Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

21 comments:

  1. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan dan tidak akan mengulangi lagi kesalahannya. Taubat merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. . Taubat Nasuhah dapat dilakukan dengan mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Maka segeralah memohon ampun atas dosa-dosa yang kita terbuat. Kita bukanlah apa-apa, karena setiap hal yang ada dalam diri kita hanya ciptaan Allah. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang diberi ampunan oleh Allah SWT . Aamiin

    ReplyDelete
  2. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PMA PPs UNY 2018

    Kelalaian manusia dalam menjalankan perintah agama menjadikan manusia tidak hidup sesuai dengan maksud-maksud Tuhan dalam hidupnya. Kesalahan itu dinamakan dengan dosa. Dosa adalah perilaku memberontak kepada Tuhan. Tetapi karena kasih setia Tuhan, Ia mau menerima kita dan memulihkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam semua ketidaksetiaan kita, Tuhan tetap setia dan selalu membuka pintu pertobatan untuk kita. Untuk setiap kesalahan dan dosa tersebut, bermunajatlah dan mohon ampunan dari Tuhan. Permohonan ampunan kita hendaknya disertai dengan keikhlasan untuk bertobat dan kembali kepada Allah sebab tobat merupakan rahmat Allah yang diberikan agar kita dapat kembali kepada-Nya. Hendaknya kita memohon ampun kepada Allah dan menyesali segala dosa kita dan berikhtiar untuk tidak mengulanginya lagi. Sesal dan tobat yang kita nyatakan kepada Allah, hendaknya menjadikan kita mampu meninggalkan dosa dan kesalahan kita.

    ReplyDelete
  3. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Berdasarkan pengalaman yang saya lalui sejauh ini, masih ada kekeliruan termasuk dalam diri saya sendiri dalam memahami taubat Nasuha. Taubat nasuha selalu dikaitkan hanya pada dosa besar seperti membunuh, zina, mencuri dsb.
    Tanpa memperhatikan bahwa dosa-dosa kecilpun sebenarnya harus dlakukan taubatan nasuha. Selalu membicarakan keburukan sesama, berbohong untuk berbagai kepentingan, tidak memanfaatkan waktu pada hal-hal kebaikan, Malas untuk belajar kebaikan, mengabaikan orang tua, menunda-nunda shalat, dsb. Pada dasarnya semua itu butuh taubatan nasuha pula.

    Selain cara menebus dosa yang disebutkan diatas, saya ingn menambahkan bahwa infaq dan sedekah bukan hanya sebagai ladang untuk beramal tetapi juga ladang untuk menebus dosa-dosa.

    ReplyDelete
  4. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    Taubat merupakan salah satu rahmat Allah yang diberikan kepada hamban-Nya. Salah satu bentuk betapa Allah sangat menyayangi dan mencitai hamba-Nya. Setiap manusia tidaklah terlepas dari dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk itu kita haruslah bertaubat kepada Allah. Sebenar-benar taubat adalah taubat nasuha, yaitu taubat yang mengharap pengampunan Allah dan menyesali segala perbuatan dosa yang pernah ia lakukan serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dengan bertaubat maka kita akan kembali kepada Allah, kembali ke jalan yang benar. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa kami dan menghapus segala kesalahan-kesalahan kami baik disengaja maupun yang tidak disengaja. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Iman manusia tidak akan pernah sempurna, seorang alim ulama pun pasti pernah melalukan kesalahan berakibat dosa. Iman manusia bersifat fluktuatif, terkadang naik terkadang turun. Dalam keadaan iman yang lemah manusia berada dalam kelalaian. Dengan bertaubatlah, kita dapat menyadari kesalahan dan ‘kembali’ pada jalanNya. Bertaubat merupakan salah satu kenikmatanNya yang telah kita dapatkan kembali setelah jauh dariNya. Maka taubat yang sesungguhnya yaitu taubat nasuha agar bersungguh-sungguh dalam hati tidak akan mengulanginya. Allah Maha Pengampun, semoga kita selalu memohon ampun kepada Allah SWT atas kelalaian dan perbuatan kita.

    ReplyDelete
  6. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Taubat merupakan kembali ke jalan Allah setelah melakukan kesalahan. Sesungguhnya manusia tidak akan ada yang sempurna sehingga semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan sehingga bertobatlah terutama taubatan nasuha kepada Allah agar kembali fitrah. Taubat nasuha merupakan mohon ampun dengan lisan dan menyesal dalam hati terhadap dosa yang telah dilakukan denga jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan mengulanginya lagi. Itu merupakan tingkat taubat yang paling tinggi. Jika kesalahan yang dilakuakn berhubungan dengan sesama manusia maka minta maaflah. Sesungguhnya permintaan maaf yang dilakukan tidak akan membuat seseorang tersebut terhina tapi justru menambah kecintaan kedekatannya kepada Allah. Salah satu cara taubat yang dapat dilakukan yaitu dengan membaca istighfar karena itu akan merontokkan dosa kita sedikit demi sedikit. Apabila hal ini dilakukan pada setiap kegiatan kita, InsyaAllah kita akan dijauhkan dari segala dosa-dosa baik dosa besar maupun dosa kecil. Oleh karena itu, senantiasalah berzikir pada setiap apa yang kita lakukan karena dapat membantu kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  7. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Dosa yang kecil, ringan, sedang, besar tetap menjadi sebuah dosa bagi manusia. Tidak ada alasan dosa kecil yang akan otomatis bisa dianggap tidak dianggap dosa (Wallahua’lam) ,taubat ringan yang bisa dilakukan oleh manusia adalah dengan mengucap Istighfar. Taubat yang lain bisa dilakukan oleh manusia dengan niatan tidak akan mengulangnya dan terus memperbaiki diri sendiri menuju diri yang lebih elegan dan lebih mengingat dunia akhirat agar lebih berhati-hati lagi dalam bertindak dan meningkatkan iman dan taqwa.

    ReplyDelete
  8. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Taubat Nasuha adalah sikap penyesalan terhadap kesalahan yang pernah dilakukan dengan sebenar-benarnya. Penyesalan yang diberengi dengan permintaan maaf dan janji tidak akan mengulanginya lagi. Sesungguhnya taubat merupakan sesuatu yang umum di diri manusia karena sesungguhnya tiadalah satupun manusia yang dapat lepas dari dosa dan kesalahan. Namun, seringkali manusia menutupi taubatnya hanya demi keduniawian, mempertahankan citra. Padahal sesungguhnya adanya taubat tidak mengurangi nilai kita di mata manusia, apalagi Alloh. Bahkan Alloh menyukai orang yang melakukan taubat nasuha ketika menyadari kesalahannya.

    ReplyDelete
  9. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P.Mat A 2018

    Setiap manusia yang hidup di bumi ini tidak terlepas dari kesalahan. Kesalahan dengan melanggar larangan-Nya ataupun tidak menjalankan perintah-Nya. Kesalahan tersebut kita mintakan ampunan kepada Allah SWT dengan bertaubat. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Betapa besar pintu maaf Allah untuk manusia, kapanpun manusia meminta maaf Allah akan menerima. Manusia yang melakukan slaah dan dosa tetapi tidak mau bertaubat kepada Allah berarti termasuk ke dalam golongan orang yang sombong. Manusia sombong merasa bahwa dirinya tidak pernah salah dan tidak pernah melakukan dosa

    ReplyDelete
  10. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P.Mat A 2018

    Manusia tempatnya salah dan dosa. Sesama manusia mungkin secara sengaja atau tidak telah melakukan kesalahan. Dosa yang dilakukan dengan sesame manusia, hendaknya meminta maaf kepada manusia tersebut, selanjutnya memohon ampun kepada Allah. Sebagai seorang muslim, apabila kita merasa disakiti oleh orang lain, sebaiknya kita dengan lapang dada memberikan maaf sebelum orang yang bersangkutan meminta maaf. Dalam elegi tersebut disebutkan bahwa, cara yang paling mudah bertaubat adalah dengan membaca istighfar. Membaca istighfar agar hati kita senantiasa ingat penuh dengan salah dan dosa, serta jauh dari bisikan setan.

    ReplyDelete
  11. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Taubat harus dilakukan dengan tulus ikhlas. Taubat juga biasa diartikan dengan tidak melakukan suatu kesalahan dan tidak akan pernah mengulanginya lagi. Sedangkan Taubat Nasuhah artinya taubat yang sempurna atau sungguh-sungguh. Untuk dapat melakukannya memang tidak mudah tapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh demi niat bulatnya, maka tidak ada kata tidak mungkin bagi Allah untuk menerima taubatnya karena Allah mencintai orang yang bertaubat dan kembali ke jalannya.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  12. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Manusia sebagai makhluk ciptaan yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Manusia juga masih harus memperbaiki kekurangan karena belum dapat menjalankan perintahNya. Manusia dapat memperbaiki dengan cara bertaubat. Dengan bertaubat atau kembali pada jalan Allah SWT, manusia akan mendapat pengampunan dari Allah SWT. Karena sesungguhnya manusia yang berbuat dosa, sebaik-baiknya adalah mereka yang bertaubat.

    ReplyDelete
  13. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari elegi tersebut, saya juga belajar bahwa taubat nasuha adalah memohon pengampunan pada Allah SWT karena dosa-dosa yang dilakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dengan bertaubat, Allah SWT akan menerima taubat hambaNya. Karena seberapa banyak, seberapa luas dosa yang dilakukan hambaNya akan diampuni jika hambanNya bertobat. Karena sesungguhnya Allah SWT mencintai hambaNya yang menyucikan dirinya.

    ReplyDelete
  14. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Bertaubat tidak ada perantaranya, hubungannya hanya hambaNya yang bertaubat dengan Allah SWT. Pinta taubat terbuka lebar tanpa ada penghalangnya. Karena sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bagi hambaNya yang melakukan kesalahan dan berbuat dosa maka segeralah untuk meminta pengampunan pada Allah SWT. Dan cara yang paling mudah dalam bertaubat adalah dengan mengucapkan istigfar. Tetapi mengucapkannya tidak sekedar mengucap tetapi diniati di dalam hati untuk memohon pengampunan.

    ReplyDelete
  15. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Bertaubat adalah kewajiban dan kebutuhan setiap orang. Tidak mungkin, ada orang yang tidak membutuhkan taubat. Karena, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Seandainya seseorang tidak pernah berbuat maksiat dengan anggota badannya, tetapi hatinya mungkin pernah memiliki kecendrungan kuat untuk melakukan dosa. Kalaupun hatinya tidak pernah seperti itu, maka orang tersebut tidak akan pernah lepas dari setan yang terus berusaha memalingkannya dari dzikir. Seandainya seseorang tidak pernah terpengaruh bisikan setan, maka pasti dia pernah lalai, kurang menyadari akan Allâh. Oleh karena itu, setiap orang memerlukan taubat dan kembali dari kesalahan-kesalahannya menuju jalan yang lurus.

    ReplyDelete
  16. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Bertubat ialah memohon ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan. Taubat nasuhah ialah taubat murni yaitu meminta maaf atas segala kekhilafan dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertaubat seperti termaktub dalam Q.S Al-Baqoroh : 222 "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" dan Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah). Semoga kita selalu menyadari setiap kesalahan yang pernah kita lakukan dan segera memohon ampun kepada Allah SWT. karena dengan bertaubat kita akan sellau dekat dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Sebagai hamba yang memilik banyak kesalahan, kita harus banyak bertaubat. Cara yang paling mudah untuk bertaubat yaitu dengan memperbanyak istighfar, berserah, dan mengakui semua dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Bertaubat tidak akan membuat hina diri seseorang, justru akan menambah kecintaan dan keimanan seseorang dengan Tuhannya karena Allah sangat mencintai orang yang bertaubat.

    ReplyDelete
  18. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari dosa dan kesalahan memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah, yaitu dengan bertaubat yang sungguh-sungguh. Taubat yang sungguh-sungguh merupakan taubatan nasuha. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini, menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa mendatang serta meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Karena keterbatasannya, sebaik apapun manusia berusaha untuk taat kepada Allah, pasti akan ada saja suatu kesalahan yang diperbuat, tetapi Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka manusia hendaknya senantiasa memohon ampun. Allah SWT selalu membukakan pintu maaf seluas-luasnya untuk hambanya yang memohon ampunan kepada Allah dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  19. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Elegi ini berisi tentang memohon ampun atas segala dosa yang dibuat. Disebutkan di atas bahwa cara paling mudah untuk bertaubat adalah istighfar. Selain itu ada juga sholat taubat. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa hambaNYA selagi ia bertaubat.

    ReplyDelete
  20. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Kodrat manusia adalah senantiasa cenderung berbuat salah, maka tak heran jika kita senantiasa melakukan kesalahan baik kesalahan kecil yang kadang tak terasa atau kesalahan-kesalahan lain yang mungkin besar. Karena kodrat manusia tersebut, manusia dianjurkan senantiasa bertaubah setiap waktu, taubat dengan sebenar-benar taubat. Sebenar-benar taubat adalah saat engkau membenci perbuatan dosamu seperti kamu mencintainya dulu.
    Segala puji bagi Allah yang tak akan pernah menyusahkan hambanya, yang tak akan memberikan cobaan diluar batas mampunya. Istighfar adalah salah sau bentuk kasih saying Allah. Istigfar adalah salah satu bentuk tauba.t yang paling mudah. Ber Istighfar lah dengan sebenar-benar Istighfar.

    ReplyDelete
  21. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Manusia memang bukanlah makhluk yang sempurna. Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Sementara Allah Maha Sempurna, dan Allah Maha Pengampun. Allah akan selalu memaafkan dan mengampuni hamba-hambanya jika mau bertaubat kepada-Nya. Bertaubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat tidak semata-mata hanya memohon ampun, akan tetapi juga harus berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalah-kesalahan tersebut kembali. Taubat harus dilakukan secara bersungguh-sungguh, dengan sebenar-sebanarnya taubat.

    ReplyDelete