Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh




Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 


Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah. Maka ruang beruang, waktu berwaktu, pandang memandang, ilmu berilmu, safaat bersafaat, karunia berkarunia, guru berguru, cahaya bercahaya dan sinar bersinar. Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar. Maka hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah. Ternyata aku kemudian menemukan bahwa sinar wajahmu itu adalah Ruh Muhammad itu sendiri. Subhanallah. Setelah engkau sinari diriku dengan sinar wajahmu, ternyata aku menemukan bahwa sebenar-benar sinar mata hatiku itu ternyata adalah ruhku sendiri. Tiadalah penciptaan segala sesuatu itu tidak terkait dengan Ruh Muhammad. Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu; kemudian pada saat itu ijinkanlah ruhku itu untuk memandang dan mematuhi ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Amin. Ya Allah ya Robb, itulah mengapa keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti. Karena aku menemukan bahwa ternyata ruhku lah yang sedang bicara. Amin.
..

40 comments:

  1. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi di atas sepertinya kelanjutan dari ritual ikhlas 13 yakni tentang kerinduan umat atas junjungannya Nabi Muhammad SAW. Jujur Prof tulisan elegi ini sungguh sangat dalam maknanya sehingga kami tak kuasa menjangkau berbagai makna yang tersirat tentang kerinduan terhadap Rasulullah. Namun, kami mencoba belajar dan memahami bahwa secara fisik kita tidak mampu untuk bertemu dengan beliau karena kita hidup jauh setelah beliau wafat. Namun, kita dapat mengusahakan diri untuk bertemu beliau dengan secara istiqomah bershawalat kepada beliau, mempelajari sirahnya, memperingati kelahirannya, dan menjadikan beliau sebagai uswatun hasanah, pula mencintai keturunannya yang hingga ini masih ada yakni para habib, syarifah dll. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  2. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Roh berada pada hati kita. Ketika hati kita kotor maka roh tersebut juga akan kotor. Hati kita bergantung pada keyakinan kita dan kekuatan iman kita kepada Tuhan. Semakin kuat iman kita maka roh yang kita miliki semakin baik. Untuk memandang roh Allah diperlukan hati yang bersih. Sebab Allah merupakan teladan bagi umatnya yang ada di bumi dan untuk menggapainya diperlukan kekuatan dan keyakinan hati. Firman Tuhan adalah salah satu yang bisa menyinari dan menyirami roh kita.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sungguh besar kecintaan dan kerinduan kita kepada kekasih Allah ini. Panutan yang sangat sangat sangat sangat sangat sempurna. Dulu saya berpikir, betapa beruntungnya manusia yang bisa bertemu dan menjadi sahabat Rosulullah? Tetapi tak disangka, kita pun juga beruntung masih bisa mempelajari dan mengikuti apa yang sudah Rosulullah kerjakan di masanya. Cinta dan rindu itu tumbuh melalui ilmu dan sejarah yang tergambar jelas di dalam Al Quran. Cerita turun temurun yang dituliskan oleh para sahabatnya, besar pengaruhnya dalam kehidupan ini. Apalagi cerita Rosulullah dengan Aisyah yang sangat membuat para wanita iri. Tak salah Rosulullah dipilih langsung oleh Allah untuk menjadi kekasihnya.

    ReplyDelete
  4. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ruh bersemayam dalam diri manusia. Ruh yang menjadikan manusia seutuhnya, yang menyebarkankebaikan berdasarkan sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna dalam kehidupan. Ruh menjadi urusan Allah swt semata. Sifat Ruh adalah stabil dalam hal kebaikan. Ruh adalah sisi positif dalam diri manusia. Ruh mewakili sifat-sifat malaikat yang penuh dengan ketaatan, keikhlasan, cinta kasih, kesempurnaan, dan kesucian. Ruh manusia di bumi ini sejatinya mengitari dan tunduk kepada Ruh Muhammad yaitu “Abu arwah”, Ayah para Ruh. Oleh karenanya senantisa memanjatkat doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw agar kelak senantiasa ruh ini dapat berkumpul dan mengelilingi Ruh Muhammad saw. Amin.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Ruh adalah nyawa seorang manusia, karena tidaklah hidup jasat manusia bila tidak ditiupkan Ruh didalamnya. Ruh atau jiwa yang baik akan bertemu dengan Ruh yang baik pula, maka hanya ruh yang suci bisa bertemu dengan Ruh nabi Muhammad SAW, karena Ruh beliau suci dan hanya bisa bertemu dengan ruh-ruh yang bersih pula. Untuk itu kita harus membersihkan Ruh kita untuk bisa bertemu dengan Ruh Nabi Muhammad SAW. dengan berdo'a dan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  6. Sungguh tulisan bapak diatas sangat indah rangkaian kata demi kata. Semoga kita sebagai umat Rasullullah bisa tetap istiqoma dalam menjalankan apa yang telah diajarkannya kepada kita semua. Semoga kita manusia biasa yang berusaha menggapai ridho dari Allah mampu diberikan kesempatan untuk bertemu Rasulullah di surge nanti.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Masya allah.. agak merinding membaca elegi ini, membayangkan kemuliaan nabi Muhammad Saw. Sungguh beruntung orang yang bisa bertemu dengan beliau, pun hanya lewat mimpi. Shalawat serta salam marilah kita haturkan, Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad, aamiin.

    ReplyDelete
  8. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Ketika ruh kita mulai goyah, maka kita harus ingat disaat kita mulai memahami dan meyakini Rasulullah sebagai utusan Allah. Karena sebenar-benar mata hati kita adalah ruh kita sendiri, ruh kita yang tunduk dan beriman kepada ruh Muhammad saw, ruh kita yang patuh dan percaya bahwa Allah yang menguasai segalanya. Maka doa dan pikiran haruslah secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Memohon ampun kepada Allah, memohon petunjuk dalam melangkah, meminta hidup agar selalu dalam naungan Ruh Muhammad saw. Semoga kita menjadi pengikutNya yang setia dijalannya, dan istiqomah berjuang di jalan Allah swt, demi memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, amin. Wallahu’alam showab.

    ReplyDelete
  9. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dalam elegi ini hal yang dapat saya simpulkan adalah bahwa manusia memang yang memiliki pikiran dan pengalaman masing-masing dan akan mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Sehingga apabila dia tidak memiliki kekuatan iman yang kuat maka dia akan mudah terpengaruh ke lembah keburukan. Oleh karena itu manusia harus memiliki suri tauladan untuk membantu kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Suri tauladan untuk kita adalah Nabi Muhammad, beliau adalah utusan Allah dan manusia yang paling sempurna, sehingga apabila kita melakukan sunah-sunahnya maka kita akan semakin mudah menemukan ruh yang sebenarnya harus kita munculkan di dunia ini.

    ReplyDelete
  10. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Betapa indahnya ketika bertemu dengan rosululloh. Akan sangat takjub kita memandang wajah bliau yang diumpamakan dapat bersinar seperti sinar rembulan purnama. Ketampanan wajah bliau yang membuat orang lain trenyuh ketika bertemu dengannya. Bagaimana bisa kita sebagai ummatnya tidak ingin bertemu dengannya. Keinginan akan bertemu dengan rosululloh merupakan salah satu mimpi umatnya. Selain itu, syafa’at bliau juga sangat kita harapkan. Karena hanya rosululloh lah makhluk yang dapat membantu kita selamat dari api neraka. Solawat senantiasa saya turahkan kepada baginda Rosululloh SAW semoga kelak kita semua senantiasa berada dalam naungan bendera Islam, bendera Rosululloh SAW.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam syahadat kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, kita harus meneladani sang suri tauladan meskipun kita tidak pernah bertemu dengannya. Ilmu pengetahuan adalah awal seseorang dalam berfikir, sehingga jika seseorang mempunyai pengetahuan yang luas akan tergambar dengan cara berfikir seseorang tersebut, begitu pula sebaliknya. Selanjutnya gunakanlah hati sebagai rambu-rambunya.

    ReplyDelete
  12. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Manusia terdiri dari ruh dan raga. Raga merupakan temapt melekatnya ruh ketika berada di dunia. Sejak awal ditiupkannya ruh ke raga manusia, maka sejak itulah ia memulai hidup sebagai khalifah di muka bumi ini. Raga dalam manusia akan berkembang seiring berjalannya waktu. akan tetapi ruh akan selamanya melekat dan tidak berubah. Sebagai contoh yaitu ketika seseorang telah menginjak usia lansia, dalam benaknya ia masih memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal ketika ia muda (mis. Olahraga) namun keadaan raga nya sudah berubah yang tidk mendukung keinginan ruh nya. Oleh karena itu, apa yang seyogyanya manusia lakukan yaitu menjaga ruh nya agar tetap memiliki sifat-sifat baik.

    ReplyDelete
  13. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hakekat manusia adalah terdiri dari dua unsur pokok yakni gumpalan darang dan ruh, keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah antara keduanya agar dapat dikatakan sebagai manusia. Ruh adalah rahasia ilahi. Ketika membicarakan ruh yang dibutuhkan adalah keyakinan, kepercayaan dan keteguhan hati.
    Luar biasa Allah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan. Sehinggga sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah.

    ReplyDelete
  14. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Manusia saat ini tidak ada yang mengetahui wajah Rasulullah, bahkan menggambar wajah beliau pun dilarang. Kita dapat mengetahui ciri-ciri beliau melalui hadist maupun cerita dari para sahabat dan tabi'in yang dalam masanya masih bisa bertemu Rasulullah. YAng perlu kita lakukan saat ini adalah mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah sebagai bentuk kesetiaan umat beliau.

    ReplyDelete
  15. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kerinduan untuk bertemu Rasullullah dirasakan oleh setiap muslim. Untuk mengobati kerinduan tersebut kita dapat lakukan dengan selalu mengamalkan sunah-sunah Rasul. Dengan mengamalkan sunah-sunah rasul, maka kita akan selalu merasa dekat dengan beliau. Semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at beliau sampai hari akhir nanti. Sehingga kita semua dapat terhindar dari siksaan apai neraka dan dapat mencium bau surgaNya. Amin. Terimaksih

    ReplyDelete
  16. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. bersyhadat, langkah pertama seorang manusia menjadi muslim. Berikrar dengan bumi dan langit sebagai saksinya bahwa ia percaya Tuhan itu satu Allah SWT, serta ia percaya bahwa Muhammad ialah utusan Allah SWT. Muhammmad datang untuk menyampaikan kebaikan dan Al Quran yang dibawanya memang sebenar-benarnya firman Allah SWT. Dengan rasa percaya dan ikhlas itu, sebagai muslim, manusia beribadah dan senantiasa bersalawat untuk nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  17. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kerinduan akan Rasulullah akan terus mengalir bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Namun tiadalah kemampuan panca indera untuk memandang dan mendengarkan beliau. Hanya ruh yang dapat bicara menyampaiakan pepujian dan keagungan kepada baginda Rasulullah. Semoga kita mampu mencontoh keteladanan Rasulullah sehingga kita dapat dipertemukan dengan beliau di akhirat kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Cahaya Nabi Muhammad senantiasa terpancar dimana ada kebaikan disana. Namun kita tak mampu menangkapnya dengan pancaindra. Cahaya itu hanya mampu kita lihat dengan hati, dengan cahaya hati yang bersih. Hati yang senantiasa ramai dengan doa dan dzikir. Semoga kita mampu menjadi golongan yang mampu meneladani Nabi Muhammad sehingga dalam hati kita terpancar cahaya kebaikan. Aamiin.

    ReplyDelete
  19. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    “Aku menemukan bahwa untuk melihat wajah Rasul maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu.” Ketika pikiran kita telah mengendap dan hanya kita yang hadir, maka berdoalah. Ketika kita menyadari bahwa itu pun masih sulit memandang wajah Rasul dengan mata hati, maka pencarian dari ruh yang didoakan akan berkumpul dan memuji Ruh Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  20. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dari elegi ini saya menangkap bahwa segala ruh makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan melalui Ruh Muhammad. Namun yang ingin saya tanyakan apakan Ruh Muhammad di sini adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW atau hanya kiasan sebagai penggambaran bahwa ruh itu murni? Jika ruh yang dimaksud adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW lalu apakah makhluk hidup yang tercipta sebelum Beliau juga berasal dari ruh Nabi Muhammad? Mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya bertanya. Mohon Pak Marsigit memberikan jawabannya.

    ReplyDelete

  21. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan kita yang terbaik yang patut kita ikuti jajaknya maka jalan kita tidak akan pernah tersesat. Dapat memandang beliau adalah dambaan setiap hamba Allah yang taat dan beriman. Jika kita ingin memandang wajah beliau, kita harus menyadari bahwa kita juga harus konsekuen mengusahakan keinginan kita dengan selalu menjaga hati kita untuk tetap bersih dan penuh keikhlasan karena hati ini adalah kepala atau pemimpin setiap anggota tubuh kita, maka jika hati baik maka baik pula seluruh jiwa raga ini, namun juga berlaku untuk hal yang sebaliknya. Jika kita selalu mengingat Nabi Muhammad di setiap kegiatan kita, maka hati kita akan merasa lebih baik, damai dan selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  22. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ruh sebagai sebagai dimensi metafisik manusia seringkali mengungkap hal yang diluar dhohirnya. Sungguh kenikmatan luar biasa dapat memandang wajah Rasulullah. Terkadang ingin ku berdoa dan berdoa dapat melihat wajahnya, jika tidak didunia, maka di akhirat kelak dapat melihatnya. Ruh ku sering menafsirkan hadist-hadist yang ada sebagai gambaran ruh wajah Rasulullah. Bagaimana perbuatannya, perkataannya, sikapnya. Sungguh sangat mulia.

    ReplyDelete
  23. Latifah Fitriasari
    PM C

    Memandang wajah Rasulullah merupakan impian setiap orang-orang Islam. Mungkin itu terdengar mustahil bagi kita untuk melihat Rasulullah. Allah Subhanahu Wata'ala ingin menjadikan kekasih-Nya (Muhammad) sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia sekalian alam. Jika kita lihat dari tolok ukur kejeniusan seorang manusia, maka siapa lagi kalau bukan Muhammad. Semua ini merupakan konsekuensi logis dari iman akan adanya Nabi Muhammad Saw, sebagai Rasulullah. Jika kita tidak mencintai Allah dan Rasulullah serta tidak mau berjihad di jalan Allah, maka kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang fasik yang jauh dari petunjuk Allah.

    ReplyDelete
  24. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sungguh seorang muslim pastilah ingin memandang wajah Rasulullah SAW. Nabi Muhamad sebagai suri tauladan kita, dimana dalam diri Rasulullah penuh dengan kebaikan. Maka siapalah yang tiada ingin memandang wajah Rasulullah SAW. Maka kita harus senantiasa bershawalat agar meskipun di dunia ini kita tak dapat memandang wajahnya tetapi kelak di akhirat ruh kita dapat memandang wajah Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  25. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya ruh rasulullah telah tercipta terlebih dahulu sebelum nabi adam diciptakan, hal itu berkisah ketika nabi adam a.s hendak memasuki pintu surga maka kemudian ia melihat nur muhammad terpampang di pintu surga, maka kemudian nabi adam meminta agar Allah memperlihatkan wajah rasullah. Maka Allah mengabulkan permintaan nabi adam kemudian nabi adam mampu melihat wajah rasulullah melalui kuku jempol tangannya. Begitulah kira-kira kisahnya

    ReplyDelete
  26. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Keinginan untuk memandang wajah Rasulullah, bertemu dengannya, hendaknya tidak hanya berhenti pada keinginan saja, yang dilukiskan dengan kata ‘akan’. Karena banyak keinginan yang akhirnya hilang setelah berpindah ke ruang dan waktu yang berbeda. Tetapi kita berdoa agar kita senantiasa merasa akan, sedang, telah dan terus merasakan indahnya memandang wajah Rasulullah

    ReplyDelete
  27. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saat ini kita tidak dapat memandang wajah Nabi Muhammad saw dengan kedua bola mata kita yang bersifat duniawi ini. Akan tetapi, kita dapat mencoba untuk berusaha memandang Rasulullah dengan mata hati kita, hati yang bersih dan selalu mengikuti dan taat pada semua ajaran Allah SWT. Semoga di akhirat kelak, ruh kita bisa menjadi salah satu ruh yang dapat mengelilingi, memandang dan mematuhi Rasulullah saw.

    ReplyDelete
  28. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Untuk meneukan ruh diperlukan mata hati yang bersinar. Dengan mata hati yang bersinar itulah diri dapat menemukan ruh. Semua penciptaan berkaitan dengan ruh Rasulullah. Termasuk edngan penciptaan ruh diri ini bergantung kepada ketundukan kita terhadap ruh Nabi Muhammad.

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Memperbanyak shalawat dan puji-pujian akan meningkatkan list kita dalam antrean bertemu nabi, bahkan Allah beserta malaikat pun bershalawat kepada nabi, maka bukankah selaku hamba dan manusia biasa kita seharusnya bershalawat dengan lebih giat lagi? Nabi merupakan uswah hasanah, maka meneladani sifat dan perilaku beliau ialah kewajiban bagi kita yang ingiin menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sesuai dengan titah Allah bahwa Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dikatakan bahwa sebaik-baik manusia yang memiliki akhlak terpuji ialah nabi Muhammad, dan kahlak Nabi ialah al-quran. Maka tiadalah pedoman hidup yang wajib kita tunuti selain yang bersumber dari keduanya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Nabi Muhammad telah lama meninggalkan dunia ini, namun sebenar-benar nabi tidak akan pergi dari ummatnya. Beliau kerap mengunjungi beberapa yang terpilih melalui mimpi dalam wujud ruh beliau. Karena setan tidak mampu menyerupai wajah nabi, maka jika seseorang bertemu dengan nabi maka ialah bagindanabi. bukan yang lain. Dan nikmat tersebut tidak diterima oleh sembarang orang, hanya yang terpilih saja. Sedangkan kita semua mempunyai peluang untuk terpilih hanya saja banyak diantara kita yang berusaha lebih giat sehingga dapat meningkatkan kemungkinan mereka untuk terpilih, wallahu a'lam

    ReplyDelete
  31. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ruh bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, disentuh oleh kulit ataupun dirasakan oleh kelima panca indera kita lainnya. Hati kita terkadang merasakan kehadiran ruh, namun bukan hati secara ilmu pengetahuan yang dianggap sebagai organ tubuh manusia, melainkan sinar atau pancaran hati kita yang dapat merasakan ruh tersebut. Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh masuk ke dalam tubuh sebagaimana masuknya air ke dalam bunga, tidak larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya. Ruh manusia selalu ingin berkumpul dengan ruh Nabi Muhammad SAW, mengikutinya agar pancaran ruh nabi Muhammad SAW semoga juga dapat menyinari ruh manusia atas izin Allah SWT. Maka dari itu selagi kita hidup, seringlah kita membacakan shalawat nabi Muhamad SAW, serta jadikanlah nabi Muhammad SAW sebagai teladan kita untuk berperilaku dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  32. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Allah memberikan raga ini ruh. Ruh adalah bagian dari manusia yang tak kasatmata. yang tak terlihat tapi dapat kita rasakan. Manusia tanpa ruh, mungkin hampir sama dengan manusia tanpa jiwa. cuma fisik atau tubuh yang bergerak entah dengan alasan apa karena ruhnya tidak ada. Ada saatnya dimana raga manusia akan kehilangannya ruhnya. Saat itu manusia tidak lagi hidup di dunia melainkan hidup di akherat.

    ReplyDelete
  33. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT dan Rasullullah SAW adalah dua hal yang tidak akan mampu manusia pikirkan dengan pikirannya yang terbatas itu. Tidak akan mampu pikiran manusia untuk menembus kesempurnaanNya. Jika manusia sudah merasa mampu memikirkanNya maka itu hal yang munafik, dia sudah berlaku sombong. Maka yang hanya bisa dilakukan oleh manusia adalah merindukanNya dan menunjukkan kecintaanNya, dengan selalu mengingatNya, melaksanakan perintah-perintahNya, berserah dan beribadah hanya kepada Allah SWT semata.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  34. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kita sebagai muslim harus menempatkan cinta kepada Allah dan rasul-Nya di posisi tertinggi, di atas kecintaan kita pada hal lain. Wujud kecintaan seorang hamba terhadap Allah dan Rasul-Nya adalah ketika hamba tersebut selalu berusaha mendekatkan diri pada-Nya dan Rasul-Nya. Seorang hamba dapat mendekatkan diri dengan cara terus berdoa, beribadah, dan berbuat amal sholeh serta selalu berusaha menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Ruh manusia asalnya suci, bersih, putih, bening. namun setelah ditiupkan ke dalam janin dalam kandungan ibunya, maka akan bercampur, menimbulkan potensi, tergantung dari apa yang masuk kedalam fisik ibunya. jika yang dimakan halal dan baik-baik, maka baik pula komposisinya. namun jika yang dimakan adalah yang haram dan yang buruk-buruk, maka juga akan berpengaruh pada janin itu. potensi pada diri manusia ditentukan sejak dia dalam kandungan. namun walaupun demikian, tetap kita akan dihadapkan pada pilihan yang sama setelah kita memasuki batas umur untuk dihisab, kita akan diberi pilihan untuk solat atu tidak solat, untuk ikhlas atau tidak ikhlas. dan pilihan yang lainnya. begitulah yang saya ketahui tentang ruh manusia.

    ReplyDelete
  36. Assalamualaikum Wr. Wb. Saya yakin bahwa, apa yang bapak tuliskan di atas merupakan refleksi dari jalan spiritual bapak dalam kehidupan sehari-hari. melalui tulisan-tulisan bapak yang bernas, saya mengagumi keistiqomahan bapak dalam berfilsafat dengan selalu mengedepankan nilai-nilai Islam sebagai pondasi hidup. Tentunya, sampai kepada fase hidup yang bapak lalui tidaklah mudah. Tentunya kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup bapak. Semoga kita senantiasa selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin!

    ReplyDelete
  37. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Elegi ini begitu meninggalkan kesan yang mendalam akan kerinduan dan kecintaan yang begitu besar akan sosok Rasulullah. Mencintai tak terbatas oleh ruang dan waktu, namun selalu ada wujud atau cara mewujudkan kecintaan dan kerinduan. Selalu dan tidak lupa untuk mengirimkan shalawat merupakan salah satu wujud kecil dari bentuk kecintaan kita akan Rasulullah, semoga kelak kita dapat berkumpul mengelilingi ruh Nabi Muhammad SAW. Amiin.

    ReplyDelete
  38. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Bertemu dengan Rasulullah merupakan dambaan setiap orang. Yang bisa kita lakukan adalah dengan mencontoh setiap apa yang Rasulullah contohkan untuk kita. Hanyalah Rasulullah yang pantas kita tauladani.

    ReplyDelete
  39. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Artikel yang membuat penasaran dan intinya memang sangat baik. Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah dan sebenar - benar teladan bagi umat manusia. Meneladani sunah - sunahnya merupakan suatu keharusan bagi kita agar selalu berada di jalan lurus yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan meneladani Nabi Muhammad sudah barang tentu hidup kita akan menjadi indah, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat. Rasulullah Muhammad SAW memanglah manusia yang sempurna yang bahkan ketika beliau wafat beliau masih memikirkan umatnya yang tidak sempat melihat beliau. beliau memikirkan apa jadinya umatnya jika tidak ada beliau dan mengkhawatirkan kita. inilah sosok idola yang seharusnya kita kagumi dan memang sepantasnya kita bersholawat atas nama nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  40. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa Rasulullah merupakan suri tauladan yang patut dicontoh. semua muslimin pastinya sangat mendambakan untuk bertemu, atau sekedar memimpikan bertemu dengan Rasulullah. rasa sayang dan cinta kita kepada Nabi Muhammad dapat kita wujudkan dengan membaca shalawat nabi, meneladani beliau, melakukan sunnah-sunnah, dll

    ReplyDelete