Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

148 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini, kita harus selalu memfilter semua budaya dari negara lain yang masuk dalam budaya atau tradisi kita. Powernow yang sangat berkuasa dan memahami semuanya dari dunia ini yang ingin menakhlukkan raja-raja dan matadara yang terkagum-kagum dengan kepintaran dan keluasan pengetahuan yang dimiliki oleh powernow. Dan yang terjadi saat ini dalam kehidupan kita yaitu disorientasi moral, sosial, politik, pendidikan, dan spritual yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh manusia dan karena ulahnya. Manusia banyak yang memilih cara-cara instan untuk dapat mencapai tujuan hidupnya tanpa adanya keinginan untuk mendalaminya.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Segala usaha dalam membangun bangsa dan Negara ini ialah dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini menjadi dasar utama untuk membentengi pengaruh yang tidak baik yang terjadi diluar sana. Sehingga marilah untuk bersungguh- sungguh menyeimbangkan emosional dan spiritual agar mendapatkan ridhaNya.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Awalnya saya membaca Matadara sebagai Madara. Seketika saya teringat dengan salah satu karakter dalam kartun Naruto buatan orang jepang. Madara ini berniat untuk menguasai dunia dan mengendalikannya dibawah hipnotis yang dikendalikan olehnya. Segala upaya dan perdaya yang dilakukannya untuk mewujudkan dunia yang dikendalikan tersebut. Mirip dengan kisah yang ada dalam elegi bapak ini. Namun bedanya dalam elegi bapak, Matadara adalah seorang suruhan saja. Memang secara tidak sadar banyak upaya-upaya negara luar dengan beasiswa contohnya dengan membawa misi tertentu. Namun tentunya kita tetap bisa membentengi diri agar tetap memiliki karakter Indonesia dengan cara mengenali karakter diri dan karakter bangsa. Ingat saja bagaimana bangsa ini memerangi penjajahan dahulu. Bagaimana kuat semangat dan karakternya sehingga membuat negara luar kagum. Kita harus menjaga identitas tersebut.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Elegi ini sangat bagus dijadikan renungan bagi Negara Indonesia yang sudah mulai atau bahkan sudah seperti elegi di atas. Sifat serakah para pemimpin seharusnya dikurangi karena biar bagaimanapun warga negara juga memiliki haknya.

    ReplyDelete
  5. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini jika diimplementasikan dikehidupan masyarakat saat ini memang sebagian sudah terjadi dimasyarakat. Pengaruh budaya luar sangat kuat memperngaruhi kehidupan masyarakat saat ini. Sifat hedonisme sudah menyerang terutama remaja atau bisa disebut sebagai penerus bangsa. Hal-hal negatif didalam elegi tersebut dapat diatasi dengan cara kita lebih mencintai budaya sendiri dan tidak melupakan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Selain itu mendekatkan diri kepada Tuhan kita juga penting karena dengan mendekatkan diri kita kepada Tuhan kita maka kita Insyallah dilindungi dari hal-hal buruk.

    ReplyDelete
  6. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menyadarkan saya bahwa walaupun merdeka telah resmi sejak 1945 tapi tak sepenuhnya bisa dirasakan setiap WNI. Powernow menjadi dalangnya memegang naskah yang begitu terencana. Mulai dari adu domba sampai mematikan Tuhan bangsa selatan. Mungkin adu domba sedikit bisa terlaksana, tapi rencana mematikan Tuhan tak bisa sepenuhnya. Buktinya di banyak daerah orang yang masih dalam ketaatan kepada Tuhannya.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menyadari bahwa negeri ini telah dikaruniai kekayaan yang sangat berlimpah, sumber daya manusia yang banyak dan berkualitas, tetapi masih berkutat pada selisih paham untuk berkuasa, untuk saling memusuhi, saling membohongi dan saling membodohi, karena perubahan perubahan alam pikiran manusia yang semakin cenderung pragmatis, kapitalis, liberalis utilitarian, dan hedonistis yang sebagian besar menjadi perilaku hidup saat ini. Negeri yang seperti itu gampang sekali untuk dijajah, dikuasai atau malah dihancurkan oleh manusia yang ingin menguasai seluruh dunia.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Powernow telah mengutus matadara dengan berbagai kendaraan neo-liberal dan isme-isme yang lain. Yang dapat dilakukan oleh bangsa Selatan adalah bertahan dengan filter religius nya. Walaupun keadaan sudah rusak parah tapi jangan sampai menyerah. Mendekat pada Sang Kuasa itulah caranya. Jangan gunakan Neo-neo dan isme-isme itu bila tak ingin dikendarai oleh powernow.

    ReplyDelete
  9. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membaca elegi ini membuat saya sadar bahwa sesungguhnya upaya licik dan keji yang dilancarkan oleh bangsa Powernow tengah mengintai negeri kita Indonesia. Ancaman berupa seperti budaya instan, konsumtif, hedonis membuat kita terlena pada dunia sehingga kita dapat menduakan bahkan mematikan Tuhan. Untuk itu, kita harus senantiasa waspada dan memohon pertolongan Tuhan agar tidak terpengaruh dengan keburukan-keburukan yang dilancarkan oleh Powernow.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Globalisasi merupakan tantangan besar bagi setiap negara. Keadaan ini ditinjau oleh bangsa Indonesia yang mengikuti arus globalisasi. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Kebudayaan asing ini akan melunturkan jati diri bangsa ini bila tidak melakukan filterisasi, sehingga akan berdampak buruk terhadap kemajuan bangsa ini. Pendidikan merupakan sektor utama sebagai penyaring budaya luar yang masuk, sebab hal-hal yang mengandung nilai negatif tidaklah selalu terlihat mengerikan seperti alat persenjataan namun sebaliknya hal yang terlihat sangat indah dan bagus malah merusak suatu bangsa, misalnya smartphone dengan kecanggihannya akan berdampak negatif apabila tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat dicegah melalui pendidikan karakter dan meningkatkan spiritualitas kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Efek hedonisme yang bercirikan keserakahan, hanya akan menyeret manusia pada kepuasan semu belaka. Manusia akan terus merasa 'lapar' namun tak terpuaskan. Akibatnya logika, dan rasa m=berjalan timpang yang terus menyeret manusia pada metemorfosis kegagalan. Elegi ini mencerminkan wajah pemeritnahan Indonesia yang semakin carut marut. Pemimpin yang menganggap jabatan adalah segalanya seakan-akan seperti kacang yang lupa kulitnya. Melupakan janji-janji yang pernah mereka sampaikan saat mencalonkan diri sebagai pejabat Negara. Yang punya uang dan kuasalah yang bisa mempermainkan hukum dan dengan seenaknya mengambil hak rakyat dengan korupsi. Kepercayaan masyarakat menjadi semakin luntur tatkala banyak sekali pejabat dari tingkat rendah sampai tingkat atas melakukan kejahatan yang sama.

    ReplyDelete
  12. Menjadi Powernow dengan cara berusaha menjadi penguasa segala sendi kehidupan. Di zaman sekarang ini nilai-nilai pragmatism, kapitalism, utilitarinis, hedonism dan konsumerism semakin merajalela. Nilai-nilai agama atau sisi spiritual dipinggirkan. Karena adanya anggapan bahwa agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Metode positive atau metode saintifik dianggap dapat digunakan untuk membangun peradaban bangsa. Padahal dalam matematika kita mengenal bilangan irrasional dan itu rasional untuk dipelajari. Indonesia perlu mengembalikan lagi kekuatan nilai-nilai agama dalam pembentukan karakter para generasi muda bangsa. Kesuksesan tidak hanya sekedar materi yang diperoleh di dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk akhirat.

    ReplyDelete
  13. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    saya sependapat dengan pendapat August Compte yang mengatakan bahwa "agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". metode positive dan metode saintif dapat digunakan untuk membangun bangsa, dengan hal tersebut dapat melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir generasi penerus bangsa sehingga negara akan maju, disampung itu ada agama yang selalu ada didalam hati sebagai pondasi terhadap apa yang akan kita lakukan.

    ReplyDelete
  14. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan yang sedang dalam proses berkembang tidak ada artinya jika masih ada sifat keserakahakan pada pemerintah maupun pelaku pendidikan, harus ada keihklasan dalam setiap apa yang dilakukan sehingga proses perkembangan pendidikan terlaksana dengan harmonis.

    ReplyDelete
  15. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Ada yang menarik dari perkataan Powernow yaitu tentang Dhurkeim telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Menurut pendapat saya agama memang bukan dari langit, tapi dari hati kita masing-masing, dimanapun tempat kita berada. Agama dalam sejarah islam, selalu diwahyukan kepada nabi dan rasul oleh malaikat yang mana merupakan penghuni langit.

    ReplyDelete
  16. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari elegi diatas yang saya tangkap yaitu strategi – strategi dari powernow untuk mempengaruhi dunia selatan untuk mengikutinya dengan cara menebarkan bibit – bibit (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme.

    ReplyDelete
  17. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    saat membaca elegi ini, saya langsung menganalogikan dunia selatan dengan umat manusia, power now sebagai raja iblis, dan matadara sebagai pasukan-pasukan iblis yang bertugas menggoda manusia. iblis mempunyai cara yang ampuh untuk menghancurkan umat manusia, agar manusia tidak lagi sadar akan posisi ke.hamba.annya, yaitu dengan menyerang keyakinan manusia. manusia dirasuki oleh berbagai hedonisme, liberalisme, pragmatisme, dan lain sebagainya yang dapat menghancurkan diri manusi itu sendir dari dalam.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Power now. Pada artikel ini dijelaskan bagaimana power now merasuki bangsa ini. Hal ini menyadarkan saya bahwa sangat mengerikan ternyata. Fenomena ini samar-samar sudah berkembang di Indonesia. Amat disayangkan karena samar-samar rakyat Indonesia tidak begitu menyadarinya. Padahal tujuan-tujuannya yaitu untuk mengacaukan bangsa ini. Berbagai macam cara dilakukan. Sebagai bangsa yang masih mempercayai agama dan memiliki budaya agar dipertahankan untuk menyeimbangkan perkembangan power now. Hal ini karena bagaimanapun power now tak mungkin dicegah. Dan tak sepenuhnya mendatangkan mudharat, meskipun tujuannya buruk. Sehingga kita sebagai bangsa yang arif alangkah baiknya mengambil sisi positifnya/manfaat agar sejajar dengan bangsa maju ynag lainnya. Namun dapat mencegah mudharat akan perpecahan bangsa ini dengan agama dan budaya. Karena itulah warisan nenek moyang kita yang hingga kini masih ada ynag tidak dimiliki oleh bangsa lain dan patut kita banggakan.

    ReplyDelete
  19. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat dan menyeluruh ke semua belahan dunia termasuk Indonesia. Teknologi yang terus berkembang cenderung akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni, dan bahkan di dunia pendidikan. Tanpa disadari, kita telah dijajah dengan adanya kemajuan teknologi tersebut. Secara tidak langsung teknologi telah masuk dan berpengaruh terhadap kehidupan kita. Bahkan dengan adanya teknologi sebagian orang terjerumus dan takluk terhadap teknologi.

    ReplyDelete
  20. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas menyebutkan bahwa “Matadara..kalau belum bisa menggunakan akal...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin, rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan.” Pernyataan tersebut mengingatkan kita mengenai realita sekarang mengenai pemimpin yang kurang bertanggung jawab, egois, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  21. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Godaan pun bermacam-macam variasi, ada yang berupa hiburan, fasilitas, jabatan, dan kesenangan duniawi lainnya. Jika tak memiliki pondasi keimanan yang kuat, maka godaan pun akan sulit ditaklukan. Hal tersebut tak hanya ditujukan pada seorang pemimpin saja, namun untuk semua masyarakat. Oleh karena itu, untuk menghadapi segala godaan dan arus globalisasi ini kita bentengi dengan keimanan yang kuat.

    ReplyDelete
  22. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. powernow ialah pemilik kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki hendaknya jangan disalah gunakan. Powernow berusaha menyebarkan paham-paham yang memecah belah dan merugikan berbagai pihak. Untuk itu sebaiknya jngan biarkan powernow menyebar kekuasaan. Pertahakan diri dengan menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  23. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren.” Matadara memberikan solusi jahat bagi anak-anak muda di dunia selatan. Segala kegelisahan akan sirna dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman keras. Itulah paham yang ditanamkan ke anak-anak muda di sana. Rusaknya anak muda, rusak juga bangsanya di masa depan.

    ReplyDelete
  24. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    “buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.” Pemimpin-pemimpin dunia selatan digoda oleh banyaknya kesempatan untuk korupsi. Mendapatkan kemewahan besar dalam waktu singkat di depan mata. Banyak yang menggoda mereka agar proyek-proyek powernow dapat berjalan dengan mudah.

    ReplyDelete
  25. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram,” Pelemahan nilai moral dan perikalu akan merusak pemikiran kaum dunia selatan. Jika moral mereka sudah lemah, penyusupan faham-faham negatif akan sangat mudah sekali disebarkan pada mereka.

    ReplyDelete
  26. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua,” Betapa menakutkan pemikiran yang ditanamkan kepada rakyat dunia selatan oleh matadara. Mereka ingin mendapatkan hal besar tapi dilakukan tanpa usaha. Hanya angan-angan. Pencapian yang mustahil didapat. Inilah yang diharapkan powernow.

    ReplyDelete
  27. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.” Powernow menjadikan dunia selatan boneka meraka. Mereka seakan-akan mengatur keinginan mereka sesuai yang mereka harapkan. Menjadikan dunia selatan sebagai budak mereka. Sungguh hal keji apa yang dilakukan powernow melalui matadara.

    ReplyDelete
  28. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri.” Ketergantungan dunia selatan terhadap apa yang diberikan oleh powernow melalui matadara sangatlah memperihatinkan. Seakan-akan dunia selatan tidak bisa hidup tanpa powernow dan matadara. Mereka harus segera sadar kalau mereka adalah negara kuat dan besar. Mereka punya segalanya.

    ReplyDelete
  29. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya.” Sungguh benar-benar keji apa yang dilakukan oleh powernow melalui matadara. Mereka membuat pemimpin-pemimpin dunia selatan arogan terhadap rakyatnya. Walaupun tidak semua pemimpin yang ada di sana seperti itu, akan tetapi jika banyak yang terpengaruh kekuatan jahat ini maka hancurlah negeri itu. Betapa mengerikannya pemerintahan akan melawan rakyatnya sendiri.

    ReplyDelete
  30. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku.” Budaya-budaya di negeri powernow dipertontonkan tiap saat. Anak-anak muda di dunia selatan menganggap style mereka adalah suatu hal keren sedangkan budaya sendiri adalah hal kuno yang sangat tidak cocok pada diri anak muda-muda ini. Dunia seakan terbalik.

    ReplyDelete
  31. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan mengerti kelemahanku.” Pernyataan ini sangat berbahaya. Membuat boneka-boneka yang bisa menyerang bangsa sendiri. Membuat mereka teracuni oleh propaganda-propaganda matadara di lapangan. Pikiran mereka dibuat tumpul agar tidak bisa berpikiran betapa jahatnya powernow itu.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebuah bangsa tidak bisa maju tanpa adanya generasi mudanya yang siap melanjutkan visi misi bangsanya dengan baik. Jika powernow dapat melemahkan potensi-potensi anak muda dari dunia selatan maka masa depan dunia selatan akan dikuasai oleh powernow dan matadara.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memasukkan faham-faham negatif ke dalam sebuah bangsa dengan kasat mata. Mengadu domba pemimpin, rakyat, ulama dan umarohnya. Hal-hal ini dapat menghancurkan bangsa dengan adanya perpecahan yang terjadi.

    ReplyDelete
  34. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi ini, dunia selatan yang dimaksud oleh Powernow menurut saya termasuk Indonesia. Ada banyak konspirasi bermuatan negatif ingin melemahkan kekuatan Indonesia dan menjadikan negara Indonesia terpecah belah.

    ReplyDelete
  35. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Power now memberikan berbagai kendaran kepada matadara untuk mempercepat kehancuran dunia selatan. Kendaraan-kendaraan yang dipakai antara lain (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, dan Budaya Instant.

    ReplyDelete
  36. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cara ampuh powernow merusak dunia selatan yaitu dengan melemahkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Jika ketiga hal tersebut lemah maka tidak ada lagi pegangan hidup kaum dunia selatan. Mereka akan menjadi budak oleh powernow dan matadara.

    ReplyDelete

  37. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika elegi tersebut dikondisikan seperti kondisi sekarang di Indonesia, pelemahan pola piker anak-anak muda Indonesia yang leboh mencintai budaya luar maka budaya local yang menjadi pondasi bangsa ini bisa saja terkikis dan sangat mengancam kehidupan bangsa ke depannya.

    ReplyDelete
  38. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Saya melihat gambaran keadaan bangsa Indonesia saat ini melalui elegi ini. Kaum muda sudah seperti kehilangan jati diri sebagai bangsa timur yang memiliki adab ketimuran. Kaum muda sangat bangga dengan budaya-budaya dari luar yang telihat keren dan kekinian. Jika tidak ada filter yang kuat untuk menjaring budaya-budaya tersebut, maka kekuasaan powernow di Indonesia akan masuk dengan mudah. Powernow membawa dampak negatif. Adanya kekuatan Sang Powernow tersebut telah menjadikan orang-orang bersaing sikut kanan-kiri depan-belakang untuk berlomba-lomba saling mengalahkan. Siapa yang kuat maka dialah yang akan menjadi pemenang dan berhak berkuasa menjadi pemimpin. Dengan demikian, sang pemenang tersebut dengan mudahnya menguasai dan mengendalikan yang lemah.

    ReplyDelete
  39. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, turut mengiringi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Jaman yang semakin canggih namun perkembangan teknologi tidak dibarengi dengan budaya-budaya asing positif yang masuk. Budaya asing masuk ke negeri kita secara bebas tanpa ada filterisasi.

    ReplyDelete
  40. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah mana yang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku di negara Indonesia. Masyarakat Indonesia sekarang ini seakan tidak menghiraukan lagi norma-norma yang ditetapkan. Terbukti dengan banyaknya penyimpangan prilaku yang dilakukan oleh banyak orang, seperti perbuatan korupsi, mencuri, menistakan agama, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  41. Muhammad Nur Fariza
    14391241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini dapat dijadikan cerminan saat ini bangsa Indonesia sudah ada do posisi mana dalam kaitannya berhadapan dengan powernow. Kita harus tetap menjadi bangsa selatan yang tetap berlandaskan religiusitas. Kita harus tetap meneladani warisan leluhur yang arif dan meninggalkan segala keburukan isme-isme dan neo-isme yang disebutkan di atas. Untuk menjadi bangsa yang sesuai dengan fitrahnya

    ReplyDelete
  42. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas sangat menarik untuk dibaca. Dari percakapan antara powernow dan matadara, tergambar kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Hal-hal yang diberitahukan oleh powernow merupakan tantangan di era globalisasi saat ini yang semestinya harus dapat dihadapi oleh bangsa Indonesia. Banyak pengaruh negatif dari masuknya era globalisasi yanh tidak sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus selalu berpegang teguh pada Pancasila, UUD, dan Bhineka Tunggal Ika agar tidak terjerumus pada tantangan era global tersbut.

    ReplyDelete
  43. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Elegi yang sangat mengena Pak. Jika spiritualitas dan filsafat dimatikan maka keseimbangan mungkin akan terganggu. Seperti yang Bapak sampaikan di kelas, bahwa berpikirlah hanya sebatas sampai dipikiran jangan sampai menggoyahkan ketetapan hati.

    Terima kasih Pak, Elegi ini bisa menjadi bahan refleksi, intropeksi dan pengingat diri.

    ReplyDelete
  44. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Elegi ini sangat tepat dijadikan bahan introspeksi bagi kita bersama, bagaimana kita yang sadar-tidak sadar lebih condong menganut ideologi-ideologi yang bertentangan dengan ideologi kita. Bagaimana kemajuan jaman membuat pemikiran kita menjadi semakin mundur. Keinginan untuk mendapat semua hal secara instan menjadikan kita memiliki pemikiran-pemikiran yang tidak baik untuk kepentingan bersama. Bagaimana spiritualitas kita semakin lama semakin digerogoti oleh nilai-nilai lain. Menjadi mawas diri dan memiliki keteguhan hati, tidak hanya menjadikan kita sosok yang baik, namun juga sosok yang kuat dari hantaman ombak "kemerosotan".

    ReplyDelete
  45. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Inilah yang menjadi ancama bagi bangsa Indonesia. Budaya barat yang mulai masuk dan meracuni budaya lokal Indonesi dan merusak karekter bangsa. Menjadikan manusia bersifat seperti binatang. Manusia yang pintar dalam pikiran saja tapi rendah akhlaknya. Kita harus menyadari bahwa Indonesia terancam tertulat budaya-budaya barat yang negatif. Yaitu kapitalisme, liberalisme, hedonisme, pragmatisme, utilitarisme, materialisme, positivisme, budaya instan, dan seterusnya. Tanpa kita sadari budaya barat tersebut masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita melalui informasi, teknologi, tontonan, hiburan, bahkan makanan yang sering kita jupai di zaman modern ini. Jika tidak waspada, maka kita juga akan tertular gaya hidup kebarat-baratan yang dapat merusak bangsa kita. merusak perilaku pemimpin-pemimpin kita, pembuatan kebijakan di negara kita, guru-guru kita, lingkungan masyarakat kita, penegak hukum kita, bahkan tokoh spiritual kita. marilah kita selektif dalam menerima budaya barat, ambil yang bermanfaat saja dalam artian yang sesuai dengan aturanagama dan kemanusiaan, serta buang jauh-jauh yang merugikan dan dapat merusak akhlak.
    Dari beberapa paham di dalam powernow di atas, saya akan mengulas tentang hedonisme sesuai dengan pengalaman saya. Hedonisme menurut pengalaman saya adalah sikap manusia yang ingin hidup mewah dengan cara berfoya-foya. Betapa banyaknya masyarakat indonesia yang kini terjangkit hedonisme. Mulai dari yang tua, muda, remaja, anak-anak, bahkan balita. Hal ini didukung dengan semakin pesatnya pembangunan pusat perbelanjaan atau yang umum disebut mall. Di wilayah Jogja sendiri sudah tidak terhitung lagi banyaknya jumlah mall. Setiap hari mulai dibukanya mall hingga ditutup orang-orang berbondong-bondong membelanjakan uang mereka dengan barang-barang yang bahkan tidak mereka perlukan. Hal tersebut dilakukan hanya untuk memenuhi nafsu belanja saja. Bahkan tidak ada hari libur bag mall. Setiap hari mall beroperasi, bahkan ketika hari libur nasional atau hari khusus terdapat promo atau discount yang smakin menarik minat masyarakat untuk berperilaku hedon. Sungguh miris jika melihatkeadaan seperti ini di tengah masyarakat yang berada di negara berkembang. Karena bisa jadi pengeluaran yang mereka lakukan untuk hedon lebih banyak dari penghasilan yang mereka peroleh.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  46. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingan eleginya pak. Memang benar jika banyak yang bilang dulu sebelum bangsa kita merdeka para pahlawan memerangi bengisnya para penjajah yang dipersenjatai lengkap secara militer, setelah merdeka kita para penerus bangsa juga menghadapi penjajahan dari pihak luar yang sedikit demi sedikit mengikis nilai moral kita melalui teknologi canggih yang mereka punya. Jika pahlawan kita dulu berhasil memukul mundur para penjajah dari negeri kita, maka kita juga harus mencegah bangsa lain merusak tatanan kehidupan beragama dan bermoral kita.

    ReplyDelete
  47. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca, saya memperoleh informasi tentang cara suatu bangsa menghancurkan bangsa lain. Pada saat ini, menghancurkan suatu bangsa tidak lagi dengan senjata. Suatu bangsa dapat dihancurkan dengan cara menjauhkan setiap orang pada bangsa itu dari spiritualnya. Agar terhindar dari kehancuran tersebut, hendaknya tetap berpegang teguh pada spiritual kita.

    ReplyDelete
  48. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Mungkin kita bisa menjadikan elegi sebagai pelajaran ini bagi kita semua sebagai warga negara Indonesia. Elegy merupakan cerminan pemerintahan Indonesia yang semakin berantakan. Banyak pemimpin seperti kacang lupa kulit mereka, melupakan janjinya saat mencalonkan diri untuk pejabat Negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk bermain dan mengambil hukum hak asasi manusia dengan korupsi. Mereka berfikir bahwa semuanya bisa dibeli dengan uang dan orang kecil hanya bisa diintimidasi dan dibodohi dengan sewenang-wenang. Ini adalah pekerjaan rumah atau tugas yang bagus untuk semua warga negara Indonesia, terutama generasi muda sebagai generasi penerus.

    ReplyDelete
  49. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Tajam. Hingga pada satu proses refleksi tanpa saya sadari, saya bertanya pada diri saya sendiri yang sedang bertanya pada dirinya yang lainnya. Apakah saya masuk ke dalam korban mereka? Apakah saya berpotensi menjadi calon parajurit mereka? Hidup yang penuh dengan kepalsuan, buka? Hedonisme dan yang lain-lain, sudah begitu terasa.
    Selain hal yang saya ungakapkan secara tidak jelas di atas, saya berterimakasih, melalui membaca postingan ini saya bisa merasakan apa yang hampir saja tidak bisa saya sadari. Selain itu, saya bertrimakasih telah ditampilkan beberapa pendapat filsuf, tambahan pengetahuan. Berkali kali lagi, terimakasih

    ReplyDelete
  50. Junianto
    17709251065
    PM C

    Cerita ini sebenarnya analog dengan yang terjadi di negara kita saat ini. Kita sudah dimanjakan dengan berbagai hal dari dunia barat yang menggerus nilai-nilai budaya bangsa. Nilai-nilai negatif begitu mudah masuk tanpa adanya filter yang bisa menyaring itu semua. Jadi, sebenarnya inilah penjajah yang terbesar dan kita belum merdeka dari hal ini. Bukan senjata modern yang secara langsung dan nyata hasilny, tetapi lebih dari sekedar itu. Hasilnya jauh lebih dahsyat dan berefek jangka panjang.

    ReplyDelete
  51. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi ini benar-benar menggambarkan kehidupan kita saat ini. Kehidupan dunia selatan, kehidupan Bangsa kita, negri ini. Yang ketika setelah membacanya lagi-lagi menyadarkan akan banyak hal.
    Menyadarkan bahwa kehidupan kita saat ini, telah dikuasai oleh sang powernow yang bentuknya beraneka ragam, mulai negara, paham, ideologi dll yang sangat buruk niatnya.
    Sebagai penduduk dunia selatan elegi ini mengingatkan kita untuk senantiasa jangan terpengaruh akan ideologi mereka. Kuatkan dan pertajam apa yang melekat yang ada pada diri kita utama dan khususnya yaitu Agama Percaya akan Zat Maha Esa Ar-Rahim, etika, sopan santun, adat yang harus senantiasa kita pegang erat, walau ruang dan waktu selalu berubah.
    Moderen itu tidak dapat dipungkiri, teknologi HP, Komputer, Pemerintahan, Pendidikan. NAMUN, Teknologi, modernisasi, perkembangan dunia dan segala bidang ini adalah alat yang kita gunakan untuk memegang erat Ideologi beragama, bersosial kita; untuk menjadikan alat semakin mendekatkan diri kepada Sang Rabbi, sebagai alat untuk berbuat KEBAIKAN kepada sesama.

    ReplyDelete
  52. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Dunia selatan ini dapat dianalogikan sebagai Negara kita. Negara ini telah banyak mendapat pengaruh sang power now. Secara tidak sadar kita telah ditipu daya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara yang halus. Mereka tidak lagi menggunakan cara-cara fisik dengan perang atau yang lainnya, melainkan dengan akal seperti tipu daya melalui adu domba, menyediakan hiburan, kemajuan teknologi, gaya hidup hedonis, dan lain sebagainya. Padahal semua itu hanyalah kesenangan semu, kita dibuat sibuk dengan hal-hal tersebut sehingga kita terlena, malas, hingga melupakan kehidupan spiritual yang seharusnya menjadi patokan utama dalam menjalani kehidupan ini. Cara yang paling utama untuk menghadapinya adalah dengan membentengi diri dengan selalu menempatkan kehidupan spiritual di atas kehidupan yang lain.

    ReplyDelete
  53. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebuah sarkasme yang hampir nyata terjadi di negara kita saat ini, dengan begitu gampangnya kita diadu domba dan dipengaruhi berbagai doktrin sehingga dunia semakin memandang kecil bangsa kita. Sang powernow dalam elegi ini menggambarkan ketakutan-ketakutan kita menghadapi persaingan di zaman modern dan smakin lama bangsa kita akan kehilangan jati diri demi upaya mensejajarkan diri dengan yang lain. Padahal, kita punya pilar-pilar agama yang kuat. Kita punya dasar-dasar budaya yang sangat unik dan beragam. Namun ketidakwaspadaan kitalah yang akan menghancurkan bangsa sendiri nantinya.

    ReplyDelete
  54. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Bacaan yang ringan namun memiliki bobot yang sangat berat. Senyum sendiri hal yang saya lakukan ketika membaca elegy ini. Seperti orang gila memang, namun begitulah adanya. Hati, fikiran, dan fisik tiba-tiba menjadi menyatu dalam membaca elegy ini. Siapa peduli orang lain memandang maupun berpendapat tentang apa yang sedang kita lakukan. Namun, kesadaran karena hal ini membuat saya semakin berfikir dan berfikir bahwa hal ini bisa dikatakan rasional untuk diterima di kalangan masyarakat. Sifat-sifat kita yang semakin lama semakin jauh dari ajaran Nabi kita. Sifat yang semakin lama semakin jauh dari perintah dan larangan Tuhan kita. Maka tidak lama lagi “ramalan” dari nabi kita nabi Muhammad SAW yang menyatakan akan datang hari dimana orang islam jauh dari ajaran islam, orang islam asing dengan kata Alloh, orang islam mengatahan bahwa Alloh adalah Tuhan nenek moyang mereka tiba dalam kehidupan kita saat ini sedikit demi sedikit namun pasti. Saya hanya berdoa semoga seluruh keluarga kita semua senantiasa selalu dilindungi Alloh dan semoga selalu ditetapkan hati kita kepada ajaran Alloh yang benar dan yang Maha Benar sebenar-benarnya sesuatu yang benar. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  55. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Eligi sang matadara berusaha menaklukkan raja-raja lokal dunia selatan ini benar-benar menggambarkan situasi dan kondisi negara kita saat ini. Dengan membaca eligi ini, seakan menjadi sebuah peringatan keras sekaligus menyadarkan kita semua, agar tidak tidak takluk terhadap “power now”.
    Memang cara yang digunakan begitu halus dengan melengahkankan kita semua akan identitas asli sebagai penduduk dunia selatan. Mereka datang dengan dengan mengacaukan dan melemahkan sistem lokal yang ada, kemudian menggantinya dengan standar yang baru. Mereka datang dengan menciptakan ketrgantungan dengan budaya hedonisme dan budaya instan. Mereka datang dengan menghilangkan nilai-nilai kebaikan melalui narkoba dan miras. Dan yang terutama, mereka datang untuk menghilangkan mereka yang masih teguh dengan spiritualis dan pendidikannya.
    Untuk itu, satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar tidak takluk terhadap “power now” adalah dengan membentengi diri melalui aspek spiritual. Yaitu, dengan senantiasa belajar dan terus belajar memperkokoh keimanan agar tidak mudah tergerus oleh perkembangan dunia yang hanya sesaat.

    ReplyDelete
  56. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan budaya kesopanan. Selain itu, Indonesi memiliki berbagai macam budaya, suku, dan bahasa. Namun dengan adanya power now, budaya ketimuran (kesopanan) mulai bergeser. Dapat dilihat di sekeliling kita, semakin banyak orang yang hidup hedonisme dan konsumtif, serta cenderung instan. Media, gadget, dan teknologi lainnya telah merubah budaya yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  57. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Elegi ini sepertinya merupakan hal yang sekarang sedang terjadi dengan Negara Indonesia. banyaknya tayangan yang mengeluelukan budaya luar merupakan salah satu cara untuk mengikis budaya adi luhung yang telah lama dianut oleh bangsa Indonesia. banyaknya tayangn yang tidak mendidik juga dapat mengkerdilkan generasi penerus. Banyak rakyat yang diimingiming dengan hal hal yang menggiurkan. Banyak pemimpin yang kurang amanah serta terjadi adu domba disekitarannya. Banyak hal tersebut merupakan tantangan untuk generasi sekarang, dimana harus mempunyai jawaban untuk pertanyanan bagaimana cara untuk dapat menangkal atau setidaknya mengurangi dampak dampak negative yang diakibatkan oleh terbukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

    ReplyDelete
  58. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Konsep “matikan tuhannya” merupakan konsep yang ampuh untuk mengikir spiritual manusia. Manusia yang mudah tergoda akan hal hal yang menyenangkan dirinya, terlena akan kenikmatan semu merupakan alat yang ampuh sejenak melupakan tuhannya. Setelah kenikmatan semu itu hilang, manusia akan teringat akan janji tuhannya, dan akan mulai menyesali tindakannya. Namun rata rata penyesalan itu datangnya terlambat. Sehingga sebelum ada penyesalan, alangkah baiknya untuk memikirkan matang matang keinginan yang ingin dicapai, apakah bertentangan kehendak tuhan atau tidak. Maka dari itu diperlukan penanaman spiritual pada generasi sekarang ini. Tidak hanya pada tataran sebagai mata pelajaran namun juga sebagai pembentukan karakter. Semoga tuhan selalu menuntun kita dijalanNya sehingga tidak tersesatkan oleh godaan setan.

    ReplyDelete
  59. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Ya Allah saya merinding baca tulisan diatas, ditulis tahun 2014 dan benar-benar terjadi sekarang di negara kita. saya terpaku sesaat tidak tau mau menulis apa di kolom komentar ini. isi kepala serasa seketika penuh dengan pikiran-pikiran akan hal-hal yang terjadi saat ini. dan saya sedikit tersentak ketika nama seorang astronom dan ahli fisika penemu teori yang berhubungan dengan Black Hole itu disebut oleh bapak. saya mengidolakan dia sejak sekitar tahun 2007. dan ketika interviewer dari LPDP menanyai saya siapa orang yang kamu idolakan, saya menyebutkan nama dia. tapi baru-baru ini sekitar 2 bulan sebelum saya membaca postingan ini, saya telah melemparkan nama nya jauh-jauh dari kepala saya dan mencoret nama nya dari daftar orang yang saya idolakan. yang tersisa hanya sprit nya yang tidak rontok walaupun lumpuh, yang tetap saya jadikan inspirasi bagi saya untuk mengejar cita-cita.
    saya berusaha dan bertekad tidak akan menjadi mangsa si power now

    ReplyDelete
  60. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dengan melihat elegi di atas hal tersebut menggambarkan kondisi negara indonesia saat ini, terlalu miris dalam mengelola keamanan dan kenyamanan negara. Sehingga orientasi untuk membentuk masyarakat madani sangat terlalu jauh ekspetasinya. Maka dari itu kami sebagai generasi bangsa harus sungguh-sungguh membentengi diri dengan keyakinan agama dan sunguh-sunguh dalam mempersiapkan diri untuk mengisi indonesia yang lebih baik lagi. Agar tidak tersisihkan oleh bangsa asing maupun bangsa pribumi yang ingin menguasai negara ini demi kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
  61. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Sebuah kritik halus yang tersirat dalam bentuk percakapan antara matadara dan powernow yang menggambarkan kondisi yang nyatanya sudah mulai terjadi di negara kita, arus modernisasi benar-benar memberi pengaruh terhadap perilaku kehidupan. Pengaruh negatif yang mengakibatkan disorientasi diberbagai aspek kehidupan, semoga kita tidak terbawa arus negatif dari perkembangan zaman. Kemajuan teknologi memang perlu diikuti untuk menyesuaikan diri kita dalam menghadapi era modern namun penggunaannya harus disikapi dengan bijak. Perkuat iman dan jaga diri, sebisa mungkin menghindari sesuatu yang membawa pengaruh buruk bagi kita.

    ReplyDelete
  62. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dari elegi ini semakin menyadarkan kita bahwa kenyamanan yang kita rasakan sebenarnya alat atau tunggangan yang tengah digencarkan mereka-mereka yang sedang menunggu kehancuran kita. Kemajuan teknologi entah HP yang semakin canggih, internet yang luas, dan sebagainya tidak kita sadari hal tersebut merupakan celah masuknya intrik-intrik yang menggerogoti jati diri kita. Benar bahwa agama merupakan pondasi yang harus kita pupuk demi memenangkan perang yang tidak kasat mata, demi memenangkan jati diri kita.

    ReplyDelete
  63. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pemimpin dan agama marupakan celah yang dapat ditembus demi mendapatkan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Pergulatan sosial yang penuh intrik politik silih berganti terjadi dan menyedot keprihatinan tersendiri. Agama semakin hari semakin termarginalkan, tergantikan dengan kenyamanan dan kesibukan duniawi yang ditawarkan oleh globalisasi. Orang-orang "sarungan" yang secara teori dan senantiasa bergulat dengan ilmu dan diskusi keagamaan perlahan mulai menghilang spiritualitasnya. Golongan orang-orang yang diharapkan "lurus" saat ini mulai berbelok dan mengikuti arus globalisasi tanpa tahu bahwa hal itu mungkin saja bisa menjadi pengikis apa yang telah diyakini. Tidak sedikit orang yang tidak berhasil membentengi diri dari tawaran globalisasi yang menggiurkan. Mari kita mengokohkan spiritualitas dan pandai-pandai menyaring informasi demi terwujudnya masa depan yang lebih baik lagi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  64. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Budaya atau gaya hidup adalah produk sosial yang harus disikapi secara bijak. Tidak semua harus diterima, dan tidak semua juga harus ditolak. Akan tetapi, harus disikapi secara arif agar kita tidak kehilangan manfaatnya, sekaligus bisa menghindari mudharatnya. Mencari solusi permasalahan korupsi ibaratnya seperti menggali lubang kehidupan yang tidak terlihat dasarnya.Seandainya pemerintah,elite politik dan birokrasi serta perilaku masyarakat lapisan menengah keatas tidak bergaya hidup mewah dan terpengaruh tuntutan jaman,mungkin perilaku korupsi bisa ditekan. Pemberantasan korupsi di masyarakat salah satunya bisa dilakukan melalui proses pendidikan. Harus diberi pemahaman bahwa mencontek dan palgiat itu perilaku korupsi yang paling awal. Tapi cara pendidikan ini menjadi tidak efektif jika anak didik dan masyarakat melihat bahkan tidak bisa menghindari aktivitas korupsi dalam keseharian. Seperti di pengadilan kalau menang harus melalui mafia perkara ataupun dengan birokrasi seperti sogok KTP, SIM bahkan lebih canggih seperti penggelapan pajak, imigrasi, dsb. Kesadaran kita untuk tidak korup dan ketabahan kita untuk mau hidup halal adalah modal awal untuk melawan perilaku korupsi.

    ReplyDelete
  65. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Begitulah gambaran keadaan negeri ini.Sering dirundung berbagai macam persoalan.Dengan berkembangnya zaman ,sedikit demi sedikit budaya dan kehidupan negeri mulai diadu domba dengan berbagai macam cara, agar negeri ini hancur.Kita harus pandai mempersenjatai diri kita dengan .Ada beberapa hal yang sedikit menodai bangsa ini: Pertama kemajuan teknologi,dampak globalisasi teknologi memang dapat memberikan dampak positif tetapi tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal ini juga dapat berdampak negative bagi kerusakan moral. Perkembangan internet dan ponsel berteknologi tinggi terkadang dampaknya sangat berbahaya bila tidak di gunakan oleh orang yang tepat. Kedua, memudarnya kualitas keimanan.Sekuat apapun iman seseorang, terkadang mengalami naik turun. Ketika tingkat keimanan seseorang menurun, potensi kesalahan terbuka. Hal ini sangat berbahaya bagi moral, Jika dibiarkan tentu membuat kesalahan semakin kronis dan merusak citra individu dan institusi. pengaruh lingkungan sekitar.Yang ketiga,kondisi lingkungan,layaknya lingkungan rumah,sekolah,dan sebagainya tentu akan berdampak dalam pembentukan karakter moral itu sendiri.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  66. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Power now, memanfaatkan banyak orang dengan SDM yang mempunyai pengetahuan yang tidak cukup untuk melawan sang power now, namun tetap dapat melakukan yang diinginkan power now. Dengan demikian orang – orang tersebut akan terus – menerus melakukan apa yang diperintahkan sang power now tanpa bisa melangggarnya.
    Hal ini sepertinya menggambarkan kehidupan bangsa ini. Kehidupan saat bangsa saat ini telah dengan tidak sadar dikuasai oleh sang power now yang bentuknya beraneka ragam, mulai dari paham hingga ideologi, dll. Kemajuan teknologi , moderenisasi wajib diikuti namun tidak dengan meninggalkan ideologi beragama, bersosial. Bahkan seharusnya perkembangan teknologi harusnya digunakan sebagai alat untuk mendekatkan kita pada Sang Pencipta Kehidupan, dan juga sebagai alat untuk menebar kebaikan pada sesama.

    ReplyDelete
  67. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Usaha yang dilakuakn Powernow selama ini bagi saya bukanlah sekedar untuk mematikan budaya dan keyakinan masyarakat, melainkan mereka berusaha untuk mematikan pikiran. Bayangkan jika (Neo) Kapitalisme hadir, maka masyarakat akan sibuk bekerja untuk mengumpulkan materi sehingga lupa untuk berpikir radikal tentang hakikat hidup. Begitu pula dengan kehadiran (Neo) Hedonisme, maka manusia akan sibuk berpesta ria menyenangkan diri sendiri sehingga lupa untuk berpikir tentang semesta. Dasar dari kehadiran Powernow adalah untuk mematikan pikiran sekaligus rasa yang dimiliki manusia.

    ReplyDelete
  68. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sangat menarik sekali elegi diatas. Tidak dapat dipungkiri apa yang dijelaskan diatas memang benar-benar telah terjadi. Ketika segala hal mempunyai tujuan hanya pada kenikmatan dunia saja, dan telah melupakan tujuan utama kehidupan. Para pemimpin mulai menjadi "dipimpin", sungguh negeri yang malang. Memilih untuk "diwakilkan" namun kita dilupakan. Pedoman hidup mulia tersamarkan. Sungguh kita dibuat sangat terlena oleh kekuatan powernow, yang ingin menjadikan kita santapan besar tanpa kita sadari. Semoga kita dan para wakil kita segera sadar akan bahaya besar yang sedang kita alami. Mari bangun dari mimpi ini.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  69. Terimakasih bapak postingannya. Memang benar bahwa sesungguhnya sekarang kita sedang perang namun tidak dengan secara terbuka menggunakan senjata. Dunia yang kental dengan jiwa spritualisme dan kebaikan dibombardir dengan berbagai serangan faham yang ingi menghancurkan dunia. Sesungguhnya mereka tahu bahwa mereka telah terjerumus namun mereka tidak mau hanya sendirian terlanjur terjerumus kesesatan. Marilah kita bersama-sama menjaga diri, keluarga, sahabat, kenalan, bangsa dan Negara kita dari serangan perang yang membayangi kita setiap harinya. Marilah kita berdoa kepada Tuhan kita, agar dijauhkan dari kesesatan ini.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  70. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan ini, saya dapat memahami bahwa dibalik kemajuan dan kemudahan yang ditawarkan, powernow juga menjadi ancaman besar bagi dunia selatan, tak terkecuali Indonesia. Dengan misinya menguasai dunia, mereka memiliki strategi - strategi jitu untuk mewujudkan tujuannya tersebut. Apa yang mereka lakukan sangat lembut, bahkan terkadang kita pun tak sadar telah masuk dalam buaian dan jebakannya. Dengan dalih memberikan kemudahan dan kemudahan teknologi dan isu perkembangan jaman, membuat banyak orang tergelincir dalam tipudaya powernow. Dengan strategi ini tidak sedikit dari kita yang bergelimang dalam kehidupan hedonisme, konsumtif, kapitalis, dll. Semua pola kehidupan ini secara tidak langsung telah merusak moral generasi bangsa ini. Dengan semakin melemahnya moral, maka akan lebih mudah powernow menyerukan pengaruh - pengaruh lainnya, yang pada akhirnya akan menjatuhkan kita.

    ReplyDelete
  71. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dengan berakhirnya perang dunia kedua, serta merdekanya negara kita, jangan harap kita dapat berleha-leha dan berlega hati, menyangka bahwa setelahnya kita tidak akan pernah dijajah lagi. di zaman ini, penjajahan yang dilakukan bukanlah lagi dilakukan dengan kekerasan, menyerang dengan kekuatan militer dan saling melukai satu sama lain. perang yang terbesar saat ini bukannya perang yang ada di timur tengah sana. perang yang terbesar saat ini berada di seluruh dunia, terjadi tepat di depan mata kita. Perang Ideologi. dengan tujuan yang sama, ingin menghancurkan satu sama lain. yang berbeda hanyalah senjata yang digunakan. bukan zamannya lagi untuk menggunakan senjata api atau senjata penghancur lainnya. senjata yang diluncurkan berupa teori-teori, paham, ideologi yang sangat ampuh untuk menghancurkan bangsa dari dalam.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  72. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Di perang ideologi ini, mereka menyerang kita dengan menawarkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang akan mendorong kita semakin jauh dari-Nya. lalu sebagai manusia yang tamak akan selalu menginginkan lebih seakan-akan kita tidak akan bisa hidup lagi tanpa kemilau dunia yang mereka tawarkan, pada akhirnya kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya tanpa memperdulikan orang lain sehingga bangsa kita sendirilah yang akhirnya akan otomatis saling menghancurkan satu sama lain tanpa mereka harus berusaha lebih. sangat mengerikan memang, karena terkadang kita tidak menyadari ketika kita telah masuk ke dalam jerat mereka. hanya mempertebal perisai yang terbuat dari iman lah yang dapat kita lakukan untuk menghindarinya. karena jika kita tetap berpegang teguh pada keyakinan kita dan mempercayakan keselamatan jiwa kita kepada Allah swt, niscaya kita akan selamat.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  73. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih banyak pak, elegi yang bapak tulis memberikan banyak informasi dan menjadi pengingat bagi kami.
    Saya semakin yakin dengan pola piker bahwa untuk menghancurkan suatu bangsa, salah satunya cukup jauhkan dia dari Tuhannya. Menjauhkan agama dari sendi-sendi kehidupan. Mengurungnya sehingga agama hanya dikenal di masjid-masjid atau maksimal di pesantren-pesantren. Jangan sampai agama mempunyai panggung di politik, di gedung-gedung pemerintaha, di pasar. Cukup tumbuhkan pemahaman bahwa beragama hanyalah beribadah saja, dan tidak perlu untuk mengambil peran-peran di sendi kehidupan seperti politik, pendidikan, maupun ekonomi.

    ReplyDelete
  74. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sungguh artikel yang sangat menarik untuk dibaca, sungguh tragis jika semua itu benar-benar terjadi, namun rasa-rasanya semua sudah mulai terjadi bahkan mungkin sudah lebih dari 50% yang sudah menjadi kenyataan, yang tersisa hanya beberapa persen dari kita yang belum terpengaruhi oleh powernow. Yang paling utama untuk kita pertahankan adalah spiritualitas kita karena jika apa yang dikatakan Dhurkeim (that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies) benar-benar terjadi maka lengkaplah kehancuran dunia dunia Timur dan selatan yang tersisa hanyalah dunia barat.

    ReplyDelete
  75. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Elegi di atas mengingatkan saya tentang perkuliahan yang dengan tema narasi besar Dunia. Semua feomena-fenomena yang dikatakan oleh powernow adalah fenomena-fenomena yang banyak terjadi di jaman pos pos modern ini. Melalui berbagai pemahaman dunia barat, jalan pemahaman August Compte semakin mulus yaitu meletakkan spiritual pada lapis paing bawah. Jika semakin banyak kita temui generasi muda melupakan ibadahnya karena terlalu asik dengan gadgetnya maka kita perlu waspada Fenomena August Compte ini semakin menggempur bangsa kita. Inilah yang menjadi tujuan utama san Powernow.

    ReplyDelete
  76. Junianto
    17709251065
    PM C

    17. Sebuah perumpamaan kehidupan manusia yang di tulis secara implisit menjadi elegi. Elegi ini, sebenarnya sebuah kiasan kehidupan manusia. Manurut pengamatan saya, cerita ini sebenarnya analog juga dengan yang terjadi di negara kita saat ini. Kita sudah dimanjakan dengan berbagai hal dari dunia barat yang menggerus nilai-nilai budaya bangsa. Nilai-nilai negatif begitu mudah masuk tanpa adanya filter yang bisa menyaring itu semua. Jadi, sebenarnya inilah penjajah yang terbesar dan kita belum merdeka dari hal ini. Bukan senjata modern yang secara langsung dan nyata hasilny, tetapi lebih dari sekedar itu. Hasilnya jauh lebih dahsyat dan berefek jangka panjang.

    ReplyDelete
  77. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Terima kasih atas artikelnya. Sangat mengerikan pandangan-pandangan power now berdasarkan artikel di atas. Sepertinya sudah banyak manusia yang terpengaruh oleh pendapat Comte seperti yang dikatakan pada tulisan di atas. Urusan dunia semakin dianggap menjadi urusan yang paling penting, padahal masih ada yang lebih penting dibanding urusan dunia yaitu urusan akhirat. Semoga setiap orang akan selalu terbuka pemikirannya dan tidak terpengaruh dengan budaya yang sifatnya mengahcurkan.

    ReplyDelete
  78. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kita sebagai manusia harus bisa menyaring budaya dari luar yang masuk ke budaya lokal yang sifatnya justru mengahancurkan, jangan sampai malah terbawa oleh efek negatifnya. Penyaringnya adalah agama sebagai lanasan paling fundamental dari seluruh lini kehidupan.

    ReplyDelete
  79. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih banyak pro. Marsigit. Ini pembahasan yang sudah lama sekali saya tidak mendengar dan membacanya. Mengetahui peran dan kekuatan besar sang matadara, hanya seorang yang teringat dibenaksaya yaitu George Soros. Alangkah sedihnya kita, tanpa disadari pelan-pelan kita dikuasai oleh dia, menyukai langkah dan cara dia, menjadi barisan-barisan pengikut dan peniru gaya hidup dia, terlena dengan segala yang dia tawarkan, memberikan segala yang kita miliki untuk dia, dan perlahan kita mendukung dan memudahkan misi dia. Pemikiran dan landasan spiritual kita perlahan dikikis oleh dia hingga akhirnya terbentuklah tatanan dunia baru yang menjadi tujuan dia. Pantas saja dia begitu, ternyata pahlawan yang diidolakan adalah Auguste Compte yang selalu tidak setuju dengan peran agama dalam membangun dunia. Sungguh miris, sebagai umat muslim kita harus sadar akan ini semua. Meskipun kita hidup di dunia yang sudah menjadi bagian dari perjalanan misinya, namun kita harus tetap berpegang teguhb dengan agama kit. Jangan sampai Allah lepas dari hati dan pikiran kita. Hanya Dia yang berkuasa atas segala-galanya. Wallahualam bishowab, semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita agar tetap berada dijalan yang lurus, dan menguatkan serta memperkokoh spiritualitas kita sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehar-hari. Amin.

    ReplyDelete
  80. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Bahaya dari powernow yang dengan kepiawaiannya dapat memberikan pengaruh negatif terhadap moral generasi bangsa kita tentu harus menjadi perhatian kita. Kita hendaknya berusaha untuk sedapat mungkin menghindari pengaruh atau dampak negatif dari perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang diciptakan oleh powernow. Namun bagaimana caranya? Haruskah kita tertutup terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi? Tentunya tidak! Kita tetap harus terbuka dengan perubahan dan perkembangan agar kita tidak menjadi masyarakat yang terbelakang. Namun yang harus dilakukan adalah dengan lebih selektif dalam memilih dan menerima perubahan dan perkembangan tersebut. Hendaklah kita tetap menyesuaikan perubahan dan perkembangan tersebut dengan nilai - nilai budaya luhur kita. Dengan demikian, budaya asli kita yang luhur akan tetap terjaga dan tetap menjadi jati diri kita. Disamping itu kita pun tidak akan termakan oleh buaian budaya - budaya powernow yang perlahan - lahan mernggerogoti moral generasi bangsa.

    ReplyDelete
  81. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dengan elegi ini kita diminta untuk merefleksikan kehidupan kita saat ini, apakah kita sudah tercemar oleh powernow?; apakah hidup kita sudah mualai dikuasai oleh powernow?; apakah kita akan mengikuti alur yang diinginkan oleh powernow?; atau malah kita akan memerangi powernow?. Elegi ini memberikan sentilan kepada kita betapa kerasnya usaha-usaha negara-negara powernow untuk menguasai negara-negara yang mempunyai landasan negara yang kuat. Namun, adakah usaha dari negara-negara tersebut untuk melawan kekuasaan dan kelicikan dari powernow yang dengan sangat mulusnya dia memperngaruhi setiap orang yang ada di negara-negara selatan. Kita memang tidak bisa sepenuhnya mengabaikan perkembangan powernow dan menolak dengan perkembangan zaman. Namun, kita sebaiknya lebih cerdas dalam melakukan perlawanan dengan powernow. Bagaimana caranya?, cara yang harus kita lakukan dengan menjadi orang-orang yang mau berpikir, orang yang berpikir itu merupakan orang yang tidak malas untuk membaca, dia akan terus membaca, membaca dan membaca serta dengan percaya dengan penyeimbang dunia ini, yang bersifat absolut atau tetap, yaitu Allah SWT. Dengan banyak membaca artinya kita banyak berpikir maka powernow akan takut untuk memanfaatkan kelemahan kita. Manfaatkan powernow bukan dimanfaatkan powernow.

    ReplyDelete
  82. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B 2017

    Memang betul terjadi pada zaman sekarang seperti yang di ulas pada artikel di atas. Dimana manusia sudah lupakan akan tugasnya di bumi yaitu menjaga segala ciptaan-Nya. Seharusnya manusia berlomba-lomba untuk mencapai tujuan hidupnya yaitu SURGA dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Namun, pada kenyataanya manusia hanya berlomba-lomba untuk menonjolkan kepikiran. Mereka terlalu rakus dengan apa yang ada di bumi, sehingga lupa akan Tuhan. Oleh karena itu, kita harus berfikir dan berserah kepada Tuhan, sebab semua yang ada di bumi adalah kehendak-Nya dan milik-Nya.

    ReplyDelete
  83. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Cara bertahan yang paling ampuh adalah dengan jalan menyerang. Cara agar tidak terpengaruhi adalah mempengaruhi. Mungkin itulah strategi yang sedang dipakai powernow untuk mempertahankan ideologi, pemahaman, keamanan negaranya, dan hegemoninya atas negara-negara lain. Selain bertahan, power now juga punya agenda lain yaitu menjadi kekuatan yang paling berpengaruh di dunia pada berbagai macam bidang. Berbagai carapun dilakukan (selain dengan berperang fisik) seperti melalui budaya, pendidikan, kerjasama bilateral, ekonomi, dsb. Negara-negara selatan harus waspada dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, memperkuat jatidiri bangsa, mandiri secara ekonomi dsb.

    ReplyDelete
  84. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih pak, elegi yang sangat mencerahkan. Saya memiliki imajinasi dunia sebagai tempat tinggal manusia yang saling membangun untuk kepentingan seluruh umat manusia. Bukan justru saling menjatuhkan satu sama lain. Sejarah mencatat Indonesia dibangun atas dasar kolektifitas seluruh bangsa di dunia tanpa memandang kulit, etnis dan agama, semua berdiri atas ideologi yang sama yaitu membebaskan manusia dari segala penindasan. Saya membayangkan apabila manusia tidak terbatas untuk menolong sesame manusia, garis-garis imajiner batas runtuh. Semoga dunia tetap dalam keaadan damai.

    ReplyDelete
  85. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Membacanya saja saya merasa merinding-merinding takut, sungguh jaman-jaman power now. Jaman dimana kita mudah untuk dihasut dan dicuci otaknya, sehingga mudah sekali terperangkap dalam tipu daya musuh, apalagi musuhnya adalah tidak nampak sesosok musuh. Maka secara tidak sadar dan tidak langsung, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, mereka para musuh akan menguasai segalanya, dari mulai sumber daya mansuia sampai sumber daya alam. Bahkan hingga masalah spiritual pun bisa-bisa ditumpulkan oleh mereka, demi menguasai sepenuhnya dunia selatan ini. Maka, setiap kita para penghuni dunia selatan tanpa terkecuali mulai dari pemimpin sampai rakyat biasa, harus pandai-pandai menjaga hati dan pikiran supaya tidak mudah dihasut, ditipu, dibodohi, dikibul, dimanipulasi kan oleh mereka-mereka para syaitan nyata.

    ReplyDelete
  86. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    tulisan yang memuat sindirian dan peringatan terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini. sangat miris dan menakutkan, ketika zaman dulu bangsa kita dijajah secara fisik, zaman sekarang kita dijajah secara halus dengan teknologi, budaya, dan sebagainya. sungguh lebih menakutkan karena musuh-musuh kita ini sekilas tidak terlihat. semoga para pembaca khususnya saya menjadi sosok yang bisa menyadarkan orang-orang terdekat tentang bahaya nya 'power now'. kehidupan ini harus berlandaskan spiritual, meyakini sepenuh hati bahwa kehidupan kita kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat sehingga terhindar dari ketamakan dan hedonisme. terimakasih banyak pak untuk percakapan di tulisannya yang mengena sekali.

    ReplyDelete
  87. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saat memulai setiap pembelajaran harus didahului dengan berdoa agar setiap pembelajaran yang akan dipelajari tersebut menjadi ilmu yang bermanfaat. Salah satu ilmu yang sedang saya pelajari adalah filsafat. Sebenarnya, mempelajari filsafat dapat membuat kita bertambah yakin pada suatu agama yang kita yakini karena kita mengetahui makna yang terkandung pada ajaran agama tersebut. Seperti yang kita ketahui filsafat mengajarkan kita untuk terus membaca untuk mendiskripsikan sesuatu yang ada di dunia ini yang tidak ditafsirkan secara langsung akan tetapi kita mengerti akan hal tersebut dan kita mempercayainya. Seperti kita meyakini bahwa taqwa seseorang kepasa Tuhan dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  88. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Elegi ini menggambarkan keadaan bangsa Indonesia sekarang ini. Dulu Indonesia dijajah dengan fisik dan kekerasan, sekarang Indonesia dijajah secara halus melalui bidang pendidikan, budaya, teknologi, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Indonesia adalah bangsa relijius yang terbukti dengan sila pertama ideologi nya adalah ketuhanan yang Maha Esa. Jika ideologi Pancasila sudah terkikis oleh (neo) kapitalisme, (neo) liberalisme, (neo) hedonisme, (neo) pragmatisme, (neo) utilitarianisme, (neo) materialisme, (neo) positivisme, maka seperti prediksi Powernow Indonesia akan hancur.

    ReplyDelete
  89. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini, membuat saya sadar bahwa kita saat ini sedang dijajah oleh bangsa lain. Bukan dijajah seperti zaman dahulu yang mengunakan senjata dan peperangan, namun kini penjajah masuk menggerogoti moral para pemimpin bangsa dan anak bangsa. Tanpa sadar kita sudah diracuni dengan adanya teknonogi, budaya hedonisme, kapitalisme sehingga tanpa sadar bisa-bisa tembok spiritualisme kita diruntuhkan. Runtuhnya moral bangsa itu berarti runtuk pula ideologi suatu bangsa, dengan begitu tinggal menunggu waktu untuk runtuhnya suatu bangsa. Bangsa barat saat ini tidak lagi mengangkat senjata untuk menguasai bangsa lain, cukup dengan menghancurkan moral pemimpin dan generasi suatu bangsa maka negara tersebut dengan mudahnya akan jatuh dalam gengamannya. Oleh karena itu, kita harus selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman namun harus ditekankan bahwa mengikuti perkembangan zaman itu harus dibarengi dengan mempertebal tembok keimanan. Terimakasih

    ReplyDelete
  90. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Membaca elegi ini mengingatkan saya akan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Nampaknya Indonesia saat ini juga sudah terpengaruh oleh berbagai kendaraan yang dibuat oleh Powernow. Banyak masyakat yang lebih memilih budaya instan. Selain itu saat ini dapat dengan mudah kita jumpai berita tentang para pelajar yang minum minuman keras, menggunakan narkoba. Spiritual di Indonesia mulai tersingkirkan, bahkan banyak orang yang mulai anti agama. Bahkan antar golongan dalam satu agama menjadi mudah di adu domba. Dan banyak hal lain yang menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan powernow untuk menundukkan Indonesia mulai membuahkan hasil. Karena itulah kita harus membentengi diri kita dengan iman dan taqwa agar tidak mudah terhasut dengan segala keburukan.

    ReplyDelete
  91. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Dialog diatas menggambarkan bagaimana power now merupakan tantangan masusia dizaman sekarang. Powernow menawarkan segala model pemikiran seperti neokapitalisme, neoliberalisme, neohedonisme, neopragmatisme, neoutilitarianisme, neomatrialisme, neopositisme, budaya instan yang mampu menjerumuskan manusia sehingga jauh dari Tuhannya. Indonesia memiliki budaya timur yang kental dengan toleransi, sopan, santun, menghargai antar sesama jangan sampai kita terjerumus dalam powernow sehingga kehilangan identitas yang telah melekat. Oleh karenanya mari kita selalu bentengi hati dengan selalu teguh memangang iman dan bersyukur atas Nikamat yang diberikan Tuhan.

    ReplyDelete
  92. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Dunia selatan menjadi bangsa untuk dipengaruhi dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dari dunia selatan. Jika pada jaman dahulu untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa itu dengan berperang dan saling meyeran. Tetapi untuk masa zaman sekarang ini adalah menyerang tanpa adanya berperang. Maksudnya adalah menyerang melalui doktrin-diktrin dari bangsa lain. Doktrin dimasukkan secara halus, yaitu melalui perkembangan teknologi, melalui film, melalui tv, berita, dll. Secara tidak sadar sebenarnya bangsa kita sedang diserang oleh bangsa lain. Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita hindari, tetapi sebagai bangsa yang cerdas seharusnya kita dapat menyaring hal hal mana yang berdampak positif dan mana yang berdampak negatif.

    ReplyDelete
  93. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apa yang dituliskan di atas merupakan gambaran keadaan yang sebenar-benarnya sedang kita hadapi, namun banyak orang yang tidak menyadari keadaan yang demikian. Hal tersebut dikarenakan orang-orang terlena pada gaya hidup yang kebarat-baratan, budaya hidup instan praktis hingga gaya hidup hedon. Hedonisme merupakan pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan yang sebanyak-banyaknya dan sedapat mungkin menghindari perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Maka bagaimana kita menyikapinya? Hidup di era globalisasi ini haruslah bijaksana dalam menyikapi segala macam pengaruh yang berasal dari luar. Jangan sampai budaya seperti itu merusak jati diri kita. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memperkokoh dimensi spiritual kita agar terhindar dari pengaruh negatif kehidupan hedonisme.

    ReplyDelete
  94. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B
    Terima kasih pak, elegi yang sangat mencerahkan. Saya memiliki imajinasi dunia sebagai tempat tinggal manusia yang saling membangun untuk kepentingan seluruh umat manusia. Bukan justru saling menjatuhkan satu sama lain. Sejarah mencatat Indonesia dibangun atas dasar kolektifitas seluruh bangsa di dunia tanpa memandang kulit, etnis dan agama, semua berdiri atas ideologi yang sama yaitu membebaskan manusia dari segala penindasan. Saya membayangkan apabila manusia tidak terbatas untuk menolong sesame manusia, garis-garis imajiner batas runtuh. Semoga dunia tetap dalam keaadan damai.

    ReplyDelete
  95. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Banyak tipu daya dibalik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para pemegang IPTEK tidak semata menciptakan sesuatu untuk mempermudah. Kita haruslah menjadi masyarakat yang kritis. Jangan hanya menerima tanpa men-filter. Diperlukan modal kesadaran dan pegangan yang kuat, baik pegangan berupa jati diri bangsa yang kokoh maupun spritual yang dalam agar tidak termakan umpan dan menjadi korban dari perkembangan IPTEK.

    ReplyDelete
  96. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Kekurangan bangsa ini sebenarnya bukan bangsa lain yang menjajah kita namun bangsa kita sendirilah yang telah menjajah bangsanya sendiri. Kebodohan, Kemalasan, Kemunafikan, keserakahan, ingin berkuasa, itulah yang menjajah bangsa kita saat ini. Kita saling menjajah, tidak ada lagi saudara yang ada hanyalahlah kepentingan semata. persaudaraan antar sesama tidak lagi dipandang sebagai suatu yang penting untuk mensejahterakan antar sesama, para penguasa sudah merasakan kenikmatan ketamakannya sebagai penguasa bangsa.

    ReplyDelete
  97. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dunia selatan yang dimaksud dalam cerita diatas adalah Indonesia. Dalam perkembangannya Indonesia mulai kehilangan identitas dirinya karena pengaruh dari dunia barat. Teknologi yang semakin maju membuat informasi semakin mudah diakses, berita-berita bohong atau biasa disebut "Hoax" juga semakin menyebar luar luas tanpa bisa dibendung. Satu-satunya jalan untuk menghindarkan diri dari pengaruh dunia barat adalah semakin meningkatkan spiritual kita sebagai filter dalam mencerna informasi-informasi yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  98. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menurut pemahaman saya, elegi ini sedang menggambarkan suatu bentuk penjajahan modern yang sangat halus sekaligus mengerikan yang terjadi di Indonesia saat ini. Penjajahan itu tidak memakai serangan militer, perang senjata dan sejenisnya tetapi melalui sarana dan budaya. Dan sebagian besar metode itu ampuh menyerang para generasi muda bangsa. Lewat makanan (food) seperti fast food, dari cara berpakaian (fashion) anak-anak remaja jaman sekarang yang sedikit-banyak terpengaruh oleh bangsa asing, kemudian dari segi hiburan seperti film, video, dsb yang sayangnya tidak sesuai dan berdampak pada kenakalan remaja, seks bebas, dsb. Bentuk penjajahan modern lainnya masih sangat banyak, namun hebatnya penjajahan ini adalah ia sangat halus dan sulit dipahami karena berkedok hal-hal yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  99. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sebelum kemerdekaan, bangsa kita berjuang lepas dari jajahan yang berupa serangan fisik nyata dan saat ini sesungguhnya bangsa kita sedang dijajah oleh sesuatu yang sebenarnya tidak kasat mata. Saat ini bangsa kita lebih mementingkan kehidupan duniawi, kita sedang dijajah oleh kesenangan dunia. Serangan-serangan yang datang menggoda dan menjadikan kita berperilaku hedonisme dan neohedonisme, masyarakat sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Kita harus membentengi diri dengan tetap memegang teguh ajaran-ajaran agama dan bijaksana dalam menyikapi perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  100. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam hidup ini ternyata banyak ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang ada di lingkup pendidikan. Faktornya tidak hanya dari pendidikan saja tetapi juga berasal dari bidang-bidang lain. Karena semua dapat dikatakan dari pengaruh dari globalisasi atau gaya hidup barat. Seharusnya kita boleh mengikuti arus globalisasi tetapi kita harus bisa menyaring dan memilih mana yang baik dan buruk agar tetap dalam naungan norma yang berlaku. Karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin bertambah pula persoalan-persoalan yang ada di negara ini. Sehingga harus benar-benar pintar memanfaatkan teknologi dan memaksimalkan penggunaan teknologi dengan cara yang positif tanpa merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  101. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Powernow telah mengelabuhi negara-negara lain, salah satunya Indonesia, agar menjadi bawahannya, kekuasaannya. Powernow tidak berusaha menjajah melalui perang namun menyerang dengan peralihan budaya, balas budi dan ketergantungan, sehingga perlahan-lahan tanpa disadari kita menjadi budak powernow, kebudayaan bangsa mulai luntur, terjadi kapitalisme di mana-mana, bahkan spiritualisme mulai menguap. Kekacauan yang ditimbulkan tidak kalah besarnya engan kekacauan saat perang, bahkan mungkin lebih, karena kita tidak menyadari bahwa sejatinya kita sedang dijajah. Elegi ini dapat kita jadikan tombak untuk menyadarkan diri kita dan berusaha mempertahankan diri kita dari kekuatan powernow

    ReplyDelete
  102. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    seperti pada artikel diatas banyak menjelaskan tentang bagaimana sebuah proses, apa yang menjadi kekuatan adalah rasa ingin menjadi yang lebih baik
    terimakasih pak untuk olah rasa pada artikel diatas

    ReplyDelete
  103. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    “Astaghfirullah hal adzim”, ternyata begitu sungguh mengerikannya kekuatan sang power now. Power now tidak menyerang kita secara fisik/nyata namun secara kasat mata melalui pemikiran. Sadar atau tidak sadar mungkin kita sudah terjebak dalam siasat sang power now itu, setiap hari, setiap saat kita diserang oleh pemikiran, budayanya sang power now sehingga seperti kutipan dalam elegi di atas manusia menjadi seperti “belalang”, belalang yang hanya menerima makanan apa saja yang diberikan. Walau zaman semakin berkembang, namun kita tidak boleh melupakan budaya kita sendiri, tidak melupakan batas agama, norma, adat istiadat, dan etika, karena itulah yang dapat menjadi benteng kita dalam memerangi sang power now. sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  104. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Elegi di atas seperti menggambarkan masih ada penjajah-penjajah diluar sana yang ingin menghancurkan negeri ini. Jika dulu penjajah datang membawa senjata, maka sekarang penjajah datang tidak lagi dengan senjata tajam, tapi sedikit demi sedikit menggerus pemikiran positif generasi muda, mengubah gaya hidup, dan alat yang melebihi senjata jika salah menggunakannya yaitu gadget.

    ReplyDelete
  105. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Perkembangan dan kemajuan teknologi dan pasar di era sekarang tidak lantas membuat kita meninggalkan itu semua. Dengan kemajuan teknologi, kita gerakkan generasi muda untuk berinovasi, kreatif dan yang paling penting beragama. Karena dengan membangun spiritual generasi muda mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Tidak hanya itu, pemerintah juga seharusnya mendukung penuh pasar-pasar lokal, karna di era sekarang banyak generasi muda yang berbondong-bondong ingin menjadi wirausaha yang kreatif. Saya yakin semakin tinggi kualitas produk lokal hasil generasi muda Indonesia, maka dapat mengurangi pengaruh buruk yang dibawa oleh produk asing.

    ReplyDelete
  106. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Waaah postingan lain yang sangat menarik bagi saya. Bahkan membacanya di pagi buta pun membuat saya tetap semangat. Banyak hal yang saya pelajari dan bisa saya refleksikan dari sini.
    "Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri."
    Ini banyak saya temukan. Anak-anak yang menyebut dirinya kids jaman now sudah mulai menunjukkan gejalanya. Lebih suka menonton tayangan luar negeri,lebih suka memakai bahasa asing dalam komunikasi, lebih suka gaya pakaian kebarat-baratan, gaya hidupnya tak tahu adat dan tak punya sopan santun. Eh eh eh waduh, kok saya jadi menemukan diri saya juga di sana. Tapi tak seekstrim itu. Tapi memang konsumsi bahasa asing dan tontonan asing lebih mendominasi kehidupan sekarang. Itulah yang membuat kita lebih suka budaya luar. Berarti kata-kata "mulai dari diri sendiri" itu benar-benar harus mulai diterapkan. Karena kalau tidak, akan habis budaya bangsa ini.. baiklah saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menghidupi diri dengan kecintaan akan budaya sendiri.

    ReplyDelete
  107. Seram juga saya membaca pendapat-pendapat para ahli. Apakah yang membuat mereka dapat berpikir demikian? Wah yang seram lagi bawa-bawa metode saintifik. Inilah yang harus dicermati bersama, ketika ingin menerapkan sesuatu hal haruslah kita tau apa yang menjadi dasar hal tersebut. Pantas saja pernah ada wacana penghapusan pembelajaran agama dalam kurikulum 2013. Wah semakin seram ga tuh? Semakin gawat untuk anak-anak kita. Tv dan internet saja isinya sudah tak karuan, apa yang terjadi kalau mereka tak punya dasar yang kuat dalam agama. Di tambah orangtua jaman now yang sibuk mencari uang daripada memperhatikan anak. Di mana anak itu belajar ilmu agama dam hal-hal mendasar seperti sopan santun selain di sekolah dan tempat ibadah.. mari mulai dari kesadaran diri sendiri, ajari anak-anak kita dasar agama yang kuat, apapun agamamu.. tapi tetap ajarkan pula toleransi.. wah suatu pelajaran untuk saya mendidik nanti..

    ReplyDelete
  108. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Elegi ini membuat saya tercengang. Ternyata pemikiran negara barat sangatlah sistematik untuk menghancurkan negara selatan. Seharusnya, kita menyadari akan adanya penyusupan budaya yang akan banyak merugikan kita. Akan tetapi, kita seolah malah terlena dengan adanya budaya-budaya dan teknologi modern yang masuk di negara kita. Padahal, melalui budaya dan teknologi itulah negara barat secara perlahan tapi pasti ingin menghancurkan negara kita

    ReplyDelete
  109. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kita sebagai seorang yang beragama, tidak boleh dengan mudahnya percaya dengan teori-teori yang diciptakan oleh para tokoh negara barat yang mengatakan bahwa sesungguhnya tuhan itu tidak ada. Kita harus tetap memegang teguh agama yang telah kita anut agar senantiasa terhindar dari pengaruh buruk dunia barat. Memang perusakan moral ini belum terlihat dengan jelas, akan tetapi kita sudah dapat merasakan perubahannya walaupun belum terlalu signifikan.
    Pengaruh buruk akibat dari ulah negara barat sudah mulai terlihat di negara kita. Para pemimpin saling melakukan perlawanan , saling menjatuhkan, dan melupakan tugas pokok mereka untuk membela rakyatnya. Akan tetapi, mereka tidak menyadarinya. Pemimpin kita bagaikan boneka, yang dengan mudahnya dipermainkan dan dibuat terlena dengan adanya teknologi modern. Teknologi-teknologi tersebut bukannya membuat negara semakin maju, tetapi justru membuat negara kita semakin terpuruk.

    ReplyDelete
  110. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Dari artikel diatas kita dapat mengateahui bahwa ternyata banyak ancaman, hambatan dan juga tantangan yang ada pada ruang lingkup pendidikan. Namun faktor tersebut bukan hanya datang dari bidang pendidikan saja, tetapi juga dari bidang lain, seperti ekonomi, budaya dan juga politik serta hukum. Dengan sasaran melemahkan pendidikan, seluruh aspek digunakan. Dari hal terssebut yang menjadi fokus kita ialah membangun karakter dan budaya belajar yang baik.

    ReplyDelete
  111. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Power now sudah hampir menguasai bangsa kita, dengan paham-paham (neo) Kapitalisme, (neo) Liberalisme, (neo) Hedonisme, (neo) Pragmatisme, (neo) Utilitarianisme, (neo) Materialisme, (neo) Positivisme, dan budaya instan membuat para pemimpin, para pemuda, para pelajar dan hampir semua orang kehilangan jati dirinya sebagai Bangsa yang mengedepankan Pancasila. Para pemimpin yang hanya memikirkan kekuasaan, para pelajar yang hanya mengejar nilai, para pemuda yang hanya mementingkan kesenangan belaka, hal ini merupakan akibat dari datangnya power now. Kita sebagai generasi penerus diharapkan untuk segera bangkit dari dampak negative power now.

    ReplyDelete
  112. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Cerita dalam elegi ini adalah tentang bagaimana untuk menghancurkan ideologi sebuah negara dari segala sisi mulai dari spiritual, moral, pendidikan, teknologi dan masih banyak sisi lainnya. Maka agar negara kita dapat terecgah dari sebuah penjajagan, kita harus mempertahakan nilai moral-moral yang diajarkan agama, ideologi pancasila serta para leluhur. Dalam konteks pendidikan kita juga harus membuang jauh-jauh budaya instant yang hanya menginginkan hasil akhir bukan dari proses untuk mencapai sebuah hasil tersebut.

    ReplyDelete
  113. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pada elegi matadara menaklukkan dunia ini mengajarkan kepada kita bahwa betapa dunia ini sedang ingin dikuasai oleh power. Dimana matadara sebagai objek untuk mengubah pola pikir bangsa dengan menjadikan dirinya sebagai raja. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Prof Marsigit bahwa negara poer now merupakan perwujudan negara Amerika Serikat yang ingin menguasai dunia. Dengan teknologi, dengan isu dan dengan bom nuklirnya.

    ReplyDelete
  114. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya, apa yang dipandang oleh orang lain mengenai ciri khas dari orang dunia selatan adalah sikap sopan santun dan jujur dalam melakukan sesuatu. Hal ini yang menjadi nilai plus dari orang-orang dunia selatan yang sering legowo menerima perlakuan yang diberikan oleh dunia yang lainnya. Hal ini memang baik, namun juga memberikan sedikit dampak buruk bagi orang-orang dunia selatan sendiri, mereka akan tertinggal perkembangan jika mereka tidak melek akan apa yang dilakukan oleh orang-orang dunia lainnya
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  115. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    penjajahan yang dilakukan pada jaman ini bukanlah perang bunuh-membunuh, tetapi penjajahan jaman sekarang ini lebih berbahaya karena masuk secara halus tanpa disadari oleh negara yang terjajah. mereka menjajah dengan gampangnya, dengan memasukkan budaya-budaya mereka sehingga kita lupa dengan budaya kita sendiri, dan lucunya lagi yang dijajah dengan senang hati menerima jajahan tersebut.

    ReplyDelete
  116. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Elegi ini dapat dijadikan bahan instropeksi, bagaimana kita lebih condong menganut ideologi-ideologi yang mungkin bertentangan dengan ideologi bangsa kita. Bagaimana kemajuan jaman membuat pemikiran kita justru menjadi semakin mundur. Kesukaan akan hal yang bersifat instan menjadikan pemikiran kita justru kepada hal yang dapat merugikan. Bagaimana spiritualitas kita semakin lama semakin menurun. Menjadi sosok yange menegang teguh pendirian, diharapkan mampu kita lakukan.

    ReplyDelete
  117. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Adapun hal yang menarik bagi saya yaitu istilah dunia selatan, dalam elegi diatas. Dubia selatan yang digambarkan memiliki ciri-ciri yang sama persis dengan negara tercinta ini. Dimana tawuran masih sering terjadi, paham radikal mulai merajalela, serta manusia mulai berperang dengan saudaranya sendiri. Elegi ini sebenarnya adalah teguran kepada kita khususnya saya, untuk melihat dalam diri apakah kita termasuk golongan yang demikian?.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  118. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. powernow ialah pemilik kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki hendaknya jangan disalah gunakan. Powernow berusaha menyebarkan paham-paham yang memecah belah dan merugikan berbagai pihak. Untuk itu sebaiknya jngan biarkan powernow menyebar kekuasaan. Pertahakan diri dengan menggali ilmu sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  119. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Adanya lobalisasi membuat pengaruh dan budaya dari luar negri dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang tidak sesuai dengan budaya asli Indonesia dapat menggerogoti pada manusia di era modern ini. Tetap menjunjung tinggi karakter dan budaya Indonesia dengan tetap istiqomah dan berpegang pada ajaran agama kita.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  120. Setelah membaca elegi diatas, saya pikir bahwa negeri selatan adalah Indonesia. Memang, saat ini kondisi di Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Saat ini kita tengah dijajah tanpa kita menyadarinya. Kita dijajah secara budaya, pendidikan, gaya hidup, ideologi dan masih banyak lagi. Tapi, kita tidak menyadari itu dan terbawa arus globalisasi. Semoga dengan pendidikan karakter kita bisa menjaga budaya dan karakter lokal bangsa kita.

    ReplyDelete
  121. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017


    Elegi yang menarik. Power Now yang berusaha menguasai negara-negara dengan berbagai cara. Bukan dengan cara kekerasan melainkan menghancurkan dari dalam, dari orang-orangnya, dari pemimpin-pemimpinnya, bahkan dari kebiasaan dan pikiran masyarakatnya. Hal ini sudah terjadi di negara kita sendiri, Indonesia, power now telah merubah kita semua menjadi ketergantungan dengan teknologi atau "cupu manik" bahkan idola dan budaya pun mengarah ke negara-negara power now.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak masyarakat yang malu dengan apa yang dimiliki bangsanya sendiri.
      Jangan kita biarkan power now ini menghancurkan kita, apalagi sampai membunuh tuhan kita.

      Delete
  122. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Elegi tersebut mengingatkan kita mengenai realita sekarang mengenai pemimpin yang kurang bertanggung jawab, egois, dan lain sebagainya. Godaan pun bermacam-macam variasi, ada yang berupa hiburan, fasilitas, jabatan, dan kesenangan duniawi lainnya. Jika tak memiliki pondasi keimanan yang kuat, maka godaan pun akan sulit ditaklukan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  123. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Membaca elegi ini membuat saya semakin tahu bahwa pengaruh barat dalam merusak peradaban Selatan sangat besar. Dunia barat yang terkenal akan kemajuan teknologi dan berusaha mengasingkan keberadaan Tuhan ingin agar dunia timur yang menganggap bahwa Tuhan itu esa dan kita berkewajiban beribadah menjadi seperti barat. Rakyat menjadi seorang yang hedon, kapital dll. Sebagai rakyat apa bila kita ingin tetep berada pada koridor berketuhanan yang maha esa dengan tenang dan damai langkah yang pling tepat adalah pada pemilu. Buanglah politik praktis yang menjanjikan kesenangan sementara namun membawa derita di belakang nya. Pilihlah pemimpin yang memperjuangkan agama Islam dan mengakan keadilan. Tidak seperti saat ini, keadaan yang saya rasakan sungguh mengkhawatirkan. Indonesia sungguh sangat diberi cobaan yang berat, kita sebagai umat mayoritas harus berani mengambil sikap yang kita anggap benar lawan ketidakadilan.

    ReplyDelete
  124. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Berbagai tipu muslihat digunakan banga barat untuk menguasai dunia selatan. Hal itu dimulai dengan merubah cara hidup dunia selatan sesuai dengan gaya hidup bangsa barat. Bukan hanya gaya hidup, pememimpin dunia selatanpun secara langsung maupun tidak langsung merka dikendalikan oleh orang barat. Sehingga secara perlahan bangsa barat akan menguasai dunia selatan. Oleh karena itu, agar bangsa ini tidak terjerat oleh bangsa barat maka kita sebagai generasi mudah harus lebih berhati-hati dengan pengaruh barat dan selalu berikhtiar berinovasi serta menguatkan spiritualisme dan nasionalisme. Terimakasih

    ReplyDelete
  125. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ada banyak cari bagi penguasa dalam demi memenuhi keinginannya dalam menguasai. Seperti halnya Powernow yang begitu berambisi menguasai negara selatan. Ia melakukan berbagai cara yang memang dirasa sangat "efektif" dalam rangka menguasai negara selatan dengan merusak hal-hal fundamental yang dimiliki negara selatan. Seperti spiritualitas yang kian hari semakin tergerus, padahal spiritualitas merupakan hal penting sebagai pegangan dalam menjalani hidup sebagaimana mestinya. Kemajuan teknologi yang semestinya dijadikan sebagai sarana menuju era yang mempermudah urusan manusia malah menjadi bumerang yang justru memperbudak manusia dengan segala keistimewaanya. Hal penting yang dirasa perlu dalam mengahadapi Powernow ada ditangan para pemimpin negara yang semestinya dapat melindungi negara dan segenap warganya dari radiasi Powernow, bukan malah justru jatuh kejebakan Powernow.

    ReplyDelete
  126. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Disadari atau tidak, hal-hal yang dipaparkan di atas adalah memang sedang terjadi di negara ini. Yang paling mencolok adalah terkikisnya budaya lokal oleh budaya barat. Saat ini banyak anak muda yang bangga menggunakan budaya barat daripada budaya lokal. Bahkan kadang anak muda merasa malu jika menggunakan budaya lokal, karna takut dianggap jadul. Selain itu, semakin banyak orang yang memikirkan duniawi tanpa menghiraukan akibat di akhirat. Misalnya saja, saat ini semakin banyak para pejabat yang korupsi uang rakyat, bahkan ada juga orang yang diamanahi sebagai fasilitator umroh (travel umroh) yang malah mengkorupsi uang jamaah yang ingin pergi umroh. Selain itu, saat ini semakin banyak orang yang menggunakan narkoba yang merusak akal pikirannya. Terkhusus untuk generasi muda, saat ini semakin banyak ancaman yang menyerang generasi muda melalui narkoba. Dari anak sekolah sampai orang tua saat ini menjadi incaran narkoba. Selain itu, lunturya spiritual setiap orang karna keduniawian memperberat pemasalahan yang ada. Inilah sebenar-benarnya terjajah, jika tidak segera sadar, maka perlahan-lahan akan kehilangan jati diri bangsa dan akan tergantung akan budaya barat.

    ReplyDelete
  127. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Terima kasih atas eleginya, Prof. Elegi ini seharusnya dibaca oleh rakyat Indonesia yang semakin terbutakan oleh duniawi sehingga tidak menyadari bahwa ada bahaya besar yang sudah merongrong bangsa ini sejak lama. Padahal, jika hal ini dibiarkan maka lama kelamaan bangsa ini akan hancur.
    .
    Saya seringkali miris dengan kelakuan generasi muda zaman sekarang. Akan dibawa kemana masa depan bangsa ini jika moral calon pemimpin bangsa sudah bobrok, terlena dengan hedonisme, liberalisme, narkoba, tawuran, bahkan tak sedikit yang terjerumus pada pergaulan bebas. Oleh karena itu, kita sebisa mungkin harus membentengi diri dengan agama yang kuat dan memfilter budaya asing yang masuk agar tak terjerumus ke hal-hal negatif dan bisa menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi tapi juga anggun dalam perilaku.

    ReplyDelete
  128. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Elegi yang sangat menarik Prof. Sesungguhnya saya miris membacanya, sebab sebagian dari elegi di atas yang direncanakan oleh Powernow sudah mulai terjadi di negeri kita. Dari mulai pemimpin hingga rakyatnya, pemikiran hingga realitanya. Bahkan rasanya beberapa bagian dari masyarakat sudah mulai menghilangkan Tuhan dan mereka mulai menggantiNya dengan pemikiran-pemikiran dan kebiasaan mereka yang kiblatnya dari negara barat. Pendidikan karakter yang kuat dan senantiasa melibatkan Tuhan dalam perilaku serta tetap menunjung dan bangga akan budaya negara merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi hal tersebut.

    ReplyDelete
  129. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Menurut saya elegi diatas menggambarkan keadaan sekarang, entah sadara atau tidak sebenarnya kita sedang merasakan keadaan tersebut. Saat ini orang lebih suka dan bangga dengan budaya dari luar dan menganggap budaya negeri sendiri adalah budaya yang kuno. Selain itu, orang juga lebih menyukai segala sesuatu yang instan tanpa mengetahui proses dan dampak akibatnya. Ketergantungan teknologi pun sangat dirasakan, setiap hari pasti tidak lepas dari yang namanya hand phone. Bahkan segala sesuatu dapat dilakukan dengan menggunakan hand phone, misalnya membeli makanan, memesan kendaraan, transaksi uang, bahkan jasa tenaga pun dapat dipesan melalui hand phone. Walaupun jaman telah berkembang, namun janganlah kita melupakan budaya negeri kita sendiri, melupakan agama, norma, dan etika karena semua itu dapat menjadi benteng bagi kita.

    ReplyDelete
  130. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas mengingatkan saya tentang bagaimana sebaiknya kita harus bersikap bijaksana mengenai nilai-nilai (budaya, moral, dan norma). Perubahan zaman adalah hal yang sulit untuk dilawan, tetapi bukan berarti kita harus larut dan hanyut di dalamnya.

    ReplyDelete
  131. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih atas eleginya Prof. Elegi ini sangat menarik. Ternyata seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak tujuan-tujuan terselubung yang tak tampak namun sebetulnya memiliki tujuan yang tidak baik bagi bangsa. Dunia saat ini telah dikuasai oleh powernow dimana pemimipin ingin menguasai pola pikir seluruh bangsa agar dapat mewujudkan dirinya sebagai raja segalangnya. Seperti yang telah disebutkan pada elegi tersebut, powernow melakukan segala cara (yang terkadang tanpa masyarakat sadari)untuk memecah belah dan merugikan berbagai pihak. Semoga kita semua senantiasa dalam perlindungan Allah agar terhindar dari tipu daya powernow. Aamiin

    ReplyDelete
  132. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Betapa banyak kebohongan yang sudah diciptakan dalam ilmu pengetahuan. Salah satunya tentang teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang kemudian dipelajari oleh setiap siswa di mata pelajaran Biologi. Charles Darwin mengatakan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Jika manusia adalah bentuk evolusi dari kera mengapa setelah jutaan tahun masih ada kera di muka bumi, kenapa kera masih dalam wujud kera sekarang ini dan tidak berubah menjadi manusia? Menurut saya teoriyang dikemukakan oleh Charles Darwin ini sangatlah konyol.

    ReplyDelete
  133. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Artikel yang cukup menarik, terkait elegi-elegi. Sebagain telah terjadi di jaman sekarang misalnya saja perkembangan teknologi pada saat ini, teknologi dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia akan tetapi hal tersebut bisa juga menyerang kita dan menjadikan kita malas. Hal tersebut dapat dihindarkan dengan menguatkan nilai moral dan agama kita. Bisa saja di masa depan manusia bergantung pada Robot/AI(kecerdasan buatan) untuk hidup atau bahwa manusia dikuasai oleh Robot/AI karena dimasa depan bisa saja AI lebih pintar dari manusia yang membuat nya.

    ReplyDelete
  134. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Kemajuan teknologi, iptek sudah sangat pesat perkembangannya. Manusia terus mencari cari ilmu luar biasa di luar sana. Sehingga muncullah sifat alamiah manusia, sombong, beberapa manusia dengan kemampuan ilmu yang tinggi dan sombong ingin menguasai dunia dan memanfaatkan para warga biasa yang hanya bisabiasikmati hasil tanpa tau apa yang sebenarnya terselubung menjadi tujuan para ilmuwan.

    Salah satunya yaitu teori yang menyatakan bahwa nenek moyang manusia adalah seekor kera. Bahkan teori ini diajarkan kepada seluruh umat manusia pada pelajaran Biologi. Dan teori dari Hiromitsu Nakauchi bahwa manusia itu adalah dari hewan dan menuju hewan. Padahal jelas-jelas dalam islam, manusia adalah makhluk paling sempurna dan yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah manusia memiliki akal. Jelas sekali hewan atau binatang tidak memiliki akal mereka hanya memiliki insting.

    Kemudian hal mengerikan seperti yang dikatakan powernow bahwa “Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan” semoga kita semmua terlindung dari teori dan pengaruh mengerikan powernow.

    ReplyDelete
  135. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Astaghfirullah hal adzim.
    Elegi ini mengingatkan saya kepada apa yang terjadi di dunia ini. Entah disadari atau tidak, keadaan Indonesia dibeberapa bagian sudah mengalami apa yang dipaparkan. Kekuatan dan pemikiran Power Now sungguh mengerikan. Ia tidak menyerang secara langsung tapi melalui doktrin dan pemikiran-pemikiran yang dapat tidak sesuai dengan yang sebelumnya. Pengaruh budaya yang masuk (budaya barat) juga mempengaruhi bergesernya budaya lokal, sehingga budaya lokal semakin terasingkan di negeri sendiri. Selain itu bergesernya nilai spiritual juga menandakan kekuatan Power Now tersebut telah ada di Indonesia. Semakin banyak pengguna narkoba dan obat terlarang secara besar-besaran dan disalahgunakan. Dahulu penggunaan obat hanya digunakan pada ilmu kedokteran saja, namun sekarang bergeser menjadi konsumsi bagi kalangan tertentu. Sungguh semakin ironis.
    Beruntunglah saya ketika membaca ini hanya ada pada titik point yang dimaksudkan, beberapa point saya baca keseluruhan. Saya sedikit mengingatkan, berhati-hati dalam membaca. Jika itu terdapat konten negatif atau kurang sesuai dengan pribadi kita, bersikaplah bijak.

    ReplyDelete
  136. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    perkembangan IPTEK yang sangat pesat ternyata menyimpan berbagai niat terselubung. niat - niat tersebut disalurkan dengan sangat rapi melalui perkembangan IPTEK. karena tidak akan ada yang curiga dengan ilmu pengetahuan. powernow yang semakin mengusai dunia menjadi ancaman bagi bangsa . maka dari itu sebaiknya kita lebih selektif dalam menggunakan IPTEK

    ReplyDelete
  137. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Uraian artikel di atas merupakan realita nyata kehidupan manusia saat ini. Salah satu yang disebutkan adalah budaya instan. Budaya instan merupakan cerminan kehidupan modern saat ini. Dalam budaya instan manusia menginginkan segala sesuatu serba cepat, praktis, tanpa perlu bersusah payah. Budaya instan yang terjadi saat ini dapat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya generasi “manja”. Generasi ini tidak dibiasakan untuk bekerja keras dan tidak dibiasakan untuk memahami suatu proses. Terimakasih.

    ReplyDelete
  138. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof, satu postingan yang sangat menarik. Dari artikel diatas dapat terlihat bahwa adanya perubahan identitas yang dimiliki bangsa. Yang terlihat di era zaman sekarang, bahwa banyak generasi muda yang mulai merubah gaya hidup dengan senjata yang sangat menghancurkan negeri ini yaitu gadget. Seperti yang diketahuai bahwa penggunaan gadget membuat orang-orang lupa akan segala hal, sehingga benar adanya bahwa gadget adalah suatu teknologi yang dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

    ReplyDelete
  139. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi diatas sadar atau tidak menggambarkan kehidupan sekarang ini. Dimana, manusia dibutakan oleh harta duniawi dan mulai melupakan Tuhannya. Hal ini dapat dikihat dari kebiasaan kebiasaan yang ada yaitu korupsi, mabuk-mabukan, tawuran, mencuri, menuntut orang tua terhadap hutangnya dan lain lain.

    ReplyDelete
  140. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    "Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka." Perhatikan baik-baik kalimat tersebut. Dapat dikatakan bahwa spiritualitas merupakan tameng paling ampuh dalam menghadapi arus global ini (powernow). Hendaknya kita menhadi manusia yang tidak tamak dan rakus akan dunia. Kita harus ingat bahwa Allah menciptkan manusia agar beribadah kepadaNya bukan melawannya melalui efek dari powernow.

    ReplyDelete
  141. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    "Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya." Naudzubillah mindzalik. Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang melupakan Allah. Karena sesungguhnya berdoa adalah sarana kita untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah. Powernow merupakan bukti kebesaran Allah dan merupakan ujian bagi hamba-hambanya. Jiwa-jiwa kita merupakan jiwa-jiwa yang kosong yang kering dan membutuhkan air agar sejuk. Air inilah yang dinamakan ilmu. Seseorang yang berilmu dan mengamalkannya akan selamat mengahadapi ujian ini

    ReplyDelete
  142. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Meski elegi diatas ditulis pada tahun 2011 namun masih menggambarkan kehidupan dimasa kini, dimana banyak manusia lebih mengutamakan urusan duniawi dan makin dibutakan olah harta dan tahta. Bersyukurnya belakangan sudah mulai marak gerakan pemuda hijrah yang dapat menyebarkan ilmu agama dan ilmu akhirat.

    ReplyDelete
  143. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sadar atau tidak bahwa teknologi dan kemajuan zaman yang semakin pesat ini jika tidak kita gunakan dalam kehati-hatian akan menjerumuskan kita pada kenimatan dunia semata yang menjauhkan diri kita dari keimanan. kehati-hatian yang saya maksudkan disini yaitu keimanan kita kepada Allah yang seharusnya kita jadikan sebagai landasan kita dalam melakukan hal apapun. Kita harus sadar bahwa apa yang ada di dunia ini adalah milik Allah, dan Allah bisa mengambil apa yang kita punya kapanpun Allah mau.

    ReplyDelete
  144. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Astaghfirullahaladziim...
    Elegi yang menyadarkan bahwasanya di belahan bumi yang lain ada yang sedang berusaha memengaruhi, merusak, bahkan menjatuhkan negeri ini. Kita perlu menyadari bahwa disorientasi moral di Indonesia juga merupakan salah satu akibat dari terbawanya kita oleh arus yang diberikan oleh powernow. Secara tanpa kita sadari, kita telah mengamini semua perkataan powernow.
    Namun, dari tulisan ini kita ketahui bahwa powernow sangat takut pada orang yang belajar dan ahli pada filsafat dan spiritual serta mempunyai pedoman hidup. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda, semoga dapat terus belajar mengenai filsafat, memperdalam agama dan mengamalkannya, serta berpedoman hidup yang kuat yang berdasarkan agama dan pancasila.

    ReplyDelete
  145. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    PPS Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Selama membaca elegi ini dalam hati hanya berbisik “Astaghfirulloh..”. Dari elegi itu saya menyadari bahwa saat ini metode penjajahan pun sudah ganti. Penjajahan saat ini bukan lagi bertujuan untuk mengambil kekayaaan alam dari suatu negara tetapi karakter dari bangsa itu yang dijajah. Betapa pintar dan bengisnya kaum-kaum itu. Kita sebagai manusia di dunia selatan sudah seharusnya semakin bijak dan cerdas dalam menghadapi perkembangan dunia saat ini.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  146. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Elegi ini menunjukkan peradaban dunia saat ini yang sudah didominasi oleh power now. Kemunculan teknologi merupakan salah satu contoh powernow yang sudah mendominasi. Banyak sekali dampak negatif yang telah ditimbulkan karena penyalahgunaan dari berbagai pihak. Mansusia yang sudah dimanjakan oleh teknologi seolah lupa akan jati diri dan budayanya. Budaya asing yang masuk dengan mudahnya seiring dengan perkembangan teknologi tanpa adanya filter akan berdampak buruk untuk masa depan bangsa. Filsafat merupakan salah satu filter masuknya budaya asing.

    ReplyDelete