Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 17 : Para Bagawat Berlomba Menjunjung Langit




Oleh Marsigit

Paralogos:

Wahai Transenden...tiada yang lebih asyik dari pada melihat kiprah para Bagawat. Kenapa para Bagawat itu menempati kedudukan istimewa. Kenapa sumua orang sangat menaruh perhatian kepada kiprahnya para Bagawat?

Transenden:
Wahai Paralogos..benar apa katamu. Mengapa para Bagawat itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Bagawat itu. Bagawat itu adalah perjuangan panjang. Bagawat itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Bagawat adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Bagawat adalah tanggung jawab dan previlage. Bagawat adalah nilai moral. Bagawat adalah hak prerogatif. Bagawat adalah ikhtiar prima. Bagawat adalah ketentuan dan takdir. Bagawat adalah penentu nasib. Bagawat adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Bagawat adalah etik dan estetika. Bagawat adalah konsistensi dan komitmen. Bagawat adalah panutan dan pembimbing. Bagawat itu formal yang normatif. Bagawat itu normatif yang formal. Bagawat itu doa dan harapan. Bagawat itu mandiri dan sistemik. Bagawat itu hidup dan menghidupkan. Bagawat itu metafisik. Bagawat itu filsafat. Begawat itu mengatasi Ilmu Bidang. Bagawat itu Orang Tua Berambut Putih. Bagawat itu logos. Bagawat itu phenomenologi. Begawat itu hermenitika. Begawat itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Begawat itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Bagawat itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Bagawat tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Begawat tidak hanya sintetik tetapi analitik. Begawat tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Bagawat tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Bagawat tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Bagawat itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Bagawat tidak hanya local genious tetapi means of global. Begawat tidak hanya diam tetapi action. Begawat tidak hanya action tetapi diam. Begawat tidak hanya mencari tetapi memberi. Begawat tidak hanya praktek tetapi berterori. Bagawat tidak hanya berteori tetapi praktek. Bagawat tidak hanya internal tetapi eksternal. Bagawat tidak hanya potensi tetapi faktual. Begawat tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Bagawat tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Bagawat tidak hanya yang terbatas tetapi yang terbatas.

Paralogos:
Wah...wah...banyak sekali pegertian bagawat itu? Kenapa engkau dapat mendefinisikan Bagawat dengan banyak sekali pengertian?

Transenden:

Kata-kataku dan kalimatku tidak akan cukup untuk mendefinisikan apa itu Bagawat. Kenapa? Karena Bagawat itu tidak hanya dunia tetapi juga akhirat. Bagawat itu tidak hanya kata-kata, tetapi juga pikiran dan hati. Tiadalah kata-kataku itu mampu menjelaskan semua pikiran dan hatiku.

Paralogos:

Singkat kata dapatkah anda sebutkan siapa yang disebut Bagawat itu?

Transenden:
Bagawat adalah semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Dia bisa Kepala Rumah Tangga, bisa Kepala Desa, bisa Camat, bisa Presiden, bisa Guru, bisa Rektor, bisa Dosen, bisa Profesor, bisa Menteri...yaitu semua yang merasa sebagai pengemban dan pengembang ilmu serta mengimplementasikannya.

Paralogos:

Wahai transenden...apa kemudian rencanamu setelah orang banyak mengetahui apa itu Bagawat?

Transenden:
Tidak engkau rasakan. Tidak pula dirasakan oleh Bagawat. Tidak pula dirasakan oleh Cantraka, Rakata dan Cemani. Tidak pula dirasakan oleh semua warga. Sebenar-benar yang terjadi adalah kita selalu sedang menyaksikan Perlombaan Menjunjung Langit khusus bagi para Bagawat. Marilah kita mendengar, melihat dan mengikuti apa kata fenomena tantang perlombaan ini.

Bagawat Plagiat:
Aku betul-betul gerah dengan pernyataan Tranbsenden ini: “ Ilmuwan PLAGIAT adalah Ilmuwan yang tidak mengenal dirinya sebagai Ilmuwan ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA? Guru yang memalsukan PAK adalah guru yang tidak mampu mengenal dirinya sebagai Guru ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal dirinya sebagai Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Kegiatan memalsukan karya tulis apakah itu oleh seorang Ilmuwan Plagiat dan memalsukan PAK oleh seorang guru adalah kegiatan memalsukan dirinya sebagai MENGADA. Itulah peran dan jasa Ruang dan Waktu yang tidak akan pernah lalai mencatat segala perbuatan manusia, bahwa sebenar-benar keber ADA annya adalah SAKSI bagi MENGADA nya. Tidak hanya itu, maka segala YANG ADA dan YANG MUNGKIN ADA juga menjadi SAKSI bagi keber ADA annya dan ke MENGADA nya”.
Hemm...aku sudah terlanjur menyandang gelar Sang Bagawat. Satu sisi aku harus menunjukan formalku untuk Mengada, sisi lain aku tidak mempunyai Ekstrinsik apalagi Sistemik. Hemm...aku sebetulnya sangat marah dengan Sang Penguasaku. Karena Ekstrinsik dan Sistemik itu di luar kemampuanku. Itu adalah urusan Lembaga, Departemen dan Negaraku. Itu adalah urusan Political Will sang Penguasa Negaraku. Tetapi bagaimana sementara Sang Penguasa Negaraku itu belum berdimensi Bagawat Sistemik. Padahal para Bagawat Sistemik Transinternasional betul-betul mengharapkan diriku bisa menjadi anggotanya. Wah kalau begitu memang aku dipaksa harus bermain sandiwara. Waha ...ini ada referensi tentang Ada dari Bagawat Sistemik Transinternasional. Mumpung teman-temanku sedang terlena, mumpung semua masyarakatku tidak menyadarinya, maka akan aku ambil saja Referensi ini sebagai karyaku. Gamblinglah diriku. Jika mujur maka makmur, tetapi jika tidak mujur yah..terpaksa memperoleh gelar Bagawat Plagiat itu pilihan tak terhindarkan.

Bagawat Main Paksa:

Aku betul-betul gerah dengan pernyataan Tranbsenden ini: “O...oo Sang Bagawat, dengan kegiatanmu main paksa, maka ada beberapa kesalahan yang telah engkau lakukan. Kesalahan pertama, engkau menganggap dirimu sabagai satu-satunya Bagawat, padahal selain dirimu itu ada tak terhingga jumlahnya para Bagawat. Kesalahan kedua, engkau telah melakukan KEGIATAN MAIN PAKSA. Ketahuilah bahwa tiadalah sebenar-benar hakekatnya seorang Bagawat itu melakukan KEGIATAN MAIN PAKSA. Kegiatan MAIN PAKSA itu hanya dilakukan oleh mereka yang berdimensi lebih rendah dari dirimu, yaitu oleh PARA SUBYEK FORMAL DAN PARA SUBYEK MATERIAL. Ketahuilah bahwa sebenar-benar Bagawat itu mempunyai DIMENSI NORMATIF DAN DIMENSI SPIRITUAL. Kesalahan ketiga, engkau ternyata telah menganjurkan kepada orang lain untuk juga MELAKUKAN KEGIATAN MAIN PAKSA. Anjuranmu itu adalah kesalahanmu yang lebih besar lagi karena engkau telah melibatkan orang lain dalam kesalahanmu”.
Hemm...aku sudah terlanjur menyandang gelar Sang Bagawat. Satu sisi aku harus menunjukan formalku untuk Mengada, sisi lain aku tidak mempunyai Ekstrinsik apalagi Sistemik. Hemm...aku sebetulnya sangat marah dengan Sang Penguasaku. Karena Ekstrinsik dan Sistemik itu di luar kemampuanku. Itu adalah urusan Lembaga, Departemen dan Negaraku. Itu adalah urusan Political Will sang Penguasa Negaraku. Tetapi bagaimana sementara Sang Penguasa Negaraku itu belum berdimensi Bagawat Sistemik. Padahal para Bagawat Sistemik Transinternasional betul-betul mengharapkan diriku bisa menjadi anggotanya. Wah kalau begitu memang aku dipaksa harus bermain sandiwara. Waha ...ini ada Konferensi bagaimana Membangun Karakter, dimana menunjuk diriku sebagai nara sumber. Mumpung teman-temanku sedang terlena, mumpung semua masyarakatku tidak menyadarinya, maka akan aku tampilkan saja semua pikiran dan kebijakan instantku, tak usah repot-repot, tak usah studi komparasi, tak usah penelitian, tak usah baca referensi tambahan, dont care lah dengan semuanya. Toh kedudukanku sebagai Bagawat itu adalah sebenar-benar referensi bagi mereka. Mahai semua peserta konferensi dengarkanlah wejanganku ini: Gunakan Tiga Sa untuk Membentuk Karakter itu. Pertama, PAKSALAH, kedua Buat TERPAKSA, dan ketiga Buat BIASA.

Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga:
Walaupun aku tahu ini bertentangan dengan nuraniku, karena tidak cocok dengan rasional asal-usulku menjadi Begawat Ilmu Bidang. Tetapi bukankah Lembagaku ini sangat membutuhkanku. Apa tahunya Cantraka, Rakata dan Cemani itu? Aku sangat mengerti tabiat rakyat dan bangsaku. Mereka belum tahu bedanya Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga. Karakter rakyat dan bangsaku menganggap Bagawat Penguasa Lembaga tentu Bagawat Ilmu Bidang. Maka hanya Bagawat bodoh saja yang tidak mau merebut Bagawat Penguasa Lembaga. Aku juga akan PAKSA diriku bisa menggabungkan Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga. Jika demikian maka aku akan dapat menyatukan antara Ilmuku dan Kebijakanku. Itulah setinggi-tinggi nikmat hidupku yaitu ketika aku dapat menyatukan Ilmuku dan Kebijakanku, aku dapat menyatukan Teori dan Praktiku, aku dapat menyatukan semua tujuanku dan tujuan rakyatku, dan semua terangkum dalam diriku. Maka aku akan menemukan bahwa semua aspek kehidupanku adalah kebijakanku adalah aspek hidup mereka. Kata-kataku, batuk dan bersinku itu adalah kebijakanku.

Bagawat Transnasional:

Hidup terkadang harus melawan hati nurani. Hemm...aku telah mencapai kedudukan sebagai Begawat Ilmu Bidang. Satu sisi aku harus menunjukan formalku untuk Mengada dalam Ilmu Bidang, sisi lain aku tidak mempunyai Ekstrinsik apalagi Sistemik untuk mengada dalam Ilmu Bidang. Hemm...aku sebetulnya sangat marah dengan Sang Penguasaku. Karena Ekstrinsik dan Sistemik itu di luar kemampuanku. Itu adalah urusan Lembaga, Departemen dan Negaraku. Itu adalah urusan Political Will sang Penguasa Negaraku. Tetapi bagaimana sementara Sang Penguasa Negaraku itu belum berdimensi Bagawat Sistemik. Padahal para Bagawat Sistemik Transinternasional betul-betul mengharapkan diriku bisa menjadi anggotanya. Wah kalau begitu memang aku dipaksa harus bermain sandiwara. Waha ...ini ada ada Proyek Nasional. Mumpung teman-temanku sedang terlena, mumpung semua masyarakatku tidak menyadarinya, maka akan aku ambil Proyek nasional ini. Negaraku ternyata cukup menghibur diriku dengan tawaran memegang Proyek Nasional. Akan aku laksanakan tugasku sebagai Bagawat Birokrat Nasional. Dengarkanlah titah-titahku. Wahai peserta Rakor yang berbahagia, pertama mari kita hormat dulu kepada Pelaksana Teknis Admninistrasi, walaupun dia bukan Bagawat tetapi berkat dia maka kegiatan ini berjalan. Kedua mari kita taruh hormat kepada Perwakilan Bagawat transinternasional. Tentu mereka datang karena melihat kita mempunyai dan mampu memproduksi madu buat mereka. Hemm dengarkan semua Bagawat Ilmu Bidang...engkau itu tidak ada apa-apanya didepan Pelaksana Teknis Administrasi. Jangan pula engkau mentang-mentang di sini. Jangan pula engkau bicara Bagawat di sini. Jika engkau tidak dapat uang saku, tamat pula riwayatmu. Wahai Tuan Bagawat Transinternasional..sungguh mulia engkau jika berkenan me Refresh dan men Charger semua Bagawat Ku di seluruh negeri ini ke hadapanmu. Tiadalah daya dan upayaku dihadapanmu kecuali pengakuan totalku bahwa semua Bagawatku itu tidak ada apa-apanya di hadapanmu. Maka dengan demikian aku juga berserah diri semua rakyat dan bangsaku di haribaanmu untuk menerima semua titah-titahmu. Maka aku sangat menyambut gembira Program Rechargingmu bagi bangsaku. Itulah semata-mata pengakuan tulus dan tergantungku kepadamu. Aku terimakasih atas kepercayaanmu mengangkat diriku sebagai Bagawat Cabang Proyek Transinternasional. Hanya dengan demikianlah aku mampu menghidupi diriku. Dari pada menunggu kesadaran penguasaku. dari pada menuruti hati nurani, lebih baik aku bersikap realistis menyesuaikan dengan apa kepentingan dan kebutuhanku. Maka segeralah kemari mumpung rakyatku semua belum meyadarinya. Tenanglah bahwa semua Bagawat Tinggi, Panglima bagawat di negeri ini sudah terhipnotis semua dikarenalan silaunya dan anggunnya penampilanmu itu.

Paralogos:

Oh..oh...cukup-cukup...wahai Transenden. Aku tidak kuasa menyaksikan perilaku para Bagawat kita. Hati dan jangtungku terasa akan meledak. Aku tak kuasa menahan tangisku. Oh...Bagawat..Bagawat.. bangsaku. Kenapa engkau bernasib tragis seperti ini. Lebih tragis lagi karena engkau tidak menyadari ketragisanmu. Wahai Transenden...keadaan demikian itu salah siapa?

Transenden:

Itulah perbuatan dajal. Dajal itu begitu halus, lembut dan tersembunyi. Bahkan yang mengaku para Bagawat saja banyak yang tidak menyadarinya. Itulah dimensi bangsamu. Ini bukan disebabkan oleh karena kejadian sesaat. Ini dikarenakan oleh perjalanan bagsa ini yang telah lama mengabaikan ruang dan waktu. Bangsa ini telah lama mengabaikan kesempatan yang ada. Bangsa ini telah lama mengabaikan potensi yang ada. Maka aku sedang menyaksikan bahwa bangsamu itu sedang dikuasai para dajal. Akibatnya adalah dimana-mana terjadi dilema, kontradiksi, kemunafikan, penyelewengan, korupsi, nepotisme, anomali, kong kalingkong. Maka aku nyatakan “Tiadalah sebenar-benar Bagawat dari bangsamu itu mampu menjunjung langit”. Semua Bagawat yang ada masih terisolasi pada kediriannya masing-masing. Sementara sang Penguasa para Bagawat itu sudah terkena jeratan sistemik dari dajal transinternasional. Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Korupsi, Bagawat Ambivalen, Bagawat Menentang Hati Nurani, Bagawat Sekedar Wadah, Bagawat Sekedar Formal, ...itu semua adalah produk-produk sekarang dan yang akan datang dari masyarakatmu yang sedang sekaratul maut digerogoti oleh Dajal Transinternasional melalui belalai-belalai neolismenya. Hanya keajaiban dan Pemimpin Bangsa yang dapat melihat 200 tahun ke depan akan mampu menyelamatkan Bangsamu itu.


47 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Menjadi seoarang pemimpin merupakan sebuah kemuliaan yang kita terima yang diberikan Allah SWT. Semua orang dapat menjadi seorang pemimpin, namun tidak semua orang dapat menjadi pemimpin baik yang memegang amanah sebaik dan seadil mungkin. Tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin karena seorang pemimpin hendaknya mempunyai sikap tanggung jawab atas apa yang telah diamanahkan orang lain kepadanya dan tegas terhadap tindakan yang diambilnya. Tanggung jawab tidak hanya didunia saja melainkan juga kelak di akhirat.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Mohon dikoreksi apabila terdapat refleksi saya yang salah Prof. Dari apa yang ayang baca dari elegi begawat meruapakan seorang pemimpin, yang diberi amanah. Pemimpin hendaknya memahami apa yang harus dipimpinnya, tapi kenyataannya beberapa pemimpin yang diberi kekuasaan tidak memahami ilmu dibidangnya. Sikap bertanngung jawab dan kesesuaian antara bidang dan lembaga yang dipimpin perlu dimiliki seorang pemimpin. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Semakin banyak ilmu yang kita miliki semakin tinggi derajat kita. Bahkan Allah berfirman akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Dan ilmu yang kita miliki akan bermanfaat apabila kita amalkan untuk kepentingan khalayak. Sebuah hadist menyebutkan bahwa ‘sampaikanlah walau hanya satu ayat’. Ini menunjukkan betapa ilmu itu harus kita junjung tinggi. Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, kita harus berlomba-lomba dalam menuntut ilmu, karena ada dua hal yang kita tidak boleh berpuas diri yaitu dalam mengerjakan amal sholeh dan dalam menuntut ilmu. Dari elegi di atas juga terkandung tentang pentingnnya menjalankan amanah dengan baik dan benar. Sejalan dengan dengan tugas seorang pemimpin. Pemimpin haruslah memiliki tujuan dan kepentingan bersama untuk mensejahterakan masyarakat bukan hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Untuk itu, perlunya pemimpin yang bersifat mengayomi bukan malah menjulang tinggi merasa perlu dihormati, tapi justru lebih dekat dengan rakyat karena pemimpin bekerja demi rakyat dan untuk rakyat.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Menjadi seorang pemimpin adalah anugerah yang diberikan Tuhan YME, semua orang bisa menjadi seorang pemimpin, paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri. Namun menjadi pemimpin pun tidak semudah yang dibayangkan, dengan menjadi pemimpin yang telah diberi kepercayaan oleh orang lain untuk memimpin, sebagai pemimpin pun harus memiliki sikap tanggungjawab dan adil. Dengan amanah yang diberikah menjadi seorang pemimpin memang sangatlah tidak mudah, tanggungjawab pun tidak melulu tanggungjawab di dunia saja, namun di akhirat nanti pasti akan ditanyakan bagaimana pertanggungjawabannya sebagai seorang pemimpin.

    ReplyDelete
  5. Setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi adiknya, pemimpin bagi keluarganya, pemimpin bagi temannya, pemimpin bagi pedukuhannya, pemimpin bgai lembaganya. Tetapi kadang pemimpin tidak memahami artinya kepemimpinan. Pemimpin tidak menyadari artinya amanah. Pemimpin tidak mengetahui bagaiamana menjaga ketertiban, keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Semoga manusia Indonesia menyadari bahwa dirinya adalah pemimpin dan mau belajar untuk menjadi pemimpin yang amanah, jujur dan dapat membawa pada kesehjateraan, keadilan, kedamaian dan ketertiban.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi para begawat. Begawat sangat diistimewakan kedudukannya, karena dia cenderung memikirkan bagaimana kehidupan di akhirat kelak. Karena sudah sering disebutkan dalam ayat AlQur’an, orang yang paling deket atau diistimewakan oleh Allah adalah orang-orang yang bertaqwa. Segala urusan yang dilakukannya di muka bumi ini adalah semata-mata karena Alllah SWT dan karena ketaqwaannya. Sehingga seorang begawat itu selalu diistimewakan.

    ReplyDelete
  7. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dari artikel di atas kita dapat mengetahui bahwa begawat adalah semua orang yang merasa mengemban dan mengembangkan ilmu serta mengimplementasikannya, begawat memiliki tanggung jawab dalam mengemban ilmu sehingga Begawat harus mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Kita hendakya harus mempunyai sikap bertanggung jawab yang tinggi atas apa yang telah diamanahi orang lain kepada kita.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bagawat sebagai dunia sekaligus akhirat. Seperti halnya seorang pemimpin sangat berat tanggung jawabnya baik di dunia dan akhirat nanti, karena bagimanapun seorang pemimpin sudah diamanahkan oleh seluruh anggota yang dipimpinnya untuk menjadi yang lebih baik. Sehingga seorang pemimpin haruslah berbuat seadil- adilnya dan bijaksanalah dalam setiap mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjadi pemimpin itu harus mengayomi masayarakatnya, yang mana menjadi pemimpin itu juga adalah tanggung jawab yang sangat berat. Begawat juga hal demikian, Begawat sangat diistimewakan kedudukannya, karena dia cenderung memikirkan bagaimana kehidupan di akhirat kelak. Karena sudah sering disebutkan dalam ayat AlQur’an, orang yang paling deket atau diistimewakan oleh Allah adalah orang-orang yang bertaqwa. Segala urusan yang dilakukannya di muka bumi ini adalah semata-mata karena Alllah SWT dan karena ketaqwaannya. Sehingga seorang begawat itu selalu diistimewakan.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Bagawat ini adalah orang yang berilmu, tidak hanya ilmu dunia saja yang ia kuasai, namun ilmu akhirat juga. Dia menunjukkan sifat mengada dan pengada. Namun, dibalik itu semua, dia berada di bawah sang penguasa yang penuh dengan aturan ini itu bahkan aturan yang sebenarnya tidak sesuai dengan hati nuraninya. Terkadang mereka menganggap bahwa mereka adalah yang terhebat. Padahal masih ada orang-orang hebat lainnya yang ahli di bidangnya. Para bagawat inilah cerminan bangsa. Jika para bagawat menjalani segala sesuatunya dengan ikhlas sesuai hati nurani, bangsa itu bisa dikatakan baik. Jika para bagawat menjalani segala sesuatunya hanya formalitas, bangsa itu bisa dikatakan buruk.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap manusia di dunia ini pada hakekatnya adalah seorang pemimpin atas obyek kekuasaannya. Ia adalah pemimpin atas dirinya sendiri, pemimpin suatu keluarga, pemimpin di suatu lembaga, dsb. Keikhlasan untuk menggapai ridho Allah SWT adalah kunci bagi seorang pemimpin dalam memimpin obyek kekuasaannya. Namun pada kenyataannya, seorang pemimpin sering kali dibutakan oleh hawa nafsunya yang bersifat buruk. Ia dibutakan oleh kekuasaan yang dimiliki dan mengabaikan hak obyek kekuasaannya. Itulah godaan terbesar bagi orang yang berkuasa yaitu menggunakan kekuasaannya. Oleh karena itu, agar tidak dibutakan oleh kekuasaan, maka jadikanlah hati sebagai pedoman dan selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Di Indonesia sebenarnya banyak sekali para begawat seperti ilmuan, guru, dosen, presiden, pejabat Negara, dan lain-lain. Namun banyak yang sudah lupa akan tujuannya menjadi bagawat. Banyak yang terjerumus ke dalam arus dajal seperti korupsi, kolusi, serta kemunafikan. Banyak juga yang telah terjerumus dalam jeratan sistemik tanpa mereka sadari. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda kita harus menjaga hati kita agar selalu bersih sehingga tidak melupakan tujuan awal kita untuk memajukan bangsa Indonesia dengan cara yang baik.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tidak semua orang mendapat kesempatan dan dipilih untuk menjadi pemimpin. Hendaknya seorang pemimpin dapat mengemban amanah yang diberikan kepadanya, bersikap tanggungjawab atas segala keputusan yang diambilnya serta siap mempertanggungjawabankan kepemimpinanya kelak di akhirat. Tentunya banyak orang berharap dampak positif dari hasil kepemimpinannya.

    ReplyDelete
  14. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut bagi saya mengajarkan bahwa untuk mendapatkan suatu kedudukan perlu kerja keras, usaha serta doa. Tidak mudah mendapatkan kedudukan tersebut. Ketika sudah mendapatkan kedudukan juga akan masih banyak masalah yang dialami. Seperti menjadi seorang pemimpin. Menjadi pemimpin itu tidaklah mudah. Harus dapat menuntun masyarakat ke arah yang lebih baik dan memberikan teladan yang baik. Pemimpin juga hendaknya tidak hanya pandai berteori tetapi juga mampu mempraktekkannya. Agar pemimpin dapat melaksanakan tugas yang dipercayakan dengan baik maka hendaknya tidak lupa akan Tuhan dan menjalankan agamanya dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
  15. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Begawat adalah yang berilmu dimana “Kabeh laku kudu dingilmuni (K.H Zainal Abidin)” dan “kabeh ngilmu kudu dilakoni (K.H. Ali Maksum)”. Jika semua amal tanpa ilmu dan semua ilmu tanpa amal maka akan sia-sia. Jika setiap enterpreneur memegang prinsip tersebut, tentunya tidak akan ada korupsi/tindakan yang menyimpang. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Begawat menggambarkan seorang berilmu sebagai pemimpun. Namun jika mereka saling berlomba untuk menggapai kekuasaan, maka ini yang menjadi salah kaprah. Saya sependapat bahwa “Tiadalah sebenar-benar Bagawat dari bangsamu itu mampu menjunjung langit”. Faktanya, pada era sekarang ini marak sekali terjadi perselisihan, kemunafikan, penyelewengan, korupsi, nepotisme, anomali, kong kalingkong. Yang lebih parah lagi, Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Korupsi, Bagawat Ambivalen, Bagawat Menentang Hati Nurani, Bagawat Sekedar Wadah, Bagawat Sekedar Formal, ...itu semua adalah produk-produk sekarang dan yang akan datang dari masyarakatmu yang terpengaruh oleh Dajal Transinternasional melalui belalai-belalai neolismenya. Maka, pada saat ini manusia membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar mampu mengatasi masalah ini, pemimpin ayng bertanggungjawab layaknya seorang Rasullah yang menjadi panutan hidup kita semua.

    ReplyDelete
  17. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Bagawat adalah profesi yang sangat mulia yaitu sebagi pengemban ilmu. Benar sekali bahwa bagawat bukan hanya dunia tetapi akhirat. Bagawat memberikan berbagai ilmu kepada anak bangsa. Ilmu tersebut merupakan ilmu yang bermanfaat bagi anak didik tersebut. Dimana kita ketahui bahwa ada tiga amalan yang tidak akan terputus dan terus mengalir sampai sang bagawat telah tiada. Kemudian bagawat bukan hanya pikiran tetapi hati. Kita harus menggunakan hati untuk mendidik anak bangsa ini. Dimana kita ketahui bahwa sesuatu yang dari hati maka akan dirasakan oleh hati juga.
    Maka sesungguhnya bagawat tersebut telah berusaha menjunjung langit.

    ReplyDelete
  18. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari elegi diatas secara ringkas dapat dijelaskan bahwa banyak sekali pengertian dari kata begawat, tapi bisa disimpulkan begawat adalah mereka yang mengemban ilmu dan amanah, kemudian mengimplementasikannya, namun tidak sedikit begawat yang mengaku begawat tetapi tidak mengimplementasikan apa yang sebenarnya dilakukan begawat tersebut yang hanya mementingkan kehidupan pribadi saja. Bahkan dalam elegi ini digambarkan bahwa dalam menjaga keeksintensiannya, sang begawat menghalalkan segala cara, akibatnya banyak terjadi kontradiksi, kemunafikan penyelewengan, dan kejahatan lainnya.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada elegi ini ditegaskan oleh penulis bahwa para bagawat (orang-orang pengembang ilmu) di negeri ini tidak sadar dan mengabaikan potensi yang ada sehingga menerima begitu saja ketika dikuasai para penguasa-penguasa yang sudah di pengaruhi oleh dajjal.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Begawat merupakan semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu dan mengimplementasikannya. Semua amanah harus dijaga dan dilaksanakan, dan pada akhirnya akan diminta pertanggungjawabannya. Setiap manusia adalah kholifah di muka bumi ini. Maka hendaknya kita sebagai manusia selalu berusaha mengemban dan menjunjung amanah kita dengan baik. Agar semua nya menjadi selaras dan seimbang. Dan kita tidak termasuk dalam manusia-manusia yang dholim

    ReplyDelete
  21. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebagai rakyat. Hanya bisa memandang ke langit. Namun, rakyat tidak bisa melihat yang terjadi di atas langit. Tetapi bagawat di Indonesia saat ini menjadi sangat menyedihkan. Yang dilihat rakyat tentang mereka yaitu banyak keburukan. Tidak bisa melihat wujud-wujud kebaikan. Sudah selayaknya jika penguasa sadar akan hal ini.Mereka banyak yang tidak jujur, karena tanpa menguasai ilmu mereka memberikan pendapat mereka sendiri, dan apa yang mereka ajarkan hanya mengejar pada materi dunia dan mengesampingkan masalah akhirat. Dan semoga di hari yang akan datang, akan hadir bagawat yang sesuai dengan pengertiannya dan selalu ikhlas Karena Allah.

    ReplyDelete
  22. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi ini memperlihatkan karakter-karakter begawat yang ada mulai dari Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga, dan Bagawat Transnasional. Bahwasanya karakter para begawat yang demikian dekat dengan manusia. Oleh karena itu menyandang status sebagai begawat yaitu sebagai orang berilmu sekali lagi hendaknya banyak belajar secara terus menerus dan menggapai bijak dengan segala potensi yang ada dalam diri kita agar menjadi orang berilmu yang bermanfaat bagi pribadi dan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Dan setiap orang pasti akan berupaya dan berjuang untuk mencapai cita-citanya. Namun, perlu adanya kejelian agar kita dapat mengalahkan penghambat dalam usaha menggapai cita-cita kita yaitu dengan pendirian yang teguh untuk bersaing dengan sehat, jujur, belajar agar lebih baik, mau instrospeksi diri dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bagawat atau guru merupakan orang yang memperoleh ilmu dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Jika kita diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi bagawat hendaknya kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas sehingga dapat memajukan diri dan orang lain. Terus berserah dan meminta petunjuk dari Tuhan membuat kita terhindar dari sikap bagawat yang plagiat, main paksa, korupsi, abivalen, menentang hati nurani, sekedar wadah, sekedar formal dan lain sebagainya

    ReplyDelete
  25. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 17. Elegi ini menyampaikan pada kita bahwa begawat (orang yang berilmu dan menyampaikan ilmu) saat ini sedang berusaha menjunjung langit (berlomba-lomba menunjukkan keberadaannya, kedudukannya). Namun mereka lupa bahwasanya mereka juga harus menjadi pengada dan mengada. mereka harus melaksanakan kewajiban dan tanggungannya. Banyak diantara mereka yang kini tidak lagi amanah terhadap kedudukannya sebagai begawat.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat menjadi seorang pemimpin saja tidak lah mudah apalagi ketika menjadi pemimpin banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari hal kecil sampai yang besar. Negara kita selalu mengirim pemuda pemudi bangsa untuk lomba diberbagai bidang dan tidak jarang pasti meraih peringkat tinggi, tetapi negara kita masih belum disebut sebagai negara maju dan berkembang. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan disaat negara lain berlomba-lomba untuk menemukan segala sesuatu yang baru, negara kita sibuk dengan urusannya sendiri seperti urusan korupsi, politik dan agama. Dengan semangat kebangsaan dan kebhinekaan yang kita punyai, marilah kita dapat ikut serta memajukan negara tercinta ini.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hamba-hamba Allah yang di istimewakan oleh Allah pada hari akhir kelak adalah mereka yang memikirkan akherat selama di dunia. Pada elegi ini begawat sangat diistimewakan kedudukannya karena dia memikirkan akherat selama di dunia. Semoga kelak kita menjadi hamba-hamba Allah yang di istimewakan di hari akhir. Jangan hanya mengejar kesenangan dunia saja karena kebahagian di akhreat bersifat kekal

    ReplyDelete
  28. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relative pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan peranan penting dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka.

    ReplyDelete
  29. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.

    ReplyDelete
  30. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Mencuri dan memalsukan adalah tindakan yang tidak terpuji sekalipun itu untuk tujuan yang baik. Bagaimana pun keadaan memaksa, hal-hal buruk tidak seharusnya dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Memang, hal-hal keduniawian dapat membuat kita salah melangkah jika tidak berhati-hati.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menceritakan pentingnya sosok pemimpin yang dianalogikan menjadi seorang begawat. Pemimpin merupakan seorang individu yang memiliki kelebihan, kecakapan, dan keterampilan untuk mengayomi anggotanya sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan suatu aktivitas tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan bersama. Pemimpin di sini tidaklah hanya sebuah jabatan saja, namun merupakan peran yang memiliki tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini pemimpin ibarat induk bagi anggotanya.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya.”

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk membangun bangsa Indonesia ini diperlukan pemimpin yang teladan, bijaksana, bertanggung jawab, dan mampu mengayomi semua rakyatnya. Hal ini dapat kita latih dimulai dari diri kita sendiri. Sudahkah kita menjadi pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri?

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi pemimpin merupakan suatu kesempatan dengan tanggung jawab yang besar. Hal ini karena menjadi pemimpin harus mampu memimpin, amanah, jujur, dan keikhlas. Namun dalam elegi diatas diceritakan bahwa terdapat beberapa begawat yang memimpin bukan karena kemampuanya yang dikuasainya melainkan karena masalah political will. Hal ini menyebabkan adanya kecurangan kecurangan yang terjadi.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagaimanapun juga kita haruslah memberikan amanat kepada orang yang berkemampuan pada bidang itu, jangan memberi amanat pada yang tidak berkompeten. Selain itu jangan memberikan amanat kepemimpinan pada orang yang memintanya dan berambisi atas kepemimpinan itu.Rasulullah bersabda Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.” (HR. al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733)

    ReplyDelete
  36. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seorang pemimpin seharusnya tahu posisi kedudukannya dan menjalankan amanah yang dipegangnya dengan sebaik mungkin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi masyarakatnya. Marilah kita mulai belajar menjadi seorang pemimpin. Belajarlah dari hal yang kecil seperti menjadi pemimpin dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  37. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang sederhana, mereka adalah orang yang diamanahi dan berkuasa atas banyak orang. Akan tetapi, tidak sedikit dianatara pemimpin bangsa kita menyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki. Itulah hal yang terjadi jika ilmu yang dimiliki tidak dilandasi dengan iman yang kuat. Mereka akan dengan mudahnya menerima godaan syaiton dan digerogoi oleh dajal transinternasional.

    ReplyDelete
  38. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dampak yng ditimbulkan karena penyelewengan para pemimpin bangsa pun tidak sederhana. Karena hal ini akan berdampak pada rakyat, langsung atau tidak langsung. Rakyat yang miskin akan semakin miskin dan yang kaya akan semakin kaya. Sistem pemerintahan di negeri ini memang memerlukan perbaikan, juga dalam sanksi bagi para pelaku perlu dipertegas. Hukum tidak seharusnya tumpul ke atas, dan runcing ke bawah

    ReplyDelete
  39. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu hal yang terberat adalah mengemban amanah. Setiap manusia pasti akan mengemban amanah baik itu jabatan yang kecil sampai besa. Hal itu tidaklah mudah karena akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanati. Maka dengan amanah itu semoga kita tetap berada dijalan yang benar dan menjadikan amanah ini ladang ilmu dan pahala untuk mencapai kebahagian akherat.

    ReplyDelete
  40. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Betapapun tinggi dan besarnya kuasa seorang manusia tidak akan pernah menyamai kekuasanaan dan kebesaran Allah SWT. Para penguasa dan orang-orang yang berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan manusia saling menunjukkan eksistensinya untuk berlomba-lomba memperoleh kekuasaan yang lebih tinggi dan lebih besar. Dalam prosesnya, para penguasa-penguasa ini terrkadang tidak menyadari bahwa apa yang telah mereka perbuat bukanlah hal yang sepatutnya mereka lakukan. Obsesi dan nafsu yang tidak dapat dikendalikan untuk dapat memperoleh kekuasaan membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Sehingga banyak diantara para penguasa dan orang-orang berilmu lainnya menyalahgunakan pangkat dan statusnya untuk dapat mencapai kekuasaan dan status yang lebih tinggi lagi. Padahal pangkat dan gelar yang didapatkannya melalui cara-cara dan perbuatan-perbuatan dosa, justru menjadikannya sebagai manusia yang memiliki status dan pangkat yang rendah dan hina di mata Allah SWT.

    ReplyDelete
  41. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Amanah merupakan sesuatu yang harus dipertanggungjawabakn di akhirat nanti. Maka jika kita memiliki amanah, cobalah untuk bersikap bijak dan emban amanah tersebut sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  42. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dedikasi dan integritas seseorang dapat tercermin dari sikapnya saat memiliki dan mengemban amanah. bagaimana seseorang menyikapi dan mempertanggungjawabkan amanah itu dihadapan manusia maupun Allah.

    ReplyDelete
  43. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi seorang Begawat adalah hal yang rawan. Karena semakin tinggi derajat seseorang berarti semakin banyak godaan yang mengganggu amanah dan kepercayaannya terhadap kebaikan. Jika seorang begawat mampu menahan godaan tersebut, berarti dia termasuk pemimpin dan pengemban amanah yang berhasil

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bermacam-macam begawat hasil dari bangsa yang mengabaikan perjalanan ruang dan wakrtu. Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Korupsi, Bagawat Ambivalen, Bagawat Menentang Hati Nurani, Bagawat Sekedar Wadah, Bagawat Sekedar Formal, akan menemui puncaknya 200 tahun lagi. Entah akan menjadi apa negara dan bangsa yang semakin lama semakin berkembang sifat-sifat begawatnya, kecuali jika ada hati nurani yang masih jernih yang akan menyadarkan semuanya

    ReplyDelete
  45. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Pemimpin memilii tanggung jawab yang besar, tidak hanya dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan serluh rakyatnya. Sehingga menjadi seorang pemimpin hendaklah memiliki sifat amanah. Amanah terhadap jabatan yang telah ia terima. Selain itu seorang pemimpim hendaklah seperti begawat yaitu orang yang berilmu dan menyampaikan ilmu. Sehingga apa yang ia lakukan juga bermanfaat bagi orang di sekitarnya bakan bagi seluruh rakyatnya.

    ReplyDelete
  46. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin, yaitu pemimpin untuk dirinya sendiri. Setiap orang harus mampu mengendalikan hawa nafsu diri sendiri agar mampu melangkah ke arah kebaikan. Namun ketika kita telah memimpin orang lain, itu bukanlah perkara yang mudah. Kita harus mampu mengayomi orang-orang yang kita pimpin dengan tetap berlaku adil terhadap semuanya.

    ReplyDelete
  47. Apa yang ada di dunia ini dapat pandang dari dua sisi yaitu sisi baik (kebenaran) dan sisi buruk (salah). Begitupun dengan manusia, ada manusia baik dan manusia buruk. Begitupun dengan jabatan yang dimiliki oleh manusia, misal guru maka ada guru yang baik dan guru yang buruk, ada siswa yang baik dan siswa yang buruk, begitupun dengan bagawat maka ada bagawat baik dan bagawat baik. Apa yang harus dilakukan oleh kita adalah selalu berusaha berada pada sisi kebaikan atau kebenaran, menjadi manusia yang baik sehingga amanah yang diberikan kepada kita dilakukan dengan sebaik-baiknya, menjadi guru yang baik, siswa yang baik, pemimpin yang baik dst.

    ReplyDelete