Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B


Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM B) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 09.30 sd 11.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Markus Palobo:
Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

2. Saifan Sidiq Abdullah:
Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?

3. Aminullah :
Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?

4. Muhammad Munir:
Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?

5. Daud:
Apa hakikat menerima dan menolak?

6. Weni Gurita:
Apakah perbedaan antara Logika dan Penalaran?

7. Tety Dwi Setyaningsih:
Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?

8. Noviana Serawati:
Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?

9. Yulia Linguistika:
Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?

10. Siti Rahmalia Natsir:
Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?

11. Nirma Dwi Febriana:
Bagaimana secara Filsafat kita bisa mengendalikan Ego/Superego kita?

12. Siti Nafsul Muthmainnah:
Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat?

13. Maria Rosadalima Wasida:
Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

14. Nunung Megawati:
Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?

15. Rina Susilowati:
Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?

16. Ari Kuntoro:
Apa hakikat hubungan antara Wanita dan laki-laki?

17. Welli Meinarni:
Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?

18. Amelia:
Apa hakikat Etik dan Estetika?

19. Tesi Kumalasari:
Apa hakikat Ketakhinggan dan Ketakterbatasan?

20. Taufik Albar:
Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?

21. Siswanto Abdulhamid:
Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?

22. Veronica Wiwik Dwi Astuty:
Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?

23. Juhrina A.Y. Hi. Djafar:
Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?

56 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Saya mencoba menjawab sdr Aminullah (Nomor 3) dimana pertanyaannya Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?
    Saya mencoba menjawabya, Ketika apa yang telah kita pikirkan dan kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataannya, menurut saya hal yang perlu kita lakukan adalah menerimanya dengan ikhlas. Selanjutnya adalah memikirkan kembali apa yang menyebabkan kenyataan tidak berjalan sesuai dengan pikiran kita, ingat kembali usaha dan doa kita, mungkin masih kurang. Jika kita telah berusaha dan berdoa untuk menjalankan pikiran atau rencana kita, tetapi kenyataannya tidak sesuai, maka itu adalah kehendak Allah. Mungkin Allah telah menyediakan jalan yang lebih baik untuk kita.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya akan mencoba menjawab terkait dengan pertanyaan “Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?” Hati tidak dapat dipengaruhi oleh faktor luar karena hati menggambarkan keikhlasan. Tiadalah yang dapat mengetahui isi hati seseorang. Sedangkan pikiran dapat berubah karena faktor dari luar dan dengan yang kita pikirkan lalu kita ucapkan maka orang lain dapat mengetahui isi pikiran kita karena sebenar-benar ilmu ada dalam pikiranmu. Dengan terkoneksinya pikiran dan hati akan melahirkan pikiran yang jernih dan ikhlas dengan semata-mata hanya mengharap Ridho-Nya. Oleh karena itu, ilmu ikhlas itu tidaklah mudah dalam menggapainya akantetapi sangat penting bagi kita.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk pertanyaan no. 4. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Menurut pendapat saya salah satu sifat manusia adalah rasa ketidakpuasan dengan apa yang sudah dimiliki. Kita selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki karena kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari yang telah kita miliki saat ini. Rasa ketidakpuasan ini, mendorong kita untuk lebih giat berusaha dalam menggapai sesuatu yang kita harapkan. Ketidakpuasan ini sangat wajar bagi kita selama kita dapat mengartikannya untuk kepentingan dalam menggapai sesuatu secara positif dan dalam memenuhi ketidakpuasan kita, kita melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Namun, hendaknya ketidakpuasan janganlah menjadikan kita untuk melakukan sesuatu yang bernilai negatif dan merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Caranya yaitu mencari tahu, berusaha, dan membaca. Pada jaman dahulu orang menyebutnya wahyu. Saya ingat waktu kuliah dengan Prof. Marsigit. Kami satu kelas tak ada yang tahu nama Cucu dari Bapak, inilah yang dinamakan yng mungkin ada. Lalu kami berusaha mencari tahu dengan bertanya kepada Prof. Marsigit, inilah usaha, Lalu Prof. Marsigit memberi nama cucu beliau, ini yang jaman dahulu dinamakan wahyu, dan pada akhirnya apa yang mungkin ada menjadi ada di dalam pikiran kami, yatu nama dari cucu Prof. Marsigit.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 4. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?. Itu adalah sifat dasar manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna. Ada sisi positif dan negatif dari sifat ini. Pertama dari sisi positif, selalu tidak puas adalah sifat yang baik dan harus kita jaga dalam meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT serta dalam menuntut ilmu. Coba bayangkan jika kita merasa puas dengan ibadah yang telah kita lakukan dan ilmu yang kita miliki, manusia mungkin sudah puas hanya dengan melaksanakan solat magrib saja setiap harinya tanpa melaksanakan ibadah lainnya, atau pun manusia yang berilmu tidak akan belajar lagi, ia merasa telah memahami segala hal dan akhirnya ia akan menjadi orang bodoh karena tertinggal kemajuan zaman. Oleh karena itu, sifat selalu tidak puas dalam beribadah dan belajar adalah sesuatu yang sangat penting dan harus kita jaga. Kemudian dari sisi negatif, manusia seringkali merasa selalu tidak puas dengan segala material yang ia miliki, sehingga kadangkala ia dibutakan oleh hal tersebut, ia memperkaya dirinya dengan cara yang salah, mengambil hak orang lain, dsb. Sifat selalu tidak puas seperti ini harus kita hindari dan hilangkan dari diri kita. Jadilah pribadi yang selalu bersyukur dengan segala material yang engkau miliki.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?. Manusia itu berbeda karena terikat oleh ruang dan waktu. Setiap manusia itu unik, memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan diantara manusia merupakan hal yang wajar, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Perbedaan akan menjadikan engkau ada. Coba bayangkan jika semua manusia di dunia ini sama, maka aku akan kesulitan membedakan diriku dan dirimu, membedakan engkau dan dirinya. Perbedaan menjadikan kita saling melengkapi satu dengan lainnya. Perbedaan menjadikan kita saling menghargai. Seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda kita tetap satu jua.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana hubungan antara manusia, alam dan Yang Maha Kuasa? Mencoba untuk menanggapi pertanyaan dari Juhrina A.Y.Hi. Djafar, menurut saya hubungan ketiga tersebut saling erat. Manusia dan alam beserta isinya merupakan ciptaan Tuhan yang sangatlah indah dan luar biasa, Tuhan pun yang selalu memberikan kuasanya kepada semua makhluk di alam ini tak terkecuali manusia yang dianggap sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Manusia yang diberi tugas oleh Tuhan untuk menjaga, merawat dan diijinkan untuk memanfaatkan alam ini. Tuhan yang menjadi panutan untuk manusia ciptaanNya, yang menjadi tujuan dari segala tujuan, tempat dimana manusia sedang mengeluh, tempat dimana manusia menggantungkan harapan, tempat dimana manusia merasa aman dan tentram dalam naunganNya.

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaiman menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana? Menanggapi pertanyaan ini, jika kita memperoleh pemimpin yang tidak bijaksana sebaiknya kita sebagai rakyatnya tetap memiliki pendirian sendiri. Kita sebagai rakyat juga harus menentukan sikap, dan pemimpin memang sebaiknya untuk dipatuhi, namun jika pemimpin itu baik dan bijaksana dalam menyikapi segaa hal. Kita sebagai rakyat pun berhak menentukan sikap kita masing-masing jka kita tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Pemimpin tersebut.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pertanyaan dari saudara Muhammad Munir tentang Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? Pertanyaan ini pertama kali saya melihat sngat menarik, kenapa kita selalau merasa tidak puas, padahal kita sudah memiliki segalanya, hal itu terjadi karena kita hidup di dunia ini tanpa ada rasa sykur, dan masih memandang yang dilangit padahal di atas langit masih ad alangit lagi. Itu lah sifat manusia yang sering terjadi sekarang ini bahwa sifat ini munhkgin sudah ada dari dulu. Apabila kita selalu bersyukur atas pemberian Nya maka kita akan selalu puas dan akan menerima apa yang ada pada kita. Rezeki, umur, dan jodoh itu Allah yang mengatur, kalau misalnya anda tidak puas akan pendpaatan anda, itu mesti jadi karena anda merada belum puas dan masih ingin lebih, sifat tamak yang dimiliki anada harus di abuang jauh-jauh. Makanya hidup itu jangan selalu memandang yang atas padanglah yang dibawah masih banyak orang yang belum seprti anda. Anda diberikan kesehatan dan anggota tubuh yang bagus dan sepernu tetapi masih ingin merubah lagi dengan segala cara seperti: operasi plastik, dsb, pandang orang yang mohon maaf yang memiliki kekurangan atau fisiknya tidak sempurna, mereka masih bersyukuratas kekurangannya yang mereka miliki sedangkan anda yang memiliki fisik sempurna malah tidak bersyukur. Intropeksi diri saja untuk anda yang memang merasa demikian.jika anda selalu bersyukur maka khidup kita akan damai.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?
    Dalam berpikir mungkin ada kalanya kita meragukan sesuatu hal. Kita menganggap sesuatu itu mungkin ada. Dengan pengamatan dan pembuktian kita dapat mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Namun, hal ini untuk urusan manusia atau benda lainnya. Sedangkan untuk urusan yang ghaib itu kita bisa mengubah yang mungkin ada menjadi ada dengan keyakinan. Dalam islam disebut dengan iman atau mempercayai. Kita percaya Allah SWT ada di dekat hamba-Nya. Kita percaya bahwa Allah telah mengutus para malaikat-Nya untuk mengawasi kita manusia. Dalam hal ini kita memerlukan pengetahuan, dimana kita bisa meyakini dengan seyakin-yakinnya karena kita tahu dan membaca.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas c 2016

    Setiap manusia memang diciptakan berbeda-beda. Seperti yang ditanyakan oleh saudaraRina Susilowati, perbedaan seperti apakah pada manusia? Paradigma seseorang yang membedakan, sehingga pemikiran filsafatnya pun berbeda. Misalnya, dari cara pemerolehan pengetahuan atau pendefinisian benar salah dan baik buruk. Kemudian saya juga tertarik dengan pertanyaan saudara Noviana Serawati bahwa ‘aku tidak sama dengan aku’, dan apakah implikasinya bagi kehidupan. Perjalanan dan siklus kehidupan seseorang itu berhemenitika dalam ruang dan waktu. Seperti yang dikatakan Prof. Marsigit dalam perkuliahan bahwa belum sampai aku menyatakan sedang minum air, maka kita sudah berhenti meminumnya. Begitu juga setiap aku pada detik ini, akan berbeda dengan aku pada detik berikutnya.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?
    Berdasarkan hasil perkuliahan Pak Marsigit saya dapat mengatakan bahwa aku tidak sama dengan aku maksudnya adalah aku yang sekarang tidak akan sama dengan aku lia menit yang lalu. Mengapa demikian? Aku lima menit yang lalu belum menuliskan tulisan ini, sedangkan sekarang aku telah menuliskan dan memikirkannya. Contoh sederhana lainnya adalah sebuah sel tubuh belum melakukan regenerasi semenit yang lalu, sedangkan sekarang telah tercipta hasil dari regenerasi sebuah sel tersebt.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?
    Perang pemikiran dimana terjadi paling sedikit dua opsi yang sangat penting dan menentukan langkah selanjutnya. Tentu hal tersebut memiliki konsekuensinya mashing – masing. Selama kita masih ada pilihan, pilihlah berdasarkan pertimbangan yang logic. Pertimbangan tersebut adalah memilah dampak negative dan positif. Pilihlah berdasarkan dampak positif terbesar untuk meminimalisir hal – hal yang tidak diinginkan ke depannya. Selain hal tersebut diimbangi dengan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Esa agar diberikan petunjuk dan pilihan terbaik akan segala sesuatunya..

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?
    Tiga hal tersebut sangat berkaitan. Tuhan Yang Maha Kuasa adalah pencipta dari manusia dan alam. Manusia tidak akan dapat hidup tanpa KuasNya dana lam. Oleh karena itu segala ciptanNya (manusia dan alam) harus saling menjaga. Manusia menjaga kelestarian alam, agar manusia dapat bertahan hidup lebih lama di dunia ini yang merupakan hasil ciptanNya.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Membahas mengenai keseimbangan antara takdir dan ikhtiar dapat diibaratkan seperti meracik segelas kopi, gula adalah ikhtiar dan kopi adalah takdir. Gula dapat membuat rasa kopi menjadi enak, jika gulanya bnyak sedikit maka kopi akan terasa pahit namun tetap menjadi kopi, yaitu kopi pahit. Artinya adalah ikhtiar kita kentara dengan upaya yang kita lakukan, semakin banyak ikhtiar kita maka akan semakin mendekatkan kita dengan takdir kita. Namun jika tidak ikhtiar maka kita akan mendapatkan takdir yang hanya seperti itu-itu saja. Aama hal nya juga ketika membahas jodoh, jodoh bukanlah takdir, tapi jodoh itu takdir yang diusahakan. Kalau kita hanya berdiam diri di rumah maka tidak akan bisa kita berjodoh dengan seseorang yang kita mau, tapi kalau kita berupaya orang tersebut menjadi jodoh kita mungkin bisa jadi dia akan menjadi takdir kita.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pertanyaan ke -18 mengenai apa hakikat etik dan estetika? Dalam filsafat, etik berkaitan erat dengan baik buruknya suatu hal yang terjadi dalam kehidupan, sedangkan estetika berarti nilai keindahan yang terkandung dalam suatu pemikiran. Hakikat etik dan estetika boleh jadi terkait dari yang ada dan mungkin ada dalam filsafat ilmu sesuai dengan ruang dan waktunya. Dalam hal ini, etik dan estetika yang dipahami setiap orang akan berbeda satu dan lainnya.

    ReplyDelete
  17. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Welli Meinarni
    Secara filsafat, apakah hakikat manusia itu?

    Hakikat kita sebagai manusia ialah ketika kita sadar dan mengetahui bahwa siapa sebenarnya diri kita? Untuk apa kita dicipttakan di muka bumi ini? Tidak lain ialah sebagai lhalifah di bumi untuk mencapai tujuan hidupnya. Karena sebuah perjalan menuju tujuan adalah penting yaitu proses sebelum diambil ruang dan waktunya. Marilah untuk hidup memberi banyak manfaat bagi orang lain di dunia ini.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang berbunyi "Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?"
    Menurut saya jawabannya adalah tergantung dari niat dan motivasi dari dalam diri kita. Motivasi yang tinggi yaitu tekun ulet maka akan membuat yang mungkin ada menjadi benar benar ada.

    ReplyDelete
  19. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    pertanyaan dari Muhammad Munir:
    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    saya akan mencoba menjawabnya. Ada suatu kiasan singkat yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut yaitu "rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau". Dari kiasan tersebut, dapat diketahui bahwa walaupun kita sudah memiliki apa yang sudah ada, kita pasti akan selalu melihat milik orang lain yang kita anggap pasti lebih menarik dari apa yang telah kita miliki, sehingga kita selalu cenderung tidak puas dengan apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Bagaimana menyelaraskan antara hati, pikiran dan tindakan? Agar hati, pikiran, dan tindakan bisa selaras, dalam melakukan sesuatu hal kita harus melakukannya dengan hati yang tulus ikhlas, pemikiran yang kritis, dan otomatis tindakan yang keluar atau yang kita lakukan dari hati yang tulus ikhlas dan pikiran yang kritis akan selaras juga dengan hati dan pikiran, sehingga hati akan selaras dengan pikiran dan tindakannya, pikiran akan selaras dengan hati dan tindakannya, dan tindakan akan selaras dengan hati dan pikirannya.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pertanyaan pertama mengenai bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Sejatinya yang mungkin ada berada dalam pikiran manusia sedangkan yang ada yaitu yang dapat dirasakan oleh indra kita. Seperti mimpi kita, mimpi atau angan-angan kita tidak akan pernah terwujud atau menjadi kenyataan ketika kita tidak berusaha dengan sekuat tenaga dan dengan berdoa semuanya tidak akan mungkin menjadi kenyataan. Hal ini senada dengan objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada yang terbatas dalam ruang dan waktu. Agar objek tersebut yang mungkin ada menjadi ada maka banyaklah menambah ilmu atau pengetahuan kita, perbanyak berusaha dan berdo’a. Pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan Bagaimana menyelaraskan hati, pikiran dan tindakan.

    ReplyDelete
  22. 4. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Menanggapi pendapat ini, salah satu sifat manusia adalah rasa ketidakpuasan dengan apa yang sudah dimiliki. Kita selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki karena kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari yang telah kita miliki saat ini. Rasa ketidakpuasan ini, mendorong kita untuk lebih giat berusaha dalam menggapai sesuatu yang kita harapkan. Ketidakpuasan ini sangat wajar bagi kita selama kita dapat mengartikannya untuk kepentingan dalam menggapai sesuatu secara positif dan dalam memenuhi ketidakpuasan kita, kita melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Namun, hendaknya ketidakpuasan janganlah menjadikan kita untuk melakukan sesuatu yang bernilai negatif dan merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Terkait pertanyaan pertamao oleh Saudara Markus Palobo:
    "Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?"
    Sesuatu yang tidak mungkin, sesungguhnya bukan fakta. Tapi hanya ada dalam pikiran. Pikiran kita sendiri yang memenjara diri kita, yang membatasi kemampuan diri. Ketika berpikir kita tidak bisa, maka dengan sendirinya kita akan mencari pembenaran dari pola pikir yang kita tanam tadi. Tindakan yang kemudian diambil akan merupakan hasil dari ketidakmungkinan yang kita ciptakan sendiri. Bila saja kita mampu mengikis rasa ketidakmungkinan dalam pikiran, maka potensi kita dengan sendirinya akan mengalir bagai air bah. Ketidakmungkinan hanyalah masalah waktu. Yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dan cita-cita dimasa kini. Dan harusnya menjadi kenyataan di masa depan.
    Tidak ada ketidakmungkinan, kecuali kita ijinkan pikiran kita sendiri yang membatasi.
    Sewaktu kita mengatakan, "ah tidak mungkin bagi saya untuk mencapai hal itu", ketika itupula kita mematikan api impian dan harapan.

    ReplyDelete
  24. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan ke 18 oleh Saudara Amelia:
    “Apa hakikat Etik dan Estetika?”

    Teori Nilai membahas dua masalah yaitu masalah Etika dan Estetika. Etika membahas tentang baik buruknya tingkah laku manusia sedangkan estetika membahas mengenai keindahan. Ringkasnya dalam pembahasan teori nilai ini bukanlah membahas tentang nilai kebenaran walaupun kebenaran itu adalah nilai juga. Pengertian nilai itu adalah harga dimana sesuatu mempunyai nilai karena dia mempunyai harga atau sesuatu itu mempunyai harga karena ia mempunyai nilai. Dan oleh karena itu nilai sesuatu yang sama belum tentu mempunyai harga yang sama pula karena penilaian seseorang terhadap sesuatu yang sama itu biasanya berlainan. Bahkan ada yang tidak memberikan nilai terhadap sesuatu itu karena ia tidak berharga baginya tetapi mungkin bagi orang lain malah mempunyai nilai yang sangat tinggi karena itu sangatlah berharga baginya

    ReplyDelete
  25. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas. Oleh sebab itu, kita selalu menginginkan yang lebih dan lebih dari yang saat ini sudah kita miliki. Sifat dasar yang tidak pernah puas tersebut alangkah baiknya diarahkan pada hal yang positif. Misalnya, pada pencapaian target atau prestasi. Hendaknya sifat tidak puas terhadap prestasi yang sudah dimiliki semakin memotivasi kita untuk semakin giat belajar dan bekerja guna memperoleh hasil yang lebih baik di hari esok.

    ReplyDelete
  26. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?
    Menurut saya, solusi menghadapi kenyataan dan pikiran yang tidak sejalan adalah dengan berlapang dada dan ikhlaskan saja. Sebab, dibalik semua itu pasti ada rencana Tuhan yang jauh lebih baik.

    ReplyDelete
  27. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?”
    Beda orang, beda latar, tentu akan punya jawaban yang berbeda. Saya sendiri menyikapi pemimpin yang tidak adil tentu saja jengkel dan ingin protes. Namun ternyata ada juga pandangan yang berbeda yang bersandar pada perkataan Rasulullah Shollalahu Alaihi Wasallam. “Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku dan tidak pula melaksanakan sunnahku. Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “
    Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”
    Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim no. 1847)

    ReplyDelete
  28. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan dari saudara Muhammad Munir yaitu Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? akan saya coba jawab berdasarkan pengetahuan yang sudah saya miliki sebelumnya dan tentunya dengan referensi-referensi tambahan. Hal ini telah dijelaskan dalam beberapa hadist tentang sifat manusia yang tidak pernah merasa puas akan sesuatu contohnya adalah harta.
    Dari Ibnu ‘Abbas, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)
    Pada hakekatnya manusia tidak akan pernah puas akan sesuatu seperti yang telah dituliskan dalam hadist tersebut, akan tetapi untuk mencapai kekayaan yang hakiki dapat dicapai sesuai sabna nabi "“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051). Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab “Kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan hati (hati yang selalu merasa cukup).”
    Jadi menurut saya, mengapa kita selalu tidak puas, karena kurangnya rasa syukur kita terhadap apa yang sudah diberikanNya

    ReplyDelete
  29. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan saudara Tety Dwi Setyaningsih tidak jauh berbeda dengan saudara Wahyu Herdianto yaitu tentang Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?
    Ada sebuat quotes Muhammad Agus Syafii, mengatakan bahwa "Jaga pikiran Anda, karena akan menjadi kta-kata. Jaga kata-kata Anda, karena akan menjadi tidakan Anda. Jaga tindakan Anda, karena akan menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, karena akan menentukan nasib Anda."
    Kunci untuk menyelarasakan ketiganya adalah berawal dari pikiran kita. Akan tetapi apa yang kita pikirkan harus sesuai dengan hati kita, jika dirasa masih ada rasa tidak enak hati, perlua ada yang diperbaiki dari hati maupun pikirannya.

    ReplyDelete
  30. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika manusia hidup, manusia pasti pernah dihadapkan pada kenyataan pikiran dan kenyataan tidak sejalan. Hal yang dapat kita lakukan adalah menguatkan iman kita, mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga kita tidak terjerumus dalam hal-hal buruk. Allah memberikan kenyataan yang tidak sejalan dengan pikiran itu semata-mata untuk menguji kita sebagai manusia seberapa kuat kita menghadapi kenyataan tersebut.

    ReplyDelete
  31. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sikap yang harus kita lakukan kepada pemimpin yang tidak bijaksana adalah menasehati. Tetapi sikap kita menasehati belum tentu dapat diterima oleh pemimpin. Pemimpin lebih baik mawas diri agar menjadi pemimpin yang dapat menjadi tauladan bawahnnya. Karena sifat manusia sendiri adalah berubah jika dari kemauannnya sendiri bukan paksaan.

    ReplyDelete
  32. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan kenapa manusia sellau tidak puas akan hal yang sudah dimiliki. Manusia itu diciptakan dengan hawa nafsunya. Jika manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu maka segala yang sudah dimiliki akan tetap kurang. Salah satu cara agar hawa nafsu terkontrol hendaknya selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Jangan selalu melihat keatas, tapi tengik juga apa yang ada di bawah.

    ReplyDelete
  33. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Saya berusaha menjawab beberapa pertanyaan di atas, sesuai dengan pemahaman saya,
    1. Cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada yaitu dengan mempercayainya. Ketika kita percaya, maka secara tidak langsung kita telah menjadikannya ada. Walaupun hal itu baru merupakan kemungkinan.
    2. Sebelum menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana, alangkah baiknya kita mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Pertama, ketika pemimpin terebut dekat dengan kita dan kita tahu bahwa dia tidak bijaksana, maka kewajiban kita yaitu mengingatkannya. Kedua, jika kita tidak mengenal sosok pemimpin tersebut dengan baik, maka kita perbaiki dulu sudut pandang kita, jangan hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai sisi. Karena bisa jadi pemimpin itu bijaksana, namun karna sudut pandang kita yang keliru, maka kita menjadikannya tidak bijaksana, hal ini sangat berbahaya. Dan yang ketiga, kita banyak-banyak berdo’a dan meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  34. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    3. Ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan, yang perlu kita lakukan adalah membenahi niat kita. kita menginstropeksi diri, bisa jadi hal itu dikarenakan harapan yang kita pikirkan terlalu tinggi atau memang ada hikmah yang besar dibalik itu semua.
    4. Kenapa selalu tidak puas padahal yang dimiliki sudah ada? Jawabannya sangat simpel, perbanyaklah bersyukur.
    7. Hati, pikiran, dan tindakan, memang seharusnya selaras atau sejalan. Semua bersumber pada hati. Ketika hati itu baik, maka seluruh anggota tubuh lain juga akan baik. Tetapi ketika hati kita rusak, maka rusaklah seluruh anggota badan kita. sehingga, yang pertama adalah meluruskan niat dengan bersungguh-sungguh. Ketika niat kita sudah benar, maka jika pikiran kita bengkok, kembalikanlah kepada niat. Jika perbuatan kita salah, kembalikan lagi kepada niat. Namun, tidak ada manusia yang sempurna. Sehingga apapun kesalahan kita, hendaknya segeralah bertaubat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan matematika A 2014

    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    hal tersebut terjadi karena sifat manusia yang tidak pernah merasa puas, atau sama artinya bahwa manusia tidak dapat mensyukuri apa yang diperolehnya. tetapi sesungguhnya ketika kita dapat memahami makna ketidakpuasan dapat menghantarkan kehal positif, sebagai contoh adalah ketika kita sudah selesai menempuh pendidikan SMA, kita tidak boleh merasa puas terlebih dahulu, karena masih ada jenang pendidikan yang lebih tinggi. Maksudnya Jangan berhenti menuntunt ilmu selagi masih ada ruang.

    ReplyDelete
  36. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?
    ketika kita dihadapkan dengan perang pemikiran sebaiknya kita meminta petunjuk kepada Allah SWT agar diberikan pemikiran yang terbaik yang akan dipilihnya nanti. Allah SWT akan memberikan petunjuk kepada umat-Nya yang beriman dan bertaqwa.

    ReplyDelete
  37. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pada pertanyaan no 14, saya berpendapat bahwa jika dipahami lebih dalam bahwa pikiran, otak dan hati adalah bagian-bagian dari dimensi manusia yang berbeda bentuknya satu sama lain, namun satu kesatuan wujud. Diantara ketiganya tidak bisa dipisahkan karena justru keberadaan satu dimensi merupakan syarat adanya dimensi yang lain. Misalnya dimensi otak (fisik) merupakan syarat adanya dimensi pikiran. Dan dimensi pikiran merupakan syarat adanya dimensi hati. Dan hati merupakan dimensi yang menjadi syarat adanya sang jiwa. Jadi, jiwa merupakan satu bagian dari dimensi pada diri manusia. Bahkan jiwa inilah yang menjadi esensi dari wujud manusia itu sendiri. Kehidupan di Dunia ini sangat membutuhkan fungsi Pikiran, dan Perasaan harus mampu menopang fungsi Pikiran itu.
    Contoh dari hubungan yang kuat antara pikiran, hati dan jiwa ialah seorang yang sedang meditasi sangat dalam atau sholat sangat khusyuk maka jiwanya tenang, karena hatinya (rasa) tenang, dan ketenangannya itu disebabkan oleh pikiranya yang dikendalikan untuk menjadi tenang.

    ReplyDelete
  38. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Saya akan menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kita menyikapi adanya perang pemikiran?. Menurut saya, untuk menyikapi perang pemikiran itu adalah selalu berpikir kritis dan harus disertakan dengan keteguhan pendirian, yaitu iman. Sebab pikiran boleh jadi keliru namun kata hati nurani tidak akan pernah salah dan selalu meminta petunjuk kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengetahui Kata Hati atau Suara Hati perlu keadaan yang tenang dan tanpa gangguan apa pun. Kata hati berasal dari kejujuran yang benar-benar tanpa ada emosi dan nafsu. Mengetahui kata hati yang tidak tertanggu setan harus dilakukan dengan keadaan hati bersih.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Manusia merasa tidak pernah puas karena selalu melihat ke atas. Apa yang ia miliki tidak akan pernah puas setelah melihat orang yang lebih punya lebih dari yang ia miliki. Akan tetapi jika hanya melihat ke satu sisi itu merupakan kesalahan. Melihat ke atas berarti kita juga selayaknya melihat ke bawa. Ada banyak yang tidak seberuntung kita. Apa yang kita miliki melebihi banyak orang-orang lain. Hal itu yang bisa menjadikan manusia bisa bersyukur.

    ReplyDelete
  41. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    2.Bagaimana menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana?
    Menjadi pemimpin adalah suatu amanah. Bijaksana menurut seseorang belum tentu bijaksana menurut orang yang lain. Namun pada pertanyaan ini saya artikan bijaksana sebagai memihak kepada rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Ketika pemimpin tidak bijaksana, sebisa mungkin kita mengingatkannya dan kita tetap melakukan yang terbaik, bukan malah ikut-ikutan bertindak tidak bijaksana.

    ReplyDelete
  42. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    4.Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Sudah kodratnya manusia untuk selalu merasa tidak puas. Tidak puas bisa berdampak positif, seperti memberikan semangat untuk terus berikhtiar. Namun, tidak puas yang berlebihan akan mengakibatkan dampak yang negatif. Tidak puas yang berlebihan bisa terjadi karena manusia lupa untuk bersyukur. Padahal, anugerah yang telah diberikan Allah tak terhingga banyaknya. Oleh karena itu, sebagai manusia seharusnya selalu mengingat apa yang telah diberikan Allah, yang boleh jadi tidak semua orang memperolehnya, agar selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  43. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    20.Bagaimana kita menyikapi adanya perang pemikiran?
    Perang pemikiran yang terjadi pada pikirin seorang individu akan memunculkan pertanyaan, yang sejatinya itu adalah awal untuk menggapai logos. Perang pemikiran antara seseorang dengan seseorang yang lain bisa terjadi karena perbedaan pendapat, perbedaan sudut pandang. Untuk menyikapinya, menurut saya adalah dengan memandang masalah dari sudut yang lebih luas agar mengetahui pemikiran mana yang paling bijak.

    ReplyDelete
  44. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    21.Bagaimana keseimbangan antara makhluk individu dan makhluk sosial dalam filsafat?
    Menyeimbangkan diri menjadi makhluk individu dan makhluk sosial dapat dilakukan dengan selalu berupaya meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan kebermanfaatan bagi diri sendiri dan bagai orang lain serta menempatkan diri pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  45. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    22.Bagaimana memperoleh keseimbangan takdir dan ikhtiar?
    Terdapat takdir yang dapat diubah dan takdir yang tidak dapat diubah. Takdir yang tidak dapat diubah seperti kematian, tidak bisa kita ubah dengan ikhtiar apapun. Kita hanya bisa berikhtiar agar setelah meninggal, kita bisa menjalani kehidupan yang bahagia di akhirat. Untuk takdir yang dapat diubah, menyeimbangkan takdir dan ikhtiar bisa dilakukan dengan berikhtiar semaksimal mungkin kemudian berpasrah diri, menerima takdir, apapun itu takdirnya.

    ReplyDelete
  46. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan pertanyaan nomor 7 yaitu bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan? Menurut saya, Hati adalah titik awal terdalam yang tidak akan bisa dijangkau sedalam apapun logika. Hati adalah bagian tak terpisahkan saat Allah SWT menciptakan kita. Dasar sebuah hati adalah kebaikan dan kemuliaan. Namun hanya dengan selalu menjaganya dekat dengan sang pencipta maka hati itu kan sesuai dengan kodrat mulianya.

    ReplyDelete
  47. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Saat kita mampu menata hati agar selalu di jalan yang diiridhoi Allah SWT, maka disaat yang sama pikiran, tutur dan tindakan kita akan dapat memuat hal baik nan mulia. Menata hati adalah langkah awal untuk dapat menguasai diri dan membuat kita mampu membedakan hal yang patut diperhatikan dan patut diabaikan.

    ReplyDelete
  48. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan no 3 yaitu apa solusinya mengatasi ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan?kita pasti pernah merasakan dimana apa yang kita lakukan itu tidak sejalan dengan apa yang ada dipikiran kita, dan terkadang kita merasa menyesal. Hal itu mungkin manusiawi karena manusia tempatnya luput dan khilaf, namun ketika terjadi berkali kali itu menjadi tanda bahwa ada yang kurang beres dengan diri kita, kita bisa merefleksikan diri mengenai apa yang kita lakukan, sehingga tidak akan terulang kembali tindakan kita yang tidak sesuai dengan pikiran kita. Karena sesutau yang kita pikirkan biasanya sudah diperkirakan dampaknya sehingga akan lebih baik

    ReplyDelete
  49. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?”. Saya pernah membaca salah satu posting di blog ini yang membahas tentang hal serupa. Keadaan dimana Aku tidak sama dengan Aku disebut keadaan kontradiksi, sejatinya kejadian di dunia ini merupakan keadaan kontradiksi. Maksudnya adalah tidak mungkin Aku selamanya sama dengan Aku, karena semua dipengaruhi oleh ruang dan waktu, maka Aku yang sekarang tidak sama dengan Aku yang dulu, Aku berada di sini tidak sama dengan Aku berada di sana, maka itulah sebenar-benarnya Aku tidak sama dengan Aku. Implikasinya pada kehidupan adalah sejatinya kehidupan ini terus berubah, maka teruslah berubah ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  50. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?”. Ketika pikiran tidak sejalan dengan kenyataan itu dikarenakan pikiran kita terlalu sempit sehingga tidak dapat bersifat terbuka. Dan kita akan cenderung menyalahkan kenyataan yang terjadi. Padahal, jika pikiran kita luas, kita akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat terjadi, maka ketika kenyataan tidak sesuai atau sejalan dengan pikiran kita, kita tidak akan merasa risau dan dapat menyelesaikannya dengan baik. Untuk itu, berpikirlah terbuka dan luas.

    ReplyDelete
  51. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?
    Manusia diciptakan untuk menjadi makhluk individu dan sosial. Tetapi pada dasarnya Allah menginginkan sebagai makhluk sosial agar dapat membantu orang lain/bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya memikirkan dirinya sendiri. Tetapi ada kalanya kita menjadi makhluk individu itu penting menurut ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  52. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apa hakikat hubungan antara Wanita dan laki-laki?
    Telah difirmankan Allah SWT pada surat AN-NUR ayat 26 yaitu
    “Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

    ReplyDelete
  53. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?
    Sikap marah adalah sikap yang dibenci Allah SWT karena dalam marah pasti terdapat syaitan-syaitan dalam dirinya. Sikap marah merupakan luapan kekesalan yang tak dapat terbendung lagi akibat keadaan tidak sesuatu hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  54. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Perbedaan antara penalaran dan logika yaitu penalaran merupakan mampu berpikir menurut alur tertentu sedangkan logika adalah ilmu yang mempelajari fikiran melalui bahasa. Dari pengertian diatas dibedakan secara jelas bahwa logika itu ada karna telah terjadinya penalaran yang dianggap baik atau buruk atas suatu pernyataan, kemudian dengan adanya logika kita bisa menyimpulkan suatu kesimpulan dari premis-premis yang ada.

    ReplyDelete
  55. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Apa itu hakikat manusia dalam filsafat?
    Menurut sumber yang saya baca bahwa hakikat manusia itu dipelajari oleh ilmu yang dinamakan antropologi filsafat. Dalam antropologi filsafat hakikat manusia dipandang berdasarkan aliran serba zat yaitu manusia adalah materi, aliran serba ruh menganggap bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ruh. Aliran dualisme berpendapat bahwa manusia terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani ruhani, dn aliran eksisitensialisme yang berpendapat bahwa hakikat manusia adalah eksistensi dari manusia, dengan hakikat manusia adalah ruh sedangkan jasadnya hanyalah alat yang di gunakan ruh saja.

    ReplyDelete
  56. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apa itu hakikat estetika?
    Menurut sumber yang saya baca hakikat estetika yaitu berkenaan pada apresiasi bentuk keindahan dan perasaan /kekaguman. Estetika adalah filsafat dan pengkajian ilmiah dari komponen estetika dan pengalaman manusia. Pengalaman estetika meliputi hal-hal yang asli artinya keindahan menjadi sempurna jika keindahan itu bukan ditiru / dimanipulasi. Estetika adalah salah satu objek filsafat yang telah berkembang pesat.

    ReplyDelete