Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

40 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mungkin, kita dimata manusia sangatlah sempurna tapi tidak di mata Allah. Sesempurnanya manusia, pasti memiliki kekurangan yang secara sadar maupun tidak sadar ia lakukan. Sekecil kesalahan yang kita buat, kita dianjurkan untuk meminta ampunan kepada Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Selagi kita memohon dengan sungguh sungguh, pastilah Allah akan mengampuni semua dosa dosa kita. Amiin amiin amiin.

    ReplyDelete
  2. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Manusia itu jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata. Manusia yang dikenal sangat shaleh pun, pasti pernah melakukan kesalahan. Karena sejatinya setiap manusia adalah tempatnya berbuat dosa dan kesalahan. Untuk itu, manusia sudah selayaknya selalu bertaubat kepada Allah untuk meminta ampunan dariNya. Seberapa besarpun dosa dan kesalahan yang diperbuat hambaNya Allah akan mengampuninya jika hambaNya melakukan taubat yang sebenar-benarnya yaitu bertobat nasuhah.
    Hubungan manusia ada dua macam yaitu habluminanas dan habluminallah. Habluminanas adalah hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan habluminallah adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Sehingga saat melakukan kesalahan pada orang lain, kita tidak cukup jika hanya bertaubat kepada Allah. Namun kita juga harus meminta maaf terhadap orang yang kita sakiti dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. terimakasih

    ReplyDelete
  3. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Elegi ini membahas mengenai tobat. Setiap manusia memang tidak terlepas dari kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna sehingga dia tidak memiliki kesalahan sama sekali, namun hal yang membedakan adalah bagaimana cara meminimalisasi kesalahan tersebut dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Cara yang efektif dalam memperbaiki kesalahan yaitu dengan bertobat atau memohon ampun kepada Tuhan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Apabila dia benar-benar tidak mengulangi kesalahan tersebut maka dapat dikatakan bahwa dia telah bertobat. Namun apabila dia sudah memiliki keinginan untuk bertobat namun masih melakukan kesalahan yang sama,istilahnya disebut dengan “Tomat” atau tobat kumat. Namun apabila dia tidak memiliki keinginan untuk memperbaikinya maka dia dkatakan tidak bertobat.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Maka manusia tidak akan pernah terlepas dari dosa entah itu dosa kecil maupun dosa besar. Dan karena itulah sebagai seorang manusia kita tidak boleh lupa untuk bertaubat kepada Allah SWT. Bertaubat dengan sebenar- benar taubat, dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama, dengan terus berusaha memperbaiki kesalahan yang kita buat serta berusaha untuk terus menjadi hamba-hamba Allah SWT yang lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Dalam hidupnya seorang manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan dosa, termasuk orang yang berilmu tinggi sekalipun, terkadang mereka luput dan khilaf melakukan kesalahan tanpa terkadang menyadari akan hal dilakukannya, namun Allah membuatkan jalan kepada manusia untuk menutupi dosa atau kesalahan tersebut dengan jalan taubat nasuha, yaitu taubat yang sebenar-benarnya, menyadari akan kesalahan, dan berusaha melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  6. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan pernyataan Ustad M. Fadlun, dari sekian banyak perintah Allah, pasti ada sebagian yang belum kita laksanakan dan kita penuhi. Maka kita harus selalu menginstropeksi dan memperbaiki diri hal-hal apakah yang belum kita laksanakan, dan apakah yang sudah kita laksanakan pun sudah optimal. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Seseorang yang berniat untuk bertaubat apalagi Tabutaan Nasuha, sangatlah disukai Allah apalagi jika melakukannya setiap hari dan setiap saat. Artinya, Allah sangat senang apabila hamaNya terus merendahkan diri dihadapannya, terus memperbaiki segala amal ibadah nya, dan menginstropeksi diri atas segala tindakan dan perilakunya, baik Hablumminallah maupun Hablumminannas. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selalu Ingat akan Allah, menempatkan Allah menjadi prioritas dan orientasi hidup kita agar kita mampu dan sadar diri untuk terus bertaubat kepada Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seperti yang sudah saya sampaikan pada elegy sebelumnya bahwa Alloh memerintahkan pada hambaNya untuk meminta ampun pada Alloh atas segala kesalahan yang dilakukan baik disengaja maupun tidak. Karena sesungguhnya manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran, hati yang dapat merasakan, maka sudah sewajarnya manusia terkadang berpikir yang tidak-tidak, merasakan kegalauan dan kesedihan yang berlarut, berprasangka tidak baik. Agar semua itu tidak menjadi racun dalam tubuh manusia, maka manusia diwajibkan untuk bertaubat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi atau dalam Islam biasa disebut dengan Taubat Nasuhah. Terdapat hukumnya dalam Al-Quran dan sudah dijelaskan dengan rinci bagaimana taubat nasuhah dijalankan oleh umat muslim di seluruh dunia.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia sangat dekat dengan khilaf dan dosa. Apalagi hidup di jaman seperti sekarang ini, jika tidak berhati-hati dan meneguhkan giri untuk berada di jalan Allah maka kita akan terperosok masuk ke lembah dosa. Maka dari itu, manusia harus senantiasa bertaubat dengan taubatan nasuhah. Makna taubat disini bukan hanya memohon ampun, tetapi lebih dalam. Pertama kita harus menyadari diri kita berdosa, mengakui setiap kesalahan kita, selanjutnya beristigfar memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat. Kemudian berkomitmen untuk tidak mengulanginya, berniat untuk selalu menjaga dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dengan senantiasa mengikuti setiap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan demikian semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.

    ReplyDelete
  9. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari dosa dan salah. Segala sesuatu yang salah berasal dari manusia dan yang benar bersumber dari Tuhan yang maha mengetahui. Maka tiadalah jalan yang dapat menebus segala kesalahan dan kekhilafan selain bertaubat kepada Allah SWT. Seberapa besarpun kesalahanmu datang dan mohon ampunlah karena sesungguhnya Allah SWT maha pengampun. Sesalilah segalah kesalahan tersebut serta taulatlah dengan taubat nasuhah.

    ReplyDelete
  10. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, baik yang disadari atau yang tidak. Baik yang lampau atau yang baru saja terjadi. Untuk mengugurkan dosa kita, Allah memberikan pintu seluas – luasnya bagi orang yang mau bertaubat. harus segera dilaksanakan walaupun dosa kecil, maka siapa yang menunda berarti ia berdosa karena menundanya. Selain berurusan dengan Tuhan, manusia pun perlu untuk meminta maaf kepada manusia lain yang disakiti. Jika dosa itu berupa menganiaya terhadap hak seseorang maka harus dikembalikan atau menggantinya. Dan apabila dosa tersebut karena menuduh seseorang maka harus minta maaf kepada orang yang tertuduh

    ReplyDelete
  11. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Fitrahnya manusia penuh dengan kelalaian, dan kesalahan. Tak ada manusia tanpa dosa, namun Allah SWT maha pemberi ampunan. Allah SWT jadikan taubat sebagai jalan manusia untuk merefleksi diri dari kesalahan yang telah dilakukan. Bertaubat dilakukan dengan sungguh-sungguh dari dalam hati (dengan ikhlas) dan niat kuat tidak akan mengulanginya lagi. Semoga Allah SWT menerima taubat kita dan selalu membimbing ke jalan yang lurus dan diridhoi Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu tujuan dari taubat adalah untuk mensucikan diri dihadapan Allah SWT. Perbanyaklah mensucikian diri agar kita bisa mendekjatkan diri kepada Allah SWT . Allah SWt itu maha suci, maka agar dapat mendekati sesuatu yang suci itu maka kita harus suci terlebih dahulu. Bagaimana cara kita agar bisa menjadi suci maka salah satu caranya adalah dengan cara banyak berdzikir kepada Allah SWT. Karena dengan banyak berdzikir maka semakin menyusikan hati kita sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan, baik kesalahan besar maupun kesalahan kecil. Hal tersebut terjadi karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Seringkali kita melakukan kesalahan dan berbuat dosa. Maka dari itu, kita perlu mengintrospeksi diri. Kita harus sering-sering merefleksi diri dan segeralah bertobat apabila melakukan kesalahan atau dosa. Taubat yang diterima Allah adalah taubat nasuha yaitu taubat yang dilakukan secara bersungguh-sungguh, menyesal di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat dan terus berusaha untuk tidak akan kembali lagi mengulanginya.

    ReplyDelete
  14. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Poin yang saya dapatkan dari artikel di atas adalah bahwa manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna, kita harus selalu memperbaiki kekurangan yang ada dengan cara bertaubat kepada Allah SWT.
    Pertaubatan adalah kembali kepada Allah, memohon ampunannya setelah melakukan kesalahan. Pertaubatan adalah karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya sehingga mereka dapat kembali kepada-Nya.

    ReplyDelete
  15. Pertaubatan yang paling benar adalah Pertaubatan "Nasuhah". Pertaubatan Nasuhah adalah meminta pengampunan Allah dengan lisan dan penyesalan di hati terhadap dosa yang telah dilakukan dengan maksud berpaling dari itu dengan tidak akan mengulanginya lagi.
    Inti dari Pertaubatan Nasuhah adalah memohon pengampunan Allah, meninggalkan dosa, dan bertekad untuk menjauh darinya selamanya. Jika dosa berkaitan dengan kesalahan terhadap orang lain, maka hal yang kita lakukan selain pertaubatan kepada Allah untuk pengampunan, kita juga diwajibkan untuk meminta maaf kepada orang terkait.
    Cara termudah untuk bertaubat adalah dengan beristighfar.

    ReplyDelete
  16. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dengan membaca artikel ini, sekaligus menjadi saran kita berdoa memohon ampun karena didalam artikel termuat doa-doa tersebut dan kita membacanya. Tidak akan ada manusia yang luput dari doa, maka bertaubat merupakan jalan terbaik agar kita kembali kepada-Nya. Namun taubatan ini tentunya harus disertai hati yang ikhlas dan bukan untuk berpura-pura, Allah Maha Pengampu. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu diberi kesempatan untuk bertaubat setiap saat melalui dzikir-dzikir kita

    ReplyDelete
  17. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, tanpa dosa, namun seiring berjalan waktu, nafsu dan godaan setan menguasai hati manusia sering lalai. Alhamdulillah bahwa Allah adalah Tuhan Maha Pengampun, tiadalah kita berbuat salah, kemudian istigfar maka akan diampuni dosa-dosa kita. Rasulullah yang sudah menjadi kekasih Allah, dijamin oleh Allah dari segala dosa saja masih mengamalkan istigfar 100 kali sehari. Lah kita bukan siapa-siapa, maka harus berusaha sama dengan Rasulullah. Sering minta ampun dan bertobat dari kesalahan yang disengaja maupun yang tidaak kita sengaja. Misal ucapan kita yang melukai perasaan orang lain tanpa kita sengaja.

    ReplyDelete
  18. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Adapun ketika seseorang melakukan dosa besar, maksiat, kemudian ingin kembali dan mohon ampun pada Allah, tidaklah cukup dengan istigfar. Kita harus melakukan tobat nasuha, tingkatan tobat yang paling tinggi. Tobat nasuha diiringi dengan rasa penyesalahan, tidak akan mengulangi lagi, memotong jalan-jalan menuju kemaksiatan, dan memperbanyak amal ibadah, sedekah, dsb. Tanpa itu maka belum dikatan tobat nasuha.

    ReplyDelete
  19. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Taubat ialah mengakui kesalahan di hadapan Allah SWT dengan merendahkan hati dan memohon ampunanya. Taubat yang sesungguhnya disebut taubat nasuha. Taubat nasuha artinya kita benar-benar menyesali apa yang telah kita perbuat dengan memohon ampun kepada Allah SWT dan berjanji tidak akan mengulanginuya kembali. Taubat seorang hamba insyaallah akan diterima apabila memenuhi beberapa syarat. Yang pertama ia benar-benar menyesali dan menyadari kesalahannya. Kedua, ia tida lagi mengulangi kesalahannya. Ketiga, ia masih hidup dan belum menemui sakaratul maut. Maka marilah kita intropeksi diri betapa banyaknya dosa yang tela kita perbuat. Marila kita bertaubat nasuha kepada Allah SWT sebelum hilang kesempatan kita untuk bertaubat.

    ReplyDelete
  20. Latifah Fitriasari
    PM C

    Jika seseorang melakukan dosa besar sehingga seoarang muslim tersebut harus melakukan taubat nasuha untuk memohon ampunan kepada Allah kemudian ia harus berjanji bahwa ia dengan menyesali dosa dan berjanji tidak akan mengulangi dan komitmen taat pada Allah. Taubat itu wajib dilakukan Taubat adalah kembalinya seseorang dari perilaku dosa ke perilaku yang baik yang dianjurkan Allah. Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul dilakukan dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  21. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Manusia merupakan makhluk yang berlmur doa. Dengan mengertahui bahwa kita adalah makhluk yang berlumur dosa maka kita perlu untuk bertaubat kepada Allah, memohon ampun akan segala dosa yang telah kita lakukan. Tobatan nasuha adalah bertobah dengan sungguh-sungguh bahwa tidak akan mengulasngi lagi dosa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  22. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Taubat berasal dari bahasa arab yakni "taaba-yatuubuu-taubatan" yang berarti kembali. Taubah tidak serta merta kembali menjadi seseoranga sebelum melakukan kesalahan, namun taubat memiliki persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Seseorang yang akan bertaubat haruslah menyesali an menyadari kesalahannya terlebih dahulu, kemudian bertekad tidak akan melakukan hal yang sama, serta beramal baik dan menjauhi perbuatan tidak baik yang pernah dilakukannya. Seseorang yang bertaubat dosanya gugur dan seolah terlahir kembali dalam keadaan bersih, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  23. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dikenal pula istilah taubat nasuha, yakni pertaubatan yang agung, menyesali perilaku atau dosa yang telah dilakukan dengan sebenar-benar penyesalan dan kemudian tidak lagi mengulanginya. Banyak ayat al-Quran yang menyebutkan bahwa allah akan mengampuni dan membersihkan dosa seseorang dengan pertaubatan serta mengangkat kembali derajatnya disisiNya dengan wasilah pertaubatan yang dilakukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  24. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Taubat ialah suatu perbuatan di mana seseorang menyesal telah melakukan sesuatu yang melanggar agama dan berjanji untuk tidak melakukan lagi. Taubat yang diterima Allah adalah taubat nasuha yaitu taubat yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dan menyesal di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Setelah taubat nasuha kita harus berusaha menjaga diri agar perbuatan dosa yang dilakukan tidak terulang kembali.

    ReplyDelete
  25. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Taubat nasuha adalah taubat yang sebenar-benarnya. Maksudnya adalah untuk memohon ampun kepada Allah dengan rasa penyesalan yang sangat dalam terhadap dosa yang telah kita lakukan. Caranya adalah dengan meninggalkan dosa tersebut lalu meniatkan diri untuk tidak mengulanginya lagi. Taubat nasuha adalah taubat yang tingkatannya paling tinggi

    ReplyDelete
  26. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Tidak ada seseorang yang sempurna karena setiap orang pernah atau sering melakukan kesalahan. Sebagian orang sadar dengan kesalahan mereka. dan orang lain telah menyadari dengan apa yang mereka lakukan bahkan mungkin menyesali setiap hal buruk tentang kehidupan mereka. Tidak hanya penyesalan tetapi juga berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik sebaik yang mereka bisa. ini adalah bukti tanggung jawab mereka terhadap Allah swt. Tidak peduli bagaimana orang berbicara dan berpikir tentang kita, Tuhan akan selalu memberi ampunan akan tetapi tergantung pada kapan dan di mana kita melakukannya dengan sepenuh hati. Karena Allah swt Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Jika orang menyadari kejahatannya, mereka harus bertobat. Terkadang, orang yang ingin bertobat selalu mendapat banyak tantangan, dan mereka tidak bisa melewati tantangan itu. Saya berharap orang akan sadar akan kejahatan mereka, dan ingin bertobat kepada Allah, agar bisa menjadi manusia yang lebih baik untuk di masa depan. Kesempurnaan hanya milik Allah, tidak ada manusia sempurna di bumi ini, setiap manusia pasti pernah membuat kesalahan. Segera sadar akan kesalahan dan mohon ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  29. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna maka ia pun tidak akan pernah luput dari salah dan dosa. Setinggi apapun ilmu yang kita miliki, sebanyak apapun amal ibadah yang kita lakukan pasti ada saja sautau ketika kita melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik.
    Di akhirat sana, semua amal ibadah manusia akan dihitung, bahakan amal kebaikan sebasar biji dzarrah pun akan di hitung oleh para malaikat. Begitu pula dengan dosa, dosa manusia sebsar biji dzarrah pun akan tetap dihitung oleh malaikat. Oleh karena itu dalam beribadah, dalam berdoa selain meminta ridha Allah, dan bersyukur kita juga perlu selalu memohon ampun atas kesalahan karena bisa jadi karena hanya sebesar biji zarah maka dosa itu tidak kita sadari. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  30. Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT selalu membuka pintu maaf bagi hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh bertaubat. Taubat jika hanya diucapkan secara lisan namun tidak ditanamkan di dalam hati dan perbuatan maka taubatnya pun tidak akan diterima oleh Allah SWT. Jika taubat kita tidak diterima maka amal kebaikan yang kita perbuatan pun masih akan tertutupi oleh perbuatan dosa yang pernah kita lakukan. Oleh karena itu berataubatlah yang sebenar-benarnya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  31. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Alhamdulillah, kita mendapatkan ilmu lagi melalui elegi ritualikhlas ini, dan sebagai pengingat bagi kita yang selalu berpeluang dan berpotensi melakukan dosa. saya pernah mendengar bahwa jika kita bertaubat dan ingin kembali kepada Allah dan mendatangi Allah dengan merangkak, maka Allah mendatangi kita dengan berjalan, jika kita mendatangi dengan berjalan, maka Allah mendatangi kita dengan berlari (mohon dikoreksi jika ada kekeliruan). intinya adalah untuk mengilustrasikan bahwa Allah sangat suka dengan orang-orang yang bertaubat.

    namun tidak lupa juga bahwa selain dengan beristighfar, kadang Allah juga memberikan suatu penyakit kepada kita yang dengan penyakit itu jika kita bersabar, akan dengan mudah dan cepat menghapus dosa-dosa kita terutama dosa-dosa besar. itulah bukti betapa sayangnya Allah kepada kita, Allah ingin kita segera bersih dari dosa, maka jika kita ditimpakan suatu penyakit, maka bersabarlah dan berbaik sangka lah kepada Allah.

    ReplyDelete
  32. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul dilakukan dengan serius atas dosa-dosa besar yang pernah dilakukan di masa lalu. Taubat nasuha hendaknya diiringi dengan amal perbuatan yang baik. Taubat yang diterima apat ditandai dengan perubahan sikap atau perilaku yang bertaubat atau benar-benar meninggalkan dosa, dan selalu menaati perintah Allah.

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum Wr. Wb. Terim kasih atas tulisan bermanfaat yang bapak sajikan di atas. Saya memahami bahwa. Taubat adalah ihwal konsistensi dalam ingatan terhadap Allah SWT. Mengingat Allah berarti mengingat segala larangannya dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhinya, serta mengingat segala perintahnya dan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakannya. Taubat adalah ihwal kesungguh-sungguhan dalam mempelajari ilmu-ilmu agama dan menjadikannya sebagai pondasi hidup. Saya memahami bahwa tak da manusia yang luput dari kesalahan, namun semua itu bias kita minimalisir dengan belajar atas keridhoan Allah SWT. Aamiin ya Rabbal Alamin!!

    ReplyDelete
  34. Junianto
    PM C
    17709251065

    256. Taubat bisa diartikan sebagai mohon ampunnya manusia kepada Allah karena telah berbuat kesalahan dan dosa. Taubatan Nasuha merupakan taubat besar yang dilakukan karena manusia telah berbuat dosa besar. Tentu taubat diterima dengan beberapa syarat antara lain manusia menyadari perbuatannya yang salah, berjanji tidak akan mengulangi lagi, dan melakukan perbuatan-perbuatan baik setelahnya. Ini menunjukkan bahwa taubat tidak hanya secara lisan saja tetapi hati dan perilaku juga harus mencerminkan taubat yang seungguhnya.

    ReplyDelete
  35. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    "Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan". Tidak semua orang mampu menyadari kesalahannya terkadang timbul sifat sombong dalam diri manusia yang membuat seseorang tidak merasa bersalah. Ketika sadar akan kesalahan kita, maka bertaubat dan memohon ampunan Allah , dan kita harus istiqomah ketika sudah bertaubat.Taubat dan kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya akan berbalik pada diri kita sendiri

    ReplyDelete
  36. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Allah sangat adil dan sangat bijaksana selalu memberikan pintu taubat yang akan selalu terbuka bagi kita selama ajal belum menjemput. Taubat merupaka kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan dengan segala penyesalan.
    sebenar-benar taubat adalah taubat, yaitu menyerahkan diri kepada Allah, menyesali kesalahan yang telah dilakukan dan tidak mengulang kesalahan tersebut.

    ReplyDelete
  37. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia tempatnya salah, dosa, lupa, dan lalai. Tidak ada satu orangpun yang tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa. Oleh karena itu manusia harus selalu meminta ampunan kepada Allah SWT (bertaubat) atas semua dosa-dosa yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  38. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Elegi diatas menereangkan tentang taubat. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia.

    ReplyDelete
  39. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Ada yang namanya Taubat nasuha, yaitu taubat secara totalitas. Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat.

    ReplyDelete
  40. Bertaubat yang paling sederhana itu adalah membaca Istighfar, biasakanlah setiap saat untuk selalu mengucapkan istighfar. Manusia sangat tidak mungkin terhindar dari dosa, oleh karena itu cobalah untuk tidak berbuat dosa dan selalu bersitighfar mohon ampunan kepada Allah. Astaghfirullahaladzim.

    17709251033
    Pratama Wahyu Purnama

    ReplyDelete