Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan




Menurut saya Elegi yang satu ini tidak kalah pentingnya untuk dibaca, untuk mengimbangi penjelajahan filsafat kita. Untuk itu sengaja saya postingkan lagi di bagian teratas. Selamat membaca.

Oleh Marsigit

Syaitan:
Hemmm...jangan dikira aku lari dan pergi ...berarti aku sudah kalah dan menyerah. Inilah kesempatan yang aku tunggu-tunggu. Kelihatannya sang Matematikawan akan menjalankan ibadah. Tau rasa lho. Wahai Matematikawan yang telah berhasil mengusirku. Jangan panggil aku Syaitan jika aku tidak bisa selalu menggodamu. Disaat engkau akan beribadah inilah aku akan buktikan kemampuanku bahwa aku bisa menyusupi dirimu. Aku tidak hanya bisa menyusupi badanmu tetapi aku akan menyusup hingga pikiranmu.


Matematikawan:
Tiadalah semua urusan matematikaku dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal belumlah seberapa aku mampu memecahkan persoalan-persoalan matematika. Walau demikian aku merasa sudah saatnya aku beribadah, karena itu adalah kewajibanku sebagai sorang yang beriman.

Syaitan:
Wahai matematikawan...ternyata engkau tidak menyadari bahwa aku sudah berada di dalam pikiranmu. Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan....wahai matematikawan. Ibadah itu urusan gampang. Bukankah akan engkau pertaruhkan namamu jika engkau belum mampu menyelesaikan matematika-matematika itu?

Matematikawan:
Iya ya...memang benar. Itulah sebenar-benar ambisiku...yaitu ingin menjadi matematikawan hebat. Tetapi hatiku mengatakan bahwa saatnya juga aku harus melantunkan doa-doaku.

Syaitan:
Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan...wahai matematikawan...itulah juga tantanganmu bahwa engkau juga harus mampu memecahkan misteri doa? Bukankah engkau sudah terkenal mengusir syaitan dengan kemampuan matematikamu. Sekarang buktikan bahwa engkau pun mampu mengungkap misteri doa?

Matematikawan:
Hemmm...benar juga apa bisikan pikiranku. Apa ya yang disebut dengan doa? Mengapa mesti manusia itu berdoa? Bagaimana manusia itu dapat berdoa?

Syaitan:
Uhihhh...aku sedikit berhasil nih. Akan aku beri sedikit keraguan dalam pikiran dan hatimu wahai matematikawan.

Matematikawan:
Tetapi aku sedikit ragu-ragu...apakah aku mampu menggunakan matematikaku untuk memecahkan misteri doa itu?

Syaitan:
Uhihhh...lumayan...sudah mulai ragu-ragu kamu. Akan aku bisikan lagi dengarkanlah...bukankah engkau ingin menjadi matematikawan sejati? Maka buktikanlah bahwa dengan matematikamu itu engkau mampu memecahkan segala misteri dunia dan akhirat?

Matematikawan:
Hemmm...aku sudah kondang terkenal mampu mengusir Syaitan dengan matematikaku. Bagaimana ya aku mampu memecahkan misteri doa?

Syaitan:
Ya...gunakan saja sifat-sifat matematikamu dan logikamu semaksimal mungkin...misalnya dengan bertanya mengapa doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Gitu aja kok repot.

Matematikawan:
Lho lha iya...benar juga bisikan pikiranku itu. Apa alasannya doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Hemm...terimakasih bisikan pikiranku ...engkau telah menyadarkan akan tantangan matematiku untuk memecahkan misteri doa. Apa bedanya doa sedikit dan doa banyak? Tetapi jika aku terlalu asyik dan sibuk mengitung banyaknya doa...maka nanti saya jadi nggak sempat berdoa?

Syaitan:
Oh...gampang...masalah sepele...Tuhan kan maha pemurah dan pemaaf. Doa itu kan bisa diringkas. Tidaklah berbeda berdoa banyak dan sedikit itu. Tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali.

Matematikawan:
Hai bisikan yang ada dalam pikiranku...jika tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali...maka apa bedanya antara berdoa dan tak berdoa?

Syaitan:
Lho...katanya engkau mengaku matematikawan hebat. Jawab dulu dhong sebelum aku beri solusinya?

Matematikawan:
Wah...agak sulit.

Syaitan:
Ah...masa iya sulit? Bukankah engkau juga mengaku sebagai matematikawan yang mempunyai banyak pengalaman hidup, banyak metode ilmiah, metode kuantitatif maupun empiris. Gunakanlah itu semua untuk menjawab perbedaan antara berdoa dan tidak berdoa?

Matematikawan:
Hemmm...aku ...cerdas juga wahai bisikan pikiran. Aku memang agak sulit menemukan bukti yang signifikan bahwa berdoa dan tidak berdoa itu berbeda.

Syaitan:
Lha...ya iya ta? Bukankah dalam matematika engkau juga mempunyai cara pembuktian terbalik?

Matematikawan:
Wah..lha ini..yang aku cari...artinya aku justeru menemukan banyak orang-orang yang tidak berdoa itu hidupnya sukses. Sedangkan aku juga banyak menemukan bahwa orang yang banyak berdoa malah hidupnya tidak sukses.

Syaitan:
Uhiiihhiiihhh....mulai kena engkau. Akan aku tunjukkan kelihaianku bahwa aku mampu menggodamu dengan kekuatan matematikamu. Jangan mentang-mentang engkau menuduhku sombong. Aku juga akan menggunakan kesombonganmu yaitu kebanggaanmu merasa sebagai matematikawan hebat...untuk menjerumuskanmu. Terus dengarkanlah bisikanku ini...

Matematikawan:
Lho...hatika kok agak merasa gelisah setelah aku mempersoalkan doa?

Syaitan:
Tak usah gelisah...mantapkan saja logikamu itu. Ingat nama baikmu akan engkau pertaruhkan jika engkau tidak mampu membedakan tidak berdoa dengan berdoa!

Matematikawan:
Baiklah bisikan pikiranku...berdasarkan pengalaman empirisku maka aku sulit menemukan perbedaan yang signifikan antara tidak berdoa dan berdoa. Maka aku menyimpulkan bahwa tidak berdoa dengan berdoa itu pada hakekatnya sama saja.

Syaitan:
Horeeeee....horeeeeee...horeeeeee....

Bagawat:
Oh...Matematikawan....istigfarlah...istigfarlah...mohon ampunlah ...mohon ampunlah kepada Allah SWT!

Matematikawan:
Lho...ada apa gerangan sang Bagawat menghampiriku?

Bagawat:
Oh...waspadalah sang Matematikawan! Hati-hati dengan pengembaraan pikiranmu itu? Syaitan sangatlah lembut dalam menggodamu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat...janganlah engkau mengukur-ukur kemampuanku ini. Bukankah engkau mengetahui aku itu sudah terkenal sebagai matematikawan ulung? Silahkan engkau bertanya tentang matematika yang tinggi sekalipun maka aku akan berusaha menjawabnya. Jangankan urusan matematika...urusan dunia, akhirat dan urusan doa saja sudah aku pecahkan misterinya.

Bagawat:
Oh...Tuhanku maafkanlah diriku, maafkanlah guru-guruku, maafkanlah murid-muridku ..maafkanlah Matematikawan ini....atas segala dosa dan kelancangannya. Atas segala kekufurannya, atas segala kesombongannya sehingga mereka mudah digelincirkan oleh Syaitan yang terkutuk itu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat ...engkau komat-kamit itu sedang melantunkan apa? Silahkan tantang aku dengan pertanyaan-pertanyaanmu?

Bagawat:
Baiklah sang Matematikawan...karena ini adalah permintaanmu maka aku hanya ingin bertanya satu hal saja. Pertanyaanku adalah “Biasa Tidak Biasa” itu Biasa atau Tidak Biasa?

Matematikawan:
Woh...hah pertanyaan sepele kayak gitu kok ditanyakan. Ya jelas Biasa.

Bagawat:
Biasa ngapain?

Matematikawan:
Ya biasa Tidak Biasa.

Bagawat:
Artinya?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Biasa Tidak Biasa itu artinya ya Tidak Biasa.

Bagawat:
Ehem...ehem...

Matematikawan:
Oh...oh ...sang Bagawat kenapa telah terjadi kontradiktif dalam jawabanku itu. Oh maafkanlah diriku. Ternyata pikiranku tidak mampu menjawab pertanyaanmu yang sepele itu. Malu...malu... aku malu...Oh..Tuhanku ampunilah dosaku.

Bagawat:
Amiinnn...amin...amin...

Matematikawan:
Lho kenapa amiin... oh bingung aku ...kenapa aku juga tadi telah berdoa? Oh sang bagawat tolonglah diriku. Aku sudah menyerah...aku bertaubat...tolonglah aku.

Bagawat:
Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa dirimu dikarenakan kesombonganmu maka Syaitan telah menyusup ke dalam pikiranmu. Syaitan berusaha mempengaruhi pikiranmu agar seakan-akan engkau mampu memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada baik di dunia maupun di akhirat menggunakan matematikamu. Padahal kenyataannya aku telah membuktikan bahwa pikiranmu itu bersifat terbatas walaupun engkau telah memperoleh julukan matematika ulung sekalipun. Sungguh bahwa tidak berdoa itu sangatlah berbeda dengan berdoa. Maka berdoalah dan mohon ampunlah kehadlirat Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan meridloi para matematikawan.

Amiin

50 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dendam dan dengki adalah sikap yang harus kita waspadai dan harus kita hilangkan dari hati kita, karena selain sikap tersebut merusak hati, sesungguhnya orang yang mempunyai dendam dan dengki dalam hatinya adalah orang yang sangat menderita dan menanggung beban berat yang harus dipikulnya, yaitu rasa dendam dan dengkinya itu. Jika kita tidak mau memaafkan orang lain dan menghapuskan rasa dendam dan benci pada orang yang pernah menyakiti kita, maka perasaan negatif itu menjadi beban berat bagi kita, karena kita harus memendam rasa sakit dalam hati kita Terkadang kita tidak tahu apakah orang yang menyakiti hati kita itu sadar ataukah tidak, mungkin orang itu tidak merasa menyakiti hati kita maka hidupnya tenang-tenang saja. Sedangkan kita yang menaruh dendam dan sakit hati, justru menyiksa diri sendiri. Kalau perasaan-perasaan negatif seperti ini kita pelihara, maka akan menjadi beban yang memberatkan hidup kita. Karena kita menjadi tidak tenang, tersiksa dengan rasa marah dan benci dan perasaan seperti ini akan menggerogoti tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit-penyakit fisik. Oleh karena itu,kita harus bisa memaafkan dan menghapus rasa dendam dengan selalu Ikhlas dalam keadaan apapun.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari kisah elegi di atas saya memperoleh pemahaman bahwa syaitan tidak pernah menyerah dalam menggoda manusia dan menyusup ke dalam pikiran manusia. syaitan akan menggunakan kesombongan kita, yaitu kebanggaan kita terhadap apa yang kita miliki untuk menjerumuskan kita ke jalan yang salah. Pikiran manusia itu terbatas. Maka kita harus hati-hati dengan pengembaraan pikiran kita, karena syaitan sangatlan lembut dalam menggoda kita. Semoga dari sini kita akan mengambil pelajaran jangan mudah terpengaruh dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sifat utama yang dimiliki syetan/ iblis adalah sifat sombong. Karena dengan kesombongannya inilah yang membuat ia diusir dari surga Allah SWT. Dimana dia merasa lebih diatas derajatnya ketimbang manusia sehingga berjanji akan menjerumuskan manusia kejalan yang sesat hingga hari kiamat nanti dengan umur panjang yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Sehingga Allah SWT memperingatkan kepada manusia bahwa syaitan adalah musuh yang nyata baginya. Kemudian juga syaitan akan menggoda dari berbagai arah dan salah satu caranya syaitan untuk menggoda manusia adalah dengan melalui pikiran mereka. Syaitan akan membisikkan godaan-godaan nya ke dalam pikiran kita sehingga muncul hal-hal yang tidak-tidak dalam pikiran kita yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Dari elegi di atas juga didapat dipahami bahwa seseorang yang memiliki keahlian matematika luar biasa pun memiliki keterbatasan dalam memikirkan masalah yang berkaitan dengan akhirat. Bahkan seseorang yang memiliki IQ tinggi pun tidak bisa. Hal ini dikarenakan urusan akhirat adalah urusan keyakinan dan hati yang tidak ada tolak ukurnya dan tidak dapat dinilai atau diukur dengan apa pun. Untuk itu jauhilah kesombongan. Kesombongan akan kemampuan yang kau miliki hanya akan merusak akidahmu, dan membuatmu tergelincir oleh godaan syaitan yang terkutuk. Dan jika kita perhatikan dalam kehidupan tidak sedikit yang terjerumusan dengan ilmu yang mereka miliki seperti kesombongan pangkat dan derajat karena pendidikannya. Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa menyandarkan diri kepadaNya disetiap aktivitas dan pencapaian yang kita miliki.

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi diatas, saya mengambil pelajaran bahwa jangan perah sombong. Jangan sombong karena ilmu kita. Jangan pernah mencoba menghitung berapa pahala yang didapat dari suatu ibadah. Jangan mencoba menghitung amalan kita dengan ilmu duniawi. Mungkin ilmu duniawi kita sudah tinggi, tapi jika seseorang mengandalakan ilmu duniawi itu, dan terlalu menggaung-agungkannya bisa jadi seseorang malah akan berpaling dari Tuhannya. Ia menjadi sombong dan tidak sadar bahwa dunia ini diciptakan oleh Tuhan dan semua ilmu hakikatnya juga milik Tuhan. Bisikan setan nyata adanya, bisa jadi dalam bentuk ilmu yang terlalu tinggi.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ilmu tanpa iman akan sia-sia. Percuma jika seseorang berilmu tinggi tetapi lemah imannya, ilmu yang akan digunakan tersebut tidak akan memberikan manfaat. Dan juga yang tidak boleh dilupakan adalah harus selalu bersyukur atas ilmu yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kekuatan makhluk selalu dan akan selamanya terbatas. Raihlah ilmu setinggi-tingginya, namun kamu juga harus ingat bahwa kamu tetap harus membutuhkan bimbingan Allah dalam perjalanan kamu mencari ilmu, maka mendekatlah pada Allah SWT. Sehebat hebatnnya seorang matematikawan, ia teteplah hamba Allah yang tidak ada apa-apanya di mata Allah jika ia tidak berdoa dan berserah diri kepada Allah. Pikirannya sudah dirasuki oleh rayuan setan. Dalam islam diwajibkan seorang umat muslim untuk meyakini rukun iman dan melaksanakan rukun islam. Allah juga sudah menerangkan dan memperjelas dalam kitabNya yaitu Al-Quran, maka bagian manakah yang belum kamu percaya? Bagian manakah yang diperlukan pembuktian lagi?

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan
    Sering kali orang karena jabatan, kekayaan, ataupun karena kepinataran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Padahal Allah melarang kita untuk menjadi sombong “Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”[Al-Israa’ 37].
    Dari kisah sang matematikawan dalam elegi ritual ikhlas 41 ini, kita sudah diberikan gambaran akan firman Allah tersebut, betapa ruginya kita bila memiliki sifat sombong, penyakit hati yang harus kita obati dengan kerendahan hati, sesungguhnya Allah sangat menyayangi dan mengasihi orang-orang yang berhati lembut dan merendahkan diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang rendah hati dan selalu berusaha menjadi orang yang semakin baik. Aamiin...

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Setan memiliki seribu macam godaan untuk menggoda manusia, para setan ini pun sangat mudah masuk dalam hati manusia. Dan yang harus kita lakukan sebaiknya adalah selalu berdoa dan tetap beriman pada Tuhan, dan selalu memohon ampun atas semua dosa yang telah dilakukan selama ini. Kseombongan adalah dimana jalan stan untuk masuk dalam diri kita dengan mudahnya. Dengan segala usaha kita dengan berdoa dengan ikhlas, selalu berpikir positif, selalu mengimani Tuhan, dan mengikuti semua ajaran yang telah ajarkan itu dapat menjauhkan diri dan terhindar dari kesombongan yang akan kita lakukan.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Walaupun seseorang sudah memiliki ilmu yang tinggi khususnya matematikawan maka dia tidak boleh terlena akan hal-hal buruk yang akan menimpanya khususnya sifat sombong kita harus berhati-hati dengan ilmu yang kita miliki karena semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka semakin besar kemungkinan untuk membawa kesombongan pada diri kita sehingga penting bagi kita untuk menjaga keimanan kita kepada Allah agar tidak mudah terbujuk dengan bisikan setan yang akan menjerumuskan kita.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum..
    Matematika itu harus konsisten, agar dapat digunakan untuk menterjemahkan segala hal. Namun karena matematika itu konsisten, matematika jadi tidak lengkap, yang akibatnya tidak semua hal bisa diterjemahkan dengan matematika. Jadi matematika itu tidak harus konsisten. Namun akibatnya hasil terjemahan matematika terhadap fenomena jadi beragam. Benar belum tentu benar, salah belum tentu salah. Padahal kebenaran itu tunggal. Jadi matematika tidak boleh tidak konsisten jika ingin mengungkap kebenaran. Ya Allah ampunilah aku yang telah sombong berpikir hanya dengan matematika. Padahal ada banyak ilmu lain yang engkau ajarkan kepada kami. Kemudian aku berani berbicara tentang kebenaran absolut padahal pengetahuan kami terbatas. Engkaulah yang maha mengetahui, maka tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ilmu tanpa iman menyebabkan buta. Seorang yang berilmu tapi tidak disertai dengan meningkatkan imannya kepada Allah SWT, maka ia akan sangat mudah terjerumus ke dalam sifat angkuh, sombong dan terlena akan urusan duniawi saja. Pada hakekatnya ilmu dan iman memiliki hubungan satu sama lain yang sangat erat, dimana jika seseorang bertambah ilmunya maka semestinya bertambah jugalah imannya. Tapi mirisnya yang sedang terjadi sekarang ini banyak orang yang berilmu tetapi iman mereka berkurang, mereka meninggalkan kewajiban mereka sebagai hamba Allah SWT terutama di poin shalat lima waktu. Oleh karena itu, dalam menuntut ilmu harus disertai dengan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, karena iman merupakan benteng diri kita. Ilmu yang dilandasi iman akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang selalu memanfaatkan ilmunya tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Ilmu yang dimiliki akan sia-sia jika tidak diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menceritakan bagaimana syaitan balas dendam kepada matematikawan akibat dari elegi sebelumnya. Syaitan karena hidupnya hanya untuk menggoda tentu ia memiliki beragam cara untuk dapat menggoda matematikawan, salah satunya dengan memberikan godaan kesombongan kepada matematikawan ketika ia merasa telah mencapai logos. Setiap individu tidak bisa menggapai logos, namun ketika ia merasa telah mencapai logos, maka sebenar-benarnya ia telah menjadi mitos oleh syaitan. Sehingga istigfar adalah salah satu cara untuk menjauhkan kita dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  13. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Syaitan sebagai musuh berbuyutan manusia selalu berusaha melemahkan iman manusia setiap saat. Seperti halnya pada elegi ini sang matematikawan yang mempunyai ilmu yang tinggi. Setan menggoda orang berilmu yaitu dengan ilmu yang dimilikinya, dibisikkan dalam hati orang berilmu supaya hatinya berbangga diri dengan ilmunya kemudian setelahnya seseorang meresponnya, responnya ada dua macam yaitu meng iyakannya yaitu berarti ia telah tergelincir pada kesyirikan dan menolaknya yang berarti tetap dalam keimanan.

    ReplyDelete
  14. Syetan dapat dengan mudah memalingkan urusan spiritual dari dalam diri manusia. Seperti bahwa apa perbedaan orang yang beragama dan tidak beragama dipandang dari kehidupan dunia? Orang yang sholat tetapi hidupnya tidak sukses, miskin, dalam kesulitan. Tetapi orang tidak sholat terlihat sukses, sejahtera, kaya, punya jabatan. Jika dipikir dengan akal maka mungkin ada yang mengatakan bahwa sukses di dunia tidak dapat dilihat dari spiritual. Ingat bahwa orang yang spiritual itu bukan tidak kaya tetapi mereka mengetahui bahwa setiap perbuatan manusia akan diminta tanggungjawabnya maka orang beriman berusaha untuk mendapatkan rezeki yang diridhoi Allah bukan semata-mata mendapatkan harta. Dan akal pikiran tidak akan pernah mengetahui makna disetiap spiritual yang dilakukan. Spiritual adalah keyakinan hati. Tidak akan sampai pikiran dapat memikirkan hati. Sucikan dan ikhlaskan hati untuk menerima Nur Islam.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Syaitan akan melakukan segala macam cara untuk menjerumuskan manusia ke dalam hal-hal yang buruk, membuat manusia lupa tentang Tuhannya, termasuk seorang matematikawan. Matematikawan bisa saja terjerumus dalam godaan syaitan apabila dia sombong akan ilmu yang dia punya, lalu dia melupakan Tuhannya sehingga syaitan dengan mudah masuk di dalam pikiran dan hatinya. Padahal manusia mempunyai batas, walaupun manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Maka berdoalah dan selalu memohon ampun kepada Allah, meminta pertolongan agar selalu dibimbing oleh-Nya di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  16. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY Kelas D
    Syaitan memiliki berbagai cara dan tidak akan pernah menyerah untuk menghasut manusia. Setiap saat syaitan akan terus menunggu melemahnya iman untuk menyesatkan dan meresahkan hati manusia. Sehingga akan mengganggu ibadah dan bisa saja membelokkan niat baik manusia. Setinggi-tingginya ilmu, apabila tidak di barengi dengan keimanan dan keikhlasan maka akan terjerumus dalam jalan syaitan. Jangan sampai adanya kecerdasan dan kesuksesan yang dicapai seseorang akan melunturkan keikhlasan dalam ibadahnya, menumbuhkan benih kesombongan pada hatinya.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dari elegi di atas saya mendapatkan refleksi kehidupan. Syaitan tidak akan puas membujuk rayu manusia, baik itu menggoyahkan hati maupun pikiran kita. Pada titik tertentu ketika kita sudah melaksanakan bujukannya dia akan tertawa merayakan kemenangannya akan pekerjaan buruk yang kita lakukan. Sebaik – baiknya orang berilmu ialah tidak menyombongkan dirinya bahwa ia memiliki banyak ilmu.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Didalam matematika terdpat banyak kemampuan. Termasuk kemampuan untuk berpikir, sehingga matematikawan mampu berpikir terhadap hal – hal yang dialami dalam kehidupannya termasuk dalam hal godaan setan. Dengan kemampuan berpikir itu matematikawan mampu mengusir setan. Matematikawan memikirkan bagaimana cara mengusir setan, yaitu dengan cara berdoa. Maka berdoa adalah hal yang penting dalam segala hal terutama dalam mengusir setan.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Salah satu penyakit hati yang muncul dari godaan syaitan adalah sifat sombong yang sangat berbahaya, terutama mau benar sendiri. Tak terkecuali bagi matematikawan. Ketika seseorang sudah merasa dirinya adalah "raja" matematika atau mungkin "sang matematika ulung", maka dia sebenarnya sudah terhasut syaitan. Manusia diciptakan dengan keterbatasan oleh ALlah SWT sehingga tidak mampu memikirkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena nya, ilmu yang kita miliki pun masih terbatas dan seharusnya bisa menerima anti-tesis berupa masukan dan kritikan dari orang lain untuk bahan kita dalam berpikir kritis. Sebenar-benarnya pemilik dan raja ilmu adalah Allah SWT, maka mohon ampunlah dan segera bertaubat ketika kita bersikap sombong atas ilmu matematika yang kita miliki.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Tuntutlah ilmu karena Alloh akan menaikkan derajatmu beberapa derajat. Dalam setiap menggapai ilmu hendaknya ada doa dan usaha yang mengiringinya. Apa yang kita peroleh janganlah cepat puas lagi sombong karena apa yang kita miliki hanyalah titipan termasuk di dalamnya adalah ilmu. Di atas langit masih ada langit karena itu, yang berhak sombong adalah Alloh sang pemilik ilmu.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut menceritakan bahwa syaitan selalu ada untuk mengganggu manusia, tak lepas juga seorang matematikawan yanag mana nanati akan menjadikan sebuah mitos, walaupun seta selau ada di sekelilingi kita kaerna itu sudah menjadi tugasnya untuk merayu manusia untuk mengarah kejalan nya sehingga meraka ada teman. Akan tetapi dengan berpikri ikhlas ikhlas hati dan pikiran maka apapun yang akan dilakukan setan kepada kita maka akan selalu gagal. Selalau ingat bahwa tuhan selalu ada untuk kita dimana kita berada.

    ReplyDelete
  22. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini dimulai dari dialog antara matematikawan dengan bisikan pikirannya yang ternyata adalah iblis dikarenakan kesombonganya yang tidak ia sadari. kemudian matematikawan disadarkan oleh begawat dengan cara memberikan pertanyaan kontradiktif yang tidak mampu dipikirkan oleh matematikawan jawabanya. artinya adalah jika pikiran kita dipenuhi kesombongan maka iblis lah yang akan mendiminasinya, padahal kita bukan siapa-siapa untuk menjawab semua rahasia tuhan, walaupun kita matematikawan hebat sekalipun.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pikiran yang kosong adalah salah satu pintu untuk masuk setan. Syaitan akan merasuki pikiran manusia dengan cara apapun. Mereka akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba sampai berhasil. Lemahnya iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT akan membuat syaitan mudah dalam menggoga manusia. Maka dari itu jangan biarkan pikiran kita kosong. Kita harus senantiasa mengingat nama ALLAH SWT. Tidak ada henti-hentinya berbuat kebaikan. Menjauhi sifat sombong serta selalu ikhlas dalam hal apapun.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Berdoa pada Allah SWT agar dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk setiap waktu dan memohon ampun kepada Allah atas kesombongan yang ada pada diri adalah hal yang harus selalu diterapkan karena manusia hanyalah setitik kecil dari seluruh ciptaan Allah SWT. Kesombongan itulah yang membuat syaitan mampu masuk ke dalam diri ini yang kemudian membuat manusia lupa diri akan darimana ia berasal dan untuk apa ia diciptakan.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Setan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia. Setan akan terus berusaha menjerumuskan manusia ke dalam jebakannya. Salah satu hal yang dapat membuat kita terjebak ke dalam godaan setan adalah karena kesombongan kita. Kesombongan dapat merusak segala sesuatu, kesombongan atas apa yang telah dicapai, kesombongan atas ilmu yang dimiliki, dan kesombongan-kesombongan lainnya. Dengan kesombongan tersebut setan akan memperngaruhi pikiran kita dan membuat kita untuk memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu bahkan tidak dapat kita pikirkan. Maka untuk menghindari godaan setan, tinggalkanlah kesombongan dan berdoalah serta memohon ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas sungguh luar biasa. Elegi tersebut menceritakan tentang keberhasilan syetan yang menjerumuskan sang matematikawan dengan ilmu yang dimilikinya, sehingga sang matematikawan itu merasa terlena dan sombong. Segala sesuatu yang kita miliki meliputi kecerdasan, kekayaan, tahta, pengetahuan, dan lain sebagainya hanyalah titipan Allah swt.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ingatlah bahwa syetan senantiasa bersemangat mencari teman dengan menjerumuskan manusia untuk melakukan perbuatan yang selalu menyesatkan dan menghalangi dari jalan kebenaran (al-haq). Dalam menggoda manusia, setan masuk ke dalam diri manusia dengan membisikkan sesuatu yang jahat dan membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain menggoda dari dalam diri manusia, setan juga menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan duniawi lain sebagai perangkapnya. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada dan selalu mengingat Allah dalm setiap langkah kita. Kita hendaknya selalu ingat bahwa semuanya akan kembali kepada-Nya. Kita tak memiliki apa-apa dan janganlah bersikap sombong.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Syitan sejatinya selalu mencari waktu manusia lengah untuk dapat menggodanya bahkan mengajaknya ke hal-hal yang menjauhkan diri kita dari Allah SWT. Kesombongan akan ilmu yang dimiliki akan membawa syitan masuk dalam pikiran kita. Syiatan akan selalu menggoda dan mempengaruhi setiap pikiran manusia dan terbukti bahwa pikiran manusia sangat terbatas. Kontradiksi dalam hati dan pikiran kita benar-benar harus kita jaga melalui usaha dan do’a-do’a kita agar jauh dari rayuan syaitan.

    ReplyDelete
  29. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini saya tertarik dengan kalimat Begawat "Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa dirimu dikarenakan kesombonganmu maka Syaitan telah menyusup ke dalam pikiranmu." Sifat sombong adalah sifat yang paling disukai oleh Syaitan. Maka siapa yang sombong adalah dia yang berkawan dengan Syaitan. Pikiran manusia itu terbatas, ilmu itu tidak terbatas ketika manusia sombong akan pikirannya maka dialah kawan sejati dari syaitan yang tidak mau mengakui adanya kekuatan yang melebihi dari pikirannya.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Salah satu bentuk pengaruh setan dalam hidup kita adalah kesombongan kita karena telah memiliki ilmu. Ilmu yang kita miliki hendaknya tidak menjadikan kita sombong dan lemah sehingga mudah terjerumus dalam pengaruh setan. Namun sebaliknya, dengan ilmu yang dimiliki kita harus mampu memperkokoh iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Ilmu dan iman harus seiring, apalah arti keduanya jika tidak mampu berjalan seara. Karena itu, tegakkan hati kuatkan iman dan harapan kita mohon bimbingan Tuhan untuk dapat memanfaatkan ilmu yang kita miliki secara ikhlas dan bijaksana agat terhindar dari tipu daya setan

    ReplyDelete
  31. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia tidak dapat berjalan sendiri. Saat ilmu yang diperoleh telah sangat banyak, dibutuhkan keikhlasan hati untuk selalu mengakui bahwa semua yang dipikirkannya itu terbatas, sehingga manusia senantiasa berserah pada Tuhan. Terkada tanpa disadari manusia termakan tipuan iblis. Kesuksesan di masa lalu bukanlah hal yang harus terus dibanggakan. Dunia ini terus berputar, jika tidak ada pembaharuan pikiran setiap hari manusia hanya akan melihat kesuksesannya di masa lalu dan akhirnya menjadi sombong dan termakan rayuan iblis yang dibisikan pelan-pelan. Hendaklah kita selalu memiliki hati dan pikiran yang ikhlas dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  32. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya kesombongan dan merasa paling benar justru menjerumuskan diri kepada kehancuran. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa membuat diri sendiri mengabaikan saran yang diberikan oleh orang lain dan hanya mengikuti ego nya sendiri karena merasa pendapatnya paling benar. Oleh karena itu perlu disadari bahwa hidup ini perlu orang lain yang senantiasa mengingatkan kita agar tidak terbawa oleh keegoisan yang senantiasa menghantui.

    ReplyDelete
  33. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sama seperti konsep Cantor yakni "infinity of infinity", sebaiknya ilmu yang kita miliki digunakan untuk meneguhkan keyakinan kita. Bagaimanapun, manusia memiliki keterbatasan. Logika kita tetap tidak akan mampu memecahkan segala misteri. Meskipun banyak saintis yang mulai meragukan keyakinan mereka karena logika mereka yang sudah tingkat tinggi, bukan berarti kita dapat menerima saja argumentasi mereka.

    ReplyDelete
  34. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 41 tentang baalas dendam syaitan terhadap matematikawan. Bacaan yang sangat menarik, ringan namun sarat akan pesan yang besar. Bahwasanya syaitan akan selalu berusaha dan tak akan menyerah dalam menggoda manusia, sekalipun sebelumnya ia telah gagal. Maka dari itu hendaknya kita selalu waspada, dan meneguhkan hati kita, senantiasa berdoa agar dihindarkan dari godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  35. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini juga menyampaikan bahwa ilmu manusia itu terbatas. Sedangkan ilmu yang ada itu tak terbatas. Ketika kita telah merasa hebat, merasa ulung, kita telah masuk dalam perangkap syaitan. Maka hindarilah. Tanamkan pada diri bahwasanya ilmu yang kita punya hanyalah setetes dari luasnya lautan didunia. Menarik sekali ketika matematikawan menyadari bahwa apa yang ia sampaikan bahwa berdoa dan tidak berdoa sama saja terbantahkan dengan spontannya dia memohon ampun kepada Allah atas kesombongannya. Begawat sangat lah bijaksana dalam mengingatkan sang matematikawan. Dalam hidup kita membutuhkan kawan kawan yang baik agar mereka selalu mengingatkan kita pada kebaikan.

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah sangat jelas kita sangat dilarang untuk sombong. Karena apabila kita sombong maka setan akan dengan mudah masuk ke pikiran kita. Ketika matematikawan merasa dia pandai maka dengan lembutnya setan mebuatnya berfikir bahwa dia dapat memikirkan dunia dan akhirat. Setanpun berhasil untuk membuatnya berfikir baha doa dan tidak doa itu sama saja. Akhirnya dia tak berdoa. Hal ini jelas sangat tidak benar. Memang doa merupakan sebenar benarnya pekerjaan hati. Maka janganlah terlalu banyak berfikir dan mempertanyakan doa kita. Yang perlu kita lakukan adalah berdoa dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  37. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Syaitan memang tak tampak oleh mata. Namun dampak dari perbuatannya sangat terasa dan terlihat. Syaitan merasuki pikiran manusia secara lembut, untuk mengajak kita untuk ke arah yang sesat. Jika diri ini tidak berpendirian kuat, maka goyahlah. Seperti pada elegi tersebut. Matematikawan tertipu daya oleh syaitan dan merasa bahwa dirinya sangat hebat yang dapat melakukan segalanya. Suatu kontradiksi hanya melengkapi, namun tidak sama dalam satu ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  38. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Syaitan memang tak tampak oleh mata. Namun dampak dari perbuatannya sangat terasa dan terlihat. Syaitan merasuki pikiran manusia secara lembut, untuk mengajak kita untuk ke arah yang sesat. Jika diri ini tidak berpendirian kuat, maka goyahlah. Seperti pada elegi tersebut. Matematikawan tertipu daya oleh syaitan dan merasa bahwa dirinya sangat hebat yang dapat melakukan segalanya. Suatu kontradiksi hanya melengkapi, namun tidak sama dalam satu ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  39. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya peroleh setelah membaca elegi di atas adalah bahwa kta tidak boleh sombong dengan ilmu yang sudah kita peroleh. Kita tidak boleh merasa paling pintar dan terlalu bangga dengan ilmu yang kita miliki. Kita harus selalu ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Seperti peribahasa padi makin berisi makin merunduk yang berarti bahwa semakin banyak ilmu yang kita miliki maka kita tetap harus menjaga pikiran dan rendah hati.

    ReplyDelete
  40. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sungguh luar biasa, dari elegi tersebut menceritakan bahwa syaitan berhasil balas dendam kepada seorang matematikawan seperti dalam elegi sebelumnya dengan cara matematikawan itu menjadi terlena juga sombong. Matematikawan itu tertipu daya oleh syaitan tersebut.

    ReplyDelete
  41. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Syaitan mempunya ribuan cara untuk mempengaruhi manusia maupun menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan atau kondisi yang tidak baik atau tidak pantas untuk ditiru. Syaitan tidak akan pernah menyerah dan tidak akan lelah untuk terus mempengaruhi manusia agar manusia tersebut menjadi pengikut syaitan tersebut.

    ReplyDelete
  42. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Maka yang dapat saya ambil makna dari elegi diatas bahwa kita sebagai matematikawan maupun calon matematikawan, jangan sampai kita terjerumus oleh pengaruh syaitan. Hendaknya kita tetap waspada dan meneguhkan hati serta perbanyak berdoa dan tetap berjalan di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  43. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Juahilah kesombongan, sesungguhnya ilmu yang telah engkau dapat di sekolah atau kuliah itu belum seberapa, maka jangan cepat berpuas diri atas ilmu yang telah engkau dapat, tetap rendah hati dan terus berusaha untuk menuntut ilmu lagi.

    ReplyDelete
  44. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam ilmunya matematika, matematikawan setiap saat akan menggali lebih dalam arti-arti yang ada didalam matmatika. Karena dalam Matematika masih banyak yang ada didalamnya. Sekarang saja bialngan Prima terbesar belum ditemukan, hanya baru ditemukan bilangan prima yang ada berjuta digit. Sekarang ini masih ada peneliti yang mencari bilangan tersebut tak bosan dirinya karenanya. Begilah itu baru satu contoh yang disebutkan, belum saja penemuan yang ada dan yang mungkin ada rahasia yang belum terungkap. Sehingga dalam menghadapi syaitan maka matematika dengan hatinya harus menjalankan pengetahuannya untuk menggapai logos dengan ikhlas sehingga dilindungi oleh Allah.

    ReplyDelete
  45. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika

    Setan masuk ke dalam pikiran manusia karena kesombongannya. Maka dari itu hindarilah kesombongan karena itulah yang akan menyesatkan kita untuk berteman dengan setan. Janganlah cepat merasa puas. Karena di ataas langit masih ada langit

    ReplyDelete
  46. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, postingan yang berjudul elegi balas dendam syaitan terhadap matematikawan adalah lanjutan atau jawaban dari elegi yang sebelumnya tentang matematikawan dapat mengusir syaitan. Maka makna yang dapat saya ambil adalah bahwa sehebat apapun diri kita, jangan pernah lupa bahwa masih ada yang lebih dari kita. Itu lah kenapa syaitan bisa mempengaruhi sesoerang tersebut karena kesombongan tumbuh didalam dirinya.

    ReplyDelete
  47. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jauhkanlah ya Allah bagi diri kami tipu-tipu daya syaitan yang selalu mencari jalan untuk menuju hati kami serta menebarkan hal-hal terutama dalam hal ini bagi matematikawan. Matematikawan yang sombong dan angkuh akan ilmunya akan sangat mudah dibelokkan dan dikuasai oleh syaitan agar ilmunya tersebut menjadi bumerang bagi dirinya agar jauh dari segala petunjuk dan karunia Allah SWT. Ajaran-ajaran serta amal ibadah yang dilakukannya jangan sampsai dia perhitungkan dengan logika matematikanya. Karena logika matematika yang dia gunakan untuk menghitung segala amal ibadah adalah jalan bagi syaitan untuk dapat menjerumuskannya dan menghasutnya agar ilmu matematika yang dia punya dapat dijadikan sebagai alasan-alasan untuk tidak mengerjakan dan tidak patuh terhadap perintah-perintah serta ajaran-ajaran agama.

    ReplyDelete
  48. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seorang manusia yang berilmu dan beriman selain menjadikan imannya sebagai tameng terhadap godaan dan bujuk rayu syaitan, jadikanlah juga ilmunya sebagai alat untuk daapat mengetahui apa yang benar dana apa yang salah, sehingga syaitan tidak akan mudah membodohi dan menjerumuskan manusia. Tetapi apabila seorang ilmuwan misalnya seorang matematikawan yang menganggap bahwa ilmu matematikanya itu dapat mengetahui segala hal yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini tanpa terkecuali, maka hal itulah yang menjadikan syaitan begitu dengan mudahnya merasuk ke dalam pikiran sang matematikawan tersebut. Padahal seharusnya manusia menyadari setingggi dan sepintar apapun pikiran manusia akan ilmunya, maka janganlah sekali-kali manusia menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dia tahu segalanya. Karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah dapat memahami yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini secara sempurna, pikiran manusia terbatas sehingga apapun yang dipahaminya adalah semata-mata karena Allah yang mengizinkan manusia untuk mengetahuinya.

    ReplyDelete
  49. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matemtika 2013

    cerita bapak menguatkan bahwa ilmu manusia memiliki batsa. hanyalah Yang Kuasa yang memiliki keseluruhan ilmu. beberpa orang masih menganggap sesuatu yang dia dapatkan, yang dia miliki adalah hasil usahanya. itu termasuk dalam sifat sombong yang sangat dibenci oleh Allah.

    ReplyDelete
  50. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matemtika 2013

    Mendekatkan diri adalah kunci untuk selalu berada dalam rohmatNya. setinggi dan sebanyak apapun ilmu dan apapun itu yang kita miliki tidak akan dapat membandinginya. kembali ke awal tujuan kita diciptakan bahwa kita hanyalah hambanya yang harus tetep menghamba padaNya.

    ReplyDelete