Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

38 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang kita ketahui, Allah maha pengampun, maka janganlah kita berhenti untuk meminta ampun kepadaNya. Bertaubat merupakan salah satu usaha menuju kebaikan, meminta ampun kepadaNya dengan berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan buruk seperti sebelumnya. Semoga Allah selalu mengampuni hambanya yang ikhlas untuk bertaubat.

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia letak salah. Tidak ada manusia yang sempurna, hanya Allah yang Maha sempurna. Jika kita telah berbuat salah maka bersegeralah bertaubat, mohon ampun kepada Allah atas semua kesalahan atau kekhilafan yang telah kita perbuat. Allah Maha pengampun. Taubat yang paling tinggi tingkatannya adalah taubatan nasuhah, yaitu tobat yang benar-benar mohon ampun kepaa Allah SWT dan tidak akan mengulanginya.

    ReplyDelete
  3. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    tidak ada manusia yang luput dari salah. bahkan dalam suatu riwayat (saya dilupakan) bahwa setidaknya dalam sehari kita melakukan 4000 kesalahan. belum lagi dengan kesalahan dengan sesama anak adam. perilaku buruk yang kita anggap remeh semakin lama akan mengantarkan pada kesalahan yang besar

    ReplyDelete
  4. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    bahkan malaikatpun yang allah cipatakan tanpa memiliki hawa nafsu, masih tergiur dengan kefadholan manusia yang mereka anggap sangat mudah untuk memasuki surga. mereka adalah harut dan marut yang dihukum allah digantung di atas laut yang jaraknya hanya satu jengkal, diberikan rasa haus hingga besok hari qiyamah datang. itulah bentuk taubat mereka karena melanggar aturan Allah.

    ReplyDelete
  5. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    pendidikan matematika 2013

    harut dan marut dicoba oleh Allah menjadi manusia, merasakan "mudahnya" menjadi manusia. lalu Allah menjadikan bintang yang paling terang sesosok wanita cantik. dengan godaan yang sedikit ini saja sudah takluk. mereka berniat menikahi wanita tersebut, namun dengan syarat untuk membunuh seorang bayi. jika tidak mau lebih baik memperkosa wanita tersebut. tapi tentu saja mereka tidak mau karena itu adalah dosa besar. lalu diminta untuk meminum arak, dan akhirnya mereka mau karena mereka anggap itu adalah hal kecil. akhirnya mereka mabuk, membunuh bayi itu, dan memperkosa wanita yang diutus Allah.

    hanya karena hal kecil saja harus di tebus dengan digantung sampai akhir zaman

    ReplyDelete
  6. Taubat merupakan saluran yang diberikan oleh Allah kepada manusia agar manusia tetap berada dalam jalan kebenaran dan jalan lurus menuju Allah SWT. Manusia harus menyadari bahwa panca indra kadang melakukan kesalahan. Manusia harus menyadari hati, pikiran, ucapan, perbuatan pernah atau bahkan sering berbuat dosa. Oleh karena itu Allah telah memberikan saluran melalui taubat agar manusia kembali dalam jalan kebenaran, tetap berada di jalan yang diridhoi Allah. Manusia yang baik merupakan manusia yang telah berbuat salah atau mempunyai dosa kemudian menyadarinya dan segera bertaubat kepada Allah. Manusia tidak lepas dan kesalahan dan dosa, hanya Nabi Muhammad SAW yang terlepas dari dosa. Sedang Nabi pun selalu beristigfar setiap hari.

    ReplyDelete
  7. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Manusia tempatnya salah dan lupa, juga berlumuran dosa. Tetapi Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menghapus dosa-dosa kita dengan cara bertaubat. Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat. Saya penah mendengar cermaha seorang Ustadz, kata beliau, ketika seorang hamba berbuat dosa, Allah tutupi dosa-dosanya. Bahkan, Allah mengatakan kepada para malaikat, "tunggu, jangan kau catat dulu dosa-dosa si fulan hari ini, siapa tahu besok pagi dia akan bertaubat". Tetapi ketika manusia melakukan kebaikan (mendapat pahala), Allah umumkan di depan para malaikat. Sungguh Allah Maha Baik. Oleh karena itu, marilah kita bertaubat kepada Allah, jangan sampai kita bertaubat saat nyawa sudah ada di kerongkongan,karena pada saat itu, taubat sudah tak diterima lagi.

    ReplyDelete
  8. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 B 2017

    Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Marsigit. Lewat postingan ini, saya ikut berdoa. Saya menyadari akan kesalahan-kesalahan saya. Pada postingan ini (dan pada sumber ilmu yang lain) saya membaca dan mendengarkan bahwa cara taubat kita terdap dosa pada orang lain adalah dengan meinta ampunan orang tersebut kemudian diiringi dengan mohon ampunan kepada Allah. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya kita sebagai manusia mengerti, memahami, dan menjalankan "habluminallah" dan "habluminannas".

    ReplyDelete
  9. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Manusia kodratnya sebagai makhuk allah yang tak pernah luput dari berbuat kesalahan. Allah selalu membukakan pintu maaf bagi hambanya. Bertaubat adalah langkah kita untuk memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan selanjutnya kita berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
    Postingan bapak sangat bermanfaat bagi pembaca, mengajarkan kami tentang makna taubat dan bagaimana teknis bertaubat tersebut.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    PPs PM B 2017

    Sebagai manusia biasa dengan tingkat keimanan yang cenderung berubah-ubah, tentu kita tidak akan lepas dari kekilafan dan kesalahan. Bahkan dua hal tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita. Oleh sebab itu, memang sudah seharusnya kita sadar dan berusaha untuk membersihkan dan memperbaiki diri, memohon ampun dan bertaubat atas dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Bagaimana caranya? Yakni dengan menyesali kesalahan-kesalahan kita, memohon ampun kepada Allah, kemudian berkomitmen untuk tidak mengulanginya. "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. Al-Baqarah:222)

    ReplyDelete
  11. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Taubat adalah kembali kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukan seraya memohon ampunan dari-Nya. Kita sebagai manusia yang sudah jelas pernah melakukan kesalahan tidak sewajarnya jika kita enggan kembali kepada-Nya atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Padahal Allah tidak akan menutup pintu tobat dari hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bertobat nasuhah, ‘memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat’. Oleh karena itu untuk tetap menahan diri agar tidak kembali melakukan kesalahan, maka selalu bertawakal dan istiqomah di jalan Allah.

    ReplyDelete
  12. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Al insanu mahallul khotho' wannis-yaan
    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Jika kita terlanjur melakukan kesalahan apapun, hendaknya kita bersegera untuk memohon ampun kepada Allah SWT. dengan cara beristighfar dan bertaubat untuk membersihkan hati dan diri. Bertaubat di sini adalah yang benar-benar bertaubat yaitu menyesali perbuatannya sepenuh hati dan tidak akan melakukannya lagi.

    ReplyDelete
  13. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    "Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan". Menyadari kesalahan tidak semua orang dapat melakukannya. Terkadang timbul sifat sombong dalam diri manusia yang membuat seseorang tidak pernah merasa bersalah. Mampu menyadari kesalahan dan mengoreksi menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya. Ketika kita melakukan kesalahan alangkah baiknya kita bertaubat, dan memohon ampunan, Allah Maha Pengampun, dan kita harus istiqomah ketika sudah bertaubat, perbanyaklah melakukan kebaikan, karena kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya akan berbalik pada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  14. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    - Manusia hidup di dunia tidak lepas dari kesalahan atau dosa. Tanpa disadari setiap waktu kesalahan itu dapat dilakukan, dari kesalahan kecil maupun besar. Tidak ada yang tahu kesalahan yang telah diperbuat telah diampuni oleh Allah swt atau belum. Yang bisa dilakukan manusia hanyalah terus dan terus memohon ampun.
    - Memperbaiki kekurangan yang dilakukan setiap harinya dengan bertaubat pada Allah swt. Taubat adalah rahmat dari Allah untuk hamba-Nya. Rahmat bagi mereka yang selalu mengingat akan kesalahannya dan menyerahkan kepada Allah sebagai penyelesaiannya. “Setiap anak Adam pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yag berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut). Lillah Lillah dan Lillah.

    ReplyDelete
  15. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya tidak satu manusia pun di alam ini yang terbebas dari dosa walaupun kecil. Namun demikian Allah swt dengan rahmatnya kepada hamba-hamba-Nya selalu memberikan kepada mereka yang berbuat dosa kesempatan untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan. Allah selalu membukakan pintu taubat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat selama ruhnya belum berada di kerongkongan atau matahari terbit dari barat.

    ReplyDelete
  16. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sejatinya manusia ini semua memiliki kesalahan. Karena manusia tempat salah dan lupa. Untuk membersihkan kesalahan yang telah diperbuat ini perlu yang namanya taubat. Yaitu penyesalan, pernyataan penyesalan, memohon ampunan pada Allah, dan berjanji tidak akan mengulainginya lagi. Dan sebenar-benarnya taubat adalah taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Dimana cara untuk bertaubat nasuha ini ada dua cara yaitu : Apabila dosa itu dilakukan dan berimbas pada orang lain, maka yang harus dilakukan yaitu meminta maaf kepada yang bersangkutan. Lalu kemudian memohon ampun pada Allah. Kemudian ketika dosa tersebut berkaitan langsung pada Allah, yaitu memohon ampun dengan mengucap istigfar sebanyak-banyaknya. Memohon ampun serta bimbinganNya agar ditunjukkan pada jalan yang benar dan dijauhkan dari perbuatan dosa. semoga kita dapat diampuni atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Astagfirullah haladzim.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Membaca postingan Bapak selalu mengingatkan saya tentang banyaknya kekurangan, ketidaktahuan, dan kelemahan pada diri saya. Tiada daya dan upaya selain berikhtiar dan memohon ridho Allah SWT. Selain itu, saya juga teringat tentang pentingnya melakukan refleksi diri agar dapat segera memohon ampunan Allah karena sebagai manusia tidak akan pernah lepas dari salah dan dosa.

    ReplyDelete
  18. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Taubat artinya kembali ke jalan Allah SWT setelah melakukan kesalahan. Sedangkan taubat nasuha merupakan taubat yang sebenar-benarnya dimana dalam taubat nasuha, seseorang kembali ke jalan Allah SWT, menyesali perbuatan yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Seperti pada QS At-Tahrim, yang artinya Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
    Setiap manusia pasti pernah melakukan salah dan dosa, sehingga manusia hendaknya selalu bertaubat kepada Allah SWT. Seperti yang ada di dalam hadits bahwa “Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat.” Dalam bertaubat, hendaknya manusia melakukan taubat nasuha. Dan percaya bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Dalam QS Al-Baqarah 2:222 bahwa Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
    Trimakasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  19. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini mengingatkan kepada kami untuk senantiasa beristighfar dan mohon ampunan Allah SWT. Karena setelah kami renungi tiadalah hari bagi kami tanpa berbuat dosa entah itu disengaja atau tidak disengaja. Manusia adalah tempatnya dosa, manusia pasti pernah melakukan kesalahan, hanya dengan taubat dan memohon ampun kepada-Nya lah kita bisa mendapatkan ampunan dari-Nya.

    ReplyDelete
  20. Junianto
    PM C
    17709251065

    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Hal ini tentu sudah menjadi sesuatu yang wajar karena manusia memang tidak ada yang sempurna. Sesama manusia sudah sewajarnya saling maaf dan memaafkan ketika berbuat kesalahan. Tobat merupakan kembalinya manusia kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Jadi, taubat bisa dikatakan sebagai permohonan maaf manusia kepada Allah. Rasulullah bersabda ” Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut). Dari hadits ini, sudah jelas bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Maka dari itu, bertobat merupakan suatu keharusan dengan catatan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

    ReplyDelete
  21. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setiap manusia di dunia tercipta dengan ketidaksempurnaannya dengan kesalahannya dengan kekhilafannya. Dan sebaik manusia yang memiliki salah adalah dengan bertaubat kepada-Nya. Sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang guru, sebagai seorang pejabat pasti pernah melakukan suatu kesalahan. Jangan pernah merasa gagal atau hancur karena kesalahan itu, bertaubatlah dengan sebenar-benarnya Taubat, minta ampunan kepada Allah karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa bertaubat dan diampuni Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalmualaikum. Wr Wb
    Taubah merupakan hal yang penting yang harus dilakukan manusia untuk menggapai ridhonya. Manusia tidak luput dari kesalahan dan lupa melakukan hal-hal yang kurang baik. Oleh karena itu untuk memperoleh ridho Allah SWT diperlukan taubat yang tidak hanya taubat lombok namun taubat sebenar-benarnya melalui taubat nasuha. Sejatinya taunah baiknya dilakukan setiaph hari karena manusia terkadang lupa melakukan kesalahan setiap harinya. Shalat taubah dan bermunajat kepada Allah adalah salah satu komunikasi terbaik. Terima kasih bapak


    ReplyDelete
  23. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Pak. Pintu ampunan Allah SWT jauh lebih besar daripada dosa-dosa manusia karena manusia memang sudah pada tempatnya melakukan kesalahan dan kekhilafan. Sehingga taubat manusia insya Allah akan diterima selama nyawanya belum melewati kerongkongannya. Namun perlu diingat taubat yang diterima adalah taubatan nasuhah, yaitu taubat yang bersungguh-sungguh dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

    ReplyDelete
  24. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari dosa dan kesalahan memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah, yaitu dengan bertaubat yang sungguh-sungguh. Taubat yang sungguh-sungguh merupakan taubatan nasuha. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini, menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa mendatang serta meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Karena keterbatasannya, sebaik apapun manusia berusaha untuk taat kepada Allah, pasti akan ada saja suatu kesalahan yang diperbuat, tetapi Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka manusia hendaknya senantiasa memohon ampun. Allah SWT selalu membukakan pintu maaf seluas-luasnya untuk hambanya yang memohon ampunan kepada Allah dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  25. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Bertaubat berati memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat kepada Allah. Sedangkan taubat nasuha adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tidak akan melakukan kesalahan itu lagi. Maka sebenar-benar taubat adalah taubat nasuha. Karena hanya memohon ampun atas kesalahan saja tidak cukup menjamin apakah akan melakukan kesalahan yang sama atau tidak,tetapi jika dengan bersungguh-sungguh tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, maka akan semakin dekatlah dia dengan Tuhan dan diampunilah dosa-dosanya.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Mengevaluasi diri dan mengakui kesalahan yang telah kita lakukan adalah suatu sikap terpuji. Sebagai manusia biasa sudah barang tentu kita tidak akan luput dari yang namanya kesalahan dan dosa. Oleh sebab itu, hendaklah kita menyadari akan kesalahan - kesalan yang selalu kita buat setiap waktunya. Tidak hanya cukup dengan mengakuinya, marilah bersegera untuk bertaubat, mengakui segala kesalahan kita, menyesalinya, memohon ampun, dan kemudian berkomitmen untuk tidak lagi mengulanginya. Sebaik - baik manusia adalah mereka yang bersegera bertaubat ketika mengetahui telah melakukan kesalahan atau dosa.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Astagfirullahaladzim. Itulah ucapan yang paling mudah untuk bertaubat. Kapan waktu yang tepat untuk bertaubat? Setiap detik adalah waktu yang tepat untuk bertaubat, karena manusia tidak akan pernah lepas dari salah dan dosa. Taubat merupakan suatu rahmat dan karunia yang diberikan Allah kepada hambanya, maka syukurilah jika kita masih bisa bertaubat, karena jika kita tidak mendapatkan rahmatNya untuk bertaubat bisa jadi kita terperangkap kedalam dosa yang tak pernah berhenti menggerogoti hidup kita, dan bisa jadi kita akan jauh dari Allah. Sungguh merugilah hidup kita di dunia dan akhirat jika jauh dari Nya.

    ReplyDelete
  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof ,yang senantiasa tidak henti-hentinya menyuguhkan kepada kami petuah-petuah nasehat.Manusia tempat bertumpunya keslaahan.Manusia itu tak sempurna.Yang sempurna itu hanyalah Allah SWT.Namun tak berarti manusia yang baik itu yaitu yang tidak pernah salah.Tapi manusia yang baik itu adalah manusia yang menyadari kesalahannya dan segera bertobat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya tobat dalam artian tobat nasuha dengan tidak mengulanginya kembali seperti yang di gambarkan pada elegi tersebut.Oleh karenanya, sayapun tidak dapat memungkiri diri ini dari kesalahan dan kesombongan yang selalu melekat baik disadari atau tidak.Maka izinkan saya, untuk melirihkan istigfar dalam hati ini.Harapannya, semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan kesombongan yang saya lakukan.Aminn

    ReplyDelete
  29. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ini membuat saya semakin terus berharap pada Allah agar selalu diberi kesempatan untuk kembali pada-Nya saat telah berbuat kesalahan, baik itu perbuatan kedzaliman pada diri sendiri maupun dengan sesama makhluk hidup. Istighfar, kata-kata yang dapat menjadi penenang diri ini. Terima kasih Prof untuk ulasan ini dan jangan pernah bosan untuk mengingatkan saya dan teman-teman.

    ReplyDelete
  30. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas elegi ritual ikhlas 11 ini. Memang benar seperti yang Bapak sampaikan dalam elegi diatas bahwa manusia itu tempatnya salah dan dosa. Tidak ada satu pun manusia yang terbebas dari dosa. Bagaimanapun seorang manusia beribadah, mengerjakan amalan-amalan yang yang diperintahkan dalam Agama, tetapi itu belum cukup untuk menutupi semua kekurangan-kekurangan yang ada pada diri.
    Namun, Islam itu sangat indah. Allah SWT selalu membuka pintu maaf, pintu taubat bagi hamba-Nya yang benar-benar ingin memperbaiki diri, memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Oleh karena itu, selalulah intropeksi diri dan memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah diperbuat. Semoga Allah selalu membuka pintu taubat-Nya untuk kita semua, aamiin...

    ReplyDelete
  31. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Pak, atas elegi yang sangat menguggah hati ini. Membaca elegi ini saya memahami bahwa taubat bukanlah sekedar pengampunan dosa, melainkan wujud kembalinya hati kita kepada Tuhan. Bahwa sesungguhnya manusia, tidak perlu menunggu mati dulu untuk dapat kembali kepada-Nya, melainkan dengan berdoa dan bertaubat menjadikan kita merasa lebih nyaman dan dekat kepada-Nya

    ReplyDelete
  32. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof atas ilmu yang diberikan melalui postingan yang sangat menyentuh jiwa ini.
    Taubat adalah satu kewajiban yang harus dilakukan seluruh umat manusia tanpa terkecuali. manusia pasti mempunyai kesalahan maka cara untuk melunasi kesalah tersebut adalah dengan memohon ampun seikhlas ikhlas dan serendah rendahnya kepada sang Maha Pencipta dunia dan seisinya. dzikir doa taubat adalah senjata yang ampuh untuk kita sebagai manusia agar terus menerus mendekatkan diri kepada Allah SWT. semoga kita semua ialah termasuk orang-orang yang taubat nya di terima oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Taubat merupakan bukti rahmat Allah pada manusia. Allah menyukai orang-orang yang bertaubat. Artinya, orang yang sebelumnya banyak melakukan kesalahan dan kelalaian begitu ia bertobat ia langsung mendapatkan cintanya Allah. Begitu baik hatinya Allah kepada kita. Allah tidak menunggu seseorang mencapai titik alim untuk Dia cintai. Tapi dari orang yang banyak berbuat salah, kemudian ia bertobat Allah langsung mencintainya, tidak menunggu nanti-nanti. Begitulah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Semoga lisan kita senantiasa dibasahi dengan istighfar, begitu pula hati kita semoga senantiasa dipenuhi dengan istighfar. Astaghfirullahaladzim

    ReplyDelete
  34. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    "Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya." Dalam mengutip kalimat tersebut rasanya banyak sekali yang akan disampakan. Sungguh suatu kekurangan saya, sangat berat untuk bertaubat Nasuha, dimana terkadang sudah berusaha untuk tidak mengulaing dosa yang sama tetapi tetap saja terulangi. Hanya berbekal do'a dan beristigfar lah yang hanya saat ini saya mampu perbuat, hanya memohon ampunan dan hanya berbekal berusaha untuk tidak mengulang dosa yang sama, masih belum dapat untuk berjanji untuk tidak mengulang dosa yang sama. Semoga Allah selalu memberi ampunan dan kita semua termasuk orang-orang yang bertaubat, tidak hnya sekedar taubat tetapi taubat nasuhah. Aamiin.

    ReplyDelete
  35. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya mencoba mencari elegi ritual ikhlas 10 tapi belum berhasil menemukan. Maafkan, Saya lompat dulu ke Elegi ritual ikhlas 11 ini, yang rupanya bicara tentang tobat. Ketika masih kanak Kanak SD, Saya diajari bahwa dosa adalah perbuatan melanggar hukum Tuhan, yang menjauhkan saya dari Tuhan. Tobat adalah upaya untuk kembali mendekatkan diri padaNya. Hal yang mudah diucapkan tapi Tak mudah dilakukan. Bisa pula menjadi latah, mohon ampun jadi hanya di bibir saja, Tak sampai ke hati. Bila gengsi/sombong masih merajai hati, tobat menjadi sulit pula. Maka benar, belajar ikhlas itu salah satunya dengan tobat ini. Semoga Allah menuntunku.

    ReplyDelete
  36. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Taubat adalah bukti nyata betapa Allah membukakan pintu maaf selebar-lebarnya kepada umatNya yang telah melakukan kesalahan baik kecil maupun besar. Namun alangkah baiknya jika kita segera taubat setelah menyadari kesalahan, jangan menunggu hari tua. Sebab tidak ada yg tau apakah kita akan diberi kesempatan utk hidup hingga waktu yang lama. Sederhananya saat kita tersalah kata ataupun yang lainnya, membiasakan beristighfar adalah salah satu usaha agar kita selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  37. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita senantiasa mengucap istighfar dan bertaubat. Betapa baiknya Allah kepada manusia dengan memberikan kita kesempatan untuk bertaubat. Bahkan dalam Quran Surah Az Zumar ayat 53, Allah menyebut orang yang berdosa sebagai orang yang melampaui batas.

    ReplyDelete
  38. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Setiap hari manusia tidak luput dari dosa, maka dalam berdoa kita juga dianjurkan selalu beristighfar memohon ampunan dari Nya. Berdoa dengan ikhlas tidak dengan memaksa, berdoa dengan sabar, ikhtiar, dan tawakkal. Doa yang kita panjatkan belum tentu terkabul sesuai dengan apa yang kita minta. Barangkali Allah menggantinya dengan yang lebih baik yang tidak kita duga. Tugas kita adalah terus dan terus berdoa, jangan sampai menjadi orang yang sombong dikarenakan tidak pernah berdoa.

    ReplyDelete