Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

52 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Taubat Nasuhah adalah memohon belas kasihan kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di hati terhadap dosa yang telah dilakukan dengan tujuan berpaling dan tidak akan kembali lagi untuk mengulanginya. Dan inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon pengampunan Allah, meninggalkan dosa, dan bertekad untuk menjauh perbuatan tersebut selamanya. Salah satu cara termudah untuk bertobat adalah dengan istighfar. Namun, ketika dosa berurusan dengan kesalahan kita kepada orang lain, maka kita berkewajiban untuk meminta maaf kepada orang lain tersebut. Pintu taubat selalu terbuka lebar tanpa hambatan dan batas-batas. Allah selalu memperluas tangan-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Dengan demikian, suatu kerugian bagi orang-orang yang putus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dia terus melebihi batas, sementara pintu taubat selalu terbuka. Bahkan, Nabi Muhammad SAW yang telah dijamin bahwa ia akan pergi ke surga juga selalu bertaubat kepada Allah setiap hari sebanyak seratus kali. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa karena sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang. Ingatlah bahwa Allah akan menerima pertaubatan kita dan Allah menyukai orang-orang yang bertaubat.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Banyak hal telah kita lakukan, tentunya hal tersebut tak selalu benar, pasti ada salah atau perbuatan yang berdosa. Maka kita perlu memohon pengampunan kepada Allah agar senantiasa mengampuni kesalahan yang telah kita perbuat. Kita harus bertoubat atas kesalahan kita. Kita bertaubat secara ikhlas dari lubuk hati terdalam. Sebisa mungkin kita harus menghindari hal-hal yang tidak baik dan membuat dosa. Taubat dapat dilakukan dengan senantiasa membaca istighfar dan bersungguh-sungguh tidak melakukan kesalahan yang pernah di perbuatnya lagi. Taubat yang tingkatnya paling tinggi dihadapan Allah SWT adalah Taubat Nasuha. Taubatan nasuha itu adalah taubat yang benar-benar memohon ampun kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi lagi, benar-benar menyesali kesalahan yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Taubat merupakan tindakan kembali kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan baik kesalahan besar maupun kesalahan yang kecil baik disengaja ataupun tidak. Manusia hidup didunia pasti banyak mempunyai kesalahan dan dosa. Taubat nasuha adalah memohon ampun kepada Allah SWT dengan lisan dan penyesalan di dalam hati karena telah melakukan suatu dosa dengan jalan meninggalkan jauh-jauh dengan niat ikhlas tidak akan pernah menulanginya lagi selamanya. Hal yang perlu kita ingat bahwa Allah menyukai umatnya yang selalu bertaubat, beristighfar dan selalu mensucikan diri dengan menjauhi segala larangan-Nya.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Fitrahnya manusia penuh dengan kelalaian, dan kesalahan. Tak ada manusia tanpa dosa, namun Allah SWT maha pemberi ampunan. Allah SWT jadikan taubat sebagai jalan manusia untuk merefleksi diri dari kesalahan yang telah dilakukan. Bertaubat dilakukan dengan sungguh-sungguh dari dalam hati (dengan ikhlas) dan niat kuat tidak akan mengulanginya lagi. Semoga Allah SWT menerima taubat kita dan selalu membimbing ke jalan yang lurus dan diridhoi Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, baik yang disadari atau yang tidak. Baik yang lampau atau yang baru saja terjadi. Untuk mengugurkan dosa kita, Alloh memberikan pintu seluas – luasnya bagi orang yang mau bertaubat. harus segera dilaksanakan walaupun dosa kecil, maka siapa yang menunda berarti ia berdosa karena menundanya.
    Selain berurusan dengan Tuhan, manusia pun perlu untuk meminta maaf kepada manusia lain yang disakiti. Jika dosa itu berupa menganiaya terhadap hak seseorang maka harus dikembalikan atau menggantinya. Dan apabila dosa tersebut karena menuduh seseorang (memfitnah atau berprasangka buruk) maka harus minta maaf kepada orang yang tertuduh

    ReplyDelete
  6. upriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    manusia takkan pernah luput dari perbuatan dosa dan yang sebaik-baik pendosa adalah mereka yang mau bertaubat kepada Allah SWT. Sehingga Yang hanya kita lakukan agar dosa-dosa kita dapat diampuni adalah dengan bertobat, yaitu tobat yang murni dan ikhlas (tobat nasuha). Tobat nasuha adalah tobat yang mencapai puncak kesempurnaan (yang dilaksanakan semaksimal mungkin). Untuk membersihkan hati dari dosa yang pernah dilakukannya, manusia diperintahkan untuk bertobat. Tobat merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT memerintahkan dalam hal tobat ini berupa tobat yang semurni-murninya sebagaimana firman-Nya dalam Surah At Tahrim (66) ayat 8 yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pengampun atas dosa-dosa Hamba-Nya. Akan tetapi, ternyata ada persyaratan tersendiri yang ditetapkan oleh Allah agar tobat seorang muslim itu diterima, yaitu :Ikhlas karena Allah Ta’ala, menyesali Perbuatan yang telah dilakukan,berhenti total dari perbuatan dosa tersebut, bertekad untuk tidak mengulanginya, sesuai waktunya.Syarat terakhir untuk diterimanya tobat adalah hendaknya dilakukan pada waktu yang diperkenankan. Apabila lewat dari waktu tersebut maka tobat tidak akan diterima. Adalah ketika ajal sudah tiba maka tidak akan diterima lagi tobat orang tersebut.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Taubat merupakan tidakan yang kita lakukan untuk memohon ampunan pada Tuhan YME atas semua kesalahan, kekhilafan, serta dosa-dosa yang telah kita lakukan. Jika dalam agama Katholik, pertobaan yang dengan sadar kita lakukan akan kita pertanggungajawabkan di hadapan Romo, dengan kerendahan hati dan dengan sungguh-sungguh kita akui segala dosa yang kita lakukan dihadapan Romo, dan kita akan mendapatkan penitensi agar kita dapat dengan sadar mempertanggungjawabkan dosa kita dihadapan Tuhan.

    ReplyDelete
  8. Manusia dalam menjalani kehidupan yang telah lalu, sekarang atau yang akan datang mungkin akan melakukan kesalahan. Manusia menjadi temptanya salah. Dengan menyadari bahwa manusia melakukan kesalahan sudah seharusnya manusia meminta ampunan atas kesalahannya tersebut. Kesalahan yang dibuat secara sengaja atau tidak sengaja. Perbanyakan mengucap Istigfar : Astagfirullah al azhim. Semoga Allah berkenan mengampuni dosa, kesalahan yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)".
    Allah Maha Pengampun, kesalahan apa saja jika kita benar-benar ingin bertaubat, dan tidak mengulangi lagi, maka semua dosa kita akan di ampuni oleh Allah SWT. Nah, itulah yang dinamakan taubatan nasuha, taubat yang sungguh-sungguh dan di ucapkan dengan lisan disertai penyesalan dalam hati kita, kita menangisi dan menyesali apa yang telah kita perbuat, dan memohon ampun kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
    Allah sangat menyayangi orang-orang yang bertaubat. Allah menyukai orang-orang yang mengakui kesalahannya dan tidak ingin mengulanginya lagi, serta ingin selalu menjadikan dirinya menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia tempat salah dan dosa. Setiap manusia tentu pernah berbuat suatu kekhilafan ataupun dosa,sekecil apapun itu. Sikap yang baik setelah itu ialah bertobat kepada Allah SWT yaitu dengan memohon ampun kepadaNya dengan ikhlas tulus dari hati yang paling dalam. Dan cara yang paling mudah yaitu dengan beristigfar terus menerus atas kesalahan yang kita lakukan. Allah sangat mencintai orang-orang yang kembali/bertaubat .Ketika seseorang diberi umur yang panjang oleh Allah, hakikatnya Allah sayang kepada orang itu.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah makhluk yang tak luput dari salah, baik itu kesalahan yang kecil atau besar, kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja. Bertobat merupakan cara yang dapat dilakukan manusia yang menyesali kesalahan atau perbuatan dosa yang telah ia lakukan, memohon ampun kepada Allah SWT, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sesungguhnya Allah SWT adalah Maha Pengampun. Bahkan jika manusia memenuhi langit dengan dosanya, lalu ia sungguh-sungguh bertaubat, InsyaAllah Allah SWT akan mengampuninya. Lakukanlah taubat dengan kesungguhan hati dan keikhlasan hati serta berjanji dan berusahalah untuk tidak mengulanginya. Jauhilah perbuatan dosa. Jadilah manusia yang berlomba-lomba menabung amalan-amalan, ibadah, dan selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Nya.

    ReplyDelete
  12. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Taubat adalah salah satu jalan manusia untuk mendekatkan diri kembali kepada Allah ketika seorang manusia melakukan kesalahan dan dia menyadari kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah. Untuk itu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini dan memperbaiki kesalahan yang pernah kita perbuat, hendaknya kita senantiasa untuk selalu berdoa dan memohon ampun atas dosa yang pernah kita perbuat.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kebaikan. Allah itu sebenarnya nunggu kita taubat lho, saya pernah dengar ceramah agama oleh uts. Tengku hanan attaki, beliau mengatakan bahwa Allah yang tahu masa depan aja berhudznuzhon,, Allah tahu bahwa kita tidak akan minta ampun, mungkin tunggu ramadhan baru minta ampun, Allah juga tahu bahwa kita akan minta ampun pulang dari umroh, Allah tahu bahwa kita alan minta ampun taubatnya itu saat umur 40 tahun, kenapa Allah seperti berhusnudzon? Oh bentar lagi dia mau beristigfar,, Allah itu luar biasa kan, Allah tahu lho dengan masa depan, Allah tau kita lagi berbuat dosa, taubatnya mungkin 10 tahun lagi,taubatnya mungkin 20 tahun lagi, taubatnya mugnin akhir hayatnya, detik-detik sakaratul maut baru taubat., tunggu kata Allah bentar lagi dia minta maaf,,malaikat nunggu “belum juga tuh”, tunggu aja dua hari, tiga hari, setahun, dua tahun, sampain akhir hayat, “Ya Allah ampunikanlah dosa saya” tuh kan liat malaikat minta ampun kan. Allah gitu sama kita, seolah-olah Allah itu ngga tau apa-apa , saking baiknya Allah sama hambanya, makanya Allah katakan wa ya’fuan kasir, sebetulnya Allah maafin banyak. Itu lah sepenggal isi ceramah beliau, semoga bemranfaat.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Taubat nasuha adalah kembalinya seseorang dari perilaku dosa ke perilaku yang baik yang diperintahkan Allah. Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul dilakukan dengan serius atas dosa-dosa besar yang pernah dilakukan di masa lalu. Pelaku taubat nasuha betul-betul menyesali dosa yang telah dilakukannya, tidak lagi ada keinginan untuk mengulangi apalagi berbuat lagi, serta menggantinya dengan amal perbuatan yang baik dalam bentuk ibadah kepada Allah dan amal kebaikan kepada sesama manusia. Cara tobat karena dosa pada Allah cukup meminta ampun kepada Allah dan cara tobat karena kesalahan pada sesama manusia harus meminta maaf langsung kepada orang yang bersangkutan di samping kepada Allah. Seorang muslim wajib bertaubat nasuha atas dosa yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tiada satu pun manusia di dunia ini yang diciptakanNya tanpa melakukan dosan. Baik itu dosa kecil sekalipun. Bahkan manusia pertama yang diciptakanNya yaitu Adam melakukan suatu pelanggaran karena terbujuk rayu oleh syaiton. Maka hendaknya kita sebagai manusia yang dilahirkan tanpa dosa, dan ketika menapaki dunia ini dengan melakukan dosa kecil dan dosa besar, bertaubatlah. Bertaubat dengan diawali penyesalan sedalam – dalamnya dari lubuk hati, berkomitmen tidak akan mengulanginya lagi dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi, serta yang paling penting memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Suci.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Bertobat dilakukan dengan tidak hanya mengaui segala kesalahan – kesalahan yang dilakukan tetapi juga memperbaikinya dengan wujud nyata yaitu tingkah laku yang lebih baik dari sebelumnya. Manusia adalah makhluk yang tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu sebagai manusia perlu senantiasa berefleksi atas hal – hal yang telah dilakukan, mohon ampun atas segala kesalahan kepada Tuhan dan bertobat ke arah yang lebih baik lagi, serta bersyukur untuk segala rahmat yang sudah kita terima dari Tuhan. Semoga dapat meneruskan rahmat itu juga kepada sesama kita.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Setiap manusia tidak luput dari kesalahan maupun dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, segeralah melakukan taubat jika melakukan dosa tanpa harus menunda-nunda. Sedangkan jika melakukan dosa besar yaitu dengan jalan taubatan nasuha yaitu taubat yang sebenar-benarnya dengan jalan memohon ampuna serta tidak mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ibarat gali lobang tutup lobang, atau menjilat ludah sendiri. Perumpamaan ini yang layak diungkapkan ketika seseorang melakukan kesalahan yang sama dua kali atau lebih. Perlu disadari bahwa manusia memang tempatnya salah dan dosa. Namun Allah SWT sang Maha Pengampun akan mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang amu bertaubat. Yang menjadi salah adalah ketika sudah bertobat mohon ampun kepada ALlah tetapi malah mengulangi atau melakukan kesalahan itu lagi. Sesungguhnya sebenar-benarnya taubat adalah taubat nasuhah atau taubat yang sebenar-benarnya dan menyesali dengan sungguh-sungguh kesalahan yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Taubat artinya kembali. Taubat berarti kembali dekat setelah jauh dari-Nya atau pengakuan diri atas dosa berupa rasa menyesal, berhenti dari kemaksiatan dan bertekad tidak mengulanginya lagi. Mengapa manusia harus bertobat, karena manusia pasti berdosa. Sekuat apapun iman sesorang dan setaat apapun ia beribadah tetaplah memiliki dosa. Karena manusia diciptakan dengan berbagai keterbatasan. Sedangkan dosa tersebut menjadi penghalang manusia dengan Allah dan dosa itu membawa kehancuran. Sehingga untuk mensucikan diri kita dari dosa tersebut kita harus bertaubat. Tentunya taubat yang dilakukan adalah taubatan nasuha yaitu taubat yang sungguh-sungguh dan tidak pernah berniat untuk mengulangi dosa yang telah dilakukan sebelumnya.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. oleh sebab itu, manusia harus bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. rukunnya taubat ada 4 : 1. berhenti mealkukan dosa dan kesalahan yang diperbuat 2. menyesali perbuatan dosa dan kesalahan tersebut 3. berjanji tidak akan mengulangi dan melakukannya lagi 4. memenuhi hah-hak adami yang bersangkutan dengan dosa dan kesalahan tersebut. Allah Maha Pengampun atas segala dosa yang dilakukan manusia kecuali dosa syirik / menyekutukan Allah

    ReplyDelete
  21. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Taubat adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang yang menyadari kesalahan dirinya dan ingin dirinya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Pada dasarnya manusia adalah tempat salah dan lupa, jadi manusia tidak akan bisa menyalahi kodrat itu karena kita dibekali dengan akal dan nafsu. Jika kita melakukan kesalahan sebanyak apapun selama kita bertaubat maka akan diampuni. Apalagi apabila kita bisa bertaubat nasuha yaitu taubat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  22. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jika orang sadar akan kejahatannya, mereka harus bertobat. Terkadang, orang yang ingin bertobat selalu mendapat banyak tantangan, dan mereka tidak bisa melewati tantangan itu. Saya berharap orang akan sadar akan kejahatan mereka, dan ingin bertobat kepada Tuhan, agar bisa menjadi manusia yang lebih baik untuk masa depan mereka. Kesempurnaan hanya milik Allah, tidak ada manusia sempurna di bumi ini, pasti telah membuat kesalahan. Segera sadar akan adanya kesalahan dan mohon ampun kepada Allah, dan siapa yang merasa telah melakukan dosa nasuhah yang sangat besar sadar dan jangan bertobat akan terulang lagi, hidup pasti sangat indah di dunia ini.

    ReplyDelete
  23. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Sesungguhnya manusia diciptakan tidak dengan kesempurnaan karena manusia tidak luput dari yang namanya kesalahan. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan baik yang disengaja dan tidak disengaja. Melalui kesalahan tersebut diharapkan manusia mampu belajar dengan menyesalinya dan berjanji untuk berusaha memperbaikinya. Ajaran tersebut tentunya sudah diajarkan dalam agama Islam seperti sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “ Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah mereka yang bertaubat”. Bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah SWT Yang Maha Pengampun dengan memperbanyak istighfar dan memohon belas kasihan dari Allah SWT serta berjanji untuk berikhtiar untuk berusaha lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tidak ada seorangpun yang paham mengenai diterima atau tidak diterimanya taubat seorang hamba. Tetapi Allah SWT adalah yang Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang. Dan sebenar-benar taubat adalah Taubat nasuha. Namun jika sudah bertaubat, janganlah sesekali mengulangi kesalahan/dosa yang sama. Senantiasa beristighfar untuk memohon ampunannya atas kesalahan yang disadari ataupun tidak disadari adalah salah satu cara memohon ampun pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Hal ini disebabkan oleh kekurangan dan kelalaian manusia dalam menjalankan perintah agama. Untuk setiap kesalahan dan dosa yang kita perbuat, hendaknya kita memohon ampunan dari Tuhan. Permohonan ampunan kita, hendaknya disertai dengan keikhlasan untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan, sebab tobat merupakan rahmat Tuhan yang diberikan agar kita dapat kembali kepada-Nya. Sudah sepantasnya kita memohon ampun kepada Tuhan dan menyesali segala dosa kita, dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

    ReplyDelete
  26. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 11. Dalam elegi ini menyampaikan perihal taubat dan taubat nasuha. Taubat adalah rahmat yang diberikan Allah kepada manusia, agara ia kembali ke jalan Allah. Sebagai manusia tentu kita tak luput dari kesalaham dan dosa. Jika kita ingin menggapai Ridho Allah dan selamat dunia akhirat, tentulah sudah seharusnya kita memohon ampun, dan bertaubat kepada Nya. Seberapapun besarnya dosa kita, jika kita dapat menggapai hakekat taubat dengan niat ikhlas pastilah Allah akan mengampuni semua dosa-dosa kita.

    Taubat nasuha yaitu memohon ampun pada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dalam elegi di atas disebutkan bahwa sebenar-benar taubat adalah taubat nasuha. dan sebaik-baik orang yang melakukan dosa ialah mereka yang bertaubat. Marilah kita bermuhasabah diri dan senantiasa beristighfar dengan niat tulus memohon ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tidak ada manusia yang tidak mempunyai dosa kecuali bayi yang baru lahir dalam keadaaan suci dan tanpa dosa. Manusia memiliki dosa karena kelalaiannya yang mendekatkan dirinya apa yang dibenci oleh Allah. Allah maha pengampun, Allah selalu mengampuni dosa-dosa hambaNya sebanyak buih di lautan. Pada elegi ini disapaikan perihal taubat dan taubat nasuha. Taubat berarti rahmat dari sang pencipta kepada umatNya untuk kembali kejalan yang benar, sedangkan taubat nasuha adalah janji manusia kepada Allah agar tidak mengulangi lagi dosanya dan memohon ampun atas dosa-dosanya.

    ReplyDelete
  28. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Bertobat adalah rahmat Tuhan bagi kita. Karena tiada manusia yang sempurna tanpa dosa, maka satu-satunya jalan adalah memohon rahmat ampun pada Tuhan dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Bertobat berarti berusaha meninggalkan semua dosa yang perah kita buat dan tidak pernah mengulanginya lagi.

    ReplyDelete
  29. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    tidak ada manusia yang sempurna karena setiap manusia memiliki keterbatasan dan tentunya manusia pun tidak selamanya bertindak benar. Ada kalanya manusia khilaf baik itu dalam bentuk perbuatan atau bahkan hanya dalam hati. Oleh karena itu, memohon ampun kepada-Nya atas kesalahan yang telah dilakukan dan berusaha untuk tidak melakukan hal yang sama untuk kesekian kalinya sangat dianjurkan. Dan tentunya taubat itu haruslah dilandasi oleh hati yang bersih dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kepada kita bahwa pada dasarnya kita hanyalah makhluk Tuhan yang tak luput dari dosa. Manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar taubat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Pada dasarnya, taubat tidak selalu identik dengan ritual-ritual khusus yang harus dengan keadaan yang benar-benar khusuk.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kunci utama taubat yaitu menyesal, berhenti dari dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan selalu mengisi hari-harinya dengan kebajikan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mencari Ridha Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya, sebab Allah Maha Mengetahui segala apa yang kita lakukan. Hal ini sesuai dengan QS. As-Syura : 25 “Dan Dialah (Allah) yang menerima taubat daripada hamba-Nya (yang bertaubat) serta memaafkan kejahatan-kejahatan (yang telah mereka lakukan). Dan Dia mengetahui apa yang kamu semua kerjakan.”

    ReplyDelete
  32. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bertaubat adalah memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan dan kelalaian yang diperbuat. Setelah berbuat dosa, haruslah kita segera bertaubat, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah diperbuat. Kemudian bertekat untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut, menjauhinya, dan segera melaksanakan amalan shalih. Allah akan mengampuni dosa kita selama kita menyadari atas kesalahan dan segera bertaubat, sebelum ajal menjemput.

    ReplyDelete
  33. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas memberi peringatan bagi pembaca, khususnya bagi saya pribadi bahwa manusia memanglah tepatnya salah dan dosa. Sikap kesalahan amatlah manusiawi, hanya saja setelah melakukan kesalahan tersebut, tergantung pada diri kita ingin membiarkannya atau menyesalinya. Kesalahan kita pun beragam, bisa kesalahan pada sesama manusia maupun kesalahan pada Allah SWT. Jika kita melakukan kesalahhan hendaknya segera memohon ampunan pada Allah dengan bersungguh-sungguh.
    Dalam hal bertaubat, Allah menilai dari kesungguhan kita dalam memohon ampunan, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. InshaAllah Dia akan memaafkan kesalahan kita jika memang taubat kita bersungguh-sungguh (Taubat Nasuhah), memohon ampunan dilakukan secara lisan, penyesalahan di dalam hati, disertai niat untuk tidak melakukan kesalahan/dosa lagi.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Taubat artinya kembali ke jalan Allah SWT setelah melakukan kesalahan. Sedangkan taubat nasuha merupakan taubat yang sebenar-benarnya dimana dalam taubat nasuha, seseorang kembali ke jalan Allah SWT, menyesali perbuatan yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Seperti pada QS At-Tahrim, yang artinya "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai". Aamiin.

    ReplyDelete
  35. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia pasti pernah melakukan salah dan dosa, sehingga manusia hendaknya selalu bertaubat kepada Allah SWT. Seperti yang ada di dalam hadits bahwa “Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat.” Dalam bertaubat, hendaknya manusia melakukan taubat nasuha. Dan percaya bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Dalam QS Al-Baqarah 2:222 bahwa "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri". Semoga Allah senantiasa memberikan pengampunan terhadap dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Aamiin.

    ReplyDelete
  36. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi ini menjelaskan tentang makna dari taubat, yang merupakan suatu wujud memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat. Manusia adalah mahkluk yang tidak sempurna yang pasti pernah melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT / melakukan dosa. Taubat bukan hanya sekadar ucapan tetapi harus didasari dengan niat dari dalam hati, adanya kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat dan adanya kemauan yang kuat dalam hati untuk berubah dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

    ReplyDelete
  37. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia sebagai mahluk yang diciptakan Allah dengan memiliki akal dan nafsunya tentu tidak akan luput dari perbuatan dosa. Perbuatan dosa yang dilakukan manusia bisa disadari ataupun tidak disadarinya, oleh karena itu, lebih baik bagi manusia untuk selalu meminta ampun dan bertaubat kepada Allah SWT atas segala kekurangan dan dosa yang telah dia perbuat. Bagi orang-orang yang sellau bertaubat kepada ALLah, artinya manusia itu menyesali segala perbuatannya, dan dia menganggap bahwa segala tindakannya itu tidak sempurna dan pasti akan memiliki kekurangan-kekurangan yang harus segera dimintakan pengampunan Allah. Apabila taubat itu hanyalah menyesali perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan olehnya maka taubat nasuhah merupakan penyessalan atas perbuatan dosa sekaligus membenci perbuataun dosa tersebut sebagaimana dulu dia mencintainya, serta berjanji tidak akan pernah mengulangi dan menjauhi perbuatan dosa itu selama-lamanya

    ReplyDelete
  38. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Allah sangat senang terhadap hamba-hambanya yang senantiasa selalu memohon ampun dan bertaaubat atas segala kesalahan-kesalahannya. Allah akan selalu mengampuni segala perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia seberapa besarpun dosa yang telah dilakukannya apabila manusia itu bertaubat dengan sungguh-sungguh. Meskipun Allah akan selalu mengampuni dosa manusia, bukan berarti manusia dapat seterusnya melakukan perbuatan dosa kemudian bertaubat, manusia seperti itu sesungguhnya tidaklah menyesali atau benar-benar bertaubat atas segala kesalahannya karena terus mengulangi perbuatan dosa tersebut. Manusia harus segera bertaubat untuk dapat kembali suci dari segala perbuatan dosa, karena celakalah bagi mereka yang meninggal dalam keadaan berdosa dan memohon ampun dalam keadaan sakratul maut. Karena apabila manusia tersebut mati tanpa belum sempat bertaubat maka siksaan yang teramat pedih akan menunggunya di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Taubat berarti memohon ampun kepada Allah dengan setulus hati untuk tidak mengulangi perbuatan buruknya. taubat merupakan perbuatan menyesali tindakan buruknya kemudian berjanji untuk tidak mengulanginya, namun ada kemungkinan mereka mengulanginya lagi jika iman mereka tidak kuat, berbeda dengan taubatan nasuha, taubatan nasuha yaitu taubat yang paling maksimal, dimana ketika dia menyesali perbuatannya dia tidak akan melakukannya lagi.

    ReplyDelete
  40. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Manusia adalah makhluk yang paling sering melakukan dosa karena perbuatan perbuatannya, manusia yang merasa bersalah akan apa yang telah di jalaninya yang menyimpang dari tuntunan agama dapat bertobat yaitu kembali kepada Allah SWT, tobat nasuha adalah tobat yang benar banar dari hati yang paling dalam, merasakan penyesalan yang teramat dalam, dan ingin berubah untuk kembali ke jalan Allah, sungguh Allah menyukai orang orang yang selalu bertobat dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi, sesunggunya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  41. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia akan digoda oleh syaitan. Dan jika mengikuti godaan syaitan segeralah meminta ampun kepada Allah. Dan jika kebablasan atas godaan Allah maka segeralah bertaubat dan mintalah ampun kepada Allah dan tidak mengulangi perbuatan syaitan tersebut dan itu dinamakan taubatan Nasuha. Semoga Allah selalu melindungi kita dari godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  42. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    tiada kata terlambat dalam bertaubat. masih ada waktu dan pinti yang terbuka lebar bagi hamba yang ingin menyucikan diri dari lumuran dosa dan khilaf yang tak terbendung.

    ReplyDelete
  43. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada hakikatnya, manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Tidak ada seorang pun yang belum pernah melakukan kesalahan. Apabila melakukan kesalahan kepada Allah, maka kita harus segera memohon ampunan kepada-Nya. Kita harus benar-benar -bertaubat- menyesali apa yang telah kita perbuat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Taubat yang seperti itu dikenal dengan istilah taubat nasuha. Apabila seorang mukmin melakukan taubat ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, maka Allah juga akan memberikan pengampunan.

    ReplyDelete
  44. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menyesali segala kesalahan dan benjanji untuk membenahi diri dan bertekad untuk selalu istiqomah berada dalam kesucian adalah ciri taubatan nasuha. Allah selalu menerima hamba yang ingin kembali mencintai Nya.

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Maka dari itu saat seseorang menyadari dirinya berbuat salah, segera bertaubat adalah hal yang wajib dilakukan. Taubat yang tertinggi adalah taubatan nasuha. Caranya adalah dengan memohon ampun kepada Allah secara lisan, menyesal terhadap dosa tersebut, dan berjanji dan berniat tidak mengulangi dosa yang sama. Tentu dengan meminta maaf kepada orang yang telah menjadi korban akan dosa tadi.

    ReplyDelete
  46. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia itu terbatas, tidak sempurna sehingga wajar ketika manusia memiliki kesalahan. Namun setelah melakukan kesalahan jangan lupa untuk meminta maaf, baik kepada orang yang merasa kita lakukan kesalahan maupun kepada Allah SWT. Meminta maaf kepada Allah SWT bisa dinamakan dengan taubat. Taubat yang paling mudah dilakukan adalah dengan membaca istigfar. Dan taubat yang paling tinggi derajadnya adalah taubat nasuha, dimana manusia benar – benar memohon ampun kepada Allah SWT dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Dengan taubat tersebut dapat menambah keimanan manusia karena akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang kita ketahui, Allah maha pengampun, maka janganlah kita berhenti untuk meminta ampun kepadaNya. Bertaubat merupakan salah satu usaha menuju kebaikan, meminta ampun kepadaNya dengan berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan buruk seperti sebelumnya. Semoga Allah selalu mengampuni hambanya yang ikhlas untuk bertaubat.

    ReplyDelete
  48. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia letak salah. Tidak ada manusia yang sempurna, hanya Allah yang Maha sempurna. Jika kita telah berbuat salah maka bersegeralah bertaubat, mohon ampun kepada Allah atas semua kesalahan atau kekhilafan yang telah kita perbuat. Allah Maha pengampun. Taubat yang paling tinggi tingkatannya adalah taubatan nasuhah, yaitu tobat yang benar-benar mohon ampun kepaa Allah SWT dan tidak akan mengulanginya.

    ReplyDelete
  49. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    tidak ada manusia yang luput dari salah. bahkan dalam suatu riwayat (saya dilupakan) bahwa setidaknya dalam sehari kita melakukan 4000 kesalahan. belum lagi dengan kesalahan dengan sesama anak adam. perilaku buruk yang kita anggap remeh semakin lama akan mengantarkan pada kesalahan yang besar

    ReplyDelete
  50. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    bahkan malaikatpun yang allah cipatakan tanpa memiliki hawa nafsu, masih tergiur dengan kefadholan manusia yang mereka anggap sangat mudah untuk memasuki surga. mereka adalah harut dan marut yang dihukum allah digantung di atas laut yang jaraknya hanya satu jengkal, diberikan rasa haus hingga besok hari qiyamah datang. itulah bentuk taubat mereka karena melanggar aturan Allah.

    ReplyDelete
  51. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    harut dan marut dicoba oleh Allah menjadi manusia, merasakan "mudahnya" menjadi manusia. lalu Allah menjadikan bintang yang paling terang sesosok wanita cantik. dengan godaan yang sedikit ini saja sudah takluk. mereka berniat menikahi wanita tersebut, namun dengan syarat untuk membunuh seorang bayi. jika tidak mau lebih baik memperkosa wanita tersebut. tapi tentu saja mereka tidak mau karena itu adalah dosa besar. lalu diminta untuk meminum arak, dan akhirnya mereka mau karena mereka anggap itu adalah hal kecil. akhirnya mereka mabuk, membunuh bayi itu, dan memperkosa wanita yang diutus Allah.

    hanya karena hal kecil saja harus di tebus dengan digantung sampai akhir zaman

    ReplyDelete
  52. Taubat merupakan saluran yang diberikan oleh Allah kepada manusia agar manusia tetap berada dalam jalan kebenaran dan jalan lurus menuju Allah SWT. Manusia harus menyadari bahwa panca indra kadang melakukan kesalahan. Manusia harus menyadari hati, pikiran, ucapan, perbuatan pernah atau bahkan sering berbuat dosa. Oleh karena itu Allah telah memberikan saluran melalui taubat agar manusia kembali dalam jalan kebenaran, tetap berada di jalan yang diridhoi Allah. Manusia yang baik merupakan manusia yang telah berbuat salah atau mempunyai dosa kemudian menyadarinya dan segera bertaubat kepada Allah. Manusia tidak lepas dan kesalahan dan dosa, hanya Nabi Muhammad SAW yang terlepas dari dosa. Sedang Nabi pun selalu beristigfar setiap hari.

    ReplyDelete