Oct 23, 2014

KOMPONEN PEMBELAJARAN INOVATIF




Hasil Diskusi/Brainstorming Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Internasional 2012
pada Perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Kamis, 23 Oktober 2014, pk 15.30 di R. D07.310, FMIPA UNY

Dari Pembelajaran Tradisional menuju ke Pembelajaran Inovatif

Ciri-ciri Pembelajaran Tradisional:
1. Mengandalkan Metode Ceramah/Expository
2. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar
3. Paradigma pembelajaran sesuai dengan misal Behaviorisme
4. Siswa diperlakukan sebagai objek bejalar, akibatnya siswa kurang aktif, kurang kreatif, dst
5. Hanya mengandalkan media Papan Tulis dan Kapur/spidol
6. Menerapkan psikologi belajar: Transfer of Learning dan S-R
7. Matematika bersifat Formal/aksiomatis/matematika murni
8. Kurikulum sebagai Instrument

Ciri-ciri Pembelajaran Inovatif:
1. Student Center
2. Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar)
3. Variasi Metode Pembelajaran
4. Variasi Interaksi: Klasikal, Kelompok, Individual
5. Construktivisme
6. Matematika Sekolah
7. Realistik
8. Bruner, Piaget, Vigotsky
9. Kurikulum Interaktif
10. Guru sebagai Fasilitator
11. Education is for all
12. Skema pembelajaran fleksibel

Komponen Pembelajaran Inovatif:
1. RPP mempersiapkan pembelajaran inovatif
2. LKS mempersiapkan /memfasilitasi kegiatan belajar Kelompok dan Individu
3. Appersepsi (persiapan siswa, bukan guru oriented, tidak cukup hanya guru berceramah/memberitahu/mengingatkan, dst; tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan (kecil) langsung.
4. Diskusi Kelompok (baik bentuk maupun substansinya)
5. Variasi Metode
6. Variasi Media
7. Variasi Interaksi
8. Skema Pencapaian Kompetensi Siswa/Outcome (Skema Kognisi/Rantai Kognitif: Uraian Materi)
9. Refleksi Siswa (hasil kegiatan diskusi kelompok)
10. Kesimpulan OLEH SISWA

11. Authentic Assesment









34 comments:

  1. Terima kasih atas sharing ilmunya bapak. Berdasarkan hal-hal diatas, terlihat bahwa pembelajaran benar-benar menjanjikan hal yang sangat luar biasa. Namun, jika dilihat dari sudut pandang pada pelaksanaannya dilapangan tentunya menerapkan pembelajaran inovatif adalah cukup sulit, ruwet, panjang. Namun, diharapkan dengan adanya perubahan dalam cara pandang para guru, diharapkan generasi berikutnya adalah generasi-generasi yang lebih cerdas untuk membangun Negara.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  2. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembelajaran inovatif merupakan suatu pembelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (pembelajaran konvensional). Proses pembelajaran konvensional akan membuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang berdampak kepada rendahnya prestasi belajar siswa dan kurang bermakna terhadap pengetahuan yang diperoleh siswa. Di sisi lain, pengetahuan yang didapat siswa di kelas cenderung bersifat artifisial dan seolah-olah terpisah dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dialami siswa. Sedangakan pada pembelajaran inovatif lebih mengarah kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student center). Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan agar siswa dapat belajar dengan optimal. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemahaman konteks siswa menjadi bagian yang sangat penting, karena dari sinilah seluruh rancangan proses pembelajaran dimulai.

    ReplyDelete
  3. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembelajaran inovatif merupakan suatu pembelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (pembelajaran konvensional). Proses pembelajaran konvensional akan membuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang berdampak kepada rendahnya prestasi belajar siswa dan kurang bermakna terhadap pengetahuan yang diperoleh siswa. Di sisi lain, pengetahuan yang didapat siswa di kelas cenderung bersifat artifisial dan seolah-olah terpisah dari permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dialami siswa. Sedangakan pada pembelajaran inovatif lebih mengarah kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student center). Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan agar siswa dapat belajar dengan optimal. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemahaman konteks siswa menjadi bagian yang sangat penting, karena dari sinilah seluruh rancangan proses pembelajaran dimulai.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Terimakasih pak atas postingannya. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran inovatif tentu mengetahui komponennya terlebih dahulu. Kunci utama dalam terlaksana atau tidaknya pembelajaran yang inovatif adalah guru sebagai aktor pembelajaran. Diperlukan sikap keterbukaan guru untuk selangkah demi selangkah meninggalkan pembelajaran tradisional. Memang bukanlah hal yang mudah mengubah kebiasaan namun bukan berarti tidak bisa. Perubahan langsung mungkin akan menjadi sesuatu yang mengagetkan bagi guru-guru yang sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional maka inovasi ini dapat dibagun secara bertahap. Guru harus menyadari bahwa pembelajaran inovatif akan memberikan dampak positif terhadap hasil pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pembelajaran inovatif merupakan perbaikan dari pembelajaran tradisional, yang salah satunya dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi berpusat pada murid. Pembelajarn inovatif ini yang diharapkan oleh pemerintah. Setiap siswa berberan penting dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran. melalui postingan ini juga terlihat bahwa perkuliahan dikelas ini te;lah menerapkan pembelajaran yang inovatif dengan cara menerima pendapat dari mahasiswa.

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konstruktivisme dan Ralistik merupakan pembelajaran inovatif yang dapat ditempuh oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas. Sebenarnya keduanya baik konstruktivis dan realistik dapat dilakukan sekali dayung, ambil contoh dalam pembelajaran lingkaran. Pembelajaran realistik akan menuntun guru untuk membawa masalah real dalam kehidupan siswa ke dalam pembelajaran, sedangkan konstruktivis menuntut guru untuk tidak memberikan materi secara langsung, melainkan siswa diajak untuk mengkonstruksi ulang apa yang ada menjadi pengetahuan baru. Hal ini dapat dilakukan dengan membawakan benda-benda berbentuk lingkaran kemudian melakukan praktik mengukur keliling menggunakan benang dan diamater benda untuk menemukan konsep phi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sebagian guru masih jarang menggunakan media pembelajaran yang menarik, interaktif dan inovatif, terlebih guru-guru senior lebih senang menggunakan apa yang telah ada dan telah biasa dilakukan semenjak dulu, hal ini menjadi momok tersendiri untuk beralih menjadi pembeljaran inovatif. Hal lain yakni LKS yang digunakan biasanya LKS yang banyak beredar di pasaran, padahal LKS yang beredar di pasaran kurang mengaitkan materi dan kehidupan siswa, serta kurang memfasilitasi kegiatan kelompok. Sehingga tantangan bagi guru yang akan datrang ialah mengusahakan media, LKS maupun RPP dengan konsep menarik tanpa meninggalkan taguhan materi yang harus dipenuhi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Inovasi pendidikan merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu dalam system pendidikan di Indonesia. Konponen pembelajaran inovasi diatas sangat tepat dan apabila diterapkan secara maksimal insyaAllah akan menghasilkan pembelajaran yang benar-benar bermakna dan mampu menghasilkan output yang berkualitas. Namun, kendala saat ini yang masih dihadapi adalah kemampuan guru untuk berinovasi dan berkreasi untuk merancang pendidikan yang mampu memfasilitasi kebutuhan siswa serta membawa materi matematika yang abstrak ke materi yang dapat diterima siswa secara kontekstual. Oleh karena itu, hingga saat ini banyak pelatihan-pelatihan bagi guru untuk melatih kekreativannya serta membekali para calon guru dengan berbagai inovasi pembelajaran. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C
    Model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. sedangkan inovasi pembelajaran adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif dari hal yang sudah ada sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction).

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Salah satu pemegang tanggung jawab dari kemajuan dan keberhasilan pendidikan adalah seorang guru. Tugas seorang guru adalah mengajar, mendidik, membimbing dan melatih siswa dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan hendaknya bervariasi dan inovatif. Berdasarkan paparan Prof. di atas, apabila pembelajaran inovatif sudah sesuai dan berjalan dengan lancar, maka akan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Namun, pada kenyataannya, masih belum banyak guru-guru di Indonesia yang menerapkan pembelajaran inovatif dan memilih pembelajaran konvensional yang terkadang dapat membosankan dan kurang melatih kemampuan serta motivasi siswa. Saat ini, sangat perlu pelatihan dan kesadaran guru untuk mengembangkan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof atas psotnya, sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Alhamdulillah sekarang mulai banyak dikembangkan dan dipraktekkan berbagai metode pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi berbagai keragaman siswa. Alhamdulillah juga pemerintah juga sudah mulai melakukan pergeseran penilaian menuju authentic assessment, walaupun belum speenuhnya dengan ditambhakan penilaian sikap, spiritual keseharian. Nampaknya ujian nasional menjadi kendala tersendiri bagi sekolah untuk menerapkan autentik assessment, karena guru dikejar target baik dari pemerintah, orangtua, dan sekolah sendiri.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Terimakasih atas tulisannya Pak Marsigit, kebetulan kelas yang dimaksud di atas ialah kelas saya sewaktu jenjang S1 dulu. Sedikit-sedikit saya masih ingat dengan pembahasan tersebut. Yaitu bagaimana agar pembelajaran tradisional yang sudah ada di sekolah-sekolah bahkan di universitas berubah menuju pembelajaran yang inovatif. Saya setuju bahwa sudah saatnya kegiatan pembelajaran di masyarakat kita yang berbentuk tradisional berubah menjadi kegiatan pembelajaran inovatif.

    Salah satu caranya ialah dengan melaukan variasi dalam metode, media, dan interaksi.
    Variasi metode bertujuan untuk menerapkan kegiatan pembelajaran yangs esuai dengan materi dan karakteristik siswa. Variasi media bertujuan agar apa yang dipelajari siswa tida monoton berdasarkan satu sumber saja. Sedangkan variasi interaksi dilaukan dengan tujuan agar siswa memperhatikan guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pembelajaran matematika berdasarkan kurikulum 2013 saat ini adalah pembelajaran yang dari, untuk, dan oleh siswa itu sendiri (student centered) atau berorientasi pada siswa. Dan Pembelajaran berorientasi pada siswa ini dapat dicapai melalui pembelajaran inovatif, sehingga para pendidik saat ini harus berganti pada pembelajaran ini, dan menyusun komponen pembelajarannya serta melaksanakannya dengan tepat, jangan hanya pembelajaran inovatif itu hanya tercantum di kertas saja namun tidak terlihat di dalam pelaksanaannya di kelas. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  14. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam artikel diatas diungkapkan hasil diskusi tentang komponen pembelajran inovatif. Dari komponen tersebut, diperlukan pembelajaran inovatif yang perlu bercirika student center. Hal ini digunakan unutk mengembangkan potensi siswa secara mandiri dengan demikian siswa mampu membentuk pengetahuannya sendiri sesuai dengan kapasitas danketeratrikannya masing masing.

    ReplyDelete
  15. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Lewat artikel ini saya baru mengetahui abhwa authentic assessment merupakan komponen pembelajaran inovatif. Saya tertarik dengan authentic assessment yang merupakan aspek penilaian setelah pengukuran. Namun saya belum mendapatkan referensi yang lengkap tentang authentic assessment ini. Teriam kasih atas ilmunya Prof.

    ReplyDelete
  16. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah adanya apersepsi. Apersepsi disini bukan untuk guru namun untuk siswa, sehinga apersepsi tidak dapat dilakukan dengan hanya mengingatkan siswa mengenai materi sebelumnya dengan cara menjelaskan. Siswalah yang harus melakukan apersepsi. Apersepsi dapata dilakukan dengan memberikan pertanyaan atau soal mengenai materi sebelumnya atau materi prasyarat pembelajaran hari ini. Dengan menggunkan pertanyaan tersebut, siswa akan berpikir dan berusaha mengingat materi apersepsi

    ReplyDelete
  17. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Untuk mengikuti perkembangan zaman, pembelajaran tradisional memang sudah seyogyanya diubah menjadi pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif memang dirasa lebih efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. Di era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk bersikap kreatif dan mandiri dalam segala hal. Pembelajaran inovatif diharapkan menumbuhkan jiwa kreativitas dan kemandirian siswa sejak dini. Dalam pembelajar inovatif guru harus memiliki perencanaan dan persiapan yang matang sebelum pelajaran berlangsung. Jadi sudah semestinya pembelajaran inovatif diterapkan di sekolah.

    ReplyDelete
  18. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Yang paling menarik untuk saya adalah sistem penilaian dengan authentic assessment. Sungguh itu sangat dibutuhkan untuk diterapkan di tiap sekolah. Dengan authentic assessment, siswa tidak dibebani dengan standar serata jalan tol baru yang masih mulus,tetapi bagaimana guru mempunyai penilaiannya sendiri menurut kemampuan siswa. Dengan hal ini, maka ksbutuhan pendidikan untuk setiap siswa dapat terpenuhi.

    ReplyDelete
  19. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dengan adanya kurikulum 2013, PBM di Indonesia diharapkan dapat segera meninggalkan pembelajaran tradisional dan beralih menuju pembelajaran inovatif. Hal yang harus diperhatikan ketika akan menerapkan pembelajaran inovatif adalah komponen-kompenen pendukungnya apakah sudah disiapkan dengan baik, misalnya seperti RPP,LKS,Media.

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ketika pembelajatan tradisional sudah tidak dianjurkan lagi pelaksanaannya. Sehingga yang diharapkan yaitu pembelajaran yang inovativ dimana memfasilitasi siswa. Dalam metode ini aktor adalah siswa, perbedaan dengan pertama adalah dari fokus untuk guru sekarang fokus kepada siswa. Dalam metode ini siswa harus aktif di pelajaran. Guru memfasilitasi menggunakan berbagai metode, sumber daya, media atau alat peraga. Sumber daya yang dapat digunakan sebagai yaitu blog web, tujuan agar mengembangkan pemahaman siswa sendiri, di mana-mana saja kita dapat membuka blog ini dan bisa belajar dari ini. siswa juga dapat membangun, menciptakan kehidupan sendiri. filsafat dari metode ini adalah konstruktivisme. Didalam Metode, siswa yang dianggap sebagai bibit, sehingga guru akan memfasilitasi tumbuh kemampuan siswa sampai mereka berguna.
    Bahkan tidak mudah untuk menerapkan metode inovatif atau mengajar. Karena metode tradisional telah budaya kita dari era penjajah sampai sekarang. Tetapi metode yang inovatif harus dilaksanakan.

    ReplyDelete
  21. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Banyak komponen pembelajaran inovatif yang dapat kita gunakan untuk menunjang pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Baik komponen yang digunakan untuk persiapan melakukan pembelajaran (RPP), komponen untuk melancarkan proses pembelajaran yaitu bahan ajar, LKS atau yang lainnya, maupun komponen penilaian. Komponen penilaian diperlukan dalam pembelajaran inovatif karena tidak hanya asil yang dinilai, tetapi juga proses.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  22. Ilania Eka ANdari
    17709251050
    s2 pmat c 2017

    Pendidikan di Indonesia saat ini masih banyak yang menggunakan pembelajaran tradisional. Guru menjadi sumber belajar satu-satunya dan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Siswa cenderung bersifat pasif di dalam kelas karena guru bersifat otoriter. Alat dan media pembelajaran juga masih konvensional hanya menggunakan spidol dan papan tulis. Tidak ada variasi interaksi karena pembelajaran hanya satu arah dari guru kepada siswa. Namun, sedikit demi sedikit pendidikan di Indonesia mengalami transisi dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang inovatif. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju pembelajaran yang inovatif diantaranya penyusunan RPP dimana kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan harus berpusat kepada siswa/student center. Siswa harus aktif di dalam kelas dan guru sebagai fasilitator

    ReplyDelete
  23. Penyusunan LKS yang bukan hanya sekedar kumpulan soal tetapi memuat suatu kegiatan yang bisa diikuti siswa untuk menemukan pemahamannya sendiri terhadap materi belajar. Berbagai variasi dari media hingga komunikasi dan interaksi dengan siswa juga harus dipersiapkan. Kecanggihan tekhnologi dapat dimanfaatkan agar pembelajaran berjalan maksimal. Terakhir siswa harus mampu menarik kesimpulan sendiri dari apa yang telah mereka dapat selama proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  24. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Inovatif bagi siswa adalah segala sesuatu yang tidak membosankan dan tidak membuat mereka sulit dalam memahami pembelajaran yang diberikan. Jika inovasi yang diberikan guru tidak menarik dan membuat siswa sulit memahami apa yang diterangkan, maka hal tersebut akan menjadi tolak ukur akan ketidak kreatifan seorang guru memahami karakter siswa guna menarik perhatian mereka untuk belajar.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  25. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. sesuai dengan perkembangan jaman, maka pendidikan sekarang diharapkan selalu mengedepankan pendidika yang inovatif. Dengan pendidikan yang inovatif diharapkan siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dan kreatifitasnya dengan maksimal. Komponen-komponen pembelajaran yang inovatif sangat dibutuhkan agar pendidikan berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan dapat membantu siswa untuk mencapai hasil yang optimal.

    ReplyDelete
  26. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Suatu pembelajaran dikatakan inovatif jika pembelajaran tersebut memiliki variasi yang berbeda dengan pembelajaran tradisional. Namun, ketika dalam skenario pembelajaran sudah sedemikian rupa guru mempersiapkan berbagai inovasi dalam pembelajaran namun atmosfir tidak mendukung jalannya skenario. Terkadang inovasi dalam bentuk media juga malah membuat siswa tidak maksimal belajar, mungkin itulah yang membuat beberapa guru senior tetap konsisten dengan pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  27. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Tulisan di atas akan sangat bermanfaat bagi para calon guru, guru-guru, perancang kurikulum, dan semua elemen yang terkait dunia pendidikan, sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki sistem pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. namun pada prakteknya memang tidak gampang. sebagai contoh, metode student center memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan teacher center. dengan demikian diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan waktu belajar itu.

    ReplyDelete
  28. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam kurikulum 2013, sudah tidak dibenarkan lagi pembelajaran yang tradisional. Tetapi, pembelajaran harus inovatif, yang memiliki ciri-ciri Student Center, Variasi Media Pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), Variasi Metode Pembelajaran, Variasi Interaksi: (Klasikal, kelompok, Individual,) Construktivisme, Matematika Sekolah, Realistik, dst.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pembelajaran inovatif akan membuat siswa tidak hanya sekedar tahu tetapi benar benar memahami materi yang diajarkan sehingga dapat mengembangkan pengetahuannya lebih jauh lagi bahkan setelah pembelajran di kelas selesai. Pengetahuan yang mereka miliki akan berkembang tanpa batas.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Salah satu komponen pembelajaran inovatif adalah “student centre” dimana pembelajaran terpusat pada siswa. Biarkanlah siswa banyak bertanya dan mengungkapkan pendapatnya. Peran guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator yang memfasilitasi siswa bila mereka kesulitan. Selain itu, komponen inovatif tidak lain adalah penggunaan model pembelajaran yang bervariasi. Hal ini diterapkan mengingat setiap anak memiliki karakteristik yang beranekamacam, barangkali mereka tidak cocok pada suatu model pembelajaran, namun lebih cocok pada model pembelajaran yang lain.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Peradaban semakin berkembang, dan setiap yang ada dan terikat dengan peradaban juga harus berkembang, termasuk perihal pembelajaran matematika. Itulah mengapa kreativitas dan inovasi dibutuhkan. Pembelajaran yang kreatif dan inovatif dibutuhkan untuk menyiapkan siswa yang mampu bersaing dan mengikuti perkembangan peradaban. Inovatif tidak melulu dengan menggunakan teknologi, namun menggunakan apa-apa yang dekat dengan siswa secara kreatif untuk media pembelajaran. Inovasi tidak harus mahal, namun membutuhkan krativitas yang tinggi. Maka dari itu untuk menjadi guru yang inovatif, maka terlebih dulu harus kreatif. Kreativitas dapat diasah dengan banyak membaca dan belajar, banyak mengetahui tentang teori dan praktek pembelajaran.

    ReplyDelete
  32. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif secara keseluruhan dalam mengemukakan pendapat serta mengkomunikasikan pemikirannya baik dengan guru, teman, maupun terhadap materi matematika itu sendiri. Dengan pembelajaran yang bersifat inovatif maka guru semakin mudah dalam membuat lingkungan belajar yang bersifat kolaboratif. Sehingga memberikan dampak siswa akan bersemangat dalam mengiikuti pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Perubahan selalu diharapkan menuju kearah yang lebih baik, begitu juga dengan perubahan metode pembelajaran dari yang dianggap konvensional menuju pembelajaran inovatif. Hal-hal positif sudah begitu tercermin dari segala komponen pembelajaran inovatif di atas, namun jika menilik dari implementasi di lapangan, tampaknya belum sepenuhnya mampu terlaksana. Banyak faktor yang menjadi penyebab pembelajaran inovatif belum sepenuhnya terlaksana, seperti belum adanya kesiapan dari guru dan murid untuk berperan sebagaimana mestinya. Masih dijumpai guru yang belum sepenuhnya percaya melepaskan murid untuk belajar sendiri, guru masih cendrung memberi penjelasan panjang lebar tentang materi yang diajarkan. Begitu juga dengan murid, masih ada yang belum mau untuk belajar sendiri dan masih menuntut guru untuk "menyuapi" mereka dengan penjelasan materi. Penilaian yang dilakukanpun masih bersifat non autentik. Sedangkan sarana prasarana masih terbatas untuk beberapa sekolah di daerah.

    ReplyDelete
  34. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Menghadapi tantangan di abad 21 ini tentunya pembelajaran matematika yang inovatif-lah yang diharapkan dapat berlangsung di sekolah. Akan tetapi pada kenyataannya, mendesain pembelajaran yang inovatif bukanlah suatu "pekerjaan" yang mudah. Siswa seharusnya juga terlebih dahulu dipersiapkan untuk menghadapi pembelajaran matematika yang inovatif. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Agar ketika guru sudah mendesain pembelajaran matematika dengan menerapkan berbagai model/metode/strategi/setting pembelajaran dengan baik, outcome-nya tidak jauh lebih rendah dibandingkan pembelajaran tradisional. Lebih lanjut, menurut saya, pembelajaran yang bersifat tradisional tidak selamanya buruk.

    Saya juga ingin bertanya. Dalam postingan tersebut tertulis bahwa salah satu ciri dari pembelajaran tradisional adalah kurikulum sebagai instrumen. Nah, apakah yang dimaksud dengan kurikulum sebagai instrumen? Pertanyaan selanjutnya adalah apakah yang dimaksud dengan kurikulum interaktif? Terakhir, pada bagian ciri-ciri pembelajaran yang inovatif tertuliskan "Education for all". Apakah pada pembelajaran tradisional tidak berlaku "Education for all"? "Education for all" itu yang bagaimana?

    Terima kasih

    ReplyDelete