Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2




Oleh Marsigit

Ankala:
Ah..jam 12 malam seperti ini baiknya mikir apa ya? Eheh...kalau aku berlaku wajar saja tentu aku tidak bisa hidup wajar seperti orang lain. Itulah kerugianku dan mengapa Tuhan telah mentakdirkan hidupku yang demikian. Hidup kok susah amat...mau naik sepeda motor bagus tak bisa, makan enak tak bisa, piknik tak bisa. Sementara isteri dan anak selalu nguber-nguber minta uang dan kebutuhan yang lainya.

Mankala:
Wahai suamiku...kenapa tengah malam gini belum tidur. Kelihatannya bergumam dan ngomong sendiri ya? Sulit ya sulit ...kita kan masih punya waktu untuk berusaha?

Ankala:
Rennnnnng...rengggggg...renggggg...wah montor baru jebul enak tenan. Tarikannya kuat, kendalinya enak, dan larinya juga kencang.

Mankala:
Pak...pak...nyebut...nyebut..ini sudah malam...jangan bicara sendiri.

Ankala:
Hai...prajurit...segera ambilkan motor baru di tetangga sebelah itu. Jika tidak boleh ya paksa saja... saya ingin naik motor baru. Apakah yang melarang Mursidin? Suruh ke sini si Mursidin itu! Atau kalau nggak mau ke sini suruh pergi saja dia.

Mankala:
Pak...pak ...kamu bicara apa? Wahai Katola...itu kenapa anakmu? Dia ngronyam sendiri. Malah panggil saya prajurit....pak...pak...

Warga Kampung:
Telah terjadi keributan di rumah Ankala..ada apa? Kenapa bu Mankala suamimu itu?

Mankala dan Katola:
Wahai saudaraku warga kampung...tolong...tolong ...suami saya kesurupan. Tolong pak...

Warga Kampung:
Wah ini yang bisa menangani cuma Bapak Mursidin. Bapak Mursidin ...tolonglah ..tetangga bapak ada yang kesurupan? Mohon bapak bisa menyembuhkannya?

Mursidin:
Lho...kok saya...Saya tidak biasa dan tidak pernah menolong orang kesurupan.

Warga Kampung
Iya..pak..tetapi si Ankala selalu menyebut-sebut nama Bapak. Disamping itu ....diantara warga kampung sini juga tidak ada yang berani mendekat. Bapak di sini dikenal oarng yang ahli doa dan hapal Al Qur’an. Oleh karena itu warga kampung sepakat agar Bapak Mursidin bersedia mendatangi Ankala.

Mursidin:
Oh...lha saya harus bagaimana? Baiklah saya bisanya cuma berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Baiklah saya datang.

Ankala:
Waduh...waduh...panas...panas...kenapa engkau suruh Mursidin ke sini? Suruh dia pergi dari sini...pergi...pergi...pergi...

Mursidin:
Bismillahirrokhmaanirrakhiim...astagfirullah al adzim ...astagfirullah al adzim...astagfirulaah al adzim....Al Fatihah...

Ankala:
Mursidin pergilah...aku tidak kuat...panas badanku...pergilah!

Mursidin:
Ankala

Ankala:
Mursidin

Mursidin:
Berdoalah..

Ankala:
Umpatanku...

Mursidin:
Coba saya pegang tubuhmu...

Ankala:
Jangan...jangan...jangan pegang tubuhku!

Mursidin:
Ankala?

Ankala:
Bukan...aku bukan Ankala ...aku adalah Transenden Lokal Negatif Diraja.

Mursidin:
Lho...kamu itu siapa? Bukankah engkau itu Ankala? Jika engkau bukan Ankala maka asalmu darimana dan tempat tinggalmu itu di mana?

Ankala:
Sekali lagi aku adalah Transenden Lokal Negatif Diraja. Aku yang meguasai kerajaan Batu Keramat tidak jauh dari sini.

Mursidin:
Apa maksudmu mengganggu Ankala dan warga kamung sini?

Ankala:
Hemmm...aku tidak terima..karena semakin sedikit warga kampung sini yang memberikan sesaji di Batu Keramatku.

Mursidin:
Lho..lha...terus apa maumu? Tidaklah semestinya engkau berbuat seperti itu. Oleh karena itu maka pergilah dan kembalilah ke tempatmu semula!

Ankala:
Tidak mau. Aku tidak mau pergi sebelum semua permintaanku dikabulkan.

Mursidin:
Lho ..kalau tidak mau pergi apakah engkau akan melawan kekuasaan Allah SWT?

Ankala:
Siapa pembawa kuasa Allah di sini? Hai Mursidin terimalah pukulanku ini ...dhues ...dhuer...dhues...dhuer...ghoprak...ghabrus...

Mursidin:
Whait..lho...kenapa...ya Allah...ampunilah diriku... ...astagfirullah al adzim ...astagfirullah al adzim...astagfirulaah al adzim....Al Fatihah...

Ankala:
Kenapa tak membalas pukulanku. Aku pukul juga tidak pernah kena engkau? Balaslah pukulanku!

Mursidin:
Tidak..tidak akan saya balas pukulanmu...aku hanya ingin pegang yang ini saja...ini dia ...saya hanya akan pegang dan pijit bagian belakang lututmu.

Ankala:
Wuadhuhhhh....wuadhuhhh...ampunilah diriku...jangan..jangan...sakit..sakit. Kenapa engkau tahu tempat persembunyianku? Lihatlah wahai Mursidin...apa yang tampak di luar sana. Lihatlah aku telah mengundang sepuluh ribu prajuritmu untuk mengeroyok dirimu. Wahai prajurit sepuluh ribu...keroyoklah...keroyoklah ...Mursidin ini!

Prajurit Transenden Lokal Negatif Sepuluh Ribu:
Wahai sang Mursidin...jika engkau teruskan melawan Rajaku...maka akan saya binasakan engkau, keluargamu dan seluruh warga kampungmu. Sekarang tinggal pilih ...aku akan binasa dengan seluruh keluarga dan warga kamungmu atau engkau tidak saling mengganggu dengan kami?

Mursidin:
Lho...yang mengganngu siapa...bukankah dirimu para Jin semua yang telah mengganggu kampungku ini?

Ankala:
Begini saja ..aku sebagai Transenden Lokal Negatif Diraja meminta syarat-syarat agar aku pergi dari sini...?

Mursidin:
Apakah syarat-syaratmu itu?

Ankala:
Pertama aku minta dimandikan seperti orang memandikan mayat. Kedua aku minta air yang dipakai untuk memandikan saya itu berasal dari sepuluh sumur.

Mursidin:
Baiklah jika itu permintaanmu. Tetapi jika sudah aku turuti semua permintaanmu...saya minta engkau dan semua prajuritmu kembali ke tempat asalmu dan meninggalkan desa ini serta jangan mengganggu wargaku lagi.
Wahai warga ...siapkanlah semua syarat..syarat...nya..dan marilah kita mandikan si Ankala ini dengan cara memandikan mayat. Sediakan sepuluh ember dan isilah semuanya dengan air yang berasal dari sepuluh sumur.

Warga:
Huh...dasar Jin terkutuk...minta syarat macam-macam. Ini..airnya empat sepuluh ember tetapi dari empat sumur saja. Kalau dia memang Jin betulan pasti tahu kalau saya tipu.

Ankala:
Emoh..emoh ..aku tak mau dengan air itu. Engkau telah ingkar janji bukannya diambilkan air dari sepuluh sumur tetapi hanya diambilkan dari empat sumur.

Mursidin:
Baiklah semua akan saya penuhi janjiku. Marilah kita mandikan Ankala ini selayaknya kita memandikan mayat. Setelah itu marilah kita berdoa. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

Ankala:
Oh terasa dingin kakiku...bergetar lututku...bergetar perutku...dan bergetar kepalaku...whusssss...Oh di mana diriku ini? Aku terasa lemas sekali. Lho kok banyak orang mengerubungiku? Lho kenapa aku dimandikan seperti orang mati. Aku ini masih hidup. Wahai saudaraku apa yang telah terjadi dan apa yang menimpa diriku? Maafkanlah daku. Mana isteri dan anakku?

Mursidin:
Wahai Ankala dan semua saudaraku. Marilah sekali lagi kita berdoa semoga kita dijauhkan dari segala macam godaan syaitan.

Mursidin, Ankala dan Waga Kampung:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta.

Amiiin..amiin..amiin.

21 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam elegi ini, digambarkan bagaimana syaitan sangat licik dan sangat mahir dalam memperdaya manusia yang beriman sekalipun. Kyai Mursidin yang merupakan orang saleh yang rajin membaca Al-quran menjadi salah satu sasaran dari syaitan untuk dapat menguji keimanannya kepada Allah SWT. Syaitan tidak hanya memperdaya manusia dengan langsung mengajak kepada kemaksiatan tetapi mereka juga dapat memperdaya manusia ke dalam kesesatan sampai-sampai manusia itu sendiri tidak menyadarinya. Hal inilah yang dilakukan syaitan untuk menguji keimanan Kyai Mursidin yang merupakan sosok manusia yang beriman dan gemar membaca Al-quran. Syaitan menebarkan teror terhadap manusia agar manusia takut kepadanya dan melakukan apa yang ia perintahkan. Padahal manusia tidak seharusnya tunduk dan takut kepada syaitan, manusia yang berlaku demikian adalah manusia yang sudah tergoyahkan imannya, karena sesungguhnya hanya kepada Allah lah manusia seharusnya takut dan tunduk.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kyai Mursidin dengan hafalan-hafalan Al-qurannya berusaha untuk mengusir jjin dan syaitan dari tubuh Ankala. Tetapi syaitan yang sangat licik dan pandai meminta kesepakatan kepada Kyai Mursidin dan warga desa untuk melakukan syarat-syarat agar dia tidak mengganggu manusia kembali. Kyai Mursidin menyetujuinya dan melakukan syarat-syarat yang diminta oleh syaitan tersebut. Inilah tipu daya dan muslihat syaitan yang telah berhasil memperdaya kyai Mursidin. Sesungguhnya manusia tidak harus takut dan tunduk terhadap syaitan, apalagi sampai membuat kesepakatan dengannya. Meskipun niat kyai Mursdin baik agar syaitan pergi dan tidak mengganggunya teatapi cara yang dia lakukan adalah salah dan sangat dilaknat oleh Allah SWT. Dia melupakan bahwa hanya kepada Allah lah dia harusnya patuh untuk melakukan segala perintahNYA dan bukan terhadap dzat selain dirinya aapalagi syaitan mahluk yang jelas-jelas dilaknat oleh Allah SWT. Semoga dengan membaca elegi ini, kita sebagai manusia dapat memetik hikmah bahwa apapun alasannya jangan sampai kita menuruti dan membuat kesepakatan atau perjanjian dengan syaitan, karena hal itu adalah jalan bagi perbuatan syirik dan ingkar terhadap Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Banyak orang yang menyekutukan Allah dengan menyembah hal-hal duniawi. Tetapi jika semakin sedikit orang yang menyembah hal duniawi maka syaitan tidak suka dan mereka tidak akan tinggal diam. Syaitan aka berusaha masuk ke dalam hati dan pikiran seseorang untuk menyesatkannya. Jika iman seseorang lemah maka ia dengan mudah dimasuki dan digosa syaitan. Sedangkan jika seseorang memiliki hati yang ikhlas maka syaitan akan kalah karena tingginya keimanan manusia itu kepada Allah SWT. Selalu syukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita jangan sampai kita kufur nikmat dan menjadi jalan masuknya syaitan untuk menyesatkan kita. Serta selalu minta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
    Jika kita merasa iman kita lemah maka banyak-banyak berdzikir agar kita selalu mengingat Allah SWT. Jangan sampai pikiran kita menjadi kosong dan menjadi jalan masuk bagi syaitan untuk mengotori pikiran kita. jangan pernah berpikiruntuk melakukan hal-hal buruk karena syaitan dengan senang hati akan mendukung terlaksananya perbuatan buruk tersebut. Mari kita banyak-banyak bergaul dengan orang sholeh, yang akhlaknya baik. Agar selalu ada yang mengingatkan jika iman kita sedang lemah. Jangan berteman dengan hal-hal yang menjerumuskan kita ke dalam perbuatan syaitan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan terhindar dari godaan syaitan. Aamiin.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya Allah SWT selalu bersama kita, Allah SWT tidak tidur. Allah SWT senantiasa melindungi hambanya yang bertaqwa dan beramal sholeh. Syaiton akan selalu datang mengganggu kita dari mana saja datangnya, dari depan belakang, samping kiri dan kana, atas bawah. Oleh karena itu yang dapat kita lakukan adalah selalu meminta perlindungan dari Allah SWT agar dijauhkan dari gangguan dan godaan syaiton yang terkutuk. Pertebal iman dan taqwa dalam diri kita, senantiasa ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT. Amin…

    ReplyDelete
  5. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih prof, berdasarkan elegi ini, saya merasa diingatkan bahwa sesungguhnya memerdekakan diri dari sifat kurang puasnya keinginan duniawi kita. Bagaimana kita harus bersyukur atas rahmat Allah yang diberikan kepada kita. Namun sering kali, manusia kurang bisa mensyukurinya sehingga menyekutukan Allah hanya untuk memenuhi keinginan duniawi/nafsu belaka.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari elegi ini adalah setan tidak akan pernah menyerah dalam menyesatkan manusia. Senada pada elegi Ritual Ikhlas 43: Kyai Mursidin 1, keadaaan keterpurukan secara keduniawian ditambah lagi juga tipisnya iman spiritual memudahkan setan dalam menyesatkan manusia. Dengan menjaga kebersihan hati dengan senantiasa berdoa, berdzikir dan beristighfar kepada Allah dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati kita bisa dijauhkan dari godaan setan. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu mengingat dan memohon ampunan kepada Allah dan dijauhkan dari godaan setan. Amin.

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sekali lagi Syetan tidak akan berhenti untuk menggoda manusia. Manusia yang jauh dan ingkar dari Allah menjadi sasaran empuk dan mudah untuk dikendalikan. Sedangkan manusia yang taat kepada Allah yang senantiasa mengagunggkan Asma-Nya yang senantiasa membaca kitab-Nya merupakan manusia yang ditakuti oleh Syetan. Mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah sehingga menjauhkan diri dari godaan Syetan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dalam elegi ini diceritakan hanya satu dari sekian banyak tipu daya syaitan untuk menyesatkan manusia. Maka dengan berdoa dan selalu berdzikir mengingat Allah SWT kapanpun dan dimanapun kita berada menjadikan senjata kita untuk melawan hasutan syaitan. Karena syaitan saja tidak pernah lelah untuk menggoda kita kapanpun dan dimanapun kita berada, maka sudah sepatutnya kita membuat benteng sebagai pertahanan diri untuk menggagalkan segala macam cara syaitan mendekati kita. Dan tentunya semoga dengan perlindungan dari Allah SWT kita selalu dijauhkan dari godaan syaitan, dengan niat dalam diri rasa ikhlas untuk meningkatkan iman dan taqwa demi mencapai cinta Allah. Oleh karena itu hendaklah kita selalu berdoa dan berzikir, kemudian selalu berusaha agar ibadah yang dilakukan setiap hari dan semakin hari lebih baik daripada sebelumnya. Dan selalu meminta petunjuk dan hidayah dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Sekuat-kuat kekuatan syetan dan sebanyak banyak syetan maka dapat dikalahkan ketika manusia mendapat pertolongan dan ridho dari Allah SWT. Setiap kali seseorang berada dalam keterbatasan dan menginginkan sesuatu, seringkali memikirkan cara yang cepat untuk mendapatkannya, disana syetan akan merasa senang untuk masuk dalam pikiran dan hatinya, kemudian menghasut untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Agar pikiran dan hati tidak mudah untuk terhasut syetan maka hendaknya selalu beristigfar memohon ampunan Allah dan senantiasa selalu berdoa dan beribadah dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ulasan yang bermakna ini

    Sungguh, sebelum mulai membaca pada isi, ketika saya membaca judu, saya berkata “ini elegi yang ku tunggu-tunggu”. Betapa tidak, bisa jadi ini jawaban dari Elegi Kyai Mursidin 1. Waahh benar-benar ingin tahu bagaimana Kyai Mursidin bersikap dan bertindak pada elegi ini. Bismillah, saya mulai membaca. (Mohon ijin, ini adalah kondisi senyatanya, saya menulis beberapa kalimat ini sebelum mulai membaca elegi ini seutuhnya)

    Dan akhirnya Kyai Mursidin tidak menjadi pengikut si Transenden Lokal Negatif Diraja. Bahkan lewat elegi ini saya melihat bahwa keikhlasan, ketidaksombongan yang menjadi penolong. Dibuktikan pada elegi ini, meskipun sebagai seorang peghafal Al-Quran, Mursidi tidak pernah “mengaku-aku” sebagai orang paling benar dan suci.

    Benar-benar bersyukur diri ini diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk berjumpa pada elegi-elegi ini

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Setan selau menggoda manusia. Mereka sangat menyukai orang-orang yang sedang risau, tidak mau berusaha, dan terlebih lagi tidak mau beribadah. Dan itu semua juga merupakan keberhasilan dari godaan setan. Mereka mudah merasuki orang-orang yang sedang berpikiran kosong. Elegi ini menunjukkan bahwa untuk melawan godaan setan tidaklah memerlukan kekuatan apapun, kecuali dengan berdoa dan memohon pertolongan allah. Allah SWT akan selalu menjaga orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  12. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Syeitan yang dalam elegi ini dimisalkan dengan Transenden Lokal Negatif akan terus menggoda manusia sampai manusia itu ikut padanya. Syeitan bahkan dapat masuk ke dalam tubuh manusia yang imannya sedang lemah. Oleh karena itu, sebaiknya kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan kita. Keimanan yang kuat dan keadaan diri yang senantiasa mengingat Allah akan menyulitkan syeitan untuk masuk ke dalam diri kita. Syeitan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia sampai manusia itu mengikuti kehendaknya karena syeitan adalah sebenar-benarnya musuh yang nyata bagi manusia.

    ReplyDelete
  13. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Akibat dari tidak bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki dan apa yang telah Allah berikan selama hidupnya. Jika selalu merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki, yang ada hanyalah mengeluh tetapi tidak mau berusaha, dan menghalalkan segala cara, ini lah tanda-tanda dari pengikut syitan. Dan orang yang seperti itu sangat mudah dihinggapi (kesurupan) syaitan. Untuk mengusir syaitan dari tubuh tidak lah mudah jika orang tersebut hatinya tidak bersih dan tidak dekat dengan Allah (dekat disini maksudnya sering doa, dzikir, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya), tetapi bagi mereka yang biasa meminta pertongan Allah, dan yakin Allah akan memberikannya, Allah pun akan memudahkan segala hal sesulit apapun.

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi Ritual Ikhlas 44 menjelaskan bahwa hanya kepada ALLAH SWT kita meminta, kita berdoa, karena hanya kepadaNya juga kita akan kembali. Sehingga sebagai manusia janganlah tergoda oleh syaitan dengan hal-hal yang bersifat duniawi, karena kita hidup di dunia hanyalah sementara, harta dan kekayaan, gelar, pangkat, jabatan hanyalah titipan. Karena semua yang ada di dunia ini akan kembali kepada pemiliknya yaitu ALLAH SWT dan yang tersisa hanya amal dan perbuatan kita.

    ReplyDelete
  15. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Membaca elegi ini, saya jadi teringat kejadian waktu SMA.Kakak-kakak kos yang perempuan mengalami kesurupan.Dan ketika kesurupan di tengah malam yang buta meminta hal yang neh-aneh.Namun sehebat apapun jin mendiami tubuh manusia tetap saja tak mampu menyaingi ayat-ayat Allah.Biasanya orang-orang yang kesurupan ketika dilantunkan ayat-ayat Al-quran akan berteriak sekencang-sekencangnya.Untuk menghindar dari hal-hal tersebut dalam keaadan apapun banyak-banyak mengingat Allah SWT dan memohon perlindungan kepada-Nya.

    ReplyDelete
  16. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Jelaslah bagaimana akhlak seseorang jika orang itu dekat dengan Tuhan dan menjadikan Al-Qur'an dan hadits menjadi pedomannya. Bapak Mursidin yang sebenarnya menjadi target kebencian dan keirian Ankala, malah membantunya di saat Ankala berada dalam kesulitan. Sungguh indah akhlak orang seperi Pak Mursidin, tidak membalas kebencian dengan kebencian, justru dengan rasa kasih sayang dan saling membantu.

    ReplyDelete
  17. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Syaitan mempunyai banyak cara untuk menggoda dan menjerumuskan manusia. Syaitan juga sangat senang pada orang yang memiliki sifat-sifat negatif atau buruk seperti, malas, sombong, jarang berdoa, imannya lemah, suka melamun, hatinya kosong. Maka sungguh rugi besar kita jika kita memiliki sifat-sifat yang seperti itu, karena akan dikelilingi oleh syaitan yang akan menggoda kita dan terus membawa kita pada hal-hal negatif. Sehingga mohon ampunlah atas segala perbuatan yang telak yang telah kita perbuat dengan berdoa, ikhlas, jujur, dan bertaqwa kepada Tuhan. Niscaya syaitan akan menjauh dan hidup kita akan menjadi lebih tenang dan terhindar dari hal-hal negatif tersebut.

    ReplyDelete
  18. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alaikum Wr. Wb.

    Syaitan memanglah selalu mempunyai ambisi yang jahat untuk menggoda manusia yang beriman kepada Allah SWT. Mereka mempunyai berbagai macam cara untuk selalu menggoda manusia dalam keadaan apapun. Semakin tinggi iman seseorang maka semakin kuat pula jin akan menggodanya, bahkan yang turun langsung dalam menggoda manusia tersebut adalah Raja dari para jin tersebut.

    ReplyDelete
  19. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Entah mengapa saya senang membaca akhir kisah ini. Kebaikan menang dalam pertempuran melawan keburukan. Inikah yang disebut ikhlas dalam hati dan namun juga berpikir kritis... Saat dimana hati semestinya tidak bertanya mengenai mengapa kebaikan selalu menang melawan keburukan. Ini sungguh bukan sesuatu yang sopan, jauh dari etik dan estetika. Ini sama dengan mempertanyakan keberadaan Allah.
    Ampunilah aku ya Allah.
    Trimakasih, kisah Kyai Mursidin... kisah yang sebenarnya sering terdengar juga dengan tokoh tokoh berbeda, namun menjadi sedemikian bermakna ketika membacanya dalam kondisi belajar filsafat. Sekali lagi, terimakasih. Juga untuk ritual ikhlas yang hampir selesai aku jalani, aku baca ini.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca elegi ini membuat saya semakin menyadari bahwa sebaik-baik jalan keluar terhadap segala kesulitan yang ada adalah tawakal kepada Allah. Segala sesuatu yang diserahkan kepada Allah, maka Allah pula yang menghendaki-Nya. Kebaikan dan keburukan sejatinya memiliki dimensi ruang dan waktu yang semata-mata dapat melemahkan dan menguatkan pondasi spiritual seseorang.

    ReplyDelete
  21. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa syaitan selalu mempunyai banyak cara untuk menggoda manusia. Terlebih bagi manusia yang sedang mengalami kegelisahan, jarang beribadah, dan mengalami penurunan iman, syaitan akan mencari celah untuk masuk dan menyesatkan manusia. Untuk itu kapanpun dan dimanapun kita berada, hendaklah selalu berdzikir, memohon pertolongan dan ampunan Allah SWT agar terhindar dari godaan syaitan.
    Dan dari elegi ini juga saya belajar bahwa sebagai manusia tidak ada sedikitpun yang pantas kita sombongkan karena semuanya hanyalah milik Allah SWT. Seperti Kyai Mursidi yang tidak sombong atas ilmu yang dimilikinya meskipun ia seorang penghafal Al-Quran. Karena sesungguhnya semua hanyalah miliki Allah SWT, maka kepada Allah SWT kita harus memohon pertolongan.

    ReplyDelete