Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai




Oleh Marsigit

Suara1:
Aku adalah suara1. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kampung bahkan mendengar suaraku, karena aku menggunakan pengeras suara. Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kampungku. Tetapi aku merasa bahwa suaraku tidak dapat menggapai kecamatanku. Kecamatanku terlalu luas untuk mendengar suaraku, bahkan ketika aku telah menggunakan pengeras suara sekalipun. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara2:
Aku adalah suara2. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Suaraku terdengar keras sampai kemana-mana. Seluruh kelas mendengar suaraku, tetapi kelas lain tidak mendengar suaraku, karena aku tidak pakai pengeras suara.Terasa begitu dekat jarak antara bibirku dan kelasku. Aku mendengar suaraku begitu jelas di dalam telingaku.

Suara3:
Aku adalah suara3. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Tetapi aku mendengar suaraku di dalam mulutku.

Suara4:
Aku adalah suara4. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. tetapi aku mendengar suaraku di leherku.

Suara5:
Aku adalah suara5. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku. Jika aku sebut dadaku sebagai hatiku maka aku mendengar suara di hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang satu.

Suara6:
Aku adalah suara6. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga tidak mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga tidak mendengar suaraku di leherku. Aku juga tidak mendengar suaraku di hatiku yang satu. Tetapi aku mendengar suaraku di dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan. Jika aku sebut dadaku sebelah kiri, sebelah tengah dan sebelah kanan sebagai hatiku maka aku mendengar suara di tiga tempat hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tiga.

Suara7:
Aku adalah suara7. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Tetapi aku menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Tetapi aku juga mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Jika aku sebut seluruh tubuhku sebagai hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh tubuhku.

Suara8:
Aku adalah suara8. Aku diucapkan dengan sepenuh dayaku oleh subyekku. Tiadalah orang di luar diriku mendengar suaraku, karena aku menutup bibirku. Aku juga menutup mulutku. Aku juga menutup leherku. Aku tidak menggunakan hanya hatiku yang satu. Aku tidak hanya menggunakan hatiku yang tiga. Aku tidak hanya menggunakan seluruh tubuhku sebagai hatiku. Tetapi aku juga menggunakan seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku sebagai hatiku. Anehnya aku mulai mendengar suaraku di dalam telingaku. Aku juga juga mulai mendengar suaraku di dalam mulutku. Aku juga mulai mendengar suaraku di leherku. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang satu. Aku juga mulai mendengar suaraku di hatiku yang tiga. Aku tidak hanya mendengar suaraku di seluruh tubuhku. Tetapi aku mendengar suaraku di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Jika aku sebut seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku adalah hatiku maka aku mendengar suaraku di semua hatiku. Aku mendengar suaraku di hatiku yang tersebar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku.

Suara9:
Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Itulah setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahanaluar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suara yang memanggil nama Tuhan ku. Ya Allah ya Robbi, ampunilah segala dosa-dosaku. Tiadalah sesuatu kecuali kuasa dan rakhmat Mu. Amien.

98 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Memulai suatu pekerjaan atau kegiatan hendaknya selalu menyebut Asma Allah. Setinggi-tinggi bersuara adalah ketika menyebutkan Allah SWT dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga. Dengan menyebut Asma Allah setiap waktu, menit dan detik maka hati kita tidak akan pernah merasa sepi. Karena sebaik-baik ucapan adalah Dzikir kepada ALLAH, mari kita jadikan setiap ucapan yang kita keluarkan adalah untuk mengangungkan kebesarannya sehingga pada hari akhir nanti lidah kita akan memberikan kesaksian yang sebaik-baik kesaksian untuk keselmatan kita.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi mencapai ramai ini penulis menyampaikan bahwa ketika kita menyebut nama tuhan baik dalam berdoa, berdzikir, maupun beribadah apapun, akan ada suara ramai dari seluruh bagian baik pembentukan tubuh kita maupun pembentukan seluruh alam.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan elegi di atas, suara bukan hanya suara yang keluar dari mulut atau suara yang dapat didengar oleh telinga, tetapi apa yang kita ucapkan di dalam hati itu juga adalah suara. Doa kita didalam hati juga merupakan suara. Jika kita berdoa dengan sepenuh hati, bahkan dengan seluruh jiwa raga kita maka kita bisa benar-benar mendengar suara dari doa kita. Allah Maha Pendengar segala suara, termasuk suara hari kita.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Suara dalam hati yang kita ucapkan dengan segenap daya, upaya, jiwa dan raga merupakan suara yang kita ucapkan untuk menyebut nama Tuhan yang Maha Esa dalam setiap doa-doa kita. Suara kita yang senantiasa memanggil nama Tuhan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari dapat membahana, membawa berkah dan anugerah bagi kita.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Terkadang kerinduan akan Tuhan dirasakan setiap orang saat suasana hening atau sepi. Namun sebenarnya, kita harus peka sehingga dapat mengenali suara Tuhan bahkan ditengah keramaian sekalipun. Dengan demikian, kita tidak akan tersesat, akan senantiasa damai dan tenteram. Mengenal suara Tuhan dalam keramaian bukan berarti kita tidak berdoa. justru karena kita mencari Tuhanlah maka kita dapat mendengar suaranya. Serukan namaNya dalam setiap doamu, dalam setiap aktivitasmu sehingga kita dapat menggapai hati yang jernih sehingga dapat menjadi berkat bagi orang sekitar kita. Meyerukan nama Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan dengan segenap kekuatan kita membuat kita menemukan Tuhan dan suaraNya yang merdu dan lembut yang akan selalu menuntun kita ditengah keramaian atau kegelapan sekalipun.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi menggapai ramai ini menunjukkan bahwa suara yang dihasilkan oleh tiap-tiap subjek berbeda-beda. Sama halnya di setiap pembelajaran yang terjadi siswa satu dengan satunya akan mempunyai pemikiran dan ide yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu permasalahan yang diajukan oleh guru. tergantung bagaimana jalan pemikiran siswa. Seorang siswa yang hanya diam, dia tidak akan pernah mendengar ide-idenya didengar oleh yang lainnya karena siswa yang lainnya sibuk untuk menceritakan ide-idenya.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Banyak suara di bumi, sebaik-baiknya suara adalah ia yang menyerukan nama Tuhannya. Tidaklah ada arti suara manusia tanpa ada suaranya mengingat Allah SWT atas segala kekuasanNya dan kebesaranNya. Dzikirlah cara manusia dalam menyerukan nama Allah.

    ReplyDelete
  8. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidian Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 21. Dalam elegi ini disampaikan mengenai menggapai ramai. elegi ini diilustrasikan sebagai percakapan suara suara. bahwa ada banyak sekali suara mulai yang menggelegar maupun suara yang hanya dapat didengar hati. menggapai ramai ini untuk tiap subjek tentu berbeda beda. tergantung cara pandang masing-masing.
    Suara yang paling syahdu adalah suara yang hanya didengar hati dan Allah SWT yang berwujud doa atau munajat. dialog paling rahasia, namun paling memberikan ketenangan jiwa.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Suara ini berawal dari pita suara. Pita suara ini tidak akan menampakkan fungsinya apabila tidak ada mulut. Sungguh ini semua adalah sebagian kecil dari kuasa-Nya. Baik itu dari organ tubuh maupun alam semesta yang ada. Oleh karena itu kita sebagai manusia yang dititipi segala organ akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Salah satunya adalah mulut. Mulut ini setidaknya mengeluarkan suara melalui tahapan penyaringan, yaitu penyaringan hati dan pikiran. Sebaik – baiknya suara adalah yang dapat menyejukkan hati dan pikiran. Baik itu penyejuk bagi orang disekitar maupun diri sendiri.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Lingkungan yang baik yaitu lingkungan yang mampu memberikan ketenangan, kita lebih suka yang mana lingkungan ramai atau lingkungan yang tenang? Saya yakin sekali terkadang seseorang menginkan ketenangan saat berada di dalam keramaian begitupun sebaliknya. Saat masalah yang menimpa dirinya, dia akan berpikir Positif dan bersyukur karena masalah yang dia hadapi adalah Ujian dari Allah dan berpikir itu adalah salah satu cara untuk mendapatkan kekuatan dalam menghadapi masalah. Ini merupakan cara yang ampuh untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan. Sebab Orang yang selalu bersyukur akan jarang mendapatkan kesedihan yang menimpa.

