Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat, sekalian saya ingin bertanya tentang Wujud Allah itu seperti apa?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:”Qulid’ullaha awid ‘urrahmana ayyama tad’u falahul husna: Berdoalah kamu dengan memanggil nama Allah, atau memanggil al-Rahman. Karena baginya ada namanama yang baik”

Bagawat Selatan:
Apakah nama Allah itu? Dan apakah nama-nama yang baik itu? Apakah nama-nama itu berelasi dengan wujud-Nya? Apakah wujud-Nya itu juga wajah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Melalui Al-Qur’an , kita mengenal dua wajah Allah. pertama adalah jalal-Nya, yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dalam Al-Qur-an:”Subhanallahi ta’ala ‘amma yasifun: Mahasuci Allah Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan dan mereka bayangkan”. Itulah jalaliyyah dari wujud Allah.

Bagawat Selatan:
Bagaimana kita memahami atau mengenal jalaliyyah dari wujud Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Seorang ulama pernah berkata:”Sekiranya kita melakukan salat, lalu kita ingin slat secara khusuk dan kita membayangkan Allah dengan bayangan kita, maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita telah menyembah bayangan kita tentang Allah. Padahal Dia Mahasuci dari apa pun yang kita bayangkan. Subhanallahi ta’ala amma yasifun Q.S. Al-Shaffat [37]:159

Bagawat Selatan:
Lalu...bagaimana kita dapat membayangkan Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan. Kita bersihkan diri kita dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Laisa kamislihi syai-un: tiada yang semisal Dia sedikitpun (Q.S. Al-Syura:11). Wa lam yakun lahu kufuwan ahad: Dia tidak menyerupai siapapun (Q.S. Al-Ikhlas:4). Jadi sikap kita terhadap Allah dari segi zat-Nya adalah membersihkan Dia dari segala yang kita sifatkan.

Bagawat Selatan:
Apakah sifat Allah dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh (al-bu’du). Sifat-sifat dari sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita salat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5)

Bagawat Selatan:
Terimakasih ...alhamdulillah. Apakah wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Wajah yang lain dari Allah adalah dari sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Kita tidak bisa mengenal Zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Tetapi Allah memperkenalkan diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dalam Al-Qur’an, sebutan Asma Allah yang menunjukkan dimensi jamaliyyah itu lebih banyak daripada sebutan Asma Allah dari sisi jalaliyyah-Nya. Hal ini menunjukka bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah itu lebih cepat rida-Nya daripada murka-Nya.

Bagawat Selatan:
Jika dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih, maka kita harus bagaimana dari sisi jamaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Dalam perwujudan lamaliyyah-Nya, Allah itu begitu dekatnya dengan kita karena keserupaan sifat kita dengan-Nya. Dari sinilah akan timbul pada diri kita perasaan mahabbah, yaitu Cinta kita kepada Allah. Mahabbah itu ditunjukkan dalam anugerah-Nya, kasih sayang-Nya, karunia-Nya, ampunan-Nya, dan pahala-Nya.

Bagawat Selatan:
bagaimana sifat jamaliyyah Allah disebut dalam Al-Qur’an?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an:”Al-Rahaman ‘allamal qur’an khalaqal insan: Dialah Sang maha Pengasih yang mengajarkan Al-Qur’an danyang menciptakan insan” (Q.S. Al-Rakhman:1-3). Al-Rahman adalah Asma Allah yang menggambarkan keindahan-Nya. jadi penciptaan manusia itu lahir dari sifat jamaliyyah Tuhan, dari kasih sayang-Nya. Olehkarena itu, ketika menciptakan manusia, Tuhan tidak berkata:”Aku akan ciptakan seorang hamba di muka bumi ini”, tetapi “Inni ja’ilun fil ardhi khalifah: Aku akan jadikan di bumi seorang lkhalifat” (Q.S. Al-Baqarah:30). Maka dari sisi jalaliyyah-Nya, posisi manusia bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai khalifah. Manusia memikul amanat yang besar untuk menjadi wakil Tuhan di bumi. Di antara seluruh makhluknya, Tuhan melihat manusia sebagai satu-satunya makhluk yang berhak mengenakan jubah kehormatan sebagai khalifah Tuhan.

Bagawat Selatan:
Apakah akhlak manusia mampu menerima amanat Allah itu?

Jalaludin Rakhmat:
Para malaikat bertanya:”Ataj’alu fiha man yufsidu fiha wa yasfikud dima wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqadissulak: Akankah Engkau jadikan di bumi seorang khalifah yang nanti akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih kepada-Mu dan mensucikan-Mu”. Maka Allah menjawab dengan firman-Nya:”Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Q.S. Al-Baqarah:30). Jadi kekhalifahan adalah amanah. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Halilintar hanya membawa wujud jalaliyyah-Nya. Hujan hanya membawa sifat jamaliyyah-Nya. Maka pada kedudukannya sebagai khalifah Allah, manusia itu mempunyai berbagai keistimewaan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana menyeimbangkan pemahaman kita tentang wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Sekiranya kita hanya berpegang pada dimensi jamaliyyah Tuhan, tidak memperhatikan sisi jalaliyyah-Nya, maka manusia akan menjadi sangat longgar danbebas melakukan maksiat karena berangapan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka manusia akan banyak melanggar berbagai aturan-Nya karena ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa kita. Tetapi coba terapkanlah kepada diri manusia, jika anda dirampok orang maka anda pun segera mamaafkan karena melihat bahwa Allah pun Maha Pengampun. Maka kejahatan akan berkembang luar biasa di muka bumi. Oleh sebab itu kita harus memahami keadilan ilahi yang terangkum dalam sifat jalaliyyah-Nya. Keadilan Allah itulah yang sangat ditakuti manusia.

43 comments:

  1. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Adanya tulisan diatas membuat kami belajar, mengaji dan mencoba memahami tentang pembagian sifat Allah yakni jalalliyah dan jamaliyah. Jalalliyah merupakan sifat Allah yang memiliki aspek Keagungan dan Kebesaran Allah, sedangkan Jamaliyah merupakan sifat yang memiliki keindahan Allah SWT. Kedua sifat ini tidak dapat dipisahkan, maka jika manusia hanya menghayati salah satu dari aspek sifat ini akan terjadi hal seperti yang ditulisakan dalam elegi diatas yakni jika manusia hanya berpegang pada jamaliyah manusia bisa saja dengan seenak hatinya melakukan maksiat, karena ampunan Allah lebih luas. Oleh sebab itu diperlukan pengahayatan pula dalam aspek jalaliyah. Semoga Allah selalu membukakan hati kami untuk istiqomah belajar. Mohon pangestunipun Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  2. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Untuk mengenal Allah yaitu dengan cara berdoa. Berdoa merupakan alat komunikasi kita dengan Allah. Manusia diciptakan serupa dengan Allah, yang berarti kita diberikan kepercayaan untuk dapat berbuat sesuai dengan apa yang di perintahkan Allah kepada manusia. Orang lain dapat menilai kita berdasarkan perbuatan kita, begitu juga tentang kepercayaan kita. Oleh karena itu, berbuatlah sesuai dengan hukum kasih yaitu "kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" . Jika kita mampu melaksanakan perintah tersebut maka kita akan menemukan wujud Allah yang tercermin pada diri kita.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Elegi yang sangat menarik. Allah itu adalah zat yang paling sempurna dan sungguh kita tidak punya kekuatan untuk membayangkan zat Nya. Dari elegi diatas kita mendapatkan ilmu tentang sifat Allah jalalliyah dan jamaliyah. Kedua sifat ini tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena keduanya memiliki keharmonisan. Sehingga kita bisa lebih jauh mengenal dan menyembah Allah tanpa ada kemaksiatan di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Cukup dengan memikirkan ciptaan Allah SWT kita sudah bisa melihat kebesaran dan kekusaanNya, serta sifat jamaliyahNya yang begitu sempurna. Semoga kita menjadi orang yang selalu mengingat Allah SWT serta selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Amin.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Wujud Allah yang kedua adalah jamaliyyah yang berarti bahwa wujud yang menunjukkan keindahan. Wujud jamaliyyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah swt atau Asmaul Husna. Di dalam Al Quran wujud Allah dari sisi jamaliyyah lebih banyak daripda jalaliyyah-Nya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Allah swt memiliki kasih sayang yang lebih besar daripada kemurkaan-Nya.Sebagai manusia yang ditunjuk Allah swt menjadi khalifah di bumi, memang sudah sepantasnya meniru sifat-sifat Allah swt yang indah, akhlak yang baik. Allah begitu dekat dengan manusia dalam wujud jamaliyyah-Nya karena memiliki sifat yang serupa. Sehingga dalam diri manusia akan muncul perasaan Cinta kepada Allah melebihi yang lain.

    ReplyDelete
  7. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Alhamdulillah elegi ini memberikan pengetahuan baru bagi saya mengenai wujud jaliliyah dan jamaliah Allah SWT. Ilmu yang dapat saya tangkap dari elegi ini adalah bahwa perwujudan Allah tercermin dalam sifat-sifatnya dimana manusia hanya boleh meniru sifat tanpa membayangkan perwujudan (fisik) Allah SWT, karena Allah tidak menyerupai makhluk manapun sehingga kita tidak akan mampu membayangkannya. Allah telah memberikan kepercayaan kepada manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini maka untuk menjadi sebenar-benarnya khalifah adalah mampu untuk meniru perwujudan jalaliyah dan jamaliah Allah SWT. Meniru perwujudan tersebut agar tercipta kedamaian di bumi dan dicintai oleh Allah SWT. Semoga kita tergolong ke dalam hamba yang dicintai Allah SWT dan layak memghun surga. Aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  8. Terimakasih atas sharing ilmu spritualnya bapak, sungguh menggugah pikiran saya. Manusia dalam bertindak memang terkadang tanpa berfikir dan merenungi dengan hatinya apakah yang dilakukan adalah sebuah kesalahan. Allah memang Maha Penyanyang, Pengasih, Pemberi ampunan, namun kita tidak semestinya tanpa merasa malu dengan niatan dalam hati untuk melakukan kesalahan karena kelak pasti bisa bertaubat dan Allah maafkan, sesungguhnya Allah tahu setiap hal yang kita sembunyikan.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  9. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Jalaliyah dan Jamaliyah merupakan sifat Allah yang Agung, tiada duanya dan tiada tandingannya. Saya baru mengerti bahwa apabila kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Padahal Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh dan posisi kita yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya, tunduk dan merendahkan diri padaNya. Sedangkan sifat-sifat Allah yang jamal adalah kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya. Sehingga dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Semua itu ilmu baru bagi saya, saya sangat bersyukur berkesempatan membaca elegi ini dari blog pak, alhamdulillah. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Segala apa yang ada didunia ini akan terasa nyaman dan damai apabila harmonis. Seperti halnya saat manusia memaknai mengenai sisi jamaliyyah Allah dengan anugrah, kasih sayang, dan ampunan-Nya. Janganlah sebagai manusia memanfaatkan kebaikan Allah dengan sengaja melakukan hal-hal buruk karena memiliki keyainan bahwa Allah akan memaafkan segala kesalahan kita. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak memiliki itikat baik dalam bertobat. Namun kita juga harus memeperhatikan sisi jalaliyyah Allah , agar kita selalu takut akan siksa yang akan diberikan Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  11. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sebenarnya memang tidak diperbolehkan untuk menyerupakan Alloh SWT dengan apapun. Karena pada dasarnya Alloh merupakan dzat yang suci dan tidak ada satupun yang menyerupainya. Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “ berpikirlah kalian tentang ciptaan Alloh dan jangan sekali-kali ber[pikir tentang dzat Alloh”. Dari hadits ini mengisyaratkan kepada kita semua untuk menghindari penyerupaan Alloh SWT. Karena pada dasarnya kita tidak akan sanggup memikirkan Dzat Alloh. Disinilah keterbatasan otak manusia. Karena pada dasarnya otak kita hanya sanggup memikirkan hal-hal yang ghaib namun terbatas. Semoga kita senantiasa dilindungi dari pemikiran untuk menyerupaiNya. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hidup manusia di dunia ini tidak ada yang mengetahui sampai berapa lamanya, tidak ada yang mengetahui kapan matinya, maka perbanyak amal adan amalan dari sekarang dan menghindari kesombongan.Wujud Allah tidak akan tampak kecuali kelak nanti akan berada di surga firdaus nanti.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Membaca elegi ini sungguh membuat saya kembali berfikir. Guru-guru kita mengajarkan agar sholat kita khusuk maka kita seolah olah melihat Allah SWT dan Allah SWT melihat kita (Ihsan). Dari elegi ini, telah dijelaskan tentang sifat-sifat yang Allah SWT miliki, diantaranya sifat jalalilyah yaitu sifat-sifat bahwa Allah SWT berada di luar bayang-bayang kita, yaitu perasaan yang membuat hambaNya takut serta senantiasa tunduk dan takluk pada Allah SWT. Sifat yang kedua yaitu jamaliyah yaitu sifat-sifat keindahan Allah SWT diantaranya kasih sayang, serta akhlaq yang terpuji di mana sifat inilah yang dapat kita serap dan terapkan pada kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika kita percaya bahwa Allah itu ada, maka kita tidak perlu harus mengetahui bagaimana wajah Allah yang sebenarnya. Ketika kita ingin mengetahui bagainmana Allah, maka kita dapat mempelajari Dzat-Nya melalui segala ciptaan-Nya yang dapat kita lihat dan kita rasakan dengan indera kita. Allah selalu dekat dengan hamba-Nya meskipun hamba-Nya terkadang tidak menyadari keberadaan-Nya

    ReplyDelete
  15. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Allah memiliki sifat khusus yang "Jalaliyyah dan Jamaliyyah".
    Allah SWT berbeda dengan semua makhluk. Tapi kita harus percaya bahwa Allah ada, dan hidup adalah karunia besar dari Allah. Kita harus bersyukur untuk semua kesenangan dan rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita, caranya adalah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah seharusnya dijalankan dengan penuh iklas tanpa kesombongan, sehingga segala sesuatu yang dijalankan dalam kehidupan selalu mendapat ridho Allah.

    ReplyDelete
  16. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Allah memiliki sifat wajib yang pertama yaitu sifat wujud, artinya Allah itu ada. Namun, saat ini kita tidak bisa melihat ataupun membayangkan wujud Allah secara langsung. Allah itu laisa kamitslihi syai-un (tidak menyerupai apapun). Kita tidak perlu untuk membayangkan wujud Allah karena di akhrat kelak jika manusia masuk surga pasti akan bertemu dengan Allah. YAng terpenting sekarang ini adalah kita beribadah semaksimal mungkin seolah-olah Allah melihat kita

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya memahami bahwa untuk mencintai dan mengimani Allah kita tidak perlu dan tidak boleh membayangkan wujud Allah dalam bentuk apapun karena Allah itu tidak menyerupai siapapun. Jika kita mulai membayangkan wujud Allah, maka cepat-cepatlah beristigfar dan bertaubat karena hal itu termasuk sebuah kemusrikan. Untuk mencintai Allah kita dapat melakukan dengan mengikuti sifat-sifatNya. Saat kita menyerupai atau mengikuti sifatnya yang peyangang, pemelihara, dan lainnya. Maka Allah akan meridhai perbuatan kita, sehingga kita akan menjadi semakin dekat denganNya karena kita selalu mengikuti perintahNya dan menjauhi larangannNya. Terimaksih

    ReplyDelete
  18. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. sebagai seorang muslim hendaknya selalu mengenal nama dan sifat Allah SWT. Dengan mengenal Allah SWT maka seorang muslim dapat bertambah ketaatan dan keimanannya. Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata, “Manusia yang paling sempurna ibadahnya adalah seorang yang beribadah kepada Alloh dengan semua nama dan sifat-sifat Alloh yang diketahui oleh manusia”. Beliau juga berkata, “Yang jelas, bahwa ilmu tentang Alloh adalah pangkal segala ilmu dan sebagai pokok pengetahuan seorang hamba akan kebahagiaan, kesempurnaan dan kemaslahatannya di dunia dan di akhirat.” Senadainya manusia mngenal Allah SWT maka manusia tidak akan mempersekutukan Allah, sebab segala kebaikan berada di tangan-Nya, maka bagaimana mungkin mereka bersandar kepada selain-Nya.

    ReplyDelete
  19. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Banyak hal baru yang saya pelajari dengan membaca elegi, tidak terkecuali pada elegi ini. elegi ini mengajak kita untuk memahami wujud Allah SWT dan bagaimana mengoptimalkan diri menuju dua wujud-Nya secara seimbang. Hal yang saya pahami selama ini bahwa saat-sat terdekat kita dengan sang pencipta adalah dikala sujud. Kemudian dari elegi ini saya dapat memahami bahwa dengan tanzih dan tasybih kita dapat memahami wujud Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak cara yang sesungguhnya bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya saja dengan memaknai sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna. Allah memiliki nama-nama yang baik. Dari nama-nama ini kita hendaknya memahami bahwa ada beberapa hal yang harus saling bersinergi satu sama lain, termasuk jalaliyyah dan jamaliyyah Allah. Kekuasaan dan kasih sayang Allah bersinergi dalam kehidupan kita. Manusia memiliki kelebihan dibanding makhluk lain maka manusia bisa saja bersikap sebagai penguasa dan menunjukkan kekuasaannya namun di sisi lain manusia juga bisa menjadi orang yang penuh dengan kasih sayang. Oleh karena itu manusia hendaknya merasa takut kepada Allah, karena Allah adalah maha penguasa dan kekuatan-Nya melebihi apapun, tak ada yang menandingi. Namun di sisi jamaliyyah Allah itu indah dengan sifat Pengasih dan Penyayang. Jadi sebagai manusia, selalu taatlah untuk beribadah kepada Allah dan mensyukuri segala kasih sayang yang telah Allah berikan

    ReplyDelete
  21. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun. Kita tidak boleh mebayangkan wujud Allah karena ketika kita memikirkan, membayangkan, kita membandingkan Allah tentunya dengan sesuatu yang pernah kita tahu. Dengan begitu akan sama artinya bahwa kita menyamakan zat Allah dengan ciptaan-Nya. Namun, kita perlu mengenal Allah SWT dari sifat-sifat jamaliyyah-Nya, agar kita selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya. Sifat jalaliyah-Nya bukanlah untuk dipikirkan tetapi direnungkan agar kita bisa menjadi insan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  22. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Sebagai seorang hamba Allah tentu kita tidak akan bisa mengetahui bahkan membayangkan wujud Allah dari segi zat nya karena tidak ada suatu apapun yang menyerupai Allah di alam semesta ini. Tetapi kita yakin jika Allah itu ada dan maha segalanya. Maka kita mengenali Allah dari dua wajahNya yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalal-Nya adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaranNya, kekuasaanNya, keperkasaanNya, keagunganNya, dan kekuatanNya untuk memaksa manusia, yang amat berat siksaannya. Sedangkan jamal-Nya adalah sifat Allah yang menunjukkan sisi keindahannya yang coba kita serap sifat-sifatnya ke dalam diri kita. Agar kita semakin dekat dengan Allah, cinta dengan Allah, dan menjadi kekasih Allah.

    ReplyDelete

  23. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Kita tidak dapat melihat Allah, membayangkan pun harusnya tidak sanggup, namun jika seseorang berusaha keras untuk hal tersebut maka dia termasuk pada golongna yang musyrik. Allah memiliki dua wajah, yang pertama adalah Jalaj. Jalal dari Allah adalah sebuah kebaikkan. Jika seoseorang ingin mengetahui dari Jalal Allah maka orang tersebut harus melakukan tanzih atau pembersihan, dan wajah yang kedua adalah Jamal. Jamal adalah sisi keindahan dari Allah. Sedangkan jika ingin mengetahui tentang Jamal maka yang harus dilakukan adalah bertasbih.

    ReplyDelete
  24. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Bismillah, pernah mungkin terpikir dipikiran kita bagaimana wujud Allah, wajahnya, sunguh kenikmatan yang besar dapat melihat wajah Allah. Namun pikiran tentu tidak bisa membaynagkannya, sangat tidak terjangkau oleh pikiran manusia. Satu aspek yang penting adalah doa dan yakin bahwa Allah selalu bersama kita, tingkatan melihat Allah ketika sedang solat, merasa diawasi oleh Allah kapanpun dan dimanapun

    ReplyDelete
  25. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kita dapat merasakan kehadiran Allah dri wujud jalal dan jamal –Nya. Ujud ini terkandug dalam nama-nama Allah yang jumlahnya 99, atau sering disebut Asmaul Husna. Dalam memahami wujud Allah berupa jalal dan jamal kita bisa menengok pada objek disekitar kita, atau bahkan pada diri kita sendiri. Bagaimana mata ini bisa melihat, bagaimana kaki ini bisa melangkah, bagaimana jantung bisa berdetak, siapakah yang membuatnya ? siapakah yang memeliharanya ? Tentu wujud Allah dalam berbagai nama tersebut yang mememliharanya.

    ReplyDelete
  26. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam perwujudan jalaliyyah Allah, kita tidak bisa mengenal zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Oleh karena itu Allah memperkenalkan Diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Jalal berhubungan dengan zat Allah sedangkan Jamal berhubungan dengan sifat-sifat Alah. Dari sisi jaaliyyah, Alah bersifat transenden, artinya yaitu Allah berada di luar bayangan-bayangan kita. Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun.

    ReplyDelete
  27. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Jamaliyyah adalah sisi yang menunjukkan keindahan Allah SWT. Jamaliyyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah SWT. Contoh sifat-sifat Allah yang jamal ialah kasih sayang Nya, kenikmatan Nya, pemeliiharaan Nya. Dengan mengenal sisi keindahan Allah SWT kita akan semakin menambah rasa cinta kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sifat-sifat Allah ada yang tertuang kepada makhluknya, misalnya saja sifat Maha pengasih Allah SWT yang juga dimiliki oleh manusia meskipun hanya sebagian kecil. Sesungguhnya sifat-sifat Allah itu lebih luas ampunannya dibanding dengan murkanya, sehingga marilah kita memperbanyak taubat atas kesalah yang telah kita perbuat, karena pintu taubat Allah SWT lebih luas dari pada pintu murka_Nya

    ReplyDelete
  29. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Asmaul Husna digolongkan ke dalam dua bagian besar, yakni jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah adalah sifat-sifat yang berisi aspek-aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT. Sedangkan jamaliyyah adalah sifat-sifat Allah yang berisi aspek-aspek keindahan dan kelembutan Allah SWT. Kita harus menyeimbangkan pemahaman kita mengenai wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah SWT. Keduanya perlu kita tempatkan dan pahami dalam porsi yang tepat sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  30. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dari elegi di atas, banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari uraian tentang mengaji jalaliyyah dan jamaliyyah wujud Allah. Dari segi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, yang artinya berada di luar bayangan-bayangan kita. Oleh karena itu, posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita shalat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5). Sedangkan wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya yaitu wajah yang lain dari Allah yang menunjukkan keindahan-Nya. Allah memang merupakan suatu Zat yang berbeda dengan mita, namun Dia memperkenalkan diriNya dengan sifat-sifat baiknya. Ketika kita harus membaca tasbih, berarti kita harus kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Sebagai umat manusia atau khalifah di bumi ini, sudah sepatutnya kita meneriman amanat dari Allah untuk selalu berbuat kebaikan terhadap apa yang ada di muka bumi ini

    ReplyDelete
  31. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diketahui bahwa allah memiliki dua wujud yaitu jalaliyyah dan jamliyyah. Dengan mengenal wujud Allah, kita mampu mengenal Allah lebih baik lagi. Dengan begitu kita mampu melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan khusuk.

    ReplyDelete
  32. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Allah memiliki 99 nama yang indah (asmaul husna), dan Allah telah memerintahkan kita untuk berdoa menggunakan nama-nama tersebut. Nama-nama Allah tentu mencerminkan sifat yang dimilikiNya. Benar bahwa sifat Allah dapat dibedakan menjadi sifat jmaliyyah dan jalaliyyah. Namun kita juga harus mengingat bahwa Allah berbeda dengan makhlukNya, sehingga saat kita ingin meneladani sifat jamaliyah Allah, kita tidak lantas menjustifikasi bahwa Allah pun bersifat layaknya kita, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  33. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Disebutkan dalam suatu hadits bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan, Allah itu suci dan menyukai kesucian, Allah itu pemurah, maka Allah juga menyukai hambaNya yang bersifat pemurah. biarpun demikian kita harus mampu membedakan dimensi sifat yang Allah miliki dengan sifat yang dapat kita laksanakan dalam kehidupan kita. Berbeda dengan makhluk, allah akan semakin suka dan semakin dekat saat seorang hamba sering mendatangiNya dan meminta kepadaNya. Tidak seperti kita yang dengan satu kesalahan dapat menghapus kebaikan orang terhadap kita, maka Allah akan menghitung sekecil apapun kebaikan kita dibanding sejuta keburukan yang telah kita lakukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  34. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Manusia tidak mampu membayangkan Wujud Allah seperti apa. Tapi sebagai muslim wajib percaya keberadaan-Nya. Allah mempunyai sifat-sifatnya yang dapat kita yakini dan ciptaan-Nya yang wajib dipercaya oleh umat islam. Allah menciptakan manusia untuk menyembah-Nya dan menjadi khalifah di bumi ini. Oleh karena itu, setiap muslim harus bertakwa dan mengucap syukur atas rahmat yang tak terhitung.

    ReplyDelete
  35. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Manusia terkadang diselimuti oleh perasaan khawatir dan ragu-ragu. Jauhilah keragu-raguan itu. Dekatkan diri kepada Allah, karena Allah akan menunjukkan secara jelas mana yang benar dan mana yang sebenarnya salah. Tidak akan ada rasa kekhawatiran jika kita senantiasa ingat bahwa langkah kita masih berada di jalan Allah

    ReplyDelete
  36. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Beribadah yang benar dan kyusuk itu bukan berarti dalam beribdah kita membayangkan Allah SWT, karena itu berarti kita beribadah kepada selain Allah SWT, yaitu kepada bayanganNya. Allah SWT adalah yang tidak mampu di pikiran oleh manusia, maka manusia pun seharusnya tidak mampu memikirkan bayangan Allah SWT. Oleh karena itu dalam beribadah kita harus memiliki hati dan pikiran yang jernih, terlepas dari segala pemikiran-pemikiran seperti itu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  37. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sungguh tiada yang lain selain Allah SWT. Wujud Allah tidak selayaknya dibayangkan. Kewajiban kita adalah mempercayai keberadaan-Nya,menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selalu berusaha mendekatkan diri dengan-Nya dan melakukan segala sesuatu demi menggapai ridho-Nya.

    ReplyDelete
  38. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Nama-nama Allah yang indah diperkenalkan kepada kita agar kita senantiasa berusaha untuk menirunya. misalnya Allah maha penyayang, maka kita juga harus saling menyayangi sesama manusia, Allah maha Pengampun, maka kita pun harus bisa saling memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain terhadap kita jika kita ingin dimaafkan oleh Allah.

    ReplyDelete
  39. Assalamualaikum Wr. Wb. Dari sekian banyak tulisan bapak tentang ajaran agama melalui pendekatan filsafat, saya piker tulisan ini adalah salah-satu tulisan yang paling rumit. Saya akan membacanya dengan pelan-pelan. Namun satu pertanyaan yang muncul di kepala saya, siapakah yang dimaksud dengan Jalaludin Rakhmat? Apakah beliau adalah tokoh fiktif atau tokoh nyata? Sepertinya nama tersebut tidak asing bagi saya. Terima kasih, pak prof

    ReplyDelete
  40. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mengenal Allah melalui wujud sifat Allah SWT dalam asmaul husna yang tergolong dalam jalaliyyah dan jamaliyyah, dari sisi jalaliyyah Allah bersifat transenden diluar bayang-bayang dan apapun banyangan kita, sebab wujud Allah SWT tidak menyerupai apapun. Sedangkan, dari sisi jamaliyyah kita dapat mengenali sisi keindahan Allah SWT yaitu segala kerahmatan dan limpahan kasih sayang bagi semua hambanya. Dengan begitu, semoga kita lebih mampu bersyukur serta melaksanakan ibadah dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT .

    ReplyDelete
  41. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia dengan semua akal yang dimilikinya, mungkin akan selalu bertanya-tanya tentang Tuhan. Namun, masalah Tuhan, masalah Allah, merupakan masalah yang berkaitan dengan hati, tidak bisa kita menggunakan pikiran atau olah pikir sebagai alat untuk memahaminya. Hendaknya kita menjadikan filsafat sebagai salah satu alat untuk memperkuat keimanan kita, bukan sebagai keraguan.

    ReplyDelete
  42. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dari kedua wajah Allah tersebut kita mampu mengenali Allah, kita takut padanya, taat padanya, tetapi juga cinta serta selalu merindukannya. Jangan mengenali Allah hanya dari satu wajahnya saja. Karena Allah itu tidak hanya memberikan murka tetapi juga kasih sayang. Allah memang jauh jika dibandingkan dengan kedudukan kita melebihi tingginya langit alam semesta yang mampu kita bayangkan, tetapi Ia juga sangat dekat dengan kita melalui sifat sifatnya bahkan lebih dekat dari pada urat nadi kita sendiri.

    ReplyDelete
  43. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    salah satu cara mengenal Allah adalah dengan mengenal sifat-sifatNya. namun pemikiran manusia terbatas, kita tidak akan mampu membayangkan bagaimana bentukNya. meskipun kita tidak tahu bentukNya, tapi kita mengetahui tentang sifat-sifat Allah yang wajib kita yakini. secara garis besar sifat Allah dibagi menjadi 2 yaitu Jalaliyyah dan Jamaliyyah

    ReplyDelete