Nov 8, 2014

Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden




Oleh Marsigit

Transenden Ketua:

Wahai para Transenden, dari perbedaan diantara engkau semua apakah kira-kira kita bisa mencari solusi yang adil bagi semua transenden yang ada. Silahkan!

Transenden Dunia Barat dan Transenden Dunia Utara:
Hemm...gampang saja untuk mencari solusi persoalan dunia secara adil itu. Adil itu harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya. Jika seseorang punya kompetensi 10 maka tidak adil jika hanya diberi haknya 5. Jika seseorang mempunyai kompetensi 4 maka tidak adil kalau menuntut haknya 9. Bukankah engkau tahu bahwa Dunia Barat dan Dunia Utara itu telah bekerja dan berkarya banyak. Menurut refleksiku maka kerja dan karyaku itu perlu mendapat nilai 10. Maka keadilah yang pantas buat Dunia Barat dan Dunia Utara adalah mendapatkan haknya yang 10 itu. Jika kami hanya mendapat haknya di bawah 10 maka itu namanya tidak adil.

Transenden Dunia Timur dan Transenden Dunia Selatan:
Hemm...gampang saja untuk mencari solusi persoalan dunia secara adil itu. Adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious. Jika seseorang berasal dari Dunia Timur dan Dunia Selatan maka dia harus memperoleh hak sesuai dengan karakteristik dunia Timur dan Dunia Selatan. Jika tidak demikian maka tidak adil namanya. Maka saya agak keberatan dengan kriteria adil dari Dunia Barat dan Dunia Utara. Saya juga agak keberatan dengan inervensi Dunia barat dan Dunia Utara terhadap Dunia Timur dan Dunia Selatan. Dari pada selalu merugi lebih baik aku tidak usah bergaul dengan Dunia Barat dan Dunia Timur.

Transenden Ketua:
O.oo..sebentar. Aku menangkap nuansa yang berbeda dari dua dunia yang berbeda. Jika dibiarkan maka Dunia Barat dan Dunia Utara cenderung menguasai dan mengeksploitasi Dunia Timur dan Dunia Selatan. Tetapi agak sulit jika kita sudah berbicara fakta. Wahai Dunia Timur dan Dunia Selatan, kenyataannya berbicara lain. Faktanya, tiada sudut-sudut pintumu yang dapat tertutup oleh karena teknologi dan kecanggihan pengaruh Dunia Barat dan Dunia Timur. Jika engkau tetap bersikukuh tidak mau bergaul maka dalam jangka pendek engkau akan mengalami degradasi identitasmu. Dalam jangka panjang engkau akan kehilangan jati dirimu. Bagaimana menurut pendapatmu?

Transenden Dunia Timur:

Wahai Transenden Ketua. Aku tidak setuju dengan kriteria pembagian dunia oleh dirimu. Ketahuilah bahwa sejarah perkembangan diriku menyatakan bahwa walaupun di masa lampau aku itu engkau sebut sebagai Dunia Timur, tetapi dikarenakan pergaulan eleganku dengan Dunia Barat dan Dunia Utara serta karena kuatnya kepribadianku maka aku sekarang telah menjelma menjadi Dunia Timur Barat Utara. Tidak masalah aku bergaul dengan Dunia Barat dan Dunia Utara. Ketahuilah kompetensi-kompetensiku justru hampir menyamai bahkan melebihi kompetensi Dunia Barat dan Dunia Utara. Aku sekarang telah menjadi ancaman nyata bagi mereka. Aku telah merebut pusat perdagangan mereka. Memang aku mengakui bahwa aku agak bersifat kanibal, artinya untuk menjamin kehidupan duniaku maka aku juga ikut-ikutan untuk mengekploitasi Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Oh..Transenden Ketua. Oh..Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara...ternyata aku menemukan bahwa sebagai dunia itu harus bersifat mandiri, karena faktanya sekarang aku tidak mempunyai teman. Aku sebagai Dunia Selatan telah dijadikan ladang eksploitasi dari semua Dunia Maju. Jika aku mampu berjuang untuk bangkit dan menyamai kompetensi Dunia Maju maka siapa yang akan dijadikan lahan eksploitasi. Jika mereka subyek maka siapa obyeknya. Maka akan bertentangan dengan hukum alam karena akan di dapat subyek tanpa obyek. Aku merasa iba kepada Dunia Maju jika mereka kehilangan obyek eksploitasi. Oh..kok lucu..sebagai satu-satunya obyek korban eksploitasi kok merasa iba dengan para subyek pengeksploitasinya. Tak sadar aku sudah terkena anomali. Wah ternyata dikarenakan sejarah panjangku tereksploitasi maka aku mengalami hancur-hancuran, mengalami krisis multidimensi. Repotnya kesempatan emas yang ada selalu disia-sikan baik oleh para Pemimpinnya maupun oleh rakyatnya. Aku tidak pernah menggapai kesadaranku. Ibarat mendengar suara pesawat terbang. Ketika suara itu datang, maka bayangan pesawatnya sudah pergi. Oh nasib..nasib.. itulah pantas mengapa semua penghuniku mengalami anomali atau komplikasi. Sebesar-besar anomali adalah anomali dunia selatan. Tidak peduli presiden, menteri, pejabat, rokhaniawan, guru, dosen, mahasiswa, para bankir, tokoh politik ...semuanya mengalami anomali. Semakin biasa pemandangan produk baru dari anomaliitu. Tawuran antar kampung, tawuran antar desa, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar anggota dpr, dst. Kanibalisme mulai menggejala, mutilasi mulai menggejala, hukum rimba juga mulai menggejala. Ibarat lingkaran syaetan..maka dimulai dari manapun tidak akan membawa solusi. Oh..nasib..nasib...aku menjadi teringat kesombongan seorang Profesor dari Dunia Utara yang mengatakan kepadaku “Aku kaya karena miskin..sedangkan engkau miskin karena kaya”. Kenapa wilayahku yang begitu luas, kenapa hartaku yang begitu melimpah malah membuat diriku menjadi fakir miskin. Aku telah menjadi fakir buktinya aku tidak pernah memahami setiap skenario meraka dalam mengekploitasiku. Aku telah menjadi miskin buktinya aku selalu menanti dan meminta bantuan dan sumbangan dari mereka.

Transenden Ketua:
Wahai ...Dunia Selatan ...engkau itu bicara apa komat-kamit sendiri. Ingat waktumu untuk bicara adalah terbatas. Sampaikan secara singkat apa pokok persoalanmu untuk kemudian jika mungkin nanti kita rundingkan dengan para Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Dunia Selatan:
Oh...wahai Transenden Ketua..maafkanlah daku. Dari semua Transenden yang ada ternyata hanya diriku sendiri yang mengalami sakit. Tetapi sakitku itu tidak main-main. Aku mengalami sakit ontologis yaitu anomali pada segenap unsur-unsurku. Maka aku bicara dan bertindak apapun di hadapan para Transenden yang lain, tidak akan pernah sinkron, tidak akan pernah betul dan bersifat aneh serta lucu bagi mereka. Semakin banyak aku bicara semakain tampak bahwa diriku itu bersifat anomali.

Transenden Ketua:
Singkat saja..karena waktunya hampir habis.

Transenden Dunia Selatan:
Aku menyerah tanpa syarat.

Transenden Ketua:
Apa maksudmu menyerah tanpa syarat?

Transenden Dunia Selatan:
Karena tidak ada solusi terbaik dari segala persoalan duniaku, maka dengan ini aku menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Silahkan mereka bebas menerapkan segala syarat-syarat eksploitasi mereka kepada diri kami. Hanya satu saja permintaan saya kepada mereka yaitu “agar aku tetap diberi hak hidup di dunia kami sendiri”.

Transenden Ketua:
Wahai Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat dan Utara. Engkau telah mendengar sendiri pernyataan menyerah tanpa syarat dari Dunia Selatan. Hanya satu permintaan mereka yaitu agar tetap diberi hak hidup di dunianya sendiri.

Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara:
Hah aku ingin berkata dalam hati “Permintaan untuk hidup adalah permitaan yang bodhoh. Emangnya hidup itu tidak pakai syarat-syarat. Pernyataan menyerah itu sendiri sudah menunjukkan bahwa Dunia Selatan itu mengakhiri hidupnya alias mati. Maka permintaan agar tetap diberi hak hidup di dunianya sendiri itu sebetulnya sudah terjawab. Yaitu tidak mungkin dikabulkan karena lha memang dia itu sudah mati atau sudah tiada. Karena Dunia Selatan telah tiada maka tidak ada pula haknya, tidak ada pula sifatnya, tidak ada pula pikrannya, tidak ada pula karyanya, tidak ada pula tulisannya, tidak ada pula jejaknya, tidak ada pula kegiatannya, tidak ada pula orangnya yang mengikuti konferensi internasional, tidak ada pula kompetensinya, tidak ada pula harga dirinya, tidak ada pula hak memiliki, tidak ada pula ...yang terakhir ...akan segera terwujud tidak ada pula ..namanya”

Transenden Ketua:

Wahai Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara, di ajak bicara malah ngedumel sendiri. Bagaimana tanggapanmu mendengar pernyataan menyerah tanpa syarat dari Transenden Dunia Selatan?

Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara:

O..oo..o iya...iya..iya aku menerima dengan baik. Akan aku jamin hak hidup Transenden Dunia Selatan selama dia mengikuti semua syarat-syarat dan kepentinganku. Aku ingin tersenyum dalam hatiku dan berkata "Tetapi ketahuilah wahai Transenden Dunia Selatan, benar kata Bagawatku tuan Francis Bacon bahwa Ilmu itu adalah Kekuasaan. Ketahuilah aku sekarang berkuasa atas dirimu itu dikarenakan Ilmuku. Ilmuku itu termasuk menggunakan dan memanfaatkan jargonmu untuk meniadakan jati dirimu. Ketahuilah bahwa salah satu jargonmu yang aku gunakan adalah Si Fakir itu akan menjadi Miskin dan si Miskin itu juga akan menjadi Fakir. Maka Jejaring Sistemiku telah dan akan menghisap semua cairan kehidupanmu. Dan untuk menjamin kelangsungan hidupku dan menghidupi anak cucuku, maka bagaimanapun aku akan selalu berusaha agar engkau tetap Fakir dan tetap Miskin. Inilah juga pembalasanku kepadamu karena berani-beraninya engkau pada tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima, engkau menggebug diriku dan menyatakan kemerdakaanmu. Apa bekalmu berani bertindak seperti itu. Nyatanya engkau hanya puas maunya hanya sebagai Ada Merdeka, tetapi tidaklah ada kemampuan Mengada Merdeka dan Pengada Merdeka. Itulah sebenar-benar tindakan bodhohmu. Dan tindakan bodhohmu itulah yang membawa kematianmu". Huh hah hah hah hah....

100 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Melawan penjajah Indonesia bisa tetapi lawan yang dihadapi pada jaman ini bukan penjajah tetapi melawan bangsanya sendiri itu yang menyusahkan. Dan seperti yang sering kita lihat ditelevisi merupakan wujud dari anomali seperti tawuran antar pelajaran atau aksi-aksi yang dilakukan oleh anak-anak sekolah menengah atas yang meresahkan warga dijalan. Itu semua berasal dari keluarga dan lingkungan siswa. Jika semua orang tua menyayangi dan memberikan perhatian terhadap pendidikan anaknya dengan tulus dan selalu memantau kondisi siswa maka aksi-aksi yang merugikan orang lain tidak akan pernah terjadi.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Persaingan yang makin menjadi antara Negara- Negara berkembang saat ini, maka apa saja dianggap baik jika pemanfaatannya ada di negaranya tanpa melihat siapa yang mengelola. Seperti produk “made in Indonesia” , seharusnya dengan bangga digunakan oleh masyrakat Indonesia juga. Sehingga marilah kita untuk mencintai produk kita sendiri. Jadi kita tidak hanya terlihat merdeka dari luar saja, pentinglah tanggung jawab kita sebagai generasi bangsa ini.

    ReplyDelete
  3. Elli Susilawati
    16709251073

    Sedih sekali jika kita melihat dan merasakan Indonesia saat ini, penjajahan saat ini bukan hanya penjajahan spt di masa lalu, tetapi penjajahan secara tertutup. Banyak hasil alam tambang kita yang dikuasai negara lain, kita hanya sebagai pekerja dan buruh di negeri sendiri. Produk-produk luar negeri mendominasi produk kita. Semoga semuanya dapat berubah dan memerdekakan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  4. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Indonesia mempunyai banyak potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sayangnya, Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi yang ada, sehingga mengundang negara luar untuk memanfaatkan potensi SDA dan SDM di Indonesia. Seharusnya pemerintah lebih peka terhadap masalah ini, jika ini terus terjadi, Indonesia akan terjajah, dan tidak akan bisa maju karena negara lain menguasai SDA dan SDM di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sungguh menyedihkan segala ketidakberdayaan yang dialami oleh bangsa selatan. Bangsa selatan mengingatkan saya pada Indonesia, negara dengan sumber daya alam melimpah yang sayangnya belum diimbangi dengan kekuatan sumber daya manusianya. Akibatnya, Indonesia bernasib hampir sama seperti bangsa selatan. Indonesia dikuasai oleh bangsa lain yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Sementara itu, Indonesia belum mendapatkan keuntungan yang sepadan. Permasalahan kompleks ini memang tidak mudah untuk diatasi. Sebab, butuh keberanian dan tekad yang besar untuk melepaskan diri dari pengaruh serta ketergantungan pada bangsa asing.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Globalisasi, memungkinkan tidak ada sekat lagi antara barat, timur, utara maupun selatan. Dunia semakin datar (flat world). Geliat perubahan di ujung timur, akan juga terasa di ujung barat, utara dan selatan, demikian juga sebaliknya. Kekuatan karakter akan menjadi filter yang ideal agar masing masing dunia tetap menjadi dirinya sendiri ditengah marak pesta pora pesta globalisasi sehingga tidak akan kehilangan jati diri. Kekuatan terbesar ada pada manusianya itu sendiri. Seberapa mampu, manusia barat, timur, utara ataupun selatan, memfilter dirinya dari gelombang globalisasi, maka disitulah kemanusiannya di era modern diuji. Think globally, act locally.

    ReplyDelete
  7. Terjajah bukan berarti dari segi fisik saja yaitu adanya bangsa lain yang menguasai suatu negara. Penjajahan sekarang telah berubah dan berjalan secara halus. Penjajahan bisa berupa ekonomi, politik, pendidikan, dan teknologi. Sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara tetapi dikelola oleh negara asing mungkin merupakan salah satu bentuk penjajahan. Teknologi yang dimiliki masih berupa impor dari negara asing juga dapat merupakan penajajahan. Jika segala hal yang ada di dalam negeri masih diatur atau menggunakan barang-barang atau produk dari luar negeri maka masih mungkin kita mengalami penjajahan. Kemerdekaan berarti kita bisa membuat dan menggunakan produk dalam negeri sendiri. pemerintah dapat mengatur dan menentukan kebijakan tanpa campur tangan dari orang asing. Bahwa pikiran pemerintah dan para bagawat masih didapat dicampuri oleh asing maka mungkin kita belum merdeka.

    ReplyDelete
  8. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Menyadari kekurangan dan keterbatasan bukan berarti menyerah namun terus berusaha dan yakin bahwa kita juga bisa maju seperti mereka bahkan melebihi mereka. Ini juga bisa dengan menjalin kerjasama antar negara yang terbagi menjadi empat kelompok besar, mewujudkan keadilan, semua itu bisa terlaksana apabila semua berpegang pada ketuhanan maka kita semua akan saling menjaga, namun kenyataannya memang persaingan untuk saling menguasai terlanjur terbangun sehingga kita sebagai dunia selatan harus memperluas pengetahuan untuk menghadapi perdagangan bebas yang akan terjadi.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Berdasarkan elegi diatas saya membayangkan ini bagaikan pertemuan antara negara maju dan negara berkembang. Dimana seperti negara berkembang dijajah atau dimanfaatkan negara berkembang, dan sesuungguhnya ingin sekali terlepas dari negara maju tersebut, tetapi rasanya tak mungkin. Tetapi fakta yang menyedihkan yaitu dimana negara berkembang sesungguhnya menjadi objek eksploitasi para negara maju. Dan parahnya meski ia sadar akan hal tersebut tak ada tidak ada tindakan untuk mencegah hal tersebut yang tercermin dari perilaku para masyarakatnya. Elegi tersebut seolah mencerminkan negara kita Indonesia. Tetapi rasanya ada beberapa hal yang kurang pas jika dikaitkan dengan Indonesia. Seperti sifat masyarakatnya yang menunjukan anomali seperti “Tawuran antar kampung, tawuran antar desa, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar anggota DPR, dst. Kanibalisme mulai menggejala, mutilasi mulai menggejala, hukum rimba juga mulai menggejala.” Namun jika dilihat Indonesia turut berkontribusi bagi dunia seperti pemikiran, tulisan, jejak dengan turut menyumbang pemikiran diberbagai ilmu hanya saja kurang terekspose. Ikut serta dalam konferensi internasional dan sebagai salah satu yang didengar pendapatnya seperti konferensi internasional G-20, Opec, Apec dsb. Kompetensinya diakui.

    ReplyDelete
  10. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel di atas saya merasa sedih namun juga termotivasi. Jika Indonesia adalah Dunia Selatan maka menjadi PR yang besar bagi bangsa Indonesia sendiri untuk yang pertama membangun mental bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berani, berkomitmen, dan mandiri. Membangun mental bangsa Indonesia sama halnya dengan membangun Sumber Daya Manusia Indonesia. Salah satunya adalah melalui pendidikan. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan diharapkan mampu membentuk karakter dan memfasilitasi kemampuan yang hebat anak Indonesia. Dengan karakter dan kemampuan yang hebat diharapkan kelak akan mampu mengelola SDM Indonesia yang sangat kaya dan melimpah.

    ReplyDelete
  11. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Membangun karakter bangsa dapat dilakukakan oleh siapapun termasuk para pemangku pendidikan salah satunya guru. Seperti yang dilakukan Prof.Marsigit di kelas etnomatematika beberapa waktu yang lalu. Benar bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh para generasi peneerusnya. Yang dialami bangsa Indonesia adalah masih banyak bahkan sebagian besar generasi penerus bangsa memiliki mental yang masih terbelakang. Hal ini menunjukan bahwa kita belum bangkit dari penjajahan 350 tahun silam.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. ilmu pengetahuan itu memiliki pengaruh yang besar pada hidup dan dunia. Dengan pengetahuan seseorang dapat menguasai dunia, seseorang yang memiliki pengetahuan lebih akan mampu membuat orang-orang menaruh kepercayaan pada dirinya. Manfaatkan ilmu pengetahuan dengan baik, jangan gunakan pengetahuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Setelah membaca elegi Konferensi Internasional II Para Transenden, saya berkaca pada apa yang terjadi saat ini, Negeri yang subur dan kaya akan sumber daya alam nya tidak berarti, tidak dapat menopang kehidupan yang lebih maju, karena berada dalam tahap krisis pada multidimensi. Segala sumber daya alam kita yang melimpah ruah sudah menjadi milik asing, sumber daya manusia yang berkualitas sudah menjadi milik asing. Sudah saatnya bangsa Indonesia bangkit dan mulai menanta diri bukan untuk menyerah tetapi untuk berusaha mengimbangi kemajuan dunia.

    ReplyDelete
  14. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia selatan sebenarnya adalah dunia yang paling kaya. Akan tetapi kenyataannya malah sebaliknya. Dunia selatan tak berdaya menghadapi kuatnya dunia barat, utara, dan timur. Mereka saudara yang ingin mematikan saudaranya sendiri (dunia selatan).

    ReplyDelete

  15. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada awalnya dunia barat dan utara menguasai dunia selatan dan timur. Seiring dengan pergaulan elegan dunia timur kepada dunia barat dan utara, sekarang dunia timur sudah mulai mengimbangi kekuatan dunia barat dan utara.

    ReplyDelete

  16. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia barat dan dunia utara merasa bahwa merekalah yang sempurna dan berhak memperoleh nilai 10 untuk penilaian kompetensi mereka. Mereka merasa bahwa mereka terhebat dan yang lain adalah rendah. Mereka berpikir mempunyai hak untuk mengeksploitasi dunia timur dan dunia selatan.

    ReplyDelete

  17. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sumber daya alam yang sangat melimpah di dunia selatan sudah banyak yang dikuasai oleh kelompok asing dari dunia barat, selatan, dan timur. Dunia selatan menjadi sapi perahnya mereka. Rakyat dunia selatan harus bekerja berat untuk mencari kehidupan sedangkan kelompok asing dengan hanya bermodalkan investasi dapat mengeksploitasi rakyat dunia selatan.

    ReplyDelete
  18. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia selatan ibarat negara yang sedang berkembang, kemudian dunia barat, utara, dan timur adalah negara yang sudah maju. Walaupun dunia selatan dipandang sebelah mata, akan tetapi banyak juga dari rakyat dunia selatan yang bisa berkiprah di dunia internasional. Semakin banyak tokoh-tokoh besar di dunia selatan maka akan menjadi harapan besar agar dunia selatan tidak hanya menjadi negara yang dieksploitasi.

    ReplyDelete
  19. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Dunia Selatan diibaratkan salah satunya sebagai Indonesia yang dijadikan lahan eksploitasi oleh para negara maju (Dunia Utara, Timur, dan Barat). Indonesia sebetulnya sedang dijajah, tidak diberi hak hidup karena dieksploitasi hartanya. Seharusnya Indonesia lebih tegas menindak eksploitasi besar-besaran ini. Indonesia itu Negara kaya yang seharusnya bisa sejajar dengan negara maju lainnya. Kurangnya ilmu mungkin salah satu alasan mengapa Dunia Selatan di eksploitasi. Namun faktanya banyak orang pintar yang ada di Indonesia. Tapi sedikit orang jujur.

    ReplyDelete
  20. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Globalisasi yang terjadi saat ini membawa dampak, yaitu dampak positif juga sekaligus dampak negatif. Dampak positifnya dalam bidang teknologi, kita menjadi bisa menikmati perkembangan teknologi yang pesat. Smartphone, Gadget, dan aplikasi-aplikasinya yang menjamur menjadi bukti bahwa kita telah mengikuti arus globalisasi.

    ReplyDelete
  21. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Akan tetapi benarkah kita mendapatkan dampak positif lebih banyak dari dampak negatifnya?. Jika kita renungkan sejenak siapa sebenarnya yang diuntungkan dari beredarnya barang-barang canggih tersebut? Apakah bangsa Indonesia? Jawabnya tidak. Justru bangsa asing (dalam elegi digambarkan dunia barat, dunia utara, dunia timur barat utara) yang diuntungkan. Kita dipandang seolah-olah hanya bisa menikmati/memakai, tetapi tidak bisa membuat/berkarya. Kita terlena dengan barang-barang luar sampai-sampai tidak sadar kita belum banyak berkarya.

    ReplyDelete
  22. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Gaya hidup menjadi konsumerisme. Hal ini menjadikan kita akan selalu terjajah oleh bangsa asing. Padahal itu baru dari satu aspek/bidang saja yaitu teknologi, belum bidang yang lain. Jika kita merdeka pada tahun 1945, justru sebenarnya kita belum merdeka sama sekali karena kita sedang dihadapkan dengan yang namanya penjajah era modern (penjajahan ekonomi, sosial, budaya, dan politik). Semoga permasalah bangsa ini cepat terselesaikan.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini yang kami (saya) dapat adalah kebodohannya Transenden Dunia Selatan menjadi terpuruk. Karena ketertinggalannya dia jadi tidak mempunyai posisi tawar. Karena ketertinggalannya dia jadi “kurang” dihormati. Dan karena kekurangannya dia menjadi objek eksploitasi dari transenden-transenden yang lain.

    Terimaksih banyak Pak, elegi ini sangan menginspirasi dan bisa menjadi renungan kami (saya) seperti apa dunia yang kami(saya) tempati saat ini.

    ReplyDelete
  24. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Saat membaca elegi ini saya tertarik dengan Transenden Dunia Timur Barat Utara, karena saya menganggap ketika Dunia Timur dapat "memanfaatkan" pengaruh dari Dunia Barat dan Dunia Utara, membuatnya semakin kuat, seimbang dengan yang lain dan bahkan lebih unggul. Hal ini mencerminkan betapa kita seharusnya lebih fleksibel menerima perubahan namun harus cerdas dalam pemfilterannya sehingga kita masih memiliki ciri khas diri kita sendiri namun dapat menjadikan ciri yang lain sebagai acuan selama hal tersebut bermanfaat.

    ReplyDelete
  25. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari elegi di atas saya berpendapat bahwa Bnagsa Indonesia ini ibaratkan Dunia Selatan. Negeri yang memiliki kekayaan alam yang banyak sekali tetapi tidak mampu memanfaatkannya secara mandiri. Hanya menjadi obyek korban eksploitasi negara-negara maju. Parahnya lagi para pemimpinnya atau tokoh-tokoh masyarakatnya enggan memperjuangkan kemajuan bangsa ini. Sebagian besar enggan untuk bergaul, meperkaya ilmu, dan melakukan inovasi demi memajukan bangsa ini. Indonesia hanya pasrah saja dengan segala peraturan atau standar internasional yang ditetapkan oleh “penguasa dunia”. Hanya berharap agar tetap dapat hidup sebagai negara yang merdeka dan bebas dari penjajahan. Padahal, tanpa disadari dengan sikap kita yang pasrah dan menutup pergaulan internasional seperti itu akan membuat bangsa ini terjajah secara jelas. Tetapi bukan terjajah fisiknya melainkan akhlaknya.
    Kita tidak bisa menyalahkan negara-negara maju yang telah mengeksploitasi negara berkembang seperti Indonesia. Karena pada kenyataannya bangsa kita teutama para pemimpin dan tokoh masyarakatnya masih takut denan kebijakan yang dikeluarkan oleh negara maju. Kita tidak berani membuat kebijakan secara mandiri sesuai karakter bangsa kita. tetapi mengadopsi dari dunia barat yang kemudian secara paksa seolah-olah telah disisipi dengan budaya sendiri. Padahal tidak sama sekali. Sebenarnya kita hanya belum memiliki kemauan yang kuat untuk bersaing dengan negara-negara maju. Pemerintahan kita cenderung malas dan nurut-nurut saja apa kata bangsa barat. Diatur atur ya mau, dieksploitasi ya mau, dibodohi ya mau, dicurangi ya mau, bahkan diracuni juga mau. Hal ini dikarenakan kurangnya ilmu yang dimiliki oleh pemimpin, tokoh masyarakat, bahkan seluruh rakyat indonesia.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  26. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Prof. Sungguh miris melihat nasib Dunia Selatan yang saking tidak berdayanya cuma bisa menyerahkan dirinya kepada tiga dunia lain dan harus memohon untuk dibiarkan hidup di dunianya sendiri. Di sisi lain, saya kagum dengan Dunia Timur yang dengan ‘pergaulan elegan’ dibarengi ‘kepribadian yang kuat’ dengan Dunia Barat dan Dunia Utara mampu mengubah dirinya menjadi Dunia Timur Barat Utara. Saya rasa Dunia Selatan juga bisa terbebas dari belenggu dunia lain jika mereka melakukan hal yang sama dengan Dunia Timut Barat Utara, yakni dengan tetap fleksibel memanfaatkan modernisasi yang dibawa oleh dunia lainnya namun tetap membantengi diri dengan nilai-nilai luhur yang sesuai dengan kepribadiannya sehingga tidak semata-mata menjadi budak modernisasi tersebut.

    ReplyDelete
  27. Junianto
    17709251065
    PM C

    Sungguh perumpamaan yang sangat bagus. Cerita ini menggambarkan adanya pengaruh dunia barat yang sangat besar terhadap dunia yang lainnya, termasuk dunia selatan. Di dalamnya termasuk Indonesia yag saat ini terus dijajah dalam berbagai aspek kehidupan. Secara fisik mungkin tidak terlihat layaknya penjajahan jaman dulu, namun dampaknya jauh lebih besar. Bahkan kita seperti menjadi penumpang d bus milik kita sendiri.

    ReplyDelete
  28. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum. Wr. WB
    Terimakasih atas postingannya pak. Perumpamaan yang luar biasa, dari cerita diatas dapat disimpulkan masih ada yang namanya penjajahan dunia, masih ada yang namanya menjatuhkan dunia, seharusnya antar negara antar belahan dunia harus saling mendukung, membantu sama lain, bukanya menjatuhkan. Disinilah penyebabnya ada yang namanya dunia yang di anggap lemah lalu di jajah. Inilah PR kita bagaimana cara kita membuat hubungan baik antar negara.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Ilmu adalah hal yang sangat luar biasa. Karena kesenjangan ilmu pengetahuanlah maka dunia barat, dunia utara, dan dunia timur dapat menguasai dan mengeksploitasi dunia selatan dan dunia selatan hanya menyerah tanpa syarat. Disinilah bisa kita lihat bahwa betapa pentingya ilmu pengetahuan. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab semua generasi dunia selatan untuk memperjuangkan ilmu agar tidak ditindas lagi oleh dunia barat, utara, atau timur

    ReplyDelete
  30. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Menurut saya sungguh ironi situasi bangsa kita ini prof. Kita merasa hidup padahal kita telah terpedaya oleh kehidupan kontemporer yang dibangun oleh negara-negara maju. Kekuasaan yang mereka miliki karena ilmu mereka yang sekarang jauh lebih maju daripada kita. Kenyataannya kita tidak bisa terbebas dari pengaruh kekuasaan negara-negara maju. Kita belum mampu mengungguli ilmu yang mereka miliki. Bahkan Demokrasi Pancasila dan nilai spiritualitas yang semestinya kita junjung tinggi justru telah pudar akibat berbagai teknologi dan budaya serba instan yang diciptakan oleh negara-negara maju. Kita dibuat terbuai dan tidak sadar bahwa kita tengah diperdaya dengan kehebatan ilmu mereka.

    ReplyDelete
  31. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sungguh sebuah perumpamaan yang menohok, disaaat negara lain 'kaya' dengan keterbatasan wilayahnya, bangsa kita justru dikenal 'miskin' di tengah kekayaan anugerah Tuhan. Apakah yang terjadi, dimanakah letak kesalahannya? SDM? Ilmu pengetahuan? Panggilan jiwa? Ibarat kita diberikan mobil tapi tak bisa mengendarai, lalu kita biarkan seseorang menjadi supir maka terserah padanya mobil akan dibawa kemana. Dan sampai kapanpun kita hanya seorang pengikut, tidak menjadi pengontrol atas apa yang kita punya.

    ReplyDelete
  32. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dunia selatan yang bisa dikatakan dunia yang hidup tanpa adanya keteguhan jiwa guna menjunjung tinggu dunia mereka sendiri. Dunia yang masih belum sadar akan kekayaan yang melimpah sehingga membiarkan dunia lain khususnya dunia barat perlahan menggerogoti kekayaan yang ada. Seharusnya dengan adanya sumber daya manusia yang ada sekarang ini yang memang berbeda dengan zaman dahulu dimana untuk memperoleh pendidikan saja susah, kita semua seharusnya sudahmulai melek akan kekayaan dan akan penjajahan yang berbeda dari dunia lain sehingga secara perlahan potensi-potensi yang ada bermunculan satu persatu guna menyaingi dunia lain. Tidak menutup kemungkinan pada suatu saat dunia selatan yang akan memimpin seluruh aspek ekonomi, politik, dll. Mari kita mulai bergerak tidak hanya mempermasalahkan apa agamamu dan apa sukumu. Mari kita bersama-sama bergotong royong dalam mengembangkan dunia selatan dan berfikir ke depan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Bismillah

    Pada postingan ini benar-benar menggambarkan secara jelas tentang keadaan dunia saat ini, dan keadaan negara kita yang termasuk dalam salah satu transenden di atas. kita benar-benar harus bangun, agar tidak menjadi mangsa.

    ReplyDelete
  34. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Deskripsi di atas sunguh sangat elegan, kita sebagai orang timur meskipun harus mengadopsi budaya barat begitu juga terhadap sektor pendidikannya namun kita tetap harus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan budaya kita sebagai orang timur yang memiliki rasa menghargai, menghormati, lemah lembut dan peduli kepada sesama serta bukan sebagai mahluk yang atheis yang di dalam hidup mempunyai pedoman sebagai mahluk religius.

    ReplyDelete
  35. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Setelah membaca postingan ini, saya memahami bahwa Dunia Transenden Utara dan Barat adalah negara-negara maju di daerah barat sana, seperti amerika dan negara-negara eropa. Kemudian dunia transenden timur adalah Jepang, China, dan Korea. Sedangkan dunia transenden selatan adalah Indonesia. Negara-negara barat dapat dikatakan adalah negara-negara yang maju. Mereka menganggap keadilan adalah jika seseorang diberikan kesempatan atau porsi sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan kemampuan seseorang, seseorang itu sendirilah yang mengukurnya. Maka jika si A menganggap kemampuannya 10, maka ia akan menuntut untuk diberikan kesempatan 10 pula. Lain lagi dengan dunia transenden selatan, yang boleh dikatakan adalah Indonesia. Di Indonesia, keadilan adalah pemberian sesuai dengan kebutuhan. Keadilan terkait juga dengan norma yang berlaku di masyarakat, karena Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi norma-norma. Saat ini, di Indonesia juga menerapkan pasar bebas. Itu berarti dunia transenden barat dan utara dapat mendatangi dunia transenden selatan kapanpun mereka ingin. Yang berbahaya adalah jika pemikiran atau paham-paham dunia transenden barat dan utara kemudian diikuti oleh dunia transenden selatan, yang seharusnya tidak ditelan bulat-bulat, karena dunia transenden selatan adalah negara yang berbudaya dan menjunjung tinggi norma dan kepercayaan.

    ReplyDelete
  36. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan elegi yang Pak Prof. posting kali ini, sangat menggambarkan kondisi dunia saat ini. Akan tetapi satu hal yang cukup membuat saya membuka mata bahwa dunia selatan yang dibicarakan dalam elegi ini tidak lain merupakan kondisi yang sedang di hadapi oleh bangsa Indonesia. Sedangkan dunia barat, dunia utara dan dunia timur menggambarkan negara-negara maju.
    Sungguh ironis memang situasi yang sedang dihadapi “dunia selatan” yang digambarkan dalam eligi ini, dimana ia berada dalam pengaruh kehidupan dunia yang dibentuk oleh negara maju. Sehingga lama kelamaan “dunia selatan” tidak mampu berbuat apa-apa melainkan hanya pasrah terbawa arus yang dimainkan oleh negara maju. Padahal jika dilihat lebih jauh, justru “dunia selatan” mempunyai lebih banyak “modal” untuk berkembang menjadi negara maju. Akan tetapi ia cepat merasa puas dengan apa yang telah dicapainya saat ini sehingga tidak tergerak untuk terus maju kedepan. Seperti kalimat yang terdapat pada elegi ini, “aku kaya karena miskin, sedangkan engkau miskin karena kaya”.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Setelah membaca Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden, pelajaran yang dapat saya peroleh adalah kita harus berusaha terlebih dahulu dan pantang untuk menyerah. Menyerah tanpa syarat bukan merupakan ciri orang-orang yang mampu mengikuti perkembangan zaman seperti sekarang ini. Seseorang menyerah tanpa syarat berarti dia menerima nasib yang menimpa dirinya, bahkan dia tidak melakukan usaha apapun untuk mengubahnya. Oleh karena itu, kita harus menghindari sikap tersebut.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  38. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ilmu adalah senjata untuk menguasai dunia. Membaca percakapan tersebut menyadari betapa mirisnya dunia Selatan. Kurangnya ilmu menjadikan dunia Selatan menderita di tengah kecukupan sumber daya. Semua di eksploitasi untuk kepentingan yang lain. Banyak hal yang belum dilakukan untuk melanjutkan kemerdekaan yang telah diraih susah payah oleh para pahlawan. Kemerdekaan adalah awal dari perjuangan yang sebenarnya. Marilah bersama-sama berjuang untuk menuntut ilmu agar tidak menjadi bangsa yang terus ditindas dan dieksploitasi.

    ReplyDelete
  39. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada postingan ini, bangsa timur dan selatan seperti menjadi bulan-bulanan dalam konferensi itu, terlebih lagi setelah bangsa timur memiliki pandangan sendiri dalam menjalani kehidupannya. Sehingga tinggallah bangsa selatan sendiri yang berjuang untuk dapat mengembangkan sayapnya ditengah intimidasi oleh bangsa-bangsa lainnya. Banyak cara yang mereka lakukan untuk menjatuhkan bangsa selatan, karena memang mereka adalah negara-negara powernow. Kita sebagai bangsa selatan jangan kalah dengan mereka, kita memiliki karakter tersendiri, kita itu salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, kita itu kaya, kekayaan alam melimpah, tinggal bagaimana kita dalam menyikapinya.

    ReplyDelete
  40. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Sebenarnya negeri adalah negeri yang kaya.Namun, nahkoda kapal tak tau arah mau berlabuh kemana.Tanah ini, adalah tanah surga katanya.Hasil alam berlimpah ruah. Hamparan tanaman dan laut terbentang dimana-mana.Sayangnya,separuh negeri telah dikuasai oleh pihak lain.Berbagai iming-iming dan hadiah yang dijanjikan , berupa kesenangan dan kebahagiaan bagaikan sebuah khayalan yang tak mungkin jadi nyata.Salah satu daerah yang kaya akan emas yaitu daerah timur.Perkembangan teknologi sekarang berkembang pesat, mempunyai sisi negative dan sisi positif,tergantung bagaimana cara kita yang mengendalikannya.Kehadiran budaya asing juga memiliki, 2 potensi yang sama.Perlu memfilter ketika ingin menyerap budaya luar.Jangan sampai budaya sendiri terkikis dan hilang dari peredarannya.Semoga Allah melindungi negeri ini, dari berbagai ancaman yang dapat membahayakan kedamaian .Aminn.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  41. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ilmu yang dimiliki dapat memberikan kekuasaan atas diri sendiri. Namun, alangkah baiknya saat ilmu tersebut memiliki kebermanfaatan bagi orang lain bukan dijadikan sebagai alat untuk mengeksploitasi. Di zaman yang begitu canggih ini berdampak juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang berilmu. Karakter yang kuat mampu menjadi pondasi diri untuk menghadapi gejolak dari luar. Penting memiliki kepribadian seperti integritas akademik dan karakter yang membangun agar dapat survive dalam hidup.

    ReplyDelete
  42. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Elegi yang sangat reflektif. Saya mencerna bahwa saat ini pengetahuan cenderung digunakan sebagai alat eksploitasi. Saat pengetahuan semakin berkembang luas, justru banyak yang mengeksploitasi bagian dari dirinya sendiri. Di sinilah letak kesadaran dibutuhkan, yaitu kesadaran untuk berbenah, kesadaran untuk menghidupkan perubahan dan kesadaran untuk berpikir merdeka. Elemen-elemen tersebutlah yang kiranya mampu memberikan ruang kebebasan yang bersifat general.

    ReplyDelete
  43. Jika kita lihat terdapat perbedaan pendapat antar dunia :
    1. Transenden Dunia Barat dan Utara yaitu Adil itu harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya. Hal ini bagus, sehingga seseorang akan dihargai sesuai dengan kemampuan yang telah dilakukannya.
    2. Adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious. Hal ini juga bagus, karena jika manusia disertai dengan karakteristik baik, maka kesejahteraan tujuannya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  44. Dari semua Transenden ini sebenarnya kita sebagai manusia yang diberi akal pikiran oleh Allah SWT mampu untuk membedakan mana sifat/ketentuan yang baik untuk membentuk bagaimana dunia kita akan terbentuk agar dapat hidup dengan nyaman. Kita dapat mengadopsi kebaikan-kebaikan dari setiap transendennya. Harus bisa memfilter dengan baik hal-hal tersebut agar hal yang buruk tidak ikut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  45. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam dunia ini, semua transeden saling membutuhkan dan bersaing satu sama lain. Ada yang tetap kuat dan semangat berjuang, namun ada juga yang menyerah setelah menganggap tidak ada hal yang dapat dilakukan lagi. Padahal dengan menyerah maka transeden tersebut telah mengumumkan kematian mereka, sehingga layaknya orang mati, tidak ada daya dan upaya yang dia miliki lagi bahkan harga diri. Sehingga tidak salah jika para transeden yang lainnya memperlakukan dia seperti orang mati. Karena pada hakekatnya mereka telah mati.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  46. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dunia Selatan yang kaya pada akhirnya kalah karena adanya ilmu yang dimiliki oleh Dunia Barat, Dunia Utara, dan Dunia Timur Barat Utara. Dunia Selatan yang kaya menetapkan bahwa dirinya ingin berdiri sendiri tanpa adanya ilmu yang cukup, sehingga Dunia-Dunia lain yang berilmu mengeksploitasi kekayaan Dunia Selatan hingga ia fakir dan miskin. pada akhirnya Dunia Selatan pun menyerah dengan syarat dibiarkan untuk tetap hidup tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri telah dianggap mati oleh dunia-dunia lainnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  47. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Indonesia merdeka tahun 1945, namun apakah Indonesia sudah benar-benar merdeka? Faktanya kemerdekaan yang ada di Indonesia ini, bukanlah kemerdekaan dari banyak sektor, mungkin secara kasarnya hanya masih Ada Kata Merkeda saja. Namun, kehidupan rakyat Indonesia pada umumnya masih jauh dari kata merdeka, merdeka bidang sosial, merdeka bidang ekomomi, merdeka bidang politik, merdeka bidang budaya, dan lain sebagainya. Tugas dan tanggung jawab siapakah itu? Tugas dan tanggung jawab semua warga negara Indonesia. Dalam elegi ini, Indonesia masuk dalam transenden dunia selatan, yang dieksploitasi oleh negara maju yaitu transenden dunia utara barat timur.

    ReplyDelete
  48. Junianto
    17709251065
    PM C

    Secara kasat mata, penjajahan demi penjajahan masih bisa kita rasakan. Penjajahan yang meliputi berbagai bidang baik ekonomi, politik, sosial, dsb. Mungkin tidak memberikan dapak negatif sesaat namun hal ini justrue akan memberikan dampak yang berkepanjangan terhadap anak cucu kita kelak. Maka dari itu, ketahanan ekonomi terutama adalah hal mutlak yang harus segera dicanangkan dan dilaksanakan langkah konkretnya.

    ReplyDelete
  49. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih Prof untuk ilustrasinya. Ilustrasi dan dialog yang menggambarkan secara lebih sederhana dari pergulatan yang terjadi antara dunia barat, utara, timur dan selatan. Dimana kita melihat bahwa dunia selatan, meskipun didukung dengan kekayaan sumber daya alam yang begitu luar biasa namun ketika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusianya pada akhirnya hanya menjadi santapan bagi belahan dunia barat, timur dan utara yang harus diakui lebih unggul dari segi kualitas sumber daya manusianya.
    setelah kita membaca dialog yang diucapkan transeden dunia timur dan dunia selatan dimana mereka memaknai konsep adil dengan mengedepankan norma atau konteks, kita menyadari bahwa pemaknaan ini dikalahkan oleh transeden barat dan utara dengan konsep keadilan mereka melalui konsep potensi, fakta dan manfaat atau karya. Hal ini memberi catatan bagi kita, bahwa kita harus segera mengejar ketertinggalan kita dalam hal potensi, penemuan fakta, manfaat atau karya

    ReplyDelete
  50. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya membaca elegi ini hingga akhir yang saya rasakan yaitu kesedihan sekaligus kemarahan. Saya sedih ternyata negeri ini merupakan negeri yang telah dianggap tidak ada dengan semua kekayaan yang dimiliki. Kita seperti tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melawan dunia luar sana dengan segala kemajuannya. Saya merasa marah ketika kalimat yang menyatakan orang berilmu itu berkuasa terhadap orang yang tidak berilmu. Sebenarnya kalimat ini benar. Namun, jika ditujukan dengan negeri ini aku merasa marah. Bukan marah dengan negeri luar, akan tetapi marah dengan diri sendiri dan pemuda-pemuda, dan masyarakat-masyarakatnya. Banyak sekali orang-orang yang berilmu di negeri ini namun tidak memiliki nyali untuk melawan negeri luar. Sehingga, patut untuk ditanamkan sifat berani dan tidak menerima saja apa yang diberikan oleh negeri luar.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih Prof. atas elegi yang sangat reflective menggambarkan kondisi dunia Selatan yang cukup memperhatikan, Ditengah kekuatan dan kekuasaan dunia barat, dunia Utara dan dunia Timur Barat Utara. Perlu adanya kesadaran dan tekat perubahan dari dunia Selatan agar selamat dari eksploitasi dunia Barat, dunia Utara, dan dunia Timur Barat Utara. Kesadaran akan kekayaan yang dimiliki dan tekat untuk bangkit dan melawan dunia barat, dunia Utara, dan dunia Timur Barat Utara, bukannya malah menyerah tanpa syarat, karena itu berarti kematian dunia Selatan.

    ReplyDelete
  52. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Elegi di atas menggambarkan peradaban dunia pada saat ini dimana dunia dibagi menjadi empat bagian dan dunia selatan merupakan gambaran dari bangsa kita. Refleksi yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa kemerdekaan yang telah kita miliki masih dalam sekedar ada saja, namun dikatakan bahwa kita belum bisa mengada merdeka dan pengada merdeka. Oleh karena itu setiap aspek bangsa harus bersinergi untuk membangun kemandiria bangsa. Agar sumber daya alam kita tidak menjadi sasaran eksploitasi negara lain.

    ReplyDelete
  53. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Ada kebaikan dan keburukan ketika kita memiliki ilmu yang tinggi. Jika kita terlalu mengunggul-unggulkan ilmu, maka kita juga akan jatuh. Tetapi jika kita mengunggulkan ilmu dan sejalan dengan kenyataan itu akan menjadi kebaikan. Contohnya: ketika kita memiliki ilmu yang tinggi dan sampai bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri, kita berfikiran kalau disana lebih baik dan lebih tinggi pendidikannya. Kita akan enggan untuk kembali ke negara asal kita dan lebih memilih menetab, menggunakan ilmu kita untuk orang lain, dan secara tidak langsung kita sudah di kuasai berarti sudah di jajah orang lain. Namun kita tidak menyadari hal tersebut. Kita harus bisa menyadari kekurangan dari negara kita dan bagaimana memperkuat negara kita agar bisa lebih baik dengan ilmu yang kita miliki. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya .

    ReplyDelete
  54. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Ilmu adalah hal yang sangat luar biasa. Karena ilmu, dunia barat, dunia utara, dan dunia timur dapat menguasai dan mengeksploitasi dunia selatan. Lalu apakah yang dilakukan oleh dunia selatan? Jawaban yang sangat memprihatinkan yaitu menyerah tanpa syarat. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab semua generasi dunia selatan untuk memperjuangkan ilmu agar tidak ditindas lagi oleh dunia barat, utara, atau timur

    ReplyDelete
  55. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Tsunzu pada seni berperang, ada enam kesalahan yang bisa menyebabkan kekalahan yaitu pengkhianatan, ketidakpatuhan, kesia-siaan, ketergesa-gesaan, kekacauan, dan kekurangmampuan. Mungkin ke enam-enamnya ada di dunia selatan saat ini. Supaya tidak menjadi obyek eksploitasi maka ke enam hal diatas harus selalu konsisten dihilangkan maupun di reduksi dari dunia selatan. Contohnya adalah kemampuan, dunia selatan harus meningkatkan kemampuan di berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, budaya, militer, dll. Dengan meningkatnya kemampuan maka akan memberikan efek kejut bagi dunia belahan lainnya, sehingga mereka akan berpikir 2 kali untuk mengeksploitasi dunia selatan.

    ReplyDelete
  56. Devi Nofriyanti
    17709251041
    S2 P.Mat UNY kelas B 2017

    gambaran yang menakutkan pak, tapi itulah realitanya. jadi terpacu untuk bangkit dan berkarya. jangan sampai hanya berakhir seperti ini dijajah perlahan dan tanpa perlawanan. indonesia harus bangkit. ayo anak muda terus berkarya, menulis dan menulis, we can achieve it.

