Nov 7, 2014

Bagaimana Konsep Membangun Hidup Menurut Kacamata Filsafat

Ass Wr Wb.


Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM D di R 100 B Pasca Lama pk 10.00 sd 11.40, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya mengajukan pertanyaan kepada para mahsiswa : "Bagimana Konsep Membangun Hidup Menurut Filsafat?".


Para mahasiswa diberi waktu beberapa saat untuk menuliskan jawabannya dan menyampaikan di forum klasikal yang kemudian saya berusaha untuk mengkompilekannya dan menayangkan ke posting ini.

Menurut hemat saya konsep hidup adalah konsep yang mendasar, berstruktur, berdimensi, bersifat intensif dan ekstensif, berkaitan dengan masalah pribadi, sosial, ketatanegaraan, adat, suku, tata kemasyarakatan, ideologi, politik, hingga ke tataran spiritualitas atau keyakinan. Oleh karena itu konsep hidup dapat dipandang dari berbagai sudut, tergantung dari mana kita berkehendak memandangnya. Dikarenakan pada kesempatan ini kita sedang dalam melakukan telaah Filsafat Ilmu yang beberapa aspeknya juga terkait dengan konsep hidup, maka perlu juga kita mencoba menelaah bagaimana pandangan filsafat mengenai konsep hidup itu.

Mengingat uraian yang telah saya berikan tersebt di atas, maka saya sebagai Dosen di sini, tidak bermaksud mengintervensi konsep-konsep yang teah terbangun oleh para mahasiswa berdasar pengalaman hidupnya; melainkanjustru ingin memberikan peluang agar kita semua dapat mengetahui pandangan yang satu dengan yang lainnya.

Jawaban atau uraian mahasiswa yang dikarenakan secara teknis memang tidak mengacu kepada suatu referensi tertentu, melainkan hanyalah merupakan refleksi spontan, maka hal yang demikian saya sebut sebagai jawaban yang bersifat hypothetical analyses. Jawaban hypothetical analyses mendasarkan pada intuisi dan penetahuan yang terbangun berdasarkan pengalaman. Tentulah jawaban demikian akan bersifat subjektif, dan kurang berkualitas ditinjau dari sisi ilmiahnya. Oleh karena itu, tahap selanjutnya jika ingin meningkatkan kualitas jawabannya, maka di kolom Comment, para mahasiswa masih mempunyai kesempatan untuk merefleksikan jawabannya berdasar referensi-referensi yang ada. Sebenar-benar referensi konsep filsafat adalah pikiran para filsuf; maka silahkan menggunakan/merefer pikiran para filsuf untuk membuat Comment-comment.

Berikut adalah jawaban-jawaban mahasiswa:

"Membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memeroleh kebermaknaan hidup; membangun hidup dapat dilakukan dengan bertindak dan berpikir dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan, dengan bertindak hidup menjadi tidak kosong, dengan berpikir hidup menjadi tidak buta; membangun hidup dapat dilakukan dengan cara silaturkahim, di mana sebenar-benar silaturakhim adalah kketika sesama manusia dapat saling memahami dan memberikan kebaikan kepada orang lain; membangun hidup perlu dilakukan dengan semangat dan ikhlas, serta berusaha memunculkan gagasan-gagasan baru dalam setiap tindakan kehidupan untuk memeroleh hidup yang lebih hidup; dalam membangun hidup harus ada sinergi antara apa yang dipikirkan dengan hati karena hati merupakan aspek spiritualitasnya, karena sesungguh-sungguhhidup adalah untuk beribadah kapada Allah SWT agar apa yang kita ikhtiarkan mendapat ridhlonya; membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu, kemudian dipraktekan dan dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, sehingga sebenar-benar yang membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak; hidup seharusnya dibangun dengan berpikir yang diimplementasikan dengan ikhtiar dan doa, dan semua komponen atau aspek kehidupan seyogyanya berlangsung secara selaras dan harmonis; membangun hidup dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil dimana kemudian dikembangkan menjadi hal yang lebih luas yang meliputi sifat-siat yang ada dan yang mungkin ada, sehingga akan memeroleh saling keterkaitan antara unsur-unsurnya; membangun hidup juga dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan misalnya formal dan normatif; untuk membangun hidup kita memerlukan pengetahuan untuk apa dan kemana hidup itu dan dengan kesadaran di dalam ruang dan waktunya; membangun hidup dalam filsafat dapat dilakukan dengan cara membangunpikiran yaitu mengidentifikasi tesis, anti-tesis dan melakukan sintesis sehingga kita mampu mengonstruksi pengetahuan sekaligus hidup itu sendiri; membangun hidup dalam filsafat adalah usaha untuk memahami makna dari fenomena dan noumena melalui pikiran kita; hidup seharusnya hidup yaitu adanya perkembangan dari waktu ke waktu ditandai dengan adanya perubahan sikap dan pikiran agar kita saling mengisi, melengkapi dan menerima; membangun hidup perlu dilakukan dengan cara menggunakan dan menyukuri apa yang telah dimilikinya dengan sikap tidak berlebihan dalam ucapan dan tindakan, serta berusaha berpikir dan bertindak dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain;membangun hidup adalah menempatkan aspek hidup dalam ruang dan waktu yang tepat dengan cara menggunakan hati yang bersih dan pikiran yang jernih agar dapat terhindar dari segala keburukan dan dapat memeroleh segala kebaikan; membangun hidup perlu dilakukan dengan cara melakukan refleksi yaitu melihat ke dalam pikiran kita tentang apa yang ada dan yang mungkin ada di dalam dan menuju spiritualitas; kunci dalam membangun hidup adalah keikhlasan dan bersyukur atas segala nikmat dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memeroleh kehidupan yang lebih baik; dalam membangun hidup kita perlu secara terus menerus mengembangkan potensi untuk bekal mengarungi samodra kehidupan yang sangat luas; membangun hidup juga merupakan usaha menyinergikan tesis dan anti-tesis untuk menggapai harmoni dengan cara selalu berikhtiar secara ikhlas; membangun hidup juga dapat dimaknai sebagai mengonsep, menjalankan, dan mengusahakan keadilan dalam setiap partisi kehidupan sebagai sebuah sintesis dari proses penyiptaan dan penghambaan; yang perlu diingat adalah bahwa di dalam kehidupan terdapat permasalahan-permasalahan yang silih berganti sehingga dapat digambarkan sebagai struktur berdimensi dari sifat-sifat ber dua kutup yang saling berhermenitika; dan yang terakhir bahwa dalam setiap hidup itu haruslah ada pengharapan sehingga akan memeperkokoh usaha untuk melakukan ikhtiar yang sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Tuhan YME."

