Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM D




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM D) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 10.00 sd 11.40 di R. 100 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.

1. Ahmad Lutfi:
Apa hakekat Politik menurut Filsafat?


2. Ezi Apino:
Apa hakikat Metode Saintifik?


3. Retno Kusuma:
Bagaimana Netralitas/Ketidaknetralan Ilmu menurut Filsafat?


4. Ida Trisnadati
Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang?


5. Nurhayati:
Apa makna sifat Baik-Buruk dan Positif-Negatif dalam Filsafat?


6. Nurul Husnah:
Apa yang dimaksud Kesadaran dari sudut pandang Filsafat?


7. Juz'an Afandi:
Mohon dijelaskan apakah yang dimaksud Filsafat Kritis itu?


8. Libertus Di Umart Alvares:
Bagaimana cara memersiapkan Generasi Muda/Penerus dari kacamata Filsafat?


9. Arini Ulfah Hidayati:
Apa makna bosan atau jenuh?


10. Hanifa Prahastami Pambayun:
Apa makna Hilang?


11. Lisaiha Rodiyya:
Apakah hakekat Menguasai atau Hegemoni?


12. Dita Puspitawedana:
Apakah batasan-batasan dari konsep Hedonisme itu? Dan bagaimana menyikapinya?


13. Ristu Haiban Hirzi:
Bagaimana hubungan antara Sifat-sifat yang Ada dan yang mungkin Ada?

14. Mukhlas Triono:
Bagaimana hubungan antara konsep-konsep Kebenaran yang ada?

15. Apolonia Hendrice Ramda:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan hakekat Sukses dan Gagalnya sebuah kehidupan?

16. Hafizh Praditya Mahardika:
Apa yang dimaksud sebagai Ego, Superego, Egoist, Egocentris, dan sejenisnya?

17. Rosalia Hera:
Apakah ada konsep berpikir yang sesat di dalam Filsafat? Bagaimana penjelasannya?

18. La Ode Amril:
Apakah yang disebut Fiksi itu?

19. Danis Agung Nugroho:
Bagaiman perjalanan seorang bisa sampai pada tinkatan dapat disebut sebagai Filsuf?

20. Fitriyani:
Apa hakikat Gila dalam Filsafat?

21. Lidrawati:
Bagaimana penjelasannya bahwa seseorang dapat mengetahui Pikiran orang lain? Dan bagaimana penjelasannya bahwa seseorang dapat menjelaskan kepada orang lain apa yang dia ketahui?





132 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pertanyaan mengenai apa makna sifat baik-buruk dan positif-negatif dalam filsafat dapat dilihat dari mengenai sifat baik-buruk itu sendiri. Baik buruk dalam filsafat dapat dilihat dari sisi etika, dan indah tidak indah dapat dilihat dari sisi estetika. Etika mengenai baik buruk sendiri tidak benar-benar mutlak antara satu orang dan orang lainnya. Sebab dalam filsafat baik buruknya segala sesuatu bergantung pula pada sudut pandang seseorang dalam memandang suatu hal atau permasalahan.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    6. Nurul husna:
    Apa yang dimaksud kesadaran dari sudut pandang filsafat?

    Kesadaran berarti mengetahui yang sebenar- benarnya. Sadar mengenai yang baik atau yang buruk dalam diri, akan menjadi acuan inovasi kehidupan kedepannya. Dengan kesadaran, kita akan mencapai tujuan hidup sebenarnya yaitu dunia dan akhirat. Karena sebenarnya kesadaran itu juga sebagai pengendalian diri kita masing- masing.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Saya tertarik membahas pertanyaan Arini Ulfah Hidayati yaitu “Apa makna bosan atau jenuh?”
    Rasa jenuh bisa muncul akibat menjalankan rutinitas yang sama setiap harinya. Pada awalnya kehidupan yang teratur terasa begitu menyenangkan. Namun seiring berjalannya waktu, kita justru bisa merasa bosan dengan kegiatannya. Kejenuhan bisa kita atasi dengan memberikan variasi-variasi pada rutinitas kita. Sesekali kita memang membutuhakan liburan untuk mengecharge semangat kita

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Fiksi adalah sebuah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Hakekat filsafat itu adalah kritis pada dirinya sendiri, bukan hanya bertanya sehingga malah menonjolkan kecenderungan defaistik dan diimunisasikan terhadap segala kritik. Kritis maksudnya adalah terus mencari jawaban-jawaban tetapi jawaban yang dipertanggungjawabkan secara rasional. Artinya setiap langkah terbuka terhadap segala pertanyaan dan sangkalan serta harus dipertahankan secara argumentatif dengan argumen yang dapat dimengerti secara intersubjektif.Filsafat adalah suatu seni kritik, bukan membatasi pada destruksi atau takut pada pandangan positif. Kritis karena tak pernah puas diri, tidak memotong perbincangan, tak membiarkan suatu masalah sebagai sudah selesai, membuka perdebatan, bersifat dialektis dalam arti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar dengan setiap putaran tesis – antitesis dan antitesisnya antitesis.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pertanyaan Ida Trisnadati mengenai bagaimana filsafat di waktu yang akan datang? Filsafat berlangsung dari awal zaman sampai akhir jaman. Filsafat bersumber pada pemikiran-pemikiran para filsuf. Semakin dikembangkan pada kehidupan kedepan maka akan semakin banyak ditemui kontradiksinya. Akan tetapi kontradiksi yang terjadi akan semakin memerbaiki dan semakin mengembangkan pemikiran para filsuf bukan untuk menggantinya.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Apa makna sifat baik-buruk dan positif-negatif dalam Filsafat? Menurut saya dalam filsafat sifat baik dan buruk, positif dan negatif dilihat dari bagaimana kita memandang. Agak susah menentukan baik dan buruk, positif dan negatif apabila dipandang melaui kacamata filsafat. Karena filsafat adalah diri kita sendiri, sehingga baik akan terlihat baik jika di ruang dan waktu tertentu, buruk akan terlihat buruk jika di ruang dan waktu tertentu, positif akan terlihat positif jika di ruang dan waktu tertentu, negatif akan terlihat negatif jika di ruang dan waktu tertentu.

    ReplyDelete
  8. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada tulisan bapak ini, rasa ingin tahu saya semakin meningkat karena setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa S2 membuat saya ingin mencaritahu jawabannya.
    pada pertanyaan saudara Ezi Apino, yaitu Apa hakikat Metode Saintifik?
    Sudah sering menjadi pembahasan dalam perkuliahan kami bersama Prof. Marsigit tentang pendekatan saintifik. Sejatinya, pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang terpusat pada siswa, siswa yang melakukan kegiatan m=pembeljaran sendiri, siswa merekonstruksi sendiri pengetahuannya. Guru hanyalah fasilitator.
    Metode saintifik adalah metode pembelajaran studentcenter yang menerapkan 5M dalam proses pembelajarannya, yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi dan Mengomunikasi.
    Selain itu, dalam metode saintifik diperlukan apresepsi yang baik, yaitu berupa kuis untuk mengukur sejauh mana siswa mengetahui pembelajaran sebelumnya.

    ReplyDelete
  9. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Cara untuk mempersiapkan generasi penerus salahsatunya dengan pendidikan. Melalui pendidikan diharapkan generasi penerus menjadi generasi yang siap bersaing dengan generasi lain di zaman yang kian maju. Ada ahli yang mengatakan bahwa sebenarnya pendidikan sedang mempersiapkan siswa untuk menghadapi masalah-masalah yang belum ada saat ini. Itulah masalah yang dihadapi setiap bangsa untuk mempersiapkan generasinya melalui pendidikan

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Untuk pertanyaan nomor 6. Menurut pendapat saya, kesadaran merupakan suatu keadaan di mana seseorang tahu dan mengerti akan segala sesuatu yang akan, sedang dan sudah dilakukan atau menimpa dirinya. Keadaan tersebut membuat seseorang tahu bahwa telah terjadi suatu hal yang menimpa dirinya dan dengan kesadaran yang dimiliki seseorang haruslah memberikan respon atau tanggapan pada sesuatu yang menimpa dirinya tersebut. Dengan kata lain, kesadaran seseorang dapat diukur ketika dia menyadari akan adanya dorongan atau rangsangan yang diberikan sehingga dia mampu untuk merespon dan menanggapi rangsangan itu dengan kesadarannya.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Untuk nomor 9. Apa makna bosan atau jenuh?
    Untuk mendefenisikan makna tersebut tentunya kita harus melihat dari berbagai sudut pandang. Setiap orang pernah mengalami rasa bosan atau jenuh dalam hal apapun dalam ruang dan waktu yang berbeda. Banyak hal yang menjadi penyebab timbulnya rasa kejenuhan tersebut. Apabila kita sudah sampai pada titik kejenuhan, sebaiknya kita harus mencari solusi atau jalan keluarnya sehingga bisa merasakan sesuatu yang benar-benar bisa menyenangkan diri kita.

    ReplyDelete
  12. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Metode saintifik merupakan metode dimana siswa difasilitasi untuk mencari tahu pengetahuan dari berbagai sumber. Guru hanya sebagai fasilitator saja. Sedangkan menanggapi pertanyaan hilang itu apa, menurut saya hilang itu mungkin ada mungkin tdk ada, ketika ada tetapi hilang tidak terlihat tidak nampak. Ketika tidak ada mungkin lenyap.

    ReplyDelete
  13. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik dengan pertanyaan Sdri. Arini Ulfah: “Apa makna bosan atau jenuh?”
    Menurut saya, bosan atau jenuh bermakna bahwa diri kita tidak puas dengan keadaan yang sudah ada dan menginginkan adanya perubahan serta pembaharuan. Bosan bisa terjadi karena kita sudah lelah dengan aktivitas yang monoton dan itu-itu saja. Selain itu, rasa jenuh juga bisa terjadi karena kita kurang bersyukur atas apa yang selama ini telah kita miliki dan telah kita jalani. Rasa bosan perlu dikelola dengan baik agar tidak membuat kita semakin terjerumus dalam kejenuhan.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari pertanyaan-pertanyaan yang ada disini, saya tertarik menjawab pertanyaan, “apa makna hilang?”
    Menurut saya, objek dikatakan hilang ketika objek tersebut tidak lagi berada pada lintasan peredarannya dan pemiliknya tidak tahu keberadaannya. Tetangga saya kehilangan tv. TV nya hilang, karena sudah tidak berada di rumahnya lagi. Tetangga saya tidak tahu keberadaan tv nya. Saudara saya kehilangan handphone. Handphonenya sudah tidak berada sama saudara saya lagi. Saudara saya tidak tahu handphone nya ada dimana. Motivasi saya hilang, sehingga saya tidak tahu keberadaan motivasi saya. Sehingga saya harus mencari motivasi lagi.

    ReplyDelete
  15. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari berbagai pertanyaan yang disajikan, hanya ada beberapa yang dapat saya jawab berdasarkan pengetahuan yang saya miliki. selain pertanyaan tentang saintifik, saya tertarik dengan pertanyaan dari saudara Arini Ulfah Hidayati yaitu Apa makna bosan atau jenuh?
    dari kacamata psikologi, bosan atau jenuh adalah suatu kondisi perasaan yang tidak menyenangkan dan bersifat sementara, yang seseorang merasakan suatu kehilangan minat dan sulit konsentrasi terhadap aktivitas yang sedang dilakukannya. Apabila bosan atau jenuh dipaksakan, kemungkinan terburuk yang dialami seseorang adalah depresi. Biasanya seseorang mengalami bosan atau jenuh ketika lelah mengerjakan, tak ada sesuatu yang dikerjakan atau aketidakmampuan untuk terikat dalam suatu aktivitas tertentu.

    ReplyDelete
  16. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pertanyaan selanjutunya yang sering saya temui sama seperti pertanyaan yang diajukanoleh saudara Hanifa Prahastami Pambayun yaitu Apa makna Hilang?
    Hilang sering dikaitkan dengan barang, akan tetapi makna hilang tidak selalu berupa barang. Bagi saya, segala sesuatu yang kita miliki akan tetapi tidak dipergunakan dengan semestinya sudah menjadi makna hilang.
    Sebagai contoh adalah hati. Hati yang kita miliki, seharusnya dipergunakan hanya untuk Sang Maha Pencipta Hati. akan tetapi, sering kita melupakanNya dan tidak menggunaka hati kita atau mendekatkan hati kita kepadaNya. Disitulah makna hilang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  17. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Terkait pertanyaan dari sauadari Fitriyani: Apa hakikat Gila dalam Filsafat?

    Orang gila,atau yang akalnya sedikit terganggu .. merekapun tentunya memiliki dunia panca indera yang sekomplit orang waras dan kalau dunia indera yang menjadi parameter ilmu pengetahuan maka seharusnya orang gila atau yang nyaris gilapun dapat memiliki ilmu pengetahuan sekomplit orang waras,lalu mengapa orang orang gila tak dapat memilikinya ? Hume mengatakan bahwa, semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indra sebagai dasar, ia percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indra …. Dan ..suatu saat ada ‘orang orang yang iseng’ dan memiliki kepenasaran dengan pandangan Hume tersebut dan karenanya berkeinginan membuat eksperiment berdasar prinsip David hume tersebut.maka dikumpulkanlah beberapa jenis orang yang gila,yang mereka kategorikan sebagai : yang gila beneran-yang baru setengah gila dan yang baru seperempat gila yang dunia inderawinya masih komplit tentunya untuk memenuhi persyaratan ilmiah sebagaimana yang dikonsepsikan oleh faham empirisme.lalu orang orang iseng itu mendesain suatu eksperiment sedemikian rupa agar orang orang gila itu dapat masuk ke suatu dunia pengalaman tertentu yang sengaja disetting berbeda beda untuk kelak dapat mengetest kemampuan mereka dalam menganalisa serta merumuskan apa yang telah mereka alami Setelah semua orang gila itu dapat dikumpulkan maka dibawalah mereka masuk ke eksperiment dunia pengalaman yang berbeda beda-beraneka ragam itu. dan setelah dirasa mereka memiliki unsur pengalaman yang cukup untuk memenuhi syarat memperoleh ilmu pengetahuan maka dipanggillah mereka,lalu ditanyailah mereka satu persatu.yang gila beneran ketika ditanyai perihal pengalaman yang telah ia terima maka ternyata ia hanya tertawa tawa-tersenyum senyum tanpa memberi penjelasan apapun,ia seperti tak memperoleh kesan apapun atau impressi impressi bagaimanapun terhadap apa yang telah ia alami dan apalagi untuk membuat analisa serta lalu membuat rumusan. ketika ia diminta menceriterakan pengalamannya dan diminta untuk membuat analisa dan lalu membuat rumusan atau kesimpulan berdasar pengalamannya itu maka dengan lancar ia menceriterakan semua pengalamannya bahkan hampir mendetail,ia pun memiliki kesan kesan-impressi yang lebih baik,dan ia dapat menganalisa dan lalu menyambungkan potongan potongan pengalamannya menjadi suatu rumusan.tetapi cara menyambungkannya itulah yang ganjil sehingga bangunan kesimpulan atau rumusan yang ia buat nampak ganjil-aneh alias tak masuk akal.ketika ia diuji coba konsep dualisme benar-salah,baik buruk nampak iapun menguasainya tetapi sayangnya nampaknya gagasan dualisme nya terbalik (!) dimana yang seharusnya dinilai benar malah cenderung dinilai salah dan yang seharusnya dinilai salah malah cenderung dianggap benar.dan ketika ia diuji coba dengan berbagai gagasan lain maka ia dapat mengungkapkannya secara lancar hanya sayangnya gagasannya cenderung nampak ganjil-sulit masuk akal dan Nampak terlalu spekulatif karena tidak mempertimbangkan unsur kelogisan.contoh,ketika kepadanya disodorkan gagasan konsep pengadilan Tuhan-sorga neraka ia mengatakan bahwa sorga tidak rasional karena tak bisa dibuktikan secara empirik (!) .. padahal jawaban yang seharusnya adalah : sorga tidak empirik karena memang tak bisa dibuktikan secara empirik bukan ‘tidak rasional’ (karena rasionalitas tidak bersandar atau berdasar pada metode empirik tentunya)

    ReplyDelete
  18. Kesadaran merupakan keadaan seseorang yang memahami dan mengerti. Memahami dimensinya, memahami kekurangan dan kelebihannya, mengetahui batasnya. Dengan kesadaran tersebut maka manusia dapat mengetahui berbagai hal yang ada di dunia. Sadar menjadi syarat agar sesorang ingin mempelajari ilmu. Dengan kesadarannya maka pengetahuan dapat dipahami dan dimengerti dengan baik.

    ReplyDelete
  19. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk mempersiapkan generasi muda/penerus dari kaca masa filsafat adalah dengan cara menjadikan membaca itu sebagai budaya pada geneasi muda/penerus. Dengan membaca, membaca dan membaca generasi penerus akan siap menghadapi perubahan yang terjadi di masa yang akan datang berbekal banyak ilmu yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    pertanyaan dari Arini Ulfah Hidayati : apa makna bosan dan jenuh.
    bosan adalah tidak suka lagi dengan sesuatu karena terlalu sering atau terlalu banyak. poin pentingnya adalah rasa tidak suka lagi, sudah ada perubahan ketertarikan pada sesuatu tersebut. jenuh adalah adalah suatu keadaan yang tidak bisa bergerak lagi, mungkin karena kelebihan muatan, beban, tugas, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  21. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Berikut beberapa pertanyaan yang dapat saya jawab, sesuai dengan pemahaman saya,
    1. –
    2. Metode saintifik merupakan pengembangan dan elaborasi dari penalaran ilmiah dan penyidikan tidak langsung. Sedangkan prosesnya berupa proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Adapun langkah-langkahnya meliputi pengamatan, membentuk hipotesis untuk menjelaskan fenomena alam, memprediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis, menguji dengan melakukan eksperimen, dan menyimpulkan.
    3. –
    4. Filsafat di waktu yang akan datang tetaplah filsafat. Karena filsafat merupakan sebuah ilmu yang mengkaji tentang hakikat, kebenaran, dan kebermanfaatan ilmu-ilmu lain. Di dunia, kita dituntut untuk mencari ilmu setinggi mungkin, sehingga kajian filsafat tentunya masih sangat dibutuhkan hingga akhir zama.
    5. Makna dari sifat baik adalah sifat yang sesuai dengan ruang dan waktu, sedangkan sifat buruk berarti sifat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu.
    6. Kesadaran berarti kita tahua atau kita mengerti akan semua fenomena atau kejadian yang ada di lingkungan kita. lebih dari itu, kita mengetahui apa yang sebenarnya kita lakukan baik dari segi makna, maupun manfaatnya. Sadar juga berarti bahwa kita mengerti akan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  22. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    8. Cara menyiapkan generasi muda atau generasi penerus yakni melalui pendidikan. Tidka hanya pendidikan untuk menjadikan anak pandai atau terampil. Namun juga pendidikan karakter, itu lah yang terpenting. Percuma jika kita mempunyai generasi yang cerdas namun tidak berkarakter. Kita harus mempunyai generasi penerus yang cerdas dan berkarakter.
    9. Bosan dan jenuh berarti kita tidak membuat inovasi atau perubahan. Yang kita lakukan hanyalah itu itu saja, monoton. Yang membuat bosan sejatinya berasal dari dalam diri kita masing-masing, karena perubahan itu dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain.
    10. Makna dari hilang adalah kita dia tidak mengada dan bukan merupakan pengada, maka dia tidak adakan ada atau hilang. Hilang berarti dari yang ada menjadi tidak ada. Ketika seseorang tidka membuat sebuah karya berarti dia tidak mengada. Ketika tidak mengada maka dia bukanlah pengada. Sehingga dia menjadi tidak ada.

    ReplyDelete
  23. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Bagaimana cara memersiapkan Generasi Muda/Penerus dari kacamata Filsafat?
    Salah satu cara mempersiapkan generasi penerus bangsa adalah melalui pendidikan. Pendidikan membelajarkan mengenai pengetahuan, keterampilan, serta sikap. Ketika generasi muda telah dilengkapi dengan berbagai kemampuan serta akhlak yang baik, diharapkan mereka mampu mengatasi masalah yang dihadapi bangsa dan mampu memajukan bangsanya.

    ReplyDelete
  24. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apa makna hilang?
    Hilang berarti lenyap, dari yang semula ada menjadi tidak ada lagi. Terkadang kita menganggap kalau yang bisa hilang itu hanyalah benda konkret. Akan tetapi, hal-hal lain seperti karakter diri, kepercayaan, hingga hati pun bisa hilang jika tidak dijaga.

    ReplyDelete
  25. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawan pertanyaan apa itu hegemoni. Istilah hegemoni berasal dari bahasa Yunani Kuno, ‘eugemonia’. Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara saja. Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar.

    ReplyDelete
  26. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    7. rini Ulfah Hidayati:
    Apa makna bosan atau jenuh?

    Jenuh atau bosan adalah perasaan yang lelah akan segala sesuatu yang dilakukan yang kedatangannya tidak diharapkan dan kita tidak tahu kapan datangnya. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, siapapun dia pasti pernah mengalami kejenuhan dalam hidup. Namun, sebaik- baiknya sikap setelah jenuh yaitu adalah bangkit dari kejenuhan yaitu dengan beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apa makna bosan atau jenuh?
    Setiap individu pasti pernah mengalami bosan atau jenuh. ketika kita merasa bosan dapat mengarah ke perilaku positif ataupun negatif. Menurut Sayyid Muhammad Nuh, Jenuh atau futur ialah suatu penyakit hati (rohani) yang efek minimalnya timbulnya rasa malas, lamban dan sikap santai dalam melakukan sesuatu amaliyah yang sebelumnya pernah dilakukan dengan penuh semangat dan menggebu-gebu serta efek maksimalnya terputus sama sekali dari kegiatan amaliyah tersebut. Untuk itu ketika kita mengalami kejenuhan atau kebosanan lakukan hal-hal positif yang dapat membuat kita semangat dan bahagia kembali.

    ReplyDelete
  28. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apa makna Hilang?
    Hilang artinya sesuatu yang sebelumnya ada kemudian tidak ada. Dalam hidup ini kita tidak dapat menghindari yang namanya hilang, sebagai contohnya kita harus siap untuk kehilangan orang-orang yang ada disekitar kita nanti. Memahami makna hilang, sebaiknya kita slalu mempersiapkan diri, salalu dapat mengantisipasi dengan sesuatu yang akan nantinya hilang. untuk itu nikmatilah setiap detiknya dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  29. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika kita ingin paham maka kita harus mengenal. Sama halnya jika ingin mngetahui, paham tentang pendidikan maka salah satu caranya adalah membaca postingan Prof. Marsigit. Untuk belajar tentang pendidikan kita perlu belajar mengenai filsafat pendidikan dan untuk belajar filsafat pendidikan kita perlu belajar mengenai filsafat terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  30. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan 5M yaitu mengamati, merumuskan pertanyaan, mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi dan mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

    ReplyDelete
  31. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam pembelajaran saintifik maka diperlukan kegiatan diskusi. Hal ini sejalan dengan diterapkan nyakurikulum 2013. Dengan diskusi kelompok dapat membantu siswa agar bisa mengeluarkan ide-ide mereka dan juga membagikan cara pemikiran mereka dalam menyelesaikan masalah. Di sini juga siswa bisa mendapatkan kegiatan 5M yang berguna untuk melatih siswa bersikap ilmiah.

    ReplyDelete
  32. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik memerlukan apresepsi yang tepat sebelum mengawali pembelajaran inti. Apresepsi berkaitan dengan pengetahuan yang telah diperoleh di mata pelajaran sebelumnya. Apresepsi yang tepat dari guru dapat memancing siswa untuk ingin tahu lebih lanjut tentang materi yang akann dipelajari, terutama di mata pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  33. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penerapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik membantu siswa untuk bisa mengembangkan ide dan pikirannya, sesuai yang diharapkan di tujuan pendekatan saintifik kurikulum 2013. Memang saat ini penerapan pendekatan saintifik masih belum bisa maksimal dan beberapa sekolah masih memakai kurikulum KTSP, akan tetapi kedepannya diharapkan kurikulum 2013 dapat dikapai di setiap sekolah di Indonesia.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Mengenai pertanyaan nomor 9. Yaitu apa makna bosan dan jenuh?. Menurut saya, setiap orang pasti pernah mengalami kebosanan, misalnya kebosanan yang berkiatan dengan masalah makanan, pekerjaan, benda yang dimiliki, pemandangan ataukah tentang obrolan. Akumulasi dari kebosanan atau ketidakpuasan adalah salah satu langkah menuju kejenuhan.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jenuh merupakan fenomena psikis yang berbicara tentang suatu perasaan dan mental. Sehingga dapat dikatakan bosan yaitu perasaan ketika melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan atau monoton, sedangkan jenuh yaitu perasaan lelah ketika telah melakukan suatu aktifitas secara terus-menerus.

    ReplyDelete
  36. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menanggapi pertanyaan no.6 “Apakah yang dimaksud kesadaran dari sudut pandang filsafat?”. Menurut saya kesadaran dalam filsafat itu adalah bahaya. Karena sesungguhnya dalam berfilsafat harus disertai keikhlasan secala keseluruhan. Ketika kita merasaan kesadaran bahwa kita ikhlas maka sesungguhnya saat itu jua kita mulai kehilangan keikhlasan kita. begitupula dalam aspek-aspek yang lain. Filsafat adalah kegiatan olah pikir dan juga hati. Ketika kita merasakan kesadaran dalam berfilsafat maka saat itu juga kita terancam menjadi puas, jika kita merasa puas maka kita terancam untuk tidak bergerak alias diam, jika kita diam maka terhentilah kegiatan berfilsafat kita. karena sebenar-benar orang yang sedang berfilsafat adalah yang menalami kacau pikir tetapi tidak sampai kacau hati tanpa kita sadari. Justru ‘kesadaran’ lah yang berbahaya karena dapat menghentikan proses berpikir tersebut. Tetapi jangan sampai tidak ada kesadaran sama sekali karena itu sama saja dengan bunga tidur.
    Selanjutnya no.10 “Apa makna hilang?”. Menurut saya hilang itu adalah ketiadaan sementara dari suatu hal yang ada. Hilang sesungguhnya hanyalah wadah. Wadah yang menyebabkan isi menjadi seolah-olah tidak ada, tetapi masih ada kemungkinan untuk muncul kembali atau menjadi ada. Dengan kata lain sebenarnya tidak ada hilang yang sesungguhnya. Yang ada hanyalah perubahan sifat isi dari suatu sifat ke sifat lain dan menjadikan isitersebut tidak lagi berwujud seperti sebelumnya melainkan menyesuaikan wadah yang baru. Bahkan sesungguhnya ‘hilang’ tu pun ‘ada’ karena kita mampu memikirkannya. Setidaknya ‘hilang’ ada di pikiran kita.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  37. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Menanggapi pertanyaan nomor 2, yaitu: Apa hakikat Metode Saintifik?
    Menurut saya, hakikat metode Saintifik adalah Student Center, artinya untuk setiap tahap-tahap pembelajaran saintifik siswa benar-benar diajak untuk belajar. Bukan hanya guru yang ceramah. Dalam hal ini guru sebagai fasilitator siswa-siswanya untuk memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  38. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya ingin menanggapi pertanyaan no 10 tentang makna hilang. Sebagaimana di dunia ini mencakup hal yang ada dan mungkin ada, menurut saya Hilang adalah kejadian suatu hal yang ada menjadi tidak ada. Suatu hal yang sudah kita pastikan ada menjadi tidak ada karena berbagai alasan itulah yang dinamakan dengan hilang.

    ReplyDelete
  39. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari kumpulan “pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM D” kami (saya) sangat tertarik dengan pertanyaan Bapak Juz'an Afandi:”Mohon dijelaskan apakah yang dimaksud Filsafat Kritis itu?”. Sepemahaman kami, salah satu filsafat kritisisme adalah filsafat Kant, yaitu filsafatnya Immanuel Kant. Kritisisme di sini maksudnya adalah dipertentangkannya dengan dogmatisme. Dogmatisme sendiri merupakan filsafat yang menerima begitu saja kemampuan rasio tanpa menguji batas-batasnya. Kritisisme merupakan filsafat yang mana terlebih dahulu menyelidiki batas-batas rasio sebelum memulai penyelidikannya. Immanuel Kant menyatakan bahwa filsafat lebih dulu menyelidiki “die Bedingung der Moglichkeit” (syarat-syarat kemungkinan) pengetahuan kita. (Hardiman, 2007:133)
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  40. Anisa Safitri
    PEP B
    17701251038

    dalam mengetahui sifat hedon, perlu kita tahu sifat tersebut merupakan salah satu sifat setan yang menyesatkan manusia untukikut dalam kepribadian setan sendiri. Hedonisme itu temannya setan dan setan itu berbahaya. Tidak ada setan yang sholeh, sholehah. Setan selalu mengajak kepada keburukan, kemaksiatan dan dosa. Hobi setan adalah menggoda manusia, memang itulah tugasnya. Ketika manusia berbuat buruk, setan bahagia karena berhasil menjadikan manusia melakukan dosa. Begitu pula dengan hedonisme. Ia adalah paham yang hanya mementingkan kepentingan duniawi semata, terukur secara materi. Inginnya membeli apapun, foya foya tanpa batas. Hal yang harus digunakan untuk membatasi bahkan menghilangkan sikap hedonimse adalah dengan memperbaiki komunikasi atau ibadah kepada Allah SWT karena konsep keTuhanan, ketauhidan dalam hidup kita itulah yang nomer satu harus diprioritaskan kapanpun, dimanapun sampai ajal menjemput. Berpikir visioner, sebab akibat hedonisme juga akan menjadi cara mengurangi atau menghilangkan hedonisme. selain visioner juga dapat dengam menyibukkan diri sendiri dalam peerjaan yang produktif, belajar, mengerjakan tugas, kegiatan kampus diikuti yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman sehingga produktifitas dapat menjadikan kita jauh dari kehidupan hedonisme yang merusak jiwa manusia akan sesuatu barang.

    ReplyDelete
  41. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    TErima kasih atas postingannya Prof. Saya akan mecoba untuk menanggapi pertanyaan nomor 7 yang menanyakan hakikat filsafat kritis. Filsafat kritis yang digagas oleh Immanuel Kant adalah sebagai bentu kritik atau penolakan terhadap aliran Rasionalisme yang hanya menggunakan akal pikiran sebagai satu-satunya alat untuk memperoleh pengetahuan dan Empirisme yang menggunakan pengalaman sebagai sarana memperoleh pengetahuan. Menurut Kant, Kedua paham tersebut haruslah di kombinasikan dalam satu bentuk sintesis filosofis yang sistematis.(Buroker,2006)

    ReplyDelete
  42. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih atas postingannya pak.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke 19 dari Danis Agung Nugroho, pertanyaannya "Bagaimana perjalanan seorang bisa sampai pada tinkatan dapat disebut sebagai Filsuf?". Disini saya akan mencoba menjawab menurut pandangan saya. Untuk menjadi filsuf maka dimensi notion kita harus ditingkatkan atau harus berkualitas. Seperti pada salah satu postingan bapak mengenai "Bagaimana meningkatkan dimensi notion kita?". Maka untuk menjadi filsuf, seseorang harus meningkatkan notionnya maka seseorang harus merefer pemikiran filsuf, atau merefer pendapat-pendapatnya filsuf. Dengan sering menelaah pemikiran dan pendapat filsuf maka pikiran seseorang akan terbuka dan notion seseorang semakin luas dan berkualitas. Ketika notion seseorang telah meningkat dan berkualitas maka seseorang akan berpikir secara rasional, komperhensif, radikal, dan universal. Karena seorang filsuf harus melihat sesuatu dari berbagai sudut sebelum mengemukakan sesuatu dan argumennya tidak boleh saling bertentangan.

    ReplyDelete
  43. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Hakikat Metode Saintifik merupakan suatu metode untuk menginvestigasi fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasi pengetahuan sebelumnya. Hal-hal tersebut berdasarkan pada kumpulan yang dapat observasi, bukti empiris dan terukur untuk alasan prinsip yang spesifik, kumpulan data dalam observasi dan percobaan, dan formulasi dan pengujian hipotesis. Walaupun prosedur metode saintifik sangat berbeda-beda dari satu bidang penyelidikan dengan yang lain, perbedaan sifat-sifat penyelidikan ilmiah bisa didentifikasi dari pengetahuan metodologi lainnya. Peneliti ilmiah mengajukan hipotesis sebagai penjelasan fenomena dan mendesak studi eksperimen untuk menguji hipotesis tersebut. Langkah tersebut baru diulang untuk memprediksi ketergantungan hasil di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  44. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba memberikan tanggapan mengenai pertanyaan nomer 4. Menurut saya, filsafat di waktu yang akan datang adalah berdasarkan apa yang terjadi pada filsafat saat ini. Hal ini disebabkan karena keduanya berkaitan, seperti halnya apa yang kita lakukan saat ini akan berakibat di masa yang akan datang. Maka dari itu, filsafat yang akan datang masih menjadi misteri dan bergantung pada apa yang terjadi saat ini. Hal ini juga sesuai dengan kejadian berdasarkan sebab-akibat yang mengatakan bahwa suatu akibat pasti terjadi karena adanya sebab. Karena filsafat mempelajari sesuatu yang ada dan mungkin ada, maka filsafat yang akan datang bisa jadi adalah sesuatu yang saat ini belum ada tetapi masing dimungkinkan ada.

    ReplyDelete
  45. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan no 9 dari Arini Ulfah Hidayati “ apa makna bosan atau jenuh”. Menurut saya bosan atau jenuh adalah suatu reaksi otak, dimana seseorang tidak merasa tertarik atau berkesan terhadap ‘sesuatu’ dan ingin melepaskan/ membebas diri keadaan tersebut, hal disebabkan oleh berbagai macam kemungkinan keadaan yang memicunya, misalnya suatu aktivitas yang continue atau berulang-ulang, sehingga menimbul kan perasan bosan atau jenuh.
    Jenuh atau bosan merupakan salah satu perasaan yang pernah atau sering kita alami diwaktu-waktu tertentu, menurut saya wajar-wajar saja dan sangat manusiawi jika kita merasa bosan ataupun jenuh, hanya saja yang berbeda adalah bagaimana cara atau kiat kita dalam menghadapi maupun mengatasi perasaan tersebut.

    ReplyDelete
  46. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menanggapi pertanyaan "Apa makna bosan atau jenuh?"
    Seringkali kita mengucapkan kata bosan dan jenuh dalam keseharian kita. Pada dasarnya, perasaan jenuh muncul pada saat perasaan kita berada di suatu titik yang menolak untuk melakukan sesuatu. Dalam persepsi umum, bosan dan jenuh mengandung makna yang berbeda. Bosan sendiri juga memiliki penafsiran berbeda, yaitu bosan karena tidak melakukan apa-apa dan bosan karena melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Jenuh biasanya memiliki makna yang lebih mendalam, dimana kita menyerah atau menyatakan lelah akibat usaha yang terus menerus tidak menghasilkan apa yang menjadi tujuan.

    ReplyDelete
  47. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya mencoba memberikan tanggapan atas pertanyaan nomor 10.
    Segala hal yang ada di dunia ini tidaklah abadi. Kexuali Dia yang Maha Pencipta. Suatu saat hal yang tidak abadi akan pergi dan kita sering memaknainya “hilang”. Kita merasa sesuatu hilang ketika kita memiliki. Jadi, kita tidak mungkin akan merasakan kehilangan ketika kita tidak memiliki. Hilang berarti sesuatu telah pergi dari kepemilikan kita. Jadi antara hilang dan memiliki sangat erat hubungannya dan tidak bisa terpisahkan satu sama lain. hilang merupakan suatu pengingat bahwa segala sesuatu tidak akan abadi. Namun, segala sesuatu akan hilang.

    ReplyDelete
  48. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Bosan atau jenuh merupakan sesuatu yang paling sering kita hadapi yang mempunyai arti tidak adanya daya tarik kita untuk melakukan suatu perbuatan apapun, rasa itu bisa datang kapan saja terkadang diwaktu yang kurang tepat, pada waktu yang kita sendiri tidak pernah tau dan tidak diharapkan. Namun disitulah nilai estetikanya, dengan kejenuhan atau kebosanan yang kita alami akan muncul solusi yang akan menjadi tameng ketika kebosanan itu datang kembali, karena setiap masalah dan hambatan yang muncul pasti mempunyai sisi positif, ambil hikmahnya niscaya kebosanan itu bukanlah akhir dari segalanya.

    ReplyDelete
  49. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Bismillah, saya akan mencoba pertanyaan di bawah ini

    Arini Ulfah Hidayati:
    Apa makna bosan atau jenuh?

    Pendapat saya, bosan atau jenuh adalah keadaan diam di suatu titik tengah. Di mana si "jenuh" tidak tertarik untuk berjalan ke depan, tetapi tidak ingin sama sekali untuk kembali ke belakang. Bisa saja di "titik tengah" ini si jenuh menemukan aktivitas yang berulang-ulang. Akan lebih baik jika kita berada di suatu titik, untuk senantiasa menegok ke belakang (sebagai pembelajaran dan bekal). Jangan lupa pula, untuk tetap fokus mengejar yang di depan. Jangan jenuh, ingat di sini hanya proses, belum ditentukan di mana titik finishnya.

    ReplyDelete
  50. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.Saya akan mencona menanggapi salah satu pertanyaan dari banyaknya pertanyaan mengenai” bagaimana mengetahui pikran orang lain?”.Dari refrensi yang saya baca.Ini merupakan problem yang sangat menyulitkan para filsuf, meskipun tentu bukan merupakan persoalan bagi orang biasa,yaitu bagaimana kita dapat mengetahui keberadaan pikiran orang lain.Istilah solipisme (dari solus ipse) telah digunakan dalam arti suatu pandangan bahwa seseorang harus percaya pada eksistensinya sendiri tetapi tidak pada eksistensi pikiran lain manapun.Barangkali ada keraguan apakah pandangan seperti itu pernah dianut secara serius, tetapi secara logis sulit untuk menyangkalnya secara meyakinkan. Sebagaimana telah dijelaskan,”kita serta-merta menyadari akal pikiran kita sendiri, tapi kita tampaknya tidak serta-merta menyadari akal pikiran orang lain, meskipun itu orang-orang yang kita kenal dengan baik.Tidak diragukan lagi adanya kasus-kasus telepati, tetapi hal tersebut tak perlu dianggap, sebagai bukti kesadaran langsung terhadap akal pikiran dan pengalaman orang lain.Entah disengaja atau tidak, di dalam telepati suatu pikran mungkin menyebabkan pikiran lainnya untuk berpikir dan memiliki pengalaman yang sama dengan dirinya tanpa suatu keharusan bagi pikiran yang kedua untuk sadar akan pikiran yang pertama.Sebagaimana berdasarkan teori reprsentatif, objek fisik menyebabkan kita untuk mempunyai sense dan ,dengan demikian kita mengetahui obyek tanpa kita persepsi secara langsung. Bagaimanpun juga, secara sadar merupakan fenomena yang terlalu langka untuk dijadikan basis pengetahuan kita mengenai manusia lain.Demikian yang dapat saya paparkan sedikit mengenai bagaimana memahami pikiran orang lain.,kalau ada yang salah atau keliru .Saya mohon Bapak dapat meluruskannya.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  51. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari beberapa pertanyaan diatas, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai pertanyaan “Apa hakikat Metode Saintifik?”
    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator. Siswa juga diajarkan untuk membentuk pengetahuannya sendiri dengan cara yang sistematis. Siswa juga dilatih untuk mengembangkan HOTS utamanya dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  52. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM D, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 14 dari saudara Mukhlas Triono. Pertanyaannya adalah bagaimana hubungan antara konsep-konsep kebenaran yang ada. Menurut Jujun S. Suriasumantri tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggap benar. Masing-masing mempunyai kriteria kebenaran tersendiri. Yang perlu digarisbawahi dalam mempersyaratkan kriterianya adalah suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

    ReplyDelete
  53. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B
    saya tertarik untuk mencoba menjawab pertanyaan Fitriyani tentang hakikat Gila dalam Filsafat. Gila dalam Filsafat adalah ketika kehendak mendahului pikiran. Artinya jika manusia memutuskan segala tindakannya tanpa dilandasi pemikiran itulah yang dinamakan gila. Sebenar-benarnya gila adalah kosongnya pikiran, sebenar-benarnya kosongnya pikiran adalah tindakan non-logis, sebenar-benarnya non-logis adalah tidak berfilsafat.

    ReplyDelete
  54. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang pertanyaan “Apakah ada konsep berpikir yang sesat di dalam Filsafat? Bagaimana penjelasannya?”
    Filsafat adalah pikiranku. Filsafatku adalah diriku. Jadi filsafat setiap orang berbeda. Dalam berfilsafat maka seseorang sedang mengembarakan pikiran. Apabila dalam mengembarakan pikiran tidak dengan landasan maka akan menjerumuskan dan syetan akan mudah menghasut dan masuk di dalam hati. Hal tersebut akan membawa seseorang ke dalam kesesatan. Sehingga dalam berfilsafat hendaknya spiritual harus menjadi pegangan agar dapat menjadi pengontrol untuk berpikir.

    ReplyDelete
  55. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Saya ingin mencoba untuk menjawab pertanyaan tentang apa makna hilang. Menurut saya hilang diartikan ketika kita tidak mampu untuk merasakan sesuatu hal tersebut dalam diri kita atau eksistensinya dirasa kurang. Karena hilang bukan hanya berkaitan dengan benda namun tentang bagaimana kita memaknai hal tersebut. Misalnya dalam suatu perkumpulan, kita tidak merasakan kehangatan dan kemistri dalam perkumpulan tersebut, atau kita merasa bosan dalam perkumpulan tersebut, maka kita telah kehilangan makna keberadaan kita dalam perkumpulan tersebut.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  56. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Saya akan mencoba menjawab soal no.17 sesuai dengan kapasitas saya selaku masih mahasiswa di filsafat ilmu ini. “Apakah ada konsep berpikir yang sesat di dalam Filsafat? Bagaimana penjelasannya?”. Ya, tentu saja ada. Konsep berpikir yang tepat dalam filsafat jika ada pendapat atau penguat dari para ahli Filsuf. Maka dari itu agar terhindar dari konsep berpikir yang sesat, diharuskanlah kita meningkatkan notion dengan baca membaca dan mencari tahu dari para ahli dan mengaitkan juga dengan ilmu hati atau spiritual agar tidak terjerumus dalam kesesatan yang nyata (menyimpang dari jalan agama).

    ReplyDelete
  57. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    saya akan menaggapi tentang pertanyaan berikut
    Apa hakikat Metode Saintifik?
    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator

    ReplyDelete
  58. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan mengenai makna hilang. Menurut saya hilang dapat dimaknai dengan lenyap atau bersih. Hilang tidak selamanya bermakna baik dan tidak selamanya bermakna buruk. Hilang kadang-kadang kita butuhkan, misalnya ketika menjawab soal ujian dan kita keliru, kita ingin menghilangkan jawaban itu dengan cara menghapus dan mengganti dengan jawaban yang lainnya. Kita kadang-kadang memerlukan hilang tersebut.

    ReplyDelete
  59. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya akan menanggapai pertanyaan mengenai hakekat gila. Menurut saya gila itu artinya sebutan untuk seseorang yang mengalami disorientasi. Gila itu tidak memiliki kesadaran. Gila itu tidak mampu memilih dari yang ada.

    ReplyDelete
  60. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari pertanyaan-pertanyaan filsafat mahasiswa S2 PM D, saya akan mencoba menangggapi pertanyaan nomor 17 dari saudara Rosalia Hera. Pertanyaannya adalah apakah ada konsep berpikir yang sesat di dalam filsafat? Bagaimana penjelasannya. Berdasarkan yang saya pahami dari perkuliahan dengan Pak Prof. Marsigit, pada dasarnya tidak ada konsep berpikir yang sesat sebab filsafat itu sendiri adalah penjelasan dan pemikiran dari seseorang. Dimana dalam menggali pemikiran tersebut, seseorang menggunakan hatinya sebagai komando. Jika ia tidak memantapkan hati, menjadikan hati sebagai landasannya dalam menggali pemikirannya, maka yang dihasilkan adalah pemikiran yang tidak sesuai dengan norma yang ada. Sehingga hal tersebutlah yang disebut sebagai pemikiran yang sesat.

    ReplyDelete
  61. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan nomor sepuluh yang diajukan oleh Hanifa Prahastami Pambayun tentang makna hilang. Hilang itu tidak ada karena sejatinya apa yang kita miliki bukanlah milik kita. Kita merasa kehilangan karena kita merasa memiliki. Bukankah apa-apa yang kita pakai adalah titipanNya?

    ReplyDelete
  62. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Mohon izin untuk berbagi pendapat mengenai definisi politik yang ditanyakan Ahmad Lutfi.
    Menurut saya, politik adalah cara atau seni dalam merebut pengaruh, entah dengan mempengaruhi orang lain, melakukan lobi maupun melakukan negoisasi.

    ReplyDelete
  63. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang”. Seperti halnya perjalanan filsafat atau Narasi besar filsafat yang sudah disampaikan oleh Pak Marsigit sewaktu dikelas, setiap para filsuf besar memiliki pandangan sendiri mengenai pandangan filsafta sesuatu dengan ruang dan waktu mereka berada. Apa yang akan terjadi di waktu yang mendatang adalah sebuah mitos atau ketakutan yang dialami oleh manusia di masa sekarang. Kita hanya bisa menebak dengan suatu dasar yang logis untuk memperkuat pendapat kita. Filsafat yang akan datang, kita berharap akan memiliki suatu padangan yang lebih baik dari masa yang akan sekarang. Karena filsafat itu merupakan pengetahuan yang selalu berkembang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Fitriyani: apa hakikat Gila dalam Filsafat?, Menurut saya hakikat gila dalam filsafat adalah bertindak diluar nalar masyarakat umum, ketika tindakan kita belum dipahami oleh masyarakat umum maka kita akan dianggap gila, contohnya zaman dulu ketika belum ada Handphone orang yang berbicara sendiri atau berbicara dengan barang dianggap gila, namun setelah adanya handphone dan masyarakat umum mengetahui fungsinya maka orang yang berbicara sendiri atau berbicara dengan barang (handphone) dianggap sebagai suatu kewajaran bukan tindakan orang gila.

    ReplyDelete
  65. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Bismillahirrahmanirrahim..
    saya tertarik untuk menjawab pertanyaan dari saudara Nurhayati mengenai Apa makna sifat Baik-Buruk dan Positif-Negatif dalam Filsafat?.
    didalam filsafat terdapat metafisik, jadi baik itu belum tentu baik dan buruk belum tentu buruk, positif belum tentu positif dan negatif belum tentu negatif, namun yang pasti didalam berfilsafat bangunlah filsafat mu sendiri, buatlah pandangan mu sendiri dan bacalah sebanyak-banyaknya bacaan mengenai filsafat.

    ReplyDelete
  66. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba menuliskan pendapat saya tentang bagaimana hubungan antara sifat-sifat yang mungkin ada dengan ada. Yang mungkin ada dan yang ada adalah dua hal yang berkaitan karena yang mungkin ada jika sudah masuk di dalam pikiran kita maka akan menjadi ada sehingga sifat-sifat yang mungkin ada menjadi sifat dari ada itu sendiri.

    ReplyDelete
  67. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillahirrohmaanirrohim, saya mohon ijin untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang?
    Jawab:
    Teleologi mungkin jawaban yang tepat. Dalam filsafat, teleologi adalah ilmu masa depan. Waktu yang akan datang merupakan rahasia Allah sebagai sang Maha Pencipta langit dan seisinya. Bagi saya, filsafat bersama teleologi bukanlah peramal yang mampu melihat dan menjelaskan masa depan secara real dan gamblang. Namun, dengan teleologi kita mampu terbantu untuk mengerti segala sesuatu dan segala kejadian agar menuju pada tujuan tertentu. Sehingga, bukan untuk melangkahi takdir dan ketetapan Allah, namun ketika kita mampu memaknai dan merasakan filsafat pada diri kita, secara tidak sadar kita mampu melihat dan merasakan di waktu yang akan datang. Eksistensi filsafat di waktu mendatang juga saya rasa juga bukan omong kosong belaka. Artinya, jika kita melihat implementasi nyatanya pada kehidupan maka dapat kita perhatikan konsep pendidikan kita masa kini, yakni kurikulum 2013 yang mengutamakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Dimana dalam filsafat, mengagungkan positivistik atau saintifik merupakan ajaran Auguste Compte yang mana ia malah menyingkirkan pentingnya spiritual atau agama karena dianggap tidak cocok dan tidak sejalan untuk membangun dunia. Jadi, tidak menutup kemungkinan pemikiran para filsuf terdahulu akan tetap ada dan terimplementasi oleh sebagian orang-orang yang terlebih para power now yang berkuasa untuk suatu kepentingan. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  68. Bismillah, saya akan mencoba menjawab lagi pertanyaan “Bagaimana cara memersiapkan Generasi Muda/Penerus dari kacamata Filsafat?”
    Jawab:
    Filsafat itu melingkupi semua yang ada dan yang mungkin ada. Manusia yang ada dan yang mungkin ada dapat dilihat mulai dari calon bayi dalam rahim, ada bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, hingga lansia. Kita tidak tahu bagaimana kondisi dan situasi di masa mendatang. Namun, dengan segala ikhtiar kita dituntut untuk mempersiapkan generasi muda dalam rangka memajukan dan merebut kesuksesan dunia. Keterkompleksan hidup jaman kontemporer menjadikan tantangan dan ujian hidup bagi para pemuda masa kini. Namun, sikap pragmatisme manusia kini malah lebih sering dan menjadi hobi sehari-hari. Selain itu, karakter utilitarianisme atau etika normatif untuk memaksimalkan penggunaan dan pemanfaatan terhadap sesuatu hal juga perlahan terkikis karena pengaruh dunia barat lebih mampu membawa arus globalisasi yang negatif kepada para pemuda. Mempersiapkan generasi muda seyogyanya dilakukan sejak dini melalui pengetahuan intuisi. Meski mereka tidak mengerti atas ilmu pengetahuan yang mereka miliki dan yang kerjakan itu bermanfaat untuk apa, namun ketika kita mmapu menanamkan jargon dan perilaku-perilaku kebaikan maka secara perlahan kita mampu menjadikan mereka calon generasi emas dimasa mendatang. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  69. Bismillah, lagi-lagi saya ingin mencoba menjawab pertanyaan “Apakah yang disebut Fiksi itu?”
    Jawab:
    Dalam sastra, fiksi adalah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Dalam matematika, imajiner merupakan lawan dari riil, dimana riil adalah bilangan yang nyata dan dapat dihitung dengan jelas jumlah dan nilainya, sedang imajiner merupakan bilangan yang tidak dapat dihitung atau bahkan hampir mendekati ketakhinggan. Penemuan bilangan imajiner memainkan perananan penting dalam membuka teritorial pikiran baru yang terlegitimasi secara matematis, namun menyisakan problem filosofis dan logika yang tetap tak tersentuh. Jadi, fiksi merupakan sesuatu yang tidak nyata atau dalam filsafat erat kaitannya dengan mitos. Mitos berarti tidak ada pikiran, tidak berada dalam pikiran, tidak sedang berpikir, atau tidak masuk akal. Mungkin lebih mudahnya adalah menganggap fiksi adalah sesuatu yang dianggap berada diluar nalar dan logika manusia. Contoh nyata nya adalah dongeng, legenda, mitos, dan lain, yang jika menggunakan nalar seperti tidak mungkin terjadi. Namun, tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini. oleh karena nya, kita tidak perlu berpikir terlalu kritis dan mendalam tentangnya karena fiksi hanya dianggap sebagai antitesis nya non fiksi. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  70. Bismillahirrohmanirrohim, sekali lagi saya mohon ijin untuk menjawab pertanyaan “Apa hakikat Gila dalam Filsafat”
    Jawab:
    Akal merupakan alat terpenting dalam berfilsafat. Ketika akal itu tidak mampu bekerja dengan baik atau bahkan hilang dari kenormalannya, maka proses berpikir pun tidak ada. Jangankan menggapai logos, untuk berpikir mitospun tidak menutup kemungkinan juga tidak ada. Padahal manusia merupakan makhluk paling sempurna karena diberi kelebihan akal dan pikiran untuk menjalani hidup. Sekarang mari kita berpikir, bagaimana dengan “gila”?. Kemanakah akalnya? Apakah dia benar-benar tidak mampu berpikir atau hanya tidak mampu menggunakan akal pikirannya dengan normal dan sadar. Wallahu’alam bishowab, semua itu hanya Allah yang tahu, karena keberfungsian akal dan pikiran kuta merupakan campur tangan dan kuasa Allah sebagai Sang Maha Pencipta Segala Makhluk.

    ReplyDelete
  71. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 1 tentang hakikat politik menurut filsafat menurut apa yang saya pahami. Politik menurut saya adalah cara atau sistem yang dipilih untuk mencapai tujuan tertentu. Mungkin banyak orang beranggapan bahwa politk identik dengan partai, pemilu, Presiden, DPR, dan hal-hal yang berbau pemerintahan. Padahal di masyarakat umum, politk juga pasti terjadi. Setiap masyarakat pasti menginginkan kebaikan, kondisi aman, damai, tertib, dll. Untuk mencapai hal itu maka perlu cara/ langkah-langkah dan langkah-langkah inilah yang disebut juga dengan politik.

    ReplyDelete
  72. Menanggapi pertanyaan nomor 4 tentang bagaimana filsafat di waktu yang akan datang. Seperti yang kita ketahui bahwa filsafat mempelajari hal yang ada dan yang mungkin ada. Bisa jadi hal yang mungkin ada inilah yang akan menjadi filsafat di waktu yang akan datang. Menurut pendapat saya, filsafat di waktu yang akan datang adalah segala sesuatu yang mungkin ada di waktu sekarang. Secara konkret kita tidak bisa melukiskan bagaimana wujud sesuatu yang mungkin ada tersebut. Yang mampu mengetahui secara pasti hanyalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  73. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator

    ReplyDelete
  74. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menanggapi pertanyaan no 7 tentang filsafat kritis. Filsafat kritis muncul ditengah perdebatan filsafat logicism dan realism, dengan I. Kant sebagai pencetusnya. Filsafat kritis juga sering disebut filsafat solusi atau filsafat tengah. Dia mengambil sebagian dari realism dan sebagian dari logicism. Periode ini disebut periode modern, muncul setelah abad kegelapan di Eropa. Disebut aliran kritis karena I. Kant mengkritisi rasionalis dan empiris.

    ReplyDelete
  75. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan tentang "bagaimana filsafat di masa yang akan datang? ". Menurut saya filsafat di masa yang akan datang yaitu bahasa. Bahasa merupakan sebagai dasar untuk komunikasi. Komunikasi yang baik akan membuat hubungan setiap individu menjadi baik juga. Bahasa komunikasi menjadi penting, ketika kita akan berkomunikasi dengan orang lain dan kita harus bisa memilih bahasa yang baik untuk digunakan.

    ReplyDelete
  76. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya akan mencoba menjawab petrtanyaan dari saudar Danis Agung Nugroho dengan pertanyaannya “Bagimana perjalan seseorang bisa sampai pada tingkatan dapat disebut sebagai filsuf?”, jika tidak salah seseorang yang bisa sampai pada tingkatan filsuf seperti pak marsigit, harus banyk membaca membac dan membaca, juga harus berpikir mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada dengan dalam sedalam-dalamnya, juga luas seluas-luasnya. Tetapi semuanya harus dengan landasan dan alat, landasan seseorang untuk berfilsafat adalah spiritual, maka berdoalah kapanpun dan dimanapun, kemudian gunakan alatnya untuk berfilsafat, dimana alat untuk berfilsafat adalah bahasa analog. Setelah itu, harus mampu menyampaikan dengan mudah semudah-mudahnya mengenai filsafat yang dipelajarinya kepada orang awam sekalipun, maka untuk itu harus bisa berhermeneutika. Ketika itulah orang bisa dikatakan filsuf, dengan terus menggali dan menggali ilmu-ilmu tentang filsafat dan tidak berhenti belajar.

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    PPs PM C
    17709251058

    Menjawab pertanyaan "Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang", saya kembali memutar otak mengenai penjelasan Prof Marsigit mengenai filsafat di setiap perkuliahan bersama beliau. Menurut belau filsafat ialah meliputi semua hal yang ada dan yang mungkin ada. oleh karena itu, filsafat bersifat tak terikat ruang dan waktu serta akan selalu abadi. hal-hal yang ada di masa yang akan datang bisa saj merupkan hal yang baru"mungkin ada" di masa sekarang. Sehingga filsafat tidak akan mati dan akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Wallahua'lam

    ReplyDelete
  78. Fitri Ni'matul Maslahah
    PPs PM C
    17709251058

    "Bagaimana penjelasannya bahwa seseorang dapat mengetahui Pikiran orang lain? Dan bagaimana penjelasannya bahwa seseorang dapat menjelaskan kepada orang lain apa yang dia ketahui?"
    jika seseorang dapat memngetahui apa yang ada dalam pikiran orang lain, kemungkinan yang terjadi bisa beberapa. salah satunya ialah tingkat kepekaan yang telah dimiliki oleh seseorang telah melampaui batas sehingga hanya dengan melihat saja kita dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain dan mengtahui langkah dan seterusnya. sedangkan kemampuan seseorang untuk memberitahukan orang lain mengenai apa yang tengah dipikirkannya ialah tujuan berfilsafat yang tengah diusahan oleh Orang lain.

    ReplyDelete
  79. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan bagaimana filsafat di waktu yang akan datang? Menurut saya filsafat akan tetap berguna di masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Karena filsafat adalah akar dari segala keilmuan tetapi di bawah spiritual. Filsafat akan terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan keilmuan.

    ReplyDelete
  80. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kemudian saya akan mencoba menjawab pertanyaan terkait pertanyaan tentang fiksi, fiksi merupakan hal yang tidak nyata tetapi ada di dalam pikiran. Sifatnya tidak real tetapi masih bisa dijangkau oleh pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  81. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    saya akan mencoba menanggapi pertanyaan "Apa makna sifat Baik-Buruk dan Positif-Negatif dalam Filsafat?". dari hasil perkualiahan filsafat dengan Prof. Marsigit, saya memeproleh ilmu baru yakni bahwa dalam hidup kita harus melihat dari dua sisi, misalnya baik dan buruk. terkadang kita menganggap bahwa hal "buruk (negatif)" itu tidak penting. sehingga kita hanya berfokus pada hal-hal baik (positif). padahal semestinya kita harus adil melihat situasinya merentang dari baik ke buruk. karena hal buruk itu pun sebenarnya baik untuk kasus-kasus tertentu. misalnya, buruk dalam melakukan kejahatan, buruk dalam berbicara kasar, maka hal itu bisa dikategorikan keburukan yang baik. kesimpulannya kita tidak bisa hanya melihat sesuatu hanya dari satu sisi/sudut pandang.

    ReplyDelete
  82. Dewi Saputri
    !7701251036
    PEP B S2

    Assalmau'alaikum Wr. Wb.

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Rosalia Hera "Apakah ada konsep berpikir yang sesat di dalam Filsafat? Bagaimana penjelasannya?"
    Orang-orang filsafat adalah orang-orang yang berpiir kritis, dimana berpikir kritis jika tidak ada batasannya membuat seseorang akan terjebak dalam kesesatan. Sesat yang saya pahami adalah orang berpikir yang sudah melampaui batas dan tidak menanamkan spiritual didalam hatinya. Maka didalam filsafat orang-orang yang berpikir sesat itu lah orang-orang yang tidak mempunyai batasan dalam berpikir, karena dihatinya tidak ada iman dan taqwa kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  83. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari beberapa pertanyaan yang ada saya tertarik menanggapi pertanyaan yaitu mengenai hakikat metode saintifik. Metode ini secara garis besar merupakan bagian dari teori positivisme yang diajukan oleh Aurust komte. Yang mana sebenarnya ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan prinsip orang Indonesia tentang keberimanan, namun tentunya hal ini dapat dihindari dengan cara guru bagaimana tetap menyeimbangkan hal tersebut.
    Mengenai batas-batas hedonisme. Yaitu segala sesuatu yang berbau hura-hura dan keduniaan secara berlebihan. Hedonisme ini merupakan anak kandung dari kapitalisme. Cara menyikapinya yaitu dengan menyeimbangakan apa yang ada di dunia dengan yang ada diakhirat, yaitu belajar agama berarti akan bisa mengetahui bagaimana menahan dan mengerti batasan-batasan dunia yang boleh dan tidak.

    ReplyDelete
  84. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya akan mencoba menjawab perrtanyaan nomor 9 oleh Arini Ulfah Hidayat yaitu “Apa makna bosan atau jenuh?”. Menurut saya makna dari bosan atau jenuh adalah bahwa dia telah mendekati mitos atau berhenti berpikir. Dalam kehidupan ini memang hampir semua orang mengalami bosan dan jenuh hal tersebut dikarenakan dia sedang berada di zona nyamannya dia, sehinga tidak ada hal menantang yang ingin dikerjakan. Apabila melakukan hal yang sama terus maka hal tersbebut akan menjadikan kita bosan. Sama halnya saat siswa diberikan perlakuan yang sama atau guru tidak ada variasi dalam mengajar, maka siswa akan bosan belajar dan kebosanan tersebut akan berdampak pada proses berpikir siswa selanjutnya.

    ReplyDelete
  85. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 17 mengenai konsep berpikir sesat. Menurut saya sesat itu ada ketikan apa yang kita lakukan dan pikirkan tidak sejalan dengan aturan yang ada. Filsafat itu merupakan hasil olah pikir. Filsafat buatku adalah pikiranku sendiri. Sehingga filsafat bagi setiap orang itu berbeda. Ada dua kemungkinan orang setelah belajar filsafat, pertama orang tersebut akan semakin baik setelah belajar filsafat jika niat awalnyapun baik. Orang tersebut akan menjadi tersesat setelah belajar filsafat jika niat awalnya sudah buruk. Hal itu karena dalam filsafat kita akan mengembarakan pikiran untuk mencari kebenaran menurut pemikiran kita. Sehingga selalu awali belajar filsafat untuk kebaikan, agar hasil yang didapatpun sesuatu yang bermanfaat bukan sesuatu yang menyasatkan. Tak lupa, selalulah berlandaskan spiritual saat mempelajari filsafat. Belajar filsafat itu boleh mengacaukan pikiran tapi jangan sampai mengacaukan hati. Terimakasih

    ReplyDelete
  86. Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    Terimakasih bapak atas postingannya mengenai pertanyaan-pertanyaan filsafat di atas. Terimakasih kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah berkontribusi. Sungguh tidak dapat dipungkiri bahwasanya filsafat muncul dikarenakan manusia memiliki berbagai pertanyan-pertaanyaan dalam pikirannya. Yang sebenarnya manusia tersebut juga memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dari pertanyaan ersebut membimbing kami untuk lebih mendalami mengenai hubbungan filsafat dengan hal-hal lain dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  87. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menanggapi pertanyaan no.4 dari Ida Trisnadati. Melirik timeline perkembangan filsafat dari zaman Yunani Kuno hingga sekarang, menurut saya filsafat di waktu yang akan datang masih berpotensi mengalami perkembangan. Hal ini mengingat bahwa pemikiran manusia terus berkembang. Namun perkembangan apapun yang mungkin terjadi, tidak menggeser kedudukan filsafat sebagai sumber pembelajaran dari pemikiran para filsuf yang dapat kita jadikan tuntunan dalam kehidupan. Dalam menghadapi perkembangan hendaklah kita bertindak cerdas dengan cara memfilter perkembangan, yaitu mengambil hikmah positif dari kemajuan dan meninggalkan hal-hal yang dapat melunturkan jiwa nasionalisme dan spritualisme.

    ReplyDelete
  88. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Pertanyaan no.13 dari Ristu Haiban Hirzi, bagaimana hubungan antara sifat-sifat yang Ada dan yang mungkin Ada. Obyek dalam filsafat adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah sebuah potensi. Yang membedakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada adalah ruang. “Ada” dalam filsafat artinya yang ada di dalam pikiran, sedangkan “yang mungkin ada” artinya belum ada di pikiran tetapi ada potensi untuk ada.

    ReplyDelete
  89. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 11 dari Lisaiha Rodiyya: Apakah hakekat Menguasai atau Hegemoni? Menurut saya, hegemoni adalah membunuh, namun seolah merangkul. Menampar, namun seolah mngelus. Menginjak-injak, namun seolah memijati. Pendeknya, hegemoni adalah senyum drakula yang menyembunyikan taringnya. maka hegemoni adalah otoritarianisme yang berbaju demokrasi.

    ReplyDelete
  90. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Saya mencoba menanggapi pertanyaan lainnya, yaitu pertanyaan dari Apolonia Hendrice Ramda. Untuk dapat menjelaskan sukses dan gagal kita harus memiliki defenisi/batasan terlebih dahulu. Sukses dan gagal sebuah kehidupan didefenisikan berbeda oleh setiap orang. Secara filsafat, manusia memilih dua potensi yaitu potensi takdir dan potensi ikhtiar. Maka sukses atau gagalnya kehidupan tergantung seberapa besar potensi ikhtiar itu diolah. Dan sebenar-benar sukses menurut filsafat adalah mampu menembus ruang dan waktu dan sebenar-benar gagal adalah terperangkap dalam ruang dan waktu yang salah.

    ReplyDelete
  91. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana hubungan antara konsep-konsep Kebenaran yang ada?", kebenaran terjadi saat tidak ada kontradiksi yang terjadi, sedangkan di dunia ini penuh dengan kontradiksi. Sehingga kebenaran di dunia ini bisa jadi dibilang "tidak ada yang mutlak". Semakin maju kehidupan seseorang, nilai-nilai yang diadopsi dan dijadikan prinsip hidup bisa saja berbah. Sedangkan kebenaran dari sudut pandang seseorang tidak dapat terlepas dari nilai-nilai yang dianutnya. Sehingga saat nilai yang dihayati seseorang bergeser, maka "kebenaran" dalam pandangannya bisa saja berubah. Sebagai contoh, orang-orang yang belajar niali-nilai kemanusiaan dan memiliki kedudukan yang tinggi haruslah mengilhami nilai-nilai yang relevan, namun sebaliknya banyak pejabat tinggi yang melakukan penyimpangan. Wallahua'lam

    ReplyDelete
  92. Apa makna Hilang? Pada dasarnya tidak ada sesuatu yang hilang. Kehilangan ditafsirkan oleh kebanyakan orang saat apa yang kita jaga atau kita meiliki tiba-tiba tidak mampu kuita genggam kembali. Namun bukankah sebenarnya sesuatu tersebut tidak hilang melainkan hanya berpindah tempat saja menuju tempat yang kita tidak dapat menjangkaunya. Baik menjangkau secara ingatan maupun secara fisik. Sehingga saat kita kehilangan sesuatu, pada hakikatnya sesuatu tersebut hanyalah berpisah sejenak aatu berpindah tempat sehingga kita tak lagi mampu menggenggamnya

    ReplyDelete
  93. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Menanggapi pertanyaan dari saudari dita puspitawedana menurut kami hedonisme tidak ada batasannya karena hidonisme merupakan salah satu implikasi dari hawa nafsu manusia yang tama’ dan cenderung ingin mengikuti hawa nafsu tersebut jadi ketika keinginan A sudah terpenuhi pasti dia menginginkan B, C, D dan seterusnya. Oleh karena itu untuk menyikapi hal tersebut, perlunya kita berintorpeksi diri dengan kembali ke jalan Tuhan, bertobat, dzikir berdoa seraya meminta agar dijauhkan dari sifat-sifat dan perbuatan tercela serta terjaga dari godaan syaitan. Mohon maaf dan koreksinya Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  94. Insan A N/PPs PmC 2017
    Terkait dengan konsep kebenaran, menanggapi sedikit bahwa kebenaran hakikatnya adalah klaim, bersifat relative dan plural. Sebenar-benarnya kebenaran adalah diriku, kebenaran memiliki dimensi ruang dan waktu. Sejatinya kebenaran berangkat dari pikiran manusia yang direal kan melalui pengalaman hidup manusia

    ReplyDelete
  95. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan no 8 tentang "Bagaimana cara memersiapkan Generasi Muda/Penerus dari kacamata Filsafat?". Sebagai calon pendidik, kita merupakan satu diantara sekian banyak faktor yang dapat mempersiapkan generasi muda. Menurut saya, dari kacamata filsafat kita harus mempersiapkan mereka untuk menghadapi objek yang ada dan yang mungkin ada, sesuai dengan ruang dan waktunya. Kita bukan hanya harus menyiapkan ilmu, tetapi juga menyiapkan mental. Bimbinglah agar mereka dapat ikhlas dalam setiap perbuatannya, baik ikhlas dalam hati maupun ikhlas dalam pikiran.

    ReplyDelete
  96. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Daftar pertanyaan yang telah dibuat oleh mahasiswa kelas D ini memberikan pengetahuan kepada saya bahwa filsafat tidak hanya mencakup tataran teori saja, anum juga mencakup teroi praktik. Ada yang menyanyakan bagaimana makna tentang jenuh, menguasai, hedonism, kebenaran, ego dan lain sebagainya. hal ini menunjukkan bahwa filsafat mampu unutk mencakup seluruh kegiatan manusia.

    ReplyDelete
  97. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan no.11 dari Lisaiha Rodiyya: Apakah hakekat Menguasai atau Hegemoni? Hegemoni berasal dari bahasa Yunani, egemonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Secara sederhana, pengertian hegemoni merupakan bentuk penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus. Artinya, kelompok-kelompok yang terhegemoni menyepakati nilai-nilai ideologis penguasa. Hegemoni bukan hanya memaksa subyek yang dikuasai, namun juga menciptakan kondisi dimana subjek merelakan dirinya untuk dikuasai. Dan, kondisi demikian diciptakan melalui ideologi

    ReplyDelete
  98. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan no. 6 dari Nurul Husnah: Apa yang dimaksud Kesadaran dari sudut pandang Filsafat? menurut saya, kesadaran artinya adanya proses berpikir yang terjadi di dalam pikiran seseorang. Artinya apabila ia tidak berpikir maka ia tidak sadar. karena seseorang yang berhenti berpikir maka ia kehilangan kesadarannya. Di dalam filsafat, berhenti berpikir adalah mitos, dan mitos adalah musuh terbesar dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  99. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Terkait dengan pertanyaan no 6 sebelumnya, saya mencoba menanggapi pertanyaan no. 20 dari Fitriyani yaitu apa hakikat Gila dalam Filsafat? menurut saya, gila artinya tidak memiliki kesadaran atau hilangnya makna secara keseluruhan. Dalam filsafat, gila bisa jadi dikarenakan konsekuensi logis dari pemikiran-pemikiran yang dikeluarkan. Misalkan penolakan terhadap Tuhan dapat berakhir ke dalam ketidaksadaran (gila).

    ReplyDelete
  100. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pertanyaan adalah awal dari berpikir dan ilmu, sehingga melalui pertanyaan dan jawabanlah kita akan memperoleh pengetahuan baru. Kemudian saya ingin mencoba mengutarakan pendapat saya mengenai apa yang dimaksud dengan kesadaran. Kesadaran adalah tingkatan berpikir manusia yang paling awal dan yang mengawali proses berpikir manusia untuk mengambil keputusan, kesadaran muncul disebabkan oleh persepsi yang diperoleh dari lansung dari panca indera dan disebabkan oleh logika/nalar. Mohon koreksi jika pemahaman saya masih keliru Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  101. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terkait filsafat di wajtu yang akan mendatang. Jika metode pembelajaran semua filsafat di universitas tinggi seperti yang diajarkan Bapak Prof Marsigit bisa jadi filsafat akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karna metode seperti ini tidak hanya belajar teori dan teori saja, tetapi juga mengaitkan dengan kehidupan kita dan disini Prof Marsigit memberi kesempatan bagi mahasiswanya untuk bertanya dalam konteks apapun.

    ReplyDelete
  102. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 19 tentang perjalanan seseorang bisa sampai pada tingkatan yang dapat disebut sebagai filsuf. Menurut pandangan saya, berfilsafat berarti berfikir. Seseorang sedang berfilsafat kemudian memikirkan sesuatu sampai pada akarnya suatu permasalahan atau fenomena tertentu maka ia dapat disebut sebagai filsuf. Selain itu, seorang filsuf memiliki pemikiran-pemikiran yang terkadang manusia biasa tidak mampu memikirkannya sampai pada tahap tersebut. Ia juga berpikir secara rasional dan sistematis. Namun seorang filsuf biasanya kita kenal dengan pemikiran yang kritis dan mendalam tentang sesuatu hal.

    ReplyDelete
  103. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan Mb Arini Ulfah tentang makna bosan atau jenuh.
    Bosan atau jenuh bisa kita rasakan secara tiba-tiba, waktunya tidak pernah kita tau.
    Lalu apa penyebab utama seseorang mencapai titik jenuh tersebut? mungkin secara alamiyah karena jenuh juga merupakan hal yang normal sehingga masalah yang kita hadapi sama, yaitu bisa jenuh terhadap rutinitas, bisa jenuh terhadap pekerjaan, tugas kuliah yang tak kunjung selesai, terlalu lama dalam suatu proses,
    bisa jenuh terhadap harapan dan kenyataan, dan lain sebaginya.
    Untuk bisa mengurangi kejenuhan kita bisa melakukan tips berikut ini yakni :
    1. Selalu beribadah
    2. Meminimize waktu anda dengan baik
    3. Refresing Hal-hal yang positif
    4. Silaturahmi
    5. Curhat/ Komunikasi efektif
    6. Sabar
    7. Belajar dengan giat.

    ReplyDelete
  104. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Apakah batasan-batasan dari konsep Hedonisme itu? Dan bagaimana menyikapinya?

    Hedonisme itu temannya setan dan setan itu berbahaya. Tidak ada setan yang sholeh, sholehah. Setan selalu mengajak kepada keburukan, kemaksiatan dan dosa.sikap Hedon merupakan sikap pemborosan, membeli sesuatu bukan karena kebutuhan yang harus dipenuhi melainkan karaena hana nafsu untuk memiliki suatu barang tanpa tahu kebutuhan dan kegunaan untuk apa. cara menyingkap sikap hedon dapat dilakukan dengan menulis skala prioritas kebutuhan manusia, kemudian dari skala tersebut diusahakan untuk tidak membeli barang yang tidak diperlukan. serta mnejadi seorang muslim yang bisa memilih kebutuhan dan tidak boros dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  105. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Filsafat Kritis adalah pemikiran filsuf yang menanggapi, menentang, atau mengembangkan pemikiran filsuf terdahulu. Sebut saja Immanuel Kant, yang menemukan teori ilmu pengetahuan yang bersifat sintetik apriori sebagai kritik terhadap paham rasionalisme dan empirisme. Pertentangan antara paham Rasionalisme yang menganggap pengetahuan berasal dari rasio dan empirisme yang percaya bahwa ilmu pengetahuan didapatkan berdasarkan pengalaman, membuat Kant merasa harus mengambil jalan tengah untuk menyempurnakan keduanya. Walaupun Kant sangat menghormati pemikiran David Hume, namun ia tidak semerta-merta membenarkan semua pemikiran Hume. Filsafat Kritis juga menghasilkan berbagai pemikiran baru dan dinamis mengikuti perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  106. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apa hakikat pendekatan saintifik?
    Scientific approach atau pendekatan saintifik merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dikembangkan dari metode ilmiah yang pada awalnya banyak digunakan dalam pembelajaran sains atau llmu alam. Saat ini pendekatan saintifik dikembangkan untuk digunakan hampir pada seluruh mata pelajaran, khusus pada kurikulum 2013 pendekatan saintifik pada mata pelajaran awalnya diterapkan pada mata pelajaran IPA, akan tetapi sekarang berkembang pada mata pelajaran lain, bahkan pembelajaran dengan tematik integratif.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  107. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Filsafat kritis dicetuskan oleh Immanuel Kant. Tujuan utama dari filsafat kritis Kant adalah untuk menunjukkan bahwa manusia bisa memahami realitas alam (natural) dan moral dengan menggunakan akal budinya. Pengetahuan tentang alam dan moralitas itu berpijak pada hukum-hukum yang bersifat apriori, yakni hukum-hukum yang sudah ada sebelum pengalaman inderawi. Pengetahuan teoritis tentang alam berasal dari hukum-hukum apriori yang digabungkan dengan hukum-hukum alam obyektif. Sementara pengetahuan moral diperoleh dari hukum moral yang sudah tertanam di dalam hati nurani manusia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  108. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bosan dan jenuh memiliki makna yang hampir sama. Akan tetapi kedua kata tersebut juga memiliki perbedaan. Bosan memiliki arti perasaan ketika melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, atau monoton. Sedangkan jenuh adalah perasaan lelah ketika telah melakukan suatu aktifitas secara terus-menerus. Perbedaan antara keduanya sangat tipis sehingga memang sulit untuk dibedakan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  109. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Saya akan mencoba untuk menjawab pertayaan tentang hakikat Metode Saintifik. Metode saitifik adalah metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang memuat sintax mengamati, mencoba, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Banyak sekali keunggulan metode saintifik yang diangkat oleh kurikulum 2013. Yang dibutuhkan untuk merasakan keunggulan tesebut adalah kesiapan guru agar dapat optimal menggunakan metode tersebut. Tugas pendidik, sebagai orang yang mengamati langsung kondisi dan kebutuhan siswa, untuk membuat atau menciptakan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kondisi siswa yang berbeda-beda dengan menggunakan secara optimal metode yang diangkat kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  110. Hal yang ada dan mungkin ada memiliki banyak sekali sifat. Seperti yang ada memiliki sifat tetap dan yang mungkin ada bersifat berubah. Hakikat sesuatu yang tetap berada dalam pikiran. Tokoh dari filsafat yang tetap ini adalah Permenides. Filsafat tersebut dinamakan permenidesienisme. Kebenaran hal yang tetap atau di dalam pikiran bersifat absolut, sehingga lahir aliran absolutisme. Tokoh dari aliran filsafat ini adalah adalah Plato.

    ReplyDelete
  111. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hal-hal yang memang abadi di dunia ini itu tidaklah ada. Karena pada dasarnya kita semua yang ada di Dunia ini mulai dari zaman nabi Adan hingga sekarang ini apapun , kapanpun, dimanapun, siapapun, dan bagaimanapun semuanya adalah ciptaan Tuhan semesta alam. Kehilangan berartis sudah tidak memiliki, namun sesuatu yang hilang itu masih ada. Segala hal yang memang akan hilang selamanya adalah kenangan yang memang sudah dilupakan, karena ditaruh di dalam epoche dan kita tidak terlalu memperhatikannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  112. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan huhbungan yang ada dan yang mungkin ada. yang ada merupakan sesuatu yang nyata, yang real, seperti contohnya manusia sebagai subjek, ataupun benda sebagai objek (yang dikenai subjek). sedangkan yang mungkin ada merupakan hal yang ada didalam pikiran, yang belum menjadi sesuatu yang nyata.

    ReplyDelete
  113. Eka Luthfiana Lathhifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan apa hakikat metode saintifik?. sepengetahuan saya, saintifik bukanlah metode, melainkan pendekatan. sedangkan metode yang digunakan dalam pendekatan saintifik adalah metode student center, yang pada hakikatnya pembelajaran berpusat kepada siswa. siswa aktif menggali pengetahuannya sendiri sedangkan guru hanya sebagai fasilitator informasi.

    ReplyDelete
  114. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawan pertanyaan apa itu hegemoni. Istilah hegemoni berasal dari bahasa Yunani Kuno, ‘eugemonia’. Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara saja. Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar.

    ReplyDelete
  115. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terkait pertanyaan no 10 tentang makna hilang. Sebagaimana di dunia ini mencakup hal yang ada dan mungkin ada, menurut saya Hilang adalah kejadian suatu hal yang ada menjadi tidak ada. Suatu hal yang sudah kita pastikan ada menjadi tidak ada karena berbagai alasan itulah yang dinamakan dengan hilang.

    ReplyDelete
  116. Shelly Lubis
    S2 P.Mat B
    17709251040

    dari berbagai macam pertanyaan-pertanyaan di atas juga akan memperoleh jawaban yang bisa jadi berbeda-beda antar tiap orang. karena pemikiran orang yang berbeda-beda, namun yang terpenting adalah konsep nya yang sama dan sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  117. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  118. Rigia Tirza HArdini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan hakekat Sukses dan Gagalnya sebuah kehidupan?"
    Jika sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu, maka hakekat sukses dan gagal dalam sebuah kehidupan adalah maknanya. Jika suatu kegagalan membawa makna yang dalam dan membuatmu menjadi lebih berkembang, maka sesungguhnya kegagalan itu adalah sebuah kesuksesan. Sebaliknya, jika suatu kesuksesan gagal kita ambil maknanya, maka sesungguhnya kesuksesan itu adalah kegagalan.

    ReplyDelete
  119. ndi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan dari Rosalia Hera tentang adakah konsep berfikir sesat dalam filsafat, menurut saya belajar bila setengah-setangah atau tidak sampai selesai lah yang membuat seseorang tersesat, sebab terjebak dalam mitos dalam pemikirannya. Bukan karena filsafat membuatnya sesat tetapi proses belajar dan cara memahami yang tidak sebagaimana mestinya yang membuatnya sesat.

    ReplyDelete
  120. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang?. Menurut saya, filsafat akan sama saja metode nya yaitu berpikir secara luas dan mendalam. Tetapi seperti yang telah diketahui, musuhnya filsafat itu tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Waktu yang tidak bersesuaian dengan filsafat pasti akan tidak cocok. Memang ada beberapa landasan (dasar) yang bisa dipakai dengan sesuai dengan jamannya, namu ada pula yang tak cocok lagi, sehingga ada baiknya jika dilakukan inovasi terhadap sebuah teori filsafat itu.
    Maaf jika pendapat saya keliru, karena yang benar itu adalah milik Tuhan semata.

    ReplyDelete
  121. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari daftar pertanyaan yang ditampilkan dalam postingan ini saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan terkait apa arti GILA menurut filsafat. Dari apa yang pernah saya dapat dari perkuliahan filsafat ilmu, setiap orang harus sopan dan santun terhadap ruang dan waktu, mampu menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya, seseorang juga harus cerdas menggunakan epokenya. Jika sesseorang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap ruang dan waktu, serta tidak mampu menggunakan epokenya sehingga ia tidak bisa fokus, maka ia mengalami disorientasi. Disorientasi pada level rendah disebut kacau, sedangkan pada level parah inilah yang disebut dengan gila. Yakni ketika seseorang tidak mampu mengelola pikirannya, sehingga ia tidak mampu menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  122. Pertanyaan lain yang menurut saya menarik untuk ditanggapi adalah pertanyaan mengenai apa hakikat dari pendekatan saintifik. Menurut apa yang saya pahami, metode saintifik adalah metode yang mengagungkan pembuktian secara sains dengan bukti-bukti empiris. Para saintifis, menganggap metode ini adalah yang paling bisa dipercaya dalam setiap hal. Sebenar-benar ilmu adalah yang didapatkan emlalui metode saintifik. Sementara itu, terkait dengan pembelajaran, metode saintifik juga mengacu pada prinsip saintifik. Siswa didorong untuk menemukan pengetahuannya melalui proses ilmiah, mulai dari mengamati membuat pertanyaan, melakukan eksprolasi untuk menemukan bukti, hingga sampai pada menyimpulkan dan mengkomunikasikannya. Itu sedikit yang saya pahami terkait metode saintifik.

    ReplyDelete
  123. Saya mencoa menjawab pertanyaan Ida Trisnadati, Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang? Waktu yang akan datang adalah waktu yang akan segera terjadi. Bagaimana filsafat saat itu ? Mada sekarang merupakan masa depan dari masa lampau. Filsafat sudah ada dari jaman dahulu seperti pemikiran Aristoteles, socrates, i kant, dan lain lain. Pemikiran ini sudah ada sejak beribu ribu tahun yang lalu. Bahkan sampai saat ini filsafat tersebut masih berdiri kokoh dan dijadikan rujukan di segala penjuru dunia. Masa depan pun akan tetap seperti demikian. Sejarah akan selalu mencatat lara filsuf terdahulu.

    ReplyDelete
  124. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    "saya akan menaggapi tentang pertanyaan berikut
    Apa hakikat Metode Saintifik?
    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator"

    ReplyDelete
  125. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator

    ReplyDelete
  126. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Apa hakikat Metode Saintifik?
    Mencoba menjawab tentang metode saintifik, metode saintifik adalah metode ilmiah yang dimana siswa melakuakan penemuan sendiri dari masalah konkrit. Metode saintifik ini memiliki urutan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi , mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Metode ini diterapakan di kurikulum 2013 dimana kurikulum ini berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  127. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya juga mencakup pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya. Namun, entah mengapa dalam hal ini saya paling tertarik dengan pertanyaan “Apa hakikat Gila dalam Filsafat?”

    ReplyDelete
  128. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Arini Ulfah Hidayati, tentang apa makna dari bosan atau jenuh. Bosan atau jenuh merupkan suatu titik dimana seseorang mencapai pada titik tersebut dimana pada titik tersebut terjadi ketidaknyamanaan dan juga kemalasan dalam menyelesaikan sesuatu. Misalnya seseorang yang melakukan suatu hal secara terus menrut dan berulang-ulang tanpa adanya suadtu perubahan kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tersebut itu dapat membuat orang tersebut cepat merasa bosan. Dan perlu diketahui rasa bosan atau jenuh yang dirasakan seseorang itu berbeda-beda, tergantung bagaimana karakter orang tersebut. Sehingga untuk mengurangi kebosanan, perlu adanya suatu kegiatan yang merelakskan tubuh dan juga pikiran.

    ReplyDelete
  129. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih prof untuk pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang sudah dibagikan kepada kami. Menanggapi pertanyaan nomor 4 tentang bagaimana filsafat di waktu yang akan datang. Menurut saya, filsafat di waktu yang akan datang akan terus berkembang karena pikiran manusia yang terus berkembang. Namun, berkembangnya ilmu fisafat tetap berpijak pada pendapat-pendapat para filsuf sebelumnya.

    ReplyDelete
  130. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menanggapi pertanyaan dari saudari Nurhayati mengenai apa makna sifat baik-buruk dan positif-negatif dalam filsafat? menurut saya makna sifat baik-buruk dan positif-negatif dalam filsafat bisa bersifat relatif dan mutlak. Relatif ketika ditempatkan pada ranah antara manusia. Menilai baik-buruk, positif-negatif bisa berbeda-beda setiap orang, tergantung dari sudut pandang mana kita memaknainya. Bersifat mutlak jika berhubungan dengan sang maha kuasa, sifat baik-buruk dan positif-negatif manusia pasti sudah ditetapkanNya, karena kita tidak bisa mengubah keputusanNya. Oleh karena itu marilah kita senantiasa untuk menumbuhkan sifat yang baik dan positif pada diri kita, meskipun keputusan akhirnya ada pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  131. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika 2018 Kls A
    Assalamualaikum Warahmatullah Wabaraktuh
    Saya tertarik dengan pertanyaan “apa makna bosan atau jenuh?”. Sebagai manusia biasa titik jenuh pernah menghampiri kita. Jenuh memiliki makna perasaan yang mengharapkan perubahan terhadap aktivitas yang dilakukan selama ini. jenuh atau bosan datang ketika tak ada inovasi atau kreatifitas dalam suatu aktivitas yang dilakukan atau dengan kata lain monoton. Perasaan jenuh atau bosan tidak baik berlarut cukup dalam. Segala sesuatu dilakukan untuk membuang rasa kebosanan yang sedang menimpa kita. Seperti halnya melakukan hobi yang kita sukai, berolahraga, menonton, jalan-jalan dan aktivitas lainnya yang tujuannya untuk menghilangkan rasa bosan. Selain itu dalam menjalani hidup ini hendaknya selalu dijalani dengan ikhlas, dinikmati dan disyukuri dan jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete