Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 34: Menemukan Ruh




Oleh Marsigit

Hingga selesai menulis Elegi Memandang Wajah Rasulullah dan juga setelah selesai pula membaca komen-komen dari pembaca semuanya, keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti karena ingin menghormati lengangnya hati. Tetapi paralogismeku mengatakan bahwa bukanlah hanya sekali saja keinginanku memandang. Seperti doa dan pikiranku yang seharusnya secara kontinu mengalir lantunkan sepanjang ruang dan waktu. Maka memandang Wajahmu ya Rasulullah adalah ijtihatku secara terus menerus kontinu dalam ruang dan waktuku. Janganlah aku hanya merasa pernah atau akan, tetapi berilah aku telah, sedang dan terus memandang Wajahmu ya Rasulullah baik ketika aku masih hidup maupun setelah matiku. 


Aku menemukan bahwa untuk itu maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu. Tetapi aku menyadari pula bahwa terkadang mata hatiku juga mengalami kesulitan memandangmu ya Rasulullah. Maka ruang beruang, waktu berwaktu, pandang memandang, ilmu berilmu, safaat bersafaat, karunia berkarunia, guru berguru, cahaya bercahaya dan sinar bersinar. Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar. Maka hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah. Ternyata aku kemudian menemukan bahwa sinar wajahmu itu adalah Ruh Muhammad itu sendiri. Subhanallah. Setelah engkau sinari diriku dengan sinar wajahmu, ternyata aku menemukan bahwa sebenar-benar sinar mata hatiku itu ternyata adalah ruhku sendiri. Tiadalah penciptaan segala sesuatu itu tidak terkait dengan Ruh Muhammad. Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu; kemudian pada saat itu ijinkanlah ruhku itu untuk memandang dan mematuhi ruh Muhammad sallallahu alayhi wasalam. Amin. Ya Allah ya Robb, itulah mengapa keadaan saya dapat digambarkan sebagai enggan pergi, enggan beranjak, baik pikiran-pikiranku, ucapan-ucapanku dan tulisan-tulisanku. Mulutku seakan terkunci tak mampu memproduksi kata-kata, dan tulisanku seakan berhenti. Karena aku menemukan bahwa ternyata ruhku lah yang sedang bicara. Amin.
..

45 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Ruh adalah energi kekal, energi hidup yang mendiami setiap diri manusia. Tanpa Ruh manusia hanyalah segumpal daging tak berharga yang akan berubah menjadi bangkai. Sungguh sangat luar biasa keberadaan Ruh dan Ruh inilah yang membuat manusia hidup dan bisa mempunyai nilai. Ruh adalah energi yang berasal langsung dari Allah Swt dan merupakan energi yang sangat suci. Ruh bersifat kekal dan mempunyai kekuatan tanpa batas. Oleh karena itu, kita tidak boleh melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah Swt, karena kapanpun dan dimanapun ruh kita bisa di cabut dan diambil oleh Nya.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sinar wajah Nabi Muhammad adalah roh Nabi Muhammad. Sinar mata hati kita juga roh kita sendiri. Tidak ada penciptaan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan roh Nabi Muhammad. Tidak ada penciptaan roh kita selain ketundukan kita pada roh Nabi Muhammad. Itulah mengapa kondisi seseorang dapat digambarkan sebagai enggan untuk pergi, enggan bergerak, pikiran yang baik, kata-kata, dan menulis. Mulutnya seakan terkunci, tidak mampu menghasilkan kata-kata, dan tulisan tampak berhenti. Hal ini karena seseorang menemukan bahwa jiwanya sedang berbicara. Mengagumi sosok Nabi Muhammmad adalah hal yang wajar, bahkan dapat menjadi hal yang sangat istimewa. Dibutuhkan keikhlasan tersendiri untuk dapat melihat sosok Nabi Muhammad di dalam hati yang jernih. Semoga dengan membaca elegi ini, kita dapat lebih belajar lagi akan arti keikhlasan terutama keikhlasan terhadap Nabi Muhammad yang dapat diwujudkan melalui ucapan, tindakan, maupun perbuatan.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Manusia dapat memandang sinar wajah Rasulullah hanya dengan mata hati. Hati yang dimaksud adalah hati yang bersinar dan bersih dari penyakit hati dan hati yang ikhlas hanya mengharap ridha Allah SWT semata. Hati yang bersih dan bersinar dapat tercipta dengan cara selalu berdzikir dan mengingat Allah SWT, memohon ampunan atas dosa atau kesalahan yang telah dilakukan, serta berdoa kepada Allah SWT. Sebenar-benar sinar mata hati kita itu ternyata adalah ruh kita sendiri. Tidak ada yang mengetahui seperti apa ruh itu karena ruh merupakan rahasia Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Rasulullah SAW adalah utusan Allah SWT yang di utus ke bumi ini sebagai rahmatallil ‘alamiin, dan juga Rasulullah adalah murid malaikat jibril yang menyampaikan Kalamullah. Rasulullah juga merupakan kekasih Allah SWT yang sangat dicintainya maka selayaknya dan kewajiban kita sabagi muslim untuk mencintai beliau melebihi cinta kita kepada diri sendiri. Karena kita telah mengetahui bahwa cinta kepada Rasul merupakan salah satu rukun iman. Serta tentunya kita sebagai muslim pasti merindukan ingin bertemu dan melihat langsung wajah Rasulullah SAW. Cita-cita ini tentunya dengan segala upaya kita wujudkan dengan tetap menjalani sunnahnya. Rasulullah SAW pernah berkata bahwa beliau mencintai orang-orang beriman yang selalu melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya serta menjalankan segala sunnah beliau. Namun beliau lebih cinta pada umat akhir zaman yang percaya dan melakukan hal tersebut sekalipun belum pernah jumpa dengan beliau, semoga kita adalah umat yang dicintai Rasulullah SAW. Kemudian bagi siapa yang pernah bermimpi ketemu Rasulullah maka pasti akan kenyataan.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. bersyhadat, langkah pertama seorang manusia menjadi muslim. Berikrar dengan bumi dan langit sebagai saksinya bahwa ia percaya Tuhan itu satu Allah SWT, serta ia percaya bahwa Muhammad ialah utusan Allah SWT. Muhammmad datang untuk menyampaikan kebaikan dan Al Quran yang dibawanya memang sebenar-benarnya firman Allah SWT. Dengan rasa percaya dan ikhlas itu, sebagai muslim, manusia beribadah dan senantiasa bersalawat untuk nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum.

    Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah penutup para Nabi dan Rasul, serta utusan Allah kepada seluruh manusia. Beliau adalah hamba yang tidak boleh disembah, dan Rasul yang tidak boleh didustakan. Beliau adalah sebaik-baik makhluk, makhluk yang paling utama dan paling mulia di hadapan Allah Ta’ala, derajatnya paling tinggi, dan kedudukannya paling dekat kepada Allah. Sehingga wajib bagi kita unruk mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Rasulullah bersabda: “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” [HR Bukhari dan Muslim]

    Ahmad Bahauddin
    16709251058
    Pendidikan Pascasarjana UNY S2 Angkatan 2016 Kelas C

    ReplyDelete
  7. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Ruh adalah bagian tersuci dari manusia, ruh dan raga manusia tidak bisa dicampuradukkan. ruh dalam diri manusia ini yang akan dibawa kehadapan sang maha pencipta sang maha Suci, manusia yang begitu penuh dengan lumuran dosa tidak bisa serta merta langsung berhadapan dengan sak pencipta, maka dengan adanya Ruh inilah yang akan mengantarkan manusi kehadan Allah SWT, mempertanggung jawabkan semua perbuatan manusia. Sebgai manusia yang beriman, bekali ruh kita dengan membekali diri kita dengan tetap menjaga kesucian diri,sehingga ketika kita menghadapi kematian ruh akan mudah meninggalkan kita dalam keadaan menjaga kesucian.

    ReplyDelete
  8. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Roh adalah jiwa manuisa yang ada dalam tubuh manusia. Ketika kiamat telah menghampiri diri kita, ruh itu pun akan keluar dari tubuh kita. Ruh yang suci dapat mengantar kita kepada Tuhan YME. Namun banyak yang harus kita lakukan agar ruh kita dapat bertemu dengan Tuhan kita, dengan selalu berbuat baik, terus berdoa, dan beriman pada masing-masing yang kita yakini dengan ikhlas hati, maka semua harapan yang kita harapkan untuk bertemu dengan Tuhan dapat terwujud.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Manusia diciptakan dengan diberi ruh. Kita memang tidak dapat mengetahui ruh itu seperti apa karena urusan tentang ruh itu ada di tangan Allah namun kita percaya bahwa ruh merupakan dimensi dari manusia. Dibalik sinar terangnya hati itulah terdapat ruh diri sendiri dan didalam ruh itulah seharusnya ada ketundukan kepada suri tauladan kita. Dari cerita ikhlas sebelumnya, pernah diuraikan bagaimana sulitnya untuk memandang seorang suri tauladan bagi kita.

    ReplyDelete
  10. Ruh manusia ditiupkan ke dalam embrio ketika berumur 4 bulan. Kemudian bayi akan menunjukkan tanda-tanda kehidupan berupa detak jantung dan organ lain yang bergerak. Maha beasr Allah yang telah menciptakan. Manusia meninggal karena ruh telah diambil dari jasadnya. Ruh akan kembali kepada Allah SWT. Manusia ketika hidup harus memelihara ruh agar tetap bersih dan suci agar ketika kembali pada Allah dapat diterima di sisiNya.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Roh atau jiwa manusia selalu ingin bergerak maju ke pengetahuan pada tingkat yang lebih tinggi yang berpusat di kecerdasan (intellect) dan yang kegiatannya adalah mengatur data yang diinderai yang tersebar dalam ruang dan waktu. Elegi menggapai ruh ini menjelaskan bagaimana Ruh Muhammad adalah ayah para ruh. Rasa dan keinginan kita untuk dengan Rasulullah, baik sewaktu kita hidup atau setelah meninggal. Anugerah safaat bagi kita jika bertemu dengan Rasulullah. Dan darinya lah Ruh Nabi Muhammad yang sangat baik dapat dijadikan sebagai pedoman menjalani kehidupan ini, sebagai petunjuk menemukan jalam yang gelap ini dan selalu menjadi teladan dalam keseharian kita.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    “Dan mereka bertanya padamu tentang al-ruh. Katakan, ‘al-ruh itu urusan Tuhanku. Dan tidaklah kamu diberi al-i’lm kecuali sedikit.’ (QS. Al Isra’:85)Roh/ruh adalah satu kejadian uap atau gas yang keluar dari dalam hati kasar atau jantung. Uap atau gas itu berjalan ke seluruh bagian urat saraf di dalam tubuh manusia. Unsur ini adalah bagian rahasia Allah, manusia tidak akan bisa menggapainya.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Nabi Muhammad atau Rasulullah adalah suri tauladan kita yang terbaik yang patut kita ikuti jejaknya. Dapat memandang beliau adalah dambaan setiap hamba Allah yang taat dan beriman. Jika kita selalu mengingat Allah dan Rasulullah di setiap kegiatan kita, maka hati kita akan merasa lebih baik, damai dan selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah. Setiap umat muslim pastilah ingin memandang wajah Rasulullah. Memandang Rasulullah tidaklah dapat dengan mata kepala, namun dengan hati yang bersihlah kita dapat memandang-Nya. Hati yang dimaksud adalah hati yang bersinar dan bersih dari penyakit hati, hati yang ikhlas hanya mengharap ridho Allah. Hati yang bersih dapat merasakan dan memandang sinar Rasulullah. Sebenar-benar sinar hati kita itu ternyata adalah ruh kita sendiri. Dengan usaha dan keikhlasan, kita dapat bertemu dengan Rasulullah di alam bawah sadar kita. Semoga kelak kita dapat berkumpul dengan Rasulullah di syurga Allah.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    “Aku menemukan bahwa untuk melihat wajah Rasul maka tidaklah mampu mataku itu memandangmu, tidaklah aku mampu memikirkanmu, tetapi sungguh dengan mata hatikulah aku memandangmu.” Ketika pikiran kita telah mengendap dan hanya kita yang hadir, maka berdoalah. Ketika kita menyadari bahwa itu pun masih sulit memandang wajah Rasul dengan mata hati, maka pencarian dari ruh yang didoakan akan berkumpul dan memuji Ruh Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ruh adalah bagian dari tubuh kita, kita hidup ini karena ada ruh di dalam diri, sebenarnya jika tidak ada ruh kita hanyal ibarata chasing hp yang tidak berguna. Berbicara ruh maka kita akan teringan dengan sejarah penciptaan manusia yang mana kita diciptakan dari segumpal tanah, kemudian Allah meniuppkan ruh kedalam tubuh kita itu, maka jadilah manusia. Ruh adalah urusan Allah (rahasia Allah swt). Sehingga dengan demikian maka kita tidak tahu ruh itu seperti apa. Maka yang tahu tentang hakikat Ruh adalah Allah swt ((Al-Quran mengingatkan kita akan firman-Nya: Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit. -QS Al Isra’ 17: 85- ))

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dari elegi di atas saya menangkap beberapa poin yang menjadi topik. Salah satunya adalah memantaskan diri untuk bertemu Rasulullah. Sebelum menemui cahaya yang luar biasa setidaknya kita harus memersiapkan diri, setidaknya ketika bertemu tidak gelap ‘rupawan’ kita. Setidaknya dari sekarang sudah memantaskan diri untuk menyucikan hati dan pikiran, karena umat Rasulullah yang akan ditemuinya ialah yang memiliki suci hati dan pikiran, maka akan terpancar cahaya yang sama dengan Rasulullah, walaupun cahayanya masih tak tertandingi.

    ReplyDelete
  17. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    “Hanya dengan sinar mata hatiku pulalah aku mampu memandang sinar wajahmu ya Rasulullah”. Artinya, setiap umat muslim pastilah ingin memandang sinar wajah Rasulullah, tapi hanya mampu dipandang dengan mata hati yang bersih dan ikhlas. Hati yang dimaksud adalah hati yang bersinar dan bersih dari penyakit hati, hati yang ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT. Hati yang bersih dapat tercipta dengan cara selalu berdzikir mengingat Allah SWT, memohon ampunan atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, dan berdoa kepada Allah SWT. Manfaatkanlah waktu yang tersisa dalam hidup ini untuk senantiasa mendekatkan diri dengan Allah SWT dengan melakukan segala perintah-Nya sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadist dan menjauhi semua larangan-Nya. Perbanyaklah bekal amal shaleh yang akan kita bawa ke akhirat. Semoga kita menjadi orang-orang yang mendapat syafaat di hari akhir nanti. Amin…

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap manusia hidup tentunya memiliki ruh. Ruh pula yang akan membawa kita kepada Yang Maha Kuasa. Maka ketika masih hidup hendaknya manusia selalu berusaha untuk mendengarkan suara hati yang baik agar mampu terus menambah kebaikan sehingga nanti dapat mengalami kebahagiaan di surga. Hendaknya pula rajin beribadah dan banyak beramal dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menceritakan tentang seseorang yang ingin bersama dengan Rasulullah karena ingin selalu memandang wajah beliau yang memancarkan sinarnya yang dapat menyejukkan hati setiap orang memandangnya. Namun, sebenarnya kita tidak mampu memandang dengan mata dan tidak mampu memikirkan dengan pikiran tentang wajah Rasulullah melainkan dengan mata hatiku. Tidak sembarang mata hati dapat melakukannya melainkan hati yang telah bersinar pula. Sedangkan sinar itu ruh.

    ReplyDelete
  20. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sangat terkesan dengan salah satu kalimat yang terdapat pada Elegi Menemukan Ruh ini, yaitu pada kalimat "Ternyata aku menemukan bahwa tidaklah mungkin aku mampu memandang sinar Wajahmu dengan mata hatiku jika mata hatiku itu juga belum bersinar". Kalimat ini mengandung arti yang sangat luas dan mendalam. Bagaimana mungkin kita bisa memandang sinar Rasulullah sang utusan Allah SWT jika hati kita sendiri belum bersinar. Maknanya adalah, ketika kita tidak mengikhlaskan diri, tidak berusaha untuk mengimani, meniru ajakan dan sunah Rasulullah SWT, tidaklah mungkin kita bisa menggapai Rasulullah apalagi mendapatkan syafa'atnya nanti di Yaumul Qiyamah. Semoga mata hati kita selalu terbuka dan bersinar untuk selalu meneladani ajaran-ajaran beliau.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Segala penciptaan alam semesta berasal dari Nuur Muhammad, termasuk di dalamnya ruh malaikat, nabi dan rosul, manusia dsb. Tiadalah manusia yang mampu memandang wajah Rosululloh, terkecuali dengan hati yang bersinar. Dengan hati yang bersih dan keikhlasan hati serta atas seizin-Nya dapat dipertemukan dengan Rosululloh sungguh merupakan suatu keberuntungan. Hal yang dapat kita lakukan ialah meneladani akhlah beliau, dan akhlak beliau ialah Al-Qur’an. Cintai beliau dengan bershalawat, dengan demikian beliau juga akan mengenali kita jika kita ingat beliau dengan bersholawat.

    ReplyDelete
  22. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kita juga punya mata hati yang bisa melihat selain apa yang dapat kita lihat dengan mata ini. Mata hatilah yang dapat memandang dengan jujur, tentunya dengan mata hati yang bersih dan jernih saja. Untuk memperolehnya diperlukan proses yang panjang, tidak instan dan hanya sesuai keridhaan dariNya kita dapat diizinkan membuka mata hati ini, hingga mampu melihat banyak hal yang tak semua orang dapat lihat. Semua ciptaan Tuhan harus dipelajari ilmunya oleh manusia, akan tetapi mengenai ruh ini hanya sedikit saja yang bisa dipelajari, hal itu sudah difirmankan oleh Allah SWT. Ruh manusia akan tetap abadi meskipun telah meninggal, karena ruh ini diciptakan kekal oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Memandang wajah rasul sangat tidak mungkin kita lakukan, memikirkanya saja kadang tidak bisa kita lakukan, memandang wajah rasul berarti mengenali ruhnya dan merasakan apa yang ia berikan kepada kita. ternyata sebenar-benar diri kita adalah ruh kita sendiri. sehingga dengan mengenali ruh rasul kita mengenali hati rasul yang mulia.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ruh yang ada pada diri manusia adalah kuasanya Allah SWT. Manusia pasti merindukan Rasulullah walaupun tidak pernah bertemu dengan Beliau sekalipun. Semoga kita semua mampu mencapai syurga Allah agar kelak dapat bertemu dengan Rasulullah dan mengobati kerinduan terhadap Beliau. Selalu memanjatkan salawat kepada Rasulullah adalah salah satu cara agar kita selalu mendapat safaatnya di hari akhir nanti dan dipertemukan dengan Kekasih Allah tersebut.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Kita umat Nabi Muhammad yang sudah tidak bisa memandang beliau dengan mata kita. Setiap umat Rasulullah pasti menginginkan untuk bertemu dan memandang Rasulullah. Manusia dapat melihat Rasulullah adalah melalui ruh. Hanya ruh yang bersih yang dapat melihat Rasulullah, bersih dari segala keburukan, ruh yang bersinar, ruh yang hanya selalu mengharap ridho Allah dalam setiap perbuatannya.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia terdiri dari ruh dan jasad. Ruh itu adalah urusan-Nya. Kita hanya mengetahui sebatas bahwa ruh ibarat energi yang dapat menghidupkan makhluk atas izin Allah swt. “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (QS. Al-Isra 85).

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pernyataan menarik dari elegi di atas “Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh. Jadikanlah ruhku ikut berkumpul dan mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan mengagungkannya dalam dimensi ruang dan waktumu”. Subhanallah...Rasulullah merupakan tauladan yang baik. Kita hendaknya meniru sifat-sifat beliau. Menjadi kekasih Rasulullah SAW merupakan idaman kita semua. Oleh karena itu, isilah hari-hari kita dengan mengagungkan nama Allah dan Rasulullah di dalam ruh kita. Semoga kita tergolong orang-orang yang akan mendapat pertolongan atau syafaat di hari akhir kelak. Amiin

    ReplyDelete
  28. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap manusia di dunia memiliki Ruh. Ruh dalam diri manusia kelak diakherat tidak akan bersatu dengan raga manusia. Ruh akan bertemu dengan sang pencipta mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan bersama raga di hari akhir nanti. Bisa dikatakan bahwa raga adalah perantara dari Ruh untuk menggapai rido Allah SWT.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Siapa yang tidak ingin bertemu dan memandang wajah Rasulullah? Semua orang ingin bertemu dan memandang wajah Rasulullah di akhirat dan disurga kelak. Keingin harus diimbangi dengan usaha dan do’a yang sungguh-sungguh dan ikhlas dengan mengharap ridho Allah SWT agar kita bisa bertemu dan memandang Beliau Rasulullah serta agar ruh kita ikut berkumpul dan mengelilingi ruh nabi Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  30. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Roh yang ada dalam diri manusia merupakan Roh yang berasal dari Tuhan. Roh Tuhan itu besar, tak terselami dengan pikiran manusia. Saat penciptaan Tuhan memberikan Roh sehingga manusia bisa hidup. Dengan Roh itu pula manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan karena sejatinya Allah itu Roh. Jadi, karena kita dianugerahkan roh itu, sudah seharusnyalah kita tetap dan terus bersyukur karena kebaikannya bagi kita.

    ReplyDelete
  31. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam kehidupan kita, kita sering merasakan keberadaan Tuhan dalam setiap aktivitas diri kita. Dengan iman dan percaya serta diri yang memiliki kepekaan akan suaraNya, niscaya kita pasti akan dapat mendengar suara Tuhan dimanapun dan kapanpun. Tuhan ada dimana-mana dalam setiap hari-hari kehidupan kita, setiap aktivitas kita, dalam setiap keadaan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, yang penting adalah keikhlasan hati untuk selalu berserah dalam Tuhan.

    ReplyDelete
  32. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 34. Elegi ini menyampaikan kepada para pembaca tentang keinginan seorang manusia memandang wajah sang rosul, Muhammad SAW. Daoam elegi tersebut disampaikan bahwa untuk memandangnya mata tak akan mampu melakukannya, dan bahkan memikirkannya pun tak mampu, namub mata hatilah yang akan melakukannya. Terus memohon kepada Allah agar disinari mata hati kita agar dapat memandang sinar wajah rasulullah / ruh rasulullah. sinar mata hati kita pun sejatinya adalah ruh kita

    ReplyDelete
  33. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini disematkan doa manusia kepada Tuhan Nya yaitu Tiadalah penciptaan ruhku itu selain dari ketundukanku kepada ruh Muhammad ya Allah. Ya Allah ya Robb, ampunilah kelancangan pikir dan kalimatku itu. Dudukkan dan tidurkanlah diriku, tengadahkanlah wajahku, tunjukkanlah langkahku, alirkanlah nafas dan darahku, jadikanlah hidupku di dunia dan akhirat dalam naungan Ruh Muhammad yaitu “Abu Arwah”, Ayah para Ruh.
    Kutipan ini menunjukkan betapa kesungguhan dan ketulusan hati seseorang dalam berdoa memohon kepada pencipta Nya dengan penuh kerendahan. doa yang sangat indah dan tulus. Semoga kita dapat selalu mengambil pelajaran dari elegi elegi ini

    ReplyDelete
  34. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Rasulullah adalah idola seharusnya kaum muslimin. Darinyalah kita belajar bagaimana seharusnya menjalankan hidup dimana melalui ajarannya kita mengetahui aturan-aturan yang dapat memanusiakan manusia dan meninggikan derajat kita sebagai seorang muslim yang sesungguhnya. Barang siapa yang mengidolakan Rasulullah tentulah ingin berjumpa dengannya. Namun tidak semua muslim dapat berjumpa dengannya. Hanya muslim yang mematuhi perintah Allah dan mengikuti ajaran Rasulullahlah yang dapat berjumpa dengannya. Semoga kita semua adalah muslim yang dapat berjumpa dengan Rasulullah.

    ReplyDelete
  35. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Subhanallah, sungguh beruntung orang yang dapat bermimpi bertemu dengan Rasulullah karena sesungguhnya tidak ada suatu makhluk pun di dunia ini termasuk setan dan jin yang dapat menyerupai wajah Rasulullah. Sehinga apabila seseorang melihat wajah Rasulullahdalam mimpi maka ia benar benar melihat wajah Rasulullah. Namun untuk dapat melihat wajah Rasulullah maka kita harus melihatnya dengan mata hati yang bersinar. Karena untuk dapat melihan sinar wajah Rasulullah maka penglihatan hati kita juga harus bersinar. Dan sesungguhya penciptaan segala sesuatu selalu berkaitan dengan ruh Muhammad.

    ReplyDelete
  36. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca elegi di atas, saya mendapatkan ilmu bahwa dibutuhkan hati yang bersih agar dapat memandang sinar wajah Rasulullah SAW. Hati yang bersih dapat tercipta ketika kita selalu berdzikir kepada Allah SWT, selalu mengingat-Nya di dalam setiap aktivitas kita, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, menginstropeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik dengan selalu memohon ampunan serta selalu berdoa dengan ikhlas mengharap ridho Allah.

    ReplyDelete
  37. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini menjelaskan bagaimana tekad untuk bertemu Rasulullah SAW. Mata tidak dapat melihat bagaimana wajah Rasul, Pikiran tak dapat membayangkan bagaimana wajah-Nya, hanya sinar mata hati (ruh) kita lah yang mampu memandang wajah-Nya. Maka dari itu, jika kita selalu menigkatkan ketakwaaan kepada Allah SWT, dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, insyaalllah mata hati kita akan tersinar cahaya kebaikan.

    ReplyDelete
  38. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika terus memikirkan tentang ruh maka susungguhnya pikiran manusia sulit untuk mencapainya. Karena Allah sudah menjelaskan bahwa ada hal-hal yang tidak dapat manusia pahami. Begitulah sulit manusia untuk memahami ruh itu. Dalam tulisan ini ingin menemukan ruh. Ruh itu sudah ada sebelum dilahirkan di dunia. Ruh sudah ada di alam ruh sana yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran kita. Sehingga sesunggahnya tatkutlah manusia atas kekuasaan Allah karena manusia hanyalah hambanya yang sedang menjalani ujiannya di dunia ini.

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Komponen pembentuk manusia ada 3, yaitu ruh, jasad, dan nafs. Ruh itu suci dan tidak pernah kotor. Ruh merupakan sebagian zat Allah yang ditiupkan ke manusia saat janin berusia 4 bulan. Seperti yang difirmankan Allah dalam QS. As-Sajdah: 9, yang artinya “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” Kemudian dlam QS.As-Saad: 72, Allah juga berfirman yang artinya ”Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” Ruh memberikan energi baginafs dan memberikan nyawa bagi jasad.

    ReplyDelete
  40. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh adalah salah satu unsur dalam manusia. Ruh orang yang masih hidup bersama jasad mengalami kehidupan di dunia. Saat orang tersebut telah meninggal, itu berarti ruh nya telah terpisah dari jasadnya. Jasad akan tinggal di bumi, dikubur dan akan melebur bersama tanah-tanah. Sedangkan ruh akan kembali ke Tuhan, dan akan bertanggungjawab atas perbuatannya selama di dunia

    ReplyDelete
  41. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh kita adalah sinar wajah kita. Dengan ruh yang baik, ikhlas maka akan dimudahkan ruh kita untuk memandang wajah Rasulullah SAW. Karena tidak ada pencipataan ruh manusia oleh Allah SWT yang tidak tunduk pada ruh Rasulullah SAW. Dengan hati yang ikhlas dan terhindar dari rasa sombong akan membuat ruh kita semakin bersinar. Sehingga mohon ampunlah atas kesalah yang telah diperbuat, semoga Allah mengampuni dosa kita.

    ReplyDelete
  42. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh adalah kekuatan hati dalam kita bergerak, ruh adalah inti dari kehidupan kita. Ruh merupakan makna dari semua rangkaian hidup kita. Maka isilah ruh kita dengan semua yang Allah minta.

    ReplyDelete
  43. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ruh muslim adalah sholat, puasa, zakat, quran, dsb. Maka perbaiki selalu ruhmu agar menjadi ruh muslim yang taqwa. Ruh adalah yang mengendalikan raga kita. Jika uh kita selalu diberi makan dzikir maka kehidupanmu akan bahagia.

    ReplyDelete
  44. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ruh bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, disentuh oleh kulit ataupun dirasakan oleh kelima panca indera kita lainnya. Hati kita terkadang merasakan kehadiran ruh, namun bukan hati secara ilmu pengetahuan yang dianggap sebagai organ tubuh manusia, melainkan sinar atau pancaran hati kita yang dapat merasakan ruh tersebut. Ruh adalah zat murni yang tinggi, hidup dan hakekatnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan pancaindra, sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh sebagaimana menyelusupnya air ke dalam bunga, tidal larut dan tidak terpecah-pecah. Untuk memberi kehidupan pada tubuh selama tubuh mampu menerimanya.Ruh manusia selalu ingin berkumpul dengan ruh Nabi Muhammad SAW, mengikutinya agar pancaran ruh nabi Muhammad SAW semoga juga dapat menyinari ruh manusia atas izin Allah SWT. Maka dari itu selagi kita hidup, seringlah kita membacalkan salawat nabi Muhamad SAW, serta jadikanlah nabi Muhammad SAW sebagai tauladan kita untuk berperilaku dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  45. Nama Febrian Luthfi F
    13301241062
    Pendidikan Matematika 2013

    Kebersihan dan keikhlasan hati adalah kunci untuk menemukan ruh, sehingga kita bisa memandang dan bertemu Rasulullah. Cinta kepada Rasulullah adalah awal dan dasar cinta kita. Dengan mencintai rasulullah kita dapat mencintai Allah dan mencintai perilaku Rasulullah sehingga kita bisa menemukan Ruh dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete