Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM C




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM C) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 201 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.

1. Rahmi Hidayati:
Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?

2. Firda HalawatI:
Bagaimana konsep Kehormatan menurut Filsafat?

3. Mu'ad Mas'adi:
Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat?

4. Meidy Putra Areka:
Bagaimana memanfaatkan sifat kontradiksi/anomali/ketidaksempurnaan manusia untuk kemaslahatan manusia itu sendiri dan orang lain?

5. Sestri Nela Kurnia:
Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi?

6. Evri Kurniawati:
Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?

7. Aqiilah:
Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?

8. Bayu Widiya Dwi Santoso:
Bagaimana konsep Demokrasi dalam Filsafat?
 
9. Ria Dwi Hapsari:
Bagaimana Filsafat dapat menjelaskan konsep dan keadaan Alam Barzah?

10. Jaya Paldi:
Bagaimana konsep Cinta dalam Filsafat?

11. Usi Susanti:
Bagaimana cara mengetahui diri sendiri dan menyadari bahwa Filsafat sangatlah dekat dengan diri kita masing-masing?

12. Wahyu Hardiyanto:
Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah?

13. Oktaviana Mutia Dewi:
Apa hubungan antara Filsafat, Teori dan Paradigma Pendidikan?

14. Inna Puspawati:
Bagaimana konsep Radikalisme dalam Filsafat?

15. Ni Kadek:
Bagaimana konsep Kekuasaan dalam Filsafat?

16.  Theodora Yunita Mekaria
Bagaimana konsep Karma dalam Filsafat?

17.  Maria Trisna Sero Wondo:
Bagaimana Filsafat mampu menuntun kita mencapai Cita-cita?

18.  Rahayu Malini:
Bagaimana konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat?

19.  Maria Antonia:
Bagaimana konsep Adat Istiadat dan Budaya dalam filsafat?

20.  Aslim Asman:
Apa hakikat konsep Bilangan dalam Filsafat?

21.  Zuida Ratih:
Apa konsep makna Bertengkar, Bercerai, Berkelai, dan Berperang dst.. dalam Filsafat?

22.  Betty Kusumaningrum:
Bagaimana Filsafat memandang perubahan/pergantian Kurikulum Pendidikan?







52 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Saya mencoba menjawab sdri Evri (Nomor 6) dimana pertanyaannya
    Apa yang dimaksud fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?
    Di sini saya mengaitkan berdasarkan artikel Prof Marsigit yang berjudul “Elegi ritual ikhlas 37: ketika pikiran ku tak berdaya” Fatamorgana dapat bersemayam di setiap pikiran manusia. kita sebagai manusia memiliki banyak keterbatasan. Ketika memikirkan sesuatu untuk memecahkan suatu masalah, kita juga memiliki batasan-batasan. Ketika pikiran kita memikirkan sesuatu yang tidak dapat terpecahkan, maka sebaiknya berhenti memikirkannya kemudian berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya pikiran kita memiliki batas.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya akan mencoba menjawab terkait dengan pertanyaan “Bagaimana cara mengetahui diri sendiri dan menyadari bahwa Filsafat sangatlah dekat dengan diri kita masing-masing?” Filsafat sangat dekat dengan diri kita jika kita mampu mempelajari pemikiran para filsuf, karena sebenar-benarnya filsafat adalah pemikiran para filsuf.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pertanyaan Nomor 10. Bagaimana konsep cinta dalam filsafat?
    Konsep cinta dalam filsafat adalah “Intuisi”. Pemikiran-pemikiran kita tentang cinta sangat sulit untuk diartikan dan sebenarnya cinta itu tidak dapat di defenisikan. Hal ini dikarenakan cinta adalah perasaan yang melekat pada diri seseorang, yang hanya bisa dirasakan dan diungkapkan tanpa perlu diartikan. Cinta bisa bermakna sangat luas dan dalam cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua, cinta teman-teman, cinta orang tua dan lain lain. Cinta pun dapat ditunjikan dengan menghormati, saling melayani, memaafkan, saling cemburu. Makna dari cinta yang sebenarnya adalah bagaimana kita dapat mewujudnyatakannya dalam keseharian hidup kita.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?
