Oct 26, 2014

PERBINCANGAN PARA DEWA- BERBAHAYA UNTUK DIBACA PARA DAKSA



Ass. Wr. Wb


Pesan dari saya (Marsigit) sebelum membaca naskah terkoneksi di bawah nanti ini hendaknya waspada kepada aliran-aliran yang sudah tendensius mempunyai motif, karena motif/tujuan dapat mengalahkan hakekat kebenaran. Kebencian Kurawa memberi keberanian untuk mengalahkan Kebenaran dari Keikhlasan para Pandawa. Ego/superego suatu Parpol memberi kekuatan untuk mengalahkan/meniadakan/menolak sebuah Kebenaran dari Parpol kompetitornya. Ego Rasionalisme mengabaikan kebenaran Empirisisme dan sebaliknya. Ego Kerja/Praktek mengabaikan Ego Wacana/Teori, dan sebaliknya. Ego Dunia mengabaikan Akhirat. Ego Ideal mengabaikan Realisme, dan sebaliknya. Ego Marxisme mengabaikan Spiritualisme dan Idealisme. Demikian dan seterusnya...

Sebenar-benar Bacaan berikut  adalah untuk para Dewa dan bukan untuk para Daksa. Jika para Daksa mencoba membacanya maka dia akan terancam akan termakan oleh Paramitos. Dan jika sudah demikian maka hanya Ruwatan atau ritual memohon ampun yang dapat dilakukan. Namun sebenar-benar kita tidak mampu membedakan apakah kita Dewa atau Daksa. Kita hanya mampu mencobanya.

Dalam bacaan ini saya justru merasa iba kepada Matematika Murni yang selama ini saya salahkan karena terlalu ikut campur urusan Pendidikan Matematika untuk anak-anak, sehingga menimbulkan dampak psikologi yang buruk.
Dalam bacaan ini nada-nadanya Marxistsm akan menggunakan Paradox Matematika untuk justifikasi atau pengesahan bahwa matematika hanyalah sekedar fiksi atau ideal yang kurang bermanfaat bagi explore benda-benda/materi seperti yang dikembangkan oleh Marxistme.
Walaupun saya memerjuangkan Matematika Kongkrit ( Matematika Sekolah) untuk SD dan SMP, bukan berarti saya pro-Marxisme. Saya perlu sampaikan ini karena bacaan berikut dapat menyebabkan misleading jangan-jangan aliran Realistic Mathematics dianggap pro-Marxisme.
Saya tetap konsisten bahwa Kontradiksinya matematika itu berbeda dengn Kontradiksinya filsafat/dunia/benda konkrit. Kontradiksi dalam matematika adalah Inkonsistensi atau I tidak sama dengan I; kontradiksinya filsafat/dunia/benda adalah hukum Kontradiksi yaitu bukan Hukum Identitas.
Jadi, perjuangan saya untuk mengeksplore Matematika Kongkrit semata-mata dikaitkan dengan kemampuan psikologis siswa (anak kecil).
Bagi para Dewa, silahkan bacalah secara kritis dan cermat; bagi para Daksa maka lengkapilah bacaan-bacaan yang lainnya agar ideal/kebenaran tidak mudah termakan oleh Keberaniannya Motif (Politik/Ideologi)

Selamat membaca naskah berikut:

Sunday, 25 May 2008 

yang dapat diakses di: 

http://www.marxist.com/reason-in-revolt-bab-16-matematika.htm

Wss Wr Wb
Marsigit

Catatan:
1. Engels yang banyak dikutip dalam naskah adalah Tokoh Marxisme/Materialisme selain Karl Mark
2. Dewa adalah diriku yang meningkat dimensinya dibanding diriku yang lampau dikarenakan bacaan dan ilmuku.
3. Daksa adalah diriku yang sekarang yang terjebak/terperangkap oleh ruang dan waktu dikarenakan tidak melakukan ikhtiar menembus ruang dan waktu dengan bijak (tidak membaca untuk memeroleh pengetahuan baru)
4. Marxisme/Materialisme adalah aliran filsafat yang menemukan kebenaran ada di dalam Batu/Materi.
5. Bangsa Indonesia pernah mengalami keadaan traumatis (Th.1965) dikarenakan pemberontakan
G30/s PKI yang ideologinya mendasarkan pada Marxisme/Materialisme. Mungkin generasi muda tidak mengalami dan hanya mendengar penuturan generasi tua.
6. Bacaan ini saya tayangkan karena dia merupakan anti-tesis dari Kapitalisme, dan sebaliknya. Tetapi dia juga anti-tesis dari Spiritualisme dan Idealisme. Jadi membacanya dapat dianggap secara filsafat sebagai usaha melakkan Sintesis.
7. Bekerja, bekerja dan bekerja...perlu diimbangi dengan berpikir, berpikir dan berpikir...; karena bekerja saja adalah baru separoh dunia dan terancam menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya baru separo dunia, dan terancam menjadi kosong. Maka sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong.

55 comments:

  1. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika itu ilmu yang realistis, bahkan banyak hal yang bisa di dapat dan dilakukan dalam ilmu ini, misalnya pembuatan robot, teori ekonomi dan perbankan yang banyak di pakai pada saat ini banyak menggunakan konsep-konsep matematika. Jadi matematika adalah ilmu yang bisa di kaitkan dengan realita kita tidak akan bisa mempelajari suatu ilmu dengan mudah jika kita tidak bisa mengetahui manfaat dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa mengaitkan dengan realita kita akan cepat lupa.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Terimakasih untuk link yang sudah diberikan oleh Bapak. Matematika merupakan ilmu yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari – hari. Matematika murni pun demikian. Dalam penyampaian kepada anak didik di kelas, hendaknya juga memperhatikan karakteristik anak sehingga dapat efektif dan efisien. Ada banyak metode dalam matematika, seperti yang ada pada artikel yang diberikan bahwa salah satunya yaitu matematik tak berhingga menemukan satu kontradiksi yang radikal justru terhadap metode tersebut yang merupakan cirinya sendiri. Oleh karena itu dalam menyampaikan matematika perlu adanya hal – hal yang diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan yang fatal dan kontroversi yang mengakibatkan psikologis siswa dalam menerima matematika menjadi terganggu dan merasa tidak nyaman.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong. Bahwa yang kita lakukan harus seimbang, jika bekerja adalah separoh dunia, maka pelengkapnya adalah berpikir. Jikalau bekerja tanpa berpikir ataupun berpikir tanpa bekerja itu hanya ilusi, seperti halnya minum harus ada wadah dan isi, ketika hanya wadah saja ataupun isi saja tiadalah kita bisa minum. Oleh karena itu, ketika ada tesis maka ada antitesis maka diperlukan kesimbangan tiada lain tiada bukan ialah sintesis.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pada awalnya saya merasa sulit memahami jika dibaca sekilas. Perlu membutuhkan kefokusan yang ekstra karena pada setiap kata- katanya dan kalimat-kalimatnya memiliki makna tersirat. Memang pada masa nya pythagoras matematika sangat penting dan dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan. Matematika menjadi dasar ilmu pengetahuan dengan menekankan beberapa konsep seperti bilangan dan geometri. Di Indonesia istilah matematika mulai ada sekitar tahun 1970 berganti dari yang sebelumnya bernama ilmu hitung. Matematika era ini sudah terorganisir dan terintegrasi yang signifikan. Karena antara level pendidikan sudah secara jelas mengelompokan materi mana yang harus diberikan pada anak-anak atau orang dewasa. Apabila salah takar akan membuat hidup resah.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Matematika tidak muncul dari pemikiran manusia yang bebas melainkan muncul dari hal-hal yang berkaitan dengan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan nyata. Seperti yang dituliskan oleh Aristoteles bahwa objek matematika tidak dapat hadir terpisah dari benda-benda yang dapat diraba (yaitu, material). Hal ini berarti bahwa simbol-simbol dan bilangan-bilangan yang terkandung dalam matematika pada umumnya berkaitan dengan berbagai hal yang ada dalam kehidupan manusia. Kontradiksi dalam Matematika tentang angka dan keserasian alam jagad, sebuah besaran yang negatif,kalkulus, bilangan imajiner, ketidakberhinggaan bilangan, geometri dan lain sebagainya seperti yang telah dipaparkan oleh para filsuf pada akhirnya mendatangkan sebuah pemikiran bahwa hal yang menjadi kontradikisi tersebut dapat dipecahkan dengan solusi yang berkaitan dengan keadaan nyata yang ada di sekitar kehidupan kita. Semoga artikel ini dapat membantu kami untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam matematika sehingga membuat kami dapat mengaitkan matematika dengan konsep kehidupan yang nyata.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika formal adalah milik orang dewasa, sedangkan anak-anak akan berbahaya jika dipaksakan untuk memahami matematika formal. Matematika sekolah adalah milik anak-anak. Hal ini sesuai dengan yang didefinisikan oleh Ebbutt dan Straker, A. (1995) tentang matematika sekolah, yang kemudian dikenal sebagai hakekat matematika sekolah yaitu matematika sekolah adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, kegiatan problem solving, kegiatan investigasi, kegiatan untuk berkreatifitas yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan, serta kegiatan untuk mengkomunikasikan informasi atau ide.

    ReplyDelete
  7. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tugas kita sebagai guru adalah bagaimana mendidik siswa dengan baik, membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika dengan pendekatan matematika sekolah yang bersifat konkret. Matematika Murni tentu berbeda Matematika Sekolah/Pendidikan Matematika. Jika Matematika Murni berbicara mengenai Materi/Kebendaaan sebagai asal muasal nya sesuatu maka Matematika sekolah fokus kepada pedagogik dan pengajaran tentang Ketuhanan. Maka tentu matematika murni tidak bisa dipaksakan dalam pembelajaran di sekolah.

    ReplyDelete
  8. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Terima kasih atas link yang bapak prof berikan , link itu sangat berguna bagi saya dan say mendapat suatu ilmu yang baru. Memang ebnar matematika itu tidak bisa dipisahkan dari dunia material karena yang memebentuk matematika itu adalah dunia material sehingga miunculkan suatu ilmu matematika murni. Yang dikembang menajdi matematika sekarang ini, sekarang ini banyak sekali bahwa pengetahuan “murni” mereka didapatkan dari suatu pengalaman, padahal ilmu itu didapatkan salah satunya dengan pengalaman. Geometri sebagai contohnya kenapa dikatakan geometri juga karena ilmu itu berdasarkan pengukuran bumi, maka dengan jelas matematika realistik itu untuk sangat berguna untuk menjelaskan matematika salah satunya, karena dengan realistik kita dibuat untuk membuat sesuatu yang nyata.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Matematika murni memiliki isi yang diturunkan dari material. Untuk pertanyaan apakah matematika mencerminkan realitas terjawab dengan artikel ini. Bahwa matematika menangani hubungan-hubungan kuantitatif dari dunia nyata. Apa yang disebut "aksiom" baru nampak terbukti dalam dirinya sendiri setelah melalui masa-masa panjang pengamatan dan pengalaman atas realitas. Sebenarnya, objek matematika merupakan material di bumi berupa sesuatu yang bisa diamati, yang dapat dilihat, didengar, dirasakan, dan tentu saja realistik. Namun, saat ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan membuat sebagian dari matematika dianggap tidak realistik. Seperti materi-materi yang tidak sepenuhnya bisa dikaitkan dengan kondisi nyata.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika sekolah untuk anak-anak adalah matematika realistik. Dimana matematika diterjemahkan sebagai aktivitas seperti yang sudah disampaikan oleh Hans Freudenthal. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat pembelajaran meliputi LKS media dan lain-lain agar memfasilitasi anak-anak untuk bermatematika/mematikakan (mathematizing).

    ReplyDelete
  11. integrasi keilmuan sangat penting untuk dipahami dalam rangka memaknai matematika secara menyeluruh. Matematika adalah ilmu yang saling berkait antara satu konsep dengan konsep yang lainnya. Oleh karenanya memandang matematika hanya secara parsial, dapat membahyakan konsep pemikiran yang lain. sebagai contoh pemahaman tentang contextual teaching learning. Jika dalam mengajarkan CTL terlalu lama pada pembelajaran siswa, maka siswa juga dapat terhambat untuk bersegera memahami matematika secara murni. karena objek yang dipahami dalam CTL adalah objek dalam konteks yang nyata, ketika guru terlalu lamadalam menggunakan CTL, maka bisa saja yang terjadi adalah justru siswa terlambat untuk bersegera berangkat memahami matematika yang abstrak.

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mengapa menjadi sulit dikarenakan beda dimensi. Layaknya dewa dengan daksa yang berbeda dimensi. Ini juga berlaku dalam perkembangan matematika. Matematika yang merupakan ilmu hitung harus diberikan sesuai dengan porsi nya. Dandi era terdahulu matematika sudah terorganisir dan terorganisasi sehingga langsung ditransfer begitu saja. Namun pada era matematika modern sekarang ini matematika merupakan olahan gabungan dari pengalaman dan pengetahuan Sehingga matematika sekolah kemudian dikenalkan dengan kegiatan penemuan dan problem solving yang melibatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Merasa iba kepada Matematika Murni terlalu ikut campur urusan Pendidikan Matematika untuk anak-anak, sehingga menimbulkan dampak psikologi yang buruk.
    Alasan dari pernyataan tersebut adalah dengan ilmu matematika murni telah merampas kebebasan anak dalam berpikir dan bermain. Mereka terkurung akan aturan – aturan yang ada di dalam matematika. Sementara anak – anak masih senang akan kebebasan dan permainan. Oleh karena itu bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang tidak melarang kebebasan anak dan menciptakan sebuah permainan yang di dalamnya terdapat prior knowledge yang akan digunakan untuk tingkat pendidikan lebih tinggi.

    ReplyDelete
  14. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Matematika memang ilmu pengetahuan yang telah dipelajari dari tingkat rendah hingga tingkat tertinggi di jenjang pendidikan, namun kita tidak bisa mencampur adukkan antara matematika murni dan pendidikan matematika. Hal yang menjadi kajian dari dua hal tersebut sangat berbeda, namun yang terjadi saat sekarang ini adalah hal yang sangat kontradiksi, dunia pendidikan matematika malah dikuasi matematika murni yang tidak mempedulikan psikologi matematika sekolah. Contohnya adalah permasalahan matematika sekolah seperti ujian nasional itu dikerjakan atau di bawah naungan matematika murni. Padahal hal tersebut merupakan dunia dan dimensi pendidikan matematika. Akibatnya matematika sekolah sekarang cenderung menjadi zombie matematika yang diatur seperti robot oleh matematika murni. Matematika murni dikatakan hanya bekerja sesuai perintah, bekerja, bekerja dan bekerja, namun bekerja juga perlu diimbangi dengan berpikir, berpikir dan berpikir...; karena bekerja saja adalah baru separoh dunia dan terancam menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya baru separo dunia, dan terancam menjadi kosong. Maka sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong.

    ReplyDelete
  15. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Tujuan penting pembelajaran matematika adalah membantu anak memahami konsep. Dengan memahami konsep, anak dapat mengembangkan kemampuan penalaran dan memecahkan masalah matematika secara baik. Namun, tidak mudah dalam membentuk konsep tersebut pada anak. Seorang anak bukanlah hanya sebagai kertas kosong yang kemudian kita salurkan ilmu kita untuk mengisinya. Karena anak membutuhkan sesuatu yang konkrit dahulu sebelum pengabstraksian untuk membangun pola dan keterkaitannya.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Matematika merupakan ilmu yang menjadi pemacu perkembangan ilmu pengetahuan lain, tidak dapat dipungkiri bahwa matematika memiliki kontribusi dalam kehidupan kita sebab matematika bisa bermanfaat dalam setiap aspek kehidupan. Namun tentu saja kesahihan model matematik mereka tidaklah tergantung pada pembenaran yang diperoleh secara empirik, melainkan semata pada kualitas estetika dari persamaan-persamaannya. Dan kembali, walaupun demikian, matematika tetap tidak bisa hidup tanpa dorongan ilmu pengetahuan lainnya.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Matematika merupakan ilmu yang sangat menarik dan menyenangkan, dikarenakan matematika dapat berasal dari kenyataan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. semua yang ada dalam kehidupan sehari hari pasti terdapat unsur-unsur matematikanya. melalui kehidupan sehari-hari kita dapat belajar ilmu matematika.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    atematika selalu kita temui di setiap jenjang sekolah. dalam hidup juga tidak terleas dari matematika. dari sini kita tahu, bahwa begitu eratnya matematika dengan hidup kita. maka matematika itu pendting dalam hidup, dengan begitu menyadarkan kita untuk lebih mempelajari matematika

    ReplyDelete
  19. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi perbincangan para dewa ini mengungkapkan bahwa matematika murni dapat mengakibatkan dampak psikologi yang buruk bagi siswa. Menurut saya bukan matematika yang mengakibatkan hal demikian tetapi cara penyampaian ilmu atau metode yang digunakan oleh guru yang seharusnya disesuaikan dengan karakteristik dan latar belakang siswa. Matematika disampaikan dalam pembelajaran matematika tidak langsung diberikan konsep tetapi siswa di bawa ke dalam kehidupan nyata yang nantinya siswa akan memahami dengan sendirinya makna belajar suatu materi matematika. Guru memberikan contoh dan non contoh kepada siswa agar siswa menjadi lebih paham.

    ReplyDelete
  20. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca link pada artikel ini saya menyadari dan semakin yakin bahwa matematika adalah part of human activity. Matematika bukan merupakan “ilmu” yang terpisah dan terisolasi dari kehidupan manusia tetapi matematika adalah bagian dari kehidupan manusia, matematika ada seiring dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu, jika mempelajari matematika insyaallah akan sangat bermanfaat bagi kehidupan karena matematika dapat diaplikasikan untuk menyelesaiakn banyak permasalahan sehari-hari, matematika juga merupakan ilmu dasar dan ilmu bantu di banyak bidang lain.

    ReplyDelete
  21. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dewa yang dimaksud di sini adalah orang yang mempunyai ilmu tinggi. Dan daksa adalah prang yang terjebak ruang dan waktu karena tidak berikhtiar. Tentu perbincangan para dewa berisi ilmu-ilmu mereka yang tinggi, dimensi perbincangan para dewa tidak bisa dipahami oleh para daksa karena dimensinya berbeda atau ruang dan waktunya berbeda. Sehingga agar kita tidak menjadi daksa, kita harus terus ikhtiar menembus ruang dan waktu dengan bijak agar dimensi meningkat karena ilmu yang kita pelajari dan bacaan yang kita baca.

    ReplyDelete
  22. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Semua ilmu pengetahuan melibatkan satu tingkat abstraksi dari dunia realitas. Masalah dengan pengukuran klasik ala Euclid, yang menangani panjang, lebar dan tinggi, adalah bahwa ia gagal menangkap hakikat dari bentuk-bentuk tak beraturan yang ditemukan dalam dunia nyata. Ilmu matematika adalah ilmu tentang besaran. Abstraksi dari geometri Euclides mengabaikan semua hal kecuali sisi kuantitatifnya. Realitas direduksi menjadi bidang, garis dan titik. Namun, abstraksi matematika, sekalipun ada klaim-klaim sombong yang dibuat atas namanya, tetaplah sebuah pendekatan kasar terhadap dunia nyata, dengan bentuk-bentuknya yang tak berarturan dan perubahan-perubahannya baik yang konstan maupun yang mendadak.
    Matematika Formal adalah Matematika Murni / Matematika Aksiomatik dimana matematikawan selalu menganggapnya sebagai badan pengetahuan / struktur kebenaran / logika. Sedangkan untuk pelajar yang lebih muda, matematika yang lebih baik diperkenalkan sebagai Matematika Sekolah, di mana sebagian besar matematika dapat dirasakan sebagai kegiatan untuk menemukan pola dan hubungan dan mengkomunikasikan temuan mereka. Namun, kita membutuhkan pengetahuan intuitif untuk menyelesaikan keduanya. Saya mengutip perkataan bapak sebelumnya “Sebagian besar guru bersikap angkuh dengan mengenalkan matematika formal kepada anak-anak muda. Itu buruk!”

    ReplyDelete
  23. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya mengartikan tulisan ini bermaksud untuk menyampaikan bahwa, janganlah kita ikut dalam suatu perbincangan yang kita belum memiliki gambaran tentang ilmu tersebut. Maksudnya, janganlah kita bermaksud untuk mempelajari jika tidak memiliki pengetahuan awal atau prasyarat. Untuk mendapatkan pengetahuan awal tentunya harus melakukan riset atau kajian pustaka, agar tidak menjadi daksa yang dalam tulisan ini diartikan sebagai orang yang tidak mau membaca atau mencari sumber informasi lain untuk menterjemahkan apa yang sedang ia baca, yaitu tulisan para dewa.

    ReplyDelete
  24. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika lebih dikenal dengan ilmu alam, ilmu alam sendiri adalah ilmu yang berasal dari alam, sesuatu yang bisa diamati, dilihat, didengar, dirasakan dan pasti realistik. Perkembangan berbagai jenis ilmu saat ini membuat matematika, dianggap tidak realistik. Misalnya saja materi-materi yang ada didalam matematika yang tidak bisa dikaitkan dengan kondisi nyata. Imajinasi dan intuisi adalah dua hal yang ada pada setiap diri manusia. Dalam kehidupan manusia bisa menggunakan imajinasi dan intuisinya dalam menjalani hidup tidak terkecuali dalam belajar. Penggunaan dua kemampuan ini dirasa cukup efektif dalam memahami hal-hal abstrak dan diluar realitas.

    ReplyDelete
  25. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perbincangan para dewa itulah permisalan matematika murni. Akan bahaya bila didengar atau diperbincangkan oleh daksa (anak-anak). Biarlah daksa berbicara Matematika dengan bahasanya. Maksudnya jangan biarkan anak-anak belajar matematika dengan pendekatan murni, abstrak karena sifat-sifat itu adalah milik orang dewasa. Anak-anak belajar matematika sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Jadikanlah Matematika itu permainan bagi anak SD. Jadikanlah Matematika itu aktivitas bagi ana SMP. Karena pada usianya itulah yang baik untuk mereka. Baru setelah beranjak dewasa mereka boleh mengetahui pembicaraan para dewa yang abstrak atau yang murni.

    ReplyDelete
  26. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Hidup ini harus seimbang. Berpikir saja tanpa bekerja tidak akan bagus dan begitu juga sebaliknya karena bekerja saja merupakan separuh dunia dan terancam akan menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya separuh dunia dan terancam akan menjadi kosong. Maka sebenar-benar hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak kosong.

    ReplyDelete
  27. Para daksa dapat diartikan sebagai pemula dalam belajar, ia belum dapat langsung mencapai sesuatu yang abstrak. Jika dipaksakan untuk memahami hal yang abstrak maka akan memperngaruhi psikologi para daksa. Jika para dewa memahami segala sesuatunya dengan berpikir, berpikir dan terus berpikir maka berbeda dengan para daksa, para daksa memulainya dengan bekerja mencari pengalaman dan kenyataan yang ada barulah ia akan menghubungkannnya dengan pemikiran para dewa. Para dewa membicarakan tentang ide yang abstrak dan juga visi, sedangkan para daksa tentang teknisnya. Daksa membicarakan teknisnya yang bersifat kongkrit.

    ReplyDelete
  28. Elli susilawati
    16709251073
    Pps pmat D 16

    Matematika adalah ratu dari segala ilmu, banyak ilmu yang berkembang dari matematika. Anak-anak akan lebih tepat mempelajari matematika berdasarkan kontekstual sehingga mampu berfikir dengan menemukan sendiri hasil-hasil belajarnya. Matematika formal akan memberatkan anak dalam belajar matematika dan akan menimbulkan kesulitan pemahaman pada anak.

    ReplyDelete
  29. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Ilmu matematika sudah digunakan sejak zaman dahulu untuk perdagangan, perhitungan hari/bulan dll, dan sampai sekarang ilmu matematika masih digunakan bahkan terus berkembang, ilmu matematika menajdi ilmu yang penting dipelajari. dalam pembelajaran matematika disekolah, materi telah disesuaikan dengan umur dan daya pikir siswa, sehingga materi matematika dimulai paling dasar sampai paling abstrak secara bertahap sesuai kelasnya disekolah.

    ReplyDelete
  30. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Dalam menangkap informasi, tidak bisa hanya dari satu sumber saja. Karena bisa jadi sumber bacaan tersebut bukan berisi fakta, tapi opini yang belum jelas kebenarannya.

    ReplyDelete
  31. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika memanglah ilmu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Banyak hal dalam hal ini adalah masalah didalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan matematika. Oleh karenanya penting untuk mempelajari matematika. Belajar matematika itu sendiri haruslah disesuaikan dengan kemampuan dan cara berpikir dari siswa yang belajar. Saya sangat setuju bahwasanya untuk anak-anak dalam tahap SD dan SMP seharusnya diajarkan matematika konkrit atau matematika sekolah. Jangalah memaksa anak SD dan SMP untuk menghafal tanpa tau asal muasal dan penerapannya.

    ReplyDelete
  32. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terimakasih atas link yang diberikan Prof. Marsigit semoga dapat menambah wawasan. Matematika itu terbagi menjadi matematika murni dan matematika sekolah. Matematika murni bersifat abstrak, sedngakan matematika sekolah memperhatikan aspek psikologis dari siswa yang menggunakan matematika sekolah. Matematika sekolah menggunakan benda-benda konkrit yang ada disekitar siswa untuk membantu siswa belajar.

    ReplyDelete
  33. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hidup akan bermakna jika kita mampu menjalaninya dengan penuh keseimbangan, termasuk seimbang dalam bekerja dan berpikir. Hal tersebut sesuai dengan “Bekerja, bekerja dan bekerja...perlu diimbangi dengan berpikir, berpikir dan berpikir...;karena bekerja saja adalah separuh dunia dan terancam menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya baru separo dunia, dan terancam menjadi kosong. Maka sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong”.

    ReplyDelete
  34. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perbincangan Para Dewa Berbahaya untuk Dibaca Para Daksa, judul yang cukup ekstrim ketika dibaca. Akan tetapi, maksud tersirat dari judul tersebut menurut saya adalah perbincangan matematika murni berbahaya jika dibaca oleh matematika sekolah, maksudnya, anak-anak yang seharusnya menerima matematika sekolah atau matematika berdasar aktivitas tidak seharusnya menerima matematika murni yang dipahami oleh orang dewasa (dewa dari anak kecil), karena akan berbahaya, intuisi anak tersebut dapat rusak.

    ReplyDelete
  35. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sangat mengerikan ketika saya membaca pengantar artikel ini. Para matematikawan terkini menganggap bahwasanya matematika itu adalah ilmu murni yang terpisah dari segala bentuk material dunia nyata yang hidup dengan dunianya sendiri. Jika dikaitkan dengan menggapai langit mungkin ia akan jatuh dan mati karena kesombongannya, Naudzubillah. Apalagi sebagai calon guru saya selalu meyakinkan pada diri saya sendiri dan kelak kepada murid-murid saja bahwa matematika itu tidak seegois itu. Memang kelak mereka akan menuju matematika seperti itu, tp bukankah matematika berasal dari material dunia nyata seperti yang sudah dijelaskan. Alangkah bijaknya jika itu semua diseimbangkan sesuai usia anak.

    ReplyDelete
  36. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    matematika murni dan pendidikan matematika memang dua hal yang berbeda namun juga berhubungan. mereka berdua mempunyai ranah bahasan dan juga subyek-obyek masing-masing. dewa dan daksa adalah dua individu yang berbeda namun juga saling berhubungan. semua yang ada di dunia ini memang perlu keseimbangan, karena walaupun masing-masing berbeda namun tetap ada hubungannya. seperti juga bekerja dan berpikir. kedua hal ini juga selaras harus dilakukan agar trcapai keseimbangan dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  37. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Matematika tidak mendasarkan diri pada pengalaman-pengalaman indrawi, bukan berarti dia terlepas sama sekali dari tahap indrawi. Ditinjau dari segi historis maupun segi pengalaman tampak bahwa matematika berpangkal dari segi-segi empiris tertentu dari realitas. Banyak orang yakin bahwa bagaimanapun matematika mempelajari realitas namun dengan cara yang berbeda dengan cara-cara yang dipakai oleh ilmu lain. Dari dulu sampai sekarang matematika masih menjadi momok bagi siswa di kalangan sekolah dasar dan menengah. Terkadang keabstrakan matematika lah yang menjadi faktor penyebab, di samping metode pembelajaran, dll. Matematika sekolah hendaknya diajarkan menggunakan contoh-contoh nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa dipahami dan ditangkap artinya oleh siswa.

    ReplyDelete
  38. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Matematika untuk pelajaran adalah aktivitas , konsepnya ditemukan melalui aktivitas yang dilakukan siswa. Dalam menemukan kosnepnya tersebut siswa difasilitasi oleh guru melaui LKS dan media pembelajaran yang dibuat oleh guru. LKS ini dapat mempermudah siswa dala m memahami materi pelajaran. Karena tujuan pembelajaran sejatinya adalah membuat siswa paham materi dan tidak hanya berorientasi pada hasil

    ReplyDelete
  39. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dibangku perkuliahan saya mendapatkan pengetahuan akan kaitan ilmu psikologi dan belajar. Dimana terdapat teori – teori belajar yang menyesuaikan umur, konten, kematangan dalam berpikir dan lain sebagainya. Dalam belajar untuk tingkatan sekolah dasar tidak ditekankan dengan belajar menyesuaikan konten. Namun menanamkan rasa membutuhkan pengetahuan dan belajar sejak dini kepada siswa.

    ReplyDelete
  40. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika untuk anak berbeda dengan matematika untuk orang dewasa. Matematika untuk anak merupakan matematika yang berbentuk aktivitas sedangkan matematika untuk orang dewasa adalah matematika yang sudah abstrak.

    ReplyDelete
  41. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencari suatu kebenaran sekarang-sekarang ini sangatlah sulit. Untuk itu perlu adanya banyak membaca dan melakukan analisis terhadap banyak pengetahuan yang telah tersebar. Perlu adanya pemikiran yang terbuka dan tidak gampang menghardik bahwa pendapat orang lain sepenuhnya salah. Untuk membaca tulisan yang tingkat tinggi harus lebih dulu membiasakan membaca tulisan-tulisan yang sedang-sedang dahulu agar bisa memahami isi tulisan-tulisan tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  42. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel di atas bahwa matematika murni pada akhirnya diturunkan dari dunia material. Matematika menangani hubungan-hubungan kuantitatif dari dunia nyata. Apa yang disebut aksiom baru nampak terbukti dalam dirinya sendiri setelah melalui masa yang panjang pengamatan dan pengalaman atas realitas.

    ReplyDelete
  43. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Fakta ini kelihatannya telah dilupakan oleh banyak ahli matematika teoritik jaman sekarang yang menipu diri mereka dengan pemikiran bahwa pengetahuan murni mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan dunia material yang kasar di sekeliling mereka.

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika murni yang sudah dipahami oleh para matematikawan adalah jenis matematika formal. Maatematika ini berbeda dengan yang diajarkan di sekolah. Oleh karenanya, apabila seorang matematikawan akan mengajarkan matematika yang dia punya ke siswa, akan sangat tidak sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Hendaknya matematika formal direduksi dan dimodifikasi sedemikian sehingga siswa mampu memahami dan merasa bahwa matematika tidak sesulit yang dibayangkan

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Maka dari itulah disusun pembelajaran yang sesuai dengan hakikat pembelajaran untuk siswa, yaitu yang berupa kegiatan penelitian dan kerjasama kelompok. Guru memfasilitasi siswa untuk berkegiatan ilmiah, dengan sintaks saintifik sehingga siswa mengarah kepada mampu membangun pengetahuannya sendiri

    ReplyDelete
  46. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ilmu matematika merupakan ilmu pasti/eksak. Tetapi didalamnya terdapat banyak kontradiktif dan tidak bersesuaian. Jika setiap kontradiktif itu disingkirkan malah akan melahirkan kontradiktif baru. Dalam usaha pemecahan kontradiksi-kontradiksi tersebut, tidak jauh dari kehidupan nyata yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  47. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Konsep keseimbangan yaitu suatu paham yang menetapkan bahwa sikap tidak berlebihan dan tidak kekurangan dalam segala aspek kehidupan manusia di alam semesta ini yang merupakan sikap yang terbaik, atau juga kita bisa mengartikan bahwa meletakan sesuatu pada tempatnya dan sesuai dengan porsinya.

    ReplyDelete
  48. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia dalam hidupnya selalu dan terus berusaha untuk memperkuat diri dan jiwanya. Memperkokoh setiap dimensi kehidupan yang memungkinkan untuk dijangkaunya. Manusia dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan eksistensinya. Ia mempunyai kemampuan untuk mencari makna dalam setiap perbuatan dalam hidupnya, sekecil apapun perbuatan tersebut. Memaknai suatu hal dan menerapkannya di kehidupan kita ialah sulit tapi bukan berarti tidak mungkin.

    ReplyDelete
  49. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Sebuah neraca akan dikatakan dalam posisi seimbang jika kedua sisi atau tuasnya memiliki muatan barat yang sama. Sebagai contoh dalam kehidupan ekonomi sebuah keluarga akan dikatakan seimbang dan harmonis jika antara pemasukan dan pengeluaran berjalan secara seimbang. Pengalaman-pengalaman lahir ini merupakan sejarah hidupnya yang mengesankan dan kemudian mendorong untuk melakukan perubahan-perubahan.

    ReplyDelete
  50. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Pilihan yang terbaik dan tepat dalam tatanan yang harmonis pada kehidupan pribadi manusia dan alam semesta dibutuhkan sebuah sistem yang tepat yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan. Kemudian munculah berbagai macam pemikiran ataupun ideologi-ideologi yang semua itu menawarkan konsep-konsep yang diangggap paling bijaksana untuk menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  51. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan tulisan di atas terdapat link dari suatu artikel yang berjudul Apakah Matematika Realistis ? Dalam artikel tersebut saya mendapatkan pengetahuan baru bahwa perkembangan teori-teori yang ada di dunia khususnya teori matematika dapat meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan mengenai matematika di dunia. Namun dalam teori-teori tersebut masih banyak teori yang kontradiksi. Pernyataan Engels semakin terdengar tepat saat ini. Kombinasi kontradiktif antara plus dan minus memainkan peran yang mutlak krusial dalam mekanika kuantum, di mana ia muncul dalam sejumlah besar persamaan, yang merupakan hal mendasar bagi ilmu pengetahuan modern khususnya matematika.

    ReplyDelete
  52. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika membaca judul tersebut, saya merasa saya adalah daksa sehingga berbahaya untuk membacanya. Akan tetapi, setelah membaca tulisan di atas, ternyata kedudukan sebagai para dewa dan para daksa ditentukan oleh ruang dan waktu. Misalkan saya adalah seorang guru maka saya dewa bagi para murid, tetapi ketika saya masih sebagai mahasiswa maka posisi saya adalah daksa dan dosen adalah dewa. Jadi, kita dapat di posisi dewa maupun daksa tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  53. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika murni dan matematika sekolah memang merupakan dua hal yang harus dibedakan. Hal-hal yang membuat siswa menjadi takut saat menghadapi matematika sekolah adalah keikutsertaan dan tidak dibedakannya dengan matematika murni. Siswa menjadi malas atau enggan belajar matematika karena terihat menjadi sangat sulit dan abstrak.

    ReplyDelete
  54. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika merupakan ilmu yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika dapat mencerminkan realitas kehidupan dalam masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran matematika di sekolah seharusnya menerapkan matematika realistik yang merujuk pada aktifitas siswa dalam mengonstruksi konsep matematika dari suatu masalah nyata. Dengan begitu, siswa akan mengetahui hubungan antara matematika dengan dunia dan juga peran matematika dalam dunia.

    ReplyDelete
  55. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Selama ini matematika murni terlalu ikut campur dalam urusan pendidikan matematika. Matematika Murni mempunyai sifat tautologis dengan indikator kebenarannya adalah Konsistensi. Oleh karena itu semua Ilmu Formal, seperti halnya matematika murni, Sain Murni, Fisika Murni, Biologi Murni, dst disebut sebagai ilmunya untuk orang dewasa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ilmu-ilmu dengan Objek Pikir bersifat analitik a priori adalah kita mampu memikirkannya walaupun belum memersepsi objeknya. Hal tersebut jelas tidak cocok dengan matematika sekolah. Maka tidak seharusnya matematika murni ikut mengurusi ranah pendidikan matematik dalam kaitannya matematika sekolah. Karena di tingkat sekolah, matematika yang cocok diterapkan adalah matematika yang berlandaskan pada kegiatan/pengalaman siswa.Dunia pengalaman cenderung Sintetik a posteriori, yaitu dunia yang nyata, konkret, dan bersifat Kontradiksi. Pengalaman adalah dunianya para daksa, para siswa. Jika kita sebagai guru memerjuangkan Matematika sekolah yang bersifat konkret itu bukanlah indikasi kalau kita pro-Marxisme. Memperjuangkan matematika sekolah adalah upaya memperjuangkan hak siswa terkaiyt dengan kemampuan psikologis siswa yang membutuhkan dunia konkret dalam proses pembelajaran matematika. Sesungguhnya tugas kita sebagai guru adalah bagaimana mendidik siswa dengan baik, membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika dengan pendekatan matematika sekolah yang bersifat konkret.

    ReplyDelete