Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B


Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM B) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 09.30 sd 11.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Markus Palobo:
Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

2. Saifan Sidiq Abdullah:
Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?

3. Aminullah :
Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?

4. Muhammad Munir:
Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?

5. Daud:
Apa hakikat menerima dan menolak?

6. Weni Gurita:
Apakah perbedaan antara Logika dan Penalaran?

7. Tety Dwi Setyaningsih:
Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?

8. Noviana Serawati:
Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?

9. Yulia Linguistika:
Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?

10. Siti Rahmalia Natsir:
Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?

11. Nirma Dwi Febriana:
Bagaimana secara Filsafat kita bisa mengendalikan Ego/Superego kita?

12. Siti Nafsul Muthmainnah:
Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat?

13. Maria Rosadalima Wasida:
Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

14. Nunung Megawati:
Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?

15. Rina Susilowati:
Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?

16. Ari Kuntoro:
Apa hakikat hubungan antara Wanita dan laki-laki?

17. Welli Meinarni:
Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?

18. Amelia:
Apa hakikat Etik dan Estetika?

19. Tesi Kumalasari:
Apa hakikat Ketakhinggan dan Ketakterbatasan?

20. Taufik Albar:
Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?

21. Siswanto Abdulhamid:
Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?

22. Veronica Wiwik Dwi Astuty:
Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?

23. Juhrina A.Y. Hi. Djafar:
Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?

113 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pertanyaan ke -18 mengenai apa hakikat etik dan estetika? Dalam filsafat, etik berkaitan erat dengan baik buruknya suatu hal yang terjadi dalam kehidupan, sedangkan estetika berarti nilai keindahan yang terkandung dalam suatu pemikiran. Hakikat etik dan estetika boleh jadi terkait dari yang ada dan mungkin ada dalam filsafat ilmu sesuai dengan ruang dan waktunya. Dalam hal ini, etik dan estetika yang dipahami setiap orang akan berbeda satu dan lainnya.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Welli Meinarni
    Secara filsafat, apakah hakikat manusia itu?

    Hakikat kita sebagai manusia ialah ketika kita sadar dan mengetahui bahwa siapa sebenarnya diri kita? Untuk apa kita dicipttakan di muka bumi ini? Tidak lain ialah sebagai lhalifah di bumi untuk mencapai tujuan hidupnya. Karena sebuah perjalan menuju tujuan adalah penting yaitu proses sebelum diambil ruang dan waktunya. Marilah untuk hidup memberi banyak manfaat bagi orang lain di dunia ini.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang berbunyi "Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?"
    Menurut saya jawabannya adalah tergantung dari niat dan motivasi dari dalam diri kita. Motivasi yang tinggi yaitu tekun ulet maka akan membuat yang mungkin ada menjadi benar benar ada.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    pertanyaan dari Muhammad Munir:
    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    saya akan mencoba menjawabnya. Ada suatu kiasan singkat yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut yaitu "rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau". Dari kiasan tersebut, dapat diketahui bahwa walaupun kita sudah memiliki apa yang sudah ada, kita pasti akan selalu melihat milik orang lain yang kita anggap pasti lebih menarik dari apa yang telah kita miliki, sehingga kita selalu cenderung tidak puas dengan apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  5. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Bagaimana menyelaraskan antara hati, pikiran dan tindakan? Agar hati, pikiran, dan tindakan bisa selaras, dalam melakukan sesuatu hal kita harus melakukannya dengan hati yang tulus ikhlas, pemikiran yang kritis, dan otomatis tindakan yang keluar atau yang kita lakukan dari hati yang tulus ikhlas dan pikiran yang kritis akan selaras juga dengan hati dan pikiran, sehingga hati akan selaras dengan pikiran dan tindakannya, pikiran akan selaras dengan hati dan tindakannya, dan tindakan akan selaras dengan hati dan pikirannya.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pertanyaan pertama mengenai bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Sejatinya yang mungkin ada berada dalam pikiran manusia sedangkan yang ada yaitu yang dapat dirasakan oleh indra kita. Seperti mimpi kita, mimpi atau angan-angan kita tidak akan pernah terwujud atau menjadi kenyataan ketika kita tidak berusaha dengan sekuat tenaga dan dengan berdoa semuanya tidak akan mungkin menjadi kenyataan. Hal ini senada dengan objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada yang terbatas dalam ruang dan waktu. Agar objek tersebut yang mungkin ada menjadi ada maka banyaklah menambah ilmu atau pengetahuan kita, perbanyak berusaha dan berdo’a. Pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan Bagaimana menyelaraskan hati, pikiran dan tindakan.

    ReplyDelete
  7. 4. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Menanggapi pendapat ini, salah satu sifat manusia adalah rasa ketidakpuasan dengan apa yang sudah dimiliki. Kita selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki karena kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari yang telah kita miliki saat ini. Rasa ketidakpuasan ini, mendorong kita untuk lebih giat berusaha dalam menggapai sesuatu yang kita harapkan. Ketidakpuasan ini sangat wajar bagi kita selama kita dapat mengartikannya untuk kepentingan dalam menggapai sesuatu secara positif dan dalam memenuhi ketidakpuasan kita, kita melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Namun, hendaknya ketidakpuasan janganlah menjadikan kita untuk melakukan sesuatu yang bernilai negatif dan merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  8. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Terkait pertanyaan pertamao oleh Saudara Markus Palobo:
    "Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?"
    Sesuatu yang tidak mungkin, sesungguhnya bukan fakta. Tapi hanya ada dalam pikiran. Pikiran kita sendiri yang memenjara diri kita, yang membatasi kemampuan diri. Ketika berpikir kita tidak bisa, maka dengan sendirinya kita akan mencari pembenaran dari pola pikir yang kita tanam tadi. Tindakan yang kemudian diambil akan merupakan hasil dari ketidakmungkinan yang kita ciptakan sendiri. Bila saja kita mampu mengikis rasa ketidakmungkinan dalam pikiran, maka potensi kita dengan sendirinya akan mengalir bagai air bah. Ketidakmungkinan hanyalah masalah waktu. Yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dan cita-cita dimasa kini. Dan harusnya menjadi kenyataan di masa depan.
    Tidak ada ketidakmungkinan, kecuali kita ijinkan pikiran kita sendiri yang membatasi.
    Sewaktu kita mengatakan, "ah tidak mungkin bagi saya untuk mencapai hal itu", ketika itupula kita mematikan api impian dan harapan.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan ke 18 oleh Saudara Amelia:
    “Apa hakikat Etik dan Estetika?”

    Teori Nilai membahas dua masalah yaitu masalah Etika dan Estetika. Etika membahas tentang baik buruknya tingkah laku manusia sedangkan estetika membahas mengenai keindahan. Ringkasnya dalam pembahasan teori nilai ini bukanlah membahas tentang nilai kebenaran walaupun kebenaran itu adalah nilai juga. Pengertian nilai itu adalah harga dimana sesuatu mempunyai nilai karena dia mempunyai harga atau sesuatu itu mempunyai harga karena ia mempunyai nilai. Dan oleh karena itu nilai sesuatu yang sama belum tentu mempunyai harga yang sama pula karena penilaian seseorang terhadap sesuatu yang sama itu biasanya berlainan. Bahkan ada yang tidak memberikan nilai terhadap sesuatu itu karena ia tidak berharga baginya tetapi mungkin bagi orang lain malah mempunyai nilai yang sangat tinggi karena itu sangatlah berharga baginya

    ReplyDelete
  10. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas. Oleh sebab itu, kita selalu menginginkan yang lebih dan lebih dari yang saat ini sudah kita miliki. Sifat dasar yang tidak pernah puas tersebut alangkah baiknya diarahkan pada hal yang positif. Misalnya, pada pencapaian target atau prestasi. Hendaknya sifat tidak puas terhadap prestasi yang sudah dimiliki semakin memotivasi kita untuk semakin giat belajar dan bekerja guna memperoleh hasil yang lebih baik di hari esok.

    ReplyDelete
  11. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?
    Menurut saya, solusi menghadapi kenyataan dan pikiran yang tidak sejalan adalah dengan berlapang dada dan ikhlaskan saja. Sebab, dibalik semua itu pasti ada rencana Tuhan yang jauh lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?”
    Beda orang, beda latar, tentu akan punya jawaban yang berbeda. Saya sendiri menyikapi pemimpin yang tidak adil tentu saja jengkel dan ingin protes. Namun ternyata ada juga pandangan yang berbeda yang bersandar pada perkataan Rasulullah Shollalahu Alaihi Wasallam. “Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku dan tidak pula melaksanakan sunnahku. Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “
    Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”
    Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim no. 1847)

    ReplyDelete
  13. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan dari saudara Muhammad Munir yaitu Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? akan saya coba jawab berdasarkan pengetahuan yang sudah saya miliki sebelumnya dan tentunya dengan referensi-referensi tambahan. Hal ini telah dijelaskan dalam beberapa hadist tentang sifat manusia yang tidak pernah merasa puas akan sesuatu contohnya adalah harta.
    Dari Ibnu ‘Abbas, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)
    Pada hakekatnya manusia tidak akan pernah puas akan sesuatu seperti yang telah dituliskan dalam hadist tersebut, akan tetapi untuk mencapai kekayaan yang hakiki dapat dicapai sesuai sabna nabi "“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051). Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab “Kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan hati (hati yang selalu merasa cukup).”
    Jadi menurut saya, mengapa kita selalu tidak puas, karena kurangnya rasa syukur kita terhadap apa yang sudah diberikanNya

    ReplyDelete
  14. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan saudara Tety Dwi Setyaningsih tidak jauh berbeda dengan saudara Wahyu Herdianto yaitu tentang Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?
    Ada sebuat quotes Muhammad Agus Syafii, mengatakan bahwa "Jaga pikiran Anda, karena akan menjadi kta-kata. Jaga kata-kata Anda, karena akan menjadi tidakan Anda. Jaga tindakan Anda, karena akan menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, karena akan menentukan nasib Anda."
    Kunci untuk menyelarasakan ketiganya adalah berawal dari pikiran kita. Akan tetapi apa yang kita pikirkan harus sesuai dengan hati kita, jika dirasa masih ada rasa tidak enak hati, perlua ada yang diperbaiki dari hati maupun pikirannya.

