Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..Bapak Ibu dan hadirin semua yang dimuliakan Allah, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita berkumpul kembali di sini. Dengan memohon keridaan Allah dengan ini kami sampaikan bahwa sebentar lagi kita akan mengadakan Ritual Ikhlas III. Seperti biasa kami sebagai fasilitator berusaha melayani dan membantu kebutuhan Bapak Ibu semua. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman Ritual Ikhlas terdahulu kami ingin mengingatkan kembali bahwa dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya. Demikianlah apakah masih ada hal yang ingin ditanyakan?

Muhammad Nurikhlas:
Ass...Bapak Santri Kepala yang saya hormati, kelihatannya kegiatan Ritual Ikhlas ini semakin terkenal. Maka sekarang semakin banyak yang akan berpartisipasi. Peserta yang hadir pada kegiatan Ritual Ikhlas III ini tidak hanya para Cantraka, tetapi para Bagawat, dan Cemani. Ada Bagawat Doktor, Bagawat Profesor, Bagawat Bupati, Bagawat Jenderal, Bagawat Gubernur, bahkan Bagawat Raja. Ada juga Matematikawan, Guru Matematika, Guru Sain, Mahasiswa S1, Mahasiswa S2, dsb. Untuk itu kami memohon penjelasanmu apakah penyelenggara telah menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pangkat dan derajat mereka semua?

Santri Kepala:
Oh...maaf ...kegiatan Ritual Ikhlas ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Tahun yang lalu juga pernah ada seorang Raja yang mengikuti kegiatan serupa tetapi kami pun tidak menyediakan fasilitas khusus, malah pada saat itu dia terpaksa menempati lokasi di bawah tangga karena datang terlambat. Jadi sekali lagi kami harap Bapak dan Ibu semua agar untuk mengikuti kegiatan ini, sementara melepaskan semua atribut kepangkatan di dunia. Marilah semata-mata kita hanya berharap memperoleh keridaan dari-Nya. Firman Allah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamumendapat keberuntungan” (Q.S. Al Maidah 5:35). Oleh karena itu kami penyelenggara hanya menyediakan tempat ala kadarnya. Kami juga tidak bisa menyediakan akomodasi yang memadai, tidur cukup di lantai dan beralaskan tikar. Para peserta kami tempatkan sesuai dengan nomor urut pendaftarannya. Demikianlah semoga bisa dimaklumi. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Ada juga peserta yang baru pertama mengikuti, tetapi kelihatannya membawa ilmu-ilmu ghadib, ilmu tinggi, dan pusaka-pusaka. Apakah dia boleh diijinkan mengikuti kegiatan Ritual Ikhlas ini?

Santri Kepala:
Sekali lagi kami sampaikan bahwa kegiatan Ritual Ikhlas disini hanyalah untuk mencari rida Allah semata. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan, membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu semua perbekalan yang tidak sesuai kami harap agar dititipkan saja kepada penyelenggara, setelah selesai boleh diambil kembali. Adapaun untuk segala macam pusaka atau ajimat kami bersedia menyimpannya. Demikianlah selamat mengikuti Ritual Ikhlas III. Semoga sukses. Amin.

41 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari persiapan teknis yang kedua ini, saya mengetahui bahwa hal yang sebenarnya kita cari dalam ritual ikhlas ini adalah hanya untuk mencari ridho Allah SWT. Jika kita telah memperoleh ridhoNya, maka segala sesuatu yang kita perbuat tidak lah sia-sia, dan sebaliknnya jika ita tidak memperoleh ridho dariNya, maka segala sesuatu yang kita lakukan hanya akan sia-sia saja.

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kegiatan ritual ikhlas pada elegi ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridhaan dari Allah SWT. Dihadapan Allah SWT semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan ama-amalnya. Meskipun ia seorang doktor, professor, bupati, gubernur, guru, mahasiswa, atau bahkan raja, maka semua sama dihadapan Allah, dan tidak ada yang dibedakan hanya karena keudukannya.

    ReplyDelete
  3. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia diciptakan oleh Allah tak lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Tidak hanya itu, manusia diciptakan oleh Allah juga untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Dari kedua tujuan diciptakannya manusia ini, saya memahami bahwa, sebagai manusia kita bukanlah. Semua yang ada pada diri kita adalah pemberian dan titipan dari Allah. Termasuk menjadi pemimpin. Sehingga, mau seberapapun tinggi jabatan kita di dunia, maka hendaklah kita tetap rendah hati dan selalu berserah diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  4. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi tersebut mengingatkan kita untuk melihat apakah cara beribadah kita sudah baik, apakah sudah benar, apakah sudah tepat, apakah sudah ikhlas. Dari membaca elegi tersebut dapat menjadi cermin diri terutama bagi diri saya sendiri apakah sudah beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasulullah. Dalam rangka menjadi pribadi yang ikhlas dan lebih baik maka perlu membenarkan cara beribadah sehingga sesuai dengan apa yang sudah dituntunkan.

    ReplyDelete
  5. Ikhlas mencari Ridho Allah SWT itulah tujuan dari ritual ikhlas. Apapun yang ada pada diri kita hendaknya tidak dijadikan sebagai suatu hal untuk meminta fasilitas yang lebih. Seperti ketika akan melakukan ibadah haji atau umroh, manusia hanya memakai pakaian ihrom yang sama, tidak ada yang membedakan kecuali kadar ketaqwaan dan keikhlasannya yang dinilai oleh Allah SWT. seyogyanya dalam melakukan ritual ikhlaspun seperti itu hanya membawa diri dan barang yang diperlukan serta berharap dapat mengerti dan memahami artinya Ikhlas.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pendidikan Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalam beribadah. Semua peserta mendapatkan fasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus.

    Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    Wa'alaikumsalam wr wb.

    ReplyDelete
  7. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Meskipun kegiatan ritual ikhlas ini diikuti oleh peserta yang berasal dari latar belakang pendidikan serta status sosial yang berbeda, namun bukan berarti diberi perlakuan berbeda atau diistimewakan berdasarkan pangkat dan derajatnya. Sebab dalam mengikuti ritual ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT.
    Akan sangat luar bisa jika hal ini juga diterapkan dikehidupan sehari-hari, dimana tidak ada yang membeda-bedakan perlakuan kepada seseorang berdasarkan pangkat dan derajatnya. Sehingga semua orang bisa merasakan keadilan dan merasa lebih dihargai.

    ReplyDelete
  8. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Menurut pemahaman saya setelah membaca, ritual ikhlas berhubungan dengan spiritual manusia. Ritual ikhlas ditujukan untuk mengharap ridho Allah SWT. Dalam mencapai keikhlasan guna memohon ridho dari Allah SWT perbedaan-perbedaan yang bersifat duniawi tidak diperhatikan lagi.

    ReplyDelete
  9. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Ikhlas merupakan hal yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Setiap kali kita beribadah kepada Allah, kita membutuhkan hati yang ikhlas, pikiran yang ikhlas, dan perbuatan yang ikhlas. Karena jika kita tidak ikhlas, hati dan pikiran kita tidak menuju kepada Allah. Lalu menuju siapa hati dan pikiran kita saat beribadah? Pertanyaan tersebut perlu kita renungi setiap saat.
    Selain itu, ikhlas juga menjauhkan kita dari sifat pamer/riya’ dan ujub. Kedua sifat ini sangat bahaya bagi diri kita sendiri karena sebesar dan selama apapun kita beribadah akan bernilai kosong karena hati kita sudah ternodai oleh sifat tersebut. Maka hendaknya kita belajar untuk selalu ihlas hati dan pikiran dalam segala perbuatan kita.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi 3 di atas, mengingatkan kembali kepada kita bahwa untuk mencapai keikhlasan maka luruskan niat terlebih dahulu. Karena bekal yang diperlukan adalah niat dan benar dan ikhlas dalam menjalankannya. Melakukan segala perbuatan dengan ikhlas memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun kita harus ingat kembali bahwa tujuan akhir dari ini semua adalah semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT. Oleh karena itu mari kita belajar untuk mencapai ikhlas dengan menanggalkan atribut kepangkatan di dunia, dan fokus bahwa hidup yang kekal adalah di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, postingan ini mengingatkan kita, bahwa setinggi-tingginya ilmu dunia yang telah kita pelajari, masih belum seberapa dibandingkan ilmu-ilmu dunia dan akhirat. Berfokus untuk memperoleh keridhaanNya lah yang harus kita tingkatkan. Marilah menjadi sosok yang rendah diri, tidak mengagung-agungkan kemampuan dan jabatan, dan terus bermunajat pada Allah.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Ridha. Apapun yang manusia lakukan di dunia ini semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah swt. Ikhlas yang sebenar-benarnya ikhlas diperlukan niat yang berasal dari hati dengan tujuan penghambaan kepada Allah swt. Lillahi ta’ala. Jika Allah ridha kepada hamba-Nya, kebaikan apapun yang dilakukan akan terasa mudah dijalankan. Ikhlas dalam hati adalah kunci keberhasilan tiap individu menjalankan amanahnya sebagai khalifah di bumi.Pada pelaksanaan teknis ritual ikhlas ini benar-benar ditekankan bahwa ibadah yang dilakukan hanya semata-mata karena Allah swt. Menghadirkan Allah dalam segala aktivitas, baik aktivitas secara ruhani atau jasmani, spiritual atau duniawi. Senantiasa merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi semua tingkah laku yang dilakukan. Segala hal yang ada di dunia ini hanya sementara, kekayaan, jabatan, pangkat tidak ada apa-apanya dihadapan Allah swt, karena yang membedakan hanyalah iman dan taqwa masing-masing individu.

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    "Hai.. manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Ssesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
    (QS.Al-Hujurat:13)

    Sekali lagi ditekankan bahwa semua manusia di hadapan Allah adalah sama. yang membedakan derajat seorang manusia bukanlah terletak pada jabatannya, hartanya, kedudukannya bukan itu semua melainkan kualitas keimanan dan ketaqwaan orang itu sendiri.

    ReplyDelete
  14. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hikmah yang dapat saya petik dari elegi ini memuat beberapa hal. Pertama, berkaitan dengan persiapan maka persiapan itu terus menerus tidak mandeg. Tujuan dari kehidupan yaitu menggapai ridho Allah. Melalui ibadah-ibadah yang diperintahkan olehNya sesuai dengan ketentuannya. Berdzikir dengan seikhlas-ikhlasnya, ibadah yang benar. Tidak memandang status sosial adalah pandangan yang dibangun dalam elegi ini.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini yang kami pahami adalah dalam beribadah hendaknya beribadah dengan benar, bersuci dengan benar dan beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dalam beribadah pada dasarnya adalah mengharapkan rido Allah SWT, di hadapan-Nya segala predikat dunia yang melekat pada seseorang tidak lah ada artinya. Maka sebaiknya dalam beribadah mengharakan rido Allah SWT, sebaiknya kita melepaskan dulu segala predikat keduniaan, dan sepenuhnya menyerahkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  16. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya sepakat bahwa ritual ikhlas ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk mengharap ridho Allah SWT. Maka dari itu, bekal yang paling utama adalah niat yang lurus hanya kepada Allah. Jika masih ada benih-benih kesombongan maka harus dihilangkan terlebih dahulu. Allah juga tidak menilai seberapa banyak amal yang dilakukan manusia tetapi lebih kepada ikhlas atau tidaknya manusia dalam melakukannya.

    ReplyDelete
  17. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Tiadalah yang bisa disombongkan manusia dihadapan Allah SWT. Meskipun pangkatnya setinggi Jenderal atau Presiden, tetapi itu bukan menjadi jaminan ia menjadi seseorang yang berderajat tinggi di sisi-Nya. Manusia sebagai makhluk yang penuh kekurangan selayaknya tidak boleh sombong dihadapan Tuhan yang Maha Segalanya. Kita harus merendahkan diri serendah rendahnya kepada-Nya sehingga tidak menyombongkan diri, itu merupakan syarat awal untuk menuju keikhlasan dan keridhoannya. Amiin.

    ReplyDelete
  18. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Memang benar bahwa manusia diciptakan dengan keadaan yang berbeda-beda. Latar belakang ekonomi, sosial, budaya, politik, dll semuanya hanya predikat duniawi yang sewaktu-waktu bisa dicabut oleh Allah dari manusia yang memilikinya. Sehingga kita tidak berhak sombong dan membeda-bedakan orang lain berdasarkan standar-standar tersebut. Manusia dinilai oleh Allah semata-mata dari amalan dan ibadahnya. Sehingga ber-fastabiqul khaerat adalah sebuah kewajiban bagi kita semua.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Benar-benar ritual ikhlas ini telah memberikan tamparan sekeras-kerasnya kepada para pembaca, khususnya saya. Kegiatan ritual ikhlas adalah untuk mencari ridho Allah dan bekal utamanya adalah niat. Maka salah, jika kita agungkan gelar, kedudukan, dan kekayaan. Karena sesungguhnya semua di hadapan Allah adalah sama kedudukannya. Yang membedakan adalah iman dan taqwa nya. Mungkin terdengar mudah dan murah, tanpa bekal materi duniawi. Tapi ternyata setinggi-tingginya materi duniawi adalah bukan apa-apa. Yang mahal bukanlah materi, bukan gelar, bukan kedudukan, bukan jabatan. Yang benar-benar mahal adalah menjadi ikhlas yang sesungguhnya, yang seikhlas-ikhlasnya.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam elegi ini, ikhlas itu berarti menerima apa adanya, berserah diri kepada Tuhan, maka hal lain yang harus ada yang tidak kalah pentingnya adalah niat. Niat itu adalah rencana, suksesnya sebuah kegiatan salah satunya tergantung dengan rencananya matang atau tidak. Seperti halnya kita ingin bisa ikhlas atau tidak tergantung pada niat awal kita. Ikhlas itu berkenaan dengan hati kita, menerima apa adanya, maka ketika kita umbar, maka ikhlas bisa berubah menjadi kesombongan, bukan ikhlas lagi, biarlah jika memang kita ikhlas, maka itu urusan kita dengan Tuhan, urusan setiap individu dengan Tuhan

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Ritual ikhlas yang dilakukan dengan memperbaiki kualitas ibadah akan dapat terlaksana melalui kegiatan mendengarkan ceramah, kutbah, kajian, atau kegiatan diskusi lainnya. Siapa saja dapat mengikuti kegiatan tersebut, tanpa memandang pangkat, derajat, dan yang lainnya. Di hadapan Allah, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. Seorang raja, pejabat, ilmuwan, dokter, guru, mahasiswa, maupun orang yang tidak mampu memiliki kedudukan yang sama, yang membedakan adalah ketaqwaannya. Maka persiapan yang diperlukan hanyalah yang berkaitan dengan keperluan ibadah, tidak perlu kemewahan apapun.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Ikhlas ialah melakukan apapun semata-mata hanya untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh merasa lebih baik dari orang lain dalam hal apa pun. Bisa jadi orang yang kita anggap rendah di dunia ternyata derajatnya lebih tinggi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, jalani hidup ini dengan ikhlas bagaimanapun keadaannya dan tidak merasa lebih baik dari orang lain. Sehingga dengan begitu, kita berharap agar Allah ridho terhadap keikhlasan dan kerendahan hati kita.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb.
    Termakasih banyak Pak Prof.
    Elegi di atas disamping menuntu kitat untuk memahami filsafat juga memberikan sentuhan-sentuhan nasehat pada kita, lebih khususnya pada diri saya sendiri.Jadi inti dari Ritual ikhlas adalah semata-mata mencari keridhoan Allah SWT.Manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.Yang membedakannya hanyalah tergantung pada niat ikhlas dan amalnya.Layaknya cerita pada elegi tersebut, bahwa seorang raja yang menempati tempat yang bawah hanya dikarenakan tempat yang di atas penuh.Ini menandakan bahwa untuk menggapai ridho Allah SWT dibutuhkan niat yang ikhlas.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Benar sekali memang untuk belajar ikhlas harus bisa mengesampingkan segala pangkat, jabatan, harta, tahta, dan segala hal yang berkaitan dengan keduniawian. Karena jika tetap mengandalkan segala hal keduniawian dan tidak ada niat yang sebenar-benarnya, ritual ikhlas ini tidak akan manfaat bagi dirinya. Siapapun yang ingin mencarai dan menggapai ridho Allah SWT, baik orang awam, presiden, dukun, preman, pembunuh, pencuri, guru, dosen, mahasiswa, dll, semua berhak. Karena Allah selalu membuka lebar-lebar bagi siapapun yang ingin bemunajat kepada Nya.

    ReplyDelete
  25. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Langkah yang saya ambil setelah membaca ulasan ini adalah meluruskan niat dalam beribadah. Saya tidak putus asa sampai di sini saja untuk menggapai kasih sayang dan ridho Allah SWT. Saya berharap ampunan dan pertolongan dari Allah SWT menghampiri diri saya. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

    ReplyDelete
  26. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A 2017 UNY

    Tujuan kita hidup di dunia adalh untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya yang nantinya akan dijadikan bekal untuk kehidupan akhirat nanti. Namun kita terkadang lupa dan juga tidak sadar bahwa kita melakukan hal-hal yang baik namun dijadikan sebagai tujuan hidup di dunia, misalkan saja ketika kita bersedekah, yang kita harapkan adalah pengembalian harta kekayaan kita, kita bersedekah bukan karena ALLAH SWT dan bukan karena amal ibadah, namun hanya bertujuan untuk melipat gandakan rezeki yang kita miliki di dunia. bekal yang diperlukan untuk bisa mengikuti ritual ikhlas adalah niat yang benar yaitu mencari ridha ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  27. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Pada elegi ritual ikhlas 3 ini, kita semua kembali diingatkan bahwa dalam melaksakan ritual ikhlas yang diperlukan hanyalah niat yang lurus dan rasa ikhlas dalam menjalaninya. Memang melakukan segala sesuatu dengan ikhlas tidak semudah yang dibayangkan, tetapi jika telah dilandaskan dengan niat yang ikhlas dan dengan tujuan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT maka semuanya akan bisa dilakukan dengan baik. Untuk itu, hendaklah kita mengerjakan segala sesuatu dengan niat yang baik dan ikhlas dengan menanggalkan pangkat, jabatan, kehormatan yang bersifat duniawi.

    ReplyDelete
  28. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pada persiapan teknis dua dari ritual ikhlas, saya memandang bahwa pangkat, golongan kita yang sesungguhnya dilihat berdasarkan niat. Dan tujuan dari ikhlas itu adalah wujud rasa hormat pada diri sendiri dan tentunya Tuhan Yang Maha Esa. Banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mencapai keikhlasan, yaitu ke tempat ibadah dan berdoa dengan khyusuk.

    ReplyDelete
  29. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Derajat setiap orang di dunia berbeda-beda jika dipandang dari sudut harta atau jabatan. Sesungguhnya hal tersebut tidaklah benar. Dalam Ritual Ikhlas, derajat seseorang diukur dari keikhlasan dan kualitas seseorang dalm beribadah. Semua peserta mendapatkanfasilitas yang sama dalam kegiatan Ritual Ikhlas ini. Tidak ada yang dikurangi maupun mendapatkan pelayanan khusus. Segala sesuatu yang berbau duniawi dan dirasa tidak ada hubungannya sebagai pendukung kegiatan Ritual Ikhlas wajib untuk ditanggalkan terlebih dahulu. Seperti pangkat, harta, jimat, bahkan ilmu-ulmu yang tidak bermanfaat yang dapat merusak Ritual Ikhlas agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan benar.

    ReplyDelete
  30. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    terimakasih prof atas ilmu yang diberikan melalaui elegi ritual ikhlas 3 ini.
    Semua manusia dihadapan Allah ialah sama, Allah tidak memandang siapa dia tapi Allah memandang amal apa yg sudah ia kerjakan dengan ikhlas . Tidak peduli dia dari kalangan manapun yan membedakan manusia dimata allah hanyalah amal ibadah dan perbuatannya. Maka dr itu teruslah mencari ilmu ttg bagaimana ibadah yang benar perbuatan perbuatan apa saja yg boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Semoga kita semua termasuk org yg amalannya berat di sisi Allah SWT. Aminn

    ReplyDelete
  31. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Dari elegi ritual ikhlas 3 ini kita melihat bahwa yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lain adalah amalnya, atau ketaqwaannya. Segala macam gelar atau identitas seperti guru, mahasiswa s1, mahasiswa s2, doctor dan sebagainya tidak bernilai bila gelar yang kita sadang tersebut tidak mendekatkan diri kita kepada Allah. Atau justru menjauhkan diri kita dari Allah. Gelar atau jabatan tersebut hendaknya kita jadikan sebagai kendaraan atau fasilitas dalam upaya kita mendekatkan diri kita kepada Allah

    ReplyDelete
  32. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Menyadari bahwa saya punya kedudukan yang sama dengan semua orang lain, membuat diri menjadi lebih tenang, sekagus juga waspada. Allah itu tidak mengistimewakan siapapun, sekaligus mengistimewakan semua manusia dan bahkan makhluk ciptaanNya. Jadi, setiap manusia, saya juga, harus berusaha sebaik mungkin. Termasuk juga menuju keikhlasan ini. Ikhlas itu dari hati. Kesadaran akan derajat yang sama ini membantu saya lebih memurnikan hati

    ReplyDelete
  33. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    assalamu'alaikum Wr. Wb

    Elegi ritual ikhlas III ini saya dapat menyimpulkan bahwa apapun pangkat seseorang didunia semuanya akan sama jika ingin berhadpan dengan Allah, dan yang membedakan manusia dihadapan Allah hanyalah tinggi atau rendahnya iman seorang dengan sama sekali tidak melihat pangkat dan gelar pada orang tersebut.

    ReplyDelete
  34. soka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini menunjukkan bahwa derajat manusia sama di hadapan Allah, apapun profesinya. Bahkan seorang Raja yang rakyatnya tunduk kepadanya, di hadapan Allah ia sama derajatnya dengan rakyatnya. Sebagai seorang muslim, kita hanya percaya kepada Allah SWT. Jimat, pelaris, dan benda2 lainnya yang bisa membuat hati kita mnyangkal keesaan Allah SWT adalah bentuk dari kemusyrikan. Smoga kita terhindar dari hal-hal yang seperti itu.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Adakalanya kita perlu rehat sejenak dari segala aktivitas keduniawian untuk mendekatkan diri pada Allah. Rehat sejenak untuk mengisi gelas kita yang sudah mulai kosong isinya, sehingga setelah berisi kembali, bisa diberikan kepada orang lain. Didalam beribadah pada Allah, segala pangkat, kedudukan, jabatan bukan penentu amal ibadah kita diterima atau tidak.

    ReplyDelete
  36. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam elegi kali ini saya dapat menyimpulkan bahwa ikhlas adalah semata-mata hanya mengharap ridha Allah. Dalam berbuat kebaikan hendaknya kita hanya mengaharapkan ridha Allah tanpa mengharapkan balasan dari makhluk. Karena ketika berharap dengan makhluk, kita pasti akan kecewa. Allah telah menjamin bahwa tidak akan kecewa manusia yang berharap hanya padaNya.

    ReplyDelete
  37. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ritual ikhlas dalam artikel ini dijabarkan sebagai tidak mengaharap imbalan apapun selain keridaan Allah swt. Jadi kalau kita masih berharap akan mendapat upah, imbalan, dan lainnya maka belum bisa disebut ikhlas. Karena ikhlas tidak mengharapkan apapun kecuali rida Allah. Ketika kita melakukan apapun dengan tujuan hanya mengaharap rida Allah maka semuanya akan menjadi ringan jika dibandingkan kita sibuk memikirkan akan mendapat imbalan atau tidak karena Allah sudah menyiapkan yang terbaik bagi hambanya.

    ReplyDelete
  38. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Salah satu cara dan paling dianjurkan didalam menggapai ikhas yaitu dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Di dalam kitab suci terdapat larangan dan perintah Tuhan untuk manusia. Oleh karena itu, manusia perlu melaksanakan perintah Tuhan kepad umatnya. Sebab semua yang terjadi di dunia ini adalah seturut kehendakNya.

    ReplyDelete
  39. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mencapai ikhlas haruslah dengan melakukan segala sesuatu sesuai dengan tuntunanya. Karena untuk mencapai keikhlasan semua atribut dunia tidaklah dapat mempengaruhi hasil keikhlasan. Karena keikhlasan berasal dari diri bukan dorongan dari semua atribut dunia ini. Maka marilah lakukan segalanya semata-mata karena mengharap ridha dari Allah. Agar segala amal ibadah kita diterima disisi Allah dan kehidupan dunia ini dapat mencapai tujuannya yaitu persiapan kehidupan yang hakiki di akhirat kelak. Amin

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  40. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Perbendaan duniawi hendaknya ditinggalkan sementara ketika sedang bermunajat pada Sang Pencipta. Manusia yang memiliki ilmu ghaib ataupun memiliki pusaka yang dikeramatkan berartibelum dapat menghadirkan Allah dalam segala aktivitasnya. Memiliki kepercayaan kepada selain Allah swt dapat dikategorikan sebagai syirik, yaitu perbuatan yang menyamakan Allah dengan sesuatu selain-Nya dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah. Semoga senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang demikian dan hanya ikhlas mencari ridha Allah swt dengan niat dan ibadah yang benar.

    ReplyDelete