Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass. Wr.Wb. para hadirin semua..kami membuka kembali kesempatan kepada hadirin semua...untuk melakukan kegiatan Ritual Ikhlas ke dua. Berdasarkan pengalaman Pelaksanaan Ritual Ikhlas I beberapa waktu yang lalu, maka kami ingin mengingatkan disini bahwa tujuan Ritual Ikhlas adalah betul-betul semata-mata memperoleh keridaan Allah SWT, yaitu dengan cara membetulkan tata-cara beribadat. Kami telah mempunyai Santri-santri yang berpengalaman untuk membimbing semua peserta Ritual Ikhlas. Buanglah jauh-jauh semua pikiran selain dari memperoleh Rida Allah SWT. Sekiranya masih ada pertanyaan silahkan.

Cantraka Hitam:
Wuhahh...kalu boleh saya bertanya. Saya itu diliputi keraguan. Mengapa? Karena tidak dengan Ridha Allah pun saya sudah merasa mempunyai kekuatan dan sudah tercapai cita-cita saya. Ketahuilah bahwa saya mampunyai ilmu yang sangat tinggi. Ilmu itu saya peroleh dengan perjuangan saya selama bertahun-tahun. Aku juga mempunyai murid yang banyak. Aku juga bisa menyembuhkan orang. Bahkan aku bisa membantu orang-orang yang meminta pesugihan. Hanya memang aku selalu meminta imbalan untuk melakukan pengorbanan. Ilmuku itu meliputi dan merangkum semua Raja Syaitan di negeri ini. Inilah pusakaku, yaitu berupa Keris Pusaka bertangkai kayu cendana bertahtahkan emas. Tanpa pusakaku ini aku tidak mempunyai daya upaya apapun. Keris inilah hidup dan matiku.

Santri Kepala:
Terserahlah engkau. Jika engkau ingin mengikuti Ritual Ikhlas maka engkau harus serahkan Keris Pusaka mu itu kepadaku. Tetapi jika engkau tidak mau menyerahkan, lebih baik engkau pulang saja.Jika Tuhanmu bertanya kepadamu:"Mau pergi kemana kamu?". Sebaiknya engkau menjawab:"Aku akan berangkat menuju Tuhanku; tentulah Ia akan memberikan petunjuk kepadaku." (Q.S. Al-Shaffat [37]:99).

Cantraka Hitam:
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(
??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Santri Kepala:
Hai Cantraka Hitam ditanya kok diam saja?

Cantraka Hitam:
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(
??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Santri Kepala:
Hai Cantraka Hitam ditanya kok diam saja?

Cantraka Hitam:
Herr..herrr...herr....wuhah..hehheh....ketahuilah dan kenalkanlah wahai Santri Kepala...akulah yang menjaga dan melindungi Cantraka Hitam. Cantraka Hitam tidak bisa berbuat apapun kecuali atas pengendalianku. Hai Santri Kepala...jangan coba-coba menggangguku...sebaliknya saya justeru yang akan mengganggumu. Aku akan kacaukan semua acaramu itu. Aku akan bubarkan Ritual Ikhlas. Akan aku gantikan dengan Ritual Ilmu Hitam. Biar semua peserta yang sudah datang kemari mengerti betapa kuat dan saktinya diriku itu. Ayo jika memang engkau huebat, tandingilah diriku itu. Inilah Syaitan Bertanduk Tujuh persekongkolan dari semua raja syaitan yang ada di negeri ini. Ayo lawanlah aku.

Santri Kepala:
Bismillahirrahmanirrahim. Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum. La ta’khuzuhu sinatuwwala naum, lahu ma fissamawati wama fil ard, manzallazi yasyfa’u indahu illa bi’iznih, ya’lamu ma baina aidihim wama khalfahum wala yuhituna bisyai’immin ilmihi illa bimasya wasi’a kursiyyuhus samawati wal ard, wala yauduhu hifzuhuma wahuwal ‘aliyyul ‘azim.

Cantraka Hitam:
Herr...herrr...herrr...wuhah...udaranya panas. Hai Santri Kepala ditantang perang malah cuma komat-kamit kaya’ orang gila. Ayohlah keluarkan semua kesaktianmu, kerahkan semua Santrimu, keroyoklah akau. Aku tidak ada yang saya takuti...kecuali...pokoknya aku tidak takut...terimalah pukulanku...guoprak...gabrus.

Santri Kepala:
Shyiet...dhah....Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus=menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberikan sysfa’at disisi-Nya tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatupun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki, kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Cantraka Hitam:
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(
??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Santri Kepala:
Hai Cantraka Hitam...mengapa engkau tiduran di situ? Ayo bangunlah. Bangunlah.

Cantraka Hitam:
Oh...apa yang terjadi? Sepertinya aku baru saja tidur, kaya’ mimpi saja. Kok banyak Santri mengerumuni saya. Ada apa ini? Mana Keris Pusakaku?

Santri Kepala:
Itu Keris Pusakamu sudah saya amankan karena membahayakan orang.Wahai Cantraka Hitam..engkau mau kemana?

Cantraka Hitam:
Aku bingung. badanku terasa sangat lemah. Sebaliknya aku ingin bertanya ini banyak orang akan ada acara apa?

Santri Kepala:
Di sini akan ada acara Ritual Ikhlas II.

Cantraka Hitam:
Oh ...tiadalah dayaku itu. Bahkan pikiranku saja hampir melupakan semuanya. Oh Tuhan ampunilah dosa-dosaku. Astagfirullah Alazim...ya Allah ampunilah dosa-dosa ku. Wahai Santri Kepala ...apakah seorang seperti diriku masih pantas memanjatkan doa-doa kepada Allah? Apalahi mengikuti Ritual Ikhlas. Oh tentu aku ini manusia yang terkutuk dan sangat jauh dari ikhlas itu.

Santri Kepala:
Allah SWT itu Maha Pengampun. Jika permohonan ampunmu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, insyaAllah Tuhan akan mengampunimu.

Cantraka Hitam:
Wahai Santri Kepala...sesungguhnya saya sangat ingin mengikuti kegiatan Ritual Ikhlas, tetapi apakah boleh, apa syaratnya dan saya malu dengan namaku sendiri. Aku malu mempunyai nama Cantraka Hitam.

Santri Kepala:
Satu-satunya syarat agar engkau bisa mengikuti Ritual Ikhlas II adalah hanya mempunyai Niat untuk menggapai ridha Allah SWT. Baiklah jikalau engkau meminta, maka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, namamu aku ganti dengan Cantraka Putih.

Cantraka Putih:
Alhamdulillah...terimakasih Santri Kepala...terimakasih ya Allah atas karunia yang engkau limpahkan kepada hambamu ini. Amin..amin ya robbil alamin.

Santri Kepala:
Marilah hadirin semua kita bersiap-siap melaksanakan Ritual Ikhlas II. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridai orang-orang yang berada di jalan yang benar. Ingatlah panggilan Tuhan:"Maka berlarilah kamu kepada Allah. Sungguh aku hanya pemberi ingat yang jelas bagi kamu" (Q.S. Al-Dzariyyat [51]:50)

7 comments:

  1. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Perbuatan syirik adalah perbuatan yang harus kita hindari, sebagai umat muslim kita selayaknya meminta dan memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.
    Namun bila tanpa disadari atau dengan sadar melakukan hal tersebut (perbuatan syirik), jangan lah ragu untuk bertobat dan memohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengampun.

    ReplyDelete
  2. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sombong merupakan sikap tercela yang pertama dilakukan oleh iblis (saat tidak mau bersujud ke Adam). Sombong hanya boleh dimiliki oleh Allah Ta'alaa. Jika manusia bersikap sombong maka akan membahayakan dirinya sendiri. Semua kekuatan hanya milik Allah. Keberhasilan dan kesuksesan manusia hanyalah melalui pertolongan Allah.
    Sombong itu pertanda bahwa hati dan pikiran kita tidak ikhlas. Sombong dapat merusak ibadah kita karena jika kita sombong, maka secara otomatis kita membutuhkan pengakuan dari selain Allah. Sifat sombong dapat menjadikan kita selalu ingin diakui, ingin dilihat, yang ujung2nya dapat menyebabkan riya’.
    Oleh karena itu, sebagai hamba yang baik sudah seharusnya kita bersihkan hati dan pikiran kita. Kita muali introspeksi diri tentang tujuan dan untuk siapa ibadah kita. Menuju Allah atau menuju selain Allah. Dengan demikian, kita akan selalu mengingat bahwa semua ibadah kita hendaknya hanya karena Allah semata.

    ReplyDelete
  3. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi 5 ini, diajarkan kepada kita bahwa dalam mencapai ridho Allah dimulai dengan meluruskan niat yang ikhlas dalam membetulkan tata cara beribadah serta membuang jauh-jauh segala pikiran selain dari memperoleh ridho Allah. Jika sudah diawali dengan sifat sombong, dan mengaku bahwa ilmu yang sudah dimiliki adalah ilmu tertinggi, apalagi ilmu tersebut adalah ilmu (hitam) yang dilaknat oleh Allah, maka akan mendapat balasan juga dari Allah. Karena sungguh yang memiliki ilmu tertinggi itu adalah Sang Pemilik Ilmu itu sendiri yaitu Allah SWT. "Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah:30).

    ReplyDelete
  4. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, meyakini kebenaran Allah harus dilandasi dengan keyakinan dan tindakan. Mensekutukan Allah, dan menyembah yang selain Allah merupakan tindakan yang dilaknat. Bertaubatlah, ikhlaslah dalam bertaubat, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, ketika kita melakukan banyak kesalahan di masa lalu, berusahalah untuk memperbaikinya di masa sekarang dan masa depan. Tiada kata terlambat untuk berubah, semoga kita semua senantiasa dilimpahi iman dan taqwa.

    ReplyDelete
  5. Anisa Safitri
    17701251038
    PEPB

    Manusia diciptakan bukan tanpa alasan. Perbuatan yang dilakukan tidak lain karena sudah diatur dan atas kehendak sang Pencipta. Takdir baik ataupun buruk sudah tercatat, manusia hanya tinggal mengelolanya. Takdir seseorang dapat dirubah sesuai kemampuan dan usahanya untuk merubah. Seseorang yang jauh dari Allah swt akan mudah digoda oleh syaitan, jin, maupun iblis dengan segala macam bentuk. Yang paling mudah adalah kecintaannya pada duniawi selain pada Allah swt. Ketika jin telah merasuki dalam tubuh seseorang, maka ia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang menjauhi perintah Allah swt. Merasa dan menganggap dirinya dapat melakukan semuanya tanpa bantuan dari Allah swt. Perlu adanya kesadaran dalam diri untuk melakukan taubatan kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  6. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi ritual yang indah sekali. Terima kasih, semoga berbalas kebaikan kepada Bapak Prof. Dr. Marsigit yang telah memberikan ilmunya. Alur cerita yang sungguh menggambarkan kehidupan manusia. Betapa sangat merugi orang yang masih percaya dukun, pesugihan dan lain sebagainya. Perbuatan yang sungguh sangat berat akibatnya, bentuk kesyirikan. Tak hanya itu ternyata manusia juga kadang sombong akan suatu hal, mengaku bahwa ilmunya sudah sangat luas dan dalam. Padahal sesungguhnya ilmu yang kita dapatkan itu belum seberapanya ilmunya Allah. Tetapi yang menarik dan indah yaitu kisah diakhir elegi ini, bahwa selalu ada tempat kembali paling sempurna. Tempat untuk memohon segala maaf atas apa yang salah yang telah diperbuat. Taubatan nasuha kepada Allah atas segala dosa yang telah dilakukan adalah langkah yang indah. Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa beristigfar atas segala khilaf yang kita perbuat dan semoga Allah mengampuni segala salah khilaf kita. aminn

    ReplyDelete
  7. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Kesombongan manusia merupakan godaan syetan. Syetan berusaha menjauhkan diri manusia dari Allah SWT. Membawa manusia dalam sifat sombong. Menyombongkan atas segala apa yang dimiliki, bahkan menganggap bahwa kesuksesan tidak berasal dari Allah SWT. Mengerikan sekali godaan dan hasutan syetan kepada manusia. Selalu intropeksi diri memohon ampun dan memohon perlindungan Allah SWT adalah cara agar terhindar dari godaan dan hasutan syetan.

    ReplyDelete