Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar




Oleh Marsigit

Cantraka:
Untuk kali ini aku sangat serius Bagawat. Tolong bantulah aku kenapa permohonanku belum dikabulkan? Padahal aku sudah berdoa. Dan doa ku itu banyak sekali.

Bagawat:
Engkau punya permohonan apa?

Cantraka:
Aku ingin jadi Bagawat.

Bagawat:
Menurut teorinya, suatu cita-cita itu dapat diraih dengan dua cara yang saling bersinergis, yaitu berdoa dan ikhtiar.

Cantraka:
Wah..terus terang untuk soal doa, aku hobinya. InsyaAllah, kapanpun dan dimanapun aku selalu berdoa. Tetapi urusan ikhtiar...inilah yang repot buatku.

Bagawat:
Lho kenapa kamu susah melakukan ikhtiar?

Cantraka:
Bukankah Bagawat tahu bahwa ikhtiar itu memerlukan banyak hal. Ikhtiar itu perlu tenaga, pikiran, perasaan, kerja keras, biaya, resiko, pengetahuan, waktu, dan fasilitas. Sedangkan kalau doa kan tinggal lantunkan saja...beres. Apakah bisa hidupku itu hanya mengandalkan nasib atau takdir saja atau doa saja, dan tak perlu ikhtiar segala?

Bagawat:
Ketahuilah Cantraka, orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kamu Vital. Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme.

Cantraka:
Lho apa ruginya menjadi kaum Fatal. Lantas seperti apa contohnya?

Bagawat:
Taruhlah HP mu di tepi jalan dan tinggalkan untuk sementara waktu. Jika kemudian engkau menemukan bahwa HP mu itu hilang karena diambil orang maka sudah suratan takdir bahwa HP mu hilang.

Cantraka:
Lho jangan...HP baru ...canggih lagi. Tidak ...tidak...aku tidak mau kehilangan HP baruku secara sia-sia. Maka agar HP ku tidak hilang bahkan dia itupun aku kasih tali dan selalu aku ikatkan ke leherku.

Bagawat:
Itu namanya ikhtiar.

Cantraka:
Lho ikhtiar yang mana?

Bagawat:
Ya mengikatkan HP mu ke lehermu itulah ikhtiarmu agar HP barumu tidak hilang.

Cantraka:
O...gitu ya? Apa masih ada contoh yang lain?

Bagawat:
Contoh yang lain ya banyak sekali dan meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Putus asa, patah semangat, loyo, tak bergairah, nrima ing pandum padahal bisa berusaha, tak mau memanfaatkan kesempatan, tak mau menambah ilmu, tidak mau bersilaturakhim, merasa puas dengan pencapaian sementara, ambil jalan singkat, hantam kromo, tak mau berkorban, tak mau kerja keras, apatis, pasif, menyerah sebelum bertanding ..... itu semua bentuk-bentuk Fatalisme.

Cantraka:
Apakah juga contohnya dari bentuk Vitalisme itu?

Bagawat:
Sombong, congkak, merasa bisa mengatur dunia, tertutup, menepuk dada, mengabaikan sekitar, eksploitatif, monopoli, arogan, menang sendiri, pendekatan kekuatan atau kekuasaan, otoriter, mendominasi, melupakan masa lalu, materialisme, pragmatisme, korupsi, nepotisme, kolusi, membanggakan overdosis teknologi, mafia, zionis, hitler, marxis, hedonisme, utilitarian, eksplorasi tak peduli dampak, kapitalis, komunis, parsialisme, reductionisme, bersenang-senang, cinta harta, senang dipuja, ambisius overdosis, terlalu kenyang, terlalu banyak tidur....semua itu adalah bentuk-bentuk Vitalisme.

Cantraka:
Tetapi begini Bagawat, suatu ketika aku sudah berikhtiar seratus persen. Ketika itu aku akan menghadapi Ujian Akhir. Setiap malam aku belajar, membaca buku, mengerjakan soal, mengerjakan PR, ...wah pokoknya luar biasa ikhtiarku. Tetapi apa hasil? E...ternyata aku tidak lulus. Aku kecewa bukan main. Ternyata ikhtiarku itu sia-sia belaka?

Bagawat:
Itu namanya Takdir.

Cantraka:
Lho Takdir gimana? Bukankah aku telah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap tidak lulus? Lantas ...apakah yang disebut Takdir itu?

Bagawat:
Ya Takdirmu itu memang belum lulus. Semua yang telah terjadi itulah Takdir. Maka sebaik-sebaik peristiwa atau kejadian adalah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi. Mengapa? Karena itulah sebuah Takdir. Bukankah engkau dalam Agamamu dianjurkan agar beriman kepada Takdir?

Cantraka:
Wah aku bingung Bagawat? Lantas aku harus bagaimana? Berdoa belum jaminan, sementara berikhtiar juga sama saja. Kalau begitu apakah Tuhan itu tidak adil terhadap diriku?

Bagawat:
Hai Cantraka...jangan lancang ucapanmu itu. Bertobatlah segera. Istigfarlah..istigfarlah. Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Mendengar dan Maha Pengampun.

Cantraka:
Apakah Tuhan mendengar semua doa-doaku? Apakah Tuhan mengetahui semua ikhtiarku? Apakah Tuhan mengasihaniku?

Bagawat:
Tuhan itu Maha Kuasa, maka tiadalah sesuatu halpun di dunia ini tidak terpantau oleh Nya. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan itu mengetahui doa-doamu, mengetahui ikhtiar-ikhtiarmu dan mengasihanimu. Tuhan itu mempunyai rencananya sendiri terhadap umatnya. Maka bertaubatlah dan berdoa dengan ikhlas memohon ampun kepada Allah SWT. Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin

Cantraka:
Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin. Wahai Bagawat ...berapa kali aku harus berdoa agar permintaanku dikabulkan oleh Tuhan?

Bagawat:
Bermilyar-milyar kali engkau lantunkan doamu jika engkau belum ikhlas dan Tuhan tidak rida, maka belumlah dikabulkan permintaanmu itu.

Cantraka:
Ikhlas? Apa itu Ikhlas? Apakah selama ini saya belum Ikhlas?

Bagawat:
Itulah dimensi doa. Tiadalah seseorang itu dapat menunjuk dirinya sebagai sudah Ikhlas. Itulah semata-mata kekuasaan Nya.

Cantraka:
Lantas...bagaimana agar saya bisa Ikhlas?

Bagawat:
Dunia dan akhirat itu punya gurunya masing-masing. Itulah pentingnya ikhtiar mencari orang yang ahli atau guru dibidangnya. Tingkatkanlah dimensi spiritualmu dengan cara mengaji, membaca al Kitab, dan mempelajari tata cara ibadah yang benar, berjuang di jalan Allah, mengikuti pengajian, jamaah masjid, shalat malam, berpuasa, dzikir, i’tikaf atau tinggal di masjid, dan bertanya atau berkonsultasi kepada ustad, kyai, atau alim ulama bagaimana beribadah dan berdoa secara ikhlas itu. Pilar dari kesemuanya itu adalah laksanakan semua perintah Tuhan dan tinggalkan semua larangan Nya dengan berpedoman pada Al Qur’an dan sunah Rosul. Maka buanglah jauh-jauh kesombonganmu itu. Buanglah jauh-jauh ke “AKU” anmu di depan hadapan Nya. Mohon ampunlah selalu atas dosa-dosa. Berikanlah apa saja yang paling dicintai sekalipun semata-mata karena Allah. Dermakanlah harta di jalan Allah. Dan lawanlah diri sendiri jika perlu semata-mata karena mengharap ridha Allah. Berserah dirilah keharibaan Nya. Jika Allah SWT rida, maka segala-galanya. Tetapi jika belum rida, maka segala-galanya pula.

Cantraka:
Amin..amin..amin... Tetapi wahai Bagawat ...kenapa aku melihat engkau berkata yang terakhir sambil meneteskan air mata dan gemetaran?

Bagawat:
Sungguh semua kata-kataku itu aku tujukan kepada diriku sendiri. Jika hal yang demikian itu bermanfaat juga bagimu, maka aku hanya bisa memanjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT. Marilah kita berlomba-lomba dalam doa dan ikhtiar. Amin.

109 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan. Yang menentukan hanya Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai manusia kita hanya bisa ikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. Kita serahkan hasilnya hanya kepada Allah SWT. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini adalah jalan ikhtiar kepada Allah SWT dan memsrahkan hasilnya kepada-Nya.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini yang bisa kita pelajari adalah bahwa jika kita menginginkan sesuatu tidak hanya memerlukan doa, tapi juga harus di sertai dengan ikhtiar. kedua hal tersebut sama pentingnya. selain kedua hal tersebut juga dibutuhkan keikhlasan dalam berdoa karena tanpa keikhlasan doa kita tidak akan didengarkan.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi menggapai doa dan ikhtiar ini mengajarkan bahwa sebenar-benar hidup adalah untuk mencapai apa yang kita inginkan dengan menyeimbangkan doa dan ikhtiar kita dan menyerahkan hasil dari semua yang kita lakukan kepada Allah SWT. Sebab seberapa kuat doa kita dan seberapa baik ikhtiar yang kita lakukan namun jika apa yang kita inginkan belum dapat terwujud maka itu adalah ketentuan Allah SWT. Manusia tidak boleh menyesali tiap ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam hidup kita ada dua yang paling penting dan harus dilakukan yakni berdoa dan berikhtiar. Berdoa kita lakukan untuk memohon petunjuk dan pertolongan Tuhan dalam menghadapi hidup dan menjalaninya dengan benar dan sesuai dengan kehendakNya. Berikhtiar yakni berusaha semaksimal mungkin untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Dengan demikian, kita dapat menerima setiap keputusan yang diberikan oleh Tuhan dan senantiasa mengucap syukur.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Semua yang kita harapkan dalam hidup dapat tercapai dengan berdoa dan berikhtiar. Kita tidak boleh mengandalkan satu hal saja, entah itu berdoa atau berikhtiar karena hanya akan menjadikan ketimpangan dalam hidup. Saat kita menerima keputusan Tuhan (takdir) dalam hidup kita dengan ikhtiar untuk terus mengucap syukur niscaya kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik, lebih bisa menghindari kesombongan dan bisa terus berseah diri pada Tuhan.

    ReplyDelete
  6. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Doa dan ikhtiar, dua hal tersebut adalah hal yang wajib kita lakukan jika kita ingin menggapai impian dan cita-cita. Ikhtiar tanpa doa adalah kosong, dan doa tanpa ikhtiar adalah sia-sia. Jika hasil doa dan ikhtiar kita belum sesuai dengan yang kita harapkan, janganlah kita menyalahkan keadaan bahkan sampai menyalahkan Allah. Karena yang menjadi urusan kita adalah doa dan ikhtiar, untuk urusan hasil itu adalah wewenang Allah. Kita hanya perlu meyakini bahwa apa yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita, setelah melakukan segala ikhtiar dan doa. Semua orang mempunyai takdir masing-masing. Jadi tetap berdoa dan berikhtiarlah semata-mata karena Allah, dan kemudian dengan sabar ikhlas dan tawakal. Semoga semua yang kita lakukan menjadi ikhtiar terbaik kita dan bernilai ibadah.

    ReplyDelete
  7. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Harapan merupakan suatu kondisi di mana seseorang akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin. Setiap individu memiliki harapan nya masing – masing terhadap kelangsungan hidup mereka. Usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu harapan sangatlah beragam. Misalnya bekerja keras, memohon dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Ada berbagai macam harapan yang ada, namun tidak semua harapan dapat tercapai dengan mudah. Butuh kerja keras untuk mencapai harapan tersebut. Suatu syarat lain ialah bahwa doa itu haruslah merupakan manifestasi kebutuhan yang sesungguhnya, dalam keadaan di mana manusia tidak mempunyai jalan untuk memperoleh apa yang didambakannya, ketika ia tidak berdaya dan tidak berkemampuan. Apabila Allah telah menganugerahkan kepada manusia kunci bagi kebutuhannya, namun ia menyia-nyiakan rahmat itu dan tidak hendak menggunakan kunci itu lalu memohon kepada Tuhan untuk membukakan pintu itu dengan kunci yang telah ada di tangannya sendiri dan membebaskannya dari beban untuk menggunakan kunci itu, maka tentu saja doa semacam itu tidak patut dikabulkan.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-Mat D 2016
    Doa adalah untuk mendapatkan kemampuan, dan berdoa ketika Tuhan telah menganugerahkan kemampuan yang dikehendaki itu kepada manusia, samalah halnya dengan berusaha untuk mendapatkan apa yang sesungguhnya telah diperolehnya. Hal itu adalah ibarat orang yang berjalan di sepanjang tembok miring yang akan runtuh sambil mendoakan agar tembok itu tidak runtuh dan menimpanya; ia melihat tembok itu hendak runtuh, tetapi ia tidak hendak menyingkir dari situ, sambil terus berdoa supaya tembok itu tidak runtuh dan menimpanya. Atau, ibarat orang yang duduk-duduk di dalam rumah, tidak mau bekerja, dan terus berdoa kepada Tuhan untuk memberikan nafkah kepadanya. Dalam hal-hal seperti ini doa itu tidak ada gunanya dan kosong dari kejiwaan. Hal-hal semacam ini disebutkan di sini sebagai contoh-contoh untuk saat-saat ketika seorang manusia mampu mencapai tujuan dan maksudnya melalui tindakan, kebijaksanaan, dan penalaran pikiran, namun hendak menggantikan tindakan dan usaha dengan doa. Ini tidak benar. Dalam sistem penciptaan, doa bukanlah pengganti usaha dan tindakan, tetapi sebagai pelengkap yang melengkapi usaha dan tindakan.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Suatu cita-cita akan tercapai berdasarkan bagaimana ia besungguh-sungguh dalam berdo’a dan berikhiar kepada Allah SWT. Dan semuanya harus berpedoman pada Al-Qur’an. Tidak hanya jika seseorang menginginkan sesuatu ia akan berdo’a dan berikhiar tetapi disetiap saat kita harus selalu berdo’a dan berikhiar kepada Allah yang mempunyai segala di alam semesta ini dan hanya kepadaNya kita akan kembali.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika kita mempunyai do'a kepada Allah dan Allah mengabulkan do'a itu maka yang harus kita lakukan adalah tetap berprasangka baik pada Allah. ada 3 kemungkinan do'a pada Allah, yang pertama do'a itu langsung dikabulkan, kedua do'a itu harus selang beberapa lama karena Allah ingin melihat keikhlasan kita dan kesabaran kita dalam berdo'a, yang ketiga do'a kita tidak dikabulkan karena kita memang tidak membutuhkan hal itu dan Allah akan memberikan hal yang lebih baik dari do'a yang kita harapkan selama ini.

    ReplyDelete
  11. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    "Ora et labora", atau "berdoa dan bekerja". moto ini sering kita dengar dalam kehidupan kita setiap hari, moto ini mengajarkan kita bahwa tidak cukup hanya dengan berdoa tanpa berusaha, kita juga perlu bekerja atau berusaha. Doa membantu kita tetap lurus dan ikhlas dalam berusaha. Tuhan sudah menciptakan kita dengan segala kemampuan yang kita miliki. Hendaknya kita mensyukuri kemampuan tersebut dengan menggunakannya untuk hal-hal bermanfaat.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam upaya pencapaian sesuatu, perlu adanya penyeimbangan antara ikhtiar dengan berdoa. Ikhtiar merupakan usaha sungguh-sungguh yang dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Namun tak lupa, usaha yang kita lakukan juga harus diiringi dengan doa, yaitu memohon bantuan kepada Allah swt agar usaha yang kita lakukan dapat membuahkan hasil yang diridhai Allah swt. Karena dengan doa tersebut akan menghilangkan sifat sombong dalam diri kita. Surat al-Jumu’ah ayat 10 “Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”. Ayat tersebut jelas memerintahkan kita untuk senantiasa berikhtiar, jangan hanya pasrah akan takdir saja.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beberapa barakah dari ikhtiar diantaranya mau bekerja keras dalam mencapai suatu harapan dan cita-cita, selalu bersemangat dalam menghadapi kehidupan, tidak mudah menyerah dan putus asa, disiplin dan penuh tanggung jawab, giat bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, rajin berlatih dan belajar agar bisa meraih apa yang diinginkannya. Ibarat pepatah ‘jangan kalah sebelum berperang’. Kita jangan takut menghadapi kegagalan. Karena sesungguhnya kegagalan merupakan tantangan dan ujian kita untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Jangan berprasangka buruk kepada Allah swt, Allah sayang kepada umat-Nya. Sebab justru di balik kegagalan tersebut terselip sebuah hikmah yang jauh lebih indah. Jadi, jalani hidup ini dengan ikhlas dan terus berusaha menjalani rintangan.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kehidupan yang semakin keras dan semakin sulit seringkali membuat orang susah membagi waktunya dengan baik. Ada yang mati2an bekerja banting tulang siang dan malam, sehingga jangankan berdoa, untuk meluangkan waktu bersama keluarga pun sudah sangat sulit dan hampir tidak mungkin. Doa menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya. Manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha (ikhtiar).

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14391241051
    S1 Pendidikan Matrmatika A 2014

    elegi ritual ikhlas 24. Elegi ini menyampaikan kepada pembaca mengenai bagaimana menggapai doa dan ikhtiar. Terkadang kita menginginkan sesuatu dan kita telah berdoa namun tak kunjung memperolehnya, maka sepatutnya kita ikhlaskan karena Allah maha Mengetahui sedang kita tak tau apa apa. Boleh jadi apa yang kita inginkan tak baik untuk kita namun yang kita benci justru sangatlah baik untuk kita. Selalu berpikir positif, pasti selalu ada hikmah yang dapat kita peroleh. Namun kadang kita belum diberikan apa yang telah kita doakan adalah karena tidak kita imbangi dengan usaha. seharusnya antara usaha dan doa haruslah seimbang. Semoga kita selalu dapat menyeimbangkan keduanya, dan membekali kita untuk memperoleh kemudahan dunia dan akhirat Aamiin

    ReplyDelete
  16. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mereka saling melengkapi. Dengan doa, maka kita memohon kepada Allah untuk dimudahkan, dilancarkan, dan diberikan kekuatan untuk dapat memperoleh dan mencapai hal yang ingin dicapai. Dan dengan berikhtiar, berarti kita mengusahakan dan berusaha mencapainya, dengan menggunakan segala yang dimiliki. Selanjutnya, dilanjutkan dengan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Bertawakal. Jika hasilnya sesuai atau bahkan melebihi apa yang diharapkan, hendaknya kembali berdoa dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah. Akan tetapi jikalau hasilnya tidak sesuai, maka hendaknya kita tetap berprasangka baik. Semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mengharapkan sesuatu kita harus melakukan 2 hal secara berkesinambungan. Kedua hal tersebut adalah doa dan Ikhtiar. Kita mengusahakan keinginan kita denagan perbuatan fisik kita itulah yang disebut ikhtiar sedangkan doa kita adalah meminta kepada Allah.Setelah kita melakukan keduanya maka kita harus tawakal menerima apapun hasil dari doa dan khtiar kita. Karena apapun hasilnya merupakan takdir yang datangnya dari Allah. dan sebagai hambanya kita wajib menerima segala ketentuan Allah dengan ikhlas. Dalam agama pun diajari untuk percaya terhadap takdir.

    ReplyDelete
  18. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia di dunia ini pasti mempunyai hasrat untuk mendapatkan sesuatu. Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, haruslah diiringi dengan sebuah pengorbanan dan kerja keras. Namun usaha yang kita lakukan akan sia-sia saja jika tidak diiringi dengan doa memohon kepada Allah SWT. Setelah ikhtiar dan berdoa, kita tinggal menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh harapan Allah akan mengabulkannya.

    ReplyDelete
  19. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    doa adalah salah satu cara manusia berkomunikasi dengan Tuhannya. Maka ketika Allah memberikan ujian itu pertanda kita kurang berdoa sehingga Allah ingin kita segera berdoa untuk mendapatkan kedekatan terhadapNya.

    ReplyDelete
  20. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berusaha dan berdoa adalah kata yang telah sering diucapkan oleh hamper semua manusia, begitu mudah diucapkan tetapi ulit untuk diterima hasilnya. Tapi percayalah bahwa hasil tidak menghianati usaha

    ReplyDelete
  21. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang telah kita usahakan jangan lantas cepat berfikir bahwa Allah tidak adil. Semua hal yang kita terima sudah tercatat dalam buku besar catatan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  22. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mungkin Allah menginginkan kita untuk lebih mendekat dan lebih khusyuk serta lebih meyakini akan kekuaasanNya. Ttetaplah berprasangka yang baik maka Allah akan memberikan yang kita prasangkakan terhadap Allah.

    ReplyDelete
  23. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ingatlah bahwa kita tidak pernah perlu meminta kepadaNya untuk diberi oksigen dengan gratis itu semua adalah kasih sayangnya kepada hamba-hambaNya . Allah telah menciptakan kita beserta segala kebutuha yang kita perlukan.

    ReplyDelete
  24. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala sesuatu yang ada didunia ini pada dasarnya senantiasa memanjatkan doa kepada Allah. Baik itu batuan, tanah, air, dan lain sebagainya. Kita sebagai umat yang diberikan akal pikiran yang istimewa hendaknya senantiasa berdoa dan berdzikir menyebut namanya, agar kita diberi ridho dan pertolonganNya.

    ReplyDelete
  25. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Suatu kesuksesan dapat kita raih dengan doa dan ikhtiar yang dilakukan secara sinergis. Pernah mendengar istilah “doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Doa yang kita harapkan pun perlu dilandasi rasa ikhlas dengan hanya mengharap ridho dari Allah SWT. Saat kita sudah beusaha dan berdoa semaksimal mungkin, akan tetapi Allah belum mengizinkan kita untuk sukses meraih sesuatu, pasti Allah telah membuat rencana lain yang lebih indah dari yang kita duga. InsyaAllah. Allah tau yang terbaik untuk hamba-Nya.

    ReplyDelete
  26. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selalu berbaik sangka atau berhusnudzon pada Allah dapat membuat kita menjadi lebih tenang. Allah Maha Penyayang pada hamba-Nya. Dengan doa-lah kita mampu berkomunikasi dengan Allah dan mengungkap setiap keluh yang kita rasa. Selain itu, doa juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat bernilai pahala jika kita ikhlas melakukannya. Jangan lupa pula untuk selalu bersyukur atas segala yang telah Allah limpahkan pada kita, dan jangan menjadi kufur atas nikmat Allah.

    ReplyDelete
  27. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia selalu menginginkan suatu hal. Untuk mendapatkannya kita harus berdoa dan berikhtiar. Tetapi jika kita sudah berdoa dan berikhtiar keinginan kita tidak kita dapat kita harus ikhlas menerimanya karena takdir Allah adalah yang terbaik untuk kita. Kita harus berperasangka baik kepada Allah, karena Allah tau apa yang sebenarnya kita perlukan dan inginkan

    ReplyDelete
  28. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita. Tentunya untuk mendapatkan atau mewujudkan hal tersebut kita melakukan usaha. Usaha yang kita lakukan secara fisik itulah yan disebut denan ikhtiar. Sedangkan permohonan yang kita panjatkan kepada Tuhan YME agar usaha kita berhasil itulah yang disebut doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang erat hubungannya dengan keinginan seseorang dalam mencapai suatu hal. Jika manusia yang beriman hanya mengandalkan doa tanpa berusaha maka itu bisa disebut malas karena enggan merubah nasibnya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang hanya berusaha saja tanpa berdoa maka ia bisa dikatakan sombong karena merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. Padahal segala sesuatu tidak akan tetjadi tanpa seizin Allah SWT.

    Oleh karena itu hendaknya seseorang yang memiliki keinginan mengusahakannya dengan ikhtiar yang diiringi doa atau disebut dengan tawakal. Kewajiban kita adalah berusaha semaksimal mungkin dalam proses mendapatkan yang kita harapkan. Selanjutnya berdoa dengan ikhlas kepada Allah SWT agar diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan apa yang kita usahakan. Tuhan maha mengetahui segala yang ada di bumi ini sekalipun hal yang sangat kecil. Sehingga ikhtiar sekecilapapun yang kita lakukan pasti disaksikan oleh Allah SWT. Dan doa yang hanya diucapkan dalam hati pun pasti didengar olehNya. Marilah kita berikhtiar dengan sungguh sungguh dan berdoa dengan ikhlas pada setiap kegiatan yang kita lakukan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Artikel yang sangat memotivasi kita agar setiap usaha kita harus disertai dengan doa. Kita harus selalu berusaha dan disetiap usaha kita kita harus selalu memohon ridha Allah SWT. Sehingga ketika usaha kita berhasil, maka kita tidak akan menjadi orang yang sombong. Allah pun yang memiliki selendang kesombongan, tidak selalu memakainya. Contohnya, di dalam Al-Quran, ketika Allah SWT menciptakan sesuatu yang dimana dalam menciptakan tersebut terdapat peran makhluknya, maka Allah pasti selalu menggunakan kata “KAMI”. Sedangkan jika Allah SWT menciptakan sesuatu tanpa ada campur tangan makhluknya, maka barulah Allah SWT menggunakan kata “AKU”. Sesungguhnya ALLAH MAHA ADIL.

    ReplyDelete
  30. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam menggapai cita-cita itu perlu yang namanya do’a dan ikhtiar atau yang disebut usaha yang sungguh-sungguh untuk menggapai takdir. Takdir yaitu suatu ketetapan yang di berikan Allah yang telah terjadi. Dan ketika kita berdo’a yang perlu di ingat adalah keikhlasan dalam berdo’a dan beribadah, agar Allah ridho pada kita. Kemudian saat berusaha yang perlu dilakukan yaitu mengerahkan tenaga, pikiran, perasaan, kerja keras, biaya, waktu dan fasilitas hanya semata-mata untuk Allah. Sehingga adanya keseimbangan antara usaha dan do’a. Kemudian setelah melakukan keduanya yang perlu dilakukan selanjutnya yaitu tawakal. Menerima takdir yang telah diberi oleh Allah. Dimana kita telah diajarkan untuk beriman pada takdir.
    Dalam elegi diatas saya juga belajar dua hal yaitu tentang Fatal dan Vital. Fatal yaitu ketika seseorang hanya mengandalkan hidupnya pada Takdir, hanya berdo’a saja tanpa berusaha. Sedangkan Vital yaitu ketika seseorang tidak percaya pada do’a tidak mau berdo’a. Maka sebenar-benar hidup itu adalah dinamika interaktif antara fatalisme dan vitalisme.
    Semoga kita akan mudah melakukan do’a, ikhtiar dan tawakal semata-mata hanya karenaNya.

    ReplyDelete
  31. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Doa dan ikhtiar selalu berjalan beriringan dan kita harus menjalankannya secara seimbang. Doa tanpa adanya ikhtiar maka fatal. Ikhtiar tanpa adanya doa maka vital. Namun sudah sekuat apapun ikhtiar kita dan sebanyak apapun doa kita, bila hasil yang didapat tidak sama dengan yang diharapkan, maka itulah yang dinamakan takdir atau ketetapan Allah. Sebagai umat-Nya kita harus percaya kepada takdir Allah. Jika mendapatkan hasil yang demikian maka bertawakal kepada Allah adalah solusinya. Selalu berhusnudzan kepada ketetapan-Nya dan meresapi setiap hikmah yang bisa diambil dari ketetapan itu. Selanjutnya memuhasabah diri dan mengintrospeksi kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama ini.

    ReplyDelete
  32. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sebagai seorang manusia, hendaklah kita tidak pantang menyerah dalam mencapai sesuatu. selalu berikhtiar dan berdoa untuk tujuan yang akan kita capai, dan kemudian memasrahkan hasilnya pada Allah SWT. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, apapun hasilnya harus kita terima dengan ikhlas, yang terpenting adalah tetap berdoa dan berikhtiar dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  33. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca saya belajar tentang cara yang harus dilakukan ketika memiliki harapan atau cita-cita. Untuk menggapai harapan atau cita-cita harus selalu ikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Antara doa dan ikhtiar keduanya harus seimbang. Selanjutnya yakin bahwa rencana Allah SWT adalah yang terbaik sehingga apabila telah berdoa dan berusaha namun harapan atau cita-cita belum terwujud maka harus tetap sabar dan yakin bahwa sesungguhnya rencana Allah SWT adalah yang terbaik.

    ReplyDelete
  34. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah untuk mengggapai suatu harapan diperlukan keseimbangan antara doa dan ikhtiar, akan tetapi doa dan ikhtiar pun belum tentu memastikan cita-cita seseorang akan tercapai, tergantung pada kehendak dan kuasa Allah yang disebut dengan takdir. Sebagai seorang hamba kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mencapau cita-cita tersebut, lalu kita berdoa kepada Allah agar Allah mengizinkan dan menghendaki agar cita-cita terwujud. Hanya doa sebenar-benar doa lah yang didengar oleh Allah SWT. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang menjaga hati dan ketakwaan. Amin.

    ReplyDelete
  35. Junianto
    PM C
    17709251065

    Ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang harus saling bersinergi dan dilakukan dengan seimbang. Usaha dan kerja keras belum tentu berhasil tanpa adanya doa yang ikhlas. Bahkan doa juga merupakan usaha kita untuk memohon kepada Tuhan agar apa yang kita lakukan bisa sukses. Kunci sukses doa adalah doa yang ikhlas semata-mata hanya mengharap ridho Allah. Jadi, doa yang belum dikabulkan bukanlah doa yang tertolak, namun karena manusia belum benar dalam memanjatkan doanya maupun karena ada yang salah dalam ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap manusia harus memiliki sebuah mimpi ke depan, sebuah rencana ke depan untuk meraih apa yang menjadi cita dan cintanya. Orang yang gagal merencanakan sama saja ia sedang merencanakan kegagalan. Oleh karena itu kita harus berikhtiar untuk menggapainya. Bukan hanya berikhtiar, karen asegala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu dibawah Kuasa-Nya kita harus memohon kepada-Nya untuk dikabulkan segla yang kita ikhtiarkan. Berusaha dan Berdoa adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu kita harus menempatkan berusaha dan berdoa secara proporsional sehingga kita dapat mencapai cita dan cinta kita, amiin.

    ReplyDelete
  37. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Elegi di atas mempunyai banyak pesan yang terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah dalam kalimat berikut, "orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kaum Vital." Tuhan itu Maha Kuasa, maka tiadalah sesuatu halpun di dunia ini tidak terpantau oleh Nya. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan itu mengetahui doa-doa kita, mengetahui ikhtiar-ikhtiar kita dan mengasihani kita. Tuhan itu mempunyai rencananya sendiri terhadap umatnya.

    ReplyDelete
  38. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B
    Dalam menjalankan amanah di dunia sebagai khalifah pastilah banyak rintangan yang harus dihadapi. Manusia juga memiliki tujuan hidup. Perlu adanya doa dan ikhtiar sebagai penyeimbang. Apabila hanya mengadalkan salah satu, tentu saja sulit terlaksana/ terkabul.Seseorang yang hanya mengandalkan doa saja, maka hanya keputus asaan yang didapatkan. Hanya bisa menerima kenyataan sesuai takdir yang sudah digariskan. Tidak mau berusaha mengubah hidupnya lebih baik. Menerima saja apa yang sudah digariskan, sehingga menjadikan mereka sebagai manusia yang pasif, apatis, dan tentunya merugi.Begitu pula manusia yang hanya mengadalkan usaha/ ikhtiar saja, maka penyakit hati yang akan didapatkan. Sombong, merasa bahwa dirinya bisa melakukan apa saja, dan tentu saja menjadi manusia yang jauh dari Penciptanya.

    ReplyDelete
  39. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang diberikan. Lewat elegi ini saya mengetahui beberapa istilah baru, yaitu fatal dan vital. Setelah membaca elegi ini saya setuju bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme. Doa dan ikhtiar. Benar-benar keduanya adalah penting dan saling mengiringi. Benar juga, saya setuju, bahwa segala sesuatu tidak boleh berhenti pada doa tanpa adanya usaha. Tapi ingat juga, takdirlah yang menentukan. Maka lewat elegi ini saya berjanji akan belajar menjadi seorang yang seimbang, apa yang saya cita-citakan, maka akan saya usahakan. Lebih dalam dari itu, maka saya akan berdoa. Tidak cukuplah doaku ini, seorang hamba yang berlumuran doa, maka di sinilah diri ini menjadi seorang anak kecil yang lemah yang membutuhkan doa dan restu dari bapak ibunya.

    ReplyDelete
  40. Gina Sasmita Pratamma
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kata Allah, tidak akan berubah nasib seseorang sebelum ia merubah nasibnya sendiri. Artinya, untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan maka kita harus berikhtiar (berusaha) dengan sebaik-baiknya. Tetapi berikhtiar saja tidak cukup, ikhtiar harus diringi dengan do'a karena yang menetapkan semuanya ialah Allah SWT. Do'alah satu-satunya yang dapat mengubah takdir seseorang. Sehingga yang harus kita ingat ialah "selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha, selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa".

    ReplyDelete
  41. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Doa dan ikhtiar adalah kombinasi yang tepat jika kita ingin mencapai kesuksesan. Melakukan salah satunya tanpa mengerjakan yang lain adalah sia-sia dan tidak akan membuahkan hasil. Berdoa pada Tuhan untuk dianugerahkan kesukseskan tetapi tidak melakukan usaha untuk mencapai kesuksesan tersebut adalah perbuatan sia-sia. Begitupun sebaliknya, berusaha mati-matian namun tidak mengandalkan kekuasaan Tuhan, tidak mendekatkan diri dan meminta pada Yang Maha Kuasa juga tidak akan membuahkan hasil.

    ReplyDelete
  42. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Sehebat apapun ikhtiar yang dilakukan, jika tidak disertai dengan doa tidaklah cukup. Demikian pula sebanyak apapun doa yang dilantunkan, jika tidak disertai dengan ikhtiar juga tidak akan cukup. Maka di dalam mencapai suatu keingin diperlukan ikhtiar dan doa yang baik. Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang ikhlas dan sungguh-sungguh dan doa yang baik ialah doa yang ikhlas seperti yang ada di elegi ritual ikhlas. Setelah beriktiar dan berdoa, kita harus berserah diri, tawakal menerima takdir dari Allah SWT. Takdir Allah tersebutlah yang merupakan jawaban terbaik dari ikhtiar dan doa kita.

    ReplyDelete
  43. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang tidak bisa berdiri sendiri. Hanya doa saja tanpa adanya ikhtiar sama saja ingin lari sampai garis finis tetapi hanya doa saja sambil lari di tempat, sama saja tidak ada hasilnya. Ikhtiar tanpa doa, jika Allah masih mengasihani maka Allah berikan dia rezeki tetapi tanpa dibarengi dengan doa, maka gelap lah hati dan pikirannya. Fatal dan vital dalam hidup memang harus imbang. Tetapi dengan imbangnya fatal dan vital bukan berarti setiap keinginan harus terwujud, kita juga harus mempercayai takdir. Sebaik-baik takdir adalah takdir dari Allah.

    ReplyDelete
  44. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Doa dan ikhtiar harus saling menyatu satu sama lain.Dalam elegi ini , kita diberitahukan bahwa syarat terkabulnya doa adalah dengan niat ikhlas dan dibarengi dengan ikhtiar.Hal yang tidak mungkin jika hanya mengandalkan doa tanpa ikhtiar ataupun sebaliknya.
    Segala sesuatu yang terjadi di dunia tak pernah lepas dari pantuan-Nya.Semua ini merupakan takdirnya Allah SWT.Allah Mengetahui segala sesutau yang ada di langit dan di bumi.Elegi di atas menekankan kepada kita untuk terus berdoa dan beriktiar kepada-Nya.Apapun hasilnya tetap berprasangka baik kepada Allah.Boleh jadi apa yang kita anggap buruk namun menurut Allah itu baik begitupun sebaliknya.Karena Allah SWT mengetahui tiap-tiap kapasitas yang ada pada diri manusia.

    ReplyDelete
  45. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Untuk dapat menjalani kehidupan ini kita tidak bisa lepas dari doa dan ikhtiar. Doa dan ikhtiar tidak dapat dipisahkan. Tidak bisa dalam menajalani hidup ini hanya beroda saja tanpa ikhtiar. Begitu juga sebaliknya tidak bisa hanya ikhtiar saja tanpa doa. Berdoa itu adalah ibaratnya memohon, ikhtiar itu usaha. Jika setiap saat hanya memohon saja tanpa ada usaha, tidak akan berhasil, banyak keinginan tetapi tidak berusaha, hanya pasrah dan mengandalkan nasib saja. Kita harus selalu menyeimbangkan antara doa dan ikhtiar. Oleh karena itu, sebaiknya kita memohon kepada Allah dan juga berusaha bagaimana caranya agar permohonan itu dapat tercapai. Setelah kita berusaha, kemudian kita serahkan hasilnya kepada Allah agar diberikan yang terbaik.

    ReplyDelete
  46. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya sangat suka dengan ulasan ini. Begitu memberikan suasana yang positif. Saya sangat senang dapat membacanya dan ketika melihat judulnya saja tidak sabar diri ini untuk membaca isinya. Tak ingin rasanya untuk berkata-kata banyak, satu harapan segala sikap yang mengarah pada kesombongan selalu diluruhkan oleh Allah. Memohon juga agar terus dibimbing oleh Allah dalam ikhtiar dan berdoa saat kondisi apapun. Saya meyakini Allah memiliki kuasa yang lebih dalam hidup yang saya jalani. Terima kasih Prof, ulasan ini begitu bermanfaat bagi saya.

    ReplyDelete
  47. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Doa dan Ikhtiar merupakan hal yang penting untuk menggapai kehidupan yang seimbang dan nyaman. Bagi saya, berdoa adalah cara yang paling tepat untuk mengimbangi segala ikhtiar yang saya lakukan. Jika saya tidak berdoa dalam melakukan ikhtiar pastinya hati saya sudah kacau, menjadi stress atau bahkan gila karena harus menghadapi kegagalan dan kerasanya dalam melakukan ikhtiar.

    ReplyDelete
  48. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Untuk menggapai kebahagiaan hidup adalah dengan ikhtiar dan doa, kedua-duanya harus seimbang. Ikhtiar yang diseimbangkan dengan doa dan doa yang diseimbangkan dengan ikhtiar, usaha yang diiringi doa kemudian doa yang disertai usaha begitulah seharusnya kita dalam menjalani kehidupan ini, namun doa dan ikhtiar saja tidak cukup. Usaha dan doa harus disertai dengan keikhlasan, sehingga apapun hasilnya nantinya kita tetap menerimanya dengan ikhlas dan yakin bahwa apa yang kita peroleh adalah apa yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  49. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita. Tentunya untuk mendapatkan atau mewujudkan hal tersebut kita melakukan usaha. Usaha yang kita lakukan secara fisik itulah yan disebut denan ikhtiar. Sedangkan permohonan yang kita panjatkan kepada Tuhan YME agar usaha kita berhasil itulah yang diebut doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang erat hubungannya dengan keinginan seseorang dalam mencapai suatu hal. Jika manusia yang beriman hanya mengandalkan doa tanpa berusaha maka itu bisa disebut malas karena enggan merubah nasibnya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang hanya berusaha saja tanpa berdoa maka ia bisa dikatakan sombong karena merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. Padahal segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa seizin Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 24 ini, saya memahami bahwa dalam mencapai suatu tujuan hendaklah seimbangkan antara doa dan ikhtiar. Doa saja tidak cukup tanpa ikhtiar karena mustahil dalam mencapai suatu tujuan tanpa usaha. Dan ikhtiar saja tidak akan cukup tanpa doa, karena itulah sebenarnya kesombongan seseorang. Untuk itu, seimbangkan dan maksimalkanlah antara ikhtiar dan doa dalam mencapai suatu tujuan, agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Namun, jika masih mengalami kegagalan maka itulah yang dinamakan takdir. Karena sebaik-baik kejadian adalah takdir dari Allah SWT dan itulah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada kita. Untuk itu berbaik sangkalah kepada Allah SWT atas apa yang diberikan-Nya kepada kita karena hal tersebut adalah yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Ada beberapa jawaban atas doa yang pernah kita panjatkan kepada Allah. Yang pertama, Allah langsung membalasnya. Yang kedua, Allah menunda mengabulkan doa kita dan menunggu waktu yang tepat untuk dikabulkan. Ketiga, Allah mengganti doa kita dengan memberikan yang lebih baik. Karena Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Maka selalu berfikir positiflah dan yakinlah bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah

    ReplyDelete
  52. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Doa adalah cara kita berkomunikasi kepada Allah. doa juga yang membuat kita merasa nyaman dikehidupan kita yang sedang dijalani. jika ingin doa kita untuk cepat terkabul maka ikhtiar kita juga harus lebih ekstra. dan jika doa kita belum dikabulkan maka mungkin Allah akan menganti apa yang kita doakan dengan yang lain. karena Allah memberikan apa yang kita butuh bukan yang kita ingin.

    ReplyDelete
  53. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Do'a dan ikhtiar memang lah yang seharusnya dilakukan dalam aktivitas kehidupan didunia, tetapi kita juga harus percaya yang nama nya takdir, dimana takdir lah yang akan menjawab dari do'a dan ikhtiar kita. Dan yang lebih penting adalah Berdo'a dengan ikhlas, dan berikhtiar sembari meminta pertolongan oleh Allah, sehingga apa yang kita kerjakan tidak terselip sifat sombong. Semoga dengan Berdo'a dengn ikhlas dan didalam beriktiar tidak terselip kesombongan akan ada takdir yang baik sesuai dengan harapan kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  54. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Tangis di akhir cerita ini sungguh menyentuh hati. Saya pun merasakan demikian. Ketika saya mengingatkan orang lain untuk berbuat baik, iklas, berdoa, bekerja, berusaha, maka sebenarnya saat itu saya sedang mengingatkan diri sendiri. Dulu saya tidak demikian. Saya merasa yang penting saya selalu berusaha berbuat yang baik, berdoa, dll. Namun saat ini tidak lagi. Doa itu berdimensi sosial juga, keselamatan juga berdimensi sosial. Ketika saya mengingatkan orang lain, saya pun sedang mengingatkan diri saya hal yang sama. Trimakasih.

    ReplyDelete
  55. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita boleh saja memiliki cita-cita setinggi langit, namun di hadapan Allah ketika kita berdoa dan memohon maka tinggalkanlah seluruh ambisi dan perasaan-perasaan yang membuat kita sombong dan merasa pantas mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Mintalah dengan kerendahan hati kepada Allah dan Allah akan mengabulkannya jika itu memang baik bagimu. Doa dan ikhtiar tentu saja harus dibarengi dengan kemampuan dan usaha kita, sudah sejauh manakah kita berjuang untuk apa yang kita inginkan. Berdoa tanpa berusaha maka akan sia-sia begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  56. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Teringat nasihat Imam Syafii, manisnya hidup diperoleh setelah lelah berjuang. Berjuang dalam hal ini adalah dengan doa dan ikhtiar disertai niat karena Allah semata. Ikhtiar merupakan usaha yang secara sunatullah akan membuat orang tercapai dengan apa yang diinginkannya. Namun bisa juga ikhtiar itu berbuah kegagalan, maka dari itu kita juga harus selalu berdoa semoga dimudahkan dalam menggapai kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Amiinn.

    ReplyDelete
  57. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Ikhtiar dan doa, merupakan dua hal yang saling terkait satu sama lain, tidak bisa dipilih salah satu untuk dikerjakan, melainkan harus dikerjakan kedua-duanya. Karena usaha tanpa doa itu kesombongan, dan doa tanpa usaha adalah kebodohan. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu kepada manusia, tanpa ia mengusahakannya. Dan ia akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan besarnya usaha yang ia lakukan. Maka jika ingin mendapatkan hal yang besar, berusahalah sebesar hasil yang ingin diharapkan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  58. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang mengubah keadaannya. Maksudnya Allah tidak akan mengabulkan doa hambaNya apabila ia tidak berusaha atau berikhtiar. Doa dan ikhtiar adalah perlu dilakukan oleh siapa saja yang cita-cita dan hajatnya terpenuhi. Doa tanpa ikhtiar adalah kosong, sedangkan ikhtiar tanpa doa adalah sombong.

    ReplyDelete
  59. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Setiap manusia menjalani takdirnya masing-masing yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Ketika hidup seseorang seperti cantraka yang hanya mengandalkan takdir maka dia telah terjebak dalam mitos dan tergolong belum bersyukur atas nikmat hidup yang diberikan Allah. Oleh karena itu kita harus berusaha dengan berikhtiar. Berusaha dan berikhtiar bukan berarti menentang takdir Allah, Allah malah memerintahkan kita untuk berikhtiar dan telah menjelaskan dalam Q.S Ar ra’d :11 bahwa Allah tidak akan mengubah sebuah kaum sebelum ia mengubah dirinya sendiri. Maka setelah manusia berusaha akan takdurnya maka muara terakhir adalah berdoa dengan melepaskan segala bentuk belenggu dunia dan memasrahkan diri segalanya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  60. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Ketika belajar pada seorang guru Spiritual saya pernah diajarkan beberapa alasan kenapa do'a tidak dikabulkan diantaranya,
    1. Allah SWT senang dengan do'a kita sehingga do'a tidak dikabulkan agar kita terus berdo'a
    2. Apa yang kita do'a adalah sebuah keburukan, misalnya mendo'akan agar orang terkena musibah
    3.Apa yang kita do'akan sebenarnya tidak kita butuhkan, karena sesungguhnya Allah SWT memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
    4. Ketidak sesuaian antara do'a dan ikhtiar. Sebagaimana dipaparkan pada elegi diatas.

    ReplyDelete
  61. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kepada siapa lagi kita akan meminta di dunia ini selain kepada Allah? ya jelas hanya lewat do’a kita meminta kepada Allah. Takdir yang belum terjadi masih bisa berubah sesuai dengan usaha kita. Allah akan memberikan yang sesuai dengan kebutuhan kita, buka sesuai dengan keinginan kita. Berdoa selagi berikhtiar itu penting untuk menyeimbangkan dimensi hidup kita. Tidak ada yang mudah di dunia ini jika kita sudah menjudge bahwa itu “sulit”. Tetapi jika kita berhusnudzon kepada Allah, maka semuanya akan indah sesuai dengan skenario Allah. karena yang mengetahui proporsi kita di dunia, hanya Allah sang Maha Tahu.

    ReplyDelete
  62. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam menjalankan kehidupannya, manusia harus berusaha dan berdoa agar tujuannya dapat terwujud. Tetapi apabila di suatu waktu usaha dan doa belum terwujud, maka Allah memang belum mentakdirkan untuk terwujud. Selalu berprasangka baik kepada Allah agar doa dan ikhtiar bisa terwujud. Berserah diri kepada Allah swt atas segala usaha yang telah dilakukan. Berdoa dan ikhtiar untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Tentu saja dengan tulus ikhlas yang mengiringi. Berdoa dan ikhtiar dengan ikhlas yang sebenar-benarnya ikhlas agar Allah swt dapat mewujudkan apa yang diinginkan. Hanya Allah yang tahu seberapa besar perjuangannya untuk mewujudkan tujuan hidupnya dengan doa dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  63. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Seperti yang telah difirmankan Allah di dalam Al-Quran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Artinya kita sebagai manusia dituntut untuk berikhtiar dengan diiringi doa. Jika sudah berikhtiar namun tidak mencapai apa yang kita inginkan, maka itulah yang disebut takdir dan harus kita syukuri ataupun menjadi introspeksi diri. Tulisan ini mengingatkan saya tentang takdir yang awalnya tidak saya sukai dan ternyata sekarang saya syukuri karena Allah selalu memberikan rencana yang indah untuk makhluknya. Semoga kita semua tergolong k dalam hamba-hamba yang selalu bersyukur, mengoptimalkan ikhtiar dan doa. Aamiin.

    ReplyDelete
  64. Semua manusia dari sejak lahir, sudah seharusnya ber-ikhtiar, melakukan sebaik-baiknya dalam hidup untuk menggapai tujuan dengan ber-ikhtiar, masalah hasilnya itu adalah takdir dari Allah, Allah yang memutuskan apakah dengan ikhtiar kita itu sudah cukup kuat untuk mengabulkan tujuan kita, jika Allah belum menakdirkan kita pada tujuan tersebut, maka hadapilah dengan Ikhlas.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  65. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Tiada daya dan kekuatan selain kuasa Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Apabila kita mau berusaha dan berdoa memohon untuk diwujudkan apa yang menjadi permintaan kita, maka bagi Allah itu akan mudah tercapai dan terkabul. apakah jika hanya berusaha saja itu sudah menjamin apa yang kita ingin tercapai? Tentu tidak, kalaupun tercapai apakah dengan keridhoan dan keberkahan dari Allah atau tidak. Apakah jika hanya berdoa tanpa usaha itu juga dapat menjamin apa yang inginkan menjadi tercapai? Tentu mustahil, dari mana kita berhasil tanpa ikhtiar yang kita kerjakan. Itulah perjuangannya, Allah sangat menghargai siapapun hambaNya yang mau berusaha dan berikhtiar sekuat tenaga, sambil meminta pertolongan dan kemudahan kepadaNya. Tentu Allah akan sangat mempertimbangkan agar apa yang kita ingin kan dan cita-citakan tercapai. Semoga Allah memudahkan urusan kita, untuk menggapai hasil yang sesuai kita inginkan, amin. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  66. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Istilah pasrah bukan berarti dia berhenti dalam doa dan berikhtiar. Maksudnya adalah saat manusia telah berusaha memang kita tinggal menyerahkan takdir selnjutnya yang akan kita dapatkan, namun sebelum hal itu manusia harus berusaha sekuat tenaga hal yang mampu dia lakukan disertai dengan doa agar segalah usaha yang dilakukan merupakan terdapat dalam jalan yang lurus. Saat semua hal tersebut telah dilakukan maka manusia tinggal bersabar menunggu hasil yang akan didapatkan. Apabila hasil tersebu belum sesuai dengan ekspektasi dirinya selama ini, merasa yakinlah bahwa doa dan ikhtiar tersebut setimpal dengan yang dia peroleh saat ini, dan kita lebih memperbaiki diri agar kita layak untuk mendapatkan yang diinginkan

    ReplyDelete
  67. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya memahami bahwa saat memohon kepada Allah kita haruslah berdoa dan berikhtiar. Keduanya harus saling bersinergi agar Allah mendengar dan mengabulkan permohonan kita. Jika kita hanya berdoa saja tanpa berikhtiar itu artinya kita sebagai orang yang pasrah dengan takdir dan tidak melakukan usahan untuk perbaikan. Sedangkan jika kita hanya berikhtiar saja, artinya kita adalah orang yang sombong yang membanggakan kekuatan diri sendiri. Sehingga untuk dapat mendapatkan hasil yang maksimal kita harus mengusahakan dengan doa yang ikhlas dan ikhtiar yang semaksimal mungkin. Terimakasih

    ReplyDelete
  68. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  69. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Mengapa manusia diciptakan memerlukan makan dan minuman setiap hari? Tak lain jawabannya agar manusia senantiasa berikhtiar. Lalu kenapa Allah SWT menciptakan Surga dan neraka ? Jawabannya agar manusia senantiasa bertaqwa dan berdzikir kepada Allah SWT. Dua hal yang ada di dunia namun pertanggung jawabannya terdapat pada dua tempat yang berbeda. Ikhtiar kita akan menjadi sebuah kesombongan ketika kita menggangap bahwa semua hasil nya adalah hanya dari usaha yang kita lakukan. Sebaik-baiknya ikhtiar adalah usaha yang dilakukan serta diiringi dzkir pada Allah SWT. Dan sebaik-baiknya doa adalah doa yang kemudian dilakukan atau diusahakan atas apa yang kita doakan.

    ReplyDelete
  70. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hidup di dunia ini tidak jauh dari kegiatan berdoa kepada Alloh SWT. Doa tersebut merupakan bentuk dari permintaan kita kepada Alloh SWT untuk mendekatkan diri kita sebagai seorang makhluk dengan Alloh SWT sebagai Kholiq. Doa merupakan suatu bentuk ikhtiar dari manusia untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika doa tersebut terkabul, maka hal tersebut merupakan hal yang baik bagi diri kita sehingga Alloh mengabulkannya. Namun, jika tidak terkabul maka akan ada kemungkinan kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar dan lebih bermanfaat bagi diri kita yang akan diberikan oleh Alloh SWT. Maka hendaklah kita sebagai manusia selalu ber Husnu Dzon atas apa yang diberikan olehNya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  71. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Cita-cita, harapan, dan keinginan kita agar dapat tercapai hendaknya dilakukan melalui usaha dan doa yang sungguh-sungguh. Doa dan ikhtiar tidak dapat dipisahkan, keduanya harus saling. Dalam berikhtiar kita hendaknya dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dan tidak boleh putus asa. Selain itu juga harus diimbangi dengan berdoa kepada Allah SWT. Setelah ikhtiar dan berdoa sudah kita lakukan maka tinggal kita serahkan hasilnya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  72. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dari artikel ini saya dapat menyimpulkan bahwa, Berdoa dan Kerja keras adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan hidup kita. Jika kita melakukan pekerjaan yang maksimal dan juga berdoa, tapi kami tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita harus kembalikan segalanya kepada Allah, dan pastikan bahwa itu adalah aturan terbaik dalam hidup kita dari Allah.
    Jadi hanya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan takdir terbaik dari Allah. Dan segala sesuatu kita kembalikan kepada Allah.
    Dengan berusaha melakukan hal positif yang tidak melanggar norma agama dan norma masyarakat, selalu berdoa , maka usaha yang kita lakukan tidak akan sia-sia danmengandung manfaat bagi diri kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  73. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Doa dan ikhtiyar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan untuk memperoleh kesuksesan, kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Manusia perlu untuk niat dan berdoa sebelum melakukan kebaikan karena doa merupakan obat hati dan sebagi bukti kesungguhan kita. Sedangkan ikhtiyar merupakan usaha kita untuk menggapai sesuatu. Setelah itu, semua usaha dan doa yang telah kita lakukan dipasrahkan kepada Allah.
    Ikhtiyar menjadi sebuah bukti kesungguhan seseorang untuk mencapai sesuatu. Usaha yang telah kita lakukan perlu disertai dengan doa yang tulus. Intinya dalam hidup, kita perlu untuk usaha dengan sungguh2, niat yang tulus, dan tawakkal.
    Saya teringat dengan sebuah pesan dari seseorang bahwa agar hidup ini sukses kita perlu untuk sadar, sabar, dan sandar. Sadar bahwa kita hamba Allah, perlu niat dan doa kepada Allah untuk setiap langkah kita di dunia. Sabar dalam melakukan usaha. Sandar atau semua yang telah kita usahakan dipasrahkan hanya kepada Alah.

    ReplyDelete
  74. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Melalui ayat dalam Al-Quran, Tuhan mengingatkan kita untuk memohon dan meminta segala pertolongan hanya kepada-Nya karena Tuhan lah yang dapat mengabulkannya. Namun tidak semua apa yang kita minta langsung dikabulkan. Sebagaimana janji-Nya bahwa Allah SWT akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu mau mengubah nasibnya sendiri. Dengan demikian, doa yang kita panjatkan harus disertai dengan ikhtiar.

    ReplyDelete
  75. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Doa dan ikhtiar itu harus seimbang, doa tanpa ikhtiar itu mimpi, sedangkan ikhtiar tanpa doa itu sombong. Takdir manusia memang telah dituliskan, tapi bukankah Allah telah menjanjikan bahwa takdir bisa di ubah jika manusia mau berusaha ‘Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri’

    ReplyDelete
  76. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Dalam hidup ini untuk melanjutkan hidup dan memenuhi keinginannya manusia alaminya berikhtiar, namun ikhtiar seseorang dengan seseorang lainya tentu tidak sama, dan apa yang diikhiarkan juga tergantung bagaimana seseorang ingin menjalani hidupnya. Namun ikhtiar bukan satu-satunya takdir penentu bagaimana manusia menjalani kehidupannya, namun Sang Maha Kuasa lah yang berada di sebalik segala keputusan akhir ikhtiar seseorang. Itulah mengapa ikhtiar harus selalu diiringi dengan doa, dan doa pun harus diiringi dengan ikhtiar. Bila keduanya telah dipenuhi oleh seseorang, maka yang hanya perlu dilakukannya adalah bertawakkal, berserah diri kepada Allah SWT, biarlah Allah yang memutuskan hasil akhir atas segala niat dan ikhtiar seseorang bahkan diri kita sendiri, sehingga pada akhirnya kita tidak akan merasa kecewa dan berkecil hati bila tidak mampu memenuhi keinginan atau sesuatu yang benar-benar kita harapkan.

    ReplyDelete
  77. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dalam hidup, dua hal yang sangat penting dilakukan manusia adalah doa dan ikhtiar. Tdak sebarang doa dan ikhtiar, namun doa dan ikhtiar yang dilandasi dengan keikhlasan karena mengharap ridha Allah dan dilakukan dengan prosedur yang sesuai dengan aturan Allah. Setelah melakukan keduanya, maka serahkan hasilnya kepada Allah. Allah telah memerintahkan hal itu dan akan memberikan jawaban atas apa yang manusia lakukan. Jika kita menginginkan suatu hal dan telah berikhtiar keras seraya berdoa untuk mendapatkannya, tapi Allah belum memberikannya kepada kita, maka itulah takdir kita. Itulah jawaban terbaik yang diberikan Allah kepada ikhtiar dan doa kita, dan sebaik-baik jawaban adalah jawaban Allah. Yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah menerima dengan ikhlas dan bersyukur, pastilah ada hikmah besar dari apa yang kita dapatkan.

    ReplyDelete
  78. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Untuk mencapai cita-cita, doa dan ikhtiar harus dilakukan secar sinergis. Ketika seseorang berikhtiar tanpa berdoa, itu menandakan dirinya sombong. Ketika seseorang berdoa tanpa berusaha itu menandakan dirinya malas. Ketika kita sudah berusaha sekuat yang kita bisa serta berdoa dengan ikhlas, yang dapat kita lakukan hanyalah beerserah diri kepada Allah. Teori berdoa dan berikhtiar ini diketahui oleh setiap orang namun pada kenyataannya sulit untuk dilakukan. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dapat menlaksankan teori ini dengan ikhlas. Aamiin.

    ReplyDelete
  79. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita. Tentunya untuk mendapatkan atau mewujudkan hal tersebut kita melakukan usaha. Usaha yang kita lakukan secara fisik itulah yan disebut denan ikhtiar. Sedangkan permohonan yang kita panjatkan kepada Tuhan YME agar usaha kita berhasil itulah yang diebut doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang erat hubungannya dengan keinginan seseorang dalam mencapai suatu hal. Jika manusia yang beriman hanya mengandalkan doa tanpa berusaha maka itu bisa disebut malas karena enggan merubah nasibnya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang hanya berusaha saja tanpa berdoa maka ia bisa dikatakan sombong karena merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. Padahal segala sesuatu tidak akan tetjadi tanpa seizin Allah SWT.

    ReplyDelete
  80. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Oleh karena itu hendaknya seseorang yang memiliki keinginan mengusahakannya dengan ikhtiar yang diiringi doa atau disebut dengan tawakal. Kewajiban kita adalah berusaha semaksimal mungkin dalam proses mendapatkan yang kita harapkan. Selanjutnya berdoa dengan ikhlas kepada Allah SWT agar diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan apa yang kita usahakan. Tuhan maha mengetahui segala yang ada di bumi ini sekalipun hal yang sangat kecil. Sehingga ikhtiar sekecilapapun yang kita lakukan pasti disaksikan oleh Allah SWT. Dan doa yang hanya diucapkan dalam hati pun pasti didengar olehNya. Marilah kita berikhtiar dengan sungguh sungguh dan berdoa dengan ikhlas pada setiap kegiatan yang kita lakukan.

    ReplyDelete

  81. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca artikel tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk mengapai segala hal yang kita cita-citakan kita harus selalu berdoa dan berikhtiar. Tetapi perlu diingat bahwa keduanya harus seimbang, karena jika kita hanya berdoa saja maka berarti kita hanya pasrah terhadap takdir saja, padahal hal yang paling penting dalam berjuang adalah dengan mencoba dan mencoba lagi, bisa jadi setelah berdoa, Allah akan melipatgandakan kekuatan kita untuk terus berjuang mengapai apa yang diinginkan. Tetapi di satu sisi kita tidak boleh melupakan doa, karena setiap dari usaha dan kerja keras kita, keputusan terakhir adalah di Tangan Allah. Jadi segala doa dan ikhtiar kita haruslah seimbang.

    ReplyDelete
  82. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Bismillah, Allah Swt telah menentukan takdir bagi setiap hambanya. Rezeki, jodoh, tempat inggal, sekolah, kedudukan, dsb. Namun Allah juga memberikan jalan ikhtiar melalui firmannya “ Allah tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu sendiri merubahnya”. Dari firman Allah tersebut, sangat jelas sekali bahwa interaksi antara takdir dan iktiar, doa dan ikhtiar adalah suatu keharusan untuk mengubah, atau mengada.Sungguh mustahil jika hanya menggantungkan kepada salah satunya untuk mencapai tujuan hidup.

    ReplyDelete
  83. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Doa tentu selalu dipanjatkan kepada Allah Swt, melalui ikhtiar kita belajar kepada ustadz, kyai, pondok pesntren. Dan doa untuk dunia, ikhtiar melalui orang yang ahli di bidangnya, missal kesehatan ke dokter, perbengkelan ke montir atau ahli mesin, dsb. Rasulullah bersabda “Kamu lebih tahu urusan duniamu”, artinya jangan sampe salah memilih belajar terkait urusan dengan dunia. Interaksi doa dan ikhtiar harus selaras, tidak sumbang, jika sudah selaras, maka langkah terakhir adalah tawakkal.

    ReplyDelete
  84. Latifah Fitriasari
    PM C

    Supaya semua kebutuhan dapat tercapai sesuai dengan tujuan penciptaannya, maka manusia tidak akan pernah bisa terlepas dari do'a dan ikhtiar. Sementara untuk hasilnya, diserahkan sepenuhnya pada kehendak Allah. Doa memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT, khususnya agar mampu menjalani hidup dengan benar agar diridhai- Nya,da n ikhtiar atau berusaha seoptimal mungkin sesuai dengan tuntunan-Nya. Karena saat kita berdoa sebenarnya kita sedang mengakses sumber energi yang luar biasa. Dengan berdoa sebenarnya kita sedang meminjam kekuatan Tuhan. Dan dengan berusaha setelah berdoa kita sedang menyediakan media agar kekuatan-kekuatan tersebut bekerja.

    ReplyDelete
  85. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Hidup ini adalah fatal dan vital, takdir dan usaha. Maka dalam hidup ini kita harus senantiasa berikhtiar karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib hamba Nya kecuali hamba Nya berubahnya sendiri. Setelah berikhtiar maka kita hanya perlu berdoa, memohon kepada Allah SWT, dan menunggu takdir apa yang Allah rencanakan untuk kita. Ketika usaha dan doa kita terkabul maka kita harus bersyukur. Tetapi ketika usaha dan doa kita belum terkabul kita harus yakin bahwa bisa jadi ini bukanlah yang terbaik untuk kita. Kita harus yakin bahwa ikhtiar dan doa kita tidaklah sia-sia. Allah SWT pastilah telah merencanakan rencana yang lebih indah dan lebih baik bagi kita.

    ReplyDelete
  86. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ikhtiar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Kita harus berikhtiar semaksimal mungkin dalam melakukan segala sesuatu dan barengilah dengan doa yang tulus dan ikhlas.tiadalah akan bermakna usaha tanpa doa dan tiada pulalah doa tanpa usaha akan bermakna juga. Setelah itu kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Apapun hasilnya, kita harus percaya bahwa itu yang terbaik.

    ReplyDelete
  87. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdoa dan berikhirtia merupakan sesuatu yang harus berjlan dengan beriringan. Doa mampu menerjemahkan ikhtiar sebagai usaha konkrit unutuk mewujudkan apa yang diinginkannya. Sedangkan ikhtiar diterjemahkan sebagai doa berarti setelah kita berusaha semampu kita maka kita tinggal berserah diri kepada Tuhan unutk mengharapkan hasil yang terbaik.

    ReplyDelete
  88. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai doa dan ikhtiar menjelaskan tentang bagaimana pentingnya doa yang disertai ikhtiar. Apabila kita menginginkan sesuatu, misalkan ingin dimudahkan dalam ujian maka yang harus dilakukan adalah berdoa dan berikhtiar. Apabila doa saja maka sama saja omong kosong, dan apabila hanya berikhtiar atau berusaha saja maka kurang lengkap dan kuranh berkah. Doa dan ikhtiar merupakan pasangan yang tak boleh dipisahkan, keduanya adalah senjata kita untuk memperoleh sesuatu, namun apabila kita tidak dapat mencapai tujuan kita maka akan ada hikmah dibalik itu semua.

    ReplyDelete
  89. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Takdir dan ikhtiar ialah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Takdir merupakan segala sesuatu yang telah diputuskan oleh pencipta terhadap penciptanya. Sedangkan Allah menciptakan takdir tak semuanya hany berdasarkan kehendaknya, melainkan mengukur dan mempertimbangkan pula usaha hambaNya tersebut. ambil contoh, misalkan seorang anak yang bodoh kemudian menjustifikasi bahwa dirinya telah ditakdirkan menjadi orang bodoh. Padahal sesungguhnya jika ia mau berusaha atau berikhtiar maka ia tentu akan mampu memerangi kebodohannya dan menjadi seorang dengan pengetahuan yang lebih luas. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  90. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Benar bahwa segala sesuatu memerlukan keikhlasan agar dapat di terima di sisiNya, sedangkan amal yang diterima mempunyai ciri-ciri bahwa amal tersebut akan membawa orang yang melakukannya menuju amal kebaikan yang lebih baik dan istiqamah. Keikhlasan memerlukan kesabaran sebagai syarat yang harus dipenuhi. Benar bahwa kita memerlukan guru untuk setiap dimensi kehidupan yang kita lakukan, adapun sebaik-baik guru ialah pengalaman dan tekad untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman yang kita lalui. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  91. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ikhtiar adalah suatu usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan material, spiritual, kesehatan dan lain-lain. Ikhtiar dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Seseorang yang berikhtiar berarti dia memilih suatu pekerjaan kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dan sukses. Kita sebagai seorang muslim hendaknya selalu berikhtiar sekuat tenaga dan mengeluarkan kemampuannya semaksimal mungkin. Sesunggguhnya, setelah berikhtiar maka kita harus menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Manusia wajib berusaha namun pada akhirnya tetap Allah lah yang menentukan. Menurut teorinya, suatu cita-cita itu dapat diraih dengan dua cara yang saling bersinergi, yaitu berdoa dan ikhtiar seperti yang tertera di atas. Sebab, Allah pun telah memerintahkan kepada kita untuk selalu berusaha dengan sungguh-sungguh (berikhtiar) untuk meraih sesuatu yang diinginkan.

    ReplyDelete
  92. Vidiya Rachamwati
    17709251019
    PM A

    Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Untuk mencapai cita-cita itu, apakah hanya cukup dengan berusaha keras? Tentu saja tidak. Kita jyga harus ingat bahwa syarat kita untuk mencapai sebuah kesuksesan juga harus dilengkapi dengan doa. Berdoalah kepa Allah agar usaha kita dimudahkan dan diridhoi oleh Allah, sehingga dapat tercapai sesuai dengan apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  93. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Hidup merupakan sinergi antara doa dan ikhtiar. Keinginan apapun yang kita miliki tidak akan bisa tercapai jika hanya mengandalkan doa saja atau menggandalkan ikhtiar saja. Kehidupan hanya akan berlalu begitu saja jika kita hanya menunggu takdir/terkabulkannya, tidak terasa kiamat pun mungkin lebih dahulu menghampiri daripada terkabulkan doanya. Akan tetapi jika kehidupan hanya diisi dengan berusaha saja/berikhtiar saja maka itu berarti kita sudah terlena dengan dunia saja, sudah melupakan Allah SWT, padahal semua yang terjadi karena kehendak Allah, jika Allah tidak merestui maka sebesar apapun usaha kita lakukan tidak akan berarti, keinginan itu tetap saja tidak akan tercapai. Oleh karena itu sebaiknnya dalam kehidupan kita selalu menyeimbangkan antara doa dan ikhtiar,
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  94. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Usaha akan sia-sia jika tidak disertai dengan doa, begitu juga dengan doa yang tidak disertai dengan usaha. Jika kita memohon sesuatu dan yang kita lakukan hanya berdoa setiap hari dan tidak pernah melakukan ikhtiar maka permohonan tersebut tidak akan pernah terwujud. Sungguh usaha harus disertai dengan doa, begitu sebaliknya. Kedua hal tersebut berjalan berdampingan.
    Selain itu, usaha dan doa yang kita lakukan harus didasarkan pada keinginan kita untuk mendapat ridho Allah semata. Dengan itu, semua doa dan usaha tersebut dapat mendekatkan kita pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  95. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    kita semua pasti menginginkan sesuatu dalam kehidupan ini, apakah hal itu bersifat dunia, ataupun akhirat. maka dalam upaya untuk mendapatkan keinginan tersebut (bukan hal maksiat) maka yang pertama harus kita lakukan adalah berdoa terlebih dahulu, baru kemudian berikhtiar atau berusaha. kita tidak boleh mengabaikan kekuatan doa, karena doa adalah salah satu yang dapat mengubah takdir seseorang.

    ReplyDelete
  96. Assalamualaikum Wr. Wb. Untuk menggapai cinta Ilahi maka kita harus berdoa dan berikhtiar kepadanya-Nya. Doa dan ikhtiar bukanlah perkara muda, sebab keduanya menuntut keistiqomhan (konsistensi). Doa dan ikhtiar adalah bagian dari taubatan nasuha. Konsistensi sangat dibutuhkan dalam proses tersebut. Hal itu membutuhkan tingkat kesabaran dan keihlasan yang maksimal. Semua itu tak akan bisa kita raih tanpa hidayah dan keridhoan Allah SWT.

    ReplyDelete
  97. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dalam melakukan sesuatu seringkali kita hanya mngandalkan kemampuan yang kita miliki. Seakan lupa bahwa kekuatan terbesar dibalik sebuah keberhasilan terletak pada doa dan ikhtiar. Maka marilah kita dalam mengusahakan segala sesuatu dimulai dengan doa dan ikhtiar kepada Alla SWT.

    ReplyDelete
  98. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagai seorang manusia, hendaklah kita berusaha pantang menyerah dalam mencapai sesuatu. Berikhtiar dan berdoa untuk tujuan yang akan kita capai. Setelah memaksimalkan ikhtiar kita, pasrahkan hasilnya pada Allah SWT. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, apapun hasilnya harus kita terima dengan ikhlas, yang terpenting adalah tetap berdoa dan berikhtiar dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  99. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    jika kita menginginkan sesuatu, kita diwajibkan untuk ikhtiar dan berdo'a. berdo'a hanya kepada Allah, berserah diri, dan memohon agar dilanjarkan jalannya. untuk hasilnya kita pasrahkan kepada Allah SWT dan menerima hasilnya dengan ikhlas karena itulah yang terbaik menurut Allah bagi kita. Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  100. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang saling terkait. Karena kita tidak mampu mengetahui takdir apa yang akan terjadi, maka diperintahkan bagi kita untuk selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah. Ketika ikhtiar yang sudah dilakukan dirasa sudah maksimal dan doa tidak henti-hentinya dipanjatkan, namun takdir yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka bertawakallah. Berpikir positiflah terhadap segala ketentuan Allah. Allah memiliki rencana untuk umatnya.

    ReplyDelete
  101. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "kapanpun dan dimanapun aku selalu berdoa"
    Itulah yang harus kita lakukan. Selalu berdoa dalam hati. Berjaga-jaga dalam doa. Terus berserah dalam lindungan dan rencana Tuhan, tetapi juga siap sedia dan sadar dalam memilih pilihan hidup. Doa memiliki kekuatan yang maha dahsyat jika kita mendoakannya dengan benar. Tetapi tentu kita harus selalu ingat jika doa bukanlah cara untuk memaksa Tuhan mengabulkan doa kita.

    ReplyDelete
  102. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Dalam menggapai keingin diperlukan Doa dan usaha atau ikhtiar. Sesuatu yang kita inginkan dan semuanya yang terjadi dunia ini jika tanpa izin Allah maka tidak akan terjadi. Manusia harus selalu berdoa dan berusaha. Jangan memilih salah satu saja, memilih hanya usaha atau memilih hanya kerja.

    ReplyDelete
  103. 17709251033

    Doa tanpa usaha hanya akan menghasilkan sebuah mitos, sedangkan Usaha tanpa doa akan menghasilkan kesombongan. Kunci menggapai kesuksesa kalau di generalisasikan hanya ada dua, yaitu action langit dan action bumi, atau dengan kata lain doa dan ikhtiar. Doa membuat kita sadar bahwasanya Allah Maha segalanya, semua yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. Usaha juga harus maksimal karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau berusaha merubahnya.

    ReplyDelete
  104. Dalam berdoa kita harus yakin. Doa kita pasti didengar oleh Allah SWT. Jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah, karena Allah tahu apa yang terbaik buat hambanya. Kita harus yakin bahwasannya yang kita peroleh adalah yang terbaik dan yang pantas buat kita. Janganlupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  105. Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita. Tentunya untuk mendapatkan atau mewujudkan hal tersebut kita melakukan usaha. Usaha yang kita lakukan secara fisik itulah yan disebut denan ikhtiar. Sedangkan permohonan yang kita panjatkan kepada Tuhan YME agar usaha kita berhasil itulah yang diebut doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang erat hubungannya dengan keinginan seseorang dalam mencapai suatu hal. Jika manusia yang beriman hanya mengandalkan doa tanpa berusaha maka itu bisa disebut malas karena enggan merubah nasibnya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang hanya berusaha saja tanpa berdoa maka ia bisa dikatakan sombong karena merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. Padahal segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa seizin Allah SWT.

    ReplyDelete
  106. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Oleh karena itu hendaknya seseorang yang memiliki keinginan mengusahakannya dengan ikhtiar yang diiringi doa atau disebut dengan tawakal. Kewajiban kita adalah berusaha semaksimal mungkin dalam proses mendapatkan yang kita harapkan. Selanjutnya berdoa dengan ikhlas kepada Allah SWT agar diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan apa yang kita usahakan. Tuhan maha mengetahui segala yang ada di bumi ini sekalipun hal yang sangat kecil. Sehingga ikhtiar sekecilapapun yang kita lakukan pasti disaksikan oleh Allah SWT. Dan doa yang hanya diucapkan dalam hati pun pasti didengar olehNya. Marilah kita berikhtiar dengan sungguh sungguh dan berdoa dengan ikhlas pada setiap kegiatan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  107. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kita harus selalu beikhtiar dan berdoa untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kita harus berusaha semaksimal mungkin, setelah itu yang kita lakukan hanyalah berdoa kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Karena sesungguhnya Allah lebih mengetahui atas apa yang tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  108. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Kita ketahui bahwa Allah tidak akan merubah takdir seseorang kecuali orang tersebut yang merubahnya. Sehingga, kita selaku manusia perlu adanya ikhtiar untuk mewujudkan suatu takdir yang baik, serta diimbangi dengan doa supaya apa yan sudah kita ikhtiarkan akan memberikan dampak yang positif bagi takdir kita. Tidak bisa apabila diantara kedua hal tersebut harus dipisahkan. Kedua hal tersebut adalah suatu kesatuan yang utuh. Apabila kita hanya mengikhiarkan saja tanpa adanya doa maka kita masuk dalam suatu lembah kesombongan yang tanpa sadar dia sedang ikhtiarkan, sdeangkan berdoa tanpa adanya ikhtiar membuat kita masuk pada lembah kebohongan. Sehingga, jelas bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh

    ReplyDelete