Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2




Oleh Marsigit

Ankala:
Ah..jam 12 malam seperti ini baiknya mikir apa ya? Eheh...kalau aku berlaku wajar saja tentu aku tidak bisa hidup wajar seperti orang lain. Itulah kerugianku dan mengapa Tuhan telah mentakdirkan hidupku yang demikian. Hidup kok susah amat...mau naik sepeda motor bagus tak bisa, makan enak tak bisa, piknik tak bisa. Sementara isteri dan anak selalu nguber-nguber minta uang dan kebutuhan yang lainya.

Mankala:
Wahai suamiku...kenapa tengah malam gini belum tidur. Kelihatannya bergumam dan ngomong sendiri ya? Sulit ya sulit ...kita kan masih punya waktu untuk berusaha?

Ankala:
Rennnnnng...rengggggg...renggggg...wah montor baru jebul enak tenan. Tarikannya kuat, kendalinya enak, dan larinya juga kencang.

Mankala:
Pak...pak...nyebut...nyebut..ini sudah malam...jangan bicara sendiri.

Ankala:
Hai...prajurit...segera ambilkan motor baru di tetangga sebelah itu. Jika tidak boleh ya paksa saja... saya ingin naik motor baru. Apakah yang melarang Mursidin? Suruh ke sini si Mursidin itu! Atau kalau nggak mau ke sini suruh pergi saja dia.

Mankala:
Pak...pak ...kamu bicara apa? Wahai Katola...itu kenapa anakmu? Dia ngronyam sendiri. Malah panggil saya prajurit....pak...pak...

Warga Kampung:
Telah terjadi keributan di rumah Ankala..ada apa? Kenapa bu Mankala suamimu itu?

Mankala dan Katola:
Wahai saudaraku warga kampung...tolong...tolong ...suami saya kesurupan. Tolong pak...

Warga Kampung:
Wah ini yang bisa menangani cuma Bapak Mursidin. Bapak Mursidin ...tolonglah ..tetangga bapak ada yang kesurupan? Mohon bapak bisa menyembuhkannya?

Mursidin:
Lho...kok saya...Saya tidak biasa dan tidak pernah menolong orang kesurupan.

Warga Kampung
Iya..pak..tetapi si Ankala selalu menyebut-sebut nama Bapak. Disamping itu ....diantara warga kampung sini juga tidak ada yang berani mendekat. Bapak di sini dikenal oarng yang ahli doa dan hapal Al Qur’an. Oleh karena itu warga kampung sepakat agar Bapak Mursidin bersedia mendatangi Ankala.

Mursidin:
Oh...lha saya harus bagaimana? Baiklah saya bisanya cuma berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Baiklah saya datang.

Ankala:
Waduh...waduh...panas...panas...kenapa engkau suruh Mursidin ke sini? Suruh dia pergi dari sini...pergi...pergi...pergi...

Mursidin:
Bismillahirrokhmaanirrakhiim...astagfirullah al adzim ...astagfirullah al adzim...astagfirulaah al adzim....Al Fatihah...

Ankala:
Mursidin pergilah...aku tidak kuat...panas badanku...pergilah!

Mursidin:
Ankala

Ankala:
Mursidin

Mursidin:
Berdoalah..

Ankala:
Umpatanku...

Mursidin:
Coba saya pegang tubuhmu...

Ankala:
Jangan...jangan...jangan pegang tubuhku!

Mursidin:
Ankala?

Ankala:
Bukan...aku bukan Ankala ...aku adalah Transenden Lokal Negatif Diraja.

Mursidin:
Lho...kamu itu siapa? Bukankah engkau itu Ankala? Jika engkau bukan Ankala maka asalmu darimana dan tempat tinggalmu itu di mana?

Ankala:
Sekali lagi aku adalah Transenden Lokal Negatif Diraja. Aku yang meguasai kerajaan Batu Keramat tidak jauh dari sini.

Mursidin:
Apa maksudmu mengganggu Ankala dan warga kamung sini?

Ankala:
Hemmm...aku tidak terima..karena semakin sedikit warga kampung sini yang memberikan sesaji di Batu Keramatku.

Mursidin:
Lho..lha...terus apa maumu? Tidaklah semestinya engkau berbuat seperti itu. Oleh karena itu maka pergilah dan kembalilah ke tempatmu semula!

Ankala:
Tidak mau. Aku tidak mau pergi sebelum semua permintaanku dikabulkan.

Mursidin:
Lho ..kalau tidak mau pergi apakah engkau akan melawan kekuasaan Allah SWT?

Ankala:
Siapa pembawa kuasa Allah di sini? Hai Mursidin terimalah pukulanku ini ...dhues ...dhuer...dhues...dhuer...ghoprak...ghabrus...

Mursidin:
Whait..lho...kenapa...ya Allah...ampunilah diriku... ...astagfirullah al adzim ...astagfirullah al adzim...astagfirulaah al adzim....Al Fatihah...

Ankala:
Kenapa tak membalas pukulanku. Aku pukul juga tidak pernah kena engkau? Balaslah pukulanku!

Mursidin:
Tidak..tidak akan saya balas pukulanmu...aku hanya ingin pegang yang ini saja...ini dia ...saya hanya akan pegang dan pijit bagian belakang lututmu.

Ankala:
Wuadhuhhhh....wuadhuhhh...ampunilah diriku...jangan..jangan...sakit..sakit. Kenapa engkau tahu tempat persembunyianku? Lihatlah wahai Mursidin...apa yang tampak di luar sana. Lihatlah aku telah mengundang sepuluh ribu prajuritmu untuk mengeroyok dirimu. Wahai prajurit sepuluh ribu...keroyoklah...keroyoklah ...Mursidin ini!

Prajurit Transenden Lokal Negatif Sepuluh Ribu:
Wahai sang Mursidin...jika engkau teruskan melawan Rajaku...maka akan saya binasakan engkau, keluargamu dan seluruh warga kampungmu. Sekarang tinggal pilih ...aku akan binasa dengan seluruh keluarga dan warga kamungmu atau engkau tidak saling mengganggu dengan kami?

Mursidin:
Lho...yang mengganngu siapa...bukankah dirimu para Jin semua yang telah mengganggu kampungku ini?

Ankala:
Begini saja ..aku sebagai Transenden Lokal Negatif Diraja meminta syarat-syarat agar aku pergi dari sini...?

Mursidin:
Apakah syarat-syaratmu itu?

Ankala:
Pertama aku minta dimandikan seperti orang memandikan mayat. Kedua aku minta air yang dipakai untuk memandikan saya itu berasal dari sepuluh sumur.

Mursidin:
Baiklah jika itu permintaanmu. Tetapi jika sudah aku turuti semua permintaanmu...saya minta engkau dan semua prajuritmu kembali ke tempat asalmu dan meninggalkan desa ini serta jangan mengganggu wargaku lagi.
Wahai warga ...siapkanlah semua syarat..syarat...nya..dan marilah kita mandikan si Ankala ini dengan cara memandikan mayat. Sediakan sepuluh ember dan isilah semuanya dengan air yang berasal dari sepuluh sumur.

Warga:
Huh...dasar Jin terkutuk...minta syarat macam-macam. Ini..airnya empat sepuluh ember tetapi dari empat sumur saja. Kalau dia memang Jin betulan pasti tahu kalau saya tipu.

Ankala:
Emoh..emoh ..aku tak mau dengan air itu. Engkau telah ingkar janji bukannya diambilkan air dari sepuluh sumur tetapi hanya diambilkan dari empat sumur.

Mursidin:
Baiklah semua akan saya penuhi janjiku. Marilah kita mandikan Ankala ini selayaknya kita memandikan mayat. Setelah itu marilah kita berdoa. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

Ankala:
Oh terasa dingin kakiku...bergetar lututku...bergetar perutku...dan bergetar kepalaku...whusssss...Oh di mana diriku ini? Aku terasa lemas sekali. Lho kok banyak orang mengerubungiku? Lho kenapa aku dimandikan seperti orang mati. Aku ini masih hidup. Wahai saudaraku apa yang telah terjadi dan apa yang menimpa diriku? Maafkanlah daku. Mana isteri dan anakku?

Mursidin:
Wahai Ankala dan semua saudaraku. Marilah sekali lagi kita berdoa semoga kita dijauhkan dari segala macam godaan syaitan.

Mursidin, Ankala dan Waga Kampung:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta.

Amiiin..amiin..amiin.

9 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Setiap orang akan berusaha untuk mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai. Walaupun menghadap berbagai kendala atau tantangan, dia akan tetap berusaha dengan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi.
    Keinginan untuk menguasai ini dan itu, memiliki kekayaan duniawi membuat seseorang begitu terobsesi untuk meraihnya walaupun dengan cara yang tidak halal. Hal-hal negative yangada dalam pikiran, ucapan dan tindakan kita merupakan impian terbesar dari setan untuk dapat merasuki kita, memanfaatkan kita sehingga kita terjerumus dalam dosa. Iman dan kepercayaan kitalah yang dapat kita jadikan senjata untuk melawan semua tipu muslihat setan. Hanya kekuasaan dari Allah Swt lah yang mampu mengalahkan semuanya. Berdoalah mohon ampun kepada Allah jika kita telah terpengaruh dalam jeratan setan. Selain itu, harus selalu berdoa dan berserah kepada Allah memohon petunjuk dan bimbinganNya agar apa yang kita usahakan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kita sebagai makhluk Allah harus tulus dalam menerima kondisi yang diberikan oleh Allah kepada kita. Kita seharusnya tidak menyalahkan Allah atas segala sesuatu yang terjadi pada kita. Kita harus berterima kasih telah diberikan kehidupan di dunia ini dan harus berusaha untuk membuat hidup kita lebih baik ketika kita berada dalam kemerosotan. Kita tidak harus menghalalkan segala cara, seperti mencuri dan korupsi. Kita tidak bisa melawan kuasa Allah yang begitu besar. Kita harus meminta pengampunan Allah untuk semua kesalahan yang pernah kita lakukan. Allah selalu mengetahui dan lebih mementingkan apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan. Oleh karena itu, terkadang apa yang kita inginkan tidak kita dapatkan, tetapi apa yang kita butuhkan pasti akan diberi oleh-Nya pada saat yang telah ditentukan-Nya.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Berdasarkan elegi ritual ikhlas kali ini syaitan itu takut dengan do’a dari orang-orang yang ikhlas dan taat beribadah. Oleh karena itu kita harus beribadah dan berdo’a dengan ikhlas memohon perlindungan dan pertolongan Allah dari godaan syaitan. Semoga dari sini kita akan mengambil pelajaran jangan mudah terpengaruh dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Seperti pada elegi sebelumnya tentang godaan syaitan kepada manusia. Dimana telah kita ketahui bahwa syaitan selalu mengintai manusia agar terjerumus dalam dosa dan murka Allah. Oleh karena itu kita sebagai manusia yang lemah mesti senantiasa menyandarkan diri kepada Allah SWT dengan cara meningkatkan kualitas iman dan takwa kepadaNYa, berzikir, bergaul dengan orang-orang yang baik, mengikuti kajian penguat keimanan. Serta tentunya memperbanyak berdoa kepadNya agar senantias diberikan petunjuk ke jalan yang lurus.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Sesungguhnya segala yang ada di langit dan di bumi hanyalah milik Allah SWT rabb semesta alam. Tugas manusia untuk senantiasa berdoa, berusaha dan berserah diri kepada Allah SWT. Allah SWT tempat meminta dan memohon pertolongan. Selalu gantungkan hidup kepada Allah SWT jangan kepada yang lain, serta jangan pernah mencoba mempersekukan Allah SWT. Selalu berdoa agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus, jalan yang dirihoi Allah SWT. Dengan doa kita melawan, menahan, meringankan bala dan musibah. Dan doa termasuk obat yang paling manjur, ia adalah musuhnya bala, dan ia adalah senjatanya orang beriman.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Hal harus kita tanamkan pada diri kita masing-masing adalah rasa syukur. Bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan kepada kita, selalu merasa cukup dengan apa yang kita punya, karena dengan tetap bersyukur dan perasaan cukup Allah akan tambahkan nikmat untuk kita. Godaan syaitan akan selalu mengiringi langkah hidup kita hingga pada saat sakaratul maut sekalipun, maka cara yang bisa kita lakukan adalah berserah diri kepada Allah SWT dan tetap berusaha disertai dengan doa untuk mencapai tujuan hidup. Sebenar-benar tujuan hidup kita adalah memperoleh syurgaNya maka dengan usaha yang baik Allah pun akan memberikan yang terbaik bila kita bersyukur. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan?

    ReplyDelete
  7. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ketika pikiran manusia sedang kosong sedang risau dan melamun, maka setan dapat merasuki manusia karena ia tidak mengingat Allah dan hanya memikirkan nafsu dan keiginannya saja. Sebagai seorang manusia suatu waktu mungkin kita pernah lalai. Seperti halnya ketika bagaimana Allah mencintai kita, bagaimana Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan tetapi kerapkali kita lalai untuk bersyukur, bersyukurlah atas semua nikmat yang diberikan Allah.

    ReplyDelete
  8. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPS Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Assalamualaikum..
    Setan begitu mudah nya merasuki pikiran dan hati yang kosong. Agar tidak dirasuki oleh setan, minimal arahkan pikiran kita untuk memikirkan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan dengan hati yang penuh dengan kesyukuran. Arahkan pikiran kita untuk menyesali perbuatan-perbuatan khilaf dengan hati yang penuh dengan taubat. Dengan demikian, kita akan senantiasa ingat dengan Allah dan berada dalam penjagaan Nya.
    Namun, setan tidak mau tinggal diam. Mereka selalu mencari celah agar kita kufur kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada serta meningkatkan keimanan dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan memperbanyak beribadah kepada Nya.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari zaman dahulu hingga sekarang syaitan menjadi penggoda manusia kedalam jalan kesesatan, salah satu caranya dengan menghasut manusia untuk memiliki sifat iri dan dengki. Iri dan dengki merupakan sifat tercela yang tidak layak untuk dimiliki oleh manusia, perlu kegiatan untuk mencegah sifat ini membumi dalam tubuh manusia. Solusi nya dengan melawan dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT seraya selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan. Dan selalu berpikir positif bahwa kita diberikan sesuai dengan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete