Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 31: Menggapai Kedamaian



Oleh: Marsigit

Kemenangan yang datang:

Terang teranglah sudah. Puas puaslah sudah. Akhirnyanya kesampaian juga harapanku. Inilah yang selamanya aku cari. Telah aku korbankan segalanya untuk menemukan kedamaian. Damai damailah sudah. Kini saatnyalah aku perlu bereuporia dalam kedamaianku. Dalam damaiku ini aku akan lebih banyak berafirmatif daripada berinterogated. Karena selama berafirmatif itulah aku terbebas dari keraguanku. Aku terbebas dari pertanyaanku. Inilah kepastian yang selama ini aku cari. Maka dalam kedamaianku maka pasti dan pastilah aku. Tiada keraguan lagi bagiku. Maka selesailah perjuanganku. Selesai dan selesai. Maka menanglah diriku. Menang dan menang. Maka merdekalah aku dalam kedamaian dan merdekalah aku dalam kemenangan

Memperdalam makna kemenangan:
Yah kemenangan itu begitu indahnya bagiku. Aku akan selalu menyanyikan kemenanganku itu dalam lagu dan syair kalimat afirmatif. Karena dengan kalimat afirmatif maka aku bisa selalu dalam kemenangan dan kepastian. Maka kujaga dan kupegang erat-eratlah kalimat afirmatif. Dan saya tidak mau lagi direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan lagi. Inilah ilmuku. Inilah kepastianku. Inilah kemenanganku. Dalam kemenangan ini aku merasa seperti dalam ruangan yang serba indah dan serba ada. Tiadalah kekurangan dalam diriku. Maka hanyalah tinggallah satu yang perlu aku gapai, yaitu ketika aku harus mengahadap kepada sang Kholik. Tetapi kapan ya itu?

Begitu mendengan kalimat terakhir sebagai pertanyaan, maka muncullah orang tua berambut putih:
Salam, wahai hamba Tuhan. Terimakasih engkau telah memanggilku kembali. Apa khabar? Baik-baik saja bukan? Aku telah lama tidak berjumpa denganmu. Kemana sajakah engkau? Kelihatannya wajahmu berbinar-binar. Sepertinya hatimu juga bergembira. Kelihatannya engkau baru saja meraih sesuatu atau mencapai suatu hasil yang besar bahkan mungkin sangat besar.

Hamba menggapai kedamaian:

Salam, kembali wahai orang tua berambut putih. Benar apa yang engkau katakan. Ketahuilah bahwa aku sedang menikmati kemenanganku sendiri, maka janganlah kau usik diriku dengan titah-titahmu lagi. Semuanya yang engkau katakan, semuanya yang engkau pikirkan bahkan semuanya yang akan engkau ucapkan, terkira-kira aku telah mengetahuinya. Aku telah mengetahui prinsip dan pokoknya. Aku telah mengetahui arah dan tujuannya. Jadi biarlah aku menikmati kepastian dan kemenanganku ini sendirian tanpa engkau usik kembali. Maka sebenar-benar aku sekarang adalah aku yang tidak lagi memerlukanmu. Inilah yang selama ini aku perjuangkan. Inilah yang selama ini berusaha raih dengan segenap pengorbananku. Maka sekali lagi, aku dapat katakan bahwa diriku sekarang adalah sebenar-benar diriku yang tidak memerlukan dirimu lagi. Bahkan ketika engkau mengaku sebagai pertanyaanku dan ketika engka mengaku sebagai ilmuku sekalipun, maka sebenar-benar bahwa aku tidak lagi memerlukan dirimu lagi. Kenapa engkau hanya diam seribu bahasa. Bukankah engkau tadi juga sempat pergi, tetapi mengapa sekarang engkau menghampiriku lagi, wahai orang tua?

Orang tua berambut putih:
Wahai hamba menggapai damai, biarkan aku terdiam sejenak. Aku memerlukan waktu sejenak untuk meneteskan air mataku. Maka tidak pula hanyalah engkau yang menginginkan diam dan tenang. Akupun demikian. Maka sebenar-benar diriki sekarang adalah diriku yang tidak ingin engkau usik. Yaitu ketika aku diam. tetapi ketahuilah bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa diamku tidak lah sama dengan diammu. Jikalau diammu engkau rasakan sebagai euporia kemenangan. Maka diamku adalah euporia kesedihan. Aku terdiam karena tidak bisa melantunkan kata-kataku. Aku terdiam karena memberi kesempatan kepada diriku untuk menangis. Tetapi mengapa ketika ketika aku terdiam dan menangis, engkau pergi dari hadapanku?

Hamba menggapai kedamaian menhampiri orang tua berambut putih:

Wahai orang tua berambut putih. Aku baru mengalami kejadian yang luar biasa yang menimpa diriku. Ketika engkau bertanya kenapa aku pergi, maka datanglah energi yang luar biasa dasyatnya sehingga melemparkan diriku ke tampat yang jauh. Ternyata tempat yang sangat jauh itu tidak lain tidak bukan adalah tempat di depanmu ini. Itulah mengapa serta merta aku menghampirimu, ketika engkau membuat pertanyaan. Tetapi aku tidak mengetahui dari manakah energi sebesar itu?

Orang tua berambut putih terperanjat mendengar penuturan hamba menggapai damai:

Oh hamba menggapai damai. Bukankah keadaanmu sekarang adalah bertentangan dengan apa yang engkau katakan dan engkau cita-citakan. Bukankah engkau merasa telah menemukan kedamaianmu? Engkau telah menemukan kepastianmu. Maka engkau ingin hidup menyendiri. Dan engkau tidak lagi memerlukan pertanyaan-pertanyaan. Bahkan dengan sombongnya engkau tidak lagi menginginkan ilmu. Tetapi kenapa engkau masih melantunkan pertanyaan-pertanyaanmu? Bukankah engkau masih ingat bahwa pertanyaanmu itu adalah ilmumu. Ilmumu tidak lain-tidak bukan adalah diriku. Mengapa di satu sisi engkau menampikku sekaligus merindukanku? Bukanlah itu kontradiksi dalam pikiranmu?

Hamba menggapai damai:

Wahai orang tua berambut putih. Kenapa pertanyaanmu yang terakhir juga telah menyebabkan aku terlempar di depanmu? Perkenankanlah aku juga menginginka diam sejenak untuk sekedar meneteskan air mataku. Yang sekarang ini diamku agak berbeda dengan waktu yang lalu. Aku sedih karena aku juga melihat bahwa dalam dirimu terdapat kontradiksi. Bukankah engkau pernah mengatakan bahwa kontradiksi adalah sebenar-benar ilmu dalam pikiranku. Kenapa engkau menyesali kontradiksi itu?

Orang tua berambut putih:
Wahai hamba menggapai damai. Ingin aku katakan bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa aku baru saja mengalami peristiwa seperti apa yang engkau alami. Begitu engkau melantunkan pertanyaanmu, maka datanglah energi yang besar sehingga melemparku ke hadapanmu.

Hamba menggapai batas dan orang tua berambut putih terhentak oleh kesadarannya sendiri, dan bersama-sama melantunkan kata-kata:
Jikalau engkau adalah ilmuku, maka aku ternyata adalah juga ilmumu. Maka aku telah menemukan bahwa sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa aku dan engkau tidak dalam keadaan diam. Aku menjumpai bahwa aku dan engkau saling datang dan pergi. Aku dan engkau saling bertanya dan menjawab. Aku dan engkau saling memerlukan dan berjuang. Aku dan engkau belum berhenti. Aku dan engkau belum memperoleh kepastian. Aku dan engkau masih diliputi keraguan. Maka belumlah selesai perjuangan hidupku ini. Maka belumlah ada sebenar-benar kemenangan itu. Tetapi mengapa kita terburu-buru merayakannya?

Hamba yang lain datang menghapiri:
Wahai hamba menggapai batas. Bolehlah engkau menyebut diriku sebagai hamba ataupun sebagai orang tua berambut putih. Itu sama saja buatku. Tetapi aku juga terpaksa datang oleh karena pertanyaanmu yang terakhir. Aku ingin menyampaikan bahwa sebenar-benar menggapai ilmu tiadalah ada akhir batasnya. Maka “keadaan jelas” bagimu adalah sebenar-benar ancaman bagimu. Barang siapa telah merasa jelas akan sesuatu maka seketika “ruang gelap” telah menantimu. Mengapa? Karena bisa saja jelasmu itu adalah jelasnya sekedar ruanganmu, bukankah engkau juga menginginkan jelas pula untuk ruangan di sebelahmu. Bagaimana mungkin engkau memperoleh jelas akan ruang di sebelahmu jikalau engkau terperosok dalam-dalam pada suatu ruang saja. Bukankah “diam” mu itu menunjukkan bahwa engkau sedang menikmati “keterperosokkanmu” di dalam “ruang gelapmu”. Itulah sebenar-benar bahaya di muka bumi ini, yaitu jika seseorang telah merasa jelas akan sesuatu, sehingga yang demikian telah menghilangkan ikhtiarnya untuk memperoleh pengetahuan selanjutnya. Bukankah itu adalah kesombongan luar biasa bagi seseorang yang telah merasa bisa sehingga merasa toidak perlu lagi mencari pengetahuan yang lainnya. Maka sebenar-benar bahaya adalah ruang-ruang gelap yang setiap saat siap menerkammu sehingga engkau puas dalam kedamaian kepastianmu. Ketahuilah bahwa tiadalah sesuatu yang pasti di dunia ini. Kepastian itu hanyalah milik Allah SWT. Maka jikalau seseorang telah menolak ilmu-ilmunya, maka sulitlah bahwa dia masih dapat dikatakan sebagai sebenar-benar hidup di dunia ini. Ingatlah bahwa sebenar-benar hidup adalah ilmu. Bahkan ketika matipun kita masih memerlukan ilmu. Bukankah kita memerlukan ilmu bagaimana kita bisa meninggalkan dunia ini dengan khusnul khotimah. Amien Ya robbal alamin.

55 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Ikhlas hati dan ikhlas pikiran adalah suatu kemenangan diatas segalanya. Saya ingat dengan pepatah mengatakan “Padi semakin berisi semakin merunduk” maka siapa saja yang berbuat kesombongan karena merasa memiliki ilmu maka tunggulah malapetaka kehancuran akan datang menghampiri. Untuk menggapai kedamaian, maka kuncinya adalah ikhlas dalam menjalankan roda kehidupan dalam hal segalanya dalam ruang dan waktunya. Untuk mencapai titik spiritualitas yang tinggi dibutuhkan hati yang ikhlas dan pikiran yang ikhlas. Itulah sebenar-benarnya menggapai kedamaian.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Kedamaian itu begitu indah. Setiap orang pasti menginginkan suatu kedamaian, entah dalam hati ataupun pikiran. Dalam hidup, seseorang juga pasti mengininkan hidup yang damai, rukun, tentram, nyaman dan lain sebagainya. Melalui belajar kita dapat memperoleh ilmu yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Menggapai ilmu tiada batas akhirannya. Menuntut ilmu dimulai sejak kita lahir hingga mati. Selain itu menuntut ilmu juga tidak terbatas oleh ruang dan waktu, kapanpun dan dimanapun. Jadi jangan lah cepat puas dengan ilmu yang kita miliki. Akan tetapi kita tidak boleh sombong dengan ilmu yang kita miliki karena kesombongan akan membakar apa yang telah kita dapat dan akan menghalangi ilmu baru yang akan kita terima.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kedamaian merupakan perasaan dalam diri seseorang yang semuanya bersumber dari ketenangan hati. Namun Setiap orang di dunia ini mempunyai standar atau indikator-indikator tersendiri dalam mencapai yang namanya kedamaian. Kemudian kedamaian itu kita harus mencarinya dan tentunya dengan pengetahuan. Yah, dengan menuntut ilmu. Karena dengan ilmu seseorang akan merasakan kedamaian. Sebab ilmu adalah konsumsi hati, dan orang yang paling berilmu adalah mereka yang dekat dengan Allah dan selalu ingat akan kematian (zikir).

    ReplyDelete
  4. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. setiap orang tentu mendambakan kedamaian, dengan kedamaian hati merasa tentram dan bahagia. Dari hasil membaca elegi yang Prof. Marsigit tulisakan, saya merfleksi bahwa terkadang manusia terlalu berlebihan dalam merasa senang dan damai. Manusia lupa untuk terus belajar dan bertanya karena merasa sudah cukup bahagia. Padahal dalam hidup hendaknya selalu bertanya dan belajar.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum.

    Pada zaman ini, kata kedamaian mengalami anomali arti. Sehingga, beda orang beda arti. Kedamaian bagi powernow adalah ketika dirinya dapat mengatur dan menundukkan seluruh dunia. Lihatlah powernow saat ini, dia masuk ikut campur ke negeri-negeri lain. Katanya adalah untuk mendamaikan, memerdekakan. Tapi yang tampak di negeri yang dimasuki oleh armada powernow hanyalah pembunuhan anak-anak, wanita, dan orang-orang renta. Sedangkan bagi negara yang dimasuki powernow, kedamaian adalah ketika powernow belum ada. Bagi negara-negara penonton, kedamaian adalah ketika mereka tidak ikut campur.

    Ahmad Bahauddin
    16709251058
    Pendidikan Pascasarjana UNY S2 Angkatan 2016 Kelas C

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Kedamaian bukan berarti kita harus berada di tempat tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski kita berada ditengah-tengah keributan luar biasa. Tidak ada yang bisa membantu kita mencapai kedamaian hati kecuali kita mengubahnya sendiri, karena kedamaian hati adalah kedamaian sejati.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Jika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita tidak boleh menyombongkannya kepada orang lain. Jika kita merasa sudah di langit, masih ada langit yan lebih tinggi lagi dari yang kita raih. Itu merupakan sesuatu yang bisa mengingatkan kita untuk selalu rendah hati, jika masih ada yang lebih dari apa yang telah diraih oleh kita. namun jangan lupa bersyukur, karena masih banyak pula yang tidak seberuntung kita. Belajar memang tak terbatas oleh waktu, ilmu yang kita dapat selalu bertambah seiring berjalannya waku, dan kita harus selalu berusaha dan berkembang dalam meraih ilmu.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Kedamaian identik dengan ketenangan, kesejukan, kebahagiaan, ketentraman. Sungguh nikmat jika kita telah mencapai kedamaian. Kita dapat mencapai kedamaian dengan ilmu yang bermanfaat. Namun jangan cepat puas dengan ilmu yag kita dapat, kita harus terus mencari ilmu untuk terus merasakan kedamaian tersebut.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Ketrentraman jiwa itu akan membawa kepada kenikmatan pada segala karunia-Nya baik berupa nikmat maupun sebagainnya semuanya itu datang dari dalam diri anda sendiri.

    ReplyDelete
  10. Setiap orang menginginkan kedamaian. Kedamaian dalam hati, dalam pikiran, dalam kehidupan. Tetapi manusia harus menyadari bahwa keadaan damai itu hanya mengikuti persepsi dari individu itu sendiri. Kedamaian terjadi dalam saat-saat tertentu setelah itu harus kembali menghadapi hidup untuk mmeperoleh kedamaian berikutnya. Seperti kemenangan dari suatu pertandingan hanya terjadi beberapa saat setelah itu harus kembali kepada usaha untuk mendapat kemenangan yang lain. Seperti memperoleh kejelasan maka tidak langsung puas dengan kejelasan tersebut tetapi mencari kejelasan untuk ruang dan waktu yang lain. Keadaan diam untuk kedamaian, kemenangan, dan kejelasan merupakan kesombongan karena tidak bergerak untuk mencari kedamaian, kemenangan, dan kejelasan yang berikutnya.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hidup damai adalah harapan semua orang. Untuk menggapai damai, adalah dengan memilik iman dan ilmu. Jangan sampai kita cepat puas dengan iman ilmu yang kita miliki. Karena iman dan ilmu itu tidak terbatas adanya. Menuntut ilmu itu tidaklah cukup sebatas tamat smp, sma, s1, s2, s3, namun menuntut ilmu itu diwajibkan kepada semua orang sampai detik nafas terakhir. Berusaha dan berusaha yang harus dilakukan dalam menggapai ilmu. Dan sebenar-benarnya kedamaian adalah bagaimana kita menuntut ilmu sampai meninggalkan dunia yang fana ini dan ilmu yang sebenar benarnya harus kita pelajari sampai akhir hayat adalah Alquran.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Setiap orang pasti ingin hidup aman dan nyaman dan berhubungan baik dengan orang lain. Tidak ada satu pun yang secara sengaja menginginkan permusuhan. Karena pada hakikatnya, jauh di dalam lubuk hati manusia, setiap insan ini pasti menginginkan kedamaian. Sepert halnya dengan mendengarkan ucapan yang dianjurkan untuk disampaikan pada setiap pertemuan. “Assalamu ‘Alaikum” (Damai untuk Anda), seseorang dapat menghayati bahwa kedamaian yang didambakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kedamaian adalah keinginan semua orang. Agar dapat menggapai damai, kita harus memiliki iman, taqwa, dan ilmu. Jangan cepat puas dengan ilmu yang kita punya. Selalu ingin memperbaharui ilmu yang kita punya dengan ilmu baru yang sesuai dengan ruang dan waktu saat itu. Menuntut ilmu adalah sepanjang hayat. Tak lupa berusaha dan berdoa agar kita bisa mendapat ilmu dan diridhoi oleh-Nya. Sebenar-benarnya ilmu adalah bagaimana kita menuntut ilmu sepanjang hayat.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Selalu berpedoman dengan al-qur’an dan hadits Hidup damai adalah harapan semua orang. Untuk menggapai damai, adalah dengan memilik iman dani ilmu. Jangan sampai kita cepat puas dengan iman ilmu yang kita miliki. Karena iman dan ilmu itu tidak terbatas adanya. Menuntut ilmu itu tidaklah cukup sebatas tamat smp, sma, s1, s2, s3, namun menuntut ilmu itu diwajibkan kepada semua orang sampai detik nafas terakhir. Berusaha dan berusa yang harus dilakukan dalam menggapai ilmu. Dan sebenar-benarnya kedamaian adalah bagaimana kita menuntut ilmu sampai meninggalkan dunia yang fana ini dan ilmu yang sebenar benarnya harus kita pelajari sampai akhir hayat adalah Alquran

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kedamaian adalah keingin semua orang. Damai hati, damai pikiran, dan damai antar sesama. Kedamaian tidaklah dapat tercipta dengan sendirinya, namun dapat diciptakan dengan ketenangan dan hati yang bersih. Dengan kedamaian kita dapat menghindarkan diri dari segala sifat – sifat, seperti kesombongan hati. Oleh karena itu diperlukan kedamaian dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  16. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kedamaian pasti diinginkan setiap manusia, namun tingkat kedamaian setiap orang itu berbeda-beda. Oleh karena itu, kedamaian itu sifatnya sangat relatif. Salah satu hal yang membawa kedamaian adalah ilmu. Hal ini karena ilmu mampu memfasilitasi manusia untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, membedakan yang benar dan salah, menjalani hidup di dunia ini, berpikir kritis, dsb. Sebagai manusia, kita harus senantiasa menuntut ilmu. Karena Allah SWT mencintai orang-orang yang berilmu dan beriman. Menuntut ilmu itu tidak ada batasannya, sesuai dengan pepatah yang mengatakan “Carilah ilmu sampai ke negeri China”. Usia, jarak, lingkungan, ataupun batasan lainnya bukanlah kendala bagi kita untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Dan tidak hanya sekedar menuntut ilmu untuk dirinya sendiri, tapi jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu yang dimiliki. Janganlah cepat puas atas ilmu yang dimiliki dan janganlah sombong atas apa yang telah dimiliki termasuk ilmu. Tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya disertai dengan selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Tuntutlah ilmu dengan tujuan untuk beribadah dan menggapai ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kedamaian berarti kehidupan yang aman tenteram. Tentunya tingkat kedamaian setiap orang itu berbeda-beda. Misalnya saja seorang tunawisma akan merasa damai ketika dia mendapatkan tempat yang layak untuk dia tidur. Berbeda dengan seorang pedagang, mungkin saja kedamaian baginya yaitu ketika dagangannya ramai atau laris. Namun, sebenarnya kedamaian yang hakiki adalah kedamaian yang berasal dari dalam ahti dan keikhlasan untuk menggapai ridho-Nya. Namun, dalam pencapaian kedamaian, kita hendaknya menjauhkan diri dari sikap sombong atas pencapaian yang kita peroleh. Selalu ingat untuk bersyukur dan berdo'a mengharapkan ridho dan barokah atas kedamaian yang kita peroleh.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sebenar – benar hidup adalah ilmu, maka saya dapat menyimpulkan bahwa selama masih diberi kesempatan untuk hidup harus mencari ilmu sebanyak – banyaknya dan memanfaatkan ilmu itu untuk kebaikan diri sendiri dan tentunya orang lain juga. Ilmu yang dipelajari bukan hanya ilmu tentang dunia tetapi juga ilmu yang membawa kebahagiaan di akhirat nanti yaitu ilmu yang telah Tuhan ajarkan kepada kita. Ilmu yang diajarkan oleh Tuhan akan menuntun kita untuk semakin mendekatkan diri dengan-Nya dan semakin dapat mensyukuri segala hal yang telah Tuhan berikan. Maka sebagai manusia hendaknya jangan lupa untuk selalu bersyukur disetiap hal yang sudah diterima dalam hidupnya dan menjauhi sikap sombong.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Damai bisa dirasakan oleh semua orang ketika telah terjadinya kemenangan. Setiap orang menginginkan kedamaian. Setiap akan berusaha untuk mencapai keadaan yang damai. Damai itu indah, tidak ada keributan, tidak ada yang perlu dicemaskan ketika ada kedamaian. Peperangan merupakan salah satu contoh keadaan yang tidak damai. Maka kita bayangkan ketika ada peperangan maka kita bagaikan antara hdup dan mati. Karena terancamlah keselamatan kita.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Damai yang berarti tenang, nyaman, tentram, dan tanpa gangguan. Menggapai kedamaian tidaklah mudah, apalagi kedamaian hati. Cara menggapai kedamaian hati yaitu dengan jalan mendekatkan diri kepada Alloh dengan dzikir serta memohon ampun atas segala dosa yang dilandasi dengan ikhlas hati dan ikhlas pikiran.

    ReplyDelete
  21. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Damai itu indah. Kita mencari hidup bahagia. Salah satunya adalah dengan damai. Dengan demikian, agar jiwa tetap dalam keadaan damai perlulah kita untuk mencari dan berusaha hidup dalam keadamaian. Salah satu yakni mengurangi segala kesahalan yang pernah ada dengan memohon ampunan pada Alloh dan saudara-saudara bila ada salahnya.

    ReplyDelete
  22. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada kutipan:
    itulah sebenar-benar bahaya di muka bumi ini, yaitu jika seseorang telah merasa jelas akan sesuatu, sehingga yang demikian telah menghilangkan ikhtiarnya untuk memperoleh pengetahuan selanjutnya. bukankah itu adalah kesombongan luar biasa bagi seseorang yang telah merasa bisa sehingga merasa tidak perlu lagi mencari pengetahuan yang lainya. berarti kita tidak boleh merasa cukup dan puas dengan ilmu yang telah kita miliki. sangat bahaya ketika kita berikhtiar mencari ilmu karena itu termasuk kesombongan yang luar biasa.

    ReplyDelete
  23. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebenar-benarnya hidup tidak pernah terhenti atas pencarian ilmu, manusia harus senantiasa mencari ilmu dan mencari ilmu tidaklah dalam keadaan diam. Begitu pentingnya ilmu sebab untuk menjemput akhir hayat masih dibutuhkan ilmu, ilmu terkait spiritual agar manusia bisa meninggalkan dunia yang fana dalam keadaan yang berada pada lindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pada awal elegi ini, Kedamaian yang dimaksudkan adalah kepuasan akan sesuatu dan tidak membutuhkan sesuatu yang lain. Jikalau kita berhenti karena kepuasan maka sebenar-benar hal tersebut bukanlah kepuasan melainkan kesombongan merasa mengetahui segala nya. Kodrat seorang manusia bahwa manusia itu tidak akan pernah puas di dalam hidupnya. Oleh karena itu, teruslah mencari, jangan pernah merasa puas untuk hal kebaikan termasuk ilmu.

    ReplyDelete
  25. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Ketika kita merasa puas atau menang terhadap sesuatu, sesungguhnya kita telah terjerumus ke dalam kegelapan dan kesombongan. Kesombongan karena kita tidak mau lagi berusaha/berikhtiar padahal apa yang kita punyai belum ada apa-apa. Sesungguhnya ketika manusia sudah merasa ilmunya telah banyak, berarti dia telah berada dalam kesombongan. Janganlah menjadi orang yang sombong karena merasa berilmu, ilmu tiada batasnya, dan tuntutlah ilmu setinggi langit. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara makhluk lain, manusia haruslah mencari ilmu sebagai tuntunannya dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Belajar itu sepanjang hayat. Ilmu itu tak terbatas dan tak pernah habis untuk dipelajari, oleh karena itu manusia harus menuntut ilmu seumur hidupnya tanpa berhenti, sejak lahir hingga mati.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi menggapai kedamaian di atas mengingatkan kita untuk selalu mencintai dan rindu akan ilmu. Suatu proses menuntut ilmu tak mengenal batas usia, baik sejak dalam kandungan hingga kembali kepada-Nya. Proses menuntut ilmu ini hendaknya kita awali dengan rasa ikhlas dan senang terlebih dahulu. Sebab dari rasa senang maka akan timbul rasa ingin selalu bertemu dan berusaha mengenal lebih jauh tentang ilmu tersebut. Kita dapat menstimulus diri kita dengan mengibratkan proses mencari ilmu seperti proses memakan cokelat. Semakin banyak makan cokelat maka akan semakin terasa manis, timbul rasa semangat, dan ingin mencobanya kembali.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam hadits Rasullulah SAW berbunyi :”Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim, waktunya adalah dari buaian ibu (bayi), sampai masuk liang kubur”. Hadits dari Rasul SAW tersebut menjelaskan bahwa dalam menuntut ilmu hukumnya adalah wajib. Jadi, jika diabaikan, disepelekan, atau tidak dilaksanakan kita akan mendapat dosa. Oleh karena itu, kita sebagai seorang Muslim segeralah (jangan menunda-nunda) untuk selalu menuntut ilmu, selagi kita masih diberi kesempatan oleh Allah swt. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Semoga dengan menuntut ilmu, kita akan memperoleh petunjuk dan kebenaran dalam Islam. Amiin.

    ReplyDelete
  28. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kedamaian ada pada diri sendiri. Kedamaian adalah apa yang kita rasakan. Kedamaian hanyalah akan didapat oleh mereka yang ikhlas berjalan untuk mencari ridhoNya. Tidak akan ada damai dihati orang yang sombong dan angkuh atas apa yang dimiliki, karena dia akan merasa takut jika kehilangan dari apa yang mereka sombongkan.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Orang yang cepat merasakan kepuasan dalam dirinya atas semua yang telah ia lakukan sbenar-benarnya kurang baik. Karena seseorang yang merasa puas berarti ia sudah tidak akan berusaha lagi untuk mencapai sesuatu yang lebih dan ia hanya akan terdiam atas yang ia peroleh. Orang yang dmeikian sulit untuk menerima masukan atau saran dari orang lain dan cenderung memikirkan dirinya sendiri. Ingatlah selalu di atas langit masih ada langit, pepatah ini selalu membawa seseorang agar tidak cepat puas atas usaha yang telah ia lakukan. Dan bersyukurlah sesering mungkin.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hidup akan terus berjalan. Dalam kehidupan yang berjalan ini, menggapai ilmu tentu tidak ada batasnya. Belum tentu ilmu yang diperoleh hari ini adalah ilmu yang baik esok hari. Selalu ada tambahan biarpun sedikit dalam apa yang sudah kita miliki. Dengan demikian, sikap puas diri dan sombong itu seharusnya hilang dari kehidupan kita atau diusahakan untuk dihindari. Dengan demikian, kita akan selalu terbuka akan perubahan, dan ilmu yang kita punya bukan mitos, melainkan logos.

    ReplyDelete
  31. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan tentunya kita mendambakan adanya kedamaian hati. Sampai-ssamapi ada orang yang pergi bersemedi dan bertapa untuk memperleh kedamaian hati. Saat hati merasa tentram, jiwa terasa damai dan penuh rasa bahagia. Namun, terkadang ada orang yang mencari kedamaian dengan cara yang salah seperti menghambur-hamburkan uang, pergi ke tempat-tempat wisata, atau malah mengkonsumsi minum-minuman keras. Pandangan yang salah menghasilkan perbuatan yang salah, karena itu berhati-hatilah dalam mencari kedamaian, jangan mencari di tempat yang salah.

    ReplyDelete
  32. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Kedamaian adalah idaman semua manusia di muka bumi, bahkan kita menginginkan kedamaian untuk kehidupan setelah kematian. Kita akan menemukan kedamaian jika kita mampu menjadi pembawa damai bagi sesama dan lingkungan disekitar kita.
    Hidup di dunia ini adalah berusaha untuk menemukan kedamaian dengan terus mencari ilmu sehingga kita bisa menjadi manusia yang berpikir kritis, memiliki hati yang jernih dan mampu menyikapi setiap masalah secara bijak. Seseorang yang merasa puas dengan apa yang didapatkannya sesunggugnya hanyalah merugi, karena ilmu itu sangatlah tidak terbatas. Hanya saja sampai mana kita mampu memaknainya.

    ReplyDelete
  33. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kehidupan damai dalam bermasyarakat sangat dibutuhkan bagi tiap-tiap anggotanya. Tanpa kedamaian, seseorang akan menjadi lebih sulit untuk menjalankan kehidupannya dengan lebih optimal. Dengan kata lain perdamaian selalu menjadi kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Secara umum perdamaian dipahami sebagai keadaan tanpa perang, kekerasan atau konflik. dalam realitas yang ada, masyarakat masih mengalami penderitaan akibat kekerasan yang tidak nampak dan ketidakadilan.

    ReplyDelete
  34. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sikap toleransi, menjadi titik awal yang berkelanjutan dalam upaya untuk menghadirkan perdamaian. Manusia hidup bukan dalam dunia asing, yang mana menganggap semua orang lain adalah asing, namun manusia hadir dalam kenyataan bahwa sampai kapanpun manusia akan hidup bersama-sama dengan sesamanya manusia. Sikap yang mulai kurang pada masa sekarang ini. Dengan memberi luang untuk orang lain mengimani agamanya, kerukunan akan terbangun dengan sikap toleransi dan saling menerima.

    ReplyDelete
  35. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 31. Elegi ini menyampaikan kepada kita mengenai menggapai kedamaian. Ketika kita merasa bangga, puas terhadap hal yang.kita capai atau kita raih, sejatinya kita telah bersikap sombong. Kesombongan memang sangatlah dekat dan mudah dengan sengaja ataupun tidak dilakukan manusia. Belajar atau menuntut ilmu itu sepanjang hayat. bukan hanya ketika kita telah berhasil mencapai sesuatu lantas kita merasa memahami segalanya. bukan lantas ketika kita menggapai sesuatu lantas kita tak butuh ilmu lagi. Bahkan teruntuk matipun kita perlu ilmu agar kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah seperti yang disampaikan dipenghujung elegi ini.

    ReplyDelete
  36. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Hidup berlimpah tanpa kedamaian tiadalah berarti. Hidup berkecukupan namun damai lebih indah dibandingkan hidup berlimpah namun hati dan pikiran selalu berkecamuk. Begitu juga dengan ilmu. Ilmu ada di kehidupan ini untuk menjawab kegelisahan yang ada, tujuannya adalah mencapai kedamaian hati dan pikiran. Oleh karena itu ilmu itu damai, bukan malah membuat seseorang sombong, gelisah dan tidak tenang.

    ReplyDelete
  37. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. menuntut ilmu dilakukan sejak dalam buaian sampai ke liang lahat. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat”. dalam menuntut ilmu tadak ada ada akhirnya sebelum kita meninggal karena ilmu akan terus berkembang dan berubah.Jadi jangan lah kita cepat puas dengan ilmu yang kita miliki. selain itu kita tidak boleh sombong akan ilmu yang kita milika karena kesombongan akan membakar apa yang telah kita dapat dan akan menghalangi ilmu baru untuk kita terima.

    ReplyDelete
  38. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya peroleh setelah membaca elegi tersebut adalah kedamaian dapat diperoleh dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan sebuah ilmu. Dengan ilmu seseorang bisa membuka jendela dunia. Ilmu yang sudah kita peroleh merupakan sebagian ilmu yang ada. Artinya bahwa ilmu itu banyaknya tidak terbatas. Orang yang berilmu seharusnya tetap membuka dirinya dengan terus menggali kemampuannya sehingga akan mendapat ilmu baru. Oleh karena itu, kita tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  39. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Menggapai kedamaian pada elegi ini memberikan pesan penting kepada kita agar jangan pernah berhenti dalam menuntut ilmu karena sebenar-benar hidup adalah ilmu. Sesungguhnya kita dalam menuntut ilmu itu tak akan mengenal batas apapun itu, bahkan dari kita di dalam kandungan sampai akhir hayat. Damainya hidup ketika kita bisa menyelaraskan hati dan pikiran kita. Berfikir adalah ilmu, dan ilmu itupun wajib kita cari. Dengan ilmu yang ihklas kita akan mampu merasakan kedamaian dalam hidup.

    ReplyDelete
  40. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia akan selalu dihadapkan kepada suatu masalah, ketika masalah satu sudah teratasi akan muncul masalah-masalah berikutnya, begitulah kehidupan. Apabila manusia dapat mengatasi masalah yang terjadi kepadaya, akan tercipta suatu kedamaian, ketenangan hati dan pikiran, maka dari itu untuk mencapai kedamaian diperlukan suatu akal atau ilmu agar dapat memecahkan permasalahan yang terjadi untuk mencapai hidup yang tenang dan damai.

    ReplyDelete
  41. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bagaimanakah kedamaian yang hakiki itu. Mungkin akan banyak orang yang mengatakan kedamaian itu mengenai ketentraman hati dan pikiran. Tapi dengan adanya kedamaian tersebut menciptakan kedamaian yang lain juga atau tidak. Karena tidak semua kedamaian membawa kedamaian terhadap orang lain. Maka lebih baik dengan melakukan usha yang iklas dan bermanfaat kepada orang lain maka akan mendapat kedamaian yang lebih dalam lagi bukan dimaknai kedamaian sebagai milik sendiri namun milik bersa umat manusia.

    ReplyDelete
  42. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyak orang berbicara tentang kedamaian dan juga mereka mencari-cari apa itu kedamaian dan dimanakah kedamaian itu. Allah selaku tuhan semesta alam, dialah yang menciptakan kedamaian sejati. jadi untuk memahami apa itu kedamaian sejati sudah seharusnya kita memahami sang pencipta kedamaian, karena jika kita tidak memahami-NYA maka kita tidak akan menemukan apa itu kedamaian sejati. Nabi Muhammad SAW bersabda “barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal siapa tuhanya.” Dari situlah dapat dipahami bahwa sebelum kita mulai memahami sang pencipta kedamaian hendaknya kita memahami diri kita sendiri terlebih dulu yang mana sejatinya kita hanyalah hamba dari Allah Tuhan semesta alam, sebagaimana yang tertera dalam buku manual kedamaian sejati yaitu kitab suci yang diwahyukan kepada utusan yang terakhir nabi akhir zaman baginda Nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  43. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pada dasarnya kedamaian itu bervariasi, sebagian manusia berpendapat bahwa kemewahan itu kedamaian, ada juga yang berpendapat bahwa uang yang banyak adalah kedamaian, dan lain sebagainya yang berkenaan dengan hal-hal material semata.Semua itu memanglah kedamaian, tapi hanya kedamaian sesaat dan bukan merupakan kedamaian sejati, karena kedamaian sejati ialah kedamaian hati, kedamaian fikiran, dan juga kedamaian jiwa. Ketiga hal tersebut hanya akan diperoleh bagi siapa yang memahami sang pencipta kedamaian. Mereka yang tidak memahami sang pencipta kedamaian, sejatinya hanya mengejar angan-angan belaka. Islam dalam Bahasa arab berasal dari kata as-salaam yang artinya damai, dan juga berasal dari kata as-silm yang berarti pasrah atau tunduk atas perintah Allah SWT. Jadi kedamaian sejati dalam perspektif islam yaitu kedamaian hati, fikiran, dan jiwa dengan tunduk dan pasrah atas kehendak Allah SWT Tuhan semesta alam. Semoga kita senantiasa dianugrahi kedamaian sejati oleh ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  44. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Terimakasih Pak Marsigit, percakapan diatas menjadi pengingat diri saya agar tidak cepat puas dan sombong, kesombongan tentunya akan membawa malapetaka buat diri kita sendiri, dan kehidupan ini hanyalah milik Allah SWT, dimana Allah lah yang menciptakan segalanya, bagaimana kita bias sombong dengan kehidupan yang bukan milik kita? Istighfar sebanayk banyak nya, semoga kita tidak termasuk orang orang yang menyombongkan diri dan sellau ikhlas beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebagai makhluk sosial kita akan lebih merasa aman dan nyaman jika kita lebih mengutamakan kedamaian. Dengan hal ini kita akan merasa lebih tenang dalam melakukan kegiatan apapun dalam kehidupan kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia pembelajar adalah manusia yang tidak pernah puas akan pengetahuan yang mereka miliki. Karena mereka menyadari, bahwa semakin dalam mereka memahami sesuatu, akan semakin banyak yang mereka belum sempat pelajari. Sifat baik yang perlu dimiliki seorang pembelajar adalah, semakin berisi semakin merunduk. Semakin banyak ilmu atau pengetahuan yang dimiliki membuat manusia tersebut merasa rendah hati

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sombong adalah ketika seseorang merasa dirinya sudah pintar dan merasa tidak perlu lagi mencari pengetahuan baru. Hal tersebut mengakibatkan tidak berjalannya ikhtiar yang seharusnya dilakukan secara terus menerus berdampingan dengan doa. Sebagai orang yang masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup, alangkah bijaknya ketika kita terus berikhtiar dan berusaha mencari pengetahuan/ilmu yang diperlukan di dunia maupun kelak di akhirat

    ReplyDelete
  48. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sombong dapat diatasi dengan beberapa cara. Hal pertama adalah menyadari bahwa kita telah berbuat sombong. Selanjutnya kita memohon ampunan pada Allah dengan mengucapkan bacaan istighfar. Lalu kita membersihkan diri dengan berwudhu dan mengingat Allah, lalu berjanji tidak mengulangi kesombongan yang sama, baik dalam perbuatan maupun doa yang dipanjatkan

    ReplyDelete
  49. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi di atas, saya memahami bahwa kedamaian adalah keadaan di mana manusia bisa merasakan hati dan pikiran seacara ikhlas untuk menuntut ilmu. Mengetahui tujuan mendapatkan ilmu itu. Serta tidak merasa sombnog atas apa yang telah diperoleh.

    ReplyDelete
  50. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kedamaian adalah suatu dambaan setiap umat manusia. Kedamaian akan membawa hati pada ketentraman, maka damai yang sesungguhnya adalah jika kita mampu berdamai dengan keadaan kita.

    ReplyDelete
  51. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Damai dapat didapatkan dengan sebuah keikhlassan, ikhlas menerima setiap takdir yang tela diberikan takdir yang dating pada diri kita. Berdamai dengan hati untuk tetap teguh dan legowo dengan keadaan.

    ReplyDelete
  52. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kedamaian tidak akan dating pada hati yang tidak mensyukuri setiap nikmat setiap ujian yang dating. Karena kedamaian hanyalah untuk orang yang mau bersyukur dan menerima

    ReplyDelete
  53. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kedamaian hati ketika melihat nikmat yang didapat orang lain lebih banyak dari kita, tidak membenci dan iri terhadap orang lain juga merupakan salah satu cara mendapatkan kedamaian itu.

    ReplyDelete
  54. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mendekatkan diri dengan Sang Pencipta merupakan cara yang paling efektif dan tepat untuk mendapatkan kedamaian. Membaca kitab Nya dan selalu muhasabah diri.

    ReplyDelete
  55. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kedamaian adalah perasaan tenang sebagai hasil dari ketenangn hati dan pikiran. Disini sifat sombong akan terpojok oleh hati dan pikiran. Tugas kita pada dasarnya adalah mengupayakan untuk selalu memperoleh ketenangan hati dan pikiran itu.

    ReplyDelete