Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh




Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 


Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah. Maka ruang beruang, waktu berwaktu, pandang memandang, ilmu berilmu, safaat bersafaat, karunia berkarunia, guru berguru, cahaya bercahaya dan sinar bersinar. Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar. Maka hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah. Ternyata aku kemudian menemukan bahwa sinar wajahmu itu adalah Ruh Muhammad itu sendiri. Subhanallah. Setelah engkau sinari diriku dengan sinar wajahmu, ternyata aku menemukan bahwa sebenar-benar sinar mata hatiku itu ternyata adalah ruhku sendiri. Tiadalah penciptaan segala sesuatu itu tidak terkait dengan Ruh Muhammad. Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu; kemudian pada saat itu ijinkanlah ruhku itu untuk memandang dan mematuhi ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Amin. Ya Allah ya Robb, itulah mengapa keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti. Karena aku menemukan bahwa ternyata ruhku lah yang sedang bicara. Amin.
..

32 comments:

  1. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh adalah kekuatan hati dalam kita bergerak, ruh adalah inti dari kehidupan kita. Ruh merupakan makna dari semua rangkaian hidup kita. Maka isilah ruh kita dengan semua yang Allah minta.

    ReplyDelete
  2. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh muslim adalah sholat, puasa, zakat, quran, dsb. Maka perbaiki selalu ruhmu agar menjadi ruh muslim yang taqwa. Ruh adalah yang mengendalikan raga kita. Jika uh kita selalu diberi makan dzikir maka kehidupanmu akan bahagia.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ruh bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, disentuh oleh kulit ataupun dirasakan oleh kelima panca indera kita lainnya. Hati kita terkadang merasakan kehadiran ruh, namun bukan hati secara ilmu pengetahuan yang dianggap sebagai organ tubuh manusia, melainkan sinar atau pancaran hati kita yang dapat merasakan ruh tersebut. Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menyelusupnya air ke dalam bunga, tidal larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya.Ruh manusia selalu ingin berkumpul dengan ruh Nabi Muhammad SAW, mengikutinya agar pancaran ruh nabi Muhammad SAW semoga juga dapat menyinari ruh manusia atas izin Allah SWT. Maka dari itu selagi kita hidup, seringlah kita membacalkan salawat nabi Muhamad SAW, serta jadikanlah nabi Muhammad SAW sebagai tauladan kita untuk berperilaku dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  4. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Kebersihan dan keikhlasan hati adalah kunci untuk menemukan ruh, sehingga kita bisa memandang dan bertemu Rasulullah. Cinta kepada Rasulullah adalah awal dan dasar cinta kita. Dengan mencintai rasulullah kita dapat mencintai Allah dan mencintai perilaku Rasulullah sehingga kita bisa menemukan Ruh dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari elegi ini saya menangkap bahwa segala ruh makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan melalui Ruh Muhammad. Namun yang ingin saya tanyakan apakan Ruh Muhammad di sini adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW atau hanya kiasan sebagai penggambaran bahwa ruh itu murni? Jika ruh yang dimaksud adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW lalu apakah makhluk hidup yang tercipta sebelum Beliau juga berasal dari ruh Nabi Muhammad? Mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya bertanya. Mohon Pak Marsigit memberikan jawabannya.
    Berbicara mengenai ruh, kita semua yang hidup di dunia ini memilki ruh. Perjalanan ruh ada 3 yaitu sebelum kehidupan, saat kehidupan, dan setelah kehidupan. Sebelum janin ditiupkan ruh ke dalamnya, ruh tersebut terlebih dahulu menerima perjanjian dari Allah SWT untuk beriman dan tunduk pada perintahNya serta menjauhi laranganNya. Oleh karena itu setiap bayi yang lahir adalah suci tanpa dosa sama sekali. Setelah manusia itu lahir dan baliq, segala perbuatan baik buruknya dicatat oleh malaikat apakah ia menepati janjinya kepada Allah atau tidak. Pada fase ini lah penentu perjalanan ruh selanjutnya di alam akhirat. Seberapa besar tingkat keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW selama hidup di dunia. Setelah ruh itu kembali ke langit akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia perbuat selama hidup di dunia.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Beriman kepada Rasulullah, merupakan kewajiban kita sebagai muslim. Tentu saja kita mengharapkan bahwa kelak di hari pembalasan kita dapat berjumpa denhan junjungan kita Rasulullah SAW. Ruh kita mengharapkan selalu dapat dekat dengan Rasulullah. Selalu mendekatkan diri pada Allah, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya dihharaokan mampu memantaskan ruh kita untuk dekat dengan Rasulullah.

    ReplyDelete
  7. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Salam dan Salawat terlantunkan kehadiratmu Ya Rasulullah. Limpahkanlah syafaatmu ya rasulullah di akhirat kelak nantinya. Biarkanlah kami mengenalimu ya Rasulullah, biarkanlah kami mengenali wajahmu ya Rasulullah, sehingga nantinya kami dapat mendatangimu untuk memohon syafaat kepadamu ya Rasulullah. Allahumma sholli wasallim alaik. ya nabi salam alaik, solawatullah alaik.

    ReplyDelete
  8. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kesan yang kami dapatkan adalah untuk memahami ajaran Rasulullah diperlukan perenungan yang mendalam. Untuk lebih mengenal Nabi Muhammad kita harus membaca, mengamalkan ajaran beliau dan merenungkannya, membersihkan hati dari segala kesombongan dan senantiasa mohon petunjuk kepada Allah agar diberi hidayah dan petunjuk hidup di jalan yang benar. Semoga kita senantiasa hidup dalam hidayah-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  9. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sebuah kejujuran yang terungkap adalah diri ini sedang dalam kontradiksi dalam rangka menggapai komentar elegi ini. sebagai seorang ummat yang beragama kita harus mengimani adanya Tuhan, Malaikat, Kitab, Nabi dan Rasul, hari akhir, dan Takdir. Kita harus percaya atas itu sehingga dalam setiap langkah di kehidupan kita akan terasa indah dan bermakna.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Setiap manusia yang beriman pasti merindukan Rasulullah SAW walaupun tidak pernah bertemu dengan Beliau sekalipun. Dengan selalu memanjatkan shalawat kepada Rasulullah merupakan salah satu cara agar kita mendapat syafa’atnya di hari akhir kelak dan bisa dipertemukan dengan Kekasih Allah tersebut. Tidak hanya dengan bershalawat, mengerjakan sunah-sunah Beliau dengan rasa ikhlas juga bisa kita lakukan. Semoga kita semua mampu menggapai syurga Allah SWT agar kelak dapat bertemu dengan Rasulullah dan mengobati kerinduan terhadap Beliau.

    ReplyDelete
  11. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Artikel yang membuat penasaran dan intinya memang sangat baik. Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah dan sebenar - benar teladan bagi umat manusia. Meneladani sunah - sunahnya merupakan suatu keharusan bagi kita agar selalu berada di jalan lurus yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan meneladani Nabi Muhammad sudah barang tentu hidup kita akan menjadi indah, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat. Rasulullah Muhammad SAW memanglah manusia yang sempurna yang bahkan ketika beliau wafat beliau masih memikirkan umatnya yang tidak sempat melihat beliau. beliau memikirkan apa jadinya umatnya jika tidak ada beliau dan mengkhawatirkan kita. inilah sosok idola yang seharusnya kita kagumi dan memang sepantasnya kita bersholawat atas nama nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih sekali Prof atas ilmu yang sangat bermanfaat ini.

    Membaca elegi ini tidak cukup satu kali. Berulang kali. Karena beberapa alasan tentunya. Karena harus berhati-hati (belajar memang harus hati hati bagiku, karena diri ini memiliki segudang kelemahan, diri ini takut salah menafsirkan, karena memang sering kali diri ini mereduksi sesuatu sesuka hati). Membaca elegi ini belulang-ulang lagi, karena ini benar-benar menarik, karena ini bernar-banar bermanfaat, karena ini ilmu kehidupan.

    Dalam elegi ini saya melihat bahwa sebagai umatnya, kita haruslah senantiasa meneladani sifat-sifat Rosululloh. Dengan cara itulah kita akan merasa dekat dan akan didekatkan dengannya. Bismillah, marilah kita pergunakan kesempatan kita di dunia dengan sebaik-baiknya, dengan menjalankan segala ajaran agama. Semoga kita selalu dala lindungan Alloh SWT.

    ReplyDelete
  13. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dari elegi di atas, banyak sekali makna yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Untuk dapat memandang wajah Rasullulah pun, kita tak bisa hanya menggunakan indera yang kita punyai misalnya melalui mata. Juga tidak akan mampu kita memandang wajah Rasullulah melalui kemampuan berpikir. Dari ritual-ritual ikhlas sebelumnya, pernah diuraikan bagaimana sulitnya untuk memandang seorang suri tauladan bagi kita, Rasullulah. Hanya dapat dilakukan dengan kesungguhan hatilah yang disertai dengan mata hati kita untuk dapat memandang wajahnya. Tidak semudah itu juga, karena dalam hal itu, sangat diperlukan mata hati yang jernih dan bersinar terang. Dibalik sinar terangnya hati itulah terdapat ruh diri sendiri. Dan didalam ruh itulah seharusnya ada ketundukan kepada Rasullulah.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Membaca elegi ini sebenarnya saya sulit memahaminya dan takut untuk menyimpulkannya, yang jelas ada rasa haru dan rindu pada Rasulullah, saya pun tak mampu menjelaskan apa yang menyebabkan rasa haru saya. Rasulullah SAW adalah teladan bagi umat manusia. Mengingat cerita sejarah Rasulullah yang begitu luar biasa dalam berjuang untuk agama dan umatnya menyadarkan bahwa masih banyak sekali kekurangan saya dan apa yang saya lakukan untuk agama.

    ReplyDelete
  15. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ruh adalah dzat yang selalu baik, suci, dan berkualitas. Tingginya kualitas ruh dalam QS. Al Hijr: 29, “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya RuhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa tingginya kualitas Ruh dapat dilihat dari dua hal, yaitu ditunjukkan oleh tunduknya malaikat kepada manusia. Kedua adalah ditunjukkan oleh penggunaan kata ganti ‘Ku’ yang menggambarkan bahwa Allah mengakui betapa dekatnya Ruh itu dengan Allah swt. Ruh manusia di bumi ini sejatinya mengitari dan tunduk kepada Ruh Muhammad yaitu “Abu arwah”, Ayah para Ruh. Oleh karenanya senantisa memanjatkat doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw agar kelak senantiasa ruh ini dapat berkumpul dan mengelilingi Ruh Muhammad saw. Amin.

    ReplyDelete
  16. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Manusia yang mulia yang segala yang ada pada diri beliau adalah teladan yang senantiasa kita nantikan syafa’at nya di yaulum akhir nanti. Maka ruh beliau itu sejatinya hidup dalam setiap umatnya yang mana senantiasa meneladinya, menegakkan sunnahnya, menginginkan bertemu dan bersandingan di Surga Nya kelak. Memandang cahaya keagungan dan keta’atan pada beliau. Pemimpin sebaik baiknya pemimpin yang saat hidu dan akhir hidupnya senantiasa memikirkan umatnya. Tak ada satu alasanpun untuk kita tidak meneladani beliau. Semoga kelak kita bisa bertemu dengan beliau dan bersanding dengan orang-orag sholih di SurgaNya kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berfikir, berempati, merasa, sedih, bahagia, takut, berani, bershalawat kepada Rasulullah SAW, berdzikir, dan aktifitas-aktifitas batiniah lainnya yang kita lakukan sebenarnya merupakan aktifitas dari ruh kita. Allah menciptakan manusia terdiri dari jasad dan ruh. Ketika jasad dan ruh telah terpisah maka habislah waktu kita di dunia. Jasad akan dikuburkan dan ruh inilah nanti yang akan menghadap Allah SWT. Rasulullah SAW telah meninggal dunia, jasadnya dikuburkan, tetapi ruhnya tetaplah ada. Sehingga ketika kita bershalawat atas nama Rasulullah SAW, maka Rasulullah dapat membalas salam kita tersebut. Perbanyaklah bershalawat kepada Rasulullah SAW agarketika di hari akhir nanti kita akan mendapat syafaat beliau dan dapat melihat wajah beliau.

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Setiap orang-orang yang beriman tentu merindukan Rasulullah dan menginginkan untuk dapat memandang wajahnya. Memandang Rasulullah bukanlah dengan mata, namun dengan mata hati. Hati yang dimaksud ialah hati yang bersih, bersih dari penyakit hati dan hati ikhlas yang hanya mengharapkan ridha Allah semata. Semoga kelak kita dapat berkumpul dengan Rasulullah di surga Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Suatu hari sahabat Ali bertanya kepada Rasulullah, “wahai Nabi Muhammad, kedua orang tua ku akan mejadi jaminan ku, mohon katakan kepada ku apa yang diciptakan Allah SWT sebelum semua makhluk diciptakan?”, Rasulullah menjawab “sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya ruh Nabi mu”. Semoga kita termasuk orang yang mendapat ridho Allah untuk memandang dan melihat ruh Nabi Muhammad, karena jika hanya memandang saja tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum yang tak beriman, dan jika tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan seperti Firaun.

    ReplyDelete
  20. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Membaca elegi ini, kita diingatkan untuk memahami elegi memandang wajah Rasulullah dengan menemukan ruh. Ini adalah dua hal yang sama maksudnya dua hal yang sepertinya agak sulit untuk di rasiokan. Untuk menemukannya sebagaimana seperti bahasa yang sangat indah yang dilukiskan dalam elegi tersebut yaitu menatap dengan mata hati kita.Untuk memandang wajah Rasulullah dan menemukan ruh , perlu kita libatkan mata hati kita yang suci untuk melihatnya dengan meneduhkan pikiran kita.
    “Dan mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang ruh.Katakanlah ruh itu termasuk urusan Tuhanku,sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.(QS. Al-isra ayat 85).

    ReplyDelete
  21. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Mengakui kerasulan Muhammad SAW adalah wajib bagi setiap Muslim. Beliau adalah manusia terpilih yang sempurna akhlaknya dan harusnya menjadi panutan bagi kita. Hidup sesuai dengan sunnah Rasul semoga dapat mempertemukan kita dengan beliau di surga-Nya kelak dan semoga kita mendapat syafaat dari beliau. Aamiin.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ini, memang saat ini manusia tidak bisa memandang wajah Rasulullah, tetapi saat ini manusia dapat membuat Rasulullah selalu menemani sepanjang waktu, selalu membimbing, yaitu dengan cara selalu memikirkan Rasulullah. Sehingga Rasulullah akan ada dalam pikiran, tetapi harus ada juga di dalam hati, sehingga ajaran-ajaran yang diajarkan Rasulullah dapat selalu kita jadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  23. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saat fisik mulai dilelahkan oleh berbagai aktivitas, saat pikiran mulai menemui kejenuhkan akan teka teki yang tak terselesaikan, saat hati mulai menemui kegundahan atas ancaman-ancaman dan ketakutan, saat itu pula merupakan saat yang tepat untuk berhenti mengaktifkan itu semua. Ada saatnya kita perlu untuk refleksi, meninggalkan kelelahan duniawi dengan berdoa dan menghadap Tuhan.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Elegi yang mengguncangkan emosional saat membacanya, bagaimana tidak, harapan setiap umat muslim memanglah ingin bertemu dengan nabi Muhammad SAW, yang disebut dengan kekasih Allah tersebut. Dimana ruh beliau ada dalam diri umat muslim yang menjalankan sunnah-sunnahnya dengan istiqomah dan selalu beriman kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk dalam umatnya dan mendapatkan syafa'at beliau di yaumul akhir kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  25. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Maafkan, saya kesulitan memahami elegi ini, dan memang juga tidak berupaya memahaminya secara mendalam. Saya hanya ingin berkisah singkat saja. Ketika saya menghadapai persoalan yang terasa sangat berat, atau saya harus menjalankan sesuatu yang tampak sukar dan penuh resiko, saat harus bernegosiasi dengan orang yang nampaknya sulit dihadapi, saya berserah pada Allah. Saat itu saya hanya mampu berdoa, agar Allah kiranya yang menyelesaikan semuanya. Saya berserah, percaya bahwa Allah yang akan bekerja. Saya hanyalah wadah saja, Allah yang bekerja, Allah yang tahu mana yang paling baik. Ada hal-hal yang serasa berada di luar kemampuan saya. Saat itulah saya merasakan betapa dekatnya Allah dan menolong saya. Apakah ini juga bentuk menggapai ikhlas? Percaya akan kemaha-segala-an Allah?

    ReplyDelete
  26. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Di dalam kehidupan terdapat yang namanya fenomena dan neumena. Ruh termasuk di dalam neumena yaitu segala sesuatu yang tidak dapat di tangkap oleh panca indra manusia. Untuk menggapainya itu adalah sebuah kegiatan yang tidak mungkin dilakukan karena yang bisa menggapai ruh hanyalah pencipta dari ruh tersebut yaitu Allah swt.

    ReplyDelete
  27. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menemukan ruh, saya merasa memiliki keterbatasan dalam menjelaskan hal ini bahkan bisa dikatakan tidak dapat memahami esensinya. Saya juga takut keliru saat menjelaskannya. Mohon maaf Pak. Sedikit saya ingin merefleksikan tentang Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bertemu dengan kekasih Allah tentunya adalah suatu anugerah terbesar yang dinanti oleh para pengikutnya. Lantunan sholawat beserta salam adalah momen untuk menggapai pertemuan kepadanya. Berharap penuh akan syafa'atnya. Perjuangan yang bertaruhkan nyawa membawa pada zaman yang terang benderang. Subhanallah, beliau adalah sebaik-baik panutan dalam hidup.

    ReplyDelete
  28. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  29. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Rasulullah SAW, suri tauladan bagi umat manusia yang segala kebaikan ada pada dirinya merupakan utusan Allah SWT sebagai rahmat bagi alam semesta. Meskipun kita tidak pernah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, akan tetapi sesungguhnya ruh beliau senantiasa hadir dalam kehidupan umatnya yang selalu meneladani sifatnya, melaksanakan sunnahnya, dan menegakkan agama Allah SWT. Itulah bukti cinta Rasulullah SAW kepada kita umatnya, dimana saat akan meninggalpun beliau masih menyebut ummati, ummatku.
    Untuk itu, marilah kita mengerjakan segala kebaikan dengan ikhlas, dengan meneladani sifat Rasulullah SAW. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir nanti, aamiin...

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Tidaklah mudah bagi kita membayangkan bagaimana mulianya wajah Rasulullah SAW. Namun jika kita telah mengikuti sunnah dan mengimani Al-Quran, kita cukup mengetahui bahwa kita selangkah lebih dekat dengan kesempatan bertemu dengan Rasulullah di surga. Sebaliknya jika kita tidak mampu mengendalikan diri dan jauh dari Al-Quran dan sunnah, maka keinginan tersebut tidak akan pernah terwujud. Ketahuilah bahwa Rasulullah selalu hadir di kehidupan kita dengan ruh nya dalam sunnah, dan wajahnya yg bercahaya cukup kita yakini melalui cerita sahabat Rasulullah.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  32. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Ruh adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. ruh tidak bisa kita lihat namun bisa kita rasakan. ruh adalah kuasa Allah. namun ruh itu ada dan kita wajib mengimaninya itu termasuk tugas kita dalam mempercayai apapun yang diciptakan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete