Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan




Menurut saya Elegi yang satu ini tidak kalah pentingnya untuk dibaca, untuk mengimbangi penjelajahan filsafat kita. Untuk itu sengaja saya postingkan lagi di bagian teratas. Selamat membaca.

Oleh Marsigit

Syaitan:
Hemmm...jangan dikira aku lari dan pergi ...berarti aku sudah kalah dan menyerah. Inilah kesempatan yang aku tunggu-tunggu. Kelihatannya sang Matematikawan akan menjalankan ibadah. Tau rasa lho. Wahai Matematikawan yang telah berhasil mengusirku. Jangan panggil aku Syaitan jika aku tidak bisa selalu menggodamu. Disaat engkau akan beribadah inilah aku akan buktikan kemampuanku bahwa aku bisa menyusupi dirimu. Aku tidak hanya bisa menyusupi badanmu tetapi aku akan menyusup hingga pikiranmu.


Matematikawan:
Tiadalah semua urusan matematikaku dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal belumlah seberapa aku mampu memecahkan persoalan-persoalan matematika. Walau demikian aku merasa sudah saatnya aku beribadah, karena itu adalah kewajibanku sebagai sorang yang beriman.

Syaitan:
Wahai matematikawan...ternyata engkau tidak menyadari bahwa aku sudah berada di dalam pikiranmu. Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan....wahai matematikawan. Ibadah itu urusan gampang. Bukankah akan engkau pertaruhkan namamu jika engkau belum mampu menyelesaikan matematika-matematika itu?

Matematikawan:
Iya ya...memang benar. Itulah sebenar-benar ambisiku...yaitu ingin menjadi matematikawan hebat. Tetapi hatiku mengatakan bahwa saatnya juga aku harus melantunkan doa-doaku.

Syaitan:
Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan...wahai matematikawan...itulah juga tantanganmu bahwa engkau juga harus mampu memecahkan misteri doa? Bukankah engkau sudah terkenal mengusir syaitan dengan kemampuan matematikamu. Sekarang buktikan bahwa engkau pun mampu mengungkap misteri doa?

Matematikawan:
Hemmm...benar juga apa bisikan pikiranku. Apa ya yang disebut dengan doa? Mengapa mesti manusia itu berdoa? Bagaimana manusia itu dapat berdoa?

Syaitan:
Uhihhh...aku sedikit berhasil nih. Akan aku beri sedikit keraguan dalam pikiran dan hatimu wahai matematikawan.

Matematikawan:
Tetapi aku sedikit ragu-ragu...apakah aku mampu menggunakan matematikaku untuk memecahkan misteri doa itu?

Syaitan:
Uhihhh...lumayan...sudah mulai ragu-ragu kamu. Akan aku bisikan lagi dengarkanlah...bukankah engkau ingin menjadi matematikawan sejati? Maka buktikanlah bahwa dengan matematikamu itu engkau mampu memecahkan segala misteri dunia dan akhirat?

Matematikawan:
Hemmm...aku sudah kondang terkenal mampu mengusir Syaitan dengan matematikaku. Bagaimana ya aku mampu memecahkan misteri doa?

Syaitan:
Ya...gunakan saja sifat-sifat matematikamu dan logikamu semaksimal mungkin...misalnya dengan bertanya mengapa doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Gitu aja kok repot.

Matematikawan:
Lho lha iya...benar juga bisikan pikiranku itu. Apa alasannya doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Hemm...terimakasih bisikan pikiranku ...engkau telah menyadarkan akan tantangan matematiku untuk memecahkan misteri doa. Apa bedanya doa sedikit dan doa banyak? Tetapi jika aku terlalu asyik dan sibuk mengitung banyaknya doa...maka nanti saya jadi nggak sempat berdoa?

Syaitan:
Oh...gampang...masalah sepele...Tuhan kan maha pemurah dan pemaaf. Doa itu kan bisa diringkas. Tidaklah berbeda berdoa banyak dan sedikit itu. Tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali.

Matematikawan:
Hai bisikan yang ada dalam pikiranku...jika tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali...maka apa bedanya antara berdoa dan tak berdoa?

Syaitan:
Lho...katanya engkau mengaku matematikawan hebat. Jawab dulu dhong sebelum aku beri solusinya?

Matematikawan:
Wah...agak sulit.

Syaitan:
Ah...masa iya sulit? Bukankah engkau juga mengaku sebagai matematikawan yang mempunyai banyak pengalaman hidup, banyak metode ilmiah, metode kuantitatif maupun empiris. Gunakanlah itu semua untuk menjawab perbedaan antara berdoa dan tidak berdoa?

Matematikawan:
Hemmm...aku ...cerdas juga wahai bisikan pikiran. Aku memang agak sulit menemukan bukti yang signifikan bahwa berdoa dan tidak berdoa itu berbeda.

Syaitan:
Lha...ya iya ta? Bukankah dalam matematika engkau juga mempunyai cara pembuktian terbalik?

Matematikawan:
Wah..lha ini..yang aku cari...artinya aku justeru menemukan banyak orang-orang yang tidak berdoa itu hidupnya sukses. Sedangkan aku juga banyak menemukan bahwa orang yang banyak berdoa malah hidupnya tidak sukses.

Syaitan:
Uhiiihhiiihhh....mulai kena engkau. Akan aku tunjukkan kelihaianku bahwa aku mampu menggodamu dengan kekuatan matematikamu. Jangan mentang-mentang engkau menuduhku sombong. Aku juga akan menggunakan kesombonganmu yaitu kebanggaanmu merasa sebagai matematikawan hebat...untuk menjerumuskanmu. Terus dengarkanlah bisikanku ini...

Matematikawan:
Lho...hatika kok agak merasa gelisah setelah aku mempersoalkan doa?

Syaitan:
Tak usah gelisah...mantapkan saja logikamu itu. Ingat nama baikmu akan engkau pertaruhkan jika engkau tidak mampu membedakan tidak berdoa dengan berdoa!

Matematikawan:
Baiklah bisikan pikiranku...berdasarkan pengalaman empirisku maka aku sulit menemukan perbedaan yang signifikan antara tidak berdoa dan berdoa. Maka aku menyimpulkan bahwa tidak berdoa dengan berdoa itu pada hakekatnya sama saja.

Syaitan:
Horeeeee....horeeeeee...horeeeeee....

Bagawat:
Oh...Matematikawan....istigfarlah...istigfarlah...mohon ampunlah ...mohon ampunlah kepada Allah SWT!

Matematikawan:
Lho...ada apa gerangan sang Bagawat menghampiriku?

Bagawat:
Oh...waspadalah sang Matematikawan! Hati-hati dengan pengembaraan pikiranmu itu? Syaitan sangatlah lembut dalam menggodamu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat...janganlah engkau mengukur-ukur kemampuanku ini. Bukankah engkau mengetahui aku itu sudah terkenal sebagai matematikawan ulung? Silahkan engkau bertanya tentang matematika yang tinggi sekalipun maka aku akan berusaha menjawabnya. Jangankan urusan matematika...urusan dunia, akhirat dan urusan doa saja sudah aku pecahkan misterinya.

Bagawat:
Oh...Tuhanku maafkanlah diriku, maafkanlah guru-guruku, maafkanlah murid-muridku ..maafkanlah Matematikawan ini....atas segala dosa dan kelancangannya. Atas segala kekufurannya, atas segala kesombongannya sehingga mereka mudah digelincirkan oleh Syaitan yang terkutuk itu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat ...engkau komat-kamit itu sedang melantunkan apa? Silahkan tantang aku dengan pertanyaan-pertanyaanmu?

Bagawat:
Baiklah sang Matematikawan...karena ini adalah permintaanmu maka aku hanya ingin bertanya satu hal saja. Pertanyaanku adalah “Biasa Tidak Biasa” itu Biasa atau Tidak Biasa?

Matematikawan:
Woh...hah pertanyaan sepele kayak gitu kok ditanyakan. Ya jelas Biasa.

Bagawat:
Biasa ngapain?

Matematikawan:
Ya biasa Tidak Biasa.

Bagawat:
Artinya?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Biasa Tidak Biasa itu artinya ya Tidak Biasa.

Bagawat:
Ehem...ehem...

Matematikawan:
Oh...oh ...sang Bagawat kenapa telah terjadi kontradiktif dalam jawabanku itu. Oh maafkanlah diriku. Ternyata pikiranku tidak mampu menjawab pertanyaanmu yang sepele itu. Malu...malu... aku malu...Oh..Tuhanku ampunilah dosaku.

Bagawat:
Amiinnn...amin...amin...

Matematikawan:
Lho kenapa amiin... oh bingung aku ...kenapa aku juga tadi telah berdoa? Oh sang bagawat tolonglah diriku. Aku sudah menyerah...aku bertaubat...tolonglah aku.

Bagawat:
Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa dirimu dikarenakan kesombonganmu maka Syaitan telah menyusup ke dalam pikiranmu. Syaitan berusaha mempengaruhi pikiranmu agar seakan-akan engkau mampu memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada baik di dunia maupun di akhirat menggunakan matematikamu. Padahal kenyataannya aku telah membuktikan bahwa pikiranmu itu bersifat terbatas walaupun engkau telah memperoleh julukan matematika ulung sekalipun. Sungguh bahwa tidak berdoa itu sangatlah berbeda dengan berdoa. Maka berdoalah dan mohon ampunlah kehadlirat Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan meridloi para matematikawan.

Amiin

97 comments:

  1. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut menceritakan bahwa syaitan selalu ada untuk mengganggu manusia, tak lepas juga seorang matematikawan yanag mana nanati akan menjadikan sebuah mitos, walaupun seta selau ada di sekelilingi kita kaerna itu sudah menjadi tugasnya untuk merayu manusia untuk mengarah kejalan nya sehingga meraka ada teman. Akan tetapi dengan berpikri ikhlas ikhlas hati dan pikiran maka apapun yang akan dilakukan setan kepada kita maka akan selalu gagal. Selalau ingat bahwa tuhan selalu ada untuk kita dimana kita berada.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini dimulai dari dialog antara matematikawan dengan bisikan pikirannya yang ternyata adalah iblis dikarenakan kesombonganya yang tidak ia sadari. kemudian matematikawan disadarkan oleh begawat dengan cara memberikan pertanyaan kontradiktif yang tidak mampu dipikirkan oleh matematikawan jawabanya. artinya adalah jika pikiran kita dipenuhi kesombongan maka iblis lah yang akan mendiminasinya, padahal kita bukan siapa-siapa untuk menjawab semua rahasia tuhan, walaupun kita matematikawan hebat sekalipun.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pikiran yang kosong adalah salah satu pintu untuk masuk setan. Syaitan akan merasuki pikiran manusia dengan cara apapun. Mereka akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba sampai berhasil. Lemahnya iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT akan membuat syaitan mudah dalam menggoga manusia. Maka dari itu jangan biarkan pikiran kita kosong. Kita harus senantiasa mengingat nama ALLAH SWT. Tidak ada henti-hentinya berbuat kebaikan. Menjauhi sifat sombong serta selalu ikhlas dalam hal apapun.

    ReplyDelete
  4. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Berdoa pada Allah SWT agar dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk setiap waktu dan memohon ampun kepada Allah atas kesombongan yang ada pada diri adalah hal yang harus selalu diterapkan karena manusia hanyalah setitik kecil dari seluruh ciptaan Allah SWT. Kesombongan itulah yang membuat syaitan mampu masuk ke dalam diri ini yang kemudian membuat manusia lupa diri akan darimana ia berasal dan untuk apa ia diciptakan.

    ReplyDelete
  5. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Setan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia. Setan akan terus berusaha menjerumuskan manusia ke dalam jebakannya. Salah satu hal yang dapat membuat kita terjebak ke dalam godaan setan adalah karena kesombongan kita. Kesombongan dapat merusak segala sesuatu, kesombongan atas apa yang telah dicapai, kesombongan atas ilmu yang dimiliki, dan kesombongan-kesombongan lainnya. Dengan kesombongan tersebut setan akan memperngaruhi pikiran kita dan membuat kita untuk memikirkan sesuatu hal yang tidak perlu bahkan tidak dapat kita pikirkan. Maka untuk menghindari godaan setan, tinggalkanlah kesombongan dan berdoalah serta memohon ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas sungguh luar biasa. Elegi tersebut menceritakan tentang keberhasilan syetan yang menjerumuskan sang matematikawan dengan ilmu yang dimilikinya, sehingga sang matematikawan itu merasa terlena dan sombong. Segala sesuatu yang kita miliki meliputi kecerdasan, kekayaan, tahta, pengetahuan, dan lain sebagainya hanyalah titipan Allah swt.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ingatlah bahwa syetan senantiasa bersemangat mencari teman dengan menjerumuskan manusia untuk melakukan perbuatan yang selalu menyesatkan dan menghalangi dari jalan kebenaran (al-haq). Dalam menggoda manusia, setan masuk ke dalam diri manusia dengan membisikkan sesuatu yang jahat dan membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain menggoda dari dalam diri manusia, setan juga menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan duniawi lain sebagai perangkapnya. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada dan selalu mengingat Allah dalm setiap langkah kita. Kita hendaknya selalu ingat bahwa semuanya akan kembali kepada-Nya. Kita tak memiliki apa-apa dan janganlah bersikap sombong.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Syitan sejatinya selalu mencari waktu manusia lengah untuk dapat menggodanya bahkan mengajaknya ke hal-hal yang menjauhkan diri kita dari Allah SWT. Kesombongan akan ilmu yang dimiliki akan membawa syitan masuk dalam pikiran kita. Syiatan akan selalu menggoda dan mempengaruhi setiap pikiran manusia dan terbukti bahwa pikiran manusia sangat terbatas. Kontradiksi dalam hati dan pikiran kita benar-benar harus kita jaga melalui usaha dan do’a-do’a kita agar jauh dari rayuan syaitan.

    ReplyDelete
  9. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini saya tertarik dengan kalimat Begawat "Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa dirimu dikarenakan kesombonganmu maka Syaitan telah menyusup ke dalam pikiranmu." Sifat sombong adalah sifat yang paling disukai oleh Syaitan. Maka siapa yang sombong adalah dia yang berkawan dengan Syaitan. Pikiran manusia itu terbatas, ilmu itu tidak terbatas ketika manusia sombong akan pikirannya maka dialah kawan sejati dari syaitan yang tidak mau mengakui adanya kekuatan yang melebihi dari pikirannya.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Salah satu bentuk pengaruh setan dalam hidup kita adalah kesombongan kita karena telah memiliki ilmu. Ilmu yang kita miliki hendaknya tidak menjadikan kita sombong dan lemah sehingga mudah terjerumus dalam pengaruh setan. Namun sebaliknya, dengan ilmu yang dimiliki kita harus mampu memperkokoh iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Ilmu dan iman harus seiring, apalah arti keduanya jika tidak mampu berjalan seara. Karena itu, tegakkan hati kuatkan iman dan harapan kita mohon bimbingan Tuhan untuk dapat memanfaatkan ilmu yang kita miliki secara ikhlas dan bijaksana agat terhindar dari tipu daya setan

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia tidak dapat berjalan sendiri. Saat ilmu yang diperoleh telah sangat banyak, dibutuhkan keikhlasan hati untuk selalu mengakui bahwa semua yang dipikirkannya itu terbatas, sehingga manusia senantiasa berserah pada Tuhan. Terkada tanpa disadari manusia termakan tipuan iblis. Kesuksesan di masa lalu bukanlah hal yang harus terus dibanggakan. Dunia ini terus berputar, jika tidak ada pembaharuan pikiran setiap hari manusia hanya akan melihat kesuksesannya di masa lalu dan akhirnya menjadi sombong dan termakan rayuan iblis yang dibisikan pelan-pelan. Hendaklah kita selalu memiliki hati dan pikiran yang ikhlas dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  12. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya kesombongan dan merasa paling benar justru menjerumuskan diri kepada kehancuran. Bagaimana tidak, hal tersebut bisa membuat diri sendiri mengabaikan saran yang diberikan oleh orang lain dan hanya mengikuti ego nya sendiri karena merasa pendapatnya paling benar. Oleh karena itu perlu disadari bahwa hidup ini perlu orang lain yang senantiasa mengingatkan kita agar tidak terbawa oleh keegoisan yang senantiasa menghantui.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sama seperti konsep Cantor yakni "infinity of infinity", sebaiknya ilmu yang kita miliki digunakan untuk meneguhkan keyakinan kita. Bagaimanapun, manusia memiliki keterbatasan. Logika kita tetap tidak akan mampu memecahkan segala misteri. Meskipun banyak saintis yang mulai meragukan keyakinan mereka karena logika mereka yang sudah tingkat tinggi, bukan berarti kita dapat menerima saja argumentasi mereka.

    ReplyDelete
  14. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 41 tentang baalas dendam syaitan terhadap matematikawan. Bacaan yang sangat menarik, ringan namun sarat akan pesan yang besar. Bahwasanya syaitan akan selalu berusaha dan tak akan menyerah dalam menggoda manusia, sekalipun sebelumnya ia telah gagal. Maka dari itu hendaknya kita selalu waspada, dan meneguhkan hati kita, senantiasa berdoa agar dihindarkan dari godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  15. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini juga menyampaikan bahwa ilmu manusia itu terbatas. Sedangkan ilmu yang ada itu tak terbatas. Ketika kita telah merasa hebat, merasa ulung, kita telah masuk dalam perangkap syaitan. Maka hindarilah. Tanamkan pada diri bahwasanya ilmu yang kita punya hanyalah setetes dari luasnya lautan didunia. Menarik sekali ketika matematikawan menyadari bahwa apa yang ia sampaikan bahwa berdoa dan tidak berdoa sama saja terbantahkan dengan spontannya dia memohon ampun kepada Allah atas kesombongannya. Begawat sangat lah bijaksana dalam mengingatkan sang matematikawan. Dalam hidup kita membutuhkan kawan kawan yang baik agar mereka selalu mengingatkan kita pada kebaikan.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah sangat jelas kita sangat dilarang untuk sombong. Karena apabila kita sombong maka setan akan dengan mudah masuk ke pikiran kita. Ketika matematikawan merasa dia pandai maka dengan lembutnya setan mebuatnya berfikir bahwa dia dapat memikirkan dunia dan akhirat. Setanpun berhasil untuk membuatnya berfikir baha doa dan tidak doa itu sama saja. Akhirnya dia tak berdoa. Hal ini jelas sangat tidak benar. Memang doa merupakan sebenar benarnya pekerjaan hati. Maka janganlah terlalu banyak berfikir dan mempertanyakan doa kita. Yang perlu kita lakukan adalah berdoa dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Syaitan memang tak tampak oleh mata. Namun dampak dari perbuatannya sangat terasa dan terlihat. Syaitan merasuki pikiran manusia secara lembut, untuk mengajak kita untuk ke arah yang sesat. Jika diri ini tidak berpendirian kuat, maka goyahlah. Seperti pada elegi tersebut. Matematikawan tertipu daya oleh syaitan dan merasa bahwa dirinya sangat hebat yang dapat melakukan segalanya. Suatu kontradiksi hanya melengkapi, namun tidak sama dalam satu ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Syaitan memang tak tampak oleh mata. Namun dampak dari perbuatannya sangat terasa dan terlihat. Syaitan merasuki pikiran manusia secara lembut, untuk mengajak kita untuk ke arah yang sesat. Jika diri ini tidak berpendirian kuat, maka goyahlah. Seperti pada elegi tersebut. Matematikawan tertipu daya oleh syaitan dan merasa bahwa dirinya sangat hebat yang dapat melakukan segalanya. Suatu kontradiksi hanya melengkapi, namun tidak sama dalam satu ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya peroleh setelah membaca elegi di atas adalah bahwa kta tidak boleh sombong dengan ilmu yang sudah kita peroleh. Kita tidak boleh merasa paling pintar dan terlalu bangga dengan ilmu yang kita miliki. Kita harus selalu ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Seperti peribahasa padi makin berisi makin merunduk yang berarti bahwa semakin banyak ilmu yang kita miliki maka kita tetap harus menjaga pikiran dan rendah hati.

    ReplyDelete
  20. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jauhkanlah ya Allah bagi diri kami tipu-tipu daya syaitan yang selalu mencari jalan untuk menuju hati kami serta menebarkan hal-hal terutama dalam hal ini bagi matematikawan. Matematikawan yang sombong dan angkuh akan ilmunya akan sangat mudah dibelokkan dan dikuasai oleh syaitan agar ilmunya tersebut menjadi bumerang bagi dirinya agar jauh dari segala petunjuk dan karunia Allah SWT. Ajaran-ajaran serta amal ibadah yang dilakukannya jangan sampsai dia perhitungkan dengan logika matematikanya. Karena logika matematika yang dia gunakan untuk menghitung segala amal ibadah adalah jalan bagi syaitan untuk dapat menjerumuskannya dan menghasutnya agar ilmu matematika yang dia punya dapat dijadikan sebagai alasan-alasan untuk tidak mengerjakan dan tidak patuh terhadap perintah-perintah serta ajaran-ajaran agama.

    ReplyDelete
  21. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seorang manusia yang berilmu dan beriman selain menjadikan imannya sebagai tameng terhadap godaan dan bujuk rayu syaitan, jadikanlah juga ilmunya sebagai alat untuk daapat mengetahui apa yang benar dana apa yang salah, sehingga syaitan tidak akan mudah membodohi dan menjerumuskan manusia. Tetapi apabila seorang ilmuwan misalnya seorang matematikawan yang menganggap bahwa ilmu matematikanya itu dapat mengetahui segala hal yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini tanpa terkecuali, maka hal itulah yang menjadikan syaitan begitu dengan mudahnya merasuk ke dalam pikiran sang matematikawan tersebut. Padahal seharusnya manusia menyadari setingggi dan sepintar apapun pikiran manusia akan ilmunya, maka janganlah sekali-kali manusia menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dia tahu segalanya. Karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah dapat memahami yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini secara sempurna, pikiran manusia terbatas sehingga apapun yang dipahaminya adalah semata-mata karena Allah yang mengizinkan manusia untuk mengetahuinya.

    ReplyDelete
  22. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matemtika 2013

    cerita bapak menguatkan bahwa ilmu manusia memiliki batsa. hanyalah Yang Kuasa yang memiliki keseluruhan ilmu. beberpa orang masih menganggap sesuatu yang dia dapatkan, yang dia miliki adalah hasil usahanya. itu termasuk dalam sifat sombong yang sangat dibenci oleh Allah.

    ReplyDelete
  23. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matemtika 2013

    Mendekatkan diri adalah kunci untuk selalu berada dalam rohmatNya. setinggi dan sebanyak apapun ilmu dan apapun itu yang kita miliki tidak akan dapat membandinginya. kembali ke awal tujuan kita diciptakan bahwa kita hanyalah hambanya yang harus tetep menghamba padaNya.

    ReplyDelete
  24. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Kesombongan adalah hal yang telah menjerumuskan syaitan sehingga ia diusir dari syurga. Kesombongan adalah dosa pertama kali yang terjadi di muka bumiini. Kesombongan itu juga yang dapat membuat kita mengikuti jalan syaitan. Oleh karena itu berhati-hatilah kita agar terhindar dari kesombongan. Jangan sampai kita merasa denagn ilmu yang kita miliki mampu memikirkan segala hal termasuk doa. Urusan dunia dan akhirat itu berbeda. Artinya kita mampu memikirkan segala urusan di dunia ini menggunakan logika yang ada di pikiran kita. Tetapi kita tidak boleh sombong dan ingin memikirkan urusan akhirat dengan logika juga. Pikiran dan logika kita tidak akan sanggup untuk memikirkannya, sebaliknya kita akan terjerumus oleh godaan syaitan dan lupa untuk beribadah.
    Syaitan itu sangatlah lembut dalam menggoda. Manusia sering tidak sadar bahwa ia termakan godan syaitan karena kesombongannya. Syaitan juga memiliki banyak cara untuk enggoda manusia. Ia akan menggoda setiap manusia yang hendak beribadah dengan seribu cara yang ada. Bahkan jika seribu cara itu gagal ada seribu cara lainnya. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sifat sombong yang ada pada diri manusia. Jika seseorang merasa ilmunya telah banyak, derajatnya telah tinggi, dan merasa populer, maka orang tersebut akan merasa sombong dan menganggap remeh doa. Ia menjadi malas beribadah karena merasa dirinya telah hebat. Ia merasa bahwa berdoa dan tidak berdoa itu sama saja. Tentunya hal ini adalah kesalahan yang sangat besar. Karena manusia tidak hanya hidup di dunia saja melainkan alam akhirat menunggu kita kelak. Sebaliknya, hidup di dunia ini amatlah singkat waktunya. Maka janganlah kita sombong sehingga termakan godaan syaitan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    ya Rabbi, Sesungguhnya kami orang yang lemah dengan pikiran yang bersifat terbatas, maka teguhkanlah hati kami untuk selalu bermunajad kepadamu. Jangan biarkan kami lalai hingga terbesit kesombongan di hati kami. Karena telah Engkau tegaskan firmanMu dalam surah Luqman ayat 18 “walaa tusha”ir khaddaka lilnnaasi walaa tamsyi fii al-ardhi marahan inna allaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin” (dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri).

    ReplyDelete
  26. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Berusaha dan bekerja keras adalah jalan yang harus dilalui untuk menggapai cita-cita. Selain itu jangan lalaikan doa. Berdoa kepada Allah SWT merupakan cara agar kita dapat memohon ridho Allah SWT dalam menjalani setiap langkah hidup.
    Selain itu juga harus berhati-hati agar tidak terkena hasutan syetan. Terkadang manusia tidak menyadari hasutan syetan. Justru seseorang terkadang merasa bangga dengan pikiran-pikiran akibat hasutan syetan. Syetan selalu berusaha masuk dalam pikiran manusia dan menghasut agar berpikir tanpa landasan dan tanpa batas sehingga dapat mengancam manusia terjebak dalam kesombongan.
    Selalu melakukan refleksi dan memohon ampunan Allah SWT agar dapat terhindar dari hasutan syetan.

    ReplyDelete
  27. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya syaitan akan selalu menggoda manusia melalui berbagai celah, syaitan akan sangat mudah masuk dan mempengaruhi manusia apabila manusia tersebut dijangkiti oleh penyakit hati. Seperti kasus di atas, yakni sang matematikawan dijangkiti oleh penyakit hati bernama sombong. Dia merasa bahwa segala sesuatu dapat dipecahkan dengan matematika dan pikiran, sehingga hal-hal yang bersifat ghaib yang dirasionalkan semakin menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Sesungguhnya berdoa sangatlah penting, karena kita bertindak jika tidak atas ridho Allah maka usaha yang kita lakukan akan menemui kesulitan bahkan sangat mungkin gagal. Oleh karena itu mari mulai dari sekarang hendaknya kita selalu mencari ridho Allah melalui doa, selalu mengikutsertakan Allah dalam setiap tindakan kita.

    ReplyDelete
  28. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, menurut saya kesombongan adalah sifat yang tidak boleh ada pada diri manusia karena sifat ini akan menjerumuskan kita pada godaan-godaan setan yang membuat kita lalai akan banyak hal. Menyadari keterbatasan kita dalam menjawab dan memahami sesuatu sangat dibutuhkan karena itulah sebab kita terus belajar, dan berikhtiar pada Allah.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari tulisan ini adalah setan sangat mudah masuk ke dalam diri manusia. Dalam elegi ini dicontohkan setan mampu menggoda seseorang dibalik kesuksesan matematikawan dalam bidangnya. Setan memiliki beribu-ribu, berjuta-juta bahkan tak berhingga cara dan jalan untuk mengecoh umat manusia. Untuk menjauhkan diri dari godaan setan, kita harus senantiasa menjaga kebersihan hati, kita harus senantiasa berdoa, berdzikir dan beristighfar pada-Nya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu mengingat dan memohon ampunan kepada Allah dan dijauhkan dari godaan setan. Amin.

    ReplyDelete
  30. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sesungguhnya Syetan itu nyata dan menggoda setiap manusia. Dan syetan itu tempatnya dimana-mana, bukan hanya syetan yang menyeramkan tetapi juga banyak syetan yang menyenangkan. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan godaan Syetan yang terkutuk.
    Senantiasa menghadirkan Allah dan merasa diawasi oleh-Nya membuat kita terhindar dari godaan Syetan.

    ReplyDelete
  31. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Syaitan selalu berupaya untuk menggoda manusia dengan ajakan dan bisikan dari golongannya. Sangatlah mudah bagi syaitan untuk menggoda manusia, apalagi apabila manusia dekat dengan kesombongan. Dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh, terkadang manusia merasa sombong dengan apa yang ia miliki. Padahal Allah sangatlah membenci umatnya yang berlaku sombong di muka bumi. Karena yang berhak sesungguhnya adalah Zat yang Maha Memiliki segalanya, Allah SWT. bahkan orang yang berilmu pun tidak menjamin bahwa ia mengetahui segalana, karena Yang Maha Mengetahui adalah Allah SWT. oleh karena itu, sudah sepatutnya kita terus belajar dan terus belajar dan disertai dengan memperbanyak ibadah agar kita tidak mudah tergoda oleh rayuan syaitan yang menjerumuskan kita.

    ReplyDelete
  32. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.mat C 2017

    Syaitan adalah musuh utama bagi manusia. Syaitan selalu ingin menjerumuskan manusia ke neraka dengan segala kemampuannya menjerumuskan pikiran-pikiran manusia menjadi kotor. Manusia digoda oleh syaitan dengan berbagai upaya dan pada kesempatan apapun syaitan tidak akan menyerah untuk menggoda manusia. Untuk itu kita sebagai manusia harus selalu memanjatkan doa serta memohon ampunan kepada Allah agar terhindar dari godaan syaitan. Taat dan patuh terhadap perintah dan laranganNya itu merupakan kewajiban kita untuk menjalaninya, begitu pula dengan beribadah dan melantunkan doa kepada Allah, agar mendapatkan suatu nikmat dariNya.

    ReplyDelete
  33. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang diberikan

    Elegi ini kembali membawa saya pada suasana kuliah perdana Filsafat Ilmu. Teringat betul ucapan filsuf yang baru kali pertama ku temui, beliaulah Prof. Dr. Marsigit, M.A. Ucapan yang mana? Terkait dengan elegi ini, saya teringat pesannya untuk tidak mengembarakan pikiran sesuka pikiran saja. Maksut saya kata-kata yang waktu itu. Silahkan kembarakan pikiran, asalah hati mendampinginya. Mengembarakan pikiran tanpa hati ibarat layang-layang putus. Terlepas. Bukan lagi. Terhempas bisa jadi. Sungguh berkali-kali saya sebut istilah ini, karena memang saya benar-benar terkesan.

    Dalam elegi ini diperlihatkan si cerdas, matematikawan, si pengembara pikir, tapi sekali waktu dia termakan oleh kesombongannya. Benar sekali elegi-elegi yang saya baca sebelumnya, betapa berbahayanya kesombongan itu. Ya sudahlah, karena kesombongan, mudah sekali seorang terjerumus pada perbuatan menentang kebenaran Tuhan. Astaghfirullohhalazim

    ReplyDelete
  34. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Elegi ini menunjukkan bahwa kesombongan sangatlah berbahaya. Padahal setan akan selalu menggoda manusia untuk berlaku sombong sehingga memunculkan keraguan pada diri manusia, terutama pada masalah spiritualitasnya. Kesombongan yang tidak dihilangkan lama-kelamaan akan menyebabkan manusia untuk mempertanyakan pentingnya ibadahnya hingga pada akhirnya melalaikan kewajibannya untuk beribadah. Padahal, sehebat apapun manusia, setinggi apapun ilmu yang dimiliki, manusia tetaplah makhluk yang tidak sempurna. Pikiran manusia tidak akan mampu memikirkan semuanya, maka kita harus berhati-hati dalam mengembarakan pikiran. Gunakan hati yang bersih sebagai petunjuk.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sedikit saja hati tergoda oleh rayuan syaitan, maka disitulah syaitan menang. Karena bisikannya yang begitu halus dan lembut serta perlahan sedikit demi sedikit sehingga orang yang terkenan bisikannya tidak menyadari bahwa dirinya sedang dalam perangkap syaitan. Maka selalu ingat Allah dan terus berdoa dalam keadaan apapun dan dimanapun. Jangan sampai logos termakan oleh mitos. Jadi, sangtalah berbeda antara berdoa dan tidak berdoa. Jika tidak berdoa itulah tempatnya syaitan dan itulah cikal bakal kesombongan. Sedangkan jika berdoa, hati dan pikiran selalu ingat Allah.

    ReplyDelete
  36. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Betapa dengan mudahnya syetan datang menggoda,perlahan namun pasti sehingga bisikan syetan tersebut menyusup ke dalam pikirannya, lalu kemudian menutup hatinya.Begitulah yang digambarkan oleh elegi di atas.Syetan melihat peluang dalam diri matematikawan tersebut bahwa ada sifat sombong yang masih melekat pada dirinya.Syetan membuat jebakan-jebakan sehingga membuat matematikawan tersebut merasa senang di balik kesalahnnya.
    Tak ada sebaik-baik ampunan melainkan memohon ampun kepada-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan

    ReplyDelete
  37. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya. Prof. Sejak dulu memang telah menjadi misi syaiton untuk menjerumuskan anak cucu Adam a.s. ke dalam neraka. Maka mereka akan melakukan cara apapun untuk menjauhkan manusia dari Tuhannya. Syaiton tidak hanya menggoda manusia untuk melakukan yang telah dilarang Allah SWT, tetapi juga syaiton akan menggoda manusia untuk merasa dirinya paling berilmu, paling baik sehingga manusia akan menjadi sombong.

    ReplyDelete
  38. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi balas dendam syaitan terhadap matematikawan menjelaskan tentang bagaimana seseorang menggunakan akal pikirannya. Meskipun kita adalah orang paling pandai di dunia, segala masalah duniawi dapat kita selesaikan namun kita bukan mapa-apa dihadapan Allah SWT. Hendaknya kita sebagai manusia selalu berdoa dan berdoa meminta pertolongan dan perlindungan serta agar diampuni segala dosa kita karena sesuci apapun manusia pasti dia pernah berbuat dosa.

    ReplyDelete
  39. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Manusia yang telah terbiasa menggunakan pikirannya dalam memandang dunia menjadikan ia dekat dengan fanatisme pikiran. Fanatisme pikiran muncul akibat nafsu Syaitan yang tidak pernah merasa puas, dan cenderung ingin menguasai segalanya. Berdoa adalah salah satu cara untuk mengimbangi pikiran agar tidak dibuat kacau oleh Syaitan dan terhindar dari hawan nafsu pikiran.

    ReplyDelete
  40. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan film biografi salah satu tokoh matematika/ fisika di dunia. Memang sebagian besar ahli fisika/ matematika justru ragu-ragu akan keberadaan Tuhan. Menurut mereka, fenomena alam tidak bisa dijelaskan secara ilmiah dalam kitab suci mereka, sehingga sebagian besar dari mereka malah menjadi seorang atheist. Segala sesuatu itu berasal dari materi. Menurut mereka, segala sesuatu yang ada di dunia bisa dijelaskan asal usulnya dan bagaimana (nanti) kemusnahannya.

    Sebagai manusia yang beragama saya hanya berdoa kepada Tuhan agar tidak terpengaruh pandangan yang memarginalkan agama pada saat saya menonton film tersebut. Saya bersyukur lahir di lingkungan yang percaya akan adanya Tuhan. Walaupun terlihat tidak real (bagi para atheist), mempunyai Tuhan dapat membuat kita merasa kecil setiap saat sehingga terhindar dari sifat sombong. Berdoa pun menjadi salah satu terapi pikiran jika kita mengalami kesulitan hidup yang mungkin tidak mereka dapatkan saat mereka mengalami hal yang sama. Saya bersyukur menjadi makhluk yang tidak sempurna seperti ini, yang belum sepenuhnya tahu penjelasan akan segala hal di dunia. Dan terimakasih pak, bapak sudah sering mengingatkan kami bahwa manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaannya.

    ReplyDelete
  41. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Perasaan gundah, sedih, marah, sombong, semua itu adalah godaan syaitan. Maka kacaunya hati adalah tanda bahwa itu godaan syaitan. Tidak memandang tua muda, kaya miskin, semuanya tak luput dari godaan syaitan. Sehingga untuk menangkal godaan syaitan yang terkutuk, maka setiap manusia wajib berdoa’a kepada Allah. Do’a harus selalu dilakukan setiap akan melakukan atau setiap mengawali suatu perbuatan. Kenapa ? karena setan akan selalu menggoda kita, apapun yang kita lakukan, baik ataupun buruk. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu meminta perlindungan dari Allah SWT. Karena hanya kepadaNya lah kita dapat meminta perlindungan dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  42. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Syaitan sangat senang sekali menggoda orang-oarang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi, karena mereka lah orang-orang yang dapat berpikir kritis, dan dari ilmu pengetahuan yang mereka miliki mudah sekali mereka akan terbesit sifat sombong ketika syaitan sedikit saja menggodanya. Maka dari itu selalu mendekatkan diri dan selalu berdo'a lah kepada Allah, karena jika tidak didasari dengan bedo'a maka syaitan sangat mudah sekali untuk menggoda pikiran manusia dngan caranya yang sangat halus. Maka dari itu semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berdo'a disetiap sebelum melakukan aktivitas, sehingga pikiran dan hati kita dapat terhindar dari godaan syaitan. Aamiin.

    ReplyDelete
  43. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Elegi ini bagi saya mengingatkan bahwa tidak bisa segala sesuatu itu dicari logikanya. Sebab memang ada hal-hal yang bersifat keyakinan. Matematikawan hanyalah pralambang dari pikiran logis. Dengan mudah setan akan masuk dalam pikiran dan kemudian ke dalam hati pula menggoyahkan keyakinan. Doa yang ikhlas sekali lagi telah menyelamatkan manusia dari kejatuhan terhadap godaan setan.

    ReplyDelete
  44. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Selama manusia masih bernyawa, sejatinya selalu digoda oleh syaithon. Manusia ibarat sasaran empuk bagi syaithon. Namun, tiada yang perlu dikhawatirkan saat manusia diberi ruang untuk berdoa dalam keadaan apapun. Doa yang dilantunkan juga tidak perlu diingat-ingat, sebab doa adalah urusan Allah. Maka dari itu serahkan saja pada Allah. Manusia dapat menggapai doa dengan penuh keyakinan. Proses belajar filsafat yang telah saya lalui memberikan sudut pandang yang baru terkait sikap dalam berdoa.

    ReplyDelete
  45. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 41 ini, saya memahami bahwa syaitan sangat mudah mempengaruhi manusia terlebih jika manusia tersebut mempunyai penyakit hati. Seperti dalam elegi diatas, seseorang yang sangat bangga dengan ilmu yang telah dimilikinya dan merasa dengan ilmunya tersebut mampu menjawab semua persoalan yang ada. Ia sombong terhadap kemampuan yang dimilikinya. Disinilah kesempatan syaitan masuk untuk mempengaruhi pikiran manusia, sehingga akan membawa kepada keburukan dan bahkan tidak lagi mempercayai adanya Tuhan.
    Untuk itu dalam setiap melakukan suatu pekerjaan, mulailah dengan berdoa memohon petnjuk dan ampunan Allah SWT agar diberikan kebenaran. Dan jauhilah penyakit hati karena sesungguhnya penyakit hatilah yang merupakan salah satu jalan masuk syaitan umtuk menyesatkan manusia.

    ReplyDelete
  46. INDAH PURNAMA SARI
    17701251035
    PEP B 2017

    saya belajar dari elegi diatas bahwasannya apapun yang harus kita lakukan kita harus menjauhi syaitan yang menggoda manusia dengan cara berdoa kepada Allah SWT. berdoa adalah benteng kita dalam mengacuhkan godaan syaitan tersebut.

    ReplyDelete
  47. Junianto
    PM C
    17709251065

    Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai macam kelebihan. Namun, terkadang manusia merasa bisa melakukan semua hal dengan kelebihannya. Padahal manusia juga diciptakan dengan keterbatasan dan masih banyak hal yang belum diketahui manusia, terutama urusan akhirat. Sepandai-pandainya seorang matematikawan, tentu tidak semua yang ada di dunia ini bisa diselesaiakan dengan ilmu matematikanya. Apalagi jika manusia diselimuti dengan kesombongan.

    ReplyDelete
  48. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pikiran manusia terbatas, sehingga manusia tidak bisa mengungkap segala fenomena yang ada didunia. Tidak bisa mengungkap yang ada dan yang mungkin ada. Jika kita tidak bisa mengungkap fenomena di dunia maka tentu saja mustahil bagi manusia untuk mengungkap fenomena di akhirat. Dalam bermatematika harus memperhatikan ruang dan waktunya, karena semua fenomena belum tentu bisa dipecahkan dengan matematika.

    ReplyDelete
  49. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sombong adalah sifat setan. Sombong akan mengahalangi kebaikan dan membuka pintu setan (keburukan). Manusia tidak seharusnya bersikap sombong, apalagi sombong karena kemampuan akal dan berpikirnya. Kemampuan akal dan pikiran manusia itu terbatas. Terbukti sang matematikawan tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana dari sang Begawat. Tidak semua pertanyaan dan masalah dapat dijawab dan diselesaikan dengan akal dan pikiran manusia.

    ReplyDelete
  50. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Elegi ini mengajarkan bahwa setinggi-tingginya ilmu yang kita miliki tidak menjamin syaitan menjauh dari kehidupan kita. Justru malah sebaliknya semakin tinggi ilmu yang kita miliki semakim banyak godaan yang akan menjatuhkan kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita meninggalkan atau menjauhkan diri kita dari Allah yaitu dengan meninggalkan doa. Sebab doa merupakan salah satu alat komunikasi kepada Tuhan. Selain itu, kita harus selalu bersyukur dengan keadaan atau posisi yang telah kita capai atau miliki.

    ReplyDelete
  51. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Syaitan memang selalu menggoda manusia. mencari titik-titik kelemahan manusia hingga tak terasa manusia telah terjerumus dalam bujuk rayunya. Dari percakapan matematikan dan syaitan diketahui bahwa selain syaitan yang mencoba mencari kesempatan menggoda matematikawan, disisi lain matematikawan berada pada kesombongan atas segala pikirannya, sehingga dengan miudah syaitan dapat mengelabuhinya. Oleh karena itu, sedikit saja marilah kita lepaskan diri dari segala kesombongan, riya’, khibir dan teman-temannya sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta berdoa memohon ampun dan meminta pertolongan agar dijauhkan dari tipu daya syaitan karena syaitan tidak akan pernah berhenti menggoda umat manusia.Terima Kasih

    ReplyDelete
  52. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Setan itu tidak akan berhenti mengganggu manusia. Selama kita berdo’a dan berdzikir, niscaya Allah akan melindungi kita dari godaan setan. Tanpa kita sadari, dalam menuntut ilmu pun kita masih terjebak akan godaan setan. “eh bentar lagi deh, nangung” itu sering sekali kita tak sadar mengucapkannya. Bukankah ilmu yang paling tinggi adalah untuk meraih tujuan yang kekal yaitu akhiratnya Allah? sungguh setan kali ini menang merasuki hati dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kita sering kali melogikakan ibadah hingga kita lupa untuk beribadah disanalah tanpa kita sadari syaitan berhasil masuk kedalam diri kita. Melogikakan ibadah mungkin dapat meningkatkan keimanan kita karna dapat mengetahui keagungan Allah SWT. Namun kita harus memiliki batasan, ibadah tidak hanya sekedar logika ilmiah akan tetapi lebih dari itu, berkaitan dengan keyakinan dan keimanan yang bersifat Spiritual.

    ReplyDelete
  54. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ilmu pengetahuan adalah anugerah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri dan dipergunakan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat. Tidak ada salahnya jika seseorang menggilai ilmu matematika sehingga ingin mencurahkan waktunya untuk memperdalam ilmu. Tetapi menjalankan perintah Allah adalah hal yang berbeda yang tak bisa dicampurkan dengan hal-hal bersifat duniawi. Ketika datang masanya untuk beribadah, maka seorang presiden sekalipun harus meninggalkan segala urusannya. Matematikawan adalah manusia, dan seluruh manusia merupakan makhluk ciptaan Allah. Berdoa bagi matematikawan dan berdoa bagi buruh bangunan sama derajatnya, smua bergantung pada keikhlasan hati masing-masing. Maka tidak ada ilmu duniawi yang patut kita sandingkan dengan iman kepada Allah SWT

    ReplyDelete
  55. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Sungguh luar biasa gambaran yang diberikan di elegi ini bahwasanya orang berilmu sekalipun tidam lepas dari godaan syaiton. Beruntunglah jika masih ada orang yang selalu mengingatkan kita akan kesalahan yang kita buat. Ada hal-hal yang memang diluar batas kemampuan kita untuk berpikir, jangan sampai pikiran kita menyesatkan kita dan menjauhkan kita dari Allah Swt. Perbanyak berdoa. Hanya kepada Allah lah kita meminta pertolongan.

    ReplyDelete
  56. Menjadi seorang yang memiliki ilmu matematika, yang mana manusia terebut pastilah berfikir bahwa dia sudah sebaik-baiknya memiliki pikir matematika, sudah sangat cerdas dalam memodelkan fenomena yang ada di bumi dengan matematika, maka disinlah syeitan mengendap-endap menyusup dalam pikir akan memiliki segala ilmu tentang dunia. Marilah kita berdoa bahwa dalam setiap pikir kita akan ilmu tidak ada diboncengi oleh syaitan.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  57. Anisa Safitri
    1770125038
    PEP B

    Elegi kali ini bercerita tentang balas dendam syaitan terhadap matematikawan yang kala itu membuat setan seolah tidak menyeramkan baginya. Syaitan mempermainkan pikiran dan perasaan matematikawan agar ia sombong atas segala ilmu yang ia punya. Syaitan menjerumuskan matematikawan dengan mempertanyakan makna doa dan tidak berdoa. Dengan mengandalkan akalnya, sang matematikawan tidak dapat menemukan perbedaan antara orang yang berdoa dan orang yang tidak berdoa. Sebab ada orang yang berdoa terus tapi hidupnya susah tapi ada orang yang tidak berdoa tapi hidupnya susah. Karena terlalu sombong, sang matematikawan tidak menyadari bahwa sebenarnya pikirannya lah yang terbatas. Tidak semua hal bisa dijelaskan dengan logika dan akal yang terbatas ini, kita butuh iman sebagai pelengkap terbatasnya pikiran kita. Karena disadari atau tidak pikiran manusia itu hanya sedikit sekali ibarat satu tetes air diatas samudra, sehingga manusia tidak layak untuk menyombongkan diiri atas apa yang dimilikinya dari suatu pengetahuan didunia, sehingga butuh iman atau pecaya bahwa semesta ini sudah ada yang mengaturnya.

    ReplyDelete
  58. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi semua makhluk Allah swt. Bahkan jika diniatkan karena Allah swt maka dapat bernilai ibadah yang berpahala. Namun jika ilmu telah sampai pada pikiran dan kita sombong akan adanya, itulah sebenar-benar godaan syaitan yang paling nyata. Syaitan berusaha mempengaruhi pikiranmu agar seakan-akan engkau mampu memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada baik di dunia maupun di akhirat menggunakan ilmu yang kita punya. Maka selalu iringilah dengan berdoa di setiap kita melangkah menjemput ilmu. Karena, tiadalah guna kita sombong dan takabur atas ilmu yang kita punya, sedangkan yang patut sombong di dunia hanya Sang Pemilik Ilmu, Allah swt. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  59. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  60. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita semua sebagai para ahli dalam bidang masing-masing seringkali lupa siapa diri kita. Kita mengabaikan sesuatu yang menjadi rutinitas kita dan merupakan hal yang wajib. Dari sini, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak hanya matematikawan saja yang sering lalai untuk melakukan ibadah. Namun, mereka yang ahli dalam ilmu agama juga melakukannya. Hal ini didasari oleh sifat sombong karena memiliki ilmu yang di atas rata-rata. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat sombong atas segala ilmu yang kita berikan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  61. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Elegi ini membahas mengenai keterbatasan manusia dalam berpikir. Namun manusia sering tidak menyadari keterbatasan tersebut sehingga mereka sering mengaitkan logikanya yang tidak sampai dan terbatas tersebut untuk memikirkan hal yang tidak akan pernah dicapai oleh manusia atas segala anugrah yang telah diberikan oleh Tuhan, seperti halnya saat manusia berbuat baik maka akan dibalas berkali lipat dari kebaikan yang telah dilakukannya. Namun saat seorang manusia sudah berniat untuk berbuat kejahatan dan dia tidak jadi melakukannya maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai kejahatan. Apabila dihitung secara matematis maka kedua contoh ini sama sekali berbeda dengan perhitungan matematika manusia selama ini. Namun inilah keterbatasan manusia dan membuktikan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    ReplyDelete
  62. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna di atas kesempurnaan yang diberikan Allah SWT, namun manusia tidak pantas untuk menyombongkan diri, karena kemampuan manusia tetap terbatas, meski seorang matematikawan sekalipun. Semoga kita tetap menjadi orang yang rendah hati agar Syaitan tidak menyusup ke dalam pikiran kita dan mempengaruhi kita kepada hal-hal yang tidak baik dan akan merugikan diri kita sendirisemoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dari godaan saitan yang terkutuk.. aamiinnn.

    ReplyDelete
  63. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Mengartikan dendam, adalah salah satu proses berfilsafat, pengembaraan pikiran. Dalam berfilsafat, kita harus menempatkan spiritualitas di atas filsafat. Dendam merupakan kekecewaan yang tak terbendung yang membuat kita ingin membalasnya pada pelakunya. Dendam adalah proses berfilsafat jika kita dapat meniadakan dendam tersebut.

    ReplyDelete
  64. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Syaitan. Itulah “idola” (musuh) manusia yang sangat nyata yang akan mengajak manusia kedalam neraka jahanam. Pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang dianugerahi dengan penuh kelembutan, kasih sayang, kesabaran, kedamaian, keindahan, keramahan, kedermawanan, keibaan, suka menolong sesama, tetapi karena syaitan muncul maka muncul pula sifat kesombongan, dengki, iri, hasad dan penyakit hati yang lain. Syaitan atas izin Allah SWT dapat menggoda manusia melalui bnyak hal, dapat melalui hari, pikiran, raga, orang lain, saudara, bahkan keluarga. Sungguh godaan syaitan amat berat bagi orang yang tidak memiliki iman dan taqwa kepada Allah SWT di dalam dirinya. Senantiasa menghilangkan penyakit hati dan bersyukur dapat digunakan untuk melawan godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  65. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Belajar matematika sangat penting. karena kita bisa menjawab banyak masalah diseluruh kami dengan matematika.
    Dalam mempelajari segala hal hendaknya tidak dengan kesombongan. Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Sebagus apapun manusia, pasti mempunyai kekurangan. Menerima kritik dan saran dari lainnya adalah benar yang dapat digunakan untuk perbaikan diri.
    Dalam menjalakan segala hal haruslah didampingi dengan doa. Berdoa adalah wujud komunikasi intens antara manusia dengan Tuhan-Nya. Berdoa adalah aspek spiritual. Berdoa adalah untuk menunjukkan bahwa mengimani sesuatu yang hakiki yang tak bisa dijelaskan dengan akal pikiran manusia secerdas apapun itu.
    Dengan keseimbangan antara belajar dan berdoa akan menghasilkan kolaborasi yang lebih pas jika dibandingkan dengan hanya belajar saja. Dengan demikian maka rasa sombong akan menghilang dan manfaat belajar akan semakin terasa.

    ReplyDelete
  66. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Syaitan ditugaskan untuk menggoda dan menghasut manusi ketika di bumi. Sebagai manusia, kta perlu untuk hati-hati dan waspada terhadap godaan syaitan melalui ibadah dan berdoa. Manusia yang berilmu pun masih saja dihasut oleh syaitan yaitu melalui hati yang riya' atau sombong, padahal sombong itu sifat yang sangat tercela. Sifat yang pertama kali menjadikan syaitan masuk neraka karena tidak mau bersujud pada nabi Adam. Intinya, dalam mencari ilmu, niat lah yang ikhlas, berdoa dan ikhtiyar yang sungguh-sungguh. JAga hati adar tidak sampai memiliki perasaan sombong.

    ReplyDelete
  67. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari elegi diatas, saya mengambil pelajaran bahwa jangan pernah sombong. Jangan sombong karena ilmu kita. Jangan pernah mencoba menghitung berapa pahala yang didapat dari suatu ibadah. Jangan mencoba menghitung amalan kita dengan ilmu duniawi. Mungkin ilmu duniawi kita sudah tinggi, tapi jika seseorang mengandalakan ilmu duniawi itu, dan terlalu menggaung-agungkannya bisa jadi seseorang malah akan berpaling dari Tuhannya. Ia menjadi sombong dan tidak sadar bahwa dunia ini diciptakan oleh Tuhan dan semua ilmu hakikatnya juga milik Tuhan. Bisikan setan nyata adanya, bisa jadi dalam bentuk ilmu yang terlalu tinggi.

    ReplyDelete
  68. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kesombongan adalah salah satu penyakit hati. Setiap orang memiliki kesombongan pada tingkat yang berbeda-beda. Pengetahuan yang disertai kesombongan tidak akan memiliki manfaat. Salah satu obat dari kesombongan adalahkeimanan. Ilmu tanpa iman akan sia-sia. Percuma jika seseorang berilmu tinggi tetapi lemah imannya, ilmu yang akan digunakan tersebut tidak akan memberikan manfaat. Dan juga yang tidak boleh dilupakan adalah harus selalu bersyukur atas ilmu yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  69. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Ketinggian sebuah ilmu tidak menjamin seseorang terjauh dari perangkap syaitan. Dengan ilmu yang tinggi dan tidak diimbangi dengan doa kepada Allah, maka syaitan semakin mudah menguasai orang tersebut. Ilmu itu sebenarnya adalah ujian dari Allah. Saat kita beranggapan bahwa orang yang tidak berdoapun banyak memiliki ilmu yang tinggi dan harta yang melimpah, lalu mengapa kita harus berdoa. Pemikiran itu, artinya kita telah terjebak dalam kesombongan. Sebenaranya yang tidak berdoa dan memiliki harta yang banyak itu bukan indikasi dia dicintai oleh Allah. Seperti misalanya saat kita memberi pengemis uang, apakah itu tandanya kita menyayanginya?. Memberi itu tidak selalu mencintai. Sehingga Ilmu dan harta bagi orang yang yang tidak berdoa itu merupakan salah satu ujian dari Allah. Terimaksih

    ReplyDelete
  70. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tiadalah kata lelah bagi syeitan dalam menggoda manusia. Baik orang awam maupun orang berilmu, semua menjadi sasaran bagi syeitan. Sebagaimana gambaran pada elegi ini. syeitan selalu menghalangi seseorang untuk beribadah dengan mempengaruhi manusia dengan urusan dunia. Target-target, mimpi, harapan manusia dijadikan kendaraan bagi syeitan untuk membuat mereka tetap terlena sehingga menunda-nunda hingga akhirnya lupa dengan ibadah. Maka tiadalah jalan bagi manusia untuk menghindari syeitan selain meletakkan urusan akhirat pada perioritas pertama serta senantiasa selalu mohon ampunan dan petunjuk dari Tuhan YME.

    ReplyDelete
  71. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Semakin manusia memiliki drajad yang tinggi semakin gencar pula setan akan menggodanya. Termasuk perihal derajad keilmuan. Ilmu yang berkah adalah ilmu yang senantiasa menjadikan seseorang semakin dekat dengan Tuhannya, bukan justru yang semakin menjauhkan. Tantangan orang berilmu, termasuk matematikawan, adalah ambisi untuk semakin banyak belajar ilmu, disinilah setan mengambil kesempatan. Karena jika ambisi ini salah digunakan, seorang yang berilmu ini justru akan terjebak ke dalam godaan setan yang sesat. Dengan ambisinya yang besar bukan tidak mungkin ia justru akan berlaku semena-mena dan sombong jika tidak berhati-hati, ia terlalu berambisi atas tujuannya sehingga melalikan ibadahnya. Maka dari itu, dalam menuntut ilmu kita harus selalu menyertainya dengan doa-doa mohon petunjuk agar senantiasa dilindungi dan dikuatkan dari godaan setan.

    ReplyDelete
  72. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya belajar beberapa nilai. Yang pertama berkaitan dengan berpikir positif, mengambil hikmah walaupun itu dari suatu kejadian yang tidak baik. Misalkan dari sikap setan yang pantang menyerah ini, maka kita haruslah lebih pantang menyerah lagi dalam melakukan kebaikan. Jika ibarat kata dia yang jelas-jelas masuk neraka saja pantang menyerah, maka seharusnya sebagai manusia yang ada harapan dan memang selayaknya tempat kembali kita adalah surga maka kita haruslah lebih semangat lagi, lebih pantang menyerah lagi. Selanjutnya, yaitu berkaitan dengan kemampuan manusia untuk berpikir. Melalui matematika, melalui pikiran maka bisa seseorang itu beriman atau tidak. Ketika seseorang sombong akan matematika dan pikirannya maka terjerumuslah ia dalam godaan setan. Bahaya selaki. Sehingga perlu dan penting dalam menggunakan matematika dan pikiran itu disertai doa. Memohon perlindungan dari Allah. Semoga kita selalu dan senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  73. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Salah satu upaya syaitan selain menghadirkan sifat keragu-raguan pada diri manusia adalah juga menghasut manusia agar bersantai-santai atau menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya bisa segera diselesaikan. Kemudian juga kesombongan adalah salah satu hal yang muncul pada diri manusia yang merasa tinggi dan merasa bisa dibandingkan dengan orang lain. Padahal semua orang di hadapan Tuhan adalah sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.

    ReplyDelete

  74. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Menurut saya artikel diatas sangat memukau. Tetapi kemudian saya merasa takut, karena mungkin saya pun pernah bersikap seperti sang matematikawan. Jadi kita harus sering-sering merefleksi diri dan memohon ampunan kepada Allah atas segala kesalahan-kesalahan kita, karena kesombongna-kesombongan kita, kelalaian-kelalaian kita, tentang kewajiban-kewajiban kita kepada Allah yang terlewat. Artikel di atas membuat saya tersadar bagaiman kesombongan dapat menggiring kita ke jalan yang salah. Kita harus berhati-hati dengan ilmu yang kita miliki, karena semakin tinggi ilmu yang kita miliki, maka semakin besar kemungkinan untuk membawa kesombongan pada diri kita.

    ReplyDelete
  75. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Matematikawan identic dengan berlogika, bernalar, bahkan bisa jadi ibadah pun dilogika. Sampai syaiton pun bisa melupakan dia dari beribadah saking sibuknya dia berlogika, menyelesaikan masalah matematis yang tak kunjung selesai. Dengan demikian syaiton sudah berhasil membalas dendamnya. Selain itu, dengan menganggap diri mampu menyelesaiakan seluruh masalah matematika, maka setan telah berhasil menanamkan sikap sombong pada sang matematikawan

    ReplyDelete
  76. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari elegi ini bisa kita ambil hikmah juga bahwa kesombongan adalah pangkal dari segala kehancuran diri. Syaaiton merusak diri seseorang melalui kesombongan yang ditanamkan dalam pikiran manusia. Sungguh tiada lah manusia yang sempurna secara berpikir, matematikawan sekaliipun belum tentu mampu menyelesaiakan seluruh persoalan matematika, meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka kita harus ikhlas dan merendah diri kepada Allah agar pikiran kita tidak dirasuki oleh syaiton.

    ReplyDelete
  77. Latifah Fitriasari
    PM C

    Sebagai pakarnya dalam soal menipu dan memperdaya, setan menjadikan manusia antusias dan sangat semangat melakukan amalan-amalan yang buruk. Sungguh pandai setan menghiasi keburukan. Sebagian besar manusia tidaklah mempunyai ilmu kecuali ilmu tentang dunia, dan segala yang terkait dengannya. Mereka sangat pandai dengan hal tersebut, namun lalai dalam masalah-masalah agama mereka dan apa yang bisa memberikan manfaat bagi akhirat mereka. Oleh sebab itu, posisi sebagai musuh yang nyata ini perlu mendapat penekanan karena dengan kelihaiannya maka Syaithon bisa masuk ke dalam berbagai posisi sehingga manusia sering tidak memahami

    ReplyDelete
  78. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Kesombongan adalah hal yang telah menjerumuskan syaitan sehingga ia diusir dari syurga. Kesombongan adalah dosa pertama kali yang terjadi di muka bumiini. Kesombongan itu juga yang dapat membuat kita mengikuti jalan syaitan. Oleh karena itu berhati-hatilah kita agar terhindar dari kesombongan. Jangan sampai kita merasa denagn ilmu yang kita miliki mampu memikirkan segala hal termasuk doa. Urusan dunia dan akhirat itu berbeda. Artinya kita mampu memikirkan segala urusan di dunia ini menggunakan logika yang ada di pikiran kita. Tetapi kita tidak boleh sombong dan ingin memikirkan urusan akhirat dengan logika juga. Pikiran dan logika kita tidak akan sanggup untuk memikirkannya, sebaliknya kita akan terjerumus oleh godaan syaitan dan lupa untuk beribadah.

    ReplyDelete
  79. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Syaitan itu sangatlah lembut dalam menggoda. Manusia sering tidak sadar bahwa ia termakan godan syaitan karena kesombongannya. Syaitan juga memiliki banyak cara untuk enggoda manusia. Ia akan menggoda setiap manusia yang hendak beribadah dengan seribu cara yang ada. Bahkan jika seribu cara itu gagal ada seribu cara lainnya. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sifat sombong yang ada pada diri manusia. Jika seseorang merasa ilmunya telah banyak, derajatnya telah tinggi, dan merasa populer, maka orang tersebut akan merasa sombong dan menganggap remeh doa. Ia menjadi malas beribadah karena merasa dirinya telah hebat. Ia merasa bahwa berdoa dan tidak berdoa itu sama saja. Tentunya hal ini adalah kesalahan yang sangat besar. Karena manusia tidak hanya hidup di dunia saja melainkan alam akhirat menunggu kita kelak. Sebaliknya, hidup di dunia ini amatlah singkat waktunya. Maka janganlah kita sombong sehingga termakan godaan syaitan.

    ReplyDelete
  80. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Tugas setan memang untuk menggoda manusia sampai hari kiamat tiba. Ia tidak akan berhenti, ia akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bila setan gagal membujuk manusia untuk mengingkari Tuhannya, setan akan mencari cara lain yang lebih lembut, seperti misalnya menanamkan keragu-raguan. Begitulah cara setan bekerja, sehingga kita perlu berhati-hati. Urusan keyakinan bukanlah domain dari pikiran. Tapi ia adalah domain hati. Sebagaimana rasa cinta, saying, ia tidak bisa di logika, namun bisa dirasakan. Kuncinya adalah dengan mentaati perintah Tuhan, melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Kita hanya perlu melaksanakannya saja.

    ReplyDelete
  81. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Begitu hebatnya syaitan dalam mempengaruhi manusia untuk ingkat terhadap Tuhannya. Salah satu upaya syaitan untuk menggelincirkan manusia ialah dengan bisikan bahwa banyak orang-orang yang tidak berdoa hidupnya sukses sedangkan yang berdoa hidupnya tidak sukse. Maka kita pun harus dapat memahami makna kesuksesan. Bahwa kesuksesan bukan hanya tentang harta duniawi. Sebanyak apapun harta yang kita miliki jika tidak barakah maka kehidupan kita tidak akan tenang. Sedangkan orang yang memiliki harta yang sedikit jka diluputi dengan rasa syukur maka hartanya akan berkah dan berkecukupan serta hidupnya akan tenang. Maka kita harus menjadikan akhirat sebagai tolak ukur kesuksesan.

    ReplyDelete
  82. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Godaan syaitan pada manusia sangat beragam. Godaan syaitan dapat masuk dari berbagi pintu yang ada pada hati dan pikiran manusia. Ketika manusia bersikap sombong, berarti setan berhasil membuka dan masuk melalui salah satu pintu yang ada pada diri manusia. Kesombongan ini akan membuat seseorang merasa bahwa dirinyalah yang paling hebat. Sungguh betapa berbahayanya godaan syaitan itu.Oleh karena itu, agar kita terhindar dari godaan syaitan, maka kita harus senantiasa berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  83. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Berhati-hatilah dengan bisikan setan yang lembut. Kita terkadang tidak tahu jika pikiran kita adalah pikiran yang dipengaruhi oleh setan. Satu hal yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi adalah rasa sombong yang dimiliki. Kita akan mendapatkan godaan lebih besar dari setan ketikan kita sudah dapat dibanggakan dengan kemampuan ataupun apa yang kita miliki. Karena itu mari kita senantiasa memohon ampun kepada Tuhan agar selalu terbebas dari bisikan dan pengarus setan dan senantiasa menghindari sifat sombong.

    ReplyDelete
  84. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Orang berilmu ketika dia beranggapan bahwa dia telah mampu memikirkan semuaobjek baik yang ada dan yang mungkin ada, aka nada kemungkinan dia terpengaruhi oleh syaitan. Yaitu akan terkena perilaku sombong. Pdahal tidak semua objek yang ada dan yang mungkin ada di dunia mapun diakhirat ini dapat dijangkau oleh pikiran manusia yang terbatas akalnya. Beristigfirlah kita semua akan semua kesombingan yang pernah kita lakukan.

    ReplyDelete
  85. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    wajib bagi kita untuk memahami bahwa tidak semua dapat dijabarkan dan dielaborasikan hanya dengan logika, karena ada konsep-konsep tertentu yang hanya dapat dijawab secara spiritual. Jika dalam matematika, semakin mengurangkan dari suatu kumpulan maka kumpulan tersebut akan semakin sedikit, sedangkan dalam konsep sedekah, semakin banyak kita mengeluarkan sedekah maka akan semakin banyak pula apa yang kita miliki. Konsep ini tidak dapat dijelaskan dengan matematika saja, malinkan melalui perantaan spiritual yang menyatakan bahwa "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan allah ialah seperti tujuh bakal biji yang darinya akan tumbuh tujuh tanaman yang dari setiap tanaman pula akan mengasilkan tujuh buah dan seterusnya." Maka jelaslah bahwa sedekah tidak akan membuat kita miskin, biidznillah, Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  86. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Berdoa tidak akan direntang oleh matematika, maka jika seseorang bersikeras menjabarkannya secara matematis maka ia akan semakin mendekat dengan kekufuran. Doa ialah senjata yang kita miliki untuk bertarung dengan dunia yang semakin tidak karuab. Jika kita memiliki banyk senjata maka peluang kemenangan kita akan meningkat pula. Sehingga konsep matematika yang cocok untuk menafsirkan konsep doa ialah konsep tersebut. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  87. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Pada dasarnya, semua hal yang ada di dunia ini bermula dari mitos dan logos. Mitios adalah pengetahuan yang berkembang di masyarakat sejak dulu, sehingga seringkali terbawa hingga saat ini yang kadang-kadang pengetahuannya tidak rasional. Mitos adalah tradisi lisan yang terbentuk di suatu masyarakat. Mitos adalah kesombongan yang ditunjukkan manusia dalam segala kehidupannya terutama dalam ibadah. Meskipun manusia modern sudah mulai meninggalkan mitos, namun tidak sepenuhnya bisa terlepas dari mitos. Ketergantungan ini ditunjukkan dengan masih beredarnya perilaku mistis, terutama saat manusia menghadapi dengan kesulitan yang diluar jangkauan kekuatannya.Dalam kondisi seperti ini, maka mitos mengalami desakralisasi. Hal ini dikarenakan manusia modern mulai memiliki pola pikir yang rasionalistis, meskipun tidak semua fenomena kehidupan tidak dipahami oleh rasio manusia. Nah, ketika mitos semakin membelenggu pola pikir kita maka akan mengakibatkan hal yang kurang baik. Karena pikiran kita dikendalikan oleh mitos sehingga merujuk pada kesombongan. Dengan demikian syaitan akan mengendalikan pikiran kita yang berakibat pada perbuatan dosa. Maka hal yang perlu kita lakukan adalah selalu mendekatkan dan berserah diri kepada Allah agar selalu dilindungi dari hal buruk.

    ReplyDelete
  88. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Setelah membaca elegi ini, saya mendapatkan sebuah cerita tentang balas dendam syaitan terhadap matematikawan yang kala itu membuat setan seolah tidak menyeramkan baginya. Syaitan mempermainkan pikiran dan perasaan matematikawan agar ia sombong atas segala ilmu yang ia punya. Syaitan menjerumuskan matematikawan dengan mempertanyakan makna doa dan tidak berdoa. Dengan mengandalkan akalnya, sang matematikawan tidak dapat menemukan perbedaan antara orang yang berdoa dan orang yang tidak berdoa. Sebab ada orang yang berdoa terus tapi hidupnya susah tapi ada orang yang tidak berdoa tapi hidupnya susah. Karena terlalu sombong, sang matematikawan tidak menyadari bahwa sebenarnya pikirannya lah yang terbatas.

    ReplyDelete
  89. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Syaitan akan menggoda siapapun, semua makhluk ciptaan Tuhan untuk merusak derajat keikhlasan, keimananan, dan keilmuannya. Seorang matematikawan yang pintar berolah pikir, yang pandai memecahkan permasalahan-permasalahan dunia, yang menyadari manusia terbatas pun masih bisa mendapat godaan syaitan. Syaitan menyusup ke dalam pemikirannya. Pikiran yang merupakan senjata utama matematikawan pun dapat menjadi senjata makan tuan jika sudah dirasuki oleh syaitan. sehingga menjadi senjata yang akan menurunlah derajat keikhlasan, keimananan, dan keilmuannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  90. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Di atas langit masih ada langit. Sebanyak apapun kita belajar, masih banya hal yang perlu dipelajari. Tak ada hal yang menjadi alasan untuk sombong. Kesombongan sangat mudah untuk menyusupi hati manusia. Maka jangan pernah lalai terhadap godaan syaitan yang selalu berusaha menyeret kita kedalam kesombongan.

    ReplyDelete
  91. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    kita sebagai manusia memiliki keterbatasan pikiran. ada hal-hal yang tidak sanggup dicapai oleh pikiran kita, dan tidak patut untuk dipertanyakan oleh pikiran kita.
    membaca elegi di atas membuat saya membayangkan bagaimana sesungguhnya syaitan selama ini menggoda kita tanpa kita sadari, dan yang kita kira adalah pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  92. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dimensi spiritual merupakan dimensi tertinggi yang harus dipegang teguh oleh setiap manusia yang beriman, tak terkecuali pada ilmuan sekalipun. Sesungguhnya syaitan selalu mempunyai cara untuk menipu daya manusia dengan rayuan yang dapat menyesatkan manusia. Syaitan seringkali mendorong manusia berpikir hanya dengan logika yang akhirnya bermuara pada munculnya keraguan akan ranah spiritualnya. Sejatinya antara logika dan spiritual adalah dua hal yang berbeda. Logika menggunakan pola pikir, sedangkan spiritual menggunakan hati, yang kadang sulit untuk dijelaskan dengan logika. Maka jika kita akan menjadi seorang ilmuwan, jadilah ilmuwan yang bijak. Ilmuwan yang santun akan ruang dan waktu. Dan jangan sampai apapun itu menggerogoti pondasi spiritual kita.

    ReplyDelete
  93. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam menjalani kehidupan, haruslah ada keseimbangan, antara urusan dunia dan akhirat. Berdoa dan beribadah tanpa memikirkan urusan dunia bukanlah hal yang baik, karena di dalam duniamu juga banyak sekali ladang bagi datangnya pahala. Memikirkan dunia dan mengabaikan urusan akhirat tentu sangatlah merugi karena kita tidak selamanya hidup di dunia, namun akhiratlah tempat yang kekal. Dalam memahami urusan agama, urusan hati, urusan perasaan, kita tidak bisa menggunakan olah pikir namun juga membutuhkan olah rasa. Janganlah sekalipun kita merasa sombong, karena kesombongan merupakan jalan masuk bagi syaitan ke dalam hati kita.

    ReplyDelete
  94. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi tersebut menyadarkan saya bahwasannya kita tidak boleh sombong atas ilmu-ilmu kita. Meskipun ilmu-ilmu kita sudah tingkat tinggi kita tidak boleh sombong, karena pada hakikatnya semua ini milik Allah SWT, termasuk ilmu-ilmu kita. Ktika seseorang terlalu mengagung-agungkan ilmu duniawi dia telah tergoda oleh syaiton dan dia akan berpaling dari Tuhannya. Oleh karena itu kita harus senantiasa berdoa dan memohon ampun agar terhindar dari godaan syaiton dan agar Allah selalu membimbing dan meridhoi kita.

    ReplyDelete
  95. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Saya setuju dengan tanggapan mba Riandika Ratnasari, bahwa setinggi-tingginya ilmu yang manusia miliki tidak menjamin syaitan menjauh dari kehidupan manusia. Syaitan bisa saja menggoda manusia untuk sombong dengan ilmu yang dimilikinya. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan memohon perlindungan-Nya dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  96. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Dari dialog diatas saya menangkap bahwa semakin kita berilmu, godaan syaitan akan semakin kuat. Karena, apabila kita sudah merasa mampu dan menguasai suatu hal, benih kesombongan itu akan muncul dan akan memberikan celah bagi syaitan untuk menjerumuskan kita ke lembah yang semakin dalam. Dengan demikian, perlu adanya pegangan teguh tentang iman kepada Allah SWT supaya kita terhindar dari godaan dan terjerumus dalam hasutan syaitan. Senantiasalah kita untuk beristighfar memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete