Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh




Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 


Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah. Maka ruang beruang, waktu berwaktu, pandang memandang, ilmu berilmu, safaat bersafaat, karunia berkarunia, guru berguru, cahaya bercahaya dan sinar bersinar. Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar. Maka hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah. Ternyata aku kemudian menemukan bahwa sinar wajahmu itu adalah Ruh Muhammad itu sendiri. Subhanallah. Setelah engkau sinari diriku dengan sinar wajahmu, ternyata aku menemukan bahwa sebenar-benar sinar mata hatiku itu ternyata adalah ruhku sendiri. Tiadalah penciptaan segala sesuatu itu tidak terkait dengan Ruh Muhammad. Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu; kemudian pada saat itu ijinkanlah ruhku itu untuk memandang dan mematuhi ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Amin. Ya Allah ya Robb, itulah mengapa keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti. Karena aku menemukan bahwa ternyata ruhku lah yang sedang bicara. Amin.
..

6 comments:

  1. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari elegi ini saya menangkap bahwa segala ruh makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan melalui Ruh Muhammad. Namun yang ingin saya tanyakan apakan Ruh Muhammad di sini adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW atau hanya kiasan sebagai penggambaran bahwa ruh itu murni? Jika ruh yang dimaksud adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW lalu apakah makhluk hidup yang tercipta sebelum Beliau juga berasal dari ruh Nabi Muhammad? Mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya bertanya. Mohon Pak Marsigit memberikan jawabannya.

    ReplyDelete
  2. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Berbicara mengenai ruh, kita semua yang hidup di dunia ini memilki ruh. Perjalanan ruh ada 3 yaitu sebelum kehidupan, saat kehidupan, dan setelah kehidupan. Sebelum janin ditiupkan ruh ke dalamnya, ruh tersebut terlebih dahulu menerima perjanjian dari Allah SWT untuk beriman dan tunduk pada perintahNya serta menjauhi laranganNya. Oleh karena itu setiap bayi yang lahir adalah suci tanpa dosa sama sekali. Setelah manusia itu lahir dan baliq, segala perbuatan baik buruknya dicatat oleh malaikat apakah ia menepati janjinya kepada Allah atau tidak.

    ReplyDelete
  3. Naja Nusaibah
    13301241042
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pada fase ini lah penentu perjalanan ruh selanjutnya di alam akhirat. Seberapa besar tingkat keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW selama hidup di dunia. Setelah ruh itu kembali ke langit akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia perbuat selama hidup di dunia.

    ReplyDelete
  4. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Memandang wajah Rasulullah adalah impian bagi seluruh umat muslim. Saat ini yang dapat kami lakukan adalah bersholawat untuk dapat dipertemukan oleh Allah SWT dengan Rasullah kelak.

    ReplyDelete
  5. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Yang dapat kami lakukan adalah berupaya untuk meneladani ucapan maupun perbuatan yang menjadi amalan-amalan Rasulullah.

    ReplyDelete
  6. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Semoga kia bisa menjadi golongan orang-orang yang dapat bertemu Rasulullah di hari akhir kelak, amiiiiiiiiiiiiin.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.