Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa




Oleh Marsigit

Kebiasaanku:
Bekerja, istirahat, beribadah, makan, minum, tidur, nonton tv, kuliah, naik motor, belanja, arisan, piknik, merapikan kamar tidur, mandi, ... itu kebiasanku. Tetapi aku ingin masih mencari kebiasaanku yang lain. Membaca buku, membaca koran, ngobrol dengan teman, membaca kitab, nginternet, ... itu juga kebiasaanku. Kayaknya masih ada. Membantu orang tua, kerjabakti, tidur..eh sudah, kuliah..eh sudah. Apa lagi ya kebiasaanku? Oh iya sekarang aku punya kebiasaan yaitu berfilsafat.

Pikiranku berfilsafat:
Karena aku sedang berfilsafat maka aku sekarang akan melakukan eksperimen yaitu akan aku borgol orang tua berambut putih agar tidak bisa lagi mendekatiku. Mengapa supaya aku bisa leluasa bertanya tanpa harus diganggu oleh kehadiran dia. Aku mulai bertanya. Untuk apa aku bekerja, untuk apa aku istirahat, untuk apa aku beribadah, untuk apa aku makan, untuk apa aku minum, untuk apa aku tidur, untuk apa aku nonton tv, untuk apa aku kuliah, untuk apa aku naik motor, untuk apa aku belanja, untuk apa aku arisan, untuk apa aku piknik, untuk apa aku merapikan kamar tidur, mandi, ... untuk apa aku itu kebiasanku. Untuk apa aku membaca buku, untuk apa aku piknik, untuk apa aku membaca koran, untuk apa aku ngobrol dengan teman, untuk apa aku membaca kitab, untuk apa aku nginternet..dst.

Pikiranku didatangi rasa khawatir?:
Ketika aku berfilsafat tiba-tiba muncul rasa khawatir. Yah itulah datang rasa khawatir. Setiap aku mulai berfilsafat datanglah rasa khawatir. Aneh, padahal orang tua berambut putih sudah bisa aku lumpuhkan. Tetapi mengapa sekarang muncul rasa khawatir. Wahai khawatir siapakah dirimu itu, dari manakah engkau, di mana tempat tinggalmu. Mengapa tiba-tiba engkau datang menghampiriku?

Khawatir:
Aku adalah rasa khawatirmu. Tempat tinggalku diantara batas hati dan pikiranmu. Maka aku bisa hadir baik dalam pikiran maupun hatimu.

Pikiranku:
Mengapa engkau tiba-tiba menghampiriku?

Khawatir:
Aku selalu hadir pada setiap keragu-raguanmu.

Pikiranku:
Apakah engkau mengetahui apakah sebenarnya keraguanku sekarang ini?

Khawatir:
Engkau betul-betul ragu-ragu karena engkau mulai memikirkan kebiasanmu. Sementara engkau masih teringat apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa kebiasaan tanpa memikirkannya adalah mitosmu. Maka semakin banyak engkau mengingat-ingat kebiasaanmu maka semakin banyak pula mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benari khawatirmu, yaitu bahwa engkau merasa khawatir dimangsa oleh mitos-mitosmu.

Pikiranku:
Benar juga apa yang engkau katakan. Lalu bagaimana solusinya menurutmu?

Khawatir:
Sesungguh-sungguh solusinya tergantung akan dirimu. Tetapi bagiku adalah di sini saja tempat yang paling nyaman. Aku tidak mau engkau bawa ke dalam pikiranmu, juga aku tidak mau engkau bawa ke dalam hatiku. Sesungguh-sungguh hakekat khawatir itu adalah diriku, yaitu batas antara pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai khawatir. Betapa bodohnya engkau itu. Jawabanmu itulah sebenar-benar solusiku. Maka janganlah menolak perintahku. Maka engkau akan aku bawa jauh ke dalam pikiranku.

Khawatir:
Terserah engkau jualah. Tetapi jika engka ingin memaksaku, maka aku mempunyai permintaan kepadamu.

Pikiranku:
Apakah permintaanmu itu?

Khawatir:
Kemanapun aku engkau ajak pergi dalam pikiranmu, maka aku akan selalu muncul jikalau engkau tidak dapat menggunakan pikiranmu. Demikian juga, kemanapun engkau aku ajak pergi ke dalam hatimu, maka aku akan muncul ketika engkau tidak dapat membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Baik syaratmu aku terima, maka marilah engkau masuk dalam-dalam ke dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran. Mengapa selama ini engkau abaikan diriku? Bukankah engkau telah berjanji bahwa diriku akan engkau selalu jadikan komandan kemanapun engkau pergi?

Pikiranku:
Wahai hatiku, bukankah engkau tahu dan menyaksikan sendiri betapa sibuknya aku sekarang ini. Pekerjaanku sangat banyak. Ditambah lagisekarang aku mempunyai penghuni baru dalam pikiranku. Dengan pikiranku ini aku harus menjaga dan selalu berpikir agar tidak muncul khawatir dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran, bukankah engkau tahu bahwa jika engkau biarkan terlalu lama hatiku tidak engkau hampiri maka sedikit-demi sedikit hatiku terkena debu dan menjadi kotor. Padahal aku baru saja mendengarkan permintaan khawatir, bahwa dia juga akan hadir dalam hatimu manakala hatimu kotor. Ketahuilah bahwa sesungguh-sungguhnya hatimu telah mulai kotor sekarang ini. Maka ketahuilah bahwa khawatir itu sebenarnya telah hadir dalam hatimu.

Pikiranku:
Lalu bagaimana. Kalau begitu aku ingin bertanya kepada orang tua berambut putih. Wahai orang tua berambut putih. Marilah engkau aku lepaskan borgolmu itu. Maafkanlah atas kesombonganku ini. Ketahuilah bahwa aku sekarang sedang mempunyai masalah besar. Khawatir telah muncul di mana-mana. Khawatir telah muncul baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku. Bagaimanakah wahai orang tua berambut putih solusinya?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat manusia. Tiadalah manusia dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda. Itulah mengapa ada batas antara pikiranmu dan hatimu. Di dalam batas itulah khawatirmu berdomisili. Tetapi tiadalah manusia dapat mengetahui batas pikiran dan hatimu jika engkau menggunakan pikiranmu. Maka sebenar-benar batas antara pikiran dan hatimu itulah maka hatimu yang akan menunjukkanmu. Maka bertanyalah kepada hatimu untuk mengetahui batas pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai hatiku. Dimanakah batas antara pikiranku dan hatiku?

Hatiku:
Aku bersedia menjawab jika aku telah engkau bersihkan dari segala kotoran yang ada dalam diriku.

Pikiranku:
Bagaimana aku bisa membersihkan engkau wahai hatiku?

Hatiku:
Tanyakanlah kepada orang tua berambut putih.

Pikiranku:
Wahai orang tua berambut putih. Bagaimanakah aku dapat membersihkan hatiku.

Orang tua berambut putih:
Tiadalah kuasa manusia itu untuk membersihkan hatinya sendiri. Berdoa dan berserah dirilah kepada Tuha YME agar berkenan membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Wahai Tuhanku, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa-dosa leluhurku, ampunilah segala dosa-dosa pemimpinku, ampunilah segala dosa-dosa orang tuaku. Belas kasihanilah aku. Tolonglah aku. Bebaskanlah aku dari rasa khawatir baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku.

Pikiranku:
Wahai orang tua berabut putih. Kenapa doaku belum juga terkabul?

Orang tua berambut putih:
Doamu belum terkabul itu disebabkan oleh karena kesombonganmu.

Pikiranku:
Mengapa aku yang telah melantunkan doa-doaku ini masih engkau anggap sombong?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar dirimu, yang tidak tahu diri. Bukanlah semestinya engkau melantunkan doa-doa. Doa-doa itu bukan bidang pekerjaanmu. Itulah sebenar-benar pekerjaan hatimu.

Pikiranku:
Oh ampunilah Tuhanku maka aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Sekarang gantian. Giliran engkau yang akan aku borgol. Engkau akan aku borgol agar engkau tidak mengganggu aktivitas hatimu dalam melantunkan doa-doa.

Pikiranku:
Terus bagaimana nasib dan keadaanku nanti setelah engkau borgol diriku?

Orang tua berambut putih:
Jikalau engkau telah aku borgol, maka engkau akan terbebas dari khawatir. Ketahuilah bahwa terbebas dari khawatir ada dua cara dalam pikiranmu. Pertama, gunakan pikiranmu sebaik mungkin atau tidak engkau gunakan sama sekali.

Hatiku:
Terimakasih wahai orang tua berambut putih. Aku sekarang merasa ringan dan lega. Semoga aku akan bisa melantunkan doa-doaku dengan khusyuk dan tawadu’. Maka pergilah engkau dan tinggalkan aku sendiri di sini. Biarkan aku sendiri di sini tanpa siapapun, kecuali doa-doaku.

36 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kekhawatiran kita adalah berasal dari pikiran kita. Jika kita tidak yakin maka Allah akan dengan mudah meyakinkan kita. Tidak perlu risau dan khawatir denganhidup kita.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yakinlah bahwa Allah selalu berada di dekat kita. Allah adalah apa yang hambanya pikirkan. Maka selalu berpikir yang baik. Pikran kita akan mempengarui hidup kita dan cara kita melakukan kehidupan.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan sang pencipta. Dengan pikiran dan hati yang jernih, kita akan kusyuk dalam berdoa dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hati yang dilliputi rasa khawatir karena hati tersebut jarang digunakan, pikiran selalu mendominasi. Pikiran yang tidak mempertimbangkan hatinya sebagai dasar dalam berpikir menyebabkan hati sedikti-demi sedikit akan menjadi kotor. Hati yang kotor akan menjadi sarang bagi keburukan-keburukan dan kemaksiatan serta rasa khawatir yang akan memasukinya. Maka tiadalah manusia dapat membersihkan hatinya sendiri, melainkan dia berdoa dan berserah diri kepada Allah, agar Allah senantiasa membersihkan hati manusia dari segala keburukan dan kekhawatiran.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Pikiran yang dibiarkan kesana kemari tanpa komando hati hanya akan memunculkan kekhawatiran, namun dengan adanya kekhawatiran pikiran akan memanggil sang hati untuk mengomandoi lagi. Yang menjadi bahaya manakala yang berjalan hanyalah fikiran semata. Hal ini dapat terjadi ketika seorang telah lama menanggalkan atau menolak kehadiran hati dalam aktivitasnya.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Jangan pernah mengagung-agungkan pikiran kita dan merasa tidak memerlukan hari nurani dalam bertindak. Jika kita terlalu banyak mengguanakan pikiran tanpa menggunakan hati maka akan menjerumuskan kita dalam kekhawatiran. Tetapi jika kita mencampuradukkan pikiran dan hati secara semena-mena kekhawatiran juga akan muncul pada diri kita. Jangan merasa mampu mengatasi suatu masalah hanya dengan pikiran yang dangkal karena akan membuat kita terjerumus ke dalam masalah yang lebih berat. Jika memang ingin menggunakan pikiran maka gunakan pikiran dengan sebaik mungkin. Jika tidak sama sekali maka gunakan hatimu untuk menyelesaikan masalahmu.
    Jangan sampai mencampuradukkan tugas dan fungsi pikiran dengan tugas dan fungsi hati. Pikiran digunakan dalam menghadapi masalah yang logis dan mampu dijelaskan secara ilmiah. Sedangkan hati digunakan untuk menyelesaikan masalah yang tidak mampu diselesaikan oleh pikiran yang berkaitan dengan hal yang tidak dapat dijangkau oleh logika. Jangan memaksakan menggunakan pkiran pada setiap kegiatan yang kita lakukan atau pada saat ingin mencari solusi dari suatu masalah. Ingatlah bahwa hati kita memiliki bagiannya dalam hal ini. Karena masalah atau kekhawatiran itu letaknya di batas pikiran dan hati maka janganlah hanya menggunakan pikiran saja untuk mencari solusinya. Jangan memperparah keadaan dengan mengotori hati. Sebaliknya, gunakanlah pikiran dan hati secara baik agar tidak muncul kekhawatiran di keduanya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Berdoa adalah ibadah yang utama karena mengingat Allah. Mengingat Allah merupakan bentuk penghambaan kita yang membuat kita semakin tunduk di hadapan Allah SWT. Karena semua hal yang terjadi pada kehidupan kita adalah semata-mata karena Allah SWT. Berdoa ini suatu bentuk memohon keridhoan Allah terhadap segala hal yang kita lakukan di dunia ini, sehingga hal yang kita peroleh akan penuh dengan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Dalam elegi ini disebutkan bahwa jika seseorang mulai merasakan kekhawatiran yang tidak karuan maka dia haruslah segera mengingat Allah, disaat kita melakukan hal yang salah, maka kita segera mengingat Allah dan memohon ampun, begitu pula saat kita mendapatkan rezeki dan segala hal yang kita inginkan telah kita dapatkan , maka kita juga harus mengingat Allah.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dari elegi ini saya dapat belajar bahwa sebaik-baiknya doa adalah doa yang dipanjatkan dari hati. Memohon ampun, memintakan rahmat, memuji kebesaram Allah salam doa kita. Terkadang pada kehidupam sehari- hari kita mencampurkan hati dan pikiran kiya dalam memandang sesuatu, menyelesaikam masalah dsb. Yang bisa saja menimbulkan kekacauan, kekhawatiran pada hati dan pikiran kita. Di beberapa aspek kita terkadang perlu memisahkan urusan hati dan pikiran. Salah satunya adalah berdoa. Istirahatkan pikiran kita agar doa kita tidak bercampur prasangka-prasangka dan kesombongan. Berdoalah denngan ikhlas dan penuh kerendahan hati.

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Kekhawatiran muncul di saat pikiran dan hati tak sejalan. Namun hal itu wajar adanya, karena manusia yang tak pernah luput dari kesempurnaan. Untuk mengatasinya maka doalah yang bisa diandalkan. Berdoa dengan hati, hati yang ikhlas dan tawadu’ menjadi kunci untuk menghilangkan rasa kekhawatiran. Berdoa dan berserah dirilah kepada Allah SWT. agar Allah berkenan membersihkan hati yang kotor.

    ReplyDelete
  10. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah membaca, saya belajar tentang “kekhawatiran”. Ketika saya sedang mengingat-ingat sesuatu rasa khawatir sering muncul. Khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, kekhawatiran itu harus dihindari.
    Saya juga belajar tentang hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kekhawatiran yaitu dengan berpikir sebaik-baiknya atau tidak berpikir sama sekali. Sehingga dalam berdoa kepada Allah SWT hendaknya fokus dan berhenti berpikir tentang urusan dunia.

    ReplyDelete
  11. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya ketika kita berdoa dan doa kita sungguh-sungguh dari dalam hati, maka hal itulah yang dapat membawa kita pada ketenangan dan melepaskan diri dari keragu-raguan. Mengapa? Karena ketika kita telah berdoa dalam memulai aktivitas, maka kita telah mengikutkan Allah, sehingga kita yakin, bahwa apapun hasilnya nanti, maka itu adalah kehendak Allah, yang jelas kita telah berusaha semaksimal mungkin. Sehingga lepaslah kita dari keragu-raguan dan kekhawatiran.

    ReplyDelete
  12. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saat kita dihadapkan dengan semua keraguan dan kekhawatiran yang ada dihati dan pikiran kita, hendaknya kita menyadari jika doa adalah satu-satunya penghapus segala keraguan dan kekhawatiran. Saat kita percaya akan kekuatan doa, maka kita kan menyadari bahwa doa tidak hanya sekedar ritual saat kita mengawali/mengakhiri sesuatu, namun LEBIH dari itu.

    ReplyDelete
  13. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah anjuran untuk senantiasa menjaga hati agar supaya senantiasa bersih, karena hati yang tidak bersih bisa memunculkan kekhawatiran Aktifitas pikiran yang melampaui batas bisa membuat hati menjadi kotor. Kami teringat dengan kutipan: Rene Descartes mengatakan bahwa “Pikiran-pikiran yang agung mampu melakukan baik kesesatan-kesesatan agung maupun kebajikan-kebajikan agung”. (Hardiman,2007:34). Semoga kita dijauhkan dari kesombongan dan kebanggaan yang berlebihan terhadap pikiran kita, dan semoga kita bisa menjaga hati kita senantiasa bersih sehingga tidak ada kekhawatiran di dalam diri kita. Amin.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sesungguhnya kebiasaan kita akan terasa lebih indah dan tidak membosankan ketika kita melibatkan hati kita dalam setiap aktivitas. Ketika hati ikut terlibat maka segala sesuatu akan menjadi lebih tenang, sedangkan pikiran senantiasa menggebu-nggebu untuk mendapatkan sesuatu. Tentunya hati yang dimaksud adalah hati yang senantiasa terpaut kepada-Nya dan senantiasa mengingat asma-Nya.

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mengembarakan pikiran tanpa hati yang mengendalikan ibarat layang-layang yang terlepas, akan sulit atau bahkan tidak pernah kembali. Sungguh saya selalu mengingat pesan tersebut kala kuliah perdana bersama Prof Marsigit. Benar saja, membiarkan pikiran bermain sendiri tanpa diemong oleh hati, akan menjadikan pikiran menjadi liar. Dan hati, ketika kita ingin membersihkan hati, maka mohon ampunlah kita kepada Sang Pencipta, memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan dengan menyingkirkan segala macam kesombongan. Semoga kita semua selalu dala lindungan-Nya

    ReplyDelete
  16. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Rasa kekhawatiran itu akan terjadi apabila hati kita diselimuti oleh debu-debu atau hati yang kotor. Ada beberapa cara yang akan dilakukan agar terbebas dari rasa khawatir dalam pikiran kita. Untuk meraih kebebasan dari semua itu, tentunya kita harus berdoa dan berserahdiri kepada Allah untuk membersihkan hati. Dengan melantunkan doa-doa akan membantu kita dalam nenenangkan dan menentramkan hati kita menjadi jauh lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Setiap hati manusia umumnya akan dilanda rasa gelisah dan rasa bimbang dalam memilih jalan kehidupan, Maka dari itu salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah meminta petunjuk dari sang maha kuasa dengan cara memanjatkan do’a yang khusu’ dan tawadu’. Salah satu waktu yang sangat tepat untuk berkeluh kesah di atas sajadah yaitu pada waktu seperempat malam, maka tunaikanlah sholat dan memintalah dengan sebenar-benarnya do’a terhadap apa yang di kehendaki insyallah do’amu akan di jabah.

    ReplyDelete
  18. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia dibekali akal dan pikiran oleh Allah swt untuk berpikir dan memutuskan suatu perkara. dalam menjalani kehidupannya saat akan mengambil keputusan kadangkala ragu-ragu maupun khawatir akan hasil yang akan diputuskan. Ragu-ragu maupun khawatir yang muncul dalam diri manusia bisa disebabkan karena terjadi pertarungan antara hati dan pikiran manusia. Khawatir berada diantara batas hati dan pikiran. Rasa itu dapat hadir dalam hati maupun pikiran, atau bisa datang pada keduanya. Khawatir muncul seiring dengan rasa ragu-ragu yang menyelimuti diri. Menyeimbangkan hati dan pikiran memang bukanlah hal yang mudah. Ketika salah satu timpang, maka rasa khawatir akan muncul.

    ReplyDelete
  19. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU
    Dalam menghadapi kehidupan sehari-hari kita seringkali menghadapi suatu kekhawatiran. Kekhawatiran adalah suatu mitos. Dan solusi mengatasi kekhawatiran yaitu dengan diri sendiri. dengan cara berdoa dengan semurni-murninya doa. Dengan cara yang khusyuk dan menghindarkan diri dari kesombongan. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan untuk selalu berdoa padaNya dengan doa yang ikhlas dan khusyuk. Dan semoga dengan doa doa tersebut kita semakin dekat denganNYa. Aamiin ya robalalamin.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Rasa khawatir muncul ketika kita tidak yakin kepada Allah SWT. Hal-hal yang dikhawatirkan bisa berbagai macam, hal-hal tersebut seperti rezeki, jodoh, kesehatan, pekerjaan, jabatan, ilmu, kematian dan lain-lain. Padahal semuanya telah Allah atur dan setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing. Lantas kenapa kita mesti khawatir? Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk menghilangkan rasa khawatir yang ada di dalam diri kita yang disebabkan oleh kotornya hati dan kacaunya fikiran. Khawatir hanya akan menghantarkan kepada rasa tidak bersyukur dan meragukan ke-Maha Besar-an Allah. Hilangkanlah rasa khawatir ini dengan selalu berdzikir, berdoa, dan meminta ampun kepada ALlah SWT.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Menghilangkan khawatir ialah dengan membersihkan hati. Sedangkan yang bisa membersihkan hati ialah dengan berdoa dan berserah diri kepada-Nya. Menghilangkan khawatir juga bisa dengan menggunakan pikiran sebaik mungkin atau justru tidak menggunakan pikiran sama sekali. Maksudnya ialah ketika sedang berdoa, jangan biarkan pikiran mengembara. Dengan demikian, hati dapat memanjatkan doa dengan kusyu tanpa terhalang apapun bahkan oleh pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  22. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Bagaimana bisa berfilsafat tanpa berlandaskan ilmu dan hati. Yang ada malah berbahaya, sangat berbahaya, karena sebenar-benar pikiran tanpa landasan ilmu dan hati adalah godaan syaitan. Tidak bisa pula berpikir tanpa memiliki pegangan ataua fondamen. Jika memang keadaannya seperti itu, hal yang harus segera dilakukan adalah beristigfal, minta ampun kepada Allah, bertaubat, taubatan nasuha, terus berdoa dan berdoa.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Sebagaimana yang dipaparkan dalam elegi tersebut, maaf jikalau tidak salah memahami bahwa orientasi bersilfat adalah berpikir.Berfilsafat melibatkan hati dan pikiran.Untuk melerai antara pikiran dan hati agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan keragu- raguan adalah dengan berdoa dan beriktiar seraya meminta ampun kepada Tuhan Yang Kuasa.

    ReplyDelete
  24. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Hati dan pikiran kita tidak bisa dicampur adukkan secara sembarangan. Keduanya memiliki batas. Namun hati kita lah yang harusnya mengontrol pikiran serta perbuatan kita karena seseorang dinilai dari hatinya. Kita sebagai manusia harus menjaga hati kita tetap bersih. agar hal itu terjadi, kita harus senantiasa memohon ampunan serta berdoa agar hati kita senantiasa bersih dan tenang.

    ReplyDelete
  25. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kesadaran manusia dibungkus dengan dua jenis badan, yaitu badan tubuh dan badan pikiran. Badan tubuh adalah badan yang akan kita tinggalkan ketika kita mati. Sedangkan pikiran merupakan komponen manusia untuk bertindak. Saya menyadari bahwa pikiran sejatinya tidaklah bersifat murni, di dalamnya ada pengalaman, doktrin, asumsi dan pengetahuan. Salah satu cara yang saya yakini untuk kembali membersihkan pikiran adalah dengan cara berdoa dan bermeditasi. Bermeditasi bagi saya salah satu upaya mengendalikan gerak pikiran melalui konsentrasi mendalam yang dibantu oleh hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  26. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Risau atau kekhawatiran bisa datang kapan saja. ia tidak memandang apakah kita sudah siap atau belum. Memang begitulah takdir penciptaan risau. Ia ditakdirkan lahir dengan tujuan agar setiap manusia senantiasa bersiap-siap kalau-kalau dia datang. Jadi adanya risau memacu kita agar senantiasa siap di segala kondisi dan segala waktu.

    ReplyDelete
  27. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alakum Wr. Wb.

    Rasa khawatir memang terus menghampiri disaat pikiran dan hati tidak menyatu. Dimana didalam berpikir jika tidak mengikut sertakan hati maka akan tidak ada batasnya dan disitulah kesombongan akan muncul. Hati berfungsi untuk membersihkan pikiran kita agar tidak berpikir melampaui batas. Sehingga kita membutuhkan hati yang bersih untuk menjaga itu, dan hati yang bersih adalah hati yang meletakkan keimanannya terhadap Allah SWT. Dengan adanya hati yang bersih maka pikiran akan terjaga dan rasa khawtir dapat hilang karena kita selalau dalam keadaan berdo'a.

    ReplyDelete
  28. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Semakin sering rasa khawatir datang menghampiri, berarti ada yang tidak beres dengan sinergi pikiran dan hati kita. Jika kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan tidak pernah memberikan waktu untuk berdoa dan membuat hati kita tenang, maka muncullah kekhawatiran. Begitu pula jika kita terlalu menyombongkan amal ibadah kita dengan tidak memperhatikan sekeliling dan menganggap remeh pekerjaan lain, maka muncul pula kekhawatiran akan ditelan oleh mitos diri sendiri. Bahkan di saat kita telah menyempatkan diri untuk berdoa kepada Allah, masih ada kemungkinan bahwa kita masih memiliki kesombongan di dalam hati. Maka benar bahwa mencapai keikhlasan sangat sulit.

    ReplyDelete
  29. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Seringkali rasa khawatir muncul. Ketika pikiran menguasai diri saya, maka khawatir muncul. Khawatir tidak lulus, khawatir akan jatuh, khawatir kecelakaan, sakit, kehabisan uang, dll. Banyak pikiran negatif memunculkan khawatir itu. Saat-saat demikian, jika saya merenungkan, ternyata jika saya khawatir itu saya sedang kehilangan pegangan, kehilangan kepercayaan kepada Allah. Hati saya terabaikan. Ketika mengingat Allah, mulailah hati terasa lebih tenang, ikhlas, percaya akan kebesaran Allah, maka rasa khawatir itu akan diam-diam pergi dari pikiran. Percaya dan ikhlas akan kasih sayang Allah kepada kita. Allah menyertai kita selalu.

    ReplyDelete
  30. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Hati dan pikiran memiliki fungsi yang berbeda-beda. Hati mampu menimbulkan segala keresahan dan kegundahan terhadap sesuatu. Saat hati merasa resah, perlu menyadarinya. Sedangkan pikiran fungsinya tidak mampu melampaui hati. Sebaik-baik pikiran adalah mengisinya dengan spiritual. Elegi yang menyadarkan saya bahwa doa bermuara di hati. Doa yang sudah dipanjatkan maka sebaiknya diserahkan pada Allah. Berserah diri merupakan cara terbaik untuk menyadari bahwa manusia tidaklah sempurna, memiliki keterbatasan terhadap suatu hal.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  32. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa rasa khawatir muncul dikarenakan antara hati dan pikiran tidak sejalan. Selain itu, keragu-raguan juga akan muncul jika hati sedang tidak bersih. Maka untuk mengatasi dan melepaskan diri dari rasa khawatir dan ragu-ragu yang harus dilakukan adalah dengan berdoa. Berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT dengan rasa ikhlas, khuyuk dan tawadu’.
    Untuk itu, setiap akan memulai aktivitas ikutsertakanlah Allah SWT, berdoa memohon ampunan dan keberkahan dari-Nya. Sehingga apapun yang akan kita lakukan mendapat keridhaan dari-Nya serta kita akan terbebas dari rasa ragi-ragu dan khawatir.

    ReplyDelete
  33. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    berdoa adalah alat komunikasi kita kepada sang pencipta. dengan berdoa hati kita menjadi plong dan lapang. maka ketika kita melakukan apapun usahakanlah memulai dan mengakhirinya dengan berdoa untuk selalu menjaga kita dan mendekatkan diri kita kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  34. Junianto
    17709251065
    PM C

    Manusia telah dikaruniai akal dan hati. Keduanya menjadi hal yang pokok bagi manusia dalam melakukan aktivitasnya. Ketika manusia merasa ragu-ragu, berarti ada ketidakseimbangan antara hati dan pikiran/ akal. Disinilah letak kehawatiran manusia dan untuk menghilangkan rasa khawatir tergantung dari manusia itu sendiri. Dari elegi ini, saya sepakat bahwa dengan doa-doa, manusia bisa menghilangkan rasa khawatir itu. Tentu doa yang khusuk dan tawadhu, karena Allah selalu mendengar doa hamba-Nya yang ikhlas.

    ReplyDelete
  35. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dengan beristigfar dan memohon ampun atas dosa-dosa yang diperbuat itu merupakan salah satu syarat terkabulnya doa. Jika seseorang dalam keadaan bermaksiat maka doanya tentu tidak diijabah Allah. Penghalang lain dari terkabulnya doa adalah kesombongan. Kesombongan merupakan pangkal dari kehancuran diri seseorang. Setanpun di murkai Allah karena kesombongannya ketika menganggap setan lebih baik dari manusia. Jadi dengan beristighfar, jauh dari sifat sombong, dan berdoa dengan kusyuk maka akan memperlebar peluang doa kita terkabul.

    ReplyDelete