Oct 29, 2014

Elegi Logos Berubah Menjadi Belalang




Logos:
Saya masih merenungkan perihal bagaimana Belalang dapat menggapai Logos?

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengetahui siapa Dewa Belalang?

Logos:
Mungkin Belalang sama dengan Daksa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengetahui di mana rumah Dewa Belalang?

Logos:
Padahal aku pernah berkata bahwa Daksa bisa juga menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau tahu aku akan ke mana?

Logos:
Berarti Belalang bisa juga menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau mengengar pertanyaanku?

Logos:
Kalau begitu Dewa Belalang adalah Dewa. Artinya memang betul Belalang bisa menjadi Dewa.

Dewa Belalang:
Wahai Logos apakah engkau bisa berpikir?

Logos:
Kalau Belalang menjadi Dewa maka siapakah yang akan menjadi Belalang.

Dewa Belalang:
Wahai sekali lagi wahai. Ini peringatan terakhir sebelum aku menjatuhkan keputusanku. Wahai Logos apakah engkau menyadarinya siapa dirimu?

Logos:
Ternyata aku menemukan bahwa Belalang bisa juga menjadi Daksa, bisa juga menjadi Dewa. Artinya juga bisa juga dia menjadi Logos.

Dewa Belalang:
Wahai Logos dengan ini aku nyatakan bahwa sebenar-benar dirimu....

Logos:
Ternyata aku menemukan bahwa Belalang sama dengan Logos.

Dewa Belalang:
Bahwa Logos adalah Belalang, karena engkau tidak mampu berkomunikasi dengan Dewa Belalang.

Logos:
Wuhahhh......apa? Oh ternyata aku itu Belalang juga? Oh tolonglah Orang Tua Berambut Putih bagaimana ini?

Orang Tua Berambut Putih:
Oh ...Logos...Logos. Sebenar benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga.

Dewa Logos:
Itulah sebenar-benar yang aku ingin sampaikan, bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now.

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Dewa Logos siapa dirimu?

Dewa Logos:
Jika Orang Tua Berambut Putih ternyata juga sudah tidak mengenalku, maka inilah kesaksianku bahwa Orang Tua Berambut Putih pun terancam akan menjadi Belalang Berbulu Putih. Maka tiadalah orang paling berbahaya di dalam masyarakatku kecuali Belalang Berbulu Putih, karena dia adalah ujung tombaknya sang Power Now.

Spiritualitas:
Wahai Dewa Logos, janganlah engkau terus-teruskan karena provokasimu bisa mendorong Belalang Berbulu Putih menjelma menjadi Dajal. Maka bordoa dan mohon ampunlah atas segala dosa. Semoga Tuhan YME melindungi kita semua. Amin.


54 comments:

  1. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Diantara para belalang, logos akan menjadi logos, sedangkan diantara dewa belalang logos menjelma menjadi belalang. siapa diri kita pada akhirnya bergantung pada ruang dan waktu yang ada, dimana kita, apa yang ada disekitar kita pada akhirnya akan menentukan siapa diri kita.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas, belalang menggambarkan watak seseorang dimana dalam hal ini watak seseorang bisa berubah tergantung ruang dan waktu. Watak dapat menjadi penguasa/raja diraja/dajjal manakala menganggap dirinya yang paling sempurna. Na’udzubillahimindzalik. Semoga Alloh menjaga dan melindungi kita dari sifat tersebut serta menerima ampunan dan taubat kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Ketidakmampuan kita dalam berpikir, menyadari, melihat dan merasakan logos yang kita pelajari membuat logos atau ilmu tersebut tidak ada artinya sama sekali. Apalah artinya logos tanpa pemahaman dan kesadaran dari kita untuk mau mempelajarinya. Ketidakmampuan kita dalam memahami logos yang ada ini, mengakibatkan belalang sama dengan logos dan logos adalah belalang, logos menjadi tidak berarti lagi. Jadi, seperti yang disampaikan oleh dewa logos bahwa semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para belalangnya Sang power now, sang penguasa dunia ini.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam perjalanan kehidupan, suatu ketika kita akan berada pada sebuah tempat yang berbeda dari tempat biasanya kita berada. Dalam tempat yang berbeda pula ini kita tidak serta merta akan dengan mudahnya menjadi pribadi yang biasa saja tanpa mengalami perubahan, dalam hal ini menempatkan diri. Inilah yang menjadi dasar ketika kita berada pada posisi dan kondisi berbeda, bisa juga kita mempunyai status yang berbeda. Namun kita akan selalu sama ketika kita berada di hadapan Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebenar benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga. Artinya, apapun posisi atau jabatan yang dimiliki seseorang, pada hakikatnya ia juga adalah manusia biasa yang bersifat terbatas dan tidak sempurna. Oleh barena itu, bertindaklah sesuai ruang dan waktunya, karena posisi atau jabatan itu bersifat relatif. Janganlah angkuh dan sombong akan apa yang dimiliki. Ingatlah bahwa semua milik kita di dunia ini adalah titipan Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    elegi diatas menggambarkan bahwa logos itu bisa berada dimana saja dan dwalaupun begitu tidak mengubah esensi dari logos itu sendiri. Karena sutau ilmu pasti akan bernilai atau berstatus ilmu juga kan tetapi ilmu itu nanti berada dimna misalkan ilmu berada dalam ruang dan matematika maka jadilah ilmu matematika, jikalau ilmu itu berada di ruang dan waktu di tamanan maka menjadi ilmu botani dan seterusnya. Ilmu tetaplah ilmu akan tetapi bentuk nya saja yang berbeda, sama seperti logos logos tetaplah logos walaupun dia berada pada kawasan belalang.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini memberikan gambaran kepada kita bahwa kelakuan buruk itu akan memberikan dampak yang buruk juga bagi kita. Karena dalam kehidupan berlaku bagi kita hukum sebab akibat. Kemudian sebagai makhluk beragama kita juga diajarkan berdasarkan ajaran agama islam bahwa setiap perbuatan buruk maka akan ada dampaknya bagi kita yang paling kecil adalah ketenangan jiwa. Seperti yang dijelaskan pada elegi ini yaitu logos yang lupa tentang ruang dan waktu ternyata dapat menjadi belalang karena kehilangan arah. Belalang jika ia mampu menembus ruang dan waktu pun ternyata bisa menjadi logos. Bahkan, orang tua berambut putih pun jika tidak berhati-hati dapat terancam menjadi belalang berbulu putih. Ini menunjukkan bahwa setiap orang berpeluang menjadi belalang jika ia tidak mampu menempatkan diri secara bijak, ikhlas untuk memperbaiki diri serta menghilangkan rasa sombong.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap yang ada dan mungkin ada mengandung nilai filosofi, termasuk belalang. Belalang adalah binatang yang berkeliaran dan terbang kesana kemari. Dalam elegi ini belalang dikonotasikan buruk. Bahwa dimanapun kita berda, pada kawanan belalang sekalipun maka kita harus tetap menggapai logos. Ketidaksempurnaan manusia yang menjadikan manusia layaknya belalang, pada kondisi tertentu, misalnya karena jabatan yang tinggi atau kekuasaan maka dia menjadi sombong dan angkuh. Semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Semua manusia di dunia ini sebenarnya bisa menjadi diri mereka sendiri sesuai dengan jati diri mereka masing-masing, mengerti dan memahami posisi dia ada dimana dan dalam keadaan apa. Hal ini selayaknya ruang dan waktu, sebagai manusia kita harus bisa menyesuaikannya dengan baik. Dengan menyesuaikan ruang dan waktu dengan baik, kita bisa menjadi hal yang baik bahkan hal yang buruk sekalipn.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pengetahuan menjadi penting dalam menjalani kehidupan ini, namun yang lebih penting lagi adalah menyadari akan ketidakmampuan kita dalam berpikir. Berpikir akan pengetahuan yang kita miliki. Maka dari itu, tidak patut seorang manusia menyombongkan apa yang dimilikinya. Semoga niat yang baik dan keikhlasan hati dalam menggapai ilmu dapat menuntun langkah kita dalam menjalani hidup ini. Karena dengan ilmu yang barokah, akan bisa menentukan hidup kita sekarang dan yang akan datang.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Terlepas dari ruang dan waktu apabila kita mengetahui harus melakukan apa untuk beradapasi di tempat dan pada saat tertentu sehingga dapat diterima oleh orang – orang disekitar dimana dapat dinilai sebagai suatu kebenaran Bisa jadi disuatu ruang dan waktu kita adalah dewa, namun berpindah ruang atau waktu saja kita bisa berubah menjadi daksa. Maka orang berilmu itu akan mampu menembus ruang dan waktu, caranya agar terampil yaitu banyak menuntu ilmu dan bersilaturahim.

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menanggapi elegi di atas saya lebih ingin mengomentasi perkataan orang tua berambut putih "Sebenar-benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga". Hal tersebut berarti kesombongan kita akan apa yang kita punya, ilmu yang kita punya tidak ada artinya dan perlu dihindari, karena di atas langit pasti ada langit. Kita bisa mengklaim bahwa ilmu mahasiswa S2 lebih dari mahasiswa S1, namun masih ada yang lebih lagi yaitu S3, dan apabila dibandingkan dengan Profesor ilmu mahsiswa S2 tidak ada apa apanya. Elegi ini mengajarkan kita ditingkat apapun kita jangan sampai berbangga diri dengan sikap sombong tentang apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  13. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kita bisa menjadi belalang yang tidak mengetahui segalanya. Seperti halnya kita sebagai calon guru yang tidak mengetahui bagaimana cara untuk mengetahui perkembangan peserta didik. Maka sebaik- baiknya kita ialah tidak berhenti menggapai ilmu agar tidak menjadi belalang yang terperangkap dalam ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  14. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari kalimat berikut "Sebenar benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga" saya memahami bahwa di atas langit masih ada langit. Jika seorang berilmu akan dipandang berilmu jika berada diantara orang-orang yang belum/tidak berilmu. Namun, seorang berilmu dapat menjadi terlihat tidak berilmu jika berada diantara orang-orang yang ilmunya jauh lebih tinggi. Artinya, "kedudukan" kita dapat berubah-ubah sesuai ruang dan waktu, jadi kita tidak boleh sombong dengan apa yang telah kita miliki.

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari tulisan diatas menyebutkan bahwa logos juga bisa berubah menjadi belalang. Jadi kita jangan pernah sombong dengan ilmu yang kita miliki, kita harus bisa memahami secara baik dengan ilmu yang kita miliki agar kita tidak terjebak dengan adanya power Now. Berhati-hatilah. Kita juga harus terus belajar dan belajar karena sesungguhnya ilmu yang kita meliki itu masih sangat sedikit.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam elegi ini jika orang tua berambut putih sudah tidak mengenali dewa logos maka dia terancam menjadi belalang berambut putih yang merupakan ujung tombak dari powernow. Pengaruh dari powernow seakan menjadi virus yang menyebar kepada orang tua-orang tua berambut putih yang dalam hal ini adalah orang-orang berilmu. Jika tidak mengomandani hati dengan spiritual yang baik, maka seseorang yang berilmu akan menjadi anak buah dari power now yang pemikirannya meminggirkan spiritual dari positif sehingga teknologi yang saat ini sedang menjelma hampir menjadi kebutuhan utama. Untuk itu, secangkih apapun perkembangan zaman, hendaklah manusia menyadari kebutuhan akan TuhanNya.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi di atas merupakan percakapan antara logos dan dewa belalang. Dewa belalang selalu memberikan pertanyaan kepada logos. Logos tidak mempunyai ketetapan hati, pikiran dan ucapan sehingga ucapannya pun selalu berubah-ubah. Dan ketika orang tua berambut putih atau ilmu datang maka maka ia menyampaikan sebenar-benarnya ketika belalang bertanya adalah pemikiran belalang. Dan semua posisi yang diutarakan dewa belalang dan logos tergantung pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  18. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika sudah memiliki ilmu yang banyak, jangan cepat merasa puas dengan ilmu itu. Karena ilmu itu luas, masih banyak ilmu yang belum ada di didirimu. Jangan menjadi sombong dengan ilmu itu, lebih baik menggunakan ilmu yang dimiliki sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  19. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Diantara para belalang, logos akan menjadi logos, sedangkan diantara dewa belalang logos menjelma menjadi belalang. siapa diri kita pada akhirnya bergantung pada ruang dan waktu yang ada, dimana kita, apa yang ada disekitar kita pada akhirnya akan menentukan siapa diri kita. seperti artikel yang terdahulu bahwa logos harus dapat menjelma menjadi dewa untuk dapat menyesuaikan ruang dan waktunya sehingga dapat berkomunikasi dengan belalang, logos, maupun dewa lainnya.

    Pengaruh Sang Power Now ternyata sudah sangat parah meresap ke dalam jiwa kita. tidak hanya belalang yang bersifat seperti belalang, logos, bahkan orang tua berambut putih pun hampir dapat dipengaruhi dan dikhawatirkan mulai menjelma menjadi belalang. jika orang tua berambut putih, tempat para logos bertanya menjelma menjadi belalang berbulu putih, maka hancurlah. Hanya Yang Maha Kuasa yang dapat menolong kita untuk hal ini

    ReplyDelete
  20. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Yang berhasil saya tangkap dari elegi ini adalah seseorang dapat mengalami perubahan. Semua itu tergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut orang jaman dahulu, belalang merupakan serangga yang bijaksana dan memiliki pengetahuan. Sehingga dulu ada kegiatan meminta pendapat dari belalang, atau bertanya dimana letak barang yang hilang. Adanya budaya seperti itu tentunya karena orang jaman dahulu suka bermetafora, namun keturunannya tidak memahami pikiran mereka. Sebetulnya belalang itu simbol. Disebut belalang sembah karena belalang terlihat seperti menyembah, dan orang dahulu menyimbolkan orang yang patuh (budak) sebagai belalang sembah. Dalam elegi ini, belalang powernow yang dimaksud adalah orang-orang yang diperbudak oleh powernow.

    ReplyDelete
  22. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Logos yang lupa ruang dan waktunya lalu ia kehilangan arah menjadi belalang. Begitu juga dengan belalang yang bisa menjadi logos jika belalang mampu menembus ruang dan waktu. Orangtua berambut putihpun bisa berubah menjadi belalang berambut putih jika ia tidak berhati-hati. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang berpeluang menjadi belalang jika ia tak mampu menempatkan dirinya secara bijak, ,menjadikan diri ikhlas dan memperbaiki diri serta menghilangkan sifat sombong pada diri

    ReplyDelete
  23. Melakukan suatu hal tanpa dilandasi iman dan takwa maka ketika kita ternyata mampu meraihnya, kita akan terjebak dalam kesombongan. Padahal sebenarnya ketika menyombongkan diri sebenarnya kita tidak memiliki hal yang patut disombongkan. Hanya milik Allah apa yang ada dan mungkin ada, termasuk jiwa raga manusia dan hanya kepada Allah akan kembali.

    ReplyDelete
  24. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D pps

    Yang saya tangkap dari wacana di atas adalah, kita harus selalu bercermin siapa diri kita. Menyadari siapa diri kita dan pada posisi apa kita sehingga kita mampu instrospeksi diri. Sebenar2nya kita jika kita berada pada diri sendiri. Tetapi jika kita berada di lingkup yang lebih besar kita bukan lagi berkuasa akan diri kita. Saat ini dewanya kita (para pemimpin di negeri ini) sudah mulai men'dewa'kan "barat". Bergantung dan berkiblat kesana. Semoga kita semua dijauhkan dari adu domba dan perpecahan di negara kita. Amin

    ReplyDelete
  25. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ilmu pengetahuan kita diberikan oleh Allah SWT, ketika sudah memiliki ilmu yang banyak janganlah merasa sombong karena tingginya ilmumu masih ada yang memiliki ilmu yang lebih tinggi lagi. semua itu hanya titipan dari Allah , tidak sepantasnya untuk disombongkan.

    ReplyDelete
  26. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Logos menunjukkan salah satu sifat manusia. Terlalu memikirkan dan memutuskan segala hal sendirian sehingga tidak menyadari bahwa pemikiran-pemikiran itu tidak dapat diterima oleh orang lain. Karenanya penting untuk mendengarkan pendapat orang lain dan menghargainya.

    ReplyDelete
  27. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Postingan tersebut sangat menarik. Butuh waktu bagi saya untuk dapat memahami makna dari perbincangan antara logos, dewa belalang, orang tua berambut putih, dan dewa logos. Intisari yang bisa saya dapat adalah bahwasanya janganlah kita menyombongkan diri dengan ilmu yang sudah kita punya karena diatas kita masih akan ada lagi yang lebih baik. Dan pandangan orang akan terus berubah-ubah sesuai dengan dimensi ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  28. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Postingan yang berjudul Elegi Logos Berubah Menjadi Belalang menurut saya cukup menarik. Walaupun demikian, perlu membaca lebih dari sekali untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya. Dan yang dapat saya tangkap dari postingan tersebut adalah bahwa kita sebagai manusia bisa memiliki peran yang berbeda-beda. Itu tergantung bagaimana kita memposisikan diri, dimana kita berada, dan faktor-faktor lain yang membentuk persepsi kita.

    ReplyDelete
  29. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya mencoba merefleksi bahwa seseorang dapat mengalami perubahan, dari yang baik ke yang buruk, dari yang buruk ke yang baik. Selalu berhati-hati akan perubahan yang terjadi agar tidak mendorong diri sendiri ke dalam keburukan,

    ReplyDelete
  30. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sebenar-benar orang berilmu adalah ia yang mampu menguasai dirinya dan mengamalkan ilmu tersebut agar bermanfaat bagi orang banyak. Orang berilmu tetapi tidak mampu menguasai dirinya akan menjadi takabur dan menghancurkan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  31. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Unggul dan tidak unggul itu relatif terhadap ruang dan waktu. Ketika seseorang yang biasa-biasa saja berada di antara orang-orang yang tidak unggul, maka orang biasa-biasa itu akan menjadi orang yang unggul. Namun ketika orang yang biasa-biasa saja tersebut berada di antara orang-orang yang unggul, orang itu akan menjadi orang yang paling tidak unggul diantara mereka. Untuk menjadi orang yang unggul kita harus berusaha. Ketika kita hanya diam saja, maka kita akan menjadi belalangnya Powernow.

    ReplyDelete
  32. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal yang dapat saya petik dari Elegi Logos Berubah Menjadi Belalang adalah bahwa di atas langit masih ada langit, maksudnya ketika kita merasa kita telah memiliki ilmu, maka sejatinya masih ada orang yang memiliki ilmu yang lebih dari kita, jadi kita tidak boleh sombong.

    ReplyDelete
  33. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal lain yang dapat saya petik dari elegi di atas adalah jika kita sombong kemudian merendahkan orang lain, maka sebenarnya kita sama buruknya atau malah lebih buruk dari orang yang kita rendahkan. Seperti halnya Logos yang Belalang, maka Logos akan berubah menjadi Belalang.

    ReplyDelete
  34. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Membaca elegi ini mengingatkan saya pada elegi logos berdialog dengan belalang. Dimana salah satu pesan orang berambut putih yaitu janganlah sombong. Bagaimana hingga akhirnya logos berubah menjadi belalang juga.
    Untuk kisah bakal orang berambut putih berubah menjadi belalang berbulu putih sebagai ujung tombak power now mulai terwujud kini. Dimana terdapat beberapa orang-orang bagaikan orang berambut putih terlihat sebagai sumber ilmu yang bijak namun dibaliknya membawa suatu misi. Misi tersebut adalah titipan power now. Naudzubillah. Astagfirullah.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    loggos sebagai orang yang berilmu dan orang tua berambut putih sebagai orang yang bijaksana, pun dapat berubah menjadi belalang. seekor belalang yang berbeda dimensi dengan mereka, yang jika diajak bicara tidak nyambung. seperti itulah diri kita. jangan kita merasa unggul dan tinggi hati karena keadaan yang kita punya, kemudian merendahkan hal lain yang tidak sesuai dengan diri kita. bisa jadi suatu saat nanti kita bisa berubah menjadi sesuatu yang dulu pernah kita rendahkan. jadi berhati-hatilah dalam bersikap.

    ReplyDelete
  36. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dalam elegi ini, powernow dapat merusak kepercayaan. Pengaruh Sang Power Now ternyata sudah sangat parah meresap ke dalam jiwa. Siapa pun dapat terpengaruh tergantung dari pribadi masing-masing untuk mengatasinya dimana perlu adanya prinsip, pengetahuan, spiritual dan normatif.

    ReplyDelete
  37. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Perkataan dewa logos, “semua dari kita sekarang ini akan, sedang dan telah menjadi para Belalangnya Sang Power Now”, merupakan peringatan bagi kita betapa jahatnya powernow dalam usahanya menguasai dunia. Berbagai aspek telah dan akan menjadi berkembang di bawah kekuasaan power now. Tidak terkecuali para logos pun menjadi lemah hingga mereka pun jadilah belalangnya power now. Lantas apa yang bisa kita lakukan agar kita terlepas/terhindar menjadi belalangnya powernow?.

    ReplyDelete
  38. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sepandai – pandainya seseorang dalam hidupnya adalah orang yang berilmu. Orang yang berilmu akan menciptakan sebuah silaturahim. Dimana dengan silaturahim akan menghubungkan titik – titik yang berjauhan menjadi suatu sinergi. Dengan silaturahim dapat menciptakan keharmonisan. Setinggi – tingginya hidup adalah mencapai keharmonisan. Memang menciptakan dan menjaga silaturahim tidaklah mudah. Menjaui segala keburukan yang akan muncul adalah kunci utama dalam memeiharanya.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Eligi tersebut memberikan sebuah pemikiran bahwa dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga. Artinya jika anak SMP ada di kerumunan anak SD, maka anak SMP akan menjadi dewanya anak SD, sedangkan jika anak SMP di kerumunan anak SMA, SMA yang menjadi dewanya anak SMP. Tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari eligi tersebut kita mengetahui bahwa belalang akan menjadi logos jika dia di antara para belalang, dan ia akan menjadi belalang jika ia ada di antara para Dewa belalang. Hal ini mengartikan bahwa jika seseorang tidak boleh sombong akan kemampuan dan ilmu yang dia rasa sudah tinggi karena di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Logos berdialog dengan Dewa Belalang. Akan tetapi karena beda dimensi mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Logos tidak bisa mengerti apa yang disampaikan oleh Dewa Belalang. Hal ini seperti dalam mata kuliah Etnomatematika saat pertemuan pertama. Mahasiswa saat diminta mengerjakan kuis oleh Prof. Marsigit banyak yang mendapatkan nilai 0 karena mahasiswa belum bisa menyemakan frekuensi dengan Prof.Marsigit. Untuk itu Mahasiswa perlu banyak membaca artikel-artikel yang diposting di blog powermathematics.blogspot.co.id agar bisa memahami apa yang disampaikan oleh Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  42. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi tersebut memberikan banyak pelajaran bagi saya. Dari kalimat "Sebenar-benar dirimu Logos jika engkau berada di antara para Belalang. Tetapi jika engkau berada di antara para Dewa Belalang maka engkau ternyata Belalang juga." saya memahami bahwa kedudukan orang yang berilmu berbeda-beda tergantung ruang dan waktu. Orang yang berilmu akan disebut berilmu jika berada di antara orang yang berilmu, namun dia akan disebut tidak berilmu jika berada di antara orang yang ilmunya lebih tinggi. Oleh karena itu, kita tidak boleh sombong jika sudah memiliki ilmu karena ilmu itu sangat luas tidak tergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  43. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi tersebut saya belajar bahwa meskipun memiliki ilmu, kita tidak boleh sombong, karena ilmu itu sangat luas, di atas langit masih ada langit. Oleh karena itu, kita masih perlu banyak belajar. Belajar itu tidak bergantung pada ruang dan waktu. Semakin banyak kita belajar, maka seharusnya kita menjadi semakin rendah hati. Seperti peribahasa yang sering kita dengar sewaktu masih kecil, yaitu jika kita berilmu jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk.

    ReplyDelete
  44. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Adanya ruang dan waktu dapat menjadikan seorang daksa dapat menjadi dewa dan seorang dewa menjadi daksa. Dapat dicontohkan sebagai seorang murid SMP adalah daksa dan dewanya adalah guru. Guru akan menjadi daksa apabila dewanya dosen atau kepala sekolah.

    ReplyDelete
  45. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Murid SMP akan menjadi dewa tatkala dia mengajari adiknya yang duduk di bangku sekolah dasar. Sehingga ada banyak situasi yang dihadapi dan membutuhkan kemampuan untuk bersikap dan memposisikan diri dengan tepat. Maka hendaknya seorang manusia tidak boleh sombong atas apa yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  46. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah takdirnya bahwa menusia itu memiliki batasannya sendiri. Dalam hal ini pengetahuan manusia memiliki batasan namun batasan ini dapat mengembang. Namun ada hal yang sulit untuk dijelaskan tentang menjelaskan artian diri sendiri. Dalam hal ini janganlah terlalu bingung memikirkan hakikat diri apalagi memikirkan orang lain karena jika terlewat batas maka hendaknya sang manusia segera meminta ampun dan memita perlindungan dari Allah.

    ReplyDelete
  47. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Sesungguhnya semua manusia akan sama dihadapan Allah SWT, yang membedakan adalah amalannya, Allah tidak pernah dan tidak akan meilhat tingginya jabatan kita, atau kaya nya harta kita , namun yang dilihat adalah amal ibadah kita. Setiap orang dapat menjadi diri sendiri dengan karakter dan pendirian nya, diharapakn pendirian itu dapat semakin mengokohkan iman kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  48. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil setelah membaca elegi di atas adalah seseorang bisa mempunyai kedudukan yang berbeda-beda. Mungkin suatu saat kita bisa menjadi objek dan di saat yang lain kita bisa menjadi subjek. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan dan merendahkan orang lain.

    ReplyDelete
  49. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi dialog di atas sangat simple dalam apa yang terjadi di dunia kita, bahwa baik atau buruk itu sebenarnya bisa dipisah. Tetapi baik bisa menjadi buruk jika sekelilingnya dikelilingi oleh buruk, sebaliknya buruk bisa menjadi baik jika sekelilingnya dikelilingi oleh baik. Maka dari itu kita harus berhati-hati dengan lingkungan dan tipu muslihat dari akhir zaman ini.

    ReplyDelete
  50. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Elegi logos menjadi belalang sebenarnya saya tidak memahami betul makna yang dimaksudkan. Hanya saja ada bagian dimana logos akan menjadi belalang jika berada diantara para dewa belakalang, dan logos akan menjadi logos ketika berada di antara belalang. Hal ini dapat memberikan kesimpulan bahwa siapa kita, dan bagaimana kita tergantung dilihat dari lingkungan sekitar kita dimana kita berada.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Pendirian seorang tatkala bersama dengan tekanan yang kuat akan patah juga, yang terjadi semakin membaur dan membias dengan suasana terbanyak. Logos yang digambarkan bersamaan belalang bukan karena logos yang plinplan namun logos yang lemah. Yang tersapu dengan arus dominan. Dalam kehidupan pendirian seorang tatkala tidak dibarengi lingkungan yang mendukung dan justru berbaur dengan para mitos akan "katut" kebawa arus. Sehingga langkah yang tepat adalah mempertebal iman dan memperkokoh pendirian yang benar.

    ReplyDelete
  52. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini mengingatkan kita untuk senantiasa sadar siapa kita. ‘sebenar-benarnya dirimu logos jika engkau berada diantara para belalang. Tetapi jika engkau berada diantara para dewa belalang maka engkau ternyata belalang juga’ seperti apa yang dikatakan oleh orang tua berambut putih, ada saat ilmu yang kita miliki adalah logos, tapi tidak selamanya ilmu itu logos, jika kita tidak senantiasa meningkatkan kualitas diri maka sebenar-benarnya logos itu akan berubah menjadi mitos juga, kita akan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan dewa belalang, atau hal-hal yang lebih tinggi disbanding apa yang telah kita pelajari.

    ReplyDelete
  53. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegy ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa menetapkan hati sebagai komando kita. Terkadang tanpa disadari kita menjadi seperti dewa belalang yang memprofokasi orang lain sehingga melupakan spiritualitasnya dan menjadi dajal. Maka senantiasa berikthiar dan berdoa serta bersandar pada Tuhan yang mampu membantu kita mencapai logos tanpa kehilangan spritualitas kita.

    ReplyDelete
  54. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kita harus berhati-hati dengan ilmu yang kita punya. Memang seorang manusia selalu akan menggapai logos. Oleh karenanya, sebagai makhluk yang tidak sempurna kita tidak boleh menyombongkan ilmu yang kita punya karena akan mengakibatkan logos yang kita punya menjadi belalang dan bisa saja belalang ini dapat menghancurkan diri kita sendiri atau orang lain. Semoga kita selalu berada dan dituntun oleh-Nya di jalan yang benar. Aamiin.

    ReplyDelete