Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai




Oleh Marsigit

Suara1:
Aku adalah suara1. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kampung bahkan mendengar suaraku, karena aku menggunakan pengeras suara. Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kampungku. Tetapi aku merasa bahwa suaraku tidak dapat menggapai kecamatanku. Kecamatanku terlalu luas untuk mendengar suaraku, bahkan ketika aku telah menggunakan pengeras suara sekalipun. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara2:
Aku adalah suara2. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kelas mendengar suaraku, tetapi kelas lain tidak mendengar suaraku, karena aku tidak pakai pengeras suara.Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kelasku. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara3:
Aku adalah suara3. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Tetapi aku mendengar suaraku di dalam mulutku.

Suara4:
Aku adalah suara4. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. tetapi aku mendengar suaraku di leherku.

Suara5:
Aku adalah suara5. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku. Jika aku sebut dadaku sebagai hatiku maka aku mendengar suara di hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang satu.

Suara6:
Aku adalah suara6. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Aku juga tidak mendengar suaraku di hatiku yang satu. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan. Jika aku sebut dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan sebagai hatiku maka aku mendengar suara di tiga tempat hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tiga.

Suara7:
Aku adalah suara7. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Tetapi aku menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Tetapi aku juga mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Jika aku sebut seluruh tubuhku sebagai hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh tubuhku.

Suara8:
Aku adalah suara8. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Aku tidak hanya menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Tetapi aku juga menggunakan seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Aku tidak hanya mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Tetapi aku mendengar suaraku di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Jika aku sebut seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku adalah hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku.

Suara9:
Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Itulah setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suara yang memanggil nama Tuhan ku. Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa-dosaku. Tiadalah sesuatu kecuali kuasa dan rakhmat Mu. Amien.

41 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Elegi ini menceritakan bahwa terdapat 9 suara yang berbeda-beda. Berdasarkan berbagai jenis suara tersebut, diketahui jenis suara nomor 9 ialah jenis suara yang paling baik. Menyebutkan bahwa setinggi-tinggi suatu ucapan yaitu menyebut nama Tuhanku (Allah SWT). Dengan menyebut nama Allah, segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, akan mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa. Salah satu cara menyebut nama Allah ialah dengan melakukan dzikir, yaitu sebagai upaya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan dalam merefleksi elegi ini, menurut saya ini memaparkan macam-macam orang dalam menyuarakan pikirannya. Ada yang lantang berpendapat dan merasa harus didengar seluruh orang. Ada yang menyuarakan pikirannya dalam renungan, dan lainnya. Belum tentu semua orang mau mendengar dan menerima semua pikiran yang diutarakan. Tapi jika manusia menyerukan kebaikan dan mengajak kembali ke jalan Allah maka ia pasti akan didengar.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Tidak akan ada yang dapat menandingi suara sebaik dan seindah menyebut nama Allah di setiap waktu, tempat dan suasana apapun. Suara berdzikirlah yang dapat menggetarkan hati setiap orang beriman yang mendengarkannya. Daripada kita mengerluarkan suara untuk hal-hal yang buruk seperti menggunjing, bergosip, berdusta, menjelek-jelekkan orang, lebih baik kita gunakan mulut kita untuk mengeluarkan lafal dzikir di setiap waktunya.

    ReplyDelete
  4. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Sebenar-benarnya ramai adalah ketidak tenangan batin kita. Maka ramai itu bisa tenangkan ketika hati kita sudah dekat dengan sang pencipta yaitu Allah SWT. Tanpa kita pikirkan memang suara-suara itu berasal dari pita suara kita kemudian keluar dari bibir kita, namun sesungguhnya suara itu benar-benar berasal dari hati kita.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Semua yang ada adalah milik Allah Tuhan Semesta alam., termasuk juga tubuh kita. Segala bagian dari tubuh manusia sesungguhnya selalu bertasbih pada Alloh SWT. Tidak hanya hati yang dapat berbicara. Semua bagian tubuh berbicara dan menyebut nama Tuhannya yaitu Alloh SWT. Beruntunglah manusia yang dapat menjaga kesucian dirinya sehingga seluruh sel-sel tubunhnya dapat mempengaruhi sampai batas pemikirannya untuk menyebut Sang Maha Pemilik dan bertasbih padaNya. Mohon ampunlah kamu dan segeralah kembali pada jalan Alloh dan bertasbihlah pada Alloh. Ingatlah Allah dalam suka dan duka, maka Alloh akan senantiasa mengingatmu dalam setiap situasi dan kondisi.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Banyak sekali suara yang ada dalam elegi ini, itu semua adalah gambaran dari suara-suara yang ada disekeliling kita. namun suara paing tinggi adalah ketika nama Tuhan terucap. Ketika namaNya terucap, keriuhan, keramaian pun terjadi dan menimbulkan ketenangan hati pula. Dan semua anggota tubuh ini akan bereaksi dan teringat akan segala dosa yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  7. Berdzikirlah dengan segenap tubuh. Karena setiap tubuh dapat menjadi saksi bagi dirimu sendiri. Sesungguhnya segala yang ada dan diciptakan Allah SWT selalu berdzikir kepada Allah SWT. Dan Dzikir yang paling utama adalah Laa ilah illlah. Rasakan bahwa semua ciptaan selalu berdzikir.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Terdapat banyak sekali suara di dunia ini. Namun sesungguhnya, semua suara itu tidak akan ada artinya jika bibir dalam mengucapkannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Dan suara yang paling berguna dan merupakan perbuatan yang sangat di sukai oleh yang Maha Mendengar adalah suara hati yang selalu menyebut namaNya. Suara dimana manusia mengagung-agungkan nama-Nya.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ketika kita menyebut nama Allah dengan segenap daya dan upaya maka suara itu akan terdengar luar biasa. Ketika kita mengagungkan nama Allah saat berdoa itulah suara yang paling berharga. Sebagus apa pun suara kita tidak akan ada artinya jika kita tidak mengagungkan nama Allah. Sungguh hal tersebut sangat bermanfaat. Seharusnya kita sebagai manusia menyadari betapa banyak ucapan-ucapan yang buruk yang seharusnya tak patut untuk dikeluarkan.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setinggi-tinggi suara yaitu suara menyebut nama Allah SWT yang menciptakan alam semesta beserta segala isinya. Sebagai manusia, kita harus harus selalu mengingat Allah SWT, kapanpun dan dimanapun kita berada. Komunikasi kita dengan Allah SWT akan terjalin baik ketika kita shalat, berdzikir, berdoa dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita. Tapi terkadang kita menghabiskan waktu dengan menatap layar handpone, bersendaugurau atau melakukan ghibah, sungguh itu adalah aktivitas yang merugi dan terkadang dapat menuntun kita kepada dosa. Perbanyaklah mengingat dan menyebut nama Allah SWT di setiap aktivitas kita. Sungguh hal tersebut sangat bermanfaat daripada bersuara untuk hal-hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    “Setinggi- tinggi suatu ucapan yaitu menyebut nama Tuhanku (Allah SWT)”. Mengingat Allah tentunya harus dilakukan setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Maka sebaik baiknya ucapan ialah menyebut nama Allah SWT, dengan demikian berarti kita mengingatnya sehingga senantiasa Allah akan mengingat kita juga. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan elegi tersebut saya dapat mengatakan bahwa Suara yang ada di dunia ini sangat banyak, Terdapat banyak sekali suara di dunia ini. Namun sesungguhnya, semua suara itu tidak akan ada artinya jika bibir dalam mengucapkannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Dan suara yang paling berguna dan merupakan perbuatan yang sangat di sukai oleh yang Maha Mendengar adalah suara hati yang selalu menyebut namaNya. Suara dimana manusia mengagung-agungkan namaNYa

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ramai identik dengan suara. Suara yang dimiliki manusia ada berbagai macam dan banyak sekali, bahkan mungkin tak terhingga adanya. Ada yang bisa didengar di dalam telinga, di dalam mulut, di dalam leher, di dalam hati, di seluruh tubuh, bahkan di batas pikiran sekalipun. Tapi setinggi-tingginya suara adalah yang menyebut nama Allah, karena suara yang keluar sangat luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuh tetapi juga bisa terdengar sampai di batas pikiran.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Suara kepada Tuhan mampu menggetarkan seluruh bagian jiwa dan raga kita. Hingga semua bagian tubuh kita ingat akan kehadiran sang pencipta. Sampai-sampai airmata penuh kesyukuran dan keikhlasan menetes tanpa bisa dicegah. Sejatinya, susah sekali untuk bisa bersuara kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Bersuara kepada Tuhan hanya bisa terjadi jika kita melakukannya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Suara yang berkualitas adalah suara yang lantang dan berisi. Dimana di dalam suara tersebut tersirat sebuah pesan yang akan dikomunikasikan kepada seseorang ataupun kelompok. Namun setinggi – tingginya suara yang dilontaran ialah pesan yang menyerukan namaNya, kuasaNya, dan ampunanNya. Maka gunakanlah mulutmu untuk mengeluarkan suara yang mengingatkan kita pada Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut, saya dapat mengambil makna bahwa ada banyak suara di dunia ini. Suara yang muncul dari orang lain ataupun dari diri sendiri. Suara baik dan suara yang tidak baik. Oleh karena itu ucapan yang paling baik yaitu ucapan yang menyerukan atau menyebut nama Tuhan. Dengan menyebut nama Tuhan akan terdengar ke seluruh tubuh, lingkungan dan sampai batas pikiran. Menyebut nama Tuhan juga akan membawa kepada kesadaran bahwa kita adalah manusia yang berdosa, oleh karena itu semoga kita dapat memohon ampun kepada Tuhan dengan segenap hati agar dosa – dosa kita diampuni.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Bumi beserta isinya bertasbih kepada-Nya, meski kita tidak mampu mendengarnya karena keterbatasan kita. Bahkan setiap bagian dari tubuh kita pun berdzikir, yaitu dengan melakukan hal yang terbaik. Hal terbaik yang dapat dilakukan ialah menghadirkan Alloh dalam hati kita yang membuat hati kita bergetar bahkan khusuk dalam beribadah sehingga mampu meneteskan air mata. Hal demikian dapat dilakukan jika landasi dengan rasa syukur, tawadhu’, serta tulus ikhlas, dan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tingkatan pengertian ramai yang paling tinggi adalah secara spiritual. Namun gambaran dunia saat ini menunjukkan bahwa dunia sekarang yang sepi, sepi dari suara orang berdzikir, sepi dari suara orang mengaji dan sepi dari segala suara beribadah kepada Allah SWT. Ketika kita selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah kita, maka kita tidak akan pernah merasakan kesepian dan hati kita selalu 'ramai'.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Berbicara tentang suara maka kita juga mengenal adanya suara hati selain suara benar-benar suara yang keluar dari mulut. Hati yang sadar akan kesalahan yang telah dilakukan, hati yang paham tentang kekeliruan yang kita lakukan. Namun terkadang kita tetap berada pada keburukan padahal hati telah mengeluarkan suaranya untuk menolak hal demikian. Karena hati adalah suci. Hati memohon ampun kepada-Nya. Karena setinggi-tingginya suara adalah suara yang berupa ucapan memohon ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Memulai suatu pekerjaan atau kegiatan hendaknya selalu menyebut Asma Allah. Setinggi-tinggi bersuara adalah ketika menyebutkan Allah SWT dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga. Dengan menyebut Asma Allah setiap waktu, menit dan detik maka hati kita tidak akan pernah merasa sepi. Karena sebaik-baik ucapan adalah Dzikir kepada ALLAH, mari kita jadikan setiap ucapan yang kita keluarkan adalah untuk mengangungkan kebesarannya sehingga pada hari akhir nanti lidah kita akan memberikan kesaksian yang sebaik-baik kesaksian untuk keselmatan kita.

    ReplyDelete
  21. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi mencapai ramai ini penulis menyampaikan bahwa ketika kita menyebut nama tuhan baik dalam berdoa, berdzikir, maupun beribadah apapun, akan ada suara ramai dari seluruh bagian baik pembentukan tubuh kita maupun pembentukan seluruh alam.

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan elegi di atas, suara bukan hanya suara yang keluar dari mulut atau suara yang dapat didengar oleh telinga, tetapi apa yang kita ucapkan di dalam hati itu juga adalah suara. Doa kita didalam hati juga merupakan suara. Jika kita berdoa dengan sepenuh hati, bahkan dengan seluruh jiwa raga kita maka kita bisa benar-benar mendengar suara dari doa kita. Allah Maha Pendengar segala suara, termasuk suara hari kita.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Suara dalam hati yang kita ucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga merupakan suara yang kita ucapkan untuk menyebut nama Tuhan yang Maha Esa dalam setiap doa-doa kita. Suara kita yang senantiasa memanggil nama Tuhan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari dapat membahana, membawa berkah dan anugerah bagi kita.

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Terkadang kerinduan akan Tuhan dirasakan setiap orang saat suasana hening atau sepi. Namun sebenarnya, kita harus peka sehingga dapat mengenali suara Tuhan bahkan ditengah keramaian sekalipun. Dengan demikian, kita tidak akan tersesat, akan senantiasa damai dan tenteram. Mengenal suara Tuhan dalam keramaian bukan berarti kita tidak berdoa. justru karena kita mencari Tuhanlah maka kita dapat mendengar suaranya. Serukan namaNya dalam setiap doamu, dalam setiap aktivitasmu sehingga kita dapat menggapai hati yang jernih sehingga dapat menjadi berkat bagi orang sekitar kita. Meyerukan nama Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan dengan segenap kekuatan kita membuat kita menemukan Tuhan dan suaraNya yang merdu dan lembut yang akan selalu menuntun kita ditengah keramaian atau kegelapan sekalipun.

    ReplyDelete
  25. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi menggapai ramai ini menunjukkan bahwa suara yang dihasilkan oleh tiap-tiap subjek berbeda-beda. Sama halnya di setiap pembelajaran yang terjadi siswa satu dengan satunya akan mempunyai pemikiran dan ide yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu permasalahan yang diajukan oleh guru. tergantung bagaimana jalan pemikiran siswa. Seorang siswa yang hanya diam, dia tidak akan pernah mendengar ide-idenya didengar oleh yang lainnya karena siswa yang lainnya sibuk untuk menceritakan ide-idenya.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Banyak suara di bumi, sebaik-baiknya suara adalah ia yang menyerukan nama Tuhannya. Tidaklah ada arti suara manusia tanpa ada suaranya mengingat Allah SWT atas segala kekuasanNya dan kebesaranNya. Dzikirlah cara manusia dalam menyerukan nama Allah.

    ReplyDelete
  27. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidian Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 21. Dalam elegi ini disampaikan mengenai menggapai ramai. elegi ini diilustrasikan sebagai percakapan suara suara. bahwa ada banyak sekali suara mulai yang menggelegar maupun suara yang hanya dapat didengar hati. menggapai ramai ini untuk tiap subjek tentu berbeda beda. tergantung cara pandang masing-masing.
    Suara yang paling syahdu adalah suara yang hanya didengar hati dan Allah SWT yang berwujud doa atau munajat. dialog paling rahasia, namun paling memberikan ketenangan jiwa.

    ReplyDelete
  28. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Suara ini berawal dari pita suara. Pita suara ini tidak akan menampakkan fungsinya apabila tidak ada mulut. Sungguh ini semua adalah sebagian kecil dari kuasa-Nya. Baik itu dari organ tubuh maupun alam semesta yang ada. Oleh karena itu kita sebagai manusia yang dititipi segala organ akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Salah satunya adalah mulut. Mulut ini setidaknya mengeluarkan suara melalui tahapan penyaringan, yaitu penyaringan hati dan pikiran. Sebaik – baiknya suara adalah yang dapat menyejukkan hati dan pikiran. Baik itu penyejuk bagi orang disekitar maupun diri sendiri.

    ReplyDelete
  29. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Lingkungan yang baik yaitu lingkungan yang mampu memberikan ketenangan, kita lebih suka yang mana lingkungan ramai atau lingkungan yang tenang? Saya yakin sekali terkadang seseorang menginkan ketenangan saat berada di dalam keramaian begitupun sebaliknya. Saat masalah yang menimpa dirinya, dia akan berpikir Positif dan bersyukur karena masalah yang dia hadapi adalah Ujian dari Allah dan berpikir itu adalah salah satu cara untuk mendapatkan kekuatan dalam menghadapi masalah. Ini merupakan cara yang ampuh untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan. Sebab Orang yang selalu bersyukur akan jarang mendapatkan kesedihan yang menimpa.

    ReplyDelete
  30. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Saya mendapat pelajaran dari elegi ini yakni jadilah orang bermanfaat di setiap kesempatan dan jangan pernah melupakan Tuhan. Hendaknya kita selalu memohon agar Tuhan selalu membimbing kita dalam setiap aktivitas.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai ini menganalogikan bermacam-macam suara yang dapat didengar. Jenis suara tersebut ada sembilan, baik yang hanya dapat didengar di mulut, di leher, di telinga, di dada, di hati, dan di seluruh tubuh. Jenis suara yang sangat mulia yakni suara 9 “Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Itulah setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suara yang memanggil nama Tuhan ku.” Subhanallah...elegi di atas mengingatkan kita untuk mengingat Allah swt setiap saat. Tak jarang ketika waktu senggang aku lebih sering mengobrol, bercerita, dan bersendagurau bersama teman dibandingkan dengan berdzikir.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut dapat diajadikan cermin diri kita. Allah swt berfirman: “Dan sesungguhnya berdzikir kepada Allah itu adalah lebih besar –keutamaannya.” (Al-’Ankabut: 45). Allah swt juga berfirman: “Maka berdzikirlah engkau semua kepadaKu, tentu Aku akan ingat padamu semua.” (Al-Baqarah: 152). Maka, jelaslah bahwa dzikir mengagungkan asma Allah swt sangat dianjurkan dan memiliki beranekaragam faidah. Mari kita senantiasa mengisi hari-hari kita dengan berdzikir kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  33. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa kita harus selalu mengingat Allah SWT, sesibuk apapun kita. Sebagai manusia kita seharusnya sadar bahwa terlalu banyak ucapan-ucapan buruk yang sudah kita ucapkan baik disadari maupun tidak disadari. Oleh karena itu, kita harus selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  34. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu cobaan yang sangat berat dalam kehidupan manusia adalah menjaga ucapan. Karena sekali ucapan dilafalkan maka tidak akan dapat ditarik kembali. Maka sunggu benarlah bahawa unkapan lidah lebih tajam dari pedang. Karena ucapan bukan menyebabkan luka fisik namun luka yang lebih dalam yaitu dihati. Sehingga dalam berbicara haruslah dijaga ucapannya. Lebih banyaklah ucapan dua untuk mendapat perlindungan dari Tuha sang pemberi ampunan.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan Allah SWT. Allah satu-satu dzat yang mampu menciptakan alam semesta ini. Tiadalah sesuatu yang ada di langit dan bumi kecuali kuasa dan rahmat Allah. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah yang mempercayai keESAan allah maka kita wajib mengingat dan menyebut asma Allah kapan pun dan di mana pun kita berada. Selain itu, kita juga harus senantiasa beristighfar karena istighfar mampu merontokkan dosa-dosa kecil yang kita miliki.

    ReplyDelete
  36. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Suara yang terucap dalam bibir manusia, sekeras dan sekencang apapun manusia menyuarakan ucapannya tidak akan terdengar oleh semuanya. Apabila manusia hanya berucap dalam bibir saja dan ucapannya itu tidak untuk menyebut namaNYA, maka dirinya sendiripun tidak akan dapat mendengar suaranya tersebut disetiap bagian-bagian tubuhnya. Tetapi apabila suara yang sudah diucapkan tersebut mengandung puji-pujian dan kebesaran akan Allah SWT, maka bergemalah suara tersebut di dalam hati dan seluruh anggota tubuhnya yang lain, dan setiap hembusan nafasnya pun seakan-akan ikut memuja dan memuji keagungan dan kebesaran Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Elli susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Suara yang dikeluarkan bukan hanya dari mulut kita semata. Suara yang keluar bisa keluar meskipun kita menutup mulut kita, kita dapat mendengar suara dari manapun walaupun saat kita menutup telinga kita. Suara yang paling terdengar keras meskipun kita menutup semua organ tubuh kita adalah suara saat kita mendengar nama Allah atau mengucapkan nama Allah. Bergetarlah hati pikiran tubuh semuanya.

    ReplyDelete
  38. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebaik-baik keramaian adalah karena suara para hamba yang berdoa dan berdzikir kepada-Nya pada keadaan yang bermacam-macam. Semakin sering suara ini didengungkan, akan semakin tenteram dan tenang hati dan tubuh manusia.

    ReplyDelete
  39. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang telah dijelaskan dalam elegi sebelumnya tentang cara berdoa yaitu lebih baik menggunakan suara yang lirih. Walaupun lirih tetapi disuarakan dengan sepenuh daya, upaya, jiwa, raga dari dalam diri dengan ikhlas. Itulah sebenar – benarnya berkomunikasi dengan Tuhan YME

    ReplyDelete
  40. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesunggungnya suara yang paling tinggi derajatnya adalah suara ketika menyebut namaNya. Berdzikir, berdzikir, dan berdzikirlah, maka kita akan menjumpai ketenangan hati dan pikiran. Ketenangan itulah yang akan membawa kita kepada kebaikan.

    ReplyDelete
  41. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebaik-baik dan setingi-tinggi suara hati kita ialah yang menyebut nama-Nya, menyebut nama Allah. Saat setiap orang bungkam dan menutup mulutnya, tak ada satu orang lain pun yang tahu apa yang sedang ia pikirkan atau ucapkan dalam hati. Kita juga memiliki banyak kesempatan saat menutup mulut, yang dapat dimanfaatka dengan sebaik-baiknya, dengan senantiasa menyebut nama Allah (dengan berdzikir).
    Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi. Aamiin.

    ReplyDelete