Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 17 : Para Bagawat Berlomba Menjunjung Langit




Oleh Marsigit

Paralogos:

Wahai Transenden...tiada yang lebih asyik dari pada melihat kiprah para Bagawat. Kenapa para Bagawat itu menempati kedudukan istimewa. Kenapa sumua orang sangat menaruh perhatian kepada kiprahnya para Bagawat?

Transenden:
Wahai Paralogos..benar apa katamu. Mengapa para Bagawat itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Bagawat itu. Bagawat itu adalah perjuangan panjang. Bagawat itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Bagawat adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Bagawat adalah tanggung jawab dan previlage. Bagawat adalah nilai moral. Bagawat adalah hak prerogatif. Bagawat adalah ikhtiar prima. Bagawat adalah ketentuan dan takdir. Bagawat adalah penentu nasib. Bagawat adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Bagawat adalah etik dan estetika. Bagawat adalah konsistensi dan komitmen. Bagawat adalah panutan dan pembimbing. Bagawat itu formal yang normatif. Bagawat itu normatif yang formal. Bagawat itu doa dan harapan. Bagawat itu mandiri dan sistemik. Bagawat itu hidup dan menghidupkan. Bagawat itu metafisik. Bagawat itu filsafat. Begawat itu mengatasi Ilmu Bidang. Bagawat itu Orang Tua Berambut Putih. Bagawat itu logos. Bagawat itu phenomenologi. Begawat itu hermenitika. Begawat itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Begawat itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Bagawat itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Bagawat tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Begawat tidak hanya sintetik tetapi analitik. Begawat tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Bagawat tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Bagawat tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Bagawat itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Bagawat tidak hanya local genious tetapi means of global. Begawat tidak hanya diam tetapi action. Begawat tidak hanya action tetapi diam. Begawat tidak hanya mencari tetapi memberi. Begawat tidak hanya praktek tetapi berterori. Bagawat tidak hanya berteori tetapi praktek. Bagawat tidak hanya internal tetapi eksternal. Bagawat tidak hanya potensi tetapi faktual. Begawat tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Bagawat tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Bagawat tidak hanya yang terbatas tetapi yang terbatas.

Paralogos:
Wah...wah...banyak sekali pegertian bagawat itu? Kenapa engkau dapat mendefinisikan Bagawat dengan banyak sekali pengertian?

Transenden:

Kata-kataku dan kalimatku tidak akan cukup untuk mendefinisikan apa itu Bagawat. Kenapa? Karena Bagawat itu tidak hanya dunia tetapi juga akhirat. Bagawat itu tidak hanya kata-kata, tetapi juga pikiran dan hati. Tiadalah kata-kataku itu mampu menjelaskan semua pikiran dan hatiku.

Paralogos:

Singkat kata dapatkah anda sebutkan siapa yang disebut Bagawat itu?

Transenden:
Bagawat adalah semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Dia bisa Kepala Rumah Tangga, bisa Kepala Desa, bisa Camat, bisa Presiden, bisa Guru, bisa Rektor, bisa Dosen, bisa Profesor, bisa Menteri...yaitu semua yang merasa sebagai pengemban dan pengembang ilmu serta mengimplementasikannya.

Paralogos:

Wahai transenden...apa kemudian rencanamu setelah orang banyak mengetahui apa itu Bagawat?

Transenden:
Tidak engkau rasakan. Tidak pula dirasakan oleh Bagawat. Tidak pula dirasakan oleh Cantraka, Rakata dan Cemani. Tidak pula dirasakan oleh semua warga. Sebenar-benar yang terjadi adalah kita selalu sedang menyaksikan Perlombaan Menjunjung Langit khusus bagi para Bagawat. Marilah kita mendengar, melihat dan mengikuti apa kata fenomena tantang perlombaan ini.

Bagawat Plagiat:
Aku betul-betul gerah dengan pernyataan Tranbsenden ini: “ Ilmuwan PLAGIAT adalah Ilmuwan yang tidak mengenal dirinya sebagai Ilmuwan ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal Ilmuwan MENGADA dan Ilmuwan PENGADA? Guru yang memalsukan PAK adalah guru yang tidak mampu mengenal dirinya sebagai Guru ADA. Maka dengan sendirinya dia juga tidak mengenal dirinya sebagai Guru MENGADA dan Guru PENGADA. Kegiatan memalsukan karya tulis apakah itu oleh seorang Ilmuwan Plagiat dan memalsukan PAK oleh seorang guru adalah kegiatan memalsukan dirinya sebagai MENGADA. Itulah peran dan jasa Ruang dan Waktu yang tidak akan pernah lalai mencatat segala perbuatan manusia, bahwa sebenar-benar keber ADA annya adalah SAKSI bagi MENGADA nya. Tidak hanya itu, maka segala YANG ADA dan YANG MUNGKIN ADA juga menjadi SAKSI bagi keber ADA annya dan ke MENGADA nya”.
Hemm...aku sudah terlanjur menyandang gelar Sang Bagawat. Satu sisi aku harus menunjukan formalku untuk Mengada, sisi lain aku tidak mempunyai Ekstrinsik apalagi Sistemik. Hemm...aku sebetulnya sangat marah dengan Sang Penguasaku. Karena Ekstrinsik dan Sistemik itu di luar kemampuanku. Itu adalah urusan Lembaga, Departemen dan Negaraku. Itu adalah urusan Political Will sang Penguasa Negaraku. Tetapi bagaimana sementara Sang Penguasa Negaraku itu belum berdimensi Bagawat Sistemik. Padahal para Bagawat Sistemik Transinternasional betul-betul mengharapkan diriku bisa menjadi anggotanya. Wah kalau begitu memang aku dipaksa harus bermain sandiwara. Waha ...ini ada referensi tentang Ada dari Bagawat Sistemik Transinternasional. Mumpung teman-temanku sedang terlena, mumpung semua masyarakatku tidak menyadarinya, maka akan aku ambil saja Referensi ini sebagai karyaku. Gamblinglah diriku. Jika mujur maka makmur, tetapi jika tidak mujur yah..terpaksa memperoleh gelar Bagawat Plagiat itu pilihan tak terhindarkan.

Bagawat Main Paksa:

Aku betul-betul gerah dengan pernyataan Tranbsenden ini: “O...oo Sang Bagawat, dengan kegiatanmu main paksa, maka ada beberapa kesalahan yang telah engkau lakukan. Kesalahan pertama, engkau menganggap dirimu sabagai satu-satunya Bagawat, padahal selain dirimu itu ada tak terhingga jumlahnya para Bagawat. Kesalahan kedua, engkau telah melakukan KEGIATAN MAIN PAKSA. Ketahuilah bahwa tiadalah sebenar-benar hakekatnya seorang Bagawat itu melakukan KEGIATAN MAIN PAKSA. Kegiatan MAIN PAKSA itu hanya dilakukan oleh mereka yang berdimensi lebih rendah dari dirimu, yaitu oleh PARA SUBYEK FORMAL DAN PARA SUBYEK MATERIAL. Ketahuilah bahwa sebenar-benar Bagawat itu mempunyai DIMENSI NORMATIF DAN DIMENSI SPIRITUAL. Kesalahan ketiga, engkau ternyata telah menganjurkan kepada orang lain untuk juga MELAKUKAN KEGIATAN MAIN PAKSA. Anjuranmu itu adalah kesalahanmu yang lebih besar lagi karena engkau telah melibatkan orang lain dalam kesalahanmu”.
Hemm...aku sudah terlanjur menyandang gelar Sang Bagawat. Satu sisi aku harus menunjukan formalku untuk Mengada, sisi lain aku tidak mempunyai Ekstrinsik apalagi Sistemik. Hemm...aku sebetulnya sangat marah dengan Sang Penguasaku. Karena Ekstrinsik dan Sistemik itu di luar kemampuanku. Itu adalah urusan Lembaga, Departemen dan Negaraku. Itu adalah urusan Political Will sang Penguasa Negaraku. Tetapi bagaimana sementara Sang Penguasa Negaraku itu belum berdimensi Bagawat Sistemik. Padahal para Bagawat Sistemik Transinternasional betul-betul mengharapkan diriku bisa menjadi anggotanya. Wah kalau begitu memang aku dipaksa harus bermain sandiwara. Waha ...ini ada Konferensi bagaimana Membangun Karakter, dimana menunjuk diriku sebagai nara sumber. Mumpung teman-temanku sedang terlena, mumpung semua masyarakatku tidak menyadarinya, maka akan aku tampilkan saja semua pikiran dan kebijakan instantku, tak usah repot-repot, tak usah studi komparasi, tak usah penelitian, tak usah baca referensi tambahan, dont care lah dengan semuanya. Toh kedudukanku sebagai Bagawat itu adalah sebenar-benar referensi bagi mereka. Mahai semua peserta konferensi dengarkanlah wejanganku ini: Gunakan Tiga Sa untuk Membentuk Karakter itu. Pertama, PAKSALAH, kedua Buat TERPAKSA, dan ketiga Buat BIASA.

Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga:
Walaupun aku tahu ini bertentangan dengan nuraniku, karena tidak cocok dengan rasional asal-usulku menjadi Begawat Ilmu Bidang. Tetapi bukankah Lembagaku ini sangat membutuhkanku. Apa tahunya Cantraka, Rakata dan Cemani itu? Aku sangat mengerti tabiat rakyat dan bangsaku. Mereka belum tahu bedanya Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga. Karakter rakyat dan bangsaku menganggap Bagawat Penguasa Lembaga tentu Bagawat Ilmu Bidang. Maka hanya Bagawat bodoh saja yang tidak mau merebut Bagawat Penguasa Lembaga. Aku juga akan PAKSA diriku bisa menggabungkan Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga. Jika demikian maka aku akan dapat menyatukan antara Ilmuku dan Kebijakanku. Itulah setinggi-tinggi nikmat hidupku yaitu ketika aku dapat menyatukan Ilmuku dan Kebijakanku, aku dapat menyatukan Teori dan Praktiku, aku dapat menyatukan semua tujuanku dan tujuan rakyatku, dan semua terangkum dalam diriku. Maka aku akan menemukan bahwa semua aspek kehidupanku adalah kebijakanku adalah aspek hidup mereka. Kata-kataku, batuk dan bersinku itu adalah kebijakanku.

Bagawat Transnasional:

Hidup terkadang harus melawan hati nurani. Hemm...aku telah mencapai kedudukan sebagai Begawat Ilmu Bidang. Satu sisi aku harus menunjukan formalku untuk Mengada dalam Ilmu Bidang, sisi lain aku tidak mempunyai Ekstrinsik apalagi Sistemik untuk mengada dalam Ilmu Bidang. Hemm...aku sebetulnya sangat marah dengan Sang Penguasaku. Karena Ekstrinsik dan Sistemik itu di luar kemampuanku. Itu adalah urusan Lembaga, Departemen dan Negaraku. Itu adalah urusan Political Will sang Penguasa Negaraku. Tetapi bagaimana sementara Sang Penguasa Negaraku itu belum berdimensi Bagawat Sistemik. Padahal para Bagawat Sistemik Transinternasional betul-betul mengharapkan diriku bisa menjadi anggotanya. Wah kalau begitu memang aku dipaksa harus bermain sandiwara. Waha ...ini ada ada Proyek Nasional. Mumpung teman-temanku sedang terlena, mumpung semua masyarakatku tidak menyadarinya, maka akan aku ambil Proyek nasional ini. Negaraku ternyata cukup menghibur diriku dengan tawaran memegang Proyek Nasional. Akan aku laksanakan tugasku sebagai Bagawat Birokrat Nasional. Dengarkanlah titah-titahku. Wahai peserta Rakor yang berbahagia, pertama mari kita hormat dulu kepada Pelaksana Teknis Admninistrasi, walaupun dia bukan Bagawat tetapi berkat dia maka kegiatan ini berjalan. Kedua mari kita taruh hormat kepada Perwakilan Bagawat transinternasional. Tentu mereka datang karena melihat kita mempunyai dan mampu memproduksi madu buat mereka. Hemm dengarkan semua Bagawat Ilmu Bidang...engkau itu tidak ada apa-apanya didepan Pelaksana Teknis Administrasi. Jangan pula engkau mentang-mentang di sini. Jangan pula engkau bicara Bagawat di sini. Jika engkau tidak dapat uang saku, tamat pula riwayatmu. Wahai Tuan Bagawat Transinternasional..sungguh mulia engkau jika berkenan me Refresh dan men Charger semua Bagawat Ku di seluruh negeri ini ke hadapanmu. Tiadalah daya dan upayaku dihadapanmu kecuali pengakuan totalku bahwa semua Bagawatku itu tidak ada apa-apanya di hadapanmu. Maka dengan demikian aku juga berserah diri semua rakyat dan bangsaku di haribaanmu untuk menerima semua titah-titahmu. Maka aku sangat menyambut gembira Program Rechargingmu bagi bangsaku. Itulah semata-mata pengakuan tulus dan tergantungku kepadamu. Aku terimakasih atas kepercayaanmu mengangkat diriku sebagai Bagawat Cabang Proyek Transinternasional. Hanya dengan demikianlah aku mampu menghidupi diriku. Dari pada menunggu kesadaran penguasaku. dari pada menuruti hati nurani, lebih baik aku bersikap realistis menyesuaikan dengan apa kepentingan dan kebutuhanku. Maka segeralah kemari mumpung rakyatku semua belum meyadarinya. Tenanglah bahwa semua Bagawat Tinggi, Panglima bagawat di negeri ini sudah terhipnotis semua dikarenalan silaunya dan anggunnya penampilanmu itu.

Paralogos:

Oh..oh...cukup-cukup...wahai Transenden. Aku tidak kuasa menyaksikan perilaku para Bagawat kita. Hati dan jangtungku terasa akan meledak. Aku tak kuasa menahan tangisku. Oh...Bagawat..Bagawat.. bangsaku. Kenapa engkau bernasib tragis seperti ini. Lebih tragis lagi karena engkau tidak menyadari ketragisanmu. Wahai Transenden...keadaan demikian itu salah siapa?

Transenden:

Itulah perbuatan dajal. Dajal itu begitu halus, lembut dan tersembunyi. Bahkan yang mengaku para Bagawat saja banyak yang tidak menyadarinya. Itulah dimensi bangsamu. Ini bukan disebabkan oleh karena kejadian sesaat. Ini dikarenakan oleh perjalanan bagsa ini yang telah lama mengabaikan ruang dan waktu. Bangsa ini telah lama mengabaikan kesempatan yang ada. Bangsa ini telah lama mengabaikan potensi yang ada. Maka aku sedang menyaksikan bahwa bangsamu itu sedang dikuasai para dajal. Akibatnya adalah dimana-mana terjadi dilema, kontradiksi, kemunafikan, penyelewengan, korupsi, nepotisme, anomali, kong kalingkong. Maka aku nyatakan “Tiadalah sebenar-benar Bagawat dari bangsamu itu mampu menjunjung langit”. Semua Bagawat yang ada masih terisolasi pada kediriannya masing-masing. Sementara sang Penguasa para Bagawat itu sudah terkena jeratan sistemik dari dajal transinternasional. Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Korupsi, Bagawat Ambivalen, Bagawat Menentang Hati Nurani, Bagawat Sekedar Wadah, Bagawat Sekedar Formal, ...itu semua adalah produk-produk sekarang dan yang akan datang dari masyarakatmu yang sedang sekaratul maut digerogoti oleh Dajal Transinternasional melalui belalai-belalai neolismenya. Hanya keajaiban dan Pemimpin Bangsa yang dapat melihat 200 tahun ke depan akan mampu menyelamatkan Bangsamu itu.


87 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari elegi diatas secara ringkas dapat dijelaskan bahwa banyak sekali pengertian dari kata begawat, tapi bisa disimpulkan begawat adalah mereka yang mengemban ilmu dan amanah, kemudian mengimplementasikannya, namun tidak sedikit begawat yang mengaku begawat tetapi tidak mengimplementasikan apa yang sebenarnya dilakukan begawat tersebut yang hanya mementingkan kehidupan pribadi saja. Bahkan dalam elegi ini digambarkan bahwa dalam menjaga keeksintensiannya, sang begawat menghalalkan segala cara, akibatnya banyak terjadi kontradiksi, kemunafikan penyelewengan, dan kejahatan lainnya.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada elegi ini ditegaskan oleh penulis bahwa para bagawat (orang-orang pengembang ilmu) di negeri ini tidak sadar dan mengabaikan potensi yang ada sehingga menerima begitu saja ketika dikuasai para penguasa-penguasa yang sudah di pengaruhi oleh dajjal.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Begawat merupakan semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu dan mengimplementasikannya. Semua amanah harus dijaga dan dilaksanakan, dan pada akhirnya akan diminta pertanggungjawabannya. Setiap manusia adalah kholifah di muka bumi ini. Maka hendaknya kita sebagai manusia selalu berusaha mengemban dan menjunjung amanah kita dengan baik. Agar semua nya menjadi selaras dan seimbang. Dan kita tidak termasuk dalam manusia-manusia yang dholim

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebagai rakyat. Hanya bisa memandang ke langit. Namun, rakyat tidak bisa melihat yang terjadi di atas langit. Tetapi bagawat di Indonesia saat ini menjadi sangat menyedihkan. Yang dilihat rakyat tentang mereka yaitu banyak keburukan. Tidak bisa melihat wujud-wujud kebaikan. Sudah selayaknya jika penguasa sadar akan hal ini.Mereka banyak yang tidak jujur, karena tanpa menguasai ilmu mereka memberikan pendapat mereka sendiri, dan apa yang mereka ajarkan hanya mengejar pada materi dunia dan mengesampingkan masalah akhirat. Dan semoga di hari yang akan datang, akan hadir bagawat yang sesuai dengan pengertiannya dan selalu ikhlas Karena Allah.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi ini memperlihatkan karakter-karakter begawat yang ada mulai dari Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Ilmu Bidang dan Bagawat Penguasa Lembaga, dan Bagawat Transnasional. Bahwasanya karakter para begawat yang demikian dekat dengan manusia. Oleh karena itu menyandang status sebagai begawat yaitu sebagai orang berilmu sekali lagi hendaknya banyak belajar secara terus menerus dan menggapai bijak dengan segala potensi yang ada dalam diri kita agar menjadi orang berilmu yang bermanfaat bagi pribadi dan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Dan setiap orang pasti akan berupaya dan berjuang untuk mencapai cita-citanya. Namun, perlu adanya kejelian agar kita dapat mengalahkan penghambat dalam usaha menggapai cita-cita kita yaitu dengan pendirian yang teguh untuk bersaing dengan sehat, jujur, belajar agar lebih baik, mau instrospeksi diri dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bagawat atau guru merupakan orang yang memperoleh ilmu dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Jika kita diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi bagawat hendaknya kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas sehingga dapat memajukan diri dan orang lain. Terus berserah dan meminta petunjuk dari Tuhan membuat kita terhindar dari sikap bagawat yang plagiat, main paksa, korupsi, abivalen, menentang hati nurani, sekedar wadah, sekedar formal dan lain sebagainya

    ReplyDelete
  8. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 17. Elegi ini menyampaikan pada kita bahwa begawat (orang yang berilmu dan menyampaikan ilmu) saat ini sedang berusaha menjunjung langit (berlomba-lomba menunjukkan keberadaannya, kedudukannya). Namun mereka lupa bahwasanya mereka juga harus menjadi pengada dan mengada. mereka harus melaksanakan kewajiban dan tanggungannya. Banyak diantara mereka yang kini tidak lagi amanah terhadap kedudukannya sebagai begawat.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat menjadi seorang pemimpin saja tidak lah mudah apalagi ketika menjadi pemimpin banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari hal kecil sampai yang besar. Negara kita selalu mengirim pemuda pemudi bangsa untuk lomba diberbagai bidang dan tidak jarang pasti meraih peringkat tinggi, tetapi negara kita masih belum disebut sebagai negara maju dan berkembang. Kenapa? Tidak lain dan tidak bukan disaat negara lain berlomba-lomba untuk menemukan segala sesuatu yang baru, negara kita sibuk dengan urusannya sendiri seperti urusan korupsi, politik dan agama. Dengan semangat kebangsaan dan kebhinekaan yang kita punyai, marilah kita dapat ikut serta memajukan negara tercinta ini.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hamba-hamba Allah yang di istimewakan oleh Allah pada hari akhir kelak adalah mereka yang memikirkan akherat selama di dunia. Pada elegi ini begawat sangat diistimewakan kedudukannya karena dia memikirkan akherat selama di dunia. Semoga kelak kita menjadi hamba-hamba Allah yang di istimewakan di hari akhir. Jangan hanya mengejar kesenangan dunia saja karena kebahagian di akhreat bersifat kekal

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relative pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan peranan penting dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Mencuri dan memalsukan adalah tindakan yang tidak terpuji sekalipun itu untuk tujuan yang baik. Bagaimana pun keadaan memaksa, hal-hal buruk tidak seharusnya dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Memang, hal-hal keduniawian dapat membuat kita salah melangkah jika tidak berhati-hati.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menceritakan pentingnya sosok pemimpin yang dianalogikan menjadi seorang begawat. Pemimpin merupakan seorang individu yang memiliki kelebihan, kecakapan, dan keterampilan untuk mengayomi anggotanya sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan suatu aktivitas tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan bersama. Pemimpin di sini tidaklah hanya sebuah jabatan saja, namun merupakan peran yang memiliki tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini pemimpin ibarat induk bagi anggotanya.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya.”

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk membangun bangsa Indonesia ini diperlukan pemimpin yang teladan, bijaksana, bertanggung jawab, dan mampu mengayomi semua rakyatnya. Hal ini dapat kita latih dimulai dari diri kita sendiri. Sudahkah kita menjadi pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri?

    ReplyDelete
  17. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjadi pemimpin merupakan suatu kesempatan dengan tanggung jawab yang besar. Hal ini karena menjadi pemimpin harus mampu memimpin, amanah, jujur, dan keikhlas. Namun dalam elegi diatas diceritakan bahwa terdapat beberapa begawat yang memimpin bukan karena kemampuanya yang dikuasainya melainkan karena masalah political will. Hal ini menyebabkan adanya kecurangan kecurangan yang terjadi.

    ReplyDelete
  18. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagaimanapun juga kita haruslah memberikan amanat kepada orang yang berkemampuan pada bidang itu, jangan memberi amanat pada yang tidak berkompeten. Selain itu jangan memberikan amanat kepemimpinan pada orang yang memintanya dan berambisi atas kepemimpinan itu.Rasulullah bersabda Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.” (HR. al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733)

    ReplyDelete
  19. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seorang pemimpin seharusnya tahu posisi kedudukannya dan menjalankan amanah yang dipegangnya dengan sebaik mungkin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi masyarakatnya. Marilah kita mulai belajar menjadi seorang pemimpin. Belajarlah dari hal yang kecil seperti menjadi pemimpin dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  20. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin, yaitu pemimpin untuk dirinya sendiri. Setiap orang harus mampu mengendalikan hawa nafsu diri sendiri agar mampu melangkah ke arah kebaikan. Namun ketika kita telah memimpin orang lain, itu bukanlah perkara yang mudah. Kita harus mampu mengayomi orang-orang yang kita pimpin dengan tetap berlaku adil terhadap semuanya.

    ReplyDelete
  21. Apa yang ada di dunia ini dapat pandang dari dua sisi yaitu sisi baik (kebenaran) dan sisi buruk (salah). Begitupun dengan manusia, ada manusia baik dan manusia buruk. Begitupun dengan jabatan yang dimiliki oleh manusia, misal guru maka ada guru yang baik dan guru yang buruk, ada siswa yang baik dan siswa yang buruk, begitupun dengan bagawat maka ada bagawat baik dan bagawat baik. Apa yang harus dilakukan oleh kita adalah selalu berusaha berada pada sisi kebaikan atau kebenaran, menjadi manusia yang baik sehingga amanah yang diberikan kepada kita dilakukan dengan sebaik-baiknya, menjadi guru yang baik, siswa yang baik, pemimpin yang baik dst.

    ReplyDelete
  22. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Banyak para petinggi di negeri ini menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya untuk memperkaya diri sendiri, bahkan seolah-olah kejahatan yang mereka lakukan itu bersifat sistematis, terstruktur dan massif. Sehingga untuk membuktikan kejahatan yang mereka lakukan harus membuka beratus-ratus pintu terlebih dahulu. Semoga pemimpin kita ke depannya dapat melihat secara visioner, mau di bawa dan di arahkan kemana bangsa kita ini.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini disampaikan bahwa Begawat memiliki banyak sekali definisi, sebanyak apa yang ada. Begawat adalah semua orang yang mempunyai amanah dan mengemban ilmu atau memiliki ilmu. Dalam hal ini manusia adalah makhluk yang memiliki amanah yaitu sebagai khalifah di bumi, untuk menjaga keseimbangan di bumi. Sehingga pada dasarnya menurut saya setiap manusia berpotensi menjadi Begawat.
    Untuk menjadi Begawat yang bersahaja maka diperlukan kemampuan memahami ruang dan waktu. Menjadi Begawat adalah suatu amanah untuk menjadikan bangsa dan negeri ini menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  24. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Tanggung jawab yang semakin besar akan diiringi pula dengan godaan yang semakin kuat. Terkadang manusia tidak sadar akan godaan tersebut sehingga pada akhirnya lalai akan tanggungjawabnya.
    Hal yang bisa dilakukan sebelum mengemban tanggung jawab yang semakin besar adalah memperkokoh pondasi spiritual dan menambah pengalaman, pikiran, dan wawasan untuk melengkapi pondasi tersebut.

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi ritual ikhlas 17 di atas dapat kita ketahui bahwa ada beberapa karakter bagawat yaitu Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Korupsi, Bagawat Ambivalen, Bagawat Menentang Hati Nurani, Bagawat Sekedar Wadah, Bagawat Sekedar Formal. Sebagai seorang bagawat yang memiliki ilmu hendaklah selalu belajar agar ilmu tersebut berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri mupun orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada yang lainnya.

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, pada elegi ini saya menemukam suatu hal yang menarik, yaitu "Hidup terkadang harus melawan hati nurani", disini menurut saya, pemikiran semacam ini lah yang menimbulkan banyaknya penyelewengan tanggung jawab yang dilakukan oleh banyak pihak, seperti guru yang memalsukan PAK dst, bekerja dan memegang tanggung jawab, seharusnya disertai dengan mengontrol diri dengan hati nurani yang dimiliki. Tidak digunakannya hati nurani dapat berdampak besar, diharapkan manusia dapat menggunakan hati nurani untuk mengontrol diri agar tetap di japan yang benar.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami memahami predikat bagawat adalah suatu amanah, seseorang yang menyandang “bagawat” sesungguhnya memikul beban tanggung jawab yang besar. Untuk itu, untuk mendapatkan predikat begawat perlu perjuangan, perlu pembelajaran yang berkesinambungan tanpa henti, perlu banyak melakukan sesuatu dan merefleksikannya sehingga banyak pengalaman-pengalaman hidup yan bermakna. Akan tetapi ternyata ada orang-orang yang terlanjur berpredikat sebagai begawat ternyata tidak sanggup memikul beban dan tanggung jawab sebagai begawat, dalam elegi ini di ilustrasikan sebagai begawat plagiat, begawat main paksa, begawat transnasional.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Begawat adalah semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Untuk menjalankan amanah perlu prinsip yang kuat dan rasa tanggung jawab. Semakin tinggi ilmu semakin besar amanah yang diperoleh dan secara tidak langsung berimbas pada semakin besar pula tanggung jawab yang diterima, sehingga tidak tertutup kemungkinan terbuka peluang bagi “begawat” menyalahgunakan amanah tersebut, selalu ada godaan dalam prosesnya. Untuk itu disinilah peran hati nurani diperlukan sebagai pengendalian diri serta selalulah mengingat Allah SWT untuk setiap perbuatan.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Mungkin satu hal yang paling berat di dunia ini bukan besi, bukan baja, bukan roket. Akan tetapi yang paling berat di dunia ini adalah amanah. Amanah yang diemban atau disematkan kepada kita harus kita jaga dan kita laksanakan sebagaimana mestinya. Sebagai seorang pemimpin yang mendapatkan amanah, kita harus menjadi seseorang yang berperilaku positif. Harus menghilangkan berbagai macam sifat negatif mulai dari Plagiat, Korupsi, Pemaksaan dan tindakan negatif lainnya yang sekarang marak dilakukan oleh pemimpin di negeri ini. astaghfirullah. Kita sebagai kawula muda harus merubah itu sendiri, minimal kita merubah dari diri kita sendiri untuk Indonesia lebih baik.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari artikel di atas, sedikit yang bisa saya pahami adalah bahwa menjadi Bagawat itu bukanlah hal yang mudah. Menjadi Bagawat memerlukan perjalanan panjang, penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Karena Bagawat adalah semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Dia bisa siapapun, asalkan mampu dan memenuhi kriteria tersebut. Tentunya semua mengandung resiko karena semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin tinggi pula godaan dan cobaanya. Maka dari itu,tidak heran jika banyak orang yang cerdas tetapi justru meninggalkan Tuhan bahkan menjadi orang atheis.

    ReplyDelete
  31. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pada elegi ini, begawat adalah manusia yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Manusia yang diberi amanah untuk mengemban ilmu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan. Tiap manusiamempunyai kecenderungan masing-masing. Ada yang belajar soal hukum dan politik, kesehatan, ekonomi, teknik, science, dan disiplin ilmu lainnya. Ilmu yang telah dipelajari akan menjadi bekal masa depannya. Ada yang jadi pengacara, dokter, pebisnis, dan lainnya. Mereka yang telah berilmu saling berlomba untuk menjadi yang terbaik di bidangnya masing-masing. Sehingga terbentuklah suatu tatanan negara. Ada yang jadi Presiden di tingkat pusat pemerintah sampai ketua RT di tengah-tengah masyarakatnya. Diantara presiden dan RT terdapat pelaku kepentingan yang lain. Para pengemban amanah itu ada yang jujur dan juga sebaliknya

    ReplyDelete
  32. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Tragis. Benar-benar tragis. Betapa tidak. Tragisnya kita tidak menyadari ketragisan pada diri kita. Agak terkaget-kaget sebetulnya, sejauh ini saya begitu kagum dengan kehadiran para begawat yang selalu datang di setiap pertanyaan. Tapi kali ini kenapa saya dihadapkan pada begawat-begawat yang sedang tergoda syaitan. Ya memang syaitan lembut dan halus bujuk rayunya. Tapi kenapa harus begawat? Kenapa mereka yang saya kagumi? Ah benar-benar saya harus menemui elegi selanjutnya. Saya harus dapat kepastian tentang begawat-begawat yang ku kagumi sekemarin ini.

    ReplyDelete
  33. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Pemimpin itu sesungguhnya adalah sebuah amanah. Tetapi, banyak orang yang tidak mampu mengemban amanah tetapi memaksakan kehendak untuk menjadi seorang pemimpin demi memuaskan egonya semata. Hal inilah yang menyebabkan kekacauan sebuah bangsa. Mereka berkuasa seenaknya sendiri. Memaksakan keahlian yang sebenarnya bukanlah bidangnya. Sehingga mereka melakukan perbuatan-perbuatan tercela seperti plagiarism dan main paksa.
    Salah satu cara agar kita terhindar dari perilaku buruk yang dicontohkan dalam elegi di atas, yaitu menjadi prmimpin yang tidak bertanggung jawab adalah dengan cara meningkatkan iman dan taqwa kita. Banyak-banyak berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. Semoga kita terlindung dari godaan dajjal yang dapat mempengaruhi kita untuk berprilaku buruk.

    ReplyDelete
  34. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.Bahwa sebagai seorang pemimpin harusnya tahu posisi kedudukannya dengan menjalankan amanah yang dipegangnya dengan sebaik mungkin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi masyarakatnya. Mari mulailah belajar menjadi seorang pemimpin, belajarlah dari hal yang kecil seperti menjadi pemimpin diri sendiri.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  35. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Setiap manusia telah diberikan amanat oleh Allah menjadi seorang pemimpin, paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri yaitu menuntun dirinya agar tidak mengikuti hawa nafsu belaka. Apalagi yang diberikan amanah untuk memimpin rumah tangga, sekolah, perusahaan, negara, dll. Nasib yang dipimpin sangat ditentukan oleh orang yang memimpinnya. Kita telah diperlihatkan daerah atau bangsa hancur karena ulah pemimpinnya yang tidak bertanggung jawab dan amanah. Semoga kita dianugerahkan pemimpin yang amanah dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan rakyatnya.

    ReplyDelete
  36. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Di elegi ini dijelaskan bahwa bagawat adalah semua orang yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Tidak mudah untuk mencapai derajat bagawat, perlu waktu yang panjang dan usaha yang keras. Akan tetapi, perlu ditekankan bahwa sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, berusahalah untuk menjadi orang yang selalu menuntut ilmu kemudian gunakan imu tersebut untuk kemaslahatan umat seperti yang dilakukan oleh para bagawat.

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Begawat merupakan semua orang yang merasa bahwa dirinya memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. Idealnya, seorang bagawat berusaha untuk menjunjung langit, yaitu mengemban ilmu, mengembangkan ilmu, serta mengimplementasikannya. Menjadi bagawat memang tidak mudah, karena mengemban ilmu merupakan amanah yang akan diminta pertanggungjawabannya di dunia dan di akhirat nanti. Padahal godaan untuk melakukan pengembangan ilmu dengan cara-cara yang tidak benar akan terus menerus mengalir. Maka menjadi seorang bagawat harus dapat menempatkan dirinya dalam ruang dan waktu yang tepat, agar tidak terjebak pada hal-hal yang tercela seperti korupsi, penyelewengan, kongkalikong, dsb.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setiap orang tentu memikul amanah masing - masing sesuai dengan kemampuannya. Semakin tinggi ilmu dan kemampuan seseorang, apapun yang melekat padanya juga akan menyesuaikan dengan apa yang ia miliki, termasuk amanah. Orang yang memiliki ilmu tinggi sebagaimana begawat tentunya memikul beban amanah yang lebih berat. Namun perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya. Dengan dasar itu, tentu kita harus yakin bahwa kita mampu menerima dan melaksanakannya. Seberat apapun amanah itu jika dilandasi dengan keikhlasan dan rasa tanggung jawab tentunya akan tetap dapat dilaksanakan dengan sebaik - baiknya tanpa harus menyimpang dari jalan kebenaran. Misalnya jika amanan itu adalah sebuah ilmu, maka hendaklah di salurkan kepada yang lain dan di amalkan untuk kebaikan. Bukan untuk dimiliki sendiri yang akhirnya hanya akan menyebabkan kesombongan.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Membaca elegi ini jadi teringat nasihat Pak Marsigit pada elegi ritual ikhlas 12 mengenai wasiat Muhammad Nurikhlas kepada Para Cantraka dalam meretas sejarah peradaban manusia. Dalam elegi itu kita sebagai generasi penerus bangsa dianjurkan untuk memanfaatkan ruang dan waktu dengan sebaik-baiknya, mengambil kesempatan yang ada untuk kemajuan bangsa. Itu semua dapat dicapai dengan menggunakan akal, pikiran, dan potensi kita digunakan semaksimal mungkin. Para penguasa bangsa tak pernah henti-hentinya berebut mengunggulkan individualisme demi kepentingan pribadi, sehingga satu sama lain berebut menjadi yang terbaik tanpa dilandasi dengan spiritual. Tidak masalah jika berebut menjadi yang paling unggul tetapi membawa kedamaian dan kemajuan bangsa.

    ReplyDelete
  40. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Terimakasih banyak Pak prof
    Menyedihkan melihat begawat-begawat yang diumpamakan dalam elegi tersebut.Kesadaran menjalankan amanah telah hilang ditelan kekuasaan.Tidak ada yang namanya potensi, atau professionalitas semua berbaur asas kepentingan.Amanah telah bertolak belakang dengan kodratnya. Harga diri tergadaikan hanya gara-gara meraih kekuasaan.Dan kekuasaan telah disandakan pada sandaran yang salah. Maaf, jika tidak salah memahami begitulah kondisi begawat yang ada di negeri ini seperti yang dikiaskan dalam elegi tersebut.

    ReplyDelete
  41. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya menyadari belum sepenuhnya mampu untuk mengemban amanah yang Allah berikan untuk diri saya. Terkadang hak-hak atas tubuh saya sendiri saja belum saya penuhi secara optimal. Layaknya mata yang harus diistirahatkan dalam waktu yang cukup, tangan yang terkadang memberi namun masih terucap dalam mulut, mulut yang terkadang suka lepas dalam berbicara dan sebagainya. Saya berharap dapat diberi kesadaran oleh Allah atas tindakan tragis yang cenderung tidak disadari saat melakukannya. Terima kasih Pak, sedikit ulasan ini membuka pandangan saya pentingnya berpikir sebelum bertindak dan melatih niat dalam beribadah kepada Allah.

    ReplyDelete
  42. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya tidak ada pekerjaan yang mudah dan paling nyaman. Kadang kita merasa terlalu sulit dengan pekerjaan kita, padahal di luar sana masih ada orang yang lebih mengalami kesulitan daripada kita. Jadi, seberat apapun tugas kita, lakukanlah dengan hati yang ikhlas, dan jangan lupa bersyukur karena di luar sana masih ada orang yang lebih kesulitan dari kita. Disamping masalah yang besar pasti identik dengan besarnya ilmu yang akan kita dapat nanti. Begitu juga seorang pemimpin, pemimpin sebaiknya menjalankan amanah-amanah yang diberikan dengan dengan baik.

    ReplyDelete
  43. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 17 ini saya menemukan bahwa banyak sekali defenisi Bagawat, yaitu merentang dari yang ada dan yang mungkin ada. Bagawat itu sebenarnya adalah semua yang merasa mengemban dan memperoleh ilmu dan kemudian mengimplementasikan ilmu yang telah diperolehnya tersebut. Namun, sifat masing-masing manusia pasti berbeda-beda. Seperti halnya yang diibaratkan dalam elegi diatas, terdapat Bagawat Plagiat, Bagawat Main Paksa, Bagawat Ilmu Bidang, Bagawat Penguasa Lembaga, dsb. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa sikap dan cara pandang masing-masing orang terhadap apa yang telah dimilikinya berbeda-beda. Untuk itu, agar menjadi seorang Bagawat yang bersahaja hendaklah kita selalu amanah terhadap apa yang telah diberikan kepada kita, baik itu ilmu, jabatan, dll. Serta selalu memahami peran terhadap perkembangan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  44. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Bhagawat adalah simbol dari pengetahuan dan kebijaksanaan. Segala nilai, etika dan konsep luhur semesta ada di hati para bhagawat. Hanya saja terkadang kekuasaan dengan mudah memberi label kepada seseorang sebagai Bhagawat yang sejatinya tidak memahami nilai-nilai luhur, tidak mengerti tentang ilmu semesta dan tidak memiliki tujuan untuk menjunjung langit. Bhagawat-Bhagawat yang dilabeli oleh penguasa tidak bijak akan menghasilkan Bhagawat yang tidak lebih dari seorang sales, yang menjual langit demi kepentingan duniawi. Semoga saja para Bhagawat dengan kemurnian akan pengetahuan dan kebijaksanaan berniat untuk reinkarnasi dan menyelamatkan semesta dari Bhagawat Sales, Bhagawat Plagiat, Bhagawat Main Paksa dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  45. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Negeri ini terlalu banyak dan terlalu lama dikendalikan oleh orang-orang yang egois, orang-orang yang tidak amanah, orang-orang yang tidak takut pada Tuhannya. Sehingga permasalahan-permasalahan yang terjadi telah mengakar dan menjadi sebuah sistem. Mari kita berdoa agar Allah senantiasa menjaga negeri kita dan menjadikan diri kita sebagai pemimpin-pemimpin yang Allah ridhai, yang kelak bisa mensejahterakan negeri ini.

    ReplyDelete
  46. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Kekuasaan yang tidak dapat dikendalikan akan membuat kita menjadi seseorang yang tidak amanah. Untuk saat ini saya hanya dapat bero'a untuk keselamatan negeri ini agar dapat terselamatkan dari orang-oarang yang lepas kendali ats kekuassaanya, sehingga lupa dengan amanah yang seharusnya mereka pegang.

    ReplyDelete
  47. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya rasanya ikut marah Dan tidak tahan dengan kenyataan perilaku para bagawat dalam elegi ini. Makin jelas bagi saya mengapa harus menanggalkan segala atribut pangkat jabatan untuk dapat menggapai iklas. Sebab rupanya memang di situ godaan besar bercokol. Menggunakan segala Cara untuk mempertahankan pangkat Dan jabatan.
    Semoga Kita terhindar dari Hal Hal sedemikian.

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Seseorang yang telah diberikan amanah untuk mengemban tugas atau menduduki suatu jabatan adalah orang-orang yang diberikan tanggung jawab lebih besar daripada orang-orang di bawahnya. Sebenarnya, mereka harus menyadari semakin tinggi posisi mereka di bumi maka semakin banyak godaan untuk jauh dari surga. Namun dengan ancaman yang begitu dahsyat dan tanggung jawab yang begitu beratnya, masih banyak orang yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan jabatan yang tinggi. Bahkan tak jarang yang melakukan dosa besar hanya demi meraih suatu posisi. Sesungguhnya mereka tidak tahu bahwa bahaya godaan syaiton yang dahsyat sedang menanti mereka. Bersyukurlah bagi siapa yang tetap rendah hati dan tawakkal kepada Allah ketika sedang berada di puncak kesuksesan.

    ReplyDelete
  49. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Zaman now untuk merubah segala macam kebijakan adalah dengan cara menjadi orang yang membuat kebijakan. Kenapa seperti itu, agar segala konsep yang ada dipikiran kita untuk memajukan pendidikan maupun aspek lain di negara bisa di dengar dan dapat terealisasi. Karena suatu perubahan dapat terjadi apabila kita bisa menjadi pemimpin di dalam melakukan perubahan tersebut, namun kita harus menjadi pemimpin yang berlandaskan Iman dan Taqwa kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  50. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Jika sebuah urusan tidak diserahkan pada ahlinya, maka tunggu kehancurannya. Demikian yang sering saya dengar pepatah mengenai sebuah amanah. Amanah bisa banyak sekali, misalnya adalah amanah pengembang ilmu, amanah birokrat pendidikan, dll. Jika pos-pos strategis dalam dunia pendidikan bukan diisi oleh orang-orang pendidikan, maka tentu kebijakan-kebijakan yang ditelurkan kualitasnya dipertanyakan. Sentuhan-sentuhan pendidikannya pun berbeda dibanding jika dipegang oleh orang-orang pendidikan.

    ReplyDelete
  51. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Akan ada masa dimana manusia akan diuji keimanannya. Masa tersebut merupakan masa dimana ada salah satu makhluq Alloh yang akan menguasai dunia ini dan dengan mengikuti dialah kita akn hidup senang. Namun, imbalan yang akan diterima adalah jauh dari Alloh SWT. Makhluk tersebut adalah Dajjal dimana hanya Nabi Isa saja yang akan mampu mengalahkannya. Dimasa kekuasaan Dajjal, keimanan akan sangat diuji. Bagi mereka yang tidak kuat maka akan mengikuti dajjal. Namun jika kuat maka akan bertahan dengan keyakinannya. Siapa mereka yang kuat imannya? Mereka adalah orang-orang yang ikhlas menjalankan kehidupan ini dan selalu menyerahkan diri mereka kepada Alloh atas segala apa yang diberikan olehNya. Baik itu hal yang menguntungkan mereka, maupun yang merugikan mereka. Karena mereka yang ikhlas lah yang tau bahwa akan ada balasan yang Indah suatu saat nanti.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  52. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menjunjung langit tidak dapat dilakukan oleh begawat-begawat yang mementingkan diri sendiri diatas kepentingan bersama, apalagi seorang pemimpin yang hanya menguasai negeri untuk kepentingan diri dan keluarganya saja, maka sungguh bangsa tersebut tidak akan pernah menjunjung langit. Apalagi menyabaikan ruang dan waktu, maka sungguh bangsa tersebut tidak akan pernah menjunjung langit. Oleh karena itu marilah mendidik pemimpin masa depan yang tidak hanya mencintai diri sendiri tetapi mencintai bangsa ini.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  53. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Hal yang paling berat di dunia ini adalah memegang amanah. Seandainya para begawat sadar akan tanggung jawabnya sebagai pengemban ilmu dan melaksanakan amanah tersebut sebaik-baiknya maka para begawat akan mampu menjunjung langit. Kenyataannya seperti yang dikatakan oleh Transenden bahwa para begawat bangsa ini masih terisolasi pada kediriannya masing-masing.

    ReplyDelete
  54. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Setelah mencoba memahami elegi diatas kami tertegun dan perlahan mencoba mencari bentuk apa itu begawat dan ternyata begawat merupakan persimbolan subyek yang memperoleh amanah berupa ilmu. Ilmu Alla sangat Luas oleh karena itu bentuk dari begawat ini dapat berupa apaupun seperti yang dijelaskan dalam elegi diatas yakni dapat berupa kepala rumah tangga, dosen, menteri dan mereka yang merasa pengemban ilmu. Mengemban amanah memang tidak mudah, keistiqomahan dan tanggung jawab harus dijunjung tinggi dalam melaksanakan amanah oleh karena itu tiada yang mempu menolong dan menetapkan hati kita untuk istiqomah selain ikhlas, berserah diri, berdzikir dan berdoa seraya meminta ampun Kepada Allah SWT. Amien.

    ReplyDelete
  55. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Mengutip kalimat terakhir dari Transenden “Tiadalah sebenar-benar Bagawat dari bangsamu itu mampu menjunjung langit”. ini menyimpulkan bahwa setiap jabatan yang didalam terdapat kakuasaan memliki kecendrungan untuk memanfaatkan kekuasaaan tersebut. ini mungkin terjadi pada setiap orang yang memiliki kuasa, kecendrungan mengikuti nafsu pribadi selalu ada dan ketika seseorang mengikuti nafsu tersebut disitulah dia terjerumus kedalam godaan syaiton.

    ReplyDelete
  56. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Begawat yang berlomba menjunjung langit. Disini saya mengambil kesimpulan bahwa, begawat itu adalah seseorang yang mengemban sesuatu kewajiban dan memiliki kekuasaan sesuai porsinya masing-masing. Ya ketika kita mendapatkan kedudukan seperti itu terkadang kita merasa bingung dan bimbang. Benar, kita harus paksalah, terpaksa, dan terbiasan. Sebagian orang kalau tidak dipaksakan untuk mengemban sesuatu hal, pastilah ia akan stagnan pada posisi yang nyaman. Terkadang, kita juga harus dipaksa dari zona nyaman untuk dapat terbiasa melalui yang lebih sulit dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  57. Sesungguhnya tidak ada manusia yang berada di atasnya manusia lain, karena saat manusia itu merasa telah merasa memiliki kekuasaan telah mampu menjunjung langit, maka sesunguhnya ada manusia lain yang memiliki kekuasaan lebih dari manusia itu. Maka sesungguhnya kekuasaan tertinggi itu tidak ada diantara manusia, melainkan Allah SWT, dan kedudukan manusia tertinggi di bumi adalah manusia yang bisa Ikhlas dengan hatinya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  58. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menjadi seorang bagawat dapat menjadi ujian dan anugrah. Jikalau kita menyadari memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu itu adalah suatu anugerah dan berkah, serta harus disikapi dengan bijak, maka tiada kesombonganlah yang keluar dari padanya. Bahkan, ia akan jadikan sebagai ladang beramal, sehingga ia akan sungguh-sungguh dalam menjalankannya. Namun jika menjadi seorang bagawat justru menjerumuskannya kepada kesombongan, kesemena-menaan, keotoriteran, dan ketinggi hatian, maka tentu perilaku dan tindakan yang akan termcermin padanya adalah seorang pemimpin yang haus akan kekuasaan dan akan berlaku tidak adil dalam aplikasinya, meski dengan cara-cara yang halus dan tidak tampak. Jika hanya ingin menunjukkan keformalan dari sebuah jabatan, maka apakah ia akan memimpin dengan sepenuh hati dan pasti bertanggung jawab atas semua yang telah dikerjakannya selama memimpin. Nah itulah yang dikhawatirkan, hanya karena sebuah jabatan, hati nurani dapat menjadi taruhan. Begitulah salah satu bentuk tanda-tanda akhir jaman tiba, akan ada perilaku-perilaku dajjal yang begitu halus lembut dan tersembunyi, padahal ia menyesatkan. Sehingga marilah kita sama-sama berdoa supaya kita mampu menjauhkan diri dari sang Penguasa para Bagawat itu sudah terkena jeratan sistemik dari dajal transinternasional seperti bagawat plagiat, bagawat main paksa, bagawat korupsi, bagawat ambivalen, bagawat menentang hati nurani, bagawat sekedar wadah, bagawat sekedar formal, dan lain sebagainya. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Manusia memang lebih cenderung mengurusi orang lain dari pada dirinya sendiri, sehingga kadang dia tidak menyadari potensi yang sebenarnya dia memiliki. Padahal manusia diciptakan dengan potensi yang beragam dan setiap orang memiliiki cirinya masing-masing. Karena terdapat manusia yang kurang mengetahui potensi yang dimiliki maka dia tidak memiliki kepercayaan diri atas kemampuannya, sehingga sering terjadi proses plagiat. Bahkan plagiat kini sering identik dengn akademisi, berita terbaru juga ada yang menyatakan doktor yang melakukan kejahatan intelektual tersebut. Menurut saya hal ini disebabkan karena mereka kurang ikhlas dalam berpikir, maksudnya ketika mereka ikhlas dengan pikirannya maka dia hanya akan menggunakan pikirannya dalam bentuk tulisan bukan pikiran orang lain.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pemimpin adalah sosok yang ditugaskan menjaga dan melaksanakan amanah yang diberikan. Pemimpin memiliki tanggungjawab yang besar atas dirinya dan orang lain. Jadilah pemimpin yang jujur dan mampu menjaga amanah yang diberikan dengan baik. Tidak menyalahgunakan kekuasaannya, dan tidak melenceng dari amanah yang diembannya. Sesungguhnya setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak, walaupun sekecil apapun.

    ReplyDelete
  61. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Mind set dan semua tindakan yang kita lakukan mencerminkan kebijaksanaan kita dan kesemuanya itu dapat memberikan banyak dampak, tidak hanya bagi kita tetapi juga untuk orang lain.
    Untuk menjadi pemimpin kita harus mampu mengendalikan diri. Pemimpin adalah sosok paling penting dalam masyarakat. Tanggung jawab seorang pemimpin adalah tanggung jawab dunia dan akhirat. Pemimpin harus melaksanakan tanggung jawab mereka sesuai amanat yang dipercayakan dengan sebaik-baik.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Saat ini, yang terlihat oleh rakyat adalah banyak sekali keburukan-keburukan para begawat sebagai seorang yang ditinggikan. Padahal sebagai yang ditinggikan seharusnya mampu menjadi sosok yang bijak dalam memimpin. Namun tentunya ia harus rela melepas semua kesombongannya dan menumbuhkan keikhlasan dalam jiwanya. Menguasai hawa nafsu dan pikirannya, bukan justru sebaliknya.
    Untuk menjadi pemimpin yang baik bagi suatu kaum atau bangsa, seseorang harus terlebih dulu mampu memimpin dirinya sendiri. Menjadi penyelaras dan pengendali hati, pikiran, dan nafsu. Menyatukan ketiganya dalam kebaikan secara beriringan. Menaunginnya dengan lantunan doa dan dzikir yang tak henti. Sehingga ia dapat menjadi bijak dalam menentukan langkah mana yang akan diambil agar sesuai dengan aturan Tuhan. Jika itu sudah dapat dilakukan, maka barulah ia akan mampu menjadi pemimpin yang baik bagi orang lain.

    ReplyDelete
  63. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dari elegi ini, kita bisa tahu bahwa Bagawat adalah semua yang merasa memperoleh dan diberi amanah untuk mengemban ilmu. begawat tidak hanya mengenai duniawi saja namun juga akhirat. Oleh karena itu, diperlukan hati dan pikiran yang jernih untuk menggapainya. Selain itu, diperlukan jga niat yang tulus dan ikhtiyar yang kuat agar menggapai niali akhirat.

    ReplyDelete
  64. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pada dasarnya kita semua adalah begawat karena kita semua diseru untuk menuntut ilmu, mengejar logos. Bagaimana kita memaknai perjalanan adalah pilihan masing-masing. Namun disetiap perjalanan, disetiap pekerjaan, kita akan selalu berada dalam bujuk rayu syetan. maka sangat berbahaya jika orang niatnya berhasil dikelabuhi setan. Mereka tidak akan memperdulikan orang lain namun malah hanya berusaha bagaimana untuk mengumpulkan keuntungan sebesar-besar untuk diri sendiri. Dengan demikian, tanamkan ikhlas hati dan jernih pikiran di setiap langkah agar tidak terbawa godaan untuk keburukan.

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Mohon dikoreksi apabila terdapat refleksi saya yang salah Prof. Dari apa yang saya baca dari elegi begawat merupakan seorang pemimpin, yang diberi amanah. Pemimpin hendaknya memahami apa yang harus dipimpinnya, tapi kenyataannya beberapa pemimpin yang diberi kekuasaan tidak memahami ilmu dibidangnya. Sikap bertanngung jawab dan kesesuaian antara bidang dan lembaga yang dipimpin perlu dimiliki seorang pemimpin. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  66. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Menjadi seorang pemimpin merupakan amanah yang tidak mudah untuk dilakukan, tanggung jawab yang diembankan besar dan banyak godaan yang datang. Setidaknya, sebelum memimpin sesuatu yang besar, kita harus dapat memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Semua orang mungkin bisa menjadi pemimpin, namun tidak semua orang bisa menjadi pemimpin yang adil dan amanah, baik untuk urusan dunia maupun untuk urusan keagamaan. Seorang pemimpin hendaknya menjalankan tugas dengan ikhlas agar dalam menjalaninya penuh dengan tanggung jawab, amanah dan adil serta tidak berlaku dzalim.

    ReplyDelete
  67. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di Indonesia sebenarnya banyak sekali para begawat seperti ilmuan, guru, dosen, presiden, pejabat Negara, dan lain-lain. Namun banyak yang sudah lupa akan tujuannya menjadi bagawat. Banyak yang terjerumus ke dalam arus dajal seperti korupsi, kolusi, serta kemunafikan. Banyak juga yang telah terjerumus dalam jeratan sistemik tanpa mereka sadari. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda kita harus menjaga hati kita agar selalu bersih sehingga tidak melupakan tujuan awal kita untuk memajukan bangsa Indonesia dengan cara yang baik.

    ReplyDelete
  68. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017.

    Setelah membaca artikel di atas, saya melihat bahwa terdapat banyak definisi tentang begawat. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa begawat adalah seseorang yang membawa sebuah amanah. Amanah untuk menjadi pemimpin, amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, amanah untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Bengawat adalah orang yang istimewa, karena untuk mendapatkan gelar begawat harus dengna usaha yang keras. Tetapi, yang membuat sedih adalah beberapa begawat telah melakukan hal buruk seperti plagiat.

    ReplyDelete
  69. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Begawat meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia, ahirat, hati, pikiran, perbuatan dan segala macam yang diberi amanah untuk mengemban ilmu. Begawat yang menjunjung langit artinya seorang pengemban ilmu yang menggunakan kekuasaan atau jabatannya untuk mencerdaskan atau membangun pendidikan di masyarakatnya.

    Salah satu contoh begawat dalam dunia nyata ialah seorang guru. seorang guru ialah pengemban ilmu kepada siswa-siswanya. Dalam rangkaian usahanya ada yang baik dan ada yang disalahgunakan. Salah satu penyalahgunaan kekuasaan seorang guru iala memaksakan kehendaknya terhadap siswanya dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengajar hanya sesuai keinginanya tanpa memahami kebutuhan dan keinginan siswanya. Contohnya, guru hanya ingin siswanya bisa menghapal berbagai macam rumus agar nilai ulangannya bagus. Tetapi siswa menginginkan pembelajaran yang menyenangkan dan ilmu yang berkesan. Semoga kita dalam mengemban ilmu terhindar dari perilaku penyalahgunaan kekuasaan.

    ReplyDelete
  70. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Begaawat dalam elegi ini sebagai seorang yang diberi amanah untuk menyandang ilmu, dosen, guru, penentu kebijakan,ilmuwan. Karena kedudukannya sebagai penyandang ilmu, maka tidak mudah mencapai statusnya, bahkan setelah mencapai statusnya, tidak mudah pula mempertahankannya.Sungguh ironis banyak para begawat yang tidak menyadari bahwa status begawatnya sudah hilang sejak dia melakukan banyak kecurangan dan kesalahan selama menyandang status begawat.

    ReplyDelete
  71. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kebanyakan begawat yang tidak mampu mempertahankan statusnya sebagai begawat termakan oleh hadiah dari lomba menjunjung langit. Hadiah dari lomba ini sangat menarik dan sangat menjanjikan. Begawat yang bermental lembek akan menempuh cara curang untuk memenangkan lomba ini, demi mengejar hadiahnya. Sungguh tragis, penjajahan yang selama berabad-abad masih menyisakan kebodohan, bahkan di kalangan begawat bangsa ini.

    ReplyDelete
  72. Latifah Fitriasari
    PM C

    Sekarang ini, sudah sangat sedikit orang yang mempunyai ciri-ciri seorang pemimpin yang baik didalam organisasi maupun badan-bandan usaha, bisnis, dan pemerintahan. Untuk itu maka sangat penting bagi para remaja-remaja mulai membiasakan diri untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang bijaksana. Sungguh berat tugas para begawat. Mereka memiliki tanggung jawab yang beraneka ragam dan harus dilaksanakan demi kepentingan bangsa dan negara. seorang pemimpin yang mempunyai keahlian diagnosis, dan selalu meluangkan waktu dan mencurahkan perhatian dalam upaya untuk menegakkan keadilan. Tetapi seseorang yang tidak memiliki jiwa pemimpin didalam dirinya akan menghadapi dilema-dilema didalam dirinya untuk membedakan kepentingan pribadinya dan kepentingan yang lebih besar dalam arti positif yang seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  73. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Hidup di masa sekarang ini harus mampu melawan hati nurani. Hal ini dikarenakan banyak orang yang manyamar menjadi orang yang kesusahan unutk meminta belas kasihan terhadap orang lain, padahal orang tersbut kecupukan. Atau bisa juga banyak orang yang malakukan praktik menipu, yang mana penipu tersebut berpenampilan seperti orang baik. Maka kita perlu berpikir yang rasional dalam bertindak. Namun ketika kejadian yang tidak mengenakkan datang kepada kita, kita perlu ikhlas dalam melewatinya. Bersabat bahwa ujian Allah tersebut unutk menguatkan kita.

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menjadi seorang pengemban amanah tidaklah mudah, mungkin semua orang bisa saja dititipi amanah, namun tidak semua orang bisa bertanggung jawab dengan amanah yang diemban. Sebenar-benar orang yang bersifat amanah ialah baginda Rosul,sedangkan amanahnya para manusia biasa tentu tidak semurni nabi. AManah berarti menyampaikan apa adanya tanpa menambahi tanpa mengurangi, sedangnkan sifat khilaf, salah, dan lupa yang melekat pada manusia menjadi salah satu faktor untuk menambah atau mengurangkan amanah yang dipikul, maka menjaga amanah perlu diimbangi dengan meminta perlindungan Allah SWT. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dajjal dalam spiritual digambarkan sebagai sesosok manusia yang memiliki satu mata dan terdapat tulisan "ka-fa-ra" di dahinya yang menandakan ialah yang akan menggiring manusia menuju kekafiran, benar bahwa dajjal bersifat lembut, mengajak menusia dengan lembut dan licik dengan tipu daya sehingga manusia akan terpincut dan tergiur untuk mengikuti jejaknya, adapun yang dapat memeranginya ialah nabi Isa yang akan turun esok menjelang hari kiamat. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  76. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Suatu amanah yang diemban seseorang adalah buah dari kerja kerasnya masing-masing. Namun, terkadang suatu amanah yang begitu mulia jatuh kepada orang yang salah. Seorang lurah, camat, guru, dosen, rektor, profesor, menteri, atau pengemban amanah mulia lainnya sesungguhnya begitu besar jasa yang mereka dapat miliki. Karena semua tanggung jawab itu bergerak untuk kemaslahatan bersama. Sebaik-baiknya orang adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain. Para pengemban amanah seperti yang tersebut di atas adalah orang-orang yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain melalui tanggung jawab pekerjaannya. dengan syarat, semua tanggung jawab itu dilakukan dengan baik, sesuai aturan, dan dalam koridor yang benar. Tidak lah etis bila bekerja hanya untuk mencari nama atau eksistensi diri. Sehingga kesuksesan pekerjaan ditempuh melalui jalan-jalan yang salah, jalan pintas, atau jalan keburukan. Padahal, amal jariyyah melalui pelaksanaan amanah mulia sebagai seorang pemimpin atau pendidik itu sangat besar sekali kesempatan untuk diraih oleh mereka yang diberikan tanggung jawab itu. Sungguh sangat sia-sia bila sebuah pekerjaan mulia dinodai dengan langkah atau tindakan kerja yang tidak sesuai norma dan etika.

    ReplyDelete
  77. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Semua orang memiliki amanah untuk mengemban ilmu. Tetapi ada saja manusia yang lalai untuk menjalankan amanahnya dengan baik. Setiap orang dapat juga disebut sebagai begawat yang juga mengemban amanah itu. Amanah untuk memperbanyak ilmu yang bermanfaat, Sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain dan juga bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  78. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Begawat adalah seseorang yang diberi amanah untuk menempati suatu jabatan atau kekuasaan, misalnya para pejabat, para pejabat dapat menjadi pejabat karena dia menerima amanah dari rakyat-rakyatnya. Karena jabatan yang diperoleh itu merupakan amanah maka seharusnya para pejabat itu pun melaksanakan apa yang telah diamanahkan kepada mereka, namun apa yang terjadi saat ini semuanya sudah memakai topeng kemunafikan, apa yang ia janjikan dulu tidak dapat dia laksanakan. Mereka sudah terlena dengan jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya sehingga melupakan darimana datangnya jabatan dan kekuasaanya yang mereka miliki tersebut. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  79. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    memang benar bahwa kebanyakan dari kita (bahkan mungkin saya sendiri) tidak menyadari tentang dajal yang disebutkan di atas. untuk itulah kita perlu lebih banyak membaca agar mendapatkan informasi penting, apalagi yang menyangkut negara tercinta tempat kita tinggal. kita memerlukan pemimpin yang peka, yang cinta pada negaranya, yang berusaha melindungi rakyatnya dari jeratan dajal tersebut.

    ReplyDelete
  80. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sangat besar tanggung jawab yang harus dipikul seorang pemimpin. Selain itu, para pemimpin juga harus mempertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT pada nantinya. Seperti juga manusia yang ditugaskan menjadi pemimpin atau khalifah di muka bumi ini, semua yang kita lakukan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta nantinya

    ReplyDelete
  81. Junianto
    PM C
    17709251065

    Bagawat bisa saya pahami sebagai seseorang yang berilmu dna mendapat amanah akan suatu hal. Menjadi seorang bagawat tentu bukan hal yang mudah karena membutuhkan perjalanan yang panjang dan perjuangan yang besar. Tidak ada orang besar/ suskes yang secara instan, tetapi perjuangan besar dan kegagalan demi kegagalan pasti pernah ia rasakan. Terkadang manusia hanya melihat kesusksesan orang lain saja tanpa tahu seberapa besar usaha dibalik kesusksesannya dan seberapa banyak kegagalan yang pernah ia alami. Amanah yang diemban seorang bagawat juga bukanlah hal ringan tetapi karena bagawat adalah orang yang berilmu dan bijak maka diyakini ia adalah yang mampu mengemban amanah tersebut.

    ReplyDelete
  82. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    "Hidup terkadang harus melawan hati nurani", disini menurut saya, pemikiran semacam ini lah yang menimbulkan penyelewengan dalam hal tanggung jawab yang dilakukan oleh banyak pihak, seperti guru yang memalsukan PAK dst, bekerja dan memegang tanggung jawab, seharusnya disertai dengan mengontrol diri dengan hati nurani yang dimiliki. Tidak digunakannya hati nurani dapat berdampak besar, diharapkan manusia dapat menggunakan hati nurani untuk mengontrol diri agar tetap di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  83. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    menjadi seorang pemimpin berarti dia dipercaya untuk diberi amanah dan tangggungjawab. menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah, banyak hambatan dan godaan. dalam memimpin harus memiliki hati yang kuat terhadap godaan, jangan sampai tergodan dan akhirnya menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
  84. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Semakin besar tanggung jawab yang ia emban, maka semakin besar pula resiko yang harus ia hadapi serta semakin tinggi pula derajat yang ia peroleh. Demikian juga dengan hawa nafsu, semakin tinggi derajat seseorang, semakin besar pula hawa nafsu yang dimiliki oleh orang tersebut. Agar tanggung jawab yang diemban itu memiliki nilai ibadah dan berbarokah, maka harus mengalahkan hawa nafsu yang ia miliki. Sebaliknya, jika ia hanyut oleh hawa nafsunya, tanggung jawab yang ia emban akan menjadi bumerang baginya dan tentunya tidak akan memberikan manfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  85. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Wah membahas Plagiat. Plagiat itu ya orangnya tak ikhlas Prof., menurut saya. Mengambil milik orang lain untuk dijadikan miliknya. Apa iya ia ikhlas? Ya tak bisa. Tak bersyukur itu Prof. Miliknya sendiri saja tak ia hargai. Tak ikhlas menerima pemberian Tuhan untuknya berupa akal budi. Tak menggunakan budinya dengan baik itu mah.

    ReplyDelete
  86. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Bangsa ini telah lama mengabaikan kesempatan yang ada. Bangsa ini telah lama mengabaikan potensi yang ada. Maka aku sedang menyaksikan bahwa bangsamu itu sedang dikuasai para dajal. Akibatnya adalah dimana-mana terjadi dilema, kontradiksi, kemunafikan, penyelewengan, korupsi, nepotisme, anomali, kong kalingkong. Maka aku nyatakan “Tiadalah sebenar-benar Bagawat dari bangsamu itu mampu menjunjung langit”.

    ReplyDelete
  87. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Kita sebagai warga negara janganlah berhenti mengharapkan bantuan dari Allah SWT. karena tiadalah dari kita yang mampu menjunjung langit. Allah Maha Besar. tak ada gunanya kita menyombongkan diri atas apa yang telah kita miliki didunia. Semoga kita menjadi manusia yang dapat selalu bersyukur.

    ReplyDelete