Oct 30, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat Dari Mahasiswa S2 PM A




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM A) Hari Kamis, 30 Oktober 2014 pk 07.30 sd 09.10 di R. 306 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.



1. Furintasari bertanya:
Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama

2. Ainun Fitriani:
Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?

3. Fitratul Wulan Fatmasuci:
Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?

4. Samsul Feri Apriyadi:
Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?

5. Maryana:
Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?

6. Aris Kartikasari:
Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat?

7. Enggar Prasetyawan:
Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?

8. Indah Pertiwi:
Ridho adalah bagian dari syukur. Bagaimana pandangan Filsafat mengenai keridhoan hati karena jangan sampai kita kehilangan syukur atas semua yang telah ditakdirkan?

9. Eny Sulistyaningsih:
a. Bagaimana pandangan Filsafat tentang keselarasan hidup?
b. Bagaimana pandangan Filsafat tentang hubungan antara Rencana dan Implementasi?

10. Derapusa Mela Romandanu:
Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?

11. Darul Ulum:
Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?

12. Akbar Pratama:
Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?

13. Nurul Iman:
Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?

14. Chairun Nisa Zarkasyi:
Bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat?

15. Hasan Djidu:
Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati?

16. Fenti Wulansari:
Bagaimana kita bersikap terhadap berbagai macam Stigma, baik yang positif maupun yang negatif?

17. Rita Febriyani:
Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?

18. Alfizah Ayu Indria Sari:
Mohon dijelaskan tentang Filosofi benda-benda di sekitar misalnya Filosofi Air, Bumi, Bulan, Matahari, Udara, Api, Tanah, dst.?

19. Nurdin Arifin:
Bagaimana konsep Mati Mokswa dalam Filsafat?

20. Dewi Widowati:
Apa yang dimaksud Munafik menurut Filsafat?

21. Jeaniver Yuliane Kharisma:
Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi?

22. Risnawati Amiludin:
Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?

23. Lisda Fitriana Masitoh:
Bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?

Demikian, selamat menanggapi dan menjawab.

Marsigit




55 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Saya mencoba menjawab sdri Maryana (Nomor 5) dimana pertanyaannya
    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang fisafat?

    Di sini saya mencoba menerangkan pada setiap siswa memiliki kemampuan dan karakteristik masing-masing. Dalam pembelajaran matematika guru atau calon guru seharusnya dapat memahami dan mengerti karakteristik dari masing-masing siswa. Seperti pada artikel Prof. Marsigit yang menceritakan tentang sistem pembelajaran yang dilakukan di London. Pembelajaran di Londong menerapkan prinsip bahwa pada waktu yang berbeda, berbeda-beda siswa, mempelajari matematika yang berbeda, dengan kecepatan dan kemampuan yang berbeda, dengan hasil yang berbeda pula. Dengan demikian pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya akan mencoba menjawab terkait dengan pertanyaan “Apa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa seseorang telah berfilsafat?” dan “Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?” Seseorang telah berfilsafat ketika telah mempelajari pemikiran para filsuf karena sebenar-benarnya filsafat ialah pemikiran para filsuf. Sebenar-benarnya pemikiran para filsuf ialah logos dan logos itu ada dalam pikiran kita. Oleh karena itu, untuk menjadi logos janganlah berhenti berpikir agar tidak menjadi mitos. Sehingga sebenar-benar berfilsafat adalah diri kita sendiri yang terus berpikir agar tidak menjadi mitos. Sedangkan untuk kedudukan mimpi itu ada di langit.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk pertanyaan no. 12. Bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?
    Dalam berfilsafat jati diri seseorang diartikan sebagai kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa terikat oleh orang lain. Kebebasan ini terkait dengan bagaimana seseorang menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Relasi yang dibangun tentunya dapat menuntun seseorang untuk dapat mengerti keberadaan diri sendiri dan memahami keberadaan orang lain sehingga manusia bisa mengenal dirinya melalui relasi yang dibangun dengan sesama. Dalam menemukan jati diri, setiap orang haruslah terbebas dari sikap kemunafikan atau berpura-pura. Jadi, dalam berfilsafat seseorang akan menemukan jati dirinya apabila ia mampu menjadi dirinya sendiri dengan menjalin hubungan yang baik dengan sesama.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pertanyaan nomor 12 dari saudara Akbar Pratama:
    “Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?”
    Menurut saya filsafat tentu bisa membantu seseorang mengetahui jati dirinya, karena filsafat merupakan ilmu olah pikir dan dari situ kita juga bisa menggunakannya untuk mengetahui jati diri kita.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Agar hari-hari penuh semangat dan mannfaat maka selalu berusaha menjadi pribadi yang berpikir positif, lakukan kebaikan-kebaikan, tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, lakukanlah segala sesuatu dengan ikhlas, bersifat terbuka, dll.
    Saya juga mencoba menjawab pertanyaan nomor 5. Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?. Obyek filsafat terdiri atas segala yang ada dan mungkin ada yang bersifat tetap dan berubah. yang tetap adalah segala yang masih di pikiran, objek hati dan spiritual. Yang berubah adalah objek pikir yang telah ditulis dan diucapkan, objek persepsi, dan material. Begitu juga dalam pembelajaran, siswa-siswa dalam suatu kelas adalah individu yang berbeda dan selalu berubah sesuai ruang dan waktu. Mereka memiliki kemampuan yang berbeda, gaya belajar yang berbeda, karakteristik yang berbeda, dsb. Maka tidaklah tepat jika guru menganggap semua siswa akan memiliki pemahaman yang sama tentang suatu materi, tidak lah tepat jika suatu metode pembelajaran cocok untuk semua siswa. Guru harus memahami perbedaan tersebut, sehingga guru harus inovatif dan kreatif dalam memfasilitasi siswa belajar dan mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Furintasari yaitu “Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?”, menurut saya untuk menyeimbangkan antara adat dan agama tetap bisa dilakukan dalam dunia modern ini. Menurut saya jika adat itu adalah sesuatu yang sudah turun temurun dilakukan dan merupakan kebiasaan yang susah untuk dihilangkan, selain itu adat juga termasuk dalam kebudayaan yang memang layak untuk dilestarikan. Semua adat dapat dilakukan dengan tetap pada koridor agama yang dianut masing-masing dalam agama, bukan karena kita percaya akan takhayul atau sebagainya. Misalnya saja dalam agama saya Katolik, dalam agama saya tidak ada peringatan kematian 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 2 tahun bahkan 1000 hari. Namun karena memang adat itu ada dalam masyarakat yang memiliki tujuan baik, yaitu untuk memperingati kematian seseorang yang kita sayangi, maka dalam agama Katolik tetap melakukan peringatan itu namun dengan mendoakan menggunakan doa-doa dalam Katolik.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana memaknai ikhlas dari sudut pandang pikiran dan hati? Menanggapi pertanyaan tersebut, menurut saya keikhlasan itu tidak bisa dipikirkan, namun jika kita berbicara mengenai keihklasan itu berarti kita berbicara mengenai hati. Hati yang tidak bisa dipikirkan dan selalu tidak bisa dilogika dengan akal dan pikiran kita. Jika kita masih memikirkan keikhlasan itu maka sebenarya beum ada keihklasan dalam hati kita, karena itu masih selalu kita pikirkan.

    ReplyDelete
  8. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya juga merasa tertarik dengan pertanyaan saudara Hasan Djidu tentang Bagaimana memaknai Ikhlas dari sudut pandang Pikiran dan Hati? Ikhlas itu datangnya dari hati, menemukan ikhlas itu sangat sulit karena selalu ada cobaan yang menimpa kita yaitu godaan syaitan yang selalu mengganggu kita. Padahal dengan ikhlas kita klaan mendapat pahala. Dimanapahala itu akan menajdi bekal buat di akhirat kelak. Satukanlah pikiran dan hati kita untuk mendapatkan suatu keikhlasan, pikiran dan hati harus sejalan untuk mendapatkan makna ikhlas itu seperti apa. Sebgai contoh ikhlas dalam beramal, orang yang menyumbangkan uang 1000 rupiah dia ikhlas dan orang yangmenyumbangkan uang 10000 rbu rupian tapi dia tidak ikhlas maka orangn yang menyumbangkan 1000 rupiah pahalanya lebih besar dari pada orang yang menyumbang 10 ribu rupiah. Padahal kalau dilihat dari nilai lebihnya 10 ribu dari pada 1 ribu, akan tetapi dimata Allah 1 ribu lebih banyak dari pada 10 ribu.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama.
    Agama adalah tentang keyakinan, adat adalah tentang kebiasaan. Antara agama dan adat punya porsinya masing-masing dalam hal pengutamaannya. Pertanyaan tentang bagaimana menyeimbangkan antara agama dan adat itu sesuai dengan pribadi masing-masing. Karena menurut saya adalah masalah pribadi dimana kita berhak untuk menentukan pilihan. Namun untuk saya sendiri lebih cenderung mengutamakan agama. Sebagian orang lagi ada juga yang lebih mengutamakan adatnya daripada agama. Misalnya masih melaksanakan dan meyakini ritual adat tertentu yang jika dilihat dari sisi agama merupakan kegiatan musyrik. Hal ini tidak dapat ditentang begitu saja, karena menurut mereka hal ini sudah dilakukan turun-temurun dari zaman nenek moyang terdahulu. Kita seharusnya bisa menyaring adat mana yang sesuai dengan agama kita dan adat mana yang bertentangan. Memang tidak mudah bagi orang tersebut untuk meninggalkan adat yang bertentangan dengan agama. Untuk mengajak keluarga kita saja teramat sulit namun hal ini bisa saja dilakukan dengan sabar dan perlahan, yakni dengan memberikan pemahaman kepada mereka.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menanggapi pertanyaan dari Rita Febriyani, bahwa mimpi itu ada di pikiran kita, akan menjadi nyata jika sudah terjadi di dunia.
    Kemudian terkait keselarasan hidup yang ditanyakan oleh saudara Eny Sulistyaningsih, menurut saya selaras jika antara logos, hati dan spiritual itu bersesuaian. Artinya, pengetahuan kita didasarkan dari hati nurani dan pedoman agama, sehingga setiap perbuatan kita akan selaras. Akan menjadi tidak selaras jika antara ketiga itu saling kontradiksi, pengetahuan kita tidak sesuai denga hati nurani, bahkan tidak sesuai dengan keyakinan kita.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan Agama?
    Adat atau kebiasaan masyarakat setempat telah ada pada zaman – zaman terdahulu, namun tidak jelas akan kebenarannya. Namun dalam agama absolut kebenarannya, yaitu yakin adanya Tuhan dan ketentuan – ketentuanNya berdasarkan firmanNya dan sabda RasulNya. Jadi adat harus menyeimbangi agama. Segala sesuatu yang berhubungan dengan adat namun tidak ada di dalam agama, harus dihapuskan, dan meluruskan niat melakukan segalanya hanya untuk Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana menerapkan Filsafat secara bijaksana?
    Tidak diperkenankan menjadi seseorang yang semena – mena dikarenakan ingin menerapkan ilmu filsafat dalam kehidupan. Justru dengan filsafat kita dapat menjadi seseorang yang bijaksana. Dari filsafatlah lahir sosok manusia yang selalu menjadi pelita zaman yang tanpa lelah menyinari alam kehidupan yang kian meredup ini. Bahkan demi mewujudkan kehidupuan yang lebih baik dan bijaksana, mereka rela mempertaruhkan nyawa.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat?
    Karakter siswa tidak tumbuh dalam sekejap. Diperlukan proses tahap demi tahapan satu per satu. Karakter siswa bila diimbangi dengan penanaman nilai moral di dalam filsafat, dan menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan ruang dan waktu dan hal tersebut menjadi kebiasaan yang nyata, maka di dalam proses belajar mengajar, secara tidak sadar siswa telah menerapkan filsafat.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?
    Menurut sepemahaman saya kesimbongan merupakan hal perlu dihindari. Namun di dalam pertanyaan ini tersirat bahwa kesombongan terbebas dari ruang dan waktu, tergantung bagaimana memposisikan diri dalam bersikap. Apakah kesombongan yang baik itu memberitahukan hal yang perlu diberitahu kepada seseorang agar tidak timbul salah persepsi untuk langkah seterusnya?

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Saya akan mencoba membahas mengenai pertanyaan Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?
    Filsafat dikatakan sebagai olah pikir yang reflektif. Yang dimaksud reflektif adalah adanya aplikasi terhadap kehidupan kita sehari-hari baik secara implisit maupun eksplisit. Baik secara harizontal maupun vertikal. Dari refleksi tersebut kita dapat membahas siapa sebenarnya kita, untuk apa kita hidup, seperti apa kita, bagaimana kita, dan lain-lain tentang kita. Sehingga banyak hal yang bisa kita ungkit tentang jati diri kita ketika kita berfilsafat. Filsafat juga menekankan pada hal yang mengajarkan kita untuk berupaya semaksimal mungkin dalam mengejar sesuai, bertindak sesuai dengan minat dan bakat yang kita punya, dan menganggap ikhtiar bagian dari takdir yang bisa kita usahakan.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pertanyaan ke-17 adalah tentang bagaimana kedudukan mimpi dalam filsafat. Impian seorang De Cartes dengan pemikiran kita orang Indonesia berbeda konteksnya. Dalam artian mipi kita berbeda dengan mimpi orang di Eropa. De Cartes sampai tidak bisa membedakan apakah yang terjadi adalah mimpi ataukah kenyataan. Hal ini membuat De Cartes tidak percaya akan adanya Tuhan hingga membantah semua argumen kecuali satu argumen yang tidak dapat ia bantah yaitu kenyataan bahwa ia sedang bertanya. Keadaan ini membuat De Cartes menyadari bahwa ia tidak sedang bermimpi sehingga lahir paham mengenai “saya ada karena saya berfikir”.

    ReplyDelete
  17. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Akbar Pratama
    Bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya.

    Filsafat itu ialah diri kita sendiri. Dalam mempelajari filsafat berarti kita mempelajari pemikiran para filsuf. Filsafat membimbing manusia untuk senantiasa berfikir kritis dan terbuka. Para filsuf mencoba menginterpretasikan kehidupan pada masanya kemudian mencoba menyajian pemahaman yang bisa membantu membimbing manusia menemukan jati dirinya.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya tertarik dengan apa yang ditanyakan oleh Samsul Feri Apriyadi yaitu "Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian?"
    Menurut saya filsafat itu bisa menjadi sederhana dan bisa menjadi rumit. Berfikir sudah dinamakan filsafat. Sedehana kan. Oleh karenanya berfikirlah dengan konsisten jangan berbelok belok sehingga ketidakpastian itu dapat diminimalisir.

    ReplyDelete
  19. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    saya tertarik dengan pertanyaan Fitratul Wulan Fatmasuci: Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    saya ingin mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mungkin saya tidak menjawab kiat-kiat bagaimana agar hari-harinya penuh semangat dan manfaat, namun saya akan menjawab dengan beberapa kalimat berikut.
    Berdasarkan agama saya (Islam), kita harus senantiasa mengingat kematian. Kita harus beribadah seolah-olah kita akan segera mati, namun kita juga harus giat bekerja seolah-olah kita masih hidup lama. Dengan berpegang pada kalimat tersebut, menurut pendapat saya dapat membantu kita untuk hidup dengan penuh semangat dan manfaat karena kita akan semangat untuk mempertahankan kehidupan kita selanjutnya, dan kita akan memanfaatkan kehidupan kita hari ini untuk kehidupan diakhirat.

    ReplyDelete
  20. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana memaknai ikhlas dari sudut pandang pikiran dan hati? Ikhlas memang sering kita ucapkan tetapi untuk menjalaninya memang tidaklah mudah. Ikhlas harus dilaksanakan benar dan sungguh-sungguh dari dalam hati kita baru diucapkan dan dilaksanakan apa yang harus kita iklaskan. Kita harus bisa belajar menerima segala sesuatu dengan lapang dada dan berusaha untuk tetap istiqomah dan berusaha memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Jika yang kita lakukan adalah kesalahan yang berujung pada penyesalan maka kita harus belajar banyak dari hal tersebut.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    12. Bagaimana filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?
    Dalam berfilsafat, jati diri seseorang diartikan sebagai kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa terikat oleh orang lain. Kebebasan ini terkait dengan bagaimana seseorang menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Relasi yang dibangun tentunya dapat menuntun seseorang untuk dapat mengerti keberadaan diri sendiri dan memahami keberadaan orang lain sehingga manusia bisa mengenal dirinya melalui relasi yang dibangun dengan sesama. Dalam menemukan jati diri, setiap orang haruslah terbebas dari sikap kemunafikan atau berpura-pura. Jadi, dalam berfilsafat seseorang akan menemukan jati dirinya apabila ia mampu menjadi dirinya sendiri dengan menjalin hubungan yang baik dengan sesama.

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pertanyaan no. 1 Bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama?
    Adat muncul dari pemikiran manusia yang berhubungan dengan kebiasaan hidup masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu. Adat menimbulkan kepercayaan akan sesuatu hal yang diyakini dan dipegang teguh dan menjadi tradisi dalam wilayah tertentu. Agama merupakan kepercayaan kita yang menjadi landasan hubungan kita dengan Tuhan yang Maha Esa. Adat dan agama merupakan dua hal yang harus kita seimbangkan, dan untuk menyeimbangkannya hendaknya kita mampu menjalankannya secara ikhlas. Agama dapat dijadikan sebagai dasar atau acuan bagi kita untuk menjalani adat istiadat kita sehingga keduanya dapat berjalan seimbang.

    ReplyDelete
  23. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Berbicara tentang ketidakpastian maka kita akan berbicara tentang kemungkinan. Kemungkinan berhasil dan kemungkinan gagal. Manusia adalah makhluk yang sempurna namun terbatas kemampuannya. Manusia tidak akan mampu memastikan semua yang belum pasti. Suatu hal bersifat pasti jika dia ada di dalam pikiran atau kalau sudah sampai di akhirat.

    ReplyDelete
  24. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Menurut saya, salah satu kiat menjalani hari dengan semangat adalah terus bersyukur. Mengucap syukur karena Tuhan telah menganugerahkan kita kehidupan yang sedemikan indah ini. Oleh sebab itu, kita tak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan-Nya. Mahatma Gandhi pernah berkata seperti demikian: “Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” Hiduplah seperti kamu akan meninggal besok. Belajarlah seperti kamu akan hidup selamanya. Kita pun perlu menjalani hidup seperti kita akan meninggal esok hari. Ketika kita tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir kita hidup, pasti kita akan menjalani hari dengan penuh semangat dan penuh kebaikan.

    ReplyDelete
  25. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana kedudukan Mimpi dalam Filsafat?
    Orang-orang menyebut mimpi sebagai bunga tidur. Akan tetapi bagi saya, mimpi lebih dari sekedar bunga tidur. Menurut saya, mimpi adalah suatu hal yang menakjubkan. Mimpi menghubungkan kita dengan alam bawah sadar kita. Saya pernah membaca bahwa ketika kita bermimpi, alam bawah sadar kita sedang mencoba memberikan pesan kepada kita. Pesan tersebut bisa berupa petunjuk atau solusi atas permasalahan yang kita alami di dunia nyata. Saya percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita ini bukanlah tanpa alasan. Termasuk dalam hal mimpi. Setiap mimpi yang hadir dalam tidur kita terjadi untuk suatu alasan tertentu. Bisa jadi, melalui mimpi, Tuhan menyampaikan petunjuk yang selama ini kita minta. Terkait dengan filsafat, mimpi dapat dijadikan sebagai bahan perenungan kita untuk menentukan tindakan dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya akan menjawab pertanyaan, “Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?”
    Rasulullah Shollalahu Alaihi Wasallam, pernah bersabda: “Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664)
    Dari hadist tersebut dapat kita lihat, cara agar semangat adalah melakukan hal yang bermanfaat. Atau mengidentifikasi dulu apa manfaat dari hal yang akan kita lakukan. Karena jika hal yang kita lakukan tidak bermanfaat, tentu tidak akan ada semangat dari dalam diri kita. Kemudian disebutkan mintalah pertolongan dari Allah. Menurut saya kuncinya ada di sini. Dengan meminta pertolongan dari Allah, kita jadi merasa diawasi oleh Allah, sehingga jika kita menunjukkan usaha terbaik kepada Allah, maka akan mendatangkan pertolongannya. Sehingga kita akan terus bersemangat.

    ReplyDelete
  27. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan Saudari Lisda Fitriana Masitoh: Bagimana pandangan Filsafat tentang adanya berbagai macam perbedaan sikap dan pandangan hidup?
    Pandangan filsafat tentang perbedaan adalah sebuah kontradiksi. Dimana kontradiksi itu merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri dalam hidup ini. Kontradiksi pasti ada selalu menyertai kehidupan di dunia ini.karena hidup adalah pilihan, pilihan-pilihan antara berbagai kontradiksi yang ada. Dalam hal ini perbedaan pandangan hidup tentu akan selalu terjadi, karena tiap orang dibesarkan dalam lingkungan dan budaya yang berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Oleh karena perbedaan pandangan hidup tidak dapat dihindarkan, maka tentunya kita harus mulai terbiasa menerima perbedaan itu, karena jika kita selalu memaksakan agar orang lain memiliki pandangan yang sama. Sadari dan sykuri perbedaan akan melengkapi setiap kehiduapn di dunia ini, perbedaaan membuat kita saling melengkapi sesama, saling introspeksi drir, dan bekerjasama.

    ReplyDelete
  28. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan Saudari Nurdin Arifin:
    Bagaimana konsep Mati Mokswa dalam Filsafat?

    Kata Moksa berasal dari bahasa Sanskerta, dari akar kata muc yang berarti membebaskan atau melepaskan. Moksa berarti kelepasan, kebebasan. Dari pemahaman istilah, kata moksa dapat disamakan dengan nirwana, nisreyasa atau keparamarthan. Moksa adalah alamnya brahman yang sangat gaib dan berada di luar batas pikiran umat manusia. Moksa bersifat nirguna. Tidak ada bahasa manusia yang dapat menjelaskan bagaimana sesungguhnya alam moksa itu. Dia hanya dapat dirasakan oleh orang yang dapat mencapainya. Alam moksa bukan sesuatu yang bersifat khayal, tetapi suatu yang benar-benar ada, karena demikian dikatakan oleh ajaran kebenaran (agama).
    Karena itu telah kita ketahui bersama bahwa Moskwa itu nerlairan Komunis, sehingga sangat cenderung ke arah materialistis. Ketika cenderung ke arah materialistik, maka tentunya mereka tidak akan percaya tentang adanya kehidupan setelah mati. Yang mereka tahu hanyalah sseseorang sudah tidak bermanfaat apa-apa setelah dia meninggal, sehingga mereka juga tidak percaya akan adanya pahala dan dosa, tidak percaya terhadap adanya kehidupan akhirat surga maupun neraka

    ReplyDelete
  29. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mohon dijelaskan apa yang dimaksud kesombongan yang baik dan contohnya?
    Kesombongan yang baik contohnya adalah Bila ada seseorang lelaki yang sedang berjalan sendirian, tiba-tiba bertemu dengan teman-temannya yang sedang mabuk-mabukan dipinggir jalan. Setelah itu kita di ajak untuk minum bersama mereka. Disini kita harus bersikap sombong, yaitu dengan menolak mereka secara halus Orang berperilaku sombong itu juga ada manfaatnya, tetapi berperilaku sombong tetap harus memahami ruang dan waktu. Jangan menjadikan sombong itu sifat dalam diri kita, karena jika menjadikan sombong sebagai sifat, hanya akan mendatangkan keburukan dan kemurkaan kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  30. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kehidupan manusia didunia itu misteri, tidak ada yang mengetahui hari esok akan seperti apa. Sewajarnya saja bahwa kehidupan itu ada ketidakpastian, karena hanya Allah SWT yang memang kunci kehidupan kita. Sebagai manusia hanya dapat slalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT agar slalu diberikan jalan kehidupan yang baik.

    ReplyDelete
  31. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang apa itu kesombongan yang baik. Dasarnya manusia memiliki sifat sombong. Selalu ingin terlihat lebih unggul dari orang lain. Kesombongan dapat dimanfaatka agar memacu orang lain agar lebih baik lagi dari seseorang. Misalnya saja, seorang mahasiswa kuliah di luar negeri dan jurnal yang ditulisnya telah terbit dalam media yang terakreditasi. Hal tersebut bisa saja disombongkan dengan bijaksana. Hal ini akan memacu orang-orang disekitarnya untuk mengikuti jejaknya.

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    1. Menurut saya, antara adat dan agama tidak dapat disatukan, namun untuk menyeimbangkan itu mungkin saja. Keduanya dapat berjalan beriringan asalkan tidak dicampur adukkan. Namun, di Indonesia keduanya sering dicampuradukkan. Jika demikian masalahnya, maka kita harus membuat batasan yang jelas, mana yang dinamakan adat dan mana yang termasuk kedalam ajaran agama. Dengan demikian kita dapat menyeimbangkan keduanya.
    2. Menerapkan filsafat secara bijaksana yaitu berarti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya. Filsafat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tempatnya.

    ReplyDelete
  33. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    13. Kesombongan yang baik. Menurut saya tidak ada kesombongan yang baik. Sombong itu merupakan salah satu sifat iblis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an.
    14. Konsep kedewasaan. Seseorang dikatakan dewasa apabila dia dapat mengontrol emosinya. Emosi tersebut tidak hanya yang negatif seperti kemarahan, dsb, tetapi emosi-emosi yang baik seperti kebahagiaan, cinta, dll. Sehingga reaksi yang ditimbulkan tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tidak baik adanya. Dan orang dewasa pasti dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
    15. Ikhlas pikir dan ikhlas hati. Keduanya sering diungkapkan oleh Prof ketika perkuliahan berlangsung. yang dimaksud ikhlas pikir adalah ketika kita dapat memahami apa yang kita baca. Sedangkan ikhlas hati ketika kita melakukan segala sesuatu tanpa paksaan dan tidak berat hati.

    ReplyDelete
  34. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?
    Kenakalan remaja diera zaman sekarang ini sangatlah mudah merajalela. kenakalan remaja dapat terjadi karena faktor internal dan eksternal. Tetapi sesunggunya hal yang sangat mempengaruhi adalah faktor internal, dari dalam diri manusia itu sendiri. Bagaimana manusia itu sendiri mempunyai prinsip atau pedoman hidup yang teguh untuk menghindari perbuatan-perbuatan buruk serta memperkuat iman kita kepada Allah SWT agar slalu diberikan petunjuk dijalan yang benar.

    ReplyDelete
  35. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Karena saya berkecimpung dalam dunia pendidikan maka saya memilih no. 22 tentang Bagaimana konsep Pendidikan menurut Filsafat?
    Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya tidak terbatas. Filsafat memandang pendidikan sebagai usaha untuk mencapi logos. Pendidikan dapat membantu setiap insan untuk dapat menjadi pribadi yang berilmu untuk dapat meningkatkan dimensi sebagai manusia dan mampu bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain, bangsa dan agama.
    Dalam pendidikan kita diharapkan tidak hanya mempelajari teori-teori yang ada namun juga dapat mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dimana pendidikan itu diharapkan dapat merubah manusia menjadi lebih baik lagi terhadap kehidupan.

    ReplyDelete
  36. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya akan menanggapi pertanyaan tentang kesombongan yang baik dan contohnya. Kesombongan yang baik adalah kesombongan atas dasar memotivasi orang lain. Kita menceritakan kesuksesan yang telah kita raih untuk membangkit kemauan dan daya juang orang lain agar bisa lebih berusaha keras untuk mencapai kesuksesannya pula. Sehingga sifat sombong yang satu ini diperlukan juga untuk tujuan dan niat yang baik.

    ReplyDelete
  37. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesombongan yang baik dan contohnya
    Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Akan tetapi jika orang tua memberikan pengalamannya dan memberikan cerita keberhasilannya dalam menjalani kehidupan, bisa jadi orang lain mengira itu sebuah kesombongan, tetapi semua itu berasal dari niat. Jika niat orang tua untuk memotivasi generasi muda maka menurut saya apa yang dilakukan orang tua adalah cara agar anak muda akan terus berusaha mencapai prestasi-prestasi.

    ReplyDelete
  38. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagaimana kiat-kiat seseorang agar hari-harinya penuh dengan semangat dan manfaat?
    Menurut saya untuk menjaga semangat, seseorang harus mempunyai tujuan. Ibarat perahu yang terombang-ambing di lautan, jika perahu tersebut tidak memiliki tujuan tempat mendarat maka perahu tersebut akan hanya ada di lautan dan tidak punya daya untuk menentukan arah yang jelas.

    ReplyDelete
  39. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memaknai ikhlas dari sudut pandang pikiran dan hati merupakan dua hal yang sulit diselaraskan. Saat pikiran kita berkata “Ya saya ikhlas melakukan ini”, akan tetapi hati belum tentu ikhlas. Walaupun hal ini sangat sulit untuk bisa menjadi selaras, sebagai hamba yang taat kepada Allah, kita harus berusaha menjalani segala hal positif dengan pikiran dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  40. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan pertanyaan ke 14 yaitu bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat? Menurut saya berpikir dewasa ditandai dengan kesadaran untuk berpikir nalar serta berpikir positif dalam rangka membangun sikap positif.

    ReplyDelete
  41. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Memahami dirinya sendiri dan variasi sifat-sifat orang lain, sehingga dapat besifat objektif dalam menilai atau memandang sesuatu dan dapat mengambil keputusan tanpa merugikan orang lain serta dapat mengambil hikmah dari setiap masalah yang dihadapi. Karena sebenar-benarnya hidup yaitu saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  42. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pertanyaan yang sangat menarik diungkapkan oleh furintasari , bagaimana menyeimbangkan antara adat dan agama ? kita ketahui bahwa adat yang ada terkadang tidak sesuia dengan tuntunan agama , hal ini dikarenakan zaman dahulu agama belum berkembang seperti zaman sekarang dan akses informasinya dahulu masih kurang, dan orang orang zaman dahulu cenderung percaya dengan hal hal ghoib yang diturun temurun kan dari nenek moyang. Dilemma memang anatar adat yang perlu dilestarikan dengan agama yang harus menjadi panutan. Menurut saya kita bisa melestarikan adat disesuaikan dengan pedoman agama, karan semuanya itu tergantung niat kita. Setiap apa yang kita lakukan niatkanlah untuk beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  43. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat dapat membantu seseorang mengetahui jati dirinya?
    Dengan cara slalu berpikir yaitu membaca, membaca, dan membaca. Yang nantinya akan membetuk jati diri sebagai orang yang berilmu

    ReplyDelete
  44. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?
    Memberikan ruang publik untuk mengembangkan kemampuan atau potensi-potensi remaja sehingga hobi tersalurkan dengan benar, tidak mengarah pada kenakalan remaja. Kenakalan remaja sesungguhnya akibat begitu aktifnya seorang remaja tetapi tidak memiliki ruang positif untuk menyalurkannya

    ReplyDelete
  45. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana konsep kedewasaan seseorang menurut kacamat Filsafat?
    Seseorang dapat dikatakan dewasa ketika pikirannya sudah matang, yang artinya mampu memahami, mengayomi orang lain dan mampu menyelesaikan masalah sendiri. kedewasaan seseorang bukan diukur dari usia tetapi cara berpikirnya.

    ReplyDelete
  46. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Bagaimana menerapkan filsafat secara bijaksana?”. Filsafat sebenarnya sangat dekat dengan kita, atau bahkan diartikan sebagai diri kita sendiri. Menurut saya, cara menerapkan filsafat secara bijaksana adalah dengan menerapkannya sesuai dengan karakter diri kita, sesuai dengan lingkungan sekitar. Filsafat melahirkan banyak aliran yang terkadang saling berlawanan, tetapi bukan berarti bertentangan. Bijaksana berarti dapat memilih aliran filsafat yang sesuai dengan diri kita dan menerapkan di kehidupan kita.

    ReplyDelete
  47. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana pandangan Filsafat dalam persoalan pergaulan seseorang dengan orang yang lain yang mempunyai perbedaan karakter?
    Manusia diciptakan dengan perbedaan antar individu terutama dalam setiap karakternya. kita hanya dapat saling memahami dan mengayomi satu dengan yang lainnya. saling memahami merupakan kunci utama menjalin hubungan natar sesama manusia.

    ReplyDelete
  48. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana Filsafat memandang usaha seseorang melakukan pengendalian diri dan emosi?
    Ketika manusia tidak dapat mengendalikan diri, dapat mengarah ke perbuatan yang buruk. untuk itu disaat seperti itu sebaiknya kita slalu ingat kepada Allah SWT, beristighfarlah sebanyak-banyaknya agar pikiran dan hati menjadi tenang kembali.

    ReplyDelete
  49. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Bagaimana Filsafat memandang cara untuk mengatasi Kenakalan Remaja?”. Menurut saya, kenakalan remaja dapat disebabkan oleh dua macam alasan, yang pertama adalah karena diri remaja itu sendiri berarti karena telah rusaknya hati atau pikiran atau justru keduanya. Dan yang kedua adalah karena stigma dari masyarakat, masyarakat yang cenderung cepat menilai seseorang dapat menyebabkan seseorang yang semula baik dapat menjadi berniat melakukan hal yang buruk. Maka, solusinya selain menyelesaikan masalah dari diri remaja itu adalah dengan meminimalisir stigma masyarakat.

    ReplyDelete
  50. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    “Bagaimana konsep pendidikan menurut filsafat?”. Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum. Maka, pada dasarnya filsafat pendidikan menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai-nilai.

    ReplyDelete
  51. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Agar hari-hari penuh dengan semangat dan manfaat mak tentukan tujuan terlebih dahulu. Karena dengan tujuan yang jelas dan terarah orang akan lebih mudah menjalani hidupnya. selain itu Tujuan memberikan semangat sehingga yang kita lakukan akan bermanfaat nantinya

    ReplyDelete
  52. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian? Menurut saya, Filsafat memandang kehidupan yang penuh ketidakpastian adalah dengan bersikap bijaksana. Karena Tidak ada yang namanya ketidakpastian. Yang ada adalah yang ada dan yang mungkin ada.


    ReplyDelete
  53. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat? Menurut saya cara memahami karakteristik siswa dalam pbm matematika menurut sudut pandang Filsafat adalah dengan membuat seorang anak mengenal potensi yang ada dalam dirinya sendiri karena masing - masing anak mempunyai karakteristik yang berbeda - beda. Tugas guru adalah menjadi fasilitator agar siswa dapat mengembangkan keterampilan dan logika mereka.

    ReplyDelete
  54. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Menanggapi pertanyaan tentang Bagaimana menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat? Menurut saya cara menanggulangi pengaruh kehidupan kontemporer yang negatif, menurut sudut pandang Filsafat adalah dengan terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Karena mau tidak mau yang namanya kehidupan akan terus berkembang termasuk pengaruh kontermporer. Dan juga dengan menebalkan dinding iman kita masing-masing agar dapat memfilter apa yang baik dan apa yang buruk.

    ReplyDelete
  55. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Filsafat Pendidikan menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai-nilai. Filsafat memeiliki hubungan yang sangat erat dengan Pendidikan, karena keduanya saling bersinggungan satu dengan yang lainnya pada masalah-masalah yang sama yaitu, manusia, hidup, hubungan antar manusia, hakikat kepribadian, dan kebebasan.

    ReplyDelete