Oct 26, 2014

PERBINCANGAN PARA DEWA- BERBAHAYA UNTUK DIBACA PARA DAKSA



Ass. Wr. Wb


Pesan dari saya (Marsigit) sebelum membaca naskah terkoneksi di bawah nanti ini hendaknya waspada kepada aliran-aliran yang sudah tendensius mempunyai motif, karena motif/tujuan dapat mengalahkan hakekat kebenaran. Kebencian Kurawa memberi keberanian untuk mengalahkan Kebenaran dari Keikhlasan para Pandawa. Ego/superego suatu Parpol memberi kekuatan untuk mengalahkan/meniadakan/menolak sebuah Kebenaran dari Parpol kompetitornya. Ego Rasionalisme mengabaikan kebenaran Empirisisme dan sebaliknya. Ego Kerja/Praktek mengabaikan Ego Wacana/Teori, dan sebaliknya. Ego Dunia mengabaikan Akhirat. Ego Ideal mengabaikan Realisme, dan sebaliknya. Ego Marxisme mengabaikan Spiritualisme dan Idealisme. Demikian dan seterusnya...

Sebenar-benar Bacaan berikut  adalah untuk para Dewa dan bukan untuk para Daksa. Jika para Daksa mencoba membacanya maka dia akan terancam akan termakan oleh Paramitos. Dan jika sudah demikian maka hanya Ruwatan atau ritual memohon ampun yang dapat dilakukan. Namun sebenar-benar kita tidak mampu membedakan apakah kita Dewa atau Daksa. Kita hanya mampu mencobanya.

Dalam bacaan ini saya justru merasa iba kepada Matematika Murni yang selama ini saya salahkan karena terlalu ikut campur urusan Pendidikan Matematika untuk anak-anak, sehingga menimbulkan dampak psikologi yang buruk.
Dalam bacaan ini nada-nadanya Marxistsm akan menggunakan Paradox Matematika untuk justifikasi atau pengesahan bahwa matematika hanyalah sekedar fiksi atau ideal yang kurang bermanfaat bagi explore benda-benda/materi seperti yang dikembangkan oleh Marxistme.
Walaupun saya memerjuangkan Matematika Kongkrit ( Matematika Sekolah) untuk SD dan SMP, bukan berarti saya pro-Marxisme. Saya perlu sampaikan ini karena bacaan berikut dapat menyebabkan misleading jangan-jangan aliran Realistic Mathematics dianggap pro-Marxisme.
Saya tetap konsisten bahwa Kontradiksinya matematika itu berbeda dengn Kontradiksinya filsafat/dunia/benda konkrit. Kontradiksi dalam matematika adalah Inkonsistensi atau I tidak sama dengan I; kontradiksinya filsafat/dunia/benda adalah hukum Kontradiksi yaitu bukan Hukum Identitas.
Jadi, perjuangan saya untuk mengeksplore Matematika Kongkrit semata-mata dikaitkan dengan kemampuan psikologis siswa (anak kecil).
Bagi para Dewa, silahkan bacalah secara kritis dan cermat; bagi para Daksa maka lengkapilah bacaan-bacaan yang lainnya agar ideal/kebenaran tidak mudah termakan oleh Keberaniannya Motif (Politik/Ideologi)

Selamat membaca naskah berikut:

Sunday, 25 May 2008 

yang dapat diakses di: 

http://www.marxist.com/reason-in-revolt-bab-16-matematika.htm

Wss Wr Wb
Marsigit

Catatan:
1. Engels yang banyak dikutip dalam naskah adalah Tokoh Marxisme/Materialisme selain Karl Mark
2. Dewa adalah diriku yang meningkat dimensinya dibanding diriku yang lampau dikarenakan bacaan dan ilmuku.
3. Daksa adalah diriku yang sekarang yang terjebak/terperangkap oleh ruang dan waktu dikarenakan tidak melakukan ikhtiar menembus ruang dan waktu dengan bijak (tidak membaca untuk memeroleh pengetahuan baru)
4. Marxisme/Materialisme adalah aliran filsafat yang menemukan kebenaran ada di dalam Batu/Materi.
5. Bangsa Indonesia pernah mengalami keadaan traumatis (Th.1965) dikarenakan pemberontakan
G30/s PKI yang ideologinya mendasarkan pada Marxisme/Materialisme. Mungkin generasi muda tidak mengalami dan hanya mendengar penuturan generasi tua.
6. Bacaan ini saya tayangkan karena dia merupakan anti-tesis dari Kapitalisme, dan sebaliknya. Tetapi dia juga anti-tesis dari Spiritualisme dan Idealisme. Jadi membacanya dapat dianggap secara filsafat sebagai usaha melakkan Sintesis.
7. Bekerja, bekerja dan bekerja...perlu diimbangi dengan berpikir, berpikir dan berpikir...; karena bekerja saja adalah baru separoh dunia dan terancam menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya baru separo dunia, dan terancam menjadi kosong. Maka sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong.

79 comments:

  1. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Dalam menangkap informasi, tidak bisa hanya dari satu sumber saja. Karena bisa jadi sumber bacaan tersebut bukan berisi fakta, tapi opini yang belum jelas kebenarannya.

    ReplyDelete
  2. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika memanglah ilmu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Banyak hal dalam hal ini adalah masalah didalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan matematika. Oleh karenanya penting untuk mempelajari matematika. Belajar matematika itu sendiri haruslah disesuaikan dengan kemampuan dan cara berpikir dari siswa yang belajar. Saya sangat setuju bahwasanya untuk anak-anak dalam tahap SD dan SMP seharusnya diajarkan matematika konkrit atau matematika sekolah. Jangalah memaksa anak SD dan SMP untuk menghafal tanpa tau asal muasal dan penerapannya.

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terimakasih atas link yang diberikan Prof. Marsigit semoga dapat menambah wawasan. Matematika itu terbagi menjadi matematika murni dan matematika sekolah. Matematika murni bersifat abstrak, sedngakan matematika sekolah memperhatikan aspek psikologis dari siswa yang menggunakan matematika sekolah. Matematika sekolah menggunakan benda-benda konkrit yang ada disekitar siswa untuk membantu siswa belajar.

    ReplyDelete
  4. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hidup akan bermakna jika kita mampu menjalaninya dengan penuh keseimbangan, termasuk seimbang dalam bekerja dan berpikir. Hal tersebut sesuai dengan “Bekerja, bekerja dan bekerja...perlu diimbangi dengan berpikir, berpikir dan berpikir...;karena bekerja saja adalah separuh dunia dan terancam menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya baru separo dunia, dan terancam menjadi kosong. Maka sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong”.

    ReplyDelete
  5. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perbincangan Para Dewa Berbahaya untuk Dibaca Para Daksa, judul yang cukup ekstrim ketika dibaca. Akan tetapi, maksud tersirat dari judul tersebut menurut saya adalah perbincangan matematika murni berbahaya jika dibaca oleh matematika sekolah, maksudnya, anak-anak yang seharusnya menerima matematika sekolah atau matematika berdasar aktivitas tidak seharusnya menerima matematika murni yang dipahami oleh orang dewasa (dewa dari anak kecil), karena akan berbahaya, intuisi anak tersebut dapat rusak.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sangat mengerikan ketika saya membaca pengantar artikel ini. Para matematikawan terkini menganggap bahwasanya matematika itu adalah ilmu murni yang terpisah dari segala bentuk material dunia nyata yang hidup dengan dunianya sendiri. Jika dikaitkan dengan menggapai langit mungkin ia akan jatuh dan mati karena kesombongannya, Naudzubillah. Apalagi sebagai calon guru saya selalu meyakinkan pada diri saya sendiri dan kelak kepada murid-murid saja bahwa matematika itu tidak seegois itu. Memang kelak mereka akan menuju matematika seperti itu, tp bukankah matematika berasal dari material dunia nyata seperti yang sudah dijelaskan. Alangkah bijaknya jika itu semua diseimbangkan sesuai usia anak.

    ReplyDelete
  7. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    matematika murni dan pendidikan matematika memang dua hal yang berbeda namun juga berhubungan. mereka berdua mempunyai ranah bahasan dan juga subyek-obyek masing-masing. dewa dan daksa adalah dua individu yang berbeda namun juga saling berhubungan. semua yang ada di dunia ini memang perlu keseimbangan, karena walaupun masing-masing berbeda namun tetap ada hubungannya. seperti juga bekerja dan berpikir. kedua hal ini juga selaras harus dilakukan agar trcapai keseimbangan dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  8. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia dalam hidupnya selalu dan terus berusaha untuk memperkuat diri dan jiwanya. Memperkokoh setiap dimensi kehidupan yang memungkinkan untuk dijangkaunya. Manusia dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan eksistensinya. Ia mempunyai kemampuan untuk mencari makna dalam setiap perbuatan dalam hidupnya, sekecil apapun perbuatan tersebut. Memaknai suatu hal dan menerapkannya di kehidupan kita ialah sulit tapi bukan berarti tidak mungkin.

    ReplyDelete
  9. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Sebuah neraca akan dikatakan dalam posisi seimbang jika kedua sisi atau tuasnya memiliki muatan barat yang sama. Sebagai contoh dalam kehidupan ekonomi sebuah keluarga akan dikatakan seimbang dan harmonis jika antara pemasukan dan pengeluaran berjalan secara seimbang. Pengalaman-pengalaman lahir ini merupakan sejarah hidupnya yang mengesankan dan kemudian mendorong untuk melakukan perubahan-perubahan.

    ReplyDelete
  10. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Pilihan yang terbaik dan tepat dalam tatanan yang harmonis pada kehidupan pribadi manusia dan alam semesta dibutuhkan sebuah sistem yang tepat yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan. Kemudian munculah berbagai macam pemikiran ataupun ideologi-ideologi yang semua itu menawarkan konsep-konsep yang diangggap paling bijaksana untuk menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  11. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan tulisan di atas terdapat link dari suatu artikel yang berjudul Apakah Matematika Realistis ? Dalam artikel tersebut saya mendapatkan pengetahuan baru bahwa perkembangan teori-teori yang ada di dunia khususnya teori matematika dapat meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan mengenai matematika di dunia. Namun dalam teori-teori tersebut masih banyak teori yang kontradiksi. Pernyataan Engels semakin terdengar tepat saat ini. Kombinasi kontradiktif antara plus dan minus memainkan peran yang mutlak krusial dalam mekanika kuantum, di mana ia muncul dalam sejumlah besar persamaan, yang merupakan hal mendasar bagi ilmu pengetahuan modern khususnya matematika.

    ReplyDelete
  12. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika membaca judul tersebut, saya merasa saya adalah daksa sehingga berbahaya untuk membacanya. Akan tetapi, setelah membaca tulisan di atas, ternyata kedudukan sebagai para dewa dan para daksa ditentukan oleh ruang dan waktu. Misalkan saya adalah seorang guru maka saya dewa bagi para murid, tetapi ketika saya masih sebagai mahasiswa maka posisi saya adalah daksa dan dosen adalah dewa. Jadi, kita dapat di posisi dewa maupun daksa tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika murni dan matematika sekolah memang merupakan dua hal yang harus dibedakan. Hal-hal yang membuat siswa menjadi takut saat menghadapi matematika sekolah adalah keikutsertaan dan tidak dibedakannya dengan matematika murni. Siswa menjadi malas atau enggan belajar matematika karena terihat menjadi sangat sulit dan abstrak.

    ReplyDelete
  14. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika merupakan ilmu yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika dapat mencerminkan realitas kehidupan dalam masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran matematika di sekolah seharusnya menerapkan matematika realistik yang merujuk pada aktifitas siswa dalam mengonstruksi konsep matematika dari suatu masalah nyata. Dengan begitu, siswa akan mengetahui hubungan antara matematika dengan dunia dan juga peran matematika dalam dunia.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Selama ini matematika murni terlalu ikut campur dalam urusan pendidikan matematika. Matematika Murni mempunyai sifat tautologis dengan indikator kebenarannya adalah Konsistensi. Oleh karena itu semua Ilmu Formal, seperti halnya matematika murni, Sain Murni, Fisika Murni, Biologi Murni, dst disebut sebagai ilmunya untuk orang dewasa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ilmu-ilmu dengan Objek Pikir bersifat analitik a priori adalah kita mampu memikirkannya walaupun belum memersepsi objeknya. Hal tersebut jelas tidak cocok dengan matematika sekolah. Maka tidak seharusnya matematika murni ikut mengurusi ranah pendidikan matematik dalam kaitannya matematika sekolah. Karena di tingkat sekolah, matematika yang cocok diterapkan adalah matematika yang berlandaskan pada kegiatan/pengalaman siswa.Dunia pengalaman cenderung Sintetik a posteriori, yaitu dunia yang nyata, konkret, dan bersifat Kontradiksi. Pengalaman adalah dunianya para daksa, para siswa. Jika kita sebagai guru memerjuangkan Matematika sekolah yang bersifat konkret itu bukanlah indikasi kalau kita pro-Marxisme. Memperjuangkan matematika sekolah adalah upaya memperjuangkan hak siswa terkaiyt dengan kemampuan psikologis siswa yang membutuhkan dunia konkret dalam proses pembelajaran matematika. Sesungguhnya tugas kita sebagai guru adalah bagaimana mendidik siswa dengan baik, membuat siswa mampu mengetahui dan memahami apa yang ada dan yang mungkin ada dari matematika dengan pendekatan matematika sekolah yang bersifat konkret.

    ReplyDelete
  16. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.
    Dari tulisan “Perbincangan Para Dewa- Berbahaya Untuk dibaca Para Daksa”, saya memahami bahwa sesungguhnya Matematika Murni dan Pendidikan Matematika adalah dunia yang berbeda dengan objek yang sama. Benar bahwa matematika itu abstrak dan deduktif, tapi itu adalah ranahnya matematikawan dan ilmuwan akan tetapi untuk ranah anak-anak yang sedang mulai belajar matematika akan lebih bijak jika mengenalkan matematika secara kongkrit dan induktif, setelah kenal dan paham lalu diarahkan melalui abstraksi dan deduktif.
    Terimakasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  17. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Matematika telah ada sejak ribuan tahun lalu, mengindikasikan bahwa matematika sebagai ilmu hitung memanglah dibutuhkan oleh manusia sejak zaman dahulu. Maka sebenarnya matematika berangkat dari kenyataan, yaitu hal-hal yang konkrit atau memang ada. Contohnya adalah penemuan bilangan irrasional, yang ditemukan dari mengukur diagonal suatu ubin persegi. Ubin persegi adalah benda konkrit, yang mengantarkan penemu ke bilangan irrasional yang merupakan bagian dari matematika formal. Dalam hal ini, matematika realistik adalah dasar dari segala bentuk matematika terapan. Perbedaan secara major terletak pada matematika dalam dunia pendidikan dan matematika dalam dunia terapan. Pendidikan matematika diperuntukkan bagi anak-anak, sedangkan matematika murni atau terapan diperuntukkan bagi orang dewasa yang sudah mengenal abstraksi dan telah berada di tingkat formal. Sedangkan untuk remaja, masih membutuhkan benda konkrit namun sudah mulai dikenalkan kepada abstraksi.

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Marxisme atau materialisme adalah aliran filsafat yang menemukan kebenaran ada di dalam benda atau materi. Menurut pandangan ini, perkembangan dari matematika adalah hasil dari kebutuhan manusia yang sungguh material. Di sisi lain, pembentukan konsep matematika untuk anak-anak juga dilakukan melalui interaksi dengan benda-benda konret. Namun kedua hal tersebut berbeda. Yang dimaksud dengan interaksi benda-benda konret bagi anak-anak ialah disesuaikan dengan tahapan perkembangannya secara psikologis kognitif. Dari benda-benda konret tersebut siswa akan dapat melakukan abstraksi konsep matematika. Seiring perkembangan kognisinya, siswa dengan sendirinya akan dapat mencapai level abstrak. Hingga pada saatnya seseorang akan dapat membentuk konsep matematika tanpa benda-benda konkret, misalnya siswa di perguruan tinggi.

    ReplyDelete
  19. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari dulu sampai sekarang matematika masih menjadi momok bagi siswa di kalangan sekolah dasar dan menengah. Terkadang keabstrakan matematika lah yang menjadi faktor penyebab, di samping meode pembelajaran, dll. Matematika sekolah hendaknya diajarkan menggunakan contoh-contoh nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya matematika sekolah adalah matematika konkret. Maka dari itu, guru harus berusaha memberikan contoh sekonkret mungkin kepada siswa dan mengajat siswa untuk mengetahi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  20. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih pak atas postingannya, yang menjadi masalah pada postingan ini bahwa selama ini matematika murni dengan pendidikan matematika tidak berkesinambungan. Pada matematika murni sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan dunia material yang kasar di sekeliling mereka. Ini adalah satu contoh yang jelas dari konsekuensi-konsekuensi negatif. Sedangkan pada dunia pendidikan matematika membahas apa yang disebut "aksioma" baru nampak terbukti dalam dirinya sendiri setelah melalui masa-masa panjang pengamatan dan pengalaman atas realitas. Oleh sebab itu matematika konkret lebih baik digunakan dengan melihat kemampuan psikologis siswa. Agar matematika nantinya diminati dan disenangi oleh para siswa.

    ReplyDelete
  21. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Melalui tulisan di atas yang berjudul perbincangan para dewa-berbahaya untuk dibaca para daksa, saya memahami bahwa matematika murni dan pendidikan matematika itu adalah sesuatu hal yang berbeda, meskipun mempunyai tujan akhir yang sama yaitu ilmu matematika. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah dalam mengenalkan matematika kepada anak-anak perlu memerhatikan kondisi psikologis anak, sehingga hal ini bukan merupakan ranahnya matematika murni. Dalam pengenalan matematika terhadap anak-anak, perlu mengeksplor matematika konkret mengingat kondisi kemampuan psikologis anak yang baru mengenal matematika. Setelah itu, barulan dikenalkan kepada matematika yang bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  22. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Hal yang selama ini saya ketahui soal pandangan-pandangan Marxis lebih erat dengan pandangan pandangan revolusioner-sosialis, ini kali pertamanya saya membaca pandangan Marxis tentang ilmu sains seperti matematika. Saya menangkap dari tulisan di atas adalah tentang kegelisahan pandangan Marxis terhadap matematika yang semakin jauh dari hal-hal yang bersifat material. Namun, dari awal membaca saya dapat membedakan motif dari kaum Marxis yang dilahirkan berseberangan dengan kaum Kapitalis. Dan matematika konkrit bagi pendidikan saya rasa terlepas dari arus Marxis, tujuan matematika konkrit adalah untuk mencapai pandangan ideal terhadap pendidikan anak-anak.

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya memang antara dunia pendidikan dan dunia yang benar-benar abstrak tidak bisa langsung diterapkan langsung kepada para peserta didik. Sebenar-benarnya matematika bagi peserta didik adalah sesuatu yang nyata dan dapat difikir secara logika. Namun, kebanyakan guru mengabaikan hal tersebut. Mereka lebih mementingkan pemahamannya sendiri dibandingkan dengan pemahaman peserta didik. Jika kita lihat lebih jauh lagi, sebenarnya sesuatu yang membuat siswa itu takut akan matematika bukanlah materi yang susah, namun cara menerangkan guru yang bisa dikatakan kurang tepat. Para guru seringkali menggunakan bahasa yang belum saatnya siswa tahu. Mereka lebih condong pada apa yang ditulis dalam kurikulum. Padahal kurikulum intinya sebagai acuan untuk kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. Jadi, sebagai guru, sebaiknya kita suatu saat menyampaikan matematika bukan dari hal yang tidak dipahami siswa. Agar kecintaan terhadap matematika akan tertanam sejak dini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Matematika selama ini merupakan mata pelajaran yang tidak jarang menjadi mata pelajaran yang diatkuti oleh siswa. Siswa berpendapat bahwa matematika itu sulit dan beberapa materinya bersifat abstrak sehingga untuk mempelajarinya siswa mengalami kesulitan. Link pada postingan ini menjelaskan bahwa matematika itu sebenranya berawal dari sesuatu yang kongkrit kemudian diabstraksikan seperti sekarang ini. "matematika tidaklah muncul dari penggunaan pikiran manusia secara bebas, tapi merupakan hasil dari sebuah proses berkepanjangan dari evolusi sosial, percobaan dan kegagalan, pengamatan dan eksperimen, yang perlahan-lahan terpisah menjadi satu tubuh pengetahuan yang kelihatannya memiliki sifat yang abstrak". Pengetahuan ini baik untuk seorang guru yang mempelajari pendidikan matematika. Pernyataan ini artinya matematika itu sebenarnya dekat sekali dengan kita. Matematika itu ada dalam kehidupan kita dan setiap hari kita bersama dengan matematika. Siswa merasa takut dengan matematika karena memang dari awal mereka tidak diberikan pengetahuan bahwa matematika bukanlah sesuatu yang abstrak yang muncul dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  25. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana
    Matematika berangkat dari kongkrit menuju abstrak, namun pasti ada pertanyaan yang muncul ketika melihat "kalkulus, bilangan tak berhingga, akar imaginer, dan lain sebagainya". Hal ini merupakan suatu kontradiksi menurut bacaan pada link tersebut. Untuk lebih jelasnya teman-teman boleh membaca link yang sangat menarik tersebut. Untuk menjawab peratnyaan siswa "Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari pak/buk mengenai bilangan imaginer itu?". Untuk menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan seperti itu guru harus rajin membaca, membaca dan membaca. Guru harus mengkaji kontradiksi-kontradiksi tersebut dengan membaca referensi yang berkaitan agar dapat memberikan bukti kongkrit ke siswa sehingga tertanam dalam pikiran siswa bahwasahnya mempelajari matematika itu tidaklah menakutkan dan sesulit yang selama ini menjadi paradigma mereka.

