Oct 29, 2014

Elegi Logos Berubah Menjadi Belalang




Logos:
Saya masih merenungkan perihal bagaimana Belalang dapat menggapai Logos?

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengetahui siapa Dewa Belalang?

Logos:
Mungkin Belalang sama dengan Daksa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengetahui di mana rumah Dewa Belalang?

Logos:
Padahal aku pernah berkata bahwa Daksa bisa juga menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau tahu aku akan ke mana?

Logos:
Berarti Belalang bisa juga menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengengar pertanyaanku?

Logos:
Kalau begitu Dewa Belalang adalah Dewa. Artinya memang betul Belalang bisa menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau bisa berpikir?

Logos:
Kalau Belalang menjadi Dewa maka siapakah yang akan menjadi Belalang.

Dewa Belalang:
Wahai sekali lagi wahai. Ini peringatan terakhir sebelum aku menjatuhkan keputusanku. Wahai Logos apakah engkau menyadarinya siapa dirimu?

Logos:
Ternyata aku menemukan bahwa Belalang bisa juga menjadi Daksa, bisa juga menjadi Dewa. Artinya juga bisa juga dia menjadi Logos.

Dewa Belalang:
Wahai Logos dengan ini aku nyatakan bahwa sebenar-benar dirimu....

Logos:
Ternyata aku menemukan bahwa Belalang sama dengan Logos.

Dewa Belalang:
Bahwa Logos adalah Belalang, karena engkau tidak mampu berkomunikasi dengan Dewa Belalang.

Logos:
Wuhahhh......apa? Oh ternyata aku itu Belalang juga? Oh tolonglah Orang Tua Berambut Putih bagaimana ini?

Orang Tua Berambut Putih:
Oh ...Logos...Logos. Sebenar benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga.

Dewa Logos:
Itulah sebenar-benar yang aku ingin sampaikan, bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Dewa Logos siapa dirimu?

Dewa Logos:
Jika Orang Tua Berambut Putih ternyata juga sudah tidak mengenalku, maka inilah kesaksianku bahwa Orang Tua Berambut Putih pun terancam akan menjadi Belalang Berbulu Putih. Maka tiadalah orang paling berbahaya di dalam masyarakatku kecuali Belalang Berbulu Putih, karena dia adalah ujung tombaknya sang Power Now.

Spiritualitas:
Wahai Dewa Logos, janganlah engkau terus-teruskan karena provokasimu bisa mendorong Belalang Berbulu Putih menjelma menjadi Dajal. Maka bordoa dan mohon ampunlah atas segala dosa. Semoga Tuhan YME melindungi kita semua. Amin.


24 comments:

  1. Calva Ananta Dominikus Matutina
    13301241061
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kemampuan menyadari identitasi diri menjadi bagian menarik dalam menjalani kehidupan. Akan terdapat berbagai macam makna identitas diri tergantung pada kondisi atau lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  2. lankah 1
    Menyadari diri bahwa perubahan pun memerlukan usaha
    Manusia dalam perhelatan dirinya sendiri perlu memahami konsep dan batasan diri. Jika ia ingin memiliki selangkah yang lebih tinggi (derajat) maka ia sebenarnya yang paling mengetahui, apa yang harus dilakukannya.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalam konteks ini, maksud saya untuk menjadi dewa dan daksa keduanya memerlukan usaha yang disebut perubahan. Perubahan yang diciptakan merupakan betnuk progres diri atas kemampuan seseorang dalam memahami kyalitas dan kuantitas atas batas diri dari apa yang bosa dan tidak bisa manusia itu lakukan.

      Memet Sudaryanto
      s3 PEP

      Delete
  3. Langkah 2
    Manusia pun perlu berkomunikasi
    manusia perlu memahami, dengan siapa ia harus belajar dan berkomunikasi, yakni dengan dirinya sendiri yang disebut refleksi. dan pada Tuhan yang disebut ibadah.
    Pasti karena hanya dirimu sendiri dan Tuhan adalah sosok yang memiliki keleluasaan untuk menjadi teman bicara diajak berbagi. Menjadi diri sendiri, menjadi belalang, menjadi dewa adalah proses yang harus dikuasai pada hakikat diri sendiri.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  4. Langkah 3
    Menghadapi tiap masalah yang ditemui dalam periode kehidupan manusia pada tiap aspek uyang menjadi masalah dalam hodipnya. Bukannya manusia diciptakan untuk berada pada masa yang disebut penguasaan diri sendiri. Manusia pada hakikatnya memiliki diri sendiri yang akan digunakan untuk menghadapi tiap langkah dalam hidupnya agar memiliki suatu kualitas yang lebih tinggi daripada kualitas di atasnya.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  5. Langkah 4
    Jangan buang waktu dan mengingkari ruang!
    Manusia berada dalam ruang dan waktu yang diciptakan dengan konteks dan koteks yang dalam satu kesatuan membangun proses yang sama. Manusia harus mampu mengenali diri sendiri untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki, namun di sisi lain ia tidak boleh mengacaukan dan mengkhianati ruang yang telah ia ciptakan sendiri.

    Memet sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  6. Langkah 5
    Konsisten!
    Dasa muka!
    dalam suatu elegi saya membaca mengenai sosok dasamuka yang memilik banyak prinsip dalam hidupnya yang masing masing memiliki ruang dan waktu atas standar yang ia ciptakan. manusia dalam konteks yang ia bangun sendiri harus KONSISTEN. KONSISTEN dalam tiap elegi yang sengaja ia ciptakan, dan menjadi elegi sesuai dengan apa yang ia selalu bentuk sebagai suatu nonmitos yang terus berkembang.

    Konsistensi membangun persepsi seseorang pada orang lain.

    memet sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  7. Langkah 6
    Menemukan sumber diri sendiri.
    Manusia dalam keyakinan dirinya, harus mengetahui sumber dari dirinya sendiri. Jika manusia telah menyadari keadaan dirinya dan memahaminya, sungguh kehidupannya adalah deret ukur pada keikhlasan dan deret hitung kebahagiaan.
    Manusia yang terlalu muluk dalam mengenal dirinya sendiri merupakan manusia yang lupa kodrat. Pada konteks ini, saya ingin mengatakan pada belalang, hay belalang, sedewa-dewanya dewa ia adalah dewa, hay belalang sedewa-dewanya kamu, kamu adalah belalang.
    Memet sudaryanto
    s3 PEP

    ReplyDelete
  8. Langkah 7
    Ikhlas dan Nikmatilah Semua yang Dirasakan sebagai Syukur
    Tentu sudah barang mutlak, bahwa tidak semua usaha seorang manusia bisa berjalan dengan mulus, dan ketika hal buruk lah yang terjadi, maka ikhlas dan cobalah rasakan yang terjadi padamu. Pahami kenapa usahamu tidak berjalan dengan baik dan petik dan dapatkan sesuatu dari ketidakberhasilanmu itu.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  9. Langkah 8
    Kalau ada pertanyaan bagaimana menjadi dewa atas belalang, maka jawabannya
    "Keluar dari zona ara belalang"
    Maka ia menjadi dewa atas dirinya sendiri.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  10. Langkah 9
    Mencoba hal baru
    Seorang anak pedagang yang selalu mencoba hal baru: menanam padi
    ia akan menjadi petani tidak lagi menjadi anak pedagang.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  11. "Sebenar benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga."

    Tulisan saya menjelaskan mengenai bait ini.Maka langkah kesepuluh yang bisa dilakukan adalah
    "Percaya pada definisi, siapa sebenarnya dirimu"

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  12. Catatan 1
    Jangan pernah mewakilkan perubahan dirimu kepada siapapun.
    Belalang yang ingin terus berubah menjadi logos (apalagi menjadi mitos) tidak diperkenankan mewakilkan perubahannya pada diri orang lain. Logos yang tepat tentu diperoleh dengan proses yang baik pula! Logos perlu memahami konteks dalam dirinya sendiri untuk mengetahui perubahan apa yang sedang ia bangun.

    memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  13. Catatan 2
    Jangan pernah menunggu persetujuan dari siapapun untuk bisa berubah

    Manusia (dan belalang) untuk menjadi logos dan untuk menjadi dewa, untuk menjadi mitos, untu menjadi berbuah pun tidak perlu menunggu persetujuan dari orang lain. Tiada perlu logos izin atas perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  14. Catatan 3
    Perubahan yang sebenar-benarnya berubah adalah mengubah sikap dan sudut pandang terlebih dahulu. Karena semua perubahan manusia akan terjadi dimulai dari sudut pandangnya sendiri. Jika sudut pandangnya sudah berubah, maka manusia dalam sebenar-benar dirinya sudah mengubah segala aspek progresif maupun reseptif.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  15. Catatan 4
    Sebaik baiknya waktu untuk berubah adalah saat ini

    Manusia dalam dirinya sendiri selalu bergejolak untuk berkata nanti, nanti, dan nanti. Padahal belalang berubah menjadi mitos dan berubah lagi menjadi logos dimulai dari saat iia mulai memikirkannya.
    Perubahan adalah gambaran dari apa yang sebenarnya manusia ingin ubah melalui dirinya sendiri.

    memet Sudaryanto
    s3 PEP

    ReplyDelete
  16. Catatan 5
    Belajar berkata cukup.

    Belalang sebagai belalang pun sulit mengatakan cukup pada dirinya sendiri, ia dalam kebakuan pada tiap dimensi hidupnya yang kompleks selalu ingin mendapatkan yang lebih baik dan lebih banyak. Kuantitatif dan kualitatif yang ia ciptakan sebagai kesatuan kompleks akhirnya berubah menjadi aturan yang ia ciptakan dalamdimensi kepuasan hati dan jasmani.

    Memet Sudaryanto

    ReplyDelete
  17. Orangtua berambut putih sesi 1
    Apa yang dikatakan manusia berambut putih memang selalu menguatkan. Ia pun selalu berkarakter dan bisa menyampaikan sesuatu dengan sebaik-baiknya perbincangan. Ia adalah sosok yang mengatakan bahwa manusia harus berfikir dahulu sebelum berbicara

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  18. Orangtua berambut putih sesi 2
    Karakternya yang sangat kuat mampu menyadari tiap manusia, bahwa manusia dalam perspektifnya adalah ia yang belajar. Dari sosok orangtua berambut putih saya belajar, bahwa tidak ada waktu yang tepat. Seperti orang yang menunggu waktu yang tepat, dan ia akan selalu menunggu waktu paling tepat. Sampai ia sadar bahwa waktu yang tepat adalah waktu yang sudah terlewat.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  19. Orangtua berambut putih 3
    Meletakkan Permasalahan Pada Pemikiran Yang Jernih, karena orangtua berambut putih adalah simbol dari pemikiran yang jernih.

    Memet Sudaryanto
    S3 PEP

    ReplyDelete
  20. Orangtua Berambut Putih 4
    Jangan Bertindak Impulsif, Milikilah Tujuan & Tujuan
    Ia selalu menumbuhkan dan menunjukkan sikap yang bijaksana, (selain dari postingan ini) saya juga belajr mengenai sosok orangtua berambut putih ialah orang yang memiliki kebijaksanaaan penuh. Keidnahan pemikirannya belum bisa dirasakan semua pemikiran. Ia mampu berpikir dengan baik, dan memang sosoknya digambarkan dengan perilaku yang baik untuk menunjukkan sioapa manusia berambut putih,

    Memet Sudaryanto
    s3 PEP

    ReplyDelete
  21. Orangtua berambut putih 5
    Ia yang tidak dibutakan oleh pesona!

    Manusia perlu berpikir tentang siapa sosok orangtua berambut putih, dan dalam diri tiap manusia. Dimana posisi orang tua berambut putih yang belum dimiliki.

    Memet S3 PEP

    ReplyDelete
  22. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Pada zaman sekarang ini, kita tengah dikuasai dengan kekuatan powernow. Powernow sudah merasuk kedalam kehidupan kita dalam berbagai macam bentuk. Untuk menghindari kekuatan powernow tersebut, hendaknya kita senantiasa menjaga hati dan pikiran untuk selalu ikhlas menjalani kehidupan dengan rendah hati dan tidak sombong.

    ReplyDelete
  23. Yang benar dalam filsafat adalah yang sesuai dengan ruang dan waktu. Kesesuaian itu juga mempengaruhi Logos juga. Konteks dialog yang dikisahkan di atas membuat saya merenung dan mengambil kesimpulan semacam itu. Tentu masih ada banyak aspek lain yang bisa direnungkan pula darinya.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.