Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah




Oleh Marsigit

Hari ke 1:
Marsigit

Elegi ini baru dalam rencana. Walaupun baru dalam rencana tetapi si penulis telah merasa bergetar hati dan seluruh tubuhnya. Air matapun tak kuasa aku bendung. Penulis belum tahu apakah mampu menuliskannya atau tidak. Jika terpaksa tidak mampu menuliskannya maka elegi ini pun urung dibuatnya. Demikian sekedar info..........
Hari ke 2:
Marsigit

Sampai hari ke 2 aku pun tak mampu memikirkan bagaimana aku menuliskan tentang bagaimana keadaannya aku ingin, atau aku merasakan atau aku bisa memandang Wajahmu ya Rasulullah. Aku mengalami perasaan bercampur antara merasa ingin dan ingin merasa memandang Wajah mu ra Rasulullah. Hingga pada hari ke 2 ini, aku pun menemukan bahwa aku tidaklah sendirian. Keadaan dan perasaan yang sama juga dialami oleh murid-muridku. Murid-muridku yang telah membaca persaaanku yang aku tuangkan pada hari pertama juga mengalami perasaan yang sama tentang hal ini. Ungkapan murid-muridku melalui komen-komen mereka semakin menambah derasnya air mataku. Terlebih mereka juga ada yang menyarankan agar aku berdoa agar aku bisa menulis Elegi ini.

Kenapa ya Allah, sekedar baru mempunyai keinginan memandang wajah Rasulullah saja hatiku sudah bergetar, tubuhku semain bergetaran, pikiranku terasa membeku, dan air mataku semakin deras mengalir. Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku atas kelancangan keinginan dan pikiranku. Mohon ampun pula atas Elegi-elegi yang aku tulis. Aku bersaksi bahwa Elegi-elegi ini bukanlah segala-galanya bagiku. Ini hanyalah sarana merefleksikan diriku dan semata-mata untuk diriku. Jika ternyata bermanfaat juga bagi murid-muridku maka saya hanya berusaha bersyukur serta berusaha tawakal kepada-MU ya Allah. Hindarkanlah dari kesombongan diriku dan juga riya atas Elegi-elegiku itu ya Allah.

Sebenar-benar diriku hanyalah berserah diri kepada-Mu ya Allah. Jika engkau perkenankan aku memandang wajah Rasulullah, maka itu semata-mata adalah karunia yang Engkau limpahkan kepada diriku ya Allah. Ya Allah aku mohon perlindungan dari segala macam goda syaitan. Ya Allah tunjukilah diriku di atas jalan yang engkau ridai. Tuntunlah langkahku sehingga setiap langkahku adalah karena diri-Mu ya Allah. Tuntunlah pikiranku sehingga setiap pikiranku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah tulisanku sehingga setiap tulisanku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah kata-kata ku sehingga setiap kata-kataku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah penglihatanku sehingga setiap penglihatanku itu adalah karena Engkau ya Allah. Kemanapun aku melihat ya Allah maka jadikanlah bahwa aku selalu melihat diri-Mu ya Allah. Tuntunlah pendengaranku sehingga setiap pendengaranku itu adalah karena Engkau ya Allah. Astaghfirullah al adzim 3x. Al Fathehah. Al Ikhlas.

Hari ke 3:
Santri Kepala

Hai apa khabar sobat, kayaknya ini Pak Marsigit ya? Lho kenapa masih di sini? Bukankah acara Ritual Ikhlas sudah selesai, dan peserta yang lainnya sudah pada pulang. Kenapa Pak Sigit masih berada di sini? Tumben pula, nggak buat Elegi? Saya tertarik lho sama Elegi-elegi Bapak, dan saya mengikuti terus walaupun tidak pernah membuat komen.

Marsigit:
Iya..terimakasih Santri Kepala...memang...

Santri Kepala:
Kok kelihatannya serius amat ni? Apakah ada yang bisa saya bantu? Bagaimana saya harus memanggil anda? Saya memanggil Pak Marsigit, Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas?

Marsigit:
Ini bukan masalah Elegi...ini juga bukan Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas. Marsigit ya Marsigit. Sekarang saya tidak bisa lagi bermetapora. Sekali Marsigit ya tetap Marsigit. Begini Santri Kepala saya ingin menanyakan perihal pengalaman saya bercampur keinginan saya, dan keinginan saya bercampur pengalaman saya.

Santri Kepala:
Lho apa itu?

Marsigit:
Begini Santri Kepala...entah datangnya dari mana...........suatu saat begitu saja aku ingin memandang Wajah Rasulullah. Tetapi begitu aku mempunyai niat, maka bergetarlah seluruh tubuhku dan hatiku. Aku tidak kuasa melangkahkan kakiku. Aku tidak mempunyai tenaga. Oleh karena itu aku masih tetap di sini. Apakah Santri Kepala bisa membantu saya, bagaimana bisa saya memandang Wajah Rasulullah? dan apa syarat-syaratnya aku bisa memandang Wajah rasulullah? Seperti apakah Wajah Rasulullah itu?

Santri Kepala:
Wah ternyata serius bener nih. Begini Pak Marsigit, saya malah ganti ingin bertanya terlebih dulu. Secara dhohir Rasulullah itu telah meninggal dunia, bagaimana Pak Marsigit mampu meyakininya, jika belum pernah melihat Wajahnya?

Marsigit:
Aku lupa sejak kapan, karena aku sering melafalkan sejak kecil, yaitu bahwa aku meyakini Rasulullah dan kebenaran yang dibawanya semenjak saya mengucapkan syahadat, sebagai berikut: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.: “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh”

Santri Kepala:
Unsur hakekat apa saja yang ada dalam Kalimah Syahadat itu?

Marsigit:
Setau saya ya kesaksianku bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah. Apakah sekiranya terdapat unsur-unsur hakekat yang lainnya?

Santri Kepala:
Dilihat dari semantik bahasanya dan ontologis maknanya, Kalimah Syahadat itu memuat banyak unsur yaitu Pengetahuan, Ikrar, Sumpah, Janji, Keyakinan, Keikhlasan, Kejujuran, Kecintaan, Penerimaan dan Ketundukan.

Marsigit:
Wah...bolehkan anda uraikan apa yang dimaksud masing-masing maknanya itu?

Santri Kepala:
Kalimah Syahadat mengandung unsur Pengetahuan karena seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya. Seseorang yang bersyahadat haruslah mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Artinya diapun harus meyakininya. Jika seorang muslim telah mengikrarkan Kalimah Syahadat maka dia mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita Ikrarkan itu. Mengucapkan Kalimah Syahadat juga mengandung unsur Sumpah, artinya seorang muslim yang telah mengucapkannya bersedia menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut, siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Mengucap Kalimah Syahadat juga mempunyai unsur ontologisnya Janji, yaitu berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul. Bersyahadat itu juga harus memenuhi unsur Menerima dan Tunduk dengan Jujur, Ikhlas, dan semata-mata demi Cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Bersyahadat itu harus menerima dengan Jujur dan Ikhlas segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan hal ini harus membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariat Islam melalui Al Qur'an dan Sunnah Rasul, serta berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya dengan Tunduk secara fisik dan Menerima dalam hati, kemudian mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, dan selalu siap melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupannya.

Marsigit:
Astagfirullah al adzim...ya Allah ampunilah dosaku atas kebengalan pikiranku ini. Ternyata tidak aku sangka bahwa dari kalimat Syahadat yang sederhana itu mengandung makna yang sangat dalam dan sangat luas. Ya Allah sekali lagi mohon ampun diriku yang hina ini. Aku jadi tidak merasa percaya diri. Pantaskah orang seperti diriku ini punya keinginan memandang Wajah Raulullah? Ya Allah ..permohonan ampun yang terus-menerus bagiku kiranya belumlah cukup bagi diriku untuk menghapus dosa-dosaku. Astagfirullah al adzim...5 x, al-Fathehah 1x, al-Ikhlas 3x.

Santri Kepala:
Wahai Pak Marsigit...kenapa dirimu itu? Baik-baik saja? Katanya mau bikin Elegi?

Marsigit:
Aku telah menemukan bahwa kalimat-kalimatku pada hari ke 1, hari ke 2 dan hari ke 3 sekarang ini, itulah sebenar-benar Elegi itu. Walaupun aku tidak terlalu peduli tentang apakah dia Elegi atau bukan. Tetapi maafkan Santri Kepala..aku tidak sanggup meneruskan..perbincangan ini. Aku betul-betul diliputi suasana hati yang haru dan perasaan yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Ijinkanlah aku ingin meneteskan air mataku. Tetesan air mataku itulah yang mewakili segala suasana kebathinanku itu. Maaf Santri Kepala biarkan aku sendirian disini seraya aku ingin mensyukuri nikmat yang tiada tolok bandingannya yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadaku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Aku tidak mengira bahwa keinginanku memandang Wajah Rasulullah itu benar-benar keterlauan karena belum mengukur dan melihat siapa diriku itu, bagaimana ikhlasku itu, seberapa banyak amal-amalku, bagaimana adab berdoaku, bagaimana adab beribadatku, seberapa sadakahku, seberapa perjuanganku di jalan Allah, dsd. Di beri hidup sampai di sini saja aku sudah merasa bersyukur. Aku tidak tahu apakah hari esok aku masih mampu bertanya kepadamu Santri Kepala.

Santri Kepala:
Baiklah Pak Marsigit, untuk menenangkan pikiran marilah kita berdoa bersama.
Allohuma ij’alana minadz dzaakiriena wadz dzaakirot. Allohumma nawwir qulubana bikulli hidayatika kama nawwarta binuri syamsika abadan abadan. Robbana taqobbal minna innaka Antas Samie’ul ‘Alaiem watub ‘alaina innaka Anta Tawwabur Rohiem. Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirien. Robbana atina fid dunya hasanatan wafil akhiroti hasanatan wa qina adzaban naar, wa adkhilna jannata ma’al abror Ya ‘Aziezu Ya ghoffar. Wa sholallohu ‘alaa Sayyidina Muhammadin an-nabiyyil umiyyi wa a’alaa alihi wa shohbihi wa azwajihi wa dzurriyyatihi wa ahli baitihi ajma’ien wasallam. Subhana Roobika Robbil ‘Izzati ‘amma yashifuun wa salamun ‘alal mursalien wal hamdulullahi Robbil ‘alamien.

Hari ke 4:
Santri Kepala:

Wahai sobatku, Pak Marsigit...sudahlah....janganlah berlarut-larut dan berlebihan segala sesuatunya itu. Selalu istigfar dan mohon ampunlah kepada Allah SWT, serta mohon petunjuk dengan ikhlas dan tawakal seraya berserah diri memohon ridhanya. Pada hari ke 4 ini apakah anda masih memikirkan tentang Wajah Rasulullah?

Marsigit:
Maaf Santri Kepala...tentulah selama 4 hari sempai sekarang aku lebih dari memikirkannya tentang Wajah Rasulullah itu. Segenap jiwa dan ragaku telah melibatkan diri dalam ikhtiarku dalam pengalaman dan keinginan memandang Wajah Rasulullah, kemanapun mukaku aku palingkan. Engkau belum menjawab pertanyaanku semula yaitu apakah engkau bisa membantu saya, bagaimana bisa saya memandang Wajah Rasulullah? dan apa syarat-syaratnya aku bisa memandang Wajah Rasulullah? Seperti apakah Wajah Rasulullah itu?

Santri Kepala:
Oh baiklah kalau begitu. Marilah kita dengarkan saja apa kata mereka yang sudah berpengalaman melihat Wajah Rasulullah. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Thabrani, juga Al Haitamidalam kitab Majma’ 2:220 menerangkan kesaksian seseorang yang pernah menyaksikan peristiwa kelahiran Rasulullah. Ialah ibu Utsman binti Abdash, beliau berkata, “Aku menyaksikan ketika Aminah melahirkan Rasulullah, keluar cahaya yang menyinari seluruh rumah. Di saat itu aku sedang berada di rumahnya. Kemana pun kami melihat, yang terlihat adalah cahaya.”

Marsigit:
Apakah ada perumpamaan tentang Wajah Rasulullah itu seperti apa?

Santri Kepala:
Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan bahwa seluruh anggota tubuh Rasulullah serta wajah beliau bercahaya. Ada sahabat yang berkata, “Apakah wajah itu seperti pedang, sehingga orang yang melihatnya ketakutan?”Tidak. Wajahnya seperti rembulan.” Ka’ab bin Malik menceritakan, “Ketika mengucapkan salam kepada Rasulullah, aku melihat wajah beliau berseri-seri karena kebahagiaan. Seperti diriwayatkan dalam Shahih Bukhari bab shifat Nabi. Jika merasa bahagia, wajah Rasulullah itu berseri-seri seperti rembulan.”

Marsigit:
Dijelaskan bahwa Wajah Rasulullah itu bersinar. Sinar seperti apakah? Apakah sinar yang kongkrit ataukah sinar sebagai suatu perumpamaan? Bagaimanakah sikap kita sebetulnya terhadap hal ini? Apakah boleh aku mengharap bisa memandang Wajahnya?

Santri Kepala:
Keterangan dari Sayyidah Aisyah, Kanzul Ummal 6:207 , “Aku meminjam jarum dari Habsah binti Rawahab untuk menjahit. Jarum itu jatuh. Aku mencari-cari, tapi tidak menemukannya. Maka ketika Rasulullah masuk, kelihatan jelaslah jarum yang hilang itu karena pancaran sinar wajahnya. Aku pun tertawa. Rasulullah bertanya, ‘Hai Humaira, mengapa engkau tertawa?’ Aku kuceritakanlah peristiwa itu. Kemudian Rasulullah berkata dengan suara yang keras, “Hai Aisyah, malanglah orang yang tidak diberi kesempatan memandang wajahku karena tidaklah seorang Mukmin atau kafir kecuali mengharapkan melihat wajahku.”

Marsigit:
Apakah sinar wajahnya juga memancarkan kewibawaan?

Santri Kepala:
Ali Karamahu Wajhah pernah berkata: “Siapa yang melihatnya sepintas lalu pasti akan terpegun kerana kewibawaannya.” Amer bin Ash menghadap Nabi SAWuntuk yang pertama kali ia berkata: “Aku tidak sanggup menatap wajahnya, kalau sekiranya orang bertanya kepadaku tentang sifat-sifat baginda, seraya tidak sanggup aku menceritakannya kerana mataku tidak sanggup menatap wajahnya.” SUBHANALLAH! Adapun pancaran nurani yg menghiasi keindahan dan keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai yang tersebutpada sifta-sifat dan gambaran wajahnya, maka itu pun dalam erti yang hakiki. Oleh kerana itu, apa yang dimiliki oleh Rasulullah itu merupakan suatu kelebihan yang diberikan oleh Allah swt langsung kepada hambaNya yang dipilih.

Marsigit:
Apakah yang disebut Nur Muhammad itu?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari Nur Muhammad Allah menciptakan sebuah lampu jamrut hijau dari Cahaya, dan dilekatkan pada pohon itu melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna). Itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1,000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya. Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang Nabi.

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara penciptaan Nur Muhammad dengan ruh para nabi?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., “Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara.” Mematuhi perintah ini, dia memandangi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi itu sekonyong konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, “Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?” Allah menjawab mereka, “Ini adalah Cahaya dari Muhammad Kekasih Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian.” Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata, “Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini,” dan mereka semua setuju.

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara Nur Muhammad dengan Al-Qur’an?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci: Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu–kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata,”Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, ‘Benar kami setuju.’ Allah berkata, Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi.’ (Ali Imran, 3:75-76).

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara Nur Muhammad dengan Asma ul Husna? Apakah ada hubungan antara Nur Muhammad dengan penciptaan para malaikat?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang diberkati.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungan antara Nur Muhammad dengan penciptaan alam semesta?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada mukanya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahiah, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang -bintang.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan penciptaan para ulama, syuhada dan mutaqin?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat di dadanya Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan rumah surgawi, Kaba, dan tempat-tempat suci lainnya?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada punggungnya dibuat lah Bayt-al-Ma’mur( rumah surgawi) Kabatullah (Kaba), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem) dan Rauda-i-Mutahhara (kuburan Nabi Suci s.a.w.di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan ruhnya kaum beriman atau bahkan orang tak beriman sekalipun?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung. Dari keringat di kaki nya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang berada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuat.

Marsigit:
Subhanallah! Kalau begitu seperti apakah sebetulnya ruh Nabi Muhammad SAW?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan, itulah sebabnya Nabi Suci s.a.w.disebut juga sebagai “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1,000 tahun; kemudian Allah memerintahkan para ruh itu untuk memandang ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Para ruh mematuhi.

Marsigit:
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( ( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(

Santri Kepala:
Pak Marsigit...kenapa engkau malah menangis?

Marsigit:
Subhanallah! Jangan salah paham Santri Kepala. Tangisanku itu adalah tangisan haru dan tangisan bersyukur. Sampai habis air mataku karena menangis selama empat hari empat malam, belumlah cukup kiranya aku mensyukuri nikmat tiada tolok bandingannya atas pencerahan dari Allah SWT yang baru saja aku dapatkan melalui perantaraan anda. Jika diperbolehkan kiranya, aku ingin segera mati saja biar segera menyusul ruh-ruh itu. Tetapi jika melihat bekalku belum seberapa, maka ijinkanlah aku ingin hidup seribu tahun lagi. Dalam filsafat itu adalah kontradiksi, dalam spiritual itu adalah karunia. Sebab kontradiksi itu ditimbulkan dikarenakan sifat manusia yang terbatas. Sedangkan Allah SWT menciptakan semua yang ada dan yang mungkin ada dengan tiada kontradiksi sedikitpun. Subhanallah. Luar biasa rakhmat Allah bagi yang mampu melihatnya. Luar biasa pula rakhmat dari Allah bagi orang-orang yang mau belajar dan memikirkannya. Amin. Sekiranya aku segera mati, maka aku tentu ingin khusnul khotimah. Tolong Santri Kepala aku diberi doa-doa bagaimana doa memohon khusnul khotimah itu?

Santri Kepala:
Baiklah. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) . Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Amin ya rob alamin.

Bacaan diambil dari berbagai sumber:
1.http://wiki.myquran.org/index.php/Syahadat
2.http://majlisdzikrullahpekojan.org/kisah-nabawi/bentuk-tubuh-dan-akhlak-rasulullah-saw/cahaya-wajah-rasulullah-saw.html:Cahaya Wajah Rasulullah saw
3.http://saffone.1.forumer.com/a/wajah-rasulullah-memancar-keindahan-dan-kewibawann_post443.html
4.Ashari dalam http://manakib.wordpress.com/2008/03/13/dari-nur-muhammad-saw/
5.Arief Hamdani dalam http://manakib.wordpress.com/2008/03/13/dari-nur-muhammad-saw/

36 comments:

  1. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap Muslim harus percaya dan kepercayaan Muhammad sebagai Rasul Allah.
    Sudah menjadi kewajiban manusia untuk selalu bersyukurlah atas kesempatan yang telah diberikan oleh Allah untuk mengetahui sedikit tentang Nabi Muhammad. Tentu sikapnya menjadi contoh untuk kita menuju kehidupan maksimum. Sebuah anugerah luar biasa dari Allah untuk orang-orang yang ingin belajar dan berpikir tentang hal itu. Selalu bersyukur atas apa yang diberikan kepada kita adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tak disangka, saya pun sangat menyukai elegi ini. Kalimat syahadat yang memiliki makna begitu mendalam bagi umat Islam. Bukan hanya sekedar kalimat biasa, tetapi didalamnya terdapat hak dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah mengucapkannya. Betapa mulianya Nabi Muhammad di dalam kalimat tersebut sehingga dijadikannya kekasih Allah, dan beruntunglah kita bisa mengucapkan janji kita sebagai saksi. Ya mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana wajah Rosulullah bukan? Mengapa kita harus meyakininya? Ya semua itu sudah terjawab di dalam Al Quran. Selain mengucap syahadat sebagai syarat masuknya seseorang ke dalam agama Islam, tetapi diapun juga diwajibkan untuk mengamalkan apa yang ada di dalam Al Quran.

    ReplyDelete
  3. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Elegi ini membahas mengenai rasa cinta manusi terhadap Nabi Muhammad yang merupakan Nabi terakhir. Berbagai pengorbanan telah dilakukan oleh Nabi Muhammad, beliau telah dan akan terus menjadi suri tauladan bagi manusia yang hidup di jamannya dan setelah jamanya. Saya sering heran, padahal sudah diberi tahu dan kita wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhr sehinga kesimpulannya tidak ada Nabi setelah dia. Namun masih saja ada sekumpulan orang yang mengangkat Nabi lain dalam setelah Nabi Muhammad, tentu saja hal itu merupakan suatu kesalahan yang sangat salah. Berarti dia telah mengingkari syahadatnya. Karena apabila kita sudah meyakini dengan Rasul Muhammad, maka kita tidak akan mencari Rasul – Rasul lain yang bahkan namanya saja tidak tercantum dalam Al-Qur’an. Tidak usahlah mencari sesuatu yang sama sekali tidak benar. Lebih baik kita memperbaiki diri dan mengerjakan sunah-sunah Rasul, agar kita semakin mencintai Rasul dan dekat dengan beliau.

    ReplyDelete
  4. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Sebagai seorang muslim harus mengimani nabi muhammad. Iman artinya yakin. Kita harus meyakini dalam hati dan mewujudkan dalam perkataan dan perbuatan. Kita sebagai muslim tentunya meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saat hati ini mulai goyah akan keyakinan tersebut, maka kita harus segera beristigfar dan memohon ampun kepada Allah. Dan kembali meluruskan hati dan sepenuhnya menyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Hal itu dapat kita lakukan dengan selalu mengerjakan sunah-sunah rasul. Terimaksih

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21).
    Tiadalah umat muslim yang tidak ingin memandang wajah rasulullah. Maka sebagai seorang muslim maka kita harus menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan. Karena itulah sebagai seorang muslim kita harus senantiasa berusaha untuk mengikuti teladan- teladan yang telah rasulullah contohkan. Berusaha untuk mempelajari sabda-sabda Rasulullah. Menjadikan Rasulullah sebagai idola kita sepanjang zaman.

    ReplyDelete
  6. Setiap umat muslim di dunia pastinya ingin memandang wajah Rasullullah, namun tidaklah semua manusia itu pantas akan hak tersebut, hanya manusia tertentu yang memiliki kebaikan saja yang mungkin mendapat hak tersebut, jika saya diberi kesempatan untuk memandang wajah Rasullullah, mungkin saya akan merasa malu karena saya merasa tidaklah pantas berhadapan dengan Beliau dalam keadaan banyaknya kesalahan yang ada dalam diri ini, ya Allah ampunilah aku, semoga aku diberikan kesempatan itu, sungguh aku adalah makhluk egois penuh dosa.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ada manusia yang tidak percaya dengan adanya Rasullullah sampai-sampai ingin ditunjukkan seperti apa rupa Rasullullah yang sangat taat pada Allah. Allah telah menyampaikan bahwa barang siapa menaati perintahNya dan menjauhi segala laranganNya maka akan dimasukkan dalam surga kelak bersama Rasulullah. Karena sesungguhnya kita hidup di dunia ini hanya sementara karena yang kekal adalah kehidupan di akhirat nanti. Maka berlomba-lombalah dalam meraih kebaikan di jalan Allah.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Nabi Muhammad adalah teladan bagi seluruh umat manusia, maka sudah sepantasnya jika setiap orang ingin bertemu dan memandangnya. Namun apakah setiap orang akan berkesempatan untuk bertemu dengan beliau? Tentu saja tidak, hanya orang-orang yang mau berusaha mengikuti sunah-sunahnya dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan kesempatan itu. Maka dari itu, marilah kita mulai untuk berikhtiar, menjalankan apa yang diajarkannya mulai dari yang sederhana yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah senantiasa meridhai usaha kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Terimakasih Pak Direktur karena telah membuat hati saya ikut bergetar dalam membaca elegi ini. Mengingatkan kepada kami betapa eloknya budi pekerti Rasulullah yang sangat patut kita teladani. Sebaik-baik akhlak adalah akhlak Rasulullah. Semoga kita mampu meneladaninya dan menjlankan segala sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.

    ReplyDelete
  10. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Nabi Muhammad SAW adalah rahmat dan suri tauladan bagi kita. Bak lagu yang sering kami dendangkan dalam rebana saat masa SD: Nabi Muhammad bagai purnama di tengah malam gelap gulit. Nabi Muhammad bagai pelita cahayanya di atas cahaya. Wahai kaum muslimin muslimat sampaikan shalawat salam…
    Rasulullah adalah nabi akhir zaman yang telah memperjuangkan kebenaran dan membawa kita pada jalan keselamatan. Maka tidak heran kenapa kita semua ingin memandang wajah Rasulullah. Sebagaimana potogan lirik lagu di atas maka kita dituntun untuk senantiasa bershalawat sebagai ungkapan kerinduan kepada Rasulullah.

    ReplyDelete
  11. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Subhanallah.. menumbuhkan rasa cinta terhadap rasulullah sudah mulai jarang terjadi saat ini. Sudah banyak generasi masa kini yang mulai enggan menelusuri siapa rasulullah itu, bagaimana seluk beluknya dan bagaimana perjuangan beliau. Ruh rasulullah sangatlah agung, biasa kita menyebutnya nur muhammad, nur muhammad telah ada jauh sebelum nabi adam terlahir dan jauh sebelum nabi muhammad lahir ke dunia. Syafaat rasulullah sangat kita harapkan di akhirat kelak nantinya. Ijinkanlah hamba menemuimu ya rasulullah suatu saat nanti, limpahkanlah syafaatmu kepada kami semua nanti ya Rasullullah.

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Subhanallah. Saya sungguh terharu membaca elegi bapak kali ini. Memandang wajah Rasulullah, membaca judulnya saja sudah bisa membuat hati bergetar. Sungguh, sebagai umat muslim, pasti kita ingin memandang wajah Nabi Muhammad saw, dan beruntunglah bagi siapa saja yang pernah memandangnya. Dari apa yang bapak paparkan pada elegi ini menunjukkan betapa luar biasa karunia dan anugerah yang Allah SWT berikan kepada rasul terakhir ini. Sebagai muslim, kita harus mempercayai rasul-rasul Allah dan menjadikan mereka teladan dalam menjalankan hidup.

    ReplyDelete
  13. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Ada dua poin besar yang ada dalam elegi di atas. Yang pertama adalah bagaimana kita memaknai kalimat syahadat dengan sebenar-benarnya memaknai. Syahadat adalah merupakan rukun islam yang pertama. Maka tanpanya keislaman kita tak bermakna. Hal ini mengingatkan saya kembali, sudahkah saya memaknainya dengan sebenar-benar memaknai? atau hanya sekadar memaknainya sebagai bacaan yang dibaca ketika sholat tanpa memaknainya dalam hati? Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni dosa kita karenanya.

    ReplyDelete
  14. Poin kedua mengenai Rasulullah SAW, pembawa risalah, penyempurna akhlak. Rasulullah yang sangat mencintai umatnya hingga akhir hayatnya. Rasulullah yang kita cintai dan kita rindukan. Bertemu dengan Rasulullah tentu menjadi impian semua muslim beriman. Rasulullah, hanya mendengar nama Beliau saja dapat menggetarkan hati, bagaimana perjuangannya menyampaikan risalah demi umatnya, bagaimana kesmpurnaan akhlak Beliau yang kita rindukan hadir di tengah carut marutnya dunia ini. Semoga Allah mengaruniakan kesempatan pada kita untuk bertemu dengan Beliau kelak di surga-Nya. Aamiin

    ReplyDelete

  15. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari artikel di atas saya mendapat pengetahuan baru, bahwa Syahadat tidak hanya sebuah kalimat biasa yang harus dikatakan seseorang ketika akan memasuki islam, tetapi syahadat adalah sebuah janji, bahwa kita harus menerima segala konsekuensi jika kita melanggar larangan dan membuat sebuah kesalahan dan dari artikel di atas, saya tahu bagaimana kita harus mencintai Nabi kita, Nabi Muhammad.

    ReplyDelete
  16. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Nabi kita adalah suri tauladan yang baik, pembawa kabar bahagia dan menjadi penyempurna agama Islam, sungguh cita-cita yang tertinggi adalah kesempatan untuk memandang wajahnya. Betapa kecintaan Nabi kepada kita mungkin tidak bisa kita balas kecuali dengan selalu merindukannya, mengirinkan sholawat, dan mentaati segala kebenaran yang telah dikabarkannya.

    ReplyDelete
  17. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sungguh hebatnya menjadi seorang muslim, hanya dengan ikrar syahadat sudah mampu dan yakin tentang kebenaran yang dibawa nabi Muhammad Shallahu alaihi wassallam. Melihat wajahnya saja belum, apalgi kata-katanya, nasehatnya. Sungguh orang yang sudah meyakini tetnunya memiliki keimanan yang sangat kuat. Tak mudah digoyahkan. Maka benar bahwa kalimat syahadat itu mengandung hikmah sejuta makna. Pengeetahuan, penakuan, cinta, keikhlasan. Sungguh beruntung diri ini bisa membaca elegi ini.

    ReplyDelete
  18. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Memandang wajah Rasulullah dalam arti yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang hidup di jaman beliau maih hidup. Namun, memandang wajah Rasululla saat ini tidak dapat dilakukan dengan panvca indera penglihatan atau mata karena beliau telah meninggal. Maka, bagi kita yang tidak mampu menemui fisik Rasulullah, cara kita memandang beliaupun berbeda. Kita memandangnya bukan menggunakan bola mata kita tetapi menggunaan mata hati kita. caranya dengan selau mengingat Rasulullah, percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah, berjanji untuk beriman kepadanya, serta mengikuti petunjuk-petunjuknya. Hal tersebut ada dalam kaimat syahadad yang kita ucapkan setiap kita sholat. Asyhadu An-Laa Ilaaha illallaah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah.

    ReplyDelete
  19. Latifah Fitriasari
    PM C

    Di dalam agama islam, kedua kalimat Syahadat tersebut merupakan sebuah rangkaian utuh yang harus diimani secara menyeluruh. Ketika kita mengucapkan kalimat syahadat, maka kita memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita ikrarkan itu. Maka bagi siapa yang melanggar janjinya disebabkan oleh akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya maka keuntungan akan barada pada dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh” merupakan kalimat yang kita perlu memliki pengetahuan tentangnya. Tidak cukup hanya dengan lancar membacanya, namun perlu diresapi dalam hati dan dilakukan dalam setiap tindakan. Dengan mengucapkan kalimat tersebut berarti ssetiap orang telah bersedia untuk menanggung akibat dan resiko dari sumpah tersebut, bahwa orang tersebut telah bersumpah unutk taat kepad ketentuan perintah Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berjumpa dengan rosul merupakan impian dari setiap umatnya, karena bertemu dengan rosul tidak setiap orang mampu, hanya beberapa saja yang dikehendakiNya. Dapat dikatakan bahwa seseorng yang dapat berjumpa dengan rosul walaupun hanya dalam mimpi ialah orang yang terpilih, dan ia tentulah orang yang ahli surga. Jika seseorang bertemu rosul dalam mimpinya, maka benar yang ia temui ialah rosululloh, karena setan tidak pernah bisa menyerupai wajah nabi bahkan dlam mimpi sekali pun. Orang terpilih yang bisa bertemu dengan rosul akan memiliki tanda-tanda seperti tubuhnya akan wangi yang melekat selamabeberapa hatri, ada satu riwayat yang mengatakan wangi tersebut sampai tujuh hari dan memperoleh kedudukan yang mulia di sisiNya, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  22. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Ada shalawat atau wirid tertentu yang jika dirapalkan dengan istiqamah diyakini sebagai wasilah atau pengantar untuk dapat bertemu dengan rosul. Benyak literatur yang menyajikan ciri-ciri fisik maupun psikis sebagai suguhan untuk pembacanya, Rosul memang diciptakan sempurna dan penuh keistimewaan yang bahkan telah nmpak sebelum beliau lahir, beliau terlahir dari rahim Aminah dan berayahkan Abdullah yang tidak pernah menjadi penyembah berhala, saat beliau lahir, maka keluarlah cahaya terang benderang yang berpendar jauh ke ujung dunia. Ciri fisik rosul sendiri beliau tidak pernah menguap, tidak pernah ditempeli lalat, saata berada di tengah orang yang tinggi maka beliau tidak akan terlihat pendek, namun saat berada di tengah oang pendek pun beliau tidak terlihat tinggi, dengan rambut agak bergelombang dan berpostur tubuh tegap, rosul menggambarkan pribadi yang sempurna lahir dan batin. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Nabi Muhammad adalah teladan hidup bagi ummat manusia. Beliau adalah sosok yang memiliki kesempurnaan akhlak dan perilaku. Semua orang beriman merindukan untuk bisa bertemu dengan Beliau. Semoga kita termasuk ummat yang dapat meneladani sifat-sifat beliau dan menjadi ummat yang kelak mendapat syafaat darinya. Aamiin.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi nabi besar Muhammad. Beliau adalah seseorang yang dipilih oleh Allah untuk mengubah peradaban manusia menjadi lebih baik. Muhammad tidak pernah membuat umatnya menjadi kecewa. Beliau selalu mencoba untuk menjaga dan melindungi banyak orang sehingga menciptakan kenyamanan. Setiap perbuatan dan perkataannya dilakukan semata-mata hanya karena Allah. Allah selalu menjaganya bahkan untuk hal kecil sekalipun. Selain itu, semua orang tahu bahwa Muhammad adalah manusia terbaik.

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Rasulullah adalah nabi terakhir Allah yang diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan rahmat-Nya dengan cara memperbaiki akhlak. Pada saat itu masyarakat rusak moralnya hingga norma-norma kesusilaannya bahkan jauh menyimpang dari ajaran Allah. Rasulullah sebagai rahmatan lil'alamin seperti pada firman Allah "dan tiadalah Kami mengutus engkau (hai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil'alamin)". Setiap yang beriman pasti selalu mengharapkan syafaat Rasul di hari akhir nanti. semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berada dalam naungan syafaat Rasulullah. Amiin.

    ReplyDelete
  26. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Setelah membaca elegi ini, saya menjadi menyadari ternyata 2 kalimat syahadat bukanlah kalimat yang sesederhana yang saya pikirkan. Ternyata dibalik 2 kalimat itu mengandung makna yang begitu dalam, bukan hanya sebagai identitas agama islam saja. Dibalik 2 kalimat tersebut terdapat makna ibadah, kecintaan kepada Allah SWT, sehingga seharusnya bukan hanya diucapkan akan tetapi dimaknai diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  27. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Orang-orang yang mengatakan 2 kalimat syahadah berarti mereka telah mengakui dan percaya secara lisan dan hati seperti mereka sudah melihat dengan mata kepala sendiri Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dua kalimat syahadah adalah kesatuan yang tidak terpisahkan seperti dua sisi mata uang.
    Namun, syahadat tidak cukup hanya diucapkan dan diketahui maknanya, tapi syahadah harus dipraktekkan. Syahadah harus dibuktikan dengan tindakan nyata, misalnya kita harus menyerahkan semua perbuatan kepada Allah dan meninggalkan semua bentuk syirik kepada Allah. Kemudian, melakukan semua perbuatan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam.

    Nabi Muhammad SAW merupakan teladan yang baik sehingga diberi gelar uswatun hasanah. Selain itu, Rasulullah SAW merupakan nabi akhir zaman yang diutus Allah untuk memberikan petunjuk dan menyempurnakan akhlak umat manusia, serta menyampaikan wahyu kepada seluruh dunia dan isinya. Pantaslah jika kita sebagai umat muslim ingin bertemu dan merindukan Rasulullah.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan aamiin ya rabbal aalamiin.
    Setiap orang mukmin yang beriman kepada nabi Muhammad SAW dan mencintai beliau, tentu ingin berjumpa dan melihat wajah beliau meskipun dalam mimpi. seorang ustadz bercerita bahwa beliau pernah bertemu dengan Rasulullah didalam mimpi walaupun singkat. ustadz tersebut mengatakan bahwa ciri-ciri fisik Rasullulah didalam mimpi sesuai dengan ciri-ciri Rasulullah di dalam riwayat-riwayat, misalnya rambut beliau sebahu, alisnya berbentuk busur panah, dan sebagainya. ustadz juga menyampaikan jika kita ingin bertemu rasulullah, maka usahakanlah semaksimal mungkinuntuk mengikuti sunnah beliau, bahkan sekecil apapun. misalnya saja sunnah bagi kita untuk menghemat air. sunnah untuk makan sambil duduk, makan dengan tangan kanan, makan sambil mengobrol tentang hal-hal yang baik dan sebagainya. dan tidak lupa pula kita perlu mencari informasi terperinci tentang ciri-ciri fisik dari Rasulullah di kumpulan hadits, karena bisa saja orang yangkita temui dalam mimpi itu sebenar nya syaitan yang mengaku-ngaku sebagai Rasulullah namun ciri-ciri fisiknya berbeda. karena syaitan tidak akan pernah bisa menyamar menjadi Rasulullah.

    ReplyDelete
  29. Assalamualaikum Wr. Wb. Setelah membaca elegi ini, saya berdoa untuk kita semua agar selalu diberikan kekuatan dan hidayah oleh Allah SWT. Untuk mengarungi kehidupan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. semoga kita dijauhkan dari godaan Syaitan yang terkutuk dan senantiasa mengmalkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. Semoga kelak nanti kita disatukan dengan Rasulullah Muhammad SAW. dalam satu syurga. Tentunya itulah impian kita sebagai muslim untuk memandang wajah Rasulullah di suatu kelak nanti. Aamiin!!

    ReplyDelete
  30. Junianto
    PM C
    17709251065

    Setiap umat Rasulullah sangat mendambakan bertemu dan melihat langsung wajah Rasulullah SAW. Bahkan tidak sedikit uamt yang sholeh dan sholehah bisa bertemu Rasulullah dalam mimpinya. Sebagai manusia biasa tentu hanya bisa melihat Rasulullah melalui penjelasan para Sahabat dalam menceritakan seperti apa wajah Rasulullah itu. Selain itu, menjadi umat terbaik dan selalu mengamalkan sunnah Rasul menjadi sebuah keharusan agar kelak di akhirat bisa bertemu dan memandang wajah Rasul.

    ReplyDelete
  31. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Mengimani Rasulullah merupakan kewajiban kita sebagai umat muslim, dalam syahadat kita mengakui Rasulullah sebagai junjungan kita. Senantiasa berusaha melakukan kebaikan dan kewajiban kita sebagai umat muslim, sebagai wujud penghambaan kita sebagai hamba Allah yang mengimani Rasulullah, semoga kelak kita dapat dipertemukan dengan Rasulullah di hari akhir nanti.

    ReplyDelete
  32. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Sejak kecil saya bertanya-tanya bagaimana wajah Rasulullah? Kenapa didalam film tokoh Rasulullah selalu diberikan cahaya. Nabi Muhammad merupaka sosok panutan bagi orang Muslim. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi menjadi sunnah untuk kaum muslimin.

    ReplyDelete
  33. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dapat melihat wajah Rasulullah hanya lewat mimpi saja merupakan suatu nikmat yang luar biasa. Namun tidak semua manusia muslim dapat memperoleh kenikmatan tersebut. Untuk itu apabila kita ingin diberikan nikmat yang demikian, kita harus berdoa dengan setulus hati dan niat yang benar kepada Allah, beramal baik dan selalu menjaga ajaran yang diajarkan Allah dan Rasulnya. Semoga kita semua menjadi salah satu umat yang beruntung, aamiin.

    ReplyDelete
  34. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Jika seorang muslim telah mengikrarkan Kalimah Syahadat maka dia mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita Ikrarkan itu. seorang muslim yang telah mengucapkannya bersedia menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut, siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul.

    ReplyDelete
  35. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Rasulullah SAW merupakan idola sejati. Tak mampu lisan ini berucap untuk menggambarkan beliau karena beliau sangat sangatlah istimewa. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumul qiyamah. Sungguh sebenar benar idolaku adalah Nabi Muhammad SAW. Akan kupertaruhkan segalanya untuk bertemu denganmu ya Rasulullah.

    ReplyDelete
  36. Pantaskah orang seperti diriku ini punya keinginan memandang Wajah Raulullah? keinginanku memandang Wajah Rasulullah itu benar-benar keterlauan karena belum mengukur dan melihat siapa diriku itu, bagaimana ikhlasku itu, seberapa banyak amal-amalku, bagaimana adab berdoaku, bagaimana adab beribadatku, seberapa sadakahku, seberapa perjuanganku di jalan Allah
    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete