Oct 26, 2014

PERBINCANGAN PARA DEWA- BERBAHAYA UNTUK DIBACA PARA DAKSA



Ass. Wr. Wb


Pesan dari saya (Marsigit) sebelum membaca naskah terkoneksi di bawah nanti ini hendaknya waspada kepada aliran-aliran yang sudah tendensius mempunyai motif, karena motif/tujuan dapat mengalahkan hakekat kebenaran. Kebencian Kurawa memberi keberanian untuk mengalahkan Kebenaran dari Keikhlasan para Pandawa. Ego/superego suatu Parpol memberi kekuatan untuk mengalahkan/meniadakan/menolak sebuah Kebenaran dari Parpol kompetitornya. Ego Rasionalisme mengabaikan kebenaran Empirisisme dan sebaliknya. Ego Kerja/Praktek mengabaikan Ego Wacana/Teori, dan sebaliknya. Ego Dunia mengabaikan Akhirat. Ego Ideal mengabaikan Realisme, dan sebaliknya. Ego Marxisme mengabaikan Spiritualisme dan Idealisme. Demikian dan seterusnya...

Sebenar-benar Bacaan berikut  adalah untuk para Dewa dan bukan untuk para Daksa. Jika para Daksa mencoba membacanya maka dia akan terancam akan termakan oleh Paramitos. Dan jika sudah demikian maka hanya Ruwatan atau ritual memohon ampun yang dapat dilakukan. Namun sebenar-benar kita tidak mampu membedakan apakah kita Dewa atau Daksa. Kita hanya mampu mencobanya.

Dalam bacaan ini saya justru merasa iba kepada Matematika Murni yang selama ini saya salahkan karena terlalu ikut campur urusan Pendidikan Matematika untuk anak-anak, sehingga menimbulkan dampak psikologi yang buruk.
Dalam bacaan ini nada-nadanya Marxistsm akan menggunakan Paradox Matematika untuk justifikasi atau pengesahan bahwa matematika hanyalah sekedar fiksi atau ideal yang kurang bermanfaat bagi explore benda-benda/materi seperti yang dikembangkan oleh Marxistme.
Walaupun saya memerjuangkan Matematika Kongkrit ( Matematika Sekolah) untuk SD dan SMP, bukan berarti saya pro-Marxisme. Saya perlu sampaikan ini karena bacaan berikut dapat menyebabkan misleading jangan-jangan aliran Realistic Mathematics dianggap pro-Marxisme.
Saya tetap konsisten bahwa Kontradiksinya matematika itu berbeda dengn Kontradiksinya filsafat/dunia/benda konkrit. Kontradiksi dalam matematika adalah Inkonsistensi atau I tidak sama dengan I; kontradiksinya filsafat/dunia/benda adalah hukum Kontradiksi yaitu bukan Hukum Identitas.
Jadi, perjuangan saya untuk mengeksplore Matematika Kongkrit semata-mata dikaitkan dengan kemampuan psikologis siswa (anak kecil).
Bagi para Dewa, silahkan bacalah secara kritis dan cermat; bagi para Daksa maka lengkapilah bacaan-bacaan yang lainnya agar ideal/kebenaran tidak mudah termakan oleh Keberaniannya Motif (Politik/Ideologi)

Selamat membaca naskah berikut:

Sunday, 25 May 2008 

yang dapat diakses di: 

http://www.marxist.com/reason-in-revolt-bab-16-matematika.htm

Wss Wr Wb
Marsigit

Catatan:
1. Engels yang banyak dikutip dalam naskah adalah Tokoh Marxisme/Materialisme selain Karl Mark
2. Dewa adalah diriku yang meningkat dimensinya dibanding diriku yang lampau dikarenakan bacaan dan ilmuku.
3. Daksa adalah diriku yang sekarang yang terjebak/terperangkap oleh ruang dan waktu dikarenakan tidak melakukan ikhtiar menembus ruang dan waktu dengan bijak (tidak membaca untuk memeroleh pengetahuan baru)
4. Marxisme/Materialisme adalah aliran filsafat yang menemukan kebenaran ada di dalam Batu/Materi.
5. Bangsa Indonesia pernah mengalami keadaan traumatis (Th.1965) dikarenakan pemberontakan
G30/s PKI yang ideologinya mendasarkan pada Marxisme/Materialisme. Mungkin generasi muda tidak mengalami dan hanya mendengar penuturan generasi tua.
6. Bacaan ini saya tayangkan karena dia merupakan anti-tesis dari Kapitalisme, dan sebaliknya. Tetapi dia juga anti-tesis dari Spiritualisme dan Idealisme. Jadi membacanya dapat dianggap secara filsafat sebagai usaha melakkan Sintesis.
7. Bekerja, bekerja dan bekerja...perlu diimbangi dengan berpikir, berpikir dan berpikir...; karena bekerja saja adalah baru separoh dunia dan terancam menjadi buta. Sedangkan berpikir saja juga hanya baru separo dunia, dan terancam menjadi kosong. Maka sebenar-benar belajar/hidup adalah berjuang agar kita tidak menjadi buta dan tidak menjadi kosong.

32 comments:

  1. Tulisan yang menginspirasi. Semoga manusia-manusia yang memiliki kuasa tinggi terbukakan hati dan pikiran nya mengenai hal-hal yang bapak sampaikan ini. Memang benar bahwa dalam pendidikan matematika haruslah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik itu sendiri. Sebagai manusia dewasa tentunya kita juga pernah merasakan bagaimana dulu saat menjadi seorang peserta didik menghadapi matematika yang berada diluar jangkauan berfikirnya. Semoga…semoga…semoga…generasi selanjutnya mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat berfikirnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dari bacaan Marxism, saya mendapatkan ilmu yang lebih. Saya baru mengetahui bahwa sudah sejak zaman Phytagoras matematika itu disebut sebagai Ratu. Padahal saya baru mendengar istilah itu sejak awal saya menimba ilmu S1. Banyak sejarah lain yang tertulis di bacaan tersebut. “Matematika ala buku teks standard memberikan satu kesan yang keliru tentang bagaimana dunia ini sebenarnya berlangsung”, saya masih berpikir tentang pendapat yang tertulis itu. semoga saya tidak termakan para mitos. Menurut saya, buku teks itu tetapi penting, entah itu ilmu sains atau yang lain. Karena setiap manusia memiliki sifat lupa akan suatu hal. Semoga kemajuan dari ilmu pengetahuan klasik ke modern dapat memberikan dampak yang baik bagi para pendidik dan yang akan di didik.

    ReplyDelete
  3. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B


    Berbicara tentang kedudukan matematika yang melandasi perkembangan berbagai ilmu pengetahuan bukan berarti matematika menghidupi dan tidak dihidupi namun matematika tetap tidak bisa hidup tanpa dorongan ilmu pengetahuan lainnya. Potensi pemahaman yang berbeda antara matematikawan murni dan matematikawan bidang pendidikan terkait bagaimana seseorang membangun pemahaman matematis adalah nyata adanya. Di samping itu, matematikawan murni memahami bahwa matematika merupakan ilmu yang utuh yang tidak boleh saling kontradiksi sedangkan matematika itu sendiri pun muncul dari kontradiksi-kontradiksi yang ada.

    ReplyDelete
  4. 17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berbicara tentang kedudukan matematika yang melandasi perkembangan berbagai ilmu pengetahuan bukan berarti matematika menghidupi dan tidak dihidupi namun matematika tetap tidak bisa hidup tanpa dorongan ilmu pengetahuan lainnya. Potensi pemahaman yang berbeda antara matematikawan murni dan matematikawan bidang pendidikan terkait bagaimana seseorang membangun pemahaman matematis adalah nyata adanya. Di samping itu, matematikawan murni memahami bahwa matematika merupakan ilmu yang utuh yang tidak boleh saling kontradiksi sedangkan matematika itu sendiri pun muncul dari kontradiksi-kontradiksi yang ada.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ada pendapat bahwa matematika dibagi atas dua yaitu matematika sekolah dan matematika murni. Sebagai seorang calon pendidik, maka akan cenderung pro kepada matematika sekolah , dimana kepentingan bermatematika itu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang notabennya belajar matematika sejak usia dini. Padahal seharusnya antara matematika murni dengan matematika sekolah berdampingan saling melengkapi agar tercipta keseimbangan yang baik dalam matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang dewasa, sehingga matematika anak kecil berbeda dengan matematikanya orang dewasa. Hal tersebut sering sekali ditekankan oleh Prof. Marsigit, sehingga kami sebagai pendidik atau calon pendidik tidak bisa mengajarkan matematika dari sudut pandang orang dewasa. Matematikanya orang dewasa penuh dengan teorema dan aksioma-aksioma matematis, sedangkan kita tak bisa menerapkan hal serupa kepada anak-anak. Jika kita ingin mengajarkan matematika kepada anak, maka terlebih dahulu kita harus masuk ke dunia anak-anak, berangkat dari hal-hal yang kongkrit tidak semena-mena memberikan matematika dengan segala teori dan teroi yang akan menyisakan image buruk pada akhirnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  7. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menyinggung matematika apakah mencerminkan realita seperti yang dibahas dalam kedua link tersebut, maka matematikawan yang sekarang berdiri sebagai ilmuwan yang diakui oleh dunia tidak akan menyangkal bahwa dyulunya saat mempelajari matematika ia pun berawal dari sesuatu yang konkrit, atau sesuatu yang dia temui di kehidupannya. Sehingga matematika murni yang dinilai akan tercemar jika dikonkritkan tentulah harus diluruskan, karena pikiran anak kecil tidak mampu menjangkau apa yang dijangkau pikiran orang dewasa pada umumnya, sehingga matematika sekolah patut menjadi perhatian kita semua, terlepas akan menjadi apa siswa kita nanti, yang terpenting mereka mampu mengilhami matematika dengan baik sebagai suatu kesatuan yang tak terpisahkan dengan kehidupan mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  8. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Matematika sekolah dan matematika murni memang berbeda dari segi pembahasan , meskipun sejatinya matematika sekolah merupakan turunan dari matematika murni. Namun, bukan berarti matematika sekolah disampaikan dengan abstrak seperti layaknya matemtika murni. Oleh karena itu, pemerintah melalui system pendidikan mencoba untuk membumikan matematika, mengkontekstualkan agar dapat diterima oleh siswa dengan baik. Sebenarnya matematika sangat mencerminkan realitas kehidupah , hanya saja saat ini masih dalam proses untuk menuju kesana. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dalam pembelajaran, kondisi ini penting untuk diperhatikan karena dengan mengidentifikasi kondisi awal siswa saat akan mengikuti pembelajaran. Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, dan waktu tertentu dengan treatmen tertentu. Untuk itu, maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sebagai sasaran. Sehingga, pengembangan bahan ajar harus dapat menjawab atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar.

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Terima kasih Prof untuk link tentang naskah-naskah yang menambah wawasan kami. Saya rasa naskah ini akan sangat bermanfaat apabila dibaca oleh pendidik dan calon-calon pendidik karena dapat menginspirasi dalam proses pembelajaran. Dalam penyampaian materi, guru harus dapat menyesuaikan keadaan dan karakteristik siswanya. Apabila ia mengajar di Sekolah Dasar, sesuaikanlah penyampaian materinya dengan pemikiran anak-anak SD. Dan begitu pula apabila mengajar di Sekolah Menengah harus sesuai pula penyampaiannya.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof atas referensi dan semakin membuka wawasan pengetahuan kita. Setiap hal khususnya pada matematika, memang didasarkan pada suatu cara berpikir, sebut saja teori yang sudah baku, dan tentunya masuk akal. Matematika murni berdasarkan pola rasionalisme, absolut, terjadi dalam pikiran. Matematika sekolah bersifat empirism, relaif, dan terjadi dalam kenyataan. Sebenar-benar dewa dalam mateatika murni adalah pikiran, dan sebenar-benar dewa dalam matematika sekolah adalah tindakan. Pikiran dan tindkan harus berkolaborasi untuk mampu menembus ruang dan waktu, sehingga diperoleh suatu pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  12. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam hal ini kita diingatkan untuk berhati hati dalam melangkah dalam kehidupan karena sejatinya ada aliran-aliran yang sebenarnya kadang kita mengikutinya namun kita tidak mengetahui hakikatnya. Maka oleh karena itu kita harus senantiasa membaca dan mebaca agar mengetahui apa dan macam aliran filsafat agar tidak salah langkah. Utamanya agar kita tidak terjerumus pada ego yang mengutamakan dunia dibanding akhirat. Termasuk didalamnya memepelajari salah satu aliran yang tidak baik yaitu marxisme.

