Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 14: Perjuangan Dewi Umaya dan Muhammad Nurikhlas




Oleh Marsigit

Mohammad Nurikhlas:

Ass..ayahku Bagawat Rama dan ibuku Dewi Umaya yang selalu aku taati, yang selalu aku mohon restu, dan selalu aku doakan, terimalah silaturakhim dan dharma bhaktiku sebagai anakmu. Dimanapun aku berada maka aku selalu merasa bahagia jika mendengar dan menyaksikan Bapak dan Ibuku selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat tak kurang satu apapun. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rakhmat dan Hidayah-Nya kepada bapak dan ibu sekalian.

Dewi Umaya:
Wss. Wr.Wb… wahai anakku..Mohammad Nurikhlas ..sungguh kebahagiaan orang tua itu selalu tertanam di hati sanubari seraya bertawakal dan bersyukur kepada Allah SWT tatkala melihat perjuangan anaknya itu tidak hanya diperuntukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga diperuntukan demi keluarga, masyarakat, agama dan negaranya. Rasa haruku tiada terbendung tatkala engkau sempat pulang menengok kedua orang tuamu ini untuk menunjukkan dharma bhaktimu. Kesinilah wahai anakku..akan aku usap keningmu dari keringat perjuanganmu yang begitu hebat. Walaupun terkadang aku dan bapakmu terhalang oleh jarak beratus kilometer dengan dirimu, tetapi hati, perasaan dan jiwaku tidak bisa dipisahkan oleh apapun dengan denganmu. Doa-doaku selalu menyertaimu. Jiwaku juga selalu bersamamu. Sejak engkau di dalam kandunganku, bahkan ketika engkau belum aku kandung dalam perutku, maka aku selalu melantunkan doa-doaku agar engkau mampu menjadi orang yang saleh, taat beragama dan mampu memperjuangkan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Aku sangat bangga kepadamu karena engkau sekarang sangat rajin mengaji bahkan rajin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku sebetulnya ingin sekali mengikuti Ritual Ikhlas itu, demikian juga aku sebetulnya ingin juga mengajak bapakmu.

Muhammad Nurikhlas:
Mengapa bapak hanya terdiam saja bu?

Dewi Umaya:
Bapakmu sedang marah kepadaku.

Muhammad Nurikhlas:
Kenapa bapak marah kepada ibu?

Dewi Umaya:
Karena saya selalu mengajaknya untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Sudah enampuluh tahun aku mendampingi bapakmu tetapi bapakmu belum ikhlas juga. Bapakmu masih sangat sibuk memikirkan urusan dunia, padahal usianya sudah mendekati delapan puluh tahun. Tiadalah orang dikampung ini yang meragukan pencapaian dunia bapakmu itu. Bapakmu telah menjadi orang terkaya di wilayah ini. Bahkan sebagian orang menjulukinya sebagai raja dunia dikarenakan kekayaannya itu. Namun sebagai isterinya sekaligus ibumu, saya hanya selalu bisa berdoa dan menunggu kapan bapakmu ikhlas untuk tidak hanya memikirkan dunia saja, tetapi juga memikirkan akhirat. Aku yang sudah berumur tujuh puluh lima, seakan merasa hampir putus asa memikirkan bapakmu itu. Kalau diberi saran tentang kebaikan aklhirat maka selalu saja marah-marah dan tidak ikhlas. Semua saran petinggi spiritual juga ditolaknya. Setiap hari pekerjaannya hanya menghitung-hitung hartanya saja. Demikianlah anakku, keadaan bapakmu itu.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda..ada berapakah harta benda ayah sehingga membuat ayah sangat mencintainya melebihi yang lainnya?

Bagawat Rama:
Hemm aku mempunyai lebih dari limapuluh bidang tanah tersebar diseluruh negeri. Semua orang memujiku sebagai si raja tanah. Itulah kebanggaanku. Tiadalah orang-orang mampu menandingiku perihal kekayaanku itu. Kekayaanku itulah jiwa, semangat dan ruhku. Jika tanpa kekayaanku itu maka aku sudah tidak berdaya dan tidak bisa bertahan sampai umur delapan puluh tahun seperti ini.

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah…tepatnya tanah ayah itu ada berapa petak? Dan lokasinya ada di mana saja?

Bagawat Rama:
Wah..kalau tepatnya saya lupa, yang jelas lebih dari limapuluh petak. Sedangkan lokasinya aku juga lupa. Wah aku sekarang sudah mulai melupakan beberapa hal, dan aku hanya bisa mengingat beberapa hal pula. Tetapi tolong, penyakit lupaku itu adalah aibku dan jangan diberitahukan siapa-siapa. Aku sangat risau dan malu merasakan diriku yang sudah tua itu. Kenapa engkau tanya-tanya tanahku? Apakah engkau segera ingin meminta warisan? Oh tidak...catatlah dan ingatlah ini. Aku tidak akan membagi-bagikan warisanku itu sampai tujuh turunan. Itulah wasiatku kepada anak-anakku, agar tetapenjaga harta-hartaku sebagai monumen agar orang-orang selalu mengingat kejayaanku, yaitu kejayaan seorang Bagawat Rama. Jika aku mati besuk, entah berapa ratus tahun lagi, tolong tulis namaku dibatu nisanku itu dengan tinta emas dengan kalimat Si Raja Kaya Sang Bagawat Rama. Begitulah pesanku.

Dewi Umaya:
Muhammad Nurikhlas...itulah keadaan ayahmu. Dia selalu saja tidak bisa menerima keadaan yang semakin tua dan sudah tua. Maunya muda terus. Setiap seminggu sekali aku harus menyemir rambutnya, jika terlambat sedikit saja ayahmu sudah marah-marah. Dia juga sangat malu jika orang-orang mengetahui bahwa pendengaran dang penglihatannya semakin kabur. Jika tak ada orang dia itu minta saya agar menuntun jalannya, tetapi begitu bertemu dengan orang maka tanganku dilepas dan seakan ingin menunjukkan bahwa masih mampu berjalan dengan tegapnya. Itulah anakku mengapa aku sangat prihatin memikirkan ayahmu itu. Ya Allah ya robbi tolonglah aku dan keluargaku. Ingatkanlah suamiku agar segera kembali kejalan yang engkau ridhai, ya Allah. Berikan kami jalan terang yang engkau ridhai, mohonlah kami rakhmat dan hidayah-Mu ya Allah. Ampunilah segala dosa-dosa kami. Aku sangat mencintai dan menyayangi suamiku dan juga anak-anakku semata-mata demi ridha-Mu ya Allah. Dengarkanlah dan kabulkanlah doa-doaku ini ya Allah. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahku, apakah ayah bersedia aku ajak mengikuti Ritual Ikhlas?

Bagawat Rama:
Ritual Iklhas lagi…Ritual Ikhlas lagi. Apakah tidak bisa ngomong yang lain. Banyak orang selalu menasehati aku agar mengikuti Ritual Ikhlas..tetapi begitu aku menunjukkan kemarahanku maka mereka pergi terbirit-birit. Ketahuilah bahwa jika aku mendengar Ikhlas atau Ritual Ikhlas atau sebangsanya maka diriku seakan hilang segala kekuatanku, tidak berdaya, tidak bergairah, dan rasanya ingin mati saja. Sebaiknya untuk sakarang dan yang akan datang janganlah engkau menasehati diriku dengan segala macam hal yang berbau spiritual. Sebaliknya jika engkau bertanya atau mengajak diskusi perihal mencari untung, jual beli, dan strategi ekonomi, walaupun usia saya sudah delapan puluh tahun, sampai larut malampun saya layani. Sebaliknya saya ingin tanya, kenapa engkau pulang menengok orang tuamu tidak memakai baju kebesaran lengkap dengan pangkatmu, pengawalmu, mobil dinasmu, mobil mewahmu, sirine dan perlengkapan komunikasimu? Jika engkau bawa semuanya itu, tentu tetangga kita akan semakin mengagumiku, karena engkau itu adalah asetku. Jadi bagaimanapun juga yang hebat tentulah aku orang tuamu. Jika engkau pulang dalam keadaan seperti itu, hanya naik becak kaya gitu, bukankah itu sangat memalukanku dihadapan para tetanggaku? Untung engkau datangnya malam hari, jadi kedatanganmu tidak banyak diketahui oleh para tetangga.

Muhammad Nurikhlas:
Maafkan diriku ayah, aku pulang menengok ayah dan ibu hanyalah berbekal doa dan ikhtiarku. Aku tidak membawa semua yang ayah sebutkan tadi karena aku memang baru saja menyelesaikan mengikuti Ritual IKhlas.

Dewi Umaya:
Wahai anakku Muhammad Nurikhlas, apakah yang engkau dapat dari Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Yang aku cintai ayah dan ibuku..Ritual Ikhlas itu hanyalah suatu kegiatan biasa yang dimaksudkan untuk menertibkan dan membetulkan tata cara beribadah seraya memperoleh tambahan pengetahuan melalui kegiatan ceramah dan diskusi, semata-mata untuk berikhtiar memperoleh ridha dari Allah SWT. Amin.

Dewi Umaya:
Wahai anakku..kerinduanku kepadamu itu ternyata meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada padamu. Semoga ini adalah rakhmat dan karunia dari Allah SWT yang telah membimbingmu sehingga engkau menjadi anak saleh dan mampu memberi perantaraan agar orang tuamu ini berdua masih selalu bisa meningkatkan kebajikan baik tentang urusan dunia, akhirat, amal, ilmu dan doa. Oh anakku siang malam aku berdoa semoga engkau selalu diberi kekuatan lahir dan bathin dalam menempuh perjuanganmu di jalan Allah SWT. Anakku, ajaklah aku dan ayahmu itu untuk mengikuti Ritual Ikhlas. Setelah mendengarkan cerita-ceritamu maka aku ingin sekali juga mengikuti Ritual Ikhlas itu. Kapan lagi ada Ritual Ikhlas dan bagaimana tata-cara mengikutinya? Aku tidak tahu apakah ayahmu itu bersedia ikut atau tidak?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayahnda yang sangat aku sayangi...mohon maafkanlah diriku itu. Aku bersilaturakhim menghadap ayah dan ibu itu semata-mata untuk memohon doa restu agar aku diberi kekuatan lahir bathin dalam mengarungi kehidupan ini. Terimalah dharma bhakti dari anakmu ini. Aku selalu berdoa agar ayah dan ibuku diampuni segala dosa-dosa, diberikan keikhlasan dalam hidupnya, dilimpahkan rakhmat dan karunia serta memperoleh khusnul khotimah pada akhirnya.

Bagawat Rama:
Hemm...biasanya kalau anak sudah banyak berdoa seperti itu, akan minta sesuatu kepada orang tua. Itulah sebabnya mengapa aku sangat gigih dalam mengumpulkan harta bendaku, agar di hari tuaku aku tetap disegani dan dihormati oleh anak-anakku. Bayangkan apa yang terjadi jika aku sebagai orang tuamu tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai harta sesenpun, maka aku meragukan apakah engkau masih sudi menengok orang tuamu ini. Banyak cerita bagaimana menderitanya dan sengsaranya orang tua diabaikan dan tidak diakui oleh anak-anaknya gara-gara orang tua jatuh miskin dan tidak mempunyai harta yang bisa diwariskan. Hemm semakin lama semakin terbukti pula teoriku, bahwa sebagai orang tua itu harus kuat, harus kaya supaya jangan disepelekan oleh anak-anaknya. Jika terpaksa anak-anakku itu pada akhirnya menyepelekan orang tua, maka hartaku itu akan aku berikan kepada siapapun yang anggup merawatku di hari tuaku ini. Hai..Muhammad Nurikhlas...apakah yang engkau mau dan minta dari ayahmu itu. Katakanlah, jika permintaanmu tidak terlalu banyak maka akan aku beri.

Muhammad Nurikhlas:
Mohon maafkan diriku ayah. Alhamdulillah untuk sementara gajianku masih cukup aku gunakan untuk keperluan sehari-hari. Justru sebaliknya aku ingin bertanya kepada ayah, sekiranya apakah ayah mempunyai keninginan-keinginan dari ananda. Jikalau ananda bisa mengusahakan, maka demi cintaku kepada ayah dan ibu maka aku berusaha untuk melakukannya.

Bagawat Rama:
Ohhoh..tentu banyak persoalanku itu. Tetapi aku meragukan apakah engkau mampu memberikan solusinya. Sehebat-hebat dirimu itu masih kalah hebat dengan diriku. Setinggi-tinggi jabatanmu maka aku pernah menjabat yang lebih tinggi lagi. Sebesar-besar gajimu, maka penghasilanku itu selalu lebih besar darimu. Maka aku meragukankemampuanmu untuk menolong diriku itu. Dan kiranya aku juga tidak terlalu perlu memerlukan bantuanmu. Aku bisa mengatasi persoalanku sendiri. Ohh...oh..uhah..uhah..hoh...hoh...sessss...sessss.

Muhammad Nurikhlas:
Ayah..ayah...kenapa ayah...?

Dewi Umaya:
Itulah Muhammad Nurikhlas..keadaan ayahmu itu. Dia kalau berbicara terlalu lama, fisiknya tidak kuat dan nafasnya tersengal-sengal. Tetapi tidak pernah mengakui bahwa dia sudah tua. Maunya ingin tetap muda seperti orang berumur empatpuluh tahun.

Bagawat Rama:
Wahai Muhammad Nurikhlas..sampailah saatnya kepada tantanganku kepadamu. Janganlah hanya berteori, sekarang buktikan. Memang aku punya banyak masalah. Aku tidak tahu mengapa pendengaranku sudah mulai berkurang, mengapa penglihatanku semakin kabur, mengapa gigiku banyak yang lepas, mengapa rambutku hampir semuanya putih, mengapa kulitku berkeriputan. Padahal setiap hari dan setiap saat aku selalu berikhtiar untuk mencegah itu semua. Aku selalu suruh ibumu untuk menyemir rambutku agar selalu tampak hitam. Aku juga memakai gigi palsu yang mahal agar penampilanku tetap prima. Aku sudah menggunakan alat bantu pendengaran yang harganya belasan juta rupiah. Aku sudah biasakan mandi susu agar kulitku selalu terjaga. Tetapi mengapa semuanya itu belum mampu menyelesaikan persoalanku itu. Maka jika engkau mampu bagaimana solusinya? Sebesar berapapun akan aku bayar jika bisa mengembalikan stamina dan kondisi tubuhku seperti keadaan tiga puluh tahun yang lalu. Ayo buktikan bagaimana solusinya? Saatnyalah engkau berbhakti kepada ayahmu. Tidak percuma aku membiayai dan menyekolahkanmu hingga engkau sekarang sudah memperoleh jabatan tinggi. Gunakan kecerdasan dan ilmumu, jika engkau memang bisa. Ayolah.

Muhammad Nurikhlas:
Ayahku yang saya cintai...satu-satunya solusi adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Bagawat Rama:
Oh jangan nyombong engkau itu. Kalau soal berdoa belum tentu aku kalah denganmu. Kurang apa doaku itu, tetapi kenapa seakan Tuhan itu tidak mau mendengar doaku itu?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullah al adzim, astagfirullah al adzim, astagfirullah al adzim... Bismilahir rahmaanir rahiim, Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Allhohumma inna nas aluka sala-matan fidinnina. wa’afiatan filja-zatina, waziadatan fil ilmina, wa-barokatan fi rizkina, wa taubatan qoblal mautina, warakhmatan indal mautina, wamaghfirotan ba’dal mautina. Allohuma hawin alaina fi sakarotil maut, wanajata minanar, wal afa indal hisabi. Robbana latusikulubana, ba’dait hadaitana, wahablana miladunka rohmah. Innaka antal wahab. Robbana atina widunya khasa-nah, wafil akhirati khasanah wa-qina adzabanar. Robighfirli wali-wali daya warhamhuma khama robayana sohiroh. Robbana hablana min azwazina, waduriatina, qurota a’yun wajalna lil mutaqina imama. Robbana dholamna anfusana,wailam taghfirlana, watar-hamna, lana qunana minal ghosi-rin. Subhana robika robil izati ama yasifun, wasa-lamun alal mursalinwalham-dulillah hirobbil ‘alamin.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas ...sekarang kok engkau pandai berdoa. Doa apakah itu? Apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Wa shallalltu ‘alaa sayyidina Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ma’amiltu fii hazihis sanati Mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu. Wa la tardhadu wa lam tansahu wa halimta ‘Alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati Wa dautanii ilaa taubati minhu bad;da Jara atii ‘alaa ma’shiyatika fa innii Astagfiruka fagfir lii.wa maa ‘amiltu Fiiha mimmaa tardhaahu wa waadtani ‘alaihi Tsawaaba fa as-aluka Allahuma ya Karimu Yaa zal jalaali wal ikraam an tataqabbalahu Minni laa taqtha’rojaa-ii minka Yaa Kariim wa shallallahu ‘alaa sayyidina.

Bagawat Rama:
Hai Muhammad Nurikhlas..ditanya orang tua kok komat-kamit. Doa apa itu apa pula artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu.

Bagawat Rama:
hai Muhammad Nurikhlas..doamu yang terakhir itu apa artinya?

Muhammad Nurikhlas:
Ya Allah ya robbi, aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin

Bagawat Rama:
Oh Dewi Umaya...setelah aku mendengarkan doa anakmu yang terakhir itu...tubuhku terasa gemetar. Oh kenapa ini? Kenapa? Kenapa aku sekarang melihat pemandangan yang aneh? Oh tidak...tidak...pemandangan itu ternyata adalah semua dosa-dosaku sejak aku kecil hingga tua bangka ini. Isteriku Dewi Umaya...oh..selama ini aku telah berbuat aniaya terhadapmu. Oh anakku...apakah Tuhan mau memaafkan dosa-dosaku semua. Umurku sudah delapan puluh, bagaimana aku memohon ampun kepada Tuhan? Apakah aku bisa menggunakan semua hartaku untuk menebus dosa-dosaku. Oh manusia macam apakah diriku itu. Umaya...Umaya...Umaya...tolonglah aku...tolonglah aku...

Dewi Umaya:
Suamiku yang tersayang...kita sudah sama-sama tua. Umurku juga sudah tujuh puluh lima. Kita tinggal menanti kapan, pagi atau sore dicabut nyawa kita. Kemudian apakah maumu itu?

Bagawat Rama:
Aku ingin mengikuti Ritual Ikhlas. Aku ingin menertibkan Salatku. Aku ingin memperbanyak amalan-amalanku. Aku ingin bertobat. Tanyakan kepada Muhammad Nurikhlas apakah aku masih bisa mengikuti Ritual Ikhlas itu?

Muhammad Nurikhlas:
Wahai ayah dan ibuku yang tercinta...tiadalah kata terlambat untuk berdoa dan bertobat itu. Insyaallah saya akan mengusahakan agar pada kesempatan berikutnya...ayah dan ibu juga bisa mengikuti Ritual Ikhlas. Sebentar lagi akan ada kegiatan Ritual Ikhlas III.

Bagawat Rama:
Isteriku Dewi Umaya...berapapun biayanya maka usahakanlah. Kalau perlu juallah tanah-tanahku itu untuk biaya mengikuti Ritual Ikhlas III. Kapankah Ritual Ikhlas III dilaksanakan? Kapan? Saya ingin segera mengikutinya.

44 comments:

  1. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Banyak orang kaya yang sombong. Mereka merasa dirinya orang yang paling kaya. Padahal Sombong adalah sifat syetan. Orang –orang kaya tersebut berkewajiban untuk beramal, namun kebanyakan mereka tidak ingin beramal.
    Beramal adalah perbuatan baik. Perbuatan baik akan membawa kita menuju kebahagiaan kekal. Untuk terus merasakan kebahagiaan kita selalu mengakui kesalahan dan segera bertobat. Bertobat dengan kebenaran merupakan penyesalan hal yang terbaik. Beramal harus dilakukan dengan rasa ketulusan.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sungguh nafsu akan dunia dapat mengalihkan kita kepada dunia yang kekal yaitu akhirat. Ya, setan sudah berhasil merasuki kita. Semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan semata. Keluarga, anak, istri, suami, harta, benda, dan lain sebagainya itu hanyalah titipan sementara dari Allah. Selama diri kita tak kuasa menahan nafsu, setan pun semakin bahagia. Bahagianya setan itu ketika mereka berhasil membujuk kita ke jalan yang salah. Ikhlas dan kembalikan lagi ke pencipta alam semesta ini, kehilangan keluarga, harta, dan benda itu wajar. Ingat, kalimat jawa ini yang sudah saya rubah ke versi bahasa indonesia “kita di dunia ini cuma menumpang minum”. Betapa singkatnya kita minum? Ya maka dari itu akhiratlah tempat yang kekal yang patut untuk lebih diperjuangkan.

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Sungguh amat besar kebesaran Allah SWT menciptakan makhluk dengan sifat dan karakter yang tak sama. Hati adalah bagian manusia yang tak dapat berbohong, tapi ketika syaitan telah merasuki maka hati akan seperti bokahan batu yang tak dapat menerima kebenaran kehidupan. Kisah begawan Rama sebagai contoh hati seseorang telah dirasuki setan sehingga ketika menerima kebenaran dia akan berusaha menolak dengan segala alasanya. Bahkan Rosulpun ketika berdakwah pernah merasakan hal demikian, 73 kali Rosul berdakwah ke rumah pamanya dan sebanyak itu pula Rosul mengalami penolakan, bahkan tak jarang batu dan air ludah mendarat pada tubuh rosul. Abu lahab sampai meninggal tak mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah urusanya. Syukur Alhamdulillah begawat Rama diusianya yang sudah 80 diberi hidayah oleh Allah SWT. Tak ada kata terlambat selama jiwa masih di kandungan badan. Subhanallah ketika Allah SWT sudah berkata Kunn, maka terjadilah begawat Rama menjadi demikian.

    ReplyDelete
  4. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam elegi ini hal yang saya dapat simpulkan adalah apabila kita mengetahui hal yang baik, maka sebagai manusia kita juga wajib untuk menyampaikan kebaikan itu. Apalagi ketika seseorang yang telah kita sampaikan kebaikan tersebut melaksanakan, maka salah satu tugas manusia untuk menyebarkan kebaikan setidaknya telah kita lakukan. Dalam elegi ini membahas mengenai kita dapat menyampaikan kebaikan “ritual ikhlas” kepada orang yang terdekat dengan kita dalam hal ini adalah orang tua dan keluarga dengan cara bersama-sama dalam menertibkan solat, memperbanyak amalan-amalan, dan memohon ampunan kepda Tuhan atas dosa yang telah kita lakukan selama ini. Saat kita melakukan kebaikan secara bersama-sama, maka akan banyak orang lain yang akan mengingatkan kita apabila kita akan terjerumus kembal ke dalam lembah hitam, dan harapannya kita tidak akan pernah terjerumus lagi dalam lembah hitam.

    ReplyDelete
  5. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak-anak yang shaleh dan shalehah. Yang mampu mengingatkan ketika orang tuanya membuat suatu kesalahan. Yang dapat membawa kebaikan kepada orangtuanya. Karena itulah anak merupakan investasi sesungguhnya bagi orang tua. Anak yang sholeh dan sholehah akan memberikan pahala yang terus mengalir bagi kedua orangtuanya. Maka untuk memiliki anak yang shaleh dan shalehah, orang tua juga harus ikut memantaskan diri. Seorang ibu merupakan madrasah utama bagi anak-anaknya maka ia pun harus dapat mendidik anak-anaknya dengan baik. Seorang ayah pun harus mencari nafkah yang halal bagi anak-anaknya. Dan sebagai anak, kita pun harus dapat menjadi anak yang shaleh dan shalehah yang senantiasa menjadi lading pahala bagi orang tua kita.

    ReplyDelete
  6. Orangtua adalah manusia yang harus selalu kita hormati sepanjang hayatnya. Ita tidak boleh melupakan perjuangan orangtua akan diri kita yang telah menyanyangi dan merawat kita. Sekalipun orangtua kita melakukan dosa atau kesalahan yang besar, kita tetap harus menghormati dan berlaku sopan, sekalipun kita jauh lebih berilmu dibandig orangtua kita, namun dihadapannya tetaplah rendahkan dirimu, tunjukkanlah kepada orangtua mu jalan yang benar seperti apa dalam kehidupan dengan cara yang baik pula.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan perkataan dewi umaya bahwa kebahagiaan hakiki dari kedua orang tua adalah ketika melihat anaknya bermanfaat tidak hanya untuk dirinya, namun juga untuk keluarga, masyarakat, agama dan negaranya. Apalagi ketika sang anak masih teta birrul walidain, berbakti kepada kedua orang tua, tetap patuh dan taat kepada mereka, sungguh terharu seorang ibu melihat anaknya sedemikian rupa. Namun alangkah sedihnya apabila pasangan kita, orang yang kita cintai dan menjadi teman hidup kita, berbeda prinsip dengan kita. Mereka belum mau dan belum bersedia untuk mengesampingkan urusan duniawi dan mengutakan urusan akhirat. Harta, tahta, dan wanita memang menggiurkan namun untuk apa berlebihan cinta kepadanya sedangkan urusan dengan Allah malah diabaikan. Itulah ujian. Ketika anak kita mampu membanggakan namun suami atau pasangan kita malah berbuat yang mengecewakan dan tak kunjung berinstropeksi diri, maka kesabaran kitalah yang diuji oleh Allah swt. Maka itulah ujian, bisa datang dari mana saja dan dari siapa saja. Dengan demikian, kitalah yang harus mampu bagaimana menyikapi ujian itu datang. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  8. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca ritual ikhlas ini yang saya pahami adalah kita janganlah mendewakan harta, karena saat kita meninggal nanti harta tidak akan dapat menolong kita. Harta yang kita miliki akan tertingal di dunia ini, yang menemani kita di alam kubur hanyalah selembar kain putih dan yang dapat menolong kita hanya amal perbuatan baik kita selama hidup di dunia. Oleh karena itu, kita janganlah sombong dan berbangga hati dengan banyaknya harta ataupun kekayaan yang kita miliki. Banyaknya harta kekayaan kita tidak akan menjamin kita mendapatkan surgaNya. Namun sebaliknya kekayaan yang kita miliki dapat menjadi bumerang bagi diri kita, saat kita mulai mengagung agungkannya dan menjadi lupa pada sang pemberi kekayaan. Sehingga kita harus segera memohon apaun kepada Allah jika hati sudah diselimuti dengan kesombongan akan kekayaan dunia. Terimakasih

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam kehidupan ini manusia pasti telah melakukan banyak dosa dan salah, dan tidak ada kata terlambat untuk bertobat dan meminta ampunan dari Allah SWT. Allah mengampuni hamba-Nya yang benar-benar bertobat dengan ikhlas dan tulus dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Allah selalu menuntun hamba-Nya kejalan yang terang menuju kebaikan.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Satu hal yang harus kita sadari adalah masih ada akhirat dimana kita akan kekal di dalamnya setelah kehidupan di dunia ini berakhir. Kehidupan di dunia sesungguhnya hanya sesaat, namun keindahannya seringkali membutakan dan menyesatkan, padahal sudah jelas bahwa Allah menyebutkan kebahagiaan di akhirat berlipat-lipat dari keindahan di dunia yang sesungguhnya hanya semu. Maka dari itu perlu bagi kita untuk menyiapkan kehidupan di akhirat nanti, dan di dunia inilah kesempatan kita untuk melakukannya. Jadilah orang baik yang tidak sebarang baik, yakni baik menurut agama sesuai dengan aturan Allah. Sebarkan kebaikan dan bergaullah dengan orang-orang baik. Jauhkan diri dari sifat sombong atas apa yang kita miliki. Ingatlah bahwa segala apa yang kita miliki termasuk harta benda, ilmu, pangkat, jabatan, dan sebagainya adalah bagian dari ujian yang nanti akan diminta pertanggung jawabannya, bukan sesuatu yang seharusnya kita sombongkan.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Banyak hal yang dapat dipetik dari elegi ini. Salah satunya adalah tentang kasih sayang orang tua yang sepanjang masa dan doa ibu sepanjang jalan. Maka hendaklah senantiasa kita selalu berbakti kepada Ayah dan Ibu. Yang kedua yang dapat saya petik adalah bahwa manusia tidak pernah puas. Harta, pangkat, tahta merupakan musuh terbesar bagi manusia. Dan merugilah manusia yang hidup hanya untuk mengejar dunia. Pelajaran ketiga bahwa sebenar-benar jalan keluar dari segala persoalan kita adalah dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Dan tiadalah kata terlambat dalam berdoa dan bertaubat.

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.dari elegi ritual ikhlas yang Prof. Marsigit berikan, saya merefleksi bahwa tugas setiap anggota keluarga untuk meluruskan dan membimbing jika ada anggota keluarga lain melakukan kesalahan, baik kesalahan pola pikir atau apapun itu. Istri dan anak wajib mengingatkan jika kepala rumah tangga memiliki pola pikir yang salah, begitu pula sebaliknya. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Apa yang kita harapkan di akhir hayat kita? Yakni kita dapat meninggalkan dunia yang fana ini dengan cara yang khusnul khotimah. Sesungguhnya segala yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan Allah SWT dan merupakan ujian bagi kita. Karena hanya merupakan titipan dari Allah SWT, maka jika Allah memintanya kapan saja maka kita harus siap, karena itu hanyalah barang titipan Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang panjang dan abadi. Kehidupan di dunia hanyalah bagian kecil dari kehidupan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kita harus dapat mengoptimalkan kehidupan di dunia untuk menjadi bekal pada pada judgement day. Satu dari sekian banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkannya adalah dengan berbakti pada orang tua. Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam hal kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Sesulit dan sesibuk apa pun kita, kita harus tetap menyempatkan diri untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena apabila kita dekat kepada kedua orang tua, niscaya Allah akan memberikan kemudahan pada kita.

    ReplyDelete
  15. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Sebagai orang beragama, kita harus menyadari bahwa kehidupan kita bukan hanya tentang memimpin kehidupan duniawi. kita memiliki kewajiban untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Dan tiadalah Allah mencipatakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya.
    Jika kita menyerahkan hidup kita pada nafsu duniawi, kita pasti tidak akan pernah mendapatkan kepuasan, hanya keserakahan yang kita dapatkan. Tidak ada manfaatnya mengejar kemewahan di dunia, yang harus kita cari adalah Ridha Tuhan kita, karena kepada-Nya kita akan kembali. Ketika sudah waktunya kita kembali kepada Allah, kita tidak akan mengambil apa yang kita dapatkan dari dunia, kita hanya membawa kemudian perbuatan yang telah kita lakukan di dunia ini. Sehingga benar-benar celakalah orang yang hanya mengejar kehidupan dunia dan tanpa mempersiapkan kehidupan dunia berikutnya nanti.

    ReplyDelete
  16. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kisah keluarga dengan segala persoalan dan polemiknya selalu memberikan nilai-nilai hikmah. Entah sedikit atau banyak segala kejadian pasti ada hikmah. Lebih-lebih mengenai kisah orang tua dan anaknya. Orang tua biasanya mengingatkan anak untuk kembali ke jalan yang seharusnya atau minimal membawa anak ke dalam jalan yang diinginkan orang tua, namun kisah ini sebaliknya. Muh Nurikhlas yang berjuang membenarkan langkah sang Ayah. Ayah Nur ikhlas kembali pada keikhlasan. Keraguan yang dialami oleh Bagawat Rama untuk ikhlas luluh bersama lantunan doa Muh Nurikhlas.Saya yakin semua orang tua selalu medoakan anak-anaknya dimanapun ia berada, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Kasih sayang orang tua tiada batasnya. Anak selalu berada di dalam hati orang tuanya. Oleh karena itu sebagai wujud terima kasih atas semua kebaikan orang tua kita, kita harus selalu mendoakan orang tua kita dengan ikhlas.

    ReplyDelete

  17. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Beberapa poin yang saya dapatkan dari artikel ini. Pertama, betapa menjaga orangtua, doa orangtua akan membantu segala urusan kita, karena salah satu doa yang dikabulkan adalah doa orangtua. Maka sebagai anak sudah kewajiban kita untuk berbagi dan menjagaa silaturahmi. Memberikan posisi hormat dan merendah hati. Meski jarak kita saat ini dengan orangtua sejauh ratusan kilometer, namun doa-doa orang tua akan tetap mengiringi langkah kita.

    ReplyDelete

  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Selain itu, poin yang saya peroleh adalah bahwa semua karunia yang kita peroleh di dunia ini bersifat fana, termasuk yang ada dalam diri kita, rambut yang menjadi beruban, kulit yang menjadi keriput, pengdengaran dan peglihatan yang menurun, merupakan hal yang pasti terjadi. Jika hari kita terasa sesak menerimanya, coba kita merenung, mungkin hati ini terlampau jauh dari Sang Pencipta hingga tiada rasa ikhlas menerima di dalamnya. Pertaubatan sang Rama menggambarkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete

  19. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Elegi di atas membuat kita sadar bahwa terkadang kesenangan akan dunia membuat kita lupa tentang kehudpan di akhirat kelak. Sehingga kita memerlukan seseorang untuk selalu mengingatkan kita. Dari artikel tersebut, kita harus selalu meluangkan waktu kita untuk berkumpul bersama keluarga, beta sibuknya kita tetapi keluarga dan orangtua lah yang selalu memberikan kita kasih sayang dan cinta yang tulus dan kitapun sudah seharusnya untuk berlaku seperti itu juga kepada mereka.

    ReplyDelete
  20. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Betapa pentingnya keikhlasan dalam hati dan pikiran kita agar kita tida termakan oleh kesombongan duniawi dan hanya mengejar materi. Sesungguhnya yang dapat kita banggakan bukanlah harta benda yang tida bisa dibawa mati, tetapi ibadah karna Allah SWT. Keihlasan ialah kunci melawan kesombongan. Sebaliknya, apabila kita tidka ikhlas maka kita akan sombong dan merasa yang paing hebat dan selalu hebat. Padahal tubuh kita ini semakin tua aan semain melemah, pikiran kita pun juga ikut melema, bahkan harta kita tida akan kita bawa mati jika nanti kita mati. Jika kita melakukan kesalahan dan dosa selama hidup, berapapun banyaknya itu dan berapapun usia kita sekarang, maka tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan memulai dengan keikhlasan. Selama kita masih bernafas maka pintu taubat dari Alla masih terbuka lebar.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita hidup di dunia hanya sementara, segala kekayaan yang kita miliki juga sifatnya adalah titipan. Segala perbuatan kita di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Oleh karena itu hendaknya kita berhati-heti dalam setiap tindakan kita, harus selalu berada si jalan-Nya, yaitu jalan-jalan orang yang beriman. Menjauhi segala larangan-Nya, dan menjalankan segala perintah-Nya. Dan kita harus senantiasa menyeimbangkan kepentingan dunia dan juga akhirat. Kesuksesan duniawi terkadang memang membutakan umat manusia, manusia terkadang lupa bahwa harta benda mereka tidak akan dibawa ke kehidupan selanjutnya yaitu di akhirat, karena sesungguhnya yang kita bawa hanyalah amal-amal perbuatan kita.

    ReplyDelete
  22. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Perjuangan dan ikhtiar adalah iringan dari senjata doa, sudah barang tentu setiap anak yang sudah memahami tentang ilmu agama, ilmu ikhlas menginkan orangtua juga dapat memahaminya. Namun terkadangnasehat anak sering tidak didengar oleh orang tua, karena jelas sifat merasa lebih tinggi dan ego tinggi yang membutakan mata hati. Dari elegi ini kita sebagai anak harus pelan-pelan dalam mengajak, atau memberikan nasehat, libatkan orang lain, kakak, sodara, teman, ustadz, dsb. Semoga kita semua diberi jalan hidayah oleh Allah SWT. Aaminn

    ReplyDelete
  23. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kita juga harus ingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sendau gurau. Sudah difirmankan Allah dalam Al-Quran bahwa kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu. Semoga kita selalu terjaga dari godaan syaiton, bukan tidak mungkin kita yang merasa sudah dijalan yang benar, kemudian suatu saat dibelokkan ke jalan yang sesat, naudzubillah. Harta pangkat dan jabatan semata sebagai sarana, fasilitas untuk menggapai ridha Alla Swt.

    ReplyDelete
  24. Latifah Fitriasari
    PM C

    Berbuat baik kepada orang tua dan patuh kepada keduanya dalam kebaikan merupakan sebab datangnya rahmat Allah kepada seorang hamba. Manfaat dari berbakti kepada kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika durhaka kepada orang tua akan mengakibatkan seorang anak tidak masuk surga. Hal itu menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua memang memiliki tingkat urgensi yang demikian tinggi dalam Islam.

    ReplyDelete
  25. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Harta benda tidak mampu untuk membeli kenikmatan yang terjalin antra orang tua dan anaknya. Harta benda tidak dapat menggantikan kedudukan orang tua di mata kedua anaknya, begitu pula sebaliknya. Hanya dengan keikhlasan yang telah diajarkan oelh orang tua ke anaknya lah yang mampu menbuat hari orang tua tersebut menjadi bangga akan anaknya. Bahwa mereka telah berhasil menanamkan rasa ikhlas dalam beribadah tanpa mengharapkan suatu imbalan apapun.

    ReplyDelete
  26. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Hidayah memang mahal harganya, dan hidayah merupakan hak prerogratif Allah. Banyak kidah menceritakan seorang nabi pilihan namun keluarganya kafir, namuan ada pula kisah yang menceritakan keluarga kafir namun memiliki seorang anggota keluarga yang taat. ambil contoh dalam kisah Fir'aun, ia merupakan orang yang mengaku sebagai tuhan, tidak pernah sakit dan memiliki kekuasaan yang menurutnya tak terbatas, sehingga menyebabkan ia mengaku sebagai tuhan. Namun dibalik itu, ia memiliki seorang istri yang taat kepada Allah yakni asiyah yang kemudian diabadikan dalam al-Quran sebagai teladan bagi umat selanjutnya. Sedangkan kisah lain datang dari nabi Nuh, beliau seorang nabi yang taat kepada Allah namun memiliki istri dan anak yang durhaka. Maka sebenar-benar cerita tersebut diabadikan dalam al-quran ialah agar kita dapat mengambil pelajaran darinya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  27. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Seorang sahabat bernama ukasyah yang memiliki ibu sudah tua renta dan ibunya ingin naik haji, kemudian ia menggendong ibunya dari Yatsrib ke Makkah demi mewujudkan keinginan ibunya untuk berhaji. Sama seperti kisah elegi di atas, Seorang alim memiliki ibu yang ingin belajar ritual ikhlas dan tengah bersedih atas perilaku ayahnya yang dinilai sudah tidak waktunya untuk berperilaku demikian. Namun kembali lagi hidayah tidak dapat kita tebak kepada siapa ia akan diturunkan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  28. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam hal kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Seorang anak yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya, akan dihindarkan dari berbagai malapetaka. Ketika kita melakukan silaturahmi, yang harus didahulukan yaitu silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada yang lain.
    Sesulit dan sesibuk apa pun kita, kita harus tetap menyempatkan diri untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena apabila kita dekat kepada kedua orang tua, niscaya Allah akan memberikan kemudahan dalam mencari rezeki dan memberikan umur panjang kepada kita.
    Muhammad Nurikhlas membuktikan dharma baktinya kepada orang tuanya dengan melakukan silaturahmi kepada orang tuanya. Ia tidak akan membiarkan Ayahnya melewati jalan yang salah, maka ia berusaha menyadarkan Ayahnya bahwa apa yang dilakukan oleh Ayahnya adalah salah, karena Ayahnya hanya mementingkan urusan dunia saja. Berkat pertolongan dari Allah SWT, Muhammad Nurikhlas berhasil membuat Ayahnya sadar dan akhirnya mau mengikuti ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  29. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Saya sangat tersentuh setelah membaca elegi ini. Cinta bisa mengubah segalanya. Cinta antara orangtua dan anak-anak tidak akan pernah berakhir. Namun, orang tua akan melakukan segalanya untuk anak-anak mereka. Bagaimanapun keadaan anak-anak mereka kelak, bagaimanapun dan apapun yang telah dilakukan anak-anak mereka, mereka akan selalu membuka hati mereka dan mendukung anak-anak mereka. Tidak peduli hal yang buruk akan terjadi dengan anak-anak mereka, mereka akan bersabar untuk membawa anak-anak mereka ke dalam cara yang baik. sebagai anak, kita harus membayar kebaikan mereka. Kita harus membuat mereka bangga dan senang. Kita juga harus melakukan semampu kita untuk menunjukkan rasa bakti pada orang tua. maka seperti yang kita tahu dalam aturan Islam, Allah akan meridhoi kita jika orang tua juga meridhoi kita.

    ReplyDelete
  30. Ilania Eka Andari
    17709251050
    pps pmat c 2017

    Pesan yang terkandung di dalam elegi di atas sangat bagus. Kita hidup di dunia ini tidak hanya sekedar mencari kekayaan duniawi saja, akan tetapi kita juga harus mencari bekal untuk kehidupan di akhirat kelak. Tidak ada kata terlambat untuk berubah, memperbaiki diri agar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilania Eka Andari
      17709251050
      S2 pmat c 207

      Kita harus menyadari bahwa semua harta dan kekayaan kita akan di hisab. Semuanya akan diperhitungkan di akhirat nanti. Meskipun dalam jumlah yang sangat kecil, akan diminta pertanggungjawabannya oleh Tuhan. Karena itu, haruslah berhati-hati dalam mencari dan menggunakan harta. Jangan sekali-kali mencari uang atau harta dengan jalan yang dilarang. Jangan sekali-kali pula menggunakannya pada jalan yang dilarang oleh Tuhan. Jangan sampai kita diperbudak oleh harta.

      Delete
  31. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Orang tua telah banyak melakukan pengorbanan untuk anaknya, segalanya akan dia lakukan untuk anaknya, meraka hanya menginginkan kebaikan, kesuksesan, kesehatan serta anaknya tidak lupa beribadah. Doa selalu mereka panjatkan untuk anaknya, maka anaknya pun melakukan hal yang sama, selalui mendoakan kedua orang tuanya. Bahkan Rasulullah SAW bersabda “Ridha Allah SWT tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah SWT pun tergantung pada murka orang tua (Hadits riwayat Timidzi)”, hal ini mengisyaratkan betapa besarnya kedudukan orang tua di mata anak-anaknya. Semua keinginan/cita-cita yang ingin kita raih pertama-tama kita harus mencari restu dari orang tua, karena sesuatu yang tidak direstui oleh orang tua maka tidak akan direstui oleh Allah SWT dan akhirnya tidak akan tercapailah keinginan/cita-cita kita tersebut. Oleh karena itu kita dalam bertindak pun haruslah sudah mendapat restu dari kedua orang tua
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  32. Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah tempat salah dan dosa, maka setinggi apapun kedudukan orang tua dihadapan anaknya jika orang tua melalukan dosa atau kesalahan maka sudah menjadi kewajiban bagi anaknya lah untuk menyadarkan kedua orang tuanya untuk kembali kepada jalan Allah SWT. Bahkan ketika mereka tetap pada pendirian yang berlainan arah dengan Allah SWT, anak pun harus dengan pantang menyerah, menggunakan semua ilmu dan amal ibadahnya untuk menyadarkan orang tuanya. Sekian dan terima kasih
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Alhamdulillah setelah membaca elegi kali ini, sekali lagi kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat. dari elegi kali ini yang paling saya soroti adalah betapa tidak mudah bagi seorang anak untuk berdakwah dalam lingkungan keluarga, terutama orang tua. namun seberat apapun itu, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, karena hanya Allah yang mampu membolak-balik hati, hanya Allah yang mampu memberi hidayah. yang bisa kita lakukan adalah menyampaikan, mencoba meluruskan dan yang penting adalah ikhlas karena Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Assalamualaikum Wr. Wb. Dari elegi ini saya dapat mendapat suatu penegasan bahwa benar adanya ridho Allah adalah ridho ibu. Dalam Islam, Muhammad menyebut ibu sebanyak tiga kali kemudian ayah. Namun entah kenapa dalam tulisan ini seolah-olah menempatkan ayah sebagai sosok yang antagonis. Sosok yang tersubordinat dalam keluarga. Sosok keras kepala dengan segala egonya. Tapi apapun itu, elegi ini mengndung nilai positif yang bermanfaat untuk melatih keikhlasan kita dalam menghadapi setiap kenyataan duniawi.

    ReplyDelete
  35. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya yakin dalam agama apapun pasti diajarkan bagaimana berbuat baik dan sopan kepada orang tua. Bukan tanpa alasan tentunya, karena berkat orang tua lah kita bisa lahir di dunia dan dibesarkan hingga saat ini. Tidak hanya dibesarkan secara fisik tetapi kita juga dididik secara mental maupun spiritual. Kita disekolahkan agar menjadi orang yang cerdas kemudian dibimbing tentang ilmu agama agar menjadi anak yang sholeh. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kita unutk taat dan patuh kepada orang tua agar mereka bahagia. Apalagi ridhonya Allah itu bergantung pada rihonya orang tua dan murkanya Allah bergantung pada murkanya orang tua.

    ReplyDelete
  36. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Kesombongam atas apa yang kita miliki, menjadikan kita lupa, bahwa semua hal yang kita miliki merupakan karunia dan kehendak Allah. harta yang Allah titipkan pada manusia. Hidup di dunia hanya sesaat, dan kekalan adalah kehidupan di akhirat. Senantiasa berbuat baik, disertai ketulusan agar mendapat balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia diciptakan dengan diberikan banyak sifat, ada yang baik dan juga ada yang buruk. manusia merupakan tempat salah dan lupa. jika orang lain melakukan kesalahan hendaknya kita dapat menegurnya. ikhlas merupakan sesuatu yang dilakukan didasarkan untuk mendapat ridha dari Allah. jangan lupa bahwa ridha Allah terletak pada keridhaan orang tua, maka kita harus menghormati orangtua, jangan membuat mereka murka kepada kita, jika mereka melakukan kesalahan maka bimbinglah mereka agar tidak lagi melakukan kesalahan tanpa menyakiti mereka

    ReplyDelete
  38. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ikhlas dalam segala hal, tidak hanya ikhlas dalam memberi, namun juga ikhlas dalam menerima. Ikhlas memberi, merelakan dengan setulus hati dan tanpa mengharap imbalan apapun dari apa yang kita berikan kepada orang lain, akan menimbulkan sikap peduli kepada sesama, sehingga orang yang ikhlas dalam memberi akan memiliki pedoman “hidup itu untuk berbagi” bukan “hidup itu untuk memiliki” karena semua yang kita miliki dan nikmati semata-mata adalah pemberian Allah. Ikhlas menerima, sadar dan menyadari segala hal yang telah ditakdirkan kepada kita (lahir, tumbuh, menjadi tua adalah proses yang harus diterima dan dijalani setiap makhluk hidup). Dengan sikap ikhlas dalam menerima akan meyakinkan kita bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki kekuatan apa-apa dihadapan Allah SWT, sehingga terdorong dalam diri kita untuk selalu meminta kekuatan kepada Allah SWT dalam menghadapi proses kehidupan.

    ReplyDelete
  39. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Ibadah itu tak bisa dipaksakan, semua timbul dari hati. Jika tak ingin beribadah, ya lebih baik jangan, perbaikilah niat terlebih dahulu, baru mulai beribadah kepada Tuhan. Niat adalah yang terpenting dalam ibadah. Tak bisa muncul dari orang lain, munculnya dari diri sendiri.

    ReplyDelete
  40. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Sungguh Elegi diatas memberikan pesan bahwasanya seorang anak itu haruslah taat kepada orang tuanya. salah satu doa yang mudah dikabulkan adalah doa dari Anak sholeh/sholehah, yaitu anak anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Sang bagawat rama yang menjunjung tinggi nilai kekayaan duniawi pun menjadi luluh dikarenakan doa dan hidayah yang diberikan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  42. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Elegi diatas menggambarkan bahwa tidak ada gunanya jika kita mengumpulkan duniawi namun melupakan akhirat. Hanya karena gengsi dan iri kita melupakan Allah. Kita takut akan orang lain yang tidak mengakui kekuatan diri kita padahal sesungguhnya Tiadalah kekuatan yang melebihi Allah SWT. Sungguh betapa sombongnya kita ketika kita tidak mau berdoa memohon atau bermunajat kepadaa sang Pencipta. Sunguguh betapa meruginya diriku.

    ReplyDelete
  43. Elegi diatas mengingatkan betapa sombongnya diri kita. Sudah seharusnya kita selalu memohon ampunan atas semua kesalahan kita. Allah itu maha pengampun. Mari bersama melakukan taubat setiap saat. Semoga Allah melindungi kita dari godaan godaan syaitan. Aamiin

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete