Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass Wr Wb...Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III pertama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah mengijinkan dan meridhai kita semua untuk mengikuti Ritual Ikhlas III ini. Salam dan salawat semoga dicurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarganya. Amin. Marilah acara pada sore hari ini kita buka dengan dengan berdoa. Illa hadlratin nabiyyil mushthafaa shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa shahbihi ajama’iina syai-un lillaahi lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alahamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdluubi ‘alaihim walazhzhaaliin. Amin.

Santri Kepala:
Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III yang dimuliakan Allah, mengingat pentingnya doa sebagai salah satu kegiatan ibadah, maka pada kesempatan ini kami menghadirkan Ustad Fuad Abdul Aziz sebagai nara sumber perihal bagaimana adabnya orang berdoa atau etikanya orang berdoa agar doa-doa kita itu sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT yaitu sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Siapa saja boleh mengajukan pertanyaan. Silahkan.

Fuad Abdul Aziz:
Ass. Wr. Wb. maasyiral muslimin rakhimakumullah. ..segala puji bagi Allah yang mengabulkan do’a yang dipanjatkan oleh hamba-hambanya. Shalawat dan salm semoga senantiasa terlimpah atas junjungan kita, Rasulullah, keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga hari Akhir. Alangkah sempitnya hidup jika bukan karena lapangnya harapan. Do’a adalah ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan semua orang. Dan berdo’a diperintahkan Allah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Bahkan Allah menyatakan bahwa hamba-hamba-Nya yang tidak mau berdo’a kepada-Nya sebagai makhluk yang sombong dan layak untuk menghuni Jahanam. Allah berfirman:”Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir/Al-Mukmin:60)

Bagawat Rama:
Ass Wr Wb...Ustad Fuad Abdul Aziz..saya ingin bertanya...seperti katamu tadi bahwa Berdo’a itu adalah Ibadah, bagaimanakah penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Dalam sebuah Hadis riwayat Nu’man bin Basyir dikatakan bahwa Nabi bersabda:” Berdo’a adalah ibadah”.Kemudian beliau membaca “Dan Tuhanmu berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) . Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak mau berdo’a kepada Allah maka orang tersebut adalah orang sombong yang tidak mau menyembah Allah.

Bagawat Rama:
Terimakasih Ustad penjelasannya. Diantara sesama peserta Ritual Ikhlas yang baru pertama kali ikut, tadi saya diberitahu bahwa do’a itu mempunyai keutamaan-keutamaan. Bersediakah Ustad menjelaskan apa saja kiranya Keutamaan Do’a itu?

Fuad Abdul Aziz:
Berdoa merupakan salah satu faktor tercapainya Tauhid yang hakiki, sebagai alat untuk mendapatkan keselamatan dan keberuntungan. Maka. dengan berdoa hanya kepada Allah, seseorang telah memantapkan salah satu aspek Tauhid. Orang yang berdoa akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah dan kelezatan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Doa kepada Allah SWT jiga bisa menolak Qadar dan Qadla, seperti disabdakan oleh Rasulullah:”Tidak bisa menolak Qadla’ kecuali do’a. Dan tidak bisa menambah umur kecuali kebajikan” (HR. At-Tarmidzi). Artinya bahwa doa bisa menjadi penyebab dibatalkannya Qadla (ketentuan Allah). Semuanya berpulang kepada Qadla dan Qadar Allah dari awal hingga akhir.

Bagawat Rama:
Terimakasih atas uraiannya, tetapi maaf saya masih bersemangat untuk bertanya. Apakah saya masih boleh bertanya?

Fuad Abdul Aziz:
Oh silahkanbertanya, insyaallah jika saya mampu maka saya akan selalu memberi jawabannya.

Bagawat Rama:
Begini Ustad, ini menyangkut perihal keadaanku sendiri. Dengan bisa mengikuti Ritual Ikhlas ini saya merasa telah memperoleh karunia dan hidayah yang luar biasa dari Allah. Hal itu diawali ketika anak saya Muhammad Nurikhlas melantunkan doa-doa dihadapanku agar aku segera memperoleh kebaikan. Pada saat itulah aku merasa diingatkan dan dibimbing oleh Allah. Saya bersyukur karena memunyai anak yang mampu mendoakan orang tua, sehingga walaupun terlambat saya masih bisa mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kegiatan ibadah saya. Pertanyaan saya adalah apa keutamaan doa seorang anak bagi ayah dan ibunya? Dan bagaimana penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Pertama-tama saya ingin memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT bahwasanya Bapak Bagawat Rama telah merasa memperoleh rakhmat dan hidayah-Nya. Saya berdoa semoga Bapak dan keluarga Bapak diberi kekuatan lahir bathin, tawakal dan ikhlas dalam menjalani setiap kegiatan pada Ritual Ikhlas ini. Semoga Allah SWT mencatat segala amal kebaikan Bapak dan keluarga Bapak serta mengampunisegala dosa-dosanya. Amin. Perihal pertanyaan Bapak tentang keutamaan doa seorang anak kepada orang tuanya saya dapat memberi penjelasan sebagai berikut. Berbakti kepada orang tua bisa menjadi salah satu faktor penting terkabulnya doa. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal shalih yang Agung bagi seorang muslim. Banyak sekali teks-teks Al-Qur’an dan Hadis yang menjelaskan keutamaan dan dampak positif dari doa seorang anak kepada orang tuanya. Oleh karena itu anak yang berbakti kepada orang tuanyasenantiasa mendapat keberuntungan dan disukai semua orang. Karena Allah sengaja membuat hati mereka menyukainya. Anak yang berdoa kepada orang tuanya, sangat dekat untuk dikabulkan doanya oleh Allah. Umar bin Khathab mengatakan: Aku mendengar rasulullah bersabda:”Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir yang merupakan salah satu bala bantuan dari Yaman. Ia dari Murad kemudian Qarn. Semula ia mengidap penyakit belang kemudian sembuh kecuali satu tempat sebesar uang dirham pada tubuhnya. Ia mempunyai seorang Ibu. Ia sangat berbakti kepadanya. Jika ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan memenuhinya. Jika kamubisa memintanya membaca istighfar untukmu maka lakukanlah...” (HR Muslim)

Muhammad Nurikhlas:
Ass Wr Wb ...saya mempunyai pengalaman ada dampak yang berbeda ketika saya berdoa dengan suara yang lirih. Mohon penjelasannya apakah ada tuntunannya bahwa berdoa itu seyogyanya dengan suara yang lirih?

Fuad Abdul Aziz:
Allah menyuruh hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam berdoa dan dilakukan dengan suara lirih (tidak keras). Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55). Berdoa dengan suara lirih itu menunjukkan sopan santun dan keikhlasan, maka akan mendekatkan kepada terkabulnya doa yang dipanjatkan. Berdoa dengan suara lirih juga menunjukkan iman yang tinggi, karena yang bersangkutan mengetahui bahwa Allah mendengar doa yang dipanjatkan dengan suara lirih. Suara lirih terasa lebih tunduk, lebih tulus dan ikhlas dan lebih memungkinkan berkonsentrasi dalam hati, dan lebih menjanjikan doa yang terus menerus karena suara lirih itu dihasilkan oleh suara lidah atau organtubuh lainnya yang tidak bersifat capai. Doa adalah dzikir kepada Tuhan yang berisi permohonan dan pujian kepada-Nya dengan menyebut sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Jadi doa adalah dzikir plus. Sesungguhnya nikmat yang paling besar adalah menghadap dan mengabdi kepada Tuhan. Dan setiap nikmat pasti ada yang merasa dengki terhadapnya, baik kecil maupun besar. Rasulullah bersabda:” Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan terkabul. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lena” (HR At-Tirmidzi)

Cantraka Putih:
Ass Wr Wb...saya pernah diberitahu oleh Muhammad Nurikhlas bahwa berdoa itu perlu dilakukan secara terus menerus dan kontinu, bagaimanakah penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Mendesak-desak dalam memanjatkan doa adalah inti penghambaan diri kepada Allah. Jika seseorang memanjatkan doa dengan mengulang-ulang doanya dan mendesak-desak dalam memohon, seraya menampakkan kerendahan diri, kemelaratan dan kebutuhan yang sangat kepada Tuhannya maka yang demikian itu lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Barang siapa mengetuk pintu lebih banyak maka ia mendekati terbukanya pintu tersebut untuknya. Umar bin Khathhab menuturkan:”Pada waktu hari perang Badar Rasulullah memandang ke arah orang-orang musyrik yang berjumlah seribu orang. Sementara sahabatnya berjumlah 319 orang. Kemudian Nabiyullah menghadap ke arah kiblat, lalu memanjangkan tangannya dan mulai berbisik dengan tuhannya :’Ya Allah penuhilah apa yang engkau janjikan kepadaku. Berikanlah apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau binasakan kumpulan orang Islam ini maka Engkau tidak akan disembah di bumi.’ Beliau terus menerus berbicara kepada Tuhannya seraya memanjangkan tangannya dan menghadap kiblat sampai selendangnya jatuh dari pundaknya. Kemudian Abu bakar mendatanginya lalu mengambil selendang beliau dan meletakkannya di pundak beliau. Kemudian dia menempel beliau dari belakang seraya berkata: ‘Wahai Nabiyullah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu. Karena Dia akan memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu. Lalu Allah menurunkan ayat:’Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan untukmu:”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. Akhirnya Allah mengirim bala bantuan dari Malaikat..” (HR Muslim)

Cantraka Ikhlas:
Ass wr wb saya sering mendengar tentang pentingnya shalawat Rasulullah. Apa peranan shalawat Rasulullah begi terkabulnya doa-doa kita itu?

Fuad Abdul Aziz:
Membuka dan menutup rangkaian doa dengan menyanjung, memuji dan mengagungkan Allah, kemudian membaca shalawat kepada Rasulullah merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan terkabulnya doa. Fadlalah bin Ubaid menuturkan “Rasulullah pernah mendengar seorang berdoa di dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah dan tanpa membaca shalawat kepada Nabi, kemudian Rasulullah bersabda:’Hai orang yang shalat, kamu tergesa-gesa’. lalu Rasulullah mengajari mereka. Dan Rasulullah juga pernah mendengar seseorang yang sedang shalat lalu mengagungkan dan memuji Allah serta membaca shalawat kepada Nabi, kemudian beliau bersabda:”Berdoalah maka kamu akan dikabulkan. Dan mintalah maka kamu akan diberi” (HR Nasa’i). Ibnu Mas’ud menuturkan :’Aku pernah mengerjakan shalat sementara Nabi sedang duduk bersama Abu Bakar dan Umar. Lalu ketika aku duduk dan mulai memuji Allah kemudian membaca shalawat kepada Nabi lalu aku berdoa untuk diriku sendiri. Kemudian Nabi bersabda:’Mintalah maka kamu akan diberi. Mintalah maka kamu akan diberi.” (HR At-Tirmidzi)

Muhammad Nurikhlas:
Ass wr wb..mohon maaf perkenankanlah saya masih mengajukan pertanyaan perihal ...maaf tetapi ini agak sedikit berbau filsafat. ...yaitu apakah dibedakan antara doa-doa khusus dan doa universal?

Fuad Abdul Aziz:
Doa yang paling universal adalah doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan ucapan paling mulia dan paling tinggi nilainya. Sedangkan Hadis Nabi adalah wahyu yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya. Beliau diberikan kemampuan untuk membuat Jawami’ul Kalim (kata-kata yang simpel namun penuh arti). Tak pelak bahwa orang yang berdoa dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi akan lebih mudah dikabulkan daripada orang yang berdoa dengan doa-doa lainnya. Contoh doa berikut menghimpun semua kebaikan dan meminta perlindungan dari segala macam keburukan. Firman Allah Ta’ala:”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat dan peliharalah kami dari siksa Neraka (QS Al-Baqarah: 201). Firman Allah Ta’ala: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan:74). Firman Allah Ta’ala:”Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raf:23). Sabda Nabi kepada Abu Bakar ketika meminta beliau mengajari doa yang dibaca di dalam shalat. Beliau bersabda:” Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan Engkau. Maka ampunilah aku denganampunan dari sisi-Mu dan sayangilah aku, karena Engkau-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR Al-Bukhari).

Cantraka Sakti:
Ass wr wb..wahai Ustad...suatu ketika saya sangat ingin bahwa doa saya itu dikabulkan, maka saya berusaha lebih-lebihkan doa saya. Suatu ketika saya mencoba memohon sedikit saja dari apa yang dilarang oleh Allah. Saya juga pernah berdoa dengan suara keras dengan harapan doa saya itu didengar oleh Allah. Disamping itu agar doa saya terasa lebih baik maka saya pernah mencoba membuat sajak-sajak doa, misalnya degan selalu membuat doa itu agar selalu berakhiran dengan huruf hidup yang sama. Bagaimana menurut pendapatmu?

Fuad Abdul Aziz:
Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf:55). Abdullah bin Mughaffal pernah mendengar putrinya berdoa:”Ya Allah, aku minta istana putih di sebelah kanan Surga jika aku masuk ke sana”. Ia lantas berkata:”Anakku, mintalah Surga kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari api neraka. Karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:’Sesungguhnya di dalam umat ini akan ada kaum yang melampaui batas di dalam bersuci dan berdoa.” (HR Abu Daud). Jadi melampaui batas dalam berdoa akan menghalangi terkabulnya doa yang dipanjatkan. Karena yang bersangkutan meminta yang tidak diperbolehkan maka ia disebut melampaui batas. Orang yang melampaui batas tidak disukai Allah dan jauh dari terkabulnya doa. Contoh dari doa-doa yang melampaui batas adalah meminta dikekalkan sampai hari Kiamat, meminta dibebaskan dari keniscayaan sebagai manusia misalnya tidak makan, tidak minum, meminta bisa melihat perkara ghaib-Nya, meminta sebagai orang yang ma’shum (terpelihara dari perbuatan dosa), minta diberi anak tanpa isteri, dsb. Melampaui batas dalam doa juga termasuk doa dengan suara keras. Tentang pertanyaan kedua dapat dijelaskan sebagai berikut. Tidak seharusnya seseorang berdoa dengan bahasa yang dibuat-buat atau dengan ucapan yang mengandung sajak. Dan kalaupun ada sajak di dalam doa Nabi maka itu adalah sajak yang tidak dibuat-buat atau dipaksakan. Ibnu Hajar mengatakan:’Sajak-sajak yang ada di dalam Hadis-Hadis shahih tidak boleh ditolak, karena hal ini keluar tanpa disengaja. Dan karena itulah tampak sangat harmonis.'

