Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..Bapak Ibu dan hadirin semua yang dimuliakan Allah, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita berkumpul kembali di sini. Dengan memohon keridaan Allah dengan ini kami sampaikan bahwa sebentar lagi kita akan mengadakan Ritual Ikhlas III. Seperti biasa kami sebagai fasilitator berusaha melayani dan membantu kebutuhan Bapak Ibu semua. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman Ritual Ikhlas terdahulu kami ingin mengingatkan kembali bahwa dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya. Demikianlah apakah masih ada hal yang ingin ditanyakan?

Muhammad Nurikhlas:
Ass...Bapak Santri Kepala yang saya hormati, kelihatannya kegiatan Ritual Ikhlas ini semakin terkenal. Maka sekarang semakin banyak yang akan berpartisipasi. Peserta yang hadir pada kegiatan Ritual Ikhlas III ini tidak hanya para Cantraka, tetapi para Bagawat, dan Cemani. Ada Bagawat Doktor, Bagawat Profesor, Bagawat Bupati, Bagawat Jenderal, Bagawat Gubernur, bahkan Bagawat Raja. Ada juga Matematikawan, Guru Matematika, Guru Sain, Mahasiswa S1, Mahasiswa S2, dsb. Untuk itu kami memohon penjelasanmu apakah penyelenggara telah menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pangkat dan derajat mereka semua?

Santri Kepala:
Oh...maaf ...kegiatan Ritual Ikhlas ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Tahun yang lalu juga pernah ada seorang Raja yang mengikuti kegiatan serupa tetapi kami pun tidak menyediakan fasilitas khusus, malah pada saat itu dia terpaksa menempati lokasi di bawah tangga karena datang terlambat. Jadi sekali lagi kami harap Bapak dan Ibu semua agar untuk mengikuti kegiatan ini, sementara melepaskan semua atribut kepangkatan di dunia. Marilah semata-mata kita hanya berharap memperoleh keridaan dari-Nya. Firman Allah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamumendapat keberuntungan” (Q.S. Al Maidah 5:35). Oleh karena itu kami penyelenggara hanya menyediakan tempat ala kadarnya. Kami juga tidak bisa menyediakan akomodasi yang memadai, tidur cukup di lantai dan beralaskan tikar. Para peserta kami tempatkan sesuai dengan nomor urut pendaftarannya. Demikianlah semoga bisa dimaklumi. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Ada juga peserta yang baru pertama mengikuti, tetapi kelihatannya membawa ilmu-ilmu ghadib, ilmu tinggi, dan pusaka-pusaka. Apakah dia boleh diijinkan mengikuti kegiatan Ritual Ikhlas ini?

Santri Kepala:
Sekali lagi kami sampaikan bahwa kegiatan Ritual Ikhlas disini hanyalah untuk mencari rida Allah semata. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan, membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu semua perbekalan yang tidak sesuai kami harap agar dititipkan saja kepada penyelenggara, setelah selesai boleh diambil kembali. Adapaun untuk segala macam pusaka atau ajimat kami bersedia menyimpannya. Demikianlah selamat mengikuti Ritual Ikhlas III. Semoga sukses. Amin.

37 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah

    Belajar ikhlas tentu bukan bertujuan untuk semata mata hanya meningkatkan dimensi di dunia dan dihadapan manusia, tetapi benar tujuan ikhlas itu untuk menggapai keridhaan Allah semata. Ya karena dengan ikhlas tentu semua yang dijalani terasa mudah karena kita merasa Allah selalu bersama kita. Ikhlas dalam segala sesuatu hal berupa cobaan maupun kenikmatan. Ikhlas menurut kita, tapi belum tentu ikhlas di mata Allah. Allah Maha Tahu apa yang dirasakan hambanya

    ReplyDelete
  2. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Dalam beribadah sudah seharusnya kita meletakkan semua atribut yang ada pada diri kita. Jangan sampai atribut yang melekat pada diri kita menjadikan hati kita dinodai oleh kesombongan, sehingga berujung pada kekurangikhlasan dan ketidakhusyukan dalam beribadah. Saat beribadah itu adalah waktu kita untuk bertemu dengan Allah swt. Sehingga sudah selayaknya kita merendah yang serendah rendahnya dihadapan pemilik hidup dan mati kita. Terimaksih

    ReplyDelete
  3. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Seperti yang kita tahu bersama, siapapun kita, apapun pangkat, gelar, dan jabatan kita, ketika kita sudah berada dihadapan Allah swt, maka kita hanya lah makhluk biasa yang tidak ada apa-apanya. Semuanya dinilai sama, semua dinilai oleh Allah berdasarkan kualitas ibadah dan keimanan nya tanpa pandang bulu. Tidak ada yang spesial dan khusus, semua fasilitas dan alat ibadah adalah sama untuk umat yang beribadah. Jangan lah kita menyombongkan diri terhadap Segala hal yang kita miliki, karena belum tentu kualitas ibadah dan keimanan lebih baik dari yang lain. Wallahu’alam bidhowab.

    ReplyDelete
  4. Dalam beribadah manusia harus melakukan sendiri kegiatannya, orang lain yang memiliki ilmu lebih hanya fasilitator agar manusia lain bisa beribadah kepada Allah dengan benar. dihadapan Allah, semua manusia itu sama, tidak dibedakan kelasnya berdasarkan derajat mereka di bumi, yang membedakan hanyalah amalan yang manusia lakukan tersebut. Lakukanlah ibadah dengan niat yang lurus yaitu menghendaki ke-ridhaan dari Allah SWT.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pend. Matematika C

    Salah satu hal penting dalam menggapai ikhlas adalah meninggalkan hal-hal syirik. Ketika akan menggapai ikhlas maka kita harus meninggalkan ilmu-ilmu ghadib, ilmu tinggi, dan pusaka-pusaka. Yang kita perlukan untuk menggapai ikhlas hanyalah niat mencari ridho Allah SWT semata. Kita harus melepaskan segala hal- hal duniawi yang tidak diperlukan. Kita tidak boleh menyekutukan Allah SWT dan harus meyakini bahwa hanya Allah SWT tempat berlindung, bukan pusaka-pusaka maupun ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Keikhlasan diri seseorang merupakan sebuah kunci untuk menjalankan apa yang seseorang lakukan berdasarkan hanya untuk mendapat ridho dari Allah SWT, karena semua kehidupan yang dilalui seseornag merupakan apa yang sudah diatur oleh Allah SWT, manusia hanya mampu berupaya untuk ikhlas ketika melakukan setiap tidakan karena ikhlas merupakan sifat yang nantinya membuat manusia senantiasa bersyukur kepada apa yang telah allah berikan kepada hambanya.

    ReplyDelete
  7. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini menekankan tentang kedudukan manusia yang sama dimata Allah. Maka apa yang diterapkan dalam ritual ikhlas ini adalah sesuatu yang benar yaitu dengan memberikan kesamaan perlakuan untuk seluruh peserta. Karena dalam beribadah hendaklah meninggalkan segala urusan dunia termasuk gelar dan pangkat. Tiadalah perbekalan yang kita perlukan dalam ibadah kecuali niat yang lurus yaitu untuk mencari keridhaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang disampaiakan pada persiapan teknis 2 dari serangkaian ritual ikhlas ini adalah pentingnya niat hanya untuk mencari ridha Allah. Adanya keikhlasan dalam hati dan pikiran berawal dari adanya niat dalam diri kita untuk melakukan apapun dengan ikhlas. Maka dari itu, untuk dapat mengikuti ritual ikhlas setiap orang harus melepas semua atributnya, karena semua sama dalam ikhtiar menuju keikhlasan di hadapan Allah. Semua jabatan, semua gelar, semua ilmu, tidak akan ada artinya jika itu semua hanya membuat kita sombong dan melakukan segala sesuatu karena ingin menunjukkan kelebihan-kelebihan tersebut, bukan karena ikhlas.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Saya setuju dengan aturan apada elegi ritual ikhlas ini. Pada dasrnya semua sama di mata Allah SWT, manusialah yang mengelompokkan dirinya kedalam kotak-kotak bernama pangkat, ras, derajar ekonomi, dsb. Ilmu itu dipelajari terus menerus, diulang agar tak lupa, dan tak ada batasan waktu, tempat, dan umur untuk mempelajarinya. Semoga semua yang sedang belajar di ritual ikhlas dapat belajar bersama-sama dan mampu mencapai tujuan bersama-sama. Wasslamualaikum.

    ReplyDelete
  10. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Barang-barang seperti azimat, pusaka dan sejenisnya merupakan bentuk ke syirikan terhadap Allah SWT. Dan dosa yang tidak mendapat ampunan dari Allah adalah dosa syirik kepada Allah. Maka mulai dari sekarang mari kita tinggalkan benda-benda yang berbau azimat, pusaka, dsb yang mengundang ke syirikan kepada Allah.. Ingatlah dunia hanya sementara, akhirat selamanya

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Ikhlas merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena tanpa ridho Allah segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan berkah. Dalam ritual Ikhlas seseorang harus mempunyai niat baik dan benar. Niat ini merupakan starting point kita dalam beribadah. Apabila diawali dengan niat yang baik InsyaAllah akan membawa berkah dan terlepas dari bagaimana hasil yang diperoleh, yakinlah bahwa itu semua merupakan yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete

  12. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Menjadi ikhlas dalam hal beribadah membutuh proses yang sangat panjang dan kadang tidak mudah. Dimulai dari memahami bahwa hidup ini memiliki tujuan semata mengharap rida-Nya, maka segala pangkat dan kedudukan tidaklah berarti dimataNya kecuali yang membedakan adalah dari segi keikhlasan kita dan seberapa bermanfaat ilmu yang kita peroleh di dunia untuk memperjuangkan agama.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tujuan ritual ikhlas hanyalah mencari ridha Allah SWT. Semua manusia memiliki derajat yang sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan adalah iman dan takwa. Ketakwaan ini dapat ditunjukkan dari keikhlasan saat beribadah. Saat kita beribadah yang berhubungan dengan akhirat seperti sholat, berdzikir, dan mengajai kita harus menanggalkan segala hal yang berbau duniawi.

    ReplyDelete
  14. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalm beribadah. Semua peserta mendapatkanfasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus. Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi ini menyampaiakan terkait dengan teknis ritual ikhlas, bahwa dalam ritual ini tidak ada perbedaan derajat social, jabatan, profesi, umur, dsb. Selama masih menjadi manusia, maka dalam ritual ikhlas dipandang sama derajatnya, tanpa perlakuan khusus. Ini sudah menjadi ketetapan dari Allah, bahwa semua manusia sama dihadapannya, yang membedakan adalah imannya.

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Masa depan adalah milik orang-ornag yang mampu melihat kesempatan yang ada, karena kesempatan dalam hidup tidak datang dua kali. Agar tidak kehilangan setiap kesempatan yang ada di depan mata hendaknya kita memanfaatkan 5 hal sebelum 5 hal. Diantaranya yaitu memanfaatkan hidup sebelum mati (Hayataka Qobla Mautika). Selagi kita masih hidup di dunia, maka manfaatkanlah hidup kita untuk hal-hal yang positif dalam hal duniawi dan juga bekal akhirat nanti, karena hanya ketika hidup manusia bisa berinvestasi untuk kebahagiaan akhirat nanti.

    ReplyDelete
  17. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam upaya membiasakan diri berakhlak ikhlas, ada baiknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut ini. Tanamkan kesadaran dalam hati bahwa apa pun yang kita miliki hakikatnya hanya titipan dari Allah. Hendaknya meluruskan niat pada setiap melakukan suatu amal perbuatan, semata-mata hanya ingin mencari ridhaNya. Rasa cinta yang membuat orang dapat hidup dan lebih ikhlas dalam menghadapi masalahnya. Berpikir positif adalah salah satu cara untuk berlapang dada dalam menerima keadaan tersebut, sebaliknya keluh kesah malah akan membuat kita semakin terpuruk dalam perasaan. Bersikap optimis agar keadaan tersebut cepat terkendali, adalah juga merupakan cara untuk menjauhkan diri dari keputusasaan.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Setiap manusia memiliki kedudukanyang sama di hadapan Yang Kuasa, yang membedakan hanyalah kadar ketakwaannya. Takwa ialah sikap seorang hamba yang beribadah dan menjalani kehidupan di dunia dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya tanpa terkecuali. Tidak diragukan lagi bahwa ketakwaan tidaklah mudah diimplementasikan dalam kehidupan kita, namun dengan mengandalkan pondasi kesabaran dan keikhlasan maka itu semua tidak lagi menjadi suatu hal yang mustahil, bahkan sangat mungkin. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  19. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Persiapan yang disebutkan dalam elegi ini demi menggapai keikhlasan ialah menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya hanya demi mendapatkan Ridho dari Allah SWT. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa keridhoan Allah bergantung pada keridhoan orang tua, maka demi menggapai keikhlasan dalam semua yang kita lakukan hendaknya kita memperoleh restu, ridho dan dukungan dari orang tua kita, karena sejatinya sebenar-benar orang tua kita ialah manifestasi tuhan di dunia ini. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ikhlas adalah semata mata unutk mencarapi ridho Allah. Dimana dihadapanNya semua orang memiliki kedudukan yang sama, yang membedakan adalh amalan dan ikhlasnya dalam beribadah. Sehingga marilah kita senantiasa mengharap ridho Allah dalam beribadah.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Tujuan hidup kita adalah untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya yang nantinya akan dijadikan bekal kita di akherat. Namun kita terkadang lupa dan juga tidak sadar bahwa kita melakukan hal-hal yang baik namun dijadikan sebagai tujuan hidup di dunia, misalkan saja ketika kita bersedekah, yang kita harapkan adalah dengan pengembalian harta kekayaan kita, kita bersedekah bukan karena Allah SWT dan bukan karena amal ibadah, namun hanya bertujuan untuk melipatgandakan rezeki yang kita miliki di dunia. Bekal yang diperlukan untuk mengikuti ritual ikhlas adalah niat yang benar mencari ridha Allah.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Kegiatan ritual ikhlas pada elegi ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridhaan dari Allah SWT. Dihadapan Allah SWT semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan ama-amalnya. Meskipun ia seorang doktor, profesor, bupati, gubernur, guru, mahasiswa, atau bahkan raja, maka semua sama dihadapan Allah, dan tidak ada yang dibedakan hanya karena kedudukannya.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ikhlas bertujuan untuk menggapai ridha Allah SWT. Dan ini bukan hanya tugas para santri atau para ulama-ulama saja namun menjadi tugas semua manusia yang ada di dunia ini, mulai dari rakyat jelata hingga sang kaisar pun tugas utamanya adalah mencari dan menggapai ridha Allah. Hidup di dunia hanyalah sementara, dan kehidupan yang abadi hanya hidup setelah hidup maka selama hidup manusia harus menggapai ridhaNya. Sekian dan terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Dalam persiapan yang kedua menuju ikhlas yang hakiki, kita diingatkan kembali bahwa semuanya akan kembali pada satu. yaitu Allah. tiada yang lain selain Dia. Oleh karena itu, ditekankan sekali lagi, yang membedakan derajad manusia dimata Allah adalah tingkat imannya, niat ikhlasnya dalam menjalankan segala perintah Allah. seperti yang telah dituliskan bahwa "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya Kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Al-Fatihah 1:5-6)" . semoga kita bisa benar - benar konsisten berada dijalan yang lurus, Aamiin.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    pps pmat c 2017

    Dalam elegi ritual ikhlas yang ketiga ini disampaikan bahwa Allah tidak pernah mendiskriminasi hamba Nya. Yang membedakan manusia di hapadan Allah adalah ketakwaan dan keikhlasan kita, bukan posisi maupun tingkatan kita. Yang perlu kita lakukan sebagai hamba Allah adalah selalu memiliki niatan ikhlas dalam melaksanakan seluruh perintah Allah, ikhlas dalam memohon ridho Allah, selalu ikhlas dalam hal kebaikan kepada sesama. Semoga kita dapat selalu ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Semua manusia di muka bumi ini sama di mata Allah, yang membedakan hanyalah keadaan hatinya. Keadaan hati yang dimaksud adalah tingkat keikhlasan, amalan-amalan, dan ketaqwaannya. Alla tidak melihat dari keadaan fisik, jabatan, atau tingkat pendidikan seseorang. Untuk itu, marilah kita berjuang bersama untuk menggapai ridho Allah. Kita dapat memulai dari merapikan niat dan menambahkan keikhlasan di setiap perbuatan kita. Kita harus menyingkirka sifat sombong dari dalam diri, karena hal itu akan menjauhkan kita dari ridho Allah.

    ReplyDelete
  27. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Membaca elegi ritual ikhlas yang ke 3 ini mengingatkan saya tentang solat berjamaah di mesjid. tidak melihat pangkat atau derajat seseorang secara duniawi. jadi walaupun dia seorang raja, jika dia datang terlambat, tetaplah dia mendapatkan shaf terakhir pada saat solat berjamaah, dan tidak diperkenankan dia menggeser orang lain agar bisa maju mendapatkan shaf terdepan. saya pernah melihat video saat presiden turki, Erdogan yang singgah di suatu mesjid karena hendak sholat berjamaah. begitu cintanya rakyat turki kepada beliau, mereka yang di shaf belakang segera memberikan tempat agar beliau maju. tapi karena kerendahan hati beliau, beliau menolak dan tetap mengambil shaf yang di belakang.

    ReplyDelete
  28. Assalamualaikum Wr. Wb. Dari tulisan saya dapat memahami bahwa menggapai keikhlasan tidak mungkin kita raih dengan kesombongan. Ikhlas berarti menanggalkan segala bentuk prestise di dalam diri mula dari pangkat, kedudukan sosial, ataupun harta dan mengakui bahwa sumber dari segala sumber kekuatan hanyalah dari Allah SWT. Tak ada yang layak kita sembah selain Allah. Tak ada yang layak kita sombongkan karena sesungguhnya apa yang kita raih adalah dari Allah. Wallahu a’lam bshawab.

    ReplyDelete
  29. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Elegi ini mengingatkan saya bahwa setinggi-tingginya ilmu dunia yang telah dipelajari, masih belum seberapa dibandingkan ilmu-ilmu dunia dan akhirat. Fokus untuk memperoleh keridhaanNya lah yang harus kita tingkatkan. Menjadi sosok yang rendah diri, tidak mengagung-agungkan kemampuan dan jabatan, dan terus bermunajat pada Allah adakah ikhtiar atau usaha kita dalam menambah ilmu akhirat.

    ReplyDelete
  30. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs Pmat C

    Bekal yang diperlukan untuk ikhlas adalah bertindak dengan hanya mengharap ridha dari Allah SWT. Jika melakukan suatu kebaikan orang lain tidak harus tahu, sebaiknya jangan diumbar-umbar dan jangan sampai orang lain tahu.

    ReplyDelete
  31. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ikhlas untuk Allah, karena Allah, itulah hal paling penting dalam melaksanakan segala sesuatu, termasuk mencari Ilmu, beribadah, bekerja dan sebagainya. Karena pada dasarnya semua yang kita cari hakekatnya adalah milik Allah yang nantinya juga akan kembali kepada-Nya. Dengan ketulusan dan keikhlasan, kita hanya dapat berharap agar apa yang kita lakukan, kita cari dan kita usahakan selalu mendapat ridho-Nya.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hati dan pikir yang ikhlas dibutuhkan oleh siapapun. Raja pun membutuhkan hati dan pikir yang ikhlas untuk menjalankan pemerintahannya. Kita pun wajib menjadi orang yang ikhlas. Keikhlasan akan membawa kita hidup lebih bijaksana, dan untuk menjadi ikhlas, kita tak boleh menggembar gomborkannya. orang ikhlas macam apa yang sibuk memberitakan keikhlasannya sendiri?

    ReplyDelete
  33. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya.

    ReplyDelete
  34. Pratama Wahyu Purnama

    Kegiatan Ritual Ikhlas disini hanyalah untuk mencari rida Allah semata. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan, membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  35. Tidak ada perlakuan khusus untuk para peserta yang berlatang belakang duniawinya hebat. Semuanya diperlakukan sama. Karena semuanya itu berkedudukan sama di hadapan Allah, yang membedakan adalah kadar keihlasan dan keimanannya.

    ReplyDelete
  36. Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalm beribadah. Semua peserta mendapatkanfasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus. Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    ReplyDelete
  37. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Banyak orang-orang yang mengatakan bahwa untuk mengatakan kata "ikhlas" itu memang sangatlah mudah, namun menjalankannya memerlukan perjuangan yang penuh. Seperti yang disampaikan di atas, yang perlu dipersiapkan dalam melakukan ritual ikhlas itu hanyalah niat, derajat dunia, pangkat, harta dan lain sebagainya dikesampingkan terlebih dahulu, karena Allah SWT tidak melihat semua itu. Allah SWT hanya melihat niat yang tulus hanya untuk mendapat ridha-Nya.

    ReplyDelete