    ReplyDelete
  26. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sebuah saran yang menarik untuk ditelaah ketika kita tidak boleh terlalu memihak pada sesuatu, sehingga kita menjadi tertutup pemikiran kita untuk menerima hal yang lain. Karena setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangannyan masing-masing, dan semuanya saling melengkapi. Berkaitan tentang matematika, sampai saat ini masih sangat sulit merubah paradigma yang telah berakar dipikiran siswa bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. Sehingga berbagai macam penelitian untuk menghasilkan berbagai metode yang dianggap ampuh untuk memberikan paradigma baru bahwa matematika itu mudah dan menyenangkan terus dilakukan. Salah satunya dengan matematika realistik, yang menghadirkan matematika lebih dekat dengan dunia anak. Supaya matematika lebih dirasakan manfaatnya serta tidak menjadi hal yang asing lagi bagi anak melihat dari sisi manfaatnya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  27. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih prof atas ilmu yang diberikan melalui postingan ini.
    "Dan jika matematika ingin mendapati dirinya sebagai cerminan dari alam, ia harus mulai menyingkirkan sifatnya yang sepihak dan mengambil satu dimensi yang sama sekali baru, yang menyatakan segala yang dinamis dan kontradiktif, dengan kata lain, ciri dialektik dari dunia nyata."
    dari kalimat kesimpulan diatas saya berfikir memang lah bukan sesuatu yang salah jika kita memihak pada suatu hal, namun jika keterpihakan tersebut sudah berlebihan maka itu akan dapat menutupi ilmu lain yang akan kita pelajari. karena semua hal adalah dinamis dan sangat kontradiktif.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sebagaimana yang Bp ungkapkan bahwa sebenar-benar kita tidak tau apakah kita Dewa atau Daksa karena kita tidak tau di dimensi mana kita berada apakah masih terjebak dengan dimensi lama atau sudah meningkat ke dimensi yang lebih tinggi karna ilmu pengetahuan kita, semua tergantung ruang dan waktu, dalam ruang dan waktu tertentu kita bisa menjadi dewa karna ilmu pengetahuan kita dan dalam ruang dan waktu yang berbeda kita bisa menjadi Daksa karena terjebak dalam ilmu pengetahuan kita sendiri. Terkait dengan Matematika Kongkrit ( Matematika Sekolah) untuk SD dan SMP, saya berpendapat bahwa matematika untuk anak seharusnya lebih diangkat dari aktivitas sehari-hari yang dialami siswa, sehingga lebih mudah dipahami siswa.

    ReplyDelete
  29. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematika sekolah terutama matematika pada tingkat sd dan smp menuntut penjelasan yang bersifat konkret, karena pada tahap tersebut siswa berada pada tahap pemikiran konkret dan baru akan menuju ke tahapan semi abstrak. Matematika murni bisa saja belajar dari definisi lalu diturunkan ke dalam teorema-teorema dan selanjutnya, tetapi untuk siswa sd dan smp justru sebaliknya, harus dari benda konkret atau fenomena-fenomena di sekitar barulah siswa bisa mengomunikasikannya ke dalam bahasa matematika hingga pada akhirnya dapat menguasai konsepnya. Oleh sebab itu, guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat.

    ReplyDelete
  30. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Artikel dalam link tersebut menggambarkan bagaimana dukungan tehadap matematika sekolah. Sesungguhnya matematika itu tidak bisa lepas seutuhnya dari kenyataan yang ada di dunia, bahkan matematika yang asbtrak itu adalah hasil dari pemikiran tentang kejadian-kejadian yang ada dikenyataan dan dihubungkan menjadi sebuah teori. Jika matematika dikatakan hanya sebagai ilmu pikir dan bisa memecahkan masalah apapun, tentunya kita harus menyadari bahwa permasalahan di kenyataan tidak akan sesederhana rumus matematika. Oleh karena patut jika bermunculan tokoh yang mendukung pernyataan tentang ilmu berkaitan erat dengan pengalaman dan dapat dijadikan referensi bagi kita untuk mendesain pembelajaran yang sesuai untuk matematika sekolah SD dan SMP.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    17709251065
    PM C

    Matematika murni atau pure mathematics dan matematika sekolah memiliki peran yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan matematis seseorang. Matematika murni yang bersifat abstrak sudah seharusnya diajarkan kepada mahasiswa tingkat universitas, sedangkan matematika sekolah diajarkan kepada siswa di sekolah dasar dan menengah. Jangan sampai keduanya dicampur atau ditukar. Siswa sekolah dasar dan menengah cenderung bisa memahami materi yang bersifat konkret dapripada abstrak, sedangkan mahasiswa sudah mampu berpikir abstrak. Maka dari itu, ahli matematika murni tidak perlu ikut terjun dalam matematika sekolah karena akan menyebabkan kebingungan siswa. Matematika murni diibaratkan matematikanya Para Dewa maka jangan diberikan kepada siswa ( Daksa).

    ReplyDelete
  32. Kondisi pembelajaran di sekolah juga menjadi hal yang patut di selidiki. Dari dulu sampai sekarang matematika masih menjadi momok bagi siswa di kalangan sekolah dasar dan menengah. Terkadang keabstrakan matematika lah yang menjadi faktor penyebab, di samping metode pembelajaran, dll. Matematika sekolah hendaknya diajarkan menggunakan contoh-contoh nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya matematika sekolah adalah matematika konkret. Maka dari itu, guru harus berusaha memberikan contoh sekonkret mungkin kepada siswa dan mengajat siswa untuk mengetahi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peran pemberian contoh dalam pembelajaran di sekolah memiliki peranan penting untuk memahamkan siswa dengan materi. Bahkan, siswa terkadang tidak membutuhkan definisi dan lebih paham dengan adanya contoh. Hal ini dikarenakan siswa memang berpikir secara konkret bukan abstrak.

    ReplyDelete
  33. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Minimnya objek konkret pembelajaran matematika pada siswa SD dan SMP memang dapat menimbulkan efek psikologis dan persepsi yang sifatnya negatif. Siswa telah terlanjur mengategorikan Matematika dan IPA adalah pelajaran yang sulit, sehingga siswa cenderung tidak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  34. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Matematika merupakan suatu yang abstrak. Oleh karena itu, perlunya matematika realistis agar mudah di terima oleh siswa. Perlunya guru menurunkan derajadnya agar bisa memahami siswa dan siswa paham akan yang di sampaikan guru. Sebenar-benarnya hidup, tidak ada yang memiliki kedudukan paling tinggi selain Tuhan.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Belajar anak-anak dengan belajarnya orang dewasa berbeda. Anak cenderung belajar matematika secara intuitif, artinya tidak perlu pembuktian sebuah rumus itu dari mana dan bagaimana membuatnya. Anak-anak lebih cocok jika belajar matematika diakaitkan dengan kontekstual atau yang terjadi di lingkungan keseharian anak tersebut. Sedangkan belajar matematika bagi orang dewasa, sudah mulai dengan pengenalan rumus-rumus yang kompleks dan bagimana cara mendapatkannya pun sudah mulai diajarkan. Jdi tidak boleh memberikan pembelajaran yang sama pada anak dan orang dewasa.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B


    Saya pun tidak mengetahui, apakah saat ini saya menjadi daksa ataukah dewa. Tetapi sepertinya saya akan menjadi daksa jika sebelum membaca naskah marxist tidak membaca petunjukkan dari Bapak terlebih dahulu. Marxism ini merupakan aliran filsafat yang menemukan kebenaran ada di dalam material. Menurut aliran marxism, adanya matematika murni berawal dari kebutuhan manusia yang material. Pada naskah tersebut dicontohkan dengan cara menghitung dengan 10 jari karena memang manusia memiliki 10 jari. Tetapi matematika sekolah yang dibutuhkan anak-anak tidak sebatas itu, mereka butuh adanya benda konkret yang menunjang cara berpikir mereka. Perkembangan berpikir mereka belum bisa lepas dari benda konkret. Sedangkan matematika murni, untuk mereka yang sudah melewati tahap perkembangan berpikir konkret, belajar dari yang konkret itulah kemudian mereka mampu untuk mengabstraksikan pemahaman-pemahamannya.

    ReplyDelete
  37. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Ilmu akan selalu berkembang. Dalam menggapai ruang dan waktu jadilah seseorang yang meningkatkan dimensi dikarenakan bacaan dan ilmu. Sebagai seorang dari matematika murni akan mengalami sedikit kesulitan untuk menjadi pendidikan apabila yang terbiasa berhadpaan dengan angka kemudian berhadapan langsung dengan manusia. Begitu juga yang berasal dari pendidikan akan merasa kesulitan untuk menyampaikan materi setingkat unoversitas karena ilmu matematikanya kurang mendalam. Namun baik pendidikan maupun murni semuanya memiliki kewajiban dalam belajar karena setiap orang memiliki kewajiban dalam berikhtiar untuk memeroleh pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  38. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dari postingan tersebut,betapa sifat ego dapat melupakan satu sisi dari pasangannya .Seperti yang dilukiskan di atas,ego dunia dapat mengabaikan akhirat.Seharusnya keduanya dapat berjalan seimbang dengan tidak mengenyampingkan sisi lain.Matematika murni yang diterapkan mungkin sama persis dengan gambaran tersebut.Mengedepankan prinsip indentitas lantas kemudian mengenyampingkan prinsip kontrakdiktif.Sungguh menyedihkan jika tunas-tunas muda tidak dapat mengepalkan sayapnya ke udara karena disebabkan pemahaman yang bertumpu pada matematika murni. Padahal matematika murni masih bersifat separuh ilmu belum membentuk ilmu seutuhnya.

    ReplyDelete
  39. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika murni dan pendidikan matematika sekolah itu memerlukan pendekatan yang berbeda dalam memandangnya, walaupun keduanya sama-sama membahas mengenai matematika. Matematika memang sesuatu yang abstrak. Namun dalam matematika sekolah, sebisa mungkin menjadikan yang abstrak tersebut dapat dipelajari melalui sesuatu yang konkrit. Hal itu harus dilakukan, karena ranah kognitif anak itu belum dapat mencapai sesuatu yang abstrak. Jika dipaksakan untuk mempelajari matematika secara abstrak yang ada bukan menguasai ilmu matematika namun frustasi terhadap matematika. Oleh karena itu jangan campur adukkan cara pandang matematika murni dan pendidikan matematika dalam memandang ilmu matematika. Terimakasih

    ReplyDelete
  40. Tulisan yang menginspirasi. Semoga manusia-manusia yang memiliki kuasa tinggi terbukakan hati dan pikiran nya mengenai hal-hal yang bapak sampaikan ini. Memang benar bahwa dalam pendidikan matematika haruslah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik itu sendiri. Sebagai manusia dewasa tentunya kita juga pernah merasakan bagaimana dulu saat menjadi seorang peserta didik menghadapi matematika yang berada diluar jangkauan berfikirnya. Semoga…semoga…semoga…generasi selanjutnya mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat berfikirnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  41. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dari bacaan Marxism, saya mendapatkan ilmu yang lebih. Saya baru mengetahui bahwa sudah sejak zaman Phytagoras matematika itu disebut sebagai Ratu. Padahal saya baru mendengar istilah itu sejak awal saya menimba ilmu S1. Banyak sejarah lain yang tertulis di bacaan tersebut. “Matematika ala buku teks standard memberikan satu kesan yang keliru tentang bagaimana dunia ini sebenarnya berlangsung”, saya masih berpikir tentang pendapat yang tertulis itu. semoga saya tidak termakan para mitos. Menurut saya, buku teks itu tetapi penting, entah itu ilmu sains atau yang lain. Karena setiap manusia memiliki sifat lupa akan suatu hal. Semoga kemajuan dari ilmu pengetahuan klasik ke modern dapat memberikan dampak yang baik bagi para pendidik dan yang akan di didik.

    ReplyDelete
  42. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Berbicara tentang kedudukan matematika yang melandasi perkembangan berbagai ilmu pengetahuan bukan berarti matematika menghidupi dan tidak dihidupi namun matematika tetap tidak bisa hidup tanpa dorongan ilmu pengetahuan lainnya. Potensi pemahaman yang berbeda antara matematikawan murni dan matematikawan bidang pendidikan terkait bagaimana seseorang membangun pemahaman matematis adalah nyata adanya. Di samping itu, matematikawan murni memahami bahwa matematika merupakan ilmu yang utuh yang tidak boleh saling kontradiksi sedangkan matematika itu sendiri pun muncul dari kontradiksi-kontradiksi yang ada.

    ReplyDelete
  43. 17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berbicara tentang kedudukan matematika yang melandasi perkembangan berbagai ilmu pengetahuan bukan berarti matematika menghidupi dan tidak dihidupi namun matematika tetap tidak bisa hidup tanpa dorongan ilmu pengetahuan lainnya. Potensi pemahaman yang berbeda antara matematikawan murni dan matematikawan bidang pendidikan terkait bagaimana seseorang membangun pemahaman matematis adalah nyata adanya. Di samping itu, matematikawan murni memahami bahwa matematika merupakan ilmu yang utuh yang tidak boleh saling kontradiksi sedangkan matematika itu sendiri pun muncul dari kontradiksi-kontradiksi yang ada.

    ReplyDelete
  44. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ada pendapat bahwa matematika dibagi atas dua yaitu matematika sekolah dan matematika murni. Sebagai seorang calon pendidik, maka akan cenderung pro kepada matematika sekolah , dimana kepentingan bermatematika itu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang notabennya belajar matematika sejak usia dini. Padahal seharusnya antara matematika murni dengan matematika sekolah berdampingan saling melengkapi agar tercipta keseimbangan yang baik dalam matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  45. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang dewasa, sehingga matematika anak kecil berbeda dengan matematikanya orang dewasa. Hal tersebut sering sekali ditekankan oleh Prof. Marsigit, sehingga kami sebagai pendidik atau calon pendidik tidak bisa mengajarkan matematika dari sudut pandang orang dewasa. Matematikanya orang dewasa penuh dengan teorema dan aksioma-aksioma matematis, sedangkan kita tak bisa menerapkan hal serupa kepada anak-anak. Jika kita ingin mengajarkan matematika kepada anak, maka terlebih dahulu kita harus masuk ke dunia anak-anak, berangkat dari hal-hal yang kongkrit tidak semena-mena memberikan matematika dengan segala teori dan teroi yang akan menyisakan image buruk pada akhirnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  46. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menyinggung matematika apakah mencerminkan realita seperti yang dibahas dalam kedua link tersebut, maka matematikawan yang sekarang berdiri sebagai ilmuwan yang diakui oleh dunia tidak akan menyangkal bahwa dyulunya saat mempelajari matematika ia pun berawal dari sesuatu yang konkrit, atau sesuatu yang dia temui di kehidupannya. Sehingga matematika murni yang dinilai akan tercemar jika dikonkritkan tentulah harus diluruskan, karena pikiran anak kecil tidak mampu menjangkau apa yang dijangkau pikiran orang dewasa pada umumnya, sehingga matematika sekolah patut menjadi perhatian kita semua, terlepas akan menjadi apa siswa kita nanti, yang terpenting mereka mampu mengilhami matematika dengan baik sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan dengan kehidupan mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  47. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Matematika sekolah dan matematika murni memang berbeda dari segi pembahasan , meskipun sejatinya matematika sekolah merupakan turunan dari matematika murni. Namun, bukan berarti matematika sekolah disampaikan dengan abstrak seperti layaknya matemtika murni. Oleh karena itu, pemerintah melalui system pendidikan mencoba untuk membumikan matematika, mengkontekstualkan agar dapat diterima oleh siswa dengan baik. Sebenarnya matematika sangat mencerminkan realitas kehidupah , hanya saja saat ini masih dalam proses untuk menuju kesana. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  48. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dalam pembelajaran, kondisi ini penting untuk diperhatikan karena dengan mengidentifikasi kondisi awal siswa saat akan mengikuti pembelajaran. Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, dan waktu tertentu dengan treatmen tertentu. Untuk itu, maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sebagai sasaran. Sehingga, pengembangan bahan ajar harus dapat menjawab atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar.

    ReplyDelete
  49. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Terima kasih Prof untuk link tentang naskah-naskah yang menambah wawasan kami. Saya rasa naskah ini akan sangat bermanfaat apabila dibaca oleh pendidik dan calon-calon pendidik karena dapat menginspirasi dalam proses pembelajaran. Dalam penyampaian materi, guru harus dapat menyesuaikan keadaan dan karakteristik siswanya. Apabila ia mengajar di Sekolah Dasar, sesuaikanlah penyampaian materinya dengan pemikiran anak-anak SD. Dan begitu pula apabila mengajar di Sekolah Menengah harus sesuai pula penyampaiannya.

    ReplyDelete
  50. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof atas referensi dan semakin membuka wawasan pengetahuan kita. Setiap hal khususnya pada matematika, memang didasarkan pada suatu cara berpikir, sebut saja teori yang sudah baku, dan tentunya masuk akal. Matematika murni berdasarkan pola rasionalisme, absolut, terjadi dalam pikiran. Matematika sekolah bersifat empirism, relaif, dan terjadi dalam kenyataan. Sebenar-benar dewa dalam mateatika murni adalah pikiran, dan sebenar-benar dewa dalam matematika sekolah adalah tindakan. Pikiran dan tindkan harus berkolaborasi untuk mampu menembus ruang dan waktu, sehingga diperoleh suatu pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  51. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam hal ini kita diingatkan untuk berhati hati dalam melangkah dalam kehidupan karena sejatinya ada aliran-aliran yang sebenarnya kadang kita mengikutinya namun kita tidak mengetahui hakikatnya. Maka oleh karena itu kita harus senantiasa membaca dan mebaca agar mengetahui apa dan macam aliran filsafat agar tidak salah langkah. Utamanya agar kita tidak terjerumus pada ego yang mengutamakan dunia dibanding akhirat. Termasuk didalamnya memepelajari salah satu aliran yang tidak baik yaitu marxisme.

    ReplyDelete
  52. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya sebagai daksa yang berusaha menjadi dewa, artinya saya ialah orang yang kurang membaca sehingga pengetahuan saya masih sedikit, namun saya berusaha menambah bacaan saya agar menambah pengetahuan saya. Beberapa artikel sebelumnya dalam blog ini membahas bahwa pendidikan matematika sekolah ialah matematika konkret atau material. Dan saya setuju tentang hal tersebut dengan mempertimbangkan karekteristik siswa sekolah dasar maupun menengah. Namun ada kalanya materialistis itu tidka baik dalam kehidupan manusia. Yaitu apabila seseorang yang suda bekerja terlau mengejar material dalam hidupnya, maka ia terancam dapat megabaikan moralnya.

    Contohnya seorang pejabat yang memiliki kekuasaan atas banyak orang atau bawahannya yang lebih mementingkan memperoleh jabatan dan uang setinggi-tingginya dan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan nasib rakyat atau bawahannya. Maka yang ia lakukan ialah merebut hak dari rakyat atau bawahannya tersebut untuk disimpan sendiri demi kepentingan pribadi. Tentu hal tersebut sangat keliru karena materi yang kita dapat sesungguhnya tidak akan kita bawa mati kelak. Justru semua itu akan dimintai pertanggungjawaban. Semoga kita dapat menjadi individu yang mampu membedakan kapan menggunakan paham materialistis yang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  53. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam artikel ini menerangkan tentang matematika berkembang dari hasil kebutuhan mausia yang material. Sehingga matematika ini akhirnya diturunkan dari dunia material. Sejak jaman phytagoras. Matematika telah digambarkan menjadi ratu ilmu pengetahuan dan sebagai kunic ajaib yang membuka semua pintu ke jagad raya.

    ReplyDelete
  54. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Begitu kompleksnya matematika yang selalu berkembang sesuai zaman. Dimana matematika tumbuh berdasarkan kebutuhan manusia pada zamannya. Untuk generasi sekarang dan yang mendatang, artikel ini bisa menjadi motivasi kita untuk berinovasi terhadap apa yang menjadi keahlian kita.

    ReplyDelete
  55. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terima kasih kepada Bapak Prof Marsigit atas sharing tentang keilmuan matematika. Saya jadi mengingat mata kuliah ketika S1 yaitu analisis riil Mata kuliah tersebut merupakan satu diantara mata kuliah yang saya senangi karena membuat saya berusaha untuk membuktikan operasi bilangan-bilangan yangs sederhana. Berdasarkan aksioma-aksioma yang ada. Ada rasa bahagia ketiga berhasil membuktikan peryataan bentuk matematika yang sering kita gunakan tetapi kita seringkali tidak mengetahui asal-usul dari bentuk matematika tersebut.

    ReplyDelete
  56. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  57. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui artikel tadi tergambar bahwa sebenarnya matematika sadar/tidak disadari muncul sebagai hasil pengalaman/aktivitas yang langsung bersentuhan dengan material/fsikinya, yang dilakukan untuk membangun kehidupan, misalnya adanya kebutuhan membangun tempat tinggal, menghasilkan penemuan tentang suduk siku dan penyiku dari tukang kayu. Sehingga pembelajaran matematika bagi anak pun seharusnya kembali pada aktivitas/pengalaman, siswa berhadapan langsung dengan material atau benda nyatanya untuk kemudian menemukan/membangun pengetahuan matematikanya. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  58. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya merasa masih perlu banyak membaca dan menambah pengetahuan karena saya tidak begitu paham mengenai naskah tersebut. Akan tetapi, mencoba menanggapi mengenai perbedaan matematika kongkrit (matematika sekolah) dibandingkan dengan matematika murni.
    Perbedaan mendasar antara matematika sekolah dengan matematika murni ada pada pola berpikirnya. Pola pikir matematika murni adalah deduktif. Sifat atau teorema yang ditemukan secara induktif harus dibuktikan kebenarannya secara deduktif. Akan tetapi dalam matematika sekolah, dalam proses pembelajarannya dapat menggunakan pola pikir induktif, hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, walaupun pada akhirnya siswa diharapkan dapat berpikir deduktif.

    ReplyDelete
  59. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    perbincangan para dewa terlalu berbahaya untuk dibaca oleh para daksa. Maksudnya adalah, orang yang belum mempunyai kapasitas ilmu yang cukup harus berhati-hati dalam menyimpulkan bacaan yang bahasanya terlalu tinggi. Jangan sampai kita salah memberikan persepsi dari bacaan tersebut, kemudian kita mengamalkannya sesuai pendapat kita sendiri. Hal ini akan berakibat fatal. Bisa jadi, ilmu kita tidak akan menjadi bermanfaat, tetapi justru berakibat fatal atau mempunyai efek negatif. Jadi, sebaiknya kita tidak boleh langsung menyimpulkan pendapat sendiri, tetapi harus mencari pendapat dan penjelasan lain dari orang yang lebih berilmu

    ReplyDelete
  60. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika merupakan pemimpin dari berbagai ilmu. Hal itu karena berbagai macam ilmu pengetahuan memerlukan dukungan matematika. Namun matematika tidaklah boleh menjadi sombong dan memisahkan diri dari dunia luar. Sesungguhnya berbagai penemuan dalam matematika itu berawal dari pengalaman di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mateamtika tidak dapat dispisahkan dari realitas kehidupan. Terimakasih

    ReplyDelete
  61. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Matematika murni adalah matematika yang tidak memikirkan tujuan praktisnya sama sekali. Jika mempelajari bilangan, maka ia tidak menghubungkannya dengan banyaknya bunga yang dimiliki, atau kalau mempelajari bentuk, ia tidak menghubungkannya dengan sebuah pot bunga. Matematika murni melepaskan dirinya dari keseharian kita, sehingga ketika guru menghadirkan matematika murni di dalam kelas, untuk siswa seusia sekolah jelas tidak mudah tertarik. Apalagi disiplin berpikir sangat mutlak dalam memecahkan masalah matematika, yaitu abstraksi dan pembuktian.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  62. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. terimakasih atas link yang diberikan Prof. Marsigit semoga dapat menambah wawasan. Matematika itu terbagi menjadi matematika murni dan matematika sekolah. Matematika murni bersifat abstrak, sedngakan matematika sekolah memperhatikan aspek psikologis dari siswa yang menggunakan matematika sekolah. Matematika sekolah menggunakan benda-benda konkrit yang ada disekitar siswa untuk membantu siswa belajar

    ReplyDelete
  63. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017
    Apakah Matematika Mencerminkan Realitas?

    Matematika adalah ilmu dasar. Matematika digunakan dalam berbagai bidang. Tak terkecuali, matematika juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat dibilang matematika itu nyata atau riil. Pembelajaran matematika di sekolah juga berhubungan dengan hal-hal konkret. Oleh karena itu menurut saya, matematika dapat mencerminkan realitas

    ReplyDelete
  64. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Seperti yang saya ingat di kelas perkuliahan filsafat, bahwa yang dimaksud dewa dalam filsafat itu contohnya seperti ayam adalah dewanya cacing.
    Aliran marxisme berpotensi merusak tatanan kehidupan, karena berdasarkan pada materi saja. seperti orang yang hanya berfokus pada bekerja saja, dan tidak dipadukan dengan berpikir.

    ReplyDelete
  65. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    pengetahuan yang diterima memang seharunya diperhatikan dengan sangat. Hal ini karena pada dasarnya kita sebagai manusia tidak bisa menutup mata dari ilmu yang memang memberikan perkembangan bagi kita semua untuk belajar mengembangkan peserta didik. Hal-hal yang memang seharusnya diketahui oleh kita semua tidak semestinya disampaikan juga sesuai dengan logika peserta didik kita. Karena kita merupakan paralogos mereka, jadi mereka akan sulit memahami kita, maka kita sebagai paralogos mereka seharusnya selalu berusaha untuk mengetahui logika mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  66. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Ilmu akan selalu berkembang. Dalam menggapai ruang dan waktu jadilah seseorang yang meningkatkan dimensi dikarenakan bacaan dan ilmu. Selanjutnya berusaha keluar dari belenggu terperangkap oleh ruang dan waktu dikarenakan tidak melakukan ikhtiar untuk memeroleh pengetahuan baru.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  67. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mengomentari kutipan dari artikel diatas, "Sebenar-benar Bacaan berikut adalah untuk para Dewa dan bukan untuk para Daksa. Jika para Daksa mencoba membacanya maka dia akan terancam akan termakan oleh Paramitos. Dan jika sudah demikian maka hanya Ruwatan atau ritual memohon ampun yang dapat dilakukan. Namun sebenar-benar kita tidak mampu membedakan apakah kita Dewa atau Daksa. Kita hanya mampu mencobanya.". Artinya adalah sebenar-benarnya kebebasan berfikir manusia dalam berfilsafat maka tetap saja Agama lah yang menjadi puncak dari pemikiran tersebut sekaligus sebagai batas dalam berfilsafat. Jika kebebasan fikir tidak dibatasi dengan spiritual yang kuat maka akan timbul mitos bahwa spiritual itu tidak berguna, karena ranah spiritual itu hati diatas pikiran

    ReplyDelete
  68. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya tergelitik saat membaca kontradiksi dalam matematika. Memang sulit memahami artikel di atas, saya membacanya berkali-kali saja masih kurang mengerti. Yang saya pahami adalah memang dalam setiap hal di kehidupan manusia penuh dengan kontradiksi. Setiap ilmuwan memiliki teorinya sendiri sendiri. Tidak ada yang salah dan benar, semua tergantung perspektifnya, tergantung pemakaiannya, tergantung pilihan kita. Kontradiksi bukanlah suatu hal yang buruk, atau baik. Semua tergantung perspektif.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jika matematika dianggap sebagai salah satu ilmu dasar yang memiliki pengaruh besar terhadap ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, terutama dibidang sains, yaa saya sepakat. Memang peranan matematika sangat besar baik penalaran maupun terapannya. Matematika saat ini, khususnya di dunia pendidikan formal, sudah terorganisir dan terintegrasisecara sistematis.. Level atau tingkat pendidikan sudah secara jelas mengelompokan materi apa dan yang mana yang harus diberikan pada siswa. Namun dibalik itu semua, yang terpenting sesungguhnya adalah pemikiran dan penalaran matematis yang kita dapat dari proses belajar matematika, bagaimana kita memilih dan memilah informsi, bagaimana membuat generalisasi, bagaimana menalar, bagaimana berpikir kritis dan logis. Itulah yang akan sangat kita gunakan dan butuhkan untuk memahami ilmu pengetahuan lain dan juga dibutuhkan dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  70. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Kalimat-kalimat awal dari tulisan ini mengingatkan saya pada salah satu pertemuan kuliah filsafat ilmu bersama Prof Marsigit. Beliau memberikan pesan bahwa setinggi-tinggi ilmumu, dia akan kalah dengan motifmu. Hal ini relevan dengan hadist nabi yang diantaranya mengatakan bahwa orang yang pertama kali dimasukkan ke neraka adalah mujahid yang gugur di medan perang namun dalam hatinya diniatkan agar dilihat sebagai mujahid fi sabilillah, orang yang bersedekah namun dalam hatinya hanya agar dikatakan sebagai seorang dermawan. Maka menjaga motif, menjaga niat adalah salah satu kewajiban dalam menuntut ilmu. Bila seorang penuntut ilmu memiliki motif yang salah, ia akan sulit menerima kebenaran yang berasal dari pihak yang tidak ia suka, misalnya dari temannya.

    ReplyDelete
  71. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Matematika hadir dalam bentuk Relalistik Mathematics Education (RME) atau yang telah diserap sesuai budaya Indonesia, Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dengan harapan dapat membantu siswa (Mathematics School) lebih mudah memahami matematika sebagai aktifitas belajar yang mengaitkan materi yang ada dengan dunia nyata di sekitar. Tidak bisa dipungkiri memang, begitu banyak fenomena yang dapat diamati di sekitar kita yang dapat menjadi bahan dalam memahami matematika. Karena memang matematika berangkat dari alam. Sedangkan jika matematika dipandang sebagai Pure Mathematics, maka merupakan bentuk perkembangan dari matematika realistik yang konsepnya ada namun tidak dapat diimplementasikan dalam realita. Itulah sebabnya, Pure Mathematics tidak dapat diterapkan di sekolah-sekolah, karena keterbatasan kemampuan pengetahuan dan psikologi yang dimiliki para siswa.

    ReplyDelete
  72. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Matematika sebagai ilmu yang melandasi atau mmendasari ilmu lainnya. Matematika selalu dikaitkan dengan sesuatu yang konkrit sehingga memudahkan dalam mempelajari matematika bagi anak SD. Dari artikel ini saya tertarik dengan istilah dewa dan daksa. Dewa adalah diriku yang meningkat dimensinya dibandingkan diriku yang lampau dikarena ilmu. Sedangkan daksa adalah diriku yang sekarang yang dikarenakan yang terjebak dalam ruang dan waktu dan tidak melakukan ikhtiar. Dari dua pengertian tersebut saya memahami bahwa untuk menjadi dewa sesorang haruus menembus dimensi ruang dan waktu dengan berikhtiar dalam mencari ilmu, tidak boleh lelah dalam mencari ilmu yang ada dan jika tidak mau beriktiar dalam mencari ilmu maka seseorang tersebut disebut sebagai daksa.

    ReplyDelete
  73. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari blog yang say abaca di atas, dapat dikatakan bahwa secara tidak langsung matematika tercipta dari aktifitas membangun kehidupan. Dengan penjelasan memang bisa dipastikan bahwa matematika dapat melandasi berbagai sumber ilmu yang ada sampai saat ini. Dan saya sebagai calon pendidik dengan membaca blog ini, saya bisa mengembangkan inovasi dalam mengembangkan sistem pendidikan yang dapat menarik minat dari para peserta didik.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  74. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Terima kasih atas artikelnya, Prof. Saya setuju bahwa matematika konkrit sangat diperlukan dalam pembelajaran, terutama untuk tingkatan SD dan SMP karena memang kapasitas anak SD dan SMP masih dalam ranah konkrit sehingga siswa akan kesulitan jika sudah diberi matematika abstrak. Kemudian, matematika konkrit yang dekat dengan kehidupan ini juga membuat siswa akan lebih mudah memahami dan membayangkan suatu materi sehingga proses pembelajaran akan berjalan lebih optimal dan bermakna.

    ReplyDelete
  75. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Matematika menangani hubungan-hubungan kuantitatif dari dunia nyata. Matetamtika konkrit diperlukan dlam pembelajaran terutama untuk anak-anak SD dan SMP. krena tingkat berpikir mereka masih dalam ranah konkrit akan sulit memahai apabila belajar secara abstrak. Matematika konkrit menggunakan benda-benda nyata dan pengalaman nyata yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak sehingga dalam pembelajaran matematika siswa tersebut akan mudah untuk memahami materi yang dipelajari.

    ReplyDelete
  76. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Membaca artikel tersebut, saya baru tahu bahwa matematika sudah dikenal sebagai ratu dari segala ilmu pengetahuan pada jaman Pythagoras. matematika memang suatu ilmu yang mendasari ilmu lainnya dan memiliki peran penting dalam kehidupan. Oleh karena itu, matematika dapat dikatakan sebagai ilmu yang nyata. Dalam pembelajarannya, matematika yang diajarkan di sekolah SD dan SMP merupakan matematika konkrit yaitu dalam pembelajarannya menggunakan benda-benda konkrit yang ada di sekitar siswa agar nantinya siswa mudah dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  77. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Terima kasih Prof. atas informasi dan ilmunya yang telah dibagikan. Dari artikel tersebut saya belajar bahwa penggunaan matematika realistik yang menjembatani dari matematika abstrak ke dalam matematika yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan penggunaan konteks yang relevan dan kemampuan pemecahan masalah merupakan hal yang perlu diterapkan di level kognitif siswa SD dan SMP yangmana materi pembelajarannya masih cukup mudah jika diarahkan ke pendidikan matematika yang realistik.

    ReplyDelete
  78. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari link yang telah dibagikan oleh Prof. Marsigit yaitu http://www.marxist.com/reason-in-revolt-bab-16-matematika.htm saya mencermati tentang apakah ketidakberhinggaan benar-benar ada? Konsep ketidakberhinggaan memang tidak mudah dibapami. Bagi anak-anak konsep ketidak berhinggaan merupakan ilmu yang sulit untuk dibayangkan. Karena dalam dunia anak-anak matematika selalu dicontohkan dengan hal-hal yang berhingga. Ketakberhinggaanmemiliki sifat dasar yaitu tidak akan dapat diukur atau dihitung. Hal ini berarti bahwa terdapat konflik yang riil di antara keduanya. Untuk alasan ini, para ahli matematika besar dari jaman Yunani kuno menganggap ketakberhinggaan sebagai sebuah wabah. Walau demikian, sejak awal filsafat, orang telah berspekulasi tentang ketakberhinggaan.

    ReplyDelete
  79. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof atas link yang sudah diberikan. Dari link tersebut dapat menambah pengetahuan saya tentang berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete