Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat




Oleh Marsigit

Ass karena pentingnya isi dan pesan dari elegi berjudul Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat, maka berikut saya tayangkan kembali dan saya beri judul baru seperti di atas. Selamat membaca, semoga menambah pencerahan baru. Amin


Metafisika Filsafat

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.

Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedangkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa Pendidikan Sain:
Maaf P Marsigit, saya ingin bertanya apakah perbedaan Sain, Filsafat Sain dan Filsafat Pendidikan Sain?

Marsigit:
Menurutku, pengertian Sain merentang pada dimensinya. Pada tataran Spiritual, Sain adalah Rakhmat dan Karunia Tuhan. Pada tataran Filsafat atau tataran Normatif, Sain adalah sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu. Maka pada tataran Filsafat atau Normatif, Sain adalah Pikiran Para Filsuf; dia meliputi metode berpikir dan pembenarannya. Pada tataran Filsafat maka Sain itu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri. Pada tataran Formal, Sain adalah berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan ilmu-ilmu bidang atau ilmu-ilmu cabang. Pada tataran Formal, umumnya Sain bersifat positive dengan metode utamanya adalah metode ilmiah. Sedangkan pada tataran Material, maka Sain merupakan teknologi (terapan) yang menghasilkan karya-karya atau produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, termasuk kebutuhan melakukan eksplorasi alam semesta. Sedangkan Filsafat Sain berusaha merefleksikan kerja dan karya para ilmuwan (saintis); mengapa dan bagaimana mereka menemukan suatu temuan, menghasilkan suatu produk dan dampak-dampaknya. Filsafat Pendidikan Sain berusaha merefleksikan Pendidikan Sain dalam konteks Ruang danWaktunya. Obyek dari Filsafat Pendidikan Sain adalah semua yang ada dan yang mungkin ada dalam Pendidikan Sain. Jadi obyeknya bisa meliputi Guru Sain, Metode Mengajar sain, Siswa Belajar Sain, Evaluasi Pembelajaran sain, Sumber Belajar Sain, dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Mahasiswa Pendidikan Sain
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan Pendidikan Matematika atau Pendidikan sain?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika atau pendidikan sain. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA, kemudian keluar naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika atau pendidikan sain..

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya. Hal yang demikian tentu berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disiplin maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Tentu hal yang demikian berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah Filsafat Ilmu? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien.

Selamat berjuang.

32 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sekali lagi, dalam mempelajari filsafat tidaklah mudah, termasuk memahami elegi diatas. Diperlukan hati dan pikiran yang jernih untuk mampu menangkap makna yang ada dalam elegi ini. Tapi percayalah dengan membaca berulang-ulang, kita akan mampu memahami elegi ini. Mari kita coba.

    ReplyDelete
  2. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metafisika ialah penjelasan kita tentang suatu hal. Hal ini erat kaitannya dengan filsafat, karena dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika atau filsafat sain kita akan mampu memahami suatu hal secara keseluruhan. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa filsafat itu merupakan olah pikir, sedangkan yang merupakan olah pikir dan juga meliputi olah hati adalah agama. Karena itu saat mempelajari suatu hal terutama filsafat, kita juga perlu dilandasi oleh rasa ikhlas dan bersungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  3. Filsafat merupakan pencarian terhadap kebaikan atau kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dicapai apabila seseorang mempunyai pengetahuan tentang kehidupan atau apa yang menjadi inti dari kehidupan. Memaknai kehidupan tentu memerlukan pencarian dan pengetahuan tentang kehidupan tersebut. Jika filsafat adalah pencarian kebijaksanaan maka metafisika filsafat merupakan pengetauan apa dibalik pencarian kebijaksanaan itu. Stelah mengetahui kebijaksanaan kemudian apa selanjutnya. Tidak ada berkesudahan dalam melakukan kebijaksanaan, perubahanlah yang selalu tetap terjadi. Manusia harus berjalan secara dinamis agar dia menjadi lengkap, bukan berjalan statis walaupun konsisten tetapi dia menjadi tidak lengkap.

    ReplyDelete
  4. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 1770125
    PEP S2 B 2017

    Semakin banyak lagi menemui terjemahkan dan menterjemahkan, filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada, filsafat mengabaikan ruang dan waktu. Terdapat hal yang sangat baru yang memang baru saja saya ketahui dari postingan di atas, salah satunya adalah jebakan filsafat. Kemudian ada juga hal yang menimbulkan kegelisahan, terlepas dari siapa orangtua berambut putih, elegi, pak marsigit, saya sangat bingung dengan apa yang dimaksut bahwa saya akan termakan mitos-mitos. Mungkinkah jawabanya ada pada blog ini? saya akan berusaha. Oh iya sebenarnya ada satu kecurigaan tidak beralasan, apakah dengan mempelajari semua elegi bapak pada blog ini saya akan terjebak mitos-mitos bapak. Tapi saya yakin bahwa ilmu itu dicari, saya akan melanjutkan perjalanan saya

    ReplyDelete
  5. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya salut dengan karakter Bapak yang selalu rendah hati dalam berkata dan berbagi atas kemampuan yang ada di dalam diri Bapak serta pengalaman yang begitu berharga. Saya sangat menikmati saat membaca ulasan ini. Terselip di dalamnya nilai-nilai positif, antara lain sosok fasilitator yang menginginkan kemandirian yang kuat pada diri mahasisanya. Selain itu, memberikan keluwesan dalam berpikir sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Namun, saya berpikir bahwa filsafat sangat diperlukan sebagai refleksi pada masing-masing ilmu. Keunikan dari ilmu filsafat adalah kita bisa menjelaskan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  6. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Seseorang yang berilmu, meskipun fisiknya telah meninggalkan kita, namun pikiran dan karyanya akan selalu bersama dengan kita, sehingga mereka akan tetap hidup di dalam hati dan pikiran kita. Mari kita ambil hal-hal yang positif dari seseorang, entah itu ilmunya atau karya-karyanya. Janganlah melihat dari sisi negatifnya, karena tentunya mereka juga adalah manusia. Seorang guru akan selalu dikenang oleh para murid-muridnya akan jasanya dalam mengajarkan ilmu-ilmu yang positif, dimana hal tersebut akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir sepanjang masa.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dri elegi ini saya mempelajari beberapa hal. Pertama yaitu berkaitan dengan mitos. Seseorang tidak boleh mandeg atau berhenti dengan suatu, karena bisa jadi ia akan termakan oleh mitos dirinya sendiri atau mitos orang lain. Contohnya, kadang sebagai seorang guru kita perlu memberi waktu kepada siswa untuk mencari pengetahuannya sendiri tanpa di paksa oleh guru, agar siswa itu berkembang dan tidak termakan oleh mitos gurunya.
    Selanjutnya yaitu berkaitan dengan filsafat. Filsafat meliputi apa yang ada dan yang mungkin ada. Diri kita adalah ada berarti filsafat juga meliputi diri kita. Serta filsafat juga sesuai dengan ruang da waktunya.

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Filsafat memiliki arti yang luas. Objek filsafat pun juga luas. Maka membiasakan diri untuk membaca adalah salah satu usaha untuk mempelajari filsafat. Dengan membaca pikiran para filsuf, menerjemahkan ke dalam persepsi masing-masing dan berfilsafat tanpa melenceng dari pikiran para filsuf. Belajar filsafat jangan setengah-setengah karena sesuatu yang tidak dikerjakan dengan tuntas maka hasilnya juga tidak akan optimal. Oleh karena itu dengan melakukannya dengan ikhlas dan sunguh-sungguh akan menambah wawasan dan membawa kita berpikir kritis dan bijak dalam menerjemahkan dan diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  9. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Filsafat merupakan refleksi, dan dalam mempelajari filsafat baiknya tidak sepotong-potong. Dengan berfilsafat kita dapat merefleksikan segala sesuatu, misalkan filsafat pendidikan matematika, kita merefleksikan bagaimana pendidikam matematika itu sendiri. Mempelajari pemikiran para filsuf, mempelajari keadaan yang kita alami sekarang dan menuangkan hasil refleksi kita merupakan cara kita untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami memahami bahwa filsafat itu adalah olah pikir. Dengan belajar dan berlatih berfilsafat seseorang diharapkan untuk mampu berpikir kritis dengan segala sesuatu, baik yang ada maupun yang mungkin ada. Untuk memikirkan yang ada dan yang mungkin ada tidak lain dan tidak bukan adalah dengan membaca, menterjemahkan dan merefleksikan. Sehingga kita bisa menjadi saksi terhadap objek yang ada dan yang mungkin ada tersebut.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Filsafat mewakili segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Dengan diriku dan bukan diriku aku bisa membangun duniaku. Kalimat-kalimat motivasi yang sangat luar biasa tersirat dari elegi-elegi yang ditulis Prof.Marsigit. pikiran ini rasanya melayang layang ketika membaca elegi. Dan harus segera turun untuk kembali merefleksikan dan menerapkan nilai-nilai atau pesan yang tersirat dari setiap elegi. Hal metafisik yang kadang tidak kita pahami, dan sering menjadi intuisi bagi kita.

    ReplyDelete
  12. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pengertian filsafat mempunyai banyak sekali makna. Pemahaman masing-masing individupun berbeda-beda. Hingga pada akhirnya filsafat itu adalah dirimu sendiri. Seperti halnya pengertian matematika, para ahli mendefinisikannya menurut sudut pandang mereka. Jadi, pengertiannya pun sangat beraneka ragam. Filsafat memiliki cakupan yang sangat luas dan makna menurut masing-masing orang pun juga sangat luas tergantung sudut pandang yang mereka gunakan. Filsafa juga merupakan ilmu tertinggu di bawah spiritual yang menjadi dasar dari disiplin ilmu yang lainnya.

    ReplyDelete
  13. Anisa Safitri
    177012251038
    PEP B

    Filsafat adalah mempelajari tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep yang mendasar. Pada prosesnya benar-benar diperlukan adanya logika berfikir yang kritis. Mendalami filsafat dapat dilakukan dengan mengutarakan pendapat dan alasan yang tepat untuk solusi yang sedang dihadapai. Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari tentang suatu penyebab sehingga hal yang dipelajari menjadi ada ataupun tidak ada. Metafisika merupakan kajian mengenai keberadaan zat, hakikat pikiran, dan hakikat yang berkaitan dengan zat dan pikiran.

    ReplyDelete
  14. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Setelah membaca elegi di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa filsafat merupakan hasil dari oleh pikir kita. Seperti yang selalu disampaikan oleh Prof Marsigit bahwa Filsafat adalah dirimu sendiri. Objek kajian fisafat adalah semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan segala yang mungkin ada. Belajar filsafat juga tidak boleh secara parsial atau sepotong sepotong. Belajar filsafat juga harus sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Filsafat dan Pendidikan matematika sangat berkaitan. Sesuai dengan ilustrasi di atas, jika kita hanya belajar pendidikan matematika saja, maka kita tidak akan dapat mempelajari dan menyampaikan ilmu pendidikan matematika secara utuh dan menyeluruh. Dengan mempelajari filsafat dari pendidikan matematika, kita baru dapat melihat pendidikan matematika itu secara keseluruhan dan dari sudut pandang yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  15. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari menurut bapak prof Marsigit dalam elegi ini yaitu dengan menggunakan metode menerjemahkan dan diterjemahkan. Filsafat merupakan pola pikir, untuk memahami dan mempelajari filsafat dalam kehidupan sehari hari sebaiknya kita memulainya dengan memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, sebab hal yang kita anggap positif tidak selalu bermakna baik begitupula dengan hal yang kita anggap negatif tidak selalu bermakna buruk.
    Terimakasih pak, melalui membaca elegi dan berkomentar diblog ini secara tidak langsung dapat melatih dan mengembangkan kemampuan metafisik kami (para pembaca).

    ReplyDelete
  16. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya Pak. Setelah membaca tulisan bapak, saya dapat menyimpulkan bahwa filsafat adalah tentang olah pikir yang meliputi objek yang ada maupun yang mungkin ada. Ilmu yang kita miliki juga harus terus ditambah dan direfleksikan karena kalau tidak, ilmu tersebut akan menjelma menjadi mitos dan membuat kita statis di keadaan kita sekarang dan tidak mengarah ke perubahan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Metafisik adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Metafisik filsafat yang pertama adalah filsafat itu refleksi yang memperhatikan ruang dan waktu. Metafisik filsafat yang kedua adalah filsafat itu olah pikir, sedangkan agama olah pikir dan olah hati, sehingga filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinan kita. Metafisik filsafat yang ketiga ialah tujuan mempelajari filsafat, tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Metafisik filsafat yang terakhir adalah filsafat memikirkan hal sedalam mungkin bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya. Masih banyak lagi metafisik-metafisik yang lain tentang filsafat. Jadi, selagi kita berusaha untuk menjelaskan mengenai sesuatu, maka kita melakukan metafisik.

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum Prof,
    Seperti yang disampaikan dalam elegi ini, metafisika merupakan penjelasan pada setiap objek yang ada dan yang mungkin ada. Itulah pentingnya belajar filsafat. Filsafat mengajak untuk mengetahui banyak hal, lebih sopan terhadap ruang dan waktu dan juga meningkatkan sensitivitas sehingga mampu merefleksikan dan mengkritisi segala sesuatu. Setelah belajar filsafat, mahasiswa diharapkan lebih mandiri dan mampu berpikir kritis dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Seperti halnya ketika menjadi seorang guru, guru tidak hanya pasif melakasanakan tugasnya, tetapi mampu memberikan masukan dan pengembangan demi memberdayakan murid sehingga dapat meningkatan kualitas pendidikan. Hal itu memuat banyak hal, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam pendidikan.
    Seperti yang disampaikan dalam elegi ini, metafisika merupakan penjelasan pada setiap objek yang ada dan yang mungkin ada. Itulah pentingnya belajar filsafat. Filsafat mengajak untuk mengetahui banyak hal, lebih sopan terhadap ruang dan waktu dan juga meningkatkan sensitivitas sehingga mampu merefleksikan dan mengkritisi segala sesuatu. Setelah belajar filsafat, mahasiswa diharapkan lebih mandiri dan mampu berpikir kritis dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan. Seperti halnya ketika menjadi seorang guru, guru tidak hanya pasif melakasanakan tugasnya, tetapi mampu memberikan masukan dan pengembangan demi memberdayakan murid sehingga dapat meningkatan kualitas pendidikan. Hal itu memuat banyak hal, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada di dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Benar sekali Pak, elegi ini sangat menambah pencerahan baru, terutama mengenai filsafat dan matematika. Dan yang baru saya ketahui lagi adalah mengenai jebakan filsafat. Berarti boleh kan saya berkata, jika orang yang susah menggapai ikhlas tanda orang yang terkena jebakan filsafat?. Karena filsafat adalah olah pikir, maka di dalam filsafat ada pantangan, tujuan, jebakan. Dengan begitu kita diharuskan mengimplementasikan segala yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan ruang dan waktunya. Maka, jika sedikit saja kita melenceng dari ruang dan waktunya, kita telah berbuat dzolim kepada subjek yang bersangkutan.

    ReplyDelete
  20. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Setiap cabang ilmu memiliki korelasi atau hubungan dengan filsafat,seperti filsafat dengan pendidikan matematika, filsafat dengan pendidikan sains.Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul”Filsafat pendididkan agama islam”.Saya ingin mengutarakan sebuah pertanyaan,Bagaimanakah hubungannya antara filsafat ilmu denga filsafat pendidikan agama islam?Mohon pencerahannya Pak prof,sebelumnya terimakasih banyak.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Metafisik pada dasarnya ada dalam kehidupan semua makhluk hidup. Seseorang dengan metafisik dapat berbagi apa saja yang dia punya termasuk ilmu pengetahuan. Misalnya saja sesorang yang berilmu pengetahuan meninggal, fisiknya sudah tidak ada tetapi ternyata metafisik itu masih ada, yaitu berupa karya-karya atau ilmu pengetahuan yang dulu pernah diajarkan saat masih hidup.

    ReplyDelete
  22. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya teringat oleh pernyataan Pak Marsigit terkait dengan laboratorium filsafat. Jika manusia berniat untuk membuat laboratorium filsafat maka, seisi semesta inilah laboratoriumnya. Pernyataan tersebut sekaligus menjawab betapa luasnya filsafat, dan kemampuan filsafat untuk menterjemahakan seluruh ilmu pikiran. Maka dari itu filsafat bukanlah sekedar alat bagi manusia untuk memikirkan kehidupan atau memikirkan tentang bidang ilmu pengetahuan. Filsafat berarti menghidupkan pikiran. Filsafat bukan sekedar bagaimana cara membaca buku filsafat, melainkan bagaimana cara berpikir filsafat.

    ReplyDelete
  23. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 21 ini saya memahami bahwa filsafat adalah olah pikir seseorang. Jadi dalam menuntut dan mempelajari ilmu berarti seseorang telah mulai berfilsafat melalui olah pikirnya dengan cara berpikir kritis dan peka terhadap suatu fenomena yang terjadi. Maka menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari meliputi lingkup yang ada dan yang mungkin ada dengan cara terjemah dan menerjemahkan, merefleksi dan mempelajarinya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Semoga kita semua bisa menjadi saksi terhadap berbagai pemikiran yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  24. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb. Metafisika adalah salah-satu cabang filsafat yang kurang lebih berarti suatu konsep di luar dari dunia fisik (nonfisik). Ide, pengetahuan, mimpi, dll adalah hal yang dapat disebut metafisik. Pada dasarnya, metafisikan sangat dibutuhkan dalam filsafat. Tanpanya kita tidak bisa meraih kebijaksanaan. Coba bayangkan kehidupan fisik tanpa pengetahuan. Hidup hanya kan menjadi manusia bernyawa tanpa perasaan dan pemikiran.

    ReplyDelete
  25. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Berfilsafat membuat kita dapat mengetahui dan mempelajari banyak hal, termasuk dapat mengetahui dan mempelajari bidang-bidang ilmu yang lain. Pada dasarnya belajar filsafat memang lah harus mempunyai olah pikir yang baik dan mempunyai daya pikir yang kritis cukup tinggi. Jadi berfilsafat harus ada yang melandasinya yaitu dengan keyakinan spritual yang ada pada hati kita, agar pemikiran yang kita miliki tidak melampaui batas dari spritual. Jika berfilsat tidak dilandasi dengan keyakinan spritual maka Ilmu yang kita dapatkan dapat mengacaukan keyakinan spritual yang ada pada hati kita.

    ReplyDelete
  26. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Belajar filsafat adalah sebuah hal baru bagi saya. Objeknya adalah yang ada maupun yang mungkin ada. Maka filsafat itu luas. Tapi ia juga mendalam. Sehingga begitu luasnya filsafat sampai ia tak terbatas, karena yang sifatnya masih mungkin ada pun merupakan objek dalam filsafat. Filsafat adalah olah pikir, maka setiap dari kita memiliki filsafat kita masing-masing. Meskipun kita memiliki filsafat kita masing-masing, tapi itu tidak berarti kita tidak membutuhkan filsafatnya orang lain. Karena filsafat kita berkembang sesuai dengan pengalaman kita. maka membaca elegi-elegi yang ditulis oleh prof Marsigit merupakan salah satu upaya kita dalam mengembangkan filsafat kita. terima kasih Prof Marsigit atas elegi-elegi yang selalu menemani kami dalam belajar filsafat.

    ReplyDelete
  27. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    "sebenar-benarnya filsafat mu ialah pikiranmu sendiri" itu adalah hal selalu yang bapak katakan ketika didalam perkuliahan. filsafat ialah pikiran yang ada didalam pikiran sang pencari ilmu filsafat. mempelajari filsafat tidak bisa hanya dalam sekejap. filsafat ialah refleksi dari hal-hal yang lainnya. terbentuk dari pengalaman pengalaman dan bacaan bacaan si pencari ilmu. karena filsafat ialah sebenar benarnya pikiran maka jangan pernah mencampuradukkan pikiran dan hati. karena ada hal-hal dalam agama yang tidak bisa dijelaskan melalui logika.

    ReplyDelete
  28. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya elegi elegi ini adalah mitos juga jika para siswa tidak berusaha menggapai logos.
    Berusaha mencapai target berkomentar sebanyak mungkin tapi tidak sungguh sungguh membaca elegi. Terjebak dalam kepalsuan, ketidakikhlasan belajar. Kena jebakan filsafat.
    Saya memaafkan Pak Marsigit Dan saya juga mohon maaf, sebab terkadang belum bisa memahami maksud dari elegi elegi. Ada komentar yang tidak sepenuh hati saya buat.
    Namun saya senang belajar filsafat. Semoga saya dan teman teman dapat menjadi saksi ilmu ilmu pengetahuan yang sudah kami pelajari.

    ReplyDelete
  29. Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat
    Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Metafisika filsafat adalah penjelasan dari yang ada dan yang mungkin ada. Belajar filsafat merupakan kegiatan menerjemahkan dan diterjemahkan. Obyek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam belajar filsafat, metafisika merupakan hal yang penting. Untuk dapat melakukan metafisika maka perlu usaha untuk belajar, membaca, menambah pengalaman dan wawasan, serta komunikasi dengan orang lain. Dengan begitu maka akan mampu untuk memberikan penjelasan dari yang ada dan yang mungkin ada. Karena untuk menyebutkan yang ada dan yang mungkin ada jumlahnya tak terbatas maka untuk menjelaskannya pun juga perlu adanya usaha yang tak terbatas, yaitu usaha untuk terus menerus belajar dan membaca serta meningkatkan aktivitas metafisika agar kualitas dalam berfilsafat juga meningkat. Selain itu juga diiringi dengan keikhlasan di dalam hati agar terhindar dari kesombongan-kesombongan yang dapat menghancurkan semua yang dimiliki.

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Wah, saya terenyuh ketika membaca bagian jebakan filsafat. Saya lalu bertanya dalam hati, apakah saya membaca dan mengomentari elegi-elegi ini hanya untuk mendapatkan nilai? Atau saya telah sungguh-sungguh ingin mempelajari ilmu filsafat? Semoga kita tidak terperangkap di dalam jebakan filsafat. Sebagai mahasiswa, tentu memperoleh nilai adalah tujuan saya. Tetapi saat ini keinginan saya setidaknya setelah mempelajari filsafat, saya mampu merefleksikannya ke dalam diri sendiri, tidak hanya mengejar nilai.

    ReplyDelete
  31. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berfilsafat tujuannya adalah untuk menjadi saksi, jika seseorang tidak berfilsafat maka orang tersebut sudah gagal dalam menjadi saksi. Filsafat merupakan olah pikir dan hal yang lebih tinggi dari olah pikir adalah olah hati yang letaknya ada pada ilmu spritual. Alangkah baiknya jika kita mempelajari keduanya secara seimbang agar pikiran dan hati keduanya bekerja secara harmonis.

    ReplyDelete
  32. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Berfilsafat bisa memperlebar sudut pandang kita terhadap matematika. Karena kita menjadi berpikir kritis dan mampu merefleksikan banyak hal baik yang ada dan yang mungkin ada, dalam lingkup keilmuan matematika. Selain memperlebar sudut pandang, belajar filsafat juga bisa membuka hati dan pikiran dalam menyikapi fenomena tertentu dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete