Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat Dari Mahasiswa S2 PM A




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7. Enggar Prasetyawan:
Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?

8. Indah Pertiwi:
Ridho adalah bagian dari syukur. Bagaimana pandangan Filsafat mengenai keridhoan hati karena jangan sampai kita kehilangan syukur atas semua yang telah ditakdirkan?

9. Eny Sulistyaningsih:
a. Bagaimana pandangan Filsafat tentang keselarasan hidup?
b. Bagaimana pandangan Filsafat tentang hubungan antara Rencana dan Implementasi?

10. Derapusa Mela Romandanu:
Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?

11. Darul Ulum:
Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?

12. Akbar Pratama:
Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?

13. Nurul Iman:
Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?

14. Chairun Nisa Zarkasyi:
Bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat?

15. Hasan Djidu:
Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati?

16. Fenti Wulansari:
Bagaimana kita bersikap terhadap berbagai macam Stigma, baik yang positif maupun yang negatif?

17. Rita Febriyani:
Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?

18. Alfizah Ayu Indria Sari:
Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?

19. Nurdin Arifin:
Bagaimana konsep Mati Mokswa dalam Filsafat?

20. Dewi Widowati:
Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?

21. Jeaniver Yuliane Kharisma:
Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi?

22. Risnawati Amiludin:
Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?

23. Lisda Fitriana Masitoh:
Bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?

Demikian, selamat menanggapi dan menjawab.

Marsigit




99 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pertanyaan ke-17 adalah tentang bagaimana kedudukan mimpi dalam filsafat. Impian seorang De Cartes dengan pemikiran kita orang Indonesia berbeda konteksnya. Dalam artian mipi kita berbeda dengan mimpi orang di Eropa. De Cartes sampai tidak bisa membedakan apakah yang terjadi adalah mimpi ataukah kenyataan. Hal ini membuat De Cartes tidak percaya akan adanya Tuhan hingga membantah semua argumen kecuali satu argumen yang tidak dapat ia bantah yaitu kenyataan bahwa ia sedang bertanya. Keadaan ini membuat De Cartes menyadari bahwa ia tidak sedang bermimpi sehingga lahir paham mengenai “saya ada karena saya berfikir”.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Akbar Pratama
    Bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya.

    Filsafat itu ialah diri kita sendiri. Dalam mempelajari filsafat berarti kita mempelajari pemikiran para filsuf. Filsafat membimbing manusia untuk senantiasa berfikir kritis dan terbuka. Para filsuf mencoba menginterpretasikan kehidupan pada masanya kemudian mencoba menyajian pemahaman yang bisa membantu membimbing manusia menemukan jati dirinya.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya tertarik dengan apa yang ditanyakan oleh Samsul Feri Apriyadi yaitu "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?"
    Menurut saya filsafat itu bisa menjadi sederhana dan bisa menjadi rumit. Berfikir sudah dinamakan filsafat. Sedehana kan. Oleh karenanya berfikirlah dengan konsisten jangan berbelok belok sehingga ketidakpastian itu dapat diminimalisir.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    saya tertarik dengan pertanyaan Fitratul Wulan Fatmasuci: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    saya ingin mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mungkin saya tidak menjawab kiat-kiat bagaimana agar hari-harinya penuh semangat dan manfaat, namun saya akan menjawab dengan beberapa kalimat berikut.
    Berdasarkan agama saya (Islam), kita harus senantiasa mengingat kematian. Kita harus beribadah seolah-olah kita akan segera mati, namun kita juga harus giat bekerja seolah-olah kita masih hidup lama. Dengan berpegang pada kalimat tersebut, menurut pendapat saya dapat membantu kita untuk hidup dengan penuh semangat dan manfaat karena kita akan semangat untuk mempertahankan kehidupan kita selanjutnya, dan kita akan memanfaatkan kehidupan kita hari ini untuk kehidupan diakhirat.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana memaknai ikhlas dari sudut pandang pikiran dan hati? Ikhlas memang sering kita ucapkan tetapi untuk menjalaninya memang tidaklah mudah. Ikhlas harus dilaksanakan benar dan sungguh-sungguh dari dalam hati kita baru diucapkan dan dilaksanakan apa yang harus kita iklaskan. Kita harus bisa belajar menerima segala sesuatu dengan lapang dada dan berusaha untuk tetap istiqomah dan berusaha memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Jika yang kita lakukan adalah kesalahan yang berujung pada penyesalan maka kita harus belajar banyak dari hal tersebut.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    12. Bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?
    Dalam berfilsafat, jati diri seseorang diartikan sebagai kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa terikat oleh orang lain. Kebebasan ini terkait dengan bagaimana seseorang menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Relasi yang dibangun tentunya dapat menuntun seseorang untuk dapat mengerti keberadaan diri sendiri dan memahami keberadaan orang lain sehingga manusia bisa mengenal dirinya melalui relasi yang dibangun dengan sesama. Dalam menemukan jati diri, setiap orang haruslah terbebas dari sikap kemunafikan atau berpura-pura. Jadi, dalam berfilsafat seseorang akan menemukan jati dirinya apabila ia mampu menjadi dirinya sendiri dengan menjalin hubungan yang baik dengan sesama.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pertanyaan no. 1 Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama?
    Adat muncul dari pemikiran manusia yang berhubungan dengan kebiasaan hidup masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu. Adat menimbulkan kepercayaan akan sesuatu hal yang diyakini dan dipegang teguh dan menjadi tradisi dalam wilayah tertentu. Agama merupakan kepercayaan kita yang menjadi landasan hubungan kita dengan Tuhan yang Maha Esa. Adat dan agama merupakan dua hal yang harus kita seimbangkan, dan untuk menyeimbangkannya hendaknya kita mampu menjalankannya secara ikhlas. Agama dapat dijadikan sebagai dasar atau acuan bagi kita untuk menjalani adat istiadat kita sehingga keduanya dapat berjalan seimbang.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Berbicara tentang ketidakpastian maka kita akan berbicara tentang kemungkinan. Kemungkinan berhasil dan kemungkinan gagal. Manusia adalah makhluk yang sempurna namun terbatas kemampuannya. Manusia tidak akan mampu memastikan semua yang belum pasti. Suatu hal bersifat pasti jika dia ada di dalam pikiran atau kalau sudah sampai di akhirat.

    ReplyDelete
  9. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Menurut saya, salah satu kiat menjalani hari dengan semangat adalah terus bersyukur. Mengucap syukur karena Tuhan telah menganugerahkan kita kehidupan yang sedemikan indah ini. Oleh sebab itu, kita tak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan-Nya. Mahatma Gandhi pernah berkata seperti demikian: “Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” Hiduplah seperti kamu akan meninggal besok. Belajarlah seperti kamu akan hidup selamanya. Kita pun perlu menjalani hidup seperti kita akan meninggal esok hari. Ketika kita tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir kita hidup, pasti kita akan menjalani hari dengan penuh semangat dan penuh kebaikan.

    ReplyDelete
  10. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?
    Orang-orang menyebut mimpi sebagai bunga tidur. Akan tetapi bagi saya, mimpi lebih dari sekedar bunga tidur. Menurut saya, mimpi adalah suatu hal yang menakjubkan. Mimpi menghubungkan kita dengan alam bawah sadar kita. Saya pernah membaca bahwa ketika kita bermimpi, alam bawah sadar kita sedang mencoba memberikan pesan kepada kita. Pesan tersebut bisa berupa petunjuk atau solusi atas permasalahan yang kita alami di dunia nyata. Saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita ini bukanlah tanpa alasan. Termasuk dalam hal mimpi. Setiap mimpi yang hadir dalam tidur kita terjadi untuk suatu alasan tertentu. Bisa jadi, melalui mimpi, Tuhan menyampaikan petunjuk yang selama ini kita minta. Terkait dengan filsafat, mimpi dapat dijadikan sebagai bahan perenungan kita untuk menentukan tindakan dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya akan menjawab pertanyaan, “Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?”
    Rasulullah Shollalahu Alaihi Wasallam, pernah bersabda: “Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664)
    Dari hadist tersebut dapat kita lihat, cara agar semangat adalah melakukan hal yang bermanfaat. Atau mengidentifikasi dulu apa manfaat dari hal yang akan kita lakukan. Karena jika hal yang kita lakukan tidak bermanfaat, tentu tidak akan ada semangat dari dalam diri kita. Kemudian disebutkan mintalah pertolongan dari Allah. Menurut saya kuncinya ada di sini. Dengan meminta pertolongan dari Allah, kita jadi merasa diawasi oleh Allah, sehingga jika kita menunjukkan usaha terbaik kepada Allah, maka akan mendatangkan pertolongannya. Sehingga kita akan terus bersemangat.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan Saudari Lisda Fitriana Masitoh: Bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?
    Pandangan filsafat tentang perbedaan adalah sebuah kontradiksi. Dimana kontradiksi itu merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri dalam hidup ini. Kontradiksi pasti ada selalu menyertai kehidupan di dunia ini.karena hidup adalah pilihan, pilihan-pilihan antara berbagai kontradiksi yang ada. Dalam hal ini perbedaan pandangan hidup tentu akan selalu terjadi, karena tiap orang dibesarkan dalam lingkungan dan budaya yang berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Oleh karena perbedaan pandangan hidup tidak dapat dihindarkan, maka tentunya kita harus mulai terbiasa menerima perbedaan itu, karena jika kita selalu memaksakan agar orang lain memiliki pandangan yang sama. Sadari dan sykuri perbedaan akan melengkapi setiap kehiduapn di dunia ini, perbedaaan membuat kita saling melengkapi sesama, saling introspeksi drir, dan bekerjasama.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan Saudari Nurdin Arifin:
    Bagaimana konsep Mati Mokswa dalam Filsafat?

    Kata Moksa berasal dari bahasa Sanskerta, dari akar kata muc yang berarti membebaskan atau melepaskan. Moksa berarti kelepasan, kebebasan. Dari pemahaman istilah, kata moksa dapat disamakan dengan nirwana, nisreyasa atau keparamarthan. Moksa adalah alamnya brahman yang sangat gaib dan berada di luar batas pikiran umat manusia. Moksa bersifat nirguna. Tidak ada bahasa manusia yang dapat menjelaskan bagaimana sesungguhnya alam moksa itu. Dia hanya dapat dirasakan oleh orang yang dapat mencapainya. Alam moksa bukan sesuatu yang bersifat khayal, tetapi suatu yang benar-benar ada, karena demikian dikatakan oleh ajaran kebenaran (agama).
    Karena itu telah kita ketahui bersama bahwa Moskwa itu nerlairan Komunis, sehingga sangat cenderung ke arah materialistis. Ketika cenderung ke arah materialistik, maka tentunya mereka tidak akan percaya tentang adanya kehidupan setelah mati. Yang mereka tahu hanyalah sseseorang sudah tidak bermanfaat apa-apa setelah dia meninggal, sehingga mereka juga tidak percaya akan adanya pahala dan dosa, tidak percaya terhadap adanya kehidupan akhirat surga maupun neraka

    ReplyDelete
  14. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?
    Kesombongan yang baik contohnya adalah Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedang mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus Orang berperilaku sombong itu juga ada manfaatnya, tetapi berperilaku sombong tetap harus memahami ruang dan waktu. Jangan menjadikan sombong itu sifat dalam diri kita, karena jika menjadikan sombong sebagai sifat, hanya akan mendatangkan keburukan dan kemurkaan kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  15. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kehidupan manusia didunia itu misteri, tidak ada yang mengetahui hari esok akan seperti apa. Sewajarnya saja bahwa kehidupan itu ada ketidakpastian, karena hanya Allah SWT yang memang kunci kehidupan kita. Sebagai manusia hanya dapat slalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT agar slalu diberikan jalan kehidupan yang baik.

    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang apa itu kesombongan yang baik. Dasarnya manusia memiliki sifat sombong. Selalu ingin terlihat lebih unggul dari orang lain. Kesombongan dapat dimanfaatka agar memacu orang lain agar lebih baik lagi dari seseorang. Misalnya saja, seorang mahasiswa kuliah di luar negeri dan jurnal yang ditulisnya telah terbit dalam media yang terakreditasi. Hal tersebut bisa saja disombongkan dengan bijaksana. Hal ini akan memacu orang-orang disekitarnya untuk mengikuti jejaknya.

    ReplyDelete
  17. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    1. Menurut saya, antara adat dan agama tidak dapat disatukan, namun untuk menyeimbangkan itu mungkin saja. Keduanya dapat berjalan beriringan asalkan tidak dicampur adukkan. Namun, di Indonesia keduanya sering dicampuradukkan. Jika demikian masalahnya, maka kita harus membuat batasan yang jelas, mana yang dinamakan adat dan mana yang termasuk kedalam ajaran agama. Dengan demikian kita dapat menyeimbangkan keduanya.
    2. Menerapkan filsafat secara bijaksana yaitu berarti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya. Filsafat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tempatnya.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    13. Kesombongan yang baik. Menurut saya tidak ada kesombongan yang baik. Sombong itu merupakan salah satu sifat iblis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an.
    14. Konsep kedewasaan. Seseorang dikatakan dewasa apabila dia dapat mengontrol emosinya. Emosi tersebut tidak hanya yang negatif seperti kemarahan, dsb, tetapi emosi-emosi yang baik seperti kebahagiaan, cinta, dll. Sehingga reaksi yang ditimbulkan tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tidak baik adanya. Dan orang dewasa pasti dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
    15. Ikhlas pikir dan ikhlas hati. Keduanya sering diungkapkan oleh Prof ketika perkuliahan berlangsung. yang dimaksud ikhlas pikir adalah ketika kita dapat memahami apa yang kita baca. Sedangkan ikhlas hati ketika kita melakukan segala sesuatu tanpa paksaan dan tidak berat hati.

    ReplyDelete
  19. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?
    Kenakalan remaja diera zaman sekarang ini sangatlah mudah merajalela. kenakalan remaja dapat terjadi karena faktor internal dan eksternal. Tetapi sesunggunya hal yang sangat mempengaruhi adalah faktor internal, dari dalam diri manusia itu sendiri. Bagaimana manusia itu sendiri mempunyai prinsip atau pedoman hidup yang teguh untuk menghindari perbuatan-perbuatan buruk serta memperkuat iman kita kepada Allah SWT agar slalu diberikan petunjuk dijalan yang benar.

    ReplyDelete
  20. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat Pendidikan menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai-nilai. Filsafat memeiliki hubungan yang sangat erat dengan Pendidikan, karena keduanya saling bersinggungan satu dengan yang lainnya pada masalah-masalah yang sama yaitu, manusia, hidup, hubungan antar manusia, hakikat kepribadian, dan kebebasan.

    ReplyDelete
  21. Nama: Ilma Rizki Nur Afifah
    NIM: 17709251020
    Kelas: S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan menanggapi/menjawab pertanyaan nomor 1, yaitu Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?
    Dalam kehidupan di masyarakat, seseorang tidak bisa lepas dari adat istiadat yang telah ada dari pendahulu. Lantas, bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama yang terkadang menurut kita tidak singkron atau bertolak belakang? Menurut saya, adat itu bisa dijadikan salah satu alat/fasilitas kita untuk beribadah kepada-Nya. Contoh riil nya: dahulu pada masa Wali Songo, kahidupan masyarakat di Jawa sangat kental dengan wayang. Lalu, perhelatan wayang tersebut dijadikan sebagai alat dakwah oleh Wali Songo, yaitu mengisi percakapan Wayang dengan ajaran-ajaran Islam agar mudah diterima masyarakat pada saat itu.
    Intinya, untuk menyeimbangkan adat dan agama, kita harus paham betul mengenai ajaran agama lalu dibarengi dengan menyesuaikan adat yang ada tanpa mengurangi/menambah ajaran yang telah dianutnya.

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend A 2017

    Terimakasih Prof, Berdasarkan postingan ini saya akan berusaha menanggapi pertanyaan no 10 "Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?" Menurut saya kenakalan remaja adalah wujud tingkah laku remaja, dalam mereaksikan pemikiran-pemikiran yang mereka dapat saat di usia tersebut. Kemampuan seseorang dalam membangun pengetahuan tentu berbeda satu dan yang lainnya, inilah yang menimbulkan perbedaan tingkah laku yang di beberapa orang tingkah laku tersebut termasuk dalam kenakalan remaja, karena perilaku tersebut dianggap menyimpang jika dibandingkan dengan pemikiran orang lain.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari kumpulan “pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM B” kami (saya) sangat tertarik dengan pertanyaan Ibu Ainun Fitriani: “Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?” secara harfiah filsafat itu artinya cinta kebijaksanaan. Maka sejatinya filsafat itu adalah olah pikir untuk mencari kebijaksanaan. Akan tetapi, dalam berfilsafat kita harus menyeimbangkan antara aspek logika dan aspek spiritual kita agar kita tidak terserumus dalam kesesatan. Rene Descartes mengatakan bahwa “Pikiran-pikiran yang agung mampu melakukan baik kesesatan-kesesatan agung maupun kebajikan-kebajikan agung”. (Hardiman,2007:34)
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  24. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Assalamu'alaikum wr wb
    Terimakasih Pak, berdasarkan postingan ini saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 22 terkait tentang pendidikan. Menurut Plato, pendidikan didasarkan pada pengertian logis psikologi manusia. Seorang anak akan mengetahui alasan ia menyukai atau membenci sesuatu maka ia harus belajar merasakan kenikmatan dan rasa sakit itu. Dari pandangan tersebut sudah seyogyanya pendidikan dijadikan sebagai landasan untuk membangun karakter bangsa, karena tujuan akhir dari pendidikan adalah meningkatkan perkembangan jiwa individu yang mampu membuat pertimbangan dan keputusan yang tepat dalam memperhatikan susunan kehidupan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  25. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Bismillah. Terimakasih Prof atas postingannya. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 17. Pertanyaan dari Rita Febriyani, yang bertanya “Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?”. Menurut saya bermimpi ini sama seperti berpikir. Kita membangun gambaran, konsep dan cerita di kepala kita, lalu mengiranya sebagai nyata. Namun, setelah diteliti lebih dalam, gambaran itu ternyata salah. Mirip seperti mimpi, ia pun segera berlalu, dan hanya menyisakan setitik ingatan. Ketika kita berpikir, apa yang kita pikirkan akan melekat lebih lama. Namun dari berpikir, nantinya bisa menjadi sebuah mimpi. Jadi mimpi sebenarnya berawal dar pikiran seseorang yang terlalu dalam, hingga sampai terbawa mimpi.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya kita lihat terlebih dahulu kedudukannya, manakah yang mempunyai kedudukan lebih tinggi antara adat dan agama. Adat berkaitan dengan hubungan kita terhadap sesama manusia, sedangkan agama berkaitan dengan hubungan kita dengan Tuhan. Oleh karena itu kedudukan agama lebih tinggi dibandingkan adat. Maka selamanya kita tidak akan bisa menyeimbangkan antara adat dan agama. Namun kita bisa berusaha untuk melakukan kegiatan dalam adat yang tidak melenceng dengan agama yang dianut.

    ReplyDelete
  27. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan berikut: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Memang hidup ini penuh ketidakpastian. Sudah dijelaskan bahwa hal yang pasti di kehidupan ini adalah kematian, rizki dan jodoh. Hidup ini penuh misteri. Kenapa? Agar manusia terus berusaha untuk menjadi lebih baik dengan doa dan usaha. Jika manusia diperlhatkan takdirnya, maka ia ytak akan ada usaha untuk meraih kebaikan tersebut.

    ReplyDelete
  28. Junianto
    PM C
    17709251065

    Menanggapi pertanyaan yang nomer 2 tentang bagaimana menyikapi filsafat dengan bijaksana. Sesungguhnya kebijasanaan sendiri merupakan hal yang sangat sulit dinilai karena terkadang terdapat unsur subjektivitas. Namun, menurut pandangan saya kebijaksanaan bisa juga dilihat dari kebermanfaatan yang akan dirasakan. Jadi, kebijaksanaan bisa dilihat dari bagaimana pengaruh suatu keputusan terhadap objek yang menerima keputusan.

    ReplyDelete
  29. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah.
    Menurut saya, pertanyaan-pertanyaan seputar filsafat yang dilontarkan oleh kawan-kawan diatas, dapat menunjukkan bahwa kepahaman dan kekuatan filsafat diri mereka sudah bagus. Saya yang merasa baru mendapatkan sebenar-benarnya ilmu filsafat dari artikel-artikel bapak, masih harus memahami dengan membaca berulang kali setiap paragraf dalam artikel bapak. Namun demikian, ada hal yang ingin saya tanyakan pula kepada bapak, bagaimana cara bapak menilai sejauh mana seseorang memiliki pemahaman dan filsafat diri? sedangkan yang paling saya ingat yang pernah bapak katakan yakni filsafat adalah dirimu sendiri, bisakah bapak menilainya? Indikator yang seperti apakah yang bapak gunakan? Terimakasih.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Tertarik dengan yang ini:
    "Akbar Pratama:
    Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?"

    Saya selalu teringat dengan apa yang disampaikan Bapak Marsigit pada kuliah perdana kala itu. "Sebenar-benar filsafat adalah dirimu sendiri". Dan ternyata filsafat adalah aktivitas berfikir yang ada dan yang mungkin ada. Jadi Mas Akbar, menurut saya dengan keasadaran kita, dengan kemampuan dan kemauan kita untuk berpikir, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari hakikat-hakikat, mencarai tesis, mencari nati-tesis, mensintesiskan apapun yang ada di dunia ini akan membawa kita pada jati diri kita sesungghnya.

    ReplyDelete
  31. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya mencoba menanggapi soal nomor 1
    Menurut saya, agar antara adat dan agama seimbang, saya lebih condong pada agama yang menyeimbangi adat. Kenapa demikian? Karena pada dasarnya agama tidak akan berkembang jika menghilangkan adat yang sudah ada. Contohnya di Indonesia. Jika para walisongo menyebarkan agama dengan cara memaksa dan menghilangkan adat mereka yang sudah lama, maka Islam tidak akan berkembang sebesar sekarang ini. Konsep dakwah yang diajarkan walisongo yaitu dengan menghormati adat mereka namun memasukkan unsur agama islam sedikit demi sedikit sehingga antara agama dan adat akan seimbang dan tidak saling bertolak belakang.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  32. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no.2 yaitu bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Menurut saya dalam berfilsafat kita harus memahami ruang dan waktu. Dalam berfilsafat harus sesuai ruang dan waktu. Jika tidak sesuai ruang dan waktu maka hanya akan menjadi omong kosong belaka. Contoh yang pertama yaituharus sesuai umur. Berfilsafatlah dengan orang dewasa yang sudah mengenal filsafat bukan dengan anak kecil atau malah balita. Contoh yang kedua adalah lokasi tang tepat. Berfilsafatlah di dalam mata kuliah filsafat jangan di mata kuliah yang serius seperti kalkulus. Contoh ketiga perhatikan kemampuan orang yang kita ajak berfilsafat. Berfilsafatlah dengan orang yang mengenal ilmu filsafat bukan dengan tukang sayur di kampung atau penjual pecel di pasar.
    Selanjutnya saya akan menanggapi pertanyaan no.12 yaitu bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya. Filsafat itu tidak lain tidak bukan adalah diri kita sendiri. Memandang diri sendiri menurut kacamata filsafat berarti menengok segala jenis filsafat di dalam dirik kita masing-masing. Tanyakan kepada diri kita apakah kita menjadi guruyang otoriter atau guru yang demokratis. Seorang anak yang idealis atau anak yang realis, seorang tua yang spiritualis atau yang kapitalis, dan sebagainya. Merefleksi semua yang ada di dalam diri kita yang kita lakukan di kehidupan kita. Diri kita adalah hidup kita. Jadi, kita dapat mengkonstruksi hidup dengan filsafat.

    ReplyDelete
  33. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Saya akan mencoba menangggapi pertanyaan mengenai “Bagaimana pandangan Filsafat mengenai keridhoan hati karena jangan sampai kita kehilangan syukur atas semua yang telah ditakdirkan?”Kita menyadari bahwa hidup di dunia tidak ada yang kekal, yang kekal,absolut, dan mutlak itu hanya milik Tuhan.Segala sesuatu yang meliputi alam semesta ini adalah hasil karya-Nya,seperti batu,pohon, tanah, dan air adalah bagian dari karya-Nya.Hidup ini adalah titipan, Jadi Allah berhak mengambil kapan saja apa yang kita miliki karena itu merupakan hak proregatif-Nya yang tidak bisa di ganggu gugat.Makanya banyak bersabar dan ikhlas, dan berdoa.Itu merupakan kunci agar kita ridho atas segala ujian yang kita hadapi.Kalau hati ikhlas, dan ridho maka hati kita akan membuka ruang yang besar untuk bersyukur meski masalah yang seringkali mendera kita.Kalau kita banyak bersyukur , maka Allah akan tambah nikmat tersebut,dan jika kita ingkar, maka azab Allah akan datang menghampiri kita.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  34. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Assalamualaikum wr wr, saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan nomor 4 dari Samsul Feri Apriayadi tentang cara memandang ketidakpastian, menurut saya tidak ada sesuatu yang pasti dalam kehidupan ini, sebab sesuatu yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendri. Seperti halnya kita yang tidak mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi nanti, besok, atau seterusnya, yang bisa kita lakukan dalam memandang ketidakpastian ini hanyalah menyiapkan diri untuk menghadapinya. Sesungguhnya kepastian itu hanyalah mutlak milik Allah SWT, sebagai hambanya yang perlu kita lakukan adalah ikhtiar, berdoa dan bertawakal.

    ReplyDelete
  35. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM A, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 11 dari saudara Darul Ulum. Pertanyaannya adalah apa kriterai yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat. Menurut Jujun S. Suriasumantri, terdapat 3 karakteristik berpikir filsafat. Yang pertama adalah “sifat menyeluruh”. Sifat menyeluruh yang dimaksudkan disini adalah bahwa seseorang tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Ia ingin melihat dari sudut pandang atau konteks pengetahuan lainnya. Yang kedua adalah “sifat mendasar”. Sifat mendasar dimaksudkan bahwa seseorang tidak lagi percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar. Ia berusaha mencari kebenaran ilmu tersebut, bagaimana prosesnya, apa kriterianya, dst. Dan yang ketiga adalah “sifat spekulatif”. Sifat spekulatif bahwa seseorang hanya berspekulasi terhadap ilmu, bahwa tidak mungkin ia dapat menangguk ilmu secara keseluruhan dan bahkan ia tidak yakin terhadap titik awal yang menjadi dasar pemikiran.

    ReplyDelete
  36. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai pertanyaan “Bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat”
    subtansi filsafat adalah “Berpikir”, Kedewasaan berpikir ini terfokus pada pembentukan pola pikir yang dewasa, dan kedewasaan berpikir ini terdiri dari beberapa point penting yaitu sibjektivitas dan objektivitas.

    ReplyDelete
  37. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    saya tertarik untuk mencoba menanggapi pertanyan dari Furintasari terkait dengan bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama. Menurut pandangan saya, Agama adalah pedoman keyakinan individu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan adat adalah instrument atau norma yang dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat untuk dapat mencapai tujuan agama yang ideal. Jadi sesungguhnya tidak ada pertentangan sedikitpun antar agama dan adat. Yang ada justru pertentangan antar adat, dan itu adalah sah-sah saja karena tiap manusia memiliki hak untuk menafsirkan tata cara menuju jalan agama yang ideal.

    ReplyDelete
  38. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang pertanyaan “Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?”
    Manusia adalah makhluk yang dipilih Tuhan untuk diberikan kesempatan untuk memilih. Dalam hidup ini, manusia yang menentukan sendiri apa yang akan menjadi jalan hidupnya. Seseorang akan memilih untuk memiliki semangat tinggi dan bermanfaat atau justru menjadi manusia yang sebaliknya. Untuk menjadi seseorang yang memiliki semangat dan bermanfaat hendaknya manusia terus berusaha untuk belajar, membuka diri, menambah wawasan agar dapat memandang kejadian di luar sana sehingga menjadikan dirinya tertantang untuk terus maju dan mampu bersaing dengan orang-orang yang berpikir luas. Juga harus selalu berusaha untuk berpikir kritis. Selain itu, agar dalam berpikir dan bertindak dapat bermanfaat hendaknya dilandaskan pada keikhlasan hati dan spiritual. Jadi untuk menggapai semangat dan manfaat maka diperlukan berpikir kritis dan keikhlasan.

    ReplyDelete
  39. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Ikhlas merupakan hal yang sangat sulit dilakukan oleh manusia, karena dalam diri setiap manusia terdapat emosi dan egoisme yang harus dikontrok. Sehinga untuk mencapai suatu keikhlasan sangatlah sulit. Keihklasan adalah ketika kita sudah tidak mengingat-ngingat serta tidak mengungkit apa yang telah kita lakukan atau orang lain lakukan kepada kita, dalam konteks ini yaitu memaafkan. Jika dalam hati masih merasa sakit akan apa yang orang lain lakukan kepada kita, dan kita menyebutnya telah memaafkan, maka itu maaf yang bukan sebenar-benarnya karena belum ada ikhlak memaafkan didalamnya. Oleh karena itu mari kita mencoba untuk ikhlas menerima apapun yang telah terjadi dalam hidup ini, baik hal yang baik ataupun hal yang buruk. Amin

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari mbak Ainun Fitriani:
    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Menurut saya menerapkan filsafat secara bijaksana itu yaitu dengan menerapkannya pada ruang dan waktu yang tepat. Sesuai dengan konteks apa yang sedang dibicarakan, dengan siapa kita berbicara, dimana dan kapan kita berbicara. Filsafat tidak ada benar atau salah, namun hanya ada tepat atau tidak ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  41. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Ikhlas dari sudut pandang pikiran dan hati artinya menuju yang hakiki. Ikhlas yang hakiki itu yaitu berorientasi kepada Allah SWT. Kita menyadari dan percaya bahwa apa yang diberikan oleh Allah itu adalah yang terbaik. Kita menyerahkan diri kepada sang Pemilik seluruh alam ini. Dengan begitu pikiran dan hati akan merasa tenang.

    ReplyDelete
  42. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM A, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 15 dari saudara Hasan Djidu. Pertanyaannya adalah bagaimana memaknai ikhlas dari sudut pandang pikiran dan hati. Berdasarkan yang saya pahami dari perkuliahan dengan Pak Prof. Marsigit, ikhlas hati adalah ikhlas dalam mempelajari ilmu filsafat dengan arti kata mempelajarinya dengan hati senang, tanpa paksaan dan tanpa beban. Dan ikhlas pikiran adalah ketika mempelajari ilmu filsafat selalu berusaha untuk memahami dan menelaah apa yang telah dibaca.

    ReplyDelete
  43. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 14 yang diajukan oleh Chairun Nisa Zarkasyi tentang
    konsep kedewasaan seseorang menurut kacamata filsafat. Seseorang dikatakan bersikap dewasa apabila ia dapat bersikap sesuai ruang dan waktu. Bukankah hanya anak kecil yang menangis keras di tengah keramaian? Anak tersebut dikatakan masih bersifat kekanakan karena belum dapat bersikap sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  44. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan bagaimana filsafat memandang kehiudpan yang penuh ketidakpastian? Menurut saya memandang kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ini adalah dengan selalu berusaha dan berdoa. Manusia hanya bisa berusaha, setelah usaha itu dilakukan semaksimal mungkin, tinggal berdoa dan berpasrah diri kepada Allah swt. Karena yang pasti atau takdir hanya Allah lah yang mengetahuinya.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dari pertanyaan-pertanyaan diatas saya mencoba memberikan komentar mengenai pertanyaan dari Eny Sulistyaningsih bagian b yang menanyakan Bagaimana pandangan Filsafat tentang hubungan antara Rencana dan Implementasi?, Menurut saya rencana adalah serangkaian kegiatan yang ingin dilakukan yang berdasarkan pikiran, kegiatan-kegiatan tersebut baik setidaknya untuk diri sendiri sedangkan implementasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mewujudkan rencana, jadi keduanya saling berhubungan meskipun terkadang antara rencana dan implikasi terdapat perbedaan-perbedaan.

    ReplyDelete
  46. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Bismillahirahmanirrahimm..
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Ainun Fitriani yaitu tentang Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    menurut saya setelah mendapatkan pengetahuan -pengetahuan atau ilmu dari perkuliahan serta tugas membaca yang diberikan oleh Prof Marsigit sendiri, filsafat selalu dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan penerapannya pun pasti amat bijaksana. yang paling sangat berkesan disaya ialah filsafat mengajarkan kita hakikat diri yang harus sesuai ruang dan waktu. untuk menerapkan filsafat secara bijaksana berarti kita harus tau kita sedang apa kita sedang dimana, contoh ketika kita jadi mahasiswa maka ikhlas lah jadi mahasiswa, ketika kita sedang jadi kawan sebaya maka ikhlasnya menjadi kawan sebaya. sekian mohon maap atas segala kekurangannya dan kepada Allah saya mohon ampun.

    ReplyDelete
  47. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, saya mohon ijin untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”
    Jawab:
    Jauh itu relatif, naik itu relatif, marah itu relatif, senang itu relatif, semua yang ada dan yang mungkin ada itu relatif. Hakikat kepastian itu hanya milik Allah swt. Ketetapan yang hakiki itu hanya Allah yang tahu. Saat kita telah terpilih oleh Allah untuk mampu menjalani hidup, adakah yang menjamin kita hidup enak tanpa cobaan, ujian, hambatan dan rintangan. Manusia hanya menjalankan hidup menurut perannya. Potensi yang dimiliki hendaklah diasah terus menerus sampai ia berada pada titik maksimal dalam menjalankan segala aktivitas hidupnya. Apa yang mampu manusia lakukan adalah tempatkanlah segala pikiran, hati, dan perbuatan nya sesuai pada ruang dan waktunya dengan hati tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun. Karena sejatinya manusia tidak akan pernah tahu apa saja yang telah menjadi ketetapanNya. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  48. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillahirrohmanirrohim, saya akan mencoba lagi menjawab pertanyaan “Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati?”
    Jawab:
    Ikhlas adalah rahasia dalam rahasia. Berbicara mengenai ikhlas dalam pikiran, tentu sesuatu yang abstrak dan tidak satupun orang mengetahui sejauh mana keikhlasan seorang yang lain dalam berpikir. Sebenar-benar manusia yang hidup adalah ketika ia berpikir. Tanpa berpikir, ia dapat dikatakan tidak hidup karena ia tidak memikirkan akan suatu hal. Dari sudut pandang pikiran, ikhlas berarti ia terbuka dan mau menerima segala informasi dan tidak menutup diri dengan informasi yang relevan dengan pengetahuan kontemporer. Ketika ia telah memiliki ilmu, kemudian ia transfer apa yang telah ia miliki kepada oranglain, lalu ia selalu berusaha ilmu baru dan informasi yang relevan tanpa menutup diri atau mengelak dengan teori baru yang mungkin lebih baik, itulah ikhlas dalam pikiran. Sedang ikhlas dalam sudut pandang hati, erat kaitannya dengan langit dan bumi. Langit, kaitannya dengan Tuhan, kita dituntut untuk melakukan segala penghambaan diri kepadaNya tanpa mengaharp apapun balasan dariNya. Bumi, kaitannya dengan manusia dan makhluk hidup yang lain, kita diminta dan dituntut untuk mampu melakukan segala yang ada dan yang mungkin ada dengan kerendahan dan ketulusan tanpa mengharap balasan atau imbalan dari siapapun. Mungkin mudah untuk dikatakan, namun tidak semua orang mampu untuk ikhlas dalam pikiran dan hati sesuai ruang dan waktunya. Wallahu’alam bishowab, semoga kita termasuk golongan manusia yang ikhlas dalam pikiran dan hati. Amin.

    ReplyDelete
  49. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan "bagaimana memahani karkateristik siswa pada pbm matematika menurut sudut pandang filsafat?". Setiap siswa pasti berbeda karakteristik dan tidak mungkin sama karakteristik. Filsafat pun memandang setiap siswa itu berbeda beda. Pengalaman yang dimiliki akan tumbuh bersama dengan pengetahuan. Beda pengalaman, beda juga karakteristiknya. Sebagai guru kita harus memahami itu. Bukan bertujuan untuk menyamakan karakteristik, tetapi menjaga karakteristik yang dimiliki siswa. Karena karakteristik dapat mengembangkan ilmu yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  50. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba lagi menjawab pertanyaan "bagaimana filsafat memandang cara untuk mengatasi kenakalan remaja?". Kenakalan remaja merupakan bagian dampak dari pengetahuan yang salah. Ingin mencoba hal baru yang menurutnya baik, tetapi salah menurut aturan. Kenakalan itu pasti awalanya dari pikiran dan niat anak itu sendiri. Pikiran yang buruk tanpa dibarengi pengetahuan yang logis, juga bisa menyebabkan kenakalan remaja. Mengatasi itu semua bisa menggunakan cara persuasif. Dengan pendekatan yang halus dan memberikan saran saran. Karena remaja itu sifatnya masih labil. Mereka belum berpikir akan masa depan. Mereka hanya berusaha untuk menggali karakteristik atau jati dirinya. Semua pengetahuan itu perlu adanya guru. Guru itu tidak hanya di sekolah melainkan di keluarga maupun lingkungan rumah

    ReplyDelete
  51. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba menuliskan pendapat saya tentang pertanyaan bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksan. Berfilsafat mengajarkan kita untuk menjadi manusia cerdas yaitu mampu membaca ruang dan waktu. Oleh karena itu menerepkan filsafat yang bijaksana tentunya jika diterapkan pada ruang dan waktu yang tepat juga.

    ReplyDelete
  52. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya mencoba memaparkan pendapat mengenai pertanyaan no 1 berkaitan dengan bagaiman menyeimbangkan adat dan agama. Menyeimbangkan antara agama dan adat seringkali menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya. Apalagi Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat istiadat yang berbeda-beda dari warisan nenek moyang terdahulu. Khususnya di Jawa, adat dan budayanya masih terpengaruh dengan agama terdahulu yang notabene masih banyak dipertentangkan saat ini. Namun, menyikapi hal itu harus bijak dan harus mengetahui situasi dan kondisi agar budaya dan agama bisa berjalan berdampingan. Tentu adat istiadat tidak semuanya bertentangan dengan agama, maka dari itu laksanakan adat istiadat yang tidak bertentangan ini sebagai wujud tindakan pelestarian budaya. Namun, berkaitan dengan adat istiadat yang masih dinilai bertentangan dengan agama tentu masing-masing dari kita bisa mengambil sikap yang bijak terkait cara menyikapinya. Yang terpenting adalah jangan sampai kita melalaikan keduanya.

    ReplyDelete
  53. Pertanyaan no 4 tentang bagaimana memandang hidup penuh dengan ketidakpastian cukup menarik bagi saya. Saya mencoba berpendapat sesuai dengan kapasitas saya sebagai mahasiswa. Ketidakpastian dalam hidup ini kita rasakan karena kita memiliki sudut pandang pribadi. Bisa jadi ketika kita memandang hidup dengan sudut pandang yang lain, ketidakpastian itu akan berubah menjadi kepastian. Memandang hidup yang penuh ketidakpastian sebenarnya berkaitan dengan bagaimana kita meyakini sesuatu. Jadi, menurut saya jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, merencanakan segala sesuatu dengan matang, serta berdoa kepada Tuhan akan hasil terbaik, maka ketidakpastian itu akan berubah menjadi kepastian. Hal ini menunjukkan bahwa hasil yang akan kita peroleh (merupakan ketidakpastian) bisa kita prediksi dari apa yang sudah kita persiapkan dan laksanakan untuk mencapainya.

    ReplyDelete
  54. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menanggapi pertanyaan no 13. Bahwa dalam memandang kehidupan ini kita harus berpikir bijaksana dan adil. Belum tentu sombong itu buruk, bisa saja sombong itu baik yaitu berdasarkan ruang dan waktunya. Sebagai contoh sombong yang baik adalah sombong dalam memberikan sumbangan uang kepada pengungsi rohingya, dia sombong dengan niat supaya banyak orang yang melihat dan tertarik untuk mengikutinya dalam memberi sumbangan. Jadi segala sesuatu itu harus sesuai ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  55. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Ainun Fitriani dengan pertanyaannya “bagaimaan menerapkan filsafat secara bijaksana?”. Menurut saya berfilsafat yang bijaksana adalah ketika sesuai dengan ruang dan waktunya dan cukup ruang dan waktunya. Karena jika tidak sesuai dan tidak cukup ruang dan waktunya, hanyalah sia-sia saja dan hanya menimbulkan masalah. Dan orang yang bijak berfilsafat adalah ketika mampu menjelaskan sesuatu yang tersulit sekalipun menjadi mudah dipahami oleh awam sekalipun.

    ReplyDelete
  56. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pertanyaan bisa merupakan indikasi seseorang menyukai hal yang diatnayakan tersebut sehingga ingin mengetahui jawaban yang tepat. Saat perkuliaha filsafat, kami sering diberikan kesempaan untuk bertanya. Kami dieprbolehkan bertanya mengenai apapun sehingga hal tersebut akan mampu meningkatakan kreatifitas kami dalam bertanya apalagi setiap pertanyaa tersebut tidak boleh sama dengan mahasiswa lainnya. Karna proses bertanya merupakan salah satu cara untuk mengetahui suatu pengetahuan secara lebih maka untuk meningkatkan kualitas pertanyaannya dapat dengan meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  57. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 17, bagaimana kedudukan mimpi dalam filsafat?, menurut saya mimpi adalah refleksi dari segala kegiatan yang telah dilakukan, terkadang mimpi yang hadir itu adalah imaginasi yang terpikirkan oleh manusia disaat sadar, lalu terbawa mimpi akibat terlalu memikirkan dan membayangkan masalah tersebut. Memang terkadang mimpi itu ada benarnya, tapi terkadang banyak yang salah. Tapi tidak jarang juga mimpi itu termasuk salah satu godaan setan, sehingga menjadi sebuah mitos. Maka akan lebih baik jika kita sebagai manusia jarang terlalu memegang kepada mimpi. Beda nilainya jika mimpi yang sama terus hadir sebagai bentuk petunjuk Allah terhadap apa yang kita doakan. Maka dari itu ikuti sunnah nabi Muhammad SAW tentang adab sebelum tidur, baik berwudhu dan berdoa sebelum tidur.

    ReplyDelete
  58. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?"
    Menurut wikipedia, Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah. jika dikaitkan dengan agama kita harus berhati-hati dalam mengikuti adat, karena mungkin saja ada adat yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. jika yang bertentangan itu bisa kita luruskan maka seyogyanya kita bisa memberikan pengarahan kepada masyarakat, namun jika keterbatasan kita untuk meluruskan hal tersebut maka kita harus menghormati namun tidak ikut-ikutan.

    ReplyDelete
  59. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab pertanya nomor 2, mengenai menempatkan filsafat secara bijaksana. Menurut saya untuk menempatkan filsafat secara bijaksana adalah dengan menempatkan filsafat kedalam ruang dan waktu yang tepat. Misalanya filsafat mengenai jam. Kita bisa berkata bahwa sekarang ini jam berjalan. Maknanya bahwa jam itu terus berjalan, belum selesai kita mengungkapkannya maka jam itu sudah berjalan ke detik berikutnya, sehingga jam itu tidak ada yang tepat. Namun filsafat kita mengenai jam berjalan itu, tidak tepat jika kita ungkapkan dalam sebuah forum misalnya rapat rutin. Saat di rapat rutin kita ditanya jam berapa dimulai dan kita bilang jam berjalan, maka itu artinya kita tidak menempatkan filsafat dalam ruang dan waktu yang tepat. Artinya kita tidak bijaksana dalam menempatkan filsafat. Oleh karena itu, tempatkanlah pemikiran filsafat dalam ruang dan waktu yang tepat. Terimakasih

    ReplyDelete
  60. Terimakasih bapak mengenai tulisan tentang pertanyaan seputar filsafat dengan hubungannya dengan beberapa nila-nilai dalam kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari manusia, yang sesungguhnya manusia yang mengajukan pertanyaan tersebut dapat menjawab pertanyaan itu sendiri. Karena filsafat adalah tentang manusia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga membuat saya dapat berfikir mengenai hubungan antara filsafat dengan berbagai hal-hal lainnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan no 17. dari Rita Febriyani terkait mimpi. Filsafat adalah olah pikir maka semua tulisanmu dan bahasamu adalah bayangan pikiranmu. Dalam filsafat terdapat tesis dan anti tesis. Berpikir berarti mensintesis dengan cara mencari anti thesis. Jika dirimu dalah thesis maka semua di luar dirimu adalah anti thesis. Thesis dan anti hesis tergantung dari apa yang kita pikirkan. Maka mimpi merupakan pantulan dari pikiranmu. Jadi hasil refleksi dari kehidupan kita yang terpantul-pantul menghasilkan mimpi.

    ReplyDelete
  62. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya mencoba menjawab pertanyaan no 21 dari Jeaniver. K: Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi? Menurut saya, emosi adalah rasa yang berlebih-lebihan didalam diri. Emosional selalu ada di setiap diri manusia. Agar emosi tidak dipandang suatu yang negatif maka kita harus mampu mengendalikan diri. Salah satu cara pengendalian diri yaitu dengan mengingat ALLAH SWT (beristighfar). karena jika kita menyadari bahwa ALLAH SWT lah yang Maha Kuasa atas Bumi dan seisinya maka insyaallah kita akan sadar bahwa kita didunia ini tidak ada apa-apanya. Sehingga tidak ada yang harus berlebihan didalam diri.

    ReplyDelete
  63. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?", jika merujuk pada perkuliahan filsafat dengan Prof. Marsigit di kelas, dunia merupakan tempatnya kontradiksi. Kontradiksi terjadi jika terdapat ketidakselarasan antara kenyataan dan harapan. Konsep ini dpat pula diterapkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Munafik menurut pengertian yang biasa kita temui ialah berbeda antara perkataan dan perbuatan, hal ini mengindikasikan adanya kontradiksi. sehingga munafik ialah kontradiksi dalam perkataan maupun keyakinan dan perbuatan yang dilakukan, sehingga jika ditingkatkan pada ranah spiritual orang yang munafik merupakan indikasi dari kurangnya iman terhadap Tuhan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  64. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?"
    Pada dasrnya kesombongan ialah sifat atau bahkan tindakan yang tidak terpuji. Keagungan atau "kesombongan" hanyalah dimiliki haknya oleh Tuhan YME, sedangkan kita sebagi makhluk atau ciptaan tidak memiliki sedikitpun hak untuk berlaku sombong. Bagaimana mungkin kita akan berlaku sombong atas apa yang kita miliki, jika sejatinya segalanya ialah titpan Tuhan? maka sebenar-benar orang yang mau belajar ialah yang mau menyadari kapasitasnya sebagai seorang hamba. Adapun agar kita dapat memotivasi orang lain dapat kita lakukan dengan memberi contoh yang baik, bukan dengan menyobmbongkan diri di hadapan orang lain. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  65. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?"
    Dalam memandang segala sesuatu bisa dilihat dari segi material, normatif, formal maupun spiritualnya. Jika dilihat dari segi materi, air, bumi, bulan dst merupakan sesuatu yang dengan adanya dapat menyeimbangkan semesta raya ini. Maka air, bumi, bulan, matahari dan sebagainya dipandang sebagai obyek yang dapat bergerak, dapat merasa dan seterusnya layaknya materi yang lainnya. jika dinaikkan menjadi spiritual, maka filosofi air, bumi, bulan, matahari dan sebagainya merupakan ciptaan Tuhan yang adanya mengindikasikan kuasa yang dimiliki Tuhan YME. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  66. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Manusia menerima hasil pemikiran sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepas diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu. Misalnya sikap hidup masyarakat Jawa, memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi dengan nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun, hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa, menjadi jiwa seni dan budaya jawa.

    ReplyDelete
  67. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kesombongan adalah nafsu yang diperturutkan tanpa koreksi dan upaya untuk membedakan yang benar dan salah, baik dan buruk. Sombong adalah sifat yang dimiliki manusia dengan menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya. Adakah sombong yang baik? Yang dimaksud bukan sombong baik/diperbolehkan, tapi teguran untuk orang yg sombong. Sebagaimana kedholiman mesti ditindak, namun penyakit hati tak ada hukum syariat untuk menindaknya, maka orang yg bersombong pada orang yg sombong demi melebur kesombongannya, maka ia bukan orang yg sombong, tetapi berbuat itu demi pembenahan.

    ReplyDelete
  68. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari enam pertanyaan yang dicantumkan dalam postingan kali ini, saya tertarik dan akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 6 tentang "Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?". Menurut pendapat saya, pengaruh kontemporer negatif seperti perilaku hedonisme, terlalu mengagung-agungkan teknologi, pragmatisme, dan seterusnya, dapat kita tanggulangi apabila kita memiliki pedoman yang benar dan kuat. Kontemporer-kontemporer negatif itu merupakan mitos yang harus kita lawan. Caranya adalah dengan memfilter apa yang masuk ke dalam pikiran dan menggunakan hati serta pikiran yang ikhlas dalam setiap tindakan.

    ReplyDelete
  69. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Berkomentar terkait pertanyaan ke 15, bahwa ikhlas terlalu sempit jika didefinisikan dengan suatu terminology. Ikhlas dalam sudut pandang pikiran artinya seseorang mampu memahami segala hal yang dipelajarinya, di indranya. Jika seorang ikhlas piker, berarti dia telah paham. Sedangkan ikhlas hati, artinya niat yang sungguh-sungguh, tidak terpaksa. Tidak ada paksaan maupun ancaman dari luar

    ReplyDelete
  70. Muhammad Kamaluddin
    17709251027
    PMB 2017 PPs UNY

    Terkait pertanyaan nomor 3 oleh Sdri. Fitratul Wulan Fatmasuci mengenai 'bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?', menurut pemikiran saya, kita akan menjadi bersemangat untuk melakukan sesuatu ketika kita memiliki tujuan yang jelas, memiliki landasar yang kuat untuk melakukannya. ketika kita sudah menetapkan tujuan kemudian memiliki dasar yang kuat maka kita tidak akan sepenuh hati melakukannya, dengan kata lain kita akan semangat untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan terkait dengan kebermanfaatan, ketika kita melakukan segala sesuatu dengan niat yang baik dan tulus ikhlas, serta dalam melaksanakannya kita mengikuti aturan Tuhan, maka disanalah kebermanfaatan akan melekat.

    ReplyDelete
  71. Selanjutnya saya juga tertarik dengan pertanyaan terakhir, oleh Sdri. Lisda Fitriana Masitohyang menanyakan perihal 'bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?'. Secara pribadi, saya berani mengatakan bahwa ketika saya menjawab pertanyaan ini, jawaban yang saya berikan sangat mungkin berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh orang lain. Dalam kehidupan perbedaan persepsi adalah hal yang sangat wajar, dan seharusnya tidak perlu dipermasalahkan selama kita mampu menjelaskan dasar-dasar dri persepsi kita tersebut. Perbedaan persepsi, begitu juga dengan sikap, bisa terjadi karena adanya perbedaan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Seseorang yang memiliki ilmu dan pengalaman yang tinggi umumnya lebih dalam dalam mempersepsikan suatu hal dan lebih bijak dalam menghadapinya, dibanding dengan orang dengan level ilmu dan pengalaman dibawahnya. Maka dari itu yang harus kita lakukan terhadap perbedaan ini adalah saling menghargai dan bertoleransi.

    ReplyDelete
  72. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ini mencoba mengutarakan pemikiran saya mengenai pertanyaan Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan saat ini/kontemporer, yang sudah sangat maju teknologi dan ilmu pengetahuannya memiliki peraguh negatif. Kita saat ini diserang oleh kemajuan zaman tersebut setiap saat sehingga melupakan spiritual atau dengan kata lain sadar/tidak sadar mungkin kita sudah terjebak di dalam perangkap power now. Sehingga satu-satunya cara agar kita mampu menanggulangi pengaruhnya adalah melalui spiritual itu sendiri yaitu dengan beribadah, memasukkan unsur-unsur spiritual dalam setiap kegiatan kita sehingga kita akan menyadari bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurna dan masih ada aturan yang paling tinggi yaitu kuasa tuhan. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  73. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya juga ingin menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan kriteria seseorang telah berfilsafat. Filsafat adalah olah pikir dan filsafat sendiri adalah hasil pemikiran para filsuf, sehingga untuk mengetahui seseorang itu telah berfilsafat adalah melalui pikiran/pengetahuannya, yaitu seberapa jauh jarak pengetahuan/pemikirannya dengan pemikiran para filsuf, apakah pemikirannya itu sesuai dengan pemikiran para filsufnya atau belum. Mohon maaf dan koreksi jika pemahaman saya masih keliru. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  74. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pada pertanyaan diatas terdapat pertanyaan tentang konsep pendidikan menurut filsafat. Pendidikan merupakan hak segala bangsa. Dengan pendidikan, anak mampu mengembangkan kemampuannya baik kemampuan kognitif maupun kemampuan afektif serta keterampilannya. Pendidikan tidak dapat diperoleh secara instan. Kepaitan yang diperoleh saat menuntut ilmu akan terbayar dengan kemanisan yang diperoleh setelah berhasil menggapainya.

    ReplyDelete
  75. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pertanyaan menarik pada poin no.8. Saya setuju jika ridho bagian dari rasa syukur. Dan ridho terhadap takdir adalah wajib. Dalam Islam, barang siapa yang tidak ridha dengan ketetapan Rabb-Nya maka ia akan mendapatkan murka Allah. Terhadap sesuatu yang tidak dia sukai, seorang hamba memiliki dua derajat yaitu derajat ridha dan derajat sabar.

    ReplyDelete
  76. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 3 dari Fitratul Wulan Fatmasuci: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Yaitu dengan selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan dan berikhtiar dalam menggapai tujuan. Dengan bersyukur dan berikhtiar maka seseorang akan lebih bertawakal sehingga segala perbuatan dan tindakannya adalah bentuk berserah diri kepada Allah. Jika segala hal kita harapkan hanya kepada-Nya maka akan meberikan manfaat bagi diri kita pribadi.

    ReplyDelete
  77. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya menanggapi pertanyaan nomor 4. dari Samsul Feri Apriyadi: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Segala sesuatu ke depannya adalah rahasia Allah. Setiap hal di kehidupan adalah fenomena-fenomena yang penuh ketidakpastian. Bagaimana kita menjalaninya itulah yang menjadi pokok permasalahan. Jika kita siap akan fenomena tersebut maka akan menjadi berkah, begitupun sebaliknya, jika kita tidak siap maka akan menjadi bencana. Maka sebaik-baik sikap untuk menghadapinya adalah selalu bersiap dengan segala hal yang akan menemui kita.

    ReplyDelete
  78. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 15 dari saudara Hasan Djidu: Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati? Dalam filsafat, segala sesuatu harus dijalani dengan ikhlas, yaitu ikhlas dalam pikiran dan ikhlas dalam hati. Ikhlas dalam pikir artinya berikhtiar (berusaha) akan setiap hal yang dijalani maupun yang dihadapi. Sedangkan ikhlas dalam hati artinya bertawakal dan berserah diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  79. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?". Dalam filsafat sangatlah wajar jika menemukan perbedaan karakter, karena masing-masing manusia memiliki semilyar pangkat semilyar sifat atau karakter, sehingga jika menemukan atau bergaul dengan orang yang berbeda karakter harus bisa memahaminya.

    ReplyDelete
  80. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Saya ingin menanggapi pertanyaan yang pertama tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Perlu diketahui bahwa objek kajian filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada serta memperhatikan ruang dan waktu. Cara bijak dalam berfilsafat adalah dengan berkata, bersikap, dan berpikir sesuai ruang dan sesuai waktu. Seseorang yang merefleksikan diri serta kejadian di sekitarnya dengan menyadari ruang dan waktu dapat dikatakan telah berfilsafat dengan bijak. Artinya ia mampu memandang suatu fenomena sebagai sesuatu yang komprehensif atau tidak parsial. Ia memandang setiap hal yang ada di muka bumi ini senantiasa berdampingan dan seimbang.

    ReplyDelete
  81. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    IKHLAS adalah bagian terpenting dari pencapaian hidup manusia. Ikhlas merupakan perilaku hidup tertinggi yang dipedomankan Tuhan kepada manusia. Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan yang memungkinkan manusia semakin dekat dengan Tuhan. Ikhlas juga merupakan kondisi perasaan dalam hati, bukan sekadar aktivitas pikiran. Oleh karena itu, belajar ikhlas juga berarti belajar dengan hati, yang berarti mengikuti kata hati. Kedengarannya memang mudah, tapi barangkali masih banyak di antara kita yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  82. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Di dalam mimpi, seseorang dapat melihat sebuah obyek baik itu manusia, nabi, jin dan lainya dengan penglihatanya, kemudian apakah penglihatan fisik yang digunakan untuk melihat obyek tersebut? Padahal katup matanya jelas-jelas dalam keadaan tertutup, manusia melihat obyek tersebut dengan mata, namun bukan dengan mata fisik melainkan mata batin atau mata hati. Disinilah fungsi dari mata batin untuk menterjemahkan realitas kebenaran mistik dalam sebuah mimpi.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  83. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 15 yaitu bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati. Berulang kali Prof. menyampaiakan tentang iklhas di setiap perkuliahan. Iklas bisa dilihat dari dua aspek yang berbeda yaitu melalui hatii dan pikiran. Ikhlas hati berarti kejujuran yang muncul dari dalam diri. Maksudnya adalah apa yang dilakukan merupakan hal yang berasal dari hatinya sendiri. Sedangkan ikhlas pikir artinya ia memahami apa yang sedang dikerjakannya.

    ReplyDelete
  84. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

    Menjawab pertanyaan bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat, menurut saya yang dibutuhkan adalah motivasi yang kuat. Motivasi terkuat berasal dari diri sendiri. Untuk memotivasi diri sendiri, dibutuhkan tekad yang kuat untuk mencapai apa yang ingin diraih. Kemudian selalu fokus dengan apa yang benar-benar diinginkan dan kenali kemana arah tujuan hidup diri sendiri. Selain itu, yang membuat diri lebih bersemangat adalah adanya rasa syukur di dalam hati, selalu bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dapat membantu mengusir penyebab diri tidak semangat.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

    Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana, salah satunya adalah menempatkan semua sesuai ruang dan waktu. Saat kita berhadapan dengan seorang siswa, kita tidak seharusnya menyampaikan filsafat secara mentah terhadapnya. Kita boleh menggunakan filsafat, namun dengan penyampaian sesuai dengan apa yang dapat diolah siswa. Kita juga dapat menggunakan filsafat dengan bijaksana dengan mengambil hikmah-hikmah atau pelajaran dalam mengkaji filsafat untuk membantu menghadapi kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  86. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan dari saudara Akbar Pratama tentang bagaimana filsafat dapat mampu membantu mengetahui jadi dirinya, menurut saya bagaimana cara filsafat itu membantu seseorang untuk memahami dirinya terutama jati dirinya yaitu dalam filsafat ada yang namanya berfikir reflektif, yang mana mengajarkan bahwa proses berpikir merupakan salah satu cara untuk memperoleh pengatahuan dan proses berpikir itu sendiri merupakan salah satu kemampuan seseorang menggunakan akal pikirannya untuk memahami dirinya sendiri maupun lingkungannya. Selain itu filsafat meliputi semua bidang ilmu, termasuk psikologi. Dan salah masalah menemukan jati diri ataupun memahami diri sendiri dapat didukung oleh bidang tersebut.

    ReplyDelete
  87. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan nomor 13 oleh Nurul Iman yaitu tentang apa yang dimaksud dengan kesombongan yang baik, kesombongan yang baik bisa dikatakan sebagai kesombongan yang baik yaitu apabila tujuan dari kesombong tersebut adalah untuk kebaikan. Contohnya yaitu, sombong terhadap godaan syaitan, sombong untuk menolak perilaku tidak baik. Misalnya, sombong untuk mencuri, sombong untuk tidak mencela orang lain, sombong untuk tidak menggunakan obat terlarang, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  88. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya mencoba menanggapi soal nomor 1
    Keseimbangan keduanya akan terjadi ketika memang keserasian antara keduanya sudah mulai ditanam dan diberikan oleh para pengikutnya. Jangan sampai antara satu dengan yang lainnya saling tumpah tindih, karena hal tersebut akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap keduanya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  89. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang apa itu kesombongan yang baik. Dasarnya manusia memiliki sifat sombong. Selalu ingin terlihat lebih unggul dari orang lain. Kesombongan dapat dimanfaatka agar memacu orang lain agar lebih baik lagi dari seseorang. Misalnya saja, seorang mahasiswa kuliah di luar negeri dan jurnal yang ditulisnya telah terbit dalam media yang terakreditasi. Hal tersebut bisa saja disombongkan dengan bijaksana. Hal ini akan memacu orang-orang disekitarnya untuk mengikuti jejaknya

    ReplyDelete
  90. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terkait pertanyaan no 10 "Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?" Menurut saya kenakalan remaja adalah wujud tingkah laku remaja, dalam memberi respon kepada hasil pemikiran yang mereka miliki saat di usia tersebut. Kemampuan seseorang dalam membangun pengetahuan tentu berbeda satu sama lain, hal ini yang menyebabkan perbedaan tingkah laku yang di beberapa orang tingkah laku tersebut termasuk dalam kenakalan remaja. Karena perilaku tersebut dianggap menyimpang jika dibandingkan dengan pemikiran orang lain

    ReplyDelete
  91. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci: "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    menurut saya, kiat-kiat agar hari-harinya menjadi menyenangkan adalah dengan cara kita mensyukuri dengan apa saja nikmat yang Allah berikan, tidak mengeluh jika ada masalah, nikmati saja, berdo'a dan berikhtiar semoga diberikan jalan keluarnya. solusi agar bermanfaat, maka jika kita melakukan suatu hal, jangan hanya memikirkan manfaat dan kerugian bagi diri kita sendiri, mellainkan kita memikirkan bagaimana dalam sudut pandang orang lain, apakah memberikan keuntungan atau malah merugikan orang lain"

    ReplyDelete
  92. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    disini saya juga akan mencoba menanggapi pertanyaan dari maryana tentang bagaimana memahamikarakteristik siswa dalam pbm matematika.
    kalau kita memahami karakteristik siswa satu-satu, maka kita akan kerepotan, karena antara siswa yang satu dan siswa lainnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. jadi diambil saja generalisasinya, kebanyakan siswa menganggap matematika itu merupakan momok yang mengerikan, menyeramkan. nah berangkat dari situ, kita ubah mindset mereka yang awalnya sangat tidak suka dengan matematika, dengan cara memberikan peembelajaran matematika yang menyenangkan, tidak membosankan dan mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  93. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  94. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?"
    Mimpi itu dapat menjadi pembeda antara yang nyata dan yang tak nyata. Awalnya Rene Descartes bingung membedakan mimpi atau kenyataan. Namun, akhirnya ia menyadari bahwa kalau tidak tidur maka kita bisa bertanya kepada diriku sendiri. Bertanya adalah tanda bahwa kita berada dalam kenyataan. Aku sadar kalau aku tidak mimpi karena kau berpikir, bertaya. Aku ada karena aku berpikir.

    ReplyDelete
  95. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan dari sdr Samsul Feri Apriyadi. Beliau menanyakan “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”
    Allah merahasiakan beberapa hal dari manusia, seperti rezeki, jodoh dan usia/kematian. Allah bukannya tidak memberikan rizki atau jodoh. Allah sudah mengatur semuanya, namun hanya merahasiakannya. Hikmah yang bisa kita ambil dari ketidak pastian ini adalah agar kita berusaha. Bayangkan jika kita sudah tahu bahwa kita akan menjadi orang kaya, maka yang terjadi adalah kita akan bermalas-malasan, enggan beraktivitas karena tanpa beraktivitas pun kita sudah akan kaya.
    Bayangkan juga bila ada seseorang yang sudah tahu bahwa dia akan miskin, maka dia pun juga akan bermalas-malasan, karena dia tau seberapa besar dia berusaha dia tidak akan kaya dan tetap misikin. Maka kemudian Allah lebih memilih memberikan ketidak pastian/rahasia dari rizki kita. hal ini Allah lakukan agar kita mau berusaha.

    ReplyDelete
  96. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan menjawab pertanyaan bagaimana pandangan filsafat tentang keselarasan hidup. Keselarasan adalah harmoni atau keseimbangan. Seimbang antara pikiran dan hati, antara doa dan ikhtiar, antara dunia dan akhirat. Keseimbangan itu merupakan tujuan hidup manusia yang mengingikan keharmonisan dalam hidupnya. Segala aspek kehidupan ini harus seimbang agar dapat berjalan beriringan.

    ReplyDelete
  97. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Saya akan menjawab pertanyaan nomer 4 tenantng bagiaman meanggapi hidup yang penuh dengan ketikdapastian, bahwa hidup itu tidak pasti. ada yang baik ada yang buruk dan juga ada yang benar dan ada yang salah. cara menghadapi ketidakpastian hidup yaitu dengan bertawakal kepada Allah dan juga berserah diri pada Allah atas usaha yang kita lakukan karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk kita .

    ReplyDelete
  98. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya juga mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya. Namun, entah mengapa dalam hal ini saya paling tertarik dengan pertanyaan “Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?”. Tentunya saya belum cukup ilmu jika mengkaji pertanyaan tersebut melalui pandangan filsafat. Namun, di sini saya akan menjawabnya melalui pandangan saya sendiri. Menurut saya cara filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya adalah dengan melatih seseorang menggunakan pikirannya ke realm logic yangmana membantu seseorang melakukan pemikiran dan refleksi secara mendalam tentang hakikat hidup, apa yang diinginkan dan harus dilakukan selama menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  99. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Furintasari yaitu tentang bagaimnana menyeimbangkan antara adat dengan Agama. Adat merupakan sesuatu yang sudah secara turun temurun terdapat pada masyarakat. Sehingga kita harus mau untuk menjaga dan juga melestarikannya agar adat yang ada di masyarakat itu tidak hilang terkikis kemoderenan. Namun kaitannya dengan agama, maka harus dapat memilah mana yang baik menurut agama dan mana yang buruk menurut agama. Sehingga dengan demikian kita dapat terus melestarikan adat namun tidak menyampingkan urusan agama.

    ReplyDelete