Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PM D




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PM D) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 10.00 sd 11.40 di R. 100 B Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.

1. Ahmad Lutfi:
Apa hakekat Politik menurut Filsafat?


2. Ezi Apino:
Apa hakikat Metode Saintifik?


3. Retno Kusuma:
Bagaimana Netralitas/Ketidaknetralan Ilmu menurut Filsafat?


4. Ida Trisnadati
Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang?


5. Nurhayati:
Apa makna sifat Baik-Buruk dan Positif-Negatif dalam Filsafat?


6. Nurul Husnah:
Apa yang dimaksud Kesadaran dari sudut pandang Filsafat?


7. Juz'an Afandi:
Mohon dijelaskan apakah yang dimaksud Filsafat Kritis itu?


8. Libertus Di Umart Alvares:
Bagaimana cara memersiapkan Generasi Muda/Penerus dari kacamata Filsafat?


9. Arini Ulfah Hidayati:
Apa makna bosan atau jenuh?


10. Hanifa Prahastami Pambayun:
Apa makna Hilang?


11. Lisaiha Rodiyya:
Apakah hakekat Menguasai atau Hegemoni?


12. Dita Puspitawedana:
Apakah batasan-batasan dari konsep Hedonisme itu? Dan bagaimana menyikapinya?


13. Ristu Haiban Hirzi:
Bagaimana hubungan antara Sifat-sifat yang Ada dan yang mungkin Ada?

14. Mukhlas Triono:
Bagaimana hubungan antara konsep-konsep Kebenaran yang ada?

15. Apolonia Hendrice Ramda:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan hakekat Sukses dan Gagalnya sebuah kehidupan?

16. Hafizh Praditya Mahardika:
Apa yang dimaksud sebagai Ego, Superego, Egoist, Egocentris, dan sejenisnya?

17. Rosalia Hera:
Apakah ada konsep berpikir yang sesat di dalam Filsafat? Bagaimana penjelasannya?

18. La Ode Amril:
Apakah yang disebut Fiksi itu?

19. Danis Agung Nugroho:
Bagaiman perjalanan seorang bisa sampai pada tinkatan dapat disebut sebagai Filsuf?

20. Fitriyani:
Apa hakikat Gila dalam Filsafat?

21. Lidrawati:
Bagaimana penjelasannya bahwa seseorang dapat mengetahui Pikiran orang lain? Dan bagaimana penjelasannya bahwa seseorang dapat menjelaskan kepada orang lain apa yang dia ketahui?





40 comments:

  1. Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    Terimakasih bapak atas postingannya mengenai pertanyaan-pertanyaan filsafat di atas. Terimakasih kepada mahasiswa-mahasiswa yang telah berkontribusi. Sungguh tidak dapat dipungkiri bahwasanya filsafat muncul dikarenakan manusia memiliki berbagai pertanyan-pertaanyaan dalam pikirannya. Yang sebenarnya manusia tersebut juga memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dari pertanyaan ersebut membimbing kami untuk lebih mendalami mengenai hubbungan filsafat dengan hal-hal lain dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Menanggapi pertanyaan no.4 dari Ida Trisnadati. Melirik timeline perkembangan filsafat dari zaman Yunani Kuno hingga sekarang, menurut saya filsafat di waktu yang akan datang masih berpotensi mengalami perkembangan. Hal ini mengingat bahwa pemikiran manusia terus berkembang. Namun perkembangan apapun yang mungkin terjadi, tidak menggeser kedudukan filsafat sebagai sumber pembelajaran dari pemikiran para filsuf yang dapat kita jadikan tuntunan dalam kehidupan. Dalam menghadapi perkembangan hendaklah kita bertindak cerdas dengan cara memfilter perkembangan, yaitu mengambil hikmah positif dari kemajuan dan meninggalkan hal-hal yang dapat melunturkan jiwa nasionalisme dan spritualisme.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Pertanyaan no.13 dari Ristu Haiban Hirzi, bagaimana hubungan antara sifat-sifat yang Ada dan yang mungkin Ada. Obyek dalam filsafat adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah sebuah potensi. Yang membedakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada adalah ruang. “Ada” dalam filsafat artinya yang ada di dalam pikiran, sedangkan “yang mungkin ada” artinya belum ada di pikiran tetapi ada potensi untuk ada.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 11 dari Lisaiha Rodiyya: Apakah hakekat Menguasai atau Hegemoni? Menurut saya, hegemoni adalah membunuh, namun seolah merangkul. Menampar, namun seolah mngelus. Menginjak-injak, namun seolah memijati. Pendeknya, hegemoni adalah senyum drakula yang menyembunyikan taringnya. maka hegemoni adalah otoritarianisme yang berbaju demokrasi.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Saya mencoba menanggapi pertanyaan lainnya, yaitu pertanyaan dari Apolonia Hendrice Ramda. Untuk dapat menjelaskan sukses dan gagal kita harus memiliki defenisi/batasan terlebih dahulu. Sukses dan gagal sebuah kehidupan didefenisikan berbeda oleh setiap orang. Secara filsafat, manusia memilih dua potensi yaitu potensi takdir dan potensi ikhtiar. Maka sukses atau gagalnya kehidupan tergantung seberapa besar potensi ikhtiar itu diolah. Dan sebenar-benar sukses menurut filsafat adalah mampu menembus ruang dan waktu dan sebenar-benar gagal adalah terperangkap dalam ruang dan waktu yang salah.

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menanggapi pertanyaan "Bagaimana hubungan antara konsep-konsep Kebenaran yang ada?", kebenaran terjadi saat tidak ada kontradiksi yang terjadi, sedangkan di dunia ini penuh dengan kontradiksi. Sehingga kebenaran di dunia ini bisa jadi dibilang "tidak ada yang mutlak". Semakin maju kehidupan seseorang, nilai-nilai yang diadopsi dan dijadikan prinsip hidup bisa saja berbah. Sedangkan kebenaran dari sudut pandang seseorang tidak dapat terlepas dari nilai-nilai yang dianutnya. Sehingga saat nilai yang dihayati seseorang bergeser, maka "kebenaran" dalam pandangannya bisa saja berubah. Sebagai contoh, orang-orang yang belajar niali-nilai kemanusiaan dan memiliki kedudukan yang tinggi haruslah mengilhami nilai-nilai yang relevan, namun sebaliknya banyak pejabat tinggi yang melakukan penyimpangan. Wallahua'lam

    ReplyDelete
  7. Apa makna Hilang? Pada dasarnya tidak ada sesuatu yang hilang. Kehilangan ditafsirkan oleh kebanyakan orang saat apa yang kita jaga atau kita meiliki tiba-tiba tidak mampu kuita genggam kembali. Namun bukankah sebenarnya sesuatu tersebut tidak hilang melainkan hanya berpindah tempat saja menuju tempat yang kita tidak dapat menjangkaunya. Baik menjangkau secara ingatan maupun secara fisik. Sehingga saat kita kehilangan sesuatu, pada hakikatnya sesuatu tersebut hanyalah berpisah sejenak aatu berpindah tempat sehingga kita tak lagi mampu menggenggamnya

    ReplyDelete
  8. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Menanggapi pertanyaan dari saudari dita puspitawedana menurut kami hedonisme tidak ada batasannya karena hidonisme merupakan salah satu implikasi dari hawa nafsu manusia yang tama’ dan cenderung ingin mengikuti hawa nafsu tersebut jadi ketika keinginan A sudah terpenuhi pasti dia menginginkan B, C, D dan seterusnya. Oleh karena itu untuk menyikapi hal tersebut, perlunya kita berintorpeksi diri dengan kembali ke jalan Tuhan, bertobat, dzikir berdoa seraya meminta agar dijauhkan dari sifat-sifat dan perbuatan tercela serta terjaga dari godaan syaitan. Mohon maaf dan koreksinya Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  9. Insan A N/PPs PmC 2017
    Terkait dengan konsep kebenaran, menanggapi sedikit bahwa kebenaran hakikatnya adalah klaim, bersifat relative dan plural. Sebenar-benarnya kebenaran adalah diriku, kebenaran memiliki dimensi ruang dan waktu. Sejatinya kebenaran berangkat dari pikiran manusia yang direal kan melalui pengalaman hidup manusia

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan no 8 tentang "Bagaimana cara memersiapkan Generasi Muda/Penerus dari kacamata Filsafat?". Sebagai calon pendidik, kita merupakan satu diantara sekian banyak faktor yang dapat mempersiapkan generasi muda. Menurut saya, dari kacamata filsafat kita harus mempersiapkan mereka untuk menghadapi objek yang ada dan yang mungkin ada, sesuai dengan ruang dan waktunya. Kita bukan hanya harus menyiapkan ilmu, tetapi juga menyiapkan mental. Bimbinglah agar mereka dapat ikhlas dalam setiap perbuatannya, baik ikhlas dalam hati maupun ikhlas dalam pikiran.

    ReplyDelete
  11. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Daftar pertanyaan yang telah dibuat oleh mahasiswa kelas D ini memberikan pengetahuan kepada saya bahwa filsafat tidak hanya mencakup tataran teori saja, anum juga mencakup teroi praktik. Ada yang menyanyakan bagaimana makna tentang jenuh, menguasai, hedonism, kebenaran, ego dan lain sebagainya. hal ini menunjukkan bahwa filsafat mampu unutk mencakup seluruh kegiatan manusia.

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan no.11 dari Lisaiha Rodiyya: Apakah hakekat Menguasai atau Hegemoni? Hegemoni berasal dari bahasa Yunani, egemonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Secara sederhana, pengertian hegemoni merupakan bentuk penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus. Artinya, kelompok-kelompok yang terhegemoni menyepakati nilai-nilai ideologis penguasa. Hegemoni bukan hanya memaksa subyek yang dikuasai, namun juga menciptakan kondisi dimana subjek merelakan dirinya untuk dikuasai. Dan, kondisi demikian diciptakan melalui ideologi

    ReplyDelete
  13. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan no. 6 dari Nurul Husnah: Apa yang dimaksud Kesadaran dari sudut pandang Filsafat? menurut saya, kesadaran artinya adanya proses berpikir yang terjadi di dalam pikiran seseorang. Artinya apabila ia tidak berpikir maka ia tidak sadar. karena seseorang yang berhenti berpikir maka ia kehilangan kesadarannya. Di dalam filsafat, berhenti berpikir adalah mitos, dan mitos adalah musuh terbesar dalam berfilsafat.

    ReplyDelete
  14. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Terkait dengan pertanyaan no 6 sebelumnya, saya mencoba menanggapi pertanyaan no. 20 dari Fitriyani yaitu apa hakikat Gila dalam Filsafat? menurut saya, gila artinya tidak memiliki kesadaran atau hilangnya makna secara keseluruhan. Dalam filsafat, gila bisa jadi dikarenakan konsekuensi logis dari pemikiran-pemikiran yang dikeluarkan. Misalkan penolakan terhadap Tuhan dapat berakhir ke dalam ketidaksadaran (gila).

    ReplyDelete
  15. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pertanyaan adalah awal dari berpikir dan ilmu, sehingga melalui pertanyaan dan jawabanlah kita akan memperoleh pengetahuan baru. Kemudian saya ingin mencoba mengutarakan pendapat saya mengenai apa yang dimaksud dengan kesadaran. Kesadaran adalah tingkatan berpikir manusia yang paling awal dan yang mengawali proses berpikir manusia untuk mengambil keputusan, kesadaran muncul disebabkan oleh persepsi yang diperoleh dari lansung dari panca indera dan disebabkan oleh logika/nalar. Mohon koreksi jika pemahaman saya masih keliru Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  16. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terkait filsafat di wajtu yang akan mendatang. Jika metode pembelajaran semua filsafat di universitas tinggi seperti yang diajarkan Bapak Prof Marsigit bisa jadi filsafat akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Karna metode seperti ini tidak hanya belajar teori dan teori saja, tetapi juga mengaitkan dengan kehidupan kita dan disini Prof Marsigit memberi kesempatan bagi mahasiswanya untuk bertanya dalam konteks apapun.

    ReplyDelete
  17. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 19 tentang perjalanan seseorang bisa sampai pada tingkatan yang dapat disebut sebagai filsuf. Menurut pandangan saya, berfilsafat berarti berfikir. Seseorang sedang berfilsafat kemudian memikirkan sesuatu sampai pada akarnya suatu permasalahan atau fenomena tertentu maka ia dapat disebut sebagai filsuf. Selain itu, seorang filsuf memiliki pemikiran-pemikiran yang terkadang manusia biasa tidak mampu memikirkannya sampai pada tahap tersebut. Ia juga berpikir secara rasional dan sistematis. Namun seorang filsuf biasanya kita kenal dengan pemikiran yang kritis dan mendalam tentang sesuatu hal.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan Mb Arini Ulfah tentang makna bosan atau jenuh.
    Bosan atau jenuh bisa kita rasakan secara tiba-tiba, waktunya tidak pernah kita tau.
    Lalu apa penyebab utama seseorang mencapai titik jenuh tersebut? mungkin secara alamiyah karena jenuh juga merupakan hal yang normal sehingga masalah yang kita hadapi sama, yaitu bisa jenuh terhadap rutinitas, bisa jenuh terhadap pekerjaan, tugas kuliah yang tak kunjung selesai, terlalu lama dalam suatu proses,
    bisa jenuh terhadap harapan dan kenyataan, dan lain sebaginya.
    Untuk bisa mengurangi kejenuhan kita bisa melakukan tips berikut ini yakni :
    1. Selalu beribadah
    2. Meminimize waktu anda dengan baik
    3. Refresing Hal-hal yang positif
    4. Silaturahmi
    5. Curhat/ Komunikasi efektif
    6. Sabar
    7. Belajar dengan giat.

    ReplyDelete
  19. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Apakah batasan-batasan dari konsep Hedonisme itu? Dan bagaimana menyikapinya?

    Hedonisme itu temannya setan dan setan itu berbahaya. Tidak ada setan yang sholeh, sholehah. Setan selalu mengajak kepada keburukan, kemaksiatan dan dosa.sikap Hedon merupakan sikap pemborosan, membeli sesuatu bukan karena kebutuhan yang harus dipenuhi melainkan karaena hana nafsu untuk memiliki suatu barang tanpa tahu kebutuhan dan kegunaan untuk apa. cara menyingkap sikap hedon dapat dilakukan dengan menulis skala prioritas kebutuhan manusia, kemudian dari skala tersebut diusahakan untuk tidak membeli barang yang tidak diperlukan. serta mnejadi seorang muslim yang bisa memilih kebutuhan dan tidak boros dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  20. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Filsafat Kritis adalah pemikiran filsuf yang menanggapi, menentang, atau mengembangkan pemikiran filsuf terdahulu. Sebut saja Immanuel Kant, yang menemukan teori ilmu pengetahuan yang bersifat sintetik apriori sebagai kritik terhadap paham rasionalisme dan empirisme. Pertentangan antara paham Rasionalisme yang menganggap pengetahuan berasal dari rasio dan empirisme yang percaya bahwa ilmu pengetahuan didapatkan berdasarkan pengalaman, membuat Kant merasa harus mengambil jalan tengah untuk menyempurnakan keduanya. Walaupun Kant sangat menghormati pemikiran David Hume, namun ia tidak semerta-merta membenarkan semua pemikiran Hume. Filsafat Kritis juga menghasilkan berbagai pemikiran baru dan dinamis mengikuti perkembangan zaman.

    ReplyDelete
  21. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apa hakikat pendekatan saintifik?
    Scientific approach atau pendekatan saintifik merupakan sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dikembangkan dari metode ilmiah yang pada awalnya banyak digunakan dalam pembelajaran sains atau llmu alam. Saat ini pendekatan saintifik dikembangkan untuk digunakan hampir pada seluruh mata pelajaran, khusus pada kurikulum 2013 pendekatan saintifik pada mata pelajaran awalnya diterapkan pada mata pelajaran IPA, akan tetapi sekarang berkembang pada mata pelajaran lain, bahkan pembelajaran dengan tematik integratif.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  22. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Filsafat kritis dicetuskan oleh Immanuel Kant. Tujuan utama dari filsafat kritis Kant adalah untuk menunjukkan bahwa manusia bisa memahami realitas alam (natural) dan moral dengan menggunakan akal budinya. Pengetahuan tentang alam dan moralitas itu berpijak pada hukum-hukum yang bersifat apriori, yakni hukum-hukum yang sudah ada sebelum pengalaman inderawi. Pengetahuan teoritis tentang alam berasal dari hukum-hukum apriori yang digabungkan dengan hukum-hukum alam obyektif. Sementara pengetahuan moral diperoleh dari hukum moral yang sudah tertanam di dalam hati nurani manusia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  23. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bosan dan jenuh memiliki makna yang hampir sama. Akan tetapi kedua kata tersebut juga memiliki perbedaan. Bosan memiliki arti perasaan ketika melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, atau monoton. Sedangkan jenuh adalah perasaan lelah ketika telah melakukan suatu aktifitas secara terus-menerus. Perbedaan antara keduanya sangat tipis sehingga memang sulit untuk dibedakan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  24. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Saya akan mencoba untuk menjawab pertayaan tentang hakikat Metode Saintifik. Metode saitifik adalah metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang memuat sintax mengamati, mencoba, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Banyak sekali keunggulan metode saintifik yang diangkat oleh kurikulum 2013. Yang dibutuhkan untuk merasakan keunggulan tesebut adalah kesiapan guru agar dapat optimal menggunakan metode tersebut. Tugas pendidik, sebagai orang yang mengamati langsung kondisi dan kebutuhan siswa, untuk membuat atau menciptakan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kondisi siswa yang berbeda-beda dengan menggunakan secara optimal metode yang diangkat kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  25. Hal yang ada dan mungkin ada memiliki banyak sekali sifat. Seperti yang ada memiliki sifat tetap dan yang mungkin ada bersifat berubah. Hakikat sesuatu yang tetap berada dalam pikiran. Tokoh dari filsafat yang tetap ini adalah Permenides. Filsafat tersebut dinamakan permenidesienisme. Kebenaran hal yang tetap atau di dalam pikiran bersifat absolut, sehingga lahir aliran absolutisme. Tokoh dari aliran filsafat ini adalah adalah Plato.

    ReplyDelete
  26. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hal-hal yang memang abadi di dunia ini itu tidaklah ada. Karena pada dasarnya kita semua yang ada di Dunia ini mulai dari zaman nabi Adan hingga sekarang ini apapun , kapanpun, dimanapun, siapapun, dan bagaimanapun semuanya adalah ciptaan Tuhan semesta alam. Kehilangan berartis sudah tidak memiliki, namun sesuatu yang hilang itu masih ada. Segala hal yang memang akan hilang selamanya adalah kenangan yang memang sudah dilupakan, karena ditaruh di dalam epoche dan kita tidak terlalu memperhatikannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  27. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan huhbungan yang ada dan yang mungkin ada. yang ada merupakan sesuatu yang nyata, yang real, seperti contohnya manusia sebagai subjek, ataupun benda sebagai objek (yang dikenai subjek). sedangkan yang mungkin ada merupakan hal yang ada didalam pikiran, yang belum menjadi sesuatu yang nyata.

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathhifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan apa hakikat metode saintifik?. sepengetahuan saya, saintifik bukanlah metode, melainkan pendekatan. sedangkan metode yang digunakan dalam pendekatan saintifik adalah metode student center, yang pada hakikatnya pembelajaran berpusat kepada siswa. siswa aktif menggali pengetahuannya sendiri sedangkan guru hanya sebagai fasilitator informasi.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. saya akan mencoba menjawan pertanyaan apa itu hegemoni. Istilah hegemoni berasal dari bahasa Yunani Kuno, ‘eugemonia’. Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara saja. Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar.

    ReplyDelete
  30. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Saya akan mencoba berpendapat terkait pertanyaan no 10 tentang makna hilang. Sebagaimana di dunia ini mencakup hal yang ada dan mungkin ada, menurut saya Hilang adalah kejadian suatu hal yang ada menjadi tidak ada. Suatu hal yang sudah kita pastikan ada menjadi tidak ada karena berbagai alasan itulah yang dinamakan dengan hilang.

    ReplyDelete
  31. Shelly Lubis
    S2 P.Mat B
    17709251040

    dari berbagai macam pertanyaan-pertanyaan di atas juga akan memperoleh jawaban yang bisa jadi berbeda-beda antar tiap orang. karena pemikiran orang yang berbeda-beda, namun yang terpenting adalah konsep nya yang sama dan sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Proses bertanya merupakan salah satu kegiatan bahwa seseorang ingin mengetahui suatu pengetahuan secara lebih. Setiap orang memiliki pengetahuan dan penalaman yang berbeda sehingga akan menimbulkan jawaban dan pertanyaan yang berbeda pula.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Rigia Tirza HArdini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan hakekat Sukses dan Gagalnya sebuah kehidupan?"
    Jika sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu, maka hakekat sukses dan gagal dalam sebuah kehidupan adalah maknanya. Jika suatu kegagalan membawa makna yang dalam dan membuatmu menjadi lebih berkembang, maka sesungguhnya kegagalan itu adalah sebuah kesuksesan. Sebaliknya, jika suatu kesuksesan gagal kita ambil maknanya, maka sesungguhnya kesuksesan itu adalah kegagalan.

    ReplyDelete
  34. ndi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan dari Rosalia Hera tentang adakah konsep berfikir sesat dalam filsafat, menurut saya belajar bila setengah-setangah atau tidak sampai selesai lah yang membuat seseorang tersesat, sebab terjebak dalam mitos dalam pemikirannya. Bukan karena filsafat membuatnya sesat tetapi proses belajar dan cara memahami yang tidak sebagaimana mestinya yang membuatnya sesat.

    ReplyDelete
  35. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang?. Menurut saya, filsafat akan sama saja metode nya yaitu berpikir secara luas dan mendalam. Tetapi seperti yang telah diketahui, musuhnya filsafat itu tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Waktu yang tidak bersesuaian dengan filsafat pasti akan tidak cocok. Memang ada beberapa landasan (dasar) yang bisa dipakai dengan sesuai dengan jamannya, namu ada pula yang tak cocok lagi, sehingga ada baiknya jika dilakukan inovasi terhadap sebuah teori filsafat itu.
    Maaf jika pendapat saya keliru, karena yang benar itu adalah milik Tuhan semata.

    ReplyDelete
  36. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari daftar pertanyaan yang ditampilkan dalam postingan ini saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan terkait apa arti GILA menurut filsafat. Dari apa yang pernah saya dapat dari perkuliahan filsafat ilmu, setiap orang harus sopan dan santun terhadap ruang dan waktu, mampu menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya, seseorang juga harus cerdas menggunakan epokenya. Jika sesseorang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap ruang dan waktu, serta tidak mampu menggunakan epokenya sehingga ia tidak bisa fokus, maka ia mengalami disorientasi. Disorientasi pada level rendah disebut kacau, sedangkan pada level parah inilah yang disebut dengan gila. Yakni ketika seseorang tidak mampu mengelola pikirannya, sehingga ia tidak mampu menyesuaikan diri dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  37. Pertanyaan lain yang menurut saya menarik untuk ditanggapi adalah pertanyaan mengenai apa hakikat dari pendekatan saintifik. Menurut apa yang saya pahami, metode saintifik adalah metode yang mengagungkan pembuktian secara sains dengan bukti-bukti empiris. Para saintifis, menganggap metode ini adalah yang paling bisa dipercaya dalam setiap hal. Sebenar-benar ilmu adalah yang didapatkan emlalui metode saintifik. Sementara itu, terkait dengan pembelajaran, metode saintifik juga mengacu pada prinsip saintifik. Siswa didorong untuk menemukan pengetahuannya melalui proses ilmiah, mulai dari mengamati membuat pertanyaan, melakukan eksprolasi untuk menemukan bukti, hingga sampai pada menyimpulkan dan mengkomunikasikannya. Itu sedikit yang saya pahami terkait metode saintifik.

    ReplyDelete
  38. Saya mencoa menjawab pertanyaan Ida Trisnadati, Bagaimana Filsafat di waktu yang akan datang? Waktu yang akan datang adalah waktu yang akan segera terjadi. Bagaimana filsafat saat itu ? Mada sekarang merupakan masa depan dari masa lampau. Filsafat sudah ada dari jaman dahulu seperti pemikiran Aristoteles, socrates, i kant, dan lain lain. Pemikiran ini sudah ada sejak beribu ribu tahun yang lalu. Bahkan sampai saat ini filsafat tersebut masih berdiri kokoh dan dijadikan rujukan di segala penjuru dunia. Masa depan pun akan tetap seperti demikian. Sejarah akan selalu mencatat lara filsuf terdahulu.

    ReplyDelete
  39. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    "saya akan menaggapi tentang pertanyaan berikut
    Apa hakikat Metode Saintifik?
    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator"

    ReplyDelete
  40. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Menurut saya hakikat metode saintifik ada pada memperlakukan siswa sebagai subyek dalam matematika. Melalui metode saintifik, siswa benar-benar belajar matematika sekolah. Pembelajaran akan berlangsung dengan student center dan guru hanya sebagai fasilitator

    ReplyDelete