Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat, sekalian saya ingin bertanya tentang Wujud Allah itu seperti apa?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:”Qulid’ullaha awid ‘urrahmana ayyama tad’u falahul husna: Berdoalah kamu dengan memanggil nama Allah, atau memanggil al-Rahman. Karena baginya ada namanama yang baik”

Bagawat Selatan:
Apakah nama Allah itu? Dan apakah nama-nama yang baik itu? Apakah nama-nama itu berelasi dengan wujud-Nya? Apakah wujud-Nya itu juga wajah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Melalui Al-Qur’an , kita mengenal dua wajah Allah. pertama adalah jalal-Nya, yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dalam Al-Qur-an:”Subhanallahi ta’ala ‘amma yasifun: Mahasuci Allah Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan dan mereka bayangkan”. Itulah jalaliyyah dari wujud Allah.

Bagawat Selatan:
Bagaimana kita memahami atau mengenal jalaliyyah dari wujud Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Seorang ulama pernah berkata:”Sekiranya kita melakukan salat, lalu kita ingin slat secara khusuk dan kita membayangkan Allah dengan bayangan kita, maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita telah menyembah bayangan kita tentang Allah. Padahal Dia Mahasuci dari apa pun yang kita bayangkan. Subhanallahi ta’ala amma yasifun Q.S. Al-Shaffat [37]:159

Bagawat Selatan:
Lalu...bagaimana kita dapat membayangkan Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan. Kita bersihkan diri kita dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Laisa kamislihi syai-un: tiada yang semisal Dia sedikitpun (Q.S. Al-Syura:11). Wa lam yakun lahu kufuwan ahad: Dia tidak menyerupai siapapun (Q.S. Al-Ikhlas:4). Jadi sikap kita terhadap Allah dari segi zat-Nya adalah membersihkan Dia dari segala yang kita sifatkan.

Bagawat Selatan:
Apakah sifat Allah dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh (al-bu’du). Sifat-sifat dari sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita salat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5)

Bagawat Selatan:
Terimakasih ...alhamdulillah. Apakah wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Wajah yang lain dari Allah adalah dari sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Kita tidak bisa mengenal Zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Tetapi Allah memperkenalkan diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dalam Al-Qur’an, sebutan Asma Allah yang menunjukkan dimensi jamaliyyah itu lebih banyak daripada sebutan Asma Allah dari sisi jalaliyyah-Nya. Hal ini menunjukka bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah itu lebih cepat rida-Nya daripada murka-Nya.

Bagawat Selatan:
Jika dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih, maka kita harus bagaimana dari sisi jamaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Dalam perwujudan lamaliyyah-Nya, Allah itu begitu dekatnya dengan kita karena keserupaan sifat kita dengan-Nya. Dari sinilah akan timbul pada diri kita perasaan mahabbah, yaitu Cinta kita kepada Allah. Mahabbah itu ditunjukkan dalam anugerah-Nya, kasih sayang-Nya, karunia-Nya, ampunan-Nya, dan pahala-Nya.

Bagawat Selatan:
bagaimana sifat jamaliyyah Allah disebut dalam Al-Qur’an?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an:”Al-Rahaman ‘allamal qur’an khalaqal insan: Dialah Sang maha Pengasih yang mengajarkan Al-Qur’an danyang menciptakan insan” (Q.S. Al-Rakhman:1-3). Al-Rahman adalah Asma Allah yang menggambarkan keindahan-Nya. jadi penciptaan manusia itu lahir dari sifat jamaliyyah Tuhan, dari kasih sayang-Nya. Olehkarena itu, ketika menciptakan manusia, Tuhan tidak berkata:”Aku akan ciptakan seorang hamba di muka bumi ini”, tetapi “Inni ja’ilun fil ardhi khalifah: Aku akan jadikan di bumi seorang lkhalifat” (Q.S. Al-Baqarah:30). Maka dari sisi jalaliyyah-Nya, posisi manusia bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai khalifah. Manusia memikul amanat yang besar untuk menjadi wakil Tuhan di bumi. Di antara seluruh makhluknya, Tuhan melihat manusia sebagai satu-satunya makhluk yang berhak mengenakan jubah kehormatan sebagai khalifah Tuhan.

Bagawat Selatan:
Apakah akhlak manusia mampu menerima amanat Allah itu?

Jalaludin Rakhmat:
Para malaikat bertanya:”Ataj’alu fiha man yufsidu fiha wa yasfikud dima wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqadissulak: Akankah Engkau jadikan di bumi seorang khalifah yang nanti akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih kepada-Mu dan mensucikan-Mu”. Maka Allah menjawab dengan firman-Nya:”Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Q.S. Al-Baqarah:30). Jadi kekhalifahan adalah amanah. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Halilintar hanya membawa wujud jalaliyyah-Nya. Hujan hanya membawa sifat jamaliyyah-Nya. Maka pada kedudukannya sebagai khalifah Allah, manusia itu mempunyai berbagai keistimewaan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana menyeimbangkan pemahaman kita tentang wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Sekiranya kita hanya berpegang pada dimensi jamaliyyah Tuhan, tidak memperhatikan sisi jalaliyyah-Nya, maka manusia akan menjadi sangat longgar danbebas melakukan maksiat karena berangapan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka manusia akan banyak melanggar berbagai aturan-Nya karena ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa kita. Tetapi coba terapkanlah kepada diri manusia, jika anda dirampok orang maka anda pun segera mamaafkan karena melihat bahwa Allah pun Maha Pengampun. Maka kejahatan akan berkembang luar biasa di muka bumi. Oleh sebab itu kita harus memahami keadilan ilahi yang terangkum dalam sifat jalaliyyah-Nya. Keadilan Allah itulah yang sangat ditakuti manusia.

47 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...
    Elegi Ritual Ikhlas kali ini mengangkat tema Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah. Wujud jalaliyyah merupakan wujud dari kekuasaan Allah, sedangkan Jamaliyyahnya merupakan wujud kasih sayang rahmatnya Allah swt. Sebagai manusia kita wajib mengkaji kedua wujud dari Allah tersebut, agar kita dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia kita harus bisa menyeimbangkan keduanya, jangan sampai kita menjalankan hanya salah satunya. Jika kita menjalankan hanya salah satunya, maka akan membawa kita kedalam jurang kesombongan. Menjalankan kedua wujud Allah tersebut tentu harus ditemani dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang ikhlas, karena itulah kunci dari keduanya bagi manusia.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Mengenal Allah SWT dapat melalui sifat jalaliyah-Nya dan sifat jamaliyah-Nya. Sifat jalaliyah Allah SWT melalui jalal-Nya, Allah SWT menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Melalui perasaan yang selalu diawasi, maka akan muncul sikap kehati-hatian dalam diri manusia untuk bertindak dan bertingkah laku, sehingga akan terhindar dari berbagai perbuatan tercela, keji, dan mungkar. Sedangkan melalui jamal-Nya, Allah SWT menunjukkan keindahan-Nya. Allah SWT memperkenankan diri-Nya melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah SWT, seperti maha pengasih, maha penyayang, maha pemurah, maha pemberi rizqi, maha pemaaf, dan sifat-sifat Allah SWT lainnya, yang akan mendorong kita untuk senantiasa melangkah di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jamaliyah dan Jalaliyah merupakan sifat Allah dari beberapa banyak sifat yang Allah miliki. Dimana sifat jamaliyah Allah melalui jalal-Nya, Allah menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Sedangkan melalui jamal-Nya, Allah menunjukkan keindahan-nya. Allah memperkenankan dirinya melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah, bukan melalui jalaliyah-Nya. Selama ini kita tidak bisa melihat Allah SWT secara langsung, namun kita bisa merasakan keberadaan Allah melalui keagungan, kekuatan dan keindahan-Nya. Kita bisa melihat Allah langsung dari dalam diri kita (merasakan). Mengapa kita tidak bisa melihat Allah??? Karena Allah Maha Besar, sangat besar jika dibandingkan dengan diri kita.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. sebagai seorang muslim hendaknya sallalu mengenal nama dan sifat Allah SWT. Dengan mengenal Allah SWT maka seorang muslim dapat bertambah ketaatan dan keimanannya. Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata, “Manusia yang paling sempurna ibadahnya adalah seorang yang beribadah kepada Alloh dengan semua nama dan sifat-sifat Alloh yang diketahui oleh manusia”. Beliau juga berkata, “Yang jelas, bahwa ilmu tentang Alloh adalah pangkal segala ilmu dan sebagai pokok pengetahuan seorang hamba akan kebahagiaan, kesempurnaan dan kemaslahatannya di dunia dan di akhirat.” Senadainya manusia mngenal Allah SWT maka manusia tidak akan mempersekutukan Allah, sebab segala kebaikan berada di tangan-Nya, maka bagaimana mungkin mereka bersandar kepada selain-Nya

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum.

    Allahu akbar. Sungguh saya tidak berani dan tidak mampu mendefinisikan wujud Allah raja dari segala raja itu. Mendefinisikannya saja tidak mampu, bagaimana bisa melihatnya? Melihatnya saja tidak mampu, bagaimana bisa berani untuk menggapainya? Saya hanya berani mendefinisikan kekuasaannya, pengetahuannya, sifat-sifatnya. Bagaimana mendefinisikan sifat-sifa Nya? Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang memiliki nama-nama yang agung, Dia mengajarkan manusia untuk mengenali sifat-sifatnya melalui ciptaan-ciptaannya.

    Ahmad Bahauddin
    16709251058
    Pendidikan Pascasarjana UNY S2 Angkatan 2016 Kelas C

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dari begitu banyaknya sifat Allah yang menjadi wujud jalaliyyah dan jamaliyyah, mungkin kita hanya familiar dengan sebutan asma’ul husna. Dari sifatnya yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaranNya, keagunganNya dan yang lainnya serta nama Allah yang menunjukkan keindahanNya, kasih sayangNya maka kita perlu membiasakan diri untuk menyebutnya ketika dalam bermunajat kepadaNya. Doa yang di awali dengan menyebut asma Allah dan mengagung-agungkannya akan lebih afdhol sehingga akan memberian kesan tersendiri pada diri kita.
    Wujud Allah itu nyata dan melekat pada hati kita, jadi seberapa kuat pun kita membayangkan wujud Allah maka kita tidak akan pernah mampu. Kita sebagai manusia hanay bisa membuat wudud jalaliyyah dan jamaliyyah menjadi seimbang dan menjauhkan diri dari sifat sombong, karena sebenar-benarnya untuk mengerti wujud Allah adalah dengan mendekatkan diri padaNya.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Mengenal Tuhan kita, dengan sifat yang selama ini didengar saja bisa membuat banyak orang akan kekuasaanNya dan bahkan menjadikanNya sebagai panutan. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam mengenal Tuhan, yang memiliki sifat Maha Esa dengan segala keagungan, kebesaran dan kekuatan Tuhan. sebagai pengikutNya sudah baik dan selayaknya kita mengikuti semua ajaranNya.

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Allah itu bersifat transenden artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita, Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun Allah memperkenalkan diriNya dengan sifat-sifat baiknya. sifat-sifat Allah yaitu: Kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. kita akan cinta kepada Allah melalui sifat-sifatnya sehingga kita pun akan semakin mendapat rahmat-Nya, kasih sayang-Nya, dan karunia-Nya. Sebagai umat manusia di bumi ini, sudah sepatutnya kita meneriman amanat dari Allah untuk selalu berbuat kebaikan terhadap apa yang ada di muka bumi ini. Oleh karena itu, kita hidup di bumi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  9. Jalaliyyah Allah menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah. Tidak ada yang menandingi Allah. Tidak ada yang dapat menghindar dari kuasa Allah. Seorang hamba harus melaksanakan perintah Allah dan sepantasnya taku kepada Allah. Sedang Jamaliyyah Allah adalah keindahan dari Allah. Sifat-sifat Allah yang dapat menentramkan dan membahagiakan hati manusia. Manusia berlomba-lomba untuk memperoleh kasih dan sayang dari Allah.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Asmaul husna, atau yang sering di sebut nama-nama Allah yang baik itu terbagi dua, yaitu jalalliyah dan jamalliyah. Nama jalilliyah itu adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Sehingga jika kita menyadari, dari sifat-sifat sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya. Maka seperti kita shalat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah”. Kita selalu ingat padanya, kita tidak akan bersifat sombong dengan mengetahui sifat jalilliyah Allah itu. Sedangkan sifat jamalliayah Allah, yaitu sifat Allah yang dilihat dari sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah: kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dengan kita mengetahui sifat jamalliyah Allah tersebut, maka kita kita akan slalu bertasbih dan berakhlak baik. Jika kita sudah bersifat baik seperti sifat jamalliyah yang dimiliki oleh Allah, maka kita akan sayang kepada Allah, kita akan merasa dekat kepada Allah, dan kita akan memiliki rasa cinta kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar cinta.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Mengenal Allah SWT dapat melalui sifat jalaliyah-Nya dan sifat jamaliyah-Nya. Sifat jalaliyah Allah SWT melalui jalal-Nya, Allah SWT menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Melalui perasaan yang selalu diawasi, maka akan muncul sikap kehati-hatian dalam diri manusia untuk bertindak dan bertingkah laku, sehingga akan terhindar dari berbagai perbuatan yang tidak baik. Posisi kita terhadap Allah dalam dimensi jamaliyah bukan lagi posisi seorang hamba tapi posisi seorang khalifah.Dalam.posisinya sebagai hamba, manusia sama seperti makhluk-makhluk Allah yang lain. Pada posisinya sebagai khalifah, ia menonjol dibandingkan makhluk-makhluk yang lain. manusia memiliki berbagai keistimewaan.

    ReplyDelete
  13. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Allah SWT memiliki dua wajah yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah adalah sifat-sifat yang berisi aspek-aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT, seperti Maha Besar, Maha Agung, Maha Kuat, dan Maha Kuasa. Jalaliyyah adalah sesuatu yang bernilai luar biasa, sangat tinggi, dan tak ada bandingannya. Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah SWT itu bersifat transenden, artinya Allah SWT itu berada diluar bayangan-bayangan kita. Karena pada kenyataannya semua makhluk hidup tidak bisa melihat wujud Allah SWT yang sesungguhnya. Kita sebagai manusia hanya bisa membayangkan dalam hati dan pikiran saja. Sedangkan jamaliyyah adalah sifat-sifat Allah SWT yang berisi aspek-aspek keindahan dan kelembutan, seperti Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Maha Lembut. Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru dan menyerupai dalam sifat-sifat Allah SWT yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah SWT ke dalam diri kita. Allah SWT itu Maha Penyayang, maka sudah sepantasnya kita harus saling menyayangi antara sesama muslim. Semakin kita meniru sifat kelembutan Allah SWT maka semakin halus budi pekerti ini.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Asmaul husna, atau yang sering disebut nama-nama Allah yang baik itu terbagi dua, yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Nama jalaliyyah itu adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakterbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya. Sehingga jika kita menyadari, dari sifat-sifat sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya. Kita selalu ingat padanya, kita tidak akan bersifat sombong dengan mengetahui sifat jalaliyyah Allah itu. Sedangkan sifat jamaliyyah Allah, yaitu sifat Allah yang dilihat dari sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan dzat Allah, maka jamal berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dengan kita mengetahui sifat jamaliyyah Allah tersebut, maka kita akan slalu bertasbih dan berakhlak baik. Jika kita sudah bersifat baik seperti sifat jamaliyyah yang dimiliki oleh Allah, maka kita akan sayang kepada Allah, kita akan merasa dekat kepada Allah, dan kita akan memiliki rasa cinta kita kepada Allah.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun. Kita tidak boleh mebayangkan wujud Allah karena ketika kita memikirkan, membayangkan, kita membandingkan Allah tentunya dengan sesuatu yang pernah kita tahu. Dengan begitu akan sama artinya bahwa kita menyamakan zat Allah dengan ciptaan-Nya. Namun, kita perlu mengenal Allah SWT dari sifat-sifat jamaliyyah-Nya, agar kita selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya. Sifat jalaliyah-Nya bukanlah untuk dipikirkan tetapi direnungkan agar kita bisa menjadi insan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Asmaul husna, atau yang sering di sebut nama-nama Allah yang baik itu terbagi dua, yaitu jalalliyah dan jamalliyah. Nama jalilliyah itu adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Sehingga jika kita menyadari, dari sifat-sifat sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita salat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah”. Kita selalu ingat padanya, kita tidak akan bersifat sombong dengan mengetahui sifat jalilliyah Allah itu.Sedangkan sifat jamalliayah Allah, yaitu sifat Allah yang dilihat dari sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dengan kita mengetahui sifat jamalliyah Allah tersebut, maka kita kita akan slalu bertasbih dan berakhlak baik. jika kita sudah bersifat baik seperti sifat jamalliyah yang dimiliki oleh Allah, maka kita akan sayang kepada Allah, kita akan merasa dekat kepada Allah, dan kita akan memiliki rasa cinta kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar cinta.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016
    Seseungguhnya kita sebagai penyembah tidak mengetahui bagaimana wujud yang kita sembah, yaitu Allah SWT. Wujud tersebut tak dapat kita lihat dengan mata maupun dengan pikiran berupa bayangan yang dibentuk sendiri. Oleh karena itu dalam beribadah lakukan dengan khusyuk gerakan yang seharusny, mengharap ridho dan berkahnya serta jalani dengan rutin hingga ajal menjemput.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia tidak akan pernah sanggup bahkan untuk membayangkan seperti apa wujud dari Allah SWT. Allah SWT memiliki sifat-sifat yang tertuang dalam Asma'ul Husna yang berisi nama-nama Allah SWT. Ya Rohman, Ya Rohim, Ya Malik, Ya qudus dan 99 nama lainnya. Ini yang dimaksud dengan wujud jalaliyyah dari Allah SWT. Sedangkan untuk jamaliyyah-Nya kita harus senantiasa meniru apa yang menjadi sifat-sifat Allah SWT sehingga kita bisa mencapai ridho-Nya. Subhanallh.. semoga kita semua bisa istiqomah dalam beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Aamiin...

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kekurangan dan kelebihannya masing – masing. Dari kekurangan manusia itu maka manusia sering kali berbuat dosa. Tetapi Allah itu Maha Pengampun, maka ketika ketika melakukan kesalahan kita pun dapat memohon ampun kepada-Nya dan memperbaiki kesalahan yang dibuat. Manusia juga memiliki kelebihannya, maka ketika banyak mendapatkan sanjungan dan pujian dari orang lain atas kelebihan itu hendaknya tidak sombong melainkan bersyukur kepada Allah atas kelebihan yang telah diberikan kepada kita. Semoga kita juga dapat bersikap bijaksana dan adil dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Allah SWT memiliki sifat jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah artinya Maha Kuasa atas segalanya, hukum Allah yang tidak terbantahkan. Sedangkan jamaliyyah artinya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita harus berpegang pada keduanya bukan salah satu dari keduanya saja. Kita harus memahami bahwa Allah maha Mengasihi, karena ketika kita sedang kesusahan dapat menjadikan kita memiliki kekuatan karena akan ada pertolongan Allah. Sedangkan ketika digoda syaitan untuk berbuat buruk kita ingat bahwa hukum Allah itu ada.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Point penting dari elegi ini bahwa melalui Al-Qur’an, kita mengenal dua wajah Allah. pertama adalah jalal-Nya, yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dalam Al-Qur-an:”Subhanallahi ta’ala ‘amma yasifun: Mahasuci Allah Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan dan mereka bayangkan”. Itulah jalaliyyah dari wujud Allah.
    Kedua, dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah (Asmaul Husna), berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Dengan demikian, timbul pada diri kita perasaan mahabbah, yaitu Cinta kita kepada Allah. Mahabbah itu ditunjukkan dalam anugerah-Nya, kasih sayang-Nya, karunia-Nya, ampunan-Nya, dan pahala-Nya.

    ReplyDelete
  22. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Allah mempunyai sifat wujud yaitu ada. Allah selalu ada dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Kita dapat mengenal dan dekat dengan Allah melalui Asmaul Husna. Melalui sifat-sifat Jalalliyah dan Jamaliyah Allah maka kita dapat mengenal wujud Allah. Jalaliyyah adalah Allah itu berada di luar bayangan-bayangan kita dan Jamaliyyah artinya sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Dengan kata lain, Jalaliyyah berhubungan dengan zat Allah sedangkan jamaliyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini dapat kita ambil pelajaran bahwa wujud Allah dari sisi jalaliyah dan jamaliyah sudah dijelaskan dalam al-qur'an, cara membayangkan wajah Allah pun sudah dijelaskan dalam al-qur'an, dan banyak hal lain yang dijelaskan dari dialog antara bagawat selatan dan jalaludin rahmat ini.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tidak ada seorang manusiapun yang mampu membayangkan Allah sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya. Allah mempunyai sifat yang wajib ada padanya, ada pula sifat yang mustahil ada padanya, ada pula sifat jaiz Allah. Dan Maha Sempurna Allah atas segala sifat-sifat yang dimilikinya. Begitu mulianya Allah dengan semua sifat yang dimilikiNya.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah. meyakini adanya Allah berserta sifat dan Dzat Allah. manusia mempunyai pikiran yang terbatas, yaitu terbatas sampai tidak bisa memikirkan Dzat Allah. maka jika kita memaksa melakukannya, yang terjadi hanya lah kesalahan. oleh karena itu, kita cukup meyakini saja bahwa Allah itu ada dan melakukan pembersihan pikiran kita tentang bayangan Allah. tak perlulah kita memikirkan Dzat Allah itu bagaimana. lebih baik kita mendalami apa yang harus diketahui oleh orang Islam, yaitu sifat-sifat Allah (wajib, mustahil, jaiz). Allah itu sempurna dengan sifat-sifat-Nya.

    ReplyDelete
  26. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia sebagai ciptaan Allah yang diberikan keistimewaan akal, seharusnya dapat memaknai sifat-sifat Allah, seperti dalam Asmaul Husna. Kita dapat mengenal dan dekat dengan Allah melalui Asmaul Husna. Setiap nama Allah adalah kebaikan dan keindahan. Terdapat beberapa hal yang harus bersinergi satu sama lain, termasuk jalaliyyah dan jamaliyyah Allah. Kekuasaan dan kasih sayang Allah bersinergi dalam kehidupan kita. Kelebihan manusia dibanding makhluk lain adalah manusia bisa bersikap sebagai penguasa menunjukkan kekejamannya namun di sisi lain manusia bisa menjadi orang yang penuh dengan kasih sayang. Dua hal tersebut mirip dengan sifat Allah jalaliyyah dan jamaliyyah. Oleh karena itu manusia hendaknya merasa takut kepada Allah karena Allah adalah penguasa dan kekuatan-Nya melebihi apapun. Namun di sisi jamaliyyah Allah itu indah dengan sifat Pengasih dan Penyayang semua umat-Nya. Jadi sebagai manusia, selalu taatlah untuk beribadah kepada Allah dan mensyukuri segala kasih sayang yang telah Ia berikan

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menjelaskan tentang ketidakmampuan kita mengetahui wujud Allah swt, namun kita tetap diwajibkan sifat-Nya yaitu wujud (ada). Bukti bahwa Allah itu ada adalah alam semesta ini. Seperti tertuang dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 54 “Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mentupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan, dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.” Selain wujud, Allah juga memiliki sifat-sifat mulia lain yang tak terhitung jumlahnya. Namun, ada 20 sifat wajib Allah yang perlu kita ketahui.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kita akan nama-nama Allah yang kita kenal dengan ‘Asmaul Husna’. Kita hendaknya membiasakan diri untuk selalu menyebut nama-nama Allah swt tersebut. "Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia) maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan." (QS. Al-A'raf: 180).

    ReplyDelete
  29. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tidak ada manusia didunia ini yang mampu menjawab bagaimana wujud Allah SWT. meyakini deengan sepenuh hati keberadaan Allah sang pencipta makhluk dibumi ini. Maha besar Allah dengan segala ciptaaNnya jika manusia diberi tahukan wujud Allah pasti semua hambaNya akan selalu taat kepadaNya. Meyakini Allah menjadi rukun iman yang pertama.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seperti yang kita ketahui bahwa Allah SWT mmpunyai nama-nama yang indah dan baik atau disebut sebagai Asmaul Husna. Asmaul husna dibagi menjadi dua golongan besar yaitu Jalaliyah dan Jamaliyyah. Jalaliyyah ialah sifat-sifat yang berisi aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT sedangkan jamalliyah adalah sifat-sifat yang berisi aspek keindahan dan kelembutan Allah SWT. Dengan kita bertauhid di jalan Allah maka kita meyakini bahwa Allah itu ada dan berbeda dengan mahluknya berbeda dalam wujud dan sifat-sifatnya, sehingga untuk menyebutkan wujud Allah kita tidak sanggup apalagi untuk mendefinisikannya, hanya kita sebagai manusia harus bisa mengamalkan dan meyakini bahwa Allah ada.

    ReplyDelete
  31. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. namaNya menunjukkan kebesaranNya, rupaNya menunjukkan keindahanNya sebagai Sang Pencipta. Karena manusia diciptakan segambar dan serupa denganNya dan menurut kasih dan setiaNya dipeliharaNyalah manusia beserta segala ciptaanNya, senantiasa bersyukur adalah hal yang seharusnya. Caranya melakukan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.

    ReplyDelete
  32. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada dua istilah dalam elegi ini, Jalaliyyah yang haekatnya adalah yang berhubungan dengan Zat dari Allah dan sedangkan Jamaliyyah adalah yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Allah itu Maha Penyayang dan Maha Pengampun, tetapi Allah yang sama adalah Allah yang Maha Besar. Jalaliyyah dan Jamaliyyah tak pernah dapat terpisahkan. Keduanya merupakan bagian dari Allah dengan demikian, hendaklah kita memperhatikan kelakukan kita karena Allah itu besar dan hebat, dan juga senantiasa bersyukur kepadaNya karena kasihNya yang besar bagi kita.

    ReplyDelete
  33. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan penuh cinta dan pengampunan. Namun, bukan berarti kita seenaknya bertindak di muka bumi. Bertobat dengan bersungguh-sungguh adalah ketika kita tidak mengulangi perbuatan dosa yang sama. Kita adalah ciptaan Tuhan yang istimewa di antara ciptaan yang lain. Keistimewaan itu harus kita gunakan untuk menunjukkan belas kasih Tuhan kepada dunia dan membawa kita lebih dekat pada-Nya.

    ReplyDelete
  34. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 32. Elegi ini menyampaikan bahwa Allah SWT itu bersifat transenden. Artinya Allah berada diluar bayang bayang kita. Kita tidak dapat membayangkan wujud Allah. Namun meski kita tidak dapat membayangkan wujud Allah, kita harus tau sifat sifat Allah yang maha mulia, ingat selalu, lakukan jg dzikir selalu agar kita tetap selalu dekat dengan Nya.

    ReplyDelete
  35. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mengingatkan kepada para pembaca bahwa Allah telah memberikan amanah yang besar kepada manusia yaitu sebagai Khalifah di Bumi ini. Dalam elegi diatas disampaikan bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Jadi elegi ini mengingatkan kita sudahkah kita melaksanakan apa yang diamanahkan Allah kepada manusia di bumi.

    ReplyDelete
  36. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Allahuakbar. Allah Maha Besar. Kebesaran Allah tiada yang menandingi di seluruh jagat raya. Mengapa? Karena Dia-lah yang menciptakan semuanya. Dia-lah yang memiliki semua yang ada di jagat raya ini. Bahkan tubuh ini adalah milikNya. Maka dari itu sudah sepantasnya kita memuja-muji akan segala ciptaanNya, sifat-sifat yang hanya dimiliki olehNya, dan mensyukuri atas segala yang diberikanNya.

    ReplyDelete
  37. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia memang tidak dapat melihat wajah dan wujud Allah.Sehingga kita tidak dapat membayangkan bagaimana wajah dan wujud Allah. Bahkan seorang ulama mengatakan bahwa apabila kita salat, kita ingin salat kita kusuk, kemudian kita membayangkan Allah maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita memang tidak tau bagaimana wujud dan wajah Allah, akan tetapi dalam Al Quran telah dijelaskan sifat sifat Allah dan Asmaulhusna. Kita dapat memahami Allah dari situ. Kita juga dapat mempelajari sifat sifat Allah tersebut dan mencoba menirunya jika bisa.

    ReplyDelete
  38. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bedasarkan elegi di atas, Al-Quran merupakan sebuah mukjizat yang mengatur segala urusan sehingga dijadikan sebuah pedoman manusia. Selain itu, dengan Al-Quran kita akan mengetahui wujud Allah yaitu Jalaliyyah dan Jamaliyyah. Jamaliyah Wujud Allah ditunjukkan dengan sebuah keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Jamaliyah Wujud Allah seing kita temui daripada jalaliyyah. Oleh karena itu,kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai makhluk ciptaan-Nya, sudah sepatutnya kita untuk mengkaji bagaimana wujud Jalaliyyah dan Jamaliyyah Allah Swt. Wujud Jalaliyyah merupakan wujud dari kekuasaan, kebesaran Allah SWT. Sedangkan wujud Jamaliyyah merupakan wujud kasih sayang rahmat Allah SWT. Dengan adanya kekuasaan Allah SWT, kita yang hanya makhluk kecil tidak sepantasnya menyombongkan diri kepada orang lain, kemudian terhadap rahmat yang telah Allah berikan, sudah seharusnya kita tidak serta merta mengeluh setiap saat, rajinlah bersyukur terhadap apa yang telah Allah takdirkan kepada kita. Tidak ada orang yang sempurna, kesempurnaan hanyalah miliki Allah SWT.

    ReplyDelete
  40. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika menanyakan tentang adakah Allah, saya sedikit mengambilnya dari sisi filsafat yaitu yang dimaksud ada itu harus ada terlebih dahulu mengada dan pengada. Dalam hal ini mungkin akan berbentrokan dengan pemikiran para filsuf. Namun saya berpikir Allah itu ada karena objek didunia itu penanda Allah itu mengada dan pengada. Sulit menjelaskan secara logika untuk masalah ini. Namun dalam hali ini sudah dijelaskan dengan mudahnya seperti tulisan diatas. Karena jika ditanya wujud Allah maka jawabannya tentang jalaliyyah dan jamaliyyah wujud Allah.

    ReplyDelete
  41. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Melalui Al-Qur’an kita mengenal 2 sifat Allah, yaitu sifat jamaliyah dan sifat jalaliyah. sifat jamaliyah Allah Melalui jalal-Nya, Allah menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Sedangkan melalui jamal-Nya, Allah menunjukkan keindahan-nya. Allah memperkenankan dirinya melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah, bukan melalui jalaliyah-Nya. Kita tidak bisa mengenali Allah dari Dzat-Nya.

    ReplyDelete
  42. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kasih sayang Allah lebih besar dari kemurkaan-Nya. Oleh sebab itu, Allah akan lebih mudah memberikan ridho-Nya dibandingkan dengan kemurkaan-Nya. Namun kita juga harus memahami akan kedua sifat Allah, baik dari sisi jamaliyah-Nya maupun dari sisi jalaliyah-Nya agar kita dapat menyeimbangkan antara kedua-Nya.

    ReplyDelete
  43. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia yang beriman selalu rindu akan kehadiran Allah dan Rasulnya. Rindu terhaddap Allah SWT, seringlkali juga dipahami bahwa kita ingin bertemu dan bertatap muka dengan Allah SWT, ingin mengetahui bagaimana wujud Allah SWT. Dengan mengetahui bagaimana wujud Allah SWT, manusia merasa akan lebih dekat lagi denganNYA dan akan lebih memahami lagi tentangNYA. Manusia dapat mengetahui Allah bukan dari Dzatnya melainkan dari sifat-sifat kebesarannya yang Allah beritahukan melalui nama-namaNYA (asmaul husna). Manusia yang sangat ingin melihat atau mengetahui Allah dari segi Dzatnya, kemudian dia berusaha untuk membayangkan wujudh Allah ketika dia sedang solat, maka sesungguhnya manusia itu sedang berbuat kemusyrikan terhadap Allah. Allah SWT tidak sama dengan bayangan yang dia ciptakan ketika salat, Dzat Allah terbebas dari bayangan-bayangan manusia. Sehingga memahami Allah dari segi Dzatnya tidaklah mungkin bagi manusia.

    ReplyDelete
  44. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mengetahui wujud Allah SWAT kita harus mengenali-Nya melalui sifat jalaliyyah atau nama - nama kebesaran-Nya. Selain itu juga mengenali-Nya melalui sifat keindahannya atau jamaliyyah. Maka jika kita menerapkan sifat – sifat itu ke kehidupan kita maka akan timbul rasa cinta kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita dapat mengenal Allah dari sifat-sifat Nya dan kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah. Maka dzikir adalah cara kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  46. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika kita mendekat kepada Allah maka Allah akan medekat keada kita, namun kalau kita menjauh dari Allah maka Allah akan menjauh dari kita. Mendekat adalah cara kita untuk mendapatkan cinta Allah.

    ReplyDelete
  47. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Nama-nama Allah yang baik atau sering kita sebut dengan istilah Asmaul Husna merupakan sekian nama istimewa yang harus senantiasa kita dengar dan ucapkan. Selain itu, memahami makna-makna Asmaul Husna akan semakin membawa diri kita lebih dekat denganNya.

    ReplyDelete