Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM C




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM C) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.

1. Rahmi Hidayati:
Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?

2. Firda HalawatI:
Bagaimana konsep Kehormatan menurut Filsafat?

3. Mu'ad Mas'adi:
Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat?

4. Meidy Putra Areka:
Bagaimana memanfaatkan sifat kontradiksi/anomali/ketidaksempurnaan manusia untuk kemaslahatan manusia itu sendiri dan orang lain?

5. Sestri Nela Kurnia:
Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi?

6. Evri Kurniawati:
Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?

7. Aqiilah:
Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?

8. Bayu Widiya Dwi Santoso:
Bagaimana konsep Demokrasi dalam Filsafat?
 
9. Ria Dwi Hapsari:
Bagaimana Filsafat dapat menjelaskan konsep dan keadaan Alam Barzah?

10. Jaya Paldi:
Bagaimana konsep Cinta dalam Filsafat?

11. Usi Susanti:
Bagaimana cara mengetahui diri sendiri dan menyadari bahwa Filsafat sangatlah dekat dengan diri kita masing-masing?

12. Wahyu Hardiyanto:
Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah?

13. Oktaviana Mutia Dewi:
Apa hubungan antara Filsafat, Teori dan Paradigma Pendidikan?

14. Inna Puspawati:
Bagaimana konsep Radikalisme dalam Filsafat?

15. Ni Kadek:
Bagaimana konsep Kekuasaan dalam Filsafat?

16.  Theodora Yunita Mekaria
Bagaimana konsep Karma dalam Filsafat?

17.  Maria Trisna Sero Wondo:
Bagaimana Filsafat mampu menuntun kita mencapai Cita-cita?

18.  Rahayu Malini:
Bagaimana konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat?

19.  Maria Antonia:
Bagaimana konsep Adat Istiadat dan Budaya dalam filsafat?

20.  Aslim Asman:
Apa hakikat konsep Bilangan dalam Filsafat?

21.  Zuida Ratih:
Apa konsep makna Bertengkar, Bercerai, Berkelai, dan Berperang dst.. dalam Filsafat?

22.  Betty Kusumaningrum:
Bagaimana Filsafat memandang perubahan/pergantian Kurikulum Pendidikan?







118 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pembentukan karakter pertama seorang manusia dimulai dari keluarganya. Karakter yang dimiliki seorang anak boleh jadi merupakan apa yang ia peroleh dan miliki dari keluarga. Secara sadar ataupun tidak, keluarga menaruh peranan penting dalam membentuk karakter seseorang. Sebab keluarga adalah tempai pertama kali seseorang berinteraksi, bersosialisasi dan bergaul. Setelahnya, faktor lingkungan juga tentu memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam pembentukan karakter manusia. Kemudian barulah faktor internal dari dalam diri setiap orang turut memiliki andil dalam karakter-karakter yang dimilikinya. Walaupun demikian, tentulah masih terdapat faktor-faktor eksternal lain yang turut membantu proses pembentukan karakter setiap orang.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Aqiilah:
    Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?

    Hubungan sebagai sesuatu dalam kehidupan. Dimana ketika hubungan telah terbentuk akan bersifat saling mendukung. Namun jika kita hanya membangun hubungan dalam keluarga, sesungguhnya itu sangatlah sempit. Karena kita sebagaj makhluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Sehingga penting adanya hubungan dalam masyrakat juga.

    ReplyDelete
  3. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan Wahyu Hardiyanto: Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah? Saya akan mencoba menjawab menurut kemampuan dan pengetahuan yang saya pahami.
    Menurut saya, tidak ada ruang dan waktu yang salah. Yang ada adalah bagaimana sikap kita terhadap ruang dan waktu yang sedang kita hadapi. Apabila kita benar dalam menyikapi ruang dan waktu, maka tidak akan ada yang namanya berada di dalam ruang dan waktu yang salah.
    Semoga dapat membantu. Apabila ada kesalahan mohon perbaikannya.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    konsep radikalisme dalam berfilsafat yaitu: jika kita telusuri arti dari kata radikal dalam bahasa Indonesia berarti amat keras menuntut perubahan. Sementara itu, radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara drastis dan kekerasan. Dalam perkembangannya, menurut penulis, bahwa radikalisme kemudian diartikan juga sebagai faham yang menginginkan perubahan besar. maka dalam berfilsafat, kadang ada pemikiran yang menghampiri untuk membuat perubahan dari hidup kita sendiri. untuk menata ulang hidup secara keseluruhan. bukan berarti harus menyatakan untuk melakukan perubahan secara keseluruhan untuk agama.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Apa yang dimaksud dengan fatamorgana? Fatamorgana merupakan sesuatu yang nampak kelihatan oleh mata padahal yang sebenarnya tidak ada, atau bukanlah hakikat atau keadaan yang sebenarnya ada. Berdasarkan sumber pada buku The Greatest Philosophers100 Tokoh Filsuf Barat dari Abad 6 SM – Abad 21. Bahwasannya filsafat di dunia ini bersifat palsu dan menipu. Yang kemudian menjelaskan kosmologi alam pada hakikatnya bersifat ilusi. Fatamorgana (doxa) merupakan pengalaman sehari-hari, fenomena pergerakan dan perubahan secara materi yang ada di dunia ini sebenarnya hanya fatamorgana dari kenyataan yang terjadi yang bersifat satu dan tetap abadi.

    ReplyDelete
  6. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Apa yang dimaksud fatamorgana dan bagaimana menyikapinya? Fatamorgana adalah sesuatu yang semu, yaitu suatu bayangan yang tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. Manusia memang makhluk yang sempurna, namun kesempurnaannya tidak menjadikan dia sempurna karena tidak ada yang sempurna di seluruh jagad raya ini kecuali Allah. Manusia diberi batas-batas pikiran, dimana ada pemikiran yang memang tidak bisa dipikirkan oleh manusia dan hanya menjadi urusan Allah. Jadi jangan memaksakan untuk memikirkan sesuatu hal di luar batas pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    10. Bagaimana konsep cinta dalam filsafat?
    Konsep cinta dalam filsafat adalah pemikiran-pemikiran kita tentang cinta itu sendiri. Menurut pendapat saya pemikiran-pemikiran kita tentang cinta sangat sulit untuk diartikan dan sebenarnya cinta itu tidak dapat di defenisikan. Hal ini dikarenakan cinta adalah perasaan yang melekat pada diri seseorang, yang hanya bisa dirasakan dan diungkapkan tanpa perlu diartikan. Cinta bisa bermakna sangat luas dan dalam cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua, cinta teman-teman, cinta orang tua dan lain lain. Cinta pun dapat ditunjikan dengan menghormati, saling melayani, memaafkan, saling cemburu. Makna dari cinta yang sebenarnya adalah bagaimana kita dapat mewujudnyatakannya dalam keseharian hidup kita.

    ReplyDelete
  8. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    Isu seputar transgender serta perkawinan sesama jenis menjadi permasalahan hangat yang dibicarakan di seluruh penjuru dunia. Kini semakin banyak orang yang terang-terangan mengaku sebagai gay atau lesbian. Bahkan perkawinan sesama jenis telah dilegalkan di beberapa negara, seperti Belanda, AS, dan Perancis. Jujur, saya merasa ngeri. Sepengetahuan saya, semua agama mengajarkan bahwa manusia ditakdirkan untuk hidup berpasangan antara laki-laki dengan perempuan. Ketika manusia melanggar kodrat itu, berarti ia telah melanggar hukum Tuhan. Namun bila mereka melakukan hal tersebut, itu pilihan hidup mereka. Dan masing-masing orang berhak menentukan seperti apa pilihan hidupnya. Menurut saya, sebagai sesama umat manusia yang tak lepas dari dosa, kita tidak bisa menghakimi atau meng-judge pilihan hidup orang lain. Sebab, penghakiman sesungguhnya adalah yang berasal dari Tuhan. Biarlah Tuhan yang menghakimi.

    ReplyDelete
  9. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana konsep Cinta dalam Filsafat?
    Sesungguhnya saya tidak terlalu paham bagaimana konsep cinta dalam filsafat. Yang saya tahu, cinta tidak memiliki definisi. Namun cinta bisa meletupkan berjuta rasa, seperti melayang melampaui batas cakrawala atau tenggelam ke palung samudera terdalam.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya ingin menjawab pertanyaan, ” Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah?”
    Menurut saya, ada tiga hal yang harus dilakukan dan dimiliki agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah.
    Pertama, kita harus tahu dulu apa konsep Ruang dan Waktu itu. Bagaimana kita bisa menghindari terjun ke jurang, kalau kita tidak tahu bagaimana jurang itu, apa yang akan terjadi apabila kita terjun ke dalam jurang.
    Kedua, kita harus memiliki kesadaran ruang dan waktu. Kita harus menyadari sedang berada di mana dan akan kemana. Jika kita mau ke solo, tetapi menaiki bus ke semarang, maka bisa dipastikan kita akan mengalami kesalahan ruang dan waktu.
    Ketiga, kita harus bisa beradaptasi. Dalam proses belajar, terkadang kita merasa sedang berada di alam yang bukan tempat kita. Misalnya sedang belajar Filsafat, serasa berada di padang pasir yang tandus. Oleh karena itu, beradaptasi dapat menyelesaikan hal itu, yaitu dengan menciptakan atau membangun rumah, agar sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    pertanyaan dari saudara Wahyu Hardiyanto yaitu Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah? menurut saya, segala sesuatu yang mungkin terjadi pada kita adalah berawal dari apa yang kita pikirkan. Ada sebuat quotes dari seorang yang cukup terkenal yaitu bernnama Muhammad Agus Syafii, mengatakan bahwa "Jaga pikiran Anda, karena akan menjadi kta-kata. Jaga kata-kata Anda, karena akan menjadi tidakan Anda. Jaga tindakan Anda, karena akan menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, karena akan menentukan nasib Anda."
    Untuk itu, agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah, perbaiki atau tetaplah berfikir positif dan berhati-hati dalam pikiran kita tentang ruang dan waktu diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  12. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    Ketertarikan dengan pertanyaan saudara Sestri Nela Kurnia yaitu Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi? menghantarkan saya untuk mencari tahu konsep lupa dari segi psikologi. Lupa bisa diakibatkan hal biologis. seperti memori dalam hipocampus yang tidak terjangkau oleh neurotransmiter. Lupa bisa diakibatkan oleh sakit seperti dementia atau alzaimer yang diakibatkan oleh usia. Dalam ilmu psikologis, lupa terjadi karena sesorang yang tidak bisa recall atau mengingat kembali. Selain itu, Konsep lupa diakibatkan karena beberapa hal yang tidak masuk kedalam long term memory sehingga sesuatu yang dianggap tidak penting maka tidak diingatnya dengan baik-baik.

    ReplyDelete
  13. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat yang diajukan oleh saudara Rahayu Malini sangat menarik. Baru-baru ini Indonesia sedang dihebohkan dengan persoalan agama. Fanatik dan toleransi menjadi sulit dibedakan dalam urusan beragama. Dari berbagai ahli yang mengutarakan tentang makna filsafat, filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada, yaitu: "hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, dan hakikat manusia, serta sikap manusia itu sendiri. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Prof. Dr. Afrizal MA, Agama dan filsafat adalah dua hal yang berbeda, Agama banyak berbicara tentang hubungan antara manusia dengan Yang Maha Kuasa. sedangkan filsafat bertujuan menemukan kebenaran. Jika kebenaran yang sebenarnya itu mempunyai ciri sistematis, jadilah ia kebenaran filsafat. Beliau juga mengemukakan bahwa agama ternyata termasuk objek materia filsafat yang tidak dapat diteliti oleh sain. Objek materi filsafat jelas lebih luas dari objek materi sain. Yang menjadi penyelidikan filsafat agama adalah aspek yang terdalam dari agama itu sendiri. Waallahualam

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan dari sauadari Theodora Yunita Mekaria:
    Bagaimana konsep Karma dalam Filsafat?
    karma, (Karman ;"bertindak, tindakan, kinerja"[1]); (Pali:kamma) adalah konsep "aksi" atau "perbuatan" yang dalam agama Hindu dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut "samsara"). Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh dan Buddhisme.[2]. Dalam konsep "karma", semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau 'buah' dari tindakan disebut karmaphala.[3] Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya.

    ReplyDelete
  15. Fatamorgana merupakan ilusi optik dimana sesuatu yang tidak ada kelihatan ada, kebanyakan seperti air. Itu secara fisik tetapi disebaliknya banyak fatamorgana di kehidupan. Tentang laporan –laporan kemajuan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Bahwa kemiskinan telah berkurang, tenaga kerja yang terserap juga merupakan fatamorgana.

    ReplyDelete
  16. Hening carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Konsep cinta dalam filsafat? Setiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang mendefinisikan cinta. Menurut saya, cinta itu saling memberi dan melengkapi. Saling melengkapi ? karena cinta itu menyatukan 2 manusia dan 2 keluarga yang memiliki sifat yang berbeda. karena manusia di dunia ini tidak ada yang sama. Saling memberi ? karena cinta saling memberi rasa kasih sayang, rasa hormat, mengayomi dan kesetiaan.

    ReplyDelete
  17. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa itu fatamorgana dan bagaimana menyikapinya. Fatamorgana itu seolah-olah. Fatamorgana kebenaran, yakni kebenaran seolah-olah dan artifisial. Fatamorgana kebenaran mereduksi kebenaran yang hakiki.Fatamorgana kebenaran bah an mengandung paradoks ketakbenaran. Bagaimana menyikapinya? Lebih baik selalu berhati-hati dan tidak tertipu penampakan luarnya.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    1. Menurut saya, transgender itu menyalahi aturan kehidupan di dunia, karena tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kehidupan di dunia itu terikat oleh ruang dan waktu, ketika sudah tidak sesuai berarti sudah menyalahi kodrat. Dalam ajaran agama Islam juga melarang orang-orang yang demikian. Manusia diciptakan oleh Allah SWT. dalam keadaan yang sempurna. Seorang transgender berarti dia telah mengubah ciptaan Allah dan tidak mempunyai rasa syukur sedikitpun.
    2. Kehormatan, adalah ketika kita menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu. Seseorang dikatakan terhormat bukan karena hartanya atau kedudukannya, tetapi karena pemikirannya yang bijaksana. Sedangkan bijaksana itu berarti dapat menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    3. Proses pembentukan karakter manusia tentunya dimulai dari keluarga. Keluarga merupakan madrasah yang paling pertama dan utama. Ketika keluarga itu baik dan berkarakter, maka kemungkinan besar dapat melahirkan generasi penerus yang berkarakter. Begitupun sebaliknya ketika keluarga tidak berkarakter. Karena sebagaimana pepatah mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Namun, kita harus sadar akan kemurahan Allah SWT. kita tidak boleh berputus asa dari rahmat-Nya. Peluang untuk berubah itu sangatlah besar. Allah telah menjanjikan bahwa Dia tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah dirinya sendiri.
    4. Sifat kontradiksi atau anomali dapat kita manfaatkan melalui pelajaran-pelajaran yang dapat diambil akibat dari sifat tersebut. ketika seseorang mampu mengambil hikmah dari sebuah kejadian, kemudian dapat menerapkannya atau menjadikannya acuan untuk memperbaiki dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya, maka sungguh beruntung orang-orang tersebut.

    ReplyDelete
  20. Hening carrysa
    14301214012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    ketika manusia melakukan transgender atau perkawinan sesama jenis sama artinya manusia itu tidak mensyukuri karunia yang di berikan Allah SWT kepada kita. Dalam setiap agama pasti melarang perbuatan tersebut. sebagaimana firman Allah SWT: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim,” (QS. Hud: 82-83).serta Firman Allah ta'ala menegaskan bahwa ”Dan Dia (Allah) menciptakan dua pasang dari jenis laki-laki dan perempuan,” (QS. An Najm: 45).

    ReplyDelete
  21. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Kehormatan merupakan sutau nilai lebih yang dimiliki oleh setiap orang, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap orang memiliki satu nilai lebih tinggi dari pada yang lain. Nilai lebih yang dimaksudkan adalah bagaimana seseorang itu didapatkan. Setingi-tingginya apa yang dimiliki, tidak boleh sombong akan hal tersebut.

    ReplyDelete
  22. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat? Menurut saya konsep pembentukan karakter manusia dapat dilihat dari banyak aspek. Menurut ilmuan Eropa lebih memandang manusia dari kaca mata empiristik. Sedangkan dalam perspektif Islam, manusia dipahami sebagai makhluk yang memiliki potensi fitrah dimana terdapat daya-daya yang dapat memunculkan sebuah sikap dan perilaku yang tidak lepas dari stimulus dari luar.

    ReplyDelete
  23. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Pilihan yang terbaik dan tepat dalam tatanan yang harmonis pada kehidupan pribadi manusia dan alam semesta dibutuhkan sebuah sistem yang tepat yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan. Kemudian munculah berbagai macam pemikiran ataupun ideologi-ideologi yang semua itu menawarkan konsep-konsep yang diangggap paling bijaksana untuk menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  24. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Ia bahkan berusaha dengan berbagai cara untuk merebut, mempertahankan harga diri, dan memilikinya secara utuh. Jadi kehormatan itu diperoleh bila ia melakukan hal-hal yang normal, wajar, yang dapat diterima dalam hidup bermasyarakat. Akan tetapi bila ia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat, maka saat itu juga ia kehilangan kehormatan, nama baiknya tercemar. Namun pada jaman sekarang ini nilai kehormatan telah bergeser, pergerseran nilai kehormatan lebih terasa pada sisi sosial. Dalam hal ini kehormatan sering dikaitkan dengan harta dan kekayaan.

    ReplyDelete
  25. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menjawab pertanyan pertanya yaitu bagaimana pandangan filsafat terhadap transgender? Sesungguhnya yang kita lakukan dalam berfilsafat adalah kegiatan olah pikir. Jika seseorang benar-benar berfilsafat maka ciri-cirinya adalah kacaunya pikir tetapi tidak sampai mengacaukan hati. Dalam kasus trangender ini, menurut saya para pelakunya telah berfilsafat dengan baik tentang bagaiman mereka mengidentifikasi diri mereka sendiri. Tetapi sayangnya selain kacau pikir, mereka juga kacau hati. Mereka melupakan spiritual dan mengubah kodratnya terhadap jenis kelamin. Baik laki-laki yang menjadi perepuan maupun perempuan yang menjadi laki-laki. Hal ini terjadi karena kesombongan seseorang yang merasa mampu mengubah ciptaan tuhan sesuai kemauannya.
    Selanjutnya saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no.5 tentang bagaimana filsafat memandang konsep lupa yang ada di dalam psikologis? Lupa seringkali dianggapsebagai penghambat manusia dalam berpikir atau melakukan olah pikir atau berfilsafat. Tetapisesungguhnya lupa juga merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai manusia yang memiliki keterbatasan kapasitas penyimpana nmemori. Manusia dikatakan hidup apabila ia berpikir, dengan kata lain menyerap dan memproses informasi tanpa henti. Coba bayangkan jika semua informasi yang kita peroleh tiapdetiknya setiap hari selalu tertampung di dalam pikiran kita dan memenuhi kapasitas memori kita. tentu hal ini akan merusak otak kita bahkan menjadikan seseorang gila. Oleh karena itu kita diberi anugerah lupa agar di dalam pikiran kita masih menyisakan ruang untuk menyimpan informasi-informasi yang akan datang dan memprosesnya. Kemudian melupakannya atau bahkan memunculkan kembali. Egitu siklusnya terus menerus. Sehingga informasi atau ilmu yang ada di dalam pikiran kita bergantian menempati ruang di dalam memori kita.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  26. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan mencoba menjawab (menanggapi.red) pertanyaan nmr 10 yaitu: Bagaimana konsep Cinta dalam Filsafat?
    Menurut saya, konsep cinta dalam filsafat itu tidak dapat didefinisikan. Cinta itu relatif. Cinta adalah cinta itu sendiri. Cinta itu perasaan yang tidak dapat didefinisikan.

    ReplyDelete
  27. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya akan berusaha menanggapi pertanyaan nomor 10, mengenai konsep cinta. Menurut saya konsep cinta adalah mengetahui. Bagaimana kita mengetahui bahwa yang kita raakan dan pikirkan adalah cinta. Karena mungkin saja sebelumnya pernah merasakan hal tersebut, namun tidak tahu bahwa itu cinta. Jadi menurut saya cinta adalah sebuah hasil dari proses mencari ilmu pengetahuan, dimana kita sebelumnya tidak tahu menjadi tahu dan menyadari kapan kita mulai tahu, sebagaimana ketika merasakan cinta, kita tahu bahwa itu adalah cinta dan sadar bahwa kita tahu bahwa yang kita rasakan adalah cinta.