Saya mengapresiasi dan mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita semua sehingga pada kesempatan yang baik ini telah mampu memroduksi notion-notion perihal aspek kehidupan ditinjau dari kacamata filsafat. Mohon maaf karena terbatasnya ruang dan waktu sehingga saya tidak mampu menyebutkan nama mahasiswa kontributor satu persatu.

Khusus untuk mahasiswa yang terlibat dan berkontribusi dalam pemikiran di atas, masih dapat memberikan tanggapan atau komen dengan cara meningkatkan kualitas notionnya dengan lebih merefer atau merujuk pada pikiran para filsuf khususnya Sumber Primer atau Sekunder.

Demikian saya berharap kontribusi dari para pembaca yang budiman untuk menambah atau memerbaiki atau mengritisi dari karya-karya mahasiswa tersebut di atas.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Amin

Wss. Wr Wb

Dosen ybs

Marsigit


47 comments:

  1. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dunia beradab jika manusia mampu membangun kehidupannya dengan baik dan benar. Untuk membangun hidup yang baik dan benar, manusia harus mampu menggunakan semua yang ada dan yang mungkin ada, termasuk pikiran – akal budi dan hati – nurani. Hidup yang tidak direfleksikan, tidak layak untuk dihidupi. Oleh karenanya, berefleksi adalah bagian dari membangun hidup. Dengan berefleksi manusia menggali makna terdalam dari peristiwa hidup yang dialaminya dengan terang akal budi dan hati nurani. Lewat refleksi manusia memiliki kesempatan untuk menguji kesadaran diri dan meneliti gerakan bathin untuk membedakan roh baik dan roh jahat – memungkinkan manusia untuk memilih mana yang baik dan benar. Refleksi membentuk sikap hidup.

    ReplyDelete
  2. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membangun hidup berarti menjalani hidup dengan bermakna. Kebermaknaan dalam hidup sesuai dengan hakekat penciptaan manusia yaitu beribadah kepada Allah. Oleh karena itu dalam menjalani kehidupan dengan segala apa yang ada harus kembali kepada Allah dan sesuai dengan tuntunan atau ajaran-Nya.

    ReplyDelete
  3. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membangun hidup dalam kacamata filsafat adalah usaha untuk memahami makna dari fenomena dan noumena, yaitu ditandai dengan adanya perkembangan atau perubahan dalam pikiran atau sikap. Misalnya berpikir dan bertindak dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain, tidak berlebihan dalam tindakan dan ucapan, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  4. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Ada banyak sekali konsep membangun hidup, bahkan semilyar pangkat semilyarpun belum semua konsep membangun hidup terjelaskan. Menurut saya, membangun hidup adalah menggunakan hal yang dimiliki untuk mencapai tujuan/kebermaknaan hidup yang damai dan sejahtera.

    ReplyDelete
  5. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Ada hal yang harus diperhatikan dalam membangun hidup, yaitu aspek spiritual/agama. Jika membangun hidup tanpa didasari agama, yang akan terjadi adalah banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kesejahteraan materi tanpa melihat apakah cara yang dilakukan benar atau salah, halal atau haram. Sehingga dalam membangun hidup perlu didasari dengan agama.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari artikel di atas membangun hidup menurut filsafat oleh salah satu mahasiswa S2 adalah dengan berpikir, bertindak, silaturakhim, ikhlas, spiritualitas, ilmu, ikhtiar dan doa, memikirkan hal yang ada dan yang mungkin ada, kesesuaian dengan ruang dan waktu, mengentifikasi tesisdan antitesis serta melakukan sintesis, hati yang bersih, hermenitik dan sebagainya. Hal-hal tersebut tentunya merupakan pengalan pribadi dari mahasiswa selama mengikuti kuliah filsafat. Menurut pengalaman saya, sebagian besar aspek di atas adalah pengalaman yang diperoleh dari postingan-postingan blog ini. Mahasiswa tersebut mencoba merangkum pengalaman membacanya sebagai konsep membangun hidup menurut kacamata filsafat.
    Dari sekian banyak aspek yang dikemukakan oleh mahsiswa S2 tersebut tentang konsep membangun hidup, saya berpendapat dahwa hal tersebut adalah upaya untuk menciptakan kehidupan ideal di dunia ini. saya sendiri juga kurang paham pertanyaan tentang bagaimana konsep membangun hidup menurut kacamata filsafat itu hidup yang dimaksud hanya hidup di dunia secara fisik atau melibatkan pikiran atau melibatkan hatiatau bahkan termasuk hidup di akhirat kelak? Karena jika saya ditanya dengan pertanyaan yang sama pasti jawaban saya juga hampir sama yaitu mengiginkan hidup yang ideal. Sedangkan hal yang ideal tidak pernah ada di dunia nyata ini. melainkan hanya ada di dalam pikiran kita atau alam akhirat kelak. Dengan kata lain kita tidak dapat menciptakan kehidupan ideal di dunia melainkan mengandaikannya sebagai ideal. Dengan kata lain tetap berusaha membangunkehidupan tetapi juga bersyukur.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017
    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit.
    Setelah membaca materi diatas, hal yang saya pahami adalah inti dari membangun kehidupan itu adalah dengan berpkir. Pada dasarnya dalam hidup senantiasa mengambil keputusan-keputusan dan keputusan itu didapat karena berfikir. Manusia itu hidup jika dia berfikir, dan akan membangun kehidupan dengan berpikir. Saya teringat dengan pernyataan Rene Descartes "aku berfikir, karenanya aku ada". Sehingga jika manusia itu berfikir, maka manusia itu ada (hidup).

    ReplyDelete
  8. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Saya dapat menarik kesimpulan bahwa untuk membangun hidup kita harus terus belajar, berolah pikir dan berefleksi. Seperti yang telah diungkapkan Socrates "I know you won't believe me, but the highest form of human excellence is to question oneself and others." Dengan berefleksi manusia menggali makna terdalam dari peristiwa hidup yang dialaminya. Lewat refleksi manusia memiliki kesempatan untuk memilih mana yang baik dan benar. Refleksi membentuk sikap hidup. Sehingga tanpa belajar atau berefleksi hidup tidak ada artinya.

    ReplyDelete
  9. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya menyimpulkan bahwa hidup harus melihat suatu masalah dari berbagai sisi, sebagaimana kita mengetahui tesis, harus melihat pula anti tesisnya. Hal ini mengajarkan kita bahwa janganlah selalu merasa benar didalam hidup, karena belum tentu pemikiran kita sesuai dengan kebermaknaan yang sesungguhnya, berusahalah untuk terus mencari tahu karena ketidaktahuan kita yang kita ketahui artinya kita sudah selangkah lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan diatas saya ingin berpendapat mengenai pemikiran salah satu mahasiswa yakni "Membangun hidup kita memerlukan pengetahuan untuk apa dan kemana hidup itu dan dengan kesadaran di dalam ruang dan waktunya". Mengetahui tujuan hidup kita masing-masing, tentu dibutuhkan agar kita memiliki arah yang jelas. Menentukan ilmu-ilmu apa yang lebih kita konsenkan untuk pelajari, walau tentu saja kita juga belajar tentang ilmu yang lain. Menentukan arah hidup juga diperlukan agar kita tidak lalai akan sesuatu dan terus berusaha untuk mencapai tujuan tanpa mngenal lelah dan terus bertawakal.

    ReplyDelete
  11. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM:17701251032
    PEP S2 B

    Matur suwun pak. Membangun hidup menurut saya adalah hidup itu sendiri. Jika dalam konsep hidup terdapat masalah pribadi, sosial, ketatanegaraan, adat, suku, tata kemasyarakatan, ideologi, politik, hingga ke tataran spiritualitas atau keyakinan, serta hal lainnya, maka menurut saya membangun hidup adalah menjaga beberapa aspek tersebut agar senantiasa berjalan. Menjaga dengan apa? Menurut saya dengan keseimbangan pikir dan hati, masuk juga dimensi ruang dan waktu, agar kita dapat membangun hidup yang bermanfaat. Karena bisa saja hidup itu kurang bermanfaat atau bahkan tidak bermanfaat. Mungkin kalau saya boleh mengambil contoh dalam kehidupan saya, saya menemui satu hal dalam dunia perkuliahan saya, sebut saja UAS. Maka proses membangun hidup pada diri saya aalah dengan menjalankan UAS dengan keseimbangan hati dan pikiran (mempersiapkan diri dengan belajar dan membekali diri denan berdoa). Setelah itu, saya letakkan sudut pandang saya pada UAS yang saya tempuh tersebut; untuk mengejar nilai bagus kah?; atau benar-benar untuk mencari ilmu? Sudut pandang yang akan saya ambil itulah yang akan menetukan saya dalam mencapai kebermanfaatan hidup. Mungkin itu cara saya membangun hidup, salah satunya

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Konsep hidup manusia tentunya adalah mencari kehidupan yang lebih baik. Untuk mencapai hal tersebut manusia harus memiliki arah dan tujuan. Dalam mewujudkannya maka diperlukan pengetahuan sebagai alat berpikir manusia dalam menjalani kehidupannya. Sehingga hidup yang dijalani lebih kritis dan bijaksana. Sebagai umat Islam, pengetahuan yang dicari harus berlandaskan kepada Al-Qur’an dan hadits. Pengetahuan yang diperoleh nantinya dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang muncul dalam perjalanan hidupnya agar tidak melenceng dari aturan agama. Untuk membuat keputusan yang benar juga diiringi dengan pengetahuan sehingga terwujud kehidupan yang baik.

    ReplyDelete
  13. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya membangun hidup adalah meningkatkan terus kualitas hidup tanpa mengganggu kehidupan orang lain. Setiap orang memiliki hak untuk membangun hidupnya tanpa gangguan atau intervensi dari orang lain. Oleh karena itu, untuk dapat membangun hidupnya, sesorang harus fokus untuk menggali potensi—potensi yang ia miliki, sehingga ia akan terus berkembang dan justru dapat membantu orang lain bahkan masyarakat untuk membangun kehidupan mereka. Jadi membangun hidup itu seperti membangun rumah atau istana sendiri, dimana orang lain juga dapat berteduh di dalamnya.

    ReplyDelete
  14. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Membangun hidup dalam konsep spiritual adalah yang paling tinggi. Hidup merupakan karunia dari Tuhan. Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi kholifah di bumi. Menjalani hidup kaitannya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Manusia percaya bahwa seluruh kehidupannya nantinya diminta pertanggung jawaban setelah di akhirat. Oleh karena itu dalam membangun hidup sebagai orang yang beragama sudah menyangkut konsep membangun hidup sebelunya, yaitu mengumpulkan harta untuk menghidupi dirinya dan keluarga, mencari ilmu setinggi-tingginya serta menjalani kehidupan sebaik-baiknya dengan berbuat kebaikan.

    ReplyDelete
  15. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih pak atas postingannya, saya akan mencoba untuk menyampaikan argumen saya.
    Menurut saya membangun hidup adalah usaha manusia untuk maju, dengan cara kreatif. Membangun hidup adalah usaha untuk mencapai tujuan hidup sesuhngguhnya. Sebagai makhluk tuhan yang paling lemah, kita hanya bisa berusaha dan doa dalam keikhlasan. Syukuri apa yang ada saat ini, dan berusaha untuk mendapatkan lebih. Setiap manusia harus punya dorongan untuk berfikir kritis, kreatif dan berjuang untuk membangun hidup. Bahwa sebenar-benarnya hidup adalah orang yang mampu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, dan berjuang atas sesuatu yang diharapkan.

    ReplyDelete
  16. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Konsep membangun hidup dapat diintensifkan dan ekstensifkan. Konsep tersebut juga berdimensi dan berhierarki. Jika dipersempit, saya memandang konsep membangun hidup sebagai proses mengembangkan ilmu pengetahuan. Merujuk pada Immanuel Kant, pengetahuan merupakan hasil dari pengalaman yang digeneralisasikan dengan melibatkan intuisi murni. Kita mempersepsikan pengalaman kita dengan menggunakan intuisi murni sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman. Menurutnya, pengalaman tanpa adanya intuisi murni tidak akan menjadikan pemahaman di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sedikit mengutip dari tulisan di atas bahwa Membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memeroleh kebermaknaan hidup dan dilakukan dengan bertindak dan berpikir dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan. Selain itu, membangun hidup dapat dilakukan dengan cara silaturahim. Jadi, sebenarnya membangun hidup itu punya berbagai macam makna menurut masing-masing orang. Membangun hidup bukan semata-mata bagaimana kita bisa hidup, seperti terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan papan. Menurut saya konsep sepertiini adalah konsep paling sederhana, karena hidup itu haruslah bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  18. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Konsep membangun hidup menurut saya merupakan cara kita bagaimana mempersiapkan diri secara matang dengan berusaha belajar secara maksimal agar bisa menutupi kekurangan secara perlahan-lahan dan berusaha memperbesar peluang meskipun peluang kesuksesan hanya terlihat seperti sebuah celah. Sesuatu tidak ada yang tidak mungkin jika kita benar-benar berusaha mewujudkannya karena seperti sebuah pepatah usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Namun terlepas dari itu kita juga tidak boleh mengabaikan unsur-unsur agama agar memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan yang tidak kalah penting dalam membangun konsep kehidupan adalah jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan.

    ReplyDelete
  19. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Menurut saya, membangun hidup adalah ibarat membangun rumah. Membangun rumah memerlukan proses yang panjang. Panjangnya proses tersebut pun tergantung rumah seperti apa yang ingin kita bangun. Misalkan rumah sederhana berlantai satu, mungkin hanya membutuhkan waktu empat bulan, namun untuk membangun rumah mewah lantai dua dengan sebuah menara memerlukan waktu 1,5 tahun. Begitu juga dengan membangun hidup. Hidup seperti apa yang ingin kita miliki? Masing-masing orang lah yang harus menentukan hidup seperti apa yang ingin dimiliki, kemudian bisa membangunnya. Dalam membangun rumah, kita membutuhkan pondasi sebagai langkah awal. Pondasi seperti apa yang diinginkan? Apakah yang biasa saja atau yang kuat? Begitu juga dalam membangun hidup, kita memerlukan pondasi, yaitu menurut saya adalah agama/kepercayaan, norma, dan prinsip. Agama yang kuat adalah bukti bahwa seseorang mempercayai adanya Tuhan, Sang Pencipta jagad raya, sehingga tidak akan takabur ataupun cepat merasa sombong. Norma adalah aturan, dalam masyarakat, dalam berbangsa dan bernegara.

    Indonesia adalah negara yang memiliki tata krama dan budaya masih sangat dijunjung tinggi di masyarakat, sehingga norma-norma yang telah ada sejak zaman dulu pun masih dipegang. Prinsip adalah hal yang dipegang teguh oleh seseorang. Prinsip masing-masing orang berbeda, sehinga saya tidak dapat menjelaskannya di sini. Namun yang saya tahu, prinsip adalah bukti keteguhan seseorang. Seseorang dalam hidupnya haruslah memiliki prinsip. Dengan adanya ketiga hal ini sebagai pondasi hidup, apa-apa yang dilakukan akan sesuai dengan ketiga hal, yaitu agama, norma, dan prinsip. Syukur-syukur bila prinsip hidup tidak bertolak belakang dengan agama dan norma. Kemudian langkah selanjutnya adalah memilih bahan-bahan bangunan untuk membangun rumah. Jika ingin rumah yang kokoh, seseorang akan memilih bahan yang baik. Memilih bahan bangunan sama seperti ketika membangun hidup, kita memilih hal-hal yang dilakukan setiap harinya. Misalkan pagi hari, saya memiliki opsi untuk bangun dari tempat tidur, berolah raga pagi, atau tetap di tempat tidur. Jika saya memilih untuk tetap di tempat tidur, tentu saya akan membuang-buang waktu dengan berbaring dan menjadikan waktu yang saya gunakan untuk membangun hidup saya semakin panjang.

    ReplyDelete
  20. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kehidupan memiliki banyak sekali aspek yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Bahkan pada aspek terkecil dari kehidupan terdapat banyak pandangan dan pemikiran yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Ragam jawaban yang diberikan mahasiswa yang telah dirangkum oleh prof pada artikel ini, sangat menggambarkan betapa filsafat adalah reflesi dari pribadi kita, merupakan cerminan dari bagaimana proses berpikir pada diri kita sendiri. Salah satu jawaban dari mahasiswa di atas yang menyatakan bahwa membangun hidup harus dibarengi dengan keikhlasan, ada pula yang memaknai membangun hidup melalui pendekatan formal dan normatif.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih Pak Prof. atas postingan diatas sehingga membuka wawasan kita semua mengenai pandangan setiap orang dalam memaknai proses membangun hidup. Seperti yang Bapak sebutkan sebelumnya bahwa konsep hidup dapat dipandang dari berbagai sudut tergantung bagaimana cara orang memandangnya. Sehingga tidak heran jika menimbulkan banyak pendapat mengenai pandangan seseorang tentang konsep hidupnya.
    Menurut saya, dalam membangun hidup dibutuhkan beberapa aspek yaitu ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual atau agama. Dengan adanya ilmu pengetahuan, seseorang bisa membangun hidup dengan ilmunya tersebut. Dan kemudian ilmu yang didapat hendaklah dilandasi dengan nilai-nilai spiritual agar hidup berjalan dengan harmonis dan tidak tersesat. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein bahwa “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”. Jadi hendaklah selaraskan antara ilmu dan agama agar hidup yang dibangun berjalan dengan semestinya.

    ReplyDelete
  23. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sebaik-baik membangun hidup adalah dengan mempertimbangkan dan memadu-padankan aspek dunia dan akhirat. Keduanya tentu harus berjalan beriringan dan tak boleh terpisahkan. Dalam membangun kehidupan yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang baik antara niat, pikiran, dan perbuatan yang senantiasa dilandasi dengan aspek keilmuan dan aspek spiritual. Jangan sampai apa yang diusahakan dalam membangun hidup justru menyimpang dari aturan Tuhan. Pasalnya, sekalipun kita mampu meraih kesuksesan dari segi material duniawi, jika tidak pada jalan dan aturan Tuhan, maka sesungguhnya semua itu adalah kosong.

    ReplyDelete
  24. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Konsep membangun hidup menurut kacamata filsafat sangatlah global dan kompleks. Kenapa demikian, karena segala sesuatu yang berhubungan dengan membangun hidup manusia dioerhatikan santar satu dengan yang lain. segala sesuatu yang ada didunia ini saling mendukung satu sama lain dalam membangun hidup sesuai dengan pribadi seseorang dan lingkungan seseorang. Kita tidak bisa menyalahkan konsep membangun hidup seseorang walaupun bersifat subyektif. Karena konsep membangun hidup secara subyektif, maka tidak mungkin bisa diterapkan oleh orang lain. sehingga diperlukan konsep membangun hidup secara global dimana hampir keseluruhan orang juga mengalaminya. Konsep membangun hidup yang global menurut saya adalah selalu berlandasan ppada keyakinan dimana keyakinan tersebut tidak melenceng dengan ajaran dan tuntunan yang kita anut. Jadi, segala sesuatu jika berdasarkan apa yang kita acu, akan membuat kita hidup selayak konsep hidup dari acuan kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  25. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Saya sangat setuju dengan Bapak, terkadang mahasiswa ketika disuguhkan dengan sebuah pertanyaan, mahasiswa cenderung menjawab pertanyaan dengan spontan tanpa berpatokan pada konsep atau refrensi yang ada.Sayapun tak menafikkan hal itu karena sering terjadi pada diri saya sendiri.Mungkin salah satu faktornya karena kurang membaca.Sehingga memiliki sedikik kosa kata dalam merangkai sebuah kalimat-demi kami kalimat untuk menjadikannya sebuah paragraf.Mestinya waktu itu tidak tebuang begitu saja,setidaknya bisa diselipkan untuk membaca.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  26. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari artikel di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam mencari apapun dan melaksanakan apapun kita wajib mendasarinya dengan ilmu. Dengan berbekal ilmu, setiap hal tersebut sangat terasa faidah atau manfaatnya. Terkadang kita menyepelekan arti silaturahmi. Namun, ketika kita tahu manfaatnya, dengan bersilaturahim kita dapat memperpanjang umur dan menambah pintu rezeki maka kita akan melaksanakannya dengan hati dan pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete
  27. Riandika Ratnasari
    17709251043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Konsep membangun hidup berkaitan tentang melihat kebaikan dan keburukan. Konsep tersebut akan terbentuk oleh pengalaman dan ilmu. Konsep yang baik itu relatif, tergantung bagaiaman kaca mata kita melihat. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Ketika akan membangun konsep hidup, kita bisa mengambil dari pengalaman kita maupun pengalaman orang lain. Namun, alangkah baiknya kita harus membuka mata untuk melihat pengalaman orang lain, Kita harus memilih dan menentukan pengalaman yang bisa membentuk konsep hidup untuk menjadi lebih baik. Alangkah baiknya jika konsep yang terbentuk tidak hanya untuk masalah duniawi, namun juga masalah akhirat. Sebab ada tertulis bahwa kita hidup berdasarkan roh dan daging. Ketika kita hanya memikirkan daging maka hidup kita akan jauh dari Tuhan. Oleh karena itu, kita harus hidup sesuai kengingan roh dan daging. Agar hidup kita berada pada jalan yang sesuai keinginan Allah. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  28. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Membangun fisafat adalah membangunkan pikiran. Setiap manusia memiliki intuisi dan pengalaman yang berbeda-beda. Tidak hanya antar manusia yang memiliki perbedaan, manusia dengan dirinya pun banyak mengurai perbedaan-perbedaan fundamental yang disesuaikan berdasarkan ruang dan waktu.
    Cukup banyak teori-teori yang mengurai tentang konsep hidup secara mendalam. Hanya saja, sedalam-dalamnya konsep hidup dikonstruk melalui bacaan, lebih dalam konsep hidup yang dikonstruk berdasarkan intuisi dan pengalaman tiap-tiap individu. Bacaan-bacaan yang menjadi referensi filsafat hanyalah panduan untuk menghidupkan pikiran, bukan panduan untuk berpikir. Maka dari itu, membangun hidup yang baik adalah dengan menghidupkan bangunan pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  29. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menurut saya membangun hidup, berarti membangun keseimbangan antara dunia dan akhirat, serta pondasi dasarnya adalah membangun jalan berfikir. Karena kehidupan ini berdasarkan bagaimana kita berfikir tentang sesuatu. Jika kita menempatkan sesuatu secara baik dan benar maka keseimbangan dan alur hidup akan baik. Maka sangat dianjurkan berfikir dan memandang suatu hal dari sisi positifnya. Karena sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  30. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Banyak cara dalam membangun hidup yaitu cara membangun hidup dengan Tuhan dan sesama manusia. Membangun hidup dengan Tuhan yaitu berdoa agar tujuan hidup terarah. Membangun hidup sosial yaitu dengan cara berinteraksi untuk membangun kebermaknaan hidup karena hidup tanpa makna sama seperti hidup yang kosong. Supaya hidup tidak kosong maka tindakan yang paling utama adalah berpikir dan bertindak. Berpikir cara untuk mendapatkan kebermaknaan hidup, setelah itu bertindak dengan cara yang telah dipikirkan. Satu hal juga yang tidak boleh dilupakan dalam berinteraksi yaitu berarti saling bersilaturrhami, dalam bersilaturrahim perlu rasa saling menghormati dan keikhlasan.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    17709251065
    PM C

    Setiap orang mempunyai pemikiran yang berbeda-beda terkait bagaimana membangun hidup dan kehidupan. Tentu membangun hidup untuk menjadi lebih baik menjadi idaman setiap manusia. Sedikit mengutip dari tulisan bapak bahwa membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memperoleh kebermaknaan hidup dan dilakukan dengan bertindak dan berpikir dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan. Pada intinya adalah bagaimana kita bisa saling memahami satu sama lain dengan cara saling menerjemahkan.

    ReplyDelete
  32. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Mohon izin berbagi pendapat Prof.
    Menurut saya, membangun hidup adalah dengan memberikan kemanfaatan dan menebar kebaikan yang sebanyak-banyaknya kepada orang lain. Hidup kita akan terasa lebih bahagia jika kita bias melihat orang lain bahagia melalui kebaikan yang pernah kita lakukan. Hidup akan terasa lebih hidup jika kita bias memahami kesedihan yang orang lain rasakan. Hidup akan lebih bermakna jika kita berhasil berhenti menjadi orang egois yang hanya mementingkan diri sendiri dan abai terhadap orang lain. Membangun hidup adalah jika kita berhasil mengedepankan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi kita masing-masing.
    Membangun hidup adalah meskipun kita sudah mati tapi amal pahalanya masih bisa kita dapatkan sebab amal-amal yang kita lakukan semasa kita masih hidup. Membangun hidup adalah tetap hidup meskipun kita telah mati, yaitu jika kita dikenang sebagai sosok yang senantiasa memberikan kebaikan dan kemanfaatn bagi orang lain. Seperti yang Nabi Muhammad SAW sampaikan bahwa sebaik-baik diantara kamu adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan menjaga niat kita atas seluruh aktivitas yang kita lakukan. Aamiin

    ReplyDelete
  33. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Konsep membangun hidup menurut saya artinya kita membentuk kehidupan kita menjadi kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik itu merupakan saling menjaga silaturahim antara setiap manusia, menjaga keseimbangan lingkungan, dan yang utama yaitu menjaga hubungan dengan yang Maha Menciptkan semua yang ada dan yang mungkin ada bagi manusia. Membangun kehidupan itu ada yang bersifat spiritual, dalam sisi spriritual membangun hidup artinya membangun kehidupan yang hakiki dengan melakukan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.

    ReplyDelete
  34. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Konsep Membangun hidup yang disampaikan oleh mahasiswa/i yang Bp rangkum diatas cukup komplit meskipun masih merupakan hipotesis yang belum terbukti kebenarannya secara ilmiah, sedangkan menurut saya pribadi konsep membangun hidup dari kacamata filsafat adalah merealisasikan apa yang dianggap baik dalam hati dan pikirkan yang dihasilkan dari pengalaman sebelumnya sehingga mengadakan sesuatu yang mungkin ada. Maka semakin jernih hati dan pikiran seseorang semakin baik pula kehidupannya dan Untuk menggapai kejernihan hati hanya bisa didapatkan melalui proses atau kegiatan Spiritual sedangkan untuk mendapatkan kejernihan pikiran bisa didapatkan dengan membaca elegi-elegi.

    ReplyDelete
  35. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Memandang sesuatu melalui kacamata filsafat berarti dipandang dengan 4 dimensi, yaitu dari dimensi material, formal, normatif dan spiritual. Oleh karena itu dari segi material dikatakan bahwa membangun hidup adalah mengada yang mungkin ada dengan dilakukan dinteraksi dengan segala fenomena yang ada di bumi. Ketika naik ke dimensi berikutnya dikatakan bahwa membangun hidup adalah mengidentifikasi tesis dan anti tesis sehingga terbentuklah suatu sintesis dan menghasilkan ada. Kemudian dalam tingkatan selanjutnya, membangun hidup adalah menerjemahkan dan diterjemahkan atau sering dikatakan pula sebagai lakukan apa yang dipikirkan dan pikirkan apa yang dilakukan, kegiatan ini dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang sehingga disebut sebagai hemenetika. Dan tingkatan yang paling atas adalah spiritual bahwa sesungguhnya hidup kita adalah ibadah kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  36. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Membangun hidup berarti membangun pikiran. Ungkapan yang terkenal dari Rene Descartes, aku berpikir make aku ada. Kita berpikir, memikirkan obyek filsafat, yaitu semua yang Ada Dan yang mungkin ada. Kita ini sedang mengada Dan sekaligus adalah pengada. Dalam kehidupan ini Ada siklus hermenetika yang tak putus, bagaimana Kita memaknai hidup, menerjemahkan Dan diterjemahkan, membangun makna dari pengalaman empiris. Sampai saat ketika Ada batasan tertentu dimana pikiran Kita itu sampai pada suatu keyakinan. Di sini kita membangun spiritual kita.

    ReplyDelete
  37. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap individu memiliki pandangan tersendiri dan berbeda-beda terkait membangun hidup. Membangun hidup adalah menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, jasmani dan rohani, hak dan kewajiban, dan sebagainya sehingga hidup akan menjadi lebih bermakna baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  38. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Membangun hidup artinya ada perubahan hidup dari waktu ke waktu, masa ke masa. Karena pada dasarnya manusia sifatnya dinamis. Perubahan dalam hal ini bermakna perubahan yang positif, yang membawa perubahan dari yang kurang baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik lagi, dan seterusnya agar manusia tidak mengalami kerugian karena orang yang yang hari ini lebih buruk dibanding hari kemarin maka ia adalah orang yang merugi. Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang selalu lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  39. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Membangun hidup adalah menata hidup sesuai dengan aturan yang ditetapkan Tuhan. Manusia diberikan ilmu pengetahuan harus digunakan untuk berfikir dan menentukan mana yang sesuai dengan aturannya atau tidak. Aturan yang ditetapkan Tuhan bersifat absolut dan digunakan sebagai fondamen kehidupan. Jika landasan kita sudah kuat, maka hidup yang kita bangun akan baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab pada dasarnya semua yang diciptakan, semua yang kita lalukan, dan semua alur hidup kita sudah diatur oleh Tuhan dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, berdoa, dan berserah. Berusaha untuk selalu menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  40. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Ketika kita bersilaturahim hanya ala kadarnya maka kita akan mendapat yang ala kadarnya. Namun ketika kita tahu manfaatnya, dengan bersilaturahim kita dapat memperpanjang umur dan menambah pintu rezeki maka kita akan melaksanakannya dengan hati dan pikiran yang ikhlas

    ReplyDelete
  41. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut saya membangun hidup itu bisa dimulai dengan menetapkan tujuan hidup terlebih dulu. Ketika tujuan hidup sudah ditentukan tinggal kita menjalani kehidupan dengan baik dan benar. Untuk membangun hidup yang benar manusia harus mengupayakan yang ada atau yang mungkin ada. Selain itu untuk membangun hidup perlu dilandasi fondasi yang kuat agar tidak melenceng dari tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu fondasi spiritual. Spiritual harus dijadikan hierarki teratas dalam mengarungi samudra kehidupan.

    ReplyDelete
  42. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Setiap orang memiliki konsep hidupnya masing-masing, konsep tersebut terbentuk dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh setiap orang. Cara untuk membangun konsep hidup menurut saya diawali dengan menentukan tujuan utama dalam hidup. Apabila seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam kehidupannya maka dia akan berusaha sekuat tenaga dalam mencapai tujuan tersebut, sehingga konsep dalam membangun hidupnya juga akan mengarah pada tujuan hidup terssebut, tentu saja denga cara yang baik agar tercapai dengan hal yang baik juga.

    ReplyDelete
  43. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya dapat belajar melalui pengalaman yang berbeda-beda dari orang lain. Tentunya seseorang membangun hidup melalui pengalaman, lingkungan, keluarga dan pendidikan yang sudah dilaluinya. Inilah yang membuat suatu obyek menjadi bersifat subyektif. Melihat pada diri sendiri, saya berpendapat bahwa membangun hidup merujuk pada segala aspek, yakni aspek fisik, psikis, sosial dan spiritual. Keempat aspek tersebut tidaklah dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Jika satu tidak berfungsi dengan baik maka akan mempengaruhi performa pada aspek lainnya. Sebaik-baik membangun hidup jika mampu menggapai keseimbangan. Layaknya keseimbangan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  44. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    saya akan mencoba memberikan makna hidup menurut pandangan saya, menurut saya makna hidup adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari ranah spiritual. kita diberi kehidupan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. apapun yang kita kerjakan harus berlandaskan ibadah kepada-Nya. ketika kita bisa mensyukuri semua karunianya, menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara maka itulah sebenar-benarnya kita telah memahami makna hidup. hidup untuk mempersiapkan bekal akhirat.

    ReplyDelete
  45. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Membangun hidup ibarat seperti kita akan membuka hutan menjadi suatu lahan pertanian yang isinya tergantung dari kita, apa yang ingin kita tanam dan semai agar lahan tersebut menjadi sesuatu yang bersifat ekonomis. Untuk melakukan hal tersebut kita memutuhkan sebuah rencana dan membutuhkan beragam usaha yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dalam membuka lahan serta dalam bercocok tanam, seperti itulah cara membangun kehidupan dimana kita memerlukan landasan ilmu dan keimanan.

    ReplyDelete
  46. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berdasarkan pembelajaran mata kuliah Filsafat Ilmu bersama Prof. Marsigit, saya dapat menarik garis dalam mengaitkan kehidupan dengan filsafat, bahwa filsafat merentang segala hal yang ada dan mungkin ada, serta segala sesuatu dapat dipetakan berdasarkan materialnya, normatif, formalnya maupun spiritualnya. Sehingga saat kita akan memandang suatu fenomena kehidupan berdasarkan kacamata filsafat, maka kita dapat menguraikan fenomena tersebut berdasarkan peta filsafat tersebut. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  47. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Jika saya memiliki kesempatan menjawab, maka saya a=ingin mengengkat pemikiran Rene Descartes. Beliau merupakan seorang filsuf sekaligus seorang matematikawan, beliau merupakan pencetus paham rasionalisme, dengan pemikiran yang terkenal yakni "aku berpikir maka aku ada". Jika mengimplementasikan pemikiran Descartes ke dalam pertenyaan ini, maka konsep membangun hidup menurut Rene Descartes ialah dengan menyangsikan semua yang bisa disangsikan serta menguak kebenaran dengan berpikir. Sehingga eksistensi kita di dunia ini berdasarkan pikiran-pikiran kita. Wallahua'lam

    ReplyDelete