Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat




Oleh Marsigit

Ass karena pentingnya isi dan pesan dari elegi berjudul Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat, maka berikut saya tayangkan kembali dan saya beri judul baru seperti di atas. Selamat membaca, semoga menambah pencerahan baru. Amin


Metafisika Filsafat

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.

Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedangkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa Pendidikan Sain:
Maaf P Marsigit, saya ingin bertanya apakah perbedaan Sain, Filsafat Sain dan Filsafat Pendidikan Sain?

Marsigit:
Menurutku, pengertian Sain merentang pada dimensinya. Pada tataran Spiritual, Sain adalah Rakhmat dan Karunia Tuhan. Pada tataran Filsafat atau tataran Normatif, Sain adalah sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu. Maka pada tataran Filsafat atau Normatif, Sain adalah Pikiran Para Filsuf; dia meliputi metode berpikir dan pembenarannya. Pada tataran Filsafat maka Sain itu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri. Pada tataran Formal, Sain adalah berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan ilmu-ilmu bidang atau ilmu-ilmu cabang. Pada tataran Formal, umumnya Sain bersifat positive dengan metode utamanya adalah metode ilmiah. Sedangkan pada tataran Material, maka Sain merupakan teknologi (terapan) yang menghasilkan karya-karya atau produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, termasuk kebutuhan melakukan eksplorasi alam semesta. Sedangkan Filsafat Sain berusaha merefleksikan kerja dan karya para ilmuwan (saintis); mengapa dan bagaimana mereka menemukan suatu temuan, menghasilkan suatu produk dan dampak-dampaknya. Filsafat Pendidikan Sain berusaha merefleksikan Pendidikan Sain dalam konteks Ruang danWaktunya. Obyek dari Filsafat Pendidikan Sain adalah semua yang ada dan yang mungkin ada dalam Pendidikan Sain. Jadi obyeknya bisa meliputi Guru Sain, Metode Mengajar sain, Siswa Belajar Sain, Evaluasi Pembelajaran sain, Sumber Belajar Sain, dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Mahasiswa Pendidikan Sain
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan Pendidikan Matematika atau Pendidikan sain?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika atau pendidikan sain. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA, kemudian keluar naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika atau pendidikan sain..

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya. Hal yang demikian tentu berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disiplin maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Tentu hal yang demikian berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah Filsafat Ilmu? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien.

Selamat berjuang.

94 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Belajar berpikir untuk mendapatkan ide yang luas dan dapat dipertanggung jawabkan itulah belajar filsafat. Belajar filsafat membuat otak kita memikirkan tentang pendapat orang lain dan pendapat diri kita sendiri tanpa harus dibebani dengan emosi yang menyatakan pendapat mana yang paling benar. Belajar filsafat juga membuat kita menghargai .

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatiku. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakunanku. hal ini juga pernah disampaikan dalam perkuliahan saya bersama bapak marsigit saat saya bertanya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan agama, bapak marsigit menyampaikan bahwa filsafat adalah ranah pikiran sedangkan agama adalah ranah hati.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Objek dari filsafat sangat luas sehingga membutuhkan banyak waktu untuk belajar dan yang paling penting harus rajin membaca dengan disertai pemahaman dan penghayatan pengetahuan yang didapat. Ketika melakukannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh semoga wawasan kita semakin luas, pemahaman kita tentang suatu objek dapat lebih dalam lagi, dan kemampuan kita dalam berpikir bisa lebih kritis agar mampu membaca fenomena dalam pendidikan dan mencari solusinya dengan baik dan dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Elegi di atas menjelaskan lebih dalam mengenai filsafat, mengenai objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada. metafisika merupakan ilmu pengetahuan mengenai sesuatu yang nonfisik baik itu yang ada atau yang mungkin ada. elegi dibuat menyederhanakan bahasa filsafat, agar pembaca dapat memahami filsafat sesuai dengan konteks kehidupan. salah satu tujuannya adalah supaya para pembaca mampu untuk merefleksikan dirinya, pembaca mampu untuk menerjemahkan hal-hal yang ada di sekitarnya, dan juga untuk menumbuhkan sikap berpikir kritis akan sesuatu.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari tentang penyebab segala sesuatu sehingga yang mungkin ada mnjadi ada. Sering disebut sebagai disiplin filsafat yang memerlukan daya abstraksi tinggi karena bermetafisika membutuhkan intelektual yang sangat besar. Filsafat metafisika dimulai sejak jama Yunani kuno hingga Aristoteles yang menyebut sesuatu yang mengkaji hal-hal yang sifatnya diluar fisika sebagai filsafat pertama (prote philosophia) untuk membedakannya dengan filsafat kedua yaitu disiplin yang mengkaji hal-hal yang bersifat fisika.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Objek dari filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Tugas seorang guru ialah bagaimana murid-murid mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari saat proses kegiatan belajar mengajar. Luasnya dunia ialah seluas pikiran kita. Sehingga bagaimana kita dapat membuat murid-murid kita mempunyai pikiran seluas dunia adalah tugas kita sebagai guru. bagaimana seorang guru dapat membuat pembelajaran yang menyenangkan dan menarik siswa siswa tidak akan pernah bosan di dalam pembelajaran yang terjadi.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Metafisika adalah cabang filsafat yang mendasari atas adanya hukum sebab akibat.belajar berbagai cabang filsafat membuat kita menghargai pendapat dan pemikiran setiap orang. dan bersikap berhati hari dalam menjalankan hidup

    ReplyDelete
  8. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 20. Dari elegi ini saya memperoleh ilmu yang baru mengenai metafisika filsafat. ilmu yang benar-benar baru. Mungkin saya belum bisa begitu memahami elegi ini, namun setidaknya membacanya dapat meningkatkan dimensi pemikiran kita. Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Antara individu yang satu dengan yang lain akan saling berhubung jika saling memiliki ilmu. Ilmuku adalah ilmumu. Ilmumu adalah ilmuku. Walaupun ilmu yang dimiliki tak harus sama diantara keduanya. Suatu yang kontradiksi diantara keduanya akan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Metafisika adalah cabang filsafat yang harus di teliti keberadaanya. Metafisika berkaitan dengan objek formal filsafat yaitu menelaah secara keseluruhan sehingga dapat mencapai hakikat dari objek materialnya. Adapun objek formalnya membahas objek material itu sampai ke hakikat atau esensi yang dihadapinya.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pengetahuan mistik ( metafisika ) adalah pengetahuan supra-rasional tentang obyek yang supra-rasional. Banyak pandangan yang telah membawa perubahan besar pada pola pikir manusia dan masyarakat modern, yang mendasarkan diri pada filsafat rasionalisme dan empirisme, sehingga realitas yang dianggap nyata adalah yang empirik, atau yang bisa dipikirkan secara rasional. Di luar semua itu, dipandang dan diyakini sebagai sesuatu yang tidak nyata. Inilah yang disebut dengan aliran intuisionisme. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diperdiksi. Intuisi inilah yang menjadi pengetahuan mistik. Namun seiring perkembangan zaman, pengetahuan mistik menjadi terkesampingkan, akibat dari positivisme dan kemajuan ilmu pengetahuan maka comte pun menganjurkan pola hidup sekuler dengan cara meninggalkan hal-hal yang berbau mistik ataupun agama karena merupakan anakronisme yang harus ditinggalkan.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dengan belajar filsafat kita bisa lebih kritis terhadap sesuatu, baik yang ada maupun yang mungkin ada, dan kita juga dapat melakukan refleksi atas sesuatu tersebut. Manfaatnya bukan hanya dalam bidang pendidikan matematika, namun dalam kehidupan yang luas. Dengan mempelajari filsafat, kita diberi kesempatan untuk menjadi lebih aktif mengambil bagian dalam menghadapi perubahan zaman.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah saya membaca elegi di atas, saya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Bapak Marsigit yang senantiasa membimbing kami dalam memahami hakikat pembelajaran matematika yang sesunggunya. Di mana hal ini sangat mendukung kami dalam persiapan atau bekal menjadi seorang guru. Awalnya, saya memang merasa asing mendengar penjelasan teori-teori filsafat. Banyak istilah asing yang tak kuketahui. Sebab, pembelajaran matematika yang saya alami sebelumnya hanya sebatas pada penggunaan berbagai rumus-rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal-soal matematika.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi-elegi yang telah Bapak berikan sangat membantu pemahaman kami, baik tentang hakikat belajar, hakikat pembelajaran, hakikat LKS, hakikat siswa diskusi, pembelajaran inovatif, dan lain-lain. Bermula dari refleksi, semoga ilmu-ilmu yang telah diberikan dapat diimplementasikan tidak hanya menjadi angin lalu belaka. Akan tetapi perlu diingat, penggunaan filsafat pendidikan harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Elegi di atas juga mengingatkan kita untuk selalu melakukan segala sesuatu menggunakan olah hati dan olah pikiran dalam rangka mencapai puncak gunung es.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya dapatkan dari elegi tersebut adalah bahwa kajian Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Untuk menerapkan filsafat dalm kehidupan sehari-hari digunakan metode menerjemahkan dan diterjemahkan. Filsafat berada dekat dalam diri kita dan menggunakan filsafat itu harus pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kehidupan, kita harus bisa menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Hanya diri kita yang mengetahui mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menggunakan pikiran kritis dan hati yag jernih dalam menentukan sebuah pilihan serta diiringi dengan doa. Semoga Allah SWT senantiasa selalu memberi pentunjuk kepada kita dalam memilih sesuatu yang terbaik. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sekali lagi, dalam mempelajari filsafat tidaklah mudah, termasuk memahami elegi diatas. Diperlukan hati dan pikiran yang jernih untuk mampu menangkap makna yang ada dalam elegi ini. Tapi percayalah dengan membaca berulang-ulang, kita akan mampu memahami elegi ini. Mari kita coba.

    ReplyDelete
  18. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metafisika ialah penjelasan kita tentang suatu hal. Hal ini erat kaitannya dengan filsafat, karena dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika atau filsafat sain kita akan mampu memahami suatu hal secara keseluruhan. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa filsafat itu merupakan olah pikir, sedangkan yang merupakan olah pikir dan juga meliputi olah hati adalah agama. Karena itu saat mempelajari suatu hal terutama filsafat, kita juga perlu dilandasi oleh rasa ikhlas dan bersungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  19. Filsafat merupakan pencarian terhadap kebaikan atau kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dicapai apabila seseorang mempunyai pengetahuan tentang kehidupan atau apa yang menjadi inti dari kehidupan. Memaknai kehidupan tentu memerlukan pencarian dan pengetahuan tentang kehidupan tersebut. Jika filsafat adalah pencarian kebijaksanaan maka metafisika filsafat merupakan pengetauan apa dibalik pencarian kebijaksanaan itu. Stelah mengetahui kebijaksanaan kemudian apa selanjutnya. Tidak ada berkesudahan dalam melakukan kebijaksanaan, perubahanlah yang selalu tetap terjadi. Manusia harus berjalan secara dinamis agar dia menjadi lengkap, bukan berjalan statis walaupun konsisten tetapi dia menjadi tidak lengkap.

    ReplyDelete
  20. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 1770125
    PEP S2 B 2017

    Semakin banyak lagi menemui terjemahkan dan menterjemahkan, filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada, filsafat mengabaikan ruang dan waktu. Terdapat hal yang sangat baru yang memang baru saja saya ketahui dari postingan di atas, salah satunya adalah jebakan filsafat. Kemudian ada juga hal yang menimbulkan kegelisahan, terlepas dari siapa orangtua berambut putih, elegi, pak marsigit, saya sangat bingung dengan apa yang dimaksut bahwa saya akan termakan mitos-mitos. Mungkinkah jawabanya ada pada blog ini? saya akan berusaha. Oh iya sebenarnya ada satu kecurigaan tidak beralasan, apakah dengan mempelajari semua elegi bapak pada blog ini saya akan terjebak mitos-mitos bapak. Tapi saya yakin bahwa ilmu itu dicari, saya akan melanjutkan perjalanan saya

    ReplyDelete
  21. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya salut dengan karakter Bapak yang selalu rendah hati dalam berkata dan berbagi atas kemampuan yang ada di dalam diri Bapak serta pengalaman yang begitu berharga. Saya sangat menikmati saat membaca ulasan ini. Terselip di dalamnya nilai-nilai positif, antara lain sosok fasilitator yang menginginkan kemandirian yang kuat pada diri mahasisanya. Selain itu, memberikan keluwesan dalam berpikir sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Namun, saya berpikir bahwa filsafat sangat diperlukan sebagai refleksi pada masing-masing ilmu. Keunikan dari ilmu filsafat adalah kita bisa menjelaskan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  22. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Seseorang yang berilmu, meskipun fisiknya telah meninggalkan kita, namun pikiran dan karyanya akan selalu bersama dengan kita, sehingga mereka akan tetap hidup di dalam hati dan pikiran kita. Mari kita ambil hal-hal yang positif dari seseorang, entah itu ilmunya atau karya-karyanya. Janganlah melihat dari sisi negatifnya, karena tentunya mereka juga adalah manusia. Seorang guru akan selalu dikenang oleh para murid-muridnya akan jasanya dalam mengajarkan ilmu-ilmu yang positif, dimana hal tersebut akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir sepanjang masa.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dri elegi ini saya mempelajari beberapa hal. Pertama yaitu berkaitan dengan mitos. Seseorang tidak boleh mandeg atau berhenti dengan suatu, karena bisa jadi ia akan termakan oleh mitos dirinya sendiri atau mitos orang lain. Contohnya, kadang sebagai seorang guru kita perlu memberi waktu kepada siswa untuk mencari pengetahuannya sendiri tanpa di paksa oleh guru, agar siswa itu berkembang dan tidak termakan oleh mitos gurunya.
    Selanjutnya yaitu berkaitan dengan filsafat. Filsafat meliputi apa yang ada dan yang mungkin ada. Diri kita adalah ada berarti filsafat juga meliputi diri kita. Serta filsafat juga sesuai dengan ruang da waktunya.

    ReplyDelete
  24. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Filsafat memiliki arti yang luas. Objek filsafat pun juga luas. Maka membiasakan diri untuk membaca adalah salah satu usaha untuk mempelajari filsafat. Dengan membaca pikiran para filsuf, menerjemahkan ke dalam persepsi masing-masing dan berfilsafat tanpa melenceng dari pikiran para filsuf. Belajar filsafat jangan setengah-setengah karena sesuatu yang tidak dikerjakan dengan tuntas maka hasilnya juga tidak akan optimal. Oleh karena itu dengan melakukannya dengan ikhlas dan sunguh-sungguh akan menambah wawasan dan membawa kita berpikir kritis dan bijak dalam menerjemahkan dan diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Filsafat merupakan refleksi, dan dalam mempelajari filsafat baiknya tidak sepotong-potong. Dengan berfilsafat kita dapat merefleksikan segala sesuatu, misalkan filsafat pendidikan matematika, kita merefleksikan bagaimana pendidikam matematika itu sendiri. Mempelajari pemikiran para filsuf, mempelajari keadaan yang kita alami sekarang dan menuangkan hasil refleksi kita merupakan cara kita untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami memahami bahwa filsafat itu adalah olah pikir. Dengan belajar dan berlatih berfilsafat seseorang diharapkan untuk mampu berpikir kritis dengan segala sesuatu, baik yang ada maupun yang mungkin ada. Untuk memikirkan yang ada dan yang mungkin ada tidak lain dan tidak bukan adalah dengan membaca, menterjemahkan dan merefleksikan. Sehingga kita bisa menjadi saksi terhadap objek yang ada dan yang mungkin ada tersebut.

    ReplyDelete
  27. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Filsafat mewakili segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Dengan diriku dan bukan diriku aku bisa membangun duniaku. Kalimat-kalimat motivasi yang sangat luar biasa tersirat dari elegi-elegi yang ditulis Prof.Marsigit. pikiran ini rasanya melayang layang ketika membaca elegi. Dan harus segera turun untuk kembali merefleksikan dan menerapkan nilai-nilai atau pesan yang tersirat dari setiap elegi. Hal metafisik yang kadang tidak kita pahami, dan sering menjadi intuisi bagi kita.

    ReplyDelete
  28. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pengertian filsafat mempunyai banyak sekali makna. Pemahaman masing-masing individupun berbeda-beda. Hingga pada akhirnya filsafat itu adalah dirimu sendiri. Seperti halnya pengertian matematika, para ahli mendefinisikannya menurut sudut pandang mereka. Jadi, pengertiannya pun sangat beraneka ragam. Filsafat memiliki cakupan yang sangat luas dan makna menurut masing-masing orang pun juga sangat luas tergantung sudut pandang yang mereka gunakan. Filsafa juga merupakan ilmu tertinggu di bawah spiritual yang menjadi dasar dari disiplin ilmu yang lainnya.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    177012251038
    PEP B

    Filsafat adalah mempelajari tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep yang mendasar. Pada prosesnya benar-benar diperlukan adanya logika berfikir yang kritis. Mendalami filsafat dapat dilakukan dengan mengutarakan pendapat dan alasan yang tepat untuk solusi yang sedang dihadapai. Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari tentang suatu penyebab sehingga hal yang dipelajari menjadi ada ataupun tidak ada. Metafisika merupakan kajian mengenai keberadaan zat, hakikat pikiran, dan hakikat yang berkaitan dengan zat dan pikiran.

    ReplyDelete
  30. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Setelah membaca elegi di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa filsafat merupakan hasil dari oleh pikir kita. Seperti yang selalu disampaikan oleh Prof Marsigit bahwa Filsafat adalah dirimu sendiri. Objek kajian fisafat adalah semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan segala yang mungkin ada. Belajar filsafat juga tidak boleh secara parsial atau sepotong sepotong. Belajar filsafat juga harus sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Filsafat dan Pendidikan matematika sangat berkaitan. Sesuai dengan ilustrasi di atas, jika kita hanya belajar pendidikan matematika saja, maka kita tidak akan dapat mempelajari dan menyampaikan ilmu pendidikan matematika secara utuh dan menyeluruh. Dengan mempelajari filsafat dari pendidikan matematika, kita baru dapat melihat pendidikan matematika itu secara keseluruhan dan dari sudut pandang yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  31. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari menurut bapak prof Marsigit dalam elegi ini yaitu dengan menggunakan metode menerjemahkan dan diterjemahkan. Filsafat merupakan pola pikir, untuk memahami dan mempelajari filsafat dalam kehidupan sehari hari sebaiknya kita memulainya dengan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, sebab hal yang kita anggap positif tidak selalu bermakna baik begitupula dengan hal yang kita anggap negatif tidak selalu bermakna buruk.
    Terimakasih pak, melalui membaca elegi dan berkomentar diblog ini secara tidak langsung dapat melatih dan mengembangkan kemampuan metafisik kami (para pembaca).

    ReplyDelete
  32. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Setelah membaca tulisan bapak, saya dapat menyimpulkan bahwa filsafat adalah tentang olah pikir yang meliputi objek yang ada maupun yang mungkin ada. Ilmu yang kita miliki juga harus terus ditambah dan direfleksikan karena kalau tidak, ilmu tersebut akan menjelma menjadi mitos dan membuat kita statis di keadaan kita sekarang dan tidak mengarah ke perubahan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  33. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Metafisik adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Metafisik filsafat yang pertama adalah filsafat itu refleksi yang memperhatikan ruang dan waktu. Metafisik filsafat yang kedua adalah filsafat itu olah pikir, sedangkan agama olah pikir dan olah hati, sehingga filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita. Metafisik filsafat yang ketiga ialah tujuan mempelajari filsafat, tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Metafisik filsafat yang terakhir adalah filsafat memikirkan hal sedalam mungkin bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya. Masih banyak lagi metafisik-metafisik yang lain tentang filsafat. Jadi, selagi kita berusaha untuk menjelaskan mengenai sesuatu, maka kita melakukan metafisik.

    ReplyDelete
  34. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum Prof,
    Seperti yang disampaikan dalam elegi ini, metafisika merupakan penjelasan pada setiap objek yang ada dan yang mungkin ada. Itulah pentingnya belajar filsafat. Filsafat mengajak untuk mengetahui banyak hal, lebih sopan terhadap ruang dan waktu dan juga meningkatkan sensitivitas sehingga mampu merefleksikan dan mengkritisi segala sesuatu. Setelah belajar filsafat, mahasiswa diharapkan lebih mandiri dan mampu berpikir kritis dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Seperti halnya ketika menjadi seorang guru, guru tidak hanya pasif melakasanakan tugasnya, tetapi mampu memberikan masukan dan pengembangan demi memberdayakan murid sehingga dapat meningkatan kualitas pendidikan. Hal itu memuat banyak hal, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam pendidikan.
    Seperti yang disampaikan dalam elegi ini, metafisika merupakan penjelasan pada setiap objek yang ada dan yang mungkin ada. Itulah pentingnya belajar filsafat. Filsafat mengajak untuk mengetahui banyak hal, lebih sopan terhadap ruang dan waktu dan juga meningkatkan sensitivitas sehingga mampu merefleksikan dan mengkritisi segala sesuatu. Setelah belajar filsafat, mahasiswa diharapkan lebih mandiri dan mampu berpikir kritis dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Seperti halnya ketika menjadi seorang guru, guru tidak hanya pasif melakasanakan tugasnya, tetapi mampu memberikan masukan dan pengembangan demi memberdayakan murid sehingga dapat meningkatan kualitas pendidikan. Hal itu memuat banyak hal, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Benar sekali Pak, elegi ini sangat menambah pencerahan baru, terutama mengenai filsafat dan matematika. Dan yang baru saya ketahui lagi adalah mengenai jebakan filsafat. Berarti boleh kan saya berkata, jika orang yang susah menggapai ikhlas tanda orang yang terkena jebakan filsafat?. Karena filsafat adalah olah pikir, maka di dalam filsafat ada pantangan, tujuan, jebakan. Dengan begitu kita diharuskan mengimplementasikan segala yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunya. Maka, jika sedikit saja kita melenceng dari ruang dan waktunya, kita telah berbuat dzolim kepada subjek yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  36. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Setiap cabang ilmu memiliki korelasi atau hubungan dengan filsafat,seperti filsafat dengan pendidikan matematika, filsafat dengan pendidikan sains.Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul”Filsafat pendididkan agama islam”.Saya ingin mengutarakan sebuah pertanyaan,Bagaimanakah hubungannya antara filsafat ilmu denga filsafat pendidikan agama islam?Mohon pencerahannya Pak prof,sebelumnya terimakasih banyak.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Metafisik pada dasarnya ada dalam kehidupan semua makhluk hidup. Seseorang dengan metafisik dapat berbagi apa saja yang dia punya termasuk ilmu pengetahuan. Misalnya saja sesorang yang berilmu pengetahuan meninggal, fisiknya sudah tidak ada tetapi ternyata metafisik itu masih ada, yaitu berupa karya-karya atau ilmu pengetahuan yang dulu pernah diajarkan saat masih hidup.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya teringat oleh pernyataan Pak Marsigit terkait dengan laboratorium filsafat. Jika manusia berniat untuk membuat laboratorium filsafat maka, seisi semesta inilah laboratoriumnya. Pernyataan tersebut sekaligus menjawab betapa luasnya filsafat, dan kemampuan filsafat untuk menterjemahakan seluruh ilmu pikiran. Maka dari itu filsafat bukanlah sekedar alat bagi manusia untuk memikirkan kehidupan atau memikirkan tentang bidang ilmu pengetahuan. Filsafat berarti menghidupkan pikiran. Filsafat bukan sekedar bagaimana cara membaca buku filsafat, melainkan bagaimana cara berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  39. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 21 ini saya memahami bahwa filsafat adalah olah pikir seseorang. Jadi dalam menuntut dan mempelajari ilmu berarti seseorang telah mulai berfilsafat melalui olah pikirnya dengan cara berpikir kritis dan peka terhadap suatu fenomena yang terjadi. Maka menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari meliputi lingkup yang ada dan yang mungkin ada dengan cara terjemah dan menerjemahkan, merefleksi dan mempelajarinya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Semoga kita semua bisa menjadi saksi terhadap berbagai pemikiran yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  40. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb. Metafisika adalah salah-satu cabang filsafat yang kurang lebih berarti suatu konsep di luar dari dunia fisik (nonfisik). Ide, pengetahuan, mimpi, dll adalah hal yang dapat disebut metafisik. Pada dasarnya, metafisikan sangat dibutuhkan dalam filsafat. Tanpanya kita tidak bisa meraih kebijaksanaan. Coba bayangkan kehidupan fisik tanpa pengetahuan. Hidup hanya kan menjadi manusia bernyawa tanpa perasaan dan pemikiran.

    ReplyDelete
  41. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Berfilsafat membuat kita dapat mengetahui dan mempelajari banyak hal, termasuk dapat mengetahui dan mempelajari bidang-bidang ilmu yang lain. Pada dasarnya belajar filsafat memang lah harus mempunyai olah pikir yang baik dan mempunyai daya pikir yang kritis cukup tinggi. Jadi berfilsafat harus ada yang melandasinya yaitu dengan keyakinan spritual yang ada pada hati kita, agar pemikiran yang kita miliki tidak melampaui batas dari spritual. Jika berfilsat tidak dilandasi dengan keyakinan spritual maka Ilmu yang kita dapatkan dapat mengacaukan keyakinan spritual yang ada pada hati kita.

    ReplyDelete
  42. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Belajar filsafat adalah sebuah hal baru bagi saya. Objeknya adalah yang ada maupun yang mungkin ada. Maka filsafat itu luas. Tapi ia juga mendalam. Sehingga begitu luasnya filsafat sampai ia tak terbatas, karena yang sifatnya masih mungkin ada pun merupakan objek dalam filsafat. Filsafat adalah olah pikir, maka setiap dari kita memiliki filsafat kita masing-masing. Meskipun kita memiliki filsafat kita masing-masing, tapi itu tidak berarti kita tidak membutuhkan filsafatnya orang lain. Karena filsafat kita berkembang sesuai dengan pengalaman kita. maka membaca elegi-elegi yang ditulis oleh prof Marsigit merupakan salah satu upaya kita dalam mengembangkan filsafat kita. terima kasih Prof Marsigit atas elegi-elegi yang selalu menemani kami dalam belajar filsafat.

    ReplyDelete
  43. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    "sebenar-benarnya filsafat mu ialah pikiranmu sendiri" itu adalah hal selalu yang bapak katakan ketika didalam perkuliahan. filsafat ialah pikiran yang ada didalam pikiran sang pencari ilmu filsafat. mempelajari filsafat tidak bisa hanya dalam sekejap. filsafat ialah refleksi dari hal-hal yang lainnya. terbentuk dari pengalaman pengalaman dan bacaan bacaan si pencari ilmu. karena filsafat ialah sebenar benarnya pikiran maka jangan pernah mencampuradukkan pikiran dan hati. karena ada hal-hal dalam agama yang tidak bisa dijelaskan melalui logika.

    ReplyDelete
  44. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya elegi elegi ini adalah mitos juga jika para siswa tidak berusaha menggapai logos.
    Berusaha mencapai target berkomentar sebanyak mungkin tapi tidak sungguh sungguh membaca elegi. Terjebak dalam kepalsuan, ketidakikhlasan belajar. Kena jebakan filsafat.
    Saya memaafkan Pak Marsigit Dan saya juga mohon maaf, sebab terkadang belum bisa memahami maksud dari elegi elegi. Ada komentar yang tidak sepenuh hati saya buat.
    Namun saya senang belajar filsafat. Semoga saya dan teman teman dapat menjadi saksi ilmu ilmu pengetahuan yang sudah kami pelajari.

    ReplyDelete
  45. Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat
    Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Metafisika filsafat adalah penjelasan dari yang ada dan yang mungkin ada. Belajar filsafat merupakan kegiatan menerjemahkan dan diterjemahkan. Obyek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam belajar filsafat, metafisika merupakan hal yang penting. Untuk dapat melakukan metafisika maka perlu usaha untuk belajar, membaca, menambah pengalaman dan wawasan, serta komunikasi dengan orang lain. Dengan begitu maka akan mampu untuk memberikan penjelasan dari yang ada dan yang mungkin ada. Karena untuk menyebutkan yang ada dan yang mungkin ada jumlahnya tak terbatas maka untuk menjelaskannya pun juga perlu adanya usaha yang tak terbatas, yaitu usaha untuk terus menerus belajar dan membaca serta meningkatkan aktivitas metafisika agar kualitas dalam berfilsafat juga meningkat. Selain itu juga diiringi dengan keikhlasan di dalam hati agar terhindar dari kesombongan-kesombongan yang dapat menghancurkan semua yang dimiliki.

    ReplyDelete
  46. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Wah, saya terenyuh ketika membaca bagian jebakan filsafat. Saya lalu bertanya dalam hati, apakah saya membaca dan mengomentari elegi-elegi ini hanya untuk mendapatkan nilai? Atau saya telah sungguh-sungguh ingin mempelajari ilmu filsafat? Semoga kita tidak terperangkap di dalam jebakan filsafat. Sebagai mahasiswa, tentu memperoleh nilai adalah tujuan saya. Tetapi saat ini keinginan saya setidaknya setelah mempelajari filsafat, saya mampu merefleksikannya ke dalam diri sendiri, tidak hanya mengejar nilai.

    ReplyDelete
  47. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berfilsafat tujuannya adalah untuk menjadi saksi, jika seseorang tidak berfilsafat maka orang tersebut sudah gagal dalam menjadi saksi. Filsafat merupakan olah pikir dan hal yang lebih tinggi dari olah pikir adalah olah hati yang letaknya ada pada ilmu spritual. Alangkah baiknya jika kita mempelajari keduanya secara seimbang agar pikiran dan hati keduanya bekerja secara harmonis.

    ReplyDelete
  48. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Berfilsafat bisa memperlebar sudut pandang kita terhadap matematika. Karena kita menjadi berpikir kritis dan mampu merefleksikan banyak hal baik yang ada dan yang mungkin ada, dalam lingkup keilmuan matematika. Selain memperlebar sudut pandang, belajar filsafat juga bisa membuka hati dan pikiran dalam menyikapi fenomena tertentu dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  49. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam mempelajari suatu ilmu, seringkali banyak orang hanya terfokus pada satu aspek saja sehingga banyak sekali aspek-aspek penting yang lainnya terabaikan. Hal inilah yang akan membuat sifat fanatik terhadap suatu ilmu itu mengakar pada diri seseorang. Jika kita terlalu fanatik pada suatu ilmu pengetahuan, maka itu tanda bahwa keilmuan kita tidak berkembang sama sekali. Jika kita ingin menjadi seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang berkembang, maka kita senantiasa mempelajari ilmu-ilmu lain dari ilmu yang kita fokuskan. Itulah yang dimisalkan dengan metafisika. Metafisika disini berguna untuk membuka wawasan seseorang mengenai suatu ilmu. Jadi, jika seseorang sudah memandang metafisika dari ilmu yang sedang dipelajari, maka sifat fanatik terhadap satu cabang ilmuakan terkurangi sehingga fikiran mereka akan berkembang atau lebih terbuka dengan perbedaan-perbedaan ilmu yang ada di alam semesta ini.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  50. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Metafisik dapat berarti sesuatu diluar fisik ataupun selain fisik. Mempelajari filsafat juga berakaitan dengan metafisik, karena filsafat merupakan olah pikir, maka pemikiran tidak hanya memikirkan sesuatu yang terlihat dalam perwujudan nyata saja, tapi harus mampu melihat dan memikirkan hal-hal selain dari itu. Oleh karenanya metafisik dan filsafat merupakan satu kesatuan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Salah satu pahala yang akan terus mengalir setelah mati adalah ilmu yang bermanfaat. Terima kasih Prof untuk tulisan-tulisan yang telah Bapak bagikan di blog. Semoga niat saya untuk menambah ilmu dengan membaca tulisan-tulisan tersebut tetap terjaga, bukan hanya sekedar mengejar nilai semata.

    ReplyDelete
  52. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Memahami tentang metafisik filsafat berarti belajar hakikat disebalik fisik dari filsafat. Filsafat merupakan oleh pikir, memikirkan apa yang ada dan yang mungkin ada. Adanya olah pikir mencoba melepaskan para subyek dan obyek filsafat dari segala mitos karena sesungguhnya mitos membawa para subyek dan obyek untuk mencoba berhenti berpikir. Terlepas dari metafisik filsafat kami menemukan sisi kerendahan hati dan diri dari Prof ketika mengungkapkan tulisan-tulisan dari percakapan diatas dan hal ini menjadi uswatun hasanah bagi kami. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Elegi diatas seperti kata2 perpisahan dalam perkuliahan, semoga setelah belajar filsafat ilmu ini teman2 mahasiswa khususnya saya pribadi bisa merefleksikan ilmu sesuai dengan latar belakang masing-masing, yang dari Pendidikan Matematika bisa merefleksikan Pendidikan Matematika, yang dari Pendidikan Sain bisa merefleksikan Pendidikan Sain begitupun dengan yang dari ilmu-ilmu lainnya. Berakhirnya kuliah Filsafat Ilmu bukanlah akhir dari pembelajaran kita tentang filsafat ilmu, karena kita masih bisa mengakses dan membaca elegi-elegi dalam Blog ini, inilah salah satu manfaat yang luar biasa dari sistem perkuliahan yang diterapkan oleh Prof.Dr. Marsigit,M.A, yang mungkin belum diterapkan oleh dosen2 lain. Terima kasih banyak Prof.

    ReplyDelete
  54. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan dengan filsafat, bukan berarti kita berpisah. Karena ilmu itu tidak akan ada habisnya jika kita benar-benar mempelajari dengan hati dan pikiran yang jernih. Tentu pengalaman yang berharga dalam mempelajari filsafat. Filsafat yang memiliki ilmu yang luas sesuai dengan definisi pelakunya sendiri. Karena sebenar-benarnya filsafat, adalah dirimu sendiri. Selama sastu semester ini, banyak pengetahuan yang bisa kita gunakan dalam membangun pengalaman kita sendiri. Karena tanpa adanya pengalaman dan ilmu dari orang lain, tentu kita tidak akan mendapatkan sesuatu ilmu tambahan ataupun hikmah dari pengalaman orang lain.

    ReplyDelete
  55. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Filsafat adalah refleksi. Melalui filsafat kita belajar untuk menjelasakan secara detail mengenai sesuatu hal. Filsafat mengajarkan kita untuk melakukan kajian metafisik. Metafisik adalah sesuatu setelah yang fisik. Sehingga kita tidak hanya melihat sesuatu itu hanya sekedar apa yang nampak saja, namun dengan mengamati dan mensintesiskannya dalam pikiran kita, kita mampu melihat sesuatu yang tampak biasa saja itu ternyata menyimpan sejuata makna. Oleh karena itu, dengan belajar filsafat artinya kita belajar untuk meluaskan pemikiran sehingga mampu untuk berpikir kritis dan kreatif. Terimakasih

    ReplyDelete
  56. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Ruang lingkup filsafat sangat luas, meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dari hal yang saya pelajari di mata kuliah filsafat bahwa ada hal yang luput dari pengawasan orang awan, yakni hal hal yang berkaitan dengan metafisik, yaitu sesuatu di balik fisik (yang nampak), misalnya kita dapat melihat berbagai warna benda bukan karena benda itu sewarna dengan yang kita lihat, melainkan sebaliknya. Kita harus pandai dalam melihat metafisik sehingga tidak tertipu dengan fisik semata.

    ReplyDelete
  57. Terimakasih atas cerita dari elegi tersebut bapak. Semoga kami sebagai mahasiswa mampu mempelajari kembali dan menuju paham tentang hakekat dari filsafat sesungguhnya. Semoga dalam kehidupan selanjutnya setelah mempelajari filsafat menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya, manusia yang bijaksana, dengan pemikiran dan hati yang selalu menuntun kepada arah yang benar.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  58. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas ketersediaannya mengajarkan filsafat ilmu ini kepada kami, terlebih saya yang baru mengenal filsafat di jenjang S2 ini. Saya sangat mengapresiasi segala daya dan upaya bapak dalam memahamkan kami terhadap filsafat ilmu melalui segala elegi, penokohan-penokohan, pengibaratan yang indah, yang semuanya jika mampu dipahami secara mendalam sebenarnya sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Meski terlihat sulit, namun penerjemahan filsafat harus terus dilakukan dan dituntun oleh bapak sehingga kita mampu berhermeneutika dengan tepat. Segala pertanyaan dan pernyataan yang ada dan yang mungkin ada selalu dapat ditanggapi oleh jalan berpikir filsafat. Namun jangan sampai juga terjebak oleh jebakan filsafat jika sudah masuk ke ranah spiritual. Maka itulah mengapa belajar filsafat tidak boleh setengah hati dan setengah perjalanan, karena dikhawatirkan ketika filsafat itu belum dipahami sepenuhnya akan membuat salah tafsir dan miskonsepsi atau bahkan akan dapat menghasilkan konsep baru diluar logika dan penalaran kita. Sekali lagi terimakasih prof. Marsigit atas ketersediaannya mengajarkan filsafat ilmu ini kepada kami, semoga ilmu ini akan menjadi amal jariyah yang tidak pernah terputus sampai kapanpun. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dari elegi ini yang dapat saya simpulkan adalah saat dalam pendidikan matematika segala hasil pemikiran yang kita olah dan pikir maka hal tersbeut dapat dikatakan metafisik filsafat. Jadi ketika seorang siswa dapat menyatakan pendapat matematika dalam pembelajaran berarti mereka telah melakukan metafisik filsafat. Sama juga dengan guru ketika menerangkan dan menyampaikan ilmu yang dimilikinya baik dalam bentuk LKS, modul, maupun saat dia menggunakan metode ceramah dia telah menyampaikan metafisik filsafatnya. Sehingga metafisik filsafatt ini merupakan hal yang penting dan harus dikembangkan oleh masing-masing orang.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam belajar filsafat harus bersifat kontinu, tidak boleh sepotong-sepotong karena akan menggambarkan yang tidak lengkap dan tidak terikat pada ruang dan waktunya. Padahal segala isi dunia ini terikat pada ruang dan waktu. Gunakanlah elegy untuk memperdalam ilmu filsafatmu dan untuk membicarakan sesuatu hal yang ada dan yang mungkin ada. Sebenarnya tantanganmu bukanlah untuk menjelaskan elegi-elegi filsafat ini, namun untuk menjelaskan apa yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Belajar filsafat juga tidak untuk mengejar nilai. Karena nilai filsafat itu hanyalah sebuah jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  61. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Berfilsafat adalah berfikir, tetapi tidak semua berfikir dapat dikatakan berfilsafat. Berpikir yang dimaksud adalah berfikir yang mengandung tiga ciri yaitu radikan, sistematis dan universal. Untuk itu filsafat menghendaki berfikir yang sadar, teliti dan teratur. Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan/ pemikiran , manusia memiliki peran yang penting dalam menentukan dan menemukan eksistensinya.
    Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika dalam filsafat adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu, segala sesuatau yang ada dan yang mungkin ada. metafisika saling berhubungan dengan epistemologi filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  62. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Filsafat merupakan ilmu yang sangat luas. Filsafat membahas hal yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Filsafat berkaitan dengan apa yang dipikirkan manusia sehingga filsafat sangat luas, termasuk filsafat pendidikan matematika. Sebagai contoh, dalam pendidikan matematika 3x4=12. Hal itu mutlak. Sedangkan dalam filsafat pendidikan matematika, 3x4 belum tentu 12 karena 3x4 bisa jadi 1000 (3x4=1000). Artinya harga foto 3x4 adalah 1000 rupiah.

    ReplyDelete
  63. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah tentang kontribusi. Manusia dianggap ada apabila ia menjadi saksi, bermanfaat dan berkontribusi atas fenomena yang ada disekitar. Apabila manusia mampu melakukan tetapi tidak mau melakukan, maka manusia belum memanfaatkan ilmunya dengan bermanfaat.

    ReplyDelete
  64. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya masih ingat di awal perkuliahan bapak menjelaskan bahwa filsafat itu cair, tidak ada pedoman khusus yang menentukan kebenaran jawaban melainkan tergantung ruang dan waktu. Saya rasa saya mulai memahami maksudnya. Belajar filsafat berarti belajar olah pikir yaitu dengan mensintesis tesis dan mencari anti tesis. Melalui perkembangan olah pikirlah kita dapat melakukan metafisik (memberikan penjelasan) tentang sesuatu yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan konteksnya. Maka itulah sebenar-benarnya ilmu dalam berfilsafat yaitu mampu menjelaskan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. buku ditulis dengan kajian mendalam dan dapat dipelajari secara mandiri, sedangkan pengalaman kadang tidak dituliskan dalam buku, tapi disampaikan dengan hati. Mohon dikoreksi jika saya salah merefleksikan elegi ini, menurut saya elegi ini merupakan kumpulan pengalaman Prof. Marsigit yang dibagikan kepada kami mahasiswa beliau. Dari membaca elegi ini saya memahami bahwa Prof. Marsigit memiliki banyak pengalaman dalam bidang pendidikan dan filsafat. Walaupun saya belum memahami keseluruhan elegi ini, semoga saya dapat mengambil pelajaran darinya. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  66. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat mencakup segala macam pengetahuan yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu dalam mentafsirka sesuatu secara filsafat harus mempunyai bingkai yang kokoh, apakah bingkai itu? Yakni bingkai agama. Keluasan cakupan yang dimiliki oleh filsafat tersebut sangat memungkinkan kita mentafsirkan sesuatu secara bercabang-cabang, bahkan kita bisa mentafsirka sesuatu itu secara atheis. Oleh karena itu filsafat perlu dibingkai dalam agama (religious) agar mentafsirkannya tetap terarah.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak pelajaran yang dapat diambil dari elegi ini, salah satunya adalah bahwa filsafat itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Filsafat meliputi yang ada dan mungkin ada, selama kita mampu menangkap dan menerjemahkan yang ada sekalipun dalam tingkatan yang sangat sederhana maka disitulah kita sudah berfilsafat. Sementara itu kaitannya dengan metafisik, filsafat memandang bukan hanya yang ada atau nampak secara fisik, namun juga segala potensi yang ada disebaliknya. Bahkan apa yang terlihat kadang hanya sedikit dari banyaknya sifat yang sesungguhnya ada. Maka disinilah kita berkesempatan untuk berfilsafat, yakni menjelaskan apa yang ada dipirian kita ke pada yang diluar sekitar kita, dan berusaha menangkap atau menerjemahkan apa yang ada diluar diri kita agar masuk kedalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  68. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Elegi di atas dapat membantu kita untuk memahami filsafat dalam matematika. Dalam matematika, 1x2=2 adalah pasti. Namun, filsafat memandangnya dalam berbagai macam hal karena filsafat itu meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Kita dapat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi yang merupakan perwujudan dari refleksi. Jika kita memperhatikan ruang dan waktu, ada berbagai macam hal yang bisa kita terjemahkan.

    ReplyDelete
  69. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Filsafat adalah refleksi. Filsafat pendidikan matematika merupakan refleksi terhadap pendidikan matematika, yang mencakup refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika. Untuk meningkatkan kepekaan terhadap filsafat pendidikan matematika kita bisa membaca dan merefleksikan isi elegies yang pernah dibuat oleh Pak Marsigit. Namun, kita harus berhati-hati dengan filosofi perangkap, sikap itu tidak sungguh-sungguh, salah, menipu, berpura-pura, dan sebagainya. Baca keanggunan dengan kekuatan kritis akan memberikan pemahaman bahwa setiap kata itu adalah puncak gunung es. Lalu kebenaran sebenarnya adalah penjelasan dari kata-kata itu.

    ReplyDelete
  70. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  71. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Metafisik ialah segala sesuatu dibalik yang kita lihat. Contohnya metafisik daun ialah selain yang kita lihat pada batu itu. Jika kita melihat daun itu berwanra hijau, maa metafisik daun ialah selain warna hijau. Filsafat iala segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada termasuk ilmu yang telah kita pelajari maupun yang belum kita pelajari. Sedangkan filsafat juga memiliki metafisik. Maka ilmu yang kita pelajari dan yang belum kita pelajari pun memiliki metafisik. Kita sebagai akademisis hendaknya juga mencari tahu metaisik dari ilmu yang kita pelajari. Contohnya matematika, matematika yang kita lihat ialah angka dan rumus. Sedangkan metafisiknya ialah segala sesuatu di baik angka dan rumus yang tida dapat kita lihat tetapi kita perlu berusaha mengetahuinya. Bahwa metafisiknya bisa jadi berupa cara matematika dipelajari, bentuk matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana matematika dapat membuat siswa menjadi senang.

    ReplyDelete

  72. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Filsafat adalah tentang yang ada dan yang mungkin ada. Jadi, hidup adalah filsafat. Cara menggunakannya adalah dengan menafsirkannya dan menerjemahkannya. Filsafat harus dipelajari secara keseluruhan. Kita harus benar-benar memahami apa yang kita pelajari sehingga kita dapat menggunakannya. Jika kita belajar hanya setengah-setengah, mungkin kita akan memberikan kesalahpahaman, filsafat itu bisa segala hal, termasuk matematika.

    ReplyDelete
  73. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Belajar filsafat merupakan belajar obyek filsafat secara meluas dan mendalam hingga kita mempelajari secara keseluruhan. Oleh karena itu dikatakan bahwa kita seperti dari gerbong kereta kemudian pindah ke helikopter dan memantau perjalan kereta. Artinya kita sudah meningkatkan dimensi kita dan tidak memandang obyek secara arsial saja. Maksudnya metafisik, kita tidak bisa menilai suatu obyek hanya dari penampakannya saja, namun apa yang ada dibaliknya, termasuk penyebab, alasan, dan bagaiman kontribusi kita. Tak apa jika kita awalnya masih memandang obyek dari dimensi material, namun seiring perjalanan waktu dari hasil belajar kita semoga kita diberi kemudahan untuk sampai pada dimensi spiritual.

    ReplyDelete
  74. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof atas penjelasan dlam postingan di atas. Sangat mempeerluas nosi kami dalam memahami metasisik dari filsafat. FIlsafat adalah senin olah piker, tatarannya pada olah piker dari yang ada dan yang mungkin ada. Ketika kita sedang berpikir sesuatu, memikirkan sesuatu, dalamm pengertian ini kita sudah melakukan metafisik filsafat, dengan objek tertentu. Dngan berfiikir maka kita akan selalu hidup, walau raga dan waktu sudah tidak mampu untuk menjangkaunya. Ilmu hasil olah piker akan selalu berada dimana-mana, menembus batas-batas dimensi

    ReplyDelete
  75. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Tujuan belajar filsafat adalah untuk meningkatkan kualitas olah piker, ketajaman olah piker, sensitifas olah piker, melalui menjadi saksi-saksi kehidupan. Oleh karena itu, dalam belajar filsafat harus bersifat kontinu, terus menerus, tidak dipenggal-penggal, karena akan menimbulkann penafsiran berbeda yang menyebabkan salah paham terkait dengan filsafat. Dibilang belajar filsafat artinya sesat, padahal batas filsafat dan spiritual itu ada, spiritual masih berada di atas filsafat, karena selain olah piker, juga masuk olah hati dalam spiritual

    ReplyDelete
  76. Latifah Fitriasari
    PM C

    Metafisika merupakan cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Kajian mengenai metafisika umumnya berporos pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dan sifat-sifat yang meliputi realitas yang dikaji. Cabang metafisika yang pertama adalah filsafat Metafisika Umum. Metafisika adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Metafisika umum sering diistilahkan dengan ontology. Tidak salah jika ada yang menyebut ontology sama dengan metafisika. Atau metafisika sama dengan ontology.

    ReplyDelete
  77. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat itu meliputi segala yang ada dan mungkin ada. Sedangkan segala hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah yang ada dan mungkin ada. Maka segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari merupakan filsafat. Karena hidup termasuk dalam filsafat, maka dalam menjalani hidup kita harus menggunakan metode dalam filsafat yaitu hermenetika. Hermenetika artinya terjemah dan diterjemahkan. Hermenetika artinya silaturahim. Maka dalam menjalani hidup kita juga harus saling silaturahim dengan sesame manusia, dengan makhluk hidup lain, dengan lingkungan.

    ReplyDelete
  78. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Filsafat merupakan refleksi dariobjek yang ada dan yang mungkinada. Dengan refleksi kita mampu memikirkan yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga dapat diaktakn filsafat adalah olah pikir, sedangkan agama tidak hanya olah pikir namun juga olah hati, yang mana filsafat tidk mampu menjelaskan semua keyakinan ini.

    ReplyDelete
  79. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mempelajari filsafat selaku mahasiswa pendidikan matematika saya rasakan benar seperti yang disebut di atas, yakni kita belajar menyelami dari bawah hingga ke dasarnya serta belajar melampaui dari atas seperti mengendarai helikopter untuk melampaui ornag-orang yang berada pada gerbong kereta. Dengan filsafat kita mempel;ajari segala hal yang berhubungan dengan apa yang ada dan apa yang mungkin ada, dan jika monsep tersebut diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika, maka kami selaku calon guru matematika dapat memperoleh gambaran yang mebih dalam mengenai kehidupan dan matematika itu sendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  80. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Metafisika berarti disebalik yang fisik, artinya penjelasan terhadap sesuatu yang tampak. Apabila kita sudah berusaha menjelaskan sesuatu meskipun begitu sederhana, maka kita telah melakukan metafisik. Metafisik filsafat berarti kita berusaha mencari makna dengan menjelaskan apa itu filsafat. Filsafat adalah refleksi, sehingga untuk menjelaskan filsafat kita melakukan refleksi yang hanya dapak kita lakukan ketika kita mengetahui filsafat.

    ReplyDelete
  81. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C


    Metafisika menyiratkan bahwa segala hal yang ada di dunia ini pada dasarnya adalah abstrak, bahwa itulah jawaban atas segala pertanyaan. Segala sesuatunya, senyata apapun, bila ia terus dipertanyakan, maka akan mencapai suatu batas yang tak terelakkan, yang mau tak mau mengarah pada pertanyaan asali. Maka tidak salah bila salah satu cara memahami metafisika adalah melalui repetisi pertanyaan akan suatu realitas hingga pertanyaan itu berhenti dan ia tidak lagi mendapatkan jawaban.

    ReplyDelete
  82. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Ruang lingkup filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Metafisika dalam filsafat artinya disebalik daripada filsafat itu sendiri. Artiya bahwa filsafat tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Namun merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh dan saling berdampingan. Ibarat habis malam, terbitlah pagi, lalu malam mejelang, ketemu pagi lagi, begitu seterusnya. Artinya bahwa filsafat adalah keterhubungan antara segala yang ada dan yang mungkin ada disebaliknya.

    ReplyDelete
  83. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi ritual ikhlas 20 ini memberikan gambaran secara umum ilmu atau pemikiran-pemikiran ayng kita peroleh dari belajar filsafat. Ranah kajian dari filfasat sangat banyak yaitu mulai dari yang fisik/material hingga ke spiritual, dan karena filsafat adalah oleh pikir, maka tidak dapat diberikan kepada anak sekolah. Sehingga yang diharapkan bukanlah hanyalah sebatas nilai mengenai filsafat saja akan tetapi mengenai bagaimana kita mengimplentasikan pemikiran filsafat itu dalam kehidupan sehingga kita akan menjadi lebih rendah hati. sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  84. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    memang benar bahwa seorang guru adalah penguasa di kelasnya. dan tidak sedikit kasus tentang bagaimana seorang guru berlaku sewenang-wenang terhadap muridnya dan menyalahgunakan kekuasaannya tersebut (mungkin kita juga pernah demikian tanpa kita sadari dan kita harus memohon ampun kepada Allah). maka sebagai guru (penguasa) yang baik, kita wajib menggunakan kekuasaan itu untuk hal-hal yang baik, yang diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Objek kajian filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan segala yang mungkin ada. Belajar filsafat juga tidak boleh secara parsial atau sepotong sepotong. Filsafat juga tidak boleh digunakan jika tidak sesuai ruang dan waktunya, seperti kita tidak boleh menyampaikan filsafat pada murid kita secara mentah

    ReplyDelete
  86. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas elegi yang bapak tuliskan di atas. Sejujurnya, baru kali ini saya cukup intens mebaca tentang hal-hal yang terkait filsafat melalui tulisan-tulisan, referensi-referensi, maupun elegi-elegi yang bapak tuliskan. Saya akui, belajar filsafat adalah belajar banyak isti;ah-istilah asing yang benar-benar membingungkan seperti metafisika, ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Saya berharap apa yang bapak berikan kepada kami dapat bermanfaat di luar mata kuliah ini.

    ReplyDelete
  87. Junianto
    PM C
    17709251065

    Filsafat adalah tentang bagaimana kita memahami pemikiran orang lain dalam hal ini adalah para filsuf. Filsafat adalah olah pikir yaitu bagaimana manusia menggunakan pikiran mereka untuk memahami dan mempelajari fenomena dalam kehidupan. Berkaitan dengan ilmu pikir ini maka setiap manusia berhak memikirkan segala sesuatu berdasarkan pengalaman mereka sendiri tanpa harus ada campur tangan orang lain. Ini juga merupakan salah satu kemerdekaan dalam berfilsafat bahwa setiap orang boleh menentukan filsafat mereka sendiri. Dijelaskan pula bahwa filsafat adalah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  88. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Filsafat merupakan refleksi, dan dalam mempelajari filsafat baiknya tidak sepotong-potong. Dengan berfilsafat kita dapat merefleksikan segala sesuatu, misalkan filsafat pendidikan matematika, kita merefleksikan bagaimana pendidikam matematika itu sendiri. Mempelajari pemikiran para filsuf, mempelajari keadaan yang kita alami sekarang dan menuangkan hasil refleksi kita merupakan cara kita untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  89. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    filsafat merupakan berpikir, maka sesungguhnya setiap kita berpikir maka kita sedang berfilsafat. filsafat mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada. yang ada merupakan suatu yang diyakini, dibenarkan keadaannya. sedangkan yang mungkin ada merupakan suatu yang ada di dalam pikiran.

    ReplyDelete
  90. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat adalah belajar untuk merefleksikan apapun yang terjadi. Filsafat menjadi pengawal bagi kita dalam perjalanan menggapai tujuan. Filsafat bisa digunakan dalam semua cabang ilmu karena filsafat adalah kehidupan itu sendiri meliputi dari yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  91. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8."
    Saya selalu ingat dengan penjelasan Prof. Marsigit bahwa filsafat itu adalah penjelasan kita. Jika kita tak mampu menjelaskannya, maka tak adalah ilmumu. Jika kamu hanya mengetahui formalnya bahwa 3+5 adalah 8, tanpa memahami aplikasinya, maka tiadalah ilmumu.

    ReplyDelete
  92. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Filsafat merupakan olah pikir, filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada Dalam pendidikan matematika. Dalam filsafat pendidikan matematika, tantangan kita adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya.

    ReplyDelete
  93. Pratama Wahyu Purnama| 17709251033

    Dalam belajar filsafat juga terdapat jebakan filsafat. Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika kita mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. itu adalah salah satunya.
    Belajar filsafat itu harus keseluruhan, Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong atau parsial. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Filsafat juga harus digunakan sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  94. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Filsafat merupakan refleksi, sedangkan sesuatu setelah fisiknya. Suatu hasil yang diperoleh dalam pembelajaran, suatu ilmu yang dikembangkan oleh bidang tertentu menurut saya perlu dipandang dengan kacamata filsafat. Karena, dengan memandang dengan kacamata filsafat kita bisa memaknai apa yang sejatinya diajarkan dalam bidang tersebut, apa yang sejatinya ingin dicapai dengan adanya bidang tersebut. sehingga kita tidak hanya memandang sesuatu dari apa yang tampak saja melainkan juga bisa mempelajarinya untuk memperluas pikiran kita.

    ReplyDelete