    ReplyDelete
  11. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Saya mendapat pelajaran dari elegi ini yakni jadilah orang bermanfaat di setiap kesempatan dan jangan pernah melupakan Tuhan. Hendaknya kita selalu memohon agar Tuhan selalu membimbing kita dalam setiap aktivitas.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai ini menganalogikan bermacam-macam suara yang dapat didengar. Jenis suara tersebut ada sembilan, baik yang hanya dapat didengar di mulut, di leher, di telinga, di dada, di hati, dan di seluruh tubuh. Jenis suara yang sangat mulia yakni suara 9 “Padahal aku tahu suara apakah yang aku ucapkan itu. Itulah setinggi-tinggi ucapanku yaitu menyebut nama Tuhanku. Maka ketika aku menyebut nama Tuhan ku dengan segenap daya, upaya, jiwa dan ragaku, aku mendengar suara yang ramai membahana luar biasa. Suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka aku merasa menemukan dunia dan di luar duniaku penuh dengan suara yang memanggil nama Tuhan ku.” Subhanallah...elegi di atas mengingatkan kita untuk mengingat Allah swt setiap saat. Tak jarang ketika waktu senggang aku lebih sering mengobrol, bercerita, dan bersendagurau bersama teman dibandingkan dengan berdzikir.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut dapat diajadikan cermin diri kita. Allah swt berfirman: “Dan sesungguhnya berdzikir kepada Allah itu adalah lebih besar –keutamaannya.” (Al-’Ankabut: 45). Allah swt juga berfirman: “Maka berdzikirlah engkau semua kepadaKu, tentu Aku akan ingat padamu semua.” (Al-Baqarah: 152). Maka, jelaslah bahwa dzikir mengagungkan asma Allah swt sangat dianjurkan dan memiliki beranekaragam faidah. Mari kita senantiasa mengisi hari-hari kita dengan berdzikir kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  14. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa kita harus selalu mengingat Allah SWT, sesibuk apapun kita. Sebagai manusia kita seharusnya sadar bahwa terlalu banyak ucapan-ucapan buruk yang sudah kita ucapkan baik disadari maupun tidak disadari. Oleh karena itu, kita harus selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  15. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesunggungnya suara yang paling tinggi derajatnya adalah suara ketika menyebut namaNya. Berdzikir, berdzikir, dan berdzikirlah, maka kita akan menjumpai ketenangan hati dan pikiran. Ketenangan itulah yang akan membawa kita kepada kebaikan.

    ReplyDelete
  16. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebaik-baik dan setingi-tinggi suara hati kita ialah yang menyebut nama-Nya, menyebut nama Allah. Saat setiap orang bungkam dan menutup mulutnya, tak ada satu orang lain pun yang tahu apa yang sedang ia pikirkan atau ucapkan dalam hati. Kita juga memiliki banyak kesempatan saat menutup mulut, yang dapat dimanfaatka dengan sebaik-baiknya, dengan senantiasa menyebut nama Allah (dengan berdzikir).
    Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017
    Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Ramai itu lawan kata dari sepi, jika pada elegi menggapai sepi, mengartikan kata sepi dengan doa yang khusyuk, kata ramai dalam konteks ini adalah ramainya hati dan pikiran kita dengan seruan nama Allah SWT. Tidak jauh dari dzikir, ramai ini dapat terimplementasikan melalui ucapan syukur, istighfar, dan lafadz-lafadz yang mengandung nama Allah. Semakin ramai hati dan pikiran kita dengan menyebut nama-Nya, maka kemudian kita akan semakin merasa dekat dengan-Nya.

    ReplyDelete
  18. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Tiadalah ucapan yang lebih tinggi ketika seorang makhluk menyebut nama Tuhan-Nya Allah SWT yang menguasai seluruh arsy dan hari pembalasan. Meskipun kita tidak menyebutnya secara keras, namun ketika kita menyebutnya dengan ikhlas dan penuh rasa rendah diri di depan-Nya, maka justru derajat kita yang akan di angkat oleh-Nya. Karena Allah SWT tidak memandang pangkat, golongan atau jabatan, tetapi memandang dari tingkat ketaqwaan kita kepada-Nya. Seluruh alam dalam setiap detik, dan setiap waktu selalu menyebut nama Allah SWT, namun cara mereka dalam menyebut nama Allah berbeda-beda, tumbuhan, hewan pun pada hakekatnya selalu berzikir dan menyebut nama Allah SWT, namun cara memiliki cara yang berbeda dengan yang dipahami oleh manusia.

    ReplyDelete
  19. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini saya belajar. Bahwa dimanapun kita berada, walaupun lingkungan hening, mulut tak berbicara, hati tak berbicara, namun lingkungan dan segala hal yang ada di sekeliling kita ini sejatinya sedang bertasbih pada Allah. Bertasbih yang kita tidak bisa mengenal bahasanya. Layaknya hewan dan tumbuhan semua bertasbih pada Allah.
    Sehingga sebagai hamba yang diberikan banyak kenikmatan kita dapat senantiasa bertasbih dan berdzikir pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Ramai yang dimaksudkan dalam elegi ini adalah banyaknya suara yang diperdengarkan. Namun sebenar-benar ramai yang disukai oleh Allah adalah selalu menyerukan nama-Nya. Mengucapkan dengan bibir, dihayati dalam hati dan diamalkan dalam perbuatan. Salah satunya dengan berdzikir, menyebut nama Allah di setiap perbuatan kita, akan membuat kita merasa semakin dekat kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sebaik-baiknya ucapanku adalah menyerukan nama Allah SWT. Senantiasa berdzikir membuat kita dapat merasakan ramai. Ramai disini bukan kegaduhan, tapi saat dimana kita terasa dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang menyerukan nama Allah, dalam diam kita dapat merasa ramai, karena dimensi dari ramai disini berbeda dengan kebisingan yang didengar oleh telinga.

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU
    Dalam elegi ini saya belajar. Bahwa dimanapun kita berada, walaupun lingkungan hening, mulut tak berbicara, hati tak berbicara, namun lingkungan dan segala hal yang ada di sekeliling kita ini sejatinya sedang bertasbih pada Allah. Bertasbih yang kita tidak bisa mengenal bahasanya. Layaknya hewan dan tumbuhan semua bertasbih pada Allah. Sehingga sebagai hamba yang diberikan banyak kenikmatan kita dapat senantiasa bertasbih dan berdzikir pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami memahami bahwa dengan bersuara dengan cara apapun dan bantuan alat apapun pasti memiliki batasan jangkauan daru suara tersebut. Akan tetapi ketika kita dalam sepi merenung dan bersuara dalam hati yang paling dalam, kita bersuara dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan, kita berdzikir menyebut nama Allah, maka kita akan merasakan bahwa semesta alam pun bertasbih menyebut nama Allah.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai ramai menjelaskan bahwa suara yang paling indah dan berartiadalah ketika kita menyebut nama Allah SWT. Menyebut nama Allah SWT adalah dengan cara berdzikir, selalu mengingat Allah. Selain itu berdoa sebelum melakukan segala sesuatu adalah salah satu mengingat Allah SWT, karena dengan kita mengingat Allah SWT maka kita akan diberikan rahmat serta hidayahNya.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi Menggapai Ramai..
    Asma Allah memang sangat luarbiasa. Di dunia ini banyak aktivitas yang dilakukan untuk menagagungkan nama-Nya. Salah satunya dengan mengumandangkan Adzan. Berdasarkan sumber yang saya baca ternyata di bumi yang senantiasa berputar ini dengan perbedaan waktu antar daerah, Adzan senantiasa berkumandang di muka bumi ini tanpa berhenti. Baru selesai adzan di daerah ini, lanjut di daerah sebelah baratnya, lanjut lagi di sebelah baratnya. Belum selesai adzan Dzuhur di negara ini, sudah terdengar Adzan Ashar di negara lain. Subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala Penciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  26. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari elegi di atas, saya sepakat bahwa setinggi-tinggi ucapan adalah ucapan mengagungkan nama-Nya. Tiada ucapan yang lebih tinggi dan bermakna kecuali itu. Ucapan yang hanya ada di dalam hati pun begitu bermakna ketika manusia menyebut nama Tuhannya. Ucapan yang dilisankan dalam bentuk dzikir dan doa yang kita panjatkan mampu menggetarkan langit dan seisinya manakala didasari dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ramai berasal dari suara. Suara gaduh, bising, maupun suara yang tidak terdengar oleh telinga. Allah swt menciptakan manusia lengkap dengan alat pendengarnya, yaitu telinga. Telinga manusia dapat mendengarkan suara yang jauh maupun dekat, suara kencang mauoun kecil. Tapi tetap saja ada batas pendengaran yang dimiliki oleh manusia. Telinga hanya mampu menerima suara dari luar saja. Ada batas maksimal dan minimal yang dapat didengarkan manusia. Ketika suara itu maksimal, maka pendengarannya akan bergetar dan bisa jadi terganggu. Ketika suara itu minimal, maka pendengarannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sumber suara tersebut.

    ReplyDelete
  28. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Suara-suara sekeras apapun, diucapkan dengan pengeras suara sebaik apapun, akan tetap kalah jika dibanding dengan suara-suara yang menyebut nama Allah SWT. Sebaik-baik ucapan dan suara adalah ucapan dan suara yang menyebut dan mengingat nama Allah SWT. Untuk menyebut nama Allah SWT, tidak diperlukan suara yang sangat keras dan lantang, dengan suara di dalam hati pun, Allah maha tahu. Asalkan kita ikhlas hati dan ikhlas pikir ketika menyebut dan mengingat nama Allah SWT

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang dibagikan. Pada elegi ini saya melihat adanya fase dalam kehidupan. Di mana kita selalu memiliki kesempatan untuk meningkatkan kedudukan (ilmu dan kedewasaan) yang kita miliki. Elegi ritual ikhlas 21: menggapai ramai, saya juga melihat usaha meminimalisir keegoisan. Maksut saya, kita memiliki kesempatan untuk meningkatkan kepekaan kita, maka sudah sewajarnya kita berusaha. Maka alangkah lebih baik jika kita berusaha menjadi orang yang mampu mendengarkan dan memahami diri sendiri dan lingkungan kita.

    Ucapan, ucapan yang akan menggetarkan dunia dan seisinya adalah rintihan seorang hamba menyebut Tuhannya. Maka marilah kita senantiasa menyebut nama Allah di setiap sadar kita.

    ReplyDelete
  30. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pada dasarnya semua doa yang kita panjatkan mungkin adalah yang dimaksud dalam elegi yang pak marsigit tulis ini. doa tidak perlu terdengar keras sampi ke daerah-daerah yang jauh akan tetapi cukup kita dan Allah saja yang tau. Allah Maha Mendengar. jadi semua yang kita ucapkan pasti akan di dengar oleh Allah SWT. selain itu kita juga harus berikhtiar untuk segala sesuatu yang manjadi doa kita.
    selain itu saya juga menangkap maksud lain dari elegi ini yaitu pengetahuan yang kita kuasai hanyalah sedikit dari semua pengetahuan yang ada, jadi kita jangan sombong. apa yang bisa kita lakukan juga tidak akan bisa membuat semuanya menjadi milik kita, seperti berteriak yang tetap membuat kita tidak bisa memperdengarkan suara kita ke seluruh tempat di jagad raya.

    ReplyDelete
  31. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, suara yang dimaksud dalam kalimat "suara itu terdengar tidak hanya di seluruh sel-sel tubuhku tetapi suara itu juga aku dengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku" adalah do'a dan dzikir. Do'a dan dzikir yang kita lantunkan meskipun hanya di dalam hati akan didengar oleh Allah SWT karena Allah Maha Mendengar. Tidak hanya do'a dan dzikir, apa saja yang kita ucapkan di dalam hati akan di dengar oleh Allah SWT. Berbeda ketika kita berbicara dengan manusia, untuk berbicara dengan manusia lainnya kita harus mengeluarkan suara agar perkataan kita didengar dan dimengerti oleh mereka. Bahkan dalam situasi mengobrol atau berdiskusi kelompok, suara tersebut terdengar ramai. Jika tidak bisa mengeleluarkan suara, maka kita bisa menggunakan bahasa isyarat dan itu memerlukan kemampuan yang lebih dalam memahami artinya. Karena itu tadi, manusia terbatas kemampuannya.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Suara berdimensi dan berhierarki sehingga meliputi berbagai macam suara. Namun, setinggi-tingginya suara ialah untuk menyebut nama Allah SWT. Seluruh anggota badan, bahkan seluruh alam semesta bertasbih menyerukan nama Tuhan. Secara tidak langsung, elegi ini mengajak para pembaca untuk selalu mendekatkan diri pada Allah dengan senantiasa berdzikir dan berdoa, memohon ampunan dan perlindungan-Nya.

    ReplyDelete
  33. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Seluruh anggota badan dalan tubuh ini adalah ciptaan Allah. Seluruh ciptaan Allah pasti setiap detiknya menyebut asma Allah, jangankan anggota badan, batu pun sesungguhnya selalu berdzikir menyebut asma Allah. Seluruh dunia ini sesungguhnya begitu ramai mengagungkan nama Allah, mulai dari adzan, ceramah, sholawatan, tahlilan, marhabanan, tilawah, dll. Sungguh ramainya lingkungan dan diri kita. Ramai atas segala kebesaran Nya. Hingga dunia ini dan luar dunia ini saling bersaut satu sama lain memanggil nama Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimaksaih banyak Pak prof
    Menyelami makna di balik elegi ini saya mengalami kesulitan,namun setelah melihat endingnya, perihal menggapai ramai yaitu ketika menyebut nama Tuhan dengan melibatkan segala usaha,daya ,jiwa dan raga.Yang pada akhirnya mendengar suara yang ramai.Dan hal demikian tidak terjadi secara spontan begitu saja melainkan dengan takdir dan Kuasa-NyaTuhan.

    ReplyDelete
  35. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih Pak, melalui elegi ini saya memahami sejatinya Tuhan Maha Ada. Maaf, sesuai keyakinan saya bahwa Tuhan dapat memenuhi dan meresapi seluruh semesta dan berada dimana-mana, tidak terpengaruh dan tidak berubah dan tidak ada tempat yang kosong bagi-Nya karena Tuhan memenuhi segalanya. Tuhan ada di dalam suara frekuensi yang super tinggi, hingga Tuhan ada di suara yang paling kecil, yaitu lubuk hati manusia. beliau ada di dalam dan di luar ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  36. Assalamualikum Wr. Wb. Jika keramaian diartikan sebagai situasi di mana terdapat orang-orang dengan jumlah tak terhitung di satu tempat dengan berbagai macam interaksi, maka paradoks keramaian itu nyata adanya, sebab dalam satu kondisi tertentu, seorang terkadang merasa sepi di dalam sebuah keramaian. Saya tidak tahu apakah itu hanya manipulasi perasaan atau adakah bentuk keramaian di luar dari pengertian sebelumnya.

    ReplyDelete
  37. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa dalam menjalani kehidupan, disegala aktivitas dan kesibukannya, seorang hamba hendaklah selalu menyeru dan menyebut nama Allah SWT. Menyebut nama Allah SWT yang dimaksud adalah dengan selalu berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT, memohon ampunan serta petunjuk-Nya. Karena memang setinggi-tingginya suara adalah suara untuk menyebut nama Allah SWT. Sehingga secara tidak langsung, melalui elegi ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa bertasbih dengan segala daya dan upaya yang ada dan dengan hati yang ikhlas semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

    ReplyDelete
  38. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Bahasa doa adalah Bahasa kepasrahan. Sehingga dalam berdoa kita harus dalam kepasrahan total. Hati kita pasrah, pikiran kita pasrah, mulut kita pasrah, tangan kita pasrah, semuanya kita pasrahkan. Kepasrahan total ini melambangkan ketundukan kita pada Tuhan kita. bila kita berdoa tapi pikiran kita tidak yakin, pikiran kita tidak pasrah, maka doa kita tidak benar-benar melambangkan kepasrahan kita. masih ada unsur kesombongan yang bersemayam disana.

    ReplyDelete
  39. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    ramai adalah lawan kata dari sepi. ramai bisa berarti kegaduhan, keributan dan bisa saja keributan tersebut terdapat didalam pikiran manusia itu sendiri. jika sepi ialah khusyuk. maka kegaduhan pikiran ialah selalu senantiasa mengingat akan nama-nama Allah. tidak pernah putus dalam berdzikir serta selalu berdoa dalam keadaan apapun. jika sepi ialah diam maka ramai adalah bentuk ketidakdiaman. kutub sisi yang berlawanan namun saling mengikat.

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    12201251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Suatu proses yang membuat kita paham mengenai suatu kebesaran Tuhan ketika hanya menyebut namaNya. Sungguh Tuhan itu adalah Allah SWT. Pencipta seluruh alam semesta besrta isinya. Manusia diciptakan hanya bertujuan untuk beribadah kepadanya, salah satunya melalui do'a dan dzikir-dzikir kita kepadaNya. Agar kita tidak termasuk hamba-hambaNya yang sombong karena kita memng lah tidak pantas untuk kesombongan itu sebabb manusia hanyalah seperti sebutir debu ketika jagad raya ini diguncangkan atas kuasa Allah.

    ReplyDelete
  41. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Ada banyak suara di lingkungan ku. Suaraku pun Ada. Mana yang mestinya aku dengar? Dalam keramaian, semoga hati tetap tenang Dan dapat mendengar suara Tuhan di sana.

    ReplyDelete
  42. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Pada elegi ini yang saya pahami adalah menggambarkan keadaan orang yang sedang berdoa, berzikir kepada Allah SWT. Hal yang akan digapai ketika seseorang dalam keadaan berdoa adalah doa yang khusyuk. Doa yang khusyuk diucapkan dengan hati dan dengan merendahkan seluruh diri dihadapan Allah SWT. Doa yang khusyuk dan diucapkan di dalam hati dan hanya mengingat Allah SWT akan terdengar oleh seluruh tubuh sampai bergetar.

    ReplyDelete
  43. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melalui elegi ini saya memahami bahwa pada saat seseorang khusyuk berdzikir dan berdoa dengan kerendahan dan keikhlasan hati, maka pada saat itu tidak ada jarak antara ia dan Allah SWT. Dalam kekhusyukan hingga terkadang meneteskan air mata, mungkin orang tersebut sedang berteriak di dalam hatinya memuja dan memuji Allah SWT. Kita tidak akan pernah tahu berapa tingginya derajat doa seseorang karena doanya adalah hubungan antara ia dan Allah saja. Sejatinya seluruh ciptaan Allah di dunia senantiasa berdzikir kepada Allah, tentunya dengan cara nya masing-masing.

    ReplyDelete
  44. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang membuat saya untuk mencoba mengeluarkan suara dari lubuk hati. Saya menyadari terkadang saya suka membuat keramaian di dalam diri. Saya suka mengajak diri berbicara menghadap ke cermin dan mengungkapkan perasaan saya dalam hati. Hal ini yang membuat saya merasakan suatu dorongan positif yang terpancarkan dari dalam tubuh. Sampai suasana yang ramai di dalam membuat saya tersenyum bahkan meneteskan air mata. Setelah itu saya merasa lega. Saya menyadari bahwa sebaik-baik berdoa adalah saat hati mampu mengalirkan getaran pada seluruh tubuh. Hati jugalah berfungsi sebagai penghubung atas organ tubuh lainnya.

    ReplyDelete
  45. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Allah maha mendengar dan maha mengetahui. Bagian tubuh yang bisa mendengar tidak hanya telinga, hatipun bisa mendengar. Mendengarnya hati adalah ketika bergetar karena mendengar asma Allah, berdzikir kepada Allah, melihat fenomena kebesaran Allah, merasakan betapa dekatnya Allah dalam diri kita. Dalam berdoa kita tidak dianjurkan berdoa keras-keras kecuali kondisi tertentu, karena Allah maha mendengar, maka doa didalam hati kitapun pasti akan didengarNya.

    ReplyDelete
  46. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kekhusyukan seseorang dalam beribadah akan terlihat ketika mereka hanya fokus pada apa yang mereka ucapkan ketika mereka berdoa. Kita akan menggapai sebuah kekhusyukan jika fikiran kita selalu tertuju pada apa yang kita inginkan. Namun, kebanyakan orang sangat sulit sekali untuk menggapai kekhusyukan karena godaan untuk menjadi khusyuk sangatlah besar. Semoga kita semua akan sanggup melewati godaan yang memang sangat berat untuk menggapai kekhusyukan kita. Aaamiiin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  47. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kesunyian semata-mata bukanlah hanya dari suara yang ada, namun kesunyian yang sebenarnya adalah kesunyian dari ramainya kalimat pujian kepada Tuhan, yang semakin jarang diucapkan. Karena sebenar-benar keramaian dan suara yang dapat dirasakan oleh seluruh tubuh dan sel-sel yang ada didalamnya adalah, suara menyebut nama Tuhan yang maha kuasa. Maka mohonlah ampun atas kesenyian yang pernah tercipta.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  48. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam hening sekalipun ketika kita menyeru asma Allah dengan segenap jiwa, raga dan upaya maka riuh dan ramailah hati dan pikiran kita. Diam nya orang beriman adalah ramainya dzikir. Diamnya pepohonan pun adalah riuhnya dzikir. Allah berfirman dalam QS Al Isra ayat 44 yang artinya "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

    ReplyDelete
  49. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Suara-suara yang muncul dalam elegi ini diibaratkan sebagai tahapan manusia mengada akan keberadaannya serta sebagai wujud eksistensi. Suara 1 hingga 9 merupakan proses seorang hamba untuk menuju Tuhannya, mencob menggapai keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh suara 9 bahwa setinggi-tinggi ucapan itu adalah menyebut nama Tuhan. Oleh karena itu apa yang disuarakan dari suara 1 hingga 8 masih bersifat duniawi karena belum secara utuh menghadirkan Tuhan dalam eksistensinya bersuara. Semoga kita selalu terjada dan istiqomah berdzikir kepada Nya . Amien.Terima Kasih.

    ReplyDelete
  50. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Allah maha mengetahui segala sesuatu bahkan yang tersembunyi di dalam hati sekalipun, sehingga ketika kita bezikir dalam hati kita Allah mengetahuinya padahal kita sendiri tidak mendengar zikir didalam hati kita dengan telinga kita.

    ReplyDelete
  51. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Allah itu Maha mengetahui apa yang hambanya minta dan ucapkan. Berdoa juga salah satu saran kita dalam bersuara kepada Allah. tetapi ada waktu khusus yang lebih membuat suara kita menjadi sebenar-benarnya hati dan jiwa kita. Yaitu sepertiga malam. Dimana di malam itu sunyi tanpa suara apapuun, dan hanya ada suara kita yang benar-benar kita tunjukkan kepada Allah. disanalah batas hati dan pikiran, benar-benar kita letakkan dihadapan Allah. do’a, do’a, dan berdo’a seraya meminta ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  52. anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Suara hati bukan masalah perasaan, melainkan meminta pertanggungjawaban yang rasional. Manusia tidak bisa mengambil keputusan dengan asala hanya mengandalkan pendapat pribadi, tetapi sudah seharusnya mencari bukti dan informasi yang sesuai sebelum mengambil keputusan. Selain itu, suara hati juga memiliki andil dalam pengambilan keputusan. Apabila hati dalam keadaan bersih, maka suara hati yang didengarkan adalah suara yang langsung dituntun oleh Allah swt. Oleh karenanya tidak boleh mengabaikan begitu saja. Karena nantinya akan dimintai pertanggungjawaban juga.

    ReplyDelete
  53. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Mulutku sangatah pandai untuk berbicara, orang-orang disekitarku akan mampu mendengar suaraku dengan mudah. Tak hanya orang-orang disekitar ku yang mendengar namun diriku juga mendengar suaraku, saat itu pula diriku menjadi ramai. Ramai secara lahir dan ramai secara batin. Ketika kita bersuara melalui mulut keadaan menjadi ramai, orang di sekitar kita pun akan mendengarnya, sang pencipta pun ikut mendengar nya. Ketika kita berbicara tapi mulut kita tak membuka maka yang akan mendengar hanya kita dan sang Maha Mendengar. Inilah arti bersuara terpenting dimana kita akan bersuara dengan penuh kejujuran, kerendahan berbeda ketika bersuara melalui mulut, terkadang ada bumbu-bumbu yang ditambah untuk mempersedap suara kita.

    ReplyDelete
  54. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Suara kita yang lantang, mungkin terdengar di seluruh penjuru bumi karena ilmu yang kita miliki. Atau suara yang tersembunyi di balik bisikan-bisikan hati yang hanya kita sendiri yang mengetahui. Semuanya itu nikmat dari Allah SWT, dan ternyata nikmat yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu bersuara memanjatkan doa-doa kita dengan khusyu' kepada sang pencipta. Sebenar-benarnya kedamaian adalah mendekatkan diri dan memohon ampunan kepadanya dalam untaian doa.

    ReplyDelete
  55. Allah mengetahui setiap hal dari yang makhluk ciptaannya lakukan, bisikan, ucapkan, bahkan dalam lubuk suara hati terdalam yang tak terucap sekalipun, di belahan bumi manapun, di kedalaman berapun dibawah tanah, Allah akan tahu segala sesuatu yang manusia sembunyikan, jadi jangan pernah mencoba untuk menipu Sang Pencipta mu, Allah SWT.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  56. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Pelajaran yang dapat saya ambil adalah sebaik-baiknya kita bersuara yang ramai adalah ketika kita menyebut namaNya, dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi dan situasi apapun. Karena ketika mulut kita sibuk mengucap dan menyeru namaNya terus menerus, segala aura positif dan keberkahan akan datang dari Allah, Dia akan semakin sayang dan cinta serta memperhatikan kita, Dia akan senantiasa bersama dengan kita, mendengar permintaan kita dan menghapus dosa-dosa kita. Tiada kekuatan kecuali atas KuasaNya, dan RahmatNya, sehinga marilah kita selalu mengingatNya di setiap langkah dan aktivitas kita, Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  57. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini yang saya pahami adalah ramai tidak selalu berarti banyak orang, suara keras, ataupun kegaduhan yang ada di luar diri kita. Namun ramai dapat berarti suara-suara yang ada didalam diri kita. Saat kita bermujahadah kepada Allah kita tidak perlu membuat keraiman di diluar diri kita, kita tidak perlu melantangkan suara kita saat bermujahadah sehingga menggagu sekeliling kita. Hal itu karena Allah itu maha mendengar, sehingga suara-suara dzikir dan permohonan yang kita duarakan hanya di dalam hati saja Allah itu dapat mendengarnya. Selain itu Allah juga mendengar prasangka-prasangka buruk yang ada dalam hati kita, sehingga hati-hatilah dalam berprasangkan karena walaupun orang lain tidak mendengar namun Allah maha mendengar. Oleh karena itu selalulah keluarkanlah suara-suara yang baik walaupun hanya kita yang dapat menikmati suara itu, ingatlah Allah maha mendengar. Terimakasih

    ReplyDelete
  58. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dari elegi ini hal yang dapat saya pelajari adalah mengenai kekhusyukan dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Ramai dalam elegi ini berarti bahwa hati dan pikiran kita dihiasi oleh dzikir-dzikir. Saat seorang ingin meramaikan hati dan pikirannya dengan dzikir maka keinginan itu harus lebih kuat dari pada keramaian dalam pikiran. Memang sejatinya hati manusia memiliki permasalahan dan keadaan yang membuat mungkin dia mendahulukan daam menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu baru kemudian dia berdzikir. Tapi sebenarnya hal tersebut tidak juga dapat dibenarkan 100%, karena tugas kita sebenarnya adalah beribadah, maka segala godaan yang membuat kita lupa dalam beribadah harus dishilangkan.

    ReplyDelete
  59. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Suara yang paling bermakna dan bermanfaat adalah suara ketika kita menyebut nama Allah SWT. Walaupun tidak keras, atau bahkan di dalam hatipun, Allah akan mendengarnya. Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Melihat apa yang kita lakukan. Dari pada kita menghabiskan waktu kita untuk menggosip atau bersendaugurau yang tidak penting lebih baik perbanyaklah mengagungkan nama Allah disetiap aktivitas.

    ReplyDelete
  60. Rahma dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Ramai tidak selalu suara dari mulut. Ramai dapat diartikan berdasarkan respon dari setiap indra. Saya menemukan bahwa manusia lemah dan Allah Maha Besar.
    Yang dimaksud dengan suara ramai dalam elegi ini, secara makna luas adlah suara-suara makhluk Allah yang senantiasa terus berdzikir dan menyebut nama Allah. Tanpa kita sadari bahwa sebenarnya selain manusia seperti hewan, binatang, gunung, laut, malaikat, dan makhluk Allah yang lainnya senantiasa berdzikir menyebut nama Allah dengan cara mereka masing – masing
    Manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna sudah sewajibnya kita senantiasa berdzikir menyebut nama Allah melebihi semua usaha yang dilakukan oleh makhluk Allah yang lain.

    ReplyDelete
  61. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Elegi di atas mengingatkan kita untuk selalu berdzikir dan bertutur kata baik karena apapun kata yang kita ucapkan akan memberikan energi pada tubuh kita. Jika kata yang kita ucapkan baik, maka akan memberi energi positif. Kata2 tersebut akan terdengar ramai kepada setiap sel di tubuh kita. Saya akan memberika sebuah contoh, seorang ilmuan di Jepang telah membuktikan bahwa ucapan yang baik akan memberikan energi positif pada air. Padahal kita ketahui bahwa tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Oleh karena itu, sebelum minum, hendaknya kita berdoa terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  62. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kita hendaknya dapat mengingat Allah SWT di setiap waktu. Salah satunya yaitu dengan berdzikir dan berdoa. Dalam berdzikir dan berdoa kita tidak perlu melantangkan suara sehingga terdengar oleh orang lain. Namun cukup dalam hati. Karena dalam senyap pun, Allah SWT dapat mendengar suara kita. Dengan demikian, dengan mulut tertutup pun kita dapat berkomunikasi dengan sang khalik.

    ReplyDelete
  63. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  64. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kecintaan khalik kepada makhluknya tidak diukur dengan seberapa banyak kemudahan dan kenikmatan yang diberikan. Maka bukan berarti orang yang dilanda cobaan adalah orang yang tidak dicintai Tuhan. Terkadang malah Tuhan melihatkan kecintaan-Nya melalui cobaan dengan hikmah bahwa Tuhan ingin mengangkat derajat orang-orang ia kehendaki. Jika kamu ingin menggapai cinta Illahi maka temuilah karena sesungguhnya Tuhan sangat dekat dengan hamba-Nya. Jagalah shalatmu dan sujudlah karena di sana kamu dapat merasa dekat dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan dalam merefleksi elegi ini, menurut saya ini memaparkan macam-macam orang dalam menyuarakan pikirannya. Ada yang lantang berpendapat dan merasa harus didengar seluruh orang. Ada yang menyuarakan pikirannya dalam renungan, dan lainnya. Belum tentu semua orang mau mendengar dan menerima semua pikiran yang diutarakan. Tapi jika manusia menyerukan kebaikan dan mengajak kembali ke jalan Allah maka ia pasti akan didengar.

    ReplyDelete
  66. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terkadang kita membutuhkan suasana yang hening agar dapat berdzikir mendekatkan diri kehadirat Allah SWT. Untuk dapat beritikaf maka sangat dibutuhkan suasana yang hening, mengingat dosa-dosa kita di masa lalu kemudian memohonkan ampun kepada Allah SWT sangat mengharukan, apalagi bila hal itu dilakukan pada bulan Ramadha dimana terbukanya pintu ampunan sebesar-besarnya.

    ReplyDelete
  67. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Tiap detik meski dalam keheningan sebenarnya kita tidak benar-benar berada dalam keheningan, sesungguhnya kita hanya terlepas dari satu keramaian di antara keramaian lainnya. Di sisi lain dalam diri seseorang atau kita sendiri, ada keramaian yang asalnya dari hati dan pikiran, keduanya terus bersuara dan tak hentinya menyuarakan apapun, karena nyatanya sebagaimana yang kita rasakan selama ini yaitu hati dan pikiran tidak selalu sejalan sebab keduanya memiliki dimensinya masing-masing maka mereka akan selalu menyuarakan suaranya dan yang mendominasilah yang membentuk pribadi kita dan yang membawa diri kita kearah kebaikan maupun kearah keburukan. Menyelaraskan hati dan pikiran, selalu mengingat Allah SWT dan mengingat bahwa selalu ada konsekuensi dari kebaikan maupun keburukan.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Salah satu wujud ibadah adalah dengan meramaikan hati, jiwa, dan pikiran dengan senantiasa berdzikir, kapanpun dan dimanapun berada. Berdzikir tidak harus selalu diucapkan dengan lidah sehingga terdengar oleh telinga. Allah maha mendengar dan maha mengetahui, bahkan apa-apa yang tidak terucapkan oleh lisan, maka dari itu segala yang ada didalam hati dan pikiran kita akan diketahui oleh Allah, disitulah Allah memudahkan kita. Bahkan hanya dengan berdzikir dlam hati dan memikirkan keagungan-Nya dalam pikiran saja sudah bernilai ibadah. Itulah sebenar-benar ramai yang diberkahi. Semoga kita senantiasa termasuk orang-orang yang gemar berdzikir sehingga jiwa kita menjadi ramai dengan segala kebaikan dzikir.

    ReplyDelete
  69. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Suara kepada Tuhan mampu menggetarkan seluruh bagian jiwa dan raga kita. Hingga semua bagian tubuh kita ingat akan kehadiran sang pencipta. Sampai-sampai airmata penuh kesyukuran dan keikhlasan menetes tanpa bisa dicegah. Sejatinya, susah sekali untuk bisa bersuara kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Bersuara kepada Tuhan hanya bisa terjadi jika kita melakukannya dengan ikhlas dan penuh rasa syukur

    ReplyDelete
  70. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Suara yang dapat didengar oleh manusia menggunakna telinganya terbatas, hanya yang berada pada frekuensi tertentu. Namun suara yang mampu didengar oleh Allah SWT tidak terbatas. Bahakna suara yang diucapkan oleh hati dan pikiran kita pun mampu didengar oleh-Nya. Pesan yang saya tangkap dari elegi ini ialah. Apabila berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT hendaknya tidak dengan suara keras, melainkan dengan suara lirih atau menggunakan suara hati. Karena suara yang keras artinya kita ingin didengar oleh orang lain, tetapi suara yang lirih akan mampu didengar oleh hati kita dan menunjukkan bahwa kita yakin Allah SWT maha mendengar bahkan yang hanya diucapkan di dalam hati.

    ReplyDelete

  71. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca artikel di atas, kita dapat menyadari bahwa kita hatus selalu mengingat Allah SWT, kapanpun dan dimanapun kita berada. Komunikasi kita dengan Allah akan terjalin baik ketika kita beribadah. Kita harus istiqomah dalam berdzikir kepada Allah, dan kitapun akan selalu di cintai oleh Allah. Ingatlah selalu bahwa Allah selalu melihat dan mendengar kita.

    ReplyDelete

  72. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setiap perkataan kita merupakan doa, Maha Besar Allah bahkan perkataan kita yang tak terucap oleh mulut pun akan sampai pada-Nya. Apa yang membedakan suara-suara ini adalah tataran keikhlasannya. Mulai dari kita berdao dengan keras sampai hampir satu kecamatan mendengar, tapi apakah hati kita mendengar? Sampai tingkatan tak terucap pun namun hati kita menyetujui dan mengaamiini dan sampai tingkatan tertinggi doa yang tak terucap namun menggetarkan setiap yang ada di dunia. Itulah penghambaan kita yang paling tinggi, yang berharap pada satu Dzat karena memang tiada tempat lain lagi kita dapat memohon apapun.

    ReplyDelete
  73. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ramai dalam elegi tersebut didefinisikan sebagai kumpulan suara-suara, baik yang terdengan dengan keras, lembut, bahkan sampai yang tidak terdengar. Suara yang menimbulkan ramai nya piker adalah suara yang bermanfaat, suara hasil olah piker dari subjek pikiran. Suara yang lembut adalah suara bsisikan hati, baik itu mengjak ke keramaian kebaikan, atau ke keramaian kemaksiatan.

    ReplyDelete
  74. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Suara yang benar-benar mampu menggapai ramai adalah suara panggilan Tuhan. Barangsiapa yang hatinya masih ada iman, maka jika dibacakan atau diperdengarkan suara Tuhan akan bergetar seluruh badannya, akan ramai seluruh sendi-sendi nya, getaran tersebut sampai mampu menggerakkan anggota badan untuk menuju ke sumber suara dan melaksankan apa yang didengar. Itu sebenar-benar ramai yang hakiki.

    ReplyDelete
  75. Latifah Fitriasari
    PM C

    Sebaik-baik ucapan adalah Kitab Allah SWT, sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah SAW, sebaik-baiknya perkara adalah tengah-tenga, sejelek-jeleknya perkara adalah perkara baru tanpa filterisasi. Dengan membaca artikel diatas saya mendapat pencerahan bahwa ucapan yang baik adalah ucapan yang menyebut asma Allah. Dengan membaca artikel diatas saya mendapat pencerahan bahwa ucapan yang baik adalah ucapan yang menyebut asma Allah. Karena Setinggi-tinggi ucapan adalah menyebut nama Allah dan sebaik-baiknya ucapan hanyalah Allah. Allah Maha Mendengar atas segala sesuatu yang dikatakan oleh manusia.

    ReplyDelete
  76. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Dalam elegi ini diceritakan bagaimana pengaruh dzikir yang kita ucapkan dalam diam. Meskipun mungkin tidak terdengar dari luar, tiada bibir yang bergerak, tiada mulut yang terbuka, tetapi dzikir yang diucapkan dengan keikhlasan hati akan memberikan keramaian dalam tubuh kita. Ketika hati kita berdzikir mengingat Allah SWT maka seluruh bagian tubuh kita, seluruh sel-sel tubuh kita ikut berdzikir mengingat Allah SWT.

    ReplyDelete
  77. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ramai bisa disebabkan banyak hal, salah satunya adalah dengan suara. Suara yang timbul bisa jadi merupakan wujud dari interpretasi pikiran dan hati kita. Setingi-tingginya suara yang dapat kita wujudkan bukanlah yang paling nyaring atau mencapai 8 oktaf, melainkan suara ketika kita terus menyebutkan asma Allah SWT. Oleh karena itu, kita hendaknya senantiasa menyebut nama Allah SWT, yaitu dengan cara berdzikir baik secara lisan maupun di dalam hati.

    ReplyDelete
  78. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdoa merupakan salah satu cara agar kita dapat berkomunikasi dengan pencipta kita. Banyak sekali doa yang kita panjatkan. Karena setinggitingginya ucapan adalah menyebut nama Tuhan, maka banyak berdoalah sehiingga kita mampu mengucapkan ucapan yang terbaik.

    ReplyDelete
  79. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kesemua suara itu tak lain dan tak bukan ialah suara dalam diri manusia itu sendiri. Banyak di antara manusia merasa sepi walau dalam keramaian, karena sejatinya keramaian itu ialah dirinya sendiri yang bisa mnerasakan. Biarpun si subyek berusaha keras mengeluarkan suara demi keramaian namun anggota tubuh yang lain tidak bersedia berkolaborasi, maka itu hanyalah akan menjadi suara di dalam hatinya. Dan sebaik-baik suara hati yang diucapkan oleh seorang hamba ialah doa dan puji-pujian untuk tuhannya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  80. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menukil salah satu ayat dalam al-Quran yang mengatakan bahwa tiadalah seorang hamba meninggikan suaranya melebihi suaranya rosul. jika dikaji lebih dalam, Nabi tidak pernah berkata keras baik dalam arti kers makna denotasi maupun konotasinya (Sarkasme), Perkataan nabi ialah perkataan yang penuh kelembutan dan pujian, pujian ini tidak hanya memuji dan doa yang dilantunkan kepada Allah SWT, melainkan kepada sesama makhluk, nabi senantiasa menjaga ucapannya. Kita paham bahwa nabi ialah sebaik-baik ciptaan, maka orang yang masih belum mencapai derajat apa-apa seperti kita ini selayaknya mencontoh sedikit demi sedikit perilaku dan perkataan nabi dalam kehidupan kita. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  81. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Sebaik-baik dan setinggi-tinggi suara hati kita ialah yang menyebut nama-Nya, menyebut nama Allah. Saat setiap orang bungkam dan menutup mulutnya, tak ada satu orang lain pun yang tahu apa yang sedang ia pikirkan atau ucapkan dalam hati. Kita juga memiliki banyak kesempatan saat menutup mulut, yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan senantiasa menyebut nama Allah (dengan berdzikir).

    ReplyDelete
  82. Vidiya Rachamwati
    17709251019
    PM A

    Kekuatan sesungguhnya dari seseorang adalah hati nurani. kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa mengetahui apa yang dikatakan oleh hati. Setiap kata dan setiap perbuatan mencerminkan hati nurani seseorang. Namun suara yang sangat menguatkan kita adalah pujian kita kepada Allah. Berdoa akan membawa kita ke tempat yang menakjubkan, di mana Tuhan menunjukkan seberapa besar kekuasaannya. Mungkin, kita tidak pernah menyadari saat-saat itu. Tuhan selalu di samping orang-orang yang percaya pada keajaiban-Nya, meskipun sebagian orang telah melupakan hal tersebut. Walau bagaimanapun, makna dari doa manusia adalah mereka biasanya lupa dalam apa yang mereka katakan kepada orang lain. Dengan demikian, kita harus menjaga perkataan kita dan menjaga kata-kata kita kapanpun dan dimanapun kepada semua orang.

    ReplyDelete
  83. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT adalah maha mengetahui dan berada dekat dekat dengan diri kita. Sehingga Allah SWT pun akan mampu mendengarkan suara hati kita yang paling dalam pun. Tidak ada yang dapat disembunyikan darinya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  84. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Suara terbaik adalah suara saat memuji Allah. Ucapan atau suara yang paling bermakna dan bermanfaat adalah ketika kita menyebut nama Allah SWT. Bahkan semua sel dalam tubuh kita dapat mendengarnya.
    Jadi, marilah kita selalu menyerukan dzikir pada Allah karena seindah apapun suara kita tak akan ada artinya jika hanya digunakan untuk berbuat dosa. Semoga kita semua selalu dirahmati Allah.

    ReplyDelete
  85. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Suara tertinggi adalah suara mereka hamba-hamba yang mengagungkan Allah, itulah kebesaran Allah, itulah kekuatan dari zikir, yang dapat menjadi energi spiritual bagi seseorang dalam mendapatkan ketenangan dalam hidup. apalagi zikir yang dilakukan di malam hari, dapat menjadi obat hati bagi mereka yang sedang risau dengan permasalahan hidup, jika zikir tersebut dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  86. Assalamualaikum Wr. Wb. Ramai dan tidak ramai adalah problem psikis. Keramaian tidak mesti ditandai dengan kondisi orang banyak. Bahkan pada satu titik, di dalam keramaian kita masih merasa sepi. Pada titik yang lain, kita merasa ramai dalam sepi. Menurut saya, kesedihanlah yang membawa kita pada kesepian, sedangkan rasa ramai adalah manifestasi dari kebahagiaan. Bahagia dalam doa akan mengantarkan kita pada ramainya pikiran akan Allah SWT. Bahagia dalam silaturahmi akan mengantarkan kita pada ramainya persaudaraan.

    ReplyDelete
  87. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sebaik-baik ucapan adalah ucapan mengagungkan asma Allah. Hal ini berkaitan dengan posisi Tuhan sebagai Raja dari seluruh alam semesta. Tidak ada yang mampu menandingi kekuasaan-Nya dan tidak ada yang menyamai-Nya. Maka dari itu, sebagai seorang hamba, sudah seharusnya kita selalu menyebut dan mengangungkan asma-Nya karena kita juga telah diberi nikmat dan karunia. Bahkan tak ada yang mampu menghitung nikmat dan karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Sifat Ar-Rahman Allah diberikan kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali sehingga semua makhluk bisa merasakan nikmat-Nya.

    ReplyDelete
  88. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Deri elegi ini saya menyadari satu hal bahwa suara hanya tak terbatas apa yang terucapkan saja, tetapi termasuk juga suara yang tak bisa didengarkan orang lain namun Allah SWT mengetahui dan mendengarkannya, yaitu suara hati kita sendiri. suara penuh kejujuran, suara yang menggambarkan bagaimana seseorang dengan apa adanya mereka. Suara hati ibarat suara yang tersembunyi, kebaikan dan keburukan yang tertutupi dan niat yang terselubungi. Selalu beristighfar untuk segala pemikiran dan suara keburukan dan semoga kita tidak terjerat dalam kemunafikan.

    ReplyDelete
  89. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebaik-baiknya ucapanku adalah menyerukan nama Allah SWT. Senantiasa berdzikir membuat kita dapat merasakan ramai. Ramai disini bukan kegaduhan, tapi saat dimana kita terasa dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang menyerukan nama Allah, dalam diam kita dapat merasa ramai, karena dimensi dari ramai disini berbeda dengan kebisingan yang didengar oleh telinga. Meramaikan hati dengan cinta kita kepada Allah, membuat hati kita tidak memiliki ruang untuk hal-hal yang bersifat negatif.

    ReplyDelete
  90. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Allah Maha Tahu apa yang kita pikirkan, apa yang ada didalam hati kita. kita tidak dapat menyembunyikan satu halpun dari Allah SWT. maka hendaknya kita berhati-hati dalam bertindak, ingatlah bahwa Allah mengawasi kita, tidak ada yang dapat terlewatkan dari pengawasanNya

    ReplyDelete
  91. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    unsur ramai adalah suara. suara tidak hanya yang berasal dari mulut kita, hati kita pun bisa menghasilkan suara, bisikan-bisikan hati. sebaik-baik suara adalah suara yang mengagungkan Allah, suara yang berdzikir kepada Allah. berdo'a merupakan salah satu bentuk komunikasi kita dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  92. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Seluruh alam tidak pernah berada dalam keadaan berhenti dari suara-suara yang memanggil nama Tuhannya. Manusia, tumbuhan, binatang, dan semua makhluk berdzikir dengan caranya masing-masing. Dzikir yang kita suarakan akan bergema ke suluruh penjuru. Ketika kita berdzikir dalam hatipun, maka suaranya akan mengalir dalam aliran darah kita. Jika kita tidak diberikan keterbatasan dalam pendengaran, maka akan sangat begitu ramai dunia ini dengan suara-suara dzikir dari seluruh tempat, dari setiap mulut, dari setiap hati.

    ReplyDelete
  93. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Banyak suara tak mungkin keluar dalam waktu bersamaan dari satu mulut yang sama. Karena mulut kita itu seri, bukan pararel. Seram sekali membayangkan mulutku yang satu mengatakan dua hal berbeda dalam waktu yang bersamaan. Tetapi, adalah mungkin jika dalam 1 detik saja, mulutku mengungkapkan hal yang berbeda. Orang itu bisa berubah kan? Permasalahannya, kadang suara orang lainlah yang mempengaruhiku agar berubah. Dunia yang suaranya milyaran membuat kadang kita bingung apa yang harus kita ikuti. Ikutlah hati nuranimu, dan tetap berpegang pada Tuhan. Semua akan lebih mudah ketika TUhan yang menuntun lewat suaranya.

    ReplyDelete
  94. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Pada dasarnya semua doa yang kita panjatkan mungkin adalah yang dimaksud dalam elegi yang pak marsigit tulis ini. doa tidak perlu terdengar keras sampi ke daerah-daerah yang jauh akan tetapi cukup kita dan Allah saja yang tau. Allah Maha Mendengar. jadi semua yang kita ucapkan pasti akan di dengar oleh Allah SWT. selain itu kita juga harus berikhtiar untuk segala sesuatu yang manjadi doa kita. selain itu saya juga menangkap maksud lain dari elegi ini yaitu pengetahuan yang kita kuasai hanyalah sedikit dari semua pengetahuan yang ada, jadi kita jangan sombong. apa yang bisa kita lakukan juga tidak akan bisa membuat semuanya menjadi milik kita, seperti berteriak yang tetap membuat kita tidak bisa memperdengarkan suara kita ke seluruh tempat di jagad raya.

    ReplyDelete
  95. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Manusia diberikan lisan untuk berbicara. dengan adanya lisan manusia dimudahkan dalam berkomunikasi. Mulut kita juga menggambarkan siapa diri kita. Tidak jarang juga bahwa mulut merupakan salah satu penghasil rezeki. Sungguh Allah telah memberika manusia berbagai kenikmatan. Alangkah meruginya kita jikalau kita tidak menggunakan mulut ini secara baik.

    ReplyDelete
  96. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Banyak manfaat yang telah dihasilkan oleh mulut. Mulut itu diberikan oleh Allah untuk hamba hambanya. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu bersyukur, selalu menyebut Asma-Nya. bukan malah sebaliknya, masih banyak sikap kita yang menggunakan lisan untuk menyakiti sesama, memfitnah, menggunjing, dan sebagainya. Mari kita perbanyak amalan amalan kebaikan dengan lisan kita.

    ReplyDelete
  97. Sungguh betapa meruginya kita ketika kita tidak menggunakan lisan kita untuk memuja-Nya, tiada yang pantas dipuja selain Allah SWT. kurangi kalau perlu hilangkan amalan keburukan yang diperbuat oleh lisan kita. Mari kita sama sama beristighfar dan juga menyebut Allah SWT kapanpun dan dimanapun. Semoga lisan kita dapat menyelamatkan kita di yaumul qiyamah nanti. Aamiin.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  98. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan elegi diatas suara itu tidak hanya apa yang terucapkan dari mulut saja, tetapi suara itu termasuk juga yang tidak bisa didengar oleh telinga manusia tetapi dapat terdengar oleh AllahSWT, itulah yang dinamakan dengan suara hati. Allah tahu segala hal, apapun yang kita pikirkan apapun yang ada didalam hati kita. Dengan demikian kita hendaknya menyadari bahwa kita akan selalu diawasi olehNya, sehingga kita harus berhati-hati dalam bertindak

    ReplyDelete