Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)




Oleh Marsigit

Cantraka:

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Amin. Hadirin yang dimuliakan Allah, perkenankanlah saya menyampaikan bahwa untuk kali ini saya diberi tugas oleh Sang Bagawat Selatan untuk memandu Acara pada sore hari ini.

Perlu kami sampaikan bahwa Bagawat Selatan menghendaki bahwa Acara Tasyakuran Spiritul Kegita ini diselenggarakan pada bulan Dzulhijah, sehabis salat Ashar, dengan harapan memperoleh waktu yang baik untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kita semua yang telah kita lakukan di waktu yang lampau. Oleh karena itu telah hadir ditengah-tengah kita di samping Bapak Ustad Jalaludin Rakhmat, juga hadir Bapak Kyai Mursidin. Perlu kami sampaikan bahwa sebelum acara inti tausiah dari Ustad Jalaludin Rakhmat, Sang Bagawat Selatan menghendaki didahului dulu dengan doa permohona ampun dosa-dosa. Untuk itu kami mohondengan hormat kepada Bapak Kyai Mursidin kiranya dapat memimpin doa-doa tersebut. Waktu dan tempat dipersilahkan.

Kyai Mursidin:
Ilaa Hadlratin Nabiyyil Musthafaa Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallama wa Shahbihi Ajma’iina syai-un Lillaahi Lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Allhohumma inna nas aluka sala-matan fidinnina. wa’afiatan filja-zatina, waziadatan fil ilmina, wa-barokatan fi rizkina, wa taubatan qoblal mautina, warakhmatan indal mautina, wamaghfirotan ba’dal mautina. Allohuma hawin alaina fi sakarotil maut, wanajata minanar, wal afa indal hisabi. Robbana latusikulubana, ba’dait hadaitana, wahablana miladunka rohmah. Innaka antal wahab. Robbana atina widunya khasa-nah, wafil akhirati khasanah wa-qina adzabanar. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Robbana ha-blana min azwazina, waduriatina, qurota a’yun wajalna lil mutaqina imama. Robbana dholamna anfu-sana, wailam taghfirlana, watar-hamna, lana qunana minal ghosi-rin. Subhana robika robil izati ama yasifun, wasa-lamun alal mursalin walham-dulillah hirobbil ‘alamin. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Wa shallalltu ‘alaa sayyidina Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma’amiltu fii hazihis sanati Mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu. Wa la tardhadu wa lam tansahu wa halimta ‘Alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati Wa dautanii ilaa taubati minhu bad;da Jara atii ‘alaa ma’shiyatika fa innii Astagfiruka fagfir lii. wa maa ‘amiltu Fiiha mimmaa tardhaahu wa waadtani ‘alaihi Tsawaaba fa as-aluka Allahuma ya Karimu Yaa zal jalaali wal ikraam an tataqabbalahu Minni laa taqtha’rojaa-ii minka Yaa Kariim wa shallallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi. Alhamdulillah hirabil alamin.

Cantraka:
Amin..amin..ya robbil alamin. Demikianlah doa permohonan ampun yang dipimpin oleh Bapak Kyai Mursidin. Terimakasih kamu haturkan kepada Bapak Kyai Mursidin. Selanjutnya kita memasuki acara inti yaitu melanjutkan tausiah tentang Proyek Membangun Syurga yang akan disampaikan oleh yang terhormat Bapak Ustad Jalaludin Rakhmat. Waktu dan tempat dipersilahkan.

Jalaludin Rakhmat:
Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Ama ba’du. Bapak Ibu dan para hadirin yang di muliakan Allah, perkenankanlah saya melanjutkan uraian saya perihal Program Menghuni Syurga. Pada dua pertemuan yang lalau saya sudah menguraikan butir-demi butir sampai nomor duapuluh dua. Harapannya pada kesempatan ini saya akan dapat menyelesaikan semuanya. Baiklah. Sebetulnya ada banyak sekali kegiatan-kegiatan di dunia ini yang dapat kita kerjakan sebagai tabungan kita besok di syurga. Sedangkan yang saya sampaikan itu masihlah bisa ditambah-tambah. Apa-apa yang harus kita lakukan di dunia ini agar kita dapat menjadi ahli surga antara lain:

Duapuluhtiga: Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Rasulullah yang mulia bersabda:”Wahai Salman, hendaknya kamu membaca Al-Qur’an karena membacanya menghapuskan dosa, melindungi dari neraka, dan menyelamatkan dari siksa. Bagi orang yang membaca setiap ayat Al-Qur’an, dituliskan pahala seratus syahid. Untuk setiap surat diberi pahala nabi. Rahmat turun kepada orang yang membaca Al-Qur’an. Para malaikat beristigfar baginya, surga merindukannya, dan Allah meridainya”.

Duapuluhempat: Terus-menerus Berdoa
Berdoa adalah mengetuk pintu Tuhan. Barang siapa banyak mengetuk pintu, maka pintu itu akan dibukakan baginya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesunguhnya Allah mencintai pemohon yang terus menerus”. Dari Imam Ja’far Al-Shadiq As:”Demi Allah, bila seorang mukmin terus-menerus berdoa kepada Allah untuk memenuhi keperluannya, Allah akan memenuhinya”.

Duapuluhlima: Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan)
Allah Azza wa Jalla berfirman:”Barang siapa melakukan amal saleh, baik laki-lakimaupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Q.S. Al-Nahl:97. Rasulullah SAW bersabda:”Sedekah mukmin menolakkan dari pelakunya bencana dunia, fitnah kubur, dan azab akhirat”.

Duapuluhenam: Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan
Diriwayatkan dari para Imam As:”Hidupkanlah urusan kamu, Semoga Allah menaburkan rakhmat kepada siapa saja yang menghidupkan urusan kami”

Duapuluhtujuh: Menghidupkan Malam-malam yang Penting
Malam-malam penting adalah malam-malam yang di dalamnya manusia dapat memperoleh pahala yang besar, seperti malam Qadar di bulan Ramadan atau malam Al-Bidh di bulan Syakban.

Duapuluhdelapan: Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya
Imam Mahdi As. bersabda:”Laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia dijatuhkan atas orang-orang yang menahan satu dirham dari harta-harta kami”

Duapuluhsembilan: Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan
Kewajiban-kewajiban itu antara lain salat, puasa, zakat, khumus, haji, jihad, amar makruf nahi munkar, bersahabat dengan kekasih Allah dan berlepas diri dari musuh-musuh Allah. Semuanya itu dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah Azza wa Jalla, bukan karena kepentingan dunia yang fana. Diriwayatkan dalam hadis:”Pada hari kiamat, ada manusia memperoleh amal sebesar bukit tetapi Allah memerintahkan mereka masuk neraka. Maka takjublah para malaikat. Mereka bertanya:”Mengapa begitu?” Manusia itu menjawab:”Dahulu kami beramal bukan karena Allah”.

Tigapuluh: Tidak Boleh Bergunjing
Rasulullah bersabda:”Sucikan pendengaran kamu dari mendengarkan pergunjingan, karena yang berbicara dan yang mendengar bersekutu dalam dosa”. Diriwayatkan dalam banyak hadis bahwa siksa kubur disebabkan oleh Namimah, pergunjingan, dan dusta. Diriwayatkan juga bahwa kalau seorang mukmin mendengar saudaranya yang dipergunjingkan tetapi ia tidak mebelanya, maka ia sudah menghianati Allah dan Rasul-Nya.


Demikian Bapak Ibu dan hadirin semuanya yang dapat saya sampaikan perihal ikhtiar kita menjadi ahli surga. Sebagai penutup sekaligus untuk mengakhiri perjumpaan saya dengan Bapak Ibu dan hadirin semua, marilah kita memohon doa kepada Allah SWT agar kita diampuni segala dosa-dosa yang lalu. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad dan keluarga serta para sahabat-sahabatnya. Ya Allah, perbuatan yang engkau larang aku melakukannya sedang aku telah melakukannya di tahun ini dan tidak bertobat darinya dan Engkau tidak meridai dantidak melupakannya, dan Engkau tangguhkan hukumanku, dan engkau serukan kepadaku agar bertobat darinya setelah aku berani mendurhakai-Mu, maka aku mohon ampun kepada-Mu dan ampunilah dosaku. Dan perbuatan yang kulakukan di tahun ini dan Engkau rida serta Engkau janjikan pahala-Nya bagiku, maka aku mohon kepada-Mu, ya Allah ya Tuhan Yang maha Pemurah, ya Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan agar Engkau menrimanya dariku dan tidak memutuskan harapanku dari-Mu, ya Tuhan Ynag Maha Pemurah. Semoga Alah melimpahkan shalawat dan salam kepada sayyidina Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya. Amin ya robbil alami. Demikian saya mohon maaf atas kekurangannya dan mohon diri. Amin.

Referensi:
Jalaluddin Rakhmat: Meraih Cinta Ilahi-Pencerahan Sufistik, Bandung: Rosda

27 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Barang siapa melakukan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Q.S. Al-Nahl:97
    Dari surat tersebut maka jelas tidak ada alasan untuk tidak berbuat kebaikan.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rasulullah yang mulia bersabda:”Wahai Salman, hendaknya kamu membaca Al-Qur’an karena membacanya menghapuskan dosa, melindungi dari neraka, dan menyelamatkan dari siksa.
    Keutamaan membaca Al Quran, mari kita selalu ingat untuk selalu berdampingan dengan kitab Allah.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu point penting yang saya tangkap dari elegi ini adalah dengan membaca Al-Qur'an, akan mempermudah kita untuk menggapai surgaNya. Namun dengan tidak lupa untuk mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur'an, sehingga tercipta kehidupan yang selalu mendapatkan ridhoNya.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Seperti pada postingan sebelumya terdapat amalan-amalan dalam menggapai syurga dan sekalius sebagai sesi yang terakhir. Yaitu: memperbanyak membaca Al-Qur’an, terus menerus berdoa, berpartisipasidalam melakkan kebaikan, berpartisipasi dalam acara-acara keagamaan, menghidupkan malam-malam yang penting, membayar khumus dan mensucikan harta, menjalankan semua kewajiban dengan penuh perhatian kerajinan dan kecermatan, sertatidak boleh bergunjing.
    Dalam postingan kali ini saya ingin mengulas tentang larangan bergunjing. Bergunjing amat dibenci oleh Allah. Sekalipun hal yang dibicarakan itu adalah kenyataan tetap saja itu adalah perbuatan dosa karena membuka aib orang lain. Apalagi jika yang dikatakan itu salah maka akan menjadi fitnah, sungguh fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Saat ini menggunjing adalah hal yang biasa di masyarakat. Tentunya ini adalah pandangan yang salah dan harus diluruskan. Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa ia sedang menggunjing. Bahkan ketika mereka sadar pun mereka tetap asik melanjutkannya. Hingga di televisi atau media komunikasi elektronik yang lainnya menayangkan acara khusus untuk menggunjing orang lain. Marilah kita menghentikan kebiasaan menggunjing ini agar tidak mendarah daging dan menurun pada anak cucu kita. Semoga kita diampuni dari segala dosa yang kita sengaja maupun tidak disengaja. Aamiin.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Pada awal elegi ini mengandung makna bahwa ada waktu waktu mustajab untuk melantunkan do’a. Waktu-waktu diantaranya saat hujan lebat, saat diantara adzan dan khomat dan lainnya. Do’a memohon ampunan itu setiap saat dan setiap waktu haruslah diminta dan dipanjatkan karena manusia adalah tempat nya salah dan dosa.
    Adapun selanjutnya elegi berkaitan ibadah yang disukai oleh Allah yang perlu kita tunaikan yaitu membaca Al-Qur’an, terus menerus berdo’a. Selanjutnya, Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan, Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan, Menghidupkan Malam-malam yang Penting, Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya, Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan, serta yang terakhitr yaitu Tidak Boleh Bergunjin.
    Dimana hal yang menarik yaitu membaca Al-Qur’an. Dinama satu-satunya buku yang tidak ada keraguan didalamnya. Saat membacanyapun ada begitu banyak kutamaannya. Mulai dari pahala, penghapusan dosa, hingga menyelamatkan dari siksa.

    ReplyDelete
  6. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Subhanallah. Artikel yang sangat menarik. Sesungguhnya banyak sekali amalan-amalan yang dapat kita lakukan yang dapat membawa kita ke surga. Namun ada poin yang saya baca sangat krusial, yakni ada orang yang banyak sekali amalnya namun ia dimasukkan ke dalam neraka. Sungguh orang itu dalam keadaan bangkrut, karena ketidak ikhlasannya dalam beramal dan juga masih adanya unsur riya ingin dipuji ketika ia beramal. Maka kita harus selalu berdoa, Ya Allah jauhkanlah kami darim penyakit-penyakit hati seperta riya, iri, dengki, dan sombong, sungguh kami tidak ingin menjadi orang yang bangkrut di akhirat suatu saat nanti ya Allah. Amin ya robbal Alamin.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Ada banyak sekali kegiatan-kegiatan di dunia ini yang dapat kita kerjakan sebagai tabungan kita besok di syurga. Apa-apa yang harus kita lakukan di dunia ini agar kita dapat menjadi ahli surga sebenarnya sudah terangkum dalam kitab suci Allah SWT. Perbanyak membaca Al-Quran dan mengamalkan isinya, mengerjakan apa-apa yang dicintai Allah dan meninggalkan apa-apa yang dibenci-Nya. Dan semoga dengan hati yang ikhlas dan penuh taat dalam mengerjakan ibadah-ibadah tersebut insyaallah akan diterima oleh Allah SWT. dan syurga lah yang menjadi balasannya kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Sesungguhnya bergunjing merupakan dosa besar. Tetapi seringkali manusia tanpa sadar bergunjing ketika bertemu dengan teman. Berkatalah yang baik atau lebih baik diam. Haruslah kita menjaga diri dan lisan kita untuk kebaikan kita sendiri. Sesungguhnya bergunjing bak memakan bangkai sodara sendiri. Jagalah diri dari bahaya bergunjing.

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah jika pada dua elegi sebelumnya mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mengingat dan melakasanakan dua puluh dua point penting dalam menjalani hidup yaitu Memelihara Waktu Shalat; Menghadiri Salat Berjamaah; Bertasbih dengan Tasbih Azzahra, Terutama setelah Salat; Selalu Membaca Shalawat Kepada Muhammad dan Keluarganya; Selalu Beristighfar dan Memohonkan Ampunan; Selalu Berzikir Kepada Allah Salat-salat Sunat Harian; Menyambungkan Silaturahmi Terutama Dengan Orang Tua; Menyesali Dosa; Bergaul Baik Antara Suami Isteri, Tidak Membongkar Aib Orang Beriman; Duabelas: Selalu Mulai Dengan Salam; Selalu Belajar dan Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui; Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar; Tidak Marah Kecuali Karena Allah; Tidak Menyia-nyiakan Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat; Melakukan Salat Malam; Menjadi Teladan dalam Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan; Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah; Memelihara Pandangan dari Apa yang Diharamkan Allah; Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya; Bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya, maka pada elegi ini ditambah lagi delapan puin penting sehingga total ada 30 poin penting dalam menjalani kehidupan untuk menggapai syurga, kedel;apan poin pentin tersebut adalah: Memperbanyak Membaca Al-Qur’an; Terus-menerus Berdoa; Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan); Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan; Menghidupkan Malam-malam yang Penting; Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya; Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan; Tidak Boleh Bergunjing. Semoga kita termasuk umat yang mampu menjaga kedua puluh dua hal tersebut, dan semoga kita senantiasa berada dalam petunjuk, bimbingan dan hidayah-Nya. Amin

    ReplyDelete
  10. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk menuju ke Syurga-Nya bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak Cobaan dan rintangan yang akan meghadang, dan kita harus siap sedia untuk senantiasa teguh di Jalan-Nya. Kita juga harus senantiasa memohon ampun kepada Tuhan atas segala kesalahan yang kita perbuat.
    Dengan tetap mengupayakan ibadah-ibadah antara lain ; Memperbanyak Membaca Al-Qur’an; Terus-menerus Berdoa; Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan); Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan; Menghidupkan Malam-malam yang Penting; Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya; Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan; Tidak Boleh Bergunjing.
    Semoga kita termasuk Hamba yang senantiasa ditunggu di Syurganya dan Mendapatkan Ridho Allah SWT, Amiin

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu ilmu ini. Sungguh ini menjadi salah satu nikmat Allah, saya dipertemukan dengan tulisan-tulisan ini. Seperti film, berepisode, bersambung, tiada putus. Amalan-amalan menuju syurga sungguh benar-benar begitu banyaknya. Subhanallah, betapa kuasa Allah, betapa Allah Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Peengampun, Maha Segalanya. Dia berikan petunjuk amalan-amalan yang bisa membawa kita menuju syurga-Nya yang abadi. Tinggal kita di sini, tinggal kita bagaimana akan memilih jalan. Kesempatan selalu ada, bahkan kesempatan kedua yang dikatakan kebanyakan orang tak ada, sesungguhnya itu ada hanya saja perlu usaha. Marilah kita pergunakan usia yang dikaruniakan Allah untuk berjalan di jalan yang diridhoinya. Alhamdulilah, betambah lagi pengetahuanku yang inshaallah bila diamalkan akan membawa berkah bagi kita. Maka aku catat, aku ingat, dan inshaallah mari kita jalankan amalan-amalan ini; a) Memperbanyak Membaca Al-Qur’an, b) Terus-menerus Berdoa, c) Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan), d) Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan, e) Menghidupkan Malam-malam yang Penting, f) Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya, g) Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan, h) Tidak Boleh Bergunjing.

    ReplyDelete
  12. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Sangatlah banyak amalan-amalan yang dapat mengantarkan kita untuk masuk surga. Asalkan kita terus-menerus beribadah sesuai ajaran Alquran dan sunah Rosul, maka akan dengan mudah kita menggapai surga. Akan tetapi, dalam kehidupan ini tidak semuanya akan berjalan dengan mulus sesuai keinginan kita. Banyak halangan dan rintangan untuk menggapai surga, diantaranya adalah godaan syaitan. Oleh karena itu, kita perlu banyak-banyak membaca Alquran, banyak-banyak berdoa, dan banyak-banyak berdzikir kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Anisa safitri
    17701251038
    PEP B

    Amalan lain yang dapat dilakukan manusia agar dapt menjadi ahli syurga adalah memperbanyak bacaan Al Quran. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia terdapat banyak manfaatnya. Al Quran yang dibaca bersama artinya semakin dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Allah swt. Dan tidak lupa senantiasa terus berdoa memohonkan keinginan kepada Allah swt agar apa yang diinginkan dapat segera terkabul. Senantiasa berbagi kepada sesama. Membantu orang-orang yang membutuhkan dengan bersedekah dan beramal. Berpartisipasi saat saudara lain terkena musibah (banjir, tanah longsor) dengan harta yang dimiliki maupun bantuan fisik. Menghadiri acara keagamaan dan majelis ilmu. Allah menyukai orang-orang yang berkumpul dalam melakukan kebaikan.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Dalam setiap langkah perjalanan manusia hendanya selalu melakukan perbuatan dengan ikhlas karena Allah SWT. Kebaikan yang dilakukan bukan karena Allah justru akan sia-sia. Sehingga keikhlasan harus selalu diusahakan untuk dicapai. Agar keikhlasan tercapai maka dalam hidup ini hendaknya menghindari adanya kesombongan, karena kesombongan akan menghancurkan semuanya. Selalu melakukan refleksi diri agar dapat mengerti akan kesalahan dan kekurangan yang dilakukan kemudian berusaha menggapai syarat-syarat program masuk syurga.
    Selain itu, hal yang sulit dihindari adalah menggunjing orang. Tidak menggunjing orang juga adalah salah satu syarat program masuk syurga. Sebagai manusia yang terkadang melakukan kekhilafan, untuk menghindari diri dari menggunjing orang hendaknya dengan tidak meluangkan waktu banyak untuk bertemu orang lain apabila tanpa ada kepentingan tertentu. Semoga kita semua dapat terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah dan dapat menjalankan perintah Allah. Aamiin.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sesuai dengan judulnya, elegi ini melanjutkan pesan tentang hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meraih surga dan ridho Allah SWT. Sungguh beruntung jika seseorang bisa melaksanakan semua 30 pesan tersebut. Implikasinya, hati senantiasa akan selalu tenang, merasa dekat dengan Allah SWT, dan terhindar dari terlalu mencintai dunia. Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari dengan selalu mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  16. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Surga merupakan janji Allah SWT yang diperuntukkan bagi orang-orang muslim yang taat kepada-Nya. Untuk menggapainya tentu tidak akan mudah. Meski begitu, terdapat banyak sekali amalan-amalan yang dapat kita lakukan, diantara seperti yang ada di dalam elegi ritual ikhlas 28-30 ini. Amalan-amalan tersebut bukan merupakan amalan yang hanya cukup dilakukan satu kali kemudian selesai, tetapi harus dilakukan secara istiqomah dan ikhlas. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menggapai surga Allah SWT. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Alhamdulillah pada tasyakuran ketiga ini doanya lebih khidmat dan lebih mendalam lagi dengan dipimpin oleh seorang kiyai. Saya mencoba berpendapat mengenai proyeksi syurga pada poin ke duapuluh sembilan yaitu “menjalankan semua kewajiban dengan penuh perhatian, kerajinan, dan kecermatan”. Saya rasa ini kunci penting untuk menjalankan semua proyeksi selain dari ikhlas. Dengan menjalankan semuanya secara rutin, rajin, dan disiplin, insya Allah semuanya bisa dijalankan dengan mudah dan istiqomah. Tetapi entah kenapa ada kesedihan yang mendlam begitu mengetahui bahwa tasyakuan ini adalah tasyakuran yang terakhir, semoga Allah memberikan kesempatan yang berikutnya untuk dapat berkumpul dalam acara yang insya Allah diRidhoi oleh Nya.

    ReplyDelete
  18. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Qur’an surah Al-baqoroh ayat 2” Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”.Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi umat manusia.Elegi di atas, menganjurkan kita untuk membaca Al-quran dan mengamalkannya.Al-qur'an adalah kitab suci yang terjaga keasliannya dan tak ada yang dapat merubahnya.

    Jangan berhenti untuk melakukan amal kebaikan sekecil apapun itu.Amal yang kecil jika dilakukan secara terus menerus akan menjadi banyak dan itu lebih baik.Karena yang Allah lihat bukan seberapa besar amalan kita tapi seberapa ikhlas diri kita dalam melakukan amalan tersebut.

    ReplyDelete
  19. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Dari nasihat-nasihat yang tercantum di ketiga elegi tasyakuran, saya mengambil kesimpulan bahwa untuk mendapatkan surga Allah, kita harus memperbanyak amalan-amalan selama kita hidup di dunia. Tidak hanya melakukan amalan, kita juga harus menghindari sebisa mungkin perbuatan-perbuatan yang hanya mendatangkan dosa bagi kita, seperti menggunjing orang lain. Betapa buruknya perilaku ini sampai Rasulullah SAW menyamakan orang yang suka menggunjing dengan orang yang memakan daging saudara sendiri.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ritual ikhlas ini menunjukkan dengan mengunakan hati yang ikhlas dalam segala kegiatan, maka kita akan mendapat keuntungan yang besar. Sebaliknya apabila kita tidak menggunakan hati yang ikhlas, maka akan ada akibat yang ditimbulkan. Oleh karena itu sebaiknya kita menggunakan hati yang ikhlas dalam menjalani kehidupan, selalu berbuat positif, menghindari hal yang negatif, dan dapat mengambil hikmah dari setiap elegi-elegi yang kita baca, sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  21. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Keikhlasan merupakan pondasi dari setiap laku manusia. Sebesar apapun amal yang telah dilakukan jika pondasinya tidak kuat maka akan roboh juga amal tersebut. Sesungguhnya Tuhan mampu melihat apa yang tak dilihat oleh manusia pada umumnya. Segala laku penuh kepura-puraan, kepalsuan, dan kelicikan mungkin dapat dikemas sebagai tipu daya manusia lainnya. Namun, di mata Tuhan segala sifat-sifat buruk tersebut sangat jelas dilihat dan harus dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  22. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Salah satu amalan dalam proyek surga ketiga ini adalah membaca Al Quran. Al Quran adalah pedoman hidup bagi umat islam. Ia adalah surat cinta dari Allah yang diturunkan melalui Rasulullah. Melalui bacaan Al Quran ini pula seorang sahabat yang agung masuk islam, yaitu Umar bin Khattab. Maka tak heran jika dikatakan bahwa Al Quran merupakan mukjizat terbesar bagi kaum muslim. Membacanya membawa ketentraman dalam hati. Namun kewajiban kita tidak sekedar membacanya, namun juga mengamalkan pelajaran-pelajaran yang terkandung didalamnya.

    ReplyDelete
  23. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    "Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan)". Bentuk amal sholeh yang sepatutnya memang harus dilakukan oleh setiap orang. Tetapi disinilah trkadang masih banyak orang yang melakukan amal sholeh bukan untuk diniat kan karena Allah tetapi masih ada unsur riya' didalamnya. Menurut saya suatu amalan yang mudah dikerjakan, tetapi suatu amalan yang susah didapatkan dari hati yang bersih dihadapan Allah. Terimaksih pak, elegi proyek syurga dari satu,dua dan tiga pastinya membuat setiap orang yang membaca akan perlahan-lahan membangun proyek syurganya sendiri-sendiri. Aamiin.

    ReplyDelete
  24. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Sungguh tidak mudahlah jalan yang harus ditempuh untuk menggapai ikhlas ini, berliku-liku dan terjal. Namun saya percaya, demikianlah seharusnya. Allah ingin mengenal kita, juga seberapa jauh kita bertahan melakukannya. Semoga tak lelah kita untuk terus berupaya menggapai ritual ikhlas ini.

    ReplyDelete
  25. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Amal yang setinggi gunung apabila dilaksanakan tidak semat-mata karena Allah SWT adalah sia-sia. Inilah mengapa niat termasuk pada setiap rukun beribadah dalam Islam. Posisi niat adalah langkah awal munculnya kerendahan diri di hadapan Allah. Saat kita berniat ingin melakukan ibadah karena ingin menghaap Ridha Allah, maka Allah menyambut dengan senang dan menempatkan kita pada jarak yang sangat dekat dengannya. Namun apabila niat di dalam hati kita tidak semata-mata karena Allah SWT, maka kita hanya akan menumpuk dosa. Perkara hati memang lebih rumit dari apa yang kita duga, karena jauh di dasar hati hanya Allah yang tahu bagaimana niat kita.

    ReplyDelete
  26. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Ikut terhenyuh dalam doa-doa yang dihaturkan. Sebaik-baik amal kebaikan adalah saat Allah bersemayam di dalamnya. Inilah pentingnya niat lillaahi ta'aalaa. Bentuk kenikmatan yang dirasakan oleh manusia juga berbeda-beda. Saya semakin menyadari begitu pentingnya mengisi pikiran dengan dimensi spiritual. Setinggi-tinggi penggapaian manusia pada dimensi kehidupan terletak pada dimensi spiritualnya. Saya juga meyakini bahwa Allah tidak pernah luput melihat gerak-gerik hamba-Nya.

    ReplyDelete
  27. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof, atas kelanjutan elegi dari dua elegi sebelumnya. Melalui elegi ini saya kembali belajar mengenai amalan-amalan yang dapat kita lakukan di dunia dalam rangka menuju syurganya Allah SWT. Dan dapat dimpulkan berdasarkan dua elegi sebelumnya hingga elegi ini, sangat banyak penjelasan dari ikhtiar yang kiranya harus kita laksanakan dengan ikhlas semata-mata karena Alllah SWT sebagai tabungan kita di akhirat nanti. Untuk itu, perbanyaklah ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa. Semoga kita semua dapat berkumpul di syurga nanti, aamiin...

    ReplyDelete