Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh




Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 


Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah. Maka ruang beruang, waktu berwaktu, pandang memandang, ilmu berilmu, safaat bersafaat, karunia berkarunia, guru berguru, cahaya bercahaya dan sinar bersinar. Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar. Maka hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah. Ternyata aku kemudian menemukan bahwa sinar wajahmu itu adalah Ruh Muhammad itu sendiri. Subhanallah. Setelah engkau sinari diriku dengan sinar wajahmu, ternyata aku menemukan bahwa sebenar-benar sinar mata hatiku itu ternyata adalah ruhku sendiri. Tiadalah penciptaan segala sesuatu itu tidak terkait dengan Ruh Muhammad. Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu; kemudian pada saat itu ijinkanlah ruhku itu untuk memandang dan mematuhi ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Amin. Ya Allah ya Robb, itulah mengapa keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti. Karena aku menemukan bahwa ternyata ruhku lah yang sedang bicara. Amin.
..

91 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kita juga punya mata hati yang bisa melihat selain apa yang dapat kita lihat dengan mata ini. Mata hatilah yang dapat memandang dengan jujur, tentunya dengan mata hati yang bersih dan jernih saja. Untuk memperolehnya diperlukan proses yang panjang, tidak instan dan hanya sesuai keridhaan dariNya kita dapat diizinkan membuka mata hati ini, hingga mampu melihat banyak hal yang tak semua orang dapat lihat. Semua ciptaan Tuhan harus dipelajari ilmunya oleh manusia, akan tetapi mengenai ruh ini hanya sedikit saja yang bisa dipelajari, hal itu sudah difirmankan oleh Allah SWT. Ruh manusia akan tetap abadi meskipun telah meninggal, karena ruh ini diciptakan kekal oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Memandang wajah rasul sangat tidak mungkin kita lakukan, memikirkanya saja kadang tidak bisa kita lakukan, memandang wajah rasul berarti mengenali ruhnya dan merasakan apa yang ia berikan kepada kita. ternyata sebenar-benar diri kita adalah ruh kita sendiri. sehingga dengan mengenali ruh rasul kita mengenali hati rasul yang mulia.

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ruh yang ada pada diri manusia adalah kuasanya Allah SWT. Manusia pasti merindukan Rasulullah walaupun tidak pernah bertemu dengan Beliau sekalipun. Semoga kita semua mampu mencapai syurga Allah agar kelak dapat bertemu dengan Rasulullah dan mengobati kerinduan terhadap Beliau. Selalu memanjatkan salawat kepada Rasulullah adalah salah satu cara agar kita selalu mendapat safaatnya di hari akhir nanti dan dipertemukan dengan Kekasih Allah tersebut.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Kita umat Nabi Muhammad yang sudah tidak bisa memandang beliau dengan mata kita. Setiap umat Rasulullah pasti menginginkan untuk bertemu dan memandang Rasulullah. Manusia dapat melihat Rasulullah adalah melalui ruh. Hanya ruh yang bersih yang dapat melihat Rasulullah, bersih dari segala keburukan, ruh yang bersinar, ruh yang hanya selalu mengharap ridho Allah dalam setiap perbuatannya.

    ReplyDelete
  5. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia terdiri dari ruh dan jasad. Ruh itu adalah urusan-Nya. Kita hanya mengetahui sebatas bahwa ruh ibarat energi yang dapat menghidupkan makhluk atas izin Allah swt. “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (QS. Al-Isra 85).

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pernyataan menarik dari elegi di atas “Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu”. Subhanallah...Rasulullah merupakan tauladan yang baik. Kita hendaknya meniru sifat-sifat beliau. Menjadi kekasih Rasulullah SAW merupakan idaman kita semua. Oleh karena itu, isilah hari-hari kita dengan mengagungkan nama Allah dan Rasulullah di dalam ruh kita. Semoga kita tergolong orang-orang yang akan mendapat pertolongan atau syafaat di hari akhir kelak. Amiin

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap manusia di dunia memiliki Ruh. Ruh dalam diri manusia kelak diakherat tidak akan bersatu dengan raga manusia. Ruh akan bertemu dengan sang pencipta mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan bersama raga di hari akhir nanti. Bisa dikatakan bahwa raga adalah perantara dari Ruh untuk menggapai rido Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Siapa yang tidak ingin bertemu dan memandang wajah Rasulullah? Semua orang ingin bertemu dan memandang wajah Rasulullah di akhirat dan disurga kelak. Keingin harus diimbangi dengan usaha dan do’a yang sungguh-sungguh dan ikhlas dengan mengharap ridho Allah SWT agar kita bisa bertemu dan memandang Beliau Rasulullah serta agar ruh kita ikut berkumpul dan mengelilingi ruh nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Roh yang ada dalam diri manusia merupakan Roh yang berasal dari Tuhan. Roh Tuhan itu besar, tak terselami dengan pikiran manusia. Saat penciptaan Tuhan memberikan Roh sehingga manusia bisa hidup. Dengan Roh itu pula manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan karena sejatinya Allah itu Roh. Jadi, karena kita dianugerahkan roh itu, sudah seharusnyalah kita tetap dan terus bersyukur karena kebaikannya bagi kita.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan kita, kita sering merasakan keberadaan Tuhan dalam setiap aktivitas diri kita. Dengan iman dan percaya serta diri yang memiliki kepekaan akan suaraNya, niscaya kita pasti akan dapat mendengar suara Tuhan dimanapun dan kapanpun. Tuhan ada dimana-mana dalam setiap hari-hari kehidupan kita, setiap aktivitas kita, dalam setiap keadaan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, yang penting adalah keikhlasan hati untuk selalu berserah dalam Tuhan.

    ReplyDelete
  11. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 34. Elegi ini menyampaikan kepada para pembaca tentang keinginan seorang manusia memandang wajah sang rosul, Muhammad SAW. Daoam elegi tersebut disampaikan bahwa untuk memandangnya mata tak akan mampu melakukannya, dan bahkan memikirkannya pun tak mampu, namub mata hatilah yang akan melakukannya. Terus memohon kepada Allah agar disinari mata hati kita agar dapat memandang sinar wajah rasulullah / ruh rasulullah. sinar mata hati kita pun sejatinya adalah ruh kita

    ReplyDelete
  12. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini disematkan doa manusia kepada Tuhan Nya yaitu Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh.
    Kutipan ini menunjukkan betapa kesungguhan dan ketulusan hati seseorang dalam berdoa memohon kepada pencipta Nya dengan penuh kerendahan. doa yang sangat indah dan tulus. Semoga kita dapat selalu mengambil pelajaran dari elegi elegi ini

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rasulullah adalah idola seharusnya kaum muslimin. Darinyalah kita belajar bagaimana seharusnya menjalankan hidup dimana melalui ajarannya kita mengetahui aturan-aturan yang dapat memanusiakan manusia dan meninggikan derajat kita sebagai seorang muslim yang sesungguhnya. Barang siapa yang mengidolakan Rasulullah tentulah ingin berjumpa dengannya. Namun tidak semua muslim dapat berjumpa dengannya. Hanya muslim yang mematuhi perintah Allah dan mengikuti ajaran Rasulullahlah yang dapat berjumpa dengannya. Semoga kita semua adalah muslim yang dapat berjumpa dengan Rasulullah.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Subhanallah, sungguh beruntung orang yang dapat bermimpi bertemu dengan Rasulullah karena sesungguhnya tidak ada suatu makhluk pun di dunia ini termasuk setan dan jin yang dapat menyerupai wajah Rasulullah. Sehinga apabila seseorang melihat wajah Rasulullahdalam mimpi maka ia benar benar melihat wajah Rasulullah. Namun untuk dapat melihat wajah Rasulullah maka kita harus melihatnya dengan mata hati yang bersinar. Karena untuk dapat melihan sinar wajah Rasulullah maka penglihatan hati kita juga harus bersinar. Dan sesungguhya penciptaan segala sesuatu selalu berkaitan dengan ruh Muhammad.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi di atas, saya mendapatkan ilmu bahwa dibutuhkan hati yang bersih agar dapat memandang sinar wajah Rasulullah SAW. Hati yang bersih dapat tercipta ketika kita selalu berdzikir kepada Allah SWT, selalu mengingat-Nya di dalam setiap aktivitas kita, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, menginstropeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik dengan selalu memohon ampunan serta selalu berdoa dengan ikhlas mengharap ridho Allah.

    ReplyDelete
  16. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh adalah kekuatan hati dalam kita bergerak, ruh adalah inti dari kehidupan kita. Ruh merupakan makna dari semua rangkaian hidup kita. Maka isilah ruh kita dengan semua yang Allah minta.

    ReplyDelete
  17. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh muslim adalah sholat, puasa, zakat, quran, dsb. Maka perbaiki selalu ruhmu agar menjadi ruh muslim yang taqwa. Ruh adalah yang mengendalikan raga kita. Jika uh kita selalu diberi makan dzikir maka kehidupanmu akan bahagia.

    ReplyDelete
  18. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ruh bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, disentuh oleh kulit ataupun dirasakan oleh kelima panca indera kita lainnya. Hati kita terkadang merasakan kehadiran ruh, namun bukan hati secara ilmu pengetahuan yang dianggap sebagai organ tubuh manusia, melainkan sinar atau pancaran hati kita yang dapat merasakan ruh tersebut. Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menyelusupnya air ke dalam bunga, tidal larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya.Ruh manusia selalu ingin berkumpul dengan ruh Nabi Muhammad SAW, mengikutinya agar pancaran ruh nabi Muhammad SAW semoga juga dapat menyinari ruh manusia atas izin Allah SWT. Maka dari itu selagi kita hidup, seringlah kita membacalkan salawat nabi Muhamad SAW, serta jadikanlah nabi Muhammad SAW sebagai tauladan kita untuk berperilaku dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  19. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Kebersihan dan keikhlasan hati adalah kunci untuk menemukan ruh, sehingga kita bisa memandang dan bertemu Rasulullah. Cinta kepada Rasulullah adalah awal dan dasar cinta kita. Dengan mencintai rasulullah kita dapat mencintai Allah dan mencintai perilaku Rasulullah sehingga kita bisa menemukan Ruh dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  20. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dari elegi ini saya menangkap bahwa segala ruh makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan melalui Ruh Muhammad. Namun yang ingin saya tanyakan apakan Ruh Muhammad di sini adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW atau hanya kiasan sebagai penggambaran bahwa ruh itu murni? Jika ruh yang dimaksud adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW lalu apakah makhluk hidup yang tercipta sebelum Beliau juga berasal dari ruh Nabi Muhammad? Mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya bertanya. Mohon Pak Marsigit memberikan jawabannya.
    Berbicara mengenai ruh, kita semua yang hidup di dunia ini memilki ruh. Perjalanan ruh ada 3 yaitu sebelum kehidupan, saat kehidupan, dan setelah kehidupan. Sebelum janin ditiupkan ruh ke dalamnya, ruh tersebut terlebih dahulu menerima perjanjian dari Allah SWT untuk beriman dan tunduk pada perintahNya serta menjauhi laranganNya. Oleh karena itu setiap bayi yang lahir adalah suci tanpa dosa sama sekali. Setelah manusia itu lahir dan baliq, segala perbuatan baik buruknya dicatat oleh malaikat apakah ia menepati janjinya kepada Allah atau tidak. Pada fase ini lah penentu perjalanan ruh selanjutnya di alam akhirat. Seberapa besar tingkat keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW selama hidup di dunia. Setelah ruh itu kembali ke langit akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia perbuat selama hidup di dunia.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  21. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Beriman kepada Rasulullah, merupakan kewajiban kita sebagai muslim. Tentu saja kita mengharapkan bahwa kelak di hari pembalasan kita dapat berjumpa denhan junjungan kita Rasulullah SAW. Ruh kita mengharapkan selalu dapat dekat dengan Rasulullah. Selalu mendekatkan diri pada Allah, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya dihharaokan mampu memantaskan ruh kita untuk dekat dengan Rasulullah.

    ReplyDelete
  22. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Salam dan Salawat terlantunkan kehadiratmu Ya Rasulullah. Limpahkanlah syafaatmu ya rasulullah di akhirat kelak nantinya. Biarkanlah kami mengenalimu ya Rasulullah, biarkanlah kami mengenali wajahmu ya Rasulullah, sehingga nantinya kami dapat mendatangimu untuk memohon syafaat kepadamu ya Rasulullah. Allahumma sholli wasallim alaik. ya nabi salam alaik, solawatullah alaik.

    ReplyDelete
  23. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kesan yang kami dapatkan adalah untuk memahami ajaran Rasulullah diperlukan perenungan yang mendalam. Untuk lebih mengenal Nabi Muhammad kita harus membaca, mengamalkan ajaran beliau dan merenungkannya, membersihkan hati dari segala kesombongan dan senantiasa mohon petunjuk kepada Allah agar diberi hidayah dan petunjuk hidup di jalan yang benar. Semoga kita senantiasa hidup dalam hidayah-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sebuah kejujuran yang terungkap adalah diri ini sedang dalam kontradiksi dalam rangka menggapai komentar elegi ini. sebagai seorang ummat yang beragama kita harus mengimani adanya Tuhan, Malaikat, Kitab, Nabi dan Rasul, hari akhir, dan Takdir. Kita harus percaya atas itu sehingga dalam setiap langkah di kehidupan kita akan terasa indah dan bermakna.

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Setiap manusia yang beriman pasti merindukan Rasulullah SAW walaupun tidak pernah bertemu dengan Beliau sekalipun. Dengan selalu memanjatkan shalawat kepada Rasulullah merupakan salah satu cara agar kita mendapat syafa’atnya di hari akhir kelak dan bisa dipertemukan dengan Kekasih Allah tersebut. Tidak hanya dengan bershalawat, mengerjakan sunah-sunah Beliau dengan rasa ikhlas juga bisa kita lakukan. Semoga kita semua mampu menggapai syurga Allah SWT agar kelak dapat bertemu dengan Rasulullah dan mengobati kerinduan terhadap Beliau.

    ReplyDelete
  26. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Artikel yang membuat penasaran dan intinya memang sangat baik. Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah dan sebenar - benar teladan bagi umat manusia. Meneladani sunah - sunahnya merupakan suatu keharusan bagi kita agar selalu berada di jalan lurus yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan meneladani Nabi Muhammad sudah barang tentu hidup kita akan menjadi indah, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat. Rasulullah Muhammad SAW memanglah manusia yang sempurna yang bahkan ketika beliau wafat beliau masih memikirkan umatnya yang tidak sempat melihat beliau. beliau memikirkan apa jadinya umatnya jika tidak ada beliau dan mengkhawatirkan kita. inilah sosok idola yang seharusnya kita kagumi dan memang sepantasnya kita bersholawat atas nama nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  27. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih sekali Prof atas ilmu yang sangat bermanfaat ini.

    Membaca elegi ini tidak cukup satu kali. Berulang kali. Karena beberapa alasan tentunya. Karena harus berhati-hati (belajar memang harus hati hati bagiku, karena diri ini memiliki segudang kelemahan, diri ini takut salah menafsirkan, karena memang sering kali diri ini mereduksi sesuatu sesuka hati). Membaca elegi ini belulang-ulang lagi, karena ini benar-benar menarik, karena ini bernar-banar bermanfaat, karena ini ilmu kehidupan.

    Dalam elegi ini saya melihat bahwa sebagai umatnya, kita haruslah senantiasa meneladani sifat-sifat Rosululloh. Dengan cara itulah kita akan merasa dekat dan akan didekatkan dengannya. Bismillah, marilah kita pergunakan kesempatan kita di dunia dengan sebaik-baiknya, dengan menjalankan segala ajaran agama. Semoga kita selalu dala lindungan Alloh SWT.

    ReplyDelete
  28. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Dari elegi di atas, banyak sekali makna yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Untuk dapat memandang wajah Rasullulah pun, kita tak bisa hanya menggunakan indera yang kita punyai misalnya melalui mata. Juga tidak akan mampu kita memandang wajah Rasullulah melalui kemampuan berpikir. Dari ritual-ritual ikhlas sebelumnya, pernah diuraikan bagaimana sulitnya untuk memandang seorang suri tauladan bagi kita, Rasullulah. Hanya dapat dilakukan dengan kesungguhan hatilah yang disertai dengan mata hati kita untuk dapat memandang wajahnya. Tidak semudah itu juga, karena dalam hal itu, sangat diperlukan mata hati yang jernih dan bersinar terang. Dibalik sinar terangnya hati itulah terdapat ruh diri sendiri. Dan didalam ruh itulah seharusnya ada ketundukan kepada Rasullulah.

    ReplyDelete
  29. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Membaca elegi ini sebenarnya saya sulit memahaminya dan takut untuk menyimpulkannya, yang jelas ada rasa haru dan rindu pada Rasulullah, saya pun tak mampu menjelaskan apa yang menyebabkan rasa haru saya. Rasulullah SAW adalah teladan bagi umat manusia. Mengingat cerita sejarah Rasulullah yang begitu luar biasa dalam berjuang untuk agama dan umatnya menyadarkan bahwa masih banyak sekali kekurangan saya dan apa yang saya lakukan untuk agama.

    ReplyDelete
  30. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ruh adalah dzat yang selalu baik, suci, dan berkualitas. Tingginya kualitas ruh dalam QS. Al Hijr: 29, “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya RuhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa tingginya kualitas Ruh dapat dilihat dari dua hal, yaitu ditunjukkan oleh tunduknya malaikat kepada manusia. Kedua adalah ditunjukkan oleh penggunaan kata ganti ‘Ku’ yang menggambarkan bahwa Allah mengakui betapa dekatnya Ruh itu dengan Allah swt. Ruh manusia di bumi ini sejatinya mengitari dan tunduk kepada Ruh Muhammad yaitu “Abu arwah”, Ayah para Ruh. Oleh karenanya senantisa memanjatkat doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw agar kelak senantiasa ruh ini dapat berkumpul dan mengelilingi Ruh Muhammad saw. Amin.

    ReplyDelete
  31. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Manusia yang mulia yang segala yang ada pada diri beliau adalah teladan yang senantiasa kita nantikan syafa’at nya di yaulum akhir nanti. Maka ruh beliau itu sejatinya hidup dalam setiap umatnya yang mana senantiasa meneladinya, menegakkan sunnahnya, menginginkan bertemu dan bersandingan di Surga Nya kelak. Memandang cahaya keagungan dan keta’atan pada beliau. Pemimpin sebaik baiknya pemimpin yang saat hidu dan akhir hidupnya senantiasa memikirkan umatnya. Tak ada satu alasanpun untuk kita tidak meneladani beliau. Semoga kelak kita bisa bertemu dengan beliau dan bersanding dengan orang-orag sholih di SurgaNya kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berfikir, berempati, merasa, sedih, bahagia, takut, berani, bershalawat kepada Rasulullah SAW, berdzikir, dan aktifitas-aktifitas batiniah lainnya yang kita lakukan sebenarnya merupakan aktifitas dari ruh kita. Allah menciptakan manusia terdiri dari jasad dan ruh. Ketika jasad dan ruh telah terpisah maka habislah waktu kita di dunia. Jasad akan dikuburkan dan ruh inilah nanti yang akan menghadap Allah SWT. Rasulullah SAW telah meninggal dunia, jasadnya dikuburkan, tetapi ruhnya tetaplah ada. Sehingga ketika kita bershalawat atas nama Rasulullah SAW, maka Rasulullah dapat membalas salam kita tersebut. Perbanyaklah bershalawat kepada Rasulullah SAW agarketika di hari akhir nanti kita akan mendapat syafaat beliau dan dapat melihat wajah beliau.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Setiap orang-orang yang beriman tentu merindukan Rasulullah dan menginginkan untuk dapat memandang wajahnya. Memandang Rasulullah bukanlah dengan mata, namun dengan mata hati. Hati yang dimaksud ialah hati yang bersih, bersih dari penyakit hati dan hati ikhlas yang hanya mengharapkan ridha Allah semata. Semoga kelak kita dapat berkumpul dengan Rasulullah di surga Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  34. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Suatu hari sahabat Ali bertanya kepada Rasulullah, “wahai Nabi Muhammad, kedua orang tua ku akan mejadi jaminan ku, mohon katakan kepada ku apa yang diciptakan Allah SWT sebelum semua makhluk diciptakan?”, Rasulullah menjawab “sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya ruh Nabi mu”. Semoga kita termasuk orang yang mendapat ridho Allah untuk memandang dan melihat ruh Nabi Muhammad, karena jika hanya memandang saja tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum yang tak beriman, dan jika tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan seperti Firaun.

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Membaca elegi ini, kita diingatkan untuk memahami elegi memandang wajah Rasulullah dengan menemukan ruh. Ini adalah dua hal yang sama maksudnya dua hal yang sepertinya agak sulit untuk di rasiokan. Untuk menemukannya sebagaimana seperti bahasa yang sangat indah yang dilukiskan dalam elegi tersebut yaitu menatap dengan mata hati kita.Untuk memandang wajah Rasulullah dan menemukan ruh , perlu kita libatkan mata hati kita yang suci untuk melihatnya dengan meneduhkan pikiran kita.
    “Dan mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang ruh.Katakanlah ruh itu termasuk urusan Tuhanku,sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.(QS. Al-isra ayat 85).

    ReplyDelete
  36. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Prof. Mengakui kerasulan Muhammad SAW adalah wajib bagi setiap Muslim. Beliau adalah manusia terpilih yang sempurna akhlaknya dan harusnya menjadi panutan bagi kita. Hidup sesuai dengan sunnah Rasul semoga dapat mempertemukan kita dengan beliau di surga-Nya kelak dan semoga kita mendapat syafaat dari beliau. Aamiin.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ini, memang saat ini manusia tidak bisa memandang wajah Rasulullah, tetapi saat ini manusia dapat membuat Rasulullah selalu menemani sepanjang waktu, selalu membimbing, yaitu dengan cara selalu memikirkan Rasulullah. Sehingga Rasulullah akan ada dalam pikiran, tetapi harus ada juga di dalam hati, sehingga ajaran-ajaran yang diajarkan Rasulullah dapat selalu kita jadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saat fisik mulai dilelahkan oleh berbagai aktivitas, saat pikiran mulai menemui kejenuhkan akan teka teki yang tak terselesaikan, saat hati mulai menemui kegundahan atas ancaman-ancaman dan ketakutan, saat itu pula merupakan saat yang tepat untuk berhenti mengaktifkan itu semua. Ada saatnya kita perlu untuk refleksi, meninggalkan kelelahan duniawi dengan berdoa dan menghadap Tuhan.

    ReplyDelete
  39. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Elegi yang mengguncangkan emosional saat membacanya, bagaimana tidak, harapan setiap umat muslim memanglah ingin bertemu dengan nabi Muhammad SAW, yang disebut dengan kekasih Allah tersebut. Dimana ruh beliau ada dalam diri umat muslim yang menjalankan sunnah-sunnahnya dengan istiqomah dan selalu beriman kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk dalam umatnya dan mendapatkan syafa'at beliau di yaumul akhir kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  40. Kartika Kirana
    17701261039
    S2 PEP B

    Maafkan, saya kesulitan memahami elegi ini, dan memang juga tidak berupaya memahaminya secara mendalam. Saya hanya ingin berkisah singkat saja. Ketika saya menghadapai persoalan yang terasa sangat berat, atau saya harus menjalankan sesuatu yang tampak sukar dan penuh resiko, saat harus bernegosiasi dengan orang yang nampaknya sulit dihadapi, saya berserah pada Allah. Saat itu saya hanya mampu berdoa, agar Allah kiranya yang menyelesaikan semuanya. Saya berserah, percaya bahwa Allah yang akan bekerja. Saya hanyalah wadah saja, Allah yang bekerja, Allah yang tahu mana yang paling baik. Ada hal-hal yang serasa berada di luar kemampuan saya. Saat itulah saya merasakan betapa dekatnya Allah dan menolong saya. Apakah ini juga bentuk menggapai ikhlas? Percaya akan kemaha-segala-an Allah?

    ReplyDelete
  41. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Di dalam kehidupan terdapat yang namanya fenomena dan neumena. Ruh termasuk di dalam neumena yaitu segala sesuatu yang tidak dapat di tangkap oleh panca indra manusia. Untuk menggapainya itu adalah sebuah kegiatan yang tidak mungkin dilakukan karena yang bisa menggapai ruh hanyalah pencipta dari ruh tersebut yaitu Allah swt.

    ReplyDelete
  42. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menemukan ruh, saya merasa memiliki keterbatasan dalam menjelaskan hal ini bahkan bisa dikatakan tidak dapat memahami esensinya. Saya juga takut keliru saat menjelaskannya. Mohon maaf Pak. Sedikit saya ingin merefleksikan tentang Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bertemu dengan kekasih Allah tentunya adalah suatu anugerah terbesar yang dinanti oleh para pengikutnya. Lantunan sholawat beserta salam adalah momen untuk menggapai pertemuan kepadanya. Berharap penuh akan syafa'atnya. Perjuangan yang bertaruhkan nyawa membawa pada zaman yang terang benderang. Subhanallah, beliau adalah sebaik-baik panutan dalam hidup.

    ReplyDelete
  43. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Rasulullah SAW, suri tauladan bagi umat manusia yang segala kebaikan ada pada dirinya merupakan utusan Allah SWT sebagai rahmat bagi alam semesta. Meskipun kita tidak pernah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, akan tetapi sesungguhnya ruh beliau senantiasa hadir dalam kehidupan umatnya yang selalu meneladani sifatnya, melaksanakan sunnahnya, dan menegakkan agama Allah SWT. Itulah bukti cinta Rasulullah SAW kepada kita umatnya, dimana saat akan meninggalpun beliau masih menyebut ummati, ummatku.
    Untuk itu, marilah kita mengerjakan segala kebaikan dengan ikhlas, dengan meneladani sifat Rasulullah SAW. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir nanti, aamiin...

    ReplyDelete
  44. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pend. Matematika 2017 Kelas C

    Tidaklah mudah bagi kita membayangkan bagaimana mulianya wajah Rasulullah SAW. Namun jika kita telah mengikuti sunnah dan mengimani Al-Quran, kita cukup mengetahui bahwa kita selangkah lebih dekat dengan kesempatan bertemu dengan Rasulullah di surga. Sebaliknya jika kita tidak mampu mengendalikan diri dan jauh dari Al-Quran dan sunnah, maka keinginan tersebut tidak akan pernah terwujud. Ketahuilah bahwa Rasulullah selalu hadir di kehidupan kita dengan ruh nya dalam sunnah, dan wajahnya yg bercahaya cukup kita yakini melalui cerita sahabat Rasulullah.

    ReplyDelete
  45. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Ruh adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. ruh tidak bisa kita lihat namun bisa kita rasakan. ruh adalah kuasa Allah. namun ruh itu ada dan kita wajib mengimaninya itu termasuk tugas kita dalam mempercayai apapun yang diciptakan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  46. Junianto
    17709251065
    PM C

    Memandang wajah Rasulullah SAW merupakan cita-cita stiap umat muslim karena Rasul adalah kekasih Allah SWT. Namun, untuk memandang wajah Rasul di akhirat, kita harus membersihkan hati, pikiran dan perilaku kita. Dan sudah selayaknya manusia membenahi segala perilakunya, menyadari segala kesalahnnya, dan melakukan perilaku yang sesuai dengan Sunnah Rasul.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Rasulullah merupakan teladan terbaik umat manusia. Segala ucapan dan perilaku beliau lengkap tertulis di kitab-kitab hadist yang bisa kita pelajari dan amalkan saat ini. Akhlak rasulullah adalah Al quran, maka seluruh ucapan rasulullah tidak jauh dari intisari al quran. Dengan mengikuti sunnah sunnahnya semiga kita bisa bertemu dengannya di akhirat kelak. Karena di akhirat kelak seluruh manusia di kumpulkan berkelompok bersama idola atau teladannya.

    ReplyDelete
  48. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Setiap hati yang beriman pasti akan merindukan Rasulullah SAW, pasti akan mengharapkan syafaat beliau di hari akhir, pasti akan menginginkan perjumpaan dan memandang wajah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW adalah contoh hidup suri tauladan yang paling baik. Kerinduan dan kecintaan kita terhadap Rasulullah sekarang ini dapat kita buktikan dengan mengamalkan sunah-sunah Rasulullah. Semoga di hari akhir nanti, kita semua tergolong sebagai umat Islam yang mendapat syafaat Beliau.

    ReplyDelete
  49. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi di atas sepertinya kelanjutan dari ritual ikhlas 13 yakni tentang kerinduan umat atas junjungannya Nabi Muhammad SAW. Jujur Prof tulisan elegi ini sungguh sangat dalam maknanya sehingga kami tak kuasa menjangkau berbagai makna yang tersirat tentang kerinduan terhadap Rasulullah. Namun, kami mencoba belajar dan memahami bahwa secara fisik kita tidak mampu untuk bertemu dengan beliau karena kita hidup jauh setelah beliau wafat. Namun, kita dapat mengusahakan diri untuk bertemu beliau dengan secara istiqomah bershawalat kepada beliau, mempelajari sirahnya, memperingati kelahirannya, dan menjadikan beliau sebagai uswatun hasanah, pula mencintai keturunannya yang hingga ini masih ada yakni para habib, syarifah dll. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  50. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Roh berada pada hati kita. Ketika hati kita kotor maka roh tersebut juga akan kotor. Hati kita bergantung pada keyakinan kita dan kekuatan iman kita kepada Tuhan. Semakin kuat iman kita maka roh yang kita miliki semakin baik. Untuk memandang roh Allah diperlukan hati yang bersih. Sebab Allah merupakan teladan bagi umatnya yang ada di bumi dan untuk menggapainya diperlukan kekuatan dan keyakinan hati. Firman Tuhan adalah salah satu yang bisa menyinari dan menyirami roh kita.

    ReplyDelete
  51. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sungguh besar kecintaan dan kerinduan kita kepada kekasih Allah ini. Panutan yang sangat sangat sangat sangat sangat sempurna. Dulu saya berpikir, betapa beruntungnya manusia yang bisa bertemu dan menjadi sahabat Rosulullah? Tetapi tak disangka, kita pun juga beruntung masih bisa mempelajari dan mengikuti apa yang sudah Rosulullah kerjakan di masanya. Cinta dan rindu itu tumbuh melalui ilmu dan sejarah yang tergambar jelas di dalam Al Quran. Cerita turun temurun yang dituliskan oleh para sahabatnya, besar pengaruhnya dalam kehidupan ini. Apalagi cerita Rosulullah dengan Aisyah yang sangat membuat para wanita iri. Tak salah Rosulullah dipilih langsung oleh Allah untuk menjadi kekasihnya.

    ReplyDelete
  52. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ruh bersemayam dalam diri manusia. Ruh yang menjadikan manusia seutuhnya, yang menyebarkankebaikan berdasarkan sifat-sifat Allah yang Maha Sempurna dalam kehidupan. Ruh menjadi urusan Allah swt semata. Sifat Ruh adalah stabil dalam hal kebaikan. Ruh adalah sisi positif dalam diri manusia. Ruh mewakili sifat-sifat malaikat yang penuh dengan ketaatan, keikhlasan, cinta kasih, kesempurnaan, dan kesucian. Ruh manusia di bumi ini sejatinya mengitari dan tunduk kepada Ruh Muhammad yaitu “Abu arwah”, Ayah para Ruh. Oleh karenanya senantisa memanjatkat doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw agar kelak senantiasa ruh ini dapat berkumpul dan mengelilingi Ruh Muhammad saw. Amin.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Ruh adalah nyawa seorang manusia, karena tidaklah hidup jasat manusia bila tidak ditiupkan Ruh didalamnya. Ruh atau jiwa yang baik akan bertemu dengan Ruh yang baik pula, maka hanya ruh yang suci bisa bertemu dengan Ruh nabi Muhammad SAW, karena Ruh beliau suci dan hanya bisa bertemu dengan ruh-ruh yang bersih pula. Untuk itu kita harus membersihkan Ruh kita untuk bisa bertemu dengan Ruh Nabi Muhammad SAW. dengan berdo'a dan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  54. Sungguh tulisan bapak diatas sangat indah rangkaian kata demi kata. Semoga kita sebagai umat Rasullullah bisa tetap istiqoma dalam menjalankan apa yang telah diajarkannya kepada kita semua. Semoga kita manusia biasa yang berusaha menggapai ridho dari Allah mampu diberikan kesempatan untuk bertemu Rasulullah di surge nanti.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  55. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Masya allah.. agak merinding membaca elegi ini, membayangkan kemuliaan nabi Muhammad Saw. Sungguh beruntung orang yang bisa bertemu dengan beliau, pun hanya lewat mimpi. Shalawat serta salam marilah kita haturkan, Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad, aamiin.

    ReplyDelete
  56. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Masya allah.. agak merinding membaca elegi ini, membayangkan kemuliaan nabi Muhammad Saw. Sungguh beruntung orang yang bisa bertemu dengan beliau, pun hanya lewat mimpi. Shalawat serta salam marilah kita haturkan, Allahumma shollii wasallim alaa nabiyyina Muhammad, aamiin.

    ReplyDelete
  57. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Ketika ruh kita mulai goyah, maka kita harus ingat disaat kita mulai memahami dan meyakini Rasulullah sebagai utusan Allah. Karena sebenar-benar mata hati kita adalah ruh kita sendiri, ruh kita yang tunduk dan beriman kepada ruh Muhammad saw, ruh kita yang patuh dan percaya bahwa Allah yang menguasai segalanya. Maka doa dan pikiran haruslah secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Memohon ampun kepada Allah, memohon petunjuk dalam melangkah, meminta hidup agar selalu dalam naungan Ruh Muhammad saw. Semoga kita menjadi pengikutNya yang setia dijalannya, dan istiqomah berjuang di jalan Allah swt, demi memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, amin. Wallahu’alam showab.

    ReplyDelete
  58. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dalam elegi ini hal yang dapat saya simpulkan adalah bahwa manusia memang yang memiliki pikiran dan pengalaman masing-masing dan akan mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Sehingga apabila dia tidak memiliki kekuatan iman yang kuat maka dia akan mudah terpengaruh ke lembah keburukan. Oleh karena itu manusia harus memiliki suri tauladan untuk membantu kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Suri tauladan untuk kita adalah Nabi Muhammad, beliau adalah utusan Allah dan manusia yang paling sempurna, sehingga apabila kita melakukan sunah-sunahnya maka kita akan semakin mudah menemukan ruh yang sebenarnya harus kita munculkan di dunia ini.

    ReplyDelete
  59. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Betapa indahnya ketika bertemu dengan rosululloh. Akan sangat takjub kita memandang wajah bliau yang diumpamakan dapat bersinar seperti sinar rembulan purnama. Ketampanan wajah bliau yang membuat orang lain trenyuh ketika bertemu dengannya. Bagaimana bisa kita sebagai ummatnya tidak ingin bertemu dengannya. Keinginan akan bertemu dengan rosululloh merupakan salah satu mimpi umatnya. Selain itu, syafa’at bliau juga sangat kita harapkan. Karena hanya rosululloh lah makhluk yang dapat membantu kita selamat dari api neraka. Solawat senantiasa saya turahkan kepada baginda Rosululloh SAW semoga kelak kita semua senantiasa berada dalam naungan bendera Islam, bendera Rosululloh SAW.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam syahadat kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, kita harus meneladani sang suri tauladan meskipun kita tidak pernah bertemu dengannya. Ilmu pengetahuan adalah awal seseorang dalam berfikir, sehingga jika seseorang mempunyai pengetahuan yang luas akan tergambar dengan cara berfikir seseorang tersebut, begitu pula sebaliknya. Selanjutnya gunakanlah hati sebagai rambu-rambunya.

    ReplyDelete
  61. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Manusia terdiri dari ruh dan raga. Raga merupakan temapt melekatnya ruh ketika berada di dunia. Sejak awal ditiupkannya ruh ke raga manusia, maka sejak itulah ia memulai hidup sebagai khalifah di muka bumi ini. Raga dalam manusia akan berkembang seiring berjalannya waktu. akan tetapi ruh akan selamanya melekat dan tidak berubah. Sebagai contoh yaitu ketika seseorang telah menginjak usia lansia, dalam benaknya ia masih memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal ketika ia muda (mis. Olahraga) namun keadaan raga nya sudah berubah yang tidk mendukung keinginan ruh nya. Oleh karena itu, apa yang seyogyanya manusia lakukan yaitu menjaga ruh nya agar tetap memiliki sifat-sifat baik.

    ReplyDelete
  62. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hakekat manusia adalah terdiri dari dua unsur pokok yakni gumpalan darang dan ruh, keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah antara keduanya agar dapat dikatakan sebagai manusia. Ruh adalah rahasia ilahi. Ketika membicarakan ruh yang dibutuhkan adalah keyakinan, kepercayaan dan keteguhan hati.
    Luar biasa Allah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan. Sehinggga sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah.

    ReplyDelete
  63. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Manusia saat ini tidak ada yang mengetahui wajah Rasulullah, bahkan menggambar wajah beliau pun dilarang. Kita dapat mengetahui ciri-ciri beliau melalui hadist maupun cerita dari para sahabat dan tabi'in yang dalam masanya masih bisa bertemu Rasulullah. YAng perlu kita lakukan saat ini adalah mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah sebagai bentuk kesetiaan umat beliau.

    ReplyDelete
  64. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kerinduan untuk bertemu Rasullullah dirasakan oleh setiap muslim. Untuk mengobati kerinduan tersebut kita dapat lakukan dengan selalu mengamalkan sunah-sunah Rasul. Dengan mengamalkan sunah-sunah rasul, maka kita akan selalu merasa dekat dengan beliau. Semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at beliau sampai hari akhir nanti. Sehingga kita semua dapat terhindar dari siksaan apai neraka dan dapat mencium bau surgaNya. Amin. Terimaksih

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. bersyhadat, langkah pertama seorang manusia menjadi muslim. Berikrar dengan bumi dan langit sebagai saksinya bahwa ia percaya Tuhan itu satu Allah SWT, serta ia percaya bahwa Muhammad ialah utusan Allah SWT. Muhammmad datang untuk menyampaikan kebaikan dan Al Quran yang dibawanya memang sebenar-benarnya firman Allah SWT. Dengan rasa percaya dan ikhlas itu, sebagai muslim, manusia beribadah dan senantiasa bersalawat untuk nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  66. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kerinduan akan Rasulullah akan terus mengalir bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Namun tiadalah kemampuan panca indera untuk memandang dan mendengarkan beliau. Hanya ruh yang dapat bicara menyampaiakan pepujian dan keagungan kepada baginda Rasulullah. Semoga kita mampu mencontoh keteladanan Rasulullah sehingga kita dapat dipertemukan dengan beliau di akhirat kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Cahaya Nabi Muhammad senantiasa terpancar dimana ada kebaikan disana. Namun kita tak mampu menangkapnya dengan pancaindra. Cahaya itu hanya mampu kita lihat dengan hati, dengan cahaya hati yang bersih. Hati yang senantiasa ramai dengan doa dan dzikir. Semoga kita mampu menjadi golongan yang mampu meneladani Nabi Muhammad sehingga dalam hati kita terpancar cahaya kebaikan. Aamiin.

    ReplyDelete
  68. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    “Aku menemukan bahwa untuk melihat wajah Rasul maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu.” Ketika pikiran kita telah mengendap dan hanya kita yang hadir, maka berdoalah. Ketika kita menyadari bahwa itu pun masih sulit memandang wajah Rasul dengan mata hati, maka pencarian dari ruh yang didoakan akan berkumpul dan memuji Ruh Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  69. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Dari elegi ini saya menangkap bahwa segala ruh makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan melalui Ruh Muhammad. Namun yang ingin saya tanyakan apakan Ruh Muhammad di sini adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW atau hanya kiasan sebagai penggambaran bahwa ruh itu murni? Jika ruh yang dimaksud adalah benar-benar ruh Nabi Muhammad SAW lalu apakah makhluk hidup yang tercipta sebelum Beliau juga berasal dari ruh Nabi Muhammad? Mohon maaf sebelumnya atas kelancangan saya bertanya. Mohon Pak Marsigit memberikan jawabannya.

    ReplyDelete

  70. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan kita yang terbaik yang patut kita ikuti jajaknya maka jalan kita tidak akan pernah tersesat. Dapat memandang beliau adalah dambaan setiap hamba Allah yang taat dan beriman. Jika kita ingin memandang wajah beliau, kita harus menyadari bahwa kita juga harus konsekuen mengusahakan keinginan kita dengan selalu menjaga hati kita untuk tetap bersih dan penuh keikhlasan karena hati ini adalah kepala atau pemimpin setiap anggota tubuh kita, maka jika hati baik maka baik pula seluruh jiwa raga ini, namun juga berlaku untuk hal yang sebaliknya. Jika kita selalu mengingat Nabi Muhammad di setiap kegiatan kita, maka hati kita akan merasa lebih baik, damai dan selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  71. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ruh sebagai sebagai dimensi metafisik manusia seringkali mengungkap hal yang diluar dhohirnya. Sungguh kenikmatan luar biasa dapat memandang wajah Rasulullah. Terkadang ingin ku berdoa dan berdoa dapat melihat wajahnya, jika tidak didunia, maka di akhirat kelak dapat melihatnya. Ruh ku sering menafsirkan hadist-hadist yang ada sebagai gambaran ruh wajah Rasulullah. Bagaimana perbuatannya, perkataannya, sikapnya. Sungguh sangat mulia.

    ReplyDelete
  72. Latifah Fitriasari
    PM C

    Memandang wajah Rasulullah merupakan impian setiap orang-orang Islam. Mungkin itu terdengar mustahil bagi kita untuk melihat Rasulullah. Allah Subhanahu Wata'ala ingin menjadikan kekasih-Nya (Muhammad) sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia sekalian alam. Jika kita lihat dari tolok ukur kejeniusan seorang manusia, maka siapa lagi kalau bukan Muhammad. Semua ini merupakan konsekuensi logis dari iman akan adanya Nabi Muhammad Saw, sebagai Rasulullah. Jika kita tidak mencintai Allah dan Rasulullah serta tidak mau berjihad di jalan Allah, maka kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang fasik yang jauh dari petunjuk Allah.

    ReplyDelete
  73. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sungguh seorang muslim pastilah ingin memandang wajah Rasulullah SAW. Nabi Muhamad sebagai suri tauladan kita, dimana dalam diri Rasulullah penuh dengan kebaikan. Maka siapalah yang tiada ingin memandang wajah Rasulullah SAW. Maka kita harus senantiasa bershawalat agar meskipun di dunia ini kita tak dapat memandang wajahnya tetapi kelak di akhirat ruh kita dapat memandang wajah Rasulullah SAW.

    ReplyDelete
  74. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sesungguhnya ruh rasulullah telah tercipta terlebih dahulu sebelum nabi adam diciptakan, hal itu berkisah ketika nabi adam a.s hendak memasuki pintu surga maka kemudian ia melihat nur muhammad terpampang di pintu surga, maka kemudian nabi adam meminta agar Allah memperlihatkan wajah rasullah. Maka Allah mengabulkan permintaan nabi adam kemudian nabi adam mampu melihat wajah rasulullah melalui kuku jempol tangannya. Begitulah kira-kira kisahnya

    ReplyDelete
  75. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Keinginan untuk memandang wajah Rasulullah, bertemu dengannya, hendaknya tidak hanya berhenti pada keinginan saja, yang dilukiskan dengan kata ‘akan’. Karena banyak keinginan yang akhirnya hilang setelah berpindah ke ruang dan waktu yang berbeda. Tetapi kita berdoa agar kita senantiasa merasa akan, sedang, telah dan terus merasakan indahnya memandang wajah Rasulullah

    ReplyDelete
  76. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saat ini kita tidak dapat memandang wajah Nabi Muhammad saw dengan kedua bola mata kita yang bersifat duniawi ini. Akan tetapi, kita dapat mencoba untuk berusaha memandang Rasulullah dengan mata hati kita, hati yang bersih dan selalu mengikuti dan taat pada semua ajaran Allah SWT. Semoga di akhirat kelak, ruh kita bisa menjadi salah satu ruh yang dapat mengelilingi, memandang dan mematuhi Rasulullah saw.

    ReplyDelete
  77. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Untuk meneukan ruh diperlukan mata hati yang bersinar. Dengan mata hati yang bersinar itulah diri dapat menemukan ruh. Semua penciptaan berkaitan dengan ruh Rasulullah. Termasuk edngan penciptaan ruh diri ini bergantung kepada ketundukan kita terhadap ruh Nabi Muhammad.

    ReplyDelete
  78. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Memperbanyak shalawat dan puji-pujian akan meningkatkan list kita dalam antrean bertemu nabi, bahkan Allah beserta malaikat pun bershalawat kepada nabi, maka bukankah selaku hamba dan manusia biasa kita seharusnya bershalawat dengan lebih giat lagi? Nabi merupakan uswah hasanah, maka meneladani sifat dan perilaku beliau ialah kewajiban bagi kita yang ingiin menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sesuai dengan titah Allah bahwa Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dikatakan bahwa sebaik-baik manusia yang memiliki akhlak terpuji ialah nabi Muhammad, dan kahlak Nabi ialah al-quran. Maka tiadalah pedoman hidup yang wajib kita tunuti selain yang bersumber dari keduanya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  79. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Nabi Muhammad telah lama meninggalkan dunia ini, namun sebenar-benar nabi tidak akan pergi dari ummatnya. Beliau kerap mengunjungi beberapa yang terpilih melalui mimpi dalam wujud ruh beliau. Karena setan tidak mampu menyerupai wajah nabi, maka jika seseorang bertemu dengan nabi maka ialah bagindanabi. bukan yang lain. Dan nikmat tersebut tidak diterima oleh sembarang orang, hanya yang terpilih saja. Sedangkan kita semua mempunyai peluang untuk terpilih hanya saja banyak diantara kita yang berusaha lebih giat sehingga dapat meningkatkan kemungkinan mereka untuk terpilih, wallahu a'lam

    ReplyDelete
  80. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Ruh bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, disentuh oleh kulit ataupun dirasakan oleh kelima panca indera kita lainnya. Hati kita terkadang merasakan kehadiran ruh, namun bukan hati secara ilmu pengetahuan yang dianggap sebagai organ tubuh manusia, melainkan sinar atau pancaran hati kita yang dapat merasakan ruh tersebut. Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh masuk ke dalam tubuh sebagaimana masuknya air ke dalam bunga, tidak larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya. Ruh manusia selalu ingin berkumpul dengan ruh Nabi Muhammad SAW, mengikutinya agar pancaran ruh nabi Muhammad SAW semoga juga dapat menyinari ruh manusia atas izin Allah SWT. Maka dari itu selagi kita hidup, seringlah kita membacakan shalawat nabi Muhamad SAW, serta jadikanlah nabi Muhammad SAW sebagai teladan kita untuk berperilaku dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  81. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Allah memberikan raga ini ruh. Ruh adalah bagian dari manusia yang tak kasatmata. yang tak terlihat tapi dapat kita rasakan. Manusia tanpa ruh, mungkin hampir sama dengan manusia tanpa jiwa. cuma fisik atau tubuh yang bergerak entah dengan alasan apa karena ruhnya tidak ada. Ada saatnya dimana raga manusia akan kehilangannya ruhnya. Saat itu manusia tidak lagi hidup di dunia melainkan hidup di akherat.

    ReplyDelete
  82. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Allah SWT dan Rasullullah SAW adalah dua hal yang tidak akan mampu manusia pikirkan dengan pikirannya yang terbatas itu. Tidak akan mampu pikiran manusia untuk menembus kesempurnaanNya. Jika manusia sudah merasa mampu memikirkanNya maka itu hal yang munafik, dia sudah berlaku sombong. Maka yang hanya bisa dilakukan oleh manusia adalah merindukanNya dan menunjukkan kecintaanNya, dengan selalu mengingatNya, melaksanakan perintah-perintahNya, berserah dan beribadah hanya kepada Allah SWT semata.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  83. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kita sebagai muslim harus menempatkan cinta kepada Allah dan rasul-Nya di posisi tertinggi, di atas kecintaan kita pada hal lain. Wujud kecintaan seorang hamba terhadap Allah dan Rasul-Nya adalah ketika hamba tersebut selalu berusaha mendekatkan diri pada-Nya dan Rasul-Nya. Seorang hamba dapat mendekatkan diri dengan cara terus berdoa, beribadah, dan berbuat amal sholeh serta selalu berusaha menjauhi larangan-Nya.

    ReplyDelete
  84. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    Ruh manusia asalnya suci, bersih, putih, bening. namun setelah ditiupkan ke dalam janin dalam kandungan ibunya, maka akan bercampur, menimbulkan potensi, tergantung dari apa yang masuk kedalam fisik ibunya. jika yang dimakan halal dan baik-baik, maka baik pula komposisinya. namun jika yang dimakan adalah yang haram dan yang buruk-buruk, maka juga akan berpengaruh pada janin itu. potensi pada diri manusia ditentukan sejak dia dalam kandungan. namun walaupun demikian, tetap kita akan dihadapkan pada pilihan yang sama setelah kita memasuki batas umur untuk dihisab, kita akan diberi pilihan untuk solat atu tidak solat, untuk ikhlas atau tidak ikhlas. dan pilihan yang lainnya. begitulah yang saya ketahui tentang ruh manusia.

    ReplyDelete
  85. Assalamualaikum Wr. Wb. Saya yakin bahwa, apa yang bapak tuliskan di atas merupakan refleksi dari jalan spiritual bapak dalam kehidupan sehari-hari. melalui tulisan-tulisan bapak yang bernas, saya mengagumi keistiqomahan bapak dalam berfilsafat dengan selalu mengedepankan nilai-nilai Islam sebagai pondasi hidup. Tentunya, sampai kepada fase hidup yang bapak lalui tidaklah mudah. Tentunya kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup bapak. Semoga kita senantiasa selalu berada dalam lindungan-Nya. Aamiin!

    ReplyDelete
  86. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Elegi ini begitu meninggalkan kesan yang mendalam akan kerinduan dan kecintaan yang begitu besar akan sosok Rasulullah. Mencintai tak terbatas oleh ruang dan waktu, namun selalu ada wujud atau cara mewujudkan kecintaan dan kerinduan. Selalu dan tidak lupa untuk mengirimkan shalawat merupakan salah satu wujud kecil dari bentuk kecintaan kita akan Rasulullah, semoga kelak kita dapat berkumpul mengelilingi ruh Nabi Muhammad SAW. Amiin.

    ReplyDelete
  87. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Bertemu dengan Rasulullah merupakan dambaan setiap orang. Yang bisa kita lakukan adalah dengan mencontoh setiap apa yang Rasulullah contohkan untuk kita. Hanyalah Rasulullah yang pantas kita tauladani.

    ReplyDelete
  88. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Artikel yang membuat penasaran dan intinya memang sangat baik. Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah dan sebenar - benar teladan bagi umat manusia. Meneladani sunah - sunahnya merupakan suatu keharusan bagi kita agar selalu berada di jalan lurus yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan meneladani Nabi Muhammad sudah barang tentu hidup kita akan menjadi indah, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat. Rasulullah Muhammad SAW memanglah manusia yang sempurna yang bahkan ketika beliau wafat beliau masih memikirkan umatnya yang tidak sempat melihat beliau. beliau memikirkan apa jadinya umatnya jika tidak ada beliau dan mengkhawatirkan kita. inilah sosok idola yang seharusnya kita kagumi dan memang sepantasnya kita bersholawat atas nama nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  89. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa Rasulullah merupakan suri tauladan yang patut dicontoh. semua muslimin pastinya sangat mendambakan untuk bertemu, atau sekedar memimpikan bertemu dengan Rasulullah. rasa sayang dan cinta kita kepada Nabi Muhammad dapat kita wujudkan dengan membaca shalawat nabi, meneladani beliau, melakukan sunnah-sunnah, dll

    ReplyDelete