Oct 23, 2014

KOMPONEN PEMBELAJARAN INOVATIF




Hasil Diskusi/Brainstorming Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Internasional 2012
pada Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Kamis, 23 Oktober 2014, pk 15.30 di R. D07.310, FMIPA UNY

Dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif

Ciri-ciri Pembelajaran Tradisional:
1. Mengandalkan Metode Ceramah/Expository
2. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar
3. Paradigma pembelajaran sesuai dengan misal Behaviorisme
4. Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst
5. Hanya mengandalkan media Papan Tulis dan Kapur/spidol
6. Menerapkan psikologi belajar: Transfer of Learning dan S-R
7. Matematika bersifat Formal/aksiomatis/matematika murni
8. Kurikulum sebagai Instrument

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif:
1. Student Center
2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar)
3. Variasi Metode Pembelajaran
4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual
5. Construktivisme
6. Matematika Sekolah
7. Realistik
8. Bruner, Piaget, Vigotsky
9. Kurikulum Interaktif
10. Guru sebagai Fasilitator
11. Education is for all
12. Skema pembelajaran fleksibel

Komponen Pembelajaran Inovatif:
1. RPP mempersiapkan pembelajaran inovatif
2. LKS mempersiapkan /memfasilitasi kegiatan belajar Kelompok dan Individu
3. Appersepsi (persiapan siswa, bukan guru oriented, tidak cukup hanya guru berceramah/memberitahu/mengingatkan, dst; tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan (kecil) langsung.
4. Diskusi Kelompok (baik bentuk maupun substansinya)
5. Variasi Metode
6. Variasi Media
7. Variasi Interaksi
8. Skema Pencapaian Kompetensi Siswa/Outcome (Skema Kognisi/Rantai Kognitif: Uraian Materi)
9. Refleksi Siswa (hasil kegiatan diskusi kelompok)
10. Kesimpulan OLEH SISWA

11. Authentic Assesment









17 comments:

  1. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru tidak seperti biasanya dilakukan dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka prosees perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran yang memperhatikan dimensi auditori dan visual pesan yang diberikan akan menjadi lebih baik, Otak tidak sekedar menerima informasi tetapi juga mengolahnya melalui membahas informasi dengan orang lain dan juga mengajukan pertanyaan tentang hal yang dibahas. Otak kita perlu mengaitkan antara apa yang diajarkan kepada kita dengan apa yang telah kita ketahui dan dengan cara kita berfikir, Proses belajar harus mengakomodasi tipe-tipe belajar siswa.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pembelajaran inovatif dapat digunakan guru untuk siswa agar dapat berpikir dengan lebih kritis dan mengembangkan tingkat kemampuan kognitif siswa. Peran guru sebagai fasilitator akan dapat menjembatani siswa agar siswa dapat mengembangkan dan menggali lebih dalam lagi kemampuan berpikirnya. Siswa juga akan lebih kreatif. Variasi media dan metode pembelajaran yang digunakan guru akan membuat siswa tidak merasa bosan dan lebih senang belajar karena selalu ada hal baru yang dipelajari.

    ReplyDelete
  3. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang memfasilitasi siswa belajar dan dapat membangun pengetahuannya sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Guru sebagai fasilitator harus bisa memfasilitasi berbagai karakteristik yang dimiliki oleh masing masing siswa supaya semua siswa dapat terlayani dengan baik. Khususnya pembelajaran di SD harus banyak aktivitas aktivitas belajar supaya anak senang dalam belajar matematika. Bermain dan memanfaatkan berbagai sumber belajar sebagai wahana untuk belajar.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran inovatif ialah pembelajaran student center yang kreatif dan kritis yang menjembatani siswa untuk mengembangkan serta menggali lebih dalam kemampuan kognitifnya dimana guru sebagai fasilitator. Dalam hal ini, guru membimbing harus tepat waktu, tepat guna, tepat cara, dan tepat sasaran sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna karena siswa dapat menemukan, mengembangkan, serta menggali lebih dalam dari konsep yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dari permaparan di atas, terlihat jelas bahwa pembelajaran yang inovatif dan aktif sangat dianjurkan guna peningkatan mutu pendidikan saat ini. Metode konvensional atau ekspositori yang dulunya menggunakan perantara ceramah sudah tidak relevan dengan peserta didik era sekarang karena dianggap membuat siswa pasif. Siswa pasif terjadi ketika perhatian mereka hanya pada guru tersebut dan gurulah yang aktif. Teacher centered sudah tidak berlaku lagi dan dapat diganti dengan student centered yang mampu menjawab persoalan di dunia pendidikan. Maka dari itu penggunaan pembelajaran yang inovatif dan aktif sangat di anjurkan guna memberi fasilitas dan kegiatan kepada siswa. Pembelajaran yang konstruktivisme yaitu siswa diharap mampu membangun konsep dari materinya secara sendiri sehingga mereka tertanam secara dalam. Pemberian kegiatan kepada siswa oleh guru mendukung agar siswa aktif berpikir, memahami dan menganalisis apa yang mereka kerjakan. Tentunya dengan variasi metode sangat membuat siswa nyaman dan tertarik sehingga mereka tidak jenuh.

    ReplyDelete
  6. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia proses pembelajaran di sekolah hendaknya harus beralih dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Dimana pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, namun berpusat pada siswa. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar melainkan sumber belajar dapat diperoleh siswa dari mana saja. Guru hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tidak monoton pada satu metode pembelajaran saja. Guru harus mampu menginovasi setiap komponen pembelajaran yang ada guna mengidealkan proses pembelajaran yang terjadi di kelas.

