Oct 23, 2014

KOMPONEN PEMBELAJARAN INOVATIF




Hasil Diskusi/Brainstorming Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Internasional 2012
pada Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Kamis, 23 Oktober 2014, pk 15.30 di R. D07.310, FMIPA UNY

Dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif

Ciri-ciri Pembelajaran Tradisional:
1. Mengandalkan Metode Ceramah/Expository
2. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar
3. Paradigma pembelajaran sesuai dengan misal Behaviorisme
4. Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst
5. Hanya mengandalkan media Papan Tulis dan Kapur/spidol
6. Menerapkan psikologi belajar: Transfer of Learning dan S-R
7. Matematika bersifat Formal/aksiomatis/matematika murni
8. Kurikulum sebagai Instrument

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif:
1. Student Center
2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar)
3. Variasi Metode Pembelajaran
4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual
5. Construktivisme
6. Matematika Sekolah
7. Realistik
8. Bruner, Piaget, Vigotsky
9. Kurikulum Interaktif
10. Guru sebagai Fasilitator
11. Education is for all
12. Skema pembelajaran fleksibel

Komponen Pembelajaran Inovatif:
1. RPP mempersiapkan pembelajaran inovatif
2. LKS mempersiapkan /memfasilitasi kegiatan belajar Kelompok dan Individu
3. Appersepsi (persiapan siswa, bukan guru oriented, tidak cukup hanya guru berceramah/memberitahu/mengingatkan, dst; tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan (kecil) langsung.
4. Diskusi Kelompok (baik bentuk maupun substansinya)
5. Variasi Metode
6. Variasi Media
7. Variasi Interaksi
8. Skema Pencapaian Kompetensi Siswa/Outcome (Skema Kognisi/Rantai Kognitif: Uraian Materi)
9. Refleksi Siswa (hasil kegiatan diskusi kelompok)
10. Kesimpulan OLEH SISWA

11. Authentic Assesment









50 comments:

  1. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Tradisional sudah tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Indoensia adalah pembelajaran inovatif. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran tradisional guru sebagai pusat dari pembelajaran menyebabkan siswa menjadi pasif dan perkembangan pola pikir anak bergantung pada guru. Sementara itu pembelajaran inovatif berpusat pada siswa dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya yang dapat menyebabkan siswa aktif dan lebih interaktif.

    ReplyDelete
  2. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya postingan diatas terkait hal komponen pembelajaran inovatif sangat membantu guru dalam menyusun rancangan pembelajaran matematika dikelas yang ingin menggunakan pembelajaran inovatif. diharapkan dengan diterapkan pembelajaran inovatif ini, dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Adanya perubahan dari pembelajaran tradisonal menuju pembelajaran inovatif ini tak urung karena konsep pembelajaran saat ini mengalami kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pola pembelajaran tradisional menempatkan guru sebagai pusat dari kegiatan pembelajaran, dimana ia menjadi satu-satunya pihak yang mengontrol jalannya pembelajaran.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sekarang ini seorang guru dituntut mampu untuk berperan sebagai fasilitator, dimana ia menggunakan kemampuannya sebagai seorang guru untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan media atau metode pembelajaran yang ada agar dapat meningkatkan keaktifan, kreativitas dan kemandirian peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu ciri pembelajaran inovatif adalah pemeblajaran yang berpusat pada siswa. Artinya, siswa adalah pelaku utama dalam pembelajaran. Siswa adalah pembelajar. Adapun guru hanyalah sebagai fasilitator saja. Sehingga, dalam pembelajaran guru supaya bisa memfasilitasi siswa agar ia mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, tujuannya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  6. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Memasuki era global saat ini, pembelajaran yang inovatif memang menjadi suatu keharusan karena dapat memenuhi kebutuhan siswa saat ini. Postingan ini sangat perlu untuk diperhatikan oleh para guru dan calon guru karena postingan ini dapat dijadikan bahan untuk mengevaluasi pembelajaran yang saat ini diterapkan. Ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif disajikan dengan sangat jelas. Selain itu, disertakan juga komponen pembelajaran inovatif, sehingga setelah membaca postingan ini diharapkan guru dan calon guru dapat belajar bagaimana menciptakan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  7. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah LKS. Dengan menggunakan LKS, siswa dapat berdiskusi dengan temannya untuk menyelesaikan atau melakukan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan yang tertera. Langkah-langkah yang dicantumkan dalam LKS seharusnya sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tertera di RPP. Namun sering kali sebaliknya, langkah-langkah yang tertera pada LKS tidak memiliki langkah-langkah yang sesuai dengan RPP. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dengan lebih seksama ketika guru menyusun LKS agar sesuai dengan RPP dan LKS dibuat sedemikian sehingga dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  8. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang dilaksanakan memang harus terus dilakukan perbaikan atau inovasi-inovasi agar mampu memfasilitasi kebutuhan siswa. Seperti pada postingan ini, pembelajaran di Indonesia saat ini mulai mengalami perubahan, yaitu dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Salah perubahan yang terjadi adalah dari pembelajaran tradisional yang bercirikan metode ceramah menjadi pembelajaran inovatif yang bercirikan student center.

    ReplyDelete
  9. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif berdasarkan postingan ini terdapat 12 ciri, salah satunya adalah variasi media pembelajaran atau berbagai macam sumber belajar. Berbagai macam sumber belajar ini dapat diperoleh dari mana saja. Salah satu contohnya adalah blog dari Prof. Marsigit ini, beliau menuliskan berbagai macam hal sebagai salah satu sumber belajar mahasiswa yang inovatif dan modern guna memfasilitasi kebutuhan mahasiswa yang beragam. Hal ini dapat dijadikan contoh untuk guru di sekolah.

    ReplyDelete
  10. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran inovatif memiliki beberapa komponen, salah satunya adalah apersepsi. Namun, terkadang apersepsi sulit dilakukan jika kita belum benar-benar memahami apa itu apersepsi. Apersepsi ini merupakan persiapan siswa, bukan guru, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan kecil secara langsung agar prior knowledge yang dibutuhkan terpenuhi, seperti memberikan kuis.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dalam upaya melakukan inovasi pendidikan, terkadang banyak kendala yang harus kita lewati. Terkadang cita-cita sederhana dan mulia, ingin menjadi guru yang professional, inovatif, dan ikhlas dalam mendidik siswa sungguh tak mudah untuk mewujudkannya. Maka sebagai calon guru jangan lah menyerah dan jangan lelah untuk terus belajar memperbaiki metode-metode pembelajaran demi tercapainya pembelajaran yang lebih baik lagi..

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dalam elegi yang lain, Prof Marsigit menjelaskan cara melakukan inovasi pembelajaran, antara lain mengenali faktor pendukungnya, mengenali segala informasi yang berkenaan dengan inovasi pembelajaran, berkomunikasi dengan referensi dan nara sumber, mencari orang-orang yang mempunyai visi, persepsi, kepentingan dan tujuan yang sama. Selain itu, mempelajari model-model inovasi pembelajaran yang telah ada, menetapkan skala prioritas, mempelajari teori-teori dan paradigma pendidikan kemudian menyesuaikan dengan paradigma mengajar kita. Kita juga perlu mengenali hakekat keilmuan, siswa, penilaian, alat peraga, konteks pembelajaran, dst.

    ReplyDelete
  13. Nama : Alfiramita Hertanti
    kelas : S2- PMA 2017
    NIM : 17709251008

    terima kasih atas klarifikasinya, pak. Sangat singkat, jelas dan padat. Dari dua jenis pembelajaran di atas saya teringat dengan sistem pendidikan gaya bank yng mewakili pembelajaran tradisionil dan sistem pendidikan terhadap masalah yang mewakili pembelajaran inovatif. dengan membaca ini saya sepertinya harus membaca tuntas teori pendidikan a la Paulo Freire.

