Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat Dari Mahasiswa S2 PM A




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7. Enggar Prasetyawan:
Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?

8. Indah Pertiwi:
Ridho adalah bagian dari syukur. Bagaimana pandangan Filsafat mengenai keridhoan hati karena jangan sampai kita kehilangan syukur atas semua yang telah ditakdirkan?

9. Eny Sulistyaningsih:
a. Bagaimana pandangan Filsafat tentang keselarasan hidup?
b. Bagaimana pandangan Filsafat tentang hubungan antara Rencana dan Implementasi?

10. Derapusa Mela Romandanu:
Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?

11. Darul Ulum:
Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?

12. Akbar Pratama:
Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?

13. Nurul Iman:
Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?

14. Chairun Nisa Zarkasyi:
Bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat?

15. Hasan Djidu:
Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati?

16. Fenti Wulansari:
Bagaimana kita bersikap terhadap berbagai macam Stigma, baik yang positif maupun yang negatif?

17. Rita Febriyani:
Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?

18. Alfizah Ayu Indria Sari:
Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?

19. Nurdin Arifin:
Bagaimana konsep Mati Mokswa dalam Filsafat?

20. Dewi Widowati:
Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?

21. Jeaniver Yuliane Kharisma:
Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi?

22. Risnawati Amiludin:
Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?

23. Lisda Fitriana Masitoh:
Bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?

Demikian, selamat menanggapi dan menjawab.

Marsigit




37 comments:

  1. Terimakasih bapak mengenai tulisan tentang pertanyaan seputar filsafat dengan hubungannya dengan beberapa nila-nilai dalam kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari manusia, yang sesungguhnya manusia yang mengajukan pertanyaan tersebut dapat menjawab pertanyaan itu sendiri. Karena filsafat adalah tentang manusia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga membuat saya dapat berfikir mengenai hubungan antara filsafat dengan berbagai hal-hal lainnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan no 17. dari Rita Febriyani terkait mimpi. Filsafat adalah olah pikir maka semua tulisanmu dan bahasamu adalah bayangan pikiranmu. Dalam filsafat terdapat tesis dan anti tesis. Berpikir berarti mensintesis dengan cara mencari anti thesis. Jika dirimu dalah thesis maka semua di luar dirimu adalah anti thesis. Thesis dan anti hesis tergantung dari apa yang kita pikirkan. Maka mimpi merupakan pantulan dari pikiranmu. Jadi hasil refleksi dari kehidupan kita yang terpantul-pantul menghasilkan mimpi.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya mencoba menjawab pertanyaan no 21 dari Jeaniver. K: Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi? Menurut saya, emosi adalah rasa yang berlebih-lebihan didalam diri. Emosional selalu ada di setiap diri manusia. Agar emosi tidak dipandang suatu yang negatif maka kita harus mampu mengendalikan diri. Salah satu cara pengendalian diri yaitu dengan mengingat ALLAH SWT (beristighfar). karena jika kita menyadari bahwa ALLAH SWT lah yang Maha Kuasa atas Bumi dan seisinya maka insyaallah kita akan sadar bahwa kita didunia ini tidak ada apa-apanya. Sehingga tidak ada yang harus berlebihan didalam diri.

    ReplyDelete
  4. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?", jika merujuk pada perkuliahan filsafat dengan Prof. Marsigit di kelas, dunia merupakan tempatnya kontradiksi. Kontradiksi terjadi jika terdapat ketidakselarasan antara kenyataan dan harapan. Konsep ini dpat pula diterapkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Munafik menurut pengertian yang biasa kita temui ialah berbeda antara perkataan dan perbuatan, hal ini mengindikasikan adanya kontradiksi. sehingga munafik ialah kontradiksi dalam perkataan maupun keyakinan dan perbuatan yang dilakukan, sehingga jika ditingkatkan pada ranah spiritual orang yang munafik merupakan indikasi dari kurangnya iman terhadap Tuhan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  5. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?"
    Pada dasrnya kesombongan ialah sifat atau bahkan tindakan yang tidak terpuji. Keagungan atau "kesombongan" hanyalah dimiliki haknya oleh Tuhan YME, sedangkan kita sebagi makhluk atau ciptaan tidak memiliki sedikitpun hak untuk berlaku sombong. Bagaimana mungkin kita akan berlaku sombong atas apa yang kita miliki, jika sejatinya segalanya ialah titpan Tuhan? maka sebenar-benar orang yang mau belajar ialah yang mau menyadari kapasitasnya sebagai seorang hamba. Adapun agar kita dapat memotivasi orang lain dapat kita lakukan dengan memberi contoh yang baik, bukan dengan menyobmbongkan diri di hadapan orang lain. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    "Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?"
    Dalam memandang segala sesuatu bisa dilihat dari segi material, normatif, formal maupun spiritualnya. Jika dilihat dari segi materi, air, bumi, bulan dst merupakan sesuatu yang dengan adanya dapat menyeimbangkan semesta raya ini. Maka air, bumi, bulan, matahari dan sebagainya dipandang sebagai obyek yang dapat bergerak, dapat merasa dan seterusnya layaknya materi yang lainnya. jika dinaikkan menjadi spiritual, maka filosofi air, bumi, bulan, matahari dan sebagainya merupakan ciptaan Tuhan yang adanya mengindikasikan kuasa yang dimiliki Tuhan YME. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Manusia menerima hasil pemikiran sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepas diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu. Misalnya sikap hidup masyarakat Jawa, memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi dengan nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun, hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa, menjadi jiwa seni dan budaya jawa.

    ReplyDelete
  8. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kesombongan adalah nafsu yang diperturutkan tanpa koreksi dan upaya untuk membedakan yang benar dan salah, baik dan buruk. Sombong adalah sifat yang dimiliki manusia dengan menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya. Adakah sombong yang baik? Yang dimaksud bukan sombong baik/diperbolehkan, tapi teguran untuk orang yg sombong. Sebagaimana kedholiman mesti ditindak, namun penyakit hati tak ada hukum syariat untuk menindaknya, maka orang yg bersombong pada orang yg sombong demi melebur kesombongannya, maka ia bukan orang yg sombong, tetapi berbuat itu demi pembenahan.

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari enam pertanyaan yang dicantumkan dalam postingan kali ini, saya tertarik dan akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 6 tentang "Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?". Menurut pendapat saya, pengaruh kontemporer negatif seperti perilaku hedonisme, terlalu mengagung-agungkan teknologi, pragmatisme, dan seterusnya, dapat kita tanggulangi apabila kita memiliki pedoman yang benar dan kuat. Kontemporer-kontemporer negatif itu merupakan mitos yang harus kita lawan. Caranya adalah dengan memfilter apa yang masuk ke dalam pikiran dan menggunakan hati serta pikiran yang ikhlas dalam setiap tindakan.

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Berkomentar terkait pertanyaan ke 15, bahwa ikhlas terlalu sempit jika didefinisikan dengan suatu terminology. Ikhlas dalam sudut pandang pikiran artinya seseorang mampu memahami segala hal yang dipelajarinya, di indranya. Jika seorang ikhlas piker, berarti dia telah paham. Sedangkan ikhlas hati, artinya niat yang sungguh-sungguh, tidak terpaksa. Tidak ada paksaan maupun ancaman dari luar

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    17709251027
    PMB 2017 PPs UNY

    Terkait pertanyaan nomor 3 oleh Sdri. Fitratul Wulan Fatmasuci mengenai 'bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?', menurut pemikiran saya, kita akan menjadi bersemangat untuk melakukan sesuatu ketika kita memiliki tujuan yang jelas, memiliki landasar yang kuat untuk melakukannya. ketika kita sudah menetapkan tujuan kemudian memiliki dasar yang kuat maka kita tidak akan sepenuh hati melakukannya, dengan kata lain kita akan semangat untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan terkait dengan kebermanfaatan, ketika kita melakukan segala sesuatu dengan niat yang baik dan tulus ikhlas, serta dalam melaksanakannya kita mengikuti aturan Tuhan, maka disanalah kebermanfaatan akan melekat.

    ReplyDelete
  12. Selanjutnya saya juga tertarik dengan pertanyaan terakhir, oleh Sdri. Lisda Fitriana Masitohyang menanyakan perihal 'bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?'. Secara pribadi, saya berani mengatakan bahwa ketika saya menjawab pertanyaan ini, jawaban yang saya berikan sangat mungkin berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh orang lain. Dalam kehidupan perbedaan persepsi adalah hal yang sangat wajar, dan seharusnya tidak perlu dipermasalahkan selama kita mampu menjelaskan dasar-dasar dri persepsi kita tersebut. Perbedaan persepsi, begitu juga dengan sikap, bisa terjadi karena adanya perbedaan ilmu pengetahuan dan pengalaman. Seseorang yang memiliki ilmu dan pengalaman yang tinggi umumnya lebih dalam dalam mempersepsikan suatu hal dan lebih bijak dalam menghadapinya, dibanding dengan orang dengan level ilmu dan pengalaman dibawahnya. Maka dari itu yang harus kita lakukan terhadap perbedaan ini adalah saling menghargai dan bertoleransi.

    ReplyDelete
  13. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ini mencoba mengutarakan pemikiran saya mengenai pertanyaan Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan saat ini/kontemporer, yang sudah sangat maju teknologi dan ilmu pengetahuannya memiliki peraguh negatif. Kita saat ini diserang oleh kemajuan zaman tersebut setiap saat sehingga melupakan spiritual atau dengan kata lain sadar/tidak sadar mungkin kita sudah terjebak di dalam perangkap power now. Sehingga satu-satunya cara agar kita mampu menanggulangi pengaruhnya adalah melalui spiritual itu sendiri yaitu dengan beribadah, memasukkan unsur-unsur spiritual dalam setiap kegiatan kita sehingga kita akan menyadari bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurna dan masih ada aturan yang paling tinggi yaitu kuasa tuhan. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya juga ingin menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan kriteria seseorang telah berfilsafat. Filsafat adalah olah pikir dan filsafat sendiri adalah hasil pemikiran para filsuf, sehingga untuk mengetahui seseorang itu telah berfilsafat adalah melalui pikiran/pengetahuannya, yaitu seberapa jauh jarak pengetahuan/pemikirannya dengan pemikiran para filsuf, apakah pemikirannya itu sesuai dengan pemikiran para filsufnya atau belum. Mohon maaf dan koreksi jika pemahaman saya masih keliru. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  15. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pada pertanyaan diatas terdapat pertanyaan tentang konsep pendidikan menurut filsafat. Pendidikan merupakan hak segala bangsa. Dengan pendidikan, anak mampu mengembangkan kemampuannya baik kemampuan kognitif maupun kemampuan afektif serta keterampilannya. Pendidikan tidak dapat diperoleh secara instan. Kepaitan yang diperoleh saat menuntut ilmu akan terbayar dengan kemanisan yang diperoleh setelah berhasil menggapainya.

    ReplyDelete
  16. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Pertanyaan menarik pada poin no.8. Saya setuju jika ridho bagian dari rasa syukur. Dan ridho terhadap takdir adalah wajib. Dalam Islam, barang siapa yang tidak ridha dengan ketetapan Rabb-Nya maka ia akan mendapatkan murka Allah. Terhadap sesuatu yang tidak dia sukai, seorang hamba memiliki dua derajat yaitu derajat ridha dan derajat sabar.

    ReplyDelete
  17. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 3 dari Fitratul Wulan Fatmasuci: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat? Yaitu dengan selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan dan berikhtiar dalam menggapai tujuan. Dengan bersyukur dan berikhtiar maka seseorang akan lebih bertawakal sehingga segala perbuatan dan tindakannya adalah bentuk berserah diri kepada Allah. Jika segala hal kita harapkan hanya kepada-Nya maka akan meberikan manfaat bagi diri kita pribadi.

    ReplyDelete
  18. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya menanggapi pertanyaan nomor 4. dari Samsul Feri Apriyadi: Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Segala sesuatu ke depannya adalah rahasia Allah. Setiap hal di kehidupan adalah fenomena-fenomena yang penuh ketidakpastian. Bagaimana kita menjalaninya itulah yang menjadi pokok permasalahan. Jika kita siap akan fenomena tersebut maka akan menjadi berkah, begitupun sebaliknya, jika kita tidak siap maka akan menjadi bencana. Maka sebaik-baik sikap untuk menghadapinya adalah selalu bersiap dengan segala hal yang akan menemui kita.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 15 dari saudara Hasan Djidu: Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati? Dalam filsafat, segala sesuatu harus dijalani dengan ikhlas, yaitu ikhlas dalam pikiran dan ikhlas dalam hati. Ikhlas dalam pikir artinya berikhtiar (berusaha) akan setiap hal yang dijalani maupun yang dihadapi. Sedangkan ikhlas dalam hati artinya bertawakal dan berserah diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  20. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?". Dalam filsafat sangatlah wajar jika menemukan perbedaan karakter, karena masing-masing manusia memiliki semilyar pangkat semilyar sifat atau karakter, sehingga jika menemukan atau bergaul dengan orang yang berbeda karakter harus bisa memahaminya.

    ReplyDelete
  21. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Saya ingin menanggapi pertanyaan yang pertama tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana. Perlu diketahui bahwa objek kajian filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada serta memperhatikan ruang dan waktu. Cara bijak dalam berfilsafat adalah dengan berkata, bersikap, dan berpikir sesuai ruang dan sesuai waktu. Seseorang yang merefleksikan diri serta kejadian di sekitarnya dengan menyadari ruang dan waktu dapat dikatakan telah berfilsafat dengan bijak. Artinya ia mampu memandang suatu fenomena sebagai sesuatu yang komprehensif atau tidak parsial. Ia memandang setiap hal yang ada di muka bumi ini senantiasa berdampingan dan seimbang.

    ReplyDelete
  22. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    IKHLAS adalah bagian terpenting dari pencapaian hidup manusia. Ikhlas merupakan perilaku hidup tertinggi yang dipedomankan Tuhan kepada manusia. Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan yang memungkinkan manusia semakin dekat dengan Tuhan. Ikhlas juga merupakan kondisi perasaan dalam hati, bukan sekadar aktivitas pikiran. Oleh karena itu, belajar ikhlas juga berarti belajar dengan hati, yang berarti mengikuti kata hati. Kedengarannya memang mudah, tapi barangkali masih banyak di antara kita yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  23. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Di dalam mimpi, seseorang dapat melihat sebuah obyek baik itu manusia, nabi, jin dan lainya dengan penglihatanya, kemudian apakah penglihatan fisik yang digunakan untuk melihat obyek tersebut? Padahal katup matanya jelas-jelas dalam keadaan tertutup, manusia melihat obyek tersebut dengan mata, namun bukan dengan mata fisik melainkan mata batin atau mata hati. Disinilah fungsi dari mata batin untuk menterjemahkan realitas kebenaran mistik dalam sebuah mimpi.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  24. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan nomor 15 yaitu bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati. Berulang kali Prof. menyampaiakan tentang iklhas di setiap perkuliahan. Iklas bisa dilihat dari dua aspek yang berbeda yaitu melalui hatii dan pikiran. Ikhlas hati berarti kejujuran yang muncul dari dalam diri. Maksudnya adalah apa yang dilakukan merupakan hal yang berasal dari hatinya sendiri. Sedangkan ikhlas pikir artinya ia memahami apa yang sedang dikerjakannya.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

    Menjawab pertanyaan bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat, menurut saya yang dibutuhkan adalah motivasi yang kuat. Motivasi terkuat berasal dari diri sendiri. Untuk memotivasi diri sendiri, dibutuhkan tekad yang kuat untuk mencapai apa yang ingin diraih. Kemudian selalu fokus dengan apa yang benar-benar diinginkan dan kenali kemana arah tujuan hidup diri sendiri. Selain itu, yang membuat diri lebih bersemangat adalah adanya rasa syukur di dalam hati, selalu bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dapat membantu mengusir penyebab diri tidak semangat.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

    Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana, salah satunya adalah menempatkan semua sesuai ruang dan waktu. Saat kita berhadapan dengan seorang siswa, kita tidak seharusnya menyampaikan filsafat secara mentah terhadapnya. Kita boleh menggunakan filsafat, namun dengan penyampaian sesuai dengan apa yang dapat diolah siswa. Kita juga dapat menggunakan filsafat dengan bijaksana dengan mengambil hikmah-hikmah atau pelajaran dalam mengkaji filsafat untuk membantu menghadapi kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  27. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan dari saudara Akbar Pratama tentang bagaimana filsafat dapat mampu membantu mengetahui jadi dirinya, menurut saya bagaimana cara filsafat itu membantu seseorang untuk memahami dirinya terutama jati dirinya yaitu dalam filsafat ada yang namanya berfikir reflektif, yang mana mengajarkan bahwa proses berpikir merupakan salah satu cara untuk memperoleh pengatahuan dan proses berpikir itu sendiri merupakan salah satu kemampuan seseorang menggunakan akal pikirannya untuk memahami dirinya sendiri maupun lingkungannya. Selain itu filsafat meliputi semua bidang ilmu, termasuk psikologi. Dan salah masalah menemukan jati diri ataupun memahami diri sendiri dapat didukung oleh bidang tersebut.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan nomor 13 oleh Nurul Iman yaitu tentang apa yang dimaksud dengan kesombongan yang baik, kesombongan yang baik bisa dikatakan sebagai kesombongan yang baik yaitu apabila tujuan dari kesombong tersebut adalah untuk kebaikan. Contohnya yaitu, sombong terhadap godaan syaitan, sombong untuk menolak perilaku tidak baik. Misalnya, sombong untuk mencuri, sombong untuk tidak mencela orang lain, sombong untuk tidak menggunakan obat terlarang, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  29. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya mencoba menanggapi soal nomor 1
    Keseimbangan keduanya akan terjadi ketika memang keserasian antara keduanya sudah mulai ditanam dan diberikan oleh para pengikutnya. Jangan sampai antara satu dengan yang lainnya saling tumpah tindih, karena hal tersebut akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap keduanya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  30. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang apa itu kesombongan yang baik. Dasarnya manusia memiliki sifat sombong. Selalu ingin terlihat lebih unggul dari orang lain. Kesombongan dapat dimanfaatka agar memacu orang lain agar lebih baik lagi dari seseorang. Misalnya saja, seorang mahasiswa kuliah di luar negeri dan jurnal yang ditulisnya telah terbit dalam media yang terakreditasi. Hal tersebut bisa saja disombongkan dengan bijaksana. Hal ini akan memacu orang-orang disekitarnya untuk mengikuti jejaknya

    ReplyDelete
  31. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terkait pertanyaan no 10 "Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?" Menurut saya kenakalan remaja adalah wujud tingkah laku remaja, dalam memberi respon kepada hasil pemikiran yang mereka miliki saat di usia tersebut. Kemampuan seseorang dalam membangun pengetahuan tentu berbeda satu sama lain, hal ini yang menyebabkan perbedaan tingkah laku yang di beberapa orang tingkah laku tersebut termasuk dalam kenakalan remaja. Karena perilaku tersebut dianggap menyimpang jika dibandingkan dengan pemikiran orang lain

    ReplyDelete
  32. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba menanggapi pertanyaan dari Fitratul Wulan Fatmasuci: "Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?"
    menurut saya, kiat-kiat agar hari-harinya menjadi menyenangkan adalah dengan cara kita mensyukuri dengan apa saja nikmat yang Allah berikan, tidak mengeluh jika ada masalah, nikmati saja, berdo'a dan berikhtiar semoga diberikan jalan keluarnya. solusi agar bermanfaat, maka jika kita melakukan suatu hal, jangan hanya memikirkan manfaat dan kerugian bagi diri kita sendiri, mellainkan kita memikirkan bagaimana dalam sudut pandang orang lain, apakah memberikan keuntungan atau malah merugikan orang lain"

    ReplyDelete
  33. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    disini saya juga akan mencoba menanggapi pertanyaan dari maryana tentang bagaimana memahamikarakteristik siswa dalam pbm matematika.
    kalau kita memahami karakteristik siswa satu-satu, maka kita akan kerepotan, karena antara siswa yang satu dan siswa lainnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. jadi diambil saja generalisasinya, kebanyakan siswa menganggap matematika itu merupakan momok yang mengerikan, menyeramkan. nah berangkat dari situ, kita ubah mindset mereka yang awalnya sangat tidak suka dengan matematika, dengan cara memberikan peembelajaran matematika yang menyenangkan, tidak membosankan dan mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  34. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?"
    Mimpi itu dapat menjadi pembeda antara yang nyata dan yang tak nyata. Awalnya Rene Descartes bingung membedakan mimpi atau kenyataan. Namun, akhirnya ia menyadari bahwa kalau tidak tidur maka kita bisa bertanya kepada diriku sendiri. Bertanya adalah tanda bahwa kita berada dalam kenyataan. Aku sadar kalau aku tidak mimpi karena kau berpikir, bertaya. Aku ada karena aku berpikir.

    ReplyDelete
  36. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Saya mencoba menjawab pertanyaan dari sdr Samsul Feri Apriyadi. Beliau menanyakan “Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?”
    Allah merahasiakan beberapa hal dari manusia, seperti rezeki, jodoh dan usia/kematian. Allah bukannya tidak memberikan rizki atau jodoh. Allah sudah mengatur semuanya, namun hanya merahasiakannya. Hikmah yang bisa kita ambil dari ketidak pastian ini adalah agar kita berusaha. Bayangkan jika kita sudah tahu bahwa kita akan menjadi orang kaya, maka yang terjadi adalah kita akan bermalas-malasan, enggan beraktivitas karena tanpa beraktivitas pun kita sudah akan kaya.
    Bayangkan juga bila ada seseorang yang sudah tahu bahwa dia akan miskin, maka dia pun juga akan bermalas-malasan, karena dia tau seberapa besar dia berusaha dia tidak akan kaya dan tetap misikin. Maka kemudian Allah lebih memilih memberikan ketidak pastian/rahasia dari rizki kita. hal ini Allah lakukan agar kita mau berusaha.

    ReplyDelete
  37. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan menjawab pertanyaan bagaimana pandangan filsafat tentang keselarasan hidup. Keselarasan adalah harmoni atau keseimbangan. Seimbang antara pikiran dan hati, antara doa dan ikhtiar, antara dunia dan akhirat. Keseimbangan itu merupakan tujuan hidup manusia yang mengingikan keharmonisan dalam hidupnya. Segala aspek kehidupan ini harus seimbang agar dapat berjalan beriringan.

    ReplyDelete