Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B


Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM B) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 09.30 sd 11.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Markus Palobo:
Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

2. Saifan Sidiq Abdullah:
Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?

3. Aminullah :
Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?

4. Muhammad Munir:
Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?

5. Daud:
Apa hakikat menerima dan menolak?

6. Weni Gurita:
Apakah perbedaan antara Logika dan Penalaran?

7. Tety Dwi Setyaningsih:
Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?

8. Noviana Serawati:
Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?

9. Yulia Linguistika:
Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?

10. Siti Rahmalia Natsir:
Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?

11. Nirma Dwi Febriana:
Bagaimana secara Filsafat kita bisa mengendalikan Ego/Superego kita?

12. Siti Nafsul Muthmainnah:
Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat?

13. Maria Rosadalima Wasida:
Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

14. Nunung Megawati:
Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?

15. Rina Susilowati:
Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?

16. Ari Kuntoro:
Apa hakikat hubungan antara Wanita dan laki-laki?

17. Welli Meinarni:
Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?

18. Amelia:
Apa hakikat Etik dan Estetika?

19. Tesi Kumalasari:
Apa hakikat Ketakhinggan dan Ketakterbatasan?

20. Taufik Albar:
Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?

21. Siswanto Abdulhamid:
Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?

22. Veronica Wiwik Dwi Astuty:
Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?

23. Juhrina A.Y. Hi. Djafar:
Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?

2 comments:

  1. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Hati dan pikiran saling memiliki hubungan dan saling terkait. Hati akan bekerja bersama pikiran untuk mengambil keputusan dalam bertingkah laku. Hati akan memberikan rasa dan pikiran akan menghasilkan logika untuk menghadapi masalah. Kita tidak bisa hidup dengan hanya mengandalkan logika saja atau hati saja. Kedua-duanya saling berhubungan dan memiliki pengaruh bagi kegiatan berpikir manusia.

    ReplyDelete
  2. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Penalaran merupakan suatu proses berpikir untuk mengambil sebuah keputusan yang didasarkan pada pengetahuan yang ia miliki sedangkan logika adalah merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana objek materialnya adalah berpikir. Sehingga menurut pendapat saya di dalam penalaran membutuhkan logika sebagai pendukung untuk membuat keputusan dan sebaliknya di dalam logika membutuhkan penalaran karena logika dan proses berpikir tidak dapat dipisahkan

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.