Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wah gawat situasinya. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada perkelahian antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Perkelahian kelihatannya sangat seru. Masing-masing menggunakan dan menyerang dengan jargon-jargonnya.


Keburukan:

Wahai para kebaikan, bagaimana engkau bisa meraih kehormatanmu di dunia dan akhirat? Bagaimana pula engkau mendapatkan ilmu dunia dan akhirat? Sedangkan aku, lihatlah. Aku akan sikat habis semua kesempatan di dunia agar aku memperoleh kehormatanku dan ilmuku. Sedangkan akhirat, belumlah jelas bagiku. Aku hanya berpikir dan bertindak kepada hal-hal yang jelas-jelas saja. Naiflah bagi engkau itu yang selalu tidak jelas akan perilakumu itu.

Kebaikan:
Wahai jargon keburukan. Kenalkanlah diriku. Menyangkut kabaikanku, aku enggan menganggap diriku sebagai jargon. Mengapa? Karena kebaikanku itu sebagian besar berdomisili di dalam hatiku. Padahal engkau tahu bahwa hatiku itu bukanlah jargon-jargonku, melainkan dia itu adalah keyakinanku. Maka untuk menjawab dan membantah semua pemikiranmu, aku tidak akan menggunakan jargon-jargonku....Ketahuilah sesungguhnya..:“Barang siapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, tak ubahnya menyeberang laut tanpa perahu” (Abu Bakar ra). “Kehormatan dunia didukung oleh harta, sedang kehormatan akhirat didukung oleh amal saleh” (Umar Ibn Khatab ra)
“Perhatian kepada dunia menggelapkan hati, sedangkan perhatian kepada akhirat meneranginya” (Utsman Ibn Affan ra). “Barang siapa mencari ilmu, maka sorga akan mencarinya; dan barang siapa mengejar dosa, maka neraka akan mengejarnya” (Ali Ibn Abi Thalib)


Keburukan:
Waha..sombong amat engkau itu. Aku tidak peduli engkau menggunakan jargon atau bukan jargon. Bagiku sama saja. Semua itu adalah jargon-jargonmu. Tetapi sebaik apapun ucapanmu itu aku tidak akan mendengarkannya.

Kebaikan:
Dasar keburukan ya tetap buruk. Satu-satunya sifatmu yang tidak termaafkan adalah kesombonganmu.Ketahuilah..“Semua dosa yang bersumber dari syahwat, masih ada harapan akan diampuni Tuhan. Tapi dosa yang bersumber dari kesombongan tidak akan ada harapan untuk diampuni. Pembangkangan iblis terhadap Allah SWT bersumber dari kesombongannya, sedangkan tergelincirnya Adam bersumber dari syahwatnya”(Sufyan Tsauri)

Jargon keburukan:

Wahai kebaikan...rupanya engkau sudah mulai bicara dosa-dosa. Gajah dipelupuk mata tidak tampak, sedangkan kuman di seberang lautan itu tampak jelas.

Kebaikan:
Ketahuilah wahai keburukan...“Barang siapa berbuat dosa sambil tertawa, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis. Barang siapa berbuat taat sambil menangis, maka Allah akan memasukkannya ke dalam sorga dalam keadaan tertawa gembira”(Zahid)

Jargon keburukan:
Ah..itu kan kalau dosanya besar-besar. Sedangkan menurut perasaanku, jikalau ada dosa pada diriku, dosaku itu masih kecil-kecil.

Kebaikan:
Wahai keburukan...jangan kau anggap dosa kecil itu sepele, karena daripadanya akan berkembang dosa-dosa besar.Ketahuilah...“Bukan dosa kecil lagi jika dilakukan terus menerus, dan bukan dosa besar jika diikuti istigfar”(Muhammad SAW)

Keburukan:

Ah..wahai kebaikan. Engkau itu memang munafik. Mana mungkin engkau itu terbebas dari segala nafsu, syahwat, dosa, sombong dan melakukan yang khalal-khalal?

Kebaikan:
Aku melihat ada peningkatan pada dirimu. Sekarang engkau tidak lagi bersembunyi di balik jargon-jargonmu. Pertanda bahwa engkau tidak lagi menggunakan jargon di depan namamu. Tetapi ketahuilah bahwa celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanannya. Sedangkan aku melihat hal yang demikian itu ada pada dirimu. Barang siapa meninggalkan dosa-dosa, hatinya akan menjadi lembut, dan barang siapa meninggalkan yang haram dan hanya makan yang halal saja, maka pikirannya akan menjadi bening. Allah telah berfirman kepada Nabi-nabinya:”patuhilah segala hal yang Aku perintahkan kepadamu dan janganlah engkau durhaka terhadap nasehat-nasehat-Ku”

Keburukan:
Aku mengakui telah melepas jargon-jargonku. Karena engkau mulai mengetahui siapa diriku, buat apa aku bersembunyi di balik jargon-jargonku itu. Dasar engkau selalu membenciku. Pertanyaan pertanyaanku selalu engkau bantah dengan peraturan-peraturan. Dasar engkau itu sok idealis.

Kebaikan:
Baiklah wahai keburukan. Sekarang yang ada tinggalah engkau dan diriku. Ketahuilah..
“Kasih sayang yang utuh kepada orang lain merupakan separuh akal. Pertanyaan yang baik merupakan separuh ilmu. Dan peraturann yang baik merupakan separuh kehidupan”(Umar ra)

Keburukan:
Wahai kebaikan..kelihatannya engkau itu berbicara seakan-akan hanya dirimu yang akan selamat dan hanya diriku yang akan tidak selamat. Sombong amat engkau itu!

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu miskin maupun kaya; bersikap adil baik di waktu senang maupun marah. Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang keterlaluan; hawa nafsu yang diturut; dan kagum pada diri sendiri”(Muhammad SAW)

Keburukan:
Wahai kebaikan. Aku lihat engkau itu barlagak santun.

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Barang siapa tak punya sopan santun, berarti ia tak berilmu. Barang siapa tidak memiliki kesabaran berarti ia tidak beragama”(Hasan al-Basri)

Keburukan:
Wahai kebaikan..menurutku engkau terlalu banyak bicara. Engkau tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membantah. Kelihatannya engkau itu bisa hidup sendiri tanpa diriku.

Kebaikan:
Wahai keburukan..“Berilah kesempatan kepada siapa yang engkau kehendaki, niscaya engkau menjadi pemimpinnya. Tadahkan tanganmu kepada siapa yang engkau kehendaki, niscaya engkau menjadi tawanannya. Cukupkan dirimu tanpa membutuhkan orang lain, niscaya engkau menjadi tandingannya”(Ali Karramallahu wajhah)

Keburukan:

Wahai kebaikan, apakah engkau tidak butuh harta dan kemuliaan dunia? Padahal untuk meraihnya itu haruslah berbekal imu. Bukankah engkau tahu bahwa ilmuku itu telah cukup untuk itu.

Kebaikan:
Wahai keburukan...barang siapa hanya mengandalkan kecerdasan akalnya, ia akan sesat. Barang siapa merasa kaya dengan hartanya, maka hartanya akan terasa sedikit. Barang siapa merasa mulia karena dukungan makhluk, maka ia sebenarnya hina.

Keburukan:

Bolehkah aku mengetahui sifat-sifatmu?

Kebaikan:

Ada empat hal yang merupakan diriku sebagai kebaikan: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.

Keburukan:
Ah..itu kan menurutmu. Menurutku mungkin bisa lain. Tetapi, apakah engkau bisa menyebut ciri-ciriku?

Kebaikan:
Ada empat hal yang merupakan dirimu sebagai keburukan: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi; kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.

Keburukan:
Ah..kamu itu sok pintar. Memangnya hanya engkau orang yang paling berilmu, beramal, dan bijak.

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Ilmu itu petujuk amal. Filsafat itu gudangnya ilmu. Akal adalah penuntun kebajikan. Hawa nafsu itu tempat bercokolnya dosa. Harta merupakan kebanggaan orang congkak. Dan dunia itu ladangnya akhirat”(Yahya Ibn Muad)

Keburukan:

Baiklah kebaikan..aku akan mengujimu. Jika engkau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku maka aku akan mempertimbangkan kebaikan-kebaikanmu. Pertanyaan-pertanyaanku adalah: apa yang lebih berat dari langit?, apa yang lebih luas dari bumi?, apa yang lebih keras dari batu?, apa yang lebih panas dari neraka?, dan apa yang lebih berbisa dari pada racun?

Kebaikan:

Wahai keburukan, ketahuilah...“Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racun”(Ali Karramallahu wajhah)

Keburukan mulai bimbang:

Wah kebaikan..aku mulai ragu dengan sikapku. Setelah engkau katakan bahwa hati seorang munafik itu lebih keras dari batu, maka aku merasa disambar petir di siang hari bolong. Jangan-jangan aku ini termasuk golongan orang munafik. Aku mulai merasa tidak pede bicara dengan engkau. Apakah memang engkau itu betul-betul kebaikan. Apakah kebaikanmu itu memang betul-betul engkau. Apakah sebetul-betul kebaikan itulah yang engkau maksud sebagai bukan jargon. Aku mulai terasa berat dalam hatiku. Aku mulai terasa haru dalam hatiku. Tubuhku mulai bergetar. Kenapa selama ini aku selalu mengandalkan jargon-jargonku untuk memantapkan kedudukanku. Padahal menghadapi kebaikan sejati ternyata aku tidak dapat mengandalkan jargon-jargonku. Wahai kebaikan perhatikanlah diriku. Apakah aku sudah tampak seperti orang bertaubat. Bolehkah engkau memberi kesempatan bagi diriku untuk meneteskan air mataku. Hih....hih....Jika aku ingin bertaubat bagaimanakah caranya? Bolehkah aku memohon kepada dirimu? Janganlah selalu sebut aku sebagai keburukan. Aku ingin engkau menyebutku sebagai kebaikan pula. Oh Tuhan ampunilah dosa-dosaku, ampunilah keburukanku ini.

Kebaikan:
Wahai keburukan yang mulai sadar akan kebaikan. Artinya engkau itu adalah setengah baik, sebelum aku betul-betul mengetahui bahwa engkau betul-betul baik. Ketahuilah, bahwa tidaklah mudah orang bertaubat itu. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.

Kebaikan baru:
Wahai kebaikan saya bertekad akan menjalani syarat-syaratmu itu, maka bagaimanakah kemudian keadaanku?

Kebaikan:

Wahai kebaikan baru, bacalah:Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang; Maha suci Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit; Maha Suci Tuhan yang kerajaan dan kekusaan-Nya ada di bumi; Maha Suci Tuhan yang agama-Nya berada di muka bumi; Maha Suci Tuhan yang ruh-Nya merata di ruang semesta; Maha Suci Tuhan yang kekuasaan-Nya ada di Neraka; Maha Suci Tuhan yang mengetahui rahasia dalam kandungan; Maha Suci Dzat yang memutuskan siska kubur; Maha Suci Tuhan yang membangun langit tanpa tiang; Maha Suci Tuhan yang menempatkan bumi; Maha Suci Tuhan yang tidak ada tempat bersandar dan tempat kembali kecuali hanya kepada-Nya. Amien..amien..amien.

Kebaikan baru:
Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang; Maha suci Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit; Maha Suci Tuhan yang kerajaan dan kekusaan-Nya ada di bumi; Maha Suci Tuhan yang agama-Nya berada di muka bumi; Maha Suci Tuhan yang ruh-Nya merata di ruang semesta; Maha Suci Tuhan yang kekuasaan-Nya ada di Neraka; Maha Suci Tuhan yang mengetahui rahasia dalam kandungan; Maha Suci Dzat yang memutuskan siska kubur; Maha Suci Tuhan yang membangun langit tanpa tiang; Maha Suci Tuhan yang menempatkan bumi; Maha Suci Tuhan yang tidak ada tempat bersandar dan tempat kembali kecuali hanya kepada-Nya. Amien..amien..amien.

Orang tua berambut putih:

Saya telah menyaksikan dan merasakan Tuhan telah menurunkan rakhmat dan hidayah Nya buat kita semua. Alhamdullilah.Amien..amien..amien.

Referensi:
Ibnu Hajar al-'Asqalani, 1986, "Untaian Hikmah: Percikan Ucapan Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Mujahid dan Guru-guru Sufi", Bandung: Penerbit Pustaka

97 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Sifat buruk atau jelek yang dimiliki oleh seseorang bisa disebabkan berbagai hal, seperti selalu menuruti segala hawa nafsu. Keburukan itu bisa berubah menjadi baik apabila ia mau bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah. Elegi ini mengajak kita untuk selalu berada pada kebaikan. Saling mengingatkan atau menasehati dalam hal kebaikan. Oleh karena itu, kita sebaiknya selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu dalam pilihan yang baik, yang tepat menurut Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini diceritakan bahwa orang tua berambut putih menyaksikan perdebatan antara kebaikan dan keburukan. setelah lama berdebat, keburukanpun mulai ragu dengan akhirnya berubah menjadi kebaikan baru orang tua berambut putih menyebutkan kejadian ini sebagai rahmat dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dengan berdoa dan berikhtiar, manusia dapat menutup potensi keburukannya. Potensi keburukan orang lain juga dapat ditutup dengan membalas keburukannya dengan kebaikan. Janganlah membalas keburukan dengan keburukan juga. Hati yang keras bisa menjadi lunak apabila disentuh oleh kebaikan. Sebar kebaikan dimanapun dan kapanpun dengan selalu mohon perlindungan pada Allah agar terhindar dari segala keburukan.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Syaiton tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia, menggoda manusia untuk melakukan keburukan ataupun dosa. Terkadang manusia meremehkan dosa-dosa kecil yang mereka lakukan, padahal dosa-dosa kecil jika dilakukan terus menerus maka akan bertumpuk-tumpuk dan menjadi jumlah yang besar. Oleh karena itu teruslah memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat, segeralah bertaubat dan meminta hidayah serta petunjuk Allah

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kebaikan dan keburukan ibarat dua mata uang yang tak terpisahkan. Namun, seringnya keburukan seseorang lebih berbekas pada diri orang lain dibandingkan dengan kebaikan orang itu. seperti yang diajarkan lewat peribahasa kita, “nila setitik merusak susu sebelanga”, keburukan sekecil apapun akan lebih diperhatikan dibandingkan kebaikan. Pertanyaan bagi kita adalah apakah kita ingin terus hanya mengingat keburukan saja sehingga kebaikan kehilangan nilainya ataukah kita ingin memaafkan keburukan tersebut dan belajar mengingat yang baik sehingga hubungan kita dengan orang lain terus terjaga? Jadilah orang yang dapat memperhatikan kebaikan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan kita dihadapkan pada dua pilihan, melakukan yang baik atau melakukan keburukan. Tentunya kita selalu berharap agar dapat selalu melakukan hal yang baik. Namun, hal yang baik bagi kita bisa jadi menyakiti orang lain. Oleh karena itu, meminta pertolongan dari Tuhan agar selalu jeli dan peka terhadap perasaan orang lain itu sangat diperlukan. Sikap ikhlas membuat hati menjadi bersih, pikiran jernih dan terbebas dari pengaruh setan.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Keburukan dan kebaikan selalu hadir disetiap langkah dan ucapan manusia. Hanya saja bagaimana kita bisa menjauhkan keburukan dari dalam dirikita dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan memperbanyak berdo’a kepada Allah dengan khusyu dan hati yang jernih serta ikhlas dengan meminta dijauhkan dari segala keburukan yang mungkin akan terjadi dalam dirikita. Hati seorang munafik itu lebih keras dari batu. Pernyataan tersebut sangat mengena bagi siapa saja yang membacanya. Seorang munafik tidak akan pernah mendengarkan ucapan orang lain, ia selalu menuruti hati dan ucapannya tanpa mau menerima saran dari orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bukan dosa kecil lagi jika dilakukan terus menerus, dan bukan dosa besar jika diikuti istigfar”(Muhammad SAW) suatu dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus maka akan menjadi dosa besar, sedangkan dosa besar yang dilakukan kemudia diiringi dengan taubat maka bukan menjadi dosa besar. Segala kebaikan dan keburukan adalah suatu pilihan dalam melangkah. Sebaik-baiknya memilih pilihan adalah melandasarkan pilihan kepada kepentingan akherat agar tidak terjebak pada pilihan.

    ReplyDelete
  9. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 22 Perkelahian kebaikan dan keburukan. Pada elegi ini disampaikan bahwa dalam hidup selalu ada kebaikan dan keburukan. Jangan pernah menyepelekan dosa kecil karena boleh jadi kita sedang menabung untuk dosa yang besar, segeralah bertaubat. Hal yang dilakukan kebaikan sangatlah patut diteladani. kegigihannya dalam menyampaikan hal hal baik dan juga fakta fakta yang mendukung argumennya membuat keburukan menjemput rahmat Allah SWT sehingga ia kembali kejalan yg benar sebagai kebaikan baru. Marilah kita senantiasa saling mengingatkan antar saudara, semoga kita tergolong dalam manusia yang selamat. Aamiin.

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Seburuk – buruknya keburukan adalah ia yang tiada sadar keburukannya, tiada rasa penyesalan dam tiada keinginan untuk bertobat. Segala keburukan dapat menjadi kebaikan. Keburukan dan kebaikan daoat dijembatani dengan pertobatab. Namun jika telah melalui titik tobat, tidak boleh baginya kembali kepada keburukan. Jika ia kembali, lenyaplah segala kebaikan yang dilakukannya seteah melakukan tobat.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Ada orang yang memiliki pengertian yang lengkap tentang kebaikan dan keburukan. Ia bisa menerangkan dengan lancar segi-segi dan kriteria-kriteria yang berhubungan dengan kebaikan atau keburukan itu. Tetapi pengertiannnya itu tidak mengantarnya pada perbuatan kongkrit. Pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan berhenti pada konsep, sementara perbuatan yang dilakukan sama sekali tidak diilhami oleh pengertiannya tentang kebaikan atau keburukan. Model orang seperti ini biasanya terdapat pada orang intelek yang jahat atau penjahat yang jenius.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Manusia akan lebih banyak melihat dari sisi keburukannya dari pada kebaikannya. sedang Allah melihat keduanya dengan seadil-adilnya. Seseorang yang telah mengikat dirinya dengan tonggak dunia, dia akan selalu melihat dengan sebelah mata, kebaikan orang lain sebagai persahabatan dan keburukan orang lain sebagai permusuhan. Padahal dia lupa, bahwa kebaikan orang lain bisa menjadi pedang bermata dua yang mengirisnya, dan keburukan orang lain bisa menjadi hikmah baginya untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Orang yang buruk tidak selamanya menjadi orang buruk terus menerus jika dia mau berubah. Penjahat juga masih punya masa depan yang baik jika dia berhenti melakukan kejahatannya dan mulai berbuat kebaikan. Meski mungkin berat, tetapi sangat mungkin terjadi. Begitu pula sebaliknya. Orang yang baik belum tentu menjadi orang baik terus. Bisa jadi karena merasa menjadi yang paling baik, ia menjadi sombong. Oleh karena itu, doa dan nasihat orang-orang di sekitar kita sangatlah bermanfaat agar kita terus menjadi orang yang baik.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia ini memiliki beberapa hal yang saling kontradiksi. Elegi di atas menceritakan tentang perdebatan antara kebaikan dengan keburukan. Keduanya bersikukuh dengan masing-masing keyakinannya. Sifat-sifat kebaikan: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik. Sedangkan sifat-sifat keburukan: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi; kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin. Kebaikan dan keburukan berbeda jauh. Kembali lagi kepada pribadi kita untuk memilih diantara keduanya. Tak hanya memilih namun selalu mengimplementasikan dan membiasakannya.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pernyataan yang paling menarik, yaitu “Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racun”(Ali Karramallahu wajhah). Pernyataan tersebut memiliki makna yang mendalam dan patut kita renungi bersama. Oleh karena itu, tanamkanlah dalam diri kita dengan bibit kebaikan.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah bahwa amal kebaikan bisa menjadi bekal bagi kita di akhirat kelak. Amal kebaikan ini muncul dari hati nurani dan keikhlasan kita. Salah satu amal kebaikan adalah ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain. Kebaikan akan membawa kita ke surga dan keburukan akan menjerumuskan kita ke neraka. Oleh karena itu kita harus segera bertaubat apabila melakukan dosa/ keburukan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

    ReplyDelete
  17. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebaikan dan keburukan akan selalu berjalan berdampingan. Sama halnya dengan benar dan salah, jika ada kebaikan pasti ada keburukan pula. Keduanya akan selalu mempengaruhi pikiran kita. Jika hati tidak mampu mengendalikan keduanya, bisa jadi kita akan selalu melakukan keburukan. Oleh karenanya jangan pernah berhenti untuk meminta pertolongan dan ampunan dariNya.

    ReplyDelete
  18. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah menciptakan sifat keburukan yang bertentangan denga kebaikan, sementara manusia diberi akal yang dapat digunakan untuk berpikir dan hati yang dapat digunakan untuk merasa. Saat kita melakukan suatu keburukan, semoga kita lantas menyadari dan bertaubat kepada Allah dengan membaca istighfar, menyesali dalaam hati, tidak lagi mengulangi keburukannya, memperbanyak ibadah, dan semoga Allah meidhoi juga senantiasa menuntun kita ke jalan-Nya yang lurus.

    ReplyDelete
  19. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Setelah membaca artikel di atas saya merasa terharu, ternyata sikap saya masih banyak yang jauh dari kebaikan. Ampunilah dosa-dosa hambamu ini ya Allah. Sesungguhnya kepintaran dan harta juga merupakan batu ujian bagi makhluk Allah, mereka dapat membawa kita berada di surga ataupun neraka. Jika kepintara digunakan untuk menyibukkan dunia dan melupakan ibadah, maka kepintaran akan menjerumuskan kita ke neraka, begitu pula dengan harta kekayaan, jika kita kaya namun kikir, maka itu juga akan menjerumuskan kita ke neraka. Oleh karena itu mari kita isi masa muda kita dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita perbanyak istighfar dan bertaubat akan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan agar dosa-dosa kita dapat diampuni oleh Allah SWT. Ampunilah dosa-dosa kami Ya Allah. Amin

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini saya belajar bahwa kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang berbeda. Menjadi baik adalah kewajiban seorang hamba sebagai rasa syukur padaNya. Dan ketika seseorang yang awalnya berada pada keburukan hendaknya ia segera melalui suatu proses yang disebut taubat. Proses ini lah yang akan menghantarkannya kepada kebaikan.
    Dimana berbuat taubat ini mempunyai syarat yaitu membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.
    Semoga kita menjadi oang yang senantiasa di jalan kebaikan.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi ritual ikhlas 22 ini menyadarkan kita bahwa jika kita berada dalam keburukan maka tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri untuk mencapai kebaikan. Bertaubat dengan sebenar-benar taubat (taubat nasuhah) yaitu dengan syarat-syarat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah. “sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudah” (Al-Insyirah). Oleh karena itu, untuk memperoleh predikat kebaikan pada diri jangan lah berputus asa, selalu istiqamah di jalan Allah dan mengharapkan ridho dari-Nya, karena hanya kepada Allah lah satu-satunya tempat berharap.

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    "Celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanannya" terkadang kita sebagai manusia masih hidup dengan dipenuhi nafsu kita, yang tanpa sadar kita berusaha untuk selalu penuhi. Menjadi pribadi yang mawas diri harus kita usahakan agar tidak serta merta menjadi budak nafsu. Hidup di dunia haruslah menjadikan kita sosok yang mau berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga kita senantiasa diberikan hidayah agar istiqamah dalam iman Islam kita.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini saya belajar bahwa kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang berbeda. Menjadi baik adalah kewajiban seorang hamba sebagai rasa syukur padaNya. Menjadi baik pun dari awalnya buruk melalui suatu proses yang disebut taubat.
    Dimana berbuat taubat ini mempunyai syarat yaitu membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.
    Semoga kita menjadi oang yang senantiasa di jalan kebaikan

    ReplyDelete
  24. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Kebaikan dan keburukan merupakan sifat yang ada pada manusia. Keburukan seringkali menawarkan cara mudah untuk menuju kesenangan duniawi. Seseorang terkadang tidak menyadari bahwa keburukan ada pada dirinya. Agar terhindar dari keburukan atau melakukan tindakan buruk dengan cara selalu melakukan refleksi diri atas apa yang telah dilakukan. Kemudian memohon ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah pemikiran Blaise Pascal (1623-1662), Pascal memandang manusia sebagai makhluk yang membutuhkan Allah (Tuhan). Dalam pandangannya manusia itu sebagai makhluk yang nista sekaligus makhluk yang luhur. (Hardiman, 2007:61). Dalam pandangannya dalam pikiran manusia selalu ada perang batin yaitu akal-budi melawan nafsu-nafsu, di mana akal-budi selalu berusaha menghapuskan nafsu-nafsu dan sebaliknya, tetapi itu tidak akan pernah terjadi (salah satu diantaranya terhapus). Dalam elegi ini tergambar bahwa yang memenangkan pertempuran adalah akal-budi (kebaikan), akan tetapi tidak sedikit pula manusia-manusia yang akal budi-nya (kebaikan) tersingkirkan oleh nafsu-nasu (keburukan). Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah agar kita bisa menempatkan segala kebaikan di atas keburukan. Amin.

    ReplyDelete
  26. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kebaikan dan keburukan ada disetiap diri manusia. Sebaik-baik manusia pasti pernah melakukan keburukkan. Kita hidup di dunia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,karena kebaikkan yang kita lakukan nantinya sebagai timbangan ataupenentu apakah kita layak memasuki surga atau neraka. Salah satu keburukkan yang kita terkadang tidak menyadarinya adalah sifat sombong. Kita sering kali bersifat sombong dengan tidak pernah berdoa kepada Allah SWT. Dan untuk menghindari sifat sombong yang demikianlah seharusnya kita senantiasa mengingat Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Manusia lahir dengan fitrah untuk menuju ke arah kebaikan, namun karena hawa nafsu dan godaan yang melanda manusia bisa terjerumus ke dalam jurang perbuatan ke arah keburukan. Dengan sifat hati yang mudah terbolak-balik, kita sebagai manusia harus mampu untuk menjaga hati kita agar senantiasa menuju ke arah kebaikan. Karena sejatinya keburukan itu merupakan kebaikan yang sedang lalai. Jadi fitrahnya semua manusia itu berasal dari Syurga dan akan kembali ke Syurga, Amiin.

    ReplyDelete
  28. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dua hal yang sangat bertolak belakang, kebaikan dan keburukan. Di dunia yang fana, dua hal itu selalu berdampingan. Dimana ada kebaikan, pasti ada pula keburukan yang senantiasa mempengaruhinya. Terkadang hal itu membuat kebaikan menjadi samar-samar dan keburukan nampak begitu jelas. Seperti halnya seribu kebaikan yang pernah dilakukan seseorang akan terhapus oleh keburukan yang dilakukan sekali. Seperti perumpamaan bahwa setitik noda hitam pada kain putih yang panjang akan lebih diperhatikan daripada luasnya kainputih tersebut. Apalagi sekarang batas antara kebaikan dan keburukan sepertinya sangat sulit ditemukan sehingga yang buruk bisa saja nampak baik dan yang baik nampak buruk. Peran spiritual sangat penting untuk membedakan kedua hal tersebut.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia diciptakan tidaklah sebagai makhluk yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah swt. Penciptaan manusia diiringi dengan dua sifat dasar. Sifat tersebut adalah sifat baik dan buruk. Dalam perjalanan hidup, dua sifat ini akan senantiasa menyertai kehidupan manusia. Seperti halnya uang logam yang memiliki dua sisi. Dadu yang memiliki dua warna yaitu hitam dan putih. Itulah perumpamaan sifat dasar manusia. Dalam perjalanannya, dua sifat itu akan selalu mengalami benturan, pertengkaran, dan berusaha untuk menjadi nomor saatu dalam diri manusia. Saling tarik menarik untuk menunjukkan mana yang lebih unggul. Fitrah dasar manusia adalah senantiasa berbuat baik. Apapun yang dilakukan akan menuju pada kebaikan. Islam menjaga fitrah manusia untuk selalu baik dan melawan keburukan. Keburukan hanya akan menjerumuskan manusia dalam kehidupan yang jauh dari cahaya Ilahi.

    ReplyDelete
  30. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.mat C 2017

    Setiap manusia pasti pernah berbuat baik dan berbuat buruk. Sebenar-benarnya orang yang baik adalah dia yang akan selalu bertaubat ketika dia menyadari telah berbuat buruk. Sebenar-benarnya orang yang buruk adalah dia yang sadar berlaku buruk, tetapi tidak mau bertaubat bahkan malah terus-terusan mengulangi perbuatan buruk tersebut. Oleh karena itu, agar kita selalu menjadi orang baik, kita harus banyak-banyak berdoa dan bertaubat. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat, yaitu membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih, terbawa haru saya oleh elegi ini. Kebaikan dan keburukan. Pertama, saya melihat bahwa keburukan memanglah sifat syaiton. Keburukan adalah lawan dari kebaikan. Tragisnya, lebih seramnya, keburukan ini ditambah-tambah istananya dengan kesombongan kesombongan keberadaannya. Sisi keburukan manusia membuat kita berusaha mempertahankannya dengan membenarkan hal-hal buruk. Hikmah yang dapat saya ambil dari elegi ini ialah pintu taubat selalu terbuka senantiasa. Bahkan keburukan, kita tidak berhak menghakiminya. Karena keburukan bisa jadi menjelma sebagai kebaikan baru.

    ReplyDelete
  32. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Kesombongan merupakan sumber dari keburukan, hidup dengan mementingkan logika melebihi nurani, mengingkari kebenaran dari suatu kebaikan mampu menutup mata hati seseorang. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk mnyadari kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan yang pernah diperbuat dengan bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah maha pengampun dosa dan penerima taubat bagi hambanya yang ingin berubah (kearah kebaikan) dan kembali kejalan yang diridhoi oleh Nya.

    ReplyDelete
  33. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saat membaca ulasan ini saya merasa terus diingatkan untuk menjadi orang yang selalu rendah hati. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak yang telah bersedia berbagi postingan yang amat menarik dan memiliki esensi yang sangat bermanfaat. Setelah melalui proses belajar filsafat di kelas, saya juga menjadi tahu bahwa salah satu yang dimiliki oleh manusia adalah sifat. Sifat tersebut ada yang baik dan buruk. Bagi saya, setiap kebaikan yang dilakukan sejatinya datangnya dari Allah SWT. Sebaliknya, sifat keburukan datangnya dari Syaithon. Manusia sebagai insan yang lemah sangat dituntut untuk terus memohon ampun saat memiliki sifat buruk di dalam dirinya, seperti sombong, iri, dengki, dan lainnya. Bahkan, terkadang saat melakukan hal yang baik juga dapat menimbulkan sifat riya. Perlu disadari bahwa segala hal yang dilakukan baik itu kebaikan ataupun keburukan hendaknya disertai dengan permohonan ampunan. Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu mengendalikan sepenuhnya atas tindakan yang telah dilakukan. Penting pula untuk menyadari bahwa ada Kuasa Tuhan lebih berkuasa atas segalanya.

    ReplyDelete
  34. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi yang sangat apik. Elegi yang sangat terstruktur dimana kebaikan selalu mempunyai jawaban atas apa yang dipertanyakan oleh keburukan. Saya baru membaca pesan ini dan sangat mengena sekali di hati, bahwa "Semua dosa yang bersumber dari syahwat, masih ada harapan akan diampuni Tuhan. Tapi dosa yang bersumber dari kesombongan tidak akan ada harapan untuk diampuni". Betapa bahayanya sifat sombong. Kata Allah tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sifat sombong walau sekecil apapun Sifat sombong akan membuat diri tidak mau belajar lagi dan menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Oleh karena itu, jauilah sifat sombong karena itu sumber dari segala keburukan.

    ReplyDelete
  35. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Selama hidup, kebaikan sekaligus keburukan akan selalu dilakukan. Keburukan merupakan segala hal yang mengandung dosa, baik kecil maupun besar. Sementara kebaikan adalah bekal bagi kehidupan di akhirat nanti. Segala kebaikan maupun keburukan akan diperhitungkan di akhirat nanti. Oleh karena itu, meskipun manusia tidak akan luput dari kesalahan, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertaubat, menyesali perbuatannya, memohon ampun, berjanji tidak mengulangi, dan juga meningkatkan kualitas ibadah. Maka sebaik-baik keburukan adalah yang berubah menjadi kebaikan.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Allah mencipatakan segalanya berpasang-pasangan. Surga dan neraka. Dunia dan akhirat. Fatal dan fital. A priori dan a posteriori. logos dan mitos. Analitik dan sintetik. Begitupun kebaikan dan keburukan. Semuanya tergantungan pilihan kita. Jika hati dan pikiran kita mendapatkan rahmat dan hidayah Allah dan kita bertekad untuk berubah dan menjauhi hal yang tidak seharusnya kita lakukan/kita dekati/ kita lihat/ kita dengar, dll, maka segala keburukan yang ada dalam diri kita akan berubah dengan sendirinya menajdi kebaikan baru dengan izin Allah.

    ReplyDelete
  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Suguhan diialog yang sangat menarik, pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan dijawab dengan lugas berdasarkan dalil-dalli yang ada.Betapa jargon keburukan kewalahan dalam melakukan pembelaan dan pengejewantahan terhadap jawaban yang diberikan yang pada akhirnya membuat ia tersungkur dan menyadari kesalahannya
    Kebaikan dan keburukan adalah dua sisi yang melekat pada diri manusia.Tidak bisa dipungkiri akan hal itu.Tugas kita adalah bagaimana meminimalisir terjadinya keburukan dengan mengikutsertakan kebaikan.Dalam elegi ini, kita dingatkan untuk segera menjemput hidayah selagi kita masih memiliki waktu dan kesempatan.Sebab Kesempatan itu memiliki peluang yang tebatas.

    ReplyDelete
  38. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya sesuatu yang baik dan buruk itu bersifat relatif. Tidak ada manusia yang sempurna, setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap manusia pasti pernah berbuat kebaikan dan keburukan. Ya karena manusia itu sifat. Sifat itu dapat berubah. Manusia itu dapat berubah. Keimanannya naik turun. Kadang keimanannya naik yaitu selalu berbuat kebaikan dan selalu mengingat Allah, tetapi kadang keimanannya turun sehingga berbuat kejahatan dan keburukan. Tentu dengan keburukannya itu manusia tak lepas dari dosa. Jika kita dapat bertaubat dan mau menghindari perbuatan buruk dan selalu mengingat Allah, maka Allah akan selalu memberikan rahmat kepada kita.

    ReplyDelete
  39. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kebaikan dan keburukan merupakan hal yang selalu ada di muka bumi. Bahkan jika salah satunya lenyap, maka semesta akan kehilangan keseimbangan. Seperti contoh apabila ada api tanpa ada air, tentu dunia telah mengalami kehancuran. Hanya saja, dalam memandang baik dan buruk, kita (manusia) tidak bisa hanya melihat dari perspektif hitam putih. Saya rasa, kebaikan tidak selamanya baik. Seperti: ketika kita sebagai wartawan ingin mengambil sebuah moment pembunuhan dalam demonstrasi, tentu sebagai wartawan, ia memiliki tugas mengambil gambar, secara profesionalitas ia bisa dikatakan sebagai wartawan yang baik karena berhasil menciptakan moment langka suatu kejadian. Namun, dari segi kemanusiaan tentunya hal tersebut merupakan hal yang buruk. Dari titik inilah kita dapat memahami bahwa baik atau buruk, bukanlah hal yang patut dijadikan satu kebenaran tunggal. Justru baik dan buruk akan selalu benar jika sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  40. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Segala yang ada di dunia ini telah diatur oleh Allah SWT termasuk menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Seperti pada elegi di atas bahwa Allah SWT telah menciptakan keburukan dan kebaikan sekaligus. Antara kebaikan dan keburukan memang suatu hal yang saling bertolak belakang, dan selama manusia hidup di dunia ini pasti terdapat kebaikan dan keburukan. Menjadi baik merupakan sebuah keharusan bagi manusia. Namun jika terdapat suatu keadaan dimana seorang manusia mengalami keburukan, bukan berarti ia akan menjadi buruk selamanya. Jika ia berkeinginan untuk berubah menjadi baik, dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT maka tidak ada kata terlambat baginya. Proses menuju kebaikan inilah yang disebut dengan taubat. Taubat berarti benar-benar menyadari kesalahan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dan seperti yang terdapat pada elegi diatas, terdapat beberapa syarat taubat, yaitu membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah. Semoga kita selalu termasuk kedalam golongan orang-orang yang berada di jalan kebaikan.

    ReplyDelete
  41. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas artikel di atas. Menarik rupanya ketika kita menyaksikan perkelahian antara keburukan dan kebaikan. Seolah si keburukan tidak merasa salah, dosa, takut, cemas, karena kecenderungannya lebih memilih sibuk akan urusan duniawi. Terkadang manusia berada dalam garis ambang, itulah mungkin pengibaratannya. Ia goyah dan ragu akan memenangkan si keburukan atau si kebaikan. Tidak hanya tentang perilaku, namun sikap, sifat, perkataan, dan segala yang ada dan yang mungkin ada seringkali dihadapkan pada pilihan yang ia bingung memilihnya. Namun, banyak orang mengatakan bahwa “ikutilah kata hatimu”, karena sesuatu yang berangkat dari hati berarti itulah keyakinan yang harus dijalani dan landasan untuk mengambil segala keputusan. Memenagkan kebaikan mudahlah semudah membalikkan telapak tangan, namun alangkah baiknya ketika seseorang berhasil memilih kebaikan sebagai jalan hidupnya, segala keburukan perlahan akan pudar dan mengurungkan niatnya untuk muncul. Tentu semuanya Allah yang menggerakkan, sehingga jangan lah sampai kita sombong untuk tidak memohon petunjuk dan perlindungan dariNya di setiap langkah kita. Wallahu’alam bishowab.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  42. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari elegi ini. Namun pengetahuan tentang 4 kebaikan yang tertulis dalam elegi ini menurut saya relevan dengan kondisi saya sekarang. Dimana salah satu dari 4 kebaikan itu adalah orang tua bertaubat itu baik, namun anak muda yang bertaubat itu lebih baik. Orang tua yang bertaubat itu barangkali terhitung wajar, karena ia merasa sudah dekat dengan kematian. Sehingga ia mulai memikirkan kematian dan menyiapkan bekalnya. Namun bagi anak muda yang bertaubat, yang sudah memikirkan kematian dan menyiapkan bekal untuk menghadapinya maka itu adalah sebuah kebaikan yang luar biasa karena ia termasuk ke dalam golongan orang yang cerdas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang sering mengingat mati dan menyiapkan untuk kematiannya.

    ReplyDelete
  43. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Allah selalu menciptakan semua hal dalam berpasang-pasangan. begitu juga kebaikan dan keburukan diciptakan. mereka diciptakan secara bersamaan supaya orang-orang didunia atau kita sebagai orang yang telah diberi akal dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. semoga kita semua menjadi orang-orang yang dapat membedakan yang mana yang baik dan buruk dan senantiasa mengerjakan kebaikan dalam setiap kesempatan.

    ReplyDelete
  44. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Manusia diberikan sifat-sifat oleh Allah yang selalu bergandengan tetapi sifat tersebut mempunyai tujuan yang bertolak belakang. Salah satunya kebaikan dan keburukan. Dua sifat yang selalu ada pada diri manusia tetapi sifat itu dihadirkan untuk dipilih, dan pilihan tersebut yang menentukan kualitas kita dihadapan Allah. Keburukan, sifat yang jelas berasal dari syaitan tersebut membuat manusia tidak beriman kepada Allah karena itulah memang tujuan syaitan membuat anak cucu adam meninggalkan keimanannya. Kebaikan, adalaah sifat yang datangnya dari malaikat dan Allah, dimana kebaikan juga tidak terlepas dari godaan syaitan akan tetapi bekal ilmu yang kuat mengenai ke Tauhidan, syaitan pun perlahan-lahan lelah untuk menggodanya, sehingga kebaiakn dapat dengan baik mempertahankan keimanannya. Semoga kebaikan adalah hal dominan yang ada pada diri kita, dan semoga keburukan pelan-pelan dpat kita tinggalkan. Aaminn.

    ReplyDelete
  45. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Membaca elegi ini, saya bertanya-tanya, mengapa kebaikan pada akhirnya menang dalam perkelahian ini. Dapatkah keburukan menang? Di dunia ini lebih mudah keburukan menang daripada kebaikan. Mulai dari bangun pagi sajalah... Rasa enggan karena masih lebih nyaman tidur lebih besar dan lebih mudah menang daripada terbangun dan berdoa. Pergi ke tempat-tempat hiburan lebih banyak dipilih daripada pergi ke tempat ibadah.
    Nampaknya memang harus belajar ikhlas dulu agar kebaikan selalu menang dalam hati kita. Godaan dunia ini terlalu besar dan terlalu indah untuk dilewatkan jika hati tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  46. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Subhanallah, elegi ini membuat saya memahami satu hal yang luar biasa, tentang betapa berbahayanya kesombongan pada diri kita. Kesombongan adalah salah satu keburukan yang tidak dapat diampuni oleh Allah, melebihi keburukan karena syahwat. Astaghfirullah.. Saya tidak tahu kapan dan sudah berapa kali terbesit perasaan sombong di dalam hati. Sombong karena merasa menjadi yang terbaik, sombong karena mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, bahkan contoh sederhananya adalah pamer akan sesuatu yang baru. Sungguh kesombongan bisa membimbing kita menuju neraka. Semoga kita semua dapat terhindar dari sifat sombong walau sekecil batu kerikil.

    ReplyDelete
  47. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Kebaikan dan keburukan adalah sesuatu yang sangat relatif terhadap ruang dan waktu. Seseorang bisa saja dikatakan memiliki keburukan di masa sekarang, namun bisa saja ia akan menjadi seseorang dengan penuh kebaikan di waktu yang akan datang. Demikian pula sebaliknya, seseorang yang selalu berbuat baik, masih memiliki potensi untuk melakukan keburukan dimasa yang akan datang. Kebaikan dan keburukan bisa sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lingkungan dimana seseorang berinteraksi, Oleh sebab itu, sebaik - baik hidup adalah membangun lingkungan yang baik dengan komunikasi yang baik, serta saling nasihat menasihati dalam hal kebaikan

    ReplyDelete
  48. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kesombongan merupakan awal mula setan dihinakan oleh Allah. Setan menganggap dirinya yang terbuat dari api lebih baik dibanding Adam yang dibuat dari tanah liat. Kesombongan adalah dosa besar tanpa disadari sering dilakukan manusia. Kesombongan juga bisa membuat hubungan antar sesama manusia menjadi renggang. Misalkan menceritakan segala prestasi yang dimiliki kepada teman, padahal temannya tidak bertanya sama sekali, bisa jadi teman tersebut merasa tidak suka karena dirinya minim prestasi.

    ReplyDelete
  49. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang tidak dapat disatukan, karena kedua hal tersebut sangat bertolak belakang. Namun yang harus diketahui bahwa meski manusia selalu dalam keburukan, pintu tobat masih tetap dibuka, sebelum kiamat tiba. Karena pada dasarnya manusia diciptakan dalam kebaikan, tetapi manusia sendiri yang memilih jalan keburukan. Maka marilah kita memohon kepada Allah agar dihindari dari sifat buruk yang kita miliki, dan segera bertaubat.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  50. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Iblis keluar dari surga karena kesombongannya dan Adam AS keluar dari surga karena syahwatnya. Tidak akan masuk surga, orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sangat kecil. Sombong yang membuat diri merasa paling benar. Sombong yang membuat diri merasa lebih baik dari orang lain. Singkatnya sifat sombong akan mengahalangi kebaikan.

    ReplyDelete
  51. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Allah menciptakan segala sesuatau saling berpasang-pasangan begitu pula kebaikan dan keburukan. Oleh karena itu kehidupan manusia tidak terlepas dari hal-hal baik dan hal-hal buruk. Berdasarkan elegi diatas kami mencoba memahami bahwa ketika manusia berbuat keburukan maka tugas dari orang lain untuk meluruskan dan mengingatkan serta membawanya ke jalan menuju Allah SWT. Selain itu, petuah yang dapat kami ambil bahwa ketika manusia berbuat keburukan maka tidak menutup pintu ketaubatan untuk insaf dan taubat dari segla keburukan yang dilakukan seperti diceritakan diatas bahwa keburukan mulai sadar akan kebaikan dan berusaha untuk taubah=t dengan memenuhi syarat-syarat taubat. Semoga kita selalu terjada dari kebaikan dan dijauhkan dari goda syaitan. Amien. Terima Kasih

    ReplyDelete
  52. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih banyak Prof. Banyak sekali hikmah yang terkandung dalam elegi diatas, semoga saya bisa mengamalkannya dan menghilangkan sifat-sifat buruk yang masih ada dalam diri saya. Dengan membaca elegi diatas saya mendapat sedikit gambaran isi dari buku Untaian Hikmah karya Ibnu Hajar al-'Asqalani.

    ReplyDelete
  53. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Karena ada keburukan, pasti ada yang namanya kebaikan. Sekecil apapun keburukan, pastilah orang disekitar kita mengenangnya, tetapi sekecil kebaikan pasti akan dengan mudahnya dilupakan orang disekitar kita. Maka berbuatlah kebaikan itu hanya semata ingin memperoleh pahala dari Allah, karena Allah maha melihat sekecil apapun kebaikan kita. Tidak ada orang yang sempurna, yang terbebas dari keburukan terutama hawa nafsu. Sekecil keburukan itu pastilah kita pernah melakukannya. Tetapi ingat, Allah Maha Pengampun. Selama kita bertaubat nasuha, pasti Allah memberikan ampunan dan jalan yanga terang bagi kita. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari keburukan. Amiin.

    ReplyDelete
  54. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia tidak dapat melepaskan diri dari kebaikan dan keburukan itu, karena sudah melekat kuat dalam diri manusia. Hanya doa, dzikir, ikhtiar, dan tawakal yang dapat dilakukan manusia agar dapat meminimalisirkan perbuatan buruk itu sendiri. Semoga senantiasa dijauhkan dari keburukan-keburukan yanga hanya akan menjerumuskan manusia dalam kehinaan dan semakin jauh dari Allah swt. Amin

    ReplyDelete
  55. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Kebaikan dan keburukan bagaikan dua sisi mata uang yang selalu bersandingan. Jika sedikit saja lengah maka kebaikan bisa berubah menjadi keburukan. Namun sebaliknya butuh usaha yang kuat untuk mengubah keburukan menjadi kebaikan, salah satunya itu bisa terjadi karena hikmah. Dari tulisan ini, hal yang saya dapatkan bahwa keburukan bisa dikalahkan oleh kebaikan, dan kepada Allah lah kita harus bertaubat dengan taubat sebenar-benarnya (taubatan nasuha). Semoga kita dijauhkan dari keburukan.. aamiin ya rabbal alaamiin.

    ReplyDelete
  56. Terimakasih atas sharing ilmunya bapak, semoga saya bisa menjadi sebaik-baiknya dimata Allah SWT, semoga saya bisa menekan setiap aspek unsur keburukan dalam diri saya sedalam-dalamnya agar tidak muncul ke permukaan, semoga saya bisa memunculkan unsur kebaikan dalam diri saya ke permukaan setinggi-tingginya.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  57. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kebaikan dan keburukan, setiap manusia memiliki potensi baik dan buruk. Tergantung ikhtiar dan doa masing-masing manusia untuk mengoptimalkan potensi yang mana. Selain itu manusia bukanlah mahluk yang sempurna, sehingga setiap manusia yang selalu melakukan kebaikan pasti pernah melakukan keburukan walaupun keburukan yang sangat kecil. Sekecil apapun itu, kita harus tetap bertaubat memohon ampun kepadaNya. Hal itu karena, sesuatu yang kecil itu adalah permulaan dari sesuatu yang besar. Sehingga jangan mengabaikan dosa yang kecil, karena melakukan dosa yang kecil secara berkelanjutan akan menjadi dosa yang besar. Oleh karena itu, selalulah memohon ampun kepadaNya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  58. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Di dunia ini memag sangat mudah untuk menemukan kontradiksi, seperti ada yang baik pasti ada yang buruk. Sejatinya manusia juga pernah melakukan hal yang baik dan buruk. Apabila dalam melakukan keburukan secara terus menerus tanpa melakukan kebaikan maka dia akan menjadi pendosa. Namun saat orang tersebut melakukan keburukan dan memperbaikinya dengan melakukan kebaikan maka dia dapat digolongkan sebagai orang yang berusaha untuk memperbaiki dirinya, dan apabila dia istikomah dalam berbuat kebakan semoga segala keburukan yang pernah dia lakukan dapat ditebus oleh kebaikan yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  59. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Terima kasih prof atas elegi ini, semakin membuka lebar hati saya jika dalam setiap diri manusia masih ada kebaikan walaupun itu hanya satu titik cahaya, tinggal manusia tersebut mau atau tidak untuk memunculkan satu titik tersebut untuk menerangi seluruh jiwa dan raganya. Dari elegi ini saya melihat ketulusan serta kerendahan dan kebaikan dalam menghadapi keburukan. Walaupun di awal keburukan masih menunjukan kesombongannya tapi kebaikan tidak membalas sikap tertentu dengan kesombongan pula, justru kebaikan dibalas dengan penuh kerendahan dan keikhlasan hati. Sebuah pelajaran, bahwa suatu keburukan tidak harus dilawan dengan keburukan.

    ReplyDelete
  60. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kebaikan yang berada di dalam diri kita dalam melakukan sesuatu bisa kita umpamakan sebagai bentuk rahmat yang diberikan Alloh SWT kepada diri kita. Jika seseorang mendapatkan rahmat yang luar biasa dari Alloh SWT, maka akan kelihatan bahwa setiap perbuatan di dunia ini baik semua. Salah satu yang menyebabkannya aalah sifat ikhlas atau menerima apapun yang diberikan serta selalu merasa takut karena iman mereka yang kuat. Namun sebaliknya, jika diri kita melakukan suatu keburukan, dapat dikatakan karena ketiaaan rahmat dari Alloh SWT dan kurangnya atau tipisnya iman kita sehingga mudah melakukan keburukan yang digiring oleh godaan syaitan. Semoga kita senantiasa dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk agar tidak melakukan keburukan karena sesungguhnya keburukan merupakan perbuatan yang tidak disukai olehNya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  61. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  62. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Yang dapat dijadikan bekal ketika di akhirat hanyalah amal kebaikan kita/ amal sholeh, bukan harta ataupun kehormatan. Ilmu yang kita amalkan untuk kebaikan akan menolong kita untuk menuju ke surga, sedangkan kesombongan akan menuntun kita ke neraka. Oleh karena itu segeralah bertaubat apabila pernah melakukan dosa/ kesalahan, dengan cara membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.

    ReplyDelete
  63. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang sangat berbeda. Tidak peduli seberapa kecil dosa yang kita lakukan ketika kita berada di keburukan, kita harus segera bertobat kepada Allah. Dan berjanji untuk tidak mengulangi dosa, dan senantiasa untuk beribadah dengan kerendahan hati.
    Jika seseorang tidak ingin pergi ke neraka, maka seharusnya tidak berbuat jahat. Jika sudah melakukan kejahatan, segeralah bertobat sehingga dosa-dosa mereka diampuni.
    Ada tiga perkara yang akan menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah dalam sepi sendirian maupun dihadapan banyak orang, hidup sedeehana baik diwaktu miskin maupun kaya, bersikap adil baik diwaktu senang maupun marah. Selanjutnya, ada tiga perkara yang akan membinasakan manusia yaitu: kikir yang keterlaluan, hawa nafsu yang diturut, dan kagum pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  64. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P Mat A S2 UNY

    Kebaikan dan Keburukan merupakan sesuatu yang sangat kontradiksi. Keburukan dapat diklahkan oleh kebaikan. Sesuatu yang buruk dapat hilang oleh suatu kebaikan. Iringilah keburukan itu dengan kebaikan, maksudnya setiap kita berbuat keburukan baik sengaja maupun tidak, hendaknya segera bertaubat dan berbuat kebaikan (serta tidak mengulangi keburukan itu lagi).

    ReplyDelete
  65. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kebaikan atau keburukan lahir sebagai lambang hati manusia. Hati yang jernih akan menghasilkan kebaikan. Kebaikan berjalan dengan mempertimbangkan efek yang ditimbulkan. Subyek kebaikan selalu melupakan akan kebaikannya namun selalu merefleksikan diri sebagai jalan meningkatkan kualitas diri. Sedangkan keburukan lahir dari hati yang tidak jernih. Setiap perbuatannya dibalut dengan ketidak ikhlasan. Dan nerekalah tempat tinggal keburukan. Semoga kita dimudahkan dalam membersihkan hati sehingga dapat dikelilingi dengan kebaikan dan dijauhi dengan keburukan.

    ReplyDelete
  66. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  67. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. kebaikan dan keburukan sudah fitrahnya pasti ada dalam diri manusia. Keburukan tidak akan selamanya ada di dalam hati manusia jika kebaikan mampu mengetuk hati itu. Keburukan mau dan mampu berubah jika kebaikan bersedia menuntun keburukan menuju kebaikan. Allah SWT selalu menerima taubatnya seseorang jika orang tersebut bersungguh-sungguh dalam taubatnya dan tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  68. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Harta tahta wanita adalah merupakan 3 hal yang biasanya menjadi ujian bagi manusia. Ketiganya jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjerumuskan kita kedalam neraka. Misalnya saja orang yang gila jabatan/tahta menggunakan cara apa saja agar dapat menduduki jabatan itu sehingga cara-cara jahat pun dia gunakan sebagaimana yang dilakukan oleh potilikus yang rela mencaci dan memfitnah diantara para kandidat lainnya. Naudzubillahimindzalik.

    ReplyDelete
  69. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh


    Sebagian orang mengira bahwa ujian adalah ketika dia ditimpa musibah dan keburukan, pemahaman seperti ini adalah keyakinan yang salah dan keliru. Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa ujian itu berupa keburukan dan kebaikan. Keburukan dan kebaikan adalah dua hal yang pasti ada dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Hal yang dapat kita lakukan adalah memperkecil keburukan yang ada pada diri kita dan memperbanyak amalan baik kita. Memang tidak mudah, namun hal ini memang harus kita laksanakan

    ReplyDelete
  70. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Hidup ini dipenuhi dengan kontradiksi, hampir semua yang ada diciptakan berpasang-pasangan dengan kondtradiksinya. Termasuk perihal baik dan buruk. Keduanya sama-sama dekat dengan kehidupan kita dengan sifat yang bertentangan satu sama lain. kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang berbeda. Dengan sifat keduanya yang berbeda, keduanya dapat saling menutupi. Sebanyak apapun kebaikan yang kita lakukan, jika kita melakukan satu keburukan itu bisa jadi akan merusak hal-hal baik yang sudah kita lakukan. Sebaliknya, sebanyak apapun hal buruk yang kita lakukan, selalu ada pintu taubat yang Allah buka untuk kita, dan kemudian menebusnya dengan kebaikan. Namun dalam bertaubat ini kita harus melakukannya dengan sepenuh hati dan komitmen penuh. Mengakui setiap kesalahan, beristigfat dan memohon ampun, berniat tulus ikhlas untuk tidak lagi mengulangi kesalahan dan keburukan, kemudian selalu melakukan kebaikan demi kebaikan.

    ReplyDelete
  71. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Kebaikan atau keburukan yang ada di dalam diri manusia ditentukan oleh hati dan hawa nafsunya. Jika di dalam diri kita didominasi pengaruh hati yang bersih maka kebaikan yang akan tercermin dalam perilau kita. Sebaliknya, jika didominasi dengan menuruti hawa nafsu maka keburukanla yang akan menyelimuti perbuatan kita. Oleh karena itu betapa pentingnya kita menjaga hati kita agar tetap bersih dan terhindar dari penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, takabur, riya, dan sebagainya. Maka marila kita melawan hawa nafsu kita karena sesungguhnya hawa nafsu itu bisikan dari syaitan. Dan syaitan senag mengaja manusia pada perbuatan dosa. Semoga dalam diri kita tidak terjadi pertengkaran antara kebaikan dan keburukan, semoga kebaikan selalu menang di dalam diri kita. Aamiin.

    ReplyDelete

  72. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Jadi, artikel di atas berisi tentang kebaikan dan keburukan.setiap hal di sunia ini pasti memiliki kebalikannya seperti laku-laki dan perempuan, kaya dan miskin, muda dan tua, termasuk juga baik dan buruk. Sifat-sifat dari kebaikan yang harus kita pegang adalah: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sifat adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; dan keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik. Sedangkan sifat-sifat dari keburukan yang harus senantiasa kita hindari adalah: pertama, dosa yang dibuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang dibuat oleh orang tua itu lebih buruk; kedua, sibuk dunia oleh orang bodoh itu buruk tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin. Jadi, kita sebagai manusia harus pintar mengelola kebiasaan kita. Biasakan untuk melakukan hal-hal yang baik, maka kita pun akan berjalan di jalan yang baik dan dapat semakin dekat dengan Allah.

    ReplyDelete
  73. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Bismillah, sudah digariskan sejak awal sejarah manusia diturunkan, bahwa kebaikan dan keburukn akan selalu berperang dalam hati manusia. Kebaikan mempunyai jargon yang ada dalam hati, yaitu keyakinan. Tanpa kita memunculkankeyakinan dalam hati, maka jargon keburukan akan leluasa menguasai hati. Akibatnya hati akan buta. Tidak bisa lagi melihat cahaya, yang dilihatnya hanyala kegelapan, kegelapan, dan kegelapan. Maka sungguh saat itu keburukan telah memenangkan perkelahian dengan kebaikan.

    ReplyDelete
  74. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kebaikan adalah mutiara keyakinan dalam hati, kebaikan harus terus dipupuk oleh empunya dengan doa, ibadah, dzikir, solat, dan ikhlas kepadaAllah Swt. Jika sudah demikian, maka hati akan bercahaya dan mampu menghilangkan segala kegelapan dalam dirinya. Namun jika jargon keburukan berhasil mencuri masuk hati, Riya, sombong misalnya, maka hakikatnya ia menjadi orang munafik, antara lisan dan hati tidak selaras. Orang munafik secara penampakan menunjukkan baik, namun hatinya sudah dipenuhi kegelapan dan mengeras seperti batu. Semoga kita terhindar dari hati yang seperti ini.

    ReplyDelete
  75. Latifah Fitriasari
    PM C

    Menunda-nunda taubat adalah perangkap iblis yang paling berkesan agar manusia terhalang dari taubat dan meninggalkan ketaatan. Maka barangsiapa bertaubat dalam keadaan ini maka taubatnya tidak diterima sebagaimana taubat orang yang maut telah berada di kelopak matanya. Karena jarang sekali hal ini terlintas dalam pikiran orang yang bertaubat, bahkan menurutnya, apabila sudah bertaubat dari dosa ia lakukan, berarti tidak ada lagi kewajiban lain yang harus ia laksanakan, yaitu bertaubat dari perbuatan menunda-nundanya.

    ReplyDelete
  76. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    Pendidikan Matematika C

    Hidayah memang menjadi kehendak Allah SWT. Tetapi hidayah dari Allah SWT tidak akan datang jika kita menutup mata, telinga, dan hati kita. Ketika kita membuka mata kita sesungguhnya Allah SWT telah menampakkan hidayahNya di depan kita. Ketika kita membuka telinga kita sesungguhnya Allah telah membisikkan hidayahNya kepada kita. Ketika kita membuka hati kita sesungguhnya Allah telah menetapkan hidayah kedalam hati kita. Maka upaya kita untuk menggapai hidayah adalah dengan melihat dan mendengar sekeliling kita. Jangan sampai kita buta dan tuli akan hidayah yang sebenarnya dekat dengan kita.

    ReplyDelete
  77. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  78. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dalam hidup manusia, ada dua sisi yang mendampinginya, kebaikan dan keburukan. Seharusnya, porsi kebaikan mendominasi hati dan pikiran kita karena akan berbahaya jika keburukan lah yang lebih dominan. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang diberikan akal oleh Allah seharusnya bisa memilih dan menimbang dalam melakukan segala sesuatu yang tentunya dengan memperhatikan sisi baik dan buruk yang akan ditimbulkan.

    ReplyDelete
  79. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Keburukantidak akan selamanya menjadi buruk. Ketika keburukan tersebut telah mengetahui buruknya maka dia kanbimbang dan mulai mencari jalan unutk merubah sikapnya. Dan kebaikan dengan senang hati akan menuntun keburukan tersebut kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  80. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Terima kasih Prof. Marsigit, membac elegi ini mengingatkan kami semua selaku manusia, akan menuruti kebaikan ataupun keburukan. Teringt perkataan seorang guru bahwa mempelajari sesuatu yang sama bahkan seratus kalipun kita pasti akan menemui sesuatu yang baru. Elego di atas banyak menukil hadits nabi baik yang diriwayatkan oleh nabi maupun berdasarkan atsar para shahabat, walaupun diantara kami para pembaca telah mengenal beberapa hadits maupun ungkapan di atas, namun tetap saja manusia membutuhkan manusia lainnya untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  81. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kebaikan dan keburukan ada didalam setiap diri manusia. Sebaik-baiknya manusia pasti pernah melakukan keburukan. Kita hidup didunia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, karena kebaikan yang kita lakukan nantinya sebagai timbangan atau penentu apakah kita layak memasuki surga atau neraka. Slah satu keburukan yang sering kita lakukan adalah sombong. Kita seringkali berlaku sombong, salah satu contohnya adalah tidak berdoa kepada Allah SWT. Untuk menghindari sifat sombong kita hendaknya selalu mengingat nama Allah SWT dan juga selalu berdoa kepadaNya.

    ReplyDelete
  82. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dalan al-Quran disebutkan bahwa tidaklah sama antara orang beriman dan orang yang kafir. Orang yang kafir jika melepaskan kekafirannya akan terlahir kembali menjadi seorang mukmin yang belum memiliki dosa. Sesuai dengan eegi di atas, keburukan yang tamak dan sombong setelah mendengar penuturan dan nasehat kebaikan kemudian menyesali keburukannya dan menjadi "kebaikan yang baru", benar. Kebaikan yang baru tanpa cacat satupun dengan syarat ia harus berbelok dari keburukannya selamanya dan berbuat kebaikan dan belajar serta bersungguh-sungguh. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  83. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Sekecil apapun dosa yang kita perbuat haruslah segera bertaubat kepada Allah SWT. Jangan menunda-nunda dalam melakukan taubat. Sekecil apapun dosa kita jika tidak segera kita bertaubat dan memohon ampun atau dosa itu akan semakin menumpuk dan menjadi dosa yang sangat besar. Dosa besar yang sulit termaafkan adalah kesombongan. Ada hal yang sangat penting dari artikel ini yaitu ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak, hidup sederhana baik di waktu miskin maupun kaya, bersikap adil baik di waktu senang maupun marah. Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang keterlaluan, hawa nafsu yang dituruti, dan kagum pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  84. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Manusia pasti mempunyai sisi baik dan sisi buruk karena tidak ada manusia yang sempurna. Apakah ada manusi yang tidak pernah berbuat doas? Tentu saja tidak ada, kecuali nabi-nabi pilihan Allah yang diberi keistimewaan untuk jauh dari dosa. Kita sebagai manusia biasa berkewajiban untuk memperbanyak amal sholeh dan meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah diperbuat. Tetap menebar kebaikan dan selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  85. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah selalu menciptakan segala sesuatunya berpaang-pasangan. Ada keburukan maka ada pula kebaikan. Kebaikan dan keburukan sama-sama diciptakan oleh Allah SWT untuk menaikkan derajat keimanan, ketaqwaan umatnya. Jika manusia tidak bisa terbebas dari keburukan maka akan menurunlah derajatnya, dan keburukan hanya bisa dinetralisir dengan kebaikan maka agar bisa terbebas dari keburukan maka tingkatkan lah kebaikan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  86. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kebaikan dan keburukan pasti dimiliki oleh manusia karena yang sempurna hanyalah Allah SWT. Namun, Allah itu maha adil. Allah selalu memberi imbalan atas semua yang kita lakukan. Imbalan pahala untuk yang berbuat kebaikan, dosa untuk yang berbuat keburukan. Imbalan untuk kebaikan dengan segala rahmat-Nya dan imbalan untuk keburukan dengan segala keadilan-Nya. Allah tidak akan dzalim pada hamba-Nya.
    Sebagai umat beragama, jangan sampai dosa kita lebih banyak daripada pahala kita. Segeralah bertaubat apabila pernah melakukan dosa/ kesalahan, dengan cara membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun

    ReplyDelete
  87. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang selalu bertaubat. aamiin.
    karena kita tidak pernah luput dari kesalahan, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari, dan kita bukanlah nabi, yang ma'sum, yang dijaga dari dosa-dosa. kita harus mengakui bahwa kita adalah makhluk yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, dengan tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk kita berbuat dosa. yang harus kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin menghindari dosa-dosa dan selalu bertaubat. seburuk apapun masa lalu kita, selalu terbuka peluang untuk memperbaiki dir.

    ReplyDelete
  88. Assalamualaikum Wr. Wb. Keburukan dan kebaikan adalah bagian dari hokum dialektika dalam hidup. Konflik antara keduanya adalah suatu keniscayaan. Selama kehidupan ini masih berlangsung, kebaikan dan keburukan akan selalu ada. Selama nafas masih berhembus, syaitan akan selalu membawa senjata keburukan untuk menjatuhkan iman manusia. Namun, keburukan akan selalu dikalahkan oleh kebaikan jika kita bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan senantiasa berdoa dan bertawakkal agar selalu dijauhkan dari godaan syaitan yang terkutuk. Aamiin!!

    ReplyDelete
  89. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sudah menjadi sunatullah bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasangan dan saling bertolah belakang. Ada laki-laki dan perempuan, ada besar dan kecil, begitu pula kebaikan dan keburukan. Hal ini Allah ciptakan sebagai bentuk penyeimbang dalam kehidupan. Tidak dibayangkan jika di dunia ini hanya ada laki-laki saja, ada kebaikan saja. Bahkan penciptaan ini juga sebagai pembanding. Mislanya, sesuatu tidak akan dikatakan besar jika tidak ada kecil sebagai pembandingnya. Begitu pula kebaikan ada karena keburukan juga ada. Maka dari itu, sebagai manusia sudah wajib untuk menjadikan kebaikan untuk memerangi keburukan.

    ReplyDelete
  90. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    "Celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanannya" terkadang kita sebagai manusia masih hidup dengan dipenuhi nafsu kita, yang tanpa sadar kita berusaha untuk selalu penuhi. Menjadi pribadi yang mawas diri harus kita usahakan agar tidak serta merta menjadi budak nafsu. Hidup di dunia haruslah menjadikan kita sosok yang mau berlomba-lomba dalam kebaikan. Termasuk didalamnya melawan nafsu yang tidak baik dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  91. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang saling kontradiksi namun memiliki hubungan, kebaikan dapat dikatakan ada karena terdapat keburukan. antara keduanya bisa saling mempengaruhi, yang baik bisa menjadi buruk begitu pula sebaliknya, tergantung dengan bagaimana cara kita menyikapinya

    ReplyDelete
  92. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Rahmat Allah yang datang kepada kita bisa dalam berbagai bentuk, yang kadang mungkin kita sendiri sering tidak menyadari dan tidak mensyukurinya. Sangat tak terhingga rahmatnya yang diberikan, bahkan dalam setiap tarikan nafas pun terdapat banyak sekali rahmat dan nikmatnya. Banyak yang mengatakan bahwa hidayah akan datang sendiri kepada orang-orang yang memang diberikan hidayah. Namun karena kita tidak pernah mengetahui takdir yang akan terjadi, tidak pernah mengetahui kapan datangnya hidayah, akan lebih baik apabila kita sendiri yang mencari hidayah, mencari pencerahan, mencari jalan untuk datangnya sebuah kebaikan. Banyak cara untuk mencari jalan menuju kebaikan, diantaranya berkumpul dengan orang-orang yang beriman dan berilmu yang mampu memberikan nasihat dan berdzikirlah untuk menghindari dari hati yang keras terhadap semua kebaikan yang diberikan.

    ReplyDelete
  93. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Hal yang diajarkan pada elegi diatas adalah agar kita tidak sombong dan harus senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Biasakanlah untuk selalu berbuat baik kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Sekalinya kita mendapat suatu keburukan, balaslah dengan kebaikan. Karena tiada balasan unutk kebaikan kecuali kebaikan.

    ReplyDelete
  94. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Pesan dari elegi diats juga memberikan hal sebagai berikut. Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakan manusia. Tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu cukup maupun kaya; bersikap adil baik diwaktu senang maupun marah.

    Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir; hawa nafsu yang dituruti; dan kagum pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  95. Ada jenis keburukan yang sangat parah.
    Apa yang lebih berat dari langit? Apa yang lebih luas dari bumi? Apayang lebih keras dari batu? Apa yang lebih panas dari neraka? dan apa yang lebih berbisa daripada racun?

    Membohongi masyarakat itu lebih berat ibanding langit. Kebenaran lebih luas daripada bumi. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Adu domba itu lebih berbisa dibanding racun.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  96. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Di kehidupan ini pasti terdapat kontradiksi. Seperti halnya kebaikan pastilah ada keburukan. Keburukan dapat dikalahkan oleh kebaikan, sesuatu yang buruk dapat hilang oleh suatu kebaikan dan sebaliknya. Oleh karena itu kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dengan berdoa dan bertawakal agar dijauhkan dari godaan syaitan.

    ReplyDelete