Nov 7, 2014

Bagaimana Konsep Membangun Hidup Menurut Kacamata Filsafat

Ass Wr Wb.


Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM D di R 100 B Pasca Lama pk 10.00 sd 11.40, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya mengajukan pertanyaan kepada para mahsiswa : "Bagimana Konsep Membangun Hidup Menurut Filsafat?".


Para mahasiswa diberi waktu beberapa saat untuk menuliskan jawabannya dan menyampaikan di forum klasikal yang kemudian saya berusaha untuk mengkompilekannya dan menayangkan ke posting ini.

Menurut hemat saya konsep hidup adalah konsep yang mendasar, berstruktur, berdimensi, bersifat intensif dan ekstensif, berkaitan dengan masalah pribadi, sosial, ketatanegaraan, adat, suku, tata kemasyarakatan, ideologi, politik, hingga ke tataran spiritualitas atau keyakinan. Oleh karena itu konsep hidup dapat dipandang dari berbagai sudut, tergantung dari mana kita berkehendak memandangnya. Dikarenakan pada kesempatan ini kita sedang dalam melakukan telaah Filsafat Ilmu yang beberapa aspeknya juga terkait dengan konsep hidup, maka perlu juga kita mencoba menelaah bagaimana pandangan filsafat mengenai konsep hidup itu.

Mengingat uraian yang telah saya berikan tersebt di atas, maka saya sebagai Dosen di sini, tidak bermaksud mengintervensi konsep-konsep yang teah terbangun oleh para mahasiswa berdasar pengalaman hidupnya; melainkanjustru ingin memberikan peluang agar kita semua dapat mengetahui pandangan yang satu dengan yang lainnya.

Jawaban atau uraian mahasiswa yang dikarenakan secara teknis memang tidak mengacu kepada suatu referensi tertentu, melainkan hanyalah merupakan refleksi spontan, maka hal yang demikian saya sebut sebagai jawaban yang bersifat hypothetical analyses. Jawaban hypothetical analyses mendasarkan pada intuisi dan penetahuan yang terbangun berdasarkan pengalaman. Tentulah jawaban demikian akan bersifat subjektif, dan kurang berkualitas ditinjau dari sisi ilmiahnya. Oleh karena itu, tahap selanjutnya jika ingin meningkatkan kualitas jawabannya, maka di kolom Comment, para mahasiswa masih mempunyai kesempatan untuk merefleksikan jawabannya berdasar referensi-referensi yang ada. Sebenar-benar referensi konsep filsafat adalah pikiran para filsuf; maka silahkan menggunakan/merefer pikiran para filsuf untuk membuat Comment-comment.

Berikut adalah jawaban-jawaban mahasiswa:

"Membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memeroleh kebermaknaan hidup; membangun hidup dapat dilakukan dengan bertindak dan berpikir dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan, dengan bertindak hidup menjadi tidak kosong, dengan berpikir hidup menjadi tidak buta; membangun hidup dapat dilakukan dengan cara silaturkahim, di mana sebenar-benar silaturakhim adalah kketika sesama manusia dapat saling memahami dan memberikan kebaikan kepada orang lain; membangun hidup perlu dilakukan dengan semangat dan ikhlas, serta berusaha memunculkan gagasan-gagasan baru dalam setiap tindakan kehidupan untuk memeroleh hidup yang lebih hidup; dalam membangun hidup harus ada sinergi antara apa yang dipikirkan dengan hati karena hati merupakan aspek spiritualitasnya, karena sesungguh-sungguhhidup adalah untuk beribadah kapada Allah SWT agar apa yang kita ikhtiarkan mendapat ridhlonya; membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu, kemudian dipraktekan dan dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, sehingga sebenar-benar yang membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak; hidup seharusnya dibangun dengan berpikir yang diimplementasikan dengan ikhtiar dan doa, dan semua komponen atau aspek kehidupan seyogyanya berlangsung secara selaras dan harmonis; membangun hidup dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil dimana kemudian dikembangkan menjadi hal yang lebih luas yang meliputi sifat-siat yang ada dan yang mungkin ada, sehingga akan memeroleh saling keterkaitan antara unsur-unsurnya; membangun hidup juga dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan misalnya formal dan normatif; untuk membangun hidup kita memerlukan pengetahuan untuk apa dan kemana hidup itu dan dengan kesadaran di dalam ruang dan waktunya; membangun hidup dalam filsafat dapat dilakukan dengan cara membangunpikiran yaitu mengidentifikasi tesis, anti-tesis dan melakukan sintesis sehingga kita mampu mengonstruksi pengetahuan sekaligus hidup itu sendiri; membangun hidup dalam filsafat adalah usaha untuk memahami makna dari fenomena dan noumena melalui pikiran kita; hidup seharusnya hidup yaitu adanya perkembangan dari waktu ke waktu ditandai dengan adanya perubahan sikap dan pikiran agar kita saling mengisi, melengkapi dan menerima; membangun hidup perlu dilakukan dengan cara menggunakan dan menyukuri apa yang telah dimilikinya dengan sikap tidak berlebihan dalam ucapan dan tindakan, serta berusaha berpikir dan bertindak dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain;membangun hidup adalah menempatkan aspek hidup dalam ruang dan waktu yang tepat dengan cara menggunakan hati yang bersih dan pikiran yang jernih agar dapat terhindar dari segala keburukan dan dapat memeroleh segala kebaikan; membangun hidup perlu dilakukan dengan cara melakukan refleksi yaitu melihat ke dalam pikiran kita tentang apa yang ada dan yang mungkin ada di dalam dan menuju spiritualitas; kunci dalam membangun hidup adalah keikhlasan dan bersyukur atas segala nikmat dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memeroleh kehidupan yang lebih baik; dalam membangun hidup kita perlu secara terus menerus mengembangkan potensi untuk bekal mengarungi samodra kehidupan yang sangat luas; membangun hidup juga merupakan usaha menyinergikan tesis dan anti-tesis untuk menggapai harmoni dengan cara selalu berikhtiar secara ikhlas; membangun hidup juga dapat dimaknai sebagai mengonsep, menjalankan, dan mengusahakan keadilan dalam setiap partisi kehidupan sebagai sebuah sintesis dari proses penyiptaan dan penghambaan; yang perlu diingat adalah bahwa di dalam kehidupan terdapat permasalahan-permasalahan yang silih berganti sehingga dapat digambarkan sebagai struktur berdimensi dari sifat-sifat ber dua kutup yang saling berhermenitika; dan yang terakhir bahwa dalam setiap hidup itu haruslah ada pengharapan sehingga akan memeperkokoh usaha untuk melakukan ikhtiar yang sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Tuhan YME."

Saya mengapresiasi dan mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita semua sehingga pada kesempatan yang baik ini telah mampu memroduksi notion-notion perihal aspek kehidupan ditinjau dari kacamata filsafat. Mohon maaf karena terbatasnya ruang dan waktu sehingga saya tidak mampu menyebutkan nama mahasiswa kontributor satu persatu.

Khusus untuk mahasiswa yang terlibat dan berkontribusi dalam pemikiran di atas, masih dapat memberikan tanggapan atau komen dengan cara meningkatkan kualitas notionnya dengan lebih merefer atau merujuk pada pikiran para filsuf khususnya Sumber Primer atau Sekunder.

Demikian saya berharap kontribusi dari para pembaca yang budiman untuk menambah atau memerbaiki atau mengritisi dari karya-karya mahasiswa tersebut di atas.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Amin

Wss. Wr Wb

Dosen ybs

Marsigit


31 comments:

  1. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Manusia dalam konsep kehidupannya, mengembangkan pengetahuan tidak lepas dari kemampuan menalar. Sebagai manusia satu-satunya makhluk hidup yang mengembangkan pengetahuan dengan sempurna karena memiliki akal pikiran. Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya sekadar untuk kelangsungan hidup, tetapi dengan memikirkan hal-hal baru manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada kehidupannya, dengan kata lain semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya. Dalam mengembangkan pengetahuannya, manusia harus menjalankannya dengan rasa ikhlas dan semangat semata-mata sebagai bentuk ibadahnya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menurut saya membangun hidup secara filsafat adalah senantiasa terus belajar dan berikhtiar mencari ilmu pengetahuan. Karena sejatinya filsafat terus berkembang dan teknologi serta jalan instan terus melaju pesat menawarkan diri dan mempengaruhi pola pikir. Oleh karena itu kita harus menjadi pribadi yang berilmu agar dapat mengkritisi segala perubahan sehingga kita terhidar dari polusi kehidupan seperti disorientasi, radikalisme dan intoleransi. Dan hal yang tidak kalah pentingnya di samping peningkatan keilmuan kita juga harus meningkatkan kualitas spiritual dengan selalu memohon petunjuk dari yang maha kuasa.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Membangun hidup dalam konsep spiritual adalah yang paling tinggi. Hidup merupakan karunia dari Tuhan. Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi kholifah di bumi. Menjalani hidup kaitannya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Manusia percaya bahwa seluruh kehidupannya nantinya diminta pertanggung jawaban setelah di akhirat. Oleh karena itu dalam membangun hidup sebagai orang yang beragama sudah menyangkut konsep membangun hidup sebelunya, yaitu mengumpulkan harta untuk menghidupi dirinya dan keluarga, mencari ilmu setinggi-tingginya serta menjalani kehidupan sebaik-baiknya dengan berbuat kebaikan.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami merasa bahwa dalam membangun hidup kami harus senantiasa dan selalu bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah SWT kepada kami. Salah satu bentuk bersyukur yang bisa kami lakukan adalah dengan menggunakan apa yang sudah diciptakan dengan baik dan sesuai dengan ruang dan waktunya, salah satu ciptaan Tuhan tersebut adalah pikiran. Kami menyadari bahwa dengan adanya pikiran maka kami bisa berlajar dan berlatih untuk berfilsafat, walau demikian kami juga menyadari bahwa kami juga harus bisa mengetahui batasan-batasan dari pikiran itu sendiri, sehingga kami pun menyadari bahwa dalam pengembaraan di dunia pikiran kami juga harus memperhatikan nilai-nilai dan ajaran agama.

    ReplyDelete
  5. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Hidup ditinjau dari segi filsafat merupakan sebuah pilihan yang harus dijalani. Maka dari itu, sebenar-benarnya hidup adalah di awali dengan niat. Karena melalui sebuah niat kita akan mempunyai sebuah rencana yang terstruktur agar apa yang harapkan dapat dicapai dengan optimal. Dalam hidup pasti melakukan sebuah aktivitas yang dinamakan berfikir. Kajian filsafat memadang bahwa manusia tidak hanya berfikir namun juga harus menjelaskan pikirannya kepada orang lain serta harus berusaha memahami apa yang ada di luar pemikirannya. Karena manusia yang hebat adalah manusia yang mempunyai skema pemikiran yaitu pembeda ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari /17709251055

    Siapapun yang merasa ”ada sesuatu yang perlu dijadikan panutan” yang akan menghantarkannya pada perbaikan hidup, maka konsep hidup itu sangat diperlukan. Tapi kalau sebaliknya yah tentu saja, konsep hidup ini tidak penting. Kalau kita bicara soal konsep hidup. Artinya kita akan bicara bagaimana cara merangkai. Karena itu adalah solusi dan jalan yang harus di tempuh jika kita ingin membuat suatu konsep tentang hidup kita sendiri.

    ReplyDelete
  7. Insan A N/PPs PmC 2017
    Refleksi kehidupan menurut beberapa teori memang sangat dipengaruhi oleh lingkungan/pengalaman. Namun pada dasarnya setiap manusia hidup sudah mempunyai bawaan (teori naturalistic) yang mana manusia tumbuh dan berkembang berdasarkan kemampuan bawaannya, tidak dipengaruhi lingkungannya. Dalam konteks ini, manusia membangun hidup menurut kehendak diri, kemauan diri, dan juga ikhtiar diri. Lingkungan adalah factor kesekian yang mempengaruhi manusia membangun hidup.

    ReplyDelete
  8. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    Setiap orang tentu memiliki pandangan tersendiri mengenai kehidupan. Kalau saya, sebagaimana yang disebutkan dalam falsafah jawa bahwa "urip iku urup" artinya sesorang dikatakan hidup apabila ia mampu menghidupkan. Menghidupkan apa? Ya menghidupkan jiwanya, menghidupkan pikirannya, menghidupkan jasmaninya, lalu menghidupkan orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian diperlukan skill intrapersonal dan interpersonal yang baik. Bagaimana cara kita memahami diri sendiri dan juga orang lain menentukan kebijaksanaan kita dalam bersikap. Hal inilah yang dapat kita sebut sebagai hermenitika hidup, yaitu tentang menerjemahkan-diterjemahkan kehidupan.

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Membangun hidup menurut kacamata filsafat dapat dilakukan dengan memanfaatkan pikiran kita. Filsafat merupakan olah pikir, jadi kita harus menggunakannya sebaik-baiknya. Kita berpikir berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang hendak dicapai serta harus sesuai dengan ruang dan waktu. Dalam membangun hidup juga kita harus selalu ikhlas dalam semua yang kita kerjakan, baik ikhlas dalam hati maupun ikhlas dalam pikiran.

    ReplyDelete
  10. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Membangun hidup merupaka hal terpentin yang perlu dimaknai. Hal ini dikarenakan dengan mengetahui makna membangun hidup maka hidup seseorang akan lebih bermakna. Makna membangun hidup tidak terlepas dari pengertian hidup itu sendiri. Hidup merupakan suatu kesadaran akan adanya suatu kesempatan atau kemungkinan yang dilatarbelakangi oleh realitas. Makna hidup adalah hal-hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga, dan diyakini sebagai sesuatu yang besar dapat dijadikan tujuan hidup.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah potensi, dapat menjadi potensi baik namun dapat pula menjadi potensi buruk. Dalam membangun hidup, manusia sebagai makhluk yang terpilih dan dipilih oleh Tuhan YME, maka seyogyanya pun harus kembali kepada aturan-aturan Nya sehingga potensi yang ada dalam diri manusia tersebut dapat berkembang menjadi potensi baik dan kehidupan yang diperoleh pun adalah kehidupan yang bermakna, yang barokah, yang bermanfaat bagi dirinya maupun mampu bermanfaat bagi orang lain. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  13. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Saya dapat mengambil kesimpulan dari pesan diatas bahwa dalam mencari apapun dan melaksanakan apapun kita wajib mendasarinya dengan ilmu. Dengan kita berbekal ilmu, setiap hal yang akan kita lakukan akan terasa berfaedah dan lebih bermanfaat. Sebagai contoh, ketika kita bersilaturahim hanya sekedar silaturahim makan kita akan mendapatkan sesuatu yang ala kadarnya tanpa tau makna dari silaturahim tersebut , berbeda dengan ketika tahu manfaatnya. Dengan bersilaturahim kita bisa memperpanjang umur dan menambah pintu rejeki maka kita akan melaksanakannya dengan senang dan ikhlas.

    ReplyDelete
  14. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jawaban mahasiswa yang Prof. tulis disini memiliki makna yang sangat mendalam bagi saya. Membangun hidup dalam konsep filsafat aalah dengan cara silaturahmi atau berhermeneutika. Indahnya hidup jika semua manusia dapat saling memahami, menghargai, dan memberikan kebaikan antar sesama. Senantiasa beniat ikhlas melakukan sesuatu karena Allah SWT. Dialah pengatur sebaik-baik pengatur yang ada di alam semesta ini. Apa lagi yang kita cari selain Ridha dari-Nya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  15. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Konsep kehidupan manusia tentunya adalah mencari kehidupan yang lebih baik. Kehidupan secara lebih baik merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupannya. Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial atau polis, dan melalui agama. Konsep kehidupan ini tentunya tidak terlepas dari filsafat. Salah satunya filsafat ilmu. Filsafat ilmu memberikan perspektif yang berbeda dalam kehidupan, yaitu hidup yang lebih bijaksana dan harmonis.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Cara membangun hidup menurut filsafat adalah denganc ara melakukan hermeneutika kehidupan secara baik dan benar, karena hal ini kana memberikan dampak positif terhadap kehiudpan di lingkungan kita semua dengan sesama. Selain itu, mengutamakan spiritual juga akan membantu kehidupan yang dibangun semakin baik dan tentram.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya ingin berpendapat mengenai pemikiran salah satu mahasiswa yakni "Membangun hidup kita memerlukan pengetahuan untuk apa dan kemana hidup itu dan dengan kesadaran di dalam ruang dan waktunya". Mengetahui tujuan hidup kita masing-masing sangat dibutuhkan agar kita memiliki arah yang jelas. Menentukan ilmu-ilmu apa yang lebih kita prioritaskan untuk dipelajari, walau tentu saja kita juga belajar tentang ilmu yang lain, serta menentukan proses-proses apa yang harus kita jalani. Menentukan arah hidup juga diperlukan agar kita tidak lalai akan sesuatu dan terus berusaha untuk mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  20. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. membangun hidup itu dengan berfikir. Hidup itu mencoba berfikir tentang yang ada dan mungkin ada, tentang yang terjadi di masa lalu, sekarang dan masa depan, mengambil pelajaran dari apa yang telah dan akan terjadi. Hidup itu memikirkan hakikat yang ada, memikirkan tentang manfaat yang bisa diberikan untuk lingkungan, memikikan bagaimana cara untuk melaksanakan hal-hal yang bermanfaat itu. Setelah itu melakukan action untuk mengeksekusi apa yang dipikirkan,

    ReplyDelete
  21. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Membangun konsep hidup itu berawal dari membangun landasan kehidupan. Kenapa hal ini dipandang penting, karena jika hidup tidak berlandasan maka, hidup itu tidak akan terarah. Selain itu membangun kehidupan, haruslah berdasarkan ilmu yang benar, karena dengan ilmu semua akan berjalan baik. Namun perlu diperhatikan bahwa konsep dan aturan kehidupan setiap orang berbeda-beda, tetapi tetap harus berlandaskan kepada landasan bertuhan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  22. Pesan yang sangat luar biasa dan dalam maknanya.
    Dari pesan di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam mencari apapun dan melaksanakan apapun kita wajib mendasarinya dengan ilmu. Dengan berbekal ilmu, setiap hal tersebut sangat terasa faidah atau manfaatnya.
    Ketika kita bersilaturahim hanya ala kadarnya maka kita akan mendapat yang ala kadarnya. Namun ketika kita tahu manfaatnya, dengan bersilaturahim kita dapat memperpanjang umur dan menambah pintu rezeki maka kita akan melaksanakannya dengan hati dan pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Konsep hidup dapat dipandang dari berbagai sudut, tergantung dari mana kita berkehendak memandangnya. Setiap orang mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, dan prinsip hidup masing-masing. Dalam pelaksanaanya dengan membangun konsep kehidupan manusia mampu membangun kehidupannya dengan baik dan benar
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam pelaksanaanya dengan membangun konsep kehidupan manusia mampu membangun kehidupannya dengan baik dan benar. Tujuannya agar dalam menentukan kebijaksanaan mempertimbangkan keharmonisan hidup manusia. Sehingga manusia sebagai subyek yang menghargai hidup dan kehidupan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Kita memerlukan perpaduan antara niat, pikiran dan perbuatan agar dapat membangun hidup yang bermakna. namun yang terpenting adalah perpaduan ketiganya dengan unsur spiritual, karena apapun usaha kita untuk membangun hidup yang bermakna, jika tidak dilandasi iman dan takwa, maka kita tidak akan mendapatkan hidup yang tenteram.

    ReplyDelete
  26. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Sebagai makhluk yang diberi akal oleh Sang Pencipta, membangun hidup itu jelas memanfaatkan akal pikirannya untuk bertindak yang lurus dan berpikir yang benar, melalui proses hermeneutika hidup ke arah yang positif. Apabila manusia mampu menerjemahkan setiap yang di dapat, setiap yang terjadi, setiap yang dirasakan, setiap yang ada dan yang mungkin dengan pikiran yang positif dan hanya berorientasi hidup karena Sang Pencipta; ia akan mampu memahami bahwa hidupnya bukanlah kekal dan abadi. Sehingga ia akan mengisi hari-harinya penuh dengan kebermanfaatan dan keberkahan, membangun hubungan yang baik dengan sesama, dan tidak menyianyiakan waktu yang diberikanNya. Dengan begitu Konsep hidup menjadi lebih jelas dan produktif, karena kesibukan urusan dunia dan akhirat menjadi seimbang.

    ReplyDelete
  27. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Hidup ini adalah hermenetika. Hidup kita terus berjalan, waktu yang telah berlalu tidak akan terulang karena hidup ini linier. Hidup ini akan terus berputar. Hidup ini adalah hermeneutika. Hidup adalah tentang memilih dan dipilih. Manusia memang tidak akan pernah terlepas dari kuasa Tuhan. Manusia tidak akan pernah bisa lari dari takdir Nya. Tetapi disatu sisi, manusia juga memiliki kesempatan untuk memilih. Kita dapat memilih untuk hidup dengan kesyukuran atau kekufuran. Kita dapat memilih untuk hidup dengan usaha atau tanpa usaha. Karena tanpa memilih berusaha Allah SWT tidak akan merubah nasib kita.

    ReplyDelete
  28. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kehidupan di dunia menurut lintasannya terbagi atas dua teori, yaitu linier dan siklik. Menurut pandangan filsafat teori linier merupakan teori perubahan kehidupan menuju ke suatu titik tujuan tertentu. Penganut teori ini percaya bahwa perubahan sosial bisa direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu. Sedangkan, teori siklik menurut pandangan filsafat merupakan perubahan tatanan kehidupan yang bersifat berputar melingkar. Hal tersebut memberikan gambaran makna bahwa perubahan dari kehidupan merupakan sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau di pusatkan ke suatu titik tertentu, melainkan berputar-putar menurut pola melingkar.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Upaya membangun hidup dapat dilakukan dengan cara bagaimana kita memandang hidup itu sendiri. Kebermakanaanlah yang membuat hidup seseorang dapat dibangun dan diarahkan. Hidup tanpa makna atau hidup tanpa tujuan menjadikan seseorang tidak semangat menjalani hidupnya, tidak bahagia, lebih dari itu ia tidak memahami dirinya sendiri. Maka temukakanlah makna dan kebagiaan dalam menjalani hidup. Hidup hanya sekali, maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Lakukan apa yang harus dilakukan dalam upaya menuju hidup yang lebih baik tanpa mengurangi hakikat manusia sebagai manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.

    ReplyDelete
  30. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Ketika kita bersilaturahim hanya ala kadarnya maka kita akan mendapat yang ala kadarnya. Namun ketika kita tahu manfaatnya, dengan bersilaturahim kita dapat memperpanjang umur dan menambah pintu rezeki maka kita akan melaksanakannya dengan hati dan pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete
  31. Dari pesan di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam mencari apapun dan melaksanakan apapun kita wajib mendasarinya dengan ilmu. Dengan berbekal ilmu, setiap hal tersebut sangat terasa faidah atau manfaatnya. Ketika kita bersilaturahim hanya ala kadarnya maka kita akan mendapat yang ala kadarnya. Namun ketika kita tahu manfaatnya, dengan bersilaturahim kita dapat memperpanjang umur dan menambah pintu rezeki maka kita akan melaksanakannya dengan hati dan pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete