Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat, sekalian saya ingin bertanya tentang Wujud Allah itu seperti apa?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:”Qulid’ullaha awid ‘urrahmana ayyama tad’u falahul husna: Berdoalah kamu dengan memanggil nama Allah, atau memanggil al-Rahman. Karena baginya ada namanama yang baik”

Bagawat Selatan:
Apakah nama Allah itu? Dan apakah nama-nama yang baik itu? Apakah nama-nama itu berelasi dengan wujud-Nya? Apakah wujud-Nya itu juga wajah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Melalui Al-Qur’an , kita mengenal dua wajah Allah. pertama adalah jalal-Nya, yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dalam Al-Qur-an:”Subhanallahi ta’ala ‘amma yasifun: Mahasuci Allah Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan dan mereka bayangkan”. Itulah jalaliyyah dari wujud Allah.

Bagawat Selatan:
Bagaimana kita memahami atau mengenal jalaliyyah dari wujud Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Seorang ulama pernah berkata:”Sekiranya kita melakukan salat, lalu kita ingin slat secara khusuk dan kita membayangkan Allah dengan bayangan kita, maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita telah menyembah bayangan kita tentang Allah. Padahal Dia Mahasuci dari apa pun yang kita bayangkan. Subhanallahi ta’ala amma yasifun Q.S. Al-Shaffat [37]:159

Bagawat Selatan:
Lalu...bagaimana kita dapat membayangkan Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan. Kita bersihkan diri kita dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Laisa kamislihi syai-un: tiada yang semisal Dia sedikitpun (Q.S. Al-Syura:11). Wa lam yakun lahu kufuwan ahad: Dia tidak menyerupai siapapun (Q.S. Al-Ikhlas:4). Jadi sikap kita terhadap Allah dari segi zat-Nya adalah membersihkan Dia dari segala yang kita sifatkan.

Bagawat Selatan:
Apakah sifat Allah dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh (al-bu’du). Sifat-sifat dari sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita salat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5)

Bagawat Selatan:
Terimakasih ...alhamdulillah. Apakah wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Wajah yang lain dari Allah adalah dari sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Kita tidak bisa mengenal Zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Tetapi Allah memperkenalkan diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dalam Al-Qur’an, sebutan Asma Allah yang menunjukkan dimensi jamaliyyah itu lebih banyak daripada sebutan Asma Allah dari sisi jalaliyyah-Nya. Hal ini menunjukka bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah itu lebih cepat rida-Nya daripada murka-Nya.

Bagawat Selatan:
Jika dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih, maka kita harus bagaimana dari sisi jamaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Dalam perwujudan lamaliyyah-Nya, Allah itu begitu dekatnya dengan kita karena keserupaan sifat kita dengan-Nya. Dari sinilah akan timbul pada diri kita perasaan mahabbah, yaitu Cinta kita kepada Allah. Mahabbah itu ditunjukkan dalam anugerah-Nya, kasih sayang-Nya, karunia-Nya, ampunan-Nya, dan pahala-Nya.

Bagawat Selatan:
bagaimana sifat jamaliyyah Allah disebut dalam Al-Qur’an?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an:”Al-Rahaman ‘allamal qur’an khalaqal insan: Dialah Sang maha Pengasih yang mengajarkan Al-Qur’an danyang menciptakan insan” (Q.S. Al-Rakhman:1-3). Al-Rahman adalah Asma Allah yang menggambarkan keindahan-Nya. jadi penciptaan manusia itu lahir dari sifat jamaliyyah Tuhan, dari kasih sayang-Nya. Olehkarena itu, ketika menciptakan manusia, Tuhan tidak berkata:”Aku akan ciptakan seorang hamba di muka bumi ini”, tetapi “Inni ja’ilun fil ardhi khalifah: Aku akan jadikan di bumi seorang lkhalifat” (Q.S. Al-Baqarah:30). Maka dari sisi jalaliyyah-Nya, posisi manusia bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai khalifah. Manusia memikul amanat yang besar untuk menjadi wakil Tuhan di bumi. Di antara seluruh makhluknya, Tuhan melihat manusia sebagai satu-satunya makhluk yang berhak mengenakan jubah kehormatan sebagai khalifah Tuhan.

Bagawat Selatan:
Apakah akhlak manusia mampu menerima amanat Allah itu?

Jalaludin Rakhmat:
Para malaikat bertanya:”Ataj’alu fiha man yufsidu fiha wa yasfikud dima wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqadissulak: Akankah Engkau jadikan di bumi seorang khalifah yang nanti akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih kepada-Mu dan mensucikan-Mu”. Maka Allah menjawab dengan firman-Nya:”Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Q.S. Al-Baqarah:30). Jadi kekhalifahan adalah amanah. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Halilintar hanya membawa wujud jalaliyyah-Nya. Hujan hanya membawa sifat jamaliyyah-Nya. Maka pada kedudukannya sebagai khalifah Allah, manusia itu mempunyai berbagai keistimewaan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana menyeimbangkan pemahaman kita tentang wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Sekiranya kita hanya berpegang pada dimensi jamaliyyah Tuhan, tidak memperhatikan sisi jalaliyyah-Nya, maka manusia akan menjadi sangat longgar danbebas melakukan maksiat karena berangapan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka manusia akan banyak melanggar berbagai aturan-Nya karena ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa kita. Tetapi coba terapkanlah kepada diri manusia, jika anda dirampok orang maka anda pun segera mamaafkan karena melihat bahwa Allah pun Maha Pengampun. Maka kejahatan akan berkembang luar biasa di muka bumi. Oleh sebab itu kita harus memahami keadilan ilahi yang terangkum dalam sifat jalaliyyah-Nya. Keadilan Allah itulah yang sangat ditakuti manusia.

32 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita dapat mengenal Allah dari sifat-sifat Nya dan kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah. Maka dzikir adalah cara kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika kita mendekat kepada Allah maka Allah akan medekat keada kita, namun kalau kita menjauh dari Allah maka Allah akan menjauh dari kita. Mendekat adalah cara kita untuk mendapatkan cinta Allah.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Nama-nama Allah yang baik atau sering kita sebut dengan istilah Asmaul Husna merupakan sekian nama istimewa yang harus senantiasa kita dengar dan ucapkan. Selain itu, memahami makna-makna Asmaul Husna akan semakin membawa diri kita lebih dekat denganNya.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sebagai hamba Allah tentu kita tidak akan bisa mengetahui bahkan membayangkan wujud Allah dari segi zat nya karena tidak ada suatu apapun yang menyerupai Allah di alam semesta ini. Tetapi kita yakin jika Allah itu ada dan maha segalanya. Maka kita mengenali Allah dari dua wajahNya yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalal-Nya adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaranNya, kekuasaanNya, keperkasaanNya, keagunganNya, dan kekuatanNya untuk memaksa manusia, yang amat berat siksaannya. Sedangkan jamal-Nya adalah sifat Allah yang menunjukkan sisi keindahannya yang coba kita serap sifat-sifatnya ke dalam diri kita. Agar kita semakin dekat dengan Allah, cinta dengan Allah, dan menjadi kekasih Allah.
    Dari kedua wajah Allah tersebut kita mampu mengenali Allah, kita takut padanya, taat padanya, tetapi juga cinta serta selalu merindukannya. Jangan mengenali Allah hanya dari satu wajahnya saja. Karena Allah itu tidak hanya memberikan murka tetapi juga kasih sayang. Allah memang jauh jika dibandingkan dengan kedudukan kita melebihi tingginya langit alam semesta yang mampu kita bayangkan, tetapi Ia juga sangat dekat dengan kita melalui sifat sifatnya bahkan lebih dekat dari pada urat nadi kita sendiri. Allah maha adil atas semua yang Ia ciptakan di alam semesta ini. Maka dari itu taati perintah Allah dan jauhi semua larangannya serta selalu bertasbih menyebut namanya agar kita selalu merasa dekat.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Nama-nama Allah yang sering kita kenal dengan Asmaul Husna mengandung sifat-sifat yang ada pada Allah SWT. berdasarkan bacaan di atas, sifat-sifat Allah tersebut dinamakan ke dalam sifat Jamaliyyah-Nya. Sementara kebesaran dan keagungan Allah yang berkaitan dengan zat Allah dan membuat kita takut kepada-Nya dinamakan sifat Jalaliyah-Nya. Tiada satupun di dunia ini yang dapat menyerupai apalagi menandingi sifat-sifat-Nya. Allah mempunyai sifat yang wajib ada padanya, sifat yang mustahil ada padanya, dan sifat jaiz Allah. Maka dari itu tidak hanya sekedar disebutkan, namun hendaknya dikaji lebih dalam dan diresapi makna nama-nama Allah adalah kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

    ReplyDelete
  6. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Iman kepada Allah merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Tiada yang seperti Allah di dunia ini karena makhluk tidak ada yang menyerupai penciptanya, tidaklah kita bisa membayangkan bagaimana "bentuk" Allah. Sebagai wujud iman kita, kita percaya Allah itu ada dengan berbagai cara, dengan menyebut nama-namanya, beribadah kepada-Nya, memohon ampun atas kesalahan kita, kita bisa melihat berbagai macam makhluk di dunia ini, dan sesungguhnya semua adalah ciptaan Allah. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

    ReplyDelete
  7. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Subhanallah. Saya sangat suka artikel bapak yang menyangkut tentang menambah kecintaan kita terhadap Allah SWT. Sungguh antara jalaliyah dan jamaliyah haruslah seimbang, sehingga ketika kita akan bertindak sesuatu, maka akan selalu ada kontrol dengan mengingat sifat jalaliyah Allah SWT. Kemudian ketika kita habis khilaf, maka baik bagi kita mengingat sifat jamaliyah Allah SWT, sehingga kita bersemangat dan optimis dalam melakukan suatu taubat karena kasih sayang Allah itu lebih besar dibandingkan dengan murka-Nya.

    ReplyDelete
  8. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah anjuran untuk belajar mengenai keimanan dan ketakwaan dengan lebih baik. Dalam beragama kita harus menganl Tuhan kita sebaik-baiknya. Allah tidak bisa digambarkan dan dibayangkan, kita harus membuang/menyingkirkan bayangan-bayangan kita emngenai zat/wujud Allah, karena sesungguhnya Allah itu jauh dari segala prasangka dan bayangan kita. Dalam beragama dan menjalani kehidupan kita harus mencontoh semampu kita untuk meniru/melakukan sifat-sifat Jamaliah Allah yang sudah dituliskan dalam Al-Quran dan juga sudah dicontohkan pula oleh Rasulullah nabi Muhammad. Semoga kita bisa menjadi manusia yang senantiasa beriman dan bertakwa. Amin.

    ReplyDelete
  9. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Allahu akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar
    Laa illa ha illallahu Allahu Akbar...
    Sungguh sangat Besar sekali kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita manusia. Sangat lancang ketika kita ingin mengetahui dan mengerti wujud Allah di dunia ini. cukup dengan kita beramal dan melakukan kebaikan niscaya kita akan dipertemukan oleh Allah di Syurga-Nya nanti, Amiin
    Sebagai seorang Guru matematika kita juga harus mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya dengan senantiasa belajar dan menggali ilmu terkait dengan proses pembelajaran. sehingga siswa akan senang dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sungguh bersyukur diri ini, diberikan kesempatan membaca ulasan ini. Betapa tidak? saya benar-benar belajar. Membaca elegi ini tidak cukup satu kali. Bukan membaca rampung terus diulang. Bukan. Membaca beberapa kata pun, membuat saya begitu yakin untuk mengulanginya lagi, karena saya sangat takut salah menafsirkan. Dengan perasaan yang campur aduk, menetapkan hati untuk melanjutkan membaca. Alhamdulillah, syukur syukur syukur saya ucapkan. Tidak lupa juga mengucap istighfar. Entah kenapa, pada elegi-elegi seperti ini saya selalu saja diberikan tayangan ulang sifat dan perbuatan saya kala dulu, dan tentu banyak kesalahan yang saya perbuat.

    Elegi ini memberikan pembelajaran bagi saya. Bahwasanya tidaklah boleh kita membayangkan wujud Allah dari segi zat-Nya. Maka marilah kita mengenali Allah dari dua wajahNya yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah.

    Refleksi saya setelah membaca elegi ini, saya kembali disadarkan bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna. Tapi di balik kesempurnaannya, manusia adalah makhluk yang terbatas. Maka, apa yang ada dalam bayangan manusia adalah yang hanya mampu dibayangkan oleh manusia itu saja. Maka, marilah kita kendalikan pikiran kita dengan "hati" kita.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)
    Subhanallah, Maha Suci Allah dengan segala sifat-sifat dan kuasa-Nya. Terimakasih Pak atas postingan yang luar biasa sehingga saya dapat terfasilitasi untuk belajar tentang Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah.
    Manusia dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah di bumi ini. Amanah tersebut merupakan tanggungjawab besar yang harus dilaksanakan manusia. Sebagai seorang khalifah, manusia harus mampu menempatkan diri sebagai makhluk Allah. Selalu mengingat Allah, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dan berusaha untuk menyeimbangkan pemahaman tentang Jalaliyyah dan Jamaliyyah.

    ReplyDelete
  12. Bissmullahirahmanirahiim semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Ridha Nya kepada para utusan dan Petugas NYa.

    Untuk mengenal Allah SWT dan mendekat kepadanya maka ada petunjuk dan teladan yang jelas yaitu AlQuran dan hadis sebagai petunjuk dan Rasulullah sebagai Teladan, bagaimana Rasulullah mendekat kepada Allah Sehingga Mampu bertemu dengan Allah SWT secara Nyata saat Isra Mi'raj, dan Asholatu mirajul mukminin, jadi kalau Sholat kita belum bisa menghantarkan diri kita ke hadirat Allah, maka berarti sholat kita belum sempurna, maka dalam Hadist Qudsi riwayat abu Dawud menyebutkan Adakanlah dirimu beserta Allah SWT,jika Engkau belum bisa beserta dengan Allah maka jadikanlah kamu beserta orang yang beserta Allah SWT maka orang tersebut akan menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Pesan ini menyatakan bahwa untuk beserta Allah ada beberapa metode sebagaimana Rasulullah di bimbing Jibrul As menuju ke hadirat Allah, atau Sebagaimana para Sahabat Dibimbing Rasullullah mengenal Allah, dan para Tabiin di bimbing oleh para Sahabat mengenal Allah,demikian seterusnya Sampai hari kiamat, jangan pernah merasa bisa Mengenal Allah secara Mandiri, karena orang yg tidak berpengetahuan dan mengenal jalan menuju Allah, maka pasti akan tersesat saat dia mnecoba menuju kesana tanpa pemandu yg mengenal jalan itu, dan tanpa pemandu yg faham dan mampu, maka dia tidak akan mengetahui saat Setan menyesatkannya, melalui tipu dayanya yang halus dan cerdik, maka Penting bagimu para Penempuh jalan menuju Allah untuk mendapatkan seorang pemandu yg faham dan mampu ( dibuktikan dengan pengakuan akan kemampuan si pemandu/terakreditasi A, oleh pemandu-pemandu sebelumnya yang teruji sampai kepada pemandu Agung Rasulullah SAW) menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Dan beserta Arwahul Muqadasyah pemandu yg bergabung sampai ke Rasulullah SAW yang telah dikarunia kemampuan tak terhingga ( al Buraq) itulah maka dirimu akan Haqul yaqin mampu beserta Allah SWT yang Tak terhingga. Sesuatu yg terhingga memerlukan. waktu yg tak terhingga untuk mencapai sesuatu yg tak terhingga alias tak akan pernah tercapai, dan beserta unsur yg tak terhingga maka sesuatu yg terhingga akan mampu seketika mencapai yg tak terhingga. Pastikan dirimu bergabung dengan orang yg telah beserta unsur tak terhingga itu, dan jangan tersesat merasa dirimu yg terhingga mampu menggapai yg tak terhingga. Semua produk mahluk itu terhingga ( baik itu ibadah,sholat, puasa, zikir, sodaqoh, haji dan usaha tanpa beserta dengan Zat Yang Maha Tak Terhingga) Maka jalan menuju Allah itu dapat di capai melalui tingkatan/ maqom pencapaian cahaya Allah yang berlapis lapis yang setiap lapisan cahayanya di berikan kepada para Rasul nabi, dan utusan NYA ( Tidak mampu memuat akan Dzat Allah Langit dan bumi Ku aku hanya dapat di jangkau oleh hamba Ku yang mukmin dan Tenang, itulah para nabi dan Wali Allah) Allah menuntun hamba NYA menuju tingkatan cahaya cahaya NYA /QS An nur, Barang siapa diberi Petunjuk Allah SWT maka tak seorang pun ya dapat menyesatkannya dan barang siapa di sesatkan Allah maka Tak akan pernah menemukan pemandu Waliyam mursyidah) semoga bermanfaat. Semua kebaikan datangnya dari Allah, mohon maaf bila ada kesalahan dan hal yg tidak berkenan

    ReplyDelete
  13. Bissmullahirahmanirahiim semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Ridha Nya kepada para utusan dan Petugas NYa.

    Untuk mengenal Allah SWT dan mendekat kepadanya maka ada petunjuk dan teladan yang jelas yaitu AlQuran dan hadis sebagai petunjuk dan Rasulullah sebagai Teladan, bagaimana Rasulullah mendekat kepada Allah Sehingga Mampu bertemu dengan Allah SWT secara Nyata saat Isra Mi'raj, dan Asholatu mirajul mukminin, jadi kalau Sholat kita belum bisa menghantarkan diri kita ke hadirat Allah, maka berarti sholat kita belum sempurna, maka dalam Hadist Qudsi riwayat abu Dawud menyebutkan Adakanlah dirimu beserta Allah SWT,jika Engkau belum bisa beserta dengan Allah maka jadikanlah kamu beserta orang yang beserta Allah SWT maka orang tersebut akan menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Pesan ini menyatakan bahwa untuk beserta Allah ada beberapa metode sebagaimana Rasulullah di bimbing Jibrul As menuju ke hadirat Allah, atau Sebagaimana para Sahabat Dibimbing Rasullullah mengenal Allah, dan para Tabiin di bimbing oleh para Sahabat mengenal Allah,demikian seterusnya Sampai hari kiamat, jangan pernah merasa bisa Mengenal Allah secara Mandiri, karena orang yg tidak berpengetahuan dan mengenal jalan menuju Allah, maka pasti akan tersesat saat dia mnecoba menuju kesana tanpa pemandu yg mengenal jalan itu, dan tanpa pemandu yg faham dan mampu, maka dia tidak akan mengetahui saat Setan menyesatkannya, melalui tipu dayanya yang halus dan cerdik, maka Penting bagimu para Penempuh jalan menuju Allah untuk mendapatkan seorang pemandu yg faham dan mampu ( dibuktikan dengan pengakuan akan kemampuan si pemandu/terakreditasi A, oleh pemandu-pemandu sebelumnya yang teruji sampai kepada pemandu Agung Rasulullah SAW) menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Dan beserta Arwahul Muqadasyah pemandu yg bergabung sampai ke Rasulullah SAW yang telah dikarunia kemampuan tak terhingga ( al Buraq) itulah maka dirimu akan Haqul yaqin mampu beserta Allah SWT yang Tak terhingga. Sesuatu yg terhingga memerlukan. waktu yg tak terhingga untuk mencapai sesuatu yg tak terhingga alias tak akan pernah tercapai, dan beserta unsur yg tak terhingga maka sesuatu yg terhingga akan mampu seketika mencapai yg tak terhingga. Pastikan dirimu bergabung dengan orang yg telah beserta unsur tak terhingga itu, dan jangan tersesat merasa dirimu yg terhingga mampu menggapai yg tak terhingga. Semua produk mahluk itu terhingga ( baik itu ibadah,sholat, puasa, zikir, sodaqoh, haji dan usaha tanpa beserta dengan Zat Yang Maha Tak Terhingga) Maka jalan menuju Allah itu dapat di capai melalui tingkatan/ maqom pencapaian cahaya Allah yang berlapis lapis yang setiap lapisan cahayanya di berikan kepada para Rasul nabi, dan utusan NYA ( Tidak mampu memuat akan Dzat Allah Langit dan bumi Ku aku hanya dapat di jangkau oleh hamba Ku yang mukmin dan Tenang, itulah para nabi dan Wali Allah) Allah menuntun hamba NYA menuju tingkatan cahaya cahaya NYA /QS An nur, Barang siapa diberi Petunjuk Allah SWT maka tak seorang pun ya dapat menyesatkannya dan barang siapa di sesatkan Allah maka Tak akan pernah menemukan pemandu Waliyam mursyidah) semoga bermanfaat. Semua kebaikan datangnya dari Allah, mohon maaf bila ada kesalahan dan hal yg tidak berkenan

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah aamiin. Saya mengaamiini setiap kalimat di atas. Terimakasih sekali kepada Abang Agus Handriyanto Suryohadibroto, semoga bermanfaat bagi saya dan bagi yang lainnya. Aamiin aamiin ya Robb aamiin.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih banyak Bapak atas postingannya mengenai Jalaliyyah dan Jamaliyyah wujud Allah. Sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalaliyah berhubungan dengan dzat Allah sedangkan maka jamaliyyah berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Allah ialah dzat yang berbeda dengan makhluknya(ciptaannya). Dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih. Membersihkan diri maksudnya ialah membersihkan diri dari membayang-bayangkan wajah Allah SWT. Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasbih yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak mulia, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Oleh karena itu, janganlah sekali-sekali membayangkan wajah Allah karena itu merupakan syirik tetapi tirulah dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari sifat-sifat Allah.

    ReplyDelete
  16. Dimas Cnadra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum Prof,
    Allah SWT memiliki wujud Jalaliyyah dan Jamaliyyah. Jalaliyah menunjukkan segala tentang Kebesaran-Nya, Keagungan-Nya, Kekuatan-Nya dan sifat-sifat Kemahaperkasaan-Nya yang lain. Sedangkan wujud Jamaliyyah menunjukkan segala keindahan-Nya. Setiap manusia hendaknya meyakini keduanya. Dengan mengenali wujud Jalaliyyah-Nya, manusia akan menyadari kehambaannya dan merasa takut akan kekuatan dan kebesaran Allah. Dengan demikian manusia akan berusaha untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sementara itu, wujud Jamaliyyah akan membuat manusia merasa dekat dengan Allah dan merasakan cinta yang besar kepada Allah. Apabila manusia hanya berpegang pada dimensi Jamaliyyah saja, maka manusia akan merasa bebas melakukan segala sesuatu tanpa ada pertanggungjawabannya. Sedangkan jika hanya berpegang pada wujud jalaliyyah, maka manusia hanya memiliki rasa takut tetapi tidak memiliki kecintaan pada Allah.

    ReplyDelete
  17. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Amanah yang begitu besar bagi kita semua. Menjadi kholifah dimuka bumi ini. Khalifah berarti pemimpin. Iya, setiap diri adalah pemimpin, paling kecil-kecilnya adalah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, dan jika seorang laki-laki sekecil-kecilnya menjadi pemimpin bagi keluarganya. Memimpin diri sendiri bukanlah perkara yang sulit tetapi juga bukan suatu perkara yang mudah. Menjadi khalifah artinya manusia membawa sifat jalaliyyah dan jamaliyyah Allah. Keduanya harus seimbang dan membutuhkan seorang guru untuk memahaminya, jika hanya memahami seorang diri dan membaca saja, akan sangat riskan sekali, bisa jadi akan seperti yang dicontohkan diatas (salah persepsi).

    ReplyDelete
  18. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030

    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Elegi ini menuntun kita untuk mengenal Allah melalui ciptaannya, melalui sifat-sifatnya, melalui ritual-ritual ikhlas yang kita lakukan.Sholat adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah.Meskipun kenyatannya kita tidak dapat melihat Allah di dalam sholat, namun yakinlah bahwa Allah melihat kita atau yang biasa disebut dengan ihsan.
    Manusia diberi amanah sebagai khalifah oleh Allah SWT setelah yang lainnya tidak mampu mengemban amanah ini.Ketika Malaikat bertanya,Mengapa Engkau menciptakan manusia yang selalu membuat kerusakan di bumi sedangkan kami memuji dan menyucikan Engkau?kemudian Allah menjawab sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari pada yang Engkau ketahui.Oleh karena itu yang perlu kita tanamkan adalah keimanan di hati kita betapa besar rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita.

    ReplyDelete
  19. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Memang benar bahwa ampunan Allah SWT lebih luas daripada dosa-dosa manusia. Namun hal ini hanya berlaku bagi mereka yang setelah melakukan dosa dan bertobat sepenuh hati dan tidak melakukannya untuk kedua kali. Di dalam Al Qur'an tidak hanya diceritakan kisah orang-orang beriman yang mendapatkan tempat indah di sisi-Nya namun juga dikisahkan bagaimana orang-orang dzalim dan durhaka terhadap Allah mendapatkan azab yang setimpal.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Pada elegi ini, jalaliyyah adalah nama-nama Allah yang berhubungan dengan zat Allah. Sedangkan Jamaliyyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah dan kita dapat menyerupai sifat-sifat-Nya yang indah, misalnya adalah penyayang, pemaaf, adil, dan lain-lain. Kita dapat berbuat penyayang, pemaaf, adil, dan lain-lain. Alangkah indahnya jika setiap manusia mempunyai sifat penyayang, pemaaf, dan Adil. Tetapi sebenar-benarnya adil, keadilan Allah lah yang sangat ditakuti manusia. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam bersikap karena Allah akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita perbuat di dunia ini

    ReplyDelete
  22. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kita sebagai manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan yang banyak. Untuk dapat mengenal Tuhan dengan membayangkan dalam wujud tertentu merupakan wujud kesombongan manusia. Tuhan sejatinya tak bisa dideskripsikan atau disamakan dengan sifat manusia. Tuhan maha segalanya, ia dapat menjadi partikel yang sangat kecil di dunia hingga partikel terbesar di semesta, ia ada di dalam diri setiap manusia, maka ikhlas dalam beribadah dan berdoa merupakan kemampuan maksimal manusia untuk mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  23. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Memikirkan atau membayangkan bagaimana dzat Allah adalah perilaku yang harus kita hindari (tanzih). Keterbatasan akal pikiran kita dan memaksanya untuk memikirkan seperti apa dzat Allah akan menjadikan kita membuat bayanga-bayangan tentang seperti apa Allah. Maka hal ini tidak boleh kita lakukan. Yang boleh kita lakukan adalah dengan mengenal sifat-sifat Allah dan mentasybihnya atau menirunya. Misalnya Allah adalah Sang Pengasih lagi Penyayang, maka kita belajar agar diri kita memiliki sifat pengasih dan penyayang

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. W.

    Kita sebagai manusia memang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi tentang hal apapun, tetapi kita juga mempunyai batasan-batasannya. Salah stunya batasan kita untuk mengetahui bagaimana wujud dari Allah SWT. Kita diperintahkan untuk mengimani Allah, mempercayai Allah itu ada, dengan menjauhi segala larangannya, kita tidak pernah diminta untuk memikirkan bagaimana wujud dari Allah, itu adalah sebuah keselahan besar yang berasal dari syaitan.

    ReplyDelete
  25. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai makhluk ciptaan Allah, dalam hidup pasti pernah terlintas di pikiran kita mengenai bagaimana rupa Allah sebenarnya, namun tentu kita tidak berani berpikir lebih jauh karena kita akan gila karenanya. Tiada siapapun yang berani bersaksi bahwa ia mengetahui bagaimana wujud Allah SWT. Allah sudah menunjukkan keberdaan dan kekuasaan-Nya melalui banyak cara di kehidupan kita, contohnya saja berkah ilmu dan udara yang kita nikmati saat ini. Allah juga telah menurunkan kitab-kitab suci yang wajib kita imani. Jika dengan bukti yang melimpah ruah tersebut kita masih meragukan Allah dan bersikeras ingin mengetahui wujudnya tanpa pernah mentaati perintahnya, maka kita termasuk orang yang tidak bersyukur. Maka sesungguhnya sifat yang seperti itu bukanlah cinta terhadap Allah, namun keserakahan manusia. Elegi ini menuntun kita untuk selalu mawas diri dan menyadari bahwa Allah dapat kita imani melalui rahmat yang diberikannya, yang jika dihitung tidak akan pernah habisnya.

    ReplyDelete
  26. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Allah itu jauh namun sekaligus dekat. Jauh karena tak terbayangkan kemaha-segala-an-nya, dekat karena kebaikan, kemurahan, keindahan, dlsb sedemikian berada di sekitar kita. Diri saya pun saya sadari sebagai berkat Allah juga untuk mereka yang ada di sekitar saya. Oleh karena itu, menyadari akan hal itu, senantiasa perlu berusaha menggapai ikhlas. Ikhlas mengimani Allah yang jauh namun juga dekat, agar Allah sungguh hadir dalam hati, agar mampu menggapai pikiran jernih.

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Allah berada dekat, seperti dekatnya denyut nadi yang terus berdetak. Menyebut asma-Nya mengalir penuh dengan hikmat dalam dada. Bagi saya, Allah tempat kembali dalam segala situasi yang ada baik saat sedih dan bahagia. Sangat bersyukur sekali Allah masih memberikan petunjuk untuk menggapai perintah-Nya. Tiada kata yang lebih agung selain asma-Mu ya Robb.

    ReplyDelete
  28. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan elegi ini. Dari elegi ini saya memahami bahwa dalam mengenal Allah SWT, janganlah membayangkan wajah-Nya karena sesungguhnya Allah SWT Mahasuci dari apa yang manusia bayangkan. Maka, kenalilah Alllah SWT dari sisi Jalaliyyah-Nya dan sisi jamaliyyah-Nya. Yang dimaksud sisi Jalaliyyah Allah SWT adalah Dia yang wujud-Nya berada di luar bayangan manusia, dimana sebagai manusia kita memahami sisi Jalaliyyah Allah SWT sebagai hamba-Nya. Sedangkan sisi Jamaliyyah adalah sisi yang menunjukkan keindahan Allah SWT melalui sifat-sifat-Nya. Maka, janganlah kita membayangkan wujud Allah SWT karena hal tersebut merupakan perbuatan syirik. Dan jangan juga kita berpegang pada satu sisi saja, Jalaliyyah-Nya saja atau Jamaliyyah-Nya saja, tetapi seimbangkanlah antara keduanya.

    ReplyDelete
  29. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    salah satu pondasi kita yang paling pertama sebagai umat beragama ialah percaya kepada apa yang kita anut. Iman kepada Allah berarti mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota. jadi dengan begitu kita mengerjakan perintah Nya serta menjauhi larangan Nya. memikirkan wujudnya bukan lah hak kita. dengan percaya kepada Nya maka secara tidak langsung kita tak perlu mementingkan wujudNya itu adalah godaan syaitan dalam mempengaruhi manusia untuk tidak beriman kepada Allah SWT. astaghfirullahal'adzim... semoga kita semua dijauhkan dari segala godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    17709251065
    PM C

    Allah itu Ahad dan berbeda dengan makhluk. Jadi, sudah menjadi kewajiban manusia untuk selalu mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun karena memang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dari elegi ini, saya mendapat ilmu baru bahwa untuk membayangkan Allah, maka kita perlu melakukan pembersihan hati dan membersihkan segala bayangan kita tentang Allah. Manusia hanya bisa mengetahui segala sifat-sifat Allah dan bukti-bukti kekuasaan-Nya.

    ReplyDelete
  31. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sifat-sifat Allah yang sering disebut asmaul husna merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah dan tidak ada makhluk yang bisa menandingiNya. Salah satu sifat Allah adalah yang maha adil. Allah lah yang menguasai hari pembalasan. Jika manusia melakukan kejahatan namun tidak dijerat dengan hukum positif maka kelak pembalasan di akhirat. Seseorag yang tidak mendapat keadilan di dunia maka akan mendapat keadilan di akhirat. Salah satu sifat yang bisa menjadikan diri seseorang mendapat syafaat di akhirat adalah pemimpin yang adil. Menjadi pemimpin yang adil memang berat, namun seorang pemimpin harus selalu berusaha menggapainya.

    ReplyDelete