    ReplyDelete
  7. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terlihat dengan jelas perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Jika pembelajaran tradisional lebih pada model ekspositori, pembelajaran berpusat pada guru, dll. Tetepi pada pembelajaran inovatif lebih memiliki variasi model; media; metode, berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai vasilitator. Pada pembelajaran inovatif terdapat beberapa komponen seperti RPP, LKS, apersepsi, dll.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengarah kepada pembelajaran inovatif. Dimana pembelajaran yang berpusat pada siswa, guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, media, sumber, dan interaksi pembelajaran yang bervariasi, guru sebagai fasilitator, konstruktivism, realistik, skema pembelajaran fleksibel. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan serta memfasilitasi siswa membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  9. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Belum banyak guru yang menerapkan pembelajaran inovatif. Mayoritas guru masih menerapkan pembelajaran tradisional meskipun kurikulum sudah diubah.
    Kita tahu bahwa matematika dikenal sebagai palajaran yang menjadi momok bagi siswa, sehingga tugas kita harus membuat pembelajaran matematika menjadi asyik dan menyenangkan, salah satunya dengan pembelajaran yang inovatif tersebut. Model pembelajaran inovatif bisa menjadi cara yang tepat mengingat secara hakikatnya inovatif merujuk kepada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  10. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif, semua pembelajaran itu baik pada waktunya. Bahkan pembelajaran inovatif dapat terbentuk dari kekurangan-kekurangan yang ada pada pembelajaran tradisional. Pembelajaran tradisional perlahan-lahan mulai ditinggalkan bukan karena pembelajaran tradisional dianggap buruk, bukan! Hal itu terjadi karena kita para pendidik ini sedang belajar untuk memperbaiki proses didik kita agar anak didik kita bisa bersaing dalam dunia yang semakin berkembang dan maju dengan pesat ini.

    ReplyDelete
  11. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif menjadi salah satu pembelajaran yang menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar. Dalam hal ini, peran guru dalam memfasilitasi siswa sangatlah besar. Guru harus menyusun strategi agar pembelajaran tidak lagi menjadi teacher center. Guru harus bisa menyusun RPP ataupun LKS yang akan menuntun siswa untuk dapat memahami pembelajaran secara individu dan kelompok.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pemebalajatn inovatif adalah pembelajar yang selalu menyenangkan siswa yang selalau berinovasi setiap kali mengajart yang mana salah satu ciri nya adalah student center yang berarati pengajaran berpusat pada siswa, jadi pada pembelajaran inovatif ini sendiri sangat berguna untuk pemeblajaran sekarang. Didwa yang sangat berperan dalam pemebelajaran ini sehingga sisiwa diajak aktif dan sekaligus berpikir kritis dalam suatu pembelajaran

    ReplyDelete
  13. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Pembelajaran inovatif lebih banyak memiliki keunggulan dibandingkan cara tradisional. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan diarahkan untuk mengonstruk pengetahuan lewat kegiatan-kegiatan pembelajaran yang bervariasi yang disediakan oleh guru. Guru berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran matematika dilakukan dengan mengaitkan hal-hal real dengan matematika sehingga siswa akan lebih paham dan dapat memahami lewat mengamati fenomena-fenomena yang ada dalam kehidupan. Salah satu hal yang menarik dari pemaparan di atas adalah kesimpulan oleh siswa, hal ini menandakan bahwa siswa paham dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan pengetahuan telah terkonstruk dalam benaknya, yang tentunya dia sendiri yang menemukan.

    Pembelajaran inovatif perlu diterapkan secara menyeluruh agar siswa belajar dari menemukan sendiri pengetahuan lewat kegiatan-kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran inovatif telah dijelaskan pada teks di atas. Maka untuk melaksanakannya guru haruslah melengkapi dan menggunakan komponen yang ada. Memang dalam hal ini guru haruslah dengan kesungguhan dalam membuat berbagai komponen tersebut. Di mana guru haruslah kreatif dalam merancang lembar kerja siswa supaya siswa bisa terarah kegiatannya berdasarkan LKS tersebut. Guru harus menguasai berbagai metode pembelajaran sehingga dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran, agar siswa tidak bosan belajar karena pembelajaran tersebut tidak monoton. Dampak positif yang dapat diperoleh adalah siswa memiliki kesempatan untuk aktif di kelas, dan memungkinkan tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal.

    ReplyDelete
  15. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa untuk dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. Guru berperan sebagai fasilitator harus mampu memfasilitasi siswa dengan berbagai karakteristik yang dimiliki. Supaya dapat tercapai pembelajaran yang inovatif maka perlu dirancang komponen-komponennya seperti RPP, LKS, juga medianya.

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran inovatif memang menjadi alternative guru untuk membelajarkan materi kepada siswa, dan lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran inovatif, pembelajaran berpusat pada siswa, artinya menuntut keaktifan siswa dalam proses pembentukan konsep. Kemudian, pengelolaan kelas juga tidak monoton, artinya ada pembentukan kooperatif atau kerja kelompok diskusi. Peran guru adalah sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  17. Namun, perlu diketahui bahwa tidak mudah menerapkan pembelajaran inovatif. Butuh keikhlasan dari guru dalam melaksanakannya, diantaranya yaitu penyusunan RPP. Penyusunan RPP dan seperangkatnya (termasuk LKS dan silabus) disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, dan mendukung keaktifan belajar siswa. Penilaian yang dilakukan juga tidak cukup melalui tes saja. Namun mencakup penilaian sikap, kognitif dan keterampilan. Jadi, sangat memungkinkan bagi guru untuk menilai kinerja siswa selama pembelajaran, msialnya melalui portofolio atau presentasi di depan kelas oleh siswa.

    ReplyDelete