Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

40 comments:

  1. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Sempat tercengan membaca percakapan antara Powernow dengan Matadara. Terlebih lagi tentang mematikan Tuhan karena menurut Stephen Hawking: "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary". Disini saya merenung, seseorang yang mempelajari ilmu tanpa mempelajari agama memang benar-benar buta dan seseorang yang mempelajari agama tanpa ilmu bisa menjadi lumpuh. Sebenar-benarnya kehidupan, pasti ada yang menciptakan. Filsafat tentang Tuhan adalah filsafat yang paling setinggi-tingginya. Akal pemikiran tidka kuasa untuk memikirkannya karena sebenar-benarnya manusia pasti ada hidup dan mati. Manusia pasti memiliki keterbatasan termasuk dalam berpikir. Otak manusia semuanya sama, yang berbeda adalah bagaimana cara menggunakannya dan mengoptimalkannya. Jika menggunakannya hanya sebatas mencari ilmu dan tanpa mencari ilmu agama, tentu saja matilah pemikiran orang tersebut.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  2. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Sudah 73 tahun bangsa Indonesia telah dinyatakan merdeka dan terbebas dari belenggu penjajah. Namun, jikalau kita tidak bijak dalam memaknai dan mengisi kemerdekaan itu maka pada hakikatnya kita sebenarnya masih dijajah oleh bangsa lain lewat teknologi-teknologi dan yang mereka buat dan mereka kembangkan. Perkemabangan teknologi ini lah yang memiliki dampat positif maupun negative yang apabila tidak kita filter akan mempengaruhi pola pokir dan tindakan kita. Dengan majunya pendidikan diharapkan melobah pola pikir, perilaku, perspektif, gaya hidup kita agar lebih beretika, kreatif dan inovatif dan berlandasakan Tuhan YME sebagai upaya kita kita dalam menghentikan penjajahan tersebut secara tidak langsung mengikis budaya-budaya murni di Negara kita.

    ReplyDelete
  3. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Saat ini indonesia masih dibelenggu oleh kemerdekaannya sendiri. Kurang lebih 70tahun indonesia telah merdeka, namun hati dan pikiran belum terasa merdeka. Masyarakat indonesia belum mampu membebaskan pemikiran dan tingkah laku yang diadopsi dari dunia barat. Banyak pemimpin besar di Indonesia terlalu terpatok dengan perubahan besar dalam negara barat sehingga menghilangkan esensi besar dalam bangsa sendiri. Percakapan penguasa barat dan anteknya diatas menggambarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Indonesia seolah belum mampu terbebas dari pengaruh keilmuan dan budaya dari barat. Meskipun ada sisi positif dan sisi negatif dari pengaruh lyar tersebut, kita sebagai orang yang diberikan ilmu harus mampu memilah-milah mana yang sebaiknya kita ikuti dan yang tidak. Dengan adanya pengaruh persepektif, pola pikir, dan gaya hidup, semoga bangsa Indonesia tetap selalu menjunjung budaya bangsa sendiri dengan mempertahankan nilai-nilai budaya Timur dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena segala sesuati yang ada di muka bumi ini adalah datangnya dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018

    Elegi ini menggambarkan betapa pengetahuan yang berkembang menempatkan moral dan spiritual sebagai hal yang konvensional dan dianggap tidak membawa perubahan. Kita dapat melihat melalui pengaruh budaya asing yang masuk dalam kehidupan bangsa kita. Perkembangan IPTEK yang ada menjadikan manusia lupa diri dan memanfaatkan perkembangan yang ada untuk hal-hal yang kelihatannya adalah perkembangan tetapi sebenarnya memiliki dampak negatif karena semakin kita mengikuti arus zama maka menurunnya dimensi spitual kita. Kita begitu terlena dengan perkembangan material yang ada sehingga melupakan Tuhan.

    ReplyDelete
  5. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Teknologi semakin berkembang, semua serba instan, dan semua berbasis online mulai dari pendidikan, pasar dan lain-lain.. Namun yang menjadi masalah bahwa indonesia masih belum bisa keluar dari krisis yang dihadapinya dengan adanya jaman yang berkembang ini, masih banyak masyarakat indonesia yang justru memanfaatkan teknologi pada ranah yang negatif. Contoh kecil moralitas anak bangsa yang hancur karena mulai mengikuti budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan budaya kita karena begitu mudah masuknya budaya perihal hal itu ke dalam indonesia. Karena itulah anak bangsa mulai memperhatikkan bangsanya sendiri agar tidak terjebak dengan hal-hal yang negatif.

    ReplyDelete
  6. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Perkembangan zaman tentu juga sangat mempengaruhi perkembangan manusianya. Tekhnologi berkembang, pemikiran dan juga perilaku mengalami pembaharuan setiap harinya. Di masa yang akan datang tentunya banyak akan kita temui hal-hal baru yang penuh dengan inovasi yang seakan menarik kita untuk terjun ke dalam dunia baru. Akan tetapi mencoba hal baru mungkin baik, namun disinilah kita harus bisa membatasi diri, bisa membentengi diri dari perkembangan zaman yang pesat agar tidak keluar dari dimensi spiritual dalam diri kita.

    ReplyDelete
  7. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat berpengaruh kepada gaya hidup manusia. Dampak pekembangan tersebut tidak hanya berdampak positif melainkan menghasilkan dampak yang negatif juga. Dampak negatif yang dihasilkan yaitu mendewakan hal-hal yang berbau duniawi. Berbagai macam cara digunakan untuk memperoleh sesuatu hal yang diinginkan dalam hidupnya dan tidak memikirkan apakah cara yang digunakan baik atau buruk. Hal tersebut memberikan suatu gambaran bahwa telah hilangnya akal pikiran manusia. Manusia cenderung lebih mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.

    ReplyDelete
  8. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Perkembangan dalam hal apapun selalu menimbulkan efek baik itu positif atau negatif. Perkembangan teknologi misalnya, memiliki dampak positif jika ditinjau dari mudahnya memperoleh informasi tetapi jika kita terlena dalam pemanfaatannya maka akan emnimbulkan efek negatif misalnya saja terlalu asyik bermain handphone sehingga meninggalkan kewajiban untuk sholat. Oleh karena itu, perkembangan sebaiknya disikapi secara baik tetapi kita yang harus membentengi diri sendiri untuk tidak larut dalam efek negatif dalam perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  9. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dunia selatan ini dapat dianalogikan sebagai Negara kita. Negara ini telah banyak mendapat pengaruh sang power now. Secara tidak sadar kita telah ditipu daya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara yang halus. Mereka tidak lagi menggunakan cara-cara fisik dengan perang atau yang lainnya, melainkan dengan akal seperti tipu daya melalui adu domba, menyediakan hiburan, kemajuan teknologi, gaya hidup hedonis, dan lain sebagainya. Padahal semua itu hanyalah kesenangan semu, kita dibuat sibuk dengan hal-hal tersebut sehingga kita terlena, malas, hingga melupakan kehidupan spiritual yang seharusnya menjadi patokan utama dalam menjalani kehidupan ini. Cara yang paling utama untuk menghadapinya adalah dengan membentengi diri dengan selalu menempatkan kehidupan spiritual di atas kehidupan yang lain

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Samsul Arifin / 18701261007 / S3 PEP 2018

    Tidak ada negara diseluruh dunia ini bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan negara lain. Interaksi antara negara yang kuat dengan yang lemah, antara negara maju dengan negara tertinggal, antara negara kaya dengan negara miskin..Sama halnya ilmu ekonomi siapa yang nilai tawar tingi, itulah dia yang akan memegang kendali..Dikaitkan dengan kehidupan negara Indonesia dengan negara lain terutama negara maju dan kaya, posisi Indonesia pada nilai tawar yang rendah..Kondisi ini berakibatkan ketidakmampuan negara Indonesia untuk menolak intervensi dan pengaruh dari negara maju, kaya "Negara Barat"..Ketergantuangan Indonesia terhadap negara tersebut juga sangatlah tingi..Nilai tawar yang rendah, ketergantungan yang tinggi itulah awal dari penjajahan jaman now yaitu penjajahan pola pikir..Apapun yang kita lakukan sebagian besar berkiblat pada negara barat..

    ReplyDelete
  12. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat pagi Prof.
    Pada era saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Hal ini didukung pula dengan bantuan internet yang menyebar luas di seluruh penjuru dunia. Apapun bisa dilakukan dengan sangat mudah. Tidak hanya belajar mengenai budaya lokal saja, melainkan kita dapat mengetahui dan belajar mengenai budaya yang dimiliki daerah lain di seluruh dunia. Hanya dengan genggaman tangan semua hal ini dapat diwujudkan. Bagaimana dampaknya? Dari sisi positif, mempelajari budaya asing membuat kita kaya akan pengetahuan dan dapat meningkatkan tata krama kita terhadap budaya tersebut ketika kita mengunjungi daerah yang budayanya telah kita pelajari. Namun, dampaknya juga memiliki ranah negatif, yaitu membuat kita menerapkan budaya asing yang sekiranya tidaklah sesuai untuk diterapkan di negara sendiri. Hal ini sudah sering ditemui di Indonesia. Artinya, pengetahuan yang dimiliki tidaklah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Pada akhirnya, hal ini terjadi karena pengetahuan tersebut tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  13. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Inovasi inovasi dalam bidang teknologi menyebar dengan sangat pesat. Namun yang harus diperhatikan yaitu sikap kita dalam memfilter segala pembaharuan yang ada. Di Indonesia khususnya , banyak sekali menerima pengaruh dunia luar yang sangat mudah ‘menjangkit’ pada generasi muda saat ini. Oleh karena itu, kita harus pandai dalam memilah dan memilih mana yang baik dan benar maupun mana yang salah dan buruk. Segala hal mempunyai keterikatan dengan ruang dan waktu yang harus kita sesuaikan dengan segala norma dan budaya yang ada di Indonesia. Jangan sampai pengaruh pengaruh luar tersbut membawa dampak negatif pada perkembangan bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  14. Restu Widhi Laksana
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251022

    Bismillahirrokhmanirrokhim
    Dari elegi ini banyak yang saya renungkan kembali. Jika memang dampak dan propaganda yang dilakukan dengan tujuan tersebut, maka tidak sulit untuk menyebarkan pengtahuan ini untuk memalingkan semua orang dari propaganda demikian. Namun yang menjadi masalah adalah tidak ada antithesis yang cukup kuat untuk menyaingi propaganda yang diajukan Powernow. Saya sempat berfikir bagaimana jika Negara yang menolak ide ini atau orang orang yang menolak ide ini kemudian membuat sistem sendiri. Sebagai contoh sistem grading bertaraf internasional untuk perguruan tinggi. Karena saat ini mau tidak mau standar grading kita adalah dunia super power. Penelitian terbaik kebanyakan berasal dari sana. Sekolah di luar negeri dianggap lebih baik. Sehingga mau tidak mau acuan grading kita berbasis grading mereka. Tetapi untuk membuat kumpulan negara yang mau mendukung sistem grading lain sebagai acuan anti thesis dari grading pihak super power sangat sulit dan tidak semudah itu. Maka perlu hendaknya dipikirkan solusi yang benar benar nyata untuk masalah ini.

    ReplyDelete
  15. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Di era power now, masyarakat selatan (indonesia) harus menguatkan iman. Karena jika sudah terjerumus terlalu dalam, maka akan luntur keimanan kita. Karena memang secara logis ilmu pengetahuan itu benar, namun jangan sampai spiritualitas di nomor akhirkan, apalagi sampai di hapuskan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Endah Kusrini
      18709251015
      S2 Pendidikan Matematika A 2018

      Saya setuju bahwa manusia harus semakin menguatkan iman, jika ingin selamat dunia dan akherat. Karena kalau kita cermati, pola hidup masyarakat modern jaman sekarang memang lebih mementingkan urusan dunia, dari pada akherat. Cenderung hanya memberikan atau mencari asupan nutrisi untuk otak, namun mengabaikan asupan nutrisi bagi hati. Terlalu mengedepankan otak tanpa hati akan membawa manusia semakin menjauh dari Tuhannya dan terancam untuk terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik.

      Delete
  16. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Jaman sekarang, penjajahan tidak lagi berwujud dalam penjajahan fisik atau penjajahan dengan okol, akan tetapi wujud penjajahan telah bertransformasi menjadi penjajahan mental. Penjajahan kini mulai menggunakan akal dan melalui cara-cara yang halus. Penjajahan-penjajahan tersebut memang tak terasa namun dampaknya justru luar biasa. Masyarakat kini mulai mendambakan dan mendewakan kesenangan-kesenangan sesaat yang ditawarkan dunia modern. Jika manusia tidak mempunyai benteng yang kuat, kemungkinan besar manusia akan terjebak ke dalamnya.

    ReplyDelete
  17. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Untuk dapat menaklukkan raja-raja perlu adanya suatu strategi yang luar biasa karena tidak akan dengan mudah untuk dikuasai. Namun dalam pemaparan ini segala sesuatu yang dilakukan dengan cara yang tidak baik. mereka memberikan iming-iming yang sangat menggiurkan kepada rakyatnya agar dapat sedikit demi sedikit terpancing dengan rayuannya tersebut. jika rakyatnya sudah tertarik maka rajanyapun tidak akan dihargai lagi dan bisa dengan mudah untuk menakhlukkan raja tersebut. oleh sebab itu, perlunya kita belajar dengan baik sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang ikhlas dan mana yang mempunyai tujuan terselubung sehingga bisa terhindar dari kehancuran.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  18. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Kemajuan teknologi merupakan salah satu wujud dari penjajahan. Jika seseorang tidak dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya maka dapat merugikannya. kemajuan teknologi jangan sampai merubah kebudayaan baik menjadi buruk. Dengan kemajuan teknologi juga akan lebih mudah kebudayaan barat untuk masuk. Hal ini bisa bebahaya jika kita tidak bisa memilah mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai. Jangan biarkan kemajuan teknologi membuat kita ketagihan sampai-sampai melupakan apa yang menjadi kewajiban kita. Untuk itu, perlu diingat bahwa teknologi bukanlah segalanya, tapi teknologi dapat merubah segalanya, sehingga buatlah perubahan itu menjadi lebih baik, bukan malah sebaliknya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  19. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Artikel di atas menyadarkan kita bahwa banyak ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang ada di lingkup pendidikan. Faktornya tidak hanya dari pendidikan saja tetapi juga berasal dari bidang-bidang lain diantaranya ekonomi budaya sosial politik hukum dan keamanan. Dengan sasaran melemahkan pendidikan, seluruh aspek digunakan. Oleh karena itu, yang menjadi fokus kita adalah membangun karakter dan budaya belajar yang baik. Belajar yang tidak hedonisme, tidak instan, dan menggunakan pikiran dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  20. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Kita bangsa Indonesia menyebutnya dengan era globalisasi. Budaya lokal mulai luntur, budaya barat berkembang pesat. Yang salah bisa jadi benar, yang benar bisa jadi salah. Kepentingan golongan lebih diutamakan daripada kepentingan nasional. Adat istiadat tak lagi dijunjung tinggi. Kita sebut pahlawan devisa, padahal mereka adalah budak di negara lain. Berbangga dengan banyaknya investor asing yang datang, padah mereka hanya akan menguras habis potensi alam negara ini. Narkoba, miras, seks bebas adalah hal yang biasa. Hedonisme menyentuh semua kalangan. Kita sebut ini globalisasi. Globalisasi tanpa filter? sama dengan penjajahan. Bagaimana kita bisa maju kalau yang kita tiru adalah kebiasaan-kebiasaan buruk mereka. Oleh karena itu saya mengharapkan kita sebagai generasi muda penerus bangsa untuk dapat memperbaiki keadaan bangsa ini yang sangat memprihatinkan, mari perkuat filter yang terbawa oleh arus globalisasi, semoga kelak bangsa Indonesia akan semakin maju dan dapat mengatasi segala krisis dengan baik tanpa menghilangkan nilai budaya kita.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin bertambah pula persoalan-persoalan yang ada di negara ini. Berdasarkan elegi di atas dapat diketahui bagaimana cara-cara yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin besar yang ingin menguasai wilayah-wilayah kecil untuk memperluas daerah kekuasaannya. Cara yang dilakukan adalah menggunakan cara-cara halus sehingga kita tidak sadar bahwa sesungguhnya kita sedang diserang. Inilah yang perlu kita renungkan.

    ReplyDelete
  23. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Sesuatu yang merusak ternyata tidak hanya berupa senjata yang canggih yang mampu merusak apa yang terlihat, sesuatu yang terlihat buruk tidak selalu merusak bahkan yang terlihat indah, menguntungkan, bermanfaat bagi manusia pun dapat merusak bangsa ini sedemikian parahnya. Negeri selatan yang indah, menggambarkan Negeri yang tercinta, memiliki banyak karunia tetapi tidak dapat dikelola dengan baik karena campur tangan pihak yang berkuasa yang memiliki banyak model strategi yang jahat yang menguasai berbagai lapisan masyarakat. Cara yang dapat kita gunakan menurut saya membaiki sistem pendidikan,pendidikan yang berkarakter sehingga menghasilkan generasi yang tangguh, beriman, bertakwa dan berintelektual tinggi serta berkarakter. Pendidikan yang berkarakter akan melahirkan generasi muda yang berkompeten dibidangnya tetapi berhati mulia. Sehingga keilmuannya tidak hanya untuk memperkaya diri mereka sendiri tetapi juga untuk menolong sesama.

    ReplyDelete
  24. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Saat ini, bangsa-bangsa yang besar (memiliki kekuasaan) sedang berusaha untuk kembali menguasai dunia. Mereka berusaha untuk menaklukan negara-negara lain, salah satunya adalah Indonesia. Sesungguhnya Indonesia sedang dijajah, hanya saja banyak orang yang tidak menyadarinya karena penjajahan yang dialami Indonesia saat ini berbeda dengan yang dulu. Penjajahan yang dialami oleh Indonesia bukanlah penjajahan secara fisik lagi. Bangsa-bangsa itu berusaha untuk menguasai sumber-sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan membuat perjanjian-perjanjian yang menguntungkan negara mereka sendiri. Selain itu, mereka membuat kita terlena dengan hiburan-hiburan yang mereka buat, mereka membuat kita menjadi mengikuti budaya mereka dan melupakan budaya kita sendiri yang luhur. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia agar tidak lagi diperdaya oleh bangsa luar. Budaya lokal yang kita miliki pun perlu kita lestarikan. Kita harus bangga dengan apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  25. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Elegi di atas menggambarkan bagaimana negara-negara superpower yang licik berusaha menghancurkan dan menguasai bangsa-bangsa berkembang, yang salah satunya seperti Indonesia. Bermacam cara keji digunakan untuk merusak nilai-nilai kehidupan yang dianut bangsa selatan ini. Secara ringkas mereka merusak mulai dari agama, pola hidup, dan pola pikir bangsanya. Dua hal yang mengendalikan manusia adalah pikiran dan hati. Maka, ketika pola pikir dan nilai-nilai yang dianut oleh hatinya telah luntur, mudahlah ia untuk dikendalikan. Sungguh jika kita melihat kondisi kehidupan masyarakat kita saat ini, sebagian besar cara-cara itu telah berhasil dilakukan oleh negara superpower tersebut. Kita telah menyaksikan pola hidup kebarat-baratan, hedonisme, pergaulan bebas, budaya instant, kapitalisme, materialisme, penuhanan terhadap ilmu pengetahuan menyusup dalam budaya masyarakat kita. Maka dari itu, sudah selayaknya kita meneguhkan kembali iman dan nilai-nilai agung yang kita miliki agar kita tidak menjadi salah satu bagian yang terjerumus ke dalam perangkap negara superpower.

    ReplyDelete
  26. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Melalui elegi ini, menyadarkan kepada kita bahwa ancman dalam berbagai bentuk mengincar kita. Kita harus pintar dan melibatkan suara hati yang senantisa harus dijaga kebersihannya. Jangan sampai kita hanya meibatkan logika da menghilangkan peran Tuhan. Sepandai apa pun orang tak akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati tanpa menghadirkan Tuhan di dalam hati dan pikirannya. Sekuat apa pun berusahan mengelak keterlibatan Tuhan dalam hidup, pada dasarnya pasti ada rasa keyakinan akan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  27. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Elegi yang membuka hati dan pikiran untuk bangsa ini dan isinya. Indonesia secara perlahan akan terjajah kembali, jika tidak bangun, berdiri dan bertindak. Indonesia belum membuka mata dengan kondisi yang ada atau hanya diam saja karena memang benar kalau memang sudah kepentingan itulah yang benar. Perkembangan teknologi yang semakin berkembang, manusia yang menginginkan serba instan, akhlak dan moral yang sudah tidak dinomor satukan. Agama sebenarnya menjadi pondasi utama untuk menangkal itu semua namun dijaman sekarang ini agama sering dinomer duakan Sungguh hanya meminta perlindungan kepada Allah SWT agar kita terlindung dari kondisi menuju akhir zaman.

    ReplyDelete
  28. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Dalam elegi tersebut dikisahkan bahwa sang Powernow memerintahkan Matadara untuk menghancurna masyarakan Dunia Selatan. Ada berbagai macam cara yang mereka lakukan guna menaklukkan Dunia Selatan. Bukan menggunakan senjata namun menggunakan tipu daya. Bukan terang-terangan namun secara sembunyi. Bukan menggunakan cara kasar namun menggunakan cara yang amat halus, hingga masyarakat Dunia Selatan sendiri tidak meryadarinya. banyak cara yang mungkin mereka lakukan, mulai dari mengadu domba pemimpinnya, rakyat, ulama dan umaro nya. Hingga melakukan cara halus berkedok kebaikan dengan cara membuat program-program beasiswa, program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual. Sungguh cara yang amat terprogram, siapa sangka acara berkedok spiritual ternyata menyandang misi menghancurkan budaya konsumerisme, budaya instan, narkoba, minuman keras, hidup senang-senang, malas bekerja namun berharap dapat banyak, malas belajar tapi berharap cepat lulus dan cara-cara lain yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Berhati-hatilah, bentengi diri dengan benteng terbaik yang engkau punya, kerahkan segala tenaga untuk melawan tipu daya dan bujuk rayu Powernow.

    ReplyDelete
  29. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Dibalik cara-cara lembut yang digunakan Powernow dalam menaklukkan Dunia Selatan tersimpan motif tertinggi sang Powernow yaitu membunuh Tuhan Dunia Selatan. Bukan membunuh dalam arti yang sebenarnya, namun membunuh secara perlahan hingga rakyatnya sendiri (Dunia Selatan) yang justru membunuh Tuhannya. Bagi Powernow jika Tuhan Dunia Selatan sudah mati, maka ia akan dengan mudah menggenggam Raja-raja Dunia Selatan. Salah satu bentuk usaha mereka dalam membunuh Tuhan Dunia Selatan adalah dengan memberikan pengaruh Metode Saintifik, dan bahayanya adalah kini Metode Saintifik telah menjadi bagian dari masyarakat Dunia Selatan. Seorang Profesor dari Jepang pun telah membuat perkiraan pada perkembangan umat manusia dimasa depan yang berawal dari hewan dan kemudian seiring membudayanya konsumerisme maka umat manusia akan kembali lagi menjadi seekor binatang yang identik dengan kerakusan dan ketamakannya yaitu BABI. Dibalik segala usaha yang dilakukan oleh Powernow sesungguhnya ia tekah menyadari bahwa kekuatan tertinggi umat manusia adalah Tuhan nya, dan itu merupakan musuh terberat Powernow. Hingga kemudian Powernow berusaha untuk membunuh satu-satunya kekuatan umat manusia yaitu Tuhan. Jika Powernow saja menyadari hal itu, mengapa kita justru mengabaikannya. Jagalah Tuhan dalam dirimu masing-masing, artinya jagalah kepercayaanmu terhadap Tuhan agar senantiasa ada dalam dirimu. Karena hanya Tuhan lah sumber kekuatanmu, sumber dari segala sumber kehidupan. Jangan biarkan Tuhan mu ditukar dengan tawa lepas Powernow.

    ReplyDelete
  30. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan elegi di atas, strategi yang didiskusikan antara powernow dan matadara dalam memerangi raja-raja lokal dunia selatan menunjukkan sebuah sikap yang sangat tidak terpuji. Karena dalam penstrategiannya terdapat beberapa strategi licik dengan pemanfaatan kemajuan teknologi yang berusaha memecah belah negeri selatan mulai dari pemimpin sampai rakyatnya. Cara agar kita mampu menghadapinya adalah membentengi diri dengan ilmu pengetahuan dan spiritualitas yang tinggi agar mempunyai pondasi yang kuat, kokoh, dan tidak mudah terpengaruh dengan godaan-godaan yang dapat menyesatkan/merugikan. Meperkuat diri dengan meningkatkan kualitas keimanan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umi Arismawati
      18709251037
      S2 Pendidikan Matematika B 2018

      Assalamu'alaikum, wr, wb.
      saya sangat setuju dengan pendapat saudara Fachrullah bahwa Cara agar kita mampu menghadapinya adalah membentengi diri dengan ilmu pengetahuan dan spiritualitas yang tinggi agar mempunyai pondasi yang kuat, kokoh, dan tidak mudah terpengaruh dengan godaan-godaan yang dapat menyesatkan/merugikan. Meperkuat diri dengan meningkatkan kualitas keimanan kita. Merujuk pada dasar negara kita Pancasila pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa bahwa negara kita memang negara dimana penduduknya adalah umat beragama. Untuk itu penting untuk meningkatkan kualitas keimanan kita agar tidak terpengaruh oleh godaan-godaan dari bangsa asing yang tidak sesuai dengan negara kita.

      Delete
  31. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Elegi yang sangat mencengangkan yang menggambarkan Indonesia saat ini. Hal tersebut seperti penjajahan kepada bangsa kita saat ini. Terjadinya pengrusakan moral dan spiritual bangsa yang dilakukan oleh pihak asing sehingga menciptakan generasi yang rusak baik moral maupun spiritual. Hal semacam ini yang akan mengarahkan bangsa Indonesia menuju kehancuran.

    ReplyDelete
  32. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Powernow memang sangat berkuasa dan Indonesia sebagai bangsa berkembang gampang untuk terpengaruh. Kemudian apa yang dapat dilakukan untuk mencegahnya? melakukan hal sebaliknya dari perkataan "powernow" yang semula runtuhkan menjadi bangun, yang semula bunuhlah tuhan menjadi mengimani/meyakini tuhan. Kita kembali pada dasar negara kita Pancasila pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Indonesia merupakan negara yang beriman yang setiap warganya memeluk agama. Untuk itu, Indonesia harus semakin meningkatkan keimanan agar tidak tergerus oleh pengaruh Powernow.

    ReplyDelete
  33. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Pengaruh budaya asing memang sangat kuat sekarang masuk ke Indonesia. Sekarang banyak ditemui orang berkecenderungan hidup berstandar internasional, mengidolakan orang-orang luar, mengikuti gaya-gaya orang luar dan masih banyak lagi. Padahal hal-hal seperti itu tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia , malah hanya akan merusak moral bangsa. Kini gaya-gaya hidup lokal mulai luntur. Untuk itu mari kita lestarikan lagi budaya local negara kita yang sangat luhur. Kalau bukan kita sendiri yang melestarikan siapa lagi.

    ReplyDelete
  34. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Disebutkan dalam elegi tersebut bahwa salah satu cara powernow dalam menjajah bangsa kita adalah melalui segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Memang tidak bisa dihindari bahwa kini kecanggihan teknologi berkembang pesat. Dan mau tidak mau kita harus mengikutinya. Akan tetapi kita bangsa Indonesia harus selektif dalam menggunakan teknologi tersebut. Teknologi memang mempermudah dalam segala hal akan tetapi disisi lain dapat sangat merugikan seperti banyak anak yang kecanduan hp, game, video porno dan masih banyak lagi. Unntuk itu kita harus sangat hati-hati dalam menggunakannya. Untuk orang tua juga harus selalu memantau anak-anaknya dalam menggunakan barang-barang elektronik tersebut.

    ReplyDelete
  35. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Jika dilihat dengan saksama, dipikirkan dengan serius, dianalsis dengan cermat sudah masuknya alat-alat pemanis kehidupan namun dibaliknya bisa menyakitkan. Yakni pengaruh budaya dari barat yang dikemas dengan rapih disebarluaskan secara cepat dan menghasilkan dampak yang luar bisa bagi generasi. Pemikiran barat pun tengah memasuki pola pikir masyarakat milenia sehingga ada masyarakat yang pola pikirnya kebarat-baratan namun bukannya mengahsilkan pemikiran yang logis dan kritis tetapi pemikiran yang memprovokasi, menyudutkan, dan merendahkan pihak lain.

    ReplyDelete
  36. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Barulah tersadar ketika budaya negeri diakui negara lain. Barulah tersadar setelah banyak korban dimana-dimana. Naudzubillah min dzalik. Sebagai anak bangsa mari bersama selamatkan negeri ini menjadi pembelajar yang tidak mudah terprovokasi berlandaskan ketuhanan dan pancasila. Ajarkanlah selalu nilai ketuhanan dan kebaikan berdasar pancasila dan budaya negeri ini. Gunakan teknologi sebagai alat untuk kegiatan positif. Ajarkan dan biasakan kebiasaan-kebiasaan berlandaskan agama dan pancasila. Disekolah misalnya, memulai dan menutup dengan berdoa, membuat kegiatan pengkajian kitab suci, beribadah sesuai dengan ajaran agama, dan macam-macam kegiatan yang didalamanya tidak terlepas dari nilai keagamaan dan budaya negeri ini agar tercipta anak-anak negeri yang soleh-soleha. terimakasih

    ReplyDelete
  37. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Elegi diatas menyinggung tentang keadaan dunia sekarang. Keadaan dunia yang dikuasai oleh ‘bangsa barat yang maju’. Bangsa-bangsa yang lainnya seolah-olah mendapat bantuan dari mereka sang powernow. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan ‘kekuasaan tertinggi’ , bahkan mengatur dunia. Dan sebenarnya kita telah terjebak oleh manipulasi powernow, namun kita tidak menyadarinya secara langsung.

    ReplyDelete
  38. Lumaurridlo
    18701261010
    S3-PEP 2018


    restu powernow ini sangat mengerikan apalagi kendaraannya yang baru (Neo) dan senjatanya yang sangat super dahsyatnya. pilihannya adalah "ikuti" atau "mati". kalo dahulu kita berperang menggunakan okol maka sekarang adalah perangnya menjadi sangat kompleks. bukan hanya okol dan akal saja tapi juga karakter, budaya dan jati diri sebagai bangsa. sedangkan powernow adalah memiliki segalanya yang siap menjadi "penadah". sepertinya akan sangat sulit kita melawan matadara dan powernow, sementara para penglima kita yang gagah berani sudah gugur. pemimpin kita saling diadu domba. bahkan harapan terakhir kita yaitu tuhan, pun akan dibunuhnya. secercah harapan adalah bahwa tuhan tak dapat dibunuh, inilah jalan untuk kita dapat menghalangi matadara dan powernow menguasai apa yang kita miliki. kita masih percaya bahwa kepercayaan terhadap tuhan adalah senjata yang selalu ampuh melawan segala angkara yang ada. sudah terbukti dari dahulu hingga kini. tetapkan hati dan selalu berpegang teguh terhadap tali agama tuhan, itu yang akan menyelamatkan kita.

    ReplyDelete