Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Tiadalah semua urusan dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal apa yang aku sampaikan kepada logos belumlah seberapa. Walau demikian, tak terasa aku sendiri telah merasa berkurang tingkat kebasahanku. Artinya ada bagian-bagian tertentu dari diriku sudah mulai mengering. Mengapa? Mungkin karena selama ini aku terlalu sibuk bermain-main dengan jargon-jargonku. Diantara jargon-jargon besar para muridku, maka diriku itulah jargon paling besar. Sebetulnya aku enggan mengatakannya, tetapi setidaknya aku ingin tinggalkan jargon-jargon. Aku sudah merasa haus, aku juga ingin memperdalam elegi-elegi seraya menggapai keikhlasan. Aku ingin bermujahadah.

Hati bersih:
Wahai seseorang siapakah engkau itu. Mengapa engkau mendatangiku? Apa yang dapat aku bantu?

Orang tua berambut putih:
Banyak orang menyebutku sebagai orang tua berambut putih. Tetapi sebetulnya aku adalah pengetahuan-pengetahuan mereka. Jadi aku adalah pikiran mereka. Aku ingin bertemu dengan engkau, yaitu sebenar-benar hati. Bolehkah aku bermujahadah?

Hati bersih:
Ketahuilah bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Sedangkan engkau itu sebenarnya mempunyai hawa nafsu baik yang tidak baik maupun yang baik. Padahal aku melihat bahwa hawa nafsumu itu sungguhlah besar-besar. Elegi dan jargon itu adalah contoh dari hawa nafsumu yang besar-besar. Walaupun engkau mungkin sulit membedakan mana nafsumu yang baik dan mana nafsumu yang tidak baik dari elegi dan jargonmu. Sebenar-benar engkau dapat membedakan adalah jika engkau bermujahadah. Tetapi tidaklah mudah bagi dirimu agar engkau dapat memerangi hawa nafsumu yang tidak baik. Diperlukan banyak syarat-syarat antara lain lepaskanlah segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada dirimu. Lepaskanlah segala tanda-tanda kepangkatanmu. Mengapa? Karena simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu menjadi penghalang bagi usahamu untuk bermujahadah. Disamping itu engkau juga harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatmu bermujahah.

Orang tua berambut putih:
Bagaimana caranya aku bisa melepaskan segala simbol kebesaran dan kepangkatanku? Kapan dan di mana aku bisa melepaskannya?

Hati bersih:
Namamu sebagai orang tua berambut putih itu adalah lambang kebesaran dan pangkatmu. Maka jika engkau ingin bermujahadah betul-betul maka lepaskanlah namamu itu. Maka cukup engkau sebut dirimu sebagai hamba saja. Sedangkan kapan dan di mana engkau melepaskan simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu, tanyakan saja kepada ruang dan waktu.

Hamba:
Wahai hati sejati. Perkenankanlah pada waktu inilah dan pada tempat inilah aku melepaskan nama kebesaranku itu. Perkenankanlah engkau sebut aku sebagai hamba seperti nasehatmu. Dan aku akan bersungguh-sungguh dihadapanmu.

Hati bersih:
Wahai hamba yang bersahaja. Jangan salah paham. Bukanlah mujahadahmu itu ditujukan kepadaku, tetapi bertaqarrublah kepada Allah SWT. Wahai hamba yang sedang bermujahadah. Sekali lagi aku ulangi bahwa bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik itu. Nafsu tidak baik itu adalah nafsu yang hanya menuruti hawa nafsunya, suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja. Nafsu yang tidak baik itu juga identik dengan sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta. Maka orang-orang yang demikian itu belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan belum memperoleh tuntunan dari Allah SWT. Semua yang bertentangan dengan nafsunya dianggap musuh, dan semua yang sejalan dengan nafsunya adalah kawan-kawannya.

Hamba:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa nafsu tidak baik itu tidaklah hanya yang telah aku sebut di atas. Nafsu yang tidak baik itu juga meliputi nafsu yang tidak stabil. Pada suatu saat dia merasa telah bertaqwa dan memperoleh pencerahan hati, tetapi pada saat yang lain dia itu tergoda untuk kembali melakukan maksiat, walaupun kemudian sadar dan bertaubat. Dia itu telah menyadari akibat-akibat dari perbuatannya, tetapi belum mampu mengekang nafsunya.

Hamba bersahaja:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Jiwa dan hatimu telah bersih dari sifat-sifat tercela dan engkau mulai mampu memproduksi sifat-sifat yang baik dan terpuji. Jiwamu akan terasa tenang, mampu mengendalikan diri, ingin melakukan kebaikan-kebaikan serta menghindari diri dari perbuatan dosa. Dirimu yang tenang kemudian menimbulkan kemampuan untuk selalu mengingat Allah SWT sehingga engkau selalu ingin beramal saleh. Semakin bertambah ruang dan waktu maka dirimu akan semakin mantap dan tidak mudah tergoda oleh nafsu-nafsu tidak baik.

Hamba bersahaja:
Alhamdulillah. Amien

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Engkau akan diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Engkau akan bersifat tawadu’, pemurah, mudah bersyukur. Maka insyaallah, hidupmu akan memperoleh hiasan akhlak yang terpuji, menjadi orang yang sabar, tabah dan ulet, karena engkau selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Maka engkau akan mempunyai kemampuan mengamban amanah untuk mensejahterakan keluargamu, masyarakatmu dan bangsamu. Engkau akan selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME. Maka dalam keadaan apapun engkau akan selalu ridlo dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan ikhlas menjauhi larangan Nya, serta merasakan selalu berkecukupan terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu. Segala macam ilmumu yang engkau peroleh adalah anugerah dari Allah SWT. Jika Allah SWT berkenan menghampirimu, maka jiwa dan hatimu begitu dekat dengan Nya. Kemanapun engkau palingkan wajahmu maka yang tampak adalah rakhmat dan hidayah Nya. Untuk itu maka jagalah dirimu itu dengan sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.

Hati bersih dan hamba bersahaja:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

43 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berdo’a dan berdzikirlah kepada Allah untuk mendapatkan perlindungan dalam kehidupan. Selama kita berusaha untuk mengatasi kesusahan yang menimpa kita, niscaya, Allah akan berikan nikmat yang jauh dari bayangan kita. Seperti halnya kita dalam mengatur dan menahan nafsu, maka dari sanalah kita mendapat berkah yang tak dibayangkan. Ya mungkin ini sulit bagi kita, hanya saja Allah meminta kita untuk berusaha terlebih dahulu. Berlatih untuk membedakan mana nafsu yang baik dan buruk, lama-kelamaan kita pun akan terbiasa melalui itu.

    ReplyDelete
  2. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Manusia diselimuti dengan segala macam nafsu, terdapat nafsu yang sifatnya tidak baik maupun baik. Itulah cobaan yang d berikan kepada manusia agar dia mampu bertaqwa kepada Allah SWT. Bermujahadah maka berusaha melawan nafsu nafsu yang bersifat tidak baik, nafsu-nafau yang tidak baik erat kaitannya dengan sifat-sifat yang dimiliki setan sehingga Allah SWT tidak menyukai hal tersebut. Namun sebagai hamba dimuka bumi kita tak akan pernah terhindar dari segala nafsu keindahan dunia, kebahagiaan dunia serta godaan dari setan hal ini adalah wajar adanya. Inilah cobaan yang paling utama bagi setiap hamba selama masa dunia. Guna mujahadah yaitu berusaha melawan nafsu-nafsu yang tidak baik guna menjadi hamba sahaya yang seutuhnya. Hamba yang tak memiliki kesombongan dan hamba yang penuh sifat keikhlasan dalam berjuang dijalan Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai seorang manusia, kita pasti mudah tergoda oleh hawa nafsu tercela. Maka kita harus senantiasa beristighfar dan mermujadahah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela dan mengarahkannya kepada hawa nafsu yang baik, meningkatkan ketaqwaan, serta senantiasa memohon ampunan dan pertolongan dari Allah SWT. Karena itulah kita harus senantiasa berdzikir, berdo’a dan beristighfar memohon ampunan Allah SWT agar dijauhkan dari hawa nafsu yang tercela. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menjauhi hawa nafsu yang tercela. Amin.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Jika manusia telah benar-benar bermujahadah sembari beristighfar, maka insyaAllah akan memperoleh kebaikan pada hawa nafsu. Senantiasa berdzikir kepada Allah, berdoa dalam setiap kondisi yang dihadapi, selalu memohon ampun jika telah tersadarkan melakukan kesalahan, semoaga Allah membukakan pintu maafnya kepada kita.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  6. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Melawan hawa nafsu yang tidak baik tentu bukanlah hal yang mudah. Tidak semua insan mampu bermujahadah dengan sebenar-benarnya. Salah satu cara untuk menggapainya adalah melepaskan segala pangkat, jabatan, tingkat pendidikan, dan penghargaan yang kita punya. Dengan begitu nafsu kita untuk sombong, takabur, atau tinggi hati akan perlahan terkikis. Dimana dan kapan saja, kalau kita tidak memperdulikan seberapa penting kita dalam urusan duniawi, maka hanya urusan akhiratnya yang akan menjadi prioritas utama. Dengan begitu, manusia akan meminimalisir penyakit-penyakit dari dalam hatinya dan hawa nafsu yang tidak baik akan hilang secara perlahan. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik seperti halnya suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik, pendusta, dan lain sebagainya. Maka kita harus terus berusaha bermujahadah untuk memperoleh keberkahan dan keridhoan dari Allah dalam setiap kita melakukan aktivitas. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  7. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Membaca elegi ini hal yang saya pahami adalah saat kita menghadap Allah utuk berdoa dan berdzkir kepadanya kita harus melepaskan semua kedudukan yang melekat dalam diri kita. Hal itu karena, kedudukan yang masih kita pikirkan akan menjadikan hati ini diselimuti perasaan kesombongan. Kesombongan tersebut menghambat hati yang ikhlas. Sehingga saat menghadap Tuhan sudah seharusnya kita merasa kecil karena beliaulah sang maha besar yang menciptakan semua yang ada di muka bumi ini. Sehingga sudah sepantasnya kita merasa kecil dihadapan sang pencipta. Saat kita menghadap Tuhan atau bermujahadah dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh tanpa dipengaruhi kedudukan yang kita miliki, maka Allah akan senang hati mendengar doa yang kita panjatkan dan akan mengabulkannya. Selaian itu beliau akan meridha setiap langkah kita. Terimakasih

    ReplyDelete
  8. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Salah satu perantara yang dapat mendekatkan manusia dengan Tuhan adalah dengan cara berdoa. Di kala hati tidak tenang, bimbang, tak tahu arah, dan terdapat masalah-masalah yang dihadapi maka berdoa merupakan cara yang paling ampuh untu memohon petunjuk. Bukan malah mencari jalan lain yang salah seperti menyalurkan kegalauan dengan barang-barang haram, seperti narkoba, minuman keras, dll. Saat kita berdoa dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan disertai dengan berdzikir maka kita akan diberi petunjuk jalan yang terbaik yang seharusnya kita lakukan. Dan apabila kita masih bingung juga antara beberapa petunjuk tersebut tidak ada salahnya untuk solat istikarah agar semakin yakin dengan keputusan yang akan kit ambil.

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hawa nafsu dibagi mengadi dua yaitu hawa nafsu yang baik dan hawa nafsu yang buruk. Nafsu yang baik misalnya nafsu dalam mencari ilmu. Sedangkan nafsu yang buruk misalnya sombong, munafik, pendusta, dll. Sebagai manusia yang beriman hendaknya berusaha melawan hawa nafsu yang buruk. Dengan bermujahadah dengan sungguh-sungguh maka kita dapat membedakan antara nafsu baik dan nafsu buruk.

    ReplyDelete
  10. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Keridhoan Allah adalah hal yang sangat diimpikan oleh semua manusia. Keridhoan Allah akan menghampiri seseorang ketika orang itu selalu merasa ikhlas dengan segala hal apapun yang terjadi pada dirinya. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, namun Allah yang mempunyai wewenang atas semuanya.
    Ketika berbuat maksiat maka hendaknya segeralah bertaubat. Jangan sampai kita terjerumus dalam keburukan. Karena Allah yang memiliki kehidupan. Dan untuk menjadi hamba yang bersahaja cukup hanya dengan ikhlas (ikhlas pikir dan ikhlas perbuatan), dan ridho Allah yang menyertai.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia diciptakan sebagai khalifah, artinya akan selalu ada sisi kebaikan dalam diri manusia. Hanya manusia, akibat pergaulan dan nafsunya, juga memiliki sifat buruk yang kadang lebih dominan dan menutupi atau menghalangi munculnya sisi baik. Maka dari itu, ketika ada sisi baik muncul dalam dirimu, bersegeralah, lakukan dengan terus mengharapkan rida Allah dan mohonlah petunjuk.Jadikan Allah sebagai alasan utama dan pertama untuk menguatkan diri. Hanya Allah yang dapat menguatkan diri kita. Jika semua sudah karena Allah.InsyaAllah mudahlah urusan kita. Maka berdoalah, mohon ampunan dan petunjuk jalan yang diridhai-Nya.

    ReplyDelete
  12. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa nafsu itu ada yang baik dan yang tidak baik. Untuk mengetahui mana nafsu yang baik maupun yang tidak, maka perlu untuk bermujahadah, yaitu menempatkan diri ini sebagai hamba. Melepaskan semua gelar dan pangkat yang dimiliki sehingga ia benar-benar rendah hati. Dalam keadaan itu, seseorang dapat berpikir secara jernih untuk menentukan mana nafsu yang baik atau yang buruk.

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kehidupan kita dipenuhi oleh nafsu. Nafsu tidak hanya menyangkut hal yang buruk namun juga berkenaan dengan yang baik. Dengan tak hingga banyaknya jumlah nafsu, membuat manusia sulit membedakannya. Maka dengan jalan bermujahadahlah kepada Allah SWT maka semua dapat menjadi terang. Dengan benar-benar mujahadah, beristigfar, dan berdzikir kepada-Nya kita dapat memperoleh ridho sehingga dapat mengarahkan nafsu yang buruk menjadi bagian dari kebaikan.

    ReplyDelete
  14. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari hasil membaca elegi yang Prof. Marsigit tuliskan, saya merefleksi bahwa setiap orang memiliki nafsu baik maupun buruk. Nafsu baik dan buruk ini berpengaruh pada tingkat keimanan manusia, kadang seseorang dapat menjadi hamba yang rajin beribadah, tapi bisa jadi di lain waktu menjadi jarang beribadah. Manusia perlu belajar terus-menerus untuk mengelola masalah nafsu ini. Senantiasa belajar, mendekatkan diri kepada Allah, dan berkumpul dengan orang-orang sholeh dapat membantu mengelolanya.

    ReplyDelete
  15. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sudah merupakan kodrat manusia mempunyai hawa nafsu, namun yang menjadi pertanyaan adalah, mampukah kita mengendalikan hawa nafsu kita? Karena hawa nafsu merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk bisa dikendalikan. Oleh karena itu perbanyaklah melakukan puasa, baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah. Dengan begitu maka inshaAllah kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  16. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hawa nafsu memang sudah difitrahkan ada dalam diri manusia. Tergantung dari masing-masing manusia apakah mampu mengelola hawa nafsu tersebut atau tidak. Salah satu cara untuk mengelola hawa nafsu adalah dengan bermujahadah. Dalam bermujahadah hendaknya kita melepas hal-hal yang berkaitan dengan dunia kita, misalnya jabatan, kedudukan, kekuasaan, dan sebagainya. Kita harus bermujahadah secara kontinu. Semoga kita mampu menjadi orang yang bersahaja. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sesungguhnya manusia memang tidak terlepas dari hawa nafsu, tergantung bagaimana kita mengontrol nafsu tersebut. Elegi di atas memberikan pelajaran untuk bermujahadah, yaitu melawan hawa nafsu yang tidak baik sebagai perwujudkan ketaatan kita kepada Allah SWT. Allah SWT telah berfirman: “Adapun orang yang takutkan keadaan semasa ia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu. Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya.” (QS An-Naaziat: 40,41).

    ReplyDelete

  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Hawa nafsu adalah hal natural yang dimiliki semua manusia. Tetapi, terdapat dua macam nafsu, yaitu hawa nafsu yang baik dan hawa nafsu yang buruk. Jadi, mujahadah adalah salah satu cara terbaik untuk melawan hawa nafsu buruk. Hawa nafsu buruk adalah sinonim dengan memikirkan dunia, cemburu, iri, marah, riya, berbohong dan lain-lain. Namun hal yang juga harus diingat bahawa ketika kita akan melakukan mujahadah, kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengna hari yang ikhlas dengna niat hanya untuk Allah. Ketika kita berhasil melakukan mujahadah, kita akan memiliki kebiasaan yang baik dan terjada dari kebiasaan yang buruk.

    ReplyDelete
  19. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Cara kita menghadapi kesedihan hati ialah dengan bermunajah. Bermunajah ialah meninggalkan segala hawa nafsu yang buruk yang ada dalam diri kita. Hal tersebut dapat dilaukan apabila kita merendahkan hati dan meninggalkan kesombonga, iri, dengki, marah, dan sebagainya. Dengan hati yang bersih maka kita akan dengan mudah melepaskan atribut yang menghalangi keikhlasan kita tersebut. selain itu, hendaknya kita bertaubat dengan sungguh-sungguh atau taubat nasuha atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat selama ini, serta tidak mengulangi kembali kesalahan tersebut. Dengan begitu maka hati kita akan menuntun pada perbuatan yang terpuji dan jangan lupa selau berdoa kepada Allah SWT agar dibukakan jalan keluar dari setiap masalah kita. Intinya, agar kita tidak sedih hati maka kita perlu mengadu kepada Allah SWT dengan cara membersihkan hati dan pikiran dari nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  20. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Maksud dari mujahadah adalah memerangi hawa nafsu yang mengatasi segala kelemahan diri untuk mencapai dengan sempurna keredaan Allah SWT. Hawa nafsu ialah musuh yang sangat keji dan hina malah mencelakakan serta sukar untuk dihindari. Latihan menundukkan hawa nafsu ini perlu dilaksanakan sedikit-demi sedikit tetapi istiqomah. Selain itu hendaklah bermujahadah dalam beramal. Dalam beramal sudah tentu ada halangan-halangannya, ada ujian-ujiannya dan ada pula cobaannya yang banyak. Jika kita tidak kuat mujahadah atau melawan hawa nafsu, maka kita akan mudah terasa jemu.

    ReplyDelete
  21. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Manusia apapun pangkatnya, julukannya tetap hamba di hadapan Allah Swt. Hamba mengisyaratkan bahwa manusia itu rendah, lemah, tanpa pertolongan Allah maka sunggguh manusia hancur-sehancurnya. Maka sangat heran jika ada manusia yang dengan angkuhnya membanggakan kepada manusia lain tentang pangkatnya, ilmunya, hartanya, status sosialnya, anaknya, yang mana tidak akan dibawa satu pun kebanggan tersebut keliang lahat.

    ReplyDelete
  22. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Menjadi hamba yang selalu ikhlas, menjadi hamba yang hanya mengharap ridha Allah Swt memang tidaklah mudah. Butuh usaha dan doa, agar hati dan pikiran yang menguasai bisa tunduk pada perintah dan larangan Allah. Menanggalkan semua gelar yang didapat, karena gelar, pangkat akan menjadi penghalang seorang manusia menjadi hamba yang bersahaja. Lewat pintu itulah syaiton kesombongan, keangkuhan akan masuk dan merusak serta menguasai hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  23. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kita harus mampu mengendalikan hawa nafsu tanpa menyakiti diri sendiri dan orang-orang disekitar kita. Untuk dapat mengendalikan hawa nafsu kita harus tahu jenis-jenis hawa nafsu.Secara sederhana ada 8 jenis hawa nafsu dalam diri manusia, yaitu: mata, telinga, mulut, perut, sex, pikiran, perasaan dan hati.Ke-8 jenis hawa nafsu inilah yang harus kita kendalikan dari hal negative menjadi hal yang positif. Nafsu yang baik misalnya nafsu dalam mencari ilmu, ingin mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Sedangkan nafsu yang buruk misalnya sombong, riya', dengki, iri, munafik, pendusta, dan lain sebagainya. Hawa nafsu yang buruk lebih baik dikurangi atau dihilangkan.

    ReplyDelete
  24. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Unutk menjadi hamba yang bersahaja man diperlukan mujahadah. Bermujahadah merupakan cara unutk melawan napsu yang tidak baik. Karena hawa napsu terdapat hawa napsu yang baik dan yang tidak baik maka seseorang perlu bermujahadah sehingga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga kita termasuk orang yang mampu bermujahadah.

    ReplyDelete
  25. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menjadi hamba yang bersahaja tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus mampu menggiring hawa nafsu menjadi perilaku kebaikan, senantiasa beristighfar dan melakukan pertaubatan yang tidak pernah putus, istighfar merupakan kalimat baik yang dapat menghapuskan dossa atau kesalahan yang kita lakukan jika dilakukan dengan keikhlasan, mungkin mengucap istighfar mudah saja, hanya yang sulit ialah untuk bisa ikhlas. Wallahu a'alam

    ReplyDelete
  26. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Seorang hamba yang bersahaja dapat menanggalkan semua gelar yang diperolehnya di dunia saat menghadap Tuhannya. Kita harus paham bahwa belajar merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia, namun belajar mengenai kealaman atau sosial atau ilmu duniawi haruslah diniatkan untuk bisa membawa kita agar pandai berhubungan dengan manusia sehingga meningkatkan kualitas beribadah kepada Allah SWt. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  27. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    PPs PMat C

    Sebagai manusia, terkadang kita sulit membedakan mana nafsu baik dan mana nafsu yang sifatnya buruk. Maka dari itu, ada sesuatu yang harus kita lakukan agar kita dapat membedakan kedua hal tersebut, yaitu dengan bermujahadah. Tidak hanya itu, kita juga harus terbebas dari rasa sombong, baik kesombongan karena pangkat dan kedudukan maupun hal-hal lain yang dapat menjerumuskan kita terhadap sifat buruk ini.

    ReplyDelete
  28. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Rendah hati atau bersahaja merupakan prilaku yang terpuji. kita tahu tentang hal itu tapi jarang melakukannya. Hal ini benar-benar beruang sulit bagi sebagian orang. Bahkan ternyata ada yang bisa beridiri dengan angkuhnya tanpa mempedulikan orang disekitarnya. rendah hati ataupun sifat bersahaja telah ada di hati kita sebelum sifat angkuh itu muncul. musuh dari sifat rendah hati atau bersahaja adalah 'sombong'. tidak ada yang menyadari mereka menjadi sombong untuk semua orang sehingga kita perlu belajar untuk mengetahui bagaimana kita bisa menangani dan menghilangkan keangkuhan yang ada dalam diri kita sendiri.
    seperti yang kita tahu, islam mengajarkan kita tentang rendah hati dan bersahaja. jika sebagai orang yang lebih tinggi masih membuat hati mereka turun tapi itu tidak berarti kita menurunkan diri kita sendiri. Sebagaimana yang juga sudah kita tahu pepatah lama mengatakan, "Belajarlah ilmu padi, semakin berisi ia maka akan semakin merunduk".

    ReplyDelete
  29. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Orang memiliki ilmu dan ibadah pun tidak dapat terhindar dari hawa nafsu. Sebagai contohnya walaupun dia sudah menyadari hawa nafsunya kemudian bertaubat akan tetapi suatu saat dia bisa jadi tergoda kembali. Hawa nafsu hadir sebagai godaan/menguji dari ilmu dan ibadah yang dimilikinya, maka untuk itu kita perlu menjadi hamba yang bersahaja, yang selalu dekat dengan Allah SWT, selalu berkomunikasi denganNya, selalu memohon perlindungan dari segala godaan hawa nafsu tersebut.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  30. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kita sebagai manusia jika ingin menjadi hamba yang bersahaja maka harus mengendalikan hawa nafsu. Salah satu cara untuk mengatasi hawa nafsu yang buruk adalah dengan melakukan mujahadah. Namun mujahadah dari hawa nafsu (jihad melawan hawa nafsu) sulit untuk dilakukan, kecuali bagi orang taat dan beriman kepada Allah dan Rasulullah.

    ReplyDelete
  31. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B

    Aamiin, aamiin ya Rabbal aalamiin
    penting bagi kita untuk selalu bermujahadah, karena kita tidak luput dari dosa, selalu ada saja dosa, terutama yang tidak kita sadari. bermujahadah juga penting karena walaupun seseorang sudah diberikan hidayah, maka orang tersebut tetap harus menjaga hidayah tersebut. karena syaitan tidak pernah berhenti berusaha menjerumuskan manusia, maka jika hidayah tidak dijaga, bisa jadi kita akan tergoda lagi untuk bermaksiat. semoga Allah melindungi kita semua, aamiin.

    ReplyDelete
  32. Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas elegi ritual ikhlas yang bapak tuliskan di atas. Sulitlah kiranya kita menggapai kesahajaan. Sungguh hawa nasu selalu menghantui dan godaan syaitan yang tak henti=hentinya mengajak kita dalam keburukan. Namun, Allah bersama dengan hamba-hambanya yang berakal, bersabar, dan bertawakkal. Kesahajaan adalah perihal kebebasan. Oleh karena itu, membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu adalah suatu kewajiban untuk menggapai kesahajaan sebagai hamba Allah SWT. Wallahua’lam bishawab!

    ReplyDelete
  33. Junianto
    PM C
    17709251065

    Sebagai seorang hamba Allah maka wajib senantiasa bermujahadah melawan hawa nafsu. Mujahadah berasal dari jihad yang artinya berperang. Bahkan Rasul pernah bersabda ketika perang badar yang dianggap para sahabat sebagai perang terbesar yang pernah mereka alami. Kemudian Rasul bersabda bahwa ada perang yang lebih besar daripada perang badar yaitu perang melawan hawa nafsu. Sabda nabi ini menunjukkan bahwa memang hawa nafsu yang jelek menjadi musuh terbesar dalam diri manusia dan akan selalu ada selama manusia hidup di dunia. Maka dari itu, bermujahadah melawan hawa nafsu juga sebaiknya disertai istighfar sebagai wujud permohonan ampun kepada Tuhan atas hawa nafsu buruk kita.

    ReplyDelete
  34. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Tantangan terbesar, terberat, dan tersulit bagi seorang manusia adalah mengendalikan hawa nafsu. Menjadi hamba yang bersahaja yaitu hamba yang senantiasa rendah hati dan hidup dalam keserhanaan mungkin adalah tujuan hidup bagi setiap orang-orang yang beriman dan untuk setiap tujuan perlu keteguhan hati, niat dan tekad agar tidak mudah tergoda syaitan dan terbuai nafsu duniawi yang dapat menjauhkan seseorang dari kesahajaan.

    ReplyDelete
  35. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagai seorang manusia, tentulah kita memiliki hawa nafsu, nafsu baik maupun nafsu yang tidak baik. Mengalahkan nafsu yang tidak baik salah satu caranya adalah dengan bermujahadah. Ketika kita mencoba untuk bermujahadah, kita diharuskan untuk melepaskan kebesaran, pangkat dsb, dan menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah dimana kita sangat kecil posisinya dihadapan Allah. Senantiasa berdoa, dan memohon perlindungan serta petunjuknya lah kita mampu menjadi hamba yang bersahaja.

    ReplyDelete
  36. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    manusia fitrah mempunyai hawa nafsu. hawa nafsu terbagi menjadi dua, ada yang baik dan ada yang buruk. hawa nafsu yang baik hendaknya dimaksimalkan, sebaliknya hawa nafsu yang buruk hendaknya dilawan agar terhindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan.

    ReplyDelete
  37. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menghadapi masalah duniawi memang sangat diperlukan pikiran yang kritis dan ilmu yang tinggi. Namun terkadang jika hanya mengandalkan pikiran saja, sering seseorang menjadi sesat dalam menghadapi urusan akhirat, karena dari pemikiran-pemikiran tersebut terkadang muncul keinginan-keinginan untuk menggapai sesuatu yang lebih (hawa nafsu). Disinilah peran hati nurani sangat diperlukan, untuk mengendalikan pikiran-pikiran liar yang berproyeksi hanya untuk memikirkan kepuasan duniawi saja (hawa nafsu). Dengan demikian, jika kita menginginkan untuk mencapai hakekat sukses dunia akherat, maka kita harus mampu menyeimbangkan antara pikiran dan hati nurani. Keduanya harus berjalan seimbang, dalam arti saling melengkapi dan bekerja sama.

    ReplyDelete
  38. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setinggi apapun pangkat kita, sebanyak apapun harta kita, ketika ada di hadapan Allah kita semua sama. Hanya amal ibadah lah yang membedakannya. Maka dari itu, bersahajalah dalam berbuat, karena kesombongan akan hal-hal duniawi hanya akan membuat kita semakin jauh dari Allah. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang menyombongkan diri. Aamiin.

    ReplyDelete
  39. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Menjadi hamba berarti menjadi yang terendah dan bersedia melayani yang lain. Orang yang mau menjadi hamba tentu memiliki hati seluas langit. Berani mengambil keputusan untuk meninggalkan segala jabatan duniawi untuk melayani. Orang sombong tak kan pernah mau jadi hamba, akan memalukan bagi mereka, tak berguna, malah merugikan. Sesungguhnya menjadi hamba bukanlah masalah untung atau rugi, tetapi kepuasan hati saat melayani.

    ReplyDelete
  40. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Manusia itu memiliki nafsu. Ketika manusia itu tenggelam dalam nafsu yang buruk, maka tamatlah sudah kehidupan bagi orang tersebut. Jadilah manusia yang mampu mengalahkan nafsu, sekalipun tidak bisa mengalahkan tetaplah berusaha untuk mengalahakkan daripada kita terlena oleh godaan syaitan yang berperantara nafsu pada diri kita.

    ReplyDelete
  41. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Kita harus terus bermujahadah kepada Allah. Ketika dalam beribadah sudah bermujahadah, maka hidup manusia Insyaallah akan lebih mudah mengalahkan hawa nafsu yang buruk. Insyaallah Allah akan selalu memberikan petunjuk, kemudahan dan rahmat pada manusia yang telah mau beribadah dengan sungguh-sungguh dan juga ikhlas.

    ReplyDelete
  42. Agar kita terhindar dari keburukan karena nafsu yang terlalu besar, maka kita harus berserah diri dan hati kita kepada Allah. Ikhlaskan hati kita dalam beribadah hanya kepada Allah agar tidak muncul perasaan sombong. Jika Sungguh-sungguh berdoa dan beribadah kepada Allah maka kita akan selalu mendapatkan perlindungan dan bantuan dari-Nya.

    Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    ReplyDelete
  43. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Bersahaja merupakan salah satu cara untuk mengapai hidup yang bahagia. Kebahagian itu bersifat relatif, karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap kebahagiaan. Menurut saya bahagia itu ketika saya mampu membuat orang-orang disekitar saya selalu tersenyum. Dan bahagia yang paling besar buat saya adalah apabila saya mampu membuat kedua orang tua saya bangga dengan segala pencapaian prestasi yang saya buat. Namun untuk mencapai harapan tersebut tentu saya harus berusaha lebih giat dan juga tidak lupa untuk selalu diiringi dengan do’a kepada Allah swt.

    ReplyDelete