Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 15: Melawan Hawa Nafsu




Oleh Marsigit

Cantraka:

Wahai Sang Bagawat Gugah, busana, tampilan dan bicaramu tidak seperti biasanya, walaupun aku masih melihat bahwa engkau adalah Sang bagawat Selatan guruku itu. Aku melihat sekarang engkau lebih percaya diri, lebih bijaksana dan lebih banyak pengetahuanmu.

Bagawat Gugah:
Wahai Cantraka ...manusia itu diwajibkan berikhtiar selama hidupnya, seraya berdoa terus menerus. Itulah sebenar-benar dimensi kehidupan.

Cantraka:
Oh kalau begitu aku sangat senang karena guruku juga selalu belajar, sehingga tidak akan kehabisan ilmu dalam mendidik para Cantraka.

Bagawat Gugah:
Jangan dikira orang mau meninggal juga tidak perlu belajar. Setidaknya dia perlu belajar bagaimana meninggal dunia secara khusnul chotimah. Jika dia sudah tidak bisa lagi berdoa atau doanya tidak lancar, maka orang yang masih sehatlah yang menuntun dan mengajarinya.

Cantraka:
Ooo..begitu. Baiklah Sang Bagawat..bolehkah aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu? Sebetulnya apakah pokok persoalan yang engkau hadapi itu sehingga engkau baru-baru ini tampak kacau, gelisah, poligami, beristeri baru Sang Dewi Madream...dst..dst? Apakah pelajaran yang dapat aku petik dari peristiwa yang menimpa pada dirimu itu?

Bagawat Gugah:
Itulah sebenar-benar permainan metafisik spiritual transenden.

Cantraka:
Ah...lagi-lagi engkau mulai berfilsafat. Apa yang engkau maksud sebagai permainan metafisik spiritual transenden?

Bagawat Gugah:
Metafisik spiritual transenden itu suatu keadaan interaktif antara ikhtiar dan takdir, dunia akhirat, amal dan ilmu dalam bingkau doa.

Cantraka:
Wahah...penjelasanmu itu membuat aku lebih bingung lagi. Dapatkah engkau memberikan salah satu contohnya?

Bagawat Gugah:
Ciri-ciri dari permainan metafisik spiritual transenden adalah munculnya fatamorgana pada setiap diri orang dan pada semua orang yang terlibat.

Cantraka:
Menurut banyak orang, banyak versi menggambarkan perihal persoalanmu itu. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa persoalanmu itu persoalan nafsu, persoalan kuasa, persoalan ilmu, persoalan cinta, persoalan doa, persoalan poligami, persoalan ikhlas, persoalan ikhtiar, persoalan amal, persoalan, dunia, persoalan akhirat, dan persoalan takdir.

Bagawat Gugah:
Semua yang ada dan yang mungkin ada adalah semua uraiannya jika kalimatmu itu engkau teruskan.

Cantraka:
Baik saya akan tanyakan satu perkara saja. Apaah persoalanmu itu juga berkaitan dengan Nafsu? Jika memang berkaitan dengan Nafsu, apakah kemudian yang disebut dengan Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Silahkan baca elegi Serial Dewi Madream seluruhnya, kemudian simpulkan apakah persoalanku itu berkait dengan Nafsu atau tidak. Berbicara perihal Nafsu, maka tidak adalah penghalang yang paling besar yang menghalangi jalan menuju Allah, selain hawa Nafsi itu.

Cantraka:
Mohon dijelaskan lebih lanjut perihal Hawa Nafsu itu?

Bagawat Gugah:
Hawa Nafsu itu meliputi keinginan-keinginan diri seseorang. Setiap manusia mempunyai potensi untuk mencapai keinginan-keinginan. Banyak keingainan manusia meiputi keinginan naluriah, keinginan jasmani, keinginan sekusualitas, keinginan memiliki, keinginan cinta, keinginan keindahan, keinginan pikir, keinginan hati, keinginan intrinsik, keinginan ekstrinsik, keinginan sistemik, keinginan motivatif, keinginan, harga diri, keinginan lahir, keinginan bathin, keinginan aktualisasi diri, keinginan penghargaan, keinginan diri, keinginan keluarga, keinginan kelompok, keinginann langsung, keinginan tak langsung, keinginan bawah sadar, keinginan sadar, keinginan tahta, keinginan kuasa, keinginan harta, keinginan baik, keinginan buruk, keinginan doa, keinginan ikhlas, keinginan senang, keinginan makan-minum, keinginan diperhatikan, keinginan diistimewakan, keinginan dicintai, keinginan memberi, keinginan dianggap penting, dsb.

Cantraka:
Wah...wah...ternyata yang namanya Hawa Nafsu itu banyak sekali. Apakah dari sekian banyak keinginan itu dapat diringkas saja?

Bagawat Gugah:
Pertama, apa yang disebut sebagai Hawa Nafsu Kebinatangan. Hawa Nafsu Kebinatangan inilah yang mendorong manusia untuk memperoleh keinginan lahiriah dan kenikmatan seksualitas. Kedua, yang disebut sebagai Hawa Nafsu Binatang Buas. Hawa Nafsu Binatang Buas inilah yang menyebabkan manusia suka menyerang orang lain, membenci orang lain, menghancurkan orang lain, iri, dengki, bahkil, dst. Ketiga, yang disebut Nafsu Syaitoniah. Nafsu Syaitoniah inilah yang mendorong manusia untuk membenarkan semua kejahatan yang dia lakukan. Nafsu Syaitoniah ini berusaha mencari dalih untuk memaafkan perbuatan-perbuatan dosa manusia.

Cantraka:
Wah..bagaimana jika semua Nafsu itu kok jelek. Apakah saya tidak boleh mempunyai Nafsu?

Bagawat Gugah:
Semua Nafsu yang telah aku jelaskan itu adalah nafsu-nafsu yang bersifat buruk. Ketahuilah bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia Quwattun Rabbaniyyah, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah yang berdomisili di dalam hati ikhlas dan pikiran kritis setiap manusia. Maka ikhlasnya hatimu dan kritisnya pikirmu itu dapat mengendalikan semua Nafsu-nafsu Burukmu.

Cantraka:
Bagaimanakah bisa Quwattun Rabbaniyah itu mampu mengendalikan dan mengalahkan Nafsu Binatang, Nafsu Binatang Buas dan Nafsu Syaitoniah?

Bagawat:
Tetapkanlah ikhlas hatimu dan akal sehat diatas semua Nafsu-nafsi buruk itu, niscaya jika Allah SWT mengabulkan maka engkau dapat megendalikannya. Amiin.

37 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Godaan terbesar manusia didunia adalah hawa nafsu. Godaan ini bisa berupa godaan terkait makanan, uang, spiritual, jiwa dan raga, serta godaan terhadap hel-hal yang belum tentu bisa kita kendalikan. Namun sebagai umat manusia, kita harus senantiasa mengendalikan hawa nafsu kita dimanapun dan kapanpun kita berada.

    ReplyDelete
  2. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia diwajibkan untuk berikhtiar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai sebab datangnya pertolongan Allah subhanahu wata'ala. namun bukan berarti bertawakal kepada sebab. Seorang yang hidup selama nafas masih dikandung badan tetaplah mempunyai kewajiban untuk belajar. Seorang guru tidak ada puncak yang paling tinggi dalam berilmu sehingga mencukupkan pada batas tersebut. karena sifat ilmu sendiri tidaklah mempunyai atap, terbentang lebar. Hanyasaja yang perlu dilakukan pada tahap selanjutnya adalah menghentikan nafsu untuk mengingkari kebenaran ilmu yang telah didapatkannya.

    ReplyDelete
  3. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    saya teringat dengan sebuah ayat dalam alqur'an " dunia ini hanyalah kesenangan yang membujuk". bujukan tersebut bisa berasal dari harta, tahta dan wanita. itulah taqdir manusia untuk terbujuk dengan 3 hal tersebut. seperti cerita harut dan marut yang dihukum Allah karena terbujuk rayu wanita.

    ReplyDelete
  4. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    Sesuai dengan penjelasan di atas, manusia memang diciptakan paling sempurna diantara makhluk ciptaan yang lain. memiliki akal dan hawa nafsu. ketika akal dapat mengendalikan hawa nafsu, selamatlah diri dari berbagai cobaan. sedangkan ketika hawa nafsu sudah menguasai akal, saudara sendiri pun akan dibunuh untuk memuaskan hasrat.

    ReplyDelete
  5. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    sebagai makhluk sosial, kita benar benar harus memilah teman. teman iman akan menjaga kita dari pelanggaaran aturan agama, sedangkan teman yang buruk semakin menjerumuskan pada jurang neraka. seperti seorang teman penjual minyak wangi yang harum meski tidak memakai wewangian, dan teman seorang pandai besi yang terkena asap tungku meski tidak menempa palunya.

    ReplyDelete
  6. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna karena memiliki akal pikiran dan hawa nafsu. Ada nafsu yang baik dan buruk. Sebagai makhluk yang sempurna kita harus bisa memanfaatkan akal pikiran dan hawa nafsu. Untuk mengendalikan hawa nafsu kita harus menggunakan akal pikiran yang sehat sehingga kita bisa mengendalikannya. Untuk menjadi hamba yang baik dan sebagai pemimpin di dunia ini.

    ReplyDelete
  7. Nafsu merupakan suatu keinginan manusia kepada sesuatu. Pada dasarnya wajar setiap manusia memiliki keinginan akan sesuatu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Namun kebanyakan dari kita mengertikan nafsu itu dari sudut negatif. Padahal ada pula nafsu yang positif. Nafsu Quwattun Rabbaniyah merupakan keinginan untuk taat kepada Allah SWT. Sedang nafus negatif adalah nafsu amarah yang selalu menentang perintah Allah. Kita berusaha sebaik mungkin disertai dengan doa untuk selalu mempunyai nafsu yang baik dan tidak mengikuti nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  8. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Nafsu secara etimologis berarti jiwa. Nafsu adalah dorongan-dorongan alamiah manusia yang mendorong pemenuhan hidupnya. Ketika berbicara tentang nafsu, maka nafsu lebih sering mengarah kepada hal-hal yang buruk atau negative. Sungguh beruntung manusia yang dapat mengendalikan hawa nafsu negatifnya karena kita sebagai manusia tidah bisa menghilangkan hawa nafsu melainkan mengarahkannya dan mengendalikannya dengan benar sesuai perintah Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Ada dua pelajaran yang dapat saya petik dari bacaan di atas.
    • Umur bukan batasan dalam menuntut ilmu, belajar tidak memandang usia. Sebagaimana istilah yang seringkali kita dengar “ belajar sepanjang hayat”.
    • Pengetahuan tentang hawa nafsu, ada nafsu buruk dan ada nafsu quwattun rabbaniyyah. Hawa nafsu ini berawal dari “keinginan”. Sebagai manusia yang pada hakikatnya kita dipenuhi dengan banyak keinginan, hanya saja tinggal kita memilah milih keinginan mana yang harus kita ikuti. Tetapkan hati yang ikhlas adalah kuncinya.
    Terima kasih untuk postingan bapak yang begitu bermanfaat.

    ReplyDelete
  10. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Pembahasan ini sungguh memotivasi saya untuk terus belajar. Semakin tinggi ilmu seseorang juga masih dituntut untuk terus belajar. Banyak hal-hal yang dapat digali. Bagian ini sangat menarik bagi saya dan mengingatkan saya bahwa di atas langit masih ada langit. Haus dengan ilmu pengetahuan itu penting. Ketika paham dengan satu pengetahuan namun tidak berhenti sampai di situ saja. Belajar dan terus belajar. Esensinya adalah kita dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang positif agar dapat mengendalikan hal-hal yang negatif.

    ReplyDelete
  11. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Hawa nafsu banyak macamnya, baik maupun buruk. Manusia yang kuat adalah pribadi yang dapat melawan hawa nafsu kebinatangannya. untuk mengatasi nafsu jelek tersebut maka gunakanlah akal yang telah diberikan Allah SWT. kepada kita. Untuk memenuhi semua keinginannya maka sudah sepatutnya kita dengan bersungguh-sungguh dan hati yang ikhlas untuk dalam mencapainya.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Hawa nafsu sangat melekat dalam diri manusia. Selalu mengikuti kemanapun dan kapanpun manusia itu tinggal. Fitrah manusia yang memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu dapat diartikan sebagai keinginan manusia, keinginan baik maupun buruk. Apabila seseorang memiliki nafsu yang baik, maka ada keinginan untuk selalu mendekatkan diri pada Allah swt. Begitu juga sebaliknya, apabila nafsu buruk yang menguasainya, maka akan menjadi penghalang baginya untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah swt. Banyak contoh dari nafsu baik dan buruk itu. Nafsu baik dapat dicontohkan seperti keinginan untuk menjadi baik, keinginan untuk membantu sesame, saling memberi dan menolong. Ada juga keinginan akan keindahan, memiliki motivasi untuk menjadi orang yang lebih baik. Semangat untuk selalu menjalankan perintah-Nya juga termasuk dalam hawa nafsu yang baik.

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Perang yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu itu sendiri. Manusia itu mempunyai otak yang terletak di kepala sedangkan kemaluannya terletak di bawah, apa makna dari itu, yakni sebagai manusia harus selalu menggunakan otak dalam bertindak, jangan hanya bertindak menggunakan hawa nafsu. Otak dan hati berada di atas kemaluan, sehingga kita juga harus menempatkannya demikian, gunakanlah otak dan hatimu dalam bertindak, janganlah selalu mengutamakan nafsu terlebih dahulu. Quwattun rabbaniyah terlebih dahulu, untuk mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  14. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hawa nafsu adalah sifat yang diberikan kepada manusia. Allah tidak memberikan sifat ini pada malaikat. Sedangkan hawa nafsu adalah hal yang menghalangi diri untuk dekat dengan Allah. Dimana hawa nafsu ini ada bermacam-macam mulai dari hawa nafsu binatang hingga hawa nafsu syetan. Namun ada pula nafsu yang mana bisa mengendalikan nafsu buruk yaitu nafsu Quwattun Rabbaniyah. Maka yang perlu kita lakukan yaitu dengan selalu mendekatkan diri pada Allah dan mengutamakan nafsu quwattun.

    ReplyDelete
  15. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, sebagai seorang manusia, tentu sudah sewajarnya kita memiliki nafsu. Nafsu yang bermacam-macam seperti keinginan pikir, keingimam hati, keinginan seksualitas dsb. Nafsulah yang mendasari kita terkadang melakukam hal yang tidak baik. Untuk itu perlunya pembatasan dengan cara memenangkan nafsu Quwattun Rabbaniyah dalam diri kita.

    ReplyDelete
  16. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami teringat kembali dengan pemikiran Blaise Pascal (1623-1662), Pascal memandang manusia sebagai makhluk yang membutuhkan Allah (Tuhan). Dalam pandangannya manusia itu sebagai makhluk yang nista sekaligus makhluk yang luhur. (Hardiman, 2007:61). Dalam pandangannya dalam pikiran manusia selalu ada perang batin yaitu akal-budi melawan nafsu-nafsu, di mana akal-budi selalu berusaha menghapuskan nafsu-nafsu dan sebaliknya, tetapi itu tidak akan pernah terjadi (salah satu diantaranya terhapus). Dalam hal ini nafsu kebinatangan, nafsu biantang buas, dan nafsu syaitonah adalah nafsu-nafsu, sedangkan Quwattun Rabbaniyyah itu adalah akal-budi yang di anugrahkan Allah kepada manusia. Maka sebagai manusia kita harus menjaga dan menggunakan anugerah tersebut agar kita tidak tersesat dalam dunia kegelapan.

    ReplyDelete
  17. Junianto
    PM C
    17709251065

    Rasul pernah bersabda bahwa perang yang paling berat bukanlah perang badar yang notabene menjadi perang terbesar antara kaum muslim melawan kaum Quraisy. Namun Rasulullah bersabda bahwa sesunguhnya perang yang paling besar dan berat adalah perang melawan hawa nafsu. Manusia yang mampu melawan dan mengekang hawa nafsunya akan menjadi orang yang hebat. Hawa nafsu menjadi tantangan bagi manusia mengingat syaitan juga tidak pernah berhenti menggoda manusia. JIka manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya maka bisa ia terjerumus dalam kesesatan.

    ReplyDelete
  18. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Nafsu merupakan sebuah godaan yang sangat luar biasa terhadap iman kita. Nafsu akan bisa berperan sebagaimana mestinya ketika mampu dikendalikan dengan baik. Bukan untuk dihilangkan, karena ketika manusia tidak memiliki nafsu maka mereka tidak memiliki semangat untuk hidup. Nafsu perlu dikendalikan, dan kita tidak boleh mengikuti nafsu binatang dan nafsu syaitan, karena itu semua merupakan perbuatan negatif. Begitu pula ketika menjadi guru kita tidak boleh bernafsu untuk menguasai pembelajaran, akan tetapi kita harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan hakikat dirinya masing-masing.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar belajar ternyata begitu indah. Awalnya memang agak sedikit lelah, tapi tidak seberapa dibanding dengan keindahan yang dituai. Belajar tidak membuat kita berhenti. Inilah yang saya temukan dalam elegi ini. Sebelum membaca elegi ini, saya sangat yakin bahwa hawa nafsu, segala hawa nafsu adalah milik syaitan. Ternyata saya benar-benar salah. Baru saya mengetahui jika hawa nafsu ada pula Nafsu Quwattun Rabbaniyah inilah. Nafsu yang berasal dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Benar-benar menyadarkan, jangan pernah berhenti belajar.

    ReplyDelete
  20. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Hawa nafsu itu ada dua macam, ada yang baik dan ada juga yang jelek. Akan tetapi, yang paling sulit adalah memerangi hawa nafsu yang jelek. Hawa nafsu yang jelek terbagi menjadi tiga, yaitu hawa nafsu kebinatangan, hawa nafsu binatang buas, dan hawa nafsu syaitoniah. Semua hawa nafsu jelek tersebut dapat dilawan dengan hati yang bersih, ikhlas hati, ikhlas pikir, dan banyak beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Sesungguhnya hawa nafsu adalah datangnya dari Setan. Setan memiliki seribu satu cara untuk mempengaruhi kita untuk mengikuti hawa nafsu yang tidak baik. Yang harus kita lakukan adalah senantiasa memohon perlindungan dati Allah SWT agar selalu istiqomah dalam menjalankan perintahnya dan dijauhkan dari keinginan mengikuti hawa nafsu yang tidak baik seperti yang Bapak sebutkan di atas.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna. Hewan hanya dibekali Allah oleh hawa nafsu (tidak mempunyai akal), malaikan dibekali oleh Allah akal tetapi tidak mempunyai hawa nafsu, sedangkan manusia manusia dibekali oleh Allah akal sekaligus hanwa nafsu. Oleh karena itu, seorang manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya karena itulah yang membedakannya dengan hewan, berbeda dengan malaikat yang memang tidak mempunyai hawa nafsu. Jadi, ketika manusia tidak mampu menggunakan akalnya, hanya menuruti hawa nafsunya, maka ia tidak lebih seperti seorang hewan bahkan lebih rendah daripada hewan. Tetapi ketika ia mampu mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya sehingga tetap berada di jalan yang lurus, maka derajatnya dapat lebih tinggi daripada malaikat. Oleh karena itu, kendalikanlah hawa nafsu dengan akal yang kita miliki.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum Prof,
    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat gambarkan sebagai keinginan-keinginan dari seseorang. Sementara keinginan tersebut tentu ada yang baik dan ada pula yang buruk. Hawa nafsu yang baik berasal dari hati ikhlas dan pikiran kritis sedangkan keinginan yang buruk berasal dari syaitan. Syaitan dengan segala macam tipunya akan selalu berusaha untuk menguasai hawa nafsu manusia dan menjadi penghalang dalam menggapai ridho Allah. Maka untuk dapat mengendalikannya adalah hawa nafsu, gunakan hati yang ikhlas dan pikiran kritis.

    ReplyDelete
  24. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia itu sifat, sifat itu berubah-ubah. Sifat itu dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu. Tentu saja hawa nafsu dapat membawa dampak positif dan dampak negatif, tetapi ketika hawa nafsu tidak dikontrol dengan baik, akan berdampak buruk. Dari yang menyebabkan perasaan yang negatif sampai perbuatannya yang negatif. Bisa dibayangkan ketika nafsu itu tidak dapat dikontrol, akan menjadi seperti apa dunia ini. Oleh karena itu, agar selalu mendapatkan ridho dari Allah, kita harus memiliki hati yang ikhlas, hati yang tenang, tulus, dan yang terpenting hati yang dapat mengontrol hawa nafsu.

    ReplyDelete
  25. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Manusia adalah mahluk ciptaan Allah swt yang sangat sempurna yang dilengkapi dengan akal pikiran dan hawa nafsu. Sehingga cobaan terbesar bagi manusia adalah menahan hawa nafsu baik yang bersifat lahiriyah maupun bathiniyah. Salah satu alternative dalam menahan hawa nafsu yaitu dengan sholat dan berpuasa sunah. Namun yang paling penting adalah selalu mengarahkan akal pikiran kepada hal-hal positive yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setiap manusia memiliki nafsu. Nafsu merupakan dorongan dalam diri manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan hawa nafsu merupakan sesuatu yang kita sennagi tetapi biasanya dalam hal negativ. Menurut kitab nasoikhul’ibad dijelaskan bahwa hawa nafsu merupakan lautan dosa. Jadi, jika kita mudah menuruti hawa nafsu sama saja kita senang mengumpulkan dosa. Kunci dari melawan hawa nafsu tidak lain dan tidak bukan adalah ikhlas. Dan selalu menggunakan akal sehat di atas semua hawa nafsu yang ada dalam diri supaya Allah selalu melindungi hati kita, dan bukan hawa nafsu yang menyetir hati dan akal, tetapi hati dan akal lah yang menyetir hawa nafsu.

    ReplyDelete
  27. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb
    Nafsu dapat diartikan tidak puas terhadap satu pilihan dan menginginkan banyak pilihan .Serakah mungkin dapat dikatakan penyebab dari hawa nafsu.Dan peperangan yang sangat berat bukan perang fisik atau bertempur di medan perang dengan menggunakan senjata melainkan perang melawan hawa nafsu.Itulah perang yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  28. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel yang kali ini. Benar sekali bahwa sebenar-benar diri kita adalah metafisik atau disebalik kita. Terkadang orang melihat kita secara fisik saja, padahal metafisiknya amatlah banyak, salah satunya adalah nafsu. Segala yang menjadi keinginan kita, keinginan untuk apa saja disebut nafsu. Saya setuju dengan perkataan Bagawat Gugah bahwa manusia sangat lah lebih sering memelihara hawa nafsu binatang buas. Dalam spiritualisme, itulah sebenar-benar penyakit hati. Membenci orang lain, bermusuhan, sulit memaafkan kesalahan orang lain, iri dengan yang orang lain miliki, sombong atau tinggi hati dengan yang ia punya, dengki kepada orang lain, pelit dengan orang yang membutuhkan, selalu ingat keburukan dan kejelakan orang lain, dan masih banyak lagi bentuknya. Tipe nafsu ini sangatlah wajar dan normal dimiliki oleh manusia. Namun, akan menjadi tidak wajar dan melampaui batas ketika manusia tidak mampu mengendalikan dan menghilangkan penyakit-penyakit hati seperti ini. Mudah sekali bagi saya menulis tentang nafsu di kolom komentar ini, namun mungkin saat ini juga tidak sadar bahwa saya termasuk orang yang sulit menjaga dan menahan nafsu untuk ingin cepat menyelesaikan berbagai macam tugas lebih dulu dari teman-teman saya. Saya tidak mengerti, apakah ini nafsu atau hanya bentuk semangat mengerjakan kewajiban. Namun demikian, begitulah kerja syaitan. Mereka tidak akan selesai mengganggu kita sampai hawa nafsu kita terpenuhi. Maka, ingat kembali keutamaan dzikir. Mari kita banyak-banyak berdzikir dan ikhlas dalam mengerjakan segala sesuatu agar terhindar dari pengaruh buruk dan agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu kita dan mengarahkannya dengan perilaku yang lebih positif. Amin.

    ReplyDelete
  29. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 15 ini saya mendapatkan beberapa hikmah. Yang pertama saya memahami bahwa manusia sepanjang hidupnya akan selalu berikhtiar dan belajar karena memang itulah dimensi kehidupannya. Tidak mengenal batasan usia baik muda maupun tua, seseorang yang akan meninggal pun akan tetap belajar bagaimana caranya agar meninggal secara khusnul khatimah.
    Hikmah kedua adalah bahwa hawa mafsu terbagi atas dua yaitu nafsu yang bersifat buruk dan nafsu Quwattun Rabbaniyah. Nafsu sebenarnya merupakan keinginan seseorang. Namun yang terpenting adalah bagaimana cara seseorang mengendalikan Quwattun Rabbaniyah dan mengalahkan hawa nafsu buruknya. Dan untuk mengatasinya adalah dengan cara ikhlas, menetapkan hati sebagai komando pikiran dan akal sehat dalam mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  30. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Sering kali manusia dikatakan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Hal ini dikarenakan manusia memiliki pikiran dan hati nurani untuk dapat menentukan baik atau buruknya perbuatan manusia dan mengamati segala sifat lingkungan di sekitarnya. Hanya saja, kesempurnaan manusia tersebut memiliki tantangan tersendiri, yaitu sifat-sifat musuh nafsu manusia. Nafsu meliputi segala jenis keiinginan, jika hawa nafsu menguasai sifat-sifat manusia maka terjerumuslah manusia ke dalam hal-hal yang dapat membahayakan semesta dan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  31. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Perang yang paling sulit adalah perang melawan hawa nafsu. Saya percaya, cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda. Nafsu membawa kita pada tindakan yang tidak produktif (tidak menghidupkan), sedangkan cinta adalah mensyaratkan pengembangan segala kepribadian untuk meberikan kehidupan pada sesame. Sehingga, melawan hawa nafsu adalah dengan cara membangkitkan rasa cinta.

    ReplyDelete
  32. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Nafsu adalah salah satu penghalang kita dari Allah. Tapi tidak semua nafsu bermakna negative. Ada pula nafsu yang memiliki makna positif, seperti nafsu berprestasi, nafsu agar berilmu, nafsu agar bermanfaat dan sebaginya. Nafsu yang bermakna positif inilah yang disebut dengan Quwwattun Rabbaniya, yaitu hawa nafsu dari unsur-unsurnya malaikat dan unsur-unsurnya Tuhan. Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk mengendalikan nafsu kita.

    ReplyDelete
  33. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Manusia adalah makhluk yang selalu tidak puas dengan apa yang didaptkan, selau ingin lebih dan lebih. Dan ketika manusia sedang dalam lingkup tersebut itulah yang disebut dengan hawa nafsu pada manusia. Hawa nafsu yang buruk sesungguhnya itulah sifat nya yang didatangkan oleh syaitan yang sama sekali tidak membawa manfaat untuk dunia dan akhirat. Disamping hawa nafsu buruk ada juga hawa nafsu yang bersifat baik, itulah hawa nafsu yang datang dari malaikat-malaikat dan Allah untuk selalu mencari kebaikan agar dapat menggapai manfaat dikehidupan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  34. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Nafsu atau keserakahan adalah salah satu dosa yang paling mematikan. Saya ingat akan ungkapan makan Sebelum lapar, akhiri makan Sebelum kenyang, tidur Sebelum mengantuk, bangun Sebelum puas tidur... dll. Intinya adalah segala sesuatu dilakukan sewajarnya, tidak dikejar sampai menuruti nafsu.
    Trimakasih, telah diingatkan until senantiasa mengendalikan hawa nafsu.

    ReplyDelete
  35. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Dalam hidup ini manusia memiliki tantangan besar untuk melawan hawa nafsunya. Hawa nafsu adalah musuh terbesar dari setiap diri manusia. Terkadang yang paling berbahaya lagi apabila manusia telah dikuasai oleh hawa nafsu tetapi tidak menyadarinya. Untuk melawan hawa nafsu maka perlu berusaha untuk berpikir jernih agar mampu membedakan mana perbuatan yang menuruti hawa nafsu dengan perbuatan yang melawan hawa nafsu. Selain berpikir jernih juga harus selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan cara ikhlas dalam berdoa. Sehingga untuk menghancurkan hawa nafsu yang dapat muncul dimana-mana dan keberadaannya sering tidak disadari maka hendaknya berusaha menggapai pikiran kritis dan keikhlasan di dalam hati serta refleksi diri juga selalu diperlukan agar dapat menyadari dan segera memohon ampunan Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  36. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menahan hawa nafsu adalah tantangan berat bagi manusia, untuk itulah hawa nafsu juga turut disertakan dalam hal-hal yang harus ditahan selama berpuasa. Jika kita menuruti nafsu kebinatangan maka kita sebagai manusia tidak ada bedanya dengan binatang yang tidak dianugerahi akal pikiran. Jika kita tidak mampu menahan nafsu binatang buas maka kita bahkan lebih buruk daripada binatang yang dapat menahan nafsu buasnya. Puncaknya adalah ketika kita mengikuti nafsu syaiton, maka kita sudah sangat jauh dari Allah SWT. Untuk itu agar terhindar dari ketiga hawa nafsu negatif tersebut, hendaknya kita selalu meminta perlindungan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Hawa nafsu merupakan anugrah Allah kepada manusia. Seseorang jika mampu menahan hawa nafsu yang buruk maka dia bisa lebih baik dari malaikat. Namun jika manusia selalu memperturutkan hawa nafsu yang jelek maka derajatnya malah akan lebih jelek dari pada binatang. Maka dari itu kita harus mencegah hawa nafsu yang buruk, semisal dengan puasa, banyak berdzikir, berdoa, dll.

    ReplyDelete