Oct 23, 2014

KOMPONEN PEMBELAJARAN INOVATIF




Hasil Diskusi/Brainstorming Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Internasional 2012
pada Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Kamis, 23 Oktober 2014, pk 15.30 di R. D07.310, FMIPA UNY

Dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif

Ciri-ciri Pembelajaran Tradisional:
1. Mengandalkan Metode Ceramah/Expository
2. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar
3. Paradigma pembelajaran sesuai dengan misal Behaviorisme
4. Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst
5. Hanya mengandalkan media Papan Tulis dan Kapur/spidol
6. Menerapkan psikologi belajar: Transfer of Learning dan S-R
7. Matematika bersifat Formal/aksiomatis/matematika murni
8. Kurikulum sebagai Instrument

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif:
1. Student Center
2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar)
3. Variasi Metode Pembelajaran
4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual
5. Construktivisme
6. Matematika Sekolah
7. Realistik
8. Bruner, Piaget, Vigotsky
9. Kurikulum Interaktif
10. Guru sebagai Fasilitator
11. Education is for all
12. Skema pembelajaran fleksibel

Komponen Pembelajaran Inovatif:
1. RPP mempersiapkan pembelajaran inovatif
2. LKS mempersiapkan /memfasilitasi kegiatan belajar Kelompok dan Individu
3. Appersepsi (persiapan siswa, bukan guru oriented, tidak cukup hanya guru berceramah/memberitahu/mengingatkan, dst; tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan (kecil) langsung.
4. Diskusi Kelompok (baik bentuk maupun substansinya)
5. Variasi Metode
6. Variasi Media
7. Variasi Interaksi
8. Skema Pencapaian Kompetensi Siswa/Outcome (Skema Kognisi/Rantai Kognitif: Uraian Materi)
9. Refleksi Siswa (hasil kegiatan diskusi kelompok)
10. Kesimpulan OLEH SISWA

11. Authentic Assesment









156 comments:

  1. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru tidak seperti biasanya dilakukan dan bertujuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka prosees perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. Pembelajaran yang memperhatikan dimensi auditori dan visual pesan yang diberikan akan menjadi lebih baik, Otak tidak sekedar menerima informasi tetapi juga mengolahnya melalui membahas informasi dengan orang lain dan juga mengajukan pertanyaan tentang hal yang dibahas. Otak kita perlu mengaitkan antara apa yang diajarkan kepada kita dengan apa yang telah kita ketahui dan dengan cara kita berfikir, Proses belajar harus mengakomodasi tipe-tipe belajar siswa.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pembelajaran inovatif dapat digunakan guru untuk siswa agar dapat berpikir dengan lebih kritis dan mengembangkan tingkat kemampuan kognitif siswa. Peran guru sebagai fasilitator akan dapat menjembatani siswa agar siswa dapat mengembangkan dan menggali lebih dalam lagi kemampuan berpikirnya. Siswa juga akan lebih kreatif. Variasi media dan metode pembelajaran yang digunakan guru akan membuat siswa tidak merasa bosan dan lebih senang belajar karena selalu ada hal baru yang dipelajari.

    ReplyDelete
  3. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang memfasilitasi siswa belajar dan dapat membangun pengetahuannya sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Guru sebagai fasilitator harus bisa memfasilitasi berbagai karakteristik yang dimiliki oleh masing masing siswa supaya semua siswa dapat terlayani dengan baik. Khususnya pembelajaran di SD harus banyak aktivitas aktivitas belajar supaya anak senang dalam belajar matematika. Bermain dan memanfaatkan berbagai sumber belajar sebagai wahana untuk belajar.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran inovatif ialah pembelajaran student center yang kreatif dan kritis yang menjembatani siswa untuk mengembangkan serta menggali lebih dalam kemampuan kognitifnya dimana guru sebagai fasilitator. Dalam hal ini, guru membimbing harus tepat waktu, tepat guna, tepat cara, dan tepat sasaran sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna karena siswa dapat menemukan, mengembangkan, serta menggali lebih dalam dari konsep yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dari permaparan di atas, terlihat jelas bahwa pembelajaran yang inovatif dan aktif sangat dianjurkan guna peningkatan mutu pendidikan saat ini. Metode konvensional atau ekspositori yang dulunya menggunakan perantara ceramah sudah tidak relevan dengan peserta didik era sekarang karena dianggap membuat siswa pasif. Siswa pasif terjadi ketika perhatian mereka hanya pada guru tersebut dan gurulah yang aktif. Teacher centered sudah tidak berlaku lagi dan dapat diganti dengan student centered yang mampu menjawab persoalan di dunia pendidikan. Maka dari itu penggunaan pembelajaran yang inovatif dan aktif sangat di anjurkan guna memberi fasilitas dan kegiatan kepada siswa. Pembelajaran yang konstruktivisme yaitu siswa diharap mampu membangun konsep dari materinya secara sendiri sehingga mereka tertanam secara dalam. Pemberian kegiatan kepada siswa oleh guru mendukung agar siswa aktif berpikir, memahami dan menganalisis apa yang mereka kerjakan. Tentunya dengan variasi metode sangat membuat siswa nyaman dan tertarik sehingga mereka tidak jenuh.

    ReplyDelete
  6. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia proses pembelajaran di sekolah hendaknya harus beralih dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Dimana pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, namun berpusat pada siswa. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar melainkan sumber belajar dapat diperoleh siswa dari mana saja. Guru hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tidak monoton pada satu metode pembelajaran saja. Guru harus mampu menginovasi setiap komponen pembelajaran yang ada guna mengidealkan proses pembelajaran yang terjadi di kelas.

    ReplyDelete
  7. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terlihat dengan jelas perbedaan antara pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Jika pembelajaran tradisional lebih pada model ekspositori, pembelajaran berpusat pada guru, dll. Tetepi pada pembelajaran inovatif lebih memiliki variasi model; media; metode, berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai vasilitator. Pada pembelajaran inovatif terdapat beberapa komponen seperti RPP, LKS, apersepsi, dll.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengarah kepada pembelajaran inovatif. Dimana pembelajaran yang berpusat pada siswa, guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, media, sumber, dan interaksi pembelajaran yang bervariasi, guru sebagai fasilitator, konstruktivism, realistik, skema pembelajaran fleksibel. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan serta memfasilitasi siswa membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  9. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Belum banyak guru yang menerapkan pembelajaran inovatif. Mayoritas guru masih menerapkan pembelajaran tradisional meskipun kurikulum sudah diubah.
    Kita tahu bahwa matematika dikenal sebagai palajaran yang menjadi momok bagi siswa, sehingga tugas kita harus membuat pembelajaran matematika menjadi asyik dan menyenangkan, salah satunya dengan pembelajaran yang inovatif tersebut. Model pembelajaran inovatif bisa menjadi cara yang tepat mengingat secara hakikatnya inovatif merujuk kepada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  10. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif, semua pembelajaran itu baik pada waktunya. Bahkan pembelajaran inovatif dapat terbentuk dari kekurangan-kekurangan yang ada pada pembelajaran tradisional. Pembelajaran tradisional perlahan-lahan mulai ditinggalkan bukan karena pembelajaran tradisional dianggap buruk, bukan! Hal itu terjadi karena kita para pendidik ini sedang belajar untuk memperbaiki proses didik kita agar anak didik kita bisa bersaing dalam dunia yang semakin berkembang dan maju dengan pesat ini.

    ReplyDelete
  11. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif menjadi salah satu pembelajaran yang menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar. Dalam hal ini, peran guru dalam memfasilitasi siswa sangatlah besar. Guru harus menyusun strategi agar pembelajaran tidak lagi menjadi teacher center. Guru harus bisa menyusun RPP ataupun LKS yang akan menuntun siswa untuk dapat memahami pembelajaran secara individu dan kelompok.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pemebalajatn inovatif adalah pembelajar yang selalu menyenangkan siswa yang selalau berinovasi setiap kali mengajart yang mana salah satu ciri nya adalah student center yang berarati pengajaran berpusat pada siswa, jadi pada pembelajaran inovatif ini sendiri sangat berguna untuk pemeblajaran sekarang. Didwa yang sangat berperan dalam pemebelajaran ini sehingga sisiwa diajak aktif dan sekaligus berpikir kritis dalam suatu pembelajaran

    ReplyDelete
  13. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Pembelajaran inovatif lebih banyak memiliki keunggulan dibandingkan cara tradisional. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan diarahkan untuk mengonstruk pengetahuan lewat kegiatan-kegiatan pembelajaran yang bervariasi yang disediakan oleh guru. Guru berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran matematika dilakukan dengan mengaitkan hal-hal real dengan matematika sehingga siswa akan lebih paham dan dapat memahami lewat mengamati fenomena-fenomena yang ada dalam kehidupan. Salah satu hal yang menarik dari pemaparan di atas adalah kesimpulan oleh siswa, hal ini menandakan bahwa siswa paham dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan pengetahuan telah terkonstruk dalam benaknya, yang tentunya dia sendiri yang menemukan.

    Pembelajaran inovatif perlu diterapkan secara menyeluruh agar siswa belajar dari menemukan sendiri pengetahuan lewat kegiatan-kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran inovatif telah dijelaskan pada teks di atas. Maka untuk melaksanakannya guru haruslah melengkapi dan menggunakan komponen yang ada. Memang dalam hal ini guru haruslah dengan kesungguhan dalam membuat berbagai komponen tersebut. Di mana guru haruslah kreatif dalam merancang lembar kerja siswa supaya siswa bisa terarah kegiatannya berdasarkan LKS tersebut. Guru harus menguasai berbagai metode pembelajaran sehingga dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran, agar siswa tidak bosan belajar karena pembelajaran tersebut tidak monoton. Dampak positif yang dapat diperoleh adalah siswa memiliki kesempatan untuk aktif di kelas, dan memungkinkan tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal.

    ReplyDelete
  15. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa untuk dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. Guru berperan sebagai fasilitator harus mampu memfasilitasi siswa dengan berbagai karakteristik yang dimiliki. Supaya dapat tercapai pembelajaran yang inovatif maka perlu dirancang komponen-komponennya seperti RPP, LKS, juga medianya.

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pembelajaran inovatif memang menjadi alternative guru untuk membelajarkan materi kepada siswa, dan lebih efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran inovatif, pembelajaran berpusat pada siswa, artinya menuntut keaktifan siswa dalam proses pembentukan konsep. Kemudian, pengelolaan kelas juga tidak monoton, artinya ada pembentukan kooperatif atau kerja kelompok diskusi. Peran guru adalah sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  17. Namun, perlu diketahui bahwa tidak mudah menerapkan pembelajaran inovatif. Butuh keikhlasan dari guru dalam melaksanakannya, diantaranya yaitu penyusunan RPP. Penyusunan RPP dan seperangkatnya (termasuk LKS dan silabus) disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, dan mendukung keaktifan belajar siswa. Penilaian yang dilakukan juga tidak cukup melalui tes saja. Namun mencakup penilaian sikap, kognitif dan keterampilan. Jadi, sangat memungkinkan bagi guru untuk menilai kinerja siswa selama pembelajaran, msialnya melalui portofolio atau presentasi di depan kelas oleh siswa.

    ReplyDelete
  18. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tradisional dan inovatif sudah jelas merupakan dua hal yang berbeda. Pembelajaran tradisional cenderung bercirikan teacher centered sedangkan pembelajaran inovatif bercirikan student centered. Untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia, salah satu caranya adalah dengan menlaksanakan pembelajaran inovatif. Komponen-komponen yang menjadi indikator terlaksananya pebelajaran inovatif yaitu RPP, LKS, variasi metode, media, interaksi, skema pencapaian kompetensi, serta refleksi dan penarikan kesimpulan oleh siswa. Dalam pembelajaran inovatif, siswa dapat belajar dari banyak sumber, bisa di mana pun dan kapan pun. Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar.

    ReplyDelete
  19. pembelajaran inovatif merupakan salah satu pembelajaran yang mampu memberikan fasilitas bagi siswa untuk aktif dalam mengembangkan kemampuan kognitif yang dimiliki siswa atau dapat dikatakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam pembelajaran inovatif terdapat variasi interaksi yaitu interaksi klasikal, interaksi kelompok dan interaksi individual yang didukung dengan adanya variasi media dan variasi metode yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Pembelajaran inovatif ini lebih menekankan kepada diskusi kelompok, presentasi oleh siswa, asesmen fortofolio serta penarikan kesimpulan oleh siswa.

    ReplyDelete
  20. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2104
    14301244012

    Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang bersifat student center. Dengan pembelajaran inovatif dapat mengembangkan kreativitas dan keaktifan siswa dalam menggali pengetahuannya. Sesuai dengan kecakapan abad 21 yang perlu dimiliki oleh generasi penerus bangsa yaitu kemampuan komunikasi, dan kreativitas.sehingga pembelajaran inovatif perlu diterapkan guna membangun kemampuan komunikasi dan kreativitas siswa. Dalam pembelajaran inovatif, guru hanya berperan sebagi fasilitator sedangkan siswa diberi kesempatan untuk menggali pengetahuannya.

    ReplyDelete
  21. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Dalam tulisan ini dapat dilihat bahwa salah satu ciri pembelajaran tradisional adalah berpusat pada guru, sedangkan pembelajaran inovatif berpusat pada siswa. Seorang guru harus bisa menerapkan pembelajaran inovatif agar siswanya dapat berfikir kritis, kreatif dan berkembang. Dalam pembelajaran inovatif guru berperan sebagai fasilitator. Siswa dapat berperan aktif dalam setiap pembelajarannya. Media dan metode pembelajarannya juga bervariasi sehingga siswa akan tetap merasa senang atau tidak bosan. Maka dari itu pembelajaran inovatif ini sangat perlu diterapkan dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  22. Isna Nur Hasanah H
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Merupakan sebuah tantangan memang bagi tenaga pendidik atau calon tenaga pendidik untuk menyelengggarakan pembelajaran inovatif di dalam kelas. Mengubah doktrin pemikiran bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, bagaimana mentransfer ilmu dengan lebih mengaktifkan peran serta siswa, serta guru bertindak sebagai fasilitator dari kemajemukan permasalahan yang dihadapi para siswa dalam belajar. Terimakasih atas pesan yang ditegaskan disini, bahwa untuk menjadi guru yang profesinal, guru yang bisa menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman, maka kami dituntut untuk menguasai segala komponen pendukung pembelajaran inovatif. Komponen-komponen pembelajaran inovatif antara lain RPP, LKS, apersepsi, diskusi kelompok, variasi metode, variasi media, variasi interaksi, skema pencapaian kompetensi siswa, refleksi dan penarikan kesimpulan oleh siswa serta authentic assessment.

    ReplyDelete
  23. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran tradisional/konvensional kini sudah tidak relevan digunakan dimasa sekarang ini. Pembelajaran yang identik dengan ceramah/ekspositori ini dengan kata lain menganut teacher centered yang mana tentu hal tersebut akan menghaambat kreatifitas dan keaktifan siswa. Di lain sisi pembelajaran inovatif yang kini tengah dipopulerkan bercirikan student centered yaitu pembelajaran berpusat pada siswa dan disini guru hanya sebagai fasilitator. Pembelajaran inovatif dapat dilihat dari pembelajaran, metode, penggunaan media, dll. Nah komponen" pembelajaran inovatif meliputi RPP, LKS, apersepsi, variasi media, metode, dll.
    Dengan begitu pembelajaran dapat lebih sesuai dengan harapan pada pendidikan saat ini yaitu mencetak generasi arif, aktif, kreatif, inovatif, dan prestatif.

    ReplyDelete
  24. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran tradisional sudah harus diganti dengan pembelajaran inovatif, khususnya untuk pembelajaran matematika. Matematika yang selama ini dianggap sebagai mata pelajaran paling menakutkan dan dihindari, harus mulai diubah dengan memberikan inovasi terhadap pembelajarannya supaya anggapan tersebut dapat hilang dari benak siswa. Dalam pembelajaran inovatif ini, matematika yang diajarkan adalah matematika sekolah sehingga sesuai dengan siswa-siswi kita. Sehingga diharapkan lebih mudah diterima oleh siswa. Terlebih lagi, melalui pembelajaran inovatif ini siswa yang aktif menemukan pengetahuannya sendiri dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  25. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Inti dari pembelajaran inovatif menurut saya adalah guru yang selalu memeberikan inovasi dalam proses pembelajaran berlangsung. Tentunya setelah sedemikian persiapan yang matang dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran yang di dalamnya terselip variasi strategi pembelajaran untuk setiap pertemuan. Variasi tersebut yang membuat pembelajaran menyenangkan bagi siswa tidak monoton hanya itu – itu saja. Maupun semenarik, seefektif apa pun suatu strategi pembelajaran jika hanya diterapkan secara terus menerus tanpa henti akan menyebabkan kebosanan dan kurang menyenangkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari uraian postingan tersebut, terlihat bahwa Pembelajaran Tradisional merupakan pembelajaran monoton dengan Guru sebagai satu-satunya sumber belajar akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst.
    Sedangkan Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dirancang oleh guru sedemikianhingga sesuai dengan kebutuhan siswa agar siswa lebih mudah memahami materi dan menjadikan siswa memiliki minat untuk belajar. Dalam pembelajaran inovatif siswa dituntut untuk aktif dalam belajar sehingga belajar siswa lebih bermakna.
    Pada pembelajaran konvensional sudah tidak relevan untuk diterapakan di zaman yang modern ini. Kemudian pembelajaran konvensional juga tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran saat ini. Sehingga diharapkan setiap guru dapat menerapkan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  29. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari penjelasan di atas kita mendapat gambaran untuk menilai pembelajaran yang kita lakukan. Seperti apakah kita telah menjadi kan Student Center dalam pembelajaran atau belum, sudah adakah variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar) yang kita terapkan, sudah dilakukankah variasi metode pembelajaran dalam pelaksanaannya, adakah variasi interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual dalam pembelajaran yang kita lakukan, adanya Construktivisme dalam belajar, sudahkah cara mengajar kita menganut belajar Matematika Sekolah, materi Realistik apa yang telah kita ajarkan, sudahkan kita menjalankan teori Bruner, Piaget, Vigotsky dalam pembelajaran, Kurikulum Interaktif, sudahkan menjadi guru sebagai fasilitator, Education is for all, dan Skema pembelajaran fleksibel. Dari hal tersebut semoga kita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang kita lakukan lagi.

    ReplyDelete
  30. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pembelajaran inovatif menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran ini identic dengan teori kontruktivis dimana siswa dapat mengkonstruk pengetahuannnya sehingga siswa mampu mengalami pembelajaran bermakna. Dalam pembelajaran ini, guru harus mampu menyediakan media pembelajaran dan memberikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran. Peran guru disini cenderung sebagai fasilitator yang berguna untuk membimbing siswa dalam proses pembelajaran, dimana siswa tidak bergantung pada guru dalam membangun pengetahuan yang akan dipelajarinya.

    ReplyDelete
  31. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pembelajaran inovatif lebih menuntut siswa untuk mengkontruksi pemikirannya sendiri serta mengajak siswa aktif dalam pembelajaran. Sehingga, kita sebagai pendidik harus berusaha mengubah pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif, tentunya yang sesuai dengan karakteristik siswa. Untuk mendapatkan pembelajaran yang baik,efektif dan efisien harus bisa membuat proses belajar dan mengajar yang lancar. Serta menerapkan komponen dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  32. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pembelajaran inovatif adalah proses pembelajaran yang dirancang oleh guru dengan menerapkan beberapa metode dan teknik dalam setiap pertemuan. Untuk bisa melakukan pembelajaran yang inovatif guru dituntut mempunyai wawasan yang luas dalam hal metode pembelajaran. Komponen pembelajaran inovatif dalam postingan ini bisa dijadikan acuan seorang calon guru bahkan yang sudah mengajar. Sehingga akan mudah bagi guru dalam mentransfer ilmunya kepada peserta didik dengan banyak inovasi pembelajaran yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  33. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran tradisional atau yang sering disebut dengan metode ceramah merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru dimana dalam pembelajaran ini siswa dirasa kurang aktif dalam pembelajaran karena guru lah yang menguasai pembelajaran. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dimana guru sebagai fasilitator dan siswa aktif dalam pembelajaran. Kedua pembelajaran tersebut sebenarnya baik, dan dapat diterapkan tergantung kebutuhan siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  34. Elli Susilawati
    16709251073
    Pps_matD 2016

    Semoga kami selalu bersemangat mnerapkan sistem pembelajaran yang inovatif. Mencetak generasi bangsa yang kreatif mandiri mampu berpikir kritis, mampu besaing dengan bangsa asing. Tantangan bagi pendidik untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif,karena metode tradisional sudah amat melekat pada dunia pendidikan di Indonesia saat ini, inilah PR bagi kita semua.

    ReplyDelete
  35. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif diperlukan dalam mengahadapi zaman seperti sekarang ini. Seperti yang tercantum dalam kurikulum 2013, bahwa diharapkan guru dapat menciptakan suatu pembelajaran yang inovatif. Melalui peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, diharapkan bisa menciptakan generasi bangsa yang kritis dan kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia Internasional, membawa nama bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  36. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang baru yang diciptakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
    teori yang mendasari pembelajaran inovatif adalah
    Teori kognitif :Lebih mengandalkan pikiran dan konsep dasar yang dimiliki siswa .
    Teori Humanistik :Proses belajar terjadi karena komunikasi personal
    Teori Gestalt : Unsur-unsur yang terlibat dalam proses belajar tidak terpisahkan tetapi merupakan totalitas dalam membentuk medan belajar.

    ReplyDelete
  37. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Peruabahan paradigma pendidikan
    paradigma pendidikan Lama = Proses menyampaikan materi pembelajaran atau memberikan stimulus sebanyak-banyaknya kepada siswa
    paradigma pendidikan Baru = Proses mengatur lingkungan agar siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya

    proses pembentukan pembelajaran yang inovatif dapat berdasarkan paradigma pendidikan baru

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. ini baik bagi siswa karena ketika siswa dapat mengkosntruk pengetahuannya sendiri bisa terlihat seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Pembelajaran dikatakan sukses ketika pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  39. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pembelajaranan tradisional (konsep lama) sangat menekankan pentingnya penguasaan bahan pelajaran. Pembelajaran tradisional merupakan pembelajaran dimana secara umum, pusat pembelajaran berada pada guru, dan menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar. Jadi, disini guru berperan sebagai orang yang serba bisa dan sebagai sumber belajar. Pembelajaran tradisional ini dekenal dengan pembelajaran behavioristik.
    Sistem pembelajaran tradisional memiliki ciri bahwa pengelolaan pembelajaran ditentukan oleh guru. Peran siswa hanya melakukan aktifitas sesuai dengan petunjuk guru. Model tradisional ini lebih menitik beratkan upaya atau proses menghabiskan materi pelajaran, sehingga model tradisional lebih berorientasi pada teks materi pelajaran. Guru cenderung menyampaikan materi saja, masalah pemahaman atau kualitas penerimaan materi siswa kurang mendapatkan perhatian secara serius.
    Sedangkan pembelajaran inovatif adalah salah satu hasil dari pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang mengubah konsepsi dan cara berpikir belajar manusia. Semakin meningkatnya perkembangan teknologi dan informasi tersebut mengakibatkan teori pembelajaran behavioristik dipandang kurang cocok lagi untuk dikembangkan bagi anak didik di sekolah. Oleh karena itu, munculah sebuah teori pembelajaran konstruktivisme, dimana siswa diberi kebebasan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri namun tetap didampingi oleh guru, guru sebagai fasilitator dan pembelajaran yang dilakukan yaitu student center, ini sangat baik untuk perkembangan dan peningkatan kemampuan berfikir siswa.

    ReplyDelete
  40. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    pada komponen pembelajaran yang menarik bagi saya adalah pemberian appresepsi, saya rasa itu hal yang sangat penting dilakukan sebelum masuk belajar materi, siswa dipancing untuk mengingat pembelejaran sebelumnya dan membangkitkan kembali prior knowledge yang dimilikinya, sehingga saat pembelajaran berlangsung siswa siap dapat mengikuti materi yang diajarkan

    ReplyDelete
  41. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    pembelajaran yang inovatif harapannya agar siswa nyaman dan semangat dalam belajar. itulah yang harus diusahakan guru dari setiap pembelajarannya agar meunjang pendidikan yang semakin meningkat. karena keberhasilan siswa adalah keberhasilan guru juga yang membuat pendidikan semakin maju dengan perkembangan jamannya

    ReplyDelete
  42. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran yang baik adalah ketika siswa yang aktif, karena siswa yang akan memeroleh pengetahuan atau wawasan baru. Sehingga alangkah lebih baik jika dalam proses pembelajaran terdapat kegiatan-kegiatan yang mengharuskan siswa untuk aktif sehingga memeroleh pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  43. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dari hasil diskusi diatas, saya sangat setuju jika pembelajaran tradisional atau konvensional hanya berjalan satu arah yaitu guru sebagai satu-satunya sumber belajar siswa. Siswa mempunyai keterbatasan ruang dalam menyampaikan gagasan atau ide mengenai suatu pembelajaran dan siswa tidak mengerti makna dari pembelajaran tersebut. Sedangkan pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang sangat disarankan dalam kurikulum 2013 dikarenakan pembelajaran inovatif guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan lebih mengutamakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Media dan metode yang dikembangkan oleh gurupun sangat bervariasi. Dan jika pembelajaran inovatif ini diterapkan di semua sekolah maka kualitas pendidikan di Indonesia semakin membaik dan dapat bersaing di dunia.

    ReplyDelete
  44. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemaparan tulisan di atas, dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang tradisional sudah tidak relevan di era sekarang. Siswa yang dihadapi guru saat ini adalah siswa-siswa yang cerdas karena di era sekarang siswa mampu mengakses segala informasi yang mereka butuhkan dan memiliki keterampilan dalam hal teknologi. Mereka memiliki informasi yang cukup sebelum mereka melakukan aktivitas belajar di sekolah. Oleh karena itu, pembelajaran inovatif yang bercirikan seperti tersebut dalam artikel “Komponen Pembelajaran Inovatif” perlu dilaksanakan dan dikembangkan. Dengan demikian siswa yang memiliki bekal pengetahuan yang bermacam-macam dapat difasilitasi oleh guru dengan berbagai komponen pembelajaran inovatif untuk mengkonstruk pengetahuan yang mereka butuhkan.

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014.

    Pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru rupanya membuat siswa merasa tidak dilibatkan dalam pembelajaran. Dengan kurikulum 2013 dan tuntutan zaman yang semakin berkembang merubah metode pembelajaran di kelas menjadi student centered, karena siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis dan mandiri

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Mereka dapat belajar dengan mandiri, dan menemukan pengetahuannya sendiri. Siswa juga dapat merasakan berbagai macam pembelajaran inovatif yang difasilitasi oleh guru. Maka dari itu, guru sebagai fasilitator sebaiknya menyusun pembelajaran dengan baik dan sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran inovatif serta komponen pembelajaran inovatif

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang disampaikan Prof Marsigit diatas, ciri pembelajaran inovatif diantaranya adalah student centered dan education for all. Intinya adalah siswa yang aktif belajar dan melakukan pembelajaran secara mandiri. Sedangkan education for all yaitu saat semua siswa dilibatkan dalam pembelajaran, seperti misalnya secara bersamaan menyimpulkan hasil pembelajaran di suatu kelas. Kedua hal Iini sangat berhubungan, karena saat semua siswa aktif, pembelajaran yang bersifat student centered akan tercapai pula

    ReplyDelete
  48. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif yaitu pembelajarannya berpusat pada siswa, media, metode, interaksi sangat bervariasi, harus bersifat konstruktivisme dan realistik, dll. Cara menciptakan pembelajaran inovatif yaitu hal-hal yang terkandung dalam pembelajarannya juga harus inovatif, misalnya guru harus membuat perangkat pembelajaran seperti RPP, LKS, dll yang inovatif, media, metode, interaksi yang digunakan juga haruslah inovatif, tidak monoton hanya itu-itu saja, siswa harus aktif mengkonstruk pengetahuannya sendiri, tidak menerima transfer ilmu dari gurunya.

    ReplyDelete
  49. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Secara pragmatis, teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar (Syah, 1995). Bruner (dalam Gredler, 1991) berpendapat perlunya teori belajar yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas.Berdasarkan suatu teori belajar, suatu pembelajaran diharapkan dapat lebih meningkatkan perolehan peserta didik sebagai hasil belajar (Trianto, 2007). Teori belajar juga dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang terkait dengan peristiwa belajar. Di antara sekian banyak teori belajar itu antara lain teori belajar behaviorisme.
    Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif.
    Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus- respons ini akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat

    ReplyDelete
  50. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:
    1. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
    2. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya mampu membina pengetahuan mereka secara mandiri.
    3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling memengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
    4. Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
    5. Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
    6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.

    ReplyDelete
  51. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan pembelajaran inovatif poin realistik. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik dapat membuat pelajaran matematika menjadi dapat dibayangkan. siswa menjadi lebih paham akan suatu materi dan siswa tersebut tentunya akan lebih termotivasi dalam belajar karena konteks pembelajaran yang dipelajari dapat dibayangkan siswa.sehingga pembelajaranpun menjadi inovatif.

    ReplyDelete
  52. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Inovatif memiliki makna terbaru. Sehingga pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang terkini. Artinya, pembelajaran yang disebut inovatif pada saat tulisan ini dibuat, bukanlah lagi pembelajaran inovatif saat ini. Sehingga pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang sesuai dengan ruang dan waktu. Untuk saat ini, pembelajaran inovatif formal adalah pembelajaran kurikulum 2013 yang telah direvisi. Sedangkan pembelajaran inovatif informal adalah pembelajaran inovatif yang dilaksanakan oleh guru, berangkat dari teori-teori yang sudah ada menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masing-masing siswa nya sehingga tercipta pembelajaran yang optimal serta memberikan hasil yang optimal pula.

    ReplyDelete
  53. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dengan pembelajaran inovatif siswa tidak sekedar menerima informasi tetapi juga mengolahnya melalui membahas informasi dengan siswa lain dan juga mengajukan pertanyaan tentang hal yang dibahas. Selain itu, dengan pembelajaran inovatif siswa perlu mengaitkan antara apa yang diajarkan dengan apa yang telah diketahui dengan cara berpikir, sehingga hal tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

    ReplyDelete
  54. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dunia pendidikan mengalami perjalanan dan perkembangan yang dinamis, satu metode berawal dari metode yang lain. Sejatinya satu dengan yang lain adalah sebuah perkembangan. Pembelajaran tradisional tatkala itu sesuai dengan ruang dan waktu, namun perkembangan yang ada pada ruang dan waktu kini lebih menuntut siswa lebih aktif mengambil sendiri ilmu, dan guru sebagai fasilitator. Tuntutan mandiri yang memacu kemandirian ekonomi global membawa dampak tuntutan mandiri mekanisme pendidikan peserta didik.

    ReplyDelete
  55. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kegiatan belajar dan mengajar perlu diingat bahwa semua substansi saling terkait dan saling mendukung. Kita tidak dapat hanya mengandalkan satu bagian saja. Pembelajaran inovatif dimulai dari perubahan paradigma berpikir dari behaviorism ke construktivisme. Untuk memulai inovasi, pola pikir tersebut harus dirubah dulu. Banyak temuan-temuan di sekolah dimana belum terlaksananya pembelajaran inovatif terkadang karena paradigma berpikir guru, siswa dan orang tua murid yang masih sama.

    ReplyDelete
  56. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman sekelas berkesempatan untuk mengikuti kuliah dengan dosen tamu yaitu Bapak Asst. Prof. Dr. Maitree Inprasitha. Saat itu beliau mengenalkan kepada kami inovasi dalam pembelajaran matematika yaitu open approach. Beliau merintis Open Approach yang merupakan temuannya dari pembelajaran matematika di Jepang. Selain itu juga ada lesson study sebagai inovasi pembelajaran matematika. Beliau mengkombinasikan Open Approach dan Lesson Study. Dalam Lesson Study guru-guru bekerja sama untuk menyusun masalah yang Open Ended sebagai starting point dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  57. Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif, masing-masing mereka mempunyai permasalahannya sendiri sesuai ruang dan waktunya. Seorang guru harus memiliki kesadaran, niat dan motivasi, alasan, pemahaman, usaha dengan mencoba, berlatih agar terbiasa dengan perubahan, dan melakukan refleksi diri dalam melakukan perubahan. Karena dalam prakteknya di lapangan bukanlah perkara yang mudah dalam mengimplementasikannya. Berbagai kendala dihadapi para guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif, misalnya karena kurangnya pengetahuan guru tentang pembelajaran inovatif, waktu pembelajaran di kelas yang dirasa kurang. Yang paling utama adalah adanya kemauan untuk melakukan pembelajaran yang inovatif. Namun berbagai penelitian mengemukakan bahwa pembelajaran inovatif sangat baik bagi siswa untuk mengkosntruk pengalaman belajarnya. Dengan kemauan dan usaha yang kuat untuk melakukan pembelajaran inovatif maka pembelajaran berkualitas akan dapat diwujudkan.

    ReplyDelete
  58. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan menggunakan komponen – komponen di atas ketika sedang memberikan pembelajaran matematika kepada siswa, itu dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan apa yang dimiliki siswa. Bukan hanhya secara kognitif, tetapi juga afektif. Dengan memberikan kegiatan diskusi kelompok, siswa akan mengembangkan kemampuan bekerja sama. Kemudian ketika pada kegiatan mengomunikasikan, siswa dapat mengembangkan kemamuan berkomunikasi matematis.

    ReplyDelete
  59. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perencanaan pembelajaran inovatif mengacu pada komponen pembelajaran inovatif, yaitu yang terlihat adalah adanya variasi metode, variasi interaksi, dan variasi media. Pembelajaran dapat menggunakan berbagai macam metode yang pas dengan materi dan karakteristik siswa, juga dapat memadupadankan media yang sesuai dan mendukung metode yang dipilih sehingga terjadi pembelajaran yang inovatif

    ReplyDelete
  60. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    RPP dibuat seinovatif mungkin sebagai acuan guru untuk melakukan proses pembelajaran dan LKS digunakan untuk memfasilitasi kegiatan siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri, LKS ini sangat penting dalam memancing pemahaman siswa,sehingga awal pelajaran harus diberikan apresepsi yang berkaitan dengan kegiatan dalam LKS sehingga siswa dapat menyelesaikan LKS nya.

    ReplyDelete
  61. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Perkembangan tekhnologi dan informasi membuat orang dan mengakses dan mendapatkan informasi dengan cepat dan semua ada di internet, pembelajaran yang tardisional dengan guru yang ceramah mengenai isi textbook kurang efektif untuk saat ini, karena siswa dapat membaca buku bahkan terkadang siswa membaca lebih dari buku yang ada di sekolah, karena semua ada di internet, dari hal itu maka perlu adanya pelatihan pengembangan kemampuan analisis siswa dan kemampuan kontruktivistik, karna yang hendak dicapai dalam tujuan pembelajaran bukan siswa mengahafal rumus tetapi siswa memahami rumus dengan mengkonstruk dan menemukan konsep nya sendiri.

    ReplyDelete
  62. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Refleksi siswa dan membentuk kesimpulan oleh siswa ini penting untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, siswa dapat dengan yakin mempresentasikan hasil diskusi dengan kelompoknya membuat guru dapat mengetahui perkembangan pemikiran siswa yang telah dikaitkan dengan prior knowledge yang siswa miliki.

    ReplyDelete
  63. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Terimakasih atas ringkasan padat mengenai pembelajaran yang inovatif ini. Menurut saya pembelajaran yang inovatif tidak hanya mengandalkan/mengharapkan siswa menjadi aktif. tetapi juga untuk membuat guru menjadi lebih kreatif dan menciptakan suasana yang lebih baik pada saat mengajar.

    ReplyDelete
  64. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran inovatif memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplore pengetahuannya, sehingga dalam pelaksanaannya, guru diharapkan menjadi fasilitator dalam kegiatan 5M, agar guru dapat mengarahkan pekerjaan siswa sesuai dengan tujuan yang telah dibuat, sehingga kesimpulan yang telah dibuat oleh siswa sesuai dengan kesimpulan yang telah dibuat guru pada RPP.

    ReplyDelete
  65. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Pembelajaran inofatif menuntut kreatifitas dan persiapan guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Di sini selain meningkatkan kualitas siswa tentunya akan meningkatkan kualitas guru jg apabila dilaksanakan dengan baik. Pembelajaran inovatif menjadikan siswa mampu mengembangkan diri mereka tanpa harus takut dan ragu-ragu.

    ReplyDelete
  66. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Semua orang mendambakan kesuksesan dalam pembelajaran. Kesuksesan itu dilihat dari kesiapan seorang guru sebelum mengajar. Bagaimana guru membelajarkan siswanya dengan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan kelas. Sehingga tercipta suasana kelas yang aktif, kreatif, inovatif dan kondusif. Beberapa ciri di atas, yang sangat perlu diketahui bahwa pembelajaran yang menekankan pada penemuan konsep oleh siswa merupakan salah satu ciri dati pembelajaran inovatif atau student center.

    ReplyDelete
  67. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih kepada Prof. Marsigit yang sudah bersedia membimbing saya dalam microteaching. Saya salah satu mahasiswa bapak yang beruntung untuk mendapat pengalaman belajar menjadi pendidik yang menerapkan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif yang saya dapat ambil kesimpulannya adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dengan menggunakan LKS yang disiapkan sendiri oleh guru yang memfasilitasi siswa untuk menemukan sendiri pengetahuannya, dengan peran guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  68. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena melalui tulisan ini saya bisa lebih mengerti pembelajaran yang baik, serat saya dapat memperbaiki pembelajaran yang saya lakukan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  69. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Kurikulum 13 dirancang untuk menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yang dilakukan menuntut guru untuk dapat merancang pembelajaran yang memfasilitasi siswa agar lebih aktif dalam mencari tau. Hal itu menjadi tantangan untuk pendidik dan calon pendidik. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang luas tentang pembelajaran yang inovatif dan terbaru agar dapat membuat pembelajaran yang inovatif dan aktif.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  70. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam tulian tersebut saya menekankan pada poin pembelajaran tidak hanya sebagai transfer ilmu, dalam artian pembelajaran adalah proses dimana guru harus mempu memfasilitasi siswa agar dapat mengkontruksi pengetahuannya masing-masing. Siswa harus mampu aktif mencari tau dan mengasosiasi pengetahuan baru yang ia dapat dalam aktifitas pembelajaran.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  71. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selama ini, Pembelajaran di yang diterapkan di Indonesia masih bersifat tradisional. Artinya pembelajaran di Indonesia yang selama ini kita ketahui masih berpusat pada guru. Hal ini tentunya akan membatasi kreatifitas, kemandirian, dan kepercayaan diri siswa. Pembelajaran secara tradisional/konvensional juga hanya menitik beratkan pada transfor of learning. Dimana siswa hanya menerima ilmu persis dengan apa yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  72. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan dimulainya penggunaan Kurikulum 2013 di Indonesia, pemerintah berusaha mengubah Pembelajaran di Indonesia, yang tadinya bersifat konvensional diubah menjadi bersifat inovatif. Pembelajaran inovatif menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sehingga siswa disini menjadi subjek, bukan lagi objek. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  73. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penggunaan komponen dalam pembelajaran inovatif pun beda dengan saat menggunakan pembelajaran tradisional. Salah satunya yaitu kesimpulan yang disini oleh Pak Marsigit ditekankan bahwa kesimpulan merupakan dari siswa, bukan dari guru. Hal ini tentu dimaksudkan agar Siswa paham betul dengan apa yang sedang dipelajari hari itu dan guru dapat mengukur pemahaman siswa melalui kesimpulan tersebut sehingga guru tinggal menambahkan apa yang kurang.

    ReplyDelete
  74. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari perkuliahan etnomatematika yang saya ikuti pada semester ini, Bapak Marsigit menjelaskan pada mahasiswa tentang pentingnya pembelajaran inovatif. Pembelajaran pada zaman dahulu yang bersifat ekspositori adalah mentransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki guru kepada siswa, dengan seperti itu siswa hanya menerima begitu saja dan tidak dapat mengembangkannya di kemudian hari, bahkan bisa jadi tidak menerima ilmu tersebut sama sekali karena tidak tertarik. Sedangkan pembelajaran dari guru hanya sedikit yang disampaikan tetapi diterima oleh siswa dan dapat dikembangkan oleh siswa di kemudian hari, ibarat guru hanya menanam benih, dan siswa yang akan menumbuhkan benih tersebut menjadi pohon, itulah yang disebut pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  75. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran tradisional tidak lagi relevan untuk dilakukan di masa sekarang ini yang telah semakin maju dan akan terus semakin maju. Sangat penting untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif agar siswa dapat berkembang dan dapat terus eksis mengikuti perkembangan zaman. Ketika zaman terus maju, siswa tetap dapat mengikuti perkembangan zaman, karena mereka telah terbiasa untuk terus mengembangkan dirinya, itulah manfaat menerapkan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  76. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran inovatif siswa sebagai pusat pembelajaran sedangkan guru hanya sebagai fasilitator bukan sumber belajar oleh karena itu guru harus menyiapkan komponen-komponen pembelajaran inovatif seperti yang disebutkan di atas sehingga siswa dapat membangun konsepnya sendiri yang mana akan selalu melekat dalam benak siswa.

    ReplyDelete
  77. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. sesuai dengan perkembangan jaman, maka pendidikan sekarang diharapkan selalu mengedepankan pendidika yang inovatif. Dengan pendidikan yang inovatif diharapkan siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dan kreatifitasnya dengan maksimal. Komponen-komponen pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan agar pendidikan berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan dapat membantu siswa untuk mencapai hasil yang optimal.

    ReplyDelete
  78. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidik profesional akan mampu membawa pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya pembelajaran yang inovatif tersebut, pembelajaran akan lebih bermakna dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  79. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran inovatif, pembelajaran berpusat pada siswa sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Sehingga siswa secara aktif melakukan kegiatan pembelajaran. Variasi media pembelajaran, metode pembelajaran, dan interaksi (baik klasikal, kelompok maupun individual) lebih ditekankan dalam pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  80. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada pembelajaran inovatif, siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman belajar. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. Pembelajaran inovatif ini menjadi sebuah tantangan bagi guru, karena diperlukan persiapan yang matang sebelum proses pembelajaran di kelas, baik persiapan media maupun metode pembelajaran yang akan diterapkan.

    ReplyDelete
  81. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran di Indonesia sekarang ini umumnya masih menggunakan pembelajaran secara tradisional. Masih sedikit sekali sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran secara inovatif. Bahkan dalam satu sekolahpun ada berbagai macam metode guru dalam pembelajarannya. Ada yang sudah inovatif, namun masih banyak yang tradisional.

    ReplyDelete
  82. snan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam suatu pembelajaran tradisional peran guru sebagai satu-satunya sumber belajar masih sangat dominan. Hal ini dibuktikan dengan cara pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah. Dalam pembelajaran ini siswa hanya dituntut untuk memperhatikan apa yang disampaikan gurunya.

    ReplyDelete
  83. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika diterapkannya pembelajaran yang masih tradisional, potensi-potensi siswa yang ada akan sulit untuk diketahui dan ditingkatkan. Karena proses dalam penyelesaian suatu masalah masih bergantung pada penyelesaian yang disampaikan guru, bukan berdasar analisis siwa dan cara siswa menyelesaikan sendiri.

    ReplyDelete
  84. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia salah satunya dengan memodifikasi dari KTSP menjadi K13. Dalam hal ini pembelajaran yang masih tradisional pada KTSP, dituntut untuk diubah menjadi pembelajaran yang inovatif. Dimana pembelajaran KTSP yang masih berorientasi pada guru diubah menjadi lebih berorientasi pada siswa.

    ReplyDelete
  85. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika suatu pembelajaran sudah menerapkan pembelajaran yang inovatif, disini akan terlihat bagaimana kreativitas dari masing-masing siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Hal ini meningkatkan kemampuan kreativitas siswa. Karena siswa tidak terpaku dalam penyelesaian yang diberikan oleh guru seperti pada pembelajaran tradisional

    ReplyDelete
  86. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    RPP yang dipersiapkan dalam suatu pembelajaran yang inovatif akan terlihat berbeda dengan pembelajaran yang masih tradisional. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana guru membimbing siswa dalam melakukan apersepsi, pada pembelajaran yang inovatif guru hanya berperan sebagai fasilitator. Sedangkan siswa menjadi tokoh utama yang melakukan apersepsi.

    ReplyDelete
  87. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan memperhatikan komponen-komponen diatas, saya sebagai calon guru sangat terbantu. Karena dalam penyusunan pembelajaran yang akan dilakukan, saya mengerti apa yang harus saya siapkan dalam pembelajaran yang inovatif sehingga siswa lebih aktif dalam proses belajar-mengajar.

    ReplyDelete
  88. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang inovatif dirasa sangat berbeda dengan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah atau ekspositori. Perbedaan nyata terdapat pada siapa yang menjadi pusat pembelajaran. Pada pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, yang menjadi pusat pembelajaran ialah guru. Guru berperan penting dan menjadi tokoh utama dalam pembelajaran di kelas. Siswa mengikuti segala intruksi yang diberikan oleh guru. Sedangkan pada pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, yang menjadi pusat pembelajaran ialah siswa itu sendiri. Guru pada pembelajaran ini hanya membimbing, bukan menjadi satu-satunya sumber belajar, dan hanya memfasilitasi pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  89. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penerapan pembelajaran inovatif masih belum diterapkan di berbagai tempat. Pembelajaran di kelas masih banyak yang menggunakan pembelajaran dengan metode ceramah. Padahal, melalui pembelajaran yang menggunakan metode ceramah ini, dapat menghambat siswa untuk berpikir terbuka dan berinovasi. Salah satu kemungkinan yang menjadi penyebab masih digunakannya pembelajaran dengan metode ceramah ialah guru masih memegangteguh metode tersebut dan masih belum terbuka dengan metode pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  90. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan dewasa ini, agar siswa Indonesia dapat terus berkembang, tidak hanya tergantung pada guru, tetapi dapat mengembangkan potensi dirinya sendiri. Tugas guru hanya membantu siswa agar dapat mengembangkan dirinya sendiri. Dan yang dilakukan guru untuk melakukan pembelajaran adalah mempersiapkan RPP yang inovatif, LKS yang memfasilitasi siswa dengan cara LKS dibuat beragam, apersepsi yang harus dirasakan oleh semua siswa yaitu dengan melakukan tes kecil sebelum memulai pelajaran di bab berikutnya, menggunakan metode dan media yang bervariasi, dan sebagainya yang dapat mendukung pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  91. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang Komponen Pembelajaran Inovatif. Dengan diterapkannya metode ini dalam sebuah pembelajaran diharapkan siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga dapat tekenang didalam benak siswa.

    ReplyDelete
  92. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah adanya apersepsi. Apersepsi disini bukan untuk guru namun untuk siswa, sehinga apersepsi tidak dapat dilakukan dengan hanya mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya dengan cara menjelaskan. Siswalah yang harus melakukan apersepsi. Apersepsi dapata dilakukan dengan memberikan pertanyaan atau soal mengenai materi sebelumnya atau materi prasyarat pembelajaran hari ini. Dengan menggunkan pertanyaan tersebut, siswa akan berpikir dan berusaha mengingat materi apersepsi.

    ReplyDelete
  93. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Bismillaah...
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa apapun karakternya. Karena setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga komponen yang digunakan untuk melakukan pembelajaran yang inovatif akan sangat beragam. Terkadang setiap materi juga akan berbeda tipe pembelajarannya. Hal ini dikarenakan terdapat materi yang sulit dan ada yang mudah, sehingga strategi mengajar yang digunakan juga akan berbeda.

    ReplyDelete
  94. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman, sesuai dengan hakekat pembelajaran dan tentunya tidak dilakukan secara monoton. pembelajaran yang ada di kelas selalu diusahakan untuk menjadi pembelajaran yang inovatif. seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa pembelajaran inovatif mempunyai ciri-ciri dan komponen tertentu. inti dari pembelajaran inovatif adalah untuk menyelenggarakan pembelajaran yang dapat membawa siswa pada tahap belajar, dapat memperoleh pengetahuan dengan membangun sendiri dalam pikiran mereka, sesuai dengan perkembangan siswa, dan yang terpenting adalah guru berfungsi sebagai fasilitator. karena pada dasarnya subyek pendidikan adalah siswa

    ReplyDelete
  95. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan persiapana-persiapan dan pengelolaan kelas yang baik yang bertujuan untuk memfasilitasi siswa sehingga siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya. Pembelajaran inovatif mengusung siswa sebagai pusat dari proses pembelajaran sedangkan peran guru hanya sebagai fasilitaator dan juga motivator bagi siswa. Pembelajaran inovatif dapat menggali karakteristik dan potensis siwa sehingga kemampuan siswa dapat semakin terilihat.

    ReplyDelete
  96. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif menerapkan sistem matematika sekolah yang menggunakan variasi berbagai taktik/strategi, model,dan metode serta perangkat pembelajaran lain yang bervariasi dengan tujuan agar siswa tertarik dan termotivasi untuk mempelajari matematika. Pembelajaran inovatif menyebabkan siswa menjadi aktif dikelas, baik aktif bertanya ataupun berfikir dan aktif dalam melakukan kegiatan. Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dikelas secara individu atau bekerja dalam tim.

    ReplyDelete
  97. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut Suherman (2003) inovasi pembelajaran dimaksudkan agar hasil belajar menjadi optimal dan dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa menyerap konsep prosedur dan algoritma matematika.

    ReplyDelete
  98. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut Romberg (Suherman, 2003) mengatakan bahwa dalam pendidikan khususnya pendidikan matematika, individu atau kelompok dapat memperbaiki atau membuat produk inovasi baru. adapun empat tahap utama dalam pengembangan ini : desain hasil, kreasi hasil, implementasi hasil, dan penggunaan hasil.

    ReplyDelete
  99. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran inovatif yang lain dapat menggunakan pendekatan matematika realistik. Pendidikan matematika realistik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berasal dari Belanda (Wijaya, 2012:20).

    ReplyDelete
  100. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Masih tentang pendekatan matematika realistik. Menurut filosofi empiristik bahwa dunia adalah suatu kenyataan, sedangkan dalam filosofi realistic siswa diberikan tugas yang mengenai kenyataan yang akan memperluas dunia hidup siswa.

    ReplyDelete
  101. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jerome Brunner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih baik dan dapat lebih berhasil jika suatu proses pengajaran diarahkan ke konsep dan struktur yang termuat dalam suatu pokok bahasan yang diajarkan. sebaiknya dalam proses pembelajaran anak diberikan kesempatan untuk memanipulasi alat peraga agar siswa merasakan secara langsung tidak hanya melihat (Suherman, 2003).

    ReplyDelete
  102. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif adalah dinyatakan sebagai skemata (kumpulan skema). seseorang dikatakan paham jika skema ini berjalan. skema ini dapat berkembang jika terdapat interaksi di dalamnya. berdasarkan penemuannya, Piaget mengemukakan bahwa ada empat tahap perkembangan kognitif, yaitu:
    a. tahap sensori motor
    b. tahap Pra Operasi
    c. tahap Operasi Konkrit
    d. tahap Operasi Formal.
    (Suherman, 2003)

    ReplyDelete
  103. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang baru dirancang oleh guru dan belum pernah di lakukan oleh orang lain, tujuannya untuk membangun pengetahuan siswa dengan cara yang lebih efektif.

    ReplyDelete
  104. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran yang inovatif, penggunaan media pembelajaran menjadi indikator suatu pembelajaran yang inovatif, karena dengan media yang menarik dapat meningkatkan kreatifitas siswa sehingga proses mengkonstruk pengetahuannya menjadi lebih terarah dan baik.

    ReplyDelete
  105. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif di kelas diharapkan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembelajarannya, karena tahap perencanaan ini sangat vital, pada tahap perencanaan ini diharapkan guru memperhatikan secara detail komponen-komponen pembelajaran yang inovatif sehingga ketika mengajar guru sudah siap dan percaya diri.

    ReplyDelete
  106. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran yang inovatif sangatlah diperlukan untuk menumbuh kembangkan potensi yang ada dalam diri siswa, karena pembelajaran inovatif sangat memungkinkan siswa akan berkembang karena pembelajaran akan terpusat pada siswa secara aktif. Selain itu pembelajaran yang inovatif mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok sehingga mereka berlatih untuk tidak bersikap egios pada dirinya sendiri. Siswa dilatih karakternya untuk menghargai pendapat orang lain sehingga pada outputnya nanti akan menghasilkan suatu sumber daya manusia yang mampu bekerja sama di dalam masyarakat, tidak bersikap individualistis dan mampu tenggang rasa di dalam masyarakat itu sendiri.

    ReplyDelete
  107. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang telah Bapak berikan. Dengan komponen ini diharapkan para calon guru maupun guru dapat memberikan pembelajaran yang inovatif ketika melaksanakan pembelajaran sehingga siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  108. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terlihat perbedaan yang sangan jelas antara pembelajaran tradisional dan inovatif, dipembelajaran tradisional guru mendominasi pembelajaran sehinnga dominan dikuasai oleh guru dan terjadilah komunikasi satu arah. Sedangkan di pembelajran inovatif siswa mendominasi pembelajaran untuk membentuk pengetahuan mereka sendiri namun guru hanya guru akan memfasilitasi siswa untuk membentuk pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  109. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan yang sedang berlangsung di Indonesia masih harus melakukan pembaharuan dan juga perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dari segi kurikulum ataupun proses pembelajaran di kelas serta dari segi lain yang berkaitan dengan pendidikan. Salah satu cara perbaikan pendidikan adalah melakukan pembelajaran yang inovatif. Dimana pembelajaran inovatif ini dapat meningkatan kualitas Pendidikan Indonesia karena kebiasaan berfikir siswa dengan metode pembelajaran ini dapat terkelola dengan baik.

    ReplyDelete

  110. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif yang menekankan siswa sebagai pusat dari poses pembelajaran di kelas dapat menjadikan siswa aktif. Selain itu, dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, proses pengetahuan bukan lagi diberikan oleh guru, melainkan siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini menyebabkan pengetahuan yang didapatkan siswa melaui proses pembelajaran inovatif menjadi tertanam dan melekat pada benak siswa.

    ReplyDelete

  111. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran inovatif yang menerapkan pembelajaran berbasis matematika sekolah akan menyebabkan pembelajaran yang bersifat realistik, dimana siswa dapat membayangkan sendiri hal-hal yang masih abstark, sehingga siswa dapat melakukan imajinasi dalam memahami suatu materi dalam pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran inovatif juga menerapkan variasi metode pembelajaran yang dapat menarik siswa dan mengurangi tingkat kejenuhan siswa.

    ReplyDelete
  112. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif menerapkan Education is for all. Yang berarti bahwa pembelajaran yang berlangsung dapat menjadi hak setiap siswa yang mempelajarinya. Guru tidak memiliki hak untuk membatasi diri siswa untuk menemukan pengetahuan yang diinginkannya. Guru juga tidak dapat melakukan diskriminasi kepada siswa tertentu dalam memberikan arahan. Selain itu guru juga tidak mempunyai hak untuk memilih siswa yang disukainya saja dalam memberikan pengetahuan selama proses pembelajaran. Guru harus adil terhadap semua siswa yang ingin menuntut ilmu dan melakukan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  113. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran inovatif untuk era zaman sekarang ini sangatlah penting yaitu untuk membentuk individu yang aktif, berani, percaya diri dan mampu bersaing dengan dunia luar. Dalam pembentukan pembelajran inovatif diperlukan banyak komponen agar terciptanya tujuan yang diinginkan. Peran guru sangatlah penting dalam penyusunan/ pengorganisasian pembelajaran yang akan dilaksanakan.

    ReplyDelete
  114. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pembentukan konsep merupakan pembelajaran yang inovatif. Karena salah satu ciri dari pembelajaran inovatif adalah pembelajaran student center atau berpusat pada siswa. Guru hanya berperan sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  115. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam tulisan tersebut disebut kan bahwa pembelajaran traditional mengajarkan Matematika secara formal. Pada hakekatnya pembelajaran Matematika di sekolah adalah aktivitas, jadi pembelajaran yang dilakukan siswa hendaknya bersifat horisontal dan bukan mengajarkan secara formal, karena bagi siswa hal itu terlalu abstrak dan tidak dapat dicapai oleh pemikiran mereka secara langsung.

    ReplyDelete
  116. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pembelajaran inovatif merupakan proses pembelajaran yang bervariasi, tidak membosankan dengan metode pembelajaran yang itu – itu saja, tujuannya adalah untuk memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku siswa kea rah yang lebih baik dalam jangka waktu yang lama.

    ReplyDelete
  117. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang seperti ini adalah pembelajaran yang saat ini dibutuhkan oleh siswa sehingga pembelajaran siswa akan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  118. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang tradisional atau konvensional berpusat pada guru. Artinya guru yang mempunyai keaktifan lebih di dalam kelas. Sedangkan siswa hanya banyak pasifnya. Guru banyak menerapkan metode ceramah di dalam kelas. Siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru.

    ReplyDelete
  119. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 saat ini. Pembelajaran inovatif lebih mengedapankan keaktifan siswa. Artinya pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Siswa yang lebih banyak melakukan aktivias di dalam kelas.

    ReplyDelete
  120. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pembelajaran matematika sekolah yang menyenangkan adalah pembelajaran yang bermakna bagi siwa. Hal ini disesuikan kedudukan subjek yang sedang melakukan pembelajaran matematika. Jika pada tingkat SD dan SMP maka pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang melibatkan aktivitas sedangkan pada tingkatan SMA dan Universitas maka pembelajaran lebih abstrak berisi teori-teori.

    ReplyDelete
  121. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Peran guru dalam konsep pembelajaran inovatif adalah sebagai fasilitator. Guru membantu siswa dengan segala dan menjembatani siswa agar siswa dapat aktif menemukan solusi dari permasalahan matematika. Siswa dibantu untuk bisa terbuka pikiran dan ide-ide kreatif mereka sehingga mampu membuat kesimpulan.

    ReplyDelete
  122. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif memerlukan adanya aktivitas berupa diskusi. Dengan adanya diskusi, siswa bisa saling tukar ide dengan yang lainnya. Diskusi untuk memecahkan masalah akan mengembangkan pola piker siswa. Diskusi harus banyak diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  123. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional). Dengan adanya perbedaan dari sebelumnya, diharapkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan membuat siswa lebih memahami materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  124. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran tradisisonal selalu mengenadalkan metode ceramah dimana guru menjadi satu-satunya orang yang boleh berbicara di kelas.

    ReplyDelete
  125. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran tradisional sumber belajar di kelas adalah guru karena guru merupakan salah satu yang boleh berbicara saat pembelajaran berlangsung. Siswa hanya mengikuti apa kata guru dan perintah guru melalui buku.

    ReplyDelete
  126. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran tradisional sumber belajar di kelas adalah guru karena guru merupakan salah satu yang boleh berbicara saat pembelajaran berlangsung. Siswa hanya mengikuti apa kata guru dan perintah guru melalaui buku.

    ReplyDelete
  127. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran tradisional guru selalau mengatur murid untuk melakukan apa yang diajarkan sehingga untuk dapat mengerjakan sesuatu adalah pengulangan sampai siswa menjadi terbiasa dan dapat melakukan suatu hal dengan baik.

    ReplyDelete
  128. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dalam pembelajaran tradisional siswa diperlakukan sebagai objek belajar sehingga siswa harus mengikuti apa yang menjadi kemauan guru tanpa memberikan kesempatan siswa mengembangkan kemampuan.

    ReplyDelete
  129. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dalam pembelajaran tradisional guru menganggap siswa tidak bisa paham jika tidak dijelaskan oleh guru. sehingga metode yang digunakan untuk pembelajaran adalah transfer pengetahuan.

    ReplyDelete
  130. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dalam pembelajaran tradisional guru belum memanfaatkan media-media pembelajaran, sehingga pembelajaran terbatas duduk di atas kursi dan tangan di meja serta mencataat apa yang ditulis guru di papan tulis.

    ReplyDelete
  131. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Tradisional adalah preses pembelajaran yang berpusatkan pada guru dan bersifat satu arah atau dengan cara ceramah. Sehingga menyebabkan siswa akan bosan dalam pembelajaran. Namun masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran seperti ini. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa, dan guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga guru harus menyiapkan berbagai variasi metode, model, media, alat peraga, dan sebagainya demi menunjang kemampuan berpikir siswa. Sehingga siswa mampu merkonstruksi sendiri pengetahuannya dengan aktivitas yang telah direncanakan oleh guru yang beragam adanya.

    ReplyDelete
  132. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Pembelajaran konvensional akan membuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa serta tidak bermakna pengetahuan yang diperoleh siswa. Itulah mengapa diperlukan suatu inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  133. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif memang dirasa lebih efektif dari pada pembelajaran tradisional, menurut penelitian penelitian yang ada bahwa pembelajaran inovatif lebih dapat meningkatkan kemampuan beripikir siswa, guru sebagai fasilitator memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya, guru bukan mentransfer ilmu namun memfasilitasi siswa. Karna ilmu itu tidak dapat di transfer dapat nya di fasilitasi untuk menemukan konsep ilmu itu sendiri.

    ReplyDelete
  134. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Komponen pembelajaran inovatif seperti yang dijelaskan oleh Prof Marsigit ada 11 komponen, komponen komponen tersebut harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif. Salah satu yang menarik adalah memberikan kesempatan siswa untuk merefleksikan hasil diskusi dan kegiatan kelompknya, hal ini sangat bermanfaat untuk melihat tingkat pemahaman siswa, dan ketika siswa telah dapat merefleksikan dengan benar maka siswa akan benar benar paham dengan materi yang sedang dicari konsepnya. Lalu kesimpulan yang disimpulkan oleh siswa, beri kesempatan siswa untuk menyimpulkan secara umum, guru menuntun siswa agar kesimpulan sesuai dengan konsep sebenarnya.

    ReplyDelete
  135. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran tradisional guru tidak mengaitkan pembelajaran matematika dengan kondisi nyata di lingkungan. Pembelajaran matematika terbatas apa yang ada di permukaan, artinya matemtaika hanya sebatas angka dan bentuk formal.

    ReplyDelete
  136. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran tradisional, guru sangat terpaku dengan kurikulum. Kurikulum menjadi instrumen untuk melaksanakan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  137. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajran yang menempatkan siswa sebagai subjek pemebelajar, artinya siswa menjadi pelaku dalam pembelajaran sehingga guru tidak selalu mendikte apa yang harus dilakukan oleh siswa.

    ReplyDelete
  138. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran inovatif terjadi jika guru memberikan variasi pada media pembelajaran yang digunakan dan dengn sumber belajar yang didapat dari berbagai sumber tidak hanya dari guru dan satu buku.

    ReplyDelete
  139. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Interaksi yang dilakukan pada pembelajaran inovatif sangat beragam. Guru dapat melakukan pembelajran secara klasikal, diskusi kelompok, maupun pembelajaran secara individu disesuaikan dengan kebutuhan.

    ReplyDelete
  140. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan yang Prof berikan, komponen dari pembelajaran inovatif itu snediri sejatinya adalah untuk mendukung agar tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Apalagi, pembelajaran inovatif tersebut merupakan salah satu yang menjadi prinsip dari K13.

    ReplyDelete
  141. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apa yang prof. Marsigit sampaikan disini sejatinya sudah disampaikan dalam kelas Etnomatematika dan juga ditugaskan dalam menyusun PBM inovatif. Pembelajaran inovatif salah satunya dapat didekati dengan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika karena dalam prosesnya pembelajaran bepusat pada siswa sehingga mereka dapat bebas berkreasi untuk mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri.

    ReplyDelete
  142. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Benar sekali bahwa salah satu ciri pembelajaran inovatif dapat dilihat dari media pembelajaran yang digunakan. Terutama untuk jenjang anak-anak akan sangat membantu sekali penggunaan media pembelajaran ini karena struktur kognitif anak masih sederhana belum mampu berpikir hingga ke ranah yang abstrak.

    ReplyDelete
  143. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Dari ciri-ciri pembelajaran yang inovatif dapat disimpulkan yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai subjek pembelajaran dengan guru sebagai fasilitator yang menyediakan perangkat dan bahan ajar yang mengarahkan siswa untuk mengkonstruk pengetahuan sendiri. Pembelajaran inovatif ini haruslah mampu memotivasi siswa untuk belajar mandiri.

    ReplyDelete
  144. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Seiring dengan diperbaharui kurikulum pendidikan, sebagai seorang guru juga dituntut agar dapat melaksanakan suatu pembelajaran yang inovatif bagi siswanya. Karena dengan pembelajaran yang menggunakan ceramah akan membuat siswa pasif sehingga mereka tidak dapat terlatih dalam mengembangkan potensi yang sebenarnya mereka miliki. Dengan pembelajaran yang inovatif dapat membuat siswa berperan aktif sehingga mereka dapat mengembangkan pemikirannya lebih luas.

    ReplyDelete
  145. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Tradisional sudah tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Indoensia adalah pembelajaran inovatif. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran tradisional guru sebagai pusat dari pembelajaran menyebabkan siswa menjadi pasif dan perkembangan pola pikir anak bergantung pada guru. Sementara itu pembelajaran inovatif berpusat pada siswa dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya yang dapat menyebabkan siswa aktif dan lebih interaktif.

    ReplyDelete
  146. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya postingan diatas terkait hal komponen pembelajaran inovatif sangat membantu guru dalam menyusun rancangan pembelajaran matematika dikelas yang ingin menggunakan pembelajaran inovatif. diharapkan dengan diterapkan pembelajaran inovatif ini, dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

    ReplyDelete
  147. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Adanya perubahan dari pembelajaran tradisonal menuju pembelajaran inovatif ini tak urung karena konsep pembelajaran saat ini mengalami kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pola pembelajaran tradisional menempatkan guru sebagai pusat dari kegiatan pembelajaran, dimana ia menjadi satu-satunya pihak yang mengontrol jalannya pembelajaran.

    ReplyDelete
  148. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sekarang ini seorang guru dituntut mampu untuk berperan sebagai fasilitator, dimana ia menggunakan kemampuannya sebagai seorang guru untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan media atau metode pembelajaran yang ada agar dapat meningkatkan keaktifan, kreativitas dan kemandirian peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  149. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu ciri pembelajaran inovatif adalah pemeblajaran yang berpusat pada siswa. Artinya, siswa adalah pelaku utama dalam pembelajaran. Siswa adalah pembelajar. Adapun guru hanyalah sebagai fasilitator saja. Sehingga, dalam pembelajaran guru supaya bisa memfasilitasi siswa agar ia mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, tujuannya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  150. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Memasuki era global saat ini, pembelajaran yang inovatif memang menjadi suatu keharusan karena dapat memenuhi kebutuhan siswa saat ini. Postingan ini sangat perlu untuk diperhatikan oleh para guru dan calon guru karena postingan ini dapat dijadikan bahan untuk mengevaluasi pembelajaran yang saat ini diterapkan. Ciri-ciri pembelajaran tradisional dan inovatif disajikan dengan sangat jelas. Selain itu, disertakan juga komponen pembelajaran inovatif, sehingga setelah membaca postingan ini diharapkan guru dan calon guru dapat belajar bagaimana menciptakan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  151. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah LKS. Dengan menggunakan LKS, siswa dapat berdiskusi dengan temannya untuk menyelesaikan atau melakukan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan yang tertera. Langkah-langkah yang dicantumkan dalam LKS seharusnya sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tertera di RPP. Namun sering kali sebaliknya, langkah-langkah yang tertera pada LKS tidak memiliki langkah-langkah yang sesuai dengan RPP. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dengan lebih seksama ketika guru menyusun LKS agar sesuai dengan RPP dan LKS dibuat sedemikian sehingga dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  152. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang dilaksanakan memang harus terus dilakukan perbaikan atau inovasi-inovasi agar mampu memfasilitasi kebutuhan siswa. Seperti pada postingan ini, pembelajaran di Indonesia saat ini mulai mengalami perubahan, yaitu dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Salah perubahan yang terjadi adalah dari pembelajaran tradisional yang bercirikan metode ceramah menjadi pembelajaran inovatif yang bercirikan student center.

    ReplyDelete
  153. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif berdasarkan postingan ini terdapat 12 ciri, salah satunya adalah variasi media pembelajaran atau berbagai macam sumber belajar. Berbagai macam sumber belajar ini dapat diperoleh dari mana saja. Salah satu contohnya adalah blog dari Prof. Marsigit ini, beliau menuliskan berbagai macam hal sebagai salah satu sumber belajar mahasiswa yang inovatif dan modern guna memfasilitasi kebutuhan mahasiswa yang beragam. Hal ini dapat dijadikan contoh untuk guru di sekolah.

    ReplyDelete
  154. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran inovatif memiliki beberapa komponen, salah satunya adalah apersepsi. Namun, terkadang apersepsi sulit dilakukan jika kita belum benar-benar memahami apa itu apersepsi. Apersepsi ini merupakan persiapan siswa, bukan guru, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan kecil secara langsung agar prior knowledge yang dibutuhkan terpenuhi, seperti memberikan kuis.

    ReplyDelete
  155. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dalam upaya melakukan inovasi pendidikan, terkadang banyak kendala yang harus kita lewati. Terkadang cita-cita sederhana dan mulia, ingin menjadi guru yang professional, inovatif, dan ikhlas dalam mendidik siswa sungguh tak mudah untuk mewujudkannya. Maka sebagai calon guru jangan lah menyerah dan jangan lelah untuk terus belajar memperbaiki metode-metode pembelajaran demi tercapainya pembelajaran yang lebih baik lagi..

    ReplyDelete
  156. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dalam elegi yang lain, Prof Marsigit menjelaskan cara melakukan inovasi pembelajaran, antara lain mengenali faktor pendukungnya, mengenali segala informasi yang berkenaan dengan inovasi pembelajaran, berkomunikasi dengan referensi dan nara sumber, mencari orang-orang yang mempunyai visi, persepsi, kepentingan dan tujuan yang sama. Selain itu, mempelajari model-model inovasi pembelajaran yang telah ada, menetapkan skala prioritas, mempelajari teori-teori dan paradigma pendidikan kemudian menyesuaikan dengan paradigma mengajar kita. Kita juga perlu mengenali hakekat keilmuan, siswa, penilaian, alat peraga, konteks pembelajaran, dst.

    ReplyDelete