Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 16: Menggapai Hamba Bersahaja




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Tiadalah semua urusan dapat aku selesaikan sepenuhnya. Padahal apa yang aku sampaikan kepada logos belumlah seberapa. Walau demikian, tak terasa aku sendiri telah merasa berkurang tingkat kebasahanku. Artinya ada bagian-bagian tertentu dari diriku sudah mulai mengering. Mengapa? Mungkin karena selama ini aku terlalu sibuk bermain-main dengan jargon-jargonku. Diantara jargon-jargon besar para muridku, maka diriku itulah jargon paling besar. Sebetulnya aku enggan mengatakannya, tetapi setidaknya aku ingin tinggalkan jargon-jargon. Aku sudah merasa haus, aku juga ingin memperdalam elegi-elegi seraya menggapai keikhlasan. Aku ingin bermujahadah.

Hati bersih:
Wahai seseorang siapakah engkau itu. Mengapa engkau mendatangiku? Apa yang dapat aku bantu?

Orang tua berambut putih:
Banyak orang menyebutku sebagai orang tua berambut putih. Tetapi sebetulnya aku adalah pengetahuan-pengetahuan mereka. Jadi aku adalah pikiran mereka. Aku ingin bertemu dengan engkau, yaitu sebenar-benar hati. Bolehkah aku bermujahadah?

Hati bersih:
Ketahuilah bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Sedangkan engkau itu sebenarnya mempunyai hawa nafsu baik yang tidak baik maupun yang baik. Padahal aku melihat bahwa hawa nafsumu itu sungguhlah besar-besar. Elegi dan jargon itu adalah contoh dari hawa nafsumu yang besar-besar. Walaupun engkau mungkin sulit membedakan mana nafsumu yang baik dan mana nafsumu yang tidak baik dari elegi dan jargonmu. Sebenar-benar engkau dapat membedakan adalah jika engkau bermujahadah. Tetapi tidaklah mudah bagi dirimu agar engkau dapat memerangi hawa nafsumu yang tidak baik. Diperlukan banyak syarat-syarat antara lain lepaskanlah segala simbol-simbol kebesaran yang melekat pada dirimu. Lepaskanlah segala tanda-tanda kepangkatanmu. Mengapa? Karena simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu menjadi penghalang bagi usahamu untuk bermujahadah. Disamping itu engkau juga harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatmu bermujahah.

Orang tua berambut putih:
Bagaimana caranya aku bisa melepaskan segala simbol kebesaran dan kepangkatanku? Kapan dan di mana aku bisa melepaskannya?

Hati bersih:
Namamu sebagai orang tua berambut putih itu adalah lambang kebesaran dan pangkatmu. Maka jika engkau ingin bermujahadah betul-betul maka lepaskanlah namamu itu. Maka cukup engkau sebut dirimu sebagai hamba saja. Sedangkan kapan dan di mana engkau melepaskan simbol-simbol kebesaran dan kepangkatanmu itu, tanyakan saja kepada ruang dan waktu.

Hamba:
Wahai hati sejati. Perkenankanlah pada waktu inilah dan pada tempat inilah aku melepaskan nama kebesaranku itu. Perkenankanlah engkau sebut aku sebagai hamba seperti nasehatmu. Dan aku akan bersungguh-sungguh dihadapanmu.

Hati bersih:
Wahai hamba yang bersahaja. Jangan salah paham. Bukanlah mujahadahmu itu ditujukan kepadaku, tetapi bertaqarrublah kepada Allah SWT. Wahai hamba yang sedang bermujahadah. Sekali lagi aku ulangi bahwa bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Banyak sifat-sifatnya nafsu tidak baik itu. Nafsu tidak baik itu adalah nafsu yang hanya menuruti hawa nafsunya, suka yang enak-enak saja, suka bersenang-senang saja. Nafsu yang tidak baik itu juga identik dengan sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta. Maka orang-orang yang demikian itu belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan belum memperoleh tuntunan dari Allah SWT. Semua yang bertentangan dengan nafsunya dianggap musuh, dan semua yang sejalan dengan nafsunya adalah kawan-kawannya.

Hamba:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa nafsu tidak baik itu tidaklah hanya yang telah aku sebut di atas. Nafsu yang tidak baik itu juga meliputi nafsu yang tidak stabil. Pada suatu saat dia merasa telah bertaqwa dan memperoleh pencerahan hati, tetapi pada saat yang lain dia itu tergoda untuk kembali melakukan maksiat, walaupun kemudian sadar dan bertaubat. Dia itu telah menyadari akibat-akibat dari perbuatannya, tetapi belum mampu mengekang nafsunya.

Hamba bersahaja:
Wahai hati sejati. Padahal aku terkadang melakukan hal-hal demikian, walaupaun cuma sedikit. Maka mohon ampunlah aku ya Allah robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Jiwa dan hatimu telah bersih dari sifat-sifat tercela dan engkau mulai mampu memproduksi sifat-sifat yang baik dan terpuji. Jiwamu akan terasa tenang, mampu mengendalikan diri, ingin melakukan kebaikan-kebaikan serta menghindari diri dari perbuatan dosa. Dirimu yang tenang kemudian menimbulkan kemampuan untuk selalu mengingat Allah SWT sehingga engkau selalu ingin beramal saleh. Semakin bertambah ruang dan waktu maka dirimu akan semakin mantap dan tidak mudah tergoda oleh nafsu-nafsu tidak baik.

Hamba bersahaja:
Alhamdulillah. Amien

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Engkau akan diberi kemudahan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat. Engkau akan bersifat tawadu’, pemurah, mudah bersyukur. Maka insyaallah, hidupmu akan memperoleh hiasan akhlak yang terpuji, menjadi orang yang sabar, tabah dan ulet, karena engkau selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Maka engkau akan mempunyai kemampuan mengamban amanah untuk mensejahterakan keluargamu, masyarakatmu dan bangsamu. Engkau akan selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME. Maka dalam keadaan apapun engkau akan selalu ridlo dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan ikhlas menjauhi larangan Nya, serta merasakan selalu berkecukupan terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu.

Hamba bersahaja:
Amien..amien..ya robbul alamin.

Hati bersih:
Wahai hamba bersahaja. Jangan salah paham. Ketahuilah bahwa jikalau engkau betul-betul bermujahadah sembari beristigfar dan telah melampaui dan mengatasi keadaan di atas maka engkau akan segera memperoleh kebaikan pada nafsumu itu. Insyaallah, atas doa-doamu dan perkenan Nya, Allah SWT akan selalu meridlai mu dengan segala ketetapan Nya. Jika Allah SWT telah ridla terhadap dirimu maka tanda-tanda keridlaan Nya akan tampak pada dirimu. Doa-doamu adalah dzikir-dzikirmu. Maka seluruh tubuhmu itulah dzikirmu. Insyaallah, jika Allah SWT mengijinkannya, maka orang-orang seperti itu akan memperoleh kemuliuan baik di dunia maupun di akhirat. Kunfayakun, jika Allah SWT menghendakinya maka tiadalah orang mampu menghalanginya untuk segala kebaikanmu maupun keburukanmu. Segala macam ilmumu yang engkau peroleh adalah anugerah dari Allah SWT. Jika Allah SWT berkenan menghampirimu, maka jiwa dan hatimu begitu dekat dengan Nya. Kemanapun engkau palingkan wajahmu maka yang tampak adalah rakhmat dan hidayah Nya. Untuk itu maka jagalah dirimu itu dengan sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya.

Hati bersih dan hamba bersahaja:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

47 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Bermujahadah dapat melawan hawa nafsu yang tidak baik. Melaksanakan mujahadah tidak hanya sekedar bermujahadah yang ditunjukkan kepada orang lain, namun bertaqqarrublah kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Kita perlu mengendalikan hawa nafsu yang agar dalam kehidupan sehari-hari kita dapat membedakan hal yang baik dan hal yang buruk. Berdzikir dan selalu beristighfar ialah salah satu cara untuk mengendalikan nafsu kita.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari hasil membaca elegi yang Prof. Marsigit tuliskan, saya merefleksi bahwa setiap orang memiliki nafsu baik maupun buruk. Nafsu baik dan buruk ini berpengaruh pada tingkat keimanan manusia, kadang seseorang dapat menjadi hamba yang rajin beribadah, tapi bisa jadi di lain waktu menjadi jarang beribadah. Manusia perlu belajar terus-menerus untuk mengelola maslah nafsu ini. Senantiasa belajar, mendekatkan diri kepada Allah, dan berkumpul dengan orang-orang sholeh dpat membantu mengelolanya.

    ReplyDelete
  3. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Mujahadah dalam arti sempit dapat diartikan jalan kita mendekatkan diri kepada ALLAH dengan terus beristighfar dari segala dosa dan salah yang kita lakukan. Dalam makna luas bermujahadah dapat diartikan satu bentuk usaha yang sungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu yang diupayakan secara optimal lahir dan batin melalui tindakan nyata dalam menjalankan syariat islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunah. Mujahadah melawan hawa nafsu ialah menempuh tiga langkah seperti berikut: (1) Takhalli yaitu maksudnya mengosongkan atau membuang atau menyucikan hati dari sifat-sifat yang keji. Di peringkat ini, kita mesti melawan dan membuang secara paksa dan terus menerus semua kehendak nafsu yang rendah (jahat) dan yang dilarang oleh Allah.(2) Tahalli, yaitu maksudnya mengisi atau menghiasi dengan sifat-sifat terpuji. (3) Tajalli, yaitu Maksudnya terasa kebesaran dan kehebatan Allah atau keadaan senantiasa rasa bertuhan. Ia adalah sebagai hasil dari mujahadah. Selepas peringkat takhalli dan tahalli, kita akan memperoleh tajalli. Ia satu perasaan yang datang sendiri tanpa perlu diusahakan lagi. Agak sukar untuk menggambarkan perasaan ini dengan bahasa tetapi secara ringkas, secara mudah dan secara asasnya, ia adalah rasa bertuhan, rasa dilihat dan diawasi oleh Tuhan, hati seakan-akan celik, hidup, nampak dan terasa kebesaran Allah. Ingatan dan kerinduan tertuju kepada Allah.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hawa nafsu itu ada hawa nafsu baik maupun tidak baik, jika kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan selalu berdoa padanya dengan sunggunh-sungguh dan ikhlas maka kita dapat mengatasi hawa nafsu kita menjadi baik. Kuncinya adalah dengan keikhlasan kita dari dalam hati, pasti semua akan menjadi sesuatu yang baik, dan Tuhan akan selalu merestui jalan kita menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Hawa nafsu memang sudah difitrahkan ada dalam diri manusia. Tergantung dari masing-masing manusia apakah mampu mengelola hawa nafsu tersebut atau tidak. Salah satu cara untuk mengelola hawa nafsu adalah dengan bermujahadah. Dalam bermujahadah hendaknya kita melepas hal-hal yang berkaitan dengan dunia kita, misalnya jabatan, kedudukan, kekuasaan, dan sebagainya. Kita harus bermujahadah secara kontinu. Semoga kita mampu menjadi orang yang bersahaja. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. Manusia tidak akan mencapai pada keadaan yang ikhlas jika belum melepaskan pangkat dan kedudukan. Manusia yang masih merasa tinggi ilmunya, manusia yang merasa mulia kedudukannya, manusia yang merasa besar kekuasaannya. Manusia harus menyadari bahwa kemulaian, keilmuan, kepangkatan, kebesaran dapat menyebabkan manusia masuk kedalam kesombongan, riya dan menjauh dari Allah SWT. Jadilah menjadi seorang hamba yang mengabdikan keilmuan, kepangkatan, kedudukan, kebesaran merupakan titipan dan amanah yang harus dijaga dan diamalkan untuk menggapai keridhoan Allah.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menjadi hamba yang bersahaja adalah keinginan seseorang jika ingin menggapai hidup yang lebih bermakna. Hamba bersaja bisa diartikan sebagai seseorang yang bisa merendahkan hatinya dengan ikhlas. Tidak neko-neko, tidak memiliki sifat angkuh. Untuk menjadi seorang yang bersahaja dapat dilakukan dengan bermujahadah kepada Allah SWT. Bermujahadah maksudnya adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Seperti sombong, tinggi hati, tidak bisa ikhlas dari apa yang telah ia lakukan, dan segala nafsu yang tidak baik. Untuk bisa bermujahadah, seseorang harus bisa melawannya. Yaitu dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Selalu ingat Allah dengan berzikir. Belajar ikhlas menerima dan memberi, dan selalu berbuat positif.

    ReplyDelete
  8. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Manusia merupakan makhluk yang dikaruniai hawa nafsu. Kita sebagai manusia agar menjadi hamba yang bersahaja maka harus mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu yang buruk lebih baik dikurangi atau dihilangkan. Hal ini dapat membantu kita untuk membedakan mana hal yang baik dan yang buruk bagi kehidupan kita. Sebagai seorang mahluk ciptaanya kiranya kita selalu berihktiar kepada nya karna kita telah di beri kesempatan untuk menikmati dan melihat ciptaannya.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sesungguhnya bermujahadah ialah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Maka pasti Allah SWT akan menunjukkan jalanNya, karena Allah beserta orang- orang yang demikian. Allah Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam diri kita dan segala sesuatu yang kita lakukan. Ikhlas tidaknya kita dalam beribadah juga diketahuiNya. Sehingga kuncinya dalam melakukan apapun termasuk ibadah ialah ikhlas.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Mujahadah dalam arti sempit dapat diartikan jalan kita mendekatkan diri kepada ALLAH dengan terus beristighfar dari segala dosa dan salah yang kita lakukan. Dalam makna luas bermujahadah dapat diartikan satu bentuk usaha yang sungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu yang diupayakan secara optimal lahir dan batin melalui tindakan nyata dalam menjalankan syariat islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunah. Dengan bermujahadah kita bisa melawan nafsu yang tidak baik, yanag mana nafsu yang tidak baik itu adalah suatu perbuatan yang tercela dan yang dilarang Allah. Dengan bermujahadah kepada Allah maka kita bisa mendekatkan diri kita kepada yang maha Kuasa.

    ReplyDelete
  11. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Hawa nafsu adalah sifat yang dimiliki semua manusia. Hawa nafsu buruk bisa berupa memikirkan dunia saja, cemburu, iri, marah, riya, berbohong dsb. Kita sebagai manusia agar menjadi hamba yang bersahaja maka harus mengendalikan hawa nafsu. Mujahadah adalah salah satu cara terbaik untuk melawan hawa nafsu buruk dengan cara berdoa, dan memohon ampun pada Allah. Insya Allah mendapat ridho dan hidayah dari Allah dan memperoleh kebaikan atas perbuatan kita. Ketika kita akan melakukan mujahadah, kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang ikhlas dengan niat hanya untuk Allah.

    ReplyDelete
  12. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap manusia lahir di dunia ini pasti memiliki hawa nafsu, entah itu hawa nafsu yang bersifat baik maupun hawa nafsu yang bersifat buruk. Terkadang kita sulit menghindar dari hawa nafsu yang bersifat buruk. Maka dari itu, agar dapat terhindar dari hawa nafsu yang bersifat buruk, maka bermujahadah. Karena sesungguhnya bermujahadah itu adalah melawan hawa nafsu yang tidak baik. Tidak hanya itu, janganlah engkau pelihara kesombonganmu, baik kesombongan karena pangkat, ilmu, harta dan kedudukan maupun hal-hal lain yang dapat menjerumuskan kita kepada sifat buruk. Ikhlas hati, berpikir kritis, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah hal-hal yang dapat mengendalikan semua nafsu buruk yang kita miliki.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016
    Dengan kita mendekatkan diri kepada Sang Khalik, Insha Allah kita akan slalu berada di dalam lindungannya. Mendekatkan diri atau bermujahadah kepada Allah dapat mencegah diri ini dari nafsu yang berlebihan, tidak pada tempatnya. Oleh karena itu cara terbaik adalah dengan berdzikir, mengingat Allah, berdoa kepadaNya untuk segala hal – hal baik di dunia dan akhirat, selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikanNya, terus belajar akan ilmu Islam dan menerapkannya di dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  14. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat mengambil pelajaran bahwa ketika pangkat dan kedudukan dapat menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan maka hendaknya melepaskannya. Tidak mudah memang, karena untuk mendapatkan pangkat serta kedudukan perlu usaha dan kerja keras. Tetapi apabila itu semua membawa kita ke arah yang lebih baik maka akan menambah pahala bagi kita. Semua itu berkaitan dengan nafsu. Ketika sudah sadar bahwa menuruti nafsu yang tidak baik maka hendaknya manusia segera mohon ampun kepada Tuhan agar dosanya diampuni dan kembali ke jalan yang benar dengan tingkah laku dan perbuatan yang baik.

    ReplyDelete
  15. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Jika kita ingin menggapai hamba yang bersahaja maka bermuhasabahlah kepada Alloh, salah satunya dengan mujahadah. Ikhlaskan hati dan pikiran serta lakukan secara kontinyu insya Alloh hikmah yang besar akan kita gapai.

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bersahaja berarti sederhana dan tidak berlebihan. Kita memang harus menyadari bahwa kita tidak memiliki kekuatan apa-apa selain karena kekuatan dari Allah SWT. Maka sebagai manusia yang beriman dan bertakwa, kita harus senantiasa menjaga diri dengan sepenuh hati dengan sepenuh hati dengan cara selalu bermujahadah, yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan ke hawa nafsu yang baik-baik, meningkatkan ketaqwaan terhadapAllah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya. Ketika kita salah jalan, maka ingatlah bahwa Allah SWT maha Mengampuni, segeralah bertaubat nasuhah. Cegahlah perbuatan buruk dengan menghindari dan tetap menjaga diri dari godaan hawa nafsu yang buruk dari syaiton.

    ReplyDelete
  17. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Hawa nafsu yang tidak baik akan menghancurkan sesorang. Sehingga kita harus menghindari dan menjaga diri supaya bisa menahan diri kita. Hawa nafsu tidak baik itu bisa berupa sifat sombong, iri, dengki, marah, nunafik dan lain sebaginya. Untuk menghindari hal buruk ini kita harus menjadi hamba yang bersahaja. Bagaimana caranya? Dalam elegi ini telah disebutkan bahwa kita harus menjadi orang yang pandai bermujahadah dengan sebenar-benarnya mujahadah, kita harus bertaqarrublah kepada Allah SWT sebenar-benarnya taqarub. Selain itu selalu beristighfar dan mengingat Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Menjaga diri dari hawa nafsu bisa juga dengan cara bermujahadah yaitu mengendalikan hawa nafsu yang tercela, mengarahkan kepada hawa nafsu yang baik-baik. serta meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT, dan selalu memohon ampun dan pertolongan Nya. Jika kita benar-benar bermujahadah dengan sebenar-benarnya dan beristigfar dengan hati yang ikhlas maka kita dapat mengatasi keadaan yang susah dan dapat segera memperoleh kebaikan .

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pada elegi ini pesan yang bisa saya ambil adalah jika kita selalu memohon ampun maka kita bisa terus menjadi orang yang lebih baik seperti awalnya orangtua berambut putih yang kemudian menjadi hamba, kemudian menjadi hamba yang bersahaja begitu pula yang akan terjadi kepada kita jika kita terus menerus meminta ampun.

    ReplyDelete
  20. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Hamba yang bersahaja adalah hamba yang bermujahadah. bermujahadah adalah melawan nafsu yang tidak baik. hendaknya kita sebagai hamba selalu bermujahadah dan memohon perlindungan Allah dari segala nafsu yang tidak baik. mujahadah yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan nafsu yang tidak baik, mengarahkan nafsu ke hal-hal yang baik, meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Allah, dan selalu memohon ampun dan pertolongan-Nya. Pada beberapa daerah, mujahadah merupakan suatu kegiatan bersama-sama berdzikir dan berdoa serta meminta ampunan Allah. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari, disambung dengan sholat tahajud dan witir. Kegitan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  21. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sesungguhnya dalam diri kita sudah ada sisi kebaikan yang tak kuasa muncul. Mungkin karena terlalu banyak keburukan yang menutupi. Tetapi ketika celah itu ada, bersegeralah jemput kebaikan itu. Sadari bahwa hanya diri sendiri yang dapat menguatkan kebaikan itu agar terus ada. Faktor-faktordari luar yang dapat mendorong kita untuk tetap berada dalam kebaikan juga terkadang perlu. Namun, Allah adalah alasan utama dan pertama. Hanya Allah yang dapat menguatkan diri ini. Jika semua sudah karena Allah.InsyaAllah mudahlah urusan kita.

    ReplyDelete
  22. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Hamba yang bersahaja adalah yang senantiasa bermujahadah kepadaNya. Oleh karena itu untuk menjadi hamba yang bersahaja senantiasa melawan nafsu yang tidak baik dalam diri kita dengan bermujahadah, ikhlas karena Allah SWT, senantiasa menginngat dosa yang telah kita lakukan dan memohon ampun kepadaNya dengan hati yang ikhlas dan selalu mengharap ridho dariNya.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Melawan nafsu yang jahat merupakan perjuangan setiap orang. Melaksanakan ajaran agama, berdoa, melakukan ritual ikhlas dapat menghindarkan orang dari nafsu yang jahat sehingga dia menjadi hamba yang bersahaja. Diperlukan hati yang ikhlas untuk mau melepas semua yang lalu dan memulai yang baru bersama TUHAN dengan senantiasa berserah kepadaNya.

    ReplyDelete
  24. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matenatika A 2014

    Elegi ritual ikhlas 16. Elegi ini menyampaikan kepada para pembaca memgenai bagaimana menggapai hakekat hamba yang bersahaja. Dalam elegi ini digambarkan sebagai orang tua yang berambut putih yang belum menggapai hakekat hamba bersahaja. Untuk mendapatkannya kita harus melepaskan diri dari sikap sombong, iri, riya dll. Karena sikap-sikap tersebut bukanlah sikap seorang hamba. Jika kita telah menggapai hakikat hamba bersahaja kita akan lebih ringan melakukan ibadah, akan dimudahkan dalam menuntut ilmu oleh Allah SWT. Marilah kita nermuhasabah apakah kita sudag termasuk dalam hamba yanng bersahaja

    ReplyDelete
  25. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini menceritakan mengenai hati yang bersih dalam bermujadah. Mendekatkan diri dengan Allah dilakukan dengan banyak cara dan harus dilakukan dengan ikhlas, hati yang bersih dan dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT. Bermujadah ialah dengan melawan hawa nafsu, hawa nafsu dibedakan menjadi 2 yaitu hawa nafsu baik dan hawa nafsu yang tidak baik. Nafsu yang ada pada diri manusia bergantung pada keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Agar kita dapat menjadi hamba yang bersahaja yaitu langkah yang harus ditempuh adalah bermujadah dengan sebaik-baiknya kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    hamba berarti manusia biasa, sedangkan bersahaja adalah hamba Allah yang senantiasa merendahkan dirinya dihadapan Allah SWT dan makhluk lainnya. seperti yang disebutkan dalam Al-Quran QS Al Furqan ayat 63 “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik”

    ReplyDelete
  27. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Manusia sebagai hamba Tuhan harus membedakan mana yang lebih berharga apakah waktu atau uang? Seorang hamba Tuhan bisa menggunakan waktu seefesien mungkin dalam melaksanakan pekerjaan atau pelayanan. Dalam hal ini seorang hamba Tuhan harus dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin konkret prioritas harus muncul dari tujuan-tujuan yang ditetapkan sendiri. Jadi seorang hamba Tuhan perlu menyusun jadwal dan perencanaan, supaya mudah dan teratur, dalam pelayanan, pekerjaan dan kegiatan yang lain. Persiapan waktu merupakan hal yang penting bagi setiap hamba supaya waktu di pergunakan dengan baik. Seorang hamba Tuhan mempersiapkan diri dalam pelayanan sehingga tidak bersungut-sungut dalam pelayanan, juga bisa menjadi contoh yang baik bagi jemaat dan orang lain sehingga dengan itu nama Tuhan di permuliakan.

    ReplyDelete
  28. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sesungguhnya ucapan syukur kita tidak seberapa dibandingkan dengan kebaikan Tuhan. Tetapi Tuhan tidak menuntut kita untuk membalas semuanya. Yang diharapkan Tuhan dari kita adalah agar kita tetap menjadi hambaNya yang setia. Setiap hamba memberikan yang terbaik kepada Tuhan dalam melayani, dan juga dalam menggunakan waktu yang Tuhan inginkan kepadanya yaitu kejujuran, keikhlasan untuk menjalankan perintah-Nya, sehingga menghasilkan buah yang baik.

    ReplyDelete
  29. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Memang sulit untuk menjadi bersahaja apalagi ketika kita mempunyai nama besar dengan segala kesuksesan dan kebesarannya di dunia. Popularitas sering membuat orang menjadi angkuh dan menganggap orang lain rendah. Namun, kita tidak boleh terlena dalam hal-hal duniawi tersebut. Terus berusaha untuk tetap rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama serta meminta pertolongan Tuhan di setiap jalan hidup kita dapat membawa kita pada ketenangan hidup

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dasarnya, manusia dikaruniai hawa nafsu, yaitu nafsu yang baik (berlomba-lomba mencari ilmu) dan nafsu yang buruk (sifat sombong, iri, dengki, marah, bakhil, riya, khianat, munafik dan pendusta). Elegi di atas memberikan pelajaran untuk ‘bermujahadah’ melawan hawa nafsu yang buruk.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Makna mujahadah yaitu menentang hawa nafsu daripada mengikut syahawatnya; yang sukakan kerehatan, ketenangan, kemalasan, tidur, makanan dan minuman yang enak, dan keterikatan dengan dunia dan perhiasannya. Mujahadah dilakukan dengan memutuskan nafsu daripada adat-adat kebiasaan, dan memberikannya keperluan-keperluan yang penting, serta memimpinnya kepada suruhan dan ketaatan kepada Allah.Tanpa memberi peluang kepada nafsu untuk menariknya ke belakang.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Firman Allah yang bermaksud: “Dan mereka yang berjihad di (jalan) Kami pasti akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berlaku ihsan”, dan firman Allah yang bermaksud: “Adapun orang yang takutkan keadaan semasa ia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu. Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya." (Surah An-Naaziat : 40,41). Oleh karena itu perangilah hawa nafsu diri sendiri. Insya Allah kita akan dipermudah untuk menjalankan kehidupan ini.

    ReplyDelete
  33. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya peroleh bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang harus menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, maka kita perlu melawan hawa nafsu yang tidak baik dengan bermujahadah. Bermujahadah dapat dilakukan dengan membaca istighfar sehingga kita mendapatkan ketenangan hati.

    ReplyDelete
  34. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Bersahaja adalah tidak berlebihan atau sederhana. Dari elegi di atas dapat diketahui bahwa untuk menjadi hamba yang bersahaja, kita harus bersungguh sungguh dalam melawan hawa nafsu. Kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Bersunggh-sungguh hati melaksanakan perintahNya, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang menjadi pedoman bagi umat manusia.

    ReplyDelete
  35. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Ketika akal pikiran dan perasaan hati yang menyatu, inshaAllah kita mampu berpikir secara jernih dengan hati yang bersih, sehingga dapat bermujahadah melawan hawa nafsu yang tiidak baik. Untuk melakukan mujahadah itu pun kita perlu merendahkan diri di depan Allah, meyakini sepenuh hati bahwa kita adalah hamba yang ikhlas memohon pada-Nya. Jika kita mampu melakukannya maka kita akan segera memperoleh kebaikan pada nafsu, sehingga akan dimudahkan untuk menghidar dari perbuatan dosa. Aamiin.

    ReplyDelete
  36. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan bermujahadah, kita juga akan diberi kemudahan dalam menuntut ilmu yang bermanfaat, dan mengemban amanah dengan baik. Karena itulah, semoga kita senantiasaa diringankan dalam berdzikir dan memperbanyak istighfar, karena dengan begitu kita akan lebih mudah dalam mengendalikan keinginan dan hawa nafsu kita, InsyaAllah

    ReplyDelete
  37. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam setiap kegiatan janganlah terus menerus memakai pikiran. Karena ada kalanya hati yang digunakan yaitu pada saat bertemu dengan Tuhan maka pikiran tidak digunakan namun hati yang digunakan. Sehingga dalam kegiatan harus melihat kondisi hati itu sesuai dengan pikiran atau sebaliknya sehingga dalam melakukan setiap kegiatan mendapatkan ridha’ dari Tuhan sehingga semua kegiatan yang dilakukan mendapat perlindunganNya.

    ReplyDelete
  38. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seseorang yang masih memiliki nafsu yang tidak baik dalam dirinya harus bermujahadah (melawan nafsu yang buruk). Apabila seseorang tersebut berhasil melakukan mujahadah sembari dengan beristighfar, maka insya allah Allah akan memberikan ridho-Nya dan kita juga akan mendapatkan kebaikan dari nafsu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia diciptakan Tuhan, disertai dengan nafsu. Nafsu yang dimiliki manusia ada yang baik ada pula yang tidak baik. Nafsu yang tidak baik identik dengan sifat sombong, iri, dengki, riya’, munafik, pendusta, dll. Seseorang yang telah mampu membedakan baik-buruk sesuatu, maka orang tersebut telah memiliki nafsu yang baik.

    ReplyDelete
  40. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia selalu tergoda terhadap kesenangan-kesenangan dunia dan terkadang lupa dengan setiap larangan-larangan atau yang tidak seharusnya dilakukan. Manusia yang selalu tergoda akan kenikmatan dunia dan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kenikmatan tersebut, adalah menusia yang selalu menuruti hawa nafsu buruknya. Padahal manusia haruslah memerangi dan tidak mengikuti hawa nafsu yang buruk tersebut. Manusia yang dapat memerangi hawa nafsunya adalah manusia yang bermujahadah. Untuk bermujahadah tidaklah gampang untuk dilakukan, manusia harus meninggalkan pangkat dan jubah kebesarannya agar senantiasa dapat bermujahadah dengan sebenar-benarnya. Pangkat, jabatan dan gelar kebesaran dapat menjadi penghalang bagi manusia untuk dapat bermujahadah atau memerangi hawa nafsunya. Pangkat dan gelar akan sangat dekat terhadap nafsu-nafsu buruk yang dapat menimbulkan sifat sombong dan riya, yangmana itu merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  41. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Dari penjelasan diatas dapat saya ambil kesimpulan bahwa setiap orang memiliki nafsunya masing masing, baik nafsu positif maupun negative, semoga kita semua terlindung dari segala nafsu negative dan terus berjalan sesuai tuntunan agama. Bermujahadah dapat melawan hawa nafsu yang tidak baik. Melaksanakan mujahadah tidak hanya sekedar bermujahadah yang ditunjukkan kepada orang lain, namun juga ditujukan kepada Allah, dimana Allah lah yang menajdi tujuan kita yang utama

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mujahadah dilakukan dalam rangka menahan diri atau membentengi diri dari hawa nafsu yang jelek atau buruk. Untuk dapat bermujahadah, seseorang harus melepaskan pernak-pernik duniawi, yang mana hal tersebut yang menjadi sumber riya dan sombong, malah semakin membuat jauh dari Allah SWT

    ReplyDelete
  43. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat kita telah berhasil melawan hawa nafsu, maka setiap perbuatan kita yang dilandasi rasa ikhlas akan mendapatkan hasil yang terbaik, dan saat kita menjalani akan terasa selalu bahagia dan lancar, berkat bantuan dari Allah SWT

    ReplyDelete
  44. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap satu manusia dengan manusia yang lain memiliki perbedaan – perbedaan. Mereka dibedakan atasa dasar umur, agama, ras, suku, pendidikan, jabatan dan lain sebagainya. Namun di hadapan Allah SWT semua perbedaan itu tampak sama. Jabatan tinggi yang engkau miliki tidak berarti apa – apa jika engkau tidak berlandasakan pada mengharap ridha Allah SWT dalam melakukan kegiatanmu. Maka ketika engkau ingin menghadap Allah SWT maka hilangkan semua pangkat yang engkau miliki. Dengan bermunajah kepada Allah SWT dan hati yang ikhlas maka engkau akan dimudahkan dalam segala urusanmu.

    ReplyDelete
  45. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara sederhana, mujahadah bisa kita artikan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjauhi larangannya dan mengikuti perintahnya. Dalam hal ini, mengendalikan hawa nafsu merupakan salah satu wujud mujahadah, dimana kegiatan secara perlahan akan mempermudah kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

    ReplyDelete
  46. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Dalam diri manusia terdapat kecenderungan. Adakalanya kecenderungan memilih yang baik, adalakanya memilih yang buruk. Namun seutama-utama usaha adalah usaha memerangi hawa nafsu yang mempunyaoi kecenderungan buruk. Dan karena nafsu inilah musuh terbesar ketaatan. Dalam ranah godaan, setan menunggangi nafsu yang pada default manusia telah memilikinya sejak lahir. Sehingga yang menjadi kewaspadaan seorang adalah nafsu yang ditunggangi setan. Agar terhindar dari kehancuran hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  47. Apa yang akan dibawa oleh manusia ketika kembali dan menghadap Allah SWT? bukanlah harta benda, pangkat, kekuasaan, jabatan tetapi dengan harta itu apakah digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan infak, sedekah. Apakah ia amanah dengan harta yang dimilikinya, jabatannya dan kekuasaannya. Jabatan dan kekuasaan digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan membimbing yang ada pada kuasanya untuk senantiasa beribadah pada Allah SWT.

    ReplyDelete