    ReplyDelete
  57. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    berdasarkan konferensi para transenden terseut, yang membuat transenden barat dan transenden utara maju aialah karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka dapatkan. Sedangkan transenden timur mulai melebur dengan kedua transenden tersebut mengejar ketinggalannya walaupun dengan meleburkan jati dirinya sendiri menjadi trandensen yang baru. Transenden timur menyadari eksistensinya, potensi serta kiat untuk maju, sehingga transenden timur sedikit demi sedikit dapat menyusul ketertinggalannya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  58. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Transenden dunia selatan akan selamanya menjadi ladang eksploitasi jika tidak ada usaha yang berarti untuk maju dan mengusung strateginya sendiri. Sangat jelas bahwa para transenden ialah permisalan untuk negara-negara yang ada di dunia, negara barat dan utara yang maju dengan ilmu pengetahuan dan teknologinya, sedangkan negara timur tengah berkembang menyusul kedua negara tersebut dengan strategi mereka sendiri, sedangkan kita dunia selatan masih pada zona nyaman karena kenyamanan dari "hasil eksploitasi" yang menggiurkan sehingga kita malas untuk keluar dari zona nyaman kita. Mari berkarya, mari maju tanpa meninggalkna identitas kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pada elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwa transenden di sini bermakna sebagai guru yang memiliki kuasa penuh dalam mengkondisikan dan menjadi aktor utama dalam kelas. Hal ini dapat terlihat saat guru dihadapkan oleh berbagai jenis siswa maka guru harus bijaksana dalam menghadapi berbagai siswa tersebut seperti memberikan penilaian sesuai kemampuan siswa. Apabila guru asal-asalan saja dalam membuat penilaian maka akan terjadi peluang yang memungkinkan usaha dan hasil tidak sesuai dengan kenyataan maka siswa yang benar-benar berusaha bisa saja mendapatkan nilai yang lebih rendah atau sama dengan nilai siswa yang belum berusaha maksimal. Hal ini justru merupakan salah satu kerugian apalagi ketika siswa langsung menyimpulkan bahwa untuk apa belajar ketika nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan, dan siswa mengetahui bahwa guru memberikan nilai asal-asalan.

    ReplyDelete
  60. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dari artikel diatas kita dapat belajar bahwa dalam hidup kita harus berjuang dan tidak mudah menyerah. Dalam konteks kenegaraan, kita harus semangat menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kita harus bangkit dan terus semangat menggapai tujuan citatita bangsa Indonesia. Menjadi generasi muda yang tak gentar untuk berjuang demi masa depan adalah hal yang penting penting.karena bergerak adalah salah satu tanda kita hidup.begitu pula dengan guru yangmerupakan penguasa forum kelas yang menentukan skenario yang harus dipakai untuk pembelajaran berjalan dengan baik, sertakebijaksanaan guru dalam menghadapi sifat-sifat siswa dan perilaku siswa yang berbeda2 namun harus tetap dilayani sesuai dengan kemampuan dan kepercayaan siswa. karena proses perubahan harus terusdihargai dan diapresiasi.

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Ilmu adalah senjata kunci dalam menghadapi segala perkembangan dan perubahan. Tidak salah jika ada yang menyebutkan, dengan bermodal ilmu seseorang dapat menguasai dunia. Orang yang berilmu mampu memberikan pengaruh terhadap seluruh sendi-sendi kehidupan termasuk pengaruh terhadap pemikiran seseorang. Jika seseorang dapat mempengaruhi pemikiranmu maka sesungguhnya dia telah memegang kendali akan dirimu. Dengan demikian, agar engkau dapat menggapai kemerdekaanmu seutuhnya maka berilmulah, jangan biarkan dirimu dikuasai orang lain.

    ReplyDelete
  62. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia barat telah menguasai dunia ini. Dia mampu memengaruhi semua penjuru melalui teknologi, pengetahuan, dan pergaulannya. Masih banyak pemuda terdidik yang sebenarnya mampu untuk mensejajarkan dengan mereka, dengan mengembangkan teknologi, maupun menciptakan sesuatu yang baru yang merupakan solusi dari permasalahn-permasalahan yang ada. Dan dengan mencintai dan bangga dengan produk buatan sendiri akan lebih menyadarkan bahwa negara ini masih memiliki kekayaan yang luar biasa.

    ReplyDelete
  63. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dalam Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden terjadi perdebatan antara dunia barat dan utara dengan dunia timur dan selatan. Perdebatan antara kedua kubu dunia tersebut adalah mengenai pengertian adal menurut kubu masing-masing. Kubu barat dan selatan mengganggap bahwa adil adalah jika memperoloh sesuatu sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan kubu timur dan selatan menganggap bahwa adil adalah jika memiliki apa yang sudah menjadi karakteristiknya. Kedua pendapat yang berlawanan ini di tgengahi oleh ketua transenden yang menganggap bahwa jika pendapat kubu barat dan utara dituruti maka akan merugikan bagi kubu timur dan selatan. Cerita tersebut merupakan perumpamaan dari realitas bahwa sumber daya alam duniatimur dan selatan sangat melimpah sedangkan sumber daya alam di dunia barat dan utara semakin menipis. Oleh karena itu dunia barat dan utara berusaha mengekspansi dunia timur dan selatan dengan kemajuan teknologi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  64. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs P.Mat C

    Berlaku adil itu sebagai sifat penengah, tidak membela siapapun. Setiap orang memiliki hak untuk maju tetapi juga diperhatikan bahwa ada pula hak orang lain, janganlah egois hanya mementingkan diri sendiri tanpa melihat orang lain yang sebagai korban. Apabila semua berpegang pada ketuhanan tentu semua akan saling menjaga satu sama lain dan akan berperilaku adil terhadap sesama serta menghargai satu sama lain.

    ReplyDelete
  65. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Adil adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Adil bagi seseorang blum tentu bagi yang lainnya. Seperti yang telah digambarkan pada elegi di atas, adil bagi dunia barat dan utara harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya sedangkan bagi dunia timur dan selatan, adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious. Berdasarkan elegi di atas pula kita mendapat pelajaran bahwa ilmu merupakan hal penting yang harus kita miliki agar dapat bersaing dengan negara-negara maju. Dengan kemajuan teknologi mereka, negara-negara maju bisa menguasai dunia, dan bagi negara-negara seperti Indonesia, meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, akan tetapi bila tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang berkualitas serta teknologi yang mumpuni, tidak akan mampu bersaing di era globalisasi ini.

    ReplyDelete
  66. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Memang suatu hal yang bagus jika kita menyadari akan kekurangan dan keterbatasan kita. Seperti dalam elegi ini, dunia selatan mengakui keterbatasan dan kekurangannya jika dibandingkan dengan dunia barat, timur, dan utara. Namun hendaknya sadar akan keterbatasan jangan lantas disertai dengan rasa menyerah. Kita harus terus berusaha, yakinlah bahwa kita juga dapat maju seperti mereka.

    ReplyDelete
  67. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Elegi di atas memberikan pembelajaran tentang makna kehidupan bagi saya. Diawali dari definisi adil, bahwa adik ialah harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya. Melalui definisi tersebut maka kini saya lebih membuka pikiran saya, jika yang terlihat memuncak dan unggul di belahan dunia bagian X belum tentu unggul jika diterapkan di belahan bumi yang lain. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan, yaitu perbedaan pada potensi maupun manfaatnya. Refleksinya ialah, marilah kita meningkatkan makna kehidupan kita melalui apa yang menjadi potensi kita, bukan apa yang terlihat mewah pada kehidupan pihak yang lainnya.

    ReplyDelete
  68. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kata menyerah memiliki arti yang sama dengan mati. Dengan menyerah berarti kita berhenti berpikir, benhenti mencari ilmu, hanya menerima begitu saja apa yang diberikan, dan pada akhirnya terjebak dalam jebakan sang power now. Manusia adalah potensi, potensi untuk mengada dan pengada oleh karena itu manusia perlu memperjuangkan dan mengembangkan potensinya tersebut bukan malah menyerah pada keadaan/jebakan power now, sehingga mampu mempertahankan jati dirinya sendiri dan keadilannya. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  69. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    organ tubuh manusia memiliki fungki, dampak, faktor dlll yang berbeda
    begitupulah dengan kehidupan yang dijalani oleh orang lain. berdasarkan potensi, intuisi, logos, hakikat dll yang mereka miliki
    sebagaimana membicarakan adil, adil itu berperan sesuai dengan ruang dan waktunya karena orangtua kita pun sendiri terkadang sulit untuk berperan adil kepada kaka maupun adik
    yang bisa dilakukan hanya berusaha untuk adil
    karena adil dan kesempurnaan hanya milik Allah, kita hanya mencoba untuk menjadi lebih adil dengan belajar
    namun ada pula semakin banyak belajar, semakin sulit untuk adil
    semua tergantung diri sendiri dan keimanan, karena saya belum bisa berpedan adil oleh karena itu saya semakin takut dan menjadi ragu ketika berkata adil

    ReplyDelete
  70. risylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas yang dapat saya pahami yaitu bahwa keadilan yaitu yang sesuai dengan norma, konteks dan local geniousnya. Sehingga adil menurut manusia itu tentunya bersifat relatif dan prular, seperti yang ada dalam elegi diatas. Karena filsafat yang memiliki dimensi spiritual maka, keadilan yang mutlak yaitu keadilan Allah Ta’ala. Sedangkan manusia hanya berupaya bagaimana menggapai keadilan ini dengan benar. Dari elegi ini juga saya menganalogikan dengan keadaan negara negara berkembang termasuk Indonesia didalamnya, ini sebagai negara-negara yang dieksploitasi akan sumberdaya yang dimilikinya oleh negara-negara maju sekarang ini si Powernow. Namun negara selatan ini bukan berarti tidak sadar kalau mereka di eksploitasi, mereka sadar namun secara garis besar tidak dapat nelawan, bahkan merelakan diri untuk dijadikan obyek. Mungkin sekarang yang perlu dialakuakan yaitu bagaimana mengubah pola pikir untuk mau bertindak secara nyata karena secara lahir mereka telah sadar, namun usaha yang belum ada. Sehingga perlu aksi nyata untuk berdiri dan mencoba untuk mandiri.

    ReplyDelete
  71. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Persaingan antarnegara dalam era yang semakin modern menjadi semakin ketat. Setiap negara berusaha agar tidak tertinggal. Namun, seperti kendaraan yang membutuhkan bahan bakar dan kemampuan untuk melaju, tidak semua negara dapat melaju dengan cepat hingga akhirnya ada yang menguasai dan dikuasai. Jika tidak mau dikuasai maka kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif sehingga mampu menciptakan pembaruan-pembaruan dan berkembang sesuai dengan kondisi jaman. Namun jika memang hal itu dirasa sulit, kalaupun harus dikuasai, maka setidaknya menjadi pihak dikuasai yang cerdas yang mampu memilih dan memilah secara selektif, sehingga akan mendapatkan manfaatnya.

    ReplyDelete
  72. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Yang membedakan dunia selatan dan lainnya hanya satu, yaitu ilmu. Ilmu bisa digali, dimanapun, kapanpun. Para pencetus ilmu pengetahuan (saintist) seperti Archimedes pun menemukan ilmunya saat mandi di kamar mandi.Dunia selatan masih punya daya. Meski banyak ahli2 dunia selatan yang diangkut ke dunia utara atau barat atau timur barat utara, seperti yang bapak ungkapkan pada posting sebelumnya, namun pentingnya loyalitas pada negara lah yang kini akan menjadi ujian bagi transenden dunia selatan.

    ReplyDelete
  73. Ada satu hal lagi Prof, saya sangat sedih ketika berkaca bahwa ini adalah "elegi konferensi internasional". Apakah sekejam ini transenden dunia selatan dipermalukan dihadapan yang lain? Apakah sekejam ini dunia diluar sana. Apakah semati itu dunia selatan di hadapan transenden dynia utara, dunia barat, dan dunia timur utara barat?Semoga dunia selatan kelak tidak di anggap remeh lagi oleh teman-temannya. PR bagi para transenden dunia selatan, untuk menjadikn dunia selatan lebih baik.

    ReplyDelete
  74. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Ilmu adalah sebaik-baik penolong baik di dunia maupun di akhirat. Saya sependapat dengan para transenden yang mengatakan bahwa Ilmu adalah Kekuasaan. Saat kita terjatuh, jika kita tahu ilmu untuk bangkit maka kita tidak akan terjatuh terlalu lama. Sedangkan jika saat terjatuh kita tidak memiliki ilmu untuk bangkit, maka selamanya kita akan terjatuh dan bahkan semakin terpuruk. Hingga akhirnya hidup kita hanya menjadi kesia-siaan tanpa ada makna yang berarti.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  75. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Islam pun juga menjamin surga untuk mereka yang dalam hidupnya senantiasa menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu. “tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Firman Allah tersebut memerintahkan kepada kita untuk selalu menuntut ilmu sejak lahir hingga mati. Dengan ilmu yang bermanfaat pula, amalan yang kita ajarkan waktu di dunia akn terus mengalir kepada kita meskipun kita sudah meninggal. Inilah salah satu yang dapat menolong kita di akhirat kelak.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  76. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pengolahan sumber alam yang berada di sekitar perserta didik seharunya harus mulai dikenalkan, karena jika kita amati sekarang, dunia pendidikan di Indonesia saat ini cenderung mengabaikannya sehingga kekayakan alam yang dimiliki tidak terlalu diekspose oleh peserta didik, mereka lebih mengenal apa yang dimiliki oleh negara lain dan ingin memiliki hal serupa juga. Motivasi mereka lebih condong pada memiliki apa yang orang asing miliki, namun tidak memperhatikan abhwa yang dimiliki mereka lebih berharga dibandingan dengan yang dimiliki orang lain.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  77. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    adil merupakan sesuatu yang kelihatan mudah, tapi sebenarnya sulit untuk dilakukan. adil menurut kita, belum tentu adil menurut orang lain, begitu pula sebaliknya. adil menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. membela yang benar itu juga adil, karena kebenaran itu pantas, layak untuk dibela. semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang adil.

    ReplyDelete
  78. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  79. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saat membaca elegi ini saya tertarik dengan Transenden Dunia Timur Barat Utara, karena saya menganggap ketika Dunia Timur dapat "memanfaatkan" pengaruh dari Dunia Barat dan Dunia Utara, membuatnya semakin kuat, seimbang dengan yang lain dan bahkan lebih unggul. Hal ini mencerminkan betapa kita seharusnya lebih fleksibel menerima perubahan namun harus cerdas dalam pemfilterannya sehingga kita masih memiliki ciri khas diri kita sendiri namun dapat menjadikan ciri yang lain sebagai acuan selama hal tersebut bermanfaat.

    ReplyDelete
  80. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Benar sekali yang diungkapkan diatas bahwa saat ini Indonesia masih menjadi negara yang hanya "Merdeka dalam kata-kata". Artinya Indonesia belum merdeka secara sejati. Kita masih ditunggangi oleh negara-negara lain, yang memiliki maksud terselubung. Sehingga tidak heran dalam bergerakpun Indonesia tidak beani melakukan gerakan bebas, namun tetap dibawah kontrol sang "penguasa".

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  81. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. ilmu pengetahuan itu memiliki pengaruh yang besar pada hidup dan dunia. Dengan pengetahuan seseorang dapat menguasai dunia, seseorang yang memiliki pengetahuan lebih akan mampu membuat orang-orang menaruh kepercayaan pada dirinya. Manfaatkan ilmu pengetahuan dengan baik, jangan gunakan pengetahuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain.

    ReplyDelete
  82. Ilmu adalah hal yang sangat luar biasa. Karena ilmu, dunia barat, dunia utara, dan dunia timur dapat menguasai dan mengeksploitasi dunia selatan. Lalu apakah yang dilakukan oleh dunia selatan? Jawaban yang sangat memprihatinkan yaitu menyerah tanpa syarat.
    Hal inilah yang menjadi tanggung jawab semua generasi dunia selatan untuk memperjuangkan ilmu agar tidak ditindas lagi oleh dunia barat, utara, atau timur.

    ReplyDelete
  83. Pada elegi di atas dijelaskan permasalahan yang tengah dihadapi oleh transenden dunia selatan. Bagaimana para transenden dunia barat, timur dan utara mengeksploitasi transenden dunia selatan. Mungkin salah satu solusi yang bisa diberikan adalah dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan lah yang bisa membebaskan kita dari berbagai pengaruh yang akan merugikan kita. Untuk itu, memiliki wawasan yang luas sangat penting untuk kita.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  84. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    keadilan yaitu yang sesuai dengan norma, konteks dan local geniousnya. Sehingga adil menurut manusia itu tentunya bersifat relatif. Keadilan yang mutlak adalah milik Allah semata. Elegi ini juga menganalogikan bagaimana keadaan negara berkembang termasuk Indonesia didalamnya, ini sebagai negara-negara yang dieksploitasi akan sumberdaya yang dimilikinya oleh negara-negara maju sekarang. Memiliki kekayaan yang melimpah tentu menjadi peluang bagi negara-negara maju untuk memanfaatkan kita dan menjajah kita secara perlahan. Namun, sebagai generasi muda kita wajib sadar akan hal itu. Semoga kita mampu menjadi pemegang kekuasaan dimasa mendatang dengan niat dan tujuan yang baik, serta menyelamatkan negara kita dari para penguasa ulung. amin.

    ReplyDelete
  85. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ilmu adalah kekuasan. Cukup mengerikan juga ternyata, memiliki ilmu jika tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Seperti analogi dunia Barat, Timur, Utara yang menggunakan ilmunya demi kepentingan diri sendiri tanpa menghargai kepentingan orang lain. Bahkan cendrung merugikan orang lain yang dalam hal ini dianalogikan sebagai dunia selatan. Dunia selatan sejatinya telah memiliki dasar yang kuat dalam membangun dunianya. Namun tidak dapat dipertahankan karena banyak pengaruh dari luar yang seharusnya dapat diambil sisi positif malah balik menjatuhkannya. Inilah salah satu bentuk penjajahan modern yang sekarang sedang terjadi dimana penjajahan dilakukan secara halus namun nyata. Tidak ada lagi perang menggunakan senjata api seperti zaman penjajahan dahulu. Bentuk penjajahan lebih menekankan pada penjajahan moral dan sikap. Jatuhnya moral dan sikap ini seperti makin maraknya korupsi, kriminalistas, apatis, atau plagiarism

    ReplyDelete
  86. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ilmu adalah kekuasan. Cukup mengerikan juga ternyata, memiliki ilmu jika tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Seperti analogi dunia Barat, Timur, Utara yang menggunakan ilmunya demi kepentingan diri sendiri tanpa menghargai kepentingan orang lain. Bahkan cendrung merugikan orang lain yang dalam hal ini dianalogikan sebagai dunia selatan. Dunia selatan sejatinya telah memiliki dasar yang kuat dalam membangun dunianya. Namun tidak dapat dipertahankan karena banyak pengaruh dari luar yang seharusnya dapat diambil sisi positif malah balik menjatuhkannya. Inilah salah satu bentuk penjajahan modern yang sekarang sedang terjadi dimana penjajahan dilakukan secara halus namun nyata. Tidak ada lagi perang menggunakan senjata api seperti zaman penjajahan dahulu. Bentuk penjajahan lebih menekankan pada penjajahan moral dan sikap. Jatuhnya moral dan sikap ini seperti makin maraknya korupsi, kriminalistas, apatis, atau plagiarism

    ReplyDelete
  87. Ilmu adalah hal yang sangat luar biasa. Karena ilmu, dunia barat, dunia utara, dan dunia timur dapat menguasai dan mengeksploitasi dunia selatan. Lalu apakah yang dilakukan oleh dunia selatan? Jawaban yang sangat memprihatinkan yaitu menyerah tanpa syarat. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab semua generasi dunia selatan untuk memperjuangkan ilmu agar tidak ditindas lagi oleh dunia barat, utara, atau timur

    ReplyDelete
  88. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Dunia barat dan utara memiliki kriteria adil yaitu harus sesuai fakta, potensi dan manfaat. Mengetahui potensi yang ada pada diri dan menerimanya dengan ikhlas maka kata adil itu tidak sulit untu didapatkan. Akan tetapi kriteria ini merugikan bagi dunia timur yang berpandangan bahwa adil harus berdasarkan norma, dan local genius. Dunia timur sering mendapatkan ketidakadilan dari dunia barat karena perbedaan dalam menentukan kriteria adil yang sebenanrnya banyak orang dunia selatan yang memiliki kompetensi yang tinggi tapi harus berpindah ke dunia barat.

    ReplyDelete
  89. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Ilmu merupakan kunci utama dalam menghadapi pengaruh dunia. Terlebih saat ini, dengan adanya globalisasi, seakan-akan tidak ada batasan antar belahan dunia. Sehingga pengaruh-pengaruh dapat leluasa masuk, misalnya dengan adanya penemuan-penemuan teknologi dari negara-negara lain yang dapat leluasa masuk ke Indonesia. Ilmu merupakan pondasi dari kehidupan bernegara. Dengan memiliki ilmu, dapat digunakan untuk menguasai daerah-daerah lain, jika pondasi itu tidak kuat, maka negara ini akan benar-benar dijajah. Menutup diri dari kemajuan itu akan membuat suatu negara semakin tertinggal. Terlalu bergantung dengan pengaruh negara lain pun akan membuat negara itu mati, karna ia tidak lagi punya jati diri, melainkan hidup karena pengaruh negara lain. Sebenar-benarnya kemerdekaan suatu negara adalah tidak sekedar merdeka, melainkan memiliki bekal untuk mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan memiliki ilmu.

    ReplyDelete
  90. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas artikelnya, Prof. Saya setuju, keadaan bangsa Indonesia saat ini memang ibarat dunia selatan, kaya Sumber Daya Alam namun tak bisa memanfaatkan dengan baik sehingga malah dimanfaatkan oleh Negara-negara lain. Belum lagi masalah dari dalam seperi maraknya kericuhan, isu SARA, degradasi moral yang semakin menggerogoti Indonesia. Jika hal ini dibiarkan, maka lama kelamaan Indonesia akan hancur. Oleh karena itu, mari memperkaya diri dengan ilmu, untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  91. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Elegi diatas memberikan kita gambaran bahwa negara-negara maju bisa menguasai dunia, dan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun belum dapat mengolahnya dengan baik karena sumber daya manusa yang dimiliki belum memumpuni. Oleh karena itu, negara berkembang seperti Indonesia masih membutuhkan bantuan dari negara barat untuk mengolahnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa imu merupakan kunci untuk menghadapi perkembangan jaman dan tidak salah lagi dengan ilmu, seseorang dapat menguasai dunia.

    ReplyDelete
  92. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya belajar bahwa pendidikan memang benar-benar merupakan poros utama memenangkan kehidupan. Dengan adanya pendiidkan yang baik dapat memfasilitasi manusia mengembangkan SDM nya menjadi lebih baik. Pemikiran yang maju, inovatif, dan kreatif merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam mempertahankan hal-hal terpenting dalam hidup. Seperti misalnya orang yang bodoh akan ditindas oleh orang yang lebih berkuasa dengan politik maupun kemampuannya baik secara materil maupun non materil. Yang berhasil membuat orang lain bergantung pada dirinya.

    ReplyDelete
  93. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Terimakasih atas eleginya Prof. Setelah membaca elegi ini, pikiran saya jadi lebih terbuka. Elegi ini diawali dengan definisi adil. Seperti yang disebutkan oleh Transenden Dunia Barat dan Dunia Utara bahwa adil harus berdasarkan fakta, potensi, dan manfaatnya. Sedangkan menurut Transenden Dunia Timur dan Transenden Dunia Selatan, adil harus berdasar norma, konteks, dan loca genious. Sehingga adil itu bersifat relatif, tergantung dari sudut pandang orang yang melihatnya. Ketika menurut si A adil, belum tentu menurut si B adil pula. Dan keadilan yang paling mutlak hanya dimiliki oleh AL-’ADL, yaitu Allah yang Maha Adil.

    ReplyDelete
  94. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kekuasaan yang sebenarnya tidakditunjukkan dengan harta melainkan ilmu. Dengan berilmu kita akan lebih dihargai di lingkungan masyarakat. Dengan ilmu manusia dapat mengembangkan IPTEK, dengan ilmu dunia bisa berkembang. Tetapi manusia tidak boleh sombong akan ilmu yang dimilikinya. Karena sesungguhnya sedikit ilmu yang dititipkan Allah SWT pada setiap pribadi itu belum ada apa-apanya dengan seluruh ilmu yang ada di alam ini.

    ReplyDelete
  95. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious.Sehingga keadilan itu berbeda untuk setiap orang. Adil untuk diri kita sendiri belum tentu adil untuk orang lain. Sehingga sulit sekali bagi manusia untuk berbuat adil kepada sesama. Hanya Allah SWT lah yang maha adil lagi penyayang.

    ReplyDelete
  96. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan elegi ini, berlaku adil menurut seseorang belum tentu adil menurut yang lainnya. Bagi dunia barat dan dunia utara, adil berdasarkan fakta, potensi, dan manfaatnya. Bagi dunia timur dan dunia selatan, adil berdasarkan norma, konteks, dan local genious.
    Sependapat dengan para transenden bahwa ilmu adalah kekuasaan. Di negara-negara maju dan memiliki ilmu, teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni dapat menjadi penguasa atas negara lain. Seperti halnya di Indonesia atau negara-negara dunia selatan yang menyadari negara sedang dieksploitasi negara lain. Banyaknya sumber daya alam yang tidak diikuti dengan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni membuat suatu negara dengan mudah dieksploitasi.
    Oleh karena itu, mari memperkaya diri dengan ilmu.

    ReplyDelete
  97. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Benar apa yang telah disampaikan pada tulisan di atas. Dunia selatan adalah seperti kondisi Indonesia saat ini. Indonesia memang sudah merdeka, tetapi itu hanyalah sebuah kata. Indonesia kaya akan sumber daya alam, tapi masyarakatnya kurang mampu untuk memanfaatkan secara maksimal. Hingga akhirnya, dunia barat lah yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.dari sini dapat dilihat, bahwa ilmu itu memang sangat penting, saat kita punya segalanya tapi tidak berilmu, maka itu tidak ada gunanya. Terimakasih kepada prof yang sudah menulis blog ini, karena bisa menyadarkan kami bahwa ilmu itu sangat penting, semoga bangsa Indonesia tidak lagi terjajah oleh dunia barat.

    ReplyDelete
  98. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Negara yang kaya akan sumber daya alam namun tidak memiliki SDM yang memadai untuk mengolah apa yang mereka punya sehingga mereka menjadi sapi perah bagi negara superior yang memiliki ilmu dan teknologi lebih canggih. Begitulah deskripsi Transenden dunia selatan. Kita sebagai bangsa Indonesia harus mengelola negara kita dengan baik, karena Indonesia sangat kaya akan SDA. Jangan sampai Indonesia menajdi sapi perah bagi negara lain.

    ReplyDelete
  99. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof atas artikel yang prof tulikan diatas yang berjudul Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden. Dimana cara mencari solusi yang adil bagi semua transeden berarti harus berlaku adil berdasrkan fakta, potensi dan manfaatnya. Sehingga untuk meminta hak maka ia juga harus mempunyai kompetensi yang sebanding. Dan berdasarkan transeden dunia Timur dan transenden dunia Selatan menyebutkan bahwa adil itu harus berdasarkan norma, konteks, dan local genious. Sehingga jika seseorang berasal dari Dunia Timur dan Selatan maka ia harus memperoleh haknya sesuai dengan karakteristik dunia Timur dan Selatan. Untuk itu agar dapat membangun suatu negara maka kita tidak hanya membutuhkan kemerdekaan saja, melainkan juga hatus memiliki ilmu.

    ReplyDelete
  100. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi di atas menggambarkan kondisi negara Indonesia sebagai Transendern Dunia Selatan, yang masih 'dijajah' meskipun telah merdeka. Penjajahan ini berupa eksploitasi SDA oleh negara-negara maju. Kita sebagai tuan yang memiliki SDA itu hanya dapat melihat para negara maju mengekploitasi SDA kita karena kita sendiri tidak dapat mengolahnya. Parahnya lagi, terdapag negara asing yang mencari bahan baku di negara kita dan menjual produk tsb ke negara kita dengan harga yang mahal. Ini akibat dari kita kurang bisa mengolah SDA yang ada sehingga membiarkan negara lain untuk mengolah SDA tsb dan kita hanya berperan sebagai konsumen. Oleh karena itu, sebagai generasi muda marilah kita perbanyak ilmu dan melakukan penemuan untuk dapat mengolah dan menjaga SDA yang kita miliki.

    ReplyDelete