Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar




Oleh Marsigit

Cantraka:
Untuk kali ini aku sangat serius Bagawat. Tolong bantulah aku kenapa permohonanku belum dikabulkan? Padahal aku sudah berdoa. Dan doa ku itu banyak sekali.

Bagawat:
Engkau punya permohonan apa?

Cantraka:
Aku ingin jadi Bagawat.

Bagawat:
Menurut teorinya, suatu cita-cita itu dapat diraih dengan dua cara yang saling bersinergis, yaitu berdoa dan ikhtiar.

Cantraka:
Wah..terus terang untuk soal doa, aku hobinya. InsyaAllah, kapanpun dan dimanapun aku selalu berdoa. Tetapi urusan ikhtiar...inilah yang repot buatku.

Bagawat:
Lho kenapa kamu susah melakukan ikhtiar?

Cantraka:
Bukankah Bagawat tahu bahwa ikhtiar itu memerlukan banyak hal. Ikhtiar itu perlu tenaga, pikiran, perasaan, kerja keras, biaya, resiko, pengetahuan, waktu, dan fasilitas. Sedangkan kalau doa kan tinggal lantunkan saja...beres. Apakah bisa hidupku itu hanya mengandalkan nasib atau takdir saja atau doa saja, dan tak perlu ikhtiar segala?

Bagawat:
Ketahuilah Cantraka, orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kamu Vital. Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme.

Cantraka:
Lho apa ruginya menjadi kaum Fatal. Lantas seperti apa contohnya?

Bagawat:
Taruhlah HP mu di tepi jalan dan tinggalkan untuk sementara waktu. Jika kemudian engkau menemukan bahwa HP mu itu hilang karena diambil orang maka sudah suratan takdir bahwa HP mu hilang.

Cantraka:
Lho jangan...HP baru ...canggih lagi. Tidak ...tidak...aku tidak mau kehilangan HP baruku secara sia-sia. Maka agar HP ku tidak hilang bahkan dia itupun aku kasih tali dan selalu aku ikatkan ke leherku.

Bagawat:
Itu namanya ikhtiar.

Cantraka:
Lho ikhtiar yang mana?

Bagawat:
Ya mengikatkan HP mu ke lehermu itulah ikhtiarmu agar HP barumu tidak hilang.

Cantraka:
O...gitu ya? Apa masih ada contoh yang lain?

Bagawat:
Contoh yang lain ya banyak sekali dan meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Putus asa, patah semangat, loyo, tak bergairah, nrima ing pandum padahal bisa berusaha, tak mau memanfaatkan kesempatan, tak mau menambah ilmu, tidak mau bersilaturakhim, merasa puas dengan pencapaian sementara, ambil jalan singkat, hantam kromo, tak mau berkorban, tak mau kerja keras, apatis, pasif, menyerah sebelum bertanding ..... itu semua bentuk-bentuk Fatalisme.

Cantraka:
Apakah juga contohnya dari bentuk Vitalisme itu?

Bagawat:
Sombong, congkak, merasa bisa mengatur dunia, tertutup, menepuk dada, mengabaikan sekitar, eksploitatif, monopoli, arogan, menang sendiri, pendekatan kekuatan atau kekuasaan, otoriter, mendominasi, melupakan masa lalu, materialisme, pragmatisme, korupsi, nepotisme, kolusi, membanggakan overdosis teknologi, mafia, zionis, hitler, marxis, hedonisme, utilitarian, eksplorasi tak peduli dampak, kapitalis, komunis, parsialisme, reductionisme, bersenang-senang, cinta harta, senang dipuja, ambisius overdosis, terlalu kenyang, terlalu banyak tidur....semua itu adalah bentuk-bentuk Vitalisme.

Cantraka:
Tetapi begini Bagawat, suatu ketika aku sudah berikhtiar seratus persen. Ketika itu aku akan menghadapi Ujian Akhir. Setiap malam aku belajar, membaca buku, mengerjakan soal, mengerjakan PR, ...wah pokoknya luar biasa ikhtiarku. Tetapi apa hasil? E...ternyata aku tidak lulus. Aku kecewa bukan main. Ternyata ikhtiarku itu sia-sia belaka?

Bagawat:
Itu namanya Takdir.

Cantraka:
Lho Takdir gimana? Bukankah aku telah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap tidak lulus? Lantas ...apakah yang disebut Takdir itu?

Bagawat:
Ya Takdirmu itu memang belum lulus. Semua yang telah terjadi itulah Takdir. Maka sebaik-sebaik peristiwa atau kejadian adalah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi. Mengapa? Karena itulah sebuah Takdir. Bukankah engkau dalam Agamamu dianjurkan agar beriman kepada Takdir?

Cantraka:
Wah aku bingung Bagawat? Lantas aku harus bagaimana? Berdoa belum jaminan, sementara berikhtiar juga sama saja. Kalau begitu apakah Tuhan itu tidak adil terhadap diriku?

Bagawat:
Hai Cantraka...jangan lancang ucapanmu itu. Bertobatlah segera. Istigfarlah..istigfarlah. Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Mendengar dan Maha Pengampun.

Cantraka:
Apakah Tuhan mendengar semua doa-doaku? Apakah Tuhan mengetahui semua ikhtiarku? Apakah Tuhan mengasihaniku?

Bagawat:
Tuhan itu Maha Kuasa, maka tiadalah sesuatu halpun di dunia ini tidak terpantau oleh Nya. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan itu mengetahui doa-doamu, mengetahui ikhtiar-ikhtiarmu dan mengasihanimu. Tuhan itu mempunyai rencananya sendiri terhadap umatnya. Maka bertaubatlah dan berdoa dengan ikhlas memohon ampun kepada Allah SWT. Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin

Cantraka:
Astagfirullah Al Adzim 5 x. Al Fatihah 1 x, Al Ikhlas 3 x. Amin. Wahai Bagawat ...berapa kali aku harus berdoa agar permintaanku dikabulkan oleh Tuhan?

Bagawat:
Bermilyar-milyar kali engkau lantunkan doamu jika engkau belum ikhlas dan Tuhan tidak rida, maka belumlah dikabulkan permintaanmu itu.

Cantraka:
Ikhlas? Apa itu Ikhlas? Apakah selama ini saya belum Ikhlas?

Bagawat:
Itulah dimensi doa. Tiadalah seseorang itu dapat menunjuk dirinya sebagai sudah Ikhlas. Itulah semata-mata kekuasaan Nya.

Cantraka:
Lantas...bagaimana agar saya bisa Ikhlas?

Bagawat:
Dunia dan akhirat itu punya gurunya masing-masing. Itulah pentingnya ikhtiar mencari orang yang ahli atau guru dibidangnya. Tingkatkanlah dimensi spiritualmu dengan cara mengaji, membaca al Kitab, dan mempelajari tata cara ibadah yang benar, berjuang di jalan Allah, mengikuti pengajian, jamaah masjid, shalat malam, berpuasa, dzikir, i’tikaf atau tinggal di masjid, dan bertanya atau berkonsultasi kepada ustad, kyai, atau alim ulama bagaimana beribadah dan berdoa secara ikhlas itu. Pilar dari kesemuanya itu adalah laksanakan semua perintah Tuhan dan tinggalkan semua larangan Nya dengan berpedoman pada Al Qur’an dan sunah Rosul. Maka buanglah jauh-jauh kesombonganmu itu. Buanglah jauh-jauh ke “AKU” anmu di depan hadapan Nya. Mohon ampunlah selalu atas dosa-dosa. Berikanlah apa saja yang paling dicintai sekalipun semata-mata karena Allah. Dermakanlah harta di jalan Allah. Dan lawanlah diri sendiri jika perlu semata-mata karena mengharap ridha Allah. Berserah dirilah keharibaan Nya. Jika Allah SWT rida, maka segala-galanya. Tetapi jika belum rida, maka segala-galanya pula.

Cantraka:
Amin..amin..amin... Tetapi wahai Bagawat ...kenapa aku melihat engkau berkata yang terakhir sambil meneteskan air mata dan gemetaran?

Bagawat:
Sungguh semua kata-kataku itu aku tujukan kepada diriku sendiri. Jika hal yang demikian itu bermanfaat juga bagimu, maka aku hanya bisa memanjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT. Marilah kita berlomba-lomba dalam doa dan ikhtiar. Amin.

37 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    doa adalah salah satu cara manusia berkomunikasi dengan Tuhannya. Maka ketika Allah memberikan ujian itu pertanda kita kurang berdoa sehingga Allah ingin kita segera berdoa untuk mendapatkan kedekatan terhadapNya.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berusaha dan berdoa adalah kata yang telah sering diucapkan oleh hamper semua manusia, begitu mudah diucapkan tetapi ulit untuk diterima hasilnya. Tapi percayalah bahwa hasil tidak menghianati usaha

    ReplyDelete
  3. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang telah kita usahakan jangan lantas cepat berfikir bahwa Allah tidak adil. Semua hal yang kita terima sudah tercatat dalam buku besar catatan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  4. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mungkin Allah menginginkan kita untuk lebih mendekat dan lebih khusyuk serta lebih meyakini akan kekuaasanNya. Ttetaplah berprasangka yang baik maka Allah akan memberikan yang kita prasangkakan terhadap Allah.

    ReplyDelete
  5. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ingatlah bahwa kita tidak pernah perlu meminta kepadaNya untuk diberi oksigen dengan gratis itu semua adalah kasih sayangnya kepada hamba-hambaNya . Allah telah menciptakan kita beserta segala kebutuha yang kita perlukan.

    ReplyDelete
  6. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Segala sesuatu yang ada didunia ini pada dasarnya senantiasa memanjatkan doa kepada Allah. Baik itu batuan, tanah, air, dan lain sebagainya. Kita sebagai umat yang diberikan akal pikiran yang istimewa hendaknya senantiasa berdoa dan berdzikir menyebut namanya, agar kita diberi ridho dan pertolonganNya.

    ReplyDelete
  7. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Suatu kesuksesan dapat kita raih dengan doa dan ikhtiar yang dilakukan secara sinergis. Pernah mendengar istilah “doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Doa yang kita harapkan pun perlu dilandasi rasa ikhlas dengan hanya mengharap ridho dari Allah SWT. Saat kita sudah beusaha dan berdoa semaksimal mungkin, akan tetapi Allah belum mengizinkan kita untuk sukses meraih sesuatu, pasti Allah telah membuat rencana lain yang lebih indah dari yang kita duga. InsyaAllah. Allah tau yang terbaik untuk hamba-Nya.

    ReplyDelete
  8. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selalu berbaik sangka atau berhusnudzon pada Allah dapat membuat kita menjadi lebih tenang. Allah Maha Penyayang pada hamba-Nya. Dengan doa-lah kita mampu berkomunikasi dengan Allah dan mengungkap setiap keluh yang kita rasa. Selain itu, doa juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat bernilai pahala jika kita ikhlas melakukannya. Jangan lupa pula untuk selalu bersyukur atas segala yang telah Allah limpahkan pada kita, dan jangan menjadi kufur atas nikmat Allah.

    ReplyDelete
  9. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia selalu menginginkan suatu hal. Untuk mendapatkannya kita harus berdoa dan berikhtiar. Tetapi jika kita sudah berdoa dan berikhtiar keinginan kita tidak kita dapat kita harus ikhlas menerimanya karena takdir Allah adalah yang terbaik untuk kita. Kita harus berperasangka baik kepada Allah, karena Allah tau apa yang sebenarnya kita perlukan dan inginkan

    ReplyDelete
  10. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita. Tentunya untuk mendapatkan atau mewujudkan hal tersebut kita melakukan usaha. Usaha yang kita lakukan secara fisik itulah yan disebut denan ikhtiar. Sedangkan permohonan yang kita panjatkan kepada Tuhan YME agar usaha kita berhasil itulah yang disebut doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang erat hubungannya dengan keinginan seseorang dalam mencapai suatu hal. Jika manusia yang beriman hanya mengandalkan doa tanpa berusaha maka itu bisa disebut malas karena enggan merubah nasibnya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang hanya berusaha saja tanpa berdoa maka ia bisa dikatakan sombong karena merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. Padahal segala sesuatu tidak akan tetjadi tanpa seizin Allah SWT.

    Oleh karena itu hendaknya seseorang yang memiliki keinginan mengusahakannya dengan ikhtiar yang diiringi doa atau disebut dengan tawakal. Kewajiban kita adalah berusaha semaksimal mungkin dalam proses mendapatkan yang kita harapkan. Selanjutnya berdoa dengan ikhlas kepada Allah SWT agar diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan apa yang kita usahakan. Tuhan maha mengetahui segala yang ada di bumi ini sekalipun hal yang sangat kecil. Sehingga ikhtiar sekecilapapun yang kita lakukan pasti disaksikan oleh Allah SWT. Dan doa yang hanya diucapkan dalam hati pun pasti didengar olehNya. Marilah kita berikhtiar dengan sungguh sungguh dan berdoa dengan ikhlas pada setiap kegiatan yang kita lakukan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  11. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Artikel yang sangat memotivasi kita agar setiap usaha kita harus disertai dengan doa. Kita harus selalu berusaha dan disetiap usaha kita kita harus selalu memohon ridha Allah SWT. Sehingga ketika usaha kita berhasil, maka kita tidak akan menjadi orang yang sombong. Allah pun yang memiliki selendang kesombongan, tidak selalu memakainya. Contohnya, di dalam Al-Quran, ketika Allah SWT menciptakan sesuatu yang dimana dalam menciptakan tersebut terdapat peran makhluknya, maka Allah pasti selalu menggunakan kata “KAMI”. Sedangkan jika Allah SWT menciptakan sesuatu tanpa ada campur tangan makhluknya, maka barulah Allah SWT menggunakan kata “AKU”. Sesungguhnya ALLAH MAHA ADIL.

    ReplyDelete
  12. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam menggapai cita-cita itu perlu yang namanya do’a dan ikhtiar atau yang disebut usaha yang sungguh-sungguh untuk menggapai takdir. Takdir yaitu suatu ketetapan yang di berikan Allah yang telah terjadi. Dan ketika kita berdo’a yang perlu di ingat adalah keikhlasan dalam berdo’a dan beribadah, agar Allah ridho pada kita. Kemudian saat berusaha yang perlu dilakukan yaitu mengerahkan tenaga, pikiran, perasaan, kerja keras, biaya, waktu dan fasilitas hanya semata-mata untuk Allah. Sehingga adanya keseimbangan antara usaha dan do’a. Kemudian setelah melakukan keduanya yang perlu dilakukan selanjutnya yaitu tawakal. Menerima takdir yang telah diberi oleh Allah. Dimana kita telah diajarkan untuk beriman pada takdir.
    Dalam elegi diatas saya juga belajar dua hal yaitu tentang Fatal dan Vital. Fatal yaitu ketika seseorang hanya mengandalkan hidupnya pada Takdir, hanya berdo’a saja tanpa berusaha. Sedangkan Vital yaitu ketika seseorang tidak percaya pada do’a tidak mau berdo’a. Maka sebenar-benar hidup itu adalah dinamika interaktif antara fatalisme dan vitalisme.
    Semoga kita akan mudah melakukan do’a, ikhtiar dan tawakal semata-mata hanya karenaNya.

    ReplyDelete
  13. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Doa dan ikhtiar selalu berjalan beriringan dan kita harus menjalankannya secara seimbang. Doa tanpa adanya ikhtiar maka fatal. Ikhtiar tanpa adanya doa maka vital. Namun sudah sekuat apapun ikhtiar kita dan sebanyak apapun doa kita, bila hasil yang didapat tidak sama dengan yang diharapkan, maka itulah yang dinamakan takdir atau ketetapan Allah. Sebagai umat-Nya kita harus percaya kepada takdir Allah. Jika mendapatkan hasil yang demikian maka bertawakal kepada Allah adalah solusinya. Selalu berhusnudzan kepada ketetapan-Nya dan meresapi setiap hikmah yang bisa diambil dari ketetapan itu. Selanjutnya memuhasabah diri dan mengintrospeksi kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama ini.

    ReplyDelete
  14. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sebagai seorang manusia, hendaklah kita tidak pantang menyerah dalam mencapai sesuatu. selalu berikhtiar dan berdoa untuk tujuan yang akan kita capai, dan kemudian memasrahkan hasilnya pada Allah SWT. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, apapun hasilnya harus kita terima dengan ikhlas, yang terpenting adalah tetap berdoa dan berikhtiar dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah saya membaca saya belajar tentang cara yang harus dilakukan ketika memiliki harapan atau cita-cita. Untuk menggapai harapan atau cita-cita harus selalu ikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Antara doa dan ikhtiar keduanya harus seimbang. Selanjutnya yakin bahwa rencana Allah SWT adalah yang terbaik sehingga apabila telah berdoa dan berusaha namun harapan atau cita-cita belum terwujud maka harus tetap sabar dan yakin bahwa sesungguhnya rencana Allah SWT adalah yang terbaik.

    ReplyDelete
  16. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah untuk mengggapai suatu harapan diperlukan keseimbangan antara doa dan ikhtiar, akan tetapi doa dan ikhtiar pun belum tentu memastikan cita-cita seseorang akan tercapai, tergantung pada kehendak dan kuasa Allah yang disebut dengan takdir. Sebagai seorang hamba kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mencapau cita-cita tersebut, lalu kita berdoa kepada Allah agar Allah mengizinkan dan menghendaki agar cita-cita terwujud. Hanya doa sebenar-benar doa lah yang didengar oleh Allah SWT. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang menjaga hati dan ketakwaan. Amin.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    PM C
    17709251065

    Ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang harus saling bersinergi dan dilakukan dengan seimbang. Usaha dan kerja keras belum tentu berhasil tanpa adanya doa yang ikhlas. Bahkan doa juga merupakan usaha kita untuk memohon kepada Tuhan agar apa yang kita lakukan bisa sukses. Kunci sukses doa adalah doa yang ikhlas semata-mata hanya mengharap ridho Allah. Jadi, doa yang belum dikabulkan bukanlah doa yang tertolak, namun karena manusia belum benar dalam memanjatkan doanya maupun karena ada yang salah dalam ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap manusia harus memiliki sebuah mimpi ke depan, sebuah rencana ke depan untuk meraih apa yang menjadi cita dan cintanya. Orang yang gagal merencanakan sama saja ia sedang merencanakan kegagalan. Oleh karena itu kita harus berikhtiar untuk menggapainya. Bukan hanya berikhtiar, karen asegala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu dibawah Kuasa-Nya kita harus memohon kepada-Nya untuk dikabulkan segla yang kita ikhtiarkan. Berusaha dan Berdoa adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu kita harus menempatkan berusaha dan berdoa secara proporsional sehingga kita dapat mencapai cita dan cinta kita, amiin.

    ReplyDelete
  19. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Elegi di atas mempunyai banyak pesan yang terkandung di dalamnya. Salah satunya adalah dalam kalimat berikut, "orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kaum Vital." Tuhan itu Maha Kuasa, maka tiadalah sesuatu halpun di dunia ini tidak terpantau oleh Nya. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa Tuhan itu mengetahui doa-doa kita, mengetahui ikhtiar-ikhtiar kita dan mengasihani kita. Tuhan itu mempunyai rencananya sendiri terhadap umatnya.

    ReplyDelete
  20. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B
    Dalam menjalankan amanah di dunia sebagai khalifah pastilah banyak rintangan yang harus dihadapi. Manusia juga memiliki tujuan hidup. Perlu adanya doa dan ikhtiar sebagai penyeimbang. Apabila hanya mengadalkan salah satu, tentu saja sulit terlaksana/ terkabul.Seseorang yang hanya mengandalkan doa saja, maka hanya keputus asaan yang didapatkan. Hanya bisa menerima kenyataan sesuai takdir yang sudah digariskan. Tidak mau berusaha mengubah hidupnya lebih baik. Menerima saja apa yang sudah digariskan, sehingga menjadikan mereka sebagai manusia yang pasif, apatis, dan tentunya merugi.Begitu pula manusia yang hanya mengadalkan usaha/ ikhtiar saja, maka penyakit hati yang akan didapatkan. Sombong, merasa bahwa dirinya bisa melakukan apa saja, dan tentu saja menjadi manusia yang jauh dari Penciptanya.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang diberikan. Lewat elegi ini saya mengetahui beberapa istilah baru, yaitu fatal dan vital. Setelah membaca elegi ini saya setuju bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme. Doa dan ikhtiar. Benar-benar keduanya adalah penting dan saling mengiringi. Benar juga, saya setuju, bahwa segala sesuatu tidak boleh berhenti pada doa tanpa adanya usaha. Tapi ingat juga, takdirlah yang menentukan. Maka lewat elegi ini saya berjanji akan belajar menjadi seorang yang seimbang, apa yang saya cita-citakan, maka akan saya usahakan. Lebih dalam dari itu, maka saya akan berdoa. Tidak cukuplah doaku ini, seorang hamba yang berlumuran doa, maka di sinilah diri ini menjadi seorang anak kecil yang lemah yang membutuhkan doa dan restu dari bapak ibunya.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratamma
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kata Allah, tidak akan berubah nasib seseorang sebelum ia merubah nasibnya sendiri. Artinya, untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan maka kita harus berikhtiar (berusaha) dengan sebaik-baiknya. Tetapi berikhtiar saja tidak cukup, ikhtiar harus diringi dengan do'a karena yang menetapkan semuanya ialah Allah SWT. Do'alah satu-satunya yang dapat mengubah takdir seseorang. Sehingga yang harus kita ingat ialah "selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha, selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa".

    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Doa dan ikhtiar adalah kombinasi yang tepat jika kita ingin mencapai kesuksesan. Melakukan salah satunya tanpa mengerjakan yang lain adalah sia-sia dan tidak akan membuahkan hasil. Berdoa pada Tuhan untuk dianugerahkan kesukseskan tetapi tidak melakukan usaha untuk mencapai kesuksesan tersebut adalah perbuatan sia-sia. Begitupun sebaliknya, berusaha mati-matian namun tidak mengandalkan kekuasaan Tuhan, tidak mendekatkan diri dan meminta pada Yang Maha Kuasa juga tidak akan membuahkan hasil.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Sehebat apapun ikhtiar yang dilakukan, jika tidak disertai dengan doa tidaklah cukup. Demikian pula sebanyak apapun doa yang dilantunkan, jika tidak disertai dengan ikhtiar juga tidak akan cukup. Maka di dalam mencapai suatu keingin diperlukan ikhtiar dan doa yang baik. Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang ikhlas dan sungguh-sungguh dan doa yang baik ialah doa yang ikhlas seperti yang ada di elegi ritual ikhlas. Setelah beriktiar dan berdoa, kita harus berserah diri, tawakal menerima takdir dari Allah SWT. Takdir Allah tersebutlah yang merupakan jawaban terbaik dari ikhtiar dan doa kita.

    ReplyDelete
  25. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Doa dan ikhtiar adalah dua hal yang tidak bisa berdiri sendiri. Hanya doa saja tanpa adanya ikhtiar sama saja ingin lari sampai garis finis tetapi hanya doa saja sambil lari di tempat, sama saja tidak ada hasilnya. Ikhtiar tanpa doa, jika Allah masih mengasihani maka Allah berikan dia rezeki tetapi tanpa dibarengi dengan doa, maka gelap lah hati dan pikirannya. Fatal dan vital dalam hidup memang harus imbang. Tetapi dengan imbangnya fatal dan vital bukan berarti setiap keinginan harus terwujud, kita juga harus mempercayai takdir. Sebaik-baik takdir adalah takdir dari Allah.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Doa dan ikhtiar harus saling menyatu satu sama lain.Dalam elegi ini , kita diberitahukan bahwa syarat terkabulnya doa adalah dengan niat ikhlas dan dibarengi dengan ikhtiar.Hal yang tidak mungkin jika hanya mengandalkan doa tanpa ikhtiar ataupun sebaliknya.
    Segala sesuatu yang terjadi di dunia tak pernah lepas dari pantuan-Nya.Semua ini merupakan takdirnya Allah SWT.Allah Mengetahui segala sesutau yang ada di langit dan di bumi.Elegi di atas menekankan kepada kita untuk terus berdoa dan beriktiar kepada-Nya.Apapun hasilnya tetap berprasangka baik kepada Allah.Boleh jadi apa yang kita anggap buruk namun menurut Allah itu baik begitupun sebaliknya.Karena Allah SWT mengetahui tiap-tiap kapasitas yang ada pada diri manusia.

    ReplyDelete
  27. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Untuk dapat menjalani kehidupan ini kita tidak bisa lepas dari doa dan ikhtiar. Doa dan ikhtiar tidak dapat dipisahkan. Tidak bisa dalam menajalani hidup ini hanya beroda saja tanpa ikhtiar. Begitu juga sebaliknya tidak bisa hanya ikhtiar saja tanpa doa. Berdoa itu adalah ibaratnya memohon, ikhtiar itu usaha. Jika setiap saat hanya memohon saja tanpa ada usaha, tidak akan berhasil, banyak keinginan tetapi tidak berusaha, hanya pasrah dan mengandalkan nasib saja. Kita harus selalu menyeimbangkan antara doa dan ikhtiar. Oleh karena itu, sebaiknya kita memohon kepada Allah dan juga berusaha bagaimana caranya agar permohonan itu dapat tercapai. Setelah kita berusaha, kemudian kita serahkan hasilnya kepada Allah agar diberikan yang terbaik.

    ReplyDelete
  28. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya sangat suka dengan ulasan ini. Begitu memberikan suasana yang positif. Saya sangat senang dapat membacanya dan ketika melihat judulnya saja tidak sabar diri ini untuk membaca isinya. Tak ingin rasanya untuk berkata-kata banyak, satu harapan segala sikap yang mengarah pada kesombongan selalu diluruhkan oleh Allah. Memohon juga agar terus dibimbing oleh Allah dalam ikhtiar dan berdoa saat kondisi apapun. Saya meyakini Allah memiliki kuasa yang lebih dalam hidup yang saya jalani. Terima kasih Prof, ulasan ini begitu bermanfaat bagi saya.

    ReplyDelete
  29. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Doa dan Ikhtiar merupakan hal yang penting untuk menggapai kehidupan yang seimbang dan nyaman. Bagi saya, berdoa adalah cara yang paling tepat untuk mengimbangi segala ikhtiar yang saya lakukan. Jika saya tidak berdoa dalam melakukan ikhtiar pastinya hati saya sudah kacau, menjadi stress atau bahkan gila karena harus menghadapi kegagalan dan kerasanya dalam melakukan ikhtiar.

    ReplyDelete
  30. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Untuk menggapai kebahagiaan hidup adalah dengan ikhtiar dan doa, kedua-duanya harus seimbang. Ikhtiar yang diseimbangkan dengan doa dan doa yang diseimbangkan dengan ikhtiar, usaha yang diiringi doa kemudian doa yang disertai usaha begitulah seharusnya kita dalam menjalani kehidupan ini, namun doa dan ikhtiar saja tidak cukup. Usaha dan doa harus disertai dengan keikhlasan, sehingga apapun hasilnya nantinya kita tetap menerimanya dengan ikhlas dan yakin bahwa apa yang kita peroleh adalah apa yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  31. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau cita-cita. Tentunya untuk mendapatkan atau mewujudkan hal tersebut kita melakukan usaha. Usaha yang kita lakukan secara fisik itulah yan disebut denan ikhtiar. Sedangkan permohonan yang kita panjatkan kepada Tuhan YME agar usaha kita berhasil itulah yang diebut doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang erat hubungannya dengan keinginan seseorang dalam mencapai suatu hal. Jika manusia yang beriman hanya mengandalkan doa tanpa berusaha maka itu bisa disebut malas karena enggan merubah nasibnya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang hanya berusaha saja tanpa berdoa maka ia bisa dikatakan sombong karena merasa tidak membutuhkan campur tangan Tuhan dalam kehidupannya. Padahal segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa seizin Allah SWT.

    ReplyDelete
  32. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 24 ini, saya memahami bahwa dalam mencapai suatu tujuan hendaklah seimbangkan antara doa dan ikhtiar. Doa saja tidak cukup tanpa ikhtiar karena mustahil dalam mencapai suatu tujuan tanpa usaha. Dan ikhtiar saja tidak akan cukup tanpa doa, karena itulah sebenarnya kesombongan seseorang. Untuk itu, seimbangkan dan maksimalkanlah antara ikhtiar dan doa dalam mencapai suatu tujuan, agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Namun, jika masih mengalami kegagalan maka itulah yang dinamakan takdir. Karena sebaik-baik kejadian adalah takdir dari Allah SWT dan itulah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada kita. Untuk itu berbaik sangkalah kepada Allah SWT atas apa yang diberikan-Nya kepada kita karena hal tersebut adalah yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  33. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Ada beberapa jawaban atas doa yang pernah kita panjatkan kepada Allah. Yang pertama, Allah langsung membalasnya. Yang kedua, Allah menunda mengabulkan doa kita dan menunggu waktu yang tepat untuk dikabulkan. Ketiga, Allah mengganti doa kita dengan memberikan yang lebih baik. Karena Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Maka selalu berfikir positiflah dan yakinlah bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah

    ReplyDelete
  34. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Doa adalah cara kita berkomunikasi kepada Allah. doa juga yang membuat kita merasa nyaman dikehidupan kita yang sedang dijalani. jika ingin doa kita untuk cepat terkabul maka ikhtiar kita juga harus lebih ekstra. dan jika doa kita belum dikabulkan maka mungkin Allah akan menganti apa yang kita doakan dengan yang lain. karena Allah memberikan apa yang kita butuh bukan yang kita ingin.

    ReplyDelete
  35. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Do'a dan ikhtiar memang lah yang seharusnya dilakukan dalam aktivitas kehidupan didunia, tetapi kita juga harus percaya yang nama nya takdir, dimana takdir lah yang akan menjawab dari do'a dan ikhtiar kita. Dan yang lebih penting adalah Berdo'a dengan ikhlas, dan berikhtiar sembari meminta pertolongan oleh Allah, sehingga apa yang kita kerjakan tidak terselip sifat sombong. Semoga dengan Berdo'a dengn ikhlas dan didalam beriktiar tidak terselip kesombongan akan ada takdir yang baik sesuai dengan harapan kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  36. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Tangis di akhir cerita ini sungguh menyentuh hati. Saya pun merasakan demikian. Ketika saya mengingatkan orang lain untuk berbuat baik, iklas, berdoa, bekerja, berusaha, maka sebenarnya saat itu saya sedang mengingatkan diri sendiri. Dulu saya tidak demikian. Saya merasa yang penting saya selalu berusaha berbuat yang baik, berdoa, dll. Namun saat ini tidak lagi. Doa itu berdimensi sosial juga, keselamatan juga berdimensi sosial. Ketika saya mengingatkan orang lain, saya pun sedang mengingatkan diri saya hal yang sama. Trimakasih.

    ReplyDelete
  37. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita boleh saja memiliki cita-cita setinggi langit, namun di hadapan Allah ketika kita berdoa dan memohon maka tinggalkanlah seluruh ambisi dan perasaan-perasaan yang membuat kita sombong dan merasa pantas mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Mintalah dengan kerendahan hati kepada Allah dan Allah akan mengabulkannya jika itu memang baik bagimu. Doa dan ikhtiar tentu saja harus dibarengi dengan kemampuan dan usaha kita, sudah sejauh manakah kita berjuang untuk apa yang kita inginkan. Berdoa tanpa berusaha maka akan sia-sia begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete