Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

102 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. oleh sebab itu, manusia harus bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. rukunnya taubat ada 4 : 1. berhenti mealkukan dosa dan kesalahan yang diperbuat 2. menyesali perbuatan dosa dan kesalahan tersebut 3. berjanji tidak akan mengulangi dan melakukannya lagi 4. memenuhi hah-hak adami yang bersangkutan dengan dosa dan kesalahan tersebut. Allah Maha Pengampun atas segala dosa yang dilakukan manusia kecuali dosa syirik / menyekutukan Allah

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Taubat adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang yang menyadari kesalahan dirinya dan ingin dirinya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Pada dasarnya manusia adalah tempat salah dan lupa, jadi manusia tidak akan bisa menyalahi kodrat itu karena kita dibekali dengan akal dan nafsu. Jika kita melakukan kesalahan sebanyak apapun selama kita bertaubat maka akan diampuni. Apalagi apabila kita bisa bertaubat nasuha yaitu taubat yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Jika orang sadar akan kejahatannya, mereka harus bertobat. Terkadang, orang yang ingin bertobat selalu mendapat banyak tantangan, dan mereka tidak bisa melewati tantangan itu. Saya berharap orang akan sadar akan kejahatan mereka, dan ingin bertobat kepada Tuhan, agar bisa menjadi manusia yang lebih baik untuk masa depan mereka. Kesempurnaan hanya milik Allah, tidak ada manusia sempurna di bumi ini, pasti telah membuat kesalahan. Segera sadar akan adanya kesalahan dan mohon ampun kepada Allah, dan siapa yang merasa telah melakukan dosa nasuhah yang sangat besar sadar dan jangan bertobat akan terulang lagi, hidup pasti sangat indah di dunia ini.

    ReplyDelete
  4. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Sesungguhnya manusia diciptakan tidak dengan kesempurnaan karena manusia tidak luput dari yang namanya kesalahan. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan baik yang disengaja dan tidak disengaja. Melalui kesalahan tersebut diharapkan manusia mampu belajar dengan menyesalinya dan berjanji untuk berusaha memperbaikinya. Ajaran tersebut tentunya sudah diajarkan dalam agama Islam seperti sabda Nabi Muhammad SAW bahwa “ Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah mereka yang bertaubat”. Bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah SWT Yang Maha Pengampun dengan memperbanyak istighfar dan memohon belas kasihan dari Allah SWT serta berjanji untuk berikhtiar untuk berusaha lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tidak ada seorangpun yang paham mengenai diterima atau tidak diterimanya taubat seorang hamba. Tetapi Allah SWT adalah yang Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang. Dan sebenar-benar taubat adalah Taubat nasuha. Namun jika sudah bertaubat, janganlah sesekali mengulangi kesalahan/dosa yang sama. Senantiasa beristighfar untuk memohon ampunannya atas kesalahan yang disadari ataupun tidak disadari adalah salah satu cara memohon ampun pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Hal ini disebabkan oleh kekurangan dan kelalaian manusia dalam menjalankan perintah agama. Untuk setiap kesalahan dan dosa yang kita perbuat, hendaknya kita memohon ampunan dari Tuhan. Permohonan ampunan kita, hendaknya disertai dengan keikhlasan untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan, sebab tobat merupakan rahmat Tuhan yang diberikan agar kita dapat kembali kepada-Nya. Sudah sepantasnya kita memohon ampun kepada Tuhan dan menyesali segala dosa kita, dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

    ReplyDelete
  7. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 11. Dalam elegi ini menyampaikan perihal taubat dan taubat nasuha. Taubat adalah rahmat yang diberikan Allah kepada manusia, agara ia kembali ke jalan Allah. Sebagai manusia tentu kita tak luput dari kesalaham dan dosa. Jika kita ingin menggapai Ridho Allah dan selamat dunia akhirat, tentulah sudah seharusnya kita memohon ampun, dan bertaubat kepada Nya. Seberapapun besarnya dosa kita, jika kita dapat menggapai hakekat taubat dengan niat ikhlas pastilah Allah akan mengampuni semua dosa-dosa kita.

    Taubat nasuha yaitu memohon ampun pada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dalam elegi di atas disebutkan bahwa sebenar-benar taubat adalah taubat nasuha. dan sebaik-baik orang yang melakukan dosa ialah mereka yang bertaubat. Marilah kita bermuhasabah diri dan senantiasa beristighfar dengan niat tulus memohon ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tidak ada manusia yang tidak mempunyai dosa kecuali bayi yang baru lahir dalam keadaaan suci dan tanpa dosa. Manusia memiliki dosa karena kelalaiannya yang mendekatkan dirinya apa yang dibenci oleh Allah. Allah maha pengampun, Allah selalu mengampuni dosa-dosa hambaNya sebanyak buih di lautan. Pada elegi ini disapaikan perihal taubat dan taubat nasuha. Taubat berarti rahmat dari sang pencipta kepada umatNya untuk kembali kejalan yang benar, sedangkan taubat nasuha adalah janji manusia kepada Allah agar tidak mengulangi lagi dosanya dan memohon ampun atas dosa-dosanya.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Bertobat adalah rahmat Tuhan bagi kita. Karena tiada manusia yang sempurna tanpa dosa, maka satu-satunya jalan adalah memohon rahmat ampun pada Tuhan dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Bertobat berarti berusaha meninggalkan semua dosa yang perah kita buat dan tidak pernah mengulanginya lagi.

    ReplyDelete
  10. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    tidak ada manusia yang sempurna karena setiap manusia memiliki keterbatasan dan tentunya manusia pun tidak selamanya bertindak benar. Ada kalanya manusia khilaf baik itu dalam bentuk perbuatan atau bahkan hanya dalam hati. Oleh karena itu, memohon ampun kepada-Nya atas kesalahan yang telah dilakukan dan berusaha untuk tidak melakukan hal yang sama untuk kesekian kalinya sangat dianjurkan. Dan tentunya taubat itu haruslah dilandasi oleh hati yang bersih dan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kepada kita bahwa pada dasarnya kita hanyalah makhluk Tuhan yang tak luput dari dosa. Manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar taubat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Pada dasarnya, taubat tidak selalu identik dengan ritual-ritual khusus yang harus dengan keadaan yang benar-benar khusuk.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kunci utama taubat yaitu menyesal, berhenti dari dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan selalu mengisi hari-harinya dengan kebajikan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mencari Ridha Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya, sebab Allah Maha Mengetahui segala apa yang kita lakukan. Hal ini sesuai dengan QS. As-Syura : 25 “Dan Dialah (Allah) yang menerima taubat daripada hamba-Nya (yang bertaubat) serta memaafkan kejahatan-kejahatan (yang telah mereka lakukan). Dan Dia mengetahui apa yang kamu semua kerjakan.”

    ReplyDelete
  13. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bertaubat adalah memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan dan kelalaian yang diperbuat. Setelah berbuat dosa, haruslah kita segera bertaubat, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah diperbuat. Kemudian bertekat untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut, menjauhinya, dan segera melaksanakan amalan shalih. Allah akan mengampuni dosa kita selama kita menyadari atas kesalahan dan segera bertaubat, sebelum ajal menjemput.

    ReplyDelete
  14. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas memberi peringatan bagi pembaca, khususnya bagi saya pribadi bahwa manusia memanglah tepatnya salah dan dosa. Sikap kesalahan amatlah manusiawi, hanya saja setelah melakukan kesalahan tersebut, tergantung pada diri kita ingin membiarkannya atau menyesalinya. Kesalahan kita pun beragam, bisa kesalahan pada sesama manusia maupun kesalahan pada Allah SWT. Jika kita melakukan kesalahhan hendaknya segera memohon ampunan pada Allah dengan bersungguh-sungguh.
    Dalam hal bertaubat, Allah menilai dari kesungguhan kita dalam memohon ampunan, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. InshaAllah Dia akan memaafkan kesalahan kita jika memang taubat kita bersungguh-sungguh (Taubat Nasuhah), memohon ampunan dilakukan secara lisan, penyesalahan di dalam hati, disertai niat untuk tidak melakukan kesalahan/dosa lagi.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Taubat artinya kembali ke jalan Allah SWT setelah melakukan kesalahan. Sedangkan taubat nasuha merupakan taubat yang sebenar-benarnya dimana dalam taubat nasuha, seseorang kembali ke jalan Allah SWT, menyesali perbuatan yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Seperti pada QS At-Tahrim, yang artinya "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai". Aamiin.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia pasti pernah melakukan salah dan dosa, sehingga manusia hendaknya selalu bertaubat kepada Allah SWT. Seperti yang ada di dalam hadits bahwa “Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat.” Dalam bertaubat, hendaknya manusia melakukan taubat nasuha. Dan percaya bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Dalam QS Al-Baqarah 2:222 bahwa "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri". Semoga Allah senantiasa memberikan pengampunan terhadap dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Elegi ini menjelaskan tentang makna dari taubat, yang merupakan suatu wujud memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat. Manusia adalah mahkluk yang tidak sempurna yang pasti pernah melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT / melakukan dosa. Taubat bukan hanya sekadar ucapan tetapi harus didasari dengan niat dari dalam hati, adanya kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat dan adanya kemauan yang kuat dalam hati untuk berubah dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

    ReplyDelete
  18. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang kita ketahui, Allah maha pengampun, maka janganlah kita berhenti untuk meminta ampun kepadaNya. Bertaubat merupakan salah satu usaha menuju kebaikan, meminta ampun kepadaNya dengan berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan buruk seperti sebelumnya. Semoga Allah selalu mengampuni hambanya yang ikhlas untuk bertaubat.

    ReplyDelete
  19. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia letak salah. Tidak ada manusia yang sempurna, hanya Allah yang Maha sempurna. Jika kita telah berbuat salah maka bersegeralah bertaubat, mohon ampun kepada Allah atas semua kesalahan atau kekhilafan yang telah kita perbuat. Allah Maha pengampun. Taubat yang paling tinggi tingkatannya adalah taubatan nasuhah, yaitu tobat yang benar-benar mohon ampun kepaa Allah SWT dan tidak akan mengulanginya.

    ReplyDelete
  20. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    tidak ada manusia yang luput dari salah. bahkan dalam suatu riwayat (saya dilupakan) bahwa setidaknya dalam sehari kita melakukan 4000 kesalahan. belum lagi dengan kesalahan dengan sesama anak adam. perilaku buruk yang kita anggap remeh semakin lama akan mengantarkan pada kesalahan yang besar

    ReplyDelete
  21. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    bahkan malaikatpun yang allah cipatakan tanpa memiliki hawa nafsu, masih tergiur dengan kefadholan manusia yang mereka anggap sangat mudah untuk memasuki surga. mereka adalah harut dan marut yang dihukum allah digantung di atas laut yang jaraknya hanya satu jengkal, diberikan rasa haus hingga besok hari qiyamah datang. itulah bentuk taubat mereka karena melanggar aturan Allah.

    ReplyDelete
  22. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    harut dan marut dicoba oleh Allah menjadi manusia, merasakan "mudahnya" menjadi manusia. lalu Allah menjadikan bintang yang paling terang sesosok wanita cantik. dengan godaan yang sedikit ini saja sudah takluk. mereka berniat menikahi wanita tersebut, namun dengan syarat untuk membunuh seorang bayi. jika tidak mau lebih baik memperkosa wanita tersebut. tapi tentu saja mereka tidak mau karena itu adalah dosa besar. lalu diminta untuk meminum arak, dan akhirnya mereka mau karena mereka anggap itu adalah hal kecil. akhirnya mereka mabuk, membunuh bayi itu, dan memperkosa wanita yang diutus Allah.

    hanya karena hal kecil saja harus di tebus dengan digantung sampai akhir zaman

    ReplyDelete
  23. Taubat merupakan saluran yang diberikan oleh Allah kepada manusia agar manusia tetap berada dalam jalan kebenaran dan jalan lurus menuju Allah SWT. Manusia harus menyadari bahwa panca indra kadang melakukan kesalahan. Manusia harus menyadari hati, pikiran, ucapan, perbuatan pernah atau bahkan sering berbuat dosa. Oleh karena itu Allah telah memberikan saluran melalui taubat agar manusia kembali dalam jalan kebenaran, tetap berada di jalan yang diridhoi Allah. Manusia yang baik merupakan manusia yang telah berbuat salah atau mempunyai dosa kemudian menyadarinya dan segera bertaubat kepada Allah. Manusia tidak lepas dan kesalahan dan dosa, hanya Nabi Muhammad SAW yang terlepas dari dosa. Sedang Nabi pun selalu beristigfar setiap hari.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Manusia tempatnya salah dan lupa, juga berlumuran dosa. Tetapi Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menghapus dosa-dosa kita dengan cara bertaubat. Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat. Saya penah mendengar cermaha seorang Ustadz, kata beliau, ketika seorang hamba berbuat dosa, Allah tutupi dosa-dosanya. Bahkan, Allah mengatakan kepada para malaikat, "tunggu, jangan kau catat dulu dosa-dosa si fulan hari ini, siapa tahu besok pagi dia akan bertaubat". Tetapi ketika manusia melakukan kebaikan (mendapat pahala), Allah umumkan di depan para malaikat. Sungguh Allah Maha Baik. Oleh karena itu, marilah kita bertaubat kepada Allah, jangan sampai kita bertaubat saat nyawa sudah ada di kerongkongan,karena pada saat itu, taubat sudah tak diterima lagi.

    ReplyDelete
  25. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 B 2017

    Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Marsigit. Lewat postingan ini, saya ikut berdoa. Saya menyadari akan kesalahan-kesalahan saya. Pada postingan ini (dan pada sumber ilmu yang lain) saya membaca dan mendengarkan bahwa cara taubat kita terdap dosa pada orang lain adalah dengan meinta ampunan orang tersebut kemudian diiringi dengan mohon ampunan kepada Allah. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya kita sebagai manusia mengerti, memahami, dan menjalankan "habluminallah" dan "habluminannas".

    ReplyDelete
  26. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Manusia kodratnya sebagai makhuk allah yang tak pernah luput dari berbuat kesalahan. Allah selalu membukakan pintu maaf bagi hambanya. Bertaubat adalah langkah kita untuk memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan selanjutnya kita berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
    Postingan bapak sangat bermanfaat bagi pembaca, mengajarkan kami tentang makna taubat dan bagaimana teknis bertaubat tersebut.

    ReplyDelete
  27. Muhammad Kamaluddin
    PPs PM B 2017

    Sebagai manusia biasa dengan tingkat keimanan yang cenderung berubah-ubah, tentu kita tidak akan lepas dari kekilafan dan kesalahan. Bahkan dua hal tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita. Oleh sebab itu, memang sudah seharusnya kita sadar dan berusaha untuk membersihkan dan memperbaiki diri, memohon ampun dan bertaubat atas dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Bagaimana caranya? Yakni dengan menyesali kesalahan-kesalahan kita, memohon ampun kepada Allah, kemudian berkomitmen untuk tidak mengulanginya. "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. Al-Baqarah:222)

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Taubat adalah kembali kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukan seraya memohon ampunan dari-Nya. Kita sebagai manusia yang sudah jelas pernah melakukan kesalahan tidak sewajarnya jika kita enggan kembali kepada-Nya atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Padahal Allah tidak akan menutup pintu tobat dari hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bertobat nasuhah, ‘memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat’. Oleh karena itu untuk tetap menahan diri agar tidak kembali melakukan kesalahan, maka selalu bertawakal dan istiqomah di jalan Allah.

    ReplyDelete
  29. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Al insanu mahallul khotho' wannis-yaan
    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Jika kita terlanjur melakukan kesalahan apapun, hendaknya kita bersegera untuk memohon ampun kepada Allah SWT. dengan cara beristighfar dan bertaubat untuk membersihkan hati dan diri. Bertaubat di sini adalah yang benar-benar bertaubat yaitu menyesali perbuatannya sepenuh hati dan tidak akan melakukannya lagi.

    ReplyDelete
  30. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    "Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan". Menyadari kesalahan tidak semua orang dapat melakukannya. Terkadang timbul sifat sombong dalam diri manusia yang membuat seseorang tidak pernah merasa bersalah. Mampu menyadari kesalahan dan mengoreksi menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. Ketika kita melakukan kesalahan alangkah baiknya kita bertaubat, dan memohon ampunan, Allah Maha Pengampun, dan kita harus istiqomah ketika sudah bertaubat, perbanyaklah melakukan kebaikan, karena kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya akan berbalik pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  31. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    - Manusia hidup di dunia tidak lepas dari kesalahan atau dosa. Tanpa disadari setiap waktu kesalahan itu dapat dilakukan, dari kesalahan kecil maupun besar. Tidak ada yang tahu kesalahan yang telah diperbuat telah diampuni oleh Allah swt atau belum. Yang bisa dilakukan manusia hanyalah terus dan terus memohon ampun.
    - Memperbaiki kekurangan yang dilakukan setiap harinya dengan bertaubat pada Allah swt. Taubat adalah rahmat dari Allah untuk hamba-Nya. Rahmat bagi mereka yang selalu mengingat akan kesalahannya dan menyerahkan kepada Allah sebagai penyelesaiannya. “Setiap anak Adam pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yag berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut). Lillah Lillah dan Lillah.

    ReplyDelete
  32. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya tidak satu manusia pun di alam ini yang terbebas dari dosa walaupun kecil. Namun demikian Allah swt dengan rahmatnya kepada hamba-hamba-Nya selalu memberikan kepada mereka yang berbuat dosa kesempatan untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan. Allah selalu membukakan pintu taubat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat selama ruhnya belum berada di kerongkongan atau matahari terbit dari barat.

    ReplyDelete
  33. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sejatinya manusia ini semua memiliki kesalahan. Karena manusia tempat salah dan lupa. Untuk membersihkan kesalahan yang telah diperbuat ini perlu yang namanya taubat. Yaitu penyesalan, pernyataan penyesalan, memohon ampunan pada Allah, dan berjanji tidak akan mengulainginya lagi. Dan sebenar-benarnya taubat adalah taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Dimana cara untuk bertaubat nasuha ini ada dua cara yaitu : Apabila dosa itu dilakukan dan berimbas pada orang lain, maka yang harus dilakukan yaitu meminta maaf kepada yang bersangkutan. Lalu kemudian memohon ampun pada Allah. Kemudian ketika dosa tersebut berkaitan langsung pada Allah, yaitu memohon ampun dengan mengucap istigfar sebanyak-banyaknya. Memohon ampun serta bimbinganNya agar ditunjukkan pada jalan yang benar dan dijauhkan dari perbuatan dosa. semoga kita dapat diampuni atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Astagfirullah haladzim.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Membaca postingan Bapak selalu mengingatkan saya tentang banyaknya kekurangan, ketidaktahuan, dan kelemahan pada diri saya. Tiada daya dan upaya selain berikhtiar dan memohon ridho Allah SWT. Selain itu, saya juga teringat tentang pentingnya melakukan refleksi diri agar dapat segera memohon ampunan Allah karena sebagai manusia tidak akan pernah lepas dari salah dan dosa.

    ReplyDelete
  35. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Taubat artinya kembali ke jalan Allah SWT setelah melakukan kesalahan. Sedangkan taubat nasuha merupakan taubat yang sebenar-benarnya dimana dalam taubat nasuha, seseorang kembali ke jalan Allah SWT, menyesali perbuatan yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Seperti pada QS At-Tahrim, yang artinya Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
    Setiap manusia pasti pernah melakukan salah dan dosa, sehingga manusia hendaknya selalu bertaubat kepada Allah SWT. Seperti yang ada di dalam hadits bahwa “Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat.” Dalam bertaubat, hendaknya manusia melakukan taubat nasuha. Dan percaya bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Dalam QS Al-Baqarah 2:222 bahwa Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  36. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini mengingatkan kepada kami untuk senantiasa beristighfar dan mohon ampunan Allah SWT. Karena setelah kami renungi tiadalah hari bagi kami tanpa berbuat dosa entah itu disengaja atau tidak disengaja. Manusia adalah tempatnya dosa, manusia pasti pernah melakukan kesalahan, hanya dengan taubat dan memohon ampun kepada-Nya lah kita bisa mendapatkan ampunan dari-Nya.

    ReplyDelete
  37. Junianto
    PM C
    17709251065

    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Hal ini tentu sudah menjadi sesuatu yang wajar karena manusia memang tidak ada yang sempurna. Sesama manusia sudah sewajarnya saling maaf dan memaafkan ketika berbuat kesalahan. Tobat merupakan kembalinya manusia kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Jadi, taubat bisa dikatakan sebagai permohonan maaf manusia kepada Allah. Rasulullah bersabda ” Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut). Dari hadits ini, sudah jelas bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Maka dari itu, bertobat merupakan suatu keharusan dengan catatan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

    ReplyDelete
  38. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap manusia di dunia tercipta dengan ketidaksempurnaannya dengan kesalahannya dengan kekhilafannya. Dan sebaik manusia yang memiliki salah adalah dengan bertaubat kepada-Nya. Sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang guru, sebagai seorang pejabat pasti pernah melakukan suatu kesalahan. Jangan pernah merasa gagal atau hancur karena kesalahan itu, bertaubatlah dengan sebenar-benarnya Taubat, minta ampunan kepada Allah karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa bertaubat dan diampuni Allah SWT.

    ReplyDelete
  39. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalmualaikum. Wr Wb
    Taubah merupakan hal yang penting yang harus dilakukan manusia untuk menggapai ridhonya. Manusia tidak luput dari kesalahan dan lupa melakukan hal-hal yang kurang baik. Oleh karena itu untuk memperoleh ridho Allah SWT diperlukan taubat yang tidak hanya taubat lombok namun taubat sebenar-benarnya melalui taubat nasuha. Sejatinya taunah baiknya dilakukan setiaph hari karena manusia terkadang lupa melakukan kesalahan setiap harinya. Shalat taubah dan bermunajat kepada Allah adalah salah satu komunikasi terbaik. Terima kasih bapak


    ReplyDelete
  40. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Pak. Pintu ampunan Allah SWT jauh lebih besar daripada dosa-dosa manusia karena manusia memang sudah pada tempatnya melakukan kesalahan dan kekhilafan. Sehingga taubat manusia insya Allah akan diterima selama nyawanya belum melewati kerongkongannya. Namun perlu diingat taubat yang diterima adalah taubatan nasuhah, yaitu taubat yang bersungguh-sungguh dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

    ReplyDelete
  41. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari dosa dan kesalahan memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah, yaitu dengan bertaubat yang sungguh-sungguh. Taubat yang sungguh-sungguh merupakan taubatan nasuha. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini, menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa mendatang serta meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Karena keterbatasannya, sebaik apapun manusia berusaha untuk taat kepada Allah, pasti akan ada saja suatu kesalahan yang diperbuat, tetapi Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka manusia hendaknya senantiasa memohon ampun. Allah SWT selalu membukakan pintu maaf seluas-luasnya untuk hambanya yang memohon ampunan kepada Allah dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  42. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Bertaubat berati memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat kepada Allah. Sedangkan taubat nasuha adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tidak akan melakukan kesalahan itu lagi. Maka sebenar-benar taubat adalah taubat nasuha. Karena hanya memohon ampun atas kesalahan saja tidak cukup menjamin apakah akan melakukan kesalahan yang sama atau tidak,tetapi jika dengan bersungguh-sungguh tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, maka akan semakin dekatlah dia dengan Tuhan dan diampunilah dosa-dosanya.

    ReplyDelete
  43. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Mengevaluasi diri dan mengakui kesalahan yang telah kita lakukan adalah suatu sikap terpuji. Sebagai manusia biasa sudah barang tentu kita tidak akan luput dari yang namanya kesalahan dan dosa. Oleh sebab itu, hendaklah kita menyadari akan kesalahan - kesalan yang selalu kita buat setiap waktunya. Tidak hanya cukup dengan mengakuinya, marilah bersegera untuk bertaubat, mengakui segala kesalahan kita, menyesalinya, memohon ampun, dan kemudian berkomitmen untuk tidak lagi mengulanginya. Sebaik - baik manusia adalah mereka yang bersegera bertaubat ketika mengetahui telah melakukan kesalahan atau dosa.

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Astagfirullahaladzim. Itulah ucapan yang paling mudah untuk bertaubat. Kapan waktu yang tepat untuk bertaubat? Setiap detik adalah waktu yang tepat untuk bertaubat, karena manusia tidak akan pernah lepas dari salah dan dosa. Taubat merupakan suatu rahmat dan karunia yang diberikan Allah kepada hambanya, maka syukurilah jika kita masih bisa bertaubat, karena jika kita tidak mendapatkan rahmatNya untuk bertaubat bisa jadi kita terperangkap kedalam dosa yang tak pernah berhenti menggerogoti hidup kita, dan bisa jadi kita akan jauh dari Allah. Sungguh merugilah hidup kita di dunia dan akhirat jika jauh dari Nya.

    ReplyDelete
  45. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof ,yang senantiasa tidak henti-hentinya menyuguhkan kepada kami petuah-petuah nasehat.Manusia tempat bertumpunya keslaahan.Manusia itu tak sempurna.Yang sempurna itu hanyalah Allah SWT.Namun tak berarti manusia yang baik itu yaitu yang tidak pernah salah.Tapi manusia yang baik itu adalah manusia yang menyadari kesalahannya dan segera bertobat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya tobat dalam artian tobat nasuha dengan tidak mengulanginya kembali seperti yang di gambarkan pada elegi tersebut.Oleh karenanya, sayapun tidak dapat memungkiri diri ini dari kesalahan dan kesombongan yang selalu melekat baik disadari atau tidak.Maka izinkan saya, untuk melirihkan istigfar dalam hati ini.Harapannya, semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan kesombongan yang saya lakukan.Aminn

    ReplyDelete
  46. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ini membuat saya semakin terus berharap pada Allah agar selalu diberi kesempatan untuk kembali pada-Nya saat telah berbuat kesalahan, baik itu perbuatan kedzaliman pada diri sendiri maupun dengan sesama makhluk hidup. Istighfar, kata-kata yang dapat menjadi penenang diri ini. Terima kasih Prof untuk ulasan ini dan jangan pernah bosan untuk mengingatkan saya dan teman-teman.

    ReplyDelete
  47. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas elegi ritual ikhlas 11 ini. Memang benar seperti yang Bapak sampaikan dalam elegi diatas bahwa manusia itu tempatnya salah dan dosa. Tidak ada satu pun manusia yang terbebas dari dosa. Bagaimanapun seorang manusia beribadah, mengerjakan amalan-amalan yang yang diperintahkan dalam Agama, tetapi itu belum cukup untuk menutupi semua kekurangan-kekurangan yang ada pada diri.
    Namun, Islam itu sangat indah. Allah SWT selalu membuka pintu maaf, pintu taubat bagi hamba-Nya yang benar-benar ingin memperbaiki diri, memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Oleh karena itu, selalulah intropeksi diri dan memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah diperbuat. Semoga Allah selalu membuka pintu taubat-Nya untuk kita semua, aamiin...

    ReplyDelete
  48. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Pak, atas elegi yang sangat menguggah hati ini. Membaca elegi ini saya memahami bahwa taubat bukanlah sekedar pengampunan dosa, melainkan wujud kembalinya hati kita kepada Tuhan. Bahwa sesungguhnya manusia, tidak perlu menunggu mati dulu untuk dapat kembali kepada-Nya, melainkan dengan berdoa dan bertaubat menjadikan kita merasa lebih nyaman dan dekat kepada-Nya

    ReplyDelete
  49. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof atas ilmu yang diberikan melalui postingan yang sangat menyentuh jiwa ini.
    Taubat adalah satu kewajiban yang harus dilakukan seluruh umat manusia tanpa terkecuali. manusia pasti mempunyai kesalahan maka cara untuk melunasi kesalah tersebut adalah dengan memohon ampun seikhlas ikhlas dan serendah rendahnya kepada sang Maha Pencipta dunia dan seisinya. dzikir doa taubat adalah senjata yang ampuh untuk kita sebagai manusia agar terus menerus mendekatkan diri kepada Allah SWT. semoga kita semua ialah termasuk orang-orang yang taubat nya di terima oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Taubat merupakan bukti rahmat Allah pada manusia. Allah menyukai orang-orang yang bertaubat. Artinya, orang yang sebelumnya banyak melakukan kesalahan dan kelalaian begitu ia bertobat ia langsung mendapatkan cintanya Allah. Begitu baik hatinya Allah kepada kita. Allah tidak menunggu seseorang mencapai titik alim untuk Dia cintai. Tapi dari orang yang banyak berbuat salah, kemudian ia bertobat Allah langsung mencintainya, tidak menunggu nanti-nanti. Begitulah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Semoga lisan kita senantiasa dibasahi dengan istighfar, begitu pula hati kita semoga senantiasa dipenuhi dengan istighfar. Astaghfirullahaladzim

    ReplyDelete
  51. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    "Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya." Dalam mengutip kalimat tersebut rasanya banyak sekali yang akan disampakan. Sungguh suatu kekurangan saya, sangat berat untuk bertaubat Nasuha, dimana terkadang sudah berusaha untuk tidak mengulaing dosa yang sama tetapi tetap saja terulangi. Hanya berbekal do'a dan beristigfar lah yang hanya saat ini saya mampu perbuat, hanya memohon ampunan dan hanya berbekal berusaha untuk tidak mengulang dosa yang sama, masih belum dapat untuk berjanji untuk tidak mengulang dosa yang sama. Semoga Allah selalu memberi ampunan dan kita semua termasuk orang-orang yang bertaubat, tidak hnya sekedar taubat tetapi taubat nasuhah. Aamiin.

    ReplyDelete
  52. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya mencoba mencari elegi ritual ikhlas 10 tapi belum berhasil menemukan. Maafkan, Saya lompat dulu ke Elegi ritual ikhlas 11 ini, yang rupanya bicara tentang tobat. Ketika masih kanak Kanak SD, Saya diajari bahwa dosa adalah perbuatan melanggar hukum Tuhan, yang menjauhkan saya dari Tuhan. Tobat adalah upaya untuk kembali mendekatkan diri padaNya. Hal yang mudah diucapkan tapi Tak mudah dilakukan. Bisa pula menjadi latah, mohon ampun jadi hanya di bibir saja, Tak sampai ke hati. Bila gengsi/sombong masih merajai hati, tobat menjadi sulit pula. Maka benar, belajar ikhlas itu salah satunya dengan tobat ini. Semoga Allah menuntunku.

    ReplyDelete
  53. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Taubat adalah bukti nyata betapa Allah membukakan pintu maaf selebar-lebarnya kepada umatNya yang telah melakukan kesalahan baik kecil maupun besar. Namun alangkah baiknya jika kita segera taubat setelah menyadari kesalahan, jangan menunggu hari tua. Sebab tidak ada yg tau apakah kita akan diberi kesempatan utk hidup hingga waktu yang lama. Sederhananya saat kita tersalah kata ataupun yang lainnya, membiasakan beristighfar adalah salah satu usaha agar kita selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  54. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita senantiasa mengucap istighfar dan bertaubat. Betapa baiknya Allah kepada manusia dengan memberikan kita kesempatan untuk bertaubat. Bahkan dalam Quran Surah Az Zumar ayat 53, Allah menyebut orang yang berdosa sebagai orang yang melampaui batas.

    ReplyDelete
  55. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Setiap hari manusia tidak luput dari dosa, maka dalam berdoa kita juga dianjurkan selalu beristighfar memohon ampunan dari Nya. Berdoa dengan ikhlas tidak dengan memaksa, berdoa dengan sabar, ikhtiar, dan tawakkal. Doa yang kita panjatkan belum tentu terkabul sesuai dengan apa yang kita minta. Barangkali Allah menggantinya dengan yang lebih baik yang tidak kita duga. Tugas kita adalah terus dan terus berdoa, jangan sampai menjadi orang yang sombong dikarenakan tidak pernah berdoa.

    ReplyDelete
  56. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Taubat yang murni adalah taubat Nasuha. Taubat yang dilakukan dengan memohon ampunan pada Allah swt dengan penyesalan dalam hati dan diucapkan dengan lisan serta meninggalkan dosa yang telah dilakukan dan berniat untuk tidak mengulanginya. Biasanya seseorang yang melakukan taubat Nasuha adalah mereka yang telah melakukan dosa besar sehingga merasa hina ketika berhadapan dengan Allah swt. Oleh karenanya dalan taubat Nasuha terdapat penekanan bahwa tidak
    akan mengulangi kesalahan yang sama untuk ke depannya. Apabila manusia mempunyai kesalah terhadap manusia lain, hendaklah mereka meminta maaf. Seseorang yang mau mengakui kesalahannya dihadapan orang lain tidak lantas membuat mereka hina dihadapan orang lain dan Allah swt. Hal tersebut malah menjadikannya lebih mencintai dan mendekatkannya pada Rabb sang Maha Pemaaf. Seseorang yang mengakui kesalahannya lebih disukai Allah daripada mereka yang melempar kesalahan pada orang lain.

    ReplyDelete
  57. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika kita membahas mengenai taubat, maka hal ini merupakan perkara yang sangatlah luas dan lebar. Namun, disinya saya memberikan kenyataan yang ada di kalangan manusia. Kebanyakan mereka, dalam mengatakan dirinya sudah taubat bukanlah hal yang susah. Mengatakan kata taubat bagi mereka merupakan hal yang mudah. Jika kita lihat, sebenar-benarnya taubat itu bukan dari mulut, namun dari hati. Intinya, jika seseorang sudah tidak melakukan apa yang pernah dilakukan (perbuatan dosa), maka sesungguhnya itulah yang sebenar-benarnya taubat. Mereka tidak akan melakukannnya selama-lamanya. Kebanyakan manusia sekarang, mereka hanya melakukan tobat sambel (istilah dari ustad saya). Mereka gampang mengatakan taubat namun masih bisa melakukan dosa yang sama pada waktu yang berbeda. Hal inilah yang menjadi polemik di manusia saat ini. Semoga kita dijauhkan dari sifat tersebut. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  58. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, maka sepatutnya kita memohon ampun kepada Allah dengan cara bertaubat. Namun banyak orang yang telah bertaubat dan kembali lagi berbuat kesalahan yang sama. Maka taubatnya diragukan kesungguhannya. Karena jika kesalahan yang sama dilakukan terus menerus, maka kita sudah terjatuh dalam lubang sama. Maka dalam melakukan taubat, sebaiknya lakukanlah dengan sungguh-sungguh yaitu taubatan nasuha. Dengan meniatkan tidak akan melakukan kesalahan yang sama, serta menyesali dengan kesungguhan kesalahan yang telah kita lakukan, sebelum terlambat.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  59. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia pasti pernah melakukankan kesalahan disengaja maupun tidak disengaja dan sadar maupun tidak sadar. Oleh karena itu, hendaknya setiap manusia dengan segala kerendahan hatinya menyadari bahwa manusia adalah mahluk yang tidak sempurna dan penuh dengan kesalahan di mata Tuhan. Kesadaran tersebut yang akan membawa manusia untuk bertobat. Bertobat yang sesunggunya atau yang paling tinggi adalah dengan meninggalkan perbuatan yang dia anggap dosa dan mencari jalan yang lebi baik. Perbuatan yang di anggap dosa adalah segala sesuatu yang menyimpangan dari ajaran Tuhan yaitu menjauhi larangannya dan menjalankan perintahnya. Maka kita harus selalu sadar diri agar kita akan di jauhkan dari segala sesuatu yang menyimpang dari ajaran Tuhan.

    ReplyDelete
  60. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Sering kali dalam menjalani hidup manusia melakukan kesalahan dan maksiat yang akhirnya berujung pada dosa dan penyesalan. Berhenti melakukan maksiat dan kembali menuju ketaatan adalah arti dari taubat. Saat manusia masih melakukan banyak maksiat, doa yang orang tersebut panjatkan sulit terkabul.
    Ada lima hal yang harus dilakukan dalam bertaubat, yaitu: ikhlas karena Allah, menyesali kemaksiatan dan berjanji untuk tidak mengulangi, menghindarkan diri dari perbuatan maksiat sesegera mungkin, bertekat untuk tidak mengulanginya, dan hendaknya bertaubat dilakukan sebelum ditutup pintu taubat yaitu sebelum ajal menjemput.

    ReplyDelete
  61. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Mungkin, kita dimata manusia sangatlah sempurna tapi tidak di mata Allah. Sesempurnanya manusia, pasti memiliki kekurangan yang secara sadar maupun tidak sadar ia lakukan. Sekecil kesalahan yang kita buat, kita dianjurkan untuk meminta ampunan kepada Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Selagi kita memohon dengan sungguh sungguh, pastilah Allah akan mengampuni semua dosa dosa kita. Amiin amiin amiin.

    ReplyDelete
  62. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Manusia itu jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata. Manusia yang dikenal sangat shaleh pun, pasti pernah melakukan kesalahan. Karena sejatinya setiap manusia adalah tempatnya berbuat dosa dan kesalahan. Untuk itu, manusia sudah selayaknya selalu bertaubat kepada Allah untuk meminta ampunan dariNya. Seberapa besarpun dosa dan kesalahan yang diperbuat hambaNya Allah akan mengampuninya jika hambaNya melakukan taubat yang sebenar-benarnya yaitu bertobat nasuhah.
    Hubungan manusia ada dua macam yaitu habluminanas dan habluminallah. Habluminanas adalah hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan habluminallah adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Sehingga saat melakukan kesalahan pada orang lain, kita tidak cukup jika hanya bertaubat kepada Allah. Namun kita juga harus meminta maaf terhadap orang yang kita sakiti dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. terimakasih

    ReplyDelete
  63. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Elegi ini membahas mengenai tobat. Setiap manusia memang tidak terlepas dari kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna sehingga dia tidak memiliki kesalahan sama sekali, namun hal yang membedakan adalah bagaimana cara meminimalisasi kesalahan tersebut dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Cara yang efektif dalam memperbaiki kesalahan yaitu dengan bertobat atau memohon ampun kepada Tuhan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Apabila dia benar-benar tidak mengulangi kesalahan tersebut maka dapat dikatakan bahwa dia telah bertobat. Namun apabila dia sudah memiliki keinginan untuk bertobat namun masih melakukan kesalahan yang sama,istilahnya disebut dengan “Tomat” atau tobat kumat. Namun apabila dia tidak memiliki keinginan untuk memperbaikinya maka dia dkatakan tidak bertobat.

    ReplyDelete
  64. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Maka manusia tidak akan pernah terlepas dari dosa entah itu dosa kecil maupun dosa besar. Dan karena itulah sebagai seorang manusia kita tidak boleh lupa untuk bertaubat kepada Allah SWT. Bertaubat dengan sebenar- benar taubat, dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama, dengan terus berusaha memperbaiki kesalahan yang kita buat serta berusaha untuk terus menjadi hamba-hamba Allah SWT yang lebih baik.

    ReplyDelete
  65. Dalam hidupnya seorang manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan dosa, termasuk orang yang berilmu tinggi sekalipun, terkadang mereka luput dan khilaf melakukan kesalahan tanpa terkadang menyadari akan hal dilakukannya, namun Allah membuatkan jalan kepada manusia untuk menutupi dosa atau kesalahan tersebut dengan jalan taubat nasuha, yaitu taubat yang sebenar-benarnya, menyadari akan kesalahan, dan berusaha melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  66. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan pernyataan Ustad M. Fadlun, dari sekian banyak perintah Allah, pasti ada sebagian yang belum kita laksanakan dan kita penuhi. Maka kita harus selalu menginstropeksi dan memperbaiki diri hal-hal apakah yang belum kita laksanakan, dan apakah yang sudah kita laksanakan pun sudah optimal. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Seseorang yang berniat untuk bertaubat apalagi Tabutaan Nasuha, sangatlah disukai Allah apalagi jika melakukannya setiap hari dan setiap saat. Artinya, Allah sangat senang apabila hamaNya terus merendahkan diri dihadapannya, terus memperbaiki segala amal ibadah nya, dan menginstropeksi diri atas segala tindakan dan perilakunya, baik Hablumminallah maupun Hablumminannas. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selalu Ingat akan Allah, menempatkan Allah menjadi prioritas dan orientasi hidup kita agar kita mampu dan sadar diri untuk terus bertaubat kepada Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  67. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seperti yang sudah saya sampaikan pada elegy sebelumnya bahwa Alloh memerintahkan pada hambaNya untuk meminta ampun pada Alloh atas segala kesalahan yang dilakukan baik disengaja maupun tidak. Karena sesungguhnya manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran, hati yang dapat merasakan, maka sudah sewajarnya manusia terkadang berpikir yang tidak-tidak, merasakan kegalauan dan kesedihan yang berlarut, berprasangka tidak baik. Agar semua itu tidak menjadi racun dalam tubuh manusia, maka manusia diwajibkan untuk bertaubat sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi atau dalam Islam biasa disebut dengan Taubat Nasuhah. Terdapat hukumnya dalam Al-Quran dan sudah dijelaskan dengan rinci bagaimana taubat nasuhah dijalankan oleh umat muslim di seluruh dunia.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia sangat dekat dengan khilaf dan dosa. Apalagi hidup di jaman seperti sekarang ini, jika tidak berhati-hati dan meneguhkan giri untuk berada di jalan Allah maka kita akan terperosok masuk ke lembah dosa. Maka dari itu, manusia harus senantiasa bertaubat dengan taubatan nasuhah. Makna taubat disini bukan hanya memohon ampun, tetapi lebih dalam. Pertama kita harus menyadari diri kita berdosa, mengakui setiap kesalahan kita, selanjutnya beristigfar memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat. Kemudian berkomitmen untuk tidak mengulanginya, berniat untuk selalu menjaga dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dengan senantiasa mengikuti setiap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan demikian semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.

    ReplyDelete
  69. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari dosa dan salah. Segala sesuatu yang salah berasal dari manusia dan yang benar bersumber dari Tuhan yang maha mengetahui. Maka tiadalah jalan yang dapat menebus segala kesalahan dan kekhilafan selain bertaubat kepada Allah SWT. Seberapa besarpun kesalahanmu datang dan mohon ampunlah karena sesungguhnya Allah SWT maha pengampun. Sesalilah segalah kesalahan tersebut serta taulatlah dengan taubat nasuhah.

    ReplyDelete
  70. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, baik yang disadari atau yang tidak. Baik yang lampau atau yang baru saja terjadi. Untuk mengugurkan dosa kita, Allah memberikan pintu seluas – luasnya bagi orang yang mau bertaubat. harus segera dilaksanakan walaupun dosa kecil, maka siapa yang menunda berarti ia berdosa karena menundanya. Selain berurusan dengan Tuhan, manusia pun perlu untuk meminta maaf kepada manusia lain yang disakiti. Jika dosa itu berupa menganiaya terhadap hak seseorang maka harus dikembalikan atau menggantinya. Dan apabila dosa tersebut karena menuduh seseorang maka harus minta maaf kepada orang yang tertuduh

    ReplyDelete
  71. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Fitrahnya manusia penuh dengan kelalaian, dan kesalahan. Tak ada manusia tanpa dosa, namun Allah SWT maha pemberi ampunan. Allah SWT jadikan taubat sebagai jalan manusia untuk merefleksi diri dari kesalahan yang telah dilakukan. Bertaubat dilakukan dengan sungguh-sungguh dari dalam hati (dengan ikhlas) dan niat kuat tidak akan mengulanginya lagi. Semoga Allah SWT menerima taubat kita dan selalu membimbing ke jalan yang lurus dan diridhoi Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  72. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Salah satu tujuan dari taubat adalah untuk mensucikan diri dihadapan Allah SWT. Perbanyaklah mensucikian diri agar kita bisa mendekjatkan diri kepada Allah SWT . Allah SWt itu maha suci, maka agar dapat mendekati sesuatu yang suci itu maka kita harus suci terlebih dahulu. Bagaimana cara kita agar bisa menjadi suci maka salah satu caranya adalah dengan cara banyak berdzikir kepada Allah SWT. Karena dengan banyak berdzikir maka semakin menyusikan hati kita sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  73. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan, baik kesalahan besar maupun kesalahan kecil. Hal tersebut terjadi karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Seringkali kita melakukan kesalahan dan berbuat dosa. Maka dari itu, kita perlu mengintrospeksi diri. Kita harus sering-sering merefleksi diri dan segeralah bertobat apabila melakukan kesalahan atau dosa. Taubat yang diterima Allah adalah taubat nasuha yaitu taubat yang dilakukan secara bersungguh-sungguh, menyesal di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat dan terus berusaha untuk tidak akan kembali lagi mengulanginya.

    ReplyDelete
  74. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Poin yang saya dapatkan dari artikel di atas adalah bahwa manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna, kita harus selalu memperbaiki kekurangan yang ada dengan cara bertaubat kepada Allah SWT.
    Pertaubatan adalah kembali kepada Allah, memohon ampunannya setelah melakukan kesalahan. Pertaubatan adalah karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya sehingga mereka dapat kembali kepada-Nya.

    ReplyDelete
  75. Pertaubatan yang paling benar adalah Pertaubatan "Nasuhah". Pertaubatan Nasuhah adalah meminta pengampunan Allah dengan lisan dan penyesalan di hati terhadap dosa yang telah dilakukan dengan maksud berpaling dari itu dengan tidak akan mengulanginya lagi.
    Inti dari Pertaubatan Nasuhah adalah memohon pengampunan Allah, meninggalkan dosa, dan bertekad untuk menjauh darinya selamanya. Jika dosa berkaitan dengan kesalahan terhadap orang lain, maka hal yang kita lakukan selain pertaubatan kepada Allah untuk pengampunan, kita juga diwajibkan untuk meminta maaf kepada orang terkait.
    Cara termudah untuk bertaubat adalah dengan beristighfar.

    ReplyDelete
  76. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Dengan membaca artikel ini, sekaligus menjadi saran kita berdoa memohon ampun karena didalam artikel termuat doa-doa tersebut dan kita membacanya. Tidak akan ada manusia yang luput dari doa, maka bertaubat merupakan jalan terbaik agar kita kembali kepada-Nya. Namun taubatan ini tentunya harus disertai hati yang ikhlas dan bukan untuk berpura-pura, Allah Maha Pengampu. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu diberi kesempatan untuk bertaubat setiap saat melalui dzikir-dzikir kita

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, tanpa dosa, namun seiring berjalan waktu, nafsu dan godaan setan menguasai hati manusia sering lalai. Alhamdulillah bahwa Allah adalah Tuhan Maha Pengampun, tiadalah kita berbuat salah, kemudian istigfar maka akan diampuni dosa-dosa kita. Rasulullah yang sudah menjadi kekasih Allah, dijamin oleh Allah dari segala dosa saja masih mengamalkan istigfar 100 kali sehari. Lah kita bukan siapa-siapa, maka harus berusaha sama dengan Rasulullah. Sering minta ampun dan bertobat dari kesalahan yang disengaja maupun yang tidaak kita sengaja. Misal ucapan kita yang melukai perasaan orang lain tanpa kita sengaja.

    ReplyDelete
  78. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Adapun ketika seseorang melakukan dosa besar, maksiat, kemudian ingin kembali dan mohon ampun pada Allah, tidaklah cukup dengan istigfar. Kita harus melakukan tobat nasuha, tingkatan tobat yang paling tinggi. Tobat nasuha diiringi dengan rasa penyesalahan, tidak akan mengulangi lagi, memotong jalan-jalan menuju kemaksiatan, dan memperbanyak amal ibadah, sedekah, dsb. Tanpa itu maka belum dikatan tobat nasuha.

    ReplyDelete
  79. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Taubat ialah mengakui kesalahan di hadapan Allah SWT dengan merendahkan hati dan memohon ampunanya. Taubat yang sesungguhnya disebut taubat nasuha. Taubat nasuha artinya kita benar-benar menyesali apa yang telah kita perbuat dengan memohon ampun kepada Allah SWT dan berjanji tidak akan mengulanginuya kembali. Taubat seorang hamba insyaallah akan diterima apabila memenuhi beberapa syarat. Yang pertama ia benar-benar menyesali dan menyadari kesalahannya. Kedua, ia tida lagi mengulangi kesalahannya. Ketiga, ia masih hidup dan belum menemui sakaratul maut. Maka marilah kita intropeksi diri betapa banyaknya dosa yang tela kita perbuat. Marila kita bertaubat nasuha kepada Allah SWT sebelum hilang kesempatan kita untuk bertaubat.

    ReplyDelete
  80. Latifah Fitriasari
    PM C

    Jika seseorang melakukan dosa besar sehingga seoarang muslim tersebut harus melakukan taubat nasuha untuk memohon ampunan kepada Allah kemudian ia harus berjanji bahwa ia dengan menyesali dosa dan berjanji tidak akan mengulangi dan komitmen taat pada Allah. Taubat itu wajib dilakukan Taubat adalah kembalinya seseorang dari perilaku dosa ke perilaku yang baik yang dianjurkan Allah. Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul dilakukan dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  81. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Manusia merupakan makhluk yang berlmur doa. Dengan mengertahui bahwa kita adalah makhluk yang berlumur dosa maka kita perlu untuk bertaubat kepada Allah, memohon ampun akan segala dosa yang telah kita lakukan. Tobatan nasuha adalah bertobah dengan sungguh-sungguh bahwa tidak akan mengulasngi lagi dosa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  82. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Taubat berasal dari bahasa arab yakni "taaba-yatuubuu-taubatan" yang berarti kembali. Taubah tidak serta merta kembali menjadi seseoranga sebelum melakukan kesalahan, namun taubat memiliki persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Seseorang yang akan bertaubat haruslah menyesali an menyadari kesalahannya terlebih dahulu, kemudian bertekad tidak akan melakukan hal yang sama, serta beramal baik dan menjauhi perbuatan tidak baik yang pernah dilakukannya. Seseorang yang bertaubat dosanya gugur dan seolah terlahir kembali dalam keadaan bersih, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  83. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dikenal pula istilah taubat nasuha, yakni pertaubatan yang agung, menyesali perilaku atau dosa yang telah dilakukan dengan sebenar-benar penyesalan dan kemudian tidak lagi mengulanginya. Banyak ayat al-Quran yang menyebutkan bahwa allah akan mengampuni dan membersihkan dosa seseorang dengan pertaubatan serta mengangkat kembali derajatnya disisiNya dengan wasilah pertaubatan yang dilakukan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  84. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Taubat ialah suatu perbuatan di mana seseorang menyesal telah melakukan sesuatu yang melanggar agama dan berjanji untuk tidak melakukan lagi. Taubat yang diterima Allah adalah taubat nasuha yaitu taubat yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dan menyesal di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Setelah taubat nasuha kita harus berusaha menjaga diri agar perbuatan dosa yang dilakukan tidak terulang kembali.

    ReplyDelete
  85. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Taubat nasuha adalah taubat yang sebenar-benarnya. Maksudnya adalah untuk memohon ampun kepada Allah dengan rasa penyesalan yang sangat dalam terhadap dosa yang telah kita lakukan. Caranya adalah dengan meninggalkan dosa tersebut lalu meniatkan diri untuk tidak mengulanginya lagi. Taubat nasuha adalah taubat yang tingkatannya paling tinggi

    ReplyDelete
  86. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Tidak ada seseorang yang sempurna karena setiap orang pernah atau sering melakukan kesalahan. Sebagian orang sadar dengan kesalahan mereka. dan orang lain telah menyadari dengan apa yang mereka lakukan bahkan mungkin menyesali setiap hal buruk tentang kehidupan mereka. Tidak hanya penyesalan tetapi juga berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik sebaik yang mereka bisa. ini adalah bukti tanggung jawab mereka terhadap Allah swt. Tidak peduli bagaimana orang berbicara dan berpikir tentang kita, Tuhan akan selalu memberi ampunan akan tetapi tergantung pada kapan dan di mana kita melakukannya dengan sepenuh hati. Karena Allah swt Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  87. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  88. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Jika orang menyadari kejahatannya, mereka harus bertobat. Terkadang, orang yang ingin bertobat selalu mendapat banyak tantangan, dan mereka tidak bisa melewati tantangan itu. Saya berharap orang akan sadar akan kejahatan mereka, dan ingin bertobat kepada Allah, agar bisa menjadi manusia yang lebih baik untuk di masa depan. Kesempurnaan hanya milik Allah, tidak ada manusia sempurna di bumi ini, setiap manusia pasti pernah membuat kesalahan. Segera sadar akan kesalahan dan mohon ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  89. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna maka ia pun tidak akan pernah luput dari salah dan dosa. Setinggi apapun ilmu yang kita miliki, sebanyak apapun amal ibadah yang kita lakukan pasti ada saja sautau ketika kita melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik.
    Di akhirat sana, semua amal ibadah manusia akan dihitung, bahakan amal kebaikan sebasar biji dzarrah pun akan di hitung oleh para malaikat. Begitu pula dengan dosa, dosa manusia sebsar biji dzarrah pun akan tetap dihitung oleh malaikat. Oleh karena itu dalam beribadah, dalam berdoa selain meminta ridha Allah, dan bersyukur kita juga perlu selalu memohon ampun atas kesalahan karena bisa jadi karena hanya sebesar biji zarah maka dosa itu tidak kita sadari. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  90. Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT selalu membuka pintu maaf bagi hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh bertaubat. Taubat jika hanya diucapkan secara lisan namun tidak ditanamkan di dalam hati dan perbuatan maka taubatnya pun tidak akan diterima oleh Allah SWT. Jika taubat kita tidak diterima maka amal kebaikan yang kita perbuatan pun masih akan tertutupi oleh perbuatan dosa yang pernah kita lakukan. Oleh karena itu berataubatlah yang sebenar-benarnya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  91. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Alhamdulillah, kita mendapatkan ilmu lagi melalui elegi ritualikhlas ini, dan sebagai pengingat bagi kita yang selalu berpeluang dan berpotensi melakukan dosa. saya pernah mendengar bahwa jika kita bertaubat dan ingin kembali kepada Allah dan mendatangi Allah dengan merangkak, maka Allah mendatangi kita dengan berjalan, jika kita mendatangi dengan berjalan, maka Allah mendatangi kita dengan berlari (mohon dikoreksi jika ada kekeliruan). intinya adalah untuk mengilustrasikan bahwa Allah sangat suka dengan orang-orang yang bertaubat.

    namun tidak lupa juga bahwa selain dengan beristighfar, kadang Allah juga memberikan suatu penyakit kepada kita yang dengan penyakit itu jika kita bersabar, akan dengan mudah dan cepat menghapus dosa-dosa kita terutama dosa-dosa besar. itulah bukti betapa sayangnya Allah kepada kita, Allah ingin kita segera bersih dari dosa, maka jika kita ditimpakan suatu penyakit, maka bersabarlah dan berbaik sangka lah kepada Allah.

    ReplyDelete
  92. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Taubat nasuha adalah taubat yang betul-betul dilakukan dengan serius atas dosa-dosa besar yang pernah dilakukan di masa lalu. Taubat nasuha hendaknya diiringi dengan amal perbuatan yang baik. Taubat yang diterima apat ditandai dengan perubahan sikap atau perilaku yang bertaubat atau benar-benar meninggalkan dosa, dan selalu menaati perintah Allah.

    ReplyDelete
  93. Assalamualaikum Wr. Wb. Terim kasih atas tulisan bermanfaat yang bapak sajikan di atas. Saya memahami bahwa. Taubat adalah ihwal konsistensi dalam ingatan terhadap Allah SWT. Mengingat Allah berarti mengingat segala larangannya dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhinya, serta mengingat segala perintahnya dan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakannya. Taubat adalah ihwal kesungguh-sungguhan dalam mempelajari ilmu-ilmu agama dan menjadikannya sebagai pondasi hidup. Saya memahami bahwa tak da manusia yang luput dari kesalahan, namun semua itu bias kita minimalisir dengan belajar atas keridhoan Allah SWT. Aamiin ya Rabbal Alamin!!

    ReplyDelete
  94. Junianto
    PM C
    17709251065

    256. Taubat bisa diartikan sebagai mohon ampunnya manusia kepada Allah karena telah berbuat kesalahan dan dosa. Taubatan Nasuha merupakan taubat besar yang dilakukan karena manusia telah berbuat dosa besar. Tentu taubat diterima dengan beberapa syarat antara lain manusia menyadari perbuatannya yang salah, berjanji tidak akan mengulangi lagi, dan melakukan perbuatan-perbuatan baik setelahnya. Ini menunjukkan bahwa taubat tidak hanya secara lisan saja tetapi hati dan perilaku juga harus mencerminkan taubat yang seungguhnya.

    ReplyDelete
  95. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    "Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan". Tidak semua orang mampu menyadari kesalahannya terkadang timbul sifat sombong dalam diri manusia yang membuat seseorang tidak merasa bersalah. Ketika sadar akan kesalahan kita, maka bertaubat dan memohon ampunan Allah , dan kita harus istiqomah ketika sudah bertaubat.Taubat dan kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya akan berbalik pada diri kita sendiri

    ReplyDelete
  96. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Allah sangat adil dan sangat bijaksana selalu memberikan pintu taubat yang akan selalu terbuka bagi kita selama ajal belum menjemput. Taubat merupaka kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan dengan segala penyesalan.
    sebenar-benar taubat adalah taubat, yaitu menyerahkan diri kepada Allah, menyesali kesalahan yang telah dilakukan dan tidak mengulang kesalahan tersebut.

    ReplyDelete
  97. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia tempatnya salah, dosa, lupa, dan lalai. Tidak ada satu orangpun yang tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa. Oleh karena itu manusia harus selalu meminta ampunan kepada Allah SWT (bertaubat) atas semua dosa-dosa yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  98. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Elegi diatas menereangkan tentang taubat. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia.

    ReplyDelete
  99. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Ada yang namanya Taubat nasuha, yaitu taubat secara totalitas. Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat.

    ReplyDelete
  100. Bertaubat yang paling sederhana itu adalah membaca Istighfar, biasakanlah setiap saat untuk selalu mengucapkan istighfar. Manusia sangat tidak mungkin terhindar dari dosa, oleh karena itu cobalah untuk tidak berbuat dosa dan selalu bersitighfar mohon ampunan kepada Allah. Astaghfirullahaladzim.

    17709251033
    Pratama Wahyu Purnama

    ReplyDelete
  101. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Taubat yang diterima Allah SWT adalah taubat nasuha yaitu bertobat dari dosa yang diperbuat saat ini dan menyesali dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu serta berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa mendatang. Jika dosa itu dilakukan kepada sesama manusia maka cara bertaubatnya dengan meminta maaf kepadanya. Dengan kita bertaubat akan menambahkan kecintaan kita kepada Allah SWT karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mampu mensucikan diri.

    ReplyDelete
  102. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Manusia bukanlah makhluk sempurna, ia tidak bisa luput dari kesalahan, besar maupun kecil, sengaja maupun tidak disengaja. Manusia merupakan tempatnya salah dan khilaf. Maha Baik Allah Ta’ala yang selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Nya yang berbuat salah untuk kembali kepada jalan yang benar dengan sebenar-benarnya taubat, yaitu taubatan nasuha.
    Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubatan nasuha)” [At Tahriim : 8].

    ReplyDelete