Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah




Oleh Marsigit

Hari ke 1:
Marsigit

Elegi ini baru dalam rencana. Walaupun baru dalam rencana tetapi si penulis telah merasa bergetar hati dan seluruh tubuhnya. Air matapun tak kuasa aku bendung. Penulis belum tahu apakah mampu menuliskannya atau tidak. Jika terpaksa tidak mampu menuliskannya maka elegi ini pun urung dibuatnya. Demikian sekedar info..........
Hari ke 2:
Marsigit

Sampai hari ke 2 aku pun tak mampu memikirkan bagaimana aku menuliskan tentang bagaimana keadaannya aku ingin, atau aku merasakan atau aku bisa memandang Wajahmu ya Rasulullah. Aku mengalami perasaan bercampur antara merasa ingin dan ingin merasa memandang Wajah mu ra Rasulullah. Hingga pada hari ke 2 ini, aku pun menemukan bahwa aku tidaklah sendirian. Keadaan dan perasaan yang sama juga dialami oleh murid-muridku. Murid-muridku yang telah membaca persaaanku yang aku tuangkan pada hari pertama juga mengalami perasaan yang sama tentang hal ini. Ungkapan murid-muridku melalui komen-komen mereka semakin menambah derasnya air mataku. Terlebih mereka juga ada yang menyarankan agar aku berdoa agar aku bisa menulis Elegi ini.

Kenapa ya Allah, sekedar baru mempunyai keinginan memandang wajah Rasulullah saja hatiku sudah bergetar, tubuhku semain bergetaran, pikiranku terasa membeku, dan air mataku semakin deras mengalir. Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku atas kelancangan keinginan dan pikiranku. Mohon ampun pula atas Elegi-elegi yang aku tulis. Aku bersaksi bahwa Elegi-elegi ini bukanlah segala-galanya bagiku. Ini hanyalah sarana merefleksikan diriku dan semata-mata untuk diriku. Jika ternyata bermanfaat juga bagi murid-muridku maka saya hanya berusaha bersyukur serta berusaha tawakal kepada-MU ya Allah. Hindarkanlah dari kesombongan diriku dan juga riya atas Elegi-elegiku itu ya Allah.

Sebenar-benar diriku hanyalah berserah diri kepada-Mu ya Allah. Jika engkau perkenankan aku memandang wajah Rasulullah, maka itu semata-mata adalah karunia yang Engkau limpahkan kepada diriku ya Allah. Ya Allah aku mohon perlindungan dari segala macam goda syaitan. Ya Allah tunjukilah diriku di atas jalan yang engkau ridai. Tuntunlah langkahku sehingga setiap langkahku adalah karena diri-Mu ya Allah. Tuntunlah pikiranku sehingga setiap pikiranku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah tulisanku sehingga setiap tulisanku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah kata-kata ku sehingga setiap kata-kataku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah penglihatanku sehingga setiap penglihatanku itu adalah karena Engkau ya Allah. Kemanapun aku melihat ya Allah maka jadikanlah bahwa aku selalu melihat diri-Mu ya Allah. Tuntunlah pendengaranku sehingga setiap pendengaranku itu adalah karena Engkau ya Allah. Astaghfirullah al adzim 3x. Al Fathehah. Al Ikhlas.

Hari ke 3:
Santri Kepala

Hai apa khabar sobat, kayaknya ini Pak Marsigit ya? Lho kenapa masih di sini? Bukankah acara Ritual Ikhlas sudah selesai, dan peserta yang lainnya sudah pada pulang. Kenapa Pak Sigit masih berada di sini? Tumben pula, nggak buat Elegi? Saya tertarik lho sama Elegi-elegi Bapak, dan saya mengikuti terus walaupun tidak pernah membuat komen.

Marsigit:
Iya..terimakasih Santri Kepala...memang...

Santri Kepala:
Kok kelihatannya serius amat ni? Apakah ada yang bisa saya bantu? Bagaimana saya harus memanggil anda? Saya memanggil Pak Marsigit, Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas?

Marsigit:
Ini bukan masalah Elegi...ini juga bukan Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas. Marsigit ya Marsigit. Sekarang saya tidak bisa lagi bermetapora. Sekali Marsigit ya tetap Marsigit. Begini Santri Kepala saya ingin menanyakan perihal pengalaman saya bercampur keinginan saya, dan keinginan saya bercampur pengalaman saya.

Santri Kepala:
Lho apa itu?

Marsigit:
Begini Santri Kepala...entah datangnya dari mana...........suatu saat begitu saja aku ingin memandang Wajah Rasulullah. Tetapi begitu aku mempunyai niat, maka bergetarlah seluruh tubuhku dan hatiku. Aku tidak kuasa melangkahkan kakiku. Aku tidak mempunyai tenaga. Oleh karena itu aku masih tetap di sini. Apakah Santri Kepala bisa membantu saya, bagaimana bisa saya memandang Wajah Rasulullah? dan apa syarat-syaratnya aku bisa memandang Wajah rasulullah? Seperti apakah Wajah Rasulullah itu?

Santri Kepala:
Wah ternyata serius bener nih. Begini Pak Marsigit, saya malah ganti ingin bertanya terlebih dulu. Secara dhohir Rasulullah itu telah meninggal dunia, bagaimana Pak Marsigit mampu meyakininya, jika belum pernah melihat Wajahnya?

Marsigit:
Aku lupa sejak kapan, karena aku sering melafalkan sejak kecil, yaitu bahwa aku meyakini Rasulullah dan kebenaran yang dibawanya semenjak saya mengucapkan syahadat, sebagai berikut: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.: “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh”

Santri Kepala:
Unsur hakekat apa saja yang ada dalam Kalimah Syahadat itu?

Marsigit:
Setau saya ya kesaksianku bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah. Apakah sekiranya terdapat unsur-unsur hakekat yang lainnya?

Santri Kepala:
Dilihat dari semantik bahasanya dan ontologis maknanya, Kalimah Syahadat itu memuat banyak unsur yaitu Pengetahuan, Ikrar, Sumpah, Janji, Keyakinan, Keikhlasan, Kejujuran, Kecintaan, Penerimaan dan Ketundukan.

Marsigit:
Wah...bolehkan anda uraikan apa yang dimaksud masing-masing maknanya itu?

Santri Kepala:
Kalimah Syahadat mengandung unsur Pengetahuan karena seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya. Seseorang yang bersyahadat haruslah mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Artinya diapun harus meyakininya. Jika seorang muslim telah mengikrarkan Kalimah Syahadat maka dia mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita Ikrarkan itu. Mengucapkan Kalimah Syahadat juga mengandung unsur Sumpah, artinya seorang muslim yang telah mengucapkannya bersedia menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut, siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Mengucap Kalimah Syahadat juga mempunyai unsur ontologisnya Janji, yaitu berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul. Bersyahadat itu juga harus memenuhi unsur Menerima dan Tunduk dengan Jujur, Ikhlas, dan semata-mata demi Cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Bersyahadat itu harus menerima dengan Jujur dan Ikhlas segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan hal ini harus membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariat Islam melalui Al Qur'an dan Sunnah Rasul, serta berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya dengan Tunduk secara fisik dan Menerima dalam hati, kemudian mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, dan selalu siap melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupannya.

Marsigit:
Astagfirullah al adzim...ya Allah ampunilah dosaku atas kebengalan pikiranku ini. Ternyata tidak aku sangka bahwa dari kalimat Syahadat yang sederhana itu mengandung makna yang sangat dalam dan sangat luas. Ya Allah sekali lagi mohon ampun diriku yang hina ini. Aku jadi tidak merasa percaya diri. Pantaskah orang seperti diriku ini punya keinginan memandang Wajah Raulullah? Ya Allah ..permohonan ampun yang terus-menerus bagiku kiranya belumlah cukup bagi diriku untuk menghapus dosa-dosaku. Astagfirullah al adzim...5 x, al-Fathehah 1x, al-Ikhlas 3x.

Santri Kepala:
Wahai Pak Marsigit...kenapa dirimu itu? Baik-baik saja? Katanya mau bikin Elegi?

Marsigit:
Aku telah menemukan bahwa kalimat-kalimatku pada hari ke 1, hari ke 2 dan hari ke 3 sekarang ini, itulah sebenar-benar Elegi itu. Walaupun aku tidak terlalu peduli tentang apakah dia Elegi atau bukan. Tetapi maafkan Santri Kepala..aku tidak sanggup meneruskan..perbincangan ini. Aku betul-betul diliputi suasana hati yang haru dan perasaan yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Ijinkanlah aku ingin meneteskan air mataku. Tetesan air mataku itulah yang mewakili segala suasana kebathinanku itu. Maaf Santri Kepala biarkan aku sendirian disini seraya aku ingin mensyukuri nikmat yang tiada tolok bandingannya yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadaku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Aku tidak mengira bahwa keinginanku memandang Wajah Rasulullah itu benar-benar keterlauan karena belum mengukur dan melihat siapa diriku itu, bagaimana ikhlasku itu, seberapa banyak amal-amalku, bagaimana adab berdoaku, bagaimana adab beribadatku, seberapa sadakahku, seberapa perjuanganku di jalan Allah, dsd. Di beri hidup sampai di sini saja aku sudah merasa bersyukur. Aku tidak tahu apakah hari esok aku masih mampu bertanya kepadamu Santri Kepala.

Santri Kepala:
Baiklah Pak Marsigit, untuk menenangkan pikiran marilah kita berdoa bersama.
Allohuma ij’alana minadz dzaakiriena wadz dzaakirot. Allohumma nawwir qulubana bikulli hidayatika kama nawwarta binuri syamsika abadan abadan. Robbana taqobbal minna innaka Antas Samie’ul ‘Alaiem watub ‘alaina innaka Anta Tawwabur Rohiem. Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirien. Robbana atina fid dunya hasanatan wafil akhiroti hasanatan wa qina adzaban naar, wa adkhilna jannata ma’al abror Ya ‘Aziezu Ya ghoffar. Wa sholallohu ‘alaa Sayyidina Muhammadin an-nabiyyil umiyyi wa a’alaa alihi wa shohbihi wa azwajihi wa dzurriyyatihi wa ahli baitihi ajma’ien wasallam. Subhana Roobika Robbil ‘Izzati ‘amma yashifuun wa salamun ‘alal mursalien wal hamdulullahi Robbil ‘alamien.

Hari ke 4:
Santri Kepala:

Wahai sobatku, Pak Marsigit...sudahlah....janganlah berlarut-larut dan berlebihan segala sesuatunya itu. Selalu istigfar dan mohon ampunlah kepada Allah SWT, serta mohon petunjuk dengan ikhlas dan tawakal seraya berserah diri memohon ridhanya. Pada hari ke 4 ini apakah anda masih memikirkan tentang Wajah Rasulullah?

Marsigit:
Maaf Santri Kepala...tentulah selama 4 hari sempai sekarang aku lebih dari memikirkannya tentang Wajah Rasulullah itu. Segenap jiwa dan ragaku telah melibatkan diri dalam ikhtiarku dalam pengalaman dan keinginan memandang Wajah Rasulullah, kemanapun mukaku aku palingkan. Engkau belum menjawab pertanyaanku semula yaitu apakah engkau bisa membantu saya, bagaimana bisa saya memandang Wajah Rasulullah? dan apa syarat-syaratnya aku bisa memandang Wajah Rasulullah? Seperti apakah Wajah Rasulullah itu?

Santri Kepala:
Oh baiklah kalau begitu. Marilah kita dengarkan saja apa kata mereka yang sudah berpengalaman melihat Wajah Rasulullah. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Thabrani, juga Al Haitamidalam kitab Majma’ 2:220 menerangkan kesaksian seseorang yang pernah menyaksikan peristiwa kelahiran Rasulullah. Ialah ibu Utsman binti Abdash, beliau berkata, “Aku menyaksikan ketika Aminah melahirkan Rasulullah, keluar cahaya yang menyinari seluruh rumah. Di saat itu aku sedang berada di rumahnya. Kemana pun kami melihat, yang terlihat adalah cahaya.”

Marsigit:
Apakah ada perumpamaan tentang Wajah Rasulullah itu seperti apa?

Santri Kepala:
Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan bahwa seluruh anggota tubuh Rasulullah serta wajah beliau bercahaya. Ada sahabat yang berkata, “Apakah wajah itu seperti pedang, sehingga orang yang melihatnya ketakutan?”Tidak. Wajahnya seperti rembulan.” Ka’ab bin Malik menceritakan, “Ketika mengucapkan salam kepada Rasulullah, aku melihat wajah beliau berseri-seri karena kebahagiaan. Seperti diriwayatkan dalam Shahih Bukhari bab shifat Nabi. Jika merasa bahagia, wajah Rasulullah itu berseri-seri seperti rembulan.”

Marsigit:
Dijelaskan bahwa Wajah Rasulullah itu bersinar. Sinar seperti apakah? Apakah sinar yang kongkrit ataukah sinar sebagai suatu perumpamaan? Bagaimanakah sikap kita sebetulnya terhadap hal ini? Apakah boleh aku mengharap bisa memandang Wajahnya?

Santri Kepala:
Keterangan dari Sayyidah Aisyah, Kanzul Ummal 6:207 , “Aku meminjam jarum dari Habsah binti Rawahab untuk menjahit. Jarum itu jatuh. Aku mencari-cari, tapi tidak menemukannya. Maka ketika Rasulullah masuk, kelihatan jelaslah jarum yang hilang itu karena pancaran sinar wajahnya. Aku pun tertawa. Rasulullah bertanya, ‘Hai Humaira, mengapa engkau tertawa?’ Aku kuceritakanlah peristiwa itu. Kemudian Rasulullah berkata dengan suara yang keras, “Hai Aisyah, malanglah orang yang tidak diberi kesempatan memandang wajahku karena tidaklah seorang Mukmin atau kafir kecuali mengharapkan melihat wajahku.”

Marsigit:
Apakah sinar wajahnya juga memancarkan kewibawaan?

Santri Kepala:
Ali Karamahu Wajhah pernah berkata: “Siapa yang melihatnya sepintas lalu pasti akan terpegun kerana kewibawaannya.” Amer bin Ash menghadap Nabi SAWuntuk yang pertama kali ia berkata: “Aku tidak sanggup menatap wajahnya, kalau sekiranya orang bertanya kepadaku tentang sifat-sifat baginda, seraya tidak sanggup aku menceritakannya kerana mataku tidak sanggup menatap wajahnya.” SUBHANALLAH! Adapun pancaran nurani yg menghiasi keindahan dan keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai yang tersebutpada sifta-sifat dan gambaran wajahnya, maka itu pun dalam erti yang hakiki. Oleh kerana itu, apa yang dimiliki oleh Rasulullah itu merupakan suatu kelebihan yang diberikan oleh Allah swt langsung kepada hambaNya yang dipilih.

Marsigit:
Apakah yang disebut Nur Muhammad itu?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari Nur Muhammad Allah menciptakan sebuah lampu jamrut hijau dari Cahaya, dan dilekatkan pada pohon itu melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna). Itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1,000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya. Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang Nabi.

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara penciptaan Nur Muhammad dengan ruh para nabi?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., “Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara.” Mematuhi perintah ini, dia memandangi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi itu sekonyong konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, “Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?” Allah menjawab mereka, “Ini adalah Cahaya dari Muhammad Kekasih Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian.” Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata, “Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini,” dan mereka semua setuju.

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara Nur Muhammad dengan Al-Qur’an?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci: Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu–kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata,”Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, ‘Benar kami setuju.’ Allah berkata, Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi.’ (Ali Imran, 3:75-76).

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara Nur Muhammad dengan Asma ul Husna? Apakah ada hubungan antara Nur Muhammad dengan penciptaan para malaikat?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang diberkati.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungan antara Nur Muhammad dengan penciptaan alam semesta?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada mukanya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahiah, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang -bintang.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan penciptaan para ulama, syuhada dan mutaqin?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat di dadanya Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan rumah surgawi, Kaba, dan tempat-tempat suci lainnya?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada punggungnya dibuat lah Bayt-al-Ma’mur( rumah surgawi) Kabatullah (Kaba), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem) dan Rauda-i-Mutahhara (kuburan Nabi Suci s.a.w.di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan ruhnya kaum beriman atau bahkan orang tak beriman sekalipun?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung. Dari keringat di kaki nya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang berada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuat.

Marsigit:
Subhanallah! Kalau begitu seperti apakah sebetulnya ruh Nabi Muhammad SAW?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan, itulah sebabnya Nabi Suci s.a.w.disebut juga sebagai “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1,000 tahun; kemudian Allah memerintahkan para ruh itu untuk memandang ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Para ruh mematuhi.

Marsigit:
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( ( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(

Santri Kepala:
Pak Marsigit...kenapa engkau malah menangis?

Marsigit:
Subhanallah! Jangan salah paham Santri Kepala. Tangisanku itu adalah tangisan haru dan tangisan bersyukur. Sampai habis air mataku karena menangis selama empat hari empat malam, belumlah cukup kiranya aku mensyukuri nikmat tiada tolok bandingannya atas pencerahan dari Allah SWT yang baru saja aku dapatkan melalui perantaraan anda. Jika diperbolehkan kiranya, aku ingin segera mati saja biar segera menyusul ruh-ruh itu. Tetapi jika melihat bekalku belum seberapa, maka ijinkanlah aku ingin hidup seribu tahun lagi. Dalam filsafat itu adalah kontradiksi, dalam spiritual itu adalah karunia. Sebab kontradiksi itu ditimbulkan dikarenakan sifat manusia yang terbatas. Sedangkan Allah SWT menciptakan semua yang ada dan yang mungkin ada dengan tiada kontradiksi sedikitpun. Subhanallah. Luar biasa rakhmat Allah bagi yang mampu melihatnya. Luar biasa pula rakhmat dari Allah bagi orang-orang yang mau belajar dan memikirkannya. Amin. Sekiranya aku segera mati, maka aku tentu ingin khusnul khotimah. Tolong Santri Kepala aku diberi doa-doa bagaimana doa memohon khusnul khotimah itu?

Santri Kepala:
Baiklah. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) . Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Amin ya rob alamin.

Bacaan diambil dari berbagai sumber:
1.http://wiki.myquran.org/index.php/Syahadat
2.http://majlisdzikrullahpekojan.org/kisah-nabawi/bentuk-tubuh-dan-akhlak-rasulullah-saw/cahaya-wajah-rasulullah-saw.html:Cahaya Wajah Rasulullah saw
3.http://saffone.1.forumer.com/a/wajah-rasulullah-memancar-keindahan-dan-kewibawann_post443.html
4.Ashari dalam http://manakib.wordpress.com/2008/03/13/dari-nur-muhammad-saw/
5.Arief Hamdani dalam http://manakib.wordpress.com/2008/03/13/dari-nur-muhammad-saw/

48 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Setiap orang muslim tentunya mempunyai keinginan untuk memandang wajah Rosulullah. Rosulullah merupakan suri tauladan bagi semua umat manusia. Awal mula adanya keinginan untuk memandang wajah Rosulullah ialah dari keyakinan pada diri kita bahwa Rosulullah ada. Kita meyakini bahwa kebenaran yang beliau ajarkan yang dibawanya dengan melafalkan kalimat syahadat. Kalimat syahadat ini mengandung unsur pengetahuan karena seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Kita wajib memahami isi dn makna dari dua kalimat tersebut, dan bersedia menerima konsekuensi ucapannya serta tanpa sedikitpun keraguan.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Siapa yang tidak ingin memandang wajah Rasulullah, bahkan dalam mimpi saja saya meninginkannya. Untuk dapat memandang wajah Rasulullah yang kita rindukan dengan melakukan segala tindakan dan ucapan yang terpuji, keikhlasan dalam hati, amalan, dan adab dalam berdoa, beribadah, bersedekah dan lain sebagainya yang kita lakukan semua karena mengharap ridho kepada Allah SWT. Apa yang dimiliki oleh Rasulullah merupakan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT langsung kepada hambaNya yang dipilih.

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Jika saya diberi kesempatan memandang Rasullulah, dengan sangat senang saya akan melakukannnya. Tapi apakah saya mampu memandang wajah Rasulullah, jawabnya mungkin tidak. Saya malu akan diri-saya sendiri. saya takut Rasulullah akan sedih dengan keadaan umatnya. Bismillah dengan kalimat syahadat saya meyakini Muhammad utusan Allah SWT dan Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk beragama Islam.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    shalawat dan taslim semog tetap tercurahkan kepada Baginda Rasulullah Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad, Wa 'alla aali sayyidinaa Muhammad.
    Setiap mukmin pasti mendambakan bertemu dengan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau merupakan nabi sekaligus Rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT untuk menjadi penyempurna akhlak manusia dan menjadi rahmatan lil alamin. Sungguh beruntung seseorang yang dapat bertemu Rasulullah meskipun dalam mimpi karena sesungguh saat ini seluruh dunia merindukan-Nya. Tidak ada satu pun yang lebih baik diteladani dari akhlak beliau. Kecintaaan terhadap Rasulullah pada masa sekarang ini yang sudah sedikit demi sedikit terkikis dari batin para muslim saat ini diakibatkan pengaruh dari perkembangan serta kurangnya minat dalam mempelajari agama Allah SWT. Melihat generasi muslim saat ini sudah mulai enggan menelusuri siapa Rasulullah SAW, bagaimana sifat Beliau, bagaimana kisah, bagaimana ketabahan Beliau sehingga para muslim sekarang ini banyak yang kehilangan sosok tokoh yang menjadi suri tauladan dalam hidup. Semoga kita termasuk orang-orang yang mengikuti jejak Beliau Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Terimakasih pak karena telah membuat hati saya ikut bergetar dalam membaca elegi ini. Mengingatkan kepada kami betapa eloknya budi pekerti Rasulullah yang sangat patut kita teladani.
    Sebaik-baik akhlak adalah akhlak Rosululloh.
    Semoga kita mampu meneladaninya. Aamiin

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Setiap umat Muslim di dunia pasti sangat ingin memandang wajah nabinya yaitu Muhammad SAW. Beliau adalah nabi terakhir yang dipilih Tuhan sebagai penutup dari nabi-nabi pendahulunya yang telah ada. Sifat-sifat dan cara hidupNya yang selalu menjadi panutan umat muslim, beliau pun selalu memberikan efek positif pada setiap umatNya. Wajah nabi Muhammad SAW tidak boleh dibayangkan, karena beliau salah satu contoh manusia yang sempurna di mata Tuhan, namun para pengikutnya boleh berharap suatu saat dapat bertemu beliau di Surga nanti.

    ReplyDelete
  7. Pada diri rasulullah merupakan teladan bagi umat. Bersholawat kepada nabi muhammad maka malaikat akan mendoakan dan melindungi kita. Bersholawatlah kepada nabi muhammad maka beliau akan memberikan syafaatnya pada kita agar terbebas dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Allahumma Sholi a’la Muhammad.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi memandang wajah Rasulullah SAW, untuk melakukan sesuatu, harusnya kita tetapkan semuanya hanya karena Allah SWT. Sungguh luar biasaya Allah, dengan membaca ritual ikhlas ini, saya menjadi lebih mengagumi beliau utusan Allah, Rasulullah SAW. Selama ini, yang saya ketahui, dari makna dua kalimah sahadat mungkin hanya meyakini kalau Allah itu satu, tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Saya mengerti, saya meyakini bahwa Tuhanku adalah Allah, tiada yang lain. Meminta hanya kepada-Nya, mengadu kepada-Nya, dan semua yang kulakukan mudah-mudahan juga hanya karena-Nya.
    Unsur-unsur dalam syahadat itu sangatlah luar biasa. Di dalam islam yang sebenarnya, kita tidak hanya sekedar tahu arti dari syahadat, namun kita harus memahami isi dan apa saja yang terkandung di dalamnya. Kita mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita ikrarkan itu. Mengucapkan Kalimah Syahadat juga mengandung unsur Sumpah, artinya kita harus bersedia menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut, siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Jadi jangan asal mengucap saja, namun kita harus menjalankan kewajiban kitas ebagai umati islam.
    Rasulullah SAW, begitu sungguh sangat luar biasa. Rasulullah adalah suri tauladan yang baik bagi kita. Jika kita bisa mengikuti semua perilaku beliau, maka kita akan selamat dunia dan akhirat. Aamiin.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Walaupun belum pernah memandang wajah Rasulullah, tapi yakin bahwa semua sejarah beliau benar adanya, hadist-hadist serta wahyu yang diterimanya. Walaupun kita dak dapat memandang wajar Rasulullah, ada banyak cara yang dapat kita lakukan yaitu diantaranya perbanyaklah shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW dan Cintailah beliau melebihi kecintaan kepada diri sendiri, keluarga dan seluruh manusia .

    ReplyDelete
  10. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dilihat dari semantik bahasanya dan ontologis maknanya, Kalimah Syahadat itu memuat banyak unsur yaitu Pengetahuan, Ikrar, Sumpah, Janji, Keyakinan, Keikhlasan, Kejujuran dan Kecintaan. Kalimah Syahadat mengandung unsur Pengetahuan karena seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya. Seseorang yang bersyahadat haruslah mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Artinya diapun harus meyakininya.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap muslim tentunya mendambakan bertemu dengan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau merupakan kekasih Allah SWT. Beliau adalah sosok yang memiliki kesempurnaan akhlak dan perilaku serta merupakan teladan hidup bagi umat manusia. Semua orang beriman merindukan untuk bisa bertemu dengan Beliau. Semoga kita termasuk umat yang dapat meneladani sifat-sifat beliau dan menjadi umat yang kelak mendapat syafaat darinya. Amin…

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita adalah manusia atau umat nabi Muhammad yang sangat di rindukan oleh baginda Nabi Besar Muhammad saw. Karena kita umat yang dirindukan Rasulullah . kita saja tidak tahu bagaimana wajah rasulullah, hanya para sahabat dan umat yang zamannya saja yang pernah meliahat rasululla. Cinta kita kepada rasul harus selalau bertabah, selalau bertambah besar besar cinta kita kepada nya. Selalu bershalawat kepada beliau karena orang yang kikir adalah orang yang tidak pernah bershalawat kepada nya. Semua umat tentunya sangat menginginkan melihat rasulullah, bagaimana rupanya.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Nabi Muhammad atau Rasulullah adalah suri tauladan kita yang terbaik yang patut kita ikuti jejaknya. Dapat memandang beliau adalah dambaan setiap hamba Allah yang taat dan beriman. Setiap umat muslim pastilah ingin memandang wajah Rasulullah. Dengan membaca syahadat kita meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Syahadat adalah ikrar umat Islam yang harus diyakini dan diamalkan, tidak hanya dibaca saja. Semoga kelak kita dapat berkumpul dengan Rasulullah di syurga Allah.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rasulullah adalah idolanya kaum muslim. Bagaimana tidak sosoknya yang berakhlak mulia yang menjadi suri tauladan, pemimpin yang bijaksana, gagah perkasa dan yang paling penting ibadah Rasulullah yang tiada henti padahal jaminan surge baginya sudah tak diragukan lagi. Sudah sepantasnya kita mengidolakannya. Tidak ditemukan peninggalan wajah rupawan Rasulullah. Hal ini yang menjadikan kita ingin mengetahui seperti apa sosok idola yang kita kagumi. Namun hanya orang terpilih yang dapat melihat wajah beliau kelak. Semoga kita menjadi orang – orang terpilih tersebut. Amin.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Syahadat adalah salah satu bagian yang menunjukkan kepercayaan kepada Tuhan. Dengan syahadat maka memiliki kewajiban menegakkan dan memperjuangkan apa yang diikrarkan. Sikap yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan bersikap jujur. Jujur membawa kepada kemurnian hati. Memang tidak mudah untuk dapat bersikap jujur, bahkan kadang ada banyak yang tidak suka dengan sikap jujur. Tetapi sebagai manusia yang beragama maka sudah menjadi kewajiban untuk berusaha bersikap baik dan menegakkan serta mewujudnyatakan syahadat yang diucapkan dalam kehidupan sehari – hari sehingga bukan hanya semata – mata sebuah ucapan belaka melainkan juga perbuatan.

    ReplyDelete
  16. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Rosululloh sebagai rahmatan lil ‘alamin serta akhlak beliau adalah Al-Qur’an, pastinya setiap muslim ingin meneladani sifat beliau serta bertemu dengan beliau. Sungguh beruntungnya jika dapat berjumpa dengan beliau Nabi Agung Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini mengingatkan kita kembali bahwa Rasullah adalah orang pilihan yang merupakan panutan bagi kita semua. Sifat dan keteladanan beliau lah yang patut kita contoh, termasuk perjuangannya dalam perang melawan kebodohan dan kemusyrikan. Suri tauladan yang kita harapkan syafa'atnya nanti di Hari Akhir. Maka kita sebagai manusia yang beriman dan bertakwa harus senantiasa melantunkan syahadat kepada Rasulullah sehingga kita akan mendapatkan pertolongan sehingga bisa menghuni Surga-Nya.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Allahuma sali ala Muhammad, wa ala ali Muhammad
    Setiap manusia beriman tentu merindukan Baginda Nabi Muhammad saw. Beliau sangat mencintai ummatnya, maka sudah sepantasnya kita mencintai beliau. Setiap orang ingin berada di dekat Nabi, seperti yang telah dijelaskan pada beberapa ayat Al-quran. Karena kita akan merasa tenteram katika dekat dengan beliau. Berdasarkan cerita yang ada tentang wanita-wanita terdekat beliau seperti istri-istrinya sangat bahagia ketika mengetahui akan menjadi istri beliau. Karena akan tinggal satu rumah dengan Baginda Nabi. Telah dituliskan beberapa ayat tentang wajah beliau pada elegi ini. Bahwa Nabi Muhammad seluruh tubuhnya bercahaya. Semoga kita mendapat safaat dari beliau dan pada akhir zaman nanti berada di dekat beliau. Aamiiin...

    ReplyDelete
  19. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan rukun iman. dan berarti bahwa kita telah berikrar, bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Nabi Muhammad adalah manusia mulia yang diutus Allah untuk menyebarkan agama Islam. tanda mencintai Allah adalah dengan mencintai Rasul Allah. membaca sholawat adalah ibadah. dari kecil saya percaya bahwa saat bersholawat dan membacakan sejarah nabi (dziba') maka rosulullah 'ikut hadir' dalam majlis tersebut. sehingga saya senang sekali jika mengikuti majlis-majlis slolawat atau dziba'. karena saya merasa saya semakin dekat dan menghormati Rosulullah. semoga kita semua termasuk ummat Nabi Muhammad yang tidak dzolim dan mendapat syafaat beliau besok di hari kiamat. aamiin

    ReplyDelete
  20. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Memandang wajah rasulullah pastilah merupakan keinginan semua orang muslim. Karena hal itu merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Tetapi untuk melihat rasulullah kita harus memulai dengan mengenal beliau mencintai beliau dengan memperbanyak sholawat, melakukan suanh-sunah yang diajarkan beliau. Jika kita sudah bias melakukan apa yang dilakukan beliau dan meninggalkan yang dilarang beliau tetntu kita bias mendapat jalan untuk bisa memandang wajah nabi agung nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  21. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada elegi ini dikisahkan bahwa marsigit yang tidak bisa membuat elegi karena memikirkan keinginanya untuk melihat wajah rasulullah dan kemudian ditegur oleh santri kepala bahwa kita yang sudah mengucap dua kalimat syahadat harus meyakini kebenaran kalimat tersebut. kemudian dilanjutkan dengan dialog yang membahas tentang rasulullah dan keutamaannya oleh santri kepala dan marsigit

    ReplyDelete
  22. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi ini dapat dijadikan ilmu bagi semua umat islam yang belum penuh mengenal Rasulullah. Namun tiadalah seorangpun yang mampu menggambarkan sosok Rasulullah karena beliau adalah sebaik-baik manusia. Beliau manusia paling mulia. Beribadahlah selalu demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bersalawatlah, mintalah agar dapat masuk ke surga Allah SWT untuk dipertemukan dengan beliau.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jauh di dasar lubuk hati kita pasti memiliki kerinduan untuk memandang wajah Tuhan. Namun, pantaskah kita yang masih berziarah di dunia ini memandang wajah-Nya? Kita begitu rapuh dihadapan-Nya, kita penuh dosa dan kesalahan. Keadaan ini hendaknya mendorong kita untuk tetap menjalani hidup dengan terus berserah diri kepada-Nya. Kita harus mampu melakukan berbagai hal yang berkenan dihadapan Tuhan dan menjauhi larangan-Nya hingga suatu saat nanti kita layak menghadap hadirat-Nya dan memandang wajah-Nya.

    ReplyDelete
  24. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 13. Elegi ini menyampaikan mengenai memandang wajah Rasulullah. Terimakasih kepada Prof, dari membaca elegi ini saya mampu menyelam didalam setiap kalimat yang tertulis.
    Rasulullah adalah suri tauladan bagi umat muslim. Wajar bila kita merindukan wajah Rasulullah. Semoga dari sini kita termotivasi untuk senantiasa mengikuti jejak beliau hingga pada akhirnya kita diiziinkan untuk melunasi rindu kita untuk memandang baginda Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  25. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Memandang wajah Rasulullah adalah keinginan setiap umat yang beriman kepada Allah dan Rasulullah. Sehingga ketika keinginan itu hadir dalam pikiran dan hati manusia, maka bergetarlah seluruh jiwa dan raganya karena kesempurnaan yang Allah berikan pada Rasulullah. Setiap yang diucapkan adalah ucapan yang baik, seorang yang jujur, bertanggung jawab, pemaaf, dermawan, dan seluruh sifat baik itu ada pada diri Rasulullah. Sungguh mulia semua yang terdapat pada Beliau, sungguh dambaan seluruh umat Islam.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Siapa yang tak ingin memandang wajah Rasulullah? Setiap umat muslim pasti ingin memandang wajah Rasulullah. Saya pernah membaca disuatu berita online, ada umat islam yang didatangkan Rasulullah dalam mimpinya. Maha Besar Allah atas segala keagunganNya. hanyalah orang orang yang secara ikhlas hati pikiran dan nuraninya yag dapat memandang wajah Rasulullah dalam sebuah mimpinya. Bukan hal yang mustahil bagi kita untuk memandang wajah Rasulullah selagi kita memilki keimanan dan keikhlasan hati dalam menggapai ridho Allah SWT

    ReplyDelete
  27. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Yang saya petik adalah kita tak akan mammpu membayangkan wajah rasulullah namun kita meyakini bahwa Rasulullah adalah kekasih Allah dan nabi terakhir yang menjadi penyempurna. Walaupun Nabi Muhammad sudah tiada kita sebagai manusia mempuyai kewajiban untuk mengamalkan Al Qur'an dan Al Hadist. dan semoga sutu saat nanti kita diberi waktu untuk bertemu dengan Rasulullah walaupun dalam mimpi dan selalu bersholawat.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Subhanallah...Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah di atas banyak memberikan pencerahan kepada kita. Syahadat tidak hanya sebatas sebuah lafal yang berbunyi “Ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh”, melainkan merupakan sebuah lafal perjanjian dan sumpah kita dengan Allah swt. Artinya, kita sebagai seorang muslim hanya mempercayai Allâh sebagai motivasi atau menjadi tujuan hidup kita. Selain itu, kita juga mempercayai bahwa Rasulullah SAW adalah utusan Allah swt yang mana kita nantikan syafaatnya di yaumul akhir kelak.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Syahadat tidaklah cukup diucap dan diketahui maknanya akan tetapi harus diamalkan. Seseorang yang telah bersyahadat laa ilaaha illallah dan muhammad rasulullah maka syahadatnya haruslah dibuktikan dengan tindakan nyata, yaitu mengikhlashkan semua amalan ibadah kepada Allah dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan kepada Allah. Kemudian, ia melakukan semua amalan ibadah tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Oleh karena itu, elegi di atas dapat dijadikan wahana untuk selalu berintropeksi dan mengimplementasikan keikhlasan semata-mata hanya mencari Ridha Allah swt.

    ReplyDelete
  30. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna kalimat Syahadat yang kita ucapkan dalam setiap sholat ini ternyata mengandung makna yang amat dalam. Tidak mengherankan jika membaca dua kalimat syahadat merupakan syarat utama seseorang dalam masuk islam. Karena kalimat syahadat tersebut mengandung unsur pengetahuan, dan seseorang yang mengucapkannya wajib menerima konsekuensi ucapannya, meyakini ucapannya, mempunyai kewajiban untuk menegakkan apa yang telah diikrarkannya. Kalimat syahadat adalah sebuah janji, karena itu harus memenuhi dan menerimanya dengan jujur dan ikhlas, sehingga membuahkan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  31. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Rasulullah adalah sosok yang luar biasa, bahkan melukis wajah Nabi Muhammad dilarang karena kemurnian aqiqah kaum muslimin haruslah dijaga. Sehingga dari tulisan di atas, yang mencirikan wajah Rasulullah yang bercahaya dan beberapa kisah terdahulu amatlah mengagumkan, sungguh amat beruntung jika kita berkesempatan melihat wajah Rasulullah, meskipun bila bercermin diri, masih sangat malu dan belum pantas. Semoga kita senantiasa bisa memperbaiki diri untuk meraih ridho-Nya, dan mendapat syafa’at dari Nabi Muhammad dengan kehendak Allah di yaumul akhir nanti..

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Allah SWT Berfirman dalam Q.S. Al Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". Subhanallah, Setiap orang yang beriman tentulah ingin melihat wajah Rasulullah SAW dan bersama masuk surga. Marilah kita contoh suri tauladan Rasulullah SAW untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  33. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebahagian dunia dan akherat merupakan hal yang sangat diinginkan oleh manusia. Bahkan untuk bertemu Rasulnya maka setiap manusia akan memanfaatkan kehidupan dunia untuk menabung di dalam kehidupan akherat. Dan di dunia mengikuti semua tuntunan dari Rasul dari hadist-hadisnya dan berlomba-lomba mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadist untuk mewujudkan bertemu dengan Allah dan Rasulnya.

    ReplyDelete
  34. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sebagai umat islam, tentulah manusia terlebih dahulu harus mengimani Allah SWT dan Rasulnya Muhamad SAW. Meyakini Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai utusanNYA tertuang dalam 2 kalimat syahadat yang diucapkan oleh manusia sebagai tanda bahwa manusia tersebut memeluk ajaran agama Islam sebagai agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW untuk menjadi rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi semesta alam. Mengucapkan kalimat syahadat tidaklah cukup, tetapi ucapan itu hanyalah simbol bahwa seorang manusia berjanji dan bersumpah akan selalu memegang teguh serta menegakkan ajaran-ajaran agama Islam sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT melalui Muhammad SAW sebagai utusanNYA.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam setiap doa umat muslim pasti menyebut dan menantikan syafaat Rasulullah di yaumul akhir kelak. Selain itu, setiap muslim di dunia ini, termasuk saya pastilah ingin bisa melihat wajah nabi Muhammad SAW. Di surga kelak, mungkin sebagian besar muslim juga ingin bisa berkumpul dengan rasulullah. Nabi Muhammad adalah sosok terpuji yang patut untuk diteladani, baik sikap, sifat, tutur kata, maupun tindakannya. Setiap muslim wajib mengimani dan mempercayai Muhammad sebagai rasul/ utusan Allah. Berkat Rasulullah, dunia ini menjadi terang. Kita sebagai manusia yang hidup di era ini sudah tidak merasakan suramnya zaman jahiliyah lagi. Rasulullah SAW telah memberikan syafa’at yang luar biasa kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih dapat merasakan syafa’at tersebut. Oleh karena itu, setiap umat muslim wajib mempercayai bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    ReplyDelete
  36. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Orang yang beriman tentu akan sangat merindukan untuk dapat bertemu dan memandang wajah Rasulullah SAW. Saking rindunya, manusia bahkan tidak dapat menahan perasaan yang bergejolak dalam hatinya akan kerinduannya kepada Rasulullah. Risalah-risalah yang disampaikan beliau akan selalu dijunjung tinggi dan diamalkan oleh manusia yang sungguh-sungguh merindukan Rasulullah. Allah menciptakan nabi Muhammad SAW dengan begitu banyak keistimewaan, sehingga tanda-tanda kerasulannya dapat terlihat oleh orang-orang disekitarnya pada saat itu. Tanda-tanda keistimewaan dari nabi Muhammad SAW sudah dapat terlihat dari mulai kelahirannya yang pada saat itu terdapat cahaya yang menyelimuti Rasulullah dan seluruh rumahnya ketika beliau dilahirkan. Keistimewaan nabi Muhammad SAW tidak berhenti sampai disitu, bahkan segala yang ada pada diri Muhammad merupakan rahmat yang diberikan Allah kepadanya, wajahnya bersinar dan berseri-seri seperti rembulan, bahkan ada orang yang tidak sanggup untuk menatap wajah beliau karena merasakan kekaguman yang luar biasa terhadap keistimewaan yang Rasulullah miliki. Oleh karena itu, umat Islam sangatlah mengharapkan untuk dapat memandang wajar Rasulullah dan juga meraasa tak sanggup untuk dapat memandang wajah Rasulullah yang sangat dirindukannya itu.

    ReplyDelete
  37. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam elegi ini mengingat kan kembali kita kepada panutan kita Rasulullah, nabi yang memiliki perilaku yang dapat meanjadi tauladan bagi umat manusia, yang benar benar hidupnya untuk Allah, dan menjadikan Al-Qurman sebagai pedomannya, sungguh sosok tauladan yang harusnya kita ikuti jejaknya, semoga kita semua dapat dipertemukan dengan beliau diakhirat kelak. Amin.

    ReplyDelete
  38. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Syahadat adalah janji kita terhadap ALLAH. Syahadat adalah bentuk bersaksinya kita terhadap Allah. Maka untuk mnyempurnakan kesaksian kita, kita ikuti dengan ibadah dan hati yang ikhlas dalam mnjalankan perintah Allah.

    ReplyDelete
  39. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Subhanallah, bertemu dengan sosok Agung merupakan suatu keinginan luar biasa dan sebuah anugrah jika hal tersebut terjadi pada saya. Semoga Allah peremukan saya dengan Nabi Muhammd saw di akhirat nanti Amiin Allahumma Amiin.

    ReplyDelete
  40. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai seorang muslim, kita telah memiliki panutan yang sangat indah perilakunya, santun pembawaannya, luas ilmunya, dan mulia perbuatannya. Yaitu Nabi Muhammad SAW. Mari kita sama-sama menjadi umat Nabi yang setidaknya mengamalkan sunnah Nabi di setiap perbuatan, dan semoga kita dapat menjadi umatnya hingga akhir zaman, dan berjumpa di surga-Nya kelak

    ReplyDelete
  41. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua muslim pasti mendambakan bertemu dengan Rasulullah SAW. Suri tauladan dalam menjalankan tuntunan ajaran islam. Beliaulah yang menjadi salah satu perantara bagi umatnya untuk mendakwahkan segala ajaran agama Islam dari Allah SWT. Hamba Allah sekaligus kekasih Allah yang hampir luput dari dosa, hampir sempurna hidupnya. Maka sungguh beruntunglah orang – orang yang dapat melihat wajah beliau.

    ReplyDelete
  42. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Membaca elegi ritual ikhlas 13 yaitu tentang memandang wajah Rasulullah ini membuat saya teringat hadits yang isinya mengabarkan tentang bermimpi bertemu rasulullah. Yaitu dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai bentukku. Barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka”. [HR Bukhari dan Muslim]. Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memandang wajah Rasulullah melalui mimpi dan bertemu Rasulullah kelak di hari akhir. Aamiin.

    ReplyDelete
  43. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Siapapun dia, muslim muslimah, pasti berkeinginan untuk bertemu Rasulullah walau hanya melihat sosoknya di mimpi. Biasanya, hal yang dapat menyebabkan seseorang bertemu Rasulullah di mimpinya adalah kecintaannya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Kita yang mengaku berkeinginan untuk bertemu Beliau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentu harus berusaha untuk taat kepada perintah yang Beliau wasiatkan dan apapun yang menjadi perintah Allah, sebagai wujud cinta kita pada RasulNya. Menghidupkan sunnah rasulullah dan bershalawat kepadanya, insyaaAllah kita termasuk umat yang berittiba'. Aamiin.

    ReplyDelete
  44. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua muslim di dunia pasti memiliki keinginan untuk dapat memandang Rasulullah SAW walaupun hanya lewat mimpi. Betapa beruntungnya orang-orang yang telah bertemu dan bertatap muka dengan beliau. Semoga kita semua mampu meneladani sifat-sifat beliau.

    ReplyDelete
  45. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    rosul sendiri dapat kita pandang dari berbagai sudut pandang. menurut saya rosul sendiri tidak berada jauh dari kita. wajah rosul berada pada hadist hadistnya.

    ReplyDelete
  46. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    sebagai penyempurna akhak yang baik, segala sikap baik kita sesungguhnya bisa kita refleksikan sebagai wajah rosullullah. sesuai dengan yang telah allah firmankan dalam al quran. Sepantasnya kita mengikuti tuntunan beliau

    ReplyDelete
  47. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    "dalam spiritual itu adalah karunia". semoga saya dapat segera menyusul anda pak, untuk segera dapat merasakan nikmatnya keimanan sesungguhnya.

    ReplyDelete
  48. Sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka dia melihatku secara nyata, sebab syetan sesungguhnya tidak bisa menyerupaiku". Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat nabi muhammad dalam mimpinya atau kelak di hari akhir. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang diberi rahman oleh Allah SWT atau karena amalan yang telah dilakukannya. Ingat bahwa segala amal yang kita lakukan hanya untuk Allah semata, janganlah kita melakukan amalan dengan alasan untuk melihat Nabi Muhammad. Kita dapat melihat atau tidak itu merupakan hadiah atau balasan atas amalan kita yang kita tujuan kepada Allah semata.

    ReplyDelete