Apr 5, 2013

Elegi Menggapai "Kant's Discovery of all Pure Concepts of the Understanding"




By Marsigit

In the Critique of Pure Reason, Kant, claims that pure understanding is the source of all principles, rules in respect of that which happens, and principles according to everything that can be presented to us as an object must conform to rules. Accordingly, Mathematics is made up of pure a priori principles that we may not ascribe to the pure understanding which is the faculty of concepts. Kant1 claims that not every kind of knowledge a priori should be called transcendental ; only that by which we know that certain representations can be employed or are possible a priori; and space is the knowledge that the representations are not empirical. Kant2 notes that the distinction between transcendental and empirical belongs only to the critique of knowledge, not to the relation of that knowledge to its objects.

Kant3 perceives truth as agreement of knowledge with its object and the general criterion must be valid in each instance regardless of how objects vary. Since truth concerns the content, a sufficient and general criterion cannot be given. Wallis4 explores the progressive stages of Kant's analysis of the faculties of the mind which reveals the transcendental structuring of experience. First, in the analysis of sensibility, Kant argues for the necessarily spatiotemporal character of sensation; and then Kant analyzes the understanding, the faculty that applies concepts to sensory experience. Kant5 concludes that the ?categories? provide a necessary, foundational template for our concepts to map onto our experience. In addition to providing these transcendental concepts, the understanding is also the source of ordinary empirical concepts that make judgments about objects possible. The understanding provides concepts as the rules for identifying the properties in our representations.
According to Kant6, all combination of an act of the understanding is called synthesis because we cannot apply a concept until we have formed it; and therefore, 'I think' must accompany all my representations. Intuition7 in which representation can be given prior to all thought, has a necessary relation to 'I think? and is an act of spontaneity that cannot belong to sensibility. The identity8 of the apperception of a manifold which is given in intuition contains a synthesis of representations, and is possible only through the consciousness of this synthesis. The analytic unity of apperception9 is possible only under the presupposition of a certain synthetic unity of the manifold of intuition. Kant10 claims that through the 'I' as simple representation, no manifold is given; for a manifold is given in intuition which is distinct from the 'I' and only through combination in one consciousness it can be thought.
Kant11 insists that the supreme principle of the possibility of all intuition in relation to sensibility is that all the manifold of intuition should be subject to the formal conditions of time and space; while, the supreme principle of the same possibility in its relation to the understanding is that the manifold of intuition should be subject to the conditions of the original synthetic unity of apperception. Ross, K.L. (2001) exposes that Kant proposes that space and time do not really exist outside of us but are "forms of intuition," i.e. conditions of perception, imposed by our own minds. While Gottfried, P (1987) notes from Kant that although the forms of time and space are subjective conditions of sensation and depend on their appearance of perceptual activity, they are nonetheless characterized as being a priori. They are antecedent to the specific sensations for which they provide a conceptual frame.
Kant12 states that time existed is not for itself or as an objective quality in things; to conceive of time as something objective would require its presence in things which were not objects of perception. However, since time and space are only knowable as the a priori forms of intuition, any other assumption about them, apart from this context, could not be substantiated. According to Kant13, time is also the form of our inner sense, of our intuition of ourselves and of our own inner situation; belonging neither to any pattern nor place, it determines the relationship of perceptions within our inner situation; because this inner intuition as such assumed no shaper, it had to be imagined by positing succession through a line extending ad-infinitum in which sensory impressions form a uni-dimensional sequence and by generalizing from the attributes of this line to those of time itself.

References:
1 Kant, I., 1787, ?The Critique of Pure Reason: Preface To The Second Edition?, Translated By J. M. D. Meiklejohn, Retrieved 2003
2 Ibid.
3 Ibid.
4 Wallis, S.F, 2004, ?Immanuel Kant (1724-1804)?, New York: Media & Communication, The European Graduate School. Retreived 2004
5 Ibid.
6 Kant, I., 1787, ?The Critique of Pure Reason: Preface To The Second Edition?, Translated By J. M. D. Meiklejohn, Retrieved 2003
7 Ibid.
8 Ibid.
9 Ibid.
10 Ibid.
11 Ibid.
12 Kant, I., 1787, ?The Critique of Pure Reason: Preface To The Second Edition?, Translated By J. M. D. Meiklejohn, Retrieved 2003
13 Ibid.

52 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kant menyatakan bahwa waktu ada bukan untuk dirinya sendiri sebagai kualitas dalam hal objektif, dan untuk memahami waktu sebagai sesuatu yang objektif maka dibutuhkan kehadiran hal-hal yang tidak menjadi objek persepsi. Waktu juga memiliki bentuk seperti rasa batin kita sendiri sehingga perlu hubungan antara persepsi dalam situasi batin kita. Sehingga hal itu akan berdampak terhadap penghargaan terhadap waktu yang kita punya hidup didunia ini.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    Suatu konsep disebut sebagai pengetahuan murni, jika konsep tersebut diabstraksi dari pengalaman dan tidak terjadi secara langsung pada kenyataan. Pada tataran inilah pengetahuan transendental berada.
    Kant menuliskan, “Seluruh pengetahuan berawal dari pengalaman, akan tetapi hal ini tidak berarti, bahwa seluruh pengetahuan berasal secara langsung dari pengalaman”. Dalam hal ini, Kant secara tersirat menyinggung tentang pengetahuan transendental. Pengetahuan transendental bukanlah sesuatu yang dialami itu sendiri. Pengetahuan transendental tidak dapat dibuktikan kebenarannya tanpa pengalaman.
    Jadi, seperti dalam deduksi transendental yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, tanpa kebenaran pada premis 2, kita tidak dapat menarik kesimpulan tentang premis 3. Kant juga berpendapat, tanpa kemampuan akal budi untuk mengorganisasikan dan mengkonseptualisasikan pengalaman, kita tidak akan dapat merasakan pengalaman itu sendiri.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut menceritakan bagaimana ilmu pengetahuan dalam pandangan immanuel kant’s, kant’s mengatakan bahwa Menurutnya Kant juga, ada tiga tingkatan pengetahuan manusia, yaitu:( a.)Tingkat Pencerapan Indrawi (Sinneswahrnehmung), Unsur a priori, pada taraf ini, disebut Kant dengan ruang dan waktu. Dengan unsur a priori ini membuat benda-benda objek pencerapan ini menjadi ‘meruang’ dan ‘mewaktu’. Pengertian Kant mengenai ruang dan waktu ini berbeda dengan ruang dan waktu dalam pandangan Newton. Kalau Newton menempatkan ruang dan waktu ‘di luar’ manusia, kant mengatakan bahwa keduanya adalah apriori sensibilitas. Maksud Kant, keduanya sudah berakar di dalam struktur subjek. Ruang bukanlah ruang kosong, ke dalamnya suatu benda bisa ditempatkan; ruang bukan merupakan “ruang pada dirinya sendiri” (Raum an sich). Dan waktu bukanlah arus tetap, dimana pengindraan-pengindraan berlangsung, tetapi ia merupakan kondisi formal dari fenomena apapun, dan bersifat apriori yang bisa diamati dan diselidiki hanyalah fenomena-fenomena atau penampakan-penampakannya saja, yang tak lain merupakan sintesis antara unsur-unsur yang datang dari luar sebagai materi dengan bentuk-bentuk apriori ruang dan waktu di dalam struktur pemikiran manusia.(b.) Tingkat Akal Budi (Verstand), Bersamaan dengan pengamatan indrawi, bekerjalah akal budi secara spontan. Tugas akal budi adalah menyusun dan menghubungkan data-data indrawi, sehingga menghasilkan putusan-putusan. Dalam hal ini akal budi bekerja dengan bantuan fantasinya (Einbildungskraft). Pengetahuan akal budi baru diperoleh ketika terjadi sintesis antara pengalaman inderawi tadi dengan bentuk-bentuk apriori yang dinamai Kant dengan ‘kategori’, yakni ide-ide bawaan yang mempunyai fungsi epistemologis dalam diri manusia. (c). Tingkat intelek / Rasio (Versnunft), Idea ini sifatnya semacam ‘indikasi-indikasi kabur’, petunjuk-petunjuk untuk pemikiran (seperti juga kata ‘barat’ dan ‘timur’ merupakan petunjuk-petunjuk; ‘timur’ an sich tidak pernah bisa diamati). Tugas intelek adalah menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan pada tingkat dibawahnya, yakni akal budi (Verstand) dan tingkat pencerapan inderawi (Senneswahnehmung). Dengan kata lain, intelek dengan idea-idea argumentative (sumber: Atang Abdul Hakim, dkk. Filsafat Umum. (Bandung: Pustaka Setia, 2008), 280.)

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pemahaman murni adalah sumber dari semua prinsip, aturan dalam hal itu yang terjadi, dan prinsip-prinsip sesuai dengan segala sesuatu yang dapat disajikan kepada kita sebagai objek yang harus sesuai dengan aturan. Matematika itu bersifat sintetik a priori. Menurut Imanuel Kant, pengetahuan merupakan gabungan dari dua unsur yaitu analitik a priori dan sintetik a posteriori. Analitik a priori yaitu lebih mengutamakan logika dan penalaran dalam mempelajari matematika. Sedangkan sintetik a posteriori yaitu pengalaman yang kita dapatkan untuk menjadi pembelajaran yang penting bagi kita. Dalam mempelajari matematika, logika dan pengalaman harus berjalan dengan selaras. Sehingga, dengan keduanya akan terbangun intuisi pada diri siswa.

    ReplyDelete
  5. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Menurut Imanuel Kant bahwa pengetahuan merupakan gabungan dari dua unsur yaitu analitik a priori dan sintetik a posteriori. Matematika itu bersifat sintetik a priori. Menurut Imanuel Kant, pengetahuan merupakan gabungan dari dua unsur yaitu analitik a priori dan sintetik a posteriori. Analitik a priori yaitu lebih mengutamakan logika dan penalaran dalam mempelajari matematika. Sedangkan sintetik a posteriori yaitu pengalaman yang kita dapatkan untuk menjadi pembelajaran yang penting bagi kita. Namun demikian, menurut saya dalam mempelajari matematika tidak dapat hanya menggunakan salah satunya saja, Dalam mempelajari matematika, logika dan pengalaman harus berjalan dengan selaras. Sehingga, dengan keduanya akan terbangun intuisi pada diri siswa dan harus ada logika yang disertai dengan pengalaman.

    ReplyDelete
  6. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut Kant tidak setiap jenis pengetahuan a priori disebut dengan transcendental. Analitik a priori lebih mengutamakan logika dan penalaran dalam mempelajari matematika. Sedangkan sintetik a posteriori berupa pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Semakin banyak pengalaman, maka akan semakin banyak pula pengetahuan tentang matematika.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dalam filsafatnya Kant mencoba untuk mensinergikan antara rasionalisme dan empirisme. Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh dari pengalaman inderawi dan akal budi. Pengetahuan apriori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, sedangkan aposteriori yaitu dialami dulu baru mengerti. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna. Filsafat Kant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.

    ReplyDelete
  8. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menurut Kant, pemahaman murni merupakan sumber dari semua prinsip. Matematika memuat prinsip-prinsip a priori murni. Kant 1 mengklaim bahwa tidak semua pengetahuan a priori disebut sebagai transendental, hanya yang memuat representasi tertentu saja, dan ruang merupakan pengetahuan yang memuat representasi terhadap sesuatu, bukan sesuatu yang bersifat empiris. Sementara Kant 2 mengemukakan perbedaan diantara transendental dan empiris melalui kritik pengetahuan, bukan melalui hubungan di antara pengetahuan dengan objek-objeknya.

    ReplyDelete
  9. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini saya mendapatkan pemahaman bahwa dalam pemahaman murni berarti bahwa sumber semua prinsip peraturan yang berkaitan dengan apa yang terjadi dan prinsip-prinsip sesuai dengan segala sesuatu yang dapat disajikan atau dengan kata lain objek harus sesuai dengan peraturan. Selain itu kebenaran matematika dapat dipandang sebagai kesepakatan pengetahuan dengan objeknya dan kriteria umum sehingga harus berlaku dalam setiap contoh terlepas dari bagaimana objek bervariasi. Hal ini disebabkan karena kebenaran menyangkut isi, kriteria yang cukup dan umum tidak dapat diberikan.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Kalim Immanuel kant dalam critique of pure reason ialah bahwa pemahaman murni merupakan sumber semua prinsip dan peraturan yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi. Matematika terdiri dari prinsip-prinsip a priori murni. Perbedaan transendental dan empiris hanya berdasarkan pada kritik pengetahuan bukan pada hubungannya dengan objek matematika. Dengan demikian untuk dapat berpikir kritis dan analitis siswa harus dapat membangun konsep dan pengetahuan dari dasarnya atau dari logika berpikirnya.

    ReplyDelete
  11. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kant1 mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental; Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat dipekerjakan atau mungkin bersifat apriori; Dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mengatakan bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pada pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Kant, mengklaim bahwa pemahaman murni adalah sumber semua prinsip, peraturan yang berkaitan dengan apa yang terjadi, dan prinsip sesuai dengan segala hal yang dapat kita sajikan sebagai objek harus sesuai dengan peraturan. Kant menganggap kebenaran sebagai kesepakatan pengetahuan dengan objeknya dan kriteria umum harus berlaku dalam setiap contoh terlepas dari bagaimana objek bervariasi.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menurut Kant, matematika dibangun dari prinsip a priori murni dimana tidak semua pengetahuan a priori merupakan pengetahuan transendental. Dengan demikian, representasi tertentu dapat digunakan atau mungkin berupa a priori. Ruang adalah pengetahuan yang representasinya tidak empiris. Perbedaan antara transendental dan empiris terletak pada pengetahuannya, bukan pada hubungan pengetahuan dengan objeknya.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Menurut Imanuel Kant bahwa pengetahuan merupakan gabungan dari dua unsur yaitu analitik a priori dan sintetik a posteriori. Analitik a priori yaitu lebih mengutamakan logika dan penalaran dalam mempelajari matematika dan tidak didasarkan pengalaman. Sedangkan sintetik a posteriori maksudnya pengalaman yang kita dapatkan dapat menjadi pembelajaran yang penting. Pengetahuan sepenuhnya tergantung pada persepsi akal, memiliki validitas yang mendasar, pengetahuan yang berasal dari  atau tergantung pada pengalaman.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kemampuan pemahaman matematis adalah salah satu tujuan penting dalam pembelajaran, memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu. Dengan pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri. Pemahaman matematis juga merupakan salah satu tujuan dari setiap materi yang disampaikan oleh guru, sebab guru merupakan pembimbing siswa untuk mencapai konsep yang diharapkan. Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan yang disampaikan dapat dipahami peserta didik. Pemahaman merupakan aspek yang fundamental dalam belajar dan setiap pembelajaran matematika seharusnya lebih memfokuskan untuk menanamkan konsep berdasarkan pemahaman.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pemahaman memudahkan terjadinya transfer. Jika hanya memberikan keterampilan saja tanpa dipahami, akibatnya siswa akan mengalami kesulitan belajar materi selanjutnya, sehingga siswa akan menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit. Pemahaman dalam pembelajaran matematika sudah seharusnya ditanamkan kepada setiap siswa oleh guru sebagai pendidik. Karena tanpa pemahaman, siswa tidak bisa mengaplikasikan prosedur, konsep, ataupun proses. Matematika akan dimengerti dan dipahami bila siswa dalam belajarnya terjadi kaitan antara informasi yang diterima dengan jaringan representasinya. Siswa dikatakan memahami bila mereka bisa mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran, baik yang bersifat lisan, tulisan (verbal) ataupun grafis (non verbal), yang disampaikan melalui pengajaran, buku, atau layar komputer.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam pandangan Kant, ada yang disebut dengan kategori-kategori persepsi, yaitu bingkai-bingkai, atau wadah-wadah atau bentuk rasional yang membantu kita dalam memahami dan mengetahui berbagai sensasi yang berbeda. Setelah akal mengklasifikasikan berbagai persepsi yang berbeda melalui dua bentuk ruang dan waktu, kemudian ia mentransformasikannya menjadi ide-ide universal dan ukuran-ukuran general. Dengan konsep-konsep umum dan makna-makna universal ini, Kant telah meneguhkan tegaknya ilmu-ilmu alam, setelah ia meneguhkan matematika melalui dua bentuk ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Kant, mengklaim bahwa pemahaman murni adalah sumber dari semua prinsip, aturan dalam hal itu yang terjadi, dan prinsip-prinsip sesuai dengan segala sesuatu yang dapat disajikan kepada kita sebagai objek harus sesuai dengan aturan. Begitu pula dengan matematika, menurut Kant matematika terdiri dari murni sebuah prinsip apriori bahwa kita mungkin tidak menganggap pemahaman murni yang merupakan kecakapan konsep.

    ReplyDelete
  19. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kant berpendapat bahwa tidak setiap jenis pengetahuan a priori harus disebut transendental, hanya itu yang kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau yang mungkin apriori, dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasi tidak empiris. Untuk membuktikan bahwa ruang dan waktu merupakan bentuk a priori, Kant memiliki dua kelompok argumen; yang pertama metafisis, yang kedua epistemologis atau transendental.

    ReplyDelete
  20. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kant menganggap kebenaran sebagai kesepakatan pengetahuan dengan objeknya dan kriteria umum harus berlaku dalam setiap contoh terlepas dari bagaimana variasi objek tersebut. Karena kebenaran menyangkut isi, kriteria yang cukup dan berlaku secara umum. Kebenaran tidak memihak pads salah satu ketentuan saja dan diakui serta diterima oleh ketentuan yang lain. Oleh karena itu untuk Kant memperkenalkan adanya metode sintesis dalam mencari kebenaran tersebut, sehingga dapat terjadi titik temu diantara ketentuan-ketentua yang ada antara rasionalismen dan empirisme

    ReplyDelete
  21. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Imanuel Kant memandang rasionalisme dan empirisme senantiasa berat sebelahh dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Ia mengatakan bahwa pengenalan manusia merupakan sintesis antara unsur-unsur apriori dan unsur-unsur aposteriori. Kant tidak menentang adanya akal murni, ia hanya menunjukkan bahwa akal murni itu terbatas. Akal murni menghasilkan pengetahuan tanpa dasar indrawi atau independen dari alat panca indra. Pengetahuan indrawi tidak dapat menjangkau hakikat objek, tidak sampai pada kebenaran umum. Adapun kebenaran umum harus bebas dari pengalaman, artinya harus jelas dan pasti dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari elegi ini adalah mengenai pandangan Immanuel Kant terhadap pemahaman akan sesuatu. Immanuel Kant menyatakan bahwa filsafat lebih dulu menyelidiki “die Bedingung der Moglichkeit” (syarat-syarat kemungkinan) pengetahuan kita. (Hardiman, 2007:133). Sepemahaman kami filsafatnya Immanuel Kant adalah filsafat kritisisme. Kritisisme di sini maksudnya adalah dipertentangkannya dengan dogmatisme. Dogmatisme sendiri merupakan filsafat yang menerima begitu saja kemampuan rasio tanpa menguji batas-batasnya. Kritisisme merupakan filsafat yang mana terlebih dahulu menyelidiki batas-batas rasio sebelum memulai penyelidikannya.

    ReplyDelete
  23. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Menurut Kant, pemahaman murni merupakan sumber dari semua prinsip dan aturan, serta prinsip berdasarkan semua hal yang dapat direpresentasikan sebagai objek yang harus mematuhi aturan. Ia menyatakan bahwa tidak semua jenis pengetahuan apriori harus disebut transendental. Kant juga menyatakan bahwa perbedaan antara transendental dan empiris ialah pada kritik pengetahuan, tidak pada hubungan pengetahuan dengan objeknya. Pemahaman menyediakan konsep sebagai aturan untuk mengidentifikasi sifat-sifat dalam representasi kita. Menurut kant juga bahwa kombinasi dari semua aktivitas pada pemahaman disebut sebagai sintesis karena kita tidak dapat mengaplikasikan konsep sampai kita telah membentuknya.

    ReplyDelete
  24. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Prof, atas elegi yang sangat bermanfaat ini. Memahami konsep Kant atas pemahaman murni sangat penting. Kant berpendapat bahwa ilmu matematika merupakan pengetahuan sintetik a priori di mana eksistensi matematika tergantung kepada dunia pengalaman kita. Selain itu, intuisi haruslah tunduk pada kondisi formal ruang dan waktu. sehingga waktu juga merupakan bentuk perasaan batin kita.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Konsep merupakan hal utama seseorang dapat memahami suatu materi. Konsep akan saling berhubungan maka apabila seseorang tidak memahami suatu konsep dia akan mengalami kesulitan untuk memahami konsep selanjutnya. Apalagi dalam mempelajari matematika apabila siswa hanya mengahfalkan contoh saja namun tidak meahami konsep, ketika soal yang diberikan berbeda dari contoh maka siswa akan mengalami kesultan dalam menyelesaikannya. Oleh karena itu sebagai seorang guru hendaknya selalu menanamkan konsep bukan hanya rumus dan contoh saja. Hal ini didukung oleh model pembelajaran yang membiasakan siswa dalam menemukan sendiri konsepnya.Agar siswa memiliki pengalamannya sendiri dalam menemukan konsep tersebut.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Pada elegi ini Khant menunjukkan rasa empatinya terhadap pemahaman konsep murni.Konsep murni yang berasaskan nilai kebenaran yang bergantung pada kesepakatan bersama.Tertumpuk banyak pertanyaan dan keraguan terhadap nilai kebenaran dari konsep murni.Khant berpendapat bahwa semua kombinasi dari tindakan pemahaman disebut sintesis kita tidak dapat dapat menerapkan sebuah konsep sampai kita membentuknya.Oleh karena itu butuh pikiran untuk merepresentasikannya.Di paragraf terkahir Khant juga mengatakan bahwa untuk memahami waktu sebagai sesuatu yang objektif akan membutuhkan kehadirannya dalam hal yang bukan objek persepsi.Kalau saya tidak salah memahaminya bahaw ada makna objek di sebalik objek yang dipersepsikan dalam membaca waktu

    ReplyDelete
  27. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Kant mengusulkan agar ruang dan waktu tidak benar-benar ada di luar kita tapi adalah "bentuk intuisi". Artinya pikiran bisa menentukan ruang dan waktunya. Kondisi subyektif juga mempengaruhi ruang dan waktu. Sedangkan intuisi harus menyesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  28. Pure understanding is also called a priori understanding of understanding obtained without going through the process of learning experience first. A priori understanding is commonly found in social fields, in the case of a priori understanding is very rare in children who are still in primary education, except in children who already have high intelligence from birth. If the case is found, then the role of the teacher as a mediator and facilitator is needed as a guide and instructor of learning.

    ReplyDelete
  29. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Konsep pure reason dari Kant menghendaki semuanya memiliki kesesuaian antara prinsip yang ada dengan peristiwa yang benar-benar terjadi. Proses memahami suatu obyek menjadi sebuah konsep yang akan direpresentasikan sebagai pengetahuan didahului dengan apersepsi. Pada apersepsi itu sendiri menggabungkan fungsi daripada a priori dan a posteriori. Hasil yang diperoleh akan membentuk dan menetap sebagai intuisi. Intuisi merupakan bagian daripada pengetahuan dalam diri individu. Saya dapat mencermati bahwa ilmu pengetahuan terdiri dari berbagai proses saat ingin menggapainya.

    ReplyDelete
  30. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Kant berpendapat bahwa kebenaran sebagai kesepakatan pengetahuan dengan objeknya sendiri berdasarkan criteria yang sudah berlaku. Karena kebenaran menyangkut isi, kriteria yang cukup dan berlaku secara umum. Kebenaran tidak memihak pada salah satu ketentuan saja. Oleh karena itu Kant juga memperkenalkan adanya metode sintesis dalam mencari kebenaran tersebut, sehingga dapat terjadi titik temu diantara ketentuan-ketentuan yang ada di antara rasionalismen dan empirisme

    ReplyDelete
  31. Dalam membentuk/membangun pengetahuan seseorang terdapat proses panjang dalam mendapatkannya. Melalui peristiwa yang terjadi yaitu dengan aperssepsi yang menggabungkan a priori dan a postteriori. Yang kemudian akan mengkontruksi sebagai sebuah intuisi. Nah dari sini maka intuisi akan menjadi bagian dari pengetahuan seoang individu tersebut.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  32. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam elegi menggapai Kant's Discovery of all Pure Concepts of the Understanding kali ini kant membagi habis konsep dalam mengerti mengenai bagaimana kita bisa memahami konsep sebenarnya dari memahamilah yang akan terlihat disini.

    ReplyDelete
  33. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Berdasarkan beberapa pendapat dari Kant, dapat disimpulkan bahwa Waktu merupakan intuisi kita tentang diri kita dan alam pikiran kita. Intuisi merupakan kepekaan, intuisi harus tunduk pada ruang dan waktu. Ruang dan waktu tidak benar-benar ada diluar kita tapi adalah dari intuisi, yaitu persepsi yang dipaksakan oleh diri kita sendiri. Ruang dan waktu merupakan pendahuluan ( a priori ) setelah semua kombinasi tindakan pemahaman sintesis kita.

    ReplyDelete
  34. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pemahaman murni tidak terikat dengan ruang dan waktu. Pemahaman murni ada di dalam fikiran. Pemahaman murni merupakan sumber semua prinsip, peraturan yang berkaitan dengan apa yang terjadi, dan prinsip-prinsip yang sesuai dengan segala peraturan. Pemahaman murni akan muncul dari pengalaman dang pengetahuan seseorang. Sehingga, pemahaman murni setiap orang akan berbeda-beda. Yang lebih penting dari sebuah pemahaman ialah kebermanfaatan. Bagaimana apa yang dipahami tersebut dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitar.

    ReplyDelete
  35. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Penemuan Kant tentang konsep pemahaman murni yang merupakan sumber utama berkaitan dengan apa yang terjadi sesuai dengan prinsip-prinsip dalam objeknya. Matematika terdiri dari prinsip-prinsip murni. Kebenaran adalah suatu kesepakatan. Seperti halnya dalam matematika yang berupa kebenaran adalah berdasarkan kesepakatan matematikawan terdahulu. Ruang dan waktu dikenali sebagai bentuk intuisi a priori yang tidak memiliki pola tertentu.

    ReplyDelete
  36. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menurut pendapat Kant pemahaman murni merupakan sumber dari semua prinsip, aturan yang berkaitan dengan apa yang terjadi, serta prinsip yang sesuai dengan aturan. Pemahaman murni seseorang mempengaruhi proses memahami suatau obyek menjadi sebuah pengetahuan yang didahului dengan apersepsi. Apersepsi ialah sebuah persepsi atau sudut pandang dalam seseorang melihat suatu peristiwa atau obyek. Proses tersebut berulang dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga terkumpul pengetahuan-pengetahuan melaui pengalaman-pengalaman sehingga terbentuknlah sebuah intuisi. Intuisi berguna ketika kita memahami sesuatu yang belum perna kita lihat sebelumnya atau disebut sebagai apriori. Apriori sangat penting dalam mempelajari matematika. Karena obyek matematika sesungguhnya ialah tida nyata dan tidak kita lihat sebelumnya.

    ReplyDelete
  37. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menurut Kant, matematika dibangun dari prinsip a priori murni dimana tidak semua pengetahuan a priori merupakan pengetahuan transendental. Dengan demikian, representasi tertentu dapat digunakan atau mungkin berupa a priori. Ruang adalah pengetahuan yang representasinya tidak empiris. Perbedaan antara transendental dan empiris terletak pada pengetahuannya, bukan pada hubungan pengetahuan dengan objeknya.

    ReplyDelete
  38. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Konsep pure reason dari Kant memberikan pengertian bahwa prinsip yang ada atau menjadi ada harus selaras dengan peristiwa yang benar-benar terjadi. Peristiwa dipahami dengan suatu persepsi yang sudah dimiliki, meliputi a priori dan a posteriori, dengan begitu maka akan didapatkan pemahaman mengenai alas an suatu kejadian terjadi. Dengan mensintesis setiap persepsi yang dimiliki menjadi intuisi matematika yang bernilai

    ReplyDelete
  39. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berdasarkan elegi yang disampaikan diatas, tersaji dengan apik dan teratur pemikiran Imanuel kant mengenai konsep pemahaman muni. Dimana pemahaman murni adalah sumber semua prinsip dan peraturan. Peraturan dan prinsip berkaitan dengan apa yang terjadi, dan disajikan dengan sesuai dengan ruang dan waktunya. Kant juga menyampaiakn bahwa pentinya intuisi dalam berbagai pengalaman dan hal yang terjadi. Oleh karena itu, intuisi setiap orang memegang peranan utama dalam mengkomunikasikan pengetahuan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  40. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kant berargumen, penalaran saja atau pengindraan saja tidak akan memberikan kita pengetahuan apapun. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pengetahuan manusia pada dasarnya di kondisikan (dibatasi) oleh kategori-kategori tentang pemahaman kita (yang antara lain: konsep sebab akibat). Kant menyatakan bahwa rasio dapat menjalankan ilmu pengetahuan. Sehingga rasio disebut sebagai rasio teoretis atau rasio murni. Pengetahuan mutlak atau utama (a priori) adalah pengetahuan yang tidak didasarkan pengalaman, seperti kucing adalah hitam.

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Kant mengklaim bahwa tidak setiap jenis pengetahuan apriori harus disebut transendental; hanya itu yang kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau yang mungkin apriori; dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasi tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya milik kritik pengetahuan, tidak hubungan yang pengetahuan untuk objek-objeknya. Elegi di atas mengungkapkan beberapa pemikiran Immanuel Kant.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kant berpendapat bahwa tidak setiap jenis pengetahuan a priori harus disebut transendental, hanya itu yang kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau yang mungkin apriori, dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasi tidak empiris. Untuk membuktikan bahwa ruang dan waktu merupakan bentuk a priori, Kant memiliki dua kelompok argumen; yang pertama metafisis, yang kedua epistemologis atau transendental.

    ReplyDelete
  43. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Salah satu pendapat Kant adalah bahwa pemahaman murni adalah sumber semua prinsip, peraturan yang berkaitan dengan apa yang terjadi, dan prinsip-prinsip sesuai dengan segala sesuatu yang dapat kita sajikan sebagai objek harus sesuai peraturan. Maka menurut Kant segala seuatu harus sesuai dengan peraturan yaitu pemahaman murni. Jika prinsip-prinsip tidak sesuai dengan peraturan maka bukanlah pemahaman murni.

    ReplyDelete
  44. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi tersebut kemukakan bahwa Kant menganggap kebenaran sebagai kesepakatan pengetahuan dengan objeknya dan kriteria umum harus berlaku dalam setiap contoh terlepas dari bagaimana objek bervariasi. Dengan begitu pemahaman yang harus dipahami merupakan suatu kesepakatan umum yang telah berlalu dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  45. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kant berpenddapat bahwa pengetahuan merupakan gabungan dari dua unsur, yaitu analitik a priori dan sintetik a posteriori. Analitik a priori lebih mengutamakan logika dan penalaran dalam mempelajari matematika. Sedangkan sintetik a posteriori maksudnya pengalaman yang kita dapatkan dapat menjadi pembelajaran yang penting. Dalam mempelajari matematika, keduanya sangat diperlukan karena untuk memahami matematika diperlukan logika yang disertai dengan pengalaman.

    ReplyDelete
  46. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Setiap yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini pasti memiliki prinsip. Prinsip merupakan aturan yang menjadi acuan. Menurut Imanuel Kant prinsip-prinsip bersumber dari pemahaman murni. Matematika dianggap sebagai sintetik a priori sehingga dalam matematika intuisi sangat diperlukan. Selanjutnya tentang ruang dan waktu sebenar-benarnya tidak berada di luar manusia tetapi merupakan wujud dari intuisi.

    ReplyDelete
  47. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Internalisasi elegi ini dalam pembelajaran matematika ialah penerapan pembelajaran dengan penemuan. Jika siswa diarahkan untuk menemukan kembali konsep matematika mereka sendiri, maka siswa akan mendapatkan pengetahuan yang lebih holistik mengenai materi matematika yang mereka pelajari di kelas. Lebih jauh siswa akan dapat mengaplikasikannya dalam kehiduapn mereka jika ditemui kasus yang sama. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    According to Kant, not every type of a priori knowledge is called transcendental. A priori analytics prioritizes logic and reasoning in learning mathematics. While a posteriori synthetic in the form of experience in solving mathematical problems. The more experience you have, the more you will learn about mathematics.

    ReplyDelete
  49. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Kant, mengklaim bahwa pemahaman murni adalah sumber semua prinsip, peraturan yang berkaitan dengan apa yang terjadi, dan prinsip sesuai dengan segala hal yang dapat kita sajikan sebagai objek harus sesuai dengan peraturan. Kant menganggap kebenaran sebagai kesepakatan pengetahuan dengan objeknya dan kriteria umum harus berlaku dalam setiap contoh terlepas dari bagaimana objek bervariasi

    ReplyDelete
  50. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Menurut Imanuel Kant bahwa pengetahuan merupakan gabungan dari dua unsur yaitu analitik a priori dan sintetik a posteriori. Analitik a priori yaitu lebih mengutamakan logika dan penalaran dalam mempelajari matematika. Sedangkan sintetik a posteriori maksudnya pengalaman yang kita dapatkan dapat menjadi pembelajaran yang penting.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  51. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sintetik a posteriori maksudnya pengalaman yang kita dapatkan dapat menjadi pembelajaran yang penting. Namun demikian, menurut saya dalam mempelajari matematika tidak dapat hanya menggunakan salah satunya saja, namun harus ada logika yang disertai dengan pengalaman.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  52. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Kant menghendaki bahwa pengetahuan atau kebenaran dibangun oleh sintetik a posteriori dan analitik a priori secara seimbang. Analitik a priori lebih mengedepankan logika atau penalaran sedangkan sintetik a posteriori lebih mengedepankan pada pengalaman. Dari sini kita memahami bahwa kant menghendaki adanya keseimbangan antara logika atau penalaran dan pengalaman. Pengetahuan haruslah dibangun oleh dua hal itu secara seimbang, dan tidak menitik beratkan salah satunya.

    ReplyDelete