Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)




Oleh Marsigit

Cantraka:

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hadirin yang dimuliakan Allah, perkenankanlah saya menyampaikan bahwa untuk kali ini saya diberi tugas oleh Sang Bagawat Selatan untuk memandu Acara pada sore hari ini.

Perlu kami sampaikan bahwa Bagawat Selatan menghendaki bahwa Acara Tasyakuran Spiritul Kegita ini diselenggarakan pada bulan Dzulhijah, sehabis salat Ashar, dengan harapan memperoleh waktu yang baik untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kita semua yang telah kita lakukan di waktu yang lampau. Oleh karena itu telah hadir ditengah-tengah kita di samping Bapak Ustad Jalaludin Rakhmat, juga hadir Bapak Kyai Mursidin. Perlu kami sampaikan bahwa sebelum acara inti tausiah dari Ustad Jalaludin Rakhmat, Sang Bagawat Selatan menghendaki didahului dulu dengan doa permohona ampun dosa-dosa. Untuk itu kami mohondengan hormat kepada Bapak Kyai Mursidin kiranya dapat memimpin doa-doa tersebut. Waktu dan tempat dipersilahkan.

Kyai Mursidin:
Ilaa Hadlratin Nabiyyil Musthafaa Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallama wa Shahbihi Ajma’iina syai-un Lillaahi Lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Allhohumma inna nas aluka sala-matan fidinnina. wa’afiatan filja-zatina, waziadatan fil ilmina, wa-barokatan fi rizkina, wa taubatan qoblal mautina, warakhmatan indal mautina, wamaghfirotan ba’dal mautina. Allohuma hawin alaina fi sakarotil maut, wanajata minanar, wal afa indal hisabi. Robbana latusikulubana, ba’dait hadaitana, wahablana miladunka rohmah. Innaka antal wahab. Robbana atina widunya khasa-nah, wafil akhirati khasanah wa-qina adzabanar. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Robbana ha-blana min azwazina, waduriatina, qurota a’yun wajalna lil mutaqina imama. Robbana dholamna anfu-sana, wailam taghfirlana, watar-hamna, lana qunana minal ghosi-rin. Subhana robika robil izati ama yasifun, wasa-lamun alal mursalin walham-dulillah hirobbil ‘alamin. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Wa shallalltu ‘alaa sayyidina Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma’amiltu fii hazihis sanati Mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu. Wa la tardhadu wa lam tansahu wa halimta ‘Alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati Wa dautanii ilaa taubati minhu bad;da Jara atii ‘alaa ma’shiyatika fa innii Astagfiruka fagfir lii. wa maa ‘amiltu Fiiha mimmaa tardhaahu wa waadtani ‘alaihi Tsawaaba fa as-aluka Allahuma ya Karimu Yaa zal jalaali wal ikraam an tataqabbalahu Minni laa taqtha’rojaa-ii minka Yaa Kariim wa shallallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi. Alhamdulillah hirabil alamin.

Cantraka:
Amin..amin..ya robbil alamin. Demikianlah doa permohonan ampun yang dipimpin oleh Bapak Kyai Mursidin. Terimakasih kamu haturkan kepada Bapak Kyai Mursidin. Selanjutnya kita memasuki acara inti yaitu melanjutkan tausiah tentang Proyek Membangun Syurga yang akan disampaikan oleh yang terhormat Bapak Ustad Jalaludin Rakhmat. Waktu dan tempat dipersilahkan.

Jalaludin Rakhmat:
Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Bapak Ibu dan para hadirin yang di muliakan Allah, perkenankanlah saya melanjutkan uraian saya perihal Program Menghuni Syurga. Pada dua pertemuan yang lalau saya sudah menguraikan butir-demi butir sampai nomor duapuluh dua. Harapannya pada kesempatan ini saya akan dapat menyelesaikan semuanya. Baiklah. Sebetulnya ada banyak sekali kegiatan-kegiatan di dunia ini yang dapat kita kerjakan sebagai tabungan kita besok di syurga. Sedangkan yang saya sampaikan itu masihlah bisa ditambah-tambah. Apa-apa yang harus kita lakukan di dunia ini agar kita dapat menjadi ahli surga antara lain:

Duapuluhtiga: Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Rasulullah yang mulia bersabda:”Wahai Salman, hendaknya kamu membaca Al-Qur’an karena membacanya menghapuskan dosa, melindungi dari neraka, dan menyelamatkan dari siksa. Bagi orang yang membaca setiap ayat Al-Qur’an, dituliskan pahala seratus syahid. Untuk setiap surat diberi pahala nabi. Rahmat turun kepada orang yang membaca Al-Qur’an. Para malaikat beristigfar baginya, surga merindukannya, dan Allah meridainya”.

Duapuluhempat: Terus-menerus Berdoa
Berdoa adalah mengetuk pintu Tuhan. Barang siapa banyak mengetuk pintu, maka pintu itu akan dibukakan baginya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesunguhnya Allah mencintai pemohon yang terus menerus”. Dari Imam Ja’far Al-Shadiq As:”Demi Allah, bila seorang mukmin terus-menerus berdoa kepada Allah untuk memenuhi keperluannya, Allah akan memenuhinya”.

Duapuluhlima: Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan)
Allah Azza wa Jalla berfirman:”Barang siapa melakukan amal saleh, baik laki-lakimaupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Q.S. Al-Nahl:97. Rasulullah SAW bersabda:”Sedekah mukmin menolakkan dari pelakunya bencana dunia, fitnah kubur, dan azab akhirat”.

Duapuluhenam: Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan
Diriwayatkan dari para Imam As:”Hidupkanlah urusan kamu, Semoga Allah menaburkan rakhmat kepada siapa saja yang menghidupkan urusan kami”

Duapuluhtujuh: Menghidupkan Malam-malam yang Penting
Malam-malam penting adalah malam-malam yang di dalamnya manusia dapat memperoleh pahala yang besar, seperti malam Qadar di bulan Ramadan atau malam Al-Bidh di bulan Syakban.

Duapuluhdelapan: Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya
Imam Mahdi As. bersabda:”Laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia dijatuhkan atas orang-orang yang menahan satu dirham dari harta-harta kami”

Duapuluhsembilan: Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan
Kewajiban-kewajiban itu antara lain salat, puasa, zakat, khumus, haji, jihad, amar makruf nahi munkar, bersahabat dengan kekasih Allah dan berlepas diri dari musuh-musuh Allah. Semuanya itu dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah Azza wa Jalla, bukan karena kepentingan dunia yang fana. Diriwayatkan dalam hadis:”Pada hari kiamat, ada manusia memperoleh amal sebesar bukit tetapi Allah memerintahkan mereka masuk neraka. Maka takjublah para malaikat. Mereka bertanya:”Mengapa begitu?” Manusia itu menjawab:”Dahulu kami beramal bukan karena Allah”.

Tigapuluh: Tidak Boleh Bergunjing
Rasulullah bersabda:”Sucikan pendengaran kamu dari mendengarkan pergunjingan, karena yang berbicara dan yang mendengar bersekutu dalam dosa”. Diriwayatkan dalam banyak hadis bahwa siksa kubur disebabkan oleh Namimah, pergunjingan, dan dusta. Diriwayatkan juga bahwa kalau seorang mukmin mendengar saudaranya yang dipergunjingkan tetapi ia tidak mebelanya, maka ia sudah menghianati Allah dan Rasul-Nya.


Demikian Bapak Ibu dan hadirin semuanya yang dapat saya sampaikan perihal ikhtiar kita menjadi ahli surga. Sebagai penutup sekaligus untuk mengakhiri perjumpaan saya dengan Bapak Ibu dan hadirin semua, marilah kita memohon doa kepada Allah SWT agar kita diampuni segala dosa-dosa yang lalu. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad dan keluarga serta para sahabat-sahabatnya. Ya Allah, perbuatan yang engkau larang aku melakukannya sedang aku telah melakukannya di tahun ini dan tidak bertobat darinya dan Engkau tidak meridai dantidak melupakannya, dan Engkau tangguhkan hukumanku, dan engkau serukan kepadaku agar bertobat darinya setelah aku berani mendurhakai-Mu, maka aku mohon ampun kepada-Mu dan ampunilah dosaku. Dan perbuatan yang kulakukan di tahun ini dan Engkau rida serta Engkau janjikan pahala-Nya bagiku, maka aku mohon kepada-Mu, ya Allah ya Tuhan Yang maha Pemurah, ya Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan agar Engkau menrimanya dariku dan tidak memutuskan harapanku dari-Mu, ya Tuhan Ynag Maha Pemurah. Semoga Alah melimpahkan shalawat dan salam kepada sayyidina Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya. Amin ya robbil alami. Demikian saya mohon maaf atas kekurangannya dan mohon diri. Amin.

Referensi:
Jalaluddin Rakhmat: Meraih Cinta Ilahi-Pencerahan Sufistik, Bandung: Rosda

3 comments:

  1. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Pada awal elegi ini mengandung makna bahwa ada waktu waktu mustajab untuk melantunkan do’a. Waktu-waktu diantaranya saat hujan lebat, saat diantara adzan dan khomat dan lainnya. Do’a memohon ampunan itu setiap saat dan setiap waktu haruslah diminta dan dipanjatkan karena manusia adalah tempat nya salah dan dosa.
    Adapun selanjutnya elegi berkaitan ibadah yang disukai oleh Allah yang perlu kita tunaikan yaitu membaca Al-Qur’an, terus menerus berdo’a. Selanjutnya, Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan, Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan, Menghidupkan Malam-malam yang Penting, Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya, Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan, serta yang terakhitr yaitu Tidak Boleh Bergunjin.
    Dimana hal yang menarik yaitu membaca Al-Qur’an. Dinama satu-satunya buku yang tidak ada keraguan didalamnya. Saat membacanyapun ada begitu banyak kutamaannya. Mulai dari pahala, penghapusan dosa, hingga menyelamatkan dari siksa.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Subhanallah. Artikel yang sangat menarik. Sesungguhnya banyak sekali amalan-amalan yang dapat kita lakukan yang dapat membawa kita ke surga. Namun ada poin yang saya baca sangat krusial, yakni ada orang yang banyak sekali amalnya namun ia dimasukkan ke dalam neraka. Sungguh orang itu dalam keadaan bangkrut, karena ketidak ikhlasannya dalam beramal dan juga masih adanya unsur riya ingin dipuji ketika ia beramal. Maka kita harus selalu berdoa, Ya Allah jauhkanlah kami darim penyakit-penyakit hati seperta riya, iri, dengki, dan sombong, sungguh kami tidak ingin menjadi orang yang bangkrut di akhirat suatu saat nanti ya Allah. Amin ya robbal Alamin.

    ReplyDelete
  3. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Ada banyak sekali kegiatan-kegiatan di dunia ini yang dapat kita kerjakan sebagai tabungan kita besok di syurga. Apa-apa yang harus kita lakukan di dunia ini agar kita dapat menjadi ahli surga sebenarnya sudah terangkum dalam kitab suci Allah SWT. Perbanyak membaca Al-Quran dan mengamalkan isinya, mengerjakan apa-apa yang dicintai Allah dan meninggalkan apa-apa yang dibenci-Nya. Dan semoga dengan hati yang ikhlas dan penuh taat dalam mengerjakan ibadah-ibadah tersebut insyaallah akan diterima oleh Allah SWT. dan syurga lah yang menjadi balasannya kelak. Aamiin.

    ReplyDelete