Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar




Oleh Marsigit

Cantraka:
Untuk kali ini aku sangat serius Bagawat. Tolong bantulah aku kenapa permohonanku belum dikabulkan? Padahal aku sudah berdoa. Dan doa ku itu banyak sekali.

Bagawat:
Engkau punya permohonan apa?

Cantraka:
Aku ingin jadi Bagawat.

Bagawat:
Menurut teorinya, suatu cita-cita itu dapat diraih dengan dua cara yang saling bersinergis, yaitu berdoa dan ikhtiar.

Cantraka:
Wah..terus terang untuk soal doa, aku hobinya. InsyaAllah, kapanpun dan dimanapun aku selalu berdoa. Tetapi urusan ikhtiar...inilah yang repot buatku.

Bagawat:
Lho kenapa kamu susah melakukan ikhtiar?

Cantraka:
Bukankah Bagawat tahu bahwa ikhtiar itu memerlukan banyak hal. Ikhtiar itu perlu tenaga, pikiran, perasaan, kerja keras, biaya, resiko, pengetahuan, waktu, dan fasilitas. Sedangkan kalau doa kan tinggal lantunkan saja...beres. Apakah bisa hidupku itu hanya mengandalkan nasib atau takdir saja atau doa saja, dan tak perlu ikhtiar segala?

Bagawat:
Ketahuilah Cantraka, orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kamu Vital. Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme.

Cantraka:
Lho apa ruginya menjadi kaum Fatal. Lantas seperti apa contohnya?

Bagawat:
Taruhlah HP mu di tepi jalan dan tinggalkan untuk sementara waktu. Jika kemudian engkau menemukan bahwa HP mu itu hilang karena diambil orang maka sudah suratan takdir bahwa HP mu hilang.

Cantraka:
Lho jangan...HP baru ...canggih lagi. Tidak ...tidak...aku tidak mau kehilangan HP baruku secara sia-sia. Maka agar HP ku tidak hilang bahkan dia itupun aku kasih tali dan selalu aku ikatkan ke leherku.

Bagawat:
Itu namanya ikhtiar.

Cantraka:
Lho ikhtiar yang mana?

Bagawat:
Ya mengikatkan HP mu ke lehermu itulah ikhtiarmu agar HP barumu tidak hilang.

Cantraka:
O...gitu ya? Apa masih ada contoh yang lain?

Bagawat:
Contoh yang lain ya banyak sekali dan meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Putus asa, patah semangat, loyo, tak bergairah, nrima ing pandum padahal bisa berusaha, tak mau memanfaatkan kesempatan, tak mau menambah ilmu, tidak mau bersilaturakhim, merasa puas dengan pencapaian sementara, ambil jalan singkat, hantam kromo, tak mau berkorban, tak mau kerja keras, apatis, pasif, menyerah sebelum bertanding ..... itu semua bentuk-bentuk Fatalisme.

Cantraka:
Apakah juga contohnya dari bentuk Vitalisme itu?

Bagawat:
Sombong, congkak, merasa bisa mengatur dunia, tertutup, menepuk dada, mengabaikan sekitar, eksploitatif, monopoli, arogan, menang sendiri, pendekatan kekuatan atau kekuasaan, otoriter, mendominasi, melupakan masa lalu, materialisme, pragmatisme, korupsi, nepotisme, kolusi, membanggakan overdosis teknologi, mafia, zionis, hitler, marxis, hedonisme, utilitarian, eksplorasi tak peduli dampak, kapitalis, komunis, parsialisme, reductionisme, bersenang-senang, cinta harta, senang dipuja, ambisius overdosis, terlalu kenyang, terlalu banyak tidur....semua itu adalah bentuk-bentuk Vitalisme.

Cantraka:
Tetapi begini Bagawat, suatu ketika aku sudah berikhtiar seratus persen. Ketika itu aku akan menghadapi Ujian Akhir. Setiap malam aku belajar, membaca buku, mengerjakan soal, mengerjakan PR, ...wah pokoknya luar biasa ikhtiarku. Tetapi apa hasil? E...ternyata aku tidak lulus. Aku kecewa bukan main. Ternyata ikhtiarku itu sia-sia belaka?

Bagawat:
Itu namanya Takdir.

Cantraka:
Lho Takdir gimana? Bukankah aku telah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap tidak lulus? Lantas ...apakah yang disebut Takdir itu?

Bagawat:
Ya Takdirmu itu memang belum lulus. Semua yang telah terjadi itulah Takdir. Maka sebaik-sebaik peristiwa atau kejadian adalah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi. Mengapa? Karena itulah sebuah Takdir. Bukankah engkau dalam Agamamu dianjurkan agar beriman kepada Takdir?

Cantraka:
Wah aku bingung Bagawat? Lantas aku harus bagaimana? Berdoa belum jaminan, sementara berikhtiar juga sama saja. Kalau begitu apakah Tuhan itu tidak adil terhadap diriku?

Bagawat:
Hai Cantraka...jangan lancang ucapanmu itu. Bertobatlah segera. Istigfarlah..istigfarlah. Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Mendengar dan Maha Pengampun.

Cantraka:
Apakah Tuhan mendengar semua doa-doaku? Apakah Tuhan mengetahui semua ikhtiarku? Apakah Tuhan mengasihaniku?

Bagawat:
Tuhan itu Maha Kuasa, maka tiadalah sesuatu halpun di dunia ini tidak terpantau oleh Nya. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan itu mengetahui doa-doamu, mengetahui ikhtiar-ikhtiarmu dan mengasihanimu. Tuhan itu mempunyai rencananya sendiri terhadap umatnya. Maka bertaubatlah dan berdoa dengan ikhlas memohon ampun kepada Allah SWT. Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin

Cantraka:
Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin. Wahai Bagawat ...berapa kali aku harus berdoa agar permintaanku dikabulkan oleh Tuhan?

Bagawat:
Bermilyar-milyar kali engkau lantunkan doamu jika engkau belum ikhlas dan Tuhan tidak rida, maka belumlah dikabulkan permintaanmu itu.

Cantraka:
Ikhlas? Apa itu Ikhlas? Apakah selama ini saya belum Ikhlas?

Bagawat:
Itulah dimensi doa. Tiadalah seseorang itu dapat menunjuk dirinya sebagai sudah Ikhlas. Itulah semata-mata kekuasaan Nya.

Cantraka:
Lantas...bagaimana agar saya bisa Ikhlas?

Bagawat:
Dunia dan akhirat itu punya gurunya masing-masing. Itulah pentingnya ikhtiar mencari orang yang ahli atau guru dibidangnya. Tingkatkanlah dimensi spiritualmu dengan cara mengaji, membaca al Kitab, dan mempelajari tata cara ibadah yang benar, berjuang di jalan Allah, mengikuti pengajian, jamaah masjid, shalat malam, berpuasa, dzikir, i’tikaf atau tinggal di masjid, dan bertanya atau berkonsultasi kepada ustad, kyai, atau alim ulama bagaimana beribadah dan berdoa secara ikhlas itu. Pilar dari kesemuanya itu adalah laksanakan semua perintah Tuhan dan tinggalkan semua larangan Nya dengan berpedoman pada Al Qur’an dan sunah Rosul. Maka buanglah jauh-jauh kesombonganmu itu. Buanglah jauh-jauh ke “AKU” anmu di depan hadapan Nya. Mohon ampunlah selalu atas dosa-dosa. Berikanlah apa saja yang paling dicintai sekalipun semata-mata karena Allah. Dermakanlah harta di jalan Allah. Dan lawanlah diri sendiri jika perlu semata-mata karena mengharap ridha Allah. Berserah dirilah keharibaan Nya. Jika Allah SWT rida, maka segala-galanya. Tetapi jika belum rida, maka segala-galanya pula.

Cantraka:
Amin..amin..amin... Tetapi wahai Bagawat ...kenapa aku melihat engkau berkata yang terakhir sambil meneteskan air mata dan gemetaran?

Bagawat:
Sungguh semua kata-kataku itu aku tujukan kepada diriku sendiri. Jika hal yang demikian itu bermanfaat juga bagimu, maka aku hanya bisa memanjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT. Marilah kita berlomba-lomba dalam doa dan ikhtiar. Amin.

57 comments:

  1. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs Pendidikan Matematika 2016 PM C
    Assalamualaikum wr wb.

    Berdoa dan Berikhtiar harus selalu beriringan dan kontinu dari awal sampai akhir. Selain itu untuk menyinergikan kedua itu, diperlukan tawakkal. Yaitu berserah diri kepada Allah.
    Ibnu Rojab rahimahullah dalam Jami’ul Ulum wal Hikam tatkala menjelaskan hadits no. 49 mengatakan,
    ”Tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’.”

    Tawakkal bukanlah lawan dari Ikhtiar. Artinya ikhtiar kita berlandaskan kepada tawakkal. Ketika ikhtiar kita sudah cukup, doa juga sudah, namun belum diberikan oleh Allah, boleh jadi Allah ingin menguji kadar tawakkal kita. Kemudian Allah akan memberikan yang lebih baik dari pada yang kita minta.

    "Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas." (QS Ad-Dhuha: 5)

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Jika kita menginginkan sesuatu dan kita telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi Allah belum memberikannya kepada kita, maka itulah takdir kita. Itulah cara terbaik yang Allah berikan untuk kita. Karena jika kita berpikir sesuatu yang baik menurut kita, maka sesuatu itu belum tentu baik menurut Allah. Namun, ketika ada sesuatu yang baik menurut Allah untuk kita, maka itulah yang terbaik bagi kita. Dan dalam agama, kita telah didorong untuk percaya pada takdir. Doa dan usaha (ikhtiar) merupakan dua hal penting bagi kehidupan manusia. Namun, semua itu bisa sia-sia jika Allah telah menetapkan takdirnya. Karena Allah memiliki rencana-Nya sendiri bagi umat-Nya. Sebenarnya Allah selalu mengatahui doa-doa kita dan usaha kita, maka kita harus membuang kesombongan kita, selalu meminta pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat, dan selalu menyerahkan diri kepada Allah. Sebagai manusia hendaknya tidak cukup dengan doa dan usaha, tetapi akan semakin lengkap bila bisa berusaha dengan ikhlas untuk mendapatkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Kita harus berusaha dengan keras untuk meraih cita-cita kita. Namun, kita juga harus selalu berdoa kepada Tuhan agar semuanya tercapai dan berjalan lancar. Antara usaha dan doa haruslah seimbang, yaitu terkait, saling menyatu dan tidak bisa terpisahkan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan berikhtiar saja tanpa berdoa, begitu juga sebaliknya. Untuk mencapai keduanya memang membutuhkan suatu perjuangan. Setelah kita melakukan keduanya maka kita harus tawakal menerima apapun hasil dari doa dan ikhtiar kita. Karena apapun hasilnya merupakan takdir yang datangnya dari Allah SWT. dan sebagai hamba-Nya kita wajib menerima segala ketentuan Allah SWT dengan ikhlas dan tidak boleh putus asa untuk terus berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Doa dan ikhtiar itu harus seimbang, doa tanpa ikhtiar itu mimpi, sedangkan ikhtiar tanpa doa itu sombong. Takdir manusia memang telah dituliskan, tapi bukankah Allah telah menjanjikan bahwa takdir bisa di ubah jika manusia mau berusaha ‘Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri’

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Untuk menggapai sukses dunia dan akhirat tidak lepas dari peranan doa dan ikhtiar kita. Di dunia dan di akhirat. Orang yang hanya mengandalkan doa termasuk orang-orang yang malas. Sedangkan orang-orang yang hanya mengandalkan ikhtiar saja termasuk orang-orang yang sombong. Doa yang diterima ALLAH SWT adalah doa orang-orang yang dengan ikhlas melakukannya, hanya semata-mata mengharapkan ridho ALLAH SWT tanpa mengharapkan yang lain. Sedangkan ikhtiar dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan melakukan kewajiban-kewajiban kita sesuai dengan AL Qur'an dan Sunah, menjauhi larangan-larangan-Nya, menghilangkan sifat sombong di dalam diri kita, dan yang terpenting selalu memohon ampun atas segala dosa yang telah dilakukan, dan berusaha untuk tidak melakukannya lagi.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Hidup di dunia ini memang harus dibarengi dengan doa dan ikhtiar untuk memperoleh sesuatu. Baik itu kedudukan maupun yang lainnya. Kita sering mendengar bahwa segala sesuatu itu butuh perjuang atau biasa disebut dengan ikhtiar dan harus disertai dengan doa kemudian pasrahkan semuanya pada ketentuan Allah SWT.
    Meskipun demikian apa yang kita cita-citakan kadang terasa tidak tercapai walaupun sudah berusaha dan berdoa. Namun sesungguhnya itu semua ada hikmah dan maksud dari Allah SWT sehingga kita perlu tabah dan berlapang dada dalam menerimanya. Doa itu tidak ada yang sia-sia jika kita menerimanya dengan ikhlas. Karena setiap usaha dan doa yang kita lakukan tidak akan pernah menghianati prosesnya.
    Karena berusaha tanpa disertai dengan doa adalah sombong dan berdoa tanpa disertai dengan usaha adalah bohong. Astagfirullaahal ‘azdim, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang sombong. Aamiin...

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, sudah seharusnya kita selalu berdoa dan berusaha. Namun ketika kita sudah melakukan semua itu yang kita inginkan belum juga dikabulkan maka hal itu memang belum layak kita dapatkan, karena semua hal baik yang kita pikirkan, belum tentu baik menurut Tuhan untuk kita. Tuhan mengerti apa saja hal yang baik untuk kita umat manusiaNya, apa pun yang baik menurut Tuhan pasti terbaik untuk kita. Dengan kekuatan doa dan keikhlasan kita dapat menerima semua yang telah digariskan dan semua hal yang telah Tuhan pilihkan yang terbaik untuk kita. Berserahlah, namun jangan hanya berpangku tangan, tetap selalu berdoa dan berusaha dan memasrahkan semua pada Tuhan.

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Harapan merupakan gambaran mengenai cita-cita yang telah kita lukiskan dalam hati dan pikiran sejak lama. Ketika kita menginginkan sesuatu maka yang dilakukan adalah berdoa. Untuk mewujudkannya maka perlu adanya usaha (ikhtiar) untuk meraih suatu kesuksesan itu perlu adanya usaha yang seimbang antara ikhtiar dan doa. Semua cita-cita atau harapan yang kita inginkan agar dapat tercapai hendaknya dilakukan melalui usaha dan doa yang sungguh-sungguh. Doa dan ikhtiar tidak dapat dipisahkan keduanya saling bersinergi untuk meraih cita-cita.

    ReplyDelete
  9. Segala harapan, rencana, tujuan, kesulitan, ujian, kesusahan, pertolongan, ampunan mintalah kepada Allah dengan cara berdoa. Orang yang mempunyai cita-cita berdoa agar mendapat ridho Allah selain itu juga harus berikhtiar agar cita-citanya dikabulkan. Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha. Doa dan ikhtiar selalu mengiringi setiap kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sebagai manusia yang hidup sebagai makhluk ciptaan Allah harus menyadari bahwa kita hidup di dunia yang fana ini hanya sementara saja. Jadi janganlah sia-siakan kesempatan yang hanya sekali ini. Sukses dunia dan sukses akhirat adalah tujuan utama kita sebagai manusia. Yang menjadi kan manusia sukses itu adalah diri kita sendiri. Karena Allah telah berfirman di dalam AlQur’an yang intinya, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, melainkan orang tersebut mau mengubah nasibnya sendiri. Sebagai manusia jika ingin sukses maka harus mau berusaha dengan sekuat jiwa dan raga. Berusaha dengan ikhlas, sabar dan jangan lupa berdoa. Karena doa itu juga sangat penting untuk keberhasilan setiap manusia. Tanpa doa, berarti manusia itu mempunyai sikap sombong. Karena terlalu percaya itu semata hanya usaha dirinya sendiri.Jika kita telah benar-benar berusaha dan berdoa, insya Allah kita akan dapat menggapai semuanya. Amiin YRA.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Do'a dan ikhtiar merupakan dua ajaran yang memiliki posisi setara dan saling melengkapi. Ikhtiar san doa yang kita panjatkan haruslah memiliki tujuan semata-mata hanya karena ingin mendapatkan ridhaNya. Doa menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya. Sejatinya, tujuan berdoa adalah meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT sekaligus untuk memperbaiki diri. Sehingga kalau kita meminta (doa) sembari berusaha untuk mengubah diri (ikhtiar), Allah akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri kita.

    ReplyDelete
  12. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Semua cita-cita atau harapan yang kita inginkan agar dapat tercapai hendaknya dilakukan melalui ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh. Doa dan ikhtiar tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus saling bersinergi untuk meraih cita-cita. Ingatlah bahwa doa tanpa ikhtiar, adalah kesia-siaan. Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan. Memang semua manusia sudah ditetapkan rizkinya masing-masing, namun rizki itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus melalui ikhtiar, doa dan tawakkal. Dalam segala ikhtiar haruslah disertai dengan doa, berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT mengharap apa yang diinginkan. Kalau sudah berikhtiar, berdoa dan bertawakkal ternyata tidak membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, yakinlah bahwa di balik semua kegagalan pasti ada hikmah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Salah satu elegi yang juga sangat menarik untuk dibaca, bagaiaman sih kita menggapai doa dan iktiar. Bagaimana sih biar doa kita selalau di ijabah oleh Allah, ingat bahwa doa itu harus disertai dengan ikhtiar. Mungkin kita sering berpikir bahwa kenapa yaa doa saya belum dikabulkan Allah? “ijabalah panggilan Allah, maka Allah akan mengijabah panggilan kita, Allah itu baik banget sama kita. Ada banyaj kerugian yang akan diderita seseorang yang menyengajakan diri mengkonsumsi makan-minuman yang tidak diridhoi Allah . salah satunya siksaan yang Allah timpakan adalah tidak diterimanya doa-doa mereka. Padahal, tanpa doa seorang muslim tidak ada apa-apanya. Bukankah doa adalah senjata orang-orang berimana? Jangan sampai kita kehilangan tali dengan Allah dan salah satu pemutus tali hubungan kita dengan Allah adalah memakan makanan dan minuman yang haram.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa berdoa, ikhtiar kita tak ada gunanya, bisa saja hasil yang dihasilkan dari ikhtiar yang tanpa berdoa itu tidak mendapat berkah dari Allah. Tanpa ikhtiar, doa kita juga tidak ada gunanya, karena Allah akan memberikan hasil tentu sesuai dengan tingkat dimensi ikhtiar hamba-Nya. Dan tentunya dalam melaksanakan ikhtiar dan berdoa harus dilandasi oleh rasa yang ikhlas. Sebagai hamba Allah sudah seharusnya kita meningkatkan dimensi ikhtiar dan doa dengan cara mengaji, mempelajari tata cara ibadah yang benar, berjuang di jalan Allah, mengikuti pengajian, shalat malam, berpuasa, dzikir, dsb. Oleh karenanya jangan pernah sombong. Mohon ampunlah atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Untuk mencapai cita-cita, doa dan ikhtiar harus dilakukan secar sinergis. Ketika seseorang berikhtiar tanpa berdoa, itu menandakan dirinya sombong. Ketika seseorang berdoa tanpa berusaha itu menandakan dirinya malas. Ketika kita sudah berusaha sekuat yang kita bisa serta berdoa dengan ikhlas, yang dapat kita lakukan hanyalah beerserah diri kepada Allah. Teori berdoa dan berikhtiar ini diketahui oleh setiap orang namun pada kenyataannya sulit untuk dilakukan. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dapat menlaksankan teori ini dengan ikhlas. Aamiin.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Doa dan ikhtiar ibaratkan dua kutub yang berlawanan arah. Bagaikan penganut fatalism dan vitalisme. Dengan berusaha keras kita akan menghargai setiap jerih payah yang telah dilakukan terhadap pencapaian yang diinginkan. Berdoa sebagai harapan yang disegerakan oleh Allah dan menjadikan kita berusaha lebih giat. Tiada hal menjadi nyata tanpa seijinNya. Maka dari itu untuk menggapai apa yang dicita – citakan diperlukan doa dan ikhtiar secara terus – menerus tanpa mengenal lelah.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut mengajarkan untuk doa dan ikhtiar dari setiap hal yang akan kita lalui. Dengan berdoa dan berarti berharap ada campur tangan Tuhan dalam setiap hal yang dihadapi. Takdir merupakan bagian yang tidak terlepas dari manusia. Atas hal buruk apa yang kita hadapi hendaknya tidak menyalahkan Tuhan, melainkan berpikir positif, terus berdoa mohon petunjuk Tuhan dan yang paling penting adalah ikhlas dalam menjalaninya. Segala sesuatu jika dijalani dengan ikhlas maka serasa mudah dan jangan menganggap itu sebagai suatu beban. Intinya bahwa manusia harus terus berdoa, berdoa, dan berdoa agar semakin dikuatkan dan dekat dengan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  18. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Saat membaca elegi ini, rasanya hati ini menjadi tenang. Memang dalam hidup kita sering mengalami kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sakit ya memang sakit. Namun di balik semua itu selalu ada rencana Alloh yang jauh lebih indah. Sesuatu yang baik menurut kita belum tentu itu baik, begitu juga sebaliknya. Alloh maha mengetahui segala sesuatunya, sedangkan kita tidak. Elegi tersebut mengajarkan bahwa dalam menggapai sesuatu dalam hidup haruslah dengan disertai doa dan ikhtiar yang ikhlas. Ikhtiar tanpa doa maka hasilnya akan sia-sia. Sungguh kekuatan doa itulah yang paling menentukan. Banyaklah meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini mengingatkan kita kembali bahwa kita hidup di dunia untuk sebagai bekal untuk menggapai akhirat. Ketika hidup kita terkukung tanpa melakukan usaha apapun, maka hidup kita akan sia-sia. Maka sebenar-benar hidup adalah keseimbangan antara berikhtiar dan berdo'a. Kita meminta dan berdo'a kepada Allah untuk suatu tujuan dan cita-cita, maka kita harus berusaha pula untuk mencapai tujuan dan cita-cita kita itu. Tanpa do'a atau ikhtiar semuanya ibarat 'mencari jarum di tumpukan jerami' yang sia-sia. Do'a pun sebenarnya adalah wujud daripada ikhtiar. Oleh karenanya kita sebagai manusia harus senantiasa berusaha dan diiringi dengan do'a.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cita-cita akan tercapai dengan dua cara yaitu berusaha dan berdo’a. Keduanya dilakukan secara beriringan, tidak hanya memilih satu di antara keduanya. Misalnya berusaha saja atau berdo’a saja. Usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh begitupun do’a disampaikan dengan hati yang ikhlas kepada Allah SWT. Walaupun demikian, ketika usaha dan do’a telah dilakukan sedangkan hasil belum memuaskan kita harus menerimanya dengan lapang dada. Ambil hikmah dari setiap kejadian dalam hidup kita. Karena Allah tahu yang terbaik untuk kita bukan hanya yang kita inginkan atau butuhkan. Aamiin...

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Point penting dari elegi ini bahwa suatu doa harus diiringi dengan ikhtiar. Alloh tidak akan mengubah suatu kaum jika ia tidak mengubah nasibnya sendiri. Doa tanpa usaha adalah sia-sia, usaha tanpa doa adalah sombong. Oleh karena itu, bekerjalah seakan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah (doa) seakan kamu mati esok hari. Jadi, dunia dan akhirat harus seimbang dan berjalan beriringan.

    ReplyDelete
  22. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan. Yang menentukan hanya Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai manusia kita hanya bisa ikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. Kita serahkan hasilnya hanya kepada Allah SWT. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini adalah jalan ikhtiar kepada Allah SWT dan memsrahkan hasilnya kepada-Nya.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini yang bisa kita pelajari adalah bahwa jika kita menginginkan sesuatu tidak hanya memerlukan doa, tapi juga harus di sertai dengan ikhtiar. kedua hal tersebut sama pentingnya. selain kedua hal tersebut juga dibutuhkan keikhlasan dalam berdoa karena tanpa keikhlasan doa kita tidak akan didengarkan.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi menggapai doa dan ikhtiar ini mengajarkan bahwa sebenar-benar hidup adalah untuk mencapai apa yang kita inginkan dengan menyeimbangkan doa dan ikhtiar kita dan menyerahkan hasil dari semua yang kita lakukan kepada Allah SWT. Sebab seberapa kuat doa kita dan seberapa baik ikhtiar yang kita lakukan namun jika apa yang kita inginkan belum dapat terwujud maka itu adalah ketentuan Allah SWT. Manusia tidak boleh menyesali tiap ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam hidup kita ada dua yang paling penting dan harus dilakukan yakni berdoa dan berikhtiar. Berdoa kita lakukan untuk memohon petunjuk dan pertolongan Tuhan dalam menghadapi hidup dan menjalaninya dengan benar dan sesuai dengan kehendakNya. Berikhtiar yakni berusaha semaksimal mungkin untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Dengan demikian, kita dapat menerima setiap keputusan yang diberikan oleh Tuhan dan senantiasa mengucap syukur.

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Semua yang kita harapkan dalam hidup dapat tercapai dengan berdoa dan berikhtiar. Kita tidak boleh mengandalkan satu hal saja, entah itu berdoa atau berikhtiar karena hanya akan menjadikan ketimpangan dalam hidup. Saat kita menerima keputusan Tuhan (takdir) dalam hidup kita dengan ikhtiar untuk terus mengucap syukur niscaya kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik, lebih bisa menghindari kesombongan dan bisa terus berseah diri pada Tuhan.

    ReplyDelete
  27. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Doa dan ikhtiar, dua hal tersebut adalah hal yang wajib kita lakukan jika kita ingin menggapai impian dan cita-cita. Ikhtiar tanpa doa adalah kosong, dan doa tanpa ikhtiar adalah sia-sia. Jika hasil doa dan ikhtiar kita belum sesuai dengan yang kita harapkan, janganlah kita menyalahkan keadaan bahkan sampai menyalahkan Allah. Karena yang menjadi urusan kita adalah doa dan ikhtiar, untuk urusan hasil itu adalah wewenang Allah. Kita hanya perlu meyakini bahwa apa yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita, setelah melakukan segala ikhtiar dan doa. Semua orang mempunyai takdir masing-masing. Jadi tetap berdoa dan berikhtiarlah semata-mata karena Allah, dan kemudian dengan sabar ikhlas dan tawakal. Semoga semua yang kita lakukan menjadi ikhtiar terbaik kita dan bernilai ibadah.

    ReplyDelete
  28. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Harapan merupakan suatu kondisi di mana seseorang akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin. Setiap individu memiliki harapan nya masing – masing terhadap kelangsungan hidup mereka. Usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu harapan sangatlah beragam. Misalnya bekerja keras, memohon dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Ada berbagai macam harapan yang ada, namun tidak semua harapan dapat tercapai dengan mudah. Butuh kerja keras untuk mencapai harapan tersebut. Suatu syarat lain ialah bahwa doa itu haruslah merupakan manifestasi kebutuhan yang sesungguhnya, dalam keadaan di mana manusia tidak mempunyai jalan untuk memperoleh apa yang didambakannya, ketika ia tidak berdaya dan tidak berkemampuan. Apabila Allah telah menganugerahkan kepada manusia kunci bagi kebutuhannya, namun ia menyia-nyiakan rahmat itu dan tidak hendak menggunakan kunci itu lalu memohon kepada Tuhan untuk membukakan pintu itu dengan kunci yang telah ada di tangannya sendiri dan membebaskannya dari beban untuk menggunakan kunci itu, maka tentu saja doa semacam itu tidak patut dikabulkan.

    ReplyDelete
  29. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-Mat D 2016
    Doa adalah untuk mendapatkan kemampuan, dan berdoa ketika Tuhan telah menganugerahkan kemampuan yang dikehendaki itu kepada manusia, samalah halnya dengan berusaha untuk mendapatkan apa yang sesungguhnya telah diperolehnya. Hal itu adalah ibarat orang yang berjalan di sepanjang tembok miring yang akan runtuh sambil mendoakan agar tembok itu tidak runtuh dan menimpanya; ia melihat tembok itu hendak runtuh, tetapi ia tidak hendak menyingkir dari situ, sambil terus berdoa supaya tembok itu tidak runtuh dan menimpanya. Atau, ibarat orang yang duduk-duduk di dalam rumah, tidak mau bekerja, dan terus berdoa kepada Tuhan untuk memberikan nafkah kepadanya. Dalam hal-hal seperti ini doa itu tidak ada gunanya dan kosong dari kejiwaan. Hal-hal semacam ini disebutkan di sini sebagai contoh-contoh untuk saat-saat ketika seorang manusia mampu mencapai tujuan dan maksudnya melalui tindakan, kebijaksanaan, dan penalaran pikiran, namun hendak menggantikan tindakan dan usaha dengan doa. Ini tidak benar. Dalam sistem penciptaan, doa bukanlah pengganti usaha dan tindakan, tetapi sebagai pelengkap yang melengkapi usaha dan tindakan.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Suatu cita-cita akan tercapai berdasarkan bagaimana ia besungguh-sungguh dalam berdo’a dan berikhiar kepada Allah SWT. Dan semuanya harus berpedoman pada Al-Qur’an. Tidak hanya jika seseorang menginginkan sesuatu ia akan berdo’a dan berikhiar tetapi disetiap saat kita harus selalu berdo’a dan berikhiar kepada Allah yang mempunyai segala di alam semesta ini dan hanya kepadaNya kita akan kembali.

    ReplyDelete
  31. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika kita mempunyai do'a kepada Allah dan Allah mengabulkan do'a itu maka yang harus kita lakukan adalah tetap berprasangka baik pada Allah. ada 3 kemungkinan do'a pada Allah, yang pertama do'a itu langsung dikabulkan, kedua do'a itu harus selang beberapa lama karena Allah ingin melihat keikhlasan kita dan kesabaran kita dalam berdo'a, yang ketiga do'a kita tidak dikabulkan karena kita memang tidak membutuhkan hal itu dan Allah akan memberikan hal yang lebih baik dari do'a yang kita harapkan selama ini.

    ReplyDelete
  32. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    "Ora et labora", atau "berdoa dan bekerja". moto ini sering kita dengar dalam kehidupan kita setiap hari, moto ini mengajarkan kita bahwa tidak cukup hanya dengan berdoa tanpa berusaha, kita juga perlu bekerja atau berusaha. Doa membantu kita tetap lurus dan ikhlas dalam berusaha. Tuhan sudah menciptakan kita dengan segala kemampuan yang kita miliki. Hendaknya kita mensyukuri kemampuan tersebut dengan menggunakannya untuk hal-hal bermanfaat.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam upaya pencapaian sesuatu, perlu adanya penyeimbangan antara ikhtiar dengan berdoa. Ikhtiar merupakan usaha sungguh-sungguh yang dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Namun tak lupa, usaha yang kita lakukan juga harus diiringi dengan doa, yaitu memohon bantuan kepada Allah swt agar usaha yang kita lakukan dapat membuahkan hasil yang diridhai Allah swt. Karena dengan doa tersebut akan menghilangkan sifat sombong dalam diri kita. Surat al-Jumu’ah ayat 10 “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”. Ayat tersebut jelas memerintahkan kita untuk senantiasa berikhtiar, jangan hanya pasrah akan takdir saja.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beberapa barakah dari ikhtiar diantaranya mau bekerja keras dalam mencapai suatu harapan dan cita-cita, selalu bersemangat dalam menghadapi kehidupan, tidak mudah menyerah dan putus asa, disiplin dan penuh tanggung jawab, giat bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, rajin berlatih dan belajar agar bisa meraih apa yang diinginkannya. Ibarat pepatah ‘jangan kalah sebelum berperang’. Kita jangan takut menghadapi kegagalan. Karena sesungguhnya kegagalan merupakan tantangan dan ujian kita untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Jangan berprasangka buruk kepada Allah swt, Allah sayang kepada umat-Nya. Sebab justru di balik kegagalan tersebut terselip sebuah hikmah yang jauh lebih indah. Jadi, jalani hidup ini dengan ikhlas dan terus berusaha menjalani rintangan.

    ReplyDelete
  35. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kehidupan yang semakin keras dan semakin sulit seringkali membuat orang susah membagi waktunya dengan baik. Ada yang mati2an bekerja banting tulang siang dan malam, sehingga jangankan berdoa, untuk meluangkan waktu bersama keluarga pun sudah sangat sulit dan hampir tidak mungkin. Doa menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya. Manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha (ikhtiar).

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Viani Kurniawati
    14391241051
    S1 Pendidikan Matrmatika A 2014

    elegi ritual ikhlas 24. Elegi ini menyampaikan kepada pembaca mengenai bagaimana menggapai doa dan ikhtiar. Terkadang kita menginginkan sesuatu dan kita telah berdoa namun tak kunjung memperolehnya, maka sepatutnya kita ikhlaskan karena Allah maha Mengetahui sedang kita tak tau apa apa. Boleh jadi apa yang kita inginkan tak baik untuk kita namun yang kita benci justru sangatlah baik untuk kita. Selalu berpikir positif, pasti selalu ada hikmah yang dapat kita peroleh. Namun kadang kita belum diberikan apa yang telah kita doakan adalah karena tidak kita imbangi dengan usaha. seharusnya antara usaha dan doa haruslah seimbang. Semoga kita selalu dapat menyeimbangkan keduanya, dan membekali kita untuk memperoleh kemudahan dunia dan akhirat Aamiin

    ReplyDelete
  38. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mereka saling melengkapi. Dengan doa, maka kita memohon kepada Allah untuk dimudahkan, dilancarkan, dan diberikan kekuatan untuk dapat memperoleh dan mencapai hal yang ingin dicapai. Dan dengan berikhtiar, berarti kita mengusahakan dan berusaha mencapainya, dengan menggunakan segala yang dimiliki. Selanjutnya, dilanjutkan dengan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Bertawakal. Jika hasilnya sesuai atau bahkan melebihi apa yang diharapkan, hendaknya kembali berdoa dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah. Akan tetapi jikalau hasilnya tidak sesuai, maka hendaknya kita tetap berprasangka baik. Semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mengharapkan sesuatu kita harus melakukan 2 hal secara berkesinambungan. Kedua hal tersebut adalah doa dan Ikhtiar. Kita mengusahakan keinginan kita denagan perbuatan fisik kita itulah yang disebut ikhtiar sedangkan doa kita adalah meminta kepada Allah.Setelah kita melakukan keduanya maka kita harus tawakal menerima apapun hasil dari doa dan khtiar kita. Karena apapun hasilnya merupakan takdir yang datangnya dari Allah. dan sebagai hambanya kita wajib menerima segala ketentuan Allah dengan ikhlas. Dalam agama pun diajari untuk percaya terhadap takdir.

    ReplyDelete
  40. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia di dunia ini pasti mempunyai hasrat untuk mendapatkan sesuatu. Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, haruslah diiringi dengan sebuah pengorbanan dan kerja keras. Namun usaha yang kita lakukan akan sia-sia saja jika tidak diiringi dengan doa memohon kepada Allah SWT. Setelah ikhtiar dan berdoa, kita tinggal menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh harapan Allah akan mengabulkannya.

    ReplyDelete
  41. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam melakukan suatu perbuatan atau tindakan, harus disertai dengan berdoa mengharap ridha Allah SWT, setiap kita melakukan sesuatu harus semaksimal mungkin, bekerja keras dalam ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  42. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia dan akhirat itu mempunya gurunya masing-masing. Sehingga dalam berdoa maka hendaklah berdoa kepada Allah, dan janganlah berdoa saja namun terus berusaha terus dan iktiar namanya sehingga mengusahakan doa kita terkabul. Karena dao itu bukan tidak dikabulkan namun alah mengabulkan dia engkau pada saat engkau sudah siap menerimanya. Jadi dalam beresuaha dngan ikhtiar dibantulah dengan doa agar mendapatkan rido dariNya.

    ReplyDelete
  43. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hidup ini, kita harus menyeimbangkan antara ikhtiar dan do’a. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha atau sebaliknya kita tidak boleh hanya berusaha tanpa diiringi dengan do’a. Apabila kita telah berusaha (ikhtiar) dengan sungguh-sungguh maka kita harus menyerahkan semua keputusannya kepada Allah. Kita harus berdo’a agar Allah meridhoi apa yang kita lakukan tersebut. Oleh karena itu, apabila kita melakukan suatu usaha (ikhtiar) maka kita juga harus mengimbanginya dengan do’a.

    ReplyDelete
  44. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cita-cita dapat diraih melalui dua hal yang bersinergis, yaitu doa dan ikhtiar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan doa saja atau pun ikhtiar saja. Orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari takdir disebut kaum fatal, sedangkan orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari ikhtiar saja disebut kaum vital.

    ReplyDelete
  45. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ada dua hal yang seharusnya dilakukan oleh manusia secara terus menerus dan tanpa henti, yaitu berdoa dan berikhtiar. Doa dan ikhtiar haruslah berjalan selaras, doa tanpa ikhtiar menjadikan manusia malas dan hanya berkhayal sedangkan ikhtiar tanpa dibarengi dengan doa dapat menjadikan manusia sombong. Dalam menjalani kehidupan ini, manusia pasti memiliki keinginan dan harapan yang ingin dicapainya. Hal itu hanya dapat dicapai apabila manusia senantiasa terus berusaha untuk mencapainya dan berdoa agar Allah senantiasa membukakan jalan baginya untuk mencapai hal tersebut, karena sesungguhnya sekuat apapun manusia berusaha apabila Allah tidak menghendakinya maka keinginan itu tidak akan tercapai. Allah SWT memiliki ketetappan yang dapat diubah dengan usaha manusia dan ada pula yang tidak dapat diubah dengan usaha manusia. Tetapi bukan berarti usaha manusia akan sia-sia, karena sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui apa yang baik dan buruk bagi manusia.

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mencapai suatu tujuan, manusia diminta untuk menyeimbangkan antara doa dan ikhtiar. Apabila hanya berdoa saja, maka hal ini termasuk kaum Fatal, hanya mengandalkan mintanya kepada Tuhan tanpa berbuat apa-apa. Padahal, rezeki itu tidak datang sendiri melainkan dijemput, dengan usaha-usaha yang dibenarkan. Sedangkan orang yang berusaha tanpa berdoa termasuk kaum Vital, digolongkan sebagai manusia yang sombong dan angkuh yang tidak mengakui adanya Tuhan yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdoa dan kerja keras akan saling mendukung dan saling berkorelasi. Saat berdoa sudah maksimal namun ternyata hasilnya belum sesuai bisa dilihat kembali usahanya. Sebaliknya, jika usaha sudah dilakukan hingga akhir dan ternyata hasil yang didapat kurang maksimal, coba dilihat kembali doa yang dipanjatkan. Namun tidak menutup kemungkinan ada hasil yang kurang maksimal namun usaha dan doa sudah maksimal, hal ini perlu disikapi secara bijak. Tuhan memiliki jalan-Nya tersendiri bagi hamba-hamba-Nya

    ReplyDelete
  48. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam menjalani hidup manusia pasti memiliki tujuan tertentu untuk dicapai. Untuk mencapai tujuan itu manusia selalu memiliki rencana, langkah – langkah atau proses yang akan dilalui untuk mencapai tujuannya. Contoh konkritnya adalah tujuannya adalah lulus ujian, langkah – langkahnya adalah belajar. Namun kita semua tahu bahwa manusia itu hanya bisa berencana tetapi Tuhan YME yang menentukan. Maka sebia mungkin usaha yang kita lakukan adalah yang terbaik. Usaha melalui langkah – langkah yang terlah direncanakan itulah yang dinamakan denga ikhtiar. Usaha itu lebih baik jika dibarengi dengan doa. Karena itu semua adalah satu kesatuan yang bersinergi

    ReplyDelete
  49. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    doa adalah salah satu cara manusia berkomunikasi dengan Tuhannya. Maka ketika Allah memberikan ujian itu pertanda kita kurang berdoa sehingga Allah ingin kita segera berdoa untuk mendapatkan kedekatan terhadapNya.

    ReplyDelete
  50. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berusaha dan berdoa adalah kata yang telah sering diucapkan oleh hamper semua manusia, begitu mudah diucapkan tetapi ulit untuk diterima hasilnya. Tapi percayalah bahwa hasil tidak menghianati usaha

    ReplyDelete
  51. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang telah kita usahakan jangan lantas cepat berfikir bahwa Allah tidak adil. Semua hal yang kita terima sudah tercatat dalam buku besar catatan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  52. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mungkin Allah menginginkan kita untuk lebih mendekat dan lebih khusyuk serta lebih meyakini akan kekuaasanNya. Ttetaplah berprasangka yang baik maka Allah akan memberikan yang kita prasangkakan terhadap Allah.

    ReplyDelete
  53. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ingatlah bahwa kita tidak pernah perlu meminta kepadaNya untuk diberi oksigen dengan gratis itu semua adalah kasih sayangnya kepada hamba-hambaNya . Allah telah menciptakan kita beserta segala kebutuha yang kita perlukan.

    ReplyDelete
  54. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala sesuatu yang ada didunia ini pada dasarnya senantiasa memanjatkan doa kepada Allah. Baik itu batuan, tanah, air, dan lain sebagainya. Kita sebagai umat yang diberikan akal pikiran yang istimewa hendaknya senantiasa berdoa dan berdzikir menyebut namanya, agar kita diberi ridho dan pertolonganNya.

    ReplyDelete
  55. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Suatu kesuksesan dapat kita raih dengan doa dan ikhtiar yang dilakukan secara sinergis. Pernah mendengar istilah “doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Doa yang kita harapkan pun perlu dilandasi rasa ikhlas dengan hanya mengharap ridho dari Allah SWT. Saat kita sudah beusaha dan berdoa semaksimal mungkin, akan tetapi Allah belum mengizinkan kita untuk sukses meraih sesuatu, pasti Allah telah membuat rencana lain yang lebih indah dari yang kita duga. InsyaAllah. Allah tau yang terbaik untuk hamba-Nya.

    ReplyDelete
  56. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selalu berbaik sangka atau berhusnudzon pada Allah dapat membuat kita menjadi lebih tenang. Allah Maha Penyayang pada hamba-Nya. Dengan doa-lah kita mampu berkomunikasi dengan Allah dan mengungkap setiap keluh yang kita rasa. Selain itu, doa juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat bernilai pahala jika kita ikhlas melakukannya. Jangan lupa pula untuk selalu bersyukur atas segala yang telah Allah limpahkan pada kita, dan jangan menjadi kufur atas nikmat Allah.

    ReplyDelete
  57. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia selalu menginginkan suatu hal. Untuk mendapatkannya kita harus berdoa dan berikhtiar. Tetapi jika kita sudah berdoa dan berikhtiar keinginan kita tidak kita dapat kita harus ikhlas menerimanya karena takdir Allah adalah yang terbaik untuk kita. Kita harus berperasangka baik kepada Allah, karena Allah tau apa yang sebenarnya kita perlukan dan inginkan

    ReplyDelete