Apr 19, 2013

Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas




Oleh Marsigit

Bagawat:

Yhuwang Bawana Langgeng...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...Oo..oo..o..fenomena apa ini. Sesuai hukumnya bagi orang-orang yang memikirkannya...segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri. Apakah makna dibalik fenomena ini?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai sang Bagawat..maafkan diriku sekali lagi..sesuai hukumnya maka aku selalu hadlir pada setiap orang yang bertanya apapun pertanyaannya. Wahai sang Bagawat betul gumammu. Jika engkau katakan segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri, maka aku ingin katakan segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah tesis. Maka aku juga dapat mengatakan bahwa segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah anti-tesis karena segala tesis itu adalah anti-tesis. Dan segala anti-tesis itu adalah tesis. Itulah hidup itulah pula dunia. Maka segala ciptaan Tuhan itu adalah tesis bagi manusia untuk memikirkannya, sedangkan segala perbuatan manusia itu adalah anti-tesis yang dilakukannya.

Bagawat:

Ning..neng..ning..ning. Oo..o..ternyata satu pertanyaanku itu juga tesis juga. Itulah bahwa Allah SWT selalu memberikan rakhmat kepada semua ciptaan Nya dalam bentuk apapun dan sekecil apapun termasuk hal-hal yang di luar kesadarannya sekalipun. Tetapi aku ingin bertanya kepada dirimu wahai Orang Tua Berambut Putih. Lantas...jika segala suasana, kejadian atau fenomena sekarang ini adalah tesis maka apa pula anti-tesisnya?

Orang Tua Berambut Putih:

Tesisnya adalah “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”. Itulah sebuah tesis buah karya Silaturakhim Para Ikhlas. Sedangkan anti-tesisnya adalah semua yang ada dan yang mungkin ada.

Bagawat:
Apakah yang engkau maksud bahwa anti-tesisnya adalah semua yang ada dan yang mungkin ada?

Orang Tua Berambut Putih:
Itulah hukumnya dan itulah kuasa Tuhan. Tuhan telah dan selalu memberikan rakhmat Nya untuk selalu hidup dan menghidupkan ciptaannya. Adapun segala ciptaanya diberikan keleluasannya untuk memproduksi tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesis sesuai dengan dimensinya, keikhlasannya dan daya pikirnya. Maka itulah sebenar-benar amal perbuatan manusia yang tidak ada satupun terbebas dari timbangan akhir penentu baik atau buruk, penentu syurga atau neraka..tergantung tesis-tesis dan anti-tesis yang diciptakannya melalui ikhtiarnya. Silaturakhim Para Ikhlas telah membuahkan hasil “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”.

Bagawat:
Oo..oo..o... benar dan cocok kata-katamu dengan pikiranku. Maka aku dapat menyimpulkan bahwa Tuhan itu betul-betul Maha Pemurah, Maha Pengampin dan Maha Pengasih. Maka itulah sebenar-benar rakhmat bagi orang yang ikhlas dan berpikir kritis bahwa dia bisa selalu membangun hidup dan dunianya dari apapun dan kapanpun. Jika demikianlah maka aku dapat menyimpulkan bahwa tiadalah hal di dunia itu bukan merupakan rakhmat dari Tuhan. Oh Tuhan tiadalah cukup terimakasihku kepada Mu walau aku terus melantunkannya sepanjang hayatku. Tiadalah cukup permohonan ampunku kepada Mu walaupun aku terus membaca istighfar sepanjang hidupku. Jikalau demikian yang terjadi apapula arti diriku di hadapan Mu ya Allah? Apapula hal diriku yang dapat aku sombongkan ya Allah? Maka sebenar-benar “ku” pada diriku itu adalah rakhmat Mu. Tiadalah kesopanan dan kesantunan bagi diriku untuk menyebut “ku” di hadapan Mu ya Allah. Ampunilah dosa-dosaku ya Allah. Aku telah menyaksikan bahwa Silaturakhim Para Ikhlas itu telah engkau beri rakhmat dan hidayahnya. Amiin

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai sang Bagawat...tegarkanlah dirimu itu. Jikalau engkau masih mampu tegakkan pikiranmu, maka aku ingin menyampaikan bahwa “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”...bagi diriku adalah anti-tesisnya dari “..suasana siang gerah...kacau, tak tertata, tak titi, tak tentrem...suara hiruk-pikuk..protes, demo...bencana, angin lesus...udara yang panas..dan suasana hati yang protes akan ketidak adilan, korupsi, kolusi, nepotisme...semua para kawula tidak bisa tertidur memikirkan nasib bangsa ini..”.

Bagawat:
Wah..penjelasanmu itu terasa menarik..tetapi aku belum paham betul apa dibalik uraianmu itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Bagi orang-orang yang ikhlas maka berpikir kritis itu akan mengikutinya. Maka tiadalah sebenar-benar perlombaan menjunjung langit itu bagi orang-orang dengan setinggi-tinggi keiklasan dalam hatinya. Mengapa? Karena setinggi-tinggi keikhlasan dalam hatinya itu telah melebur ke dalam Kuasa Tuhan yang Maha Pengasih.

Bagawat:

Kapan aku bisa menggapai setinggi-tinggi ikhlas itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ikhlas dalam hatimu tidak perlu engkau tunggu setelah akhir hayatmu. Sekarang juga jika engkau berikhtiar dan Allah mengabulkan maka ikhlas itu akan ada pada dirimu. Maka sebenar-benar syurga dan nerakamu itu engkau ikut menentukannya sekarang juga. Jikalau orang banyak berkumpul dan bersilaturakhim dalam keikhlasannya, maka kebaikannya juga diperuntukan kepada mereka semuanya. Jika semua warga menjalani anti-tesisnya dalam keikhlasan maka negara dan bangsa itu juga akan mengalami keikhlasannya. Itulah sebenar-benar solusi dari carut-marutnya keadaan masyarakat dan bangsa ini, yaitu kembali kepada keikhlasan diri kita masing-masing dan keikhlasan bersama-sama. Maka Silaturakhim Para Ikhlas itu sungguh dapat memberikan kontribusi bagi persoalan negeri. Itulah potensi..itulah local genious kita yang telah diajarkan oleh nenek moyang kita sejak dulu kala. Itulah kekuatan kita untuk membangun bangsa ini, bahkan melebihi dari itu, itulah kekuatan kita untuk membangun dunia ini. Kekuatan silaturakhim para ikhlas itu ternyata telah mampu mengusir segala bentuk kelaliman Black-hole Diraja dan para pengikutnya. Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan kepada potensi masyarakatnya. Dan kita telah membuktikan dan akan terus membuktikan bahwa silaturakhim para ikhlas itulah satu-satunya solusi untuk membangun dunia yang aman, tata, titi dan tenterem. Amiin.

Bagawat:
Ooo..Orang Tua Berambut Putih...tak kuasa diriku ini menahan air mataku. Begitulah keindahan negeriku. Dia indah bukan hanya dari bentuk fisiknya saja tetapi ternyata indah juga dari batinnya. Oh..terimakasih aku ucapkan kepada para ikhlas atas silaturakhim-silaturakhimnya sehingga Allah SWT telah berkenan menurunkan ketenteraman dan kedamaian di muka bumi ini. Amiin.

34 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ikhlas dalam segala hal akan memberikan kebermanfaatan kepada sesama. Menerima dan melakukan dengan penuh hati dan ketulusan pasti akan berbeda hasil dengan keterpaksaan.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hening malam ini, perkenankan hamba megikhlaskan seluruh raga hamba untuk mendalami elegi-elegi dari Prof. Marsigit. Bukan hanya demi nilai, tetapi nilai hidup yang akan dibawa hingga nanti.

    ReplyDelete
  3. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I2014

    Kebaikan akan datang kepada orang-orang senantiasa menjaga tali silaturahmi dengan orang lain. Silaturahmi merupakan salah satu cara untuk menjaga hubungan persaudaraan dan pertemanan dengan orang lain. Dengan memperbanyak silaturahmi, semakin banyak pula rejeki yang akan kita peroleh, baik didunia ataupun diakhirat.

    ReplyDelete
  4. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Solusi yang dapat mengatasi problematika yang terjadi di negeri ini ialah dapat dilakukan dengan kembali ke keikhlasan diri kita masing-masing. Dalam diri manusia tiadalah yang mampu untuk disombongkan, pangakat, jabatan, kedudukan maupun materi hanyalah titipan dari Allah yang patut senantiasa kita syukuri dan dijaga.

    ReplyDelete
  5. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Ikhlas adalah hal yang paling mendasar dan hal yang paling susah untuk dilakukan. Kita harus ikhlas dengan semua hal yang di berikan Allah karena Allah tau apa yang sebenarnya kita perlukan dan inginkan. Rencana Allah adalah rancana yang paling baik kita harus berperasangka baik dan ikhlas menerimanya

    ReplyDelete
  6. Putri solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Segala suasana, kejadian, atau fenomena adalah tesis sekaligus anti-tesis. Segala ciptaan Tuhan adalah tesis bagi manusia untuk memikirkannya, sedangkan segala perbuatan manusia itu adalah anti-tesis yang dilakukan. Saya mengambil kesimpulan bahwa tesis adalah hal yang bisa dipikirkan manusia sedangkan anti-tesis adalah hal yang telah dan mungkin akan dilakukan manusia yang berhubungan dengan pikirannya tersebut. Namun terkadang anti-tesis yang ada tidak sejalan dengan tesis. Hal ini disebabkan anti-tesis anti-tesis tersebut terjadi tanpa dilandasi rasa ikhlas.
    Ikhlas yang dimaksud meliputi ikhlas dalam keseluruhan. Artinya ikhlas di dalam maupun di luar. Ikhlas hati, ikhlas pikir, ikhlas perkataan, ikhlas perbuatan, serta ikhlas menurut ruang dan waktu. Jika kita dapat mencapai ikhlas secara keseluruhan maka tesis tesis yang ada memiliki anti-tesis yang sejalan dengannya. Bukan menjadi lawan kata atau bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan oleh manusia. Tesis pun muncul karena rasa ikhlas. Yaitu ikhlas memikirkannya. Maka dalam mewujudkan anti-tesisnya juga harus dengan keikhlasan.


    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017


    Kita tidak perlu menunggu waktu yang tepat untuk berbuat kebaikan. Dalam setiap waktu kita dapat melakukan kebaikan. Kebaikan bukan hanya dilihat dari perbuatan saja, tetapi dari berpikiran positif saja sudah termasuk kebaikan. Apalagi dengan hati yang baik, pikiran baik, perbuatannya pun baik, maka akan menjadi luar biasa, karena Allah Maha Melihat. Jadi semua kegiatan yang kita lakukan itu harus dengan hati yang ikhlas. Serta segala sesuatu itu kita lakukan hanya untuk mendapat ridho Allah agar semua persoalan selalu dimudahkan. Aamiin

    ReplyDelete
  8. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam elegi ini mengandung beberapa makna yaitu tentang tesis, anti-tesis, silaturahmi dan keikhlasan.
    Dimana apa yang terjadi seberarnya ada tesis dan anti-tesisnya.
    Dan sebagai kodrat manusia yaitu manusia sosial maka silaturahmi ini sangatlah mendasar, sebagaimana yang di tuntunkan dalam agama islam bahwa bersilaturahmi dengan orang ini memperpanjang umur. Bersilaturahmi di artikan pula dalam elegi ini dengan bertemu dan berusaha menggapai keikhlasan hati. Ikhlas dengan apa yang dilakukan baik berupa ibadah apapun itu.

    ReplyDelete
  9. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Perbanyaklah silaturrahim, sesungguhnya dengan memperkuat silaturrahim maka akan dapat memperpanjang umur dan menambah rezeki. Sesungguhnya surga dan neraka itu dapat ditentukan ketika kita masih berada di dunia, tidak perlu menunggu hingga akhir hayat kita. Sesungguhnya semua orang itu masuk surga, kecuali yang tidak mau. Siapakah orang-orang yang tidak mau itu? Yaitu orang-orang yang enggan melakukan perintah-perintah Allah SWT dan rasul-Nya, tidak melakukan taubat dan sering melanggar aturan-aturan-Nya.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dengan memperbanyak silaturrakhim akan mempererat ukhuwah islamiyah. Selain itu juga menambah umur dan melancarkan rezeki. Diriwayatkan melalui para Imam as :”Silaturahmi memakmurkan rumah dan menambah usia walaupun para pelakunya bukan orang baik-baik. Silaturahmi membersihkan amalan, melipatgandakan kekayaan, menolak kecelakaan, dan menangguhkan kematian”. Maka tiadalah sebenar-benar silaturrakhim jika tidak disertai keikhlasan dalam diri. Untuk menggapai keihlasan itu adalah ikhlas dalam hati dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Dan untuk ikhlas dalam hati tidak perlu menunggu setelah akhir hayat. Berikhtiar kepada Allah dan insyaallah Allah mengabulkan maka ikhlas akan ada pada diri. Memperbanyak berkumpul dan bersilaturakhim dalam keikhlasan, maka kebaikan pun akan menyertai kita semua.

    ReplyDelete
  11. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    "Ikhlas dalam hatimu tidak perlu engkau tunggu setelah akhir hayatmu" menjadi pribadi yang ikhlas dalam semua hal yang kita lakukan menjadikan hidup kita terasa nyaman dan tenteram. Ketika menemui masalah pun dengan keikhlasan dan tawakal dalam diri, menjadikan kita ikhlas dan dapat berkhusnudzon bahwa masalah maupun ujian merupakan wujud kasih sayang Allah terhadap hambanya. Ketika kita berada dalam kelompok masyarakat yang pribadinya memiliki rasa ikhlas didalamnya tentilah hidup kita akan lebih baik penuh dengan ketentraman dan dihindarkan dari perbuatan tercela.

    ReplyDelete
  12. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Masalah yang ada di dunia ini semakin lama semakin kompleks. Terjadi perselisihan antar negara, antar suku, antar daerah dan lain-lain. Hal tersebut terjadi karena berbagai alasan diantaranya adanya selisih paham, perebutan kekuasaan dan lain-lain.
    Setelah membaca ternyata masalah-masalah tersebut dapat diatasi ketika masyarakat memiliki keikhlasan dalam dirinya. Bersama-sama mencapai keikhlasan untuk kebaikan bersama dalam membangun sebuah tatanan masyarakat.

    ReplyDelete
  13. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, pesan yang kami dapatkan adalah untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan pemikiran kritis. Hegel menyatakan bahwa hal itu didapat melalui “proses dialektis” (Hardiman, 2007:181) yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertama adalah munculnya tesis, lalu memunculkan tahap kedua yaitu antitesis lalu keduanya didamaikan melalui tahap ketiga yaitu sintesis. Dalam sintesis tidak hanya terjadi peniadaan, pembatalan dari kedua oposisi, karena dengan munculnya sintesis membuat keduanya (tesis dan anti tesis) menjadi tidak berlaku, melainkan juga kedua aspek dari oposisi tersebut disimpan dan dipertahankan dalam sintesis tersebut. Tentunya dalam belajar jangan sampai kita menyingkirkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah, kita harus terus berdoa kepada-Nya agar diberi petunjuk di jalan yang lurus. Amin.

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ritual ikhlas 27: silaturrakhim para ikhlas menjelaskan tentang keikhlasan. Sebenar-benar rahmat bagi orang yang ikhlas dan berpikir kritis bahwa dia bisa selalu membangun hidup dan dunianya dari apapun dan kapanpun, artinya bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas maka akan membuahkan hasil yang baik. Tiadalah sebenar-benar perlombaan menjunjung langi itu bagi orang-orang dengan setinggi-tingginya keikhlasan dalam hatinya. Mengapa? Karena setinggi-tinggi keikhlasan dalam hatinya itu telah melebur ke dalam Kuasa Tuhan Yang Maha Pengasih, artinya bahwa seseorang yang ikhlas maka tidak akan pernah menyombongkan diri dengan ilmu yang dia miliki, karena hati yang ikhlas membuat pikiran menjadi luas.

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Keihkhlasan memang sungguh sangat luar biasa. Sesuatu hal yang mungkin sederhana bagi beberapa orang tetapi pada kenyataannya sulit untuk membangun keikhlasan. Salah satu cara membangun keikhlasan adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan waktu yang tepat adalah sepertiga malam yang terakhir dimana jarak antara Sang Pencipta dan hamba-Nya sangat dekat. Semoga kita senantiasa ikhlas menjalani Nikmat maupun Cobaan dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

    ReplyDelete
  17. Anisa Safitri
    177012151038
    PEP B


    Ikhlas bersumber dari hati. Hati adalah suara terdalam dalam diri manusia yang tidak bisa berbohong. Hati adalah ujung tombak dari segala kebaikan dan keburukan manusia. Ikhlas adalah ketika seorang manusia mengerahkan seluruh ibadah, perkataan dan perbuatannya untuk Allah, yaitu mengharap ridha dan pahala-Nya tanpa melihat gemerlapnya dunia. Tidak ada yang bisa mengukur keikhlasan tiap individu, karena pencapaian ikhlas tiap individu berbeda. Hanya pribadi masing-masing dan Allah swt yang tahu sejauh mana seseorang itu bisa mencapai keikhlasannya. Keikhlasan dapat dicapai ketika manusia berada dalam ketaqwaan yang maksimal kepada Allah swt. Hal mendasar yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketaqwaan adalah ibadah kepada Allah swt sesuai dengan Al Quran dan Hadist. Bersuci, shalat, dzikir, berdoa, membaca Al Quran yang benar hanya mengharap ridha Allah swt.

    ReplyDelete
  18. Anisa Safitri
    177012151038
    PEP B

    lanjutan dari diatas
    Ketika setiap manusia telah mencapai ilmu ikhlas yang tertinggi dengan ikhtiar dan doa, maka ikhlas itu akan berada dalam diri tiap manusia. Saat manusia berkumpul dalam ikatan keikhlasan, maka kebaikan akan senantiasa menyelimutinya. Ridha Allah swt akan menyertai kebaikan itu sendiri. Kebaikan yang dibawa tiap individu pada akhirnya dapat memperbaiki keadaaan bangsa dan negaranya. Dalam elegi ini dijelaskan bahwa solusi dari carut marutnya keadaan masyarakat dan bangsa, yaitu kembali pada keikhlasan pribadi masing-masing dan keikhlasan bersama-sama. Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan pada potensi masyarakatnya. Semoga dapat menjadi insan yang senantiasa belajar untuk mencapai keikhlasan yang sebenar-benarnya ikhlas. Belajar memperbaiki diri, mencari bekal ilmu untuk meningkatkan ibadah karena Allah swt semata. Semoga senantiasa diberikan kelapangan hati oleh Allah swt agar dapat mencapai ikhlas yang hakiki. Sehingga ikhlas yang dimiliki tiap individu dapat membangun bangsa dan negara berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B


    Menarik. Disampaikan bahwa bagi seorang yang ikhlas, maka berfikir kritis telah mengikutinya. Waah berarti saya salah. Saya pernah berfikir, jika seseorang telah ikhlas seikhlas-ikhlasnya maka dia akan berpasrah sepasrah-pasrahnya pada ketentuan Allah tanpa ada ikhtiar, atau lebih ke “fatalisme”. Dan lewat elegi ini saya sadar, bahwa yang saya pikirkan seperti itu adalah tidak ikhlas.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berkumpulnya hati-hati yang ikhlas akan mengantarkan pada keadaan yang damai, nyaman, dan tentram. Hati-hati yang ikhlas akan melahirkan orang-orang yang bekerja dengan totalitas, tidak akan mengambil yang bukan haknya, dan tahu betul bagaimana tanggung jawabnya. Hati yang ikhlas bukan berarti hanya menerima apa saja yang diperlakukan orang lain terhadapnya. Tetapi hati yang ikhlas akan berpikir kritis apakah sudah tepat atau belum apa yang ia lakukan terhadap orang lain atau apa yang orang lainlakukan terhadapnya.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Silaturakhimnya para ikhlas merupakan kunci penting dalam mencapai hidup yang aman, tentram, dan nyaman. Silaturakhim para ikhlas berarti interaksi antara orang-orang yang berperilaku ikhlas. Bila setiap individu berperilaku ikhlas dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, maka tak adalah orang yang berperilaku keji, sombong, dan berlaku buruk terhadap yang lainnya. Maka untuk dapat membangun hidup yang tentram, ikhlas dimulai dari diri setiap individu yang merupakan komponen dari masyarakat.

    ReplyDelete
  22. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Setiap kali saya menentukan tesis, saya bingung menentukan anti tesisnya. Pada elegi ini menjawab semua kebingungan saya. Sebenar-benar anti tesis dari tesis-tesis yang ada adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Semua ini karena rahmat Allah. Allah telah menciptakan segala yang ada dan yang mungkin ada, tinggal tergantung bagaimana kita mengolahnya sesuai dengan dimensi dari tesis-tesis yang ada, dan semuanya harus sesuai dengan daya pikir dan keikhlasan hati.

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Terimakasih banyak Pak prof
    Gambaran dari elegi tersebut, orang –orang yang ikhlas suasana hatinya menyejukkan ,damai, dan tanpa beban.Bagi yang ikhlas hatinya akan mudah meraih yang diinginkannya.Hati yang ikhlas akan membuka peluang seluas-luasnya menjemput Rahmat Allah SWT.Hati yang ikhlas akan menerima dengan dada yang lapang apapun yang terjadi dengan dirinya.Karena sebaik-sebaik penerimaan ada pada hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  24. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan ini tidak membuat saya ingin berkata-kata banyak. Satu langkah dan pembuktian potensi yang mengarah pada hal-hal positif adalah pemicu utama diri ini dalam bertindak dan mengupayakan bermanfaat dalam beribadah. Aamiin.

    ReplyDelete
  25. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya Prof. Seperti yang prof uraikan di atas bahwa kita tidak boleh menunggu akhir hayat dulu baru kemudian menjadi pribadi yang ikhlas. Karena menjadi ikhlas tidak diperoleh dalam waktu yang singkat melainkan butuh latihan yang lama. Lagipula tidak ada yang tahu kapan kita berpulang pada-Nya, sehingga kita harus mulai latihan menjadi ikhlas sedini mungkin.

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Terima kasih Prof atas eleginya. Keikhlasan adalah rumah dari para hati. Doa-doa yang dilantuntkan oleh hati sesungguhnya akan menemui kedamaian jika dilakukan dengan keikhlasan. Dalam kehidupan, keikhlasan menunjukan totalitas manusia dalam menjalani kehidupan. Elegi ini membuat saya berpikir begitu liar, saya membayangkan apabila seluruh warga negara mulai dari pemimpin tertiggi Negara sampai dengan para pekerja melakukan segala yang ikhlas bagi bangsa ini, dapat diprediksi bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar.

    ReplyDelete
  27. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Dalam islam silaturahim adalah salah satu ibadah yang dianjurkan. Silaturahim dapat memperpanjang usia dan melancarkan rizki. Silaturahim memiliki banyak makana. Silaturahimnya murid ke guru adalah belajar, menggali ilmu. Silaturahimnya para pemimpin dapat menyatukan perbedaan, menyamakan tujuan, membuat mereka saling memahami. Dengan begitu mereka dapat membangun negeri dengan saling bersinergi.

    ReplyDelete
  28. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Ikhlas dan Silaturahmi keduanya adalah hal yang sangat mendasar untuk mencapai kehidupan yang selalu di ridhoi oleh Allah SWT. Ikhlas adalah pintu syarat nya diterima suatu amalan ibadah dan silaturahmi adalah cara untuk menjadikan hubugan antar manusia menjadi lebih harmonis, dengan silaturami permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik dan silaturahmi juga dapat membuat umur lebih panjang (Aamiin). Sehingga keduanya sangat penting untuk diaplikasikan didalam kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Kartika Kirana
    17701251039
    PEP S2 B

    Benarkah dengan memohon saja ikhlas itu akan diberikan dalam hati kita?
    Ah... saya masih bertanya... bukankah itu artinya belum ikhlas. Saya belum percaya akan hal itu. Pantaslah saya belum lulus dari menggapai ikhlas ini. Maafkan. Tak mudah rupanya mengikuti ritual ini dan menggapai ikhlas.

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sudah sampai pada ritual ikhlas ke-27, ternyata masih banyak hal yang belum pernah terpikirkan oleh kita selama ini. Kita sering mengatakan "aku ikhlas" padahal kita sendiri belum mampu mendefinisikan seperti apa keadaan hati yang benar-benar ikhlas. Alangkah indahnya dunia jika seluruh orang saling bertegur sapa di dalam keikhlasan. Saling bersaing di kancah politik dengan ikhlas. Saling bertransaksi perdagangan dengan ikhlas. Maka ikhlas adalah salah satu juru kunci perdamaian. Namun bila ego dan ambisi syaiton masih menguasai, perdamaian tidak akan pernah menghampiri dunia. Mungkin ini adalah ujian dari Allah SWT untuk melihat bagaimana manusia sebagai khalifah, memelihara bumi dan seisinya. Allah ingin melihat bagaimana umatnya berjuang meraih keikhlasan di tengah godaan-godaan duniawi. Semoga dengan membaca elegi ini, kita tergerak untuk mempererat silaturahim dengan niat dan tujuan yang baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  31. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 27 ini, saya memahami bahwa apabila hati telah merasa ikhlas, keadaan di dunia ini akan damai, tentram dan nyaman. Sungguh semuanya akan terasa indah, namun bukan dari bentuk fisiknya tetapi karena keindahan dari batinnya karena hati yang ikhlas. Hati yang ikhlas yang dimaksudkan disini bukanlah kita hanya pasrah, menerima apa adanya yang akan terjadi tanpa ikhtiar. Namun hati yang ikhlas adalah ikhlas yang dibarengi dengan berpikir kritis terhadap apa yang akan dilakukan.

    ReplyDelete
  32. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    dari elegi diatas saya mempelajari bahawa erat kaitannya silahturahim dengan ikhlas. silahturahim ialah alat untuk menyambung rasa kesaudaraan antar sesama manusia. deidalam islam silahturahim berguna untuk mendatangkan rejeki. sangat banyak kegunaan silahturahim ini. dan semakin kompleks saya pahami bahwa apapun yang kita lakukan harus selipkan ikhlas didalamnya.

    ReplyDelete
  33. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari Elegi Silaturakhim para ikhlas di atas, dapat saya pahami bahwa untuk menggapai ikhlas itu bukanlah hal yang mudah. Diperlukan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan ridho Allah. Tanpa ridho dari Allah, semua akan sia-sia. Apalagi melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini dimana para pejabat pemerintahan lebih mengutamakan ego dan materi. Hal ini menyebabkan keikhlasan menjadi barang yang langka karena semua di ukur dengan imbalan materi, bahkan karena mereka masih belum puas dengan haknya, mereka mengambil hak orang lain juga. Pembenahan sebenarnya tidak bisa dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum saja tetapi semua elemen masyarakat harus ikut terlibat.

    ReplyDelete
  34. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Rahmat Allah diberikan kepada seluruh makhluk ciptaanNya. Manusia yang baik maupun yang tidak baik juga mendapat rahmatnya. Rahmat Allah tidak bisa dihitung manusia, jika ada manusia yang merasa mampu menghitungnya maka dia termasuk orang yang sombong. Dengan banyaknya rahmat yang diperoleh manusia, maka manusia harus pandai bersyukur dalam hidup, jangan terlalu banyak mengeluh. Dengan hati yang ikhlas, berdoa dan ikhtiar yang kuat untuk beribadah pada Nya, itulah salah satu bentuk syukur terhadap rahmat yang diberikan pada manusia.

    ReplyDelete