Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh, selamat datang Ustad Jalaludin Rakhmat...silahkan duduk dulu sambil minum teh ala kadarnya. Alhamdulillah pada hari ini pesertanya bertambah banyak karena murid-muridku juga pada datang.

Jalaludin Rakhmat:
Waalaikumsalam Warakhmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah...amin

Bagawat Selatan:
Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Hadhlirin hadhlirot yang saya hormati, saya mengucapkan puji syukur karena pada hari ini Ustad kita, Bapak Jalaludin Rakhmat sudah hadir ditengah-tengah kita, dan beliau berkenan memberikan tausiahnya meneruskan tema pada Tasyakuran Spiritual Pertama minggu yang lalu, yaitu Membangun Proyek Menghuni Syurga. Marilah kita dengarkan bersama-sama.

Jalaludin Rakhmat:
Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Yang saya hormati shohibul hajat Sang Bagawat Selatan beserta keluarga besarnya. Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan masryiral muslimin yang berbahagia. Pertama marilah kita panjatkan puja puji syukur kita kehadhirat Allah SWT yang telah memberi dan melimpahkan karunia Nya kepada kita semua sehingga pada saat yang berbahagia ini kita bisa berkumpul untuk mengadakan silakhturakhim spiritual. Salawat dan salam kita haturkan kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, tabiit, tabiin, yang memberi syafaat di hari akhir. Alhamdulillah wasyukurilah saya masih bisa menemui Bapak dan Ibu semua pada hari ini untuk membahas perihal Membangun Proyek Menghuni Syurga. Minggu yang lalu kita sudah sampai butir kesepuluh, maka pada hari ini uraian saya akan saya mulai pada butir sebelas. InsyaAllah, agar kita kelak dapat menjadi penghuni syurga maka kita perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

Sebelas: Tidak Membongkar Aib Orang Beriman
Rasulullah SAW bersabda:”Janganlah kamu menyebarkan aib orang beriman. Karena, barang siapa yang menyebarkan aib orang mukmin, Allahpun akan menyebarkan aibnya; dan barang siapa yang Allah buka aibnya, Allah akan mempermalukan walaupun dia berada di rumah sendiri”

Duabelas: Selalu Mulai Dengan Salam
Nabi SAW bersabda:”Manusia yang paling bakhil adalah orang yang melewati orang Islam dan tidak mengucapkan salam kepadanya”. Rasulullah SAW juga bersabda:”Barang siapa yang memulai bicara sebelum salam, jangan jawab pembicaraannya”

Tigabelas: Selalu Belajar dan Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui
Rasullulah SAW bersabda:”Bagi pencari ilmu syafaat seperti syafaatnya para nabi. Baginya seribu istana emas di syurga”. Ia juga bersabda:”Pencari ilmu dicintai Allah, dicintai malaikat, dan dicintai para nabi”. Ia juga bersabda:”Wahai Abu Dzar, jika engkau duduk satu saat mempelajari ilmu, itu lebih baik bagimu daripada ibadat satu tahun”

Empatbelas: Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar
Imam Ali As berata:”Tidak halal mata mukmin melihat orang melakukan kemaksiatan kepada Allah kemudian mengedipkannya tanpa mengubahnya”. Ia juga berkata:”Janganlah kamu meninggalkan amar makruf nahi munkar. Kalau kamu meninggalkannya, orang yang paling jahat di antara kamu akan mengasai urusanmu. Jika setelah itu kamu berdoa, doa kamu tidak dikabulkan”

Limabelas: Tidak Marah Kecuali Karena Allah
Imam Ja’far Al-Shadiq As. berkata:”Marah adalah kunci dari segala dosa”

Enambelas: Tidak Menyia-nyiakan Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat
Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya para penghuni syurga tidak pernahmenyesali sesuatu yang hilang dari dunianya seperti penyesalan mereka karena lewatnya satu saat tanpa ada zikir kepada Allah di dalamnya”. Diriwayatkan juga:”Manfaatkanlah yang lima sebelum yang lima: kekayaanmu sebelum kemiskinanmu, sehatmu sebelum sakitmu, kesantaianmu sebelum kesibukanmu, mudamu sebelum tuamu, dan kehidupanmu sebelum kematianmu”

Tujuhbelas: Melakukan Salat Malam
Abu Abdillah As berkata:”Salat malam mencerahkan wajah, salat malam memperindah malam, salat malam menarik rezeki”. Ali bin Husain As ditanya:”Mengapa orang yang tahajud di malam hari memiliki wajah yang paling indah?” Ia berkata:”Karena mereka berduaan dengan Allah, dan Allah menutup mereka dengan cahaya-Nya”.

Delapanbelas: Menjadi Teladan dalam Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan
Rasulullah SAW bersabda:”Tidak ada amal yang paling utama dalam timbangan seseorang pada hari kiamat selain akhlak yang baik”. Ia juga bersabda:”Yang paling banyak memasukkan umatku ke surga adalah bertakwa kepada Allah dan berakhlak baik”

Sembilanbelas: Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah
Rasulullah SAW bersabda:”Bergegaslah kamu ke taman-tamannya surga”. Ia ditanya:”Apakah taman-taman surga itu?”. Ia bersabda:”Tempat-tempat orang berkumpul untuk berzikir”

Duapuluh: Memelihara Pandangan dari Apa yang Diharamkan Allah
Rasulullah SAW bersabda:”Memandang adalah sebagian dari anak panah iblis. Betapa banyaknya pandangan sekilas menimbulan derita berkepanjangan”. Rasulullah SAW juga bersabda:”Siapa yang memenuhi kedua matanya dengan pandangan yang haram, Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api neraka kecuali jika ia bertaubat dan kembali kapada Tuhan”

Duapuluhsatu: Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya
Diriwayatkan dalam hadis:”Sesungguhnya Allah itu Maha Pencemburu dan mencintai setiap Pencemburu”

Duapuluhdua: Bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya.
Rasulullah SAW berkata pada Sayyidah Fathimah Azzahra As:”Adapun perempuan yang digantung pada rambutnya itulah perempuan yang tidak menutup rambutnya dari laki-laki bukan suaminya. Adapun perempuan yang memakan daging tubuhnya adalah perempuan yang berhias untuk selain suaminya”


Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan pada Pengajian Akbar Tasyakuran Spiritual Kedua. Sekalai lagi jika ada kekurangannya saya mohon maaf. Seperti biasa marilah kita tutup dengan doa: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Ya Allah, limahkanlah shalawat yang paling utama kepada makhluk-Mu yang paling bahagia ibarat ibarat matahari di waktu dhuha Sayyidina Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya dan berilah salam sebanyak pengetahuan-Mu dan sebanyak tulisan kalimat-Mu, setiapkali engkau diingat oleh orang-orang yang mengingat-Mu dan setiap kali orang-orang yang lalai lupa menyebut nama-Mu. Amin..amin..ya robbul alamin. Sekian. InsyaAllah minggu depan kita lanjutkan lagi. Wasalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh.

Referensi:
Jalaluddin Rakhmat: Meraih Cinta Ilahi-Pencerahan Sufistik, Bandung: Rosda

1 comment:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Jika dipandang dari sisi filsafat, membongkar aib oranglain tentu tidak tepat dalam ruang dan waktu. Membongkar aib orang lain adalah sama saja orang yang munafik, tidak bisa menjaga kepercayaan oranglain dan tidak dapat dipercaya. Selalu mulai dengan salam adalah bentuk silaturahmi kita, saling mendoakan. Selalu melakukan apapun hanya ditujukan untuk mendapatkan ridho Allah. Oleh karena itu kita juga harus selalu menjaga pikiran dan perbuatan kita agar selalu sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete