Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat, sekalian saya ingin bertanya tentang Wujud Allah itu seperti apa?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:”Qulid’ullaha awid ‘urrahmana ayyama tad’u falahul husna: Berdoalah kamu dengan memanggil nama Allah, atau memanggil al-Rahman. Karena baginya ada namanama yang baik”

Bagawat Selatan:
Apakah nama Allah itu? Dan apakah nama-nama yang baik itu? Apakah nama-nama itu berelasi dengan wujud-Nya? Apakah wujud-Nya itu juga wajah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Melalui Al-Qur’an , kita mengenal dua wajah Allah. pertama adalah jalal-Nya, yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dalam Al-Qur-an:”Subhanallahi ta’ala ‘amma yasifun: Mahasuci Allah Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan dan mereka bayangkan”. Itulah jalaliyyah dari wujud Allah.

Bagawat Selatan:
Bagaimana kita memahami atau mengenal jalaliyyah dari wujud Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Seorang ulama pernah berkata:”Sekiranya kita melakukan salat, lalu kita ingin slat secara khusuk dan kita membayangkan Allah dengan bayangan kita, maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita telah menyembah bayangan kita tentang Allah. Padahal Dia Mahasuci dari apa pun yang kita bayangkan. Subhanallahi ta’ala amma yasifun Q.S. Al-Shaffat [37]:159

Bagawat Selatan:
Lalu...bagaimana kita dapat membayangkan Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan. Kita bersihkan diri kita dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Laisa kamislihi syai-un: tiada yang semisal Dia sedikitpun (Q.S. Al-Syura:11). Wa lam yakun lahu kufuwan ahad: Dia tidak menyerupai siapapun (Q.S. Al-Ikhlas:4). Jadi sikap kita terhadap Allah dari segi zat-Nya adalah membersihkan Dia dari segala yang kita sifatkan.

Bagawat Selatan:
Apakah sifat Allah dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh (al-bu’du). Sifat-sifat dari sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita salat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5)

Bagawat Selatan:
Terimakasih ...alhamdulillah. Apakah wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Wajah yang lain dari Allah adalah dari sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Kita tidak bisa mengenal Zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Tetapi Allah memperkenalkan diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dalam Al-Qur’an, sebutan Asma Allah yang menunjukkan dimensi jamaliyyah itu lebih banyak daripada sebutan Asma Allah dari sisi jalaliyyah-Nya. Hal ini menunjukka bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah itu lebih cepat rida-Nya daripada murka-Nya.

Bagawat Selatan:
Jika dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih, maka kita harus bagaimana dari sisi jamaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Dalam perwujudan lamaliyyah-Nya, Allah itu begitu dekatnya dengan kita karena keserupaan sifat kita dengan-Nya. Dari sinilah akan timbul pada diri kita perasaan mahabbah, yaitu Cinta kita kepada Allah. Mahabbah itu ditunjukkan dalam anugerah-Nya, kasih sayang-Nya, karunia-Nya, ampunan-Nya, dan pahala-Nya.

Bagawat Selatan:
bagaimana sifat jamaliyyah Allah disebut dalam Al-Qur’an?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an:”Al-Rahaman ‘allamal qur’an khalaqal insan: Dialah Sang maha Pengasih yang mengajarkan Al-Qur’an danyang menciptakan insan” (Q.S. Al-Rakhman:1-3). Al-Rahman adalah Asma Allah yang menggambarkan keindahan-Nya. jadi penciptaan manusia itu lahir dari sifat jamaliyyah Tuhan, dari kasih sayang-Nya. Olehkarena itu, ketika menciptakan manusia, Tuhan tidak berkata:”Aku akan ciptakan seorang hamba di muka bumi ini”, tetapi “Inni ja’ilun fil ardhi khalifah: Aku akan jadikan di bumi seorang lkhalifat” (Q.S. Al-Baqarah:30). Maka dari sisi jalaliyyah-Nya, posisi manusia bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai khalifah. Manusia memikul amanat yang besar untuk menjadi wakil Tuhan di bumi. Di antara seluruh makhluknya, Tuhan melihat manusia sebagai satu-satunya makhluk yang berhak mengenakan jubah kehormatan sebagai khalifah Tuhan.

Bagawat Selatan:
Apakah akhlak manusia mampu menerima amanat Allah itu?

Jalaludin Rakhmat:
Para malaikat bertanya:”Ataj’alu fiha man yufsidu fiha wa yasfikud dima wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqadissulak: Akankah Engkau jadikan di bumi seorang khalifah yang nanti akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih kepada-Mu dan mensucikan-Mu”. Maka Allah menjawab dengan firman-Nya:”Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Q.S. Al-Baqarah:30). Jadi kekhalifahan adalah amanah. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Halilintar hanya membawa wujud jalaliyyah-Nya. Hujan hanya membawa sifat jamaliyyah-Nya. Maka pada kedudukannya sebagai khalifah Allah, manusia itu mempunyai berbagai keistimewaan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana menyeimbangkan pemahaman kita tentang wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Sekiranya kita hanya berpegang pada dimensi jamaliyyah Tuhan, tidak memperhatikan sisi jalaliyyah-Nya, maka manusia akan menjadi sangat longgar danbebas melakukan maksiat karena berangapan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka manusia akan banyak melanggar berbagai aturan-Nya karena ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa kita. Tetapi coba terapkanlah kepada diri manusia, jika anda dirampok orang maka anda pun segera mamaafkan karena melihat bahwa Allah pun Maha Pengampun. Maka kejahatan akan berkembang luar biasa di muka bumi. Oleh sebab itu kita harus memahami keadilan ilahi yang terangkum dalam sifat jalaliyyah-Nya. Keadilan Allah itulah yang sangat ditakuti manusia.

13 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...
    Elegi Ritual Ikhlas kali ini mengangkat tema Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah. Wujud jalaliyyah merupakan wujud dari kekuasaan Allah, sedangkan Jamaliyyahnya merupakan wujud kasih sayang rahmatnya Allah swt. Sebagai manusia kita wajib mengkaji kedua wujud dari Allah tersebut, agar kita dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia kita harus bisa menyeimbangkan keduanya, jangan sampai kita menjalankan hanya salah satunya. Jika kita menjalankan hanya salah satunya, maka akan membawa kita kedalam jurang kesombongan. Menjalankan kedua wujud Allah tersebut tentu harus ditemani dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang ikhlas, karena itulah kunci dari keduanya bagi manusia.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Mengenal Allah SWT dapat melalui sifat jalaliyah-Nya dan sifat jamaliyah-Nya. Sifat jalaliyah Allah SWT melalui jalal-Nya, Allah SWT menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Melalui perasaan yang selalu diawasi, maka akan muncul sikap kehati-hatian dalam diri manusia untuk bertindak dan bertingkah laku, sehingga akan terhindar dari berbagai perbuatan tercela, keji, dan mungkar. Sedangkan melalui jamal-Nya, Allah SWT menunjukkan keindahan-Nya. Allah SWT memperkenankan diri-Nya melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah SWT, seperti maha pengasih, maha penyayang, maha pemurah, maha pemberi rizqi, maha pemaaf, dan sifat-sifat Allah SWT lainnya, yang akan mendorong kita untuk senantiasa melangkah di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jamaliyah dan Jalaliyah merupakan sifat Allah dari beberapa banyak sifat yang Allah miliki. Dimana sifat jamaliyah Allah melalui jalal-Nya, Allah menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Sedangkan melalui jamal-Nya, Allah menunjukkan keindahan-nya. Allah memperkenankan dirinya melalui sisi jamaliyah-Nya atau melalui sifat-sifat Allah, bukan melalui jalaliyah-Nya. Selama ini kita tidak bisa melihat Allah SWT secara langsung, namun kita bisa merasakan keberadaan Allah melalui keagungan, kekuatan dan keindahan-Nya. Kita bisa melihat Allah langsung dari dalam diri kita (merasakan). Mengapa kita tidak bisa melihat Allah??? Karena Allah Maha Besar, sangat besar jika dibandingkan dengan diri kita.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. sebagai seorang muslim hendaknya sallalu mengenal nama dan sifat Allah SWT. Dengan mengenal Allah SWT maka seorang muslim dapat bertambah ketaatan dan keimanannya. Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata, “Manusia yang paling sempurna ibadahnya adalah seorang yang beribadah kepada Alloh dengan semua nama dan sifat-sifat Alloh yang diketahui oleh manusia”. Beliau juga berkata, “Yang jelas, bahwa ilmu tentang Alloh adalah pangkal segala ilmu dan sebagai pokok pengetahuan seorang hamba akan kebahagiaan, kesempurnaan dan kemaslahatannya di dunia dan di akhirat.” Senadainya manusia mngenal Allah SWT maka manusia tidak akan mempersekutukan Allah, sebab segala kebaikan berada di tangan-Nya, maka bagaimana mungkin mereka bersandar kepada selain-Nya

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum.

    Allahu akbar. Sungguh saya tidak berani dan tidak mampu mendefinisikan wujud Allah raja dari segala raja itu. Mendefinisikannya saja tidak mampu, bagaimana bisa melihatnya? Melihatnya saja tidak mampu, bagaimana bisa berani untuk menggapainya? Saya hanya berani mendefinisikan kekuasaannya, pengetahuannya, sifat-sifatnya. Bagaimana mendefinisikan sifat-sifa Nya? Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang memiliki nama-nama yang agung, Dia mengajarkan manusia untuk mengenali sifat-sifatnya melalui ciptaan-ciptaannya.

    Ahmad Bahauddin
    16709251058
    Pendidikan Pascasarjana UNY S2 Angkatan 2016 Kelas C

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Dari begitu banyaknya sifat Allah yang menjadi wujud jalaliyyah dan jamaliyyah, mungkin kita hanya familiar dengan sebutan asma’ul husna. Dari sifatnya yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaranNya, keagunganNya dan yang lainnya serta nama Allah yang menunjukkan keindahanNya, kasih sayangNya maka kita perlu membiasakan diri untuk menyebutnya ketika dalam bermunajat kepadaNya. Doa yang di awali dengan menyebut asma Allah dan mengagung-agungkannya akan lebih afdhol sehingga akan memberian kesan tersendiri pada diri kita.
    Wujud Allah itu nyata dan melekat pada hati kita, jadi seberapa kuat pun kita membayangkan wujud Allah maka kita tidak akan pernah mampu. Kita sebagai manusia hanay bisa membuat wudud jalaliyyah dan jamaliyyah menjadi seimbang dan menjauhkan diri dari sifat sombong, karena sebenar-benarnya untuk mengerti wujud Allah adalah dengan mendekatkan diri padaNya.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Mengenal Tuhan kita, dengan sifat yang selama ini didengar saja bisa membuat banyak orang akan kekuasaanNya dan bahkan menjadikanNya sebagai panutan. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam mengenal Tuhan, yang memiliki sifat Maha Esa dengan segala keagungan, kebesaran dan kekuatan Tuhan. sebagai pengikutNya sudah baik dan selayaknya kita mengikuti semua ajaranNya.

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Allah itu bersifat transenden artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita, Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun Allah memperkenalkan diriNya dengan sifat-sifat baiknya. sifat-sifat Allah yaitu: Kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. kita akan cinta kepada Allah melalui sifat-sifatnya sehingga kita pun akan semakin mendapat rahmat-Nya, kasih sayang-Nya, dan karunia-Nya. Sebagai umat manusia di bumi ini, sudah sepatutnya kita meneriman amanat dari Allah untuk selalu berbuat kebaikan terhadap apa yang ada di muka bumi ini. Oleh karena itu, kita hidup di bumi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  9. Jalaliyyah Allah menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah. Tidak ada yang menandingi Allah. Tidak ada yang dapat menghindar dari kuasa Allah. Seorang hamba harus melaksanakan perintah Allah dan sepantasnya taku kepada Allah. Sedang Jamaliyyah Allah adalah keindahan dari Allah. Sifat-sifat Allah yang dapat menentramkan dan membahagiakan hati manusia. Manusia berlomba-lomba untuk memperoleh kasih dan sayang dari Allah.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Asmaul husna, atau yang sering di sebut nama-nama Allah yang baik itu terbagi dua, yaitu jalalliyah dan jamalliyah. Nama jalilliyah itu adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Sehingga jika kita menyadari, dari sifat-sifat sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya. Maka seperti kita shalat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah”. Kita selalu ingat padanya, kita tidak akan bersifat sombong dengan mengetahui sifat jalilliyah Allah itu. Sedangkan sifat jamalliayah Allah, yaitu sifat Allah yang dilihat dari sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah: kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dengan kita mengetahui sifat jamalliyah Allah tersebut, maka kita kita akan slalu bertasbih dan berakhlak baik. Jika kita sudah bersifat baik seperti sifat jamalliyah yang dimiliki oleh Allah, maka kita akan sayang kepada Allah, kita akan merasa dekat kepada Allah, dan kita akan memiliki rasa cinta kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar cinta.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Mengenal Allah SWT dapat melalui sifat jalaliyah-Nya dan sifat jamaliyah-Nya. Sifat jalaliyah Allah SWT melalui jalal-Nya, Allah SWT menunjukkan keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Melalui perasaan yang selalu diawasi, maka akan muncul sikap kehati-hatian dalam diri manusia untuk bertindak dan bertingkah laku, sehingga akan terhindar dari berbagai perbuatan yang tidak baik. Posisi kita terhadap Allah dalam dimensi jamaliyah bukan lagi posisi seorang hamba tapi posisi seorang khalifah.Dalam.posisinya sebagai hamba, manusia sama seperti makhluk-makhluk Allah yang lain. Pada posisinya sebagai khalifah, ia menonjol dibandingkan makhluk-makhluk yang lain. manusia memiliki berbagai keistimewaan.

    ReplyDelete
  13. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Allah SWT memiliki dua wajah yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah adalah sifat-sifat yang berisi aspek-aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT, seperti Maha Besar, Maha Agung, Maha Kuat, dan Maha Kuasa. Jalaliyyah adalah sesuatu yang bernilai luar biasa, sangat tinggi, dan tak ada bandingannya. Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah SWT itu bersifat transenden, artinya Allah SWT itu berada diluar bayangan-bayangan kita. Karena pada kenyataannya semua makhluk hidup tidak bisa melihat wujud Allah SWT yang sesungguhnya. Kita sebagai manusia hanya bisa membayangkan dalam hati dan pikiran saja. Sedangkan jamaliyyah adalah sifat-sifat Allah SWT yang berisi aspek-aspek keindahan dan kelembutan, seperti Maha Penyayang, Maha Pengampun dan Maha Lembut. Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru dan menyerupai dalam sifat-sifat Allah SWT yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah SWT ke dalam diri kita. Allah SWT itu Maha Penyayang, maka sudah sepantasnya kita harus saling menyayangi antara sesama muslim. Semakin kita meniru sifat kelembutan Allah SWT maka semakin halus budi pekerti ini.

    ReplyDelete