Oct 23, 2014

KOMPONEN PEMBELAJARAN INOVATIF




Hasil Diskusi/Brainstorming Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Internasional 2012
pada Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Kamis, 23 Oktober 2014, pk 15.30 di R. D07.310, FMIPA UNY

Dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif

Ciri-ciri Pembelajaran Tradisional:
1. Mengandalkan Metode Ceramah/Expository
2. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar
3. Paradigma pembelajaran sesuai dengan misal Behaviorisme
4. Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst
5. Hanya mengandalkan media Papan Tulis dan Kapur/spidol
6. Menerapkan psikologi belajar: Transfer of Learning dan S-R
7. Matematika bersifat Formal/aksiomatis/matematika murni
8. Kurikulum sebagai Instrument

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif:
1. Student Center
2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar)
3. Variasi Metode Pembelajaran
4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual
5. Construktivisme
6. Matematika Sekolah
7. Realistik
8. Bruner, Piaget, Vigotsky
9. Kurikulum Interaktif
10. Guru sebagai Fasilitator
11. Education is for all
12. Skema pembelajaran fleksibel

Komponen Pembelajaran Inovatif:
1. RPP mempersiapkan pembelajaran inovatif
2. LKS mempersiapkan /memfasilitasi kegiatan belajar Kelompok dan Individu
3. Appersepsi (persiapan siswa, bukan guru oriented, tidak cukup hanya guru berceramah/memberitahu/mengingatkan, dst; tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan (kecil) langsung.
4. Diskusi Kelompok (baik bentuk maupun substansinya)
5. Variasi Metode
6. Variasi Media
7. Variasi Interaksi
8. Skema Pencapaian Kompetensi Siswa/Outcome (Skema Kognisi/Rantai Kognitif: Uraian Materi)
9. Refleksi Siswa (hasil kegiatan diskusi kelompok)
10. Kesimpulan OLEH SISWA

11. Authentic Assesment









224 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari penjelasan di atas kita mendapat gambaran untuk menilai pembelajaran yang kita lakukan. Seperti apakah kita telah menjadi kan Student Center dalam pembelajaran atau belum, sudah adakah variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar) yang kita terapkan, sudah dilakukankah variasi metode pembelajaran dalam pelaksanaannya, adakah variasi interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual dalam pembelajaran yang kita lakukan, adanya Construktivisme dalam belajar, sudahkah cara mengajar kita menganut belajar Matematika Sekolah, materi Realistik apa yang telah kita ajarkan, sudahkan kita menjalankan teori Bruner, Piaget, Vigotsky dalam pembelajaran, Kurikulum Interaktif, sudahkan menjadi guru sebagai fasilitator, Education is for all, dan Skema pembelajaran fleksibel. Dari hal tersebut semoga kita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang kita lakukan lagi.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pembelajaran inovatif menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran ini identic dengan teori kontruktivis dimana siswa dapat mengkonstruk pengetahuannnya sehingga siswa mampu mengalami pembelajaran bermakna. Dalam pembelajaran ini, guru harus mampu menyediakan media pembelajaran dan memberikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran. Peran guru disini cenderung sebagai fasilitator yang berguna untuk membimbing siswa dalam proses pembelajaran, dimana siswa tidak bergantung pada guru dalam membangun pengetahuan yang akan dipelajarinya.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pembelajaran inovatif lebih menuntut siswa untuk mengkontruksi pemikirannya sendiri serta mengajak siswa aktif dalam pembelajaran. Sehingga, kita sebagai pendidik harus berusaha mengubah pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif, tentunya yang sesuai dengan karakteristik siswa. Untuk mendapatkan pembelajaran yang baik,efektif dan efisien harus bisa membuat proses belajar dan mengajar yang lancar. Serta menerapkan komponen dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang dirancang oleh guru dengan menerapkan beberapa metode dan teknik dalam setiap pertemuan. Untuk bisa melakukan pembelajaran yang inovatif guru dituntut mempunyai wawasan yang luas dalam hal metode pembelajaran. Komponen pembelajaran inovatif dalam postingan ini bisa dijadikan acuan seorang calon guru bahkan yang sudah mengajar. Sehingga akan mudah bagi guru dalam mentransfer ilmunya kepada peserta didik dengan banyak inovasi pembelajaran yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  5. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran tradisional atau yang sering disebut dengan metode ceramah merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru dimana dalam pembelajaran ini siswa dirasa kurang aktif dalam pembelajaran karena guru lah yang menguasai pembelajaran. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana guru sebagai fasilitator dan siswa aktif dalam pembelajaran. Kedua pembelajaran tersebut sebenarnya baik, dan dapat diterapkan tergantung kebutuhan siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Elli Susilawati
    16709251073
    Pps_matD 2016

    Semoga kami selalu bersemangat mnerapkan sistem pembelajaran yang inovatif. Mencetak generasi bangsa yang kreatif mandiri mampu berpikir kritis, mampu besaing dengan bangsa asing. Tantangan bagi pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif,karena metode tradisional sudah amat melekat pada dunia pendidikan di Indonesia saat ini, inilah PR bagi kita semua.

    ReplyDelete
  7. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif diperlukan dalam mengahadapi zaman seperti sekarang ini. Seperti yang tercantum dalam kurikulum 2013, bahwa diharapkan guru dapat menciptakan suatu pembelajaran yang inovatif. Melalui peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, diharapkan bisa menciptakan generasi bangsa yang kritis dan kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia Internasional, membawa nama bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  8. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang baru yang diciptakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
    teori yang mendasari pembelajaran inovatif adalah
    Teori kognitif :Lebih mengandalkan pikiran dan konsep dasar yang dimiliki siswa .
    Teori Humanistik :Proses belajar terjadi karena komunikasi personal
    Teori Gestalt : Unsur-unsur yang terlibat dalam proses belajar tidak terpisahkan tetapi merupakan totalitas dalam membentuk medan belajar.

    ReplyDelete
  9. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Peruabahan paradigma pendidikan
    paradigma pendidikan Lama = Proses menyampaikan materi pembelajaran atau memberikan stimulus sebanyak-banyaknya kepada siswa
    paradigma pendidikan Baru = Proses mengatur lingkungan agar siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya

    proses pembentukan pembelajaran yang inovatif dapat berdasarkan paradigma pendidikan baru

    ReplyDelete
  10. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. ini baik bagi siswa karena ketika siswa dapat mengkosntruk pengetahuannya sendiri bisa terlihat seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Pembelajaran dikatakan sukses ketika pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  11. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pembelajaranan tradisional (konsep lama) sangat menekankan pentingnya penguasaan bahan pelajaran. Pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran dimana secara umum, pusat pembelajaran berada pada guru, dan menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar. Jadi, disini guru berperan sebagai orang yang serba bisa dan sebagai sumber belajar. Pembelajaran tradisional ini dekenal dengan pembelajaran behavioristik.
    Sistem pembelajaran tradisional memiliki ciri bahwa pengelolaan pembelajaran ditentukan oleh guru. Peran siswa hanya melakukan aktifitas sesuai dengan petunjuk guru. Model tradisional ini lebih menitik beratkan upaya atau proses menghabiskan materi pelajaran, sehingga model tradisional lebih berorientasi pada teks materi pelajaran. Guru cenderung menyampaikan materi saja, masalah pemahaman atau kualitas penerimaan materi siswa kurang mendapatkan perhatian secara serius.
    Sedangkan pembelajaran inovatif adalah salah satu hasil dari pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang mengubah konsepsi dan cara berpikir belajar manusia. Semakin meningkatnya perkembangan teknologi dan informasi tersebut mengakibatkan teori pembelajaran behavioristik dipandang kurang cocok lagi untuk dikembangkan bagi anak didik di sekolah. Oleh karena itu, munculah sebuah teori pembelajaran konstruktivisme, dimana siswa diberi kebebasan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri namun tetap didampingi oleh guru, guru sebagai fasilitator dan pembelajaran yang dilakukan yaitu student center, ini sangat baik untuk perkembangan dan peningkatan kemampuan berfikir siswa.

    ReplyDelete
  12. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    pada komponen pembelajaran yang menarik bagi saya adalah pemberian appresepsi, saya rasa itu hal yang sangat penting dilakukan sebelum masuk belajar materi, siswa dipancing untuk mengingat pembelejaran sebelumnya dan membangkitkan kembali prior knowledge yang dimilikinya, sehingga saat pembelajaran berlangsung siswa siap dapat mengikuti materi yang diajarkan

    ReplyDelete
  13. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    pembelajaran yang inovatif harapannya agar siswa nyaman dan semangat dalam belajar. itulah yang harus diusahakan guru dari setiap pembelajarannya agar meunjang pendidikan yang semakin meningkat. karena keberhasilan siswa adalah keberhasilan guru juga yang membuat pendidikan semakin maju dengan perkembangan jamannya

    ReplyDelete
  14. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran yang baik adalah ketika siswa yang aktif, karena siswa yang akan memeroleh pengetahuan atau wawasan baru. Sehingga alangkah lebih baik jika dalam proses pembelajaran terdapat kegiatan-kegiatan yang mengharuskan siswa untuk aktif sehingga memeroleh pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dari hasil diskusi diatas, saya sangat setuju jika pembelajaran tradisional atau konvensional hanya berjalan satu arah yaitu guru sebagai satu-satunya sumber belajar siswa. Siswa mempunyai keterbatasan ruang dalam menyampaikan gagasan atau ide mengenai suatu pembelajaran dan siswa tidak mengerti makna dari pembelajaran tersebut. Sedangkan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang sangat disarankan dalam kurikulum 2013 dikarenakan pembelajaran inovatif guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan lebih mengutamakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Media dan metode yang dikembangkan oleh gurupun sangat bervariasi. Dan jika pembelajaran inovatif ini diterapkan di semua sekolah maka kualitas pendidikan di Indonesia semakin membaik dan dapat bersaing di dunia.

    ReplyDelete
  16. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemaparan tulisan di atas, dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang tradisional sudah tidak relevan di era sekarang. Siswa yang dihadapi guru saat ini adalah siswa-siswa yang cerdas karena di era sekarang siswa mampu mengakses segala informasi yang mereka butuhkan dan memiliki keterampilan dalam hal teknologi. Mereka memiliki informasi yang cukup sebelum mereka melakukan aktivitas belajar di sekolah. Oleh karena itu, pembelajaran inovatif yang bercirikan seperti tersebut dalam artikel “Komponen Pembelajaran Inovatif” perlu dilaksanakan dan dikembangkan. Dengan demikian siswa yang memiliki bekal pengetahuan yang bermacam-macam dapat difasilitasi oleh guru dengan berbagai komponen pembelajaran inovatif untuk mengkonstruk pengetahuan yang mereka butuhkan.

    ReplyDelete
  17. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014.

    Pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru rupanya membuat siswa merasa tidak dilibatkan dalam pembelajaran. Dengan kurikulum 2013 dan tuntutan zaman yang semakin berkembang merubah metode pembelajaran di kelas menjadi student centered, karena siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis dan mandiri

    ReplyDelete
  18. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Mereka dapat belajar dengan mandiri, dan menemukan pengetahuannya sendiri. Siswa juga dapat merasakan berbagai macam pembelajaran inovatif yang difasilitasi oleh guru. Maka dari itu, guru sebagai fasilitator sebaiknya menyusun pembelajaran dengan baik dan sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran inovatif serta komponen pembelajaran inovatif

    ReplyDelete
  19. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang disampaikan Prof Marsigit diatas, ciri pembelajaran inovatif diantaranya adalah student centered dan education for all. Intinya adalah siswa yang aktif belajar dan melakukan pembelajaran secara mandiri. Sedangkan education for all yaitu saat semua siswa dilibatkan dalam pembelajaran, seperti misalnya secara bersamaan menyimpulkan hasil pembelajaran di suatu kelas. Kedua hal Iini sangat berhubungan, karena saat semua siswa aktif, pembelajaran yang bersifat student centered akan tercapai pula

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif yaitu pembelajarannya berpusat pada siswa, media, metode, interaksi sangat bervariasi, harus bersifat konstruktivisme dan realistik, dll. Cara menciptakan pembelajaran inovatif yaitu hal-hal yang terkandung dalam pembelajarannya juga harus inovatif, misalnya guru harus membuat perangkat pembelajaran seperti RPP, LKS, dll yang inovatif, media, metode, interaksi yang digunakan juga haruslah inovatif, tidak monoton hanya itu-itu saja, siswa harus aktif mengkonstruk pengetahuannya sendiri, tidak menerima transfer ilmu dari gurunya.

    ReplyDelete
  21. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Secara pragmatis, teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar (Syah, 1995). Bruner (dalam Gredler, 1991) berpendapat perlunya teori belajar yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas.Berdasarkan suatu teori belajar, suatu pembelajaran diharapkan dapat lebih meningkatkan perolehan peserta didik sebagai hasil belajar (Trianto, 2007). Teori belajar juga dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang terkait dengan peristiwa belajar. Di antara sekian banyak teori belajar itu antara lain teori belajar behaviorisme.
    Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif.
    Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus- respons ini akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat

    ReplyDelete
  22. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:
    1. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
    2. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya mampu membina pengetahuan mereka secara mandiri.
    3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling memengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
    4. Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
    5. Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
    6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.

    ReplyDelete
  23. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan pembelajaran inovatif poin realistik. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik dapat membuat pelajaran matematika menjadi dapat dibayangkan. siswa menjadi lebih paham akan suatu materi dan siswa tersebut tentunya akan lebih termotivasi dalam belajar karena konteks pembelajaran yang dipelajari dapat dibayangkan siswa.sehingga pembelajaranpun menjadi inovatif.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Inovatif memiliki makna terbaru. Sehingga pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang terkini. Artinya, pembelajaran yang disebut inovatif pada saat tulisan ini dibuat, bukanlah lagi pembelajaran inovatif saat ini. Sehingga pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang sesuai dengan ruang dan waktu. Untuk saat ini, pembelajaran inovatif formal adalah pembelajaran kurikulum 2013 yang telah direvisi. Sedangkan pembelajaran inovatif informal adalah pembelajaran inovatif yang dilaksanakan oleh guru, berangkat dari teori-teori yang sudah ada menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masing-masing siswa nya sehingga tercipta pembelajaran yang optimal serta memberikan hasil yang optimal pula.

    ReplyDelete
  25. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dengan pembelajaran inovatif siswa tidak sekedar menerima informasi tetapi juga mengolahnya melalui membahas informasi dengan siswa lain dan juga mengajukan pertanyaan tentang hal yang dibahas. Selain itu, dengan pembelajaran inovatif siswa perlu mengaitkan antara apa yang diajarkan dengan apa yang telah diketahui dengan cara berpikir, sehingga hal tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dunia pendidikan mengalami perjalanan dan perkembangan yang dinamis, satu metode berawal dari metode yang lain. Sejatinya satu dengan yang lain adalah sebuah perkembangan. Pembelajaran tradisional tatkala itu sesuai dengan ruang dan waktu, namun perkembangan yang ada pada ruang dan waktu kini lebih menuntut siswa lebih aktif mengambil sendiri ilmu, dan guru sebagai fasilitator. Tuntutan mandiri yang memacu kemandirian ekonomi global membawa dampak tuntutan mandiri mekanisme pendidikan peserta didik.

    ReplyDelete
  27. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kegiatan belajar dan mengajar perlu diingat bahwa semua substansi saling terkait dan saling mendukung. Kita tidak dapat hanya mengandalkan satu bagian saja. Pembelajaran inovatif dimulai dari perubahan paradigma berpikir dari behaviorism ke construktivisme. Untuk memulai inovasi, pola pikir tersebut harus dirubah dulu. Banyak temuan-temuan di sekolah dimana belum terlaksananya pembelajaran inovatif terkadang karena paradigma berpikir guru, siswa dan orang tua murid yang masih sama.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman sekelas berkesempatan untuk mengikuti kuliah dengan dosen tamu yaitu Bapak Asst. Prof. Dr. Maitree Inprasitha. Saat itu beliau mengenalkan kepada kami inovasi dalam pembelajaran matematika yaitu open approach. Beliau merintis Open Approach yang merupakan temuannya dari pembelajaran matematika di Jepang. Selain itu juga ada lesson study sebagai inovasi pembelajaran matematika. Beliau mengkombinasikan Open Approach dan Lesson Study. Dalam Lesson Study guru-guru bekerja sama untuk menyusun masalah yang Open Ended sebagai starting point dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  29. Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif, masing-masing mereka mempunyai permasalahannya sendiri sesuai ruang dan waktunya. Seorang guru harus memiliki kesadaran, niat dan motivasi, alasan, pemahaman, usaha dengan mencoba, berlatih agar terbiasa dengan perubahan, dan melakukan refleksi diri dalam melakukan perubahan. Karena dalam prakteknya di lapangan bukanlah perkara yang mudah dalam mengimplementasikannya. Berbagai kendala dihadapi para guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif, misalnya karena kurangnya pengetahuan guru tentang pembelajaran inovatif, waktu pembelajaran di kelas yang dirasa kurang. Yang paling utama adalah adanya kemauan untuk melakukan pembelajaran yang inovatif. Namun berbagai penelitian mengemukakan bahwa pembelajaran inovatif sangat baik bagi siswa untuk mengkosntruk pengalaman belajarnya. Dengan kemauan dan usaha yang kuat untuk melakukan pembelajaran inovatif maka pembelajaran berkualitas akan dapat diwujudkan.

    ReplyDelete
  30. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan menggunakan komponen – komponen di atas ketika sedang memberikan pembelajaran matematika kepada siswa, itu dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan apa yang dimiliki siswa. Bukan hanhya secara kognitif, tetapi juga afektif. Dengan memberikan kegiatan diskusi kelompok, siswa akan mengembangkan kemampuan bekerja sama. Kemudian ketika pada kegiatan mengomunikasikan, siswa dapat mengembangkan kemamuan berkomunikasi matematis.

    ReplyDelete
  31. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perencanaan pembelajaran inovatif mengacu pada komponen pembelajaran inovatif, yaitu yang terlihat adalah adanya variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media. Pembelajaran dapat menggunakan berbagai macam metode yang pas dengan materi dan karakteristik siswa, juga dapat memadupadankan media yang sesuai dan mendukung metode yang dipilih sehingga terjadi pembelajaran yang inovatif

    ReplyDelete
  32. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    RPP dibuat seinovatif mungkin sebagai acuan guru untuk melakukan proses pembelajaran dan LKS digunakan untuk memfasilitasi kegiatan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri, LKS ini sangat penting dalam memancing pemahaman siswa,sehingga awal pelajaran harus diberikan apresepsi yang berkaitan dengan kegiatan dalam LKS sehingga siswa dapat menyelesaikan LKS nya.

    ReplyDelete
  33. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Perkembangan tekhnologi dan informasi membuat orang dan mengakses dan mendapatkan informasi dengan cepat dan semua ada di internet, pembelajaran yang tardisional dengan guru yang ceramah mengenai isi textbook kurang efektif untuk saat ini, karena siswa dapat membaca buku bahkan terkadang siswa membaca lebih dari buku yang ada di sekolah, karena semua ada di internet, dari hal itu maka perlu adanya pelatihan pengembangan kemampuan analisis siswa dan kemampuan kontruktivistik, karna yang hendak dicapai dalam tujuan pembelajaran bukan siswa mengahafal rumus tetapi siswa memahami rumus dengan mengkonstruk dan menemukan konsep nya sendiri.

    ReplyDelete
  34. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Refleksi siswa dan membentuk kesimpulan oleh siswa ini penting untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, siswa dapat dengan yakin mempresentasikan hasil diskusi dengan kelompoknya membuat guru dapat mengetahui perkembangan pemikiran siswa yang telah dikaitkan dengan prior knowledge yang siswa miliki.

    ReplyDelete
  35. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Terimakasih atas ringkasan padat mengenai pembelajaran yang inovatif ini. Menurut saya pembelajaran yang inovatif tidak hanya mengandalkan/mengharapkan siswa menjadi aktif. tetapi juga untuk membuat guru menjadi lebih kreatif dan menciptakan suasana yang lebih baik pada saat mengajar.

    ReplyDelete
  36. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran inovatif memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplore pengetahuannya, sehingga dalam pelaksanaannya, guru diharapkan menjadi fasilitator dalam kegiatan 5M, agar guru dapat mengarahkan pekerjaan siswa sesuai dengan tujuan yang telah dibuat, sehingga kesimpulan yang telah dibuat oleh siswa sesuai dengan kesimpulan yang telah dibuat guru pada RPP.

    ReplyDelete
  37. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Pembelajaran inofatif menuntut kreatifitas dan persiapan guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Di sini selain meningkatkan kualitas siswa tentunya akan meningkatkan kualitas guru jg apabila dilaksanakan dengan baik. Pembelajaran inovatif menjadikan siswa mampu mengembangkan diri mereka tanpa harus takut dan ragu-ragu.

    ReplyDelete
  38. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Semua orang mendambakan kesuksesan dalam pembelajaran. Kesuksesan itu dilihat dari kesiapan seorang guru sebelum mengajar. Bagaimana guru membelajarkan siswanya dengan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan kelas. Sehingga tercipta suasana kelas yang aktif, kreatif, inovatif dan kondusif. Beberapa ciri di atas, yang sangat perlu diketahui bahwa pembelajaran yang menekankan pada penemuan konsep oleh siswa merupakan salah satu ciri dati pembelajaran inovatif atau student center.

    ReplyDelete
  39. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih kepada Prof. Marsigit yang sudah bersedia membimbing saya dalam microteaching. Saya salah satu mahasiswa bapak yang beruntung untuk mendapat pengalaman belajar menjadi pendidik yang menerapkan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif yang saya dapat ambil kesimpulannya adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dengan menggunakan LKS yang disiapkan sendiri oleh guru yang memfasilitasi siswa untuk menemukan sendiri pengetahuannya, dengan peran guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  40. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena melalui tulisan ini saya bisa lebih mengerti pembelajaran yang baik, serat saya dapat memperbaiki pembelajaran yang saya lakukan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  41. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Kurikulum 13 dirancang untuk menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yang dilakukan menuntut guru untuk dapat merancang pembelajaran yang memfasilitasi siswa agar lebih aktif dalam mencari tau. Hal itu menjadi tantangan untuk pendidik dan calon pendidik. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang luas tentang pembelajaran yang inovatif dan terbaru agar dapat membuat pembelajaran yang inovatif dan aktif.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  42. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam tulian tersebut saya menekankan pada poin pembelajaran tidak hanya sebagai transfer ilmu, dalam artian pembelajaran adalah proses dimana guru harus mempu memfasilitasi siswa agar dapat mengkontruksi pengetahuannya masing-masing. Siswa harus mampu aktif mencari tau dan mengasosiasi pengetahuan baru yang ia dapat dalam aktifitas pembelajaran.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  43. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selama ini, Pembelajaran di yang diterapkan di Indonesia masih bersifat tradisional. Artinya pembelajaran di Indonesia yang selama ini kita ketahui masih berpusat pada guru. Hal ini tentunya akan membatasi kreatifitas, kemandirian, dan kepercayaan diri siswa. Pembelajaran secara tradisional/konvensional juga hanya menitik beratkan pada transfor of learning. Dimana siswa hanya menerima ilmu persis dengan apa yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  44. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan dimulainya penggunaan Kurikulum 2013 di Indonesia, pemerintah berusaha mengubah Pembelajaran di Indonesia, yang tadinya bersifat konvensional diubah menjadi bersifat inovatif. Pembelajaran inovatif menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga siswa disini menjadi subjek, bukan lagi objek. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  45. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penggunaan komponen dalam pembelajaran inovatif pun beda dengan saat menggunakan pembelajaran tradisional. Salah satunya yaitu kesimpulan yang disini oleh Pak Marsigit ditekankan bahwa kesimpulan merupakan dari siswa, bukan dari guru. Hal ini tentu dimaksudkan agar Siswa paham betul dengan apa yang sedang dipelajari hari itu dan guru dapat mengukur pemahaman siswa melalui kesimpulan tersebut sehingga guru tinggal menambahkan apa yang kurang.

    ReplyDelete
  46. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari perkuliahan etnomatematika yang saya ikuti pada semester ini, Bapak Marsigit menjelaskan pada mahasiswa tentang pentingnya pembelajaran inovatif. Pembelajaran pada zaman dahulu yang bersifat ekspositori adalah mentransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki guru kepada siswa, dengan seperti itu siswa hanya menerima begitu saja dan tidak dapat mengembangkannya di kemudian hari, bahkan bisa jadi tidak menerima ilmu tersebut sama sekali karena tidak tertarik. Sedangkan pembelajaran dari guru hanya sedikit yang disampaikan tetapi diterima oleh siswa dan dapat dikembangkan oleh siswa di kemudian hari, ibarat guru hanya menanam benih, dan siswa yang akan menumbuhkan benih tersebut menjadi pohon, itulah yang disebut pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  47. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran tradisional tidak lagi relevan untuk dilakukan di masa sekarang ini yang telah semakin maju dan akan terus semakin maju. Sangat penting untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif agar siswa dapat berkembang dan dapat terus eksis mengikuti perkembangan zaman. Ketika zaman terus maju, siswa tetap dapat mengikuti perkembangan zaman, karena mereka telah terbiasa untuk terus mengembangkan dirinya, itulah manfaat menerapkan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  48. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran inovatif siswa sebagai pusat pembelajaran sedangkan guru hanya sebagai fasilitator bukan sumber belajar oleh karena itu guru harus menyiapkan komponen-komponen pembelajaran inovatif seperti yang disebutkan di atas sehingga siswa dapat membangun konsepnya sendiri yang mana akan selalu melekat dalam benak siswa.

    ReplyDelete
  49. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. sesuai dengan perkembangan jaman, maka pendidikan sekarang diharapkan selalu mengedepankan pendidika yang inovatif. Dengan pendidikan yang inovatif diharapkan siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dan kreatifitasnya dengan maksimal. Komponen-komponen pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan agar pendidikan berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan dapat membantu siswa untuk mencapai hasil yang optimal.

    ReplyDelete
  50. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidik profesional akan mampu membawa pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya pembelajaran yang inovatif tersebut, pembelajaran akan lebih bermakna dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  51. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran inovatif, pembelajaran berpusat pada siswa sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Sehingga siswa secara aktif melakukan kegiatan pembelajaran. Variasi media pembelajaran, metode pembelajaran, dan interaksi (baik klasikal, kelompok maupun individual) lebih ditekankan dalam pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  52. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada pembelajaran inovatif, siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman belajar. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. Pembelajaran inovatif ini menjadi sebuah tantangan bagi guru, karena diperlukan persiapan yang matang sebelum proses pembelajaran di kelas, baik persiapan media maupun metode pembelajaran yang akan diterapkan.

    ReplyDelete
  53. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran di Indonesia sekarang ini umumnya masih menggunakan pembelajaran secara tradisional. Masih sedikit sekali sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran secara inovatif. Bahkan dalam satu sekolahpun ada berbagai macam metode guru dalam pembelajarannya. Ada yang sudah inovatif, namun masih banyak yang tradisional.

    ReplyDelete
  54. snan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam suatu pembelajaran tradisional peran guru sebagai satu-satunya sumber belajar masih sangat dominan. Hal ini dibuktikan dengan cara pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah. Dalam pembelajaran ini siswa hanya dituntut untuk memperhatikan apa yang disampaikan gurunya.

    ReplyDelete
  55. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika diterapkannya pembelajaran yang masih tradisional, potensi-potensi siswa yang ada akan sulit untuk diketahui dan ditingkatkan. Karena proses dalam penyelesaian suatu masalah masih bergantung pada penyelesaian yang disampaikan guru, bukan berdasar analisis siwa dan cara siswa menyelesaikan sendiri.

    ReplyDelete
  56. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia salah satunya dengan memodifikasi dari KTSP menjadi K13. Dalam hal ini pembelajaran yang masih tradisional pada KTSP, dituntut untuk diubah menjadi pembelajaran yang inovatif. Dimana pembelajaran KTSP yang masih berorientasi pada guru diubah menjadi lebih berorientasi pada siswa.

    ReplyDelete
  57. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika suatu pembelajaran sudah menerapkan pembelajaran yang inovatif, disini akan terlihat bagaimana kreativitas dari masing-masing siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Hal ini meningkatkan kemampuan kreativitas siswa. Karena siswa tidak terpaku dalam penyelesaian yang diberikan oleh guru seperti pada pembelajaran tradisional

    ReplyDelete
  58. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    RPP yang dipersiapkan dalam suatu pembelajaran yang inovatif akan terlihat berbeda dengan pembelajaran yang masih tradisional. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana guru membimbing siswa dalam melakukan apersepsi, pada pembelajaran yang inovatif guru hanya berperan sebagai fasilitator. Sedangkan siswa menjadi tokoh utama yang melakukan apersepsi.

    ReplyDelete
  59. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan memperhatikan komponen-komponen diatas, saya sebagai calon guru sangat terbantu. Karena dalam penyusunan pembelajaran yang akan dilakukan, saya mengerti apa yang harus saya siapkan dalam pembelajaran yang inovatif sehingga siswa lebih aktif dalam proses belajar-mengajar.

    ReplyDelete
  60. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang inovatif dirasa sangat berbeda dengan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah atau ekspositori. Perbedaan nyata terdapat pada siapa yang menjadi pusat pembelajaran. Pada pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, yang menjadi pusat pembelajaran ialah guru. Guru berperan penting dan menjadi tokoh utama dalam pembelajaran di kelas. Siswa mengikuti segala intruksi yang diberikan oleh guru. Sedangkan pada pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, yang menjadi pusat pembelajaran ialah siswa itu sendiri. Guru pada pembelajaran ini hanya membimbing, bukan menjadi satu-satunya sumber belajar, dan hanya memfasilitasi pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  61. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penerapan pembelajaran inovatif masih belum diterapkan di berbagai tempat. Pembelajaran di kelas masih banyak yang menggunakan pembelajaran dengan metode ceramah. Padahal, melalui pembelajaran yang menggunakan metode ceramah ini, dapat menghambat siswa untuk berpikir terbuka dan berinovasi. Salah satu kemungkinan yang menjadi penyebab masih digunakannya pembelajaran dengan metode ceramah ialah guru masih memegangteguh metode tersebut dan masih belum terbuka dengan metode pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  62. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan dewasa ini, agar siswa Indonesia dapat terus berkembang, tidak hanya tergantung pada guru, tetapi dapat mengembangkan potensi dirinya sendiri. Tugas guru hanya membantu siswa agar dapat mengembangkan dirinya sendiri. Dan yang dilakukan guru untuk melakukan pembelajaran adalah mempersiapkan RPP yang inovatif, LKS yang memfasilitasi siswa dengan cara LKS dibuat beragam, apersepsi yang harus dirasakan oleh semua siswa yaitu dengan melakukan tes kecil sebelum memulai pelajaran di bab berikutnya, menggunakan metode dan media yang bervariasi, dan sebagainya yang dapat mendukung pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  63. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang Komponen Pembelajaran Inovatif. Dengan diterapkannya metode ini dalam sebuah pembelajaran diharapkan siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga dapat tekenang didalam benak siswa.

    ReplyDelete
  64. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah adanya apersepsi. Apersepsi disini bukan untuk guru namun untuk siswa, sehinga apersepsi tidak dapat dilakukan dengan hanya mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya dengan cara menjelaskan. Siswalah yang harus melakukan apersepsi. Apersepsi dapata dilakukan dengan memberikan pertanyaan atau soal mengenai materi sebelumnya atau materi prasyarat pembelajaran hari ini. Dengan menggunkan pertanyaan tersebut, siswa akan berpikir dan berusaha mengingat materi apersepsi.

    ReplyDelete
  65. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Bismillaah...
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa apapun karakternya. Karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga komponen yang digunakan untuk melakukan pembelajaran yang inovatif akan sangat beragam. Terkadang setiap materi juga akan berbeda tipe pembelajarannya. Hal ini dikarenakan terdapat materi yang sulit dan ada yang mudah, sehingga strategi mengajar yang digunakan juga akan berbeda.

    ReplyDelete
  66. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman, sesuai dengan hakekat pembelajaran dan tentunya tidak dilakukan secara monoton. pembelajaran yang ada di kelas selalu diusahakan untuk menjadi pembelajaran yang inovatif. seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa pembelajaran inovatif mempunyai ciri-ciri dan komponen tertentu. inti dari pembelajaran inovatif adalah untuk menyelenggarakan pembelajaran yang dapat membawa siswa pada tahap belajar, dapat memperoleh pengetahuan dengan membangun sendiri dalam pikiran mereka, sesuai dengan perkembangan siswa, dan yang terpenting adalah guru berfungsi sebagai fasilitator. karena pada dasarnya subyek pendidikan adalah siswa

    ReplyDelete
  67. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan persiapana-persiapan dan pengelolaan kelas yang baik yang bertujuan untuk memfasilitasi siswa sehingga siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Pembelajaran inovatif mengusung siswa sebagai pusat dari proses pembelajaran sedangkan peran guru hanya sebagai fasilitaator dan juga motivator bagi siswa. Pembelajaran inovatif dapat menggali karakteristik dan potensis siwa sehingga kemampuan siswa dapat semakin terilihat.

    ReplyDelete
  68. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif menerapkan sistem matematika sekolah yang menggunakan variasi berbagai taktik/strategi, model,dan metode serta perangkat pembelajaran lain yang bervariasi dengan tujuan agar siswa tertarik dan termotivasi untuk mempelajari matematika. Pembelajaran inovatif menyebabkan siswa menjadi aktif dikelas, baik aktif bertanya ataupun berfikir dan aktif dalam melakukan kegiatan. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dikelas secara individu atau bekerja dalam tim.

    ReplyDelete
  69. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut Suherman (2003) inovasi pembelajaran dimaksudkan agar hasil belajar menjadi optimal dan dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa menyerap konsep prosedur dan algoritma matematika.

    ReplyDelete
  70. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut Romberg (Suherman, 2003) mengatakan bahwa dalam pendidikan khususnya pendidikan matematika, individu atau kelompok dapat memperbaiki atau membuat produk inovasi baru. adapun empat tahap utama dalam pengembangan ini : desain hasil, kreasi hasil, implementasi hasil, dan penggunaan hasil.

    ReplyDelete
  71. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran inovatif yang lain dapat menggunakan pendekatan matematika realistik. Pendidikan matematika realistik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berasal dari Belanda (Wijaya, 2012:20).

    ReplyDelete
  72. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Masih tentang pendekatan matematika realistik. Menurut filosofi empiristik bahwa dunia adalah suatu kenyataan, sedangkan dalam filosofi realistic siswa diberikan tugas yang mengenai kenyataan yang akan memperluas dunia hidup siswa.

    ReplyDelete
  73. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jerome Brunner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih baik dan dapat lebih berhasil jika suatu proses pengajaran diarahkan ke konsep dan struktur yang termuat dalam suatu pokok bahasan yang diajarkan. sebaiknya dalam proses pembelajaran anak diberikan kesempatan untuk memanipulasi alat peraga agar siswa merasakan secara langsung tidak hanya melihat (Suherman, 2003).

    ReplyDelete
  74. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif adalah dinyatakan sebagai skemata (kumpulan skema). seseorang dikatakan paham jika skema ini berjalan. skema ini dapat berkembang jika terdapat interaksi di dalamnya. berdasarkan penemuannya, Piaget mengemukakan bahwa ada empat tahap perkembangan kognitif, yaitu:
    a. tahap sensori motor
    b. tahap Pra Operasi
    c. tahap Operasi Konkrit
    d. tahap Operasi Formal.
    (Suherman, 2003)

    ReplyDelete
  75. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang baru dirancang oleh guru dan belum pernah di lakukan oleh orang lain, tujuannya untuk membangun pengetahuan siswa dengan cara yang lebih efektif.

    ReplyDelete
  76. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran yang inovatif, penggunaan media pembelajaran menjadi indikator suatu pembelajaran yang inovatif, karena dengan media yang menarik dapat meningkatkan kreatifitas siswa sehingga proses mengkonstruk pengetahuannya menjadi lebih terarah dan baik.

    ReplyDelete
  77. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif di kelas diharapkan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembelajarannya, karena tahap perencanaan ini sangat vital, pada tahap perencanaan ini diharapkan guru memperhatikan secara detail komponen-komponen pembelajaran yang inovatif sehingga ketika mengajar guru sudah siap dan percaya diri.

    ReplyDelete
  78. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran yang inovatif sangatlah diperlukan untuk menumbuh kembangkan potensi yang ada dalam diri siswa, karena pembelajaran inovatif sangat memungkinkan siswa akan berkembang karena pembelajaran akan terpusat pada siswa secara aktif. Selain itu pembelajaran yang inovatif mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok sehingga mereka berlatih untuk tidak bersikap egios pada dirinya sendiri. Siswa dilatih karakternya untuk menghargai pendapat orang lain sehingga pada outputnya nanti akan menghasilkan suatu sumber daya manusia yang mampu bekerja sama di dalam masyarakat, tidak bersikap individualistis dan mampu tenggang rasa di dalam masyarakat itu sendiri.

    ReplyDelete
  79. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang telah Bapak berikan. Dengan komponen ini diharapkan para calon guru maupun guru dapat memberikan pembelajaran yang inovatif ketika melaksanakan pembelajaran sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  80. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terlihat perbedaan yang sangan jelas antara pembelajaran tradisional dan inovatif, dipembelajaran tradisional guru mendominasi pembelajaran sehinnga dominan dikuasai oleh guru dan terjadilah komunikasi satu arah. Sedangkan di pembelajran inovatif siswa mendominasi pembelajaran untuk membentuk pengetahuan mereka sendiri namun guru hanya guru akan memfasilitasi siswa untuk membentuk pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  81. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan yang sedang berlangsung di Indonesia masih harus melakukan pembaharuan dan juga perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dari segi kurikulum ataupun proses pembelajaran di kelas serta dari segi lain yang berkaitan dengan pendidikan. Salah satu cara perbaikan pendidikan adalah melakukan pembelajaran yang inovatif. Dimana pembelajaran inovatif ini dapat meningkatan kualitas Pendidikan Indonesia karena kebiasaan berfikir siswa dengan metode pembelajaran ini dapat terkelola dengan baik.

    ReplyDelete

  82. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif yang menekankan siswa sebagai pusat dari poses pembelajaran di kelas dapat menjadikan siswa aktif. Selain itu, dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, proses pengetahuan bukan lagi diberikan oleh guru, melainkan siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini menyebabkan pengetahuan yang didapatkan siswa melaui proses pembelajaran inovatif menjadi tertanam dan melekat pada benak siswa.

    ReplyDelete

  83. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran inovatif yang menerapkan pembelajaran berbasis matematika sekolah akan menyebabkan pembelajaran yang bersifat realistik, dimana siswa dapat membayangkan sendiri hal-hal yang masih abstark, sehingga siswa dapat melakukan imajinasi dalam memahami suatu materi dalam pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran inovatif juga menerapkan variasi metode pembelajaran yang dapat menarik siswa dan mengurangi tingkat kejenuhan siswa.

    ReplyDelete
  84. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif menerapkan Education is for all. Yang berarti bahwa pembelajaran yang berlangsung dapat menjadi hak setiap siswa yang mempelajarinya. Guru tidak memiliki hak untuk membatasi diri siswa untuk menemukan pengetahuan yang diinginkannya. Guru juga tidak dapat melakukan diskriminasi kepada siswa tertentu dalam memberikan arahan. Selain itu guru juga tidak mempunyai hak untuk memilih siswa yang disukainya saja dalam memberikan pengetahuan selama proses pembelajaran. Guru harus adil terhadap semua siswa yang ingin menuntut ilmu dan melakukan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  85. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Tradisional sudah tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Indoensia adalah pembelajaran inovatif. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran tradisional guru sebagai pusat dari pembelajaran menyebabkan siswa menjadi pasif dan perkembangan pola pikir anak bergantung pada guru. Sementara itu pembelajaran inovatif berpusat pada siswa dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya yang dapat menyebabkan siswa aktif dan lebih interaktif.

    ReplyDelete
  86. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya postingan diatas terkait hal komponen pembelajaran inovatif sangat membantu guru dalam menyusun rancangan pembelajaran matematika dikelas yang ingin menggunakan pembelajaran inovatif. diharapkan dengan diterapkan pembelajaran inovatif ini, dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

    ReplyDelete
  87. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Adanya perubahan dari pembelajaran tradisonal menuju pembelajaran inovatif ini tak urung karena konsep pembelajaran saat ini mengalami kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pola pembelajaran tradisional menempatkan guru sebagai pusat dari kegiatan pembelajaran, dimana ia menjadi satu-satunya pihak yang mengontrol jalannya pembelajaran.

    ReplyDelete
  88. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sekarang ini seorang guru dituntut mampu untuk berperan sebagai fasilitator, dimana ia menggunakan kemampuannya sebagai seorang guru untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan media atau metode pembelajaran yang ada agar dapat meningkatkan keaktifan, kreativitas dan kemandirian peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  89. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu ciri pembelajaran inovatif adalah pemeblajaran yang berpusat pada siswa. Artinya, siswa adalah pelaku utama dalam pembelajaran. Siswa adalah pembelajar. Adapun guru hanyalah sebagai fasilitator saja. Sehingga, dalam pembelajaran guru supaya bisa memfasilitasi siswa agar ia mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, tujuannya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  90. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Memasuki era global saat ini, pembelajaran yang inovatif memang menjadi suatu keharusan karena dapat memenuhi kebutuhan siswa saat ini. Postingan ini sangat perlu untuk diperhatikan oleh para guru dan calon guru karena postingan ini dapat dijadikan bahan untuk mengevaluasi pembelajaran yang saat ini diterapkan. Ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif disajikan dengan sangat jelas. Selain itu, disertakan juga komponen pembelajaran inovatif, sehingga setelah membaca postingan ini diharapkan guru dan calon guru dapat belajar bagaimana menciptakan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  91. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah LKS. Dengan menggunakan LKS, siswa dapat berdiskusi dengan temannya untuk menyelesaikan atau melakukan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan yang tertera. Langkah-langkah yang dicantumkan dalam LKS seharusnya sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tertera di RPP. Namun sering kali sebaliknya, langkah-langkah yang tertera pada LKS tidak memiliki langkah-langkah yang sesuai dengan RPP. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dengan lebih seksama ketika guru menyusun LKS agar sesuai dengan RPP dan LKS dibuat sedemikian sehingga dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  92. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang dilaksanakan memang harus terus dilakukan perbaikan atau inovasi-inovasi agar mampu memfasilitasi kebutuhan siswa. Seperti pada postingan ini, pembelajaran di Indonesia saat ini mulai mengalami perubahan, yaitu dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Salah perubahan yang terjadi adalah dari pembelajaran tradisional yang bercirikan metode ceramah menjadi pembelajaran inovatif yang bercirikan student center.

    ReplyDelete
  93. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif berdasarkan postingan ini terdapat 12 ciri, salah satunya adalah variasi media pembelajaran atau berbagai macam sumber belajar. Berbagai macam sumber belajar ini dapat diperoleh dari mana saja. Salah satu contohnya adalah blog dari Prof. Marsigit ini, beliau menuliskan berbagai macam hal sebagai salah satu sumber belajar mahasiswa yang inovatif dan modern guna memfasilitasi kebutuhan mahasiswa yang beragam. Hal ini dapat dijadikan contoh untuk guru di sekolah.

    ReplyDelete
  94. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran inovatif memiliki beberapa komponen, salah satunya adalah apersepsi. Namun, terkadang apersepsi sulit dilakukan jika kita belum benar-benar memahami apa itu apersepsi. Apersepsi ini merupakan persiapan siswa, bukan guru, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan kecil secara langsung agar prior knowledge yang dibutuhkan terpenuhi, seperti memberikan kuis.

    ReplyDelete
  95. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dalam upaya melakukan inovasi pendidikan, terkadang banyak kendala yang harus kita lewati. Terkadang cita-cita sederhana dan mulia, ingin menjadi guru yang professional, inovatif, dan ikhlas dalam mendidik siswa sungguh tak mudah untuk mewujudkannya. Maka sebagai calon guru jangan lah menyerah dan jangan lelah untuk terus belajar memperbaiki metode-metode pembelajaran demi tercapainya pembelajaran yang lebih baik lagi..

    ReplyDelete
  96. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dalam elegi yang lain, Prof Marsigit menjelaskan cara melakukan inovasi pembelajaran, antara lain mengenali faktor pendukungnya, mengenali segala informasi yang berkenaan dengan inovasi pembelajaran, berkomunikasi dengan referensi dan nara sumber, mencari orang-orang yang mempunyai visi, persepsi, kepentingan dan tujuan yang sama. Selain itu, mempelajari model-model inovasi pembelajaran yang telah ada, menetapkan skala prioritas, mempelajari teori-teori dan paradigma pendidikan kemudian menyesuaikan dengan paradigma mengajar kita. Kita juga perlu mengenali hakekat keilmuan, siswa, penilaian, alat peraga, konteks pembelajaran, dst.

    ReplyDelete
  97. Nama : Alfiramita Hertanti
    kelas : S2- PMA 2017
    NIM : 17709251008

    terima kasih atas klarifikasinya, pak. Sangat singkat, jelas dan padat. Dari dua jenis pembelajaran di atas saya teringat dengan sistem pendidikan gaya bank yng mewakili pembelajaran tradisionil dan sistem pendidikan terhadap masalah yang mewakili pembelajaran inovatif. dengan membaca ini saya sepertinya harus membaca tuntas teori pendidikan a la Paulo Freire.

    ReplyDelete
  98. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Sangat jelas bagaimana perbedaan di antara keduanya. Saya melihat bahwa akan terdapat beberapa permasalahan dalam membawa pembelajaran tradisional ke dalam pembelajaran yang inovatif. Saya jadi teringat pada postingan bapak yang berjudul Burung di Pagi Hari dan Jengkerik di Sore Hari. Proses peralihannya begitu sulit, selain karena idealisme masing-masing, menjadi sulit karena antara butir butir ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif terdapat hubungan yang benar benar kontradiktif.

    ReplyDelete
  99. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya, pembelajaran inovatif sangat cocok diterapkan pada era saat ini dibandingkan pembelajaran tradisional. Pembelajaran inovatif menekankan pada ‘student centered’ dimana guru hanya sebagai fasilitator, membebaskan siswa untuk berkreasi, berkarya, dan berfikir untuk menemukan konsep. Jadi, sesuai dengan konsep pembelajaran konstruktivisme, dimana siswa menemukan dan mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Jika guru memberikan LKS, maka hendaknya LKS itu dibuat sedemikian hingga dapat menuntun siswa menemukan konsep pengetahuannya secara mandiri.

    ReplyDelete
  100. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Pembelajaran inovatif bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk/ membangun pengetahuan dirinya sendiri dalam rangka perubahan perilaku kearah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Oleh sebab itu, menurut pendapat saya pembelajaran inovatif ini sangat cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran terutama pembelajaran matematika, dimana pembelajaran berpusat pada siswa sementara guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator yang memfasilitasi belajar siswa dengan LKS yang dirancang sedemikian rupa sehingga mendukung siswa dalam memahami konsep dari materi yang dipelajari. Dengan begitu siswa lebih berkesan dengan pembelajaran yang dilakukan sebab siswa mengalami sendiri proses belajar tersebut.

    ReplyDelete
  101. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya ingin membahsa ciri2 pembelajaran tradisional: guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Memang guru merupakan sumber belajar, namun bukan satu-satunya. Ada banyak sumber belajar yaitu buku, pengalaman, media, lingkungan dan lain-lain. Alangkah baiknya jika guru menjadi fasilitator untuk membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  102. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sudah saatnya pembelajaran tradisional sedikit demi sedikit kita ubah demi tercapainya tujuan pembelajaran yang baik. Walaupun masih sangat sulit menerapkan pembelajaran inovatif karena kesiapan sarpras, namun perlu adanya usaha yang maksimal. Tidak hanya guru dan siswa saja yang mengambil peran ini, namun sebenarnya semua warga sekolah lainnya juga harus turut serta

    ReplyDelete
  103. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selamat malam prof,
    Pembelajaran inovatif memberikan pengalaman seluas-luasnya pada siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, terlibat dalam aktivitas berfikir maupun dalam kegiatan belajar sehingga dapat belajar dengan lebih bermakna. Sementara guru bertindak sebagai fasilitator dan mediator. Dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif memerlukan kreatifitas dan inovasi dari pendidik sebagai pengembang pendidikan. Jika melihat kondisi sekarang ini, pendidikan kita sudah mulai mengarah kepada pendidikan yang inovatif. Namun, di sisi lain, perubahan tersebut masih memiliki berbagai kendala. Selain itu juga masih terdapat pendidik yang enggan mengubah kebiasaan lamanya dalam pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  104. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih pak atas postingannya. postingan ini menjelaskan apa bedanya pembelajaran tradisional dan pembelaaran inovatif. Menurut saya setiap guru emang harus punya ide ide kreatif untuk membuat pembelajaran yan inovatif, karena pembelajaran yang inovatif guru harus mempunyai variasi pada metode pembelajaran, media yang digunakan, dan cara berinteraksi dikelas. Pembelajaran inovatif lebih unggul karena, pada pembelajaran tradisional guru sebagai sumber materi, sehingga siswa hanya mendengarkan, menerima apa yang disampaikan oleh guru, sedangkan pada pembelajaran inovatif siswa menjadi point utama (Student Center), jadi yang mencari konsep materi siswa yang aktif, dan siswa yang menyimpulkan, disini guru sebagai fasilitator, jadi ketika siswa mengalami kesulitan maka guru yang akan membimbing lebih lanjut. Semoga dengan membaca postingan bapak mengenai ciri-ciri, dan komponen pembelajaran inovatif, akan membuat para guru dan calon guru lebih siap untuk tetap meneruskan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  105. anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    perbedaan mendasar pembelajaran tradisional dan inovatif pada pusat/sumber belajarnya. Kalau tradisional itu teacher centered sedangkan inovatif bersifat student centered.
    Guru dituntut untuk menjadi pribadi yang aktif, kreatif dan inovatif dalam KBM dengan menggunakan variasi media, model, teknik/strategi pembelajaran sehingga diharapkan murid akan lebih semangat dalam menyerap materi dan dalam berpartisipasi di dalam kelas. Pembelajaran yang inovatif siswa dibelajarkan untuk mengkontruksi sendiri ilmu pengetahuan yang diperoleh sehingga akan menjadi pembelajaran yang bermakna dalam benak siswa, sehingga akan jauh lebih lama tertanam pada siswa karena proses kontruksi sendiri dari pada transfering ilmu dari guru.

    Ceramah bukan lagi metode yang tepat dalam mengajar jika porsinya tidak dikontrol. Apalagi di zaman teknologi canggih seperti ini, guru harus uptodate, mengikuti trend dan dinamisasi kehidupan. Siswa diajak pula untuk inovatif mencari, menemukan dan mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Namun, ceramah pun juga dapat menjadi metode yang tempat dalam pembelajaran untuk matri tertentu, sehingga penggunaan ceramah yang di kontrol akan jauh lebih baik dari pada guru hanya menggunakan metode yang kurang cocok dengan materi yang akan disampaikan kepada anak.

    ReplyDelete
  106. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Pembelajaran inovatif diperlukan dalam mengahadapi zaman seperti sekarang ini. Pembelajaran inovatif ini dituntut bagi guru seperti yang tercantum dalam kurikulum 2013. Diharapkan dengan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing global sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  107. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pembelajaran dari masa ke masa sudah berubah sedikit demi sedikit, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan lebih inovatif dan kreatif. Pembelajaran inovatif memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam segi menalar, mengkomunikasikan, dan lain sebagainya. Dengan pembelajaran yang inovatif, siswa akan merasa diri mereka tidak jenur dan mereka merasa dihargai. Oleh karena itu dalam pembelajaran guru seharusnya sudah mulai sadar bahwa sebenarnya guru bukanlah satu-satunya yang menentukan siswa itu akan memperoleh pengetahuan, namun guru juga harus memberikan mereka ruang terbuka untuk mencurahkan pendapat serta pemahaman mereka mengenai suatu ilmu. Pembelajaran tradisional masih banyak sekali dilakukan oleh guru-guru yang memang masih malas untuk memberikan pembelajaran yang inovatif. Mereka menganggap kegiatan tersebut akan menyita banyak waktu dan tidak akan efisien sehingga seluruh materi tidak akan tersampaikan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  108. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari ulasan di atas sangat menggambarkan perbedaan bagaimana kelebihan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi sesuai peta konsep yang terbentuk dipola pikiran mereka, selain itu pembelajaran inovatif juga mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru dalam memperoleh informasi sehingga guru memang hanya menjadi sebatas mediator dan fasilitator bagi siswa dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  109. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Postingan di atas sangat baik untuk menjelaskan perbedaan dari pembelajaran inovatif dan tradisional. Penjelasan secara singkat dan padat tapi sangat jelas untuk menjelaskan ciri kedua pembelajaran tersebut.
    Untuk zaman sekarang siswa dituntut harus lebih aktif, sehingga pembelajaran yang inovatif sangat cocok untuk diterapkan. Pada era ini guru menjadi sumber belajar akan tetapi bukan menjadi satu-satunya sumber belajar. Guru menjadi fasilitator untuk membentuk pembelajaran didalam kelas tidak menoton, guru mengarahkan siswa untuk mendapatkan konsep bukan memberi tapi mengarahkan atau membimbing, dan guru pun harus berpikir(membuat) skema atau langkah pembelajaran yang akan dilalui siswa agar siswa bisa berpikir kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  110. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Tugas seorang guru adalah mendidik, melatih ,mengajar dan mentransfer ilmunya kepada seorang siswa.Pembelajaran yang diterap seperti pembelajaran tradisional seperti metode ceramah terkadang membuat siswa merasa jenuh.Disamping itu, kadang membuat siswa tidak mampu kreatif dan kaku dalam mengembangkan kecerdasannya.Sedangkan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dibuat oleh guru yang besifat baru.Tujuannya adalah untuk memfasilitasi seorang siswa dalam mengembangkan pengetahuannya dalam ranah merubah perilaku ke arah yang lebih baik lagi.Sangat tepat sekali jika pembelajaran tradisonal di arahkan ke pembelajaran yang inovatif agar siswa lebih mandiri dalam melakasanakan proes belajar yang baik.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  111. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak atas pengelompokan ciri-ciri pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Sangat jelas dan mudah dipahami. Namun tidak bisa dipungkiri memang bukan suatu hal yang mudah untuk mengubah pembelajaran dari tradisional ke pembelajaran yang inovatif. Dibutuhkan kesiapan antara guru dan siswa, sebab keduanya mempunyai peran penting dalam pelaksanaannya. Seperti guru harus menyiapkan berbagai macam komponen pembelajaran inovatif seperti yang terdapat dalam tulisan diatas dan siswa juga harus mempersiapkan diri ketika sebelum, sedang dan setelah pembelajaran berlangsung. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat dalam melaksanakan pembelajaran inovatif demi terwujudnya pembelajaran yang lebih baik.

    ReplyDelete
  112. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Sangat menarik pemaparan dan perbedaan model pembelajaran tradisional dan inovatif. Permasalahan yang kerap muncul bagi guru saat ini adalah susah membedakaan antara model pembelajaran tradisional dan inovatif ke dalam praktik. Banyak guru yang masih mencoba untuk menerapkan pembelajaran inovatif di awal pembelajaran namun semakin lama guru kembali terjebak ke dalam model pembelajaran tradisional. Maka dari itu sangat penting untuk mengklasifikasikan perbedaan pembelajaran tradisional dan inovatif.

    ReplyDelete
  113. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka prosees perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Artinya guru dsini memegang peranan sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pada kenyataannya masih banyak guru di lapangan yang masih tidak bisa mengubah kebiasaan pemebalajrankonvensional menjadi inovatif.

    ReplyDelete
  114. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ciri pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif sangat berbeda. untuk berubah dari tradisional menjadi inovatif perlu adanya usaha dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat. Selain itu diperlukan pula pemahaman tentang belajar inovatif. Apa yang dimaksud pembelajaran inovatif, ciri-ciri, syarat inovatif, segala sesuatu yang disiapkan untuk pembelajaran inovatif. Semoga pembelajaran di Indonesia dapat semakin maju guna memfasilitasi generasi muda belajar sehingga dapat bersaing di kancah dunia. Aamiin.

    ReplyDelete
  115. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas postingan di atas. Dewasa ini, guru dituntut untuk dapat melaksanakan pembelajaran inovatif agar siswa mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif pula. Karakteristik dan komponen pembelajaran inovatif sangat perlu dipelajari dan dilatih oleh para guru karena pelaksanaannya yang tidak mudah dan jauh berbeda dengan pembelajaran tradisional pada umumnya. Saya sangat setuju dengan point no.3 dari komponen pembelajaran inovatif tentang apersepsi. Mungkin tujuan utama apersepsi adalah untuk menyamakan persepsi dan pengetahuan sebelumnya dari siswa agar pembelajaran yang akan dilakukan pada hari itu dapat lebih mengerti dan kompetensinya tercapai. Namun jika kita buat dengan cara lain seperti memberi kesempatan siswa melakukan kegiatan kecil secara langsung, itu dapat menarik dan lebih menyemangati siswa sebagai pembuka dalam pembelajaran. Siswa dapat mengimplementasikan apa yang ia tahu dan lebih mampu memahami pentingnya ilmu yang telah ia pelajari. Sehingga selain mereka menjadi lebih semangat dalam pembelajaran, mereka akan respect dan menghargai keberadaan guru yang telah memberi ilmu atau menjadi fasilitatornya di dalam kelas. Itu lah pembelajaran yang inovatif, karena segala hal menjadi sangat bermakna dan bermanfaat tidak hanya untuk siswa tapi juga guru

    ReplyDelete
  116. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Proses belajar mengajar di Indonesia mulai mengalami perubahan, dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Namun tidak sedikit pula yang masih menerapkan pembelajaran tradisional. Dikarenakan kondisi lingkungan maupun siswa itu sendiri. Pembelajaran inovatif sangat membantu dalam hal membentuk pengetahuan siswa (konstruktif). Komponen pembelajaran inovatif seperti: RPP, LKS, apersepsi (persiapan siswa), diskusi kelompok, variasi metode, media, interaksi, skema pencapaian kompetensi siswa serta adanya refleksi dan kesimpulan oleh siswa akan membiasakan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran akan mengoptimalkan peran siswa dalam membangun pengetahuan sehingga belajar lebih bermakna dan tahan lama.

    ReplyDelete
  117. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pembelajaran inovatif merupakan bentuk pembelajaran yang dituntut pada dewasa ini. Karena pada pembelajaran inovatif ini pembelejaran berpusat pada siswa. Sehingga siswa dapat melatih berpikir dan mengolah serta membangun pengetahuannya sendiri. Kegiatan membangun pengetahuan sendiri tersebut berdampak positif bagi siswa. Dampak positif tersebut adalah siswa akan memiliki pengalaman belajar sendiri dan pengetahuan tersebut akan bertahan lama dalam ingatan siswa. Dengan pembelajaran inovatif juga siswa diharapkan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar.

    ReplyDelete
  118. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dari waktu kewaktu inovasi dalam pembelajaran terus dilakukan. Hal ini agar tujuan dari pembelajaran itu sendri dapat tercapai. Jika ditinjau lagi perkembangan dalam pembelajaran dari proses pembelajaran yang bersifat tradisional hingga pembelajaran yang inovatif. Perbedaan kedua model pembelajaran tersebut terlihat jelas, misalnya dari murid yang menjadi objek dalam pembelajaran menjadi variasi interaksi, serta student center dan berbagai perkembangan lainnya seperti yang telah digambarkan diatas. Semoga dengan pembelajaran yang lebih inovatif diharapkan semua tujuan dari pembelajaran dapat diraih.

    Demikian, terimakasih.


    ReplyDelete
  119. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Perubahan pembelajaran trasidional menjadi pembelajaran inovatif dimulai dengan perubahan pendekatan pembelajaran. Pendekatan pada pembelajaran tradisional berpusat pada guru sehingga pembelajaran yang terjadi sifatnya hanya transfer knowledge, dan hanya akan menghasilkan siswa yang kurang kritis, kurang aktif, kurang kreatif. Siswa yang demikian dikhawatirkan tidak akan bisa mengikuti perkembangan zaman karena tidak terbiasa untuk berfikir lebih tinggi (hanya menurut saja). Fenomena demikian kemudian melatarbelakangi lahirnya pembelajaran inovatif yang berfokus pada siswa, atau student centered learning. Pembelajaran inovatif akan melatih siswa agar berfikir kritis, kreatif dan aktif. Sehingga diharapkan akan melahirkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan berfikir tinggi yang baik

    ReplyDelete
  120. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Adanya perubahan cara belajar dari tradisional ke pembelajaran inovatif merupakan bukti nyata bahwa sampai saat ini dan saat yang akan datang, para pendidik siap untuk menyumbangkan inovasi demi perbaikan sistem pembelajaran. Perubahan yang diciptakan pasti sudah melihat faktor faktor yang cocok untuk kebutuhan siswa di ruang dan waktu yang sekarang. Perbedaan kedua sistem ini sangatlah kontradiktif. Tetapi memberikan sumbah sih yang sangatlah lebih untuk perkembangan pendidikan.

    ReplyDelete
  121. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kondisi Pendidikan di Indonesia saat ini dalam keadaan transisi dari sistem pembelajaran tradisional menuju sistem Pembelajaran inovatif, ini terlihat dari proses pembelajaran di beberapa sekolah sudah menerapkan sistem pembelajaran inovatif dengan menerapkan komponen-komponen pembelajaran inovatif yang dipaparkan diatas, meskipun belum semua komponen mampu diterapkan. Dibeberapa sekolah di Indonesia juga masih menggunakan sistem pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru dengan metode andalannya yaitu metode ceramah.

    ReplyDelete
  122. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Paradigma pembelajaran yang semula berpusat pada guru saat ini sudah bergeser ke arah berpusat pada siswa dikarenakan tuntutan pendidikan yang semakin berkembang, apalagi jika dilihat tuntutan kompetensi di abad 21, maka pembelajaran yang berpusat pada siswa sudah tidak relevan lagi.

    ReplyDelete
  123. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pembelajaran yang inovatif sampai saat ini masih menjadi PR besar bagi kami calon pendidik. Dengan adanya perubahan kurikulum yang mengarahkan kami para pendidik untuk mendesain pembelajaran inovatif sangat membatu kami menumbuhkan semangat. Jujur saja sebagai mahasiswa terkadang saya masih merasa kesulitan dalam mendesain pembelajaran inovatif. Mulai dari mencari ide, memilih metode dan pendekatan yang cocok sampai implementasi di kelas untuk memotivasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Semoga Bapak masih berkenan membimbing kami untuk memberikan pembelajaran yang maksimal untuk siswa-siswa kami terutama dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  124. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pembelajaran inovatif nampaknya masih menjadi PR kita bersama, tidak terkecuali dalam pembelajaran matematika. Apalagi matematika yang dikenal abstrak dikalangan siswa bahkan mahasiswa. Di tingkat sekokah dasar menengah, pembelajaran inovatif menekankan pada bagaimana cara guru memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuan mereka sendiri. Tentu hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh kecakapan guru dalam membimbing siswa, tetapi juga tingkat kemampuan siswa. Tidak semua sekolah memiliki input siswa yang mumpuni, sehingga penerapan student center dalam pembelajaran juga tidak sepenuhnya cocok diterapkan di semua sekolah.

    ReplyDelete
  125. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik mambaca artikel diatas, masing-masing komponen dalam pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif sangat berbeda. Perbedaan mencolok pada teacher centered dan student centered. Pada pembelajaran inovatif siswa aktif dan dapat menyimpulkan sendiri materi pembelajaran di kelas, tentunya dengan pendampingan dan penguatan dari guru. Meskipun sekarang sedang gencar-gencarnya pembelajaran inovatif, jangan sampai pembelajaran tradisional dianggap buruk dan tidak boleh dipakai. Menurut saya dua metode pembelajaran itu bisa dikolaborasikan, misalnya pada materi tertentu menggunakan ekspository, namun pada materi lainnya menggunakan PMRI, dsb.

    ReplyDelete
  126. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Teori-teori sudah banyak muncul mengenai betapa tertinggalnya pembelajaran tradisional jika dibandingkan dengan pembelajaran inovatif. Namun jika turun ke lapangan, masih sangat banyak guru dan siswa yang tetap menginginkan pembelajaran tradisional. Alasan bagi guru adalah kurangnya waktu untuk mengimpelemtasikan pembelajran inovatif karena tuntutan kurikulum. Bagi siswa, mendapat penjelasan 100% dari guru akan lebih mudah dipahami. Dimanakah benang merah di antara keduanya agar teori mutakhir dapat dibuktikan kebenarannya? Menurut saya, yang menjadi hambatan pada saat ini adalah paradigma siswa dan perangkat dari pengajar. Sangat sulit mengembangkan perangkat yang memenuhi syarat saintifik dan mudah dipahami siswa, dan sangat sulit menimbulkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri dengan berdiskusi kelompok.

    ReplyDelete
  127. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Di atas manyebutkan tentang ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif. Pada dasarnya pembelajaran tradisional mengedepankan hafalan. Sehingga siswa dituntut untuk menghafalkan suatu materi. Ketika siswa memiliki daya ingat yang rendah, maka dia akan merasa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dihindari oleh siswa. Mereka menganggap matematika sangat sulit oleh karena itu tugas guru adalah membuat siswa memahami materi pada mata pelajaran matematika. Salah satu cara agar siswa memahami yaitu dengan melakukan pembelajaran inovatif yamg bertujuan untuk mengkonstruk atau menanamkan konsep materi matematika di benak siswa.

    ReplyDelete
  128. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Di atas manyebutkan tentang ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif. Pada dasarnya pembelajaran tradisional mengedepankan hafalan. Sehingga siswa dituntut untuk menghafalkan suatu materi. Ketika siswa memiliki daya ingat yang rendah, maka dia akan merasa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dihindari oleh siswa. Mereka menganggap matematika sangat sulit oleh karena itu tugas guru adalah membuat siswa memahami materi pada mata pelajaran matematika. Salah satu cara agar siswa memahami yaitu dengan melakukan pembelajaran inovatif yamg bertujuan untuk mengkonstruk atau menanamkan konsep materi matematika di benak siswa.

    ReplyDelete
  129. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Seiring berkembangnya paham konstruktivism, yaitu bahwa pengetahuan adalah dibentuk sendiri oleh siswa berdasar pengalaman dan aktivitas selama proses belajar mengajar. Pembelajaran inovatif menjadi solusi bagi praktisi pendidikan untuk menyajikan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered). Hal ini karena dalam pembelajaran inovatif siswa difasilitasi untuk membentuk pengetahuan mereka melalui variasi metode, variasi metode, dan variasi interaksi. Selain itu siswa diberikan LKS yang menyajikan serangkaian kegiatan yang bersifat membangun pengetahuan, bukan sekadar kumpulan soal-soal. Selain itu terjadi diskusi kelompok dan refleksi kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pembelajaran inovatif siswa berperan sebagai aktor pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  130. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak sudah memberikan ciri dan komponen pembelajaran inovatif dan juga ciri dari pembelajaran tradisional. Komponen dan ciri tersebut dapat menjadi acuan para guru maupun calon guru untuk mengevaluasi diri dalam proses pembelajaran. Dengan adanya komponen-komponen pembelajaran yang inovatif seperti, RPP yang sesuai dengan sintak pembelajaran inovatif dapat membantu guru untuk untuk menyiapkan segala yang akan dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Seperti menentukan media, metode pembelajaan, apersepsinya, juag LKS yang nanti akan digunakan seperti apa, semuanya sudah terancang didalam RPP, sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif akan lebih baik lagi dengan adanya persiapan yang matang.

    ReplyDelete
  131. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam kurikulum 2013, sudah tidak dibenarkan lagi pembelajaran yang tradisional. Dahulu siswa haya duduk mendengarkan saja apa yang dikatakan oleh guru dan tidak memiliki kesempatan dalam berbicara mengungkapkan pendapatnya. Berbeda dengan saat ini kurikulum 2013 terdapat berbagai macam langkah yang membuat siswa semakin terbuka untuk mengungkapkan pendapatnya seperti diskusi, mengolah data, dan mengamati secara langsung maslaah yang akan diselesaikan. Menurut saya pendekatan saintifik lebih sesuai dengan bangsa Indonesia yang mengedepankan demokrasi dimana setiap siswa setara dalam pengambilan setiap keputusan dan dapat bermusyawarah untuk menghasilkan kesimpulan.

    ReplyDelete
  132. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran yang inovatif tidak bisa berjalan begitu saja tanpa ada persiapan yang baik dari guru. Persiapan yang matang harus dari setiap tahap yang ada, mulai dari perencanaan, pelakasanaan, dan evaluasinya agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

    ReplyDelete
  133. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    kesuksesan pembelajaran di kelas sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam mengajar. guru yang inovatif tentunya akan memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan menyenangkan bagi siswa. sebagai calon guru semoga kelak saya bisa menciptakan kelas yang efektif untuk pembelajaran matematika. terimakasih untuk tulisannya pak, menambah pengetahuan saya tentang pembelajaran inovatif :)

    ReplyDelete
  134. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Komponen pembelajaran inovatif salah satunya adalah student center, setelah sebelumnya pada pembelajaran tradisional menjadikan siswa hanya sebagai objek belajar yang mengakibatkan siswa pasif dan kurang kreatif, pada pembelajaran inovatif siswa dituntut untuk lebih aktif karena pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan demikian siswa diharapkan dapat lebih kreatif karena diberi ruang atau kebebasan dalam memperoleh pengetahuannya.

    ReplyDelete
  135. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Komponen pembelajaran inovatif salah satunya adalah student center, setelah sebelumnya pada pembelajaran tradisional menjadikan siswa hanya sebagai objek belajar yang mengakibatkan siswa pasif dan kurang kreatif, pada pembelajaran inovatif siswa dituntut untuk lebih aktif karena pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan demikian siswa diharapkan dapat lebih kreatif karena diberi ruang atau kebebasan dalam memperoleh pengetahuannya.

    ReplyDelete
  136. Terima kasih atas sharing ilmunya bapak. Berdasarkan hal-hal diatas, terlihat bahwa pembelajaran benar-benar menjanjikan hal yang sangat luar biasa. Namun, jika dilihat dari sudut pandang pada pelaksanaannya dilapangan tentunya menerapkan pembelajaran inovatif adalah cukup sulit, ruwet, panjang. Namun, diharapkan dengan adanya perubahan dalam cara pandang para guru, diharapkan generasi berikutnya adalah generasi-generasi yang lebih cerdas untuk membangun Negara.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  137. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembelajaran inovatif merupakan suatu pembelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (pembelajaran konvensional). Proses pembelajaran konvensional akan membuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang berdampak kepada rendahnya prestasi belajar siswa dan kurang bermakna terhadap pengetahuan yang diperoleh siswa. Di sisi lain, pengetahuan yang didapat siswa di kelas cenderung bersifat artifisial dan seolah-olah terpisah dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dialami siswa. Sedangakan pada pembelajaran inovatif lebih mengarah kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student center). Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan agar siswa dapat belajar dengan optimal. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemahaman konteks siswa menjadi bagian yang sangat penting, karena dari sinilah seluruh rancangan proses pembelajaran dimulai.

    ReplyDelete
  138. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembelajaran inovatif merupakan suatu pembelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (pembelajaran konvensional). Proses pembelajaran konvensional akan membuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang berdampak kepada rendahnya prestasi belajar siswa dan kurang bermakna terhadap pengetahuan yang diperoleh siswa. Di sisi lain, pengetahuan yang didapat siswa di kelas cenderung bersifat artifisial dan seolah-olah terpisah dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dialami siswa. Sedangakan pada pembelajaran inovatif lebih mengarah kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student center). Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan agar siswa dapat belajar dengan optimal. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemahaman konteks siswa menjadi bagian yang sangat penting, karena dari sinilah seluruh rancangan proses pembelajaran dimulai.

    ReplyDelete
  139. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Terimakasih pak atas postingannya. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran inovatif tentu mengetahui komponennya terlebih dahulu. Kunci utama dalam terlaksana atau tidaknya pembelajaran yang inovatif adalah guru sebagai aktor pembelajaran. Diperlukan sikap keterbukaan guru untuk selangkah demi selangkah meninggalkan pembelajaran tradisional. Memang bukanlah hal yang mudah mengubah kebiasaan namun bukan berarti tidak bisa. Perubahan langsung mungkin akan menjadi sesuatu yang mengagetkan bagi guru-guru yang sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional maka inovasi ini dapat dibagun secara bertahap. Guru harus menyadari bahwa pembelajaran inovatif akan memberikan dampak positif terhadap hasil pembelajaran.

    ReplyDelete
  140. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pembelajaran inovatif merupakan perbaikan dari pembelajaran tradisional, yang salah satunya dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi berpusat pada murid. Pembelajarn inovatif ini yang diharapkan oleh pemerintah. Setiap siswa berberan penting dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. melalui postingan ini juga terlihat bahwa perkuliahan dikelas ini te;lah menerapkan pembelajaran yang inovatif dengan cara menerima pendapat dari mahasiswa.

    ReplyDelete
  141. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konstruktivisme dan Ralistik merupakan pembelajaran inovatif yang dapat ditempuh oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas. Sebenarnya keduanya baik konstruktivis dan realistik dapat dilakukan sekali dayung, ambil contoh dalam pembelajaran lingkaran. Pembelajaran realistik akan menuntun guru untuk membawa masalah real dalam kehidupan siswa ke dalam pembelajaran, sedangkan konstruktivis menuntut guru untuk tidak memberikan materi secara langsung, melainkan siswa diajak untuk mengkonstruksi ulang apa yang ada menjadi pengetahuan baru. Hal ini dapat dilakukan dengan membawakan benda-benda berbentuk lingkaran kemudian melakukan praktik mengukur keliling menggunakan benang dan diamater benda untuk menemukan konsep phi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  142. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sebagian guru masih jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik, interaktif dan inovatif, terlebih guru-guru senior lebih senang menggunakan apa yang telah ada dan telah biasa dilakukan semenjak dulu, hal ini menjadi momok tersendiri untuk beralih menjadi pembeljaran inovatif. Hal lain yakni LKS yang digunakan biasanya LKS yang banyak beredar di pasaran, padahal LKS yang beredar di pasaran kurang mengaitkan materi dan kehidupan siswa, serta kurang memfasilitasi kegiatan kelompok. Sehingga tantangan bagi guru yang akan datrang ialah mengusahakan media, LKS maupun RPP dengan konsep menarik tanpa meninggalkan taguhan materi yang harus dipenuhi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  143. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Inovasi pendidikan merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu dalam system pendidikan di Indonesia. Konponen pembelajaran inovasi diatas sangat tepat dan apabila diterapkan secara maksimal insyaAllah akan menghasilkan pembelajaran yang benar-benar bermakna dan mampu menghasilkan output yang berkualitas. Namun, kendala saat ini yang masih dihadapi adalah kemampuan guru untuk berinovasi dan berkreasi untuk merancang pendidikan yang mampu memfasilitasi kebutuhan siswa serta membawa materi matematika yang abstrak ke materi yang dapat diterima siswa secara kontekstual. Oleh karena itu, hingga saat ini banyak pelatihan-pelatihan bagi guru untuk melatih kekreativannya serta membekali para calon guru dengan berbagai inovasi pembelajaran. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  144. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C
    Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. sedangkan inovasi pembelajaran adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif dari hal yang sudah ada sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction).

    ReplyDelete
  145. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Salah satu pemegang tanggung jawab dari kemajuan dan keberhasilan pendidikan adalah seorang guru. Tugas seorang guru adalah mengajar, mendidik, membimbing dan melatih siswa dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan hendaknya bervariasi dan inovatif. Berdasarkan paparan Prof. di atas, apabila pembelajaran inovatif sudah sesuai dan berjalan dengan lancar, maka akan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Namun, pada kenyataannya, masih belum banyak guru-guru di Indonesia yang menerapkan pembelajaran inovatif dan memilih pembelajaran konvensional yang terkadang dapat membosankan dan kurang melatih kemampuan serta motivasi siswa. Saat ini, sangat perlu pelatihan dan kesadaran guru untuk mengembangkan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  146. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof atas psotnya, sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Alhamdulillah sekarang mulai banyak dikembangkan dan dipraktekkan berbagai metode pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi berbagai keragaman siswa. Alhamdulillah juga pemerintah juga sudah mulai melakukan pergeseran penilaian menuju authentic assessment, walaupun belum speenuhnya dengan ditambhakan penilaian sikap, spiritual keseharian. Nampaknya ujian nasional menjadi kendala tersendiri bagi sekolah untuk menerapkan autentik assessment, karena guru dikejar target baik dari pemerintah, orangtua, dan sekolah sendiri.

    ReplyDelete
  147. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Terimakasih atas tulisannya Pak Marsigit, kebetulan kelas yang dimaksud di atas ialah kelas saya sewaktu jenjang S1 dulu. Sedikit-sedikit saya masih ingat dengan pembahasan tersebut. Yaitu bagaimana agar pembelajaran tradisional yang sudah ada di sekolah-sekolah bahkan di universitas berubah menuju pembelajaran yang inovatif. Saya setuju bahwa sudah saatnya kegiatan pembelajaran di masyarakat kita yang berbentuk tradisional berubah menjadi kegiatan pembelajaran inovatif.

    Salah satu caranya ialah dengan melaukan variasi dalam metode, media, dan interaksi.
    Variasi metode bertujuan untuk menerapkan kegiatan pembelajaran yangs esuai dengan materi dan karakteristik siswa. Variasi media bertujuan agar apa yang dipelajari siswa tida monoton berdasarkan satu sumber saja. Sedangkan variasi interaksi dilaukan dengan tujuan agar siswa memperhatikan guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  148. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pembelajaran matematika berdasarkan kurikulum 2013 saat ini adalah pembelajaran yang dari, untuk, dan oleh siswa itu sendiri (student centered) atau berorientasi pada siswa. Dan Pembelajaran berorientasi pada siswa ini dapat dicapai melalui pembelajaran inovatif, sehingga para pendidik saat ini harus berganti pada pembelajaran ini, dan menyusun komponen pembelajarannya serta melaksanakannya dengan tepat, jangan hanya pembelajaran inovatif itu hanya tercantum di kertas saja namun tidak terlihat di dalam pelaksanaannya di kelas. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  149. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam artikel diatas diungkapkan hasil diskusi tentang komponen pembelajran inovatif. Dari komponen tersebut, diperlukan pembelajaran inovatif yang perlu bercirika student center. Hal ini digunakan unutk mengembangkan potensi siswa secara mandiri dengan demikian siswa mampu membentuk pengetahuannya sendiri sesuai dengan kapasitas danketeratrikannya masing masing.

    ReplyDelete
  150. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Lewat artikel ini saya baru mengetahui abhwa authentic assessment merupakan komponen pembelajaran inovatif. Saya tertarik dengan authentic assessment yang merupakan aspek penilaian setelah pengukuran. Namun saya belum mendapatkan referensi yang lengkap tentang authentic assessment ini. Teriam kasih atas ilmunya Prof.

    ReplyDelete
  151. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah adanya apersepsi. Apersepsi disini bukan untuk guru namun untuk siswa, sehinga apersepsi tidak dapat dilakukan dengan hanya mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya dengan cara menjelaskan. Siswalah yang harus melakukan apersepsi. Apersepsi dapata dilakukan dengan memberikan pertanyaan atau soal mengenai materi sebelumnya atau materi prasyarat pembelajaran hari ini. Dengan menggunkan pertanyaan tersebut, siswa akan berpikir dan berusaha mengingat materi apersepsi

    ReplyDelete
  152. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Untuk mengikuti perkembangan zaman, pembelajaran tradisional memang sudah seyogyanya diubah menjadi pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif memang dirasa lebih efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. Di era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk bersikap kreatif dan mandiri dalam segala hal. Pembelajaran inovatif diharapkan menumbuhkan jiwa kreativitas dan kemandirian siswa sejak dini. Dalam pembelajar inovatif guru harus memiliki perencanaan dan persiapan yang matang sebelum pelajaran berlangsung. Jadi sudah semestinya pembelajaran inovatif diterapkan di sekolah.

    ReplyDelete
  153. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Yang paling menarik untuk saya adalah sistem penilaian dengan authentic assessment. Sungguh itu sangat dibutuhkan untuk diterapkan di tiap sekolah. Dengan authentic assessment, siswa tidak dibebani dengan standar serata jalan tol baru yang masih mulus,tetapi bagaimana guru mempunyai penilaiannya sendiri menurut kemampuan siswa. Dengan hal ini, maka ksbutuhan pendidikan untuk setiap siswa dapat terpenuhi.

    ReplyDelete
  154. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dengan adanya kurikulum 2013, PBM di Indonesia diharapkan dapat segera meninggalkan pembelajaran tradisional dan beralih menuju pembelajaran inovatif. Hal yang harus diperhatikan ketika akan menerapkan pembelajaran inovatif adalah komponen-kompenen pendukungnya apakah sudah disiapkan dengan baik, misalnya seperti RPP,LKS,Media.

    ReplyDelete
  155. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ketika pembelajatan tradisional sudah tidak dianjurkan lagi pelaksanaannya. Sehingga yang diharapkan yaitu pembelajaran yang inovativ dimana memfasilitasi siswa. Dalam metode ini aktor adalah siswa, perbedaan dengan pertama adalah dari fokus untuk guru sekarang fokus kepada siswa. Dalam metode ini siswa harus aktif di pelajaran. Guru memfasilitasi menggunakan berbagai metode, sumber daya, media atau alat peraga. Sumber daya yang dapat digunakan sebagai yaitu blog web, tujuan agar mengembangkan pemahaman siswa sendiri, di mana-mana saja kita dapat membuka blog ini dan bisa belajar dari ini. siswa juga dapat membangun, menciptakan kehidupan sendiri. filsafat dari metode ini adalah konstruktivisme. Didalam Metode, siswa yang dianggap sebagai bibit, sehingga guru akan memfasilitasi tumbuh kemampuan siswa sampai mereka berguna.
    Bahkan tidak mudah untuk menerapkan metode inovatif atau mengajar. Karena metode tradisional telah budaya kita dari era penjajah sampai sekarang. Tetapi metode yang inovatif harus dilaksanakan.

    ReplyDelete
  156. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Banyak komponen pembelajaran inovatif yang dapat kita gunakan untuk menunjang pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Baik komponen yang digunakan untuk persiapan melakukan pembelajaran (RPP), komponen untuk melancarkan proses pembelajaran yaitu bahan ajar, LKS atau yang lainnya, maupun komponen penilaian. Komponen penilaian diperlukan dalam pembelajaran inovatif karena tidak hanya asil yang dinilai, tetapi juga proses.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  157. Ilania Eka ANdari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Pendidikan di Indonesia saat ini masih banyak yang menggunakan pembelajaran tradisional. Guru menjadi sumber belajar satu-satunya dan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Siswa cenderung bersifat pasif di dalam kelas karena guru bersifat otoriter. Alat dan media pembelajaran juga masih konvensional hanya menggunakan spidol dan papan tulis. Tidak ada variasi interaksi karena pembelajaran hanya satu arah dari guru kepada siswa. Namun, sedikit demi sedikit pendidikan di Indonesia mengalami transisi dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju pembelajaran yang inovatif diantaranya penyusunan RPP dimana kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan harus berpusat kepada siswa/student center. Siswa harus aktif di dalam kelas dan guru sebagai fasilitator

    ReplyDelete
  158. Penyusunan LKS yang bukan hanya sekedar kumpulan soal tetapi memuat suatu kegiatan yang bisa diikuti siswa untuk menemukan pemahamannya sendiri terhadap materi belajar. Berbagai variasi dari media hingga komunikasi dan interaksi dengan siswa juga harus dipersiapkan. Kecanggihan tekhnologi dapat dimanfaatkan agar pembelajaran berjalan maksimal. Terakhir siswa harus mampu menarik kesimpulan sendiri dari apa yang telah mereka dapat selama proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  159. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Inovatif bagi siswa adalah segala sesuatu yang tidak membosankan dan tidak membuat mereka sulit dalam memahami pembelajaran yang diberikan. Jika inovasi yang diberikan guru tidak menarik dan membuat siswa sulit memahami apa yang diterangkan, maka hal tersebut akan menjadi tolak ukur akan ketidak kreatifan seorang guru memahami karakter siswa guna menarik perhatian mereka untuk belajar.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  160. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. sesuai dengan perkembangan jaman, maka pendidikan sekarang diharapkan selalu mengedepankan pendidika yang inovatif. Dengan pendidikan yang inovatif diharapkan siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dan kreatifitasnya dengan maksimal. Komponen-komponen pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan agar pendidikan berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan dapat membantu siswa untuk mencapai hasil yang optimal.

    ReplyDelete
  161. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Suatu pembelajaran dikatakan inovatif jika pembelajaran tersebut memiliki variasi yang berbeda dengan pembelajaran tradisional. Namun, ketika dalam skenario pembelajaran sudah sedemikian rupa guru mempersiapkan berbagai inovasi dalam pembelajaran namun atmosfir tidak mendukung jalannya skenario. Terkadang inovasi dalam bentuk media juga malah membuat siswa tidak maksimal belajar, mungkin itulah yang membuat beberapa guru senior tetap konsisten dengan pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  162. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Tulisan di atas akan sangat bermanfaat bagi para calon guru, guru-guru, perancang kurikulum, dan semua elemen yang terkait dunia pendidikan, sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki sistem pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. namun pada prakteknya memang tidak gampang. sebagai contoh, metode student center memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan teacher center. dengan demikian diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan waktu belajar itu.

    ReplyDelete
  163. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam kurikulum 2013, sudah tidak dibenarkan lagi pembelajaran yang tradisional. Tetapi, pembelajaran harus inovatif, yang memiliki ciri-ciri Student Center, Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), Variasi Metode Pembelajaran, Variasi Interaksi: (Klasikal, kelompok, Individual,) Construktivisme, Matematika Sekolah, Realistik, dst.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  164. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pembelajaran inovatif akan membuat siswa tidak hanya sekedar tahu tetapi benar benar memahami materi yang diajarkan sehingga dapat mengembangkan pengetahuannya lebih jauh lagi bahkan setelah pembelajran di kelas selesai. Pengetahuan yang mereka miliki akan berkembang tanpa batas.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  165. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah “student centre” dimana pembelajaran terpusat pada siswa. Biarkanlah siswa banyak bertanya dan mengungkapkan pendapatnya. Peran guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator yang memfasilitasi siswa bila mereka kesulitan. Selain itu, komponen inovatif tidak lain adalah penggunaan model pembelajaran yang bervariasi. Hal ini diterapkan mengingat setiap anak memiliki karakteristik yang beranekamacam, barangkali mereka tidak cocok pada suatu model pembelajaran, namun lebih cocok pada model pembelajaran yang lain.

    ReplyDelete
  166. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Peradaban semakin berkembang, dan setiap yang ada dan terikat dengan peradaban juga harus berkembang, termasuk perihal pembelajaran matematika. Itulah mengapa kreativitas dan inovasi dibutuhkan. Pembelajaran yang kreatif dan inovatif dibutuhkan untuk menyiapkan siswa yang mampu bersaing dan mengikuti perkembangan peradaban. Inovatif tidak melulu dengan menggunakan teknologi, namun menggunakan apa-apa yang dekat dengan siswa secara kreatif untuk media pembelajaran. Inovasi tidak harus mahal, namun membutuhkan krativitas yang tinggi. Maka dari itu untuk menjadi guru yang inovatif, maka terlebih dulu harus kreatif. Kreativitas dapat diasah dengan banyak membaca dan belajar, banyak mengetahui tentang teori dan praktek pembelajaran.

    ReplyDelete
  167. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif secara keseluruhan dalam mengemukakan pendapat serta mengkomunikasikan pemikirannya baik dengan guru, teman, maupun terhadap materi matematika itu sendiri. Dengan pembelajaran yang bersifat inovatif maka guru semakin mudah dalam membuat lingkungan belajar yang bersifat kolaboratif. Sehingga memberikan dampak siswa akan bersemangat dalam mengiikuti pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  168. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Perubahan selalu diharapkan menuju kearah yang lebih baik, begitu juga dengan perubahan metode pembelajaran dari yang dianggap konvensional menuju pembelajaran inovatif. Hal-hal positif sudah begitu tercermin dari segala komponen pembelajaran inovatif di atas, namun jika menilik dari implementasi di lapangan, tampaknya belum sepenuhnya mampu terlaksana. Banyak faktor yang menjadi penyebab pembelajaran inovatif belum sepenuhnya terlaksana, seperti belum adanya kesiapan dari guru dan murid untuk berperan sebagaimana mestinya. Masih dijumpai guru yang belum sepenuhnya percaya melepaskan murid untuk belajar sendiri, guru masih cendrung memberi penjelasan panjang lebar tentang materi yang diajarkan. Begitu juga dengan murid, masih ada yang belum mau untuk belajar sendiri dan masih menuntut guru untuk "menyuapi" mereka dengan penjelasan materi. Penilaian yang dilakukanpun masih bersifat non autentik. Sedangkan sarana prasarana masih terbatas untuk beberapa sekolah di daerah.

    ReplyDelete
  169. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Menghadapi tantangan di abad 21 ini tentunya pembelajaran matematika yang inovatif-lah yang diharapkan dapat berlangsung di sekolah. Akan tetapi pada kenyataannya, mendesain pembelajaran yang inovatif bukanlah suatu "pekerjaan" yang mudah. Siswa seharusnya juga terlebih dahulu dipersiapkan untuk menghadapi pembelajaran matematika yang inovatif. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Agar ketika guru sudah mendesain pembelajaran matematika dengan menerapkan berbagai model/metode/strategi/setting pembelajaran dengan baik, outcome-nya tidak jauh lebih rendah dibandingkan pembelajaran tradisional. Lebih lanjut, menurut saya, pembelajaran yang bersifat tradisional tidak selamanya buruk.

    Saya juga ingin bertanya. Dalam postingan tersebut tertulis bahwa salah satu ciri dari pembelajaran tradisional adalah kurikulum sebagai instrumen. Nah, apakah yang dimaksud dengan kurikulum sebagai instrumen? Pertanyaan selanjutnya adalah apakah yang dimaksud dengan kurikulum interaktif? Terakhir, pada bagian ciri-ciri pembelajaran yang inovatif tertuliskan "Education for all". Apakah pada pembelajaran tradisional tidak berlaku "Education for all"? "Education for all" itu yang bagaimana?

    Terima kasih

    ReplyDelete
  170. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Saat ini pembelajaran di Indonesia sebagian besar sudah mulai meninggalkan pembelajaran tradisional dan beralih ke pembelajaran inovatif. Dari yang awalnya berpusat pada guru beralih berpusat pada siswa. Pembelajaran inovatif juga memerlukan berbagai komponen seperti yang telah dipaparkan dalam artikel di atas. Sebagai calon pendidik, kami juga belajar dan diajarkan untuk menyusun komponen pembelajaran inovatif serta berlatih untuk melaksanakan pembelajaran inovatif tersebut sebelum terjun langsung dalam dunia pendidikan agar mampu mewujudkan pembelajaran inovatif di Indonesia.

    ReplyDelete
  171. Raudhah Nur Pratiwi
    15301244009
    Pend. Matematika A 2015

    Assalamu'alaikum
    Terimakasih Pak atas informasinya.
    Dari beberapa hal diatas, jika diterapkan dengan baik, pendidikan inovatif ini akan berdampak luar biasa bagi siswa. Tidak ada lagi pembelajaran monoton yang selama ini menjadi penyebab siswa jenuh di kelas. Sebaliknya, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan terasa lebih hidup tentunya.

    ReplyDelete
  172. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Terima kasih Pak Marsigit. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang menjadi tuntutan bagi seorang guru. Karena sesuai dengan kurikulum 2013 ini, guru bukanlah yang menjadi center dalam pembelajaran, namun peserta didiklah yang menjadi center dalam pembelajaran. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pembelajar. Walaupun dalam pelaksanaannya memang masih terasa sulit, khususnya dalam mendesain pembelajaran inovatif serta dibutuhkan waktu yang lebih untuk mempersiapkan pembelajaran. Meskipun demikian, pembelajaran konvensional juga tidak boleh ditinggalkan, karena terdapat beberapa materi yang memang cocok menggunakan pembelajaran konvesional.

    ReplyDelete
  173. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam kurikulum 2013 ini guru dituntut untuk meciptakan pembelajaran yang inovatif, pembelajaran yang sudah tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa. Pembelajaran inovatif ini membuat siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Pembelajaran ini tidak berlangsung satu arah dari guru ke siswa.Tetapi dari guru ke siswa, siswa ke guru, dan dari siswa ke siswa lainnya. Guru disini hanya berperan sebagai fasilitator. Komponen-komponen yang telah diebutkan diatas perlu diperhatikan oleh pendidik agar nantinya dapat menciptakan pembelajaran inovatif yang diinginkan dan juga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  174. Siti Efiana
    S-1 P. Matematika I 2015
    15301241029

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Dengan hadirnya kurikulum 2013, sebenarnya Indonesia sudah berusaha untuk mengubah pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif. Namun, dalam prakteknya tentu saja hal itu tidaklah mudah. Bahkan, meski sudah diterapkan 5 tahun ini, implementasi kurikulum ini masih belum sepenuhnya berhasil. Memang tidak mudah mengubah paradigma yang telah mengakar bertahun-tahun. Tidak mudah pula untuk menyusun RPP yang memfasilitasi siswa untuk mengonstruk sendiri pengetahuannya. Akan tetapi, hal itu bukanlah hal yang tidak mungkin asalkan semua pihak terus berusaha dan bekerja sama demi pendidikan Indonesia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  175. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pembelajaran yang inovatif memang diharapkan dapat membawa pengaruh yang positif bagi prestasi sekaligus minat belajar siswa. Dengan mempraktikkan pembelajaran yang inovatif, siswa diarahkan untuk siap serta terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga diharapkan materi yang diserap dan diingat oleh siswa akan lebih besar dibandingkan ketika siswa cenderung hanya mendengarkan penjelasan guru.

    ReplyDelete
  176. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan matematika A 2015

    Trimakasih Prof untuk atikel ini. Pendidikan di Indonesia saat ini sebagian besar sekolah menggunakan kurikulum 2013 yang berarti beralih dari pembeajaran konvensional yang berpusat kepada guru ke pembelajaran aktif yang berpusat kepada sisiwa. Berarti bahwa pembelajaran di Indonesia sudah mulai mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran Inovatif apabila diterapkan dengan benar maka akan menjadi pembelajaran yang bermakna bagi sisiwa karena dengan pembelajaran inovatif ini siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, perlu diperhatikan komponen pembelajaran inovatif yng mendukung keberhasilan pembelajaran tersebut. Perlu digaris bawahi bahwa dalam pembelajaran siswalah yang membuat kesimpulan.

    ReplyDelete
  177. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Sistem pendidikan di Indonesia saat ini sudah mulai bergerak dari tradisional menuju inovatif. Hal ini ditandai dengan lahirnya kurikulum 2013 yang diikuti dengan munculnya metode saintifik, yang mana pembelajarannya berpusat pada siswa, siswa sebagai subjek, realistik, dan siswa diberi kesempatan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Ini berbeda dengan pembelajaran tradisional yang memandang siswa sebagai objek. Namun demikian, saat ini masih ada guru yang menggunakan metode ekspositori saat mengajar, karena materi yang diajarkan sulit diterapkan dengan metode saintifik. Semoga kedepannya pendidikan di Indonesia semakin maju.

    ReplyDelete
  178. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Menurut saya komponen pembelajaran yang inovatif dalam pendidikan di Indonesia sudah mulai difasilitasi oleh adanya Kurikulum 2013. Dengan adanya tahapan saintifik 5M diharapkan mampu memfasilitasi berkembagnya rasa ingin tahu dan menjadi pembelajaran yang inovatif dengan berbagai macam variasi metode dan media pembelajarannya.

    ReplyDelete
  179. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pembelajaran inovatif merupakan solusi akan anggapan banyak siswa mengenai matematika yang membosankan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa guru harus menggunakan metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  180. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dengan diberlakukannya kurikulum 2013, pendidikan di Indonesia dituntut untuk begerak menjadi pendidikan yang inovatif. Salah satu pendekatan pembelajaran yang digencarkan untuk menunjang keterlaksanaan Kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik yang kemudian ditunjang lagi dengan berbagai model pembelajaran. Guru sebelum melaksanakan pembelajran s]harus sudah menyiapkan komponen-komponen pembelajaran yang inovatif. Komponen-komponen pembelajran inovatif dikutip dari artikel Prof. Marsigit diantaranya yaitu RPP, LKS, Appersepsi, Diskusi Kelompok, Variasi Metode, Variasi Media, Variasi Interaksi, Skema Pencapaian Kompetensi Siswa, Refleksi Siswa, Kesimpulan oleh siswa, dan Authentic Assesmen.

    ReplyDelete
  181. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Saat ini guru dituntut lebih inovatif dalam pembeljaran. Guru dituntut tidak lagi hanya menggunakan metode pembelajaran ekspositori yang berpusat pada guru. Pembelajaran haruslah berpusat pada siswa, karena jika pembelajaran berpusat pada siswa tentu siswa akan lebih focus saat pembelajaran dan pengetahuan yng didapatkan siswa akan bertahan lebih lama dibenak siiswa.
    sehingga guru dituntut lebih inovatif memilih metode pembelajaran.

    ReplyDelete
  182. Nur’aini Habibah Sa’diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam kurikulum 2013, pendidikan di Indonesia sudah mengarah pada pembelajaran yang inovatif. Dalam pembelajaran di Indonesia, sebagian banyak telah meninggalkan pembelajaran ekspositori/ceramah (tradisional). Dengan adanya pembelajaran inovatif diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi siswa maupun guru. Komponen-komponen yang telah diberikan memberikan pengetahuan bagi guru bagaimana pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya pembelajaran inovatif dengan komponen tersebut semoga menjadikan pendidikan di Indonesia juga lebih baik.

    ReplyDelete
  183. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof. Sangat Bermanfaat. Pembelajaran inovatif sangat dibutuhkan dalam sistem pendidikan di Indonesia saat ini. Pembelajaran yang berlangsung di kelas, menurut saya masih terlalu monoton. Dimana guru memberikan penjelasan, memberikan soal latihan kepada siwa. Kemudian siswa mendengarkan,mencatat penjelasan guru dan mengerjakan soal latiha yang diberikan oleh guru. Dengan mengetahui tentang komponen pembelajaran inivatif, semoga para guru dapat berbenah untuk menciptakan berbagai macam inovasi baik inovasi metode pembelajaran, media pembelajaran, dsb agar pembelajaran di kelas dapat berlangsung menyenangkan tidak monoton.

    ReplyDelete
  184. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Artikel di atas menjelaskan perubahan pembelajaran di Indonesia dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif. Pembelajaran tradisional lebih dikenal sebagai pembelajaran ekspositori atau ceramah. Dengan menggunakan model pembelajaran ceramah maka akan membuat peserta didik lebih gampang bosan dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Beda dengan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik. Disini peserta didik dituntut menemukan sendiri masalah yang telah disediakan oleh guru. Guru hanya sebagai fasilitator saja. Dan pembelajaran inovatif ini membuat peserta didik tidak gampang bosan dalam mengikuti pembelajaran di kelas karena peserta didik ikut aktif dalam pembelajaran.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  185. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia tentunya kita perlu merubah pembelajarannya tentunya dengan pembelajaran inovatif yang merupakan perubahan dari pembelajaran konvensional.
    Salah satunya dengan mengubah budaya teacher center menjadi student center. Siswa seabagai actor dalam proses pembelajaran. Contoh yang lain bisa dengan mennggunakan media yang lebih menarik sehingga siswa tidak akan bosan.

    ReplyDelete
  186. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih atas ilmu yang Bapak bagikan melalui postingan tersebut. Dari ciri-ciri dan komponen yang disebutkan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif bukanlah pembelajaran tradisional yang cenderung monoton, tetapi pembelajaran dengan banyak variasi media, metode, dan interaksi. Pembelajaran inovatif juga menuntutguru untuk membantu siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri melalui persoalan kehidupan sehari-hari. Sejauh ini, saat melakukan latihan membuat RPP maupun latihan praktik mengajar, ciri-ciri dan komponen pembelajaran inovatif telah berusaha dikembangkan. Meskipun dalam prakteknya masih ada yang kurang. Hal itu menjadi tantangan untuk selalu berlatih intropeksi diri sebagai calon pendidik.

    ReplyDelete
  187. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih atas ilmu yang Bapak bagikan melalui postingan tersebut. Dari ciri-ciri dan komponen yang disebutkan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif bukanlah pembelajaran tradisional yang cenderung monoton, tetapi pembelajaran dengan banyak variasi media, metode, dan interaksi. Pembelajaran inovatif juga menuntutguru untuk membantu siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri melalui persoalan kehidupan sehari-hari. Sejauh ini, saat melakukan latihan membuat RPP maupun latihan praktik mengajar, ciri-ciri dan komponen pembelajaran inovatif telah berusaha dikembangkan. Meskipun dalam prakteknya masih ada yang kurang. Hal itu menjadi tantangan untuk selalu berlatih intropeksi diri sebagai calon pendidik.

    ReplyDelete
  188. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Terima kasih pak atas informasinya. Saya sangat tertarik sekali melihat informasi tersebut. Karena apabila kita membandingkan antara ciri-ciri pembelajaran tradisional dan ciri-ciri pembelajaran inovatif sangat terlihat sekali perbedaannya. Pembelajaran inovatif tersebut sangat bermanfaat karena siswa bisa memaknai secara langsung dan siswa bisa mengkonstruk secara langsung pengetahuannya. Dalam pembelajaran inovatif ini juga terdapat banyak sekali komponen-komponen yang menyertainya, guna mencapai tujuan dari pembelajaran dan memberikan arah dan persiapan yang matang untuk melaksanakan proses pembelajaran tersebut. Komponen-komponen pembelajaran dari pembelajaran inovatif pun juga sangat fleksibel atau dapat disusun sesuai kebutuhan dari materi yang akan disampaikan sehingga materi tersebut betul-betul bisa semaksimal mungkin dipahami oleh peserta didik.

    ReplyDelete
  189. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Seperti yang selalu Bapak tekankan saat perkuliahan di kelas bahwa pembelajaran inovatif harus student centered dan kesimpulan harus siswa sendiri yang mendapatkannya. Pembelajaran inovatif ini merupakan cerminan dari kurikulum 2013, dengan mengoptimalkan penerapannya pendidikan di Indonesia akan semakin baik dan inovatif.

    ReplyDelete
  190. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Penerapan kurikulum 2013 sebagai jalan untuk mencapai pembelajaran yang inovatif ini pun harus dibarengi dengan perbaikan kualitas guru. Karena seharusnya RPP dan LKS dibuat langsung oleh guru disetiap pertemuannya. Mengapa? Karena hanya guru yang tahu karakteristik siswanya, sehingga tidak bisa disamakan RPP dan LKS jika karakteristiknya saja berbeda. Mungkin memang sulit untuk menentukan RPP yang sesuai, namun mengajar adalah seni. Seni untuk memperoleh inovasi yang tepat disetiap pembelajarannya.

    ReplyDelete
  191. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Berlakunya Kurikulum 2013 memunculkan harapan dan tantangan. Salah satu harapannya adalah bahwa paradigma pembelajaran di sekolah seharusnya bergeser dari teacher centered ke student centered atau dengan kata lain dari bergeser dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif. Seperti yang telah diungkapkan pada postingan ini, salah satu ciri dari pembelajaran yang inovatif adalah adanya variase metode (pembelajaran). Kurikulum 2013 memberikan kesempatan pada guru untuk menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif dengan memberikan alternatif metode pembelajaran yang dapat berupa pembelajaran berbasis masalah, problem posing, discovery learning, contextual teaching learing, dll.

    ReplyDelete
  192. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Salah satu hal yang menarik bagi saya pada postingan ini adalah tertulis bahwa salah satu ciri pembelajaran matematika yang inovatif adalah matematika sekolah. Dari ciri ini, dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika yang inovaif erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk mengeksplor pola dan keterkaitan antara pola-pola yang ada, memecahkan masalah, menyelidiki/investigasi terhadap fenomena matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan komunikasi yang "hidup". Untuk menciptakan pembelajaran matematika yang inovatif tentunya keempat kegiatan tersebut dipadupadankan dengan metode pembelajaran, media pembelajaran, dan interaksi pembelajaran yang sesuai.

    ReplyDelete
  193. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Satu lagi hal yang menarik yang tertulis pada postingan ini adalah bahwa penilaian yang digunakan dalam pembelajaran matematika inovatif adalah penilaian otentik. Melalui penilaian otentik ini, guru tidaklah sekadar menilai hasil akhir belajar siswa tetapi juga melihat proses atau perkembangan belajar siswa baik pada segi kognitif, psikomotor, maupun afektif. Sehingga, yang ditekankan dalam pembelajaran matematika inovatif adalah proses belajar itu sendiri. Jenis penilaian otentik ini dapat berupa penilaian kinerja dan portofolio.

    ReplyDelete
  194. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    pembelajaran inovative merupakan salah satu pembelajaran yang mampu memberikan fasilitas bagi siswa untuk ektif dalam mengembangkan kemampuan kognitif yang dimiliki siswa atau dapat dikatakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. dalam pembelajaran inovative terdapat variasi interaksi yaitu interaksi klasikal, interaksi individual yang didukung dengan adanya variasi media dan variasi metode yang disesuaikan dengan karakteristik siswa.pembelajaran inovative ini lebih menekankan kepada diskusi kelompok, presentasi oleh siswa, s\asesmen fotofolio serta penarikan kesimpulan oleh siswa.

    ReplyDelete
  195. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Terimakasih Prof, ciri dan komponen pembelajaran inovatif dapat menjadi tuntunan bagi guru agar dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mengajar secara inovatif. Sehingga diharapkan peserta didik tidak merasa jenuh dengan pembelajaran yang ada. Dalam pembelajaran inovatif, guru sangat berperan penting dalam merancang kegiatan pembelajaran dari mulai RPP, LKS, apersepsi, metode, media, interaksi, dll.

    ReplyDelete
  196. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof, dari penjelasan mengenai komponen pembelajaran inovatif dapat diambil makna bahwa, untuk saat ini pembelajaran yang diharapkan dilakukan didalam kelas merupakan pembelajaran yang inovatif. Seperti yang disebutkan diatas, pembelajaran inovatif meinggalkan pembelajaran tradisional yang hanya mengandalkan metode ceramah yang dapat membuat siswa bosan, dan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Sehingga diharapkan dengan menggunakan pembelajaran inovatif maka siswa bisa menjadi lebih aktif dalam mempelajari matematika dan guru hanya sebagai fasilitator pembelajaran. Disana terdapat komponen pembelajaran inovatif yang perlu utnuk dilengkapi teruama dalam mempersiapkan RPP dan LKS yang inovatof, melaksanakanpembelajaran dengan diskusi kelompok dll.

    ReplyDelete
  197. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pembelajaran inovatif dianggap sebagai pembelajaran yang sesuai dengan tantangan pada abad 21. Seperti yang telah diketahui, pembelajaran inovatif sudah mulai diterapkan di Indonesia. Mulai dari pembelajaran yang berorientasi pada student centered, hingga penerapan prinsip education for all yang berarti bahwa setiap peserta didik dengan kemampuan tinggi maupun rendah sama-sama memiliki hak yang sama dalam mendapatkan ilmu dengan perlakuan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Bukan malah memaksa peserta didik berkemampuan rendah untuk dapat mengikuti peserta didik berkemampuan tinggi. Bukan juga meminta peserta didik berkemampuan tinggi untuk menunggu temannya yang ketinggalan. Semuanya memiliki hak yang sama, dan pendidikan tidak boleh memaksakannya.

    ReplyDelete
  198. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof atas informasinya mengenai komponen pembelajaran inovaif. Dari tulisan tersebut dapat terlihat jelas perbedaan antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif. Salah satu perbedaannya yaitu bahwa pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sedangkan pembelajaran inovatif berpusat kepada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator saja. Sehingga siswa dapat mengkontruksikan pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  199. Intan Heryani Putri
    1530124101
    S1 Pendidikan Matematika 2015

    Terima kasih atas ilmunya, Prof. Dalam pembelajaran inovatif kita memang perlu memperhatikan hal-hal tersebut. Bahwasanya pembelajaran inovatif itu tidak berpusat pada guru tetapi pada siswa, karena peran guru adalah fasilitator. Pembelajaran ini menuntut variasi model, metode, dan interaksi dalam pembelajaran, tidak hanya menggunakan satu model/ metode/ interaksi saja. Media yang digunakan juga perlu bervariasi. Jadi setiap guru perlu meningkatkan kekretaivitasannya. Komponen terpenting memang RPP dan LKS sehingga keduanya perlu memuat pembelajaran yang inovatif dan memfasilitasi siswa secara individu maupun kelompok. Selain itu, pemilihan apersepsi yang tepat, pemberian kesempatan siswa untuk merefleksi dan menarik kesimpulan juga sangat penting.

    ReplyDelete