Nov 8, 2014

Teori Pengetahuan Menurut Immanuel Kant

Ass Wr Wb


Terdapat banyak Teori Pengetahuan; jumlahnya adalah sebanyak para Filsuf yang membuatnya.Kita dapat memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell. Saya menemukan bahwa pada prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing. Itulah juga sebuah tantangan bagi kita semua untuk memelajarinya.
Yang berikut adalah saya telah berhasil membuat peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant. Tiadalah ada di tempat atau sumber lain diagram seperti itu yang ada, karena diagram tersebut memang semata-mata sayalah yang membuat berdasar sumber "the Critic of Pure Reason" nya Immanuel Kant.
Selamat menyimak.
Wss Wr Wb

                       Diagram dibuat oleh Marsigit berdasar Teori Pengetahuan Immanuel Kant

76 comments:

  1. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. Marsigit, M.A. karena telah membuat Diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant. Diagram ini dapat menjadi "jalan pintas" dalam mempelajari buku "the Critique of Pure Reason" yang ditulis Immanuel Kant.

    ReplyDelete
  2. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Sungguh luar biasa peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant yang dibuat oleh Prof.Marsigit. namun saya masih perlu belajar lagi untuk bisa memahami keseluruhan dari teori pengetahuan Immanuel Kant. namun sedikit pemahaman saya dari diagram/ peta dia atas adalah bahwa konsep yang di bangun berdasarkan quality, quantity, realition, modality. sebuah pemikiran yang berasal dari pemikiran secara realistis dan empiris. sehingga logika mendasari teori ini namun tidak sempurna sehingga ada penambahan, sehingga di bagi logikanya yaitu analitik dan a priori, dan pengalamannya sintetik a posteriori, sehingga anta pengalaman dan pemikiran di jadikan sebagai acuan. sehingga pemikirannya di sesuaikan dengan pengalaman dan pengalamannya di pikirkan sehingga menjadi pemikiran dan pengetahuan yaitu sintetik a priori dan tercapailah konsep di awal tadi. lebih dan kurang saya mohon ma'af, karena ilmu saya baru sedikit dan hanya itu yang dapat saya sampaikan. dan saya masih perlu belajar untuk menambah wawasan saya.

    ReplyDelete
  3. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari diagram tersebut, nampak bahwa untuk membentuk suatu pengetahuan dilerlukan representasi dan persepsi terlebih dahulu. Setelah pengetahuan itu terbentuk, akan berkembang terus tingkatannya hingga muncul suati notion. Jadi, dapat dikatakan bahwa suatu pengetahuan haruslah membentuk pengetahuan yang baru.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  4. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menurut Kant, pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas, menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera.

    ReplyDelete
  5. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika C 2013

    dari postingan teori pengetahuan diatas, bisa menajdikan dasar bagi kita untuk tahu apa sih ilmu pengetahaun, dari mana ilmu pengtahuan itu, untuk apaa ilmu pengetahuan, sehingga dengan mengetahui hal demikian bisa menambah motivasi kita untuk terus mencari ilmu pengatahuan kerean memang keberadaan dan manfaatnya yang ada. dengan demikian kita bisa menghargai ilmu yang tela kita miliki. terimakasih pak

    ReplyDelete
  6. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    berdasarkan diagram tersebut terlihat bahwa pemikiran terbagi menjadi dua yaitu a priori dan a posteriori namun ada keterkaitan. Arus utama dalam pengetahuan adalah representation, perseption, knowledge, sensation, concept, inuition, pure, empiri, idea, dan notion. Dalam tiap aspek ada arus tersebut terdapat banyak komponen-komponen yang mendukung atau mempengaruhi sehingga terwujud pengetahuan. Mohon koreksi bila ada kesalahan.

    ReplyDelete
  7. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Terdapat banyak Teori Pengetahuan Kita dapat memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell.prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing. Itulah juga sebuah tantangan bagi kita semua untuk memelajarinya.Setelah pengetahuan itu terbentuk, akan berkembang terus tingkatannya hingga muncul pengetahuan. Jadi, dapat dikatakan bahwa suatu pengetahuan haruslah membentuk pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  8. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell.prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing.Dari diagram tersebut, nampak bahwa untuk membentuk suatu pengetahuan dilerlukan representasi dan persepsi terlebih dahulu. Setelah pengetahuan itu terbentuk, akan berkembang terus tingkatannya.

    ReplyDelete
  9. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Peta atau diagram Teori Pengetahuannya Immanuel Kant yang dibuat oleh Prof.Marsigit sangat luar biasa. Peta tersebut mungkin merupakan apa saja inti Teori Pengetahuannya Immanuel Kant yang ada dalam buku "the Critic of Pure Reason". Sebenarnya peta tersebut belum saya pahami betul. Immanuel Kant membangun teori pengetahuan baru untuk menjembatani perbedaan pandangan antara rasionalisme dan empirisme. Bagi Kant, pengenalan segala sesuatu, termasuk pengetahuan berpusat pada subjek, bukan pada objek. Bagi Kant, yang paling utama adalah subjek pengetahuan yaitu manusia itu sendiri

    ReplyDelete
  10. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  11. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Konsep yang di bangun berdasarkan quality, quantity, realition, modality. sebuah pemikiran yang berasal dari pemikiran secara realistis dan empiris. sehingga logika mendasari teori ini namun tidak sempurna sehingga ada penambahan, sehingga di bagi logikanya yaitu analitik dan a priori, dan pengalamannya sintetik a posteriori, sehingga anta pengalaman dan pemikiran di jadikan sebagai acuan. sehingga pemikirannya di sesuaikan dengan pengalaman dan pengalamannya di pikirkan sehingga menjadi pemikiran dan pengetahuan yaitu sintetik a priori dan tercapailah konsep di awal

    ReplyDelete
  12. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menurut Kant, pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas, menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera. Hal inilah yang kemudian memicu Kant bersikap kritis untuk menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia, yang kemudian melahirkan filsafat kritisisme, atau ada juga yang menyebutnya dengan Kanteisme.

    ReplyDelete
  13. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kant mempunyai tiga karya yang sangat penting yakni kritik atas rasio murni, kritik atas rasio praktis, kritik atas pertimbangan. Ketiga karyanya inilah yang sangat mempengaruhi pemikiran filosof sesudahnya, yang mau tak mau menggunakan pemikiran kant. Karena pemikiran kritisisme mengandung patokan-patokan berfikir yang rasional dan empiris.

    ReplyDelete
  14. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Dari diagram mengenai teori pengetahuan Immanuel Kant di atas, dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain :
    1. Teori a priori dan a posteriori
    Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman. Pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.

    ReplyDelete
  15. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    2. Analitik dan Sintetik
    Pengetahuan diformulasikan dalam bentuk putusan (judgement), ada dua bentuk:
    a. Putusan analitik adalah putusan dimana predikatnya ada di dalam subyek, misalnya semua lingkaran adalah bulat.
    b. Putusan sintetik adalah putusan dimana predikatnya di luar subyek, yaitu sesuatu yang berbeda dari subyek dan memberikan tambahan terhadap subyek, misalnya semua benda memiliki berat.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    3. Obyek pengetahuan
    Menurut Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu:
    a. Nomena, adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible existence), yaitu sesuatu yang ada di dalam diri mereka sendiri dan difikirkan oleh akal.
    b. Fenomena, adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence), bukan sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Teorema Immanuel Kant mencoba mendamaikan teorema-teorema sebelumnya yang mendewa-dewakan pikiran saja dan mendewa-dewakan pengalaman saja. Menurut Immanuel Kant sebenar-benarnya ilmu adalah diambil dari unsur pikiran dan unsur pengalaman. Unsur pikiran adalah apriiori dan unsur pengalaman adalah Sintetik maka sebenar-benar ilmu adalah Sintetik A Piori.

    ReplyDelete
  19. Sungguh pemikiran yang luar biasa sekali bapak telah meringkas teori pengetahuan dari Immanuel Kant dalam suatu peta atau diagram teori pengetahuan dari Immanuel Kant. Terlihat bahwa diagram ini mampu mengerucutkan pemikiran Immanuel Kant. Hal ini sangat membantu sekali dalam proses mempelajari teori pengetahuan Immanuel Kant, meski saya masih harus banyak belajar agar mampu memahaminya dengan baik. Kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan adalah bersifat umum, mutlak dan memberi pengertian baru dan membedakan keputusan menjadi keputusan a priori dan posteriori.

    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  20. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Terima kasih Prof. Marsigit atas diagram alir yang bapak jabarkan terkait teori pengetahuan Imanuel Kant sangat fantastis dan harapan saya (kami para mahasiswa) kedepannya mohon dijelaskan secara langsung di kelas terkait alur pengetahuan dari kant ini karena saya sangat antusias untuk mengetahui lebih dalam lagi bagaimana alur seorang kant bisa menjadi penengah diantara perdebatan para filosof besar lainnya terkait perselisihan antara rasio dan empirisme

    ReplyDelete
  21. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Emanuel Kant membangun ilmu di atas struktur yang berjalan, padahal strukturnya kontradiktif antara pikiran dan pengalaman yang tidak akan pernah bertemu yang akhirnya pengalaman menjadi bayangan daripada pikiran. Diam dalam arti bergerak, maka sebenar-benar manusia itu diam, dalam gerak dan gerak dalam diam, A dalam B, B dalam A, luar didalam, didalam di luar, sempurna di dalam sempurna di dalam tidak sempurna yang di luar itu semua karena kemampuan manusia itu terbatas.

    ReplyDelete
  22. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013
    Immanuel Kant menjelaskan bahwa pengetahuan berasal dari sintesis unsur-unsur yang ada sebelum pengalaman (apriori) dengan unsur-unsur yang ada setelah pengalaman (aposteriori). Proses sintesis ini terjadi dalam tiga tahap yaitu pencerapan inderawi, akal budi, dan intelektual atau rasio. Pencerapan inderawi masuk dalam estetika transendental, akal budi ada pada bagian analitikal transendental, rasio masuk dalam dialektika transendental.

    ReplyDelete
  23. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Dari beberapa pemikiran Immanuel Kant sesuai dengan diagram di atas, maka dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, bahwa dasar pengetahuan adalah sebagai berikut :
    Teori a priori dan a posteriori
    Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber bukan dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’. Menurut Kant, kriteria pengetahuan a priori dibagi menjadi dua,yaitu
    (1) Idea of necessity (keharusan), misalnya setiap peristiwa tentu ada penyebabnya.
    (2) Strict-absolute (benar-benar absolut), misalnya semua benda memiliki berat. Artinya jenis pengetahuan yang bersumber dari dunia empirik bisa mencapai tingkat absolut karena kebenarannya mencapai tingkat kepastian.
    Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup manusia

    ReplyDelete
  24. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Dari Diagram tersebut juga ada beberapa hal dapat saya kaji pemahamannya sebagai berikut....
    Bahwa obyek pengetahuan ada dua, yaitu:
    (1) Nomena, ( Noumena ) adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible existence), yaitu sesuatu yang ada di dalam diri mereka sendiri dan difikirkan oleh akal. Masalah-masalah rasional itu adalah Tuhan, kebebasan dan keabadian jiwa.
    (2) Fenomena ( phenomena), adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence), bukan sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri. Fenomena itu berupa materi dan ada dalam realitas indrawi. Fenomena adalah obyek dari pengalaman yang bersifat mungkin.

    ReplyDelete
  25. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terimakasih atas diagram teori Pengetahuan Menurut Immanuel Kant yang sudah di buat oleh Prof. sehingga dapat menjadi salah satu referensi memahami buku "the Critic of Pure Reason"

    ReplyDelete
  26. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari diagram tersebut, nampak bahwa untuk membentuk suatu pengetahuan dilerlukan representasi dan persepsi terlebih dahulu. Setelah pengetahuan itu terbentuk, akan berkembang terus tingkatannya hingga muncul suati notion. Jadi, dapat dikatakan bahwa suatu pengetahuan haruslah membentuk pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  27. Novia Perdana Kusumawati
    13301241029
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terdapat banyak Teori Pengetahuan Kita dapat memelajari Teori Pengetahuan dari Aristoteles, Plato, Rene Descartes, David Hume, Immanuel Kant, Hilbert, Sir Bertrand Russell.prinsipnya setiap aliran filsafat mempunyai Teori Pengetahuan nya masing-masing.

    ReplyDelete
  28. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Peta pengetahuan immanuel kant yang dibentuk oleh prof marsigit luar biasa. Hal itu dapat membantu kami dalam mempelajari teori pengetahuan tersebut.
    Sekilas dalam peta yang bisa saya cerna adalah suatu pengetahuan dibentuk berawal dari sebuah representasi, representasi akan menimbulkan imaginasi dan persepsi. Imaginasi dan persepsi akan menghasilkan 2 hal, yaitu pengetahuan dan sensasi. Dari pengetahuan akan terbentuk suatu konsep baik yang murni maupen empiris. Dari sini, nanti akan berakhir pada terbentuknya ide dan notion.

    ReplyDelete
  29. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Immanuel Kant merupakan seorang filsuf Jerman yang dianggap sebagai salah satu tokoh utama dari filsafat modern. Immanuel Kant mempublikasikan banyak teori dalam hal etika, agama, hukum, estetika, astronomi dan sejarah. Salah satu karya terkenalnya adalah Critique of Pure Reason (Kritik der reinen Vernunft, 1781), yang dianggap sebagai salah satu karya berpengaruh bagi dunia filosofi. Buku ini memperbaiki kesalahan filosofi tradisional dan metafisika dalam menjelaskan teori mengenai pengalaman manusia. Di buku ini, ia menjelaskan mengenai hubungan antara alasan dan pengalaman manusia. Ia mengatakan bahwa pikiran manusia membentuk pengalaman, sehingga manusia memiliki asas sebab dan akibat dari setiap pengalaman yang terjadi. Selain itu, Immanuel Kant juga menambahkan bahwa teori ruang dan waktu berada di setiap pengalaman manusia, sama seperti teori sebab-akibat. Ruang dan waktu membentuk pemikiran manusia, sehingga setiap pengalaman manusia mampu dirasakan indera manusia.

    ReplyDelete
  30. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika 2013

    peta atau diagram mengenai teori pengetahuan Immanuel Kant yang dibuat oleh Pak Marsigit sangat membantu saya untuk mengetahui dasar dari pengetahuan itu sendiri bahwa ternyata untuk membentuk suatu pengetahuan perlu adanya "representation" dan " perseption" terlebih dahulu sehingga pengetahuan dan sensation pun akan terbentuk

    ReplyDelete
  31. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika 2013

    peta atau diagram mengenai teori pengetahuan Immanuel Kant yang dibuat oleh Pak Marsigit sangat membantu saya untuk mengetahui dasar dari pengetahuan itu sendiri bahwa ternyata untuk membentuk suatu pengetahuan perlu adanya "representation" dan " perseption" terlebih dahulu sehingga pengetahuan dan sensation pun akan terbentuk

    ReplyDelete
  32. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Kant's Theory of Knowledge salah satunya berisi tentang Quantity, Quality, Relation dan Modality. Quantity sendiri terdiri dari yang universal, partial dan singular. Quality berisi tentang aff, neg, dan inf. Sedangkan Modality berisi Cat, Hyp, Disj. Terakhir Modality berisi Probl, Assert, Apodi.

    ReplyDelete
  33. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Teori pengetahuan menurut Immanue Kant, sebenar-benar ilmu adalah gabungan atau perpaduan antara Rasionalisme dan Empirisisme. Ciri-ciri dari Rasio atau Logika adalah: dia bersifat analitik, dia bersifat a priori, dia bersifat formal, dia bersifat aksiomatis, dia bersifat logis, dia bersifat tunggal atau Identitas, kebenarannya berdasar pada koherensinya atau kekonsistensiannya. Sedangkan Pengalaman, bersifat sintetik, ia posteriori, bersifat kontradiksi, dst.

    ReplyDelete
  34. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sifat analitik di dalam logika adalah terjadinya atau diperolehnya suatu konsep atau beberapa konsep di dalam pikiran sebagai akibat logis dari adanya aktivitas berpikir. Secara filsafati, atau secara ontologis, atau secara hakikinya, kegiatan berpikir adalah mengidentifikasi tesis-tesis, kemudian mencari atau membuat anti-anti tesis, dan kemudian melakukan sintesis-sisntesis berdasarkan tesis-tesis dan anti-anti tesisnya.

    ReplyDelete
  35. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berpikir a priori adalah mampu memikirkan suatu benda atau objek pikir walaupun belum mengalaminya atau belum mengindranya. Itulah sebabnya, dengan keampuan berpikir a priori, maka manusia mampu merencanakan sebuah aktivitas, atau program atau projek, atau membuat proposal untuk memeroleh suatu keadaan di masa depan. Itulah juga maka manusia mempunyai tujuan, mempunyai cita-cita, dan memikirkan masa depan. Kemampuan untuk memikirkan masa depan itulah yang menurut Immanuel Kant, kemudian disebut sebagai Teleologi.

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berpikir a posteriori, adalah memikirkan objek-objek di luar pikiran setelah mengindranya. Seekor kucing akan menggerakan ekornya ketika melihat tikus yang lewat; itu pertanda kemampuan kucing untuk berpikir setara dengan berpikir a posteriori. Kebanyakan fenomena berpikir a posteriori juga terdapat pada anak kecil. Sebenar-benar berpikir sintetik itu akan berkemistri dengan berpikir a posteriori. Berkemistri artinya mereka berdua adalah sebangasa dan setanah air. Keadaan a posteriori diperoleh karena keadaan sintetik; dan keadaan sintetik dapat disuburkan oleh kemampuan a posteriori.

    ReplyDelete
  37. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Teori pengetahuan menurut Imanuel Kant berdasrkan digram di atas menggambarkan bahwa pengetahuan itu unsur-unsur yang ada di dalam pikiran manusia yang berasal dari pengalaman dan yang terdapat dalam akal. Jadi dalam membentuk pengetahuan perlunya pola pikir serta logis sehingga kita dapat memahaminya. Baik itu dengan paham melalui logika (a priori) maupun paham setelah dipersepsi (a posteriori).

    ReplyDelete
  38. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Banyak sekali teori mengenai pengetahuan. Salah satu tokohnya adalah Immanuel Kant. Dalam pembelajaran di kelas Bapak Masigit menjelaskan sedikit tentang teori pengetahuan dari Immanuel Kant. Menurut Immanuel Kant sebenar-benarnya ilmu adalah sintetik appriory. Ilmu harus dapat diterapkan dan pengalaman harus dapat dibuktikan dengan ilmu. Itu terjadi dipikiranmu. Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu. Terima Kasih

    ReplyDelete
  39. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Teori pengetahuan menurut I Kant menjelaskan factor pembentuk ilmu pengetahuan. Kita pahami bahwa pengetahuan tidak hanya apa yang dapt kita peroleh melalui tulisan tetapi juga melalui pengalaman yang kita alami. Hal ini saling terkait dan turut menyumbang banyak dalam pembentukan pengetahuan.

    Teroi kritis Kant tentang pengetahuan membuka jalan bagi teori kritis di kemudian hari dengan cara berfokus pada kondisi-kondisi bagi kemungkinan adanya pengetahuan dan pegalaman. Pemikir era berikutnya, misalnya Hegel dan Marx, kemudian merevolusikan revolusi fiosofis Kant itu dengan menyatakan bahwa kondisi-kondisi bagi kemungkinan adanya pengetahuan dan pengalaman itu tidak stabil dan transhistoris, tetapi benar-benar sudah tertanam dalam sejarah manusia dan masyarakat.

    ReplyDelete
  40. Dita Aldila Krisma
    1330124002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pada teori pengetahuan menurut Immanuel Kant yang telah digambarkan pada peta tersebut, ada akhirnya titik puncak pengetahuan adalah notion atau idea. Notion adalah refleksi dalam pikiran dari benda nyata dan fenomena bagian penting dan hubungan. Notion biasanya dijelaskan dalam hal cakupan dan konten. Hal ini karena notion sering dibuat dalam menanggapi pengamatan empiris (atau percobaan).

    ReplyDelete
  41. Dita Aldila Krisma
    1330124002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya penasaran dengan keseluruhan isi dari The Critic of Pure Reason, kemudian saya browsing di internet dan memperoleh blog yang menjelaskan intinya. Arti penting buku pertama 800 halaman yang berjudul Critique of Pure Reason adalah hendak menyelamatkan sains dan agama. Mula-mula sains itu dibuktikan absolute bila dasarnya a priori; ia berhasil disini. Kemudian ia membatasi keabsolutan sains tersebut, sains hanya mengetahui penampakan obyek, jadi sains dapat dipegang, tetapi sebatas penampakan obyek. Dengan demikian, sains telah diselamatkan. Argumennya adalah bahwa sains dan akal tidak mampu menembus noumena, tidak mampu juga menembus obyek-obyek keyakinan. Obyek-obyek ini, yaitu obyek keyakinan, temasuk noumena yang lain, hanya diketahui dengan kala praktis. Jadi agama telah di selamatkan. http://tintaputihlisna.blogspot.co.id/2012/12/makalah-kritisisme-immanuel-kant.html

    ReplyDelete
  42. Dian Rizki Herawati
    PMA 13
    13301241057

    Teori pengetahuan Kant mengakhiri perseteruan rasionalisme-empirisme, sekaligus memberi kredit selamat berpisah bagi idealisme dan positivisme. Idealisme berpandangan bahwa ide adalah dasar dari konstruksi realitas.

    ReplyDelete
  43. Menurut pengertian saya, dari Pemikiran tersebut, dapat diketahui teori ilmu pengetahuan yang dikemukakan Kant, antara lain : teori a priori dan a posteriori, analitik dan sintetik, obyek pengetahuan, dan sumber pengetahuan. Dalam Critique of Pure Reason, Kant memiliki lebih dari dua pilihan di atas, bahwasanya penalaran saja atau pengindraan saja tidak akan memberikan kita pengetahuan apapun. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pengetahuan manusia pada dasarnya di kondisikan oleh kategori tentang pemahaman kita yang mana adanya konsep sebab akibat. Postingan diagram di atas lebih dari cukup untuk menggambarkan tentang teori pengetahuan menurut Immanuel Kant.



    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  44. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Immanuel Kant adalah filsuf modern yang paling berpengaruh. Pendirian aliran rasionalisme dan empirisme sangat bertolak belakang. Rasionalisme berpendirian bahwa rasio merupakan sumber pengenalan atau pengetahuan, sedangkan empirisme berpendirian sebaliknya bahwa pengalaman menjadi sumber tersebut. Tokoh utama Kritisisme adalah Immanuel kant yang melahirkan Kantianisme. Kant kerap dipandang sebagai tokoh paling menonjol dalam bidang filsafat setelah era yunani kuno. Perpaduannya antara rasionalisme dan empirisme yang ia sebut dengan kritisisme, ia mengatakan bahwa pengalaman kita berada dalam bentuk-bentuk yang ditentukan oleh perangkat indrawi kita, maka hanya dalam bentuk-bentuk itulah kita menggambarkan eksitensi segala hal. Kant dengan pemikirannya membangun pemikiran baru, yakni yang disebut denagan kritisisme yang dilawankan terhadap seluruh filsafat sebelumnnya yang ditolaknya sebagai dogmatisme. Artinya, filsafat sebelumnnya yang ditolaknya sebagai dogmatism. Artinya, filsafat sebelum dianggap kant domatis karena begitu saja kemampuan rasio manusia dipercaya, padahal batas rasio harus diteliti dulu.

    ReplyDelete
  45. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Kritisisme Immanuel Kant sebenarnya telah memadukan dua pendekatan dalam pencarian keberadaan sesuatu yang juga tentang kebenaran substansial dari sesuatu itu. Kant seolah-olah mempertegas bahwa rasio tidak mutlak dapat menemukan kebenaran, karena rasio tidak membuktikan, demikian pula pengalaman, tidak dapat dijadikan melulu tolak ukur, karena tidak semua pengalaman benar-benar nyata, tapi “tidak-real”, yang demikian sukar untuk dinyatakan sebagai kebenaran. Melalui pemahaman tersebut, rasionalisme dan empirialisme harusnya bergabung agar melahirkan suatu paradigm baru bahwa kebenaran empiris harus rasional sebagaimana kebenaran rasional harus empiris.

    ReplyDelete
  46. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Faham rasionalism memandang suatu ilmu dengan kalimat ”Tiada ilmu jika tiada rasio” dan Faham empirisme memandang suatu ilmu dengan kalimat “Tiada ilmu jika tiada pengalaman” yang keduanya sama sama benar dalam ruang dan waktu, membuat Immanuel Kant yang meninggal pada tahun 1671 pernah menulis suatu buku dengan judul The Critic of Pure Reason yang menggabungkan teori Plato dan D. Hume atau menggabungkan faham rasionalisme dan faham empirisme.

    ReplyDelete
  47. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pada awalnya Immanuel Kant memandang rasionalisme dan empirisme senantiasa berat sebelah dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Rasionalisme berpendirian bahwa rasio merupakan sumber pengenalan atau pengetahuan. Rasionalisme mengira telah menemukan kunci bagi pembukaan realitas pada diri subyeknya, lepas dari pengalaman. Sedangkan empirisme berpendirian bahwa pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Empirisme mengira telah memperoleh pengetahuan dari pengalaman saja.
    Menurut Kant, pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur a priori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/akal dan juga unsur inderawi/pengalaman. Menurutnya akal murni itu terbatas, menghasilkan pengetahuan tanpa dasar inderawi atau independen dari alat pancaindera.

    ReplyDelete
  48. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Immanuel Kant, sebagaimana disebut Acton (2003:9-10) dibangunkan dari tidur dogmatiknya setelah membaca buah pikiran Hume. Kant kemudian membangun teori pengetahuan baru untuk menjembatani perbedaan pandangan antara rasionalisme dan empirisme. Tjahjadi (2004:281) menyebutnya "Revolusi Copernican" dalam pengetahuan. Bagi Kant, pengenalan segala sesuatu, termasuk pengetahuan berpusat pada subjek, bukan pada objek. Bagi Kant, yang terutama adalah subjek pengetahuan yaitu manusia itu sendiri. Karenanya teori pengetahuan Kant berawal dari pertanyaan: "Bagaimana pengetahuan terjadi?" Dalam bukunya yang berjudul Kritik der reinen Vernunft, Kant mengurai proses pengetahuan manusia atas tiga tingkatan. Tingkat pertama disebut pemahaman inderawi (Sinneswahrnehmung). Tingkat kedua disebut akal budi (verstand). Tingkat terakhir disebut budi atau intelektual (vernunft).

    ReplyDelete
  49. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Kant argues that a person is good or bad depending on the motivation of their actions and not on the goodness of the consequences of those actions. By motivation means what caused you to do the action for example your reason for doing it.

    ReplyDelete
  50. Mohon maaf Prof. saya masih bingung dengan peta teori pengetahuan yang prof. buat diatas, namun yang pasti bahwa pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur apriori dan unsur-unsur a posteriori, yaitu unsur rasio/alak dan indrawi/pengalaman.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  51. Dari unsu-unsur itulah memicu imanuel kant untuk bersikap kritis untuk menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia yang kemudian melahirkan filasafat kritisisme. Dari sifat kritis itulah mlahirkan banyak pertanyaan dibenak kant, seperti; (1) apa yang dapat saya ketahui,(2)apa yang harus saya lakukan, dan (2)apa yang boleh saya harapkan.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  52. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas yaitu :
    1. Apa yang bisa diketahui manusia hanyalah diprespsi dengan panca indra. sedangkan yang lainnya adalah ilusi (noumena) saja.
    2. Semua yang dilakukan manusia harus dijadikan aturan umum yang disebut "interperatif kategoris".
    3. sedangkan yang bisa diharapkan oleh manusia ditentukan olejh akal budi manus itu sendiri.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  53. Menurut Imanuel kant, terdapat tiga tingkatan pengetahuan manusia:
    1. Tingkatan indrawi (Sinneswahrnehmung)
    2. Tingkat Akal Budi (Verstand)
    3. Tingkat intelek / Rasio (Versnunft)

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  54. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Menurut Kant, syarat dasar bagi segala ilmu pengetahuan adalah umum dan mutlak, serta memberi pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  55. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Selain itu, ada beberapa teori pengetahuan yang dikemukakan Immanuel Kant, antara lain teori a priori dan a posteriori. Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman. Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.

    ReplyDelete
  56. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Terima kasih Prof. Marsigit untuk postingannya tentang peta atau diagram pengetahuan menurut Immanuel Kant, menyadarkan saya masih banyak yang harus dipelajari untuk memahami konsep dan pemikiran yang dimiliki Kant.

    ReplyDelete
  57. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A


    Kant berpendapat suatu ide dan konsep hanya dapat diaplikan jika ada yang namanya pengalaman. Tanpa pengalaman, seluruh ide, pemikiran serta kebenaran tidak adapat diaplikasikan. Pengetahuan merupakan sintesa dari unsur-unsur yang ada sebelum pengalaman yaitu unsur-unsur apriori dengan unsur-unsur yang ada setelah pengalaman yaitu unsur-unsur aposteriori.

    ReplyDelete
  58. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Peta atau Diagram yang dibuat oleh Pak Marsigit di atas sangat membantu memahami teori pengetahuan Immanuel Kant. Yang dapat saya pahami dari gambar di atas yakni gambar dengan garis putus-putus di tengah merupakan “jalan” pemikiran Immanuel Kant yang menjembatani konfrontasi antara 2 kubu yakni David Hume dengan Empirirsme dan Rene Descartes dengan Rasionalisme.

    Seperti yang kita ketahui, bahwa Immanuel Kant adalah juru damai dari kedua kubu tersebut. Di peta bagian bawah terdapat pemikiran sintetik a posteriori yang bersumber dari experience (pengalaman), sedangkan di peta bagian atas terdapat pemikiran analitik a priori yang bersumber dari logical (akal).

    Pada “jalan tengah” dimulai dari representation yang bermula karena adanya sensibilitas manusia. Diakhiri dengan judgement (dimana karya “The Critique of Judgement” merupakan karya terakhir terkait teori pengetahuan yang dibuat oleh Immanuel Kant), yang berisi tentang daya pertimbangan yang merupakan persesuaian antar dua kawasan tersebut.

    ReplyDelete
  59. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Teori pengetahuan menurut Immanuel Kant tersebut mengandung pemahaman mengenai konsep pemikiran apriori dan aposteriori. Dimana seperti diketahui bahwa apriori adalah pengetahuan yang ada sebelum bertemu dengan pengalaman. Keadaan ini terjadi ketika seseorang berpikir dan memiliki asumsi tentang segala sesuatu, sebelum bertemu dengan pengalaman dalam pengambilan kesimpulan. Sedangkan aposteriori merupakan keadaan yang dipakai untuk pemikiran yang menekankan kelogisan yang bergantung pada pengalaman.

    ReplyDelete
  60. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Menurut Kant ada tiga tingkatan pengetahuan manusia, yaitu:
    1.Tingkat pencerapan indrawi (Sinneswahrnehmung), yaitu unsur a priori pada taraf ini disebut dengan ruang dan waktu. Menurut Kant, ruang dan waktu sudah berakar di dalam struktur subjek. Pengindraan-pengindraan yang berlangsung merupakan kondisi formal dari fenomena apapun, dan bersifat a priori yang bisa diamati dan diselidiki hanyalah fenomena-fenomena atau penampakan-penampakan saja.
    2.Tingkat budi (verstand), yaitu pengetahuan akal budi baru diperoleh ketika terjadi sintesis antara pengalaman indrawi tadi dengan bentuk-bentuk apriori yang dinamai Kant dengan ‘kategori’, yakni ide-ide bawaan yang mempunyai fungsi epistimologis dalam diri manusia.
    3.Tingkat intelek/rasio (versnsunft), yaitu tugas intelek adalah menarik kesimpulan-kesimpulan dari pertanyaan-pertanyaan pada tingkat dibawahnya, yakni akal budi dan tingkat pencerapan inderawi. Dengan kata lain, intelek dengan idea-idea argumentatif.

    ReplyDelete
  61. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Menurut Immanuel Kant, ilmu adalah gabungan antara pengalaman (sintetik) dan logika (analitik) sehingga menjadi sintetik apriori. Logika tanpa pengalaman sama saja bohong, kosong, tidak berisi, sedangkan pengalaman tanpa ilmu itu buta, maka sebaiknya berilmu dan berpengalaman agar tidak kosong dan buta, agar menjadi manusia seutuhnya yang diharapkan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Dalam filsafat terdapat 3 pilar, yaitu pilar hakekat, pilar estimologi, dan pilar aksiomologi.

    ReplyDelete
  62. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut Kant, setiap pengetahuan tentang sesuatu selalu dalam kerangka ruang dan waktu. Pengetahuan apa pun selalu terkait dengan kualitas-kualitas serta kuantitas-kuantitas ruang dan waktu. Pemahaman tentang ruang dan waktu sudah ada dalam pikiran manusia sebagai pengetahuan bawaan. Selain ruang dan waktu, menurut Kant, manusia juga memiliki pengetahuan bawaan berupa kategori-kategori. Dari analisis dan abstraksinya terhadap berbagai macam putusan dan bentuk-bentuk intelektualnya, Kant menemukan bahwa fungsi berpikir manusia yang tetuang dalam putusan-putusan dapat dikategorikan dalam empat kelompok besar, kuantitas, kualitas, relasi dan modalitas. Masing kelompok terdiri dari tiga momenta yang biasa disebut sebagai kategori. Kuantitas mencakup kategori universal, partikular dan singular. Kualitas mencakup kategori afirmatif, negatif dan infinit. Relasi mencakup kategori kategorikal, hipotetikal dan disjunktif. Modalitas mencakup kategori problematik, asertorik dan apodeiktik.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  63. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    secara Kuantitas pengetahuan dapat dilihat dari 3 yaitu: (1) secara Universal, (2) Partial, dan (3) Singular. Universal Dalam artian pengetahuan yang dikemukakan itu apakah dapat diterima secara menyeluruh sehingga dalam penerapannya siapapun dapat merujuknya sebagai sumber informasi, Partial dalam artian apakah ilmu pengetahuan itu diterima oleh sebagian orang saja dan sebagian lainnya menghasilkan antitesis dari teori yang dikemukakan sebagai pengetahuan baru, dan Singular itu berarti pengetahuan itu di kemukakan oleh dirinya sendiri dan diterima oleh dirinya juga.

    ReplyDelete
  64. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Terima kasih Pak Marsigit yang telah membuat peta atau diagram Teori Pengetahuan Immanuel Kant yang tidak ada di sumber lain manapun. Akan tetapi mohon maaf pak saya benar-benar bingung bagaimana cara membaca peta tersebut. Tentunya terima kasih Pak Marsigit, peta tersebut sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  65. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Pengetahuan apriori adalah pengetahuan yang bersumber bukan dari pengalaman langsung, sedangkan pengetahuan a posteori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman. Immanuel Kant berpendapat bahwa ilmu adalah perpaduan dari unsur pikiran dan unsur pengalaman. Unsur pikiran adalah apriori dan unsur pengalaman adalah sintetik. Maka sebenar-benarnya ilmu adalah sintetik a priori

    ReplyDelete
  66. Postingan ini sangat berarti bagi saya dalam memahami alur pemikiran filsuf Immanuel Kant. Terima kasih Prof Marsigit atas postingannya.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  67. Menurut Immanuel Kant, pengetahuan terdiri dari dua macam. Pengatahun apriori dan pengetahuan a posteori. a priori merupakan pengetahuan berasal dari pengalaman yang dirasakan langsung. a posteriori merupakan pengetahuan yang berasal dari pengalaman empirik.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  68. Adapun tingkatan pengetahuan manusia menurut Immanuel Kant adalah tingkat indrawi, tingkat akal budi tingkat intelek atau rasio. Dari tingkatan ini tentunya diharapkan pengetahuan manusia itu sampai pada tingkatan akal budi.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  69. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Immanuel Kant mendamaikan teori Rene Descartes tentang ilmu adalah pengalaman dan teori David Hume tentang ilmu adalah rasionalisme. Kant mengambil dari rasionalisme yang sifatnya adalah analitik a priori, kemudian dari penglaman yang sifatnya adalah sintetik a posteriori. Maka yang di luar pikiran diambil a priori nya dan yang di dalam pikiran diambil sintetiknya. Maka menurut Immanuel Kant sebenar-benarnya ilmu adalah bersifat sintetik a priori, yaitu pikiran yang bisa diterapkan dan pengalaman yang bisa diteorikan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  70. Dalam teori pengetahuan menurut immanuel kant kemungkinan adanya pengetahuan a priori yang mendasari filsafat transendennya, sebagai suatu prinsip pengetahuan. Dari ide dasar ini, lalu dijelaskan logika transendennya yang tujuan dasarnya adalah untuk menopang pengetahuan a priorinya dan menyadarkan bahwa pengetahuan tidak secara mutlak hanya berhenti pada pengetahuan empirik atau a posteriori.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  71. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Immanuel Kant dalam teorinya berpandangan bahwa teori keilmuan itu adalah kompleks. Terdiri dari logika dan rasio dengan pengalaman yang dilakukan. Artinya pengetahuan yang benar akan lahir apabila pengalaman itu di logikakan dan dippikirkan. Yang artinya tidak kebenaran yang benar jika tidak melalui kebenaran yang dilakukan dan dipikirkan. Apabila logika tanpa pengalaman maka tidak sempurna kebenarannya, dan pengalaman tidak dilogika dan dirasionalkan maka tidak sempurna kebenarannya.

    ReplyDelete
  72. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pemikiran Immanuel Kant hadir dengan pandangan keilmuannya (Theory Of Knowladge). Pandangan yang berbeda dan dianggap kurang tepat oleh beliau berasal dari pandangan Rasionalisme versus Empirisisme. Rasionalisme menganggap bahwa kebenaran yang sebenar-benarnya berasal dari rasio dan logika. Yang berarti tidak ada kebenaran tanpa logika dan rasio. Sementara pandangan Empirisisme mengungkapkan perbedanan pandangan, bahwa kebenaran yang sebenar benarnya adalah kebenaran yang berasal dari pengalaman dan kemudian dipikirkan, yang berarti tidak ada kebenaran yang mutlak jika tidak melalaui pengalaman.

    ReplyDelete
  73. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  74. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  75. Assalamualaikum wr. wb.

    Alhamdulillah sungguh tema dan diagram di atas memberikan pengetahuan baru memgenai pemikiran Immanuel Kant. Terimakasih Prof.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A.

    ReplyDelete
  76. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari beberapa pemikiran Immanuel Kant di atas, dapat diketahui beberapa teori pengetahuan yang dikemukakannya, antara lain:
    1) Teori a priori dan a posteriori
    Pengetahuan a priori adalah pengetahuan yang bersumber tidak dari pengalaman langsung, melainkan dari ‘aturan umum’ yang ‘dipinjam’ dari pengalaman. Menurut Kant, kriteria pengetahuan a priori ada dua:
    (1)Keharusan, misalnya setiap peristiwa tentu ada penyebabnya.
    (2)Benar-benar absolut, misalnya semua benda memiliki berat. Menurut Kant, ada jenis pengetahuan yang bersumber dari dunia empirik yang bisa mencapai tingkat absolut karena kebenarannya mencapai tingkat kepastian.

    Sedangkan pengetahuan a posteriori atau pengetahuan empirik adalah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman.
    ===================================================================================
    adapun menurut Ismail (dalam kuliahpemikiran, 2012) Berpikir atau sebut saja berpikir rasional atau metode ‘aqliyyah, merupakan proses pengkajian untuk mengetahui realitas sebagai obyek kajian dengan cara mentransfer fakta ke otak melalui indera, disertai dengan adanya sejumlah informasi pendahulu yang sudah dimiliki (ma’lumat sabiqah) yang akan digunakan untuk menafsirkan/menilai fakta yang ada. Penilaian ini, menurut Taqyuddin an-Nabhani, pada hakikatnya merupakan pemikiran (fikr) atau kesadaran rasional (al-idrak al-‘aqli). Karena itu, berpikir merupakan proses yang melibatkan: (1) fakta/realitas; (2) indera; (3) otak; dan (4) informasi yang dimiliki. Dengan proses berpikir ini akan terbentuklah sebuah kesadaran. Apa yang disebut ‘teori ilmiah’ pada hakikatnya merupakan kesadaran seseorang terhadap realitas. Dengan sendirinya ‘teori’ itu sarat nilai, baik nilai yang berasal dari agama (wahyu), ideologi maupun lingkungan social-budaya tertentu. Dalam konteks ini, an-Nabhani mempertanyakan obyektivitas teori-teori ilmiah yang tidak bersifat fisikal dan eksperimen yang melakukan kontrol variabel.[4]
    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id