Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Tiadalah semua urusan dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal apa yang aku sampaikan kepada logos belumlah seberapa. Walau demikian, tak terasa aku sendiri telah merasa berkurang tingkat kebasahanku. Artinya ada bagian-bagian tertentu dari diriku sudah mulai mengering. Mengapa? Mungkin karena selama ini aku terlalu sibuk bermain-main dengan jargon-jargonku. Diantara jargon-jargon besar para muridku, maka diriku itulah jargon paling besar. Sebetulnya aku enggan mengatakannya, tetapi setidaknya aku ingin tinggalkan jargon-jargon. Aku sudah merasa haus, aku juga ingin memperdalam elegi-elegi seraya menggapai keikhlasan. Aku ingin bermujahadah.

Hati bersih:
Wahai seseorang siapakah engkau itu. Mengapa engkau mendatangiku? Apa yang dapat aku bantu?

Orang tua berambut putih:
Banyak orang menyebutku sebagai orang tua berambut putih. Tetapi sebetulnya aku adalah pengetahuan-pengetahuan mereka. Jadi aku adalah pikiran mereka. Aku ingin bertemu dengan engkau, yaitu sebenar-benar hati. Bolehkah aku bermujahadah?

Hati bersih:
Ketahuilah bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Sedangkan engkau itu sebenarnya mempunyai hawa nafsu baik yang tidak baik maupun yang baik. Padahal aku melihat bahwa hawa nafsumu itu sungguhlah besar-besar. Elegi dan jargon itu adalah contoh dari hawa nafsumu yang besar-besar. Walaupun engkau mungkin sulit membedakan mana nafsumu yang baik dan mana nafsumu yang tidak baik dari elegi dan jargonmu. Sebenar-benar engkau dapat membedakan adalah jika engkau bermujahadah. Tetapi tidaklah mudah bagi dirimu agar engkau dapat memerangi hawa nafsumu yang tidak baik. Diperlukan banyak syarat-syarat antara lain lepaskanlah segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada dirimu. Lepaskanlah segala tanda-tanda kepangkatanmu. Mengapa? Karena simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu menjadi penghalang bagi usahamu untuk bermujahadah. Disamping itu engkau juga harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatmu bermujahah.

Orang tua berambut putih:
Bagaimana caranya aku bisa melepaskan segala simbol kebesaran dan kepangkatanku? Kapan dan di mana aku bisa melepaskannya?

Hati bersih:
Namamu sebagai orang tua berambut putih itu adalah lambang kebesaran dan pangkatmu. Maka jika engkau ingin bermujahadah betul-betul maka lepaskanlah namamu itu. Maka cukup engkau sebut dirimu sebagai hamba saja. Sedangkan kapan dan di mana engkau melepaskan simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu, tanyakan saja kepada ruang dan waktu.

Hamba:
Wahai hati sejati. Perkenankanlah pada waktu inilah dan pada tempat inilah aku melepaskan nama kebesaranku itu. Perkenankanlah engkau sebut aku sebagai hamba seperti nasehatmu. Dan aku akan bersungguh-sungguh dihadapanmu.

Hati bersih:
Wahai hamba yang bersahaja. Jangan salah paham. Bukanlah mujahadahmu itu ditujukan kepadaku, tetapi bertaqarrublah kepada Allah SWT. Wahai hamba yang sedang bermujahadah. Sekali lagi aku ulangi bahwa bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik itu. Nafsu tidak baik itu adalah nafsu yang hanya menuruti hawa nafsunya, suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja. Nafsu yang tidak baik itu juga identik dengan sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta. Maka orang-orang yang demikian itu belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan belum memperoleh tuntunan dari Allah SWT. Semua yang bertentangan dengan nafsunya dianggap musuh, dan semua yang sejalan dengan nafsunya adalah kawan-kawannya.

Hamba:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa nafsu tidak baik itu tidaklah hanya yang telah aku sebut di atas. Nafsu yang tidak baik itu juga meliputi nafsu yang tidak stabil. Pada suatu saat dia merasa telah bertaqwa dan memperoleh pencerahan hati, tetapi pada saat yang lain dia itu tergoda untuk kembali melakukan maksiat, walaupun kemudian sadar dan bertaubat. Dia itu telah menyadari akibat-akibat dari perbuatannya, tetapi belum mampu mengekang nafsunya.

Hamba bersahaja:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Jiwa dan hatimu telah bersih dari sifat-sifat tercela dan engkau mulai mampu memproduksi sifat-sifat yang baik dan terpuji. Jiwamu akan terasa tenang, mampu mengendalikan diri, ingin melakukan kebaikan-kebaikan serta menghindari diri dari perbuatan dosa. Dirimu yang tenang kemudian menimbulkan kemampuan untuk selalu mengingat Allah SWT sehingga engkau selalu ingin beramal saleh. Semakin bertambah ruang dan waktu maka dirimu akan semakin mantap dan tidak mudah tergoda oleh nafsu-nafsu tidak baik.

Hamba bersahaja:
Alhamdulillah. Amien

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Engkau akan diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Engkau akan bersifat tawadu’, pemurah, mudah bersyukur. Maka insyaallah, hidupmu akan memperoleh hiasan akhlak yang terpuji, menjadi orang yang sabar, tabah dan ulet, karena engkau selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Maka engkau akan mempunyai kemampuan mengamban amanah untuk mensejahterakan keluargamu, masyarakatmu dan bangsamu. Engkau akan selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME. Maka dalam keadaan apapun engkau akan selalu ridlo dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan ikhlas menjauhi larangan Nya, serta merasakan selalu berkecukupan terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu. Segala macam ilmumu yang engkau peroleh adalah anugerah dari Allah SWT. Jika Allah SWT berkenan menghampirimu, maka jiwa dan hatimu begitu dekat dengan Nya. Kemanapun engkau palingkan wajahmu maka yang tampak adalah rakhmat dan hidayah Nya. Untuk itu maka jagalah dirimu itu dengan sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.

Hati bersih dan hamba bersahaja:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

103 comments:

  1. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Menjaga diri dari hawa nafsu bisa juga dengan cara bermujahadah yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan kepada hawa nafsu yang baik-baik. serta meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya. Jika kita benar-benar bermujahadah dengan sebenar-benarnya dan beristigfar dengan hati yang ikhlas maka kita dapat mengatasi keadaan yang susah dan dapat segera memperoleh kebaikan .

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada elegi ini pesan yang bisa saya ambil adalah jika kita selalu memohon ampun maka kita bisa terus menjadi orang yang lebih baik seperti awalnya orangtua berambut putih yang kemudian menjadi hamba, kemudian menjadi hamba yang bersahaja begitu pula yang akan terjadi kepada kita jika kita terus menerus meminta ampun.

    ReplyDelete
  3. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Hamba yang bersahaja adalah hamba yang bermujahadah. bermujahadah adalah melawan nafsu yang tidak baik. hendaknya kita sebagai hamba selalu bermujahadah dan memohon perlindungan Allah dari segala nafsu yang tidak baik. mujahadah yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan nafsu yang tidak baik, mengarahkan nafsu ke hal-hal yang baik, meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Allah, dan selalu memohon ampun dan pertolongan-Nya. Pada beberapa daerah, mujahadah merupakan suatu kegiatan bersama-sama berdzikir dan berdoa serta meminta ampunan Allah. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari, disambung dengan sholat tahajud dan witir. Kegitan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sesungguhnya dalam diri kita sudah ada sisi kebaikan yang tak kuasa muncul. Mungkin karena terlalu banyak keburukan yang menutupi. Tetapi ketika celah itu ada, bersegeralah jemput kebaikan itu. Sadari bahwa hanya diri sendiri yang dapat menguatkan kebaikan itu agar terus ada. Faktor-faktordari luar yang dapat mendorong kita untuk tetap berada dalam kebaikan juga terkadang perlu. Namun, Allah adalah alasan utama dan pertama. Hanya Allah yang dapat menguatkan diri ini. Jika semua sudah karena Allah.InsyaAllah mudahlah urusan kita.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Hamba yang bersahaja adalah yang senantiasa bermujahadah kepadaNya. Oleh karena itu untuk menjadi hamba yang bersahaja senantiasa melawan nafsu yang tidak baik dalam diri kita dengan bermujahadah, ikhlas karena Allah SWT, senantiasa menginngat dosa yang telah kita lakukan dan memohon ampun kepadaNya dengan hati yang ikhlas dan selalu mengharap ridho dariNya.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Melawan nafsu yang jahat merupakan perjuangan setiap orang. Melaksanakan ajaran agama, berdoa, melakukan ritual ikhlas dapat menghindarkan orang dari nafsu yang jahat sehingga dia menjadi hamba yang bersahaja. Diperlukan hati yang ikhlas untuk mau melepas semua yang lalu dan memulai yang baru bersama TUHAN dengan senantiasa berserah kepadaNya.

    ReplyDelete
  7. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matenatika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 16. Elegi ini menyampaikan kepada para pembaca memgenai bagaimana menggapai hakekat hamba yang bersahaja. Dalam elegi ini digambarkan sebagai orang tua yang berambut putih yang belum menggapai hakekat hamba bersahaja. Untuk mendapatkannya kita harus melepaskan diri dari sikap sombong, iri, riya dll. Karena sikap-sikap tersebut bukanlah sikap seorang hamba. Jika kita telah menggapai hakikat hamba bersahaja kita akan lebih ringan melakukan ibadah, akan dimudahkan dalam menuntut ilmu oleh Allah SWT. Marilah kita nermuhasabah apakah kita sudag termasuk dalam hamba yanng bersahaja

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini menceritakan mengenai hati yang bersih dalam bermujadah. Mendekatkan diri dengan Allah dilakukan dengan banyak cara dan harus dilakukan dengan ikhlas, hati yang bersih dan dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT. Bermujadah ialah dengan melawan hawa nafsu, hawa nafsu dibedakan menjadi 2 yaitu hawa nafsu baik dan hawa nafsu yang tidak baik. Nafsu yang ada pada diri manusia bergantung pada keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Agar kita dapat menjadi hamba yang bersahaja yaitu langkah yang harus ditempuh adalah bermujadah dengan sebaik-baiknya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    hamba berarti manusia biasa, sedangkan bersahaja adalah hamba Allah yang senantiasa merendahkan dirinya dihadapan Allah SWT dan makhluk lainnya. seperti yang disebutkan dalam Al-Quran QS Al Furqan ayat 63 “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik”

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Manusia sebagai hamba Tuhan harus membedakan mana yang lebih berharga apakah waktu atau uang? Seorang hamba Tuhan bisa menggunakan waktu seefesien mungkin dalam melaksanakan pekerjaan atau pelayanan. Dalam hal ini seorang hamba Tuhan harus dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin konkret prioritas harus muncul dari tujuan-tujuan yang ditetapkan sendiri. Jadi seorang hamba Tuhan perlu menyusun jadwal dan perencanaan, supaya mudah dan teratur, dalam pelayanan, pekerjaan dan kegiatan yang lain. Persiapan waktu merupakan hal yang penting bagi setiap hamba supaya waktu di pergunakan dengan baik. Seorang hamba Tuhan mempersiapkan diri dalam pelayanan sehingga tidak bersungut-sungut dalam pelayanan, juga bisa menjadi contoh yang baik bagi jemaat dan orang lain sehingga dengan itu nama Tuhan di permuliakan.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sesungguhnya ucapan syukur kita tidak seberapa dibandingkan dengan kebaikan Tuhan. Tetapi Tuhan tidak menuntut kita untuk membalas semuanya. Yang diharapkan Tuhan dari kita adalah agar kita tetap menjadi hambaNya yang setia. Setiap hamba memberikan yang terbaik kepada Tuhan dalam melayani, dan juga dalam menggunakan waktu yang Tuhan inginkan kepadanya yaitu kejujuran, keikhlasan untuk menjalankan perintah-Nya, sehingga menghasilkan buah yang baik.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Memang sulit untuk menjadi bersahaja apalagi ketika kita mempunyai nama besar dengan segala kesuksesan dan kebesarannya di dunia. Popularitas sering membuat orang menjadi angkuh dan menganggap orang lain rendah. Namun, kita tidak boleh terlena dalam hal-hal duniawi tersebut. Terus berusaha untuk tetap rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama serta meminta pertolongan Tuhan di setiap jalan hidup kita dapat membawa kita pada ketenangan hidup

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dasarnya, manusia dikaruniai hawa nafsu, yaitu nafsu yang baik (berlomba-lomba mencari ilmu) dan nafsu yang buruk (sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta). Elegi di atas memberikan pelajaran untuk ‘bermujahadah’ melawan hawa nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Makna mujahadah yaitu menentang hawa nafsu daripada mengikut syahawatnya; yang sukakan kerehatan, ketenangan, kemalasan, tidur, makanan dan minuman yang enak, dan keterikatan dengan dunia dan perhiasannya. Mujahadah dilakukan dengan memutuskan nafsu daripada adat-adat kebiasaan, dan memberikannya keperluan-keperluan yang penting, serta memimpinnya kepada suruhan dan ketaatan kepada Allah.Tanpa memberi peluang kepada nafsu untuk menariknya ke belakang.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Firman Allah yang bermaksud: “Dan mereka yang berjihad di (jalan) Kami pasti akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berlaku ihsan”, dan firman Allah yang bermaksud: “Adapun orang yang takutkan keadaan semasa ia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu. Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya." (Surah An-Naaziat : 40,41). Oleh karena itu perangilah hawa nafsu diri sendiri. Insya Allah kita akan dipermudah untuk menjalankan kehidupan ini.

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya peroleh bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang harus menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, maka kita perlu melawan hawa nafsu yang tidak baik dengan bermujahadah. Bermujahadah dapat dilakukan dengan membaca istighfar sehingga kita mendapatkan ketenangan hati.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Bersahaja adalah tidak berlebihan atau sederhana. Dari elegi di atas dapat diketahui bahwa untuk menjadi hamba yang bersahaja, kita harus bersungguh sungguh dalam melawan hawa nafsu. Kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Bersunggh-sungguh hati melaksanakan perintahNya, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang menjadi pedoman bagi umat manusia.

    ReplyDelete
  18. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara sederhana, mujahadah bisa kita artikan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjauhi larangannya dan mengikuti perintahnya. Dalam hal ini, mengendalikan hawa nafsu merupakan salah satu wujud mujahadah, dimana kegiatan secara perlahan akan mempermudah kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

    ReplyDelete
  19. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Dalam diri manusia terdapat kecenderungan. Adakalanya kecenderungan memilih yang baik, adalakanya memilih yang buruk. Namun seutama-utama usaha adalah usaha memerangi hawa nafsu yang mempunyaoi kecenderungan buruk. Dan karena nafsu inilah musuh terbesar ketaatan. Dalam ranah godaan, setan menunggangi nafsu yang pada default manusia telah memilikinya sejak lahir. Sehingga yang menjadi kewaspadaan seorang adalah nafsu yang ditunggangi setan. Agar terhindar dari kehancuran hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  20. Apa yang akan dibawa oleh manusia ketika kembali dan menghadap Allah SWT? bukanlah harta benda, pangkat, kekuasaan, jabatan tetapi dengan harta itu apakah digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan infak, sedekah. Apakah ia amanah dengan harta yang dimilikinya, jabatannya dan kekuasaannya. Jabatan dan kekuasaan digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan membimbing yang ada pada kuasanya untuk senantiasa beribadah pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Banyak orang di dunia ini sadar bahwa perbuatannya itu salah, namun ia masih tetap melanjutkan perbuatan tersebut. Mengapa demikian, karena banyak orang di dunia ini blum bisa mengekang hawa nafsunya. Sedangkan hawa nafsu itu mengandung dosa ketika kita melakukannya. Dimana dosa itu merupakan penghambat rezeki, penghambat sampainya ilmu kepada diri kita, penghapus amalan-amalan terdahulu, dsb. Oleh karena itu marilah kita selalu meminta perlindungan kepad Allah SWT agar dapat selalu mampu mengendalikan hawa nafsu kita. Amin

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Hawa nafsu adalah hal yang niscaya pada diri manusia. Dimana nafsu itu ada yang baik ada pula yang tidak baik. Maka yang perlu kita lakukan yaitu melawan nafsu tidak baik itu. ada 2 cara yaitu dengan bermmujahadah dan beristigfar. Bermujahadah yaitu melawan hawa nafsu yang tidak baik. Syarat untuk bermujahadah yaitu melepaskan segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada diri dan pangkat. Karena simbol-simbol kebesaran dan pangkat itu menjadi penghalang bagi usaha untuk bermujahadah. Disamping itu juga harus niat sungguh-sungguh dalam melaksanakan mujahadah.

    ReplyDelete
  23. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Manusia merupakan makhluk yang memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu ada pada diri manusia. Manusia hendaknya berusaha untuk dapat membedakan antara hawa nafsu baik dan hawa nafsu buruk kemudian berusaha mengendalikannya dengan mengharap pertolongan Allah SWT.
    Selalu melakukan refleksi terhadap diri kita dan memohon ampunan serta perlindungan Allah SWT. Memohon perlindungan Allah dari hawa nafsu yang menjadikan diri manusia melupakan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Untuk menggapai hamba yang bersahaja yaitu dengan cara bermujahadah. Mujahadah berasal dari kata jihad yang artinya berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah. Dalam elegi ini mujahadah yang dimaksudkan adalah memerangi hawa nafsu yang mengatasi segala kelemahan diri untuk mencapai dengan sempurna keridhaan Allah SWT. "Apabila hawa nafsu sudah dominan, maka hati akan gelap. Apabila hati gelap, maka dada kan menyempit. Apabila dada menyempit, maka akhlak jadi buruk. Apabila akhlak buruk, maka makhluk akan membencinya" (Abu Bakar al-Hakim al-Warraaq).

    Mujahadah itu maksudnya luas, bukannya kita hanya perlu bermujahadah pada masa-masa atau keadaan-keadaan tertentu saja (misalnya hanya bila dalam kesulitan atau akan mengahadapi ujian saja). Padahal bermujahadah itu senantiasa perlu kita lakukan karena berjihad melawan nafsu yang buruk (ajakan syaitan) merupakan mujahadah terbesar dalam diri seseorang hamba yang beriman kepada Allah SWT. Dan dalam bermujahadah selalu beristighfar seraya memohon doa agar selalu diberi kekuatan dan perlindungan dalam perjuangan bermujahadah.

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Untuk menggapai hamba yang bersahaja yaitu dengan cara bermujahadah. Mujahadah berasal dari kata jihad yang artinya berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah. Dalam elegi ini mujahadah yang dimaksudkan adalah memerangi hawa nafsu yang mengatasi segala kelemahan diri untuk mencapai dengan sempurna keridhaan Allah SWT. "Apabila hawa nafsu sudah dominan, maka hati akan gelap. Apabila hati gelap, maka dada kan menyempit. Apabila dada menyempit, maka akhlak jadi buruk. Apabila akhlak buruk, maka makhluk akan membencinya" (Abu Bakar al-Hakim al-Warraaq).

    Mujahadah itu maksudnya luas, bukannya kita hanya perlu bermujahadah pada masa-masa atau keadaan-keadaan tertentu saja (misalnya hanya bila dalam kesulitan atau akan mengahadapi ujian saja). Padahal bermujahadah itu senantiasa perlu kita lakukan karena berjihad melawan nafsu yang buruk (ajakan syaitan) merupakan mujahadah terbesar dalam diri seseorang hamba yang beriman kepada Allah SWT. Dan dalam bermujahadah selalu beristighfar seraya memohon doa agar selalu diberi kekuatan dan perlindungan dalam perjuangan bermujahadah.

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, sebagai seorang manusia, tentulah kita memiliki hawa nafsu, nafsu baik maupun nafsu yang tidak baik. Mengalahkan nafsu yang tidak baik salah satu caranya adalah dengan bermujahadah. Ketika kita mencoba untuk bermujahadah, kita diharuskan untuk melepaskan kebesaran, pangkat dsb, dan menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah dimana kita sangat kecil posisinya dihadapan Allah. Senantiasa berdoa, dan memohon perlindungan serta petunjuknya lah kita mampu menjadi hamba yang bersahaja.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, kami menyadari bahwa sejatinya setiap saat didalam hati dan pikiran terjadi pertempuran antara keinginan baik dan keinginan buruk. Senada dengan pemikiran Blaise Pascal bahwa sejatinya manusia sebagai makhluk yang nista sekaligus luhur. Karenannya manusia adalah makhluk yang membutuhkan Allah. Dalam diri manusia senantiasa terjadi perang batiniah antara akal budi melawan nafsu-nafsu. Yang satu ingin melenyapkan nafsu-nafsu sehingga menjadi dewa, yang lain ingin melenyapkan akal-budi sehingga menjadi binatang, akan tetapi itu tak akan pernah terjadi. Nafsu-nafsu selalu ada pada manusia, dan akal budi juga selalu ada pada manusia. Sehingga kita perlu mendekatkan diri kepada Allah dengan iman dan ketakwaan kita, agar kita memenangkan akal-budi, dan hati nurani dalam pertempuran tersebut.

    ReplyDelete
  28. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Manusia di dunia ini seberapa tinggipun pangkatnya, seberapa besar penghasilan dan kekayaan yang dimilikinya itu semua akan kembali kepada Allah Sang Pencipta. Oleh karena itu kita tidak boleh sombong dan harus rendah hati senantiasa mengingat Allah. Salah satunya dengan bermujahadah, dengan bermujahadah kita bisa senantiasa mengingat Allah dan mengendalikan nafsu negatif kita sehingga kita bisa semakin dekat dengan Allah. Bermujahadah berarti juga kita mengosongkan pikiran dan hati kita hanya untuk ALLah semata.

    ReplyDelete
  29. Junianto
    PM C
    17709251065

    Hamba yang bersahaja senantiasa ikhtiar dan tawakal kepada Allah. Meyerahkan segala urusannya kepada Tuhan setelah melakukan usaha yang maksimal. Hamba tersebut juga selalu bermunajat kepada Allah untuk meminta petunjuk dan kekuatan. Hanya Allah lah sebaik-baik tempat mengadu dan berkeluh kesah. Hanya Allah juga yang bisa mendengar semua keluh kesah hambanya.

    ReplyDelete
  30. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pada elegi 16 ini mengulas tentang mujahadah. Melawan nafsu yang buruk, mengendalikan diri dari nafsu. Seseorang yang ingin bermujahadah maka perlu meninggalkan keduniawiannya, harta, jabatan, dan sesuatu yang membuatnya merasa lebih baik dari orang lain. Karena hal-hal yang berhubungan dengan keduniawian hanya akan menjadi penghalang untuk bermujahadah. Selain itu niat yang sungguh-sungguh untuk melawan hawa nafsu untuk mencapai ridho Allah swt.
    Terdapat empat rukun mujahadah menurut Al Marhum Said Hawwa dalam kitabnya Tarbiyatuna al Ruhiyyah. Pertama adalah menyendiri (al uzlah). Dalam kehidupan memang diperlukan untuk bermasyarakat. Tetapi ada kalanya untuk menyendiri. Menyendiri dari segala kekufuran, kemunafikan dan membuat kejahatan.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mujahadah, melawan nafsu yang buruk. Pada elegi ini saya melihat bahwa dalam melawan nafsu buruk kita harus memiliki bekal yang kuat, yaitu niat dan ikhlas. Mengharap ridhonya, menyerahkan segalanya pada Sang Pencipta. Berarti kita harus waspada dengan si sombong bukan? Wah jangan sampai dia tiba terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  32. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Untuk menebus semua dosa-dosa, kita perlu bertaubat kepada Allah. Selain itu kita juga perlu bermujahadah, introspeksi diri dengan semua perbuatan yang telah kita lakukan. Perbuatan yang baik harus kita lanjutkan dan tingkatkan, sedangkan perbuatan yang buruk harus segera kita tinggalkan dan melakukan taubat.

    ReplyDelete
  33. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Semoga kita semua dapat menjadi hamba yang bersahaja, selalu terlindung dari perbuatan buruk dan hawa nafsu yang buruk pula. Doa-doa kita adalah dzikir-dzikir. Maka seluruh tubuh kita itulah dzikir kita. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu. Untuk itu maka jagalah diri dengan sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.

    ReplyDelete
  34. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Hawa Nafsu merupakan semua keinginan-keinginan kita yang muncul, nafsu yang buruk dapat menjerumuskan kita ke dalam neraka. Seperti dalam Q.S. Yusuf ayat 53, “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” Terlihat jelas bahwa kita harus pandai-pandai dalam mengendalikan nafsu kita.
    Seperti yang diriwayatkan melalui Imam Shâdiq bahwa Rasulullah saw bersabda: “Waspadalah terhadap hawa nafsu kalian sebagaimana kamu sekalian waspada terhadap musuh. Tiada yang lebih pantang bagi manusia daripada mengikuti hawa, nafsu dan ketergelinciran lidah yang tak bertulang.” Oleh karena itu, kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu kita.
    Keberhasilan kita melawan hawa nafsu akan dijanjikan sebuah surga seperti dalam firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nazia’at ayat 40- 41: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
    Trimakasih.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  35. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menurut saya, hawa nafsu itu sendiri adalah suatu dorongan yang dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu. Perlu digarisbawahi, dorongan tersebut ada yang bersifat baik dan buruk. Menurut saya kedua kutup tersebut harus saling dikendalikan sesuai dengan ruang dan waktunya. Manusia sebagai makhluk yang dapat berpikir dan memiliki kuasa pula atas hawa nafsunya sendiri meskipun tidak sepenuhnya. Sangat disayangkan saat manusia terbelenggu dengan hawa nafsunya sendiri. Apapun yang dilakukan sebaiknya disertai dengan niat (doa), keihklasan dan sadar semua itu kehendak Tuhan.

    ReplyDelete
  36. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Pak. Banyak manusia di dunia ini yang melakukan kejahatan karena mengikuti nafsunya. Logikanya sudah tidak mampu bernalar serta nuraninya sudah tidaak mampu merasakan bahwa yang dilakukan itu salah dan dilarang Allah SWT karena pikiran dan hatinya sudah terlanjur tertutupi oleh hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  37. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Allah SWT melihat seorang hamba dari hatinya, bukan dari parasnya. Maka, milikilah hati yang bersahaja. Hati yang bersahaja adalah hati yang bersih dari sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta. Hati yang bersih akan menghantarkan pada kekhusyukan dalam beribadah, tenang dalam menjalani hidup, dan selalu bersyukur bagaimanapun keadaan yang ada. Oleh karena itu, berdoa dan memintalah kepada Allah hati yang bersih, amal yang diterima, dan niat yang ikhlas agar kita selamat dan sukses di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  38. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Hamba yang bersahaja ialah hamba yang senantiasa bermujahabah. Mujahadah berarti berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari’at islam dan giat melakukan ibadah. Manusia dikaruniai dua macam hawa nafsu, yaitu hawa nafsu yang baik dan hawa nafsu yang buruk. Elegi ini memberikan pelajaran untuk bermunajah melawan hawa nafsu yang buruk. Munajah yang sungguh-sungguh akan dapat menentang hawa nafsu yang buruk dan juga mendatangkan banyak manfaat karena merupakan wujud ketaatan pada Allah SWT. Munajah tersebut dapat dilakukan dengan cara memohon ampun, memperbanyak istighfar, doa, dan ibadah lainnya yang sesuai dengan tuntunan agama.

    ReplyDelete
  39. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada elegi ini, maksud dari bersahaja itu ketika melakukan sesuatu sesuai ruang dan waktu. Apa yang kita lakukan itu tepat, selain apa yang kita lakukan, juga apa yang dirasakan. Bagaimana hati kita, kebijaksanaan kita. Jika hati kita dipenuhi dengan hawa nafsu, maka pikiran kita juga tidak dapat berpikir jernih, apalagi perbuatan kita. Jika kita dapat mengontrol itu, maka keputusan yang diambil akan cenderung tepat. Pada intinya adalah untuk menjadi bersahaja, yang paling utama adalah bagaimana hati kita dulu. Apakah dalam melakukan sesuatu itu sudah tulus ikhlas belum.

    ReplyDelete
  40. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Manusia adalah mahluk yang kompleks yang umumnya sering dikuasai oleh keinginan-keinginan dalam meraih segala sesuatu hal yang menurut dia sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Maka dari itu manusia harus membentengi diri dengan sebenar-benarnya iman dan taqwa kepada Allah swt. Dan manusia juga dituntut untuk selalu menanamkan sikaf mujahadah di dalam diri mereka agar selalu berada pada jalan yang di ridhoi oleh sang maha pencipta. Sebagian Ulama mengatakan Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu, dan ada lagi yang mengatakan Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya, Mujahadah adalah sarana dari hidayah rohani kepada Allah dan ridho-Nya. Jadi dalam mujahadah terkandung unsur melawan hawa nafsu secara terus menerus. Maka dari itu, manusia harus selalu siaga untuk berperang terutama dalam melawan hawa nafsu yang ada pada diri mereka sendiri.

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Bersahaja berarti sederhana. Hamba yang bersahaja kemungkinan besar tidak mudah menuruti hawa nafsu buruknya, dia lebih mudah untuk bermujahadah sembari beristigfar. Inilah pentingnya bermujahadah mendapatkan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Dengan bermujahadah sungguh-sungguh, insya allah perilaku dan pikiran kita selalu positif dan selalu ingat kepada Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Hakim Al-Warraq bahwa “apabila hawa nafsu sudah dominan , mak hati akan gelap. Apabila hati gelap, maka dada akan menyempit. Apabila dada menyempit, maka akhlak jadi buruk. Apabila kahlak buruk, maka makhluk lain akan membencinya”.

    ReplyDelete
  42. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Terimakasih banyak Pak Prof.
    Ketika ingin menjadi hamba yang bersahaja, untuk kesekian kalinya elegi tersebut mengingatkan kita supaya menjauhkan diri dari kesombongan.Sebab sifat sombong adalah akar dari segala tindak keburukan.Kesombongan dapat menghalangi niat mendekatkan diri kepada Allah.Munculkan keikhlasan dan meretas penyakit hati yang ada pada diri kita.Agar saat bercumbu dengan Allah ada ketenangan, kedamaian dalam menggapai ridhonya

    ReplyDelete
  43. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Maksud dari mujahadah adalah memerangi hawa nafsu dan mengatasi segala kelemahan diri untuk mencapai dengan sempurna keridoan Allah SWT. Hawa nafsu adalah musuh yang sanfat keji dan mencelakakan serta sukar untuk dihindari. Latihan menundukkan hawa nafsu ini perlu dilaksanakan sedikit demi sedikit tetapi istiqomah. Selain itu hendaknya bermujahadah dalam beramal. Dalam beramal sudah tentu ada halangan-halangannya, ada ujian ujiannya banyak. Jika tidak kuat, mujahadah atau melawan hawa nafsu, maka kita akan merasa jenuh.

    ReplyDelete
  44. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dari elegi ritual ikhlas 16 ini saya memahami bahwa setiap manusia di bumi ini pasti mempunyai hawa nafsu. Sebaik-baik dan seterhormatnya seseorang, ia pasti mempunyai hawa nafsu. Hawa nafsu sebenarnya terbagi atas dua, yaitu hawa hafsu baik dan hawa nafsu tidak baik. Maka yang perlu dikendalikan adalah hawa nafsu yang tidak baik. Dan cara yang dapat ditempuh untuk melawan hawa nafsu yang tidak baik adalah dengan cara bermujahadah. Syarat-syarat dalam bermujahadah adalah dengan melepaskan segala simbol-simbol kebesaran yang ada pada diri, melepaskan simbol-simbol kehormatan dan kepangkatan, karena hal itulah yang akan menghalangi proses bermujahadahnya seseorang. Dan syarat selanjutnya adalah dengan niat yang ikhlas dan tekad yang kuat untuk melaksanakan mujahadah.

    ReplyDelete
  45. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Menjadi hamba yang bersahaja adalah hamba yang penuh kesederhanaan. Kesederhanaan tersebut menjauhkan manusia dari sifat-sifat sombong, iri hati, dengki, riya’ dan lain sebagainya. Dengan berdoa dan mengingat nama Tuhan Yang Maha Esa maka sekaligus melunturkan sifat-sifat sombong, iri hati, dengki, dan riya’. Bersahaja adalah kesederhanaan yang mencerahkan dan menyejukkan hati manusia yang di dalamnya bersemayam kebersahajaan.

    ReplyDelete
  46. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Sesungguhnya tiada bekal yang akan kita bawa menuju kehidupan akhirat selain dari amal perbuatan. Rasa serakah terhadap harta-harta duniawi adalah bentuk kesombongan yang lahir dari rasa ketidakpuasan. Hal tersebut adalah suatu pengingkaran akan nilai-nilai ilahi yang terjadi karena jauhnya kita dengan ilmu agama. Menjadi insan bersahaja memang begitu sulit, namun belajar untuk selalu ikhlas dan bersyukur adalah jalan menuju kesahajaan. Mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya adalah suatu kewajiban yang hakiki.

    ReplyDelete
  47. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih banyak prof. Marsigit atas artikel di atas. Saya pernah membaca bahwa mujahadah berarti bersungguh hati melaksanakan ibadah dan teguh berkarya dalam amal shaleh, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang sekaligus menjadi amanat serta tujuan diciptakannya manusia. Dengan beribadah, manusia menjadikan dirinya ‘abdun (hamba) yang dituntut berbakti dan mengabdi kepada Ma’bud (Allah Maha Menjadikan) sebagai konsekuensi manusia sebagai hamba wajib berbakti (beribadah). Mujahadah menjadi sarana untuk menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah, sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Di antara perintah Allah SWT kepada manusia adalah untuk selalu berdedikasi dan berkarya secara optimal. Bukanlah perkara mudah menjadi hamba yang bermujahadah, sedangkan nafsu terus menggeluti hati dan pikiran manusia di setiap waktu perjalanan hidup. Namun alangkah senangnya Allah ketika hamba-hamba nya berusaha untuk menggapai predikat menjadi hamba yang bersahaja dengan bermujahadah, melawan segala nafsu dan sepenuh hati melaksanakan ibadah dan amal kebaikan karena Allah swt. Semoga kita termasuk golongan hamba yang selalu bersyukur sehingga kita sadar akan pentingnya mendahulukan Allah dari pada urusan dunia. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  48. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Pangkat, gelar, kebanggaan, identitas, ke-aku-an, adalah hal-hal yang secara sadar atau tidak bisa membuat jarak antara diri kita dengan Allah. Apa yang patut kita banggakan jika semua yang kita miliki sekarang adalah amanah dari Allah yang bisa Allah ambil kapan saja. Apa yang patut kita banggakan jika gelar, pangkat bisa jadi adalah ujian yang Allah berikan pada kita, tanpa kita tau apakah kita akan mulia atau hina dengan pangkat tersebut. maka sebaik-baik sikap dan perilaku adalah dengan mengingat bahwa semua itu adalah titipan, adalah amanah, yang suatu saat nanti kita akan dimintai pertanggung jawabannya.

    ReplyDelete
  49. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Elegi mengenai mujahadah yaitu melawan nafsu yang buruk. Dimana mujahadah ini dapat menimbulkan sebuah sifat sombong pada manusia. Hawa nafsu yang buruk memang harus kita lawan sekuat-kuatnya, sesungguhnya itu berasal dari godaan syaitan yang pastinya akan terarah ke hal-hal yang tidak ada manfaat nya jika dituruti. Seperti halnya yang dikatakan oleh Hati Bersih bahwa kita juga mempunyai hawa nafsu yang baik, dimana itu terletak kepada hal-hal yang selalu membawa manfaat kepada diri sendiri, orang lain dan bermanfaat untuk urusan kita kepada Allah SWT. Sungguh memang lah berat bagi saya untuk sepenuhnya meninggalkan nafsu buruk dan sepenuhnya untuk mengikuti nafsu baik,karena masih banyak urusan dunia yang selalu di prioritaskan. Hanya dengan berusaha menjadi lebih baik dan berdo'a selalu meminta pertolongan dari Allah yang dapat dilakukan. Semoga Allah selalu memberi perlindungan dan pertolongan. Aamiin.

    ReplyDelete
  50. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Bersahaja, sederhana, menjadi seperti anak kecil... menjadi salah satu ritual untuk menggapai ikhlas. Ternyata memang ilmu yang penuh perjuangan lah ikhlas itu. Godaan untuk menceritakan, memamerkan apa yang dimiliki, apa yang hebat yang pernah dialami, itu sering muncul.
    Trimakasih telah diingatkan. Semoga Allah merestui usaha menggapai hamba bersahaja ini.

    ReplyDelete
  51. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini menunjukkan bahwa sekecil apapun kesombongan di dalam diri kita adalah wujud dari hawa nafsu yang bersifat negatif. Apalagi jika kita terlalu sering menyombongkan diri baik di dalam hati maupun di hadapan orang lain. Bermujahadah atau mensucikan hati adalah kondisi yang sangat sulit diraih, terlebih lagi jika kita tidak pernah mencobanya sama sekali. Ternyata menggapai keikhlasan itu tidak mudah, bahkan amat sangat sulit sekali. Hingga elegi ke 16 saya masih menyadari bahwa keikhlasan di dalam diri saya masih sangat jauh, karena saya belum bisa melawan hawa nafsu negatif yang menggoda.

    ReplyDelete
  52. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Melawan nafsu yang tidak baik tidaklah mudah, butuh usaha dan tekad yang kuat. Melawan hawa nafsu yang tidak baik bisa disebut bermujahadah. Bermujahadah harus selalu diniatkan untuk memperoleh ridho dari Nya, jika tidak maka akan berdosa dan menjadi orang yang merugi. Salah satu ciri orang yang merugi adalah hari ini sama dengan hari kemarin.

    ReplyDelete
  53. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Marilah kita semua selalu beristighfar setiap harinya. Baik di waktu kita akan memulai kegiatan, yaitu pagi hari setelah bangun tidur, maupun setelah selakukan kegiatan di malam hari sebelum tidur. Karena sesungguhnya manusia merupakan tempat dari kesalahan dan lupa. Oleh karena itu, untuk meredamkan hati kita maka obatnya adalah istighfar. Dengan istighfar keikhlasan akan mungkin dapat diperoleh oleh seorang muslim. Karena mereka tidak merasa mereka paling benar. Dengan istighfar kita akan mengakui bahwa diri kita merupakan manusia yang penuh dengan dosa sehingga tidak akan mudah sifat sombong itu akan masuk. Semoga kita akan senantiasa diampuni segala dosa kita semua ketika kita beristighfar. Aaamiiin
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  54. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menjadi seorang yang bersahaja, berarti menjadi hamba yang taat kepada sang pencipta, penuh dengan ketawadzukan dan kesederhanaan, niat yang lurus semata-mata mempersiapkan bekal menghadap sang pencipta. Menjadi bersahaja juga berarti bermujahadah, yaitu melawan nafsu buruk dalam diri. Melawan diri dari nafsu buruk merupakan hal yang sulit, namun dengan banyak- banyak beristghfar dan mendekatkan diri kepada Allah, maka semua yang terasa sulit pasti akan dimudahkan. Amin.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  55. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Mujahadah artinya bersungguh-sungguh berjuang melawan hawa nafsu. Menuruti hawa nafsu diibaratkan seperti orang haus yang meminum air laut. Ketika orang haus meminum air laut maka yang terjadi adalah kehausan yang semakin bertambah. Hal tersebut diibaratkan seperti menuruti hawa nafsu, semakin hawa nafsu dituruti maka akan muncul hawa nafsu lain yang semakin banyak.

    ReplyDelete
  56. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsu. Ketika itu, maka dia akan mendapatkan nafsu yang baik. Untuk bisa mengendalikan nafsu maka kita harus selalu memdekatkan diri kepada Tuhan dengan segala macam cara yang di anjurkan oleh Tuhan.

    ReplyDelete
  57. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pengahambaan yang sejati adalah ketika seorang hamba mampu melepas semua perkakas dunianya, baik pangkat, jabatan, kekayaan, dan lain sebagainya yang besifat duniawi. karena ketika seorang masih mengenakan perkakas dunianya berarti masih ada nafsu dalam dirinya dan itu menununjukkan bahwa belum adanya keikhlasan dalam bermujahadah.

    ReplyDelete
  58. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berdo’a dan berdzikirlah kepada Allah untuk mendapatkan perlindungan dalam kehidupan. Selama kita berusaha untuk mengatasi kesusahan yang menimpa kita, niscaya, Allah akan berikan nikmat yang jauh dari bayangan kita. Seperti halnya kita dalam mengatur dan menahan nafsu, maka dari sanalah kita mendapat berkah yang tak dibayangkan. Ya mungkin ini sulit bagi kita, hanya saja Allah meminta kita untuk berusaha terlebih dahulu. Berlatih untuk membedakan mana nafsu yang baik dan buruk, lama-kelamaan kita pun akan terbiasa melalui itu.

    ReplyDelete
  59. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Manusia diselimuti dengan segala macam nafsu, terdapat nafsu yang sifatnya tidak baik maupun baik. Itulah cobaan yang d berikan kepada manusia agar dia mampu bertaqwa kepada Allah SWT. Bermujahadah maka berusaha melawan nafsu nafsu yang bersifat tidak baik, nafsu-nafau yang tidak baik erat kaitannya dengan sifat-sifat yang dimiliki setan sehingga Allah SWT tidak menyukai hal tersebut. Namun sebagai hamba dimuka bumi kita tak akan pernah terhindar dari segala nafsu keindahan dunia, kebahagiaan dunia serta godaan dari setan hal ini adalah wajar adanya. Inilah cobaan yang paling utama bagi setiap hamba selama masa dunia. Guna mujahadah yaitu berusaha melawan nafsu-nafsu yang tidak baik guna menjadi hamba sahaya yang seutuhnya. Hamba yang tak memiliki kesombongan dan hamba yang penuh sifat keikhlasan dalam berjuang dijalan Allah SWT.

    ReplyDelete
  60. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai seorang manusia, kita pasti mudah tergoda oleh hawa nafsu tercela. Maka kita harus senantiasa beristighfar dan mermujadahah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela dan mengarahkannya kepada hawa nafsu yang baik, meningkatkan ketaqwaan, serta senantiasa memohon ampunan dan pertolongan dari Allah SWT. Karena itulah kita harus senantiasa berdzikir, berdo’a dan beristighfar memohon ampunan Allah SWT agar dijauhkan dari hawa nafsu yang tercela. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menjauhi hawa nafsu yang tercela. Amin.

    ReplyDelete
  61. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  62. Jika manusia telah benar-benar bermujahadah sembari beristighfar, maka insyaAllah akan memperoleh kebaikan pada hawa nafsu. Senantiasa berdzikir kepada Allah, berdoa dalam setiap kondisi yang dihadapi, selalu memohon ampun jika telah tersadarkan melakukan kesalahan, semoaga Allah membukakan pintu maafnya kepada kita.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  63. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Melawan hawa nafsu yang tidak baik tentu bukanlah hal yang mudah. Tidak semua insan mampu bermujahadah dengan sebenar-benarnya. Salah satu cara untuk menggapainya adalah melepaskan segala pangkat, jabatan, tingkat pendidikan, dan penghargaan yang kita punya. Dengan begitu nafsu kita untuk sombong, takabur, atau tinggi hati akan perlahan terkikis. Dimana dan kapan saja, kalau kita tidak memperdulikan seberapa penting kita dalam urusan duniawi, maka hanya urusan akhiratnya yang akan menjadi prioritas utama. Dengan begitu, manusia akan meminimalisir penyakit-penyakit dari dalam hatinya dan hawa nafsu yang tidak baik akan hilang secara perlahan. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik seperti halnya suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik, pendusta, dan lain sebagainya. Maka kita harus terus berusaha bermujahadah untuk memperoleh keberkahan dan keridhoan dari Allah dalam setiap kita melakukan aktivitas. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  64. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini hal yang saya pahami adalah saat kita menghadap Allah utuk berdoa dan berdzkir kepadanya kita harus melepaskan semua kedudukan yang melekat dalam diri kita. Hal itu karena, kedudukan yang masih kita pikirkan akan menjadikan hati ini diselimuti perasaan kesombongan. Kesombongan tersebut menghambat hati yang ikhlas. Sehingga saat menghadap Tuhan sudah seharusnya kita merasa kecil karena beliaulah sang maha besar yang menciptakan semua yang ada di muka bumi ini. Sehingga sudah sepantasnya kita merasa kecil dihadapan sang pencipta. Saat kita menghadap Tuhan atau bermujahadah dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh tanpa dipengaruhi kedudukan yang kita miliki, maka Allah akan senang hati mendengar doa yang kita panjatkan dan akan mengabulkannya. Selaian itu beliau akan meridha setiap langkah kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Salah satu perantara yang dapat mendekatkan manusia dengan Tuhan adalah dengan cara berdoa. Di kala hati tidak tenang, bimbang, tak tahu arah, dan terdapat masalah-masalah yang dihadapi maka berdoa merupakan cara yang paling ampuh untu memohon petunjuk. Bukan malah mencari jalan lain yang salah seperti menyalurkan kegalauan dengan barang-barang haram, seperti narkoba, minuman keras, dll. Saat kita berdoa dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan disertai dengan berdzikir maka kita akan diberi petunjuk jalan yang terbaik yang seharusnya kita lakukan. Dan apabila kita masih bingung juga antara beberapa petunjuk tersebut tidak ada salahnya untuk solat istikarah agar semakin yakin dengan keputusan yang akan kit ambil.

    ReplyDelete
  66. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hawa nafsu dibagi mengadi dua yaitu hawa nafsu yang baik dan hawa nafsu yang buruk. Nafsu yang baik misalnya nafsu dalam mencari ilmu. Sedangkan nafsu yang buruk misalnya sombong, munafik, pendusta, dll. Sebagai manusia yang beriman hendaknya berusaha melawan hawa nafsu yang buruk. Dengan bermujahadah dengan sungguh-sungguh maka kita dapat membedakan antara nafsu baik dan nafsu buruk.

    ReplyDelete
  67. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Keridhoan Allah adalah hal yang sangat diimpikan oleh semua manusia. Keridhoan Allah akan menghampiri seseorang ketika orang itu selalu merasa ikhlas dengan segala hal apapun yang terjadi pada dirinya. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, namun Allah yang mempunyai wewenang atas semuanya.
    Ketika berbuat maksiat maka hendaknya segeralah bertaubat. Jangan sampai kita terjerumus dalam keburukan. Karena Allah yang memiliki kehidupan. Dan untuk menjadi hamba yang bersahaja cukup hanya dengan ikhlas (ikhlas pikir dan ikhlas perbuatan), dan ridho Allah yang menyertai.

    ReplyDelete
  68. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia diciptakan sebagai khalifah, artinya akan selalu ada sisi kebaikan dalam diri manusia. Hanya manusia, akibat pergaulan dan nafsunya, juga memiliki sifat buruk yang kadang lebih dominan dan menutupi atau menghalangi munculnya sisi baik. Maka dari itu, ketika ada sisi baik muncul dalam dirimu, bersegeralah, lakukan dengan terus mengharapkan rida Allah dan mohonlah petunjuk.Jadikan Allah sebagai alasan utama dan pertama untuk menguatkan diri. Hanya Allah yang dapat menguatkan diri kita. Jika semua sudah karena Allah.InsyaAllah mudahlah urusan kita. Maka berdoalah, mohon ampunan dan petunjuk jalan yang diridhai-Nya.

    ReplyDelete
  69. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa nafsu itu ada yang baik dan yang tidak baik. Untuk mengetahui mana nafsu yang baik maupun yang tidak, maka perlu untuk bermujahadah, yaitu menempatkan diri ini sebagai hamba. Melepaskan semua gelar dan pangkat yang dimiliki sehingga ia benar-benar rendah hati. Dalam keadaan itu, seseorang dapat berpikir secara jernih untuk menentukan mana nafsu yang baik atau yang buruk.

    ReplyDelete
  70. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kehidupan kita dipenuhi oleh nafsu. Nafsu tidak hanya menyangkut hal yang buruk namun juga berkenaan dengan yang baik. Dengan tak hingga banyaknya jumlah nafsu, membuat manusia sulit membedakannya. Maka dengan jalan bermujahadahlah kepada Allah SWT maka semua dapat menjadi terang. Dengan benar-benar mujahadah, beristigfar, dan berdzikir kepada-Nya kita dapat memperoleh ridho sehingga dapat mengarahkan nafsu yang buruk menjadi bagian dari kebaikan.

    ReplyDelete
  71. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari hasil membaca elegi yang Prof. Marsigit tuliskan, saya merefleksi bahwa setiap orang memiliki nafsu baik maupun buruk. Nafsu baik dan buruk ini berpengaruh pada tingkat keimanan manusia, kadang seseorang dapat menjadi hamba yang rajin beribadah, tapi bisa jadi di lain waktu menjadi jarang beribadah. Manusia perlu belajar terus-menerus untuk mengelola masalah nafsu ini. Senantiasa belajar, mendekatkan diri kepada Allah, dan berkumpul dengan orang-orang sholeh dapat membantu mengelolanya.

    ReplyDelete
  72. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sudah merupakan kodrat manusia mempunyai hawa nafsu, namun yang menjadi pertanyaan adalah, mampukah kita mengendalikan hawa nafsu kita? Karena hawa nafsu merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk bisa dikendalikan. Oleh karena itu perbanyaklah melakukan puasa, baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah. Dengan begitu maka inshaAllah kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  73. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hawa nafsu memang sudah difitrahkan ada dalam diri manusia. Tergantung dari masing-masing manusia apakah mampu mengelola hawa nafsu tersebut atau tidak. Salah satu cara untuk mengelola hawa nafsu adalah dengan bermujahadah. Dalam bermujahadah hendaknya kita melepas hal-hal yang berkaitan dengan dunia kita, misalnya jabatan, kedudukan, kekuasaan, dan sebagainya. Kita harus bermujahadah secara kontinu. Semoga kita mampu menjadi orang yang bersahaja. Aamiin.

    ReplyDelete
  74. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sesungguhnya manusia memang tidak terlepas dari hawa nafsu, tergantung bagaimana kita mengontrol nafsu tersebut. Elegi di atas memberikan pelajaran untuk bermujahadah, yaitu melawan hawa nafsu yang tidak baik sebagai perwujudkan ketaatan kita kepada Allah SWT. Allah SWT telah berfirman: “Adapun orang yang takutkan keadaan semasa ia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu. Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya.” (QS An-Naaziat: 40,41).

    ReplyDelete

  75. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Hawa nafsu adalah hal natural yang dimiliki semua manusia. Tetapi, terdapat dua macam nafsu, yaitu hawa nafsu yang baik dan hawa nafsu yang buruk. Jadi, mujahadah adalah salah satu cara terbaik untuk melawan hawa nafsu buruk. Hawa nafsu buruk adalah sinonim dengan memikirkan dunia, cemburu, iri, marah, riya, berbohong dan lain-lain. Namun hal yang juga harus diingat bahawa ketika kita akan melakukan mujahadah, kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengna hari yang ikhlas dengna niat hanya untuk Allah. Ketika kita berhasil melakukan mujahadah, kita akan memiliki kebiasaan yang baik dan terjada dari kebiasaan yang buruk.

    ReplyDelete
  76. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Cara kita menghadapi kesedihan hati ialah dengan bermunajah. Bermunajah ialah meninggalkan segala hawa nafsu yang buruk yang ada dalam diri kita. Hal tersebut dapat dilaukan apabila kita merendahkan hati dan meninggalkan kesombonga, iri, dengki, marah, dan sebagainya. Dengan hati yang bersih maka kita akan dengan mudah melepaskan atribut yang menghalangi keikhlasan kita tersebut. selain itu, hendaknya kita bertaubat dengan sungguh-sungguh atau taubat nasuha atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat selama ini, serta tidak mengulangi kembali kesalahan tersebut. Dengan begitu maka hati kita akan menuntun pada perbuatan yang terpuji dan jangan lupa selau berdoa kepada Allah SWT agar dibukakan jalan keluar dari setiap masalah kita. Intinya, agar kita tidak sedih hati maka kita perlu mengadu kepada Allah SWT dengan cara membersihkan hati dan pikiran dari nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  77. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Maksud dari mujahadah adalah memerangi hawa nafsu yang mengatasi segala kelemahan diri untuk mencapai dengan sempurna keredaan Allah SWT. Hawa nafsu ialah musuh yang sangat keji dan hina malah mencelakakan serta sukar untuk dihindari. Latihan menundukkan hawa nafsu ini perlu dilaksanakan sedikit-demi sedikit tetapi istiqomah. Selain itu hendaklah bermujahadah dalam beramal. Dalam beramal sudah tentu ada halangan-halangannya, ada ujian-ujiannya dan ada pula cobaannya yang banyak. Jika kita tidak kuat mujahadah atau melawan hawa nafsu, maka kita akan mudah terasa jemu.

    ReplyDelete
  78. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Manusia apapun pangkatnya, julukannya tetap hamba di hadapan Allah Swt. Hamba mengisyaratkan bahwa manusia itu rendah, lemah, tanpa pertolongan Allah maka sunggguh manusia hancur-sehancurnya. Maka sangat heran jika ada manusia yang dengan angkuhnya membanggakan kepada manusia lain tentang pangkatnya, ilmunya, hartanya, status sosialnya, anaknya, yang mana tidak akan dibawa satu pun kebanggan tersebut keliang lahat.

    ReplyDelete
  79. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Menjadi hamba yang selalu ikhlas, menjadi hamba yang hanya mengharap ridha Allah Swt memang tidaklah mudah. Butuh usaha dan doa, agar hati dan pikiran yang menguasai bisa tunduk pada perintah dan larangan Allah. Menanggalkan semua gelar yang didapat, karena gelar, pangkat akan menjadi penghalang seorang manusia menjadi hamba yang bersahaja. Lewat pintu itulah syaiton kesombongan, keangkuhan akan masuk dan merusak serta menguasai hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  80. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kita harus mampu mengendalikan hawa nafsu tanpa menyakiti diri sendiri dan orang-orang disekitar kita. Untuk dapat mengendalikan hawa nafsu kita harus tahu jenis-jenis hawa nafsu.Secara sederhana ada 8 jenis hawa nafsu dalam diri manusia, yaitu: mata, telinga, mulut, perut, sex, pikiran, perasaan dan hati.Ke-8 jenis hawa nafsu inilah yang harus kita kendalikan dari hal negative menjadi hal yang positif. Nafsu yang baik misalnya nafsu dalam mencari ilmu, ingin mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Sedangkan nafsu yang buruk misalnya sombong, riya', dengki, iri, munafik, pendusta, dan lain sebagainya. Hawa nafsu yang buruk lebih baik dikurangi atau dihilangkan.

    ReplyDelete
  81. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Unutk menjadi hamba yang bersahaja man diperlukan mujahadah. Bermujahadah merupakan cara unutk melawan napsu yang tidak baik. Karena hawa napsu terdapat hawa napsu yang baik dan yang tidak baik maka seseorang perlu bermujahadah sehingga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga kita termasuk orang yang mampu bermujahadah.

    ReplyDelete
  82. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menjadi hamba yang bersahaja tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus mampu menggiring hawa nafsu menjadi perilaku kebaikan, senantiasa beristighfar dan melakukan pertaubatan yang tidak pernah putus, istighfar merupakan kalimat baik yang dapat menghapuskan dossa atau kesalahan yang kita lakukan jika dilakukan dengan keikhlasan, mungkin mengucap istighfar mudah saja, hanya yang sulit ialah untuk bisa ikhlas. Wallahu a'alam

    ReplyDelete
  83. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Seorang hamba yang bersahaja dapat menanggalkan semua gelar yang diperolehnya di dunia saat menghadap Tuhannya. Kita harus paham bahwa belajar merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia, namun belajar mengenai kealaman atau sosial atau ilmu duniawi haruslah diniatkan untuk bisa membawa kita agar pandai berhubungan dengan manusia sehingga meningkatkan kualitas beribadah kepada Allah SWt. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  84. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Sebagai manusia, terkadang kita sulit membedakan mana nafsu baik dan mana nafsu yang sifatnya buruk. Maka dari itu, ada sesuatu yang harus kita lakukan agar kita dapat membedakan kedua hal tersebut, yaitu dengan bermujahadah. Tidak hanya itu, kita juga harus terbebas dari rasa sombong, baik kesombongan karena pangkat dan kedudukan maupun hal-hal lain yang dapat menjerumuskan kita terhadap sifat buruk ini.

    ReplyDelete
  85. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Rendah hati atau bersahaja merupakan prilaku yang terpuji. kita tahu tentang hal itu tapi jarang melakukannya. Hal ini benar-benar beruang sulit bagi sebagian orang. Bahkan ternyata ada yang bisa beridiri dengan angkuhnya tanpa mempedulikan orang disekitarnya. rendah hati ataupun sifat bersahaja telah ada di hati kita sebelum sifat angkuh itu muncul. musuh dari sifat rendah hati atau bersahaja adalah 'sombong'. tidak ada yang menyadari mereka menjadi sombong untuk semua orang sehingga kita perlu belajar untuk mengetahui bagaimana kita bisa menangani dan menghilangkan keangkuhan yang ada dalam diri kita sendiri.
    seperti yang kita tahu, islam mengajarkan kita tentang rendah hati dan bersahaja. jika sebagai orang yang lebih tinggi masih membuat hati mereka turun tapi itu tidak berarti kita menurunkan diri kita sendiri. Sebagaimana yang juga sudah kita tahu pepatah lama mengatakan, "Belajarlah ilmu padi, semakin berisi ia maka akan semakin merunduk".

    ReplyDelete
  86. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Orang memiliki ilmu dan ibadah pun tidak dapat terhindar dari hawa nafsu. Sebagai contohnya walaupun dia sudah menyadari hawa nafsunya kemudian bertaubat akan tetapi suatu saat dia bisa jadi tergoda kembali. Hawa nafsu hadir sebagai godaan/menguji dari ilmu dan ibadah yang dimilikinya, maka untuk itu kita perlu menjadi hamba yang bersahaja, yang selalu dekat dengan Allah SWT, selalu berkomunikasi denganNya, selalu memohon perlindungan dari segala godaan hawa nafsu tersebut.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  87. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kita sebagai manusia jika ingin menjadi hamba yang bersahaja maka harus mengendalikan hawa nafsu. Salah satu cara untuk mengatasi hawa nafsu yang buruk adalah dengan melakukan mujahadah. Namun mujahadah dari hawa nafsu (jihad melawan hawa nafsu) sulit untuk dilakukan, kecuali bagi orang taat dan beriman kepada Allah dan Rasulullah.

    ReplyDelete
  88. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Aamiin, aamiin ya Rabbal aalamiin
    penting bagi kita untuk selalu bermujahadah, karena kita tidak luput dari dosa, selalu ada saja dosa, terutama yang tidak kita sadari. bermujahadah juga penting karena walaupun seseorang sudah diberikan hidayah, maka orang tersebut tetap harus menjaga hidayah tersebut. karena syaitan tidak pernah berhenti berusaha menjerumuskan manusia, maka jika hidayah tidak dijaga, bisa jadi kita akan tergoda lagi untuk bermaksiat. semoga Allah melindungi kita semua, aamiin.

    ReplyDelete
  89. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas elegi ritual ikhlas yang bapak tuliskan di atas. Sulitlah kiranya kita menggapai kesahajaan. Sungguh hawa nasu selalu menghantui dan godaan syaitan yang tak henti=hentinya mengajak kita dalam keburukan. Namun, Allah bersama dengan hamba-hambanya yang berakal, bersabar, dan bertawakkal. Kesahajaan adalah perihal kebebasan. Oleh karena itu, membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu adalah suatu kewajiban untuk menggapai kesahajaan sebagai hamba Allah SWT. Wallahua’lam bishawab!

    ReplyDelete
  90. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sebagai seorang hamba Allah maka wajib senantiasa bermujahadah melawan hawa nafsu. Mujahadah berasal dari jihad yang artinya berperang. Bahkan Rasul pernah bersabda ketika perang badar yang dianggap para sahabat sebagai perang terbesar yang pernah mereka alami. Kemudian Rasul bersabda bahwa ada perang yang lebih besar daripada perang badar yaitu perang melawan hawa nafsu. Sabda nabi ini menunjukkan bahwa memang hawa nafsu yang jelek menjadi musuh terbesar dalam diri manusia dan akan selalu ada selama manusia hidup di dunia. Maka dari itu, bermujahadah melawan hawa nafsu juga sebaiknya disertai istighfar sebagai wujud permohonan ampun kepada Tuhan atas hawa nafsu buruk kita.

    ReplyDelete
  91. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Tantangan terbesar, terberat, dan tersulit bagi seorang manusia adalah mengendalikan hawa nafsu. Menjadi hamba yang bersahaja yaitu hamba yang senantiasa rendah hati dan hidup dalam keserhanaan mungkin adalah tujuan hidup bagi setiap orang-orang yang beriman dan untuk setiap tujuan perlu keteguhan hati, niat dan tekad agar tidak mudah tergoda syaitan dan terbuai nafsu duniawi yang dapat menjauhkan seseorang dari kesahajaan.

    ReplyDelete
  92. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagai seorang manusia, tentulah kita memiliki hawa nafsu, nafsu baik maupun nafsu yang tidak baik. Mengalahkan nafsu yang tidak baik salah satu caranya adalah dengan bermujahadah. Ketika kita mencoba untuk bermujahadah, kita diharuskan untuk melepaskan kebesaran, pangkat dsb, dan menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah dimana kita sangat kecil posisinya dihadapan Allah. Senantiasa berdoa, dan memohon perlindungan serta petunjuknya lah kita mampu menjadi hamba yang bersahaja.

    ReplyDelete
  93. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia fitrah mempunyai hawa nafsu. hawa nafsu terbagi menjadi dua, ada yang baik dan ada yang buruk. hawa nafsu yang baik hendaknya dimaksimalkan, sebaliknya hawa nafsu yang buruk hendaknya dilawan agar terhindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan.

    ReplyDelete
  94. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menghadapi masalah duniawi memang sangat diperlukan pikiran yang kritis dan ilmu yang tinggi. Namun terkadang jika hanya mengandalkan pikiran saja, sering seseorang menjadi sesat dalam menghadapi urusan akhirat, karena dari pemikiran-pemikiran tersebut terkadang muncul keinginan-keinginan untuk menggapai sesuatu yang lebih (hawa nafsu). Disinilah peran hati nurani sangat diperlukan, untuk mengendalikan pikiran-pikiran liar yang berproyeksi hanya untuk memikirkan kepuasan duniawi saja (hawa nafsu). Dengan demikian, jika kita menginginkan untuk mencapai hakekat sukses dunia akherat, maka kita harus mampu menyeimbangkan antara pikiran dan hati nurani. Keduanya harus berjalan seimbang, dalam arti saling melengkapi dan bekerja sama.

    ReplyDelete
  95. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setinggi apapun pangkat kita, sebanyak apapun harta kita, ketika ada di hadapan Allah kita semua sama. Hanya amal ibadah lah yang membedakannya. Maka dari itu, bersahajalah dalam berbuat, karena kesombongan akan hal-hal duniawi hanya akan membuat kita semakin jauh dari Allah. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang menyombongkan diri. Aamiin.

    ReplyDelete
  96. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Menjadi hamba berarti menjadi yang terendah dan bersedia melayani yang lain. Orang yang mau menjadi hamba tentu memiliki hati seluas langit. Berani mengambil keputusan untuk meninggalkan segala jabatan duniawi untuk melayani. Orang sombong tak kan pernah mau jadi hamba, akan memalukan bagi mereka, tak berguna, malah merugikan. Sesungguhnya menjadi hamba bukanlah masalah untung atau rugi, tetapi kepuasan hati saat melayani.

    ReplyDelete
  97. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Manusia itu memiliki nafsu. Ketika manusia itu tenggelam dalam nafsu yang buruk, maka tamatlah sudah kehidupan bagi orang tersebut. Jadilah manusia yang mampu mengalahkan nafsu, sekalipun tidak bisa mengalahkan tetaplah berusaha untuk mengalahakkan daripada kita terlena oleh godaan syaitan yang berperantara nafsu pada diri kita.

    ReplyDelete
  98. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Kita harus terus bermujahadah kepada Allah. Ketika dalam beribadah sudah bermujahadah, maka hidup manusia Insyaallah akan lebih mudah mengalahkan hawa nafsu yang buruk. Insyaallah Allah akan selalu memberikan petunjuk, kemudahan dan rahmat pada manusia yang telah mau beribadah dengan sungguh-sungguh dan juga ikhlas.

    ReplyDelete
  99. Agar kita terhindar dari keburukan karena nafsu yang terlalu besar, maka kita harus berserah diri dan hati kita kepada Allah. Ikhlaskan hati kita dalam beribadah hanya kepada Allah agar tidak muncul perasaan sombong. Jika Sungguh-sungguh berdoa dan beribadah kepada Allah maka kita akan selalu mendapatkan perlindungan dan bantuan dari-Nya.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  100. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Bersahaja merupakan salah satu cara untuk mengapai hidup yang bahagia. Kebahagian itu bersifat relatif, karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap kebahagiaan. Menurut saya bahagia itu ketika saya mampu membuat orang-orang disekitar saya selalu tersenyum. Dan bahagia yang paling besar buat saya adalah apabila saya mampu membuat kedua orang tua saya bangga dengan segala pencapaian prestasi yang saya buat. Namun untuk mencapai harapan tersebut tentu saya harus berusaha lebih giat dan juga tidak lupa untuk selalu diiringi dengan do’a kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  101. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Manusia tidak akan terlepas dari hawa nafsu. Syaiton akan selalu menggoda manusia agar melakukan keburukan. Hal itu yang menyebabkan sulitnya menggapai kesahajaan. Oleh karena itu kita harus senantiasamendekatkan diri dan berdoa kepada Allah agar tidak terjerumus pada godaan-godaan syaiton tersebut.

    ReplyDelete