Oct 30, 2014

Elegi Pertengkaran Belalang Spiritual dan Belalang Logos




Oleh Marsigit

Belalang Spiritual:
Listrik itu kalau siang tidak ada gunanya.


Belalang Logos:
Apa iya ya. Hem.. kalau saya cabut sakelar itu, maka Belalang Spiritual tidak akan bisa bertitah. Aku cabut sekarang. Crek...

Belalang Spiritual:
Hai..hai.. siapa berani mematikan listrik, sehingga saya tidak dapat memberi tausiah. Walaupun ini siang hari, tetapi aku masih perlu memberi tausiah. Listrik itu kalau siang banyak gunanya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dunia tidak penting. Agar harmonis maka kita perlu seimbang antara Dunia dan Akhirat.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mati itu pantas. Tetapi tidaklah pantas orang yang mati diluar kodratnya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Mewah itu mekruh. Tetapi mana tahan jika doaku menggapai kemewahan belum juga terkabul.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu buruk. Tetapi kenapa aku harus mempelajarinya?


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Filsafat itu baik. Tetapi kenapa aku tidak memelajarinya?

Belalang Spiritual:
Hedonisme itu buruk. Dan kenapa aku menikmatinya.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Marilah kita bersikap rasional. Jangan seperti saya yang cenderung irrasional.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku ini Logos. Tetapi kenapa aku rakus seperti Belalang?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku memerlukan bantuan Subyekku. Tetapi kenapa aku bertindak semena-mena kepadanya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu penilaian baik dari Subjekku. Tetapi kenapa aku selalu menilai buruk Subjekku?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiriual:
Aku perlu hasil yang baik. Tetapi kenapa aku mengabaikan prosesnya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Aku perlu berdamai. Tetapi kenapa aku selalu memusuhinya?

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Astaghfirullah al adzim...gambar apa ini? Hemm...mana tadi? Mau saya simpan kok hilang.
 
Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Perut gendhut itu pertanda besar nafsu makan. Janganlah meniru saya.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Korupsi itu haram. Jangan tiru saya.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.
 
Belalang Spiritual:
Dengan kata-kataku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin berkata-kata.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tulisanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin menulis.


Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.

Belalang Spiritual:
Dengan tindakanku ini aku ingin sampaikan bahwa aku tidak ingin bertindak.

Belalang Logos:
Dasar Belalang...esuk dhele sore tempe. Belum lima menit sudah berbeda omongannya.


Orang Tua Berambut Putih:
Hei..hei..hei..sesama Belalang tidak boleh saling mendahului.





27 comments:

  1. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Belalang spiritual yang sifat-sifatnya berubah
    Oleh karena itu hati perlu dikuatkan dengan logika
    Logika boleh kacau hati, jangan

    Dan belalang pun ingin membaca elegi perubahan.....

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pelajaran yang dapat kita ambil dari elegi ini adalah perlunya menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jangan biarkan kita larut mengejar dunia sehingga melupakan kebutuhan spiritual dan jangan pulalah kita hanya berfokus pada urusan akhirat sehingga mengabaikan lingkungan sekitar. Karena sebenar-benar orang yang cerdas adalah orang yang pandai mengatur diri dengan menyelaraskan urusan dunia dan akhirat sehingga keberadaannya memberi kesan di dunia dan kedatangan menjadi kerinduan di akhirat.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017



    Elegi ini mengajarkan pada kita bahwa kita sebagai manusia terkadang bersikap tidak konsisten, mudah berubah-ubah. Kadang kita berkata A namun beberapa waktu kemudian kita berkata B. Maka ada baiknya kita memikirkan matang-matang apa yang akan kita ucapkan sehingga kita tidak mudah berubah-ubah dalam berkata karena salah satu hal yang dapat membuat orang lain percaya pada kita adalah melalui perkataan kita.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kami harus senantiasa konsisten terhadap apa yang sudah kami ucapkan dan utarakan. Ketika kami melanggar semua apa yang telah kami ucapkan dan utarakan tentu saja akan berakibat buruk pada kami sendiri yaitu orang lain akan menilai negatif kepada kami. Oleh karena itu, kami menyadari bahwa ketika kami akan membicarakan sesuatu atau berbicara mengenai sesuatu haruslah dipertimbangkan, dipikirkan secara arif dan bijaksana baik secara rasional maupun spiritual.

    ReplyDelete
  5. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Elegi kali ini merefleksikan diri kita bahwa sering kali manusia bertindak, berkata kontradiktif. Kedua belalang tersebut sebenarnya representasi manusia di dunia ini, jika seorang berlaku atauberkata salah, maka orang lain mengingatkan atau "mengomentari". belalang spiritual cenderung lebih bijaksana dalam berkata-kata, namun pandai membual. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Adanya percakapan antara Belalang spiritual dan Belalang Logos sejatinya merefleksikan diri dan sebagai pengingat pula. Kata-kata yang diuraikan oleh belalang spiritual meupakan refleksi hal-hal yang sangat rawan kita lakukan, seperti karupsi, kemudian jika kita ingin dinilai baik oleh orang lain maka kita tidak boleh menjustifikasi orang lain sebagai seorang yang buruk terlebih dahulu, tidak pula meremehkan orang lain. Selain itu, jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik kita pun tidak seharusnya menggampangkan dan mengabaikan proses yang harus kita lalui. Terima kasih, Prof. Marsigit. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi diatas menyajikan diskusi dua belalamg yang menarik dan uniq karena tidak ada komunikasi yang baik antara keduanya. Pertama, belalang spiritual cenderung menampakkan sifat “ pagar makan tanaman” yakni sifat melarang suatu hal namun dia sendiri juga melakukan hal tersebut. Dan belalang logos , yang menjadi teman diskusi hanya bisa bisa mengata-ngatai belalang spiritual dengan kata “ esuk dhele, sore tempet”, mengetahui temannya yang sedang dilanda sikap “pagar makan tanaman”, sebaiknya belalang logos mengingatkannya agar tisak salah konsep. Terima Kasih Prof.

    Jika di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa hidup didunia harus konsisten dan selaras antara hati, pikiran dan perbuatan. Bukan malah moncla-mencle yakni awalnya ngomong A kemudian tiba-tiba berubah ngomong B. Seseorang yang diketahui memiliki sifat yang tidak konsisten bisa saha kehilangan kepercayaan dari orang lain dan menurun wibawanya sehingga dianggap Cuma gedobos omongannya. Oleh karena itu, jika kita menemui orangs eperti itu , baiknya diajak diskusi untuk mencari solusi. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  10. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Berdasarkan teori ini suatu pernyataan dianggapbenar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten denganpernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Sedangkan konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Suatu kebenaran tidak hanya terbentuk karena adanya konsistensi antara pernyataan dan realitas saja, akan tetapi juga karena adanya pernyataan yang konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Dengan kata lain suatu proposisi dilahirkan untuk menyikapi dan menanggapi proposisi sebelumnya secara konsisten serta adanya interkoneksi dan tidak adanya kontradiksi antara keduanya.

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari elegi tentang pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos kita dapat pelajaran bahwa sebagai makhluk yang terkadang salah dan khilaf, manusia seringkali tidak konsisten dengan apa yang telah diucapkannya. Setiap manusia selalu mempercayai hal yang dianggap benar dalam hidupnya, akan tetapi tidak sedikit pula orang yang melakukan sesuatu bertentangan dengan apa yang ia anggap benar, dengan kata lain tidak konsisten, yaitu melakukan sesuatu yang ia anggap salah. Sebaiknya kita banyak-banyak berdoa agar terhindar dari jalan yang tidak diridhoi Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Secara umum saya dapat berkomentar bahwa antara spiritual dan logos harus seimbang. Keseimbangan didapat dengan menyelaraskan antara doa dan ikhtiar. Tanpa adanya keseimbangan itu, maka spiritual dan logos akan selalu bertengkar dan saling berkontradiksi. Untuk itu perlu kiranya menguatkan keduanya, spiritual dan logos untuk semakin menguatkan dalam membangun hidup.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari apa yang saya tanggap, elegi ini mengajarkan mengenai betapa pentingnya keselarasan dalam hidup. Baik itu antara hati, pikiran, dan perbuatan. Keselarasan ini dibutuhkan agar kita dapat mencapai tujuan dengan baik. Keselarasan juga harus kita tampakkan dalam hal kebaikan. Ada kalanya hati kita meyakini suatu hal adalah benar, dan pikiran kita juga meng-iya-kannya, namun terkadang ada saja hal -hal yang membuat kita berat untuk melakukannya. Sebaliknya sesuatu yang sesungguhnya kita yakini itu buruk, namun sering kali masih kita lakukan karena adanya dorongan hawa nafsu. Semoga kita tergolong orang-orang yang selalu mampu menyelaraskan hati, pikiran, dan perbuatan dalam hal kebaikan. Aaamiin.

    ReplyDelete
  14. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pertengkaran dalam diri seperti yang dilakukan oleh belalang spiritual sering terjadi dalam pikiran manusia. Sejatinya manusia mengetahui bahwa sesuatu itu adalah sesuatu yang tidak baik namun tetap melakukannya, ataupun sebaliknya. Sebisa mungkin kita harus berusaha untuk menyelaraskan logos dan spiritual kita, dalam arti melakukan sesuatu yang memang kita tahu baik dan tidak melakukan yang buruk

    ReplyDelete
  15. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Percakapan tadi merupakan percakapan yang sungguh menarik. Percakapan tadi menunjukkan bahwa kehidupan didunia ini penuh dengan kontradiksi, tidak ada keselarasan antara hati, pikiran dan tindakan dan hal seperti ini sudah biasa terjadi di kehidupan nyata, misalnya dalam kejadian berbohong, tidak ada manusia yang tidak pernah berbohong. Yang kita ucapkan belum tentu sama dengan apa yang kita lakukan, apalagi dengan yang pikiran dan yang kita niatkan dalam hati. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Belalang spriritual menunjukkan sifat yang berubah uabah, namun belalang logos hanya mengatakan kalo belalang spiritual itu tidak teguh pendiriannya. Hal ini menjukkan sifat kontradiksi yang dilakukan oleh belalang spiritual. Dengan adanya logos mampu menunjukkan bahwa belalang spiritual tersebut tidak teguh pendiriannya.

    ReplyDelete
  17. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Dari elegi di atas kita belajar bahwa manusia seringkali tidak konsisten dengan pernyataannya. Sering breubah-ubah, kadang sesuai dengan ruang dan waktu, kadang juga tidak. Semoga Allah senantiasa melingdungi hati dan pikiran kita dan teguh pendirian (istiqomah).

    ReplyDelete
  18. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Setelah membaca elegi ini saya dapat menyimpulkan bahwa manusia itu terkadang berbicara tidak sesuai dengan kenyataannya. Ketika membicarakan suatu masalah misalnya, dalam waktu yang sama pula kita sedang kontradiksi dengan apa yang kita bicarakan. Contohnya ada pada belalang spiritual, yaitu dia melarang orang lain untuk tidak melakukan tindakan yang jelek, tetapi dia sendiri melakukannya. Itulah salah satu kelemahan manusia, hanya dapat menasihati tetapi jarang menerapkannya sendiri. Oleh karena itu, kita harus banyak berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu terhindar dari sifat yang tidak terpuji.

    ReplyDelete
  19. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hikmah yang dapat diambil dari elegi pertengkaran belalang spiritual dan belalang logos di atas adalah hati-hati jika berbicara. Jangan sampai apa yang kita ucapkan jadi pembunuh untuk kita sendiri. Harus tanggungjawab dengan apa yang kita ucapkan. Seperti kedua belalang dalam elegi ini “mencla-mencle”. Artinya suatu waktu ia mengatakan A, kemudian di lain waktu ia mengatakan hal yang bertentangan dengan B.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terimakasih Prof. atas elegi nya, kedua percakapan antara belalang spiritual dan logos merupakan peristiwa yang dekat dengan kehidupan manusia. Antara belalang logos dan belalang spiritual memiliki sifat yang berbeda. Kebahagiaan di dunia belum tentu menjamin kebahagiaan di akhirat. Hidup mewah di dunia belum tentu bahagia di dunia. Tugas manusia di muka bumi ini ialah beribadah kepada Allah SWT. Manusia tempatnya salah, manusia juga tempatnya khilaf. Namun manusia tetap bisa memohon ampun kepada Allah selahi ia ikhlas untuk bertaubat atas kesalahanya.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang antara spiritual dan logika sering sekali memiliki pertentangan. Karena jika spiritual itu hanya fokus pada spiritual saja dan kurang begitu menggunakan logika dalam memikirkannya, maka hal tersebut akan menjadi sebuah fanatik spiritual yang tidak menerima logika karena segala sesuatu itu selalu diserahkan kepada Tuhan. Dan begitu juga dengan logika, akan menajdi fanatik logika karena menganggap apa yang tidak sesuai dengan logika maka tidak akan diterimanya. Maka jika keduanya tidak saling menurunkan ego masing-masing maka tidak akan terjadi keselarasan antara keduanya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. elegi di atas menceritakan tentang belalang yang tidak teguh pendiriannya, plin plan, dan tidak konsisten. Dari dialog anatara belalang spiritual dan belalang logos terdapat beberapa kontradiksi. Dari elegi itu saya mengambil refleksi bahwa sebagai seorang yang berpendidikan hendaknya jangan plin-plan dalam berkata-kata, selalu pegang tegih pendirian. Jika merasa salah lebih baik mengakui.

    ReplyDelete
  23. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pelajaran yang dapat diambil dari percakapan tersebut adalah bahwa antara urusan dunia dan urusan akhirat harus seimbang. spiritual tergantung pada keadaan, dan tindakan juga harus dibataasi oleh nilai-nilai spiritual. jadi jika antara urusan dunia dan urusan akhirat seseorang seimbang, maka hidupnya akan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Belalang spiritual mengalami kebingungan karena apa yang ia lakukan tidak sejalan dengan apa yang ada dihatinya atau idealisme nya. Dalam hidup ini hal seperti itu sering terjadi dan terkadang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, sebaiknya jika kita melakukan sesuatu kita harus mempertimbangkan baik-buruknya (mengandalkan logika dan mendengarkan juga kata hatinya). Jika kita mengalami kesulitan dalam memutuskan alangkah lebih baik jika meminta petunjuk kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Pada dasarnya filsafat bermula pada sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan sedemikian hingga dapat menjadi sinergi. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete
  26. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas semestinya dapat berjalan bersama pada tempatnya masing-masing. Agama membatasi sikap kita dalam mencari ilmu, seperti mengajarkan untuk ikhlas dan sabar. Begitu juga sebaliknya. Namun begitu banyak pengaruh yang membuat hubungan keduanya menjadi tidak harmonis. Seperti kemajuan teknologi yang seharusnya dapat membantu manusia untuk membangun pengetahuannya malah menjadi suatu hal yang mengendalikan seluruh aspek kehidupan manusia ke arah negatif termasuk ranah agama. Hanya keimanan yang sebenarnya membentengi kita dari pengaruh yang merusah nalar dan sikap. Sehingga penting kiranya untuk selalu menjaga keimanan kita selalu kuat dan berada di jalanNya.

    ReplyDelete
  27. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Filsafat adalah ilmu pikir dan filsafat bermula pada ada dan yang mungkin ada. Kedudukannya adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam kenyataannya, sering muncul kontradiksi sebagai harmonisasi dalam filsafat. Filsafat itu buruk tetapi kenapa kita mempelajarinya. Filsafat itu baik tetapi kenapa kita tidak mempelajarinya. Itulah filsafat

    ReplyDelete