    ReplyDelete
  14. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B 2017

    Sangat jelas bagaimana perbedaan di antara keduanya. Saya melihat bahwa akan terdapat beberapa permasalahan dalam membawa pembelajaran tradisional ke dalam pembelajaran yang inovatif. Saya jadi teringat pada postingan bapak yang berjudul Burung di Pagi Hari dan Jengkerik di Sore Hari. Proses peralihannya begitu sulit, selain karena idealisme masing-masing, menjadi sulit karena antara butir butir ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif terdapat hubungan yang benar benar kontradiktif.

    ReplyDelete
  15. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Menurut saya, pembelajaran inovatif sangat cocok diterapkan pada era saat ini dibandingkan pembelajaran tradisional. Pembelajaran inovatif menekankan pada ‘student centered’ dimana guru hanya sebagai fasilitator, membebaskan siswa untuk berkreasi, berkarya, dan berfikir untuk menemukan konsep. Jadi, sesuai dengan konsep pembelajaran konstruktivisme, dimana siswa menemukan dan mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Jika guru memberikan LKS, maka hendaknya LKS itu dibuat sedemikian hingga dapat menuntun siswa menemukan konsep pengetahuannya secara mandiri.

    ReplyDelete
  16. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Pembelajaran inovatif bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk/ membangun pengetahuan dirinya sendiri dalam rangka perubahan perilaku kearah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Oleh sebab itu, menurut pendapat saya pembelajaran inovatif ini sangat cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran terutama pembelajaran matematika, dimana pembelajaran berpusat pada siswa sementara guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator yang memfasilitasi belajar siswa dengan LKS yang dirancang sedemikian rupa sehingga mendukung siswa dalam memahami konsep dari materi yang dipelajari. Dengan begitu siswa lebih berkesan dengan pembelajaran yang dilakukan sebab siswa mengalami sendiri proses belajar tersebut.

    ReplyDelete
  17. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya ingin membahsa ciri2 pembelajaran tradisional: guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Memang guru merupakan sumber belajar, namun bukan satu-satunya. Ada banyak sumber belajar yaitu buku, pengalaman, media, lingkungan dan lain-lain. Alangkah baiknya jika guru menjadi fasilitator untuk membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sudah saatnya pembelajaran tradisional sedikit demi sedikit kita ubah demi tercapainya tujuan pembelajaran yang baik. Walaupun masih sangat sulit menerapkan pembelajaran inovatif karena kesiapan sarpras, namun perlu adanya usaha yang maksimal. Tidak hanya guru dan siswa saja yang mengambil peran ini, namun sebenarnya semua warga sekolah lainnya juga harus turut serta

    ReplyDelete
  19. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selamat malam prof,
    Pembelajaran inovatif memberikan pengalaman seluas-luasnya pada siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, terlibat dalam aktivitas berfikir maupun dalam kegiatan belajar sehingga dapat belajar dengan lebih bermakna. Sementara guru bertindak sebagai fasilitator dan mediator. Dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif memerlukan kreatifitas dan inovasi dari pendidik sebagai pengembang pendidikan. Jika melihat kondisi sekarang ini, pendidikan kita sudah mulai mengarah kepada pendidikan yang inovatif. Namun, di sisi lain, perubahan tersebut masih memiliki berbagai kendala. Selain itu juga masih terdapat pendidik yang enggan mengubah kebiasaan lamanya dalam pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  20. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih pak atas postingannya. postingan ini menjelaskan apa bedanya pembelajaran tradisional dan pembelaaran inovatif. Menurut saya setiap guru emang harus punya ide ide kreatif untuk membuat pembelajaran yan inovatif, karena pembelajaran yang inovatif guru harus mempunyai variasi pada metode pembelajaran, media yang digunakan, dan cara berinteraksi dikelas. Pembelajaran inovatif lebih unggul karena, pada pembelajaran tradisional guru sebagai sumber materi, sehingga siswa hanya mendengarkan, menerima apa yang disampaikan oleh guru, sedangkan pada pembelajaran inovatif siswa menjadi point utama (Student Center), jadi yang mencari konsep materi siswa yang aktif, dan siswa yang menyimpulkan, disini guru sebagai fasilitator, jadi ketika siswa mengalami kesulitan maka guru yang akan membimbing lebih lanjut. Semoga dengan membaca postingan bapak mengenai ciri-ciri, dan komponen pembelajaran inovatif, akan membuat para guru dan calon guru lebih siap untuk tetap meneruskan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  21. anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    perbedaan mendasar pembelajaran tradisional dan inovatif pada pusat/sumber belajarnya. Kalau tradisional itu teacher centered sedangkan inovatif bersifat student centered.
    Guru dituntut untuk menjadi pribadi yang aktif, kreatif dan inovatif dalam KBM dengan menggunakan variasi media, model, teknik/strategi pembelajaran sehingga diharapkan murid akan lebih semangat dalam menyerap materi dan dalam berpartisipasi di dalam kelas. Pembelajaran yang inovatif siswa dibelajarkan untuk mengkontruksi sendiri ilmu pengetahuan yang diperoleh sehingga akan menjadi pembelajaran yang bermakna dalam benak siswa, sehingga akan jauh lebih lama tertanam pada siswa karena proses kontruksi sendiri dari pada transfering ilmu dari guru.

    Ceramah bukan lagi metode yang tepat dalam mengajar jika porsinya tidak dikontrol. Apalagi di zaman teknologi canggih seperti ini, guru harus uptodate, mengikuti trend dan dinamisasi kehidupan. Siswa diajak pula untuk inovatif mencari, menemukan dan mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Namun, ceramah pun juga dapat menjadi metode yang tempat dalam pembelajaran untuk matri tertentu, sehingga penggunaan ceramah yang di kontrol akan jauh lebih baik dari pada guru hanya menggunakan metode yang kurang cocok dengan materi yang akan disampaikan kepada anak.

    ReplyDelete
  22. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Pembelajaran inovatif diperlukan dalam mengahadapi zaman seperti sekarang ini. Pembelajaran inovatif ini dituntut bagi guru seperti yang tercantum dalam kurikulum 2013. Diharapkan dengan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing global sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pembelajaran dari masa ke masa sudah berubah sedikit demi sedikit, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan lebih inovatif dan kreatif. Pembelajaran inovatif memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam segi menalar, mengkomunikasikan, dan lain sebagainya. Dengan pembelajaran yang inovatif, siswa akan merasa diri mereka tidak jenur dan mereka merasa dihargai. Oleh karena itu dalam pembelajaran guru seharusnya sudah mulai sadar bahwa sebenarnya guru bukanlah satu-satunya yang menentukan siswa itu akan memperoleh pengetahuan, namun guru juga harus memberikan mereka ruang terbuka untuk mencurahkan pendapat serta pemahaman mereka mengenai suatu ilmu. Pembelajaran tradisional masih banyak sekali dilakukan oleh guru-guru yang memang masih malas untuk memberikan pembelajaran yang inovatif. Mereka menganggap kegiatan tersebut akan menyita banyak waktu dan tidak akan efisien sehingga seluruh materi tidak akan tersampaikan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari ulasan di atas sangat menggambarkan perbedaan bagaimana kelebihan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi sesuai peta konsep yang terbentuk dipola pikiran mereka, selain itu pembelajaran inovatif juga mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru dalam memperoleh informasi sehingga guru memang hanya menjadi sebatas mediator dan fasilitator bagi siswa dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  25. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Postingan di atas sangat baik untuk menjelaskan perbedaan dari pembelajaran inovatif dan tradisional. Penjelasan secara singkat dan padat tapi sangat jelas untuk menjelaskan ciri kedua pembelajaran tersebut.
    Untuk zaman sekarang siswa dituntut harus lebih aktif, sehingga pembelajaran yang inovatif sangat cocok untuk diterapkan. Pada era ini guru menjadi sumber belajar akan tetapi bukan menjadi satu-satunya sumber belajar. Guru menjadi fasilitator untuk membentuk pembelajaran didalam kelas tidak menoton, guru mengarahkan siswa untuk mendapatkan konsep bukan memberi tapi mengarahkan atau membimbing, dan guru pun harus berpikir(membuat) skema atau langkah pembelajaran yang akan dilalui siswa agar siswa bisa berpikir kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Tugas seorang guru adalah mendidik, melatih ,mengajar dan mentransfer ilmunya kepada seorang siswa.Pembelajaran yang diterap seperti pembelajaran tradisional seperti metode ceramah terkadang membuat siswa merasa jenuh.Disamping itu, kadang membuat siswa tidak mampu kreatif dan kaku dalam mengembangkan kecerdasannya.Sedangkan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dibuat oleh guru yang besifat baru.Tujuannya adalah untuk memfasilitasi seorang siswa dalam mengembangkan pengetahuannya dalam ranah merubah perilaku ke arah yang lebih baik lagi.Sangat tepat sekali jika pembelajaran tradisonal di arahkan ke pembelajaran yang inovatif agar siswa lebih mandiri dalam melakasanakan proes belajar yang baik.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak atas pengelompokan ciri-ciri pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Sangat jelas dan mudah dipahami. Namun tidak bisa dipungkiri memang bukan suatu hal yang mudah untuk mengubah pembelajaran dari tradisional ke pembelajaran yang inovatif. Dibutuhkan kesiapan antara guru dan siswa, sebab keduanya mempunyai peran penting dalam pelaksanaannya. Seperti guru harus menyiapkan berbagai macam komponen pembelajaran inovatif seperti yang terdapat dalam tulisan diatas dan siswa juga harus mempersiapkan diri ketika sebelum, sedang dan setelah pembelajaran berlangsung. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat dalam melaksanakan pembelajaran inovatif demi terwujudnya pembelajaran yang lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Sangat menarik pemaparan dan perbedaan model pembelajaran tradisional dan inovatif. Permasalahan yang kerap muncul bagi guru saat ini adalah susah membedakaan antara model pembelajaran tradisional dan inovatif ke dalam praktik. Banyak guru yang masih mencoba untuk menerapkan pembelajaran inovatif di awal pembelajaran namun semakin lama guru kembali terjebak ke dalam model pembelajaran tradisional. Maka dari itu sangat penting untuk mengklasifikasikan perbedaan pembelajaran tradisional dan inovatif.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka prosees perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Artinya guru dsini memegang peranan sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pada kenyataannya masih banyak guru di lapangan yang masih tidak bisa mengubah kebiasaan pemebalajrankonvensional menjadi inovatif.

    ReplyDelete
  30. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ciri pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif sangat berbeda. untuk berubah dari tradisional menjadi inovatif perlu adanya usaha dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat. Selain itu diperlukan pula pemahaman tentang belajar inovatif. Apa yang dimaksud pembelajaran inovatif, ciri-ciri, syarat inovatif, segala sesuatu yang disiapkan untuk pembelajaran inovatif. Semoga pembelajaran di Indonesia dapat semakin maju guna memfasilitasi generasi muda belajar sehingga dapat bersaing di kancah dunia. Aamiin.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  32. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih banyak prof. Marsigit atas postingan di atas. Dewasa ini, guru dituntut untuk dapat melaksanakan pembelajaran inovatif agar siswa mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif pula. Karakteristik dan komponen pembelajaran inovatif sangat perlu dipelajari dan dilatih oleh para guru karena pelaksanaannya yang tidak mudah dan jauh berbeda dengan pembelajaran tradisional pada umumnya. Saya sangat setuju dengan point no.3 dari komponen pembelajaran inovatif tentang apersepsi. Mungkin tujuan utama apersepsi adalah untuk menyamakan persepsi dan pengetahuan sebelumnya dari siswa agar pembelajaran yang akan dilakukan pada hari itu dapat lebih mengerti dan kompetensinya tercapai. Namun jika kita buat dengan cara lain seperti memberi kesempatan siswa melakukan kegiatan kecil secara langsung, itu dapat menarik dan lebih menyemangati siswa sebagai pembuka dalam pembelajaran. Siswa dapat mengimplementasikan apa yang ia tahu dan lebih mampu memahami pentingnya ilmu yang telah ia pelajari. Sehingga selain mereka menjadi lebih semangat dalam pembelajaran, mereka akan respect dan menghargai keberadaan guru yang telah memberi ilmu atau menjadi fasilitatornya di dalam kelas. Itu lah pembelajaran yang inovatif, karena segala hal menjadi sangat bermakna dan bermanfaat tidak hanya untuk siswa tapi juga guru

    ReplyDelete
  33. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Proses belajar mengajar di Indonesia mulai mengalami perubahan, dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Namun tidak sedikit pula yang masih menerapkan pembelajaran tradisional. Dikarenakan kondisi lingkungan maupun siswa itu sendiri. Pembelajaran inovatif sangat membantu dalam hal membentuk pengetahuan siswa (konstruktif). Komponen pembelajaran inovatif seperti: RPP, LKS, apersepsi (persiapan siswa), diskusi kelompok, variasi metode, media, interaksi, skema pencapaian kompetensi siswa serta adanya refleksi dan kesimpulan oleh siswa akan membiasakan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran akan mengoptimalkan peran siswa dalam membangun pengetahuan sehingga belajar lebih bermakna dan tahan lama.

    ReplyDelete
  34. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pembelajaran inovatif merupakan bentuk pembelajaran yang dituntut pada dewasa ini. Karena pada pembelajaran inovatif ini pembelejaran berpusat pada siswa. Sehingga siswa dapat melatih berpikir dan mengolah serta membangun pengetahuannya sendiri. Kegiatan membangun pengetahuan sendiri tersebut berdampak positif bagi siswa. Dampak positif tersebut adalah siswa akan memiliki pengalaman belajar sendiri dan pengetahuan tersebut akan bertahan lama dalam ingatan siswa. Dengan pembelajaran inovatif juga siswa diharapkan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar.

    ReplyDelete
  35. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dari waktu kewaktu inovasi dalam pembelajaran terus dilakukan. Hal ini agar tujuan dari pembelajaran itu sendri dapat tercapai. Jika ditinjau lagi perkembangan dalam pembelajaran dari proses pembelajaran yang bersifat tradisional hingga pembelajaran yang inovatif. Perbedaan kedua model pembelajaran tersebut terlihat jelas, misalnya dari murid yang menjadi objek dalam pembelajaran menjadi variasi interaksi, serta student center dan berbagai perkembangan lainnya seperti yang telah digambarkan diatas. Semoga dengan pembelajaran yang lebih inovatif diharapkan semua tujuan dari pembelajaran dapat diraih.

    Demikian, terimakasih.


    ReplyDelete
  36. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Perubahan pembelajaran trasidional menjadi pembelajaran inovatif dimulai dengan perubahan pendekatan pembelajaran. Pendekatan pada pembelajaran tradisional berpusat pada guru sehingga pembelajaran yang terjadi sifatnya hanya transfer knowledge, dan hanya akan menghasilkan siswa yang kurang kritis, kurang aktif, kurang kreatif. Siswa yang demikian dikhawatirkan tidak akan bisa mengikuti perkembangan zaman karena tidak terbiasa untuk berfikir lebih tinggi (hanya menurut saja). Fenomena demikian kemudian melatarbelakangi lahirnya pembelajaran inovatif yang berfokus pada siswa, atau student centered learning. Pembelajaran inovatif akan melatih siswa agar berfikir kritis, kreatif dan aktif. Sehingga diharapkan akan melahirkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan berfikir tinggi yang baik

    ReplyDelete
  37. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Adanya perubahan cara belajar dari tradisional ke pembelajaran inovatif merupakan bukti nyata bahwa sampai saat ini dan saat yang akan datang, para pendidik siap untuk menyumbangkan inovasi demi perbaikan sistem pembelajaran. Perubahan yang diciptakan pasti sudah melihat faktor faktor yang cocok untuk kebutuhan siswa di ruang dan waktu yang sekarang. Perbedaan kedua sistem ini sangatlah kontradiktif. Tetapi memberikan sumbah sih yang sangatlah lebih untuk perkembangan pendidikan.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kondisi Pendidikan di Indonesia saat ini dalam keadaan transisi dari sistem pembelajaran tradisional menuju sistem Pembelajaran inovatif, ini terlihat dari proses pembelajaran di beberapa sekolah sudah menerapkan sistem pembelajaran inovatif dengan menerapkan komponen-komponen pembelajaran inovatif yang dipaparkan diatas, meskipun belum semua komponen mampu diterapkan. Dibeberapa sekolah di Indonesia juga masih menggunakan sistem pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru dengan metode andalannya yaitu metode ceramah.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Paradigma pembelajaran yang semula berpusat pada guru saat ini sudah bergeser ke arah berpusat pada siswa dikarenakan tuntutan pendidikan yang semakin berkembang, apalagi jika dilihat tuntutan kompetensi di abad 21, maka pembelajaran yang berpusat pada siswa sudah tidak relevan lagi.

    ReplyDelete
  40. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pembelajaran yang inovatif sampai saat ini masih menjadi PR besar bagi kami calon pendidik. Dengan adanya perubahan kurikulum yang mengarahkan kami para pendidik untuk mendesain pembelajaran inovatif sangat membatu kami menumbuhkan semangat. Jujur saja sebagai mahasiswa terkadang saya masih merasa kesulitan dalam mendesain pembelajaran inovatif. Mulai dari mencari ide, memilih metode dan pendekatan yang cocok sampai implementasi di kelas untuk memotivasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Semoga Bapak masih berkenan membimbing kami untuk memberikan pembelajaran yang maksimal untuk siswa-siswa kami terutama dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  41. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pembelajaran inovatif nampaknya masih menjadi PR kita bersama, tidak terkecuali dalam pembelajaran matematika. Apalagi matematika yang dikenal abstrak dikalangan siswa bahkan mahasiswa. Di tingkat sekokah dasar menengah, pembelajaran inovatif menekankan pada bagaimana cara guru memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuan mereka sendiri. Tentu hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh kecakapan guru dalam membimbing siswa, tetapi juga tingkat kemampuan siswa. Tidak semua sekolah memiliki input siswa yang mumpuni, sehingga penerapan student center dalam pembelajaran juga tidak sepenuhnya cocok diterapkan di semua sekolah.

    ReplyDelete
  42. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menarik mambaca artikel diatas, masing-masing komponen dalam pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif sangat berbeda. Perbedaan mencolok pada teacher centered dan student centered. Pada pembelajaran inovatif siswa aktif dan dapat menyimpulkan sendiri materi pembelajaran di kelas, tentunya dengan pendampingan dan penguatan dari guru. Meskipun sekarang sedang gencar-gencarnya pembelajaran inovatif, jangan sampai pembelajaran tradisional dianggap buruk dan tidak boleh dipakai. Menurut saya dua metode pembelajaran itu bisa dikolaborasikan, misalnya pada materi tertentu menggunakan ekspository, namun pada materi lainnya menggunakan PMRI, dsb.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Teori-teori sudah banyak muncul mengenai betapa tertinggalnya pembelajaran tradisional jika dibandingkan dengan pembelajaran inovatif. Namun jika turun ke lapangan, masih sangat banyak guru dan siswa yang tetap menginginkan pembelajaran tradisional. Alasan bagi guru adalah kurangnya waktu untuk mengimpelemtasikan pembelajran inovatif karena tuntutan kurikulum. Bagi siswa, mendapat penjelasan 100% dari guru akan lebih mudah dipahami. Dimanakah benang merah di antara keduanya agar teori mutakhir dapat dibuktikan kebenarannya? Menurut saya, yang menjadi hambatan pada saat ini adalah paradigma siswa dan perangkat dari pengajar. Sangat sulit mengembangkan perangkat yang memenuhi syarat saintifik dan mudah dipahami siswa, dan sangat sulit menimbulkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri dengan berdiskusi kelompok.

    ReplyDelete
  44. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Di atas manyebutkan tentang ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif. Pada dasarnya pembelajaran tradisional mengedepankan hafalan. Sehingga siswa dituntut untuk menghafalkan suatu materi. Ketika siswa memiliki daya ingat yang rendah, maka dia akan merasa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dihindari oleh siswa. Mereka menganggap matematika sangat sulit oleh karena itu tugas guru adalah membuat siswa memahami materi pada mata pelajaran matematika. Salah satu cara agar siswa memahami yaitu dengan melakukan pembelajaran inovatif yamg bertujuan untuk mengkonstruk atau menanamkan konsep materi matematika di benak siswa.

    ReplyDelete
  45. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Di atas manyebutkan tentang ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif. Pada dasarnya pembelajaran tradisional mengedepankan hafalan. Sehingga siswa dituntut untuk menghafalkan suatu materi. Ketika siswa memiliki daya ingat yang rendah, maka dia akan merasa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan. Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dihindari oleh siswa. Mereka menganggap matematika sangat sulit oleh karena itu tugas guru adalah membuat siswa memahami materi pada mata pelajaran matematika. Salah satu cara agar siswa memahami yaitu dengan melakukan pembelajaran inovatif yamg bertujuan untuk mengkonstruk atau menanamkan konsep materi matematika di benak siswa.

    ReplyDelete
  46. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Seiring berkembangnya paham konstruktivism, yaitu bahwa pengetahuan adalah dibentuk sendiri oleh siswa berdasar pengalaman dan aktivitas selama proses belajar mengajar. Pembelajaran inovatif menjadi solusi bagi praktisi pendidikan untuk menyajikan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered). Hal ini karena dalam pembelajaran inovatif siswa difasilitasi untuk membentuk pengetahuan mereka melalui variasi metode, variasi metode, dan variasi interaksi. Selain itu siswa diberikan LKS yang menyajikan serangkaian kegiatan yang bersifat membangun pengetahuan, bukan sekadar kumpulan soal-soal. Selain itu terjadi diskusi kelompok dan refleksi kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pembelajaran inovatif siswa berperan sebagai aktor pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  47. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak sudah memberikan ciri dan komponen pembelajaran inovatif dan juga ciri dari pembelajaran tradisional. Komponen dan ciri tersebut dapat menjadi acuan para guru maupun calon guru untuk mengevaluasi diri dalam proses pembelajaran. Dengan adanya komponen-komponen pembelajaran yang inovatif seperti, RPP yang sesuai dengan sintak pembelajaran inovatif dapat membantu guru untuk untuk menyiapkan segala yang akan dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Seperti menentukan media, metode pembelajaan, apersepsinya, juag LKS yang nanti akan digunakan seperti apa, semuanya sudah terancang didalam RPP, sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif akan lebih baik lagi dengan adanya persiapan yang matang.

    ReplyDelete
  48. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam kurikulum 2013, sudah tidak dibenarkan lagi pembelajaran yang tradisional. Dahulu siswa haya duduk mendengarkan saja apa yang dikatakan oleh guru dan tidak memiliki kesempatan dalam berbicara mengungkapkan pendapatnya. Berbeda dengan saat ini kurikulum 2013 terdapat berbagai macam langkah yang membuat siswa semakin terbuka untuk mengungkapkan pendapatnya seperti diskusi, mengolah data, dan mengamati secara langsung maslaah yang akan diselesaikan. Menurut saya pendekatan saintifik lebih sesuai dengan bangsa Indonesia yang mengedepankan demokrasi dimana setiap siswa setara dalam pengambilan setiap keputusan dan dapat bermusyawarah untuk menghasilkan kesimpulan.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pembelajaran yang inovatif tidak bisa berjalan begitu saja tanpa ada persiapan yang baik dari guru. Persiapan yang matang harus dari setiap tahap yang ada, mulai dari perencanaan, pelakasanaan, dan evaluasinya agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

    ReplyDelete
  50. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    kesuksesan pembelajaran di kelas sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam mengajar. guru yang inovatif tentunya akan memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan menyenangkan bagi siswa. sebagai calon guru semoga kelak saya bisa menciptakan kelas yang efektif untuk pembelajaran matematika. terimakasih untuk tulisannya pak, menambah pengetahuan saya tentang pembelajaran inovatif :)

    ReplyDelete