Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas




Oleh Marsigit

Mohammad Nurikhlas:

Ass..ayahku Bagawat Rama dan ibuku Dewi Umaya yang selalu aku taati, yang selalu aku mohon restu, dan selalu aku doakan, terimalah silaturakhim dan dharma bhaktiku sebagai anakmu. Dimanapun aku berada maka aku selalu merasa bahagia jika mendengar dan menyaksikan Bapak dan Ibuku selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat tak kurang satu apapun. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rakhmat dan Hidayah-Nya kepada bapak dan ibu sekalian.

Dewi Umaya:
Wss. Wr.Wb… wahai anakku..Mohammad Nurikhlas ..sungguh kebahagiaan orang tua itu selalu tertanam di hati sanubari seraya bertawakal dan bersyukur kepada Allah SWT tatkala melihat perjuangan anaknya itu tidak hanya diperuntukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga diperuntukan demi keluarga, masyarakat, agama dan negaranya. Rasa haruku tiada terbendung tatkala engkau sempat pulang menengok kedua orang tuamu ini untuk menunjukkan dharma bhaktimu. Kesinilah wahai anakku..akan aku usap keningmu dari keringat perjuanganmu yang begitu hebat. Walaupun terkadang aku dan bapakmu terhalang oleh jarak beratus kilometer dengan dirimu, tetapi hati, perasaan dan jiwaku tidak bisa dipisahkan oleh apapun dengan denganmu. Doa-doaku selalu menyertaimu. Jiwaku juga selalu bersamamu. Sejak engkau di dalam kandunganku, bahkan ketika engkau belum aku kandung dalam perutku, maka aku selalu melantunkan doa-doaku agar engkau mampu menjadi orang yang saleh, taat beragama dan mampu memperjuangkan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Aku sangat bangga kepadamu karena engkau sekarang sangat rajin mengaji bahkan rajin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku sebetulnya ingin sekali mengikuti Ritual Ikhlas itu, demikian juga aku sebetulnya ingin juga mengajak bapakmu.

Muhammad Nurikhlas:
Mengapa bapak hanya terdiam saja bu?

Dewi Umaya:
Bapakmu sedang marah kepadaku.

Muhammad Nurikhlas:
Kenapa bapak marah kepada ibu?

Dewi Umaya:
Karena saya selalu mengajaknya untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Sudah enampuluh tahun aku mendampingi bapakmu tetapi bapakmu belum ikhlas juga. Bapakmu masih sangat sibuk memikirkan urusan dunia, padahal usianya sudah mendekati delapan puluh tahun. Tiadalah orang dikampung ini yang meragukan pencapaian dunia bapakmu itu. Bapakmu telah menjadi orang terkaya di wilayah ini. Bahkan sebagian orang menjulukinya sebagai raja dunia dikarenakan kekayaannya itu. Namun sebagai isterinya sekaligus ibumu, saya hanya selalu bisa berdoa dan menunggu kapan bapakmu ikhlas untuk tidak hanya memikirkan dunia saja, tetapi juga memikirkan akhirat. Aku yang sudah berumur tujuh puluh lima, seakan merasa hampir putus asa memikirkan bapakmu itu. Kalau diberi saran tentang kebaikan aklhirat maka selalu saja marah-marah dan tidak ikhlas. Semua saran petinggi spiritual juga ditolaknya. Setiap hari pekerjaannya hanya menghitung-hitung hartanya saja. Demikianlah anakku, keadaan bapakmu itu.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda..ada berapakah harta benda ayah sehingga membuat ayah sangat mencintainya melebihi yang lainnya?

Bagawat Rama:
Hemm aku mempunyai lebih dari limapuluh bidang tanah tersebar diseluruh negeri. Semua orang memujiku sebagai si raja tanah. Itulah kebanggaanku. Tiadalah orang-orang mampu menandingiku perihal kekayaanku itu. Kekayaanku itulah jiwa, semangat dan ruhku. Jika tanpa kekayaanku itu maka aku sudah tidak berdaya dan tidak bisa bertahan sampai umur delapan puluh tahun seperti ini.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah…tepatnya tanah ayah itu ada berapa petak? Dan lokasinya ada di mana saja?

Bagawat Rama:
Wah..kalau tepatnya saya lupa, yang jelas lebih dari limapuluh petak. Sedangkan lokasinya aku juga lupa. Wah aku sekarang sudah mulai melupakan beberapa hal, dan aku hanya bisa mengingat beberapa hal pula. Tetapi tolong, penyakit lupaku itu adalah aibku dan jangan diberitahukan siapa-siapa. Aku sangat risau dan malu merasakan diriku yang sudah tua itu. Kenapa engkau tanya-tanya tanahku? Apakah engkau segera ingin meminta warisan? Oh tidak...catatlah dan ingatlah ini. Aku tidak akan membagi-bagikan warisanku itu sampai tujuh turunan. Itulah wasiatku kepada anak-anakku, agar tetapenjaga harta-hartaku sebagai monumen agar orang-orang selalu mengingat kejayaanku, yaitu kejayaan seorang Bagawat Rama. Jika aku mati besuk, entah berapa ratus tahun lagi, tolong tulis namaku dibatu nisanku itu dengan tinta emas dengan kalimat Si Raja Kaya Sang Bagawat Rama. Begitulah pesanku.

Dewi Umaya:
Muhammad Nurikhlas...itulah keadaan ayahmu. Dia selalu saja tidak bisa menerima keadaan yang semakin tua dan sudah tua. Maunya muda terus. Setiap seminggu sekali aku harus menyemir rambutnya, jika terlambat sedikit saja ayahmu sudah marah-marah. Dia juga sangat malu jika orang-orang mengetahui bahwa pendengaran dang penglihatannya semakin kabur. Jika tak ada orang dia itu minta saya agar menuntun jalannya, tetapi begitu bertemu dengan orang maka tanganku dilepas dan seakan ingin menunjukkan bahwa masih mampu berjalan dengan tegapnya. Itulah anakku mengapa aku sangat prihatin memikirkan ayahmu itu. Ya Allah ya robbi tolonglah aku dan keluargaku. Ingatkanlah suamiku agar segera kembali kejalan yang engkau ridhai, ya Allah. Berikan kami jalan terang yang engkau ridhai, mohonlah kami rakhmat dan hidayah-Mu ya Allah. Ampunilah segala dosa-dosa kami. Aku sangat mencintai dan menyayangi suamiku dan juga anak-anakku semata-mata demi ridha-Mu ya Allah. Dengarkanlah dan kabulkanlah doa-doaku ini ya Allah. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahku, apakah ayah bersedia aku ajak mengikuti Ritual Ikhlas?

Bagawat Rama:
Ritual Iklhas lagi…Ritual Ikhlas lagi. Apakah tidak bisa ngomong yang lain. Banyak orang selalu menasehati aku agar mengikuti Ritual Ikhlas..tetapi begitu aku menunjukkan kemarahanku maka mereka pergi terbirit-birit. Ketahuilah bahwa jika aku mendengar Ikhlas atau Ritual Ikhlas atau sebangsanya maka diriku seakan hilang segala kekuatanku, tidak berdaya, tidak bergairah, dan rasanya ingin mati saja. Sebaiknya untuk sakarang dan yang akan datang janganlah engkau menasehati diriku dengan segala macam hal yang berbau spiritual. Sebaliknya jika engkau bertanya atau mengajak diskusi perihal mencari untung, jual beli, dan strategi ekonomi, walaupun usia saya sudah delapan puluh tahun, sampai larut malampun saya layani. Sebaliknya saya ingin tanya, kenapa engkau pulang menengok orang tuamu tidak memakai baju kebesaran lengkap dengan pangkatmu, pengawalmu, mobil dinasmu, mobil mewahmu, sirine dan perlengkapan komunikasimu? Jika engkau bawa semuanya itu, tentu tetangga kita akan semakin mengagumiku, karena engkau itu adalah asetku. Jadi bagaimanapun juga yang hebat tentulah aku orang tuamu. Jika engkau pulang dalam keadaan seperti itu, hanya naik becak kaya gitu, bukankah itu sangat memalukanku dihadapan para tetanggaku? Untung engkau datangnya malam hari, jadi kedatanganmu tidak banyak diketahui oleh para tetangga.

Muhammad Nurikhlas:
Maafkan diriku ayah, aku pulang menengok ayah dan ibu hanyalah berbekal doa dan ikhtiarku. Aku tidak membawa semua yang ayah sebutkan tadi karena aku memang baru saja menyelesaikan mengikuti Ritual IKhlas.

Dewi Umaya:
Wahai anakku Muhammad Nurikhlas, apakah yang engkau dapat dari Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Yang aku cintai ayah dan ibuku..Ritual Ikhlas itu hanyalah suatu kegiatan biasa yang dimaksudkan untuk menertibkan dan membetulkan tata cara beribadah seraya memperoleh tambahan pengetahuan melalui kegiatan ceramah dan diskusi, semata-mata untuk berikhtiar memperoleh ridha dari Allah SWT. Amin.

Dewi Umaya:
Wahai anakku..kerinduanku kepadamu itu ternyata meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada padamu. Semoga ini adalah rakhmat dan karunia dari Allah SWT yang telah membimbingmu sehingga engkau menjadi anak saleh dan mampu memberi perantaraan agar orang tuamu ini berdua masih selalu bisa meningkatkan kebajikan baik tentang urusan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Oh anakku siang malam aku berdoa semoga engkau selalu diberi kekuatan lahir dan bathin dalam menempuh perjuanganmu di jalan Allah SWT. Anakku, ajaklah aku dan ayahmu itu untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Setelah mendengarkan cerita-ceritamu maka aku ingin sekali juga mengikuti Ritual Ikhlas itu. Kapan lagi ada Ritual Ikhlas dan bagaimana tata-cara mengikutinya? Aku tidak tahu apakah ayahmu itu bersedia ikut atau tidak?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda yang sangat aku sayangi...mohon maafkanlah diriku itu. Aku bersilaturakhim menghadap ayah dan ibu itu semata-mata untuk memohon doa restu agar aku diberi kekuatan lahir bathin dalam mengarungi kehidupan ini. Terimalah dharma bhakti dari anakmu ini. Aku selalu berdoa agar ayah dan ibuku diampuni segala dosa-dosa, diberikan keikhlasan dalam hidupnya, dilimpahkan rakhmat dan karunia serta memperoleh khusnul khotimah pada akhirnya.

Bagawat Rama:
Hemm...biasanya kalau anak sudah banyak berdoa seperti itu, akan minta sesuatu kepada orang tua. Itulah sebabnya mengapa aku sangat gigih dalam mengumpulkan harta bendaku, agar di hari tuaku aku tetap disegani dan dihormati oleh anak-anakku. Bayangkan apa yang terjadi jika aku sebagai orang tuamu tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai harta sesenpun, maka aku meragukan apakah engkau masih sudi menengok orang tuamu ini. Banyak cerita bagaimana menderitanya dan sengsaranya orang tua diabaikan dan tidak diakui oleh anak-anaknya gara-gara orang tua jatuh miskin dan tidak mempunyai harta yang bisa diwariskan. Hemm semakin lama semakin terbukti pula teoriku, bahwa sebagai orang tua itu harus kuat, harus kaya supaya jangan disepelekan oleh anak-anaknya. Jika terpaksa anak-anakku itu pada akhirnya menyepelekan orang tua, maka hartaku itu akan aku berikan kepada siapapun yang anggup merawatku di hari tuaku ini. Hai..Muhammad Nurikhlas...apakah yang engkau mau dan minta dari ayahmu itu. Katakanlah, jika permintaanmu tidak terlalu banyak maka akan aku beri.

Muhammad Nurikhlas:
Mohon maafkan diriku ayah. Alhamdulillah untuk sementara gajianku masih cukup aku gunakan untuk keperluan sehari-hari. Justru sebaliknya aku ingin bertanya kepada ayah, sekiranya apakah ayah mempunyai keninginan-keinginan dari ananda. Jikalau ananda bisa mengusahakan, maka demi cintaku kepada ayah dan ibu maka aku berusaha untuk melakukannya.

Bagawat Rama:
Ohhoh..tentu banyak persoalanku itu. Tetapi aku meragukan apakah engkau mampu memberikan solusinya. Sehebat-hebat dirimu itu masih kalah hebat dengan diriku. Setinggi-tinggi jabatanmu maka aku pernah menjabat yang lebih tinggi lagi. Sebesar-besar gajimu, maka penghasilanku itu selalu lebih besar darimu. Maka aku meragukankemampuanmu untuk menolong diriku itu. Dan kiranya aku juga tidak terlalu perlu memerlukan bantuanmu. Aku bisa mengatasi persoalanku sendiri. Ohh...oh..uhah..uhah..hoh...hoh...sessss...sessss.

Muhammad Nurikhlas:
Ayah..ayah...kenapa ayah...?

Dewi Umaya:
Itulah Muhammad Nurikhlas..keadaan ayahmu itu. Dia kalau berbicara terlalu lama, fisiknya tidak kuat dan nafasnya tersengal-sengal. Tetapi tidak pernah mengakui bahwa dia sudah tua. Maunya ingin tetap muda seperti orang berumur empatpuluh tahun.

Bagawat Rama:
Wahai Muhammad Nurikhlas..sampailah saatnya kepada tantanganku kepadamu. Janganlah hanya berteori, sekarang buktikan. Memang aku punya banyak masalah. Aku tidak tahu mengapa pendengaranku sudah mulai berkurang, mengapa penglihatanku semakin kabur, mengapa gigiku banyak yang lepas, mengapa rambutku hampir semuanya putih, mengapa kulitku berkeriputan. Padahal setiap hari dan setiap saat aku selalu berikhtiar untuk mencegah itu semua. Aku selalu suruh ibumu untuk menyemir rambutku agar selalu tampak hitam. Aku juga memakai gigi palsu yang mahal agar penampilanku tetap prima. Aku sudah menggunakan alat bantu pendengaran yang harganya belasan juta rupiah. Aku sudah biasakan mandi susu agar kulitku selalu terjaga. Tetapi mengapa semuanya itu belum mampu menyelesaikan persoalanku itu. Maka jika engkau mampu bagaimana solusinya? Sebesar berapapun akan aku bayar jika bisa mengembalikan stamina dan kondisi tubuhku seperti keadaan tiga puluh tahun yang lalu. Ayo buktikan bagaimana solusinya? Saatnyalah engkau berbhakti kepada ayahmu. Tidak percuma aku membiayai dan menyekolahkanmu hingga engkau sekarang sudah memperoleh jabatan tinggi. Gunakan kecerdasan dan ilmumu, jika engkau memang bisa. Ayolah.

Muhammad Nurikhlas:
Ayahku yang saya cintai...satu-satunya solusi adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Bagawat Rama:
Oh jangan nyombong engkau itu. Kalau soal berdoa belum tentu aku kalah denganmu. Kurang apa doaku itu, tetapi kenapa seakan Tuhan itu tidak mau mendengar doaku itu?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullah al adzim, astagfirullah al adzim, astagfirullah al adzim... Bismilahir rahmaanir rahiim, Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Allhohumma inna nas aluka sala-matan fidinnina. wa’afiatan filja-zatina, waziadatan fil ilmina, wa-barokatan fi rizkina, wa taubatan qoblal mautina, warakhmatan indal mautina, wamaghfirotan ba’dal mautina. Allohuma hawin alaina fi sakarotil maut, wanajata minanar, wal afa indal hisabi. Robbana latusikulubana, ba’dait hadaitana, wahablana miladunka rohmah. Innaka antal wahab. Robbana atina widunya khasa-nah, wafil akhirati khasanah wa-qina adzabanar. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Robbana hablana min azwazina, waduriatina, qurota a’yun wajalna lil mutaqina imama. Robbana dholamna anfusana,wailam taghfirlana, watar-hamna, lana qunana minal ghosi-rin. Subhana robika robil izati ama yasifun, wasa-lamun alal mursalinwalham-dulillah hirobbil ‘alamin.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas ...sekarang kok engkau pandai berdoa. Doa apakah itu? Apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Wa shallalltu ‘alaa sayyidina Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma’amiltu fii hazihis sanati Mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu. Wa la tardhadu wa lam tansahu wa halimta ‘Alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati Wa dautanii ilaa taubati minhu bad;da Jara atii ‘alaa ma’shiyatika fa innii Astagfiruka fagfir lii.wa maa ‘amiltu Fiiha mimmaa tardhaahu wa waadtani ‘alaihi Tsawaaba fa as-aluka Allahuma ya Karimu Yaa zal jalaali wal ikraam an tataqabbalahu Minni laa taqtha’rojaa-ii minka Yaa Kariim wa shallallahu ‘alaa sayyidina.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas..ditanya orang tua kok komat-kamit. Doa apa itu apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu.

Bagawat Rama:
hai Muhammad Nurikhlas..doamu yang terakhir itu apa artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Ya Allah ya robbi, aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin

Bagawat Rama:
Oh Dewi Umaya...setelah aku mendengarkan doa anakmu yang terakhir itu...tubuhku terasa gemetar. Oh kenapa ini? Kenapa? Kenapa aku sekarang melihat pemandangan yang aneh? Oh tidak...tidak...pemandangan itu ternyata adalah semua dosa-dosaku sejak aku kecil hingga tua bangka ini. Isteriku Dewi Umaya...oh..selama ini aku telah berbuat aniaya terhadapmu. Oh anakku...apakah Tuhan mau memaafkan dosa-dosaku semua. Umurku sudah delapan puluh, bagaimana aku memohon ampun kepada Tuhan? Apakah aku bisa menggunakan semua hartaku untuk menebus dosa-dosaku. Oh manusia macam apakah diriku itu. Umaya...Umaya...Umaya...tolonglah aku...tolonglah aku...

Dewi Umaya:
Suamiku yang tersayang...kita sudah sama-sama tua. Umurku juga sudah tujuh puluh lima. Kita tinggal menanti kapan, pagi atau sore dicabut nyawa kita. Kemudian apakah maumu itu?

Bagawat Rama:
Aku ingin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku ingin menertibkan Salatku. Aku ingin memperbanyak amalan-amalanku. Aku ingin bertobat. Tanyakan kepada Muhammad Nurikhlas apakah aku masih bisa mengikuti Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah dan ibuku yang tercinta...tiadalah kata terlambat untuk berdoa dan bertobat itu. Insyaallah saya akan mengusahakan agar pada kesempatan berikutnya...ayah dan ibu juga bisa mengikuti Ritual Ikhlas. Sebentar lagi akan ada kegiatan Ritual Ikhlas III.

Bagawat Rama:
Isteriku Dewi Umaya...berapapun biayanya maka usahakanlah. Kalau perlu juallah tanah-tanahku itu untuk biaya mengikuti Ritual Ikhlas III. Kapankah Ritual Ikhlas III dilaksanakan? Kapan? Saya ingin segera mengikutinya.

22 comments:

  1. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan dalam elegi ini seperti sebagai seorang anak harus selalu berbakti kepada orang tua. Orang tua adalah orang yang telah melahirkan, mendidik, dan membesarkan kita dari lahir sampai sekarang. Mereka rela membanting tulang untuk memenuhi semua kebutuhan kita. Kita harus selalu menyayangi, menghormati dan berbakti kepada kedua oranng tua kita apapun keadaan orang tua kita. Kesuksesan anak tidak lepas dari kerja keras dan doa orang tua mereka.

    ReplyDelete
  2. Fany Isti Bigo
    PM A PPs UNY 2018
    18709251020

    Kita hidup didunia sudah tentu memikirkan pula hal-hal duniawi. Itu hal yang pantas tetapi tidak pantas apabila kita terlalu menghanyutkan diri kita dengan terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang semua waktu dihabiskan untuk duniawi. Sifat-sifat dunia bertentangan dengan sifat Allah. Begitu giat kita bekerja tapi tidak memikirkan kebutuhan spritual kita. semakin lama kita menunda untuk memperbaiki spritual kita maka semakin kita nyaman dengan keadaan kita sekarang ini. Namun selalu ada kesempatan selagi kita masih hidup untuk kembali dan dengan ikhlas memohon ampun dari Tuhan.

    ReplyDelete
  3. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Harta dan jabatan yang sekarang kita miliki hanya untuk urusan duniawi semata, semua itu tidak akan kita bawa ketika mati. Semua yang kita miliki di dunia ini merupakan titipan dari Allah SWT dan sifatnya hanya sementara. Hal yang dapat kita lakukan adalah memanfaatkan yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Kemudian kita juga jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan cara meningkatkan dan memperbaiki ibadah kita untuk menggapai ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Salah satu kewajiban sebagai seorang anak adalah berbakti kepada kedua orang tua. Hal tersebut sudah tercantum di dalam Al-Quran “Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil”. (Q.S. Al-Isra: 24), Rido Allah berada juga di dalam rido orang tua Maka tetaplah berbakti kepadanya, muliakanlah mereka dan doakan mereka agar skebaikan selalu dilimpahkan kepada mereka. Aamiin.

    ReplyDelete
  5. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Harta, jabatan, ketampanan, kepintaran dan ketenaran tak akan mampu menggapai surga Allah. Sebab hanya iman terbaik dan ketakwaan kita kepada-Nya yang mampu menggapai surga-Nya. Harta yang kita miliki di dunia merupakan titipan sementara dan tidak akan dibawa ketika meninggal nanti. Jangan pernah lelah memohon ampun dan petunjuk kepada Allah. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Selalu istiqomah dalam shalat, membaca Al-Qur’an dan ingatlah untuk selalu berdzikir dalam hati dan lisan.

    ReplyDelete
  6. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Dalam elegi di atas, sang anak mengingatkan sang ayah mengenai esensi hidup sebenarnya adalah beribadah dan mengingat Allah SWT. Semakin dewasa semakin kita memahami bahwa semua harta maupun kedudukan di dunia hanyalah titipan dari Allah SWT. Semua akan kembali pada Sang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa, maka tidak seharusnya kita hanya memikirkan dunia saja. Hikmah yang dapat kita ambil dari elegi di atas adalah kewajiban anak berbakti kepada orang tua dalam berbagai hal untuk menjadi lebih baik. Ketika anak mendapati orang tua pada iman yang lemah, maka mengingatkan merupakan kewajiban anak sebagai bentuk bakti kepada kedua orang tua

    ReplyDelete
  7. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Mengingatkan sesama umat manusia untuk beribadah merupakan tugas semua orang tanpa terkeculi. Jika ada yang lalai maka wajib diingatkan. Disini bagawat rama sebagai seorang bapak yang lupa akan tugasnya sebagai umat beragama. Ia sibuk dengan urusan dunianya. Ia sibuk mengumpulkan dan menghitung hartanya yang sangat melimpah sampai-sampai ia lupa dengan kewajibannya sebagai seseorang yang beragama. Bagawat Rama sudah terkena godaan syeitan, sehingga ia lebih mementingkan urusan dunia dibanding urusan akherat. Padahal sesungguhnya harta duniawi hanya titipan dari Allah yang sewaktu-waktu bisa diambilnya. Sebagai seorang istri dan seorang anak mempunyai kewajiban untuk mengingatkan anggota keluarganya. Memang tidak akan mudah, namun harus selalu berusaha dan berdoa agar sang bapak diberikan hidayah dan dapat ke jalan yang benar serta senantiasa melakukan kewajibannya sebagai umat yang beragama.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  8. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Ada beberapa yang harus dipahami disini yang pertama bahwa bertambahnya umur, semakin melemahnya fisik, dan kematian semua itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Itu merupakan fase kehidupan yang setiap manusia baik kaya maupun miskin semua akan mengalaminya. Tak seorangpun yang mampu menghentikan itu. Kekuasaan dan kekuatan apapun didunia ini tidak akan mampu menghentikan itu kecuali kekuatanNya. Maka dari situlah kita bisa memahami bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dalam hidup ini semua akan mengalami fase yang sama.
    Kedua ialah orang yang telah menjadikan kekuatan duniawi sebagai kekuatannya merupakan sebenar-benar mahluk yang lemah. Menjadikan segala harta benda, kekayaan, dan kekuasan sebagai penolongnya padahal tiadalah yang lebih kuat dariNya dan hanya padaNyalah kita memohon pertolongan. Yang ketiga ialah tidak ada kata terlambat dalam bertaubat yang tua harus bertaubat segera yang masih muda pun demikian.

    ReplyDelete
  9. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Doa orangtua sepanjang hayat kehidupan selalu mendoakan anak-anaknya. Bila sudah saatnya nanti, haruslah berputar roda itu di mana bila orangtua sudah saatnya untuk beristirahat meskipun doa tetap terucap dari mulut, hati, pikirannya, anak-anaknya yang meneruskan doa-doa itu bahkan lebih intens lagi. Niat baik harus tetap terjalin, maksudnya niat yang dilakukan untuk mengingatkan kepada orangtua kita tentang beribadah bila beliau sudah mulai lupa. Anak yang bertanggungjawab untuk ketertiban ibadah orangtua, karena sampai kapan pun ibadah jangan sampai putus. Sehingga, baik anak maupun saudara maupun tetangga maupun kolega tetap menjadi reminder untuk saling berbagi kebaikan.

    ReplyDelete
  10. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P.Mat A 2018

    Orang tua adalah orang yang paling menyayangi kita. Orang tua melakukan apa saja untuk memberikan kebutuhan yang cukup untuk anaknya. Kita sebagai anak yang berbakti, hendaknya selalu mengasihi orang tua kita. Sekalipun kita sudah mendapatkan suatu pencapaian. Tiadalah pencapaian yang kita peroleh tanpa doa dariorang tua. Hati orang tua akan tenteram ketika mengetahui anaknya sangat memperhatikan orang tua, mengunjungi orang tuasetelah sekian lama merantau. Ahhh, saya jadi rindu keluarga saya ingin segera bertemu.

    ReplyDelete
  11. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P.Mat A 2018

    Manusia sering terlena dengan harta. Hakikatnya, manusia tidak pernah merasa puas atas apa yang dimiliki. Manusia selalu ingin mendapatkan lebih dari apa yang dimiliki. Hal tersebut karena adanya nafsu dalam diri manusia. Harta merupakan kenikmatan dunia. Harta yang tidak di rencanaan dengan baik kebermanfaatannya hanya akan membawa pada kesombongan. Harta tanpa ilmu hanyalah sia-sia. Harta hanyalah titipan dunia. Hanyalah kebaikan-kebaikan yang akan menolong kita di akhirat nanti, bukan harta.

    ReplyDelete
  12. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P.Mat A 2018

    Tidak ada kata terlambat untuk berdoa dan bertobat atas kesalahan yang kita lakukan. Kita tidak pernah tahu berapa panang umur kita. Kita harus senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Dengan artikel elegi tersebut, menyadarkan kita bahwa apa yang kita punya dan tanpa sadar kita sombongkan hanyalah titipa dari Allah. Ketika Allah berkehendak untuk mengambilnya, maka habislah sudaj apa yang kita miliki. Ayo kita banyak-banyak bersyukur, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Aaamiiin.

    ReplyDelete
  13. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Semua yang dimiliki didunia hanyalah bersifat sementara karena semua hanyalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Maka jadi orang janganlah sombong dan tidak mau mengalah. Sombong merasa dirinya lebih kaya dari orang lain, sombong karena mempunyai kedudukan lebih tinggi, sombong karena bisa melakukan apapun, dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa apa yang dimiliki seseorang tidak hanya bersifat harta benda, tetapi juga kemampuan yang kita miliki, seperti kemampuan dalam melihat, mendengar, merasa, mengecap, melakukan, memutuskan, dan lain sebagainya hanyalah bersifat sementara. Misalnya saja seperti kondisi seseorang yang semakin tua akan semakin melemah dan kemampuannya semakin berkurang Semua itu merupakan hak Allah untuk mengambilnya sedikit demi sedikit. Oleh karena itu bertobatlah sebelum terlambat. Bertobat tidak memandang umur, baik tua maupun muda bisa bertobat dan lebih baik lagi jika bertobat sejak dini. Bertobatlah sebelum semua yang dimiliki diambil oleh Allah SWT.
    Wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  14. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Bertaubat tidak pernah pandang usia. Tapi janganlah menunggu hari tua datang untuk bertaubat karena kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil oleh Allah SWT. Oleh karena itu sedini mungkin sebaiknya perbaikilah semua amal ibadahmu, perbanyak dzikir dan terus bersikap ikhlas agar keadaan hati bisa terus tenang dan damai jauh dari godaan syaitan yang selalu mengusik dan ingin menjerumuskan manusia.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  15. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Ketika seseorang kesusahan untuk memberikan pegertian terhadap oranglain, maka hanya Alloh yang dapat memberikan bantuan. Dalam elegi ini diriwayatkan seorang laki-laki tua yang mencintai dunianya secara berlebihan, haus pujian, dan mengesampingkan akherat. Laki-laki tersebut terjebak dalam suatu pola pikir yang susah untuk diberi pengertian. Dia mempunyai logika dan ideal yang terus dipegang, bahkan anak dan istrinya kuwalahan. Disinilah nampak bahwa Alloh adalah Maha Penolong, hanya meminta pada Alloh lah satu-satunya solusi. Dan hasilnya Alhamdulliah, kuasa Alloh dengan segala berkahnya

    ReplyDelete
  16. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Berdasarkan elegi ritual ikhlas 14, saya belajar bahwa kerinduan orang tua kepada anaknya tidak selalu tampak tetapi orang tua akan selalu merindukannya anaknya dimanapun anaknya berada. Kerinduan orang tua tersebut selalu dilantunkan dalam setiap orang tua yang berdoa. Doa orang tua yang juga merupakan sebuah ridho dari Allah SWT. Untuk itu, bagaimana kerinduan orang tua selalu memberi kabar orang tua agar hati dan pikiran orang tua yang jauh dari anaknya selalu baik-baik saja.

    ReplyDelete
  17. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Saya menambahkan komen lagi tentang elegi ini, orang tua yang mementingkan sebuah pendidikan untuk anaknya menurut saya sangat luar biasa. Orang tua yang bekerja keras untuk kesuksesan anak-anaknya dilakukan tanpa pamrih. Hanya yang diinginkan anaknya dapat melebihi apa yang orang tua miliki. Untuk itu, sebagai anak kita harus mempertanggng jawabkannya. Orang tua yang tidak pamrih pada anaknya juga pernah dirasakan oleh orang tua tersebut. Sama seperti roda yang aka nada masanya kita sebagai anak akan menjadi orang tua yang tanpa pamrih untuk anaknya.

    ReplyDelete
  18. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Hikmah yang dapat dipetik adalah pentingnya menertibkan Salat dan memperbanyak amalan-amalan. Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan yang rutin (kontinu) dilakukan. Amalan yang kontinu walaupun sedikit akan mengungguli amalan yang tidak rutin meskipun jumlahnya banyak. Agar berusaha melakukan suatu amalan sesuai dengan kemampuan, karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dilakukan walaupun itu sedikit. Tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya. Sebaliknya tanda tertolaknya suatu amalan (tidak diterimanya amalan), apabila amalan tersebut malah membuahkan kejelekan setelah itu.

    ReplyDelete
  19. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Semua yang ada di muka bumi ini hanyalah titipan Allah SWT semata, tidak ada yang kekal. Langit, bumi, harta, derajat, golongan, batu, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya adalah fana suatau saat akan diambil oleh Sang Pencipta. Manusia harus ikhlas dengan segala kekurangnnya terlebih manusia yang mulai menua. Penglihatan yang mulai kabur, pendengaran yang mulai samar, kaki yang mulai tidak kokoh, serta rambut yang mulai memutih menandakan bahwa manusia itu berevolusi. Selain itu harta yang kita miliki tidak akan kita bawa mati. Ketika memiliki banyak harta hendaknya kita semakin memperbanyak muamalah duniawiah untuk kepentingan akhirat. Selain itu berbakti kepada orang tua adalah salah satu jalan menuju surga, oleh sebab itu berbuat baik dan selalu mendo’akan orang tua merupakan hal wajib yang harus kita lakukan untuk mendapatkan ridho Allah SWT karena Ridho Allah adalah ridho orang tua.

    ReplyDelete
  20. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Dalam elegi ini diceritakan seorang anak yang soleh dan berbakti pada orang tuanya. Meskipun ia telah sukses dan memiliki banyak kesibukan, tetapi ia tetap mengingat orang tuanya, mendoakan orang taunya, dan mengutamakan silaturahmi dengan orang tuanya. Kesuksesan membuatnya lebih bersyukur pada Allah dan selalu ikhlas serta mengharap ridho Allah. Atas baktinya itu, ia bersama ibunya dapat mengajak ayahnya pada jalan yang di ridhoi oleh Allah. Apa yang dilakukan oleh anak Muhammad Nurikhlas tersebut dapat menjadi tauladan bagi kita semua. Niscaya doa seorang anak soleh yang berbakti pada orang tua dan agamanya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Terharu saya membaca elegi ini bahwa tiadalah kata terlambat untukbertaubat. Begitu Allah sangat menyayangi hamba-hambaNYA sehingga kapan pun akan bertaubat, maka, bisa. Pintu taubat hanya akan ditutup ketika sudah tidak ada lagi di dunia ini.

    ReplyDelete
  22. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Tidak ada kata terlambat dalam bertaubat, setua apapun, bahkan semuda apapun. Kata terlambat hanya berlaku saat nyawa telah sampai dikerongkongan.
    Elegi tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sebagai seorang anak, tentunya kita tidak dapat membayar apa yang telah diberikan orang tua kepada kita. Air susu, cinta, kasih, sayang dan perjuangan takkan pernah lunas terbayar. Sebagi anak yang bisa kita lakukan hanyalah menjadi sholeh/sholehah. Harta kita mungkin tak mampu membayar semuanya, dan pasti bukan harta pula yang diinginkan mereka. Yang mereka ingin dan perlukan hanyalah doa dan bakti kita, jadi dan lakukanlah setidaknya mungkin dengan doa dan bakti mempu sedikit menguranginya hutang kita terhadap mereka.

    ReplyDelete