Oct 30, 2014

Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos




Oleh Marsigit

Belalang Spiritual:
Listrik itu kalau siang tidak ada gunanya.


Belalang Logos:
Apa iya ya. Hem.. kalau saya cabut sakelar itu, maka Belalang Spiritual tidak akan bisa bertitah. Aku cabut sekarang. Crek...

Belalang Spiritual:
Hai..hai.. siapa berani mematikan listrik, sehingga saya tidak dapat memberi tausiah. Walaupun ini siang hari, tetapi aku masih perlu memberi tausiah. Listrik itu kalau siang banyak gunanya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dunia tidak penting. Agar harmonis maka kita perlu seimbang antara Dunia dan Akhirat.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mati itu pantas. Tetapi tidaklah pantas orang yang mati diluar kodratnya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mewah itu mekruh. Tetapi mana tahan jika doaku menggapai kemewahan belum juga terkabul.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu buruk. Tetapi kenapa aku harus mempelajarinya?


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu baik. Tetapi kenapa aku tidak memelajarinya?

Belalang Spiritual:
Hedonisme itu buruk. Dan kenapa aku menikmatinya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Marilah kita bersikap rasional. Jangan seperti saya yang cenderung irrasional.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku ini Logos. Tetapi kenapa aku rakus seperti Belalang?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku memerlukan bantuan Subyekku. Tetapi kenapa aku bertindak semena-mena kepadanya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiriual:
Aku perlu hasil yang baik. Tetapi kenapa aku mengabaikan prosesnya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu berdamai. Tetapi kenapa aku selalu memusuhinya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Astaghfirullah al adzim...gambar apa ini? Hemm...mana tadi? Mau saya simpan kok hilang.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Perut gendhut itu pertanda besar nafsu makan. Janganlah meniru saya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Korupsi itu haram. Jangan tiru saya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.
 
Belalang Spiritual:
Dengan kata-kataku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin berkata-kata.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tulisanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin menulis.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tindakanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin bertindak.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Orang Tua Berambut Putih:
Hei..hei..hei..sesama Belalang tidak boleh saling mendahului.





53 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menarik sekali kisah elegi di atas, dari judul aja melihatnya ada rasa penasaran untuk mengertinya. Dari kisah elegi ini muncul kontradiksi. Pikiran, hati, tindakan, dan ucapan haruslah saling singkron. Jika ucapan dan perbuatan yang kita lakukan saling bertentangan atau saling berkontradiksi, maka akan sulit bagi orang lain untuk bisa mempercayai ucapan kita. Konsistensi antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan adalah suatu hal yang penting. Agar kehidupan kita tidak penuh dengan kontradiksi-kontradiksi.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas tertera nama hewan Belalang yang menggambarkan watak seseorang yang tidak teguh akan pendiriannya. Ketidakkonsistenannya mengindikasikan bahwa sebenar-benar kita tidak sempurna. Jika sempurna maka tidak baik, karena kesempurnaan hanyalah milik Alloh SWT.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Berdasarkan elegi ini, kita sebagai manusia yang memiliki pegangan spiritual, belajar, menutut ilmu dan tahu mana hal yang baik mana hal buruk, serta mana yang merupakan perintah dan manakah yang merupakan larangan. Akan tetapi, memang benar kata orang bahwa manusia adalah tempatnya salah dan khilaf sehingga banyak yang tahu perintah tapi malas melaksanakan, banyak yang tahu larangan tapi malah pura-pura tidak tahu dan nyaman melakukan larangan tersebut sehingga banyak dikehidupan ini merupakan kontradiksi. Karena memang hal yang sulit itu adalah untuk istiqomah dalam jalan kebaikan, yang dapat kita lakukan adalah ikhtiar dan selalu memohon bimbingan kepada Allah karena Dialah yang maha membolak balikkan hati kita.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi diatas terutama belalang spiritual mengingatkan saya bahwa seringkali kita bertindak plin-plan, tidak berprinsip. Kita hanya melakukan dan mengatakan apa yang menguntungkan bagi kita walaupun sebenarnya kita tahu itu kurang baik jika kita lakukan. Ditambah namanya “belalang spiritual” menyimbolkan bahwa kadang orang-orang yang dianggap memiliki tingkat spiritualitas tinggi juga melakukan hal demikian. Kemudian belalang logos juga mengingatkan saya bahwa seringkali kita sangat suka mengomentari perbuatan orang lain yang bukan urusan kita. Sayang sekali saya tidak mengerti apa maksud dari kata logos.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Seringkali manusia mengatakan A benar, kemudian ia mengatakan A salah. Seringkali antara ucapan, tulisan, tindakan, pikiran, dan hati manusia tidak sinkron. Ia mengucapkan B, tapi tindakannya C. Seringkali ia mengetahui bahwa sesuatu itu buruk, tapi ia tetap melakukannya. Benar-benar manusia tidak luput dari ketidakkonsistenan. Hal ini semua terjadi karena manusia adalah makhluk yang terbatas dan tidak sempurna. Tetapi walaupun begitu, janganlah hal tersebut dijadikan alasan untuk mengucapkan sesuatu dan bertindak sesuka kita. Jadilah manusia yang selalu berusaha menggapai konsisten. Pikirkan terlebih dahulu sebelum mengucapkan, apakah kita mampu menyesuaikan tindakan dengan ucapan.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi pertengkaran belalang spritual dan belalang logas diatas, dapat disimpulkan bahwa kita hidup di dunia ini tidak meungkin memiliki identitas yang telah ddi singguh di bberapa artikel yang lainnya bahwa aku sekarang pasti berbeda dengan aku yang kemudian, itu terjadi pada kedua belalang ini yang mengatakan bahwa belum lima menit sudah berbeda lagi omongannya,. Itu membuktikan bahwa A=A tidak akan mungkin terjadi. Karena sekali lagi aku yang sekarang pasti akan berbeda dengan aku yang nanti.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Elegi ini secara tersirat ingin menjelaskan tentang spiritual dan logos itu sendiri. Spritual itu urusan hati dan logos merupakan urusan logika. Kita sadari berdasarkan pengalaman yang dirasakan bahwa hati dan logika sering bertentangan. Terkadang apa yang ada di hatipun sterasa ulit untuk diungkapkan dan diterapkan dengan sebenar-benarnya. Kontradiksi terjadi antara hati dan tindakan. Kadang kita cenderung pada kekeliruan seperti saat kita tahu sesuatu yang salah tapi kita tetap melakukannya. kemudian kita tahu apa yang benar dan kita enggan melakukannya. Maka untuk mengamalkan ilmu kita butuh hati yang bersih atau spiritualitas yang kuat. Untuk menggapai spiritualitas kita perlu banyak menuntut ilmu. Begitulah hakekatnya jika spiritualitas dan logos berpadu bisa saja terjadi harmoni yang indah, tentunya hal ini bagi orang yang pandai membuat harmonisasi. Namun bagi yang pandai membuat disharmonisasi malah akan tersesat. Apalagi sampat meragukan akan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Nauzubillah. Semoga kita teman-teman selalu ingat dan terlindungi dari hal yang buruk. Aamiiin

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kontradiksi memang bisa saja terjadi, antara apa yang kita pikirkan dan spiritual. Akan menjadi baik memang jika kita menggabungkan keduanya, sesuai dengan logos dan spiritual nya. Namun, bisa saja terjadi seseorang mengetahui sesuatu kebenaran yang bertolakbelakang dengan keyakinan. Jika demikian, maka tersesatlah kita dan mohon petunjuk dari Allah SWT. Namun, sebenar-benar pengetahuan itu sesuai dengan keyakinan kita.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Manusia tidak ingin disalahkan. Ia hanya menerima pembelaan, tidak untuk kritikkan. Oleh karena itu manusia itu menganggap dirinya selalu benar dalam hidupnya. Melupakan orang – orang sekitar yang menganggapnya salah dan perlu diperbaiki, namun tak diindahkannya. Orang – orang seperti ini melupakan kebijaksanaan di dalam kehidupannya.
    Contoh dalam elegi di atas adalah, belalang masih saja bersikap hedonisme padahal ia mengetahui bahwa itu adalah perilaku buruk, namun masih tetap ia lakukan.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Pertengkaran dalam diri seperti yang dilakukan oleh belalang spiritual sering terjadi dalam pikiran manusia. Sejatinya manusia mengetahui bahwa sesuatu itu adalah sesuatu yang tidak baik namun tetap melakukannya, ataupun sebaliknya. Sebisa mungkin kita harus berusaha untuk menyelaraskan logos dan spiritual kita, dalam arti melakukan sesuatu yang memang kita tahu baik dan tidak melakukan yang buruk.

    ReplyDelete
  11. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Elegi di atas menyiratkan bahwa, “manusia tempatnya salah dan lupa”. Kadang bertindak tidak sesuai dengan yang direncanakan, tidak sesuai dengan tindakan dan sebagainya. Bila kita sebagai manusia mengakui kerap kali melakukan kesalahan, maka kita akan berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Berlandaskan spiritual yang kita yakini dan kita jadikan sebagai pedoman hidup serta dengan pengetahuan yang kita peroleh maka sebaik-baik hidup adalah selalu memperbaiki diri menjadi yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  12. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan mengenai elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos menurut saya menggambarkan pertengkaran atau kontradiksi antara apa yang ada dihati dan dipikiran manusia. Seringkali keduanya tidak berjalan selaras dan saling bertentangan. Dalam hidup ada perbuatan baik dan buruk, terkadang kita tau sesuatu itu baik namun tidak kita lakukan, atau terkadang kita tau sesuatu itu buruk tapi justru kita pertahankan dan terus kita lakukan. Kadang kita hanya mengikuti keinginan diri atau kadang mengikuti logika dunia. Seharusnya kita teguh pada apa yang memang benar, dan apa yang memang salah. Sehingga dengan begitu, kita dapat menjadi sebagaimana seharusnya seoraang hamba yang beriman pada Allah, yang melakukan yg baik dan meninggalkan yang buruk, melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  13. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam kehidupan di dunia ini, kita sebagai manusia sebaiknya lebih berhati-hati dalam berbicara. Ketika kata-kata itu sudah terucap dari mulut kita, kita harus konsisten dan bertanggung jawab atas semuanya. Karena jika sekali saja kita mengingkarinya, kita akan kehilangan kepercayaan dari orang lain yang mengetahui ketidakonsitenan kita. Lebih baik lagi jika dalam berbicara sebaiknya sesuai dengan logos dan spiritualitas, sehingga dapat terjadi keseimbangan.

    ReplyDelete
  14. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos tersebut tergambarkan bagaimana sifat manusia. Ada sisi buruk dan ada sisi baik. Kadang keinginan dan pikiran berjalan tidak dalam satu arah yang sama. Kita secara sadar mengetahui bahwa suatu perbuatan itu salah, tidak baik, tidak pantas akan tetapi diri kita masih melakukan perbuatan tersebut. Padahal di sisi lain kita mengatakan kepada orang lain untuk tidak berbuat seperti itu. Diri kita tidak konsisten dengan ucapan dan perbuatan. Pelajaran dari elegi ini adalah segala sesuatu perbuatan kita harus sinkron dan berjalan beriringan sesuai apa yang kita pikirkan dan hati nurani kita kehendaki, sebab hati akan menuntun pada perbuatan yang baik dan menghindari yang buruk, itu jika hati kita bersih.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi yang menarik untuk dibahas, elegi ini mencerikan dua ekor belalang yang berdialog membahas persepsi dan fakta yang kadang kala sering berlawan namun memiliki hubungan. Kadangkala fakta kita mengatakan demikian namun persepsi kita menuntut kita melakukannya. Seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari hari kita bersikap seperti belalang diatas yang mana apa yang kita persepsikan buruk tapi tetap harus kita lakukan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa setiap perkataan harus dilihat dimensi ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  16. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Apa yang dikatakan tidak konsisten dengan perbuatan yang di lakukan. Belalang spiritual yang sebenarnya paham dengan kebenaran oleh hati dan pikirannya, tetapi kontradiksi dengan perlakuannya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang sempurna karena diberikan kesadaran. Kesadaran untuk memilih dan memilih dengan sadar. Baik ataukah buruk? Tetatp terkadang, sadar telah mengetahui yang baik, namun tidak ingin melakukannya.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos menggambarkan keinginan dengan apa yang dilakukan. Memiliki keinginan tinggi tetapi kenyataannya tidak dilakukan. Tidak terdapat kekonsistenan antara apa yang diinginkan dengan apa yang diperbuat. Itulah terkadang sifat manusia. Dasar spiritual yang baik dapat mnyeimbangkan antara keinginan dan perbuatan.

    ReplyDelete
  18. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kita seharusnya juga mengembangkan spiritualitas. Jika tidak, maka kita tidak akan seimbang, kita berada dalam bahaya dan hal itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Dengan demikian maka itu bisa menjadi akhir dunia. Jika kita tidak memiliki kekuatan moral dan pengetahuan spiritual tentang bagaimana menjadi seorang manusia yang baik, dan kita menciptakan segala macam boneka dan mempergunakannya secara salah. Jadi kita harus berilmu tapi tidak boleh lupa denga jiwa. Kita harus selalu mengingat Allah. Kita tidak boleh gampang goyah pendirian,harus tetap teguh pendirian.

    ReplyDelete
  19. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi tersebut saya belajar dan saya sadar bahwa semua terikat oleh ruang dan waktu, termasuk pikiran manusia. Jika dalam waktu dan ruang tertentu manusia berpikir demikian, maka karena ruang dan waktu selanjutnya manusia dapat menentang pemikiran sebelumnya. Sehingga, sebenar-benar pikiran manusia itu adalah tidak konsisten dan berubah-ubah dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam 'Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos' ini menggambarkan ketidakkonsistennya manusia dalam kehidupannya. Tindakan, pemikiran, dan hati manusia seringkali tidak sejalan sehingga mengakibatkan munculnya ketidakkonsistennan. Dalam hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa manusia bukanlah makhluk yang selalu benar. Sehebat-hebatnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Sehebat-hebatnya guru bukanlah makhluk yang selalu benar dalam bidangnya. Sehingga guru perlu melakukan inovasi pembelajaran. Guru perlu merevisi rpp. Guru perlu mendengarkan gagasan-gagasan siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  21. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hati dan pikiran terkadang bisa berbeda. Misal kita berpikir A, hati belum tentu merasakan A juga. Terkadang terjadi kontradiksi di antara keduanya, karena manusia selalu melakukan sistesis terhadap tesis dan anti tesisinya. Oleh karenanya dalam melakukan sesuatu harus dilandasi dengan pemikiran yang kritis dan hati yang tulus ikhlas, selalu meminta pertolongan kepada-Nya agar dijauhkan dari hal-hal buruk. Insya Allah, hati dan pikiran akan bersinkronisasi dengan baik dan tidak terjadi kontradiksi.

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Belalang spiritual mengungkapkan semua kontradiksi yang ada dalam dirinya. Semakin banyak kontradiksi maka ia akan semakin mengerti untuk memahami hidup. Sedangkan belalang logos selalu menggoda setiap perkataan dari belalang spritual. Nah yang terjadi pada belalang spiritual sama dengan apa yang terjadi juga pada kita, antara hati, ucapan dan tindakan yang selalu tidak senada. Dengan demikian kita haruslah mempunyai ketetapan hati agar selalu menyingkronkan antara hati, ucapan, dan perbuatan agar hidup kita semakin baik dan selalu berada dalam jalan Allah yang senantiasa menjaga hati kita. Dengan memperbanyak beribadah kepada Allah, memperbanyak ilmu maka kita akan semakin konsisten dalam menjalani hidup.

    ReplyDelete
  23. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam elegi ini, belalang spritual membuat tesis, terkadang belalang logos mengkritisi belalang spritual dengan membuat antitesisnya. Perbincangan ini sangat penting, agar terjadi sintesis sehingga ada pembaharuan dalam ilmu pengetahuan. Jika belalang spritual tidak mempermasalahkan pentingnya listrik di siang hari, mungkin belalang logos tidak akan berpikir tentang guna listrik di siang hari. Begitu pula, jika belalang logos tidak menantang sintesis belalang spritiual, mungkin tidak terjadi sintesis. Dari elegi ini juga dapat kita lihat, bahwa orang yang lima menit lalu, bisa saja sudah jadi orang yang berbeda sekarang.

    ReplyDelete
  24. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Memang ketika kita mengkritik sangatlah mudah, namun kita biasanya malah tidak sadar bahwa apa yang kita kritik itu sebenarnya merupakan kelemahan kita juga. Menyalahkan orang lain itu memang paling mudah, namun sangat jarang orang yang mau mengakui kesahalan diri sendiri dihadapan orang lain. Sehingga untuk menjadi lebih baik kedepannya tentulah kita harus bisa menerima kritik dari orang lain. Bercermin pada diri sendiri merupakan hal yang sangatlah sulit, karena kebanyakan seseorang hanya bisa untuk menyalahkan orang lain. Inilah pelajaran yang bisa saya ambil dari elegy di atas.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ilmu pengetahuan dan spiritualitas seharusnya dapat berjalan seiringan pada tempatnya masing-masing. Spiritualitas membatasi sikap kita dala mencari ilmu, seperti mengajarkan untuk ikhlas dan sabar, begitu juga dengan ilmu pengetahuan memiliki batasan terhadap spiritualitas.Sangat banyak pengaruh yang membuat hubungan ilmu pengetahuan dan spiritualitas menjadi tidak harmonis. Misalnya saja kemajuan teknologi yang seyogyanya mampu membantu manusia dalam membangun pengetahuannya dan menjadi suatu hal yang mengendalikan seluruh aspek kehidupan manusia ke arah negatif termasuk pada ranah agama.

    ReplyDelete
  26. Hening Carrysa
    14301241012
    Pendidikan Matematika A 2014

    Spiritual dan logos kadang memiliki pemikiran yang tidak sejalan. Pendapat belalang spiritual belum tentu dalam diterima oleh pemikiran/penalaran belalang logos. Keyakinan dan ketaqwaanlah yang dapat menjadikan spiritual dan logos akan sepemikiran. Sebagai manusia harus memiliki sikap yang teguh pendirian, mulai dari pengambilan keputusan, berpendapat dan memilih pedoman hidupnya.


    ReplyDelete
  27. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    konsisten, hati pikiran dan ucapan itu harus sinkron dan konsisten, ketika orang memiliki pendirian yang kuat maka tidak akan tersapu oleh angin, melakukan sesuatu itu harus konsisten dalam berbicara, mengambil keputusan dll.

    ReplyDelete
  28. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Belalang Spiritual menunjukkan sifat manusia yang kadang tidak teguh/konsisten, mudah goyah karena nafsu. Belalang logos menunjukkan bahwa manusia sebenarnya menyadari sifat ketidak konsistenannya namun kerap kali tidak melakukan apa-apa.

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Berdasarkan elegi diatas hal yang menarik saya komentari yaitu mengenai kontradiksi. Dalam kehidupan kita sesungguhnya isinya adalah kontradiksi. Hal ini pun telah diungkapka pada elegi-elegi lainnya. Bagaimana pun kontradiski pasti melekat pada diri kita. karena kita hidup di dunia dan terikat oleh ruang dan waktu. Antara spiritual dan ilmu pengetahuan haruslah berjalan beriringan. Seperti antara ilmu dengan iman. Seseorang yang ilmu tinggi tetapi dia tidak beriman, maka ilmunya hanyalah sia-sia belaka. Sedangkan orang yang beriman dan tidak berilmu maka keimanannya hanya akan terancam oleh mitos-mitos sehingga juga akan sia-sia.

    ReplyDelete
  30. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. elegi di atas menceritakan tentang belalang yang tidak teguh pendiriannya, plin plan, dan tidak konsisten. Dari dialog anatara belalang spiritual dan belalang logos terdapat beberapa kontradiksi. Dari elegi itu saya mengambil refleksi bahwa sebagai seorang yang berpendidikan hendaknya jangan plin-plan dalam berkata-kata, selalu pegang tegih pendirian. Jika merasa salah lebih baik mengakui.

    ReplyDelete
  31. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam setiap tindakan harus dilakukan dengan sadar dan konsisten dengan apa yang telah dilakukan. Ketika konsisten itu hilang, maka akan mengganggu keseimbangan dalam hidup ini. Tentunya kita harus terus belajar untuk menjadikan diri ini sebaik-baik makhluk-Nya.

    ReplyDelete
  32. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, hal yang dapat saya petik adalah bahwa manusia seringkali tidak konsisten dengan ucapannya, pada awalnya mengatakan A benar dan kemudian mengatakan A tersebut salah.

    ReplyDelete
  33. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai self reminder, jika ingin menjadi manusia yang baik, seharusnya belajar untuk selalu konsisten dengan ucapannya dan melakukan apa yang diucapkannya tersebut, tidak banyak bicara sedikit aksi.

    ReplyDelete
  34. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Artikel “Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos” memberikan nilai kehidupan yang sangat bermanfaat. Kesesuaian antara hati, pikiran, dan tindakan haruslah bersinergi dan konsisten. Ketiga hal tersebut dapat tercermin melalui ucapan. Maka sebaik-baiknya kita ketika berucap adalah ucapan yang baik dan jujur.

    ReplyDelete
  35. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sepandai – pandainya manusia dalam dunia pengetahuan ia bukanlah apa – apa jika ia tidak memiliki pegangan kehidupan. Pegangan kehidupan adalah keyakinan akan adanya Tuhan Semesta Alam. Manusia tidak akan bisa lebih pandai dan lebih hebat daripada-Nya. Oleh karena itu tanpa keyakinan tersebut akan menciptakan manusia yang selalu mengangkat kepalanya tanpa rasa sukur dan merasa paling hebat.

    ReplyDelete
  36. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Harus kita sadari bersama bahwa masa depan bangsa ini terletak di tangan para pemuda. Masa sekolah adalah masa di mana seseorang ditempa untuk menyerap ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya sehingga nanti ketika masanya telah tiba untuk memegang kekuasaan/peranan yang penting di negeri ini, ia sudah siap dengan bekal yang ada. Bukan hanya masalah ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis tetapi juga mental spiritual yang harus terbina pada masa-masa sekolah. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang memegang keduanya,baik pengetahuan maupun spiritual.

    ReplyDelete
  37. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca postingan di atas, saya belajar bahwa dalam hidup sering kali terjadi kontradiksi atau pertentangan antara pikiran dan hati. Agar pikiran dan hati sejalan, maka iman dan ilmu kita perlu ditingkatkan. Jika kita akan bertindak, maka pikiran dan hati harus singkron terlebih dahulu, sedangkan di dalam hati perlu ditanamkan iman yang kuat agar setiap tindakan tidak menyimpang dari hal yang seharusnya benar.

    ReplyDelete
  38. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

    ReplyDelete
  39. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seseorang dikatakan bermuka dua bila apa yang ia perbuatan dan yang ia ucapan tidak sesuai atau tidak konsisten. Bermuka dua dapat diartikan juga tidak berkelakuan sesuai dengan yang ia yakini dan anjurkan kepada orang lain. Dapat dikatakan orang tersebut termasuk orang munafik karena penampilan dan sikapnya berlawanan dengan batinnya.

    ReplyDelete
  40. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Untuk meraih sebuah kebahagiaan, terkadang seseorang mengorbankan sebuah kehancuran pada moral mereka, dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraih kepuasan hidup dengan melupakan ketentuan dan aturan yang terdapat dalam Al-Qur`an. Hendaknya kita selalu mengoptimalkan pikiran dan hati kita, agar sikap kemunafikan yang selalu ingin mendapatkan tempat karena kepentingan-kepentingan sementara bisa kita tanggalkan demi kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  41. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya peroleh setelah membaca elegi di atas adalah bahwa sering terjadi kontradiksi antara ucapan dan perbuatan. Melalui elegi ini, kita dapat mengintropeksi diri, berapa banyak diri kita tidak menepati ucapan kita sendiri. Kontradiksi ucapan dan perbuatan pasti pernah dialami setiap manusia di dunia ini, dan sering menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak doa sehingga terhindar dari perbuatan tersebut.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Manusia itu dibekali pikiran , hati, perasaan, dimana ketiganya saling berkaitan, sebaiknya untuk melakukan sesuatu harus sinkron antara pikiran hati dan perasaan. Apa yang kita lakukan harus seuai hati nurani kita dan sudah dipikirkan dampaknya, sehingga yang kita lakukan akan sesuai dengan tuntunan agama, hati nurani itu tidak akan berbohong, namun terkadang kita tidak mendengarkan hati nurani untuk melakukan sesuatu tapi hanya berdasarkan pikiran saja. Untuk itu antara pikiran hati dan perasaan harus disinkron kan lagi sebelum kita bertindak sesuatu. Dan tindakan yang paling benar adalah yang berdasarkan tuntunan agama.

    ReplyDelete
  43. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dialog di atas menggambarkan orang yang tak sinkron antara pikiran dan perbuatan, juga orang yang suka mengurusi urusan orang lain belum tentu orang tersebut melakukan yang baik. Dua orang tersebut dapat dikatakan orang yang tidak akan pernah maju.

    ReplyDelete
  44. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hubungan kita dengan Allah adalah spiritual. Hanya kita yang tahu tentang diri kita masing – masing. Daripada kita hanya melihat orang lain, lebih baik kita tengok ke diri kita terlebih dahulu, lihat orangtua kita, lihat lingkungan kita berada. Sehingga kita menjadi tahu bahwa tugas spiritualitas kita sebagai manusia adalah untuk berikhtiar dan berdoa.

    ReplyDelete
  45. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap hal mempunyai potensi positif dan ada potensi negatif. Contohnya mengenai Surga dan Neraka, kita tahu mana yang negative dan mana yang positif. Maka dari itu, kita harus bersikap baik agar menjadi calon penghuni surga, meskipun kita tahu bahwa surga tidak ada di dunia.

    ReplyDelete
  46. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ucapan itu kecil bentuknya tetapi mempunyai akibat yang sangat besar. Sekali saja ucapan kita tidak sejalan dengan tindakan, maka kepercayaan orang lain terhadap kita bisa hilang. Bahkan kita bisa dicap seperti orang munafik yang bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati dan bila dipercaya khianat. Ucapan dan perbuatan yang tidak sesuai dan tidak sejalan merupakan tindakan yang mencela diri sendiri.

    ReplyDelete
  47. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Berdasarkan pemaparan elegi diatas saya menyadari bahwa pemikiran manusia cenderung berubah. Apalagi jika konteksnya dikaitkan dengan hati, dimana terkadang bahkan sering hati dan pikiran tidak memiliki pemikiran yang sama. Pemikiran belalang spiritual memberikan contoh mengenai karakterisik manusia pada zaman modern ini, dimana apa yang diucapkan selalu berubah-ubah dan cenderung labil. Inilah yang merupakan kontradiksi anatara apa yang diucapkan dengan apa yang dipikirkan.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sehebat – hebatnya manusia menjadi setengah dewa, tetap perlu mempertebal keimanan. Satu- satunya cara adalah dengan memperkokoh dan memperkuat spiritualitas kita masing – masing dengan saling mengingatkan antara satu sama lain. Karena sesungguhnya orang cerdas yang mampu berpikir adalah sasaran utama setan daripada orang yang tidak mau berpikir.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan eligi di atas, seseorang dapat dilihat bagaimana cara menyikapi suatu hal dari tingkat spiritualnya. Di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai spiritualitas. Dialog yang terjalin antara hewan, binatang dan manusia bukannya tidak dapat diilakukan justru akan terbangun suatu elegi- elegi yang bermuatan banyak pesan moral.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Budaya, sains dan teknologi dibolehkan berkembang selama tidak melanggar prinsip agama, karena manusia diberikan akal oleh Allah swt sehingga mampu menciptakan produk untuk meningkatkan kenyamanan kehidupannya. Karena pada hakekatnya yang menjadi acuan dari keseluruhan dari cerita tersebut adalah bagaimana manusia harus menyadari keberagaman yang ada. Di sisi lain, manusia juga harus melestarikan adat dan budaya yang berkembang, namun tetap tidak meninggalkan aturan agamanya.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru mempunyai tugas untuk berusaha mengembangkan segenap potensi siswanya secara optimal, agar mereka dapat mandiri dan berkembang menjadi manusia-manusia yang cerdas, baik cerdas secara fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual.

    ReplyDelete
  52. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai konsekuensi logis dari tugas yang diemban Guru, maka guru senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan diantara keduanya adalah hubungan profesional, yang diikat oleh kode etik.

    ReplyDelete
  53. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkadang apa yang kita niatkan tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Apa yang kita doakan tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Terlalu banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi godaan bagi manusia. Yang terpenting adalah ketegasan terhadap diri sendiri untuk melakukan apa yang diniatkan, melakukan apa yang dikatakan. Maka, tetapkanlah hatimu menjadi komandan bagi pikiranmu sehingga segala sesuatu dapat dijalankan dengan baik dan bukan hanya dikatakan saja.

    ReplyDelete