Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa




Oleh Marsigit

Kebiasaanku:
Bekerja, istirahat, beribadah, makan, minum, tidur, nonton tv, kuliah, naik motor, belanja, arisan, piknik, merapikan kamar tidur, mandi, ... itu kebiasanku. Tetapi aku ingin masih mencari kebiasaanku yang lain. Membaca buku, membaca koran, ngobrol dengan teman, membaca kitab, nginternet, ... itu juga kebiasaanku. Kayaknya masih ada. Membantu orang tua, kerjabakti, tidur..eh sudah, kuliah..eh sudah. Apa lagi ya kebiasaanku? Oh iya sekarang aku punya kebiasaan yaitu berfilsafat.

Pikiranku berfilsafat:
Karena aku sedang berfilsafat maka aku sekarang akan melakukan eksperimen yaitu akan aku borgol orang tua berambut putih agar tidak bisa lagi mendekatiku. Mengapa supaya aku bisa leluasa bertanya tanpa harus diganggu oleh kehadiran dia. Aku mulai bertanya. Untuk apa aku bekerja, untuk apa aku istirahat, untuk apa aku beribadah, untuk apa aku makan, untuk apa aku minum, untuk apa aku tidur, untuk apa aku nonton tv, untuk apa aku kuliah, untuk apa aku naik motor, untuk apa aku belanja, untuk apa aku arisan, untuk apa aku piknik, untuk apa aku merapikan kamar tidur, mandi, ... untuk apa aku itu kebiasanku. Untuk apa aku membaca buku, untuk apa aku piknik, untuk apa aku membaca koran, untuk apa aku ngobrol dengan teman, untuk apa aku membaca kitab, untuk apa aku nginternet..dst.

Pikiranku didatangi rasa khawatir?:
Ketika aku berfilsafat tiba-tiba muncul rasa khawatir. Yah itulah datang rasa khawatir. Setiap aku mulai berfilsafat datanglah rasa khawatir. Aneh, padahal orang tua berambut putih sudah bisa aku lumpuhkan. Tetapi mengapa sekarang muncul rasa khawatir. Wahai khawatir siapakah dirimu itu, dari manakah engkau, di mana tempat tinggalmu. Mengapa tiba-tiba engkau datang menghampiriku?

Khawatir:
Aku adalah rasa khawatirmu. Tempat tinggalku diantara batas hati dan pikiranmu. Maka aku bisa hadir baik dalam pikiran maupun hatimu.

Pikiranku:
Mengapa engkau tiba-tiba menghampiriku?

Khawatir:
Aku selalu hadir pada setiap keragu-raguanmu.

Pikiranku:
Apakah engkau mengetahui apakah sebenarnya keraguanku sekarang ini?

Khawatir:
Engkau betul-betul ragu-ragu karena engkau mulai memikirkan kebiasanmu. Sementara engkau masih teringat apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa kebiasaan tanpa memikirkannya adalah mitosmu. Maka semakin banyak engkau mengingat-ingat kebiasaanmu maka semakin banyak pula mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benari khawatirmu, yaitu bahwa engkau merasa khawatir dimangsa oleh mitos-mitosmu.

Pikiranku:
Benar juga apa yang engkau katakan. Lalu bagaimana solusinya menurutmu?

Khawatir:
Sesungguh-sungguh solusinya tergantung akan dirimu. Tetapi bagiku adalah di sini saja tempat yang paling nyaman. Aku tidak mau engkau bawa ke dalam pikiranmu, juga aku tidak mau engkau bawa ke dalam hatiku. Sesungguh-sungguh hakekat khawatir itu adalah diriku, yaitu batas antara pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai khawatir. Betapa bodohnya engkau itu. Jawabanmu itulah sebenar-benar solusiku. Maka janganlah menolak perintahku. Maka engkau akan aku bawa jauh ke dalam pikiranku.

Khawatir:
Terserah engkau jualah. Tetapi jika engka ingin memaksaku, maka aku mempunyai permintaan kepadamu.

Pikiranku:
Apakah permintaanmu itu?

Khawatir:
Kemanapun aku engkau ajak pergi dalam pikiranmu, maka aku akan selalu muncul jikalau engkau tidak dapat menggunakan pikiranmu. Demikian juga, kemanapun engkau aku ajak pergi ke dalam hatimu, maka aku akan muncul ketika engkau tidak dapat membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Baik syaratmu aku terima, maka marilah engkau masuk dalam-dalam ke dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran. Mengapa selama ini engkau abaikan diriku? Bukankah engkau telah berjanji bahwa diriku akan engkau selalu jadikan komandan kemanapun engkau pergi?

Pikiranku:
Wahai hatiku, bukankah engkau tahu dan menyaksikan sendiri betapa sibuknya aku sekarang ini. Pekerjaanku sangat banyak. Ditambah lagisekarang aku mempunyai penghuni baru dalam pikiranku. Dengan pikiranku ini aku harus menjaga dan selalu berpikir agar tidak muncul khawatir dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran, bukankah engkau tahu bahwa jika engkau biarkan terlalu lama hatiku tidak engkau hampiri maka sedikit-demi sedikit hatiku terkena debu dan menjadi kotor. Padahal aku baru saja mendengarkan permintaan khawatir, bahwa dia juga akan hadir dalam hatimu manakala hatimu kotor. Ketahuilah bahwa sesungguh-sungguhnya hatimu telah mulai kotor sekarang ini. Maka ketahuilah bahwa khawatir itu sebenarnya telah hadir dalam hatimu.

Pikiranku:
Lalu bagaimana. Kalau begitu aku ingin bertanya kepada orang tua berambut putih. Wahai orang tua berambut putih. Marilah engkau aku lepaskan borgolmu itu. Maafkanlah atas kesombonganku ini. Ketahuilah bahwa aku sekarang sedang mempunyai masalah besar. Khawatir telah muncul di mana-mana. Khawatir telah muncul baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku. Bagaimanakah wahai orang tua berambut putih solusinya?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat manusia. Tiadalah manusia dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda. Itulah mengapa ada batas antara pikiranmu dan hatimu. Di dalam batas itulah khawatirmu berdomisili. Tetapi tiadalah manusia dapat mengetahui batas pikiran dan hatimu jika engkau menggunakan pikiranmu. Maka sebenar-benar batas antara pikiran dan hatimu itulah maka hatimu yang akan menunjukkanmu. Maka bertanyalah kepada hatimu untuk mengetahui batas pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai hatiku. Dimanakah batas antara pikiranku dan hatiku?

Hatiku:
Aku bersedia menjawab jika aku telah engkau bersihkan dari segala kotoran yang ada dalam diriku.

Pikiranku:
Bagaimana aku bisa membersihkan engkau wahai hatiku?

Hatiku:
Tanyakanlah kepada orang tua berambut putih.

Pikiranku:
Wahai orang tua berambut putih. Bagaimanakah aku dapat membersihkan hatiku.

Orang tua berambut putih:
Tiadalah kuasa manusia itu untuk membersihkan hatinya sendiri. Berdoa dan berserah dirilah kepada Tuha YME agar berkenan membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Wahai Tuhanku, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa-dosa leluhurku, ampunilah segala dosa-dosa pemimpinku, ampunilah segala dosa-dosa orang tuaku. Belas kasihanilah aku. Tolonglah aku. Bebaskanlah aku dari rasa khawatir baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku.

Pikiranku:
Wahai orang tua berabut putih. Kenapa doaku belum juga terkabul?

Orang tua berambut putih:
Doamu belum terkabul itu disebabkan oleh karena kesombonganmu.

Pikiranku:
Mengapa aku yang telah melantunkan doa-doaku ini masih engkau anggap sombong?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar dirimu, yang tidak tahu diri. Bukanlah semestinya engkau melantunkan doa-doa. Doa-doa itu bukan bidang pekerjaanmu. Itulah sebenar-benar pekerjaan hatimu.

Pikiranku:
Oh ampunilah Tuhanku maka aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Sekarang gantian. Giliran engkau yang akan aku borgol. Engkau akan aku borgol agar engkau tidak mengganggu aktivitas hatimu dalam melantunkan doa-doa.

Pikiranku:
Terus bagaimana nasib dan keadaanku nanti setelah engkau borgol diriku?

Orang tua berambut putih:
Jikalau engkau telah aku borgol, maka engkau akan terbebas dari khawatir. Ketahuilah bahwa terbebas dari khawatir ada dua cara dalam pikiranmu. Pertama, gunakan pikiranmu sebaik mungkin atau tidak engkau gunakan sama sekali.

Hatiku:
Terimakasih wahai orang tua berambut putih. Aku sekarang merasa ringan dan lega. Semoga aku akan bisa melantunkan doa-doaku dengan khusyuk dan tawadu’. Maka pergilah engkau dan tinggalkan aku sendiri di sini. Biarkan aku sendiri di sini tanpa siapapun, kecuali doa-doaku.

102 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Apa yang ingin kita lakukan biasanya menyebabkan hati dan pikiran itu bingung. Hati kita bisa lebih positif, tapi pikiran kita biasanya susah masih banyak ya atau tidak, masih terbelenggu pertanyaan ini itu. Hanya denganberdoa dan berserah diri kepada-Nya kita akan menemukan jalan keluar untuk masalah kita. Berdoa merupakan jalan yang terbaik untuk memohon petunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari elegi ini dapat kita pelajari bahwa hati dan pikiran sama-sama penting. pikiran tidak bisa mendominasi begitu saja karena ada hal yang hanya bisa dilakukan hati dan ada pula hal yang hanya bisa dilakukan pikiran. selain itu orangtua berambut putih juga memberikan solusi bahwa untuk mengatasi kekhawatiran ada dua hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan menggunakan pikiran sebaik mungkin atau tidak berpikir sama sekali.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kekhawatiran merupakan bentuk dari keterbatasan kita terhadap segala situasi dan kondisi yang akan terjadi sebagai akibat dari apa yang akan dilakukan. Pikiran dan hati dalam melakukan sesuatu kadang bertentangan. Ada kalanya apa yang diinginkan hati tidak sesuai dengan jalan pikiran dan sebaliknya. Maka agar dapat terhindar dari hal tersebut hendaknya kita memikirkan sesuatu yang bertentangan itu secara intensif dan juga mengikutkan hati kita didalamnya. Kalimat yang sering saya dengar yakni lakukan lah segala sesuatu sesuai hatimu. Namun ada kalanya kita tidak tau apa yang diinginkan hati, olehnya itu agar dapat mengetahuinya maka hati harus bersih. Dan yang harus dilakukan agar hati dapat bersih maka kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Manusia pada hakekatnya tidak dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda, maka dari itu terdapat batas antara hati dan pikiran. Di dalam batas itulah terdapat kekhawatiran. Jika hanya menggunakan pikiran maka batas antara pikiran dan hati tidak terlihat, maka bertanyalah kepada hati tentang batas pikiran dan hati. Pikiran hendaknya selalu disesuaikan dengan hati, jika tidak maka hati akan kotor. Dan untuk menghindari hal demikian terjadi maka selalu berdoa dan memohon perlindungan dari Allah.

    ReplyDelete
  5. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia diciptakan dengan kelebihan jika dibanding makhluk Allah lainya yang ada di muka bumi yaitu manusia diberikan akal pikiran dan hati nurani sebagai bekal dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pikiran dan hati nurani kita memiliki peran dalam porsi masing-masing yang tidak boleh saling menguasai satu sama lain atau mencapuradukan secara sembarangan, melainkan harus bekerja sama dalam mencari ridho Allah Swt demi meraih kebahagian dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas mengingatkan kita akan larangan berputus asa ketika doa belum terkabulkan. Sebagian dari kita tidak dapat memungkiri bahwa keadaan putus asa dalam berdoa tersebut pasti pernah singgah dalam kehidupan kita. Nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah swt menunda pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sikap putus asa disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dari Allah SWT. Sebenarnya, belum terkabulnya doa kita menandakan bahwa Allah swt sayang kepada kita. Karena bisa saja, ketertundaan atau kegagalan doa-doa tersebut memang keputusan yang terbaik bagi kita. Allah swt telah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 186 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”. Oleh karena itu, tetaplah optimis dan selalu berpikir positif.

    ReplyDelete
  8. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Berbicaa madalah Doa maka patutlah kita bahwa doa adalah senjata andalan kita. Siapa bilang kita tidak punya senjata andalan. Kita punya ko senjata anadalan. Apa tiu senjata andalan kita Do’a adalah senjata itu. Dengan doa maka kita memeinta sesuratu kepada Nya. Dengan doa pulah kita bisa selamat. Kita orang islam di anjurkan berdoa kepada Allah, sang maha pencipta.

    ReplyDelete
  9. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Do'a terbaik adalah do'a yang dipanjatkan dengan keikhlasan hati dan kerendahan diri. Do'a yang khusyuk adalah do'a yang didalamnya tidak ada sedikitpun kesombongan didalamnya. Do'a yang ikhlas adalah doa dari hambanya yang telah memasrahkan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hati dan pikiran selalu berhubungan satu dengan yang lainnya dalam melihat atau merasakan suatu fenomena. Diantara batas hati dan pikiran terdapat rasa khawatir yang datang ketika seseorang merasa ragu akan keputusan yang akan ia ambil. Kekhawatiran muncul ketika kita tidak siap akan segala sesuatu yang kita ambil. Ketika hati kita sedang gundah maka satu hal yang harus kita lakukan berdo’a kepada Allah dan berserah diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Tuhan mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa dan berserah kepadaNya. bukan dengan setengah-setengah, tapi dengan sepenuhnya. Bersungguh-sungguh dalam berserah dan berdoa kepadaNya, bersungguh-sungguh dalam mencari Tuhan. Tanpa adanya kesungguhan dan kerendahan hati maka sia-sialah doa kita. Saat kita bersungguh-sungguh, percayalah bahwa Tuhan pasti mendengar doa kita.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melakukan banyak hal. Hal-hal ini yang kemudian akan membentuk kebiasaan kita dalam melakukan segala sesuatu. Sering kita merasa ragu dalam melakukan suatu hal yang bertentangan dengan kebiasaan kita. Keraguan tersebut akan menimbulkan rasa khawatir dalam diri. Rasa khawatir dalam diri merupakan batas antara pikiran dan hati, dan hati kitalah yang menjadi penentu bagaimana menyikapi rasa khawatir tersebut. Agar terhindar dari rasa khawatir, kita hendaknya selalu membersihkan hati kita sehingga mampu membedakan yang benar dan yang salah. Hati yang bersih diraih dengan memohon ampun dari Tuhan atas semua salah dan dosa yang kita perbuat. Berdoalah dengan keiklasan, berdoalah dengan tiada hentinya untuk mendapat kemurnian hati.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Apabila kita akan pergi, sebelum melangkahkan kaki kita harus mengetahui tujuannya dan mengetahui apa maksud dari kepergian itu. Dengan mengetahui hal-hal tersebut maka kepergian kita akan terarah dan akan lebih siap menghadapi rintangan-rintangan yang mungkin terjadi selama menempuh perjalanan itu.
    Demikian pula dengan perjalanan hidup manusia di dunia ini, kemana tujuan hidup ini dan apa hakekat dari perjalanan hidup ini. Kita harus mengerti agar perjalanan hidup ini terarah dan kita akan lebih siap dalam menghadapi rintangan-rintangan yang mungkin terjadi selama menempuh perjalanan ini.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kekuatiran adalah “rasa takut tentang sesuatu hal yang belum pasti terjadi; merasa cemas; atau merasa gelisah”. Kekuatiran hadir pertama kali dalam kehidupan manusia sebagai akibat dosa. Sebagaimana dosa bersifat universal, maka kekuatiran juga bersifat universal. Artinya, tidak ada seorang pun manusia yang tidak pernah mengalami kekuatiran. Setiap orang pernah merasa kuatir tentang sesuatu hal. Manusia selalu diserang oleh kekuatiran dan tekanan-tekanan hidup yang dapat memperburuk keadaannya. Ketidakmampuan melepaskan diri dari kekuatiran dapat membawa seseorang kepada keadaan yang lebih serius seperti stres, depresi dan gangguan mental lainnya, bahkan bunuh diri. kekuatiran tidak membantu kesulitan esok hari, tetapi benar-benar merusak kebahagiaan hari ini. Semakin kita kuatir semakin sulit dan berat kehidupan yang kita jalani karena itu jangan pernah membiarkan kekuatiran mengarahkan hidup kita. Sehari penuh kekuatiran lebih melelahkan ketimbang sehari penuh bekerja. Kekuatiran akan hidup dan masa depan adalah pemborosan masa sekarang. Jika kita tidak dapat menghindar dari rasa kuatir, ingatlah kuatir juga tidak akan pernah membantu kita.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan agar harapan dapat tercapai diperlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan itu bersifat manusiawi dan berhak dimiliki semua orang. Manusia tidak bisa terlepas dari harapan. Harapan adalah bagian hidup dari manusia. Manusia yang tidak memiliki harapan sama saja seperti orang yang mati. Harapan adalah awal menuju tujuan hidup manusia yang bermacam-macam.

    ReplyDelete
  16. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 33. Elegi ini menyampaikan kepada kita bahwa kesombongan pada akhirnya hanya akan membuat hati kita kotor dan tak mampu menunjukkan batas antara hati dan pikiran. Sedang hati dan pikiran keduanya berbeda. Hati terkait perasaan dan nurani sedangkan pikiran terkait dengan logika. Memohon ampun yang hanya dari lisan namun hati nya tak memohon ampun adalah sebuah kesia-siaan. Hal tersebut masih menunjukkan kesombontan seseorang yang belum mampu memohon ampunan dengan sungguh-sungguh

    ReplyDelete
  17. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini mengingatkan kita bahwa hati yang tak pernah digunakan akan berangsur usang dan kotor. Dan hati yang kotor hanya akan membawa kekhawatiran dan ketidak tenanganan hidup. Hati dan pikiran harus digunakan secara seimbang dan sesuai porsinya. Jangan hanya mengedepankan salah satu dan mengabaikan yang lain. Kita selalu membutuhkan orang lain, membutuhkan saran, pengetahuan. Jika kita merasa bisa melakukan semuanya sendiri maka ia harus bersiap mengalami kesesatan/kekhawatiran yang tak berujung. Seperti dalam elegi tersebut pada akhirnya orang tua berambut putih yang sempat disingkirkan lah yang membantunya.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Manusia memiliki hal yang tak tampak atau lebih tepatnya hal yang tak dapat dilihat dan dirasakan oleh orangain. Hanya pada dirinya. Hal tersebut adalah hati dan pikiran. Kesamaan dalam menggunakannya adalah sebagai penentu dalam pengambilan keputusan. Hati akan mengmbil keputusan dengan perasaan. Misalnya hati digunakan pada saat berdoa dengan khusyuk. Sedangkan pikiran akan mengambil keputusan secara logika. Hati digunakan pada saat akan melakukan suatu kegiatan dengan memilah-milih mana yang menjadi prioritas utamanya.

    ReplyDelete
  19. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kesombongan menghancurkan niatan dan jalan menuju kesucian hati yang dilakukan dengan pertobatan melalui doa. Sebaik - baiknya doa adalah doa yang dapat tersampaikan dari hati yang suci melalui kekhusyukan dan tawadhu. Hindari dan jauhi sifat sombong yang hanya menimbulkan kekhawatiran sumber dari gelisahan.

    ReplyDelete
  20. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia tidak dapat mencampur adukkan antara pikiran dan hatinya. Karena pada hakikatnya pikiran dan hati seseorang itu berbeda. Terdapat suatu pembatas diantara keduanya yaitu batas pikiran dan hati. Di batas pikiran dan hati tersebut terdapat kekhawatiran yang timbul dalam keragu-raguan. Namun manusia tidak mengetahui dimana batas pikiran dan hatimu.

    ReplyDelete
  21. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hatimulah yang akan menunjukan batas pikiran dan hati. Untuk dapat menunjukan batas hati dan pikiran, hati kita harus bersih. Supaya hati kita bersih kita harus berdoa pada Allah. Berdoa itu sebenar benarnya pekerjaan hati. Jangan diganggu pikiran yang mungkin mengandung kesombongan. Dan untuk dapat terbebas dati kekhawatiran adalah dengan berfikir sebaik mungkin atau tidak berfikir sama sekali.

    ReplyDelete
  22. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil setelah membaca elegi di atas adalah bahwa doa merupakan salah satu komunikasi kita kepada Allah. Dalam berdoa, kita seharusnya khusyuk, menghilangkan kesombongan kita, dan pecaya bahwa Allah selalu mengambulkan doa kita. Oleh karena itu, ketika berdoa seharusnya kita menghilangkan pikiran khawatir dalam diri kita.

    ReplyDelete
  23. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kekhawatiran kita adalah berasal dari pikiran kita. Jika kita tidak yakin maka Allah akan dengan mudah meyakinkan kita. Tidak perlu risau dan khawatir denganhidup kita.

    ReplyDelete
  24. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yakinlah bahwa Allah selalu berada di dekat kita. Allah adalah apa yang hambanya pikirkan. Maka selalu berpikir yang baik. Pikran kita akan mempengarui hidup kita dan cara kita melakukan kehidupan.

    ReplyDelete
  25. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan sang pencipta. Dengan pikiran dan hati yang jernih, kita akan kusyuk dalam berdoa dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  26. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hati yang dilliputi rasa khawatir karena hati tersebut jarang digunakan, pikiran selalu mendominasi. Pikiran yang tidak mempertimbangkan hatinya sebagai dasar dalam berpikir menyebabkan hati sedikti-demi sedikit akan menjadi kotor. Hati yang kotor akan menjadi sarang bagi keburukan-keburukan dan kemaksiatan serta rasa khawatir yang akan memasukinya. Maka tiadalah manusia dapat membersihkan hatinya sendiri, melainkan dia berdoa dan berserah diri kepada Allah, agar Allah senantiasa membersihkan hati manusia dari segala keburukan dan kekhawatiran.

    ReplyDelete
  27. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Pikiran yang dibiarkan kesana kemari tanpa komando hati hanya akan memunculkan kekhawatiran, namun dengan adanya kekhawatiran pikiran akan memanggil sang hati untuk mengomandoi lagi. Yang menjadi bahaya manakala yang berjalan hanyalah fikiran semata. Hal ini dapat terjadi ketika seorang telah lama menanggalkan atau menolak kehadiran hati dalam aktivitasnya.

    ReplyDelete
  28. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Jangan pernah mengagung-agungkan pikiran kita dan merasa tidak memerlukan hari nurani dalam bertindak. Jika kita terlalu banyak mengguanakan pikiran tanpa menggunakan hati maka akan menjerumuskan kita dalam kekhawatiran. Tetapi jika kita mencampuradukkan pikiran dan hati secara semena-mena kekhawatiran juga akan muncul pada diri kita. Jangan merasa mampu mengatasi suatu masalah hanya dengan pikiran yang dangkal karena akan membuat kita terjerumus ke dalam masalah yang lebih berat. Jika memang ingin menggunakan pikiran maka gunakan pikiran dengan sebaik mungkin. Jika tidak sama sekali maka gunakan hatimu untuk menyelesaikan masalahmu.
    Jangan sampai mencampuradukkan tugas dan fungsi pikiran dengan tugas dan fungsi hati. Pikiran digunakan dalam menghadapi masalah yang logis dan mampu dijelaskan secara ilmiah. Sedangkan hati digunakan untuk menyelesaikan masalah yang tidak mampu diselesaikan oleh pikiran yang berkaitan dengan hal yang tidak dapat dijangkau oleh logika. Jangan memaksakan menggunakan pkiran pada setiap kegiatan yang kita lakukan atau pada saat ingin mencari solusi dari suatu masalah. Ingatlah bahwa hati kita memiliki bagiannya dalam hal ini. Karena masalah atau kekhawatiran itu letaknya di batas pikiran dan hati maka janganlah hanya menggunakan pikiran saja untuk mencari solusinya. Jangan memperparah keadaan dengan mengotori hati. Sebaliknya, gunakanlah pikiran dan hati secara baik agar tidak muncul kekhawatiran di keduanya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Berdoa adalah ibadah yang utama karena mengingat Allah. Mengingat Allah merupakan bentuk penghambaan kita yang membuat kita semakin tunduk di hadapan Allah SWT. Karena semua hal yang terjadi pada kehidupan kita adalah semata-mata karena Allah SWT. Berdoa ini suatu bentuk memohon keridhoan Allah terhadap segala hal yang kita lakukan di dunia ini, sehingga hal yang kita peroleh akan penuh dengan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Dalam elegi ini disebutkan bahwa jika seseorang mulai merasakan kekhawatiran yang tidak karuan maka dia haruslah segera mengingat Allah, disaat kita melakukan hal yang salah, maka kita segera mengingat Allah dan memohon ampun, begitu pula saat kita mendapatkan rezeki dan segala hal yang kita inginkan telah kita dapatkan , maka kita juga harus mengingat Allah.

    ReplyDelete
  30. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, dari elegi ini saya dapat belajar bahwa sebaik-baiknya doa adalah doa yang dipanjatkan dari hati. Memohon ampun, memintakan rahmat, memuji kebesaram Allah salam doa kita. Terkadang pada kehidupam sehari- hari kita mencampurkan hati dan pikiran kiya dalam memandang sesuatu, menyelesaikam masalah dsb. Yang bisa saja menimbulkan kekacauan, kekhawatiran pada hati dan pikiran kita. Di beberapa aspek kita terkadang perlu memisahkan urusan hati dan pikiran. Salah satunya adalah berdoa. Istirahatkan pikiran kita agar doa kita tidak bercampur prasangka-prasangka dan kesombongan. Berdoalah denngan ikhlas dan penuh kerendahan hati.

    ReplyDelete
  31. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Kekhawatiran muncul di saat pikiran dan hati tak sejalan. Namun hal itu wajar adanya, karena manusia yang tak pernah luput dari kesempurnaan. Untuk mengatasinya maka doalah yang bisa diandalkan. Berdoa dengan hati, hati yang ikhlas dan tawadu’ menjadi kunci untuk menghilangkan rasa kekhawatiran. Berdoa dan berserah dirilah kepada Allah SWT. agar Allah berkenan membersihkan hati yang kotor.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Setelah membaca, saya belajar tentang “kekhawatiran”. Ketika saya sedang mengingat-ingat sesuatu rasa khawatir sering muncul. Khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, kekhawatiran itu harus dihindari.
    Saya juga belajar tentang hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kekhawatiran yaitu dengan berpikir sebaik-baiknya atau tidak berpikir sama sekali. Sehingga dalam berdoa kepada Allah SWT hendaknya fokus dan berhenti berpikir tentang urusan dunia.

    ReplyDelete
  33. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sesungguhnya ketika kita berdoa dan doa kita sungguh-sungguh dari dalam hati, maka hal itulah yang dapat membawa kita pada ketenangan dan melepaskan diri dari keragu-raguan. Mengapa? Karena ketika kita telah berdoa dalam memulai aktivitas, maka kita telah mengikutkan Allah, sehingga kita yakin, bahwa apapun hasilnya nanti, maka itu adalah kehendak Allah, yang jelas kita telah berusaha semaksimal mungkin. Sehingga lepaslah kita dari keragu-raguan dan kekhawatiran.

    ReplyDelete
  34. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saat kita dihadapkan dengan semua keraguan dan kekhawatiran yang ada dihati dan pikiran kita, hendaknya kita menyadari jika doa adalah satu-satunya penghapus segala keraguan dan kekhawatiran. Saat kita percaya akan kekuatan doa, maka kita kan menyadari bahwa doa tidak hanya sekedar ritual saat kita mengawali/mengakhiri sesuatu, namun LEBIH dari itu.

    ReplyDelete
  35. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah anjuran untuk senantiasa menjaga hati agar supaya senantiasa bersih, karena hati yang tidak bersih bisa memunculkan kekhawatiran Aktifitas pikiran yang melampaui batas bisa membuat hati menjadi kotor. Kami teringat dengan kutipan: Rene Descartes mengatakan bahwa “Pikiran-pikiran yang agung mampu melakukan baik kesesatan-kesesatan agung maupun kebajikan-kebajikan agung”. (Hardiman,2007:34). Semoga kita dijauhkan dari kesombongan dan kebanggaan yang berlebihan terhadap pikiran kita, dan semoga kita bisa menjaga hati kita senantiasa bersih sehingga tidak ada kekhawatiran di dalam diri kita. Amin.

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sesungguhnya kebiasaan kita akan terasa lebih indah dan tidak membosankan ketika kita melibatkan hati kita dalam setiap aktivitas. Ketika hati ikut terlibat maka segala sesuatu akan menjadi lebih tenang, sedangkan pikiran senantiasa menggebu-nggebu untuk mendapatkan sesuatu. Tentunya hati yang dimaksud adalah hati yang senantiasa terpaut kepada-Nya dan senantiasa mengingat asma-Nya.

    ReplyDelete
  37. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mengembarakan pikiran tanpa hati yang mengendalikan ibarat layang-layang yang terlepas, akan sulit atau bahkan tidak pernah kembali. Sungguh saya selalu mengingat pesan tersebut kala kuliah perdana bersama Prof Marsigit. Benar saja, membiarkan pikiran bermain sendiri tanpa diemong oleh hati, akan menjadikan pikiran menjadi liar. Dan hati, ketika kita ingin membersihkan hati, maka mohon ampunlah kita kepada Sang Pencipta, memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan dengan menyingkirkan segala macam kesombongan. Semoga kita semua selalu dala lindungan-Nya

    ReplyDelete
  38. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Rasa kekhawatiran itu akan terjadi apabila hati kita diselimuti oleh debu-debu atau hati yang kotor. Ada beberapa cara yang akan dilakukan agar terbebas dari rasa khawatir dalam pikiran kita. Untuk meraih kebebasan dari semua itu, tentunya kita harus berdoa dan berserahdiri kepada Allah untuk membersihkan hati. Dengan melantunkan doa-doa akan membantu kita dalam nenenangkan dan menentramkan hati kita menjadi jauh lebih baik.

    ReplyDelete
  39. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Setiap hati manusia umumnya akan dilanda rasa gelisah dan rasa bimbang dalam memilih jalan kehidupan, Maka dari itu salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah meminta petunjuk dari sang maha kuasa dengan cara memanjatkan do’a yang khusu’ dan tawadu’. Salah satu waktu yang sangat tepat untuk berkeluh kesah di atas sajadah yaitu pada waktu seperempat malam, maka tunaikanlah sholat dan memintalah dengan sebenar-benarnya do’a terhadap apa yang di kehendaki insyallah do’amu akan di jabah.

    ReplyDelete
  40. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia dibekali akal dan pikiran oleh Allah swt untuk berpikir dan memutuskan suatu perkara. dalam menjalani kehidupannya saat akan mengambil keputusan kadangkala ragu-ragu maupun khawatir akan hasil yang akan diputuskan. Ragu-ragu maupun khawatir yang muncul dalam diri manusia bisa disebabkan karena terjadi pertarungan antara hati dan pikiran manusia. Khawatir berada diantara batas hati dan pikiran. Rasa itu dapat hadir dalam hati maupun pikiran, atau bisa datang pada keduanya. Khawatir muncul seiring dengan rasa ragu-ragu yang menyelimuti diri. Menyeimbangkan hati dan pikiran memang bukanlah hal yang mudah. Ketika salah satu timpang, maka rasa khawatir akan muncul.

    ReplyDelete
  41. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU
    Dalam menghadapi kehidupan sehari-hari kita seringkali menghadapi suatu kekhawatiran. Kekhawatiran adalah suatu mitos. Dan solusi mengatasi kekhawatiran yaitu dengan diri sendiri. dengan cara berdoa dengan semurni-murninya doa. Dengan cara yang khusyuk dan menghindarkan diri dari kesombongan. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan untuk selalu berdoa padaNya dengan doa yang ikhlas dan khusyuk. Dan semoga dengan doa doa tersebut kita semakin dekat denganNYa. Aamiin ya robalalamin.

    ReplyDelete
  42. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Rasa khawatir muncul ketika kita tidak yakin kepada Allah SWT. Hal-hal yang dikhawatirkan bisa berbagai macam, hal-hal tersebut seperti rezeki, jodoh, kesehatan, pekerjaan, jabatan, ilmu, kematian dan lain-lain. Padahal semuanya telah Allah atur dan setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing. Lantas kenapa kita mesti khawatir? Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk menghilangkan rasa khawatir yang ada di dalam diri kita yang disebabkan oleh kotornya hati dan kacaunya fikiran. Khawatir hanya akan menghantarkan kepada rasa tidak bersyukur dan meragukan ke-Maha Besar-an Allah. Hilangkanlah rasa khawatir ini dengan selalu berdzikir, berdoa, dan meminta ampun kepada ALlah SWT.

    ReplyDelete
  43. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Menghilangkan khawatir ialah dengan membersihkan hati. Sedangkan yang bisa membersihkan hati ialah dengan berdoa dan berserah diri kepada-Nya. Menghilangkan khawatir juga bisa dengan menggunakan pikiran sebaik mungkin atau justru tidak menggunakan pikiran sama sekali. Maksudnya ialah ketika sedang berdoa, jangan biarkan pikiran mengembara. Dengan demikian, hati dapat memanjatkan doa dengan kusyu tanpa terhalang apapun bahkan oleh pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Bagaimana bisa berfilsafat tanpa berlandaskan ilmu dan hati. Yang ada malah berbahaya, sangat berbahaya, karena sebenar-benar pikiran tanpa landasan ilmu dan hati adalah godaan syaitan. Tidak bisa pula berpikir tanpa memiliki pegangan ataua fondamen. Jika memang keadaannya seperti itu, hal yang harus segera dilakukan adalah beristigfal, minta ampun kepada Allah, bertaubat, taubatan nasuha, terus berdoa dan berdoa.

    ReplyDelete
  45. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Sebagaimana yang dipaparkan dalam elegi tersebut, maaf jikalau tidak salah memahami bahwa orientasi bersilfat adalah berpikir.Berfilsafat melibatkan hati dan pikiran.Untuk melerai antara pikiran dan hati agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan keragu- raguan adalah dengan berdoa dan beriktiar seraya meminta ampun kepada Tuhan Yang Kuasa.

    ReplyDelete
  46. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Hati dan pikiran kita tidak bisa dicampur adukkan secara sembarangan. Keduanya memiliki batas. Namun hati kita lah yang harusnya mengontrol pikiran serta perbuatan kita karena seseorang dinilai dari hatinya. Kita sebagai manusia harus menjaga hati kita tetap bersih. agar hal itu terjadi, kita harus senantiasa memohon ampunan serta berdoa agar hati kita senantiasa bersih dan tenang.

    ReplyDelete
  47. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kesadaran manusia dibungkus dengan dua jenis badan, yaitu badan tubuh dan badan pikiran. Badan tubuh adalah badan yang akan kita tinggalkan ketika kita mati. Sedangkan pikiran merupakan komponen manusia untuk bertindak. Saya menyadari bahwa pikiran sejatinya tidaklah bersifat murni, di dalamnya ada pengalaman, doktrin, asumsi dan pengetahuan. Salah satu cara yang saya yakini untuk kembali membersihkan pikiran adalah dengan cara berdoa dan bermeditasi. Bermeditasi bagi saya salah satu upaya mengendalikan gerak pikiran melalui konsentrasi mendalam yang dibantu oleh hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  48. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Risau atau kekhawatiran bisa datang kapan saja. ia tidak memandang apakah kita sudah siap atau belum. Memang begitulah takdir penciptaan risau. Ia ditakdirkan lahir dengan tujuan agar setiap manusia senantiasa bersiap-siap kalau-kalau dia datang. Jadi adanya risau memacu kita agar senantiasa siap di segala kondisi dan segala waktu.

    ReplyDelete
  49. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alakum Wr. Wb.

    Rasa khawatir memang terus menghampiri disaat pikiran dan hati tidak menyatu. Dimana didalam berpikir jika tidak mengikut sertakan hati maka akan tidak ada batasnya dan disitulah kesombongan akan muncul. Hati berfungsi untuk membersihkan pikiran kita agar tidak berpikir melampaui batas. Sehingga kita membutuhkan hati yang bersih untuk menjaga itu, dan hati yang bersih adalah hati yang meletakkan keimanannya terhadap Allah SWT. Dengan adanya hati yang bersih maka pikiran akan terjaga dan rasa khawtir dapat hilang karena kita selalau dalam keadaan berdo'a.

    ReplyDelete
  50. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Semakin sering rasa khawatir datang menghampiri, berarti ada yang tidak beres dengan sinergi pikiran dan hati kita. Jika kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan tidak pernah memberikan waktu untuk berdoa dan membuat hati kita tenang, maka muncullah kekhawatiran. Begitu pula jika kita terlalu menyombongkan amal ibadah kita dengan tidak memperhatikan sekeliling dan menganggap remeh pekerjaan lain, maka muncul pula kekhawatiran akan ditelan oleh mitos diri sendiri. Bahkan di saat kita telah menyempatkan diri untuk berdoa kepada Allah, masih ada kemungkinan bahwa kita masih memiliki kesombongan di dalam hati. Maka benar bahwa mencapai keikhlasan sangat sulit.

    ReplyDelete
  51. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Seringkali rasa khawatir muncul. Ketika pikiran menguasai diri saya, maka khawatir muncul. Khawatir tidak lulus, khawatir akan jatuh, khawatir kecelakaan, sakit, kehabisan uang, dll. Banyak pikiran negatif memunculkan khawatir itu. Saat-saat demikian, jika saya merenungkan, ternyata jika saya khawatir itu saya sedang kehilangan pegangan, kehilangan kepercayaan kepada Allah. Hati saya terabaikan. Ketika mengingat Allah, mulailah hati terasa lebih tenang, ikhlas, percaya akan kebesaran Allah, maka rasa khawatir itu akan diam-diam pergi dari pikiran. Percaya dan ikhlas akan kasih sayang Allah kepada kita. Allah menyertai kita selalu.

    ReplyDelete
  52. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Hati dan pikiran memiliki fungsi yang berbeda-beda. Hati mampu menimbulkan segala keresahan dan kegundahan terhadap sesuatu. Saat hati merasa resah, perlu menyadarinya. Sedangkan pikiran fungsinya tidak mampu melampaui hati. Sebaik-baik pikiran adalah mengisinya dengan spiritual. Elegi yang menyadarkan saya bahwa doa bermuara di hati. Doa yang sudah dipanjatkan maka sebaiknya diserahkan pada Allah. Berserah diri merupakan cara terbaik untuk menyadari bahwa manusia tidaklah sempurna, memiliki keterbatasan terhadap suatu hal.

    ReplyDelete
  53. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ini saya memahami bahwa rasa khawatir muncul dikarenakan antara hati dan pikiran tidak sejalan. Selain itu, keragu-raguan juga akan muncul jika hati sedang tidak bersih. Maka untuk mengatasi dan melepaskan diri dari rasa khawatir dan ragu-ragu yang harus dilakukan adalah dengan berdoa. Berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT dengan rasa ikhlas, khuyuk dan tawadu’.
    Untuk itu, setiap akan memulai aktivitas ikutsertakanlah Allah SWT, berdoa memohon ampunan dan keberkahan dari-Nya. Sehingga apapun yang akan kita lakukan mendapat keridhaan dari-Nya serta kita akan terbebas dari rasa ragi-ragu dan khawatir.

    ReplyDelete
  54. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    berdoa adalah alat komunikasi kita kepada sang pencipta. dengan berdoa hati kita menjadi plong dan lapang. maka ketika kita melakukan apapun usahakanlah memulai dan mengakhirinya dengan berdoa untuk selalu menjaga kita dan mendekatkan diri kita kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  55. Junianto
    17709251065
    PM C

    Manusia telah dikaruniai akal dan hati. Keduanya menjadi hal yang pokok bagi manusia dalam melakukan aktivitasnya. Ketika manusia merasa ragu-ragu, berarti ada ketidakseimbangan antara hati dan pikiran/ akal. Disinilah letak kehawatiran manusia dan untuk menghilangkan rasa khawatir tergantung dari manusia itu sendiri. Dari elegi ini, saya sepakat bahwa dengan doa-doa, manusia bisa menghilangkan rasa khawatir itu. Tentu doa yang khusuk dan tawadhu, karena Allah selalu mendengar doa hamba-Nya yang ikhlas.

    ReplyDelete
  56. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dengan beristigfar dan memohon ampun atas dosa-dosa yang diperbuat itu merupakan salah satu syarat terkabulnya doa. Jika seseorang dalam keadaan bermaksiat maka doanya tentu tidak diijabah Allah. Penghalang lain dari terkabulnya doa adalah kesombongan. Kesombongan merupakan pangkal dari kehancuran diri seseorang. Setanpun di murkai Allah karena kesombongannya ketika menganggap setan lebih baik dari manusia. Jadi dengan beristighfar, jauh dari sifat sombong, dan berdoa dengan kusyuk maka akan memperlebar peluang doa kita terkabul.

    ReplyDelete
  57. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Saya sering sekali merasa khawatir tentang kehidupan saya. Dari elegi ini saya belajar bahwa khawatir muncul karena keraguan saya. Saya yang ragu dengan hidup saya sehingga saya sering merasa khawatir. Padahal jika saya berpikir lebih jauh lagi, hidup saya sudah ada yang mengatur, yaitu Allah. Maka jika ingin tidak ada rasa khawatir, saya harus senantiasa membersihkan hati dengan berdoa dan beristighfar agar selalu teringat dengan Allah Maha Kuasa yang mengatur segala sesuatu hal dalam hidup saya.

    ReplyDelete
  58. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Kekhawatiran, ketakutan manusia muncul karena ketidakyakinannya tenang suatu hal. Ketidakyakinan itu muncul karena pemikiran yang tidak matang dan rasional. Oleh karena itu hal ini sejalan dengan elegi diatas bahwa” khawatir” tidak mau dibawa dalam pimikiran karena ketika ia di bawa ke ranah pemikiran dia akan lenyap dan hilang karena manusia sudah mampu memutuskan dengan pemikiran yang matang. Pemikiran yang matang selaras dengan kebersihan hati. Oleh karena itu agar pikiran jernih dan bersih maka kita sebagai manusia juga harus membersihkan hati seperti yang dikatakan orang tua putih untuk berserah diri kepada Allah SWT karena memasrahkan diri dalam lantunan do’a kepada Allah SWT merupakan muara terakhir dari ikhtiar manusia. Terima Kasih

    ReplyDelete
  59. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Hidup selalu dihadapkan pada pilihan dan pilihan tersebut akan berpengaruh pada kehidupan kita yanh selanjutnya. Ketika kita di tuntut untuk menetukan pilihan maka akan ada perasaan bingung, ragu, takut, dll. Untuk mengatasi hal-hal tersebut adalah dengan berdoa. Sebab berdoa merupakam alat untuk berkomunikasi kepada Tuhan. Tuhan merupakan sosok yang akan selalu memahami kita disetiap waktu, tiada yang lebih hebat selain Dia. Walaupun, tidak selalu apa yang kita inginkan langsung terkabul namun Tuhan akan selalu mendengarkan kita. Jika suatu keinginan tidak tercapai hendaklah kita intropeksi kepada diri kita apakah masih ada kekurangan atau apakah kita pantas untuk mendapatkan keingingan kita tersebut. Sebab Tuhan sudah tau mana yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  60. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kekhawatiran merupakan titik keragu-raguan kita terhadap apa yang sudah kita lakukan ataupun apa yang sudah Allah turunkan kepada kita. Bukankah kita sudah berusaha dan berdo’a? Sungguh pikiran dan hati yang sudah susuah untuk dikondisikatan ketika rasa khawatir dan percaya itu salah berpisah. Padahal kita sudah mengetahui solusi yang terbaik dari apa masalah kita. Hanya saya kita kurang yakin dengan apa yang sudah kita lakukan. Kurangnya iman kita kepada Allah salah satu penyebab kekhawatiran kita muncul. Berdo’a dan berdzikir adalah jalan yang utama dalam menghilangkan rasa ketakutan kita.

    ReplyDelete
  61. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia dibekali akal dan pikiran oleh Allah swt untuk berpikir dan memutuskan suatu perkara. dalam menjalani kehidupannya saat akan mengambil keputusan kadangkala ragu-ragu maupun khawatir akan hasil yang akan diputuskan. Ragu-ragu maupun khawatir yang muncul dalam diri manusia bisa disebabkan karena terjadi pertarungan antara hati dan pikiran manusia. Khawatir berada diantara batas hati dan pikiran. Rasa itu dapat hadir dalam hati maupun pikiran, atau bisa datang pada keduanya. Khawatir muncul seiring dengan rasa ragu-ragu yang menyelimuti diri. Menyeimbangkan hati dan pikiran memang bukanlah hal yang mudah. Ketika salah satu timpang, maka rasa khawatir akan muncul.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sebenar-benar pertengkaran adalah ketika hati dan pikiran tidak sejalan, didalam hati yang paling dalam kita menginginkan A sedangkan pikiran kita tidak menginginkan itu, maka untuk menemukan solusi diantara kebingungan itu hanyalah dengan cara berdo'a dan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, pernah menyampaikan bahwa "satu-satunya senjata yang paling ampuh setelah kita tidak berdaya lagi adalah do'a". ceramah tersebut disampaikan ketika berkunjung ke jogja di masjid kauman Yogyakarta.

    ReplyDelete
  63. Dalam diri manusia saat mencari jalan menuju tujuannya pastilah menemui rintangan, salah satunya terbesit keraguan, keraguan atas keputusan yang akan dan telah diambil. Namun manusia sekali lagi dibekali akal fikiran, untuk dapat menghialngkan keraguan tersebut. Pergunakanlah akal pikiran yang Allah anugerahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya agar tidak ada keraguan dalam kita menelususri jalan menuju tujuan.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  64. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari elegi ini, ilmu yang saya dapat adalaha hati yang bersih mampu menghasilkan pikiran yang jernih. Tolak ukur semua permasalahan adalah hati. Jika dirasa berat dalam melakukan sesuatu, coba kita periksa kembali hati kita, apakah ada unsur/penyakit sombong, tidak ikhlas, iri hati, dsb. Banyak penyakit hati yang bercokol tanpa kita sadari yang membuat hidup kita tidak tentram. Sebenar-benarnya obat untuk membersihkan hati adalah dengan muhasabah diri dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga kita semua tergolong ke dalam hamba Allah yang selalu mampu menjaga kebersihan hati. Aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  65. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari elegi ini, ilmu yang saya dapat adalaha hati yang bersih mampu menghasilkan pikiran yang jernih. Tolak ukur semua permasalahan adalah hati. Jika dirasa berat dalam melakukan sesuatu, coba kita periksa kembali hati kita, apakah ada unsur/penyakit sombong, tidak ikhlas, iri hati, dsb. Banyak penyakit hati yang bercokol tanpa kita sadari yang membuat hidup kita tidak tentram. Sebenar-benarnya obat untuk membersihkan hati adalah dengan muhasabah diri dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga kita semua tergolong ke dalam hamba Allah yang selalu mampu menjaga kebersihan hati. Aamiin allahumma aamiin.

    ReplyDelete
  66. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Doa adalah senjata umat muslim. Ketika rasa khawatir, panik, resah, gelisah datang menghampiri pikiran dan hati, hanya doalah yang dapat memperkuat dan mengokohkan kita agar tetap tenang dan mengingatkan kita bahwa Allah selalu ada bersama kita kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. Iya, maka doalah yang tersisa. Berdoalah dengan khusu dan tawadu’ agar hati dan pikiran menjadi tenang, ringan, dan lega; sehingga kita bisa qonaah dengan segala yang terjadi di dalam hidup kita, Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  67. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Doa merupakan salah satu yang harus kita lakukan yang merupakan salah satu komponen dari DUIT (doa,usaha, istikomah, dan tawakal). Saat manusia merasa gelisah, bimbang, galau, hanya kekuatan doalah yang dapat menenangkan hati dan pikiran kita. Karena kita harus meykini bahwa segala apa yang terjadi di dunia ini tidak ada satupun yang tidak diketahui oleh Tuhan, semua campur tangan-Nya, oleh karena itu saat kita mempercayai bahwa hanya Tuhan yang dapat membantu kita, tidak ada yang namanya putus asa, menyerah, maupun rasa tidak percaya diri dalam menjalankan kehidupan ini.

    ReplyDelete
  68. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sebenarnya tidak bisa menentukan kapan hati kita dikatakan bersih maupun hati kita itu kotor. Karena hal tersebut sebenarnya tidak layak untuk difikirkan oleh manusia perihal bersih maupun kotornya hati. Karena kita sebagai manusia hanya bisa selalu untuk berusaha dan tawakkal setelah atas usaha yang kita lakukan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  69. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam kehidupan hati dan pikiran sebaiknya sejalan, karena jika tidak sejalan maka akan muncul sifat ragu dan khawatir, karena khawatir itu berada diperbatasan hati dan pikiran. Apa yang kita pikirkan tanpa kita sadari akan mempengaruhi hasil yang kita peroleh. Oleh karena itu dalam melakukan segala sesuatu sebaiknya dikerjakan dengan maksimal dan dengan fikiran positif agar segala sesuatu yang dihasilkan juga positif, selanjutnya kita pasrahkan hasilnya kepada Allah dengan do’a dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  70. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Ragu adalah pikiran kita. Perasaan khawatir, takut, dan perasaan buruk yang akan menimpa kita yang belum terjadi sangat wajar dirasakan setiap manusia. Hal ini ada karena manusia dianugerahi pikiran atau akal oleh sang pencipta. Namun tak lantas manusia menjadi berlarut dalam kekhawatiran dan ketakutan, karena Allah SWT tidak menyukai hal tersebut. Sebenarnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang suka berangan-angan akan hal yang belum terjadi. Kita telah dianugerahi akal dan hati dua hal ibarat dua sisi mata uang, berbeda namun menyatu. Akal digunakan untuk berfikir dan hati berfungsi sebagai penyeimbang ketika akal terlalu jauh dengan kebenaran maka sesungguhnya hati akan meronta. Karena hakikat hati adalah bersih dari segala kotoran (keburukan).

    ReplyDelete
  71. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setelah saya membaca artikel ini, saya memahami bahwa manusia memiliki hati, pikiran dan khawatir. Tapi, pikiran dan hati kita tidak bisa dicampur. Namun, ketika digunakan dengan baik, hidup menjadi seimbang.
    Jadi, kita harus selalu berusaha untuk hidup dengan baik dan juga berdoa kepada Allah, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali dengan usaha dan berdoa yang sungguh – sungguh. Ketika apa yang diusahakan bekum membuahkan hasil yang baik, maka sesungguhnya Allah telah menyiapkan yang lebih indah dari pada itu.
    Agar apa yang kita usahakan yang didampingi oleh doa terkabul, diperlukan keikhlasan hati tanpa kesombongan dalam diri.

    ReplyDelete
  72. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Tak dapat dipungkiri bahwa manusia sering merasa khawatir, takut, dll. Hal itu disebabkan ada yang tidak 'beres' dengan hatinya. Karena apapun yang dirasakan tubuh/jiwa manusia itu bersumber dari pikiran dan hati. MAnusia perlu untuk senantiasa berdoa dan berdzikir untuk menenangkan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  73. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Hati dan Pikiran. Pikiran dan hati jangan dicampur adukkan. Dalam melangkah kita harus menggunakan pertimbangan hati dan pikiran. Jangan sampai kita hanya mengandalkan pikiran dalam melangkah. Hal itu karena besar kemungkinan kita akan terjebak dalam kemaksiatan dan kesombongan. Gunakanlah hati sebagai pertimbangan agar langkahmu selalu dalam track kebenaran. Saat pikiran telah mengotori hati dengan kesombongan dan keangkuhan maka segeralah bertaubat kepada Allah agar hati kembali jernih sehingga pikiranpun akan kembali ke jalan yang benar. Terimakasih

    ReplyDelete
  74. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. setiap orang tentu memiliki kebiasaan dan rutinitas harian, tapi untuk apa ia melakukan segala rutinitas itu? Apa fungsi dan manfaat semua rutinitas itu? Keraguan mulai tumbuh, kekhawatiran mulai bersemayam dalam hati. Keraguan dan kekhawatiran disisipkan dalam hati karena manusia terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak, terlalu banyak mempertanyakan yang tidak perlu. Setiap manusia perlu menyeimbangkan antara doa, keyakinan, dan pikiiran agar keraguan dan khawtir tak muncul.

    ReplyDelete
  75. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Segala keraguan akan sesuatu dapat diatasi dengan memperdalam ilmu. Segala kegundahan dan kekhawatiran sampaikanlah kepada Allah SWT. Namun dalam memanjatkan doa-doa kepada-Nya kita harus menyeimbangkan hati dan pikiran. Jangan biarkan doa ternodai dengan pikiran yang tidak jernih. Pikiran yang tidak jernih dapat melahirkan kesombongan sehingga komunikasi kita dengan Allah SWT tidak optimal. Maka jernihkanlah pikiran dan lantunkanlah doa-doa kepada-Nya.

    ReplyDelete
  76. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Ada batas antara hati dan pikiran manusia yang menjadikan keduanya berbeda. Di perbatasan ituah kemudian ketakutan dan kekawatiran tinggal. Di perbatasan itulah seringkali manusia mengalami kontradiksinya. Tidak satupun manusia yang dapat mengetahui batas pikiran dan hatinya, jika ia hanya menggunakan pikirannya saja. Manusia membutuhkan hatinya. Namun untuk dapat mengetahui batasnya pun hati manusia harus senantiasa bersih, sehingga batasan itu nampak terlihat. Hati dapat senantiasa bersih mana kala selalu dinaungi dengan dzikir dan doa-doa setiap waktu. Doa-doa yang tulus ikhlas dengan sungguh-sungguh dan rendah hati. Doa-doa ini juga sekaligus mampu menjadi penyelaras antara hati dan pikiran manusia.

    ReplyDelete
  77. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hati dan pikiran merupakan dua komponen utama manusia, yang dapat membedakan manusia yang satu dengan lainnnya baik di hadapan Allah maupun dihadapan manusia yang lainnya. Hati dan pikiran memiliki batas yaitu kekhawatiran. Agar terhindar dari kekhawatiran maka harus menggunakan sebaik mungkin atau tidak menggunakannya sama sekali, ketika kita tidak menggunakannya sama sekali maka yang kita gunakan adalah hati kita yaitu dengan berdoa. Dengan berdoa menggunakan hati tanpa adanya campur tangan pikiran, kita akan dapat berdoa secara khusyu dan akan merasa lebih tenang.

    ReplyDelete
  78. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Jangan pernah mengagung-agungkan pikiran kita dan merasa tidak memerlukan hari nurani dalam bertindak. Jika kita terlalu banyak mengguanakan pikiran tanpa menggunakan hati maka akan menjerumuskan kita dalam kekhawatiran. Tetapi jika kita mencampuradukkan pikiran dan hati secara semena-mena kekhawatiran juga akan muncul pada diri kita. Jangan merasa mampu mengatasi suatu masalah hanya dengan pikiran yang dangkal karena akan membuat kita terjerumus ke dalam masalah yang lebih berat. Jika memang ingin menggunakan pikiran maka gunakan pikiran dengan sebaik mungkin. Jika tidak sama sekali maka gunakan hatimu untuk menyelesaikan masalahmu.

    ReplyDelete

  79. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pikiran, hati dan kekhawatiran, tiga hal tersebutlah yang tinggal dalam hati kita. Pikiran dan hati kita harus seimbang sehingga rasa khawatir ini akan kebingunan harus tinggal dimana. Pikiran kita, kita guinakan untuk hidup di bumi ini menjadi makhluk sosial sebagaimana mestinya dan menuntut ilmu sebagai keseimbangan dengan perkembangan dunia. Ilmu yang kita peroleh itu juga sebgai sarana membersihkan hati kita, yaitu ilmu agama. karena hati ini lah yang kita gunakan untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepasa Allah sehingga kedamaian akan selalu menyertai kita.

    ReplyDelete
  80. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi ini bercerita tentangg sebuah aktivitas hati dan aktivitas piker. Hati menjalankan tugas-tugas spiritual, piker menjalankan tugas beriflsafat, olah piker. Diantara mereka ada yang namanya rasa khawatir. Rasa khawatir sering hadir ketika pikiran mencampuri urusan hati, melampaui batas yang ditentukan. Rasa khawatir hati sering terjadi kita pikiran ikut camppur dalam tugasnya, membayangkan apakah benar keyakinan yang dipegang benar.

    ReplyDelete
  81. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Setiap aktivitas berpikir, selalu akan diwas was I oleh rasa khawatir. Bhkan setiap aktivitas rasa khawatir akan selalu hinggap. Nasehat yang bijak, jika ingin menghilangkan rasa khawatir, maka jangan berpikir sama sekali, atau berpikirlah dengan maksimal, tulus dan ikhlas

    ReplyDelete
  82. Latifah Fitriasari
    PM C

    Rasa khawatir tidaklah menghasilkan apapun. Rasa khawatir adalah perasaan yang terganggu akibat bayangan/pikiran buruk yang kita buat sendiri, yang belum terjadi pada diri kita atau orang-orang terdekat kita. Berpikir berlebihan atau terlalu cemas tentang suatu masalah atau situasi. Pikiran, hati dan kekhawatiran, tiga hal tersebutlah yang tinggal dalam hati kita. Tetapi tanpa disadari kecemasan ternyata dapat mempengaruhi tubuh dan menyebabkan sakit secara fisik.

    ReplyDelete
  83. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Rasa khawatir, takut, tidak nyaman yang dirasakan hati kita bisa jadi karena jauhnya kita dari Allah SWT. Maka ketika rasa takut dan khawatir telah hinggap dalam hati kita kita seharusnya mendekatkan diri kepada Allah SWT agar hati kita tenang. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan senantiasa berdoa kepada Nya kita akan tenang dan tidak khawatir lagi karena kita yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah SWT dan Allah SWT lah yang akan menolong kita.

    ReplyDelete
  84. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya ketika kita memulai sesuatu hal dengan berdoa terlebih dahulu, maka itu adalah mengikutkan Allah SWT dalam setiap usaha kita. Bukankah berhasil atau tidaknya usaha kita adalah dari ridho Allah SWT, maka mencari ridho Allah adalah hal yang terpenting, bagaimana cara kita mendapatkan ridho Allah yakni dengan cara berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan kita.

    ReplyDelete
  85. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pikiran dan hati adalah dua hal penting yang berada pada diri setiap manusia dan keduanya tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Bila kita dapat menggunakan keduanya dengan baik dan optimal, maka akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Dengan bermodalkan pikiran dan hati pulalah, setiap manusia diharuskan untuk selalu berusaha (berikhtiar) dan berdoa (bertawakal) untuk mendapatkan segala hal yang diinginkan.

    ReplyDelete
  86. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT mampu membuat kita untuk membersihkan hati. Hati dan pikiran merupakan dua hal yang berbeda. Mereka tidak dapat disamakan. Hanya dengan menggunakan hatilah kita mamu mengetahui batasan dari keduanya.

    ReplyDelete
  87. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Seberapapun berkembangnya seseorang, maka ia takkan bisa mencapai zona maksimum tanpa bantuan dan uluran tangan orang lain seperti yang telah dikonsepkan oleh Piaget mengenai ZPD dan Scaffoldings. Adapun sebaik-baik balasan untuk orang yang membantu kita menuju yang lebih baik selain kita bersungguh-sungguh dalam belajar dan keberhasilan serta doa yang ikhlas dan baik. Doa yang kita panjatkan untuk orang lain sejatinya ialah doa yang kita panjatkan untuk diri kita sendiri. Hukum tersebut selalu berlaku baik untuk doa-doa yang baik maupun sebaliknya. Maka sebenar-benar menjaga lisan ialah menjaga agar kita tidak berkata kotor atau meminimalisir perkataan yang tidak seharusnya dikeluarkan, karena kita tidak tahu doa mana yang diaminkan oleh malaikta. Sedangkan malaikat ialah makhluk ciptaan Alla yang tidak pernah bermaksiat dan senantiasa patuh padaNya, maka doa mana yang tidak dikabulkaNya jika diaminkan oleh malaikat? Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  88. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Tidaklah mudah menyeimbangkan antara hati dan pikiran kita. Suatu saat hati akan mendominasi pikiran serta sebaliknya. Adapun orang-orang yang beruntung ialah mereka yang dapat menekan pengaruh yang berlebihan dari salah satu diantara mereka. Selayaknya menyeimbangkan antara ikhtiar dan doa, maka hati dan pikiran juga ada batasnya dan perlu untuk dipertimbangkan. Maka seseorang yang mampu mendekatkan dirinya dengan pencipta sedekat mungkin dengan menanggalkan semua gelar dan aset dunia yang dimilikinya ialah orang yang beruntung dan dapat memanage hati dan pikiran mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  89. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Setelah kita Berusaha dan berdoa kepada Allah, maka, yang selanjutnya kita lakukan adalah menyerahkan segala hasil dari usaha kita kepada Allah. Dalam menanti hasil dan keputusan dari Allah SWT alangkah baiknya kita tetap berdoa agar niat kita selalu ikhlas. Berdoa memohon kepada Allah agar diberikan hasil yang terbaik sesuai dengan usaha kita. Tak lupa pula berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat. Sungguh, tidak ada yang dapat menandingi kekuatan keikhlasan berdoa.

    ReplyDelete
  90. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Di dalam Al Qur’an Allah sudah menunjukkan kebesaranNya. Allah yang Maha Adil dan juga Allah Yang Maha Penyayang. Sungguh allah sangat mencintai hambaNya yang senantiasa menjalankan perintahNya. Tidak pantaslah kita jika menyembah selain Allah. Jangan sekali-kali kita menyekutukan Allah. Tetaplah beristighfar, mohon ampunannya agar tetap selalu mendapat kasih sayangnya.

    ReplyDelete
  91. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Jika doa dilakukan secara khidmat, yakinlah pertolongan Allah akan datang. Dengan pertolongan Allah kita akan dapat mengatasi segala masalah. Selain itu, doa adalah kunci untuk pintu rahmat Allah. Apabila kita telah berdoa dan memohon kepada Allah, namun Allah belum mengabulkan doa kita tersebut maka mungkin dalam berdoa kita belum khusyuk atau mungkin masih ada kesombongan dalam diri kita sewaktu kita melantunkan doa-doa. Maka, kita harus memperbanyak dan memperbaiki adab berdoa kita jika ingin Allah mengabulkan doa kita

    ReplyDelete
  92. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kekhawatiran selalu menghampiri manusia dimanapun dan kapan pun. Ini karena khawatir ada di dalam diri kita masing-masing. Di hati ada khawatir dan di pikiran kita pun ada khawatir. Sehingga di dalam kehidupan kita pasti ada rasa itu, namun jangan sampai kita mengisi kehidupan kita dengan kekhawatiran. Khawatir harus segera diborgol, dengan borgol hati yang ikhlas dan pikiran sebaik mungkin.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  93. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Tidak mudah untuk membersihkan hati, apalagi jika kita sudah terlanjur kotor sekotor-kotornya. namun tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. yang kita perlukan adalah kekuatan tekad, keikhlasan, ketawadu'an, kepada Allah agar berkenan menolong kita, membersihkan hati kita, dengan doa-doa yang harus terus kita lakukan secara rutin, dan yakinlah bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT, dengan syarat kita harus menghindarkan diri dari hal-hal yang menjadi penyebab terhalangnya doa.

    ReplyDelete
  94. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Filsafat ilmu adalah suatu olah pikir, dimana kita akan menggunakan segenap pikiran, jiwa dan raga untuk mempelajarinya. Yang harus kita ingat adalah jangan sampai setelah mempelajari filsafat menjadi rapuh pertahanan spiritual kita. Maka dari itu, perlu pondasi yang kuat sebagai koridor kita dalam mempelajari filsafat. Ketika dimensi spiritual kita telah kuat, maka ketika ada rasa khawatir, ketika ada rasa gelisah atau keraguan dalam diri kita, kita tak perlu risau lagi karena kita punya investasi yang kita sebut doa. Doa yang kita panjatkan kepada Allah agar selalu dikuatkan iman kita dari keragu-raguan.

    ReplyDelete
  95. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Doa merupakan cara yang paling ampuh untuk membersihkan hati dari segala macam kotoran yang menghinggapinya. Dengan berdoa, segala kekhawatiran dan kegundahan akan terobati, karena sesungguhnya doa akan membawa kita kepada kedamaian. Namun tentu saja doa yang baik adalah doa yang diiringi dengan keikhlasan dan jauhkanlah diri kita dari sifat sombong. Kesombongan hanya akan menggerogoti setiap ilmu, pikiran dan hati kita.

    ReplyDelete
  96. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    kekhawatiran dan keraguan itu hal yang pasti ada dalam diri kita saat kita melakukan suatu hal. namun, jika kita melakukan hal dengan yakin, bismillah niat untuk Allah maka hati kita akan merasa tenang.

    ReplyDelete
  97. selain diniatkan untuk Allah, berdo'a lah hanya kepada Allah semoga kita selalu diiringi oleh langkah yang baik, menuju pada hal yang baik, sehingga apa yang dikhawatirkan tidak terjadi,

    ReplyDelete
  98. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam berdoa, kita tidak hanya meminta kepada Allah SWT mengenai apa keinginan kita, melainkan ada etika-etika tersendiri dalam berdoa. Jika doa kita tidak terkabulkan, mungkin ada yang kurang dengan etika-etika tersebut. Beberapa etika tersebut adalah khusyuk dan tawadhuk. Khusyuk menunjukkan niat berdoa yang tulus. Khusyuk ditandai dengan ketenangan berdoa dan tidak menggebu-gebu. Tawadhu’ artinya rendah hati atau merendahkan segala yang melekat pada diri kita, karena apa yang ada pada diri kita seluruhnya sejatinya adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepadanya.

    ReplyDelete
  99. Hati perlu dirawat agar tetap bersih, caranya senantiasa mendekatkan diri, memohon, berdoa kpd Tuhan YME.
    Pikiran perlu diasah, sering dan selalu digunakan agar semakin tajam dlm berlogika , bs menyaring informasi mana yg valid.

    ReplyDelete
  100. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015


    Dengan berdoa kepada Allah kita dapat membersihkan hati dari segala penyakit-penyakit hati. Dengan berdoa hati kita akan lebih tentram dan damai. Berdoa hendaknya dengan penuh rasa keikhlasan.

    ReplyDelete