Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B


Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM B) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 09.30 sd 11.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Markus Palobo:
Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

2. Saifan Sidiq Abdullah:
Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?

3. Aminullah :
Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?

4. Muhammad Munir:
Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?

5. Daud:
Apa hakikat menerima dan menolak?

6. Weni Gurita:
Apakah perbedaan antara Logika dan Penalaran?

7. Tety Dwi Setyaningsih:
Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan?

8. Noviana Serawati:
Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?

9. Yulia Linguistika:
Bagaimana Sikap Marah menurut pandangan Filsafat?

10. Siti Rahmalia Natsir:
Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?

11. Nirma Dwi Febriana:
Bagaimana secara Filsafat kita bisa mengendalikan Ego/Superego kita?

12. Siti Nafsul Muthmainnah:
Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat?

13. Maria Rosadalima Wasida:
Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

14. Nunung Megawati:
Secara filsafat, apakah hakekat hubungan antara Hati dan Pikiran?

15. Rina Susilowati:
Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?

16. Ari Kuntoro:
Apa hakikat hubungan antara Wanita dan laki-laki?

17. Welli Meinarni:
Secara Filsafat, apakah hakikat Manusia itu?

18. Amelia:
Apa hakikat Etik dan Estetika?

19. Tesi Kumalasari:
Apa hakikat Ketakhinggan dan Ketakterbatasan?

20. Taufik Albar:
Bagaimana kita menyikapi adanya Perang Pemikiran?

21. Siswanto Abdulhamid:
Bagaimana keseimbangan antara Makhluk Individu dan Makhluk sosial dalam Filsafat?

22. Veronica Wiwik Dwi Astuty:
Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?

23. Juhrina A.Y. Hi. Djafar:
Bagaimana hubungan antara Manusia, Alam dan Yang Maha Kuasa?

44 comments:

  1. Terimakasih bapak, tulisan yang menginspirasi. Pertanyaan-pertanyaan yang menginspirasi saya juga. Bahwa sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah ada jawabannya di dalam pikiran manusia. Namun, tergantung manusia itu sendiri dapat menemukan jawaban nya atau tidak. Pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan filsafat, yang mana hubungannya dengan hal-hal yang ditanya ada dalam unsur filsafat itu sendiri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menanggapi pertanyaan pertama dari Markus Palobo. Obyek filsafat adalah semua yang ada dan yang mungkin ada. Semua dikatakan ada karena telah ada dalam pikiran, artinya kita telah memahaminya, apabila disebut namanya kita sudah dapat memikirkannya. Sedangkan sesuatu dikatakan mungkin ada karena sesuatu tersebut belum ada dalam pemikiran kita namun berpotensi untuk ada. Maka untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada yaitu dengan menggali potensi tersebut salah satunya lewat memperbanyak bahan bacaan sehingga pengetahuan kita tentang sesuatu yang ada semakin luas.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya mencoba menjawab pertanyaan no 12 dari Siti Nafsul Muthmainnah: Bagaimana konsep Kepemimpinan menurut Filsafat? Menurut saya, pemimpin adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sukarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi. Efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya. Namun dalam hadits Rosul SAW, menyatakan bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya. Kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Mencoba menanggapi pertanyaan terkait kenapa kita selalu tidak puas (pertanyaan no 4), padahal apa yang kita miliki sudah ada. Lumrahnya manusia bersifat tidak pernah puas. Segala yang ia memiliki selalu merasa kurang sehingga keinginan untuk memperoleh hal yang lebih selalu datang. Hal ini apabila tidak diatasi secara positif maka berujung dengan kufur nikmat. Maka tiadalah guna ilmu jika tidak pandai bersyukur. Dengan demikian, kita harus senantiasa selalu bersyukur atas segala nikmat yang dilimpahkan Tuhan serta mengambil hikmah atas semua yang telah terjadi.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Pertanyaa 8 dari Noviana Serawati. Menurut saya ini berhubungan dengan kontradiktif. Secara filsafat, prinsip ada dua yaitu identitas dan kontradiksi. Semua kenyataan bersifat kontradiktif. Ilmu dibangun dari kontradiksi. Jangankan individu yang satu dan yang lain. Dirimu yang sekarang saja bersifat kontradiktif dengan dirimu yang satu menit yang akan datang karena setiap waktu kita mengalami perubahan.

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?", dikenal istilah pengada, mengada, hal yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga hal yang mungkin ada dapat diubah menjadi "ada" dengan mengada oleh pengada, dan sebenar-benar manusia ialah pengada, serta usaha yang dilakukan ialah mengada sehingga eksisitensi manusia seharusnya mencita-citakan untuk menjadi "ada". Kita dapat menggantungkan cita-cita setinggi langit, namun selain itu kita pun harus memperkirakan usaha yang harus dilakukan untuk menggapainya. Sehingga jika suatu saat kita harus jatih, maka jatuhnya kita takkn terlalu tinggi dan kita takkan terlalu "sakit". Semangat berkarya dan tunjukkan eksistensimu, Wallahua'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Bagaimana memeroleh keseimbangan antara Takdir dan Ikhtiar?"
    Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita selayaknya oercaya bahwa Tuhan telah menuliskan takdir untuk masing-masing dari kita, sedangkan "kemurahan hati" Tuhan dapat kita peroleh dengan meningkatkan usaha atau ikhtiar kita. Sedangkan jika ingin memperoleh keseimbangan antara takdir dan ikhtiar, maka kita harus dapat "merebut hati" Tuhan dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya serta merintih dan merengek padaNya melalui pujian dan doa-doa yang kita lontarkan. Dengan demikian, Tuhan akan "tergerak" untuk emnyayangi kita dan bahkan manusia saja terhadap orang atau makhluk yang disayanginya akan melakukan apapun, maka Tuhan memperkenankan keinginan kita menjadi kenyataan sungguhlah mudah, hanya saja kita harus mau meminta (berdoa) dan berusaha. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?"
    Jika kita ingin mengetahui kata atau suara hati, maka secara otomatis kita harus menyelami dan memahami hati kita terlebih dahulu. Untuk mengetahui dan memahami hati kita sendiri kita haruslah memahami fisik kita terlebih dahulu. Kepekaan akan hati akan terlatih jika kita mampu memahami diri kita. Dan akan lebih mudah jika kita membersihkan hati dan menjernihkan pikiran dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  9. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Takdir merupakan kuasa Tuhan yang dianugerahkan kepada setiap makhluk Nya. Menanggapi pertanyaan nomor 22 yang diajukan saudari Veronica bahwa meseimbangan takdir dan ikhtiar merupakan usaha yang nyata untuk mensyukuri nikamat yang diberikan Tuhan. Tentang bagaimana cara menyeimbangkan kedunya tentu beragam caranya, menurut kami menyeimbangkan antara takdir dan ikhtiar dapat dilakukan dengan menyadari dan menerima takdir yang berikan oleh Tuhan, baik tidak nya takdir menurut manusia bahwa semuanya pasti mengandung hikmat dan manfaat oleh karena itu harus diterima dengan baik dan ikhlas. Terkait ikhtiar , merupakan slaah satu yang tidak terpisahkan dari takdir, ikhtiar manusia merupakan usaha manusia memperoleh takdir yang sesuai dengan harapannya, kalaupun tidak sesuai maka manusia perlu intorpeksi dan mengambil hikam dari apa yang didapatkannya karena sudah dijelaskan oleh dalam kitab suci Al-Qu’an bahwa menurut manusia baik belaum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya. Mohon Koreksinya Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  10. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kepuasan dan pemenuhan adalah kata-kata yang selalu tampaknya tetap sulit dipahami bagi kita, terlepas dari seberapa baik kita lakukan dalam hidup kita. Seolah-olah kita ini sebagai manusia diciptakan untuk selalu merasa kurang. Ini juga beberapa kali yang sering dialami. Padahal,sudah mengalami beberapa perubahan yang lebih baik tapi tampak masih merasa kurang. Karena kita sebagai manusia kurang bahkan selalu lupa mensyukuri atas apa yang telah diperoleh selama ini.

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa-mahasiswa dalam artikel ini, saya akan mencoba untuk menjawab beberapa yang diantaranya pertanyaan nomor 1 tentang "Bagaiman mengubah yang mungkin ada menjadi ada?". Kita dapat merubah segala sesuatu yang mungkin ada menjadi ada dengan mencari kebenarannya, kita buktikan dengan berbagai interpretasi agar nampak kebenarannya. Selanjutnya, untuk pertanyaan nomor 3 tentang "Apa solusinya mengatasi ketika Pikiran dan Kenyataan tidak sejalan?". Ketika hal itu terjadi , kita harus ikhlas, banyak-banyak merefleksi diri dan perbanyak doa agar ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pertanyaan 7, sedikit memberi komen tentang bagaimana menyelaraskan hati, pikiran, dan tindakan. Dalam setiap perilaku manusia tentuya didasari niat dalam melakukannya, niat membutuhkan yang namanya ikhlas. Maka muncullah ikhlas dalam hati, artinya rela. Ikhlas dalam piker, maksudnya paham dan mengerti. Ikhlas dalam tindakan terjadi jika ikhlas hati dan ikhlas piker telah terbentuk. Untuk itu perlu kiranya mengikhlaskan hati dan piker terlebih dahulu untuk menyelaaskannya

    ReplyDelete
  13. Muhammad Kamaluddin
    PMB PPs UNY 2017
    17709251027

    Saya tertarik dengan pertanyaan nomor 4 oleh Sdr. Muhammad Munir mengenai 'kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?' Menurut pemikiran saya, hal ini terjadi karena kita memiliki nafsu, nasfu untuk memiliki, nafsu untuk menguasai. Kondisi kita yang sering kali tidak puas dengan apa yang kita miliki adalah bentuk bahwa kita belum mampu mengendalikan nafsu itu. Selain itu, hal ini bisa juga disebabkan karena kurangnya rasa bersyukur, sehingga sudah diberi sesuai dengan takaran kita, namun masih selalu belum puas dan merasa kurang. Maka dari itu, sebaik-baik hidup adalah yang selalu bersyukur, dengan demikian seberapapun yang kita dapat kita akan selalu merasa cukup.

    ReplyDelete
  14. Terkait pertanyaan Sdri. Rina Susilowati perihal Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia? saya akan mencoba menyampaikan pemikiran saya yang bisa jadi berbeda dengan yang lain nantinya. Perbedaan adalah hal yang bisa dimaklumi dalam pergaulan. Hal ini wajar, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah bagaimana kita harus saling menghargai dan bertoleransi terhadap perbedaan-perbedaan tersebut. Dalam dunia filsafat, yang dapat membedakan manusia satu dengan yang lain adalah kemampuan olah pikirnya, seberapa dalam ia mampu mempersepsikan sesuatu. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki. Selain itu, yang menjadikan manusia beda adalah kemampuannya, kebijkasanaannya, kecerdasannya terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  15. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ini mencoba menanggapi pertanyaan yang mengenai bagaimana cara mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Manusia secara filsafat adalah sebagai pengada dan mengada. Pengada adalah karya manusia, sedangkan mengadakan adalah perkerjaan manusia, yaitu mengadakan yang mungkin ada dan menjadi ada. Kita akan mampu mengadakan dan menjadi pengada/penghasil karya jika kita memiliki pengetahuan. Secara filsafat pengetahuan/ilmu itu dapat diperoleh melalui berpikir dan berpikir itu dapat dilakukan melalui kegiatan tanya jawab. Sehingga cara untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada adalah melalui bertanya dan berpikir. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  16. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya juga ingin mencoba mengutarakan hasil pemikiran saya mengenai pertanyaan “Apa yang dimaksud Aku tidak sama dengan Aku, dan apa implikasinya bagi kehidupan?”. Di dalam kehidupan terjadi dua hal yaitu identitas dan kontradiksi. Identitas itu hanya terjadi di pikiran dan kontradiksi itu terjadi di bumi atau di pikiran. Sebagai contoh. 2=2 hanya terjadi di pikiran dan 2≠2 terjadi di kenyataan, karena bisa ada 2a dan 2b. Sama halnya dengan aku≠aku, karena ada di kenyataan dan terikat oleh ruang dan waktu dan karena sesungguhnya kamera Tuhan itu tiada putusnya sehingga aku yang saat ini pun akan berbeda dengan aku yang beberapa detik kemudian, belum selesai aku mendefinisikan diriku aku sudah berubah dari tadi menjadi sekarang, misalnya saat ini aku bersedih beberapa detik kemudian aku tersenyum. Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  17. Assalamualaikum, wr.wb.
    Berkaitan dengan pertnyaan no 14, menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan adalah sebuah mitos karena manusia tidak ada satupun yang tidak pernah berbohong, sebagai contohnya koruptor, pada awalnya para koruptor ini berjanji ini dan itu namun kenyataan di kemudian hari mereka berbohong kepada rakyat. Akan tetapi hal itu dapat diminimalkan jika kita berpikir dan beribadah. Jika kita berpikir dan beribadah maka kita akan menyadari mana perilaku yang sesuai dengan aturan/kuasa tuhan dan yang mana yang tidak sesuai. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari daftar pertanyaan dari kelas PM B ini ditanyakan bahwa apa hakikat dari hubungan wanita dan laki laki. Wanita merpukan tulang rusuk dari laki-laki. Allah menciptakan wanita unutk melengkapi separuh agama. Jadi kurang lengkap agama seorang laki laki jika belum memiliki wanita disisinya secara sah baik agam maupun negara.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 1 dari Markus Palobo:
    Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada? Sesuatu yang mungkin ada adalah suatu objek dari filsafat, namun ia masih berada diluar pikiran. Berbeda halnya dengan yang ada, karena yang ada sudah berada di dalam pikiran. Untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada, yaitu dengan menghadirkan sifat-sifat maupun atribut dari objek yang mungkin ada tadi sebagai bukti bahwa ia ada. Untuk menghadirkan bukti tersebut dapat dilakukan dengan cara berpikir dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dan wawasan

    ReplyDelete
  20. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pertanyaan poin kedua. Menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana. Pada diri seorang pemimpin melekat kuasa atau otoritas untuk menentukan kebijakan dan keputusan. Namun demikian, semua harus dijalankan atas dasar akal sehat dan kemaslahatan.

    ReplyDelete
  21. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Kemudian soal sikap bijaksana. Seorang pemimpin tidak boleh bertindak tanpa pertimbangan iman, akal sehat, dan kemaslahatan hidup orang banyak. Oleh karena itu, dalam mengemban amanah bukan soal cepat atau lambat, tapi tepat dan maslahat (dampak yang menyangkut hidup orang banyak).

    ReplyDelete
  22. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 4 dari Muhammad Munir: Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? Pada hakikatnya, manusia memiliki sifat tidak pernah puas tersebut. Jika menerima sesuatu, masih merasa kurang. Maka sudah menjadi tugas kita untuk bagaimana selalu mensyukuri atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena dengan bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat itu. Sampai ada teguran secara halus dari Allah “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yg engkau dustakan?” Di dalam firman-Nya, Allah mengingatkan kita untuk selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya, menanggapi pertanyaan nomor 18 dari Amelia: Apa hakikat Etik dan Estetika? Etik dan estetika adalah ontologi filsafat. Etik berarti benar dan salah, sedangkan estetika adalah baik dan buruk. Dalam kehidupan bermasyarakat maka etik dan estetika sangat perlu diperhatikan. Jika ada sesuatu yang memiliki sifat, sikap dan perbuatannya sesuai dengan etik (nilai-nilai) yang dianut oleh lingkungannya akan memberikan nilai estetika tersendiri bagi para pemerhatinya.

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan mb Ling-ling (Yulia Linguistika) tentang marah dari sudut pandang filsafat. Marah adalah salah satu bentuk ekpresi dari " rasa " , kita diberikan " alat " untuk mengekpresikan rasa yang kita miliki dan " alat " itu harus dipakai dengan proporsional atau pada tempatnya, karena kalau tidak dipakai dengan proporsional akan mubazir tidak bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain (yang kita marahi) .

    Kalau harus marah, marahlah yang proporsional & ikhlas
    Kalau harus sedih, sedihlah yang proporsional & ikhlas
    Kalau harus bahagia, bahagialah yang proporsional & ikhlas.

    Kalau ada orang yang berkata " terasa tidak kalau kamu dimarahi ? " . Kalau anda tidak merasa berarti orang tersebut tidak mengeluarkan / mengekpresikan marahnya dengan proporsional dan ikhlas.

    ReplyDelete
  25. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Hubungan antara hati dan pikiran dalam berfilsafat bagaikan pedal gas dan rem pada mobil. Kita boleh injak gas sedalam mungkin artinya kita bisa mencari ilmu sedalam-dalamnya. Namun ada saat kita harus menginjak pedal rem agar tidak celaka. Terkadang dalam perjalanan kita harus berhenti sejenak karena lampu merah. Apabila kita nekat menerobos lampu merah dwngan terus menginjak pedal gas akibatnya adalah kita mendapat sanksi atas pelanggaran lalu lintas. Namun apabila kita menginjak rem dan berhenti sejenak kita tidak mendapat sanksi karena patuh pada aturan lalu lintas. Dengan demikian ketika pikiran terus berkelana tiada akhir maka hati berfungsi sebagai pengontrol pikiran agar selalu berada di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  26. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Menanggapi pertanyaan Markus Palobo mengenai pertanyaan “Bagaimana Mengubah yang mungkin ada menjadi ada” yaitu dengan mencari. Bahasa filsafatnya mencari wahyu atau mencari ilmu. Mencari ilmu tidak hanya di dalam ruangan, namun dimanapun dan kapanpun itu. pun dengan melihat keadaan disekitas, sehingga yang tadinya mungkin ada menjadi ada dan mungkin dalam diri kita.
    Menganggapi pertanyaan Saifan Sidiq Abdullah:
    “Bagaimana menyikapi seorang Pemimpin yang tidak bijaksana?” maka karena penilaian manusia itu sejatinya plural maka bijaksananya orang yang satu dengan yang lain berbeda. Yang perlu di upayakan yaitu utamanya dari diri sendiri sendiri terlebih dahulu bagaimana sebenarnya kebijaksanaan itu ada pada diri kita, sehingga tahap berikutnya kita perlahan beralih obyek ke orang lain.

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati?
    1. Mulai dari hal-hal yang dirasa mudah untuk mengetahui kata hati. Misal menentukan dimana kita akan duduk.
    2. Pilih waktu-waktu pribadi. Pilih momen-momen yang tidak terlalu menyertakan orang lain atau yang tidak menyangkut kewajiban kita.
    3. Lakukan retrospeksi pada saat-saat tertentu. Saat-saat hening sejenak di antara kegiatan, atau pada penghujung hari, adalah waktu yang tepat untuk menoleh ke belakang.
    4. Tekunkan diri dalam mengasah kesadaran. Kepekaan mendengarkan hati dapat pula diasah melalui berbagai kegiatan seperti sembahyang, berdoa, bermeditasi, atau olah tubuh berkesadaran.
    5. Bila sudah memungkinkan, luangkan waktu lebih lama untuk berlatih mendengarkan dan mengikuti kata hati kita. Setiap kita merasa perlu menentukan langkah selanjutnya, tanyakan ke diri kita: apa yang kita rasakan, apa yang ingin kita lakukan saat ini. Dengarkan jawabannya. Dan (kalau terasa memungkinkan dan menyenangkan) ikuti jawaban tersebut.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  28. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apa hakikat Etik dan Estetika? Etika pada hakikatnya mengamati realitas moral secara kritis. Etika tidak memberikan ajaran melainkan memeriksa kebiasaan, nilai, norma, dan pandangan moral secara kritis. Etika mengacu kepada perbuatan dan tingkah laku manusia. Sedangkan estetika cabang filsafat yang berbicara tentang keindahan seperti keindahan jasmani dan keindahan rohani, keindahan alam dan keindahan seni. Etika dan estetika akan menentukan bagaimana sikap atau tingkah laku baik, buruk, indah seorang manusia. Maka dari itu filsafat tidak akan terpisah dari kehidupan manusia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  29. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana menyelaraskan antara Hati, Pikiran dan Tindakan? Mensinkronkan antara pikiran dan tindakan merupakan salah satu cara agar menghasilkan apa yang kita harapkan sehingga perasaan kita puas atau nyaman. Lalu bagaimana cara agar antara pikiran dan tindakan kita selaras dengan harapan kita. Tentunya perlu latihan, misalnya kita ingin menuju sesuatu, tentunya pikiran kita lah yang bekerja lalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan tindakan-tindakan kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 10, yaitu Bagaimana cara mengetahui Kata Hati atau Suara Hati. Menurut pendapat saya, jika seseorang telah melakukan suatu tindakan tertentu dan ia merasa lega, bahagia, berarti apa yang dikerjakan bisa jadi sudah benar, akan tetapi sebaliknya, jika setelah melakukan suatu pekerjaan atau tindakan tertentu kita merasa tidak tenang, bingung, dsb. Maka bisa jadi yang dikerjakan salah atau kurang tepat. Jika perasaan itu muncul sebelum melakukan tindakan, maka lebih baik tindakan yang akan dilakukan ditunda terlebih dahulu. Akan tetapi jika suara hati mengatakan bahwa perilaku tersebut baik, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan. Berdasarkan aspek spiritual, hati memang bisa berbicara, memberikan peringatan, persetujuan, atau kata lainnya sebagai penimbang segala kegiatan atau pekerjaan yang akan dilakukan agar kelak tidak menimbulkan keburukan atau efek negatif kepada diri sendiri. Sehingga semua tindakan dan perilaku yang didasarkan oleh pertimbangan dari hati nurani akan memberikan suatu manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun tetap dalam ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT agar apa yang dilakukan dapat memberikan barokah bagi dirinya dan orang lain.

    ReplyDelete
  31. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan pertama oleh saudara Markus Palobo tentang bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada, menurut saya adalah dengan mencari tau, mencoba, mengalami, melakukan, merealisasikan yang sebelumnya hanya ada di luar pikiran kita. Misalnya yaitu meliputi hal-hal yang belum kita ketahui atau hal-hal yang belum di alami. Mengubah yang mungkin ada menjadi ada tidak pernah bisa benar-benar dilakukan untuk segala hal, sebab manusia memiliki keterbatasan. Namun, tidak mustahil untuk mengadakan yang mungkin ada tergantung usaha kita terhadap apa yang mungkin ada itu yang ingin kita adakan.

    ReplyDelete
  32. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan dari Aminullah tentang apa solusinya mengatasi pikiran dan kenyataan yang tidak sejalan. Berdasarkan apa yang saya peroleh ketika mengikuti perkuliahan prof, beliau pernah menjawab pertanyaan serupa. Beliau menyebutkan ada tiga kunci utama sebagai solusi mengatasi pikiran dan kenyataan yang tidak sejalan, pertama jalani apa yang kamu pikirkan, kedua pikirkan apa yang kamu kerjakan, dan yang terakhir doakan keduanya. Pada dasarnya, pikiran (idealitas) dan kenyataan (realitas) memang tidak selalu sejalan, namun dibalik semua itu ada rencana Allah SWT yang tidak kita ketahui, maka sebaik-baiknya usaha kita sebagai hambanya untuk mengahadapi keadaan tersebut adalah mengerjakan yang pikirkan, memikirkan yang dikerjakan dan terakhir keduanya dilingkupi dan diikuti dengan doa.

    ReplyDelete
  33. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana mengubah yang mungkin ada menjadi ada?

    Menurut saya, untuk mengubah yang mungkin ada menjadi ada adalah dengan memikirkan yang mungkin ada. Segala yang mungkin ada tersebut menjadi ada di pikiran kita. Seperti tes jawab singkat yang sering Prof. Marsigit berikan, tes itu berfungsi untuk mengadakan hal yang mungkin ada. Hal yang mungkin ada tersebut adalah istilah-istilah dalam filsafat yang belum diketahui mahasiswa.

    ReplyDelete
  34. Secara filsafat, apakah yang dimaksud dengan hakikat Pengambilan Keputusan?

    Menurut saya, pengambilan keputusan adalah menentuan pilihan. Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Kita sering tidak sadar bahwa apa yang telah dialami adalah rentetan hasil keputusan yang kita ambil. Hidup adalah sebuah pilihan yang terangkai terus menerus. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Namun, tidak perlu khawatir, kita tidak perlu risau dengan masa depan kita, yang terpenting adalah selalu berusaha untuk mendapat yang terbaik, karena Allah tidak akan mengubah nasib makhluknya jika dia tidak berusaha.

    ReplyDelete
  35. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan oleh Tesi Kumalasari tentang hakikat ketakhinggaan dan keterbatasaan, menurut saya konsep utama dan pokok pikiran dari keduanya adalah tentang representasi dari ketidakmampuan, yaitu ketidakmampuan dalam menyebutkan, menjelaskan, memikirkan, membayangkan dan lain sebagainya. Ketakhinggaan dan keterbatasan keduanya sebenarnya memiliki dimensi mereka sendiri, namun keduanya bisa dipandang sama dengan sudut pandang kekuasaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  36. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sesuatu yang mungkin ada akan menjadi ada jika sesuatu tersebut diberitahukan oleh orang lain maupun diberitahuan oleh informasi yang menjadikan sesuatu itu menjadi ada. Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari sesuatu yang mungkin ada. Jadi sesuatu yang ada awal mulanya sesuatu yang mungkin ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  37. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    peertanyaan yang mungkin dialami oleh sebagian besar masyarakat "Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?".
    menanggapi pertanyaan tersebut, menurut saya itu jawabannya mudah, namun sulit untuk dijalankan. agar kita merasa puas dengan apa yang kita miliki, kita harus bisa menerima dan mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kita, jangan kita selalu melihat ke atas, tapi cobalah lihat lah kebawah, masih banyak orang yang tidak seberuntung kita, masih banyak orang yang kekurangan namun mereka mensyukurinya. belajarlah dari sana, larena jika kita selalu melihat yang ada diatas kita, kita tidak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  38. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan tentang bagaimana cara menyelaraskan antara hati, pikiran dan tindakan. menurut saya tindakan dilakukan berdasarkan dengan pikiran kita, apa yang kita pikirkan itulah yang akan kita lakukan, namun tindakan juga harus dikendalikan oleh hati nurani. hati nurani bertugas untuk menyaring kita dalam bertindak, tidak semua yang kita pikirkan baik dan boleh dilakukan, nhati menjaga agar pikiran-pikiran negatif tersebut tidak sampai pada tindakan.

    ReplyDelete
  39. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan kenapa manusia sellau tidak puas akan hal yang sudah dimiliki. Manusia itu diciptakan dengan hawa nafsunya. Jika manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu maka segala yang sudah dimiliki akan tetap kurang. Salah satu cara agar hawa nafsu terkontrol hendaknya selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki. Jangan selalu melihat keatas, tapi tengik juga apa yang ada di bawah.

    ReplyDelete
  40. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  41. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menanggapi pertanyaan nomor 2, yitu:
    Bagaimana menyikapi seorang pemimpin yang tidak bijaksana?

    Menurut saya menjadi pemimpin adalah suatu amanah. Bijaksana menurut seseorang belum tentu bijaksana menurut orang yang lain. Namun pada pertanyaan ini saya artikan bijaksana sebagai memihak kepada rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Ketika pemimpin tidak bijaksana, sebisa mungkin kita mengingatkannya dan kita tetap melakukan yang terbaik, bukan malah ikut-ikutan bertindak tidak bijaksana.

    ReplyDelete
  42. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kenapa kita selalu tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada? tanggapan saya mengenai pertanyaan tersebut adalah sudah kodratnya manusia untuk selalu merasa tidak puas. Tidak puas bisa berdampak positif, seperti memberikan semangat untuk terus berikhtiar. Namun, tidak puas yang berlebihan akan mengakibatkan dampak yang negatif. Tidak puas yang berlebihan bisa terjadi karena manusia lupa untuk bersyukur. Padahal, anugerah yang telah diberikan Allah tak terhingga banyaknya. Oleh karena itu, sebagai manusia seharusnya selalu mengingat apa yang telah diberikan Allah, yang boleh jadi tidak semua orang memperolehnya, agar selalu bersyukur

    ReplyDelete
  43. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Apakah hakikat perbedaan diantara Manusia?"
    Setiap manusia memiliki perbedaan. Lah, diriku hari ini dan diriku besok saja sudah berbeda kok. Tiap detik kan kita berubah. Namun, manusia pun ada persamaannya. Sama-sama punya rambut, tapi yang satu panjang yang satu pendek. Sama-sama punya kaki, tapi yang satu mulus yang satu berbulu. Sama-sama punya kulit, tapi yang satu hitam yang satu putih. Sama-sama punya pemikiran, tetapi isi pemikirannya berbeda-beda. Dalam hidup itu, kita berinteraksi antara sama dan beda. Pperbedaan dan persamaan itu perlu disadari, supaya ada keseimbangan.

    ReplyDelete
  44. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan dari Muhammad Munir mengenai “kenapa kita tidak puas, padahal apa yang kita miliki sudah ada?”
    Sebelum saya menjawab, saya ingin sedikit mengoreksi pertanyaannya. Mungkin yang diinginkan oleh sdr Muhammad Munir adalah “kenapa kita tidak puas, padahal apa yang kita inginkan sudah ada/sudah kita miliki?”
    Sebenar-benar keinginan manusia adalah tidak terbatas. Meskipun sudah punya, manusia tetap akan merasa kurang dan ingin menambahnya lagi. Buktinya, bila kita melihat para koruptor, mereka sebenarnya bukanlah orang yang miskin. Mereka adalah orang-orang yang kaya. Namun karena tidak diimbangi dengan rasa syukur, maka ia selalu merasa kurang dan berusaha untu terus menambah sampai menghalalkan segala cara. Dengan demikian, konsep bersyukur menjadi sangat penting. saya jadi teringat pada sebuah kata-kata bijak yang mengatakan “janganlah kamu menunggu bahagia baru kemudian bersyukur, tapi bersyukurlah maka kamu akan bahagia”

    ReplyDelete