Oct 30, 2014

Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos




Oleh Marsigit

Belalang Spiritual:
Listrik itu kalau siang tidak ada gunanya.


Belalang Logos:
Apa iya ya. Hem.. kalau saya cabut sakelar itu, maka Belalang Spiritual tidak akan bisa bertitah. Aku cabut sekarang. Crek...

Belalang Spiritual:
Hai..hai.. siapa berani mematikan listrik, sehingga saya tidak dapat memberi tausiah. Walaupun ini siang hari, tetapi aku masih perlu memberi tausiah. Listrik itu kalau siang banyak gunanya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dunia tidak penting. Agar harmonis maka kita perlu seimbang antara Dunia dan Akhirat.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mati itu pantas. Tetapi tidaklah pantas orang yang mati diluar kodratnya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mewah itu mekruh. Tetapi mana tahan jika doaku menggapai kemewahan belum juga terkabul.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu buruk. Tetapi kenapa aku harus mempelajarinya?


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu baik. Tetapi kenapa aku tidak memelajarinya?

Belalang Spiritual:
Hedonisme itu buruk. Dan kenapa aku menikmatinya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Marilah kita bersikap rasional. Jangan seperti saya yang cenderung irrasional.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku ini Logos. Tetapi kenapa aku rakus seperti Belalang?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku memerlukan bantuan Subyekku. Tetapi kenapa aku bertindak semena-mena kepadanya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiriual:
Aku perlu hasil yang baik. Tetapi kenapa aku mengabaikan prosesnya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu berdamai. Tetapi kenapa aku selalu memusuhinya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Astaghfirullah al adzim...gambar apa ini? Hemm...mana tadi? Mau saya simpan kok hilang.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Perut gendhut itu pertanda besar nafsu makan. Janganlah meniru saya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Korupsi itu haram. Jangan tiru saya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.
 
Belalang Spiritual:
Dengan kata-kataku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin berkata-kata.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tulisanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin menulis.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tindakanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin bertindak.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Orang Tua Berambut Putih:
Hei..hei..hei..sesama Belalang tidak boleh saling mendahului.





112 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Apa yang dikatakan tidak konsisten dengan perbuatan yang di lakukan. Belalang spiritual yang sebenarnya paham dengan kebenaran oleh hati dan pikirannya, tetapi kontradiksi dengan perlakuannya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang sempurna karena diberikan kesadaran. Kesadaran untuk memilih dan memilih dengan sadar. Baik ataukah buruk? Tetatp terkadang, sadar telah mengetahui yang baik, namun tidak ingin melakukannya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos menggambarkan keinginan dengan apa yang dilakukan. Memiliki keinginan tinggi tetapi kenyataannya tidak dilakukan. Tidak terdapat kekonsistenan antara apa yang diinginkan dengan apa yang diperbuat. Itulah terkadang sifat manusia. Dasar spiritual yang baik dapat mnyeimbangkan antara keinginan dan perbuatan.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kita seharusnya juga mengembangkan spiritualitas. Jika tidak, maka kita tidak akan seimbang, kita berada dalam bahaya dan hal itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Dengan demikian maka itu bisa menjadi akhir dunia. Jika kita tidak memiliki kekuatan moral dan pengetahuan spiritual tentang bagaimana menjadi seorang manusia yang baik, dan kita menciptakan segala macam boneka dan mempergunakannya secara salah. Jadi kita harus berilmu tapi tidak boleh lupa denga jiwa. Kita harus selalu mengingat Allah. Kita tidak boleh gampang goyah pendirian,harus tetap teguh pendirian.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi tersebut saya belajar dan saya sadar bahwa semua terikat oleh ruang dan waktu, termasuk pikiran manusia. Jika dalam waktu dan ruang tertentu manusia berpikir demikian, maka karena ruang dan waktu selanjutnya manusia dapat menentang pemikiran sebelumnya. Sehingga, sebenar-benar pikiran manusia itu adalah tidak konsisten dan berubah-ubah dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam 'Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos' ini menggambarkan ketidakkonsistennya manusia dalam kehidupannya. Tindakan, pemikiran, dan hati manusia seringkali tidak sejalan sehingga mengakibatkan munculnya ketidakkonsistennan. Dalam hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa manusia bukanlah makhluk yang selalu benar. Sehebat-hebatnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Sehebat-hebatnya guru bukanlah makhluk yang selalu benar dalam bidangnya. Sehingga guru perlu melakukan inovasi pembelajaran. Guru perlu merevisi rpp. Guru perlu mendengarkan gagasan-gagasan siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hati dan pikiran terkadang bisa berbeda. Misal kita berpikir A, hati belum tentu merasakan A juga. Terkadang terjadi kontradiksi di antara keduanya, karena manusia selalu melakukan sistesis terhadap tesis dan anti tesisinya. Oleh karenanya dalam melakukan sesuatu harus dilandasi dengan pemikiran yang kritis dan hati yang tulus ikhlas, selalu meminta pertolongan kepada-Nya agar dijauhkan dari hal-hal buruk. Insya Allah, hati dan pikiran akan bersinkronisasi dengan baik dan tidak terjadi kontradiksi.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Belalang spiritual mengungkapkan semua kontradiksi yang ada dalam dirinya. Semakin banyak kontradiksi maka ia akan semakin mengerti untuk memahami hidup. Sedangkan belalang logos selalu menggoda setiap perkataan dari belalang spritual. Nah yang terjadi pada belalang spiritual sama dengan apa yang terjadi juga pada kita, antara hati, ucapan dan tindakan yang selalu tidak senada. Dengan demikian kita haruslah mempunyai ketetapan hati agar selalu menyingkronkan antara hati, ucapan, dan perbuatan agar hidup kita semakin baik dan selalu berada dalam jalan Allah yang senantiasa menjaga hati kita. Dengan memperbanyak beribadah kepada Allah, memperbanyak ilmu maka kita akan semakin konsisten dalam menjalani hidup.

    ReplyDelete
  8. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam elegi ini, belalang spritual membuat tesis, terkadang belalang logos mengkritisi belalang spritual dengan membuat antitesisnya. Perbincangan ini sangat penting, agar terjadi sintesis sehingga ada pembaharuan dalam ilmu pengetahuan. Jika belalang spritual tidak mempermasalahkan pentingnya listrik di siang hari, mungkin belalang logos tidak akan berpikir tentang guna listrik di siang hari. Begitu pula, jika belalang logos tidak menantang sintesis belalang spritiual, mungkin tidak terjadi sintesis. Dari elegi ini juga dapat kita lihat, bahwa orang yang lima menit lalu, bisa saja sudah jadi orang yang berbeda sekarang.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Memang ketika kita mengkritik sangatlah mudah, namun kita biasanya malah tidak sadar bahwa apa yang kita kritik itu sebenarnya merupakan kelemahan kita juga. Menyalahkan orang lain itu memang paling mudah, namun sangat jarang orang yang mau mengakui kesahalan diri sendiri dihadapan orang lain. Sehingga untuk menjadi lebih baik kedepannya tentulah kita harus bisa menerima kritik dari orang lain. Bercermin pada diri sendiri merupakan hal yang sangatlah sulit, karena kebanyakan seseorang hanya bisa untuk menyalahkan orang lain. Inilah pelajaran yang bisa saya ambil dari elegy di atas.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ilmu pengetahuan dan spiritualitas seharusnya dapat berjalan seiringan pada tempatnya masing-masing. Spiritualitas membatasi sikap kita dala mencari ilmu, seperti mengajarkan untuk ikhlas dan sabar, begitu juga dengan ilmu pengetahuan memiliki batasan terhadap spiritualitas.Sangat banyak pengaruh yang membuat hubungan ilmu pengetahuan dan spiritualitas menjadi tidak harmonis. Misalnya saja kemajuan teknologi yang seyogyanya mampu membantu manusia dalam membangun pengetahuannya dan menjadi suatu hal yang mengendalikan seluruh aspek kehidupan manusia ke arah negatif termasuk pada ranah agama.

    ReplyDelete
  11. Hening Carrysa
    14301241012
    Pendidikan Matematika A 2014

    Spiritual dan logos kadang memiliki pemikiran yang tidak sejalan. Pendapat belalang spiritual belum tentu dalam diterima oleh pemikiran/penalaran belalang logos. Keyakinan dan ketaqwaanlah yang dapat menjadikan spiritual dan logos akan sepemikiran. Sebagai manusia harus memiliki sikap yang teguh pendirian, mulai dari pengambilan keputusan, berpendapat dan memilih pedoman hidupnya.


    ReplyDelete
  12. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    konsisten, hati pikiran dan ucapan itu harus sinkron dan konsisten, ketika orang memiliki pendirian yang kuat maka tidak akan tersapu oleh angin, melakukan sesuatu itu harus konsisten dalam berbicara, mengambil keputusan dll.

    ReplyDelete
  13. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Belalang Spiritual menunjukkan sifat manusia yang kadang tidak teguh/konsisten, mudah goyah karena nafsu. Belalang logos menunjukkan bahwa manusia sebenarnya menyadari sifat ketidak konsistenannya namun kerap kali tidak melakukan apa-apa.

    ReplyDelete
  14. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Berdasarkan elegi diatas hal yang menarik saya komentari yaitu mengenai kontradiksi. Dalam kehidupan kita sesungguhnya isinya adalah kontradiksi. Hal ini pun telah diungkapka pada elegi-elegi lainnya. Bagaimana pun kontradiski pasti melekat pada diri kita. karena kita hidup di dunia dan terikat oleh ruang dan waktu. Antara spiritual dan ilmu pengetahuan haruslah berjalan beriringan. Seperti antara ilmu dengan iman. Seseorang yang ilmu tinggi tetapi dia tidak beriman, maka ilmunya hanyalah sia-sia belaka. Sedangkan orang yang beriman dan tidak berilmu maka keimanannya hanya akan terancam oleh mitos-mitos sehingga juga akan sia-sia.

    ReplyDelete
  15. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. elegi di atas menceritakan tentang belalang yang tidak teguh pendiriannya, plin plan, dan tidak konsisten. Dari dialog anatara belalang spiritual dan belalang logos terdapat beberapa kontradiksi. Dari elegi itu saya mengambil refleksi bahwa sebagai seorang yang berpendidikan hendaknya jangan plin-plan dalam berkata-kata, selalu pegang tegih pendirian. Jika merasa salah lebih baik mengakui.

    ReplyDelete
  16. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam setiap tindakan harus dilakukan dengan sadar dan konsisten dengan apa yang telah dilakukan. Ketika konsisten itu hilang, maka akan mengganggu keseimbangan dalam hidup ini. Tentunya kita harus terus belajar untuk menjadikan diri ini sebaik-baik makhluk-Nya.

    ReplyDelete
  17. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, hal yang dapat saya petik adalah bahwa manusia seringkali tidak konsisten dengan ucapannya, pada awalnya mengatakan A benar dan kemudian mengatakan A tersebut salah.

    ReplyDelete
  18. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai self reminder, jika ingin menjadi manusia yang baik, seharusnya belajar untuk selalu konsisten dengan ucapannya dan melakukan apa yang diucapkannya tersebut, tidak banyak bicara sedikit aksi.

    ReplyDelete
  19. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Artikel “Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos” memberikan nilai kehidupan yang sangat bermanfaat. Kesesuaian antara hati, pikiran, dan tindakan haruslah bersinergi dan konsisten. Ketiga hal tersebut dapat tercermin melalui ucapan. Maka sebaik-baiknya kita ketika berucap adalah ucapan yang baik dan jujur.

    ReplyDelete
  20. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru mempunyai tugas untuk berusaha mengembangkan segenap potensi siswanya secara optimal, agar mereka dapat mandiri dan berkembang menjadi manusia-manusia yang cerdas, baik cerdas secara fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual.

    ReplyDelete
  21. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai konsekuensi logis dari tugas yang diemban Guru, maka guru senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan diantara keduanya adalah hubungan profesional, yang diikat oleh kode etik.

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkadang apa yang kita niatkan tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Apa yang kita doakan tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Terlalu banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi godaan bagi manusia. Yang terpenting adalah ketegasan terhadap diri sendiri untuk melakukan apa yang diniatkan, melakukan apa yang dikatakan. Maka, tetapkanlah hatimu menjadi komandan bagi pikiranmu sehingga segala sesuatu dapat dijalankan dengan baik dan bukan hanya dikatakan saja.

    ReplyDelete
  23. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Manusia dibekali logika/pikiran dan spiritual, itulah yang membedakan manusia dengan binatang seperti belalang. Tentu saja loika manusia itu jauh berbeda dengan logika belalang begitupun spiritual manusia juga jauh berbeda dengan spiritual belalang. Jika manusia tidak konsisten dalam pikiran dan spiritualnya maka akan terjadi pertengkaran di dalam pikiran dan hatinya. Menginginkan dan menyeru untuk perpikir dan berspiritual seperti manusia tetapi dirinya sendiri malah menerapkan pikiran dan spiritual belalang.
    Seringkali kita berpikir dan berspiritual buruk sehingga tercermin pada perilaku kita yang buruk. Anehnya kita berkata pada orang lai untuk menjadi baik sedangkan diri kita sendiri tidak baik. Biasanya solusi yang diambil adalah memberikan atau menunjukkan cotoh salah pada diri kita atau orang lain dengan berkata “jangan begini”, “jangan begitu”, jangan seperti ini”, “jangan seperti itu”, dan mungkin itu pula yang saat ini atau beberapa waktu lalu saya lakukan. Selalu saja manusia menciptakan kontradiksi antara apa yang dikatakan dan diperbuatnya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Elegi pertengkaran antara belalang spiritual dan logos ini saya memaknainya bahwa segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Tuhan di dunia ini saling membutuhkan satu sama lain. Layaknya manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki keterbatasan dan kebutuhan-kebutuhan yang harus terpenuhi. Jika manusia tersebut saling memahami kebutuhan satu sama lain maka kehidupan akan berjalan dengan seimbang. Ketika saling menghakimi satu sama lain, maka hanya akan menimbulkan potensi masalah-masalah yang dapat memicu perpecahan satu sama lain. Segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas duniawi maka sebaiknya masih dalam koridor akal dan hati. Sadar akan keberadaan individu yang berbeda-beda dan ketika masih memiliki dan ingin mencapai tujuan yang sama maka keduanya dapat saling melangkah sesuai dengan value yang diyakini. Menurut saya pribadi "setiap tempat ada perkataan yang tepat dan setiap perkataan ada tempat yang tepat". Oleh karena itu, semuanya itu ada ruang dan waktunya atau disesuaikan dengan situasi dan kondisinya agar tercipta keharmonisan dalam hidup.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari elegi ini, saya melihat bahwa si belalang logos selalu mencemooh belalang spiritual dalam setiap pernyataannya, padahal pernyataan dari belalang spiritual itu mencerminkan kondisi hati dan pikiran manusia yang terisi oleh dua pihak yang senantiasa bertentangan yaitu akal budi dan nafsu-nafsu. Yang mana kedua pihak ini, menurut Blaise Pascal, senantiasa berperang dan selalu berusaha saling menghapuskan satu dengan yang lainnya akan tetapi itu tak akan pernah terjadi (salah satu terhapus oleh yang lainnya). Oleh karena itu, Orang Tua Berambut Putih mengingatkan bahwa kita harus mengedepankan baik aspek spiritual dan aspek logika dalam menjalani kehidupan.
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  26. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Menurut saya elegi ini mengandung makna bahwa apa yang ada sering tidak sesuai dengan harapan. Apa yang ada dalam idealitas kita tidak sesuai dengan realitas yang dihadapi. sering kali ketika kita berniat melakukan suatu kebaikan, tetapi kebaikan itu belum dapat kita lakukan. Kemudian, apa yang buruk yang seharusnya tidak dilakukan malah sebaliknya dilakukan. ini semua sebenarnya semua tergantung bagaimana iman kita untuk menehan nafsu, ketika itu suatu keburukan. Menguatkan niat dan keyakinan bahwa kebaikan akan berbalas suatu kebaikan pula. Pendirian yang kuat dan tangguh lah yang harus dimiliki agar dapat melakukan mana yang baik mana yang benar, dan mana yang buruk. Semoga kita senantiasa dibimbing untuk berada dijalan kebaikan dan ditunjukkan pada jalan yang lurus.

    ReplyDelete
  27. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Menurut saya elegi ini bermakna bahwa apa yang kita rencanakan terkadang akan berubah-ubah. Sehigga kita harus mempunyai banyak rencana agar jika rencana pertama tidak sesuai harapan maka kita masih memiliki rencana lainnya. Seperti halnya saat ini saya ingin mati, tapi jika saya mati saat ini maka saya tidak bisa mewujudkan keinginan saya yang lainnya.Sehingga saat ini saya belum boleh mati, tidak menutup kemugkinan besok saya ingin mati lagi. Tetapi takdir baik dan buruk hanya Allah yang berkendak. Sebagai manusia saya hanya bisa merencanakan masa depan seperti ini tetapi kembali lagi Allah yang memberikan mana yang terbaik. Sungguh Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  28. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Elegi ini menunjukkan perdebatan belalang spiritual yang mewakili spiritual manusia dan belalang logos yang mewakili logika manusia. Banyak manusia yang hanya mengikuti spiritualnya saja. Tidak sedikit juga manusia yang mendewakan logika mereka. Padahal alangkah baiknya jika spiritual dan logika bisa berdamai dan tidak menjadi alat untuk menjatuhkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  29. Bismillah. Terimakasih pak atas postingannya. Elegi ini menggambarkan sifat seseorang ada baik dan buruknya. Semua ada didiri kita. Jadi, pandailah kita untuk menahan untuk tidak berbuat yang tidak baik. Selain itu janganlah kita sesama manusia saling mencemooh. Karena kita yang mencemooh juga belum tentu nantinya bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  30. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Elegi ini sangat menarik. Elegi ini menunjukkan bahwa hidup ini penuh dengan kontradiksi. Sejatinya seseorang yang beragama mengetahui segala perbuatan yang dilarang oleh agama da yang menjadi perintah dari agama. Sudah semestinya seorang yang bergama melakukan segala sesuatu seperti yang diajarkan oleh agamanya, tetapi apalah daya. Sekuat apapun kita berusaha untuk menegakkan ajaran agama, berbagai macam godaan mengalir deras. Gaya hidup hedonis, komsumtif, perkembangan teknologi, dan hiburan-hiburan lainnya membuat seseorang menjadi munafik, bahkan seorang ahli agama pun juga terseret dalam fenomena ini. Kita memang sulit untuk keluar dari permasalahan ini. Namun, setidaknya kita bisa meminimalisir dampak buruk dari power now ini dengan memanfaatkan segala perubahan kehidupan untuk tetap menegakkan spiritualitas.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    PM C
    17709251065

    Manusia dengan berbagai keragamannya akan menunjukkan keragaman pikiran dan perilakunya. Banyak orang yang menganggap dirinya paling benar, namun ternyata justru dirinya sendiri lah yang salah. Semua orang ingin mengklaim bahwa mereka yang paling benar dan membenarkan setiap apa yang diucapkan atau yang dilakukannya. Dan orang yang saling menyalahkan satu sama lain, ternyata justru merekalah yang salah. Orang yang sedang bertengkar membela kebenaran dirinya, justru mereka sedang menunjukkan kesalahannya. Hal ini juga sesuai dengan kondisi sekarang ini banyak orang yang tidak konsisten dengna omongannya sendiri.

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia sering bertingkah seperti belalang spiritual, sebentar berkata sesuatu, sebentar kemudian berkata sebaliknya. sering juga kata-kata tidak sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. hal tersebut adalah munafik, salah satu sifat yang dibenci Allah SWT. betapa mudahnya kita mengumumkan ajakan-ajakan kebaikan kepada umat, tetapi alangkah sulitnya bagi diri kita sendiri untuk melakukannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kekonsistenan memang hal yang sulit dicapai. konsisten pada apa yang kita ucapkan, mengerjakan apa yang telah kita ucapkan memang sangatlah sulit. tetapi kata-kata memanglah sesuatu yang harus dipegang. karena sekali kita mengingkarinya, maka selamanya orang tidak akan percaya. sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat dipercaya, dapat dipegang kata-katanya, menjaga ucapannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia sering bertingkah seperti belalang spiritual, sebentar berkata sesuatu, sebentar kemudian berkata sebaliknya. sering juga kata-kata tidak sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. hal tersebut adalah munafik, salah satu sifat yang dibenci Allah SWT. betapa mudahnya kita mengumumkan ajakan-ajakan kebaikan kepada umat, tetapi alangkah sulitnya bagi diri kita sendiri untuk melakukannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kekonsistenan memang hal yang sulit dicapai. konsisten pada apa yang kita ucapkan, mengerjakan apa yang telah kita ucapkan memang sangatlah sulit. tetapi kata-kata memanglah sesuatu yang harus dipegang. karena sekali kita mengingkarinya, maka selamanya orang tidak akan percaya. sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat dipercaya, dapat dipegang kata-katanya, menjaga ucapannya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setiap individu tentu memiliki pandangan tersendiri mengenai apa yang dianggap salah atau apa yang dianggap benar. Akan tetapi dalam kehidupan sekarang ini, mengetahui sesuatu yang salah dan yang benar saja tidaklah cukup. Banyak orang yang sebenarnya mengetahui tentang suatu perbuatan yang sebenarnya ia yakini salah, namun karena godaan nafsu atau paksaan kondisi, ia tetap melakukannya dengan berbagai dalih. Tidak sedikit pula yang meyakini sesuatu itu benar, namun untuk sekadar melakukannya saja ia enggan. Oleh sebab itu, sekali lagi mengetahui tentang yang benar dan yang salah saja tidaklah cukup. Setiap orang harus memiliki komitmen dan konsistensi dalam memegang teguh keyakinannya terhadap sesuatu yang dipandang benar dan salah tersebut.
    Dalam Elegi ini dicontohkan betapa si Belalang Spiritualsebenarnya mengetahui bahwa korupsi itu haram, namun ia tetap melakukannya.

    ReplyDelete
  37. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mawas diri dan jangan sekali-kali membohongi hati nurani. Hati nurani tidak pernah salah. Hati nurani selalu memberikan nasihat yang betul-betul benar. Hati nurani adalah petunjuk menuju jalan kebaikan, jika sepenuhnya kita dengar dan kita taati. Sesungguhnya tidak ada pelanggaran etika, tidak ada pelanggaran norma, tidak ada pelanggaran hukum jika hati nurani diposisikan sebagaimana mestinya. Terkadang si spiritual hanyalah baru sampai pada kulitnya, tidak sampai pada nuraninya.

    ReplyDelete
  38. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B


    rencana tidak akan terjadi dengan sendirinya. manusia butuh usaha untuk membuktikannya. yang menyedihkan ialah ketika seseorang bisa menasehati orang lain namun tidak untuk dirinya, maksud saya dia melakukan apa yang ia larang. nasehat-nasehat yang diberikan juga sebaiknya diterapkan kepada diri sendiri terlebih dahulu. dan sebaiknya kita menjadi orang yang bisa memgang omongan kita sendiri. jangan sepeti air didaun keladi tidak jelas arah dan tidak istiqomah.

    ReplyDelete
  39. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Zaman sekarang ini, banyak sekali yang menggunakan spiritualitas untuk kepentingan dunia ini. Alih-alih tidak menginginkan hal duniawi namun dibelakang palahan semakin memperbanyak harta. Spiritual itu tidak akan jalan sendiri di dunia ini jika tidak diimbangi dengan logika. Karena antara logika dan spiritual harus berjalan beriringan gunan memberikan dampak yang baik dalam kehidupan di dunia. Pada dasarnya kita hidup di dunia maka kita juga harus realistis akan kebutuhan yang diperlukan di dunia namun tidak menjadi sesuatu yang sangat primer untuk segala hal yang berurusan di dunia ini. Intinya antara spiritual dan logika harus berjalan beriringan biar kehidupan seimbang.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  40. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Spiritual dan logos merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Spiritual tanpa logos maka akan Buta sedangkan logos tanpa spiritual maka akan Lumpuh. Kita sebagai mahluk sempurna yang bekali oleh tuhan berupa karunia yang kompleks yaitu adanya logos dan spiritual yang menjadi dinding pembeda antara manusia dan binatang sperti belalang yang ada pada dogeng di atas. Maka galilah potensi diri agar menjadi insan yang lebih bermatabat.

    ReplyDelete
  41. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Perbincangan antara belalang logos dengan belalang spiritual diatas memberikan gambaran bahwa spiritualitas mengajarkan kita untuk sadar dengan kesalahan dan ingin memperbaiki diri sedangkan logika mengarahkan kita selalu merasa diri paling benar paling benar dan menyalahkan orang lain. Orang yang kekuatan spiritualitasnya tinggi cenderung merendah, bagaikan lumbung padi yang semakin berisi semakin menunduk, sedangkan orang yg tinggi logikanya namun lemah spiritualitasnya cenderung egois dan merasa diri paling benar, dan selalu melihat kesalahan orang lain.

    ReplyDelete
  42. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Apa yang yang kita persepsikan tentang diri kita, belum tentu sejalan dengan yang yang dipersipkan orang lain.Kadang hari ini seperti ini, kemudian sebentar lagi akan menajdi seperti itu.Sikap dan tindakan sering berubah-ubah,baru semenit-dua menit sudah berubah.Tentu kita tidak mampu melakukan hal yang sama dari sebelumnya karena kita terikat oleh ruang dan waktu.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  43. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam eligi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos dapat diartikan bahwa belalang spiritual menunjukkan sikap spiritual manusia dan belalang logos menunjukkan logika manusia. Dari eligi ini dapat dimaknai bahwa dalam diri manusia terdapat logika dan spiritual yang terkadang saling bertentangan. Kadang manusia terlalu menonjolkan spiritualnya tanpa mempedulikan logika dan ada juga sebaliknya bahwa manusia terlalu mengedepankan logikanya tanpa melandasi dengan spiritual. Hendaknya dalam menjalani kehidupan, manusia menyeimbangkan antara spiritual dan logikanya agar kehidupan berjalan dengan damai dan seimbang.

    ReplyDelete
  44. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat bermula pada ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya.

    ReplyDelete
  45. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Percakapan dua belalang diatas berisi nasehat dan pengetahuan yang sangat banyak. Secara umum bahwa dalam kehidupan ini dunia dan akhirat harus seimbang, agar hidup jadi mudah dan damai. Namun, kebanyakan kita lebih cenderung pada sesuatu hal, sehingga menjadikan hidup kita tidak beraturan, hal ini memang tidak tampak secara jelas, namun hal itu demikian adanya. Yang paling menarik bagi saya adalah pada percakapan "Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?". Terkadang kita ingin dinilai baik oleh seseorang namun kita menilai buruk bagi orang lain. Sebenarnya hal inilah yang menjadikan kita juga dinilai buruk oleh orang lain, karena apa yang kita tanam itu yang kita tuai.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  46. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pada dasarnya filsafat bermula pada sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan sedemikian hingga dapat menjadi sinergi. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  47. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia terkadang tidak konsisten, seperti belalang yang digambarkan dalam elegi di atas. Sebentar-sebentar menganggap suatu hal itu penting, lalu tiba-tiba menganggap hal tersebut menjadi penting. Berubah memang tak selamanya buruk, tetapi perlu dipikirkan pula seperti apa perubahan yang terjadi. Selayaknya perubahan terjadi menuju ke arah yang lebih baik, bukan menjadi lebih buruk, lebih berpikiran jahat atau lebih ragu. Baiknya kita sebagai manusia mencoba belajar melakukan perubahan diri dan terus belajar dan belajar tanpa henti untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  48. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Perbinangan antara belalang logos dan belalang spiritual ini sangatlah menarik. Dari Elegi ini dapat dipelajari bahwa antara spiritual dan logika itu terkadang memang tidak bisa saling berhubungan. Benar menurut spiritual belum tentu benar menurut logika. Ada beberapa kasus dalam spiritual yang tidak dapat diterima oleh logika. Spiritual itu dari bawah menuju ke atas. Sesuatu yang benar dan terletak di atas itu terkadang yang sulit sekali diterima oleh logika.

    ReplyDelete
  49. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dari elegi yang Prof Marsigit tulis mengenai elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos, kita bisa mendapatkan beberapa makna. Yang pertama, kita menyadari bahwa diri kita senantiasa berubah seiring dengan bertambahnya waktu. Baik perubahan secara pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Dengan mengingat hal ini, seharusnya membuat diri kita tidak mudah menjatuhkan suatu sifat atau menghakimi suatu peristiwa atau benda, karena bisa jadi apa yang awalnya kita nilai jelek ternyata di kemudian hari kita menilainya menjadi baik. Seperti dalam elegi diatas dicontohkan ketika belalang spiritual menilai listrik kalau siang hari tidak ada gunanya, namun ia berubah penilaian setelah belalang logos mematikan saklar listrik. Hal kedua yang kita pelajari adalah bahwa diri kita terdiri atas bagian logos dan juga bagian spiritual. Kita perlu menyeimbangkan kedua hal tersebut agar kita bisa menjadi manusia yang lebih bijaksana. Jangan mengunggulkan satu bagian dari bagian yang lain.

    ReplyDelete
  50. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel kali ini. menjadi pribadi yang konsisten dalam suatu hal memanglah tidak mudah. Menjadi teladan dan melakukan kebaikan itu juga tidak mudah. Menyadari dan mengakui keburukan diri sendiri daripada keburukan oranglain itu juga tidak mudah. Menyeimbangakan urusan dunia dan akhirat pun, juga tidak mudah. Sebaik-baik makhluk adalah yang menghargai dan saling bertoleransi dengan orang lain, mampu melihat hikmah dan makna dari setiap yang dilakukannya, dan mampu menjadi teladan yang baik untuk oranglain. Mungkin itu yang dapat saya tangkap dari perbincangan belalang logos dan belalang spiritual, wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  51. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi ini menunjukkan bahwa tidak Ada Hal yang absolut di dunia, selama masih terikat ruang Dan waktu. Dunia ini penuh dengan kontradiksi. Absolut hanyalah milik Tuhan.
    Namun bukan berarti lalu kita berhenti bertindak. Logos membantu kita juga untuk menggapai spiritual. Mengingatkan kita untuk memiliki dasar keyakinan yang kuat until menggapai spiritual.

    ReplyDelete
  52. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah Setiap manusia secara fitrah diciptakan Allah sebagai manusia yang sebaik-baiknya. Namun kembali lagi dengan konteks ruang dan waktu yang dapat mengubah dan mempengaruhi sifat seseorang. Banyak godaan yang secara tidak sadar sudah menjerumuskan manusia. Niat baik pasti dimiliki, tetapi faktor lain yang ada pasti mempengaruhi. Omongan dan tindakan sering kali tidak sejalan. Lumrah kita jumpai di masa sekarang. Dunia politik misalnya. Di awal, banyak calon pemimpin yang mengumbar janji lewat bujuk rayunya. Tapi ruang dan waktu dapat mengubah semuanya. Cuma penyesalan yang dimiliki oleh manusia setelah melakukan suatu tindakan.

    ReplyDelete
  53. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Filsafat adalah ilmu pikir dan filsafat bermula pada ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  54. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof atas ilmu yang sudah diberikan melalui postingan ini.
    dari postingan ini saya dapat mengambil kesimpulan kita harus teguh dalam pendirian dalam keadaan apapun, jangan seperti belalang yang sebentar sebentar berubah pemikiran. dan yang paling dapat membuat pendapat kita tidak berubah-ubah ialah ilmu yang tertanam di dalam pikiran kita. maka dari itu kita harus senantiasa mencari ilmu dimanapun dan kapanpun hingga akhir hayat kita.

    ReplyDelete
  55. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi diatas, saya menafsirkan bahwa belalang itu adalah gambaran makhluk yang rakus. Artikel di ats memiliki dua peran dari dua dimensi yaitu dari dimensi spiritual dan logos. Pada dasarnya sifat kedua belalang adalah sama yaitu rakus dan ingin menang pada pendapatnya sendiri sehingga belalang logos selalu mencemooh belalang spiritual karena tindakan belalang spiritual yang penuh kontradiksi dan tidak logis. Sedangkan di lain sisi, belalang spiritual memahami ilmu spiritual namun tidak mampu menerapkan dengan baik sehingga belum ber hemenetika dengan baik. Semoga setelah membaca elegi ini kita terhindar dari sifat sombong belalang logos dan kontradiksi dari belalang spiritual.

    ReplyDelete
  56. Junianto
    17709251065
    PM C

    Keragaman akal dan pendapat manusia akan melahirkanb berbagai macam paham dan pemikiran. Ada sebagian orang yang selalu menganggap dirinya yang paling benar dan menganggap orang lain salah. Hal ini disebabkan karena ia hanya melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri tanpa melihat sudut pandang orang lain. Disinilah letak keegoisan manusia yang bisa mengakibatkan perselisihan jika tidak dibarengi dengan toleransi.

    ReplyDelete
  57. Junianto
    17709251065

    Dari artikel ini juga dapat diambil pelajaran bahwa menjadi orang yang konsisten bukanlah hal yang mudah. Dalam artikel ini disebutkan “esuk dhele sore tempe”, yang artinya orang yang tidak konsisten dalam perkataan dan perbuatan. Kelihatannya sederhana dan mudah untuk menjadi orang yang konsisten, tetapi kenyataanya banyak diantara kita yang belum bisa selaras antara apa yang dicapkan dan apa yan dilakukan. Dalam beberapa hal, mungkin bisa dimaklumi karena manusia tempatnya salah dan lupa, tetapi yang sering terjadi adalah ketidakkonsistenan itu memang sengaja dilakukan. Inilah yang disebut “esuk dhele sore tempe”.

    ReplyDelete
  58. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Pada elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos ini menunjukkan bahwa belalang spiritual cenderung memberikan nasihat untuk berbuat tetapi selalu terjadi kontradiksi. Hal tersebut terjadi karena memang pada hidup manusia adalah kontradiksi. Karena itu, manusia hendaknya bisa menyeimbangkan antara spiritual dan pikiran. Mampu menggunakan spiritual dan pikiran agar dapat bertindak sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  59. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Seseorang itu harus sesuai antara perkataan dan perbuatan. Jika kita memberi nasihat pada orang lain untuk tidak merokok karena tidak baik untuk kesehatan, maka kita juga jangan merokok misalnya. Seseorang juga harus konsisten dengan ucapannya, tidak plin-plan hanya karena ingin mencari kentungan pribadi. Berkata itu mudah, namun untuk menjalankannya kadang susah, maka sebelum berkata hendaknya dipikirkan dulu.

    ReplyDelete
  60. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Apa yang terjadi pada belalang logos dan belalang spiritual mungkin saja terjadi pada diri kita. Tak jarang kita melakukan sesuatu yang kita tahu tidak boleh dilakukan, dan sebaiknya kita mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan. Pada dasarnya sebelum menasehati orang lain kita harus melihat ke dalam diri kita sendiri terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  61. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia hidup banyak godaan, godaan bisa fenomena maupun noumena. Manusia harus mau untuk selalu belajar dan berfikir. Ketika belajar dan berfikir maka ilmu yang dimilikinya selalu bertambah. Semakin bertambahnya ilmu akan semakin banyak pertanyaan yang timbul. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dapat membuat kita tergoda untuk melakukan yang tidak sejalan dengan norma yang berlaku. Oleh karena itu, kekonsistenan pada suatu hal itu penting. Tapi ada kalanya kita juga tidak konsisten agar dapat menerima pendapat orang lain.

    ReplyDelete
  62. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Spiritual dan logos dalam diri itu sangatlah penting, tetapi spiritual juga jangan asal spiritual, karena spiritual tak akan terwujud apabila kita masih membatasi perbuatan atau aktivitas kita dalam menjalankan kewajiban yang seharusnya dipenuhi. Spiritual yang kita jalani ini dalam rangka mewujdkan yang ada dan yang mungkin ada. Dengan spiritual yang bersumber dari Tuhan inilah, wujud dari segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan hasil refleksi mendalam atas keterbatasan kita dalam relasinya secara vertikal maupun horizontal.

    ReplyDelete
  63. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Percakapan belalang logos dan belalang spiritual memang dapat terjadi di kehidupan nyata. Perbedaan antara perkataan dan perbuatan dan ketidakteguhan pendirian, misalnya. Hati manusia memang selalu terbolak-balik, maka dari itu hendaknya kita sebagai manusia selalu berdoa agar hati selalu terikat padaNya.

    ReplyDelete
  64. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    hal yang saya tangkap dari tulisan tersebut adalah adanya ketidaksesuain antara hati dan pikiran yang ditokohkan oleh belalang spiritual. mungkin itu adalah suatu bentuk sindiran terhadap orang yang munafik, antara ucapan dan sikap berbeda dengan hatinya. saya juga dapat mengambil pelajaran bahwa dalam hidup ini jika kita ingin berguna, dan menjadi panutan maka kita harus mensinkronkan ucapan dan tindakan kita. contohnya seorang guru tidak akan efektif menanamkan pendidikan karakter kepada siswa jika guru tersebut ternyata karakternya tidak baik.

    ReplyDelete
  65. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya mencoba mengambil kesimpulan dari apa yang dikatakan oleh belalang spritual, kita didunia ini penuh dengan kontradiksi, dimana yang seharusnya kontradiki-kontradiksi tersbut dapat kita luruskan dengan pikiran dan hati kita. Agar apa yang sudah menjadi ketetapan dengan apa yang sudah dilakukan dapat sejalan, sehingga kita tidak terjebak dalam perkataan yang penuh kontradiksi.

    ReplyDelete
  66. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Elegi ini dapat saya maknai bahwa sebenarnya belalang mengetahui bahwa perbuatan buruk yang dia lakukan merupakan perbuatan tersela namun dia tetap melaksanakannya. Sama seperti manusia, yang memang sudah diajarkan sejak dia mengetahui tentang nilai moral dan nilai religius bahwa sesuatu yang tercela tidak boleh dilakukan berbeda dengan sesuatu yang baik maka sebaiknya dilakukan. Namun dalam pelaksanaannya walupun kita mengetahui hal tersebut buruk namun kita menutup hati dna pikrian sehingga menganggap hal yang buruk tersbet tidak masalah untuk dilakukan. Hal ini terjadi karena nilai spiritual kita masih dapat dikalahkan oleh nilai tercela yang kita miliki. Solusinya adalah dengan meningkatkan nilai spiritual dan meminta perlindungan Tuhan untuk selalu berada di jalan yang lurus.

    ReplyDelete
  67. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Elegi pertengkaran belalang spiritual di atas menggambarkan dilema pertentangan antara idealitas dan realitas, bahwa kenyataan yang ada seringkali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Manusia bertindak menurut logika dan hati nurani, perbuatan yang seperti apa yang dihasilkan adalah bentuk keputusan yang diambilnya, baik itu dalam hal kebaikan maupun dalam hal keburukan, namun pada nyatanya keputusan yang dibuat manusia itu sifatnya berubah-ubah. Semua hal itu tergantung pada sejauh mana seseorang membuat idealitasnya kemudian sejauhmana usaha mereka dalam merealisasikan idealitasnya tersebut.

    ReplyDelete
  68. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos menceritakan tentang kekonsistenan manusia. Dalam istilah jawa ada sebutan “jarkoni” atau “ ngajar tapi ora nglakoni” yang artinya bahwa berani berkata namun tidak pernah berbuat. Mungkin hal ini merupakan hal biasa yang terjadi di kehidupan manusia sekarang ini, atau malah sudah menjadi salah satu sifat manusia bahwa kita sudah tahu dan mengerti tentang hal-hal yang kurang baik namun tetap saja melakukan hal tersebut. Agar terhindar dari hal tersebut hendaknya kita selalu mengingat Allah SWT dalam setiap perkataan dan perbuatan.

    ReplyDelete
  69. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Belalang spiritual yang sifat-sifatnya berubah
    Oleh karena itu hati perlu dikuatkan dengan logika
    Logika boleh kacau hati, jangan

    Dan belalang pun ingin membaca elegi perubahan.....

    ReplyDelete
  70. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pelajaran yang dapat kita ambil dari elegi ini adalah perlunya menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jangan biarkan kita larut mengejar dunia sehingga melupakan kebutuhan spiritual dan jangan pulalah kita hanya berfokus pada urusan akhirat sehingga mengabaikan lingkungan sekitar. Karena sebenar-benar orang yang cerdas adalah orang yang pandai mengatur diri dengan menyelaraskan urusan dunia dan akhirat sehingga keberadaannya memberi kesan di dunia dan kedatangan menjadi kerinduan di akhirat.

    ReplyDelete
  71. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017



    Elegi ini mengajarkan pada kita bahwa kita sebagai manusia terkadang bersikap tidak konsisten, mudah berubah-ubah. Kadang kita berkata A namun beberapa waktu kemudian kita berkata B. Maka ada baiknya kita memikirkan matang-matang apa yang akan kita ucapkan sehingga kita tidak mudah berubah-ubah dalam berkata karena salah satu hal yang dapat membuat orang lain percaya pada kita adalah melalui perkataan kita.

    ReplyDelete
  72. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kami harus senantiasa konsisten terhadap apa yang sudah kami ucapkan dan utarakan. Ketika kami melanggar semua apa yang telah kami ucapkan dan utarakan tentu saja akan berakibat buruk pada kami sendiri yaitu orang lain akan menilai negatif kepada kami. Oleh karena itu, kami menyadari bahwa ketika kami akan membicarakan sesuatu atau berbicara mengenai sesuatu haruslah dipertimbangkan, dipikirkan secara arif dan bijaksana baik secara rasional maupun spiritual.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Elegi kali ini merefleksikan diri kita bahwa sering kali manusia bertindak, berkata kontradiktif. Kedua belalang tersebut sebenarnya representasi manusia di dunia ini, jika seorang berlaku atauberkata salah, maka orang lain mengingatkan atau "mengomentari". belalang spiritual cenderung lebih bijaksana dalam berkata-kata, namun pandai membual. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Adanya percakapan antara Belalang spiritual dan Belalang Logos sejatinya merefleksikan diri dan sebagai pengingat pula. Kata-kata yang diuraikan oleh belalang spiritual meupakan refleksi hal-hal yang sangat rawan kita lakukan, seperti karupsi, kemudian jika kita ingin dinilai baik oleh orang lain maka kita tidak boleh menjustifikasi orang lain sebagai seorang yang buruk terlebih dahulu, tidak pula meremehkan orang lain. Selain itu, jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik kita pun tidak seharusnya menggampangkan dan mengabaikan proses yang harus kita lalui. Terima kasih, Prof. Marsigit. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  76. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  77. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi diatas menyajikan diskusi dua belalamg yang menarik dan uniq karena tidak ada komunikasi yang baik antara keduanya. Pertama, belalang spiritual cenderung menampakkan sifat “ pagar makan tanaman” yakni sifat melarang suatu hal namun dia sendiri juga melakukan hal tersebut. Dan belalang logos , yang menjadi teman diskusi hanya bisa bisa mengata-ngatai belalang spiritual dengan kata “ esuk dhele, sore tempet”, mengetahui temannya yang sedang dilanda sikap “pagar makan tanaman”, sebaiknya belalang logos mengingatkannya agar tisak salah konsep. Terima Kasih Prof.

    Jika di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa hidup didunia harus konsisten dan selaras antara hati, pikiran dan perbuatan. Bukan malah moncla-mencle yakni awalnya ngomong A kemudian tiba-tiba berubah ngomong B. Seseorang yang diketahui memiliki sifat yang tidak konsisten bisa saha kehilangan kepercayaan dari orang lain dan menurun wibawanya sehingga dianggap Cuma gedobos omongannya. Oleh karena itu, jika kita menemui orangs eperti itu , baiknya diajak diskusi untuk mencari solusi. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  78. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Berdasarkan teori ini suatu pernyataan dianggapbenar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten denganpernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Sedangkan konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Suatu kebenaran tidak hanya terbentuk karena adanya konsistensi antara pernyataan dan realitas saja, akan tetapi juga karena adanya pernyataan yang konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Dengan kata lain suatu proposisi dilahirkan untuk menyikapi dan menanggapi proposisi sebelumnya secara konsisten serta adanya interkoneksi dan tidak adanya kontradiksi antara keduanya.

    ReplyDelete
  79. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari elegi tentang pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos kita dapat pelajaran bahwa sebagai makhluk yang terkadang salah dan khilaf, manusia seringkali tidak konsisten dengan apa yang telah diucapkannya. Setiap manusia selalu mempercayai hal yang dianggap benar dalam hidupnya, akan tetapi tidak sedikit pula orang yang melakukan sesuatu bertentangan dengan apa yang ia anggap benar, dengan kata lain tidak konsisten, yaitu melakukan sesuatu yang ia anggap salah. Sebaiknya kita banyak-banyak berdoa agar terhindar dari jalan yang tidak diridhoi Allah SWT.

    ReplyDelete
  80. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Secara umum saya dapat berkomentar bahwa antara spiritual dan logos harus seimbang. Keseimbangan didapat dengan menyelaraskan antara doa dan ikhtiar. Tanpa adanya keseimbangan itu, maka spiritual dan logos akan selalu bertengkar dan saling berkontradiksi. Untuk itu perlu kiranya menguatkan keduanya, spiritual dan logos untuk semakin menguatkan dalam membangun hidup.

    ReplyDelete
  81. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari apa yang saya tanggap, elegi ini mengajarkan mengenai betapa pentingnya keselarasan dalam hidup. Baik itu antara hati, pikiran, dan perbuatan. Keselarasan ini dibutuhkan agar kita dapat mencapai tujuan dengan baik. Keselarasan juga harus kita tampakkan dalam hal kebaikan. Ada kalanya hati kita meyakini suatu hal adalah benar, dan pikiran kita juga meng-iya-kannya, namun terkadang ada saja hal -hal yang membuat kita berat untuk melakukannya. Sebaliknya sesuatu yang sesungguhnya kita yakini itu buruk, namun sering kali masih kita lakukan karena adanya dorongan hawa nafsu. Semoga kita tergolong orang-orang yang selalu mampu menyelaraskan hati, pikiran, dan perbuatan dalam hal kebaikan. Aaamiin.

    ReplyDelete
  82. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pertengkaran dalam diri seperti yang dilakukan oleh belalang spiritual sering terjadi dalam pikiran manusia. Sejatinya manusia mengetahui bahwa sesuatu itu adalah sesuatu yang tidak baik namun tetap melakukannya, ataupun sebaliknya. Sebisa mungkin kita harus berusaha untuk menyelaraskan logos dan spiritual kita, dalam arti melakukan sesuatu yang memang kita tahu baik dan tidak melakukan yang buruk

    ReplyDelete
  83. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Percakapan tadi merupakan percakapan yang sungguh menarik. Percakapan tadi menunjukkan bahwa kehidupan didunia ini penuh dengan kontradiksi, tidak ada keselarasan antara hati, pikiran dan tindakan dan hal seperti ini sudah biasa terjadi di kehidupan nyata, misalnya dalam kejadian berbohong, tidak ada manusia yang tidak pernah berbohong. Yang kita ucapkan belum tentu sama dengan apa yang kita lakukan, apalagi dengan yang pikiran dan yang kita niatkan dalam hati. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  84. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Belalang spriritual menunjukkan sifat yang berubah uabah, namun belalang logos hanya mengatakan kalo belalang spiritual itu tidak teguh pendiriannya. Hal ini menjukkan sifat kontradiksi yang dilakukan oleh belalang spiritual. Dengan adanya logos mampu menunjukkan bahwa belalang spiritual tersebut tidak teguh pendiriannya.

    ReplyDelete
  85. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Dari elegi di atas kita belajar bahwa manusia seringkali tidak konsisten dengan pernyataannya. Sering breubah-ubah, kadang sesuai dengan ruang dan waktu, kadang juga tidak. Semoga Allah senantiasa melingdungi hati dan pikiran kita dan teguh pendirian (istiqomah).

    ReplyDelete
  86. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Setelah membaca elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwa manusia itu terkadang berbicara tidak sesuai dengan kenyataannya. Ketika membicarakan suatu masalah misalnya, dalam waktu yang sama pula kita sedang kontradiksi dengan apa yang kita bicarakan. Contohnya ada pada belalang spiritual, yaitu dia melarang orang lain untuk tidak melakukan tindakan yang jelek, tetapi dia sendiri melakukannya. Itulah salah satu kelemahan manusia, hanya dapat menasihati tetapi jarang menerapkannya sendiri. Oleh karena itu, kita harus banyak berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu terhindar dari sifat yang tidak terpuji.

    ReplyDelete
  87. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hikmah yang dapat diambil dari elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos di atas adalah hati-hati jika berbicara. Jangan sampai apa yang kita ucapkan jadi pembunuh untuk kita sendiri. Harus tanggungjawab dengan apa yang kita ucapkan. Seperti kedua belalang dalam elegi ini “mencla-mencle”. Artinya suatu waktu ia mengatakan A, kemudian di lain waktu ia mengatakan hal yang bertentangan dengan B.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  88. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terimakasih Prof. atas elegi nya, kedua percakapan antara belalang spiritual dan logos merupakan peristiwa yang dekat dengan kehidupan manusia. Antara belalang logos dan belalang spiritual memiliki sifat yang berbeda. Kebahagiaan di dunia belum tentu menjamin kebahagiaan di akhirat. Hidup mewah di dunia belum tentu bahagia di dunia. Tugas manusia di muka bumi ini ialah beribadah kepada Allah SWT. Manusia tempatnya salah, manusia juga tempatnya khilaf. Namun manusia tetap bisa memohon ampun kepada Allah selahi ia ikhlas untuk bertaubat atas kesalahanya.

    ReplyDelete
  89. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang antara spiritual dan logika sering sekali memiliki pertentangan. Karena jika spiritual itu hanya fokus pada spiritual saja dan kurang begitu menggunakan logika dalam memikirkannya, maka hal tersebut akan menjadi sebuah fanatik spiritual yang tidak menerima logika karena segala sesuatu itu selalu diserahkan kepada Tuhan. Dan begitu juga dengan logika, akan menajdi fanatik logika karena menganggap apa yang tidak sesuai dengan logika maka tidak akan diterimanya. Maka jika keduanya tidak saling menurunkan ego masing-masing maka tidak akan terjadi keselarasan antara keduanya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  90. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang antara spiritual dan logika sering sekali memiliki pertentangan. Karena jika spiritual itu hanya fokus pada spiritual saja dan kurang begitu menggunakan logika dalam memikirkannya, maka hal tersebut akan menjadi sebuah fanatik spiritual yang tidak menerima logika karena segala sesuatu itu selalu diserahkan kepada Tuhan. Dan begitu juga dengan logika, akan menajdi fanatik logika karena menganggap apa yang tidak sesuai dengan logika maka tidak akan diterimanya. Maka jika keduanya tidak saling menurunkan ego masing-masing maka tidak akan terjadi keselarasan antara keduanya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  91. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang antara spiritual dan logika sering sekali memiliki pertentangan. Karena jika spiritual itu hanya fokus pada spiritual saja dan kurang begitu menggunakan logika dalam memikirkannya, maka hal tersebut akan menjadi sebuah fanatik spiritual yang tidak menerima logika karena segala sesuatu itu selalu diserahkan kepada Tuhan. Dan begitu juga dengan logika, akan menajdi fanatik logika karena menganggap apa yang tidak sesuai dengan logika maka tidak akan diterimanya. Maka jika keduanya tidak saling menurunkan ego masing-masing maka tidak akan terjadi keselarasan antara keduanya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  92. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. elegi di atas menceritakan tentang belalang yang tidak teguh pendiriannya, plin plan, dan tidak konsisten. Dari dialog anatara belalang spiritual dan belalang logos terdapat beberapa kontradiksi. Dari elegi itu saya mengambil refleksi bahwa sebagai seorang yang berpendidikan hendaknya jangan plin-plan dalam berkata-kata, selalu pegang tegih pendirian. Jika merasa salah lebih baik mengakui.

    ReplyDelete
  93. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pelajaran yang dapat diambil dari percakapan tersebut adalah bahwa antara urusan dunia dan urusan akhirat harus seimbang. spiritual tergantung pada keadaan, dan tindakan juga harus dibataasi oleh nilai-nilai spiritual. jadi jika antara urusan dunia dan urusan akhirat seseorang seimbang, maka hidupnya akan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat

    ReplyDelete
  94. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Belalang spiritual mengalami kebingungan karena apa yang ia lakukan tidak sejalan dengan apa yang ada dihatinya atau idealisme nya. Dalam hidup ini hal seperti itu sering terjadi dan terkadang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, sebaiknya jika kita melakukan sesuatu kita harus mempertimbangkan baik-buruknya (mengandalkan logika dan mendengarkan juga kata hatinya). Jika kita mengalami kesulitan dalam memutuskan alangkah lebih baik jika meminta petunjuk kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  95. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Pada dasarnya filsafat bermula pada sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan sedemikian hingga dapat menjadi sinergi. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  96. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas semestinya dapat berjalan bersama pada tempatnya masing-masing. Agama membatasi sikap kita dalam mencari ilmu, seperti mengajarkan untuk ikhlas dan sabar. Begitu juga sebaliknya. Namun begitu banyak pengaruh yang membuat hubungan keduanya menjadi tidak harmonis. Seperti kemajuan teknologi yang seharusnya dapat membantu manusia untuk membangun pengetahuannya malah menjadi suatu hal yang mengendalikan seluruh aspek kehidupan manusia ke arah negatif termasuk ranah agama. Hanya keimanan yang sebenarnya membentengi kita dari pengaruh yang merusah nalar dan sikap. Sehingga penting kiranya untuk selalu menjaga keimanan kita selalu kuat dan berada di jalanNya.

    ReplyDelete
  97. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Filsafat adalah ilmu pikir dan filsafat bermula pada ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  98. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Assalamu’alaikum, Wr.Wb
    Elegi perbincangan logos dan belalang ini menjelaskan tentang sesorang yang memiliki ilmu yang tinggi dengan sesorang yang memiliki ilmu yang biasa. Akan tetapi dari komunikasi keduanya tiidak bberjalan dengan baik karena komunikasi ini akan berjalan dengan baik jika berada diruang dan waktu yang berbeda. Jadi ruang dan waktu itu penting didalam menentukan keberhasilan komunikasi, dialog dan juga presentasi agar diantara keduanya terjadi hubungan timbal balik dan bisa memahami satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  99. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Dari elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos, terlihat bahwa seseorang yang mengaku memiliki spiritualitas pun dapat melakukan ketidak konsistenan, bahkan dalam hal yang kontradiktif. Orang tersebut mengatakan nilai-nilai yang benar, namun tindakannya malah melakukan hal-hal yang bernilai salah. Maka dari itu sebaiknya apa yang kita katakana harus sesuai apa yng kita lakukan, dalam hal ini, perkataan dan perbuatan yang bernilai benar. Jika kemudian kita khilaf, dan tidak konsisten, sebaiknya kita segera sadar dan kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  100. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas eleginya, Prof. Dari elegi ini saya memetik banyak pelajaran. Manusia memang kadang tidak konsisten, misalkan saja sering menasehati seseorang untuk tidak melakukan sesuatu tetapi diri sendiri malah melakukannya. Padahal sebenarnya, satu contoh itu lebih baik dari seribu nasehat. Oleh karena itu, mari kita jadikan elegi ini sebagai pengingat, agar perbuatan bisa selaras dengan perkataan.

    ReplyDelete
  101. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan elegi percakapan belalang spiritual dan belalang logos tersebut. Saya dapat memetik pelajaran bahwa apa yang kita katakan harus selaras atau sejalan dengan tindakan yang kita lakukan. Kita harus mempunyai pendirian yang kuat, tidak boleh plin-plan dalam bekata atau melakukan suatu tindakan.

    ReplyDelete
  102. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Elegi belalang diatas menggambarkan salah satu sifat manusia yaitu tidak konsisten atau mudah berubah-ubah. Dari elegi tersebut mengajarkan kita agar senantiasa konsisten antara hati, pikiran dan perbuatan. Oleh karena itu, hendaknya selalu berfikir terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu hal, karena orang yang berlaku tidak konsisten dapat menghilangkan kepercayaan seseorang.

    ReplyDelete
  103. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi di atas, saya belajar bahwa kita harus senantiasa konsisten antara pikiran, hati, dan perbuatan. Ketidakkonsistenan dapat dihindari jika kita mampu memegang prinsip hidup yang didasarkan atas sifat rendah hati, tidak sombong, tidak egois, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kita harus memegang teguh prinsip hidup dan semua hal yang dilakukan harus selaras antara hati, pikiran dan perasaan.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  104. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Dari artikel tersebut saya belajar bahwa apa yang kita katakana seharusnya selaras dengan yang kita perbuat. Namun, di lain sisi menurut saya inilah titik awal adanya perubahan menuju kebaikan. Tidak semua orang berada di situasi dan kondisi yang ideal untuk menjadi baik maupun yang terbaik. Berkaitan dengan hal tersebut, inilah kewajiban sesama manusia untuk saling mengingatkan.

    ReplyDelete
  105. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah,
    Pelajaran yang dapat saya petik dari elegi di atas adalah sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna, terkadang manusia melakukan salah dan khilaf. Hal itulah yang menjadikan manusia seringkali tidak konsisten dengan pernyataannya atau mudah berubah-ubah, seperti halnya belalang spiritual. Saya sependapat dengan tanggapan Mbak Rahma Hayati, bahwa selama perubahan itu mengarah kepada kebaikan menurut saya itu tidak masalah, bahkan sangat baik. Oleh karena itu, hendaknya manusia saling mengingatkan antar sesama.

    ReplyDelete
  106. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi ini saya dapat mengambil amanah jangan sampai dalam hidup ini sifat kita seperti belalang yang selalu berganti-ganti penyataannya. Kita harus menjadi orang yang konsisten, orang-orang yang berpendirian kuat dan tidak mudah goyah. Berhubung sudah mendekati pilkada, ada baiknya ketika memilih pemimpin kita pilih pemimpin yang mampu menjaga ucapannya. Bukan sekedar pemimpin yang mengumbar janji waktu belum jadi kemudian ketika sudah terpilih beliau malah “lali”.

    ReplyDelete
  107. 15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi tersebut, saya dapat mengambil makna kehidupan dari belalang spiritual bahwa kita harus memiliki pendirian yang kuat. Jangan mudah goyah. Dalam berkata, mengambil keputusan juga hendaknya konsisten jangan mudah berubah-ubah.

    ReplyDelete
  108. Nur’aini Habibah Sa’diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi ini menceritakan belalang yang tidak konsisten dan selalu berganti-ganti pernyataan. Belalang tersebut seperti manusia yang pernyataannya kadang selalu berubah-ubah. Pertengkaran yang terjadi pada orang biasa (belalang logos) dan orang yang berilmu (belalang spiritual) dapat tidak pernah berakhir. Keduanya memiliki dimensi ruang dan waktu masing-masing dan dapat berbeda. Sependapat dengan tanggapan Mbak Rahma Hayati dan Mbak Raudhah, selama perubahan yang dilakukan itu baik tidak masalah dan tidak semua perubahan itu ternyata bersifat kebaikan. Oleh karena itu, sesama manusia kita saling mengingatkan untuk selalu berbuat kearah kebaikan.

    ReplyDelete
  109. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah, sebagai manusia memang kita tidaklah sempurna, selalu saja ada lupa dan khilaf itulah yang membuat manusia kadang tidak konsisten dengan ucapannya. Namun tentu hal itu bias kita hindari. Bukan berarti konsisten adalah sifat alamiah manusia, bukan. Tentu kita bisa menghindari atau merubah kebiasaan buruk itu. Dengan cara memikirkan dengan baik apapun yang akan kita utarakan. Sehingga tidak asal nyeplos, tidak plin-plan, mempunyai pendirian, dsb. Karena orang yang tidak konsisten ucapannya akan susah mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

    ReplyDelete
  110. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Dari elegi pertengkaran belalang spiritul dan belalang logos dapat diambil makna bawha belalang spiritual itu memiliki banyak sekali keinginan yang harus dicapai, namun segala keinginan tersebut hanyalah buaian dimulut saja. Ia sama sekali tidak melakukan sesuatu untuk merealisasikannya. Sehingga semua keinginan yang tinggi harus ada suatu aktion untuk mencapainya, tidak hanya sekedar diucapkan saja karena hal tersebut dapat menjadi omong kosong yang tidak berguna apabila tidak ada realitanya.

    ReplyDelete
  111. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi ini, kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya sebagai manusia, terkadang secara tidak sadar kita sering tidak konsisten dalam mengatakan sesuatu tanpa kita sadari, oleh sebab itu sebaiknya sebelum kita berbicara alangkah lebih baiknya kita pikirkan terlebih dahulu, dan harus dipertimbangkan secara matang.

    ReplyDelete
  112. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari postingan tersebut seperti yang dikatakan belalang spiritual saya menyadari bahwa terkadang manusia mengetahui suatu hal yang benar, baik aturan yang benar dan tahu apa yang seharusnya dilakukan tetapi manusia masih saja dengan sengaja maupun tidak sadar melakukan yang salah. Oleh karena itu sebagai manusia yang tidak jauh dari khilaf dan salah selalu mengontrol diri dan berdoa kepada Alloh SWT untuk selalu ditetapkan hatinya dan terhindar dari godaan setan yang terkutuk.

    ReplyDelete