Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu




Oleh Marsigit

Cantraka:

Wahai Sang Bagawat Gugah, busana, tampilan dan bicaramu tidak seperti biasanya, walaupun aku masih melihat bahwa engkau adalah Sang bagawat Selatan guruku itu. Aku melihat sekarang engkau lebih percaya diri, lebih bijaksana dan lebih banyak pengetahuanmu.

Bagawat Gugah:
Wahai Cantraka ...manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah sebenar-benar dimensi kehidupan.

Cantraka:
Oh kalau begitu aku sangat senang karena guruku juga selalu belajar, sehingga tidak akan kehabisan ilmu dalam mendidik para Cantraka.

Bagawat Gugah:
Jangan dikira orang mau meninggal juga tidak perlu belajar. Setidaknya dia perlu belajar bagaimana meninggal dunia secara khusnul chotimah. Jika dia sudah tidak bisa lagi berdoa atau doanya tidak lancar, maka orang yang masih sehatlah yang menuntun dan mengajarinya.

Cantraka:
Ooo..begitu. Baiklah Sang Bagawat..bolehkah aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu? Sebetulnya apakah pokok persoalan yang engkau hadapi itu sehingga engkau baru-baru ini tampak kacau, gelisah, poligami, beristeri baru Sang Dewi Madream...dst..dst? Apakah pelajaran yang dapat aku petik dari peristiwa yang menimpa pada dirimu itu?

Bagawat Gugah:
Itulah sebenar-benar permainan metafisik spiritual transenden.

Cantraka:
Ah...lagi-lagi engkau mulai berfilsafat. Apa yang engkau maksud sebagai permainan metafisik spiritual transenden?

Bagawat Gugah:
Metafisik spiritual transenden itu suatu keadaan interaktif antara ikhtiar dan takdir, dunia akhirat, amal dan ilmu dalam bingkau doa.

Cantraka:
Wahah...penjelasanmu itu membuat aku lebih bingung lagi. Dapatkah engkau memberikan salah satu contohnya?

Bagawat Gugah:
Ciri-ciri dari permainan metafisik spiritual transenden adalah munculnya fatamorgana pada setiap diri orang dan pada semua orang yang terlibat.

Cantraka:
Menurut banyak orang, banyak versi menggambarkan perihal persoalanmu itu. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa persoalanmu itu persoalan nafsu, persoalan kuasa, persoalan ilmu, persoalan cinta, persoalan doa, persoalan poligami, persoalan ikhlas, persoalan ikhtiar, persoalan amal, persoalan, dunia, persoalan akhirat, dan persoalan takdir.

Bagawat Gugah:
Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah semua uraiannya jika kalimatmu itu engkau teruskan.

Cantraka:
Baik saya akan tanyakan satu perkara saja. Apaah persoalanmu itu juga berkaitan dengan Nafsu? Jika memang berkaitan dengan Nafsu, apakah kemudian yang disebut dengan Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Silahkan baca elegi Serial Dewi Madream seluruhnya, kemudian simpulkan apakah persoalanku itu berkait dengan Nafsu atau tidak. Berbicara perihal Nafsu, maka tidak adalah penghalang yang paling besar yang menghalangi jalan menuju Allah, selain hawa Nafsi itu.

Cantraka:
Mohon dijelaskan lebih lanjut perihal Hawa Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Hawa Nafsu itu meliputi keinginan-keinginan diri seseorang. Setiap manusia mempunyai potensi untuk mencapai keinginan-keinginan. Banyak keingainan manusia meiputi keinginan naluriah, keinginan jasmani, keinginan sekusualitas, keinginan memiliki, keinginan cinta, keinginan keindahan, keinginan pikir, keinginan hati, keinginan intrinsik, keinginan ekstrinsik, keinginan sistemik, keinginan motivatif, keinginan, harga diri, keinginan lahir, keinginan bathin, keinginan aktualisasi diri, keinginan penghargaan, keinginan diri, keinginan keluarga, keinginan kelompok, keinginann langsung, keinginan tak langsung, keinginan bawah sadar, keinginan sadar, keinginan tahta, keinginan kuasa, keinginan harta, keinginan baik, keinginan buruk, keinginan doa, keinginan ikhlas, keinginan senang, keinginan makan-minum, keinginan diperhatikan, keinginan diistimewakan, keinginan dicintai, keinginan memberi, keinginan dianggap penting, dsb.

Cantraka:
Wah...wah...ternyata yang namanya Hawa Nafsu itu banyak sekali. Apakah dari sekian banyak keinginan itu dapat diringkas saja?

Bagawat Gugah:
Pertama, apa yang disebut sebagai Hawa Nafsu Kebinatangan. Hawa Nafsu Kebinatangan inilah yang mendorong manusia untuk memperoleh keinginan lahiriah dan kenikmatan seksualitas. Kedua, yang disebut sebagai Hawa Nafsu Binatang Buas. Hawa Nafsu Binatang Buas inilah yang menyebabkan manusia suka menyerang orang lain, membenci orang lain, menghancurkan orang lain, iri, dengki, bahkil, dst. Ketiga, yang disebut Nafsu Syaitoniah. Nafsu Syaitoniah inilah yang mendorong manusia untuk membenarkan semua kejahatan yang dia lakukan. Nafsu Syaitoniah ini berusaha mencari dalih untuk memaafkan perbuatan-perbuatan dosa manusia.

Cantraka:
Wah..bagaimana jika semua Nafsu itu kok jelek. Apakah saya tidak boleh mempunyai Nafsu?

Bagawat Gugah:
Semua Nafsu yang telah aku jelaskan itu adalah nafsu-nafsu yang bersifat buruk. Ketahuilah bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia Quwattun Rabbaniyyah, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah yang berdomisili di dalam hati ikhlas dan pikiran kritis setiap manusia. Maka ikhlasnya hatimu dan kritisnya pikirmu itu dapat mengendalikan semua Nafsu-nafsu Burukmu.

Cantraka:
Bagaimanakah bisa Quwattun Rabbaniyah itu mampu mengendalikan dan mengalahkan Nafsu Binatang, Nafsu Binatang Buas dan Nafsu Syaitoniah?

Bagawat:
Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsi buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

56 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Hawa nafsu merupakan keinginan-keinginan yang muncul dari diri seseorang. Hawa nafsu ini banyak dan tidak terbatas. Setiap manusia memiliki hawa nafsu yang muncul akibat tidak pernah merasa puas dengan apa yang ia peroleh. Hawa nafsu merupakan salah satu akibat jika kita kurang bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh. Hawa nafsu sering kali mendorong manusia untuk tidak melakukan hal yang baik. Hawa nafsu meliputi hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas dan hawa nafsu syaitoniah. Hawa nafsu kebinatangan mendorong manusia untuk memperoleh keinginan lahiriah dan kenikmatan seksual. Hawa nafsu binatang buas selalu menjerumuskan kepada perbuatan yang tidak baik. Hawa nafsu syaitoniah mendorong manusia untuk membenarkan kejahatan yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. setiap orang memiliki hawa nafsunya sendiri. Untuk mnegalihkan nafsu negatif sebaikya perbanyak kegiatan-kegiatan positif, perbanyak beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Hindari hal-hal yang bisa meningkatkan hawa nafsu kita dan berkumpul dengan orang-orang yang sholeh. Jika kita suka belanja, hindari hal-hal yang dapat memicu keinginan berbelanja. Dan sebagai perempuan, hendaknya menutup aurat dengan benar, agar terhidar dari hal-hal yang melibatkan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Metafisik spiritual transenden yaitu suatu keadaan hubungan saling keterkaitan antara ikhtiar dan takdir, dunia akhirat, amal dan ilmu di dalam do’a dengan ciri munculnya fatamorgana pada setap diri seseorang dan yang terlibat. Setiap manusia pasti mempunyai hawa nafsu atau keinginan-keinginan seperti hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, hawa nafsu syaitoniah yang jika manusia tidak mempunyai akal sehat dan ikhlas dalam hati maka akan selalu dekat dengan hawa nafsu yang sedemikian. Semoga kita dijauhkan dari hawa nafsu yang mendorong manusia ke dalam hal-hal yang buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Maksudnya adalah mengendalikan hawa nafsu yang ada pada diri. Setan terus saja menggerus iman manusia dengan menggoda manusia dengan hawa nafsu. Apalagi banyak sekali hal – hal yang sulit untuk dibendung. Seperti ingin kaya, ingin terkenal, ingin beristricantik, banyak. Dll. Jika manusia terus menuruti hanya nafsunya, maka tidak akan pernah selesai. Hawa nafsu akan terus meningkat dan akan merugikan jika kita tidak bisa mengendalikannya. Maka tempatkan hati dan spiritualitas sebagai komando hidupmu.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Semua yang diciptakanNya tidaklah sia-sia, termasuk hawa nafsu. Dimana hawa nafsu artinya keinginan-keinginan dalam diri kita. Hawa nafsu diciptakan pasti ada tujuannya. Kita mengenal hawa nafsu bagaikan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan antara yang baik maupun yang buruk. Hawa nafsu yang buruk seperti suka menyerang orang lain, membenci orang lain, menghancurkan orang lain, iri, dengki, bakhil dan lain-lain merupakan bagian dari manusia pula. Akan tetapi manusia memiliki pula Quwattun Rabbaniyah, hawa nafsu yang ada pada hati yang ikhlas dan mampu mengendalikan hawa nafsu yang lain. Di sinilah proses kehidupan manusia supaya lebih baik. Hawa nafsu diciptakan pada diri manusia tentunya ada tujuannya, karena dengan hawa nafsu ini manusia dapat menjadi makhluk Allah yang seburuk-buruknya bahkan lebih buruk dari hewan tetapi dengan hawa nafsu juga manusia dapat menjadi makhluk Allah yang semulia-mulianya bahkan lebih mulia dari malaikat. Jadi terus berusaha untuk memperbaiki diri dan mengendalikan hawa nafsu buruk untuk menggapai ridho Allah.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, namun manusia pun masih memiliki banyak kekurangan. Wajar sebagai manusia jika memiliki hawa nafsu, manusia yang diberi akal dan pikiran oleh Tuhan dengan tujuan untuk mengatur hawa nafsu itu sendiri.dalam hidup, kita sebagai manusia memang sudah layak dan sepantasnya untuk selalu mengontrol hawa nafsu kita, karena jika kita selalu menuruti hawa nafsu kita, pasti akan mengalami kerugian dalam hidup.

    ReplyDelete
  7. Hawa nafsu menjadi pembeda manusia sebagai mahluk Allah dengan mahluk yang lain. Dengan nafsu maka manusia dapat lebih tinggi derajatnya dari malaikat yaitu nafsu yang baik. Dengan nafsu maka manusia dapat terjerumus pada kemaksiatan dan lebih rendah dari binatang yaitu nafsu yang buruk. Manusia harus menyadari potensi dari nafsu dalam dirinya dan menggunakan untuk menggapai derajat yang tinggi.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hawa nafsu jangan dihilangkan, karena itu adalah yang dimiliki oleh manusia. Orang yang ingin menghilangkan hawa nafsu, berarti telah melawan kodrat sebagai manusia. Hawa nafsu itu dikendalikan. Dikendalikan ke arah yang positif. Karena hawa nafsu itu merupakan keinginan. Setiap manusia pasti memiliki keinginan untuk meraih, memiliki, dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga sebagai manusia yang bijaksana, kendalikan hawa nafsu kita. Ke arah hal-hal yang positif, agar kita bisa memenangkan peperangan yang terjadi pada diri kita.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hal yang paling sulit dilakukan manusia adalah mengendalikan hawa nafsunya. Ia selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, terkadang hal tersebut adalah larangan dari Allah SWT, atau ia tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki, sehingga ia menggunakan cara yang salah dan merugikan orang lain untuk memenuhi keinginannya. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha mengendalikan hawa nafsu dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa, bersyukur, melakukan segala sesuatu dengan ikhlas hati dan ikhlas batin. Semoga kita terhindar dari hawa nafsu yang bersifat buruk, dilarang Allah SWT dan merugikan sesama. Amin …

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia diciptakan dengan dibekali hawa nafsu. “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Qs. Yusuf :53). Sehingga meski seseorang selalu berada dalam kondisi terancam bahaya, namun hendaknya ia tidak merasa berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah Swt. Karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  11. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Nafsu adalah musuh terbesar yang ada pada diri manusia, sehengga manusia yang tidak bisa mengontrol nafsunya akan selalu dalam pikiran negatif kebanyakan manusia tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya yang sering terjadi adalah seseorang mengikuti hawa nafsu syahwat dan amarahnya. Karena itulah hawa nafsu sering disebutkan dalam konteks yang tercela.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Nafsu adalah hal yang paling sulit untuk di hilangkan, akan tetapi jika kita selalaun ingat Allah maka kita bisa meredamhawa nafsu kita.jika hawa nafsu kearah yang baik ,, misalnya hawa nafsu untuk menuntu ilmu, hawa nafsu untuk melakukan ibadah sebanyak-banyaknya, tidak apa-apa, akan tetapi jika hawa nafsu yang buruk. Semoga kita dijauhkan dari hawa nafsu yang mendorong manusia ke dalam hal-hal yang buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pada diri manusia pasti memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu sendiri merupakan keinginan-keinginan diri seseorang. Hawa nafsu ini dapat dikelompokkan menjadi hawa nafsu kebinatangan (mendorong manusia untuk memperoleh keinginan lahiriah dan kenikmatan seksualitas), nafsu binatang buas (menyebabkan manusia suka menyerang orang lain, membenci orang lain, menghancurkan orang lain, iri, dengki, bahkil), dan nafsu syaitoniah (mendorong manusia untuk membenarkan semua kejahatan yang dia lakukan). Kelompok hawa nafsu diatas jelas-jelas dapat mencelakakan manusia baik di dunia maupun di akhirat, namun kita perlu bersyukur karena Allah telah menganugerahkan kepada manusia Quwattun Rabbaniyyah, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah yang berdomisili di dalam hati ikhlas dan pikiran kritis setiap manusia. dengan inilah manusia dapat mengendalikan semua nafsu-nafsu buruk. Kita sebagai manusia harus dapat mengendalikan diri dari hawa nafsu syaitan yang akan mendatangkan banyak keburukan.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebaik – baiknya manusia adalah ia yang dapat mengendalikan hawa nafsunya. Hawa nafsu apa pun itu seperti keinginan naluriah, keinginan jasmani, keinginan sekusualitas, keinginan memiliki, keinginan cinta, keinginan keindahan, keinginan pikir, keinginan hati, keinginan intrinsik, keinginan ekstrinsik, keinginan sistemik, keinginan motivatif, keinginan, harga diri, keinginan lahir, keinginan bathin, keinginan aktualisasi diri, keinginan penghargaan, keinginan diri, keinginan keluarga, keinginan kelompok, keinginann langsung, keinginan tak langsung, keinginan bawah sadar, keinginan sadar, keinginan tahta, keinginan kuasa, keinginan harta, keinginan baik, keinginan buruk, keinginan doa, keinginan ikhlas, keinginan senang, keinginan makan-minum, keinginan diperhatikan, keinginan diistimewakan, keinginan dicintai, keinginan memberi, keinginan dianggap penting, dsb. Jika semua keinginan itu tidak tersalurkan sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat akan berdampak buruk bagi orang tersebut dan orang – orang disekitarnya. Oleh karena itu, control hawa nafsu, dan lakukan sesuai porsinya di ruang dan waktu yang tepat. Karena kita manusia yang beradap memiliki norma – norma yang harus dijalankan.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat mengambil pesan bahwa sebagai manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsu agar terhindar dari perbuatan – perbuatan yang tidak baik karena manusia akan selalu dihadapkan pada godaan – godaan dan hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan keinginan – keinginan. Keinginan yang baik akan membawa kepada kebaikan, namun sebaliknya keinginan yang buruk akan membawa kepada keburukan. Oleh karena itu perlu pengendalian diri terhadap hawa nafsu yang tidak baik. Cara pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dengan tetap ikhlas dan berpikir pada akal sehat.

    ReplyDelete
  16. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Musuh yang paling besar adalah mengalahkan hawa nafsu. Hawa nafsu ada macamnya seperti hawa nafsu lawwamah dan hawa nafsu mutmainnah. Hawa nafsu kadang ditunggangi oleh setan. Akan tetapi tanpa ditunggangi oleh setan saja sudah mengalahkan sifat setan. Na’udzubillahimindzalik.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Syaiton memang selalu memiliki cara untuk menggoada manusia, termasuk dengan iming-iming hawa nafsu. Manusia memang diciptakan memiliki hawa nafsu, namun tidak untuk disalahgunakan. Hawa nafsu yang buruk lah yang akan menyesatkan manusia. Maka mohonlah perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari hawa nafsu yang menyesatkan. Memang benar kita harus menetapkan ikhlas dihati kita dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsu buruk itu, maka jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kelemaham manusia yaitu memiliki hawa nafsu. Ketika kita tidak mampu menahan hawa nafsu maka hidup akan menjadi rumit. Karena hal ini dapat menjerumuskan kita pada hal yang berlebihan dan ini keburukan. Kita harus menjadi orang yang mampu menahan hawa nafsu sehingga tidak tercebur dalam keburukan. Untuk bisa menjadi orang yang mampu menahan nafsu tersebut tentu kita harus menjadi orang yang pandai berzikir dan ingat selalu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Semua hawa nafsu itu pada dasarnya jelek, sehingga kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu tersebut. Yang dapat kita lakukan ialah selalu berbuat baik dan ditujukan kepada ALLAH SWT. Dalam melakukan perbuatan baik juga harus disertai hati yang ikhlas dan menggunakan akal yang sehat serta pikiran yang jernih, dengan itu pasti bisa mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam diri kita. Dan jangan pernah lupa untuk berdoa selalu meminta kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  20. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    diceritakan dalam elegi ini bahwa bagawat gugah yang sudah menjadi guru pun masih belajar, artinya setinggi apapun ilmu kita masih harus belajar. bahkan dalam elegi ini disebutkan, "jangan dikira mau mati tidak harus belajar" itu menyiratkan bahwa kita harus belajar disepanjang hidup kita. kemudian cantraka menanyakan perihal ikhlas kepada bawagat gugah, dan bagawat gugah menjelaskan dengan sangat jelas mengenai hawa nafsu kepada cantraka.

    ReplyDelete
  21. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    manusia diciptakan sempurna dari pada makhluk-mahkluk Allah yang lain. manusia diciptakan lengkap dengan akal pikiran dan hawa nafsu. Namun hawa nafsu juga dimiliki oleh hewan (tapi hewan tidak memiliki akal). Maka dari itu, dalam elegi diatas disebutkan ada nafsu kebinatangan, nafsu binatang buas,dan juga nafsu syaitoniah. Secara sederhana, hawa nafsu adalah keinginan. Walaupun hawa nafsu terkadang identik dengan konotasi negatif, namun hawa nafsu tidak semuanya negatif. Misalnya nafsu makan, keinginan untuk makan, mungkin sebagai sumber kekuatan untuk beribadah kepada Allah. Jadi, sebagai manusia yang diberi akal, hendaknya kita dapat mengatur hawa nafsu kita, sesuai dengan peruntukannya, dan diniati sebagai modal atau sarana untuk beribadah kepada Allah.

    ReplyDelete
  22. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia itu sempurna dibandingkan makhluk lain karena manusia memiliki akal dan hati. Namun, di satu sisi manusia tidaklah sempurna salah satunya karena nafsu. Nafsu yang menyebabkan manusia selalu ingin lebih dan lebih bukan hanya lebih dari segi kuantitas namun juga lebih dari segi kualitas dan lebih dari yang orang lain adakan. Setiap diri manusia itu selalu dibekali dengan keinginan yang baik, tinggal kita bisa mengendalikan keinginan buruk itu atau tidak, jika tidak maka hawa nafsu yang akan mengendalikan kita. Maka sebaik-baiknya hamba Allah adalah dia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari elegi ini, saya dapat menyimpulkan bahwa hawa nafsu meliputi keinginan-keinginan manusia untuk memiliki dan melakukan sesuatu. Pada dasarnya, hawa nafsu itu baik adanya jika keinginan tersebut tergolong hal yang wajar. Namun hawa nafsu akan menjadi sesuatu yang buruk (negatif) jika tidak ada pengendalian diri. Jadi, dalam memenuhi hawa nafsu itu, kita harus mampu untuk mengendalikan diri kita dengan cara memiliki keikhlasan hati dan pikiran, harus mampu berpikir kritis untuk segala keinginan kita, karena akan berdampak bagi kehidupan kita.

    ReplyDelete
  24. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 15. Elegi ini menyampaikan kepada kita bahwa manusia dibekali dengan hawa nafsu. Ada hawa nafsu yang bersifat buruk yaitu hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, dan hawa nafsu syaitoniah. Namun ada hawa nafsu yang diciptakan dari unsur-unsur Malaikat dan Tuhan yaitu Quwwatun Rabbaniyyah. Quwwatun Rabbaniyyah dapat digunakan untuk melawab hawa nafsu buruk, yaitu dengan menetapkan keikhlasan hati dan akal sehat terhadap hawa nafsu buruk itu.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    disebutkan bahwa ada 3 jenis nafsu jika diringkas nafsu pertama adalah nafsu kebinatangan dimana nafsu itu pada keinginan lahiriah dan keseksualitasan, saat ini banyak sekali keasus pemerkosaan baik pada orang dewasa maupun anak-anak, yang kedua nafsu biantang buas, nafsu kedua ini adalah membenci orang, sombong nafsu ini bisa mungkin terjadi karena kita kurang besyukur dan keinginan hati selalu lebih dari orang lain dan juga sirik terhadap hal dimiliki orang lain juga tidak suka meliha orang lain bahagia. Nafsu ketiga yaitu nafsu syaitonah dimana hal-hal buruk terlihat baik misalnya saja "berbohong demi kebaikan" tidak ada bohong baik walau nanti menghasilkan hal yang baik, hal yang bermula dari hal yang buruk berkelanjutan akan menjadi hal buruk.

    ReplyDelete
  26. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam kehidupan modern yang serba canggih dan cepat seperti saat ini, manusia sering diliputi keresahan, karena keinginan tidak terpenuhi. Berbagai keinginan muncul karena dorongan kuat dari aneka nafsu yang melingkupinya. Bila keinginan tersebut tidak terpenuhi, maka timbul rasa gelisah alias tidak tenteram. Rasa kekecewaan dan kebahagiaan hidup bersumber dari jenis-jenis nafsu yang bersarang dalam diri pribadi masing-masing. Maka dari itu jika ingin memperoleh kebahagiaan hakiki, maka kita manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya. Dengan kata lain ketenangan adalah kebutuhan hidup manusiawi yang didambakan oleh semua insan. Ketenangan hakiki akan diperoleh seseorang jika ia mampu menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya.

    ReplyDelete
  27. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pelipat-gandaan tuntutan dan desakan hawa nafsu berbanding-lurus dengan pemenuhan yang dilakukan manusia. Dalam pada itu, sebagai konsekuensi logisnya, kontrol manusia terhadap hawa nafsu berkurang. Demikian juga sebaliknya, setiap-kali manusia mengekang tuntutan hawa nafsunya dengan tali akal, maka tuntutannya semakin berkurang dan kemampuan manusia untuk menguasainya semakin bertambah. Hawa nafsu mempunyai daya yang sangat kuat dan berperan aktif serta efektif dalam kehidupan manusia, tapi kehendaknya untuk menyempurnakan, mematangkan dan menonjolkan peran akal tidak pernah terampas. Hal itu disebabkan oleh karena manusia terdiri dari akal dan hawa nafsu.
    Manusia selalu berada dalam tarik-menarik kedua faktor ini. Fluktuasi keduanya berakibat langsung pada manusia. Manusia berbeda sekali dengan binatang. Binatang tidak mempunyai akal yang bisa mengatur dunianya; langkah-langkahnya secara total dikemudikan oleh hawa nafsu. la sepenuhnya tunduk padanya dan sikapnya termanifestasi melalui faktor hawa nafsu saja.

    ReplyDelete
  28. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Setiap orang meiliki hawa nafsunya masing-masing tapi, hal ini dipengruhi karena hawa nafsu adalah bagian yang sangat riskan untuk dipengaruhi, sampai ada selogan yang megtakan hidup ini adaah untuk melawan hawa nafsu. karena perbuatan manusia tersebut memiliki dua hal kemungkinan dalam menentukan kehidupanya baik atau buruk. begitu pentingya mengontol hawa nafsu yang ini merupakan modal dasr untuk menjalani kehidupannya sehingga terhindar dari nafsu negatif.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu dapat kita simpulkan bahwa kita hendaknya senantiasa berikhtiar dan berdoa, memerangi hawa nafsu, dan memecahkan berbagai persoalan dengan rasa ikhlas. Pada dasarnya setiap manusia dikaruniai hawa nafsu. Namun, kita hendaknya mampu mengimplementasikan hawa nafsu dalam konteks yang sesuai. Apalagi pada dewasa ini kita sedang hidup di tengah tantangan globalisasi. Kita hendaknya mampu melawan hawa nafsu minimal yang berasal dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakikatnya kehidupan kita mengalami pasang-surut. Dalam mencapai kebahagiaan (tujuan) pasti tak lepas dari berbagai rintangan dan persoalan-persoalan hidup. Jika kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orang dalam menghadapinya berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu, kita hendaknya mampu menyikapi berbagai persoalan dengan rasa ikhlas dan selalu termotivasi menggapai tujuan yang kita harapkan.

    ReplyDelete
  32. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Nafsu adalah hal yang diberikan Allah kepada manusia. Hendaknya sebagai makhluk Allah, kita harus mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita. Salah satu caranya ialah dengan berpuasa. Puasa sendiri salah satu ibadah yang dilaksanakan untuk menahan diri dari rasa lapar dan haus sejak matahari terbit dan tenggelam. Selain dapat merasakan penderitaan saudara kita yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya ini, manusia juga akan mengendalikan nafsunya untuk makan, minum, dan berbuat dosa.

    ReplyDelete
  33. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Nafsu dapat membawa manusia menuju hal yang buruk dan berbuat dosa. Maka mengendalikan hawa nafsu adalah hal harus dilakukan. Akan tetapi, mengendalikan hawa nafsu itu adalah hal yang sulit. Maka hendaknya kita memohon kepada Allah kekuatan, kemampuan, kelancaran, dan kemudahan dalam melawan hawa nafsu tersebut. Karena hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hawa nafsu merupakan semua keinginan-keinginan kita yang muncul. Nafsu yang buruk dapat menjerumuskan kita ke dalam neraka. Seperti dalam Q.S. Yusuf ayat 53, “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang". Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai dalam mengendalikan nafsu kita sehingga kita tidak terjerumus dalam dosa. Naudzubillah.

    ReplyDelete
  35. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang diriwayatkan melalui Imam Shâdiq bahwa Rasulullah saw bersabda: “Waspadalah terhadap hawa nafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.” Oleh karena itu, kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu kita.

    ReplyDelete
  36. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberhasilan kita melawan hawa nafsu akan dijanjikan sebuah surga seperti dalam firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nazia’at ayat 40- 41: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)".

    ReplyDelete
  37. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut.
    Setiap orang pasti memiliki hawa nafsu tetapi ia haruslah dapat mengendalikannya. Setiap kali seseorang menghadapi suatu masalah, sebelum mengambil langkah, ia tertuntut untuk muhasabah (intropeksi) diri, agar bisa memutuskan langkah yang tepat, yaitu langkah yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Jika sebuah alternatif keputusan sesuai dengan syari’at Islam dan  akal sehatnya, maka diambillah keputusan tersebut, namun jika tidak, maka ditinggalkannya. Dan ketahuilah bahwa agama Islam pastilah selaras dengan akal  sehat (yaitu akal yang lurus dan sesuai dengan fitrah), keduanya tidaklah mungkin bertentangan.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hawa nafsu merupakan keinginan-keinginan yang berasal dari hati, keinginan yang berlebihan akan menjerumuskan manusia kepada keburukan, maka lakukanlah sesuatu sesuai dengan kadarnya, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

    ReplyDelete
  39. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah diberi akal dan juga hawa nafsu yang juga menjadi pembeda dengan malaikat. Malaikat sangat patuh dan tunduk sepenuhnya terhadap perintah Allah. Hawa nafsu itulah yang menjadi bahan ujian kita sebagai manusia terhadap ketundukan kita pada Allah. Karena itulah kita perlu mengendalikan hawa nafsu dengan akal yang telah Allah karunikan pada kita. Jangan sampai mengikuti hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, maupun hawa nafsu syaitoniah.

    ReplyDelete
  40. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Akal pikiran yang sehat serta hati yang ikhlas dapat menjadi pengendali dalam menghadapi hawa nafsu pada diri kita masing-masing. Karena itu perlu terus diupayakan untuk mempertahankan kondisi iman kita yang naik turun dengan terus meng-upgrade-nya agar kita mampu ikhlas dalam setiap amalan yang dilakukan sehingga mampu megendalikan hawa nafsu pada diri, bukan malah hawa nafsu yang mengendalikan diri kita.

    ReplyDelete
  41. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu godaan yang sangat berat yang di alami oleh seorang manusia ada mengenai para hawa nafsu. Dan ritual iklas yang dapat menjaga hawa nafsu manusia adalah dengan cara berpuasa. Karena dengan berpuasa maka hawa nafsu akan terkekang dalam penjara yang sanga dahsaya bagi mereka ini. Sehingga dengan mengekang hawa nafsu ini dalam menjalani kegiatan maka akan berjalan dengan baik dan semoga tetap terjaga atas godaan lain atas perlindungan Allah.

    ReplyDelete
  42. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam hati yang ikhlas terdapat nafsu Quwattun Rabbaniyah, yaitu nafsu dari unsur-unsur malaikat dan unsur Tuhan. Apabila kita memiliki hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis maka kita akan mampu melawan nafsu-nafsu yang buruk. Jika hati kita ikhlas, maka Allah akan meridhoi kita. Allah juga akan menghindarkan kita dari nafsu-nafsu yang buruk, baik nafsu kebinatangan atau pun nafsu binatang buas. Oleh karena itu, agar kita memiliki nafsu-nafsu dari unsur malaikat dan Tuhan (nafsu Quwattun Rabbaniyah), maka kita perlu menumbuhkan ikhlas di dalam hati kita.

    ReplyDelete
  43. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hawa nafsu pasti akan selalu ada dalam diri manusia. Nafsu yang dimiliki oleh manusia itu bermacam-macam. Ada nafsu yang dapat mencelakakan manusia dan ada pula nafsu yang baik dimiliki oleh manusia. Hawa nafsu yang dapat menjerumuskan manusia adalah nafsu yang sifatnya kebinatangan, yaitu keinginan atau hasrat sensualitas manusia, kemudian nafsu binatang buas yaitu keinginan manusia untuk menyerang orang lain, serta nafsu syaitan yaitu keinginan manusia untuk dapat melakukan segala tindakan meskipun tindakan tersebut adalah perbuatan dosa, manusia yang memiliki nafsu syaitan tidak akan segan uuntuk membernarkan perbuatan dosa tersebut. Hawa nafsu seperti itu perlu dikendalikan bahkan dikalahkan agar manusia tidak terjerumus ke dalam lembah kenistaan bersama denagan syaitan. Orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya merupakan orang yang memelihara nafsu kebaikan yaitu keikhlasan, karena dengan rasa ikhlas manusia dapat meredam dan mengalahkan nafsu-nafsu biadabnya.

    ReplyDelete
  44. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Salah satu godaan terbesar untuk manusia adalah menahan hawa nafsu, hawa nafsu yang ada seringnya diikuti oleh bisikan setan, sehingga apa yang dilakukan menyimpang dari tuntunan agama, naudzubillahhimindzalik semoga kita semua selalu terjaga dari godaan setan yang terkutuk

    ReplyDelete
  45. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    hawa nafsu merupakan titipan Allah diberikan kepada manusia. Hawanafsu dibeikan untuk memberikan manusia rasa senang dan bahagia atas keinginannya. Namun, manusia dibelaki akal dan hati pula untuk mngendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  46. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    untuk mengendalikan hawa nafsu maka seseorang harus menguatkan hati dan meneguhkan iman. seseorang yang kuat adalah seseorang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia memiliki keinginan-keinginan yang sangat beragam. Hal itulah yang sering kita sebut sebagai hawa nafsu. Orang yang berhasil menahan hawa nafsunya adalah orang yang ikhlas hatinya dan meletakkan akal sehat diatas nafsu-nafsu tersebut

    ReplyDelete
  48. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hawa nafsu adalah keinginan beragam yang berasal dari dalam diri kita masing-masing. Sering kali manusia mudah tergoda dan sulit untuk melawan hafa nafsunya dikarenakan manusia tersebut kurang bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya.

    ReplyDelete
  49. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Nafsu dapat diartikan juga sebagai keinginan. Namun nafsu ini lebih sering diartikan dalam hal keburukan. Manusia pasti memiliki keinginan. Keinginan – keinginan yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Atau bahkan keinginan yang melalui batas kemampuan manusia. Sehingga setiap menusia memiliki hati yang berguna untuk mengontrol nafsu yang ada pada dirinya. Dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME maka dapat memudahkan kita untuk mengontrol nafsu kita.

    ReplyDelete
  50. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Godaan terbesar manusia didunia adalah hawa nafsu. Godaan ini bisa berupa godaan terkait makanan, uang, spiritual, jiwa dan raga, serta godaan terhadap hel-hal yang belum tentu bisa kita kendalikan. Namun sebagai umat manusia, kita harus senantiasa mengendalikan hawa nafsu kita dimanapun dan kapanpun kita berada.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia diwajibkan untuk berikhtiar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai sebab datangnya pertolongan Allah subhanahu wata'ala. namun bukan berarti bertawakal kepada sebab. Seorang yang hidup selama nafas masih dikandung badan tetaplah mempunyai kewajiban untuk belajar. Seorang guru tidak ada puncak yang paling tinggi dalam berilmu sehingga mencukupkan pada batas tersebut. karena sifat ilmu sendiri tidaklah mempunyai atap, terbentang lebar. Hanyasaja yang perlu dilakukan pada tahap selanjutnya adalah menghentikan nafsu untuk mengingkari kebenaran ilmu yang telah didapatkannya.

    ReplyDelete
  52. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    saya teringat dengan sebuah ayat dalam alqur'an " dunia ini hanyalah kesenangan yang membujuk". bujukan tersebut bisa berasal dari harta, tahta dan wanita. itulah taqdir manusia untuk terbujuk dengan 3 hal tersebut. seperti cerita harut dan marut yang dihukum Allah karena terbujuk rayu wanita.

    ReplyDelete
  53. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    Sesuai dengan penjelasan di atas, manusia memang diciptakan paling sempurna diantara makhluk ciptaan yang lain. memiliki akal dan hawa nafsu. ketika akal dapat mengendalikan hawa nafsu, selamatlah diri dari berbagai cobaan. sedangkan ketika hawa nafsu sudah menguasai akal, saudara sendiri pun akan dibunuh untuk memuaskan hasrat.

    ReplyDelete
  54. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    sebagai makhluk sosial, kita benar benar harus memilah teman. teman iman akan menjaga kita dari pelanggaaran aturan agama, sedangkan teman yang buruk semakin menjerumuskan pada jurang neraka. seperti seorang teman penjual minyak wangi yang harum meski tidak memakai wewangian, dan teman seorang pandai besi yang terkena asap tungku meski tidak menempa palunya.

    ReplyDelete
  55. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal pikiran dan hawa nafsu. Ada nafsu yang baik dan buruk. Sebagai makhluk yang sempurna kita harus bisa memanfaatkan akal pikiran dan hawa nafsu. Untuk mengendalikan hawa nafsu kita harus menggunakan akal pikiran yang sehat sehingga kita bisa mengendalikannya. Untuk menjadi hamba yang baik dan sebagai pemimpin di dunia ini.

    ReplyDelete
  56. Nafsu merupakan suatu keinginan manusia kepada sesuatu. Pada dasarnya wajar setiap manusia memiliki keinginan akan sesuatu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Namun kebanyakan dari kita mengertikan nafsu itu dari sudut negatif. Padahal ada pula nafsu yang positif. Nafsu Quwattun Rabbaniyah merupakan keinginan untuk taat kepada Allah SWT. Sedang nafus negatif adalah nafsu amarah yang selalu menentang perintah Allah. Kita berusaha sebaik mungkin disertai dengan doa untuk selalu mempunyai nafsu yang baik dan tidak mengikuti nafsu yang buruk.

    ReplyDelete