Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

12 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Taubat Nasuhah adalah memohon belas kasihan kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di hati terhadap dosa yang telah dilakukan dengan tujuan berpaling dan tidak akan kembali lagi untuk mengulanginya. Dan inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon pengampunan Allah, meninggalkan dosa, dan bertekad untuk menjauh perbuatan tersebut selamanya. Salah satu cara termudah untuk bertobat adalah dengan istighfar. Namun, ketika dosa berurusan dengan kesalahan kita kepada orang lain, maka kita berkewajiban untuk meminta maaf kepada orang lain tersebut. Pintu taubat selalu terbuka lebar tanpa hambatan dan batas-batas. Allah selalu memperluas tangan-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Dengan demikian, suatu kerugian bagi orang-orang yang putus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dia terus melebihi batas, sementara pintu taubat selalu terbuka. Bahkan, Nabi Muhammad SAW yang telah dijamin bahwa ia akan pergi ke surga juga selalu bertaubat kepada Allah setiap hari sebanyak seratus kali. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa karena sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang. Ingatlah bahwa Allah akan menerima pertaubatan kita dan Allah menyukai orang-orang yang bertaubat.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Banyak hal telah kita lakukan, tentunya hal tersebut tak selalu benar, pasti ada salah atau perbuatan yang berdosa. Maka kita perlu memohon pengampunan kepada Allah agar senantiasa mengampuni kesalahan yang telah kita perbuat. Kita harus bertoubat atas kesalahan kita. Kita bertaubat secara ikhlas dari lubuk hati terdalam. Sebisa mungkin kita harus menghindari hal-hal yang tidak baik dan membuat dosa. Taubat dapat dilakukan dengan senantiasa membaca istighfar dan bersungguh-sungguh tidak melakukan kesalahan yang pernah di perbuatnya lagi. Taubat yang tingkatnya paling tinggi dihadapan Allah SWT adalah Taubat Nasuha. Taubatan nasuha itu adalah taubat yang benar-benar memohon ampun kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi lagi, benar-benar menyesali kesalahan yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Taubat merupakan tindakan kembali kepada Allah SWT setelah melakukan kesalahan baik kesalahan besar maupun kesalahan yang kecil baik disengaja ataupun tidak. Manusia hidup didunia pasti banyak mempunyai kesalahan dan dosa. Taubat nasuha adalah memohon ampun kepada Allah SWT dengan lisan dan penyesalan di dalam hati karena telah melakukan suatu dosa dengan jalan meninggalkan jauh-jauh dengan niat ikhlas tidak akan pernah menulanginya lagi selamanya. Hal yang perlu kita ingat bahwa Allah menyukai umatnya yang selalu bertaubat, beristighfar dan selalu mensucikan diri dengan menjauhi segala larangan-Nya.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Fitrahnya manusia penuh dengan kelalaian, dan kesalahan. Tak ada manusia tanpa dosa, namun Allah SWT maha pemberi ampunan. Allah SWT jadikan taubat sebagai jalan manusia untuk merefleksi diri dari kesalahan yang telah dilakukan. Bertaubat dilakukan dengan sungguh-sungguh dari dalam hati (dengan ikhlas) dan niat kuat tidak akan mengulanginya lagi. Semoga Allah SWT menerima taubat kita dan selalu membimbing ke jalan yang lurus dan diridhoi Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, baik yang disadari atau yang tidak. Baik yang lampau atau yang baru saja terjadi. Untuk mengugurkan dosa kita, Alloh memberikan pintu seluas – luasnya bagi orang yang mau bertaubat. harus segera dilaksanakan walaupun dosa kecil, maka siapa yang menunda berarti ia berdosa karena menundanya.
    Selain berurusan dengan Tuhan, manusia pun perlu untuk meminta maaf kepada manusia lain yang disakiti. Jika dosa itu berupa menganiaya terhadap hak seseorang maka harus dikembalikan atau menggantinya. Dan apabila dosa tersebut karena menuduh seseorang (memfitnah atau berprasangka buruk) maka harus minta maaf kepada orang yang tertuduh

    ReplyDelete
  6. upriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    manusia takkan pernah luput dari perbuatan dosa dan yang sebaik-baik pendosa adalah mereka yang mau bertaubat kepada Allah SWT. Sehingga Yang hanya kita lakukan agar dosa-dosa kita dapat diampuni adalah dengan bertobat, yaitu tobat yang murni dan ikhlas (tobat nasuha). Tobat nasuha adalah tobat yang mencapai puncak kesempurnaan (yang dilaksanakan semaksimal mungkin). Untuk membersihkan hati dari dosa yang pernah dilakukannya, manusia diperintahkan untuk bertobat. Tobat merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT memerintahkan dalam hal tobat ini berupa tobat yang semurni-murninya sebagaimana firman-Nya dalam Surah At Tahrim (66) ayat 8 yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pengampun atas dosa-dosa Hamba-Nya. Akan tetapi, ternyata ada persyaratan tersendiri yang ditetapkan oleh Allah agar tobat seorang muslim itu diterima, yaitu :Ikhlas karena Allah Ta’ala, menyesali Perbuatan yang telah dilakukan,berhenti total dari perbuatan dosa tersebut, bertekad untuk tidak mengulanginya, sesuai waktunya.Syarat terakhir untuk diterimanya tobat adalah hendaknya dilakukan pada waktu yang diperkenankan. Apabila lewat dari waktu tersebut maka tobat tidak akan diterima. Adalah ketika ajal sudah tiba maka tidak akan diterima lagi tobat orang tersebut.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Taubat merupakan tidakan yang kita lakukan untuk memohon ampunan pada Tuhan YME atas semua kesalahan, kekhilafan, serta dosa-dosa yang telah kita lakukan. Jika dalam agama Katholik, pertobaan yang dengan sadar kita lakukan akan kita pertanggungajawabkan di hadapan Romo, dengan kerendahan hati dan dengan sungguh-sungguh kita akui segala dosa yang kita lakukan dihadapan Romo, dan kita akan mendapatkan penitensi agar kita dapat dengan sadar mempertanggungjawabkan dosa kita dihadapan Tuhan.

    ReplyDelete
  8. Manusia dalam menjalani kehidupan yang telah lalu, sekarang atau yang akan datang mungkin akan melakukan kesalahan. Manusia menjadi temptanya salah. Dengan menyadari bahwa manusia melakukan kesalahan sudah seharusnya manusia meminta ampunan atas kesalahannya tersebut. Kesalahan yang dibuat secara sengaja atau tidak sengaja. Perbanyakan mengucap Istigfar : Astagfirullah al azhim. Semoga Allah berkenan mengampuni dosa, kesalahan yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)".
    Allah Maha Pengampun, kesalahan apa saja jika kita benar-benar ingin bertaubat, dan tidak mengulangi lagi, maka semua dosa kita akan di ampuni oleh Allah SWT. Nah, itulah yang dinamakan taubatan nasuha, taubat yang sungguh-sungguh dan di ucapkan dengan lisan disertai penyesalan dalam hati kita, kita menangisi dan menyesali apa yang telah kita perbuat, dan memohon ampun kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
    Allah sangat menyayangi orang-orang yang bertaubat. Allah menyukai orang-orang yang mengakui kesalahannya dan tidak ingin mengulanginya lagi, serta ingin selalu menjadikan dirinya menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia tempat salah dan dosa. Setiap manusia tentu pernah berbuat suatu kekhilafan ataupun dosa,sekecil apapun itu. Sikap yang baik setelah itu ialah bertobat kepada Allah SWT yaitu dengan memohon ampun kepadaNya dengan ikhlas tulus dari hati yang paling dalam. Dan cara yang paling mudah yaitu dengan beristigfar terus menerus atas kesalahan yang kita lakukan. Allah sangat mencintai orang-orang yang kembali/bertaubat .Ketika seseorang diberi umur yang panjang oleh Allah, hakikatnya Allah sayang kepada orang itu.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah makhluk yang tak luput dari salah, baik itu kesalahan yang kecil atau besar, kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja. Bertobat merupakan cara yang dapat dilakukan manusia yang menyesali kesalahan atau perbuatan dosa yang telah ia lakukan, memohon ampun kepada Allah SWT, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sesungguhnya Allah SWT adalah Maha Pengampun. Bahkan jika manusia memenuhi langit dengan dosanya, lalu ia sungguh-sungguh bertaubat, InsyaAllah Allah SWT akan mengampuninya. Lakukanlah taubat dengan kesungguhan hati dan keikhlasan hati serta berjanji dan berusahalah untuk tidak mengulanginya. Jauhilah perbuatan dosa. Jadilah manusia yang berlomba-lomba menabung amalan-amalan, ibadah, dan selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Nya.

    ReplyDelete
  12. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Taubat adalah salah satu jalan manusia untuk mendekatkan diri kembali kepada Allah ketika seorang manusia melakukan kesalahan dan dia menyadari kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah. Untuk itu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini dan memperbaiki kesalahan yang pernah kita perbuat, hendaknya kita senantiasa untuk selalu berdoa dan memohon ampun atas dosa yang pernah kita perbuat.

    ReplyDelete