Nov 8, 2014

Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden




Oleh Marsigit

Transenden Ketua:

Wahai para Transenden, dari perbedaan diantara engkau semua apakah kira-kira kita bisa mencari solusi yang adil bagi semua transenden yang ada. Silahkan!

Transenden Dunia Barat dan Transenden Dunia Utara:
Hemm...gampang saja untuk mencari solusi persoalan dunia secara adil itu. Adil itu harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya. Jika seseorang punya kompetensi 10 maka tidak adil jika hanya diberi haknya 5. Jika seseorang mempunyai kompetensi 4 maka tidak adil kalau menuntut haknya 9. Bukankah engkau tahu bahwa Dunia Barat dan Dunia Utara itu telah bekerja dan berkarya banyak. Menurut refleksiku maka kerja dan karyaku itu perlu mendapat nilai 10. Maka keadilah yang pantas buat Dunia Barat dan Dunia Utara adalah mendapatkan haknya yang 10 itu. Jika kami hanya mendapat haknya di bawah 10 maka itu namanya tidak adil.

Transenden Dunia Timur dan Transenden Dunia Selatan:
Hemm...gampang saja untuk mencari solusi persoalan dunia secara adil itu. Adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious. Jika seseorang berasal dari Dunia Timur dan Dunia Selatan maka dia harus memperoleh hak sesuai dengan karakteristik dunia Timur dan Dunia Selatan. Jika tidak demikian maka tidak adil namanya. Maka saya agak keberatan dengan kriteria adil dari Dunia Barat dan Dunia Utara. Saya juga agak keberatan dengan inervensi Dunia barat dan Dunia Utara terhadap Dunia Timur dan Dunia Selatan. Dari pada selalu merugi lebih baik aku tidak usah bergaul dengan Dunia Barat dan Dunia Timur.

Transenden Ketua:
O.oo..sebentar. Aku menangkap nuansa yang berbeda dari dua dunia yang berbeda. Jika dibiarkan maka Dunia Barat dan Dunia Utara cenderung menguasai dan mengeksploitasi Dunia Timur dan Dunia Selatan. Tetapi agak sulit jika kita sudah berbicara fakta. Wahai Dunia Timur dan Dunia Selatan, kenyataannya berbicara lain. Faktanya, tiada sudut-sudut pintumu yang dapat tertutup oleh karena teknologi dan kecanggihan pengaruh Dunia Barat dan Dunia Timur. Jika engkau tetap bersikukuh tidak mau bergaul maka dalam jangka pendek engkau akan mengalami degradasi identitasmu. Dalam jangka panjang engkau akan kehilangan jati dirimu. Bagaimana menurut pendapatmu?

Transenden Dunia Timur:

Wahai Transenden Ketua. Aku tidak setuju dengan kriteria pembagian dunia oleh dirimu. Ketahuilah bahwa sejarah perkembangan diriku menyatakan bahwa walaupun di masa lampau aku itu engkau sebut sebagai Dunia Timur, tetapi dikarenakan pergaulan eleganku dengan Dunia Barat dan Dunia Utara serta karena kuatnya kepribadianku maka aku sekarang telah menjelma menjadi Dunia Timur Barat Utara. Tidak masalah aku bergaul dengan Dunia Barat dan Dunia Utara. Ketahuilah kompetensi-kompetensiku justru hampir menyamai bahkan melebihi kompetensi Dunia Barat dan Dunia Utara. Aku sekarang telah menjadi ancaman nyata bagi mereka. Aku telah merebut pusat perdagangan mereka. Memang aku mengakui bahwa aku agak bersifat kanibal, artinya untuk menjamin kehidupan duniaku maka aku juga ikut-ikutan untuk mengekploitasi Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Oh..Transenden Ketua. Oh..Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara...ternyata aku menemukan bahwa sebagai dunia itu harus bersifat mandiri, karena faktanya sekarang aku tidak mempunyai teman. Aku sebagai Dunia Selatan telah dijadikan ladang eksploitasi dari semua Dunia Maju. Jika aku mampu berjuang untuk bangkit dan menyamai kompetensi Dunia Maju maka siapa yang akan dijadikan lahan eksploitasi. Jika mereka subyek maka siapa obyeknya. Maka akan bertentangan dengan hukum alam karena akan di dapat subyek tanpa obyek. Aku merasa iba kepada Dunia Maju jika mereka kehilangan obyek eksploitasi. Oh..kok lucu..sebagai satu-satunya obyek korban eksploitasi kok merasa iba dengan para subyek pengeksploitasinya. Tak sadar aku sudah terkena anomali. Wah ternyata dikarenakan sejarah panjangku tereksploitasi maka aku mengalami hancur-hancuran, mengalami krisis multidimensi. Repotnya kesempatan emas yang ada selalu disia-sikan baik oleh para Pemimpinnya maupun oleh rakyatnya. Aku tidak pernah menggapai kesadaranku. Ibarat mendengar suara pesawat terbang. Ketika suara itu datang, maka bayangan pesawatnya sudah pergi. Oh nasib..nasib.. itulah pantas mengapa semua penghuniku mengalami anomali atau komplikasi. Sebesar-besar anomali adalah anomali dunia selatan. Tidak peduli presiden, menteri, pejabat, rokhaniawan, guru, dosen, mahasiswa, para bankir, tokoh politik ...semuanya mengalami anomali. Semakin biasa pemandangan produk baru dari anomaliitu. Tawuran antar kampung, tawuran antar desa, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar anggota dpr, dst. Kanibalisme mulai menggejala, mutilasi mulai menggejala, hukum rimba juga mulai menggejala. Ibarat lingkaran syaetan..maka dimulai dari manapun tidak akan membawa solusi. Oh..nasib..nasib...aku menjadi teringat kesombongan seorang Profesor dari Dunia Utara yang mengatakan kepadaku “Aku kaya karena miskin..sedangkan engkau miskin karena kaya”. Kenapa wilayahku yang begitu luas, kenapa hartaku yang begitu melimpah malah membuat diriku menjadi fakir miskin. Aku telah menjadi fakir buktinya aku tidak pernah memahami setiap skenario meraka dalam mengekploitasiku. Aku telah menjadi miskin buktinya aku selalu menanti dan meminta bantuan dan sumbangan dari mereka.

Transenden Ketua:
Wahai ...Dunia Selatan ...engkau itu bicara apa komat-kamit sendiri. Ingat waktumu untuk bicara adalah terbatas. Sampaikan secara singkat apa pokok persoalanmu untuk kemudian jika mungkin nanti kita rundingkan dengan para Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Dunia Selatan:
Oh...wahai Transenden Ketua..maafkanlah daku. Dari semua Transenden yang ada ternyata hanya diriku sendiri yang mengalami sakit. Tetapi sakitku itu tidak main-main. Aku mengalami sakit ontologis yaitu anomali pada segenap unsur-unsurku. Maka aku bicara dan bertindak apapun di hadapan para Transenden yang lain, tidak akan pernah sinkron, tidak akan pernah betul dan bersifat aneh serta lucu bagi mereka. Semakin banyak aku bicara semakain tampak bahwa diriku itu bersifat anomali.

Transenden Ketua:
Singkat saja..karena waktunya hampir habis.

Transenden Dunia Selatan:
Aku menyerah tanpa syarat.

Transenden Ketua:
Apa maksudmu menyerah tanpa syarat?

Transenden Dunia Selatan:
Karena tidak ada solusi terbaik dari segala persoalan duniaku, maka dengan ini aku menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Silahkan mereka bebas menerapkan segala syarat-syarat eksploitasi mereka kepada diri kami. Hanya satu saja permintaan saya kepada mereka yaitu “agar aku tetap diberi hak hidup di dunia kami sendiri”.

Transenden Ketua:
Wahai Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat dan Utara. Engkau telah mendengar sendiri pernyataan menyerah tanpa syarat dari Dunia Selatan. Hanya satu permintaan mereka yaitu agar tetap diberi hak hidup di dunianya sendiri.

Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara:
Hah aku ingin berkata dalam hati “Permintaan untuk hidup adalah permitaan yang bodhoh. Emangnya hidup itu tidak pakai syarat-syarat. Pernyataan menyerah itu sendiri sudah menunjukkan bahwa Dunia Selatan itu mengakhiri hidupnya alias mati. Maka permintaan agar tetap diberi hak hidup di dunianya sendiri itu sebetulnya sudah terjawab. Yaitu tidak mungkin dikabulkan karena lha memang dia itu sudah mati atau sudah tiada. Karena Dunia Selatan telah tiada maka tidak ada pula haknya, tidak ada pula sifatnya, tidak ada pula pikrannya, tidak ada pula karyanya, tidak ada pula tulisannya, tidak ada pula jejaknya, tidak ada pula kegiatannya, tidak ada pula orangnya yang mengikuti konferensi internasional, tidak ada pula kompetensinya, tidak ada pula harga dirinya, tidak ada pula hak memiliki, tidak ada pula ...yang terakhir ...akan segera terwujud tidak ada pula ..namanya”

Transenden Ketua:

Wahai Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara, di ajak bicara malah ngedumel sendiri. Bagaimana tanggapanmu mendengar pernyataan menyerah tanpa syarat dari Transenden Dunia Selatan?

Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara:

O..oo..o iya...iya..iya aku menerima dengan baik. Akan aku jamin hak hidup Transenden Dunia Selatan selama dia mengikuti semua syarat-syarat dan kepentinganku. Aku ingin tersenyum dalam hatiku dan berkata "Tetapi ketahuilah wahai Transenden Dunia Selatan, benar kata Bagawatku tuan Francis Bacon bahwa Ilmu itu adalah Kekuasaan. Ketahuilah aku sekarang berkuasa atas dirimu itu dikarenakan Ilmuku. Ilmuku itu termasuk menggunakan dan memanfaatkan jargonmu untuk meniadakan jati dirimu. Ketahuilah bahwa salah satu jargonmu yang aku gunakan adalah Si Fakir itu akan menjadi Miskin dan si Miskin itu juga akan menjadi Fakir. Maka Jejaring Sistemiku telah dan akan menghisap semua cairan kehidupanmu. Dan untuk menjamin kelangsungan hidupku dan menghidupi anak cucuku, maka bagaimanapun aku akan selalu berusaha agar engkau tetap Fakir dan tetap Miskin. Inilah juga pembalasanku kepadamu karena berani-beraninya engkau pada tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima, engkau menggebug diriku dan menyatakan kemerdakaanmu. Apa bekalmu berani bertindak seperti itu. Nyatanya engkau hanya puas maunya hanya sebagai Ada Merdeka, tetapi tidaklah ada kemampuan Mengada Merdeka dan Pengada Merdeka. Itulah sebenar-benar tindakan bodhohmu. Dan tindakan bodhohmu itulah yang membawa kematianmu". Huh hah hah hah hah....

26 comments:

  1. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Ilmu adalah senjata kunci dalam menghadapi segala perkembangan dan perubahan. Tidak salah jika ada yang menyebutkan, dengan bermodal ilmu seseorang dapat menguasai dunia. Orang yang berilmu mampu memberikan pengaruh terhadap seluruh sendi-sendi kehidupan termasuk pengaruh terhadap pemikiran seseorang. Jika seseorang dapat mempengaruhi pemikiranmu maka sesungguhnya dia telah memegang kendali akan dirimu. Dengan demikian, agar engkau dapat menggapai kemerdekaanmu seutuhnya maka berilmulah, jangan biarkan dirimu dikuasai orang lain.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia barat telah menguasai dunia ini. Dia mampu memengaruhi semua penjuru melalui teknologi, pengetahuan, dan pergaulannya. Masih banyak pemuda terdidik yang sebenarnya mampu untuk mensejajarkan dengan mereka, dengan mengembangkan teknologi, maupun menciptakan sesuatu yang baru yang merupakan solusi dari permasalahn-permasalahan yang ada. Dan dengan mencintai dan bangga dengan produk buatan sendiri akan lebih menyadarkan bahwa negara ini masih memiliki kekayaan yang luar biasa.

    ReplyDelete
  3. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dalam Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden terjadi perdebatan antara dunia barat dan utara dengan dunia timur dan selatan. Perdebatan antara kedua kubu dunia tersebut adalah mengenai pengertian adal menurut kubu masing-masing. Kubu barat dan selatan mengganggap bahwa adil adalah jika memperoloh sesuatu sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan kubu timur dan selatan menganggap bahwa adil adalah jika memiliki apa yang sudah menjadi karakteristiknya. Kedua pendapat yang berlawanan ini di tgengahi oleh ketua transenden yang menganggap bahwa jika pendapat kubu barat dan utara dituruti maka akan merugikan bagi kubu timur dan selatan. Cerita tersebut merupakan perumpamaan dari realitas bahwa sumber daya alam duniatimur dan selatan sangat melimpah sedangkan sumber daya alam di dunia barat dan utara semakin menipis. Oleh karena itu dunia barat dan utara berusaha mengekspansi dunia timur dan selatan dengan kemajuan teknologi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  4. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs P.Mat C

    Berlaku adil itu sebagai sifat penengah, tidak membela siapapun. Setiap orang memiliki hak untuk maju tetapi juga diperhatikan bahwa ada pula hak orang lain, janganlah egois hanya mementingkan diri sendiri tanpa melihat orang lain yang sebagai korban. Apabila semua berpegang pada ketuhanan tentu semua akan saling menjaga satu sama lain dan akan berperilaku adil terhadap sesama serta menghargai satu sama lain.

    ReplyDelete
  5. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Adil adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Adil bagi seseorang blum tentu bagi yang lainnya. Seperti yang telah digambarkan pada elegi di atas, adil bagi dunia barat dan utara harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya sedangkan bagi dunia timur dan selatan, adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious. Berdasarkan elegi di atas pula kita mendapat pelajaran bahwa ilmu merupakan hal penting yang harus kita miliki agar dapat bersaing dengan negara-negara maju. Dengan kemajuan teknologi mereka, negara-negara maju bisa menguasai dunia, dan bagi negara-negara seperti Indonesia, meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, akan tetapi bila tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang berkualitas serta teknologi yang mumpuni, tidak akan mampu bersaing di era globalisasi ini.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Memang suatu hal yang bagus jika kita menyadari akan kekurangan dan keterbatasan kita. Seperti dalam elegi ini, dunia selatan mengakui keterbatasan dan kekurangannya jika dibandingkan dengan dunia barat, timur, dan utara. Namun hendaknya sadar akan keterbatasan jangan lantas disertai dengan rasa menyerah. Kita harus terus berusaha, yakinlah bahwa kita juga dapat maju seperti mereka.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Elegi di atas memberikan pembelajaran tentang makna kehidupan bagi saya. Diawali dari definisi adil, bahwa adik ialah harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya. Melalui definisi tersebut maka kini saya lebih membuka pikiran saya, jika yang terlihat memuncak dan unggul di belahan dunia bagian X belum tentu unggul jika diterapkan di belahan bumi yang lain. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan, yaitu perbedaan pada potensi maupun manfaatnya. Refleksinya ialah, marilah kita meningkatkan makna kehidupan kita melalui apa yang menjadi potensi kita, bukan apa yang terlihat mewah pada kehidupan pihak yang lainnya.

    ReplyDelete
  8. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kata menyerah memiliki arti yang sama dengan mati. Dengan menyerah berarti kita berhenti berpikir, benhenti mencari ilmu, hanya menerima begitu saja apa yang diberikan, dan pada akhirnya terjebak dalam jebakan sang power now. Manusia adalah potensi, potensi untuk mengada dan pengada oleh karena itu manusia perlu memperjuangkan dan mengembangkan potensinya tersebut bukan malah menyerah pada keadaan/jebakan power now, sehingga mampu mempertahankan jati dirinya sendiri dan keadilannya. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  9. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    organ tubuh manusia memiliki fungki, dampak, faktor dlll yang berbeda
    begitupulah dengan kehidupan yang dijalani oleh orang lain. berdasarkan potensi, intuisi, logos, hakikat dll yang mereka miliki
    sebagaimana membicarakan adil, adil itu berperan sesuai dengan ruang dan waktunya karena orangtua kita pun sendiri terkadang sulit untuk berperan adil kepada kaka maupun adik
    yang bisa dilakukan hanya berusaha untuk adil
    karena adil dan kesempurnaan hanya milik Allah, kita hanya mencoba untuk menjadi lebih adil dengan belajar
    namun ada pula semakin banyak belajar, semakin sulit untuk adil
    semua tergantung diri sendiri dan keimanan, karena saya belum bisa berpedan adil oleh karena itu saya semakin takut dan menjadi ragu ketika berkata adil

    ReplyDelete
  10. risylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas yang dapat saya pahami yaitu bahwa keadilan yaitu yang sesuai dengan norma, konteks dan local geniousnya. Sehingga adil menurut manusia itu tentunya bersifat relatif dan prular, seperti yang ada dalam elegi diatas. Karena filsafat yang memiliki dimensi spiritual maka, keadilan yang mutlak yaitu keadilan Allah Ta’ala. Sedangkan manusia hanya berupaya bagaimana menggapai keadilan ini dengan benar. Dari elegi ini juga saya menganalogikan dengan keadaan negara negara berkembang termasuk Indonesia didalamnya, ini sebagai negara-negara yang dieksploitasi akan sumberdaya yang dimilikinya oleh negara-negara maju sekarang ini si Powernow. Namun negara selatan ini bukan berarti tidak sadar kalau mereka di eksploitasi, mereka sadar namun secara garis besar tidak dapat nelawan, bahkan merelakan diri untuk dijadikan obyek. Mungkin sekarang yang perlu dialakuakan yaitu bagaimana mengubah pola pikir untuk mau bertindak secara nyata karena secara lahir mereka telah sadar, namun usaha yang belum ada. Sehingga perlu aksi nyata untuk berdiri dan mencoba untuk mandiri.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Persaingan antarnegara dalam era yang semakin modern menjadi semakin ketat. Setiap negara berusaha agar tidak tertinggal. Namun, seperti kendaraan yang membutuhkan bahan bakar dan kemampuan untuk melaju, tidak semua negara dapat melaju dengan cepat hingga akhirnya ada yang menguasai dan dikuasai. Jika tidak mau dikuasai maka kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif sehingga mampu menciptakan pembaruan-pembaruan dan berkembang sesuai dengan kondisi jaman. Namun jika memang hal itu dirasa sulit, kalaupun harus dikuasai, maka setidaknya menjadi pihak dikuasai yang cerdas yang mampu memilih dan memilah secara selektif, sehingga akan mendapatkan manfaatnya.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Yang membedakan dunia selatan dan lainnya hanya satu, yaitu ilmu. Ilmu bisa digali, dimanapun, kapanpun. Para pencetus ilmu pengetahuan (saintist) seperti Archimedes pun menemukan ilmunya saat mandi di kamar mandi.Dunia selatan masih punya daya. Meski banyak ahli2 dunia selatan yang diangkut ke dunia utara atau barat atau timur barat utara, seperti yang bapak ungkapkan pada posting sebelumnya, namun pentingnya loyalitas pada negara lah yang kini akan menjadi ujian bagi transenden dunia selatan.

    ReplyDelete
  13. Ada satu hal lagi Prof, saya sangat sedih ketika berkaca bahwa ini adalah "elegi konferensi internasional". Apakah sekejam ini transenden dunia selatan dipermalukan dihadapan yang lain? Apakah sekejam ini dunia diluar sana. Apakah semati itu dunia selatan di hadapan transenden dynia utara, dunia barat, dan dunia timur utara barat?Semoga dunia selatan kelak tidak di anggap remeh lagi oleh teman-temannya. PR bagi para transenden dunia selatan, untuk menjadikn dunia selatan lebih baik.

    ReplyDelete
  14. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Ilmu adalah sebaik-baik penolong baik di dunia maupun di akhirat. Saya sependapat dengan para transenden yang mengatakan bahwa Ilmu adalah Kekuasaan. Saat kita terjatuh, jika kita tahu ilmu untuk bangkit maka kita tidak akan terjatuh terlalu lama. Sedangkan jika saat terjatuh kita tidak memiliki ilmu untuk bangkit, maka selamanya kita akan terjatuh dan bahkan semakin terpuruk. Hingga akhirnya hidup kita hanya menjadi kesia-siaan tanpa ada makna yang berarti.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  15. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Islam pun juga menjamin surga untuk mereka yang dalam hidupnya senantiasa menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu. “tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Firman Allah tersebut memerintahkan kepada kita untuk selalu menuntut ilmu sejak lahir hingga mati. Dengan ilmu yang bermanfaat pula, amalan yang kita ajarkan waktu di dunia akn terus mengalir kepada kita meskipun kita sudah meninggal. Inilah salah satu yang dapat menolong kita di akhirat kelak.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pengolahan sumber alam yang berada di sekitar perserta didik seharunya harus mulai dikenalkan, karena jika kita amati sekarang, dunia pendidikan di Indonesia saat ini cenderung mengabaikannya sehingga kekayakan alam yang dimiliki tidak terlalu diekspose oleh peserta didik, mereka lebih mengenal apa yang dimiliki oleh negara lain dan ingin memiliki hal serupa juga. Motivasi mereka lebih condong pada memiliki apa yang orang asing miliki, namun tidak memperhatikan abhwa yang dimiliki mereka lebih berharga dibandingan dengan yang dimiliki orang lain.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  17. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    adil merupakan sesuatu yang kelihatan mudah, tapi sebenarnya sulit untuk dilakukan. adil menurut kita, belum tentu adil menurut orang lain, begitu pula sebaliknya. adil menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. membela yang benar itu juga adil, karena kebenaran itu pantas, layak untuk dibela. semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang adil.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saat membaca elegi ini saya tertarik dengan Transenden Dunia Timur Barat Utara, karena saya menganggap ketika Dunia Timur dapat "memanfaatkan" pengaruh dari Dunia Barat dan Dunia Utara, membuatnya semakin kuat, seimbang dengan yang lain dan bahkan lebih unggul. Hal ini mencerminkan betapa kita seharusnya lebih fleksibel menerima perubahan namun harus cerdas dalam pemfilterannya sehingga kita masih memiliki ciri khas diri kita sendiri namun dapat menjadikan ciri yang lain sebagai acuan selama hal tersebut bermanfaat.

    ReplyDelete
  20. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Benar sekali yang diungkapkan diatas bahwa saat ini Indonesia masih menjadi negara yang hanya "Merdeka dalam kata-kata". Artinya Indonesia belum merdeka secara sejati. Kita masih ditunggangi oleh negara-negara lain, yang memiliki maksud terselubung. Sehingga tidak heran dalam bergerakpun Indonesia tidak beani melakukan gerakan bebas, namun tetap dibawah kontrol sang "penguasa".

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  21. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. ilmu pengetahuan itu memiliki pengaruh yang besar pada hidup dan dunia. Dengan pengetahuan seseorang dapat menguasai dunia, seseorang yang memiliki pengetahuan lebih akan mampu membuat orang-orang menaruh kepercayaan pada dirinya. Manfaatkan ilmu pengetahuan dengan baik, jangan gunakan pengetahuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain.

    ReplyDelete
  22. Ilmu adalah hal yang sangat luar biasa. Karena ilmu, dunia barat, dunia utara, dan dunia timur dapat menguasai dan mengeksploitasi dunia selatan. Lalu apakah yang dilakukan oleh dunia selatan? Jawaban yang sangat memprihatinkan yaitu menyerah tanpa syarat.
    Hal inilah yang menjadi tanggung jawab semua generasi dunia selatan untuk memperjuangkan ilmu agar tidak ditindas lagi oleh dunia barat, utara, atau timur.

    ReplyDelete
  23. Pada elegi di atas dijelaskan permasalahan yang tengah dihadapi oleh transenden dunia selatan. Bagaimana para transenden dunia barat, timur dan utara mengeksploitasi transenden dunia selatan. Mungkin salah satu solusi yang bisa diberikan adalah dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan lah yang bisa membebaskan kita dari berbagai pengaruh yang akan merugikan kita. Untuk itu, memiliki wawasan yang luas sangat penting untuk kita.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  24. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    keadilan yaitu yang sesuai dengan norma, konteks dan local geniousnya. Sehingga adil menurut manusia itu tentunya bersifat relatif. Keadilan yang mutlak adalah milik Allah semata. Elegi ini juga menganalogikan bagaimana keadaan negara berkembang termasuk Indonesia didalamnya, ini sebagai negara-negara yang dieksploitasi akan sumberdaya yang dimilikinya oleh negara-negara maju sekarang. Memiliki kekayaan yang melimpah tentu menjadi peluang bagi negara-negara maju untuk memanfaatkan kita dan menjajah kita secara perlahan. Namun, sebagai generasi muda kita wajib sadar akan hal itu. Semoga kita mampu menjadi pemegang kekuasaan dimasa mendatang dengan niat dan tujuan yang baik, serta menyelamatkan negara kita dari para penguasa ulung. amin.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ilmu adalah kekuasan. Cukup mengerikan juga ternyata, memiliki ilmu jika tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Seperti analogi dunia Barat, Timur, Utara yang menggunakan ilmunya demi kepentingan diri sendiri tanpa menghargai kepentingan orang lain. Bahkan cendrung merugikan orang lain yang dalam hal ini dianalogikan sebagai dunia selatan. Dunia selatan sejatinya telah memiliki dasar yang kuat dalam membangun dunianya. Namun tidak dapat dipertahankan karena banyak pengaruh dari luar yang seharusnya dapat diambil sisi positif malah balik menjatuhkannya. Inilah salah satu bentuk penjajahan modern yang sekarang sedang terjadi dimana penjajahan dilakukan secara halus namun nyata. Tidak ada lagi perang menggunakan senjata api seperti zaman penjajahan dahulu. Bentuk penjajahan lebih menekankan pada penjajahan moral dan sikap. Jatuhnya moral dan sikap ini seperti makin maraknya korupsi, kriminalistas, apatis, atau plagiarism

    ReplyDelete
  26. Ilmu adalah hal yang sangat luar biasa. Karena ilmu, dunia barat, dunia utara, dan dunia timur dapat menguasai dan mengeksploitasi dunia selatan. Lalu apakah yang dilakukan oleh dunia selatan? Jawaban yang sangat memprihatinkan yaitu menyerah tanpa syarat. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab semua generasi dunia selatan untuk memperjuangkan ilmu agar tidak ditindas lagi oleh dunia barat, utara, atau timur

    ReplyDelete