Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)




Oleh Marsigit

Bagawat Selatan:

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh, selamat datang Ustad Jalaludin Rakhmat...silahkan duduk dulu sambil minum teh ala kadarnya. Alhamdulillah pada hari ini pesertanya bertambah banyak karena murid-muridku juga pada datang.

Jalaludin Rakhmat:
Waalaikumsalam Warakhmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah...amin

Bagawat Selatan:
Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Hadhlirin hadhlirot yang saya hormati, saya mengucapkan puji syukur karena pada hari ini Ustad kita, Bapak Jalaludin Rakhmat sudah hadir ditengah-tengah kita, dan beliau berkenan memberikan tausiahnya meneruskan tema pada Tasyakuran Spiritual Pertama minggu yang lalu, yaitu Membangun Proyek Menghuni Syurga. Marilah kita dengarkan bersama-sama.

Jalaludin Rakhmat:
Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh. Audzhubilah Himi-nassyaeton nirojim Bismillah Hiro-khman Nirokahim. Alhamdulillah hirabbil alamin. Wasalatu Wasa-lamu Ala Asrofil Ambyai Warmu-salin Syayidina muhammadin wa-ala alihi wasyohbihi ajma’in. Yang saya hormati shohibul hajat Sang Bagawat Selatan beserta keluarga besarnya. Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan masryiral muslimin yang berbahagia. Pertama marilah kita panjatkan puja puji syukur kita kehadhirat Allah SWT yang telah memberi dan melimpahkan karunia Nya kepada kita semua sehingga pada saat yang berbahagia ini kita bisa berkumpul untuk mengadakan silakhturakhim spiritual. Salawat dan salam kita haturkan kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, tabiit, tabiin, yang memberi syafaat di hari akhir. Alhamdulillah wasyukurilah saya masih bisa menemui Bapak dan Ibu semua pada hari ini untuk membahas perihal Membangun Proyek Menghuni Syurga. Minggu yang lalu kita sudah sampai butir kesepuluh, maka pada hari ini uraian saya akan saya mulai pada butir sebelas. InsyaAllah, agar kita kelak dapat menjadi penghuni syurga maka kita perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

Sebelas: Tidak Membongkar Aib Orang Beriman
Rasulullah SAW bersabda:”Janganlah kamu menyebarkan aib orang beriman. Karena, barang siapa yang menyebarkan aib orang mukmin, Allahpun akan menyebarkan aibnya; dan barang siapa yang Allah buka aibnya, Allah akan mempermalukan walaupun dia berada di rumah sendiri”

Duabelas: Selalu Mulai Dengan Salam
Nabi SAW bersabda:”Manusia yang paling bakhil adalah orang yang melewati orang Islam dan tidak mengucapkan salam kepadanya”. Rasulullah SAW juga bersabda:”Barang siapa yang memulai bicara sebelum salam, jangan jawab pembicaraannya”

Tigabelas: Selalu Belajar dan Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui
Rasullulah SAW bersabda:”Bagi pencari ilmu syafaat seperti syafaatnya para nabi. Baginya seribu istana emas di syurga”. Ia juga bersabda:”Pencari ilmu dicintai Allah, dicintai malaikat, dan dicintai para nabi”. Ia juga bersabda:”Wahai Abu Dzar, jika engkau duduk satu saat mempelajari ilmu, itu lebih baik bagimu daripada ibadat satu tahun”

Empatbelas: Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar
Imam Ali As berata:”Tidak halal mata mukmin melihat orang melakukan kemaksiatan kepada Allah kemudian mengedipkannya tanpa mengubahnya”. Ia juga berkata:”Janganlah kamu meninggalkan amar makruf nahi munkar. Kalau kamu meninggalkannya, orang yang paling jahat di antara kamu akan mengasai urusanmu. Jika setelah itu kamu berdoa, doa kamu tidak dikabulkan”

Limabelas: Tidak Marah Kecuali Karena Allah
Imam Ja’far Al-Shadiq As. berkata:”Marah adalah kunci dari segala dosa”

Enambelas: Tidak Menyia-nyiakan Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat
Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya para penghuni syurga tidak pernahmenyesali sesuatu yang hilang dari dunianya seperti penyesalan mereka karena lewatnya satu saat tanpa ada zikir kepada Allah di dalamnya”. Diriwayatkan juga:”Manfaatkanlah yang lima sebelum yang lima: kekayaanmu sebelum kemiskinanmu, sehatmu sebelum sakitmu, kesantaianmu sebelum kesibukanmu, mudamu sebelum tuamu, dan kehidupanmu sebelum kematianmu”

Tujuhbelas: Melakukan Salat Malam
Abu Abdillah As berkata:”Salat malam mencerahkan wajah, salat malam memperindah malam, salat malam menarik rezeki”. Ali bin Husain As ditanya:”Mengapa orang yang tahajud di malam hari memiliki wajah yang paling indah?” Ia berkata:”Karena mereka berduaan dengan Allah, dan Allah menutup mereka dengan cahaya-Nya”.

Delapanbelas: Menjadi Teladan dalam Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan
Rasulullah SAW bersabda:”Tidak ada amal yang paling utama dalam timbangan seseorang pada hari kiamat selain akhlak yang baik”. Ia juga bersabda:”Yang paling banyak memasukkan umatku ke surga adalah bertakwa kepada Allah dan berakhlak baik”

Sembilanbelas: Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah
Rasulullah SAW bersabda:”Bergegaslah kamu ke taman-tamannya surga”. Ia ditanya:”Apakah taman-taman surga itu?”. Ia bersabda:”Tempat-tempat orang berkumpul untuk berzikir”

Duapuluh: Memelihara Pandangan dari Apa yang Diharamkan Allah
Rasulullah SAW bersabda:”Memandang adalah sebagian dari anak panah iblis. Betapa banyaknya pandangan sekilas menimbulan derita berkepanjangan”. Rasulullah SAW juga bersabda:”Siapa yang memenuhi kedua matanya dengan pandangan yang haram, Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api neraka kecuali jika ia bertaubat dan kembali kapada Tuhan”

Duapuluhsatu: Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya
Diriwayatkan dalam hadis:”Sesungguhnya Allah itu Maha Pencemburu dan mencintai setiap Pencemburu”

Duapuluhdua: Bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya.
Rasulullah SAW berkata pada Sayyidah Fathimah Azzahra As:”Adapun perempuan yang digantung pada rambutnya itulah perempuan yang tidak menutup rambutnya dari laki-laki bukan suaminya. Adapun perempuan yang memakan daging tubuhnya adalah perempuan yang berhias untuk selain suaminya”


Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan pada Pengajian Akbar Tasyakuran Spiritual Kedua. Sekalai lagi jika ada kekurangannya saya mohon maaf. Seperti biasa marilah kita tutup dengan doa: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Ya Allah, limahkanlah shalawat yang paling utama kepada makhluk-Mu yang paling bahagia ibarat ibarat matahari di waktu dhuha Sayyidina Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya dan berilah salam sebanyak pengetahuan-Mu dan sebanyak tulisan kalimat-Mu, setiapkali engkau diingat oleh orang-orang yang mengingat-Mu dan setiap kali orang-orang yang lalai lupa menyebut nama-Mu. Amin..amin..ya robbul alamin. Sekian. InsyaAllah minggu depan kita lanjutkan lagi. Wasalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh.

Referensi:
Jalaluddin Rakhmat: Meraih Cinta Ilahi-Pencerahan Sufistik, Bandung: Rosda

27 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak hal yang akan menambah pahala dan begitupun sebaliknya. Maka perbanyaklah melakukan hal-hal yang menambah pahala. Berloba-lomba dalam kebaikan dan mencegah berbuat mungkar.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebaikan yang telah kita lakukan bahkan dapt sirna dengan beberapa hal yang kita lakukan seperti ghibah, fitnah, lalai, dsb. Maka hindari hal-hal yang menggugurkan pahala.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menuntut ilmu adalah salah satu ibadah yang diridhoi oleh Allah SWT. Menuntut ilmu diibaratkan sebagai prajurit yang sedang berjuang di medan perang. Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah kita dalam menuntut ilmu, agar kita senantiasa memperoleh ridho dariNya.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setelah sepuluh amalan untuk menggapai syurga yang telah disampaikan sebelumnya berikut duabelas amalan selanjutnya. Yaitu: tidak membongkar aib orang beriman selalu mulai dengan salam, selalu belajar dan bertanya tetang sesuatu yang tidak diketahui, melakukan amal makruf nahi munkar, tidak marah kecuali karena Allah, tidak menyia-nyiakan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, melakukan sholat malam, menjadi teladan akhlak yang terpuji di manapun, menghadiri majelis zikir dan majelis husainiayah, memelihara pandangan dari apa yang diharamkan oleh Allah, memiliki kecemburuan pada agamanya dan isterinya, dan bagi perempuan memakai hijab secara sempurna.
    Seperti pada postingan sebelumnya ada satu hal mearik yang ingin saya ulas. Salah satu dari duabelas poin yang ada menyeru kepada kaum hawa agar memakai hijab secara sempurna. Hijab memang hal yang tidak asing bagi masyarakat indonesia terutama secara bahasa. Tetapi secara makna kadang masih disalahartikan atau ditejermahkan setengah-setenah. Hijab yang dimaksud pada postinan ini adalah menutup aurat dengan sempurna, tidah menampakkan selembar rambut dengan sengaja dan tidak berhias untuk orang lain selain suaminya. Tetapi pada sebagian besar muslimah di zaman modern ini sering menggunakan hijab secara salah atau sembarangan bahkan tidak memakai sama sekali. Hijab bukanlah ajang menampilkan fashion atau memamerkan bentuk tubuh. Hijab adalah pelindung kaum hawa dari godaan syaitan terhadap dirinya maupun kaum laki-laki.


    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Jika dipandang dari sisi filsafat, membongkar aib oranglain tentu tidak tepat dalam ruang dan waktu. Membongkar aib orang lain adalah sama saja orang yang munafik, tidak bisa menjaga kepercayaan oranglain dan tidak dapat dipercaya. Selalu mulai dengan salam adalah bentuk silaturahmi kita, saling mendoakan. Selalu melakukan apapun hanya ditujukan untuk mendapatkan ridho Allah. Oleh karena itu kita juga harus selalu menjaga pikiran dan perbuatan kita agar selalu sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  6. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sebagaimana kita di dunia yang mana kita sangat bergiat untuk membangun rumah di dunia, maka selayaknya dan seharusnya kita lebih mengutamakan pula untuk membangun rumah di akhirat, yaitu di SurgaNya kelak. Rumah-rumah ini dibuat dengan proyek atau ibadah-ibadah yang mana diantaranya adalah tidak membongkar aib orang lain, selalu memulai dengan salam dan diwajibkan pula kita untuk menjawab salam.
    Selalu belajar dan bertanya tentang sesuatu yang tidakdiketahui. Melakukan amal makruf nahi mungkar. Tidak marah kecuali karena Allah dalam artian marah karena melihat perbuatan keji, marah yang seperti ini diperbolehkan. Tidak menyia-nyiakan waktunya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, shalat malam. Menjadi teladan dengan Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan, Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah, Memelihara Pandangan dari Apa yang diharamkan Allah,Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya.
    Dan yang terakhir adalah wajibnya bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya. Serta tidak hanya perempuan yang wajib menutup aurat, lelaki juga diwajibkan menutup aurat yang telah ditentukan. Semoga kita dapat melakukan hal-hal diatas dengan ikhlas dan istiqomah. Aminn

    ReplyDelete
  7. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Sungguh artikel yang sangat menarik untuk di amalkan. Tentunya semua orang ingin masuk syurga. Namun kebanyakan orang hanya ingin masuk surga saja tanpa melakukan usaha-usaha dan ikhtiar di dalamnya. Oleh karena itu artikel ini sangatlah menarik, dimana terdapat clue yang dapat membawa kita semakin mendekat ke surganya Allah SWT. Semoga bacaan ini dapat membawa berkah bagi yang membaca maupun yang menuliskan artikel ini. Amin ya Robbal Alamin.

    ReplyDelete
  8. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Elegi ritual ikhlas 29 ini merupakan lanjutan dari serangkaian amalan ibadah yang sudah disebutkan pada elegi itual ikhlas 28 sebelumnya. Semua amalan di atas hendaklah dijalankan dengan ikhlas dan mengharap ridha dari-Nya. Fashtabikul khairat (berlomba-lombalah dalam kebaikan) karena Allah mencintai hamba-Nya yang mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Begitu banyak jalan untuk meraih syurga-Nya, tinggal jalan mana yang akan kita pilih agar sampai ke tujuan. Berikhtiar dan berdoalah memohon ampun kepada Allah agar semoga kita selalu mendapatkan perlindungan dalam menempuh jalan menuju syurga Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, pada elegi ini saya merasa tertarik dengan poin "Tidak menyia-nyiakam waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat" terkadang kita lalai ketika mendapatkan nikmat sehat dan waktu luang yang tanpa sadar kita gunakan untuk hal yang tidak bermanfaat dan kadang menjauhkan diri kita dari Allah. Menjaga waktu kita untuk selalu melakukan hal yang bermanfaat diharapkan mampu menjauhkan kita dari hal-hal yang dilarang dalam agama. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah karena sesungguhnya hidup di dunia hanha sementara.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah jika pada elegi sebelumnya mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mengingat dan melakasanakan sepuluh point penting dalam menjalani hidup yaitu Memelihara Waktu Shalat; Menghadiri Salat Berjamaah; Bertasbih dengan Tasbih Azzahra, Terutama setelah Salat; Selalu Membaca Shalawat Kepada Muhammad dan Keluarganya; Selalu Beristighfar dan Memohonkan Ampunan; Selalu Berzikir Kepada Allah Salat-salat Sunat Harian; Menyambungkan Silaturahmi Terutama Dengan Orang Tua; Menyesali Dosa; Bergaul Baik Antara Suami Isteri, maka pada eligi ini ditambah lagi 12 point yaitu: Tidak Membongkar Aib Orang Beriman; Duabelas: Selalu Mulai Dengan Salam; Selalu Belajar dan Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui; Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar; Tidak Marah Kecuali Karena Allah; Tidak Menyia-nyiakan Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat; Melakukan Salat Malam; Menjadi Teladan dalam Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan; Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah; Memelihara Pandangan dari Apa yang Diharamkan Allah; Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya; Bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya. Semoga kita termasuk umat yang mampu menjaga kedua puluh dua hal tersebut, dan semoga kita senantiasa berada dalam petunjuk, bimbingan dan hidayah-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Di dalam kehidupan kita di dunia ini, kita tidak hanya memiliki hubungan dengan Tuhan saja (vertikal) melainkan kita juga harus memperhatikan hubungan kepada sesama manusia (horisontal).
    Beberapa hal yang kita lakukan untuk menuju Syurga-Nya adalah :
    Sebelas: Tidak Membongkar Aib Orang Beriman
    Duabelas: Selalu Mulai Dengan Salam
    Tigabelas: Selalu Belajar dan Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui
    Empatbelas: Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar
    Limabelas: Tidak Marah Kecuali Karena Allah
    Enambelas: Tidak Menyia-nyiakan Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat
    Tujuhbelas: Melakukan Salat Malam
    Delapanbelas: Menjadi Teladan dalam Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan
    Sembilanbelas: Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah
    Duapuluh: Memelihara Pandangan dari Apa yang Diharamkan Allah
    Duapuluhsatu: Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya
    Duapuluhdua: Bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya.
    Semoga kita termasuk hamba yang ditunggu di Syurga-Nya, Amiin

    ReplyDelete
  12. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dari ke-duabelas poin di atas, yang masih sering dilakukan kebanyakan orang adalah poin ke sebelas, yaitu membongkar aib orang iman. Seringkali kita tidak menyadari jika sedang berkumpul dengan salah satu atau beberapa teman kita, tak jarang kita membicarakan aib orang lain. Dan hal tersebut seolah sudah menjadi hal yang wajar dan biasa saja. Astagfirullah.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih, Perof. Sungguh dari elegi-elegi ini saya benar-benar belajar. Bismillah, saya mencoba memulai dari nol. Betapa tidak? Banyak amalan yang belum saya laksanakan. Bahkan amalan yang sudah saya laksanakan, bisa jadi belum didasarkan keikhlasan hati. Astaghfirulloh. Benar-benar lewat elegi ini saya mencatat amalan-amalan tersebut. Mohon doanya agar saya dan kita semuanya dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Amin

    ReplyDelete
  14. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Masih banyak amalan yang dapat dilakukan manusia sebagai bekal akhirat nanti. Siapa yang tidak ingi masuk syurga. Semua manusia pasti menginginkan masuk syurga. Orang jahat sekalipun pastinya ada keinginan dalam hatinya untuk masuk syurga. Apalagi yang baik, taat, dan sholih/sholihah sudah pasti menginginkan syurga. Amalan yang selanjutnya adalah tidak membongkar aib saudaranya sendiri. Dijelaskan dalam riwayat Hadist riwayat Imam at-Tirmidzi, “Dan barangsiapa yang menutup (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat”. Allah swt menyukai orang-orang yang mengucapkan salam kepada sesamanya. Karena dalam ucapan salam itu mengandung makna saling mendoakan saudaranya. dari elegi ini saya juga belajar dengan melalakukan amalan amalan yang baik dalam hidup, dengan hati yang ikhlas dan penuh harap Allah menerima amalan. Amin

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak
    Salah satu syarat program menghuni Syurga adalah menahan amarah. Manusia adalah makhluk Allah yang tidak luput dari salah. Banyak godaan dan ujian yang selalu menyertai dalam hidup. Semua itu dapat menjadi pemicu kemarahan seseorang. Meskipun sulit, tetapi menghindari kemarahan adalah salah satu tujuan yang hendaknya dicapai oleh manusia dengan berusaha untuk selalu beristigfar, memperbanyak berwudhu, dan berdoa agar hati selalu terjaga dari amarah.
    Selain itu, telah dijelaskan pula salah satu syarat program menghuni syurga adalah selalu belajar dan bertanya tentang apa yang tidak diketahuinya. Belajar untuk menuntut ilmu merupakan hal penting yang harus selalu dilakukan. Bukan hanya untuk kepentingan di dunia saja tetapi dalam program menghuni syurga pun ternyata menjadi syaratnya.

    ReplyDelete
  16. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Elegi ini memberikan banyak sekali pesan kepada kita bagaimana agar dapat meraih surga dan ridho-Nya. Hal yang paling sering kita lakukan ialah lewatnya satu saat tanpa ada zikir kepada Allah di dalamnya. Kita sering melewatkan waktu kita tanpa mengingat Allah. Padahal dengan mengingat Allah lah hati akan menjadi tenang. Mungkin inilah faktor utama mengapa sering terjadi tindakan-tindakan yang tidak sesuai norma, banyak yang tidak mengingat Allah. Jika saja setiap individu selalu mengingat Allah, maka ia tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari aturan Allah karena merasa bahwa setiap tindakannya selalu diawasi oleh Allah.

    ReplyDelete
  17. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Surga merupakan tempat terbaik. Elegi ritual ikhlas 28 dan 29 menyebutkan amalan-amalan yang dapat kita lakukan untuk dapat menghuni surga sekaligus mengajak kita untuk introspeksi diri sudah sejauh mana amalam-amalan yang telah kita siapkan. Banyak sekali amalan yang dapat kita lakukan, maka kita perlu terus menerus mendalami ilmu agama agar dapat meningkatkan kualitas ibadah dan menggapai surga-Nya.

    ReplyDelete
  18. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada proyeksi syurga pada tasyakuran ke dua ini poin poin yang harus dilakukan seperti bak tamparan keras bagi hup saya. Pada poin kesebelas yaitu tidak membongkar aib orang beriman. Jadi teringat suatu kalimat “jaga aib saudara mu seperti kau menjaga aib mu”, semoga Allah memudahkan seluruh tubuh ini untuk menjaga aib ku dan aib saudara-saudara ku. Pada poin ke tigabelas yaitu “selalu belajar dan bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahui”. Sifat manusia yang terkadang selalu cepat puas dengan apa yang sudah dicapai, padahal apa yang telah dicapai belum ada apa-apanya dibandingkan seluruh bumi dan seisinya ini, tetapi kesombongan telah menutup hatinya untuk tidak lagi mau belajar dan gengsi untuk bertanya.

    ReplyDelete
  19. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Terimakasih banyak Pak prof
    Kadang sering terlupakan,dengan adanya elegi ini,merefresh kembali ingatan saya untuk melakukan amalan tersebut.Seperti budaya salam seolah-olah perlahan mulai memudar, mungkin kelihatannya kecil namun akan membawa pengaruh yang besar buat keselamatan hidup kita.Amalan-amalan tersebut yang membawa kita kelak sebagai bekal untuk menghadap kepada-Nya karena yang Allah tanyakan kelak adalah amal kebaikan kita.

    ReplyDelete
  20. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Sungguh, betapa indahnya jika dibalut dengan cahaya dari Allah. Merenung sejenak, bagi saya tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada Allah. Meski terkadang merasa dosa-dosa yang dilakukan juga begitu banyak. Kembali memohon ampun dan percaya akan Maha Pengampunan yang Allah berikan, bagi saya mampu mendorong pada perubahan sikap diri saya.

    ReplyDelete
  21. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Kita semua mengetahui bahwa dunia hanya tempat persinggahan sementara. Di akhirat lah tempat kekal kita. Kita semua mengetahui hal itu, namun masih sedikit dari kita yang mempersiapkan bekal untuk kehidupan kita setelah kematian kelak. Nasihat-nasihat di atas bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengumpulkan amalan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  22. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih banyak Prof atas elegi yang sangat menyejukkan ini. Untuk menuju Surga sangat dibutuhkan ikhtiar-ikhtiar untuk terus belajar dan membaca dari berbagai macam sumber kebijaksanaan. Saya tertarik dengan poin di mana kita dianjurkan untuk selalu memulai dengan salam. Hal tersebut bagi saya konsep yang universal dan patut diikuti oleh siapa saja. Karena pada hakikatnya kebenaran adalah benar sesuai ruang dan waktu. Bagi saya mengucapkan salam adalah gerbong manusia menuju konteks di mana ia harus berkenalan dengan ruang dan waktu untuk kemudian memahaminya.

    ReplyDelete
  23. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Sungguh luar biasa kandungan dari proyek surga ini. Ia tidak hanya berisi ibadah-ibadah individual namun juga berisi ibadah-ibadah atau amalan social seperti tidak membongkar aib orang beriman dan contoh amalan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik atau semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, seharusnya semakin baik pula dengan hubungan sosialnya dengan sesame makhluk atau semakin baik pula akhlaknya. Karena setiap amal ibadah selalu memiliki efek dalam pembentukan akhlakul karimah.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Setelah membaca proyek syurga pertama, saya saja merasa bukan seseorang yang pantas masuk kedalamnya apalagi yang proyek syurga kedua saya sangat merasa sangat sangat tidak pantas. Terimakasih pak, dengan elegi ini saya sebagai seorang muslim dapat panduan untuk membuat proyek surga dengan baik, yang sebenarnya terlihat sepele tapi sangat mempengaruhi pembangunan proyek syurga tersebut.

    ReplyDelete
  25. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Membaca elegi ini, saya ingat satu peristiwa saat saya mengajar sekitar 7 tahun yang lalu. Waktu itu anak-anak mudah marah pada teman-temannya. Lalu saya meminta mereka, memberi PR untuk bertanya pada orangtuanya, apa yang agama katakan mengenai 'marah' ini.
    Hari berikutnya anak-anak datang dengan berbagai jawaban. Saya ingat jawaban seorang anak perempuan muslim mungil yang mengatakan bahwa di dalam kitab dikatakan 'janganlah kamu marah, maka bagimu surga'.
    Di dalam elegi ini saya menemukan kata kata yang serupa. Marah adalah kunci dari segala dosa. Dan ini adalah elegi tentang proyek surga.
    Tak ada sesuatu yang kebetulan. Dan setiap titik yang aku ingat akan punya koneksinya dengan titik lain dalam kehidupanku. Kali ini koneksi tentang marah.
    Saya pun sebenarnya pemarah. Namun marah membuat hati tak nyaman rasanya. Lelah sendiri, belum tentu menyelesaikan persoalan, apalagi jika tak mau dapat berkomunikasi dengan baik. Di sini saya belajar untuk berhenti dulu sejenak dan melihat makna di balik peristiwa. Mana yang membuat hati damai, itulah jalan menggapai surga.

    ReplyDelete
  26. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melalui sabda Rasulullah SAW kita meyakini bahwa Allah telah menjamin syurga bagi orang-orang yang mentaati perintahNya dan berakhlak baik. Maka seharusnya sudah jelas pula tujuan hidup kita. Lalu apa gunanya kita belajar dan menuntut ilmu jika ia bukan syarat untuk masuk ke dalam surga? Menuntut ilmu adalah salah satu cara mensyukuri rahmat Allah. Ilmu pengetahuan merupakan bukti bahwa Allah itu ada. Kita takjub betapa apa yang disebutkan di dalam Al Quran yang telah diturunkan sejak lama sekali kepada Rasulullah, kini mulai tampak kebenarannya oleh orang-orang yang tidak mempercayai keagungan Allah. Namun seindah apapun ilmu pengetahuan, kita tidak boleh mendewakannya secara berlebihan, termasuk kedalamnya yaitu lupa bersyukur kepada Allah.

    ReplyDelete
  27. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas elegi ini, yang merupakan kelanjutan dari elegi sebelumnya. Melalui elegi ini, saya kembali diingatkan akan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dan dari elegi ini juga saya belajar untuk melaksanakan amalan dan ibadah berdasarkan keikhlasan dari hati dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Semoga kita selalu berlomba-lomba menuju syurganya Allah dengan melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan selalu memanfaatkan waktu di dunia ini dalam hal kebaikan.

    ReplyDelete