    Fatamorgana hakikatnya tidak dapat ditemukan dalam pikiran seseorang. Bahkan dengan definisi apapun kita sebagai manusia tidak dapat mengetahui sebenarnya apa fatamorgana itu. Setinggi apapun ilmu seseorang dia tidak akan bisa mendefinisikan fatamorgana dalam dirinya. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar dengan pikiran dan hati ikhlas agar dituntun jalannya oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana konsep cinta dalam filsafat? Pertanyaan dari Jaya Paldi yang telah dikemukakan, menurut saya cinta dalam filsafat itu adalah intuisi. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Menurutku cinta itu selayaknya intuisi tersebut.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana memanfaatkan sifat kontradiksi/anomali/ketidaksempurnaan manusia untuk kemaslahatan manusia itu sendiri dan orang lain?. Manusia itu tidak sempurna, dan karena ketidaksempurnaan itu manusia hidup. Ketidaksempurnaan manusia menjadikan setiap manusia berbeda, unik, memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan diantara manusia merupakan hal yang wajar, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Perbedaan akan menjadikan engkau ada. Coba bayangkan jika semua manusia di dunia ini sama, maka aku akan kesulitan membedakan diriku dan dirimu, membedakan engkau dan dirinya. Perbedaan menjadikan kita saling melengkapi satu dengan lainnya. Perbedaan menjadikan kita saling menghargai. Ketidaksempurnaan manusia menjadikan kita selalu berusaha menggapai sempurna. Dalam artian, berusaha menyempurnakan ibadah, berusaha melengkapi ilmunya, dengan selalu belajar belajar dan belajar, dsb.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Disisni saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Wahyu Hardiyanto tentang Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah? Sebelum itu kita pahami dulu ruang dan waktu itu seperti apa, di dalam artikel pak prof marsigit yang berjudul “menembus ruang dan waktu” bahwa hidup itu sesuai dengan hukum Tuhan dan SunnatullahNya beserta kondratnya yang dimana ikhlas juga termasuk kodratNya. Maka definisi ikhlas menurut Beliau dimulai dari level bawah dari Spiritual dalam filsafat merupakan keikhlasan itu menembus ruang dan waktu. seperti ikhlasnya batu menembus ruang dan waktu, yang tidak satupun batu yang protes dalam menjalani kehidupannya. Maka sebenar-benar keikhlasan menembus ruang dan waktu adalah ikhlas itu sendiri. Jadi dapat dikatakan bahwa untuk terhindar daru ruang dan waktu yang adalah perbanyak meningkatkan keiman kita kepada Tuhan Yang maha Kuasa dan juga Sebenar-benar hidup adalah peningkatan dimensi menuju dimensi yang lebih baik. Jika kita ingin berada di ruang dan waktu yang benar maka kenalilah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    Semakin ke sini duania semakin kompleks. Permasalahan yang terjadi pun semakin beragam. Hal yang dulunya mustahil terjadi sekarang sudah menjadi fakta. Seperti fakta perkawinan sesama jenis atau transgender. Perkawinan transgender memang tidak membatasi hak kebebasan manusia, namun hal ini masih dipandang tabu. Di beberapa negara, pernikahan terhadap transgender sudah biasa terjadi. Namun hal ini tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, di mana telah ditakdirkan bahwa pasangan yang diridhoi itu adalah lelaki dan perempuan.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menjadi menarik ketika membahas mengenai kontradiksi atau anomali manusia. Seperti yang dipertanyakan oleh Saudara Meidy Putra Areka tentang bagaimana memanfaatkan sifat kontradiksi/anomaly/ketidaksempurnaan manusia untuk kemaslahatan manusia itu sendiri dan orang lain. Lahirnya sebuah kontradiksi adalah karena adanya proses berpikir kritis dan kreatif manusia, ini yang nantinya digunakan sebagai perbaikan bahkan penambahan skema dalam pengetahuan manusia. Manusia juga memiliki sifat reduksi, ini yang menjadi ketidaksempurnaan manusia karena tidaklah mampu memikirkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka, agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, maka mitos haruslah kita reduksi, dan selalu mengejar logos.

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi?
    Filsafat memandang lupa terbebas dari ruang dan waktu. Jika dihubungkan ke dalam psikologi lupa memiliki sebab akibatnya. Beberapa diantaranya jarang melakukan recall dari longterm memory sehingga informasi tersebut sulit untuk melakukan recall. Namun di dalam filsafat lupa akan sesuatu yang menjijikkan ketika berhadapan dengan hidangan merupakan hal yang tidak salah. Namun jika mengalami kelupaan materi ketika ujian hal tersebut merupakan kesalahan. Jadi lupa terlepas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana konsep Demokrasi dalam Filsafat?
    Filsafat demokrasi dapat dipandang sebagai suatu bentuk gagasan pola pikir yang hasilkan dari aktifitas ilmuwan (proses), dengan metode tertentu yang di gunakan (procedural), yang menghadirkan sebuah produk kekuasaan ataupun pola system yang berideologikan kepada kerakyatan (produk). Gagasan tentang demokrasi memiliki nilai yang relative (Relativisme value).

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana konsep Karma dalam Filsafat?
    Karma berlaku jika kita berbuat dosa, maka kita akan mendapat hukuman. Hukuman tidak bisa ditawar dengan penebusan atau penghapusan dosa. Percaya atau tidak, tahu atau tidak, hukum karma selalu bersifat adil dan tetap (hukum sebab-akibat). Bagaimana memandang karma dalam filsafat? Kembali kepada ruang dan waktu. Apakah kita dapat menggunakan hukum ini hanya untuk segala yang tertutup apa tidak? Saya melihat seseorang yang baik akan dibalas dengan sesuatu yang baik pula bahkan lebih baik, begitu juga sebaliknya untuk suatu yang buruk. Jadilah orang baik, jangan perburuk dirimu dengan sifat dan sikap yang buruk pula.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berbicara mengenai karma, kata karma berarti sebuah tindakan/perbuatan yang membawa hasil. Setiap tindakan manusia akan menghasilkan hasil, baik atau buruk, bergantung dari kualitas moral yang dilakukannya. Karma masa lalu dari individu itu terdiri dari dua bagian, PRARABDHA KARMA dan SANCITA KARMA. Prarabdha karma adalah bagian dari karma seseorang yang menghasilkan hasil pada kehidupan sekarang dari seseorang. Sancita karma adalah karma yang terkumpul dari kelahiran terdahulu, dari seseorang yang menghasilkan hasil dalam kehidupan dimasa mendatang. Prarabda karma dari seseorang terdiri dari dua komponem: yang bersifat tetap dan dapat diubah. Komponen karma dari masa lalu yang menentukan orang tua seseorang, keluarga dimana seseorang harus terlahir,keadaan dan tubuh fisik dari seseorang yang akan tumbuh, lingkungan sosial dan keagamaan dimana seorang anak itu akan tumbuh. Setiap tindakan dari manusia,baik fisik maupun mental, menghasilkan dua efek. Yang pertama,bergantung dari kualitas moral dari tindakan, hasil yang sesuai dengan tindakan yang akan dinikmati nanti atau dalam kehidupan yang sama atau dalam kehidupan dimasa depan. Yang kedua, tindakan meninggalkan sisa kesan yang akan menentukan sifat dari seseorang.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pembentukan karakter pertama seorang manusia dimulai dari keluarganya. Karakter yang dimiliki seorang anak boleh jadi merupakan apa yang ia peroleh dan miliki dari keluarga. Secara sadar ataupun tidak, keluarga menaruh peranan penting dalam membentuk karakter seseorang. Sebab keluarga adalah tempai pertama kali seseorang berinteraksi, bersosialisasi dan bergaul. Setelahnya, faktor lingkungan juga tentu memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam pembentukan karakter manusia. Kemudian barulah faktor internal dari dalam diri setiap orang turut memiliki andil dalam karakter-karakter yang dimilikinya. Walaupun demikian, tentulah masih terdapat faktor-faktor eksternal lain yang turut membantu proses pembentukan karakter setiap orang.

    ReplyDelete
  15. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Aqiilah:
    Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?

    Hubungan sebagai sesuatu dalam kehidupan. Dimana ketika hubungan telah terbentuk akan bersifat saling mendukung. Namun jika kita hanya membangun hubungan dalam keluarga, sesungguhnya itu sangatlah sempit. Karena kita sebagaj makhluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Sehingga penting adanya hubungan dalam masyrakat juga.

    ReplyDelete
  16. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan Wahyu Hardiyanto: Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah? Saya akan mencoba menjawab menurut kemampuan dan pengetahuan yang saya pahami.
    Menurut saya, tidak ada ruang dan waktu yang salah. Yang ada adalah bagaimana sikap kita terhadap ruang dan waktu yang sedang kita hadapi. Apabila kita benar dalam menyikapi ruang dan waktu, maka tidak akan ada yang namanya berada di dalam ruang dan waktu yang salah.
    Semoga dapat membantu. Apabila ada kesalahan mohon perbaikannya.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    konsep radikalisme dalam berfilsafat yaitu: jika kita telusuri arti dari kata radikal dalam bahasa Indonesia berarti amat keras menuntut perubahan. Sementara itu, radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara drastis dan kekerasan. Dalam perkembangannya, menurut penulis, bahwa radikalisme kemudian diartikan juga sebagai faham yang menginginkan perubahan besar. maka dalam berfilsafat, kadang ada pemikiran yang menghampiri untuk membuat perubahan dari hidup kita sendiri. untuk menata ulang hidup secara keseluruhan. bukan berarti harus menyatakan untuk melakukan perubahan secara keseluruhan untuk agama.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Apa yang dimaksud dengan fatamorgana? Fatamorgana merupakan sesuatu yang nampak kelihatan oleh mata padahal yang sebenarnya tidak ada, atau bukanlah hakikat atau keadaan yang sebenarnya ada. Berdasarkan sumber pada buku The Greatest Philosophers100 Tokoh Filsuf Barat dari Abad 6 SM – Abad 21. Bahwasannya filsafat di dunia ini bersifat palsu dan menipu. Yang kemudian menjelaskan kosmologi alam pada hakikatnya bersifat ilusi. Fatamorgana (doxa) merupakan pengalaman sehari-hari, fenomena pergerakan dan perubahan secara materi yang ada di dunia ini sebenarnya hanya fatamorgana dari kenyataan yang terjadi yang bersifat satu dan tetap abadi.

    ReplyDelete
  19. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Apa yang dimaksud fatamorgana dan bagaimana menyikapinya? Fatamorgana adalah sesuatu yang semu, yaitu suatu bayangan yang tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. Manusia memang makhluk yang sempurna, namun kesempurnaannya tidak menjadikan dia sempurna karena tidak ada yang sempurna di seluruh jagad raya ini kecuali Allah. Manusia diberi batas-batas pikiran, dimana ada pemikiran yang memang tidak bisa dipikirkan oleh manusia dan hanya menjadi urusan Allah. Jadi jangan memaksakan untuk memikirkan sesuatu hal di luar batas pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    10. Bagaimana konsep cinta dalam filsafat?
    Konsep cinta dalam filsafat adalah pemikiran-pemikiran kita tentang cinta itu sendiri. Menurut pendapat saya pemikiran-pemikiran kita tentang cinta sangat sulit untuk diartikan dan sebenarnya cinta itu tidak dapat di defenisikan. Hal ini dikarenakan cinta adalah perasaan yang melekat pada diri seseorang, yang hanya bisa dirasakan dan diungkapkan tanpa perlu diartikan. Cinta bisa bermakna sangat luas dan dalam cinta kepada Tuhan, cinta kepada orang tua, cinta teman-teman, cinta orang tua dan lain lain. Cinta pun dapat ditunjikan dengan menghormati, saling melayani, memaafkan, saling cemburu. Makna dari cinta yang sebenarnya adalah bagaimana kita dapat mewujudnyatakannya dalam keseharian hidup kita.

    ReplyDelete
  21. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    Isu seputar transgender serta perkawinan sesama jenis menjadi permasalahan hangat yang dibicarakan di seluruh penjuru dunia. Kini semakin banyak orang yang terang-terangan mengaku sebagai gay atau lesbian. Bahkan perkawinan sesama jenis telah dilegalkan di beberapa negara, seperti Belanda, AS, dan Perancis. Jujur, saya merasa ngeri. Sepengetahuan saya, semua agama mengajarkan bahwa manusia ditakdirkan untuk hidup berpasangan antara laki-laki dengan perempuan. Ketika manusia melanggar kodrat itu, berarti ia telah melanggar hukum Tuhan. Namun bila mereka melakukan hal tersebut, itu pilihan hidup mereka. Dan masing-masing orang berhak menentukan seperti apa pilihan hidupnya. Menurut saya, sebagai sesama umat manusia yang tak lepas dari dosa, kita tidak bisa menghakimi atau meng-judge pilihan hidup orang lain. Sebab, penghakiman sesungguhnya adalah yang berasal dari Tuhan. Biarlah Tuhan yang menghakimi.

