Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PMP2TK 2014




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PMP2TK) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 15.40 sd 17.20 di R. 106 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Muhammad Afdhal:
Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?

2. Fitria Habsah:
Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?

3. Choirul Mahmudah:
Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?

4. Umi Hasanatul Latifah:
Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?

5. Ivone Marlinda:
Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?

6. Asdar:
Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?

7. Fitraning Tyas:
Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?

8. Ai Sadidah:
Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?

9. Anggraeni Ratna:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?

10. Bukhori:
Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?

11.Hadi Sutrisno:
Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?

12. Aji Wibowo:
Bagaimana hubungan antara Etik-Etik dan Estetika-estetika yang ada di seluruh Dunia?

13. Ririn Aprianita:
Pancasila itu termasuk Filsafat apa?

14. Anggoro Eko Yuni Cahyono:
Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?

15. Desiana Margayanti:
Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?

16. Dwi Cahya Sari:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?






66 comments:

  1. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Terkait dengan pertanyaan “Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?”, bahwasannya wadah sendiri adalah isi dan isi adalah wadah itu sendiri sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. Sebagai contohnya, ketika meminum air teh hangat pastinya butuh wadah dan isi tanpa wadah kita tidak dapat meminumnya, dan demikian pula sebaliknya hanya ada wadah tetapi tanpa isi maka tiadalah yang dapat kita minum. Jadi wadah dan isi selalu berhubungan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Menurut pendapat saya setiap pertanyaan tentunya mempunyai jawaban. Apa arti sebuah pertanyaan jika tanpa jawaban. Setiap orang yang mengajukan pertanyaan, tentunya mempunyai harapan bahwa apa yang ditanyakan tersebut akan dijawab atau mempunyai jawabannya. Terlepas dari pertanyaan tersebut berbobot atau tidak, pertanyaan timbul karena keingintahuan seseorang akan suatu hal. Setiap pertanyaan yang ditanyakan tentunya mempunyai maksud agar diperoleh jawaban yang bisa memberi rasa puas terhadap keingintahuan sesorang.
    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 11 yaitu Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    Sumber-pengetahuan intinya adalah mengacu kepada pendapat paa filsuf. Menurut Dr. Akhyar Yusuf Lubis dalam bukunya “Filsafat Klasik Hingga Kontemporer” menyatakan Sumber pengetahuan adalah apa yang menjadi titik tolak atau apa yang merupakan objek pengetahuan itu sendiri. Dalam sejarah Filsafat, Plato adalah seorang filsuf rasionalisme klasik (Tokoh modern rasionalisme adalah Descartes, Spinoza, Leibniz). Tokoh rasionalisme berpandangan bahwa sumber pengetahuan yang terpercaya adalah rasio (akal). Pengetahuan menurut kaum rasionalisme bersifat a priori yaitu pengetahuan tanpa melalui pengalaman. Cara kerjanya adalah berdasarkan penalaran deduktif, logis dan matematis.
    Sementara, Aristoteles adalah tokoh empirisme klasik yang bersebrangan dengan Plato (Tokok emprisme modern adalah Franncis Bacon, John Locke, Berkley, David Hume). Tokoh empirisme menyatakan ilmu pengetahuan harus didasarkan atas metode empiris-eksperimental sehingga kebenarannya dapat dibuktikan. Sedangkan, Immanuel Kant adalah tokoh yang menolak posisi ekstrem empirisme dan rasionalisme, sehingga Kant mencoba mengatasinya dengan menggabungkannya (menyintesiskannya) keduanya. Sehingga jika ditanya bagaimana pembenaran pengetahuan? Maka jawabannya akan bergantung kepada beberapa pendapat filsuf diatas, tergantung kepada aliran filsuf mana kita memihak dan konteks pengetahuan apa yang akan dibenarkan tersebut. Namun terdapat banyak teori kebenaran pengetahuan seperti teori kebenaran korespondensi, koherensi, pragmatis, performatif dan teori kebenaran paradigmatik.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Saya akan mencoba menanggapi tentang kebaikan tertinggi. Manurut saya kebaikan tertinggi adalah suatu keikhlasan. Jika kita melakukan segala sesuatu secara ikhlas, maka pahalanya akan ada dan kita akan mendapatkan manfaat duniawinya juga. Contohnya saja seorang guru yang tulus ikhlas mengajar, dan mengajarkan ilmu yang benar. Ilmu tersebut akan terus dipakai oleh muridnya, bahkan diajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, ilmu yang bermanfaat ini akan terus mengalir pahalanya selama masih ada yang menggunakannya.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Ivoni Marlinda: Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Saya tertarik dengan pertanyaan saudari Ivoni Marlinda tersebut, menurut saya semua pertanyaan itu memiliki jawaban, namun ada jawaban yang tidak dapat langsung kita ketahui. Tidak dapat langsung diketahui bukan karena tidak ada jawaban, namun belum ada jawaban. Pertanyaan itu bisa terjawab oleh waktu, namun pertanyaan itu pasti akan terjawab. Misalnya saja pertanyaan yang terlintas dipikiran kita sebagai manusia biasa, Kapan bisa mendapatkan seorang anak? Kapan kita meninggal? Bahkan Kapan kita menikah? Semua jawaban itu hanya bisa terjawab oleh waktu, namun semua itu pasti akan terjawab. Karena semua jawaban itu hanya Tuhan yang tau akan jawabannya.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pertanyaan Anggraeni Ratna: Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    Menanggapi pertanyaan tersebut, saya mencoba menjawab sesuai kemampuan saya, jika terdapat kesalahan mohon koreksinya. Semua hal yang kita perbuat bisa terlihat, jika kita mendapatkan hasil yang baik, pasti itu juga merupakan akibat dari sesuatu yang kita lakukan secara baik dan benar. Namun jika kita memperoleh hasil yang buruk pun itu semua berasal dari proses yang tidak baik yang dilakukan. Pada dasarnya, kita sebagaim manusia sebaiknya melakukan perbuatan yang baik, proses yang baik, agar kita mendapatkan hasil yang baik pula. Semua memang tergantung kehendak Tuhan, namun percayalah akan Tuhan yang selalu mengawasi semua perbuatan kita, sehingga selalulah melakukan perbuatan baik jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik pula.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?.
    Iya, setiap pertanyaan memang pasti ada jawabannya. Tapi tidak semua pertanyaan memerlukan jawabannya. Jangan paksakan bahwa setiap pertanyaan memerlukan jawabannya. Karena jika dipaksakan, bisa saja itu bukan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan di dunia ini yang apabila kita jawab, akan menjadi salah. Itu semua karena keterbatasan manusia. Apa yang diketahui manusia tentang semua yang ada dan mungkin ada sangat-sangat sedikit. Hanya Allah SWT lah yang mampu menjawab semua pertanyaan.

    ReplyDelete
  7. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?
    Segala yang bersifat relatif adalah milik manusia. Dan segala yang absolut adalah milik Allah SWT. Sehebat apapun manusia, ia tidak akan pernah memiliki keabsolutan, misalnya kebenaran absolut, kepastian absolut, dsb.

    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    Hukum sebab akibat dapat diartikan sebagai hukum pertanggungjawaban akan apa yang telah kita lakukan. Hukum sebab akibat berlaku dari awal kehidupan setiap manusia. Dikarenakan kita hidup, maka kita harus memilih. Karena memilih, maka engkau harus bertanggungjawab akan pilihanmu itu. Karena bertanggungjawab, maka ada konsekuensi yang baik ataupun buruk yang akan diterima. Karena adanya konsekuensi, maka engkau harus mempunyai kesiapan. Begitulah seterusnya. Semua itu merupakan wujud hukum sebab akibat. Hidup setiap manusia pasti terikat dengan hukum sebab akibat.

    ReplyDelete

  8. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya tertarik dengan sebuah pertanyaan dari saudari Desiana Margayanti menanyakan Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat? Kita tahu bahwa hidup di dunia ini karena ada suatu pencipta yaitu Allah SWt bahwa kita hanya manusia biasa yang banayak dosa, sebagai manusia biasa kita pasti memiliki kesalahan karena tidak ada mansuai yang sempurna. Nabi Muhammad saw saja sebelum meninggal meminta maaf apabila selama hidupnya dalam menyampai wahyu Nya ada keslahan. Kita pandang saja Nabi Muhammad saw adalah kekasih yang snagat disayangi oleh Allah SWt saja meminta maaf artinya memiliki kesalahan arti meiliki kekurangan kita umatnya pasti memiliki kekuranagn karena kesempurnaan hanya milik Allah. Berbicara tentang kebaikan tertinggi menurut filssfat adalah kebaikan pada tahap spirtual yanag dnegan kata lain adalah kebaikan tertingga adlaah sang maha kuasa snag maha agung yang sifat Maha hanya dimilik Nya adalah Allah SWT tuhan seru sekalian alam.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menanggapi pertanyaan dari saudara Muhammad Afdhal:
    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Ada pendapat yang berbeda tentang bakat. Ada orang berpendapat bahwa bakat merupakan anugerah yang patut disyukuri karena bakat merupakan bawaan sejak lahir atau dipengaruhi oleh genetik ayah dan ibu. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa bakat timbul karena sering melihat orang lain melakukannya dan kita tertarik kemudian berlatih. Bakat setiap orang juga bermacam-macam. Menurut saya memang benar bakat timbul karena sering berlatih karena bakat harus dikembangkan. Dengan berlatih kita bisa menjadi orang berbakat dalam suatu bidang tertentu.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menanggapi pertanyaan dari Asdar
    Bagaimana hubungan antara relatif dan absolut?
    Saya akan menjelaskannya menggunakan tentang objek pikir. Objek pikir bersifat tetap (absolut) dan berubah (relatif). Sesuatu yang berubah itu adalah kenyataan, berbagai pengalaman atau dikenal dengan empiris. Sedangkan yang tetap adalah kodrat seperti pagi akan ketemu pagi lagi. Maka dapat kita katakan bahwa yang bersifat absolut itu adalah segala yang menjadi milik manusia. Sedangkan sifat absolut hanyalah milik Allah SWT. Manusia tidak akan pernah mencapai kebenaran absolut. Sehingga segala sesuatu yang masih merupakan urusan manusia dan dunia itu relatif sedangkan urusan Allah SWT itulah yang sesungguhnya absolut.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya tertarik dengan pertanyaan saudara Dwi Cahya Sari tentang pergulatan antara baik-buruk dan benar-salah. Dalam filsafat, nilai kebenaran tentang suatu pengetahuan itu bersifat relative, artinya dari sudut pandang dan bagian ruang waktu mana kita melihatnya. Misalnya saja tentang kebenaran pengetahuan, pengetahuan bisa dianggap benar jika koheren dalam matematika misalnya. Atau benar jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (praktis). Kemudian mengenai baik dan buruk, bergantung dari pandangan/ aliran mana melihatnya. Jika dipandang dari aliran religiosme, maka baik jika perbuatannya sesuai dengan kehendak Tuhan dan sebaliknya. Jika dipandang dari aliran idealism, maka baik jika sesuai dengan akal pikiran dan sebaliknya.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?
    Kebaikan tertinggi menurut filsafat adalah hanya mutlak dimiliki oleh Tuhan. Sebaik – baiknya ciptaanNya pasti memiliki keburukan sekecil apa pun itu. Tak terbebas oleh ruang dan waktu kebaikan dari seorang manusia. Namun tidak untuk Tuhan yang absolut kebaikanNya.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    Menurut filsafat sumber ilmu khususnya matematika bersumber dari akal (rasional), pengalaman (empiris) dan intuisi. Tiga hal tersebut dapat dikembangkan, dapat saling berkaitan dan membutuhkan antara satu sama lain. Untuk mendapatkan pembenarannya tak terlepas dari kebebasan ruang dan waktu dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  14. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Penjelasan saya mengenai ikhtiar dan takdir adalah seperti ketika minum kopi, gula dikatakan sebagai ikhtiar dan kopi adalah takdir. Ketika kita membuat kopi yang enak maka terdapat perpaduan antara kopi dan gula yang pas, jika kebanyakan gula maka akan terasa sangat manis, dan bila kebanyakan kopi maka ia akan tetap terasa seperti kopi. Maka ikhtiar juga begitu. Ikhtiar adalah upaya kita untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita, sedangkan takdir adalah ketetapan Allah sebagai pencipta dan tidak dapat dirubah ketentuannya. Namun takdir dapat diupayakan, siswa yang ingin lulus cepat harus ikhtiar dalam belajar dan melaksanakan tugasnya terlepas dia akan lulus cepat atau tidak itu adalah takdir.

    ReplyDelete
  15. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana cara menembus ruang dan waktu? Menurut pandangan saya adalah dengan cara berfikir. Karena sebenar-benar filsafat adalah berfikir tentang apa yang ada di dalam fikiran dan apa yang ada diluar pikiran. Segala yang ada dan mungkin ada itu berdimensi dan bergantung pada ruang dan waktunya masing masing. Sehingga untuk menembus ruang dan waktu, perlu dilihat pemikiran-pemikiran yang terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  16. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    8. Ai Sadidah
    Bagaimana hubungan antara wadah dan isi?

    Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia, sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya diantaranya yaitu beriman kepada Allah SWT dan memanfaatkan alam semesta. “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya. (QS al-Hijr ayat 19-20). Untuk menjadikan realitas kealaman dapat dimanfaatkan oleh manusia, Allah telah membekalinya dengan potensi akal. Semua ini diberikan oleh Allah adalah sebagai bekal untuk menjadikan alam semesta sebagai media membentuk kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Proses pemanfaatan alam semesta dalam kehidupan manusia diwujudkan dengan perbuatan dan aktivitas riil yang memiliki nilai guna. Alam semesta ini sebagai wadahnya, tidak lain isinya ialah sikap kita dalam memanfaatkan potensi yang sudah kita miliki.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    saya mencoba untuk menanggapi pertanyaan dari saudara Hadi Sutrisno:
    Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    menurut saya segala sumber ilmu berasal dari alam. dunia yang kita tempati memiliki banyak teka teki yang membuat kita mempertanyakan hal yang belum kita pahami, sehingga kita mulai berpikir darimana datangnya hal tersebut. dengan mulainya kita berpikir dan mencoba menghubungkan sebab akibat dan menjawab pertanyaan tersebut dengan logika yang dapat dibuktikan kebenarannya, maka itu akan menjadi sebuah ilmu. suatu pembenaran kadang bersifat relatif sesuai dengan ruang dan waktunya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    saya mencoba untuk menanggapi pertanyaan dari saudari Anggraeni Ratna:
    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    sebagaimana yang kita tahu bahwa filsafat memiliki 3 pondasi dasar, yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi. dengan ketiga pondasi ini dapat menjawab hukum sebab akibat. dari mana datang nya suatu ilmu, apa hakikatnya dan apa kebermanfaatannya untuk kita semua. dengan ketiga pondasi ini tentu kita akan membahas apa yang terjadi akibat suatu hal terjadi.

    ReplyDelete
  19. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya tertarik dengan pertanyaan Anggraini Ratna, bagaimana filsafat mampu menjelaskan hukum sebab-akibat? Saya mencobanya, hukum sebab-akibat merupakan landasan awal seseorang dapat berfilsafat dengan mempelajari mengenai dirinya, alam semesta hingga pertanyaan mengenai Tuhan yang Maha mempunyai segalanya. Pertanyaan yang selanjutnya, yang coba ialah bagaimana hubungan antara wadah dan isi. Wadah dan isi dalam filsafat ilmu tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling berhubungan. Wadah dari filsafat ialah diri kita sedangkan isi adalah pengalaman yang telah kita punyai.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hubungan ikhtiar dan takdir. Memang Tuhan telah menciptakan takdir untuk setiap hamba-Nya. Seperti rezeki, jodoh dan kematian. Namun, kita tetap harus berikhtiar, misalnya untuk mendapatkan rezeki kita tidak boleh bermalas-malasan, entah rezeki itu datang atau tidak, sesuai atau tidak dengan kemauan kita, rezeki yang kita terima setelah ikhtiar itulah takdir.

    ReplyDelete
  21. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui blog ini, saya dapat belajar banyak hal. Seperti pada postingan ini, dimana dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa kakak tingkat S2, membuat saya untuk mencari tahu jawabannya sehingg menumbuhkan sikap rasa ingin tahu saya.
    seperti pertanyaan yang diajukan oleh kak Fitria Habsah yaitu Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?
    Setahu saya, pengetahuan seseorang terhadap sesuatu bisa bersifat pengetahuan objektif maupun subjektif sesuai dengan pola pikir seseorang.
    Setelah saya mencari referensi akan hal ini, bahwa Pengetahuan subyektif di jelaskan bahwa pengetahuan yang berasal dari pemikiran diri sendiri mengenai sesuatu dan bernilai benar menurut sang pemikir (kelompok tertentu) namun belum tentu menurut orang lain.
    Pengetahuan obyektif adalah pengetahuan yang berasal dari pemikiran sendiri kemudian di kemukankan kepada orang lain, kemudian terdapat perbaikan-perbaikan dari orang lain dan kemudian kesimpulannya dapat bernilai benar oleh semua orang.
    Bagi saya, baik pengetahuan objektif maupun subjektif sah sah saja bagi setiap individu asalkan tetap pada tempatnya dan tidak berlebih-lebihan.

    ReplyDelete
  22. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selanjutnya, pertanyaan yang dilontarkan oleh saudara Umi Hasanatul Latifah yaitu Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Takdir dan ikhtiar kadang menjadi perdebatan di berbagai kalangan termasuk di umat islam. Mempercayai takdir yang datangnya dari Allah merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman. Akan tetapi menjadi persoalan ketika dikaitkan dengan ikhtiar yang menadi kebebasan manusia, tidak sedikit yang kemudian mengatakan untuk apa saya berbuat baik dan mengikuti perintahNya, padahal nantinya saya ditakdirkan dan dijamin masuk surga.
    Kisah pada masa Khalifah ‘Umar bin Khaththab, rombongan beliau berencana pergi ke suatu desa. Beliau mendengar kabar bahwa di desa yang akan dihampirinya telah mewabah suatu penyakit menular atau Thaun. Akhirnya Sayidina Umar tidak melanjutkan perjalanannya. Keputusan Sayidina Umar ini sempat diprotes oleh sebagian sahabat. Dikatakan, “Hai Amirul Mukminin, apakah Anda lari dari Takdir Allah?” Umar menjawab, “Saya lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.”
    Meskipun Allah telah menentukan segala sesuatunya, tetapi manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar, dan setiap upaya dan usaha dari manusia pasti dihargai oleh Allah.

    ReplyDelete
  23. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Satu pertanyaan yang menarik perhatian saya, adalah dari saudara Ivone Marlinda, yaitu Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Menurut saya, pertanyaan yang sangat sederhana akan tetapi saya pun masih bingung menjawab dengan ilmu nalar maupun ilmu bahasa.
    Singkatnya, hal ini adalah suatu timbal balik. Maksudnya adalah jika ada jalan masuk maka ada jalan keluar. Jika ada pertanyaan maka ada jawabannya.
    Akan tetapi, tidak semua pertanyaan memiliki atau membutuhkan jawaban (retoris). Pada hakekatnya, semua pertanyaan pasti memiliki jawaban. Jikapun tidak maka pertanyaan itulah yang kurang tepat.

    ReplyDelete
  24. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menilik dari pertanyaan saudara Ririn Aprianita, yaitu Pancasila itu termasuk Filsafat apa?
    Berdasarkan sumber yang saya baca, Filsafat pancasila dapat diartikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian secara mendasar dan menyeluruh.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan sumber-sumber ilmu dan bagaimana pembenarannya. Dalam hal ini saya akan mempersempit cakupannya sebagai pendekatan pembelajaran matematika. Dalam buku K. Gravemeijer terdapat 4 pendekatan pembelajaran matematika yakni strukturalistik, empiristik, realistik dan mekanistik. Gravemenijer mengklasifikasikannya berdasarkan pendapat Adriam Treffers. Strukturalis memandang matematika bersumber dari pikiran sehingga kuat dalam hal matematisasi vertikal. Empiris memandang sumber belajar matematika benda konkret sehingga matematisasi horizontalnya kuat. Realistik berusaha memadukan 2 kekuatan pada kedua pendekatan sebelumnya. Sedangkan mekanistik tidaklah kuat pada matematisasi vertikal maupun horizontal karena menganggap matematika adalah hal yang eksklusif dan terisolasi sehingga dipandang sebagai temuan para ilmuan yang kita hanya dapat mempelajarinya tanpa temuan dari kita.

    ReplyDelete
  26. Elli Susilawati
    16709251073
    PMat_D 2016

    menanggapi pertanyaan no 2, perbedan pengetahuan subyekif dengan obyektif. Kita bisa menyebut dunia fisik ‘dunia 1’, dunia pengalaman sadar kita dengan ‘dunia 2’, dan dunia muatan logis buku, perpustakaan, memori komputer, dan lainnya ‘dunia 3’.
    Pengetahuan subjektif adalah pengetahuan dunia 2, pengetahuan objektif adalah dunia 3, dan termasuk produk-produk dari pikiran manusia, seperti teori-teori yang diterbitkan/publikasikan, diskusi mengenai teori-teori semacam itu, terhadap masalah terkait, bukti-bukti; dan itu buatan manusia dan bisa berubah.

    ReplyDelete
  27. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    “Apakah setiap pertanyaan memiliki jawaban?”
    Pertanyaan Ivone Marlinda tersebut membuat jemari saya tergerak untuk menuliskan komentar. Novelis Indonesia favorit saya, Dee Lestari, dalam Partikel, novel ke-empat serial Supernova mengungkapkan demikian: “Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.” Yang diungkapkan oleh Dee Lestari tersebut mengandung makna bahwa setiap pertanyaan memiliki jawaban. Saya pribadi sependapat dengan Dee bila setiap pertanyaan tentunya memiliki jawaban. Entah terjawab sesaat setelah pertanyaan tersebut hadir atau kita perlu sedikit bersabar menunggu beberapa lama untuk mengetahui jawabnya. Yang jelas setiap pertanyaan memiliki jawaban. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut bergantung pada waktu. Sedangkan waktu adalah milik Tuhan. Saya percaya bahwa Tuhan memiliki jawaban untuk setiap pertanyaan kita. Saya pun percaya bahwa Tuhan selalu berbicara kepada kita melalui banyak hal untuk menjawab segala pertanyaan kita. Yang perlu kita lakukan hanya terus mengarahkan hati kepada-Nya.

    ReplyDelete
  28. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pancasila itu termasuk Filsafat apa?
    Menurut referensi yang saya baca, Pancasila adalah filsafat bangsa Indonesia yang digunakan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Filsafat Pancasila merupakan suatu kesatuan bagian-bagian yang memiliki keterkaitan, keterikatan dan saling bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu. Secara keseluruhan, Pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh yang dinamakan sebuah kesatuan organis.

    ReplyDelete
  29. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Menurut pemahaman saya, ikhtiar adalah usaha dan upaya yang dilakukan manusia untuk dapat mencapai cita-cita serta tujuannya. Sementara itu, takdir adalah ketetapan rancangan Tuhan terhadap umat ciptaan-Nya. Tuhan telah menentukan jalan yang terbaik bagi setiap manusia. Namun, manusia harus tetap berusaha dan berupaya memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Sebab, Tuhan melihat segala yang diperbuat manusia, menghargai usaha, dan memberikan hasil yang sepadan bagi upaya manusia.

    ReplyDelete
  30. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?
    Sejauh yang saya tahu, kebaikan tertinggi menurut filsafat adalah segala yang menjadi milik Tuhan. Sebab, Tuhan-lah sumber kekuasaan, kemuliaan, kebaikan, dan kesempurnaan. Sedangkan manusia serta ciptaan-Nya yang lain adalah makhluk berdosa dan tidak sempurna.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan, “apakah semua pertanyaan memiliki jawaban?”
    Menurut saya (semoga para filsuf juga sependapat), setiap pertanyaan ada jawabannya. Namun kebenaran jawaban itu yang kemudian dipertanyakan oleh para filsuf. Seringkali kita tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan adalah karena terhalang oleh perasaan ragu akan kebenaran jawaban yang akan kita berikan. Seperti halnya berkomentar di blog pak Marsigit. Saya lama tidak bisa berkomentar di blog pak Marsigit, salah satunya karena terhalang oleh kebenaran dari yang saya tuliskan. Namun perasaan meragukan kebenaran itu sebenarnya baik, karena hal itu lah yang menjaga kita dari perbuatan semena-mena. Namun apabila berlebihan, bisa menjadi hal yang sangat merugikan, terlambat komen misalnya, atau skeptis terhadap perkembangan, atau benci diajari, dan sebagainya. Kesimpulannya, setiap pertanyaan ada jawabannya. Namun sebenar-benarnya jawaban adalah jawaban dari langit.
    “Jawabnya ada di ujung langit. kita kesana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani”

    ReplyDelete
  32. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    untuk pertanyaan dari saudara Fitriah yakni apa hakikat ilmu pengetahuan subyektif dan ilmu pengetahuan obyektif. Ilmu pengetahuan subyektif adalah ilmu pengetahuan yang dijadikan dasar untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain. Sedangkan ilmu pengetahuan obyektif adalah ilmu pengetahuan yang sedang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dasar. Sehingga dalam hal ini ilmu pengetahuan subjektif terlebih dahulu ada dibandingkan ilmu pengetahuan obyektif. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  33. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan saudari Ivone Marlinda:Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Setiap pertanyaan tentunya akan memiliki jawaban, hanya yang jadi masalah ada kalanya kita sudah mengetahui jawabannya atau kita belum mengetahui jawabannya. Hal tersebut seperti halnya semua penyakit itu ada obatnya, hanya yang jadi masalah adalah ada yang sudah menemukan obatnya dan ada yang penyakit yang belum ditemukan obatnya. Namun dalam persolan sehari-hari jika pertanyaan itu merasa kita belum atau masih ragu atas kebenarannya maka cukupkanlah dengan senyuman untuk menjawabnya.

    ReplyDelete
  34. Takdir meupakan pengetahuan Allah. Apa yang akan kita lakukan telah tertulis. Sedangkan ikhtiar adalah usaha dari manusia. Jika hidup telah ditakdirkan untuk apa ikhtiar? Ingat takdir adalah rahasia dan pengetahuan Allah. Manusia tidak mungkin mengetahui takdirnya yang dapat manusia lakukan adalah melakukan ikhtiar. Jangan katakan bodoh, miskin sudah menjadi takdir, jika manusia yang mengatakannya maka itulah kebdodhan manusia. Sekali lagi takdir adalah pengetahuan dan rahasia Allah. Manusia menjadi baik atau buruk, benar atau salah berdasarkan pada ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  35. Pengetahuan subyektif diperoleh berdasarkan ukuran kita sendiri. Pengetahuan obyektif bersifat netral dan tidak berpihak.Suatu pengetahuan subyektif dapat menjadi pengetahuan obyektif jika pengetahuan itu benar secara persepsi, analisis, tesis, pendapat, kesimpulan, dan metode serta telah diuji validasinya. Suatu pengalaman yang dipersepsi oleh diri kita akan menjadi pengetahuan subyektif jika pengetahuan tersebut dipublikasikan kemudian mendapat kriti dan saran maka pengetahuan tersebut dpat menjadi pengetahuan obyektif. Pengetahuan obyektif jika mempunyai kesamaan persepsi dengan parapihak yang lain.

    ReplyDelete
  36. Terdapat berbagai macam kebenaran. Kebenaran korespondensi adalah kebenaran berdasar fakta yang dapat diketahui kebenarannya melalui panca indera. Kebenaran koherensi adalah kebenaran yang konsisten yang dapat diketahui kebenarannya melalui akal pikiran dan logika. Kebenaran relatif adalah kebenaran berdasarkan pikiran atau persepsi atau budaya atau kebiasaan individu atau kelompok atau konteks-konteksnya. Kebenaran absolut atau kebenaran keyakinan hanya ada satu karena kebenaran absolut merupakan kebenaran Tuhan. Kebenaran manfaat atau pragmatis atau utilitarian adalah kebenaran jika membawa manfaat. Kebenaran persepsi adalah kebenaran menurut persepsi seseotang. Sesuatu dikatakan benar jika sesuai kekuasaan tertentu, hal itu disebut kebenaran kuasa.

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pertanyaan dari Umi Hasanul Latifah : apa hubungan ikhtiar dan takdir.
    sebagai umat Islam kita wajib percaya pada qodho dan qodar, yang bahasa sederhananya adalah takdir. sedangkan ikhtiar artinya adalah usaha. untuk memperoleh sesuatu atau mencapai suatu keadaan yang diinginkan, manusia harus beikhtiar semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. (ikhtiar=usaha manusia). namun sesuatu atau keadaan tersebut bisa kita peroleh (setelah berikhtiar), bisa saja tidak. hal itu merupakan kehendak Allah, apak akan terjadi atau tidak. (takdir=kehendak Allah). jadi dapat disimpulkan bahwa, manusia dalam menjalalni kehidupan harus berikhtiar semaksimal mungkin, untuk mencapai apa yang diinginkan, karena pada dasarnya tugas manusia adalah berusaha. di sisi lain, manusia juga harus bertawakkal (setelah berikhtiar maksimal) menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, karena pada dasarnya semua hasil adalah kehendak Allah (takdir).

    ReplyDelete
  38. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pertanyaan dari Ai sadidah : apa hubungan antara wadah dan isi.
    wadah dan isi itu saling melengkapi. setiap wadah pasti ada isinya, dan setiap isi pasti ada wadahnya. ilustrasinya, gelas dikatakan wadah, maka isinya mungkin bisa air, pasir, atau bahkan hanya udara (gelas kosong). jika gelas dikatakan isi, maka wadahnya bisa berupa kardus, almari, atau mungkin ruangan. jadi hubungan antara wadah dan isi adalah saling melengkapi, dan saling menempati posisi dan kedudukan masing-masing.

    ReplyDelete
  39. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Saya berusaha menjawab beberapa pertanyaan pada postingan di atas menurut pengetahuan saya,
    1. Setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing. Bakat tidak hanya diperoleh sejak lahir, tetapi juga harus digali dan dilatih secara terus menerus. Terkadang ada orang yang merasa bahwa dirinya tidak berbakat. Namun, perlu diketahui bahwa kita tidak boleh iri dengan bakat orang lain, bukannya kita tidak mempunyai, mungkin kita tidak menyadarinya dan terus emnerus merasa kurang. Apabila kita memperbanyak bersyukur, pasti kita yakin bahwa Allah menciptakan makhluknya dengan keahliannya masing-masing. Hanya ruang dan waktu yang tepatlah yang dapat mengungkap bakat seseorang yang sesungguhnya.
    2. Pengetahuan subjektif merupakan pengetahuan yang dipandang berdasarkan apa yang kita lihat. Artinya adalah pengetahuan tersebut dapat mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung siapa yang memandangnya. Karena sudut pandang masing-masing orang itu berbeda-beda pula. Sedangkan pengetahuan objektif merupakan pengetahuan yang tidak hanya dipandang dari satu sudut saja, tetapi kita memandang pengetahuan tersebut dari berbagai macam sudut pandang. Sehingga kita dapat mengungkapkan semua sifat-sifatnya baik secara intensif maupun ekstensif.

    ReplyDelete
  40. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    4. Ikhtiar merupakan usaha yang telah kita lakukan secara maksimal yang kemudian kita pasrahkan kepada Allah SWT. sedangkan takdir merupakan ketetapan dari Allah Swt yang sudah terjadi. Selama Allah belum menetapkan keputusan-Nya, manusia tetap harus berusaha dan berdo’a atau berikhtiar. Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah dirinya sendiri. sehingga bagaimana takdir kita itu juga tergantung dengan seberapa banyak ikhtiar yang telah kita lakukan.
    5. Menurut saya, setiap pertanyaan itu pasti mempunyai jawaban. Ketika kita belum menemukannya, itu karna keterbatasan pengetahuan kita. sebagaimana yang kita ketui bahwa ilmu Allah itu sangatlah luas. Sehingga semua pertanyaan manusia tidaklah seberapa dibandingkan dengan ilmu Allah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. namun, sekali lagi bahwa karena keterbatasan pengetahuan kitalah yang menyebabkan kita belum menemukan jawabannya.
    6. Hubungan antara relaitf dan absolut adalah keduanya tidak akan ada apabila salah satu tidak artinya. Jika ada relatif, maka kita pasti mengenal absolut, begitu pula sebaliknya. Karena Allah SWT menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada besar ada kecil, ada tinggi ada rendah, begitu pula ada relatif ada absolut.

    ReplyDelete
  41. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Dwi Cahya Sari yaitu “bagaimana filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara baik-buruk dan benar-salah, seperti halnya yang diceritakan dalam kisah mahabarata?”
    Pada pertanyaan tersebut seperti yang kita tahu kisah mahabarata memang banyak menyinggung masalah benar-salah yang diceritakan dengan sebab akibat perbuatan tokoh-tokohnya. Hal ini menunjukan bahwa filsafat sebenarnya ada dalam kehidupan manusia sejak lama, tanpa disadari manusia sudah menggunakan ilmu ini dalam kehidupannay sejak lama, bahkan melekat dalam budayanya, salah satunya kisah mahabarata tersebut.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  42. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Menanggapi tulisan tersebut saya tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan Prof. Dr. Marsigit, M.A. dalam kelas filsafatnya, karena siswa mengajukan pertanyaan yang sangat bervariasi dan beragam sesuai dengan mata kuliah yang sedang diikuti.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  43. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pada pertanyaan tersebut saya tertarik dengan pertanyaan dari Ivone Marlinda yaitu “Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?”
    Menurut pendapat saya setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban, sebuah pertanyaan muncul dari pengamatan seseorang secara langsung sehingga ketika ada sebuah pertayaan pasti ada hal yang berkaitan dengan hal itu untuk menjawab pertanyaan tersebut.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  44. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa hubungan ikhtiar dengan takdir. Dalam kehidupan beragama, mempercayai takdir yang datangnya dari Allah merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman yang menjadi dasar dari kepercayaan agama Islam. Percaya takdir Allah, baik atau buruk, merupakan turunan atas komitmen seorang muslim atas keimanan seseorang kepada Allah. Takdir merupakan otoritas Allah dan manusia tidak memiliki kebebasan, sedangkan dalam ikhtiar manusia memiliki kebebasan. walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, bukan berarti manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa ada usaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha dan dilarang berputus asa. Dengan arti lain, manusia dituntut untuk berusaha agar memperoleh yang terbaik baginya. Berhasil atau tidak upaya yang dilakukan, biarkan takdir yang berjalan

    ReplyDelete
  45. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurut saya kebaikan tertinggi keikhlasan. Sebab akan ada rasa kepuasan tersendiri bagi orang yang memiliki keikhlasan itu.

    ReplyDelete
  46. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut referensi yang pernah saya baca, Pancasila sebagai sebuah filsafat artinya Pancasila mempunyai kedudukan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara mendasar dan menyeluruh. Kedihupan yang dibangun di Indonesia didasari oleh adanya nilai-nilai Pancasila.

    ReplyDelete
  47. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan dari Mbak Ai Sadidah tentang “Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?”
    Menurut saya sesuatu bisa dikatakan sebagai wadah dan juga isinya. Misal kita mempunyai wadah bungkus isi 5 permen. Kemudian wadah permen itu akan berubah menjadi “isi” dari kantong plastik (wadah) besar yang berisi dari bungkus-bungkus permen. Hal ini mengartikan bahwa kedudukan sebagai wadah da nisi adalah saling berhubungan menurut konteks dimensinya masing-masing.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menganggapi pertanyaan dari Mbak Umi Hasanatul Latifah tentang “Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?” Menurut saya walaupun Allah telah menentukan takdir untuk setiap hambanya, akan tetapi manusia harus tetap selalu berikhtiar yang maksimal agar mendapatkan hasil yang paling baik dari Allah. Usaha dan doa akan berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh dengan mengharap ridho Allah.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya kagum oleh pertanyaan-pertanyaan Mas dan Mbak Mahasiswa S2 PMP2TK 2014, pertanyaan-pertanyaan mereka membuka pemikiran saya tentang cara pendang kehidupan ini dilihat dari ilmu filsafat. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat bervariasi dan berbobot.

    ReplyDelete
  50. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Maka dalam pandangan filsafat saya setiap pertanyaan mempunyai jawabannya terlepas dari dari jawabanya itu benar atau salah. Pertanyaan itu mempunyai jawabannya. Jawabanya itu berasal dari pemikiran dari sang penanya sebenarnya. Karena meraka tahu bahwa mereka tidak tahu makanya mereka mengajukan pertanyaan. Selagi manusia mengapai logos dan tak terbelenggu atas para mitos maka setiap pertanyaan mempunyai jawabannya.

    ReplyDelete
  51. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi? Hubngan wadah da nisi mungkin lebih baik memperhatikan elegi tentang yang ada an yang mungkin ada karena hal tersebut berkaitan dengan yang dan yang mungkin ada. Satu objek dapat menjadi wadah dari yang lain da nisi bagi yang lain jega. Dan termenerus seperti itu tiada henti. Maka sesungguhnya pengetahuan manusia seperti itu berasal dari sebuah wada dan isinya itu yang mereka tahu.

    ReplyDelete
  52. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Dari pertanyaan yang diajukan diatas, saya sangat tertarik dengan pertanyaan no 5 yaitu apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Pertanyaan sendiri selalu kita lakukan sebeneranya kapanpun dan dimana pun itu, pertanyaan tidak harus dilontarkan dengan kata kata namun juga dapat melalui hati dan pikiran, terkadang kita membatin pertanyaan pertanyaan namun kita belum tau jawabannya, menurut saya pertanyaan pertanyaan itu akan terjawab seiring berjalannya waktu tanpa kita sadari ataupun kita sadari, Tuhan adalah maha mengetahui dan menjawab setiap keraguan dan pertanyaan kita, maka dari itu jika memang kita memiliki pertanyaan yang mungkin hanya hati yang mampu mengucapkan sampaikan lah kepada Allah melalui ibadah, kelak Allah pasti akan menjawabnya dengan kejadian kejadian yang ada.

    ReplyDelete
  53. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan ketiga pada tulisan di atas yaitu “Bagaimana cara menembus ruang dan waktu?”. Jika diartikan secara harfiah, maka yang dapat menjawab pertanyaan itu adalah ahli-ahli di bidang sains yaitu ahli-ahli fisika yang bereksperimen dengan lorong waktu, dan sebagainya. Akan tetapi, bukan hal itu yang dibicarakan melainkan menembus ruang dan waktu secara filsafat. Maksud dari menembus ruang dan waktu adalah misal sekarang ini kita berada di sebuah kampus sebagai mahasiswa, tetapi kita bisa merasa berada di sebuah kantor kementerian sebagai menteri pendidikan tentunya di waktu yang akan datang, bagaimana caranya? Yaitu dengan cara banyak membaca, ketika kita banyak membaca, ilmu pengetahuan yang kita miliki sangatlah luas dan kita seperti merasa bahwa kita berada jauh melebihi diri kita sekarang.

    ReplyDelete
  54. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Pancasila itu termasuk filsafat apa?”. Pertanyaan yang menarik bagi saya, dulu ketika di bangku sekolah seringkali mendengar istilah Pancasila adalah Filsafat Bangsa Indonesia pada mata pelajaran PKn, tanpa mengerti apa maksud dari kalimat tersebut. Filsafat dapat diartikan diri sendiri, jadi jika pancasila adalah filsafat bangsa Indonesia, maka maksudnya adalah pancasila adalah symbol atau identitas dari bangsa Indonesia. Sebagai sebuah filsafat, di dalam Pancasila terkandung sebuah pandangan, nilai-nilai serta suatu pemikiran yang menjadikannya inti utama dari sebuah ideologi. Jadi, setelah sekarang ini saya mulai mengenal filsafat, saya setuju bahwa Pancasila itu Filsafat Bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  55. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Apa persamaan dan perbedaan filsuf dan ilmuwan?”. Menurut definisi yang saya temukan, filsuf berarti orang yang menguasai ilmu filsafat dan ilmuwan adalah orang yang menguasai ilmu sains tertentu misal kimia, fisika, biologi, atau matematika. Jadi, persamaannya adalah keduanya sama-sama menekuni satu atau mungkin lebih bidang ilmu hingga benar-benar menguasainya. Untuk melihat perbedaannya, kita lihat lagi definisi yang lebih lengkap. Seorang filsuf memikirkan tentang filsafat tidak bertentangan dengan dirinya dan tidak melanggar aturan berpikir yang dibuatnya sendiri, sehingga pemikiran para filsuf itu tergantung pada diri masing-masing sehingga lahir berbagai aliran filsafat. Sedangkan, seorang ilmuwan berpikir secara empiris dan sistematis pada obyek-obyek yang pasti kemudian membuktikan pemikirannya dengan melakukan penelitian atau tinjauan lebih lanjut, pemikiran-pemikiran para ilmuwan biasanya serumpun, hamper sama, hanya beda pada langkah atau metode, tetapi intinya sama. Itulah perbedaan para filsuf berpikir bebas sesuai dirinya masing-masing sehingga berbeda-beda antar filsuf. sedangkan ilmuwan berpikir empiris pada obyek-obyek sehingga akan sama antar ilmuwan.

    ReplyDelete
  56. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Saya akan menangapi pertanyaan “apa hubungan antara relative dan absolut?”. Menurut saya hubungan relative dan absolute berkaitan dengan kebenaran dimana relative dalam kebenaran diartikan sebagai kebenaran subjektif, yaitu kebenaran yang ukurannya adalah pendapat diri sendiri secara subjektif tanpa didukung fakta, referensi, tanpa analisa dan tidak berdasarkan pengujian secara empiris-logis. Sementara absolute dalam kebenaran diartikan sebagai kebenaran objektif, yaitu kebenaran berdasrakan fakta, referensi, analisa, dan melalui pengujian empiris-logis. Sehingga hubungan antara relative dan absolute mengindikasikan dua hal yang berlawanan arti.

    ReplyDelete
  57. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Menurut saya hakikat pengetahuan subjektif adalah pengetahuan yang berasal dari diri sendiri, yaitu pengetahuan yang berasal dari pemikiran-pemikiran sendiri tanpa adanya landasan yang dijamin kebenarannya. Sementara itu pengetahuan objektif adalah pengetahuan yang diperoleh dari para pakar dan ahli yang tingkat kebenarannya sudah teruji kebenarannya berdasarkan analisa.

    ReplyDelete
  58. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Mengenai hubungan filsafat dengan psikologi yaitu bahwa filsafat adalah sebuah ilmu, dan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan manusia. Jika filsafat melihat dari apa yang dialami manusia dan bagaimana tindakan manusia ketika mengalami situasi atau keadaan tertentu maka filsafat membutuhkan sumber ilmu yang terkait dengan tindakan manusia yaitu psikologi. Filsafat akan mengangkat asumsi-asumi yang terdapat dalam ilmu psikologi. Sehingga erat kaitannya antara psikologi dan juga filsafat

    ReplyDelete
  59. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir, menurut saya Takdir adalah ketetapan atau aturan yang diciptakan Allah tertulis sejak zaman azali diberuntukan makhluk-Nya. Takdir sendiri ada dua macam, yaitu takdir mubram dimana makhluk tidak diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya, dan takdir muallaq dimana makhluk diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya.

    ReplyDelete
  60. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Takdir ada dua macam. Pertama Taqdir Mubram: ketentuan Allah yang mesti berlaku atas setiap diri manusia tanpa bisa dielakkan atau ditawar-tawar lagi. Di mana makhluk tidak diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya Contohnya : datangnya kiamat, jenis kelamin bayi yang akan lahir, jodoh, usia (kematian).

    ReplyDelete
  61. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir yang kedua yaitu Taqdir Mu’allaq: yaitu ketentuan Allah yang mungkin dapat diubah oleh manusia melalui usaha atau ikhtiar, jika Allah mengizinkan. Di mana makhluk diberi peluang atau kesempatan untuk memilih dan mengubahnya. Contohnya : kepandaian, kekayaan dan kesehatan.

    ReplyDelete
  62. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir, Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Artinya usaha itu merupakan pilihan bagi manusia. Dia bisa mengerjakan atau pun tidak.

    ReplyDelete
  63. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir , contoh ikhtiar yaitu setiap orang mempunyai kebebasan memilih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang mencari nafkah dengan berdagang, bertani, menjadi karyawan, wirausaha, dan lain sebagainya. Dan sebaliknya ada yang memilih bermalas-malasan sehingga ia menjadi berat hidupnya.

    ReplyDelete
  64. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Benar bahwa manusia telah ditetapkan rizkinya masing-masing, namun rizki itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus melalui ikhtiar, doa dan yang terakhir ialah tawakkal. Jika kita ingin mendapatkan uang cukup, haruslah kita rajin bekerja. Maka nanti rezeki akan datang melaui kerja kita.

    ReplyDelete
  65. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan pertanyaan nomor 4 yaitu hubungan ikhtiar dan takdir. Dalam kehidupan beragama, mempercayai takdir yang datangnya dari Allah SWT merupakan sebuah kewajiban, karena telah menjadi salah satu rukun iman yang menjadi dasar dari kepercayaan agama Islam. Sebenarnya, walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, bukan berarti manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa ada usaha dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  66. Ferry IrwansyahJune 12, 2017 at 8:50 PM

    Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha dan dilarang berputus asa. Yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha untuk mencapai ridha ilahi dengan berusaha untuk taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete