Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

89 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Setelah membaca elegi di atas dan mengkaitkan dengan kehidupan di negeri kita ini, strategi dan cara-cara yang diajarkan oleh Powernow terhadap Matadara mungkin telah kita rasakan saat ini. Karena hedonisme, generasi kita saat ini banyak mengalami disorientasi moral. Sering terjadi tawuran antarsekolah dimana-mana, padahal tugas utama para siswa tersebut juga sama yaitu belajar. Hal yang lebih memilukan lagi adalah banyak pejabat negara yang dibutakan oleh harta. Padahal, tentu mereka sudah digaji dengan uang yang tidak sedikit, tetapi keserakahan menyelimuti hati mereka dan menjadikan mereka melakukan tindak korupsi. Hal tersebut mereka lakukan tanpa memikirkan uang rakyat yyang telah mereka ambil demi kepentingan pribadi. Mereka tak memikirkan rakyat miskin yang tidak memiliki uang untuk makan, bahkan memenuhi keperluan sehari-hari. Selain itu, para pejabat pun kadang hanya makan gaji buta karena mereka tidak menunaikan amanah yang seharusnya mereka lakukan.

    ReplyDelete
  2. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Powernow adalah penguasa yang kehausan untuk menguasai. Salah satu cara terbaik agar tidak dikuasai ialah menguatkan jati diri. Suatu bangsa akan dengan mudah dikuasai oleh negara lain jika bangsa tersebut tidak memiliki jati diri. Powernow saat ini lebih menyerang kepada arah ideologi bangsa. Maka dari itu agar bangsa kita tidak dikuasai oleh powernow maka kita harus mencintai bangsa sendiri, memegang erat kesatuan, dan menjunjung nilai ketuhanan menjadi pertahanan dari serangan powernow.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...
    Elegi ini menggambarkan pengaruh budaya asing yang masuk dalam kehidupan bangsa kita. Perkembangan IPTEK yang ada menjadikan manusia lupa diri dan memanfaatkan perkembangan yang ada untuk hal-hal yang berdampak negatif. Hal ini menggambarkan menurunnya dimensi spitual kita. Kita begitu terlena dengan perkembangan material yang ada sehingga melupakan tugas kita hidup di dunia ini yaitu mengabdi kepada Allah Swt.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam menghadapi perkembangan jaman dimasa ini masih saja ada penjajahan. Penjajah yang lebih pintar dalam melancarkan trik-triknya, untuk menghancuran sebuah bangsa tidak perlu melancarkan bom, cukup dengan menggunakan pendekatan melalui pelatihan serta pendidikan maka hancurlah semua pola pikir, karakteristik, spiritual, serta kebiasaan dalam bangsa tersebut. Ruang dan waktu kita pun belum sampai untuk menyadari bahwa semuanya telah terlambat untuk berputar arah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Melalui elegi ini, menyadarkan kepada kita bahwa ancman dalam berbagai bentuk mengincar kita. Kita harus pintar dan melibatkan suara hati yang senantisa harus dijaga kebersihannya. Jangan sampai kita hanya meibatkan logika da menghilangkan peran Tuhan. Sepandai apa pun orang tak akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati tanpa menghadirkan Tuhan di dalam hati dan pikirannya. Sekuat apa pun berusahan mengelak keterlibatan Tuhan dalam hidup, pada dasarnya pasti ada rasa keyakinan akan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kehebatan power now sekarang yang kita hadapi ini sangat signifikan, sehingga kurangnya dasar pengetahuan kita dan dasar yang kuat memebuat kita terkejut dengan datangnya power now. Dan aguste compte sebagai panutan dari power now. Mengatakan bahwa "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik" malah bagi saya agama juga ikut berperan dalam membangun peradaban dunia, karena gama yang pertama , di dalam pancasila kita aja bahwa sila pertama ketuhanan yang maha esa, yang berarti agama yang berperan juga. Semoga kita terhindar dari hal demikian.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menceritakan tentang Powernow dan prajurit yang bernama Matadara. Powernor menugaskan Matadara untuk memerangi raja-raja lokal dunia selatan. Seperti kita ketahui dapa elegi lainnya bahwa Powernow ini merupakan penguasa yang tak berhenti kehausan untuk menguasai semakin banyak orang. Cara terbaik agar tidak dikuasai ialah dengan menguatkan jati diri. Bangsa yang tidak memiliki jati diri akan dengan mudah dikuasai oleh bangsa lain. Cara pelebaran kekuasaan zaman sekarang yang lebih menyerang ke arah ideologi menjadi lebih berahaya dibandingkan penyerangan cara lain. Bangsa yang dapat melihat dengan jeli kelebihan dirinya, mencintai tanah airnya, memegang erat kesatuan, dan menjunjung nilai kebenaran dan Ketuhanan memiliki benteng yang lebih kuat untuk pertahanan dari serangan para penguasa seperti Powernow.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini sangat bagus untuk menjadi bahan renungan masyarakat bumi selatan termasuk Indonesia. Secara formal memang Indonesia berstatus merdeka. Tetapi masih banyak orang di negeri itu yang masih merasakan kemerdekaan yang semu. Seperti kata Powernow di atas:"ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita". Kalau sudah ketergantungan dalam semua aspek kehidupan, dan kalau itu benar terjadi, masihkah ada merdeka di sana?

    ReplyDelete
  9. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika membaca elegi ini saya membayangkan bahwa Sang Powernow ini tak hanya satu. Entah ini benar adanya atau hanya imajinasi saya saja. Saya membayagkan bahwa para Powernow punya program konferensi yang rutin, program training untuk matadara, begawat, centraka dan lain-lain. Semua itu seakan sudah terorganisasi dengan baik sehingga hasilnya seperti yang kita rasakan sekarang ini.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Globalisasi, modernisasi, industrialisasi, dan kemajuan teknologi merupakan empat hal yang tidak asing lagi di telinga kita. Jika kita mendengar keempat hal tersebut tentunya terlintas dalam benak kita tentang keadaan yang serba praktis (pragmatism), berorientasi manfaat (utilitarianism), berorientasi pada materi (materialism), dan cenderung mengutamakan kesenangan (hedonism). Pragmatism,utilitarianism, materialism, dan hedonism inilah yang disebut-sebut sebagai kekuatan Sang Power Now.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Adanya kekuatan Sang Power Now tersebut telah menjadikan orang berlomba-lomba dan bersaing untuk saling mengalahkan. Siapa yang kuat dialah yang akan menjadi pemenang dan menjadi pemimpin. Dengan demikian, Si pemenang tersebut akan dengan mudah dapat menguasai dan mengendalikan yang lemah. Sebagai contoh: Negara Amerika yang unggul dalam ekonomi, perindustrian, teknologi, dan politiknya tentu saja membuat Amerika dapat dengan mudah mempengaruhi/mengendalikan bangsa lain.

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kemajuan global yang berjalan sangat pesat sebenarnya jika tidak negara kita sikapi dengan bijak maka akan menjadi bom bagi negara kita. Kekuatan sang Powernow sekarang ini memang sebagai pengendali negara berkembang seperti Indonesia. Yang perlu kita semua cegah adalah penyalahgunaan sumber daya, dan perusakan budaya kita sendiri.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika

    Sebagai bangsa selatan kita harus bisa memilih mana yang baik dan sesuai dengan karakter bangsa. Hal ini dikarenakan temuan/teori/lain-lain yang berasal dari luar negeri belum tentu semuanya baik. Contohnya sedah diungkapkan oleh Pak Marsigit dalam bagian elegi di atas, seperti teori Prof Hiromitsu Nakauchi yang bertentangan dengan spiritual kita. Diperlukan benteng spiritual yang kuat agar tak terperdaya dengan temuan-temuan yang akan 'mematikan tuhan' bangsa selatan ini.

    ReplyDelete
  14. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini sangat menarik untuk dicermati. Ilustrasi yang digambarkan sangat mirip dengan kondisi bangsa kita saat ini dalam persepsi saya. Powernow yang terus ingin menanamkan hal-hal negatif yang hanya akan membawa kehancuran bagi bangsa, dan merayu, dan melenakan masyarakat untuk tersesat lebih lagi dan lagi. Hedonisme, ketamakan. keegoisan, minimnya spiritualitas, bahkan "mematikan tuhan" yang disebut dalam elegi ini, kita harus dapat menamengi diri kita dari hal-hal tersebut.
    Jangan sampai tujuan powernow untuk mematikan tradisi, sumber daya alam maupun manusia seperti yang tertulis dalam elegi ini harus kita pertahankan. Sikap bangsa Indonesia yang arif, santun, religius, haarus selalu kita unggulkan, dan jangan dilepaskan.Dengan begitu inshaAllah usaha usaha licik seperti ilustrasi powernow dalam elegi ini tak akan pernah tercapai.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Powernow telah mengelabuhi negara-negara lain, salah satunya Indonesia, agar menjadi bawahannya, kekuasaannya. Powernow tidak berusaha menjajah melalui perang namun menyerang dengan peralihan budaya, balas budi dan ketergantungan, sehingga perlahan-lahan tanpa disadari kita menjadi budak powernow, kebudayaan bangsa mulai luntur, terjadi kapitalisme di mana-mana, bahkan spiritualisme mulai menguap. Kekacauan yang ditimbulkan tidak kalah besarnya engan kekacauan saat perang, bahkan mungkin lebih, karena kita tidak menyadari bahwa sejatinya kita sedang dijajah. Elegi ini dapat kita jadikan tombak untuk menyadarkan diri kita dan berusaha mempertahankan diri kita dari kekuatan powernow.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Terlalu banyak makna yang dapat dipetik dari elegi tersebut. Untuk dalat menaklukan raja - raja diperlukan keahlian. Salah satunya adalah dari bidang teknologi. Gunakan handphone, internet, komputer dan lainnya. Jika kita memandang pada zaman sekarang, diperlukan keahlian untuk selalu dapat mengikuti perkembangan zaman, agar dapat membuat keputusan yang tak diragukan oleh para pesaingnya.

    ReplyDelete
  17. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sikap hedonism sangat perlu kita hindari, karena hedonism tidak terbatas. Jika kita terjebak di dalamnya maka mitos kegelapanlah yang kita dapatkan. Budaya hedonism yang ditawarkan negara powernow adalah cara untuk menekan dan membuat orang tersebut berada di bawah naungannya, sehingga negara yang hedon sama halnya dengan menjadi pengikut negara powernow. Kita melihat negara powernow semakin berkuasa sampai saat ini, karena mereka bukan penganut hedonism, tapi mereka menjadikan budaya hedonism negara lain agar mudah dikuasai.

    ReplyDelete
  18. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca elegi tersebut kita dapat bercermin dengan kondisi masyarakat dan bangsa kita saat ini yang seperti dipaparkan oleh isi dari elegi tersebut. Kegigihan Powernow dengan segala trik dan caranya untuk menghancurkan dunia selatan kurang lebih sudah kita rasakan sekarang ini. Muncul dan berkembangnya budaya kebarat—baratan sudah mulai merasuki generasi muda kita. Luntur dan hilangnya sikap spiritual serta iman menjadi salah satu bukti keberhasilan ide-ide Powernow. Untuk itu sebagai generasi penerus bangsa dan sudah diingatkan setelah membaca elegi tersebut perlu untuk meningkatkan rasa cinta akan budaya lokal serta yang paling penting adalah rasa cinta akan Tuhannya sehingga benteng keimanan akan tetap melekat dalam diri setiap individu yang akan berguna sebagai benteng dan penyaring masuknya pengaruh-pengaruh negatif dari sisi manapun.

    ReplyDelete
  19. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini, kita harus selalu memfilter semua budaya dari negara lain yang masuk dalam budaya atau tradisi kita. Powernow yang sangat berkuasa dan memahami semuanya dari dunia ini yang ingin menakhlukkan raja-raja dan matadara yang terkagum-kagum dengan kepintaran dan keluasan pengetahuan yang dimiliki oleh powernow. Dan yang terjadi saat ini dalam kehidupan kita yaitu disorientasi moral, sosial, politik, pendidikan, dan spritual yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh manusia dan karena ulahnya. Manusia banyak yang memilih cara-cara instan untuk dapat mencapai tujuan hidupnya tanpa adanya keinginan untuk mendalaminya.

    ReplyDelete
  20. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Segala usaha dalam membangun bangsa dan Negara ini ialah dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini menjadi dasar utama untuk membentengi pengaruh yang tidak baik yang terjadi diluar sana. Sehingga marilah untuk bersungguh- sungguh menyeimbangkan emosional dan spiritual agar mendapatkan ridhaNya.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Awalnya saya membaca Matadara sebagai Madara. Seketika saya teringat dengan salah satu karakter dalam kartun Naruto buatan orang jepang. Madara ini berniat untuk menguasai dunia dan mengendalikannya dibawah hipnotis yang dikendalikan olehnya. Segala upaya dan perdaya yang dilakukannya untuk mewujudkan dunia yang dikendalikan tersebut. Mirip dengan kisah yang ada dalam elegi bapak ini. Namun bedanya dalam elegi bapak, Matadara adalah seorang suruhan saja. Memang secara tidak sadar banyak upaya-upaya negara luar dengan beasiswa contohnya dengan membawa misi tertentu. Namun tentunya kita tetap bisa membentengi diri agar tetap memiliki karakter Indonesia dengan cara mengenali karakter diri dan karakter bangsa. Ingat saja bagaimana bangsa ini memerangi penjajahan dahulu. Bagaimana kuat semangat dan karakternya sehingga membuat negara luar kagum. Kita harus menjaga identitas tersebut.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Elegi ini sangat bagus dijadikan renungan bagi Negara Indonesia yang sudah mulai atau bahkan sudah seperti elegi di atas. Sifat serakah para pemimpin seharusnya dikurangi karena biar bagaimanapun warga negara juga memiliki haknya.

    ReplyDelete
  23. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini jika diimplementasikan dikehidupan masyarakat saat ini memang sebagian sudah terjadi dimasyarakat. Pengaruh budaya luar sangat kuat memperngaruhi kehidupan masyarakat saat ini. Sifat hedonisme sudah menyerang terutama remaja atau bisa disebut sebagai penerus bangsa. Hal-hal negatif didalam elegi tersebut dapat diatasi dengan cara kita lebih mencintai budaya sendiri dan tidak melupakan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Selain itu mendekatkan diri kepada Tuhan kita juga penting karena dengan mendekatkan diri kita kepada Tuhan kita maka kita Insyallah dilindungi dari hal-hal buruk.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menyadarkan saya bahwa walaupun merdeka telah resmi sejak 1945 tapi tak sepenuhnya bisa dirasakan setiap WNI. Powernow menjadi dalangnya memegang naskah yang begitu terencana. Mulai dari adu domba sampai mematikan Tuhan bangsa selatan. Mungkin adu domba sedikit bisa terlaksana, tapi rencana mematikan Tuhan tak bisa sepenuhnya. Buktinya di banyak daerah orang yang masih dalam ketaatan kepada Tuhannya.

    ReplyDelete
  25. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menyadari bahwa negeri ini telah dikaruniai kekayaan yang sangat berlimpah, sumber daya manusia yang banyak dan berkualitas, tetapi masih berkutat pada selisih paham untuk berkuasa, untuk saling memusuhi, saling membohongi dan saling membodohi, karena perubahan perubahan alam pikiran manusia yang semakin cenderung pragmatis, kapitalis, liberalis utilitarian, dan hedonistis yang sebagian besar menjadi perilaku hidup saat ini. Negeri yang seperti itu gampang sekali untuk dijajah, dikuasai atau malah dihancurkan oleh manusia yang ingin menguasai seluruh dunia.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Powernow telah mengutus matadara dengan berbagai kendaraan neo-liberal dan isme-isme yang lain. Yang dapat dilakukan oleh bangsa Selatan adalah bertahan dengan filter religius nya. Walaupun keadaan sudah rusak parah tapi jangan sampai menyerah. Mendekat pada Sang Kuasa itulah caranya. Jangan gunakan Neo-neo dan isme-isme itu bila tak ingin dikendarai oleh powernow.

    ReplyDelete
  27. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membaca elegi ini membuat saya sadar bahwa sesungguhnya upaya licik dan keji yang dilancarkan oleh bangsa Powernow tengah mengintai negeri kita Indonesia. Ancaman berupa seperti budaya instan, konsumtif, hedonis membuat kita terlena pada dunia sehingga kita dapat menduakan bahkan mematikan Tuhan. Untuk itu, kita harus senantiasa waspada dan memohon pertolongan Tuhan agar tidak terpengaruh dengan keburukan-keburukan yang dilancarkan oleh Powernow.

    ReplyDelete
  28. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Globalisasi merupakan tantangan besar bagi setiap negara. Keadaan ini ditinjau oleh bangsa Indonesia yang mengikuti arus globalisasi. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Kebudayaan asing ini akan melunturkan jati diri bangsa ini bila tidak melakukan filterisasi, sehingga akan berdampak buruk terhadap kemajuan bangsa ini. Pendidikan merupakan sektor utama sebagai penyaring budaya luar yang masuk, sebab hal-hal yang mengandung nilai negatif tidaklah selalu terlihat mengerikan seperti alat persenjataan namun sebaliknya hal yang terlihat sangat indah dan bagus malah merusak suatu bangsa, misalnya smartphone dengan kecanggihannya akan berdampak negatif apabila tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat dicegah melalui pendidikan karakter dan meningkatkan spiritualitas kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  29. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Efek hedonisme yang bercirikan keserakahan, hanya akan menyeret manusia pada kepuasan semu belaka. Manusia akan terus merasa 'lapar' namun tak terpuaskan. Akibatnya logika, dan rasa m=berjalan timpang yang terus menyeret manusia pada metemorfosis kegagalan. Elegi ini mencerminkan wajah pemeritnahan Indonesia yang semakin carut marut. Pemimpin yang menganggap jabatan adalah segalanya seakan-akan seperti kacang yang lupa kulitnya. Melupakan janji-janji yang pernah mereka sampaikan saat mencalonkan diri sebagai pejabat Negara. Yang punya uang dan kuasalah yang bisa mempermainkan hukum dan dengan seenaknya mengambil hak rakyat dengan korupsi. Kepercayaan masyarakat menjadi semakin luntur tatkala banyak sekali pejabat dari tingkat rendah sampai tingkat atas melakukan kejahatan yang sama.

    ReplyDelete
  30. Menjadi Powernow dengan cara berusaha menjadi penguasa segala sendi kehidupan. Di zaman sekarang ini nilai-nilai pragmatism, kapitalism, utilitarinis, hedonism dan konsumerism semakin merajalela. Nilai-nilai agama atau sisi spiritual dipinggirkan. Karena adanya anggapan bahwa agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Metode positive atau metode saintifik dianggap dapat digunakan untuk membangun peradaban bangsa. Padahal dalam matematika kita mengenal bilangan irrasional dan itu rasional untuk dipelajari. Indonesia perlu mengembalikan lagi kekuatan nilai-nilai agama dalam pembentukan karakter para generasi muda bangsa. Kesuksesan tidak hanya sekedar materi yang diperoleh di dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk akhirat.

    ReplyDelete
  31. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    saya sependapat dengan pendapat August Compte yang mengatakan bahwa "agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". metode positive dan metode saintif dapat digunakan untuk membangun bangsa, dengan hal tersebut dapat melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir generasi penerus bangsa sehingga negara akan maju, disampung itu ada agama yang selalu ada didalam hati sebagai pondasi terhadap apa yang akan kita lakukan.

    ReplyDelete
  32. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan yang sedang dalam proses berkembang tidak ada artinya jika masih ada sifat keserakahakan pada pemerintah maupun pelaku pendidikan, harus ada keihklasan dalam setiap apa yang dilakukan sehingga proses perkembangan pendidikan terlaksana dengan harmonis.

    ReplyDelete
  33. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Ada yang menarik dari perkataan Powernow yaitu tentang Dhurkeim telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Menurut pendapat saya agama memang bukan dari langit, tapi dari hati kita masing-masing, dimanapun tempat kita berada. Agama dalam sejarah islam, selalu diwahyukan kepada nabi dan rasul oleh malaikat yang mana merupakan penghuni langit.

    ReplyDelete
  34. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari elegi diatas yang saya tangkap yaitu strategi – strategi dari powernow untuk mempengaruhi dunia selatan untuk mengikutinya dengan cara menebarkan bibit – bibit (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    saat membaca elegi ini, saya langsung menganalogikan dunia selatan dengan umat manusia, power now sebagai raja iblis, dan matadara sebagai pasukan-pasukan iblis yang bertugas menggoda manusia. iblis mempunyai cara yang ampuh untuk menghancurkan umat manusia, agar manusia tidak lagi sadar akan posisi ke.hamba.annya, yaitu dengan menyerang keyakinan manusia. manusia dirasuki oleh berbagai hedonisme, liberalisme, pragmatisme, dan lain sebagainya yang dapat menghancurkan diri manusi itu sendir dari dalam.

    ReplyDelete
  36. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Power now. Pada artikel ini dijelaskan bagaimana power now merasuki bangsa ini. Hal ini menyadarkan saya bahwa sangat mengerikan ternyata. Fenomena ini samar-samar sudah berkembang di Indonesia. Amat disayangkan karena samar-samar rakyat Indonesia tidak begitu menyadarinya. Padahal tujuan-tujuannya yaitu untuk mengacaukan bangsa ini. Berbagai macam cara dilakukan. Sebagai bangsa yang masih mempercayai agama dan memiliki budaya agar dipertahankan untuk menyeimbangkan perkembangan power now. Hal ini karena bagaimanapun power now tak mungkin dicegah. Dan tak sepenuhnya mendatangkan mudharat, meskipun tujuannya buruk. Sehingga kita sebagai bangsa yang arif alangkah baiknya mengambil sisi positifnya/manfaat agar sejajar dengan bangsa maju ynag lainnya. Namun dapat mencegah mudharat akan perpecahan bangsa ini dengan agama dan budaya. Karena itulah warisan nenek moyang kita yang hingga kini masih ada ynag tidak dimiliki oleh bangsa lain dan patut kita banggakan.

    ReplyDelete
  37. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat dan menyeluruh ke semua belahan dunia termasuk Indonesia. Teknologi yang terus berkembang cenderung akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni, dan bahkan di dunia pendidikan. Tanpa disadari, kita telah dijajah dengan adanya kemajuan teknologi tersebut. Secara tidak langsung teknologi telah masuk dan berpengaruh terhadap kehidupan kita. Bahkan dengan adanya teknologi sebagian orang terjerumus dan takluk terhadap teknologi.

    ReplyDelete
  38. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas menyebutkan bahwa “Matadara..kalau belum bisa menggunakan akal...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin, rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan.” Pernyataan tersebut mengingatkan kita mengenai realita sekarang mengenai pemimpin yang kurang bertanggung jawab, egois, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Godaan pun bermacam-macam variasi, ada yang berupa hiburan, fasilitas, jabatan, dan kesenangan duniawi lainnya. Jika tak memiliki pondasi keimanan yang kuat, maka godaan pun akan sulit ditaklukan. Hal tersebut tak hanya ditujukan pada seorang pemimpin saja, namun untuk semua masyarakat. Oleh karena itu, untuk menghadapi segala godaan dan arus globalisasi ini kita bentengi dengan keimanan yang kuat.

    ReplyDelete
  40. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. powernow ialah pemilik kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki hendaknya jangan disalah gunakan. Powernow berusaha menyebarkan paham-paham yang memecah belah dan merugikan berbagai pihak. Untuk itu sebaiknya jngan biarkan powernow menyebar kekuasaan. Pertahakan diri dengan menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren.” Matadara memberikan solusi jahat bagi anak-anak muda di dunia selatan. Segala kegelisahan akan sirna dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman keras. Itulah paham yang ditanamkan ke anak-anak muda di sana. Rusaknya anak muda, rusak juga bangsanya di masa depan.

    ReplyDelete
  42. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    “buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.” Pemimpin-pemimpin dunia selatan digoda oleh banyaknya kesempatan untuk korupsi. Mendapatkan kemewahan besar dalam waktu singkat di depan mata. Banyak yang menggoda mereka agar proyek-proyek powernow dapat berjalan dengan mudah.

    ReplyDelete
  43. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram,” Pelemahan nilai moral dan perikalu akan merusak pemikiran kaum dunia selatan. Jika moral mereka sudah lemah, penyusupan faham-faham negatif akan sangat mudah sekali disebarkan pada mereka.

    ReplyDelete
  44. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua,” Betapa menakutkan pemikiran yang ditanamkan kepada rakyat dunia selatan oleh matadara. Mereka ingin mendapatkan hal besar tapi dilakukan tanpa usaha. Hanya angan-angan. Pencapian yang mustahil didapat. Inilah yang diharapkan powernow.

    ReplyDelete
  45. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.” Powernow menjadikan dunia selatan boneka meraka. Mereka seakan-akan mengatur keinginan mereka sesuai yang mereka harapkan. Menjadikan dunia selatan sebagai budak mereka. Sungguh hal keji apa yang dilakukan powernow melalui matadara.

    ReplyDelete
  46. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri.” Ketergantungan dunia selatan terhadap apa yang diberikan oleh powernow melalui matadara sangatlah memperihatinkan. Seakan-akan dunia selatan tidak bisa hidup tanpa powernow dan matadara. Mereka harus segera sadar kalau mereka adalah negara kuat dan besar. Mereka punya segalanya.

    ReplyDelete
  47. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya.” Sungguh benar-benar keji apa yang dilakukan oleh powernow melalui matadara. Mereka membuat pemimpin-pemimpin dunia selatan arogan terhadap rakyatnya. Walaupun tidak semua pemimpin yang ada di sana seperti itu, akan tetapi jika banyak yang terpengaruh kekuatan jahat ini maka hancurlah negeri itu. Betapa mengerikannya pemerintahan akan melawan rakyatnya sendiri.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku.” Budaya-budaya di negeri powernow dipertontonkan tiap saat. Anak-anak muda di dunia selatan menganggap style mereka adalah suatu hal keren sedangkan budaya sendiri adalah hal kuno yang sangat tidak cocok pada diri anak muda-muda ini. Dunia seakan terbalik.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan mengerti kelemahanku.” Pernyataan ini sangat berbahaya. Membuat boneka-boneka yang bisa menyerang bangsa sendiri. Membuat mereka teracuni oleh propaganda-propaganda matadara di lapangan. Pikiran mereka dibuat tumpul agar tidak bisa berpikiran betapa jahatnya powernow itu.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebuah bangsa tidak bisa maju tanpa adanya generasi mudanya yang siap melanjutkan visi misi bangsanya dengan baik. Jika powernow dapat melemahkan potensi-potensi anak muda dari dunia selatan maka masa depan dunia selatan akan dikuasai oleh powernow dan matadara.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memasukkan faham-faham negatif ke dalam sebuah bangsa dengan kasat mata. Mengadu domba pemimpin, rakyat, ulama dan umarohnya. Hal-hal ini dapat menghancurkan bangsa dengan adanya perpecahan yang terjadi.

    ReplyDelete
  52. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi ini, dunia selatan yang dimaksud oleh Powernow menurut saya termasuk Indonesia. Ada banyak konspirasi bermuatan negatif ingin melemahkan kekuatan Indonesia dan menjadikan negara Indonesia terpecah belah.

    ReplyDelete
  53. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  54. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Power now memberikan berbagai kendaran kepada matadara untuk mempercepat kehancuran dunia selatan. Kendaraan-kendaraan yang dipakai antara lain (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, dan Budaya Instant.

    ReplyDelete
  55. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cara ampuh powernow merusak dunia selatan yaitu dengan melemahkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Jika ketiga hal tersebut lemah maka tidak ada lagi pegangan hidup kaum dunia selatan. Mereka akan menjadi budak oleh powernow dan matadara.

    ReplyDelete

  56. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika elegi tersebut dikondisikan seperti kondisi sekarang di Indonesia, pelemahan pola piker anak-anak muda Indonesia yang leboh mencintai budaya luar maka budaya local yang menjadi pondasi bangsa ini bisa saja terkikis dan sangat mengancam kehidupan bangsa ke depannya.

    ReplyDelete
  57. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Saya melihat gambaran keadaan bangsa Indonesia saat ini melalui elegi ini. Kaum muda sudah seperti kehilangan jati diri sebagai bangsa timur yang memiliki adab ketimuran. Kaum muda sangat bangga dengan budaya-budaya dari luar yang telihat keren dan kekinian. Jika tidak ada filter yang kuat untuk menjaring budaya-budaya tersebut, maka kekuasaan powernow di Indonesia akan masuk dengan mudah. Powernow membawa dampak negatif. Adanya kekuatan Sang Powernow tersebut telah menjadikan orang-orang bersaing sikut kanan-kiri depan-belakang untuk berlomba-lomba saling mengalahkan. Siapa yang kuat maka dialah yang akan menjadi pemenang dan berhak berkuasa menjadi pemimpin. Dengan demikian, sang pemenang tersebut dengan mudahnya menguasai dan mengendalikan yang lemah.

    ReplyDelete
  58. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Memang benar kata orang-orang bahwa perjuangan bangsa Indonesia sekarang pun lebih sulit dibandingkan dengan jaman dahulu ketika memperebutkan kemerdekaan karena pada saat ini bangsa Indonesia melawan bangsa kita sendiri.

    ReplyDelete
  59. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Diera perkembangan IPTEK ini informasi dapat dengan bebas diakses selian itu globalisasis dapat membuat budaya luar mudah masuk ke Indonesia dan akibatnya adalah Indonesia menagalami krisis karakter bangsa. Ancaman itu sebenarnya bisa dating dari mana saja, sudah sepatut nya kita was was terhadap apapun yang ada dan terjadi, tetap berpedoman pada dasar Negara dan UUD 1945 dan jangan menghilangkan karakter bangsa. Pemikiran dan kepercayaan kita untuk memperkokoh iman kita agar selamat dari ancaman ancaman yang ada, dan selalu berpegang teguh pada tuntunan agama agar tidak terlena

    ReplyDelete
  60. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Powernow yang berusaha menaklukan dunia saat ini salah satunya yaitu perkembangan teknologi. Ada beberapa manfaat atau keuntungan dari berkembangnya teknologi dilihat dari bidang informasi dan komunikasi antara lain: (1) Mempercepat dalam mendapatkan informasi yng akurat dan terbaru didunia bagian manapun. (2) Mempercepat sarana berrkomunikasi melalui handphone, (3) Mendapatkan layanan bank yang baik,dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  61. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Disamping keuntungan yang kita peroleh teryata teknologi dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif antara lain yaitu pemanfaatan jasa komunikasi oleh teroris, penyalahgunaan informasi dan situs tertentu yang terdapat di internet oleh pihak pihak tertentu, kerasian alat tes semakin terancam, contoh melalui internet bisa mengetahiu tes psikologi, dan Kecemasan teknologi sebaagai contoh yaitu kerusakan komputer karena terserang virus, menyebabkan kehilangan berbagaai file penting dalam komputer menimbulkan stres karena teknologi.

    ReplyDelete
  62. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai penghuni kebudayaan timur, sudah selayaknya untuk saling bergandeng tangan untuk menepis pengaruh dari luar yang sekiranya akan mengikis kepribadian luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Rasa syukur atas berkat karunia untuk memiliki kearifan timur patut dijunjung tinggi, sekaligus sebagai salah satu langkah untuk tetap melestarikan dan membudayakan kearifan lokal yang kita miliki.

    ReplyDelete
  63. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Membaca Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukkan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan membuat hati saya miris. Di awal elegi, saya belum memahami maksudnya, tetapi ketika telah separuh berjalan, saya seperti mengenali obyek yang menjadi bahan percakapan powernow dan matadara. Hal yang diperbincangkan oleh powernow kepada matadara seperti menanamkan budaya mereka, membuat masyarakat menjadi hedonisme, membuat bodoh melalui minuman keras dan narkoba, bahkan membunuh Tuhan dengan cara menghilangkan nilai spiritual, saya seperti merasa bahwa yang dimaksud oleh powernow adalah negara saya tercinta, Indonesia. Yang diserang oleh matadara seperti titah powernow adalah negara-negara seperti Indonesia, dan yang dititahkan oleh powernow telah terjadi, sekarang ini masyarakat Indonesia telah melupakan budayanya sendiri dan mencintai budaya luar, tergoda oleh narkoba, bersifat hedonisme, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  64. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukkan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan di atas, seharusnya kita sadar bahwa kita sedang dihancurkan secara perlahan. Maka dari itu, kita seharusnya bangkit, dengan membaca elegi tersebut, kita dapat mengetahui dimana saja titik yang akan dihancurkan, dan hindarilah titik tersebut, hindarilah yang bisa kita hindari, seperti jangan terlalu mencintai budaya luar, cintailah budaya sendiri; jika kita bersekolah di luar negeri, kembalilah ke Indonesia dan majukan Indonesia bukan memajukan negara tempat dimana kita bersekolah; hindarilah sifat hedonisme; hindarilah minuman keras dan narkoba; dan yang terpenting tetaplah berpegang teguh pada Tuhan agar kita tidak mudah terpengaruh hal-hal yang buruk.

    ReplyDelete
  65. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Indonesia digambarkan begitu jelas dan benar sesuai dengan elegi di atas. Hidup dalam kemewahan, hidup dalam ketergantungan, hidup dalam kemalasan, hidup dalam diri yang tidak berkarakter, yang selama hidup kita tidak menyadarinya. Oleh karena itu, kita harus menuntut ilmu setinggi mungkin dan menggunakan ilmu tersebut untuk membangun dan memajukan bangsa Indonesia yang berkarakter sehingga tidak selalu menjadi objek powernow.

    ReplyDelete
  66. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk melemahkan musuh dengan efektif adalah dengan memecah pemikiran pandangan, dan filsafat mereka.

    ReplyDelete
  67. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Penggerogotan nilai spiritual dapat dilakukan dengan hal-hal yang menjadi kebiasaan kita yang seolah-olah merupakan kemudahan zaman.

    ReplyDelete
  68. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Ketergantungan terhadap Internasional, kecintaan terhadap dunia barat, menjadikan barat sebagai kiblat dunia merupakan tanda akan hancurnya nilai-nilai luhur kita.

    ReplyDelete
  69. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Budaya instan kini telah menjadi dambaan kebanyakan manusia. Ingin cepat kaya tanpa berusaha akibatnya korupsi, ingin cepat dapat nilai bagus akibatnya mencontek, ingin cepat jadi penguasa akibatnya suap.


    ReplyDelete
  70. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dengan tidak sadar, kita telah berada dalam lingkaran kemunafikan orang-orang yang akan menghancurkan dunia selatan.

    ReplyDelete
  71. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Hedonisme telah merambah di kalangan masyarakat, budaya hedonisme seakan telah menjadi maklum untuk masyarakat modern.

    ReplyDelete
  72. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sayangnya, budaya yang telah membelenggu masyarakat tidak disadari dan telah menjadi kebiasaan yang sangat bisa diterima. Bahkan kita menjadi asing terhadap budaya asli kita.

    ReplyDelete
  73. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Masyarakat telah dirusak dengan mminuman keras dan obat-obatan terlarang. Pemikiran telah dimabukkan dengan kesenangan sesaat yang menghancurkan hidup.

    ReplyDelete
  74. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sedikit demi sedikit pemikiran kita tercuci dengan paham saintifik yang segala sesuatu diukur dengan nalar dan ilmiah. Sehingga seakan-akan tuhan dan agama bersifat tidak ada.

    ReplyDelete
  75. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Menjauhnya nilai-nilai agama dari kehidupan, jelas akan merusak semua norma dan nilai dalam tatanan masyarakat, semua menjadi sangat bebas tanpa aturan.

    ReplyDelete
  76. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Manusia menjadi seperti dewa dengan tanpa aturan agama, mereka bertidak sesuai keinginan dan berkarya tanpa spiritualitas sehingga jauh dari nilai moral dan kesopanan.

    ReplyDelete
  77. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kapitalisme telah masuk dan mempengauhi pola pikir masyarakat, maraknya tawuran merupakan akibat dari nilai kapitalis yang terus tumbuh berkembang di Indonesia. Tidak ada kawan, yang menjadi ukuran adalah ego kita.

    ReplyDelete
  78. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Jika Tuhan telah hilang dari hati, maka pemikiran hanya akan tersentral pada tujuan pribadi tanpa mempertimbangkan siapapun disekitar. Maka muncul pemimpin-pemimpin keji tanpa nurani yag akan merusak negara.

    ReplyDelete
  79. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kewaspadaan kita tengah diuji, budaya negatif telah menjadi lumrah di mata masyaakat. Maka bentengi diri dengan pedoman hidup dan nilai spiritualitas yang kokoh.

    ReplyDelete
  80. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk membentengi diri dari pengaruh budaya tersebut, maka kita harus meneguhkan Iman dan memiliki pedoman hidup yang kuat sehingga nilai-nilai kita tidak mudah goyah dengan budaya yang nampak modern.

    ReplyDelete
  81. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terimakasih Prof. Marsigit atas ilmu yang telah diberikan, membukakan mata saya mengenai cara dan strategi meruntuhkan penguasa dengan membunuh Tuhan dari hati.

    ReplyDelete
  82. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sangat mudah meruntuhkan penguasa dengan pola pikir dan melunturkan nilai-nilai spiritualitas yang sudah dibangun.

    ReplyDelete
  83. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semua tulisan beliau sudah terjadi semua di negara kita dari bawah sampai atas sudah terkena dampaknya. Hanya belum secara keseluruhan, tinggal menunggu waktu. Itu semua tergantung kita bagaimana cara menghadapinya. Satu hal pasti yang harus kita lakukan adalah selalu berpedoman penuh kepada Al-Qur’an dan Al Hadist. Ideologi, karakter bangsa akan hilang ditelan penjajahan tanpa muslihat dari barat/zionis jika meinggalkan dua perkara tersebut.

    ReplyDelete
  84. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Sang Matadara berusaha menaklukan local dunia selatan menyadarakan saya bahwa didunia kita yang sudah mengalami begitu banyak perkembangan baik dari segi pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi dan segi-segi lainnya menyebabkan banyaknya kerusahan moral baik dari generasi nuda maupun para pejabat rakyat yang berdalih melindungi rakyat dari kesengsaraan akan tetapi menambah kesengsaraan rakyat. Penguasa yang sudah berkuasa ingin terus menggapai kekuasaan yang lebih demi memuaskan hawa nafsu mereka. Begitulah yang terjadi di negara tercinta ini, kebudyaan yang seperti itu sudah menjadi turun tememurun terlepas dari pengaruh kebudayaan barat yang sebenarnya memiliki peran besar dalam hal itu.

    ReplyDelete
  85. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Elegi yang membuat saya terhenyak. Suatu penjajahan yang tak disadari oleh bangsa kita. Kita merasa merdeka karena kini pemerintahan kita telah terbebas dari kemiskinan. Namun yang terjadi kini adalah yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya. kita merasa merdeka karena kecanggihan teknologi, padahal teknologi lah yang menjajah kita. Kita merasa merdeka karena kini hidup semakin mudah karena terfasilitasi dalam segala hal. Namun hal itu membuat kita tak mau berusaha, malas bekerja dan terjebak dalam hedonisme. Semoga kita semua tersadarkan.

    ReplyDelete
  86. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, turut mengiringi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Jaman yang semakin canggih namun perkembangan teknologi tidak dibarengi dengan budaya-budaya asing positif yang masuk. Budaya asing masuk ke negeri kita secara bebas tanpa ada filterisasi.

    ReplyDelete
  87. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Indonesia. Masyarakat Indonesia sekarang ini seakan tidak menghiraukan lagi norma-norma yang ditetapkan. Terbukti dengan banyaknya penyimpangan prilaku yang dilakukan oleh banyak orang, seperti perbuatan korupsi, mencuri, menistakan agama, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  88. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini dapat dijadikan cerminan saat ini bangsa Indonesia sudah ada do posisi mana dalam kaitannya berhadapan dengan powernow. Kita harus tetap menjadi bangsa selatan yang tetap berlandaskan religiusitas. Kita harus tetap meneladani warisan leluhur yang arif dan meninggalkan segala keburukan isme-isme dan neo-isme yang disebutkan di atas. Untuk menjadi bangsa yang sesuai dengan fitrahnya

    ReplyDelete
  89. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas sangat menarik untuk dibaca. Dari percakapan antara powernow dan matadara, tergambar kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Hal-hal yang diberitahukan oleh powernow merupakan tantangan di era globalisasi saat ini yang semestinya harus dapat dihadapi oleh bangsa Indonesia. Banyak pengaruh negatif dari masuknya era globalisasi yanh tidak sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus selalu berpegang teguh pada Pancasila, UUD, dan Bhineka Tunggal Ika agar tidak terjerumus pada tantangan era global tersbut.

    ReplyDelete