Apr 5, 2013

ElegiMenggapai "Axiology of Mathematics"




By Marsigit
Yogyakarta State University


In the contemporary times, the mathematical backbone of its value has been extensively investigated and proven over the past ten years.

According to Dr. Robert S. Hartman’s, value is a phenomena or concept, and the value of anything is determined by the extent to which it meets the intent of its meaning.

Hartman 1 indicated that the value of mathematics has four dimensions: the value of its meaning, the value of its uniqueness, the value of its purpose, and the value of its function.

Further, he suggested that these four “Dimensions of Value” are always referred to as the following concepts: intrinsic value, extrinsic value, and systemic value.

The bare intrinsic and inherent essence of mathematical object 2 is a greater, developed intensity of immediacy.

Mathematical object is genuinely independent either of consciousness or of other things; something for itself.

In and for itself belongs to the Absolute alone, mathematical object can be perceived as the developed result of its nature and as a system of internal relations in which it is independent of external relations.

The important value distinctions like the hierarchy of value of mathematics can be stated that in the simplest instances of combining intrinsic valuation with its extrinsic value, and systemic value of mathematical object.

Here, nothing gets lost, the hierarchy of value is preserved within the domain of intrinsic valuation, and it makes good sense to say that our value of mathematics has more value than the others.

To illustrate the schema 3, let us take to modify Moore’s model of the hierarchy of the valuation of mathematical object as follows:

"IA1 = EA1 = SA1 = A2". “I” stands for all intrinsic value of mathematical object A1, “E” stands for all extrinsic value of mathematical object A1, and “S” stands for all systemic value of mathematical object A1. This formula acknowledges 4 that each of the first three formulas results in a value increase, so we end up with "A2" on the far right. This formula also says that in each case we end up with the same value increase, namely, "A2," and that is precisely the value of mathematics.

By the above method, Moore constructed a value of mathematics that can be used to objectively measure our capacity to make good value decisions.

Unlike all other assessments, this structure allows us to understand 'how' a person thinks and perceives, not what they think, but how they think.

Mathematics valuation explains and measures the thinking that forms the foundation for, and leads to, behavior.

What's even more important is that one strives to value mathematics as objective, independent of any one observer, and accurate regardless of race, religion, socioeconomic conditions, or nationality.

Valuation of mathematics are then applied to the rankings to provide numeric reference to the results.

The individual uniqueness 5 of every human being is evidenced by the fact that there are 6.4 quadrillion possible permutations of these rankings.

In term of the practical sense, one way to value mathematics to the real world might be to introduce additional constants in the first order set theory to refer to things in the real world, and then to instantiate general mathematical theories to apply to these objects.

To value mathematics we have to know something about it.

In term of the systemic value, we way we apply mathematics to the real world is to construct an abstract model of the aspect of reality we are concerned with.

This can be done by introducing appropriate definitions in set theory.

Mathematics can then be applied to the analysis of this model.

The results are then informally translated into conclusions about the real world.

References:
1 ………, 2002, Validity Studies Of The Hartman Profile Model, Ai, Axiometrics International, Inc. Retrieved 2007
2Dagobert D. Runes, 1942, Dictionary of Philosophy. Retrieved 2007
3 Mark A. Moore in Frank G. Forrest's Valuemetricsא: The Science of Personal and Professional Ethics
4 Ibid
5 …….., 2004, The Science of Axiology. Retrieved 2007

33 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    nilai matematika memiliki empat dimensi: nilai makna, nilai keunikan, tujuan nilai, dan fungsi nilai. Dimensi keempat disebut sebagai nilai intrinsik, nilai ekstrinsik, dan nilai sistemik. Nilai dari dimensi keempat juga dapat dikembangkan sebagai sebuah nilai. Nilai fungsi matematika adalah nilai makna yang terkandung pada matematika, pelajaran matematika tentang keunikan, dari tujuan matematika, dan tentang fungsi matematika dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Aksiologi adalah ilmu tentang nilai. Matematika menjadi pelajaran yang bernilai bagi setiap orang jika pengetahuan matematika yang sudah diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti matematika memegang peranan penting dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  3. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Aksiologi berasal dari kata Yunani yaitu axios yang berarti nilai dan logos yang berarti teori atau ilmu, jadi aksiologi adalah teori tentang nilai fenomena ataupun konsep, dan nilai di tentukan sejauh mana kita memahami maknanya. Menurut hartman menunjukkan bahwa nilai matematika memiliki empat dimensi: 1). nilai maknanya 2). nilai keunikannya 3). nilai tujuan dan 4). nilai fungsinya. Keempat nilai tersebut masuk dalam nilai intrinsik, nilai ekstrinsik, dan nilai sistemik. Moore membangun nilai matematika yang dapat digunakan untuk mengukur secara objektif kemampuan kita untuk membuat keputusan nilai yang baik.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Aksiologi merupakan aspek yang membahas tentang untuk apa ilmu itu digunakan/ dipelajari atau dengan kata lain tujuan kita dalam mengkaji ilmu itu. Antara matematika dan pendidikan matematika tentunya berbeda cakupan aksiologinya. Dimana telah dibahas pada elegi sebelumnya bahwa aksiologi pendidikan matematika itu adalah tujuam pembelajaran matematika di sekolah. Sedangkan dalam matematika itu sendiri lebih bersifat umum terhadap kontribusinya dengan ilmu-ilmu lainnya, aksiologi terdiri dari etika yang membahas aspek kebenaran, tanggung jawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Secara filsafat aksiologi matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini. Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Berdasarkan elegi di atas Robert S Hatmans mengemukakan bahwa nilai matematika mempunyai 4 dimensi yaitu nilai arti, nilai uniknya, nilai tujuannya, dan nilai fungsinya.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016


    Aksiologi matematika merupakan cabang filsafat yang mempelajari nilai atau kegunaan dari matematika itu sendiri terutama dalam nilai etika dan estetika. Jadi, matematika ditinjau dari aspek ontologi, dimana aspek ontologi telah berpandangan untuk mengkaji bagaimana mencari inti yang yang cermat dari setiap kenyataan yang ditemukan, membahas apa yang kita ingin ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Menurut Hartman,nilai adalah fenomena atau konsep yang ditentukan oleh sejauh mana ia sampai pada maknanya. Nilai matematika memiliki 4 dimensi yaitu 1) nilai dari artinya 2) nilai dari keunikannya 3) nilai dari tujuannya 4) nilai dari fungsinya. Keempat dimensi nilai tersebut ditujukan kepada tiga konsep yaitu nilai intrinsik, ekstrinsik, dan nilai sistemik. Nilai intrinsik berarti bahwa seseorang menguasai matematika hanya untuk dirinya sendiri. Nilai ekstrinsik berarti bahwa seseorang dapat menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, sedangakan pada nilai sistemik, matematika tidak hanya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga dikembangkan.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Menurut Hartman, nilai adalah fenomena atau konsep; nilai sesuatu ditentukan oleh sejauh mana fenomena atau konsep itu sampai kepada makna atau arti. Menurutnya, nilai matematika paling sedikit memuat empat dimensi: matematika mempunyai nilai karena maknanya, matematika mempunyai nilai karena keunikannya, matematika mempunyai nilai karena tujuannya, dan matematika mempunyai nilai karena fungsinya.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Matematika memang unik. Ia seolah bekerja sendiri dengan seni nya. (bagi beberapa orang matematika menyelesaikan permasalahan matematika dengan menerapkan berbagai sifat, teorema, aksioma dan sebagainya adalah seni dari matematika). Terlihat egois namun ternyata masih memiliki etika dimana matematika bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan yang lainnya dan menyumbangkan perubahan ke arah yang baik. Keindahan dari matematika itu terletak pada kegunaan matematika untuk mengembangkan peradaban dunia. berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain.

    ReplyDelete
  9. Aksiologi terkait dengan etika dan estetika. Etika dapat berarti aturan, prinsip, hukum yang kadang tidak tertulis. Estetika dapat berarti keindahan, seni, daya tarik. Etika matematika terkait dengan prinsip dalam matematika. Prinsip tersebut dapat diterapkan atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam matematika juga mempunyai segi estetika baik secara nalar atau materi yang dipelajari. Misal materi fraktal terdapat estetika baik secara konsep dan hasilnya. Hatsman mengemukakan empat nilai dalam matematika yaitu: nilai makna atau arti, nilai keunikan, nilai tujuan, dan nilai fungsi atau manfaat.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sebuah fenomena atau konsep, dan nilai apa pun ditentukan oleh sejauh mana memenuhi maksud dari maknanya. Hartman 1 menunjukkan bahwa nilai matematika memiliki empat dimensi: nilai artinya, nilai keunikannya, nilai tujuannya, dan nilai fungsinya. Keempat "Dimensi Nilai" selalu disebut sebagai konsep berikut: nilai intrinsik, nilai ekstrinsik, dan nilai sistemik. Oleh karena itu, untuk mencapai aksiologi dari matematika kita harus berpikir seluas-luasnya (ekstrinsik) dan berpikir sedalam-dalamny (intrinsik) serta sistematis.

    ReplyDelete
  11. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam matematika memerlukan adanya nilai, nilai yang berkaitan dengan etika dan estetika. Bagaimana penerapan nilai itu sendiri dalam matematika memerlukan usaha dan kerja keras. Untuk mengajarkan matematika yang sampai pada nilai itu sendiri membutuhkan adanya usaha sehingga matematika itu dapat disampaikan dengan baik dan benar dan nilai tersebut dapat dimanfaatkan serta diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C

    Berbicara mengenai aksiologi matematika, maka ini berhubungan denga "value" atau nilai dari matematika itu sendiri. Nilai ini berkaitan dengan etika dan estetika pula. Misalnya, etika adalah ketika matematika itu diperoleh melalui aksiomatis deduktif, koheren, konsisten secara struktur dan prinsip lainnya dalam matematika yang sesuai dengan etika matematika. Sedangkan estetika itu salah satunya bahwa matematika bernilai sebagai pelayan bagi keberlanjutan ilmu lain, artinya sebagai syarat atau pendukung ilmu lain seperti fisika, ekonomi, dan lain sebagainya. Selain itu, nilai matematika juga terkandung dalam fungsinya ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja penerapan matematika dalam fungsi traffic light dan lainnya.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Aksiologi sangat identik dengan penilaian, nilai dan berhubungan dengan mengukur kemampuan. Aksiologi juga berkembang didunia matemtika. Menurut Hartman nilai matematika memiliki empat dimensi, yaitu maknanya, keunikannya, tujuannya, dan juga fungsinya. Dalam dunia matematika pengembangan matematika berdasarkan aksiologi dapat menjadikan matematika tersebut unuik, bermakna dengan tujuan dan fungsi nya. Serta penilaian yang dilakukan adalah berdasarkan perkembangannya bukan pada hasil mutlak yang diperoleh.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    pendekatan aksiologis mempelajari secara filosofis hakekat nilai atau value dari matematika. Manurut Hartman, nilai adalah fenomena atau konsep, nilai sesuatu ditentukan oleh sejauh mana fenomena atau konsep itu sampai kepada makna atau arti. Nilai matematika paling sedikit memuat empat dimensi: matematika memiliki nilai karena maknanya, matematika memiliki nilai karena keunikannya, matematika memiliki nilai karena tujuannya, dan matematika memiliki nilai karena fungsinya. Tiap-tiap dimensi nilai matematika tersebut selalu terkait dengan sifat nilai yang bersifat intrinsik, ekstrinsik atau sistemik. Menurut Moore di dalam Hartman, nilai matematika dapat digunakan untuk mengembangkan pertimbangan mengenai kapasitas matematika. Pertimbangan demikian akhirnya mengarah kepada refleksi pemikiran tentang dasar-dasar dan filsafat matematika

    ReplyDelete
  15. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kita tahu bahwa axilogi itu adalah merupakan aspek yang membahas tentang untuk apa ilmu itu digunakan/ dipelajari atau dengan kata lain tujuan kita dalam mengkaji ilmu itu. Kegunaan aksiologi terhadap ilmu pengetahuan (1) Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia pemikiran. Jika seseorang hendak ikut membentuk dunia atau ikut mendukung suatu ide yang membentuk suatu dunia, atau hendak menentang suatu sistem kebudayaan atau sistem ekonomi, atau sistem politik, maka sebaiknya mempelajari teori-teori filsafatnya. Filsafat sebagai pandangan hidup. Filsafat dalam posisi yang kedua ini semua teori ajarannya diterima kebenaranya dan dilaksanakan dalam kehidupan. Filsafat ilmu sebagai pandangan hidup gunanya ialah untuk petunjuk dalam menjalani kehidupan. (2) .Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah. Dalam hidup ini kita menghadapi banyak masalah. Bila ada batui didepan pintu, setiap keluar dari pintu itu kaki kita tersandung, maka batu itu masalah. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah masalah itu dapat diselesaikan. Dan aksiologi terdiri dari berbagai macam sub seperti teori – teori tentang nilai , teori etika, justifikasi , teori-teori analitik atau mataetik dan etika relativisme.

    ReplyDelete
  16. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Aksiologi matematika sendiri terdiri dari etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini. Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika.
    Dimulai dengan pertanyaan dasar untuk apa penggunaan pengetahuan ilmiah?Apakah manusia makin cerdas dan makin pandai dalam mencapai kebenaran ilmiah,maka makin baik pula perbuatanya.Dengan kemajuan ilmu dan teknologi maka pemenuhan kebutuhan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan mudah. tetapi ada juga yang menimbulkan bencana bagi manusia seperti perang,senjata nuklir dan lain-lain.

    ReplyDelete
  17. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aksiologi membahas tentang manfaat atau kegunaan suatu ilmu, sehingga aksiologi matematika itu tentang manfaat atau kegunaan matematika. Dengan kata lain, aksiologi matematia berbicara tentang nilai matematika. Hartman menyatakan bahwa untuk nilai matematika ada empat dimensi, yaitu nilai konsep, nilai unik, nilai tujuan dan nilai fungsinya.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Aksiologi berarti nilai-nilai yang dapat berupa nilai etik maupun nilai estetika. dalam mengembangkan matematika dan menilai kemampuan matematika, dapat dimulai dari membangun nilai-nilai matematika tersebut. Karena membangun nilai matematika dapat digunakan untuk mengukur secara objektif kemampuan kita untuk membuat keputusan terbaik. Aksiologi matematika berarti hakekat nilai matematika. Menurut Hartman, nilai adalah sebuah konsep dimana matematika dapat dipandang sebagai nilai yang mempunyai makna, keunikan dan fungsi.

    ReplyDelete
  19. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Aksiologi Matematika merupakan teori yang berkaitan dengan pengetahuan matematika dan bagaimana ilmu matematika itu digunakan. Aksiologi matematika terdiri dari: etika yang membahas aspek tanggung jawab, kebenaran dan peran matematika dalam kehidupan dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan.

    ReplyDelete
  20. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Ynag dimaksud dengan nilai menurut Robert S. Hartman adalah fenomena atau konsep yang ditentukan untuk memenuhi maksud dan maknanya. Dia menyatakan bahwa nilai matematika memiliki empat dimensi yakni nilai arti, nilai keunikan, nilai tujuannya, dan nilai fungsinya. Lebih lanjut, empat dimensi ini sangat berkaitan dengan konsep nilai intrinsik nilai ekstrinsik, dan sistemik. Untuk menentukan nilai matematika kita harus mengetahui sesuatu tentangnya. Misalnya saja dalam nilai sistemik, kita mengerti dan memahami penerapan matematika dalam kehidupan nyata untuk mengkonstruksi suatu model abstrak dari realita yang ada di sekitar kita. Kemudian kita melakukan analisis terhadap model ini sehingga diperoleh hasil. Selanjutnya, hasil diterjemahkan ke dalam dunia nyata. Oleh karen itu kita memahami hakikat dalam beljar matematika yaitu menerjemahkan dan diterjemahkan. Kita sebagai subyek menerjemahkan matematika, dan ilmu matematika itu diterjemahkan oleh kita.

    ReplyDelete
  21. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini memandang aksiologi sebagai penilaian matematika dimana dapat menjelaskan dan mengukur pemikiran yang membentuk fondasi dan mengarah pada perilaku. Sedangkan yang lebih penting lagi adalah orang berusaha menilai matematika sebagai tujuan, terlepas dari pengamatan satu orang, dan akurat terlepas dari ras, agama, kondisi sosial ekonomi, atau kewarganegaraan. Selain itu berbicara tentang aksiologi juga dapat menjurus pada penilaian matematika yang diterapkan pada rangking untuk memberikan rujukan numerik terhadap hasilnya.

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Axilogi matematika meliputi nilai etik dan estetika. Nilai adalah takaran atau ukuran terhadap suatu standar yang telah ditentukan sebelumnya. Nilai bergantung pada fenomena yang dialaminya. Menurut Hartman, nilai dibagi menjadi 4 yaitu nilai berdasarkan maknanya, nilai berdasarkan keunikannya, nilai berdasarkan tujannya dan nilai berdasarkan fungsinya yang kemudian tujuan ini lebih diperuncing lagi menjadi nilai intrinsik, ekstrinsik, dan sistemik berdasarkan objek matematika yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi ini meliputi dua nilai yaitu nilai etika dan estetika. Menurut Hartman terdapat 4 macam nilai yaitu nilai yang berdasarkan pada tujuan, nilai pada keunikannya, fungsi dan berdasarkan pada makna.

    ReplyDelete
  24. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Nilai adalah fenomena atau konsep, dan nilai apapun ditentukan oleh sejauh mana ia memenuhi maksud maknanya. Hartman menunjukkan bahwa nilai matematika memiliki empat dimensi: nilai artinya, nilai keunikannya, nilai dari tujuannya, dan nilai fungsinya. Moore membangun nilai matematika yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kita secara obyektif untuk membuat keputusan bernilai baik.

    ReplyDelete
  25. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Aksiologi yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran mana yang akan dipergunakan dalam seseorang mengembangkan ilmu. Aksiologi matematika sendiri terdiri dari etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini. Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Matematika kita mempelajarinya secara abstrak tetapi dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ilmu pengetahuan. Matematika dipandang sebagai ilmu abstrak yang tidak bebas nilai dan moral, sehingga hasil pemikiran seorang matematikawan bisa bermanfaat bagi umum. Tidak dapat menerima sesuatu dengan asal-asalan tetapi harus dipikir secara mendalam dan teliti.

    ReplyDelete
  26. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Aksiologi yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran mana yang akan dipergunakan dalam seseorang mengembangkan ilmu. Aksiologi : Filsafat nilai, menguak baik buruk, benar-salah dalam perspektif nilai. Aksiologi matematika sendiri terdiri dari etika yang membahas aspek kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika ditinjau dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini. Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika.

    ReplyDelete
  27. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Permasalahan utama dalam aksiologi adalah mengenai nilai. Nilai yang dimaksud adalan sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai yang dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. Etika menilai perbuatan manusia (moral), maka lebih tepat kalau dikatakan bahwa objek formal etika adalah norma-norma kesusilaan manusia, dan dapat dikatakan pula bahwa etika mempelajari tingkah laku manusia ditinjau dari segi baik dan tidak baik di dalam suatu kondisi yang normative, yaitu suatu kondisi yang melibatkan norma-norma. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.

    ReplyDelete
  28. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Teknologi pernah berkembang pesat pada zaman mesir kuno. Namun bentuk peninggalan teknologi mesir yang tersisa hanyalah Piramida. Yang menarik adalah piramida juga menjadi objek dalam matematika. Apakah ini berarti matematika juga berkembang pada zaman mesir kuno? Jika dipandang dari pendapat Hartman, matematika dikembangkan karena fungsinya. Apakah ini berarti matematika orang mesir kuno dulu sudah berkembang? Padahal kita ketahui angka 0 saja dikenal setelah zaman itu. Apakah matematika lahir dari kehidupan sosial atau kehidupan sosial yang melahirkan dan mengembangkan matematika?

    ReplyDelete
  29. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam elegi tersebut tertulis bahwa Dr. Robert S. Hartman menyatakan nilai adalah fenomena atau konsep, dan nilai apapun ditentukan oleh sejauh mana ia memenuhi maksud maknanya.
    Dimensi dari nilai adalah nilai maknanya, nilai keunikannya, nilai dari tujuannya, dan nilai fungsinya. Dimensi tersebut termasuk di dalam konsep nilai intrinsik, ekstrinsik dan sistemik.

    ReplyDelete
  30. Menurut Hartman, nilai adalah suatu fenomena atau konsep dan nilai dari sesuatu dibedakan oleh keluasannya untuk menemukan kedalaman maknanya. Nilai matematika mempunyai empat dimensi, yaitu nilai dari maknanya, nilai dari keunikannya, nilai dari tujuannya, dan nilai dari tujuannya. Keempat dimensi iini mengarah kepada empat konsep sebagai berikut, nilai intrisik, nilai ekstrisik, nilai sistematik.

    ReplyDelete
  31. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Aksiologi matematika yang dijelaskan di dalam elegi di atas adalah aksiologi matematika yang terkait dengan value atau nilai-nilai dalam matematika. Sejauh mana matematika dapat memberikan nilai dalam kehidupan orang yang mempelajarinya.

    ReplyDelete
  32. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Aksiologi pada hakikatnya ialah nilai-nilai. Sementara nilai sendiri berarti fenomena atau konsep. Sementara aksiologi matematika terdiri dari etika dan estetika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara aksiologi matematika membawa nilai-nilai lain yang bermanfaat untuk bidang lain dalam kehidupan. Dalam hal ini, matematika menyumbangkan kontribusi terhadap perubahan atau kemajuan bagi kehidupan manusia di dunia.

    ReplyDelete
  33. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Dalam hal ini matematika dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia, martabat manusia, dan kelestarian atau keseimbangan alam. Matematika berguna bagi kehidupan manusia apabila kita tahu lebih dalam mengenai matematika. Cara kita menerapkan matematika ke dunia nyata adalah dengan membangun model abstrak dari aspek realitas yang kita minati. Kemudia dalam model abstrak tersebut kita dapat mengaplikasikan konsep-konsep matematika untuk menganalisis model ini. Hasilnya kemudian diterjemahkan secara informal ke dalam kesimpulan tentang dunia nyata.

    ReplyDelete