Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PMP2TK 2014




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PMP2TK) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 15.40 sd 17.20 di R. 106 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Muhammad Afdhal:
Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?

2. Fitria Habsah:
Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?

3. Choirul Mahmudah:
Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?

4. Umi Hasanatul Latifah:
Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?

5. Ivone Marlinda:
Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?

6. Asdar:
Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?

7. Fitraning Tyas:
Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?

8. Ai Sadidah:
Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?

9. Anggraeni Ratna:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?

10. Bukhori:
Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?

11.Hadi Sutrisno:
Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?

12. Aji Wibowo:
Bagaimana hubungan antara Etik-Etik dan Estetika-estetika yang ada di seluruh Dunia?

13. Ririn Aprianita:
Pancasila itu termasuk Filsafat apa?

14. Anggoro Eko Yuni Cahyono:
Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?

15. Desiana Margayanti:
Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?

16. Dwi Cahya Sari:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?






47 comments:

  1. Pertanyaan yang menginspirasi dari mahasiswa PMP2TK 2014 tentang hubungannya dengan filsafat. Pertanyaan yang datang dari seorang manusia tentang pandangan filsafat mengenai unsur-unsur dalam kehidupan. Keingintahuan yang mendalam tentang filsafat dengan ilmu lain seperti psikologi. Keingintahuan mahasiswa mengenai Arti atau makna dari nilai-nilai kebaikan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  2. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menurut saya berikut adalah hubungan yang ditunjukkan antara relatif dan absolut. Jika melihat definisi dari masing-masing absolut dapat diartikan sebagai cara pandang yang meyakini bahwa sesuatu itu mutlak tidak ada keraguan lagi didalamnya serta tidak ada pembanding yang dapat melemahkan posisinya untuk tidak absolut lagi. Sedangkan relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut. Relatif dikatakan demikian karena kebenaran yang diungkapkan tergantung dari sudut pandang mana ia mengungkapkan kebenaran tersebut.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan Choirul Mahmudah. Cara menembus ruang dan waktu adalah dengan meningkatkan kualitas diri yaitu dengan jalan terus menggali ilmu. Seseorang yang berilmu mampu menempatkan sesuatu pada ruang dan waktu yang tepat sehingga terciptanya harmoni kehidupan. Maka agar tidak terperangkap seperti belalang maka jadilah dewa yang berhasil menembus ruang dan waktu yaitu dengan tidak pernah bosan belajar.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berbicara tentang relatif dan absolut maka menurut saya tergantung subyeknya. Subyek dari relatif adalah manusia. Jangankah orang yang satu dan yang lainnya, diri kita yang kemarin dengan sekarang saja bisa memiliki pemikiran yang berbeda maka menghasilkan pandangan yang berbeda, sehingga segala sesuatu yang bersumber dari manusia bersifarelatif. Sedangkan absolut hanyalah milik Tuhan yang mahakuasa semata. Maka agar kita dijauhkan dari kebimbangan maka kita harus senantiasa memohon petunjuk dari Nya.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017



    Menanggapi pertanyaan dari Saudari Umi Hasanatul mengenai perbedaan ikhtiar dan takdir, menurut saya adalah sebagai berikut, ikhtiar adalah usaha yang dapat kita lakukan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semua orang bisa berikhtiar sesuai dengan kemampuan masing-masing, terlepas nantinya ikhtiar tersebut akan berujung sesuai harapan atau tidak. Namun takdir adalah ketetapan, artinya bahwa apa yang telah dikehendaki untuk menjadi takdir apapun keadaannya pasti akan terjadi. Perbedaan kedua adalah subjeknya. Ikhtiar dilakukan oleh manusia, sedangkan takdir ditetapkan oleh Allah. Namun Allah pernah berfirman “Allah tidak akan merubah takdir suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri” Dari firman tersebut jelas bahwa manusia wajib untuk berikhtiar.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pertanyaan yang menarik dari mbak Ivone Marlinda (no 5). Saya ingin mencoba menanggapinya. Iya, menurut saya setiap pertanyaan mempunyai jawaban. Hanya saja tidak semua jawaban perlu diuraikan. Terkadang jawaban itu terkandung secara eksplisit maka kita harus mampu menemukannya. Diam pun bisa jadi jawaban. Maka di samping kita harus bersikap bijak dalam bertanya, kita juga dituntut untuk kritis dalam menterjemahkan jawaban karena perkembangan semakin menuntut individu semakin cerdas.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hubungan antara ikhtiar dan takdir adalah bagaikan hubungan usaha dan hasil. Usaha tidak akan menghianati hasil. Takdir manusia tergantung dari apa yang diupayakan oleh manusia itu sendiri, kecuali takdir yang sudah tidak bisa disangkal lagi seperti kapan dia akan lahir dan kapan akan mati. Wallahu alam. Kita hanya bisa berikhtiar, dan Allah lah yang menentukan takdir kita.

    ReplyDelete
  10. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kekuatan akal dan indera manusia mampu melahirkan berbagai jenis ilmu tentang alam dan kehidupan, seperti ilmu sains, astronomi, kedokteran, teknologi informasi dan sebagainya. Semua jenis ilmu itu dibentuk berdasarkan perjalanan hukum sebab-akibat. Umumnya, para filosof meyakini hukum kausalitas (sebab-akibat) sebagai hukum yang mengatur alam semesta. Pembicaraan tentang hukum sebab akibat ini walaupun dibolak balik rumus dan teorinya tetapi dalam satu hal haruslah selalu sama karena setiap akibat memerlukan sebuah sebab efisien yang memadai untuk menjelaskan kenyataan baru.

    ReplyDelete
  11. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Terkait pertanyaan nomor 5 yaitu apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Mungkin iya mungkin tidak tetapi jika setiap jawaban yang logis tanpa disertai bukti hanya bersifat opini sedangkan jawaban yang tidak logis sekalipun jika didukung dengan fakta yang nyata maka itu bisa dijadikan jawaban yang tepat. Tetapi tidak semua pertanyaan berjodoh dengan jawaban. Dan untuk memahaminya kita hanya butuh untuk merasakan untuk membuka seluruh panca indera agar melihat proses sebagai bagian penting dari sebuah tujuan.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017
    Terkait dengan pertanyaan perbedaan relative dan absolut, relative adalah segala hal yang terjadi di dunia, alam kenyataan. Relative artinya bersifat beragam plural, dan itu hanya terjadi di dunia, kenyataan. Sedangkan absolut berkaitan dengan alam pikiran, monoism, idealism, hanya terjadi di alam pikiran

    ReplyDelete
  13. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pada artikel ini, saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 15 terkait "Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?". Saya rasa kebaikan tertinggi menurut filsafat itu relatif, karena sesuatu yang baik belum tentu benar dan perlu diuji kebenarannya. Baik bagi kita belum tentu baik bgi orang lain, begitu pula sebaliknya. Baik hari ini, belum tentu baik kemarin ataupun esok hari.

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa pada artikel ini, saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 15 terkait "Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?". Saya rasa kebaikan tertinggi menurut filsafat itu relatif, karena sesuatu yang baik belum tentu benar dan perlu diuji kebenarannya. Baik bagi kita belum tentu baik bgi orang lain, begitu pula sebaliknya. Baik hari ini, belum tentu baik kemarin ataupun esok hari.

    ReplyDelete
  15. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan dari Ivone Marlinda: “Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?” seperti yang pernah dijelaskan oleh Bapak pada pertemuan perkuliahan, bahwa setiap pertanyaan mempunyai jawaban, karena tidak menjawab pun adalah sebuah jawaban. Namun tidak semua hal bisa dipertanyakan.

    ReplyDelete
  16. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 8 oleh Ai Sadidah yakni tentang bagaimana hubungan wadahdan isis dalam filsafat. Wadah ialah segala bentuk fisik yang dapat dilihat atau diindera oleh panca indera manusia. Contohnya seorang mahasiswa ada yang badannya tinggi ada yang pendek, ada yang rambutnya lurus ada keriting, ada yang selalu wangi ada yang bau kecut, ada yang suaranya nyaring ada yang lirih. Sedangkan isi ialah apa yang ada dalam wadah dan menjadi jati diri sesungguhnya dari individu atau hal tertentu. Contohnya mahasiswa ada yang mudah menyerap ilmu perkuliahan ada yang lamban, ada yang berpikirnya selalu positif thinking ada yang negative thinking. Tentu saja selain individu setiap yang ada di dunia ini memiliki wadah dan isi.

    Wadah yang sesuai ialah yang mencerminkan isisnya, sedangkan isi yang sesuai ialah yang mencerminkan wadahnya. Karena wadah belum tenetu sam adengan isi dan sebaliknya. Segala sesuau yang baik tentu saja bergantung pada wadah dan isisnya. Apakah keduanya baik dan sesuai atau tidak. Selain kesesuaian hubungan antara wadah da nisi juga proses memperolehnya. Jika wadah dan isinya baik teteapi proses yang dijalani kurang baik, maka akan sama saja merusak wadah dan isi tersebut.

    ReplyDelete
  17. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A

    1. Ikhtiar dan takdir dalam filsafat dapat dipahami sebagai vital dan fatal. Vital adalah usaha kita dalam mendapatkan sesuatu, sedangkan fatal adalah kondisi pasrah kepada Sang Maha Kuasa atas hasil yang diperoleh. Seperti yang saya imani ada takdir yang pasti dan takdir yang dapat diubah. Takdir yang pasti itu salah satu contohnya adalah kematian. Hal ini menjadi sebuah kepastian yang sudah dituliskan dan hanya Allah yang tahu kapan akan terjadi. Lain halnya dengan takdir yang dapat diubah disini manusia masih punya peran untuk berusaha mengubah takdirnya, sebagai contoh rezeki. Sesuai janji Allah bahwasanya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali ia mengubah nasibnya sendiri. Jadi sebagai manusia wajib hukumnya bagi kita untuk selalu berusaha, terkait hasil itu murni kuasa Allah.

    ReplyDelete
  18. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A


    2. Selanjutnya terkait pertanyaan relatif dan absolut, saya ingin menanggapinya sebagai filsafat yang memperhatikan ruang dan waktu dan kuasa Tuhan. Filsafat bersifat relatif artinya sesuai dengan ruang dan waktu contohnya 3x4 dalam objek pikir matematika adalah 12. Namun dalam hemat seorang tukang foto maka 3x4 adalah 8000. Artinya tidak ada yang pasti di dunia ini. Satu-satunya kepastian datangnya dari Allah. Maka dari itu kuasa Tuhan bersifat absolut.

    ReplyDelete
  19. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    3. Dimensi tertinggi dalam filsafat adalah spiritual. Artinya kebaikan tertinggi datangnya dari Allah. Perlu dipahami bahwa apa-apa yang bersumber dari Allah itu baik. Sebagai manusia kita perlu yakin akan hal tersebut. Dalam ruang lingkup filsafat kita boleh menanyakan hal apa pun. Namun apabila sudah sampai pada level spiritual maka kita perlu kembali kepada keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala apa yang ada dan yang mungkin ada di muka bumi ini. Jadi agar tidak menyimpang ketika belajar filsafat kita perlu menyadari batasan tersebut. Jangan sampai kebingungan dalam pikir turun ke dalam hati.

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan daftar pertanyaan yang dibuat diatas, menyadarkan saya bahwa filsafat mampu menjawab segala sesuatu yang ditanyakan siswa. Karena sebaik baiknya mencari ilmu adalah dengan bertanya, maka pertanyaan tersebut merupakan gerbang utama kita untuk mengetahui informasi baru yang akan beruabh menjadi pengetahuan baru unutk kita semua.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 3 dari Choirul Mahmudah: Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu? Menurut saya yaitu dengan menimba ilmu pengetahuan guna menambah wawasan. Sejalan dengan itu, menjadikan agama sebagai kerangka dalam proses menuntut ilmu. Dengan memiliki ilmu, seseorang dapat menggunakan logikanya dalam rangka menembus ruang dan waktu. Agama sebagai pedoman hidupnya sebagai pijakan yang berisi aturan Allah SWT agar tidak salah dalam menempatkan dirinya sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  22. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 6 dari Asdar: Bagaimana hubungan antara relatif dan absolut? Relatif dan absolut tergantung dari sudut pandang seseorang. Jika masih berbicara dalam ruang lingkup sudut pandang manusia, maka semuanya masih bersifat relatif, karena sudut pandang seseorang dengan yang lain akan berbeda. Karena sebenar-benar absolut adalah kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana cara menembus ruang dan waktu. Sebagai bagian dari objek yang ada dan mungkin ada, maka salah satu cara untuk menembus ruang dan waktu adalah dengan berikhtiar, mengadakan yang ada dan mungkin ada. Sebuah batu pun dapat menembus ruang batu yaitu dengan memproduksi pasir, batu yang lebih besar atau bangunan bertingkat. Manusia dapat menembus ruang dan waktu melalui mengada pula yaitu melalui berkarya dan berpikir. Mohon koreksi jika pemahaman saya masih keliru Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya juga ingin menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan wadah dan isi. Wadah dan isi adalah komponen dasar semua yang ada dan mungkin ada, dan dalam filsafat jika tidak ada wadah, maka tidak ada isi, begitu pula sebaliknya. Di dalam kehidupan fenomena wadah berisi akan terjadi terus-menerus, sebagai contoh ketika kita sedang bermain game tetris di HP, maka tangan akan menjadi wadah dari HP dan HP adalah isinya, akan tetapi HP itu sendiri akan menjadi wadah bagi program-program di dalamnya, dan program-program di dalam HP itu juga akan menjadi wadah bagi game tetris, dan seterusnya. Sehingga wadah dan isi adalah dua hal yang saling terikat satu sama lain. Mohon koreksi jika pemahaman saya masih keliru Sekian dan terima kasih.
    Wassalamuaperlaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  25. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Di mata kuliah filsafat ilmu ini kita bebas bertanya. Dan disini pula saya menemukan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa. Menyangkut pertanyaan masalah ikhtiar dan takdir. Ikhtiar adalah berusaha semaksimal mungkin, ibaratnya meski hari esok akan kiamat atau berakhir, jika masih ada yang bisa ditanam, maka tanamlah, meski tidak tahu kapan ia tumbuh. Begitu pesan kakek saya. Takdir adalah ketetapan, sedangkan hubungannya dengan takdir yaitu tentu ada ikhtiar di dalam takdir. Yaitu berusaha (ikhtiar) ikhlas dan menerima apa yang sudah ditetapkan.

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 5 dari Ivone Marlinda “Apakah Setiap petanyaan mempunyai jawaban” pertanyaan ini begitu menarik perhatian saya sebab pertanyaan yang sama pernah diajukan di dalam perkuliahan filsafat dan dari pertanyaan ini diperoleh jawaban yang begitu berkesan bagi saya pribadi. Bapak menjelaskan bahwa setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban sebab memilih tidak menjawab pun juga merupakan jawaban, tetapi beliau menyampaikan bahwa tidak semua hal bisa dipertanyakan. misalnya : tidak semua pertanyaan bisa anak tanyakan kepada orang tuanya apalagi yang sifatnya pribadi.

    ReplyDelete
  27. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 4 tentang hubungan antara ikhtiar dan takdir. Menyakini adanya takdir merupakan salah satu dari rukun iman. Berbicara tentang takdir berarti sedang membahas keyakinan dan keimanan. Percaya terhadap takdir baik atau buruknya sesuatu adalah sesuatu yang harus diyakini dan dipegangi oleh orang-orang yang beriman. Sebagai hambaNya, harus yakin sepenuhnya bahwa takdir Allah menyentuh semua makhluk termasuk manusia. Tetapi keyakinan ini tidak boleh sedikit pun menghalangi untuk terus berikhtiar dan berusaha untuk menggapai apa yang dicita-citakan. Jika tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka jangan pernah berputus asa menyalahkan segalan sesuatunya kepada Allah SWT. Karena Allah SWT lebih mengetahui mana yang terbaik bagi umatNya. Sehingga, tugas manusia hanya berikhtiar. Dan Allah SWT lah yang menentukan hasilnya. Karena kesuksesan akan selalu bersama orang-orang yang berihtiar dan bertawakal pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menembus ruang dan waktu maka kita harus terus-menerus berubah. Bahkan sebuah batu saja dapat menembus ruang dan waktu karena batu hari ini dan batu kemarin berbeda dari segi waktunya. Manusia selalu berubah-ubah dan tidak pernah dapat didefinisikan sama. Kunci utama agar kita menembus ruang dan waktu adalah tidak terjebak di dalam mitos.

    ReplyDelete
  29. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hubungan antara psikologi dan filsafat. Filsafat dapat menegaskan akar historis ilmu psikologi. Psikolog bisa mempelajari teks-teks kuno filsafat tentang refleksi perilaku dan konsep jiwa manusia agar semakin memahami akar historis ilmu mereka, serta persoalan apa saja yang ada di dalamnya. Filsafat juga menjadi landasan berpikir aliran-aliran dalam psikologi seperti:
    1. Psikologi behaviorisme didasari oleh positivisme yang berakar pada empirisisme dan pengalaman.
    2. Psikologi Gestalt dapat diamati dengan fenomenologi.
    3. Psikoanalisa didasari oleh determinisme dan positivisme.
    4. Psikologi kognitif memiliki dasar rasionalisme.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  30. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Perbedaan antara ilmuwan dan filsuf. Filsuf adalah orang yang menguasai ilmu filsafat. Sedangkan ilmuwan adalah orang yang menguasai bidang ilmu sains tertentu. Seorang filsuf adalah mereka yang berpikir dengan teliti dan menurut aturan yang pasti dalam artian tidak boleh melanggar aturan berpikir yang telah dibuatnya sendiri (aturan berpikir dapat juga dikatakan sebagai prinsip). Seorang filsuf berpikir secara rasional, komperhensif, radikal, dan universal. Filsuf harus melihat sesuatu dari berbagai sudut sebelum mengemukakan sesuatu dan argumennya tidak boleh saling bertentangan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  31. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Seorang ilmuwan adalah mereka yang menguasai ilmu sains yang pada dasarnya berpikir secara empiris, sistematik, obyektif, analistis, dan verifikatif. Mereka pada dasarnya menguasai ilmu secara mendalam dan terperinci, merumuskan masalah secara logis berdasarkan pengamatan atau percobaan. Ilmuwan bisa saja berhipotesa untuk membantu percobaan atau pengamatannya terhadap sesuatu tetapi tidak boleh terlalu mempercayai hipotesanya sendiri sebelum menemukan kebenaran secara terperinci.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  32. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan oleh saudara Bukhori tentang persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf. Kesamaan antara keduanya adalah mereka sama-sama seorang ahli, ahli di bidangnya masing-masing. Maka dengan demikian dapat kita katakan perbedaannya keduanya adalah bidang keahliannya. Ilmuwan adalah orang yang menguasai bidang ilmu sains tertentu, sedangkan filsuf adalah orang yang menguasai ilmu filsafat. Dari bidang keahlian mereka dapat kita lihat bahwa keduanya berbeda sebab yang menjadi objek pikir merekapun berbeda.

    ReplyDelete
  33. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207


    Pertama, saya ingin menjawab pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir. Takdir adalah ketetapan Ilahi. Namun, walau nasib manusia telah ditetapkan atau ditentukan, manusia harus tetap melakukan ikhtiar dan usaha bukan hanya diam merenung dan menunggu datangnya nasib. Manusia tetap dituntut untu berusaha secara optimal untuk memperoleh sesuatu yang terbaik baginya.
    Setiap usaha maupun ikktiar yang telah dilakukan manusia akan dan pasti dihargai oleh Allah SWT. Semua memang telah di atur oleh Allah, yang terpenting adalah kita sebagai manusia selalu ikhtiar dan berdoa serta selalu taat kepada perintah Allah agar mendapat ridha-Nya.

    ReplyDelete
  34. Kedua, saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang hubungan antara Psikologi dan Filsafat. Menurut sepengetahuan saya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau tingkah laku manusia. Sedangkan filsafat adalah yang mempelajari atau mengkaji segala yang ada dan mungkin ada. Dari segala yang ada dan mungkin ada itu salah satunya adalah tentang manusia itu sendiri. Filsafat dapat mengkaji tentang pertanyaan-pertanyaan hidup manusia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga ada dalam psikologi.

    ReplyDelete
  35. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita akan mengerti akan pengetahuan yang kita peroleh bermanfaat atau tidak dengancara kita memberikan pengetahuan tersebut sesuai dengan pemahaman diri sendiri maupun sesuai denagn pemahaman orang lain. karena jika pengetahuan yang kita berikan berdasarkan pengetahuan yang kita fahami saja, maka hal tersebut akan memberikan banayk sekali antithesis dari thesis yang kita lontarkan. Namun jika berdasarkan pada apa yang diketahui oleh orang lain, maka pengetahuan tersebut akan mudah diterima karena sesuai dengan pemahaman si objek tersebut.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  36. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    disini saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari Choirul Mahmudah: "Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?", menurut saya cara untuk menembus ruang dan waktu adalah dengan memposisikan diri kita sesuai dengan kejadian pada saat itu, mencoba untuk masuk dalam dunia tersebut.

    ReplyDelete
  37. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kebaikan tertinggi menurut saya adalah kebaikan yang kita lakukan dengan tidak mengharap pamrih, kebaikan yang kita lakukan dengan dasar keikhlasan, yang tidak mementingkan diri kita sendiri. sebaik-baiknya hidup adalah bagaimana hidup kita bermanfaat untuk orang lain. karena prinsip saya adalah bagaimana saya bisa bermanfaat bagi orang lain, bukan bagaimana orang lain bermanfaat bagi saya.

    ReplyDelete
  38. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa hubungan ikhtiar dengan takdir. Dalam kehidupan beragama, mempercayai takdir yang datangnya dari Allah merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman yang menjadi dasar dari kepercayaan agama Islam. Percaya takdir Allah, baik atau buruk, merupakan turunan atas komitmen seorang muslim atas keimanan seseorang kepada Allah. Takdir merupakan otoritas Allah dan manusia tidak memiliki kebebasan, sedangkan dalam ikhtiar manusia memiliki kebebasan. walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, bukan berarti manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa ada usaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha dan dilarang berputus asa. Dengan arti lain, manusia dituntut untuk berusaha agar memperoleh yang terbaik baginya. Berhasil atau tidak upaya yang dilakukan, biarkan takdir yang berjalan

    ReplyDelete
  39. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terhadap pertanyaan no 8, mengenai hubungan antara wadah dan isi. Menurut saya wadah adalah batasan dari kemampuan menampung sesuatu, sedangkan isi adalah banyaknya hal yang akan ditampung di dalam wadah. Sebagai mana seseorang mungkin saja memiliki wadah atau kapasitas yang besar dalam artian dia bisa menerima ilmu yang banyak, namun tidak memiliki isi yang banyak pula karena keinginan untuknya menambah ilmu tidak sebesar kapasitasnya, sehingga dalam masalah ini. wadah adalah pemberian, dan isi adalah usaha.

    ReplyDelete
  40. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    dari satu orang saja sebenarnya sudah terhimpun berbagai macam pertanyaan terkait filsafat. apalagi dari banyak kepala. sedangkan macam-macampertanyaan itu saling melengkapi, yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh si A, menjadi ada di pikiran si A setelah mendengar pertanyaan si B, dan begitu seterunya.

    ReplyDelete
  41. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Dialektika pengetahuan memang muncul dari pertanyaan-pertanyaan yang logis. Awal dari proses untuk mengungkap kebenaran adalah dari sikap skeptis dan muncullah pertanyaan-pertanyaan filosofis sebagaimana yang ditanyakan dalam tulisan bapak di atas. Saya meyakini bahwa, pertanyaan-pertanyaan yang bapak sajikan di atas adalah pertanyaan-pertanyaan pilihan yang bapak anggap logis.

    ReplyDelete
  42. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?
    Saya memang tak begitu mengerti mengenai Kisah Mahabarata. Menonton di televisi pun tak pernah. Dulu waktu SMA, guru Bahasa Indonesia sayalah yang sering menceritakannya. Tapi, itupun saya sudah lupa. Yang jelas, baik dan buruk, benar dan salah itu relatif. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Apa yang baik untukku, belum tentu baik untukmu. Apa yang baik untukmu, belum tentu baik untukku. Yang mampu menilai segala kebaikan dan keburukan kita secara absolut hanyalah Tuhan saja.

    ReplyDelete
  43. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan tentang “apakah semua pertanyaan memiliki jawaban?”
    Menurut saya, semua pertanyaan selalu memiliki jawaban. Perkara jawabannya adalah “tidak tau” itu permasalahan yang beda. Karena “tidak tau” atau bahkan tidak menjawab pun termasuk dalam jawaban. Justru yang berbeda adalah tidak semua bisa ditanyakan. Karena kita perlu melihat ruang dan waktunya. Pertanyaan yang tidak sesuai ruang dan waktunya adalah tidak sopan.

    ReplyDelete
  44. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan mengenai apa kebenaran tertinggi dalam filsafat. Menurut persepsi saya kebenaran tertinggi dalam filsafat adalah pikiran para filsuf. Setiap filsuf memiliki pikirannya masing-masing, sehingga ada banyak sekali aliran filsafat. Kebaikan tertinggi menurut setiap aliran ini berbeda-beda, ada yang mendengungkan kebaikan dari kebermanfaatannya, kebaikan dari keilmiahannya, kebaikan dari kebahagiaannya dasb. Artinya dalam filsafat itu, kebaikan bersifat relatif. Dalam dimensi yang lebih tinggi, yakni spiritual, kebaikan tertinggi adalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  45. Selain itu, saya juga tertarik untuk menanggapi pertanyaan perihal hubungan ikhtiar dan takdir. Menurut yang saya pahami di agama saya, ada takdir yang memang sudah menjadi ketetapan dan tidak dapat berubah seperti mislanya kematian, namun ada takdir yang bisa diubah seperti misalnya jalan hidup. Cara merubah takdir salah satunya adalah melalui ikhtiar dan doa. Oleh sebab itu diperintahkan untuk menyeimbangkan ikhtiar dan doa.

    ReplyDelete
  46. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    "Saya akan mencoba untuk berpendapat untuk pertanyaan berikut ini.
    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Saya berpendapat bahwa bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat atau kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita. Aamiin"

    ReplyDelete
  47. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Saya berpendapat bahwa bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu bukanlah modal yang utama. Modal yang utama adalah niat atau kemauan. Dengan niat dan kemauan maka akan mengalahkan semuanya, bahkan jika itu merupakan bakat seseorang. Akan tetapi, dari semua itu akan lebih baik lagi jika bakat sudah ada dan diimbangi dengan niat atau kemauan yang kuat. Mari selalu sertakan niat atau kemauan yang ikhlas dan kuat dalam setiap kita berpikir atau mengerjakan sesuatu.

    ReplyDelete