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya sebagai daksa yang berusaha menjadi dewa, artinya saya ialah orang yang kurang membaca sehingga pengetahuan saya masih sedikit, namun saya berusaha menambah bacaan saya agar menambah pengetahuan saya. Beberapa artikel sebelumnya dalam blog ini membahas bahwa pendidikan matematika sekolah ialah matematika konkret atau material. Dan saya setuju tentang hal tersebut dengan mempertimbangkan karekteristik siswa sekolah dasar maupun menengah. Namun ada kalanya materialistis itu tidka baik dalam kehidupan manusia. Yaitu apabila seseorang yang suda bekerja terlau mengejar material dalam hidupnya, maka ia terancam dapat megabaikan moralnya.

    Contohnya seorang pejabat yang memiliki kekuasaan atas banyak orang atau bawahannya yang lebih mementingkan memperoleh jabatan dan uang setinggi-tingginya dan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan nasib rakyat atau bawahannya. Maka yang ia lakukan ialah merebut hak dari rakyat atau bawahannya tersebut untuk disimpan sendiri demi kepentingan pribadi. Tentu hal tersebut sangat keliru karena materi yang kita dapat sesungguhnya tidak akan kita bawa mati kelak. Justru semua itu akan dimintai pertanggungjawaban. Semoga kita dapat menjadi individu yang mampu membedakan kapan menggunakan paham materialistis yang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  14. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam artikel ini menerangkan tentang matematika berkembang dari hasil kebutuhan mausia yang material. Sehingga matematika ini akhirnya diturunkan dari dunia material. Sejak jaman phytagoras. Matematika telah digambarkan menjadi ratu ilmu pengetahuan dan sebagai kunic ajaib yang membuka semua pintu ke jagad raya.

    ReplyDelete
  15. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Begitu kompleksnya matematika yang selalu berkembang sesuai zaman. Dimana matematika tumbuh berdasarkan kebutuhan manusia pada zamannya. Untuk generasi sekarang dan yang mendatang, artikel ini bisa menjadi motivasi kita untuk berinovasi terhadap apa yang menjadi keahlian kita.

    ReplyDelete
  16. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terima kasih kepada Bapak Prof Marsigit atas sharing tentang keilmuan matematika. Saya jadi mengingat mata kuliah ketika S1 yaitu analisis riil Mata kuliah tersebut merupakan satu diantara mata kuliah yang saya senangi karena membuat saya berusaha untuk membuktikan operasi bilangan-bilangan yangs sederhana. Berdasarkan aksioma-aksioma yang ada. Ada rasa bahagia ketiga berhasil membuktikan peryataan bentuk matematika yang sering kita gunakan tetapi kita seringkali tidak mengetahui asal-usul dari bentuk matematika tersebut.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui artikel tadi tergambar bahwa sebenarnya matematika sadar/tidak disadari muncul sebagai hasil pengalaman/aktivitas yang langsung bersentuhan dengan material/fsikinya, yang dilakukan untuk membangun kehidupan, misalnya adanya kebutuhan membangun tempat tinggal, menghasilkan penemuan tentang suduk siku dan penyiku dari tukang kayu. Sehingga pembelajaran matematika bagi anak pun seharusnya kembali pada aktivitas/pengalaman, siswa berhadapan langsung dengan material atau benda nyatanya untuk kemudian menemukan/membangun pengetahuan matematikanya. Sekian dan Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  19. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya merasa masih perlu banyak membaca dan menambah pengetahuan karena saya tidak begitu paham mengenai naskah tersebut. Akan tetapi, mencoba menanggapi mengenai perbedaan matematika kongkrit (matematika sekolah) dibandingkan dengan matematika murni.
    Perbedaan mendasar antara matematika sekolah dengan matematika murni ada pada pola berpikirnya. Pola pikir matematika murni adalah deduktif. Sifat atau teorema yang ditemukan secara induktif harus dibuktikan kebenarannya secara deduktif. Akan tetapi dalam matematika sekolah, dalam proses pembelajarannya dapat menggunakan pola pikir induktif, hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, walaupun pada akhirnya siswa diharapkan dapat berpikir deduktif.

    ReplyDelete
  20. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    perbincangan para dewa terlalu berbahaya untuk dibaca oleh para daksa. Maksudnya adalah, orang yang belum mempunyai kapasitas ilmu yang cukup harus berhati-hati dalam menyimpulkan bacaan yang bahasanya terlalu tinggi. Jangan sampai kita salah memberikan persepsi dari bacaan tersebut, kemudian kita mengamalkannya sesuai pendapat kita sendiri. Hal ini akan berakibat fatal. Bisa jadi, ilmu kita tidak akan menjadi bermanfaat, tetapi justru berakibat fatal atau mempunyai efek negatif. Jadi, sebaiknya kita tidak boleh langsung menyimpulkan pendapat sendiri, tetapi harus mencari pendapat dan penjelasan lain dari orang yang lebih berilmu

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika merupakan pemimpin dari berbagai ilmu. Hal itu karena berbagai macam ilmu pengetahuan memerlukan dukungan matematika. Namun matematika tidaklah boleh menjadi sombong dan memisahkan diri dari dunia luar. Sesungguhnya berbagai penemuan dalam matematika itu berawal dari pengalaman di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mateamtika tidak dapat dispisahkan dari realitas kehidupan. Terimakasih

    ReplyDelete
  22. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Matematika murni adalah matematika yang tidak memikirkan tujuan praktisnya sama sekali. Jika mempelajari bilangan, maka ia tidak menghubungkannya dengan banyaknya bunga yang dimiliki, atau kalau mempelajari bentuk, ia tidak menghubungkannya dengan sebuah pot bunga. Matematika murni melepaskan dirinya dari keseharian kita, sehingga ketika guru menghadirkan matematika murni di dalam kelas, untuk siswa seusia sekolah jelas tidak mudah tertarik. Apalagi disiplin berpikir sangat mutlak dalam memecahkan masalah matematika, yaitu abstraksi dan pembuktian.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  23. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. terimakasih atas link yang diberikan Prof. Marsigit semoga dapat menambah wawasan. Matematika itu terbagi menjadi matematika murni dan matematika sekolah. Matematika murni bersifat abstrak, sedngakan matematika sekolah memperhatikan aspek psikologis dari siswa yang menggunakan matematika sekolah. Matematika sekolah menggunakan benda-benda konkrit yang ada disekitar siswa untuk membantu siswa belajar

    ReplyDelete
  24. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017
    Apakah Matematika Mencerminkan Realitas?

    Matematika adalah ilmu dasar. Matematika digunakan dalam berbagai bidang. Tak terkecuali, matematika juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat dibilang matematika itu nyata atau riil. Pembelajaran matematika di sekolah juga berhubungan dengan hal-hal konkret. Oleh karena itu menurut saya, matematika dapat mencerminkan realitas

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Seperti yang saya ingat di kelas perkuliahan filsafat, bahwa yang dimaksud dewa dalam filsafat itu contohnya seperti ayam adalah dewanya cacing.
    Aliran marxisme berpotensi merusak tatanan kehidupan, karena berdasarkan pada materi saja. seperti orang yang hanya berfokus pada bekerja saja, dan tidak dipadukan dengan berpikir.

    ReplyDelete
  26. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    pengetahuan yang diterima memang seharunya diperhatikan dengan sangat. Hal ini karena pada dasarnya kita sebagai manusia tidak bisa menutup mata dari ilmu yang memang memberikan perkembangan bagi kita semua untuk belajar mengembangkan peserta didik. Hal-hal yang memang seharusnya diketahui oleh kita semua tidak semestinya disampaikan juga sesuai dengan logika peserta didik kita. Karena kita merupakan paralogos mereka, jadi mereka akan sulit memahami kita, maka kita sebagai paralogos mereka seharusnya selalu berusaha untuk mengetahui logika mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Ilmu akan selalu berkembang. Dalam menggapai ruang dan waktu jadilah seseorang yang meningkatkan dimensi dikarenakan bacaan dan ilmu. Selanjutnya berusaha keluar dari belenggu terperangkap oleh ruang dan waktu dikarenakan tidak melakukan ikhtiar untuk memeroleh pengetahuan baru.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Mengomentari kutipan dari artikel diatas, "Sebenar-benar Bacaan berikut adalah untuk para Dewa dan bukan untuk para Daksa. Jika para Daksa mencoba membacanya maka dia akan terancam akan termakan oleh Paramitos. Dan jika sudah demikian maka hanya Ruwatan atau ritual memohon ampun yang dapat dilakukan. Namun sebenar-benar kita tidak mampu membedakan apakah kita Dewa atau Daksa. Kita hanya mampu mencobanya.". Artinya adalah sebenar-benarnya kebebasan berfikir manusia dalam berfilsafat maka tetap saja Agama lah yang menjadi puncak dari pemikiran tersebut sekaligus sebagai batas dalam berfilsafat. Jika kebebasan fikir tidak dibatasi dengan spiritual yang kuat maka akan timbul mitos bahwa spiritual itu tidak berguna, karena ranah spiritual itu hati diatas pikiran

    ReplyDelete
  29. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya tergelitik saat membaca kontradiksi dalam matematika. Memang sulit memahami artikel di atas, saya membacanya berkali-kali saja masih kurang mengerti. Yang saya pahami adalah memang dalam setiap hal di kehidupan manusia penuh dengan kontradiksi. Setiap ilmuwan memiliki teorinya sendiri sendiri. Tidak ada yang salah dan benar, semua tergantung perspektifnya, tergantung pemakaiannya, tergantung pilihan kita. Kontradiksi bukanlah suatu hal yang buruk, atau baik. Semua tergantung perspektif.

    ReplyDelete
  30. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Jika matematika dianggap sebagai salah satu ilmu dasar yang memiliki pengaruh besar terhadap ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, terutama dibidang sains, yaa saya sepakat. Memang peranan matematika sangat besar baik penalaran maupun terapannya. Matematika saat ini, khususnya di dunia pendidikan formal, sudah terorganisir dan terintegrasisecara sistematis.. Level atau tingkat pendidikan sudah secara jelas mengelompokan materi apa dan yang mana yang harus diberikan pada siswa. Namun dibalik itu semua, yang terpenting sesungguhnya adalah pemikiran dan penalaran matematis yang kita dapat dari proses belajar matematika, bagaimana kita memilih dan memilah informsi, bagaimana membuat generalisasi, bagaimana menalar, bagaimana berpikir kritis dan logis. Itulah yang akan sangat kita gunakan dan butuhkan untuk memahami ilmu pengetahuan lain dan juga dibutuhkan dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  31. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Kalimat-kalimat awal dari tulisan ini mengingatkan saya pada salah satu pertemuan kuliah filsafat ilmu bersama Prof Marsigit. Beliau memberikan pesan bahwa setinggi-tinggi ilmumu, dia akan kalah dengan motifmu. Hal ini relevan dengan hadist nabi yang diantaranya mengatakan bahwa orang yang pertama kali dimasukkan ke neraka adalah mujahid yang gugur di medan perang namun dalam hatinya diniatkan agar dilihat sebagai mujahid fi sabilillah, orang yang bersedekah namun dalam hatinya hanya agar dikatakan sebagai seorang dermawan. Maka menjaga motif, menjaga niat adalah salah satu kewajiban dalam menuntut ilmu. Bila seorang penuntut ilmu memiliki motif yang salah, ia akan sulit menerima kebenaran yang berasal dari pihak yang tidak ia suka, misalnya dari temannya.

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Matematika hadir dalam bentuk Relalistik Mathematics Education (RME) atau yang telah diserap sesuai budaya Indonesia, Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dengan harapan dapat membantu siswa (Mathematics School) lebih mudah memahami matematika sebagai aktifitas belajar yang mengaitkan materi yang ada dengan dunia nyata di sekitar. Tidak bisa dipungkiri memang, begitu banyak fenomena yang dapat diamati di sekitar kita yang dapat menjadi bahan dalam memahami matematika. Karena memang matematika berangkat dari alam. Sedangkan jika matematika dipandang sebagai Pure Mathematics, maka merupakan bentuk perkembangan dari matematika realistik yang konsepnya ada namun tidak dapat diimplementasikan dalam realita. Itulah sebabnya, Pure Mathematics tidak dapat diterapkan di sekolah-sekolah, karena keterbatasan kemampuan pengetahuan dan psikologi yang dimiliki para siswa.

    ReplyDelete