    ReplyDelete
  15. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika manusia hidup, manusia pasti pernah dihadapkan pada kenyataan pikiran dan kenyataan tidak sejalan. Hal yang dapat kita lakukan adalah menguatkan iman kita, mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga kita tidak terjerumus dalam hal-hal buruk. Allah memberikan kenyataan yang tidak sejalan dengan pikiran itu semata-mata untuk menguji kita sebagai manusia seberapa kuat kita menghadapi kenyataan tersebut.

    ReplyDelete
  16. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sikap yang harus kita lakukan kepada pemimpin yang tidak bijaksana adalah menasehati. Tetapi sikap kita menasehati belum tentu dapat diterima oleh pemimpin. Pemimpin lebih baik mawas diri agar menjadi pemimpin yang dapat menjadi tauladan bawahnnya. Karena sifat manusia sendiri adalah berubah jika dari kemauannnya sendiri bukan paksaan.

    ReplyDelete
  17. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan kenapa manusia sellau tidak puas akan hal yang sudah dimiliki. Manusia itu diciptakan dengan hawa nafsunya. Jika manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu maka segala yang sudah dimiliki akan tetap kurang. Salah satu cara agar hawa nafsu terkontrol hendaknya selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Jangan selalu melihat keatas, tapi tengik juga apa yang ada di bawah.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Saya berusaha menjawab beberapa pertanyaan di atas, sesuai dengan pemahaman saya,
    1. Cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada yaitu dengan mempercayainya. Ketika kita percaya, maka secara tidak langsung kita telah menjadikannya ada. Walaupun hal itu baru merupakan kemungkinan.
    2. Sebelum menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana, alangkah baiknya kita mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Pertama, ketika pemimpin terebut dekat dengan kita dan kita tahu bahwa dia tidak bijaksana, maka kewajiban kita yaitu mengingatkannya. Kedua, jika kita tidak mengenal sosok pemimpin tersebut dengan baik, maka kita perbaiki dulu sudut pandang kita, jangan hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai sisi. Karena bisa jadi pemimpin itu bijaksana, namun karna sudut pandang kita yang keliru, maka kita menjadikannya tidak bijaksana, hal ini sangat berbahaya. Dan yang ketiga, kita banyak-banyak berdo’a dan meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    3. Ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan, yang perlu kita lakukan adalah membenahi niat kita. kita menginstropeksi diri, bisa jadi hal itu dikarenakan harapan yang kita pikirkan terlalu tinggi atau memang ada hikmah yang besar dibalik itu semua.
    4. Kenapa selalu tidak puas padahal yang dimiliki sudah ada? Jawabannya sangat simpel, perbanyaklah bersyukur.
    7. Hati, pikiran, dan tindakan, memang seharusnya selaras atau sejalan. Semua bersumber pada hati. Ketika hati itu baik, maka seluruh anggota tubuh lain juga akan baik. Tetapi ketika hati kita rusak, maka rusaklah seluruh anggota badan kita. sehingga, yang pertama adalah meluruskan niat dengan bersungguh-sungguh. Ketika niat kita sudah benar, maka jika pikiran kita bengkok, kembalikanlah kepada niat. Jika perbuatan kita salah, kembalikan lagi kepada niat. Namun, tidak ada manusia yang sempurna. Sehingga apapun kesalahan kita, hendaknya segeralah bertaubat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan matematika A 2014

    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?
    hal tersebut terjadi karena sifat manusia yang tidak pernah merasa puas, atau sama artinya bahwa manusia tidak dapat mensyukuri apa yang diperolehnya. tetapi sesungguhnya ketika kita dapat memahami makna ketidakpuasan dapat menghantarkan kehal positif, sebagai contoh adalah ketika kita sudah selesai menempuh pendidikan SMA, kita tidak boleh merasa puas terlebih dahulu, karena masih ada jenang pendidikan yang lebih tinggi. Maksudnya Jangan berhenti menuntunt ilmu selagi masih ada ruang.

    ReplyDelete
  21. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?
    ketika kita dihadapkan dengan perang pemikiran sebaiknya kita meminta petunjuk kepada Allah SWT agar diberikan pemikiran yang terbaik yang akan dipilihnya nanti. Allah SWT akan memberikan petunjuk kepada umat-Nya yang beriman dan bertaqwa.

    ReplyDelete
  22. Nama: Ilma Rizki Nur Afifah
    NIM: 17709251020
    Kelas: S2 Pendidikan Matematika A

    Setelah saya membaca beberapa pertanyaan di atas, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nmr 1 yaitu: Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?
    Kita menyadari bahwa di dunia ini terdapat banyak kemungkinan. Kita dapat mengusahakan hal-hal yang mungkin ada menjadi ada, dengan apa? dengan Ikhtiyar (usaha) untuk mewujudkannya. Dalam hal ini, usaha yang harus dilakukan seseorang harus sesuai dengan kemungkinan yang ingin dicapai. Selain itu, doa dan pasrah juga diperlukan karena pada hakikatnya Tuhan lah yang berhak untuk mengubah.

    ReplyDelete
  23. Yustine Maulina
    1770921022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya ingin menanggapi pertanyaan no 10 tentang mengetahui suara hati, menurut saya kata hati adalah kemampuan menilai baik dan buruk, benar dan salah terhadap suatu masalah.

    ReplyDelete
  24. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari kumpulan “pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B” kami (saya) sangat tertarik dengan pertanyaan Ibu Noviana Serawati: “Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?”. Pemahaman saya jika kita melihat sebuah kolam yang airnya tenang, lalu kita lemparkan sebongkah batu maka air pada kolam tersebut maka lama-kelamaan air kolam akan kembali tenang dan tampak seperti semula. Lalu apakah kolam yang baru saja tenang ini sama dengan kolam sebelum dilempar batu? Tentu saja tidak, karena kolam yang baru saja tenang ini sudah terdapat batu baru di dalamnya. Sehingga dalam impelementasinya dalam kehidupan adalah kita harus senantiasa berefleksi diri, apakah aku yang sekarang terisi hal-hal yang baik sehingga aku lebih baik daripada aku sebelumnya ataukan terisi hal-hal yang buruk sehingga aku lebih buruk daripada akau yang sebelumnya. Konsep “Aku” merupakan konsep penting pada filsafat dasar Johan Gottlieb Fichte yaitu Das Absolute Ich (Aku-Murni) yang tidak lain adalaj kesadaran akan dirinya sendiri. (Hardiman, 2007:162)
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  25. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Bismillah.
    Terimakasih prof atas postingannya, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Pertanyaan dari Aminullah yang bertanya "Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?". Menurut pendapat saya ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan itu wajar. Karena emang sebenarnya ketika kita merencanakan/memikirkan sesuatu, hanya Allah yang menentukan apakah nantinya akan sesuai dengan yang kita rencanakan/pikirkan. Jadi ketika semuanya tidak berjalan dengan yang kita harapkan maka kita harus bersikap Ikhlas, Legowo dalam menjalaninya. Karena apapun yang direncanakan Allah pasti yang terbaik. Maka kita harus Ikhlas dan selalu berdoa kepada-Nya.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Etik adalah berkaitan dengan penialaian yang benar dan yang salah. Sementara estetika berkaitan dengan keindahan atau baik dan buruk. Namun, baik-buruk dan benar-salah tersebut relatif terhadap ruang dan waktu. Keempat unsur tersebut dapat berkombinasi menjadi yang “baik dan benar”, “buruk dan salah”, “baik tetapi salah”, “buruk tetapi benar”, “salah tetapi baik”, dan “benar tetapi buruk”. Maka yang baik tidak selalu benar, yang benar tidak selalu baik, dan seterusnya. Sementara itu, segala yang ada dan yang mungkin ada memiliki etik dan estetika.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa hakikat menerima atau menolak. Hidup ini penuh dengan pilihan. Hidup ini penuh misteri. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui terutama masa depan. Manusia berhak untuk menerima dan menolak sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Menolak juga ada alasan dan menerima juga ada alasan. Intinya, menerima atau menolak dua2nya perlu dilakukan dengan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas. Jika perlu dilakukan melalui istikhoroh.

    ReplyDelete
  28. Junianto
    PM C
    17709251065
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 15 berkaitan dengan sikap kita terhapa perbedaan. Perbedaan diantara manusia merupakan hal yang tidak bisa dihindari karena itu merupakan hal yang wajar. Setiap manusia itu unik karena mereka dilahirkan dari orang tua yang berbeda-beda pula, bahkan saudara kandung pun memiliki perbedaan. Begitu pula dengan saudara kembar. Dalam menyikapi perbedaan, setiap orang harus bersikap bijaksana dan adil. Sesungguhnya perbedaan itu adalah suatu kekayaan yang menjadikan dunia menjadi lebih beragam dan bervariasi.

    ReplyDelete
  29. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, dari beberapa pertanyaan dalam postingan di atas saya ingin menjawab pertanyaan no 6 dari Weni Gurita, yang menanyakan tentang perbedaan antara logika dan penalaran. Menurut saya, logika merupakan kecakapan seseorang dalam berfikir secara tepat dan akurat berdasarkan fakta atau data untuk menghasilkan keputusan yang benar atas permasalahan yang ada, sedangkan penalaran adalah proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang menghasilkan pengetahuan. Jadi bisa disimpulkan bahwa logika itu merupakan kecakapan berfikir sedangkan penalaran itu merupakan proses berfikir.

    ReplyDelete
  30. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah.
    Lagi-lagi pertanyaan-pertanyaan yang selevel dengan mata kuliah filsafat mampu dilontarkan oleh kawan-kawan Pasca. Tidaklah pantas jika saya merendahkan diri dalam bergaul dengan mata kuliah ini, namun sejauh ini saya masih tetap berusaha agar bisa sejalan dengan pikiran bapak dan kawan-kawan meski sesungguhnya setiap manusia itu memiliki filsafat diri masing-masing. Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, bagaimana filsafat memandang hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia yang lain? Apakah setiap filsafat dalam diri manusia mampu menyeimbangkan visi dan misi dari kedua nya? Terimakasih.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Hampir tidak mampu menjawab. Menurut saya, semua pertanyaan belum bisa memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi si penjawab yang baik dan melegakan. Tapi saya akan coba.

    "Saifan Sidiq Abdullah:
    Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?"

    Alasan mengapa saya memilih pertanyaan saudara saifan adalah karena saya merasa berada pada posisi si penanya, selain saudara Saifan. Menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana.... Yang pertama, mungkin saya akan berkaca diri, melihat diri sendiri, bertanya apakah yang saya nilai tidak bijaksana adalah benar-benar tidak bijaksana? Karena penilaian adalah subjektif. Bisa saja yang menurut kita tidak bijaksana adalah keputusan "bijaksana" yang malah menyelamatkan lebih banyak umat manusia.

    ReplyDelete
  32. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya akan mencoba memberikan tanggapan mengenai soal nomor 1.
    Maksud dari mengadakan sesuatu yang mungkin ada agar menjadi ada adalah dengan cara memberitahukan atau menjelaskan kepada dunia bahwa sesuatu yang mungkin ada itu ada. Kemarin saya mendapatkan penjelasan dari salah satu rekan saya. Dia mengatakan maksud dari mengadakan yang mungkin ada menjadi ada misalnya saya memiliki tanggal lahir. Bagi saya itu sesuatu yang ada karena menyangkut dengan diri saya sendiri. Namun, tanggal lahir tersebut dikatakan mungkin ada pada diri orang lain. agar menjadikan sesuatu yang mungkin ada menjadi ada dengan cara saya memberitahukan kepada orang lain bahwa saya memiliki tanggal lahir. Jadi yang awalnya mungkin ada menjadi ada karena saya sudah memberitahukannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  33. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menanggapi pertanyaan no.1 yaitu bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Segala yang mungkin ada itu adalah tesis. Setiap tesis pasti memiliki anti-tesis. Tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesis inilah yang harus disintesiskan agar sesuatu yang mungkin ada itu menjadi ada.
    Selanjutnya saya akan menjawab pertanyaan no.15 yaitu apakah hakekat perbedaan diantara manusia. Sebelum saya mulai menanggapi, sudah sangat jelas bahwa setiap manusia itu berbeda-beda karena manusia itu unic. perbedaan tersebut selain perbedaan fisik juga perbedaan pemikiran. Perbedaan pemikiran inilah yang menyebabkan perbedaan perilaku atntara satu manusia dan manusia lain.

    ReplyDelete
  34. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan no 4, yaitu “kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada”, Manusia dikarunia oleh tuhan dengan akal pikiran dan hawa nafsu ketika hawa nafsu tidak bisa dikontrol oleh akal pikiran itulah yang menjadi crash, sehingga munculah rasa belum puas terhadap segala apa yang dimiliki. Perasaan tersebut sebenarnya tidak hanya berdampak negatif jika sudah melampaui batas tetapi juga bisa berimpact positif yaitu menjadi rasa motivasi untuk dapat meraih kesuksesan karena salah satu kunci kesuksesan adalah adanya rasa ambisius dan ingin meiliki yang tinggi.

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Setelah membaca pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman mahasiswa yang diposting oleh Bapak.Dari keterbatasan sumber yang saya peroleh,saya akan memcoba menanggapi satu pertanyaan terkait hakekat manusia.Manusia merupakan suatu obyek penyelidikan yang berharga, karena ia sendiri yang menyelidiki dirinya dan pikirannya dikacaukan oleh dirinya sendiri.Amsal atau perumpamaan yang banyak jumlahnya di dalam segala bahasa, membuktikan bahwa manusia mempersoalkan dirinya sendiri.Di antara amsal tersebut antara lain:1.Manusia dan binatang kedua-duanya persis sama.2.Setiap manusia merupakan suatu kemustahilan sampai saat ia dilahirkan.3. Manusia ialah sebuah mesin yang diberikan makan dan menghasilkan pikiran.4.Manusia merupakan hasil karya besar Tuhan.5.Manusia hanyalah sebatang ilalang,sesuatu yang paling lemah di alam raya, namun ia adalah ilalang yang berpikir.Ada berbagai acara mengawali penyelidikan tentang manusia.Kita dapat menentukan bagaimana cara orang memakai istilah “manusia”.Di dalam pendekatan-pendekatan tersebut terdapat kesukaran-kesukaran,karena itu kita perlu menyaring orang-orang yang menggunakan istilah tersebut yang maknanya kita terima, artinya mereka yang berdasarkan alasan tertentu menurut pendapat kita mengetahui makna istilah tersebut dan memakainya secara cepat.Salah satu juga, hakekat manusia adalah mahluk rohani yang mengandung makna bahwa manusia adalah sesuatu yang lebih dari pada raga,suatu nyawa atau jiwa.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  36. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM B, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 22 dari saudari Veronica Wiwik Dwi Astuty. Pertanyaannya adalah bagaimana memeroleh keseimbangan antara takdir dan ikhtiar. Takdir merupakan ketetapan Allah SWT sejak zaman azali, dimana takdir dibagi dalam dua bagian yaitu qodho dan qodar. Sedangkan ikhtiar merupakan usaha manusia untuk mendapatkan hasil yang terbaik, baik itu untuk urusan dunia maupun akhirat.
    Lalu bagaimana mencapai keseimbangan antara keduanya? Dan dimanakah letak ikhtiar manusia ketika semua telah ditetapkan Allah SWT yang bahkan telah digariskan sejak lama?
    Menurut saya, meskipun manusia dalam setiap gerak geriknya telah ditentukan takdirnya, bukan berarti manusia hanya diam menunggu “nasib” tanpa adanya ikhtiar. Disini manusia memang berkewajiban untuk mengusahakan hasil terbaik bagi dirinya, namun berhasil atau tidak biarkan takdir Allah SWT yang menentukan.

    ReplyDelete
  37. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang pertanyaan “Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?”
    Terkadang seseorang melupakan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Segala sesuatu yang telah disediakan di dunia ini terkadang diabaikan. Dan merasa memiliki semua yang ada padahal semua itu semata-mata hanyalah titipan. Menurut saya hal yang lebih baik dilakukan untuk menyikapi yang ada adalah dengan mensyukurinya dan menyadari bahwa semua yang ada adalah milik Allah SWT bukan merasa puas diri atas semua yang ada. Di sisi lain, ada pula rasa tidak puas yang positif misalnya rasa tidak puas dengan ilmu yang diraihnya sehingga manusia akan terus menerus mencari ilmu karena tidak merasa puas. Tidak puas dalam berdoa dan beribadah, ketika selalu menyadari bahwa apa yang dilakukan belum lah cukup untuk menggapai keikhlasan dalam beribadah justru menjadi penyemangat untuk terus menggapainya. Jadi tidak puas tersebut tergantung bagaimana konteks pembicaraannya dan bagaimana seseorang dapat menyikapinya sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  38. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Terkadang kita sudah memiliki apa yang kita mau, namun kita masih tetap merasa kurang puas, atau bahkan tidak puas. Ketidakpuasan terjadi karena kurangnya rasa syukur serta keinginan pencapaian yang lebih besar dari yang kita dapatkan. Hal ini dikarenakan hawa nafsu setiap manusia memang begitu, memiliki sedikit merasa kurang banyak, memiliki yang banyak tapi merasa sedikit. Kecendrungan seperti ini karena sifat tamak manusia, dan jarangnya memandang dan belajar dari orang yang kurang beruntung bahkan tidak seberuntung kita. Oleh karenanya sebagai manusia yang bertuhan, kita harus pandai-pandai bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Karena jika kita tidak bisa mensyukuri yang sedikit, maka kita juga tidak akan mampu bersyukur pada yang banyak.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada itu dengan mengada, ini ada di elegi menggapai mengada. Sesuatu yang mungkin ada itu kita mengadakan agar yang mungkin ada menjadi ada. Misalnya kita mungkin ingin membuat suatu pesta, bagaimana agar pesta itu menjadi ada?, maka yang harus kita lakukan adalah dengan "mengada" pesta.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Menyikapi tidak puas itu dengan bersyukur dan adil. Tidak puas kadang kita butuhkan juga meskipun sudah ada. Misalnya, kita sudah ada pengetahuan mengenai integral, namun tidak puas karena belum memahami mengenai integral parsial. Terkadang puas juga tidak selamanya menjadi sesuatu yang baik. Bisa jadi jika sudah merasa puas maka tidak mau berusaha, tidak mau berikhtiar, tidak mau berdoa lagi. Maka Tidak puas-pun bisa menjadi pemicu untuk kita agar terus berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Maka sebenar-benarnya tidak puas dan puas itu sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  41. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Hakikat manusia itu adalah identitas. Manusia itu tesis. Pikiran manusia itu tesis. Semua yang ada di luar manusia itu merupakan antitesis. Manusia adalah identitas artinya manusia tidak bisa berubah menjadi batu, manusia tidak berubah menjadi pohon dan sebagainya. Hakekat itu dari Allah SWT. Sehingga apapun yang berasal dari Allah itu bersifat identitas dan absolut.

    ReplyDelete
  42. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM B, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 14 dari saudara Nunung Megawati. Pertanyaannya adalah secara filsafat, apakah hakekat hubungan hati dan pikiran. Berdasarkan yang saya pahami dari perkuliahan dengan Pak Prof. Marsigit, pada dasarnya filsafat adalah oleh pikir dimana filsafat itu adalah penjelasan dan pemikiran seseorang. Untuk itu, ketika menggali ilmu filsafat hendaklah mantapkan hati. Tetapkan hati sebagai komando olah pikir, agar pikiran kita tidak melampaui batas.

    ReplyDelete
  43. Pangestika Nur A
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor empat yang diajukan oleh Muhammad Munir. Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? Karena kita kurang bersyukur. Kurang bersyukur membuat kita melupakan nikmat-nikmat yang Allah beri. Keinginan manusia tidak akan pernah tercukupi, ketika sudah memiliki 1 maka ingin 2, ketika sudah mempunyai 2 maka ingin 3, dan seterusnya. Maka dengan bersyukur akan membuat diri merasa cukup. Dan dengan bersyukur nikmat akan Allah tambah.

    ReplyDelete
  44. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Merasa belum pantas untuk menjawab pertanyaan di atas. Ilmu yang saya miliki hanyalah masih seujung kuku. Namun, berangkat dari pengalaman yang saya alami maka saya akan coba untuk berbagi sedikit pengalaman tersebut kepada teman-teman.
    Baiklah, saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan dari Saudara Aminullah:
    Apa solusinya mengatasi ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan?

    Bismillah. Saya awali dengan pengalaman pribadi, saya sendiri juga pernah memiliki perencanaan terhadap target hidup yang ingin dicapai. Namun, Tuhan berkata lain saya tidak mampu mencapai target tersebut. Semasa lulus SMA saya ingin sekali menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri dan berkali-kali saya mengikuti tes seleksi masuk PTN namun saya tidak diterima di PTN yang saya inginkan. Saya merasa sedih sekali saat itu dan menjadi tekanan pada diri saya sendiri. Larut dalam kesedihan juga menurut saya tidak ada gunanya. Saya bersyukur sekali diberi keluarga yang sangat mensupport saya di kala itu. Ini merupakan salah satu pembelajaran dalam hidup saya agar dapat mengambil keputusan untuk ke depannya.

    Lantas, saya mencoba untuk bangkit dan mengikuti ujian seleksi masuk di Perguruan Tinggi Swasta dan Tuhan menghendaki saya untuk belajar di PTS. Saya lulus di PTS namun hati masih bergejolak dengan harapan yang telah sirna. Seiring waktu berjalan selama 1 tahun saya menerima kondisi tersebut dan berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan dalam menjalani proses yang sudah saya lalui. Alhamdulillah, saya diberi kemudahan dengan lulus tepat waktu. Setelah saya melalui masa-masa tersebut, saya menjadi sadar bahwa fokus pada kemampuan yang ingin dibangun dan memasrahkan semua usaha yang telah dilakukan pada Allah tentunya akan memberikan energi yang positif dalam hidup saya. Bersyukur sekali, saat itu Allah mengiringi saya dalam proses pencapaiannya dan saya begitu menikmati. Saya belajar untuk hidup dalam kehendak Tuhan. Ini tentunya tidaklah mudah, namun saya percaya dengan keberadaan Tuhan yang akan selalu bersedia menyertai kaki saya ke manapun ingin melangkah.

    Menurut saya, dalam hidup sebaiknya tidak hanya mengandalkan pada pikiran namun juga hati. Hati yang membuat saya menjadi kuat dalam menghadapi situasi yang ada. Berharap Tuhan selalu menyelimuti hati ini. Ikhtiar, berdoa serta tawakal pada Allah telah membawa saya pada hidup sampai saat ini.

    Saya hanya dapat berbagai solusi terkait dengan ikhtiar, berdoa dan tawakal pada Allah saat pikiran tidak sejalan dengan kenyataan. Semoga sedikit pengalaman saya dapat bermanfaat, khususnya bagi Saudara Aminullah.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pertanyaan dari Welli Meinarni: Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu? Menarik perhatian saya untuk menjawabnya, menurut saya hakikat kita sebagai manusia adalah makhluk tuhan yang sedang mengada dan yang kita miliki hanyalah sifat, hidup karna terpilih dan hidup dalam pilihan. Karena yang kita miliki hanyalah sifat kita selalu terikat oleh ruang dan waktu, dalam ruang dan waktu yang berbeda maka sifat kita juga berbeda dan selalu berubah-ubah. Berbeda dengan hakikat kita sebagai makhluk ciptaan tuhan, tidak terikat oleh ruang dan waktu sehingga bersifat tetap dan tidak akan berubah, selamanya akan tetap menjadi makhluk ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  46. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Bismillahirrahmanirrahim..
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudara Aminullah tentang Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?
    menurut saya yang ada dipikiran manusia termasuk pada renca manusia itu sendiri. perlu diketahui manusia selalu berfikir atau merencanakan sesuatu yang ia inginkan namun tidak selalu begitu bermanfaat bagi dirinya sendiri. adakalanya manusia diberikan oleh Allah apa yang ia butuhkan bukan yang ia inginkan, jadi solusinya ialaha istighfar terus ingat selalu bahwasannya allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya dan lekas ambil hikmah dibalik kejadian yang terjadi yang tidak sesuai dengan yang kita pikirkan tersbut agar diri kita selalu menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. aminn..

    ReplyDelete
  47. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan “Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?
    Jawab:
    Hati erat kaitannya dengan spiritual. Sedangkan jika kita menghubungkannya dengan pikiran, bagaikan jiwa dan ruh yang dia sangat dekat bahkan tidak bisa terpisahkan. Apa yang menjadi landasan spiritual kita, semuanya butuh ilmu meski awalnya merupakan intuisi semata. Namun seiring berjalannya waktu, kita di anugerahi akal pikiran yang wajib kita gunakan untuk memikirkan dan bertanggung jawab atas konsistensi kita dalam berspiritual. Ketika aplikasi spiritual kita telah sejalan dan selaras dengan akal pikiran, maka tidak ada keraguan lagi dalam diri kita untuk meyakini dan mengimani suatu kepercayaan. Ketika kita telah ikhlas dalam berspiritual, maka hatipun akan terasa tenang dan damai, karena sejatinya kenyamanan dan kedamaian, kesedihan dan kebahagiaan adalah titipan dari Allah yang wajib kita syukuri. Wallahu’alam bishowab, semoga kita mampu menjadi manusia yang dapat menyeimbangkan kebutuhan hati dan pikiran masing-masing. Amin.

    ReplyDelete
  48. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah saya mohon ijin lagi untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?”
    Jawab:
    Memperoleh keselarasan dan keseimbangan antara takdir dan ikhtiar memang tidaklah mudah. Takdir merupakan rahasia Allah. Tak ada satupun makhlukNya yang mengetahui setiap takdir dalam kehidupannya. Manusia pun memiliki keterbatasan untuk memikirkan atau melakukan segala sesuatunya, karena sejatinya kesempurnaan hanya lah milikNya. Berbicara masalah ikhtiar, sesungguhnya apa yang akan, sedang, atau telah kita lakukan merupakan bentuk ikhtiar dan usaha untuk memperoleh keberkahan hidup salah satunya untuk dapat hidup dengan kehidupan yang baik dan mapan. Keseimbangan ikhtiar dengan takdir kita mungkin akan terlihat dan mampu dirasakan dengan sebenar-benarnya ketika apa yang telah kita usahakan membuahkan hasil dan mencapai apa yang kita targetkan. Semua kembali lagi dengan kerelatifan manusia. Keberhasilan manusia adalah relatif. Bagi saya mungkin berhasil bagi orang lain mungkin tidak, namun itulah apa yang dapat kita goreskan dalam hidup. Bahwa mencapai kesesuaian antara ikhtiar dan takdir memanglah tidak mudah, dan kita hanya diminta melakukan segala sesuatunya sesuai ruang dan waktunya, tanpa mengagung-agungkan jargon keburukan yang dapat membuat hidup kita semakin kacau. Wallahu’alam bishowab, semoga Allah memberi kekuatan kita untuk terus berikhtiar mencapai takdir dan ridhoNya

    ReplyDelete
  49. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan "bagaimana cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada?". Melalu pikiran dan imajinasi kita bisa mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Membayangkan sesuatu yang ingin terjadi. Berimajinasilah untuk menciptakan segala sesuatu menjadi ada. Berawal dari pikiran, sesuatu yang bahkan tidak mungkin ada bisa menjadi ada. Tetapi ingat, jangkauan yang dimiliki oleh pikiran manusia. Sesuatu yang mungkin itu bisa ada atau tidak. Ada tidaknya sesuatu tergantung apa yang ditakdirkan Allah. Manusia hanya bisa berpikir bahwa sesuatu yang mungkin ada bisa menjadi ada

    ReplyDelete
  50. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab lagi pertanyaan "bagaimana solusi mengatasi ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan?". Takdir itu dipilih untuk kita. Ada kalanya kita memilih dan ada kalanya kita menerima. Kematian, jodoh, rejeki sudah ada yang mengatur. Tapi kita masih bisa berusaha untuk mengubah sesuai dengan harapan kita. Apabila nyatanya berbeda dengan yang di pikiran kita, berarti kita sudah terpilih oleh Allah untuk menerimanya. Menurut kita baik, tetapi buruk menurut Allah. Maka dari itu Allah memberikan sebaik baiknya rencana untuk kita. Allah itu maha adil. Ikhlas tentunya dalam menerima segala sesuatu

    ReplyDelete
  51. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan apakah hakikat perbedaan di antara manusia. Manusia berbeda secara fisik maupun non fisik antara satu dengan yang lainnya. Dari segi fisik, tidak ada manusia yang sama identik, bahkan yang terlahir kembar sekalipun. Dari segi non fisik yang membedakannya adalah pemikirannya dan ketakwaanya. Bagi Allah SWT manusia semuanya dianggap sama, yang membedakan adalah ketakwaannya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa.

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Terkait pertanyaan mengapa manusia tidak pernah puas, manusia memang diciptakan sebagai makhuk yang dikodratkan untuk tidak pernah puas agar ia selalu berusaha meraih apa yang diinginkannya. Akan tetapi, kita harus menyeimbangkannya dengan rasa syukur pada apa yang telah dimiliki saat ini. Karena kita harus menyadari bahwa tidak semua yang diinginkan bisa terwujud, dan kita harus mensyukuri apa yang telah didapat.

    ReplyDelete
  53. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba menuliskan pendapat saya mengenai pertayaan pertama yaitu tentang bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Sesunggu proses inilah yang dinamakan belajar sehingga memperoleh ilmu pengetahuan. Proses memperoleh ilmu pengetahuan ini bisa dari beragam cara, bisa melalui membaca, seperti membaca blog ini, kemudian berdasarkan pengamatan, atau berdasarkan pengalaman.

    ReplyDelete
  54. Junianto
    17709251065
    PM C

    Hubungan antara manusia, alam, dan yang maha kuasa sangatlah berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. Alam dan manusia ada karena Kuasa Tuhan. Semua yang terjadi pada manusia dan alam semesta ini karena adanya Tuhan yang mengatur semuanya. Sebagai manusia tentu hanya mampu berusaha dan berdoa agar Tuhan selalu memberi perlindungan kepada ciptaan-Nya. Hanya Tuhan lah yang kekal, yang awal dan yang akhir sebagai pencipta dan pengatur alam semesta ini.

    ReplyDelete
  55. Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 3 tentang bagaimana jika pikiran dan kenyataan tidak sejalan. Dalam kehidupan ini, seringkali ada manusia yang tidak mampu menghadapi kenyataan karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Manusia selalu merasa bahwa apa yang diinginkannya itu yang terbaik baginya, ia lupa bahwa ada Tuhan yang lebih tahu apa yang terbaik baginya. Jadi, ketika pikiran dan kenyataan tidak sejalan maka yakini bahwa pasti ada rencana Tuhan yang lebih baik untuk kita. Pikiran dan kenyataan tidak sejalan juga bisa terjadi karena kurang ilmu pengetahuan yang kita miliki. Maka dari itu, long live education perlu terus kita lakukan sampai akhir hayat.

    ReplyDelete
  56. Berkaitan dengan pertanyaan pada no 20 tentang bagaimana sikap kita dalam menghadapi perang pemikiran, saya mencoba memberikan tanggapan menurut apa yang selama ini saya pahami. Perang pemikiran merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri dalam kehidupan. Bahkan dalam agama, perang pemikiran (Ghaswul Fikri) juga menjadi hal yang patut disikapi dengan bijaksana. Secara umum, bentuk-bentuk perang pemikiran sangat beragam namun yang sekarang menjadi sarana ampuh adalah adanya media (cetak, elektronik,dll) yang dinilai cukup efektif. Hal yang terpenting adalah kita sebagai kamum akademis harus mempunyai dasar keilmuan yang kuat untuk menyikapi hal tersebut dan jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak benar (hoax). Terkadang perang pemikiran hanya akan menyebabkan perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak. Dan sebagai bangsa Indonesia, kita harus tetap fokus kepada persatuan bangsa agar tidak mudah dijajah oelh perang pemikiran tersebut.

    ReplyDelete
  57. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menanggapi pertanyaan no 8. Bahwa saya dengan saya tidak sama karena saya yang diucapkan diawal berbeda waktunya dengan saya pada ucapan berikutnya. Ini merupakan cara berpikir filsafat realisme yang dicetuskan Aristoteles. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus tidak sama dengan keadaan kita sebelumnya. Kita harus selalu meningkatkan potensi kita dari waktu ke waktu. Jangan sampai kita berhenti berpikir, karena jika kita tidak berpikir maka hakikatnya kita terjebak mitos.

    ReplyDelete
  58. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya akan menjawab pertanyaan dari saudari Tety Dwi Setyaningsih dengan pertanyaannya “bagaimana menyelaraskan antara hati, pikiran, dan tindak?”. Menurut pendapat saya menyelaraskan ketiga hal tersebut harus dimulai dari hati yang bersih dan ikhlas. Dengan hati yang ikhlas berarti hatinya tersebut selalu ingat sama Allah, berarti pikirannya juga sudah jelas hanya memikirkan hal-hal yang hanya diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apa yang Allah larang. Dari itu semua otomatis tindakannya juga akan mencerminkan dari hati dan sikapnya. Sehingga antara hati, pikiran, dan tindakan bisa selaras.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saat perkuliahan saya mengingat bahwa menurut Bapak Marsigit, bertanya berarti salah satu indikator bahwa kita mau mencari ilmu. Seseorang yang bertanya tentu saja memiliki rasa ingin tahu dan akan mencari jawaban dari pertanyaan tersebut dan ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih mendalam. Setiap orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula, oleh karena itu sebagai fasilitator guru dappat menampung dan memiliki jawaban bahkan jawaban alternatiif dari semua pertanyaan siswa.

    ReplyDelete
  60. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya akan menocba menanggapi pertanyaan "Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?". menurut saya, kita dapat menjadikan sesuatu yang mungkin ada menjadi ada melalui tindakan. contohnya ketika kita ingin mengetahui filsafat lebih dalam maka kita harus banyak membaca, memahami pikiran para filsuf. dari tindakan tersebut kita dapat menambah pengetahuan kita dari yang semula mungkin ada menjadi ada di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  61. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Juhrina A.Y. Hi. Djafar:
    Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?
    Alam dengan segala isinya telah ditundukkan Tuhan untuk manusia, sehingga dengan mudah manusia dapat memanfaatkannya. Jika demikian, manusia tidak mencari kemenangan, tetapi keselarasan dengan alam. Keduanya tunduk kepada Allah, sehingga mereka harus dapat bersahabat.

    ReplyDelete
  62. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Ada dalam filsafat itu berarti ada dalam pikiran, dan mungkin ada itu berarti belum ada dalam pikiran tetapi memiliki potensi untuk ada. Menurut saya kita dapat mengubah yang mungkin ada menjadi ada dapat dilakukan melaui mengada. Bagaimana cara kita mengada? Kita dapat mengada melalui berpikir ataupun bertindak. Sesuatu yang mungkin ada ketika kita mulai memikirnkannya dan dapat memikirkan satu sifat saja tentang yang mungkin ada maka yang mungkin ada itu sudah menjasi ada satu sifat saja dalam pikiran kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  63. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab nomor 4. Mengapa manusia selalu merasa tidak puas? Karena itulah sifat manusia selalu tidak puas dan menginginkan yang lebih. Menurut saya kuncinya adalah bersyukur. Jika kita mampu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, maka kita akan selalu merasa semua kebutuhan kita tercukupi. Bahkan dengan kita bersyukur allah akan menambah nikmat kita. Namun sebaliknya jika kita tidak dapat bersyukur, kita akan selalu merasa tidak tercukupi kebutuhannya dan akhirnya malah akan membawa petaka bagi diri kita sendiri. Hal itu sesperti yang telah dijanjikan Allah dalam Qs Ibrahim ayat 7 yang artinya “Dan (ingatlah juga) sesungguhnya Allah memaklumkan,’sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKusangat pedih”. Terimakasih

    ReplyDelete
  64. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab nomor 4. Mengapa manusia selalu merasa tidak puas? Karena itulah sifat manusia selalu tidak puas dan menginginkan yang lebih. Menurut saya kuncinya adalah bersyukur. Jika kita mampu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, maka kita akan selalu merasa semua kebutuhan kita tercukupi. Bahkan dengan kita bersyukur allah akan menambah nikmat kita. Namun sebaliknya jika kita tidak dapat bersyukur, kita akan selalu merasa tidak tercukupi kebutuhannya dan akhirnya malah akan membawa petaka bagi diri kita sendiri. Hal itu sesperti yang telah dijanjikan Allah dalam Qs Ibrahim ayat 7 yang artinya “Dan (ingatlah juga) sesungguhnya Allah memaklumkan,’sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKusangat pedih”. Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Terimakasih bapak, tulisan yang menginspirasi. Pertanyaan-pertanyaan yang menginspirasi saya juga. Bahwa sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah ada jawabannya di dalam pikiran manusia. Namun, tergantung manusia itu sendiri dapat menemukan jawaban nya atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan filsafat, yang mana hubungannya dengan hal-hal yang ditanya ada dalam unsur filsafat itu sendiri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  66. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menanggapi pertanyaan pertama dari Markus Palobo. Obyek filsafat adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Semua dikatakan ada karena telah ada dalam pikiran, artinya kita telah memahaminya, apabila disebut namanya kita sudah dapat memikirkannya. Sedangkan sesuatu dikatakan mungkin ada karena sesuatu tersebut belum ada dalam pemikiran kita namun berpotensi untuk ada. Maka untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada yaitu dengan menggali potensi tersebut salah satunya lewat memperbanyak bahan bacaan sehingga pengetahuan kita tentang sesuatu yang ada semakin luas.

    ReplyDelete
  67. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya mencoba menjawab pertanyaan no 12 dari Siti Nafsul Muthmainnah: Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat? Menurut saya, pemimpin adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sukarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi. Efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya. Namun dalam hadits Rosul SAW, menyatakan bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya. Kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  68. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Mencoba menanggapi pertanyaan terkait kenapa kita selalu tidak puas (pertanyaan no 4), padahal apa yang kita miliki sudah ada. Lumrahnya manusia bersifat tidak pernah puas. Segala yang ia memiliki selalu merasa kurang sehingga keinginan untuk memperoleh hal yang lebih selalu datang. Hal ini apabila tidak diatasi secara positif maka berujung dengan kufur nikmat. Maka tiadalah guna ilmu jika tidak pandai bersyukur. Dengan demikian, kita harus senantiasa selalu bersyukur atas segala nikmat yang dilimpahkan Tuhan serta mengambil hikmah atas semua yang telah terjadi.

    ReplyDelete
  69. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Pertanyaa 8 dari Noviana Serawati. Menurut saya ini berhubungan dengan kontradiktif. Secara filsafat, prinsip ada dua yaitu identitas dan kontradiksi. Semua kenyataan bersifat kontradiktif. Ilmu dibangun dari kontradiksi. Jangankan individu yang satu dan yang lain. Dirimu yang sekarang saja bersifat kontradiktif dengan dirimu yang satu menit yang akan datang karena setiap waktu kita mengalami perubahan.

    ReplyDelete
  70. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?", dikenal istilah pengada, mengada, hal yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga hal yang mungkin ada dapat diubah menjadi "ada" dengan mengada oleh pengada, dan sebenar-benar manusia ialah pengada, serta usaha yang dilakukan ialah mengada sehingga eksisitensi manusia seharusnya mencita-citakan untuk menjadi "ada". Kita dapat menggantungkan cita-cita setinggi langit, namun selain itu kita pun harus memperkirakan usaha yang harus dilakukan untuk menggapainya. Sehingga jika suatu saat kita harus jatih, maka jatuhnya kita takkn terlalu tinggi dan kita takkan terlalu "sakit". Semangat berkarya dan tunjukkan eksistensimu, Wallahua'lam

    ReplyDelete
  71. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?"
    Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita selayaknya oercaya bahwa Tuhan telah menuliskan takdir untuk masing-masing dari kita, sedangkan "kemurahan hati" Tuhan dapat kita peroleh dengan meningkatkan usaha atau ikhtiar kita. Sedangkan jika ingin memperoleh keseimbangan antara takdir dan ikhtiar, maka kita harus dapat "merebut hati" Tuhan dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya serta merintih dan merengek padaNya melalui pujian dan doa-doa yang kita lontarkan. Dengan demikian, Tuhan akan "tergerak" untuk emnyayangi kita dan bahkan manusia saja terhadap orang atau makhluk yang disayanginya akan melakukan apapun, maka Tuhan memperkenankan keinginan kita menjadi kenyataan sungguhlah mudah, hanya saja kita harus mau meminta (berdoa) dan berusaha. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  72. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?"
    Jika kita ingin mengetahui kata atau suara hati, maka secara otomatis kita harus menyelami dan memahami hati kita terlebih dahulu. Untuk mengetahui dan memahami hati kita sendiri kita haruslah memahami fisik kita terlebih dahulu. Kepekaan akan hati akan terlatih jika kita mampu memahami diri kita. Dan akan lebih mudah jika kita membersihkan hati dan menjernihkan pikiran dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  73. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Takdir merupakan kuasa Tuhan yang dianugerahkan kepada setiap makhluk Nya. Menanggapi pertanyaan nomor 22 yang diajukan saudari Veronica bahwa meseimbangan takdir dan ikhtiar merupakan usaha yang nyata untuk mensyukuri nikamat yang diberikan Tuhan. Tentang bagaimana cara menyeimbangkan kedunya tentu beragam caranya, menurut kami menyeimbangkan antara takdir dan ikhtiar dapat dilakukan dengan menyadari dan menerima takdir yang berikan oleh Tuhan, baik tidak nya takdir menurut manusia bahwa semuanya pasti mengandung hikmat dan manfaat oleh karena itu harus diterima dengan baik dan ikhlas. Terkait ikhtiar , merupakan slaah satu yang tidak terpisahkan dari takdir, ikhtiar manusia merupakan usaha manusia memperoleh takdir yang sesuai dengan harapannya, kalaupun tidak sesuai maka manusia perlu intorpeksi dan mengambil hikam dari apa yang didapatkannya karena sudah dijelaskan oleh dalam kitab suci Al-Qu’an bahwa menurut manusia baik belaum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya. Mohon Koreksinya Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  74. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kepuasan dan pemenuhan adalah kata-kata yang selalu tampaknya tetap sulit dipahami bagi kita, terlepas dari seberapa baik kita lakukan dalam hidup kita. Seolah-olah kita ini sebagai manusia diciptakan untuk selalu merasa kurang. Ini juga beberapa kali yang sering dialami. Padahal,sudah mengalami beberapa perubahan yang lebih baik tapi tampak masih merasa kurang. Karena kita sebagai manusia kurang bahkan selalu lupa mensyukuri atas apa yang telah diperoleh selama ini.

    ReplyDelete
  75. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa-mahasiswa dalam artikel ini, saya akan mencoba untuk menjawab beberapa yang diantaranya pertanyaan nomor 1 tentang "Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?". Kita dapat merubah segala sesuatu yang mungkin ada menjadi ada dengan mencari kebenarannya, kita buktikan dengan berbagai interpretasi agar nampak kebenarannya. Selanjutnya, untuk pertanyaan nomor 3 tentang "Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?". Ketika hal itu terjadi , kita harus ikhlas, banyak-banyak merefleksi diri dan perbanyak doa agar ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  76. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pertanyaan 7, sedikit memberi komen tentang bagaimana menyelaraskan hati, pikiran, dan tindakan. Dalam setiap perilaku manusia tentuya didasari niat dalam melakukannya, niat membutuhkan yang namanya ikhlas. Maka muncullah ikhlas dalam hati, artinya rela. Ikhlas dalam piker, maksudnya paham dan mengerti. Ikhlas dalam tindakan terjadi jika ikhlas hati dan ikhlas piker telah terbentuk. Untuk itu perlu kiranya mengikhlaskan hati dan piker terlebih dahulu untuk menyelaaskannya

    ReplyDelete
  77. Muhammad Kamaluddin
    PMB PPs UNY 2017
    17709251027

    Saya tertarik dengan pertanyaan nomor 4 oleh Sdr. Muhammad Munir mengenai 'kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?' Menurut pemikiran saya, hal ini terjadi karena kita memiliki nafsu, nasfu untuk memiliki, nafsu untuk menguasai. Kondisi kita yang sering kali tidak puas dengan apa yang kita miliki adalah bentuk bahwa kita belum mampu mengendalikan nafsu itu. Selain itu, hal ini bisa juga disebabkan karena kurangnya rasa bersyukur, sehingga sudah diberi sesuai dengan takaran kita, namun masih selalu belum puas dan merasa kurang. Maka dari itu, sebaik-baik hidup adalah yang selalu bersyukur, dengan demikian seberapapun yang kita dapat kita akan selalu merasa cukup.

    ReplyDelete
  78. Terkait pertanyaan Sdri. Rina Susilowati perihal Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia? saya akan mencoba menyampaikan pemikiran saya yang bisa jadi berbeda dengan yang lain nantinya. Perbedaan adalah hal yang bisa dimaklumi dalam pergaulan. Hal ini wajar, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah bagaimana kita harus saling menghargai dan bertoleransi terhadap perbedaan-perbedaan tersebut. Dalam dunia filsafat, yang dapat membedakan manusia satu dengan yang lain adalah kemampuan olah pikirnya, seberapa dalam ia mampu mempersepsikan sesuatu. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki. Selain itu, yang menjadikan manusia beda adalah kemampuannya, kebijkasanaannya, kecerdasannya terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  79. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ini mencoba menanggapi pertanyaan yang mengenai bagaimana cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Manusia secara filsafat adalah sebagai pengada dan mengada. Pengada adalah karya manusia, sedangkan mengadakan adalah perkerjaan manusia, yaitu mengadakan yang mungkin ada dan menjadi ada. Kita akan mampu mengadakan dan menjadi pengada/penghasil karya jika kita memiliki pengetahuan. Secara filsafat pengetahuan/ilmu itu dapat diperoleh melalui berpikir dan berpikir itu dapat dilakukan melalui kegiatan tanya jawab. Sehingga cara untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada adalah melalui bertanya dan berpikir. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  80. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya juga ingin mencoba mengutarakan hasil pemikiran saya mengenai pertanyaan “Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?”. Di dalam kehidupan terjadi dua hal yaitu identitas dan kontradiksi. Identitas itu hanya terjadi di pikiran dan kontradiksi itu terjadi di bumi atau di pikiran. Sebagai contoh. 2=2 hanya terjadi di pikiran dan 2≠2 terjadi di kenyataan, karena bisa ada 2a dan 2b. Sama halnya dengan aku≠aku, karena ada di kenyataan dan terikat oleh ruang dan waktu dan karena sesungguhnya kamera Tuhan itu tiada putusnya sehingga aku yang saat ini pun akan berbeda dengan aku yang beberapa detik kemudian, belum selesai aku mendefinisikan diriku aku sudah berubah dari tadi menjadi sekarang, misalnya saat ini aku bersedih beberapa detik kemudian aku tersenyum. Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  81. Assalamualaikum, wr.wb.
    Berkaitan dengan pertnyaan no 14, menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan adalah sebuah mitos karena manusia tidak ada satupun yang tidak pernah berbohong, sebagai contohnya koruptor, pada awalnya para koruptor ini berjanji ini dan itu namun kenyataan di kemudian hari mereka berbohong kepada rakyat. Akan tetapi hal itu dapat diminimalkan jika kita berpikir dan beribadah. Jika kita berpikir dan beribadah maka kita akan menyadari mana perilaku yang sesuai dengan aturan/kuasa tuhan dan yang mana yang tidak sesuai. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  82. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari daftar pertanyaan dari kelas PM B ini ditanyakan bahwa apa hakikat dari hubungan wanita dan laki laki. Wanita merpukan tulang rusuk dari laki-laki. Allah menciptakan wanita unutk melengkapi separuh agama. Jadi kurang lengkap agama seorang laki laki jika belum memiliki wanita disisinya secara sah baik agam maupun negara.

    ReplyDelete
  83. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 1 dari Markus Palobo:
    Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada? Sesuatu yang mungkin ada adalah suatu objek dari filsafat, namun ia masih berada diluar pikiran. Berbeda halnya dengan yang ada, karena yang ada sudah berada di dalam pikiran. Untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada, yaitu dengan menghadirkan sifat-sifat maupun atribut dari objek yang mungkin ada tadi sebagai bukti bahwa ia ada. Untuk menghadirkan bukti tersebut dapat dilakukan dengan cara berpikir dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dan wawasan

    ReplyDelete
  84. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pertanyaan poin kedua. Menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana. Pada diri seorang pemimpin melekat kuasa atau otoritas untuk menentukan kebijakan dan keputusan. Namun demikian, semua harus dijalankan atas dasar akal sehat dan kemaslahatan.

    ReplyDelete
  85. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Kemudian soal sikap bijaksana. Seorang pemimpin tidak boleh bertindak tanpa pertimbangan iman, akal sehat, dan kemaslahatan hidup orang banyak. Oleh karena itu, dalam mengemban amanah bukan soal cepat atau lambat, tapi tepat dan maslahat (dampak yang menyangkut hidup orang banyak).

    ReplyDelete
  86. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 4 dari Muhammad Munir: Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? Pada hakikatnya, manusia memiliki sifat tidak pernah puas tersebut. Jika menerima sesuatu, masih merasa kurang. Maka sudah menjadi tugas kita untuk bagaimana selalu mensyukuri atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena dengan bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat itu. Sampai ada teguran secara halus dari Allah “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg engkau dustakan?” Di dalam firman-Nya, Allah mengingatkan kita untuk selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  87. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya, menanggapi pertanyaan nomor 18 dari Amelia: Apa hakikat Etik dan Estetika? Etik dan estetika adalah ontologi filsafat. Etik berarti benar dan salah, sedangkan estetika adalah baik dan buruk. Dalam kehidupan bermasyarakat maka etik dan estetika sangat perlu diperhatikan. Jika ada sesuatu yang memiliki sifat, sikap dan perbuatannya sesuai dengan etik (nilai-nilai) yang dianut oleh lingkungannya akan memberikan nilai estetika tersendiri bagi para pemerhatinya.

    ReplyDelete
  88. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan mb Ling-ling (Yulia Linguistika) tentang marah dari sudut pandang filsafat. Marah adalah salah satu bentuk ekpresi dari " rasa " , kita diberikan " alat " untuk mengekpresikan rasa yang kita miliki dan " alat " itu harus dipakai dengan proporsional atau pada tempatnya, karena kalau tidak dipakai dengan proporsional akan mubazir tidak bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain (yang kita marahi) .

    Kalau harus marah, marahlah yang proporsional & ikhlas
    Kalau harus sedih, sedihlah yang proporsional & ikhlas
    Kalau harus bahagia, bahagialah yang proporsional & ikhlas.

    Kalau ada orang yang berkata " terasa tidak kalau kamu dimarahi ? " . Kalau anda tidak merasa berarti orang tersebut tidak mengeluarkan / mengekpresikan marahnya dengan proporsional dan ikhlas.

    ReplyDelete
  89. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Hubungan antara hati dan pikiran dalam berfilsafat bagaikan pedal gas dan rem pada mobil. Kita boleh injak gas sedalam mungkin artinya kita bisa mencari ilmu sedalam-dalamnya. Namun ada saat kita harus menginjak pedal rem agar tidak celaka. Terkadang dalam perjalanan kita harus berhenti sejenak karena lampu merah. Apabila kita nekat menerobos lampu merah dwngan terus menginjak pedal gas akibatnya adalah kita mendapat sanksi atas pelanggaran lalu lintas. Namun apabila kita menginjak rem dan berhenti sejenak kita tidak mendapat sanksi karena patuh pada aturan lalu lintas. Dengan demikian ketika pikiran terus berkelana tiada akhir maka hati berfungsi sebagai pengontrol pikiran agar selalu berada di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  90. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Menanggapi pertanyaan Markus Palobo mengenai pertanyaan “Bagaimana Mengubah yang mungkin ada menjadi ada” yaitu dengan mencari. Bahasa filsafatnya mencari wahyu atau mencari ilmu. Mencari ilmu tidak hanya di dalam ruangan, namun dimanapun dan kapanpun itu. pun dengan melihat keadaan disekitas, sehingga yang tadinya mungkin ada menjadi ada dan mungkin dalam diri kita.
    Menganggapi pertanyaan Saifan Sidiq Abdullah:
    “Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?” maka karena penilaian manusia itu sejatinya plural maka bijaksananya orang yang satu dengan yang lain berbeda. Yang perlu di upayakan yaitu utamanya dari diri sendiri sendiri terlebih dahulu bagaimana sebenarnya kebijaksanaan itu ada pada diri kita, sehingga tahap berikutnya kita perlahan beralih obyek ke orang lain.

    ReplyDelete
  91. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?
    1. Mulai dari hal-hal yang dirasa mudah untuk mengetahui kata hati. Misal menentukan dimana kita akan duduk.
    2. Pilih waktu-waktu pribadi. Pilih momen-momen yang tidak terlalu menyertakan orang lain atau yang tidak menyangkut kewajiban kita.
    3. Lakukan retrospeksi pada saat-saat tertentu. Saat-saat hening sejenak di antara kegiatan, atau pada penghujung hari, adalah waktu yang tepat untuk menoleh ke belakang.
    4. Tekunkan diri dalam mengasah kesadaran. Kepekaan mendengarkan hati dapat pula diasah melalui berbagai kegiatan seperti sembahyang, berdoa, bermeditasi, atau olah tubuh berkesadaran.
    5. Bila sudah memungkinkan, luangkan waktu lebih lama untuk berlatih mendengarkan dan mengikuti kata hati kita. Setiap kita merasa perlu menentukan langkah selanjutnya, tanyakan ke diri kita: apa yang kita rasakan, apa yang ingin kita lakukan saat ini. Dengarkan jawabannya. Dan (kalau terasa memungkinkan dan menyenangkan) ikuti jawaban tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  92. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apa hakikat Etik dan Estetika? Etika pada hakikatnya mengamati realitas moral secara kritis. Etika tidak memberikan ajaran melainkan memeriksa kebiasaan, nilai, norma, dan pandangan moral secara kritis. Etika mengacu kepada perbuatan dan tingkah laku manusia. Sedangkan estetika cabang filsafat yang berbicara tentang keindahan seperti keindahan jasmani dan keindahan rohani, keindahan alam dan keindahan seni. Etika dan estetika akan menentukan bagaimana sikap atau tingkah laku baik, buruk, indah seorang manusia. Maka dari itu filsafat tidak akan terpisah dari kehidupan manusia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  93. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan? Mensinkronkan antara pikiran dan tindakan merupakan salah satu cara agar menghasilkan apa yang kita harapkan sehingga perasaan kita puas atau nyaman. Lalu bagaimana cara agar antara pikiran dan tindakan kita selaras dengan harapan kita. Tentunya perlu latihan, misalnya kita ingin menuju sesuatu, tentunya pikiran kita lah yang bekerja lalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan tindakan-tindakan kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  94. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 10, yaitu Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati. Menurut pendapat saya, jika seseorang telah melakukan suatu tindakan tertentu dan ia merasa lega, bahagia, berarti apa yang dikerjakan bisa jadi sudah benar, akan tetapi sebaliknya, jika setelah melakukan suatu pekerjaan atau tindakan tertentu kita merasa tidak tenang, bingung, dsb. Maka bisa jadi yang dikerjakan salah atau kurang tepat. Jika perasaan itu muncul sebelum melakukan tindakan, maka lebih baik tindakan yang akan dilakukan ditunda terlebih dahulu. Akan tetapi jika suara hati mengatakan bahwa perilaku tersebut baik, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan. Berdasarkan aspek spiritual, hati memang bisa berbicara, memberikan peringatan, persetujuan, atau kata lainnya sebagai penimbang segala kegiatan atau pekerjaan yang akan dilakukan agar kelak tidak menimbulkan keburukan atau efek negatif kepada diri sendiri. Sehingga semua tindakan dan perilaku yang didasarkan oleh pertimbangan dari hati nurani akan memberikan suatu manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun tetap dalam ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT agar apa yang dilakukan dapat memberikan barokah bagi dirinya dan orang lain.

    ReplyDelete
  95. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan pertama oleh saudara Markus Palobo tentang bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada, menurut saya adalah dengan mencari tau, mencoba, mengalami, melakukan, merealisasikan yang sebelumnya hanya ada di luar pikiran kita. Misalnya yaitu meliputi hal-hal yang belum kita ketahui atau hal-hal yang belum di alami. Mengubah yang mungkin ada menjadi ada tidak pernah bisa benar-benar dilakukan untuk segala hal, sebab manusia memiliki keterbatasan. Namun, tidak mustahil untuk mengadakan yang mungkin ada tergantung usaha kita terhadap apa yang mungkin ada itu yang ingin kita adakan.

    ReplyDelete
  96. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan dari Aminullah tentang apa solusinya mengatasi pikiran dan kenyataan yang tidak sejalan. Berdasarkan apa yang saya peroleh ketika mengikuti perkuliahan prof, beliau pernah menjawab pertanyaan serupa. Beliau menyebutkan ada tiga kunci utama sebagai solusi mengatasi pikiran dan kenyataan yang tidak sejalan, pertama jalani apa yang kamu pikirkan, kedua pikirkan apa yang kamu kerjakan, dan yang terakhir doakan keduanya. Pada dasarnya, pikiran (idealitas) dan kenyataan (realitas) memang tidak selalu sejalan, namun dibalik semua itu ada rencana Allah SWT yang tidak kita ketahui, maka sebaik-baiknya usaha kita sebagai hambanya untuk mengahadapi keadaan tersebut adalah mengerjakan yang pikirkan, memikirkan yang dikerjakan dan terakhir keduanya dilingkupi dan diikuti dengan doa.

    ReplyDelete
  97. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

    Menurut saya, untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada adalah dengan memikirkan yang mungkin ada. Segala yang mungkin ada tersebut menjadi ada di pikiran kita. Seperti tes jawab singkat yang sering Prof. Marsigit berikan, tes itu berfungsi untuk mengadakan hal yang mungkin ada. Hal yang mungkin ada tersebut adalah istilah-istilah dalam filsafat yang belum diketahui mahasiswa.

    ReplyDelete
  98. Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

    Menurut saya, pengambilan keputusan adalah menentuan pilihan. Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Kita sering tidak sadar bahwa apa yang telah dialami adalah rentetan hasil keputusan yang kita ambil. Hidup adalah sebuah pilihan yang terangkai terus menerus. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Namun, tidak perlu khawatir, kita tidak perlu risau dengan masa depan kita, yang terpenting adalah selalu berusaha untuk mendapat yang terbaik, karena Allah tidak akan mengubah nasib makhluknya jika dia tidak berusaha.

    ReplyDelete
  99. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan oleh Tesi Kumalasari tentang hakikat ketakhinggaan dan keterbatasaan, menurut saya konsep utama dan pokok pikiran dari keduanya adalah tentang representasi dari ketidakmampuan, yaitu ketidakmampuan dalam menyebutkan, menjelaskan, memikirkan, membayangkan dan lain sebagainya. Ketakhinggaan dan keterbatasan keduanya sebenarnya memiliki dimensi mereka sendiri, namun keduanya bisa dipandang sama dengan sudut pandang kekuasaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  100. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sesuatu yang mungkin ada akan menjadi ada jika sesuatu tersebut diberitahukan oleh orang lain maupun diberitahuan oleh informasi yang menjadikan sesuatu itu menjadi ada. Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari sesuatu yang mungkin ada. Jadi sesuatu yang ada awal mulanya sesuatu yang mungkin ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  101. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    peertanyaan yang mungkin dialami oleh sebagian besar masyarakat "Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?".
    menanggapi pertanyaan tersebut, menurut saya itu jawabannya mudah, namun sulit untuk dijalankan. agar kita merasa puas dengan apa yang kita miliki, kita harus bisa menerima dan mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kita, jangan kita selalu melihat ke atas, tapi cobalah lihat lah kebawah, masih banyak orang yang tidak seberuntung kita, masih banyak orang yang kekurangan namun mereka mensyukurinya. belajarlah dari sana, larena jika kita selalu melihat yang ada diatas kita, kita tidak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  102. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan tentang bagaimana cara menyelaraskan antara hati, pikiran dan tindakan. menurut saya tindakan dilakukan berdasarkan dengan pikiran kita, apa yang kita pikirkan itulah yang akan kita lakukan, namun tindakan juga harus dikendalikan oleh hati nurani. hati nurani bertugas untuk menyaring kita dalam bertindak, tidak semua yang kita pikirkan baik dan boleh dilakukan, nhati menjaga agar pikiran-pikiran negatif tersebut tidak sampai pada tindakan.

    ReplyDelete
  103. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan kenapa manusia sellau tidak puas akan hal yang sudah dimiliki. Manusia itu diciptakan dengan hawa nafsunya. Jika manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu maka segala yang sudah dimiliki akan tetap kurang. Salah satu cara agar hawa nafsu terkontrol hendaknya selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Jangan selalu melihat keatas, tapi tengik juga apa yang ada di bawah.

    ReplyDelete
  104. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  105. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menanggapi pertanyaan nomor 2, yitu:
    Bagaimana menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana?

    Menurut saya menjadi pemimpin adalah suatu amanah. Bijaksana menurut seseorang belum tentu bijaksana menurut orang yang lain. Namun pada pertanyaan ini saya artikan bijaksana sebagai memihak kepada rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Ketika pemimpin tidak bijaksana, sebisa mungkin kita mengingatkannya dan kita tetap melakukan yang terbaik, bukan malah ikut-ikutan bertindak tidak bijaksana.

    ReplyDelete
  106. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? tanggapan saya mengenai pertanyaan tersebut adalah sudah kodratnya manusia untuk selalu merasa tidak puas. Tidak puas bisa berdampak positif, seperti memberikan semangat untuk terus berikhtiar. Namun, tidak puas yang berlebihan akan mengakibatkan dampak yang negatif. Tidak puas yang berlebihan bisa terjadi karena manusia lupa untuk bersyukur. Padahal, anugerah yang telah diberikan Allah tak terhingga banyaknya. Oleh karena itu, sebagai manusia seharusnya selalu mengingat apa yang telah diberikan Allah, yang boleh jadi tidak semua orang memperolehnya, agar selalu bersyukur

    ReplyDelete
  107. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?"
    Setiap manusia memiliki perbedaan. Lah, diriku hari ini dan diriku besok saja sudah berbeda kok. Tiap detik kan kita berubah. Namun, manusia pun ada persamaannya. Sama-sama punya rambut, tapi yang satu panjang yang satu pendek. Sama-sama punya kaki, tapi yang satu mulus yang satu berbulu. Sama-sama punya kulit, tapi yang satu hitam yang satu putih. Sama-sama punya pemikiran, tetapi isi pemikirannya berbeda-beda. Dalam hidup itu, kita berinteraksi antara sama dan beda. Pperbedaan dan persamaan itu perlu disadari, supaya ada keseimbangan.

    ReplyDelete
  108. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan dari Muhammad Munir mengenai “kenapa kita tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?”
    Sebelum saya menjawab, saya ingin sedikit mengoreksi pertanyaannya. Mungkin yang diinginkan oleh sdr Muhammad Munir adalah “kenapa kita tidak puas, padahal apa yang kita inginkan sudah ada/sudah kita miliki?”
    Sebenar-benar keinginan manusia adalah tidak terbatas. Meskipun sudah punya, manusia tetap akan merasa kurang dan ingin menambahnya lagi. Buktinya, bila kita melihat para koruptor, mereka sebenarnya bukanlah orang yang miskin. Mereka adalah orang-orang yang kaya. Namun karena tidak diimbangi dengan rasa syukur, maka ia selalu merasa kurang dan berusaha untu terus menambah sampai menghalalkan segala cara. Dengan demikian, konsep bersyukur menjadi sangat penting. saya jadi teringat pada sebuah kata-kata bijak yang mengatakan “janganlah kamu menunggu bahagia baru kemudian bersyukur, tapi bersyukurlah maka kamu akan bahagia”

    ReplyDelete
  109. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Menanggapi pertanyaan nomer 2 dari Saidan tentang menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana. Menurut saya untuk menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan diskusi, dengan letcomment dan juga dengan mediasi. Diskusi dilakukan dengan janjian ketemu dan juga nanti sharing kenapan kebijakannya begini, dari situ nanti bisa didapataan hasil yang tidak merugikan yang lainnya. Letter comment dilakukan dengan menulis syyrat yang isisnya saran akan sebuah kebijakan. Mediasi ini dilakukan dengan melibatkan 3 orang yang akan berdiskusi dimana satu orang sebagai pihak yang netral yang akan menggarisbawahi. Jika slaah satu cara ini berhasil maka pemimpin tersebut akan berubah menjadi seseorang yang lebih bijaksana dari sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Endar Chrisdiyanto
      Pendidikan Matematika A 2015
      15301244011
      Menanggapi pertanyaan nomer 2 dari Saidan tentang menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana. Menurut saya untuk menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan diskusi, dengan letcomment dan juga dengan mediasi. Diskusi dilakukan dengan janjian ketemu dan juga nanti sharing kenapan kebijakannya begini, dari situ nanti bisa didapataan hasil yang tidak merugikan yang lainnya. Letter comment dilakukan dengan menulis syarat yang isinya saran akan sebuah kebijakan. Mediasi ini dilakukan dengan melibatkan 3 orang yang akan berdiskusi dimana satu orang sebagai pihak yang netral yang akan membantu dalam menemukan solusi. Jika salah satu cara ini berhasil maka pemimpin tersebut akan berubah menjadi seseorang yang lebih bijaksana dari sebelumnya.

      Delete
  110. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya juga mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya. Namun, entah mengapa dalam hal ini saya paling tertarik dengan pertanyaan “Apa solusi untuk mengatasi pikiran yang tidak sejalan dengan kenyataan?”. Tentunya saya belum cukup ilmu jika mengkaji pertanyaan tersebut melalui pandangan filsafat. Namun, di sini saya akan menjawabnya melalui pandangan saya sendiri. Menurut saya solusi untuk mengatasi pikiran yang tidak sejalan dengan kenyataan adalah dengan merefleksi diri dan introspeksi diri secara kontinu. Terkadang apa yang kita anggap tidak sejalan sebenarnya adalah kondisi terbaik yang harus kita terima.

    ReplyDelete
  111. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang disebutkan oleh Muhammad Munir yaitu mengapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada. Sudah menjadi hal yang lumrah ketika manusia itu selalu menginginkan lebih dari apa yang sudah ia miliki. Hal terssebut dikarenakan kurangnya rasa bersyukur dalah hidupnya, sehingga terjadilah rasa tidak puas padahal apa yang kita inginkan sudah ada. Untuk itu, manusia itu perlu untuk mengerapkan agamanya dalam hidupnya, agar ia senantiasa dapat bersyukur atas segala nikmat yang ada, dan bisa memperbaiki apa yang sudah dimiliki.

    ReplyDelete