    ReplyDelete
  22. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana konsep Cinta dalam Filsafat?
    Sesungguhnya saya tidak terlalu paham bagaimana konsep cinta dalam filsafat. Yang saya tahu, cinta tidak memiliki definisi. Namun cinta bisa meletupkan berjuta rasa, seperti melayang melampaui batas cakrawala atau tenggelam ke palung samudera terdalam.

    ReplyDelete
  23. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya ingin menjawab pertanyaan, ” Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah?”
    Menurut saya, ada tiga hal yang harus dilakukan dan dimiliki agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah.
    Pertama, kita harus tahu dulu apa konsep Ruang dan Waktu itu. Bagaimana kita bisa menghindari terjun ke jurang, kalau kita tidak tahu bagaimana jurang itu, apa yang akan terjadi apabila kita terjun ke dalam jurang.
    Kedua, kita harus memiliki kesadaran ruang dan waktu. Kita harus menyadari sedang berada di mana dan akan kemana. Jika kita mau ke solo, tetapi menaiki bus ke semarang, maka bisa dipastikan kita akan mengalami kesalahan ruang dan waktu.
    Ketiga, kita harus bisa beradaptasi. Dalam proses belajar, terkadang kita merasa sedang berada di alam yang bukan tempat kita. Misalnya sedang belajar Filsafat, serasa berada di padang pasir yang tandus. Oleh karena itu, beradaptasi dapat menyelesaikan hal itu, yaitu dengan menciptakan atau membangun rumah, agar sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  24. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    pertanyaan dari saudara Wahyu Hardiyanto yaitu Bagaimana agar terhindar dari Ruang dan Waktu yang salah? menurut saya, segala sesuatu yang mungkin terjadi pada kita adalah berawal dari apa yang kita pikirkan. Ada sebuat quotes dari seorang yang cukup terkenal yaitu bernnama Muhammad Agus Syafii, mengatakan bahwa "Jaga pikiran Anda, karena akan menjadi kta-kata. Jaga kata-kata Anda, karena akan menjadi tidakan Anda. Jaga tindakan Anda, karena akan menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, karena akan menentukan nasib Anda."
    Untuk itu, agar terhindar dari ruang dan waktu yang salah, perbaiki atau tetaplah berfikir positif dan berhati-hati dalam pikiran kita tentang ruang dan waktu diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  25. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    Ketertarikan dengan pertanyaan saudara Sestri Nela Kurnia yaitu Bagaimana Filsafat memandang konsep Lupa yang ada di dalam Psikologi? menghantarkan saya untuk mencari tahu konsep lupa dari segi psikologi. Lupa bisa diakibatkan hal biologis. seperti memori dalam hipocampus yang tidak terjangkau oleh neurotransmiter. Lupa bisa diakibatkan oleh sakit seperti dementia atau alzaimer yang diakibatkan oleh usia. Dalam ilmu psikologis, lupa terjadi karena sesorang yang tidak bisa recall atau mengingat kembali. Selain itu, Konsep lupa diakibatkan karena beberapa hal yang tidak masuk kedalam long term memory sehingga sesuatu yang dianggap tidak penting maka tidak diingatnya dengan baik-baik.

    ReplyDelete
  26. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat yang diajukan oleh saudara Rahayu Malini sangat menarik. Baru-baru ini Indonesia sedang dihebohkan dengan persoalan agama. Fanatik dan toleransi menjadi sulit dibedakan dalam urusan beragama. Dari berbagai ahli yang mengutarakan tentang makna filsafat, filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada, yaitu: "hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, dan hakikat manusia, serta sikap manusia itu sendiri. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Prof. Dr. Afrizal MA, Agama dan filsafat adalah dua hal yang berbeda, Agama banyak berbicara tentang hubungan antara manusia dengan Yang Maha Kuasa. sedangkan filsafat bertujuan menemukan kebenaran. Jika kebenaran yang sebenarnya itu mempunyai ciri sistematis, jadilah ia kebenaran filsafat. Beliau juga mengemukakan bahwa agama ternyata termasuk objek materia filsafat yang tidak dapat diteliti oleh sain. Objek materi filsafat jelas lebih luas dari objek materi sain. Yang menjadi penyelidikan filsafat agama adalah aspek yang terdalam dari agama itu sendiri. Waallahualam

    ReplyDelete
  27. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan dari sauadari Theodora Yunita Mekaria:
    Bagaimana konsep Karma dalam Filsafat?
    karma, (Karman ;"bertindak, tindakan, kinerja"[1]); (Pali:kamma) adalah konsep "aksi" atau "perbuatan" yang dalam agama Hindu dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut "samsara"). Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh dan Buddhisme.[2]. Dalam konsep "karma", semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau 'buah' dari tindakan disebut karmaphala.[3] Karena pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya.

    ReplyDelete
  28. Fatamorgana merupakan ilusi optik dimana sesuatu yang tidak ada kelihatan ada, kebanyakan seperti air. Itu secara fisik tetapi disebaliknya banyak fatamorgana di kehidupan. Tentang laporan –laporan kemajuan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Bahwa kemiskinan telah berkurang, tenaga kerja yang terserap juga merupakan fatamorgana.

    ReplyDelete
  29. Hening carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Konsep cinta dalam filsafat? Setiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang mendefinisikan cinta. Menurut saya, cinta itu saling memberi dan melengkapi. Saling melengkapi ? karena cinta itu menyatukan 2 manusia dan 2 keluarga yang memiliki sifat yang berbeda. karena manusia di dunia ini tidak ada yang sama. Saling memberi ? karena cinta saling memberi rasa kasih sayang, rasa hormat, mengayomi dan kesetiaan.

    ReplyDelete
  30. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apa itu fatamorgana dan bagaimana menyikapinya. Fatamorgana itu seolah-olah. Fatamorgana kebenaran, yakni kebenaran seolah-olah dan artifisial. Fatamorgana kebenaran mereduksi kebenaran yang hakiki.Fatamorgana kebenaran bah an mengandung paradoks ketakbenaran. Bagaimana menyikapinya? Lebih baik selalu berhati-hati dan tidak tertipu penampakan luarnya.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    1. Menurut saya, transgender itu menyalahi aturan kehidupan di dunia, karena tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kehidupan di dunia itu terikat oleh ruang dan waktu, ketika sudah tidak sesuai berarti sudah menyalahi kodrat. Dalam ajaran agama Islam juga melarang orang-orang yang demikian. Manusia diciptakan oleh Allah SWT. dalam keadaan yang sempurna. Seorang transgender berarti dia telah mengubah ciptaan Allah dan tidak mempunyai rasa syukur sedikitpun.
    2. Kehormatan, adalah ketika kita menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu. Seseorang dikatakan terhormat bukan karena hartanya atau kedudukannya, tetapi karena pemikirannya yang bijaksana. Sedangkan bijaksana itu berarti dapat menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    3. Proses pembentukan karakter manusia tentunya dimulai dari keluarga. Keluarga merupakan madrasah yang paling pertama dan utama. Ketika keluarga itu baik dan berkarakter, maka kemungkinan besar dapat melahirkan generasi penerus yang berkarakter. Begitupun sebaliknya ketika keluarga tidak berkarakter. Karena sebagaimana pepatah mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Namun, kita harus sadar akan kemurahan Allah SWT. kita tidak boleh berputus asa dari rahmat-Nya. Peluang untuk berubah itu sangatlah besar. Allah telah menjanjikan bahwa Dia tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah dirinya sendiri.
    4. Sifat kontradiksi atau anomali dapat kita manfaatkan melalui pelajaran-pelajaran yang dapat diambil akibat dari sifat tersebut. ketika seseorang mampu mengambil hikmah dari sebuah kejadian, kemudian dapat menerapkannya atau menjadikannya acuan untuk memperbaiki dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya, maka sungguh beruntung orang-orang tersebut.

    ReplyDelete
  33. Hening carrysa
    14301214012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana pandangan Filsafat terhadap transgender atau perkawinan sesama jenis?
    ketika manusia melakukan transgender atau perkawinan sesama jenis sama artinya manusia itu tidak mensyukuri karunia yang di berikan Allah SWT kepada kita. Dalam setiap agama pasti melarang perbuatan tersebut. sebagaimana firman Allah SWT: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim,” (QS. Hud: 82-83).serta Firman Allah ta'ala menegaskan bahwa ”Dan Dia (Allah) menciptakan dua pasang dari jenis laki-laki dan perempuan,” (QS. An Najm: 45).

    ReplyDelete
  34. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Saya tertarik dengan pertanyaan berikut:
    Apa yang dimaksud Fatamorgana dan bagaimana menyikapinya?. Fatamorgana hakikatnya tidak dapat ditemukan dalam pikiran seseorang. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar dengan pikiran dan hati ikhlas agar dituntun menuju ke jalan Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Konsep Kehormatan menurut Filsafat yaitu berusaha melakukan nilai-nilai kebaikan dan menebarkan kebaikannya pula. Tetap menjaga nilai moral dan meningkatkan kepercayaan kita terhadap Tuhan kita. Kehormatan tidak hanya tentang manusia dipandang tinggi oleh manusia lain Karena ilmunya, akan tetapi letak kehormatan yang sesungghunya ada pada iman setiap manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  36. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Konsep cinta dalam filsafat yaitu saling mengasisi untuk mengisi kekurangan masing-masing. Tiada sempurna manusia di dunia ini. Untuk menjalankan kehidupan yang baik maka perlu perpaduan antara yang saling kurang agar bisa saling mengisi kekurangan masing-masing.

    ReplyDelete
  37. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat memandang konsep hubungan/interaksi dalam keluarga dan masyarakat?
    Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan orang lain. untuk itu menjalin hubungan yang baik dalam keluarga dan masyarakat itu penting.

    ReplyDelete
  38. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai contoh nyata betapa pentingnya menjalin hubungan keluarga dan masyarakat adalah ketika kita mati, pasti kita membutuhkan orang lain untuk menguburkan jazad kita nanti, tidak mungkin kita akan mengubur diri kita sendiri. Jadi bangunlah hubungan yang baik antar keluarga dan masyarakat.

    ReplyDelete
  39. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Mengenai pertanyaan nomor 4 tentang konsep kehormatan. Persoalan kehormatan menyangkut langsung realitas hidup manusia sehari-hari. Dalam realitas sosial hidup bermasyarakat, persoalan kehormatan menjadi suatu persoalan yang sangat sensitif karena menyangkut harga diri manusia itu sendiri. Siapa pun tidak pernah menginginkan harga dirinya diinjak-injak dan tak ingin martabatnya direndahkan.

    ReplyDelete
  40. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan no 6, Apa yang dimaksud fatamorgana dan bagaimana menyikapinya? fatamorgana yang saya tau adalah dunia yang tidak nyata , bisa dikatakan sesuatu yang Nampak ada namun sebenernya itu tidak ada. Saya sendiri mungkin belum terlalu paham bentuk kejadiannya seperti apa, atau mungkin saya pernah mengalami namun saya tida sadar apakah itu yang dinamakan fatamorgana, yang pasti semuanya kita serahkan kepada Allah, apapun yang kita jalani dan dan akan kita lakukan sebisa mungkin diniatkan untuk ibadah kepada Allah.

    ReplyDelete
  41. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana cara mengetahui diri sendiri dan menyadari bahwa Filsafat sangatlah dekat dengan diri kita masing-masing? Sesungguhnya filsafat begitu dekat dengan kita, berfilsafat artinya berpikir. Pada kenyataanya, setiap hari kita diharuskan untuk slalu berpikir walaupun berpikir hal-hal yang sederhana sama artinya kita telah berfilsafat.

    ReplyDelete
  42. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana konsep karma dalam filsafat?
    Sesungguhnya dalam agama islam tidak ada istilah karma. Istilah karma berasal dari ajaran agama Budha and Hindu. Yang memiliki arti sederhana yaiut segala perbuatan yang dilakukan akan memiliki akibat pada pelaku di masa selanjutnya. Tindakan buruk saat ini akan berakibat keburukan di masa datang. Perilaku baik akan berakibat kebaikan.

    ReplyDelete
  43. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana konsep Perbedaan Agama dalam Filsafat?
    Menyikapi beragaman agama yang ada di dunia, sebaiknya kita saling menghormati dan menghargai agama yang dianutnya masing-masing. sesungguhnaya Allah mengingikan kita untuk hidup berdampingan dengan siapa pun, hidup damai tanpa ada perpecahan. Bentengi diri atau bekali diri dengan pedoman hidup yang kuat sesuai dengan agama yang dianutnya masing-masing.

    ReplyDelete
  44. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat memandang perubahan/pergantian Kurikulum Pendidikan?
    Perubahan/pergantian kurikulum pendidikan perlu memperhatikan beberapa aspek. Terutama Kesiapan dan kematangan komponen pendidikan. Tidak hanya asal merubah yang nantinya tujuan yang akan dicapai tidak tercapai secara optimal.

    ReplyDelete
  45. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pertanyaan yang menarik bagi saya adalah pertanyaan “Bagaimana Filsafat mampu menuntun kita mencapai cita-cita?”. Menurut saya, filsafat membentuk kita berpikir secara luas, tidak hanya berkutat di situ-situ saja, tetapi memikirkan banyak hal yang ada di luar sana. Dari situ, kita akan dapat melihat dunia luar, melihat bagaimana kehidupan nun jauh di sana, dan dengan itu diharapkan memotivasi kita untuk lebih maju dan semangat dalam menjalani hidup serta meraih cita-cita hingga akhirnya kita dapat menggapai cita-cita yang kita inginkan tersebut.

    ReplyDelete
  46. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Bagaimana konsep demokrasi dalam filsafat?”. Filsafat berarti berkaitan dengan pendapat para filsuf. Para filsuf tentunya memandang atau mengartikan demokrasi dengan cara yang berbeda-beda. Berikut pendapat beberapa filsuf.
    Plato memandang demokrasi dekat dengan tirani, dan cenderung menuju tirani. Ia juga berpendapat bahwa demokrasi merupakan yang terburuk dari semua pemerintahan yang berdasarkan hukum dan yang terbaik dari semua pemerintahan yang tidak mengenal hukum.
    Aristoteles melihat demokrasi sebagai bentuk kemunduran politeia, dan yang paling dapat ditolerir dari ketiga bentuk pemerintahan yang merosot; dua yang lain adalah tirani dan oligarki.
    John Dewey percaya demokrasi sebagai suatu metode pengorganisasian masyarakat yang selaras dengan metode penelitian.

    ReplyDelete
  47. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Proses pembentukan karakter berdaasrkan filsafat dapat dilihat dari aliran-aliran filsafat yang terus muncul sebagai bentuk pemikiran dari para ahli,. Aliran filsafat tersebut salah satunya adalah aliran progresivisme yang memiliki ciri memberi kebebasan penuh terhadap manusia untuk menentukan hidupnya. Aliran inilah yang menjadi dasar atau landasaran terbentuknya karakter. Beberapa hal yang terkandung dalam lairan progresivisme ini yang kemudian secara mendalam dipikirkan yang kemudian memunculkan sebuah paradigma pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Realitas sosial hidup bermasyarakat, salah satu persoalan kehormatan menjadi sangat sensitif karena menyangkut harga diri manusia itu sendiri. Siapa pun tidak pernah menginginkan harga dirinya diinjak-injak. Ia tak ingin martabatnya direndahkan. Ia bahkan berusaha dengan berbagai cara untuk merebut, mempertahankan harga diri, dan memilikinya secara utuh.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Kehormatan merupakan sutau nilai lebih yang dimiliki oleh setiap orang, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap orang memiliki satu nilai lebih tinggi dari pada yang lain. Nilai lebih yang dimaksudkan adalah bagaimana seseorang itu didapatkan. Setingi-tingginya apa yang dimiliki, tidak boleh sombong akan hal tersebut.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana proses pembentukan Karakter Manusia menurut pandangan Filsafat? Menurut saya konsep pembentukan karakter manusia dapat dilihat dari banyak aspek. Menurut ilmuan Eropa lebih memandang manusia dari kaca mata empiristik. Sedangkan dalam perspektif Islam, manusia dipahami sebagai makhluk yang memiliki potensi fitrah dimana terdapat daya-daya yang dapat memunculkan sebuah sikap dan perilaku yang tidak lepas dari stimulus dari luar.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Pilihan yang terbaik dan tepat dalam tatanan yang harmonis pada kehidupan pribadi manusia dan alam semesta dibutuhkan sebuah sistem yang tepat yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan. Kemudian munculah berbagai macam pemikiran ataupun ideologi-ideologi yang semua itu menawarkan konsep-konsep yang diangggap paling bijaksana untuk menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  52. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Ia bahkan berusaha dengan berbagai cara untuk merebut, mempertahankan harga diri, dan memilikinya secara utuh. Jadi kehormatan itu diperoleh bila ia melakukan hal-hal yang normal, wajar, yang dapat diterima dalam hidup bermasyarakat. Akan tetapi bila ia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat, maka saat itu juga ia kehilangan kehormatan, nama baiknya tercemar. Namun pada jaman sekarang ini nilai kehormatan telah bergeser, pergerseran nilai kehormatan lebih terasa pada sisi sosial. Dalam hal ini kehormatan sering dikaitkan dengan harta dan kekayaan.

    ReplyDelete