    ReplyDelete
  28. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari kumpulan “pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM C” kami (saya) sangat tertarik dengan pertanyaan Bapak Bayu Widiya Dwi Santoso: “Bagaimana konsep Demokrasi dalam Filsafat?” Menurut Thomas Hobbes manusia itu pada dasarnya memiliki keinginan untuk menguasai orang lain, yang terjadi dalam kehidupan sosial tak kurang dari “bellum omnes contra omnia” yaitu perang semua melawan semua. Dengan kondisi tersebut manusia itu adalah serigala bagi sesamanya atau yang sering dikenal sebagai “homo homini lupus”. (Hardiman,2007:71). Oleh karenanya Hobbes beranggapan bahwa seorang pemimpin negara harus memiliki kekuasaan mutlak terhadap rakyatnya. Menurut Hobbes demokrasi itu lemah dan keropos dan hanya bisa dilakukan di negara kecil. (Hardiman,2007:73) Akan tetapi, saat ini banyak pihak yang menggembor-gembor kan kecaman terhadap teori Hobbes ini, akan tetapi diam-diam mengaplikasikan teori ini.
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  29. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan ke-6 yaitu tentang fatamorgana. Menurut Parmenides. Realitas ada dua macam yakni kebenaran hakiki yang mutlak, homogen dan tidak terikat oleh waktu (Way of truth/Aletheia) serta fatamorgana (Way of opinion/Doxa)yaitu bahwa dunia yang tampak ini adalah bersifat palsu dan menipu. Pengalaman seharihari yang bersifat material-fisis di dunia ini pada dasarnya adalah fatamorgana yang merupakan refleksi dari Aletheia. (Yuana,2010)

    ReplyDelete
  30. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya akan mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas.
    Jawaban no.1
    Ada banyak aliran dalam filsafat sehingga untuk menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu disempitkan pada aliran filsafat tertentu. Misal, dalam filsafat eksistensialis, LGBT sah-sah saja karena itu adalah hak individu (hak privasi/orientasi sex). Sama halnya dengan liberalisme yang bertumpu pada kebebasan individu.
    Jawaban no.2
    Filsafat yang mana? Ada banyak aliran filsafat dan memiliki konsep kehormatannya masing-masing. Namun jika kite kembalikan dalam pengertian generalnya, maka kehormatan menurut filsafat adalah kebijaksanaan (mencapai kebijaksanaan adalah jalan menuju kehormatan yang hakiki).
    Jawaban no.4
    Dengan cara belajar dengan giat dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan manusia. Kenapa manusia wajib untuk belajar? Karena manusia adalah makhluk yang tidak sempurna namun dikaruniai akal yang dinamis

    ReplyDelete
  31. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum, Wr.Wb
    Terimakasih pak postingannya. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 6 dari Evri Kurniawati, yang bertanya "Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?". Fatamorgana adalah sesuatu yang semu, yaitu suatu bayangan yang tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. Sebagai Contoh adalah bila anda berjalan kaki ditengah terik matahari di jalan Aspal yang panas dan tak ada kendaraan, memandanglah ke arah yang jauh maka anda akan mendapati dikejauhan seakan akan ada kubangan air. Ini berarti fatamorgana dapat juga disebut tipuan. Dalam Al-Qur’an Allah telah mengingatkan pada kita tentang tipuan dan kepalsuan kehidupan dunia ini, agar kita hati hati dan waspada menghadapinya. "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al Hadit 20)". Jadi harus waspada dengan tipuan. Tipuan apapun, agar kita terbebas dari tipuan maka kita harus banyak banyak berserah diri kepada Allah untuk dijauhkan dari fatamorgana dunia.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof
    Hubungan antara Filsafat, Teori dan Paradigma Pendidikan. Seperti yang diungkapkan dalam artikel yang berjudul philosophy of mathematics education, filsafat pendidikan matematika bertujuan untuk memperjelas dan menjawab pertanyaan tentang status dan pondasi di dalam pendidikan matematika, baik status dan pondasi objeknya maupun metodenya. Secara ontologis, filsafat matematika memperjelas sifat-sifat asli atau hakikat dari setiap komponen di dalam pendidikan matematika. Secara epistemologis, filsafat matematika memperjelas apakah semua pernyataan pendidikan matematika yang bermakna memiliki objektifitas dan menentukan kepercayaan. Maka hubungan antara filsafat, teori dan juga paradigma pendidikan ialah bahwa filsafat matematika memberikan pengaruh besar terhadap teori dan paradigma pendidikan matematika yang digunakan.

    ReplyDelete
  33. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan mencoba menjawab Bagaimana konsep Cinta dalam Filsafat?
    Cinta merupakan anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Cinta ada berbagai macam; cinta kepada Allah, cinta kepada manusia, dan cinta kepada makhluk. Intinya apapun cinta yang ada dalam hati seseorang, hendaknya dilakukan atas dasar cinta kepada Allah agar cinta kita tetap pada jalannya

    ReplyDelete
  34. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba menanggapi mengenai bagaimana pandangan filsafat tentang transgender dan perkawinan sesama jenis. Menurut saya, filsafat adalah ilmu tentang kehidupan dan kodrat manusia sesuai sunatullah. Ketika ada fenomena transgender dan perkawinan sesama jenis tentu ini tidak sesuai dengan sunatullah. Karena tidak sesuai dengan sunatullah maka secara filsafat ini merupakan sesuatu yang telah menyimpang. Apalagi filsafat juga sejalan dengan agama dan agama juga tidak melegalkan adanya fenomena ini.

    ReplyDelete
  35. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pertanyaan mahasiswa pada artikel ini sangat beragam dan sangat unik, namun saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?" Pada orang yang menganut paham perkawinan sesama jenis itu diperbolehkan, maka mungkin ia tidak memposisikan dirinya sebagai makhluk spiritual. Wanita dan pria diciptakan Allah SWT berpasang-pasangan, bukan sesama jenis. Adanya paham yang melegalkan perkawinan sesama jenis telah menngesampingkan aspek spiritual sebagai kebenaran absolut yang datang dari Tuhan. Sebagian besar para pendukung homoseksual berpijak pada paham eksistensialisme dalam filsafat, yaitu paham yang memandang berbagai gejala hidup berdasarkan eksistensinya. Paham ini juga meyakini bahwa manusia harus bertanggung jawab terhadap kemauannya yang bebas, sehingga ini dijadikan fondasi bagi mereka yang mendukung legalitas perkawinan sesama jenis.

    Eksistensialisme memandang bahwa seseorang dapat menetapkan pilihan hidupnya berdasarkan kemauan yang ada dalam hatinya dan kemauan itu tidak harus sesuai dengan standar moral yang berlaku di sekitarnya, sehingga kebebasan sangat dijunjung tinggi di dalam paham ini.

    ReplyDelete
  36. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya mencoba memberikan tanggapan atas pertanyaan nomor 6.
    Yang dimaksud fatamorgana dalam filsafat adalah sesuatu yang tidak dapat difikirkan. Karena jika difikirkan terus menerus fikiran tidak akan mendapatkan makna apa itu fatamorgana. Seperti yang diterangkan oleh prof. Marsigit pada artikel yang saya baca sebelumnya, saya memahami bahwa untuk mengetahui apa itu fatamorgana, hendaknya kita berhenti memikirkannya. Karena dengan berhenti memikirkannya kita secara tidak langsung menyerahkan pengertian fatamorgana kepada Tuhan dan tidak membutuhkan penjelasan apapun mengenainya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  37. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mari kita belajar bersama, mari kita diskusi. Saya akan mencoba berpendapat dengan menjawab pertanyaan:

    "Usi Susanti:
    Bagaimana cara mengetahui diri sendiri dan menyadari bahwa Filsafat sangatlah dekat dengan diri kita masing-masing?"

    Menurut saya, jawabannya adalah dengan berpikir. Sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri, bukan? Maka selagi kita dalam keadaan penuh kesadaran, kita harus senantiasa berpikir. Ya mungkin saja dimulai dengan senantiasa mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang hakikat suatu hal, mencari tesis-tesisnya, mencari nati-tesis - anti-tesisnya, kemudian menyusun sintesis-sintesisnya.

    ReplyDelete
  38. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya akan membantu mencoba menjawab pertanyaan no 6, Jika ditinjau dari ilmu sains Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Seringkali di gurun pasir, fatamorgana menyerupai danau atau air atau kota. Ini sebenarnya adalah pantulan daripada langit yang dipantulkan udara panas. Jika ditinjau dari ilmu filsafat, Fatamorgana merupakan perubahan kehidupan yang semu, Semu dalam beribadah dan semu dalam menuntut ilmu, Semu itu merupakan bantuk yang bisa dianggap ada ataupun yang mungkin ada, artinya beribadahlah kita dan berbuat baiklah kita tanpa diketahui orang lain sehingga kita terhindar dari sifat gibah dan riya’.

    ReplyDelete
  39. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Saya ingin menanggapi pertanyaan mengenai cara mengetahui diri sendiri.Kabanyakan orang, jika ditantang, akan memiliki perasaan sangat kuat bahwa diri bukan sekedar serentetan pengalaman yang terhubung oleh hukum-hukum sebab-akibat,melainkan sekurangnya merupakan suatu substansi yang relatif permanen.Pandangan ini didukung oleh argument-argumen berikut:1) Pengetahuan mensyaratkan identitas diri, karena pengetahuan selalu merupakan keragaman.2)Suatu pikiran mengimplikasikan adanya seorang pemikir yang berbeda dari pikiran apa pun.3)Memori memberitahu saya bahwa “saya” yang samalah yang berbuat begini sekarang begitu sekarang ini berbuat begini begitu di masa lalu.Tetapi kejadian-kejadian masa lalu sudah lewat dan sekarang tidak dapat direduksi menjadi sekedar serangkaian peristiwa.Penjelasan ini merupakan argumet yang penting, tapi di sisi lain sangatlah sulit untuk membentuk suatu gagasan mengenai seperti apa kemungkinannya diri yang eksis sebagai “substansi” mengatasi dan melampaui pengalaman-pengalamannya..Di sini kita dihadapkan pada kesulitan-kesulitan yang sama dengan yang kita temui saat menanyakan apa itu substansi fisik yang mengatasi dan melampaui kualitas-kualitas dan hubungan-hubungannya.Apakah substansi di balik pengalaman-pengalaman saya (atau seringkali disebut ego murni) berubah atau tidak?jika berubah saya bukan lagi diri saya sendiri,jika tidak berubah, substansi tersebut bukanlah “saya” karena tentu saya sudah menganggap diri saya mampu berubah dan saya harap menjadi semakin baik.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  40. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Assalamualaikum wr wr, saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan nomor 18 dari Rahayu Malini tentang konsep perbedaan agama, menurut saya agama adalah keyakinan. Masing-masing kita bisa saja memiliki keyakinan yang berbeda. Agama merupakan sarana menjalin hubungan spiritual bagi hamba kepada tuhannya. Sebagai seseorang yang hidup di negara yang penuh dengan keberagaman agama ini, kita perlu menanamkan sikap toleransi. Menghormati agama yang diyakini orang lain, tidak memaksakan keyakinan kita kepada orang lain, serta tidak memandang rendah ataupun menyalahkan agama lain yang berbeda merupakan cara kita dalam menyikapi perbedaan ini, sebab pada dasarnya setiap agama itu tidak mengajarkan bagi kita untuk memaksakan keyakinan kita kepada orang lain.

    ReplyDelete
  41. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM C, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 19 dari saudari Maria Antonia. Pertanyaannya adalah bagaimana konsep adat istiadat dan budaya dalam filsafat. Adat istiadat berarti perilaku budaya dan aturan-aturan yang diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, adat istiadat itu berarti segala sesuatu yang telah menjadi kebiasaan dan dilaksanakan secara terus menerus oleh sekelompok masyarakat dari nenek moyangnya terdahulu. Sedangkan filsafat merupakan cara berfikir manusia yang menghasilkan sikap atau pandangan hidup. Dengan demikian terlihat hubungan antara filsafat dan adat istiadat atau budaya, dimana filsafatlah yang mengendalikan cara berfikirnya adat istiadat atau budaya. Yang berarti bahwa dibalik adat istiadat terdapat filsafat, dan dibalik filsafat terdapat manusia yang menentukan nilai-nilai budaya melalui filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  42. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai pertanyaan “Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?”
    Dalam ilmu fisika, fatamorgana adalah suatu fenomena atau gejala optik yang terjadi karena pembiasaan cahaya melalui kepadatan udara yang berbeda sehingga membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah olah ada. Dalam KBBI fatamorgana adalah sesuatu hal yang bersifat khayal dan tidak nyata. Kata fatamorgana itu sendiri berasal dari nama seorang penyihir di zaman Raja Arthur yang bernama Morgana Le Fay atau Faye Le Morgana. Jadi dapat disimpulkan bahwa fatamorgana adalah sebuah tipuan dan khayalan yang dapat melalaikan manusia. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar dengan pikiran dan hati ikhlas agar dituntun jalannya oleh Allah SWT

    ReplyDelete
  43. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya akan mencoba memberi pendapat saya terhadap pertanyaan nomor 8, demokrasi menurut filsafat yaitu memberikan hak yang sama dalam berfilsafat terhadap sesuatu selama ia mempunyai dasar atau hakikat ilmu yang disandarkan kepada nya. Sebagai manusia yang diberi kelebihan melalui pikiran yang sehat, sudah sewajarnya kita berfilsafat terhadap apa yang kita ketahui saja, karena sebenar-benarnya pengetahuan adalah milik Allah SWT, kita hanya memiliki sedikit saja ilmu milik-Nya, sudah seharusnya kita tetap tunduk terhadap perintahnya sebagai tanda syukur kita pada-Nya.

    ReplyDelete
  44. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Saya tertarik untuk mencoba menanggapi pertanyaan Rahmi Hidayati tentang pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis. Dalam filsafat, istu tentang LGBT ataupun transgender sering kali dibaca dengan perspektif filsafat keadilan. Dalam filsafat, kemungkinan tindakan untuk melarang LGBT dan transgender sebagai tindakan arogansi tindakan tanpa pemikiran tentang keadilan yang matang. Dalam sejarahnya hak pada umumnya hanya dinikmati oleh kaum feodal, aristokrat dan para pemimpin agama. Namun, pemikiran Jeremi Bentham tentang hak keadilan yang harus berasal dari masyarakat sendiri tidak dari penguasa, mulai muncul yang kemudian menjadi landasan berpikir filsuf keadilan dalam hukum. Memang dalam filsafat terkadang pikiran selalu menabrak norma-norma yang berlaku di masyarakat, namun sepemahaman saya seperti itulah kenyataanya jika kita memandang dunia dengan kacamata filsafat, berpikir sekuler.

    ReplyDelete
  45. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang pertanyaan “Bagaimana memanfaatkan sifat kontradiksi/anomali/ketidaksempurnaan manusia untuk kemaslahatan manusia itu sendiri dan orang lain?”
    Manusia penuh dengan kontradiksi. Namun kontradiksi tersebut yang dapat menjadikan manusia hidup. Hal yang terpenting adalah bagaimana manusia dapat mengelola kontradiksinya sehingga dapat menjadikannya ada karena mengada. Ketidaksempurnaan sendiri dapat menjadikan manusia hidup nyaman, bayangkan apabila manusia memiliki kesempurnaan dalam hal mengingat. Maka seseorang dapat mengingat semua yang terjadi dari lahir. Seseorang akan mengingat sakit hati terhadap orang lain sehingga akan menimbulkan perselisihan yang tak ada henti. Itu saja dalam satu hal dampaknya sudah sangat luar biasa. Jadi untuk memanfaatkan ketidaksempurnaan tersebut alangkah baiknya ketika seseorang berbuat salah maka segera berusaha memaafkan dan melupakan kesalahannya.

    ReplyDelete
  46. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menurut saya bertengkar ataupun berkelahi dapat terjadi karen atmosfir yang tercipta serta kemistri yang mulai kehilangan eksistensinya. Karena pada dasarnya itu tercipta karena ketidak mampuan diri untuk mengendali serta menggunakan akal sehat diri saat kondisi tertentu. Sehingga diluapkan dalam perkelahian ataupun pertengkaran. Oleh sebab itu untuk menghindari hal tersebut harus selalu menggunakan akal sehat serta menanggapi sesuatu dengan kepala dingin, serta tidak mudah mengambil keputusan dalam keadaan marah, dan mencoba memahami dengan baik apa yang orang lain ingin sampaikan, dan menempatkan diri kita diposisi dia agar kita mampu memahami apa yang ingin dia sampaikan dengan benar.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  47. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Saya akan mencoba berpendapat terhadapa pertanyaan no.7 yaitu ” Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?”
    Konsep hubungan dalam keluarga dan masyarakat sama seperti konsep dalam hidup sosial. Sebelum hidup sosial akan lebih baik jika kita mengetahui bagaimana cara kita membangun hidup dalam kehidupan sosial. Membangun hidup sosial yaitu dengan cara berinteraksi untuk membangun kebermaknaan hidup karena hidup tanpa makna sama seperti hidup yang kosong.. Satu hal juga yang tidak boleh dilupakan yaitu saling berinteraksi, berarti saling bersilaturrhami, dalam bersilaturrahim perlu rasa saling menghormati dan keikhlasan. Dalam Interaksi sosial juga perlu rasa saling menghargai, menghormati, rasa ikhlas, kasih sayang dan tanggung jawab.

    ReplyDelete
  48. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    saya akan menanggapi pertanyaan berikut ini:
    "Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?
    Fatamorgana hakikatnya tidak dapat ditemukan dalam pikiran seseorang. Bahkan dengan definisi apapun kita sebagai manusia tidak dapat mengetahui sebenarnya apa fatamorgana itu. Setinggi apapun ilmu seseorang dia tidak akan bisa mendefinisikan fatamorgana dalam dirinya. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar dengan pikiran dan hati ikhlas agar dituntun jalannya oleh Allah SWT"

    ReplyDelete
  49. Wisniarti
    1770921037
    PM B Pascasarjana

    Saya akan mencoba mengemukakan pendapat saya mengenai lupa. Sebelumnya kita pernah mempelajari dan selalu diingatkan bahwa di dalam pikiran kita itu terdapat yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan lupa itu dimana? apakah berada diantara yang ada dan yang mungkin ada? atau lupa merupakan antitesis?. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam memikirkan lupa, kita lihat lupa itu objek pikir atau bukan. Sebelumnya juga pernah membahas mengenai EPOKE, yang kata pak marsigit merupakan tempat penyimpanan, sehingga jika kita tidak sedang membutuhkan sesuatu kita dapat fokus dengan apa yang sedang kita lakukan. Sehingga, dari uraian yang ada dan yang mungkin ada dan Epoke, menurut saya lupa itu artinya kita tidak fokus dengan apa yang ada, kita meletakan sesuatu yang ada itu di dalam epoke. Untuk itu kita lebih bijak dalam memilih apa yang harus di keluarkan dari epoke sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  50. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya akan mencoba menjawab satu pertanyaan lagi yaitu mengenai fatamorgana dan cara menyikapinya. Menurut saya fatamorgana itu merupakan sesuatu yang memberikan angan-angan dan harapan yang sejatinya tidak ada. Cara menyikapinya yaitu dengan meminimalisir angan-angan dan berusaha dengan sungguh-sungguh serta meminimalisir harapan.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor tiga yang diajukan oleh Mu'ad Mas'adi tentang proses pembentukan karakter manusia menurut pandangan filsafat. Menurut saya, pembentukan karakter berawal dari pikiran. Pikiran yang positif akan membentuk perkataan dan tindakan yang positif. Perkataan dan tindakan positif yang berulang-ulang akan membentuk sifat atau karakter positif. Sebenar-benar filsafat adalah pola pikir, sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri. Siapa kita adalah apa yang kita pikir.

    ReplyDelete
  52. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Mohon izin untuk menjawab pertanyaan pertama dari Rahmi Hidayati:
    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    Saya berpendapat bahwa transgender ataupun perkawinan sejenis adalah suatu hal yang tidak bisa dibenarkan. Hal ini jelas bertentangan dengan ajaran agama, yang mana agama merupakan pondasi kehidupan kita. Dalam agama Allah sudah menjelaskan bahwa Dia menciptakan manusia berpasang-pasang, antara laki-laki dan perempuan. Dia pun sudah menegaskan bahwa jodoh seorang laki-laki adalah perempuan dan juga sebaliknya. Lebih lanjut lagi, Allah sudah memperingatkan pada kita akan adzab-Nya yang pernah ditimpakan kepada kaumnya nabi Luth a.s yang juga menyimpang pada hal yang sama, yaitu perilaku homo.
    Secara kodrat, perkawinan sejenis merupakan hal yang berlawanan dengan kodrat kita manusia. Ada beberapa tugas perempuan yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki dan juga sebaliknya. Sehingga perkawinan sejenis merupakan hal yang bertentangan dengan fitrah kita sebagai manusia.

    ReplyDelete
  53. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan “bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi”. Lupa itu sebuah penyakit yang sulit dihindari. Lupanya seseorang bisa karena faktor usia maupun karena kacaunya pikiran. Lupa itu berarti tidak ingat. Karena tidak mau mengingat atau sudah tidak ingat lagi. Karena sekali lagi, manusia itu terpengaruh oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  54. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pertanyaan dari Betty Kusumaningrum:
    Bagaimana Filsafat memandang perubahan/pergantian Kurikulum Pendidikan? Menarik untuk dijawab, saya coba menjawab menurut perspektif saya pribadi, perubahan/penggantian kurikulum merupakan hasil dari berfilsat, karena filsafat adalah olah pikir dan perubahan/penggantian kurikulum merupakan hasil dari olah pikir para petinggi pendidikan. Sehingga perubahan/pergantian kurikulum dirasa perlu dilakukan jika berdasarkan olah pikir yang dilandaskan dari penelitian menemukan kekurangan atau kekeliruan dalam kurikulum yang sedang berjalan.

    ReplyDelete
  55. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    bismillahirrahmanirrahim...
    saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan dari Mu'ad Mas'adi mengenai Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat? menurut filsafat pembentukan karakter yang paling utama ialah sopan dan santun dan tidak lupa pula harus bergerak sesuai dengan ruang dan waktu. manusia harus dapat beradaptasi dengan lingkungannya, dengan beradaptasi dengan lingkungan maka akan terbentuklah karakter manusia itu sendiri dan tidak lupa harus dilandasi dengan sopan dan santun, itulah tingkatan tertinggi dalam karakter.

    ReplyDelete
  56. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan bagaimana konsep lupa dalam psikologi. Lupa artinya terdapat retrieval failure dalam mengingat kembali apa yang pernah diketahui atau dialaminya. Lupa sebenarnya hal yang wajar karena memori jangka panjang manusia tidak dapat menyimpan seluruh hal yang pernah dialaminya. Sebagian hanya masuk ke memori jangka pendek, bahkan sebagian lagi hilang.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan hakikat bilangan dalam filsafat. Bilangan memiliki jumlah atau banyak yang tidak terbatas, seperti pikiran manusia yang tidak memiliki batas. Bilangan ada negatif tak hingga sampai positif tak hingga. Pemikiran manusia pun bisa negatif maupun positif dan bisa juga netral seperti bilangan 0 yang sifatnya netral.

    ReplyDelete
  58. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba menanggapi tentang pertanyaan bagaimana agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah. Dalam filsafat sesungguhnya seseorang dikatakan cerdas jika mampu membaca ruang dan waktu dengan baik. Kemampuan ini pun tidak begitu saja didapatkan namun berasal dari proses belajar dan berpikir menghubungkan pengalaman dan logika berpikirkan sehingga terbentuk intuisi untuk membaca ruang dan waktu. Jadi, menurut saya tidak ada ruang dan waktu yang salah. Hanya saja apakah kita mampu menempatkan diri dengan baik.

    ReplyDelete
  59. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, saya mohon ijin untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana cara mengetahui diri sendiri dan menyadari bahwa Filsafat sangatlah dekat dengan diri kita masing-masing?”
    Jawab:
    Sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri. Secara sadar atau tidak, perbuatan, perilaku, perkataan, dan pikiran kita merupakan cerminan dari filsafat yang ada pada diri kita. Meskipun kita tau ilmu anak kecil itu merupakan intuisi, alias ilmu yang tidak tahu menahu namun ia lakukan dan terapkan, namun kita akan tahu bahwa secara perlahan ilmu dan segala yang ia lakukan baik tindakan, perkataan maupun pikirannya merupakan filsafat pada dirinya. Beruntunglah jika kita lahir di keluarga yang cukup baik, harmonis, penuh kasih sayang, dan saling menghormati serta menghargai. Maka konsep filsafat diri kita secara tak sadar akan tertata rapih dan selaras dengan kehidupan yang ia jalani. Usaha kita menggapai logos dalam segala hal merupakan bentuk nyata filsafat yang ada pada diri kita. Tidak usah ragu dan bimbang apakah kita telah berfilsafat dalam menjalani hidup atau belum, karena kita hanya perlu segala sesuatunya dengan ikhlas dan apa adanya. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  60. Saya akan mencoba lagi menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat mampu menuntun kita mencapai Cita-cita?”
    Jawab:
    Filsafat dalam diri kita masing-masing perlahan akan menuntun kita untuk melakukan segala yang ada dan yang mungkin ada dengan arah dan tujuan hidup yang jelas. Ketika impian dan cita-cita tidak hanya ingin menjadi sebuah mitos belaka, maka kita dengan sadar maupun tidak kita tetap akan tergerak hati dan pikirannya untuk melakukan ikhtiar hingga cita-cita itu tercapai. Bayangan kesuksesan pun akan terus berada dipikiran, hingga itu telah kita raih dan menjadi nyata. Jadi, tidak ada ruginya berfilsafat. Karena, berfilsafat yang benar akan membantu kita meraih dan menggapai apa yang kita inginkan selagi kita tetap berlandaskan pada spiritualitas yang kuat dan benar. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  61. Bismillah, lagi-lagi saya ingin mencoba menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi?”
    Jawab:
    Lupa adalah ketika kita tidak sedang berpikir pada ruang dan waktu yang tepat. Ketika lupa, kita tidak sadar, kita telah dikuasai mitos, artinya pikiran kita bisa saja kacau, atau yang diingat bukanlah sesuatunya yang seharusnya diingat. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Salah ketika manusia berbuat tidak sesuai pada ruang dan waktunya, sedangkan lupa adalah ketika manusia tidak berpikir sesuai ruang dan waktunya. Jadi ketika lupa, hendaklah beristighfar, karena hanya dengan pertolonganNya lah pikiran kita akan dibantu dan dituntun kembali memikirkan hal-hal yang seharusnya dipikirkan, dan mengingat hal-hal yang seyogyanya diingat sesuai ruang dan waktunya yang tepat. Wallahu’alam bishowab, semoga Allah menjaga pikiran kita dalam kebaikan dan menjauhkan kita dari sifat lupa

    ReplyDelete
  62. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan terakhir tentang perubahan kurikulum. Perubahan Kurikulum merupakan suatu keniscayaan yang memang harus terjadi seiring perkembangan zaman dan dunia pendidikan saat ini. Segala bentuk evaluasi dan saran menajdi acuan adanya perbaikan dan perubahan kurikulum. Jika perubahan kurikulum benar-benar didasari dengan adanya semangat perubahan dan perbaikan tentuk hal inilah yang diharapkan. Namun, terkadang perubahan kurikulum diboncengi dengan muatan politik dan sejenisnya, sehingga seakan-akan perubbahan kurikulum adalah sebuah proyek yang bisa diambil keuntungan. Inilah yang sering terjadi di negara kita. Para politisi selalu memanfaatkan keadaan ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan.

    ReplyDelete
  63. Junianto
    17709251065
    PM C

    Menanggapi pertanyaan no 18 tentang konsep perbedaan agama. Konsep perbedaan agama dalam filsafat merupakan hal wajar. Manusia pun mempunyai ciri, karakteristik, dan sifat yang berbeda. Maka dari itu, tiap individu pun akan memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Inilah yang akan melahirkan keyakinan yang beragam pula dan di pengaruhi oleh latar belakang keluarga juga. Jadi, perbedaan agama bukanlah hal yang perlu diperdebatkan karena ajaran agama adalah kebaikan. Semakin tinggi pengetahuan seseorang juga pasti akan lebih menghargai perbedaan.

    ReplyDelete
  64. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Fatamorgana hakikatnya tidak dapat ditemukan dalam pikiran seseorang. Bahkan dengan definisi apapun kita sebagai manusia tidak dapat mengetahui sebenarnya apa fatamorgana itu. Setinggi apapun ilmu seseorang dia tidak akan bisa mendefinisikan fatamorgana dalam dirinya.

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Seseorang sering berada pada ruang dan waktu yang tidak pas. Perlu upaya untuk membiasakan setiap kegiatan yang kita lakukan supaya sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Misalkan ekspresi bahagia ketika di upacara pemakaman tentu tidak tepat, namun ekspresi bahagia ketika lulus kuliah itu tepat. Kadang supaya tepat ruang dan waktu, tidak cukup hanya dengan pikiran namun juga memakai hati/perasaan.

    ReplyDelete
  66. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang "Bagaimana filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi?". Menurut apa yang saya dapatkan selama perkuliahan filsafat, lupa itu penting. Terkadang kita perlu melupakan sesuatu. Contohnya: kita bertemu dengan teman baru dan berkenalan. Ketika kita di rumah harus melakukan tugas yang diberikan orang tua, maka kita juga harus melupakan teman yang berkenalan dengan kita agar fokus pada apa yang kita kerjakan. Jika tidak bisa melupakan teman kita, maka pikiran kita akan campur aduk dan tidak dapat fokus pada suatu hal sehingga akan mengakibatkan pekerjakan yang kita lakukan menjadi berantakan (tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan).

    ReplyDelete
  67. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Rahayu Malini dengan pertanyaannya “bagimana konsep perbedaan agama dalam filsafat?”, bismillahirrahmanirrahim, jelas berbeda antara agama dan filsafat, agama berkaitan dengan Tuhan sehingga agama adalah masalah kepercayaan yang tidak semuanya bisa dipikir dengan logika, tetapi harus dengan hati. Sedangkan filsafat adalah ilmu tentang kehidupan, atau fenomena kehidupan, atau pemikiran manusia yang dijabarkan dalam konsep yang sangat mendasar. Untuk mempelajari filsafat ini dibutuhkan landasan agama atau spiritual, jika tidak memiliki agama maka tidak akan memiliki landasan untuk berfilsafat, dan itu sangatlah berbahaya.

    ReplyDelete
  68. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan "Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?". Fatamorgana merupakan hal yang bersifat khayal atau tidak dapat dipercayai. menurut wikipedia Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. saya pernah membaca tulisan Prof. Marsigit mengenai fatamorgana ini, intinya seberapa keraspun kita berpikir mengenai fatamorgana kita tidak akan mampu mengungkapkannya karena Allah menciptakan kita sebagai manusia yang tidak sempurna (memiliki keterbatasan) dalam berpikir. hal ini menunjukkan betapa besarnya kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  69. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Saya mencoba menjawab pertanyaan dari Mu'ad Mas'adi: Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat?
    Dari hasil referensi yang sudah saya baca bahwa Di dalam filsafat dapat mengungkap cara pembentukan karakter pada manusia secara logis dengan melalui pendidikan yang berkarakter. Dengan adanya pendidikan berkarakter tersebut manusia dapat dibentuk seacara tahap pertahap karakter yang ada pada diri manusia. Jika karakter pada seseorang belum tercapai dengan semestinya, dapat dilakukan dengan proses pembentukan karakter yang baik, karena pembangunan karakter yang dilakukan oleh seorang pendidik pada peserta didik sangat berperan aktif disebabkan peserta didik jika tidak mempunyai karakter maka belum tentu peserta didik dapat menerima apa saja yang ditransfer oleh seorang pendidik dengan baik.

    ReplyDelete
  70. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari berbagai pertanyaan saya tertarik menanggapi pertanyaan saudara Wahyu Hardiyanto mengenai agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah. Yaitu dengan menggunakan hati dan pikiran yang ada sepenuh hati menerjemahkan apa yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup ini, bagaimana menempatkan itu sesuai ruang dan waktu yang tepat, sehingga menjadi sebenar-benar manusia.
    Kemudian berkaitan dengan konsep nilangan dalam filsafat yang mana terlihat bahwa konsep ini ada dalam pikiran. Yang dibuat oleh manusia dalam pikirannya yang haruslah bersifat konsisten tetap. Seperti halnya bilangan ini.

    ReplyDelete
  71. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Saya juga tertarik pada pertanyaan “Bagaimana konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat?”. Menurut hemat saya perbedaan agama adalah suatu keniscayaan. Bahkan dalam kitab suci pun disebutkan bahwa memang diciptakan perbedaan itu agar kita saling mengenal dan saling menghormati. Perbedaan agama ini ada sebagai ujian bagi kita semua, bagaimana bersikap toleran antar umat beragama. Sedangkan agama sendiri menurut saya adalah hal yang mendasar dan berada di urutan spiritualitas dalam filsafat, sehingga agama adalah penting untuk kita junjung kita jadikan sebagai dasar kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  72. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 7 oleh Aqiilah:
    yaitu “Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?”. Menurut saya keluarga dan masyarakat merupakan salah satu hal yang dapat kita masukkan dalam faktor lingkungan dan sosial. Di era zaman serba canggih sekarang saya merasakan bahwa sifat sosial manusia sekamin berkurang. Saya sering menemukan orang yang sangat aktif di media sosial namun saat bertemu secara langsung dia tidak seaktif sat di media sosial. Hal ini mengindikasikan bahwa teknologi mempengaruhi sikap sosial individu dalam menghadapi sosialnya. Menurut saya dengan dibiasakan sejak dini anak diajak ke lingkungan sosial sepert keluarga besar dan masyarakat, maka anak tersebut akan terhindar dari sikap antisosial.

    ReplyDelete
  73. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 4 mengenai ketidaksempurnaa. Menurut saya ketidaksempurnaan merupakan anugerah yang Tuhan berikan kepada manusia. Manusia itu, dapat hidup karena adanya ketidaksempurnaan. Sebenar benar sempurna adalah kesempurnaan Allah Swt, dan manusia itu tempatnya ketidaksempurnaan. Salah satu hal yang menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan membuat manusia bertahan hidup adalah ketidaksempurnaan pendengan. Kita setiap manusia tidak memiliki kesempurnaan dalam pendengran. Kita hanya mampu mendengar suara dalam intensitas tertentu saja. Dengan pendengaran yang kita miliki kita tidak mampu mendengar segala jenis suara yang ada di dunia ini. Hal itu adalah suatu anugerah bagi kita. Karena, saat kita diberikan kesempurnaan pendengarana maka kita akan mendengar semua suara yang ada di dunia ini, mulai dari suara ulat, cacing, suara hati bahkan suara siksaan dari alam kubur. Kesempurnaan pendengaran tersebut akan membuat hidup kita menjadi kacau sehingga kita tidak dapat bertahan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, selalu syukuri dan manfaatkan ketidaksempurnaan yang Allah berikan karena Tuhan itu lebih tahu apa yang kita butuhkan dibanding diri kita sendiri. Terimakasih

    ReplyDelete
  74. Terimakasih atas postingannya bapak. Pertanyaan-pertanyaan dari manusia-manusia terpilih yang telah dapat kesempatan untuk belajar filsafat dengan bapak Marsigit. Pertanyaan-pertaan tersebut yang tentunya muncul dikarenakan adanya ilmu mereka tentang filsafat itu sendiri. Yang mana menurut saya setiap manusia mampu menjawab pertanyaan tersebut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  75. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi tema favorit para remaja, yaitu terkait cinta, pertanyaan no 10 dari Jaya Paldi. Berbicara tentang cinta, kembali lagi kepada konsep kehidupan kita secara filsafat yaitu menterjemahkan dan diterjemahkan. Dua proses ini menuntut adanya interaksi. Apabila menterjemah dan diterjemah ada tapi interaksi tidak ada maka akan saling menyalahkan. Oleh karena itu, untuk lahirnya interaksi proses menterjemahkan dan diterjemahkan haruslah pada ruang dan waktu yang tepat karena kualitas interaksi akan mempengaruhi akibat yang ditimbulkan. Cinta adalah salah satu akibat dari proses menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  76. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menanggapi pertanyaan bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah. Secara filsafat, kita dapat memahami ruang karena waktu dan sebaliknya kita dapat memahami waktu karena ruang. Maka menurut saya tidak ada jalan lain selain memiliki modal pengetahuan yang luas dan spiritual yang kuat agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah. Orang yang berilmu memiliki kepekaan yang kuat tentang segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada sehingga ia mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat.

    ReplyDelete
  77. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017



    Bagaimana konsep Adat Istiadat dan Budaya dalam filsafat?
    kebudayaan yaitu kompleks yang mencakup : pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat, maka jelaslah bahwa adat (adat-istiadat) adalah bagian atau unsur dari kebudayaan. tidak semua hukum agama diterima dalam adat. Hanya beberapa bagian tertentu dari hukum adat yaitu terutama bagian dari hidup manusia yang sifatnya sangat pribadi yang hubungannya erat dengan kepercayaan dan hidup batin. Misalnya perkawinan dan waris. Karena kita ketahui bersama bahwaagama bukan unsur kebudayaan karena agama merupakan keyakinan hidup rohani pemeluknya yang merupakan tanggung jawab manusia kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  78. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?" dengan intisari artikel dari blog ini, fatamorgana ialah sesuatu yang bahkan ego kita, pikiran kita,superego kita tidak mampu menjangkaunya. Hingga akhirnya pada saat fatamorgana ditanyakan pada hari dan nurani kita, semua pertanyaan dan perdebatan berakhir. Ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau pikiran, ego dan sebagainya namun mendapatkan muara saat kita bertanya dengan hati kita dalam ranah spiritual. Hal tersebut sama saja dengan mengembalikan semua yang kita hadapi pada tuhan YMe. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  79. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C
    'Bagaimana Filsafat memandang perubahan/pergantian Kurikulum Pendidikan',bahkan tidak secara filsafati pun pertanyaan ini sering dilontarkan dalam setiap perdebatan bahkan pembvahasan mengenai kurikulum. Banyak di antaranya yang berpendapat bahwa kurikulum selalu dilatarbelakangi oleh politik yang tengah berjaya. Namun di balik hal itu, sebenar-benar kita hidup ialah agar kita dapat bermanfaat dan menjadi lebih baik. Begitu pula kurikulum, dari waktu ke waktu tentu butuh evaluasi dan diperbaiki. Hanya saja rentang waktu perbaikan kurikulum selalu bertepatan dengan momen pergantian kabinet atau kekuasaan politi, sehingga terkesan pergantian kurikulum berdasar pergantian pemimpin. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  80. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Pertanyaan nomor 1 tepat sekali dengan topic utama berita adanya peraturan pemerintah tentang transgender. Transgender dan perkawinan sesama jenis menurut kami adalah keadaan yang tidak sesuai ruang dan waktu sehingga dapat menjadi hantu kehidupan. Transgender dan perkawinan sesama jenis merupakan salah satu gagal paham atas rahmat yang diberikan Tuhan. Memang sebenarnya ada orang A secara psikologis merasa dirinya perempuan, namun secara fisik laki-laki, maka hal ini merupakan sebuah hal unik dimana diperlukan kesadaran bahwa diri dan bantuan orang sekitar agar orang A tidak menyimpang. Mohon maaf dan koreksinya Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  81. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pola pembentukan kepribadian manusia akan berkembang sesuai dengan proses kehidupannya. Namun, terdapat potensi fitrah yang sangat berperan, selain konsep sosial dalam proses pembentukan karakter. Proses pembentukan karakter atau kepribadian salah satunya adalah pembiasaan yang mempunyai tujuanuntuk membentuk aspek kejasmanian dari kepribadian. Tanpa adanya pembiasaan maka pendidikan mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang dengan cita-cita untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidupnya.

    ReplyDelete
  82. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pada pertanyaan no 3 tentang "Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat?", menurut saya filsafat memandang pembentukan karakter manusia sebagai proses hermenitika. Proses yang menerjemahkan dan diterjemahkan serta terjadi karena pengalaman, persepsi dan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  83. Insan A N/PPs PmC 2017
    Menanggapi pertanyaan tentang sifat kontradiksi, dalam narasi besar dunia segala hal mempunyai sifat kontradiksinya. Ada dan yang mungkin ada, tesis anti-tesis, dsb. Secara ringkas, setiap kontradiksi dapat dimanfaatkan untuk mencari kebenaran. Kebenaran yang benar-benar kebenaran lahir dari tesis dan anti-tesis

    ReplyDelete
  84. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan no. 5 dari Sestri Nela Kurnia: Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi? Lupa disebabkan karena suatu hal tersebut tidak berkesan, tidak diulang-ulang dan/atau memang karena tidak paham akan hal itu. Menurut saya, secara filsafat, lupa dapat disebabkan karena tidak ikhlas dalam hati dan pikiran. Artinya dikarenakan ketidakikhlasan (hati maupun pikiran) seseorang terhadap sesuatu maka ia akan lupa terhadap sesuatu itu.

    ReplyDelete
  85. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan no 15 dari Ni Kadek yaitu Bagaimana konsep Kekuasaan dalam Filsafat? menurut saya, kekuasaan berarti karena adanya yang menguasai dan ada yang dikuasai. Dengan demikian, kekuasaan merupakan proses menjatuhkan perintah dari yang menguasai kepada yang dikuasai. Secara sederana, kekuasaan dipegang oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mengatur kelompok yang dapat dikuasainya.atau dapat mengandung otoritarianism.

    ReplyDelete
  86. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Filsafat adalah olah pikir dan cara agar kita mampu berolah pikir adalah melalui kegiatan tanya-jawab. Sehingga saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan mengenai bagaiamana filsafat memandang perubahan/perrgantian Kurikulum Pendidikan. Indonesia adalah negara Demokrasi akan tetapi hal itu tidak terlihat di dalam pendidikannya, setiap pergantian pemerintahan kurikulum selalu diganti padahal kurikulum bagi pendidikan demokrasi harusnya adalah sebuah kebutuhan, berubah/berganti sesuai dengan kebutuhan dan kekreativitasan guru bukan karena menjadi “instrumen negara/egosentris” dan diubah karena keinginan/kepentingan para petinggi negara. Oleh karena itu walaupun kurikulum berganti-ganti namun ternyata di dalam prakteknya pendidikan Indonesia belumlah mengalami banyak perubahan dan pendidikan Indonesia masihlah rendah. Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  87. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel pertanyaan filsafat dari mahasiswa s2 PM C ini menunjukkan bahwa ilmu filsafat merupakan ilmu yang menyeluruh. Hal ini dikarenakan filsafat dapat menjawab semua permasalaan mahasiswa. Dengan bertanya, mahasiswa mampu menunjukkan sampai mana ilmu yang dia peroleh. Ilmu yang telah diperolehnya itu dapat direfleksikan melalui pertanyaan yang dilontarkan oleh para mahasiswa tersebut.

    ReplyDelete
  88. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terkait pertanyaan poin pertama masalah transgender atau perkawinan sesama jenis. Saya yakin tidak hanya dalam aspek filsafat, semua aspek ilmu apapun akan melarang perbuatan tersebut, karna melanggar kodrat sebagai manusia. Allah SWT sudah menciptakan manusia sesuai dengan fungsinya masing-masing. Dalam hal ini, transgender atau perkawinan sesama jenis merupakan suatu penyakit. Penyakit semacam ini harusnya diobati bukan malah diberikan hak asasi dengan membiarkannya dan mengizinkannya hidup dalam kondisi bertentangan dengan kodratnya.

    ReplyDelete
  89. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dewasa itu terminologi psikologi. Psikologi itu gejala jiwa. Psiko itu jiwa, logi itu ilmu. Psikologi, ilmu yang mempelajari gejala jiwa. Dewasa dalam psikologi, dewasa itu berstruktur dan berhierarki. Kalau dilihat dari filsafat, cari ontologis atau hakekat dari dewasa itu apa, ada 1001 macam indikator dewasa. Dewasa itu dilihat dari materialnya, tulisannya (formal) , normatifnya atau ilmunya, spiritualnya. Kedewasaan spiritual itu bumi sampai langit, yang diukur bisa ikhlasnya, fikihnya. Akan tetapi, dewasa absolut hanya milik Tuhan

    ReplyDelete
  90. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi. Menurut pendapat saya, Ketika manusia lahir, ia melupakan segala pengetahuan yang ia punya, lalu harus mulai belajar segalanya dari awal lagi. Banyak manusia yang lupa, karena mereka tidak tahu. Dasar dari lupa adalah ketidaktahuan. Hal Ini dapat dengan mudah dilampaui, jika manusia mau sedikit melihat dengan jeli segala hal yang ada di dalam hidup ini. Melihat sebenarnya tindakan yang amat sederhana. Namun, banyak orang lupa dengan hal ini, karena matanya tertutup oleh ambisi pribadi dan ketakutan yang dibuatnya sendiri.

    ReplyDelete
  91. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana konsep Kekuasaan dalam Filsafat. Menurut pendapat saya, kekuasaan ada dalam diri setiap manusia sebagai suatu strategi, sehingga akhirnya kekuasaan itu ada di manapun. Hal ini dikarenakan adanya perasaan diri manusia sejak ia memiliki kehendak atau keinginan untuk mengetahui. Kekuasaan menjadi ada karena banyaknya perbedaan. Melalui perbedaan trsebut dapat dibangun relasi sehingga melalui relasi tersebut kekuasaan akan muncul. Dalam lingkup pribadi manusia, sebenarnya ia sedang berkuasa atas dirinya sendiri. Sedangkan apa yang ia lakukan dalam hidupnya adalah bentuk dari kekuasaan dirinya.

    ReplyDelete
  92. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Seperti yang kita tahu bahwa filsafat bukanlah ilmu positif seperti fisika, kimia, biologi, tetapi filsafat adalah ilmu kritis yang otonom di luar ilmu-ilmu positif. Filsafata dapat membantu membentuk karakter manusia sehingga manusia dapat hidup secara lebih baik, lebih bijaksana adalah agama. Dengan kata lain, agama mengandung nilai-nilai universal yang pada hakikatnya mengajarkan yang baik bagi penganutnya. Pembentukan manusia yang lebih baik bukan dalam arti moral; baik buruknya manusia, tetapi dalam arti pembentukan manusia sebagai makhluk yang hidup dan berbudaya, yakni hidup yang lebih bijaksana, dan lebih kritis. Membentuk manusia yang berkarakter.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  93. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana konsep radikalisme dalam filsafat? Ada beberapa pendapat dan versi dalam mendefinisikan radikalisme ini, diantaranya ada yang berpendapat bahwa kata radikal itu berasal dari kata latin “radix” yang artinya akar atau pohon. Dalam ilmu filsafat, berfikir radikal merupakan salah satu ciri dari berfikir filsafat. Secara etimologis filsafat berasal dari bahasa Yunani dari kata “philos” berarti cinta dan” sophia” yang berarti kebenaran, sementara itu menurut I.R. Pudjawijatna (1963) “Filo” artinya cinta dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin lalu berusaha mencapai yang diinginkannya itu. Sofia artinya kebijaksanaan , bijaksana artinya pandai, mengerti dengan mendalam, jadi menurut namanya saja Filsafat boleh dimaknakan ingin mengerti dengan mendalam atau cinta dengan kebijaksanaan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  94. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bagaimana konsep karma dalam filsafat? Karma diterjemahkan secara harfiah sebagai tindakan, kerja, perbuatan, dan dapat dideskripsikan sebagai "hukum moral sebab–akibat". Maka dari itu, konsep karma yang universal, netral, dan tak pernah meleset berkaitan dengan reinkarnasi, demikian pula kepribadian, watak, dan keluarga seseorang. Karma menyatukan konsep kehendak bebas dan nasib. Siklus aksi, reaksi, kelahiran, kematian, dan kelahiran adalah proses berkesinambungan yang disebut samsara (reinkarnasi). Pemahaman akan reinkarnasi dan karma merupakan premis kuat dalam filsafat Hindu.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  95. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana Filsafat mampu menuntun kita mencapai Cita-cita ?

    Filsafat akan membuat kita makin mengenali diri sendiri. Ketika kita telah memahami diri, maka kita akan tau apa yang seharusnya kita perbuat, apa yang seharusnya di dapat, dan akibat-akibat dari hal-hal yang telah diperbuat. Selain itu, juga kita akan tahu akan apa sebenarnya tujuan utama kita hidup. Dengan itu, kita akan lebih bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dan akan selalu berusaha untuk mengoptimalkan potensi diri untuk mencapai tujuan utama kehidupan.

    ReplyDelete
  96. Apa hubungan antara Filsafat, Teori dan Paradigma Pendidikan?

    Menurut John Dewey, Filsafat merupakan teori umum dari pendidikan, landasan dari semua pemikiran mengenai pendidikan. Kemudian, parasigma dan teori pendidikan adalah seperangkat gagasan/ ide atau nilai dasar yang digunakan sebagai dasar berjalannya suatu pendidikan. Sehingga, Filsafat, teori dan paradigma pendidikan merupakan landasan atau dasar dari pendidikan yang diselenggarakan.

    ReplyDelete
  97. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Fatamorgana dalam filsafat memberikan makna sesuatu yang mungkin ada. Karena sesuatu yang mungkin ada akan ada ketika sesuatu tersebut dimunculkan oleh orang lain atau dimunculkan oleh sang pencipta. Jika fatamorgana itu kita terus gali mengenai wujudnya, maka sebanr-benanrnya fatamorgana itu tak memiliki wujud. Jika memiliki wujud maka hal tersbut dikatakan sebagai kenyataan. Namun, fatamorgana juga dapat menjadi sebuah kenyataan juga.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  98. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa itu fatamorgana dan bagaimana menyikapinya. Fatamorgana itu seolah-olah. Fatamorgana kebenaran, yakni kebenaran seolah-olah dan artifisial. Fatamorgana kebenaran mereduksi kebenaran yang hakiki.Fatamorgana kebenaran bah an mengandung paradoks ketakbenaran. Bagaimana menyikapinya? Lebih baik selalu berhati-hati dan tidak tertipu penampakan luarnya.

    ReplyDelete
  99. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Fatamorgana adalah sesuatu yang semu, yaitu suatu bayangan yang tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. fatamorgana merupaka bayangan dari suatu yang kita bayangkan, sesuatu yang sangat kita inginkan sehingga itu sangat mengganggu pikiran kita dan menghasilkan suatu imajinasi/halusinasi. fatamorgana dalam pandangan filsafat yaitu sesuatu yang mungkin ada, sesuatu yang ada dalam pikiran. cara menyikapinya adalah dalam berfatamorgana kita harus selalu dalam keadaan sadar, jangan sampai terlalu larut dalam fatamorgana tersebut.

    ReplyDelete
  100. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    mengenai pertanyaan Bagaimana Filsafat memandang perubahan/pergantian Kurikulum Pendidikan?.
    filsafat itu merupakan pikiran kita, jadi menurut pikiran saya, perubahan/pergantian kurikulum pendidikan merupakan suatu usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. namun, sebelum melakukan perubahan, kurikulum tersebut hendaknya dipersiapkan dengan benar-benar matang hingga siap untuk diterapkan di Indonesia, jika tidak dipersiapkan dengan matang, maka akan terjadi banyak perubahan dan revisi sehingga berakibat pada pembelajaran di sekolah yang menjadi tidak stabil dan tidak efektif.

    ReplyDelete
  101. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?

    menurut filsafat tentu perkawinan sesama jenis diperbolehkan, karena itu hak mereka, dan itulah yang mereka fikirkan. kembali lagi pada filsafat merupakan pikiran kita. jadi pandangan itu sesuai dengan pemikiran orang tersebut. pemikiran disini bersifat relatif, jadi pikiran orang satu dengan yang lainnya akan berbeda. namun jika pikiran tersebut dilandaskan pada ajaran agama Islam, jelas perkawinan sesama jenis haram hukumnya.

    ReplyDelete
  102. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terkait pertanyaan nomor 10, mengenai konsep cinta. Menurut saya konsep cinta adalah mengetahui. Bagaimana kita mengetahui bahwa yang kita rasakan dan pikirkan adalah cinta. Secara sadar memberikan pemaknaan terhadap objek yang dinamakan cinta. Karena mungkin saja sebelumnya kita pernah merasakan hal tersebut, namun tidak tahu bahwa itu cinta. Jadi menurut saya cinta adalah sebuah hasil dari proses pencarian ilmu pengetahuan, dimana kita sebelumnya tidak tahu menjadi tahu dan menyadari kapan kita mulai tahu, sebagaimana ketika merasakan cinta, kita tahu bahwa itu adalah cinta dan sadar jika kita tahu bahwa yang kita rasakan adalah cinta.

    ReplyDelete
  103. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Jika saya yang dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan di atas, maka besar kemungkinan saya akan memberikan jawaban seperti pandangan orang awam, dikarenakan pemahaman saya yang belum terlalu mendalam tentang filsafat. karena filsafat merupakan olah pikir, maka diperlukan pemikirian yangmendalam agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

    ReplyDelete
  104. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  105. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat?"
    Sama halnya dengan pemikiran yang berbeda. Saya pernah menanyakan dalam kelas: jika filsafat saya berbeda dengan filsafat orang di sebelah saya, bagaimana agar filsafat kami tidak saling menyakiti?
    Sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu. Maka setiap orang memiliki penjelasannya sendiri. Pokok filsafat itu ada dua, bagaimana menjelaskan kepada orang lain mengenai apa yang kamu pikirkan dan memahami apa yang diluar pikiranmu. Pemikiran setiap orang memang berbeda, naun pemahaman umum setiap orang umumnya sama. Hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki hal yang sama dan beda. Kehidupan kita merupakan interaksi antara sama dan beda. Maka perbedaan dan persamaan itu perlu benar-benar kita sadari. Kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki pemikirannya sendiri, sadar bahwa kita tak kan mampu memahami pikiran orang lain. Hal inilah yang menjadi dasar saling menghargai pendapat orang lain walaupun berbeda prinsipnya.
    Saya pikir jawaban atas pertanyaan saya juga dapat menjawab pertanyaan di atas.

    ReplyDelete
  106. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan nomor lima dari saudari Sestri Nela Kurnia tentang bagaimanakah memandang konsep lupa yang ada dalam psikologi. Jika dalam psikologi kognitif penyebab siswa lupa selain dari masalah ganguan pada otak atau faktor internal. Ada tiga alasan mengapa siswa lupa dengan apa yang ia pernah pelajari yang pertama adalah karena pembelajaran tidak berkesan, kedua karena tiak diulang-ulang, dan yang terakhir karena tidak paham. Dalam filsafat lupa di singgung ketika mempelajari istilah intuisi, sebab intuisi itu lupa kapan dan darimana datangnya.

    ReplyDelete
  107. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari sekian pertanyaan yang disampaikan, saya tertarik untuk memberikan pandangan saya terkait pertanyaan “Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah?”. Menurut persepsi saya agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah kita harus memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap ruang dan waktu kita, kapan dan dimana kita berada. Kepekaan dan kesadaran aka ruang dan waktu ini dapat kita latih dengan banyak belajar, banyak bergaul dan berinteraksi, melihat keberagaman budaya, dan terbuka atas perbedaan. Selain itu, kita harus mampu merendahkan hati, tidak sombong, sehingga kita tidak akan segan untuk menyesuaikan diri terhadap ruang dan waktu, sekalipun dalam menyesuaikan tersebut seringkali kita melakukan apa yang tidak kita sukai. Namun sesungguhnya di ruang dan waktu tersebut, hal itu adalah bernilai benar.

    ReplyDelete
  108. Selain itu, pertanyaan mengenai cinta selalu menarik untuk dibahas, dalam hal ini adalah pertanyaan mengenai hakikat cinta menurut filsafat. Menurut apa yang saya pahami, hidup itu adalah berinterakti, terjadi hermenetika. Artinya setiap manusia dalam pergaulan atau interaksinya mengalami proses hermenetika yakni menerjemahkan dan diterjemahkan. nah proses hermenetika pada level paling tinggi antar manusia itulah yang disebut cinta. Yakni ketika manusia dapat saling menerjemahkan dan diterjemahkan dengan sangat baik. Tidak hanya antar manusia, tetapi juga kaitannya dengan interaksi dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  109. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika


    "Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?
    Fatamorgana hakikatnya tidak dapat ditemukan dalam pikiran seseorang. Bahkan dengan definisi apapun kita sebagai manusia tidak dapat mengetahui sebenarnya apa fatamorgana itu. Setinggi apapun ilmu seseorang dia tidak akan bisa mendefinisikan fatamorgana dalam dirinya. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar dengan pikiran dan hati ikhlas agar dituntun jalannya oleh Allah SWT"

    ReplyDelete
  110. Fatamorgana hakikatnya tidak dapat ditemukan dalam pikiran seseorang. Bahkan dengan definisi apapun kita sebagai manusia tidak dapat mengetahui sebenarnya apa fatamorgana itu. Setinggi apapun ilmu seseorang dia tidak akan bisa mendefinisikan fatamorgana dalam dirinya.

    ReplyDelete
  111. Addin Delia Nur Azfi Muhajir
    15301241037
    Pendidikan Matematika I 2015

    Bagaimana pandangan filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    Pertanyaan ini sangat topikal dengan keadaan yang ada pada saat ini di mana perkawainan sesama jenis dan "mengubah gender" merupakan hak asasi manusia yang harus diperjuangkan. Dalam pandangan filsafat, kedua hal tersebut merupakan keinginan atau nafsu manusia. Namun, saya tidak dapat menyampaikan lebih lanjut tentang pandangan filsafat terhadap hal tersebut karena saya merasa masih sangat awan dalam bidang filsafat.

    ReplyDelete
  112. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Menanggapi pertanyaan nomer 6 tentang fatamorgana dan bagaimana menyikapinya. Fatamorgana artinya sesutu yang semu, bayangan yang ketika didekati tidak ada. Dalam kehidupan fatamorgana ada beberapa bentuk misalnya dalam ucapan , sikap dan juga perbuatan. Cara menyikapi sesuatu yang semu itu sebaiknya sering mendekatkan diri pada Allah karena sebaik-baik tempat kembali hanyalah pada-Nya dan berhati-hati dalam melangkah agara tidak tertipu ddengan sesuatu yang belum nyata atau semu.

    ReplyDelete
  113. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya juga mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya. Namun, entah mengapa dalam hal ini saya paling tertarik dengan pertanyaan “Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?”. Tentunya saya belum cukup ilmu jika mengkaji pertanyaan tersebut melalui pandangan filsafat. Namun, di sini saya akan menjawabnya melalui pandangan saya sendiri. Menurut saya permasalahan transgender atau perkawinan sesama jenis merupakan issue yang cukup happening akhir-akhir ini. Dan parahnya ada sebagian orang yang membela penyakit mental tersebut dengan mengatas namakan HAM. Suatu perbuatan yang tidak baik jika ditilik dari berbagai pandangan keilmuan tersebut dianggap benar hanya karena atas nama HAM. Yangmana saya kira orang-orang yang membela transgender dan perkawinan sesama jenis ini tidak betul-betul paham dengan apa yang dimaksud dengan hakikat HAM secara keseluruhan dan yang sebenar-benarnya. Apakah kita harus memelihara penyakit ini? Tentunya tidak.

    ReplyDelete
  114. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Saya tertarik dengan pertanyaan yang disebutkan oleh Mu’ad Mas’adi tentang bagaimana proses pembentukan karakter manusia menurut pandangan Filsafat. Menurut saya, karakter setiap orang itu sudah dimiliki sejak lahir, dan tugas kita sebagai calon pendiidk itu bukanlah membentuk karakter mereka, karena dengan membentuk karakter siswa maka kita terlihat seperti mendoktrin mereka. Jadi tugas kita adalah bukan untuk membentuk namun mengembangkan karakter yang dimiliki. Dilihat dari karakter yang tercipta seorang anak juga mempunyai banyak faktor yang mempengaruhi ada faktor keluarga, longkungan, pergaulan dll. Sehingga apabila seseorang memiliki karakter yang tidak baik kita harus bisa untuk membenarkan, agar tidak selamanya seseorang itu memiliki karakter yang buruk.

    ReplyDelete
  115. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimaksih prof untuk pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang sudah dibagikan kepada kami. Tentunya saya masih belum cukup ilmu untuk menjawab pertanyaan di atas. Tapi saya tertarik dengan bagaimana pandangan filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis. Saya kurang tau bagaimana filsafat memandang hal tersebut, tapi secara agama transgender dan perkawinan sesama jenis adalah hal yang menyalahi kodrat. Karena kita diciptakan di dunia ini sudah diatur sehingga kita harus selalu bersyukur dan termasuk juga mengenai pasangan, kita diciptakan berpasang pasangan yaitu laki-laki dengan perempuan.

    ReplyDelete