Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih




Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan Sdr Dyah Wahyuningsih:

Ass.wrwb,

Bapak yang terhormat,dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.


Wass.wrwb

Jawaban saya (Marsigit):

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan anda perihal hati yang jernih.

Untuk menjawab pertanyaan tentang hati maka aku juga akan menggunakan hatiku.

Yang aku maksud dengan hatiku adalah keyakinanku.

Keyakinanku adalah doaku.

Maka bagi diriku jernihnya hati adalah jika hati terbebas dari segala macam kotoran.

Hatika berbicara bahwa hanyalah ada 2 (dua) keadaan saja dari hatiku itu yaitu "bersih" atau "kotor".

Aku dapat mengatakan bahwa hati yang jernih adalah hati yang bersih adalah hati yang disitu duduk doa-doa ku.

Hatiku berbicara bahwa "hati bersih" itu adalah malaikat unsur-unsurnya.

Sedangkan "hati kotor" itu adalah syaitan atau iblis unsur-unsurnya.

Hatiku berbicara bahwa doa-doa ku beserta malikat. Amiin

Sedangkan aku harus selalu membersihkan hatiku yang kotor, yaitu hati yang tergoda oleh syaitan dan iblis dengan permohonan ampun kepada Allah SWT dan peromonan ridha dan perlindungan Nya. Amiin.

Maka bagiku "bersihnya hatiku" adalah "doaku"

Tetapi jika hatiku berkata bahwa itu adalah "doaku", ternyata aku masih menyebut "ku" di depan Tuhan ku.

Maka doa "ku" juga terancam oleh egoku yaitu kesombonganku.

Maka lebih baik hatiku mengatakan bahwa "Atas perkenan engkau ya Allah semoga doa-doamu menyertai hatiku"

Itulah "hati bersih" sesuai dengan kata hatikku, yaitu Rakhmat dan Hidayah Nya.

Amiin

29 comments:

  1. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pertanyaan yang cukup menarik, "bagaimanakah agar hati dan pikiran kita jernih?". Cara sederhana agar hati dan pikiran kita menjadi jernih adalah dengan berwudhu. Ketika berwudhu, kita kan memperoleh ketenangan jiwa dan pikiran.

    ReplyDelete
  2. Hati yang jernih dapat diibaratkan sebagai cermin yang bersih. Cermin yang bersih dapat memberikan pantulan atau bayangan yang sesuai dengan apa yang dihadapan cermin tersebut. Begitupun dengan hati yang jernih maka dapat memberikan pantulan atau bayangan yang sesuai dengan apa yang dihadapinya. Suatu masalah yang dihadapi dengan hati yang jernih maka akan nampak jelas masalah tersebut sehingga dapat dicari penyelesaiannya. Tetapi hati yang tidak jernih berarti cermin yang tidak jernih pula atau cermin tersebut telah ada debu atau kotoran yang menempel. Cermin yang kotor ketika digunakan untuk bercermin maka tidak akan memberikan bayangan yang sama tetapi kotoran telah menyembunyikan bayangan. Begitupun masalah yang datang pada manusia jika dihadapi dengan hati yang tidak jernih maka akan ada hal-hal yang tersembunyi sehingga penyelesaiannya tidak lengkap atau malah tidak benar.

    ReplyDelete
  3. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Hati sebagai muara kebahagiaan dan kesengsaraan bagi hidup kita, pikiran yang jernih berasal dari hati yang jernih. Hati yang jernih adalah hati yang bersih. Membersihkan hati melalui doa. Hati hanya akan merasa bahagia bila senantiasa ikhlas lillahi ta’ala, jangan biarkan dirimu lalai dan mengotori hatimu.

    ReplyDelete
  4. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    marilah kita selalul menjaga hati kita dan selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Sesungguhnya dosa-dosa kita itulah yang menghalangi ilmu yang kita pelajari. Menjaga hati juga persoalan yang tidak mudah karena banyaknya godaan di dunia ini. Oleh karena itu menjaga hati dengan selalu berdoa kepada-Nya agar kita selalu berada dalam naungan hidayah dan inayah-Nya.

    ReplyDelete
  5. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam belajar filsafat perlu dihadirkan yang namanya hati yang bersih atau hati yang jernih. Hati yang bersih ini adalah hati yang berkeyakinan baik dan selalu berdo’a pada Allah SWT. Namun sejatinya belajar apa pun itu ilmunya selama itu ilmu yang bermanfaat perlu di hadirkan yang namanya hati yang jernih ini. Membuat hati jernih ini tidaklah mudah, karena sejatinya hati manusia akan selalu digoda oleh syetan, jika hati telah tergoda oleh syetan maka inilah yang disebut hati yang kotor.
    Semoga kita senantiasa diberi kemudahan oleh Allah untuk menggapai hati yang jernih.

    ReplyDelete
  6. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Syetan selalu berusaha menggoda hati manusia. Manusia seringkali lalai dan mudah tergoda oleh hasutan syetan sehingga menjadikan hati manusia terdapat noda. Sebagai manusia hendaknya menyadari bahwa hati tak luput dari noda itu sehingga harus selalu membersihkan hati dengan beristigfar kepada Allah agar mendapat ampunan.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Hati yang jernih adalah hati yang bersih dan terbebas dari segala hal-hal yang mengotorinya. Hati yang jernih dalam elegi ini mengkhususkan kepada hati yang selalu berisi dengan ha-hal yang disenangi oleh Allah SWT. untuk menggapai hati yang jernih maka selalu berdoa dan ikhlas semata-mata karena mengharapkan ridho dari-Nya adalah kuncinya. Berdoa dengan rendah hati dan menghilangkan ego agar terhindar dari sifat sombong. Jika hati sudah kotor dan diliputi oleh syaitan maka segera memohon ampun kepada Allah SWT dan permohonan ridha dan perlindungan-Nya. Karena tanpa rahmat dan hidayah-Nya maka hal itu tidak akan terlaksana.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof,berusaha memiliki hati yang bersih dapat kita lakukan dengan cara, berdoa kepada Allah. Memohonkan ampun atas semua kesalahan (bertaubat), disertai dengan kerendahan hati kita melepas semua pangkat dan kebesaran, serta hanya memohom ridha dan petunjuk Allah dalam menjalani hidup. Membentengi diri kita dari sifat-sifat yang dapat menimbulkan penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dusta dst juga diperlukan agar hati kita tetap bersih

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami memahami bahwa hati yang bersih adalah hati yang didalamnya terdapat doa-doa, doa yang ditujukan semata-mata memohon rahmat dan rido Allah SWT, doa yang menampakkan ketidakberdayaan hamba di hadapan Tuhannya, doa yang jauh dari ego dan kesombongan. Semoga kami bisa membuat dan menjaga hati kami juga bersih. amin

    ReplyDelete
  10. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Hati, ketika bersih organ tersebut maka bersih pula seluruh organ di tubuh kita, mulai dari pikiran, perbuatan, tingkah laku, sampai pada karakter. Tetapi ketika hati kita sudah keruh, maka pikiranpun akan rusuh. Kata AA Gym, kita harus menjaga kejernihan hati dengan tidak mengotorinya. Caranya adalah dengan berdoa, mendekatkan diri kepada ALLah. Sehingga kita selalu merasa diawasi, selalu merasa dilihat Allah dan kita akan malu untuk melakukan hal yang tercela. Jagalah Allah di hati kita, maka Allah akan menjaga kita.

    ReplyDelete
  11. Junianto
    PM C
    17709251065

    Hati manusia ada 2 jenis yaitu hati yang bersih dan hati yang kotor. Ketika hati bersih maka ia terbebas dari berbagai macam kotoran misalnya kesombongan, dengki, iri, dll. Hati yang bersih dipenuhi dengan doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Hati yang kotor adalah hati yang dipenuhi dengan bisikan-bisikan syaitan, sedangkan hati yang bersih adalah hati yang dipenuhi malaikat dan unsur-unsurnya. Hati adalah inti dari perilaku manusia, jika hati bersih maka perilaku dan tindakan manusia juga bersih (sesuai dengan syariat agama), begitupun sebaliknya. Maka dari itu, sebagai manusia hendaknya selalu bertobat dan memohon ampun kepada Tuhan atas semua dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hati adalah kunci. Kunci dari segala kehidupan. Berbicara soal hati, maka akan berhubungan dengan keyakinan. Yakin dan tunduk kepada Allah swt. Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Senantiasa berdzikir dan berdoa memohon ampunan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja. Hanya Allah swt yang mampu membolak-balikkan hati hamba-Nya.Hati yang kotor adalah hati yang di dalamnya bersemayam kotoran atau penyakit entah disadari atau tidak oleh pemiliknya. Iri, dengki, sombong, riya’ adalah sebagian kecil dari contoh penyakit hati. Hati yang sakit dikendalikan oleh setan atau iblis. Setan atau iblis tidak akan berhenti menggoda manusia untuk selalu berbuat maksiat. Tujuan setan atau iblis hanya satu yaitu menjauhkan manusia dari Allah swt.Hati yang jernih berarti bahwa hati yang terbebas dari kotoran atau penyakit. Hati yang senantiasa bermunajat memohon ampunan dari Allah swt. Hati yang selalu dihiasi dengan dzikir kepada Allah swt. Hati yang bersih berisi doa-doa hanya kepada Allah swt

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kali kedua saya jumpa elegi ini. Dahulu kala benar-benar tak berani berkomentar sedikitpun. Lah gimana? Benar-benar bingung saya dibuatnya. Tapi, kali ini saya akan mencoba, memberanikan diri berkomentar, berpendapat. Jangan engkau putuskan dulu diri ini sudah paham. Sungguh, masih bingung yang ku punyai. Tapi, bismillah, saya akan berusaha mengurai kebingungan-kebingungan ini.

    Hati yang bersih. Jika kita berbicara hati, berarti kita berbicara aspek spiritualitas. Maka sudah tentu jika membicarakan ini kita harus memiliki niat yang bulat, disertai iklhas. Tawakal..tawakal..
    Tapi kita lah manusia, tempat yang benar-benar disukai oleh syaitan-syaitan kadang. Mereka beri kita kesombongan, keangkuhan. Maka sudah, kotorlah hati kita. Maka sebaik-baiknya jalan keluar adalah berserah diri kepada-Nya

    ReplyDelete
  14. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Hati yang bersih adalah hati yang didalamnya selalu terkandung syair-syair yang selalu berdoa dan mengingat Allah SWT. Didalam berdoa pun, sebaiknya kita menghilangkan ego kita dan kesombongan kita. Hal ini agar doa kita benar-benar berasal dari hati yang bersih dan jernih.

    ReplyDelete
  15. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Pak. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa menjaga kejernihan hatinya dengan senantiasa mengingat Allah SWT melalui dzikir dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang dapat menutup mata hati kita. Aamiin ya Robbal alamiin.

    ReplyDelete
  16. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Hati yang bersih akan memudahkan kita dalam belajar atau menghafal sesuatu terutama menghafal Al-Quran. Hati yang bersih juga akan mengantarkan kita pada ketenangan dalam menjalani hidup, khusyuk, selalu bersyukur, dan terbebas dari penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, kikir, suudzon, dan penyakit hati-penyakit hati lainnya. Oleh karena itu, milikilah hati yang bersih.

    ReplyDelete
  17. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Hati yang bersih berupa unsur-unsur dari malaikat. Malaikat makhluk Allah yang selalu taat pada perintah Allah. Hati yang bersih adalah hati yang selalu bersandar kepada Allah, menyerahkan segalanya atas kehendak-Nya. Maka hati yang jernih merupakan hati yang terbebas dari berbagai macam sifat tercela. Sedangkan hati yang dikenai sifat tercela ialah hati yang kotor. Di antara sifat tercela yang merupakan penyakit hati ialah syirik, iri, dengki, hasud atau provokasi, fitnah, buruk sangka, khianat, dan lain-lain. Hati yang kotor harus dibersihkan dengan senantiasa mengingat Allah. Hal ini karena hati akan menentukan seluruh perilaku manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam, “Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya dan Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya, ia adalah hati".

    ReplyDelete
  18. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Kondisi hati akan mempengaruhi perbuatan, atau sebaliknya apa yang kita lakukan merupakan cerminan dari kondisi hati. Sebenar-benar hati yang bersih adalah hati yang berisikan sifat - sifat malaikat, sifat-sifat kebaikan, sifat-sifat kemuliaan. Hati yang bersih adalah hati yang selalu dinaungi dengan lantunan doa dan dzikir kepada Allah SWT. Doa dan dzikir yang selalu menerangi ini, akan menjadikan hati terhindar dari berbagai penyakit hati yang dapat membuatnya kotor, seperti kesombongan, ketidak ikhlasan, rasa dengki atau iri, marah, dan sebagainya. Maka dari itu, salah satu cara untuk menjernihkan hati kita adalah dengan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Terimaksih Pak telah memberikan pengetahuan bagaimana menggapai hati yang jernih. Hati dan pikiran yang jernih adalah doa, doa merendahkan diri kepada Allah dalam upaya Allah selalu menyertai hati kita. Artinya hati dan jiwa kita akan selalu dikelilingi oleh malaikat-malaikat, dan dijauhkan dari syaitan-syitan yang terkutuk. Maafkan hamba Ya Allah jika selalu ada ego disetiap doa yang hamba panjatkan.

    ReplyDelete
  20. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Terimakasih banyak Pak prof
    Membahasakan dengan hati itu sangat indah sepert iindahnya untaian demii untaian kalimat dalam elegi tersebut. Betapa tidak sesuatu yang disampaikan dengan hati pasti menyentuhnya juga ke hati.
    Perihal menggapai hati yang jernih dengan banyak berdoa,banyak mengingat Allah SWT,seperti yang diuraikan elegi di atas.Karena Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, maka ketika berdoa juga menggunakan kata-kata yang indah dengan nada yang sedikit merendah hingga doa kita disegerakan dengan cepat dan tepat.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Hati itu akan mempengaruhi pikiran kita, sedangkan pikiran dan hati mempengaruhi perbuatan. Hati yang bersih akan membawa pada perbuatan yang baik. Hati yang kotor akan membawa pada perbuatan yang buruk. Bersih atau tidaknya hati akan mempengaruhi baik atau buruknya sikap. Jernihnya atau bersihnya hati maka di dalamnya adalah malaikat. Sedangkan buruknya hati, maka di dalamnya adalah setan. Untuk dapat membersihkan hati, maka yang buruk harus dibersihkan, segala pikiran-pikiran buruk, penyakit hati dibuang. Oleh karena itu, kita harus memohon ampun atas segala kesalahan kesalahan yang sudah kta perbuat dan memperbaiki kesalahan dengan selalu berbuat kebaikan

    ReplyDelete
  22. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof sudah bersedia berbagi ilmu ini. Begitu apiknya dan santunnya kalimat yang sebaiknya dilafalkan saat berdoa. Saya menjadi belajar bahwa untuk menghilangkan ego saat berdoa hendaknya didahului dengan memohon terlebih dahulu agar Allah memperkenankan segala doa-doa-Nya untuk menyertai hati seorang hamba. Saya belum mengetahui hal ini sebelumnya. Saya semakin yakin dengan rahmat-Nya. Saya sendiri saat ini masih mencoba untuk sabar dan tawakal dalam berdoa.

    ReplyDelete
  23. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya meyakini bahwa tidak semua orang dapat mendengarkan pesan-pesan dari batin dengan jernih, tidak semua orang mampu menjernihkan hati, terlebih ketika kita ingin menjernihkan hati dengan suasana yang penuh dengan nafsu, sakit hati, tidak puas, marah, dan hal negatif lainnya. Hati yang negatif, dapat dianalogikan sebagai air kolam yang keruh, jika kita tetap memiliki keinginan untuk melihat isi di dalam air yang keruh tentu yang hadir justru asumsi-asumsi bahkan kebohongan. Maka, sesuai dengan kepercayaan saya, mohon maaf sebelumnya, bersemedi saya yakini sebagai salah satu upaya untuk berkonsenterasi sehingga dapat mengendapkan kotornya hati yang dianalogikan sebagai kolam menuju dasar. Jika batin telah jernih, barulah kita dapat menggapai hati secara jernih dan bebas prasangka.

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas tulisan ini. Dari elegi ini saya memahami bahwa ketika mempelajari dan menuntut ilmu hendaklah dalam keadaan hati yang jernih. Hati yang jernih yang dimaksudkan disini adalah hati yang bersih dan berkeyakinan baik dimana hati senantiasa berdoa, memohon ampunan dan keridhaan Allah SWT. Namun, menjaga hati agar tetap jernih bukanlah hal yang mudah karena manusia sangat mudah digoda oleh syeitan. Dan jika hati telah tergoda maka inilah yang disebut dengan hati yang kotor.
    Oleh karena itu, semoga kita selalu menjaga hati untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar terbebas dari godaan syeitan. Sehingga ilmu-ilmu yang kita pelajari mudah untuk dipahami.

    ReplyDelete
  25. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Doa adalah ungkapan pasrah seorang manusia kepada Tuhannya. Ia menyatakan ketidak mampuannya sehingga menyerahkan segala keterbatasannya kepada Tuhannya. Bila ada unsur ego atau kesombongan yang terselip dalam untaian doa-doa kita, maka bisa dikatakan bahwa doa kita belum ikhlas. Karena kita masih membawa kesombongan kita dalam kepasrahan kita. kita masih membawa kesombongan kita dalam ketidak berdayaan kita. Wahai Rabb yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam kebaikan dan ketaatan kepada-Mu. Aamiin

    ReplyDelete
  26. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Saya mendaptkan suatu pencerahan dalam elegi yang singkat ini. Bahwa didalam do'a ternyata ada unsur suatu kesombongan ketika masih ada kata "aku" yang menyertai. Suatu pengetahuan yang sangat bermanfaat, dimana do'a yang hampir setiap hari kita panjatkan ternyata masih ada unsur kesombongan didalamnya. Dengan ini saya dapat merefleksikan diri saya mengenai do'a-do'a yang sudah saya panjatkan kepada Allah, apakah do'a tersebut berasal dari hati yang bersih ataukah masih ada unsur kesombongan didalmnya.

    ReplyDelete
  27. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Terjawab sudah pertanyaan dalam hati, mengapa beberapa Kali dalam kuliah tersebut bahwa menyebut'ku'dalam doa itu tidak boleh. Terjawab dalam elegi ini.
    Saya pun semakin memahami bahwa doa itu berdimensi sosial juga. Mendoakan orang lain untuk kebaikan orang lain. Mengampuni orang lain, memohonkan ampun dosa bagi orang lain dalam doa. Biarlah satu jari saja menunjuk pada diri, Dan 4 jari lain menunjuk sesama.

    ReplyDelete
  28. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setelah membaca elegi ini, saya kembali berpikir apakah dalam doa-doa saya selama ini, saya telah menjernihkan hati saya? Apakah masih terdapat ego dalam doa-doa saya? Sesungguhnya saya tidak pernah tahu kapan hati saya benar-benar bersih, atau benar-benar kotor. Karena jika telah terpengaruh oleh godaan syaiton, kita selalu merasa telah melakukan hal yang benar. Semoga kita semua dapat menggapai kejernihan dan kebersihan hati ketika bersimpun dan bersujud kepada Allah SWT. Aaamiin.

    ReplyDelete
  29. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hati yang jernih apabila di dalamnya tidak ada sedikitpun rasa kesombongan. Manusia semua sama di mata Allah, yang membedakan hanya iman dan takwa. Setinggi-tingginya pangkat dan jabatan yang dimiliki manusia di dunia tidak ada apa-apanya di mata Allah apabila tidak memiliki iman dan takwa. Doa dapat membersihkan hati apabila dilakukan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho dariNya.

    ReplyDelete