Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 32: Mengaji Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Wahai Ustad Jalaludin Rakhmat, sekalian saya ingin bertanya tentang Wujud Allah itu seperti apa?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:”Qulid’ullaha awid ‘urrahmana ayyama tad’u falahul husna: Berdoalah kamu dengan memanggil nama Allah, atau memanggil al-Rahman. Karena baginya ada namanama yang baik”

Bagawat Selatan:
Apakah nama Allah itu? Dan apakah nama-nama yang baik itu? Apakah nama-nama itu berelasi dengan wujud-Nya? Apakah wujud-Nya itu juga wajah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Melalui Al-Qur’an , kita mengenal dua wajah Allah. pertama adalah jalal-Nya, yaitu nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dalam Al-Qur-an:”Subhanallahi ta’ala ‘amma yasifun: Mahasuci Allah Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan dan mereka bayangkan”. Itulah jalaliyyah dari wujud Allah.

Bagawat Selatan:
Bagaimana kita memahami atau mengenal jalaliyyah dari wujud Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Seorang ulama pernah berkata:”Sekiranya kita melakukan salat, lalu kita ingin slat secara khusuk dan kita membayangkan Allah dengan bayangan kita, maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita telah menyembah bayangan kita tentang Allah. Padahal Dia Mahasuci dari apa pun yang kita bayangkan. Subhanallahi ta’ala amma yasifun Q.S. Al-Shaffat [37]:159

Bagawat Selatan:
Lalu...bagaimana kita dapat membayangkan Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Kalau kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan. Kita bersihkan diri kita dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Laisa kamislihi syai-un: tiada yang semisal Dia sedikitpun (Q.S. Al-Syura:11). Wa lam yakun lahu kufuwan ahad: Dia tidak menyerupai siapapun (Q.S. Al-Ikhlas:4). Jadi sikap kita terhadap Allah dari segi zat-Nya adalah membersihkan Dia dari segala yang kita sifatkan.

Bagawat Selatan:
Apakah sifat Allah dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh (al-bu’du). Sifat-sifat dari sisi jalaliyyah-Nya membuat kita merasa takut kepada-Nya, membuat kita jauh dari-Nya, kita ingin lari dari-Nya. Maka posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita salat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5)

Bagawat Selatan:
Terimakasih ...alhamdulillah. Apakah wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Wajah yang lain dari Allah adalah dari sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat Allah, maka jamal berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Kita tidak bisa mengenal Zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Tetapi Allah memperkenalkan diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Diantara sifat-sifat Allah yang jamal adalah:kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya, karunia-Nya, dan pemeliharaan-Nya. Dalam Al-Qur’an, sebutan Asma Allah yang menunjukkan dimensi jamaliyyah itu lebih banyak daripada sebutan Asma Allah dari sisi jalaliyyah-Nya. Hal ini menunjukka bahwa kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah itu lebih cepat rida-Nya daripada murka-Nya.

Bagawat Selatan:
Jika dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih, maka kita harus bagaimana dari sisi jamaliyyah-Nya?

Jalaludin Rakhmat:
Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasybih, yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Dalam perwujudan lamaliyyah-Nya, Allah itu begitu dekatnya dengan kita karena keserupaan sifat kita dengan-Nya. Dari sinilah akan timbul pada diri kita perasaan mahabbah, yaitu Cinta kita kepada Allah. Mahabbah itu ditunjukkan dalam anugerah-Nya, kasih sayang-Nya, karunia-Nya, ampunan-Nya, dan pahala-Nya.

Bagawat Selatan:
bagaimana sifat jamaliyyah Allah disebut dalam Al-Qur’an?

Jalaludin Rakhmat:
Dalam Al-Qur’an:”Al-Rahaman ‘allamal qur’an khalaqal insan: Dialah Sang maha Pengasih yang mengajarkan Al-Qur’an danyang menciptakan insan” (Q.S. Al-Rakhman:1-3). Al-Rahman adalah Asma Allah yang menggambarkan keindahan-Nya. jadi penciptaan manusia itu lahir dari sifat jamaliyyah Tuhan, dari kasih sayang-Nya. Olehkarena itu, ketika menciptakan manusia, Tuhan tidak berkata:”Aku akan ciptakan seorang hamba di muka bumi ini”, tetapi “Inni ja’ilun fil ardhi khalifah: Aku akan jadikan di bumi seorang lkhalifat” (Q.S. Al-Baqarah:30). Maka dari sisi jalaliyyah-Nya, posisi manusia bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai khalifah. Manusia memikul amanat yang besar untuk menjadi wakil Tuhan di bumi. Di antara seluruh makhluknya, Tuhan melihat manusia sebagai satu-satunya makhluk yang berhak mengenakan jubah kehormatan sebagai khalifah Tuhan.

Bagawat Selatan:
Apakah akhlak manusia mampu menerima amanat Allah itu?

Jalaludin Rakhmat:
Para malaikat bertanya:”Ataj’alu fiha man yufsidu fiha wa yasfikud dima wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqadissulak: Akankah Engkau jadikan di bumi seorang khalifah yang nanti akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih kepada-Mu dan mensucikan-Mu”. Maka Allah menjawab dengan firman-Nya:”Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Q.S. Al-Baqarah:30). Jadi kekhalifahan adalah amanah. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Halilintar hanya membawa wujud jalaliyyah-Nya. Hujan hanya membawa sifat jamaliyyah-Nya. Maka pada kedudukannya sebagai khalifah Allah, manusia itu mempunyai berbagai keistimewaan.

Bagawat Selatan:
Bagaimana menyeimbangkan pemahaman kita tentang wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah?

Jalaludin Rakhmat:
Sekiranya kita hanya berpegang pada dimensi jamaliyyah Tuhan, tidak memperhatikan sisi jalaliyyah-Nya, maka manusia akan menjadi sangat longgar danbebas melakukan maksiat karena berangapan bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka manusia akan banyak melanggar berbagai aturan-Nya karena ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa kita. Tetapi coba terapkanlah kepada diri manusia, jika anda dirampok orang maka anda pun segera mamaafkan karena melihat bahwa Allah pun Maha Pengampun. Maka kejahatan akan berkembang luar biasa di muka bumi. Oleh sebab itu kita harus memahami keadilan ilahi yang terangkum dalam sifat jalaliyyah-Nya. Keadilan Allah itulah yang sangat ditakuti manusia.

94 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Allah mempunyai sifat wujud yaitu ada. Allah selalu ada dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Kita dapat mengenal dan dekat dengan Allah melalui Asmaul Husna. Melalui sifat-sifat Jalalliyah dan Jamaliyah Allah maka kita dapat mengenal wujud Allah. Jalaliyyah adalah Allah itu berada di luar bayangan-bayangan kita dan Jamaliyyah artinya sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Dengan kata lain, Jalaliyyah berhubungan dengan zat Allah sedangkan jamaliyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini dapat kita ambil pelajaran bahwa wujud Allah dari sisi jalaliyah dan jamaliyah sudah dijelaskan dalam al-qur'an, cara membayangkan wajah Allah pun sudah dijelaskan dalam al-qur'an, dan banyak hal lain yang dijelaskan dari dialog antara bagawat selatan dan jalaludin rahmat ini.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tidak ada seorang manusiapun yang mampu membayangkan Allah sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya. Allah mempunyai sifat yang wajib ada padanya, ada pula sifat yang mustahil ada padanya, ada pula sifat jaiz Allah. Dan Maha Sempurna Allah atas segala sifat-sifat yang dimilikinya. Begitu mulianya Allah dengan semua sifat yang dimilikiNya.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah. meyakini adanya Allah berserta sifat dan Dzat Allah. manusia mempunyai pikiran yang terbatas, yaitu terbatas sampai tidak bisa memikirkan Dzat Allah. maka jika kita memaksa melakukannya, yang terjadi hanya lah kesalahan. oleh karena itu, kita cukup meyakini saja bahwa Allah itu ada dan melakukan pembersihan pikiran kita tentang bayangan Allah. tak perlulah kita memikirkan Dzat Allah itu bagaimana. lebih baik kita mendalami apa yang harus diketahui oleh orang Islam, yaitu sifat-sifat Allah (wajib, mustahil, jaiz). Allah itu sempurna dengan sifat-sifat-Nya.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia sebagai ciptaan Allah yang diberikan keistimewaan akal, seharusnya dapat memaknai sifat-sifat Allah, seperti dalam Asmaul Husna. Kita dapat mengenal dan dekat dengan Allah melalui Asmaul Husna. Setiap nama Allah adalah kebaikan dan keindahan. Terdapat beberapa hal yang harus bersinergi satu sama lain, termasuk jalaliyyah dan jamaliyyah Allah. Kekuasaan dan kasih sayang Allah bersinergi dalam kehidupan kita. Kelebihan manusia dibanding makhluk lain adalah manusia bisa bersikap sebagai penguasa menunjukkan kekejamannya namun di sisi lain manusia bisa menjadi orang yang penuh dengan kasih sayang. Dua hal tersebut mirip dengan sifat Allah jalaliyyah dan jamaliyyah. Oleh karena itu manusia hendaknya merasa takut kepada Allah karena Allah adalah penguasa dan kekuatan-Nya melebihi apapun. Namun di sisi jamaliyyah Allah itu indah dengan sifat Pengasih dan Penyayang semua umat-Nya. Jadi sebagai manusia, selalu taatlah untuk beribadah kepada Allah dan mensyukuri segala kasih sayang yang telah Ia berikan

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menjelaskan tentang ketidakmampuan kita mengetahui wujud Allah swt, namun kita tetap diwajibkan sifat-Nya yaitu wujud (ada). Bukti bahwa Allah itu ada adalah alam semesta ini. Seperti tertuang dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 54 “Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mentupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan, dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.” Selain wujud, Allah juga memiliki sifat-sifat mulia lain yang tak terhitung jumlahnya. Namun, ada 20 sifat wajib Allah yang perlu kita ketahui.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kita akan nama-nama Allah yang kita kenal dengan ‘Asmaul Husna’. Kita hendaknya membiasakan diri untuk selalu menyebut nama-nama Allah swt tersebut. "Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia) maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan." (QS. Al-A'raf: 180).

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tidak ada manusia didunia ini yang mampu menjawab bagaimana wujud Allah SWT. meyakini deengan sepenuh hati keberadaan Allah sang pencipta makhluk dibumi ini. Maha besar Allah dengan segala ciptaaNnya jika manusia diberi tahukan wujud Allah pasti semua hambaNya akan selalu taat kepadaNya. Meyakini Allah menjadi rukun iman yang pertama.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seperti yang kita ketahui bahwa Allah SWT mmpunyai nama-nama yang indah dan baik atau disebut sebagai Asmaul Husna. Asmaul husna dibagi menjadi dua golongan besar yaitu Jalaliyah dan Jamaliyyah. Jalaliyyah ialah sifat-sifat yang berisi aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT sedangkan jamalliyah adalah sifat-sifat yang berisi aspek keindahan dan kelembutan Allah SWT. Dengan kita bertauhid di jalan Allah maka kita meyakini bahwa Allah itu ada dan berbeda dengan mahluknya berbeda dalam wujud dan sifat-sifatnya, sehingga untuk menyebutkan wujud Allah kita tidak sanggup apalagi untuk mendefinisikannya, hanya kita sebagai manusia harus bisa mengamalkan dan meyakini bahwa Allah ada.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. namaNya menunjukkan kebesaranNya, rupaNya menunjukkan keindahanNya sebagai Sang Pencipta. Karena manusia diciptakan segambar dan serupa denganNya dan menurut kasih dan setiaNya dipeliharaNyalah manusia beserta segala ciptaanNya, senantiasa bersyukur adalah hal yang seharusnya. Caranya melakukan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada dua istilah dalam elegi ini, Jalaliyyah yang haekatnya adalah yang berhubungan dengan Zat dari Allah dan sedangkan Jamaliyyah adalah yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Allah itu Maha Penyayang dan Maha Pengampun, tetapi Allah yang sama adalah Allah yang Maha Besar. Jalaliyyah dan Jamaliyyah tak pernah dapat terpisahkan. Keduanya merupakan bagian dari Allah dengan demikian, hendaklah kita memperhatikan kelakukan kita karena Allah itu besar dan hebat, dan juga senantiasa bersyukur kepadaNya karena kasihNya yang besar bagi kita.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan penuh cinta dan pengampunan. Namun, bukan berarti kita seenaknya bertindak di muka bumi. Bertobat dengan bersungguh-sungguh adalah ketika kita tidak mengulangi perbuatan dosa yang sama. Kita adalah ciptaan Tuhan yang istimewa di antara ciptaan yang lain. Keistimewaan itu harus kita gunakan untuk menunjukkan belas kasih Tuhan kepada dunia dan membawa kita lebih dekat pada-Nya.

    ReplyDelete
  13. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 32. Elegi ini menyampaikan bahwa Allah SWT itu bersifat transenden. Artinya Allah berada diluar bayang bayang kita. Kita tidak dapat membayangkan wujud Allah. Namun meski kita tidak dapat membayangkan wujud Allah, kita harus tau sifat sifat Allah yang maha mulia, ingat selalu, lakukan jg dzikir selalu agar kita tetap selalu dekat dengan Nya.

    ReplyDelete
  14. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mengingatkan kepada para pembaca bahwa Allah telah memberikan amanah yang besar kepada manusia yaitu sebagai Khalifah di Bumi ini. Dalam elegi diatas disampaikan bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan, ketika amanah itu diberikankepada langit, bumi, dan bukit-bukit , mereka semua bergetar ketakutan menolak amanah itu. Kemudian manusialah yang menerimanya. Mengapa manusia dipilih sebagai khalifah dibanding makhluk-makhluk lain? Karena, pada manusialah dua wajah Allah itu bisa bergabung. Sedangkan pada semua makhluk selain manusia, mereka hanya membawa satu sifat saja dari sifat Allah. Jadi elegi ini mengingatkan kita sudahkah kita melaksanakan apa yang diamanahkan Allah kepada manusia di bumi.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Allahuakbar. Allah Maha Besar. Kebesaran Allah tiada yang menandingi di seluruh jagat raya. Mengapa? Karena Dia-lah yang menciptakan semuanya. Dia-lah yang memiliki semua yang ada di jagat raya ini. Bahkan tubuh ini adalah milikNya. Maka dari itu sudah sepantasnya kita memuja-muji akan segala ciptaanNya, sifat-sifat yang hanya dimiliki olehNya, dan mensyukuri atas segala yang diberikanNya.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia memang tidak dapat melihat wajah dan wujud Allah.Sehingga kita tidak dapat membayangkan bagaimana wajah dan wujud Allah. Bahkan seorang ulama mengatakan bahwa apabila kita salat, kita ingin salat kita kusuk, kemudian kita membayangkan Allah maka kita telah melakukan kemusyrikan. Kita memang tidak tau bagaimana wujud dan wajah Allah, akan tetapi dalam Al Quran telah dijelaskan sifat sifat Allah dan Asmaulhusna. Kita dapat memahami Allah dari situ. Kita juga dapat mempelajari sifat sifat Allah tersebut dan mencoba menirunya jika bisa.

    ReplyDelete
  17. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bedasarkan elegi di atas, Al-Quran merupakan sebuah mukjizat yang mengatur segala urusan sehingga dijadikan sebuah pedoman manusia. Selain itu, dengan Al-Quran kita akan mengetahui wujud Allah yaitu Jalaliyyah dan Jamaliyyah. Jamaliyah Wujud Allah ditunjukkan dengan sebuah keagungan, kebesaran, dan kekuatan-Nya. Jamaliyah Wujud Allah seing kita temui daripada jalaliyyah. Oleh karena itu,kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

    ReplyDelete
  18. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita dapat mengenal Allah dari sifat-sifat Nya dan kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah. Maka dzikir adalah cara kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  19. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika kita mendekat kepada Allah maka Allah akan medekat keada kita, namun kalau kita menjauh dari Allah maka Allah akan menjauh dari kita. Mendekat adalah cara kita untuk mendapatkan cinta Allah.

    ReplyDelete
  20. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Nama-nama Allah yang baik atau sering kita sebut dengan istilah Asmaul Husna merupakan sekian nama istimewa yang harus senantiasa kita dengar dan ucapkan. Selain itu, memahami makna-makna Asmaul Husna akan semakin membawa diri kita lebih dekat denganNya.

    ReplyDelete
  21. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sebagai hamba Allah tentu kita tidak akan bisa mengetahui bahkan membayangkan wujud Allah dari segi zat nya karena tidak ada suatu apapun yang menyerupai Allah di alam semesta ini. Tetapi kita yakin jika Allah itu ada dan maha segalanya. Maka kita mengenali Allah dari dua wajahNya yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalal-Nya adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaranNya, kekuasaanNya, keperkasaanNya, keagunganNya, dan kekuatanNya untuk memaksa manusia, yang amat berat siksaannya. Sedangkan jamal-Nya adalah sifat Allah yang menunjukkan sisi keindahannya yang coba kita serap sifat-sifatnya ke dalam diri kita. Agar kita semakin dekat dengan Allah, cinta dengan Allah, dan menjadi kekasih Allah.
    Dari kedua wajah Allah tersebut kita mampu mengenali Allah, kita takut padanya, taat padanya, tetapi juga cinta serta selalu merindukannya. Jangan mengenali Allah hanya dari satu wajahnya saja. Karena Allah itu tidak hanya memberikan murka tetapi juga kasih sayang. Allah memang jauh jika dibandingkan dengan kedudukan kita melebihi tingginya langit alam semesta yang mampu kita bayangkan, tetapi Ia juga sangat dekat dengan kita melalui sifat sifatnya bahkan lebih dekat dari pada urat nadi kita sendiri. Allah maha adil atas semua yang Ia ciptakan di alam semesta ini. Maka dari itu taati perintah Allah dan jauhi semua larangannya serta selalu bertasbih menyebut namanya agar kita selalu merasa dekat.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Nama-nama Allah yang sering kita kenal dengan Asmaul Husna mengandung sifat-sifat yang ada pada Allah SWT. berdasarkan bacaan di atas, sifat-sifat Allah tersebut dinamakan ke dalam sifat Jamaliyyah-Nya. Sementara kebesaran dan keagungan Allah yang berkaitan dengan zat Allah dan membuat kita takut kepada-Nya dinamakan sifat Jalaliyah-Nya. Tiada satupun di dunia ini yang dapat menyerupai apalagi menandingi sifat-sifat-Nya. Allah mempunyai sifat yang wajib ada padanya, sifat yang mustahil ada padanya, dan sifat jaiz Allah. Maka dari itu tidak hanya sekedar disebutkan, namun hendaknya dikaji lebih dalam dan diresapi makna nama-nama Allah adalah kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

    ReplyDelete
  23. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Iman kepada Allah merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Tiada yang seperti Allah di dunia ini karena makhluk tidak ada yang menyerupai penciptanya, tidaklah kita bisa membayangkan bagaimana "bentuk" Allah. Sebagai wujud iman kita, kita percaya Allah itu ada dengan berbagai cara, dengan menyebut nama-namanya, beribadah kepada-Nya, memohon ampun atas kesalahan kita, kita bisa melihat berbagai macam makhluk di dunia ini, dan sesungguhnya semua adalah ciptaan Allah. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

    ReplyDelete
  24. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Subhanallah. Saya sangat suka artikel bapak yang menyangkut tentang menambah kecintaan kita terhadap Allah SWT. Sungguh antara jalaliyah dan jamaliyah haruslah seimbang, sehingga ketika kita akan bertindak sesuatu, maka akan selalu ada kontrol dengan mengingat sifat jalaliyah Allah SWT. Kemudian ketika kita habis khilaf, maka baik bagi kita mengingat sifat jamaliyah Allah SWT, sehingga kita bersemangat dan optimis dalam melakukan suatu taubat karena kasih sayang Allah itu lebih besar dibandingkan dengan murka-Nya.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah anjuran untuk belajar mengenai keimanan dan ketakwaan dengan lebih baik. Dalam beragama kita harus menganl Tuhan kita sebaik-baiknya. Allah tidak bisa digambarkan dan dibayangkan, kita harus membuang/menyingkirkan bayangan-bayangan kita emngenai zat/wujud Allah, karena sesungguhnya Allah itu jauh dari segala prasangka dan bayangan kita. Dalam beragama dan menjalani kehidupan kita harus mencontoh semampu kita untuk meniru/melakukan sifat-sifat Jamaliah Allah yang sudah dituliskan dalam Al-Quran dan juga sudah dicontohkan pula oleh Rasulullah nabi Muhammad. Semoga kita bisa menjadi manusia yang senantiasa beriman dan bertakwa. Amin.

    ReplyDelete
  26. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Allahu akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar
    Laa illa ha illallahu Allahu Akbar...
    Sungguh sangat Besar sekali kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita manusia. Sangat lancang ketika kita ingin mengetahui dan mengerti wujud Allah di dunia ini. cukup dengan kita beramal dan melakukan kebaikan niscaya kita akan dipertemukan oleh Allah di Syurga-Nya nanti, Amiin
    Sebagai seorang Guru matematika kita juga harus mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya dengan senantiasa belajar dan menggali ilmu terkait dengan proses pembelajaran. sehingga siswa akan senang dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  27. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sungguh bersyukur diri ini, diberikan kesempatan membaca ulasan ini. Betapa tidak? saya benar-benar belajar. Membaca elegi ini tidak cukup satu kali. Bukan membaca rampung terus diulang. Bukan. Membaca beberapa kata pun, membuat saya begitu yakin untuk mengulanginya lagi, karena saya sangat takut salah menafsirkan. Dengan perasaan yang campur aduk, menetapkan hati untuk melanjutkan membaca. Alhamdulillah, syukur syukur syukur saya ucapkan. Tidak lupa juga mengucap istighfar. Entah kenapa, pada elegi-elegi seperti ini saya selalu saja diberikan tayangan ulang sifat dan perbuatan saya kala dulu, dan tentu banyak kesalahan yang saya perbuat.

    Elegi ini memberikan pembelajaran bagi saya. Bahwasanya tidaklah boleh kita membayangkan wujud Allah dari segi zat-Nya. Maka marilah kita mengenali Allah dari dua wajahNya yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah.

    Refleksi saya setelah membaca elegi ini, saya kembali disadarkan bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna. Tapi di balik kesempurnaannya, manusia adalah makhluk yang terbatas. Maka, apa yang ada dalam bayangan manusia adalah yang hanya mampu dibayangkan oleh manusia itu saja. Maka, marilah kita kendalikan pikiran kita dengan "hati" kita.

    ReplyDelete
  28. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)
    Subhanallah, Maha Suci Allah dengan segala sifat-sifat dan kuasa-Nya. Terimakasih Pak atas postingan yang luar biasa sehingga saya dapat terfasilitasi untuk belajar tentang Jalaliyyah dan Jamaliyyah Wujud Allah.
    Manusia dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah di bumi ini. Amanah tersebut merupakan tanggungjawab besar yang harus dilaksanakan manusia. Sebagai seorang khalifah, manusia harus mampu menempatkan diri sebagai makhluk Allah. Selalu mengingat Allah, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dan berusaha untuk menyeimbangkan pemahaman tentang Jalaliyyah dan Jamaliyyah.

    ReplyDelete
  29. Bissmullahirahmanirahiim semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Ridha Nya kepada para utusan dan Petugas NYa.

    Untuk mengenal Allah SWT dan mendekat kepadanya maka ada petunjuk dan teladan yang jelas yaitu AlQuran dan hadis sebagai petunjuk dan Rasulullah sebagai Teladan, bagaimana Rasulullah mendekat kepada Allah Sehingga Mampu bertemu dengan Allah SWT secara Nyata saat Isra Mi'raj, dan Asholatu mirajul mukminin, jadi kalau Sholat kita belum bisa menghantarkan diri kita ke hadirat Allah, maka berarti sholat kita belum sempurna, maka dalam Hadist Qudsi riwayat abu Dawud menyebutkan Adakanlah dirimu beserta Allah SWT,jika Engkau belum bisa beserta dengan Allah maka jadikanlah kamu beserta orang yang beserta Allah SWT maka orang tersebut akan menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Pesan ini menyatakan bahwa untuk beserta Allah ada beberapa metode sebagaimana Rasulullah di bimbing Jibrul As menuju ke hadirat Allah, atau Sebagaimana para Sahabat Dibimbing Rasullullah mengenal Allah, dan para Tabiin di bimbing oleh para Sahabat mengenal Allah,demikian seterusnya Sampai hari kiamat, jangan pernah merasa bisa Mengenal Allah secara Mandiri, karena orang yg tidak berpengetahuan dan mengenal jalan menuju Allah, maka pasti akan tersesat saat dia mnecoba menuju kesana tanpa pemandu yg mengenal jalan itu, dan tanpa pemandu yg faham dan mampu, maka dia tidak akan mengetahui saat Setan menyesatkannya, melalui tipu dayanya yang halus dan cerdik, maka Penting bagimu para Penempuh jalan menuju Allah untuk mendapatkan seorang pemandu yg faham dan mampu ( dibuktikan dengan pengakuan akan kemampuan si pemandu/terakreditasi A, oleh pemandu-pemandu sebelumnya yang teruji sampai kepada pemandu Agung Rasulullah SAW) menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Dan beserta Arwahul Muqadasyah pemandu yg bergabung sampai ke Rasulullah SAW yang telah dikarunia kemampuan tak terhingga ( al Buraq) itulah maka dirimu akan Haqul yaqin mampu beserta Allah SWT yang Tak terhingga. Sesuatu yg terhingga memerlukan. waktu yg tak terhingga untuk mencapai sesuatu yg tak terhingga alias tak akan pernah tercapai, dan beserta unsur yg tak terhingga maka sesuatu yg terhingga akan mampu seketika mencapai yg tak terhingga. Pastikan dirimu bergabung dengan orang yg telah beserta unsur tak terhingga itu, dan jangan tersesat merasa dirimu yg terhingga mampu menggapai yg tak terhingga. Semua produk mahluk itu terhingga ( baik itu ibadah,sholat, puasa, zikir, sodaqoh, haji dan usaha tanpa beserta dengan Zat Yang Maha Tak Terhingga) Maka jalan menuju Allah itu dapat di capai melalui tingkatan/ maqom pencapaian cahaya Allah yang berlapis lapis yang setiap lapisan cahayanya di berikan kepada para Rasul nabi, dan utusan NYA ( Tidak mampu memuat akan Dzat Allah Langit dan bumi Ku aku hanya dapat di jangkau oleh hamba Ku yang mukmin dan Tenang, itulah para nabi dan Wali Allah) Allah menuntun hamba NYA menuju tingkatan cahaya cahaya NYA /QS An nur, Barang siapa diberi Petunjuk Allah SWT maka tak seorang pun ya dapat menyesatkannya dan barang siapa di sesatkan Allah maka Tak akan pernah menemukan pemandu Waliyam mursyidah) semoga bermanfaat. Semua kebaikan datangnya dari Allah, mohon maaf bila ada kesalahan dan hal yg tidak berkenan

    ReplyDelete
  30. Bissmullahirahmanirahiim semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Ridha Nya kepada para utusan dan Petugas NYa.

    Untuk mengenal Allah SWT dan mendekat kepadanya maka ada petunjuk dan teladan yang jelas yaitu AlQuran dan hadis sebagai petunjuk dan Rasulullah sebagai Teladan, bagaimana Rasulullah mendekat kepada Allah Sehingga Mampu bertemu dengan Allah SWT secara Nyata saat Isra Mi'raj, dan Asholatu mirajul mukminin, jadi kalau Sholat kita belum bisa menghantarkan diri kita ke hadirat Allah, maka berarti sholat kita belum sempurna, maka dalam Hadist Qudsi riwayat abu Dawud menyebutkan Adakanlah dirimu beserta Allah SWT,jika Engkau belum bisa beserta dengan Allah maka jadikanlah kamu beserta orang yang beserta Allah SWT maka orang tersebut akan menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Pesan ini menyatakan bahwa untuk beserta Allah ada beberapa metode sebagaimana Rasulullah di bimbing Jibrul As menuju ke hadirat Allah, atau Sebagaimana para Sahabat Dibimbing Rasullullah mengenal Allah, dan para Tabiin di bimbing oleh para Sahabat mengenal Allah,demikian seterusnya Sampai hari kiamat, jangan pernah merasa bisa Mengenal Allah secara Mandiri, karena orang yg tidak berpengetahuan dan mengenal jalan menuju Allah, maka pasti akan tersesat saat dia mnecoba menuju kesana tanpa pemandu yg mengenal jalan itu, dan tanpa pemandu yg faham dan mampu, maka dia tidak akan mengetahui saat Setan menyesatkannya, melalui tipu dayanya yang halus dan cerdik, maka Penting bagimu para Penempuh jalan menuju Allah untuk mendapatkan seorang pemandu yg faham dan mampu ( dibuktikan dengan pengakuan akan kemampuan si pemandu/terakreditasi A, oleh pemandu-pemandu sebelumnya yang teruji sampai kepada pemandu Agung Rasulullah SAW) menghantarkan dirimu ke hadirat Allah SWT. Dan beserta Arwahul Muqadasyah pemandu yg bergabung sampai ke Rasulullah SAW yang telah dikarunia kemampuan tak terhingga ( al Buraq) itulah maka dirimu akan Haqul yaqin mampu beserta Allah SWT yang Tak terhingga. Sesuatu yg terhingga memerlukan. waktu yg tak terhingga untuk mencapai sesuatu yg tak terhingga alias tak akan pernah tercapai, dan beserta unsur yg tak terhingga maka sesuatu yg terhingga akan mampu seketika mencapai yg tak terhingga. Pastikan dirimu bergabung dengan orang yg telah beserta unsur tak terhingga itu, dan jangan tersesat merasa dirimu yg terhingga mampu menggapai yg tak terhingga. Semua produk mahluk itu terhingga ( baik itu ibadah,sholat, puasa, zikir, sodaqoh, haji dan usaha tanpa beserta dengan Zat Yang Maha Tak Terhingga) Maka jalan menuju Allah itu dapat di capai melalui tingkatan/ maqom pencapaian cahaya Allah yang berlapis lapis yang setiap lapisan cahayanya di berikan kepada para Rasul nabi, dan utusan NYA ( Tidak mampu memuat akan Dzat Allah Langit dan bumi Ku aku hanya dapat di jangkau oleh hamba Ku yang mukmin dan Tenang, itulah para nabi dan Wali Allah) Allah menuntun hamba NYA menuju tingkatan cahaya cahaya NYA /QS An nur, Barang siapa diberi Petunjuk Allah SWT maka tak seorang pun ya dapat menyesatkannya dan barang siapa di sesatkan Allah maka Tak akan pernah menemukan pemandu Waliyam mursyidah) semoga bermanfaat. Semua kebaikan datangnya dari Allah, mohon maaf bila ada kesalahan dan hal yg tidak berkenan

    ReplyDelete
  31. Alhamdulillah aamiin. Saya mengaamiini setiap kalimat di atas. Terimakasih sekali kepada Abang Agus Handriyanto Suryohadibroto, semoga bermanfaat bagi saya dan bagi yang lainnya. Aamiin aamiin ya Robb aamiin.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih banyak Bapak atas postingannya mengenai Jalaliyyah dan Jamaliyyah wujud Allah. Sisi jamaliyyah-Nya, yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalaliyah berhubungan dengan dzat Allah sedangkan maka jamaliyyah berhibungan dengan sifat-sifat Allah. Allah ialah dzat yang berbeda dengan makhluknya(ciptaannya). Dari sisi jalaliyyah-Nya kita harus membersihkan diri atau tanzih. Membersihkan diri maksudnya ialah membersihkan diri dari membayang-bayangkan wajah Allah SWT. Dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus melakukan tasbih yaitu kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak mulia, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Oleh karena itu, janganlah sekali-sekali membayangkan wajah Allah karena itu merupakan syirik tetapi tirulah dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari sifat-sifat Allah.

    ReplyDelete
  33. Dimas Cnadra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum Prof,
    Allah SWT memiliki wujud Jalaliyyah dan Jamaliyyah. Jalaliyah menunjukkan segala tentang Kebesaran-Nya, Keagungan-Nya, Kekuatan-Nya dan sifat-sifat Kemahaperkasaan-Nya yang lain. Sedangkan wujud Jamaliyyah menunjukkan segala keindahan-Nya. Setiap manusia hendaknya meyakini keduanya. Dengan mengenali wujud Jalaliyyah-Nya, manusia akan menyadari kehambaannya dan merasa takut akan kekuatan dan kebesaran Allah. Dengan demikian manusia akan berusaha untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sementara itu, wujud Jamaliyyah akan membuat manusia merasa dekat dengan Allah dan merasakan cinta yang besar kepada Allah. Apabila manusia hanya berpegang pada dimensi Jamaliyyah saja, maka manusia akan merasa bebas melakukan segala sesuatu tanpa ada pertanggungjawabannya. Sedangkan jika hanya berpegang pada wujud jalaliyyah, maka manusia hanya memiliki rasa takut tetapi tidak memiliki kecintaan pada Allah.

    ReplyDelete
  34. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Amanah yang begitu besar bagi kita semua. Menjadi kholifah dimuka bumi ini. Khalifah berarti pemimpin. Iya, setiap diri adalah pemimpin, paling kecil-kecilnya adalah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, dan jika seorang laki-laki sekecil-kecilnya menjadi pemimpin bagi keluarganya. Memimpin diri sendiri bukanlah perkara yang sulit tetapi juga bukan suatu perkara yang mudah. Menjadi khalifah artinya manusia membawa sifat jalaliyyah dan jamaliyyah Allah. Keduanya harus seimbang dan membutuhkan seorang guru untuk memahaminya, jika hanya memahami seorang diri dan membaca saja, akan sangat riskan sekali, bisa jadi akan seperti yang dicontohkan diatas (salah persepsi).

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030

    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Elegi ini menuntun kita untuk mengenal Allah melalui ciptaannya, melalui sifat-sifatnya, melalui ritual-ritual ikhlas yang kita lakukan.Sholat adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah.Meskipun kenyatannya kita tidak dapat melihat Allah di dalam sholat, namun yakinlah bahwa Allah melihat kita atau yang biasa disebut dengan ihsan.
    Manusia diberi amanah sebagai khalifah oleh Allah SWT setelah yang lainnya tidak mampu mengemban amanah ini.Ketika Malaikat bertanya,Mengapa Engkau menciptakan manusia yang selalu membuat kerusakan di bumi sedangkan kami memuji dan menyucikan Engkau?kemudian Allah menjawab sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari pada yang Engkau ketahui.Oleh karena itu yang perlu kita tanamkan adalah keimanan di hati kita betapa besar rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita.

    ReplyDelete
  36. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Memang benar bahwa ampunan Allah SWT lebih luas daripada dosa-dosa manusia. Namun hal ini hanya berlaku bagi mereka yang setelah melakukan dosa dan bertobat sepenuh hati dan tidak melakukannya untuk kedua kali. Di dalam Al Qur'an tidak hanya diceritakan kisah orang-orang beriman yang mendapatkan tempat indah di sisi-Nya namun juga dikisahkan bagaimana orang-orang dzalim dan durhaka terhadap Allah mendapatkan azab yang setimpal.

    ReplyDelete
  37. Pada elegi ini, jalaliyyah adalah nama-nama Allah yang berhubungan dengan zat Allah. Sedangkan Jamaliyyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah dan kita dapat menyerupai sifat-sifat-Nya yang indah, misalnya adalah penyayang, pemaaf, adil, dan lain-lain. Kita dapat berbuat penyayang, pemaaf, adil, dan lain-lain. Alangkah indahnya jika setiap manusia mempunyai sifat penyayang, pemaaf, dan Adil. Tetapi sebenar-benarnya adil, keadilan Allah lah yang sangat ditakuti manusia. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam bersikap karena Allah akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita perbuat di dunia ini

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kita sebagai manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan yang banyak. Untuk dapat mengenal Tuhan dengan membayangkan dalam wujud tertentu merupakan wujud kesombongan manusia. Tuhan sejatinya tak bisa dideskripsikan atau disamakan dengan sifat manusia. Tuhan maha segalanya, ia dapat menjadi partikel yang sangat kecil di dunia hingga partikel terbesar di semesta, ia ada di dalam diri setiap manusia, maka ikhlas dalam beribadah dan berdoa merupakan kemampuan maksimal manusia untuk mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  39. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Memikirkan atau membayangkan bagaimana dzat Allah adalah perilaku yang harus kita hindari (tanzih). Keterbatasan akal pikiran kita dan memaksanya untuk memikirkan seperti apa dzat Allah akan menjadikan kita membuat bayanga-bayangan tentang seperti apa Allah. Maka hal ini tidak boleh kita lakukan. Yang boleh kita lakukan adalah dengan mengenal sifat-sifat Allah dan mentasybihnya atau menirunya. Misalnya Allah adalah Sang Pengasih lagi Penyayang, maka kita belajar agar diri kita memiliki sifat pengasih dan penyayang

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. W.

    Kita sebagai manusia memang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi tentang hal apapun, tetapi kita juga mempunyai batasan-batasannya. Salah stunya batasan kita untuk mengetahui bagaimana wujud dari Allah SWT. Kita diperintahkan untuk mengimani Allah, mempercayai Allah itu ada, dengan menjauhi segala larangannya, kita tidak pernah diminta untuk memikirkan bagaimana wujud dari Allah, itu adalah sebuah keselahan besar yang berasal dari syaitan.

    ReplyDelete
  41. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai makhluk ciptaan Allah, dalam hidup pasti pernah terlintas di pikiran kita mengenai bagaimana rupa Allah sebenarnya, namun tentu kita tidak berani berpikir lebih jauh karena kita akan gila karenanya. Tiada siapapun yang berani bersaksi bahwa ia mengetahui bagaimana wujud Allah SWT. Allah sudah menunjukkan keberdaan dan kekuasaan-Nya melalui banyak cara di kehidupan kita, contohnya saja berkah ilmu dan udara yang kita nikmati saat ini. Allah juga telah menurunkan kitab-kitab suci yang wajib kita imani. Jika dengan bukti yang melimpah ruah tersebut kita masih meragukan Allah dan bersikeras ingin mengetahui wujudnya tanpa pernah mentaati perintahnya, maka kita termasuk orang yang tidak bersyukur. Maka sesungguhnya sifat yang seperti itu bukanlah cinta terhadap Allah, namun keserakahan manusia. Elegi ini menuntun kita untuk selalu mawas diri dan menyadari bahwa Allah dapat kita imani melalui rahmat yang diberikannya, yang jika dihitung tidak akan pernah habisnya.

    ReplyDelete
  42. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Allah itu jauh namun sekaligus dekat. Jauh karena tak terbayangkan kemaha-segala-an-nya, dekat karena kebaikan, kemurahan, keindahan, dlsb sedemikian berada di sekitar kita. Diri saya pun saya sadari sebagai berkat Allah juga untuk mereka yang ada di sekitar saya. Oleh karena itu, menyadari akan hal itu, senantiasa perlu berusaha menggapai ikhlas. Ikhlas mengimani Allah yang jauh namun juga dekat, agar Allah sungguh hadir dalam hati, agar mampu menggapai pikiran jernih.

    ReplyDelete
  43. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Allah berada dekat, seperti dekatnya denyut nadi yang terus berdetak. Menyebut asma-Nya mengalir penuh dengan hikmat dalam dada. Bagi saya, Allah tempat kembali dalam segala situasi yang ada baik saat sedih dan bahagia. Sangat bersyukur sekali Allah masih memberikan petunjuk untuk menggapai perintah-Nya. Tiada kata yang lebih agung selain asma-Mu ya Robb.

    ReplyDelete
  44. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan elegi ini. Dari elegi ini saya memahami bahwa dalam mengenal Allah SWT, janganlah membayangkan wajah-Nya karena sesungguhnya Allah SWT Mahasuci dari apa yang manusia bayangkan. Maka, kenalilah Alllah SWT dari sisi Jalaliyyah-Nya dan sisi jamaliyyah-Nya. Yang dimaksud sisi Jalaliyyah Allah SWT adalah Dia yang wujud-Nya berada di luar bayangan manusia, dimana sebagai manusia kita memahami sisi Jalaliyyah Allah SWT sebagai hamba-Nya. Sedangkan sisi Jamaliyyah adalah sisi yang menunjukkan keindahan Allah SWT melalui sifat-sifat-Nya. Maka, janganlah kita membayangkan wujud Allah SWT karena hal tersebut merupakan perbuatan syirik. Dan jangan juga kita berpegang pada satu sisi saja, Jalaliyyah-Nya saja atau Jamaliyyah-Nya saja, tetapi seimbangkanlah antara keduanya.

    ReplyDelete
  45. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    salah satu pondasi kita yang paling pertama sebagai umat beragama ialah percaya kepada apa yang kita anut. Iman kepada Allah berarti mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota. jadi dengan begitu kita mengerjakan perintah Nya serta menjauhi larangan Nya. memikirkan wujudnya bukan lah hak kita. dengan percaya kepada Nya maka secara tidak langsung kita tak perlu mementingkan wujudNya itu adalah godaan syaitan dalam mempengaruhi manusia untuk tidak beriman kepada Allah SWT. astaghfirullahal'adzim... semoga kita semua dijauhkan dari segala godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  46. Junianto
    17709251065
    PM C

    Allah itu Ahad dan berbeda dengan makhluk. Jadi, sudah menjadi kewajiban manusia untuk selalu mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun karena memang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dari elegi ini, saya mendapat ilmu baru bahwa untuk membayangkan Allah, maka kita perlu melakukan pembersihan hati dan membersihkan segala bayangan kita tentang Allah. Manusia hanya bisa mengetahui segala sifat-sifat Allah dan bukti-bukti kekuasaan-Nya.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sifat-sifat Allah yang sering disebut asmaul husna merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah dan tidak ada makhluk yang bisa menandingiNya. Salah satu sifat Allah adalah yang maha adil. Allah lah yang menguasai hari pembalasan. Jika manusia melakukan kejahatan namun tidak dijerat dengan hukum positif maka kelak pembalasan di akhirat. Seseorag yang tidak mendapat keadilan di dunia maka akan mendapat keadilan di akhirat. Salah satu sifat yang bisa menjadikan diri seseorang mendapat syafaat di akhirat adalah pemimpin yang adil. Menjadi pemimpin yang adil memang berat, namun seorang pemimpin harus selalu berusaha menggapainya.

    ReplyDelete
  48. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam upaya mengenal Allah tidaklah bisa melalui ZatNya karena Allah tidak menyerupai dan tidak bisa disamakan dengan apapun, melainkan mengenal Allah melalui sifat-sifatNya. Karena hanya dengan demikian seorang hamba dapat mengenal Rabbnya. Maka alangkah ruginya kita jika dengan begitu banyaknya sifat-sifat mulia Allah, kita tidak mampu mengenal semua sifat-sifat tersebut. Maka mohonlah perlindungan dari hal yang demikian.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  49. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Allah mempunyai sifat wujud (ada) dan baqa (kekal). Walaupun kita tidak dapat melihat Allah, tetapi kita harus yakin bahwa Allah itu ada. Hal tersebut adalah salah satu bukti keimanan kita terhadap dzat Allah Sang Pencipta. Dalam elegi ini saya menjadi mengetahui bahwa dalam diri manusia lah wajah jalaliyyah dan jamaliyyah Allah dapat bergabung dan karena itu Allah mengamanatkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Dan pada hari akhir kelak, manusia akan mempertanggungjawabkan amanah tersebut.

    ReplyDelete
  50. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Adanya tulisan diatas membuat kami belajar, mengaji dan mencoba memahami tentang pembagian sifat Allah yakni jalalliyah dan jamaliyah. Jalalliyah merupakan sifat Allah yang memiliki aspek Keagungan dan Kebesaran Allah, sedangkan Jamaliyah merupakan sifat yang memiliki keindahan Allah SWT. Kedua sifat ini tidak dapat dipisahkan, maka jika manusia hanya menghayati salah satu dari aspek sifat ini akan terjadi hal seperti yang ditulisakan dalam elegi diatas yakni jika manusia hanya berpegang pada jamaliyah manusia bisa saja dengan seenak hatinya melakukan maksiat, karena ampunan Allah lebih luas. Oleh sebab itu diperlukan pengahayatan pula dalam aspek jalaliyah. Semoga Allah selalu membukakan hati kami untuk istiqomah belajar. Mohon pangestunipun Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  51. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Untuk mengenal Allah yaitu dengan cara berdoa. Berdoa merupakan alat komunikasi kita dengan Allah. Manusia diciptakan serupa dengan Allah, yang berarti kita diberikan kepercayaan untuk dapat berbuat sesuai dengan apa yang di perintahkan Allah kepada manusia. Orang lain dapat menilai kita berdasarkan perbuatan kita, begitu juga tentang kepercayaan kita. Oleh karena itu, berbuatlah sesuai dengan hukum kasih yaitu "kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" . Jika kita mampu melaksanakan perintah tersebut maka kita akan menemukan wujud Allah yang tercermin pada diri kita.

    ReplyDelete
  52. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Elegi yang sangat menarik. Allah itu adalah zat yang paling sempurna dan sungguh kita tidak punya kekuatan untuk membayangkan zat Nya. Dari elegi diatas kita mendapatkan ilmu tentang sifat Allah jalalliyah dan jamaliyah. Kedua sifat ini tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena keduanya memiliki keharmonisan. Sehingga kita bisa lebih jauh mengenal dan menyembah Allah tanpa ada kemaksiatan di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Cukup dengan memikirkan ciptaan Allah SWT kita sudah bisa melihat kebesaran dan kekusaanNya, serta sifat jamaliyahNya yang begitu sempurna. Semoga kita menjadi orang yang selalu mengingat Allah SWT serta selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Amin.

    ReplyDelete
  54. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  55. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Wujud Allah yang kedua adalah jamaliyyah yang berarti bahwa wujud yang menunjukkan keindahan. Wujud jamaliyyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah swt atau Asmaul Husna. Di dalam Al Quran wujud Allah dari sisi jamaliyyah lebih banyak daripda jalaliyyah-Nya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Allah swt memiliki kasih sayang yang lebih besar daripada kemurkaan-Nya.Sebagai manusia yang ditunjuk Allah swt menjadi khalifah di bumi, memang sudah sepantasnya meniru sifat-sifat Allah swt yang indah, akhlak yang baik. Allah begitu dekat dengan manusia dalam wujud jamaliyyah-Nya karena memiliki sifat yang serupa. Sehingga dalam diri manusia akan muncul perasaan Cinta kepada Allah melebihi yang lain.

    ReplyDelete
  56. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Alhamdulillah elegi ini memberikan pengetahuan baru bagi saya mengenai wujud jaliliyah dan jamaliah Allah SWT. Ilmu yang dapat saya tangkap dari elegi ini adalah bahwa perwujudan Allah tercermin dalam sifat-sifatnya dimana manusia hanya boleh meniru sifat tanpa membayangkan perwujudan (fisik) Allah SWT, karena Allah tidak menyerupai makhluk manapun sehingga kita tidak akan mampu membayangkannya. Allah telah memberikan kepercayaan kepada manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini maka untuk menjadi sebenar-benarnya khalifah adalah mampu untuk meniru perwujudan jalaliyah dan jamaliah Allah SWT. Meniru perwujudan tersebut agar tercipta kedamaian di bumi dan dicintai oleh Allah SWT. Semoga kita tergolong ke dalam hamba yang dicintai Allah SWT dan layak memghun surga. Aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  57. Terimakasih atas sharing ilmu spritualnya bapak, sungguh menggugah pikiran saya. Manusia dalam bertindak memang terkadang tanpa berfikir dan merenungi dengan hatinya apakah yang dilakukan adalah sebuah kesalahan. Allah memang Maha Penyanyang, Pengasih, Pemberi ampunan, namun kita tidak semestinya tanpa merasa malu dengan niatan dalam hati untuk melakukan kesalahan karena kelak pasti bisa bertaubat dan Allah maafkan, sesungguhnya Allah tahu setiap hal yang kita sembunyikan.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  58. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Jalaliyah dan Jamaliyah merupakan sifat Allah yang Agung, tiada duanya dan tiada tandingannya. Saya baru mengerti bahwa apabila kita membayangkan Allah dari segi zat-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah tanzih atau pembersihan dari segala bayangan apa pun tentang Allah, karena Allah tidak bisa kita bayangkan. Padahal Dari sisi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Karena Allah bersifat transenden, maka kita mempunyai kesan bahwa Allah itu jauh dan posisi kita yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya, tunduk dan merendahkan diri padaNya. Sedangkan sifat-sifat Allah yang jamal adalah kasih sayang-Nya, anugerah-Nya, kenikmatan-Nya. Sehingga dari sisi jamaliyyah-Nya kita harus mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Yang serupa itu akan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya. Bila kita menginginka orang lain suka kepada kita, usahakan untuk menunjukkan kesamaan kita dengannya. Semua itu ilmu baru bagi saya, saya sangat bersyukur berkesempatan membaca elegi ini dari blog pak, alhamdulillah. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Segala apa yang ada didunia ini akan terasa nyaman dan damai apabila harmonis. Seperti halnya saat manusia memaknai mengenai sisi jamaliyyah Allah dengan anugrah, kasih sayang, dan ampunan-Nya. Janganlah sebagai manusia memanfaatkan kebaikan Allah dengan sengaja melakukan hal-hal buruk karena memiliki keyainan bahwa Allah akan memaafkan segala kesalahan kita. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak memiliki itikat baik dalam bertobat. Namun kita juga harus memeperhatikan sisi jalaliyyah Allah , agar kita selalu takut akan siksa yang akan diberikan Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  60. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sebenarnya memang tidak diperbolehkan untuk menyerupakan Alloh SWT dengan apapun. Karena pada dasarnya Alloh merupakan dzat yang suci dan tidak ada satupun yang menyerupainya. Rosululloh SAW bersabda yang artinya: “ berpikirlah kalian tentang ciptaan Alloh dan jangan sekali-kali ber[pikir tentang dzat Alloh”. Dari hadits ini mengisyaratkan kepada kita semua untuk menghindari penyerupaan Alloh SWT. Karena pada dasarnya kita tidak akan sanggup memikirkan Dzat Alloh. Disinilah keterbatasan otak manusia. Karena pada dasarnya otak kita hanya sanggup memikirkan hal-hal yang ghaib namun terbatas. Semoga kita senantiasa dilindungi dari pemikiran untuk menyerupaiNya. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  61. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hidup manusia di dunia ini tidak ada yang mengetahui sampai berapa lamanya, tidak ada yang mengetahui kapan matinya, maka perbanyak amal adan amalan dari sekarang dan menghindari kesombongan.Wujud Allah tidak akan tampak kecuali kelak nanti akan berada di surga firdaus nanti.

    ReplyDelete
  62. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Membaca elegi ini sungguh membuat saya kembali berfikir. Guru-guru kita mengajarkan agar sholat kita khusuk maka kita seolah olah melihat Allah SWT dan Allah SWT melihat kita (Ihsan). Dari elegi ini, telah dijelaskan tentang sifat-sifat yang Allah SWT miliki, diantaranya sifat jalalilyah yaitu sifat-sifat bahwa Allah SWT berada di luar bayang-bayang kita, yaitu perasaan yang membuat hambaNya takut serta senantiasa tunduk dan takluk pada Allah SWT. Sifat yang kedua yaitu jamaliyah yaitu sifat-sifat keindahan Allah SWT diantaranya kasih sayang, serta akhlaq yang terpuji di mana sifat inilah yang dapat kita serap dan terapkan pada kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  63. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika kita percaya bahwa Allah itu ada, maka kita tidak perlu harus mengetahui bagaimana wajah Allah yang sebenarnya. Ketika kita ingin mengetahui bagainmana Allah, maka kita dapat mempelajari Dzat-Nya melalui segala ciptaan-Nya yang dapat kita lihat dan kita rasakan dengan indera kita. Allah selalu dekat dengan hamba-Nya meskipun hamba-Nya terkadang tidak menyadari keberadaan-Nya

    ReplyDelete
  64. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Allah memiliki sifat khusus yang "Jalaliyyah dan Jamaliyyah".
    Allah SWT berbeda dengan semua makhluk. Tapi kita harus percaya bahwa Allah ada, dan hidup adalah karunia besar dari Allah. Kita harus bersyukur untuk semua kesenangan dan rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita, caranya adalah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah seharusnya dijalankan dengan penuh iklas tanpa kesombongan, sehingga segala sesuatu yang dijalankan dalam kehidupan selalu mendapat ridho Allah.

    ReplyDelete
  65. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Allah memiliki sifat wajib yang pertama yaitu sifat wujud, artinya Allah itu ada. Namun, saat ini kita tidak bisa melihat ataupun membayangkan wujud Allah secara langsung. Allah itu laisa kamitslihi syai-un (tidak menyerupai apapun). Kita tidak perlu untuk membayangkan wujud Allah karena di akhrat kelak jika manusia masuk surga pasti akan bertemu dengan Allah. YAng terpenting sekarang ini adalah kita beribadah semaksimal mungkin seolah-olah Allah melihat kita

    ReplyDelete
  66. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini saya memahami bahwa untuk mencintai dan mengimani Allah kita tidak perlu dan tidak boleh membayangkan wujud Allah dalam bentuk apapun karena Allah itu tidak menyerupai siapapun. Jika kita mulai membayangkan wujud Allah, maka cepat-cepatlah beristigfar dan bertaubat karena hal itu termasuk sebuah kemusrikan. Untuk mencintai Allah kita dapat melakukan dengan mengikuti sifat-sifatNya. Saat kita menyerupai atau mengikuti sifatnya yang peyangang, pemelihara, dan lainnya. Maka Allah akan meridhai perbuatan kita, sehingga kita akan menjadi semakin dekat denganNya karena kita selalu mengikuti perintahNya dan menjauhi larangannNya. Terimaksih

    ReplyDelete
  67. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. sebagai seorang muslim hendaknya selalu mengenal nama dan sifat Allah SWT. Dengan mengenal Allah SWT maka seorang muslim dapat bertambah ketaatan dan keimanannya. Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata, “Manusia yang paling sempurna ibadahnya adalah seorang yang beribadah kepada Alloh dengan semua nama dan sifat-sifat Alloh yang diketahui oleh manusia”. Beliau juga berkata, “Yang jelas, bahwa ilmu tentang Alloh adalah pangkal segala ilmu dan sebagai pokok pengetahuan seorang hamba akan kebahagiaan, kesempurnaan dan kemaslahatannya di dunia dan di akhirat.” Senadainya manusia mngenal Allah SWT maka manusia tidak akan mempersekutukan Allah, sebab segala kebaikan berada di tangan-Nya, maka bagaimana mungkin mereka bersandar kepada selain-Nya.

    ReplyDelete
  68. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Banyak hal baru yang saya pelajari dengan membaca elegi, tidak terkecuali pada elegi ini. elegi ini mengajak kita untuk memahami wujud Allah SWT dan bagaimana mengoptimalkan diri menuju dua wujud-Nya secara seimbang. Hal yang saya pahami selama ini bahwa saat-sat terdekat kita dengan sang pencipta adalah dikala sujud. Kemudian dari elegi ini saya dapat memahami bahwa dengan tanzih dan tasybih kita dapat memahami wujud Allah SWT.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak cara yang sesungguhnya bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya saja dengan memaknai sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna. Allah memiliki nama-nama yang baik. Dari nama-nama ini kita hendaknya memahami bahwa ada beberapa hal yang harus saling bersinergi satu sama lain, termasuk jalaliyyah dan jamaliyyah Allah. Kekuasaan dan kasih sayang Allah bersinergi dalam kehidupan kita. Manusia memiliki kelebihan dibanding makhluk lain maka manusia bisa saja bersikap sebagai penguasa dan menunjukkan kekuasaannya namun di sisi lain manusia juga bisa menjadi orang yang penuh dengan kasih sayang. Oleh karena itu manusia hendaknya merasa takut kepada Allah, karena Allah adalah maha penguasa dan kekuatan-Nya melebihi apapun, tak ada yang menandingi. Namun di sisi jamaliyyah Allah itu indah dengan sifat Pengasih dan Penyayang. Jadi sebagai manusia, selalu taatlah untuk beribadah kepada Allah dan mensyukuri segala kasih sayang yang telah Allah berikan

    ReplyDelete
  70. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar bayangan-bayangan kita. Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun. Kita tidak boleh mebayangkan wujud Allah karena ketika kita memikirkan, membayangkan, kita membandingkan Allah tentunya dengan sesuatu yang pernah kita tahu. Dengan begitu akan sama artinya bahwa kita menyamakan zat Allah dengan ciptaan-Nya. Namun, kita perlu mengenal Allah SWT dari sifat-sifat jamaliyyah-Nya, agar kita selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya. Sifat jalaliyah-Nya bukanlah untuk dipikirkan tetapi direnungkan agar kita bisa menjadi insan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  71. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Sebagai seorang hamba Allah tentu kita tidak akan bisa mengetahui bahkan membayangkan wujud Allah dari segi zat nya karena tidak ada suatu apapun yang menyerupai Allah di alam semesta ini. Tetapi kita yakin jika Allah itu ada dan maha segalanya. Maka kita mengenali Allah dari dua wajahNya yaitu jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalal-Nya adalah nama Allah yang menunjukkan kebesaranNya, kekuasaanNya, keperkasaanNya, keagunganNya, dan kekuatanNya untuk memaksa manusia, yang amat berat siksaannya. Sedangkan jamal-Nya adalah sifat Allah yang menunjukkan sisi keindahannya yang coba kita serap sifat-sifatnya ke dalam diri kita. Agar kita semakin dekat dengan Allah, cinta dengan Allah, dan menjadi kekasih Allah.

    ReplyDelete

  72. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Kita tidak dapat melihat Allah, membayangkan pun harusnya tidak sanggup, namun jika seseorang berusaha keras untuk hal tersebut maka dia termasuk pada golongna yang musyrik. Allah memiliki dua wajah, yang pertama adalah Jalaj. Jalal dari Allah adalah sebuah kebaikkan. Jika seoseorang ingin mengetahui dari Jalal Allah maka orang tersebut harus melakukan tanzih atau pembersihan, dan wajah yang kedua adalah Jamal. Jamal adalah sisi keindahan dari Allah. Sedangkan jika ingin mengetahui tentang Jamal maka yang harus dilakukan adalah bertasbih.

    ReplyDelete
  73. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Bismillah, pernah mungkin terpikir dipikiran kita bagaimana wujud Allah, wajahnya, sunguh kenikmatan yang besar dapat melihat wajah Allah. Namun pikiran tentu tidak bisa membaynagkannya, sangat tidak terjangkau oleh pikiran manusia. Satu aspek yang penting adalah doa dan yakin bahwa Allah selalu bersama kita, tingkatan melihat Allah ketika sedang solat, merasa diawasi oleh Allah kapanpun dan dimanapun

    ReplyDelete
  74. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kita dapat merasakan kehadiran Allah dri wujud jalal dan jamal –Nya. Ujud ini terkandug dalam nama-nama Allah yang jumlahnya 99, atau sering disebut Asmaul Husna. Dalam memahami wujud Allah berupa jalal dan jamal kita bisa menengok pada objek disekitar kita, atau bahkan pada diri kita sendiri. Bagaimana mata ini bisa melihat, bagaimana kaki ini bisa melangkah, bagaimana jantung bisa berdetak, siapakah yang membuatnya ? siapakah yang memeliharanya ? Tentu wujud Allah dalam berbagai nama tersebut yang mememliharanya.

    ReplyDelete
  75. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam perwujudan jalaliyyah Allah, kita tidak bisa mengenal zat-Nya karena Dia berbeda dengan kita. Oleh karena itu Allah memperkenalkan Diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Jalal berhubungan dengan zat Allah sedangkan Jamal berhubungan dengan sifat-sifat Alah. Dari sisi jaaliyyah, Alah bersifat transenden, artinya yaitu Allah berada di luar bayangan-bayangan kita. Allah itu tidak bisa dibayangkan karena Allah tidak menyerupai siapa pun.

    ReplyDelete
  76. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Jamaliyyah adalah sisi yang menunjukkan keindahan Allah SWT. Jamaliyyah berhubungan dengan sifat-sifat Allah SWT. Contoh sifat-sifat Allah yang jamal ialah kasih sayang Nya, kenikmatan Nya, pemeliiharaan Nya. Dengan mengenal sisi keindahan Allah SWT kita akan semakin menambah rasa cinta kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  77. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sifat-sifat Allah ada yang tertuang kepada makhluknya, misalnya saja sifat Maha pengasih Allah SWT yang juga dimiliki oleh manusia meskipun hanya sebagian kecil. Sesungguhnya sifat-sifat Allah itu lebih luas ampunannya dibanding dengan murkanya, sehingga marilah kita memperbanyak taubat atas kesalah yang telah kita perbuat, karena pintu taubat Allah SWT lebih luas dari pada pintu murka_Nya

    ReplyDelete
  78. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Asmaul Husna digolongkan ke dalam dua bagian besar, yakni jalaliyyah dan jamaliyyah. Jalaliyyah adalah sifat-sifat yang berisi aspek-aspek keagungan dan kebesaran Allah SWT. Sedangkan jamaliyyah adalah sifat-sifat Allah yang berisi aspek-aspek keindahan dan kelembutan Allah SWT. Kita harus menyeimbangkan pemahaman kita mengenai wujud jalaliyyah dan jamaliyyah Allah SWT. Keduanya perlu kita tempatkan dan pahami dalam porsi yang tepat sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  79. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dari elegi di atas, banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari uraian tentang mengaji jalaliyyah dan jamaliyyah wujud Allah. Dari segi jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, yang artinya berada di luar bayangan-bayangan kita. Oleh karena itu, posisi yang benar dalam memahami sisi jalaliyyah Allah adalah kita sebagai hamba-Nya (‘abd). Maka seperti kita shalat, kita mengucapkan:”Iyyaka na’budu: Kepada-Mu kami menyembah” (Q.S. Al-Fatihah:5). Sedangkan wujud Allah, selain dari sisi jalaliyyah-Nya yaitu wajah yang lain dari Allah yang menunjukkan keindahan-Nya. Allah memang merupakan suatu Zat yang berbeda dengan mita, namun Dia memperkenalkan diriNya dengan sifat-sifat baiknya. Ketika kita harus membaca tasbih, berarti kita harus kita harus meniru Allah dan menyerupai-Nya dalam sifat-sifat-Nya yang indah, berakhlak dengan akhlak Allah, dan mencoba menyerap sifat-sifat Allah ke dalam diri kita. Sebagai umat manusia atau khalifah di bumi ini, sudah sepatutnya kita meneriman amanat dari Allah untuk selalu berbuat kebaikan terhadap apa yang ada di muka bumi ini

    ReplyDelete
  80. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diketahui bahwa allah memiliki dua wujud yaitu jalaliyyah dan jamliyyah. Dengan mengenal wujud Allah, kita mampu mengenal Allah lebih baik lagi. Dengan begitu kita mampu melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan khusuk.

    ReplyDelete
  81. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Allah memiliki 99 nama yang indah (asmaul husna), dan Allah telah memerintahkan kita untuk berdoa menggunakan nama-nama tersebut. Nama-nama Allah tentu mencerminkan sifat yang dimilikiNya. Benar bahwa sifat Allah dapat dibedakan menjadi sifat jmaliyyah dan jalaliyyah. Namun kita juga harus mengingat bahwa Allah berbeda dengan makhlukNya, sehingga saat kita ingin meneladani sifat jamaliyah Allah, kita tidak lantas menjustifikasi bahwa Allah pun bersifat layaknya kita, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  82. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Disebutkan dalam suatu hadits bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan, Allah itu suci dan menyukai kesucian, Allah itu pemurah, maka Allah juga menyukai hambaNya yang bersifat pemurah. biarpun demikian kita harus mampu membedakan dimensi sifat yang Allah miliki dengan sifat yang dapat kita laksanakan dalam kehidupan kita. Berbeda dengan makhluk, allah akan semakin suka dan semakin dekat saat seorang hamba sering mendatangiNya dan meminta kepadaNya. Tidak seperti kita yang dengan satu kesalahan dapat menghapus kebaikan orang terhadap kita, maka Allah akan menghitung sekecil apapun kebaikan kita dibanding sejuta keburukan yang telah kita lakukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  83. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Manusia tidak mampu membayangkan Wujud Allah seperti apa. Tapi sebagai muslim wajib percaya keberadaan-Nya. Allah mempunyai sifat-sifatnya yang dapat kita yakini dan ciptaan-Nya yang wajib dipercaya oleh umat islam. Allah menciptakan manusia untuk menyembah-Nya dan menjadi khalifah di bumi ini. Oleh karena itu, setiap muslim harus bertakwa dan mengucap syukur atas rahmat yang tak terhitung.

    ReplyDelete
  84. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Manusia terkadang diselimuti oleh perasaan khawatir dan ragu-ragu. Jauhilah keragu-raguan itu. Dekatkan diri kepada Allah, karena Allah akan menunjukkan secara jelas mana yang benar dan mana yang sebenarnya salah. Tidak akan ada rasa kekhawatiran jika kita senantiasa ingat bahwa langkah kita masih berada di jalan Allah

    ReplyDelete
  85. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Beribadah yang benar dan kyusuk itu bukan berarti dalam beribdah kita membayangkan Allah SWT, karena itu berarti kita beribadah kepada selain Allah SWT, yaitu kepada bayanganNya. Allah SWT adalah yang tidak mampu di pikiran oleh manusia, maka manusia pun seharusnya tidak mampu memikirkan bayangan Allah SWT. Oleh karena itu dalam beribadah kita harus memiliki hati dan pikiran yang jernih, terlepas dari segala pemikiran-pemikiran seperti itu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  86. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Sungguh tiada yang lain selain Allah SWT. Wujud Allah tidak selayaknya dibayangkan. Kewajiban kita adalah mempercayai keberadaan-Nya,menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selalu berusaha mendekatkan diri dengan-Nya dan melakukan segala sesuatu demi menggapai ridho-Nya.

    ReplyDelete
  87. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Nama-nama Allah yang indah diperkenalkan kepada kita agar kita senantiasa berusaha untuk menirunya. misalnya Allah maha penyayang, maka kita juga harus saling menyayangi sesama manusia, Allah maha Pengampun, maka kita pun harus bisa saling memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain terhadap kita jika kita ingin dimaafkan oleh Allah.

    ReplyDelete
  88. Assalamualaikum Wr. Wb. Dari sekian banyak tulisan bapak tentang ajaran agama melalui pendekatan filsafat, saya piker tulisan ini adalah salah-satu tulisan yang paling rumit. Saya akan membacanya dengan pelan-pelan. Namun satu pertanyaan yang muncul di kepala saya, siapakah yang dimaksud dengan Jalaludin Rakhmat? Apakah beliau adalah tokoh fiktif atau tokoh nyata? Sepertinya nama tersebut tidak asing bagi saya. Terima kasih, pak prof

    ReplyDelete
  89. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Mengenal Allah melalui wujud sifat Allah SWT dalam asmaul husna yang tergolong dalam jalaliyyah dan jamaliyyah, dari sisi jalaliyyah Allah bersifat transenden diluar bayang-bayang dan apapun banyangan kita, sebab wujud Allah SWT tidak menyerupai apapun. Sedangkan, dari sisi jamaliyyah kita dapat mengenali sisi keindahan Allah SWT yaitu segala kerahmatan dan limpahan kasih sayang bagi semua hambanya. Dengan begitu, semoga kita lebih mampu bersyukur serta melaksanakan ibadah dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT .

    ReplyDelete
  90. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia dengan semua akal yang dimilikinya, mungkin akan selalu bertanya-tanya tentang Tuhan. Namun, masalah Tuhan, masalah Allah, merupakan masalah yang berkaitan dengan hati, tidak bisa kita menggunakan pikiran atau olah pikir sebagai alat untuk memahaminya. Hendaknya kita menjadikan filsafat sebagai salah satu alat untuk memperkuat keimanan kita, bukan sebagai keraguan.

    ReplyDelete
  91. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dari kedua wajah Allah tersebut kita mampu mengenali Allah, kita takut padanya, taat padanya, tetapi juga cinta serta selalu merindukannya. Jangan mengenali Allah hanya dari satu wajahnya saja. Karena Allah itu tidak hanya memberikan murka tetapi juga kasih sayang. Allah memang jauh jika dibandingkan dengan kedudukan kita melebihi tingginya langit alam semesta yang mampu kita bayangkan, tetapi Ia juga sangat dekat dengan kita melalui sifat sifatnya bahkan lebih dekat dari pada urat nadi kita sendiri.

    ReplyDelete
  92. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    salah satu cara mengenal Allah adalah dengan mengenal sifat-sifatNya. namun pemikiran manusia terbatas, kita tidak akan mampu membayangkan bagaimana bentukNya. meskipun kita tidak tahu bentukNya, tapi kita mengetahui tentang sifat-sifat Allah yang wajib kita yakini. secara garis besar sifat Allah dibagi menjadi 2 yaitu Jalaliyyah dan Jamaliyyah

    ReplyDelete