Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa




Oleh Marsigit

Kebiasaanku:
Bekerja, istirahat, beribadah, makan, minum, tidur, nonton tv, kuliah, naik motor, belanja, arisan, piknik, merapikan kamar tidur, mandi, ... itu kebiasanku. Tetapi aku ingin masih mencari kebiasaanku yang lain. Membaca buku, membaca koran, ngobrol dengan teman, membaca kitab, nginternet, ... itu juga kebiasaanku. Kayaknya masih ada. Membantu orang tua, kerjabakti, tidur..eh sudah, kuliah..eh sudah. Apa lagi ya kebiasaanku? Oh iya sekarang aku punya kebiasaan yaitu berfilsafat.

Pikiranku berfilsafat:
Karena aku sedang berfilsafat maka aku sekarang akan melakukan eksperimen yaitu akan aku borgol orang tua berambut putih agar tidak bisa lagi mendekatiku. Mengapa supaya aku bisa leluasa bertanya tanpa harus diganggu oleh kehadiran dia. Aku mulai bertanya. Untuk apa aku bekerja, untuk apa aku istirahat, untuk apa aku beribadah, untuk apa aku makan, untuk apa aku minum, untuk apa aku tidur, untuk apa aku nonton tv, untuk apa aku kuliah, untuk apa aku naik motor, untuk apa aku belanja, untuk apa aku arisan, untuk apa aku piknik, untuk apa aku merapikan kamar tidur, mandi, ... untuk apa aku itu kebiasanku. Untuk apa aku membaca buku, untuk apa aku piknik, untuk apa aku membaca koran, untuk apa aku ngobrol dengan teman, untuk apa aku membaca kitab, untuk apa aku nginternet..dst.

Pikiranku didatangi rasa khawatir?:
Ketika aku berfilsafat tiba-tiba muncul rasa khawatir. Yah itulah datang rasa khawatir. Setiap aku mulai berfilsafat datanglah rasa khawatir. Aneh, padahal orang tua berambut putih sudah bisa aku lumpuhkan. Tetapi mengapa sekarang muncul rasa khawatir. Wahai khawatir siapakah dirimu itu, dari manakah engkau, di mana tempat tinggalmu. Mengapa tiba-tiba engkau datang menghampiriku?

Khawatir:
Aku adalah rasa khawatirmu. Tempat tinggalku diantara batas hati dan pikiranmu. Maka aku bisa hadir baik dalam pikiran maupun hatimu.

Pikiranku:
Mengapa engkau tiba-tiba menghampiriku?

Khawatir:
Aku selalu hadir pada setiap keragu-raguanmu.

Pikiranku:
Apakah engkau mengetahui apakah sebenarnya keraguanku sekarang ini?

Khawatir:
Engkau betul-betul ragu-ragu karena engkau mulai memikirkan kebiasanmu. Sementara engkau masih teringat apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa kebiasaan tanpa memikirkannya adalah mitosmu. Maka semakin banyak engkau mengingat-ingat kebiasaanmu maka semakin banyak pula mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benari khawatirmu, yaitu bahwa engkau merasa khawatir dimangsa oleh mitos-mitosmu.

Pikiranku:
Benar juga apa yang engkau katakan. Lalu bagaimana solusinya menurutmu?

Khawatir:
Sesungguh-sungguh solusinya tergantung akan dirimu. Tetapi bagiku adalah di sini saja tempat yang paling nyaman. Aku tidak mau engkau bawa ke dalam pikiranmu, juga aku tidak mau engkau bawa ke dalam hatiku. Sesungguh-sungguh hakekat khawatir itu adalah diriku, yaitu batas antara pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai khawatir. Betapa bodohnya engkau itu. Jawabanmu itulah sebenar-benar solusiku. Maka janganlah menolak perintahku. Maka engkau akan aku bawa jauh ke dalam pikiranku.

Khawatir:
Terserah engkau jualah. Tetapi jika engka ingin memaksaku, maka aku mempunyai permintaan kepadamu.

Pikiranku:
Apakah permintaanmu itu?

Khawatir:
Kemanapun aku engkau ajak pergi dalam pikiranmu, maka aku akan selalu muncul jikalau engkau tidak dapat menggunakan pikiranmu. Demikian juga, kemanapun engkau aku ajak pergi ke dalam hatimu, maka aku akan muncul ketika engkau tidak dapat membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Baik syaratmu aku terima, maka marilah engkau masuk dalam-dalam ke dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran. Mengapa selama ini engkau abaikan diriku? Bukankah engkau telah berjanji bahwa diriku akan engkau selalu jadikan komandan kemanapun engkau pergi?

Pikiranku:
Wahai hatiku, bukankah engkau tahu dan menyaksikan sendiri betapa sibuknya aku sekarang ini. Pekerjaanku sangat banyak. Ditambah lagisekarang aku mempunyai penghuni baru dalam pikiranku. Dengan pikiranku ini aku harus menjaga dan selalu berpikir agar tidak muncul khawatir dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran, bukankah engkau tahu bahwa jika engkau biarkan terlalu lama hatiku tidak engkau hampiri maka sedikit-demi sedikit hatiku terkena debu dan menjadi kotor. Padahal aku baru saja mendengarkan permintaan khawatir, bahwa dia juga akan hadir dalam hatimu manakala hatimu kotor. Ketahuilah bahwa sesungguh-sungguhnya hatimu telah mulai kotor sekarang ini. Maka ketahuilah bahwa khawatir itu sebenarnya telah hadir dalam hatimu.

Pikiranku:
Lalu bagaimana. Kalau begitu aku ingin bertanya kepada orang tua berambut putih. Wahai orang tua berambut putih. Marilah engkau aku lepaskan borgolmu itu. Maafkanlah atas kesombonganku ini. Ketahuilah bahwa aku sekarang sedang mempunyai masalah besar. Khawatir telah muncul di mana-mana. Khawatir telah muncul baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku. Bagaimanakah wahai orang tua berambut putih solusinya?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat manusia. Tiadalah manusia dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda. Itulah mengapa ada batas antara pikiranmu dan hatimu. Di dalam batas itulah khawatirmu berdomisili. Tetapi tiadalah manusia dapat mengetahui batas pikiran dan hatimu jika engkau menggunakan pikiranmu. Maka sebenar-benar batas antara pikiran dan hatimu itulah maka hatimu yang akan menunjukkanmu. Maka bertanyalah kepada hatimu untuk mengetahui batas pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai hatiku. Dimanakah batas antara pikiranku dan hatiku?

Hatiku:
Aku bersedia menjawab jika aku telah engkau bersihkan dari segala kotoran yang ada dalam diriku.

Pikiranku:
Bagaimana aku bisa membersihkan engkau wahai hatiku?

Hatiku:
Tanyakanlah kepada orang tua berambut putih.

Pikiranku:
Wahai orang tua berambut putih. Bagaimanakah aku dapat membersihkan hatiku.

Orang tua berambut putih:
Tiadalah kuasa manusia itu untuk membersihkan hatinya sendiri. Berdoa dan berserah dirilah kepada Tuha YME agar berkenan membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Wahai Tuhanku, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa-dosa leluhurku, ampunilah segala dosa-dosa pemimpinku, ampunilah segala dosa-dosa orang tuaku. Belas kasihanilah aku. Tolonglah aku. Bebaskanlah aku dari rasa khawatir baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku.

Pikiranku:
Wahai orang tua berabut putih. Kenapa doaku belum juga terkabul?

Orang tua berambut putih:
Doamu belum terkabul itu disebabkan oleh karena kesombonganmu.

Pikiranku:
Mengapa aku yang telah melantunkan doa-doaku ini masih engkau anggap sombong?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar dirimu, yang tidak tahu diri. Bukanlah semestinya engkau melantunkan doa-doa. Doa-doa itu bukan bidang pekerjaanmu. Itulah sebenar-benar pekerjaan hatimu.

Pikiranku:
Oh ampunilah Tuhanku maka aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Sekarang gantian. Giliran engkau yang akan aku borgol. Engkau akan aku borgol agar engkau tidak mengganggu aktivitas hatimu dalam melantunkan doa-doa.

Pikiranku:
Terus bagaimana nasib dan keadaanku nanti setelah engkau borgol diriku?

Orang tua berambut putih:
Jikalau engkau telah aku borgol, maka engkau akan terbebas dari khawatir. Ketahuilah bahwa terbebas dari khawatir ada dua cara dalam pikiranmu. Pertama, gunakan pikiranmu sebaik mungkin atau tidak engkau gunakan sama sekali.

Hatiku:
Terimakasih wahai orang tua berambut putih. Aku sekarang merasa ringan dan lega. Semoga aku akan bisa melantunkan doa-doaku dengan khusyuk dan tawadu’. Maka pergilah engkau dan tinggalkan aku sendiri di sini. Biarkan aku sendiri di sini tanpa siapapun, kecuali doa-doaku.

41 comments:

  1. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Kekhawatiran, ketakutan manusia muncul karena ketidakyakinannya tenang suatu hal. Ketidakyakinan itu muncul karena pemikiran yang tidak matang dan rasional. Oleh karena itu hal ini sejalan dengan elegi diatas bahwa” khawatir” tidak mau dibawa dalam pimikiran karena ketika ia di bawa ke ranah pemikiran dia akan lenyap dan hilang karena manusia sudah mampu memutuskan dengan pemikiran yang matang. Pemikiran yang matang selaras dengan kebersihan hati. Oleh karena itu agar pikiran jernih dan bersih maka kita sebagai manusia juga harus membersihkan hati seperti yang dikatakan orang tua putih untuk berserah diri kepada Allah SWT karena memasrahkan diri dalam lantunan do’a kepada Allah SWT merupakan muara terakhir dari ikhtiar manusia. Terima Kasih

    ReplyDelete
  2. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Hidup selalu dihadapkan pada pilihan dan pilihan tersebut akan berpengaruh pada kehidupan kita yanh selanjutnya. Ketika kita di tuntut untuk menetukan pilihan maka akan ada perasaan bingung, ragu, takut, dll. Untuk mengatasi hal-hal tersebut adalah dengan berdoa. Sebab berdoa merupakam alat untuk berkomunikasi kepada Tuhan. Tuhan merupakan sosok yang akan selalu memahami kita disetiap waktu, tiada yang lebih hebat selain Dia. Walaupun, tidak selalu apa yang kita inginkan langsung terkabul namun Tuhan akan selalu mendengarkan kita. Jika suatu keinginan tidak tercapai hendaklah kita intropeksi kepada diri kita apakah masih ada kekurangan atau apakah kita pantas untuk mendapatkan keingingan kita tersebut. Sebab Tuhan sudah tau mana yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kekhawatiran merupakan titik keragu-raguan kita terhadap apa yang sudah kita lakukan ataupun apa yang sudah Allah turunkan kepada kita. Bukankah kita sudah berusaha dan berdo’a? Sungguh pikiran dan hati yang sudah susuah untuk dikondisikatan ketika rasa khawatir dan percaya itu salah berpisah. Padahal kita sudah mengetahui solusi yang terbaik dari apa masalah kita. Hanya saya kita kurang yakin dengan apa yang sudah kita lakukan. Kurangnya iman kita kepada Allah salah satu penyebab kekhawatiran kita muncul. Berdo’a dan berdzikir adalah jalan yang utama dalam menghilangkan rasa ketakutan kita.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia dibekali akal dan pikiran oleh Allah swt untuk berpikir dan memutuskan suatu perkara. dalam menjalani kehidupannya saat akan mengambil keputusan kadangkala ragu-ragu maupun khawatir akan hasil yang akan diputuskan. Ragu-ragu maupun khawatir yang muncul dalam diri manusia bisa disebabkan karena terjadi pertarungan antara hati dan pikiran manusia. Khawatir berada diantara batas hati dan pikiran. Rasa itu dapat hadir dalam hati maupun pikiran, atau bisa datang pada keduanya. Khawatir muncul seiring dengan rasa ragu-ragu yang menyelimuti diri. Menyeimbangkan hati dan pikiran memang bukanlah hal yang mudah. Ketika salah satu timpang, maka rasa khawatir akan muncul.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sebenar-benar pertengkaran adalah ketika hati dan pikiran tidak sejalan, didalam hati yang paling dalam kita menginginkan A sedangkan pikiran kita tidak menginginkan itu, maka untuk menemukan solusi diantara kebingungan itu hanyalah dengan cara berdo'a dan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, pernah menyampaikan bahwa "satu-satunya senjata yang paling ampuh setelah kita tidak berdaya lagi adalah do'a". ceramah tersebut disampaikan ketika berkunjung ke jogja di masjid kauman Yogyakarta.

    ReplyDelete
  6. Dalam diri manusia saat mencari jalan menuju tujuannya pastilah menemui rintangan, salah satunya terbesit keraguan, keraguan atas keputusan yang akan dan telah diambil. Namun manusia sekali lagi dibekali akal fikiran, untuk dapat menghialngkan keraguan tersebut. Pergunakanlah akal pikiran yang Allah anugerahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya agar tidak ada keraguan dalam kita menelususri jalan menuju tujuan.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari elegi ini, ilmu yang saya dapat adalaha hati yang bersih mampu menghasilkan pikiran yang jernih. Tolak ukur semua permasalahan adalah hati. Jika dirasa berat dalam melakukan sesuatu, coba kita periksa kembali hati kita, apakah ada unsur/penyakit sombong, tidak ikhlas, iri hati, dsb. Banyak penyakit hati yang bercokol tanpa kita sadari yang membuat hidup kita tidak tentram. Sebenar-benarnya obat untuk membersihkan hati adalah dengan muhasabah diri dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga kita semua tergolong ke dalam hamba Allah yang selalu mampu menjaga kebersihan hati. Aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  8. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari elegi ini, ilmu yang saya dapat adalaha hati yang bersih mampu menghasilkan pikiran yang jernih. Tolak ukur semua permasalahan adalah hati. Jika dirasa berat dalam melakukan sesuatu, coba kita periksa kembali hati kita, apakah ada unsur/penyakit sombong, tidak ikhlas, iri hati, dsb. Banyak penyakit hati yang bercokol tanpa kita sadari yang membuat hidup kita tidak tentram. Sebenar-benarnya obat untuk membersihkan hati adalah dengan muhasabah diri dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga kita semua tergolong ke dalam hamba Allah yang selalu mampu menjaga kebersihan hati. Aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  9. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Doa adalah senjata umat muslim. Ketika rasa khawatir, panik, resah, gelisah datang menghampiri pikiran dan hati, hanya doalah yang dapat memperkuat dan mengokohkan kita agar tetap tenang dan mengingatkan kita bahwa Allah selalu ada bersama kita kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. Iya, maka doalah yang tersisa. Berdoalah dengan khusu dan tawadu’ agar hati dan pikiran menjadi tenang, ringan, dan lega; sehingga kita bisa qonaah dengan segala yang terjadi di dalam hidup kita, Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Doa merupakan salah satu yang harus kita lakukan yang merupakan salah satu komponen dari DUIT (doa,usaha, istikomah, dan tawakal). Saat manusia merasa gelisah, bimbang, galau, hanya kekuatan doalah yang dapat menenangkan hati dan pikiran kita. Karena kita harus meykini bahwa segala apa yang terjadi di dunia ini tidak ada satupun yang tidak diketahui oleh Tuhan, semua campur tangan-Nya, oleh karena itu saat kita mempercayai bahwa hanya Tuhan yang dapat membantu kita, tidak ada yang namanya putus asa, menyerah, maupun rasa tidak percaya diri dalam menjalankan kehidupan ini.

    ReplyDelete
  11. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sebenarnya tidak bisa menentukan kapan hati kita dikatakan bersih maupun hati kita itu kotor. Karena hal tersebut sebenarnya tidak layak untuk difikirkan oleh manusia perihal bersih maupun kotornya hati. Karena kita sebagai manusia hanya bisa selalu untuk berusaha dan tawakkal setelah atas usaha yang kita lakukan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam kehidupan hati dan pikiran sebaiknya sejalan, karena jika tidak sejalan maka akan muncul sifat ragu dan khawatir, karena khawatir itu berada diperbatasan hati dan pikiran. Apa yang kita pikirkan tanpa kita sadari akan mempengaruhi hasil yang kita peroleh. Oleh karena itu dalam melakukan segala sesuatu sebaiknya dikerjakan dengan maksimal dan dengan fikiran positif agar segala sesuatu yang dihasilkan juga positif, selanjutnya kita pasrahkan hasilnya kepada Allah dengan do’a dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Ragu adalah pikiran kita. Perasaan khawatir, takut, dan perasaan buruk yang akan menimpa kita yang belum terjadi sangat wajar dirasakan setiap manusia. Hal ini ada karena manusia dianugerahi pikiran atau akal oleh sang pencipta. Namun tak lantas manusia menjadi berlarut dalam kekhawatiran dan ketakutan, karena Allah SWT tidak menyukai hal tersebut. Sebenarnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang suka berangan-angan akan hal yang belum terjadi. Kita telah dianugerahi akal dan hati dua hal ibarat dua sisi mata uang, berbeda namun menyatu. Akal digunakan untuk berfikir dan hati berfungsi sebagai penyeimbang ketika akal terlalu jauh dengan kebenaran maka sesungguhnya hati akan meronta. Karena hakikat hati adalah bersih dari segala kotoran (keburukan).

    ReplyDelete
  14. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setelah saya membaca artikel ini, saya memahami bahwa manusia memiliki hati, pikiran dan khawatir. Tapi, pikiran dan hati kita tidak bisa dicampur. Namun, ketika digunakan dengan baik, hidup menjadi seimbang.
    Jadi, kita harus selalu berusaha untuk hidup dengan baik dan juga berdoa kepada Allah, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali dengan usaha dan berdoa yang sungguh – sungguh. Ketika apa yang diusahakan bekum membuahkan hasil yang baik, maka sesungguhnya Allah telah menyiapkan yang lebih indah dari pada itu.
    Agar apa yang kita usahakan yang didampingi oleh doa terkabul, diperlukan keikhlasan hati tanpa kesombongan dalam diri.

    ReplyDelete
  15. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Tak dapat dipungkiri bahwa manusia sering merasa khawatir, takut, dll. Hal itu disebabkan ada yang tidak 'beres' dengan hatinya. Karena apapun yang dirasakan tubuh/jiwa manusia itu bersumber dari pikiran dan hati. MAnusia perlu untuk senantiasa berdoa dan berdzikir untuk menenangkan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  16. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Hati dan Pikiran. Pikiran dan hati jangan dicampur adukkan. Dalam melangkah kita harus menggunakan pertimbangan hati dan pikiran. Jangan sampai kita hanya mengandalkan pikiran dalam melangkah. Hal itu karena besar kemungkinan kita akan terjebak dalam kemaksiatan dan kesombongan. Gunakanlah hati sebagai pertimbangan agar langkahmu selalu dalam track kebenaran. Saat pikiran telah mengotori hati dengan kesombongan dan keangkuhan maka segeralah bertaubat kepada Allah agar hati kembali jernih sehingga pikiranpun akan kembali ke jalan yang benar. Terimakasih

    ReplyDelete
  17. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. setiap orang tentu memiliki kebiasaan dan rutinitas harian, tapi untuk apa ia melakukan segala rutinitas itu? Apa fungsi dan manfaat semua rutinitas itu? Keraguan mulai tumbuh, kekhawatiran mulai bersemayam dalam hati. Keraguan dan kekhawatiran disisipkan dalam hati karena manusia terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak, terlalu banyak mempertanyakan yang tidak perlu. Setiap manusia perlu menyeimbangkan antara doa, keyakinan, dan pikiiran agar keraguan dan khawtir tak muncul.

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Segala keraguan akan sesuatu dapat diatasi dengan memperdalam ilmu. Segala kegundahan dan kekhawatiran sampaikanlah kepada Allah SWT. Namun dalam memanjatkan doa-doa kepada-Nya kita harus menyeimbangkan hati dan pikiran. Jangan biarkan doa ternodai dengan pikiran yang tidak jernih. Pikiran yang tidak jernih dapat melahirkan kesombongan sehingga komunikasi kita dengan Allah SWT tidak optimal. Maka jernihkanlah pikiran dan lantunkanlah doa-doa kepada-Nya.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Ada batas antara hati dan pikiran manusia yang menjadikan keduanya berbeda. Di perbatasan ituah kemudian ketakutan dan kekawatiran tinggal. Di perbatasan itulah seringkali manusia mengalami kontradiksinya. Tidak satupun manusia yang dapat mengetahui batas pikiran dan hatinya, jika ia hanya menggunakan pikirannya saja. Manusia membutuhkan hatinya. Namun untuk dapat mengetahui batasnya pun hati manusia harus senantiasa bersih, sehingga batasan itu nampak terlihat. Hati dapat senantiasa bersih mana kala selalu dinaungi dengan dzikir dan doa-doa setiap waktu. Doa-doa yang tulus ikhlas dengan sungguh-sungguh dan rendah hati. Doa-doa ini juga sekaligus mampu menjadi penyelaras antara hati dan pikiran manusia.

    ReplyDelete
  20. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hati dan pikiran merupakan dua komponen utama manusia, yang dapat membedakan manusia yang satu dengan lainnnya baik di hadapan Allah maupun dihadapan manusia yang lainnya. Hati dan pikiran memiliki batas yaitu kekhawatiran. Agar terhindar dari kekhawatiran maka harus menggunakan sebaik mungkin atau tidak menggunakannya sama sekali, ketika kita tidak menggunakannya sama sekali maka yang kita gunakan adalah hati kita yaitu dengan berdoa. Dengan berdoa menggunakan hati tanpa adanya campur tangan pikiran, kita akan dapat berdoa secara khusyu dan akan merasa lebih tenang.

    ReplyDelete
  21. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Jangan pernah mengagung-agungkan pikiran kita dan merasa tidak memerlukan hari nurani dalam bertindak. Jika kita terlalu banyak mengguanakan pikiran tanpa menggunakan hati maka akan menjerumuskan kita dalam kekhawatiran. Tetapi jika kita mencampuradukkan pikiran dan hati secara semena-mena kekhawatiran juga akan muncul pada diri kita. Jangan merasa mampu mengatasi suatu masalah hanya dengan pikiran yang dangkal karena akan membuat kita terjerumus ke dalam masalah yang lebih berat. Jika memang ingin menggunakan pikiran maka gunakan pikiran dengan sebaik mungkin. Jika tidak sama sekali maka gunakan hatimu untuk menyelesaikan masalahmu.

    ReplyDelete

  22. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pikiran, hati dan kekhawatiran, tiga hal tersebutlah yang tinggal dalam hati kita. Pikiran dan hati kita harus seimbang sehingga rasa khawatir ini akan kebingunan harus tinggal dimana. Pikiran kita, kita guinakan untuk hidup di bumi ini menjadi makhluk sosial sebagaimana mestinya dan menuntut ilmu sebagai keseimbangan dengan perkembangan dunia. Ilmu yang kita peroleh itu juga sebgai sarana membersihkan hati kita, yaitu ilmu agama. karena hati ini lah yang kita gunakan untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepasa Allah sehingga kedamaian akan selalu menyertai kita.

    ReplyDelete
  23. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi ini bercerita tentangg sebuah aktivitas hati dan aktivitas piker. Hati menjalankan tugas-tugas spiritual, piker menjalankan tugas beriflsafat, olah piker. Diantara mereka ada yang namanya rasa khawatir. Rasa khawatir sering hadir ketika pikiran mencampuri urusan hati, melampaui batas yang ditentukan. Rasa khawatir hati sering terjadi kita pikiran ikut camppur dalam tugasnya, membayangkan apakah benar keyakinan yang dipegang benar.

    ReplyDelete
  24. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Setiap aktivitas berpikir, selalu akan diwas was I oleh rasa khawatir. Bhkan setiap aktivitas rasa khawatir akan selalu hinggap. Nasehat yang bijak, jika ingin menghilangkan rasa khawatir, maka jangan berpikir sama sekali, atau berpikirlah dengan maksimal, tulus dan ikhlas

    ReplyDelete
  25. Latifah Fitriasari
    PM C

    Rasa khawatir tidaklah menghasilkan apapun. Rasa khawatir adalah perasaan yang terganggu akibat bayangan/pikiran buruk yang kita buat sendiri, yang belum terjadi pada diri kita atau orang-orang terdekat kita. Berpikir berlebihan atau terlalu cemas tentang suatu masalah atau situasi. Pikiran, hati dan kekhawatiran, tiga hal tersebutlah yang tinggal dalam hati kita. Tetapi tanpa disadari kecemasan ternyata dapat mempengaruhi tubuh dan menyebabkan sakit secara fisik.

    ReplyDelete
  26. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Rasa khawatir, takut, tidak nyaman yang dirasakan hati kita bisa jadi karena jauhnya kita dari Allah SWT. Maka ketika rasa takut dan khawatir telah hinggap dalam hati kita kita seharusnya mendekatkan diri kepada Allah SWT agar hati kita tenang. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan senantiasa berdoa kepada Nya kita akan tenang dan tidak khawatir lagi karena kita yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah SWT dan Allah SWT lah yang akan menolong kita.

    ReplyDelete
  27. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya ketika kita memulai sesuatu hal dengan berdoa terlebih dahulu, maka itu adalah mengikutkan Allah SWT dalam setiap usaha kita. Bukankah berhasil atau tidaknya usaha kita adalah dari ridho Allah SWT, maka mencari ridho Allah adalah hal yang terpenting, bagaimana cara kita mendapatkan ridho Allah yakni dengan cara berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan kita.

    ReplyDelete
  28. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pikiran dan hati adalah dua hal penting yang berada pada diri setiap manusia dan keduanya tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Bila kita dapat menggunakan keduanya dengan baik dan optimal, maka akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Dengan bermodalkan pikiran dan hati pulalah, setiap manusia diharuskan untuk selalu berusaha (berikhtiar) dan berdoa (bertawakal) untuk mendapatkan segala hal yang diinginkan.

    ReplyDelete
  29. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT mampu membuat kita untuk membersihkan hati. Hati dan pikiran merupakan dua hal yang berbeda. Mereka tidak dapat disamakan. Hanya dengan menggunakan hatilah kita mamu mengetahui batasan dari keduanya.

    ReplyDelete
  30. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Seberapapun berkembangnya seseorang, maka ia takkan bisa mencapai zona maksimum tanpa bantuan dan uluran tangan orang lain seperti yang telah dikonsepkan oleh Piaget mengenai ZPD dan Scaffoldings. Adapun sebaik-baik balasan untuk orang yang membantu kita menuju yang lebih baik selain kita bersungguh-sungguh dalam belajar dan keberhasilan serta doa yang ikhlas dan baik. Doa yang kita panjatkan untuk orang lain sejatinya ialah doa yang kita panjatkan untuk diri kita sendiri. Hukum tersebut selalu berlaku baik untuk doa-doa yang baik maupun sebaliknya. Maka sebenar-benar menjaga lisan ialah menjaga agar kita tidak berkata kotor atau meminimalisir perkataan yang tidak seharusnya dikeluarkan, karena kita tidak tahu doa mana yang diaminkan oleh malaikta. Sedangkan malaikat ialah makhluk ciptaan Alla yang tidak pernah bermaksiat dan senantiasa patuh padaNya, maka doa mana yang tidak dikabulkaNya jika diaminkan oleh malaikat? Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  31. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Tidaklah mudah menyeimbangkan antara hati dan pikiran kita. Suatu saat hati akan mendominasi pikiran serta sebaliknya. Adapun orang-orang yang beruntung ialah mereka yang dapat menekan pengaruh yang berlebihan dari salah satu diantara mereka. Selayaknya menyeimbangkan antara ikhtiar dan doa, maka hati dan pikiran juga ada batasnya dan perlu untuk dipertimbangkan. Maka seseorang yang mampu mendekatkan dirinya dengan pencipta sedekat mungkin dengan menanggalkan semua gelar dan aset dunia yang dimilikinya ialah orang yang beruntung dan dapat memanage hati dan pikiran mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  32. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Setelah kita Berusaha dan berdoa kepada Allah, maka, yang selanjutnya kita lakukan adalah menyerahkan segala hasil dari usaha kita kepada Allah. Dalam menanti hasil dan keputusan dari Allah SWT alangkah baiknya kita tetap berdoa agar niat kita selalu ikhlas. Berdoa memohon kepada Allah agar diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Tak lupa pula berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat. Sungguh, tidak ada yang dapat menandingi kekuatan keikhlasan berdoa.

    ReplyDelete
  33. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Di dalam Al Qur’an Allah sudah menunjukkan kebesaranNya. Allah yang Maha Adil dan juga Allah Yang Maha Penyayang. Sungguh allah sangat mencintai hambaNya yang senantiasa menjalankan perintahNya. Tidak pantaslah kita jika menyembah selain Allah. Jangan sekali-kali kita menyekutukan Allah. Tetaplah beristighfar, mohon ampunannya agar tetap selalu mendapat kasih sayangnya.

    ReplyDelete
  34. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Jika doa dilakukan secara khidmat, yakinlah pertolongan Allah akan datang. Dengan pertolongan Allah kita akan dapat mengatasi segala masalah. Selain itu, doa adalah kunci untuk pintu rahmat Allah. Apabila kita telah berdoa dan memohon kepada Allah, namun Allah belum mengabulkan doa kita tersebut maka mungkin dalam berdoa kita belum khusyuk atau mungkin masih ada kesombongan dalam diri kita sewaktu kita melantunkan doa-doa. Maka, kita harus memperbanyak dan memperbaiki adab berdoa kita jika ingin Allah mengabulkan doa kita

    ReplyDelete
  35. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kekhawatiran selalu menghampiri manusia dimanapun dan kapan pun. Ini karena khawatir ada di dalam diri kita masing-masing. Di hati ada khawatir dan di pikiran kita pun ada khawatir. Sehingga di dalam kehidupan kita pasti ada rasa itu, namun jangan sampai kita mengisi kehidupan kita dengan kekhawatiran. Khawatir harus segera diborgol, dengan borgol hati yang ikhlas dan pikiran sebaik mungkin.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  36. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Tidak mudah untuk membersihkan hati, apalagi jika kita sudah terlanjur kotor sekotor-kotornya. namun tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. yang kita perlukan adalah kekuatan tekad, keikhlasan, ketawadu'an, kepada Allah agar berkenan menolong kita, membersihkan hati kita, dengan doa-doa yang harus terus kita lakukan secara rutin, dan yakinlah bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT, dengan syarat kita harus menghindarkan diri dari hal-hal yang menjadi penyebab terhalangnya doa.

    ReplyDelete
  37. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Filsafat ilmu adalah suatu olah pikir, dimana kita akan menggunakan segenap pikiran, jiwa dan raga untuk mempelajarinya. Yang harus kita ingat adalah jangan sampai setelah mempelajari filsafat menjadi rapuh pertahanan spiritual kita. Maka dari itu, perlu pondasi yang kuat sebagai koridor kita dalam mempelajari filsafat. Ketika dimensi spiritual kita telah kuat, maka ketika ada rasa khawatir, ketika ada rasa gelisah atau keraguan dalam diri kita, kita tak perlu risau lagi karena kita punya investasi yang kita sebut doa. Doa yang kita panjatkan kepada Allah agar selalu dikuatkan iman kita dari keragu-raguan.

    ReplyDelete
  38. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Doa merupakan cara yang paling ampuh untuk membersihkan hati dari segala macam kotoran yang menghinggapinya. Dengan berdoa, segala kekhawatiran dan kegundahan akan terobati, karena sesungguhnya doa akan membawa kita kepada kedamaian. Namun tentu saja doa yang baik adalah doa yang diiringi dengan keikhlasan dan jauhkanlah diri kita dari sifat sombong. Kesombongan hanya akan menggerogoti setiap ilmu, pikiran dan hati kita.

    ReplyDelete
  39. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kekhawatiran dan keraguan itu hal yang pasti ada dalam diri kita saat kita melakukan suatu hal. namun, jika kita melakukan hal dengan yakin, bismillah niat untuk Allah maka hati kita akan merasa tenang.

    ReplyDelete
  40. selain diniatkan untuk Allah, berdo'a lah hanya kepada Allah semoga kita selalu diiringi oleh langkah yang baik, menuju pada hal yang baik, sehingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi,

    ReplyDelete
  41. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam berdoa, kita tidak hanya meminta kepada Allah SWT mengenai apa keinginan kita, melainkan ada etika-etika tersendiri dalam berdoa. Jika doa kita tidak terkabulkan, mungkin ada yang kurang dengan etika-etika tersebut. Beberapa etika tersebut adalah khusyuk dan tawadhuk. Khusyuk menunjukkan niat berdoa yang tulus. Khusyuk ditandai dengan ketenangan berdoa dan tidak menggebu-gebu. Tawadhu’ artinya rendah hati atau merendahkan segala yang melekat pada diri kita, karena apa yang ada pada diri kita seluruhnya sejatinya adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepadanya.

    ReplyDelete