Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas




Oleh Marsigit

Mohammad Nurikhlas:

Ass..ayahku Bagawat Rama dan ibuku Dewi Umaya yang selalu aku taati, yang selalu aku mohon restu, dan selalu aku doakan, terimalah silaturakhim dan dharma bhaktiku sebagai anakmu. Dimanapun aku berada maka aku selalu merasa bahagia jika mendengar dan menyaksikan Bapak dan Ibuku selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat tak kurang satu apapun. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rakhmat dan Hidayah-Nya kepada bapak dan ibu sekalian.

Dewi Umaya:
Wss. Wr.Wb… wahai anakku..Mohammad Nurikhlas ..sungguh kebahagiaan orang tua itu selalu tertanam di hati sanubari seraya bertawakal dan bersyukur kepada Allah SWT tatkala melihat perjuangan anaknya itu tidak hanya diperuntukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga diperuntukan demi keluarga, masyarakat, agama dan negaranya. Rasa haruku tiada terbendung tatkala engkau sempat pulang menengok kedua orang tuamu ini untuk menunjukkan dharma bhaktimu. Kesinilah wahai anakku..akan aku usap keningmu dari keringat perjuanganmu yang begitu hebat. Walaupun terkadang aku dan bapakmu terhalang oleh jarak beratus kilometer dengan dirimu, tetapi hati, perasaan dan jiwaku tidak bisa dipisahkan oleh apapun dengan denganmu. Doa-doaku selalu menyertaimu. Jiwaku juga selalu bersamamu. Sejak engkau di dalam kandunganku, bahkan ketika engkau belum aku kandung dalam perutku, maka aku selalu melantunkan doa-doaku agar engkau mampu menjadi orang yang saleh, taat beragama dan mampu memperjuangkan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Aku sangat bangga kepadamu karena engkau sekarang sangat rajin mengaji bahkan rajin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku sebetulnya ingin sekali mengikuti Ritual Ikhlas itu, demikian juga aku sebetulnya ingin juga mengajak bapakmu.

Muhammad Nurikhlas:
Mengapa bapak hanya terdiam saja bu?

Dewi Umaya:
Bapakmu sedang marah kepadaku.

Muhammad Nurikhlas:
Kenapa bapak marah kepada ibu?

Dewi Umaya:
Karena saya selalu mengajaknya untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Sudah enampuluh tahun aku mendampingi bapakmu tetapi bapakmu belum ikhlas juga. Bapakmu masih sangat sibuk memikirkan urusan dunia, padahal usianya sudah mendekati delapan puluh tahun. Tiadalah orang dikampung ini yang meragukan pencapaian dunia bapakmu itu. Bapakmu telah menjadi orang terkaya di wilayah ini. Bahkan sebagian orang menjulukinya sebagai raja dunia dikarenakan kekayaannya itu. Namun sebagai isterinya sekaligus ibumu, saya hanya selalu bisa berdoa dan menunggu kapan bapakmu ikhlas untuk tidak hanya memikirkan dunia saja, tetapi juga memikirkan akhirat. Aku yang sudah berumur tujuh puluh lima, seakan merasa hampir putus asa memikirkan bapakmu itu. Kalau diberi saran tentang kebaikan aklhirat maka selalu saja marah-marah dan tidak ikhlas. Semua saran petinggi spiritual juga ditolaknya. Setiap hari pekerjaannya hanya menghitung-hitung hartanya saja. Demikianlah anakku, keadaan bapakmu itu.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda..ada berapakah harta benda ayah sehingga membuat ayah sangat mencintainya melebihi yang lainnya?

Bagawat Rama:
Hemm aku mempunyai lebih dari limapuluh bidang tanah tersebar diseluruh negeri. Semua orang memujiku sebagai si raja tanah. Itulah kebanggaanku. Tiadalah orang-orang mampu menandingiku perihal kekayaanku itu. Kekayaanku itulah jiwa, semangat dan ruhku. Jika tanpa kekayaanku itu maka aku sudah tidak berdaya dan tidak bisa bertahan sampai umur delapan puluh tahun seperti ini.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah…tepatnya tanah ayah itu ada berapa petak? Dan lokasinya ada di mana saja?

Bagawat Rama:
Wah..kalau tepatnya saya lupa, yang jelas lebih dari limapuluh petak. Sedangkan lokasinya aku juga lupa. Wah aku sekarang sudah mulai melupakan beberapa hal, dan aku hanya bisa mengingat beberapa hal pula. Tetapi tolong, penyakit lupaku itu adalah aibku dan jangan diberitahukan siapa-siapa. Aku sangat risau dan malu merasakan diriku yang sudah tua itu. Kenapa engkau tanya-tanya tanahku? Apakah engkau segera ingin meminta warisan? Oh tidak...catatlah dan ingatlah ini. Aku tidak akan membagi-bagikan warisanku itu sampai tujuh turunan. Itulah wasiatku kepada anak-anakku, agar tetapenjaga harta-hartaku sebagai monumen agar orang-orang selalu mengingat kejayaanku, yaitu kejayaan seorang Bagawat Rama. Jika aku mati besuk, entah berapa ratus tahun lagi, tolong tulis namaku dibatu nisanku itu dengan tinta emas dengan kalimat Si Raja Kaya Sang Bagawat Rama. Begitulah pesanku.

Dewi Umaya:
Muhammad Nurikhlas...itulah keadaan ayahmu. Dia selalu saja tidak bisa menerima keadaan yang semakin tua dan sudah tua. Maunya muda terus. Setiap seminggu sekali aku harus menyemir rambutnya, jika terlambat sedikit saja ayahmu sudah marah-marah. Dia juga sangat malu jika orang-orang mengetahui bahwa pendengaran dang penglihatannya semakin kabur. Jika tak ada orang dia itu minta saya agar menuntun jalannya, tetapi begitu bertemu dengan orang maka tanganku dilepas dan seakan ingin menunjukkan bahwa masih mampu berjalan dengan tegapnya. Itulah anakku mengapa aku sangat prihatin memikirkan ayahmu itu. Ya Allah ya robbi tolonglah aku dan keluargaku. Ingatkanlah suamiku agar segera kembali kejalan yang engkau ridhai, ya Allah. Berikan kami jalan terang yang engkau ridhai, mohonlah kami rakhmat dan hidayah-Mu ya Allah. Ampunilah segala dosa-dosa kami. Aku sangat mencintai dan menyayangi suamiku dan juga anak-anakku semata-mata demi ridha-Mu ya Allah. Dengarkanlah dan kabulkanlah doa-doaku ini ya Allah. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahku, apakah ayah bersedia aku ajak mengikuti Ritual Ikhlas?

Bagawat Rama:
Ritual Iklhas lagi…Ritual Ikhlas lagi. Apakah tidak bisa ngomong yang lain. Banyak orang selalu menasehati aku agar mengikuti Ritual Ikhlas..tetapi begitu aku menunjukkan kemarahanku maka mereka pergi terbirit-birit. Ketahuilah bahwa jika aku mendengar Ikhlas atau Ritual Ikhlas atau sebangsanya maka diriku seakan hilang segala kekuatanku, tidak berdaya, tidak bergairah, dan rasanya ingin mati saja. Sebaiknya untuk sakarang dan yang akan datang janganlah engkau menasehati diriku dengan segala macam hal yang berbau spiritual. Sebaliknya jika engkau bertanya atau mengajak diskusi perihal mencari untung, jual beli, dan strategi ekonomi, walaupun usia saya sudah delapan puluh tahun, sampai larut malampun saya layani. Sebaliknya saya ingin tanya, kenapa engkau pulang menengok orang tuamu tidak memakai baju kebesaran lengkap dengan pangkatmu, pengawalmu, mobil dinasmu, mobil mewahmu, sirine dan perlengkapan komunikasimu? Jika engkau bawa semuanya itu, tentu tetangga kita akan semakin mengagumiku, karena engkau itu adalah asetku. Jadi bagaimanapun juga yang hebat tentulah aku orang tuamu. Jika engkau pulang dalam keadaan seperti itu, hanya naik becak kaya gitu, bukankah itu sangat memalukanku dihadapan para tetanggaku? Untung engkau datangnya malam hari, jadi kedatanganmu tidak banyak diketahui oleh para tetangga.

Muhammad Nurikhlas:
Maafkan diriku ayah, aku pulang menengok ayah dan ibu hanyalah berbekal doa dan ikhtiarku. Aku tidak membawa semua yang ayah sebutkan tadi karena aku memang baru saja menyelesaikan mengikuti Ritual IKhlas.

Dewi Umaya:
Wahai anakku Muhammad Nurikhlas, apakah yang engkau dapat dari Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Yang aku cintai ayah dan ibuku..Ritual Ikhlas itu hanyalah suatu kegiatan biasa yang dimaksudkan untuk menertibkan dan membetulkan tata cara beribadah seraya memperoleh tambahan pengetahuan melalui kegiatan ceramah dan diskusi, semata-mata untuk berikhtiar memperoleh ridha dari Allah SWT. Amin.

Dewi Umaya:
Wahai anakku..kerinduanku kepadamu itu ternyata meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada padamu. Semoga ini adalah rakhmat dan karunia dari Allah SWT yang telah membimbingmu sehingga engkau menjadi anak saleh dan mampu memberi perantaraan agar orang tuamu ini berdua masih selalu bisa meningkatkan kebajikan baik tentang urusan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Oh anakku siang malam aku berdoa semoga engkau selalu diberi kekuatan lahir dan bathin dalam menempuh perjuanganmu di jalan Allah SWT. Anakku, ajaklah aku dan ayahmu itu untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Setelah mendengarkan cerita-ceritamu maka aku ingin sekali juga mengikuti Ritual Ikhlas itu. Kapan lagi ada Ritual Ikhlas dan bagaimana tata-cara mengikutinya? Aku tidak tahu apakah ayahmu itu bersedia ikut atau tidak?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda yang sangat aku sayangi...mohon maafkanlah diriku itu. Aku bersilaturakhim menghadap ayah dan ibu itu semata-mata untuk memohon doa restu agar aku diberi kekuatan lahir bathin dalam mengarungi kehidupan ini. Terimalah dharma bhakti dari anakmu ini. Aku selalu berdoa agar ayah dan ibuku diampuni segala dosa-dosa, diberikan keikhlasan dalam hidupnya, dilimpahkan rakhmat dan karunia serta memperoleh khusnul khotimah pada akhirnya.

Bagawat Rama:
Hemm...biasanya kalau anak sudah banyak berdoa seperti itu, akan minta sesuatu kepada orang tua. Itulah sebabnya mengapa aku sangat gigih dalam mengumpulkan harta bendaku, agar di hari tuaku aku tetap disegani dan dihormati oleh anak-anakku. Bayangkan apa yang terjadi jika aku sebagai orang tuamu tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai harta sesenpun, maka aku meragukan apakah engkau masih sudi menengok orang tuamu ini. Banyak cerita bagaimana menderitanya dan sengsaranya orang tua diabaikan dan tidak diakui oleh anak-anaknya gara-gara orang tua jatuh miskin dan tidak mempunyai harta yang bisa diwariskan. Hemm semakin lama semakin terbukti pula teoriku, bahwa sebagai orang tua itu harus kuat, harus kaya supaya jangan disepelekan oleh anak-anaknya. Jika terpaksa anak-anakku itu pada akhirnya menyepelekan orang tua, maka hartaku itu akan aku berikan kepada siapapun yang anggup merawatku di hari tuaku ini. Hai..Muhammad Nurikhlas...apakah yang engkau mau dan minta dari ayahmu itu. Katakanlah, jika permintaanmu tidak terlalu banyak maka akan aku beri.

Muhammad Nurikhlas:
Mohon maafkan diriku ayah. Alhamdulillah untuk sementara gajianku masih cukup aku gunakan untuk keperluan sehari-hari. Justru sebaliknya aku ingin bertanya kepada ayah, sekiranya apakah ayah mempunyai keninginan-keinginan dari ananda. Jikalau ananda bisa mengusahakan, maka demi cintaku kepada ayah dan ibu maka aku berusaha untuk melakukannya.

Bagawat Rama:
Ohhoh..tentu banyak persoalanku itu. Tetapi aku meragukan apakah engkau mampu memberikan solusinya. Sehebat-hebat dirimu itu masih kalah hebat dengan diriku. Setinggi-tinggi jabatanmu maka aku pernah menjabat yang lebih tinggi lagi. Sebesar-besar gajimu, maka penghasilanku itu selalu lebih besar darimu. Maka aku meragukankemampuanmu untuk menolong diriku itu. Dan kiranya aku juga tidak terlalu perlu memerlukan bantuanmu. Aku bisa mengatasi persoalanku sendiri. Ohh...oh..uhah..uhah..hoh...hoh...sessss...sessss.

Muhammad Nurikhlas:
Ayah..ayah...kenapa ayah...?

Dewi Umaya:
Itulah Muhammad Nurikhlas..keadaan ayahmu itu. Dia kalau berbicara terlalu lama, fisiknya tidak kuat dan nafasnya tersengal-sengal. Tetapi tidak pernah mengakui bahwa dia sudah tua. Maunya ingin tetap muda seperti orang berumur empatpuluh tahun.

Bagawat Rama:
Wahai Muhammad Nurikhlas..sampailah saatnya kepada tantanganku kepadamu. Janganlah hanya berteori, sekarang buktikan. Memang aku punya banyak masalah. Aku tidak tahu mengapa pendengaranku sudah mulai berkurang, mengapa penglihatanku semakin kabur, mengapa gigiku banyak yang lepas, mengapa rambutku hampir semuanya putih, mengapa kulitku berkeriputan. Padahal setiap hari dan setiap saat aku selalu berikhtiar untuk mencegah itu semua. Aku selalu suruh ibumu untuk menyemir rambutku agar selalu tampak hitam. Aku juga memakai gigi palsu yang mahal agar penampilanku tetap prima. Aku sudah menggunakan alat bantu pendengaran yang harganya belasan juta rupiah. Aku sudah biasakan mandi susu agar kulitku selalu terjaga. Tetapi mengapa semuanya itu belum mampu menyelesaikan persoalanku itu. Maka jika engkau mampu bagaimana solusinya? Sebesar berapapun akan aku bayar jika bisa mengembalikan stamina dan kondisi tubuhku seperti keadaan tiga puluh tahun yang lalu. Ayo buktikan bagaimana solusinya? Saatnyalah engkau berbhakti kepada ayahmu. Tidak percuma aku membiayai dan menyekolahkanmu hingga engkau sekarang sudah memperoleh jabatan tinggi. Gunakan kecerdasan dan ilmumu, jika engkau memang bisa. Ayolah.

Muhammad Nurikhlas:
Ayahku yang saya cintai...satu-satunya solusi adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Bagawat Rama:
Oh jangan nyombong engkau itu. Kalau soal berdoa belum tentu aku kalah denganmu. Kurang apa doaku itu, tetapi kenapa seakan Tuhan itu tidak mau mendengar doaku itu?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullah al adzim, astagfirullah al adzim, astagfirullah al adzim... Bismilahir rahmaanir rahiim, Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Allhohumma inna nas aluka sala-matan fidinnina. wa’afiatan filja-zatina, waziadatan fil ilmina, wa-barokatan fi rizkina, wa taubatan qoblal mautina, warakhmatan indal mautina, wamaghfirotan ba’dal mautina. Allohuma hawin alaina fi sakarotil maut, wanajata minanar, wal afa indal hisabi. Robbana latusikulubana, ba’dait hadaitana, wahablana miladunka rohmah. Innaka antal wahab. Robbana atina widunya khasa-nah, wafil akhirati khasanah wa-qina adzabanar. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Robbana hablana min azwazina, waduriatina, qurota a’yun wajalna lil mutaqina imama. Robbana dholamna anfusana,wailam taghfirlana, watar-hamna, lana qunana minal ghosi-rin. Subhana robika robil izati ama yasifun, wasa-lamun alal mursalinwalham-dulillah hirobbil ‘alamin.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas ...sekarang kok engkau pandai berdoa. Doa apakah itu? Apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Wa shallalltu ‘alaa sayyidina Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma’amiltu fii hazihis sanati Mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu. Wa la tardhadu wa lam tansahu wa halimta ‘Alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati Wa dautanii ilaa taubati minhu bad;da Jara atii ‘alaa ma’shiyatika fa innii Astagfiruka fagfir lii.wa maa ‘amiltu Fiiha mimmaa tardhaahu wa waadtani ‘alaihi Tsawaaba fa as-aluka Allahuma ya Karimu Yaa zal jalaali wal ikraam an tataqabbalahu Minni laa taqtha’rojaa-ii minka Yaa Kariim wa shallallahu ‘alaa sayyidina.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas..ditanya orang tua kok komat-kamit. Doa apa itu apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu.

Bagawat Rama:
hai Muhammad Nurikhlas..doamu yang terakhir itu apa artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Ya Allah ya robbi, aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin

Bagawat Rama:
Oh Dewi Umaya...setelah aku mendengarkan doa anakmu yang terakhir itu...tubuhku terasa gemetar. Oh kenapa ini? Kenapa? Kenapa aku sekarang melihat pemandangan yang aneh? Oh tidak...tidak...pemandangan itu ternyata adalah semua dosa-dosaku sejak aku kecil hingga tua bangka ini. Isteriku Dewi Umaya...oh..selama ini aku telah berbuat aniaya terhadapmu. Oh anakku...apakah Tuhan mau memaafkan dosa-dosaku semua. Umurku sudah delapan puluh, bagaimana aku memohon ampun kepada Tuhan? Apakah aku bisa menggunakan semua hartaku untuk menebus dosa-dosaku. Oh manusia macam apakah diriku itu. Umaya...Umaya...Umaya...tolonglah aku...tolonglah aku...

Dewi Umaya:
Suamiku yang tersayang...kita sudah sama-sama tua. Umurku juga sudah tujuh puluh lima. Kita tinggal menanti kapan, pagi atau sore dicabut nyawa kita. Kemudian apakah maumu itu?

Bagawat Rama:
Aku ingin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku ingin menertibkan Salatku. Aku ingin memperbanyak amalan-amalanku. Aku ingin bertobat. Tanyakan kepada Muhammad Nurikhlas apakah aku masih bisa mengikuti Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah dan ibuku yang tercinta...tiadalah kata terlambat untuk berdoa dan bertobat itu. Insyaallah saya akan mengusahakan agar pada kesempatan berikutnya...ayah dan ibu juga bisa mengikuti Ritual Ikhlas. Sebentar lagi akan ada kegiatan Ritual Ikhlas III.

Bagawat Rama:
Isteriku Dewi Umaya...berapapun biayanya maka usahakanlah. Kalau perlu juallah tanah-tanahku itu untuk biaya mengikuti Ritual Ikhlas III. Kapankah Ritual Ikhlas III dilaksanakan? Kapan? Saya ingin segera mengikutinya.

23 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Setiap orang memiliki aktivitas dan kesibukan. Namun sesibuk apapun kegiatan yang dilakukan, hendaknya selalu meluangkan waktu untuk keluarga, terutama kedua orang tua. Meluangkan waktu tak perlu dengan membuat acara khusus atau benar-benar dijadwalkan, sebenarnya cukup hanya sekedar mengobrol ataupun berbincang. Rasa sayang seorang anak terhadap kedua orang tuanya dapat di ungkapkan melalui doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Elegi ini secara tersirat menceritakan perjuangan seorang ibu dan anak untuk menyadarkan seorang suami sekaligus ayah tentang hal buruk yang dilakukannya. Kekayaan di dunia ini akan sia-sia jika tidak memikirkan dunia akhirat. Kehidupan yang kekal abadi itu sesungguhnya di akhirat.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi ritual ikhlas yang Prof. Marsigit berikan, saya merefleksi bahwa tugas setiap anggota keluarga untuk meluruskan dan membimbing jika ada anggota keluarga lain melakukan kesalahan, baik kesalahan pola pikir atau apapun itu. Istri dan anak wajib mengingatkan jika kepala rumah tangga memiliki pola pikir yang salah, begitu pula sebaliknya. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dunia ini hanyalah sementara untuk menuju kampung halaman kita yang abadi yaitu akhirat. Semua yang ada pada diri kita mulai jabatan, kekayaan, keluarga, kesehatan, dll hanya titipan dari Allah SWT yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali OLehnya. Semua yang dititipkan kepada kita nantinya akan dimintai pertanggung jawabannya, apakah kesemua itu kita gunakan, kita manfaatkan ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT atau sebaliknya malahan kita gunakan sebagai fasilitas untuk bermaksiat di jalan yang telah dilarang oleh Allah SWT. Maka dari itu, karena dunia ini hanya bersifat sementara maka sebagai hamba, kita harus mempersiapkan banyak bekal yaitu amalan-amalan sholeh sebelum kita menuju akhirat.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kita sebagai manusia janganlah sombong dengan apa yang telah kita dapatkan selama ini di dunia ini. Semua itu adalah urusan kita didunia, hanya sebatas di dunia ini saja, tidak akan mencukupi urusan kita di akhirat nanti. Semua hal yang ada di dunia ini tidak dapat menolong kita di akhirat nanti, sehingga tidak baik jika kita hanya mengejar dunia kita saja. Namun jika di dunia ini kita mengejar akhirat, pasti duniawi akan dengan mudah kita dapatkan.

    ReplyDelete
  5. Setiap orang mendapat hidayah atas kehendak Allah SWT. Allah yang dapat membolak-balik hati manusia. Berdoalah kepada Allah atas segala harapan yang ingin dicapai kemudian berikhtiarlah. Mengajak orang untuk melaksnakan ibadah akan mempunyai rintangan dan tantangan. Terus mengajak InsyaAllah akan ada jalan. Merupakan perbuatan yang sangat mulia mengajak orang tua dengan cara-cara yang ma’ruf agar mau beribadah kepada Allah. Semoga Allah mencatat sebagai amal kebaikan dengan pahala yang berlipat. Dan menjadi inspirasi bagi yang lain dalam mengajak orang tua ke dalam kebaikan, islam kaffah.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ridho Allah itu tergantung kepada ridho orang tua. Jika kita ingin ridho dari Allah, maka kita harus mendapatkan ridho dari orang tua kita terlebih dahulu. Jika orang tua telah meridho-i kita, maka Allah juga akan ridho.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dalam elegi ritual ikhlas 14 ini kita kembali diingatkan bahwa janganlah terlena pada kesenangan akan dunia sehingga membuat kita lupa tentang kehudupan di akhirat kelak. Saya sendiri masih sering terlena dengan kehidupan dunia. Namun jika sudah terlena, sebaiknya kita cepat-cepat untuk kembali ke jalan kebenaran. Dalam elegi ini juga ditunjukkan bahwa dalam mempersiapkan kehidupan di akherat kelak kita harus selalu meluangkan waktu kita untuk berkumpul bersama keluarga, sesibuk apapun kita masalah dunia haruslah ingat bahwa keluarga dan orangtua lah yang selalu memberikan kita kasih sayang dan cinta yang tulus dan kitapun sudah seharusnya untuk berlaku seperti itu juga kepada mereka.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia hanyalah kehidupan sesaat manusia, kehidupan yang kekal abadi itu sesungguhnya di akhirat. Oleh karena itu, janganlah sombong akan segala yang dimiliki di dunia ini. Jabatan, ketenaran, kekayaan, ilmu, kesehatan, semua itu hanya titipan dari Allah SWT. Manusia hanyalah makhluk ciptaan Nya yang terbatas dan tidak sempurna. Janganlah terlena dalam menabung kekayaan duniawi, tapi perbanyaklah tabungan akhiratmu. Perbanyak amalan-amalanmu, selalu tingkatkan iman dan taqwa kepada Nya, bersyukur, berdoa dan berdzikirlah untuk selalu menyebut nama Nya.

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ritual ikhlas 14 ini sangat dekat hubungannya dengan apa yang terjadi disekitar kita. Seseorang yang lebih mementingkan urusan dunia sehingga mengabaikan panggilan adzan untuk solat, karena lebih memprioritaskan pertemuan penting seperti bisnis yang siftanya hanya mengejar kekayaan dunia. Kita dengan kesibukan masing- masing namun yang perlu diingat yaitu sempatkanlah untuk berkumpul bersama keluarga tercinta khususnya orangtua. Marilah selalu menyisipkan doa untuk mereka dalam setiap beribadah.

    ReplyDelete
  11. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Artikel ini mengenai perjuangan seorang anak dalam usahanya menyadarkan hati sang ayah. Begitu sayangnya seorang anak walaupun ayahnya melakukan suatu kesalahan, berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam hal kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Sesulit dan sesibuk apa pun kita, kita harus tetap menyempatkan diri dekat kepada kedua orang tua. Orang tua merupakan seseorang yang sangat menyayangi kita dengan ketulusan hatinya, merekalah yang merawat kita pada saat kita masih belajar berjalan sampai saat ini. pengorbanan mereka tidaklah mengharapkan pamrih berupa materi namun orang tua mengharapkan kasih sayang dari anak-anaknya.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berbatiklah kepada ibu bapak mu, karena dengan adanya beliau kita ada, dengan didikan beliau kita bisa menjadi manusia yang berbudi perkerti seperti sekarang. Walaupun orang tua kita itu jahat akan tetapi dia tetap orang tua kita orang yang melahirkan kita orang yang membesarkan kita. Seganas-ganasnya harimau dia tetapi sayang sama anaknya, seperti itu lah manusia sejahat-jahatnya orang tua kita mereka tetaplah orang tua kita, jadilah anak yang memebanggakan orang tua kita. Jangan sampai kita durhaka dengan orang tua . ingat lah itu.

    ReplyDelete
  13. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047


    Kisah keluarga dengan segala persoalan dan polemiknya selalu memberikan nilai-nilai hikmah. Entah sedikit atau banyak segala kejadian pasti ada hikmah. Lebih-lebih mengenai kisah orang tua dan anaknya. Orang tua biasanya mengingatkan anak untuk kembali ke jalan yang seharusnya atau minimal membawa anak ke dalam jalan yang diinginkan orang tua, namun kisah ini sebaliknya. Muh Nurikhlas yang berjuang membenarkan langkah sang Ayah. Ayah Nur ikhlas kembali pada keikhlasan. Keraguan yang dialami oleh Bagawat Rama untuk ikhlas luluh bersama lantunan doa Muh Nurikhlas.Saya yakin semua orang tua selalu medoakan anak-anaknya dimanapun ia berada, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Kasih sayang orang tua tiada batasnya. Anak selalu berada di dalam hati orang tuanya. Oleh karena itu sebagai wujud terima kasih atas semua kebaikan orang tua kita, kita harus selalu mendoakan orang tua kita dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Kita tidak akan tahu sampai kapan kita masih diberi umur oleh Allah. Karenanya, hidup di dunia tidak hanya memikirkan urusan dunia saja, tetapi urusan akhirat juga. Tua muda, sama saja dihadapan Allah. Jangan sampai kita terlena dengan nikmatnya dunia sampai-sampai kita lupa akan urusan akhirat dan jangan sampai kita menghadap kepada-Nya dalam keadaan yang tidak pernah memikirkan urusan akhirat. Kesuksesan kita semata-mata hanya Allah yang membuat tentu dengan ikhtiar kita. Oleh karena itu, tidak pantas kita menyombongkan apa yang kita peroleh, karena Allah ikut berada dalam kesuksesan yang sudah kita capai. Kita harus banyak-banyak bersyukur dengan apa yang sudah kita capai. Apapun yang kita ikhtiarkan semata-mata hanya untuk mengharap ridho Allah, bukan untuk urusan dunia.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Setinggi – tingginya pencapaian manusia di dunia ini tanpa amal ibadah, pencapaian tersebut hanya debu berterbangkan akan di atas batu nisan. Mengapa demikian? Karena hanya amal ibadah yang dibawa dari awal kematian untuk ke alam berikutnya. Tiada kata terlambat untuk berubah ke jalan yang lebih baik yaitu jalan menuju ridho dan rahmatNya. Semua kembali pada niat tulus untuk memulai sesuatu lembaran baru yang mendekatkan kita pada surgaNya.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut diingatkan kembali untuk jangan mengutamakan kesenangan duniawi saja tetapi hendaknya juga memikirkan kehidupan akhirat. Sebagai manusia harus bisa mengendalikan diri agar tidak terjerumus kepada kesenangan duniawi yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Oleh karena itu perlu ibadah disertai dengan wujud nyata agar kehidupan di dunia seimbang dan berharap mendapat pahala dari Tuhan dari amal yang dilakukan untuk kebahagiaan di akhirat nanti.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    “Ridho Robbi fii ridho walidi wasuhtulloh saqotil walid” yang artinya: Ridho Alloh tergantung ridhonya orang tua dan murkanya Alloh tergantung murkanya orang tua. Seperti tauladan Rosululloh bahwa setiap anak harus berbakti kepada orang tuanya selama tidak bertentangan dengan kaidah yang Alloh tetapkan. Bagaimana pun orang tua kita pastinya berdoa untuk anaknya meski tanpa sepengetahuan kita. Oleh karena itu, sebagai wujud bakti kita maka doakan orang tua di setiap akhir ibadahmu. Kesuksesan kita tidak terlepas dari doa orang tua, maka berbuat baiklah kepadanya. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Memang tidak akan ada habisnya jika kita menuruti dan selalu menuntut akan kenikmatan dunia. Namun jangan sampai kita lalai bahwa kita memiliki kewajiban pula, termasuk ikhlas dalam menjalani kehidupan sesuai dengan perannya. Dalam keluarga, setiap anggota keluarga sudah sepatutnya saling mengingatkan dan menasehati satu sama lain, bahkan jika salah satu diantaranya salah dalam jalur mengaharap ridho Allah SWT. Maka, ingatkanlah saudaramu akan ibadahnya. Tetaplah melanjutkan kehidupan yang baik di dunia dengan tidak mengabaikan tugas dan kewajibannya untuk akhirat nanti.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kita sebagai manusia harus selalu memperbaiki diri kita, meningkatkan kualitas diri kita, menambah ilmu agama kita, dan selalu berusaha menjaga sikap kita. Kita yang lebih mengetahui tentang agama memiliki kewajiban untuk memberi tahu orang lain dan mengajak mereka untuk melakukan kebaikan. Yang sangat penting dan paling dahulu kita ajak adalah keluarga yaitu ayah, ibu dan adik atau kakak. Kita sebagai anak tentu ingin berkumpul di dunia dan di syurganya Allah nantinya. Maka kita memiliki kewajiban untuk mengajak ayah dan ibu kita untuk beribadah kepada Allah. Seperti yang telah dilakukan oleh Ibu Dewi Umaya dan Nurikhlas untuk mengajak ayahnya agar mau beribadah dan memperbaiki diri dengan mengingat kematian dan Allah SWT. Mengingatkan ayahnya untuk tidak memikirkan urusan dunia saja. Banyak orang yang mengalami seperti yang Nurikhlas alami. Dimana keluarga masih belum terlalu memikirkan akhirat. Ini tantangan bagi kita untuk tidak menyerah selalu mengajak dan tentunya memberikan contoh yang baik bagi mereka.

    ReplyDelete
  20. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Menyadarkan seseorang memang butuh proses dan kesabaran. Kita tidak bisa langsung menyuruh orang untuk berbuat baik tanpa kita berbuat baik. Seperti pada percakapan antara dewi umaya, begawat rama, dan Muhammad nurikhlas diatas bahwa untuk menyadarkan sesorang memelukan sebuah proses yang lama. Dewi umaya seorang istri dan juga seorang ibu yang baik hati memiliki suami yang sombong dan hanya memikirkan dunia saja tetap sabar menghadapi perilaku begawat rama, beliau selalu mengajak dalam kebaikan yaitu mengajak untuk ritual ikhlas. Dan pada akhirnya dengan bantuan muhammadd nurikhlas akhirnya perjuangan mereka mendapat hasilnya. Kita juga harus bisa seperti mereka dalam melakukan apapun jangan pernah pantang menyerah dan tetap bersabar menghadapi godaan.

    ReplyDelete
  21. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini diceritakan muhammad nurikhlas yang mengunjungi ibu dan ayahnya mendapati bahwa ayahnya sedang marah kepada ibunya yang selalu mengajak ayahnya mengikuti ritual ikhlas padahal ia tidak mau dan lebih memilih untuk mengumpulkan harta benda. Tetapi setalah diajak berdiskusi dan didoakan, ayah muhammad nurikhlas akhirnya luluh juga dan mau mengikuti ritual ikhlas seperti apa yang di inginkan oleh muhammad nurikhlas dan ibunya. disini bisa kita simpulkan bahwa istri dan anak yang soleh dapat mengubah seseorang yang awalnya sangat keras menjadi luluh, tentunya dengan izin Allah

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dalam perjalanan pertumbuhan dan perkembangan diri kita, pihak yang paling berjasa adalah orang tua. Sehingga sepantasnyalah kita harus berbakti kepada kedua orang tua, bagaimanpun keadaannya. bahagiakan dan jangan kecewakan mereka. Namun ketika kita telah mengerti mana yang benar dan salah menurut agama, maka kita juga harus ikut mengingatkan, jika orang tua kita khilaf. Kita harus berbakti dan metaati perintah orang tua kecuali hal-hal yang melanggar agama. Jika kita mengetahui orang tua kita melakukan kesalahan menurut agama, maka kita sebagai anak hendaknya menegur dan meluruskan beliau dengan cara hati-hati dan santun (agar tidak menyakiti hati beliau). Dan kita hendaknya selalu berdoa untuk kedua orang tua kita, agar Allah senantiasa melindungi, memberika petunjuk, dan hidayah-Nya kepada kedua orang tua kita.

    ReplyDelete
  23. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Perjuangan anak sholeh yang ingin membahagiakan orang tuanya. Begawat Rama dan Dewi Umaya harus bersyukur memiliki anak seperti Muhammad Nurikhlas yang sholeh dan selalu berbakti kepada kedua orang tua. Serta Begawat Rama yang mempunyai istri solikhah, senantiasa setia menemani dan selalu mengajak pada kebaikan. Manusia masih akan hidup di akhirat, di alam yang lebih kekal. Dunia memang sementara namun nikmatnya sungguh tak terkira. Pantas jika manusia sering terlena dan tidak sadar bahwa semua di dunia hanya sementara. Kesadaran itu mahal harganya bahkan tidak bisa dibeli.

    ReplyDelete