Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass Wr Wb...Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III pertama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah mengijinkan dan meridhai kita semua untuk mengikuti Ritual Ikhlas III ini. Salam dan salawat semoga dicurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarganya. Amin. Marilah acara pada sore hari ini kita buka dengan dengan berdoa. Illa hadlratin nabiyyil mushthafaa shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa shahbihi ajama’iina syai-un lillaahi lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alahamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdluubi ‘alaihim walazhzhaaliin. Amin.

Santri Kepala:
Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III yang dimuliakan Allah, mengingat pentingnya doa sebagai salah satu kegiatan ibadah, maka pada kesempatan ini kami menghadirkan Ustad Fuad Abdul Aziz sebagai nara sumber perihal bagaimana adabnya orang berdoa atau etikanya orang berdoa agar doa-doa kita itu sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT yaitu sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Siapa saja boleh mengajukan pertanyaan. Silahkan.

Fuad Abdul Aziz:
Ass. Wr. Wb. maasyiral muslimin rakhimakumullah. ..segala puji bagi Allah yang mengabulkan do’a yang dipanjatkan oleh hamba-hambanya. Shalawat dan salm semoga senantiasa terlimpah atas junjungan kita, Rasulullah, keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga hari Akhir. Alangkah sempitnya hidup jika bukan karena lapangnya harapan. Do’a adalah ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan semua orang. Dan berdo’a diperintahkan Allah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Bahkan Allah menyatakan bahwa hamba-hamba-Nya yang tidak mau berdo’a kepada-Nya sebagai makhluk yang sombong dan layak untuk menghuni Jahanam. Allah berfirman:”Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir/Al-Mukmin:60)

Bagawat Rama:
Ass Wr Wb...Ustad Fuad Abdul Aziz..saya ingin bertanya...seperti katamu tadi bahwa Berdo’a itu adalah Ibadah, bagaimanakah penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Dalam sebuah Hadis riwayat Nu’man bin Basyir dikatakan bahwa Nabi bersabda:” Berdo’a adalah ibadah”.Kemudian beliau membaca “Dan Tuhanmu berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) . Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak mau berdo’a kepada Allah maka orang tersebut adalah orang sombong yang tidak mau menyembah Allah.

Bagawat Rama:
Terimakasih Ustad penjelasannya. Diantara sesama peserta Ritual Ikhlas yang baru pertama kali ikut, tadi saya diberitahu bahwa do’a itu mempunyai keutamaan-keutamaan. Bersediakah Ustad menjelaskan apa saja kiranya Keutamaan Do’a itu?

Fuad Abdul Aziz:
Berdoa merupakan salah satu faktor tercapainya Tauhid yang hakiki, sebagai alat untuk mendapatkan keselamatan dan keberuntungan. Maka. dengan berdoa hanya kepada Allah, seseorang telah memantapkan salah satu aspek Tauhid. Orang yang berdoa akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah dan kelezatan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Doa kepada Allah SWT jiga bisa menolak Qadar dan Qadla, seperti disabdakan oleh Rasulullah:”Tidak bisa menolak Qadla’ kecuali do’a. Dan tidak bisa menambah umur kecuali kebajikan” (HR. At-Tarmidzi). Artinya bahwa doa bisa menjadi penyebab dibatalkannya Qadla (ketentuan Allah). Semuanya berpulang kepada Qadla dan Qadar Allah dari awal hingga akhir.

Bagawat Rama:
Terimakasih atas uraiannya, tetapi maaf saya masih bersemangat untuk bertanya. Apakah saya masih boleh bertanya?

Fuad Abdul Aziz:
Oh silahkanbertanya, insyaallah jika saya mampu maka saya akan selalu memberi jawabannya.

Bagawat Rama:
Begini Ustad, ini menyangkut perihal keadaanku sendiri. Dengan bisa mengikuti Ritual Ikhlas ini saya merasa telah memperoleh karunia dan hidayah yang luar biasa dari Allah. Hal itu diawali ketika anak saya Muhammad Nurikhlas melantunkan doa-doa dihadapanku agar aku segera memperoleh kebaikan. Pada saat itulah aku merasa diingatkan dan dibimbing oleh Allah. Saya bersyukur karena memunyai anak yang mampu mendoakan orang tua, sehingga walaupun terlambat saya masih bisa mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kegiatan ibadah saya. Pertanyaan saya adalah apa keutamaan doa seorang anak bagi ayah dan ibunya? Dan bagaimana penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Pertama-tama saya ingin memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT bahwasanya Bapak Bagawat Rama telah merasa memperoleh rakhmat dan hidayah-Nya. Saya berdoa semoga Bapak dan keluarga Bapak diberi kekuatan lahir bathin, tawakal dan ikhlas dalam menjalani setiap kegiatan pada Ritual Ikhlas ini. Semoga Allah SWT mencatat segala amal kebaikan Bapak dan keluarga Bapak serta mengampunisegala dosa-dosanya. Amin. Perihal pertanyaan Bapak tentang keutamaan doa seorang anak kepada orang tuanya saya dapat memberi penjelasan sebagai berikut. Berbakti kepada orang tua bisa menjadi salah satu faktor penting terkabulnya doa. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal shalih yang Agung bagi seorang muslim. Banyak sekali teks-teks Al-Qur’an dan Hadis yang menjelaskan keutamaan dan dampak positif dari doa seorang anak kepada orang tuanya. Oleh karena itu anak yang berbakti kepada orang tuanyasenantiasa mendapat keberuntungan dan disukai semua orang. Karena Allah sengaja membuat hati mereka menyukainya. Anak yang berdoa kepada orang tuanya, sangat dekat untuk dikabulkan doanya oleh Allah. Umar bin Khathab mengatakan: Aku mendengar rasulullah bersabda:”Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir yang merupakan salah satu bala bantuan dari Yaman. Ia dari Murad kemudian Qarn. Semula ia mengidap penyakit belang kemudian sembuh kecuali satu tempat sebesar uang dirham pada tubuhnya. Ia mempunyai seorang Ibu. Ia sangat berbakti kepadanya. Jika ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan memenuhinya. Jika kamubisa memintanya membaca istighfar untukmu maka lakukanlah...” (HR Muslim)

Muhammad Nurikhlas:
Ass Wr Wb ...saya mempunyai pengalaman ada dampak yang berbeda ketika saya berdoa dengan suara yang lirih. Mohon penjelasannya apakah ada tuntunannya bahwa berdoa itu seyogyanya dengan suara yang lirih?

Fuad Abdul Aziz:
Allah menyuruh hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam berdoa dan dilakukan dengan suara lirih (tidak keras). Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55). Berdoa dengan suara lirih itu menunjukkan sopan santun dan keikhlasan, maka akan mendekatkan kepada terkabulnya doa yang dipanjatkan. Berdoa dengan suara lirih juga menunjukkan iman yang tinggi, karena yang bersangkutan mengetahui bahwa Allah mendengar doa yang dipanjatkan dengan suara lirih. Suara lirih terasa lebih tunduk, lebih tulus dan ikhlas dan lebih memungkinkan berkonsentrasi dalam hati, dan lebih menjanjikan doa yang terus menerus karena suara lirih itu dihasilkan oleh suara lidah atau organtubuh lainnya yang tidak bersifat capai. Doa adalah dzikir kepada Tuhan yang berisi permohonan dan pujian kepada-Nya dengan menyebut sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Jadi doa adalah dzikir plus. Sesungguhnya nikmat yang paling besar adalah menghadap dan mengabdi kepada Tuhan. Dan setiap nikmat pasti ada yang merasa dengki terhadapnya, baik kecil maupun besar. Rasulullah bersabda:” Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan terkabul. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lena” (HR At-Tirmidzi)

Cantraka Putih:
Ass Wr Wb...saya pernah diberitahu oleh Muhammad Nurikhlas bahwa berdoa itu perlu dilakukan secara terus menerus dan kontinu, bagaimanakah penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Mendesak-desak dalam memanjatkan doa adalah inti penghambaan diri kepada Allah. Jika seseorang memanjatkan doa dengan mengulang-ulang doanya dan mendesak-desak dalam memohon, seraya menampakkan kerendahan diri, kemelaratan dan kebutuhan yang sangat kepada Tuhannya maka yang demikian itu lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Barang siapa mengetuk pintu lebih banyak maka ia mendekati terbukanya pintu tersebut untuknya. Umar bin Khathhab menuturkan:”Pada waktu hari perang Badar Rasulullah memandang ke arah orang-orang musyrik yang berjumlah seribu orang. Sementara sahabatnya berjumlah 319 orang. Kemudian Nabiyullah menghadap ke arah kiblat, lalu memanjangkan tangannya dan mulai berbisik dengan tuhannya :’Ya Allah penuhilah apa yang engkau janjikan kepadaku. Berikanlah apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau binasakan kumpulan orang Islam ini maka Engkau tidak akan disembah di bumi.’ Beliau terus menerus berbicara kepada Tuhannya seraya memanjangkan tangannya dan menghadap kiblat sampai selendangnya jatuh dari pundaknya. Kemudian Abu bakar mendatanginya lalu mengambil selendang beliau dan meletakkannya di pundak beliau. Kemudian dia menempel beliau dari belakang seraya berkata: ‘Wahai Nabiyullah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu. Karena Dia akan memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu. Lalu Allah menurunkan ayat:’Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan untukmu:”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. Akhirnya Allah mengirim bala bantuan dari Malaikat..” (HR Muslim)

Cantraka Ikhlas:
Ass wr wb saya sering mendengar tentang pentingnya shalawat Rasulullah. Apa peranan shalawat Rasulullah begi terkabulnya doa-doa kita itu?

Fuad Abdul Aziz:
Membuka dan menutup rangkaian doa dengan menyanjung, memuji dan mengagungkan Allah, kemudian membaca shalawat kepada Rasulullah merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan terkabulnya doa. Fadlalah bin Ubaid menuturkan “Rasulullah pernah mendengar seorang berdoa di dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah dan tanpa membaca shalawat kepada Nabi, kemudian Rasulullah bersabda:’Hai orang yang shalat, kamu tergesa-gesa’. lalu Rasulullah mengajari mereka. Dan Rasulullah juga pernah mendengar seseorang yang sedang shalat lalu mengagungkan dan memuji Allah serta membaca shalawat kepada Nabi, kemudian beliau bersabda:”Berdoalah maka kamu akan dikabulkan. Dan mintalah maka kamu akan diberi” (HR Nasa’i). Ibnu Mas’ud menuturkan :’Aku pernah mengerjakan shalat sementara Nabi sedang duduk bersama Abu Bakar dan Umar. Lalu ketika aku duduk dan mulai memuji Allah kemudian membaca shalawat kepada Nabi lalu aku berdoa untuk diriku sendiri. Kemudian Nabi bersabda:’Mintalah maka kamu akan diberi. Mintalah maka kamu akan diberi.” (HR At-Tirmidzi)

Muhammad Nurikhlas:
Ass wr wb..mohon maaf perkenankanlah saya masih mengajukan pertanyaan perihal ...maaf tetapi ini agak sedikit berbau filsafat. ...yaitu apakah dibedakan antara doa-doa khusus dan doa universal?

Fuad Abdul Aziz:
Doa yang paling universal adalah doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan ucapan paling mulia dan paling tinggi nilainya. Sedangkan Hadis Nabi adalah wahyu yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya. Beliau diberikan kemampuan untuk membuat Jawami’ul Kalim (kata-kata yang simpel namun penuh arti). Tak pelak bahwa orang yang berdoa dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi akan lebih mudah dikabulkan daripada orang yang berdoa dengan doa-doa lainnya. Contoh doa berikut menghimpun semua kebaikan dan meminta perlindungan dari segala macam keburukan. Firman Allah Ta’ala:”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat dan peliharalah kami dari siksa Neraka (QS Al-Baqarah: 201). Firman Allah Ta’ala: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan:74). Firman Allah Ta’ala:”Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raf:23). Sabda Nabi kepada Abu Bakar ketika meminta beliau mengajari doa yang dibaca di dalam shalat. Beliau bersabda:” Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan Engkau. Maka ampunilah aku denganampunan dari sisi-Mu dan sayangilah aku, karena Engkau-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR Al-Bukhari).

Cantraka Sakti:
Ass wr wb..wahai Ustad...suatu ketika saya sangat ingin bahwa doa saya itu dikabulkan, maka saya berusaha lebih-lebihkan doa saya. Suatu ketika saya mencoba memohon sedikit saja dari apa yang dilarang oleh Allah. Saya juga pernah berdoa dengan suara keras dengan harapan doa saya itu didengar oleh Allah. Disamping itu agar doa saya terasa lebih baik maka saya pernah mencoba membuat sajak-sajak doa, misalnya degan selalu membuat doa itu agar selalu berakhiran dengan huruf hidup yang sama. Bagaimana menurut pendapatmu?

Fuad Abdul Aziz:
Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf:55). Abdullah bin Mughaffal pernah mendengar putrinya berdoa:”Ya Allah, aku minta istana putih di sebelah kanan Surga jika aku masuk ke sana”. Ia lantas berkata:”Anakku, mintalah Surga kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari api neraka. Karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:’Sesungguhnya di dalam umat ini akan ada kaum yang melampaui batas di dalam bersuci dan berdoa.” (HR Abu Daud). Jadi melampaui batas dalam berdoa akan menghalangi terkabulnya doa yang dipanjatkan. Karena yang bersangkutan meminta yang tidak diperbolehkan maka ia disebut melampaui batas. Orang yang melampaui batas tidak disukai Allah dan jauh dari terkabulnya doa. Contoh dari doa-doa yang melampaui batas adalah meminta dikekalkan sampai hari Kiamat, meminta dibebaskan dari keniscayaan sebagai manusia misalnya tidak makan, tidak minum, meminta bisa melihat perkara ghaib-Nya, meminta sebagai orang yang ma’shum (terpelihara dari perbuatan dosa), minta diberi anak tanpa isteri, dsb. Melampaui batas dalam doa juga termasuk doa dengan suara keras. Tentang pertanyaan kedua dapat dijelaskan sebagai berikut. Tidak seharusnya seseorang berdoa dengan bahasa yang dibuat-buat atau dengan ucapan yang mengandung sajak. Dan kalaupun ada sajak di dalam doa Nabi maka itu adalah sajak yang tidak dibuat-buat atau dipaksakan. Ibnu Hajar mengatakan:’Sajak-sajak yang ada di dalam Hadis-Hadis shahih tidak boleh ditolak, karena hal ini keluar tanpa disengaja. Dan karena itulah tampak sangat harmonis.'

Muhammad Nurikhlas:
Ass wr wb..maaf pertanyaan saya sekali lagi berbau filsafat..maksudnya kaitan antara doa dengan ruang dan waktu. Apakah memang ada kaitannya antara terkabulnya doa dengan waktu pada saat diucapkannya doa tersebut? Kemudian doa yang diucapkan di mana atau ketika kita sedang melakukan kegiatan apa, yang dikabulkan? Mohon penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Setiap malam Tuhan kita –Tabaaraka wa Ta’ala- turun ke langit dunia (terdekat) ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman:’ Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang minta kepada-Ku maka Aku akan memberinya. Siapa yang ber-istighfar (memohon ampun) kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya .” (HR Al-AlBukhari). Abu Hurrairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa.’ (HR Muslim). Orang yang sedang sujud kepada Tuhannya akan menampakkan sikap penghambaan, kerendahan, kehinaan dan kemelaratan yang tidak ditemukan pada sikap atau kondisi yang lainnya. Orang yang bersujud meletakkan keningnya di atas tanah yang umumnya tempat berpijaknya kaki tanpa peduli, seraya berucap:”Subhana Rabbiya Al-A’la (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi)”. Kondisi yang demikian sama dengan kehinaan. Kehinaan dan penghambaan menjadikan orang yang bersujud seraya berdoa sangat dekat dengan Tuhannya dan dikabulkan doanya. Wallahu A’lam. Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah bersabda:”Tidak ditolak doa di antara adzan dan iqamat.” (HR Abu Daud). Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai berbuka..”(HR At-Tirmidzi). Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal sewaktu beliau mengutusnya pergi ke Yaman, yang isinya antara lain:”Dan takutlah pada doa orang yang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada hijab (penghalang).” (HR Al-Bukhari). Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah bersabda:” Ada tiga macam doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan terhadapnya yaitu: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang teraniaya” (HR. Abu Daud)

Santri Kepala:
Alhamdulillah bahwasanya dialog yang telah kita selenggarakan dan dipimpinlangsung oleh Ustad Fuad Abdul Aziz ini berlangsung dengan lancar, tertib dan insyaallah produktif. Peserta Ritual Ikhlas yang dimuliakan Allah, sampailah saatnya kita beristirahat sambil menunggu kumandang Adzan Maghrib. Setelah itu marilah kita mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat Maghrib secara berjamaah. Amin

Referensi: Etika Berdoa oleh Fuad Abdul Aziz Asy-Syalhub, Pustaka elBA.

24 comments:

  1. Fany Isti Bigo
    18709251010
    PPs UNY PM A 2018

    Setelah membaca elegi ini saya ingat pernah mendengar orang bertanya bahwa jika Tuhan adalah maha mengetahui untuk apa kita harus berdoa. Doa adalah sarana ibadah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa. Berdoa menunjukkan kerendahan hati dan sikap tergantung kita di hadapan Tuhan. Dengan kerendahan hati kita dapat mengungkapan dan mencurahan isi hati dan memohon anugerah penyertaan dari Tuhan. Dalam berdoa kita hendaknya ikhlas dan tidak terkesan memaksa atau pun menuntut, karena paksaan dan tuntutan berarti kita telah diperdaya setan, berdoa karena ada maunya, berdoa karena membutuhkan dan mengharapkan sesuatu dan setelah dipenuhi maka kita lupa berdoa lagi. Oleh karena itu, berdoalah dengan keikhlasan dan kerendahan hati, curahkan isi hati dan permohonan kita dengan suara yang lirih. Janganlah kita berputus asa dalam berdoa, madahkan selalu madah syukur dan pujian bagi Tuhan. Karena setiap orang yang meminta kepada Tuhan akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat dan setiap orang yang mengetuk baginya pintu akan dibukakan.

    ReplyDelete
  2. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Setiap manusia pasti memiliki keinginan dan harapan. Kemudian manusia yang beriman akan berdoa kepada Tuhannya. Berdoa merupakan salah satu ibadah kepada Allah. Berdoa juga merupakan salah satu cara komunikasi umat dengan Tuhannya yaitu Allah. Dalam berdoa harus ada tata cara atau adabnya. Dengan mengikuti tata cara atau adabnya doa akan lebih mudah terkabul. Rasulullah bersabda:” Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan terkabul. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lena” (HR At-Tirmidzi). Seperti dalam hadis tersebut, Allah akan selalu mengabulkan doa umatNYA. Berdoa hendaknya diawali dengan menyanjung nama-nama Allah dengan memuji keagungan Allah dan bersholawat. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah bersabda:” Ada tiga macam doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan terhadapnya yaitu: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang teraniaya” (HR. Abu Daud)

    ReplyDelete
  3. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Kesombongan memang sifat yang buruk. Jangan sampai rasa sombong ada dalam hati kita. Rasa sombong hanya akan merugikan manusia salah satunya Allah berfirman:”Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir/Al-Mukmin:60). Dalam firman Allah ini orang sombong akan dijanjikan untuk masuk ke neraka. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari rasa sombong. Hendaknya manusia jangan menyombongkan apa yang ada dalam dirinya karena semua itu hanyalah ciptaan Tuhan. Kita hanya bisa bersyukur atas karuniaNYa, berdoa kepada Allah atas impian dan harapan kita kemudian bertawakal. Berdoa dengan kerendahan hati seperti yang disebutkan dalam firman Allah:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55).

    ReplyDelete
  4. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Doa merupakan cara kita untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Allah. Kita diperintahkan untuk berdoa kepada-Nya. Memohon dan meminta hanya kepada Allah sebagai bentuk kerendahan hati kita bahwa kita membutuhkan Allah SWT dan percaya dengan berdoa kepadanya segala sesuatu dapat dikabulkan, baik nanti itu dunia ataupun kelak diakhirat, dalam Al-Quran telah dijelaskan agar kita senatiasa berdoa kepada-Nya, maka niscaya doa kita akan diperkenankan. Namun dalam berdoa tentu memiliki tata cara atau adabnya, yaitu berdoa dengan penuh keihklasan dan kerendahan hati, mencurahkan isi hati dan permohonan kita dengan suara lirih dan tunduk pada-Nya dan tidak perputus asa dalam berdoa.

    ReplyDelete
  5. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Adapun adab ketika kita berdoa yaitu bersuara dengan lirih dan penuh keyakinan bahwa Allah Maha mengabulkan permintaan. Berdoa ibarat bersepeda, kita harus terus mengayuh pedal agarv roda terus berputar yang mengantarkan kita pada tujuan. Dalam berdoa pun kita harus mendoakan apa yang kita pikirkan bahkan doakan itu sendiri. Ketika kita berusaha mendekatkan diri dengan berdoa, akan muncul kenikmatan iman dan doa yang berdampak sangat luar biasa dalam hidup. Dalam Islam, ada beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa seperti pada saat selang waktu adzan dan iqomah, pada saat sepertiga malam, maupun pada saat sujud dan masih banyak keadaan lainnya. Yang terpenting adalah kesungguhan kita dalam berdoa.

    ReplyDelete
  6. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Do'a merupakan cara kita berkomunikasi dengan Allah, bukti keimanan dan ketawakkalan kita kepadaNya karena dalam berdo'a disitulah manusia bersimpuh, berserah diri, mengakui segala sifat Jalaliyyah maupun JamaliyyahNya, mengakui kelemahan dan kehinaan kita sebagai manusia. Kita bersimpuh dan berdo'a itu karena kita yakin ada Allah yang melihat dan mendengar do'a kita.
    Do'a yang baik disamping harus ikhlas juga harus diikuti dengan adab-adab berdo'a sebagaimana yang disebutkan oleh Bpk Fuad Abdul Aziz diatas. Saya kemudian tersadar dengan salah satu adab berdo'a yang disebutkan diatas. Ternyata ada kekeliruan saya selama ini dalam berdo'a yaitu berlebihan dalam berdo'a dengan meminta terpelihara dari dosa. Semoga kita semua mendapat pencerahan dari elegi adab berdo'a ini.

    ReplyDelete
  7. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Doa merupakan salah satu cara kegiatan dalam beribadah. Orang yang tidak berdoa berarti ia sudah bersikap sombong, tidak mau beribadah kepada Allah, dan layak untuk menghuni Jahanam. Berdoa dilakukan dengan beberapa cara seperti berdoa dengan suara lirih, dilakukan dengan terus menerus dan kontinu, dan tidak melampaui batas dalam berdoa (meminta hidup kekal, meminta dibebaskan dari keniscayaan, meminta bisa melihat sesuatu yang ghoib, meminta diberi anak tanpa istri, dan lain sebagainya), dan lain-lain. Abu Hurrairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “ Seseorang hamba paling dekat kepada Tuhannya ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa.” (HR Muslim). Ini merupakan salah satu cara dimana doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Sujud disini bukan sekedar sujud biasa melainkan sujud yang sungguh-sungguh dan ikhlas untuk menggapai ridho dari Allah SWT. Oleh sebab itu, ketika kita sedang melakukan sujud terakhir dalam sholat, janganlah cepat-cepat untuk bangkit, berdoalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan karena doa yang kita minta ketika sedang melakukan sujud InsyaAllah akan dikabulkan oleh Allah. Walaupun doa tersebut tidak langsung dirasakan hasilnya, namun suatu saat InsyaAllah akan dikabulkan.
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  8. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Salah satu Ibadah rutin yang selalu dan wajib dilakukan adalah berdoa, karena Allah SWT tidak tidur dan selalu mengawasi makhluk-Nya dan doa-doa yang dipanjatkan akan senantiasa diterima oleh Allah SWT. Sehingga, cara berdoa makhluk hidup pun bermacam-macam, ada yang dalam tidurnya sedang berdoa, ada yang di saat menyetir turut berdoa, ada yang sedag berjalan pun melakukan doa, dsb. Karena doa itu tidak pernah lepas setiap detik oleh manusia untuk terucap. Karena doa juga merupakan tameng diri dari hal-hal yang negatif berdampak buruk pada diri manusia.

    ReplyDelete
  9. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Berdoa adalah cara untuk memangkas jarak seorang umat terhadap Tuhannya. Seperti hokum sosial dimana semua perlu adab, begitu pula dengan doa. Dalam berdoa kita harus dalam keadaan yang bersih dan nada lirih. Begitulah wujud upaya mengaggungkan Alloh sebagai Maha Pengabul Doa. Memang pada dasarnya kita hanya bisa meminta pada Alloh, dan hanya Beliau yang dapat mengabulkannya, maka bukanlah apa-apa kita tanpa kehendaknya. Oleh karena itu doa adalah wajib, karena memang tidak ada sumber lain untuk meminta. Bahkan ketika kita tidak berdoa maka kita tergolong orang yang sombong. Dan kesombongan sangat dekat dengan neraka.
    Saat meminta pada Alloh kita senantiasa harus menunjukan kerendahan kita, keseriusan kita dan tiada apa-apalah kita tanpa ridhoNya. Berdoa secara kontinu adalah salah satu cara untuk menunjukan hal tersebut. Berdoa berulang-ulang dijalankan dengan penuh kesabaran akan memberikan keberkahan pada individu tersebut. Oleh karena itu dalam Al Quran menjelaskan bahwa berdoalah dengan sholat dan sabar.

    ReplyDelete
  10. Diana Prastiwi
    PPs Pend Matematika A 2018
    18709251004

    Doa memiliki tujuan untuk meningkatkan kedekatan diri dengan Allah SWT sekaligus untuk memperbaiki diri. Doa menjadi datu hal yang penting dalam menjalankan segala kehidupan. Sebelum memulai belaar ataupun bekerja, lebih baik berdoa terlebih dahulu untuk meminta perlindungan Allah agar diberikan barokah ilmu dan pekerjaan yang bermanfaat. Supaya kita merasa ringan dalam mengerjakan pekerjaan, niatkan sebagai ibadah kepada Allah. Ibadah yang ikhlas.

    ReplyDelete
  11. Diana Prastiwi
    PPs Pend Matematika A 2018
    18709251004

    Manusia yang berhenti berdoa adalah manusia yang sombong. Manusia yang merasa tidak memerlukan bantuan Allah SWT untuk hidup. Dengan berdoa manusia akan mendapatkan keselamatan dan keberuntungan. Selain itu dengan dengan kekuatan doa hati yang keras dapat menjadi lunak, hati yang mati dapat tumbuh, hati yang kotor menjadi bersih.

    ReplyDelete
  12. Diana Prastiwi
    PPs Pend Matematika A 2018
    18709251004

    Doa adalah waktu yang dekat antara manusia dengan Tuhannya. Dalam elegi tersebut akan lebih baik jika doa diucapkan dengan lirih. Menandakan kekhusyukan memanjatkan permintaan kepada Allah SWT. Doa disuarakan supaya kita mempunyai keyakinan akan dikabulkannya doa. Semoga doa yang kita panjatkan kepada Allah dapat terkabul. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

    ReplyDelete
  13. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari elegi tersebut, saya belajar bahwa doa adalah sebuah ungkapan hati yang paling dalam yang merupakan sebuah harapan seseorang kepada Allah SWT. Tidak ada orang yang sombong dalam berdoa. Karena adab dalam berdoa adalah meminta dan memintanya tidak sekedar meminta tetapi benar-benar merendah karena sebuah harapan kepada Allah SWT. Allah SWT yang maha mendengar semua permintaan hambanya dan akan mengabulkan apa yang terbaik untuk hambanya. Mungkin saja doa yang kita inginkan belum terkabul tetapi Allah menggantinya dengan yang terbaik. Apa yang kita harapan yang baik tetapi pilihan Allah SWT yang paling baik untuk hambanya. Sehingga kita hanya dapat bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

    ReplyDelete
  14. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Doa dilakukan secara terus menerus dan kontinu, karena sesungguhnya doa satu kali saja belum cukup. Doa yang terus menerus saja belum tentu terkabulkan apalagi doa yang hanya satu kali. Berdoa disini meminta, dengan hati dan diri yang merendah. Dengn berdoa yang secara terus menerus, dapat dijadikan media untuk mendekatkan hambanya kepada Allah SWT. Dengan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, kita akan tahu bagaimana nikmatnya berdoa itu.

    ReplyDelete
  15. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Doa harus dilakukan secara ikhlas dan tidak boleh memiliki sifat memaksa. Meminta dengan tulus ikhlas dan tidak boleh memaksakan doa itu harus terkabul. Walaupun dalam keadaaan berdoa untuk meminta sesuatu, tetapi sebagai hamba Allah harus memiliki rasa ikhlas bila doanya tidak dikabulkan oleh Allah. Hal ini dikarenakan setinggi-tingginya, sesempurnanya rencamu, rencana Allah yang paling sempurna dan terbaik untuk engkau jalani. Semua itu adalah rahasia ilahi dan engkau hanya bisa berdoa dengan ikhlas.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  16. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Do’a merupakan sarana supaya kita selalu dekat dengan Allah SWT. Do’a menunjukkan sikap rendah hati dan tergantung kepada Allah SWT. Dalam berdo’a hendaknya kita tidak memaksa satau menuntut supaya Allah mengabulkan permohonan kita karena Allah mengetahui segala sesuatu yang ada dalam diri kita. Dia mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-Nya. Berdo’a hendaknya diucapkan melalui suara yang lirih karena suara yang lirih itu menunjukka sifat sopan santun dan keikhlasan. Semakin lirih saat berdo’a, hal itu semakin menunjukkan sifat rendah hati seseorang ketika menghadap Allah SWT. Berdo’a yang lirih dapat menunjukkan iman yang tinggi karena ia mengetahui bahwa Allah SWT mendengar segala do’a yang dipanjatkan oleh hamba-Nya.

    ReplyDelete
  17. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Berdoa mempunyai peranan sangat penting bagi manusia. Doa merupakan permohonan sekaligus pengakuan seorang manusia hanya Allah-lah tempat meminta. Mengangkat tangan ketika sedang berdoa adalah hal yang disyariatkan dalam Islam. Perbuatan ini merupakan salah satu adab dalam berdoa dan juga nilai tambah yang mendukung terkabulnya doa. Berdoa harus mengikuti tata cara dan juga berdoa dengan keikhlasan dan kerendahan hati, curahkan isi hati dan permohonan kita dengan suara yang lirih.

    ReplyDelete
  18. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Bermunajat kepada Allah SWT dengan berdo’a dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. memunajatkan do’a hendaknya do’a yang universal yaitu yang terdapat dalam Al-qur’an dan As-sunnah. Kemudian tidak meminta hal-hal di luar batas seperti meminta perkara ghaib, meminta istri tanpa anak, dan meminta hidup tanpa makan dan minum. Terdapat beberapa waktu mustajab untuk berdo’a yaitu antara adzan dan iqomah, waktu hujan, dan waktu sujud. Sedangkan ada tiga orang yang tidak akan ditolak do’anya yaitu do’a orang tua, do’a musafir, dan do’a orang teraniaya. Oleh sebab itu, mari kita memperbanyak do’a dengan penuh kehambaan dan kerendahan hati supaya kita selalu dekat dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Doa merupakan sarana berkomunikasi dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Allah mencintai hamba-hambanya yang gemar berdoa karena manusia tidak memiliki daya apapun tanpa kehendak Allah. Sementara manusia yang tidak mau berdoa termasuk orang-orang yang sombong. Dalam elegy ini disebutkan bahwa terdapat beberapa sopan-santun dan adab yang perlu diperhatikan dalam berdoa. Yang pertama ialah, doa dipanjatkan dengan suara yang lirih yang menunjukkan sopan santun dan keikhlasan.
    Doa tidak boleh melampaui batas. Doa dilakukan secara kontinu agar semakin dekat untuk dikabulkan. Selain itu, doa yang baik adalah doa yang di dalamnya mengandung dzikir dan shalawat nabi. Berdoa dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, namun terdapat waktu-waktu tertentu yang mustajab terkabulkannya doa, diantaranya adalah saat berpuasa dari sahur hingga berbuka, diantara adzan dan iqomat, saat sujud, sepertiga malam, dsb. Dalam berkomunikasi dengan Allah tersebut kita dapat menggunakan bahasa apa saja, namun dianjurkan menggunakan bahasa Al-Qu’an dan Hadist, karena keduanya merupakan sumber ajaran agama islam yang paling tinggi dan mulia. Semoga doa-doa yang kita panjatkan diterima Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  20. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Menurut saya, berdoa itu adalah bentuk kepasrahan kita kepada Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba memohon kepada sang pencipta. Setuju bahwa ketika berdoa, kita dilarang untuk melampaui batas. Berdoa lah "sewajar" mungkin tanpa harus melampaui batas sebagai seorang hamba. Doa dilakukan secara terus-menerus karena disitulah kita diuji bagaimana kesabaran kita dalam berdoa.

    ReplyDelete
  21. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Hakikat seorang hamba adalah beribadah kepada pemilik atau pencipntanya. Berdoa adalah sebuah hal ringan yang merupakan bagian dari doa. Mengapa saya menyebutkan ringan karena didalam doa tidak ada tuntutan atau kewajiban lain selain kepentingan hamba atas dirinya. Karena keringanannya tersebut yang menyebabkan terkadang manusia menjadi sombong, lupa untuk memanjatkan doa. Padahal doa adalah kepentingan hamba. sebelum lahir kedunia, Qada dan Qadar seorang hamba telah ditentukan. Dan salah satu yang dapat mengubah Qada adalah kekuatan doa. Segala Puji bagi Allah atas segala kemurahan dan kasih sayangnya yang tak pernah memberikan bata antara Diri Nya dan doa-doa hambanya.

    ReplyDelete
  22. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Doa merupakan wujud pengharapan dan pengakuan manusia sebagai hamba ciptaan Allah sekaligus sebagai wujud pengakuan manusia akan Kekuasaan Allah. Manusia yang tidak mau berdoa termasuk golongan manusia-manusia yang sombong. Bahkan Allah akan memasukkan orang-orang yang tidak mau berdoa ke neraka. Orang yang tidak mau berdoa menandakan bahwa dirinya merasa mampu dan tak butuh bantuan. Padahal segala sesuatu terjadi atas kuasa Allah. Manusia hanya mampu berusaha, selebihnya Allah-lah yang akan mengatur dan menentukan hasilnya. Untuk itu, tak sepantasnya manusia berlaku sombong. Janganlah merasa bahwa segala pencapaian yang diperoleh adalah buah dari kerja kerasnya sendiri, karena selalu ada ketentuan Allah di dalamnya.

    ReplyDelete
  23. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Salah satu factor yang menentukan dikabulkannya doa adalah berbakti kepada orang tua. Karena ridho Allah juga bergantung pada Ridho orang tua. Untuk itu, manusia diwajibkan untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Menyenangkan hati orang tua sama seperti membuka jalan kebaikan. Jangan sekali-kali melukai hati kedua orang tua, atau bahkan membuat mereka menjadi marah. Karena sakita hati dan marahnya orang tua juga akan menjadikan murkanya Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Doa merupakan salah satu bentuk komunikasi vertical dengan Allah. dalam berdoa tentu ada adab-adabnya. Karena kita berbicara kepada orang lain saja ada adabnya, ada sopan santunnya, apa lagi kepada Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Beberapa adab dalam berdoa diantaranya yaitu: dengan suara lirih, dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang, dengan memuji Allah, dengan mengucap sholawat kepada Nabi, tidak berlebih-lebihan, dll. Beberapa adab tersebut patut diperhatikan agar doa yang kita lantunkan menjadi salah satu bentuk cinta kita kepada-Nya, menjadi salah satu wujud ibadah kita kepada Allah.

    ReplyDelete