Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu




Oleh Marsigit

Cantraka:

Wahai Sang Bagawat Gugah, busana, tampilan dan bicaramu tidak seperti biasanya, walaupun aku masih melihat bahwa engkau adalah Sang bagawat Selatan guruku itu. Aku melihat sekarang engkau lebih percaya diri, lebih bijaksana dan lebih banyak pengetahuanmu.

Bagawat Gugah:
Wahai Cantraka ...manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah sebenar-benar dimensi kehidupan.

Cantraka:
Oh kalau begitu aku sangat senang karena guruku juga selalu belajar, sehingga tidak akan kehabisan ilmu dalam mendidik para Cantraka.

Bagawat Gugah:
Jangan dikira orang mau meninggal juga tidak perlu belajar. Setidaknya dia perlu belajar bagaimana meninggal dunia secara khusnul chotimah. Jika dia sudah tidak bisa lagi berdoa atau doanya tidak lancar, maka orang yang masih sehatlah yang menuntun dan mengajarinya.

Cantraka:
Ooo..begitu. Baiklah Sang Bagawat..bolehkah aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu? Sebetulnya apakah pokok persoalan yang engkau hadapi itu sehingga engkau baru-baru ini tampak kacau, gelisah, poligami, beristeri baru Sang Dewi Madream...dst..dst? Apakah pelajaran yang dapat aku petik dari peristiwa yang menimpa pada dirimu itu?

Bagawat Gugah:
Itulah sebenar-benar permainan metafisik spiritual transenden.

Cantraka:
Ah...lagi-lagi engkau mulai berfilsafat. Apa yang engkau maksud sebagai permainan metafisik spiritual transenden?

Bagawat Gugah:
Metafisik spiritual transenden itu suatu keadaan interaktif antara ikhtiar dan takdir, dunia akhirat, amal dan ilmu dalam bingkau doa.

Cantraka:
Wahah...penjelasanmu itu membuat aku lebih bingung lagi. Dapatkah engkau memberikan salah satu contohnya?

Bagawat Gugah:
Ciri-ciri dari permainan metafisik spiritual transenden adalah munculnya fatamorgana pada setiap diri orang dan pada semua orang yang terlibat.

Cantraka:
Menurut banyak orang, banyak versi menggambarkan perihal persoalanmu itu. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa persoalanmu itu persoalan nafsu, persoalan kuasa, persoalan ilmu, persoalan cinta, persoalan doa, persoalan poligami, persoalan ikhlas, persoalan ikhtiar, persoalan amal, persoalan, dunia, persoalan akhirat, dan persoalan takdir.

Bagawat Gugah:
Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah semua uraiannya jika kalimatmu itu engkau teruskan.

Cantraka:
Baik saya akan tanyakan satu perkara saja. Apaah persoalanmu itu juga berkaitan dengan Nafsu? Jika memang berkaitan dengan Nafsu, apakah kemudian yang disebut dengan Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Silahkan baca elegi Serial Dewi Madream seluruhnya, kemudian simpulkan apakah persoalanku itu berkait dengan Nafsu atau tidak. Berbicara perihal Nafsu, maka tidak adalah penghalang yang paling besar yang menghalangi jalan menuju Allah, selain hawa Nafsi itu.

Cantraka:
Mohon dijelaskan lebih lanjut perihal Hawa Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Hawa Nafsu itu meliputi keinginan-keinginan diri seseorang. Setiap manusia mempunyai potensi untuk mencapai keinginan-keinginan. Banyak keingainan manusia meiputi keinginan naluriah, keinginan jasmani, keinginan sekusualitas, keinginan memiliki, keinginan cinta, keinginan keindahan, keinginan pikir, keinginan hati, keinginan intrinsik, keinginan ekstrinsik, keinginan sistemik, keinginan motivatif, keinginan, harga diri, keinginan lahir, keinginan bathin, keinginan aktualisasi diri, keinginan penghargaan, keinginan diri, keinginan keluarga, keinginan kelompok, keinginann langsung, keinginan tak langsung, keinginan bawah sadar, keinginan sadar, keinginan tahta, keinginan kuasa, keinginan harta, keinginan baik, keinginan buruk, keinginan doa, keinginan ikhlas, keinginan senang, keinginan makan-minum, keinginan diperhatikan, keinginan diistimewakan, keinginan dicintai, keinginan memberi, keinginan dianggap penting, dsb.

Cantraka:
Wah...wah...ternyata yang namanya Hawa Nafsu itu banyak sekali. Apakah dari sekian banyak keinginan itu dapat diringkas saja?

Bagawat Gugah:
Pertama, apa yang disebut sebagai Hawa Nafsu Kebinatangan. Hawa Nafsu Kebinatangan inilah yang mendorong manusia untuk memperoleh keinginan lahiriah dan kenikmatan seksualitas. Kedua, yang disebut sebagai Hawa Nafsu Binatang Buas. Hawa Nafsu Binatang Buas inilah yang menyebabkan manusia suka menyerang orang lain, membenci orang lain, menghancurkan orang lain, iri, dengki, bahkil, dst. Ketiga, yang disebut Nafsu Syaitoniah. Nafsu Syaitoniah inilah yang mendorong manusia untuk membenarkan semua kejahatan yang dia lakukan. Nafsu Syaitoniah ini berusaha mencari dalih untuk memaafkan perbuatan-perbuatan dosa manusia.

Cantraka:
Wah..bagaimana jika semua Nafsu itu kok jelek. Apakah saya tidak boleh mempunyai Nafsu?

Bagawat Gugah:
Semua Nafsu yang telah aku jelaskan itu adalah nafsu-nafsu yang bersifat buruk. Ketahuilah bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia Quwattun Rabbaniyyah, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah yang berdomisili di dalam hati ikhlas dan pikiran kritis setiap manusia. Maka ikhlasnya hatimu dan kritisnya pikirmu itu dapat mengendalikan semua Nafsu-nafsu Burukmu.

Cantraka:
Bagaimanakah bisa Quwattun Rabbaniyah itu mampu mengendalikan dan mengalahkan Nafsu Binatang, Nafsu Binatang Buas dan Nafsu Syaitoniah?

Bagawat:
Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsi buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

95 comments:

  1. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    disebutkan bahwa ada 3 jenis nafsu jika diringkas nafsu pertama adalah nafsu kebinatangan dimana nafsu itu pada keinginan lahiriah dan keseksualitasan, saat ini banyak sekali keasus pemerkosaan baik pada orang dewasa maupun anak-anak, yang kedua nafsu biantang buas, nafsu kedua ini adalah membenci orang, sombong nafsu ini bisa mungkin terjadi karena kita kurang besyukur dan keinginan hati selalu lebih dari orang lain dan juga sirik terhadap hal dimiliki orang lain juga tidak suka meliha orang lain bahagia. Nafsu ketiga yaitu nafsu syaitonah dimana hal-hal buruk terlihat baik misalnya saja "berbohong demi kebaikan" tidak ada bohong baik walau nanti menghasilkan hal yang baik, hal yang bermula dari hal yang buruk berkelanjutan akan menjadi hal buruk.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam kehidupan modern yang serba canggih dan cepat seperti saat ini, manusia sering diliputi keresahan, karena keinginan tidak terpenuhi. Berbagai keinginan muncul karena dorongan kuat dari aneka nafsu yang melingkupinya. Bila keinginan tersebut tidak terpenuhi, maka timbul rasa gelisah alias tidak tenteram. Rasa kekecewaan dan kebahagiaan hidup bersumber dari jenis-jenis nafsu yang bersarang dalam diri pribadi masing-masing. Maka dari itu jika ingin memperoleh kebahagiaan hakiki, maka kita manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya. Dengan kata lain ketenangan adalah kebutuhan hidup manusiawi yang didambakan oleh semua insan. Ketenangan hakiki akan diperoleh seseorang jika ia mampu menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pelipat-gandaan tuntutan dan desakan hawa nafsu berbanding-lurus dengan pemenuhan yang dilakukan manusia. Dalam pada itu, sebagai konsekuensi logisnya, kontrol manusia terhadap hawa nafsu berkurang. Demikian juga sebaliknya, setiap-kali manusia mengekang tuntutan hawa nafsunya dengan tali akal, maka tuntutannya semakin berkurang dan kemampuan manusia untuk menguasainya semakin bertambah. Hawa nafsu mempunyai daya yang sangat kuat dan berperan aktif serta efektif dalam kehidupan manusia, tapi kehendaknya untuk menyempurnakan, mematangkan dan menonjolkan peran akal tidak pernah terampas. Hal itu disebabkan oleh karena manusia terdiri dari akal dan hawa nafsu.
    Manusia selalu berada dalam tarik-menarik kedua faktor ini. Fluktuasi keduanya berakibat langsung pada manusia. Manusia berbeda sekali dengan binatang. Binatang tidak mempunyai akal yang bisa mengatur dunianya; langkah-langkahnya secara total dikemudikan oleh hawa nafsu. la sepenuhnya tunduk padanya dan sikapnya termanifestasi melalui faktor hawa nafsu saja.

    ReplyDelete
  4. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Setiap orang meiliki hawa nafsunya masing-masing tapi, hal ini dipengruhi karena hawa nafsu adalah bagian yang sangat riskan untuk dipengaruhi, sampai ada selogan yang megtakan hidup ini adaah untuk melawan hawa nafsu. karena perbuatan manusia tersebut memiliki dua hal kemungkinan dalam menentukan kehidupanya baik atau buruk. begitu pentingya mengontol hawa nafsu yang ini merupakan modal dasr untuk menjalani kehidupannya sehingga terhindar dari nafsu negatif.

    ReplyDelete
  5. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu dapat kita simpulkan bahwa kita hendaknya senantiasa berikhtiar dan berdoa, memerangi hawa nafsu, dan memecahkan berbagai persoalan dengan rasa ikhlas. Pada dasarnya setiap manusia dikaruniai hawa nafsu. Namun, kita hendaknya mampu mengimplementasikan hawa nafsu dalam konteks yang sesuai. Apalagi pada dewasa ini kita sedang hidup di tengah tantangan globalisasi. Kita hendaknya mampu melawan hawa nafsu minimal yang berasal dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakikatnya kehidupan kita mengalami pasang-surut. Dalam mencapai kebahagiaan (tujuan) pasti tak lepas dari berbagai rintangan dan persoalan-persoalan hidup. Jika kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orang dalam menghadapinya berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu, kita hendaknya mampu menyikapi berbagai persoalan dengan rasa ikhlas dan selalu termotivasi menggapai tujuan yang kita harapkan.

    ReplyDelete
  8. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Nafsu adalah hal yang diberikan Allah kepada manusia. Hendaknya sebagai makhluk Allah, kita harus mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita. Salah satu caranya ialah dengan berpuasa. Puasa sendiri salah satu ibadah yang dilaksanakan untuk menahan diri dari rasa lapar dan haus sejak matahari terbit dan tenggelam. Selain dapat merasakan penderitaan saudara kita yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya ini, manusia juga akan mengendalikan nafsunya untuk makan, minum, dan berbuat dosa.

    ReplyDelete
  9. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Nafsu dapat membawa manusia menuju hal yang buruk dan berbuat dosa. Maka mengendalikan hawa nafsu adalah hal harus dilakukan. Akan tetapi, mengendalikan hawa nafsu itu adalah hal yang sulit. Maka hendaknya kita memohon kepada Allah kekuatan, kemampuan, kelancaran, dan kemudahan dalam melawan hawa nafsu tersebut. Karena hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

    ReplyDelete
  10. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hawa nafsu merupakan semua keinginan-keinginan kita yang muncul. Nafsu yang buruk dapat menjerumuskan kita ke dalam neraka. Seperti dalam Q.S. Yusuf ayat 53, “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang". Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai dalam mengendalikan nafsu kita sehingga kita tidak terjerumus dalam dosa. Naudzubillah.

    ReplyDelete
  11. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang diriwayatkan melalui Imam Shâdiq bahwa Rasulullah saw bersabda: “Waspadalah terhadap hawa nafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.” Oleh karena itu, kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu kita.

    ReplyDelete
  12. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keberhasilan kita melawan hawa nafsu akan dijanjikan sebuah surga seperti dalam firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nazia’at ayat 40- 41: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)".

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut.
    Setiap orang pasti memiliki hawa nafsu tetapi ia haruslah dapat mengendalikannya. Setiap kali seseorang menghadapi suatu masalah, sebelum mengambil langkah, ia tertuntut untuk muhasabah (intropeksi) diri, agar bisa memutuskan langkah yang tepat, yaitu langkah yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Jika sebuah alternatif keputusan sesuai dengan syari’at Islam dan  akal sehatnya, maka diambillah keputusan tersebut, namun jika tidak, maka ditinggalkannya. Dan ketahuilah bahwa agama Islam pastilah selaras dengan akal  sehat (yaitu akal yang lurus dan sesuai dengan fitrah), keduanya tidaklah mungkin bertentangan.

    ReplyDelete
  14. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Godaan terbesar manusia didunia adalah hawa nafsu. Godaan ini bisa berupa godaan terkait makanan, uang, spiritual, jiwa dan raga, serta godaan terhadap hel-hal yang belum tentu bisa kita kendalikan. Namun sebagai umat manusia, kita harus senantiasa mengendalikan hawa nafsu kita dimanapun dan kapanpun kita berada.

    ReplyDelete
  15. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia diwajibkan untuk berikhtiar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai sebab datangnya pertolongan Allah subhanahu wata'ala. namun bukan berarti bertawakal kepada sebab. Seorang yang hidup selama nafas masih dikandung badan tetaplah mempunyai kewajiban untuk belajar. Seorang guru tidak ada puncak yang paling tinggi dalam berilmu sehingga mencukupkan pada batas tersebut. karena sifat ilmu sendiri tidaklah mempunyai atap, terbentang lebar. Hanyasaja yang perlu dilakukan pada tahap selanjutnya adalah menghentikan nafsu untuk mengingkari kebenaran ilmu yang telah didapatkannya.

    ReplyDelete
  16. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    saya teringat dengan sebuah ayat dalam alqur'an " dunia ini hanyalah kesenangan yang membujuk". bujukan tersebut bisa berasal dari harta, tahta dan wanita. itulah taqdir manusia untuk terbujuk dengan 3 hal tersebut. seperti cerita harut dan marut yang dihukum Allah karena terbujuk rayu wanita.

    ReplyDelete
  17. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    Sesuai dengan penjelasan di atas, manusia memang diciptakan paling sempurna diantara makhluk ciptaan yang lain. memiliki akal dan hawa nafsu. ketika akal dapat mengendalikan hawa nafsu, selamatlah diri dari berbagai cobaan. sedangkan ketika hawa nafsu sudah menguasai akal, saudara sendiri pun akan dibunuh untuk memuaskan hasrat.

    ReplyDelete
  18. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    sebagai makhluk sosial, kita benar benar harus memilah teman. teman iman akan menjaga kita dari pelanggaaran aturan agama, sedangkan teman yang buruk semakin menjerumuskan pada jurang neraka. seperti seorang teman penjual minyak wangi yang harum meski tidak memakai wewangian, dan teman seorang pandai besi yang terkena asap tungku meski tidak menempa palunya.

    ReplyDelete
  19. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal pikiran dan hawa nafsu. Ada nafsu yang baik dan buruk. Sebagai makhluk yang sempurna kita harus bisa memanfaatkan akal pikiran dan hawa nafsu. Untuk mengendalikan hawa nafsu kita harus menggunakan akal pikiran yang sehat sehingga kita bisa mengendalikannya. Untuk menjadi hamba yang baik dan sebagai pemimpin di dunia ini.

    ReplyDelete
  20. Nafsu merupakan suatu keinginan manusia kepada sesuatu. Pada dasarnya wajar setiap manusia memiliki keinginan akan sesuatu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Namun kebanyakan dari kita mengertikan nafsu itu dari sudut negatif. Padahal ada pula nafsu yang positif. Nafsu Quwattun Rabbaniyah merupakan keinginan untuk taat kepada Allah SWT. Sedang nafus negatif adalah nafsu amarah yang selalu menentang perintah Allah. Kita berusaha sebaik mungkin disertai dengan doa untuk selalu mempunyai nafsu yang baik dan tidak mengikuti nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Nafsu secara etimologis berarti jiwa. Nafsu adalah dorongan-dorongan alamiah manusia yang mendorong pemenuhan hidupnya. Ketika berbicara tentang nafsu, maka nafsu lebih sering mengarah kepada hal-hal yang buruk atau negative. Sungguh beruntung manusia yang dapat mengendalikan hawa nafsu negatifnya karena kita sebagai manusia tidah bisa menghilangkan hawa nafsu melainkan mengarahkannya dan mengendalikannya dengan benar sesuai perintah Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Ada dua pelajaran yang dapat saya petik dari bacaan di atas.
    • Umur bukan batasan dalam menuntut ilmu, belajar tidak memandang usia. Sebagaimana istilah yang seringkali kita dengar “ belajar sepanjang hayat”.
    • Pengetahuan tentang hawa nafsu, ada nafsu buruk dan ada nafsu quwattun rabbaniyyah. Hawa nafsu ini berawal dari “keinginan”. Sebagai manusia yang pada hakikatnya kita dipenuhi dengan banyak keinginan, hanya saja tinggal kita memilah milih keinginan mana yang harus kita ikuti. Tetapkan hati yang ikhlas adalah kuncinya.
    Terima kasih untuk postingan bapak yang begitu bermanfaat.

    ReplyDelete
  23. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Pembahasan ini sungguh memotivasi saya untuk terus belajar. Semakin tinggi ilmu seseorang juga masih dituntut untuk terus belajar. Banyak hal-hal yang dapat digali. Bagian ini sangat menarik bagi saya dan mengingatkan saya bahwa di atas langit masih ada langit. Haus dengan ilmu pengetahuan itu penting. Ketika paham dengan satu pengetahuan namun tidak berhenti sampai di situ saja. Belajar dan terus belajar. Esensinya adalah kita dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang positif agar dapat mengendalikan hal-hal yang negatif.

    ReplyDelete
  24. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Hawa nafsu banyak macamnya, baik maupun buruk. Manusia yang kuat adalah pribadi yang dapat melawan hawa nafsu kebinatangannya. untuk mengatasi nafsu jelek tersebut maka gunakanlah akal yang telah diberikan Allah SWT. kepada kita. Untuk memenuhi semua keinginannya maka sudah sepatutnya kita dengan bersungguh-sungguh dan hati yang ikhlas untuk dalam mencapainya.

    ReplyDelete
  25. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Hawa nafsu sangat melekat dalam diri manusia. Selalu mengikuti kemanapun dan kapanpun manusia itu tinggal. Fitrah manusia yang memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu dapat diartikan sebagai keinginan manusia, keinginan baik maupun buruk. Apabila seseorang memiliki nafsu yang baik, maka ada keinginan untuk selalu mendekatkan diri pada Allah swt. Begitu juga sebaliknya, apabila nafsu buruk yang menguasainya, maka akan menjadi penghalang baginya untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah swt. Banyak contoh dari nafsu baik dan buruk itu. Nafsu baik dapat dicontohkan seperti keinginan untuk menjadi baik, keinginan untuk membantu sesame, saling memberi dan menolong. Ada juga keinginan akan keindahan, memiliki motivasi untuk menjadi orang yang lebih baik. Semangat untuk selalu menjalankan perintah-Nya juga termasuk dalam hawa nafsu yang baik.

    ReplyDelete
  26. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Perang yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu itu sendiri. Manusia itu mempunyai otak yang terletak di kepala sedangkan kemaluannya terletak di bawah, apa makna dari itu, yakni sebagai manusia harus selalu menggunakan otak dalam bertindak, jangan hanya bertindak menggunakan hawa nafsu. Otak dan hati berada di atas kemaluan, sehingga kita juga harus menempatkannya demikian, gunakanlah otak dan hatimu dalam bertindak, janganlah selalu mengutamakan nafsu terlebih dahulu. Quwattun rabbaniyah terlebih dahulu, untuk mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  27. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hawa nafsu adalah sifat yang diberikan kepada manusia. Allah tidak memberikan sifat ini pada malaikat. Sedangkan hawa nafsu adalah hal yang menghalangi diri untuk dekat dengan Allah. Dimana hawa nafsu ini ada bermacam-macam mulai dari hawa nafsu binatang hingga hawa nafsu syetan. Namun ada pula nafsu yang mana bisa mengendalikan nafsu buruk yaitu nafsu Quwattun Rabbaniyah. Maka yang perlu kita lakukan yaitu dengan selalu mendekatkan diri pada Allah dan mengutamakan nafsu quwattun.

    ReplyDelete
  28. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, sebagai seorang manusia, tentu sudah sewajarnya kita memiliki nafsu. Nafsu yang bermacam-macam seperti keinginan pikir, keingimam hati, keinginan seksualitas dsb. Nafsulah yang mendasari kita terkadang melakukam hal yang tidak baik. Untuk itu perlunya pembatasan dengan cara memenangkan nafsu Quwattun Rabbaniyah dalam diri kita.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami teringat kembali dengan pemikiran Blaise Pascal (1623-1662), Pascal memandang manusia sebagai makhluk yang membutuhkan Allah (Tuhan). Dalam pandangannya manusia itu sebagai makhluk yang nista sekaligus makhluk yang luhur. (Hardiman, 2007:61). Dalam pandangannya dalam pikiran manusia selalu ada perang batin yaitu akal-budi melawan nafsu-nafsu, di mana akal-budi selalu berusaha menghapuskan nafsu-nafsu dan sebaliknya, tetapi itu tidak akan pernah terjadi (salah satu diantaranya terhapus). Dalam hal ini nafsu kebinatangan, nafsu biantang buas, dan nafsu syaitonah adalah nafsu-nafsu, sedangkan Quwattun Rabbaniyyah itu adalah akal-budi yang di anugrahkan Allah kepada manusia. Maka sebagai manusia kita harus menjaga dan menggunakan anugerah tersebut agar kita tidak tersesat dalam dunia kegelapan.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    PM C
    17709251065

    Rasul pernah bersabda bahwa perang yang paling berat bukanlah perang badar yang notabene menjadi perang terbesar antara kaum muslim melawan kaum Quraisy. Namun Rasulullah bersabda bahwa sesunguhnya perang yang paling besar dan berat adalah perang melawan hawa nafsu. Manusia yang mampu melawan dan mengekang hawa nafsunya akan menjadi orang yang hebat. Hawa nafsu menjadi tantangan bagi manusia mengingat syaitan juga tidak pernah berhenti menggoda manusia. JIka manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya maka bisa ia terjerumus dalam kesesatan.

    ReplyDelete
  31. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Nafsu merupakan sebuah godaan yang sangat luar biasa terhadap iman kita. Nafsu akan bisa berperan sebagaimana mestinya ketika mampu dikendalikan dengan baik. Bukan untuk dihilangkan, karena ketika manusia tidak memiliki nafsu maka mereka tidak memiliki semangat untuk hidup. Nafsu perlu dikendalikan, dan kita tidak boleh mengikuti nafsu binatang dan nafsu syaitan, karena itu semua merupakan perbuatan negatif. Begitu pula ketika menjadi guru kita tidak boleh bernafsu untuk menguasai pembelajaran, akan tetapi kita harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan hakikat dirinya masing-masing.

    ReplyDelete
  32. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar belajar ternyata begitu indah. Awalnya memang agak sedikit lelah, tapi tidak seberapa dibanding dengan keindahan yang dituai. Belajar tidak membuat kita berhenti. Inilah yang saya temukan dalam elegi ini. Sebelum membaca elegi ini, saya sangat yakin bahwa hawa nafsu, segala hawa nafsu adalah milik syaitan. Ternyata saya benar-benar salah. Baru saya mengetahui jika hawa nafsu ada pula Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah. Nafsu yang berasal dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Benar-benar menyadarkan, jangan pernah berhenti belajar.

    ReplyDelete
  33. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Hawa nafsu itu ada dua macam, ada yang baik dan ada juga yang jelek. Akan tetapi, yang paling sulit adalah memerangi hawa nafsu yang jelek. Hawa nafsu yang jelek terbagi menjadi tiga, yaitu hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, dan hawa nafsu syaitoniah. Semua hawa nafsu jelek tersebut dapat dilawan dengan hati yang bersih, ikhlas hati, ikhlas pikir, dan banyak beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Sesungguhnya hawa nafsu adalah datangnya dari Setan. Setan memiliki seribu satu cara untuk mempengaruhi kita untuk mengikuti hawa nafsu yang tidak baik. Yang harus kita lakukan adalah senantiasa memohon perlindungan dati Allah SWT agar selalu istiqomah dalam menjalankan perintahnya dan dijauhkan dari keinginan mengikuti hawa nafsu yang tidak baik seperti yang Bapak sebutkan di atas.

    ReplyDelete
  35. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna. Hewan hanya dibekali Allah oleh hawa nafsu (tidak mempunyai akal), malaikan dibekali oleh Allah akal tetapi tidak mempunyai hawa nafsu, sedangkan manusia manusia dibekali oleh Allah akal sekaligus hanwa nafsu. Oleh karena itu, seorang manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya karena itulah yang membedakannya dengan hewan, berbeda dengan malaikat yang memang tidak mempunyai hawa nafsu. Jadi, ketika manusia tidak mampu menggunakan akalnya, hanya menuruti hawa nafsunya, maka ia tidak lebih seperti seorang hewan bahkan lebih rendah daripada hewan. Tetapi ketika ia mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya sehingga tetap berada di jalan yang lurus, maka derajatnya dapat lebih tinggi daripada malaikat. Oleh karena itu, kendalikanlah hawa nafsu dengan akal yang kita miliki.

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum Prof,
    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat gambarkan sebagai keinginan-keinginan dari seseorang. Sementara keinginan tersebut tentu ada yang baik dan ada pula yang buruk. Hawa nafsu yang baik berasal dari hati ikhlas dan pikiran kritis sedangkan keinginan yang buruk berasal dari syaitan. Syaitan dengan segala macam tipunya akan selalu berusaha untuk menguasai hawa nafsu manusia dan menjadi penghalang dalam menggapai ridho Allah. Maka untuk dapat mengendalikannya adalah hawa nafsu, gunakan hati yang ikhlas dan pikiran kritis.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia itu sifat, sifat itu berubah-ubah. Sifat itu dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu. Tentu saja hawa nafsu dapat membawa dampak positif dan dampak negatif, tetapi ketika hawa nafsu tidak dikontrol dengan baik, akan berdampak buruk. Dari yang menyebabkan perasaan yang negatif sampai perbuatannya yang negatif. Bisa dibayangkan ketika nafsu itu tidak dapat dikontrol, akan menjadi seperti apa dunia ini. Oleh karena itu, agar selalu mendapatkan ridho dari Allah, kita harus memiliki hati yang ikhlas, hati yang tenang, tulus, dan yang terpenting hati yang dapat mengontrol hawa nafsu.

    ReplyDelete
  38. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Manusia adalah mahluk ciptaan Allah swt yang sangat sempurna yang dilengkapi dengan akal pikiran dan hawa nafsu. Sehingga cobaan terbesar bagi manusia adalah menahan hawa nafsu baik yang bersifat lahiriyah maupun bathiniyah. Salah satu alternative dalam menahan hawa nafsu yaitu dengan sholat dan berpuasa sunah. Namun yang paling penting adalah selalu mengarahkan akal pikiran kepada hal-hal positive yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setiap manusia memiliki nafsu. Nafsu merupakan dorongan dalam diri manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan hawa nafsu merupakan sesuatu yang kita sennagi tetapi biasanya dalam hal negativ. Menurut kitab nasoikhul’ibad dijelaskan bahwa hawa nafsu merupakan lautan dosa. Jadi, jika kita mudah menuruti hawa nafsu sama saja kita senang mengumpulkan dosa. Kunci dari melawan hawa nafsu tidak lain dan tidak bukan adalah ikhlas. Dan selalu menggunakan akal sehat di atas semua hawa nafsu yang ada dalam diri supaya Allah selalu melindungi hati kita, dan bukan hawa nafsu yang menyetir hati dan akal, tetapi hati dan akal lah yang menyetir hawa nafsu.

    ReplyDelete
  40. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb
    Nafsu dapat diartikan tidak puas terhadap satu pilihan dan menginginkan banyak pilihan .Serakah mungkin dapat dikatakan penyebab dari hawa nafsu.Dan peperangan yang sangat berat bukan perang fisik atau bertempur di medan perang dengan menggunakan senjata melainkan perang melawan hawa nafsu.Itulah perang yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  41. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel yang kali ini. Benar sekali bahwa sebenar-benar diri kita adalah metafisik atau disebalik kita. Terkadang orang melihat kita secara fisik saja, padahal metafisiknya amatlah banyak, salah satunya adalah nafsu. Segala yang menjadi keinginan kita, keinginan untuk apa saja disebut nafsu. Saya setuju dengan perkataan Bagawat Gugah bahwa manusia sangat lah lebih sering memelihara hawa nafsu binatang buas. Dalam spiritualisme, itulah sebenar-benar penyakit hati. Membenci orang lain, bermusuhan, sulit memaafkan kesalahan orang lain, iri dengan yang orang lain miliki, sombong atau tinggi hati dengan yang ia punya, dengki kepada orang lain, pelit dengan orang yang membutuhkan, selalu ingat keburukan dan kejelakan orang lain, dan masih banyak lagi bentuknya. Tipe nafsu ini sangatlah wajar dan normal dimiliki oleh manusia. Namun, akan menjadi tidak wajar dan melampaui batas ketika manusia tidak mampu mengendalikan dan menghilangkan penyakit-penyakit hati seperti ini. Mudah sekali bagi saya menulis tentang nafsu di kolom komentar ini, namun mungkin saat ini juga tidak sadar bahwa saya termasuk orang yang sulit menjaga dan menahan nafsu untuk ingin cepat menyelesaikan berbagai macam tugas lebih dulu dari teman-teman saya. Saya tidak mengerti, apakah ini nafsu atau hanya bentuk semangat mengerjakan kewajiban. Namun demikian, begitulah kerja syaitan. Mereka tidak akan selesai mengganggu kita sampai hawa nafsu kita terpenuhi. Maka, ingat kembali keutamaan dzikir. Mari kita banyak-banyak berdzikir dan ikhlas dalam mengerjakan segala sesuatu agar terhindar dari pengaruh buruk dan agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu kita dan mengarahkannya dengan perilaku yang lebih positif. Amin.

    ReplyDelete
  42. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 15 ini saya mendapatkan beberapa hikmah. Yang pertama saya memahami bahwa manusia sepanjang hidupnya akan selalu berikhtiar dan belajar karena memang itulah dimensi kehidupannya. Tidak mengenal batasan usia baik muda maupun tua, seseorang yang akan meninggal pun akan tetap belajar bagaimana caranya agar meninggal secara khusnul khatimah.
    Hikmah kedua adalah bahwa hawa mafsu terbagi atas dua yaitu nafsu yang bersifat buruk dan nafsu Quwattun Rabbaniyah. Nafsu sebenarnya merupakan keinginan seseorang. Namun yang terpenting adalah bagaimana cara seseorang mengendalikan Quwattun Rabbaniyah dan mengalahkan hawa nafsu buruknya. Dan untuk mengatasinya adalah dengan cara ikhlas, menetapkan hati sebagai komando pikiran dan akal sehat dalam mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  43. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sering kali manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hal ini dikarenakan manusia memiliki pikiran dan hati nurani untuk dapat menentukan baik atau buruknya perbuatan manusia dan mengamati segala sifat lingkungan di sekitarnya. Hanya saja, kesempurnaan manusia tersebut memiliki tantangan tersendiri, yaitu sifat-sifat musuh nafsu manusia. Nafsu meliputi segala jenis keiinginan, jika hawa nafsu menguasai sifat-sifat manusia maka terjerumuslah manusia ke dalam hal-hal yang dapat membahayakan semesta dan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  44. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Perang yang paling sulit adalah perang melawan hawa nafsu. Saya percaya, cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda. Nafsu membawa kita pada tindakan yang tidak produktif (tidak menghidupkan), sedangkan cinta adalah mensyaratkan pengembangan segala kepribadian untuk meberikan kehidupan pada sesame. Sehingga, melawan hawa nafsu adalah dengan cara membangkitkan rasa cinta.

    ReplyDelete
  45. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Nafsu adalah salah satu penghalang kita dari Allah. Tapi tidak semua nafsu bermakna negative. Ada pula nafsu yang memiliki makna positif, seperti nafsu berprestasi, nafsu agar berilmu, nafsu agar bermanfaat dan sebaginya. Nafsu yang bermakna positif inilah yang disebut dengan Quwwattun Rabbaniya, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk mengendalikan nafsu kita.

    ReplyDelete
  46. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Manusia adalah makhluk yang selalu tidak puas dengan apa yang didaptkan, selau ingin lebih dan lebih. Dan ketika manusia sedang dalam lingkup tersebut itulah yang disebut dengan hawa nafsu pada manusia. Hawa nafsu yang buruk sesungguhnya itulah sifat nya yang didatangkan oleh syaitan yang sama sekali tidak membawa manfaat untuk dunia dan akhirat. Disamping hawa nafsu buruk ada juga hawa nafsu yang bersifat baik, itulah hawa nafsu yang datang dari malaikat-malaikat dan Allah untuk selalu mencari kebaikan agar dapat menggapai manfaat dikehidupan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  47. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Nafsu atau keserakahan adalah salah satu dosa yang paling mematikan. Saya ingat akan ungkapan makan Sebelum lapar, akhiri makan Sebelum kenyang, tidur Sebelum mengantuk, bangun Sebelum puas tidur... dll. Intinya adalah segala sesuatu dilakukan sewajarnya, tidak dikejar sampai menuruti nafsu.
    Trimakasih, telah diingatkan until senantiasa mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  48. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Dalam hidup ini manusia memiliki tantangan besar untuk melawan hawa nafsunya. Hawa nafsu adalah musuh terbesar dari setiap diri manusia. Terkadang yang paling berbahaya lagi apabila manusia telah dikuasai oleh hawa nafsu tetapi tidak menyadarinya. Untuk melawan hawa nafsu maka perlu berusaha untuk berpikir jernih agar mampu membedakan mana perbuatan yang menuruti hawa nafsu dengan perbuatan yang melawan hawa nafsu. Selain berpikir jernih juga harus selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan cara ikhlas dalam berdoa. Sehingga untuk menghancurkan hawa nafsu yang dapat muncul dimana-mana dan keberadaannya sering tidak disadari maka hendaknya berusaha menggapai pikiran kritis dan keikhlasan di dalam hati serta refleksi diri juga selalu diperlukan agar dapat menyadari dan segera memohon ampunan Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  49. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menahan hawa nafsu adalah tantangan berat bagi manusia, untuk itulah hawa nafsu juga turut disertakan dalam hal-hal yang harus ditahan selama berpuasa. Jika kita menuruti nafsu kebinatangan maka kita sebagai manusia tidak ada bedanya dengan binatang yang tidak dianugerahi akal pikiran. Jika kita tidak mampu menahan nafsu binatang buas maka kita bahkan lebih buruk daripada binatang yang dapat menahan nafsu buasnya. Puncaknya adalah ketika kita mengikuti nafsu syaiton, maka kita sudah sangat jauh dari Allah SWT. Untuk itu agar terhindar dari ketiga hawa nafsu negatif tersebut, hendaknya kita selalu meminta perlindungan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Hawa nafsu merupakan anugrah Allah kepada manusia. Seseorang jika mampu menahan hawa nafsu yang buruk maka dia bisa lebih baik dari malaikat. Namun jika manusia selalu memperturutkan hawa nafsu yang jelek maka derajatnya malah akan lebih jelek dari pada binatang. Maka dari itu kita harus mencegah hawa nafsu yang buruk, semisal dengan puasa, banyak berdzikir, berdoa, dll.

    ReplyDelete
  51. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Bagi anak muda, hawa nafsu merupakan musuh terbesar bagi mereka. Hawa nafsu seing menggoda keimanan dan mencoba mengarahkan mereka ke hal-hal yang buruk. Masa muda merupakan masa dimana ibadah sangatlah banyak godaanya. Dimana untuk mealkukan kebaikan juga banyak sekali godaanya. Intinya godaan dari hawa nafsu memang sangat besar bagi mereka yang masih muda. Walaupun memang hawa nafsu juga tidak dapat dipungkiri akan menggoda semua manusia. Tapi memang benar adanya anak muda merupakan objek dari hawa nafsu yang sebenarnya. Hawa nafsu tidak jauh lagi dengan sifat ikhlas. Jadi sifat ikhlaslah yang akan mengikat hawa nafsu dan akan membuat tunduk hawa nafsu. Jadi, bagi pemuda, untuk menjadi seorang yang ikhlas sangatlah banyak tantangannya. Namun, jika keikhlasan tersebut sudah didapatkan, maka masa muda mereka akan diselamatkan dari siksaan dunia maupun akhirat. Semoga kita para pemuda dijauhkan dari hawa nafsu yang akan menjerumuskan kedalam keburukan. Aaamiiin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  52. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Setiap manusia diciptakan dengan hawa nafsu. Hawa nafsu itu sendiri merupakan keinginan-keinginan yang ingin dimiliki ataupun dilakukan oleh manusia. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa hawa nafsu itu ada yang bersifat buruk, namun ada pula yang bersifat baik, yaitu yang berasar dari unsur-unsurnya malaikat dan Tuhan. Maka untuk itu kita harus mampu untuk mengatur hawa nafsu baik, agar tidak terus di tutupi oleh hawa nafsu buruk yang semakin besar, apalagi ketika merasa kecewa dan marah. Semoga kita selalu terhindar dari kuasa nafsu jahat dari dalam diri kita.amin

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  53. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Membaca elegi ini membuat saya berpikir kembali tentang maksud puasa. Puasa dilaksanakan untuk mengendalikan hawa nafsu. Mengendalikan bukan menghilangkan. Allah meenciptakan manusia dilengkapi dengan akal dan hawa nafsu. Seharusnya akal lah yang mengendalikan hawa nafsu, bukan hawa nafsu yang mengendalikan akal.

    ReplyDelete
  54. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia hidup di dunia ini di hadapkan dengan banyak rintangan dan godaan. Rintangan dan godaan itu semata-mata untuk menaikkan derajad manusia. Godaan yang selalu ada di hadapan manusia adalah hawa nafsu. Hawa nafsu adalah segala sesuatu yang di inginkan oleh manusia. Baik makanan, minuman, uang, dll. Hawa nafsu ini perlu dikendalikan, agar diri kita tidak di kuasai hawa nafsu.

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap orang diberkahi keinginan oleh Tuhan. Dari artikel di atas saya menangkap bahwa kehidupan manusia memiliki nafsu yang baik dan juga nafsu buruk. Karena nafsu adalah hal yang alami.
    Nafsu yang baik adalah dari hati yang tulus dan harus selalu dipupuk, dibiasakan, dan dilestarikan. Sedangkan nafsu buruk adalah dari syetan dan harus ditinggalkan. Kita harus mengendalikan nafsu buruk. Diperlukan niatan dan tekad yang kuat untuk bisa melaksanakannya. Mendekatkan diri pada sang pencipta adalah salah satu cara untuk melawan nafsu buruk dan mendekat pada nafsu baik. Karena nafsu baik akan membuat kita selalu optimis dan mau berusaha.
    Orang yang paling kuat adalah orang yang mampu melawan nafsu buruknya.

    ReplyDelete
  56. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Allah SWT menciptakan segala hal di dunia ini dengan porsinya yang seimbang, bahkan nafsupun demikian. Quwattun rabbaniyah yaitu nafsu yang berasal dari unsur-unsur malaikat dan tuhanya. Menurut pandangan saya, nafsu ini identik dengan keinginan yang bersifat duniawi dan kesenangan raga saja, namun setelah membaca elegi ini saya menjadi tahu bahwa AllahSWT juga menganugerahkan nafsu dari unsur-unsurNYA. Nafsu ini lah yang seharusnya mampu dikendalikan manusia agar kehidupan senantiasa diselimuti keikhlasan dan kebahagian, bukan nafsu yang mengendalikan bahkan menguasai hidup manusia.

    ReplyDelete
  57. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Do’a, do’a, dan berdo’a. Seraya meminta ampun kepada Allah. kita diciptakan penuh dengan hawa dan nafsu. Seperti Adam dan Hawa yang tergoda akan setan sehingga mereka dipisahkan. Tetapi dengan kekuatan dan kepercayaan mereka kepada Allah seraya berdoa dan meminta ampun, mereka pun dipertemukan kembali. Apalagi dengan kita? Yang semakin berkembangnya zaman, nafsu akan lebih sering menggoda iman kita. Bujukan ada setiap saat menemani kita. Ya hanya berdoa, berdzikir, yang bisa membantu kita mengendalikan hawa nafsu kita. Semoga kita berada di bawah lindungan Allah dan dijauhi oleh godaan setan. Amiin

    ReplyDelete
  58. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Setiap manusia di dunia ini memiliki hawa nafsu, berdasarkan elegi ini hawa nafsu ada dua kategori yaitu hawa nafsu Quwattun Rabbaniyyah seperti pikiran kritis manusia dan ikhlasnya hati dan hawa nafsu buruk yaitu iri dengki, bahkil. Dan membenci orang lain. Hawa nafasu inilah yang harusnya kita kurangi bahkan dihilangkan dalam dunia ini. Memang hal tersebut tidak mudah, saya juga masih belajar dalam menghilangkan hawa nafsu buruk tersebut, namun saya pernah mendengar mengenai pernyataan bahwa ketika kita benci kepada orang lain, hal tersebut akan menggerogoti hati kita yang nantinya akan terpancar pada diri kita sendiri, selain itu saat kita membenci orang lain, maka kita dipusatkan mengenai diri dia, padahal belum tentu orang lain tersebut memikirkan diri kita. Oleh karena itu hendaknya selalu menghindari kedengkian-kedengkian yang berasal dari nafsu kita.

    ReplyDelete
  59. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia dikaruniai akal dan hati, maka tugas manusia adalah bagaimana memanfaatkan akal dan hati tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Akal yang kritis dan hati yang ikhlas akan membantu manusia untuk melawan hawa nafsu yang buruk. Rasa benci, dengki, serta perbuatan buruk lainnya adalah akibat dari hawa nafsu yang buruk. Maka untuk terbebas dari bahwa nafsu yang buruk manusia harus senantiasa berpikir kritis dan ikhlas dalam hati. Karena itulah kita harus senantiasa berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar senantiasa terhindar dari nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  60. Setiap manusia tidak ada yang tidak memiliki hawa nafsu yaitu keinginan yang datang dari diri sendiri. Terkadang hawa nafsu membuat manusia untuk semangat dalam menggapai suatu hal yang menuju kebaikan yang membawa manfaat tidak hanya dirinya tetapi untuk orang lain, namun jika manusia membawa hawa nafsu yang negative, maka hal ini lah yang harus manusia dengan komandan hatinya untuk bisa menekannya sedalam-dalamnya karena bisa merugikan dirinya mauoun orang lain yang ada di sekitar manusia tersebut.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  61. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Setiap manusia memiliki hawa nafsu yang datang dari dalam dirinya. Hawa nafsu ini berarti keinginan-keinginan yang diminiliki setiap diri manusia. Hawa nafsu yang buruk itu dari elegi ini dibagi menjadi tiga yaitu hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas dan hawa nafsu syaitoniah. Hawa nafsu buruk tersebut, sejatinya semua manusia berpotensi untuk dapat mewujudkannya. Namun hati yang ikhlas dan bersihnlah yang mampu melawan timbulnya hawa nafsu buruk tersebut. Selalu kondisikanlah hati agar selalu memiliki hati yang jernih dan ikhlas agar mampu melawan hawa nafsu buruk. Dengan mampunya kita melawan hawa nafsu buruk, maka kehidupan akan menjadi berselimut hawa positif karena menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Hal itu membuat, Allah akan selalu merihai setiap langkah kehidupan kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  62. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Nafsu terdiri dari nafsu yang baik dan nafsu yang tidak baik (buruk). Nafsu yang baik dikatakan dalam uraian di atas sebagai Quwattun Rabbaniyy. Hawa nafsu ini berasal dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu baik ini berasal dari hati yang ikhlas serta pemikiran yang kritis. Nafsu inilah yang seharusnya ditumbuhkan dan dikembangkan. Nafsu ini sebagai pengendali nafsu-nafsu buruk dalam diri manusia. Orang yang hatinya ikhlas dan pemikirannya kritis tentu mampu meredam nafsu-nafsu buruk seperti nafsu untuk korupsi, mampu meredam nafsu untuk mencontek saat ujian, mampu meredam nafsunya untuk melakukan plagiasi, dan nafsu-nafsu buruk lainnya.

    ReplyDelete
  63. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Selama hidupnya manusia mempunyai kewajiban untuk berikhtiar dan berdoa dalam segala hal dan ketika menghadapi permasalahan. Manusia ditakdirkan mempunyai hawa nafsu, yaitu keinginan-keinginan yang muncul dari diri. Terkadang manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka dapatkan dan mereka berusaha dengan keras untuk mencapai keinginan mereka dengan segala potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu kita hendaknya berusaha untuk menjaga hawa nafsu yang ada dalam diri kita, jangan mudah tergoda oleh rayuan dari syaitan, dan untuk menghindarinya dapat dilakukan dengan cara selalu mengingat dan mendekatkan diri kita dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia terlahir dengan diberikan nafsu, artinya tentu ada sisi baik dari nafsu tersebut, karena kita harus meyakini bahwa Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Pada takaran yang pas dan sesuai dengan ruang waktunya, nafsu dapat bersifat baik dan membawa kepada kebaikan. Namun disisi lain, kita juga diperingatkan bahwa ada bahaya besar dibalik nafsu. Maka dari itu yang harus kita lakukan adalah mengendalikannya agar senantiasa menjadi berkah. Untung mengendalikan nafsu kita harus menggunakan hati dan pikiran, diri kita harus senantiasa terkontrol. Untuk melakukannya dekatkanlah diri kepada Allah, naungi hati kita dengan doa dan dzikir, penuhi pikiran kita dengan ilmu dan pengetahuan, baik agama maupun umum. Setelah itu, ikuti aturan Allah, berjalanlah di jalan Allah. Itulah cara agar kita mampu menguasai nafsu, bukan justru sebaliknya dikuasai. Karena ketika kita sudah dikuasai nafsu, apa yang kita lakukan cenderung akan menuju kepada keburukan.

    ReplyDelete
  65. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sebenar-benar musuh manusia adalah diri sendiri karena diri manusia dilengkapi oleh hawa nafsu dan itulah sebenar-benar godaan terberat bagi manusia. Nafsu manusia tidak hingga banyaknya dari yang baik hingga yang buruk. Bagaimana cara kita mengendalikannya itulah yang akan menentukan kualitas kehidupan kita. Dan tiadalah jalan bagi kita dalam mengendalikannya selain ikhlas hati dan kritis pikiran. Keduanya dapat kita raih dengan petunjuk dan pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  66. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Maksudnya adalah mengendalikan hawa nafsu yang ada pada diri. Setan terus saja menggerus iman manusia dengan menggoda manusia dengan hawa nafsu. Apalagi banyak sekali hal – hal yang sulit untuk dibendung. Seperti ingin kaya, ingin terkenal, ingin beristricantik, banyak. Dll. Jika manusia terus menuruti hanya nafsunya, maka tidak akan pernah selesai. Hawa nafsu akan terus meningkat dan akan merugikan jika kita tidak bisa mengendalikannya. Maka tempatkan hati dan spiritualitas sebagai komando hidupmu.

    ReplyDelete
  67. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. setiap orang memiliki hawa nafsunya sendiri. Untuk mnegalihkan nafsu negatif sebaikya perbanyak kegiatan-kegiatan positif, perbanyak beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Hindari hal-hal yang bisa meningkatkan hawa nafsu kita dan berkumpul dengan orang-orang yang sholeh. Jika kita suka belanja, hindari hal-hal yang dapat memicu keinginan berbelanja. Dan sebagai perempuan, hendaknya menutup aurat dengan benar, agar terhidar dari hal-hal yang melibatkan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  68. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya menahan hawa nafsu sendiri merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan, bahkan rasulullah SAW telah memperingatkan kepada kita bahwa Perang terbesar kita adalah perang melawan hawa nafsu itu sendiri, hal tersebut disebabkan karena melawan keinginan hati sendiri itulah yang paling sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu berpuasa merupakan salah satu cara untuk dapat mengekang hawa nafsu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  69. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Hawa nafsu meliputi keinginan-keinginan manusia yang sangat banyak dan tidak terbatas. Hawa nafsu seperti ini adalah hawa nafsu yang bersifat duniawi dan temannya setan. Hawa nafsu seperti ini merupakan penghalang paling besar menuju jalan Allah SWT. Sedikit saja kita terlena, maka nafsu akan dengan mudahnya mengombang-ambingkan hati dan pikiran kita sehingga rasa takut kepada Alah menjadi berkurang. Maka dari itu, dimanapun kita berada kita harus taat, berikhtiar, dan berdoa kepada Allah agar selalu mendapatkan perlindungan-Nya.

    ReplyDelete

  70. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setiap individu memiliki nafsu, namun ternyata ada juga yang baik dan yang vuruk sesuai yang diuraikan dalam artikel di atas. Untuk mengendalikan nafsu buruk ini kita harus seing - seing beristighfar, gunakan keikhlasan hati kita dan pikiran kritis kita untuk menempatkan segala hal sesuai dengan ruang dan waktunya hingga kita tidak terjerumus pada hawa nafsu yang buruk

    ReplyDelete
  71. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Nafsu ialah penghalang tersebesar jalan menuju Allah. Setiap manusia yang hidup memiliki hawa nafsu, yaitu keinginan-keinginan dari diri seseorang. Nafsu itu ada yang memang dibutuhkan tetapi lebih banyak merugikan manusia apabila diikuti. Contoh nafsu yang dibutuhkan ialah, nafsu makan, nafsu tidur, nafsu belajar dan sebagainya. Yaitu keinginan-keinginan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan serta ilmu dan sebagainya. Sedangkan nafsu yang berbahaya apabila diikuti ialah nafsu binatang dan nafsu syaitan. Yaitu keinginan untuk bersenang-senang dan berbuat dosa baik kepada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan di sekitarnya. Nafsu yang berbahaya ini bahkan disenangi syaitan sehingga syaitan berusaha membangkitkan nafsu jahat manusia agar dilakukan. Tentu saja menjadi sulit untuk menahan hawa nafsu yang buruk ini. Namun hendanya kita memiliki keikhlasan hati dan pikir agar terhindar dari godaan syaitan dan tidka mengikuti nafsu buruk tersebut. Semoga kita selalu dihindarkan dari mengikuti hawa nafsu yang buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  72. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sudah dikodratkan sebagai manusia memiliki hawa nafsu, bahkan dalam hadist Rasulullah bersabda “sesungguhnya perang yang lebih dari ini adalah perang melawan hawa napsu”. Hawa napsu slalu muncul dalam setiap sendi kehidupan manusia. Mau makan, hawa napsu makan enak, hemat, kemudian muncul tindakan “nggabrul” di warung makan. Memang berat, tetapi dengann selalu berdzikir kepada Allah, hawa napsu akan semakin melemah seiring waktu berjalan.

    ReplyDelete
  73. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai manusia yangberikhtiar dan berdoa, telah mengikuti ritual ikhlas. Sepantasnya kita belajar cara-cara membatasi dan mengekang hawa napsu. Hawa napsu bersifat fleksibel, menembus ruang dan waktu. Sungguh bisa muncul kapan saja dia mau, kapan saja dia ingin, dan biasanya saat iman kita sedang lemah. Maka kita harus berhati-hati.

    ReplyDelete
  74. Latifah Fitriasari
    PM C

    Setan melihat lemahnya azam (tekad kuat) seorang hamba, lemah motivasinya, condong kepada hawa nafsu, maka setan berusaha mengalahkan dan menguasainya lalu setan mengekangnya dengan tali kekang hawa nafsu dan menggiringnya ke arah mana saja yang dikehendakinya. Hawa nafsu adalah pengaruh buruk yang mengajak kita untuk melakukan sesuatu hal yang tidak baik yang bisa berujung pada dosa. Akal pikiran yang selalu menilai segala risiko buruk sehingga ia terus mewaspadainya, yang berupaya menjalankan segala hal yang sesuai dengan kemaslahatan, yang menentang keinginan hawa nafsu sehingga mampu mengalahkan bala tentaranya dengan penuh kehinaan. Hawa nafsu adalah musuh terbesar yang dimiliki oleh setiap manusia.

    ReplyDelete
  75. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Hawa napsu manusia mampu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Hawa napsu tersebut dapat berupa banyak jenisnya. Hawa napsu tersebut berupa keinginan. Banyak sekali hal yang diinginkan oleh manusia. Namun hawa napsu tersebut jika dituruti tidak adakan pernah ada habisnya. Maka dari itu diperlukan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis untuk mengendalikannya.

    ReplyDelete
  76. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Nafsu merupakan fitrah yang diberikan kepada semua manusia, maka sebaik-beik manusia ialah yang dapat mengendalikan hawa nafsu tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa mengendalikan hawa nafsu tidak semudah membalikkan telapak tangan atau semudah mengatakannya. Orang yang dapat mengendalikan hawa nafsu akan menjadi seorang yang tangguh dalam dimensi kehidupannya. Karena sebenar-benar pertempuran atau peperangan yang berat ialah memerangi hawa nafsunya sendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terdapat suatu riwayat yang mengatakan bahwa memerangi hawa nafsu memiliki kiat-kiat yang dapat di tempuh, diantaranya ialah dengan menyedikitkan makan dan menyedikitkan tidur. Orang yang kelaparan akan tergerak untuk menyegerakan apa yang menjadi tanggungannya. Sama halnya dengan menyedikitkan tidur, orang yang kebanyakan tidur akan menggunakan waktunya sis-sia. Waktu yang dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif terbuang sia-sia. Seperti dalam satu riwayat mengatakan bahwa seseorang yang belum mampu menikah untuk mengendalikan nafsunya maka ia dianjurkan untuk berpuasa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Setiap manusia diciptakan memiliki nafsu. Nafsu yang dimilikipun dapat berupa nafsu yang sifatnya baik maupun nafsu yang sifatnya buruk. Dari elegi di atas cara untuk mengendalikan semua nafsu buruk adalah dengan ikhlas hati dan ikhlas batin. Meletakkan akal sehat dan keikhlasan hati di atas nafsu-nafsu buruk.

    ReplyDelete
  79. Vidiya Rachamwati
    17709251019
    PM A

    Setiap manusia diberikan hawa nafsu sebagai salah satu bentuk ujian. Dalam elegi ini dibahas megnenai hawa nafsu yang sifatnya dapat mendatangkan keburukan. Benteng terbaik dalam menghalau hawa nafsu adalah kebersihan hati. Hati yang bersih senantiasa akan menuntun manusia menuju kebaikan dan keberkahan hidup karena ia mampu melawan nafsu yang muncul.

    ReplyDelete
  80. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Hawa nafsu secara sadar atau tidak disadari sudah tertanam di dalam diri manusia. Manusia tidak ada yang tidak memiliki hawa nafsu akan tetapi yang terpenting bagi manusia adalah bagaimana mengendali kan hawa nafsu tersebut agar tidak menjadi liar, tidak menjadi penghalang dia beribadah kepada Tuhan YME. Karena hawa nafsu ada di dalam diri manusia maka hanya dari diri manusia itu sendiri lah yang mempu mengendalikannya, yaitu dengan hati dan pikiran yang jernih. Maka ketika muncul hawa nafsu itu maka segerelah disikapi menggunakan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih kemudian medekatkan serta mengingat Allah untuk menetralisirnya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  81. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Hawa Nafsu merupakan keinginan-keinginan dari dalam diri seseorang yang sangat banyak dan tidak terbatas. Keinginan-keinginan atau hawa nafsu yang tidak terbatas tersebut dapat diringkas menjadi hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, dan nafsu syaitoniah. Manusia akan selalu di uji dengan nafsu, namun tidak sama dengan hewan, manusia memiliki akal sehat dan agama untuk menghalaunya. Sehingga manusia harus mampu melawan hawa nafsu dengan akal sehat dan agamanya.

    Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, bukan milik manusia, namun manusia memiliki akal, dan akal dapat memilah mana yang baik dan buruk. Semoga kita selalu mendapat perlindungan dan bimbingan-Nya untuk selalu melawan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  82. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Berbicara tentang nafsu tidak akan ada habisnya, karena banyak sekali hal-hal yang tergolong nafsu, yang sudah termasuk kedalam versi singkat dari tiga jenis nafsu di atas. nafsu yang buruk berasal dari bisikan syaitan, sedangkan nafsu yang baik berasal dari bisikan malaikat. kita meyakini bahwa syaitan itu benar-benar musuh yang nyata, maka janganlah kita mendengarkan atau menghiraukan bisikan syaitan itu. Adapaun nafsu biologis memang sudah fitrah ada dalam diri manusia yang diberikan oleh Allah, dan Allah memberikan solusi bagi manusia untuk mengatasinya yaitu dengan menikah. melalui menikah itu menyatukan dua insan dan diharapkan saling tolong menolong bahu membahu dalam beribadah mematuhi perintah Allah dan menjauhi segala laranganya dan bersama-sama berusaha agar bisa berdampingan menuju surga.

    ReplyDelete
  83. Assalamualaikum Wr. Wb. Sesungguhnya perang yang paling sulit adalah perang melawan hawa nafsu. Saya percaya bahwa hawa nafsu akan menguasai jiwa ketika hati dan pikiran tidak dibina dengan ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama. Dengan kata lain, saya percaya bahwa salah-satu senjata yang paling mujarab untuk melawan hawa nafsu adalah dengan pendidikan sebagai usaha untuk memanusiakan manusia. Mendidik manusia untuk berada pada jalan yang lurus. Itulah sebabnya syaitan senantiasa menjerumuskan kita pada hal-hal yang buruk yang menghalangi kita untuk menuntut ilmu dengan baik yang sesuai dengan ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  84. Junianto
    PM C
    17709251065

    Salah satu kelebihan manusia dibanding makhluk ciptaan Allah yang lain adalah manusia dibekali akal dan hawa nafsu. Hawa nafsu ini bisa membawa manusia kepada kebaikan dan bisa juga sebaliknya. Manusia mempunyai keinginan kuat untuk suskses maka ia akan bekerja keras untuk meraihnya. Ini adalah contoh hawa nafsu yang membawa kebaikan. Tetapi jika hal ini membuat manusia justru menghalalkan segaka cara untuk meraih sukses maka inilah contoh manusia yang diperbudak hawa nafsunya sendiri. Maka dari itu, hawa nafsu haruslah di atur dan dimanajemen dengan baik agar tidak menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Tidak jarang manusia yang tidak mampu melawan hawa nafsu kemudian jatuh dalam kesengsaraan.

    ReplyDelete
  85. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagai seorang manusia, tentu sudah sewajarnya kita memiliki nafsu. Nafsu yang bermacam-macam seperti keinginan yang berasal dari pikiran, keinginan yang berasal dari hati, keinginan seksualitas dsb. Nafsulah yang mendasari kita terkadang melakukan hal yang tidak baik. Untuk itu perlunya pembatasan dengan cara memenangkan nafsu Quwattun Rabbaniyah dalam diri kita.

    ReplyDelete
  86. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia diciptakan dengan dikaruniai hawa nafsu. terdapat berbagai macam nafsu, semua keinginan itu termasuk nafsu. kita harus mampu mengendalikan nafsu kita, tidak semua keinginan kita harus terpenuhi, kita harus mampu melawan hawa nafsu yang dapat merugikan diri kita. terkadang nafsu dianggap suattu hal yang negatif, padahal tidak semua nafsu itu negatif, seperti contohnya nafsu untuk memiliki ilmu yang banyak

    ReplyDelete
  87. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hawa nafsu negatif memang harus kita kendalikan sebisa mungkin, namun kita sebagai manusia biasa tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita kalah dengan hawa nafsu kita sendiri. Hal ini karena memang tingkatan iman kita sebagai manusia biasa adalah iman yang “dapat berkurang dan bertambah”. Saat kita mampu menguasai nafsu dan menambah ibadah kita, dapat dikatakan iman kita sedang berada pada posisi atas (bertambah). Sebaliknya, saat kita terhanyut oleh nafsu kita sendiri, maka iman kita sedang melemah.

    ReplyDelete
  88. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia diciptakan dengan dibekali hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan musuh terbesar bagi manusia. Oleh karena itu banyak ulama mengatakan bahwa jihad yang paling utama adalah jihad melawan hawa nafsu. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk yang berakal. Dengan bekal akal dan hati yang ikhlas itulah, manusia akan mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  89. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "ikhlasnya hatimu dan kritisnya pikirmu itu dapat mengendalikan semua Nafsu-nafsu Burukmu"
    Ikhlas hati itu selalu mempunyai niat baik. Ikhlas pikir itu jujur. maka orang yang jujur dan selalu punya niat baik pasti mampu mengendalikan napsu buruknya. Hidup itu memang ada kalanya naik turun. Kadang kita bisa jatuh dalam napsu buruk itu. Tapi sebenar-benar jika dirimu dalam keadaan sadar, terus berdoa dan berpikir maka kau akan sadar bagaimana napsu burukmu itu dapat menghancurkan dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  90. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah sebenar-benar dimensi kehidupan. Manusia itu dibekali nafsu oleh Allah, Nafsu itu ada yang baik dan juga ada yang buruk.

    ReplyDelete
  91. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Nafsu jahat yaitu nafsu nafsu yang berupa hasrat yang dibelakangnya didukung oleh syaitan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwasannya perang terbesar dan tersusah itu adalaah perang melawan hawa nafsu. dari sabda beliau terlihatlah bahwa nafsu itu perlu dijaga, perlu dikawal, serta perlu ditaklukkan.

    ReplyDelete
  92. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Nafsu ada yang baik, yaitu nafsu dimana dikelilingi oleh malaikat. ketika kita berhasrat untuk meningkatkan ibadah kita, kita perlu nafsu untuk beribadah. nafsu nafsu yang baik inilah yang mampu mengalahkan hawa nafsu yang buruk. Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsu buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

    ReplyDelete
  93. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Hawa nafsu adalah musuh paling besar dan berbahaya bagi manusia. Sebaik-baiknya manusia adalah dia yang mampu mengendalikan keinginan hawa nafsunya dari hal-hal yang bernilai negatif, baik bagi diri sediri ataupun orang lain. Dalam agama mengendalikan hawa nafsu merupakan kewajiban bagi setiap umat agar menjadi umat yang berakhlakul karimah yang hidupnya diorientasikan bagi kebaikan umat yang lain.

    ReplyDelete
  94. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kita tidak akan terlepas dari hawa nafsu, karena manusia diciptakan dan dibekali dengan akal dan hawa nafsu. Hawa nafsu yang buruk merupakan musuh terbesar bagi manusia. Oleh karena itu kita harus mengendalikan nafsu yang dapat merugikan atau menjerumuskan diri kita. Seperti yang dikatakan Prof diatas “Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsi buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya.”

    ReplyDelete
  95. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Setiap manusia pasti memiliki hawa nafsu yang datang dari dala dirinya sendiri. Setiap manusia pasti memiliki keinginan-keinginan yang ingin diraihnya. Hawa nafsu ada yang baik ada pula yang tidak baik. Hawa nafsu yang baik ini disebut sebagai Quwattun Rabaniyyah, yang telah Allah anugerahkan kepada manusia.
    Sedangkan hawa nafsu yang buruk adalah nafu syaitoniah. Hawa nafsu inilah yang mendorong manusia kepada perbuatan dosa. Na’udzubillah.

    ReplyDelete