Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PMP2TK 2014




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PMP2TK) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 15.40 sd 17.20 di R. 106 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Muhammad Afdhal:
Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?

2. Fitria Habsah:
Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?

3. Choirul Mahmudah:
Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?

4. Umi Hasanatul Latifah:
Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?

5. Ivone Marlinda:
Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?

6. Asdar:
Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?

7. Fitraning Tyas:
Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?

8. Ai Sadidah:
Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?

9. Anggraeni Ratna:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?

10. Bukhori:
Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?

11.Hadi Sutrisno:
Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?

12. Aji Wibowo:
Bagaimana hubungan antara Etik-Etik dan Estetika-estetika yang ada di seluruh Dunia?

13. Ririn Aprianita:
Pancasila itu termasuk Filsafat apa?

14. Anggoro Eko Yuni Cahyono:
Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?

15. Desiana Margayanti:
Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?

16. Dwi Cahya Sari:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?






140 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana cara menembus ruang dan waktu? Menurut pandangan saya adalah dengan cara berfikir. Karena sebenar-benar filsafat adalah berfikir tentang apa yang ada di dalam fikiran dan apa yang ada diluar pikiran. Segala yang ada dan mungkin ada itu berdimensi dan bergantung pada ruang dan waktunya masing masing. Sehingga untuk menembus ruang dan waktu, perlu dilihat pemikiran-pemikiran yang terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    8. Ai Sadidah
    Bagaimana hubungan antara wadah dan isi?

    Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia, sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya diantaranya yaitu beriman kepada Allah SWT dan memanfaatkan alam semesta. “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya. (QS al-Hijr ayat 19-20). Untuk menjadikan realitas kealaman dapat dimanfaatkan oleh manusia, Allah telah membekalinya dengan potensi akal. Semua ini diberikan oleh Allah adalah sebagai bekal untuk menjadikan alam semesta sebagai media membentuk kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Proses pemanfaatan alam semesta dalam kehidupan manusia diwujudkan dengan perbuatan dan aktivitas riil yang memiliki nilai guna. Alam semesta ini sebagai wadahnya, tidak lain isinya ialah sikap kita dalam memanfaatkan potensi yang sudah kita miliki.

    ReplyDelete
  3. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    saya mencoba untuk menanggapi pertanyaan dari saudara Hadi Sutrisno:
    Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    menurut saya segala sumber ilmu berasal dari alam. dunia yang kita tempati memiliki banyak teka teki yang membuat kita mempertanyakan hal yang belum kita pahami, sehingga kita mulai berpikir darimana datangnya hal tersebut. dengan mulainya kita berpikir dan mencoba menghubungkan sebab akibat dan menjawab pertanyaan tersebut dengan logika yang dapat dibuktikan kebenarannya, maka itu akan menjadi sebuah ilmu. suatu pembenaran kadang bersifat relatif sesuai dengan ruang dan waktunya sendiri.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    saya mencoba untuk menanggapi pertanyaan dari saudari Anggraeni Ratna:
    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    sebagaimana yang kita tahu bahwa filsafat memiliki 3 pondasi dasar, yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi. dengan ketiga pondasi ini dapat menjawab hukum sebab akibat. dari mana datang nya suatu ilmu, apa hakikatnya dan apa kebermanfaatannya untuk kita semua. dengan ketiga pondasi ini tentu kita akan membahas apa yang terjadi akibat suatu hal terjadi.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya tertarik dengan pertanyaan Anggraini Ratna, bagaimana filsafat mampu menjelaskan hukum sebab-akibat? Saya mencobanya, hukum sebab-akibat merupakan landasan awal seseorang dapat berfilsafat dengan mempelajari mengenai dirinya, alam semesta hingga pertanyaan mengenai Tuhan yang Maha mempunyai segalanya. Pertanyaan yang selanjutnya, yang coba ialah bagaimana hubungan antara wadah dan isi. Wadah dan isi dalam filsafat ilmu tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling berhubungan. Wadah dari filsafat ialah diri kita sedangkan isi adalah pengalaman yang telah kita punyai.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hubungan ikhtiar dan takdir. Memang Tuhan telah menciptakan takdir untuk setiap hamba-Nya. Seperti rezeki, jodoh dan kematian. Namun, kita tetap harus berikhtiar, misalnya untuk mendapatkan rezeki kita tidak boleh bermalas-malasan, entah rezeki itu datang atau tidak, sesuai atau tidak dengan kemauan kita, rezeki yang kita terima setelah ikhtiar itulah takdir.

    ReplyDelete
  7. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui blog ini, saya dapat belajar banyak hal. Seperti pada postingan ini, dimana dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa kakak tingkat S2, membuat saya untuk mencari tahu jawabannya sehingg menumbuhkan sikap rasa ingin tahu saya.
    seperti pertanyaan yang diajukan oleh kak Fitria Habsah yaitu Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?
    Setahu saya, pengetahuan seseorang terhadap sesuatu bisa bersifat pengetahuan objektif maupun subjektif sesuai dengan pola pikir seseorang.
    Setelah saya mencari referensi akan hal ini, bahwa Pengetahuan subyektif di jelaskan bahwa pengetahuan yang berasal dari pemikiran diri sendiri mengenai sesuatu dan bernilai benar menurut sang pemikir (kelompok tertentu) namun belum tentu menurut orang lain.
    Pengetahuan obyektif adalah pengetahuan yang berasal dari pemikiran sendiri kemudian di kemukankan kepada orang lain, kemudian terdapat perbaikan-perbaikan dari orang lain dan kemudian kesimpulannya dapat bernilai benar oleh semua orang.
    Bagi saya, baik pengetahuan objektif maupun subjektif sah sah saja bagi setiap individu asalkan tetap pada tempatnya dan tidak berlebih-lebihan.

    ReplyDelete
  8. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selanjutnya, pertanyaan yang dilontarkan oleh saudara Umi Hasanatul Latifah yaitu Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Takdir dan ikhtiar kadang menjadi perdebatan di berbagai kalangan termasuk di umat islam. Mempercayai takdir yang datangnya dari Allah merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman. Akan tetapi menjadi persoalan ketika dikaitkan dengan ikhtiar yang menadi kebebasan manusia, tidak sedikit yang kemudian mengatakan untuk apa saya berbuat baik dan mengikuti perintahNya, padahal nantinya saya ditakdirkan dan dijamin masuk surga.
    Kisah pada masa Khalifah ‘Umar bin Khaththab, rombongan beliau berencana pergi ke suatu desa. Beliau mendengar kabar bahwa di desa yang akan dihampirinya telah mewabah suatu penyakit menular atau Thaun. Akhirnya Sayidina Umar tidak melanjutkan perjalanannya. Keputusan Sayidina Umar ini sempat diprotes oleh sebagian sahabat. Dikatakan, “Hai Amirul Mukminin, apakah Anda lari dari Takdir Allah?” Umar menjawab, “Saya lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.”
    Meskipun Allah telah menentukan segala sesuatunya, tetapi manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar, dan setiap upaya dan usaha dari manusia pasti dihargai oleh Allah.

    ReplyDelete
  9. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Satu pertanyaan yang menarik perhatian saya, adalah dari saudara Ivone Marlinda, yaitu Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Menurut saya, pertanyaan yang sangat sederhana akan tetapi saya pun masih bingung menjawab dengan ilmu nalar maupun ilmu bahasa.
    Singkatnya, hal ini adalah suatu timbal balik. Maksudnya adalah jika ada jalan masuk maka ada jalan keluar. Jika ada pertanyaan maka ada jawabannya.
    Akan tetapi, tidak semua pertanyaan memiliki atau membutuhkan jawaban (retoris). Pada hakekatnya, semua pertanyaan pasti memiliki jawaban. Jikapun tidak maka pertanyaan itulah yang kurang tepat.

    ReplyDelete
  10. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menilik dari pertanyaan saudara Ririn Aprianita, yaitu Pancasila itu termasuk Filsafat apa?
    Berdasarkan sumber yang saya baca, Filsafat pancasila dapat diartikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian secara mendasar dan menyeluruh.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan sumber-sumber ilmu dan bagaimana pembenarannya. Dalam hal ini saya akan mempersempit cakupannya sebagai pendekatan pembelajaran matematika. Dalam buku K. Gravemeijer terdapat 4 pendekatan pembelajaran matematika yakni strukturalistik, empiristik, realistik dan mekanistik. Gravemenijer mengklasifikasikannya berdasarkan pendapat Adriam Treffers. Strukturalis memandang matematika bersumber dari pikiran sehingga kuat dalam hal matematisasi vertikal. Empiris memandang sumber belajar matematika benda konkret sehingga matematisasi horizontalnya kuat. Realistik berusaha memadukan 2 kekuatan pada kedua pendekatan sebelumnya. Sedangkan mekanistik tidaklah kuat pada matematisasi vertikal maupun horizontal karena menganggap matematika adalah hal yang eksklusif dan terisolasi sehingga dipandang sebagai temuan para ilmuan yang kita hanya dapat mempelajarinya tanpa temuan dari kita.

    ReplyDelete
  12. Elli Susilawati
    16709251073
    PMat_D 2016

    menanggapi pertanyaan no 2, perbedan pengetahuan subyekif dengan obyektif. Kita bisa menyebut dunia fisik ‘dunia 1’, dunia pengalaman sadar kita dengan ‘dunia 2’, dan dunia muatan logis buku, perpustakaan, memori komputer, dan lainnya ‘dunia 3’.
    Pengetahuan subjektif adalah pengetahuan dunia 2, pengetahuan objektif adalah dunia 3, dan termasuk produk-produk dari pikiran manusia, seperti teori-teori yang diterbitkan/publikasikan, diskusi mengenai teori-teori semacam itu, terhadap masalah terkait, bukti-bukti; dan itu buatan manusia dan bisa berubah.

    ReplyDelete
  13. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    “Apakah setiap pertanyaan memiliki jawaban?”
    Pertanyaan Ivone Marlinda tersebut membuat jemari saya tergerak untuk menuliskan komentar. Novelis Indonesia favorit saya, Dee Lestari, dalam Partikel, novel ke-empat serial Supernova mengungkapkan demikian: “Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.” Yang diungkapkan oleh Dee Lestari tersebut mengandung makna bahwa setiap pertanyaan memiliki jawaban. Saya pribadi sependapat dengan Dee bila setiap pertanyaan tentunya memiliki jawaban. Entah terjawab sesaat setelah pertanyaan tersebut hadir atau kita perlu sedikit bersabar menunggu beberapa lama untuk mengetahui jawabnya. Yang jelas setiap pertanyaan memiliki jawaban. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut bergantung pada waktu. Sedangkan waktu adalah milik Tuhan. Saya percaya bahwa Tuhan memiliki jawaban untuk setiap pertanyaan kita. Saya pun percaya bahwa Tuhan selalu berbicara kepada kita melalui banyak hal untuk menjawab segala pertanyaan kita. Yang perlu kita lakukan hanya terus mengarahkan hati kepada-Nya.

    ReplyDelete
  14. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pancasila itu termasuk Filsafat apa?
    Menurut referensi yang saya baca, Pancasila adalah filsafat bangsa Indonesia yang digunakan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Filsafat Pancasila merupakan suatu kesatuan bagian-bagian yang memiliki keterkaitan, keterikatan dan saling bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu. Secara keseluruhan, Pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh yang dinamakan sebuah kesatuan organis.

    ReplyDelete
  15. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Menurut pemahaman saya, ikhtiar adalah usaha dan upaya yang dilakukan manusia untuk dapat mencapai cita-cita serta tujuannya. Sementara itu, takdir adalah ketetapan rancangan Tuhan terhadap umat ciptaan-Nya. Tuhan telah menentukan jalan yang terbaik bagi setiap manusia. Namun, manusia harus tetap berusaha dan berupaya memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Sebab, Tuhan melihat segala yang diperbuat manusia, menghargai usaha, dan memberikan hasil yang sepadan bagi upaya manusia.

    ReplyDelete
  16. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?
    Sejauh yang saya tahu, kebaikan tertinggi menurut filsafat adalah segala yang menjadi milik Tuhan. Sebab, Tuhan-lah sumber kekuasaan, kemuliaan, kebaikan, dan kesempurnaan. Sedangkan manusia serta ciptaan-Nya yang lain adalah makhluk berdosa dan tidak sempurna.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan, “apakah semua pertanyaan memiliki jawaban?”
    Menurut saya (semoga para filsuf juga sependapat), setiap pertanyaan ada jawabannya. Namun kebenaran jawaban itu yang kemudian dipertanyakan oleh para filsuf. Seringkali kita tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan adalah karena terhalang oleh perasaan ragu akan kebenaran jawaban yang akan kita berikan. Seperti halnya berkomentar di blog pak Marsigit. Saya lama tidak bisa berkomentar di blog pak Marsigit, salah satunya karena terhalang oleh kebenaran dari yang saya tuliskan. Namun perasaan meragukan kebenaran itu sebenarnya baik, karena hal itu lah yang menjaga kita dari perbuatan semena-mena. Namun apabila berlebihan, bisa menjadi hal yang sangat merugikan, terlambat komen misalnya, atau skeptis terhadap perkembangan, atau benci diajari, dan sebagainya. Kesimpulannya, setiap pertanyaan ada jawabannya. Namun sebenar-benarnya jawaban adalah jawaban dari langit.
    “Jawabnya ada di ujung langit. kita kesana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani”

    ReplyDelete
  18. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    untuk pertanyaan dari saudara Fitriah yakni apa hakikat ilmu pengetahuan subyektif dan ilmu pengetahuan obyektif. Ilmu pengetahuan subyektif adalah ilmu pengetahuan yang dijadikan dasar untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain. Sedangkan ilmu pengetahuan obyektif adalah ilmu pengetahuan yang sedang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dasar. Sehingga dalam hal ini ilmu pengetahuan subjektif terlebih dahulu ada dibandingkan ilmu pengetahuan obyektif. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  19. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan saudari Ivone Marlinda:Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Setiap pertanyaan tentunya akan memiliki jawaban, hanya yang jadi masalah ada kalanya kita sudah mengetahui jawabannya atau kita belum mengetahui jawabannya. Hal tersebut seperti halnya semua penyakit itu ada obatnya, hanya yang jadi masalah adalah ada yang sudah menemukan obatnya dan ada yang penyakit yang belum ditemukan obatnya. Namun dalam persolan sehari-hari jika pertanyaan itu merasa kita belum atau masih ragu atas kebenarannya maka cukupkanlah dengan senyuman untuk menjawabnya.

    ReplyDelete
  20. Takdir meupakan pengetahuan Allah. Apa yang akan kita lakukan telah tertulis. Sedangkan ikhtiar adalah usaha dari manusia. Jika hidup telah ditakdirkan untuk apa ikhtiar? Ingat takdir adalah rahasia dan pengetahuan Allah. Manusia tidak mungkin mengetahui takdirnya yang dapat manusia lakukan adalah melakukan ikhtiar. Jangan katakan bodoh, miskin sudah menjadi takdir, jika manusia yang mengatakannya maka itulah kebdodhan manusia. Sekali lagi takdir adalah pengetahuan dan rahasia Allah. Manusia menjadi baik atau buruk, benar atau salah berdasarkan pada ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  21. Pengetahuan subyektif diperoleh berdasarkan ukuran kita sendiri. Pengetahuan obyektif bersifat netral dan tidak berpihak.Suatu pengetahuan subyektif dapat menjadi pengetahuan obyektif jika pengetahuan itu benar secara persepsi, analisis, tesis, pendapat, kesimpulan, dan metode serta telah diuji validasinya. Suatu pengalaman yang dipersepsi oleh diri kita akan menjadi pengetahuan subyektif jika pengetahuan tersebut dipublikasikan kemudian mendapat kriti dan saran maka pengetahuan tersebut dpat menjadi pengetahuan obyektif. Pengetahuan obyektif jika mempunyai kesamaan persepsi dengan parapihak yang lain.

    ReplyDelete
  22. Terdapat berbagai macam kebenaran. Kebenaran korespondensi adalah kebenaran berdasar fakta yang dapat diketahui kebenarannya melalui panca indera. Kebenaran koherensi adalah kebenaran yang konsisten yang dapat diketahui kebenarannya melalui akal pikiran dan logika. Kebenaran relatif adalah kebenaran berdasarkan pikiran atau persepsi atau budaya atau kebiasaan individu atau kelompok atau konteks-konteksnya. Kebenaran absolut atau kebenaran keyakinan hanya ada satu karena kebenaran absolut merupakan kebenaran Tuhan. Kebenaran manfaat atau pragmatis atau utilitarian adalah kebenaran jika membawa manfaat. Kebenaran persepsi adalah kebenaran menurut persepsi seseotang. Sesuatu dikatakan benar jika sesuai kekuasaan tertentu, hal itu disebut kebenaran kuasa.

    ReplyDelete
  23. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pertanyaan dari Umi Hasanul Latifah : apa hubungan ikhtiar dan takdir.
    sebagai umat Islam kita wajib percaya pada qodho dan qodar, yang bahasa sederhananya adalah takdir. sedangkan ikhtiar artinya adalah usaha. untuk memperoleh sesuatu atau mencapai suatu keadaan yang diinginkan, manusia harus beikhtiar semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. (ikhtiar=usaha manusia). namun sesuatu atau keadaan tersebut bisa kita peroleh (setelah berikhtiar), bisa saja tidak. hal itu merupakan kehendak Allah, apak akan terjadi atau tidak. (takdir=kehendak Allah). jadi dapat disimpulkan bahwa, manusia dalam menjalalni kehidupan harus berikhtiar semaksimal mungkin, untuk mencapai apa yang diinginkan, karena pada dasarnya tugas manusia adalah berusaha. di sisi lain, manusia juga harus bertawakkal (setelah berikhtiar maksimal) menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, karena pada dasarnya semua hasil adalah kehendak Allah (takdir).

    ReplyDelete
  24. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pertanyaan dari Ai sadidah : apa hubungan antara wadah dan isi.
    wadah dan isi itu saling melengkapi. setiap wadah pasti ada isinya, dan setiap isi pasti ada wadahnya. ilustrasinya, gelas dikatakan wadah, maka isinya mungkin bisa air, pasir, atau bahkan hanya udara (gelas kosong). jika gelas dikatakan isi, maka wadahnya bisa berupa kardus, almari, atau mungkin ruangan. jadi hubungan antara wadah dan isi adalah saling melengkapi, dan saling menempati posisi dan kedudukan masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Saya berusaha menjawab beberapa pertanyaan pada postingan di atas menurut pengetahuan saya,
    1. Setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing. Bakat tidak hanya diperoleh sejak lahir, tetapi juga harus digali dan dilatih secara terus menerus. Terkadang ada orang yang merasa bahwa dirinya tidak berbakat. Namun, perlu diketahui bahwa kita tidak boleh iri dengan bakat orang lain, bukannya kita tidak mempunyai, mungkin kita tidak menyadarinya dan terus emnerus merasa kurang. Apabila kita memperbanyak bersyukur, pasti kita yakin bahwa Allah menciptakan makhluknya dengan keahliannya masing-masing. Hanya ruang dan waktu yang tepatlah yang dapat mengungkap bakat seseorang yang sesungguhnya.
    2. Pengetahuan subjektif merupakan pengetahuan yang dipandang berdasarkan apa yang kita lihat. Artinya adalah pengetahuan tersebut dapat mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung siapa yang memandangnya. Karena sudut pandang masing-masing orang itu berbeda-beda pula. Sedangkan pengetahuan objektif merupakan pengetahuan yang tidak hanya dipandang dari satu sudut saja, tetapi kita memandang pengetahuan tersebut dari berbagai macam sudut pandang. Sehingga kita dapat mengungkapkan semua sifat-sifatnya baik secara intensif maupun ekstensif.

    ReplyDelete
  26. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    4. Ikhtiar merupakan usaha yang telah kita lakukan secara maksimal yang kemudian kita pasrahkan kepada Allah SWT. sedangkan takdir merupakan ketetapan dari Allah Swt yang sudah terjadi. Selama Allah belum menetapkan keputusan-Nya, manusia tetap harus berusaha dan berdo’a atau berikhtiar. Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah dirinya sendiri. sehingga bagaimana takdir kita itu juga tergantung dengan seberapa banyak ikhtiar yang telah kita lakukan.
    5. Menurut saya, setiap pertanyaan itu pasti mempunyai jawaban. Ketika kita belum menemukannya, itu karna keterbatasan pengetahuan kita. sebagaimana yang kita ketui bahwa ilmu Allah itu sangatlah luas. Sehingga semua pertanyaan manusia tidaklah seberapa dibandingkan dengan ilmu Allah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. namun, sekali lagi bahwa karena keterbatasan pengetahuan kitalah yang menyebabkan kita belum menemukan jawabannya.
    6. Hubungan antara relaitf dan absolut adalah keduanya tidak akan ada apabila salah satu tidak artinya. Jika ada relatif, maka kita pasti mengenal absolut, begitu pula sebaliknya. Karena Allah SWT menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada besar ada kecil, ada tinggi ada rendah, begitu pula ada relatif ada absolut.

    ReplyDelete
  27. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Dwi Cahya Sari yaitu “bagaimana filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara baik-buruk dan benar-salah, seperti halnya yang diceritakan dalam kisah mahabarata?”
    Pada pertanyaan tersebut seperti yang kita tahu kisah mahabarata memang banyak menyinggung masalah benar-salah yang diceritakan dengan sebab akibat perbuatan tokoh-tokohnya. Hal ini menunjukan bahwa filsafat sebenarnya ada dalam kehidupan manusia sejak lama, tanpa disadari manusia sudah menggunakan ilmu ini dalam kehidupannay sejak lama, bahkan melekat dalam budayanya, salah satunya kisah mahabarata tersebut.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  28. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Menanggapi tulisan tersebut saya tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan Prof. Dr. Marsigit, M.A. dalam kelas filsafatnya, karena siswa mengajukan pertanyaan yang sangat bervariasi dan beragam sesuai dengan mata kuliah yang sedang diikuti.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  29. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pada pertanyaan tersebut saya tertarik dengan pertanyaan dari Ivone Marlinda yaitu “Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?”
    Menurut pendapat saya setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban, sebuah pertanyaan muncul dari pengamatan seseorang secara langsung sehingga ketika ada sebuah pertayaan pasti ada hal yang berkaitan dengan hal itu untuk menjawab pertanyaan tersebut.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  30. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa hubungan ikhtiar dengan takdir. Dalam kehidupan beragama, mempercayai takdir yang datangnya dari Allah merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman yang menjadi dasar dari kepercayaan agama Islam. Percaya takdir Allah, baik atau buruk, merupakan turunan atas komitmen seorang muslim atas keimanan seseorang kepada Allah. Takdir merupakan otoritas Allah dan manusia tidak memiliki kebebasan, sedangkan dalam ikhtiar manusia memiliki kebebasan. walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, bukan berarti manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa ada usaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha dan dilarang berputus asa. Dengan arti lain, manusia dituntut untuk berusaha agar memperoleh yang terbaik baginya. Berhasil atau tidak upaya yang dilakukan, biarkan takdir yang berjalan

    ReplyDelete
  31. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir, menurut saya Takdir adalah ketetapan atau aturan yang diciptakan Allah tertulis sejak zaman azali diberuntukan makhluk-Nya. Takdir sendiri ada dua macam, yaitu takdir mubram dimana makhluk tidak diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya, dan takdir muallaq dimana makhluk diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Takdir ada dua macam. Pertama Taqdir Mubram: ketentuan Allah yang mesti berlaku atas setiap diri manusia tanpa bisa dielakkan atau ditawar-tawar lagi. Di mana makhluk tidak diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya Contohnya : datangnya kiamat, jenis kelamin bayi yang akan lahir, jodoh, usia (kematian).

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir yang kedua yaitu Taqdir Mu’allaq: yaitu ketentuan Allah yang mungkin dapat diubah oleh manusia melalui usaha atau ikhtiar, jika Allah mengizinkan. Di mana makhluk diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya. Contohnya : kepandaian, kekayaan dan kesehatan.

    ReplyDelete
  34. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir, Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Artinya usaha itu merupakan pilihan bagi manusia. Dia bisa mengerjakan atau pun tidak.

    ReplyDelete
  35. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir , contoh ikhtiar yaitu setiap orang mempunyai kebebasan memilih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang mencari nafkah dengan berdagang, bertani, menjadi karyawan, wirausaha, dan lain sebagainya. Dan sebaliknya ada yang memilih bermalas-malasan sehingga ia menjadi berat hidupnya.

    ReplyDelete
  36. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Benar bahwa manusia telah ditetapkan rizkinya masing-masing, namun rizki itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus melalui ikhtiar, doa dan yang terakhir ialah tawakkal. Jika kita ingin mendapatkan uang cukup, haruslah kita rajin bekerja. Maka nanti rezeki akan datang melaui kerja kita.

    ReplyDelete
  37. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan pertanyaan nomor 4 yaitu hubungan ikhtiar dan takdir. Dalam kehidupan beragama, mempercayai takdir yang datangnya dari Allah SWT merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman yang menjadi dasar dari kepercayaan agama Islam. Sebenarnya, walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, bukan berarti manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa ada usaha dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  38. Ferry IrwansyahJune 12, 2017 at 8:50 PM

    Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha dan dilarang berputus asa. Yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha untuk mencapai ridha ilahi dengan berusaha untuk taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  39. Salah satu cara menembus ruang dan waktu adalah melepas jiwa..contoh yang sering kita alami tanpa sadar adalh ketika kita bermimpi

    ReplyDelete
  40. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari kumpulan “pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PMP2TK 2014” kami (saya) sangat tertarik dengan pertanyaan Dwi Cahya Sari: “Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?”. Menurut J.J. Rousseau bahwa manusia itu kodratnya baik, akan tetapi dibusukkan oleh kebudayaan.(Hardiman, 2007: 120) jika kita melihat pada kisah mahabaratha, konflik-konflik yang terjadi pada dasarnya adalah terjadi karena konflik kebudayaan dan pemikiran. Jika kita menilik pemikiran Blaise Pascal (1623-1662), Pascal memandang manusia sebagai makhluk yang membutuhkan Allah (Tuhan). Dalam pandangannya manusia itu sebagai makhluk yang nista sekaligus makhluk yang luhur. (Hardiman, 2007:61). Dalam pandangannya dalam pikiran manusia selalu ada perang batin yaitu akal-budi melawan nafsu-nafsu, di mana akal-budi selalu berusaha menghapuskan nafsu-nafsu dan sebaliknya, tetapi itu tidak akan pernah terjadi (salah satu diantaranya terhapus). Dalam kisah mahabarata tersebut kita juga bisa melihat bahwa perang atau konflik yang terjadi adalah perang akal-budi melawan nafsu-nafsu, dan itu terjadi di masing-masing, baik di pihak pandawa maupun rahwana, Bahkan pada diri Basudewa Krisna pun terjadi perang batin, dimana setelah mengetahui bahwa kakaknya Balaram, tidak memihak siapa pun karena dia melihat ada kenistaan di kedua belah pihak.

    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  41. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Menanggapi pertanyaan nomor 5, yaitu: Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Menurut saya, setiap pertanyaan pasti mempunyai jawaban. Layaknya kejadian pasti ada sebab dan alasan. Namun yang perlu dipahami disini adalah bahwa tidak semua pertanyaan itu harus dijawab. Memang ada beberapa pertanyaan itu bersifat pribadi.

    ReplyDelete
  42. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya ingin memberi tanggapan mengenai pertanyaan no 8, mengenai hubungan antara wadah dan isi. Menurut saya wadah adalah batasan dari kemampuan menampung sesuatu, sedangkan isi adalah banyaknya hal yang akan ditampung di dalam wadah. Sebagai mana seseorang mungkin saja kmemiliki wadah yang besar dalam artian dia isa menerima ilmu yang banyak, namun tidak memiliki isi yang banyak pula karena keinginan untuknya menimba ilmu tidak sebesar kapasitas sebenarnya, jadi wadah adalah pemberian, dan isi adalah usaha.

    ReplyDelete
  43. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak postingannya. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke 10 oleh pak Bukhori yang bertanya "Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?". Menurut pendapat saya, ilmuwan dan filsuf adalah orang yang menguasai sebuah ilmu. Jadi ilmuwan dan filsafat sama sama memiliki keahlian yang sama yaitu menguasai ilmu. Bedanya, jika filsuf adalah orang yang menguasai ilmu filsafat, dan ilmuwan adalah orang yang menguasai ilmu pengetahuan, biasanya bidang sains tertentu. Seorang filsuf berpikir dengan teliti dan menurut aturan yang pasti dalam artian tidak boleh melanggar aturan berpikir yang telah dibuatnya sendiri (aturan berpikir dapat juga dikatakan sebagai prinsip). Seorang filsuf berpikir secara rasional, komperhensif, radikal, dan universal. Filsuf harus melihat sesuatu dari berbagai sudut sebelum mengemukakan sesuatu dan argumennya tidak boleh saling bertentangan. Sedangkan seorang ilmuwan menguasai ilmu sains yang pada dasarnya berpikir secara empiris, sistematik, obyektif, analistis, dan verifikatif. Mereka pada dasarnya menguasai ilmu secara mendalam dan terperinci, merumuskan masalah secara logis berdasarkan pengamatan atau percobaan.

    ReplyDelete
  44. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Hakikat pengetahuan subyektif dan pengetahuan objektif menurut Immanuel Kant dalam terdapat pernyataan yang mengandung pertimbangan umum tentang harapan yang memiliki beberapa aturan praktis. Berdasarkan pendapatnya, pengetahuan dinilai subjektif ketika pengetahuan dipandang oleh suatu subjek dan hanya memiliki kebenaran melalui penilaiannya sendiri. Sementara apabila pengetahuan merupakan memiliki kebenaran untuk setiap pemikiran rasional, maka pengetahuan tersebut disebut pengetahuan objektif. Penilaian ini merupakan hasil dari penalaran, karena hal tersebut menjadi ketetapan dari suatu tindakan yang memiliki pengaruh. Untuk diperoleh pengetahuan yang objektif diperlukan bukti-bukti empiris dan dikomunikasikan dengan subyek lain. Dengan demikian akan tercapai kesepakatan sehingga menjadi pengetahuan objektif.

    ReplyDelete
  45. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba menjawab mengenai hubungan sebab akibat sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang saya miliki. Mohon Prof Marsigit dapat meluruskan jika ada jawaban saya yang salah. Sebab dan akibat merupakan dua haa yang tidak dapat dipisahkan. Tidak mungkin ada akibat jika tidak ada sebab, begitu pula adanya sebab akan menimbulkan akibat. Akibat yang terjadi karena sebab, akan menjadi sebab bagi akibat yang lain. Begitu seterusnya dan tidak akan ada habisnya, akibat bisa menjadi sebab untuk akibat yang lain.

    ReplyDelete
  46. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan no 4 dari Umi Hasanatul Latifah “ mohon dijelaskan hubungan antara ikhtiar dan takdir”. Menurut saya antara ikhtiar dan takdir itu saling terkait dan sejalan, sebab ikhtiar itu merupakan usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang dikehendakinya, qadha dan qadar ada adalah takdir yaitu ketetapan allah. Meskipun pada dasarnya takdir kita sudah ditetapkan oleh allah dari sebelum kita dilahirkan ke dunia sampai kita meninggal dunia, namun ada takdir yang dapat kita ubah (takdir muallaq). Kita sebagai manusia dianjurkan untuk berusaha memperoleh apa yang kita inginkan melalui ikhtiar, kerja keras dan berdoa, sedangkan hasil dari ikhtiar kita itu merupakan takdir. Jika allah menghendaki insya allah kita akan memperoleh hasil dari ikhtiar kita. Allah maha mengetahui segala sesuatu yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  47. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Filsuf dan ilmuwan merupakan pemikir-pemikir yang hasil pikirannya akan melahirkan teori atau penemuan baru. Menurut saya, perbedaan keduanya terletak pada obyek yang menjadi fokusnya. Filsuf, adalah seorang ahli filsafat yang pikirannya akan berpusat di sekitar obyek pemikiran, cabang-cabang paham filsafat, membuat revolusi pemikiran terhadap paham yang dianggap bertentangan dengannya, dan menyusun pemikirannya menjadi argumen yang tidak saling bertentangan sehingga dapat disebut sebuah teori. Ilmuwan, bekerja pada obyek tertentu yang menjadi bidang keahliannya. Sama seperti filsuf, ia akan menemukan teori baru namun bukan dari penafsirannya terhadap pemikiran, melainkan melalui percobaan atau penelitian yang dilakukan. Filsuf dan ilmuwan sebenarnya melahirkan teori-teori yang seharusnya berkesinambungan menjaga keseimbangan kehidupan kita di dunia. Seperti pendapat Descartes yang menyatakan “Prinsip-prinsip dasar ilmu diambil dari filsafat”, maka sebenarnya keduanya sama-sama berjalan untuk mengangkat derajat kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menjawab pertanyaan nomer 1 dari Muhammad Afdhal:
    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Menurut saya, setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda, bakatku berbeda dengan bakatmu. Dalam dunia filsafat, dengan adanya bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesutau akan menciptakan kehidupan yang harmonis. Bakat seseorang merupakan anugrah dari Allah yang menjadikan seseorang mempunyai keistimewaan dan menjadi ciri khas yang membedakan dirinya dengan orang lain.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  49. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya akan mencoba menanggapi soal yang diajukan oleh mahasiswa prof pada nomor 2 mengenai apa hakikat pengetahuan subyektif dan pengetahuan obyektif. Saya mengambil sumber dari http://www.kompasiana.com/ujangbandeung/mengungkap-rahasia-istilah-obyektif-subyektif_54f7689ba3331177358b4781 disini dijelaskan bahwa kata subyektif menuju pada sesuatu yang tidak memiliki bukti empirik langsung dan atau sulit diukur dengan pengukuran serba pasti dan terukur. Sedangkan obyektif kurang lebih menunjuk pada sesuatu yang lebih empirik langsung yang bisa diverifikasi oleh pengalaman dunia indrawi dan bisa diukur dengan pengukuran serba pasti dan terukur. Dari pendapat di atas, saya mengambil kesimpulan bahwasannya hakikat dari pengetahuan subyektif adalah pengetahuan yang kebenarannya masih ditanyakan, sedangkan pengetahuan objektif adalah pengetahuan yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  50. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya akan mencoba membantu menanggapi pertanyaan no 8, “bagaimana hubungan antara wadah dengan isi”. Saya ilustrasikan saja pada tubuh manusia, wadah adalah jasad dan isi adalah raga. Jasad akan lebih bermanfaat dan ternilai jika ada raga yang menggerakkan jasad sehingga jasad bisa melakukan tindakan yang bermakna, sedangkan raga akan terlihat ideal ketika ada jasad yang menjadi tempat bersemayamnya raga, karena raga merupakan sesuatu yang bastrak dan kasat mata. Artinya kualitas suatu wadah dapat terlihat dari kapasitas isi yang dapat memenuhi ruang di dalamnya begitu juga sebaliknya isi akan terpenuhi apabila wadah mempunyai nilai estetika sebagai daya tariknya. Namun yang perlu di ingat adalah penuhilah isinya sesuai dengan kemampuan daya tamping dari wadahnya karena apa bila terjadi overload maka isi akan terbuang secara sia-sia.

    ReplyDelete
  51. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Bismillah. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan di bawah ini:

    Ivone Marlinda:
    Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?

    Jawaban saya pada pertanyaan saudari Ivone Marlinda adalah "pasti ada". Hanya saja keadaannya bagaimana klasifikasi jawaban tersebut. Apakah jawaban yang menjawab; apakah jawaban yang sesuai dengan keinginan si penanya; apakah jawaban yang pener; dan seterusnya. Bukti bahwa setiap pertanyaan pasti ada jawaban ini terlihat pada kolom-kolom komentar postingan di atas. Meskipun beberapa teman (saya juga) mengawali jawaban dengan "saya akan mencoba menjawab", tapi akhirnya mereka mampu memberikan jawaban. Dan tentang klasifikasi jawaban, adalah tergantung penilaian dan kepuasan si penanya. Terimakasih

    ReplyDelete
  52. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Dari banyak pertanyaan yang ada,saya mencoba menanggapi suatu pertanyaan yang berkaitan dengan menembus ruang dan waktu , Dari refrensi ala kadarnya seperti dari buku,blog dan lainnya.Akhirnya, kami mendapatkan sedikit gambaran , bahwa ruang-waktu relatif menurut ajaran Einstein.Ruang tergantung pengamatnya.Tetapi jika ruang yang satu dan sama itu juga berbeda bagi para pengamat yang letaknya terpisah,maka hal yang demikian ini dapat terjadi karena ruang yang bersangkutan ditinjau dari sudut pandangan masing-masing pengamat.Oleh karena itu, ruang tidak mungkin bersifat mutlak serta obyektif, melainkan senantiasa berhubungan dengan kerangka acuan pengamatnya.Maka ruang tidaklah merupakan sesuatu ynag di dalamnya terdapat benda-benda, melainkan dengan suatu cara pasti sudah dipengaruhi oleh benda-bendanya sendiri, maupun oleh pengamat.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  53. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PMP2TK 2014, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 2 dari saudari Fitria Habsah. Pertanyaannya adalah apa hakikat pengetahuan subyektif dan pengetahuan obyektif. Menurut pendapat Jujun S. Suriasumantri, pengetahuan yang bersifat subyektif adalah pengetahuan yang didapatkan dari cara berpikir melalui penalaran rasional yang bersifat abstrak dan terbebas dari pengalaman mengenai satu objek tertentu tanpa adanya pertimbangan yang dapat diterima oleh semua pihak. Kebenaran dari pengetahuan subyektif ini hanya benar dalam kerangka pemikiran orang yang memikirkannya, sehingga untuk melakukan evaluasi dari cara berpikir yang seperti ini akan sulit untuk dilakukan.

    ReplyDelete
  54. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PMP2TK 2014, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 4 dari saudari Umi Hasanatul Latifah. Pertanyaannya adalah mohon dijelaskan hubungan antara ikhtiar dan takdir. Takdir merupakan ketetapan Allah SWT sejak zaman azali, dimana takdir dibagi dalam dua bagian yaitu qodho dan qodar. Sedangkan ikhtiar merupakan usaha manusia untuk mendapatkan hasil yang terbaik, baik itu untuk urusan dunia maupun akhirat.
    Lalu bagaimana hubungan antara keduanya? Dimanakah letak ikhtiar manusia ketika semua telah ditetapkan Allah SWT yang bahkan telah digariskan sejak lama?
    Meskipun manusia dalam setiap gerak geriknya telah ditentukan takdirnya, bukan berarti manusia hanya diam menunggu “nasib” tanpa adanya ikhtiar. Disini manusia memang berkewajiban untuk mengusahakan hasil terbaik bagi dirinya, namun berhasil atau tidak biarkan takdir Allah SWT yang berjalan.

    ReplyDelete
  55. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai pertanyaan “Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?”
    Menurut saya, bakat seseorang dalam mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat dan kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita.

    ReplyDelete
  56. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PMP2TK 2014, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 11 dari saudara Hadi Sutrisno. Pertanyaannya adalah apa saja sumber-sumber ilmu dan bagaimana pembenarannya. Menurut saya, ilmu itu bisa di dapat dari mana saja. Apa-apa saja yang terdapat di sekitar kita, itulah ilmu. Merujuk pada pendapat Jujun S. Suriasumantri, pada dasarnya terdapat dua pokok bagi manusia untuk mendapatkan ilmu. Yang pertama adalah dengan mendasarkan diri pada rasio dan yang kedua adalah mendasarkan diri kepada pengalaman.
    Menurut cara pertama yaitu dengan menggunakan rasional atau penalaran dalam menyusun pengetahuan. Pengetahuan didapat dari ide yang menurut mereka jelas dan dapat diterima. Sehingga melalui penalaran yang rasional itulah didapatkan pengetahuan-pengetahuan mengenai satu objek tertentu. Selanjutnya pengetahuan yang bersumber dari pengalaman. Dalam hal ini pengetahuan didapat dari pengalaman yang konkret dimana gejala-gejala yang bersifat konret itu dapat ditangkap oleh pancaindera manusia.

    ReplyDelete
  57. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan dari Ivone Marlinda terkait dengan apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban. Bagi saya setiap pertanyaan memiliki jawaban, namun dalam filsafat jawaban bukanlah titik akhir dari filsafat. Yang menjadi ‘jantung’ dari filsafat adalah pertanyaan. Sebenar-benarnya filsafat adalah berpikir, sebenar-benarnya berfikir adalah dalil atau jawaban, sebenar-benarnya dalil atau jawaban adalah pertanyaan.

    ReplyDelete
  58. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang pertanyaan “Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?”
    Manusia merupakan makhluk yang penuh dengan kontradiksi. Sebagai seorang makhuk manusia terikat oleh ruang dan waktu. Sehingga dalam kehidupan ini manusia harus selalu berusaha untuk melakukan kegiatan atau tindakan sesuai ruang dan waktunya. Untuk dapat menggapai ruang dan waktu maka manusia harus mampu berpikir kritis. Cara agar dapat berpikir kritis adalah dengan menambah wawasan dengan belajar, membaca, dan mau berpikir. Selain itu juga harus memiliki keikhlasan. Keikhlasan dapat digapai dengan cara berdoa dan senantiasa memohon ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  59. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dari sekian banyak pertanyaan diatas, saya tertarik dengan pertanyaan hubungan wadah dan isi. Secara harfiah kedua hal tersebut memiliki makna dan dimensi yang berbeda. Namun secara pemikiran wadah dan isi merupakan sesuatu hal yang sama. Dimana setiap ada wadah sudah pasti ada isi, baik itu terlihat maupun tidak terlihat oleh panca indra. Hubungan antara keduanya adalah hubungan keterikatan. Dimana wadah tidak memiliki artian yang sempurna tanpa isi. Sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  60. Saya akan mencoba untuk berpendapat untuk pertanyaan berikut ini.
    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Saya berpendapat bahwa bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat atau kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita. Aamiin

    ReplyDelete
  61. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya mencoba menjawab pertanyaan ini,
    Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?
    Ada yang mengatakan bahwa filsafat itu merupakan olah pikir. Pikiran merupakan pusat dari semua bagian dari diri manusia. Pikiran merupakan prosesor terbesar yang mengatur tingkah lakuk, ucapan dan perasaan seseorang. Sedangkan psikologi merupakan hubungan antara perasaan, kepribadian, dan hubungan dengan lingkungan. Filsafat menafsirkan unsur-unsur dari psikologi agar dapat diterima oleh logika manusia.

    ReplyDelete
  62. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan "Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?". Menurut saya iya, pertanyaan retorikapun mempunyai jawaban, doa-doa kita saja mempunyai jawaban dari Allah SWT. Jawaban itu tidak selalu berbentuk suatu kalimat atau nasehat. Jawaban dapat berupa tingkah perbuatan, kemampuan, dan rasa syukur. Jawaban juga bisa dari perasaan kita, seperti ketika bertanya kepada Allah SWT, Allah tidak menjawab dengan tips-tips dan segala macam. Namun jawabannya dapat kita rasakan dengan ketenangan batin kita, dengan kemudahan kegiatan kita dan sebagainya.

    ReplyDelete
  63. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no empat yang diajukan oleh Umi Hasanatul Latifah tentang
    penjelasan hubungan antara ikhtiar dan takdir.
    Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya. Menurut sepengetahuan saya, takdir Allah itu berada di ujung ikhtiar atau usaha manusia. Jadi masa depan kita tergantung dari apa yang kita ikhtiarkan sekarang. Allah Maha adil. Allah akan memberikan sesuatu sesuai kadar ikhtiar kita.

    ReplyDelete
  64. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab “bagaimana pandangan filsafat mengenai bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu”. Bakat merupakan kemampuan dasar yang dimiliki seseorang. Tanpa disadari, Allah sudah memberikan suatu bakat kepada setiap makhluknya terutama manusia. Secara tidak sadar, manusia harus mempelajari sesutau untuk menggali potensi yang sudah dimilikinya tersebut. Jadi sesuatu hal untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu merupakan hal yang lumrah untuk menambah suatu pengetahaun dan pengalaman. Sesuai ruang dan waktunya, manusia berusaha secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain untuk lebih mengenal jati dirinya.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dari beberapa pertanyaan diatas saya mencoba menjawab pertanyaan dari . Ivone Marlinda: Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?, Menurut saya setiap jawaban memiliki jawaban karena tidak adanya jawaban juga merupakan sebuah jawaban, ketika sebuah jawaban tidak mampu kita pecahkan dengan pikiran mungkin bisa dipecahkan dengan hati dan ketika kita berusaha menggunakan seluruh kemampuan kita untuk memecahkan sebuah masalah dan masalah itu belum terpecahkan, disanalah kita akan menyadari batasan kemampuan kita, karena selebihnya adalah kekusaan Tuhan. Saya pernah mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa "semakin kamu berpikir secara mendalam maka semakin dekat kamu dengan Tuhan" namun itu hanya berlaku pada orang yang beriman.

    ReplyDelete
  66. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Bismillahirrahmanirrahim..
    saya tertarik untuk menjawab pertanyaan dari saudara Ivone Marlinda mengenai Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?. sebenarnya didalam filsafat semua pertanyaan mempunyai jawaban karna didalam ilmu filsafat tidak menjawab juga termasuk jawaban.

    ReplyDelete
  67. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba mengungkapkan pendapat saya mengenai pertanyaan bagaimana menembus ruang dan waktu. Seseorang dikatakan cerdas apabila mampu menembus ruang dan waktu. Makna menembus ruang dan waktu adalah melakukan, memikirkan dan berpendapat sesuai dengan ruang dan waktu. Jika kita berbicara dengan bahasa filsafat di kelas perkuliahan filsafat artinya kita telah menembus ruang dan waktu, namun jika kita berbicara dengan bahasa atau istilah filsafat saat berbelanja di pasar, maka dapat dikatakan bahwa kita gagal menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  68. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya mencoba menjawab mengenai hubungan ikhtiar dan takdir. Menurut pendapat saya, ikhtiar adalah bentuk dari usaha manusia yang bertujuan untuk menentukan bagaimana takdirnya. Meskipun takdir adalah kehendak Tuhan, namun Tuhan juga tidak akan merubah nasib suatu kaum jika ia tidak merubahnya sendiri. Salah satu cara untuk merubah nasib/ takdir adalah dengan ikhtiar. Ihkitar juga merupakan wujud dari usaha kita untuk mendapatkan takdir yang baik menurut kita sebagai makhluk. Apabila Tuhan berkehendak lain setelah kita ikhtiar bukan berarti bahwa Tuhan tidak mengabulkan usaha dan doa kita, tetapi Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

    ReplyDelete
  69. Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 15 berkaitan dengan apakah kebaikan tertinggi menurut filsafat. Berdasarkan apa yang saya pahami ketika mengikuti kuliah dengan Prof Marsigit, sumber dari segala sumber ilmu adalah berasal dari Tuhan. Semua kebaikan yang yang ada di muka bumi ini juga atas kehendak dan perintah Tuhan. Maka dari itu, tidak ada kebaikan yang lebih tinggi daripada kebaikan yang berasal dari Tuhan.

    ReplyDelete
  70. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Saya berpendapat bahwa bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat atau kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu.

    ReplyDelete
  71. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut saya filsuf adalah orang yang menguasai ilmu filsafat, sedangkan ilmuwan adalah orang yang menguasai ilmu sains. Filsafat erat kaitannya dengan kebijaksanaan, senantiasa berpikir dan berpikir, filsuf dalam berfilsafat tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, sedangkan yang dihasilkan ilmuan adalah ilmiah. Pada peradaban-peradaban maju, biasanya antara filsuf dan ilmuwan punya kedudukan masing-masing, kedua-duanya penting.

    ReplyDelete
  72. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan tentang " bagaimana menembus ruang dan waktu?". Menurut saya, cara menembus ruang dan waktu itu yaitu dengan menempatkan diri. Ketika kita bisa menengkapkan diri sesuai ruang dan waktu maka kita akan bisa menggunakan akal dan pikiran dengan baik dan sesuai. Manusia diberikan pikiran agar bisa berfikir secara kritis. Ketika akan menembus ruang dan waktu selain menempatkan diri, berfikir kritis, juga harus memahami keadaan. Kita harus bisa berhermenitika dengan baik. Contohnya: kita akan menembus ruangdan waktunya siswa, maka kita harus bisa menempatkan diri kita sesuai dengan pikiran anak dan dapat menerjemahkan pikiran anak agar kita dapat memahami pikiran mereka.

    ReplyDelete
  73. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Ivone marlinda dengan pertanyaannya “apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?”. Pertanyaan ini sejenis dengan pertanyaan yang saya ajukan ke Pak Marsigit pada pertemuan ke lima, menurut saya jawabannya adalah ya, setiap pertanyaan mempunyai jawaban, karena tiada jawaban pun itulah jawabannya. Seperti contohnya pada perempuan jawa yang diajak menikah oleh pasangannya, dan kemudia ditanya mau atau tidak, jika perempuan tersebut tidak menjawab apa-apa atau hanya diam saja, itu bisa diartikan mau atau bersedia. Sehingga tidak ada jawaban pun itulah jawabnnya.

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    PPs PM C
    17709251058

    saya tertarik untuk ikut mengulas mengnai hubungan ikhtiar dan takdir. Takdir dibedakan menjadi dua, yakni takdir mubrom dan takdir malaq. Takdir yang satu tidak dapat diubah oleh manusia, sedangkan takdir yang lainnya dapat diubah dan diusahakan. akdir merupakan keputusan Allah SWat, sedangkan manusia dalam menghadapi takdir tersebut hendaknya berusaha atau berikhtiar. Sealin berikhtiar manusia juga hars bertawakkal, artinya setelah berusaha atau berikhtiar sebaik mungkin, manusia wajib berdoa dan mengembalikan segaanya kepada kehendak ALlah SWY. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Fitri Ni'matul Maslahah
    PPs PM C
    17709251058

    jika berbicara mengenai jawaban dan pertanyaan, maka setiap pertanyaan pastilah memiliki jawaban. Hanya saja, terdapat beberapa pertanyaan yang "disegel" untuk dilontarkan, yakni pertanyan mengenai dzat sang pencipta. Kita tidak diperbolehkan bertanya-tanya mengenai dzat Allah, karena sampai kapanpun otak dan logika kita takkan pernah sampai. Namun demikian kita diperkenankan bahkan dianjurkan untuk bertanya mengenai cptaan Allah, karena dengan mengkaji ciptaan Allah, akan menambah keimanan dan keyakinan kita kepada ALlah SWt. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  76. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan bagaimana filsafat mampu menjelaskan hukum sebab akibat? Menurut saya sebab akibat adalah suatu koherensi yang saling berkaitan satu sama lain. Adanya suatu akibat itu dimulai dari adanya sebab. Jika ada sebab maka akan ada akibat. Seperti adanya besar karena adanya kecil, adanya pendek karena adanya tinggi, dan sebagainya

    ReplyDelete
  77. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Selanjutnya saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa saja sumber-sumber ilmu dan bagaimana pembenarannya? Menurut saya sumber ilmu adalah pengalaman. Sebaik-baiknya sumber ilmu selain pengalaman adalah kitab suci. Di sana terdapat sumber dari segala sumber ilmu yang tidak dapat disangkal. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya tertarik menjawab pertanyaan bagaimana cara menembus ruang dan waktu. menurut saya kita dapat menembus ruang dan waktu jika kita mampu menempatkan diri pada lingkungan kita. misalnya dengan tidak memaksakan kehendak, bertindak.bersikap sesuai dengan norma-norma yang ada, berikhtiar dan berdoa. Jika dikaitkan dengan spiritual maka ruang dan waktu kita di bumi ini adalah ibadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  79. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Umi Hasanatul Latifah:
    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?

    Antara ikhtiar dan takdir mempunyai hubungan yang selaras. Dalam ikhtiar terkandung pesan taqwa, yakni bagaimana kita menuntaskan masalah dengan mempertimbangkan apa yang baik menurut Islam, dan kemudian menjadikannya sebagai pilihan apapun konsekuensinya, meskipun berat. Dengan berikhtiar berarti tidak mengenal putus asa, dan yakin bahwa rahmat Allah pasti datang setelah berikhtiar. Apapun yang akan datang setelah berikhtiar itu lah takdir, jawaban dari ikhtiar yang sudah dilakukan.

    ReplyDelete
  80. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 5 dari Ivone Marlinda yaitu “Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?”. Saya mengingat pertanyaan ini pernah di bahas di dalam kelas, Bapak menuturkan bahwa setiap pertanyaa memiliki jawaban, bahkan tidak menjawab adalah bagian dari jawaban. Awalnya saya bingung dengan pernyataan tersebut namun setelah saya pikirkan bahwa tidak menjawab juga merupakan suatu jawaban hal ini dapat saya lihat dari saat siswa tidak menjawab pertanyaan guru atau dijawab kosong. Jawaban siswa yang tidak menjawab tersebut merupakan jawaban bahwa siswa masih belum memahami materi tersebut. Dan guru dapat mengevaluasi apa yang menyebabkan hal tersbeut terjadi, sehingga tidak terulang kembali.

    ReplyDelete
  81. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4, mengenai ikhtiar dan takdir. Menurut saya ikhtiar itu dapat menentukan takdir seseorang. Namun tidak semua takdir dipengaruhi oleh ikhtiar. Hal itu karena takdir adalah kuasa Allah, sehingga manusia hanya bisa mengikhtiarkannya agar takdir itu sesui dengan apa yang dibayangkan. Takdir ada dua macam yaitu takdir yang dapat diusahakan dan takdir yang sudah tidak bisa dihindari lagi. Misalnya nilai ujian yang bagus itu takdir yang dapat kita usahakan dengan belajar dengan tekun dan berdoa. Kematian adalah takdir yang sudah Allah gariskan, saat kita telah ditakdirakan untuk meninggal maka seberapa keraspun usaha kita untuk menghindarinya maka kita akan tetap meninggal. Untuk utu optimalkan ikhtiar dan doa agar kita mendapatkan apa yang kita impikan. Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Pertanyaan yang menginspirasi dari mahasiswa PMP2TK 2014 tentang hubungannya dengan filsafat. Pertanyaan yang datang dari seorang manusia tentang pandangan filsafat mengenai unsur-unsur dalam kehidupan. Keingintahuan yang mendalam tentang filsafat dengan ilmu lain seperti psikologi. Keingintahuan mahasiswa mengenai Arti atau makna dari nilai-nilai kebaikan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  83. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menurut saya berikut adalah hubungan yang ditunjukkan antara relatif dan absolut. Jika melihat definisi dari masing-masing absolut dapat diartikan sebagai cara pandang yang meyakini bahwa sesuatu itu mutlak tidak ada keraguan lagi didalamnya serta tidak ada pembanding yang dapat melemahkan posisinya untuk tidak absolut lagi. Sedangkan relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut. Relatif dikatakan demikian karena kebenaran yang diungkapkan tergantung dari sudut pandang mana ia mengungkapkan kebenaran tersebut.

    ReplyDelete
  84. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan Choirul Mahmudah. Cara menembus ruang dan waktu adalah dengan meningkatkan kualitas diri yaitu dengan jalan terus menggali ilmu. Seseorang yang berilmu mampu menempatkan sesuatu pada ruang dan waktu yang tepat sehingga terciptanya harmoni kehidupan. Maka agar tidak terperangkap seperti belalang maka jadilah dewa yang berhasil menembus ruang dan waktu yaitu dengan tidak pernah bosan belajar.

    ReplyDelete
  85. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berbicara tentang relatif dan absolut maka menurut saya tergantung subyeknya. Subyek dari relatif adalah manusia. Jangankah orang yang satu dan yang lainnya, diri kita yang kemarin dengan sekarang saja bisa memiliki pemikiran yang berbeda maka menghasilkan pandangan yang berbeda, sehingga segala sesuatu yang bersumber dari manusia bersifarelatif. Sedangkan absolut hanyalah milik Tuhan yang mahakuasa semata. Maka agar kita dijauhkan dari kebimbangan maka kita harus senantiasa memohon petunjuk dari Nya.

    ReplyDelete
  86. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017



    Menanggapi pertanyaan dari Saudari Umi Hasanatul mengenai perbedaan ikhtiar dan takdir, menurut saya adalah sebagai berikut, ikhtiar adalah usaha yang dapat kita lakukan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semua orang bisa berikhtiar sesuai dengan kemampuan masing-masing, terlepas nantinya ikhtiar tersebut akan berujung sesuai harapan atau tidak. Namun takdir adalah ketetapan, artinya bahwa apa yang telah dikehendaki untuk menjadi takdir apapun keadaannya pasti akan terjadi. Perbedaan kedua adalah subjeknya. Ikhtiar dilakukan oleh manusia, sedangkan takdir ditetapkan oleh Allah. Namun Allah pernah berfirman “Allah tidak akan merubah takdir suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri” Dari firman tersebut jelas bahwa manusia wajib untuk berikhtiar.

    ReplyDelete
  87. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  88. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pertanyaan yang menarik dari mbak Ivone Marlinda (no 5). Saya ingin mencoba menanggapinya. Iya, menurut saya setiap pertanyaan mempunyai jawaban. Hanya saja tidak semua jawaban perlu diuraikan. Terkadang jawaban itu terkandung secara eksplisit maka kita harus mampu menemukannya. Diam pun bisa jadi jawaban. Maka di samping kita harus bersikap bijak dalam bertanya, kita juga dituntut untuk kritis dalam menterjemahkan jawaban karena perkembangan semakin menuntut individu semakin cerdas.

    ReplyDelete
  89. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  90. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hubungan antara ikhtiar dan takdir adalah bagaikan hubungan usaha dan hasil. Usaha tidak akan menghianati hasil. Takdir manusia tergantung dari apa yang diupayakan oleh manusia itu sendiri, kecuali takdir yang sudah tidak bisa disangkal lagi seperti kapan dia akan lahir dan kapan akan mati. Wallahu alam. Kita hanya bisa berikhtiar, dan Allah lah yang menentukan takdir kita.

    ReplyDelete
  91. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kekuatan akal dan indera manusia mampu melahirkan berbagai jenis ilmu tentang alam dan kehidupan, seperti ilmu sains, astronomi, kedokteran, teknologi informasi dan sebagainya. Semua jenis ilmu itu dibentuk berdasarkan perjalanan hukum sebab-akibat. Umumnya, para filosof meyakini hukum kausalitas (sebab-akibat) sebagai hukum yang mengatur alam semesta. Pembicaraan tentang hukum sebab akibat ini walaupun dibolak balik rumus dan teorinya tetapi dalam satu hal haruslah selalu sama karena setiap akibat memerlukan sebuah sebab efisien yang memadai untuk menjelaskan kenyataan baru.

    ReplyDelete
  92. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Terkait pertanyaan nomor 5 yaitu apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Mungkin iya mungkin tidak tetapi jika setiap jawaban yang logis tanpa disertai bukti hanya bersifat opini sedangkan jawaban yang tidak logis sekalipun jika didukung dengan fakta yang nyata maka itu bisa dijadikan jawaban yang tepat. Tetapi tidak semua pertanyaan berjodoh dengan jawaban. Dan untuk memahaminya kita hanya butuh untuk merasakan untuk membuka seluruh panca indera agar melihat proses sebagai bagian penting dari sebuah tujuan.

    ReplyDelete
  93. Insan A N/PPs PmC 2017
    Terkait dengan pertanyaan perbedaan relative dan absolut, relative adalah segala hal yang terjadi di dunia, alam kenyataan. Relative artinya bersifat beragam plural, dan itu hanya terjadi di dunia, kenyataan. Sedangkan absolut berkaitan dengan alam pikiran, monoism, idealism, hanya terjadi di alam pikiran

    ReplyDelete
  94. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pada artikel ini, saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 15 terkait "Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?". Saya rasa kebaikan tertinggi menurut filsafat itu relatif, karena sesuatu yang baik belum tentu benar dan perlu diuji kebenarannya. Baik bagi kita belum tentu baik bgi orang lain, begitu pula sebaliknya. Baik hari ini, belum tentu baik kemarin ataupun esok hari.

    ReplyDelete
  95. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pada artikel ini, saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 15 terkait "Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?". Saya rasa kebaikan tertinggi menurut filsafat itu relatif, karena sesuatu yang baik belum tentu benar dan perlu diuji kebenarannya. Baik bagi kita belum tentu baik bgi orang lain, begitu pula sebaliknya. Baik hari ini, belum tentu baik kemarin ataupun esok hari.

    ReplyDelete
  96. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan dari Ivone Marlinda: “Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?” seperti yang pernah dijelaskan oleh Bapak pada pertemuan perkuliahan, bahwa setiap pertanyaan mempunyai jawaban, karena tidak menjawab pun adalah sebuah jawaban. Namun tidak semua hal bisa dipertanyakan.

    ReplyDelete
  97. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 8 oleh Ai Sadidah yakni tentang bagaimana hubungan wadahdan isis dalam filsafat. Wadah ialah segala bentuk fisik yang dapat dilihat atau diindera oleh panca indera manusia. Contohnya seorang mahasiswa ada yang badannya tinggi ada yang pendek, ada yang rambutnya lurus ada keriting, ada yang selalu wangi ada yang bau kecut, ada yang suaranya nyaring ada yang lirih. Sedangkan isi ialah apa yang ada dalam wadah dan menjadi jati diri sesungguhnya dari individu atau hal tertentu. Contohnya mahasiswa ada yang mudah menyerap ilmu perkuliahan ada yang lamban, ada yang berpikirnya selalu positif thinking ada yang negative thinking. Tentu saja selain individu setiap yang ada di dunia ini memiliki wadah dan isi.

    Wadah yang sesuai ialah yang mencerminkan isisnya, sedangkan isi yang sesuai ialah yang mencerminkan wadahnya. Karena wadah belum tenetu sam adengan isi dan sebaliknya. Segala sesuau yang baik tentu saja bergantung pada wadah dan isisnya. Apakah keduanya baik dan sesuai atau tidak. Selain kesesuaian hubungan antara wadah da nisi juga proses memperolehnya. Jika wadah dan isinya baik teteapi proses yang dijalani kurang baik, maka akan sama saja merusak wadah dan isi tersebut.

    ReplyDelete
  98. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A

    1. Ikhtiar dan takdir dalam filsafat dapat dipahami sebagai vital dan fatal. Vital adalah usaha kita dalam mendapatkan sesuatu, sedangkan fatal adalah kondisi pasrah kepada Sang Maha Kuasa atas hasil yang diperoleh. Seperti yang saya imani ada takdir yang pasti dan takdir yang dapat diubah. Takdir yang pasti itu salah satu contohnya adalah kematian. Hal ini menjadi sebuah kepastian yang sudah dituliskan dan hanya Allah yang tahu kapan akan terjadi. Lain halnya dengan takdir yang dapat diubah disini manusia masih punya peran untuk berusaha mengubah takdirnya, sebagai contoh rezeki. Sesuai janji Allah bahwasanya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali ia mengubah nasibnya sendiri. Jadi sebagai manusia wajib hukumnya bagi kita untuk selalu berusaha, terkait hasil itu murni kuasa Allah.

    ReplyDelete
  99. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A


    2. Selanjutnya terkait pertanyaan relatif dan absolut, saya ingin menanggapinya sebagai filsafat yang memperhatikan ruang dan waktu dan kuasa Tuhan. Filsafat bersifat relatif artinya sesuai dengan ruang dan waktu contohnya 3x4 dalam objek pikir matematika adalah 12. Namun dalam hemat seorang tukang foto maka 3x4 adalah 8000. Artinya tidak ada yang pasti di dunia ini. Satu-satunya kepastian datangnya dari Allah. Maka dari itu kuasa Tuhan bersifat absolut.

    ReplyDelete
  100. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    3. Dimensi tertinggi dalam filsafat adalah spiritual. Artinya kebaikan tertinggi datangnya dari Allah. Perlu dipahami bahwa apa-apa yang bersumber dari Allah itu baik. Sebagai manusia kita perlu yakin akan hal tersebut. Dalam ruang lingkup filsafat kita boleh menanyakan hal apa pun. Namun apabila sudah sampai pada level spiritual maka kita perlu kembali kepada keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala apa yang ada dan yang mungkin ada di muka bumi ini. Jadi agar tidak menyimpang ketika belajar filsafat kita perlu menyadari batasan tersebut. Jangan sampai kebingungan dalam pikir turun ke dalam hati.

    ReplyDelete
  101. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan daftar pertanyaan yang dibuat diatas, menyadarkan saya bahwa filsafat mampu menjawab segala sesuatu yang ditanyakan siswa. Karena sebaik baiknya mencari ilmu adalah dengan bertanya, maka pertanyaan tersebut merupakan gerbang utama kita untuk mengetahui informasi baru yang akan beruabh menjadi pengetahuan baru unutk kita semua.

    ReplyDelete
  102. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 3 dari Choirul Mahmudah: Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu? Menurut saya yaitu dengan menimba ilmu pengetahuan guna menambah wawasan. Sejalan dengan itu, menjadikan agama sebagai kerangka dalam proses menuntut ilmu. Dengan memiliki ilmu, seseorang dapat menggunakan logikanya dalam rangka menembus ruang dan waktu. Agama sebagai pedoman hidupnya sebagai pijakan yang berisi aturan Allah SWT agar tidak salah dalam menempatkan dirinya sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  103. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 6 dari Asdar: Bagaimana hubungan antara relatif dan absolut? Relatif dan absolut tergantung dari sudut pandang seseorang. Jika masih berbicara dalam ruang lingkup sudut pandang manusia, maka semuanya masih bersifat relatif, karena sudut pandang seseorang dengan yang lain akan berbeda. Karena sebenar-benar absolut adalah kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  104. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana cara menembus ruang dan waktu. Sebagai bagian dari objek yang ada dan mungkin ada, maka salah satu cara untuk menembus ruang dan waktu adalah dengan berikhtiar, mengadakan yang ada dan mungkin ada. Sebuah batu pun dapat menembus ruang batu yaitu dengan memproduksi pasir, batu yang lebih besar atau bangunan bertingkat. Manusia dapat menembus ruang dan waktu melalui mengada pula yaitu melalui berkarya dan berpikir. Mohon koreksi jika pemahaman saya masih keliru Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  105. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya juga ingin menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan wadah dan isi. Wadah dan isi adalah komponen dasar semua yang ada dan mungkin ada, dan dalam filsafat jika tidak ada wadah, maka tidak ada isi, begitu pula sebaliknya. Di dalam kehidupan fenomena wadah berisi akan terjadi terus-menerus, sebagai contoh ketika kita sedang bermain game tetris di HP, maka tangan akan menjadi wadah dari HP dan HP adalah isinya, akan tetapi HP itu sendiri akan menjadi wadah bagi program-program di dalamnya, dan program-program di dalam HP itu juga akan menjadi wadah bagi game tetris, dan seterusnya. Sehingga wadah dan isi adalah dua hal yang saling terikat satu sama lain. Mohon koreksi jika pemahaman saya masih keliru Sekian dan terima kasih.
    Wassalamuaperlaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  106. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Di mata kuliah filsafat ilmu ini kita bebas bertanya. Dan disini pula saya menemukan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa. Menyangkut pertanyaan masalah ikhtiar dan takdir. Ikhtiar adalah berusaha semaksimal mungkin, ibaratnya meski hari esok akan kiamat atau berakhir, jika masih ada yang bisa ditanam, maka tanamlah, meski tidak tahu kapan ia tumbuh. Begitu pesan kakek saya. Takdir adalah ketetapan, sedangkan hubungannya dengan takdir yaitu tentu ada ikhtiar di dalam takdir. Yaitu berusaha (ikhtiar) ikhlas dan menerima apa yang sudah ditetapkan.

    ReplyDelete
  107. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 5 dari Ivone Marlinda “Apakah Setiap petanyaan mempunyai jawaban” pertanyaan ini begitu menarik perhatian saya sebab pertanyaan yang sama pernah diajukan di dalam perkuliahan filsafat dan dari pertanyaan ini diperoleh jawaban yang begitu berkesan bagi saya pribadi. Bapak menjelaskan bahwa setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban sebab memilih tidak menjawab pun juga merupakan jawaban, tetapi beliau menyampaikan bahwa tidak semua hal bisa dipertanyakan. misalnya : tidak semua pertanyaan bisa anak tanyakan kepada orang tuanya apalagi yang sifatnya pribadi.

    ReplyDelete
  108. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 4 tentang hubungan antara ikhtiar dan takdir. Menyakini adanya takdir merupakan salah satu dari rukun iman. Berbicara tentang takdir berarti sedang membahas keyakinan dan keimanan. Percaya terhadap takdir baik atau buruknya sesuatu adalah sesuatu yang harus diyakini dan dipegangi oleh orang-orang yang beriman. Sebagai hambaNya, harus yakin sepenuhnya bahwa takdir Allah menyentuh semua makhluk termasuk manusia. Tetapi keyakinan ini tidak boleh sedikit pun menghalangi untuk terus berikhtiar dan berusaha untuk menggapai apa yang dicita-citakan. Jika tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka jangan pernah berputus asa menyalahkan segalan sesuatunya kepada Allah SWT. Karena Allah SWT lebih mengetahui mana yang terbaik bagi umatNya. Sehingga, tugas manusia hanya berikhtiar. Dan Allah SWT lah yang menentukan hasilnya. Karena kesuksesan akan selalu bersama orang-orang yang berihtiar dan bertawakal pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  109. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menembus ruang dan waktu maka kita harus terus-menerus berubah. Bahkan sebuah batu saja dapat menembus ruang dan waktu karena batu hari ini dan batu kemarin berbeda dari segi waktunya. Manusia selalu berubah-ubah dan tidak pernah dapat didefinisikan sama. Kunci utama agar kita menembus ruang dan waktu adalah tidak terjebak di dalam mitos.

    ReplyDelete
  110. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hubungan antara psikologi dan filsafat. Filsafat dapat menegaskan akar historis ilmu psikologi. Psikolog bisa mempelajari teks-teks kuno filsafat tentang refleksi perilaku dan konsep jiwa manusia agar semakin memahami akar historis ilmu mereka, serta persoalan apa saja yang ada di dalamnya. Filsafat juga menjadi landasan berpikir aliran-aliran dalam psikologi seperti:
    1. Psikologi behaviorisme didasari oleh positivisme yang berakar pada empirisisme dan pengalaman.
    2. Psikologi Gestalt dapat diamati dengan fenomenologi.
    3. Psikoanalisa didasari oleh determinisme dan positivisme.
    4. Psikologi kognitif memiliki dasar rasionalisme.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  111. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Perbedaan antara ilmuwan dan filsuf. Filsuf adalah orang yang menguasai ilmu filsafat. Sedangkan ilmuwan adalah orang yang menguasai bidang ilmu sains tertentu. Seorang filsuf adalah mereka yang berpikir dengan teliti dan menurut aturan yang pasti dalam artian tidak boleh melanggar aturan berpikir yang telah dibuatnya sendiri (aturan berpikir dapat juga dikatakan sebagai prinsip). Seorang filsuf berpikir secara rasional, komperhensif, radikal, dan universal. Filsuf harus melihat sesuatu dari berbagai sudut sebelum mengemukakan sesuatu dan argumennya tidak boleh saling bertentangan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  112. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Seorang ilmuwan adalah mereka yang menguasai ilmu sains yang pada dasarnya berpikir secara empiris, sistematik, obyektif, analistis, dan verifikatif. Mereka pada dasarnya menguasai ilmu secara mendalam dan terperinci, merumuskan masalah secara logis berdasarkan pengamatan atau percobaan. Ilmuwan bisa saja berhipotesa untuk membantu percobaan atau pengamatannya terhadap sesuatu tetapi tidak boleh terlalu mempercayai hipotesanya sendiri sebelum menemukan kebenaran secara terperinci.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  113. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan oleh saudara Bukhori tentang persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf. Kesamaan antara keduanya adalah mereka sama-sama seorang ahli, ahli di bidangnya masing-masing. Maka dengan demikian dapat kita katakan perbedaannya keduanya adalah bidang keahliannya. Ilmuwan adalah orang yang menguasai bidang ilmu sains tertentu, sedangkan filsuf adalah orang yang menguasai ilmu filsafat. Dari bidang keahlian mereka dapat kita lihat bahwa keduanya berbeda sebab yang menjadi objek pikir merekapun berbeda.

    ReplyDelete
  114. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207


    Pertama, saya ingin menjawab pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir. Takdir adalah ketetapan Ilahi. Namun, walau nasib manusia telah ditetapkan atau ditentukan, manusia harus tetap melakukan ikhtiar dan usaha bukan hanya diam merenung dan menunggu datangnya nasib. Manusia tetap dituntut untu berusaha secara optimal untuk memperoleh sesuatu yang terbaik baginya.
    Setiap usaha maupun ikktiar yang telah dilakukan manusia akan dan pasti dihargai oleh Allah SWT. Semua memang telah di atur oleh Allah, yang terpenting adalah kita sebagai manusia selalu ikhtiar dan berdoa serta selalu taat kepada perintah Allah agar mendapat ridha-Nya.

    ReplyDelete
  115. Kedua, saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang hubungan antara Psikologi dan Filsafat. Menurut sepengetahuan saya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau tingkah laku manusia. Sedangkan filsafat adalah yang mempelajari atau mengkaji segala yang ada dan mungkin ada. Dari segala yang ada dan mungkin ada itu salah satunya adalah tentang manusia itu sendiri. Filsafat dapat mengkaji tentang pertanyaan-pertanyaan hidup manusia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga ada dalam psikologi.

    ReplyDelete
  116. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita akan mengerti akan pengetahuan yang kita peroleh bermanfaat atau tidak dengancara kita memberikan pengetahuan tersebut sesuai dengan pemahaman diri sendiri maupun sesuai denagn pemahaman orang lain. karena jika pengetahuan yang kita berikan berdasarkan pengetahuan yang kita fahami saja, maka hal tersebut akan memberikan banayk sekali antithesis dari thesis yang kita lontarkan. Namun jika berdasarkan pada apa yang diketahui oleh orang lain, maka pengetahuan tersebut akan mudah diterima karena sesuai dengan pemahaman si objek tersebut.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  117. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    disini saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari Choirul Mahmudah: "Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?", menurut saya cara untuk menembus ruang dan waktu adalah dengan memposisikan diri kita sesuai dengan kejadian pada saat itu, mencoba untuk masuk dalam dunia tersebut.

    ReplyDelete
  118. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kebaikan tertinggi menurut saya adalah kebaikan yang kita lakukan dengan tidak mengharap pamrih, kebaikan yang kita lakukan dengan dasar keikhlasan, yang tidak mementingkan diri kita sendiri. sebaik-baiknya hidup adalah bagaimana hidup kita bermanfaat untuk orang lain. karena prinsip saya adalah bagaimana saya bisa bermanfaat bagi orang lain, bukan bagaimana orang lain bermanfaat bagi saya.

    ReplyDelete
  119. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa hubungan ikhtiar dengan takdir. Dalam kehidupan beragama, mempercayai takdir yang datangnya dari Allah merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman yang menjadi dasar dari kepercayaan agama Islam. Percaya takdir Allah, baik atau buruk, merupakan turunan atas komitmen seorang muslim atas keimanan seseorang kepada Allah. Takdir merupakan otoritas Allah dan manusia tidak memiliki kebebasan, sedangkan dalam ikhtiar manusia memiliki kebebasan. walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, bukan berarti manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa ada usaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha dan dilarang berputus asa. Dengan arti lain, manusia dituntut untuk berusaha agar memperoleh yang terbaik baginya. Berhasil atau tidak upaya yang dilakukan, biarkan takdir yang berjalan

    ReplyDelete
  120. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terhadap pertanyaan no 8, mengenai hubungan antara wadah dan isi. Menurut saya wadah adalah batasan dari kemampuan menampung sesuatu, sedangkan isi adalah banyaknya hal yang akan ditampung di dalam wadah. Sebagai mana seseorang mungkin saja memiliki wadah atau kapasitas yang besar dalam artian dia bisa menerima ilmu yang banyak, namun tidak memiliki isi yang banyak pula karena keinginan untuknya menambah ilmu tidak sebesar kapasitasnya, sehingga dalam masalah ini. wadah adalah pemberian, dan isi adalah usaha.

    ReplyDelete
  121. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    dari satu orang saja sebenarnya sudah terhimpun berbagai macam pertanyaan terkait filsafat. apalagi dari banyak kepala. sedangkan macam-macampertanyaan itu saling melengkapi, yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh si A, menjadi ada di pikiran si A setelah mendengar pertanyaan si B, dan begitu seterunya.

    ReplyDelete
  122. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Dialektika pengetahuan memang muncul dari pertanyaan-pertanyaan yang logis. Awal dari proses untuk mengungkap kebenaran adalah dari sikap skeptis dan muncullah pertanyaan-pertanyaan filosofis sebagaimana yang ditanyakan dalam tulisan bapak di atas. Saya meyakini bahwa, pertanyaan-pertanyaan yang bapak sajikan di atas adalah pertanyaan-pertanyaan pilihan yang bapak anggap logis.

    ReplyDelete
  123. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?
    Saya memang tak begitu mengerti mengenai Kisah Mahabarata. Menonton di televisi pun tak pernah. Dulu waktu SMA, guru Bahasa Indonesia sayalah yang sering menceritakannya. Tapi, itupun saya sudah lupa. Yang jelas, baik dan buruk, benar dan salah itu relatif. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Apa yang baik untukku, belum tentu baik untukmu. Apa yang baik untukmu, belum tentu baik untukku. Yang mampu menilai segala kebaikan dan keburukan kita secara absolut hanyalah Tuhan saja.

    ReplyDelete
  124. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan tentang “apakah semua pertanyaan memiliki jawaban?”
    Menurut saya, semua pertanyaan selalu memiliki jawaban. Perkara jawabannya adalah “tidak tau” itu permasalahan yang beda. Karena “tidak tau” atau bahkan tidak menjawab pun termasuk dalam jawaban. Justru yang berbeda adalah tidak semua bisa ditanyakan. Karena kita perlu melihat ruang dan waktunya. Pertanyaan yang tidak sesuai ruang dan waktunya adalah tidak sopan.

    ReplyDelete
  125. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan mengenai apa kebenaran tertinggi dalam filsafat. Menurut persepsi saya kebenaran tertinggi dalam filsafat adalah pikiran para filsuf. Setiap filsuf memiliki pikirannya masing-masing, sehingga ada banyak sekali aliran filsafat. Kebaikan tertinggi menurut setiap aliran ini berbeda-beda, ada yang mendengungkan kebaikan dari kebermanfaatannya, kebaikan dari keilmiahannya, kebaikan dari kebahagiaannya dasb. Artinya dalam filsafat itu, kebaikan bersifat relatif. Dalam dimensi yang lebih tinggi, yakni spiritual, kebaikan tertinggi adalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  126. Selain itu, saya juga tertarik untuk menanggapi pertanyaan perihal hubungan ikhtiar dan takdir. Menurut yang saya pahami di agama saya, ada takdir yang memang sudah menjadi ketetapan dan tidak dapat berubah seperti mislanya kematian, namun ada takdir yang bisa diubah seperti misalnya jalan hidup. Cara merubah takdir salah satunya adalah melalui ikhtiar dan doa. Oleh sebab itu diperintahkan untuk menyeimbangkan ikhtiar dan doa.

    ReplyDelete
  127. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    "Saya akan mencoba untuk berpendapat untuk pertanyaan berikut ini.
    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Saya berpendapat bahwa bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat atau kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita. Aamiin"

    ReplyDelete
  128. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Saya berpendapat bahwa bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat atau kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu.

    ReplyDelete
  129. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Saya ingin mencoba menganggapi pertanyaan nomer 4 tentang hubungan ikhtiar dan takdir. Ikhtiar adalah proses cara,tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan segala kemampuan yang dimiliki. Sedangkan hasil dari sebuah ihtiar itulah yang dinamakan takdir. Takdir baik atau takdir buruk itulah yang terbaik dari Allah dan apapun hasilnya wajib bersyukur karena takdir adalah ketetapan dari Allah.

    ReplyDelete
  130. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya juga mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya. Saya paling tertarik dengan pertanyaan “Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?”

    ReplyDelete
  131. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 15. Menurut saya, suatu kebaikan ada pada diri setiap individu, apabila suatu kebaikan tersebut akan disampaikan kepada individu lain, hal itu berbentuk suatu kenyamanan, ketentraman, kesenangan, kebajikan, cinta sesama manusia dan cinta kepada Allah SWT bukan berbentuk pertikaian, perkelahian, permusuhan, kebencian, kedengkian dan lain sebagainya. Sehingga kebaikan tertinggi adalah nilai tertinggi suatu hierarki nilai-nilai atau kebaikan-kebaikan yang tidak dapat ditundukan oleh hal apapun. Hal ini sesuai dengan metafisika dan teologi.

    ReplyDelete
  132. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Saya berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan oleh saudari Umi Hasanatul Latifah: “Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?”. Menurut pengetahuan yang saya miliki ikhtiar adalah usaha atau tekad yang sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan takdir adalah pilihan yang dipilih oleh diri kita sendiri ataupun yang sudah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga tidak bisa diubah atau tidak ada pilihan lain. Kita dapat mengubah takdir (yang bisa diubah) dengan cara berikhtiar. Jadi, janganlah berkata “ini sudah takdirku” jika Anda belum berikhtiar.

    ReplyDelete
  133. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang diajukan oleh saudara Ivone Marlinda yang menanyakan apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?. Menurut saya, setiap pertanyaan itu ada jawabannya. Jika dikatakan bahwa pertanyaan itu tidak ada jawabannya bisa jadi bahwa kita belum memiliki ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk memahami dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  134. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Selain itu, saya juga tertarik dengan pertanyaan yang diajukan oleh saudari Ai Sadidah, yaitu
    "Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?". Menurut saya, wadah dan isi merupakan dua hal yang saling "berpasangan". Wadah tercipta sebab ada isi yang akan diletakkan pada tempat tertentu. Dengan kata lain, untuk menyimpan suatu isi diperlukanlah tempat, yang disebut sebagai wadah. Wadah tanpa isi itu tidak ada gunanya, pun isi tanpa wadah itu juga tidak dapat tersimpan. Wadah yang ada haruslah sesuai dengan isi. Wadah dan isi itu ibarat kunci dan gembok (lock and key).

    ReplyDelete
  135. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang disebutkan oleh Umi Hasanah Latifah, yaitu untuk dijelaskan hubungan antara ikhtiar dan takdir. Seperti yang kita ketahui, bahwa kita hidup dan tinggal di diunia ini itu sudah ada yang mengatutr, yaitu Allah SWT. Allah telah menetapkan segala sesuatu didalam hidup kita menjadi suatu takdir, yaitu takdir bagaimana ia hidup atau mati, takdir siapa yang menjadi jodohnya, takdir bagaimana rejekinya, takdir bagaimana jalan hidupnya dll. Semua kehidupan memang sudah diatur oleh Allah, namun jangan salah bahwa sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang hanya berpangku tangan menerima segalanya, jadi sebagai manusia wajib untuk berikhtiar, misalnya walaupun rejeki sudah diatur sebagai takdir, namun kita tetap berikhtiar dan berusaha yang diiringi dengan doa, pasti Allah akan menghargai usaha kita dan bisa saja memperbaiki takdir kita.

    ReplyDelete
  136. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof untuk pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang sudah dibagikan kepada kami. Menanggapi pertanyaan nomor 5 mengenai apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Menurut saya setiap pertanyaan mempunyai jawabannya terlepas dari dari jawabanya itu benar atau salah. Jawabanya itu berasal dari pemikiran dari sang penanya sebenarnya. Karena meraka tahu bahwa mereka tidak tahu makanya mereka mengajukan pertanyaan.

    ReplyDelete
  137. Agnes Teresa Panjaitan
    s2 pendidikan matematika A 2018
    18709251013

    saya tertarik dengan pertanyaan nomor 5, karna saya juga pernah bertanya hal yang sama pada diri sendiri. Saya tidak tau jawaban pastinya, tapi saya rasa setiap pertanyaan memiliki jawaban. tapi setiap jawaban dari pertanyaan punya waktu dalam terjawabnya, kalau belum terjawab berarti harus menunggu jawaban yang tepat, adapula pertanyaan yang jawabannya fleksibel artinya bergantung pada perubahan yang terjadi sehingga tidak bisa langsung dijawab, ada pertanyaan yang mutlak, artinya jawabannya hanya satu sehingga dapat dijawab dengan lebih cepat.

    ReplyDelete
  138. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 Kls A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Saya tertarik dengan pertanyaan Saudari Ivone Marlinda yaitu apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Belum tentu karena setiap pertanyaan yang cerdas pasti akan menemukan jawaban yang cerdas juga. Begitu juga sebaliknya pertanyaan yang tak perlu dijawab pasti tak ada yang menjawab. Pada Ilmu bahasa Indonesia ada materi mengenai kalimat tanya tak bertanya. Kalimat yang mengandung pertanyaan namun tidak perlu untuk dijawab atau sudah mengetahui jawabannya. Misalnya, apakah kita bisa hidup tanpa menghirup oksigen? Orang yang bertanya tersebut sudah mengetahui jawabannya. Manusia pasti membutuhkan oksigen untuk bernafas dan melanjutkan hidup. Selain itu jika kita bertanya pada diri sendiri, mungkin pertanyaan itu tak terjawab dengan lisan. Namun hati dan pikiran yang akan bereaksi dan direalisasikan dengan perbuatan. Jadi kesimpulannya setiap pertanyaan belum tentu mempunyai jawaban.

    ReplyDelete