Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu




Oleh Marsigit

Cantraka:

Wahai Sang Bagawat Gugah, busana, tampilan dan bicaramu tidak seperti biasanya, walaupun aku masih melihat bahwa engkau adalah Sang bagawat Selatan guruku itu. Aku melihat sekarang engkau lebih percaya diri, lebih bijaksana dan lebih banyak pengetahuanmu.

Bagawat Gugah:
Wahai Cantraka ...manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah sebenar-benar dimensi kehidupan.

Cantraka:
Oh kalau begitu aku sangat senang karena guruku juga selalu belajar, sehingga tidak akan kehabisan ilmu dalam mendidik para Cantraka.

Bagawat Gugah:
Jangan dikira orang mau meninggal juga tidak perlu belajar. Setidaknya dia perlu belajar bagaimana meninggal dunia secara khusnul chotimah. Jika dia sudah tidak bisa lagi berdoa atau doanya tidak lancar, maka orang yang masih sehatlah yang menuntun dan mengajarinya.

Cantraka:
Ooo..begitu. Baiklah Sang Bagawat..bolehkah aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu? Sebetulnya apakah pokok persoalan yang engkau hadapi itu sehingga engkau baru-baru ini tampak kacau, gelisah, poligami, beristeri baru Sang Dewi Madream...dst..dst? Apakah pelajaran yang dapat aku petik dari peristiwa yang menimpa pada dirimu itu?

Bagawat Gugah:
Itulah sebenar-benar permainan metafisik spiritual transenden.

Cantraka:
Ah...lagi-lagi engkau mulai berfilsafat. Apa yang engkau maksud sebagai permainan metafisik spiritual transenden?

Bagawat Gugah:
Metafisik spiritual transenden itu suatu keadaan interaktif antara ikhtiar dan takdir, dunia akhirat, amal dan ilmu dalam bingkau doa.

Cantraka:
Wahah...penjelasanmu itu membuat aku lebih bingung lagi. Dapatkah engkau memberikan salah satu contohnya?

Bagawat Gugah:
Ciri-ciri dari permainan metafisik spiritual transenden adalah munculnya fatamorgana pada setiap diri orang dan pada semua orang yang terlibat.

Cantraka:
Menurut banyak orang, banyak versi menggambarkan perihal persoalanmu itu. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa persoalanmu itu persoalan nafsu, persoalan kuasa, persoalan ilmu, persoalan cinta, persoalan doa, persoalan poligami, persoalan ikhlas, persoalan ikhtiar, persoalan amal, persoalan, dunia, persoalan akhirat, dan persoalan takdir.

Bagawat Gugah:
Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah semua uraiannya jika kalimatmu itu engkau teruskan.

Cantraka:
Baik saya akan tanyakan satu perkara saja. Apaah persoalanmu itu juga berkaitan dengan Nafsu? Jika memang berkaitan dengan Nafsu, apakah kemudian yang disebut dengan Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Silahkan baca elegi Serial Dewi Madream seluruhnya, kemudian simpulkan apakah persoalanku itu berkait dengan Nafsu atau tidak. Berbicara perihal Nafsu, maka tidak adalah penghalang yang paling besar yang menghalangi jalan menuju Allah, selain hawa Nafsi itu.

Cantraka:
Mohon dijelaskan lebih lanjut perihal Hawa Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Hawa Nafsu itu meliputi keinginan-keinginan diri seseorang. Setiap manusia mempunyai potensi untuk mencapai keinginan-keinginan. Banyak keingainan manusia meiputi keinginan naluriah, keinginan jasmani, keinginan sekusualitas, keinginan memiliki, keinginan cinta, keinginan keindahan, keinginan pikir, keinginan hati, keinginan intrinsik, keinginan ekstrinsik, keinginan sistemik, keinginan motivatif, keinginan, harga diri, keinginan lahir, keinginan bathin, keinginan aktualisasi diri, keinginan penghargaan, keinginan diri, keinginan keluarga, keinginan kelompok, keinginann langsung, keinginan tak langsung, keinginan bawah sadar, keinginan sadar, keinginan tahta, keinginan kuasa, keinginan harta, keinginan baik, keinginan buruk, keinginan doa, keinginan ikhlas, keinginan senang, keinginan makan-minum, keinginan diperhatikan, keinginan diistimewakan, keinginan dicintai, keinginan memberi, keinginan dianggap penting, dsb.

Cantraka:
Wah...wah...ternyata yang namanya Hawa Nafsu itu banyak sekali. Apakah dari sekian banyak keinginan itu dapat diringkas saja?

Bagawat Gugah:
Pertama, apa yang disebut sebagai Hawa Nafsu Kebinatangan. Hawa Nafsu Kebinatangan inilah yang mendorong manusia untuk memperoleh keinginan lahiriah dan kenikmatan seksualitas. Kedua, yang disebut sebagai Hawa Nafsu Binatang Buas. Hawa Nafsu Binatang Buas inilah yang menyebabkan manusia suka menyerang orang lain, membenci orang lain, menghancurkan orang lain, iri, dengki, bahkil, dst. Ketiga, yang disebut Nafsu Syaitoniah. Nafsu Syaitoniah inilah yang mendorong manusia untuk membenarkan semua kejahatan yang dia lakukan. Nafsu Syaitoniah ini berusaha mencari dalih untuk memaafkan perbuatan-perbuatan dosa manusia.

Cantraka:
Wah..bagaimana jika semua Nafsu itu kok jelek. Apakah saya tidak boleh mempunyai Nafsu?

Bagawat Gugah:
Semua Nafsu yang telah aku jelaskan itu adalah nafsu-nafsu yang bersifat buruk. Ketahuilah bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia Quwattun Rabbaniyyah, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah yang berdomisili di dalam hati ikhlas dan pikiran kritis setiap manusia. Maka ikhlasnya hatimu dan kritisnya pikirmu itu dapat mengendalikan semua Nafsu-nafsu Burukmu.

Cantraka:
Bagaimanakah bisa Quwattun Rabbaniyah itu mampu mengendalikan dan mengalahkan Nafsu Binatang, Nafsu Binatang Buas dan Nafsu Syaitoniah?

Bagawat:
Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsi buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

39 comments:

  1. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap orang diberkahi keinginan oleh Tuhan. Dari artikel di atas saya menangkap bahwa kehidupan manusia memiliki nafsu yang baik dan juga nafsu buruk. Karena nafsu adalah hal yang alami.
    Nafsu yang baik adalah dari hati yang tulus dan harus selalu dipupuk, dibiasakan, dan dilestarikan. Sedangkan nafsu buruk adalah dari syetan dan harus ditinggalkan. Kita harus mengendalikan nafsu buruk. Diperlukan niatan dan tekad yang kuat untuk bisa melaksanakannya. Mendekatkan diri pada sang pencipta adalah salah satu cara untuk melawan nafsu buruk dan mendekat pada nafsu baik. Karena nafsu baik akan membuat kita selalu optimis dan mau berusaha.
    Orang yang paling kuat adalah orang yang mampu melawan nafsu buruknya.

    ReplyDelete
  2. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Allah SWT menciptakan segala hal di dunia ini dengan porsinya yang seimbang, bahkan nafsupun demikian. Quwattun rabbaniyah yaitu nafsu yang berasal dari unsur-unsur malaikat dan tuhanya. Menurut pandangan saya, nafsu ini identik dengan keinginan yang bersifat duniawi dan kesenangan raga saja, namun setelah membaca elegi ini saya menjadi tahu bahwa AllahSWT juga menganugerahkan nafsu dari unsur-unsurNYA. Nafsu ini lah yang seharusnya mampu dikendalikan manusia agar kehidupan senantiasa diselimuti keikhlasan dan kebahagian, bukan nafsu yang mengendalikan bahkan menguasai hidup manusia.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Do’a, do’a, dan berdo’a. Seraya meminta ampun kepada Allah. kita diciptakan penuh dengan hawa dan nafsu. Seperti Adam dan Hawa yang tergoda akan setan sehingga mereka dipisahkan. Tetapi dengan kekuatan dan kepercayaan mereka kepada Allah seraya berdoa dan meminta ampun, mereka pun dipertemukan kembali. Apalagi dengan kita? Yang semakin berkembangnya zaman, nafsu akan lebih sering menggoda iman kita. Bujukan ada setiap saat menemani kita. Ya hanya berdoa, berdzikir, yang bisa membantu kita mengendalikan hawa nafsu kita. Semoga kita berada di bawah lindungan Allah dan dijauhi oleh godaan setan. Amiin

    ReplyDelete
  4. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Setiap manusia di dunia ini memiliki hawa nafsu, berdasarkan elegi ini hawa nafsu ada dua kategori yaitu hawa nafsu Quwattun Rabbaniyyah seperti pikiran kritis manusia dan ikhlasnya hati dan hawa nafsu buruk yaitu iri dengki, bahkil. Dan membenci orang lain. Hawa nafasu inilah yang harusnya kita kurangi bahkan dihilangkan dalam dunia ini. Memang hal tersebut tidak mudah, saya juga masih belajar dalam menghilangkan hawa nafsu buruk tersebut, namun saya pernah mendengar mengenai pernyataan bahwa ketika kita benci kepada orang lain, hal tersebut akan menggerogoti hati kita yang nantinya akan terpancar pada diri kita sendiri, selain itu saat kita membenci orang lain, maka kita dipusatkan mengenai diri dia, padahal belum tentu orang lain tersebut memikirkan diri kita. Oleh karena itu hendaknya selalu menghindari kedengkian-kedengkian yang berasal dari nafsu kita.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia dikaruniai akal dan hati, maka tugas manusia adalah bagaimana memanfaatkan akal dan hati tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Akal yang kritis dan hati yang ikhlas akan membantu manusia untuk melawan hawa nafsu yang buruk. Rasa benci, dengki, serta perbuatan buruk lainnya adalah akibat dari hawa nafsu yang buruk. Maka untuk terbebas dari bahwa nafsu yang buruk manusia harus senantiasa berpikir kritis dan ikhlas dalam hati. Karena itulah kita harus senantiasa berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar senantiasa terhindar dari nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  6. Setiap manusia tidak ada yang tidak memiliki hawa nafsu yaitu keinginan yang datang dari diri sendiri. Terkadang hawa nafsu membuat manusia untuk semangat dalam menggapai suatu hal yang menuju kebaikan yang membawa manfaat tidak hanya dirinya tetapi untuk orang lain, namun jika manusia membawa hawa nafsu yang negative, maka hal ini lah yang harus manusia dengan komandan hatinya untuk bisa menekannya sedalam-dalamnya karena bisa merugikan dirinya mauoun orang lain yang ada di sekitar manusia tersebut.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Setiap manusia memiliki hawa nafsu yang datang dari dalam dirinya. Hawa nafsu ini berarti keinginan-keinginan yang diminiliki setiap diri manusia. Hawa nafsu yang buruk itu dari elegi ini dibagi menjadi tiga yaitu hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas dan hawa nafsu syaitoniah. Hawa nafsu buruk tersebut, sejatinya semua manusia berpotensi untuk dapat mewujudkannya. Namun hati yang ikhlas dan bersihnlah yang mampu melawan timbulnya hawa nafsu buruk tersebut. Selalu kondisikanlah hati agar selalu memiliki hati yang jernih dan ikhlas agar mampu melawan hawa nafsu buruk. Dengan mampunya kita melawan hawa nafsu buruk, maka kehidupan akan menjadi berselimut hawa positif karena menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Hal itu membuat, Allah akan selalu merihai setiap langkah kehidupan kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  8. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Nafsu terdiri dari nafsu yang baik dan nafsu yang tidak baik (buruk). Nafsu yang baik dikatakan dalam uraian di atas sebagai Quwattun Rabbaniyy. Hawa nafsu ini berasal dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu baik ini berasal dari hati yang ikhlas serta pemikiran yang kritis. Nafsu inilah yang seharusnya ditumbuhkan dan dikembangkan. Nafsu ini sebagai pengendali nafsu-nafsu buruk dalam diri manusia. Orang yang hatinya ikhlas dan pemikirannya kritis tentu mampu meredam nafsu-nafsu buruk seperti nafsu untuk korupsi, mampu meredam nafsu untuk mencontek saat ujian, mampu meredam nafsunya untuk melakukan plagiasi, dan nafsu-nafsu buruk lainnya.

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Selama hidupnya manusia mempunyai kewajiban untuk berikhtiar dan berdoa dalam segala hal dan ketika menghadapi permasalahan. Manusia ditakdirkan mempunyai hawa nafsu, yaitu keinginan-keinginan yang muncul dari diri. Terkadang manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka dapatkan dan mereka berusaha dengan keras untuk mencapai keinginan mereka dengan segala potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu kita hendaknya berusaha untuk menjaga hawa nafsu yang ada dalam diri kita, jangan mudah tergoda oleh rayuan dari syaitan, dan untuk menghindarinya dapat dilakukan dengan cara selalu mengingat dan mendekatkan diri kita dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia terlahir dengan diberikan nafsu, artinya tentu ada sisi baik dari nafsu tersebut, karena kita harus meyakini bahwa Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Pada takaran yang pas dan sesuai dengan ruang waktunya, nafsu dapat bersifat baik dan membawa kepada kebaikan. Namun disisi lain, kita juga diperingatkan bahwa ada bahaya besar dibalik nafsu. Maka dari itu yang harus kita lakukan adalah mengendalikannya agar senantiasa menjadi berkah. Untung mengendalikan nafsu kita harus menggunakan hati dan pikiran, diri kita harus senantiasa terkontrol. Untuk melakukannya dekatkanlah diri kepada Allah, naungi hati kita dengan doa dan dzikir, penuhi pikiran kita dengan ilmu dan pengetahuan, baik agama maupun umum. Setelah itu, ikuti aturan Allah, berjalanlah di jalan Allah. Itulah cara agar kita mampu menguasai nafsu, bukan justru sebaliknya dikuasai. Karena ketika kita sudah dikuasai nafsu, apa yang kita lakukan cenderung akan menuju kepada keburukan.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sebenar-benar musuh manusia adalah diri sendiri karena diri manusia dilengkapi oleh hawa nafsu dan itulah sebenar-benar godaan terberat bagi manusia. Nafsu manusia tidak hingga banyaknya dari yang baik hingga yang buruk. Bagaimana cara kita mengendalikannya itulah yang akan menentukan kualitas kehidupan kita. Dan tiadalah jalan bagi kita dalam mengendalikannya selain ikhlas hati dan kritis pikiran. Keduanya dapat kita raih dengan petunjuk dan pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Maksudnya adalah mengendalikan hawa nafsu yang ada pada diri. Setan terus saja menggerus iman manusia dengan menggoda manusia dengan hawa nafsu. Apalagi banyak sekali hal – hal yang sulit untuk dibendung. Seperti ingin kaya, ingin terkenal, ingin beristricantik, banyak. Dll. Jika manusia terus menuruti hanya nafsunya, maka tidak akan pernah selesai. Hawa nafsu akan terus meningkat dan akan merugikan jika kita tidak bisa mengendalikannya. Maka tempatkan hati dan spiritualitas sebagai komando hidupmu.

    ReplyDelete
  13. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. setiap orang memiliki hawa nafsunya sendiri. Untuk mnegalihkan nafsu negatif sebaikya perbanyak kegiatan-kegiatan positif, perbanyak beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Hindari hal-hal yang bisa meningkatkan hawa nafsu kita dan berkumpul dengan orang-orang yang sholeh. Jika kita suka belanja, hindari hal-hal yang dapat memicu keinginan berbelanja. Dan sebagai perempuan, hendaknya menutup aurat dengan benar, agar terhidar dari hal-hal yang melibatkan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  14. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya menahan hawa nafsu sendiri merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan, bahkan rasulullah SAW telah memperingatkan kepada kita bahwa Perang terbesar kita adalah perang melawan hawa nafsu itu sendiri, hal tersebut disebabkan karena melawan keinginan hati sendiri itulah yang paling sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu berpuasa merupakan salah satu cara untuk dapat mengekang hawa nafsu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  15. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Hawa nafsu meliputi keinginan-keinginan manusia yang sangat banyak dan tidak terbatas. Hawa nafsu seperti ini adalah hawa nafsu yang bersifat duniawi dan temannya setan. Hawa nafsu seperti ini merupakan penghalang paling besar menuju jalan Allah SWT. Sedikit saja kita terlena, maka nafsu akan dengan mudahnya mengombang-ambingkan hati dan pikiran kita sehingga rasa takut kepada Alah menjadi berkurang. Maka dari itu, dimanapun kita berada kita harus taat, berikhtiar, dan berdoa kepada Allah agar selalu mendapatkan perlindungan-Nya.

    ReplyDelete

  16. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setiap individu memiliki nafsu, namun ternyata ada juga yang baik dan yang vuruk sesuai yang diuraikan dalam artikel di atas. Untuk mengendalikan nafsu buruk ini kita harus seing - seing beristighfar, gunakan keikhlasan hati kita dan pikiran kritis kita untuk menempatkan segala hal sesuai dengan ruang dan waktunya hingga kita tidak terjerumus pada hawa nafsu yang buruk

    ReplyDelete
  17. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Nafsu ialah penghalang tersebesar jalan menuju Allah. Setiap manusia yang hidup memiliki hawa nafsu, yaitu keinginan-keinginan dari diri seseorang. Nafsu itu ada yang memang dibutuhkan tetapi lebih banyak merugikan manusia apabila diikuti. Contoh nafsu yang dibutuhkan ialah, nafsu makan, nafsu tidur, nafsu belajar dan sebagainya. Yaitu keinginan-keinginan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan serta ilmu dan sebagainya. Sedangkan nafsu yang berbahaya apabila diikuti ialah nafsu binatang dan nafsu syaitan. Yaitu keinginan untuk bersenang-senang dan berbuat dosa baik kepada diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan di sekitarnya. Nafsu yang berbahaya ini bahkan disenangi syaitan sehingga syaitan berusaha membangkitkan nafsu jahat manusia agar dilakukan. Tentu saja menjadi sulit untuk menahan hawa nafsu yang buruk ini. Namun hendanya kita memiliki keikhlasan hati dan pikir agar terhindar dari godaan syaitan dan tidka mengikuti nafsu buruk tersebut. Semoga kita selalu dihindarkan dari mengikuti hawa nafsu yang buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sudah dikodratkan sebagai manusia memiliki hawa nafsu, bahkan dalam hadist Rasulullah bersabda “sesungguhnya perang yang lebih dari ini adalah perang melawan hawa napsu”. Hawa napsu slalu muncul dalam setiap sendi kehidupan manusia. Mau makan, hawa napsu makan enak, hemat, kemudian muncul tindakan “nggabrul” di warung makan. Memang berat, tetapi dengann selalu berdzikir kepada Allah, hawa napsu akan semakin melemah seiring waktu berjalan.

    ReplyDelete
  19. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebagai manusia yangberikhtiar dan berdoa, telah mengikuti ritual ikhlas. Sepantasnya kita belajar cara-cara membatasi dan mengekang hawa napsu. Hawa napsu bersifat fleksibel, menembus ruang dan waktu. Sungguh bisa muncul kapan saja dia mau, kapan saja dia ingin, dan biasanya saat iman kita sedang lemah. Maka kita harus berhati-hati.

    ReplyDelete
  20. Latifah Fitriasari
    PM C

    Setan melihat lemahnya azam (tekad kuat) seorang hamba, lemah motivasinya, condong kepada hawa nafsu, maka setan berusaha mengalahkan dan menguasainya lalu setan mengekangnya dengan tali kekang hawa nafsu dan menggiringnya ke arah mana saja yang dikehendakinya. Hawa nafsu adalah pengaruh buruk yang mengajak kita untuk melakukan sesuatu hal yang tidak baik yang bisa berujung pada dosa. Akal pikiran yang selalu menilai segala risiko buruk sehingga ia terus mewaspadainya, yang berupaya menjalankan segala hal yang sesuai dengan kemaslahatan, yang menentang keinginan hawa nafsu sehingga mampu mengalahkan bala tentaranya dengan penuh kehinaan. Hawa nafsu adalah musuh terbesar yang dimiliki oleh setiap manusia.

    ReplyDelete
  21. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Hawa napsu manusia mampu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Hawa napsu tersebut dapat berupa banyak jenisnya. Hawa napsu tersebut berupa keinginan. Banyak sekali hal yang diinginkan oleh manusia. Namun hawa napsu tersebut jika dituruti tidak adakan pernah ada habisnya. Maka dari itu diperlukan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis untuk mengendalikannya.

    ReplyDelete
  22. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Nafsu merupakan fitrah yang diberikan kepada semua manusia, maka sebaik-beik manusia ialah yang dapat mengendalikan hawa nafsu tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa mengendalikan hawa nafsu tidak semudah membalikkan telapak tangan atau semudah mengatakannya. Orang yang dapat mengendalikan hawa nafsu akan menjadi seorang yang tangguh dalam dimensi kehidupannya. Karena sebenar-benar pertempuran atau peperangan yang berat ialah memerangi hawa nafsunya sendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  23. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terdapat suatu riwayat yang mengatakan bahwa memerangi hawa nafsu memiliki kiat-kiat yang dapat di tempuh, diantaranya ialah dengan menyedikitkan makan dan menyedikitkan tidur. Orang yang kelaparan akan tergerak untuk menyegerakan apa yang menjadi tanggungannya. Sama halnya dengan menyedikitkan tidur, orang yang kebanyakan tidur akan menggunakan waktunya sis-sia. Waktu yang dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif terbuang sia-sia. Seperti dalam satu riwayat mengatakan bahwa seseorang yang belum mampu menikah untuk mengendalikan nafsunya maka ia dianjurkan untuk berpuasa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  24. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Setiap manusia diciptakan memiliki nafsu. Nafsu yang dimilikipun dapat berupa nafsu yang sifatnya baik maupun nafsu yang sifatnya buruk. Dari elegi di atas cara untuk mengendalikan semua nafsu buruk adalah dengan ikhlas hati dan ikhlas batin. Meletakkan akal sehat dan keikhlasan hati di atas nafsu-nafsu buruk.

    ReplyDelete
  25. Vidiya Rachamwati
    17709251019
    PM A

    Setiap manusia diberikan hawa nafsu sebagai salah satu bentuk ujian. Dalam elegi ini dibahas megnenai hawa nafsu yang sifatnya dapat mendatangkan keburukan. Benteng terbaik dalam menghalau hawa nafsu adalah kebersihan hati. Hati yang bersih senantiasa akan menuntun manusia menuju kebaikan dan keberkahan hidup karena ia mampu melawan nafsu yang muncul.

    ReplyDelete
  26. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Hawa nafsu secara sadar atau tidak disadari sudah tertanam di dalam diri manusia. Manusia tidak ada yang tidak memiliki hawa nafsu akan tetapi yang terpenting bagi manusia adalah bagaimana mengendali kan hawa nafsu tersebut agar tidak menjadi liar, tidak menjadi penghalang dia beribadah kepada Tuhan YME. Karena hawa nafsu ada di dalam diri manusia maka hanya dari diri manusia itu sendiri lah yang mempu mengendalikannya, yaitu dengan hati dan pikiran yang jernih. Maka ketika muncul hawa nafsu itu maka segerelah disikapi menggunakan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih kemudian medekatkan serta mengingat Allah untuk menetralisirnya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  27. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Hawa Nafsu merupakan keinginan-keinginan dari dalam diri seseorang yang sangat banyak dan tidak terbatas. Keinginan-keinginan atau hawa nafsu yang tidak terbatas tersebut dapat diringkas menjadi hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, dan nafsu syaitoniah. Manusia akan selalu di uji dengan nafsu, namun tidak sama dengan hewan, manusia memiliki akal sehat dan agama untuk menghalaunya. Sehingga manusia harus mampu melawan hawa nafsu dengan akal sehat dan agamanya.

    Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, bukan milik manusia, namun manusia memiliki akal, dan akal dapat memilah mana yang baik dan buruk. Semoga kita selalu mendapat perlindungan dan bimbingan-Nya untuk selalu melawan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Berbicara tentang nafsu tidak akan ada habisnya, karena banyak sekali hal-hal yang tergolong nafsu, yang sudah termasuk kedalam versi singkat dari tiga jenis nafsu di atas. nafsu yang buruk berasal dari bisikan syaitan, sedangkan nafsu yang baik berasal dari bisikan malaikat. kita meyakini bahwa syaitan itu benar-benar musuh yang nyata, maka janganlah kita mendengarkan atau menghiraukan bisikan syaitan itu. Adapaun nafsu biologis memang sudah fitrah ada dalam diri manusia yang diberikan oleh Allah, dan Allah memberikan solusi bagi manusia untuk mengatasinya yaitu dengan menikah. melalui menikah itu menyatukan dua insan dan diharapkan saling tolong menolong bahu membahu dalam beribadah mematuhi perintah Allah dan menjauhi segala laranganya dan bersama-sama berusaha agar bisa berdampingan menuju surga.

    ReplyDelete
  29. Assalamualaikum Wr. Wb. Sesungguhnya perang yang paling sulit adalah perang melawan hawa nafsu. Saya percaya bahwa hawa nafsu akan menguasai jiwa ketika hati dan pikiran tidak dibina dengan ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama. Dengan kata lain, saya percaya bahwa salah-satu senjata yang paling mujarab untuk melawan hawa nafsu adalah dengan pendidikan sebagai usaha untuk memanusiakan manusia. Mendidik manusia untuk berada pada jalan yang lurus. Itulah sebabnya syaitan senantiasa menjerumuskan kita pada hal-hal yang buruk yang menghalangi kita untuk menuntut ilmu dengan baik yang sesuai dengan ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Junianto
    PM C
    17709251065

    Salah satu kelebihan manusia dibanding makhluk ciptaan Allah yang lain adalah manusia dibekali akal dan hawa nafsu. Hawa nafsu ini bisa membawa manusia kepada kebaikan dan bisa juga sebaliknya. Manusia mempunyai keinginan kuat untuk suskses maka ia akan bekerja keras untuk meraihnya. Ini adalah contoh hawa nafsu yang membawa kebaikan. Tetapi jika hal ini membuat manusia justru menghalalkan segaka cara untuk meraih sukses maka inilah contoh manusia yang diperbudak hawa nafsunya sendiri. Maka dari itu, hawa nafsu haruslah di atur dan dimanajemen dengan baik agar tidak menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Tidak jarang manusia yang tidak mampu melawan hawa nafsu kemudian jatuh dalam kesengsaraan.

    ReplyDelete
  31. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagai seorang manusia, tentu sudah sewajarnya kita memiliki nafsu. Nafsu yang bermacam-macam seperti keinginan yang berasal dari pikiran, keinginan yang berasal dari hati, keinginan seksualitas dsb. Nafsulah yang mendasari kita terkadang melakukan hal yang tidak baik. Untuk itu perlunya pembatasan dengan cara memenangkan nafsu Quwattun Rabbaniyah dalam diri kita.

    ReplyDelete
  32. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia diciptakan dengan dikaruniai hawa nafsu. terdapat berbagai macam nafsu, semua keinginan itu termasuk nafsu. kita harus mampu mengendalikan nafsu kita, tidak semua keinginan kita harus terpenuhi, kita harus mampu melawan hawa nafsu yang dapat merugikan diri kita. terkadang nafsu dianggap suattu hal yang negatif, padahal tidak semua nafsu itu negatif, seperti contohnya nafsu untuk memiliki ilmu yang banyak

    ReplyDelete
  33. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hawa nafsu negatif memang harus kita kendalikan sebisa mungkin, namun kita sebagai manusia biasa tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita kalah dengan hawa nafsu kita sendiri. Hal ini karena memang tingkatan iman kita sebagai manusia biasa adalah iman yang “dapat berkurang dan bertambah”. Saat kita mampu menguasai nafsu dan menambah ibadah kita, dapat dikatakan iman kita sedang berada pada posisi atas (bertambah). Sebaliknya, saat kita terhanyut oleh nafsu kita sendiri, maka iman kita sedang melemah.

    ReplyDelete
  34. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia diciptakan dengan dibekali hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan musuh terbesar bagi manusia. Oleh karena itu banyak ulama mengatakan bahwa jihad yang paling utama adalah jihad melawan hawa nafsu. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk yang berakal. Dengan bekal akal dan hati yang ikhlas itulah, manusia akan mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  35. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "ikhlasnya hatimu dan kritisnya pikirmu itu dapat mengendalikan semua Nafsu-nafsu Burukmu"
    Ikhlas hati itu selalu mempunyai niat baik. Ikhlas pikir itu jujur. maka orang yang jujur dan selalu punya niat baik pasti mampu mengendalikan napsu buruknya. Hidup itu memang ada kalanya naik turun. Kadang kita bisa jatuh dalam napsu buruk itu. Tapi sebenar-benar jika dirimu dalam keadaan sadar, terus berdoa dan berpikir maka kau akan sadar bagaimana napsu burukmu itu dapat menghancurkan dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  36. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah sebenar-benar dimensi kehidupan. Manusia itu dibekali nafsu oleh Allah, Nafsu itu ada yang baik dan juga ada yang buruk.

    ReplyDelete
  37. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Nafsu jahat yaitu nafsu nafsu yang berupa hasrat yang dibelakangnya didukung oleh syaitan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwasannya perang terbesar dan tersusah itu adalaah perang melawan hawa nafsu. dari sabda beliau terlihatlah bahwa nafsu itu perlu dijaga, perlu dikawal, serta perlu ditaklukkan.

    ReplyDelete
  38. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Nafsu ada yang baik, yaitu nafsu dimana dikelilingi oleh malaikat. ketika kita berhasrat untuk meningkatkan ibadah kita, kita perlu nafsu untuk beribadah. nafsu nafsu yang baik inilah yang mampu mengalahkan hawa nafsu yang buruk. Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsu buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

    ReplyDelete
  39. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Hawa nafsu adalah musuh paling besar dan berbahaya bagi manusia. Sebaik-baiknya manusia adalah dia yang mampu mengendalikan keinginan hawa nafsunya dari hal-hal yang bernilai negatif, baik bagi diri sediri ataupun orang lain. Dalam agama mengendalikan hawa nafsu merupakan kewajiban bagi setiap umat agar menjadi umat yang berakhlakul karimah yang hidupnya diorientasikan bagi kebaikan umat yang lain.

    ReplyDelete