Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah




Oleh Marsigit

Hari ke 1:
Marsigit

Elegi ini baru dalam rencana. Walaupun baru dalam rencana tetapi si penulis telah merasa bergetar hati dan seluruh tubuhnya. Air matapun tak kuasa aku bendung. Penulis belum tahu apakah mampu menuliskannya atau tidak. Jika terpaksa tidak mampu menuliskannya maka elegi ini pun urung dibuatnya. Demikian sekedar info..........
Hari ke 2:
Marsigit

Sampai hari ke 2 aku pun tak mampu memikirkan bagaimana aku menuliskan tentang bagaimana keadaannya aku ingin, atau aku merasakan atau aku bisa memandang Wajahmu ya Rasulullah. Aku mengalami perasaan bercampur antara merasa ingin dan ingin merasa memandang Wajah mu ra Rasulullah. Hingga pada hari ke 2 ini, aku pun menemukan bahwa aku tidaklah sendirian. Keadaan dan perasaan yang sama juga dialami oleh murid-muridku. Murid-muridku yang telah membaca persaaanku yang aku tuangkan pada hari pertama juga mengalami perasaan yang sama tentang hal ini. Ungkapan murid-muridku melalui komen-komen mereka semakin menambah derasnya air mataku. Terlebih mereka juga ada yang menyarankan agar aku berdoa agar aku bisa menulis Elegi ini.

Kenapa ya Allah, sekedar baru mempunyai keinginan memandang wajah Rasulullah saja hatiku sudah bergetar, tubuhku semain bergetaran, pikiranku terasa membeku, dan air mataku semakin deras mengalir. Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku atas kelancangan keinginan dan pikiranku. Mohon ampun pula atas Elegi-elegi yang aku tulis. Aku bersaksi bahwa Elegi-elegi ini bukanlah segala-galanya bagiku. Ini hanyalah sarana merefleksikan diriku dan semata-mata untuk diriku. Jika ternyata bermanfaat juga bagi murid-muridku maka saya hanya berusaha bersyukur serta berusaha tawakal kepada-MU ya Allah. Hindarkanlah dari kesombongan diriku dan juga riya atas Elegi-elegiku itu ya Allah.

Sebenar-benar diriku hanyalah berserah diri kepada-Mu ya Allah. Jika engkau perkenankan aku memandang wajah Rasulullah, maka itu semata-mata adalah karunia yang Engkau limpahkan kepada diriku ya Allah. Ya Allah aku mohon perlindungan dari segala macam goda syaitan. Ya Allah tunjukilah diriku di atas jalan yang engkau ridai. Tuntunlah langkahku sehingga setiap langkahku adalah karena diri-Mu ya Allah. Tuntunlah pikiranku sehingga setiap pikiranku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah tulisanku sehingga setiap tulisanku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah kata-kata ku sehingga setiap kata-kataku itu adalah karena Engkau ya Allah. Tuntunlah penglihatanku sehingga setiap penglihatanku itu adalah karena Engkau ya Allah. Kemanapun aku melihat ya Allah maka jadikanlah bahwa aku selalu melihat diri-Mu ya Allah. Tuntunlah pendengaranku sehingga setiap pendengaranku itu adalah karena Engkau ya Allah. Astaghfirullah al adzim 3x. Al Fathehah. Al Ikhlas.

Hari ke 3:
Santri Kepala

Hai apa khabar sobat, kayaknya ini Pak Marsigit ya? Lho kenapa masih di sini? Bukankah acara Ritual Ikhlas sudah selesai, dan peserta yang lainnya sudah pada pulang. Kenapa Pak Sigit masih berada di sini? Tumben pula, nggak buat Elegi? Saya tertarik lho sama Elegi-elegi Bapak, dan saya mengikuti terus walaupun tidak pernah membuat komen.

Marsigit:
Iya..terimakasih Santri Kepala...memang...

Santri Kepala:
Kok kelihatannya serius amat ni? Apakah ada yang bisa saya bantu? Bagaimana saya harus memanggil anda? Saya memanggil Pak Marsigit, Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas?

Marsigit:
Ini bukan masalah Elegi...ini juga bukan Bagawat Selatan atau Muhammad Nurikhlas. Marsigit ya Marsigit. Sekarang saya tidak bisa lagi bermetapora. Sekali Marsigit ya tetap Marsigit. Begini Santri Kepala saya ingin menanyakan perihal pengalaman saya bercampur keinginan saya, dan keinginan saya bercampur pengalaman saya.

Santri Kepala:
Lho apa itu?

Marsigit:
Begini Santri Kepala...entah datangnya dari mana...........suatu saat begitu saja aku ingin memandang Wajah Rasulullah. Tetapi begitu aku mempunyai niat, maka bergetarlah seluruh tubuhku dan hatiku. Aku tidak kuasa melangkahkan kakiku. Aku tidak mempunyai tenaga. Oleh karena itu aku masih tetap di sini. Apakah Santri Kepala bisa membantu saya, bagaimana bisa saya memandang Wajah Rasulullah? dan apa syarat-syaratnya aku bisa memandang Wajah rasulullah? Seperti apakah Wajah Rasulullah itu?

Santri Kepala:
Wah ternyata serius bener nih. Begini Pak Marsigit, saya malah ganti ingin bertanya terlebih dulu. Secara dhohir Rasulullah itu telah meninggal dunia, bagaimana Pak Marsigit mampu meyakininya, jika belum pernah melihat Wajahnya?

Marsigit:
Aku lupa sejak kapan, karena aku sering melafalkan sejak kecil, yaitu bahwa aku meyakini Rasulullah dan kebenaran yang dibawanya semenjak saya mengucapkan syahadat, sebagai berikut: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.: “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh”

Santri Kepala:
Unsur hakekat apa saja yang ada dalam Kalimah Syahadat itu?

Marsigit:
Setau saya ya kesaksianku bahwa tiada Ilah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah. Apakah sekiranya terdapat unsur-unsur hakekat yang lainnya?

Santri Kepala:
Dilihat dari semantik bahasanya dan ontologis maknanya, Kalimah Syahadat itu memuat banyak unsur yaitu Pengetahuan, Ikrar, Sumpah, Janji, Keyakinan, Keikhlasan, Kejujuran, Kecintaan, Penerimaan dan Ketundukan.

Marsigit:
Wah...bolehkan anda uraikan apa yang dimaksud masing-masing maknanya itu?

Santri Kepala:
Kalimah Syahadat mengandung unsur Pengetahuan karena seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya. Seseorang yang bersyahadat haruslah mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Artinya diapun harus meyakininya. Jika seorang muslim telah mengikrarkan Kalimah Syahadat maka dia mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita Ikrarkan itu. Mengucapkan Kalimah Syahadat juga mengandung unsur Sumpah, artinya seorang muslim yang telah mengucapkannya bersedia menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut, siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Mengucap Kalimah Syahadat juga mempunyai unsur ontologisnya Janji, yaitu berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul. Bersyahadat itu juga harus memenuhi unsur Menerima dan Tunduk dengan Jujur, Ikhlas, dan semata-mata demi Cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Bersyahadat itu harus menerima dengan Jujur dan Ikhlas segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan hal ini harus membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariat Islam melalui Al Qur'an dan Sunnah Rasul, serta berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya dengan Tunduk secara fisik dan Menerima dalam hati, kemudian mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, dan selalu siap melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupannya.

Marsigit:
Astagfirullah al adzim...ya Allah ampunilah dosaku atas kebengalan pikiranku ini. Ternyata tidak aku sangka bahwa dari kalimat Syahadat yang sederhana itu mengandung makna yang sangat dalam dan sangat luas. Ya Allah sekali lagi mohon ampun diriku yang hina ini. Aku jadi tidak merasa percaya diri. Pantaskah orang seperti diriku ini punya keinginan memandang Wajah Raulullah? Ya Allah ..permohonan ampun yang terus-menerus bagiku kiranya belumlah cukup bagi diriku untuk menghapus dosa-dosaku. Astagfirullah al adzim...5 x, al-Fathehah 1x, al-Ikhlas 3x.

Santri Kepala:
Wahai Pak Marsigit...kenapa dirimu itu? Baik-baik saja? Katanya mau bikin Elegi?

Marsigit:
Aku telah menemukan bahwa kalimat-kalimatku pada hari ke 1, hari ke 2 dan hari ke 3 sekarang ini, itulah sebenar-benar Elegi itu. Walaupun aku tidak terlalu peduli tentang apakah dia Elegi atau bukan. Tetapi maafkan Santri Kepala..aku tidak sanggup meneruskan..perbincangan ini. Aku betul-betul diliputi suasana hati yang haru dan perasaan yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Ijinkanlah aku ingin meneteskan air mataku. Tetesan air mataku itulah yang mewakili segala suasana kebathinanku itu. Maaf Santri Kepala biarkan aku sendirian disini seraya aku ingin mensyukuri nikmat yang tiada tolok bandingannya yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadaku. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku. Aku tidak mengira bahwa keinginanku memandang Wajah Rasulullah itu benar-benar keterlauan karena belum mengukur dan melihat siapa diriku itu, bagaimana ikhlasku itu, seberapa banyak amal-amalku, bagaimana adab berdoaku, bagaimana adab beribadatku, seberapa sadakahku, seberapa perjuanganku di jalan Allah, dsd. Di beri hidup sampai di sini saja aku sudah merasa bersyukur. Aku tidak tahu apakah hari esok aku masih mampu bertanya kepadamu Santri Kepala.

Santri Kepala:
Baiklah Pak Marsigit, untuk menenangkan pikiran marilah kita berdoa bersama.
Allohuma ij’alana minadz dzaakiriena wadz dzaakirot. Allohumma nawwir qulubana bikulli hidayatika kama nawwarta binuri syamsika abadan abadan. Robbana taqobbal minna innaka Antas Samie’ul ‘Alaiem watub ‘alaina innaka Anta Tawwabur Rohiem. Robbana dholamna anfusana wa inlam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirien. Robbana atina fid dunya hasanatan wafil akhiroti hasanatan wa qina adzaban naar, wa adkhilna jannata ma’al abror Ya ‘Aziezu Ya ghoffar. Wa sholallohu ‘alaa Sayyidina Muhammadin an-nabiyyil umiyyi wa a’alaa alihi wa shohbihi wa azwajihi wa dzurriyyatihi wa ahli baitihi ajma’ien wasallam. Subhana Roobika Robbil ‘Izzati ‘amma yashifuun wa salamun ‘alal mursalien wal hamdulullahi Robbil ‘alamien.

Hari ke 4:
Santri Kepala:

Wahai sobatku, Pak Marsigit...sudahlah....janganlah berlarut-larut dan berlebihan segala sesuatunya itu. Selalu istigfar dan mohon ampunlah kepada Allah SWT, serta mohon petunjuk dengan ikhlas dan tawakal seraya berserah diri memohon ridhanya. Pada hari ke 4 ini apakah anda masih memikirkan tentang Wajah Rasulullah?

Marsigit:
Maaf Santri Kepala...tentulah selama 4 hari sempai sekarang aku lebih dari memikirkannya tentang Wajah Rasulullah itu. Segenap jiwa dan ragaku telah melibatkan diri dalam ikhtiarku dalam pengalaman dan keinginan memandang Wajah Rasulullah, kemanapun mukaku aku palingkan. Engkau belum menjawab pertanyaanku semula yaitu apakah engkau bisa membantu saya, bagaimana bisa saya memandang Wajah Rasulullah? dan apa syarat-syaratnya aku bisa memandang Wajah Rasulullah? Seperti apakah Wajah Rasulullah itu?

Santri Kepala:
Oh baiklah kalau begitu. Marilah kita dengarkan saja apa kata mereka yang sudah berpengalaman melihat Wajah Rasulullah. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Thabrani, juga Al Haitamidalam kitab Majma’ 2:220 menerangkan kesaksian seseorang yang pernah menyaksikan peristiwa kelahiran Rasulullah. Ialah ibu Utsman binti Abdash, beliau berkata, “Aku menyaksikan ketika Aminah melahirkan Rasulullah, keluar cahaya yang menyinari seluruh rumah. Di saat itu aku sedang berada di rumahnya. Kemana pun kami melihat, yang terlihat adalah cahaya.”

Marsigit:
Apakah ada perumpamaan tentang Wajah Rasulullah itu seperti apa?

Santri Kepala:
Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan bahwa seluruh anggota tubuh Rasulullah serta wajah beliau bercahaya. Ada sahabat yang berkata, “Apakah wajah itu seperti pedang, sehingga orang yang melihatnya ketakutan?”Tidak. Wajahnya seperti rembulan.” Ka’ab bin Malik menceritakan, “Ketika mengucapkan salam kepada Rasulullah, aku melihat wajah beliau berseri-seri karena kebahagiaan. Seperti diriwayatkan dalam Shahih Bukhari bab shifat Nabi. Jika merasa bahagia, wajah Rasulullah itu berseri-seri seperti rembulan.”

Marsigit:
Dijelaskan bahwa Wajah Rasulullah itu bersinar. Sinar seperti apakah? Apakah sinar yang kongkrit ataukah sinar sebagai suatu perumpamaan? Bagaimanakah sikap kita sebetulnya terhadap hal ini? Apakah boleh aku mengharap bisa memandang Wajahnya?

Santri Kepala:
Keterangan dari Sayyidah Aisyah, Kanzul Ummal 6:207 , “Aku meminjam jarum dari Habsah binti Rawahab untuk menjahit. Jarum itu jatuh. Aku mencari-cari, tapi tidak menemukannya. Maka ketika Rasulullah masuk, kelihatan jelaslah jarum yang hilang itu karena pancaran sinar wajahnya. Aku pun tertawa. Rasulullah bertanya, ‘Hai Humaira, mengapa engkau tertawa?’ Aku kuceritakanlah peristiwa itu. Kemudian Rasulullah berkata dengan suara yang keras, “Hai Aisyah, malanglah orang yang tidak diberi kesempatan memandang wajahku karena tidaklah seorang Mukmin atau kafir kecuali mengharapkan melihat wajahku.”

Marsigit:
Apakah sinar wajahnya juga memancarkan kewibawaan?

Santri Kepala:
Ali Karamahu Wajhah pernah berkata: “Siapa yang melihatnya sepintas lalu pasti akan terpegun kerana kewibawaannya.” Amer bin Ash menghadap Nabi SAWuntuk yang pertama kali ia berkata: “Aku tidak sanggup menatap wajahnya, kalau sekiranya orang bertanya kepadaku tentang sifat-sifat baginda, seraya tidak sanggup aku menceritakannya kerana mataku tidak sanggup menatap wajahnya.” SUBHANALLAH! Adapun pancaran nurani yg menghiasi keindahan dan keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai yang tersebutpada sifta-sifat dan gambaran wajahnya, maka itu pun dalam erti yang hakiki. Oleh kerana itu, apa yang dimiliki oleh Rasulullah itu merupakan suatu kelebihan yang diberikan oleh Allah swt langsung kepada hambaNya yang dipilih.

Marsigit:
Apakah yang disebut Nur Muhammad itu?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari Nur Muhammad Allah menciptakan sebuah lampu jamrut hijau dari Cahaya, dan dilekatkan pada pohon itu melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna). Itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1,000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya. Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang Nabi.

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara penciptaan Nur Muhammad dengan ruh para nabi?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., “Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara.” Mematuhi perintah ini, dia memandangi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi itu sekonyong konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, “Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?” Allah menjawab mereka, “Ini adalah Cahaya dari Muhammad Kekasih Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian.” Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata, “Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini,” dan mereka semua setuju.

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara Nur Muhammad dengan Al-Qur’an?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci: Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu–kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata,”Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, ‘Benar kami setuju.’ Allah berkata, Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi.’ (Ali Imran, 3:75-76).

Marsigit:
Subhanallah! Adakah hubungan antara Nur Muhammad dengan Asma ul Husna? Apakah ada hubungan antara Nur Muhammad dengan penciptaan para malaikat?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang diberkati.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungan antara Nur Muhammad dengan penciptaan alam semesta?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada mukanya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahiah, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang -bintang.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan penciptaan para ulama, syuhada dan mutaqin?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat di dadanya Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan rumah surgawi, Kaba, dan tempat-tempat suci lainnya?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada punggungnya dibuat lah Bayt-al-Ma’mur( rumah surgawi) Kabatullah (Kaba), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem) dan Rauda-i-Mutahhara (kuburan Nabi Suci s.a.w.di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.

Marsigit:
Subhanallah! Apakah ada hubungannya antara Nur Muhammad dengan ruhnya kaum beriman atau bahkan orang tak beriman sekalipun?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung. Dari keringat di kaki nya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang berada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuat.

Marsigit:
Subhanallah! Kalau begitu seperti apakah sebetulnya ruh Nabi Muhammad SAW?

Santri Kepala:
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani dalam Arief Hamdani menyatakan, itulah sebabnya Nabi Suci s.a.w.disebut juga sebagai “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1,000 tahun; kemudian Allah memerintahkan para ruh itu untuk memandang ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Para ruh mematuhi.

Marsigit:
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( ( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(

Santri Kepala:
Pak Marsigit...kenapa engkau malah menangis?

Marsigit:
Subhanallah! Jangan salah paham Santri Kepala. Tangisanku itu adalah tangisan haru dan tangisan bersyukur. Sampai habis air mataku karena menangis selama empat hari empat malam, belumlah cukup kiranya aku mensyukuri nikmat tiada tolok bandingannya atas pencerahan dari Allah SWT yang baru saja aku dapatkan melalui perantaraan anda. Jika diperbolehkan kiranya, aku ingin segera mati saja biar segera menyusul ruh-ruh itu. Tetapi jika melihat bekalku belum seberapa, maka ijinkanlah aku ingin hidup seribu tahun lagi. Dalam filsafat itu adalah kontradiksi, dalam spiritual itu adalah karunia. Sebab kontradiksi itu ditimbulkan dikarenakan sifat manusia yang terbatas. Sedangkan Allah SWT menciptakan semua yang ada dan yang mungkin ada dengan tiada kontradiksi sedikitpun. Subhanallah. Luar biasa rakhmat Allah bagi yang mampu melihatnya. Luar biasa pula rakhmat dari Allah bagi orang-orang yang mau belajar dan memikirkannya. Amin. Sekiranya aku segera mati, maka aku tentu ingin khusnul khotimah. Tolong Santri Kepala aku diberi doa-doa bagaimana doa memohon khusnul khotimah itu?

Santri Kepala:
Baiklah. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu) . Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisap.Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Yang Maha Pengampun lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu. Aku mohon ya Allah, janganlah dulu cabut nyawaku sebelum Engkau haramkan neraka bagi kulitku dan sebelum Engkau wajibkan surga bagi diriku. Tetapkanlah diriku selalu setiap saat dalam keadaan beriman dan ingat kepada-Mu. Jadikanlah aku selalu dalam keadaan takut akan akhirat-Mu, jadikanlah aku menjadi orang yang dapat mencintai-Mu sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mencintai diri-Mu dan sebagaimana mereka takut akan akhirat-Mu. Ya Allah, jadikanlah hidupku mulai hari ini hingga detik-detik terakhir kematianku penuh ketaqwaan, keimanan, kemudahan dan kebahagiaan. Lapangkanlah kuburanku, jauhkanlah aku dari siksa kubur ya Allah. Mudahkanlah aku ya Allah di padang Mahsyar, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau lindungi di padang Mahsyar hingga hari penghisaban. Mudahkanlah penghisaban diriku ya Allah. Masukkanlah aku ke surga-Mu ya Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau beri izin untuk memandang wajah-Mu kelak di akhirat. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan sebaik-baiknya amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu. Amin ya rob alamin.

Bacaan diambil dari berbagai sumber:
1.http://wiki.myquran.org/index.php/Syahadat
2.http://majlisdzikrullahpekojan.org/kisah-nabawi/bentuk-tubuh-dan-akhlak-rasulullah-saw/cahaya-wajah-rasulullah-saw.html:Cahaya Wajah Rasulullah saw
3.http://saffone.1.forumer.com/a/wajah-rasulullah-memancar-keindahan-dan-kewibawann_post443.html
4.Ashari dalam http://manakib.wordpress.com/2008/03/13/dari-nur-muhammad-saw/
5.Arief Hamdani dalam http://manakib.wordpress.com/2008/03/13/dari-nur-muhammad-saw/

88 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan rukun iman. dan berarti bahwa kita telah berikrar, bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Nabi Muhammad adalah manusia mulia yang diutus Allah untuk menyebarkan agama Islam. tanda mencintai Allah adalah dengan mencintai Rasul Allah. membaca sholawat adalah ibadah. dari kecil saya percaya bahwa saat bersholawat dan membacakan sejarah nabi (dziba') maka rosulullah 'ikut hadir' dalam majlis tersebut. sehingga saya senang sekali jika mengikuti majlis-majlis slolawat atau dziba'. karena saya merasa saya semakin dekat dan menghormati Rosulullah. semoga kita semua termasuk ummat Nabi Muhammad yang tidak dzolim dan mendapat syafaat beliau besok di hari kiamat. aamiin

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Memandang wajah rasulullah pastilah merupakan keinginan semua orang muslim. Karena hal itu merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Tetapi untuk melihat rasulullah kita harus memulai dengan mengenal beliau mencintai beliau dengan memperbanyak sholawat, melakukan suanh-sunah yang diajarkan beliau. Jika kita sudah bias melakukan apa yang dilakukan beliau dan meninggalkan yang dilarang beliau tetntu kita bias mendapat jalan untuk bisa memandang wajah nabi agung nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada elegi ini dikisahkan bahwa marsigit yang tidak bisa membuat elegi karena memikirkan keinginanya untuk melihat wajah rasulullah dan kemudian ditegur oleh santri kepala bahwa kita yang sudah mengucap dua kalimat syahadat harus meyakini kebenaran kalimat tersebut. kemudian dilanjutkan dengan dialog yang membahas tentang rasulullah dan keutamaannya oleh santri kepala dan marsigit

    ReplyDelete
  4. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi ini dapat dijadikan ilmu bagi semua umat islam yang belum penuh mengenal Rasulullah. Namun tiadalah seorangpun yang mampu menggambarkan sosok Rasulullah karena beliau adalah sebaik-baik manusia. Beliau manusia paling mulia. Beribadahlah selalu demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bersalawatlah, mintalah agar dapat masuk ke surga Allah SWT untuk dipertemukan dengan beliau.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jauh di dasar lubuk hati kita pasti memiliki kerinduan untuk memandang wajah Tuhan. Namun, pantaskah kita yang masih berziarah di dunia ini memandang wajah-Nya? Kita begitu rapuh dihadapan-Nya, kita penuh dosa dan kesalahan. Keadaan ini hendaknya mendorong kita untuk tetap menjalani hidup dengan terus berserah diri kepada-Nya. Kita harus mampu melakukan berbagai hal yang berkenan dihadapan Tuhan dan menjauhi larangan-Nya hingga suatu saat nanti kita layak menghadap hadirat-Nya dan memandang wajah-Nya.

    ReplyDelete
  6. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 13. Elegi ini menyampaikan mengenai memandang wajah Rasulullah. Terimakasih kepada Prof, dari membaca elegi ini saya mampu menyelam didalam setiap kalimat yang tertulis.
    Rasulullah adalah suri tauladan bagi umat muslim. Wajar bila kita merindukan wajah Rasulullah. Semoga dari sini kita termotivasi untuk senantiasa mengikuti jejak beliau hingga pada akhirnya kita diiziinkan untuk melunasi rindu kita untuk memandang baginda Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Memandang wajah Rasulullah adalah keinginan setiap umat yang beriman kepada Allah dan Rasulullah. Sehingga ketika keinginan itu hadir dalam pikiran dan hati manusia, maka bergetarlah seluruh jiwa dan raganya karena kesempurnaan yang Allah berikan pada Rasulullah. Setiap yang diucapkan adalah ucapan yang baik, seorang yang jujur, bertanggung jawab, pemaaf, dermawan, dan seluruh sifat baik itu ada pada diri Rasulullah. Sungguh mulia semua yang terdapat pada Beliau, sungguh dambaan seluruh umat Islam.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Siapa yang tak ingin memandang wajah Rasulullah? Setiap umat muslim pasti ingin memandang wajah Rasulullah. Saya pernah membaca disuatu berita online, ada umat islam yang didatangkan Rasulullah dalam mimpinya. Maha Besar Allah atas segala keagunganNya. hanyalah orang orang yang secara ikhlas hati pikiran dan nuraninya yag dapat memandang wajah Rasulullah dalam sebuah mimpinya. Bukan hal yang mustahil bagi kita untuk memandang wajah Rasulullah selagi kita memilki keimanan dan keikhlasan hati dalam menggapai ridho Allah SWT

    ReplyDelete
  9. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Yang saya petik adalah kita tak akan mammpu membayangkan wajah rasulullah namun kita meyakini bahwa Rasulullah adalah kekasih Allah dan nabi terakhir yang menjadi penyempurna. Walaupun Nabi Muhammad sudah tiada kita sebagai manusia mempuyai kewajiban untuk mengamalkan Al Qur'an dan Al Hadist. dan semoga sutu saat nanti kita diberi waktu untuk bertemu dengan Rasulullah walaupun dalam mimpi dan selalu bersholawat.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Subhanallah...Elegi Ritual Ikhlas 13: Memandang Wajah Rasulullah di atas banyak memberikan pencerahan kepada kita. Syahadat tidak hanya sebatas sebuah lafal yang berbunyi “Ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh”, melainkan merupakan sebuah lafal perjanjian dan sumpah kita dengan Allah swt. Artinya, kita sebagai seorang muslim hanya mempercayai Allâh sebagai motivasi atau menjadi tujuan hidup kita. Selain itu, kita juga mempercayai bahwa Rasulullah SAW adalah utusan Allah swt yang mana kita nantikan syafaatnya di yaumul akhir kelak.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Syahadat tidaklah cukup diucap dan diketahui maknanya akan tetapi harus diamalkan. Seseorang yang telah bersyahadat laa ilaaha illallah dan muhammad rasulullah maka syahadatnya haruslah dibuktikan dengan tindakan nyata, yaitu mengikhlashkan semua amalan ibadah kepada Allah dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan kepada Allah. Kemudian, ia melakukan semua amalan ibadah tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Oleh karena itu, elegi di atas dapat dijadikan wahana untuk selalu berintropeksi dan mengimplementasikan keikhlasan semata-mata hanya mencari Ridha Allah swt.

    ReplyDelete
  12. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna kalimat Syahadat yang kita ucapkan dalam setiap sholat ini ternyata mengandung makna yang amat dalam. Tidak mengherankan jika membaca dua kalimat syahadat merupakan syarat utama seseorang dalam masuk islam. Karena kalimat syahadat tersebut mengandung unsur pengetahuan, dan seseorang yang mengucapkannya wajib menerima konsekuensi ucapannya, meyakini ucapannya, mempunyai kewajiban untuk menegakkan apa yang telah diikrarkannya. Kalimat syahadat adalah sebuah janji, karena itu harus memenuhi dan menerimanya dengan jujur dan ikhlas, sehingga membuahkan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Rasulullah adalah sosok yang luar biasa, bahkan melukis wajah Nabi Muhammad dilarang karena kemurnian aqiqah kaum muslimin haruslah dijaga. Sehingga dari tulisan di atas, yang mencirikan wajah Rasulullah yang bercahaya dan beberapa kisah terdahulu amatlah mengagumkan, sungguh amat beruntung jika kita berkesempatan melihat wajah Rasulullah, meskipun bila bercermin diri, masih sangat malu dan belum pantas. Semoga kita senantiasa bisa memperbaiki diri untuk meraih ridho-Nya, dan mendapat syafa’at dari Nabi Muhammad dengan kehendak Allah di yaumul akhir nanti..

    ReplyDelete
  14. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Allah SWT Berfirman dalam Q.S. Al Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". Subhanallah, Setiap orang yang beriman tentulah ingin melihat wajah Rasulullah SAW dan bersama masuk surga. Marilah kita contoh suri tauladan Rasulullah SAW untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  15. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua muslim di dunia pasti memiliki keinginan untuk dapat memandang Rasulullah SAW walaupun hanya lewat mimpi. Betapa beruntungnya orang-orang yang telah bertemu dan bertatap muka dengan beliau. Semoga kita semua mampu meneladani sifat-sifat beliau.

    ReplyDelete
  16. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    rosul sendiri dapat kita pandang dari berbagai sudut pandang. menurut saya rosul sendiri tidak berada jauh dari kita. wajah rosul berada pada hadist hadistnya.

    ReplyDelete
  17. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    sebagai penyempurna akhak yang baik, segala sikap baik kita sesungguhnya bisa kita refleksikan sebagai wajah rosullullah. sesuai dengan yang telah allah firmankan dalam al quran. Sepantasnya kita mengikuti tuntunan beliau

    ReplyDelete
  18. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matematika 2013

    "dalam spiritual itu adalah karunia". semoga saya dapat segera menyusul anda pak, untuk segera dapat merasakan nikmatnya keimanan sesungguhnya.

    ReplyDelete
  19. Sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, maka dia melihatku secara nyata, sebab syetan sesungguhnya tidak bisa menyerupaiku". Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat nabi muhammad dalam mimpinya atau kelak di hari akhir. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang diberi rahman oleh Allah SWT atau karena amalan yang telah dilakukannya. Ingat bahwa segala amal yang kita lakukan hanya untuk Allah semata, janganlah kita melakukan amalan dengan alasan untuk melihat Nabi Muhammad. Kita dapat melihat atau tidak itu merupakan hadiah atau balasan atas amalan kita yang kita tujuan kepada Allah semata.

    ReplyDelete
  20. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP Kelas B Tahun 2017

    Semakin menyadari bahwa (agama) adalah memang benar-benar fondasi utama. Di mana semua kegamangan dalam hati terjawab sudah oleh "hati", melalui ayat-ayat dalam kitab Al-Quran.
    Semakin menyadari betapa pentingnya refleksi diri. Melihat ke dalam diri. Mengetahui apa yang sesungguh-sungguhnya diri ini, seberapa pantas, seberapa perlu dilakukannya peningkatan. Refleksi, saya kutip kalimat pada postingan bapak kali ini, "Belum mengukur dan melihat siapa diriku itu, bagaimana ikhlasku itu, seberapa banyak amal-amalku, bagaimana adab berdoaku, bagaimana adab beribadatku, seberapa sadakahku, seberapa perjuanganku di jalan Allah, dsd."

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A2017

    Rasulullah SAW. adalah nabi dan rasul terakhir utusan Allah SWT. Beliau sebagai rasul-Nya yang menegaskan kembali apa-apa yang telah ada pada ajaran nabi dan rasul Allah sebelumnya, mengenai ketauhidan kepada Allah. Sebagai umat nabi Muhammad SAW. sudah sepatutnya kita menjalankan sunah-sunahnya dan selalu merindukannya. Rasulullah yang bahkan tidak bertemu dengan kita umatnya saja, memikirkan kita di saat ajal menjemputnya. Maka bershalawat untuk Nabi Muhammad merupakan salah satu cara kita selalu mengingat Beliau dan mendapat syafa'at darinya di yaumul akhir kelak.

    ReplyDelete
  22. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Rasulullah saw adalah seorang Nabi terakhir yang diutus Allah swt untuk memperbaiki umatnya. Nabi yang diberi Al Quran oleh Allah swt sebagai mukjizat untuk bekal dakwah di bumi. Membawa ajaran agama untuk memperbaiki ajaran-ajaran Nabi sebelumnya, Islam namanya. Lebih dari 1000 tahun yang lalu, Nabi Muhammad saw dilahirkan dan berdakwah mengajarkan Islam sebagai penyempurna agama yang dibawa oleh Nabi sebelumnya. Berbahagialah bagi para sahabat yang pada waktu itu dapat bertemu dengan Rasulullah saw. Mendapatkan ajaran secara langsung dari sumbernya dan dapat melihat secara langsung sosok Nabi Muhammad saw. Sebagai umat yang lahir setelah Rasulullah wafat, pastilah ada keinginan untuk bertemu atau sekedar melihat wajah beliau. Orang-orang yang dekat dengan Rasulullah sudah dapat dipastikan mendapatkan surga kelak di akhirat.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Adalah impian seorang hamba untuk bertemu dengan suri teladannya, seseorang yang diimani sebagai Rasulullah SAW sejak saat diucapkannya syahadat. Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat melihat wajah Rasulullah dan mendapat syafaatnya di hari akhir kelak.

    ReplyDelete
  24. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini, disampaikan bagaimana betapa mendalamnya makna syahadat. Dimana syahadat ini mengandung makna pengetahuan dimana orang yang membacanya haruslah berilmu untuk mengetahui atas konsekuensi apa yang telah diikrarkan. Syahadat yang bermakna ikrar. Yang berarti ada konsekuensi atas apa yang telah di ucapkan. Yaitu mematuhi segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya. Syahadat ini lah yang menjadi awal seseorang menjadi muslim.
    Orang yang percaya akan syahadat dan dahsyatnya syahadat akan merasa ingin bertemu dengan Rasulullah. Maka untuk bertemu dengan beliau perlu banyak persiapan persiapan tentang bagaimana ibadah yang benar, do’a yang benar, bersedekah terhadap sesama dan banyak hal lagi. Serta memper banyak sholawat terhadap Nabi, karena sesungguhnya Rasulullah itu sama layaknya kita manusia, ketika kita mengucapkan sholawat maka sesungguhnya Rasulullah tahu, dan mengingat-ingat seseorang yang sering menitipkan salam kepada beliau. Semoga kita menjadi orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan dapat bertemu dengan Rasulullah di Surga Allah Kelak. Aminn

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, mengimani Rasulullah merupakan kewajiban kita sebagai umat muslim, dalam syahadat oum kita mengakui Rasulullah sebagai junjungan kita. Senantiasa berusaha melakukam kewajiban kita sebagai umat muslim, sebagai wujud penghambaan kita sebagai hamba Allah yang mengimani Rasulullah, semoga kelak kita dapat dipertemukan dengam Rasulullah di hari akhir nanti. Amiiin

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah dalam dua kalimah syahadat terkandung makna yang dalam dan juga terkandung komitmen yang mendalam pula. Dengan memegang teguh syahadat artinya kita siap dan berkomitmen untuk melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dan semua itu dilakukan dengan melaksanakan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang telah digambarkan dalam berbagai riwayat memiliki sifat-sifat yang paling sempurna diantara manusia-manusia.

    ReplyDelete
  27. Junianto
    PM C
    17709251065

    Banyak sekali perumpamaan mengenai diri Rasulullah SAW. Wajah Rasul pun sering di gambarkan karakteristiknya oleh para sahabat dan orang-orang yang pernah bertemu Rasul secara langsung. Wajah Rasul itu bercahaya, tetapi cahaya yang dimaksud itu pun sulit untuk dilukiskan. Maka dari itu, perbaikilah diri kita msing-masing untuk dapat bertemu Rasul kelak di akhirat.

    ReplyDelete
  28. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Membaca elegi ini membuat saya semakin penasaran seperti apa wajah rasulullah SAW sebenarnya. Dari kutipan cerita tentang Abu Hurairah, dia mencintai Rasulullah hingga mendarah daging. Dia tak pernah bosan memandang wajah Rasul. "Bagiku tidak ada yang lebih indah dan cemerlang selain wajah Rasulullah SAW. Dalam penglihatanku, seolah-olah matahari sedang memancar di wajah beliau," katanya suatu ketika.

    ReplyDelete
  29. Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok yang sempurna bagi umat muslim. Beliau adalah sosok revolusioner, pembawa perubahan bagi umat Islam, pemberi petunjuk bagi manusia, mengubah jalan kegelapan menjadi jalan yang terang. Beliau adalah sosok pemimpin Islam sejati, yang selalu mengutamakan umatnya. Mengharap bisa memandang wajah Beliau yang sangat mulia, serta kerinduan untuk bertemu beliau adalah hal yang banyak diimpikan oleh setiap muslim. Bahkan Allah dan malaikat pun menyampaiakan shalawat atas Nabi, "Inna allaha wa malaaikatahuu yushalluuna ala annabiy."

    ReplyDelete
  30. Syahadat merupakan sebuah kalimat yang mungkin sederhana bagi sebagian orang tetapi memuat suatu makna yang sangat luar biasa. Syahadat merupakan sebuah tanda ikatan kita sebagai seorang manusia untuk Menyembah hanya kepada ALLAH SWT dan penyaksian bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan ALLAH. Muhammad SAW seseorang yang sangat luar biasa pengaruhnya, Rasul yang selalu kita tunggu syafaatnya di Hari Akhir nanti. Semoga kita semua dapat menggapai Syafaat dari Beliau di Yaumil Akhir nanti, Amiin.

    ReplyDelete
  31. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Semoga kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW semakin bertambah setelah membaca artikel bapak di atas. Tidak hanya diucapkan dilisan, semoga syahadat juga tersimpan dalam hati serta diamalkan melalui tingkah laku kita. Mudah-mudahan kita termasuk Muslim yang tidak hanya mengakui kerasulan Muhammad SAW melainkan juga menjadikannya perkataan dan perbuatan beliau sebagai teladan.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dalam suatu hadist, umat yang paling dirindukan oleh Rasulullah SAW adalah umat di akhir zaman yang tidak pernah melihat Beliau secara langsung tetapi mengimani Beliau dan selalu mengikuti sunah-sunahnya Beliau. Sungguh kita berharap bahwa yang dimaksud Rasulullah tersesbut adalah kita sebagai umat Islam akhir zaman. Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah kita selalu merindukan Rasulullah SAW dan selalu menjalankan sunah-sunahnya? Apakah kita ternyata telah salah mengidolakan seseorang, sehingga bukan rasulullah SAW yang menjadi idola dan panutan kita? Hanya kita sendirilah yang mampu menjawabnya. Untuk kita yang sudah berbeda zamannya dengan zaman Rasul, maka kita bisa melihat wajah Rasulullah SAW melalui mimpi, tetapi tidak semua orang diberi kesempatan untuk bisa bermimpi melihat wajah Rasulullah SAW. Saya setuju dengan komentar mas Otto bahwa ada hadist yang mengatakan bahwa jika kita bermimpi bertemu Rasulullah SAW maka itu insyaallah benar-benar Rasulullah SAW karena syeitan tidak mampu menyerupai Rasulullah SAW. Mudah-mudahan kita diberi kesempatan itu.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Begitu mulianya Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menjadi suri tauladan untuk semua umat muslim yang hendak menggapai surga. Setiap manusia yang beriman kepada Allah tentu menginginkan bertemu dengan Rasulullah SAW dan berkumpul dengan beliau di surga nanti. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka manusia harus mendekatkan diri pada Allah SWT, selalu memohon ampun, petunjuk, dan ridho-Nya. Manusia yang rindu dengan wajah Rasulullah hendaknya melaksanakan apa-apa seperti yang telah diteladankan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang dituliskan dalam elegi ini. Dua kalimat syahadat yang dilafalkan, tidak hanya sebatas lafal untuk dihafalkan, melainkan menjadi perjanjian dan sumpah dengan Allah SWT. Syahadat tidak cukup untuk diucap, tetapi juga untuk diketahui maknanya, dan juga diamalkan. Semoga kelak kita dapat bertemu dengan Rasulullah SAW. Aamiin.

    ReplyDelete
  34. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Rasulullah adalah nabi terakhir sebagai khalifah/pemimpin umat islam. Rasulullah adalah suri teladan yang baik yang mengajarkan tentang segala hal dalam kehidupan ini. Segala perbuatannya merupakan suatu contoh yang harus diteladani. Sehingga jelas suatu kesempurnaan yang ada pada diri Nabi Muhammad. Sehingga dalam setiap kita beribadah diwajibkan untuk mengingat Allah dan Nabi Muhammad. Kemudian karena keteladanan Beliau, maka jika kita mencari hukum dari suatu hal, maka yang paling utama adalah Al-Qur’an. Karena Al-Quran adalah rahmat dan petunjuk bagi umat manusia.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Allahummasalli‘ala sayyidina muammad yaa rabbi salli’alaihiwasalim. Sungguh indahnya hidup jika dapat memandang wajahnya Rasulullah. Wajah yang banyak disebut-sebut di dalam hadits-hadits bahwa wajahnya yang bersinar dan penuh dengan ketenangan. Mungkin bisa saja air mata ku pun tak akan henti-hentinya mengalir jika dapat memandang wajah sang Rasul, tentunya air mata kebahagiaan karena bertemu dengan kekasih Allah, manusia yang sangat begitu sempurna diantara manusia lainnya. Tetapi jika melihat sikap dan perbuatan kita sehari-hari rasanya belum pantas jika bertemu dan memandang Rasul, kita yang kadang tidak selalu mencintainya, sedangkan Rasul begitu sangat mencintai umat-umatnya. Ya Rasul terimalah kami sebagai umat mu dan safaatkanlah kami. Amin.

    ReplyDelete
  36. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Assalamualaikum wr wb, terima kasih pak, elegi ini membuat kami menyadari bahwa dua kalimat syahadat mengandung makna yang begitu besar dan mendalam, selain sebagai pengakuan ketauhidan dan kerasulan namun juga mengandung unsur ikrar, sumpah dan janji di dalamnya, yang berarti sebagai seorang muslim yang menyatakan dua kalimat syahadat tersebut, kita secara tidak langsung memiliki kewajiban dalam menegakkan dan memperjuangkan apa yang telah diikrarkan, menerima segala resiko, serta dengan segala keikhlasan berjanji taat dalam melaksanakan segala peritah allah melalui ajaran yang disampaikan oleh utusan Allah SWT, nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb
    Membaca elegi di atas, seperti penuturan dalam hadist tersebut wajah Rasulullah dikatakan bercahaya .Tidak hanya wajahnya tetapi sikapnya, dan prangainya juga bercahaya.Beliau adalah suri teladan bagi umat manusia.Yang merubah zaman dari yang gelap menjadi terang.Nabi Muhammad SAW berjuang hanya demi umat-umatnya Bahkan ketika ingin meninggal dunia beliau masih menyempatkan diri dengan menyebutkan umatku sebanyak 3 kali.Ketika menyampaikan kebenaran nabi Muhammad SAW dihina, dicaci, dimaki, dilempar dengan menggunakan batu.Namun indahnya Rosulullah tidak pernah membalas dengan hal yang serupa.Justru beliau berbalik dengan mendoakan kebaikan buat orang yang berlaku buruk padanya.Kaikhlasan dan kesabarannya yang membuat Beliau tersohor di langit maupun di bumi.

    ReplyDelete
  38. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terhenyuh sejenak saat membaca ulasan di atas. Menangis, bagi saya itu suatu hal yang sangat wajar dan saya sendiri juga sangat mudah menangis. Menangis tidak hanya saat saya dalam keadaan sedih dan terharu saja, namun terkadang tak kuasa melihat tindakan yang sudah saya lakukan terutama kelalaian dalam beribadah baik itu yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Astaghfirullah, adanya keinginan untuk mengakhiri hidup secara husnul khatimah terkadang membuat diri ini berpikir ulang apakah pantas. Berharap limpahan rahmat Allah berpihak pada diri ini.

    ReplyDelete
  39. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Sungguh elegi ritual ikhlas 13 ini sangat menggugah. Elegi ini mengajarkan kita bagaimana makna dan dahsyatnya Kalimah Syahadat. Syahadat bukan merupakan pelafalan saja, namun yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana hakekat dari Kalimah Syahadat itu sendiri. Dalam Kalimah Syahadat terkandung unsur pengetahuan dimana ketika bersyahadat seseorang harus memiliki pengetahuan, memahami makna dan menerima konsekuensi dari apa yang diucapakannya. Kalimah Syahadat juga bermakna ikrar, dimana ia berkewajiban menegakkan dan memperjuangkan apa yang diikrarkan. Dan masih banyak makna Kalimah Syahadat lainnya seperti sumpah, janji, keyakinan, keikhlasan, kejujuran, kecintaan, penerimaan dan ketundukan.
    Dengan memaknai Kalimah Syahadat secara mendalam, tidak heran jika manusia sangat menginginkan bertemu dengan Rasulullah. Maka sudah seharusnya kita sebagai manusia menjalankan sunnah-sunnahnya dan selalu bershalawat atas Nabi. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khatimah dan dapat bertemu dengan Rasulullah serta mendapat syafaatnya di yaumil akhir kelak, aamiin...

    ReplyDelete
  40. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Pak, elegi yang sangat mengugah hati. Bahwa sesungguhnya setiap manusia memiliki langkahnya masing-masing, memiliki prestasinya masing-masing, dan memiliki nasibnya masing-masing. Namun, sejauh-jauh manusia pergi melangkah, tujuan akhirnya adalah kebijaksanaan dan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia tidak bisa menampik bahwa di ujung jalan perjalanan hidup pada akhirnya kita akan dipertemukan dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  41. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillahirrohmanirrohim, terimakasih prof. Marsigit atas perbincangan yang sangat menarik kali ini. Seakan-akan saya ikut larut dalam keinginan yang besar dari bapak untuk ingin memandang wajah Rasulullah saw. Saya pun sempat meneteskan air mata, karena saya tidak tahu sudah seberapa pantaskah saya untuk mampu dan mau bertemu dan memandang wajahnya. Sang pembawa agama yang rahmatatn lil alamin, penyebar dakwah islamiyah yang pantang menyerah dan semangat meski harus dicaci dan dihina sekalipun. Beliaulah orang yang paling berjasa terhadap keberadaan dan eksistensi islam dan umat islam saat ini. Malaikatpun mau beriman kepadanya. Meski perbuataannya telah dijauhkan dari keburukan dan surgapun telah menjadi jaminan tempat terakhir beliau, tapi sosoknya yang sederhana dan terus berusaha menjadi sebaik-baik hamba Allah telah menjadikan beliau sebagai tauladan terbaik sepanjang zaman. Entah bagaimana beliau melihat umat-umatnya di masa kini. Entah sesedih apa beliau melihat kekacauan dan perpecahan antar umat islam saat ini. Mungkin kita malu, dan lupa dengan makna tersirat syahadat. Sholat iya, tapi apakah kita yakin telah benar-benar meyakini beliau sebagai Nabi dalam agamakita dan telah meneladani setiap perbuatan dan tutur kata beliau. Sangat menyedihkan, saya pun merasa belum ada apa-apanya kalau untuk urusan meneladaninya. Semoga Allah memberi kita hidayahnya, dan kekuatan untuk terus melaksanakan dan meneladani Rasulullah saw seutuhnya agar kelak kita dapat bertemu beliau di surga Allah. Amin, Wallahualam bishowab.

    ReplyDelete
  42. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Terimaksih Pak atas Elegi ini yang membuat saya sangat terenyuh saat membacanya. Dari keinginan Bapak ingin melihat wajah Rasulullah, membahas mengenai makna syahadat hingga tentang amal dan ibadah kita yang akan dipertanggung jawabkan di adapan Allah kelak, Ini semua sangat lah teguran bagi saya pribadi. Dari ibadah sholat yang saya kerjakan saja saya masih susah untuk khusu' dalam melaksanakannya, dalam melaksanakan segala Sunnah Rasul saja masih belum Istiqomah dalam melaksakannya, dalam menghadapi segala cobaan yang Allah berikan saja masih banyak kata mengeluh yang saya keluarkan, Menanamkan keikhlasan saja masih tidak sepenuhnya ada pada saya, belum lagi hal-hal lain yang dikerjakan tetapi masih bertentangan dengan perintah Allhah SWT. Bagaiman bisa keinginan saya yang serupa dengan Bapak ingin melihat wajah Rasullah itu tersampaikan dan bagaimana saya bisa akan mempertanggung jawabkan syahadat yang saya ucapkan dihadapn Allah SWT kelak, hanya terus berdo'a dan terus memperbaiki diri yang mungkin dapat dilakukan. Terimaksih Pak, setelah membaca Elegi ini saya sangat mendapatkan pencerahan kembali agar lebih bisa memperbaiki segala amal dan Ibadah saya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  43. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Rasulullah adalah orang yang paling berjasa dalam sejarah kehidupan manusia. Dengan izin Allah, Rasulullah lah yang membawa umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang. Rasulullah adalah penyelamat umat manusia. Beliau menjadi model atau panutan bagi kita dalam menjalankan syariat ini karena akhlak beliau adalah Al Quran. Sungguh saya terharu sekaligus merasa malu. Merasa haru ketika melihat teramat sangat Prof Marsigit ingin memandang wajah Rasulullah, sehingga bergetarlah hatinya, dan mencucurlah air matanya bila mengingat Rasulullah. Dan merasa malu karena saya belum bisa memiliki keinginan kuat seperti yang Prof Marsigit gambarkan. Semoga kami senantiasa bisa mempelajari kebaikan-kebaikan yang ada pada diri prof Marsigit.

    ReplyDelete
  44. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya terus terang kesulitan untuk berkomentar pada elegi ini. Mungkin karena keyakinan yang berbeda. Saya tidak punya bekal pengetahuan yang cukup untuk sampai menyelami apa yang tertulis di sini.
    Saya menghayati bahwa dalam diri Saya ini Juga Tuhan hadir. Teman Dan oranglain atau makhluk lain kadang merasakan betapa mereka memperoleh pertolongan Tuhan melalui Saya. Demikian sebaliknya. Saya seringkali merasakan betapa Tuhan hadir melalui mereka yang Ada di sekitar saya, membentuk Saya menjadi seperti saya saat ini. Allah hadir dalam setiap ciptaanNya, menyapa setiap saat.
    Maafkan Saya yang masih belum mampu memahami tulisan ini. Padahal until menulis ini Pak Marsigit telah memerlukan berhari Hari untuk merenungkannya.😑

    ReplyDelete
  45. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    MashaAllah.. sungguh luar biasa jika kita telah sampai pada keinginan dan kerinduan bertemu, melihat wajah Rasulullah. Bahkan baru ingin saja sudah membuat badan bergetar dan tak mampu melangkah.. Apalah jadinya jika kita pada dewasa ini hanya merindukan wajah seseorang, tersiksa rindu karena memikirkan seseorang. Mengapa rindu itu tak pernah kita hadiahkan pada Rasulullah saja? Saya menyadari betapa naifnya saya ketika saya hanya memikirkab duniawi, terjerat dalam kisah yang fana lalu mengadu pada Allah ketika merasakan sakit.. Padahal kesalahan terletak pada diri sendiri yg membiarkan hawa nafsu bekerja tidak pada tempatnya. Aataghfirullah.. semoga kedepannya saya menjadi orang yang lebih baik lagi. Terimakasih atas elegi ini, Pak. Smoga kita smua dapat melihat wajah Rasulullah di surga nanti, Aamiin ya Rabb.

    ReplyDelete
  46. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Terimakasih prof, saya juga ikut merasakan dan rindu untuk bertemu Rasulullah. Mungkin saat ini yang bisa dilakukan adalah mengikuti sunnah nya, mengikuti perangainya, dan selalu berdoa supaya dipertemukan dengannya kelak di akhirat. Rasullullah adalah teladan utama, bahkan saat beliau hendak meninggal yang dikawatirkan adalah umatnya sepeninggal beliau. Bahkan bilal bi rabbah tidak mampu menahan tangis ketika mengumandangkan adzan setelah rasulullah meninggal. Betapa Rasulullah mencintai umatnya dan umatnya pun mencintai beliau.

    ReplyDelete
  47. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Terima kasih Prof untuk ilmu baru lagi yang saya dapatkan melalui elegi ini. Membaca elegi kali ini membuat saya merenungi kembali makna syahadat yang selalu terucap dalam sholat ternyata memiliki makna sangat dalam. Rasulullah SAW manusia teragung sepanjang zaman ternyata memiliki keterkaitan dengan ruh-ruh. Rasulullah SAW yang syafaat beliau kita nantikan di hari akhir kelak. Semoga kita diberikan kesempatan untuk melihat wajah baginda Nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  48. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Bagi mereka yang mengimani sejak diucapkannya syahadat sebagai syarat masuknya seseorang memeluk Islam, pastilah ada rasa penasaran setelah membaca dan mendengarkan kisah Nabi Muhammad saw. Syahadat memiliki banyak makna, tidak hanya sumpah, ikrar, janji, dan keyakinan. Tetapi ada makna ketundukan, ikhlas, kejujuran, dan kecintaan juga terhadap agama Islam, Nabi Muhamaad sebagai pembawa risalah, serta Allah sebagai tujuan terakhir. Sederhana tapi memiliki banyak makna. Hanya dari membaca dan mendengarkan kisah Nabi Muhammad saw, belum mampu membayangkan sosok beliau yang sebenarnya. Sosok manusia sempurna akhir zaman yang tidak ada tandingannya. Sosok yang memiliki sifat-sifat kebaikan sebagai bekal dakwahnya. Siddiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), Fathonah (cerdas). Selain itu masih banyak sifat yang baik, yang patut dijadikan contoh dan teladan bagi manusia sekarang untuk menjadi khalifah di bumi.

    ReplyDelete
  49. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ikrar, yaitu pernyataan telah menjadi seorang muslim atas apa yang ia yakini. Setelah mengucapkan kalimat syahadat maka sudah memiliki kewajiban berupa menegakkan kalimat Allah dan memperjuangkannya. Memperbanyak amalan kebaikan dan menjauhi keburukan. Syahadat sebagai sumpah yaitu bersumpah untuk siap menerima segala resiko apapun dalam mengamalkan ajaran agama islam. Bersiap juga untuk bertanggung jawab akan agamanya jika ada yang ingin menghancurkannya. Syahadat sebagai janji, yaitu selalu mengamalkan ajaran-ajaran islam dan taat akan perintah dari Tuhannya yang terkandung dalam Ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist Rasul.

    ReplyDelete
  50. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam lagu religi yang sering di dengar mengenai pertemuan dengan nabi adalah “betapa bahagianya bertemu Nabi, betapa bahagianya bertemu nabi... Bahagia di dunia tiada berarti,,, bahagia di dunia tiada berarti” dari lagu tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang pengikut akan bahagia sekali untuk bertemu dengan yang diikuti. Kebahagiaan yang tiada terkira sebelum bertemu Sang maha Pencipta adalah bertemu dengan Rosululloh SAW. Bagi kaum muslim bliau adalah suri tauladan bagi umat manusia. Bliau juga merupakan insan kaamiil yaitu sempurnanya manusia di Dunia ini. Kami, para santri yang biasa melantunkan sholawat kepada bliau, ketika memang khusyuk, maka tiadalah air mata bisa terbendung ketika melantunkannya. Menggambarkan kerinduan dari sajak-sajak yang memang begitu dalam artinya. Tidak bisa kita selesai menggambarkan betapa bahagianya ketika bertemu dengan Rosululloh. Karena ketidaksanggupan kita untuk menuliskan semua perasaan yang mungkin muncul ketika bertemu dengan Baginda Rosululloh. Semoga, kita semua akan mendapatkan syafa’atnya di hari akhir nanti, juga dapat bergabung di jannah yang paling utama dimana Nabi akan singgah pada masa yang akan datang. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  51. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Memiliki keinginan melihat wajah Rasulullah merupakan hal yang mulia. Karena setiap umat islam, memiliki hal yang sama. Namun terkadang timbul pikiran, pantaskah kita menghadap Nabiyullah yang mulia, dengan membawa semua dosa dan kesalahan kita. Bahkan terkadang kita lupa untuk bershalawat kepadanya dalam kehidupan sehari-hari kita. Beranikah kita untuk menghadapnya?. Semua pertanyaan itu jawabannya ada dihati kita masing-masing.

    Demikian, terimakasih.


    ReplyDelete
  52. Riandika Ratnasari
    17709351043
    PPs PM B

    Suatu kebahagiaan tersendiri ketika seorang manusia dapat melihat sosok yang dianutnya yaitu Allah. Namun, keinginan itu juga harus diimbangi dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Di dalam pelaksanaanya terkadang di hadapkan dengan berbagai macam godaan agar kita terjatuh dalam dosa dan membuat kesalahan. Oleh karena itu, sadarlah kita, penuhilah hati kita dengan yang baik dan dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap Muslim harus percaya dan kepercayaan Muhammad sebagai Rasul Allah.
    Sudah menjadi kewajiban manusia untuk selalu bersyukurlah atas kesempatan yang telah diberikan oleh Allah untuk mengetahui sedikit tentang Nabi Muhammad. Tentu sikapnya menjadi contoh untuk kita menuju kehidupan maksimum. Sebuah anugerah luar biasa dari Allah untuk orang-orang yang ingin belajar dan berpikir tentang hal itu. Selalu bersyukur atas apa yang diberikan kepada kita adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan.

    ReplyDelete
  54. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tak disangka, saya pun sangat menyukai elegi ini. Kalimat syahadat yang memiliki makna begitu mendalam bagi umat Islam. Bukan hanya sekedar kalimat biasa, tetapi didalamnya terdapat hak dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah mengucapkannya. Betapa mulianya Nabi Muhammad di dalam kalimat tersebut sehingga dijadikannya kekasih Allah, dan beruntunglah kita bisa mengucapkan janji kita sebagai saksi. Ya mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana wajah Rosulullah bukan? Mengapa kita harus meyakininya? Ya semua itu sudah terjawab di dalam Al Quran. Selain mengucap syahadat sebagai syarat masuknya seseorang ke dalam agama Islam, tetapi diapun juga diwajibkan untuk mengamalkan apa yang ada di dalam Al Quran.

    ReplyDelete
  55. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Elegi ini membahas mengenai rasa cinta manusi terhadap Nabi Muhammad yang merupakan Nabi terakhir. Berbagai pengorbanan telah dilakukan oleh Nabi Muhammad, beliau telah dan akan terus menjadi suri tauladan bagi manusia yang hidup di jamannya dan setelah jamanya. Saya sering heran, padahal sudah diberi tahu dan kita wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhr sehinga kesimpulannya tidak ada Nabi setelah dia. Namun masih saja ada sekumpulan orang yang mengangkat Nabi lain dalam setelah Nabi Muhammad, tentu saja hal itu merupakan suatu kesalahan yang sangat salah. Berarti dia telah mengingkari syahadatnya. Karena apabila kita sudah meyakini dengan Rasul Muhammad, maka kita tidak akan mencari Rasul – Rasul lain yang bahkan namanya saja tidak tercantum dalam Al-Qur’an. Tidak usahlah mencari sesuatu yang sama sekali tidak benar. Lebih baik kita memperbaiki diri dan mengerjakan sunah-sunah Rasul, agar kita semakin mencintai Rasul dan dekat dengan beliau.

    ReplyDelete
  56. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Sebagai seorang muslim harus mengimani nabi muhammad. Iman artinya yakin. Kita harus meyakini dalam hati dan mewujudkan dalam perkataan dan perbuatan. Kita sebagai muslim tentunya meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saat hati ini mulai goyah akan keyakinan tersebut, maka kita harus segera beristigfar dan memohon ampun kepada Allah. Dan kembali meluruskan hati dan sepenuhnya menyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Hal itu dapat kita lakukan dengan selalu mengerjakan sunah-sunah rasul. Terimaksih

    ReplyDelete
  57. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21).
    Tiadalah umat muslim yang tidak ingin memandang wajah rasulullah. Maka sebagai seorang muslim maka kita harus menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan. Karena itulah sebagai seorang muslim kita harus senantiasa berusaha untuk mengikuti teladan- teladan yang telah rasulullah contohkan. Berusaha untuk mempelajari sabda-sabda Rasulullah. Menjadikan Rasulullah sebagai idola kita sepanjang zaman.

    ReplyDelete
  58. Setiap umat muslim di dunia pastinya ingin memandang wajah Rasullullah, namun tidaklah semua manusia itu pantas akan hak tersebut, hanya manusia tertentu yang memiliki kebaikan saja yang mungkin mendapat hak tersebut, jika saya diberi kesempatan untuk memandang wajah Rasullullah, mungkin saya akan merasa malu karena saya merasa tidaklah pantas berhadapan dengan Beliau dalam keadaan banyaknya kesalahan yang ada dalam diri ini, ya Allah ampunilah aku, semoga aku diberikan kesempatan itu, sungguh aku adalah makhluk egois penuh dosa.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  59. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ada manusia yang tidak percaya dengan adanya Rasullullah sampai-sampai ingin ditunjukkan seperti apa rupa Rasullullah yang sangat taat pada Allah. Allah telah menyampaikan bahwa barang siapa menaati perintahNya dan menjauhi segala laranganNya maka akan dimasukkan dalam surga kelak bersama Rasulullah. Karena sesungguhnya kita hidup di dunia ini hanya sementara karena yang kekal adalah kehidupan di akhirat nanti. Maka berlomba-lombalah dalam meraih kebaikan di jalan Allah.

    ReplyDelete
  60. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Nabi Muhammad adalah teladan bagi seluruh umat manusia, maka sudah sepantasnya jika setiap orang ingin bertemu dan memandangnya. Namun apakah setiap orang akan berkesempatan untuk bertemu dengan beliau? Tentu saja tidak, hanya orang-orang yang mau berusaha mengikuti sunah-sunahnya dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan kesempatan itu. Maka dari itu, marilah kita mulai untuk berikhtiar, menjalankan apa yang diajarkannya mulai dari yang sederhana yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah senantiasa meridhai usaha kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  61. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Terimakasih Pak Direktur karena telah membuat hati saya ikut bergetar dalam membaca elegi ini. Mengingatkan kepada kami betapa eloknya budi pekerti Rasulullah yang sangat patut kita teladani. Sebaik-baik akhlak adalah akhlak Rasulullah. Semoga kita mampu meneladaninya dan menjlankan segala sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.

    ReplyDelete
  62. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Nabi Muhammad SAW adalah rahmat dan suri tauladan bagi kita. Bak lagu yang sering kami dendangkan dalam rebana saat masa SD: Nabi Muhammad bagai purnama di tengah malam gelap gulit. Nabi Muhammad bagai pelita cahayanya di atas cahaya. Wahai kaum muslimin muslimat sampaikan shalawat salam…
    Rasulullah adalah nabi akhir zaman yang telah memperjuangkan kebenaran dan membawa kita pada jalan keselamatan. Maka tidak heran kenapa kita semua ingin memandang wajah Rasulullah. Sebagaimana potogan lirik lagu di atas maka kita dituntun untuk senantiasa bershalawat sebagai ungkapan kerinduan kepada Rasulullah.

    ReplyDelete
  63. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Subhanallah.. menumbuhkan rasa cinta terhadap rasulullah sudah mulai jarang terjadi saat ini. Sudah banyak generasi masa kini yang mulai enggan menelusuri siapa rasulullah itu, bagaimana seluk beluknya dan bagaimana perjuangan beliau. Ruh rasulullah sangatlah agung, biasa kita menyebutnya nur muhammad, nur muhammad telah ada jauh sebelum nabi adam terlahir dan jauh sebelum nabi muhammad lahir ke dunia. Syafaat rasulullah sangat kita harapkan di akhirat kelak nantinya. Ijinkanlah hamba menemuimu ya rasulullah suatu saat nanti, limpahkanlah syafaatmu kepada kami semua nanti ya Rasullullah.

    ReplyDelete
  64. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Subhanallah. Saya sungguh terharu membaca elegi bapak kali ini. Memandang wajah Rasulullah, membaca judulnya saja sudah bisa membuat hati bergetar. Sungguh, sebagai umat muslim, pasti kita ingin memandang wajah Nabi Muhammad saw, dan beruntunglah bagi siapa saja yang pernah memandangnya. Dari apa yang bapak paparkan pada elegi ini menunjukkan betapa luar biasa karunia dan anugerah yang Allah SWT berikan kepada rasul terakhir ini. Sebagai muslim, kita harus mempercayai rasul-rasul Allah dan menjadikan mereka teladan dalam menjalankan hidup.

    ReplyDelete
  65. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Ada dua poin besar yang ada dalam elegi di atas. Yang pertama adalah bagaimana kita memaknai kalimat syahadat dengan sebenar-benarnya memaknai. Syahadat adalah merupakan rukun islam yang pertama. Maka tanpanya keislaman kita tak bermakna. Hal ini mengingatkan saya kembali, sudahkah saya memaknainya dengan sebenar-benar memaknai? atau hanya sekadar memaknainya sebagai bacaan yang dibaca ketika sholat tanpa memaknainya dalam hati? Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni dosa kita karenanya.

    ReplyDelete
  66. Poin kedua mengenai Rasulullah SAW, pembawa risalah, penyempurna akhlak. Rasulullah yang sangat mencintai umatnya hingga akhir hayatnya. Rasulullah yang kita cintai dan kita rindukan. Bertemu dengan Rasulullah tentu menjadi impian semua muslim beriman. Rasulullah, hanya mendengar nama Beliau saja dapat menggetarkan hati, bagaimana perjuangannya menyampaikan risalah demi umatnya, bagaimana kesmpurnaan akhlak Beliau yang kita rindukan hadir di tengah carut marutnya dunia ini. Semoga Allah mengaruniakan kesempatan pada kita untuk bertemu dengan Beliau kelak di surga-Nya. Aamiin

    ReplyDelete

  67. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dari artikel di atas saya mendapat pengetahuan baru, bahwa Syahadat tidak hanya sebuah kalimat biasa yang harus dikatakan seseorang ketika akan memasuki islam, tetapi syahadat adalah sebuah janji, bahwa kita harus menerima segala konsekuensi jika kita melanggar larangan dan membuat sebuah kesalahan dan dari artikel di atas, saya tahu bagaimana kita harus mencintai Nabi kita, Nabi Muhammad.

    ReplyDelete
  68. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Nabi kita adalah suri tauladan yang baik, pembawa kabar bahagia dan menjadi penyempurna agama Islam, sungguh cita-cita yang tertinggi adalah kesempatan untuk memandang wajahnya. Betapa kecintaan Nabi kepada kita mungkin tidak bisa kita balas kecuali dengan selalu merindukannya, mengirinkan sholawat, dan mentaati segala kebenaran yang telah dikabarkannya.

    ReplyDelete
  69. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sungguh hebatnya menjadi seorang muslim, hanya dengan ikrar syahadat sudah mampu dan yakin tentang kebenaran yang dibawa nabi Muhammad Shallahu alaihi wassallam. Melihat wajahnya saja belum, apalgi kata-katanya, nasehatnya. Sungguh orang yang sudah meyakini tetnunya memiliki keimanan yang sangat kuat. Tak mudah digoyahkan. Maka benar bahwa kalimat syahadat itu mengandung hikmah sejuta makna. Pengeetahuan, penakuan, cinta, keikhlasan. Sungguh beruntung diri ini bisa membaca elegi ini.

    ReplyDelete
  70. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Memandang wajah Rasulullah dalam arti yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang hidup di jaman beliau maih hidup. Namun, memandang wajah Rasululla saat ini tidak dapat dilakukan dengan panvca indera penglihatan atau mata karena beliau telah meninggal. Maka, bagi kita yang tidak mampu menemui fisik Rasulullah, cara kita memandang beliaupun berbeda. Kita memandangnya bukan menggunakan bola mata kita tetapi menggunaan mata hati kita. caranya dengan selau mengingat Rasulullah, percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah, berjanji untuk beriman kepadanya, serta mengikuti petunjuk-petunjuknya. Hal tersebut ada dalam kaimat syahadad yang kita ucapkan setiap kita sholat. Asyhadu An-Laa Ilaaha illallaah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah.

    ReplyDelete
  71. Latifah Fitriasari
    PM C

    Di dalam agama islam, kedua kalimat Syahadat tersebut merupakan sebuah rangkaian utuh yang harus diimani secara menyeluruh. Ketika kita mengucapkan kalimat syahadat, maka kita memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita ikrarkan itu. Maka bagi siapa yang melanggar janjinya disebabkan oleh akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya maka keuntungan akan barada pada dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  72. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh” merupakan kalimat yang kita perlu memliki pengetahuan tentangnya. Tidak cukup hanya dengan lancar membacanya, namun perlu diresapi dalam hati dan dilakukan dalam setiap tindakan. Dengan mengucapkan kalimat tersebut berarti ssetiap orang telah bersedia untuk menanggung akibat dan resiko dari sumpah tersebut, bahwa orang tersebut telah bersumpah unutk taat kepad ketentuan perintah Allah SWT.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berjumpa dengan rosul merupakan impian dari setiap umatnya, karena bertemu dengan rosul tidak setiap orang mampu, hanya beberapa saja yang dikehendakiNya. Dapat dikatakan bahwa seseorng yang dapat berjumpa dengan rosul walaupun hanya dalam mimpi ialah orang yang terpilih, dan ia tentulah orang yang ahli surga. Jika seseorang bertemu rosul dalam mimpinya, maka benar yang ia temui ialah rosululloh, karena setan tidak pernah bisa menyerupai wajah nabi bahkan dlam mimpi sekali pun. Orang terpilih yang bisa bertemu dengan rosul akan memiliki tanda-tanda seperti tubuhnya akan wangi yang melekat selamabeberapa hatri, ada satu riwayat yang mengatakan wangi tersebut sampai tujuh hari dan memperoleh kedudukan yang mulia di sisiNya, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Ada shalawat atau wirid tertentu yang jika dirapalkan dengan istiqamah diyakini sebagai wasilah atau pengantar untuk dapat bertemu dengan rosul. Benyak literatur yang menyajikan ciri-ciri fisik maupun psikis sebagai suguhan untuk pembacanya, Rosul memang diciptakan sempurna dan penuh keistimewaan yang bahkan telah nmpak sebelum beliau lahir, beliau terlahir dari rahim Aminah dan berayahkan Abdullah yang tidak pernah menjadi penyembah berhala, saat beliau lahir, maka keluarlah cahaya terang benderang yang berpendar jauh ke ujung dunia. Ciri fisik rosul sendiri beliau tidak pernah menguap, tidak pernah ditempeli lalat, saata berada di tengah orang yang tinggi maka beliau tidak akan terlihat pendek, namun saat berada di tengah oang pendek pun beliau tidak terlihat tinggi, dengan rambut agak bergelombang dan berpostur tubuh tegap, rosul menggambarkan pribadi yang sempurna lahir dan batin. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Nabi Muhammad adalah teladan hidup bagi ummat manusia. Beliau adalah sosok yang memiliki kesempurnaan akhlak dan perilaku. Semua orang beriman merindukan untuk bisa bertemu dengan Beliau. Semoga kita termasuk ummat yang dapat meneladani sifat-sifat beliau dan menjadi ummat yang kelak mendapat syafaat darinya. Aamiin.

    ReplyDelete
  76. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi nabi besar Muhammad. Beliau adalah seseorang yang dipilih oleh Allah untuk mengubah peradaban manusia menjadi lebih baik. Muhammad tidak pernah membuat umatnya menjadi kecewa. Beliau selalu mencoba untuk menjaga dan melindungi banyak orang sehingga menciptakan kenyamanan. Setiap perbuatan dan perkataannya dilakukan semata-mata hanya karena Allah. Allah selalu menjaganya bahkan untuk hal kecil sekalipun. Selain itu, semua orang tahu bahwa Muhammad adalah manusia terbaik.

    ReplyDelete
  77. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Rasulullah adalah nabi terakhir Allah yang diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan rahmat-Nya dengan cara memperbaiki akhlak. Pada saat itu masyarakat rusak moralnya hingga norma-norma kesusilaannya bahkan jauh menyimpang dari ajaran Allah. Rasulullah sebagai rahmatan lil'alamin seperti pada firman Allah "dan tiadalah Kami mengutus engkau (hai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil'alamin)". Setiap yang beriman pasti selalu mengharapkan syafaat Rasul di hari akhir nanti. semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berada dalam naungan syafaat Rasulullah. Amiin.

    ReplyDelete
  78. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Setelah membaca elegi ini, saya menjadi menyadari ternyata 2 kalimat syahadat bukanlah kalimat yang sesederhana yang saya pikirkan. Ternyata dibalik 2 kalimat itu mengandung makna yang begitu dalam, bukan hanya sebagai identitas agama islam saja. Dibalik 2 kalimat tersebut terdapat makna ibadah, kecintaan kepada Allah SWT, sehingga seharusnya bukan hanya diucapkan akan tetapi dimaknai diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  79. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Orang-orang yang mengatakan 2 kalimat syahadah berarti mereka telah mengakui dan percaya secara lisan dan hati seperti mereka sudah melihat dengan mata kepala sendiri Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dua kalimat syahadah adalah kesatuan yang tidak terpisahkan seperti dua sisi mata uang.
    Namun, syahadat tidak cukup hanya diucapkan dan diketahui maknanya, tapi syahadah harus dipraktekkan. Syahadah harus dibuktikan dengan tindakan nyata, misalnya kita harus menyerahkan semua perbuatan kepada Allah dan meninggalkan semua bentuk syirik kepada Allah. Kemudian, melakukan semua perbuatan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam.

    Nabi Muhammad SAW merupakan teladan yang baik sehingga diberi gelar uswatun hasanah. Selain itu, Rasulullah SAW merupakan nabi akhir zaman yang diutus Allah untuk memberikan petunjuk dan menyempurnakan akhlak umat manusia, serta menyampaikan wahyu kepada seluruh dunia dan isinya. Pantaslah jika kita sebagai umat muslim ingin bertemu dan merindukan Rasulullah.

    ReplyDelete
  80. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan aamiin ya rabbal aalamiin.
    Setiap orang mukmin yang beriman kepada nabi Muhammad SAW dan mencintai beliau, tentu ingin berjumpa dan melihat wajah beliau meskipun dalam mimpi. seorang ustadz bercerita bahwa beliau pernah bertemu dengan Rasulullah didalam mimpi walaupun singkat. ustadz tersebut mengatakan bahwa ciri-ciri fisik Rasullulah didalam mimpi sesuai dengan ciri-ciri Rasulullah di dalam riwayat-riwayat, misalnya rambut beliau sebahu, alisnya berbentuk busur panah, dan sebagainya. ustadz juga menyampaikan jika kita ingin bertemu rasulullah, maka usahakanlah semaksimal mungkinuntuk mengikuti sunnah beliau, bahkan sekecil apapun. misalnya saja sunnah bagi kita untuk menghemat air. sunnah untuk makan sambil duduk, makan dengan tangan kanan, makan sambil mengobrol tentang hal-hal yang baik dan sebagainya. dan tidak lupa pula kita perlu mencari informasi terperinci tentang ciri-ciri fisik dari Rasulullah di kumpulan hadits, karena bisa saja orang yangkita temui dalam mimpi itu sebenar nya syaitan yang mengaku-ngaku sebagai Rasulullah namun ciri-ciri fisiknya berbeda. karena syaitan tidak akan pernah bisa menyamar menjadi Rasulullah.

    ReplyDelete
  81. Assalamualaikum Wr. Wb. Setelah membaca elegi ini, saya berdoa untuk kita semua agar selalu diberikan kekuatan dan hidayah oleh Allah SWT. Untuk mengarungi kehidupan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. semoga kita dijauhkan dari godaan Syaitan yang terkutuk dan senantiasa mengmalkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. Semoga kelak nanti kita disatukan dengan Rasulullah Muhammad SAW. dalam satu syurga. Tentunya itulah impian kita sebagai muslim untuk memandang wajah Rasulullah di suatu kelak nanti. Aamiin!!

    ReplyDelete
  82. Junianto
    PM C
    17709251065

    Setiap umat Rasulullah sangat mendambakan bertemu dan melihat langsung wajah Rasulullah SAW. Bahkan tidak sedikit uamt yang sholeh dan sholehah bisa bertemu Rasulullah dalam mimpinya. Sebagai manusia biasa tentu hanya bisa melihat Rasulullah melalui penjelasan para Sahabat dalam menceritakan seperti apa wajah Rasulullah itu. Selain itu, menjadi umat terbaik dan selalu mengamalkan sunnah Rasul menjadi sebuah keharusan agar kelak di akhirat bisa bertemu dan memandang wajah Rasul.

    ReplyDelete
  83. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Mengimani Rasulullah merupakan kewajiban kita sebagai umat muslim, dalam syahadat kita mengakui Rasulullah sebagai junjungan kita. Senantiasa berusaha melakukan kebaikan dan kewajiban kita sebagai umat muslim, sebagai wujud penghambaan kita sebagai hamba Allah yang mengimani Rasulullah, semoga kelak kita dapat dipertemukan dengan Rasulullah di hari akhir nanti.

    ReplyDelete
  84. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Sejak kecil saya bertanya-tanya bagaimana wajah Rasulullah? Kenapa didalam film tokoh Rasulullah selalu diberikan cahaya. Nabi Muhammad merupaka sosok panutan bagi orang Muslim. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi menjadi sunnah untuk kaum muslimin.

    ReplyDelete
  85. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dapat melihat wajah Rasulullah hanya lewat mimpi saja merupakan suatu nikmat yang luar biasa. Namun tidak semua manusia muslim dapat memperoleh kenikmatan tersebut. Untuk itu apabila kita ingin diberikan nikmat yang demikian, kita harus berdoa dengan setulus hati dan niat yang benar kepada Allah, beramal baik dan selalu menjaga ajaran yang diajarkan Allah dan Rasulnya. Semoga kita semua menjadi salah satu umat yang beruntung, aamiin.

    ReplyDelete
  86. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Jika seorang muslim telah mengikrarkan Kalimah Syahadat maka dia mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita Ikrarkan itu. seorang muslim yang telah mengucapkannya bersedia menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut, siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam. Berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul.

    ReplyDelete
  87. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Rasulullah SAW merupakan idola sejati. Tak mampu lisan ini berucap untuk menggambarkan beliau karena beliau sangat sangatlah istimewa. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumul qiyamah. Sungguh sebenar benar idolaku adalah Nabi Muhammad SAW. Akan kupertaruhkan segalanya untuk bertemu denganmu ya Rasulullah.

    ReplyDelete
  88. Pantaskah orang seperti diriku ini punya keinginan memandang Wajah Raulullah? keinginanku memandang Wajah Rasulullah itu benar-benar keterlauan karena belum mengukur dan melihat siapa diriku itu, bagaimana ikhlasku itu, seberapa banyak amal-amalku, bagaimana adab berdoaku, bagaimana adab beribadatku, seberapa sadakahku, seberapa perjuanganku di jalan Allah
    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete