Oct 30, 2014

Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos




Oleh Marsigit

Belalang Spiritual:
Listrik itu kalau siang tidak ada gunanya.


Belalang Logos:
Apa iya ya. Hem.. kalau saya cabut sakelar itu, maka Belalang Spiritual tidak akan bisa bertitah. Aku cabut sekarang. Crek...

Belalang Spiritual:
Hai..hai.. siapa berani mematikan listrik, sehingga saya tidak dapat memberi tausiah. Walaupun ini siang hari, tetapi aku masih perlu memberi tausiah. Listrik itu kalau siang banyak gunanya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dunia tidak penting. Agar harmonis maka kita perlu seimbang antara Dunia dan Akhirat.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mati itu pantas. Tetapi tidaklah pantas orang yang mati diluar kodratnya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mewah itu mekruh. Tetapi mana tahan jika doaku menggapai kemewahan belum juga terkabul.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu buruk. Tetapi kenapa aku harus mempelajarinya?


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu baik. Tetapi kenapa aku tidak memelajarinya?

Belalang Spiritual:
Hedonisme itu buruk. Dan kenapa aku menikmatinya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Marilah kita bersikap rasional. Jangan seperti saya yang cenderung irrasional.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku ini Logos. Tetapi kenapa aku rakus seperti Belalang?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku memerlukan bantuan Subyekku. Tetapi kenapa aku bertindak semena-mena kepadanya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiriual:
Aku perlu hasil yang baik. Tetapi kenapa aku mengabaikan prosesnya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu berdamai. Tetapi kenapa aku selalu memusuhinya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Astaghfirullah al adzim...gambar apa ini? Hemm...mana tadi? Mau saya simpan kok hilang.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Perut gendhut itu pertanda besar nafsu makan. Janganlah meniru saya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Korupsi itu haram. Jangan tiru saya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.
 
Belalang Spiritual:
Dengan kata-kataku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin berkata-kata.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tulisanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin menulis.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tindakanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin bertindak.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Orang Tua Berambut Putih:
Hei..hei..hei..sesama Belalang tidak boleh saling mendahului.





46 comments:

  1. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru mempunyai tugas untuk berusaha mengembangkan segenap potensi siswanya secara optimal, agar mereka dapat mandiri dan berkembang menjadi manusia-manusia yang cerdas, baik cerdas secara fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual.

    ReplyDelete
  2. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai konsekuensi logis dari tugas yang diemban Guru, maka guru senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan diantara keduanya adalah hubungan profesional, yang diikat oleh kode etik.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkadang apa yang kita niatkan tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Apa yang kita doakan tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Terlalu banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi godaan bagi manusia. Yang terpenting adalah ketegasan terhadap diri sendiri untuk melakukan apa yang diniatkan, melakukan apa yang dikatakan. Maka, tetapkanlah hatimu menjadi komandan bagi pikiranmu sehingga segala sesuatu dapat dijalankan dengan baik dan bukan hanya dikatakan saja.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Manusia dibekali logika/pikiran dan spiritual, itulah yang membedakan manusia dengan binatang seperti belalang. Tentu saja loika manusia itu jauh berbeda dengan logika belalang begitupun spiritual manusia juga jauh berbeda dengan spiritual belalang. Jika manusia tidak konsisten dalam pikiran dan spiritualnya maka akan terjadi pertengkaran di dalam pikiran dan hatinya. Menginginkan dan menyeru untuk perpikir dan berspiritual seperti manusia tetapi dirinya sendiri malah menerapkan pikiran dan spiritual belalang.
    Seringkali kita berpikir dan berspiritual buruk sehingga tercermin pada perilaku kita yang buruk. Anehnya kita berkata pada orang lai untuk menjadi baik sedangkan diri kita sendiri tidak baik. Biasanya solusi yang diambil adalah memberikan atau menunjukkan cotoh salah pada diri kita atau orang lain dengan berkata “jangan begini”, “jangan begitu”, jangan seperti ini”, “jangan seperti itu”, dan mungkin itu pula yang saat ini atau beberapa waktu lalu saya lakukan. Selalu saja manusia menciptakan kontradiksi antara apa yang dikatakan dan diperbuatnya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Elegi pertengkaran antara belalang spiritual dan logos ini saya memaknainya bahwa segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Tuhan di dunia ini saling membutuhkan satu sama lain. Layaknya manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki keterbatasan dan kebutuhan-kebutuhan yang harus terpenuhi. Jika manusia tersebut saling memahami kebutuhan satu sama lain maka kehidupan akan berjalan dengan seimbang. Ketika saling menghakimi satu sama lain, maka hanya akan menimbulkan potensi masalah-masalah yang dapat memicu perpecahan satu sama lain. Segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas duniawi maka sebaiknya masih dalam koridor akal dan hati. Sadar akan keberadaan individu yang berbeda-beda dan ketika masih memiliki dan ingin mencapai tujuan yang sama maka keduanya dapat saling melangkah sesuai dengan value yang diyakini. Menurut saya pribadi "setiap tempat ada perkataan yang tepat dan setiap perkataan ada tempat yang tepat". Oleh karena itu, semuanya itu ada ruang dan waktunya atau disesuaikan dengan situasi dan kondisinya agar tercipta keharmonisan dalam hidup.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari elegi ini, saya melihat bahwa si belalang logos selalu mencemooh belalang spiritual dalam setiap pernyataannya, padahal pernyataan dari belalang spiritual itu mencerminkan kondisi hati dan pikiran manusia yang terisi oleh dua pihak yang senantiasa bertentangan yaitu akal budi dan nafsu-nafsu. Yang mana kedua pihak ini, menurut Blaise Pascal, senantiasa berperang dan selalu berusaha saling menghapuskan satu dengan yang lainnya akan tetapi itu tak akan pernah terjadi (salah satu terhapus oleh yang lainnya). Oleh karena itu, Orang Tua Berambut Putih mengingatkan bahwa kita harus mengedepankan baik aspek spiritual dan aspek logika dalam menjalani kehidupan.
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Menurut saya elegi ini mengandung makna bahwa apa yang ada sering tidak sesuai dengan harapan. Apa yang ada dalam idealitas kita tidak sesuai dengan realitas yang dihadapi. sering kali ketika kita berniat melakukan suatu kebaikan, tetapi kebaikan itu belum dapat kita lakukan. Kemudian, apa yang buruk yang seharusnya tidak dilakukan malah sebaliknya dilakukan. ini semua sebenarnya semua tergantung bagaimana iman kita untuk menehan nafsu, ketika itu suatu keburukan. Menguatkan niat dan keyakinan bahwa kebaikan akan berbalas suatu kebaikan pula. Pendirian yang kuat dan tangguh lah yang harus dimiliki agar dapat melakukan mana yang baik mana yang benar, dan mana yang buruk. Semoga kita senantiasa dibimbing untuk berada dijalan kebaikan dan ditunjukkan pada jalan yang lurus.

    ReplyDelete
  8. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Menurut saya elegi ini bermakna bahwa apa yang kita rencanakan terkadang akan berubah-ubah. Sehigga kita harus mempunyai banyak rencana agar jika rencana pertama tidak sesuai harapan maka kita masih memiliki rencana lainnya. Seperti halnya saat ini saya ingin mati, tapi jika saya mati saat ini maka saya tidak bisa mewujudkan keinginan saya yang lainnya.Sehingga saat ini saya belum boleh mati, tidak menutup kemugkinan besok saya ingin mati lagi. Tetapi takdir baik dan buruk hanya Allah yang berkendak. Sebagai manusia saya hanya bisa merencanakan masa depan seperti ini tetapi kembali lagi Allah yang memberikan mana yang terbaik. Sungguh Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  9. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Elegi ini menunjukkan perdebatan belalang spiritual yang mewakili spiritual manusia dan belalang logos yang mewakili logika manusia. Banyak manusia yang hanya mengikuti spiritualnya saja. Tidak sedikit juga manusia yang mendewakan logika mereka. Padahal alangkah baiknya jika spiritual dan logika bisa berdamai dan tidak menjadi alat untuk menjatuhkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  10. Bismillah. Terimakasih pak atas postingannya. Elegi ini menggambarkan sifat seseorang ada baik dan buruknya. Semua ada didiri kita. Jadi, pandailah kita untuk menahan untuk tidak berbuat yang tidak baik. Selain itu janganlah kita sesama manusia saling mencemooh. Karena kita yang mencemooh juga belum tentu nantinya bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini sangat menarik. Elegi ini menunjukkan bahwa hidup ini penuh dengan kontradiksi. Sejatinya seseorang yang beragama mengetahui segala perbuatan yang dilarang oleh agama da yang menjadi perintah dari agama. Sudah semestinya seorang yang bergama melakukan segala sesuatu seperti yang diajarkan oleh agamanya, tetapi apalah daya. Sekuat apapun kita berusaha untuk menegakkan ajaran agama, berbagai macam godaan mengalir deras. Gaya hidup hedonis, komsumtif, perkembangan teknologi, dan hiburan-hiburan lainnya membuat seseorang menjadi munafik, bahkan seorang ahli agama pun juga terseret dalam fenomena ini. Kita memang sulit untuk keluar dari permasalahan ini. Namun, setidaknya kita bisa meminimalisir dampak buruk dari power now ini dengan memanfaatkan segala perubahan kehidupan untuk tetap menegakkan spiritualitas.

    ReplyDelete
  12. Junianto
    PM C
    17709251065

    Manusia dengan berbagai keragamannya akan menunjukkan keragaman pikiran dan perilakunya. Banyak orang yang menganggap dirinya paling benar, namun ternyata justru dirinya sendiri lah yang salah. Semua orang ingin mengklaim bahwa mereka yang paling benar dan membenarkan setiap apa yang diucapkan atau yang dilakukannya. Dan orang yang saling menyalahkan satu sama lain, ternyata justru merekalah yang salah. Orang yang sedang bertengkar membela kebenaran dirinya, justru mereka sedang menunjukkan kesalahannya. Hal ini juga sesuai dengan kondisi sekarang ini banyak orang yang tidak konsisten dengna omongannya sendiri.

    ReplyDelete
  13. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia sering bertingkah seperti belalang spiritual, sebentar berkata sesuatu, sebentar kemudian berkata sebaliknya. sering juga kata-kata tidak sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. hal tersebut adalah munafik, salah satu sifat yang dibenci Allah SWT. betapa mudahnya kita mengumumkan ajakan-ajakan kebaikan kepada umat, tetapi alangkah sulitnya bagi diri kita sendiri untuk melakukannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  14. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kekonsistenan memang hal yang sulit dicapai. konsisten pada apa yang kita ucapkan, mengerjakan apa yang telah kita ucapkan memang sangatlah sulit. tetapi kata-kata memanglah sesuatu yang harus dipegang. karena sekali kita mengingkarinya, maka selamanya orang tidak akan percaya. sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat dipercaya, dapat dipegang kata-katanya, menjaga ucapannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  15. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia sering bertingkah seperti belalang spiritual, sebentar berkata sesuatu, sebentar kemudian berkata sebaliknya. sering juga kata-kata tidak sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. hal tersebut adalah munafik, salah satu sifat yang dibenci Allah SWT. betapa mudahnya kita mengumumkan ajakan-ajakan kebaikan kepada umat, tetapi alangkah sulitnya bagi diri kita sendiri untuk melakukannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  16. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kekonsistenan memang hal yang sulit dicapai. konsisten pada apa yang kita ucapkan, mengerjakan apa yang telah kita ucapkan memang sangatlah sulit. tetapi kata-kata memanglah sesuatu yang harus dipegang. karena sekali kita mengingkarinya, maka selamanya orang tidak akan percaya. sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat dipercaya, dapat dipegang kata-katanya, menjaga ucapannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  17. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setiap individu tentu memiliki pandangan tersendiri mengenai apa yang dianggap salah atau apa yang dianggap benar. Akan tetapi dalam kehidupan sekarang ini, mengetahui sesuatu yang salah dan yang benar saja tidaklah cukup. Banyak orang yang sebenarnya mengetahui tentang suatu perbuatan yang sebenarnya ia yakini salah, namun karena godaan nafsu atau paksaan kondisi, ia tetap melakukannya dengan berbagai dalih. Tidak sedikit pula yang meyakini sesuatu itu benar, namun untuk sekadar melakukannya saja ia enggan. Oleh sebab itu, sekali lagi mengetahui tentang yang benar dan yang salah saja tidaklah cukup. Setiap orang harus memiliki komitmen dan konsistensi dalam memegang teguh keyakinannya terhadap sesuatu yang dipandang benar dan salah tersebut.
    Dalam Elegi ini dicontohkan betapa si Belalang Spiritualsebenarnya mengetahui bahwa korupsi itu haram, namun ia tetap melakukannya.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mawas diri dan jangan sekali-kali membohongi hati nurani. Hati nurani tidak pernah salah. Hati nurani selalu memberikan nasihat yang betul-betul benar. Hati nurani adalah petunjuk menuju jalan kebaikan, jika sepenuhnya kita dengar dan kita taati. Sesungguhnya tidak ada pelanggaran etika, tidak ada pelanggaran norma, tidak ada pelanggaran hukum jika hati nurani diposisikan sebagaimana mestinya. Terkadang si spiritual hanyalah baru sampai pada kulitnya, tidak sampai pada nuraninya.

    ReplyDelete
  19. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B


    rencana tidak akan terjadi dengan sendirinya. manusia butuh usaha untuk membuktikannya. yang menyedihkan ialah ketika seseorang bisa menasehati orang lain namun tidak untuk dirinya, maksud saya dia melakukan apa yang ia larang. nasehat-nasehat yang diberikan juga sebaiknya diterapkan kepada diri sendiri terlebih dahulu. dan sebaiknya kita menjadi orang yang bisa memgang omongan kita sendiri. jangan sepeti air didaun keladi tidak jelas arah dan tidak istiqomah.

    ReplyDelete
  20. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Zaman sekarang ini, banyak sekali yang menggunakan spiritualitas untuk kepentingan dunia ini. Alih-alih tidak menginginkan hal duniawi namun dibelakang palahan semakin memperbanyak harta. Spiritual itu tidak akan jalan sendiri di dunia ini jika tidak diimbangi dengan logika. Karena antara logika dan spiritual harus berjalan beriringan gunan memberikan dampak yang baik dalam kehidupan di dunia. Pada dasarnya kita hidup di dunia maka kita juga harus realistis akan kebutuhan yang diperlukan di dunia namun tidak menjadi sesuatu yang sangat primer untuk segala hal yang berurusan di dunia ini. Intinya antara spiritual dan logika harus berjalan beriringan biar kehidupan seimbang.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  21. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Spiritual dan logos merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Spiritual tanpa logos maka akan Buta sedangkan logos tanpa spiritual maka akan Lumpuh. Kita sebagai mahluk sempurna yang bekali oleh tuhan berupa karunia yang kompleks yaitu adanya logos dan spiritual yang menjadi dinding pembeda antara manusia dan binatang sperti belalang yang ada pada dogeng di atas. Maka galilah potensi diri agar menjadi insan yang lebih bermatabat.

    ReplyDelete
  22. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Perbincangan antara belalang logos dengan belalang spiritual diatas memberikan gambaran bahwa spiritualitas mengajarkan kita untuk sadar dengan kesalahan dan ingin memperbaiki diri sedangkan logika mengarahkan kita selalu merasa diri paling benar paling benar dan menyalahkan orang lain. Orang yang kekuatan spiritualitasnya tinggi cenderung merendah, bagaikan lumbung padi yang semakin berisi semakin menunduk, sedangkan orang yg tinggi logikanya namun lemah spiritualitasnya cenderung egois dan merasa diri paling benar, dan selalu melihat kesalahan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Apa yang yang kita persepsikan tentang diri kita, belum tentu sejalan dengan yang yang dipersipkan orang lain.Kadang hari ini seperti ini, kemudian sebentar lagi akan menajdi seperti itu.Sikap dan tindakan sering berubah-ubah,baru semenit-dua menit sudah berubah.Tentu kita tidak mampu melakukan hal yang sama dari sebelumnya karena kita terikat oleh ruang dan waktu.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam eligi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos dapat diartikan bahwa belalang spiritual menunjukkan sikap spiritual manusia dan belalang logos menunjukkan logika manusia. Dari eligi ini dapat dimaknai bahwa dalam diri manusia terdapat logika dan spiritual yang terkadang saling bertentangan. Kadang manusia terlalu menonjolkan spiritualnya tanpa mempedulikan logika dan ada juga sebaliknya bahwa manusia terlalu mengedepankan logikanya tanpa melandasi dengan spiritual. Hendaknya dalam menjalani kehidupan, manusia menyeimbangkan antara spiritual dan logikanya agar kehidupan berjalan dengan damai dan seimbang.

    ReplyDelete
  25. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat bermula pada ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya.

    ReplyDelete
  26. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Percakapan dua belalang diatas berisi nasehat dan pengetahuan yang sangat banyak. Secara umum bahwa dalam kehidupan ini dunia dan akhirat harus seimbang, agar hidup jadi mudah dan damai. Namun, kebanyakan kita lebih cenderung pada sesuatu hal, sehingga menjadikan hidup kita tidak beraturan, hal ini memang tidak tampak secara jelas, namun hal itu demikian adanya. Yang paling menarik bagi saya adalah pada percakapan "Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?". Terkadang kita ingin dinilai baik oleh seseorang namun kita menilai buruk bagi orang lain. Sebenarnya hal inilah yang menjadikan kita juga dinilai buruk oleh orang lain, karena apa yang kita tanam itu yang kita tuai.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  27. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pada dasarnya filsafat bermula pada sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan sedemikian hingga dapat menjadi sinergi. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  28. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia terkadang tidak konsisten, seperti belalang yang digambarkan dalam elegi di atas. Sebentar-sebentar menganggap suatu hal itu penting, lalu tiba-tiba menganggap hal tersebut menjadi penting. Berubah memang tak selamanya buruk, tetapi perlu dipikirkan pula seperti apa perubahan yang terjadi. Selayaknya perubahan terjadi menuju ke arah yang lebih baik, bukan menjadi lebih buruk, lebih berpikiran jahat atau lebih ragu. Baiknya kita sebagai manusia mencoba belajar melakukan perubahan diri dan terus belajar dan belajar tanpa henti untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  29. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Perbinangan antara belalang logos dan belalang spiritual ini sangatlah menarik. Dari Elegi ini dapat dipelajari bahwa antara spiritual dan logika itu terkadang memang tidak bisa saling berhubungan. Benar menurut spiritual belum tentu benar menurut logika. Ada beberapa kasus dalam spiritual yang tidak dapat diterima oleh logika. Spiritual itu dari bawah menuju ke atas. Sesuatu yang benar dan terletak di atas itu terkadang yang sulit sekali diterima oleh logika.

    ReplyDelete
  30. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi yang Prof Marsigit tulis mengenai elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos, kita bisa mendapatkan beberapa makna. Yang pertama, kita menyadari bahwa diri kita senantiasa berubah seiring dengan bertambahnya waktu. Baik perubahan secara pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Dengan mengingat hal ini, seharusnya membuat diri kita tidak mudah menjatuhkan suatu sifat atau menghakimi suatu peristiwa atau benda, karena bisa jadi apa yang awalnya kita nilai jelek ternyata di kemudian hari kita menilainya menjadi baik. Seperti dalam elegi diatas dicontohkan ketika belalang spiritual menilai listrik kalau siang hari tidak ada gunanya, namun ia berubah penilaian setelah belalang logos mematikan saklar listrik. Hal kedua yang kita pelajari adalah bahwa diri kita terdiri atas bagian logos dan juga bagian spiritual. Kita perlu menyeimbangkan kedua hal tersebut agar kita bisa menjadi manusia yang lebih bijaksana. Jangan mengunggulkan satu bagian dari bagian yang lain.

    ReplyDelete
  31. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel kali ini. menjadi pribadi yang konsisten dalam suatu hal memanglah tidak mudah. Menjadi teladan dan melakukan kebaikan itu juga tidak mudah. Menyadari dan mengakui keburukan diri sendiri daripada keburukan oranglain itu juga tidak mudah. Menyeimbangakan urusan dunia dan akhirat pun, juga tidak mudah. Sebaik-baik makhluk adalah yang menghargai dan saling bertoleransi dengan orang lain, mampu melihat hikmah dan makna dari setiap yang dilakukannya, dan mampu menjadi teladan yang baik untuk oranglain. Mungkin itu yang dapat saya tangkap dari perbincangan belalang logos dan belalang spiritual, wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  32. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi ini menunjukkan bahwa tidak Ada Hal yang absolut di dunia, selama masih terikat ruang Dan waktu. Dunia ini penuh dengan kontradiksi. Absolut hanyalah milik Tuhan.
    Namun bukan berarti lalu kita berhenti bertindak. Logos membantu kita juga untuk menggapai spiritual. Mengingatkan kita untuk memiliki dasar keyakinan yang kuat until menggapai spiritual.

    ReplyDelete
  33. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah Setiap manusia secara fitrah diciptakan Allah sebagai manusia yang sebaik-baiknya. Namun kembali lagi dengan konteks ruang dan waktu yang dapat mengubah dan mempengaruhi sifat seseorang. Banyak godaan yang secara tidak sadar sudah menjerumuskan manusia. Niat baik pasti dimiliki, tetapi faktor lain yang ada pasti mempengaruhi. Omongan dan tindakan sering kali tidak sejalan. Lumrah kita jumpai di masa sekarang. Dunia politik misalnya. Di awal, banyak calon pemimpin yang mengumbar janji lewat bujuk rayunya. Tapi ruang dan waktu dapat mengubah semuanya. Cuma penyesalan yang dimiliki oleh manusia setelah melakukan suatu tindakan.

    ReplyDelete
  34. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Filsafat adalah ilmu pikir dan filsafat bermula pada ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  35. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof atas ilmu yang sudah diberikan melalui postingan ini.
    dari postingan ini saya dapat mengambil kesimpulan kita harus teguh dalam pendirian dalam keadaan apapun, jangan seperti belalang yang sebentar sebentar berubah pemikiran. dan yang paling dapat membuat pendapat kita tidak berubah-ubah ialah ilmu yang tertanam di dalam pikiran kita. maka dari itu kita harus senantiasa mencari ilmu dimanapun dan kapanpun hingga akhir hayat kita.

    ReplyDelete
  36. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi diatas, saya menafsirkan bahwa belalang itu adalah gambaran makhluk yang rakus. Artikel di ats memiliki dua peran dari dua dimensi yaitu dari dimensi spiritual dan logos. Pada dasarnya sifat kedua belalang adalah sama yaitu rakus dan ingin menang pada pendapatnya sendiri sehingga belalang logos selalu mencemooh belalang spiritual karena tindakan belalang spiritual yang penuh kontradiksi dan tidak logis. Sedangkan di lain sisi, belalang spiritual memahami ilmu spiritual namun tidak mampu menerapkan dengan baik sehingga belum ber hemenetika dengan baik. Semoga setelah membaca elegi ini kita terhindar dari sifat sombong belalang logos dan kontradiksi dari belalang spiritual.

    ReplyDelete
  37. Junianto
    17709251065
    PM C

    Keragaman akal dan pendapat manusia akan melahirkanb berbagai macam paham dan pemikiran. Ada sebagian orang yang selalu menganggap dirinya yang paling benar dan menganggap orang lain salah. Hal ini disebabkan karena ia hanya melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri tanpa melihat sudut pandang orang lain. Disinilah letak keegoisan manusia yang bisa mengakibatkan perselisihan jika tidak dibarengi dengan toleransi.

    ReplyDelete
  38. Junianto
    17709251065

    Dari artikel ini juga dapat diambil pelajaran bahwa menjadi orang yang konsisten bukanlah hal yang mudah. Dalam artikel ini disebutkan “esuk dhele sore tempe”, yang artinya orang yang tidak konsisten dalam perkataan dan perbuatan. Kelihatannya sederhana dan mudah untuk menjadi orang yang konsisten, tetapi kenyataanya banyak diantara kita yang belum bisa selaras antara apa yang dicapkan dan apa yan dilakukan. Dalam beberapa hal, mungkin bisa dimaklumi karena manusia tempatnya salah dan lupa, tetapi yang sering terjadi adalah ketidakkonsistenan itu memang sengaja dilakukan. Inilah yang disebut “esuk dhele sore tempe”.

    ReplyDelete
  39. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Pada elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos ini menunjukkan bahwa belalang spiritual cenderung memberikan nasihat untuk berbuat tetapi selalu terjadi kontradiksi. Hal tersebut terjadi karena memang pada hidup manusia adalah kontradiksi. Karena itu, manusia hendaknya bisa menyeimbangkan antara spiritual dan pikiran. Mampu menggunakan spiritual dan pikiran agar dapat bertindak sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  40. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Seseorang itu harus sesuai antara perkataan dan perbuatan. Jika kita memberi nasihat pada orang lain untuk tidak merokok karena tidak baik untuk kesehatan, maka kita juga jangan merokok misalnya. Seseorang juga harus konsisten dengan ucapannya, tidak plin-plan hanya karena ingin mencari kentungan pribadi. Berkata itu mudah, namun untuk menjalankannya kadang susah, maka sebelum berkata hendaknya dipikirkan dulu.

    ReplyDelete
  41. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Apa yang terjadi pada belalang logos dan belalang spiritual mungkin saja terjadi pada diri kita. Tak jarang kita melakukan sesuatu yang kita tahu tidak boleh dilakukan, dan sebaiknya kita mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan. Pada dasarnya sebelum menasehati orang lain kita harus melihat ke dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  42. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia hidup banyak godaan, godaan bisa fenomena maupun noumena. Manusia harus mau untuk selalu belajar dan berfikir. Ketika belajar dan berfikir maka ilmu yang dimilikinya selalu bertambah. Semakin bertambahnya ilmu akan semakin banyak pertanyaan yang timbul. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dapat membuat kita tergoda untuk melakukan yang tidak sejalan dengan norma yang berlaku. Oleh karena itu, kekonsistenan pada suatu hal itu penting. Tapi ada kalanya kita juga tidak konsisten agar dapat menerima pendapat orang lain.

    ReplyDelete
  43. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Spiritual dan logos dalam diri itu sangatlah penting, tetapi spiritual juga jangan asal spiritual, karena spiritual tak akan terwujud apabila kita masih membatasi perbuatan atau aktivitas kita dalam menjalankan kewajiban yang seharusnya dipenuhi. Spiritual yang kita jalani ini dalam rangka mewujdkan yang ada dan yang mungkin ada. Dengan spiritual yang bersumber dari Tuhan inilah, wujud dari segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan hasil refleksi mendalam atas keterbatasan kita dalam relasinya secara vertikal maupun horizontal.

    ReplyDelete
  44. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Percakapan belalang logos dan belalang spiritual memang dapat terjadi di kehidupan nyata. Perbedaan antara perkataan dan perbuatan dan ketidakteguhan pendirian, misalnya. Hati manusia memang selalu terbolak-balik, maka dari itu hendaknya kita sebagai manusia selalu berdoa agar hati selalu terikat padaNya.

    ReplyDelete
  45. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    hal yang saya tangkap dari tulisan tersebut adalah adanya ketidaksesuain antara hati dan pikiran yang ditokohkan oleh belalang spiritual. mungkin itu adalah suatu bentuk sindiran terhadap orang yang munafik, antara ucapan dan sikap berbeda dengan hatinya. saya juga dapat mengambil pelajaran bahwa dalam hidup ini jika kita ingin berguna, dan menjadi panutan maka kita harus mensinkronkan ucapan dan tindakan kita. contohnya seorang guru tidak akan efektif menanamkan pendidikan karakter kepada siswa jika guru tersebut ternyata karakternya tidak baik.

    ReplyDelete
  46. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya mencoba mengambil kesimpulan dari apa yang dikatakan oleh belalang spritual, kita didunia ini penuh dengan kontradiksi, dimana yang seharusnya kontradiki-kontradiksi tersbut dapat kita luruskan dengan pikiran dan hati kita. Agar apa yang sudah menjadi ketetapan dengan apa yang sudah dilakukan dapat sejalan, sehingga kita tidak terjebak dalam perkataan yang penuh kontradiksi.

    ReplyDelete