Muhammad Nurikhlas:
Ass wr wb..maaf pertanyaan saya sekali lagi berbau filsafat..maksudnya kaitan antara doa dengan ruang dan waktu. Apakah memang ada kaitannya antara terkabulnya doa dengan waktu pada saat diucapkannya doa tersebut? Kemudian doa yang diucapkan di mana atau ketika kita sedang melakukan kegiatan apa, yang dikabulkan? Mohon penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Setiap malam Tuhan kita –Tabaaraka wa Ta’ala- turun ke langit dunia (terdekat) ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman:’ Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang minta kepada-Ku maka Aku akan memberinya. Siapa yang ber-istighfar (memohon ampun) kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya .” (HR Al-AlBukhari). Abu Hurrairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa.’ (HR Muslim). Orang yang sedang sujud kepada Tuhannya akan menampakkan sikap penghambaan, kerendahan, kehinaan dan kemelaratan yang tidak ditemukan pada sikap atau kondisi yang lainnya. Orang yang bersujud meletakkan keningnya di atas tanah yang umumnya tempat berpijaknya kaki tanpa peduli, seraya berucap:”Subhana Rabbiya Al-A’la (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi)”. Kondisi yang demikian sama dengan kehinaan. Kehinaan dan penghambaan menjadikan orang yang bersujud seraya berdoa sangat dekat dengan Tuhannya dan dikabulkan doanya. Wallahu A’lam. Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah bersabda:”Tidak ditolak doa di antara adzan dan iqamat.” (HR Abu Daud). Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai berbuka..”(HR At-Tirmidzi). Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal sewaktu beliau mengutusnya pergi ke Yaman, yang isinya antara lain:”Dan takutlah pada doa orang yang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada hijab (penghalang).” (HR Al-Bukhari). Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah bersabda:” Ada tiga macam doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan terhadapnya yaitu: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang teraniaya” (HR. Abu Daud)

Santri Kepala:
Alhamdulillah bahwasanya dialog yang telah kita selenggarakan dan dipimpinlangsung oleh Ustad Fuad Abdul Aziz ini berlangsung dengan lancar, tertib dan insyaallah produktif. Peserta Ritual Ikhlas yang dimuliakan Allah, sampailah saatnya kita beristirahat sambil menunggu kumandang Adzan Maghrib. Setelah itu marilah kita mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat Maghrib secara berjamaah. Amin

Referensi: Etika Berdoa oleh Fuad Abdul Aziz Asy-Syalhub, Pustaka elBA.

34 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Keistimewaan sepertiga malam memang tidak terelakkan lagi. Kita dianjurkan untuk selalu berdoa di waktu tersebut. Ketenangan hati, kedamaian jiwa, dan keberkahan hidup akan kita peroleh apabila kita mampu menjalankan ibadah pada waktu tersebut. Semoga Allah selalu memberikan ridho kepada kita yang selalu berusaha mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia diciptakan oleh Allah. Allah adalah dzat yang Maha Kuasa, Maha Esa, Maha Pengampun, dll. Maka kita sebagai manusia harus selalu berdoa memohon kepada Allah SWT. Supaya doa kita terkabul maka ada adabnya dalam berdoa. Setiap habis sholat, lakukanlah doa dan tidak perlu dengan suara yang keras-keras. Doakan kedua orang tua setiap kali habis sholat.

    ReplyDelete
  3. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Doa adalah ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan oleh semua orang, doa juga merupakan cara manusia berkomunikasi dengan Allah. Dalam Qur’an Surah Al-A’raf ayat 55 dan 205 telah dijelaskan bagaimana adab dan tata cara berdoa, yaitu dengan rendah hati dan suara yang lembut dengan tidak mengeraskan suara. Dengan merendahkan hati dan suara yang lembut menandakan keikhlasan hati hamba serta ketidaksombongan hamba, sebab Allah mendengar bahkan kata hati manusia.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Alhamdulillah. Saya benar-benar bersyukur masih diberi keseempatan untuk membaca artikel ini. Dengan membacanya saya menjadi memiliki pengetahuan mengenai cara atau adab berdoa yaitu dengan menggunakan suara yang lirih serta dengan mengawalinya dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan kelurganya. Seperti berbicara dengan orang yang juga ada adabnya, maka berbicara dengan Allah yaitu berdoa juga harus ada adabnya yiatu dengan menghilangkan keakuanku serta berdoa secara ikhlas.

    ReplyDelete
  5. Ibadah merupakan bentuk penyembahan kepada Allah SWT. Ketika kita berdoa maka kita mengakui bahwa kita adalah mahluk yang lemah yang memerlukan bantuan dan pertolongan dari Allah. Karena berdoa mengakui adanya kekuatan dan keuasaan dari Allah, untuk itu kita memohon kepada-Nya maka berdoa dapat dimasukkan sebagai ibadah. Dan juga ada hadits yang menjelaskannya, bahwa Nabi bersabda:”Berdo’a adalah ibadah”.

    ReplyDelete
  6. Berdoa dilakukan dengan mengangkat kedua tangan setinggi dada atau bahu, kemudian memanjatkan doa dengan merendahkan diri dihadapan Allah dan dengan suara lirih seraya mempunyai keyakinan bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah. Berdoa dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun tetapi ada waktu-waktu khusus yang telah diberitahukan kepada manusia untuk berdoa pada waktu tersebut.

    ReplyDelete
  7. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Berdoa adalah ibadah, sebagai umat muslim ada baiknya semua kegiatan diawali dengan doa agar semua yang kita lakukan mendapat rida dari Allah SWT sehingga dimudahkan segala urusan.
    Berdoa merupakan kegiatan rutin yang tak pernah luput bagi kita setiap harinya, selain mendoakan diri kita sendiri, sebagai anak yang menyayangi kedua orang tua, mereka selalu ada di dalam doa kita. Mendoakan orang tua termasuk salah satu bentuk bakti dan kasih sayang kita terhadap kedua orang tua kita. Serta tak pernah lupa juga untuk menyelipkan doa bagi keluarga, orang-orang berada disekitar kita, semua guru-guru kita, juga orang-orang yang telah mendahulukan kita agar selalu mendapat pengampunan serta dilindungi oleh yang maha kuasa.

    ReplyDelete
  8. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Doa merupakan senjata pamungkas. Senjata paling ampuh bagi manusia. Karena doa memiliki kekuatan tersendiri bagi yang melakukannya. Doa merupakan salah satu cara manusia berkomunikasi dengan Allah. Dengan berdoa, kita dapat berkeluh kesah, memohon ampun, bersyukur kepada Allah. Karena Allah Maha Segalanya. Allah mampu untuk mengabukan permintaan-permintaan hambanya.
    Dalam berdoa, kita juga perlu untuk menjaga adab karena doa merupakan salah satu ibadah. Diantaranya: dalam keadaan suci, menutup aurat, hati yang khusyu’, dan percaya kepada Allah. Oleh karena itu, hendaknya kita menjaga adab berdoa karena kita akan berhadapan dan bekomunikasi dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi ritual ikhlas 8 di atas banyak hal positif yang dapat kita ambil. Berdoa adalah ibadah yang merupakan senjata dari umat Islam. Berdoa dengan sungguh-sungguh diiringi permintaan tanpa melampaui batas, insyaallah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagai manusia sudah sepatutnya kita selalu berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Dan dalam berdoa Allah menyuruh hamba-Nya agar berdoa dengan sungguh-sungguh dengan suara lirih (tidak keras). Berdasarkan hadits-hadits yang telah diutarakan di atas, waktu yang dinilai sebagai waktu berdoa yang diijabah oleh Allah SWT. adalah (1) ketika sepertiga malam terakhir, (2) pada saat bersujud, (3) waktu ketika antara adzan dan iqamat, serta doa yang dikabulkan Allah adalah doa orang yang berpuasa sampai berbuka, doa orang yang teraniaya, doa orang tua, dan doa musafir. Maka sudah kewjiban kita sebagai anak untuk selalu mendoakan kedua orang tua kita. Tanpa melupakan adab dalam berdoa yaitu bersuci, ikhlas dalam hati dan pikiran, tunduk seraya merendahkan diri kepada Allah, maka insyaallah doa kita akan dikabulkan oleh-Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  10. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya sangat tersentuh dengan kalimat "alangkah sempitnya hidup jika bukan karena lapangnya harapan, do’a adalah ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan semua orang". Sungguh, memang sebenarnya sangat sempit hidup ini jika tanpa do'a. Do'a akan menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, menjadikan yang sulit menjadi mudah, menjadikan yang sempit menjadi lapang, dan mendatangkan keajaiban-keajaiban lainnya. Do'a adalah senjatanya orang beriman. Oleh karena itu, berdo'a lah dan berdzikirlah bagaimanpun keadaan kita.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Doa melapangkan rejeki, doa melapangkan hati, doa membuat kita belajar bagaimana ikhlas, doa membuat kita sadar dan tetap rendah diri, doa menjadikan kita sosok yang selalu berusaha. Doa merupakan wujud usaha kita dalam mencapai sesuatu, dimana didalam doa, kita bisa meminta dan memohon pada Allah Maha Pencipta, dengan doa kita juga belajar ikhlas dan bersyukur, kita akan bersyukur ketika doa kita dikabulkan, karena artinya kita menyemogakan apa yang memang untuk kita. Ketika yang kita harapkan diberikan dalam waktu yang relatif lama, kita bersyukur dan ikhlas dalam pembelajaran kesabaran. Ketika yang kita semogakan dalam doa diganti dengan hal lain, kita bersyukur karena Allah memberi kita jalan yang lebih baik dan belajar ikhlas bahwa yang menurut kita baik untuk kita, belum tentu baik untuk kita

    ReplyDelete
  12. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Ritual Ikhlas III adalah mengingat pentingnya doa sebagai salah satu kegiatan ibadah. “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaku, niscaya akan kuperkenankan bagimu (QS.Al Mukmin:60). Doa merupakan salah satu hal yang paling penting karena doa itu merupakan wujud permohonan kita agar kegiatan kita diridhoi oleh Alah SWT, bukankan sebenarnya apapun yang akan kita lakukan tujuannya adalah mendapatkan ridho Allah SWT. Oleh karena itu kekuatan dari doa sangatlah penting baik untuk kesehatan mental kita maupun menjadi penyemangat kita dalam melakukan suatu usaha karena kita selalu merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap usaha kita.

    ReplyDelete
  13. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Begitu sempurnanya Islam yaitu seperti ini. Semua kegiatan kita mulai dari bangun keluarga hingga bangun negara, mulai bangun tidur hingga tidur lagi semua ada aturannya dan adab-adabnya. Termasuk didalamnya berdoa. Dalam elegi ini disampaikan bagaimana seharusnya kita melakukan doa, adab-adab berdoa. sedangakan doa sendiri adalah kalimat cinta hamba kepada Rabb nya, doa juga sebagai senjatanya orang muslim, dengan doa kita bisa merubah segalanya, dengan doa pasukan perang yang jumlahnya hanya 300 bisa mengalahkan yang 1000 pasukan dalam perang badar, sungguh indah. Sedangkan orang-orang yang tidak mau berdoa berarti orang itu sombong. Adapun tata cara beroa yaitu mengusahakan keadaan suci, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, menggunakan suara yang lirih, penuh dengan rasa harap dan takut. Adapun akan afdol jika urutan doa dimulai dengan istigfar terlegih dahulu, bersyahadat, lalu bersholawat, lalu mengucap syukur serta kemudian menyampaikan doa harapan. Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa berikhtiar dengan doa, dan semoga doa-doa kita terkabulkan.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Manusia merupakan makhluk yang lemah dihadapan Allah SWT. Kewajiban manusia sebagai makhluk adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Tiada daya dan upaya manusia dapat menentukan sesuatu kecuali atas kehendak Allah SWT. Sebagai makhluk, senantiasa selalu bersujud dan memohon ridho Allah dengan sepenuh hati dalam menjalani kehidupan. Terimakasih Pak, saya dapat belajar cara yang sopan untuk bersujud dan memohon kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami memahami bahwa doa adalah satu-satunya cara seorang hamba dalam meminta pertolongan kepada Allah SWT, Allah SWT niscaya akan mengabulkan doa hambanya, dan seorang hamba yang tak mau berdoa kepada Allah SWT sesungguhnya merupakan hamba yang sombong dan hina. Dalam berdoa hendaknya seorang hamba menempatkan diri sebagai sebenar-benar seorang hamba, dalam berdoa hendaknya dengan rendah diri di hadapan Tuhannya, dan benar-benar memohon karena memang jika tanpa kehendak Tuhannya segala keinginan hamba tak akan pernah terwujud, dan doa hendaknya dipanjatkan secara berulang-ulang dan kontinu hal ini menggambarkan bahwa benar-benar sorang hamba menyerahkan segala perkaranya kepada Tuhannya, dan dalam berdoa hendaknya doa yang dipanjatkan jangan melampaui batas, karena Allah SWT membenci hamba yang melampaui batas.

    ReplyDelete
  16. Junianto
    PM C
    17709251065

    Doa merupakan cara manusia untuk berbicara kepada Allah SWT. Doa juga tidak sekedar kita meminta kepada Tuhan, karena Allah juga berfirman bahwaa manusia yang tidak mau berdoa berarti dia sombong kepada-Nya. Dan Allah juga berjanji dalam firman-Nya: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir/Al-Mukmin:60). Hal ini merupakan Kuasa Allah yang telah memberikan kesempatan dan kemurahan kepada makhluknya. Tentu dalam berdoa juga harus mengikuti adab-adab dalam berdoa, seperti bersuci terlebih dahulu, menggunakan barang dan mengkonsumsi makanan halal, dll. Insyaallah doa kita bisa terkabul.

    ReplyDelete
  17. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk mencapai apa yang kita inginkan di dunia maupun di akhirat kita harus berusaha untuk meraihnya. Tetapi segala sesuatu di dunia ini merupakan kehendak Sang Maha Berkehendak, sehingga kita harus mengimbangi usaha kita dengan berdoa, memohon kepada-Nya. Dalam berdoa kita sedang berkomunikasi dengan Dzat yang Maha Segalanya, Maha Besar, Maha Pencipta, Maha Pengasih, Maha Penyayang sehingga kita harus merendahkan diri kita dan mengkosongkan tujuan kita kecuali menggapai Ridho-Nya.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sebelum berkomentar. Ijinkan saya sedikit mengungkapkan isi hati saya. Tidak berat, bukan tentang sesuatu yang berat. Ini tentang kebahagiaan dan kelegaan. Ya, elegi ritual ikhlas bak kisah yang bersambung. Elegi ikhlas satu, dilanjutkan elegi ikhlas dua, dan seterusnya. Saya pun merasa terhanyut dalam kisah-kisahnya. Dan yang menjadikan saya bahagia, saya lega adalah akhirnya begawat rama bersedia mengikuti ritual ikhlas. Benar-benar kisah yang ditunggu-tunggu. Terimakasih

    Dzikir dan berdoa. Begitulah komunikasi kita dengan Sang Penguasa. Tata cara atau adabnya orang berdoa. Benar-benar ini membawa saya pada kisah satu bulan lalu, tepatnya kuliah perdana Filsafat Ilmu. Prof Marsigit, filsuf baru yang kutemui kala itu, menyampaikan bahwa berdoa harus dilakukan dengan ikhlas dan fokus. Emm, maaf saya agak lupa kata-kata yang sesungguhnya kala itu. Tapi saya ingat perumpamaan yang dipakai, “Lah jika kita ngobrol dengan orang lalu kita mlengos, orang itu akan tersinggung. Lantas betapa tidak sopannya kita jika kita sedang solat (sedang berdoa) tapi pikirannya kemana-mana, tidak tertuju pada-Nya”. Benar-benar saya masih mengingatnya. Terimakasih, Prof kesan pertama yang positif bagi saya.

    ReplyDelete
  19. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Tuhan itu adalah yang menciptakan dunia seisinya, sang Maha Pencipta. Kita berdoa hanya kepada Allah. Berdoa itu memohon, Maka jika kita sebagai hamba ingin memohon pada Penciptanya,maka kita harus menunjukkan apa yang sudah dilakukan, apakah baik atau buruk, bagaimana hati kita. Kita tidak perlu mengatakan itu, karena Allah Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan. Jika hati kita ikhlas, perbuatan yang sudah kita lakukan juga baik, ditujukan untuk mendapatkan ridho Allah, maka tentu saja Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Sehingga yang diperlukan dalam berdoa bukanlah berteriak, apalagi memaksa, cukup dengan hati yang ikhlas, sehingga dapat berdoa dengan tulus, dan dengan khusyuk.

    ReplyDelete
  20. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Pak. Doa adalah senjata orang beriman. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk meminta hanya keppada-Nya. Namun berdoa juga ada adab-adabnya, misalnya dengan hati yang penuh harap dan dengan menghambakan diri sepenuhnya pada Allah SWT. Selain itu, kita juga harus sering memohon ampunan terhadap dosa-dosa kita karena bisa jadi dosa kita menjadi pembatas antara kita dan Allah SWT sehingga keinginan terasa sulit terwujud.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Doa merupakan sarana berkomunikasi dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Allah mencintai hamba-hambanya yang gemar berdoa karena manusia tidak memiliki daya apapun tanpa kehendak Allah. Sementara manusia yang tidak mau berdoa termasuk orang-orang yang sombong. Dalam elegy ini disebutkan bahwa terdapat beberapa sopan-santun dan adab yang perlu diperhatikan dalam berdoa. Yang pertama ialah, doa dipanjatkan dengan suara yang lirih yang menunjukkan sopan santun dan keikhlasan.

    ReplyDelete
  22. Doa tidak boleh melampaui batas. Doa dilakukan secara kontinu agar semakin dekat untuk dikabulkan. Selain itu, doa yang baik adalah doa yang di dalamnya mengandung dzikir dan shalawat nabi. Berdoa dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, namun terdapat waktu-waktu tertentu yang mustajab terkabulkannya doa, diantaranya adalah saat berpuasa dari sahur hingga berbuka, diantara adzan dan iqomat, saat sujud, sepertiga malam, dsb. Dalam berkomunikasi dengan Allah tersebut kita dapat menggunakan bahasa apa saja, namun dianjurkan menggunakan bahasa Al-Qu’an dan Hadist, karena keduanya merupakan sumber ajaran agama islam yang paling tinggi dan mulia. Semoga doa-doa yang kita panjatkan diterima Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  23. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Doa. Hal yang seharusnya tak pernah kita tinggalkan, khususnya setelah mengerjakan sholat fardu. Banyak sekali manfaat dari doa. Bagaimana dengan doa seorang anak untuk orang tuanya? Sangat besar sekali manfaat doa seorang anak kepada orang tuanya. Seorang anak yang selalu mendoakan orang tuanya sudang barang tentu anak tersebut anak yang berbakti kepada orang tuanya dan taat kepada Allah SWT. Seorang anak yang soleh/solehah kelak di akhirat nanti bisa membawa orang tuanya ke surga, tetapi orang tua yang soleh/solehah tidak bisa membantu anaknya masuk surga (menurut yang pernah saya dengar dari seorang penceramah).
    Di dalam berdoa, kita dianjurkan untuk bersholawat atau mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Kenapa demikian? Karena, sipa kekasih Allah? Siapa yang mengenalkan kepada kita semua cara berdoa? Siapa manusia yang paling dimuliakan? Dan masih banyak lagi keistimewaan dan keagungan Nabi Muhammad sehingga beliau pantas untuk kita junjung. Bahkan kita dinajurkan berdoa supaya mendapatkan safaatnya dan termasuk kedalam golongannya. Amin.

    ReplyDelete
  24. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Terimaksih banyak pak prof
    Membaca elegi ini, saya mengibaratkan diri saya bagaikan sebuah debu yang siap dihempaskan oleh angin kemanapun.Sungguh begitu kerdil diri ini di hadapan Allah.Tak ada tempat bernaung melainkan kepada-Nya.Do’a adalah ungkapan mesra kita kepada Allah.Merendahkan diri, memuji keagungan dan kebesaran-Nya adalah bagian dari adab berdoa hingga Allah melihat, mendengar betapa ikhlasnya kita berdoa.Hal lain yang mengagumkan saya dalam elegi tersebut yang mengisahkan tentang Uwais Al-qarni yang sangat taat kepada orang tuanya.Lagi- lagi untuk kesekian kalinya mengingatkan saya pada wanita yang sangat saya cintai yaitu ibu saya.Pernah dikisahkan pada riwayat lain bahwa Uwais Al-qorni menggendong ibunya dari Yaman sampai ke Mekkah untuk naik haji dan tidak pernah menurunkan ibunya sedikitpun walupun ibunya ingin istrahat.Namun itu semua tetap saja tidak membalas kebaikan ibunya.Bahkan satu teriakan ibu ketika melahirkan kita takkan mampu terbal.as.

    ReplyDelete
  25. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 8 ini, sangat banyak hikmah yang bisa saya petik. Doa merupakan salah satu sarana ibadah bagi manusia. Dengan berdoa, seorang hamba bisa memohon ampun kepada Allah SWT, memohon pertolongan, dan bersyukur atas segala yang telah diberikan-Nya. Berdoa dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh disertai dengan meminta tanpa melampaui batas, niscaya doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah.
    Sebagai manusia, sudah sepantasnya kita selalu berdoa kepada Allah SWT. Karena melalui doa kita berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, maka seharusnya kita menjaga adab berdoa dan berdoa sesuai dengan tuntunan yang telah dituliskan dalam Al-Quran dan hadist.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Mengawali ulasan di atas, saya ingin mengucapkan terima kasih sekali Prof atas ilmu yang sudah diberikan. Jika membahas sesuatu yang ada kaitannya dengan orang tua, hati ini selalu tak kuasa menahan air mata. Layaknya doa dari orang tua. Saya menjadi teringat saat saya pulang ke rumah dan kembali ke perantauan, tak lupa saya peluk dan cium seraya meminta maaf dan memohon restu pada ayah ibu saya untuk menuntut ilmu. Itulah momen yang selalu saya ingat saat diri ini mengalami penurunan motivasi dalam belajar. Bagaimanapun bagi saya saat saya telah mendapatkan restu dari keduanya, sejatinya Allah juga merestui langkah saya dalam menuntut ilmu. Saya, ayah dan ibu juga saling mendoakan satu sama lain. Saya merasa sangat tenang saat bersimpuh dalam doa yang di dalamnya terselip doa untuk ayah dan ibu saya. Saya juga tidak malu mengeluarkan ekspresi apapun itu saat berdoa kepada Allah. Terkadang dalam simpuhan doa tanpa saya sadari air mata berjatuhan tanpa terkendali. Alhamdulillah sekali, Allah masih memberikan saya kesempatan untuk selalu berdoa.

    ReplyDelete
  27. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi yang sangat inspiratif, Pak. Doa merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Keikhlasan sangat dibutuhkan untuk mencapai doa yang mampu menghubungkan hati kita kepada-Nya. Doa membuat kita terhindar dari kesombongan duniawi yang memiliki kecenderungan materialistik dan memperhitungkan untung rugi. Doa adalah wujud keikhlasan diri kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  28. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih atas ilmu yang di berikan melalui elegi yang sangat luar biasa ini prof.
    Saya pernah mendengar bahwasannya doa pada saat tahajud seperti anak panah yang tidak pernah meleset. Doa adalah senjata umat manusia untuk mendekatkan diri dan meminta kepada Rabb nya. Doa dan usaha adalah kunci kesuksesan didalam dunia maupun di akhirat. Jika org selalu berdoa namun enggan bekerja maka disebut malas lah org tersebut, sebaliknya jika selalu berupaya dengan usaha yang keras dalam menggapai sesuatu tapi tidak pernah berdoa betapa sombongnya manusia tersebut.. Doa dan usaha harus balance harus seimbang san harus sama sama dikerjakan. Supaya kita mendapat kan hasil yang memuaskan dan juga berkah.

    ReplyDelete
  29. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Berdoa adalah senjata bagi umat muslim. Berdoa merupakan sebuah pernyataan atau pengakuan diri kita adalah hamba yang hanya bisa meminta kepada Allah selaku Yang Memiliki Kuasa atas diri kita. maka jangan sampai disetiap waktu kita terlewat tanpa doa. Jangan sampai kita lupa dalam berdoa, karena tanpa doa seolah-olah kita bisa berhasil tanpa campurtangan Allah, atau ibaratnya kita sedang menantang Tuhan yang telah menciptakan kita.

    ReplyDelete
  30. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr,Wb

    Berdo'a merupakan suatu kewajiban bagi hamba Allah yang mengimaniNya. Sungguh hanya orang-orang yang sombonglah yang tidak mau berdoa kepada Allah. Do'a yang kita panjatkan juga haruslah sesuai dengan adab-adab nya. Adapun adab nya sudah dipaparkan didalm elegi ini. Saya ucapkan terimaksih pak, dengan membaca elegi ini saya mengetahui bagaiman berdoa dengan cara yang baik, yang tidak hanya sekedar berdo'a meminta kepada Allah tapi melupakan adab-adabnya yang merupakan syarat dari diterimanya doa tersebut.

    ReplyDelete
  31. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi ini menasihati agar kita berdoa dengan jujur, tidak berlebihan, Dan tidak mencobai Allah. Di hadapan Allah itu apa adanya, lepaskan segala topeng yang digunakan, sebab Allah mengenal saya hingga ke relung hati yang paling dalam. Berdoa senantiasa di dalam hati, mendekatkan diri padaNya.

    ReplyDelete
  32. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini mengingatkan kita bahwa kita harus senantiasa berdoa kepada Allah dalam setiap kegiatan yg kita lakukan dan dalam keadaan apapun yang terjadi. Doa adalah bukti kita masih mengakui Allah sebagai Maha Pemberi dan mengakui keterbatasan kita sbg manusia yang hanya mampu berencana.

    ReplyDelete
  33. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tiga amalan yang tidak akan putus pahalanya jika seseorang meninggal dunia yaitu, doa anak yang soleh, sodaqoh jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Anak yang sholeh pasti akan selalu mendoakan kedua orang tuanya, meski orang tuanya sudah meninggal. Maka beruntunglah orang tua yang mempunyai anak yang sholeh. Maka dari itu sebagai orang tua, sejak kecil anak-anak harus mendapatkan pendidikan agama yang baik, sehingga menjadi bekal ketika mereka sudah dewasa. Pun saat dewasa anak akan mandiri dalam belajar agama secara lebih lanjut.

    ReplyDelete