Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa




Oleh Marsigit

Kebiasaanku:
Bekerja, istirahat, beribadah, makan, minum, tidur, nonton tv, kuliah, naik motor, belanja, arisan, piknik, merapikan kamar tidur, mandi, ... itu kebiasanku. Tetapi aku ingin masih mencari kebiasaanku yang lain. Membaca buku, membaca koran, ngobrol dengan teman, membaca kitab, nginternet, ... itu juga kebiasaanku. Kayaknya masih ada. Membantu orang tua, kerjabakti, tidur..eh sudah, kuliah..eh sudah. Apa lagi ya kebiasaanku? Oh iya sekarang aku punya kebiasaan yaitu berfilsafat.

Pikiranku berfilsafat:
Karena aku sedang berfilsafat maka aku sekarang akan melakukan eksperimen yaitu akan aku borgol orang tua berambut putih agar tidak bisa lagi mendekatiku. Mengapa supaya aku bisa leluasa bertanya tanpa harus diganggu oleh kehadiran dia. Aku mulai bertanya. Untuk apa aku bekerja, untuk apa aku istirahat, untuk apa aku beribadah, untuk apa aku makan, untuk apa aku minum, untuk apa aku tidur, untuk apa aku nonton tv, untuk apa aku kuliah, untuk apa aku naik motor, untuk apa aku belanja, untuk apa aku arisan, untuk apa aku piknik, untuk apa aku merapikan kamar tidur, mandi, ... untuk apa aku itu kebiasanku. Untuk apa aku membaca buku, untuk apa aku piknik, untuk apa aku membaca koran, untuk apa aku ngobrol dengan teman, untuk apa aku membaca kitab, untuk apa aku nginternet..dst.

Pikiranku didatangi rasa khawatir?:
Ketika aku berfilsafat tiba-tiba muncul rasa khawatir. Yah itulah datang rasa khawatir. Setiap aku mulai berfilsafat datanglah rasa khawatir. Aneh, padahal orang tua berambut putih sudah bisa aku lumpuhkan. Tetapi mengapa sekarang muncul rasa khawatir. Wahai khawatir siapakah dirimu itu, dari manakah engkau, di mana tempat tinggalmu. Mengapa tiba-tiba engkau datang menghampiriku?

Khawatir:
Aku adalah rasa khawatirmu. Tempat tinggalku diantara batas hati dan pikiranmu. Maka aku bisa hadir baik dalam pikiran maupun hatimu.

Pikiranku:
Mengapa engkau tiba-tiba menghampiriku?

Khawatir:
Aku selalu hadir pada setiap keragu-raguanmu.

Pikiranku:
Apakah engkau mengetahui apakah sebenarnya keraguanku sekarang ini?

Khawatir:
Engkau betul-betul ragu-ragu karena engkau mulai memikirkan kebiasanmu. Sementara engkau masih teringat apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa kebiasaan tanpa memikirkannya adalah mitosmu. Maka semakin banyak engkau mengingat-ingat kebiasaanmu maka semakin banyak pula mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benari khawatirmu, yaitu bahwa engkau merasa khawatir dimangsa oleh mitos-mitosmu.

Pikiranku:
Benar juga apa yang engkau katakan. Lalu bagaimana solusinya menurutmu?

Khawatir:
Sesungguh-sungguh solusinya tergantung akan dirimu. Tetapi bagiku adalah di sini saja tempat yang paling nyaman. Aku tidak mau engkau bawa ke dalam pikiranmu, juga aku tidak mau engkau bawa ke dalam hatiku. Sesungguh-sungguh hakekat khawatir itu adalah diriku, yaitu batas antara pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai khawatir. Betapa bodohnya engkau itu. Jawabanmu itulah sebenar-benar solusiku. Maka janganlah menolak perintahku. Maka engkau akan aku bawa jauh ke dalam pikiranku.

Khawatir:
Terserah engkau jualah. Tetapi jika engka ingin memaksaku, maka aku mempunyai permintaan kepadamu.

Pikiranku:
Apakah permintaanmu itu?

Khawatir:
Kemanapun aku engkau ajak pergi dalam pikiranmu, maka aku akan selalu muncul jikalau engkau tidak dapat menggunakan pikiranmu. Demikian juga, kemanapun engkau aku ajak pergi ke dalam hatimu, maka aku akan muncul ketika engkau tidak dapat membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Baik syaratmu aku terima, maka marilah engkau masuk dalam-dalam ke dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran. Mengapa selama ini engkau abaikan diriku? Bukankah engkau telah berjanji bahwa diriku akan engkau selalu jadikan komandan kemanapun engkau pergi?

Pikiranku:
Wahai hatiku, bukankah engkau tahu dan menyaksikan sendiri betapa sibuknya aku sekarang ini. Pekerjaanku sangat banyak. Ditambah lagisekarang aku mempunyai penghuni baru dalam pikiranku. Dengan pikiranku ini aku harus menjaga dan selalu berpikir agar tidak muncul khawatir dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran, bukankah engkau tahu bahwa jika engkau biarkan terlalu lama hatiku tidak engkau hampiri maka sedikit-demi sedikit hatiku terkena debu dan menjadi kotor. Padahal aku baru saja mendengarkan permintaan khawatir, bahwa dia juga akan hadir dalam hatimu manakala hatimu kotor. Ketahuilah bahwa sesungguh-sungguhnya hatimu telah mulai kotor sekarang ini. Maka ketahuilah bahwa khawatir itu sebenarnya telah hadir dalam hatimu.

Pikiranku:
Lalu bagaimana. Kalau begitu aku ingin bertanya kepada orang tua berambut putih. Wahai orang tua berambut putih. Marilah engkau aku lepaskan borgolmu itu. Maafkanlah atas kesombonganku ini. Ketahuilah bahwa aku sekarang sedang mempunyai masalah besar. Khawatir telah muncul di mana-mana. Khawatir telah muncul baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku. Bagaimanakah wahai orang tua berambut putih solusinya?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat manusia. Tiadalah manusia dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda. Itulah mengapa ada batas antara pikiranmu dan hatimu. Di dalam batas itulah khawatirmu berdomisili. Tetapi tiadalah manusia dapat mengetahui batas pikiran dan hatimu jika engkau menggunakan pikiranmu. Maka sebenar-benar batas antara pikiran dan hatimu itulah maka hatimu yang akan menunjukkanmu. Maka bertanyalah kepada hatimu untuk mengetahui batas pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai hatiku. Dimanakah batas antara pikiranku dan hatiku?

Hatiku:
Aku bersedia menjawab jika aku telah engkau bersihkan dari segala kotoran yang ada dalam diriku.

Pikiranku:
Bagaimana aku bisa membersihkan engkau wahai hatiku?

Hatiku:
Tanyakanlah kepada orang tua berambut putih.

Pikiranku:
Wahai orang tua berambut putih. Bagaimanakah aku dapat membersihkan hatiku.

Orang tua berambut putih:
Tiadalah kuasa manusia itu untuk membersihkan hatinya sendiri. Berdoa dan berserah dirilah kepada Tuha YME agar berkenan membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Wahai Tuhanku, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa-dosa leluhurku, ampunilah segala dosa-dosa pemimpinku, ampunilah segala dosa-dosa orang tuaku. Belas kasihanilah aku. Tolonglah aku. Bebaskanlah aku dari rasa khawatir baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku.

Pikiranku:
Wahai orang tua berabut putih. Kenapa doaku belum juga terkabul?

Orang tua berambut putih:
Doamu belum terkabul itu disebabkan oleh karena kesombonganmu.

Pikiranku:
Mengapa aku yang telah melantunkan doa-doaku ini masih engkau anggap sombong?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar dirimu, yang tidak tahu diri. Bukanlah semestinya engkau melantunkan doa-doa. Doa-doa itu bukan bidang pekerjaanmu. Itulah sebenar-benar pekerjaan hatimu.

Pikiranku:
Oh ampunilah Tuhanku maka aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Sekarang gantian. Giliran engkau yang akan aku borgol. Engkau akan aku borgol agar engkau tidak mengganggu aktivitas hatimu dalam melantunkan doa-doa.

Pikiranku:
Terus bagaimana nasib dan keadaanku nanti setelah engkau borgol diriku?

Orang tua berambut putih:
Jikalau engkau telah aku borgol, maka engkau akan terbebas dari khawatir. Ketahuilah bahwa terbebas dari khawatir ada dua cara dalam pikiranmu. Pertama, gunakan pikiranmu sebaik mungkin atau tidak engkau gunakan sama sekali.

Hatiku:
Terimakasih wahai orang tua berambut putih. Aku sekarang merasa ringan dan lega. Semoga aku akan bisa melantunkan doa-doaku dengan khusyuk dan tawadu’. Maka pergilah engkau dan tinggalkan aku sendiri di sini. Biarkan aku sendiri di sini tanpa siapapun, kecuali doa-doaku.

58 comments:


  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Ketika kita berdoa, kita harus sungguh-sungguh dan berserah diri kepada Allah Swt Tuhan yang maha kuasa. Tanpa adanya kesungguhan dan kerendahan hati maka sia-sialah doa kita. Dalam berdo’a kita juga perlu mengulang-ulang do’a kita secara kontinu. Oleh karena itu, dalam berdoa kita kita harus yakin dan percaya bahwa Allah Swt pasti mendengar segala permohonan kita.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Hati dan pikiran adalah sesuatu yang berbeda. Itulah mengapa ada batas antara pikiran dan hati. Dalam batasan tersebut ketakutan tinggal. Namun, tidak ada manusia yang bisa mengetahui batas pikiran dan hati manusia jika ia hanya menggunakan pikirannya. Dengan demikian, batas antara pikiran dan hati adalah hati yang tahu dan hati yang akan menunjukkan hal itu. Namun, hati tidak mampu menunjukkan batas jika hati kotor. Oleh karena itu, kita harus selalu berdoa dan berserah kepada Tuhan sehingga hati kita dapat menjadi bersih lagi. Kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Sebaik baik doa yaitu doa yang ikhlas dilantunkan dari hati. Rasa khawatir akan muncul dalam pikiran dan hati manusia. Khawatir akan muncul dalam pikiran apabila kita tidak dapat menggunakan pikiran dengan benar. Khawatir akan muncul dalam hati apabila kita tidak dapat membersihkan hati. Rasa kekhawatiran itu akan terjadi apabila hati kita diselimuti oleh hati yang kotor. Untuk terlepas dari rasa kekhawatiran, tentunya kita harus berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT .

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    setelah kita berusaha dan ikhtiar dalam menggapai sesuatu dengan berbagai cara maka selanjutnya yang harus kita lakukan adalah dengan berdoa kepada Allah sebagai bentuk tawakkal dari apa yang kita usahakan walaupun apa yang kita usahakan nampak akan tercapai dan sulit untuk tercapai. Karena semuanya kita harus pasrahkan kepadaNya setelah kita ikhtiar. Tanpa tawakkal kepadaNya dari apa yang kita usahakan maka itu termasuk kesombongan di sisiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman “Artinya : Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [Ghafir : 60].

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. setiap orang tentu memiliki kebiasaan dan rutinitas harian, tapi untuk apa ia melakukan segala rutinitas itu? Apa fungsi dan manfaat semua rutinitas itu? Keraguan mulai tumbuh, kekhawatiran mulai bersemayam dalam hati. Keraguan dan kekhawatiran disisipkan dalam hati karena manusia terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak, terlalu banyak mempertanyakan yang tidak perlu. Setiap manusia perlu menyeimbangkan antara doa, keyakinan, dan pikiiran agar keraguan dan khawtir tak muncul.

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum.

    Jika tidak tau, bertanyalah kepada yang sudah berpengalaman dan banyak belajar.
    Khawatir/Keragu-raguan tidak akan terjadi jika hati dan pikiran kita telah kita jaga dengan baik dari segala kotoran. Pikiran menjadi kotor jika memikirkan yang tidak baik. Hati menjadi kotor jika meniatkan hal yang buruk. Agar bebas dari khawatir berdoalah kepada yang menguasai hati manusia dengan doa agar dijauhkan dari khawatir atau was-was. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengajarkan kita cara berdoa agar dibebaskan dari rasa khawatir yaitu:
    "qul a’uudzu birabbi alnnaas, maaliki alnnaas, ilaahi alnnaas, min syarri alwaswaasi alkhannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduuri alnnaas, mina aljinnati waalnnaas"

    Ahmad Bahauddin
    16709251058
    Pendidikan Pascasarjana UNY S2 Angkatan 2016 Kelas C

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kadang rasa khawatir itu muncul saat kita memikirkan atau hendak mengambil keputusan. Lantas kita merasa begitu gundah gulana, sebabnya karena hati dan pikiran yang bertentangan. Namun satu hal yang dapat kita lakukan adalah berdoa karena dengan doa yang khusyu’ kita bisa merasa tenang dan kita pasrahkan semuanya kepada Allah SWT setelah kita berusaha. Semoga kita dapat menenangkan hati dan pikiran kita dengan berdoa yang khusyu’ dan penuh keikhlasan. Aamiin...

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hati dan pikiran manusia memang sudah sebaiknya berjalan seiringan, sebagai manusia janganlah melulu mengikuti kata hati tanda ada logika (pikiran) yang dilibatkan. Namun memang hal tersebut memiliki cara kerja yang berbeda, bahkan terkadang yang hati kita rasakan berbeda dengan apa yang kita pikir. Kekhawatiran merupakan terdapat perbedaan antara hati dan pikiran. Jika kita dalam keadaan khawatir yang sebaiknya kita lakukan adalah berdoa dengan ikhlas hati dan dengan rendah hati. Dengan seperti itu dengan alami kekhawatiran kita dapat hilang dengan sendirinya secara alami.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pikiran hati dan kekhawatiran, tiga hal tersebut yang ada dalam hati kita cara untuk membersihkan hati yaitu dengan berdoa secara ikhlas memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah. Sebaik baik doa yaitu doa yang ikhlas dilantunkan dari hati, pikiran kita, kita gunakan untuk hidup di bumi ini menjadi makhluk sosial sebagaimana mestinya dan menuntut ilmu sebagai keseimbangan dengan perkembangan dunia. Untuk meraih kebebasan dari semua itu, tentunya kita harus berdoa dan berserah diri kepada Allah untuk membersihkan hati. Dengan melantunkan doa-doa akan membantu kita dalam nenenangkan dan menentramkan hati kita menjadi jauh lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Manusia mempunyai hati dan berpikiran. Ketika memanjatkan doa maka bukan pikiran yang melakukannya. Jika masih pikiran yang memanjatkan doa maka doa akan sulit untuk dikabulkan. Berdoa adalah pekerjaan hati. Berdoalah dengan menggunakan hati dengan ikhlas dan berharap Allah mengabulkan segala doa. Janganlah hati ditinggalkan karena pikiran yang sibuk untuk mencari ilmu. Berjalanlah secara beriringan antara hati dan pikiran agar tidak muncul rasa khawatir. Segala sesuatu dalam kehidupan manusia yang beragama harus berlandaskan pada hati untuk berhubungan dengan sang pencipta dan akal pikiran untuk memperoleh ilmu dari apa yang Allah ciptakan.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Doakulah yang tersisa, jika semua usaha dan upaya kita dalam menggapai sesuatu. Jika pikiran dan hati kita telah bersatu, maka suatu perasaan khawatir akan menjauh dari diri kita. Kita tidak akan khawatir dalam menjalani hidup ini. Kita harus yakin akan suatu hal yang hendak kita gapai bahwa kita bisa. Bawa pikiran kita untuk bisa menggapainya, kemudian tetapkan hati kita jika kita bisa. Dan jika hati dan pikiran telah menyatu dalam berusaha, maka hanya doa kepadaNya lah yang kita mohonkan.

    ReplyDelete
  12. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi ritual ikhlas kali ini saya memperoleh pemahaman bahwa Allah mengabulkan doa kita, maka dalam berdoa haruslah khusyuk. Selain itu dalam berdoa kia haruslah hilangkan pikiran-pikiran khawatir dalam diri kita. Apabila kita telah berdoa dan memohon kepada Allah, namun Allah belum mengabulkan doa kita tersebut maka mungkin dalam berdoa kita belum khusyuk atau mungkin masih ada kesombongan dalam diri kita sewaktu kita melantunkan doa-doa. Bisa saja doa yang kita panjatkan tersebut ada yang lebih baik untuk kita daripada permintaan kita. Namun itu semua harus kita pahami bahwa dalam berdoa kita tunjukkan bahwa kita tidak berdaya tanpa pertolongan Allah dan menunjukkan bahwa keberhasilan yang kita capai tidak lepas dari pertolongan Allah.

    ReplyDelete
  13. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hati adalah salah satu anugerah Allah swt yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka dan duka. Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Jika manusia tidak siap mengahadapinya, tentunya jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang. Misal dalam melaksanakan Ujian Nasional, khawatir tidak lulus. Tetapi jika kita terus berdoa, sungguh ada kemudahan dan membuat hati tentram. Sehingga hanya doalah yang tersisa dari apa yang kita lakukan untuk mengatasi kekhawatiran itu dan juga berserah diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Jika semua usaha dan upaya sudah kita lakukan dalam menggapai sesuatu, jika pikiran dan hati kita telah bersatu, maka perasaan khawatir akan menjauh dari diri kita. Kita tidak akan khawatir dalam menjalani hidup ini. Kita harus yakin akan suatu hal yang hendak kita gapai bahwa kita bisa. Bawa pikiran kita untuk bisa menggapainya, kemudian tetapkan hati kita jika kita bisa. Manusia yang berusaha, Allah yang menentukan. Oleh karena itu, jika usaha dan upaya sudah kita lakukan dengan hati dan pikiran yang telah menyatu, maka hanya doa kepada-Nya lah yang tersisa agar hasilnya memuaskan dan terbaik untuk kita menurut Allah.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Hati dan pikiran merupakan dua komponen utama manusia, yang dapat membedakan manusia yang satu dengan lainnnya baik di hadapan Allah maupun dihadapan manusia yang lainnya. Hati dan pikiran memiliki batas yaitu kekhawatiran. Agar terhindar dari kekhawatiran maka harus menggunakan sebaik mungkin atau tidak menggunakannya sama sekali, ketika kita tidak menggunakannya sama sekali maka yang kita gunakan adalah hati kita yaitu dengan berdoa. Dengan berdoa menggunakan hati tanpa adanya campur tangan pikiran, kita akan dapat berdoa secara khusyu dan akan merasa lebih tenang.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Doakulah yang tersisa, jika semua usaha dan upaya kita dalam menggapai sesuatu. Jika pikiran dan hati kita telah bersatu, maka suatu perasaan khawatir akan menjauh dari diri kita. Kita tidak akan khawatir dalam menjalani hidup ini. Kita harus yakin akan suatu hal yang hendak kita gapai bahwa kita bisa. Bawa pikiran kita untuk bisa menggapainya, kemudian tetapkan hati kita jika kita bisa. Dan jika hati dan pikiran telah menyatu dalam berusaha, maka hanya doa kepadaNya lah yang kita mohonkan.

    ReplyDelete
  17. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kecemasan atau kekhawatiran berlebihan tentulah tidak baik. Kekhawatiran tersebut hanya akan menjadi beban pikiran. Diawali dari cemas akan kemungkinan – kemungkinan buruk terjaadi, dilanjutkan dengan pikiran yang mensugestikan hal buruk tersebut akan terjadi, kemudian tubuh mengalami tekanan atau stress. Jika hingga ini terjadi maka imunitas tubuh menjadi lemah dan tubuh rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu hindari rasa khawatir yang tidak perlu. Cukup khawatir sesuai porsinya dan terus berpikir positif atas segala sesuatunya.

    ReplyDelete
  18. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam menjalani hidup ini, manusia harus selalu ikhtiar, doa dan tawakkal. Dalam segala ikhtiar haruslah disertai dengan doa, berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT mengharap apa yang diinginkan. Jadilah manusia yang selalu berdoa kepada Allah SWT, berdoa untuk memohon ampun, memohon pertolongan, bersyukur atas segala nikmat dan karunia, mengadukan keluh kesah, memohon petunjuk, dan berserah diri. Manusia yang malas berdoa adalah manusia yang sombong. Apabila doa kita belum juga dikabulkan, tetaplah berbaik sangka kepada Allah SWT. Setiap doa itu pasti ada jawabannya. Allah SWT Maha Mengetahui atas apa yang tidak diketahui oleh manusia. Mungkin dalam berdoa engkau tidak ikhlas atau berlaku sombong sehingga Allah SWT menunda dikabulkannya doa tersebut. Selalu memperbaiki kualitas ibadah dari waktu ke waktu agar kita semakin dekat dengan Allah SWT. Jangan mudah putus asa apabila apa yang kita inginkan belum diperoleh. Sesungguhnya Allah SWT memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan, karena bisa saja yang kita inginkan itu belum tentu baik untuk kita.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hati dan pikiran manusia memang dinamis, artinya bisa saja sewaktu-waktu berubah. Ketika kita menyalahgunakan pikiran, seperti kita bersikap sombong, maka ini akan merusak doa doa kita. Maka kita harus gunakan pikiran sebaik mungkin atau tidak engkau gunakan sama sekali. Hanya doa dan ridho dari Allah SWT yang bisa menolong kita semua.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pikiran dan hati sering kali bertolak belakang. Apa yang dipikirkan kadang kala bertentangan dengan hati. Tidak mudah untuk dapat menyeimbangkannya. Oleh karena itu berdoa merupakan cara yang tepat agar antara pikiran dan hati pada saat itu dapat selaras dan dapat mengambil suatu keputusan dengan tepat atas perbuatan yang dilakukan karena pikiran yang jernih akan membawa kepada hati yang bersih, dan hati yang bersih akan membawa kepada pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Keragu-raguan masih sangat sering menghampiri diriku, aku mengetahui bahwa keraguan datang karena hati dan pikiran ini masih kotor. Ketika pikiran ku jernih dan hati ini bersih maka keraguan itu tak akan pernah ku rasakan. Selain itu, keraguan itu muncul karena aku iman ku belum mencapai setinggi-tingginya iman kepada Allah SWT. Salah satu cara untuk membersihkan hati adalah dengan berdo’a dan berserah diri pada Allah SWT. Do’a, do’a dan kembali pada do’a supaya kita diampuni oleh Allah dan dijauhkan dari keraguan itu

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Setelah ikhtiar sesuai dengan kemampuan kita, yang perlu dilakukan ialah berserah diri kepada-Nya dengan jalan berdoa. Dalam berdoa sebaiknya sesuai dengan kaidah atau adab berdoa serta bersihkan hati dan pikiranmu dengan jalan istighfar (mohon ampun) yang dilandasi dengan keikhlasan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Apa yang ingin kita lakukan biasanya menyebabkan hati dan pikiran itu bingung. Hati kita bisa lebih positif, tapi pikiran kita biasanya susah masih banyak ya atau tidak, masih terbelenggu pertanyaan ini itu. Hanya denganberdoa dan berserah diri kepada-Nya kita akan menemukan jalan keluar untuk masalah kita. Berdoa merupakan jalan yang terbaik untuk memohon petunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari elegi ini dapat kita pelajari bahwa hati dan pikiran sama-sama penting. pikiran tidak bisa mendominasi begitu saja karena ada hal yang hanya bisa dilakukan hati dan ada pula hal yang hanya bisa dilakukan pikiran. selain itu orangtua berambut putih juga memberikan solusi bahwa untuk mengatasi kekhawatiran ada dua hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan menggunakan pikiran sebaik mungkin atau tidak berpikir sama sekali.

    ReplyDelete
  25. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kekhawatiran merupakan bentuk dari keterbatasan kita terhadap segala situasi dan kondisi yang akan terjadi sebagai akibat dari apa yang akan dilakukan. Pikiran dan hati dalam melakukan sesuatu kadang bertentangan. Ada kalanya apa yang diinginkan hati tidak sesuai dengan jalan pikiran dan sebaliknya. Maka agar dapat terhindar dari hal tersebut hendaknya kita memikirkan sesuatu yang bertentangan itu secara intensif dan juga mengikutkan hati kita didalamnya. Kalimat yang sering saya dengar yakni lakukan lah segala sesuatu sesuai hatimu. Namun ada kalanya kita tidak tau apa yang diinginkan hati, olehnya itu agar dapat mengetahuinya maka hati harus bersih. Dan yang harus dilakukan agar hati dapat bersih maka kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Manusia pada hakekatnya tidak dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda, maka dari itu terdapat batas antara hati dan pikiran. Di dalam batas itulah terdapat kekhawatiran. Jika hanya menggunakan pikiran maka batas antara pikiran dan hati tidak terlihat, maka bertanyalah kepada hati tentang batas pikiran dan hati. Pikiran hendaknya selalu disesuaikan dengan hati, jika tidak maka hati akan kotor. Dan untuk menghindari hal demikian terjadi maka selalu berdoa dan memohon perlindungan dari Allah.

    ReplyDelete
  27. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia diciptakan dengan kelebihan jika dibanding makhluk Allah lainya yang ada di muka bumi yaitu manusia diberikan akal pikiran dan hati nurani sebagai bekal dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pikiran dan hati nurani kita memiliki peran dalam porsi masing-masing yang tidak boleh saling menguasai satu sama lain atau mencapuradukan secara sembarangan, melainkan harus bekerja sama dalam mencari ridho Allah Swt demi meraih kebahagian dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kita akan larangan berputus asa ketika doa belum terkabulkan. Sebagian dari kita tidak dapat memungkiri bahwa keadaan putus asa dalam berdoa tersebut pasti pernah singgah dalam kehidupan kita. Nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah swt menunda pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sikap putus asa disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dari Allah SWT. Sebenarnya, belum terkabulnya doa kita menandakan bahwa Allah swt sayang kepada kita. Karena bisa saja, ketertundaan atau kegagalan doa-doa tersebut memang keputusan yang terbaik bagi kita. Allah swt telah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 186 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”. Oleh karena itu, tetaplah optimis dan selalu berpikir positif.

    ReplyDelete
  30. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Berbicaa madalah Doa maka patutlah kita bahwa doa adalah senjata andalan kita. Siapa bilang kita tidak punya senjata andalan. Kita punya ko senjata anadalan. Apa tiu senjata andalan kita Do’a adalah senjata itu. Dengan doa maka kita memeinta sesuratu kepada Nya. Dengan doa pulah kita bisa selamat. Kita orang islam di anjurkan berdoa kepada Allah, sang maha pencipta.

    ReplyDelete
  31. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Do'a terbaik adalah do'a yang dipanjatkan dengan keikhlasan hati dan kerendahan diri. Do'a yang khusyuk adalah do'a yang didalamnya tidak ada sedikitpun kesombongan didalamnya. Do'a yang ikhlas adalah doa dari hambanya yang telah memasrahkan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah SWT.

    ReplyDelete
  32. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hati dan pikiran selalu berhubungan satu dengan yang lainnya dalam melihat atau merasakan suatu fenomena. Diantara batas hati dan pikiran terdapat rasa khawatir yang datang ketika seseorang merasa ragu akan keputusan yang akan ia ambil. Kekhawatiran muncul ketika kita tidak siap akan segala sesuatu yang kita ambil. Ketika hati kita sedang gundah maka satu hal yang harus kita lakukan berdo’a kepada Allah dan berserah diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  33. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Tuhan mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa dan berserah kepadaNya. bukan dengan setengah-setengah, tapi dengan sepenuhnya. Bersungguh-sungguh dalam berserah dan berdoa kepadaNya, bersungguh-sungguh dalam mencari Tuhan. Tanpa adanya kesungguhan dan kerendahan hati maka sia-sialah doa kita. Saat kita bersungguh-sungguh, percayalah bahwa Tuhan pasti mendengar doa kita.

    ReplyDelete
  34. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melakukan banyak hal. Hal-hal ini yang kemudian akan membentuk kebiasaan kita dalam melakukan segala sesuatu. Sering kita merasa ragu dalam melakukan suatu hal yang bertentangan dengan kebiasaan kita. Keraguan tersebut akan menimbulkan rasa khawatir dalam diri. Rasa khawatir dalam diri merupakan batas antara pikiran dan hati, dan hati kitalah yang menjadi penentu bagaimana menyikapi rasa khawatir tersebut. Agar terhindar dari rasa khawatir, kita hendaknya selalu membersihkan hati kita sehingga mampu membedakan yang benar dan yang salah. Hati yang bersih diraih dengan memohon ampun dari Tuhan atas semua salah dan dosa yang kita perbuat. Berdoalah dengan keiklasan, berdoalah dengan tiada hentinya untuk mendapat kemurnian hati.

    ReplyDelete
  35. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Apabila kita akan pergi, sebelum melangkahkan kaki kita harus mengetahui tujuannya dan mengetahui apa maksud dari kepergian itu. Dengan mengetahui hal-hal tersebut maka kepergian kita akan terarah dan akan lebih siap menghadapi rintangan-rintangan yang mungkin terjadi selama menempuh perjalanan itu.
    Demikian pula dengan perjalanan hidup manusia di dunia ini, kemana tujuan hidup ini dan apa hakekat dari perjalanan hidup ini. Kita harus mengerti agar perjalanan hidup ini terarah dan kita akan lebih siap dalam menghadapi rintangan-rintangan yang mungkin terjadi selama menempuh perjalanan ini.

    ReplyDelete
  36. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kekuatiran adalah “rasa takut tentang sesuatu hal yang belum pasti terjadi; merasa cemas; atau merasa gelisah”. Kekuatiran hadir pertama kali dalam kehidupan manusia sebagai akibat dosa. Sebagaimana dosa bersifat universal, maka kekuatiran juga bersifat universal. Artinya, tidak ada seorang pun manusia yang tidak pernah mengalami kekuatiran. Setiap orang pernah merasa kuatir tentang sesuatu hal. Manusia selalu diserang oleh kekuatiran dan tekanan-tekanan hidup yang dapat memperburuk keadaannya. Ketidakmampuan melepaskan diri dari kekuatiran dapat membawa seseorang kepada keadaan yang lebih serius seperti stres, depresi dan gangguan mental lainnya, bahkan bunuh diri. kekuatiran tidak membantu kesulitan esok hari, tetapi benar-benar merusak kebahagiaan hari ini. Semakin kita kuatir semakin sulit dan berat kehidupan yang kita jalani karena itu jangan pernah membiarkan kekuatiran mengarahkan hidup kita. Sehari penuh kekuatiran lebih melelahkan ketimbang sehari penuh bekerja. Kekuatiran akan hidup dan masa depan adalah pemborosan masa sekarang. Jika kita tidak dapat menghindar dari rasa kuatir, ingatlah kuatir juga tidak akan pernah membantu kita.

    ReplyDelete
  37. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan agar harapan dapat tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan itu bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang. Manusia tidak bisa terlepas dari harapan. Harapan adalah bagian hidup dari manusia. Manusia yang tidak memiliki harapan sama saja seperti orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan hidup manusia yang bermacam-macam.

    ReplyDelete
  38. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 33. Elegi ini menyampaikan kepada kita bahwa kesombongan pada akhirnya hanya akan membuat hati kita kotor dan tak mampu menunjukkan batas antara hati dan pikiran. Sedang hati dan pikiran keduanya berbeda. Hati terkait perasaan dan nurani sedangkan pikiran terkait dengan logika. Memohon ampun yang hanya dari lisan namun hati nya tak memohon ampun adalah sebuah kesia-siaan. Hal tersebut masih menunjukkan kesombontan seseorang yang belum mampu memohon ampunan dengan sungguh-sungguh

    ReplyDelete
  39. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mengingatkan kita bahwa hati yang tak pernah digunakan akan berangsur usang dan kotor. Dan hati yang kotor hanya akan membawa kekhawatiran dan ketidak tenanganan hidup. Hati dan pikiran harus digunakan secara seimbang dan sesuai porsinya. Jangan hanya mengedepankan salah satu dan mengabaikan yang lain. Kita selalu membutuhkan orang lain, membutuhkan saran, pengetahuan. Jika kita merasa bisa melakukan semuanya sendiri maka ia harus bersiap mengalami kesesatan/kekhawatiran yang tak berujung. Seperti dalam elegi tersebut pada akhirnya orang tua berambut putih yang sempat disingkirkan lah yang membantunya.

    ReplyDelete
  40. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Manusia memiliki hal yang tak tampak atau lebih tepatnya hal yang tak dapat dilihat dan dirasakan oleh orangain. Hanya pada dirinya. Hal tersebut adalah hati dan pikiran. Kesamaan dalam menggunakannya adalah sebagai penentu dalam pengambilan keputusan. Hati akan mengmbil keputusan dengan perasaan. Misalnya hati digunakan pada saat berdoa dengan khusyuk. Sedangkan pikiran akan mengambil keputusan secara logika. Hati digunakan pada saat akan melakukan suatu kegiatan dengan memilah-milih mana yang menjadi prioritas utamanya.

    ReplyDelete
  41. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kesombongan menghancurkan niatan dan jalan menuju kesucian hati yang dilakukan dengan pertobatan melalui doa. Sebaik - baiknya doa adalah doa yang dapat tersampaikan dari hati yang suci melalui kekhusyukan dan tawadhu. Hindari dan jauhi sifat sombong yang hanya menimbulkan kekhawatiran sumber dari gelisahan.

    ReplyDelete
  42. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia tidak dapat mencampur adukkan antara pikiran dan hatinya. Karena pada hakikatnya pikiran dan hati seseorang itu berbeda. Terdapat suatu pembatas diantara keduanya yaitu batas pikiran dan hati. Di batas pikiran dan hati tersebut terdapat kekhawatiran yang timbul dalam keragu-raguan. Namun manusia tidak mengetahui dimana batas pikiran dan hatimu.

    ReplyDelete
  43. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hatimulah yang akan menunjukan batas pikiran dan hati. Untuk dapat menunjukan batas hati dan pikiran, hati kita harus bersih. Supaya hati kita bersih kita harus berdoa pada Allah. Berdoa itu sebenar benarnya pekerjaan hati. Jangan diganggu pikiran yang mungkin mengandung kesombongan. Dan untuk dapat terbebas dati kekhawatiran adalah dengan berfikir sebaik mungkin atau tidak berfikir sama sekali.

    ReplyDelete
  44. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil setelah membaca elegi di atas adalah bahwa doa merupakan salah satu komunikasi kita kepada Allah. Dalam berdoa, kita seharusnya khusyuk, menghilangkan kesombongan kita, dan pecaya bahwa Allah selalu mengambulkan doa kita. Oleh karena itu, ketika berdoa seharusnya kita menghilangkan pikiran khawatir dalam diri kita.

    ReplyDelete
  45. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam ikhtiar menjalankan sesuatu, kita harus bekerja keras semaksimal mungkin untuk mencapai hasil yang terbaik, jangan melakukan sesuatu dengan hati yang ragu-ragu, setengah-setengah yang mana hanya menimbulkan ketidakpuasan hasil yang dicapai. Maka setelah kita bekerja keras semaksimal apa yang dapat kita lakukan, maka berdoalah, berserah diri kepada Allah, tawakkal lah, insyaallah sesuatu yang dilakukan beriringan dengan doa akan bermanfaat dan memberikan pahala.

    ReplyDelete
  46. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak orang yang berangapan bahwa orang-orang yang mempelajari filsafat akan menjadi ateis. Namun jika dipikirkan seperti yang sering di nyatakan oleh Dr. Zakir Naik, orang atais itu sudah hebat karena dirinya sudah mempertanyakan tuhan. Oleh karena itulah tugas yang sudah tahu tuhan untuk menambah ilmu mereka bagaiman Tuhan itu. Sehingga mereka dapat berdoa untuk menympurnakan dirinya menjadi manusia yang lebih baik dijalan Allah ini.

    ReplyDelete
  47. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Doa merupakan kekuatan paling ampuh. Dengan berdoa kita menunjukkan kepada Allah bahwa kita ini tidak berdaya dan lemah dihadapan Allah. Allah lebih menyukai orang yang rajin berdoa dan memohon pertolongan Allah daripada orang yang tidak pernah berdoa. Orang yang tidak pernah berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah menunjukkan bahwa orang tersebut adalah orang sombong. orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah merasa bahwa dirinya mampu melakukan apapun sendiri tanpa bantuan/pertolongan dari Allah.

    ReplyDelete
  48. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita bisa membebaskan diri kita dari rasa khawatir dengan pikiran kita melalui 2 cara, yaitu menggunakan pikiran kita semaksimal mungkin atau tidak menggunakannya sama sekali. Dalam berdoa kia harus menghilangkan pikiran-pikiran khawatir dalam diri kita. Agar Allah mengabulkan doa kita, maka dalam berdoa harulah khusyuk. Apabila kita telah berdoa dan memohon kepada Allah, namun Allah belum mengabulkan doa kita tersebut maka mungkin dalam berdoa kita belum khusyuk atau mungkin masih ada kesombongan dalam diri kita sewaktu kita melantunkan doa-doa. Dengan berdoa menunjukkan bahwa kita tidak berdaya dan menunjukkan bahwa keberhasilan yang kita capai tidak lepas dari pertolongan Allah.

    ReplyDelete
  49. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Hati dan pikiran kita terkadang memiliki arah yang berbeda, karena hati dan pikiran memiliki batasannya, hati yang bersih dapat menjadi batasan yang bagus, namun jika hati kotor maka apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan hati dan pikiran namun sesuai dengan bisikan setan, maka dari itu selipkan selalu Allah dalam pikiran dan hati kita, ikhlas dan berbuat kebaikan untuk beribadah kepada Allah agar kita selalui dijaga dijalan yang benar

    ReplyDelete
  50. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Kita diciptakan oleh Allah dengan hati dan pikiran yang lengkap, namun terkadang dalam melakukan sesuatu kita tidak menggunakan keduanya ,kita hanya menggunakan salah satu, tentu itu tidak akan sseimbang, hal yang baik adalah ketika hati dan pikiran sejalan. Untuk itu kita harus berdoa kepada Allah dan meminta ampunan terhadap apa yang telah kita lakukan, berdoa adalah salah satu komunikasi kita kepada Allah Tuhan semesta alam, dengan berdoa maka kita selalu mengingat Allah dan terus berserah diri kepada Allah, karan sesunggunya kita semua adalah milik Allah, diciptakan oleh Allah dan akan kembali lagi kepada Allah

    ReplyDelete
  51. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Doa yang terbaik adalah doa yang tulus dari hati, dipanjatkan dengan khusyuk, dan dalam keadaan hati bersih dan jernih, tanpa ada kotoran yang menyelimuti. Maka akan didapat sebenar-benar doa.

    ReplyDelete
  52. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia yang terus berdoa kepada Allah termasuk manusia yang tidak sombong, menempatkan dirinya sebagai hamba Allah yang membutuhkan ampunan dan pertolongan-Nya, serta menjadi manusia yang selalu mengingat Tuhannya. Dengan berdoa berarti intensitas dirinya berkomunikasi dengan Tuhan termasuk baik.

    ReplyDelete
  53. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kekhawatira akan muncul ketika kita tidak memiliki bekal ilmu yang cukup. Untuk menyelesaiakn masalah pun ketika kita hanya mengandalkan pikiran kita tidak bersamaan dengan hati, itu pun juga akan sia – sia. Semua itu harus dilakukan bersama sama dan dilaksanakan dengan ilmu yang dimiliki. Dan yang terpenting adalah dilandasi dengan rasa ikhlas dan tidak sombong

    ReplyDelete
  54. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kekhawatiran kita adalah berasal dari pikiran kita. Jika kita tidak yakin maka Allah akan dengan mudah meyakinkan kita. Tidak perlu risau dan khawatir denganhidup kita.

    ReplyDelete
  55. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yakinlah bahwa Allah selalu berada di dekat kita. Allah adalah apa yang hambanya pikirkan. Maka selalu berpikir yang baik. Pikran kita akan mempengarui hidup kita dan cara kita melakukan kehidupan.

    ReplyDelete
  56. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan sang pencipta. Dengan pikiran dan hati yang jernih, kita akan kusyuk dalam berdoa dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  57. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hati yang dilliputi rasa khawatir karena hati tersebut jarang digunakan, pikiran selalu mendominasi. Pikiran yang tidak mempertimbangkan hatinya sebagai dasar dalam berpikir menyebabkan hati sedikti-demi sedikit akan menjadi kotor. Hati yang kotor akan menjadi sarang bagi keburukan-keburukan dan kemaksiatan serta rasa khawatir yang akan memasukinya. Maka tiadalah manusia dapat membersihkan hatinya sendiri, melainkan dia berdoa dan berserah diri kepada Allah, agar Allah senantiasa membersihkan hati manusia dari segala keburukan dan kekhawatiran.

    ReplyDelete
  58. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Pikiran yang dibiarkan kesana kemari tanpa komando hati hanya akan memunculkan kekhawatiran, namun dengan adanya kekhawatiran pikiran akan memanggil sang hati untuk mengomandoi lagi. Yang menjadi bahaya manakala yang berjalan hanyalah fikiran semata. Hal ini dapat terjadi ketika seorang telah lama menanggalkan atau menolak kehadiran hati dalam aktivitasnya.

    ReplyDelete