Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 41: Balas Dendam Syaitan Terhadap Matematikawan




Menurut saya Elegi yang satu ini tidak kalah pentingnya untuk dibaca, untuk mengimbangi penjelajahan filsafat kita. Untuk itu sengaja saya postingkan lagi di bagian teratas. Selamat membaca.

Oleh Marsigit

Syaitan:
Hemmm...jangan dikira aku lari dan pergi ...berarti aku sudah kalah dan menyerah. Inilah kesempatan yang aku tunggu-tunggu. Kelihatannya sang Matematikawan akan menjalankan ibadah. Tau rasa lho. Wahai Matematikawan yang telah berhasil mengusirku. Jangan panggil aku Syaitan jika aku tidak bisa selalu menggodamu. Disaat engkau akan beribadah inilah aku akan buktikan kemampuanku bahwa aku bisa menyusupi dirimu. Aku tidak hanya bisa menyusupi badanmu tetapi aku akan menyusup hingga pikiranmu.


Matematikawan:
Tiadalah semua urusan matematikaku dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal belumlah seberapa aku mampu memecahkan persoalan-persoalan matematika. Walau demikian aku merasa sudah saatnya aku beribadah, karena itu adalah kewajibanku sebagai sorang yang beriman.

Syaitan:
Wahai matematikawan...ternyata engkau tidak menyadari bahwa aku sudah berada di dalam pikiranmu. Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan....wahai matematikawan. Ibadah itu urusan gampang. Bukankah akan engkau pertaruhkan namamu jika engkau belum mampu menyelesaikan matematika-matematika itu?

Matematikawan:
Iya ya...memang benar. Itulah sebenar-benar ambisiku...yaitu ingin menjadi matematikawan hebat. Tetapi hatiku mengatakan bahwa saatnya juga aku harus melantunkan doa-doaku.

Syaitan:
Dengarkanlah bisikanku pelan-pelan...wahai matematikawan...itulah juga tantanganmu bahwa engkau juga harus mampu memecahkan misteri doa? Bukankah engkau sudah terkenal mengusir syaitan dengan kemampuan matematikamu. Sekarang buktikan bahwa engkau pun mampu mengungkap misteri doa?

Matematikawan:
Hemmm...benar juga apa bisikan pikiranku. Apa ya yang disebut dengan doa? Mengapa mesti manusia itu berdoa? Bagaimana manusia itu dapat berdoa?

Syaitan:
Uhihhh...aku sedikit berhasil nih. Akan aku beri sedikit keraguan dalam pikiran dan hatimu wahai matematikawan.

Matematikawan:
Tetapi aku sedikit ragu-ragu...apakah aku mampu menggunakan matematikaku untuk memecahkan misteri doa itu?

Syaitan:
Uhihhh...lumayan...sudah mulai ragu-ragu kamu. Akan aku bisikan lagi dengarkanlah...bukankah engkau ingin menjadi matematikawan sejati? Maka buktikanlah bahwa dengan matematikamu itu engkau mampu memecahkan segala misteri dunia dan akhirat?

Matematikawan:
Hemmm...aku sudah kondang terkenal mampu mengusir Syaitan dengan matematikaku. Bagaimana ya aku mampu memecahkan misteri doa?

Syaitan:
Ya...gunakan saja sifat-sifat matematikamu dan logikamu semaksimal mungkin...misalnya dengan bertanya mengapa doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Gitu aja kok repot.

Matematikawan:
Lho lha iya...benar juga bisikan pikiranku itu. Apa alasannya doa harus diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali? Hemm...terimakasih bisikan pikiranku ...engkau telah menyadarkan akan tantangan matematiku untuk memecahkan misteri doa. Apa bedanya doa sedikit dan doa banyak? Tetapi jika aku terlalu asyik dan sibuk mengitung banyaknya doa...maka nanti saya jadi nggak sempat berdoa?

Syaitan:
Oh...gampang...masalah sepele...Tuhan kan maha pemurah dan pemaaf. Doa itu kan bisa diringkas. Tidaklah berbeda berdoa banyak dan sedikit itu. Tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali.

Matematikawan:
Hai bisikan yang ada dalam pikiranku...jika tidaklah berbeda doa diucapkan tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau duapuluh tujuh kali atau seribu kali...maka apa bedanya antara berdoa dan tak berdoa?

Syaitan:
Lho...katanya engkau mengaku matematikawan hebat. Jawab dulu dhong sebelum aku beri solusinya?

Matematikawan:
Wah...agak sulit.

Syaitan:
Ah...masa iya sulit? Bukankah engkau juga mengaku sebagai matematikawan yang mempunyai banyak pengalaman hidup, banyak metode ilmiah, metode kuantitatif maupun empiris. Gunakanlah itu semua untuk menjawab perbedaan antara berdoa dan tidak berdoa?

Matematikawan:
Hemmm...aku ...cerdas juga wahai bisikan pikiran. Aku memang agak sulit menemukan bukti yang signifikan bahwa berdoa dan tidak berdoa itu berbeda.

Syaitan:
Lha...ya iya ta? Bukankah dalam matematika engkau juga mempunyai cara pembuktian terbalik?

Matematikawan:
Wah..lha ini..yang aku cari...artinya aku justeru menemukan banyak orang-orang yang tidak berdoa itu hidupnya sukses. Sedangkan aku juga banyak menemukan bahwa orang yang banyak berdoa malah hidupnya tidak sukses.

Syaitan:
Uhiiihhiiihhh....mulai kena engkau. Akan aku tunjukkan kelihaianku bahwa aku mampu menggodamu dengan kekuatan matematikamu. Jangan mentang-mentang engkau menuduhku sombong. Aku juga akan menggunakan kesombonganmu yaitu kebanggaanmu merasa sebagai matematikawan hebat...untuk menjerumuskanmu. Terus dengarkanlah bisikanku ini...

Matematikawan:
Lho...hatika kok agak merasa gelisah setelah aku mempersoalkan doa?

Syaitan:
Tak usah gelisah...mantapkan saja logikamu itu. Ingat nama baikmu akan engkau pertaruhkan jika engkau tidak mampu membedakan tidak berdoa dengan berdoa!

Matematikawan:
Baiklah bisikan pikiranku...berdasarkan pengalaman empirisku maka aku sulit menemukan perbedaan yang signifikan antara tidak berdoa dan berdoa. Maka aku menyimpulkan bahwa tidak berdoa dengan berdoa itu pada hakekatnya sama saja.

Syaitan:
Horeeeee....horeeeeee...horeeeeee....

Bagawat:
Oh...Matematikawan....istigfarlah...istigfarlah...mohon ampunlah ...mohon ampunlah kepada Allah SWT!

Matematikawan:
Lho...ada apa gerangan sang Bagawat menghampiriku?

Bagawat:
Oh...waspadalah sang Matematikawan! Hati-hati dengan pengembaraan pikiranmu itu? Syaitan sangatlah lembut dalam menggodamu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat...janganlah engkau mengukur-ukur kemampuanku ini. Bukankah engkau mengetahui aku itu sudah terkenal sebagai matematikawan ulung? Silahkan engkau bertanya tentang matematika yang tinggi sekalipun maka aku akan berusaha menjawabnya. Jangankan urusan matematika...urusan dunia, akhirat dan urusan doa saja sudah aku pecahkan misterinya.

Bagawat:
Oh...Tuhanku maafkanlah diriku, maafkanlah guru-guruku, maafkanlah murid-muridku ..maafkanlah Matematikawan ini....atas segala dosa dan kelancangannya. Atas segala kekufurannya, atas segala kesombongannya sehingga mereka mudah digelincirkan oleh Syaitan yang terkutuk itu.

Matematikawan:
Wahai sang Bagawat ...engkau komat-kamit itu sedang melantunkan apa? Silahkan tantang aku dengan pertanyaan-pertanyaanmu?

Bagawat:
Baiklah sang Matematikawan...karena ini adalah permintaanmu maka aku hanya ingin bertanya satu hal saja. Pertanyaanku adalah “Biasa Tidak Biasa” itu Biasa atau Tidak Biasa?

Matematikawan:
Woh...hah pertanyaan sepele kayak gitu kok ditanyakan. Ya jelas Biasa.

Bagawat:
Biasa ngapain?

Matematikawan:
Ya biasa Tidak Biasa.

Bagawat:
Artinya?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Artinya...ya ...entar...artinya ya....oh ...lha ...kok....lho gimana ini...artinya ya....lha kok...lha...

Bagawat:
Wahai Matematikawan...ayo jawablah dengan tegas apakah jawabanmu itu?

Matematikawan:
Biasa Tidak Biasa itu artinya ya Tidak Biasa.

Bagawat:
Ehem...ehem...

Matematikawan:
Oh...oh ...sang Bagawat kenapa telah terjadi kontradiktif dalam jawabanku itu. Oh maafkanlah diriku. Ternyata pikiranku tidak mampu menjawab pertanyaanmu yang sepele itu. Malu...malu... aku malu...Oh..Tuhanku ampunilah dosaku.

Bagawat:
Amiinnn...amin...amin...

Matematikawan:
Lho kenapa amiin... oh bingung aku ...kenapa aku juga tadi telah berdoa? Oh sang bagawat tolonglah diriku. Aku sudah menyerah...aku bertaubat...tolonglah aku.

Bagawat:
Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa dirimu dikarenakan kesombonganmu maka Syaitan telah menyusup ke dalam pikiranmu. Syaitan berusaha mempengaruhi pikiranmu agar seakan-akan engkau mampu memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada baik di dunia maupun di akhirat menggunakan matematikamu. Padahal kenyataannya aku telah membuktikan bahwa pikiranmu itu bersifat terbatas walaupun engkau telah memperoleh julukan matematika ulung sekalipun. Sungguh bahwa tidak berdoa itu sangatlah berbeda dengan berdoa. Maka berdoalah dan mohon ampunlah kehadlirat Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan meridloi para matematikawan.

Amiin

29 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jauhkanlah ya Allah bagi diri kami tipu-tipu daya syaitan yang selalu mencari jalan untuk menuju hati kami serta menebarkan hal-hal terutama dalam hal ini bagi matematikawan. Matematikawan yang sombong dan angkuh akan ilmunya akan sangat mudah dibelokkan dan dikuasai oleh syaitan agar ilmunya tersebut menjadi bumerang bagi dirinya agar jauh dari segala petunjuk dan karunia Allah SWT. Ajaran-ajaran serta amal ibadah yang dilakukannya jangan sampsai dia perhitungkan dengan logika matematikanya. Karena logika matematika yang dia gunakan untuk menghitung segala amal ibadah adalah jalan bagi syaitan untuk dapat menjerumuskannya dan menghasutnya agar ilmu matematika yang dia punya dapat dijadikan sebagai alasan-alasan untuk tidak mengerjakan dan tidak patuh terhadap perintah-perintah serta ajaran-ajaran agama.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seorang manusia yang berilmu dan beriman selain menjadikan imannya sebagai tameng terhadap godaan dan bujuk rayu syaitan, jadikanlah juga ilmunya sebagai alat untuk daapat mengetahui apa yang benar dana apa yang salah, sehingga syaitan tidak akan mudah membodohi dan menjerumuskan manusia. Tetapi apabila seorang ilmuwan misalnya seorang matematikawan yang menganggap bahwa ilmu matematikanya itu dapat mengetahui segala hal yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini tanpa terkecuali, maka hal itulah yang menjadikan syaitan begitu dengan mudahnya merasuk ke dalam pikiran sang matematikawan tersebut. Padahal seharusnya manusia menyadari setingggi dan sepintar apapun pikiran manusia akan ilmunya, maka janganlah sekali-kali manusia menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dia tahu segalanya. Karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah dapat memahami yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini secara sempurna, pikiran manusia terbatas sehingga apapun yang dipahaminya adalah semata-mata karena Allah yang mengizinkan manusia untuk mengetahuinya.

    ReplyDelete
  3. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matemtika 2013

    cerita bapak menguatkan bahwa ilmu manusia memiliki batsa. hanyalah Yang Kuasa yang memiliki keseluruhan ilmu. beberpa orang masih menganggap sesuatu yang dia dapatkan, yang dia miliki adalah hasil usahanya. itu termasuk dalam sifat sombong yang sangat dibenci oleh Allah.

    ReplyDelete
  4. Nikhu Wahyu Raharjo
    13301244001
    Pendidikan Matemtika 2013

    Mendekatkan diri adalah kunci untuk selalu berada dalam rohmatNya. setinggi dan sebanyak apapun ilmu dan apapun itu yang kita miliki tidak akan dapat membandinginya. kembali ke awal tujuan kita diciptakan bahwa kita hanyalah hambanya yang harus tetep menghamba padaNya.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Kesombongan adalah hal yang telah menjerumuskan syaitan sehingga ia diusir dari syurga. Kesombongan adalah dosa pertama kali yang terjadi di muka bumiini. Kesombongan itu juga yang dapat membuat kita mengikuti jalan syaitan. Oleh karena itu berhati-hatilah kita agar terhindar dari kesombongan. Jangan sampai kita merasa denagn ilmu yang kita miliki mampu memikirkan segala hal termasuk doa. Urusan dunia dan akhirat itu berbeda. Artinya kita mampu memikirkan segala urusan di dunia ini menggunakan logika yang ada di pikiran kita. Tetapi kita tidak boleh sombong dan ingin memikirkan urusan akhirat dengan logika juga. Pikiran dan logika kita tidak akan sanggup untuk memikirkannya, sebaliknya kita akan terjerumus oleh godaan syaitan dan lupa untuk beribadah.
    Syaitan itu sangatlah lembut dalam menggoda. Manusia sering tidak sadar bahwa ia termakan godan syaitan karena kesombongannya. Syaitan juga memiliki banyak cara untuk enggoda manusia. Ia akan menggoda setiap manusia yang hendak beribadah dengan seribu cara yang ada. Bahkan jika seribu cara itu gagal ada seribu cara lainnya. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sifat sombong yang ada pada diri manusia. Jika seseorang merasa ilmunya telah banyak, derajatnya telah tinggi, dan merasa populer, maka orang tersebut akan merasa sombong dan menganggap remeh doa. Ia menjadi malas beribadah karena merasa dirinya telah hebat. Ia merasa bahwa berdoa dan tidak berdoa itu sama saja. Tentunya hal ini adalah kesalahan yang sangat besar. Karena manusia tidak hanya hidup di dunia saja melainkan alam akhirat menunggu kita kelak. Sebaliknya, hidup di dunia ini amatlah singkat waktunya. Maka janganlah kita sombong sehingga termakan godaan syaitan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    ya Rabbi, Sesungguhnya kami orang yang lemah dengan pikiran yang bersifat terbatas, maka teguhkanlah hati kami untuk selalu bermunajad kepadamu. Jangan biarkan kami lalai hingga terbesit kesombongan di hati kami. Karena telah Engkau tegaskan firmanMu dalam surah Luqman ayat 18 “walaa tusha”ir khaddaka lilnnaasi walaa tamsyi fii al-ardhi marahan inna allaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin” (dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri).

    ReplyDelete
  7. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Berusaha dan bekerja keras adalah jalan yang harus dilalui untuk menggapai cita-cita. Selain itu jangan lalaikan doa. Berdoa kepada Allah SWT merupakan cara agar kita dapat memohon ridho Allah SWT dalam menjalani setiap langkah hidup.
    Selain itu juga harus berhati-hati agar tidak terkena hasutan syetan. Terkadang manusia tidak menyadari hasutan syetan. Justru seseorang terkadang merasa bangga dengan pikiran-pikiran akibat hasutan syetan. Syetan selalu berusaha masuk dalam pikiran manusia dan menghasut agar berpikir tanpa landasan dan tanpa batas sehingga dapat mengancam manusia terjebak dalam kesombongan.
    Selalu melakukan refleksi dan memohon ampunan Allah SWT agar dapat terhindar dari hasutan syetan.

    ReplyDelete
  8. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya syaitan akan selalu menggoda manusia melalui berbagai celah, syaitan akan sangat mudah masuk dan mempengaruhi manusia apabila manusia tersebut dijangkiti oleh penyakit hati. Seperti kasus di atas, yakni sang matematikawan dijangkiti oleh penyakit hati bernama sombong. Dia merasa bahwa segala sesuatu dapat dipecahkan dengan matematika dan pikiran, sehingga hal-hal yang bersifat ghaib yang dirasionalkan semakin menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Sesungguhnya berdoa sangatlah penting, karena kita bertindak jika tidak atas ridho Allah maka usaha yang kita lakukan akan menemui kesulitan bahkan sangat mungkin gagal. Oleh karena itu mari mulai dari sekarang hendaknya kita selalu mencari ridho Allah melalui doa, selalu mengikutsertakan Allah dalam setiap tindakan kita.

    ReplyDelete
  9. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, menurut saya kesombongan adalah sifat yang tidak boleh ada pada diri manusia karena sifat ini akan menjerumuskan kita pada godaan-godaan setan yang membuat kita lalai akan banyak hal. Menyadari keterbatasan kita dalam menjawab dan memahami sesuatu sangat dibutuhkan karena itulah sebab kita terus belajar, dan berikhtiar pada Allah.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari tulisan ini adalah setan sangat mudah masuk ke dalam diri manusia. Dalam elegi ini dicontohkan setan mampu menggoda seseorang dibalik kesuksesan matematikawan dalam bidangnya. Setan memiliki beribu-ribu, berjuta-juta bahkan tak berhingga cara dan jalan untuk mengecoh umat manusia. Untuk menjauhkan diri dari godaan setan, kita harus senantiasa menjaga kebersihan hati, kita harus senantiasa berdoa, berdzikir dan beristighfar pada-Nya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu mengingat dan memohon ampunan kepada Allah dan dijauhkan dari godaan setan. Amin.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sesungguhnya Syetan itu nyata dan menggoda setiap manusia. Dan syetan itu tempatnya dimana-mana, bukan hanya syetan yang menyeramkan tetapi juga banyak syetan yang menyenangkan. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan godaan Syetan yang terkutuk.
    Senantiasa menghadirkan Allah dan merasa diawasi oleh-Nya membuat kita terhindar dari godaan Syetan.

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Syaitan selalu berupaya untuk menggoda manusia dengan ajakan dan bisikan dari golongannya. Sangatlah mudah bagi syaitan untuk menggoda manusia, apalagi apabila manusia dekat dengan kesombongan. Dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh, terkadang manusia merasa sombong dengan apa yang ia miliki. Padahal Allah sangatlah membenci umatnya yang berlaku sombong di muka bumi. Karena yang berhak sesungguhnya adalah Zat yang Maha Memiliki segalanya, Allah SWT. bahkan orang yang berilmu pun tidak menjamin bahwa ia mengetahui segalana, karena Yang Maha Mengetahui adalah Allah SWT. oleh karena itu, sudah sepatutnya kita terus belajar dan terus belajar dan disertai dengan memperbanyak ibadah agar kita tidak mudah tergoda oleh rayuan syaitan yang menjerumuskan kita.

    ReplyDelete
  13. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.mat C 2017

    Syaitan adalah musuh utama bagi manusia. Syaitan selalu ingin menjerumuskan manusia ke neraka dengan segala kemampuannya menjerumuskan pikiran-pikiran manusia menjadi kotor. Manusia digoda oleh syaitan dengan berbagai upaya dan pada kesempatan apapun syaitan tidak akan menyerah untuk menggoda manusia. Untuk itu kita sebagai manusia harus selalu memanjatkan doa serta memohon ampunan kepada Allah agar terhindar dari godaan syaitan. Taat dan patuh terhadap perintah dan laranganNya itu merupakan kewajiban kita untuk menjalaninya, begitu pula dengan beribadah dan melantunkan doa kepada Allah, agar mendapatkan suatu nikmat dariNya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebagai tambahan

      Elegi di atas menggambarkan tentang bagaimana seorang matematikawan yang terhasut oleh bisikan syaitan. Seorang matematikawan yang merasa dirinya sombong, merasa mampu menggunakan pengetahuannya untuk dunia dan akherat, merasa mampu memikirkan segala yang ada dan mungkin ada, padahal ternyata syaitan telah menyusupi pikirannya. Sehingga sangat pentinglah bagi kita untuk mempertebal keimanan kita kepada Allah, agar tidak mudah terbujuk dengan bisikan syaitan yang akan menjerumuskan kita.

      Delete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang diberikan

    Elegi ini kembali membawa saya pada suasana kuliah perdana Filsafat Ilmu. Teringat betul ucapan filsuf yang baru kali pertama ku temui, beliaulah Prof. Dr. Marsigit, M.A. Ucapan yang mana? Terkait dengan elegi ini, saya teringat pesannya untuk tidak mengembarakan pikiran sesuka pikiran saja. Maksut saya kata-kata yang waktu itu. Silahkan kembarakan pikiran, asalah hati mendampinginya. Mengembarakan pikiran tanpa hati ibarat layang-layang putus. Terlepas. Bukan lagi. Terhempas bisa jadi. Sungguh berkali-kali saya sebut istilah ini, karena memang saya benar-benar terkesan.

    Dalam elegi ini diperlihatkan si cerdas, matematikawan, si pengembara pikir, tapi sekali waktu dia termakan oleh kesombongannya. Benar sekali elegi-elegi yang saya baca sebelumnya, betapa berbahayanya kesombongan itu. Ya sudahlah, karena kesombongan, mudah sekali seorang terjerumus pada perbuatan menentang kebenaran Tuhan. Astaghfirullohhalazim

    ReplyDelete
  15. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Elegi ini menunjukkan bahwa kesombongan sangatlah berbahaya. Padahal setan akan selalu menggoda manusia untuk berlaku sombong sehingga memunculkan keraguan pada diri manusia, terutama pada masalah spiritualitasnya. Kesombongan yang tidak dihilangkan lama-kelamaan akan menyebabkan manusia untuk mempertanyakan pentingnya ibadahnya hingga pada akhirnya melalaikan kewajibannya untuk beribadah. Padahal, sehebat apapun manusia, setinggi apapun ilmu yang dimiliki, manusia tetaplah makhluk yang tidak sempurna. Pikiran manusia tidak akan mampu memikirkan semuanya, maka kita harus berhati-hati dalam mengembarakan pikiran. Gunakan hati yang bersih sebagai petunjuk.

    ReplyDelete
  16. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sedikit saja hati tergoda oleh rayuan syaitan, maka disitulah syaitan menang. Karena bisikannya yang begitu halus dan lembut serta perlahan sedikit demi sedikit sehingga orang yang terkenan bisikannya tidak menyadari bahwa dirinya sedang dalam perangkap syaitan. Maka selalu ingat Allah dan terus berdoa dalam keadaan apapun dan dimanapun. Jangan sampai logos termakan oleh mitos. Jadi, sangtalah berbeda antara berdoa dan tidak berdoa. Jika tidak berdoa itulah tempatnya syaitan dan itulah cikal bakal kesombongan. Sedangkan jika berdoa, hati dan pikiran selalu ingat Allah.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Betapa dengan mudahnya syetan datang menggoda,perlahan namun pasti sehingga bisikan syetan tersebut menyusup ke dalam pikirannya, lalu kemudian menutup hatinya.Begitulah yang digambarkan oleh elegi di atas.Syetan melihat peluang dalam diri matematikawan tersebut bahwa ada sifat sombong yang masih melekat pada dirinya.Syetan membuat jebakan-jebakan sehingga membuat matematikawan tersebut merasa senang di balik kesalahnnya.
    Tak ada sebaik-baik ampunan melainkan memohon ampun kepada-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan

    ReplyDelete
  19. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya. Prof. Sejak dulu memang telah menjadi misi syaiton untuk menjerumuskan anak cucu Adam a.s. ke dalam neraka. Maka mereka akan melakukan cara apapun untuk menjauhkan manusia dari Tuhannya. Syaiton tidak hanya menggoda manusia untuk melakukan yang telah dilarang Allah SWT, tetapi juga syaiton akan menggoda manusia untuk merasa dirinya paling berilmu, paling baik sehingga manusia akan menjadi sombong.

    ReplyDelete
  20. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi balas dendam syaitan terhadap matematikawan menjelaskan tentang bagaimana seseorang menggunakan akal pikirannya. Meskipun kita adalah orang paling pandai di dunia, segala masalah duniawi dapat kita selesaikan namun kita bukan mapa-apa dihadapan Allah SWT. Hendaknya kita sebagai manusia selalu berdoa dan berdoa meminta pertolongan dan perlindungan serta agar diampuni segala dosa kita karena sesuci apapun manusia pasti dia pernah berbuat dosa.

    ReplyDelete
  21. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Manusia yang telah terbiasa menggunakan pikirannya dalam memandang dunia menjadikan ia dekat dengan fanatisme pikiran. Fanatisme pikiran muncul akibat nafsu Syaitan yang tidak pernah merasa puas, dan cenderung ingin menguasai segalanya. Berdoa adalah salah satu cara untuk mengimbangi pikiran agar tidak dibuat kacau oleh Syaitan dan terhindar dari hawan nafsu pikiran.

    ReplyDelete
  22. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan film biografi salah satu tokoh matematika/ fisika di dunia. Memang sebagian besar ahli fisika/ matematika justru ragu-ragu akan keberadaan Tuhan. Menurut mereka, fenomena alam tidak bisa dijelaskan secara ilmiah dalam kitab suci mereka, sehingga sebagian besar dari mereka malah menjadi seorang atheist. Segala sesuatu itu berasal dari materi. Menurut mereka, segala sesuatu yang ada di dunia bisa dijelaskan asal usulnya dan bagaimana (nanti) kemusnahannya.

    Sebagai manusia yang beragama saya hanya berdoa kepada Tuhan agar tidak terpengaruh pandangan yang memarginalkan agama pada saat saya menonton film tersebut. Saya bersyukur lahir di lingkungan yang percaya akan adanya Tuhan. Walaupun terlihat tidak real (bagi para atheist), mempunyai Tuhan dapat membuat kita merasa kecil setiap saat sehingga terhindar dari sifat sombong. Berdoa pun menjadi salah satu terapi pikiran jika kita mengalami kesulitan hidup yang mungkin tidak mereka dapatkan saat mereka mengalami hal yang sama. Saya bersyukur menjadi makhluk yang tidak sempurna seperti ini, yang belum sepenuhnya tahu penjelasan akan segala hal di dunia. Dan terimakasih pak, bapak sudah sering mengingatkan kami bahwa manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaannya.

    ReplyDelete
  23. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Perasaan gundah, sedih, marah, sombong, semua itu adalah godaan syaitan. Maka kacaunya hati adalah tanda bahwa itu godaan syaitan. Tidak memandang tua muda, kaya miskin, semuanya tak luput dari godaan syaitan. Sehingga untuk menangkal godaan syaitan yang terkutuk, maka setiap manusia wajib berdoa’a kepada Allah. Do’a harus selalu dilakukan setiap akan melakukan atau setiap mengawali suatu perbuatan. Kenapa ? karena setan akan selalu menggoda kita, apapun yang kita lakukan, baik ataupun buruk. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu meminta perlindungan dari Allah SWT. Karena hanya kepadaNya lah kita dapat meminta perlindungan dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Syaitan sangat senang sekali menggoda orang-oarang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi, karena mereka lah orang-orang yang dapat berpikir kritis, dan dari ilmu pengetahuan yang mereka miliki mudah sekali mereka akan terbesit sifat sombong ketika syaitan sedikit saja menggodanya. Maka dari itu selalu mendekatkan diri dan selalu berdo'a lah kepada Allah, karena jika tidak didasari dengan bedo'a maka syaitan sangat mudah sekali untuk menggoda pikiran manusia dngan caranya yang sangat halus. Maka dari itu semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berdo'a disetiap sebelum melakukan aktivitas, sehingga pikiran dan hati kita dapat terhindar dari godaan syaitan. Aamiin.

    ReplyDelete
  25. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Elegi ini bagi saya mengingatkan bahwa tidak bisa segala sesuatu itu dicari logikanya. Sebab memang ada hal-hal yang bersifat keyakinan. Matematikawan hanyalah pralambang dari pikiran logis. Dengan mudah setan akan masuk dalam pikiran dan kemudian ke dalam hati pula menggoyahkan keyakinan. Doa yang ikhlas sekali lagi telah menyelamatkan manusia dari kejatuhan terhadap godaan setan.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Selama manusia masih bernyawa, sejatinya selalu digoda oleh syaithon. Manusia ibarat sasaran empuk bagi syaithon. Namun, tiada yang perlu dikhawatirkan saat manusia diberi ruang untuk berdoa dalam keadaan apapun. Doa yang dilantunkan juga tidak perlu diingat-ingat, sebab doa adalah urusan Allah. Maka dari itu serahkan saja pada Allah. Manusia dapat menggapai doa dengan penuh keyakinan. Proses belajar filsafat yang telah saya lalui memberikan sudut pandang yang baru terkait sikap dalam berdoa.

    ReplyDelete
  27. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 41 ini, saya memahami bahwa syaitan sangat mudah mempengaruhi manusia terlebih jika manusia tersebut mempunyai penyakit hati. Seperti dalam elegi diatas, seseorang yang sangat bangga dengan ilmu yang telah dimilikinya dan merasa dengan ilmunya tersebut mampu menjawab semua persoalan yang ada. Ia sombong terhadap kemampuan yang dimilikinya. Disinilah kesempatan syaitan masuk untuk mempengaruhi pikiran manusia, sehingga akan membawa kepada keburukan dan bahkan tidak lagi mempercayai adanya Tuhan.
    Untuk itu dalam setiap melakukan suatu pekerjaan, mulailah dengan berdoa memohon petnjuk dan ampunan Allah SWT agar diberikan kebenaran. Dan jauhilah penyakit hati karena sesungguhnya penyakit hatilah yang merupakan salah satu jalan masuk syaitan umtuk menyesatkan manusia.

    ReplyDelete
  28. INDAH PURNAMA SARI
    17701251035
    PEP B 2017

    saya belajar dari elegi diatas bahwasannya apapun yang harus kita lakukan kita harus menjauhi syaitan yang menggoda manusia dengan cara berdoa kepada Allah SWT. berdoa adalah benteng kita dalam mengacuhkan godaan syaitan tersebut.

    ReplyDelete