Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 20: Metafisika Filsafat




Oleh Marsigit

Ass karena pentingnya isi dan pesan dari elegi berjudul Forum Tanya Jawab 53: Dialog Filsafat, maka berikut saya tayangkan kembali dan saya beri judul baru seperti di atas. Selamat membaca, semoga menambah pencerahan baru. Amin


Metafisika Filsafat

Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wahai para elegi, berat rasanya aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu.

Para elegi:
Wahai orang tua berambut putih, janganlah engkau merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu kepadaku. Berbicara lugaslah kepadaku, jangan sembunyikan identitasmu, dan jangan sembunyikan pula maksudmu.

Orang tua berambut putih:
Sudah saatnya aku menyampaikan bahwa saatnya kita berpisah itu juga sudah dekat. Mengapa? Jika aku terlalu lama dalam elegi maka bukankah engkau itu akan segera menjadi mitos-mitosku. Maka aku juga enggan untuk menyebut sebagai orang tua berambut putih. Aku juga ingin menanggalkan julukanku sebagai orang tua berambut putih. Bukankah jika engkau terlalu lama menyebutku sebagai orang tua berambut putih maka engkau juga akan segera termakan oleh mitos-mitosku. Ketahuilah bahwa orang tua berambut putih itu adalah pikiranku. Sedangkan pikiranku adalah diriku. Sedangkan diriku adalah Marsigit. Setujukah?

Para elegi:
Bagaimana kalau aku katakana bahwa Marsigit adalah pikirannya. Sedangkan pikirannya adalah ilmunya. Sedangkan ilmunya itu adalah orang tua berambut putih.

Marsigit:
Maafkan aku para elegi, bolehkah aku minta tolong kepadamu. Aku mempunyai banyak murid-murid. Apalagi mereka, sedangkan engkau pula akan segera aku tinggalkan. Maka murid-muridku juga akan segera aku tinggalkan. Mengapa aku akan segera meninggalkanmu dan meninggalkan murid-muridku? Itulah suratan takdir. Jika para muridku mengikuti jejakku maka dia melakukan perjalanan maju. Sedangkan jika aku tidak segera meninggalkan muridku maka aku aku akan menghalangi perjalanannya. Aku harus member jalan kepada murid-muridku untuk melenggangkan langkahnya menatap masa depannya.

Mahasiswa:
Maaf pak Marsigit. Saya masih ingin bertanya. Bagaimanakah menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari?

Marsigit:
Filsafat itu meliputi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Padahal dirimu itu termasuk yang ada. Maka dirimu itu adalah filsafat. Sedangkan kehidupan sehari-hari itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada, maka kehidupan sehari-hari itu adalah filsafat. Sedangkan pertanyaanmu itu disamping telah terbukti ada, maka pertanyaan itu adalah awal dari ilmumu. Maka untuk menerapkan filsafat dalam kehidupan sehari-hari gunakanlah metode menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Wahai Pak Marsigit, apakah sebenarnya filsafat pendidikan matematika itu? Dan apa bedanya dengan filsafat matematika? Dan apa pula bedanya dengan matematika?

Marsigit:
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.

Mahasiswa Pendidikan Sain:
Maaf P Marsigit, saya ingin bertanya apakah perbedaan Sain, Filsafat Sain dan Filsafat Pendidikan Sain?

Marsigit:
Menurutku, pengertian Sain merentang pada dimensinya. Pada tataran Spiritual, Sain adalah Rakhmat dan Karunia Tuhan. Pada tataran Filsafat atau tataran Normatif, Sain adalah sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu. Maka pada tataran Filsafat atau Normatif, Sain adalah Pikiran Para Filsuf; dia meliputi metode berpikir dan pembenarannya. Pada tataran Filsafat maka Sain itu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri. Pada tataran Formal, Sain adalah berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan ilmu-ilmu bidang atau ilmu-ilmu cabang. Pada tataran Formal, umumnya Sain bersifat positive dengan metode utamanya adalah metode ilmiah. Sedangkan pada tataran Material, maka Sain merupakan teknologi (terapan) yang menghasilkan karya-karya atau produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, termasuk kebutuhan melakukan eksplorasi alam semesta. Sedangkan Filsafat Sain berusaha merefleksikan kerja dan karya para ilmuwan (saintis); mengapa dan bagaimana mereka menemukan suatu temuan, menghasilkan suatu produk dan dampak-dampaknya. Filsafat Pendidikan Sain berusaha merefleksikan Pendidikan Sain dalam konteks Ruang danWaktunya. Obyek dari Filsafat Pendidikan Sain adalah semua yang ada dan yang mungkin ada dalam Pendidikan Sain. Jadi obyeknya bisa meliputi Guru Sain, Metode Mengajar sain, Siswa Belajar Sain, Evaluasi Pembelajaran sain, Sumber Belajar Sain, dst.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, tetapi aku tidak pernah menemukan semua ungkapanmu itu dalam buku-buku referensi primer?

Marsigit:
Ungkapan-ungkapanku itu adalah kualitas kedua atau ketiga. Kualitas kedua atau ketiga itu merupakan hasil refleksi. Filsafat adalah refleksi. Jadi hanya dapat diketahui melalui kajian metafisik.

Mahasiswa:
Apa pula yang dimaksud metafisik?

Marsigit:
Metafisik adalah setelah yang fisik. Maksudnya adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu. Jadi jika engkau sudah berusaha menjelaskan sesuatu walaupun sangat sederhana, maka engkau telah melakukan metafisik. Maka dirimu itulah metafisik.

Mahasiswa Pendidikan Matematika:
Lalu apa bedanya matematika dengan filsafat matematika?

Marsigit:
Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Jadi 3+5=8 itu dapat dipandang sebagai hasil penelitian matematika yang sangat sederhana dan terlalu sia-sia untuk mempersoalkan. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8. Mengapa? Karena filsafat itu refleksi. Ketahuilah 3+5=8 itu, bagi filsafat, hanya betul jika kita mengabaikan ruang dan waktu. Tetapai selama kita masih memperhatika ruang dan waktu maka kita bias mempunyai 3 buku, 3 topi, 3 hari, dst…5 pensil, 5 pikiran, 5pertanyaan, dst…Maka kita tidak bisa mengatakan 3pensil +5 topi = 8 topi, misalnya.

Mahasiswa Pendidikan Matematika dan Mahasiswa Pendidikan Sain
Lalu apa relevansinya mempelajari filsafat dengan Pendidikan Matematika atau Pendidikan sain?

Marsigit:
Pendidikan itu dapat diibaratkan sebagai gerbong kereta api. Demikian juga pendidikan matematika atau pendidikan sain. Filsafat itu dapat diibaratkan sebagai helicopter pengawal gerbong KA. Para pendidik, atau guru atau praktisi kependidikan jika tidak pernah mempelajari filsafat pendidikan atau filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain, mereka itu ibarat penunmpang KA tersebut. Maka bagaimana mungkin penumpang KA bisa mengetahui semua aspek sudut-sudut gerbong KA dalam perjalanannya. Maka filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain itu ibarat seorang penumpang KA itu keluar dari gerbong KA, kemudian keluar naik helicopter untuk mengikuti dan memonitor laju perjalanan KA itu. Maka orang yang telah mempelajari filsafat pendidikan matematika atau filsafat pendidikan sain jauh lebih kritis dan lebih dapat melihat dan mampu mengetahui segala aspek pendidikan matematika atau pendidikan sain..

Mahasiswa:
Aku bingung dengan penjelasanmu itu. Bisakah engkau memberikan gambaran yang lebih jelas?

Marsigit:
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya. Hal yang demikian tentu berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Apakah filsafat itu meliputi agama?

Marsigit:
Filsafat itu olah pikir. Sedangkan agama itu tidak hanya olah pikir tetapi meliputi juga olah hati. Pikiranku tidak dapat memikirkan semua hatika. Artinya filsafat tidak mampu menjelaskan semua keyakinanku.

Mahasiswa:
Apa yang engkau maksud dengan jebakan filsafat?

Marsigit:
Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika engkau mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. Jika para guru peserta pelatihan, kemudian enggan melaksanakan hasil-hasil pelatihan setelah selesai pelatihan, itu adalah jebakan filsafat. Jika engkau pura-pura disiplin maka itu jebakan filsafat. Maka bacalah lagi elegi jebakan filsafat.

Mahasiswa:
Apa pantangan belajar filsafat?

Marsigit:
Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Pantangan yang lain adalah jangan gunakan filsafat itu tidak sesuai ruang dan waktunya. Jika engkau bicara dengan anak kecil perihal hakekat sesuatu maka engkau itu telah menggunakan filsafat tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.

Mahasiswa:
Apa tujuan utama mempelajari filsafat?

Marsigit:
Tujuan mempelajari filsafat adalah untuk bisa menjadi saksi. Mempelajari filsafat pendidikan matematika untuk menjadi saksi tentang pendidikan matematika. Tidaklah mudah menjadi saksi itu. Jika ada seminar tentang pendidikan matematika, tetapi engkau tidak ikut padahal mestinya engkau bisa ikut, maka engkau telah gagal menjadi saksinya pendidikan matematika. Itu hanyalah satu contoh saja. Jika ada perubahan kurikulum tentang pendidikan matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu padahal engkau mestinya bisa, maka engkau telah kehilangan kesempatanmu menjadi saksi. Jika ada praktek-praktek pembelajaran matematika yang tidak sesuai dengan hakekat matematika dan engkau tidak menyumbangkan pemikiranmu maka engkau telah gagal menjadi saksi. Tentu hal yang demikian berlaku untuk Filsafat Pendidikan Sain.

Mahasiswa:
Wahai Pak Marsigit, kenapa engkau melakukan ujian-ujian untuk kuliah Filsafat Ilmu? Padahal aku sangat ketakutan dengan ujian-ujian.

Marsigit:
Ujian itu ada dan jika keberadaannnya tersebar sampai kemana-mana untuk berbagai kurun waktu maka mungkin ujian itu termasuk sunatullah. Maka aku mengadakan ujian itu juga dalam rangka menjalani suratan takdir. Padahal bagiku tidaklah mudah untuk mengujimu, karena akan sangat berat mempertangungjawabkannya.

Mahasiswa:
Kenapa bapak kelihatan berkemas-kemas mau meninggalkanku?

Marsigit:
Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Paling tidak itu fisikku, tenagaku, energiku, ruangku dan waktuku. Tetapi ada hal yang tidak dapat dipisahkan antara aku dan engkau, yaitu ilmuku dan ilmumu. Diantara ilmuku dan ilmuku ada yang tetap, ada yang sama, ada yang. Tetapi komunikasi kita tidak hanya tentang hal yang sama. Kita bisa berkomunikasi tentang kontradiksi kita masing-masing dan kebenaran kita masing-masing.

Mahasiwa:
Apa bekalku untuk berjalan sendiri tanpa kehadiranmu?

Marsigit:
Ketahuilah bahwa akhir dari pertemuan kita dalam ruang dan waktu yang ini, adalah awal dari perjuangan kita masing-masing. Engkau semua akan memasukki hutan rimbanya kehidupan yang sebenarnya di masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan matematika. Ketahuilah salah satu hasil yang engkau peroleh dari belajar filsafat adalah kemerdekaan berpikir, kemandirian, keterampilan dan daya kritis, serta keteguhan hati. Itulah bekal yang engkau miliki. Selalu berusaha tingkatkanlah dimensi pikiran dan hatimu, dengan cara menterjemahkan dan diterjemahkan.

Mahasiswa:
Bagaimana tentang elegi-elegimu itu?

Marsigit:
Bacalah elegi-elegi itu. Itu adalah karya-karyaku yang semata-mata aku berikan kepadamu. Tetapi bacalah elegi-elegi dengan daya kritismu, karena engkau telah paham bahwa setiap kata itu adalah puncaknya gunung es. Maka sebenar-benar ilmumu adalah penjelasanmu tentang kata-kata itu.

Mahasiswa:
Bagaimana dengan elegiku?

Marsigit:
Buatlah dan gunakan elegi itu sebagai latihan untuk memperbincangkan yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi gunakan dia itu sesuai dengan ruang dan waktunya. Sebenar-benar tantanganmu itu bukanlah elegi, tetapi adalah kemampuanmu menjelaskan semua yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Sedangkan tugasmu adalah bagaimana murid-muridmu juga mampu mengetahui dan menjelaskan yang ada dan yang mungkin ada dari matematika sekolah yang mereka pelajari. Jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu. Maka dunia matematika itu adalah pikiran siswa. Jadi matematika itu adalah siswa itu sendiri. Motivasi adalah siswa itu sendiri. Apersepsi adalah siswa itu sendiri. Maka berhati-hatilah dan bijaksanalah dalam mengelola tugas-tugasmu. Tugas-tugasmu adalah kekuasaanmu. Maka godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaanmu. Padahal sifat dari kekuasaanmu itu selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaanmu. Siapakah obyek kekuasaanmu itu. Tidak lain tidak bukan adalah murid-muridmu. Tiadalah daya dan upaya bagi murid-muridmu itu dalam genggaman kekuasaanmu kecuali hanya bersaksi kepada rumput yang bergoyang. Tetapi ingatlah bahwa suara rumput itu suara Tuhan. Maka barang siapa menyalahgunakan kekuasaan, dia itulah tergolong orang-orang yang berbuat dholim. Maka renungkanlah.

Mahasiswa:
Terimakasih pak Marsigit.

Marsigit:
Maafkan jika selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan. Pakailah yang baik dariku, dan campakkan yang buruk dariku. Semoga kecerdasan pikir dan kecerdasan hati senantiasa menyertaimu. Semoga kita semua selalu mendapat rakhmat dan hidayah dari Allah SWT. Amien.

Selamat berjuang.

41 comments:

  1. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Elegi diatas seperti kata2 perpisahan dalam perkuliahan, semoga setelah belajar filsafat ilmu ini teman2 mahasiswa khususnya saya pribadi bisa merefleksikan ilmu sesuai dengan latar belakang masing-masing, yang dari Pendidikan Matematika bisa merefleksikan Pendidikan Matematika, yang dari Pendidikan Sain bisa merefleksikan Pendidikan Sain begitupun dengan yang dari ilmu-ilmu lainnya. Berakhirnya kuliah Filsafat Ilmu bukanlah akhir dari pembelajaran kita tentang filsafat ilmu, karena kita masih bisa mengakses dan membaca elegi-elegi dalam Blog ini, inilah salah satu manfaat yang luar biasa dari sistem perkuliahan yang diterapkan oleh Prof.Dr. Marsigit,M.A, yang mungkin belum diterapkan oleh dosen2 lain. Terima kasih banyak Prof.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan dengan filsafat, bukan berarti kita berpisah. Karena ilmu itu tidak akan ada habisnya jika kita benar-benar mempelajari dengan hati dan pikiran yang jernih. Tentu pengalaman yang berharga dalam mempelajari filsafat. Filsafat yang memiliki ilmu yang luas sesuai dengan definisi pelakunya sendiri. Karena sebenar-benarnya filsafat, adalah dirimu sendiri. Selama sastu semester ini, banyak pengetahuan yang bisa kita gunakan dalam membangun pengalaman kita sendiri. Karena tanpa adanya pengalaman dan ilmu dari orang lain, tentu kita tidak akan mendapatkan sesuatu ilmu tambahan ataupun hikmah dari pengalaman orang lain.

    ReplyDelete
  3. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Filsafat adalah refleksi. Melalui filsafat kita belajar untuk menjelasakan secara detail mengenai sesuatu hal. Filsafat mengajarkan kita untuk melakukan kajian metafisik. Metafisik adalah sesuatu setelah yang fisik. Sehingga kita tidak hanya melihat sesuatu itu hanya sekedar apa yang nampak saja, namun dengan mengamati dan mensintesiskannya dalam pikiran kita, kita mampu melihat sesuatu yang tampak biasa saja itu ternyata menyimpan sejuata makna. Oleh karena itu, dengan belajar filsafat artinya kita belajar untuk meluaskan pemikiran sehingga mampu untuk berpikir kritis dan kreatif. Terimakasih

    ReplyDelete
  4. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Ruang lingkup filsafat sangat luas, meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dari hal yang saya pelajari di mata kuliah filsafat bahwa ada hal yang luput dari pengawasan orang awan, yakni hal hal yang berkaitan dengan metafisik, yaitu sesuatu di balik fisik (yang nampak), misalnya kita dapat melihat berbagai warna benda bukan karena benda itu sewarna dengan yang kita lihat, melainkan sebaliknya. Kita harus pandai dalam melihat metafisik sehingga tidak tertipu dengan fisik semata.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih atas cerita dari elegi tersebut bapak. Semoga kami sebagai mahasiswa mampu mempelajari kembali dan menuju paham tentang hakekat dari filsafat sesungguhnya. Semoga dalam kehidupan selanjutnya setelah mempelajari filsafat menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya, manusia yang bijaksana, dengan pemikiran dan hati yang selalu menuntun kepada arah yang benar.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  6. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas ketersediaannya mengajarkan filsafat ilmu ini kepada kami, terlebih saya yang baru mengenal filsafat di jenjang S2 ini. Saya sangat mengapresiasi segala daya dan upaya bapak dalam memahamkan kami terhadap filsafat ilmu melalui segala elegi, penokohan-penokohan, pengibaratan yang indah, yang semuanya jika mampu dipahami secara mendalam sebenarnya sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Meski terlihat sulit, namun penerjemahan filsafat harus terus dilakukan dan dituntun oleh bapak sehingga kita mampu berhermeneutika dengan tepat. Segala pertanyaan dan pernyataan yang ada dan yang mungkin ada selalu dapat ditanggapi oleh jalan berpikir filsafat. Namun jangan sampai juga terjebak oleh jebakan filsafat jika sudah masuk ke ranah spiritual. Maka itulah mengapa belajar filsafat tidak boleh setengah hati dan setengah perjalanan, karena dikhawatirkan ketika filsafat itu belum dipahami sepenuhnya akan membuat salah tafsir dan miskonsepsi atau bahkan akan dapat menghasilkan konsep baru diluar logika dan penalaran kita. Sekali lagi terimakasih prof. Marsigit atas ketersediaannya mengajarkan filsafat ilmu ini kepada kami, semoga ilmu ini akan menjadi amal jariyah yang tidak pernah terputus sampai kapanpun. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  7. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dari elegi ini yang dapat saya simpulkan adalah saat dalam pendidikan matematika segala hasil pemikiran yang kita olah dan pikir maka hal tersbeut dapat dikatakan metafisik filsafat. Jadi ketika seorang siswa dapat menyatakan pendapat matematika dalam pembelajaran berarti mereka telah melakukan metafisik filsafat. Sama juga dengan guru ketika menerangkan dan menyampaikan ilmu yang dimilikinya baik dalam bentuk LKS, modul, maupun saat dia menggunakan metode ceramah dia telah menyampaikan metafisik filsafatnya. Sehingga metafisik filsafatt ini merupakan hal yang penting dan harus dikembangkan oleh masing-masing orang.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam belajar filsafat harus bersifat kontinu, tidak boleh sepotong-sepotong karena akan menggambarkan yang tidak lengkap dan tidak terikat pada ruang dan waktunya. Padahal segala isi dunia ini terikat pada ruang dan waktu. Gunakanlah elegy untuk memperdalam ilmu filsafatmu dan untuk membicarakan sesuatu hal yang ada dan yang mungkin ada. Sebenarnya tantanganmu bukanlah untuk menjelaskan elegi-elegi filsafat ini, namun untuk menjelaskan apa yang ada dan yang mungkin ada dari pendidikan matematika. Belajar filsafat juga tidak untuk mengejar nilai. Karena nilai filsafat itu hanyalah sebuah jebakan filsafat.

    ReplyDelete
  9. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Berfilsafat adalah berfikir, tetapi tidak semua berfikir dapat dikatakan berfilsafat. Berpikir yang dimaksud adalah berfikir yang mengandung tiga ciri yaitu radikan, sistematis dan universal. Untuk itu filsafat menghendaki berfikir yang sadar, teliti dan teratur. Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan/ pemikiran , manusia memiliki peran yang penting dalam menentukan dan menemukan eksistensinya.
    Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika dalam filsafat adalah penjelasanmu tentang segala sesuatu, segala sesuatau yang ada dan yang mungkin ada. metafisika saling berhubungan dengan epistemologi filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Filsafat merupakan ilmu yang sangat luas. Filsafat membahas hal yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Filsafat berkaitan dengan apa yang dipikirkan manusia sehingga filsafat sangat luas, termasuk filsafat pendidikan matematika. Sebagai contoh, dalam pendidikan matematika 3x4=12. Hal itu mutlak. Sedangkan dalam filsafat pendidikan matematika, 3x4 belum tentu 12 karena 3x4 bisa jadi 1000 (3x4=1000). Artinya harga foto 3x4 adalah 1000 rupiah.

    ReplyDelete
  11. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah tentang kontribusi. Manusia dianggap ada apabila ia menjadi saksi, bermanfaat dan berkontribusi atas fenomena yang ada disekitar. Apabila manusia mampu melakukan tetapi tidak mau melakukan, maka manusia belum memanfaatkan ilmunya dengan bermanfaat.

    ReplyDelete
  12. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya masih ingat di awal perkuliahan bapak menjelaskan bahwa filsafat itu cair, tidak ada pedoman khusus yang menentukan kebenaran jawaban melainkan tergantung ruang dan waktu. Saya rasa saya mulai memahami maksudnya. Belajar filsafat berarti belajar olah pikir yaitu dengan mensintesis tesis dan mencari anti tesis. Melalui perkembangan olah pikirlah kita dapat melakukan metafisik (memberikan penjelasan) tentang sesuatu yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan konteksnya. Maka itulah sebenar-benarnya ilmu dalam berfilsafat yaitu mampu menjelaskan pada ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  13. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. buku ditulis dengan kajian mendalam dan dapat dipelajari secara mandiri, sedangkan pengalaman kadang tidak dituliskan dalam buku, tapi disampaikan dengan hati. Mohon dikoreksi jika saya salah merefleksikan elegi ini, menurut saya elegi ini merupakan kumpulan pengalaman Prof. Marsigit yang dibagikan kepada kami mahasiswa beliau. Dari membaca elegi ini saya memahami bahwa Prof. Marsigit memiliki banyak pengalaman dalam bidang pendidikan dan filsafat. Walaupun saya belum memahami keseluruhan elegi ini, semoga saya dapat mengambil pelajaran darinya. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  14. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat mencakup segala macam pengetahuan yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu dalam mentafsirka sesuatu secara filsafat harus mempunyai bingkai yang kokoh, apakah bingkai itu? Yakni bingkai agama. Keluasan cakupan yang dimiliki oleh filsafat tersebut sangat memungkinkan kita mentafsirkan sesuatu secara bercabang-cabang, bahkan kita bisa mentafsirka sesuatu itu secara atheis. Oleh karena itu filsafat perlu dibingkai dalam agama (religious) agar mentafsirkannya tetap terarah.

    ReplyDelete
  15. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Banyak pelajaran yang dapat diambil dari elegi ini, salah satunya adalah bahwa filsafat itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Filsafat meliputi yang ada dan mungkin ada, selama kita mampu menangkap dan menerjemahkan yang ada sekalipun dalam tingkatan yang sangat sederhana maka disitulah kita sudah berfilsafat. Sementara itu kaitannya dengan metafisik, filsafat memandang bukan hanya yang ada atau nampak secara fisik, namun juga segala potensi yang ada disebaliknya. Bahkan apa yang terlihat kadang hanya sedikit dari banyaknya sifat yang sesungguhnya ada. Maka disinilah kita berkesempatan untuk berfilsafat, yakni menjelaskan apa yang ada dipirian kita ke pada yang diluar sekitar kita, dan berusaha menangkap atau menerjemahkan apa yang ada diluar diri kita agar masuk kedalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  16. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Elegi di atas dapat membantu kita untuk memahami filsafat dalam matematika. Dalam matematika, 1x2=2 adalah pasti. Namun, filsafat memandangnya dalam berbagai macam hal karena filsafat itu meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Kita dapat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi yang merupakan perwujudan dari refleksi. Jika kita memperhatikan ruang dan waktu, ada berbagai macam hal yang bisa kita terjemahkan.

    ReplyDelete
  17. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Filsafat adalah refleksi. Filsafat pendidikan matematika merupakan refleksi terhadap pendidikan matematika, yang mencakup refleksi dari semua yang ada dan mungkin ada dalam pendidikan matematika. Untuk meningkatkan kepekaan terhadap filsafat pendidikan matematika kita bisa membaca dan merefleksikan isi elegies yang pernah dibuat oleh Pak Marsigit. Namun, kita harus berhati-hati dengan filosofi perangkap, sikap itu tidak sungguh-sungguh, salah, menipu, berpura-pura, dan sebagainya. Baca keanggunan dengan kekuatan kritis akan memberikan pemahaman bahwa setiap kata itu adalah puncak gunung es. Lalu kebenaran sebenarnya adalah penjelasan dari kata-kata itu.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Metafisik ialah segala sesuatu dibalik yang kita lihat. Contohnya metafisik daun ialah selain yang kita lihat pada batu itu. Jika kita melihat daun itu berwanra hijau, maa metafisik daun ialah selain warna hijau. Filsafat iala segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada termasuk ilmu yang telah kita pelajari maupun yang belum kita pelajari. Sedangkan filsafat juga memiliki metafisik. Maka ilmu yang kita pelajari dan yang belum kita pelajari pun memiliki metafisik. Kita sebagai akademisis hendaknya juga mencari tahu metaisik dari ilmu yang kita pelajari. Contohnya matematika, matematika yang kita lihat ialah angka dan rumus. Sedangkan metafisiknya ialah segala sesuatu di baik angka dan rumus yang tida dapat kita lihat tetapi kita perlu berusaha mengetahuinya. Bahwa metafisiknya bisa jadi berupa cara matematika dipelajari, bentuk matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana matematika dapat membuat siswa menjadi senang.

    ReplyDelete

  20. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Filsafat adalah tentang yang ada dan yang mungkin ada. Jadi, hidup adalah filsafat. Cara menggunakannya adalah dengan menafsirkannya dan menerjemahkannya. Filsafat harus dipelajari secara keseluruhan. Kita harus benar-benar memahami apa yang kita pelajari sehingga kita dapat menggunakannya. Jika kita belajar hanya setengah-setengah, mungkin kita akan memberikan kesalahpahaman, filsafat itu bisa segala hal, termasuk matematika.

    ReplyDelete
  21. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Belajar filsafat merupakan belajar obyek filsafat secara meluas dan mendalam hingga kita mempelajari secara keseluruhan. Oleh karena itu dikatakan bahwa kita seperti dari gerbong kereta kemudian pindah ke helikopter dan memantau perjalan kereta. Artinya kita sudah meningkatkan dimensi kita dan tidak memandang obyek secara arsial saja. Maksudnya metafisik, kita tidak bisa menilai suatu obyek hanya dari penampakannya saja, namun apa yang ada dibaliknya, termasuk penyebab, alasan, dan bagaiman kontribusi kita. Tak apa jika kita awalnya masih memandang obyek dari dimensi material, namun seiring perjalanan waktu dari hasil belajar kita semoga kita diberi kemudahan untuk sampai pada dimensi spiritual.

    ReplyDelete
  22. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Terimakasih Prof atas penjelasan dlam postingan di atas. Sangat mempeerluas nosi kami dalam memahami metasisik dari filsafat. FIlsafat adalah senin olah piker, tatarannya pada olah piker dari yang ada dan yang mungkin ada. Ketika kita sedang berpikir sesuatu, memikirkan sesuatu, dalamm pengertian ini kita sudah melakukan metafisik filsafat, dengan objek tertentu. Dngan berfiikir maka kita akan selalu hidup, walau raga dan waktu sudah tidak mampu untuk menjangkaunya. Ilmu hasil olah piker akan selalu berada dimana-mana, menembus batas-batas dimensi

    ReplyDelete
  23. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Tujuan belajar filsafat adalah untuk meningkatkan kualitas olah piker, ketajaman olah piker, sensitifas olah piker, melalui menjadi saksi-saksi kehidupan. Oleh karena itu, dalam belajar filsafat harus bersifat kontinu, terus menerus, tidak dipenggal-penggal, karena akan menimbulkann penafsiran berbeda yang menyebabkan salah paham terkait dengan filsafat. Dibilang belajar filsafat artinya sesat, padahal batas filsafat dan spiritual itu ada, spiritual masih berada di atas filsafat, karena selain olah piker, juga masuk olah hati dalam spiritual

    ReplyDelete
  24. Latifah Fitriasari
    PM C

    Metafisika merupakan cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Kajian mengenai metafisika umumnya berporos pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dan sifat-sifat yang meliputi realitas yang dikaji. Cabang metafisika yang pertama adalah filsafat Metafisika Umum. Metafisika adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Metafisika umum sering diistilahkan dengan ontology. Tidak salah jika ada yang menyebut ontology sama dengan metafisika. Atau metafisika sama dengan ontology.

    ReplyDelete
  25. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Filsafat itu meliputi segala yang ada dan mungkin ada. Sedangkan segala hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah yang ada dan mungkin ada. Maka segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari merupakan filsafat. Karena hidup termasuk dalam filsafat, maka dalam menjalani hidup kita harus menggunakan metode dalam filsafat yaitu hermenetika. Hermenetika artinya terjemah dan diterjemahkan. Hermenetika artinya silaturahim. Maka dalam menjalani hidup kita juga harus saling silaturahim dengan sesame manusia, dengan makhluk hidup lain, dengan lingkungan.

    ReplyDelete
  26. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Filsafat merupakan refleksi dariobjek yang ada dan yang mungkinada. Dengan refleksi kita mampu memikirkan yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga dapat diaktakn filsafat adalah olah pikir, sedangkan agama tidak hanya olah pikir namun juga olah hati, yang mana filsafat tidk mampu menjelaskan semua keyakinan ini.

    ReplyDelete
  27. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mempelajari filsafat selaku mahasiswa pendidikan matematika saya rasakan benar seperti yang disebut di atas, yakni kita belajar menyelami dari bawah hingga ke dasarnya serta belajar melampaui dari atas seperti mengendarai helikopter untuk melampaui ornag-orang yang berada pada gerbong kereta. Dengan filsafat kita mempel;ajari segala hal yang berhubungan dengan apa yang ada dan apa yang mungkin ada, dan jika monsep tersebut diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika, maka kami selaku calon guru matematika dapat memperoleh gambaran yang mebih dalam mengenai kehidupan dan matematika itu sendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Metafisika berarti disebalik yang fisik, artinya penjelasan terhadap sesuatu yang tampak. Apabila kita sudah berusaha menjelaskan sesuatu meskipun begitu sederhana, maka kita telah melakukan metafisik. Metafisik filsafat berarti kita berusaha mencari makna dengan menjelaskan apa itu filsafat. Filsafat adalah refleksi, sehingga untuk menjelaskan filsafat kita melakukan refleksi yang hanya dapak kita lakukan ketika kita mengetahui filsafat.

    ReplyDelete
  29. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C


    Metafisika menyiratkan bahwa segala hal yang ada di dunia ini pada dasarnya adalah abstrak, bahwa itulah jawaban atas segala pertanyaan. Segala sesuatunya, senyata apapun, bila ia terus dipertanyakan, maka akan mencapai suatu batas yang tak terelakkan, yang mau tak mau mengarah pada pertanyaan asali. Maka tidak salah bila salah satu cara memahami metafisika adalah melalui repetisi pertanyaan akan suatu realitas hingga pertanyaan itu berhenti dan ia tidak lagi mendapatkan jawaban.

    ReplyDelete
  30. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Ruang lingkup filsafat meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada. Metafisika dalam filsafat artinya disebalik daripada filsafat itu sendiri. Artiya bahwa filsafat tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Namun merupakan suatu kesatuan yang menyeluruh dan saling berdampingan. Ibarat habis malam, terbitlah pagi, lalu malam mejelang, ketemu pagi lagi, begitu seterusnya. Artinya bahwa filsafat adalah keterhubungan antara segala yang ada dan yang mungkin ada disebaliknya.

    ReplyDelete
  31. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Elegi ritual ikhlas 20 ini memberikan gambaran secara umum ilmu atau pemikiran-pemikiran ayng kita peroleh dari belajar filsafat. Ranah kajian dari filfasat sangat banyak yaitu mulai dari yang fisik/material hingga ke spiritual, dan karena filsafat adalah oleh pikir, maka tidak dapat diberikan kepada anak sekolah. Sehingga yang diharapkan bukanlah hanyalah sebatas nilai mengenai filsafat saja akan tetapi mengenai bagaimana kita mengimplentasikan pemikiran filsafat itu dalam kehidupan sehingga kita akan menjadi lebih rendah hati. sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  32. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    memang benar bahwa seorang guru adalah penguasa di kelasnya. dan tidak sedikit kasus tentang bagaimana seorang guru berlaku sewenang-wenang terhadap muridnya dan menyalahgunakan kekuasaannya tersebut (mungkin kita juga pernah demikian tanpa kita sadari dan kita harus memohon ampun kepada Allah). maka sebagai guru (penguasa) yang baik, kita wajib menggunakan kekuasaan itu untuk hal-hal yang baik, yang diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Objek kajian filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Belajar secara filsafat adalah mengadakan segala yang mungkin ada. Belajar filsafat juga tidak boleh secara parsial atau sepotong sepotong. Filsafat juga tidak boleh digunakan jika tidak sesuai ruang dan waktunya, seperti kita tidak boleh menyampaikan filsafat pada murid kita secara mentah

    ReplyDelete
  34. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas elegi yang bapak tuliskan di atas. Sejujurnya, baru kali ini saya cukup intens mebaca tentang hal-hal yang terkait filsafat melalui tulisan-tulisan, referensi-referensi, maupun elegi-elegi yang bapak tuliskan. Saya akui, belajar filsafat adalah belajar banyak isti;ah-istilah asing yang benar-benar membingungkan seperti metafisika, ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Saya berharap apa yang bapak berikan kepada kami dapat bermanfaat di luar mata kuliah ini.

    ReplyDelete
  35. Junianto
    PM C
    17709251065

    Filsafat adalah tentang bagaimana kita memahami pemikiran orang lain dalam hal ini adalah para filsuf. Filsafat adalah olah pikir yaitu bagaimana manusia menggunakan pikiran mereka untuk memahami dan mempelajari fenomena dalam kehidupan. Berkaitan dengan ilmu pikir ini maka setiap manusia berhak memikirkan segala sesuatu berdasarkan pengalaman mereka sendiri tanpa harus ada campur tangan orang lain. Ini juga merupakan salah satu kemerdekaan dalam berfilsafat bahwa setiap orang boleh menentukan filsafat mereka sendiri. Dijelaskan pula bahwa filsafat adalah dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  36. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Filsafat merupakan refleksi, dan dalam mempelajari filsafat baiknya tidak sepotong-potong. Dengan berfilsafat kita dapat merefleksikan segala sesuatu, misalkan filsafat pendidikan matematika, kita merefleksikan bagaimana pendidikam matematika itu sendiri. Mempelajari pemikiran para filsuf, mempelajari keadaan yang kita alami sekarang dan menuangkan hasil refleksi kita merupakan cara kita untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  37. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    filsafat merupakan berpikir, maka sesungguhnya setiap kita berpikir maka kita sedang berfilsafat. filsafat mencakup segala yang ada dan yang mungkin ada. yang ada merupakan suatu yang diyakini, dibenarkan keadaannya. sedangkan yang mungkin ada merupakan suatu yang ada di dalam pikiran.

    ReplyDelete
  38. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Belajar filsafat adalah belajar untuk merefleksikan apapun yang terjadi. Filsafat menjadi pengawal bagi kita dalam perjalanan menggapai tujuan. Filsafat bisa digunakan dalam semua cabang ilmu karena filsafat adalah kehidupan itu sendiri meliputi dari yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  39. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Untuk matematika 3+5 = 8 itu sangat jelas dan final, dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Mengapa karena matematika itu adalah meneliti. Tetapi bagi filsafat kita berhak bertanya mengapa 3+5=8."
    Saya selalu ingat dengan penjelasan Prof. Marsigit bahwa filsafat itu adalah penjelasan kita. Jika kita tak mampu menjelaskannya, maka tak adalah ilmumu. Jika kamu hanya mengetahui formalnya bahwa 3+5 adalah 8, tanpa memahami aplikasinya, maka tiadalah ilmumu.

    ReplyDelete
  40. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Filsafat merupakan olah pikir, filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada Dalam pendidikan matematika. Dalam filsafat pendidikan matematika, tantangan kita adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya.

    ReplyDelete
  41. Pratama Wahyu Purnama| 17709251033

    Dalam belajar filsafat juga terdapat jebakan filsafat. Jebakan filsafat itu artinya tidak ikhlas, tidak sungguh-sungguh, palsu, menipu, pura-pura, dsb. Maka jika kita mempelajari filsafat hanya untuk mengejar nilai, itu adalah jebakan filsafat. itu adalah salah satunya.
    Belajar filsafat itu harus keseluruhan, Belajar filsafat itu tidak boleh sepotong-sepotong atau parsial. Kalimat-kalimat filsafat juga tidak bisa diambil sepenggal-penggal. Karena jika demikian maka tentu akan diperoleh gambaran yang tidak lengkap. Filsafat juga harus digunakan sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete