Apr 19, 2013

Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas




Oleh Marsigit

Bagawat:

Yhuwang Bawana Langgeng...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...Oo..oo..o..fenomena apa ini. Sesuai hukumnya bagi orang-orang yang memikirkannya...segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri. Apakah makna dibalik fenomena ini?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai sang Bagawat..maafkan diriku sekali lagi..sesuai hukumnya maka aku selalu hadlir pada setiap orang yang bertanya apapun pertanyaannya. Wahai sang Bagawat betul gumammu. Jika engkau katakan segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri, maka aku ingin katakan segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah tesis. Maka aku juga dapat mengatakan bahwa segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah anti-tesis karena segala tesis itu adalah anti-tesis. Dan segala anti-tesis itu adalah tesis. Itulah hidup itulah pula dunia. Maka segala ciptaan Tuhan itu adalah tesis bagi manusia untuk memikirkannya, sedangkan segala perbuatan manusia itu adalah anti-tesis yang dilakukannya.

Bagawat:

Ning..neng..ning..ning. Oo..o..ternyata satu pertanyaanku itu juga tesis juga. Itulah bahwa Allah SWT selalu memberikan rakhmat kepada semua ciptaan Nya dalam bentuk apapun dan sekecil apapun termasuk hal-hal yang di luar kesadarannya sekalipun. Tetapi aku ingin bertanya kepada dirimu wahai Orang Tua Berambut Putih. Lantas...jika segala suasana, kejadian atau fenomena sekarang ini adalah tesis maka apa pula anti-tesisnya?

Orang Tua Berambut Putih:

Tesisnya adalah “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”. Itulah sebuah tesis buah karya Silaturakhim Para Ikhlas. Sedangkan anti-tesisnya adalah semua yang ada dan yang mungkin ada.

Bagawat:
Apakah yang engkau maksud bahwa anti-tesisnya adalah semua yang ada dan yang mungkin ada?

Orang Tua Berambut Putih:
Itulah hukumnya dan itulah kuasa Tuhan. Tuhan telah dan selalu memberikan rakhmat Nya untuk selalu hidup dan menghidupkan ciptaannya. Adapun segala ciptaanya diberikan keleluasannya untuk memproduksi tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesis sesuai dengan dimensinya, keikhlasannya dan daya pikirnya. Maka itulah sebenar-benar amal perbuatan manusia yang tidak ada satupun terbebas dari timbangan akhir penentu baik atau buruk, penentu syurga atau neraka..tergantung tesis-tesis dan anti-tesis yang diciptakannya melalui ikhtiarnya. Silaturakhim Para Ikhlas telah membuahkan hasil “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”.

Bagawat:
Oo..oo..o... benar dan cocok kata-katamu dengan pikiranku. Maka aku dapat menyimpulkan bahwa Tuhan itu betul-betul Maha Pemurah, Maha Pengampin dan Maha Pengasih. Maka itulah sebenar-benar rakhmat bagi orang yang ikhlas dan berpikir kritis bahwa dia bisa selalu membangun hidup dan dunianya dari apapun dan kapanpun. Jika demikianlah maka aku dapat menyimpulkan bahwa tiadalah hal di dunia itu bukan merupakan rakhmat dari Tuhan. Oh Tuhan tiadalah cukup terimakasihku kepada Mu walau aku terus melantunkannya sepanjang hayatku. Tiadalah cukup permohonan ampunku kepada Mu walaupun aku terus membaca istighfar sepanjang hidupku. Jikalau demikian yang terjadi apapula arti diriku di hadapan Mu ya Allah? Apapula hal diriku yang dapat aku sombongkan ya Allah? Maka sebenar-benar “ku” pada diriku itu adalah rakhmat Mu. Tiadalah kesopanan dan kesantunan bagi diriku untuk menyebut “ku” di hadapan Mu ya Allah. Ampunilah dosa-dosaku ya Allah. Aku telah menyaksikan bahwa Silaturakhim Para Ikhlas itu telah engkau beri rakhmat dan hidayahnya. Amiin

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai sang Bagawat...tegarkanlah dirimu itu. Jikalau engkau masih mampu tegakkan pikiranmu, maka aku ingin menyampaikan bahwa “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”...bagi diriku adalah anti-tesisnya dari “..suasana siang gerah...kacau, tak tertata, tak titi, tak tentrem...suara hiruk-pikuk..protes, demo...bencana, angin lesus...udara yang panas..dan suasana hati yang protes akan ketidak adilan, korupsi, kolusi, nepotisme...semua para kawula tidak bisa tertidur memikirkan nasib bangsa ini..”.

Bagawat:
Wah..penjelasanmu itu terasa menarik..tetapi aku belum paham betul apa dibalik uraianmu itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Bagi orang-orang yang ikhlas maka berpikir kritis itu akan mengikutinya. Maka tiadalah sebenar-benar perlombaan menjunjung langit itu bagi orang-orang dengan setinggi-tinggi keiklasan dalam hatinya. Mengapa? Karena setinggi-tinggi keikhlasan dalam hatinya itu telah melebur ke dalam Kuasa Tuhan yang Maha Pengasih.

Bagawat:

Kapan aku bisa menggapai setinggi-tinggi ikhlas itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ikhlas dalam hatimu tidak perlu engkau tunggu setelah akhir hayatmu. Sekarang juga jika engkau berikhtiar dan Allah mengabulkan maka ikhlas itu akan ada pada dirimu. Maka sebenar-benar syurga dan nerakamu itu engkau ikut menentukannya sekarang juga. Jikalau orang banyak berkumpul dan bersilaturakhim dalam keikhlasannya, maka kebaikannya juga diperuntukan kepada mereka semuanya. Jika semua warga menjalani anti-tesisnya dalam keikhlasan maka negara dan bangsa itu juga akan mengalami keikhlasannya. Itulah sebenar-benar solusi dari carut-marutnya keadaan masyarakat dan bangsa ini, yaitu kembali kepada keikhlasan diri kita masing-masing dan keikhlasan bersama-sama. Maka Silaturakhim Para Ikhlas itu sungguh dapat memberikan kontribusi bagi persoalan negeri. Itulah potensi..itulah local genious kita yang telah diajarkan oleh nenek moyang kita sejak dulu kala. Itulah kekuatan kita untuk membangun bangsa ini, bahkan melebihi dari itu, itulah kekuatan kita untuk membangun dunia ini. Kekuatan silaturakhim para ikhlas itu ternyata telah mampu mengusir segala bentuk kelaliman Black-hole Diraja dan para pengikutnya. Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan kepada potensi masyarakatnya. Dan kita telah membuktikan dan akan terus membuktikan bahwa silaturakhim para ikhlas itulah satu-satunya solusi untuk membangun dunia yang aman, tata, titi dan tenterem. Amiin.

Bagawat:
Ooo..Orang Tua Berambut Putih...tak kuasa diriku ini menahan air mataku. Begitulah keindahan negeriku. Dia indah bukan hanya dari bentuk fisiknya saja tetapi ternyata indah juga dari batinnya. Oh..terimakasih aku ucapkan kepada para ikhlas atas silaturakhim-silaturakhimnya sehingga Allah SWT telah berkenan menurunkan ketenteraman dan kedamaian di muka bumi ini. Amiin.

11 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kebaikan akan datang bagi mereka semua yang berniat baik untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan ikhlas. Itulah solusi yang tepat dari kondisi masyarakat dan bangsa saat ini, yang kembali ke keikhlasan kita. Jadi, tetap berhubungan dengan ikhlas telah memberikan kontribusi terhadap masalah negara. Dan telah terbukti dan akan terus membuktikan bahwa tetap berhubungan dengan ikhlas merupakan satu-satunya solusi untuk membangun sebuah dunia yang aman dan damai. Elegi di atas mengingatkan kita untuk selalu mempererat tali silaturahmi agar umat ini menjadi umat yang bersatu dan dapat menebarkan kebaikan kepada umat manusia pada umumnya. Dalam bersilaturahmi tidak boleh ada paksaan ataupun tujuan lain selain untuk menjaga hubungan antar sesama. Dalam hal silaturahmi pula tidak hanya tampilan lahiriah belaka yang bersilaturahmi, tetapi hati juga harus ikut bersilaturahmi. Bersilaturahmi lah dengan hati yang ikhlas, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat silaturahmi lebih baik.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Silaturakhim adalah salah satu cara untuk mengurangi dosa seseorang. Karena melakukan silaturakhim dengan orang lain, kita akan saling memaafkan. Begitu pentingnya silaturakhim terhadap sesama umat manusia, karena hal tersebut dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama manusia, sehingga tercipta kehidupan yang tentram dan damai. Seperti yang disampaikan pada elegi di atas bahwa silaturakhim para ikhlas itulah satu-satunya solusi untuk membangun dunia yang aman, tata, titi dan tenterem. Ikhlas juga diperlukan dalam bersilaturakhim.

    ReplyDelete
  3. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Ikhlas merupakan kunci segala ibadah. Dalam bermasyarakat dan bernegara juga diperlukan keikhlasan. Dperlukan orang-orang yang ikhlas dalam memimpin masayarakat agar kedamaian dan kesejahteraan dapat tercapai. Diperlukan keihklasan agar masyarakat dapat bersatu dan mempertahankan jati diri bangsa. semoga kita dapat menjadi seorang yang ikhlas itu untuk menjaga pendidikan Indonesia, aamiin

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum..
    tesis-antitesis merupakan dialekta berpikir yang digagas oleh George Wilhem Friederich Hegel (1770-1831), lebih lengkapnya adalah Tesis-Antitesis-Sintesis. Tesis merupakan gagasan atau ide awal yang kemudian dibantah atau disempurnakan oleh antitesis. Peleburan tesis dan antitesis disebut sintesis. Sintesis ini merupakan tesis baru yang mungkin akan ditantang dan diperbaharui oleh antitesis lain. Begitu seterusnya. Proses tesis-antitesis-sintesis ini dapat diterapkan dalam berbagai hal. Dalam tulisan ini, pak marsigit mencontohkan dengan ikhlas. Ikhlas tidak perlu menunggu nanti. Ikhlaslah mulai dari sekarang sebagai tesis, mungkin ikhlas kita saat ini tidak sempurna, dengan silaturahim akan muncul kritik atau saran yang dapat menambah keikhlasan kita, sehingga menjadi tesis keikhlasan yang lebih sempurna dari sebelumnya.

    Ahmad Bahauddin
    16709251058
    Pendidikan Pascasarjana UNY S2 Angkatan 2016 Kelas C

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Silaturahim bermakna tali persahabatan atau persaudaraan. Sedangkan secara harfiah silaturahim adalah menyambungkan kasih-sayang atau kekerabatan yang menghendaki kebaikan. Secara istilah makna silaturahim, antara lain dapat dipahami dari apa yang dikemukakan Al-maraghi menyebutkan, “Yaitu menyambungkan kebaikan dan menolak sesuatu yang merugikan dengan sekemampuan”. Sementara itu imam as-Shon’ani (1992 : 4 : 295) mendefinisikan bahwa silaturahim adalah kiasan tentang berbuat baik kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab dan kerabat bersikap lembut, menyayangi dan memperhatikan kondisi mereka. Sebagai mahkluk sosial kita tentunya tidak bisa hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu dalam islam, silahturahim merupakan hal yang penting. Ada banyak manfaat silahturahim diantaranya adalah dari sebuah hadist yang diriwayatkan secara jama'ah yang artinya yaitu :"Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,"Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga." Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab,"Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahim." sedangkan orang yang memutuskan silahturahim khususnya kepada sesama muslim juga akan menerima ganjaran berupa amal ibadahnya tidak diterima, mendapatkan laknat Allah, tidak masuk surga. Oleh karena itu mudah-mudahan kita bisa mengimplementasikan Silaturahim dalam kehidupan sehari-hari dan juga bisa menyebarluaskannya kepada segenap umat Islam di bumi Allah.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Berbicara tentang keikhlasan maka kita perlu memikirkan tentang diri kita sendiri. Tiadalah hal yang paling penting dalam keikhlasan hati seseorang kecuali dirinya sendiri. Mengapa demikian, karena diri kita adalah sumber utama dalam melakukan apapun temasuk ikhlas itu. Sebaik-baiknya cara untuk memperoleh keikhlasan adalah sadar bahwa kita manusia yang penuh kekurangan dan perlu tuntunan untuk menjadi lebih baik yaitu dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT. Jadi, apapun pangkat kita di dunia ini tidak akan menjadi penolong di akhirat kelak bila tidak dibekali dengan keikhlasan dan rasa taat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Ikhlas adalah tindakan yang kita lakukan sebagai manusia agar mendapatkan berkat Tuhan YME. Yang menentukan ke-ikhlas-an itu adalah Tuhan YME, kita sebagai manusia hanya bisa memperjuangkannya saja, berusaha yang terbaik, karena memang hanya Tuhanlah yang dapat menilai kita ikhlas atau tidak. Kita pu hanya terus berdoa, agar kita dapat bisa tetap ikhlas melakukan apa pun sesuai yang telah Tuhan kehendaki.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Silaturahim itu harus disertai dengan rasa ikhlas. Yang dimaksud dengan ikhlah adalah dengan sebenar-benarnya silaturahim untuk mendapatkan ridho Alloh SWT. Saat ini banyak sekali silaturahim karena tujuan tertentu tanpa didasari rasa ikhlas. Padahal dengan silaturahim yang didasari rasa ikhlas dapat membuat kehidupan menjadi lebih tentram.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Nilai ibadah seorang hamba di hadapan Allah ditunjukkan dengan ikhlasnya dalam beramal. Tanpa keikhlasan takkan berarti apa-apa amal seorang hamba, tidak akan ada nilainya di sisi Allah jika tidak ikhlas dalam beramal. Kita harus mengembangkan sikap ikhlas di dalam diri kita ikhlas dalam segala hal. Ikhlas akan membawa kita ke dalam kedamaian berkumpulnya orang-orang yang ikhlas akan menghasilkan banyak pemikiran bagaimana hal tersebut dapat terwujud. Karena orang yang ikhlas akan diikuti oleh cara berpikir yang kritis.

    ReplyDelete
  10. Ikhlas dari diri masing-masing dapat menuntuk kepada kehidupan yang madani. Jika manusia melakukan sesuatu dengan keikhlasan maka segala urusan akan baik hasilnya. Dengan ikhlas hilang sifat ego dan sombong dari diri manusia. Guru yang mengajar dengan ikhlas maka akan menyiapkan segala sesuatu agar melaksanakan pembelajaran yang berkualitas. Polisi yang ikhlas akan menjalankan ketentuan peraturan dengan tertib. Jika segenap manusia Indonesia ikhlas ingin membangun dan mensejahterakan Indonesia maka jalinlah silaturohim untuk mencari solusi dengan didasari oleh ikhlas.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ikhlas dalam hati itu tidak harus sewaktu di akhir hayat kita saja, melainkan sekarang juga bias jika kita sudah ikhlas berihtiar dan ikhlas menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT(tawakkal). Jika kita benar-benar ikhlas dalam menjalankan semua thesis dan antithesis, maka jalan ke surga akan terbuka untuk kita. Jangan jauh-jauh ke surga dulu, jika kita semua sebagai warga negara bisa ikhlas dalam menjalankan semua yang telah diamanahkan dengan kita, maka negara kita tidak akan carut marut, tidak akan ada korupsi, tidak akan ada kejahatan-kejahatan yang merugikan semua pihak, dan negara kita akan aman, tentram, tertata rapi dan disegani oleh negara lain.

    ReplyDelete