Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wah gawat situasinya. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada perkelahian antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Perkelahian kelihatannya sangat seru. Masing-masing menggunakan dan menyerang dengan jargon-jargonnya.


Keburukan:

Wahai para kebaikan, bagaimana engkau bisa meraih kehormatanmu di dunia dan akhirat? Bagaimana pula engkau mendapatkan ilmu dunia dan akhirat? Sedangkan aku, lihatlah. Aku akan sikat habis semua kesempatan di dunia agar aku memperoleh kehormatanku dan ilmuku. Sedangkan akhirat, belumlah jelas bagiku. Aku hanya berpikir dan bertindak kepada hal-hal yang jelas-jelas saja. Naiflah bagi engkau itu yang selalu tidak jelas akan perilakumu itu.

Kebaikan:
Wahai jargon keburukan. Kenalkanlah diriku. Menyangkut kabaikanku, aku enggan menganggap diriku sebagai jargon. Mengapa? Karena kebaikanku itu sebagian besar berdomisili di dalam hatiku. Padahal engkau tahu bahwa hatiku itu bukanlah jargon-jargonku, melainkan dia itu adalah keyakinanku. Maka untuk menjawab dan membantah semua pemikiranmu, aku tidak akan menggunakan jargon-jargonku....Ketahuilah sesungguhnya..:“Barang siapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, tak ubahnya menyeberang laut tanpa perahu” (Abu Bakar ra). “Kehormatan dunia didukung oleh harta, sedang kehormatan akhirat didukung oleh amal saleh” (Umar Ibn Khatab ra)
“Perhatian kepada dunia menggelapkan hati, sedangkan perhatian kepada akhirat meneranginya” (Utsman Ibn Affan ra). “Barang siapa mencari ilmu, maka sorga akan mencarinya; dan barang siapa mengejar dosa, maka neraka akan mengejarnya” (Ali Ibn Abi Thalib)


Keburukan:
Waha..sombong amat engkau itu. Aku tidak peduli engkau menggunakan jargon atau bukan jargon. Bagiku sama saja. Semua itu adalah jargon-jargonmu. Tetapi sebaik apapun ucapanmu itu aku tidak akan mendengarkannya.

Kebaikan:
Dasar keburukan ya tetap buruk. Satu-satunya sifatmu yang tidak termaafkan adalah kesombonganmu.Ketahuilah..“Semua dosa yang bersumber dari syahwat, masih ada harapan akan diampuni Tuhan. Tapi dosa yang bersumber dari kesombongan tidak akan ada harapan untuk diampuni. Pembangkangan iblis terhadap Allah SWT bersumber dari kesombongannya, sedangkan tergelincirnya Adam bersumber dari syahwatnya”(Sufyan Tsauri)

Jargon keburukan:

Wahai kebaikan...rupanya engkau sudah mulai bicara dosa-dosa. Gajah dipelupuk mata tidak tampak, sedangkan kuman di seberang lautan itu tampak jelas.

Kebaikan:
Ketahuilah wahai keburukan...“Barang siapa berbuat dosa sambil tertawa, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis. Barang siapa berbuat taat sambil menangis, maka Allah akan memasukkannya ke dalam sorga dalam keadaan tertawa gembira”(Zahid)

Jargon keburukan:
Ah..itu kan kalau dosanya besar-besar. Sedangkan menurut perasaanku, jikalau ada dosa pada diriku, dosaku itu masih kecil-kecil.

Kebaikan:
Wahai keburukan...jangan kau anggap dosa kecil itu sepele, karena daripadanya akan berkembang dosa-dosa besar.Ketahuilah...“Bukan dosa kecil lagi jika dilakukan terus menerus, dan bukan dosa besar jika diikuti istigfar”(Muhammad SAW)

Keburukan:

Ah..wahai kebaikan. Engkau itu memang munafik. Mana mungkin engkau itu terbebas dari segala nafsu, syahwat, dosa, sombong dan melakukan yang khalal-khalal?

Kebaikan:
Aku melihat ada peningkatan pada dirimu. Sekarang engkau tidak lagi bersembunyi di balik jargon-jargonmu. Pertanda bahwa engkau tidak lagi menggunakan jargon di depan namamu. Tetapi ketahuilah bahwa celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanannya. Sedangkan aku melihat hal yang demikian itu ada pada dirimu. Barang siapa meninggalkan dosa-dosa, hatinya akan menjadi lembut, dan barang siapa meninggalkan yang haram dan hanya makan yang halal saja, maka pikirannya akan menjadi bening. Allah telah berfirman kepada Nabi-nabinya:”patuhilah segala hal yang Aku perintahkan kepadamu dan janganlah engkau durhaka terhadap nasehat-nasehat-Ku”

Keburukan:
Aku mengakui telah melepas jargon-jargonku. Karena engkau mulai mengetahui siapa diriku, buat apa aku bersembunyi di balik jargon-jargonku itu. Dasar engkau selalu membenciku. Pertanyaan pertanyaanku selalu engkau bantah dengan peraturan-peraturan. Dasar engkau itu sok idealis.

Kebaikan:
Baiklah wahai keburukan. Sekarang yang ada tinggalah engkau dan diriku. Ketahuilah..
“Kasih sayang yang utuh kepada orang lain merupakan separuh akal. Pertanyaan yang baik merupakan separuh ilmu. Dan peraturann yang baik merupakan separuh kehidupan”(Umar ra)

Keburukan:
Wahai kebaikan..kelihatannya engkau itu berbicara seakan-akan hanya dirimu yang akan selamat dan hanya diriku yang akan tidak selamat. Sombong amat engkau itu!

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu miskin maupun kaya; bersikap adil baik di waktu senang maupun marah. Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang keterlaluan; hawa nafsu yang diturut; dan kagum pada diri sendiri”(Muhammad SAW)

Keburukan:
Wahai kebaikan. Aku lihat engkau itu barlagak santun.

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Barang siapa tak punya sopan santun, berarti ia tak berilmu. Barang siapa tidak memiliki kesabaran berarti ia tidak beragama”(Hasan al-Basri)

Keburukan:
Wahai kebaikan..menurutku engkau terlalu banyak bicara. Engkau tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membantah. Kelihatannya engkau itu bisa hidup sendiri tanpa diriku.

Kebaikan:
Wahai keburukan..“Berilah kesempatan kepada siapa yang engkau kehendaki, niscaya engkau menjadi pemimpinnya. Tadahkan tanganmu kepada siapa yang engkau kehendaki, niscaya engkau menjadi tawanannya. Cukupkan dirimu tanpa membutuhkan orang lain, niscaya engkau menjadi tandingannya”(Ali Karramallahu wajhah)

Keburukan:

Wahai kebaikan, apakah engkau tidak butuh harta dan kemuliaan dunia? Padahal untuk meraihnya itu haruslah berbekal imu. Bukankah engkau tahu bahwa ilmuku itu telah cukup untuk itu.

Kebaikan:
Wahai keburukan...barang siapa hanya mengandalkan kecerdasan akalnya, ia akan sesat. Barang siapa merasa kaya dengan hartanya, maka hartanya akan terasa sedikit. Barang siapa merasa mulia karena dukungan makhluk, maka ia sebenarnya hina.

Keburukan:

Bolehkah aku mengetahui sifat-sifatmu?

Kebaikan:

Ada empat hal yang merupakan diriku sebagai kebaikan: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.

Keburukan:
Ah..itu kan menurutmu. Menurutku mungkin bisa lain. Tetapi, apakah engkau bisa menyebut ciri-ciriku?

Kebaikan:
Ada empat hal yang merupakan dirimu sebagai keburukan: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi; kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.

Keburukan:
Ah..kamu itu sok pintar. Memangnya hanya engkau orang yang paling berilmu, beramal, dan bijak.

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Ilmu itu petujuk amal. Filsafat itu gudangnya ilmu. Akal adalah penuntun kebajikan. Hawa nafsu itu tempat bercokolnya dosa. Harta merupakan kebanggaan orang congkak. Dan dunia itu ladangnya akhirat”(Yahya Ibn Muad)

Keburukan:

Baiklah kebaikan..aku akan mengujimu. Jika engkau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku maka aku akan mempertimbangkan kebaikan-kebaikanmu. Pertanyaan-pertanyaanku adalah: apa yang lebih berat dari langit?, apa yang lebih luas dari bumi?, apa yang lebih keras dari batu?, apa yang lebih panas dari neraka?, dan apa yang lebih berbisa dari pada racun?

Kebaikan:

Wahai keburukan, ketahuilah...“Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racun”(Ali Karramallahu wajhah)

Keburukan mulai bimbang:

Wah kebaikan..aku mulai ragu dengan sikapku. Setelah engkau katakan bahwa hati seorang munafik itu lebih keras dari batu, maka aku merasa disambar petir di siang hari bolong. Jangan-jangan aku ini termasuk golongan orang munafik. Aku mulai merasa tidak pede bicara dengan engkau. Apakah memang engkau itu betul-betul kebaikan. Apakah kebaikanmu itu memang betul-betul engkau. Apakah sebetul-betul kebaikan itulah yang engkau maksud sebagai bukan jargon. Aku mulai terasa berat dalam hatiku. Aku mulai terasa haru dalam hatiku. Tubuhku mulai bergetar. Kenapa selama ini aku selalu mengandalkan jargon-jargonku untuk memantapkan kedudukanku. Padahal menghadapi kebaikan sejati ternyata aku tidak dapat mengandalkan jargon-jargonku. Wahai kebaikan perhatikanlah diriku. Apakah aku sudah tampak seperti orang bertaubat. Bolehkah engkau memberi kesempatan bagi diriku untuk meneteskan air mataku. Hih....hih....Jika aku ingin bertaubat bagaimanakah caranya? Bolehkah aku memohon kepada dirimu? Janganlah selalu sebut aku sebagai keburukan. Aku ingin engkau menyebutku sebagai kebaikan pula. Oh Tuhan ampunilah dosa-dosaku, ampunilah keburukanku ini.

Kebaikan:
Wahai keburukan yang mulai sadar akan kebaikan. Artinya engkau itu adalah setengah baik, sebelum aku betul-betul mengetahui bahwa engkau betul-betul baik. Ketahuilah, bahwa tidaklah mudah orang bertaubat itu. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.

Kebaikan baru:
Wahai kebaikan saya bertekad akan menjalani syarat-syaratmu itu, maka bagaimanakah kemudian keadaanku?

Kebaikan:

Wahai kebaikan baru, bacalah:Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang; Maha suci Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit; Maha Suci Tuhan yang kerajaan dan kekusaan-Nya ada di bumi; Maha Suci Tuhan yang agama-Nya berada di muka bumi; Maha Suci Tuhan yang ruh-Nya merata di ruang semesta; Maha Suci Tuhan yang kekuasaan-Nya ada di Neraka; Maha Suci Tuhan yang mengetahui rahasia dalam kandungan; Maha Suci Dzat yang memutuskan siska kubur; Maha Suci Tuhan yang membangun langit tanpa tiang; Maha Suci Tuhan yang menempatkan bumi; Maha Suci Tuhan yang tidak ada tempat bersandar dan tempat kembali kecuali hanya kepada-Nya. Amien..amien..amien.

Kebaikan baru:
Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang; Maha suci Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit; Maha Suci Tuhan yang kerajaan dan kekusaan-Nya ada di bumi; Maha Suci Tuhan yang agama-Nya berada di muka bumi; Maha Suci Tuhan yang ruh-Nya merata di ruang semesta; Maha Suci Tuhan yang kekuasaan-Nya ada di Neraka; Maha Suci Tuhan yang mengetahui rahasia dalam kandungan; Maha Suci Dzat yang memutuskan siska kubur; Maha Suci Tuhan yang membangun langit tanpa tiang; Maha Suci Tuhan yang menempatkan bumi; Maha Suci Tuhan yang tidak ada tempat bersandar dan tempat kembali kecuali hanya kepada-Nya. Amien..amien..amien.

Orang tua berambut putih:

Saya telah menyaksikan dan merasakan Tuhan telah menurunkan rakhmat dan hidayah Nya buat kita semua. Alhamdullilah.Amien..amien..amien.

Referensi:
Ibnu Hajar al-'Asqalani, 1986, "Untaian Hikmah: Percikan Ucapan Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Mujahid dan Guru-guru Sufi", Bandung: Penerbit Pustaka

43 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam kehidupan, terdapat baik dan buruk yang saling bertentangan di antara kita. Baik dan buruk adalah dua hal yang sangat berbeda. Dan untuk mengetahuinya, ada empat hal yang dianggap baik dan empat yang dianggap sebagai keburukan. Namun, tidak peduli bagaimana dosa yang kita lakukan ketika kita berada di keburukan kecil, kita harus segera bertobat kepada Allah SWT. Dan hal pertobatan orang istighfar, menyesal dalam hati, untuk melepaskan diri dari tindakan amoral, berjanji untuk tidak mengulangi dosa, cinta akhirat, bersemangat untuk belajar dan beribadah.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    “Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu miskin maupun kaya; bersikap adil baik di waktu senang maupun marah. Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang keterlaluan; hawa nafsu yang diturut; dan kagum pada diri sendiri”. Dalam diri manusia memiliki sisi kebaikan dan keburukan yang berbeda antar masing-masing individu. Kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas akan memberikan pahala sedangkan perbuatan buruk akan menghasilkan dosa. Sebagai umat beragama sebaiknya kita melakukan hal-hal baik baik kepada siapapun sesuai ajaran agama, agar kita memperoleh ridha-Nya. Serta kita dilarang memiliki sifat sombong dengan apa yang kita miliki, karena itu akan menjadi dosa bagi diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. kebaikan dan keburukan sudah fitrahnya pasti ada dalam diri manusia. Keburukan tidak akan selamanya ada di dalam hati manusia jika kebaikan mampu mengetuk hati itu. Keburukan mau dan mampu berubah jika kebaikan bersedia menuntun keburukan menuju kebaikan. Allah SWT selalu menerima taubatnya seseorang jika orang tersebut bersungguh-sungguh dalam taubatnya dan tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam kehidupan di dunia semuanya mempunyai hubungan sebab akibat. Begitu pula degan sifat atau perilaku yang kita kerjakan. Apabila keburukan yang kita lakukan maka keburukan pula yang akan kita dapat di dunia lebih-lebih di akhirat, begitu pun sebaliknya apabila kebaikan yang kita lakukan maka kebaikan pula yang akan kita tuai. Namun demikian sebagai manusia yang sifatnya pelupa, kita tentunya tidak terlepas dari keburukan atau melakukan perbuatan dosa. Yang dapat kita lakukan adalah senantiasa berikhtiar dan berdoa agar kita selalu diberi kekuatan untuk menghindarinya. Tapi apabila kita telah melakukan perbuatan dosa tersebut, maka kita harus cepat bertobat sungguh-sungguh dan ikhlas dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

    ReplyDelete
  5. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Berbicara tentang keburukan maka kita juga sangat akrab dengan kebaikan. Begitulah hidup ini, tidak bisa kita elakkan dari perilaku baik dan buruk. Namun bila kita cermati, maka kebaikan iru selalu memberikan petunjuk untuk menjaugi diri dari keburukan. Tanpa kita sadari, kita sering berpikir apakah sesuatu yang akan kita kerjakan itu baik atau buruk maka dari situ kebaikan selalu membisikkan kita bahwa pekerjaan itu baik dan mendorong kita untuk melakukannya namun kdang pikiran manusia terperangkap oleh keburukan yang menganjurkan kita untuk melakukan keburukan. Namun, jauh dari lubuk hati yang paling dalam kebaikan telah memberikan petunjuk yang benar tetapi sering kali kita mengingkarinya.
    Semoga kita bisa kembali ke jalan yang benar dan mendapat ridho dari Allah SWT. Aamiiin....

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Keburukan adalah sesuatu hal yang pasti dan wajar terjadi di dalam kehidupan, namun hal paling penting dalam hidup ini adalah bagaimana merubah keburukan itu menjadi sebuah kebaikan. Hal-hal tersebut juga sebaiknya diikuti dengan keikhlasan dalam hati dlam melaksanakan perintah Tuhan YME agar lebih baik lagi, dan kita sebagai manusia bisa selalu dalam kebaikan-kebaikan.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Keburukan dan kebaikan adalah dua hal yang pasti ada dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperkecil keburukan yang ada pada diri kita dan memperbanyak amalan baik kita. Memang tidak mudah, namun hal ini memang harus kita laksanakan. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

    ReplyDelete
  8. Kebaikan dan keburukan akan selalu berperang untuk mendapatkan kekuasaan. Peperangan yang bertempat dihati manusia, pikiran manusia, tindakan manusia, atau antara manusia yang baik dan buruk. Keburukan memberikan kesenangan dan kebahagian di dunia yang semu. Sedang kebaikan memberikan kebahagiaan yang hakiki. Keburukan akan mengasilkan dosa-dosa yang menjerumuskan manusia pada neraka yang memakar sedang kebaikan akan memperoleh pahala yang akan meningkatkan dan memasukkan manusia dalam surga yang penuh kenikmatan. Jangan mau tertipu oleh keburukan yang dibisikan oleh syetan. Syetan adalah musuh yang sama. Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Semua yang ada di dunia ini adalah Allah telah menciptakan berlawanan. Ada siang ada malam, ada pria ada wanita, dan lain sebagainya yang berlawanan. Maka jika ada kebaikan maka Allah juga menciptakan keburukan. Namun untuk kebaikan dan keburukan ini semata manusia lah yang memperbuatnya. Tergantung bagaiman tujuan hidup manusia itu. Hidup di dunia ini sesungguhnya cuma ada dua pilihan, Surga atau Neraka. Mudah sekali untuk memilih kedua tujan hidup tersebut. Jika ingin surga, maka kita harus selalu di dalam kebaikan. Sedangkan jika ingin neraka, maka kita tinggal pilih untuk selalu berbuat keburukan.
    Keburukan yang dapat meuntun orang masuk kedalam neraka jika tidak segera bertaubat adalah kesombongan, hawa nafsu yang ditururut, serta orang yang kikir sekali. Sedangkan kebaikan yang akan membawa manusia menuju surga adalah selalu takut kepada Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangannya, hidup sederhana, dan bersikap adil. Jadi sekarang manusia tinggal memilih, segera bertaubat jika merasa bersalah dan hidup dalam keburukan dan selalu berbuat baik agar bisa masuk surga, atau selalu dalam keburukannya dan tidak mau bertaubat sehingga ia masuk ke dalam neraka, naudzubillah.

    ReplyDelete
  10. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Keburukan dan kebaikan adalah suatu keniscayaan hidup, jika kita bisa memilih apakah keburukan ataukah kebaikan yang akan kita lalui, tentunya kebanyakan kita cenderung memilih kebaikan saja. kebaikan seolah akan lebih ringan kita jalani, dari pada bayang keburukan yang menakutkan Sebenarnya kedua hal ini terus membuat kita bersyukur atas nikmat hidup yang Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Allah SWT yang menciptakan seluruh alam semesta sekaligus menurunkan hujan atau mengatur terbit dan terbenamnya matahari. Islam memerintahkan segala sesuatu yang bisa ditunaikan oleh seseorang kepada orang lain berupa kebaikan apapun, misalnya mengajarkan ilmu, menganjurkan berbuat kebaikan dan menyambung silahturahmi. Kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas akan memberikan pahala sedangkan perbuatan buruk akan menghasilkan dosa. Siapapun yang melanggar sudah ada hukumnya dan ada balasannya.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kalau kita berbicara masalah keburukan dan kebaikan maka kita tahu dengan jelas bahwa baik dan buruk itu selalu ada di dalam setiap diri manusia. Semua yang ada di dunia ini adalah Allah telah menciptakan berlawanan. Ada siang ada malam, ada pria ada wanita, dan lain sebagainya yang berlawanan. Maka jika ada kebaikan maka Allah juga menciptakan keburukan. Namun untuk kebaikan dan keburukan ini semata manusia lah yang memperbuatnya. Tergantung bagaiman tujuan hidup manusia itu. Hidup di dunia ini sesungguhnya cuma ada dua pilihan, Surga atau Neraka. Mudah sekali untuk memilih kedua tujan hidup tersebut. Jika ingin surge, maka kita harus selalu di dalam kebaikan. Sedangkan jika ingin neraka, maka kita tinggal pilih untuk selalu berbuat keburukan.Keburukan yang dapat menutun orang masuk kedalam neraka jika tidak segera bertaubat adalah kesombongan, hawa nafsu yang ditururut, serta orang yang kikir sekali. Sedangkan kebaikan yang akan membawa manusia menuju surge adalah selalu takut kepada Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangannya, hidup sederhana, dan bersikap adil. Jadi sekarang manusia tinggal memilih, segera bertaubat jika merasa bersalah dan hidup dalam keburukan dan selalu berbuat baik agar bisa masuk surga, atau selalu dalam keburukannya dan tidak mau bertaubat sehingga ia masuk ke dalam neraka, naudzubillah.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tidak ada baik jika tidak ada buruk, sebaliknya tidak ada buruk jika tidak ada baik. Baik dan buruk merupakan hal yang bertentangan maknanya. Kebaikan bisa menjadi keburukan, jika hati amalan-amalan yang kita kerjakan dilandasi dengan perasaan sombong, ingin dipuji, dsb. Oleh karenanya, untuk menjaga agar kebaikan akan tetap menjadi kebaikan, hendaknya amalan-amalan yang kita kerjakan dilandasi dengan rasa ikhlas yang hanya mengharap ridho dari-Nya. Namun, keburukan bisa menjadi kebaikan, jika kita melakukan taubat, kita menyadari kesalahan-kesalahan kita, mau memperbaikinya, dan tidak mau mengulanginya. Oleh karenanya, kita harus selalu berdoa agar rahmat dan hidayah-Nya selalu diturunkan untuk kita.

    ReplyDelete
  14. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Di dunia ini semua diciptakan berpasang-pasangan. Siang dengan malam, makan dengan minum, pasang dengan surut, dst. Begitu pula dengan kebaikan dan keburukan. Kebaikan dan keburukan ibarat dua sisi mata uang yang sulit dipisahkan. Salah satu keburukan yang sering sekali melenakan manusia adalah kesombongan. Sombong atas jabatan, kekuasaan, ilmu dan harta yang dimiliki. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini pasti akan kita pertanggungjawabkan di akhirat, oleh karena itu perbanyaklah melakukan kebaikan dan jauhilah keburukan. Hendaklah kita selalu memperbaiki diri, tidak mengulangi keburukan yang sama, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kesombongan merupakan suatu keburukan yang tidak layak dilakukan oleh manusia. Manusia tidak memiliki apa pun didunia ini kecuali amal ibadahnya. Semua yang ada pada kita sekarang hanyalah titipan yang sewaktu – waktu dapat diambil kembali. Kesombongan erupakan sulutan dari iblis. Seperti yang saya kutip dari Prof ‘Pembangkangan iblis terhadap Allah SWT bersumber dari kesombongannya, sedangkan tergelincirnya Adam bersumber dari syahwatnya.’

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Keburukan dan kebaikan, adalah dua hal yang ada di sekitar kita. Pilihan untuk berbuat baik atau berbuat buruk ada pada masing – masing. Ketika orang sudah berpikiran buruk maka kebaikan sebesar apapun yang kita buat tidak akan dianggap. Bahkan ketika melakukan banyak kebaikan dan satu saja keburukan, maka orang akan dapat dengan jelas melihat keburukan kita. Itulah manusia yang tidak lepas dari dosa. Membentengi diri untuk berbuat jahat dan lebih memilih untuk berpikir positif akan membawa manusia kepada kebaikan, tetapi tidak lupa bahwa di atas semua itu membutuhkan campur tangan Tuhan.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Di dunia ini tiada yang terlepas dari kontradiksi. Sebenar-benar hidup adalah kontradiksi. Dalam diri manusia terdapat 2 sisi yaitu sisi buruk dan sisi baik. Dengan adanya kontradiksi manusia dapat belajar introspeksi diri. Tiada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Alloh.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang saling bertentangan yang keduanya pasti pernah dilakukan oleh manusia. Pilihan untuk berbuat baik dan buruk merupakan pilihan yang diambil manusia dalam perjalanan hidupnya. Ketika keburukan yang kita pilih, maka segera bertaubatlah dengan taubat nasuhah dan tidak mengulangi lagi keburukan yang sama. Namun, dalam menjalankan kebaikan kita perlu waspada bahwa baik tidak mengatakan "baik". Karena jika begitu, maka kita belum sepenuhnya baik. Maka, yang harus manusia upayakan adalah selalu membersihkan hati dan pikiran dengan ikhlas sehingga memperoleh kebaikan dan senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Allah SWT telah menciptakan alam semesta secara lengkap, ada baik, ada buruk maka ada kebaikan dan keburukan. Kita diajarkan untuk menebar kebaikan bukan keburukan. Kita diajarkan untuk menghindari hal yang buruk dan melakukan yang baik. Itu perintah Allah. Namun, sebagian manusia merasa dirinyalah yang paling baik padahal ia belum sesungguhnya baik. Maka ada keburukan pada hal demikian. Maka itulah yang disebut dengan sifat sombong. Keburukan akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Sedangkan dengan menebar kebaikan kita akan dikenang dan dido’akan oleh orang lain.

    ReplyDelete
  20. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sifat buruk atau jelek yang dimiliki oleh seseorang bisa disebabkan berbagai hal, seperti selalu menuruti segala hawa nafsu. Keburukan itu bisa berubah menjadi baik apabila ia mau bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah. Elegi ini mengajak kita untuk selalu berada pada kebaikan. Saling mengingatkan atau menasehati dalam hal kebaikan. Oleh karena itu, kita sebaiknya selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu dalam pilihan yang baik, yang tepat menurut Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini diceritakan bahwa orang tua berambut putih menyaksikan perdebatan antara kebaikan dan keburukan. setelah lama berdebat, keburukanpun mulai ragu dengan akhirnya berubah menjadi kebaikan baru orang tua berambut putih menyebutkan kejadian ini sebagai rahmat dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dengan berdoa dan berikhtiar, manusia dapat menutup potensi keburukannya. Potensi keburukan orang lain juga dapat ditutup dengan membalas keburukannya dengan kebaikan. Janganlah membalas keburukan dengan keburukan juga. Hati yang keras bisa menjadi lunak apabila disentuh oleh kebaikan. Sebar kebaikan dimanapun dan kapanpun dengan selalu mohon perlindungan pada Allah agar terhindar dari segala keburukan.

    ReplyDelete
  23. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Syaiton tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia, menggoda manusia untuk melakukan keburukan ataupun dosa. Terkadang manusia meremehkan dosa-dosa kecil yang mereka lakukan, padahal dosa-dosa kecil jika dilakukan terus menerus maka akan bertumpuk-tumpuk dan menjadi jumlah yang besar. Oleh karena itu teruslah memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat, segeralah bertaubat dan meminta hidayah serta petunjuk Allah

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kebaikan dan keburukan ibarat dua mata uang yang tak terpisahkan. Namun, seringnya keburukan seseorang lebih berbekas pada diri orang lain dibandingkan dengan kebaikan orang itu. seperti yang diajarkan lewat peribahasa kita, “nila setitik merusak susu sebelanga”, keburukan sekecil apapun akan lebih diperhatikan dibandingkan kebaikan. Pertanyaan bagi kita adalah apakah kita ingin terus hanya mengingat keburukan saja sehingga kebaikan kehilangan nilainya ataukah kita ingin memaafkan keburukan tersebut dan belajar mengingat yang baik sehingga hubungan kita dengan orang lain terus terjaga? Jadilah orang yang dapat memperhatikan kebaikan orang lain.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan kita dihadapkan pada dua pilihan, melakukan yang baik atau melakukan keburukan. Tentunya kita selalu berharap agar dapat selalu melakukan hal yang baik. Namun, hal yang baik bagi kita bisa jadi menyakiti orang lain. Oleh karena itu, meminta pertolongan dari Tuhan agar selalu jeli dan peka terhadap perasaan orang lain itu sangat diperlukan. Sikap ikhlas membuat hati menjadi bersih, pikiran jernih dan terbebas dari pengaruh setan.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Keburukan dan kebaikan selalu hadir disetiap langkah dan ucapan manusia. Hanya saja bagaimana kita bisa menjauhkan keburukan dari dalam dirikita dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan memperbanyak berdo’a kepada Allah dengan khusyu dan hati yang jernih serta ikhlas dengan meminta dijauhkan dari segala keburukan yang mungkin akan terjadi dalam dirikita. Hati seorang munafik itu lebih keras dari batu. Pernyataan tersebut sangat mengena bagi siapa saja yang membacanya. Seorang munafik tidak akan pernah mendengarkan ucapan orang lain, ia selalu menuruti hati dan ucapannya tanpa mau menerima saran dari orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  27. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bukan dosa kecil lagi jika dilakukan terus menerus, dan bukan dosa besar jika diikuti istigfar”(Muhammad SAW) suatu dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus maka akan menjadi dosa besar, sedangkan dosa besar yang dilakukan kemudia diiringi dengan taubat maka bukan menjadi dosa besar. Segala kebaikan dan keburukan adalah suatu pilihan dalam melangkah. Sebaik-baiknya memilih pilihan adalah melandasarkan pilihan kepada kepentingan akherat agar tidak terjebak pada pilihan.

    ReplyDelete
  28. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 22 Perkelahian kebaikan dan keburukan. Pada elegi ini disampaikan bahwa dalam hidup selalu ada kebaikan dan keburukan. Jangan pernah menyepelekan dosa kecil karena boleh jadi kita sedang menabung untuk dosa yang besar, segeralah bertaubat. Hal yang dilakukan kebaikan sangatlah patut diteladani. kegigihannya dalam menyampaikan hal hal baik dan juga fakta fakta yang mendukung argumennya membuat keburukan menjemput rahmat Allah SWT sehingga ia kembali kejalan yg benar sebagai kebaikan baru. Marilah kita senantiasa saling mengingatkan antar saudara, semoga kita tergolong dalam manusia yang selamat. Aamiin.

    ReplyDelete
  29. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Seburuk – buruknya keburukan adalah ia yang tiada sadar keburukannya, tiada rasa penyesalan dam tiada keinginan untuk bertobat. Segala keburukan dapat menjadi kebaikan. Keburukan dan kebaikan daoat dijembatani dengan pertobatab. Namun jika telah melalui titik tobat, tidak boleh baginya kembali kepada keburukan. Jika ia kembali, lenyaplah segala kebaikan yang dilakukannya seteah melakukan tobat.

    ReplyDelete
  30. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Ada orang yang memiliki pengertian yang lengkap tentang kebaikan dan keburukan. Ia bisa menerangkan dengan lancar segi-segi dan kriteria-kriteria yang berhubungan dengan kebaikan atau keburukan itu. Tetapi pengertiannnya itu tidak mengantarnya pada perbuatan kongkrit. Pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan berhenti pada konsep, sementara perbuatan yang dilakukan sama sekali tidak diilhami oleh pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan. Model orang seperti ini biasanya terdapat pada orang intelek yang jahat atau penjahat yang jenius.

    ReplyDelete
  31. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Manusia akan lebih banyak melihat dari sisi keburukannya dari pada kebaikannya. sedang Allah melihat keduanya dengan seadil-adilnya. Seseorang yang telah mengikat dirinya dengan tonggak dunia, dia akan selalu melihat dengan sebelah mata, kebaikan orang lain sebagai persahabatan dan keburukan orang lain sebagai permusuhan. Padahal dia lupa, bahwa kebaikan orang lain bisa menjadi pedang bermata dua yang mengirisnya, dan keburukan orang lain bisa menjadi hikmah baginya untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  32. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Orang yang buruk tidak selamanya menjadi orang buruk terus menerus jika dia mau berubah. Penjahat juga masih punya masa depan yang baik jika dia berhenti melakukan kejahatannya dan mulai berbuat kebaikan. Meski mungkin berat, tetapi sangat mungkin terjadi. Begitu pula sebaliknya. Orang yang baik belum tentu menjadi orang baik terus. Bisa jadi karena merasa menjadi yang paling baik, ia menjadi sombong. Oleh karena itu, doa dan nasihat orang-orang di sekitar kita sangatlah bermanfaat agar kita terus menjadi orang yang baik.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia ini memiliki beberapa hal yang saling kontradiksi. Elegi di atas menceritakan tentang perdebatan antara kebaikan dengan keburukan. Keduanya bersikukuh dengan masing-masing keyakinannya. Sifat-sifat kebaikan: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik. Sedangkan sifat-sifat keburukan: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi; kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin. Kebaikan dan keburukan berbeda jauh. Kembali lagi kepada pribadi kita untuk memilih diantara keduanya. Tak hanya memilih namun selalu mengimplementasikan dan membiasakannya.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pernyataan yang paling menarik, yaitu “Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racun”(Ali Karramallahu wajhah). Pernyataan tersebut memiliki makna yang mendalam dan patut kita renungi bersama. Oleh karena itu, tanamkanlah dalam diri kita dengan bibit kebaikan.

    ReplyDelete
  35. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa amal kebaikan bisa menjadi bekal bagi kita di akhirat kelak. Amal kebaikan ini muncul dari hati nurani dan keikhlasan kita. Salah satu amal kebaikan adalah ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain. Kebaikan akan membawa kita ke surga dan keburukan akan menjerumuskan kita ke neraka. Oleh karena itu kita harus segera bertaubat apabila melakukan dosa/ keburukan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

    ReplyDelete
  36. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua insan manusia tentunya ingin mencapai suatu kebaikan, maka dari itu jika seseorang terjerumus ke dalam keburukan, apabila dia memiliki niat yang kuat dan ikhlas untuk taubat niscaya dia dapat kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  37. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kehidupan setiap manusia akan menemui kebaikan dan keburukan. Tinggal manusia menanggapi kebaikan dan keburukan tersebut. Karena yang ditakdirkan oleh Allah tidak ada yang buruk, pasti adahal yang bermakna didalamnya. Seperti ini jika ada kebaikan maka ada keburukan jika ada keburukan maka ada kebaikan. Kedua hal tersebut saling melengkapi tinggal bagaimana cara menyikapinya. Sehingga dalam melakukan segala perbuatan hendaklah meminta ridha’ Allah agar mendapatkan rahmatNya.

    ReplyDelete
  38. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kebaikan tidak akan menang melawan keburukan. Meskipun seringkali kita melihat, kenapa orang yang selalu berbuat buruk seolah-olah lebih berkuasa dari pada orang yang berakhlak mulia yang selalu mengamalkan kebaikan-kebaikan. Ketahuilah bahwa kuasanya orang-orang yang berada di jalan keburukan itu hanyalah kuasanya di dunia yang dia ukur dengan harta benda semata, orang yang demikian hanya mementingkan urusan dunianya saja, sehingga mereka hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk mengejar dan memburu harta benda sebanyak-banyaknya untuk memperoleh kekuasaan yang setinggi-tingginya di dunia. Orang-orang seperti itu, yang hanya mementingkan dunia seringkali lalai dan mengabaikan kepentingan atau urusan akhirat, bahkan mereka meyakini bahwa kehidupan akhirat tidak lebih penting daripada kehidupan di dunia, mereka berpikir bahwa kehidupan akhirat dapat dipikirkan nanti ketika tua nanti. Berbeda dengan orang-orang yang senantiasa beramal saleh, karena disamping urusan dunia, mereka juga memikirkan urusan akhiratnya.

    ReplyDelete
  39. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebaikan dapat dilihat dari beberapa sifat, yaitu berlaku baik dan memiliki malu, adil, bertaubat akan segala kesalahan, dan pemurah. Sedangkan keburukan memiliki ciri sebagai berikut: dosa yang diperbuat, sibuk akan urusan dunia, malas beribadah, dan sombong. Sungguh sebaik-baik perbuatan adalah kebaikan

    ReplyDelete
  40. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racu. Pada kalimat ini, kita diingatkan akan bahayanya perbuatan yang disebutkan. Jangan sampai kita menjadi salah satu diantara golongan-golongan tersebut

    ReplyDelete
  41. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia ini ada baik dan ada buruk. Manusia juga memiliki sifat baik dan sifat buruk. Manusialah yang menentukan apa yang dominan pada dirinya. Ketika keburukan itu mulai menguasai dirimu hendaklah engkau memohon ampun dan bertaubat kepada Tuhan YME

    ReplyDelete
  42. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebaikan dan keburukan akan selalu berjalan berdampingan. Sama halnya dengan benar dan salah, jika ada kebaikan pasti ada keburukan pula. Keduanya akan selalu mempengaruhi pikiran kita. Jika hati tidak mampu mengendalikan keduanya, bisa jadi kita akan selalu melakukan keburukan. Oleh karenanya jangan pernah berhenti untuk meminta pertolongan dan ampunan dariNya.

    ReplyDelete
  43. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah menciptakan sifat keburukan yang bertentangan denga kebaikan, sementara manusia diberi akal yang dapat digunakan untuk berpikir dan hati yang dapat digunakan untuk merasa. Saat kita melakukan suatu keburukan, semoga kita lantas menyadari dan bertaubat kepada Allah dengan membaca istighfar, menyesali dalaam hati, tidak lagi mengulangi keburukannya, memperbanyak ibadah, dan semoga Allah meidhoi juga senantiasa menuntun kita ke jalan-Nya yang lurus.

    ReplyDelete