Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

34 comments:

  1. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apa yang dituliskan di atas merupakan gambaran keadaan yang sebenar-benarnya sedang kita hadapi, namun banyak orang yang tidak menyadari keadaan yang demikian. Hal tersebut dikarenakan orang-orang terlena pada gaya hidup yang kebarat-baratan, budaya hidup instan praktis hingga gaya hidup hedon. Hedonisme merupakan pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan yang sebanyak-banyaknya dan sedapat mungkin menghindari perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Maka bagaimana kita menyikapinya? Hidup di era globalisasi ini haruslah bijaksana dalam menyikapi segala macam pengaruh yang berasal dari luar. Jangan sampai budaya seperti itu merusak jati diri kita. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memperkokoh dimensi spiritual kita agar terhindar dari pengaruh negatif kehidupan hedonisme.

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Terima kasih pak, elegi yang sangat mencerahkan. Saya memiliki imajinasi dunia sebagai tempat tinggal manusia yang saling membangun untuk kepentingan seluruh umat manusia. Bukan justru saling menjatuhkan satu sama lain. Sejarah mencatat Indonesia dibangun atas dasar kolektifitas seluruh bangsa di dunia tanpa memandang kulit, etnis dan agama, semua berdiri atas ideologi yang sama yaitu membebaskan manusia dari segala penindasan. Saya membayangkan apabila manusia tidak terbatas untuk menolong sesame manusia, garis-garis imajiner batas runtuh. Semoga dunia tetap dalam keaadan damai.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Banyak tipu daya dibalik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para pemegang IPTEK tidak semata menciptakan sesuatu untuk mempermudah. Kita haruslah menjadi masyarakat yang kritis. Jangan hanya menerima tanpa men-filter. Diperlukan modal kesadaran dan pegangan yang kuat, baik pegangan berupa jati diri bangsa yang kokoh maupun spritual yang dalam agar tidak termakan umpan dan menjadi korban dari perkembangan IPTEK.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Kekurangan bangsa ini sebenarnya bukan bangsa lain yang menjajah kita namun bangsa kita sendirilah yang telah menjajah bangsanya sendiri. Kebodohan, Kemalasan, Kemunafikan, keserakahan, ingin berkuasa, itulah yang menjajah bangsa kita saat ini. Kita saling menjajah, tidak ada lagi saudara yang ada hanyalahlah kepentingan semata. persaudaraan antar sesama tidak lagi dipandang sebagai suatu yang penting untuk mensejahterakan antar sesama, para penguasa sudah merasakan kenikmatan ketamakannya sebagai penguasa bangsa.

    ReplyDelete
  5. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dunia selatan yang dimaksud dalam cerita diatas adalah Indonesia. Dalam perkembangannya Indonesia mulai kehilangan identitas dirinya karena pengaruh dari dunia barat. Teknologi yang semakin maju membuat informasi semakin mudah diakses, berita-berita bohong atau biasa disebut "Hoax" juga semakin menyebar luar luas tanpa bisa dibendung. Satu-satunya jalan untuk menghindarkan diri dari pengaruh dunia barat adalah semakin meningkatkan spiritual kita sebagai filter dalam mencerna informasi-informasi yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menurut pemahaman saya, elegi ini sedang menggambarkan suatu bentuk penjajahan modern yang sangat halus sekaligus mengerikan yang terjadi di Indonesia saat ini. Penjajahan itu tidak memakai serangan militer, perang senjata dan sejenisnya tetapi melalui sarana dan budaya. Dan sebagian besar metode itu ampuh menyerang para generasi muda bangsa. Lewat makanan (food) seperti fast food, dari cara berpakaian (fashion) anak-anak remaja jaman sekarang yang sedikit-banyak terpengaruh oleh bangsa asing, kemudian dari segi hiburan seperti film, video, dsb yang sayangnya tidak sesuai dan berdampak pada kenakalan remaja, seks bebas, dsb. Bentuk penjajahan modern lainnya masih sangat banyak, namun hebatnya penjajahan ini adalah ia sangat halus dan sulit dipahami karena berkedok hal-hal yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  7. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sebelum kemerdekaan, bangsa kita berjuang lepas dari jajahan yang berupa serangan fisik nyata dan saat ini sesungguhnya bangsa kita sedang dijajah oleh sesuatu yang sebenarnya tidak kasat mata. Saat ini bangsa kita lebih mementingkan kehidupan duniawi, kita sedang dijajah oleh kesenangan dunia. Serangan-serangan yang datang menggoda dan menjadikan kita berperilaku hedonisme dan neohedonisme, masyarakat sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Kita harus membentengi diri dengan tetap memegang teguh ajaran-ajaran agama dan bijaksana dalam menyikapi perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  8. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam hidup ini ternyata banyak ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang ada di lingkup pendidikan. Faktornya tidak hanya dari pendidikan saja tetapi juga berasal dari bidang-bidang lain. Karena semua dapat dikatakan dari pengaruh dari globalisasi atau gaya hidup barat. Seharusnya kita boleh mengikuti arus globalisasi tetapi kita harus bisa menyaring dan memilih mana yang baik dan buruk agar tetap dalam naungan norma yang berlaku. Karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin bertambah pula persoalan-persoalan yang ada di negara ini. Sehingga harus benar-benar pintar memanfaatkan teknologi dan memaksimalkan penggunaan teknologi dengan cara yang positif tanpa merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Powernow telah mengelabuhi negara-negara lain, salah satunya Indonesia, agar menjadi bawahannya, kekuasaannya. Powernow tidak berusaha menjajah melalui perang namun menyerang dengan peralihan budaya, balas budi dan ketergantungan, sehingga perlahan-lahan tanpa disadari kita menjadi budak powernow, kebudayaan bangsa mulai luntur, terjadi kapitalisme di mana-mana, bahkan spiritualisme mulai menguap. Kekacauan yang ditimbulkan tidak kalah besarnya engan kekacauan saat perang, bahkan mungkin lebih, karena kita tidak menyadari bahwa sejatinya kita sedang dijajah. Elegi ini dapat kita jadikan tombak untuk menyadarkan diri kita dan berusaha mempertahankan diri kita dari kekuatan powernow

    ReplyDelete
  10. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    seperti pada artikel diatas banyak menjelaskan tentang bagaimana sebuah proses, apa yang menjadi kekuatan adalah rasa ingin menjadi yang lebih baik
    terimakasih pak untuk olah rasa pada artikel diatas

    ReplyDelete
  11. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    “Astaghfirullah hal adzim”, ternyata begitu sungguh mengerikannya kekuatan sang power now. Power now tidak menyerang kita secara fisik/nyata namun secara kasat mata melalui pemikiran. Sadar atau tidak sadar mungkin kita sudah terjebak dalam siasat sang power now itu, setiap hari, setiap saat kita diserang oleh pemikiran, budayanya sang power now sehingga seperti kutipan dalam elegi di atas manusia menjadi seperti “belalang”, belalang yang hanya menerima makanan apa saja yang diberikan. Walau zaman semakin berkembang, namun kita tidak boleh melupakan budaya kita sendiri, tidak melupakan batas agama, norma, adat istiadat, dan etika, karena itulah yang dapat menjadi benteng kita dalam memerangi sang power now. sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  12. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Elegi di atas seperti menggambarkan masih ada penjajah-penjajah diluar sana yang ingin menghancurkan negeri ini. Jika dulu penjajah datang membawa senjata, maka sekarang penjajah datang tidak lagi dengan senjata tajam, tapi sedikit demi sedikit menggerus pemikiran positif generasi muda, mengubah gaya hidup, dan alat yang melebihi senjata jika salah menggunakannya yaitu gadget.

    ReplyDelete
  13. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Perkembangan dan kemajuan teknologi dan pasar di era sekarang tidak lantas membuat kita meninggalkan itu semua. Dengan kemajuan teknologi, kita gerakkan generasi muda untuk berinovasi, kreatif dan yang paling penting beragama. Karena dengan membangun spiritual generasi muda mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Tidak hanya itu, pemerintah juga seharusnya mendukung penuh pasar-pasar lokal, karna di era sekarang banyak generasi muda yang berbondong-bondong ingin menjadi wirausaha yang kreatif. Saya yakin semakin tinggi kualitas produk lokal hasil generasi muda Indonesia, maka dapat mengurangi pengaruh buruk yang dibawa oleh produk asing.

    ReplyDelete
  14. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Waaah postingan lain yang sangat menarik bagi saya. Bahkan membacanya di pagi buta pun membuat saya tetap semangat. Banyak hal yang saya pelajari dan bisa saya refleksikan dari sini.
    "Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri."
    Ini banyak saya temukan. Anak-anak yang menyebut dirinya kids jaman now sudah mulai menunjukkan gejalanya. Lebih suka menonton tayangan luar negeri,lebih suka memakai bahasa asing dalam komunikasi, lebih suka gaya pakaian kebarat-baratan, gaya hidupnya tak tahu adat dan tak punya sopan santun. Eh eh eh waduh, kok saya jadi menemukan diri saya juga di sana. Tapi tak seekstrim itu. Tapi memang konsumsi bahasa asing dan tontonan asing lebih mendominasi kehidupan sekarang. Itulah yang membuat kita lebih suka budaya luar. Berarti kata-kata "mulai dari diri sendiri" itu benar-benar harus mulai diterapkan. Karena kalau tidak, akan habis budaya bangsa ini.. baiklah saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menghidupi diri dengan kecintaan akan budaya sendiri.

    ReplyDelete
  15. Seram juga saya membaca pendapat-pendapat para ahli. Apakah yang membuat mereka dapat berpikir demikian? Wah yang seram lagi bawa-bawa metode saintifik. Inilah yang harus dicermati bersama, ketika ingin menerapkan sesuatu hal haruslah kita tau apa yang menjadi dasar hal tersebut. Pantas saja pernah ada wacana penghapusan pembelajaran agama dalam kurikulum 2013. Wah semakin seram ga tuh? Semakin gawat untuk anak-anak kita. Tv dan internet saja isinya sudah tak karuan, apa yang terjadi kalau mereka tak punya dasar yang kuat dalam agama. Di tambah orangtua jaman now yang sibuk mencari uang daripada memperhatikan anak. Di mana anak itu belajar ilmu agama dam hal-hal mendasar seperti sopan santun selain di sekolah dan tempat ibadah.. mari mulai dari kesadaran diri sendiri, ajari anak-anak kita dasar agama yang kuat, apapun agamamu.. tapi tetap ajarkan pula toleransi.. wah suatu pelajaran untuk saya mendidik nanti..

    ReplyDelete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Elegi ini membuat saya tercengang. Ternyata pemikiran negara barat sangatlah sistematik untuk menghancurkan negara selatan. Seharusnya, kita menyadari akan adanya penyusupan budaya yang akan banyak merugikan kita. Akan tetapi, kita seolah malah terlena dengan adanya budaya-budaya dan teknologi modern yang masuk di negara kita. Padahal, melalui budaya dan teknologi itulah negara barat secara perlahan tapi pasti ingin menghancurkan negara kita

    ReplyDelete
  17. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kita sebagai seorang yang beragama, tidak boleh dengan mudahnya percaya dengan teori-teori yang diciptakan oleh para tokoh negara barat yang mengatakan bahwa sesungguhnya tuhan itu tidak ada. Kita harus tetap memegang teguh agama yang telah kita anut agar senantiasa terhindar dari pengaruh buruk dunia barat. Memang perusakan moral ini belum terlihat dengan jelas, akan tetapi kita sudah dapat merasakan perubahannya walaupun belum terlalu signifikan.
    Pengaruh buruk akibat dari ulah negara barat sudah mulai terlihat di negara kita. Para pemimpin saling melakukan perlawanan , saling menjatuhkan, dan melupakan tugas pokok mereka untuk membela rakyatnya. Akan tetapi, mereka tidak menyadarinya. Pemimpin kita bagaikan boneka, yang dengan mudahnya dipermainkan dan dibuat terlena dengan adanya teknologi modern. Teknologi-teknologi tersebut bukannya membuat negara semakin maju, tetapi justru membuat negara kita semakin terpuruk.

    ReplyDelete
  18. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Dari artikel diatas kita dapat mengateahui bahwa ternyata banyak ancaman, hambatan dan juga tantangan yang ada pada ruang lingkup pendidikan. Namun faktor tersebut bukan hanya datang dari bidang pendidikan saja, tetapi juga dari bidang lain, seperti ekonomi, budaya dan juga politik serta hukum. Dengan sasaran melemahkan pendidikan, seluruh aspek digunakan. Dari hal terssebut yang menjadi fokus kita ialah membangun karakter dan budaya belajar yang baik.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Power now sudah hampir menguasai bangsa kita, dengan paham-paham (neo) Kapitalisme, (neo) Liberalisme, (neo) Hedonisme, (neo) Pragmatisme, (neo) Utilitarianisme, (neo) Materialisme, (neo) Positivisme, dan budaya instan membuat para pemimpin, para pemuda, para pelajar dan hampir semua orang kehilangan jati dirinya sebagai Bangsa yang mengedepankan Pancasila. Para pemimpin yang hanya memikirkan kekuasaan, para pelajar yang hanya mengejar nilai, para pemuda yang hanya mementingkan kesenangan belaka, hal ini merupakan akibat dari datangnya power now. Kita sebagai generasi penerus diharapkan untuk segera bangkit dari dampak negative power now.

    ReplyDelete
  20. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Cerita dalam elegi ini adalah tentang bagaimana untuk menghancurkan ideologi sebuah negara dari segala sisi mulai dari spiritual, moral, pendidikan, teknologi dan masih banyak sisi lainnya. Maka agar negara kita dapat terecgah dari sebuah penjajagan, kita harus mempertahakan nilai moral-moral yang diajarkan agama, ideologi pancasila serta para leluhur. Dalam konteks pendidikan kita juga harus membuang jauh-jauh budaya instant yang hanya menginginkan hasil akhir bukan dari proses untuk mencapai sebuah hasil tersebut.

    ReplyDelete
  21. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pada elegi matadara menaklukkan dunia ini mengajarkan kepada kita bahwa betapa dunia ini sedang ingin dikuasai oleh power. Dimana matadara sebagai objek untuk mengubah pola pikir bangsa dengan menjadikan dirinya sebagai raja. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Prof Marsigit bahwa negara poer now merupakan perwujudan negara Amerika Serikat yang ingin menguasai dunia. Dengan teknologi, dengan isu dan dengan bom nuklirnya.

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya, apa yang dipandang oleh orang lain mengenai ciri khas dari orang dunia selatan adalah sikap sopan santun dan jujur dalam melakukan sesuatu. Hal ini yang menjadi nilai plus dari orang-orang dunia selatan yang sering legowo menerima perlakuan yang diberikan oleh dunia yang lainnya. Hal ini memang baik, namun juga memberikan sedikit dampak buruk bagi orang-orang dunia selatan sendiri, mereka akan tertinggal perkembangan jika mereka tidak melek akan apa yang dilakukan oleh orang-orang dunia lainnya
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    penjajahan yang dilakukan pada jaman ini bukanlah perang bunuh-membunuh, tetapi penjajahan jaman sekarang ini lebih berbahaya karena masuk secara halus tanpa disadari oleh negara yang terjajah. mereka menjajah dengan gampangnya, dengan memasukkan budaya-budaya mereka sehingga kita lupa dengan budaya kita sendiri, dan lucunya lagi yang dijajah dengan senang hati menerima jajahan tersebut.

    ReplyDelete
  24. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Elegi ini dapat dijadikan bahan instropeksi, bagaimana kita lebih condong menganut ideologi-ideologi yang mungkin bertentangan dengan ideologi bangsa kita. Bagaimana kemajuan jaman membuat pemikiran kita justru menjadi semakin mundur. Kesukaan akan hal yang bersifat instan menjadikan pemikiran kita justru kepada hal yang dapat merugikan. Bagaimana spiritualitas kita semakin lama semakin menurun. Menjadi sosok yange menegang teguh pendirian, diharapkan mampu kita lakukan.

    ReplyDelete
  25. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Adapun hal yang menarik bagi saya yaitu istilah dunia selatan, dalam elegi diatas. Dubia selatan yang digambarkan memiliki ciri-ciri yang sama persis dengan negara tercinta ini. Dimana tawuran masih sering terjadi, paham radikal mulai merajalela, serta manusia mulai berperang dengan saudaranya sendiri. Elegi ini sebenarnya adalah teguran kepada kita khususnya saya, untuk melihat dalam diri apakah kita termasuk golongan yang demikian?.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  26. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. powernow ialah pemilik kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki hendaknya jangan disalah gunakan. Powernow berusaha menyebarkan paham-paham yang memecah belah dan merugikan berbagai pihak. Untuk itu sebaiknya jngan biarkan powernow menyebar kekuasaan. Pertahakan diri dengan menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Adanya lobalisasi membuat pengaruh dan budaya dari luar negri dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang tidak sesuai dengan budaya asli Indonesia dapat menggerogoti pada manusia di era modern ini. Tetap menjunjung tinggi karakter dan budaya Indonesia dengan tetap istiqomah dan berpegang pada ajaran agama kita.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Setelah membaca elegi diatas, saya pikir bahwa negeri selatan adalah Indonesia. Memang, saat ini kondisi di Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Saat ini kita tengah dijajah tanpa kita menyadarinya. Kita dijajah secara budaya, pendidikan, gaya hidup, ideologi dan masih banyak lagi. Tapi, kita tidak menyadari itu dan terbawa arus globalisasi. Semoga dengan pendidikan karakter kita bisa menjaga budaya dan karakter lokal bangsa kita.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017


    Elegi yang menarik. Power Now yang berusaha menguasai negara-negara dengan berbagai cara. Bukan dengan cara kekerasan melainkan menghancurkan dari dalam, dari orang-orangnya, dari pemimpin-pemimpinnya, bahkan dari kebiasaan dan pikiran masyarakatnya. Hal ini sudah terjadi di negara kita sendiri, Indonesia, power now telah merubah kita semua menjadi ketergantungan dengan teknologi atau "cupu manik" bahkan idola dan budaya pun mengarah ke negara-negara power now.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak masyarakat yang malu dengan apa yang dimiliki bangsanya sendiri.
      Jangan kita biarkan power now ini menghancurkan kita, apalagi sampai membunuh tuhan kita.

      Delete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Elegi tersebut mengingatkan kita mengenai realita sekarang mengenai pemimpin yang kurang bertanggung jawab, egois, dan lain sebagainya. Godaan pun bermacam-macam variasi, ada yang berupa hiburan, fasilitas, jabatan, dan kesenangan duniawi lainnya. Jika tak memiliki pondasi keimanan yang kuat, maka godaan pun akan sulit ditaklukan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Membaca elegi ini membuat saya semakin tahu bahwa pengaruh barat dalam merusak peradaban Selatan sangat besar. Dunia barat yang terkenal akan kemajuan teknologi dan berusaha mengasingkan keberadaan Tuhan ingin agar dunia timur yang menganggap bahwa Tuhan itu esa dan kita berkewajiban beribadah menjadi seperti barat. Rakyat menjadi seorang yang hedon, kapital dll. Sebagai rakyat apa bila kita ingin tetep berada pada koridor berketuhanan yang maha esa dengan tenang dan damai langkah yang pling tepat adalah pada pemilu. Buanglah politik praktis yang menjanjikan kesenangan sementara namun membawa derita di belakang nya. Pilihlah pemimpin yang memperjuangkan agama Islam dan mengakan keadilan. Tidak seperti saat ini, keadaan yang saya rasakan sungguh mengkhawatirkan. Indonesia sungguh sangat diberi cobaan yang berat, kita sebagai umat mayoritas harus berani mengambil sikap yang kita anggap benar lawan ketidakadilan.

    ReplyDelete
  32. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Berbagai tipu muslihat digunakan banga barat untuk menguasai dunia selatan. Hal itu dimulai dengan merubah cara hidup dunia selatan sesuai dengan gaya hidup bangsa barat. Bukan hanya gaya hidup, pememimpin dunia selatanpun secara langsung maupun tidak langsung merka dikendalikan oleh orang barat. Sehingga secara perlahan bangsa barat akan menguasai dunia selatan. Oleh karena itu, agar bangsa ini tidak terjerat oleh bangsa barat maka kita sebagai generasi mudah harus lebih berhati-hati dengan pengaruh barat dan selalu berikhtiar berinovasi serta menguatkan spiritualisme dan nasionalisme. Terimakasih

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ada banyak cari bagi penguasa dalam demi memenuhi keinginannya dalam menguasai. Seperti halnya Powernow yang begitu berambisi menguasai negara selatan. Ia melakukan berbagai cara yang memang dirasa sangat "efektif" dalam rangka menguasai negara selatan dengan merusak hal-hal fundamental yang dimiliki negara selatan. Seperti spiritualitas yang kian hari semakin tergerus, padahal spiritualitas merupakan hal penting sebagai pegangan dalam menjalani hidup sebagaimana mestinya. Kemajuan teknologi yang semestinya dijadikan sebagai sarana menuju era yang mempermudah urusan manusia malah menjadi bumerang yang justru memperbudak manusia dengan segala keistimewaanya. Hal penting yang dirasa perlu dalam mengahadapi Powernow ada ditangan para pemimpin negara yang semestinya dapat melindungi negara dan segenap warganya dari radiasi Powernow, bukan malah justru jatuh kejebakan Powernow.

    ReplyDelete