Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..Bapak Ibu dan hadirin semua yang dimuliakan Allah, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita berkumpul kembali di sini. Dengan memohon keridaan Allah dengan ini kami sampaikan bahwa sebentar lagi kita akan mengadakan Ritual Ikhlas III. Seperti biasa kami sebagai fasilitator berusaha melayani dan membantu kebutuhan Bapak Ibu semua. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman Ritual Ikhlas terdahulu kami ingin mengingatkan kembali bahwa dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya. Demikianlah apakah masih ada hal yang ingin ditanyakan?

Muhammad Nurikhlas:
Ass...Bapak Santri Kepala yang saya hormati, kelihatannya kegiatan Ritual Ikhlas ini semakin terkenal. Maka sekarang semakin banyak yang akan berpartisipasi. Peserta yang hadir pada kegiatan Ritual Ikhlas III ini tidak hanya para Cantraka, tetapi para Bagawat, dan Cemani. Ada Bagawat Doktor, Bagawat Profesor, Bagawat Bupati, Bagawat Jenderal, Bagawat Gubernur, bahkan Bagawat Raja. Ada juga Matematikawan, Guru Matematika, Guru Sain, Mahasiswa S1, Mahasiswa S2, dsb. Untuk itu kami memohon penjelasanmu apakah penyelenggara telah menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pangkat dan derajat mereka semua?

Santri Kepala:
Oh...maaf ...kegiatan Ritual Ikhlas ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Tahun yang lalu juga pernah ada seorang Raja yang mengikuti kegiatan serupa tetapi kami pun tidak menyediakan fasilitas khusus, malah pada saat itu dia terpaksa menempati lokasi di bawah tangga karena datang terlambat. Jadi sekali lagi kami harap Bapak dan Ibu semua agar untuk mengikuti kegiatan ini, sementara melepaskan semua atribut kepangkatan di dunia. Marilah semata-mata kita hanya berharap memperoleh keridaan dari-Nya. Firman Allah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamumendapat keberuntungan” (Q.S. Al Maidah 5:35). Oleh karena itu kami penyelenggara hanya menyediakan tempat ala kadarnya. Kami juga tidak bisa menyediakan akomodasi yang memadai, tidur cukup di lantai dan beralaskan tikar. Para peserta kami tempatkan sesuai dengan nomor urut pendaftarannya. Demikianlah semoga bisa dimaklumi. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Ada juga peserta yang baru pertama mengikuti, tetapi kelihatannya membawa ilmu-ilmu ghadib, ilmu tinggi, dan pusaka-pusaka. Apakah dia boleh diijinkan mengikuti kegiatan Ritual Ikhlas ini?

Santri Kepala:
Sekali lagi kami sampaikan bahwa kegiatan Ritual Ikhlas disini hanyalah untuk mencari rida Allah semata. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan, membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu semua perbekalan yang tidak sesuai kami harap agar dititipkan saja kepada penyelenggara, setelah selesai boleh diambil kembali. Adapaun untuk segala macam pusaka atau ajimat kami bersedia menyimpannya. Demikianlah selamat mengikuti Ritual Ikhlas III. Semoga sukses. Amin.

97 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016

    karena ritual ikhlas ini bertujuan untuk memperoleh ridho Allah dengan melakukan ibadah-ibadah yang benar, maka dalam pelaksanaanya tidak memperdulikan hal-hal yang bersifat duniawi. pangkat, jabatan, strata, harta dan hal-hal lain tentang keduniaan diaangap sama rata pada ritual ini. hal yang terpenting dalam ritual ini adalah niat melakukannya dan hati, fisik, dan pikiran yang ikhlas untuk melaksanakan ibadah yang benar sebanyak-banyaknya. karena pada dasarnya semua yang hendak mengikuti ritual ini hanyalah bertujuan untuk memperoleh ridho Allah, tanpa hal-hal duniawi apapun.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pada elegi ritual ikhlas 3 ini pelajaran yang saya dapat yaitu ikhlas ditentukan dari niat. Niat yang benar hanya mencari ridha Allah SWT. Munculnya keikhlasan berawal dari niat dalam diri kita melakukan apapun dengan ikhlas maka akan muncul keikhlasan pada diri kita. Ikhlas hanya diri kita yang tahu tidak perlu di ucapkan atau di ceritakan kalua kita ikhlas. Bila di umbar itu bisa dikatakan kita ria bukan ikhlas.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Untuk mendapatkan ridho ALLAH SWT kita harus menata niat dengan tulus. Jangan pernah menginginkan atau mengharapkan sesuatu selain Ridho-NYA misal ingin mendapat pujian atau kekayaan. Kita harus melakukan ibadah benar-benar tulus dari hati yang paling dalam dengan bersih tanpa niat yang jelek. Melakukan ibadah tidak perlu memikirkan orang lain tetapi kita harus selalu mengingat bahwa semua yang kita lakukan harus ditujukan kepada ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam bagian cerita ini ditegaskan bahwa dalam beribadah hendaknya hanya meminta ridha dari Allah, tidak dibenarkan menggunakan ilmu-ilmu tambahan selain ilmu agama yang di ajarkan oleh Allah dan rasul sehingga dalam serita ini ilmu-ilmu dan pusaka tersebut diminta untuk titipkan ke panitia terlebih dahulu sebelum memulai acara.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini menekankan bahwa dimata TUHAN semua orang itu sama. Ritual ini diadakan berkali-kali dalam elegi ini menandakan bahwa dalam kehidupan nyata pun kita harus senantiasa berusaha melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan tulus hati dan tidak membeda-bedakan karena sesungguhnya semua orang sama di mata TUHAN.

    ReplyDelete
  6. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Belajar ikhlas tidak pandang pangkat, jabatan maupun golongan. Bekal yang dibutuhkan cukuplah hati yang ikhlas untuk mencari ridha Allah SWT. Supaya kita bisa ikhlas, kita perlu berprasangka baik kepada Allah. Jika kita sudah berikhtiar dan berdoa maka percayakan saja apa yang akan terjadi kepada Allah SWT. Mantapkan hati kita dalam melakukan apapun semata-mata hanya mengharap ridha-Nya.

    ReplyDelete
  7. Kamis, 25 Mei 2017
    EKA RETNO SARI (14301241013)
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia hidup di dunia di bolehkan betebaran di muka bumi untuk mencari nafkah asal sesuai ketentuan yang ada. Dengan berbagai profesi dan strata, Pada akhiarnya nanti semua dianggap sama di hadapan-Nya kecuali amalan yang dimiliki. Bahkan ketika tengah beribadah pun berlaku demikian. Setinggi apapun jabatan yang kita miliki kelak, kerendahan hatilah yang harus tetap dijaga.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    tidak jauh dari ritual ikhlas 2 bahwa yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lain di hadapan Allah SWT adalah amalan-amalannya. Sebaik-baiknya manusia dialah yang bermanfaat bagi orang sekitar, kebermanfaatan ini akan lebih bermakna jika diiringi oleh keikhlasan dalam diri dan kelurusan niat untuk mencapai ridhoNya.

    ReplyDelete
  9. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada elegi ini kita diingatkan bahwa, ibadah adalah hendaknya dan seharusnya untuk mencapai ridho Allah SWT., bukan yang lain. Bukan untuk supaya dianggap di dunia. Padahal dunia hanyalah sekelebat mata. Sama halnya dengan jabatan yang dimiliki oleh orang-orang.

    Di dalam beribadah, semua jabatan dunia tidak berakibat pada tinggi rendahnya amalan. Hal yang membedakannya ialah ketaqwaan mereka kepada Allah. Di dalam elegi tersebut, kita dapat bahwa para panitia menempatkan pesertanya berdasarkan nomor pendaftarannya. Sama halnya dengan Salat berjamaah, sof terdepan diisi oleh orang-orang yang pertama kali datang ke masjid itu, atau di tempat dilaksanakannya Salat jamaah.

    ReplyDelete
  10. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Ikhlas tidaklah membutuhkan persiapan yang lama dan sekolah yang tinggi, iklas hanya membutuhkan spritual yang matang. Artinya bahwa keikhlasan tidak bisa diukur dengan tingkat ilmu yang dimiliki tetapi bisa lihat dari tingkat keyakinan, kesadaran dan keparcayaan akan fananya dunia ini. Ketika menyadari bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, maka kita kan menuju keikhlasan itu, meskipun ikhlas itu sulit.

    ReplyDelete
  11. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada elegi ritual ikhlas 3 ini pelajaran yang saya dapat yaitu ikhlas ditentukan dari niat. Niat yang benar hanya mencari ridha Allah SWT. Munculnya keikhlasan berawal dari niat dalam diri kita melakukan apapun dengan ikhlas maka akan muncul keikhlasan pada diri kita. Ikhlas hanya diri kita yang tahu tidak perlu di ucapkan atau di ceritakan kalua kita ikhlas. Bila di umbar itu bisa dikatakan kita ria bukan ikhlas.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi Ritual Ikhlas 3 Persiapan Teknis lebih memperdalam pengetahuan kita untuk selalu mencari ridha Allah swt. Disebutkan juga bahwa di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Sungguh mulia elegi tersebut yang memberikaan pencerahan hati kita. Kita dituntut untuk berlomba-lomba untuk beramal baik dan selalu mengimplementasikan rasa ikhlas. Jujur, saya juga masih dalam taraf belajar untuk ikhlas. Langkah awal yang dapat kita lakukan, yaitu dengan melurusan niat kita.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Niat yang lurus karena Allah semata akan membuat seseorang lebih mampu bertahan dari berbagai bentuk permasalahan. Karena semata-mata ia sadar, bahwa apa yang dilakukan bukan karena manusia melainkan semata-mata mencari keridhaan Allah SWT. Dalam QS. An-Nisa: 125 “Dan siapakah yang lebih baik daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan...”. Oleh karena itu, sebagai insan yang beriman kita hendaknya tidak terlena dengan hal-hal yang bersifat duniawi serta perlu adanya usaha penyeimbangan dengan kepentingan akhirat.

    ReplyDelete
  14. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bismillah
    Setelah membaca “Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2”, saya belajar bahwa manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan antara manusia satu dengan manusia satunya adalah dilihat dari keikhlasan, amal-amalnya, dan ilmunya. Oleh karena itu, orang-orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT sehingga menjadi pembeda antara manusia yang satu dengan manusia lainnya.

    ReplyDelete
  15. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ritual ikhlas yang dilakukan dengan mengharap ridha Allah perlu persiapan dan bekal, yakni niat yang benar dan ikhlas. Keimanan pada diri kita itu bersifat naik turun, karena itu haruslah senantiasa diupgrade. Tata cara beribadah yang kita lakukanpun perlu untuk selalu diperbaiki dan diperbaiki. Dengan ritual ikhlas ini, merupakan salah satu langkah yang dapat kita tempuh untuk dapat mebetulkan tata cara beribadah, beramal, dan berzikir dengan seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  16. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari persiapan teknis yang kedua ini, saya mengetahui bahwa hal yang sebenarnya kita cari dalam ritual ikhlas ini adalah hanya untuk mencari ridho Allah SWT. Jika kita telah memperoleh ridhoNya, maka segala sesuatu yang kita perbuat tidak lah sia-sia, dan sebaliknnya jika ita tidak memperoleh ridho dariNya, maka segala sesuatu yang kita lakukan hanya akan sia-sia saja.

    ReplyDelete
  17. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kegiatan ritual ikhlas pada elegi ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridhaan dari Allah SWT. Dihadapan Allah SWT semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan ama-amalnya. Meskipun ia seorang doktor, professor, bupati, gubernur, guru, mahasiswa, atau bahkan raja, maka semua sama dihadapan Allah, dan tidak ada yang dibedakan hanya karena keudukannya.

    ReplyDelete
  18. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia diciptakan oleh Allah tak lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Tidak hanya itu, manusia diciptakan oleh Allah juga untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Dari kedua tujuan diciptakannya manusia ini, saya memahami bahwa, sebagai manusia kita bukanlah. Semua yang ada pada diri kita adalah pemberian dan titipan dari Allah. Termasuk menjadi pemimpin. Sehingga, mau seberapapun tinggi jabatan kita di dunia, maka hendaklah kita tetap rendah hati dan selalu berserah diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  19. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi tersebut mengingatkan kita untuk melihat apakah cara beribadah kita sudah baik, apakah sudah benar, apakah sudah tepat, apakah sudah ikhlas. Dari membaca elegi tersebut dapat menjadi cermin diri terutama bagi diri saya sendiri apakah sudah beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasulullah. Dalam rangka menjadi pribadi yang ikhlas dan lebih baik maka perlu membenarkan cara beribadah sehingga sesuai dengan apa yang sudah dituntunkan.

    ReplyDelete
  20. Ikhlas mencari Ridho Allah SWT itulah tujuan dari ritual ikhlas. Apapun yang ada pada diri kita hendaknya tidak dijadikan sebagai suatu hal untuk meminta fasilitas yang lebih. Seperti ketika akan melakukan ibadah haji atau umroh, manusia hanya memakai pakaian ihrom yang sama, tidak ada yang membedakan kecuali kadar ketaqwaan dan keikhlasannya yang dinilai oleh Allah SWT. seyogyanya dalam melakukan ritual ikhlaspun seperti itu hanya membawa diri dan barang yang diperlukan serta berharap dapat mengerti dan memahami artinya Ikhlas.

    ReplyDelete
  21. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalam beribadah. Semua peserta mendapatkan fasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus.

    Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    Wa'alaikumsalam wr wb.

    ReplyDelete
  22. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Meskipun kegiatan ritual ikhlas ini diikuti oleh peserta yang berasal dari latar belakang pendidikan serta status sosial yang berbeda, namun bukan berarti diberi perlakuan berbeda atau diistimewakan berdasarkan pangkat dan derajatnya. Sebab dalam mengikuti ritual ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT.
    Akan sangat luar bisa jika hal ini juga diterapkan dikehidupan sehari-hari, dimana tidak ada yang membeda-bedakan perlakuan kepada seseorang berdasarkan pangkat dan derajatnya. Sehingga semua orang bisa merasakan keadilan dan merasa lebih dihargai.

    ReplyDelete
  23. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Menurut pemahaman saya setelah membaca, ritual ikhlas berhubungan dengan spiritual manusia. Ritual ikhlas ditujukan untuk mengharap ridho Allah SWT. Dalam mencapai keikhlasan guna memohon ridho dari Allah SWT perbedaan-perbedaan yang bersifat duniawi tidak diperhatikan lagi.

    ReplyDelete
  24. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Ikhlas merupakan hal yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Setiap kali kita beribadah kepada Allah, kita membutuhkan hati yang ikhlas, pikiran yang ikhlas, dan perbuatan yang ikhlas. Karena jika kita tidak ikhlas, hati dan pikiran kita tidak menuju kepada Allah. Lalu menuju siapa hati dan pikiran kita saat beribadah? Pertanyaan tersebut perlu kita renungi setiap saat.
    Selain itu, ikhlas juga menjauhkan kita dari sifat pamer/riya’ dan ujub. Kedua sifat ini sangat bahaya bagi diri kita sendiri karena sebesar dan selama apapun kita beribadah akan bernilai kosong karena hati kita sudah ternodai oleh sifat tersebut. Maka hendaknya kita belajar untuk selalu ihlas hati dan pikiran dalam segala perbuatan kita.

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi 3 di atas, mengingatkan kembali kepada kita bahwa untuk mencapai keikhlasan maka luruskan niat terlebih dahulu. Karena bekal yang diperlukan adalah niat dan benar dan ikhlas dalam menjalankannya. Melakukan segala perbuatan dengan ikhlas memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun kita harus ingat kembali bahwa tujuan akhir dari ini semua adalah semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT. Oleh karena itu mari kita belajar untuk mencapai ikhlas dengan menanggalkan atribut kepangkatan di dunia, dan fokus bahwa hidup yang kekal adalah di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, postingan ini mengingatkan kita, bahwa setinggi-tingginya ilmu dunia yang telah kita pelajari, masih belum seberapa dibandingkan ilmu-ilmu dunia dan akhirat. Berfokus untuk memperoleh keridhaanNya lah yang harus kita tingkatkan. Marilah menjadi sosok yang rendah diri, tidak mengagung-agungkan kemampuan dan jabatan, dan terus bermunajat pada Allah.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Ridha. Apapun yang manusia lakukan di dunia ini semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah swt. Ikhlas yang sebenar-benarnya ikhlas diperlukan niat yang berasal dari hati dengan tujuan penghambaan kepada Allah swt. Lillahi ta’ala. Jika Allah ridha kepada hamba-Nya, kebaikan apapun yang dilakukan akan terasa mudah dijalankan. Ikhlas dalam hati adalah kunci keberhasilan tiap individu menjalankan amanahnya sebagai khalifah di bumi.Pada pelaksanaan teknis ritual ikhlas ini benar-benar ditekankan bahwa ibadah yang dilakukan hanya semata-mata karena Allah swt. Menghadirkan Allah dalam segala aktivitas, baik aktivitas secara ruhani atau jasmani, spiritual atau duniawi. Senantiasa merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi semua tingkah laku yang dilakukan. Segala hal yang ada di dunia ini hanya sementara, kekayaan, jabatan, pangkat tidak ada apa-apanya dihadapan Allah swt, karena yang membedakan hanyalah iman dan taqwa masing-masing individu.

    ReplyDelete
  28. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    "Hai.. manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Ssesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
    (QS.Al-Hujurat:13)

    Sekali lagi ditekankan bahwa semua manusia di hadapan Allah adalah sama. yang membedakan derajat seorang manusia bukanlah terletak pada jabatannya, hartanya, kedudukannya bukan itu semua melainkan kualitas keimanan dan ketaqwaan orang itu sendiri.

    ReplyDelete
  29. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hikmah yang dapat saya petik dari elegi ini memuat beberapa hal. Pertama, berkaitan dengan persiapan maka persiapan itu terus menerus tidak mandeg. Tujuan dari kehidupan yaitu menggapai ridho Allah. Melalui ibadah-ibadah yang diperintahkan olehNya sesuai dengan ketentuannya. Berdzikir dengan seikhlas-ikhlasnya, ibadah yang benar. Tidak memandang status sosial adalah pandangan yang dibangun dalam elegi ini.

    ReplyDelete
  30. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini yang kami pahami adalah dalam beribadah hendaknya beribadah dengan benar, bersuci dengan benar dan beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dalam beribadah pada dasarnya adalah mengharapkan rido Allah SWT, di hadapan-Nya segala predikat dunia yang melekat pada seseorang tidak lah ada artinya. Maka sebaiknya dalam beribadah mengharakan rido Allah SWT, sebaiknya kita melepaskan dulu segala predikat keduniaan, dan sepenuhnya menyerahkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  31. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya sepakat bahwa ritual ikhlas ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mengharap ridho Allah SWT. Maka dari itu, bekal yang paling utama adalah niat yang lurus hanya kepada Allah. Jika masih ada benih-benih kesombongan maka harus dihilangkan terlebih dahulu. Allah juga tidak menilai seberapa banyak amal yang dilakukan manusia tetapi lebih kepada ikhlas atau tidaknya manusia dalam melakukannya.

    ReplyDelete
  32. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Tiadalah yang bisa disombongkan manusia dihadapan Allah SWT. Meskipun pangkatnya setinggi Jenderal atau Presiden, tetapi itu bukan menjadi jaminan ia menjadi seseorang yang berderajat tinggi di sisi-Nya. Manusia sebagai makhluk yang penuh kekurangan selayaknya tidak boleh sombong dihadapan Tuhan yang Maha Segalanya. Kita harus merendahkan diri serendah rendahnya kepada-Nya sehingga tidak menyombongkan diri, itu merupakan syarat awal untuk menuju keikhlasan dan keridhoannya. Amiin.

    ReplyDelete
  33. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Memang benar bahwa manusia diciptakan dengan keadaan yang berbeda-beda. Latar belakang ekonomi, sosial, budaya, politik, dll semuanya hanya predikat duniawi yang sewaktu-waktu bisa dicabut oleh Allah dari manusia yang memilikinya. Sehingga kita tidak berhak sombong dan membeda-bedakan orang lain berdasarkan standar-standar tersebut. Manusia dinilai oleh Allah semata-mata dari amalan dan ibadahnya. Sehingga ber-fastabiqul khaerat adalah sebuah kewajiban bagi kita semua.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar ritual ikhlas ini telah memberikan tamparan sekeras-kerasnya kepada para pembaca, khususnya saya. Kegiatan ritual ikhlas adalah untuk mencari ridho Allah dan bekal utamanya adalah niat. Maka salah, jika kita agungkan gelar, kedudukan, dan kekayaan. Karena sesungguhnya semua di hadapan Allah adalah sama kedudukannya. Yang membedakan adalah iman dan taqwa nya. Mungkin terdengar mudah dan murah, tanpa bekal materi duniawi. Tapi ternyata setinggi-tingginya materi duniawi adalah bukan apa-apa. Yang mahal bukanlah materi, bukan gelar, bukan kedudukan, bukan jabatan. Yang benar-benar mahal adalah menjadi ikhlas yang sesungguhnya, yang seikhlas-ikhlasnya.

    ReplyDelete
  35. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam elegi ini, ikhlas itu berarti menerima apa adanya, berserah diri kepada Tuhan, maka hal lain yang harus ada yang tidak kalah pentingnya adalah niat. Niat itu adalah rencana, suksesnya sebuah kegiatan salah satunya tergantung dengan rencananya matang atau tidak. Seperti halnya kita ingin bisa ikhlas atau tidak tergantung pada niat awal kita. Ikhlas itu berkenaan dengan hati kita, menerima apa adanya, maka ketika kita umbar, maka ikhlas bisa berubah menjadi kesombongan, bukan ikhlas lagi, biarlah jika memang kita ikhlas, maka itu urusan kita dengan Tuhan, urusan setiap individu dengan Tuhan

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Ritual ikhlas yang dilakukan dengan memperbaiki kualitas ibadah akan dapat terlaksana melalui kegiatan mendengarkan ceramah, kutbah, kajian, atau kegiatan diskusi lainnya. Siapa saja dapat mengikuti kegiatan tersebut, tanpa memandang pangkat, derajat, dan yang lainnya. Di hadapan Allah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. Seorang raja, pejabat, ilmuwan, dokter, guru, mahasiswa, maupun orang yang tidak mampu memiliki kedudukan yang sama, yang membedakan adalah ketaqwaannya. Maka persiapan yang diperlukan hanyalah yang berkaitan dengan keperluan ibadah, tidak perlu kemewahan apapun.

    ReplyDelete
  37. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Ikhlas ialah melakukan apapun semata-mata hanya untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh merasa lebih baik dari orang lain dalam hal apa pun. Bisa jadi orang yang kita anggap rendah di dunia ternyata derajatnya lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, jalani hidup ini dengan ikhlas bagaimanapun keadaannya dan tidak merasa lebih baik dari orang lain. Sehingga dengan begitu, kita berharap agar Allah ridho terhadap keikhlasan dan kerendahan hati kita.

    ReplyDelete
  38. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Termakasih banyak Pak Prof.
    Elegi di atas disamping menuntu kitat untuk memahami filsafat juga memberikan sentuhan-sentuhan nasehat pada kita, lebih khususnya pada diri saya sendiri.Jadi inti dari Ritual ikhlas adalah semata-mata mencari keridhoan Allah SWT.Manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.Yang membedakannya hanyalah tergantung pada niat ikhlas dan amalnya.Layaknya cerita pada elegi tersebut, bahwa seorang raja yang menempati tempat yang bawah hanya dikarenakan tempat yang di atas penuh.Ini menandakan bahwa untuk menggapai ridho Allah SWT dibutuhkan niat yang ikhlas.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Benar sekali memang untuk belajar ikhlas harus bisa mengesampingkan segala pangkat, jabatan, harta, tahta, dan segala hal yang berkaitan dengan keduniawian. Karena jika tetap mengandalkan segala hal keduniawian dan tidak ada niat yang sebenar-benarnya, ritual ikhlas ini tidak akan manfaat bagi dirinya. Siapapun yang ingin mencarai dan menggapai ridho Allah SWT, baik orang awam, presiden, dukun, preman, pembunuh, pencuri, guru, dosen, mahasiswa, dll, semua berhak. Karena Allah selalu membuka lebar-lebar bagi siapapun yang ingin bemunajat kepada Nya.

    ReplyDelete
  40. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Langkah yang saya ambil setelah membaca ulasan ini adalah meluruskan niat dalam beribadah. Saya tidak putus asa sampai di sini saja untuk menggapai kasih sayang dan ridho Allah SWT. Saya berharap ampunan dan pertolongan dari Allah SWT menghampiri diri saya. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

    ReplyDelete
  41. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A 2017 UNY

    Tujuan kita hidup di dunia adalh untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya yang nantinya akan dijadikan bekal untuk kehidupan akhirat nanti. Namun kita terkadang lupa dan juga tidak sadar bahwa kita melakukan hal-hal yang baik namun dijadikan sebagai tujuan hidup di dunia, misalkan saja ketika kita bersedekah, yang kita harapkan adalah pengembalian harta kekayaan kita, kita bersedekah bukan karena ALLAH SWT dan bukan karena amal ibadah, namun hanya bertujuan untuk melipat gandakan rezeki yang kita miliki di dunia. bekal yang diperlukan untuk bisa mengikuti ritual ikhlas adalah niat yang benar yaitu mencari ridha ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  42. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Pada elegi ritual ikhlas 3 ini, kita semua kembali diingatkan bahwa dalam melaksakan ritual ikhlas yang diperlukan hanyalah niat yang lurus dan rasa ikhlas dalam menjalaninya. Memang melakukan segala sesuatu dengan ikhlas tidak semudah yang dibayangkan, tetapi jika telah dilandaskan dengan niat yang ikhlas dan dengan tujuan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT maka semuanya akan bisa dilakukan dengan baik. Untuk itu, hendaklah kita mengerjakan segala sesuatu dengan niat yang baik dan ikhlas dengan menanggalkan pangkat, jabatan, kehormatan yang bersifat duniawi.

    ReplyDelete
  43. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pada persiapan teknis dua dari ritual ikhlas, saya memandang bahwa pangkat, golongan kita yang sesungguhnya dilihat berdasarkan niat. Dan tujuan dari ikhlas itu adalah wujud rasa hormat pada diri sendiri dan tentunya Tuhan Yang Maha Esa. Banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mencapai keikhlasan, yaitu ke tempat ibadah dan berdoa dengan khyusuk.

    ReplyDelete
  44. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalm beribadah. Semua peserta mendapatkanfasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus. Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    ReplyDelete
  45. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof atas ilmu yang diberikan melalaui elegi ritual ikhlas 3 ini.
    Semua manusia dihadapan Allah ialah sama, Allah tidak memandang siapa dia tapi Allah memandang amal apa yg sudah ia kerjakan dengan ikhlas . Tidak peduli dia dari kalangan manapun yan membedakan manusia dimata allah hanyalah amal ibadah dan perbuatannya. Maka dr itu teruslah mencari ilmu ttg bagaimana ibadah yang benar perbuatan perbuatan apa saja yg boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Semoga kita semua termasuk org yg amalannya berat di sisi Allah SWT. Aminn

    ReplyDelete
  46. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Dari elegi ritual ikhlas 3 ini kita melihat bahwa yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lain adalah amalnya, atau ketaqwaannya. Segala macam gelar atau identitas seperti guru, mahasiswa s1, mahasiswa s2, doctor dan sebagainya tidak bernilai bila gelar yang kita sadang tersebut tidak mendekatkan diri kita kepada Allah. Atau justru menjauhkan diri kita dari Allah. Gelar atau jabatan tersebut hendaknya kita jadikan sebagai kendaraan atau fasilitas dalam upaya kita mendekatkan diri kita kepada Allah

    ReplyDelete
  47. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Menyadari bahwa saya punya kedudukan yang sama dengan semua orang lain, membuat diri menjadi lebih tenang, sekagus juga waspada. Allah itu tidak mengistimewakan siapapun, sekaligus mengistimewakan semua manusia dan bahkan makhluk ciptaanNya. Jadi, setiap manusia, saya juga, harus berusaha sebaik mungkin. Termasuk juga menuju keikhlasan ini. Ikhlas itu dari hati. Kesadaran akan derajat yang sama ini membantu saya lebih memurnikan hati

    ReplyDelete
  48. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    assalamu'alaikum Wr. Wb

    Elegi ritual ikhlas III ini saya dapat menyimpulkan bahwa apapun pangkat seseorang didunia semuanya akan sama jika ingin berhadpan dengan Allah, dan yang membedakan manusia dihadapan Allah hanyalah tinggi atau rendahnya iman seorang dengan sama sekali tidak melihat pangkat dan gelar pada orang tersebut.

    ReplyDelete
  49. soka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini menunjukkan bahwa derajat manusia sama di hadapan Allah, apapun profesinya. Bahkan seorang Raja yang rakyatnya tunduk kepadanya, di hadapan Allah ia sama derajatnya dengan rakyatnya. Sebagai seorang muslim, kita hanya percaya kepada Allah SWT. Jimat, pelaris, dan benda2 lainnya yang bisa membuat hati kita mnyangkal keesaan Allah SWT adalah bentuk dari kemusyrikan. Smoga kita terhindar dari hal-hal yang seperti itu.

    ReplyDelete
  50. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Adakalanya kita perlu rehat sejenak dari segala aktivitas keduniawian untuk mendekatkan diri pada Allah. Rehat sejenak untuk mengisi gelas kita yang sudah mulai kosong isinya, sehingga setelah berisi kembali, bisa diberikan kepada orang lain. Didalam beribadah pada Allah, segala pangkat, kedudukan, jabatan bukan penentu amal ibadah kita diterima atau tidak.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam elegi kali ini saya dapat menyimpulkan bahwa ikhlas adalah semata-mata hanya mengharap ridha Allah. Dalam berbuat kebaikan hendaknya kita hanya mengaharapkan ridha Allah tanpa mengharapkan balasan dari makhluk. Karena ketika berharap dengan makhluk, kita pasti akan kecewa. Allah telah menjamin bahwa tidak akan kecewa manusia yang berharap hanya padaNya.

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ritual ikhlas dalam artikel ini dijabarkan sebagai tidak mengaharap imbalan apapun selain keridaan Allah swt. Jadi kalau kita masih berharap akan mendapat upah, imbalan, dan lainnya maka belum bisa disebut ikhlas. Karena ikhlas tidak mengharapkan apapun kecuali rida Allah. Ketika kita melakukan apapun dengan tujuan hanya mengaharap rida Allah maka semuanya akan menjadi ringan jika dibandingkan kita sibuk memikirkan akan mendapat imbalan atau tidak karena Allah sudah menyiapkan yang terbaik bagi hambanya.

    ReplyDelete
  53. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Salah satu cara dan paling dianjurkan didalam menggapai ikhas yaitu dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Di dalam kitab suci terdapat larangan dan perintah Tuhan untuk manusia. Oleh karena itu, manusia perlu melaksanakan perintah Tuhan kepad umatnya. Sebab semua yang terjadi di dunia ini adalah seturut kehendakNya.

    ReplyDelete
  54. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mencapai ikhlas haruslah dengan melakukan segala sesuatu sesuai dengan tuntunanya. Karena untuk mencapai keikhlasan semua atribut dunia tidaklah dapat mempengaruhi hasil keikhlasan. Karena keikhlasan berasal dari diri bukan dorongan dari semua atribut dunia ini. Maka marilah lakukan segalanya semata-mata karena mengharap ridha dari Allah. Agar segala amal ibadah kita diterima disisi Allah dan kehidupan dunia ini dapat mencapai tujuannya yaitu persiapan kehidupan yang hakiki di akhirat kelak. Amin

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  55. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Perbendaan duniawi hendaknya ditinggalkan sementara ketika sedang bermunajat pada Sang Pencipta. Manusia yang memiliki ilmu ghaib ataupun memiliki pusaka yang dikeramatkan berartibelum dapat menghadirkan Allah dalam segala aktivitasnya. Memiliki kepercayaan kepada selain Allah swt dapat dikategorikan sebagai syirik, yaitu perbuatan yang menyamakan Allah dengan sesuatu selain-Nya dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah. Semoga senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang demikian dan hanya ikhlas mencari ridha Allah swt dengan niat dan ibadah yang benar.

    ReplyDelete
  56. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ingat hadits rosululloh yang berbunyi “Innalloha laa yandzuru ilaa ajzaamikum wa laa ilaa ashwarikum, walakin yandzuru ilaa quluubikum (H.R. Muslim)” yang artinya sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi dia melihat kepada hari kalian (H.R. Muslim)”. Jadi sesungguhnya kita lakukan saja apa yang menurut kita baik. Jangan sekali-kali melihat perbedaan dengan sisi negatif. Karena seseungguhnya ilmu itu luas dan apa yang kita ketahui itu sedikit. Oleh karena itu jadilah orang yang toleran dnegan orang lain selagi tidak mengganggu dan menodai kepercayaan kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  57. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam beribadah kepada Allah haruslah dengan hati yang ikhlas, serta meninggalkan segala atribut dunia. Karena dimata Allah semua makhluk itu sama. Sebenar-benarnya hidup adlaha mengharap ridha dari Allah. Selain itu segala hal yang tidak baik, maka jauhkanlah. Karena sesungguhnya Allah mengetahui segala hal yang kita lakukan bahkan yang kita sembunyikan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  58. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Pada elegi ke 3 dari ritual iklas ini kembali Prof. tegaskan tentang kesamaan seseorang dihadapanNya. Baik seorang Cantraka, Bagawat, Cemani, bahkan Raja itu hanyalah keakuan yang ada di dunia saja. Dihadapan Sang Kuasa kita tak ada bedanya kecuali keimanan dan keikhlasan kita dalam beribadah. Dari sini pula saya peroleh ilmu, bahwa hidup itu tidak hanya mengumpulkan pahala untuk diri sendiri namun mengajak orang lain itu lebih utama. Kita setiap hari sholat dan berbuat baik tak cukup kalau kita tidak mengajak orang lain untuk demikian.

    ReplyDelete
  59. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Allah tidak melihat status manusia seperti: kekayaan, ketampanan, kecantikan, kekuasaan. Semuanya manusia sama di hadapan Allah kecuali ketulusan dan perbuatan masing – masing manusia. Sesekali kita perlu untuk menghapus posisi duniawi kita dan fokus pada akhirat.
    Rasa ikhlas itu tumbuh dari hati dan tidak perlu ditunjukkan kepada orang lain, jika ditunjukkan ke orang lain akan muncul adanya kesombongan di dalam hati. Ikhlas dapat dikembangkan dengan senantiasa melakukan ibadah yang benar, seperti shalat yang benar, dzikir, puasa, dan lain-lain. Ikhlas itu hanya mengharap ridho Allah.
    Harus melakukan segala sesuatu dengan rasa ketulusan. Kami semakin jauh dari Allah ketika kita melakukan sesuatu tanpa ikhlas.

    ReplyDelete
  60. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah

    Belajar ikhlas tentu bukan bertujuan untuk semata mata hanya meningkatkan dimensi di dunia dan dihadapan manusia, tetapi benar tujuan ikhlas itu untuk menggapai keridhaan Allah semata. Ya karena dengan ikhlas tentu semua yang dijalani terasa mudah karena kita merasa Allah selalu bersama kita. Ikhlas dalam segala sesuatu hal berupa cobaan maupun kenikmatan. Ikhlas menurut kita, tapi belum tentu ikhlas di mata Allah. Allah Maha Tahu apa yang dirasakan hambanya

    ReplyDelete
  61. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Dalam beribadah sudah seharusnya kita meletakkan semua atribut yang ada pada diri kita. Jangan sampai atribut yang melekat pada diri kita menjadikan hati kita dinodai oleh kesombongan, sehingga berujung pada kekurangikhlasan dan ketidakhusyukan dalam beribadah. Saat beribadah itu adalah waktu kita untuk bertemu dengan Allah swt. Sehingga sudah selayaknya kita merendah yang serendah rendahnya dihadapan pemilik hidup dan mati kita. Terimaksih

    ReplyDelete
  62. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Seperti yang kita tahu bersama, siapapun kita, apapun pangkat, gelar, dan jabatan kita, ketika kita sudah berada dihadapan Allah swt, maka kita hanya lah makhluk biasa yang tidak ada apa-apanya. Semuanya dinilai sama, semua dinilai oleh Allah berdasarkan kualitas ibadah dan keimanan nya tanpa pandang bulu. Tidak ada yang spesial dan khusus, semua fasilitas dan alat ibadah adalah sama untuk umat yang beribadah. Jangan lah kita menyombongkan diri terhadap Segala hal yang kita miliki, karena belum tentu kualitas ibadah dan keimanan lebih baik dari yang lain. Wallahu’alam bidhowab.

    ReplyDelete
  63. Dalam beribadah manusia harus melakukan sendiri kegiatannya, orang lain yang memiliki ilmu lebih hanya fasilitator agar manusia lain bisa beribadah kepada Allah dengan benar. dihadapan Allah, semua manusia itu sama, tidak dibedakan kelasnya berdasarkan derajat mereka di bumi, yang membedakan hanyalah amalan yang manusia lakukan tersebut. Lakukanlah ibadah dengan niat yang lurus yaitu menghendaki ke-ridhaan dari Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  64. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pend. Matematika C

    Salah satu hal penting dalam menggapai ikhlas adalah meninggalkan hal-hal syirik. Ketika akan menggapai ikhlas maka kita harus meninggalkan ilmu-ilmu ghadib, ilmu tinggi, dan pusaka-pusaka. Yang kita perlukan untuk menggapai ikhlas hanyalah niat mencari ridho Allah SWT semata. Kita harus melepaskan segala hal- hal duniawi yang tidak diperlukan. Kita tidak boleh menyekutukan Allah SWT dan harus meyakini bahwa hanya Allah SWT tempat berlindung, bukan pusaka-pusaka maupun ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  65. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Keikhlasan diri seseorang merupakan sebuah kunci untuk menjalankan apa yang seseorang lakukan berdasarkan hanya untuk mendapat ridho dari Allah SWT, karena semua kehidupan yang dilalui seseornag merupakan apa yang sudah diatur oleh Allah SWT, manusia hanya mampu berupaya untuk ikhlas ketika melakukan setiap tidakan karena ikhlas merupakan sifat yang nantinya membuat manusia senantiasa bersyukur kepada apa yang telah allah berikan kepada hambanya.

    ReplyDelete
  66. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini menekankan tentang kedudukan manusia yang sama dimata Allah. Maka apa yang diterapkan dalam ritual ikhlas ini adalah sesuatu yang benar yaitu dengan memberikan kesamaan perlakuan untuk seluruh peserta. Karena dalam beribadah hendaklah meninggalkan segala urusan dunia termasuk gelar dan pangkat. Tiadalah perbekalan yang kita perlukan dalam ibadah kecuali niat yang lurus yaitu untuk mencari keridhaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang disampaiakan pada persiapan teknis 2 dari serangkaian ritual ikhlas ini adalah pentingnya niat hanya untuk mencari ridha Allah. Adanya keikhlasan dalam hati dan pikiran berawal dari adanya niat dalam diri kita untuk melakukan apapun dengan ikhlas. Maka dari itu, untuk dapat mengikuti ritual ikhlas setiap orang harus melepas semua atributnya, karena semua sama dalam ikhtiar menuju keikhlasan di hadapan Allah. Semua jabatan, semua gelar, semua ilmu, tidak akan ada artinya jika itu semua hanya membuat kita sombong dan melakukan segala sesuatu karena ingin menunjukkan kelebihan-kelebihan tersebut, bukan karena ikhlas.

    ReplyDelete
  68. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Saya setuju dengan aturan apada elegi ritual ikhlas ini. Pada dasrnya semua sama di mata Allah SWT, manusialah yang mengelompokkan dirinya kedalam kotak-kotak bernama pangkat, ras, derajar ekonomi, dsb. Ilmu itu dipelajari terus menerus, diulang agar tak lupa, dan tak ada batasan waktu, tempat, dan umur untuk mempelajarinya. Semoga semua yang sedang belajar di ritual ikhlas dapat belajar bersama-sama dan mampu mencapai tujuan bersama-sama. Wasslamualaikum.

    ReplyDelete
  69. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Barang-barang seperti azimat, pusaka dan sejenisnya merupakan bentuk ke syirikan terhadap Allah SWT. Dan dosa yang tidak mendapat ampunan dari Allah adalah dosa syirik kepada Allah. Maka mulai dari sekarang mari kita tinggalkan benda-benda yang berbau azimat, pusaka, dsb yang mengundang ke syirikan kepada Allah.. Ingatlah dunia hanya sementara, akhirat selamanya

    ReplyDelete
  70. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ikhlas merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena tanpa ridho Allah segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan berkah. Dalam ritual Ikhlas seseorang harus mempunyai niat baik dan benar. Niat ini merupakan starting point kita dalam beribadah. Apabila diawali dengan niat yang baik InsyaAllah akan membawa berkah dan terlepas dari bagaimana hasil yang diperoleh, yakinlah bahwa itu semua merupakan yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete

  71. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Menjadi ikhlas dalam hal beribadah membutuh proses yang sangat panjang dan kadang tidak mudah. Dimulai dari memahami bahwa hidup ini memiliki tujuan semata mengharap rida-Nya, maka segala pangkat dan kedudukan tidaklah berarti dimataNya kecuali yang membedakan adalah dari segi keikhlasan kita dan seberapa bermanfaat ilmu yang kita peroleh di dunia untuk memperjuangkan agama.

    ReplyDelete
  72. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tujuan ritual ikhlas hanyalah mencari ridha Allah SWT. Semua manusia memiliki derajat yang sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan adalah iman dan takwa. Ketakwaan ini dapat ditunjukkan dari keikhlasan saat beribadah. Saat kita beribadah yang berhubungan dengan akhirat seperti sholat, berdzikir, dan mengajai kita harus menanggalkan segala hal yang berbau duniawi.

    ReplyDelete
  73. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalm beribadah. Semua peserta mendapatkanfasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus. Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    ReplyDelete
  74. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi ini menyampaiakan terkait dengan teknis ritual ikhlas, bahwa dalam ritual ini tidak ada perbedaan derajat social, jabatan, profesi, umur, dsb. Selama masih menjadi manusia, maka dalam ritual ikhlas dipandang sama derajatnya, tanpa perlakuan khusus. Ini sudah menjadi ketetapan dari Allah, bahwa semua manusia sama dihadapannya, yang membedakan adalah imannya.

    ReplyDelete
  75. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Masa depan adalah milik orang-ornag yang mampu melihat kesempatan yang ada, karena kesempatan dalam hidup tidak datang dua kali. Agar tidak kehilangan setiap kesempatan yang ada di depan mata hendaknya kita memanfaatkan 5 hal sebelum 5 hal. Diantaranya yaitu memanfaatkan hidup sebelum mati (Hayataka Qobla Mautika). Selagi kita masih hidup di dunia, maka manfaatkanlah hidup kita untuk hal-hal yang positif dalam hal duniawi dan juga bekal akhirat nanti, karena hanya ketika hidup manusia bisa berinvestasi untuk kebahagiaan akhirat nanti.

    ReplyDelete
  76. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam upaya membiasakan diri berakhlak ikhlas, ada baiknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut ini. Tanamkan kesadaran dalam hati bahwa apa pun yang kita miliki hakikatnya hanya titipan dari Allah. Hendaknya meluruskan niat pada setiap melakukan suatu amal perbuatan, semata-mata hanya ingin mencari ridhaNya. Rasa cinta yang membuat orang dapat hidup dan lebih ikhlas dalam menghadapi masalahnya. Berpikir positif adalah salah satu cara untuk berlapang dada dalam menerima keadaan tersebut, sebaliknya keluh kesah malah akan membuat kita semakin terpuruk dalam perasaan. Bersikap optimis agar keadaan tersebut cepat terkendali, adalah juga merupakan cara untuk menjauhkan diri dari keputusasaan.

    ReplyDelete
  77. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Setiap manusia memiliki kedudukanyang sama di hadapan Yang Kuasa, yang membedakan hanyalah kadar ketakwaannya. Takwa ialah sikap seorang hamba yang beribadah dan menjalani kehidupan di dunia dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya tanpa terkecuali. Tidak diragukan lagi bahwa ketakwaan tidaklah mudah diimplementasikan dalam kehidupan kita, namun dengan mengandalkan pondasi kesabaran dan keikhlasan maka itu semua tidak lagi menjadi suatu hal yang mustahil, bahkan sangat mungkin. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  78. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Persiapan yang disebutkan dalam elegi ini demi menggapai keikhlasan ialah menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya hanya demi mendapatkan Ridho dari Allah SWT. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa keridhoan Allah bergantung pada keridhoan orang tua, maka demi menggapai keikhlasan dalam semua yang kita lakukan hendaknya kita memperoleh restu, ridho dan dukungan dari orang tua kita, karena sejatinya sebenar-benar orang tua kita ialah manifestasi tuhan di dunia ini. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  79. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ikhlas adalah semata mata unutk mencarapi ridho Allah. Dimana dihadapanNya semua orang memiliki kedudukan yang sama, yang membedakan adalh amalan dan ikhlasnya dalam beribadah. Sehingga marilah kita senantiasa mengharap ridho Allah dalam beribadah.

    ReplyDelete
  80. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Tujuan hidup kita adalah untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya yang nantinya akan dijadikan bekal kita di akherat. Namun kita terkadang lupa dan juga tidak sadar bahwa kita melakukan hal-hal yang baik namun dijadikan sebagai tujuan hidup di dunia, misalkan saja ketika kita bersedekah, yang kita harapkan adalah dengan pengembalian harta kekayaan kita, kita bersedekah bukan karena Allah SWT dan bukan karena amal ibadah, namun hanya bertujuan untuk melipatgandakan rezeki yang kita miliki di dunia. Bekal yang diperlukan untuk mengikuti ritual ikhlas adalah niat yang benar mencari ridha Allah.

    ReplyDelete
  81. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Kegiatan ritual ikhlas pada elegi ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridhaan dari Allah SWT. Dihadapan Allah SWT semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan ama-amalnya. Meskipun ia seorang doktor, profesor, bupati, gubernur, guru, mahasiswa, atau bahkan raja, maka semua sama dihadapan Allah, dan tidak ada yang dibedakan hanya karena kedudukannya.

    ReplyDelete
  82. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ikhlas bertujuan untuk menggapai ridha Allah SWT. Dan ini bukan hanya tugas para santri atau para ulama-ulama saja namun menjadi tugas semua manusia yang ada di dunia ini, mulai dari rakyat jelata hingga sang kaisar pun tugas utamanya adalah mencari dan menggapai ridha Allah. Hidup di dunia hanyalah sementara, dan kehidupan yang abadi hanya hidup setelah hidup maka selama hidup manusia harus menggapai ridhaNya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  83. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Dalam persiapan yang kedua menuju ikhlas yang hakiki, kita diingatkan kembali bahwa semuanya akan kembali pada satu. yaitu Allah. tiada yang lain selain Dia. Oleh karena itu, ditekankan sekali lagi, yang membedakan derajad manusia dimata Allah adalah tingkat imannya, niat ikhlasnya dalam menjalankan segala perintah Allah. seperti yang telah dituliskan bahwa "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya Kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Al-Fatihah 1:5-6)" . semoga kita bisa benar - benar konsisten berada dijalan yang lurus, Aamiin.

    ReplyDelete
  84. Ilania Eka Andari
    17709251050
    pps pmat c 2017

    Dalam elegi ritual ikhlas yang ketiga ini disampaikan bahwa Allah tidak pernah mendiskriminasi hamba Nya. Yang membedakan manusia di hapadan Allah adalah ketakwaan dan keikhlasan kita, bukan posisi maupun tingkatan kita. Yang perlu kita lakukan sebagai hamba Allah adalah selalu memiliki niatan ikhlas dalam melaksanakan seluruh perintah Allah, ikhlas dalam memohon ridho Allah, selalu ikhlas dalam hal kebaikan kepada sesama. Semoga kita dapat selalu ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  85. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Semua manusia di muka bumi ini sama di mata Allah, yang membedakan hanyalah keadaan hatinya. Keadaan hati yang dimaksud adalah tingkat keikhlasan, amalan-amalan, dan ketaqwaannya. Alla tidak melihat dari keadaan fisik, jabatan, atau tingkat pendidikan seseorang. Untuk itu, marilah kita berjuang bersama untuk menggapai ridho Allah. Kita dapat memulai dari merapikan niat dan menambahkan keikhlasan di setiap perbuatan kita. Kita harus menyingkirka sifat sombong dari dalam diri, karena hal itu akan menjauhkan kita dari ridho Allah.

    ReplyDelete
  86. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Membaca elegi ritual ikhlas yang ke 3 ini mengingatkan saya tentang solat berjamaah di mesjid. tidak melihat pangkat atau derajat seseorang secara duniawi. jadi walaupun dia seorang raja, jika dia datang terlambat, tetaplah dia mendapatkan shaf terakhir pada saat solat berjamaah, dan tidak diperkenankan dia menggeser orang lain agar bisa maju mendapatkan shaf terdepan. saya pernah melihat video saat presiden turki, Erdogan yang singgah di suatu mesjid karena hendak sholat berjamaah. begitu cintanya rakyat turki kepada beliau, mereka yang di shaf belakang segera memberikan tempat agar beliau maju. tapi karena kerendahan hati beliau, beliau menolak dan tetap mengambil shaf yang di belakang.

    ReplyDelete
  87. Assalamualaikum Wr. Wb. Dari tulisan saya dapat memahami bahwa menggapai keikhlasan tidak mungkin kita raih dengan kesombongan. Ikhlas berarti menanggalkan segala bentuk prestise di dalam diri mula dari pangkat, kedudukan sosial, ataupun harta dan mengakui bahwa sumber dari segala sumber kekuatan hanyalah dari Allah SWT. Tak ada yang layak kita sembah selain Allah. Tak ada yang layak kita sombongkan karena sesungguhnya apa yang kita raih adalah dari Allah. Wallahu a’lam bshawab.

    ReplyDelete
  88. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Elegi ini mengingatkan saya bahwa setinggi-tingginya ilmu dunia yang telah dipelajari, masih belum seberapa dibandingkan ilmu-ilmu dunia dan akhirat. Fokus untuk memperoleh keridhaanNya lah yang harus kita tingkatkan. Menjadi sosok yang rendah diri, tidak mengagung-agungkan kemampuan dan jabatan, dan terus bermunajat pada Allah adakah ikhtiar atau usaha kita dalam menambah ilmu akhirat.

    ReplyDelete
  89. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs Pmat C

    Bekal yang diperlukan untuk ikhlas adalah bertindak dengan hanya mengharap ridha dari Allah SWT. Jika melakukan suatu kebaikan orang lain tidak harus tahu, sebaiknya jangan diumbar-umbar dan jangan sampai orang lain tahu.

    ReplyDelete
  90. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ikhlas untuk Allah, karena Allah, itulah hal paling penting dalam melaksanakan segala sesuatu, termasuk mencari Ilmu, beribadah, bekerja dan sebagainya. Karena pada dasarnya semua yang kita cari hakekatnya adalah milik Allah yang nantinya juga akan kembali kepada-Nya. Dengan ketulusan dan keikhlasan, kita hanya dapat berharap agar apa yang kita lakukan, kita cari dan kita usahakan selalu mendapat ridho-Nya.

    ReplyDelete
  91. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hati dan pikir yang ikhlas dibutuhkan oleh siapapun. Raja pun membutuhkan hati dan pikir yang ikhlas untuk menjalankan pemerintahannya. Kita pun wajib menjadi orang yang ikhlas. Keikhlasan akan membawa kita hidup lebih bijaksana, dan untuk menjadi ikhlas, kita tak boleh menggembar gomborkannya. orang ikhlas macam apa yang sibuk memberitakan keikhlasannya sendiri?

    ReplyDelete
  92. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya.

    ReplyDelete
  93. Pratama Wahyu Purnama

    Kegiatan Ritual Ikhlas disini hanyalah untuk mencari rida Allah semata. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan, membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  94. Tidak ada perlakuan khusus untuk para peserta yang berlatang belakang duniawinya hebat. Semuanya diperlakukan sama. Karena semuanya itu berkedudukan sama di hadapan Allah, yang membedakan adalah kadar keihlasan dan keimanannya.

    ReplyDelete
  95. Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalm beribadah. Semua peserta mendapatkanfasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus. Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    ReplyDelete
  96. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Banyak orang-orang yang mengatakan bahwa untuk mengatakan kata "ikhlas" itu memang sangatlah mudah, namun menjalankannya memerlukan perjuangan yang penuh. Seperti yang disampaikan di atas, yang perlu dipersiapkan dalam melakukan ritual ikhlas itu hanyalah niat, derajat dunia, pangkat, harta dan lain sebagainya dikesampingkan terlebih dahulu, karena Allah SWT tidak melihat semua itu. Allah SWT hanya melihat niat yang tulus hanya untuk mendapat ridha-Nya.

    ReplyDelete