya ungakapkan secara tidak jelas di atas, saya berterimakasih, melalui membaca postingan ini saya bisa merasakan apa yang hampir saja tidak bisa saya sadari. Selain itu, saya bertrimakasih telah ditampilkan beberapa pendapat filsuf, tambahan pengetahuan. Berkali kali lagi, terimakasih

    ReplyDelete
  12. Junianto
    17709251065
    PM C

    Cerita ini sebenarnya analog dengan yang terjadi di negara kita saat ini. Kita sudah dimanjakan dengan berbagai hal dari dunia barat yang menggerus nilai-nilai budaya bangsa. Nilai-nilai negatif begitu mudah masuk tanpa adanya filter yang bisa menyaring itu semua. Jadi, sebenarnya inilah penjajah yang terbesar dan kita belum merdeka dari hal ini. Bukan senjata modern yang secara langsung dan nyata hasilny, tetapi lebih dari sekedar itu. Hasilnya jauh lebih dahsyat dan berefek jangka panjang.

    ReplyDelete
  13. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi ini benar-benar menggambarkan kehidupan kita saat ini. Kehidupan dunia selatan, kehidupan Bangsa kita, negri ini. Yang ketika setelah membacanya lagi-lagi menyadarkan akan banyak hal.
    Menyadarkan bahwa kehidupan kita saat ini, telah dikuasai oleh sang powernow yang bentuknya beraneka ragam, mulai negara, paham, ideologi dll yang sangat buruk niatnya.
    Sebagai penduduk dunia selatan elegi ini mengingatkan kita untuk senantiasa jangan terpengaruh akan ideologi mereka. Kuatkan dan pertajam apa yang melekat yang ada pada diri kita utama dan khususnya yaitu Agama Percaya akan Zat Maha Esa Ar-Rahim, etika, sopan santun, adat yang harus senantiasa kita pegang erat, walau ruang dan waktu selalu berubah.
    Moderen itu tidak dapat dipungkiri, teknologi HP, Komputer, Pemerintahan, Pendidikan. NAMUN, Teknologi, modernisasi, perkembangan dunia dan segala bidang ini adalah alat yang kita gunakan untuk memegang erat Ideologi beragama, bersosial kita; untuk menjadikan alat semakin mendekatkan diri kepada Sang Rabbi, sebagai alat untuk berbuat KEBAIKAN kepada sesama.

    ReplyDelete
  14. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Dunia selatan ini dapat dianalogikan sebagai Negara kita. Negara ini telah banyak mendapat pengaruh sang power now. Secara tidak sadar kita telah ditipu daya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara yang halus. Mereka tidak lagi menggunakan cara-cara fisik dengan perang atau yang lainnya, melainkan dengan akal seperti tipu daya melalui adu domba, menyediakan hiburan, kemajuan teknologi, gaya hidup hedonis, dan lain sebagainya. Padahal semua itu hanyalah kesenangan semu, kita dibuat sibuk dengan hal-hal tersebut sehingga kita terlena, malas, hingga melupakan kehidupan spiritual yang seharusnya menjadi patokan utama dalam menjalani kehidupan ini. Cara yang paling utama untuk menghadapinya adalah dengan membentengi diri dengan selalu menempatkan kehidupan spiritual di atas kehidupan yang lain.

    ReplyDelete
  15. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebuah sarkasme yang hampir nyata terjadi di negara kita saat ini, dengan begitu gampangnya kita diadu domba dan dipengaruhi berbagai doktrin sehingga dunia semakin memandang kecil bangsa kita. Sang powernow dalam elegi ini menggambarkan ketakutan-ketakutan kita menghadapi persaingan di zaman modern dan smakin lama bangsa kita akan kehilangan jati diri demi upaya mensejajarkan diri dengan yang lain. Padahal, kita punya pilar-pilar agama yang kuat. Kita punya dasar-dasar budaya yang sangat unik dan beragam. Namun ketidakwaspadaan kitalah yang akan menghancurkan bangsa sendiri nantinya.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Bacaan yang ringan namun memiliki bobot yang sangat berat. Senyum sendiri hal yang saya lakukan ketika membaca elegy ini. Seperti orang gila memang, namun begitulah adanya. Hati, fikiran, dan fisik tiba-tiba menjadi menyatu dalam membaca elegy ini. Siapa peduli orang lain memandang maupun berpendapat tentang apa yang sedang kita lakukan. Namun, kesadaran karena hal ini membuat saya semakin berfikir dan berfikir bahwa hal ini bisa dikatakan rasional untuk diterima di kalangan masyarakat. Sifat-sifat kita yang semakin lama semakin jauh dari ajaran Nabi kita. Sifat yang semakin lama semakin jauh dari perintah dan larangan Tuhan kita. Maka tidak lama lagi “ramalan” dari nabi kita nabi Muhammad SAW yang menyatakan akan datang hari dimana orang islam jauh dari ajaran islam, orang islam asing dengan kata Alloh, orang islam mengatahan bahwa Alloh adalah Tuhan nenek moyang mereka tiba dalam kehidupan kita saat ini sedikit demi sedikit namun pasti. Saya hanya berdoa semoga seluruh keluarga kita semua senantiasa selalu dilindungi Alloh dan semoga selalu ditetapkan hati kita kepada ajaran Alloh yang benar dan yang Maha Benar sebenar-benarnya sesuatu yang benar. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  17. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Eligi sang matadara berusaha menaklukkan raja-raja lokal dunia selatan ini benar-benar menggambarkan situasi dan kondisi negara kita saat ini. Dengan membaca eligi ini, seakan menjadi sebuah peringatan keras sekaligus menyadarkan kita semua, agar tidak tidak takluk terhadap “power now”.
    Memang cara yang digunakan begitu halus dengan melengahkankan kita semua akan identitas asli sebagai penduduk dunia selatan. Mereka datang dengan dengan mengacaukan dan melemahkan sistem lokal yang ada, kemudian menggantinya dengan standar yang baru. Mereka datang dengan menciptakan ketrgantungan dengan budaya hedonisme dan budaya instan. Mereka datang dengan menghilangkan nilai-nilai kebaikan melalui narkoba dan miras. Dan yang terutama, mereka datang untuk menghilangkan mereka yang masih teguh dengan spiritualis dan pendidikannya.
    Untuk itu, satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar tidak takluk terhadap “power now” adalah dengan membentengi diri melalui aspek spiritual. Yaitu, dengan senantiasa belajar dan terus belajar memperkokoh keimanan agar tidak mudah tergerus oleh perkembangan dunia yang hanya sesaat.

    ReplyDelete
  18. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan budaya kesopanan. Selain itu, Indonesi memiliki berbagai macam budaya, suku, dan bahasa. Namun dengan adanya power now, budaya ketimuran (kesopanan) mulai bergeser. Dapat dilihat di sekeliling kita, semakin banyak orang yang hidup hedonisme dan konsumtif, serta cenderung instan. Media, gadget, dan teknologi lainnya telah merubah budaya yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  19. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi ini sepertinya merupakan hal yang sekarang sedang terjadi dengan Negara Indonesia. banyaknya tayangan yang mengeluelukan budaya luar merupakan salah satu cara untuk mengikis budaya adi luhung yang telah lama dianut oleh bangsa Indonesia. banyaknya tayangn yang tidak mendidik juga dapat mengkerdilkan generasi penerus. Banyak rakyat yang diimingiming dengan hal hal yang menggiurkan. Banyak pemimpin yang kurang amanah serta terjadi adu domba disekitarannya. Banyak hal tersebut merupakan tantangan untuk generasi sekarang, dimana harus mempunyai jawaban untuk pertanyanan bagaimana cara untuk dapat menangkal atau setidaknya mengurangi dampak dampak negative yang diakibatkan oleh terbukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Konsep “matikan tuhannya” merupakan konsep yang ampuh untuk mengikir spiritual manusia. Manusia yang mudah tergoda akan hal hal yang menyenangkan dirinya, terlena akan kenikmatan semu merupakan alat yang ampuh sejenak melupakan tuhannya. Setelah kenikmatan semu itu hilang, manusia akan teringat akan janji tuhannya, dan akan mulai menyesali tindakannya. Namun rata rata penyesalan itu datangnya terlambat. Sehingga sebelum ada penyesalan, alangkah baiknya untuk memikirkan matang matang keinginan yang ingin dicapai, apakah bertentangan kehendak tuhan atau tidak. Maka dari itu diperlukan penanaman spiritual pada generasi sekarang ini. Tidak hanya pada tataran sebagai mata pelajaran namun juga sebagai pembentukan karakter. Semoga tuhan selalu menuntun kita dijalanNya sehingga tidak tersesatkan oleh godaan setan.

    ReplyDelete
  21. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Ya Allah saya merinding baca tulisan diatas, ditulis tahun 2014 dan benar-benar terjadi sekarang di negara kita. saya terpaku sesaat tidak tau mau menulis apa di kolom komentar ini. isi kepala serasa seketika penuh dengan pikiran-pikiran akan hal-hal yang terjadi saat ini. dan saya sedikit tersentak ketika nama seorang astronom dan ahli fisika penemu teori yang berhubungan dengan Black Hole itu disebut oleh bapak. saya mengidolakan dia sejak sekitar tahun 2007. dan ketika interviewer dari LPDP menanyai saya siapa orang yang kamu idolakan, saya menyebutkan nama dia. tapi baru-baru ini sekitar 2 bulan sebelum saya membaca postingan ini, saya telah melemparkan nama nya jauh-jauh dari kepala saya dan mencoret nama nya dari daftar orang yang saya idolakan. yang tersisa hanya sprit nya yang tidak rontok walaupun lumpuh, yang tetap saya jadikan inspirasi bagi saya untuk mengejar cita-cita.
    saya berusaha dan bertekad tidak akan menjadi mangsa si power now

    ReplyDelete
  22. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat elegi di atas hal tersebut menggambarkan kondisi negara indonesia saat ini, terlalu miris dalam mengelola keamanan dan kenyamanan negara. Sehingga orientasi untuk membentuk masyarakat madani sangat terlalu jauh ekspetasinya. Maka dari itu kami sebagai generasi bangsa harus sungguh-sungguh membentengi diri dengan keyakinan agama dan sunguh-sunguh dalam mempersiapkan diri untuk mengisi indonesia yang lebih baik lagi. Agar tidak tersisihkan oleh bangsa asing maupun bangsa pribumi yang ingin menguasai negara ini demi kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
  23. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Sebuah kritik halus yang tersirat dalam bentuk percakapan antara matadara dan powernow yang menggambarkan kondisi yang nyatanya sudah mulai terjadi di negara kita, arus modernisasi benar-benar memberi pengaruh terhadap perilaku kehidupan. Pengaruh negatif yang mengakibatkan disorientasi diberbagai aspek kehidupan, semoga kita tidak terbawa arus negatif dari perkembangan zaman. Kemajuan teknologi memang perlu diikuti untuk menyesuaikan diri kita dalam menghadapi era modern namun penggunaannya harus disikapi dengan bijak. Perkuat iman dan jaga diri, sebisa mungkin menghindari sesuatu yang membawa pengaruh buruk bagi kita.

    ReplyDelete
  24. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dari elegi ini semakin menyadarkan kita bahwa kenyamanan yang kita rasakan sebenarnya alat atau tunggangan yang tengah digencarkan mereka-mereka yang sedang menunggu kehancuran kita. Kemajuan teknologi entah HP yang semakin canggih, internet yang luas, dan sebagainya tidak kita sadari hal tersebut merupakan celah masuknya intrik-intrik yang menggerogoti jati diri kita. Benar bahwa agama merupakan pondasi yang harus kita pupuk demi memenangkan perang yang tidak kasat mata, demi memenangkan jati diri kita.

    ReplyDelete
  25. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pemimpin dan agama marupakan celah yang dapat ditembus demi mendapatkan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Pergulatan sosial yang penuh intrik politik silih berganti terjadi dan menyedot keprihatinan tersendiri. Agama semakin hari semakin termarginalkan, tergantikan dengan kenyamanan dan kesibukan duniawi yang ditawarkan oleh globalisasi. Orang-orang "sarungan" yang secara teori dan senantiasa bergulat dengan ilmu dan diskusi keagamaan perlahan mulai menghilang spiritualitasnya. Golongan orang-orang yang diharapkan "lurus" saat ini mulai berbelok dan mengikuti arus globalisasi tanpa tahu bahwa hal itu mungkin saja bisa menjadi pengikis apa yang telah diyakini. Tidak sedikit orang yang tidak berhasil membentengi diri dari tawaran globalisasi yang menggiurkan. Mari kita mengokohkan spiritualitas dan pandai-pandai menyaring informasi demi terwujudnya masa depan yang lebih baik lagi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  26. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Budaya atau gaya hidup adalah produk sosial yang harus disikapi secara bijak. Tidak semua harus diterima, dan tidak semua juga harus ditolak. Akan tetapi, harus disikapi secara arif agar kita tidak kehilangan manfaatnya, sekaligus bisa menghindari mudharatnya. Mencari solusi permasalahan korupsi ibaratnya seperti menggali lubang kehidupan yang tidak terlihat dasarnya.Seandainya pemerintah,elite politik dan birokrasi serta perilaku masyarakat lapisan menengah keatas tidak bergaya hidup mewah dan terpengaruh tuntutan jaman,mungkin perilaku korupsi bisa ditekan. Pemberantasan korupsi di masyarakat salah satunya bisa dilakukan melalui proses pendidikan. Harus diberi pemahaman bahwa mencontek dan palgiat itu perilaku korupsi yang paling awal. Tapi cara pendidikan ini menjadi tidak efektif jika anak didik dan masyarakat melihat bahkan tidak bisa menghindari aktivitas korupsi dalam keseharian. Seperti di pengadilan kalau menang harus melalui mafia perkara ataupun dengan birokrasi seperti sogok KTP, SIM bahkan lebih canggih seperti penggelapan pajak, imigrasi, dsb. Kesadaran kita untuk tidak korup dan ketabahan kita untuk mau hidup halal adalah modal awal untuk melawan perilaku korupsi.

    ReplyDelete
  27. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Begitulah gambaran keadaan negeri ini.Sering dirundung berbagai macam persoalan.Dengan berkembangnya zaman ,sedikit demi sedikit budaya dan kehidupan negeri mulai diadu domba dengan berbagai macam cara, agar negeri ini hancur.Kita harus pandai mempersenjatai diri kita dengan .Ada beberapa hal yang sedikit menodai bangsa ini: Pertama kemajuan teknologi,dampak globalisasi teknologi memang dapat memberikan dampak positif tetapi tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal ini juga dapat berdampak negative bagi kerusakan moral. Perkembangan internet dan ponsel berteknologi tinggi terkadang dampaknya sangat berbahaya bila tidak di gunakan oleh orang yang tepat. Kedua, memudarnya kualitas keimanan.Sekuat apapun iman seseorang, terkadang mengalami naik turun. Ketika tingkat keimanan seseorang menurun, potensi kesalahan terbuka. Hal ini sangat berbahaya bagi moral, Jika dibiarkan tentu membuat kesalahan semakin kronis dan merusak citra individu dan institusi. pengaruh lingkungan sekitar.Yang ketiga,kondisi lingkungan,layaknya lingkungan rumah,sekolah,dan sebagainya tentu akan berdampak dalam pembentukan karakter moral itu sendiri.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Power now, memanfaatkan banyak orang dengan SDM yang mempunyai pengetahuan yang tidak cukup untuk melawan sang power now, namun tetap dapat melakukan yang diinginkan power now. Dengan demikian orang – orang tersebut akan terus – menerus melakukan apa yang diperintahkan sang power now tanpa bisa melangggarnya.
    Hal ini sepertinya menggambarkan kehidupan bangsa ini. Kehidupan saat bangsa saat ini telah dengan tidak sadar dikuasai oleh sang power now yang bentuknya beraneka ragam, mulai dari paham hingga ideologi, dll. Kemajuan teknologi , moderenisasi wajib diikuti namun tidak dengan meninggalkan ideologi beragama, bersosial. Bahkan seharusnya perkembangan teknologi harusnya digunakan sebagai alat untuk mendekatkan kita pada Sang Pencipta Kehidupan, dan juga sebagai alat untuk menebar kebaikan pada sesama.

    ReplyDelete
  29. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Usaha yang dilakuakn Powernow selama ini bagi saya bukanlah sekedar untuk mematikan budaya dan keyakinan masyarakat, melainkan mereka berusaha untuk mematikan pikiran. Bayangkan jika (Neo) Kapitalisme hadir, maka masyarakat akan sibuk bekerja untuk mengumpulkan materi sehingga lupa untuk berpikir radikal tentang hakikat hidup. Begitu pula dengan kehadiran (Neo) Hedonisme, maka manusia akan sibuk berpesta ria menyenangkan diri sendiri sehingga lupa untuk berpikir tentang semesta. Dasar dari kehadiran Powernow adalah untuk mematikan pikiran sekaligus rasa yang dimiliki manusia.

    ReplyDelete
  30. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sangat menarik sekali elegi diatas. Tidak dapat dipungkiri apa yang dijelaskan diatas memang benar-benar telah terjadi. Ketika segala hal mempunyai tujuan hanya pada kenikmatan dunia saja, dan telah melupakan tujuan utama kehidupan. Para pemimpin mulai menjadi "dipimpin", sungguh negeri yang malang. Memilih untuk "diwakilkan" namun kita dilupakan. Pedoman hidup mulia tersamarkan. Sungguh kita dibuat sangat terlena oleh kekuatan powernow, yang ingin menjadikan kita santapan besar tanpa kita sadari. Semoga kita dan para wakil kita segera sadar akan bahaya besar yang sedang kita alami. Mari bangun dari mimpi ini.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Terimakasih bapak postingannya. Memang benar bahwa sesungguhnya sekarang kita sedang perang namun tidak dengan secara terbuka menggunakan senjata. Dunia yang kental dengan jiwa spritualisme dan kebaikan dibombardir dengan berbagai serangan faham yang ingi menghancurkan dunia. Sesungguhnya mereka tahu bahwa mereka telah terjerumus namun mereka tidak mau hanya sendirian terlanjur terjerumus kesesatan. Marilah kita bersama-sama menjaga diri, keluarga, sahabat, kenalan, bangsa dan Negara kita dari serangan perang yang membayangi kita setiap harinya. Marilah kita berdoa kepada Tuhan kita, agar dijauhkan dari kesesatan ini.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  32. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan ini, saya dapat memahami bahwa dibalik kemajuan dan kemudahan yang ditawarkan, powernow juga menjadi ancaman besar bagi dunia selatan, tak terkecuali Indonesia. Dengan misinya menguasai dunia, mereka memiliki strategi - strategi jitu untuk mewujudkan tujuannya tersebut. Apa yang mereka lakukan sangat lembut, bahkan terkadang kita pun tak sadar telah masuk dalam buaian dan jebakannya. Dengan dalih memberikan kemudahan dan kemudahan teknologi dan isu perkembangan jaman, membuat banyak orang tergelincir dalam tipudaya powernow. Dengan strategi ini tidak sedikit dari kita yang bergelimang dalam kehidupan hedonisme, konsumtif, kapitalis, dll. Semua pola kehidupan ini secara tidak langsung telah merusak moral generasi bangsa ini. Dengan semakin melemahnya moral, maka akan lebih mudah powernow menyerukan pengaruh - pengaruh lainnya, yang pada akhirnya akan menjatuhkan kita.

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dengan berakhirnya perang dunia kedua, serta merdekanya negara kita, jangan harap kita dapat berleha-leha dan berlega hati, menyangka bahwa setelahnya kita tidak akan pernah dijajah lagi. di zaman ini, penjajahan yang dilakukan bukanlah lagi dilakukan dengan kekerasan, menyerang dengan kekuatan militer dan saling melukai satu sama lain. perang yang terbesar saat ini bukannya perang yang ada di timur tengah sana. perang yang terbesar saat ini berada di seluruh dunia, terjadi tepat di depan mata kita. Perang Ideologi. dengan tujuan yang sama, ingin menghancurkan satu sama lain. yang berbeda hanyalah senjata yang digunakan. bukan zamannya lagi untuk menggunakan senjata api atau senjata penghancur lainnya. senjata yang diluncurkan berupa teori-teori, paham, ideologi yang sangat ampuh untuk menghancurkan bangsa dari dalam.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Di perang ideologi ini, mereka menyerang kita dengan menawarkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang akan mendorong kita semakin jauh dari-Nya. lalu sebagai manusia yang tamak akan selalu menginginkan lebih seakan-akan kita tidak akan bisa hidup lagi tanpa kemilau dunia yang mereka tawarkan, pada akhirnya kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya tanpa memperdulikan orang lain sehingga bangsa kita sendirilah yang akhirnya akan otomatis saling menghancurkan satu sama lain tanpa mereka harus berusaha lebih. sangat mengerikan memang, karena terkadang kita tidak menyadari ketika kita telah masuk ke dalam jerat mereka. hanya mempertebal perisai yang terbuat dari iman lah yang dapat kita lakukan untuk menghindarinya. karena jika kita tetap berpegang teguh pada keyakinan kita dan mempercayakan keselamatan jiwa kita kepada Allah swt, niscaya kita akan selamat.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih banyak pak, elegi yang bapak tulis memberikan banyak informasi dan menjadi pengingat bagi kami.
    Saya semakin yakin dengan pola piker bahwa untuk menghancurkan suatu bangsa, salah satunya cukup jauhkan dia dari Tuhannya. Menjauhkan agama dari sendi-sendi kehidupan. Mengurungnya sehingga agama hanya dikenal di masjid-masjid atau maksimal di pesantren-pesantren. Jangan sampai agama mempunyai panggung di politik, di gedung-gedung pemerintaha, di pasar. Cukup tumbuhkan pemahaman bahwa beragama hanyalah beribadah saja, dan tidak perlu untuk mengambil peran-peran di sendi kehidupan seperti politik, pendidikan, maupun ekonomi.

    ReplyDelete
  36. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sungguh artikel yang sangat menarik untuk dibaca, sungguh tragis jika semua itu benar-benar terjadi, namun rasa-rasanya semua sudah mulai terjadi bahkan mungkin sudah lebih dari 50% yang sudah menjadi kenyataan, yang tersisa hanya beberapa persen dari kita yang belum terpengaruhi oleh powernow. Yang paling utama untuk kita pertahankan adalah spiritualitas kita karena jika apa yang dikatakan Dhurkeim (that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies) benar-benar terjadi maka lengkaplah kehancuran dunia dunia Timur dan selatan yang tersisa hanyalah dunia barat.

    ReplyDelete
  37. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Elegi di atas mengingatkan saya tentang perkuliahan yang dengan tema narasi besar Dunia. Semua feomena-fenomena yang dikatakan oleh powernow adalah fenomena-fenomena yang banyak terjadi di jaman pos pos modern ini. Melalui berbagai pemahaman dunia barat, jalan pemahaman August Compte semakin mulus yaitu meletakkan spiritual pada lapis paing bawah. Jika semakin banyak kita temui generasi muda melupakan ibadahnya karena terlalu asik dengan gadgetnya maka kita perlu waspada Fenomena August Compte ini semakin menggempur bangsa kita. Inilah yang menjadi tujuan utama san Powernow.

    ReplyDelete
  38. Junianto
    17709251065
    PM C

    17. Sebuah perumpamaan kehidupan manusia yang di tulis secara implisit menjadi elegi. Elegi ini, sebenarnya sebuah kiasan kehidupan manusia. Manurut pengamatan saya, cerita ini sebenarnya analog juga dengan yang terjadi di negara kita saat ini. Kita sudah dimanjakan dengan berbagai hal dari dunia barat yang menggerus nilai-nilai budaya bangsa. Nilai-nilai negatif begitu mudah masuk tanpa adanya filter yang bisa menyaring itu semua. Jadi, sebenarnya inilah penjajah yang terbesar dan kita belum merdeka dari hal ini. Bukan senjata modern yang secara langsung dan nyata hasilny, tetapi lebih dari sekedar itu. Hasilnya jauh lebih dahsyat dan berefek jangka panjang.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Terima kasih atas artikelnya. Sangat mengerikan pandangan-pandangan power now berdasarkan artikel di atas. Sepertinya sudah banyak manusia yang terpengaruh oleh pendapat Comte seperti yang dikatakan pada tulisan di atas. Urusan dunia semakin dianggap menjadi urusan yang paling penting, padahal masih ada yang lebih penting dibanding urusan dunia yaitu urusan akhirat. Semoga setiap orang akan selalu terbuka pemikirannya dan tidak terpengaruh dengan budaya yang sifatnya mengahcurkan.

    ReplyDelete
  40. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kita sebagai manusia harus bisa menyaring budaya dari luar yang masuk ke budaya lokal yang sifatnya justru mengahancurkan, jangan sampai malah terbawa oleh efek negatifnya. Penyaringnya adalah agama sebagai lanasan paling fundamental dari seluruh lini kehidupan.

    ReplyDelete
  41. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih banyak pro. Marsigit. Ini pembahasan yang sudah lama sekali saya tidak mendengar dan membacanya. Mengetahui peran dan kekuatan besar sang matadara, hanya seorang yang teringat dibenaksaya yaitu George Soros. Alangkah sedihnya kita, tanpa disadari pelan-pelan kita dikuasai oleh dia, menyukai langkah dan cara dia, menjadi barisan-barisan pengikut dan peniru gaya hidup dia, terlena dengan segala yang dia tawarkan, memberikan segala yang kita miliki untuk dia, dan perlahan kita mendukung dan memudahkan misi dia. Pemikiran dan landasan spiritual kita perlahan dikikis oleh dia hingga akhirnya terbentuklah tatanan dunia baru yang menjadi tujuan dia. Pantas saja dia begitu, ternyata pahlawan yang diidolakan adalah Auguste Compte yang selalu tidak setuju dengan peran agama dalam membangun dunia. Sungguh miris, sebagai umat muslim kita harus sadar akan ini semua. Meskipun kita hidup di dunia yang sudah menjadi bagian dari perjalanan misinya, namun kita harus tetap berpegang teguhb dengan agama kit. Jangan sampai Allah lepas dari hati dan pikiran kita. Hanya Dia yang berkuasa atas segala-galanya. Wallahualam bishowab, semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita agar tetap berada dijalan yang lurus, dan menguatkan serta memperkokoh spiritualitas kita sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehar-hari. Amin.

    ReplyDelete
  42. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Bahaya dari powernow yang dengan kepiawaiannya dapat memberikan pengaruh negatif terhadap moral generasi bangsa kita tentu harus menjadi perhatian kita. Kita hendaknya berusaha untuk sedapat mungkin menghindari pengaruh atau dampak negatif dari perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang diciptakan oleh powernow. Namun bagaimana caranya? Haruskah kita tertutup terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi? Tentunya tidak! Kita tetap harus terbuka dengan perubahan dan perkembangan agar kita tidak menjadi masyarakat yang terbelakang. Namun yang harus dilakukan adalah dengan lebih selektif dalam memilih dan menerima perubahan dan perkembangan tersebut. Hendaklah kita tetap menyesuaikan perubahan dan perkembangan tersebut dengan nilai - nilai budaya luhur kita. Dengan demikian, budaya asli kita yang luhur akan tetap terjaga dan tetap menjadi jati diri kita. Disamping itu kita pun tidak akan termakan oleh buaian budaya - budaya powernow yang perlahan - lahan mernggerogoti moral generasi bangsa.

    ReplyDelete
  43. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dengan elegi ini kita diminta untuk merefleksikan kehidupan kita saat ini, apakah kita sudah tercemar oleh powernow?; apakah hidup kita sudah mualai dikuasai oleh powernow?; apakah kita akan mengikuti alur yang diinginkan oleh powernow?; atau malah kita akan memerangi powernow?. Elegi ini memberikan sentilan kepada kita betapa kerasnya usaha-usaha negara-negara powernow untuk menguasai negara-negara yang mempunyai landasan negara yang kuat. Namun, adakah usaha dari negara-negara tersebut untuk melawan kekuasaan dan kelicikan dari powernow yang dengan sangat mulusnya dia memperngaruhi setiap orang yang ada di negara-negara selatan. Kita memang tidak bisa sepenuhnya mengabaikan perkembangan powernow dan menolak dengan perkembangan zaman. Namun, kita sebaiknya lebih cerdas dalam melakukan perlawanan dengan powernow. Bagaimana caranya?, cara yang harus kita lakukan dengan menjadi orang-orang yang mau berpikir, orang yang berpikir itu merupakan orang yang tidak malas untuk membaca, dia akan terus membaca, membaca dan membaca serta dengan percaya dengan penyeimbang dunia ini, yang bersifat absolut atau tetap, yaitu Allah SWT. Dengan banyak membaca artinya kita banyak berpikir maka powernow akan takut untuk memanfaatkan kelemahan kita. Manfaatkan powernow bukan dimanfaatkan powernow.

    ReplyDelete
  44. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B 2017

    Memang betul terjadi pada zaman sekarang seperti yang di ulas pada artikel di atas. Dimana manusia sudah lupakan akan tugasnya di bumi yaitu menjaga segala ciptaan-Nya. Seharusnya manusia berlomba-lomba untuk mencapai tujuan hidupnya yaitu SURGA dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Namun, pada kenyataanya manusia hanya berlomba-lomba untuk menonjolkan kepikiran. Mereka terlalu rakus dengan apa yang ada di bumi, sehingga lupa akan Tuhan. Oleh karena itu, kita harus berfikir dan berserah kepada Tuhan, sebab semua yang ada di bumi adalah kehendak-Nya dan milik-Nya.

    ReplyDelete
  45. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Cara bertahan yang paling ampuh adalah dengan jalan menyerang. Cara agar tidak terpengaruhi adalah mempengaruhi. Mungkin itulah strategi yang sedang dipakai powernow untuk mempertahankan ideologi, pemahaman, keamanan negaranya, dan hegemoninya atas negara-negara lain. Selain bertahan, power now juga punya agenda lain yaitu menjadi kekuatan yang paling berpengaruh di dunia pada berbagai macam bidang. Berbagai carapun dilakukan (selain dengan berperang fisik) seperti melalui budaya, pendidikan, kerjasama bilateral, ekonomi, dsb. Negara-negara selatan harus waspada dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, memperkuat jatidiri bangsa, mandiri secara ekonomi dsb.

    ReplyDelete
  46. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih pak, elegi yang sangat mencerahkan. Saya memiliki imajinasi dunia sebagai tempat tinggal manusia yang saling membangun untuk kepentingan seluruh umat manusia. Bukan justru saling menjatuhkan satu sama lain. Sejarah mencatat Indonesia dibangun atas dasar kolektifitas seluruh bangsa di dunia tanpa memandang kulit, etnis dan agama, semua berdiri atas ideologi yang sama yaitu membebaskan manusia dari segala penindasan. Saya membayangkan apabila manusia tidak terbatas untuk menolong sesame manusia, garis-garis imajiner batas runtuh. Semoga dunia tetap dalam keaadan damai.

    ReplyDelete
  47. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Membacanya saja saya merasa merinding-merinding takut, sungguh jaman-jaman power now. Jaman dimana kita mudah untuk dihasut dan dicuci otaknya, sehingga mudah sekali terperangkap dalam tipu daya musuh, apalagi musuhnya adalah tidak nampak sesosok musuh. Maka secara tidak sadar dan tidak langsung, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, mereka para musuh akan menguasai segalanya, dari mulai sumber daya mansuia sampai sumber daya alam. Bahkan hingga masalah spiritual pun bisa-bisa ditumpulkan oleh mereka, demi menguasai sepenuhnya dunia selatan ini. Maka, setiap kita para penghuni dunia selatan tanpa terkecuali mulai dari pemimpin sampai rakyat biasa, harus pandai-pandai menjaga hati dan pikiran supaya tidak mudah dihasut, ditipu, dibodohi, dikibul, dimanipulasi kan oleh mereka-mereka para syaitan nyata.

    ReplyDelete
  48. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    tulisan yang memuat sindirian dan peringatan terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini. sangat miris dan menakutkan, ketika zaman dulu bangsa kita dijajah secara fisik, zaman sekarang kita dijajah secara halus dengan teknologi, budaya, dan sebagainya. sungguh lebih menakutkan karena musuh-musuh kita ini sekilas tidak terlihat. semoga para pembaca khususnya saya menjadi sosok yang bisa menyadarkan orang-orang terdekat tentang bahaya nya 'power now'. kehidupan ini harus berlandaskan spiritual, meyakini sepenuh hati bahwa kehidupan kita kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat sehingga terhindar dari ketamakan dan hedonisme. terimakasih banyak pak untuk percakapan di tulisannya yang mengena sekali.

    ReplyDelete
  49. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saat memulai setiap pembelajaran harus didahului dengan berdoa agar setiap pembelajaran yang akan dipelajari tersebut menjadi ilmu yang bermanfaat. Salah satu ilmu yang sedang saya pelajari adalah filsafat. Sebenarnya, mempelajari filsafat dapat membuat kita bertambah yakin pada suatu agama yang kita yakini karena kita mengetahui makna yang terkandung pada ajaran agama tersebut. Seperti yang kita ketahui filsafat mengajarkan kita untuk terus membaca untuk mendiskripsikan sesuatu yang ada di dunia ini yang tidak ditafsirkan secara langsung akan tetapi kita mengerti akan hal tersebut dan kita mempercayainya. Seperti kita meyakini bahwa taqwa seseorang kepasa Tuhan dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  50. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Elegi ini menggambarkan keadaan bangsa Indonesia sekarang ini. Dulu Indonesia dijajah dengan fisik dan kekerasan, sekarang Indonesia dijajah secara halus melalui bidang pendidikan, budaya, teknologi, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Indonesia adalah bangsa relijius yang terbukti dengan sila pertama ideologi nya adalah ketuhanan yang Maha Esa. Jika ideologi Pancasila sudah terkikis oleh (neo) kapitalisme, (neo) liberalisme, (neo) hedonisme, (neo) pragmatisme, (neo) utilitarianisme, (neo) materialisme, (neo) positivisme, maka seperti prediksi Powernow Indonesia akan hancur.

    ReplyDelete
  51. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini, membuat saya sadar bahwa kita saat ini sedang dijajah oleh bangsa lain. Bukan dijajah seperti zaman dahulu yang mengunakan senjata dan peperangan, namun kini penjajah masuk menggerogoti moral para pemimpin bangsa dan anak bangsa. Tanpa sadar kita sudah diracuni dengan adanya teknonogi, budaya hedonisme, kapitalisme sehingga tanpa sadar bisa-bisa tembok spiritualisme kita diruntuhkan. Runtuhnya moral bangsa itu berarti runtuk pula ideologi suatu bangsa, dengan begitu tinggal menunggu waktu untuk runtuhnya suatu bangsa. Bangsa barat saat ini tidak lagi mengangkat senjata untuk menguasai bangsa lain, cukup dengan menghancurkan moral pemimpin dan generasi suatu bangsa maka negara tersebut dengan mudahnya akan jatuh dalam gengamannya. Oleh karena itu, kita harus selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman namun harus ditekankan bahwa mengikuti perkembangan zaman itu harus dibarengi dengan mempertebal tembok keimanan. Terimakasih

    ReplyDelete