Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai




Oleh Marsigit

Suara1:
Aku adalah suara1. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kampung bahkan mendengar suaraku, karena aku menggunakan pengeras suara. Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kampungku. Tetapi aku merasa bahwa suaraku tidak dapat menggapai kecamatanku. Kecamatanku terlalu luas untuk mendengar suaraku, bahkan ketika aku telah menggunakan pengeras suara sekalipun. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara2:
Aku adalah suara2. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kelas mendengar suaraku, tetapi kelas lain tidak mendengar suaraku, karena aku tidak pakai pengeras suara.Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kelasku. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara3:
Aku adalah suara3. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Tetapi aku mendengar suaraku di dalam mulutku.

Suara4:
Aku adalah suara4. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. tetapi aku mendengar suaraku di leherku.

Suara5:
Aku adalah suara5. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku. Jika aku sebut dadaku sebagai hatiku maka aku mendengar suara di hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang satu.

Suara6:
Aku adalah suara6. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Aku juga tidak mendengar suaraku di hatiku yang satu. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan. Jika aku sebut dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan sebagai hatiku maka aku mendengar suara di tiga tempat hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tiga.

Suara7:
Aku adalah suara7. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Tetapi aku menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Tetapi aku juga mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Jika aku sebut seluruh tubuhku sebagai hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh tubuhku.

Suara8:
Aku adalah suara8. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Aku tidak hanya menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Tetapi aku juga menggunakan seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Aku tidak hanya mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Tetapi aku mendengar suaraku di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Jika aku sebut seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku adalah hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku.

Suara9:
Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Itulah setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suara yang memanggil nama Tuhan ku. Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa-dosaku. Tiadalah sesuatu kecuali kuasa dan rakhmat Mu. Amien.

11 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Elegi ini menceritakan bahwa terdapat 9 suara yang berbeda-beda. Berdasarkan berbagai jenis suara tersebut, diketahui jenis suara nomor 9 ialah jenis suara yang paling baik. Menyebutkan bahwa setinggi-tinggi suatu ucapan yaitu menyebut nama Tuhanku (Allah SWT). Dengan menyebut nama Allah, segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, akan mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa. Salah satu cara menyebut nama Allah ialah dengan melakukan dzikir, yaitu sebagai upaya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan dalam merefleksi elegi ini, menurut saya ini memaparkan macam-macam orang dalam menyuarakan pikirannya. Ada yang lantang berpendapat dan merasa harus didengar seluruh orang. Ada yang menyuarakan pikirannya dalam renungan, dan lainnya. Belum tentu semua orang mau mendengar dan menerima semua pikiran yang diutarakan. Tapi jika manusia menyerukan kebaikan dan mengajak kembali ke jalan Allah maka ia pasti akan didengar.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Tidak akan ada yang dapat menandingi suara sebaik dan seindah menyebut nama Allah di setiap waktu, tempat dan suasana apapun. Suara berdzikirlah yang dapat menggetarkan hati setiap orang beriman yang mendengarkannya. Daripada kita mengerluarkan suara untuk hal-hal yang buruk seperti menggunjing, bergosip, berdusta, menjelek-jelekkan orang, lebih baik kita gunakan mulut kita untuk mengeluarkan lafal dzikir di setiap waktunya.

    ReplyDelete
  4. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Sebenar-benarnya ramai adalah ketidak tenangan batin kita. Maka ramai itu bisa tenangkan ketika hati kita sudah dekat dengan sang pencipta yaitu Allah SWT. Tanpa kita pikirkan memang suara-suara itu berasal dari pita suara kita kemudian keluar dari bibir kita, namun sesungguhnya suara itu benar-benar berasal dari hati kita.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Semua yang ada adalah milik Allah Tuhan Semesta alam., termasuk juga tubuh kita. Segala bagian dari tubuh manusia sesungguhnya selalu bertasbih pada Alloh SWT. Tidak hanya hati yang dapat berbicara. Semua bagian tubuh berbicara dan menyebut nama Tuhannya yaitu Alloh SWT. Beruntunglah manusia yang dapat menjaga kesucian dirinya sehingga seluruh sel-sel tubunhnya dapat mempengaruhi sampai batas pemikirannya untuk menyebut Sang Maha Pemilik dan bertasbih padaNya. Mohon ampunlah kamu dan segeralah kembali pada jalan Alloh dan bertasbihlah pada Alloh. Ingatlah Allah dalam suka dan duka, maka Alloh akan senantiasa mengingatmu dalam setiap situasi dan kondisi.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Banyak sekali suara yang ada dalam elegi ini, itu semua adalah gambaran dari suara-suara yang ada disekeliling kita. namun suara paing tinggi adalah ketika nama Tuhan terucap. Ketika namaNya terucap, keriuhan, keramaian pun terjadi dan menimbulkan ketenangan hati pula. Dan semua anggota tubuh ini akan bereaksi dan teringat akan segala dosa yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  7. Berdzikirlah dengan segenap tubuh. Karena setiap tubuh dapat menjadi saksi bagi dirimu sendiri. Sesungguhnya segala yang ada dan diciptakan Allah SWT selalu berdzikir kepada Allah SWT. Dan Dzikir yang paling utama adalah Laa ilah illlah. Rasakan bahwa semua ciptaan selalu berdzikir.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Terdapat banyak sekali suara di dunia ini. Namun sesungguhnya, semua suara itu tidak akan ada artinya jika bibir dalam mengucapkannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Dan suara yang paling berguna dan merupakan perbuatan yang sangat di sukai oleh yang Maha Mendengar adalah suara hati yang selalu menyebut namaNya. Suara dimana manusia mengagung-agungkan nama-Nya.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ketika kita menyebut nama Allah dengan segenap daya dan upaya maka suara itu akan terdengar luar biasa. Ketika kita mengagungkan nama Allah saat berdoa itulah suara yang paling berharga. Sebagus apa pun suara kita tidak akan ada artinya jika kita tidak mengagungkan nama Allah. Sungguh hal tersebut sangat bermanfaat. Seharusnya kita sebagai manusia menyadari betapa banyak ucapan-ucapan yang buruk yang seharusnya tak patut untuk dikeluarkan.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setinggi-tinggi suara yaitu suara menyebut nama Allah SWT yang menciptakan alam semesta beserta segala isinya. Sebagai manusia, kita harus harus selalu mengingat Allah SWT, kapanpun dan dimanapun kita berada. Komunikasi kita dengan Allah SWT akan terjalin baik ketika kita shalat, berdzikir, berdoa dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita. Tapi terkadang kita menghabiskan waktu dengan menatap layar handpone, bersendaugurau atau melakukan ghibah, sungguh itu adalah aktivitas yang merugi dan terkadang dapat menuntun kita kepada dosa. Perbanyaklah mengingat dan menyebut nama Allah SWT di setiap aktivitas kita. Sungguh hal tersebut sangat bermanfaat daripada bersuara untuk hal-hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    “Setinggi- tinggi suatu ucapan yaitu menyebut nama Tuhanku (Allah SWT)”. Mengingat Allah tentunya harus dilakukan setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Maka sebaik baiknya ucapan ialah menyebut nama Allah SWT, dengan demikian berarti kita mengingatnya sehingga senantiasa Allah akan mengingat kita juga. Aamiin

    ReplyDelete